[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"page:id-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-kiho-bali-korin-dengan-wakil-pekerja-pt-kiho-bali-korin-2020-2022":3},{"id":4,"slug":5,"title":6,"short_title":7,"intro_text":8,"meta_description":9,"seo_title":9,"path":10,"content_type":11,"locale":12,"go_live_at":7,"first_published_at":13,"page_created_at":14,"published_at":13,"edit_url":15,"breadcrumbs":16,"seo":24,"data":32,"children":277,"content_type_view":278,"extra_breadcrumbs":279,"body":281,"body_blocks":292,"related_pages":296},3679,"perjanjian-kerja-bersama","Perjanjian Kerja Bersama",null,"\u003Cp>Beberapa pilihan Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dipublikasikan di sini. Anda dapat menemukan teks asli dari Perjanjian Kerja Bersama tersebut, membaca dan menelusuri per bab maupun pasal, menurut topik yang sedang Anda cari.\u003Cbr\u002F>\u003Cbr\u002F>Ketika Anda mengklik pada link Perjanjian Kerja Bersama, halaman akan terbuka: di kolom sebelah kiri pada halaman tersebut berisi teks asli, sedangkan di kolom sebelah kanan, Anda akan menemukan ringkasan dari ketentuan yang ada di Perjanjian Kerja Bersama tersebut.\u003Cbr\u002F>Serikat Buruh\u002FPekerja dan Asosiasi Pengusaha dari Indonesia memberikan kontribusi terhadap pengumpulan data Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>","","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama","collective_agreements.collectiveagreementoverview","id_ID","2025-08-15T13:01:11.360625+00:00","2026-04-02T08:44:09.692847+00:00","\u002Fcms\u002Fpages\u002F3679\u002Fedit\u002F",[17,20,23],{"title":18,"slug":19},"Indonesia","id-id",{"title":21,"slug":22},"Bekerja di Indonesia","bekerja-di-indonesia",{"title":6,"slug":5},{"title":6,"description":9,"image":25,"canonical":26,"robots":27,"og_type":28,"twitter_card":29,"locale":19,"created_at":30,"last_modified_at":31},"https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fmedia\u002Fimages\u002FSocial_media_preview_image_-_2025.2e16d0ba.fill-1200x630.png","https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002F","index, follow","website","summary_large_image","2025-08-15T15:01:11.360625+02:00","2026-04-02T10:44:09.828831+02:00",{"cba":33,"clauses":45,"details":275,"translations":276},{"id":34,"uid":35,"url":36,"name":37,"locale":38,"override_title":9,"title":39,"browser_title":40,"browser_description":41,"text":42},"perjanjian-kerja-bersama-antara-pt-kiho-bali-korin-dengan-wakil-pekerja-pt-kiho-bali-korin-2020-2022","d61f0c26-e519-11eb-b845-f23c91080f70","https:\u002F\u002Fcobra.wageindicator.org\u002Fcountries\u002Findonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-kiho-bali-korin-dengan-wakil-pekerja-pt-kiho-bali-korin-2020-2022\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-kiho-bali-korin-dengan-wakil-pekerja-pt-kiho-bali-korin-2020-2022\u002F","Perjanjian Kerja Bersama Antara PT Kiho Bali Korin dengan Wakil Pekerja PT Kiho Bali Korin 2020\u002F2022","ba_ID","IDN PT. Kiho Bali Korin - 2020","Indonesia - IDN PT. Kiho Bali Korin - 2020","IDN PT. Kiho Bali Korin - 2020 - Industri\u002Fpabrik pengolahan",{"name":43,"data":44},"PT KIHO BALI KORIN 2020-2022.html","\n\u003C!--?xml version=\"1.0\" encoding=\"UTF-8\"?-->\n\n\n  \u003Cmeta http-equiv=\"content-type\" content=\"text\u002Fhtml; charset=UTF-8\">\n  \u003Ctitle>PKB PT KIHO BALI KORIN 2020-2022\u003C\u002Ftitle>\n  \u003Cmeta name=\"generator\" content=\"Amaya, see http:\u002F\u002Fwww.w3.org\u002FAmaya\u002F\">\n\u003Cscript type=\"text\u002Fjavascript\" src=\"https:\u002F\u002Fgc.kis.v2.scr.kaspersky-labs.com\u002FFD126C42-EBFA-4E12-B309-BB3FDD723AC1\u002Fmain.js?attr=s5dRgpqmioSt938azgqCPsaXhh6EkpsBoQg2b4-TX671CScHj2PyMcK5620OklfN4jctbLhbZ2lcZzjYrdkI95NNFnYdxy6IStTIY5ZVcbOeUzluCq7bPekdsmH7NAlyWa4iCiJJcJ3RgPQ4pyEc2t-1eUcRyHhlMQFIodsisSMszX-NnVVeTwQ-F8vIUi8v0DAgmRssEkJ4z9CqdSQG8G9MRHwEPjIfKCjqwadLbRVwInDlwrUlX63GvlrgH_S1qyU-pNmeGvvWOXvKUox4058ukdIk4PfgmYm5av4amQb5rAo2BaHKBMqsLT0s5TjzZWEV24ApreORnWkjuiklqg\" charset=\"UTF-8\">\u003C\u002Fscript>\n\n\n\u003Ch1>PERJANJIAN KERJA BERSAMA ANTARA PT KIHO BALI KORIN\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Ch1>DENGAN WAKIL PEKERJA PT KIHO BALI KORIN\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Ch1>PERIODE 2020 – 2022\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>PENDAHULUAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PT KIHO BALI KORIN adalah Perusahaan yang bergerak dibidang industri Sarung\nTangan Olahraga (Sport Golf) yang bercita-cita untuk menjadi perusahaan yang\nterbaik dibidangnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Wakil Pekerja adalah organisasi yang resmi diakui oleh perusahaan, yang\nberfungsi mewakili dan menyalurkan aspirasi pekerja di PT KIHO BALI KORIN.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dalam rangka membangun hubungan industrial yang harmonis serta untuk\nmenjamin terlaksananya tujuan tersebut, maka Perusahaan dan Wakil Pekerja\nbersepakat untuk membuat Perjanjian Kerja Bersama ini, yang selanjutnya disebut\nPKB.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Para pihak yang terlibat dalam usaha produksi dalam segala sikap dan\ntindakan harus berpegang pada prinsip berikut, yaitu:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Merasa ikut memiliki (Rumangsa Handarbeni), ikut memelihara dan\n    mempertahankan (Melu Hangrungkebi), serta Mawas Diri (Mulat Saliro Hangroso\n    Wani).\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mempertahankan nilai-nilai perusahaan, yaitu: Kejujuran, Keselamatan\n    Kerja, Kualitas Kerja dan Semangat Kebersamaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Itikad Baik, Transparansi, Berkeadilan dan Profesional.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>Adapun tujuan pembuatan PKB ini adalah sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Menegaskan hak dan kewajiban Perusahaan dan Wakil Pekerja serta\n    menetapkan dasar-dasar kondisi dan persyaratan kerja bagi pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Memantapkan, meningkatkan, memelihara dan mengembangkan hubungan kerja\n    yang baik dan harmonis antara Perusahaan, Pekerja dan Wakil Pekerja,\n    termasuk tata cara penyelesaian perselisihan dan perbedaan pendapat.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menegaskan adanya tanggung jawab bersama dan perlunya Kerjasama yang baik\n    dan harmonis dalam menangani masalah Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)\n    serta perlindungan terhadap Lingkungan Hidup dalam rangka memelihara dan\n    meningkatkan kesejahteraan Pekerja serta mengamankan aset dan investasi\n    Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>Sebagai upaya untuk mencapai tujuan tersebut, Perusahaan dan Wakil Pekerja\nmenyadari, meyakini dan menyetujui kondisi-kondisi berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Perusahan mengakui:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Bahwa setiap Pekerja berhak untuk menjadi atau\ntidak menjadi anggota Wakil Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Bahwa kesempatan untuk berkembang\u002Fmaju bagi\nseorang pekerja diberikan tanpa membeda-bedakan Suku, Ras, Golongan, Agama,\nJenis Kelamin, Masa Kerja dan Jabatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Bahwa penggajian yang layak, kesejahteraan dan\nkesempatan meraih kemajuan merupakan faktor pendorong bagi Pekerja untuk\nmeningkatkan semangat kerja dan produktivitas kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Bahwa keluh kesah para Pekerja akan ditanggapi\ndengan perhatian yang cukup dan sepadan dalam rangka mencapai kepuasan bersama\nbagi Pekerja dan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Wakil Pekerja mengakui:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Bahwa Perusahaan mempunyai wewenang untuk\nmengelola sepenuhnya operasional Perusahaan sesuai dengan Peraturan Perundangan\nyang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Bahwa Perusahaan berhak mendapatkan hasil kerja\nyang optimal dari pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Bahwa Perusahaan mempunyai wewenang untuk\nmerekrut, mengangkat dan menempatkan\u002Fmenugaskan Pekerja pada suatu\nBagian\u002FJabatan, maupun melakukan Pemutusan Hubungan Kerja sesuai Peraturan\nPerundangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Bahwa Perusahaan mempunyai wewenang untuk\nmenentukan struktur organisasi, jabatan, golongan dan uraian tugas yang\ndilakukan secara transparan dan adil.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pertumbuhan dan pengembangan usaha adalah tanggung jawab bersama, antara\nPerusahaan dan Pekerja dengan mengedepankan produktivitas dan kesejahteraan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Prinsip musyawarah dan mufakat menjadi dasar\u002Flandasan di dalam hal timbul\nadanya perbedaan pendapat maupun kepentingan yang bermuara pada kelangsungan\nhidup Perusahaan yang berarti kelangsungan bekerja bagi Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dengan semangat Undang-Undang Dasar 1945 dan Pancasila serta hal yang\nnormatif, Perjanjian Kerja Bersama ini bermanfaat untuk mencapai hubungan kerja\nyang harmonis, dinamis serta produktif.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan perlindungan dan petunjuk kepada kita\nsekalian sehingga dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>ISTILAH-ISTILAH\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>Perusahaan\u003C\u002Fstrong> yang dimaksud dalam Perjanjian Kerja Bersama ini\nadalah PT KIHO BALI KORIN yang berlokasi di Dsn, Babadan, Kel. Purwomartani,\nKec. Kalasan, Kab. Sleman, D I Yogyakarta.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>Pengusaha\u003C\u002Fstrong> adalah Direksi PT KIHO BALI KORIN, yang memiliki\nikatan kerja perorangan dengan perusahaan dengan menerima upah dari pengusaha,\nbaik untuk waktu tertentu maupun untuk waktu yang tidak tertentu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>Keluarga\u003C\u002Fstrong> pekerja adalah seorang suami\u002Fistri dan anak-anak\nyang sah menurut hukum, agama dan negara dan menjadi pekerja dan terdaftar di\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>Suami\u002FIstri\u003C\u002Fstrong> adalah sepasang suami istri yang terikat\nperkawinan yang sah menurut hukum, agama dan negara dan terdaftar di\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>Anak-anak Pekerja\u003C\u002Fstrong> adalah anak-anak yang sah, yang\nsepenuhnya ditanggung oleh pekerja dari istri\u002Fsuami yang sah yang berumur di\nbawah 21 tahun, belum menikah, tidak bekerja, masih sekolah, dan terdaftar di\nperusahaan yang jumlahnya maksimum 3 (tiga) orang anak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>Ahli Waris\u003C\u002Fstrong> adalah mereka yang berhak mendapat warisan\nmenurut ketentuan dan hukum yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>Kecelakaan kerja\u003C\u002Fstrong> adalah kecelakaan yang menimpa pekerja\nyang berhubungan dengan kerja terhitung dari berangkat, selama kerja dan sampai\npulang kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>Pengurus Wakil Pekerja\u003C\u002Fstrong> adalah karyawan PT KIHO BALI KORIN\nyang dipilih dari hasil musyawarah anggota yang ditetapkan dan disahkan\nberdasarkan Undang-undang dan Peraturan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>Perjanjian kerja\u003C\u002Fstrong> adalah suatu perjanjian yang dibuat secara\ntertulis antara Perusahaan dengan pekerja, baik untuk waktu tertentu maupun\nuntuk waktu tidak tertentu yang memuat syarat-syarat kerja, hak dan kewajiban\npara pihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>Waktu Kerja\u003C\u002Fstrong> adalah jam-jam pada saat Pekerja ditetapkan\nuntuk berada di tempat kerja guna melakukan pekerjaan pada hari kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>Hari Kerja\u003C\u002Fstrong> adalah hari-hari pada saat Pekerja diwajibkan\nuntuk menjalan tugas pekerjaannya yang sudah ditentukan termasuk pelatihan\npekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>Upah\u003C\u002Fstrong> adalah hak Pekerja yang diterima dan dinyatakan dalam\nbentuk uang sebagai imbalan dari Perusahaan atas suatu pekerjaan dan\u002Fatau jasa\nyang dilakukan, ditetapkan dan dibayarkan menurut ketentuan yang diatur dalam\nPerjanjian Kerja dan PKB termasuk tunjangan-tunjangan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>Upah Pokok\u003C\u002Fstrong> adalah imbalan dasar yang dibayarkan kepada\nPekerja menurut tingkat atau golongan jabatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>Kesejahteraan (Pekerja)\u003C\u002Fstrong> adalah suatu pemenuhan kebutuhan\ndan\u002Fatau keperluan yang bersifat jasmaniah dan rohaniah, baik di dalam maupun\ndi luar hubungan kerja yang secara langsung dan tidak langsung dapat\nmempertinggi produktivitas kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>Bantuan\u003C\u002Fstrong> adalah kebijakan dari Perusahaan yang dinyatakan\ndalam bentuk uang dan\u002Fatau fasilitas yang dibayarkan atau diberikan kepada\nPekerja tergantung kepada kemampuan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>Tunjangan\u003C\u002Fstrong> adalah suatu imbalan yang diterima oleh Pekerja\nselain upah pokok yang terkait dengan pelaksanaan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>Tunjangan Tetap\u003C\u002Fstrong> adalah suatu imbalan yang diterima oleh\nPekerja secara tetap jumlahnya dan teratur pembayarannya yang tidak dikaitkan\ndengan kehadiran ataupun pencapaian prestasi tertentu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>Jaminan Sosial Tenaga Kerja\u003C\u002Fstrong> adalah suatu jaminan bagi\nPekerja dalam bentuk santunan berupa uang sebagai pengganti sebagian dari\npenghasilan yang hilang atau berkurang, dan pelayanan sebagai akibat peristiwa\natau keadaan yang dialami oleh Pekerja berupa kecelakaan kerja, hari tua,\nmeninggal dunia, jaminan sosial dan jaminan kesehatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>Pelatihan Kerja\u003C\u002Fstrong> adalah keseluruhan kegiatan untuk memberi,\nmemperoleh, meningkatkan serta mengembangkan keterampilan atau keahlian,\nproduktivitas, disiplin sikap dan etos kerja pada tingkat keterampilan dan\nkeahlian tertentu sesuai dengan jenjang dan kualifikasi jabatan atau pekerjaan,\nbaik di sektor formal atau di sektor informal.