[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"page:id-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-leetex-garment-indonesia-dengan-sp-tsk-kspsi-pt-leetex-garment-indonesia---2019-2021":3},{"id":4,"slug":5,"title":6,"short_title":7,"intro_text":8,"meta_description":9,"seo_title":9,"path":10,"content_type":11,"locale":12,"go_live_at":7,"first_published_at":13,"page_created_at":14,"published_at":13,"edit_url":15,"breadcrumbs":16,"seo":24,"data":32,"children":333,"content_type_view":334,"extra_breadcrumbs":335,"body":337,"body_blocks":348,"related_pages":352},3679,"perjanjian-kerja-bersama","Perjanjian Kerja Bersama",null,"\u003Cp>Beberapa pilihan Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dipublikasikan di sini. Anda dapat menemukan teks asli dari Perjanjian Kerja Bersama tersebut, membaca dan menelusuri per bab maupun pasal, menurut topik yang sedang Anda cari.\u003Cbr\u002F>\u003Cbr\u002F>Ketika Anda mengklik pada link Perjanjian Kerja Bersama, halaman akan terbuka: di kolom sebelah kiri pada halaman tersebut berisi teks asli, sedangkan di kolom sebelah kanan, Anda akan menemukan ringkasan dari ketentuan yang ada di Perjanjian Kerja Bersama tersebut.\u003Cbr\u002F>Serikat Buruh\u002FPekerja dan Asosiasi Pengusaha dari Indonesia memberikan kontribusi terhadap pengumpulan data Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>","","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama","collective_agreements.collectiveagreementoverview","id_ID","2025-08-15T13:01:11.360625+00:00","2026-04-02T08:44:09.692847+00:00","\u002Fcms\u002Fpages\u002F3679\u002Fedit\u002F",[17,20,23],{"title":18,"slug":19},"Indonesia","id-id",{"title":21,"slug":22},"Bekerja di Indonesia","bekerja-di-indonesia",{"title":6,"slug":5},{"title":6,"description":9,"image":25,"canonical":26,"robots":27,"og_type":28,"twitter_card":29,"locale":19,"created_at":30,"last_modified_at":31},"https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fmedia\u002Fimages\u002FSocial_media_preview_image_-_2025.2e16d0ba.fill-1200x630.png","https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002F","index, follow","website","summary_large_image","2025-08-15T15:01:11.360625+02:00","2026-04-02T10:44:09.828831+02:00",{"cba":33,"clauses":45,"details":331,"translations":332},{"id":34,"uid":35,"url":36,"name":37,"locale":38,"override_title":9,"title":39,"browser_title":40,"browser_description":41,"text":42},"perjanjian-kerja-bersama-antara-pt-leetex-garment-indonesia-dengan-sp-tsk-kspsi-pt-leetex-garment-indonesia---2019-2021","8120442c-8e4f-11eb-a97f-f23c91080f70","https:\u002F\u002Fcobra.wageindicator.org\u002Fcountries\u002Findonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-leetex-garment-indonesia-dengan-sp-tsk-kspsi-pt-leetex-garment-indonesia---2019-2021\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-leetex-garment-indonesia-dengan-sp-tsk-kspsi-pt-leetex-garment-indonesia---2019-2021\u002F","Perjanjian Kerja Bersama Antara PT. Leetex Garment Indonesia Dengan SP TSK KSPSI PT. Leetex Garment Indonesia - 2019-2021","ba_ID","IDN PT. Leetex Garment Indonesia - Majalengka - 2019","Indonesia - IDN PT. Leetex Garment Indonesia - Majalengka - 2019","IDN PT. Leetex Garment Indonesia - Majalengka - 2019 - Industri\u002Fpabrik pengolahan",{"name":43,"data":44},"PT. Leetex Garmen Indonesia TSK KSPSI.html","\u003C!--?xml version=\"1.0\" encoding=\"UTF-8\"?-->\n\n\n  \u003Cmeta http-equiv=\"content-type\" content=\"text\u002Fhtml; charset=UTF-8\">\n  \u003Ctitle>New1\u003C\u002Ftitle>\n  \u003Cmeta name=\"generator\" content=\"Amaya, see http:\u002F\u002Fwww.w3.org\u002FAmaya\u002F\">\n\n\n\n\u003Ch1>PERJANJIAN KERJA BERSAMA ANTARA PT LEETEX GARMENT INDONESIA\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Ch1>DENGAN SP TSK KSPSI PT LEETEX GARMENT INDONESIA\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Ch1>PERIODE 2019 – 2021\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Ch2>MUKADIMAH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp style=\"text-align:justify;\">Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa Menyadari akan\nhakikat kemerdekaan suatu bangsa adalah sebagai jembatan emas yang menghantar\nrakyatnya untuk mencapai hidup yang lebih baik lahir dan batin, menjadi\ntanggung jawab kita bersama untuk mengisi Kemerdekaan Republik Indonesia dengan\nmelaksanakan pembangunan nasional, yang merupakan tuntutan perjuangan atau\namanat perjuangan kemerdekaan bangsa dan tanah airnya dari generasi ke generasi\ndan seterusnya mutlak adanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:justify;\">Diantara sekian banyak dan luasnya pembangunan\ndi Indonesia sebagai usaha dan daya upaya untuk memperoleh kehidupan yang layak\ndan lebih baik, PT LEETEX GARMENT INDONESIA Majalengka – Jawa Barat,\nmerupakan jenis usaha yang melakukan kegiatan produksi, melahirkan lapangan\nkerja dengan ribuan pekerja, sehingga perlu diciptakan suasana kerja yang damai\ndan tentram, untuk melahirkan kerjasama yang serasi dan penuh pengertian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:justify;\">Karena kelangsungan hidup perusahaan ini\nmerupakan jaminan hari depan dan kelangsungan adanya pendapatan para pekerja\nbagi pembiayaan keluarganya, dan keuntungan yang diperlukan oleh perusahaan,\nperlu kiranya disadari dan dipahami secara mendalam hal – hal sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Bahwa seluruh kegiatan kerja dalam perusahaan\n    ini bergerak di bidang industri pembuatan sweater, untuk kepentingan\n    eksport. Oleh karena itu seluruh peralatan baik yang bergerak maupun tidak,\n    mempunyai misi yaitu berproduksi untuk kebutuhan Internasional.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Pengorganisasian seluruh kegiatan ini,\n    dituntut dengan suatu kepemimpinan manajemen dimana proses produksi harus\n    mencapai tingkat yang efektif dan produktif, pengendalian pengawasan dan\n    pencapaian mutu yang standar, keterampilan gerak dan disiplin kerja yang\n    mantap sehingga kesinambungan produksi terjamin.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Partisipasi pekerja yang penuh dengan\n    kepatuhan dan kesadaran yang tinggi menjaga ketahanan, ketangguhan dan\n    kelangsungan usaha Perusahaan sebagai sumber pendapatan bagi perusahaan dan\n    pekerja.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp style=\"text-align:justify;\">Dengan menyadari hal – hal tersebut, baik\npengusaha maupun pekerja akan saling membantu menjalankan fungsi dan tugas\nkewajiban di dalam merintis jalan ke arah tercapainya:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:justify;margin-left:2em;\">A. Ketenangan dan kesenangan\nkerja maupun berusaha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:justify;margin-left:2em;\">B. Peningkatan kuantitas dan\nkualitas produksi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:justify;margin-left:2em;\">C. Peningkatan produktivitas dan\nefisiensi di segala bidang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:justify;margin-left:2em;\">D. Penetapan pendapatan dan\nkesejahteraan pekerja yang menumbuhkan rasa tentram bekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:justify;margin-left:2em;\">F. Penggunaan kegiatan\nmusyawarah sebagai forum komunikasi untuk mencapai kesepakatan, memperkecil dan\nmenghilangkan perbedaan – perbedaan pendapat dengan memperhitungkan faktor\n– factor ruang dan waktu, situasi dan kondisi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:justify;\">Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini dijiwai dan\nberlandaskan Pancasila \u002F Undang – Undang Dasar 1945 serta seluruh perundang\n– undangan yang berlaku di Negara Republik Indonesia, maka kami pihak –\npihak yang mewakili perusahaan dan pekerja membuat Perjanjian Kerja Bersama ini\ndengan penuh kesadaran dan rasa tanggung jawab.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:justify;\">Pengamalan atas pedoman – pedoman tersebut\ndiatas, diharapkan dapat melahirkan hubungan kerja yang erat dan harmonis\nantara perusahaan dan pekerja sehingga dengan demikian ditetapkan ketentuan –\nketentuan materi dalam Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:justify;\">Dengan ridho Tuhan Yang Maha Esa semoga kita\ndiberikan tuntunan – Nya untuk dapat melaksanakan dengan sebaik –\nbaiknya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB I: PIHAK – PIHAK YANG MENGADAKAN KESEPAKATAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 1: PIHAK – PIHAK YANG MENGADAKAN PERJANJIAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini diadakan antara:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. PT LEETEX GARMENT INDONESIA, beralamat di Blok Pajagan Desa Sinarjati\nKecamatan Dawuan, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Akta Notaris No. 10 tanggal\n26 Agustus 2014 ditandatangani oleh Sukawaty Sumadi, Sarjana Hukum, yang telah\ndisahkan oleh Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia\nDirektorat Jenderal Administrasi Hukum Umum No. AHU31674.40.22.2014, dalam hal\nini diwakili oleh:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:justify;margin-left:2em;\">1. Nama : Chai Wai Lun Jabatan :\nDirektur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:justify;margin-left:2em;\">2. Nama : Dadan Wildan Fauzie,\nST Jabatan : Manager HRD\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Yang selanjutnya disebut PENGUSAHA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Unit Kerja Federasi Serikat Pekerja Tekstil Sandang dan Kulit Konfederasi\nSerikat Pekerja Seluruh Indonesia (UK F-SP TSK KSPSI) PT LEETEX GARMENT\nINDONESIA yang telah terdaftar di Disnakerin Majalengka dalam Surat Bukti\nPencatatan: No. 568\u002F1340\u002FDinsosnakertrans, tanggal 5 September 2016\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Beralamat di Blok Pajagan Desa Sinarjati Kecamatan Dawuan Kabupaten\nMajalengka, yang dalam hal ini diwakili oleh:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1. Nama : Asep Odin Jabatan : Ketua\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2. Nama : Sugiarto Jabatan : Wakil Ketua\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Yang selanjutnya disebut SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB II: UMUM\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 2: PENGERTIAN DAN ISTILAH – ISTILAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang dimaksud dengan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1. Pengusaha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Pengusaha PT Leetex Garment Indonesia yang diwakili\noleh Direktur dan Manager HRD (Human Resource Development)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2. Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">PT Leetex Garment Indonesia yang berbadan hukum dan\nberkedudukan di Blok Pajagan Desa Sinarjati, Kec. Dawuan, Kab. Majalengka\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">3. Serikat Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Unit Kerja Federasi Serikat Pekerja Tekstil Sandang\ndan Kulit Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PUK F SP TSK KSPSI) PT\nLeetex Garment Indonesia yang terdaftar di Disnakerin Kabupaten Majalengka\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">4. Anggota Serikat Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Pekerja PT Leetex Garment Indonesia, yang sudah\ntercatat sebagai anggota SP TSK KSPSI PT LGI dan memiliki Kartu Tanda Anggota\n(KTA)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">5. Pengurus Serikat Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Anggota dari SP TSK KSPSI PT LGI yang dipilih oleh\nanggota SP TSK KSPSI PT LGI dalam Musyawarah Unit Kerja PT Leetex Garment\nIndonesia untuk memimpin dan menduduki jabatan dalam SP TSK KSPSI PT Leetex\nGarment Indonesia dan Sepengetahuan Pengusaha serta telah tercatat pada Dinas\nTenagakerja dan Perindustrian Kabupaten Majalengka.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">6. Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Setiap orang yang mempunyai hubungan kerja \u002F\nbekerja di perusahaan menerima upah dan telah memenuhi persyaratan\nadministrasi, terdiri atas:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">a. Pekerja Tetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">Ialah pekerja yang bekerja di Perusahaan untuk\njangka waktu tidak tertentu\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">b. Pekerja Kontrak\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">Ialah pekerja yang bekerja di perusahaan untuk\njangka waktu tertentu\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">c. Pekerja Bulanan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">Ialah pekerja yang bekerja di perusahaan dengan upah\nyang dihitung secara bulanan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">d. Pekerja Harian\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">Ialah pekerja yang bekerja di perusahaan dengan upah\nyang dihitung secara harian\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">7. Pekerjaan Kerja Bersama\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Suatu perjanjian antara Serikat Pekerja dengan\nPerusahaan sebagaimana dimaksud dalam Undang – Undang No. 13 Tahun 2003\ntentang Ketenagakerjaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">8. Keluarga Pengusaha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Istri atau suami dan anak kandung dan atau anak\nangkat yang sah dari Pengusaha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">9. Keluarga Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Istri atau suami dan anak kandung dan atau anak\nangkat yang sah yang menjadi tanggungan pekerja batas usia dibawah 21 (dua\npuluh satu) tahun, belum bekerja, belum menikah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">10. Keluarga Pekerja Wanita\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Pekerja wanita yang telah menikah dianggap tidak\nmempunyai tanggungan anak kecuali\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">a. Anak – anak yang sah dari pekerja wanita\u002Fjanda\nyang ditinggal mati oleh suaminya dengan menunjukkan bukti yang sah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">b. Anak – anak yang sah dari pekerja wanita\u002Fjanda\nyang dicerai oleh suaminya dapat menjadi tanggungan pekerja wanita tersebut\napabila ada bukti yang sah dari pengadilan agama negeri tentang anak – anak\ntersebut selama ia belum\u002Ftidak menikah lagi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">11. Istri Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Istri dari pernikahan yang sah dan telah terdaftar\ndi perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">12. Orang Tua Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Ayah dan atau ibu yang sah dari pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">13. Mertua Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Ayah dan ibu dari suami atau istri yang sah dari\npekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">14. Wali Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Orang yang ditunjuk oleh pekerja untuk mewakili\norang tua pekerja yang disahkan oleh instansi yang berwenang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">15. Ahli Waris\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Suami atau istri atau anak yang sah dari pekerja\natau orang yang ditunjuk pekerja untuk menerima setiap pembayaran dalam hal\npekerja meninggal dunia. Dalam hal tidak ada penunjukan atas ahli waris, maka\nahli waris diatur menurut hukum yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">16. Hari Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Hari – hari kerja dimana pekerja wajib\nmelaksanakan suatu pekerjaan dalam suatu hubungan kerja dengan menerima\nupah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">17. Waktu Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Waktu yang telah ditetapkan untuk pekerja berada\nditempat kerja dan melakukan pekerjaan pada hari kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">18. Sistem Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">System dimana waktu kerja dihitung mulai hari\npertama sampai dengan hari keenam selama tujuh jam kerja per hari dan hari\nkeenam selama lima jam kerja dan atau 40 (empat puluh) jam kerja seminggu\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">19. Masa Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Masa pekerja bekerja dihitung secara tidak terputus\nyang dimulai sejak tanggal pekerja mulai diterima bekerja di perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">20. Pekerjaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Kegiatan yang dilakukan oleh pekerja untuk\npengusaha dalam suatu hubungan kerja dengan menerima upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">21. Upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Suatu penerimaan sebagai imbalan dari pengusaha\nkepada pekerja untuk suatu pekerjaan atau jasa yang telah dilakukan yang\ndinilai dalam bentuk uang termasuk tunjangan – tunjangan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">22. Upah Sebulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Upah yang diterima pekerja dalam bentuk uang baik\nyang bersifat upah tetap dan upah tidak tetap selama satu bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">23. Upah Penuh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Upah yang diterima pekerja berupa uang tetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">24. Kerja Lembur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Kerja yang dilakukan oleh pekerja diluar jam\u002Fhari\nkerja yang telah ditetapkan atas perintah atasan langsung untuk kepentingan\nperusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">25. Atasan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Pekerja yang jabatan dan\u002Fatau pangkatnya lebih\ntinggi dan ditetapkan oleh pimpinan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">26. Atasan Langsung\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Pekerja yang mempunyai jabatan atau pangkat yang\nlebih tinggi dan telah ditetapkan pengusaha sesuai dengan struktur organisasi\npada unit kerjanya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">27. Kecelakaan Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Kecelakaan yang terjadi\u002Ftimbul dalam hubungan kerja\ndan dalam lingkungan\u002Fwilayah kerja perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">28. Surat Peringatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Surat resmi yang dikeluarkan oleh pengusaha dalam\nhal ini departemen HRD sebagai sanksi adanya tindakan pelanggaran disiplin dan\natau perbuatan – perbuatan yang melanggar PKB ini, yang bersifat mendidik\nbagi pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">29. Skorsing\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Surat resmi dari pengusaha, dalam hal ini\ndepartemen HRD sebagai sanksi karena adanya tindakan pelanggaran oleh Pekerja\ndan atau kesalahan berat yang dilakukan pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">30. Mangkir\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Tidak masuk kerja tanpa izin atau alasan yang tidak\ndapat dipertanggung jawabkan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">31. Dispensasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Izin yang diberikan oleh Pengusaha kepada pekerja\nuntuk meninggalkan tugas\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">32. Lingkungan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Seluruh wilayah kerja perusahaan, baik didalam\nruang kerja maupun diluar ruang kerja perusahaan dan masih dalam area kerja\nperusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">33. Upah Minimum\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Upah minimum berdasarkan ketentuan pemerintah atau\nsesuai ketentuan upah minimum kabupaten setempat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 3: LUASNYA KESEPAKATAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">1. Telah dipahami dan disepakati bersama oleh pihak\npengusaha dan serikat pekerja bahwa pada dasarnya Perjanjian Kerja Bersama\n(PKB) ini hanya mengatur hal – hal pokok yang bersifat umum.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2. Pihak pengusaha dan serikat pekerja menyadari\nbahwa apabila dalam pelaksanaan atau penerapan kesepakatan ini maupun dalam\npertumbuhan dan perkembangan tidak sesuai dengan situasi dan kondisi sehingga\nperlu diadakan penyempurnaan, maka kedua belah pihak sepakat untuk selalu\nmengadakan penyesuaian secara musyawarah untuk mencapai mufakat dan akan\ndibuatkan addendum sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari PKB ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-coverunion_trigger\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">3. Kewajiban pihak – pihak yang mengadakan\nkesepakatan untuk menyebarluaskan dan menjelaskan kepada seluruh pekerja untuk\ndiketahui dan dilaksanakan isi dari Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini, adalah\ndiakui oleh masing – masing pihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">4. Kedua belah pihak akan saling mentaati dan\nmenertibkan anggotanya dalam pelaksanaan PKB ini dan setiap pihak dapat\nmengingatkan pihak lain apabila tidak mengindahkan isi PKB ini\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 4: MAKSUD DAN TUJUAN PERJANJIAN KERJA BERSAMA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Untuk mengatur hubungan kerja dan syarat – syarat kerja disesuaikan dengan\nUndang – Undang No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, serta peraturan\ndan perundang – undangan yang berlaku lainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 5: PEDOMAN PERUSAHAAN (CODE OF CONDUCT)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pedoman perusahaan ini memuat nilai – nilai pokok yang dimiliki dan\ndijalankan oleh perusahaan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1. Prinsip dasar\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Perusahaan senantiasa mematuhi dan menjalankan\nseluruh peraturan \u002F hukum dan perundang – undangan yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2. Standar pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">a. Perusahaan akan senantiasa memperlakukan pekerja\nsecara adil sesuai dengan hukum ketenagakerjaan yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">b. Perusahaan hanya mempekerjakan karyawan\u002Fti yang\nberusia minimum 18 tahun atau sesuai peraturan perundang – undangan yang\nberlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">c. Perusahaan tidak mempekerjakan pekerja paksa,\nnarapidana \u002F tahanan atau jenis pekerja paksa lainnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">d. Pada dasarnya pekerja bekerja atas dasar kemauan\nsendiri sebagai tugas dan tanggung jawabnya tanpa adanya tekanan \u002F paksaan dari\npihak manapun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">3. Rekruitmen\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">a. Pada dasarnya perusahaan hanya mempekerjakan\nkaryawan yang berusia minimal 18 tahun atau sesuai dengan peraturan perundang\n– undangan yang berlaku, tetapi dalam kedaaan mendesak dimana kebutuhan\ntenaga kerja dalam jumlah dan waktu yang telah ditentukan belum terpenuhi, maka\nperusahaan dapat mempekerjakan pekerja muda dengan usia minimal 17 tahun dengan\ntetap mengikuti ketentuan yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">b. System rekruitmen dijelaskan dalam peraturan atau\nprosedur – prosedur perusahaan lainnya secara terpisah yang tidak\nbertentangan dengan perundang – undangan dan peraturan pemerintah yang\nberlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">4. Upah Minimum\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">a. Perusahaan tidak membayarkan upah dibawah upah\nminimum yang telah ditetapkan oleh hukum yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">b. Penetapan sistem pengupahan dijelaskan dalam\nperaturan atau prosedur – prosedur perusahaan lainnya secara terpisah yang\ntidak bertentangan dengan perundang – undangan dan peraturan pemerintah yang\nberlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">5. Jam Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-schedulesrestpw\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hoursovertimemax\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-MAXHOURS_trigger\">\u003Cp style=\"margin-left:4em\">Perusahaan akan melaksanakan pengaturan jam kerja\nsesuai dengan peraturan yang berlaku atau 40 jam per minggu dengan lembur 14\njam per minggu. Selain itu seluruh pekerja berhak mendapatkan satu hari\nistirahat dalam tujuh hari\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">6. Kebebasan Berserikat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">Pekerja