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>Kerja lembur\u003C\u002Fstrong> adalah jam kerja Pekerja yang melebihi jam\nkerja biasa atau karena melakukan pekerjaan diluar jadwal kerjanya atas\nperintah atasannya\u002Fpengawas yang berwenang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>Perjalanan Dinas\u003C\u002Fstrong> adalah perjalanan yang dilakukan oleh\nPekerja untuk kepentingan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)\u003C\u002Fstrong> adalah pengakhiran hubungan\nkerja karena suatu hal tertentu yang mengakibatkan berakhirnya hak dan\nkewajiban Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>KEBIJAKAN PERUSAHAAN\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Perusahaan menetapkan dan melaksanakan Kebijakan Standar Kerja Perusahaan\n    yang adil bagi kepentingan Pengusaha dan Pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan menetapkan, melaksanakan dan menjunjung tinggi serta memegang\n    teguh kebijakan non-diskriminasi dalam penyelenggaran operasional\n    Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sexualhar\">\u003Cli>Perusahaan menetapkan dan menjunjung tinggi pelaksanaan Kebijakan Anti\n    Pelecehan dan Perlakuan Kasar dalam penyelenggaraan operasional\n  Perusahaan.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Perusahaan menetapkan dan menjalankan Kebijakan Kesehatan dan Keselamatan\n    Kerja dalam lingkungan kerja Perusahaan demi tercapainya lingkungan kerja\n    yang sehat dan aman.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mendukung Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI Nomor:\n    PER.11\u002FMEN\u002FVI\u002F2015 tentang Pencegahan dan Penanggulangan, Penyalahgunaan\n    dan Peredaran Gelap Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya di\n    tempat kerja. Perusahaan menetapkan dan menjalankan Kebijakan Anti Narkoba,\n    Psikotropika dan Penggunaan Zat Adiktif lainnya sebagai wujud keikutsertaan\n    dalam menjaga dan membangun bangsa yang sehat dan bermasa depan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Demi mewujudkan keluarga dan masyarakat yang sehat, Perusahaan menerapkan\n    Kebijakan libur kerja pada hari Minggu sebagai bagian dari kepedulian atas\n    kesehatan jasmani dan rohani Pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hiv\">\u003Cli>Mendukung Keputusan Menaker RI Nomor 68\u002FMEN\u002FIV\u002F2004 tanggal 28 April 2004\n    tentang Pencegahan dan Penanggulangan HIV\u002FAIDS di tempat kerja, dan\n    Perusahaan menerapkan kebijakan untuk melakukan upaya pencegahan dan\n    penanggulangan HIV\u002FAIDS di tempat kerja sebagai salah satu wujud\n    keikutsertaan dalam program nasional.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB I: PIHAK-PIHAK YANG MEMBUAT PKB\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>1. PT KIHO BALI KORIN yang berkedudukan di Yogyakarta, beralamat di Dsn.\nBabadan, Kel, Purwomartani, Kec. Kalasan, Kab, Sleman, DI Yogyakarta didirikan\ntanggal 13 September 1990 Dipimpin oleh Bapak Hyun Suk Byun, warga negara\nRepublik Indonesia dengan nomor NIK 3404070108700001.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Selanjutnya dalam PKB ini disebut \u003Cem>\u003Cstrong>Perusahaan.\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fem>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Serikat Pekerja PT Kiho Bali Korin Bernama Wakil Pekerja yang\nberkedudukan di Dsn. Babadan, Kel, Purwomartani, Kec. Kalasan, Kab, Sleman, DI\nYogyakarta yang telah dicatatkan di Buku pencatatan SP\u002FSB Dinas Tenaga KErja\nKabupaten Sleman dengan nomor 01a\u002FSP-SB\u002FXI\u002F2011 tanggal 29 November 2011.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Mewakili untuk dan atas nama seluruh Pekerja PT KIHO BALI KORIN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Selanjutnya dalam PKB ini disebut \u003Cem>\u003Cstrong>Wakil Pekerja\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fem>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Kedua belah pihak telah sepakat mengadakan Perjanjian Kerja Bersama (PKB)\nyang dipersyaratkan secara tertulis dan dilaksanakan sesuai dengan peraturan\nperundang-undangan dan tertuang dalam bab-bab pasal-pasal dibawah ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB II: UMUM\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 1: LUAS KESEPAKATAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha dan pekerja menyetujui bahwa PKB ini pada umumnya mengatur\n    hal-hal yang tertera dalam pasal-pasal PKB, disamping itu masing-masing\n    pihak tetap mempunyai hak-hak yang tidak bertentangan dengan ketertiban\n    umum, kesusilaan dan peraturan perundangan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Disamping PKB ini, kesepakatan-kesepakatan tambahan yang memuat persoalan\n    khusus dapat diadakan berdasarkan musyawarah mufakat antara perusahaan dan\n    Pekerja dengan ketentuan bahwa kesepakatan tambahan tersebut tidak\n    bertentangan dengan ketentuan yang telah ada dalam PKB ini.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila dikemudian hari terdapat hal-hal yang dirasa perlu tetapi belum\n    tercantum dalam PKB ini, maka akan diadakan musyawarah antara Perusahaan\n    dan Pekerja melalui Lembaga Bipartit.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan dan Pekerja sepakat untuk tunduk dan taat pada Peraturan\n    Perundangan Ketenagakerjaan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Seluruh Pekerja PT KIHO BALI KORIN berkewajiban menunjang pencapaian\n    tujuan seperti yang telah ditetapkan oleh Perusahaan. Menjaga saling\n    pengertian, hormat menghormati dan mempertahankan sikap saling percaya\n    antara Perusahaan dan Pekerja secara terus menerus mengadakan perbaikan dan\n    peningkatan kemampuan diri.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 2: MAKSUD DAN TUJUAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama (PKB) di lingkungan PT KIHO BALI KORIN mengatur\nkedudukan hak dan kewajiban serta pembinaan Pekerja yang mengandung maksud dan\nbertujuan untuk:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Mengatur dan menciptakan hubungan kerja, syarat-syarat kerja antara\n    Perusahaan dan pihak Pekerja guna mendapatkan kepastian atas hak dan\n    kewajiban masing-masing pihak, sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang\n    diatur dalam Peraturan Perundangan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menjamin hak dan kewajiban kedua belah pihak dalam pelaksanaan tugas dan\n    tanggung jawab demi kepentingan bersama dalam upaya meningkatkan\n    produktivitas, perkembangan Perusahaan dan peningkatan kesejahteraan\n    Pekerja dan keluarganya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Membina karyawan agar dalam menjalankan tugasnya berdisiplin, memiliki\n    etos kerja yang tinggi, bermoral, memiliki harga diri, terampil serta penuh\n    tanggung jawab.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menjamin berlakunya kesetaraan dan kemitraan antara Perusahaan dan Wakil\n    Pekerja dalam menyelesaikan setiap permasalahan dengan cara yang\n    sebaik-baiknya, serta terjalinnya suatu hubungan Kerjasama yang baik untuk\n    kepentingan bersama.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Baik Perusahaan maupun Wakil Pekerja berkewajiban memberikan penjelasan,\n    pengertian dan pengarahan kepada anggotanya atau pihak-pihak lain yang\n    mempunyai kepentingan dengan adanya PKB ini.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan dan Wakil Pekerja berkewajiban mentaati isi PKB serta memberi\n    teguran kepada para pihak apabila tidak mengindahkan isi PKB ini.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Musyawarah dan\u002Fatau diskusi tentang Kebijakan dan\u002Fatau Aturan yang ada\n    dalam PKB ini dapat dilakukan melalui media Lembaga Bipartit yang telah\n    terbentuk.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 3: PENGAKUAN, JAMINAN, FASILITAS DAN BANTUAN KEPADA WAKIL PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Perusahaan mengakui Wakil Pekerja yang menandatangani PKB sebagai\n    organsasi resmi di luar struktur organisasi Perusahaan dan dapat bertindak\n    untuk dan atas nama anggotanya serta mewakili kepentingan Pekerja di\n    Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Wakil Pekerja bersifat mandiri dan tidak mewakili pihak-pihak manapun\n    yang berada di luar Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Anggota Wakil Pekerja bukan merupakan anggota wakil pekerja lainnya baik\n    di dalam maupun di luar Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-TRADEUNLEAV_trigger\">\u003Cli>Perusahaan memberikan kesempatan kepada pengurus dan\u002Fatau anggota Wakil\n    Pekerja untuk menjalankan kegiatan Wakil Pekerja pada jam kerja setelah\n    mempertimbangkan kepentingan operasional.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Perusahaan menjamin anggota Wakil Pekerja yang dipilih dan ditunjuk oleh\n    Wakil Pekerja sebagai Wakil Pekerja atau pengurus Wakil Pekerja untuk tetap\n    mendapatkan perlakuan yang wajar tanpa tekanan apapun baik secara langsung\n    maupun tidak langsung.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dalam rangka menjaga dan menciptakan hubungan industrial yang harmonis,\n    Perusahaan dan Wakil Pekerja saling menukar informasi yang diperlukan\n    berkaitan dengan masalah hubungan industrial, secara timbal balik dengan\n    tetap memperhatikan aspek kerahasiaan dari informasi tersebut.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan dan Wakil Pekerja dapat menyelenggarakan pertemuan secara\n    berkala untuk membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan hubungan\n    industrial. Apabila terdapat perbedaan pendapat, sedapat mungkin\n    diselesaikan dengan cara musyawarah mufakat dan tidak bertentangan dengan\n    peratuean perundangan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap pengurus Wakil Pekerja dapat masuk ke wilayah kerja Perusahaan\n    untuk melaksanakan kewajiban-kewajiban yang berkaitan dengan masalah\n    ketenagakerjaan secara efektif setelah terlebih dahulu berdiskusi dengan\n    atasannya dan pelaksanaannya selalu memperhatikan tata tertib yang\n  berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan menyediakan ruangan yang layak termasuk peralatan dan\n    perlengkapan sesuai dengan kemampuan untuk digunakan oleh Wakil Pekerja\n    dalam menjalankan fungsinya demi kepentingan bersama, Perusahaan dan\n    anggotanya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan mengijinkan Wakil Pekerja untuk menempelkan pengumuman,\n    selebaran dan sebagainya yang berhubungan dengan tugas dan kewajibannya,\n    ditempat-tempat yang telah ditentukan, dalam hal Wakil Pekerja menyampaikan\n    berita\u002Finformasi tersebut, Salinan berita\u002Finformasi yang diumumkan tersebut\n    harus disampaikan kepada Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Wakil Pekerja boleh menerima sumbangan yang tidak mengikat dari\n    Perusahaan baik rutin maupun insidentil untuk menunjang kegiatan demi\n    meningkatkan profesionalisme anggotanya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan memberi izin kepada Wakil Pekerja untuk memungut iuran atau\n    pungutan lainnya yang diijinkan pemerintah terhadap anggotanya sehubungan\n    dengan kegiatan Wakil pekerja yang pemotongannya dilakukan melalui Atasan\n    masing-masing anggotanya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan menjamin dan mengakui pengurus Wakil Pekerja untuk melakukan\n    kegiatan dalam rangka melaksanakan tugas-tugas maupun menghadiri seminar\n    atau pelatihan yang berkaitan dengan masalah hubungan industrial.