mempunyai kebebasan untuk berserikat\ntermasuk ikut \u002F tidak ikut dalam suatu organisasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternitydiscrimination\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">7. Diskriminasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-eqpromotion\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-discrimination\">\u003Cp style=\"margin-left:4em\">Penentuan, pembagian, penempatan dan pemindahan\npekerja sesuai dengan garis kebijakan perusahaan dan kemampuan individual\n(prestasi, sikap kerja dan masa kerja). Dalam hal ini perusahaan mengangkat\nkaryawan tidak berdasarkan kepercayaan ataupun ciri – ciri pribadi (ras,\njenis kelamin, suku, warna kulit, agama, usia, status perkawinan dan\nkehamilan)\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">8. Kedisiplinan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-GENEQ_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-violence\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sexualhar\">\u003Cp style=\"margin-left:4em\">Setiap pekerja diperlakukan secara hormat sesuai\ndengan hak – haknya. Perusahaan tidak mengizinkan adanya tindakan kekerasan\nataupun pelecehan seksual (tindakan, sikap, isyarat dan lisan) terhadap\npekerja. Sanksi dan hukuman diperlakukan sesuai dengan hukum yang berlaku\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">9. Lingkungan \u002F K3 \u002FKondisi Pabrik\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">a. Perusahaan berusaha menyediakan lingkungan kerja\nyang aman dan nyaman bagi pekerja sesuai dengan peraturan lingkungan kerja yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">b. Perusahaan berusaha menyediakan lingkungan kerja\nyang sehat dan menyediakan peralatan keselamatan bagi pekerja untuk menghindari\nterjadinya kecelakaan kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">c. Hal – hal yang berhubungan dengan lingkungan,\nK3 dan kondisi pabrik akan diatur terpisah dan lebih lengkap dalam peraturan\natau prosedur – prosedur perusahaan lainnya secara terpisah yang tidak\nbertentangan dengan perundang – undangan dan peraturan pemerintah yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">10. Komunikasi (Dialog dan Keluh – kesah)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">a. Perusahaan menerapkan system komunikasi terbuka,\ndimana setiap karyawan bebas menyampaikan aspirasi dan keluh-kesah seperti\ndijelaskan dalam prosedur penyampaian keluh-kesah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">b. Perusahaan mempunyai komitmen untuk selalu\nmenerima dan memberikan feedback atas segala saran dan keluh-kesah yang\nmasuk\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">11. Dokumentasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Seluruh laporan hasil pemeriksaan dan pengawasan\natas penerapan Pedoman Perusahaan ini akan didokumentasikan untuk digunakan\nsewaktu – waktu jika diperlukan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">12. Pengawasan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Penerapan dan pelaksanaan atas isi Pedoman\nPerusahaan ini akan senantiasa diawasi demi tercapainya kemajuan bersama\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">13. Koreksi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Seluruh ketentuan ini dapat berubah bila dipandang\nperlu dan disetujui oleh pihak perusahaan dan pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 6: PENGAKUAN HAK – HAK PENGUSAHA DAN HAK – HAK SERIKAT\nPEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1. Pengakuan Serikat Pekerja terhadap hak – hak\npengusaha:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">a. Mengatur para pekerja, seleksi dan penerimaan\npekerja baru serta penempatan, pengangkatan, perubahan jabatan \u002F pekerjaan,\npengelolaan, pemberian penghargaan, pemberhentian, penilaian pekerja,\nmemindahkan, memutasikan, pengawasan, pengamanan dan pelaksanaan urusan\nketenagakerjaan serta jalannya perusahaan adalah hak dan tanggung jawab\nsepenuhnya pihak Pengusaha, dan Serikat Pekerja tidak mencampuri urusan intern\nmasing – masing pihak\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">b. Memberikan sanksi – sanksi kepada pekerja yang\nmelanggar tata tertib, keselamatan kerja, mutasi dan keamanan adalah hak dari\nPengusaha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">c. Mengajukan tuntutan atas perbuatan atau tindakan\nSerikat Pekerja yang bertentangan dengan kesepakatan ini, dan Peraturan\nPerundang – undangan yang berlaku yang merugikan Pengusaha adalah hak\nsepenuhnya dari Pengusaha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2. Pengakuan Pengusaha terhadap hak – hak Serikat\nPekerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">a. Pengusaha mengakui sepenuhnya bahwa Serikat\nPekerja adalah organisasi pekerja yang resmi di perusahaan yang mewakili\npekerja yang menjadi anggotanya, baik secara perorangan maupun kolektif dalam\nmasalah ketenagakerjaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">b. Serikat Pekerja berhak membela dan melindungi\nanggotanya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">c. Mengajukan keberatan atas tindakan Pengusaha yang\nbertentangan dengan Perjanjian ini dan merugikan Serikat Pekerja atau Pekerja\nadalah hak dari Serikat Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">d. Pengusaha mengakui sepenuhnya bahwa yang mengatur\norganisasi Serikat Pekerja dan anggotanya adalah wewenang Serikat Pekerja,\nsepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundang – undangan yang\nberlaku dan pengusaha tidak mencampuri urusan intern Serikat Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 7: KEWAJIBAN – KEWAJIBAN PENGUSAHA DAN KEWAJIBAN – KEWAJIBAN\nSERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Kedua belah pihak berkewajiban untuk mentaati\n    dan melaksanakan dengan sebaik – baiknya semua isi dan ketentuan yang\n    telah disepakati didalam perjanjian ini\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Serikat Pekerja berkewajiban untuk membantu\n    Pengusaha menjaga ketenangan kerja dan peningkatan kuantitas dan kualitas\n    produksi dalam rangka meningkatkan produktivitas demi kelancaran jalannya\n    aktivitas perusahaan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Kedua belah pihak berkewajiban untuk menjaga,\n    membina dan meningkatkan hubungan yang harmonis melalui kerjasama yang\n    baik, hormat – menghormati, percaya – mempercayai, sehingga hubungan\n    industrial benar – benar terbina, terpelihara dan dilaksanakan\n    sebagaimana mestinya,\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 8: HUBUNGAN PENGUSAHA DAN SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Dalam segala persoalan atau hal – hal yang\n    menyangkut Pengusaha dengan Serikat Pekerja akan senantiasa diusahakan\n    untuk mencapai keserasi, keselarasan dan keseimbangan dengan jalan\n    musyawarah untuk mufakat antara kedua belah pihak\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Apabila timbul perbedaan pendapat yang tidak\n    dapat diselesaikan, maka hal yang menjadi perselisihan tersebut dapat\n    diteruskan kepada instansi yang bertanggung jawab dalam bidang\n    ketenagakerjaan setempat oleh Pengusaha atau Serikat Pekerja\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 9: JAMINAN BAGI SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Pengusaha memberi kebebasan kepada pekerjanya\n    untuk berserikat maupun menjadi pengurus Serikat Pekerja\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Pengusaha akan menyelesaikan setiap persoalan\n    yang timbul akibat terganggunya hubungan kerja dengan Serikat Pekerja\n    dengan azas musyawarah untuk mufakat\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 10: JAMINAN BAGI PENGUSAHA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Serikat Pekerja akan membantu Pengusaha dalam\n    menegakkan tata tertib dan disiplin kerja serta peningkatan efisiensi dan\n    produktivitas kerja\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Serikat Pekerja menyadari bahwa tindakan\n    pemogokan dan atau memperlambat kerja adalah tindakan yang tidak sesuai\n    dengan semangat Hubungan Industrial, oleh karena itu diupayakan segala\n    permasalahan yang timbul akan diselesaikan secara musyawarah untuk\n  mufakat\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Tindakan pemogokan yang tidak sah sesuai dengan\n    perundang – undangan yang berlaku dengan alasan apapun yang mengakibatkan\n    kerugian materia maupun non-materi, maka akan diambil tindakan tegas\n    terhadapa mereka yang melakukan pemogokan berupa Pemutusan Hubungan Kerja\n    dan dilanjutkan dengan tuntutan hukum yang berlaku\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch2>BAB III: BANTUAN FASILITAS BAGI SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 11: BANTUAN FASILITAS\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli style=\"margin-left:0em\">Perusahaan memberikan bantuan fasilitas di\n    lingkungan perusahaan bagi Serikat Pekerja untuk kegiatan dan pengembangan\n    Serikat Pekerja dalam perusahaan, sesuai kemampuan perusahaan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:0em\">Serikat Pekerja diperbolehkan menggunakan papan\n    – papan pengumuman yang ada atas persetujuan Pengusaha\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:0em\">Pengusaha dapat mengizinkan Serikat Pekerja untuk\n    mengadakan rapat – rapat dan pertemuan Internal Serikat Pekerja di dalam\n    perusahaan, tanpa mengganggu kegiatan perusahaan\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch2>BAB IV: HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 12: PENERIMAAN PEKERJA BARU\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:0em\">1. Penerimaan pekerja baru di perusahaan disesuaikan\ndengan kebutuhan perusahaan dan harus memenuhi syarat – syarat yang telah\nditetapkan oleh perusahaan antara lain:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">a. Berusia minimal 18 tahun atau dalam keadaan\nmendesak untuk pemenuhan rekrutmen dapat mengacu pada pasal 5 ayat (3) point\n(a).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">b. Pendidikan dan pengalaman sesuai dengan jenis\npekerjaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">c. Berbadan sehat, berdasarkan hasil pemeriksaan\noleh dokter secara tertulis\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">d. Berkelakuan baik dengan surat keterangan dari\nKepolisian (SKCK)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">e. Tidak terlibat langsung maupun tidak langsung\ndalam kepentingan partai politik\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">f. Melengkapi persyaratan lamaran kerja sesuai yang\ntelah ditetapkan oleh perusahaan seperti (KTP, Foto, KK dll)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">g. Calon pekerja harus lulus dalam setiap bentuk\nujian dan wawancara yang diselenggarakan oleh perusahaan di Departemen HRD\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:0em\">2. Dalam pelaksanaan penerimaan pekerja baru\nperusahaan menggunakan system kontrak sesuai dengan ketentuan perundang –\nundangan yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:0em\">3. Dalam penerimaan Pekerja baru, Perusahaan tidak\nmemungut biaya apapun dari calon tenaga kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:0em\">4. Apabila ditemukan karyawan perusahaan melakukan\npemungutan biaya dengan sengaja dan atau bekerjasama melalui perantara pihak\nlain sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) akan dikenakan sanksi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 13: PENERIMAAN PEKERJA BARU DENGAN SISTEM KONTRAK\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli style=\"margin-left:0em\">Kontrak adalah perjanjian kerja antara Pekerja\n    dengan Pengusaha, untuk mengadakan hubungan kerja dalam jangka waktu\n    tertentu atau selesainya suatu pekerjaan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:0em\">Dalam sistem kontrak tidak boleh dipersyaratkan\n    adanya masa percobaan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:0em\">Kontrak tidak bisa ditarik kembali atau diubah\n    tanpa persetujuan kedua belah pihak, atau karena alasan – alasan yang\n    oleh undang – undang dinyatakan cukup untuk merubah\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:0em\">Setiap pekerja baru setelah membaca dan mengerti\n    isi surat perjanjian kontrak, agar menandatangani surat perjanjian kontrak\n    tersebut sebanyak 2 (dua) rangkap yang disediakan oleh perusahaan di bagian\n    HRD dimana masing – masing pihak menyimpan 1 (satu) surat kontrak\n  tersebut\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 14: JANGKA WAKTU KONTRAK\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli style=\"margin-left:0em\">Kontrak yang didasarkan atas jangka waktu\n    tertentu dapat diadakan paling lama 2 (dua) tahun\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:0em\">Kontrak dapat diperpanjang dan atau\n  diperbaharui\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 15: PERPANJANGAN DAN PEMBAHARUAN KONTRAK\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli style=\"margin-left:0em\">Perpanjangan kontrak adalah melanjutkan hubungan\n    kerja yang telah berakhir masa berlakunya\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:0em\">Pembaharuan kontrak adalah pembuatan perjanjian\n    kontrak baru setelah perjanjian kontrak lama berakhir\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:0em\">Kontrak yang dimaksud pasal 15 ayat 1 hanya boleh\n    diperpanjang satu kali untu paling lama dalam waktu tidak lebih dari 1\n    (satu) tahun\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:0em\">Apabila kontrak pada pasal 15 ayat 1 diperpanjang\n    kembali, selambat – lambatnya 7 (tujuh) hari sebelum perjanjian kontrak\n    berakhir, perusahaan harus memberitahukan maksudnya baik secara lisan atau\n    tertulis kepada pekerja yang bersangkutan untuk memperpanjang perjanjian\n    kontrak tersebut\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:0em\">Kontrak yang telah diperbaharui sebagaimana\n    dimaksud pasal 15 ayat 4 tidak dapat diperpanjang lagi. Tetapi pekerja yang\n    memenuhi syarat dapat diangkat menjadi pekerja tetap\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:0em\">Persyaratan pengangkatan menjadi pekerja tetap\n    akan diatur dan lebih lengkap dalam peraturan atau prosedur – prosedur\n    perusahaan lainnya secara terpisah yang tidak bertentangan dengan perundang\n    – undangan dan peraturan pemerintah yang berlaku\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 16: BERAKHIRNYA KONTRAK\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli style=\"margin-left:0em\">Kontrak berakhir demi hukum dengan berakhirnya\n    waktu yang ditentukan dalam perjanjian kontrak atau dengan selesainya\n    pekerjaan yang disepakati\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:0em\">Kontrak berakhir karena:\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">a. Meninggalnya pekerja yang bersangkutan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">b. Berakhirnya jangka waktu perjanjian kontrak\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">c. Adanya putusan pengadilan dan atau putusan atau\npenetapan Lembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial yang telah\nmempunyai kekuatan hukum tetap; atau\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">d. Adanya keadaan atau kejadian tertentu yang\ndicantumkan dalam Perjanjian Kontrak, atau Perjanjian Kerja Bersama yang dapat\nmenyebabkan berakhirnya hubungan kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">3. Kontrak tidak berakhir karena meninggalnya\npengusaha, serta karena perusahaan jatuh pailit. Dan apabila perusahaan jatuh\npailit maka hak – hak pekerja diselesaikan sesuai dengan peraturan perundang\n– undangan yang berlaku \u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 17: PROMOSI \u002F DEMOSI\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli style=\"margin-left:0em\">Pengusaha berwenang untuk menetapkan kenaikan\n    jabatan atau promosi dan penurunan jabatan atau demosi setiap pekerja\n    setelah melalui penilaian atau evaluasi terhadap pekerjaan tersebut\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:0em\">Apabila dalam pelaksanaan tugasnya pekerja yang\n    mempunyai posisi \u002F jabatan tertentu ternyata tidak cakap untuk melaksanakan\n    tugasnya, maka pekerja tersebut akan diturunkan ke posisi \u002F jabatan yang\n    lebih tepat.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 18: MUTASI\u003C\u002Fh3>\n\u003Col style=\"margin-left:0em\">\n  \u003Cli style=\"margin-left:0em\">Untuk kepentingan perusahaan, pengusaha setiap\n    waktu dapat melakukan mutasi pekerja pada departemen \u002F bagian yang berbeda\n    di dalam satu perusahaan dengan tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku\n    antara lain:\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">a. Keperluan untuk menyesuaikan kemampuan kerja\npekerja dengan pekerjaan yang harus dilakukannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">b. Efisiensi kerja, kemajuan pekerja dan\nkelangsungan hidup perusahaan dengan tetap mentaati undang – undang\nketenagakerjaan yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">c. Restrukturisasi dan reorganisasi perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">d. Kesehatan dan keselamatan pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">2. Perusahaan berwenang untuk melakukan mutasi\nkaryawannya dari satu perusahaan ke perusahaan lainnya yang masih dalam satu\ngroup perusahaan, dengan ketentuan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">a. Tidak mengurangi upah yang diterima pekerja\nseperti sebelumnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">b. Tidak merubah status dan masa kerja pekerja dari\nperusahaan sebelumnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">3. Sebelum melakukan mutasi, perusahaan akan\nmemberitahukan kepada pekerja terlebih dahulu untuk persetujuannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">4. Pekerja yang menolak mutasi yang layak dapat\ndikenakan sanksi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB V: HARI KERJA DAN WAKTU KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 19: HARI KERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli style=\"margin-left:0em\">Untuk mencapai efisiensi kerja yang optimal\n    dimana setiap pekerjaan diatur berdasarkan pesanan dari buyer\u002Fkonsumen,\n    maka jadwal kerja setiap bagian atau setiap jenis pekerjaan di PT Leetex\n    Garment Indonesia diatur sesuai dengan sifat pekerjaannya\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday_select\">\u003Cli style=\"margin-left:0em\">Hari kerja di PT Leetex Garment Indonesia adalah\n    6 (enam) hari kerja dalam satu minggu dan 40 (empat puluh) jam kerja dalam\n    satu minggu\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli style=\"margin-left:0em\">Perusahaan mempunyai hak untuk merubah jam kerja\n    dan hari kerja\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:0em\">Pekerjaan bagian keamanan (Satpam), Supir,\n    Mekanik\u002FElektrik dan Bagian Umum yang karena tugasnya yang khusus, hari\n    kerja dan hari istirahat mingguannya diatur tersendiri, dengan tetap\n    memperhatikan ketentuan perundang – undangan yang berlaku\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:0em\">Hari – hari libur resmi disesuaikan dengan\n    ketentuan peraturan perundang – undangan dan apabila pekerja bekerja pada\n    hari libur resmi atau hari libur perusahaan atas perintah pimpinan\n    perusahaan dihitung sebagai kerja lembur.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 20: PENGATURAN JADWAL KERJA DALAM KEADAAN DARURAT\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli style=\"margin-left:0em\">Dalam keadaan yang khusus untuk menjaga\n    kelangsungan hidup perusahaan, pimpinan perusahaan dapat memberlakukan\n    jadwal kerja yang diatur secara khusus, dalam hal ini pimpinan perusahaan\n    akan meminta pendapat Serikat Pekerja guna menjaga ketenangan dan\n    ketentraman kerja, serta agar tidak terjadi keresahan di kalangan\n  pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:0em\">Pekerja wajib melakukan pekerjaan yang telah\n    disepakati dalam jadwal kerja khusus tersebut\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 21: WAKTU KERJA, ISTIRAHAT DAN PERGILIRAN KERJA (SHIFT)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SCHEDULE_trigger\">\u003Cp>1. Waktu kerja dan istirahat yang ditetapkan ialah:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Bagian Rajut Komputer, QC Rajut Komputer, Gulung\nBenang, Shima Seiki dan Rajut Shima (Rajut Otomatis) diberlakukan jadwal kerja\n3 (tiga) Shift dengan jadwal sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli style=\"margin-left:4em\">Shift I 06. 00 – 14.00 WIB\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:4em\">Shift II 14.00 – 22.00 WIB\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:4em\">Shift III 22.00 – 06.00 WIB\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">Dengan jam istirahat diatur secara bergiliran sesuai\ndengan jadwal yang telah ditentukan Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Bagian Linking, PHL, Gudang Linking, dan Linking\nObras\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">Senin sampai Kamis\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">Jam Kerja 07.15 – 15.15 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">Istirahat 11.45 – 12.45 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">Jum’at\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">Jam Kerja 07.15 – 15.45 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">Istirahat 11.45 – 13.15 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">Sabtu\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">Jam Kerja 07.15 – 12.15 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Bagian Finishing\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">Senin sampai Kamis\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">Jam Kerja 07.00 – 15.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">Istirahat 11.30 – 12.30 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">Jum’at\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">Jam Kerja 07.00 – 15.30 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">Istirahat 11.30 – 13.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">Sabtu\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">Jam Kerja 07.00 – 12.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Bagian Ekspedisi, GD. Benang, GD. Ekspor, GD.\nAccessories, Sample Room, Office Belakang, Garment\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">Senin sampai Kamis\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">Jam Kerja 07.00 – 15.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">Istirahat 12.00 – 13.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">Jum’at\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">Jam Kerja 07.00 – 15.30 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">Istirahat 11.30 – 13.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">Sabtu\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">Jam Kerja 07.00 – 12.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Untuk bagian – bagian tertentu yang karena\nsifat dan kebutuhannya memerlukan waktu khusus, akan diatur kemudian\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f. Pekerja bersedia bekerja secara shift (shift I,\nshift II, shift III) bila diperlukan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g. Pekerja bersedia di perbantukan ke bagian lain\napabila ada bagian yang karena sifat dan jenis pekerjaannya terdesak oleh waktu\npenyelesaiannya\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>PASAL 22: KERJA LEMBUR\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Yang di maksud kerja lembur ialah, pekerjaan yang dilakukan setelah\nmelebihi 7 (tujuh) jam kerja sehari dan 40 (empat puluh) jam seminggu\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-OVERTIME_trigger\">\u003Cp>2. Kerja lembur hanya dilakukan apabila terdapat banyak pekerjaan yang harus\nsegera diselesaikan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Mengingat dari kepentingan perusahaan, penyimpangan waktu kerja dapat\ndijalankan seperti yang dimaksud pada pasal 20 ayat 1, dengan catatan kelebihan\njam kerja dibayar dan diperhitungkan jam lembur\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4. Kerja lembur hanya dapat dilakukan atas perintah Atasan dan persetujuan\npekerja di bagiannya masing – masing dan kemudian dilaporkan kepada\nDepartemen HRD\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VI: PEMBEBASAN DARI KEWAJIBAN BEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 23: IZIN TIDAK BEKERJA DENGAN UPAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleavepay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleavepayperc\">\u003Cp>1. Dengan mengingat kepentingan pekerja, perusahaan memberikan izin untuk\ntidak masuk kerja dengan upah sesuai Undang – Undang No. 13 tahun 2003 pasal\n93, untuk kepentingan – kepentingan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Perkawinan Pekerja Lajang : 3 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Perkawinan Anak Pekerja : 2 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Khitanan\u002FBaptis Anak Pekerja : 2 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Kematian Istri\u002FSuami\u002FAnak Pekerja : 2 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelativesleave\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Kematian Orang Tua \u002F Mertua : 2 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f. Kematian Saudara Dalam Satu Rumah : 1 hari\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleave\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g. Istri Pekerja Melahirkan\u002FKeguguran : 2 hari\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">h. Sakit Pekerja sesuai Surat Keterangan Dokter\nyang ditunjuk Perusahaan dan telah melalui pemeriksaan kebenarannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Semua untuk memperoleh izin tersebut dalam pasal 23 ayat (1) butir a,b,c\npekerja harus mengajukan permohonan tidak masuk kerja 6 (enam) hari sebelumnya,\ndan untuk pasal 23 ayat (1) butir d,e,f pada waktunya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Semua permohonan pada pasal 23 ayat (1) butir a,b,c,d,e,f harus disertai\nsurat keterang dari Kepala Desa setempat, dan izin sakit pasal 23 ayat (1)\nbutir g,h dari Dokter yang ditunjuk oleh perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 24: IZIN MENINGGALKAN KERJA DENGAN UPAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-TRADEUNLEAV_trigger\">\u003Cp>1. Perusahaan mengizinkan pekerja untuk tidak masuk kerja sesuai dengan\nUndang – Undang No. 13 tahun 2003 pasal 93 ayat (2) antara lain:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Pekerja sakit sehingga tidak dapat melakukan\npekerjaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelatives\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Pekerja tidak masuk kerja karena menikah,\nmenikahkan anak, mengkhitankan anak, istri melahirkan atau gugur kandungan,\nsuami\u002Fistri\u002Fanak\u002Fmenantu\u002Forang tua\u002Fmertua atau saudara satu rumah meninggal\ndunia.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Pekerja tidak melakukan pekerjaannya karena\nsedang menjalankan kewajiban terhadap Negara\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Pekerja tidak dapat melakukan pekerjaannya\nkarena menjalankan ibadah yang diperintahkan Agamanya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Pekerja bersedia melakukan pekerjaan yang telah\ndijanjikan tetapi Pengusaha tidak mempekerjakannya, baik kesalahan sendiri\nmaupun halangan yang seharusnya dapat dihindari Pengusaha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f. Melaksanakan hak pilih sebagai warga negara\ndalam pemilihan umum dan atau sebagai Anggota Panitia Pemilihan \u002F Panitia\nPelaksana Pemungutan Suara diberikan izin 1 (satu) hari kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g. Melaksanakan hak cuti tahunannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">h. Izin untuk tidak masuk kerja, harus diperoleh\nizin terlebih dahulu dari perusahaan, kecuali dalam keadaan mendesak, bukti –\nbukti dapat diajukan kemudian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">i. Pekerja melaksanakan tugas Serikat Pekerja (PUK\nF SP TSK. R-KSPSI PT LGI) atas persetujuan Pengusaha\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Apabila pekerja meninggalkan pekerjaan tanpa izin dari Atasan\u002FManager\ntanpa surat – surat yang sah\u002Falasan yang dapat diterima oleh perusahaan maka\ndianggap mangkir dan upah pada hari itu tidak dibayar\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 25: CUTI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Cuti Tahunan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysweeks\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysdays\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Cuti tahunan diberikan 12 (dua belas) hari kerja\nsetelah pekerja bekerja 12 (dua belas) bulan berturut – turut dengan\nmengajukan permohonan tertulis terlebih dahulu selambat – lambatnya 1 (satu)\nminggu sebelum cuti\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Perusahaan berhak untuk mengatur pelaksanaan\npemberian hak cuti pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Hak cuti tahunan gugur atau kadaluwarsa jika\nsetelah 1 (satu) tahun berjalan sejak munculnya hak cuti tidak dipergunakan,\nbukan karena alasan – alasan yang diberikan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Atas pertimbangan pimpinan perusahaan, berhubung\ndengan kepentingan yang nyata, cuti tahunan dapat diundurkan untuk selama –\nlamanya 6 (enam) bulan terhitung mulai saat pekerja berhak atas cuti tahunan,\ndan apabila sampai waktu pengunduran hak cuti masih juga belum bisa diberikan\nkarena adanya kepentingan nyata akan diundur kembali sampai batas akhir\ntimbulnya hak cuti berikutnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-menstruationleave\">\u003Cp>2. Cuti Haid\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Karyawati yang dalam masa haid merasakan sakit maka\nyang bersangkutan diberikan waktu untuk istirahat pada hari pertama dan kedua\npada waktu haid, dengan menempuh prosedur pengambilan cuti haid yang telah\nditentukan oleh perusahaan\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveduration\">\u003Cp>3. Cuti Melahirkan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityotherclause\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Bagi pekerja wanita yang hamil dan akan melahirkan\ndiberikan cuti 1,5 bulan sebelum melahirkan dan 1,5 bulan setelah melahirkan.\nBagi yang gugur kandungan diberikan cuti selama 1,5 bulan terhitung dari saat\ngugur kandungan\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 26: SAKIT BERKEPANJANGAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:0em\">1. Apabila pekerja sakit dan dapat dibuktikan dengan\nsurat keterangan dokter rujukan, maka upahnya akan dibayar sesuai dengan\nketentuan Undang – Undang No. 13 tahun 2003 pasal 93 ayat (2) butir a\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspaytype\">\u003Cp style=\"margin-left:0em\">2. Apabila pekerja sakit dalam jangka waktu lama dan\ndapat dibuktikan dengan surat keterangan dokter rujukan, maka upahnya akan\ndibayar sesuai dengan ketentuan UU No. 13 tahun 2003 pasal 93 ayat (3) sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspay\">\u003Cp style=\"margin-left:2em\">- 4 (empat) bulan pertama dibayar sebesar : Rp 100%\nupah pokok\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">- 4 (empat) bulan pertama dibayar sebesar : Rp 75%\nupah pokok\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">- 4 (empat) bulan pertama dibayar sebesar : Rp 50%\nupah pokok\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">- Untuk selanjutnya dibayar sebesar : Rp 25% upah\npokok\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspay\">\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">Sampai sebelum pemutusan hubungan kerja dilakukan\noleh perusahaan\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdays\">\u003Cp style=\"margin-left:0em\">3. Apabila setelah lewat 12 (dua belas) bulan atau\ntriwulan keempat ternyata pekerja tersebut belum sembuh juga, maka perusahaan\ndapat memutuskan hubungan kerja dan dilaksanakan sesuai dengan prosedur Undang\n– Undang No. 13 tahun 2003\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VII: PENGUPAHAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 27: PENGERTIAN UPAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Upah adalah suatu penerimaan sebagai imbalan dari Pengusaha kepada Pekerja\nuntuk suatu pekerjaan atau jasa yang telah dilakukan yang dinilai dalam bentuk\nuang termasuk tunjangan – tunjangan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Prinsip Dasar dan Sasaran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pada dasarnya penetapan upah ditentukan berdasarkan struktur dan skala upah\nsesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 78 Tahun 2015, yang disepakati oleh\nPengusaha dan Serikat Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 28: SISTEM PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003C\u002Fol>\u003Col>\u003Cli style=\"margin-left:2em;\">1. Sesuai dengan keputusan Menteri Tenaga Kerja\n    dan Transmigrasi RI Nomor Kep :49\u002FMEN\u002FIV\u002F2004 Tentang Ketentuan Struktur\n    dan Skala Upah\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">2. Merujuk kepada Peraturan Pemerintah No. 78\n    Tahun 2015 Tentang Pengupahan, sehingga perusahaan menyusun Struktur dan\n    Skala Upah sebagai berikut:\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAYSCALES_trigger\">\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_trigger\">\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable style=\"width: 100%\" border=\"1\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003C\u002Ftr>\u003Ctr>\u003Ctd colspan=\"8\" style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">STRUKTUR\n        UPAH &amp; SKALA UPAH \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd colspan=\"8\">\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd colspan=\"2\" rowspan=\"2\" style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">JABATAN\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd colspan=\"2\" rowspan=\"2\" style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">GOLONGAN\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd colspan=\"2\" style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">STANDAR\n        BOBOT\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd colspan=\"2\" style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">SKALA\n      UPAH\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd colspan=\"8\" rowspan=\"3\">\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Minimum\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Maximum\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Minimum\u002FBulan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Maximum\u002FBulan\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>1\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Direktur\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd rowspan=\"3\">2\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd rowspan=\"3\">Manager\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2A\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>General Manager\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd colspan=\"8\" rowspan=\"5\">\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>2B\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Manager\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>800\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>955\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>2C\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Junior Manager\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>615\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>790\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd rowspan=\"4\">3\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd rowspan=\"4\">Leader\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3A\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Kepala Bagian\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>575\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>630\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>3B\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Wakil \u002F Asst. Kepala Bagian\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>545\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>590\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>3C\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Koordinator Kepala Regu\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>455\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>560\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd colspan=\"8\" rowspan=\"7\">\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>3D\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Kepala Regu\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>385\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>485\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd rowspan=\"4\">4\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd rowspan=\"4\">Operator\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>4A\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Senior\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>260\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>405\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>UMK + Hasil Pembobotan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>UMK + Hasil Pembobotan\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>4B\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Menengah\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>190\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>295\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>UMK + Hasil Pembobotan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>UMK + Hasil Pembobotan\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>4C\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Junior\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>150\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>255\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>UMK + Hasil Pembobotan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>UMK + Hasil Pembobotan\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>4D\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Pemula \u002F Non-Skill\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>65\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>175\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>UMK\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>UMK\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd colspan=\"8\">KETERANGAN :\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>a.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd colspan=\"15\">Admin \u002F Staff tidak termasuk dalam nama jabatan,\n        melainkan dikategorikan sebagai post kerja yang bobotnya dapat dinilai\n        sesuai dengan jabatan yang telah ditetapkan\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>b.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd colspan=\"15\">Untuk posisi tertentu yang memerlukan keahlian \u002F\n        pengetahuan khusus yang sulit didapatkan di pasaran, maka dapat\n        dikecualikan dari tabel skala upah ini\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>c.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd colspan=\"15\">Pembobotan berdasarkan pada : Pendidikan, Masa Kerja,\n        Pengalaman dan kondisi pekerjaan\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003Ctable style=\"width: 100%\" border=\"1\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-jobclassifaction1\">\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable style=\"width: 100%\" border=\"1\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003C\u002Ftr>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003Ctr>\u003Ctd colspan=\"5\" style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">DEFINISI\n        JABATAN \u002F GOLONGAN\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd colspan=\"2\" style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">JABATAN\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd colspan=\"2\" style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">GOLONGAN\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">KETERANGAN\n        GOLONGAN\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>1.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Direktur\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd rowspan=\"3\">2.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd rowspan=\"3\">Manager\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2A\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>General Manager\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>2B\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Manager\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Untuk Jabatan setingkat Kepala Divisi \u002F Manager\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>2C\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Junior Manager\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Untuk jabatan setingkat Junior Manager \u002F Asisten Manager\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd rowspan=\"4\">3\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd rowspan=\"4\">Leader\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3A\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Kepala Bagian\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Untuk jabatan setingkat Kepala Bagian (Supervisor)\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>3B\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Wakil \u002F Asst. Kepala Bagian\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Untuk jabatan setingkat Wakil Kepala Bagian (Asst. Supervisor)\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>3C\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Koordinator Kepala Regu\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Untuk jabatan setingkat Koordinator Kepala Regu (Group Leader)\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>3D\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Kepala Regu\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Untuk jabatan setingkat Kepala Regu (Line Leader)\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd rowspan=\"4\">4\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd rowspan=\"4\">Operator\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>4A\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Senior\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Untuk jabatan setingkat Senior Operator\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>4B\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Menengah\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Untuk jabatan setingkat Middle Operator\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>4C\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Junior\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Untuk jabatan setingkat Junior Operator\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>4D\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Pemula \u002F Non-Skill\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Untuk pemula, pembantu operator atau operator yang baru masuk\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003Ctr>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-commutingallowancetype1\">\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-mealvoucherstype1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-commutingallowancetype1\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">3. Sistem pengupahan diatur menurut status pekerja\nyaitu pekerja harian dan bulanan dengan komponen upah sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">a. Upah Pokok\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">b. Tunjangan Tetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-COMMUTE_trigger\">\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-mealvouchers\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-commutingallowancetype1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-COMMUTE_trigger\">\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-MEALALL_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-commutingallowancetype1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-COMMUTE_trigger\">\u003Cp style=\"margin-left:4em\">c. Tunjangan Tidak Tetap:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">- Tunjangan Prestasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">- Tunjangan Jabatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">- Uang Shift\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">- Insentif Kehadiran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">- Subsidi Transportasi\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-COMMUTE_trigger\">\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">- Subsidi Makan\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-mealvouchers\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-MEALALL_trigger\">\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-extrapayfirmperformancesec\">\u003Cp style=\"margin-left:6em\">- Bonus Produksi bila mencapai target\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">4. Pengusaha membayar upah pekerja setiap akhir\nperiode:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">a. Untuk pekerja harian, upah per bulan dibagi dua,\nyang akan dibayarkan 7 (tujuh) hari sesudah tutup periode, dengan ketentuan\npembayaran sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">i. Upah kerja tanggal 1 s.d 15 dibayar tanggal 22\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">ii. Upah kerja tanggal 16 s.d akhir bulan dibayar\ntanggal 7 bulan berikutnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">b. Untuk pekerja bulanan, perusahaan melakukan\nsistem pembayaran upah setiap tanggal 7 (tujuh) bulan berikutnya dan\nseterusnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">c. Upah dapat dibayarkan secara tunai atau melalui\ntransfer rekening bank setiap karyawan yang bersangkutan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">d. Apabila tanggal pembayaran upah jatuh pada hari\nlibur maka upah pekerja dibayarkan pada hari kerja berikutnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-bankholidays1\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">5. Pada hari libur nasional dan hari istirahat\nmingguan, pekerja berhak mendapat upah sebagaimana hari kerja biasa\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">6. Dalam hal pekerjaan menurut sifatnya harus\ndijalankan pada hari libur resmi, maka bagi pekerja yang bekerja pada hari\nlibur tersebut di samping memperoleh upah sebagaimana pasal 28 ayat (3) juga\ndibayarkan upah lemburnya sesuai ketentuan yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 29: KENAIKAN UPAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-STRUCINCR_trigger\">\u003Cp>Penyesuaian kenaikan upah dimaksudkan untuk:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Menjamin setiap pekerja mendapat imbalan yang\n    adil sesuai kinerjanya\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Menjamin keadilan, bahwa upah yang dibayarkan\n    sesuai dengan bobot dan tanggungjawab dalam setiap jenis pekerjaan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Memberikan motivasi, bagi pekerja yang\n    berprestasi akan mendapat penghargaan yang layak\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasetype2\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_provision\">\u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Upah minimum bagi pekerja dengan masa kerja 0\n    sampai 1 tahun berdasarkan ketentuan dari pemerintah yang disesuaikan\n    dengan Surat Keputusan Gubernur dan\u002Fatau Bupati\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasedate_date\">\u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Bagi pekerja dengan masa kerja diatas 1 tahun,\n    kenaikan upahnya berdasarkan struktu dan skala upah, yang ditetapkan pada\n    bulan Maret setiap tahunnya, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat\n  (2)\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Apabila dianggap perlu, perusahaan akan\n    memberikan kenaikan upah kepada atau bagi pekerja yang menunjukkan\n    keistimewaan dalam prestasi kerjanya, sehingga menjadi teladan bagi pekerja\n    lainnya, ketentuan ini diluar ketentuan yang tercantum pada pasal 29 ayat\n    (5)\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fol>\u003C\u002Fdiv>\u003Col>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 30: PERHITUNGAN UPAH KERJA LEMBUR\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype_general\">\u003Cp>Perhitungan upah kerja lembur dihitung sesuai dengan ketentuan peraturan\nperundang – undangan yang berlaku sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1_general\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype\">\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1. Apabila kerja lembur dilakukan pada hari kerja\nbiasa:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype\">\u003Cp style=\"margin-left:4em\">a. Untuk jam lembur pertama dibayarkan sebesar : 1.5\nx Gaji Pokok : 173\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">b. Untuk jam lembur kedua dan seterusnya dibayarkan\n: 2 x Gaji Pokok : 173\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SUNDAY_trigger\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2. Apabila kerja lembur dilakukan pada hari\nistirahat mingguan dan atau hari libur nasional:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowanceperc1\">\u003Cp style=\"margin-left:4em\">a. Untuk setiap jam dalam 7 (tujuh) jam atau 5\n(lima) jam apabila hari libur nasional tersebut jatuh pada hari kerja terpendek\npada satu hari dalam 6 (enam) hari kerja seminggu, harus dibayar upah\nsedikitnya 2 (dua) kali upah sejam.