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Wakil Pekerja wajib memberitahukan secara tertulis kepada Perusahaan\n    apabila terdapat perubahan susunan kepengurusan Wakil Pekerja\n    selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari setelah perubahan tersebut.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB III: SYARAT HUBUNGAN KERJA, SISTEM PENERIMAAN DAN KELUARGA PEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 4: HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Hubungan kerja antara Perusahaan dan Pekerja dibuat berdasarkan\n    Perjanjian Kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-discrimination\">\u003Cli>Perusahaan mengakui prinsip dasar bahwa tidak ada diskriminasi untuk\n    Pekerja berdasarkan jenisnkelamin dalam hal pengupahan dan fasilitas\n    kesejahteraan.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Tanggal mulai bekerja adalah tanggal Pekerja diterima secara nyata pada\n    Perusahaan seperti yang tercantum dalam Perjanjian Kerja Tertulis yang\n    telah ditandatangani oleh perusahaan dan pekerja.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 5: SISTEM PENERIMAAN KARYAWAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Sistem Penerimaan atau penambahan karyawan atas dasar kebutuhan dan\nformasi yang tersedia dengan persyaratan yang ditetapkan oleh Perusahaan\nsebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a) Menyerahkan Surat Lamaran dilampiri dengan,\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Daftar Riwayat Hidup\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Foto copy ijazah terakhir\u002Fsertifikat yang\n    dimiliki\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) yang\n    masih berlaku\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Surat Pengalaman Kerja (Bila pernah bekerja)\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Foto Copy Identitas diri (KTP) yang masih\n    berlaku dan sesuai kondisi terakhir\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Foto diri terbaru berwarna ukuran 4 cm x 6 cm\n    sebanyak 2 (dua) lembar\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Surat keterangan berbadan sehat dari Dokter\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b) Mengisi formulir Data Pribadi yang telah\ndisediakan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c) Menjalani tes keterampilan dan\u002Fatau pengetahuan\nyang telah disiapkan oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d) Mengikuti psikotes apabila diperlukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e) Penyerahan dokumen dan\u002Fatau informasi pada saat\nproses penerimaan adalah benar. Apabila dikemudian hari ditemukan data yang\ntidak benar dan\u002Fatau tidak sesuai, maka kepada yang bersangkutan akan dikenakan\nsanksi Pemutusan Hubungan Kerja tanpa syarat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Penyerahan seluruh dokumen pada saat penerimaan dengan mengikutsertakan\ndokumen asli sebagai syarat verifikasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pelamar dinyatakan diterima diwajibkan menandatangani Surat Perjanjian\nKerja sebelum menjalankan tugas\u002Fpekerjaan, dan menerima duplikat Surat\nPerjanjian Kerja bersangkutan sebagai arsip pribadi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Selama 6 (enam) bulan pertama bekerja, Pekerja iwajibkan mengenakan\npakaian (hem atau kaos) yang bersih dan rapi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 6: PENILAIAN KINERJA DAN PROMOSI JABATAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Penempatan Pekerja setelah proses penerimaan akan ditentukan oleh Atasan\n    masing-masing.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Sebelum melaksanakan tugasnya, Pekerja akan diberi arahan, petunjuk, dan\n    latihan awal mengenai tugas dan\u002Fatau pekerjaan yang akan menjadi tanggung\n    jawabnya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan melakukan penilaian kinerja Pekerja minimal 6 (enam) bulan\n    sekali dengan suatu mekanisme yang ditetapkan oleh Perusahaan dan\n    dikomunikasikan kepada Pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan mengakumulasi kinerja masing-masing Pekerja melalui Data\n    Laporan Harian.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan melalui atasan Pekerja masing-masing harus menyampaikan hasil\n    akhir penilaian kinerja kepada Pekerja yang bersangkutan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan dapat mempromosikan seorang Pekerja untuk menduduki\n    jabatan\u002Fkedudukan yang lebih tinggi dari jabatan\u002Fkedudukan semula setelah\n    mempertimbangkan kinerja dan potensi dari Pekerja yang bersangkutan serta\n    tersedianya posisi dalam struktur organisasi Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan dapat memutasikan\u002Fmenurunkan jabatan\u002Fkedudukan Pekerja ke\n    bagian lain karena tidak mampu melaksanakan tugasnya setelah dilakukan\n    penilaian dan peringatan lisan dan\u002Fatau surat peringatan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pelaksanaan Penilaian Kinerja dan Promosi Jabatan tersebut merupakan\n    wewenang, ditetapkan dan dilakukan oleh Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 7: KELUARGA PEKERJA YANG DIAKUI PERUSAHAAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Keluarga Pekerja yang diakui menjadi tanggungan Perusahaan adalah:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Suami dan\u002Fatau istri yang sah menurut hukum dan tercatat di bagian\n    Personalia\u002FHRD. Fasilitas Perusahaan hanya diberikan kepada satu istri dan\n    atau suami yang didaftarkan. Perubahan istri dan\u002Fatau suami yang\n    didaftarkan hanya dimungkinkan dalam hal terjadi putusnya perkawinan (cerai\n    hidup\u002Fcerai mati) sesuai dengan bukti yang sah menurut hukum.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Anak kandung yang disahkan menurut hukum dan tercatat di bagian\n    Personalia\u002FHRD dan belum menikah berusia maksimal 21 tahun atau belum\n    menikah dan belum bekerja maksimal 25 tahun.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Anak tiri yang Ibu\u002FAyahnya menikah dengan Pekerja dan menurut keputusan\n    pengadilan menjadi tanggungan Pekerja, dengan ketentuan tercatat di bagian\n    personalia\u002FHRD sebagai pasangan istri\u002Fsuami.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IV: PENGUPAHAN DAN KESEJAHTERAAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 8: UPAH POKOK\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAYSCALES_trigger\">\u003Cli>Upah\u002Fgaji ditetapkan berdasarkan keahlian, kecakapan, prestasi kerja,\n    kondikte dan tanggung jawab, dengan memperhatikan ketentuan atau peraturan\n    yang berlaku.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_government\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_trigger\">\u003Cli>Upa\u002Fgaji bagi Pekerja serendah-rendahnya sesuai dengan upah minimum yang\n    berlaku di Kabupaten Sleman.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Sesuai dengan sifat dan macam pekerjaan, maka sistem upah\u002Fgaji diberikan\n    bulanan dan diterimakan langsung kepada pekerja yang bersangkutan atau\n    wakil yang telah diberikan surat kuasa.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasefirmperformance\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-STRUCINCR_trigger\">\u003Cli>Peninjauan upah\u002Fgaji setiap pekerja dilakukan oleh perusahaan sesuai\n    dengan ketentuan\u002Fperaturan pengupahan yang berlaku, kenaikan upah\u002Fgaji\n    sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun sekali dan tidak dilaksanakan secara\n    otomatis tetapi berdasarkan pertimbangan-pertimbangan: keahlian, kecakapan,\n    prestasi kerja, kondite dan tanggung jawab.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Upah\u002Fgaji dibayarkan secara sah\u002Ftunai pada pertengahan bulan berjalan dan\n    awal bulan berikutnya di PT KIHO BALI KORIN, jika pada tanggal penggajian\n    jatuh pada hari libur atau hari minggu, maka upah\u002Fgaji akan dibayarkan hari\n    berikutnya.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 9: TUNJANGAN-TUNJANGAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Selain dari upah pokok, Pekerja berhak atas tunjangan yang diatur sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-mealvouchersamount\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-MEALALL_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-mealvouchers\">\u003Cli>Uang makan Rp 2.500,- per kehadiran\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Kehadiran, Rp 40.000,-\u002Fbulan\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>2. Kehadiran dengan ketentuan:;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a) Premi hadir diberikan 100% apabila masuk kerja\nterus menerus dalam 1 (satu) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b) Tidak masuk kerja 1 (satu) hari dalam 1 (satu)\nbulan premi hadir dipotong 100%.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c) Ijin meninggalkan pekerjaan selama 4 (empat) jam\natau lebih dalam 1 (satu) bulan premi hadir dipotong 50%.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d) Masuk kerja terlambat 3 (tiga) kali dalam 1\n(satu) bulan premi hadir dipotong 50%.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e) Masuk kerja terlambat 4 (empat) kali dalam 1\n(satu) bulan premi hadir dipotong 100%.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SENIOR_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-longserviceallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-longserviceallowancetype1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-longserviceallowanceamount1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-longserviceallowancetype2\">\u003Cp>3. Masa Kerja,\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">1 th &gt; 3 th: Rp 9.000,-\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">4 th &gt; 7 th: Rp 13.000,-\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">8 th &gt; 11 th: Rp 17.000,-\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">12 th &gt;: Rp 21.000,-\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 10: TUNJANGAN HARI RAYA KEAGAMAAN (THR)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype2\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusperc1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE_trigger\">\u003Cp>1. Setiap tahun sekali pekerja mendapat Tunjangan Hari Raya Keagamaan,\ndengan perhitungan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Pekerja Dengan:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Masa kerja 1 bulan &lt; 1 tahun : Proposional\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Masa kerja 1 tahun keatas: 100% upah (Upah Pokok dan Tunjangan Tetap)\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>2. Untuk pekerja yang beragama Islam maupun yang beragama lain, Tunjangan\nHari Raya diberikan pada Hari Raya Idul Fitri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusdate\">\u003Cp>3. Tunjangan Hari Raya diberikan paling lambat 1 (satu) minggu sebelum Hari\nRaya dilaksanakan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4. Besarnya THR adalah: Upah Pokok ditambah Tunjangan Tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 11: JAMINAN SELAMA SAKIT\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Apabila pekerja sakit dan dapat dibuktikan dengan surat keterangan dokter\ndari Faskes BPJS Kesehatan, maka upahnya tetap dibayar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknesspay\">\u003Cp>2. Pekerja yang dalam perawatan\u002Fistirahat sakit paling lama 12 (dua belas)\nbulan berturut-turut tanpa terputus dan dinyatakan dengan surat keterangan\ndokter, kwitansi, copy resep dan diagnosa akan menerima upah pokok selama 12\n(dua belas) bulan, dengan ketentuan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspayperc\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Untuk 4 (empat) bulan pertama, dibayar 100% dari\nupah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Untuk 4 (empat) bulan kedua, dibayar 75% dari\nupah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Untuk 4 (empat) bulan ketiga, dibayar 50% dari\nupah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Selanjutnya dibayar 25% sebelum pemutusan\nhubungan kerja dilakukan oleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdaysnr\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdays\">\u003Cp>3. Jika sesudah 12 (dua belas) bulan pekerja tersebut masih tetap dalam\nperawatan dan belum mampu melaksanakan tugasnya, maka perusahaan dapat\nmemutuskan hubungan kerjanya dan dilaksanakan sesuai Undang-Undang No. 14 tahun\n2003.