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">b. Untuk jam pertama selebihnya 7 (tujuh) jam atau 5\n(lima) jam apabila hari libur nasional tersebut jatuh pada hari kerja terpendek\npada satu hari dalam 6 (enam) hari kerja seminggu, harus dibayar upah\nsedikitnya 3 (tiga) kali upah sejam dan selebihnya jam pertama dikalikan 4\n(empat) kali upah sejam.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 31: UPAH PADA WAKTU TIDAK ADA PEKERJAAN DAN UANG TUNGGU\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli style=\"margin-left:0em\">Berdasarkan UU No. 13 Tahun 2003 pasal 93 ayat\n    (2) butir f menyatakan bahwa perusahaan wajib untuk membayar upah kepada\n    pekerja walaupun perusahaan tidak mempekerjakannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:0em\">Yang dimaksud pasal 31 ayat (1) adalah apabila\n    perusahaan dalam keadaan atau mengalami:\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">a. Kerusakan mesin, gangguan listrik, dan hal –\nhal lain yang berhubungan dengannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">b. Tidak ada bahan – bahan atau karena\nterlambatnya bahan baku masuk\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">c. Kelesuan pemasaran akibat situasi Ekonomi\nNasional yang mengakibatkan pengurangan produksi atau jam kerja akibat tidak\nadanya order\u002Fpesanan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 32: UPAH SELAMA CUTI\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAIDLEAV_trigger\">\u003Cli style=\"margin-left:0em\">Pekerja mendapatkan upah penuh selama menjalankan\n    cuti tahunan\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleave\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleavepay\">\u003Cli style=\"margin-left:0em\">Untuk mendapatkan hak pada pasal 25 ayat (2) dan\n    (3) harus menunjukkan surat rujukan dari Dokter atau Bidan dari Rumah Sakit\n    \u002F Balai Pengobatan yang ditunjuk oleh perusahaan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:0em\">Cuti haid dan cuti hamil diluar ketentuan pasal\n    32 ayat (2), perusahaan tidak mengakui sebagai cuti dan hari itu dianggap\n    mangkir serta upah tidak dibayar\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 33: TUNJANGAN PRESTASI\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli style=\"margin-left:0em\">Bagi pekerja dengan jabatan tertentu akan\n    diberikan Tunjangan Prestasi yang besarnya ditentukan oleh Perusahaan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:0em\">Apabila pekerja mangkir 1 (satu) kali dalam satu\n    bulan \u002F periode pengupahan yang sama maka Tunjangan Prestasi tidak\n  diberikan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:0em\">Tunjangan Prestasi dikategorikan sebagai\n    Tunjangan Tidak Tetap\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 34: TUNJANGAN KEHADIRAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1. Bagi pekerja yang telah mendapatkan tunjangan\nkehadiran akan diberikan secara penuh apabila tidak pernah absen dalam satu\nperiode perhitungan upah bulanan, dengan ketentuan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">a. Tunjangan kehadiran akan dipotong 50% untuk absen\n1 (satu) hari kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">b. Tunjangan kehadiran akan dipotong 100% untuk\nabsen 2 (dua) hari kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">c. Apabila absen 3 (tiga) hari kerja, tunjangan\nkehadiran akan dipotong 100% dan upah pada hari ke 3 (tiga) akan dipotong\ndengan ketentuan sebagai berikut: \u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:8em\">Jumlah absen x upah 1 (satu) bulan : 25\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">2. Absen yang dimaksud pasal 34 ayat (1) adalah\napabila pekerja tidak masuk kerja dengan alasan yang tidak bisa\ndipertanggungjawabkan atau mangkir\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">3. Tunjangan Kehadiran dikategorikan sebagai\nTunjangan Tidak Tetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 35: TUNJANGAN SHIFT\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli style=\"margin-left:0em\">Bagi pekerja yang bekerja pada shift panjang\n    maupun shift pendek, akan diberikan Tunjangan Shift yang besarnya\n    ditentukan sesuai dengan kemampuan perusahaan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:0em\">Tunjangan Shift dikategorikan Tunjangan Tidak\n    Tetap\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 36: TUNJANGAN HARI RAYA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE_trigger\">\u003Cp style=\"margin-left:2em\">1. Pengusaha memberikan Tunjangan Hari Raya kepada\npekerja yang merayakan hari raya sesuai dengan kemampuan perusahaan, dan selama\nkondisi perusahaan tidak mengalami stagnasi (produksi berhenti)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusdate\">\u003Cp style=\"margin-left:2em\">2. Tunjangan Hari Raya dibayarkan oleh pengusaha\npaling lambat sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku yang mengatur tentang\nTHR\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">3. Bagi Pekerja yang mempunyai masa kerja kurang\ndari satu tahun, Tunjangan Hari Raya dibayarkan sesuai dengan masa kerjanya\ndengan perhitungan sebagai berikut: \u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">Masa Kerja (Bulan) x 1 (satu) kali upah \u002F bulan\npenuh : 12\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusperc1\">\u003Cp style=\"margin-left:2em\">4. Bagi pekerja yang telah mempunyai masa kerja 12\n(dua belas) atau lebih dibayarkan sebesar 1 (satu) bulan upah penuh\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">5. Yang dimaksud Tunjangan Hari Raya pada pasal 37\nayat (1) s.d (4) adalah, Hari Raya Idul Fitri bagi Pekerja yang beragama Islam,\nHari Raya Natal bagi Pekerja yang beragama Kristen \u002F Katolik \u002F Protestan, Hari\nRaya Nyepi bagi Pekerja yang beragama Hindur, Hari Raya Waisak bagi Pekerja\nyang beragama Budha dan Hari Raya Imlek bagi Pekerja yang beragama Konghucu\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VIII: KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 37: KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-protectiveclothing\">\u003Cli style=\"margin-left:0em\">Pengusaha menyediakan alat – alat keselamatan\n    kerja, dan menetapkan syarat – syarat penggunaannya untuk keamanan,\n    perlindungan, keselamatan dan kesehatan kerja\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli style=\"margin-left:0em\">Pengusaha akan melaksanakan penggantian alat –\n    alat keselamatan kerja, apabila alat – alat tersebut tidak layak dipakai\n    lagi\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetytraining\">\u003Cli style=\"margin-left:0em\">Pengusaha akan memberikan Pendidikan dan\n    pelatihan tentang penggunaan alat – alat keselamatan kerja\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli style=\"margin-left:0em\">Pekerja wajib segera melaporkan kepada pimpinan \u002F\n    atasnya apabila menemui hal – hal yang dapat membahayakan keselamatan\n    kerja pekerja \u002F perusahaan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:0em\">Pekerja tidak diperbolehkan memasuki ruangan dan\n    atau menggunakan alat – alat keselamatan kerja di luar waktu kerja\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:0em\">Setiap pekerja wajib memelihara alat – alat \u002F\n    perlengkapan kerja dengan baik dan mengembalikan ke tempat semula\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:0em\">Pekerja yang tidak menggunakan alat – alat \u002F\n    perlengkapan kerja akan dikenakan sanksi\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 38: PANITIA PEMBINA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetypolicy\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-monitoring\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-code_application\">\u003Cli>Berdasarkan Undang – Undang Keselamatan Kerja Nomor 1 tahun 1970 Bab VI\n    pasal 10, maka Perusahaan membentuk Panitia Pembina Keselamatan dan\n    Kesehatan Kerja (P2K3)\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Adapun P2K3 dalam perusahaan bertugas memberikan pertimbangan dan\n    membantu pelaksanaan usaha pencegahan kecelakaan dalam perusahaan serta\n    dapat memberikan penjelasan dan penerangan yang efektif kepada para pekerja\n    berkaitan dengan pentingnya pencegahan kecelakaan kerja peningkatan\n    motivasi kerja dan produktivitas perusahaan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>P2K3 bersama – sama perusahaan dan pekerja melaksanakan dan menetapkan\n    programnya\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 39: BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL (BPJS) (BPJS KETENAGAKERJAAN\n&amp; KESEHATAN)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:0em\">1. Sesuai dengan Undang – Undang No. 3 tahun 1992\nbahwa:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">a. Perusahaan wajib mengikutsertakan pekerjanya yang\nberusia dibawah 55 tahun dalam Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja yang\npelaksanaannya bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS)\nKetenagakerjaan dan BPJS Kesehatan sesuai dengan Undang – Undang yang\nberlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilitypay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilityfund\">\u003Cp style=\"margin-left:2em\">b. Iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Iuran\nJaminan Kematian (JKM) ditanggung oleh perusahaan\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">c. Iuran Jaminan Hari Tua sebesar 5,7% dari upah\npokok pekerja, dimana 3,7% dibayar oleh Perusahaan dan 2% dibayar oleh\nPekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-pensionfund\">\u003Cp style=\"margin-left:2em\">d. Iuran Jaminan Pensiun sebesar 3% dari upah pokok\npekerja dimana 2% dibayar oleh perusahaan dan 1% dibayar oleh Pekerja\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurance\">\u003Cp style=\"margin-left:2em\">e. Iuran Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK)\nsebesar 5% dari upah pekerja, dimana 4% dibayar oleh Perusahaan dan 1% dibayar\noleh Pekerja\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:0em\">2. Program BPJS yang diikuti meliputi:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">a. Jaminan Hari Tua (JHT)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">b. Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">c. Jaminan Kematian (JKM)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">d. Jaminan Pensiun (JP)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccess\">\u003Cp style=\"margin-left:2em\">e. Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:0em\">3. Setiap Pekerja yang membutuhkan pemeriksaan,\npengobatan dan perawatan karena sakit dapat dilayani melalui program JPK\n(Jaminan Pemeliharaan Kesehatan) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:0em\">4. Apabila Pekerja mengalami kecelakaan kerja, maka\nbiaya pengangkutan, perawatan, pengobatan dan ganti rugi lainnya karena cacat\natau meninggal dunia ditanggung oleh BPJS Ketenagakerjaan. Standar biaya\nkecelakaan, pemeriksaan, pengobatan, dan perawatan sesuai dengan ketentuan yang\nberlaku di BPJS Ketenagakerjaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:0em\">5. Bagi pekerja yang memerlukan pemeriksaan,\npengobatan dan perawatan diluar ketentuan pasal 40, maka Perusahaan tidak\nberkewajiban menggantinya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 40: BIAYA PERAWATAN DAN PENGOBATAN YANG TIDAK MENDAPAT JAMINAN\nPENGGANTIAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Biaya pemeriksaan, pengobatan dan perawatan yang merupakan pengecualian\ndalam pelayanan kesehatan penyelenggara Jaminan Pemelihara Kesehatan dan tidak\nditanggung oleh Perusahaan, antara lain:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Penyakit akibat kecanduan obat – obatan terlarang, minuman keras dan\n    atau sejenisnya\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Penyakit yang disebabkan karena yang bersangkutan menolak nasehat atau\n    pemberian \u002F pemakaian obat yang ditentukan dokter\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Semua perawatan obat – obatan kosmetik untuk kecantikan \u002F ketampanan\n    dan bukan indikasi medis\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Semua obat \u002F vitamin yang tidak ada kaitannya dengan penyakit yang\n    diderita\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Obat gosok, seperti minyak kayu putih dan sejenisnya\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Alat – alat kesehatan seperti termometer dan sejenisnya\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Biaya perjalanan ke dan dari tempat berobat\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pembelian obat tanpa resep dokter\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Cedera diakibatkan oleh perbuatan sendiri, seperti usaha bunuh diri,\n    terlibat dalam huru hara, perkelahian, penembakan maupun hobi yang beresiko\n    tinggi\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 41: USIA PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pekerja yang telah mencapai usia 55 (lima puluh lima) tahun (usia\n    pensiun) baik pria maupun wanita dapat diputuskan hubungan kerjanya sesuai\n    dengan undang – undang nomor 13 tahun 2003 pasal 167 ayat (1) sampai\n    dengan ayat (6).\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bagi pekerja yang mempunyai spesifikasi atau spesialisasi atas jabatan\n    tertentu, atas pertimbangan pimpinan perusahaan dan atas kesediaan pekerja\n    yang bersangkutan, setelah usia pensiun (55 tahun 0 maka hubungan kerja\n    dapat dilanjutkan antara lain dikontrak dalam batas waktu minimum selama 6\n    (enam) bulan dan ditetapkan dalam perjanjian kerja tersendiri\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 42: SANTUNAN KEMATIAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpay\">\u003Cli>Bagi pekerja yang meninggal dunia akibat kecelakaan kerja, maka santunan\n    akan dibayarkan kepada ahli warisnya yang sah berupa, Jaminan Kecelakaan\n    Kerja, Jaminan Kematian dan Jaminan Hari Tua dari BPJS Ketenagakerjaan\n    serta sisa gaji dan sisa cuti yang masih ada.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpaytype\">\u003Cli>Bagi pekerja yang meninggal dunia bukan akibat kecelakaan kerja, maka\n    santunan akan diberikan kepada ahli waris yang sah berupa Jaminan Kematian\n    dan Jaminan Hari Tua dan BPJS Ketenagakerjaan serta sisa gaji dan sisa cuti\n    yang masih ada\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB X: PROGRAM PENINGKATAN KETERAMPILAN DAN ALIH TUGAS\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 43: KENAIKAN JABATAN DAN ALIH TUGAS\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Kenaikan jabatan seorang pekerja diikuti oleh tunjangan jabatan yang\n    berhak diterimanya yang diatur oleh Pengusaha\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Alih tugas bagi pekerja, dapat dilakukan oleh pimpinan perusahaan dengan\n    tidak mengurangi hak – haknya sebagai pekerja\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Alih tugas sementara (diperbantukan) bagi pekerja, dapat dilakukan dalam\n    keadaan mendesak, sesuai kebutuhan perusahaan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila pekerja menolak dialih-tugaskan maka hal tersebut merupakan suatu\n    pelanggaran yang dapat dikenakan sanksi\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Alih tugas bagi pekerja untuk kelancaran perusahaan dapat dilakukan\n    dengan alasan:\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">a. Bertambah \u002F berkurangnya pekerjaan disuatu tempat\n\u002F bagian\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">b. Karena pekerja tidak mampu menjalankan\npekerjaannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">c. Memberi kesempatan kepada pekerja lain yang\nberpotensi untuk maju\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">d. Alasan kesehatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 44: PENDIDIKAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-trainingprogrammes\">\u003Cli>Untuk menjaga kelancaran \u002F peningkatan untuk kemajuan perusahaan serta\n    untuk meningkatkan kemampuan \u002F keterampilan pekerja dalam mengemban tugas\n    dan tanggung jawabnya, maka atas pertimbangan perusahaan dapat memberikan \u002F\n    mewajibkan pekerja untuk mengikuti Pendidikan didalam atau diluar\n  perusahaan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-trainingfund\">\u003Cli>Bagi pekerja yang mendapat Pendidikan atau tugas belajar dari perusahaan\n    dan dibiayai perusahaan, maka sertifikat asli Pendidikan yang dikeluarkan\n    Lembaga Pendidikan disimpan di perusahaan, sedangkan salinannya dapat\n    diberikan kepada pekerja yang bersangkutan\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Bagi pekerja yang mendapat Pendidikan atau tugas belajar dari perusahaan\n    dan dibiayai oleh perusahaan, pekerja tersebut terikat dengan kontrak kerja\n    di perusahaan, yang persyaratannya diatur dalam Perjanjian Kontrak Kerja\n    tersendiri\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XI: DISIPLIN ATAU PERATURAN TATA TERTIB KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 45: PERATURAN TATA TERTIB\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Untuk menjamin adanya ketertiban dalam perusahaan yang harus dilaksanakan\n    dan ditaati oleh setiap pekerja PT Leetex Garment Indonesia, perusahaan\n    menetapkan Peraturan Tata Tertib Kerja\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Sebagai bukti pernyataan kesanggupan mentaati dan melaksanakan Peraturan\n    Tata Tertib, pekerja menandatangani Surat Perjanjian Kerja\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 46: TATA TERTIB MENGENAI PEKERJAAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pekerja berkewajiban melaksanakan tugas dengan hasil semaksimal\n  mungkin\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dalam melaksanakan tugas kualitas hasil produksi mendapat perhatian yang\n    utama sesuai dengan petunjuk – petunjuk yang diberikan atasannya\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mengingat sistem produksi yang diterapkan PT Leetex Garment Indonesia\n    adalah sistem harian target maka, setiap pekerja di bagian produksi akan\n    diberikan standar target minimum oleh perusahaan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja berkewajiban mengerjakan pekerjaannya sesuai dengan standar\n    target minimum yang telah ditetapkan oleh perusahaan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bagi pekerja yang ternyata dalam mengerjakan pekerjaannya tidak mencapai\n    target minimum, dan sudah diberi kesempatan untuk memperbaikinya atau\n    mutasi, juga tidak mencapai target maka akan diberikan sanksi surat\n    peringatan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila ternyata pekerja setelah diberi kesempatan yang dimaksud pasal 45\n    ayat (5) belum juga mencapai standar target minimum yang telah ditetapkan\n    oleh perusahaan maka pekerja tersebut akan diadakan pemutusan hubungan\n    kerja, yang pelaksanaannya sesuai dengan ketentuan perundangan yang\n  berlaku\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE2_trigger\">\u003Cli>Ketentuan mengenai Target dan Bonus Produksi akan diatur kemudian dalam\n    sistem dan prosedur yang lebih rinci secara terpisah yang tidak\n    bertentangan dengan peraturan perundang – undangan yang berlaku\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Setiap pekerja wajib bersikap sopan didalam Perusahaan, taat dan patuh\n    kepada petunjuk – petunjuk dan pedoman – pedoman yang berlaku\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja berkewajiban untuk selalu memperhatikan atau menjaga barang –\n    barang milik perusahaan dengan hati – hati dan mencegah pemborosan waktu\n    dan bahan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Jika pekerja mengetahui hal – hal yang tidak wajar atau kesalahan pada\n    cara kerja yang telah ditentukan terhadap bahan baku, bahan setengah jadi,\n    onderdil – onderdil, mesin – mesin, pekerja berkewajiban melaporkan\n    kepada atasannya.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 47: TATA TERTIB MENGENAI MENJAGA NAMA BAIK PERUSAHAAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pekerja tidak diperkenankan melakukan perbuatan – perbuatan yang\n    mencemarkan kepercayaan umum terhadap perusahaan, atau menodai nama baik\n    perusahaan dan melakukan tindakan yang dapat merugikan nama baik\n  perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja tidak dibenarkan menyelewengkan nama perusahaan dan tugas\n    jabatan, untuk kepentingan diri sendiri atau orang lain dengan menerima\n    imbalan untuk mencari keuntungan pribadi\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 48: TATA TERTIB UMUM\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Masuk keluar komplek perusahaan dan tempat kerja:\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">a. Setiap pekerja harus masuk atau keluar perusahaan\nmelalui pintu yang telah ditetapkan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">b. Setiap pekerja dianjurkan sudah masuk komplek\nperusahaan 15 (lima belas) menit sebelum dimulai kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">c. Apabila pekerja pada jam kerja keluar dari\nkomplek perusahaan, karena tugas perusahaan, sakit atau ada kepentingan pribadi\nyang mendesak maka harus mendapatkan izin dari atasannya masing – masing dan\npekerja diwajibkan menunjukkan surat izin keluar kepada petugas keamanan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2. Membawa masuk dan keluar barang:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">a. Pekerja yang masuk komplek perusahaan yang\nmembawa bungkusan, kotak, tas, ransel dan lain – lain harus disimpan di\ntempat \u002F loker yang telah disediakan dan tidak boleh dibawa kedalam area\npabrik\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">b. Dilarang membawa keluar barang – barang milik\nperusahaan jika tidak disertai surat pengeluaran barang tersebut dari pimpinan\nperusahaan, yang harus ditunjukkan kepada petugas keamanan tanpa diminta\nterlebih dahulu\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">c. Untuk kepentingan keamanan dan keselamatan\nperusahaan sewaktu – waktu, setiap pekerja harus bersedia diperiksa\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 49: DISIPLIN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pihak pengusaha dan pihak pekerja telah bersepakat untuk menegakkan disiplin\nkerja yang diatur dalam Perjanjian Kerja Bersama dan atau Peraturan Perundang\n– undangan Ketenagakerjaan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Absensi \u002F Kehadiran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Setiap pekerja dianjurkan datang ke tempat kerja\n15 (lima belas) menit sebelum jam kerja dan mulai bekerja tepat pada\nwaktunya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Pada waktu mulai bekerja, masuk kembali setelah\nistirahat kerja pada hari itu dan berakhirnya bekerja, pekerja harus\nmencatatkan kehadirannya masing – masing pada mesin Fingerprint yang telah\nditentukan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Bagi pekerja yang karena lalai sehingga tidak\nmencatatkan kehadirannya pada fingerprint karena alasan yang bisa\ndipertanggungjawabkan harus segera lapor kepada atasannya masing – masing dan\nditeruskan kepada Manager HRD. Upah kerja dibayarkan berdasarkan waktu masuk\ndan keluar kerja yang dicatat dalam mesing Fingerprint\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Pekerja yang terlambat masuk kerja maksimal 15\n(lima belas) menit, untuk bisa masuk kerja harus segera lapor ke Bagian HRD\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Pekerja yang terlambat masuk kerja lebih dari 30\n(tiga puluh) menit dari jumlah waktu keterlambatan keseluruhan dalam satu\nbulan, upah pekerja tersebut akan dipotong berdasarkan jumlah waktu\nketerlambatan, dalam setiap bulannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f. Pekerja tidak dibenarkan meninggalkan tempat\nkerja \u002F keluar dari area perusahaan tanpa izin tertulis dari atasan langsung,\ndan pimpinan pabrik atau yang mewakilinya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g. Izin tertulis dari atasannya dan diketahui oleh\nDepartemen HRD perusahaan dapat diberikan kepada pekerja untuk meninggalkan\npekerjaan pada waktu jam kerja antara lain karena:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">i. Pekerja sakit\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">ii. Panggilan Negara\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">iii. Keluarga sakit keras \u002F meninggal dunia\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">iv. Urusan yang sangat penting dan mendesak dengan\nalasan yang dapat dipertanggung jawabkan \u002F diterima oleh perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">h. Apabila pekerja tidak masuk kerja, yang\nbersangkutan diwajibkan memberitahukan alasannya secara lisan atau tertulis\npada hari itu juga menggunakan sarana. teknologi telekomunikasi yang\ndimilikinya kepada atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">i. Apabila karyawan akan keluar area perusahaan\nkarena ditugaskan oleh perusahaan atau karena urusan lain diharuskan ada Surat\nTugas dari pimpinan yang menugaskan dan diketahui oleh departemen HRD\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">j. Setiap pekerja tidak dibenarkan melanggar atau\nmengabaikan prosedur kerja yang ditetapkan oleh perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">k. Setiap pekerja wajib saling memahami,\nmenghormati dan menghargai baik sesame pekerja \u002F atasannya sesuai dengan nilai\n– nilai Hubungan Industrial\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">l. Setiap pekerja diwajibkan melaksanakan tugas dan\nkewajibannya sesuai yang diberikan oleh perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Setiap pekerja wajib memberikan laporan secara tertulis kepada atasannya\ndan diteruskan ke Departemen HRD perusahaan apabila:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Merubah nama \u002F ganti nama\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">- Pindah alamat \u002F tempat tinggal\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">- Perubahan lain mengenai data pribadi pekerja yang\ndiperlukan perusahaan dilaporkan selambat – lambatnya 3 x 24 (tiga kali dua\npuluh empat) jam sejak terjadi perubahan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Menikah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">- Cerai\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">- Kematian anggota keluarga\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">- Kelahiran anak dilaporkan selambat – lambatnya 1\nx 24 (satu kali dua puluh empat) jam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pekerja tidak dibenarkan tidak masuk kerja tanpa pemberitahuan tertulis\natau melalui telepon dengan alasan yang sah dapat diterima atasannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Apabila pekerja tidak masuk kerja 5 (lima) hari berturut – turut dan\natau 7 (tujuh) hari tidak berturut – turut dalam satu bulan tanpa\npemberitahuan tertulis dan dengan alasan yang sah, serta telah dipanggil 2\n(dua) kali oleh perusahaan secara patut dan tertulis dianggap mengundurkan diri\ntidak secara procedural\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Setiap pekerja diwajibkan untuk melaksanakan instruksi \u002F tugas – tugas\nyang diberikan oleh atasan kepadanya dengan sungguh – sungguh, jujur, tekun,\ntepat, dan tertib\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 50: LARANGAN – LARANGAN BAGI PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Setiap pekerja dilarang menipu, mencuri dan menggelapkan barang \u002F uang\n    milik pengusaha atau milik teman sekerja atau milik teman pengusaha\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap pekerja dilarang memberikan keterangan palsu \u002F atau yang\n    dipalsukan sehingga merugikan perusahaan atau kepentingan Negara\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap pekerja dilarang mabuk, minum – minuman keras yang memabukan,\n    madat, memakai obat bius atau menyalahgunakan obat – obatan terlarang\n    atau obat – obatan perangsang lainnya yang dilarang oleh peraturan\n    perundang – undangan, di tempat kerja, dan di lingkungan perusahaan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap pekerja dilarang melakukan perbuatan asusila \u002F pelecehan seksual\n    atau melakukan perjudian di tempat kerja \u002F areal perusahaan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap pekerja dilarang menyerang, mengintimidasi atau menipu Pengusaha\n    atau teman sekerja dan memperdagangkan barang terlarang baik dalam\n    lingkungan perusahaan maupun diluar perusahaan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap pekerja dilarang menganiaya, mengancam secara fisik dan metal,\n    menghina secara kasar Pengusaha atau keluarga Pengusaha atau teman\n  sekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap pekerja dilarang membujuk Pengusaha atau teman sekerja untuk\n    melakukan sesuatu perbuatan yang bertentangan dengan hukum atau kesusilaan\n    serta peraturan perundangan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap pekerja dilarang melakukan perbuatan yang dapat mengakibatkan\n    kerugian atau membiarkan dalam keadaan bahaya barang milik Pengusaha dan\n    atau menghambat kegiatan operasional perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap pekerja dilarang membongkar atau membocorkan rahasia perusahaan\n    atau mencemarkan nama baik Pengusaha dan atau keluarga Pengusaha yang\n    seharusnya dirahasiakan kecuali untuk kepentingan negara\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap pekerja dilarang membawa, mengambil, menggunakan barang dan alat\n    milik perusahaan keluar dari lingkungan perusahaan tanpa izin dari pimpinan\n    perusahaan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap pekerja dilarang membawa senjata tajam, senjata api atau membawa\n    benda lainnya yang dapat membahayakan baik bagi pekerja sendiri, teman\n    sekerja maupun pimpinan perusahaan ke dalam lingkungan perusahaan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap pekerja dilarang menggandakan dan menggunakan dokumen perusahaan\n    untuk kepentingan pribadi \u002F orang lain\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap pekerja dilarang mengajak \u002F menghasut atau membantu pekerja lain\n    untuk melakukan pelanggaran terhadap Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap pekerja dilarang membawa masuk barang – barang pribadi yang\n    sejenis hasil produksi \u002F kegiatan perusahaan kecuali atas izin pimpinan\n    perusahaan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap pekerja dilarang melakukan segala macam perjudian, bertengkar dan\n    atau berkelahi dengan sesama pekerja atau atasan \u002F pimpinan perusahaan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap pekerja dilarang menerima komisi \u002F uang suap dari orang lain\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap pekerja dilarang melakukan pekerjaan yang bukan tugasnya dan tidak\n    diperkenankan memasuki ruangan lain yang bukan bagiannya, kecuali atas\n    perintah atau izin atasannya\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap pekerja dilarang mengadakan transaksi jual beli barang apapun atau\n    mengedarkan daftar sokongan, menempelkan atau mengedarkan poster \u002F pamphlet\n    yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan \u002F perusahaan tanpa seizin dari\n    perusahaan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap pekerja dilarang merokok, membawa korek api, membuat api di\n    lingkungan perusahaan kecuali di tempat – tempat yang telah ditentukan\n    oleh perusahaan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap pekerja dilarang menggunakan waktu atau fasilitas perusahaan untuk\n    kepentingan pribadi tanpa seizin atasannya\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap pekerja dilarang mengajak \u002F membawa tamu pribadi \u002F pihak luar\n    masuk kelingkungan perusahaan tanpa izin perusahaan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap pekerja dilarang tidur pada waktu jam kerja\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap pekerja dilarang mengucapkan \u002F menuliskan kata – kata tidak\n    sopan atau menulis sesuatu yang tidak pada tempatnya didalam lingkungan\n    perusahaan\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 51: KESELAMATAN, KEBERSIHAN DAN KESEHATAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. KESELAMATAN KERJA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:0em\">Keselamatan dalam perusahaan merupakan hal yang\nsangat penting bagi semua pihak, untuk itu pekerja diwajibkan mentaati\nketentuan – ketentuan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">a. Setiap pekerja harus menjaga dirinya sendiri dan\npekerja lainnya, serta harus melapor kepada atasannya masing – masing bila\nada bahaya yang mengancam atau merugikan orang lain dan terhadap mesin –\nmesin, bangunan dan lain – lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">b. Setiap pekerja harus taat kepada petunjuk –\npetunjuk Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">c. Penggunaan alat – alat keselamatan kerja yang\ntelah diberikan oleh perusahaan misalnya, masker, sarung tangan, peralatan\nlistrik, peralatan mekanik dan lain – lain harus dipergunakan sebagaimana\nmestinya, dan barang – barang tersebut adalah milik perusahaan dan sebagai\nbarang inventaris.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. KEBERSIHAN DAN KESEHATAN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:0em\">Kesehatan pekerja merupakan salah satu faktor utama\nuntuk dapat melaksanakan pekerjaannya dengan baik, untuk mencapai kesehatan\nyang diharapkan oleh semua pihak, pekerja diwajibkan mentaati hal – hal\nsebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hivpolicy\">\u003Cp style=\"margin-left:2em\">a. Apabila dianggap perlu setiap pekerja diwajibkan\nmendapatkan pemeriksaan Kesehatan secara berkala yang diselenggarakan oleh\nperusahaan bekerja sama dengan badan penyelenggara JPK\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">b. Setiap pekerja yang mendapatkan luka – luka\natau jatuh sakit ditempat kerja segera melaporkan hal tersebut kepada atasannya\nmasing – masing dan segera dibawa ke Puskesmas atau Dokter yang ditunjuk oleh\nbadan penyelenggara JPK dan Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">c. Pekerja diwajibkan untuk mengatur atau menyusun\nbarang – barang dengan rapih di tempat kerjanya masing – masing\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">d. Setiap pekerja diharapkan memelihara kebersihan\ndalam ruangan atau lingkungan kerja masing – masing\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">e. Pekerja diwajibkan untuk memelihara kebersihan\nlingkungan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. PENCEGAHAN DAN ANTISIPASI BAHAYA KEBAKARAN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:0em\">Guna menghindari dan mengantisipasi potensi bahaya\nkebakaran di tempat kerja dan lingkungan perusahaan, setiap pekerja harus\nmentaati hal – hal sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">a. Dilarang merokok di tempat kerja dan lingkungan\nperusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">b. Tanpa izin atasan dilarang membakar waste, sampah\natau menggunakan alat pemanas listrik dan sebagainya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">c. Apabila ada Hot Work (Pekerjaan Panas) atau\naktivitas yang menggunakan sumber api, minyak pelumas, bahan – bahan yang\npeka terhadap api dalam pekerjaannya, maka sebelum pekerjaan dilaksanakan harus\nmendapat izin secara tertulis dari Pimpinan dan atau pihak yang ditunjuk,\nmensterilkan area kerja dari bahan – bahan \u002F material yang mudah terbakar dan\nmemastikan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) selalu tersedia di dekatnya apabila\nsewaktu – waktu diperlukan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">d. Apabila pekerja melihat kebakaran, maka harus\ntetap tenang dan segera melaporkan hal tersebut kepada atasannya masing –\nmasing, dan sesuai kemampuannya berkewajiban untuk segera memadamkan api dengan\nAPAR yang tersedia di dekatnya dan menyelamatkan semaksimal mungkin asset\nperusahaan sambil menunggu bantuan Team Pemadam Kebakaran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 52: TATA TERTIB MENGENAI GANTI RUGI\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Kerusakan – kerusakan barang milik perusahaan yang disebabkan\n    kesengajaan atau kelalaian pekerja adalah merupakan tanggung jawab pekerja\n    sepenuhnya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang disertai \u002F diberi inventaris perusahaan harus bertanggung\n    jawab terhadap perawatannya\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Kesalahan atas kecerobohan pekerja akan diberikan sanksi denda yang\n    besarnya tergantung nilai kerusakan yang ditimbulkan\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch2>BAB XII: SANKSI – SANKSI\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 53: MANGKIR\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Apabila pekerja tidak masuk kerja tanpa izin atau tanpa alasan yang dapat\ndipertanggungjawabkan, maka pekerja tersebut dianggap mangkir dan upah pada\nhari itu tidak dibayar\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Apabila pekerja tidak masuk kerja selama 5 (lima) hari berturut – turut\natau 7 hari tidak berturut – turut tanpa alasan sah yang dapat dipertanggung\njawabkan (mangkir), dan telah dipanggil 2 (dua) kali oleh perusahaan secara\ntertulis maka pekerja tersebut dianggap telah mengundurkan diri secara sepihak\ntanpa tuntutan apapun kepada Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Ketentuan yang dimaksud pada pasal 54 ayat 2 (dua) bagi pekerja yang\nmempunyai hak liburnya selain hari Minggu, maka 5 hari berturut – turut\nberdasarkan hari kerja dan atau hari minggu yang diperhitungkan sebagai hari\nkerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Contoh:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Pekerja yang liburnya di hari Rabu dan pekerja itu\nmangkir dari hari Jumat s.d Selasa, maka 5 (lima) hari berturut – turut\nterhitung dari hari Jumat, Sabtu, Minggu, Senin, Selasa, jadi untuk hari Minggu\ndihitung sebagai hari kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 54: SANKSI SURAT PERINGATAN DAN ADMINISTRASI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Setiap pekerja yang melakukan pelanggaran disiplin kerja, dan tata tertib\nkerja, perusahaan dapat memberikan surat peringatan secara tertulis dengan\nketentuan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable style=\"width: 100%\" border=\"1\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Surat\n        Peringatan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Ditanda\n        tangani oleh\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Berlaku\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Tembusan \n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">I\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Manager Bersangkutan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">6\n      bulan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">II\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cp>Manager Bersangkutan dan Diketahui Manager HRD\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">6\n      bulan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">III\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cp>Manager Bersangkutan dan Diketahui Manager HRD \u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">6\n      bulan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Disnaker\n        &amp; SPSI \n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Surat peringatan tidak perlu diberikan menurut urutan – urutannya\ntetapi dapat dinilai dari besar kecilnya atau bobot dari kesalahan yang\ndilakukan pekerja itu sendiri\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Sanksi atau suatu kesalahan dapat pula berupa sanksi administrasi dalam\nbentuk penurunan jabatan, denda dan ganti rugi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Sanksi Administrasi dalam bentuk denda yang dimaksud pasal 55 ayat (3)\nadalah, apabila karyawan\u002Fti melakukan pelanggaran indisipliner dengan sanksi\nsurat peringatan baik tingkat I, II dan III dikenakan sanksi administrasi yang\nakan diatur tersendiri\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Apabila dalam masa berlakunya Surat Peringatan III yang bersangkutan\nmasih melakukan pelanggaran, maka pengusaha dapat memberikan skorsing sesuai\npasal 60 ayat 6 PKB ini\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Apabila pekerja menolak untuk menerima dan atau menandatangani Surat\nPeringatan, maka Surat Peringatan urutan berikutnya akan diberikan dan\nseterusnya sampai peringatan terakhir, skorsing dan PHK.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 55: PEMBERIAN PERINGATAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perusahaan memberi peringatan lisan dan \u002F atau tertulis kepada setiap\npekerja yang melanggar disiplin kerja dan atau tata tertib kerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1. Kesalahan \u002F pelanggaran yang dilakukan pekerja\nyang dapat dikenakan sanksi Surat Peringatan I adalah:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">a. Mangkir 2 (dua) hari dalam waktu 1 (satu)\nbulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">b. Mencatatkan kehadiran dengan fingerprint atau\nTimecard masuk, lalu meninggalkan tempat kerja tanpa izin\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">c. Meninggalkan tempat kerja \u002F areal perusahaan\nselama waktu kerja tanpa pemberitahuan tertulis kepada atasan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">d. Melakukan bisnis pribadi di dalam lingkungan\nperusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">e. Mengadakan pertemuan, memasan pengumuman,\npamphlet, poster yang bersifat pribadi tanpa izin dari Pengusaha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">f. Tidak mengikuti kerja lembur yang disetujui\nsecara tertulis oleh pekerja, tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">g. Mencatatkan kartu hadir pekerja lain atau pekerja\ndicatatkan kartu hadirnya oleh pekerja lain\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">h. Menolak pemeriksaan kesehatan rutin atau\npemeriksaan kesehatan lain yang dilakukan Pengusaha tanpa alasan yang dapat\nditerima oleh Pengusaha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">i. Membawa tamu pribadi \u002F pihak luar masuk ke\nlingkungan perusahaan tanpa izin pimpinan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">j. Mengucapkan kata – kata tidak sopan atau\nmenulis sesuatu yang tidak sopan di lingkungan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">k. Bermain HP, atau menggunakan HP saat jam kerja\nyang tidak ada kaitannya dengan pekerjaan atau tanpa seizin dari atasannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">l. Pelanggaran yang belum tercantum dengan bobot\nyang sama dengan pelanggaran ayat 1 point (a)) sampai dengan point (l)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2. Kesalahan \u002F pelanggaran yang dilakukan pekerja\nyang dapat dikenakan sanksi Surat Peringatan II adalah:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">a. Mangkir 2 (dua) hari berturut – turut atau 3\n(tiga) hari tidak berturut – turut dalam satu bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">b. Menggunakan waktu, mesin, perlengkapan atau\nfasilitas perusahaan lainnya untuk kepentingan pribadi tanpa izin pimpinan\nperusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">c. Dengan sengaja mengganggu pekerja\u002Fteman sekerja\nyang sedang mengerjakan pekerjaannya sehingga dapat mengakibatkan tertundanya\natau rusaknya pekerjaan tersebut\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">d. Tidak mengikuti standar kerja yang berlaku,\ninstruksi atasan dalam hubungan kerja, sehingga dapat berpotensi mengganggu\noperasional perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">e. Menolak diperiksa oleh anggota satuan pengamanan\nuntuk menjaga keamanan \u002F ketertiban perusahaan dengan cara yang tidak melanggar\ntata Susila atau norma hukum yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">f. Memindahkan alat pemadam kebakaran dari tempat\nyang telah ditentukan ketempat lain tanpa izin dari pimpinan di departemen yang\nbersangkutan atau menyalahgunakan alat pemadam kebakaran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">g. Mengoperasikan mesin produksi yang bukan menjadi\ntugasnya tanpa seizin atasannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">h. Merobak, mengotori dan menghilangkan pengumuman\natau pesan perusahaan pada papan pengumuman tanpa izin dari pimpinan perusahaan\natau perintah atasan yang berwenang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">i. Tidur pada waktu jam kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">j. Memalsukan Surat Keterangan Dokter\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">k. Melakukan kesalahan \u002F pelanggaran dengan sanksi\nSurat Peringatan I, sedangkan yang bersangkutan masih dalam status sanksi Surat\nPeringatan I\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">l. Melakukan pekerjaan yang bukan tugasnya atau\nmemasuki ruangan lain yang bukan bagiannya tanpa perintah \u002F izin atasannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">m. Tidak bersedia atau bersifat acuh tak acuh\nterhadap Pendidikan atau latihan yang diadakan oleh perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">n. Membawa barang – barang yang dilarang dalam\nkebijakan Product Safety kedalam area produksi (kaca cermin, makanan, minuman\nberwarna, jarum pentul, jam tangan, gelang, gunting kuku, alat kosmetik, dan\nlain – lain).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">o. Makan \u002F minum di tempat kerja kecuali pada waktu\ndan tempat yang telah ditentukan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">p. Pelanggaran yang belum tercantum dengan bobot\nyang sama dengan pelanggaran ayat 2 point (a) sampai dengan (n)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">3. Kesalahan \u002F pelanggaran yang dilakukan pekerja\nyang dapat dikenakan sanksi Surat Peringatan III adalah:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">a. Mangkir 3 (tiga) hari berturut – turut atau 4\n(empat) hari tidak berturut – turut dalam satu bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">b. Mencatatakan kartu hadir pekerja lain atau kartu\nhadirnya dicatatkan oleh pekerja lain, sedangkan yang bersangkutan tidak hadir\nditempat kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">c. Merokok pada jam kerja dan atau tidak dilakukan\npada tempat yang telah ditentukan, atau membuang puntung rokok ditempat yang\nmudah terbakar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">d. Berkelahi dengan pekerja yang lain di lingkungan\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">e. Memindahkan atau menyimpan harta perusahaan dalam\ngudang \u002F tempat tidak semestinya tanpa izin terlebih dahulu dari pimpinan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">f. Mengadakan pertemuan tidak resmi, propaganda,\nmemasang pamphlet, spanduk atau poster yang sifatnya menghasut pekerja lainnya\ndalam lingkungan perusahaan, sehingga dapat mengganggu aktivitas perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">g. Setelah 3 (tiga) kali berturut – turut pekerja\ntetap menolak mentaati perintah atau penugasan yang layak diberikan oleh atasan\n\u002F manager\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">h. Dengan sengaja atau karena lalai mengakibatkan\ndirinya dalam keadaan tidak dapat melakukan pekerjaan yang diberikan\nkepadanya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">i. Tidak cakap melakukan pekerjaan walaupun sudah\ndicoba di berbagai bidang tugas yang ada\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">j. Tidak menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) dan\nketentuan keselamatan kerja yang telah ditetapkan pada waktu kerja walaupun\ntelah diberikan peringatan lisan \u002F tertulis\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">k. Melakukan kesalahan \u002F pelanggaran dengan sanksi\nSurat Peringatan I dan Surat Peringatan II, sedangkan yang bersangkutan masih\ndalam status sanksi Surat Peringatan II\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">l. Mengajak \u002F menghasut pekerja lain untuk melakukan\npemogokan liar\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">m. Pelanggaran yang belum tercantum dengan bobot\nyang sama dengan pelanggaran ayat 3 point (a) sampai dengan (l).