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 12: PAJAK PENGHASILAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pajak atas penghasilan yang diperoleh Pekerja karena hubungan kerja dengan\nPerusahaan dihitung dan dibayarkan oleh Perusahaan untuk dan atas nama Pekerja,\nkecuali ditetapkan tersendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 13: PERUSAHAAN BANGKRUT\u002FDILIKUIDASI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Apabila perusahaan dinyatakan bangkrut atau likuidasi secara hukum, semua\npembayaran yang berhubungan dengan Pemutusan Hubungan Kerja Pekerja akan\ndiselesaikan terlebih dahulu sesuai dengan Peraturan Ketenagakerjaan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 14: KESEJAHTERAAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilitypay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilityfund\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-pensionfund\">\u003Cp>1. Setiap Pekerja diikutsertakan dalam program Badan Penyelenggara Jaminan\nSosial Tenaga Kerja (BP Jamsostek) yang meliputi: Jaminan Kecelakaan Kerja,\nJaminan Hari Tua, dan Jaminan Kematian, Jaminan Pensiun.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurancerelatives\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurance\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccessrelatives\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccess\">\u003Cp>2. Setiap Pekerja dan keluarganya diikutkan dalam program Badan\nPenyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan yang meliputi Jaminan Kesehatan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3. Sumbangan pernikahan sebesar Rp 100.000,- bagi Pekerja yang telah bekerja\nminimal 2 (dua) tahun di Perusahaan, 21 tahun bagi Pekerja Wanita dan 25 tahun\nbagi Pekerja Pria dengan menyerahkan copy surat nikah paling lama 1 (satu)\nminggu setelah tanggal pernikahan. Bagi Pekerja yang menikah dengan rekan\nsekerja sumbangan hanya diberikan kepada satu Pekerja saja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpaytype\">\u003Cp>4. Sumbangan Duka sebagai berikut dengan menyerahkan copy surat kematian\ndari pejabat yang berwenang (tingkat kelurahan) dan berstempel:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Suami\u002FIstri, Anak kandung Pekerja: Rp\n100.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Orang tua\u002FMertua Pekerja: Rp 100.000,-\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>5. Perusahaan membantu peningkatan kesejahteraan Pekerja dengan membentuk\nKOPERASI KARYAWAN dan usaha-usaha produktif lainnya di perusahaan yang\ndilaksanakan sesuai dengan Peraturan Perundangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Setiap pekerja diwajibkan ikut Koperasi Karyawan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Perusahaan sesuai dengan kemampuannya akan ikut serta mendorong dan\nmembantu ke arah tumbuh dan berkembangnya Koperasi karyawan di Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Perusahaan menyediakan bantuan sarana pemeliharaan kesehatan selama jam\nkerja dengan menyediakan tenaga medis yang memadai.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Perusahaan menyediakan sarana beribadah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10. Perusahaan akan memberikan fasilitas seragam setiap 5 (lima) tahun\nsekali.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11. Perusahaan menyediakan sarana air minum.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12. Penyediaan fasilitas kesejahteraan sebagaimana dimaksud pada ayat-ayat\ndi atas, dilaksanakan dengan memperhatikan kebutuhan Pekerja dan kemampuan\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB V: WAKTU KERJA, HARI LIBUR RESMI DAN DAFTAR HADIR\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 15: WAKTU KERJA DAN WAKTU ISTIRAHAT\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek_select\">\u003Cp>1. Hari kerja adalah 6 (enam) hari seminggu sesuai dengan peraturan\nperundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Jam kerja di perusahaan diatur sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday_select\">\u003Cp>Jam kerja Perusahaan adalah [7 jam sehari dan 40 jam seminggu, yang pada\nprinsipnya sesuai dengan pasal 77 (2) Undang-Undang Dasar Nomor 13 tahun\n2003.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Hari kerja:\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jam Kerja:\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Senin s\u002Fd Jum’at\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>08.00 WIB s\u002Fd 16.00 WIB\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Sabtu\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>08.00 WIB s\u002Fd 13.30 WIB\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>4.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Hari Kerja:\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cp>Jam Istirahat:\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Senin s\u002Fd Kamis\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>12.00 WIB s\u002Fd 13.00 WIB\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Jum’at\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>11.45 WIB s\u002Fd 12.45 WIB\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Sabtu\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>11.30 WIB s\u002Fd 12.00 WIB\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Bagi pekerja yang beragama Islam, pada hari Jum’at diberikan\nkelonggaran waktu untuk melaksanakan shalat Jum'at.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Pekerjaan yang lebih dari 7 (tujuh) jam sehari atau 40 (empat puluh) jam\nseminggu diperhitungkan sebagai lembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Jam Kerja Security\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Shift\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jam Kerja\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Pagi (P)\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>07.00 WIB s\u002Fd 15.00 WIB\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Siang (S)\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>15.00 WIB s\u002Fd 23.00 WIB\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Malam (M)\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>23.00 WIB s\u002Fd 07.00 WIB\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Libur (L)\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 16: HARI LIBUR RESMI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Hari Libur Resmi pekerja diatur sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003C\u002Ful>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-bankholidays1\">\u003Cul>\u003Cli style=\"margin-left:0em\">Pada hari libur resmi yang ditetapkan Pemerintah,\n    pekerja diliburkan dari pekerjaannya dengan menerima upah penuh.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">Hari-hari libur resmi tersebut adalah:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli style=\"margin-left:4em\">Tahun Baru (1 Januari)\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:4em\">Idul Fitri\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:4em\">Maulud Nabi Muhammad S.A.W\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:4em\">Idul Adha\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:4em\">Natal\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:4em\">1 Muharam\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:4em\">Proklamasi Kemerdekaan RI\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:4em\">Wafat Isa Almasih\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:4em\">Nyepi\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:4em\">Imlek\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:4em\">Hari Buruh Internasional (May Day)\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:4em\">Hari Lahir Pancasila\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:4em\">Waisak dan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:4em\">Har lain yang ditetapkan Pemerintah\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fol>\u003C\u002Fdiv>\u003Col>\n\u003C\u002Fol>\n\u003Cul>\n  \u003Cli style=\"margin-left:0em\">Pada hari-hari libur resmi tersebut di atas,\n    apabila keadaan perusahaan mendesak dan perusahaan memandang perlu untuk\n    bekerja lembur, serta pekerja bersedia, maka diperhitungkan lembur atas\n    dasar Kepmenakertrans No. 102\u002FMen\u002FVI\u002F2004 tanggal 25 Juni 2004 tentang\n    Waktu Kerja Lembur dan Upah Kerja Lembur.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 17: DAFTAR HADIR\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Setiap pekerja wajib scan absensi di mesin Fingerprint Personal sebelum\n    memasuki dan meninggalkan lingkungan perusahaan dengan tidak mewakilkan\n    kepada pekerja lain secara tertib dan teratur. Pelanggaran atas ketentuan\n    di atas akan dikenakan sanksi berupa pemberian Surat Peringatan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Kelalaian atas kewajiban Absensi akan mengakibatkan hilangnya hak-hak\n    pekerja yang melekat pada yang bersangkutan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Kehadiran pekerja di tempat kerja tercatat pada Data Scan Absensi yang\n    bersangkutan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VI: KERJA LEMBUR\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 18: KETENTUAN UMUM\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pada dasarnya kerja lembur bukan merupakan suatu keharusan, kecuali dalam\nhal-hal mendesak seperti berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Apabila pekerjaan tidak diselesaikan segera,\nmaka hal itu akan mengakibatkan kerugian besar bagi perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Dalam keadaan darurat seperti misalnya\nkebakaran, banjir, gempa bumi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Untuk memenuhi rencana kerja perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Jika suatu waktu tertentu atau berulang kali\nataupun ada pekerjaan yang menumpuk dan harus segera diselesaikan serta tidak\ndapat ditangguhkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Dalam hal pekerjaan beregu harus melanjutkan\npekerjaan, penggantinya tidak datang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f. Dalam hal pekerjaan karena keadaan yang layak\ntidak dapat bekerja lembur harus melaporkan terlebih dahulu kepada Atasanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g. Pada hari besar agama yang mempunyai kesamaan\ndengan kepercayaan yang dianut tidak diwajibkan kerja lembur kecuali yang\nbersangkutan bersedia melaksanakannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Kerja lembur hanya berlaku bagi Pekerja yang mendapat perintah tertulis\ndari atasanya menggunakan Surat Permohonan Kerja Lembur (SPKL) yang\nmencantumkan nama pekerja, bagian, jam waktu kerja lembur dan macam pekerjaan,\nyang dilakukan secara jelas serta ditandatangani oleh atasan bersangkutan dan\ndisetujui oleh Pekerja bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-pregnancy\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-breastfeeding_dangerouswork\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-alternatives\">3. Bagi pekerja wanita yang sedang \u003Cstrong>Hamil 6 (enam) bulan atau lebih\ndan Menyusui Anak Usia Kurang dari 6 (enam) bulan tidak diperbolehkan kerja\nlembur diatas jam 18.00 wib.\u003C\u002Fstrong>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight focus\" id=\"clause-overtimeallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype_general\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-OVERTIME_trigger\"> Perhitungan kerja lembur diatur sesuai\ndengan Kepmenakertrans No. 102\u002FMEN\u002FIV\u002F2004 tanggal 25 Juni 2004 tentang Waktu\nKerja Lembur dan Upah Kerja Lembur.