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 56: PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1. Pemutusan Hubungan Kerja terjadi karena:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">a. Pekerja meninggal dunia\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">b. Kehendak pekerja itu sendiri\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">c. Akibat sanksi pelanggaran terhadap kewajiban\ndisiplin, larangan dan isi Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">d. Pensiun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">e. Cacat total dan tidak mampu bekerja lagi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">f. Sakit berkepanjangan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">g. Mendapatkan gratifikasi sebagaimana dimaksud\ndalam pasal 12 ayat (4)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">h. Keputusan Penetapan Lembaga PPHI dan \u002F atau saran\nlainnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2. Setiap pekerja yang melakukan pelanggaran berat,\npelanggaran hukum atau merugikan perusahaan dapat dikenakan sanksi pemutusan\nhubungan kerja sesuai Undang – Undang No.13 tahun 2003 antara lain:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">a. Penipuan, pencurian dan penggelapan barang \u002F uang\nmilik pengusaha atau milik teman sekerja atau milik teman pengusaha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">b. Memberikan keterangan palsu \u002F atau yang\ndipalsukan sehingga merugikan pengusaha atau kepentingan negara\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">c. Mabuk, minum – minuman keras yang memabukan,\nmadat, memakai obat bius atau menyalahgunakan obat – obatan terlarang atau\nobat – obatan perangsang lainnya yang dilarang oleh Peraturan Perundang –\nundangan di tempat kerja, dan ditempat – tempat yang ditetapkan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">d.Melakukan perbuatan asusila atau pelecehan seksual\ndi tempat kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">e. Menyerang, mengintimidasi atau menipu Pengusaha\natau teman sekerja dan memperdagangkan barang terlarang baik dalam lingkungan\nperusahaan maupun diluar lingkungan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">f. Menganiaya, mengancam secara fisik dan mental,\nmenghina secara kasar Pengusaha atau keluarga Pengusaha atau teman sekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">g. Membujuk pengusaha atau teman sekerja untuk\nmelakukan suatu perbuatan yang bertentangan dengan hukum atau kesusilaan serta\nperundang – undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">h. Dengan ceroboh atau sengaja merusak, merugikan\natau membiarkan dalam keadaan bahaya barang milik perusahaan dan atau\nmenghambat kegiatan operasional perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">i. Dengan ceroboh atau sengaja membiarkan diri atau\nteman sekerjanya dalam keadaan bahaya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">j. Membongkar atau membocorkan rahasia perusahaan\natau mencemarkan nama baik Pengusaha atau keluarga Pengusaha yang seharusnya\ndirahasiakan kecuali untuk kepentingan Negara\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">k. Membawa, mengambil, menggunakan barang dan alat\nmilik perusahaan keluar dari lingkungan perusahaan tanpa izin tertulis dari\npimpinan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">l. Membawa senjata tajam, senjata api atau membawa\nbenda lainnya yang dapat membahayakan baik bagi pekerja itu sendiri, teman\nsekerja maupun pimpinan perusahaan dalam lingkungan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">m. Menggandakan dan menggunakan dokumen perusahaan\nuntuk kepentingan pribadi \u002F orang lain\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">n. Mengajak \u002F menghasut atau membantu pekerja lain\nuntuk melakukan pelanggaran terhadap Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">o. Membawa masuk barang pribadi yang sejenis dengan\nhasil produksi perusahaan kecuali atas izin tertulis dari pimpinan\nperusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">p. Melakukan segala macam bentuk perjudian,\nbertengkar dan atau berkelahi dengan pekerja \u002F atasan atau pimpinan\nperusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">q. Menerima komisi \u002F uang suap dari siapapun juga\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">r. Melakukan kesalahan yang bobotnya sama setelah\nmendapat peringatan terakhir yang masih berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">Catatan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">Yang dimaksud mengajak, menghasut, membujuk, memikat\nadalah mempengaruhi orang lain baik secara lisan, tulisan atau selebaran serta\ntindakan untuk suatu tujuan yang bisa mengakibatkan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">a. Turunnya Produksi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">b. Pengrusakan terhadap barang – barang milik\nperusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">c. Meresahkan suasana kerja, terganggunya ketenangan\nbekerja dan ketenangan berusaha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XIII: KLASIFIKASI PUTUSNYA HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 57: MENGUNDURKAN DIRI SESUAI PROSEDUR\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Bagi pekerja yang mengundurkan diri dari perusahaan harus mengajukan\n    permohonan pengunduran diri secara tertulis selambat – lambatnya 14\n    (empat belas) hari kalender untuk pekerja harian dan 30 hari kalender (satu\n    bulan) untuk pekerja status bulanan, sebelum tanggal pengunduran diri yang\n    dikehendaki, kecuali dalam keadaan mendesak.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bagi pekerja yang mengundurkan diri diwajibkan mengajukan surat\n    permohonan pengunduran diri secara tertulis dan mengisi formulir Exit\n    Interview untuk menyampaikan alasan pengunduran dirinya dan pengembalian\n    peralatan inventaris perusahaan yang disediakan oleh HRD\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setelah persyaratan yang dimaksud pada pasal 57 ayat 2 dipenuhi, sisa\n    gaji yang bersangkutan bisa diambil pada gajian periode berikutnya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila sisa gaji tidak diambil sampai batas waktu yang telah ditentukan\n    sebagaiman dimaksud dalam pasal 57 ayat 3, maka sisa gaji dapat diabil\n    sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bagi pekerja yang mengundurkan diri sesuai prosedur dan telah memiliki\n    masa kerja akan diberikan penggantian hak dan Uang Pisah sesuai dengan\n    pasal 65 pada PKB ini\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap Pekerja berhak mendapatkan Verklaring atau Surat Keterangan Kerja\n    bagi pekerja yang mengundurkan diri melalui prosedur yang berlaku, dan\n    untuk pekerja dengan masa kerja kurang dari 1 (satu) tahun, akan\n    mendapatkan surat keterangan untuk pencairan JHT\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 58: MENGUNDURKAN DIRI TANPA PROSEDUR\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Bagi pekerja tetap yang mengundurkan diri dari Perusahaan tidak melalui\n    prosedur pada pasal 57 ayat 1 dan 2, hak – hak pekerja pada pasal 57 ayat\n    3 dan 4 akan ditangguhkan sampai prosedur dijalankan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bagi pekerja kontrak yang mengundurkan diri dari Perusahaan tidak melalui\n    prosedur pada pasal 57 ayat 1 dan 2, maka Pengusaha akan menuntut ganti\n    rugi kepada pekerja tersebut sesuai dengan peraturan perundang – undangan\n    yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 59: DIBERHENTIKAN KARENA ALASAN SAKIT\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pekerja yang tidak dapat menjalankan tugasnya selama jangka waktu yang\n    lama karena alasan kesehatan sesuai dengan hasil pemeriksaan dokter\n    rujukan, maka upah pekerja tersebut dibayarkan sesuai pasal 26 ayat 2 PKB\n    ini, dan prosedur pemberhentian menurut undang – undang yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila setelah lewat 12 (dua belas) bula atau tiga bulan keempat\n    ternyata pekerja yang bersangkutan belum sembuh juga, maka perusahaan dapat\n    memutuskan hubungan kerja dan dilaksanakan sesuai prosedur Undang –\n    Undang No.13 tahun 2003\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 60: DIBERHENTIKAN OLEH PERUSAHAAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Dasar – dasar Pemutusan Hubungan Kerja seperti tercantum dalam Undang\n    – Undang No.13 tahun 2003\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Sebelum Pengusaha mengajukan penetapan Pemutusan Hubungan Kerja ke\n    Lembaga PPHI Pengusaha harus memusyawarahkan terlebih dahulu dengan LKS\n    Bipartit. Bila ternyata tidak membawa hasil dibicarakan pada tingkat\n    Pengurus Unit Kerja Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PUK SPSI) PT Leetex\n    Garment Indonesia sesuai Undang – Undang Ketenagakerjaan No.13 tahun 2003\n    dan Undang – Undang No.2 tahun 2004\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bila musyawarah tidak tercapai, maka Pengusaha dapat mengajukan Pemutusan\n    Hubungan Kerja ke Lembaga PPHI melalui Kepala Dinas Tenaga Kerja sesuai\n    dengan Undang – Undang No.13 tahun 2003 dan Undang – Undang No.2 tahun\n    2004\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha tidak diperkenankan melakukan tindakan Pemutusan Hubungan Kerja\n    sepihak kecuali pekerja melakukan pelanggaran dengan sanksi PHK sesuai\n    dengan Pasal 56 PKB ini\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Selama proses Pemutusan Hubungan Kerja, Pengusaha dan Pekerja tetap harus\n    melaksanakan segala kewajibannya sesuai dengan peraturan perundang –\n    undangan ketenagakerjaan yang berlaku\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila pengusaha melakukan tindakan skorsing, maka ketentuannya sesuai\n    dengan peraturan perundang – undangan ketenagakerjaan yang berlaku\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila pengusaha tidak melakukan tindakan skorsing, maka ketentuannya\n    juga sesuai Peraturan Perundang – undangan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch2>BAB XIV: UANG PESANGON, UANG PENGHARGAAN MASA KERJA DAN PENGGANTIAN HAK\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 61: UANG PESANGON, UANG PENGHARGAAN MASA KERJA PENGGANTIAN HAK DAN\nUANG PISAH\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay\">\u003Cli>Apabila terjadi Pemutusan Hubungan Kerja dan perlu dibayarkan uang\n    pesangon, uang penghargaan masa kerja dan penggantian hak, maka\n    pembayarannya sesuai Undang – Undang No. 13 tahun 2003 pasal 156\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Pekerja tetap yang diputus hubungan kerjanya karena melakukan kesalah\n    berat (pasal 57 ayat 2 PKB), maka sesuai Undang – Undang No. 13 tahun\n    2003 pasal 158 tidak berhak atas uang pesangon, uang penghargaan tetapi\n    berhak atas penggantian hak apabila masa kerjanya telah memenuhi syarat\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja tetap yang diputus hubungan kerjanya karena melakukan kesalahan\n    bukan kesalahan berat (pasal 57 ayat 2 PKB), maka sesuai UU No. 13 tahun\n    2003 berhak mendapatkan uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan\n    penggantian hak\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dalam hal Pemutusan Hubungan Kerja perorangan bukan karena kesalahan\n    pekerja tetapi pekerja dapat menerima Pemutusan Hubungan Kerja, maka\n    pekerja berhak mendapat uang pesangon paling sedikit 2 (dua) kali pasal 156\n    ayat 2, penghargaan masa kerja sesuai pasal 156 ayat 3 dan penggantian hak\n    sesuai pasal 156 ayat 4, UU No. 13 tahun 2003. Kecuali ada kesapakat lain\n    antara kedua belah pihak\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 62: UANG PESANGON\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance\">\u003Cp>Besarnya uang pesangon sebagaimana tercantum dalam pasal 156 ayat 2 UU No.\n13 tahun 2003 adalah sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Masa kerja kurang dari 1 (satu) tahun 1 bulan\nupah penuh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number_1_tenure\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Masa kerja 1 (satu) tahun atau lebih tetapi\nkurang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">dari 2 (dua) tahun 2 bulan upah penuh\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Masa kerja 2 (dua) tahun atau lebih tetapi\nkurang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">dari 3 (tiga) tahun 3 bulan upah penuh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Masa kerja 3 (tiga) tahun atau lebih tetapi\nkurang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">dari 4 (empat) tahun 4 bulan upah penuh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Masa kerja 4 (empat) tahun atau lebih tetapi\nkurang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">dari 5 (lima) tahun 5 bulan upah penuh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f. Masa kerja 5 (lima) tahun atau lebih tetapi\nkurang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">dari 6 (enam) tahun 6 bulan upah penuh\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g. Masa kerja 6 (enam) tahun atau lebih tetapi\nkurang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">dari 7 (tujuh) tahun 7 bulan upah penuh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">h. Masa kerja 7 (tujuh) tahun atau lebih tetapi\nkurang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">dari 8 (delapan) tahun 8 bulan upah penuh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">i. Masa kerja 8 (delapan) tahun atau lebih 9 bulan\nupah penuh\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 63: UANG PENGHARGAAN MASA KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Besarnya uang penghargaan masa kerja sebagaimana tercantum dalam pasal 156\nayat 3 UU No.13 tahun 2003 adalah sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Masa kerja 3 (tiga) tahun atau lebih tetapi\nkurang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Dari 6 (enam) tahun 2 bulan upah penuh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Masa kerja 6 (enam) tahun atau lebih tetapi\nkurang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">dari 9 (sembilan) tahun 3 bulan upah penuh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Masa kerja 9 (sembilan) tahun atau lebih tetapi\nkurang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">dari 12 (dua belas) tahun 4 bulan upah penuh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Masa kerja 12 (dua belas) tahun atau lebih\ntetapi kurang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">dari 15 (lima belas) tahun 5 bulan upah penuh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Masa kerja 15 (lima belas) tahun atau lebih\ntetapi kurang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">dari 18 (delapan belas) tahun 6 bulan upah penuh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f. Masa kerja 18 (delapan belas) tahun atau lebih\ntetapi kurang dari 21 (dua puluh satu) tahun 7 bulan upah penuh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g. Masa kerja 21 (dua puluh satu) tahun atau lebih\ntetapi kurang dari 24 (dua puluh empat) tahun 8 bulan upah penuh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">h. Masa kerja 24 (dua puluh empat) tahun atau lebih\n10 bulan upah penuh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 64: UANG PENGGANTIAN HAK\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Penggantian hak sebagaimana tercantum dalam pasal 156 ayat 4 UU No. 13 tahun\n2003 adalah sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Cuti tahunan yang belum diambil dan belum\ngugur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Biaya atau ongkos pulang untuk pekerja \u002F buruh\ndan keluarganya ketempat dimana pekerja \u002F buruh diterima bekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Penggantian perumahan serta pengobatan dan\nperawatan ditetapkan sebesar 15% (lima belas persen) dari uang pesangon dan\natau uang penghargaan masa kerja apabila masa kerjanya telah memenuhi syarat\nuntuk mendapatkan uang penghargaan masa kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 65: UANG PISAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku, Uang Pisah akan diberikan\noleh Perusahaan kepada Pekerja yang memenuhi syarat dalam hal pemutusan\nhubungan kerja sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Uang Pisah diberikan kepada Karyawan Tetap yang mengundurkan diri secara\n    procedural seusai PKB, Pasal 58 ayat 1 dan 2\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Besarnya Uang Pisah yang diberikan adalah sebagai berikut:\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">- Masa kerja 0 (nol) s.d 3 (tiga) tahun tidak\ndiberikan Uang Pisah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">- Masa kerja lebih dari 3 (tiga) tahun s.d 6 (enam)\ntahun diberikan sebesar Rp 250.000,- (dua ratus lima puluh ribu rupiah)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">- Masa kerja lebih dari 6 (enam) tahun diberikan\nsebesar Rp 500.000,- (lima ratus ribu rupiah)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 66: AKIBAT DARI PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam hal terjadi Pemutusan Hubungan Kerja, baik cara mengundurkan diri\nmaupun diputuskan, pekerja diwajibkan mengembalikan semua barang dan membayar\nuang yang dipinjamkan oleh Pengusaha kepada pekerja, antara lain:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Alat -alat kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Tanda pengenal\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Pakaian Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Topi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Sepatu Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f. Kunci locker\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g. Uang Pinjaman\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">h. Alat – alat dan dokumen lain milik\nPengusaha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XV: PENYAMPAIAN DAN PENYELESAIAN KELUH KESAH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 67: PENYAMPAIAN DAN PENYELESAIAN KELUH KESAH\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha dan Serikat Pekerja berusaha menciptakan suasana kerja yang\n    harmonis, sehingga setiap pekerja dapat dengan bebas dan sesuai prosedur\n    untuk menyampaikan keluh kesah serta ketidakpuasannya atas perlakuan –\n    perlakuan yang dianggap kurang sesuai dengan isi Perjanjian Kerja Bersama\n    (PKB) ini.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Untuk mengawasi pelaksanaan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini serta\n    menampung keluh kesah pekerja, Pengusaha dan Serikat Pekerja akan membentuk\n    Lembaga Kerjasama Bipartit (LKS-Bipartit).\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Lembaga Kerjasama Bipartit ini dibentuk sesuai dengan peraturan perundang\n    – undangan yang berlaku\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 68: TATA CARA PENYAMPAIAN KELUH KESAH PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Tata Cara Penyampaian keluh kesah pekerja diatur sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1. Tingkat Pertama:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Setiap keluhan atau pengaduan pekerja wajib\ndisampaikan kepada atasannya masing – masing untuk dicarikan jalan\nkeluarnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2. Tingkat Kedua:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Apabila penyelesaian keluhan tidak diperoleh pada\ntingkat pertama maka pengaduan diajukan kepada Lembaga Kerjasama Bipartit\n(LKS-Bipartit)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">3. Tingkat Ketiga:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Apabila penyelesaian tidak diperoleh pada tingkat\nkedua, maka pengaduan diteruskan kepada Serikat Pekerja untuk diselesaikan\ndengan Pengusaha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">4. Tingkat Keempat:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Apabila penyelesaian tidak diperoleh pada tingkat\nketiga maka pengaduan disampaikan oleh salah satu pihak, Serikat Pekerja atau\nPengusaha kepada pihak Pemerintah atau Disnakertrans sesuai dengan peraturan\nperundang – undangan yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Setiap keluh kesah di setiap tingkat:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1. Tingkat Pertama:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Diselesaikan selambat – lambatnya 6 (enam) hari\nkerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2. Tingkat Kedua:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Diselesaikan selambat – lambatnya 12 (dua belas)\nhari kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">3. Tingkat Ketiga:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Ditanggapi selambat – lambatnya 6 (enam) hari\nkerja dan diselesaikan dalam 30 (tiga puluh) hari kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XVI: MASA BERLAKU, PERUBAHAN DAN PERPANJANGAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 69: MASA BERLAKU\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku 2 (dua) tahun, di mulai sejak\n    ditandatanganinya oleh kedua belah pihak\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pemberitahuan yang dimaksud ayat (1) pasal ini, disampaikan selambat –\n    lambatnya 90 (sembilan puluh) hari sebelum masa berlakunya Perjanjian Kerja\n    Bersama (PKB) ini berakhir.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setelah masa berlaku Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini berakhir, maka\n    PKB ini tetap berlaku sampai dengan disahkannya PKB yang baru\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila dikemudian hari dalam pasal – pasal PKB ini ada hal – hal\n    yang tidak sesuai dengan Peraturan Perundang – undangan yang berlaku,\n    maka Pengusaha atau Serikat Pekerja dapat mengajukan permintaan untuk\n    membuka perundingan, meskipun masa berlakunya PKB ini belum berakhir.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XVII: KETENTUAN PENUTUP\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 70: PENUTUP\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Apabila di kemudian hari dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini\n    terdapat sesuatu yang dinyatakan tidak sah karena bertentangan dengan\n    Undang – Undang \u002F peraturan – peraturan yang baru diterbitkan oleh\n    pemerintah, maka Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini tetap sah dan berlaku\n    kecuali bagian yang tidak sah tersebut.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Hal – hal yang belum diatur dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini\n    akan diatur kemudian sebagai addendum yang tidak terpisahkan dari PKB\n  ini.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini, beserta seluruh lampiran –\n    lampirannya disetujui oleh Pengusaha dan Serikat Pekerja serta dinyatakan\n    berlaku sejak ditandatangani pada tanggal ditetapkan\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 71: BAHASA YANG DIGUNAKAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama ini dibuat dalam Bahasa Indonesia, dan ditanda\ntangani oleh kedua belah pihak rangkap 3 (tiga) yang sama bunyinya dan\nmempunyai kekuatan hukum penuh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbasignsinglesignatory\">\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbamemother\">\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable style=\"width: 100%\" border=\"1\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003C\u002Ftr>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003Ctr>\u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Untuk\n        dan Atas Nama Serikat Pekerja Tekstil Sandang Dan Kulit Konfederasi\n        Serikat Pekerja Seluruh Indonesia\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Untuk\n        dan Atas Nama PT Leetex Garment Indonesia \n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Ketua :\n        Asep Odin\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">General\n        Manager : Lee Sau Chun\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Wakil\n        Ketua : Sugiarto\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Sr.\n        Manager HRD : Dadan Wildan Fauzie, ST\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Sekretaris\n        : Nina Mariana\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Wakil\n        Sekretaris : Yusuf Saeppudin\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Bendahara\n        : Elis Yeni Haryani\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Wakil\n        Bendahara : Nia Kurniasih\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003Ctr>\u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\n",{"cbasignsinglesignatory":46,"cbamemother":50,"jobclassifaction1":53,"trainingprogrammes":57,"trainingfund":61,"pensionfund":65,"disabilityfund":69,"contractseverancepay":73,"severance":77,"severance_number":81,"severance_number_1_tenure":85,"sicknesspay":89,"maxsicknesspay":93,"maxsicknesspaytype":97,"sicknessmaxdays":100,"menstruationleave":104,"disabilitypay":108,"healthcareaccess":110,"healthinsurance":114,"healthandsafetypolicy":118,"protectiveclothing":122,"code_application":126,"healthandsafetytraining":129,"hivpolicy":133,"monitoring":137,"funeralpay":139,"funeralpaytype":143,"paidmaternityleave":147,"paidmaternityleaveduration":151,"paidmaternityleavepay":155,"maternitydiscrimination":157,"maternityotherclause":161,"paidpaternityleave":165,"paidpaternityleaveduration":169,"paidpaternityleavepay":171,"paidpaternityleavepayperc":175,"deathrelatives":178,"deathrelativesleave":182,"sexualhar":186,"violence":190,"hourspday_select":192,"hourspday":196,"hourspweek_select":200,"hourspweek":202,"MAXHOURS_trigger":204,"hoursovertimemax":208,"PAIDLEAV_trigger":210,"holidaysdays":214,"holidaysweeks":218,"bankholidays1":220,"SCHEDULE_trigger":224,"schedulesrestpw":228,"TRADEUNLEAV_trigger":230,"PAYSCALES_trigger":234,"LOWWAGE_trigger":238,"LOWWAGE_provision":242,"STRUCINCR_trigger":246,"wageincreasetype2":250,"wageincreasedate_date":252,"ONCERISE_trigger":256,"incidentalbonusperc1":260,"incidentalbonusdate":264,"ONCERISE2_trigger":268,"extrapayfirmperformancesec":272,"OVERTIME_trigger":275,"overtimeallowancetype_general":279,"overtimeallowanceperc1_general":283,"overtimeallowancetype":287,"overtimeallowanceperc1":289,"SUNDAY_trigger":293,"sundayallowancetype":297,"sundayallowanceperc1":301,"COMMUTE_trigger":303,"commutingallowancetype1":307,"mealvouchers":311,"MEALALL_trigger":314,"mealvoucherstype1":316,"coverunion_trigger":319,"GENEQ_trigger":323,"discrimination":325,"eqpromotion":329},{"bindId":47,"name":48,"text":49},"cbasignsinglesignatory","Untuk dan Atas Nama Serikat Pekerja Teks","Untuk\n        dan Atas Nama Serikat Pekerja Tekstil Sandang Dan Kulit Konfederasi\n        Serikat Pekerja Seluruh Indonesia\n      Untuk\n        dan Atas Nama PT Leetex Garment Indonesia \n\n        \n      \n    \n    \n      Ketua :\n        Asep Odin\n      General\n        Manager : Lee Sau Chun\n    \n    \n      Wakil\n        Ketua : Sugiarto\n      Sr.\n        Manager HRD : Dadan Wildan Fauzie, ST\n    \n    \n      Sekretaris\n        : Nina Mariana\n      \n    \n    \n      Wakil\n        Sekretaris : Yusuf Saeppudin\n      \n    \n    \n      Bendahara\n        : Elis Yeni Haryani\n      \n    \n    \n      Wakil\n        Bendahara : Nia Kurniasih\n      ",{"bindId":51,"name":48,"text":52},"cbamemother","Untuk\n        dan Atas Nama Serikat Pekerja Tekstil Sandang Dan Kulit Konfederasi\n        Serikat Pekerja Seluruh Indonesia\n      Untuk\n        dan Atas Nama PT Leetex Garment Indonesia \n\n        \n      \n    \n    \n      Ketua :\n        Asep Odin\n      General\n        Manager : Lee Sau Chun\n    \n    \n      Wakil\n        Ketua : Sugiarto\n      Sr.\n        Manager HRD : Dadan Wildan Fauzie, ST\n    \n    \n      Sekretaris\n        : Nina Mariana\n      \n    \n    \n      Wakil\n        Sekretaris : Yusuf Saeppudin\n      \n    \n    \n      Bendahara\n        : Elis Yeni Haryani\n      \n    \n    \n      Wakil\n        Bendahara : Nia Kurniasih",{"bindId":54,"name":55,"text":56},"jobclassifaction1","DEFINISI JABATAN \u002F GOLONGAN JABATAN GOLO","DEFINISI\n        JABATAN \u002F GOLONGAN\n    \n    \n      JABATAN\n      GOLONGAN\n      KETERANGAN\n        GOLONGAN\n    \n    \n      1.\n      Direktur\n      -\n      -\n      -\n    \n    \n      2.\n      Manager\n      2A\n      General Manager\n      -\n    \n    \n      2B\n      Manager\n      Untuk Jabatan setingkat Kepala Divisi \u002F Manager\n    \n    \n      2C\n      Junior Manager\n      Untuk jabatan setingkat Junior Manager \u002F Asisten Manager\n    \n    \n      3\n      Leader\n      3A\n      Kepala Bagian\n      Untuk jabatan setingkat Kepala Bagian (Supervisor)\n    \n    \n      3B\n      Wakil \u002F Asst. Kepala Bagian\n      Untuk jabatan setingkat Wakil Kepala Bagian (Asst. Supervisor)\n    \n    \n      3C\n      Koordinator Kepala Regu\n      Untuk jabatan setingkat Koordinator Kepala Regu (Group Leader)\n    \n    \n      3D\n      Kepala Regu\n      Untuk jabatan setingkat Kepala Regu (Line Leader)\n    \n    \n      4\n      Operator\n      4A\n      Senior\n      Untuk jabatan setingkat Senior Operator\n    \n    \n      4B\n      Menengah\n      Untuk jabatan setingkat Middle Operator\n    \n    \n      4C\n      Junior\n      Untuk jabatan setingkat Junior Operator\n    \n    \n      4D\n      Pemula \u002F Non-Skill\n      Untuk pemula, pembantu operator atau operator yang baru masuk",{"bindId":58,"name":59,"text":60},"trainingprogrammes","Untuk menjaga kelancaran \u002F peningkatan u","Untuk menjaga kelancaran \u002F peningkatan untuk kemajuan perusahaan serta\n    untuk meningkatkan kemampuan \u002F keterampilan pekerja dalam mengemban tugas\n    dan tanggung jawabnya, maka atas pertimbangan perusahaan dapat memberikan \u002F\n    mewajibkan pekerja untuk mengikuti Pendidikan didalam atau diluar\n  perusahaan\n  Bagi pekerja yang mendapat Pendidikan atau tugas belajar dari perusahaan\n    dan dibiayai perusahaan, maka sertifikat asli Pendidikan yang dikeluarkan\n    Lembaga Pendidikan disimpan di perusahaan, sedangkan salinannya dapat\n    diberikan kepada pekerja yang bersangkutan\n  Bagi pekerja yang mendapat Pendidikan atau tugas belajar dari perusahaan\n    dan dibiayai oleh perusahaan, pekerja tersebut terikat dengan kontrak kerja\n    di perusahaan, yang persyaratannya diatur dalam Perjanjian Kontrak Kerja\n    tersendiri",{"bindId":62,"name":63,"text":64},"trainingfund","Bagi pekerja yang mendapat Pendidikan at","Bagi pekerja yang mendapat Pendidikan atau tugas belajar dari perusahaan\n    dan dibiayai perusahaan, maka sertifikat asli Pendidikan yang dikeluarkan\n    Lembaga Pendidikan disimpan di perusahaan, sedangkan salinannya dapat\n    diberikan kepada pekerja yang bersangkutan",{"bindId":66,"name":67,"text":68},"pensionfund","d. Iuran Jaminan Pensiun sebesar 3% dari","d. Iuran Jaminan Pensiun sebesar 3% dari upah pokok\npekerja dimana 2% dibayar oleh perusahaan dan 1% dibayar oleh Pekerja",{"bindId":70,"name":71,"text":72},"disabilityfund","b. Iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) ","b. Iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Iuran\nJaminan Kematian (JKM) ditanggung oleh perusahaan",{"bindId":74,"name":75,"text":76},"contractseverancepay","Apabila terjadi Pemutusan Hubungan Kerja","Apabila terjadi Pemutusan Hubungan Kerja dan perlu dibayarkan uang\n    pesangon, uang penghargaan masa kerja dan penggantian hak, maka\n    pembayarannya sesuai Undang – Undang No. 13 tahun 2003 pasal 156",{"bindId":78,"name":79,"text":80},"severance","Besarnya uang pesangon sebagaimana terca","Besarnya uang pesangon sebagaimana tercantum dalam pasal 156 ayat 2 UU No.\n13 tahun 2003 adalah sebagai berikut:\n\na. Masa kerja kurang dari 1 (satu) tahun 1 bulan\nupah penuh\n\nb. Masa kerja 1 (satu) tahun atau lebih tetapi\nkurang\n\ndari 2 (dua) tahun 2 bulan upah penuh\n\nc. Masa kerja 2 (dua) tahun atau lebih tetapi\nkurang\n\ndari 3 (tiga) tahun 3 bulan upah penuh\n\nd. Masa kerja 3 (tiga) tahun atau lebih tetapi\nkurang\n\ndari 4 (empat) tahun 4 bulan upah penuh\n\ne. Masa kerja 4 (empat) tahun atau lebih tetapi\nkurang\n\ndari 5 (lima) tahun 5 bulan upah penuh\n\nf. Masa kerja 5 (lima) tahun atau lebih tetapi\nkurang\n\ndari 6 (enam) tahun 6 bulan upah penuh\n\ng. Masa kerja 6 (enam) tahun atau lebih tetapi\nkurang\n\ndari 7 (tujuh) tahun 7 bulan upah penuh\n\nh. Masa kerja 7 (tujuh) tahun atau lebih tetapi\nkurang\n\ndari 8 (delapan) tahun 8 bulan upah penuh\n\ni. Masa kerja 8 (delapan) tahun atau lebih 9 bulan\nupah penuh",{"bindId":82,"name":83,"text":84},"severance_number","f. Masa kerja 5 (lima) tahun atau lebih ","f. Masa kerja 5 (lima) tahun atau lebih tetapi\nkurang\n\ndari 6 (enam) tahun 6 bulan upah penuh",{"bindId":86,"name":87,"text":88},"severance_number_1_tenure","b. Masa kerja 1 (satu) tahun atau lebih ","b. Masa kerja 1 (satu) tahun atau lebih tetapi\nkurang\n\ndari 2 (dua) tahun 2 bulan upah penuh",{"bindId":90,"name":91,"text":92},"sicknesspay","2. Apabila pekerja sakit dalam jangka wa","2. Apabila pekerja sakit dalam jangka waktu lama dan\ndapat dibuktikan dengan surat keterangan dokter rujukan, maka upahnya akan\ndibayar sesuai dengan ketentuan UU No. 13 tahun 2003 pasal 93 ayat (3) sebagai\nberikut:\n\n- 4 (empat) bulan pertama dibayar sebesar : Rp 100%\nupah pokok\n\n- 4 (empat) bulan pertama dibayar sebesar : Rp 75%\nupah pokok\n\n- 4 (empat) bulan pertama dibayar sebesar : Rp 50%\nupah pokok\n\n- Untuk selanjutnya dibayar sebesar : Rp 25% upah\npokok\n\nSampai sebelum pemutusan hubungan kerja dilakukan\noleh perusahaan",{"bindId":94,"name":95,"text":96},"maxsicknesspay","- 4 (empat) bulan pertama dibayar sebesa","- 4 (empat) bulan pertama dibayar sebesar : Rp 100%\nupah pokok\n\n- 4 (empat) bulan pertama dibayar sebesar : Rp 75%\nupah pokok\n\n- 4 (empat) bulan pertama dibayar sebesar : Rp 50%\nupah pokok\n\n- Untuk selanjutnya dibayar sebesar : Rp 25% upah\npokok",{"bindId":98,"name":91,"text":99},"maxsicknesspaytype","2. Apabila pekerja sakit dalam jangka waktu lama dan\ndapat dibuktikan dengan surat keterangan dokter rujukan, maka upahnya akan\ndibayar sesuai dengan ketentuan UU No. 13 tahun 2003 pasal 93 ayat (3) sebagai\nberikut:\n\n- 4 (empat) bulan pertama dibayar sebesar : Rp 100%\nupah pokok\n\n- 4 (empat) bulan pertama dibayar sebesar : Rp 75%\nupah pokok\n\n- 4 (empat) bulan pertama dibayar sebesar : Rp 50%\nupah pokok\n\n- Untuk selanjutnya dibayar sebesar : Rp 25% upah\npokok",{"bindId":101,"name":102,"text":103},"sicknessmaxdays","3. Apabila setelah lewat 12 (dua belas) ","3. Apabila setelah lewat 12 (dua belas) bulan atau\ntriwulan keempat ternyata pekerja tersebut belum sembuh juga, maka perusahaan\ndapat memutuskan hubungan kerja dan dilaksanakan sesuai dengan prosedur Undang\n– Undang No. 13 tahun 2003",{"bindId":105,"name":106,"text":107},"menstruationleave","2. Cuti Haid Karyawati yang dalam masa h","2. Cuti Haid\n\nKaryawati yang dalam masa haid merasakan sakit maka\nyang bersangkutan diberikan waktu untuk istirahat pada hari pertama dan kedua\npada waktu haid, dengan menempuh prosedur pengambilan cuti haid yang telah\nditentukan oleh perusahaan",{"bindId":109,"name":71,"text":72},"disabilitypay",{"bindId":111,"name":112,"text":113},"healthcareaccess","e. Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) ","e. Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK)\n\n3. Setiap Pekerja yang membutuhkan pemeriksaan,\npengobatan dan perawatan karena sakit dapat dilayani melalui program JPK\n(Jaminan Pemeliharaan Kesehatan) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan.",{"bindId":115,"name":116,"text":117},"healthinsurance","e. Iuran Jaminan Pemeliharaan Kesehatan ","e. Iuran Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK)\nsebesar 5% dari upah pekerja, dimana 4% dibayar oleh Perusahaan dan 1% dibayar\noleh Pekerja",{"bindId":119,"name":120,"text":121},"healthandsafetypolicy","Berdasarkan Undang – Undang Keselamatan ","Berdasarkan Undang – Undang Keselamatan Kerja Nomor 1 tahun 1970 Bab VI\n    pasal 10, maka Perusahaan membentuk Panitia Pembina Keselamatan dan\n    Kesehatan Kerja (P2K3)\n  Adapun P2K3 dalam perusahaan bertugas memberikan pertimbangan dan\n    membantu pelaksanaan usaha pencegahan kecelakaan dalam perusahaan serta\n    dapat memberikan penjelasan dan penerangan yang efektif kepada para pekerja\n    berkaitan dengan pentingnya pencegahan kecelakaan kerja peningkatan\n    motivasi kerja dan produktivitas perusahaan\n  P2K3 bersama – sama perusahaan dan pekerja melaksanakan dan menetapkan\n    programnya",{"bindId":123,"name":124,"text":125},"protectiveclothing","Pengusaha menyediakan alat – alat kesela","Pengusaha menyediakan alat – alat keselamatan\n    kerja, dan menetapkan syarat – syarat penggunaannya untuk keamanan,\n    perlindungan, keselamatan dan kesehatan kerja",{"bindId":127,"name":120,"text":128},"code_application","Berdasarkan Undang – Undang Keselamatan Kerja Nomor 1 tahun 1970 Bab VI\n    pasal 10, maka Perusahaan membentuk Panitia Pembina Keselamatan dan\n    Kesehatan Kerja (P2K3)",{"bindId":130,"name":131,"text":132},"healthandsafetytraining","Pengusaha akan memberikan Pendidikan dan","Pengusaha akan memberikan Pendidikan dan\n    pelatihan tentang penggunaan alat – alat keselamatan kerja",{"bindId":134,"name":135,"text":136},"hivpolicy","a. Apabila dianggap perlu setiap pekerja","a. Apabila dianggap perlu setiap pekerja diwajibkan\nmendapatkan pemeriksaan Kesehatan secara berkala yang diselenggarakan oleh\nperusahaan bekerja sama dengan badan penyelenggara JPK",{"bindId":138,"name":120,"text":121},"monitoring",{"bindId":140,"name":141,"text":142},"funeralpay","Bagi pekerja yang meninggal dunia akibat","Bagi pekerja yang meninggal dunia akibat kecelakaan kerja, maka santunan\n    akan dibayarkan kepada ahli warisnya yang sah berupa, Jaminan Kecelakaan\n    Kerja, Jaminan Kematian dan Jaminan Hari Tua dari BPJS Ketenagakerjaan\n    serta sisa gaji dan sisa cuti yang masih ada.\n  Bagi pekerja yang meninggal dunia bukan akibat kecelakaan kerja, maka\n    santunan akan diberikan kepada ahli waris yang sah berupa Jaminan Kematian\n    dan Jaminan Hari Tua dan BPJS Ketenagakerjaan serta sisa gaji dan sisa cuti\n    yang masih ada",{"bindId":144,"name":145,"text":146},"funeralpaytype","Bagi pekerja yang meninggal dunia bukan ","Bagi pekerja yang meninggal dunia bukan akibat kecelakaan kerja, maka\n    santunan akan diberikan kepada ahli waris yang sah berupa Jaminan Kematian\n    dan Jaminan Hari Tua dan BPJS Ketenagakerjaan serta sisa gaji dan sisa cuti\n    yang masih ada",{"bindId":148,"name":149,"text":150},"paidmaternityleave","Untuk mendapatkan hak pada pasal 25 ayat","Untuk mendapatkan hak pada pasal 25 ayat (2) dan\n    (3) harus menunjukkan surat rujukan dari Dokter atau Bidan dari Rumah Sakit\n    \u002F Balai Pengobatan yang ditunjuk oleh perusahaan\n  Cuti haid dan cuti hamil diluar ketentuan pasal\n    32 ayat (2), perusahaan tidak mengakui sebagai cuti dan hari itu dianggap\n    mangkir serta upah tidak dibayar",{"bindId":152,"name":153,"text":154},"paidmaternityleaveduration","3. Cuti Melahirkan Bagi pekerja wanita y","3. Cuti Melahirkan\n\nBagi pekerja wanita yang hamil dan akan melahirkan\ndiberikan cuti 1,5 bulan sebelum melahirkan dan 1,5 bulan setelah melahirkan.\nBagi yang gugur kandungan diberikan cuti selama 1,5 bulan terhitung dari saat\ngugur kandungan",{"bindId":156,"name":149,"text":150},"paidmaternityleavepay",{"bindId":158,"name":159,"text":160},"maternitydiscrimination","7. Diskriminasi Penentuan, pembagian, pe","7. Diskriminasi\n\nPenentuan, pembagian, penempatan dan pemindahan\npekerja sesuai dengan garis kebijakan perusahaan dan kemampuan individual\n(prestasi, sikap kerja dan masa kerja). Dalam hal ini perusahaan mengangkat\nkaryawan tidak berdasarkan kepercayaan ataupun ciri – ciri pribadi (ras,\njenis kelamin, suku, warna kulit, agama, usia, status perkawinan dan\nkehamilan)",{"bindId":162,"name":163,"text":164},"maternityotherclause","Bagi pekerja wanita yang hamil dan akan ","Bagi pekerja wanita yang hamil dan akan melahirkan\ndiberikan cuti 1,5 bulan sebelum melahirkan dan 1,5 bulan setelah melahirkan.\nBagi yang gugur kandungan diberikan cuti selama 1,5 bulan terhitung dari saat\ngugur kandungan",{"bindId":166,"name":167,"text":168},"paidpaternityleave","g. Istri Pekerja Melahirkan\u002FKeguguran : ","g. Istri Pekerja Melahirkan\u002FKeguguran : 2 hari",{"bindId":170,"name":167,"text":168},"paidpaternityleaveduration",{"bindId":172,"name":173,"text":174},"paidpaternityleavepay","1. Dengan mengingat kepentingan pekerja,","1. Dengan mengingat kepentingan pekerja, perusahaan memberikan izin untuk\ntidak masuk kerja dengan upah sesuai Undang – Undang No. 13 tahun 2003 pasal\n93, untuk kepentingan – kepentingan sebagai berikut:\n\na. Perkawinan Pekerja Lajang : 3 hari\n\nb. Perkawinan Anak Pekerja : 2 hari\n\nc. Khitanan\u002FBaptis Anak Pekerja : 2 hari\n\nd. Kematian Istri\u002FSuami\u002FAnak Pekerja : 2 hari\n\ne. Kematian Orang Tua \u002F Mertua : 2 hari\n\nf. Kematian Saudara Dalam Satu Rumah : 1 hari\n\ng. Istri Pekerja Melahirkan\u002FKeguguran : 2 hari",{"bindId":176,"name":173,"text":177},"paidpaternityleavepayperc","1. Dengan mengingat kepentingan pekerja, perusahaan memberikan izin untuk\ntidak masuk kerja dengan upah sesuai Undang – Undang No. 13 tahun 2003 pasal\n93, untuk kepentingan – kepentingan sebagai berikut:",{"bindId":179,"name":180,"text":181},"deathrelatives","b. Pekerja tidak masuk kerja karena meni","b. Pekerja tidak masuk kerja karena menikah,\nmenikahkan anak, mengkhitankan anak, istri melahirkan atau gugur kandungan,\nsuami\u002Fistri\u002Fanak\u002Fmenantu\u002Forang tua\u002Fmertua atau saudara satu rumah meninggal\ndunia.",{"bindId":183,"name":184,"text":185},"deathrelativesleave","e. Kematian Orang Tua \u002F Mertua : 2 hari ","e. Kematian Orang Tua \u002F Mertua : 2 hari\n\nf. Kematian Saudara Dalam Satu Rumah : 1 hari",{"bindId":187,"name":188,"text":189},"sexualhar","Setiap pekerja diperlakukan secara horma","Setiap pekerja diperlakukan secara hormat sesuai\ndengan hak – haknya. Perusahaan tidak mengizinkan adanya tindakan kekerasan\nataupun pelecehan seksual (tindakan, sikap, isyarat dan lisan) terhadap\npekerja. Sanksi dan hukuman diperlakukan sesuai dengan hukum yang berlaku",{"bindId":191,"name":188,"text":189},"violence",{"bindId":193,"name":194,"text":195},"hourspday_select","Hari kerja di PT Leetex Garment Indonesi","Hari kerja di PT Leetex Garment Indonesia adalah\n    6 (enam) hari kerja dalam satu minggu dan 40 (empat puluh) jam kerja dalam\n    satu minggu",{"bindId":197,"name":198,"text":199},"hourspday","System dimana waktu kerja dihitung mulai","System dimana waktu kerja dihitung mulai hari\npertama sampai dengan hari keenam selama tujuh jam kerja per hari dan hari\nkeenam selama lima jam kerja dan atau 40 (empat puluh) jam kerja seminggu",{"bindId":201,"name":194,"text":195},"hourspweek_select",{"bindId":203,"name":194,"text":195},"hourspweek",{"bindId":205,"name":206,"text":207},"MAXHOURS_trigger","Perusahaan akan melaksanakan pengaturan ","Perusahaan akan melaksanakan pengaturan jam kerja\nsesuai dengan peraturan yang berlaku atau 40 jam per minggu dengan lembur 14\njam per minggu. Selain itu seluruh pekerja berhak mendapatkan satu hari\nistirahat dalam tujuh hari",{"bindId":209,"name":206,"text":207},"hoursovertimemax",{"bindId":211,"name":212,"text":213},"PAIDLEAV_trigger","Pekerja mendapatkan upah penuh selama me","Pekerja mendapatkan upah penuh selama menjalankan\n    cuti tahunan",{"bindId":215,"name":216,"text":217},"holidaysdays","a. Cuti tahunan diberikan 12 (dua belas)","a. Cuti tahunan diberikan 12 (dua belas) hari kerja\nsetelah pekerja bekerja 12 (dua belas) bulan berturut – turut dengan\nmengajukan permohonan tertulis terlebih dahulu selambat – lambatnya 1 (satu)\nminggu sebelum cuti",{"bindId":219,"name":216,"text":217},"holidaysweeks",{"bindId":221,"name":222,"text":223},"bankholidays1","5. Pada hari libur nasional dan hari ist","5. Pada hari libur nasional dan hari istirahat\nmingguan, pekerja berhak mendapat upah sebagaimana hari kerja biasa",{"bindId":225,"name":226,"text":227},"SCHEDULE_trigger","1. Waktu kerja dan istirahat yang diteta","1. Waktu kerja dan istirahat yang ditetapkan ialah:\n\na. Bagian Rajut Komputer, QC Rajut Komputer, Gulung\nBenang, Shima Seiki dan Rajut Shima (Rajut Otomatis) diberlakukan jadwal kerja\n3 (tiga) Shift dengan jadwal sebagai berikut:\n\n  Shift I 06. 00 – 14.00 WIB\n  Shift II 14.00 – 22.00 WIB\n  Shift III 22.00 – 06.00 WIB\n\n\nDengan jam istirahat diatur secara bergiliran sesuai\ndengan jadwal yang telah ditentukan Perusahaan\n\n\n\nb. Bagian Linking, PHL, Gudang Linking, dan Linking\nObras\n\nSenin sampai Kamis\n\nJam Kerja 07.15 – 15.15 WIB\n\nIstirahat 11.45 – 12.45 WIB\n\nJum’at\n\nJam Kerja 07.15 – 15.45 WIB\n\nIstirahat 11.45 – 13.15 WIB\n\nSabtu\n\nJam Kerja 07.15 – 12.15 WIB\n\nc. Bagian Finishing\n\nSenin sampai Kamis\n\nJam Kerja 07.00 – 15.00 WIB\n\nIstirahat 11.30 – 12.30 WIB\n\nJum’at\n\nJam Kerja 07.00 – 15.30 WIB\n\nIstirahat 11.30 – 13.00 WIB\n\nSabtu\n\nJam Kerja 07.00 – 12.00 WIB\n\nd. Bagian Ekspedisi, GD. Benang, GD. Ekspor, GD.\nAccessories, Sample Room, Office Belakang, Garment\n\nSenin sampai Kamis\n\nJam Kerja 07.00 – 15.00 WIB\n\nIstirahat 12.00 – 13.00 WIB\n\nJum’at\n\nJam Kerja 07.00 – 15.30 WIB\n\nIstirahat 11.30 – 13.00 WIB\n\nSabtu\n\nJam Kerja 07.00 – 12.00 WIB\n\ne. Untuk bagian – bagian tertentu yang karena\nsifat dan kebutuhannya memerlukan waktu khusus, akan diatur kemudian\n\nf. Pekerja bersedia bekerja secara shift (shift I,\nshift II, shift III) bila diperlukan\n\ng. Pekerja bersedia di perbantukan ke bagian lain\napabila ada bagian yang karena sifat dan jenis pekerjaannya terdesak oleh waktu\npenyelesaiannya",{"bindId":229,"name":206,"text":207},"schedulesrestpw",{"bindId":231,"name":232,"text":233},"TRADEUNLEAV_trigger","1. Perusahaan mengizinkan pekerja untuk ","1. Perusahaan mengizinkan pekerja untuk tidak masuk kerja sesuai dengan\nUndang – Undang No. 13 tahun 2003 pasal 93 ayat (2) antara lain:\n\na. Pekerja sakit sehingga tidak dapat melakukan\npekerjaan\n\nb. Pekerja tidak masuk kerja karena menikah,\nmenikahkan anak, mengkhitankan anak, istri melahirkan atau gugur kandungan,\nsuami\u002Fistri\u002Fanak\u002Fmenantu\u002Forang tua\u002Fmertua atau saudara satu rumah meninggal\ndunia.\n\nc. Pekerja tidak melakukan pekerjaannya karena\nsedang menjalankan kewajiban terhadap Negara\n\nd. Pekerja tidak dapat melakukan pekerjaannya\nkarena menjalankan ibadah yang diperintahkan Agamanya\n\ne. Pekerja bersedia melakukan pekerjaan yang telah\ndijanjikan tetapi Pengusaha tidak mempekerjakannya, baik kesalahan sendiri\nmaupun halangan yang seharusnya dapat dihindari Pengusaha\n\nf. Melaksanakan hak pilih sebagai warga negara\ndalam pemilihan umum dan atau sebagai Anggota Panitia Pemilihan \u002F Panitia\nPelaksana Pemungutan Suara diberikan izin 1 (satu) hari kerja\n\ng. Melaksanakan hak cuti tahunannya\n\nh. Izin untuk tidak masuk kerja, harus diperoleh\nizin terlebih dahulu dari perusahaan, kecuali dalam keadaan mendesak, bukti –\nbukti dapat diajukan kemudian.\n\ni. Pekerja melaksanakan tugas Serikat Pekerja (PUK\nF SP TSK. R-KSPSI PT LGI) atas persetujuan Pengusaha",{"bindId":235,"name":236,"text":237},"PAYSCALES_trigger","STRUKTUR UPAH & SKALA UPAH JABATAN GOLON","STRUKTUR\n        UPAH & SKALA UPAH \n      \n    \n    \n      JABATAN\n      GOLONGAN\n      STANDAR\n        BOBOT\n      SKALA\n      UPAH\n      \n    \n    \n      Minimum\n      Maximum\n      Minimum\u002FBulan\n      Maximum\u002FBulan\n    \n    \n      1\n      Direktur\n      -\n      -\n      -\n      -\n      -\n      -\n    \n    \n      2\n      Manager\n      2A\n      General Manager\n      -\n      -\n      -\n      -\n      \n    \n    \n      2B\n      Manager\n      800\n      955\n      -\n      -\n    \n    \n      2C\n      Junior Manager\n      615\n      790\n      -\n      \n    \n    \n      3\n      Leader\n      3A\n      Kepala Bagian\n      575\n      630\n      -\n      \n    \n    \n      3B\n      Wakil \u002F Asst. Kepala Bagian\n      545\n      590\n      -\n      -\n    \n    \n      3C\n      Koordinator Kepala Regu\n      455\n      560\n      -\n      -\n      \n    \n    \n      3D\n      Kepala Regu\n      385\n      485\n      -\n      -\n    \n    \n      4\n      Operator\n      4A\n      Senior\n      260\n      405\n      UMK + Hasil Pembobotan\n      UMK + Hasil Pembobotan\n    \n    \n      4B\n      Menengah\n      190\n      295\n      UMK + Hasil Pembobotan\n      UMK + Hasil Pembobotan\n    \n    \n      4C\n      Junior\n      150\n      255\n      UMK + Hasil Pembobotan\n      UMK + Hasil Pembobotan\n    \n    \n      4D\n      Pemula \u002F Non-Skill\n      65\n      175\n      UMK\n      UMK\n    \n    \n      KETERANGAN :\n    \n    \n      a.