\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VII: WAKTU ISTIRAHAT\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 19: CUTI BERSAMA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SCHEDULE_trigger\">Istirahat Mingguan:\n    \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-schedulesrestpw\">\u003Cp>Setelah bekerja selama 6 (enam) hari berturut-turut kepada pekerja\n    diberikan istirahat selama 1 (satu) hari.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysweeks\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysdays\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAIDLEAV_trigger\">\u003Cli>Pekerja berhak atas cuti tahunan selama 12 (dua belas) hari kerja setelah\n    Pekerja yang bersangkutan bekerja selama 12 (dua belas) bulan\n    berturut-turut.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Pengambilan hak cuti tahunan dan keinginan Pekerja untuk istirahat\n    tahunan akan diperhatikan, dengan catatan kepentingan dan kelancaran\n    operasional Perusahaan menjadi pertimbangan utama dalam mengatur waktu\n    istirahat Pekerja. Oleh karenanya waktu istirahat baru dapat dilaksanakan\n    setelah mendapat persetujuan dari Atasan yang bersangkutan dan bagian\n    Personalia (HRD).\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila pekerja mengajukan permohonan istirahat tahunan dan Perusahaan\n    memerlukan serta pekerja bersedia, maka permohonan istirahat tahunan dapat\n    ditunda atau dikurangi.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bagi pekerja yang akan menggunakan istirahat tahunan, maka pekerja\n    tersebut harus mengajukan permohonan secara tertulis 3 (tiga) hari\n    sebelumnya kepada perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan akan memberitahukan bilamana hak istirahat tahunan timbul pada\n    pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Hak atas istirahat tahunan gugur bilamana dalam waktu 6 (enam) bulan\n    setelah lahirnya hak tersebut, pekerja yang bersangkutan ternyata tidak\n    menggunakannya dan bukan karena alasan yang diberikan oleh perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysfixed\">\u003Cli>Libur bersama yang disepakati antara pengusaha dan pekerja akan\n    diperhitungkan sebagai pengurangan atas istirahat tahunan.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 20: CUTI HAMIL\u002FKEGUGURAN\u002FHAID\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Cuti Hamil\u002FKeguguran:\n    \u003Cul>\n      \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleavepayperc\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleavepay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleave\">\u003Cli>Bagi pekerja Wanita yang akan melahirkan berhak atas cuti hamil\n        selama 1,5 (satu setengah) bulan sebelum melahirkan dan 1,5 (satu\n        setengah) bulan sesudah melahirkan Anak, dengan mendapatkan Upah\n      penuh.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n      \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityotherclause\">\u003Cli>Pekerja Wanita yang mengalami keguguran berhak atas cuti selama 1,5\n        (satu setengah) bulan, dengan mendapatkan Upah penuh.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n      \u003Cli>Pekerja Wanita yang mengalami keguguran wajib melampirkan surat\n        keterangan dari dojter.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Bagi pekerja Wanita yang akan mengambil Hari Perkiraan Lahir (HPL).\n        Lamanya istirahat dapat diperpanjang berdasarkan surat keterangan\n        dokter kandungan atau bidan baik sebelum maupun sesudah melahirkan.\u003C\u002Fli>\n    \u003C\u002Ful>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Cuti Haid:\n    \u003Cul>\n      \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-menstruationleave\">\u003Cli>Bagi pekerja Wanita yang sedang haid, akan mendapatkan Uang\n        Penggantian sebesar Rp 2.500,- x 2 (dua) hari kerja.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Bagi pekerja Wanita yang sedang haid pada waktu bekerja dan tidak\n        mampu bekerja diberikan izin untuk meninggalkan pekerjaan, dan tidak\n        mendapatkan uang penggantian.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n    \u003C\u002Ful>\n  \u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VIII: IJIN MENINGGALKAN PEKERJAAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 21: KETENTUAN UMUM\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perusahaan memiliki wewenang untuk menyetujui atau menolak permintaan untuk\nmeninggalkan pekerjaan. Keputusan Perusahaan untuk memberikan izin akan\ndidasarkan pada pertimbangan bahwa kepergian Pekerja untuk sementara waktu itu\ntidak mengganggu kegiatan operasional Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 22: IJIN MENINGGALKAN PEKERJAAN DENGAN UPAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleavepay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleavepayperc\">\u003Cp>1. Pekerja diberikan ijin meninggalkan pekerjaan dengan upah untuk keperluan\nsebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Pada hari Pemilihan Umum Nasional\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Menjalani wajib militer\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Melaksanakan hak istirahat\u002Fcuti\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Melaksanakan tugas perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Melaksanakan tugas Wakil Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f. Memenuhi panggilan yang berwajib\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g. Meninggalkan pekerjaan untuk hal-hal tersebut\ndibawah ini:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli style=\"margin-left:4em\">Pekerja menikah: 3 (tiga) hari\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:4em\">Menikahkan anak: 2 (dua) hari\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:4em\">Mengkhitankan anak: 2 (dua) hari\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:4em\">Membaptiskan anak: 2 (dua) hari\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleave\">\u003Cli style=\"margin-left:4em\">Istri melahirkan\u002Fkeguguran: 2 (dua) hari\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelatives\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelativesleave\">\u003Cli style=\"margin-left:4em\">Suami\u002Fistri, orang tua\u002Fmertua, anak\u002Fmenantu\n    meninggal: 2 (dua) hari\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:4em\">Anggota keluarga dalam satu rumah meninggal\n    dunia: 1 (satu) hari\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fol>\u003C\u002Fdiv>\u003Col>\u003C\u002Fol>\u003C\u002Fdiv>\u003Col>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>2. Ijin meninggalkan pekerjaan seperti tersebut di atas harus diperoleh izin\nterlebih dahulu dari perusahaan dengan dilampiri surat keterangan atau bukti\nlain yang mempunyai kekuatan Hukum Sah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Istirahat sakit:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dengan memberikan surat keterangan istirahat dari dokter Faskes BPJS\nKesehatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Melaksanakan kewajiban Agama yang dianut Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 23: IJIN MENINGGALKAN PEKERJAAN TANPA UPAH\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pekerja yang meninggalkan pekerjaan tanpa mendapat ijin terlebih dahulu\n    dari atasannya dan\u002Fatau memberikan surat keterangan yang tidak mempunyai\n    kekuatan hukum sah, dianggap meninggalkan pekerjaan tanpa upah dan kepada\n    yang bersangkutan akan dikenakan tindakan disiplin menurut PKB ini.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang meninggalkan pekerjaan untuk kepentingan pribadi dan belum\n    memiliki ha katas cuti tahunan setelah mendapat persetujuan dari atasannya\n    dapat meninggalkan pekerjaan tanpa menerima upah.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 24: WAKTU BERIBADAH\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Perusahaan memberikan kesempatan bagi pekerja untuk melakukan ibadah nya\n    pada waktu-waktu yang telah disepakati bersama.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja akan diberikan kesempatan seperlunya untuk dapat melakukan ibadah\n    pada waktu kerja dengan mengindahkan kelancaran jalannya operasional\n    Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IX: PERLINDUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 25: KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetypolicy\">\u003Cli>Pengusaha dan Pekerja serta Pengurus Pembina Keselamatan dan Kesehatan\n    Kerja (P2K3) yang telah terbentuk secara bersama-sama berkewajiban\n    melaksanakan dan menjaga Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Pekerja, guna\n    mewujudkan produktivitas kerja yang optimal dengan penuh rasa tanggung\n    jawab.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-code_application\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-protectiveclothing\">\u003Cli>Dalam menjamin keselamatan kerja Pekerja, Perusahaan akan menyediakan\n    alat-alat keselamatan kerja sesuai dengan ketentuan Undang-Undang No. 1\n    tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja dan ketentuan-ketentuan lain yang\n    berlaku.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Pengurus Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) yang\n    telah terbentuk di PT KIHO BALI KORIN sesuai Surat Keputusan Kepala Dinas\n    Tenaga Kerja dan Transmigrasi Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor:\n    566\u002F04586\u002FP2K3\u002FV\u002F2018 tanggal 25 Mei 2018 akan bertanggung jawab atas\n    pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja berhak menyatakan keberatan kerja pada pekerjaan dimana syarat\n    keselamatan dan kesehatan kerja serta alat-alat pelindung diri yang\n    diwajibkan diragukan olehnya, kecuali dalam hal-hal khusus ditentukan lain\n    oleh pegawai pengawas dalam batas-batas yang masih dapat dipertanggung\n    jawabkan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja wajib memberikan keterangan yang benar bila diminta oleh pegawai\n    pengawas atau ahli keselamatan kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Program kerja dan teknis pelaksanaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja di\n    lingkungan Perusahaan akan dibuat tersendiri oleh pengurus P2K3\n  Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja diwajibkan memakai dan memelihata alat-alat keselamatan kerja\n    yang disediakan oleh Perusahaan dan tidak dibenarkan disalahgunakan atau\n    dipindah tangankan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja dilarang melepaskan\u002Fmerubah\u002Fmengganti alat-alat keselamatan kerja\n    misalnya alat pengaman mesin yang sudah terpasang tanpa sepengetahuan\n    petugas P2K3 atau petugas yang telah ditunjuk dalam melakukan pengamanan K3\n    di Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan akan membebankan ganti kerugian kepada Pekerja yang karena\n    kesengajaan atau kelalaiannya menyebabkan kehilangan maupun kerusakan\n    alat-alat keselamatan kerja yang disediakan untuknya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Demi kepentingan Perusahaan dan keselamatan Pekerja, Pekerja wajib\n    memenuhi dan mentaati semua syarat-syarat keselamatan dan kesehatan kerja\n    yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Barang siapa yang memasuki sesuatu tempat kerja diwajibkan mentaati semua\n    petunjuk keselamatan kerja dan memakai alat pelindung diri yang\n  diwajibkan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila pekerja menemui hal-hal yang dapat membahayakan dirinya, teman\n    sekerja dan perusahaan, maka pekerja wajib melapor kepada atasannya atau\n    pimpinan perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap bentuk kecelakaan kerja wajib dilaporkan kepada Tim P2K3\n    Perusahaan melalui atasan masing-masing.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pelanggaran atas ketentuan di atas dikenakan sanksi berupa pemberian\n    Surat Peringatan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan menjamin pengangkutan yang diperlukan dari lokasi Perusahaan\n    tempat terjadinya kecelakaan sampai rumah sakit atau ke rumahnya bagi\n    Pekerja yang mengalami kecelakaan kerja karena melaksanakan tugas.