\n      Admin \u002F Staff tidak termasuk dalam nama jabatan,\n        melainkan dikategorikan sebagai post kerja yang bobotnya dapat dinilai\n        sesuai dengan jabatan yang telah ditetapkan\n    \n    \n      b.\n      Untuk posisi tertentu yang memerlukan keahlian \u002F\n        pengetahuan khusus yang sulit didapatkan di pasaran, maka dapat\n        dikecualikan dari tabel skala upah ini\n    \n    \n      c.\n      Pembobotan berdasarkan pada : Pendidikan, Masa Kerja,\n        Pengalaman dan kondisi pekerjaan",{"bindId":239,"name":240,"text":241},"LOWWAGE_trigger","4D Pemula \u002F Non-Skill 65 175 UMK UMK","4D\n      Pemula \u002F Non-Skill\n      65\n      175\n      UMK\n      UMK",{"bindId":243,"name":244,"text":245},"LOWWAGE_provision","Upah minimum bagi pekerja dengan masa ke","Upah minimum bagi pekerja dengan masa kerja 0\n    sampai 1 tahun berdasarkan ketentuan dari pemerintah yang disesuaikan\n    dengan Surat Keputusan Gubernur dan\u002Fatau Bupati",{"bindId":247,"name":248,"text":249},"STRUCINCR_trigger","Penyesuaian kenaikan upah dimaksudkan un","Penyesuaian kenaikan upah dimaksudkan untuk:\n\n  Menjamin setiap pekerja mendapat imbalan yang\n    adil sesuai kinerjanya\n  Menjamin keadilan, bahwa upah yang dibayarkan\n    sesuai dengan bobot dan tanggungjawab dalam setiap jenis pekerjaan\n  Memberikan motivasi, bagi pekerja yang\n    berprestasi akan mendapat penghargaan yang layak\n  Upah minimum bagi pekerja dengan masa kerja 0\n    sampai 1 tahun berdasarkan ketentuan dari pemerintah yang disesuaikan\n    dengan Surat Keputusan Gubernur dan\u002Fatau Bupati\n  Bagi pekerja dengan masa kerja diatas 1 tahun,\n    kenaikan upahnya berdasarkan struktu dan skala upah, yang ditetapkan pada\n    bulan Maret setiap tahunnya, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat\n  (2)\n  Apabila dianggap perlu, perusahaan akan\n    memberikan kenaikan upah kepada atau bagi pekerja yang menunjukkan\n    keistimewaan dalam prestasi kerjanya, sehingga menjadi teladan bagi pekerja\n    lainnya, ketentuan ini diluar ketentuan yang tercantum pada pasal 29 ayat\n    (5)",{"bindId":251,"name":244,"text":245},"wageincreasetype2",{"bindId":253,"name":254,"text":255},"wageincreasedate_date","Bagi pekerja dengan masa kerja diatas 1 ","Bagi pekerja dengan masa kerja diatas 1 tahun,\n    kenaikan upahnya berdasarkan struktu dan skala upah, yang ditetapkan pada\n    bulan Maret setiap tahunnya, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat\n  (2)",{"bindId":257,"name":258,"text":259},"ONCERISE_trigger","1. Pengusaha memberikan Tunjangan Hari R","1. Pengusaha memberikan Tunjangan Hari Raya kepada\npekerja yang merayakan hari raya sesuai dengan kemampuan perusahaan, dan selama\nkondisi perusahaan tidak mengalami stagnasi (produksi berhenti)\n\n2. Tunjangan Hari Raya dibayarkan oleh pengusaha\npaling lambat sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku yang mengatur tentang\nTHR",{"bindId":261,"name":262,"text":263},"incidentalbonusperc1","4. Bagi pekerja yang telah mempunyai mas","4. Bagi pekerja yang telah mempunyai masa kerja 12\n(dua belas) atau lebih dibayarkan sebesar 1 (satu) bulan upah penuh",{"bindId":265,"name":266,"text":267},"incidentalbonusdate","2. Tunjangan Hari Raya dibayarkan oleh p","2. Tunjangan Hari Raya dibayarkan oleh pengusaha\npaling lambat sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku yang mengatur tentang\nTHR",{"bindId":269,"name":270,"text":271},"ONCERISE2_trigger","Ketentuan mengenai Target dan Bonus Prod","Ketentuan mengenai Target dan Bonus Produksi akan diatur kemudian dalam\n    sistem dan prosedur yang lebih rinci secara terpisah yang tidak\n    bertentangan dengan peraturan perundang – undangan yang berlaku",{"bindId":273,"name":274,"text":274},"extrapayfirmperformancesec","- Bonus Produksi bila mencapai target",{"bindId":276,"name":277,"text":278},"OVERTIME_trigger","2. Kerja lembur hanya dilakukan apabila ","2. Kerja lembur hanya dilakukan apabila terdapat banyak pekerjaan yang harus\nsegera diselesaikan\n\n3. Mengingat dari kepentingan perusahaan, penyimpangan waktu kerja dapat\ndijalankan seperti yang dimaksud pada pasal 20 ayat 1, dengan catatan kelebihan\njam kerja dibayar dan diperhitungkan jam lembur",{"bindId":280,"name":281,"text":282},"overtimeallowancetype_general","Perhitungan upah kerja lembur dihitung s","Perhitungan upah kerja lembur dihitung sesuai dengan ketentuan peraturan\nperundang – undangan yang berlaku sebagai berikut:\n\n1. Apabila kerja lembur dilakukan pada hari kerja\nbiasa:\n\n\n\na. Untuk jam lembur pertama dibayarkan sebesar : 1.5\nx Gaji Pokok : 173\n\n\n\nb. Untuk jam lembur kedua dan seterusnya dibayarkan\n: 2 x Gaji Pokok : 173",{"bindId":284,"name":285,"text":286},"overtimeallowanceperc1_general","1. Apabila kerja lembur dilakukan pada h","1. Apabila kerja lembur dilakukan pada hari kerja\nbiasa:\n\n\n\na. Untuk jam lembur pertama dibayarkan sebesar : 1.5\nx Gaji Pokok : 173\n\n\n\nb. Untuk jam lembur kedua dan seterusnya dibayarkan\n: 2 x Gaji Pokok : 173",{"bindId":288,"name":285,"text":286},"overtimeallowancetype",{"bindId":290,"name":291,"text":292},"overtimeallowanceperc1","a. Untuk jam lembur pertama dibayarkan s","a. Untuk jam lembur pertama dibayarkan sebesar : 1.5\nx Gaji Pokok : 173\n\n\n\nb. Untuk jam lembur kedua dan seterusnya dibayarkan\n: 2 x Gaji Pokok : 173",{"bindId":294,"name":295,"text":296},"SUNDAY_trigger","2. Apabila kerja lembur dilakukan pada h","2. Apabila kerja lembur dilakukan pada hari\nistirahat mingguan dan atau hari libur nasional:\n\na. Untuk setiap jam dalam 7 (tujuh) jam atau 5\n(lima) jam apabila hari libur nasional tersebut jatuh pada hari kerja terpendek\npada satu hari dalam 6 (enam) hari kerja seminggu, harus dibayar upah\nsedikitnya 2 (dua) kali upah sejam.\n\nb. Untuk jam pertama selebihnya 7 (tujuh) jam atau 5\n(lima) jam apabila hari libur nasional tersebut jatuh pada hari kerja terpendek\npada satu hari dalam 6 (enam) hari kerja seminggu, harus dibayar upah\nsedikitnya 3 (tiga) kali upah sejam dan selebihnya jam pertama dikalikan 4\n(empat) kali upah sejam.",{"bindId":298,"name":299,"text":300},"sundayallowancetype","a. Untuk setiap jam dalam 7 (tujuh) jam ","a. Untuk setiap jam dalam 7 (tujuh) jam atau 5\n(lima) jam apabila hari libur nasional tersebut jatuh pada hari kerja terpendek\npada satu hari dalam 6 (enam) hari kerja seminggu, harus dibayar upah\nsedikitnya 2 (dua) kali upah sejam.\n\nb. Untuk jam pertama selebihnya 7 (tujuh) jam atau 5\n(lima) jam apabila hari libur nasional tersebut jatuh pada hari kerja terpendek\npada satu hari dalam 6 (enam) hari kerja seminggu, harus dibayar upah\nsedikitnya 3 (tiga) kali upah sejam dan selebihnya jam pertama dikalikan 4\n(empat) kali upah sejam.",{"bindId":302,"name":299,"text":300},"sundayallowanceperc1",{"bindId":304,"name":305,"text":306},"COMMUTE_trigger","c. Tunjangan Tidak Tetap: - Tunjangan Pr","c. Tunjangan Tidak Tetap:\n\n- Tunjangan Prestasi\n\n- Tunjangan Jabatan\n\n- Uang Shift\n\n- Insentif Kehadiran\n\n- Subsidi Transportasi",{"bindId":308,"name":309,"text":310},"commutingallowancetype1","3. Sistem pengupahan diatur menurut stat","3. Sistem pengupahan diatur menurut status pekerja\nyaitu pekerja harian dan bulanan dengan komponen upah sebagai berikut:\n\na. Upah Pokok\n\nb. Tunjangan Tetap\n\nc. Tunjangan Tidak Tetap:\n\n- Tunjangan Prestasi\n\n- Tunjangan Jabatan\n\n- Uang Shift\n\n- Insentif Kehadiran\n\n- Subsidi Transportasi",{"bindId":312,"name":305,"text":313},"mealvouchers","c. Tunjangan Tidak Tetap:\n\n- Tunjangan Prestasi\n\n- Tunjangan Jabatan\n\n- Uang Shift\n\n- Insentif Kehadiran\n\n- Subsidi Transportasi\n\n- Subsidi Makan",{"bindId":315,"name":305,"text":313},"MEALALL_trigger",{"bindId":317,"name":309,"text":318},"mealvoucherstype1","3. Sistem pengupahan diatur menurut status pekerja\nyaitu pekerja harian dan bulanan dengan komponen upah sebagai berikut:\n\na. Upah Pokok\n\nb. Tunjangan Tetap\n\nc. Tunjangan Tidak Tetap:\n\n- Tunjangan Prestasi\n\n- Tunjangan Jabatan\n\n- Uang Shift\n\n- Insentif Kehadiran\n\n- Subsidi Transportasi\n\n- Subsidi Makan",{"bindId":320,"name":321,"text":322},"coverunion_trigger","3. Kewajiban pihak – pihak yang mengadak","3. Kewajiban pihak – pihak yang mengadakan\nkesepakatan untuk menyebarluaskan dan menjelaskan kepada seluruh pekerja untuk\ndiketahui dan dilaksanakan isi dari Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini, adalah\ndiakui oleh masing – masing pihak.\n\n4. Kedua belah pihak akan saling mentaati dan\nmenertibkan anggotanya dalam pelaksanaan PKB ini dan setiap pihak dapat\nmengingatkan pihak lain apabila tidak mengindahkan isi PKB ini",{"bindId":324,"name":188,"text":189},"GENEQ_trigger",{"bindId":326,"name":327,"text":328},"discrimination","Penentuan, pembagian, penempatan dan pem","Penentuan, pembagian, penempatan dan pemindahan\npekerja sesuai dengan garis kebijakan perusahaan dan kemampuan individual\n(prestasi, sikap kerja dan masa kerja). Dalam hal ini perusahaan mengangkat\nkaryawan tidak berdasarkan kepercayaan ataupun ciri – ciri pribadi (ras,\njenis kelamin, suku, warna kulit, agama, usia, status perkawinan dan\nkehamilan)",{"bindId":330,"name":327,"text":328},"eqpromotion","\u003Chtml>\n\n    \u003Cdiv class=\"cobra-report\">\n\n        \u003Ch2>IDN PT. Leetex Garment Indonesia - Majalengka - 2019\u003C\u002Fh2>\n\n        \u003Cdiv class=\"section general\">\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-start_date\">Tanggal dimulainya perjanjian: &rarr;&nbsp;2019-01-01\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-end_date\">Tanggal berakhirnya perjanjian: &rarr;&nbsp;2021-01-01\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \u003C!-- TODO: previous CBA logic -->\n            \u003C!-- TODO: status logic -->\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaratified\">Diratifikasi oleh: &rarr;&nbsp;Other\u003C\u002Fdiv>\n                \u003Cdiv id=\"display-cbaactorratified\">\n                    Diratifikasi pada: &rarr;&nbsp;Belum diratifikasi\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \n\n            \u003C!-- TODO: transnational_label, includingcountries_label, national_framework_label -->\n\n            \u003Cdiv id=\"display-SECTOR1\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Industri\u002Fpabrik pengolahan\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-NACE2004\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Pabrik Manufaktur Garmen (garmen, pakaian jadi)\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-FIRMPRI\">\n                Sektor publik\u002Fswasta: &rarr;&nbsp;In the private sector\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv>Disimpulkan oleh:\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1\">\n\n                \n                    \n                    \u003Cdiv>\n                        Nama perusahaan: &rarr;&nbsp;\n                        Leetex Garment Indonesia - Majalengka\n                    \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1\">\n                Nama serikat pekerja: &rarr;&nbsp;\n\n                \n                    \n                    \u003Cspan>\n                        TSK\n                    \u003C\u002Fspan>\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-casignemployees\">\n                Nama penandatangan dari pihak pekerja &rarr;&nbsp;Asep Odin, Sugiarto, Nina Mariana, Yusuf Saeppudin, Elis Yeni Haryani, Nia Kurniasih\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section social-security-pensions\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SOCSEC_trigger\">JAMINAN SOSIAL DAN PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-pensionfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pensiun bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilityfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan cacat bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-unemploymentfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan pengangguran bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section training\">\n            \u003Ch3 id=\"display-TRAINING_trigger\">PELATIHAN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingprogrammes\">Program pelatihan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprenticeships\">Magang: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pelatihan bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section sickness-disability\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KONDISI SAKIT DAN DISABILITAS\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-maxsicknesspayperc\">\n                Maximum cuti sakit berbayar (untuk 6 bulan): &rarr;&nbsp;92&nbsp;%\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-sicknessmaxdaysnr\">\n                Maximum hari untuk cuti sakit berbayar: &rarr;&nbsp;365 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-longtermillness\">Ketentuan mengenai kembali bekerja setelah menderita penyakit jangka panjang, seperti penyakit kanker: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-menstruationleave\">Cuti haid berbayar: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilitypay\">Pembayaran gaji apabila tidak mampu bekerja dikarenakan kecelakaan kerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n\n        \u003Cdiv class=\"section health-medical-assistence\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA BANTUAN MEDIS\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccess\">Bantuan medis disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccessrelatives\">Bantuan medis bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurance\">Kontribusi pengusaha untuk asuransi kesehatan disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurancerelatives\">Asuransi kesehatan bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetypolicy\">Kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetytraining\">Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-protectiveclothing\">Pakaian\u002Falat pelindung diri disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-hivpolicy\">Pemeriksaan kesehatan secara berkala disediakan oleh pengusaha: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-monitoring\">Pengawasan permintaan musculoskeletal di tempat kerja, resiko professional dan\u002Fatau hubungan antara pekerjaan dan kesehatan: &rarr;&nbsp;The relationship between work and health, Employee involvement in the monitoring\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-funeralpay\">Bantuan duka\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-funeralpayamount\">\n                Minimum kontribusi pengusaha untuk penguburan\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;-9.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section work-family-arrangements\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKFAM_trigger\">PENGATURAN ANTARA KERJA DAN KELUARGA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleaveduration\">\n                Cuti hamil berbayar: &rarr;&nbsp;13 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleavepayperc\">\n                Cuti hamil berbayar terbatas untuk: 100 % dari gaji pokok\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-jobsecuritymothers\">Jaminan tetap dapat bekerja setelah cuti hamil: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-maternitydiscrimination\">Larangan diskriminasi terkait kehamilan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-breastfeeding_dangerouswork\">Larangan mewajibkan pekerja yang sedang hamil atau menyusui untuk melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-riskassessment\">Penilaian resiko terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja yang sedang hamil atau menyusui di tempat kerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-alternatives\">Ketersediaan alternatif bagi pekerja hamil atau menyusui untuk tidak melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-timeoff\">Cuti untuk melakukan pemeriksaan pranatal: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningnonstandard\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempekerjakan pekerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningpromotion\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempromosikan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv> \n            \u003Cdiv id=\"display-nursingmothers\">Fasilitas untuk pekerja yang menyusui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcareprovision\">Pengusaha menyediakan fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcaresubsidy\">Pengusaha mensubsidi fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \u003Cdiv id=\"display-educationtuition\">Tunjangan\u002Fbantuan pendidikan bagi anak pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidpaternityleaveduration\">\n                Cuti ayah berbayar: &rarr;&nbsp;2 hari\n         \u003C\u002Fdiv>\n                        \u003Cdiv id=\"display-deathrelativesleave\">\n                Durasi cuti yang diberikan ketika ada anggota keluarga yang meninggal: &rarr;&nbsp;2 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n        \u003Cdiv class=\"section gender-equality-issues\">\n            \u003Ch3 id=\"display-GENEQ_trigger\">ISU KESETARAAN GENDER\u003C\u002Fh3>\n         \u003Cdiv id=\"display-eqpay\">Upah yang sama untuk pekerjaan yang sama nilainya: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n         \n         \u003Cdiv id=\"display-discrimination\">Klausal mengenai diskriminasi di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-eqpromotion\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat promosi: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv> \n        \u003Cdiv id=\"display-eqtraining\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat pelatihan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>     \n        \u003Cdiv id=\"display-eqofficer\">Kesetaraan gender dalam kepengurusan serikat pekerja di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-sexualhar\">Klausal mengenai pelecehan seksual di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violence\">Klausal mengenai kekerasan di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violenceleave\">Cuti khusus bagi pekerja yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-support_disabilities\">Dukungan bagi pekerja perempuan dengan disabilitas: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-equalitymonitoring\">Pengawasan kesetaraan gender: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n             \n         \u003C\u002Fdiv>\n         \n\n        \u003Cdiv class=\"section employment-contracts\">\n            \u003Ch3 id=\"display-EMPCONTR_trigger\">PERJANJIAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n            \n            \n            \n\u003Cdiv id=\"display-severance_number\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;180&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-severance_number_1_tenure\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;60&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-part_time_excluded\">Pekerja paruh waktu tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-tempagency\">Ketentuan mengenai pekerja sementara: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprentices_excluded\">Pekerja magang tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-minijobs_excluded\">Pekerja mahasiswa tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section working-hours\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKHOURS_trigger\">JAM KERJA, JADWAL DAN LIBUR\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspday\">\n                Jam kerja per hari: &rarr;&nbsp;7.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspweek\">\n                Jam kerja per minggu: &rarr;&nbsp;40.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-hoursovertimemax\">\n                Waktu lembur maksimum: &rarr;&nbsp;14.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysdays\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;12.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysweeks\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;2.0 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-bankholidays2\">\n                Cuti libur nasional berbayar: &rarr;&nbsp;Hari Raya Natal, Hari Raya Idul Fitri\u002FHari Raya Kemenangan, Hari Raya Imlek (28 Januari), Hari Raya Waisak\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-schedulesrestpw\"> Periode istrirahat setidaknya satu hari dalam seminggu disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-sundays_year\">\n                Jumlah maksimum hari minggu\u002Fhari libur nasional dalam setahun dimana pekerja harus\u002Fdapat bekerja: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n             \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-tradeunleavdays\">\n                Cuti berbayar untuk aktivitas serikat pekerja: &rarr;&nbsp; hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-FLEXWORK_trigger\"> Ketentuan mengenai pengaturan jadwal kerja yang fleksibel: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section wages\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WAGES_trigger\">PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-PAYSCALES_trigger\">\n                Upah ditentukan oleh skala upah: &rarr;&nbsp;Yes, in one table\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-LOWWAGE_government\"> \n            Ketentuan bahwa upah minimum yang ditentukan oleh pemerintah harus dihormati: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-lowwageperiod\">\n                Upah terendah disetujui per: &rarr;&nbsp;Years\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-lowwageamount\">\n                Upah terendah: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;-9.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-COSTLIV_trigger\">Penyesuaian untuk kenaikan biaya kebutuhan hidup: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-STRUCINCR_trigger\">Kenaikan upah\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-ONCERISE_trigger\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali:\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-incidentalbonusperc1\">\n                    Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali: &rarr;&nbsp;100&nbsp;%\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-extrapayfirmperformance\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali dikarenakan performa perusahaan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \n\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-OVERTIME_trigger\">Upah lembur hari kerja\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-overtimeallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari kerja: &rarr;&nbsp;200 % dari gaji pokok\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SUNDAY_trigger\">Upah lembur hari Minggu\u002Flibur\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-sundayallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari Minggu\u002Flibur: &rarr;&nbsp;100&nbsp;%\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-COMMUTE_trigger\">Tunjangan transportasi\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Ch4>Kupon makan\u003C\u002Fh4>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-mealvouchers\">\n                Kupon makan disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-MEALALL_trigger\">Tunjangan makan disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-mealvouchersamount\">\n                 &rarr;&nbsp; per makan\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-legalassistance_trigger\">\n                Bantuan hukum gratis: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n    \u003C\u002Fdiv>\n\n\u003C\u002Fhtml>\n",[],[],"collective_agreement",[336],{"title":39,"slug":34},[338],{"type":339,"data":340},"call_to_action_body_block",{"title":341,"description":342,"variant":343,"link":344},"Bandingkan Perjanjian Kerja Bersama","Bandingkan pasal-pasal dan topik dalam Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dengan Perjanjian Kerja Bersama di semua sektor kerja di Indonesia maupun negara-negara lainnya.","dark",{"title":341,"url":345,"description":341,"rel":346,"type":347},"\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fbandingkan-perjanjian-kerja-bersama","follow","internal",[349],{"type":339,"data":350},{"title":341,"description":342,"variant":343,"link":351},{"title":341,"url":345,"description":341,"rel":346,"type":347},[]]