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Di luar jam kerja yang telah ditentukan oleh perusahaan setiap pekerja\n    tidak boleh memakai\u002Fmenggunakan alat-alat atau perlengkapan kerja milik\n    perusahaan untuk keperluan pribadi, kecuali ada izin dari perusahaan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB X: DISIPLIN DAN TINDAKAN DISIPLIN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 26: KETENTUAN UMUM\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Setiap pekerja wajib memiliki moral yang baik, menjaga sikap santun,\n    patuh dan taat pada peraturan Perusahaan yang berlaku, serta wajib\n    melaksanakannya dengan sebaik-baiknya dengan rasa penuh tanggung jawab.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan berusaha untuk menegakkan disiplin yang baik dan mengembangkan\n    perasaan saling hormat serta penuh pengertian terhadap hak-hak dan tanggung\n    jawab antara Perusahaan dan Pekerjaannya. Oleh karenanya, Perusahaan perlu\n    memberikan petunjuk, bimbingan dan perintah melalui Manajer, Kepala\n    Bagian\u002FUnit, Supervisor, sehingga pengambilan tindakan\u002Fsanksi demi tegaknya\n    disiplin dapat dibatasi seminimal mungkin.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perlu disadari bahwa tujuan Perusahaan dalam mengambil tindakan disiplin\n    adalah bersifat memperbaiki serta mendidik. Dengan demikian, terhadap\n    Pekerja yang melanggar peraturan selalu diberikan kesempatan untuk\n    memperbaiki sikapnya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila pelanggaran yang dilakukan Pekerja cukup berat atau berulang\n    untuk kesalahan yang sama, maka Perusahaan dapat memutuskan hubungan kerja\n    dengan Pekerja yang bersangkutan berdasarkan Undang-Undang dan Peraturan\n    yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 27: PERATURAN TATA TERTIB PERUSAHAAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Masuk kerja dan pulang kerja tepat pada waktunya\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mengendarai dan memarkir kendaraan (sepeda atau sepeda motor) di\n    lingkungan perusahaan dengan tertib dan rapi, serta dikunci.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menjaga ketenangan dan kenyamanan dalam bekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bersikap dan bertingkah laku sopan baik terhadap pimpinan\u002Fatasan\u002Fteman\n    sekerja\u002Frelasi perusahaan maupun masyarakat disekitar lingkungan\n  perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Merawat dan menghemat pakaian bahan\u002Fmaterial untuk keperluan produksi\n    sesuai dengan peraturan\u002Fketentuan yang berlaku di bagian masing-masing atau\n    sesuai dengan order (style).\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mencapai prestasi kerja (target) sesuai dengan peraturan\u002Fketentuan yang\n    berlaku di bagian masing-masing atau sesuai dengan order (style).\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja wajib ikut serta menghindari hal-hal yang dapat menghambat\n    kemajuan dan\u002Fatau yang bersifat merugikan Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja wajib melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya oleh\n    Atasan dan harus memperhatikan dengan baik perintah yang diberikan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang telah diberikan tugas oleh Atasan, tidak boleh melimpahkan\n    atau menyerahkan tugasnya kepada Pekerja lain tanpa persetujuan Atasan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja wajib membaca pengumuman-pengumuman yang dipasang di papan\n    pengumuman resmi.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja diwajibkan untuk segera melaporkan kepada perusahaan setiap\n    perubahan yang terjadi pada dirinya termasuk alamat dan status\n  keluarga.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja diwajibkan untuk segera melaporkan kartu Pemeliharaan\n    Kesehatannya (Kartu BPJS Kesehatan) apabila hilang kepada\n  Personalia\u002FHRD.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Kehilangan atau kerusakan barang-barang milik Perusahaan harus segera\n    dilaporkan kepada Atasannya dan diteruskan kepada perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja wajib melaporkan kepada perusahaan, apabila mengetahui\n    kecurangan-kecurangan, pencurian barang atau perbuatan yang melanggar\n    hukum, sehingga dapat merugikan perusahaan, baik yang dilakukan pekerja\n    lain atau pihak lain dengan disertai bukti-bukto yang mempunyai kekuatan\n    hukum yang sah. Dan perusahaan akan memberikan jaminan identitas pelapor\n    serta akan memberikan perlindungan terhadap segala sesuatu sebagai akibat\n    dari laporannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja wajib menjaga dengan baik uang, dana dan barang-barang milik\n    perusahaan yang dipercayakan kepadanya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Biasa untuk memperbaiki atau mengganti barang milik Perusahaan, yang\n    rusak atau hilang karena kelalaian atau penyalahgunaan Pekerja, menjadi\n    tanggung jawab Pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Lima menit sebelum jam kerja dimulai yang ditandai dengan bunyi bel,\n    Pekerja wajib berada di tempat tugasnya masing-masing dengan menyiapkan\n    pekerjaan yang menjadi tugasnya sampai bel mulai bekerja dibunyikan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Lima menit sebelum jam kerja berakhir yang ditandai dengan bunyi bel,\n    pekerja baru diizinkan untuk berhenti bekerja dan mulai membersihkan tempat\n    kerjanya masing-masing. Dan tetap berada di tempat kerjanya sampai bel\n    tanda pulang dibunyikan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja diwajibkan menggunakan seragam yang diberikan Perusahaan setiap\n    hari Senin sampai Kamis dan pada hari Jum’at – Sabtu mengenakan pakaian\n    bebas, rapi, pantas dan sopan pada waktu kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja wajib mengenakan ID CARD di dalam lingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja wajib menjaga kebersihan lingkungan perusahaan dengan membuang\n    sampah pada tempatnya, membersihkan toilet setelah digunakan, tidak\n    membuang pembalut pada kloset, meninggalkan puntung rokok, korek api di\n    toilet.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mengetahui, mematuhi dan mentaati semua peraturan\u002Fketentuan\u002Ftata tertib\n    kerja yang belaku di Perusahaan dan Undang-Undang Ketenagakerjaan, serta\n    pengumuman yang dikeluarkan dan yang akan dikeluarkan oleh Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Selalu memperhatikan\u002Fmengutamakan kepentingan perusahaan, mencatat\n    ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam peraturan\u002Fketentuan\u002Ftata tertib\n    kerja yang ada hubungannya dengan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Merawat, menjaga dan memelihara: kebersihan dan kerapian tempat kerja,\n    peralatan kerja, serta barang-barang milik Perusahaan, dengan memperhatikan\n    sungguh-sungguh:\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Peraturan\u002Fketentuan mengenai keamanan dan\n    keselamatan kerja.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Peraturan\u002Fketentuan mengenai kebersihan dan\n    kesehatan kerja.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Segala macam tanggungan dan\u002Fatau hutang piutang dalam bentuk apapun yang\n    tidak melibatkan PT KIHO BALI KORIN secara langsung adalah sepenuhnya\n    menjadi tanggung jawab Pekerja yang bersangkutan, dan wewenang serta\n    tanggung jawab Perusahaan meliputi,\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Melalui bagian Personalia\u002FHRD hanya\n    diperbolehkan memberikan surat pernyataan yang menerangkan bahwa pekerja\n    bersangkutan adalah benar karyawan PT KIHO BALI KORIN dengan status\n    karyawan tetap\u002Fkontrak dan masih aktif bekerja di Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Apabila terjadi kelalaian dan\u002Fatau\n    pelanggaran hukum dari kegiatan sebagaimana diterangkan pada ayat 25 butir\n    a diatas oleh Pekerja, maka PT KIHO BALI KORIN terbebas sepenuhnya dari\n    segala macam bentuk tuntutan, baik lisan, tulisan maupun hukum dari pihak\n    manapun.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Apabila kelalaian dan\u002Fatau pelanggaran hukum\n    dari kegiatan di atas oleh Pekerja menimbulkan keresahan dan\u002Fatau dampak\n    kurang baik bagi nama baik maupun aktivitas kegiatan Perusahaan, maka pihak\n    Perusahaan berhak memberikan sanksi tegas berupa pemutusan hubungan kerja\n    kepada Pekerja bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja tidak diperbolehkan menggunakan dan\u002Fatau memperbaiki suatu\n    peralatan milik Perusahaan tanpa persetujuan Atasan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja tidak boleh merubah\u002Fmengganti\u002Fmenghapus kartu absensi.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja dilarang bekerja untuk Perusahaan lain atau melakukan jenis\n    kegiatan komersil lainnya yang dapat menimbulkan pertentangan kepentingan\n    dengan Perusahaan, tanpa persetujuan tertulis dari Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja dilarang melakukan kegiatan untuk diri sendiri, untuk orang lain\n    maupun pihak manapun juga dan\u002Fatau memberikan\u002Fmenerima pekerjaan\u002Fjasa\n    apapun yang sifat kegiatan\u002Fusahanya serupa atau menyerupai kegiatan usaha\n    Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Selama jam kerja, Pekerja dilarang meninggalkan pekerjaan dan tempat\n    kerjanya yang telah ditentukan tanpa ijin Atasan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja tidak diizinkan menggunakan barang-barang milik perusahaan untuk\n    urusan pribadi atau melakukan hal-hal yang tidak ada hubungannya dengan\n    operasional tanpa persetujuan Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja dilarang memindahkan atau merubah peralatan atau barang-barang\n    milik Perusahaan kecuali atas persetujuan petugas Perusahaan yang diberi\n    kuasa.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja dilarang menggunakan dana Perusahaan untuk urusan pribadi.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja pria dilarang berambut panjang.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja dilarang membawa sarana komunikasi ke dalam ruang produksi\n    kecuali diizinkan oleh Pimpinan Perusahaan serta relasi perusahaan. Untuk\n    komunikasi dengan pihak luar akan dibantu melalui bagian Personalia\u002FHRD dan\n    Kepala Bagian\u002FKepala Unit.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja diperkenankan menggunakan sarana ibadah pada jam-jam yang telah\n    ditentukan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja dilarang tidur pada jam kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja dilarang makan pada saat jam kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja dilarang membawa makanan ke ruang produksi baik pada jam kerja\n    maupun jam istirahat.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Makan dilaksanakan pada tempat-tempat yang telah tersedia\u002Fditentukan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja dilarang membawa tas, jaket atau barang-barang yang tidak\n    berhubungan dengan tugasnya ke dalam ruang produksi. Barang-barang tersebut\n    wajib disimpan\u002Fdiletakkan pad loker-loker yang telah tersedia.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja dilarang menggunakan dan memperdagangkan bahan-bahan addictive\n    seperti narkoba atau sejenisnya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja dilarang mengkonsumsi atau memperdagangkan minuman\n  beralkohol.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja dilarang berjualan\u002Fberdagang dalam bentuk apapun di dalam\n    lingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja dilarang berkelahi dengan rekan sekerja di lingkungan\n  Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dilarang menolak untuk mematuhi dan melaksanakan\n    tugas-tugas\u002Finstruksi-instruksi yang layak diberikan oleh Pimpinan\u002FAtasan\n    masing-masing.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja dilarang membocorkan rahasia dan\u002Fatau memberikan informasi\n    tentang Perusahaan kepada pihak lain baik untuk kepentingan diri sendiri\n    dan maupun untuk kepentingan orang lain.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 28: PETUNJUK TINDAKAN DISIPLIN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Tindakan disiplin yang perlu diambil terhadap pelanggaran peraturan\n    perusahaan akan disesuaikan dengan macam dan tingkatan beratnya pelanggaran\n    yang dilakukan. Dalam pengambilan tindakan disiplin tertulis, Atasan\n    bersangkutan harus terlebih dahulu berkonsultasi dengan Bagian\n    Personalia\u002FHRD.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang melakukan beberapa pelanggaran yang tidak ada hubungan satu\n    dengan yang lain dapat dikenakan tindakan disiplin berdasarkan akibat ganda\n    dari berbagai pelanggaran tersebut.\n    \u003Cp>a. Sesuai sifat dan bentuk pelanggaran disiplin atau kesalahan yang\n    dilakukan pekerja, maka tindakan pendisiplinan akan diberikan berupa:\u003C\u002Fp>\n    \u003Col>\n      \u003Cli style=\"text-align:justify;margin-left:2em;\">Teguran atau Peringatan\n        Tertulis.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli style=\"text-align:justify;margin-left:2em;\">Peninjauan Jabatan.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli style=\"text-align:justify;margin-left:2em;\">Penundaan Kenaikan Upah\n        untuk waktu tertentu.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli style=\"text-align:justify;margin-left:2em;\">Penggantian\n        Kerugian\u002FDenda.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli style=\"text-align:justify;margin-left:2em;\">Pemberhentian Sementara\n        (schorsing).\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli style=\"text-align:justify;margin-left:2em;\">Pemutusan Hubungan Kerja\n        (PHK).\u003C\u002Fli>\n    \u003C\u002Fol>\n    \u003Cp>b. Pekerja yang telah melakukan kesalahan-kesalahan berat, melanggar\n    hukum dan merugikan perusahaan atau pekerja yang telah 3 (tiga) kali\n    mendapat peringatan tertulis dari perusahaan karena melakukan kesalahan,\n    pelanggaran dan kelalaian, maka sambil menunggu penyelesaian pemutusan\n    hubungan kerja berdasarkan peraturan pemerintah, dapat diberhentikan\n    sementara (skorsing). Selama skorsing akan tetap mendapatkan upah sesuai\n    dengan ketentuan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>c. Lamanya skorsing berlaku 6 (enam) bulan kecuali sedang menunggu\n    keputusan dari pengadilan PPHI.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pelanggaran yang dapat mengakibatkan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).\n    Setiap pekerja yang melakukan pelanggaran peraturan\u002Fketentuan\u002Ftata tertib\n    kerja Perusahaan, Undang-Undang Ketenagakerjaan, pelanggaran hukum atau\n    merugikan Perusahaan yang termasuk pelanggaran berat, dapat dikenakan\n    sanksi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan dilaksanakan sesuai dengan\n    prosedur Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, serta\n    Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 29: JENIS TINDAKAN DISIPLIN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Peringatan Lisan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Diberikan kepada Pekerja yang tidak mau\nmengikuti aturan-aturan kerja, tidak memenuhi syarat-syarat ketertiban serta\nmengabaikan perintah atasan, maka perlu dilakukan tindakan disiplin berupa\nteguran dengan maksud untuk mendidik Pekerja agar tidak mengulangi perbuatannya\nserta mengadakan perbaikan diri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Sebagai sarana\u002Fcara yang paling efektif guna\nmemupuk dan memelihara kewibawaan serta memelihara hubungan industrial yang\nbaik dengan cara bertatap muka. Komunikasi ini perlu dimanfaatkan oleh Atasan\nuntuk memberika kepada Pekerja, bukan hanya memberikan perintah atau petunjuk\ntetapi juga untuk mengemukakan ketidakpuasan atas hasil kerja Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Peringatan lisan diberikan oleh Atasan jika\nbawahannya melakukan hal-hal berikut.\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli style=\"text-align:left;margin-right:auto;margin-left:2em\">Pelanggaran\n    kecil atas PKB dan\u002Fatau\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:left;margin-right:auto;margin-left:2em\">Tidak\n    melaksanakan perintah atasan dan\u002Fatau\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:left;margin-right:auto;margin-left:2em\">Kecerobohan\n    terhadap barang milik Perusahaan\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Dalam memberikan peringatan lisan, Atasan harus\nsecara jelas menyampaikan kepada Pekerja tentang pelanggaran yang dilakukannya\ndan kemudian memperingatkan Pekerja bahwa pelanggaran berikutnya akan berakibat\npada dikeluarkannya peringatan tertulis.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Catatan atas peringatan lisan oleh Atasan\nbersangkutan harus disampaikan kepada Bagian Personalia\u002FHRD.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Surat peringatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Apabila peringatan lisan belum menghasilkan suatu perbaikan di dalam\ntingkah laku serta prestasi kerja Pekerja, atau apabila terjadi suatu\npelanggaran berat, maka surat peringatan harus diberikan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Prosedur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1) Berdasarkan laporan dari Atasan Pekerja yang\nbersangkutan, Bagian Personalia\u002FHRD mengeluarkan surat peringatan yang memuat\nhal-hal berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">a) Jenis pelanggaran yang dilakukan, apa, oleh\nsiapa, kapan, dimana, mengapa dan bagaimana pelanggaran itu terjadi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">b) Bab dan Pasal dari PKB yang dilanggar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2) Surat peringatan dibuat dalam Bahasa Indonesia\ndan ditandatangani oleh Bagian Personalia, Atasan Pekerja\u002FKepala Departemen dan\nPekerja yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">3) Surat Peringatan diberikan kepada Pekerja segera\nsetelah pelanggaran terjadi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Berdasarkan berat – ringannya tingkat pelanggaran, maka surat\nperingatan dapat berupa.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Surat Peringatan I, berlaku selama 3 (tiga) bulan, dan diberikan untuk\nhal-hal berikut:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Pernah mendapatkan teguran\u002Fperingatan lisan\n    sebelumnya untuk kesalahan yang sama.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Melakukan pelanggaran atas peraturan tata tertib\n    Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Memalsukan surat\u002Fdokumen atau memberikan\n    keterangan yang tidak jujur\u002Fbenar kepada Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Tidak masuk kerja tanpa pemberitahuan\u002Fijin\n    terlebih dahulu walaupun sudah diberikan peringatan lisan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Tidak mentaati waktu kerja yang ditetapkan\n    walaupun sudah diberikan peringatan lisan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Tidak sungguh-sungguh melakukan tugas yang\n    menjadi tanggung jawabnya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Tidak menjalankan, menolak atau menghambat\n    pekerjaan yang diberikan kepadanya tanpa alasan yang dapat diterima.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Menolak pemindahan ke tempat lain tanpa alasan\n    yang dapat diterima.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Tidak melaksanakan perintah-perintah kedinasan\n    yang diberikan Atasannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Tidak menjunjung martabat Pekerja dengan\n    menampilkan kepribadian tidak sopan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Menggunakan dan memelihara barang-barang milik\n    Perusahaan yang menjadi tanggung jawabnya tidak dengan semestinya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Menggunakan alat-alat Perusahaan yang bukan\n    wewenangnya atau memberikan peluang kepada orang lain yang tidak berhak\n    sehingga menimbulkan kerugian Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Mengganggu ketertiban, keamanan, dan ketenangan\n    kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Tidak memakai alat keselamatan dan kesehatan\n    kerja yang disediakan Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Tidak berusaha untuk mencegah timbulnya bahaya\n    yang dapat merugikan orang dan atau harta benda Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Tidak melaporkan dengan segera kepada Atasan\n    atau yang berwenang atas terjadinya kecelakaan\u002Fgangguan keamanan lingkungan\n    kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Menempelkan\u002Fmenempatkan, menyebarkan, mengubah,\n    memindahkan, merusak suatu tulisan, pengumuman, gambar dan sejenisnya di\n    lingkungan kerja tanpa ijin dari Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Sebagai Atasan tidak memberikan contoh yang baik\n    kepada Pekerja lainnya dalam mentaati pedoman, ketentuan dan instruksi\n    Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Sebagai Atasan tidak mengawasi ketaatan atas\n    pedoman ketentuan-ketentuan Instruksi Perusahaan, serta tidak segera\n    mengambil tindakan terhadap mereka yang tidak mengindahkan dan\u002Fatau\n    melanggar ketentuan-ketentuan Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>b. Surat Peringatan II, berlaku selama 6 (enam) bulan dan diberikan\nkarena\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Pernah menerima surat peringatan I\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Surat Peringatan I masih berlaku dan\u002Fatau\n    melakukan pelanggaran lainnya\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:0em\">c. Surat Peringatan III\u002FTerakhir, berlaku selama 6\n(enam) bulan dan diberikan karena\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pernah menerima surat peringatan I dan\u002Fatau surat peringatan II\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:0em\">Kedua surat peringatan tersebut masih berlaku\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Terdapat indikasi tindakan\u002Fsikap kesengajaan dalam melakukan\n  kesalahan\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>d. Surat peringatan akan diberikan tidak secara berurutan, bergantung pada\njenis kesalahan sesuai bab X pasal 27.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Surat peringatan dibuat oleh Bagian Personalia\u002FHRD yang didistribusikan\nkepada:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Asli untuk Pekerja bersangkutan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>1 salinan untuk Bagian Personalia\u002FHRD\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>1 salinan untuk Bagian yang bersangkutan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>1 salinan untuk Serikat Pekerja\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>f. Surat Peringatan harus ditandatangani oleh Pekerja sebagai tanda\nmenerima.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XI: PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA (PHK)\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 30: KETENTUAN UMUM\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Perusahaan, Pekerja dan Wakil Pekerja dengan segala upaya harus\n    mengusahakan agar jangan terjadi Pemutusan Hubungan Kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pemutusan Hubungan Kerja\n    \u003Cp>Apabila terjadi rencana atau telah terjadi PHK maka diupayakan\n    penyelesaian secara bipartite.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila penyelesaian secara bipartite tidak terselesaikan maka akan\n    diteruskan sesuai prosedur UU No. 2 tahun 2004 tentang PPHI.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 31: PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA (PHK) DI PERUSAHAAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dapat terjadi:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Pekerja meninggal dunia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Pekerja telah mencapai usia 56 (lima puluh enam)\ntahun, kecuali Tenaga Kerja Asing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Pekerja tidak mematuhi peraturan\u002Fketentuan\u002Ftata\ntertib kerja perusahaan dan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Pekerja tidak mencapai prestasi kerja\n(target).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Perusahaan perlu memberhentikan pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f. Kondisi kesehatan pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g. Kelebihan tenaga kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">h. Kontrak kerja berakhir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">i. Pekerja mengundurkan diri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Pekerja yang mengundurkan diri atas kemauannya\nsendiri akan memperoleh penggantian hak sesuai dengan ketentuan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">j. Pekerja melakukan kesalahan berat hanya akan\nmenerima upah bulan berjalan dari Perusahaan, antara lain hal-hal yang termasuk\nkategori kesalahan berat seperti di bawah ini:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">1. Menyebabkan diri sendiri dan\u002Fatau Pekerja lain\nterancam bahaya besar (misalnya merokok di tempat larangan merokok).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">2. Melaksanakan pekerjaan tidak hati-hati terus\nmenerus walaupun sudah diperingatkan untuk beberapa kali.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">3. Melalaikan kewajiban dalam hal ini termasuk\nmangkir untuk waktu 5 (lima) hari berturut-turut tanpa keterangan walaupun\nsudah 2 (dua) kali diberikan panggilan formal.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">4. Melakukan pekerjaan yang bukan tugasnya sehingga\nmenimbulkan bahaya dan\u002Fatau tidak mengindahkan keselamatan diri sendiri\ndan\u002Fatau pekerja lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">5. Berjudi, mabuk, menggunakan obat terlarang dan\nmelakukan perbuatan yang bertentangan dengan kesopanan atau melanggar\nkesusilaan di tempat kerja atau di tempat lain yang dapat berakibat buruk\nlangsung maupun tidak langsung terhadap pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-violence\">\u003Cp style=\"margin-left:4em\">6. Memukul, menghina, memfitnah atau melakukan\nperbuatan dengan sengaja sehingga menyebabkan orang menderita, luka atau sakit.\nAtau memaksa orang lain dengan kekerasan atau ancaman kekerasan untuk berbuat\nsesuatu yang merugikan pihak lain.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">7. Mengambil barang sebagian atau seluruhnya milik\norang lain atau Perusahaan tanpa seijin pemiliknya atau Pekerja yang berwenang\ndengan maksud memiliki sendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">8. Menarik keuntungan pribadi, menggunakan milik\nPerusahaan, mengambil barang milik Perusahaan tanpa ijin untuk keuntungan diri\nsendiri atau orang lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">9. Merampas atau memiliki barang sebagian atau\nseluruhnya milik orang lain atau Perusahaan dan barang tersebut ada di\ntangannya bukan karena kejahatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">10. Berusaha menjatuhkan nama baik dan kedudukan\nsesame Pekerja dengan jalan menghasut, memfitnah, dan menyebarkan pamplet, isu,\ntulisan dan sebagainya baik di dalam maupun di luar lingkungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">11. Memiliki, menjual, membeli, menggadaikan, atau\nmeminjamkan barang-barang, dokumen atau surat-surat berharga milik Perusahaan\nsecara tidak sah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">12. Melakukan kegiatan sendiri maupun bersama dengan\nAtasan, teman sejawat, bawahan atau orang lain di dalam maupun di luar\nlingkungan kerja dengan tujuan untuk keuntungan pribadi, golongan atau pihak\nlain yang merugikan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">13. Bertindak sewenang-wenang terhadap\nbawahannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">14. Melakukan pungutan tidak sah dalam bentuk apapun\njuga dalam melaksanakan tugasnya untuk kepentingan pribadi, golongan, atau\npihak lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">15. Pekerja tidak dibenarkan menerima pemberian atau\nhadiah dalam bentuk apapun secara langsung atau tidak langsung yang dapat\nmempengaruhi tindak tanduk dalam melaksanakan jabatan dan tugas\npekerjaannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">16. Berkelahi atau membuat onar di lingkungan\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">17. Menghasut, menyebar fitnah yang menyebabkan\nkeresahan di lingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">18. Lain-lain perbuatan yang merugikan\u002Fmerintangi\nkemajuan Perusahaan atau bersifat pelanggaran pada umumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">19. Membawa senjata tajam, senjata api, bahan\npeledak di lingkungan Perusahaan, tanpa ijin dari Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">20. Menjadi anggota organisasi yang dinyatakan\nterlarang oleh Pemerintah baik anggota aktif maupun tidak aktif.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">21. Menyalahgunakan wewenang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">22. Perbuatan lain yang bersifat menodai nama baik\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">23. Melakukan penipuan, pencurian atau penggelapan\nbarang dan\u002Fatau milik Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">24. Memberikan keterangan palsu\u002Fdipalsukan\u002Ftidak\nbenar sehingga merugikan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">25. Mabuk minum-minuman beralkohol, memakai dan\u002Fatau\nmengedarkan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya di lingkungan\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">26. Menyerang, menganiaya, mengancam atau\nmengintimidasi teman sekerja atau pengusaha di tempat kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">27. Membujuk teman sekerja atau Pengusaha untuk\nmelakukan tindakan tidak terpuji\u002Fmelanggar kesusilaan\u002Fperbuatan yang\nbertentangan dengan peraturan perundangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">28. Dengan sengaja\u002Fceroboh\u002Fmerusak\u002Fmembiarkan dalam\nkeadaan bahaya barang milik Perusahaan sehingga menimbulkan kerugian bagi\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">29. Dengan ceroboh atau sengaja membiarkan rekan\nsekerja atau Pengusaha dalam keadaan bahaya ditempat kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">30. Membongkar\u002Fmembocorkan rahasia Perusahaan atau\nmenceritakan hal-hal yang dapat merugikan nama baik Perusahaan, kecuali untuk\nkepentingan negara.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">31. Melakukan perbuatan lainnya di lingkungan\nPerusahaan yang diancam pidana 5 (lima) tahun atau lebih.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">32. Menghasut, menyebar fitnah yang menyebabkan\nkeresahan di lingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">33. Lain-lain perbuatan yang merugikan\u002Fmerintangi\nkemajuan Perusahaan atau bersifat pelanggaran pada umumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. PHK atas dasar kesalahan berat bisa dilakukan dengan mengikuti Putusan\nMahkamah Konstitusi RI Perkara Nomor 012\u002FPUU-I\u002F2003 tentang Ketenagakerjaan\nterhadap Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945 dan Surat Edaran\nMenteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor: SE.\n13\u002FMEN\u002FSJ-HK\u002FI\u002F2005 tentang Putusan Mahkamah Konstitusi Atas Hak Uji Materiil\nUndang-Undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan terhadap\nUndang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 buti 3 (a) yang\nmenyatakan bahwa “Pengusaha yang akan melakukan PHK dengan alasan\npekerja\u002Fburuh melakukan kesalahan berat (eks pasal 158 ayat (1)), maka PHK\ndapat dilakukan setelah ada putusan hakim pidana yang telah mempunyai kekuatan\nhukum tetap”\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Bagi pekerja yang akan mengundurkan diri diharuskan mengajukan permohonan\nsecara tertulis kepada Pimpinan Perusahaan paling lambat 30 (tiga puluh) hari\nsebelum tanggal pengunduran diri dan\u002Fatau sesuai Kesepakatan Bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 32: PENGEMBALIAN PERLENGKAPAN PERUSAHAAN DAN PELUNASAN HUTANG\u002FSISA\nHUTANG\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pekerja yang diputuskan hubungan kerjanya dengan alasan wajib\n    mengembalikan alat\u002Fperlengkapan dan barang-barang inventaris lainnya yang\n    digunakan untuk kelancaran dan selama melakukan tugas Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila Pemutusan Hubungan Kerja terjadi Pekerja diwajibkan untuk\n    melunasi seluruh sisa hutangnya yang ada di Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila Pekerja tidak memenuhi kewajiban yang dimaksud pada Ayat (1) dan\n    Ayat (2) diatas, maka Perusahaan tidak wajib memberikan surat keterangan\n    pengalaman kerja.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 33: SURAT PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA DAN SURAT KETERANGAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perusahaan wajib memberikan surat keterangan kerja kepada Pekerja setelah\nPemutusan Hubungan Kerja (PHK), apabila Pekerja memenuhi persyaratan yang\ndimaksud pada Pasal 32 Ayat 1 dan Ayat 2.\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Surat keterangan kerja akan mencantumkan tentang:\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Keterangan tentang tugas yang pernah diemban\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Masa kerja di Perusahaan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Sebab pemutusan hubungan kerja\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XII: TATA CARA PENYELESAIAN KELUHAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 34: KETENTUAN UMUM\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Semua Pekerja diharapkan memelihara keserasian dan ketentraman kerja di\n    lingkungan masing-masing. Apabila terjadi keluh kesah atau hal-hal yang\n    dapat mengarah ke perselisihan, maka sedapat mungkin diselesaikan secara\n    musyawarah, dengan prosedur yang tertib dan benar, dengan menyampaikan\n    keluhan-keluhan melalui Kotak Saran yang tersedia atau membicarakan melalui\n    atasan langsung maupun atasan yang lebih tinggi, dan selanjutnya secara\n    berjenjang dengan cara musyawarah.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Atasan harus segera berusaha mencari jalan penyelesaian bila terjadi beda\n    pendapat dan\u002Fatau keluhan di lingkungan kerjanya. Bila perbedaan pendapat\n    dan keluhan tidak dapat diatasi\u002Fdiselesaikan secara Bipartit\u002FIntern, maka\n    sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku (UU NO. 13\u002F2003 dan UU NO. 2 tahun\n    2004) masalah dibawa ke tingkat yang lebih tinggi dengan tata cara yang\n  ada.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 35: PENYELESAIAN KELUHAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Perusahaan dan Pekerja atau Wakil Pekerja harus berusaha menyelesaikan\n    setiap keluhan\u002Fmasalah\u002Fperselisihan hubungan industrial secara internal\n    berdasarkan peraturan-peraturan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan dan Pekerja berhak atas perlakuan yang layak serta\n    perlindungan hukum sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja mengajukan keluhan kepada Atasan bersangkutan secara tertulis\n    dengan tembusan ke Atasan setingkat lebih tinggi. Keluhan\u002Fmasalah yang\n    diajukan harus mendapatkan penyelesaian dalam waktu 6 (enam) hari\n  kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bila setelah 6 (enam) har kerja keluhan\u002Fmasalah tidak mendapat tanggapan,\n    maka Pekerja dapat mengajukan keluhan sekali lagi seperti disebut dalam\n    ayat 1 (satu) dengan tambahan tembusan ke Wakil Pekerja bila Pekerja\n    menjadi anggota Wakil Pekerja.\n    \u003Cp>Secara bersama-sama ketiga pihak harus mencari jalan pemecahan paling\n    lama selama 6 (enam) hari kerja.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila setelah 12 (dua belas) hari kerja keluhan\u002Fmasalah belum juga\n    mendapat pemecahan nya, maka keluhan\u002Fmasalah diajukan kepada Direktur untuk\n    mendapatkan penyelesaian.\n    \u003Cp>Dalam jangka 12 (dua belas) hari kerja, Presiden Direktur wajib\n    memberikan pemecahan atas keluhan\u002Fmasalah yang ada. Apabila keluhan\u002Fmasalah\n    tetap belum terselesaikan maka masalah akan dikategorikan sebagai\n    perselisihan industrial.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dalam hal persoalan tersebut masih belum mendapat titik temu maka kedua\n    pihak meminta pejabat atau DInas Tenaga Kerja setempat sebagai\n  perantara.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Jika masalah masih belum dapat diselesaikan dengan Pejabat Disnaker\n    setempat karena alasan yang kuat yang diajukan oleh salah satu dan\u002Fatau\n    kedua pihak, maka diselesaikan pada tingkat PPHI yang selanjutnya\n    diserahkan ke tingkat Pengadilan Hubungan Industrial.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 36: MOGOK KERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Mogok kerja sebagai hak dasar Pekerja dan\u002Fatau Wakil Pekerja harus\n    dilakukan secara sah, tertib dan damai sebagai akibat gagalnya perundingan\n    dan dilakukan dengan tidak melanggar hukum yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tindakan mogok kerja yang dilakukan secara sah, tertib, damai, dan tidak\n    melanggar ketentuan hukum yang berlaku tidak dapat dihalangi.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang diajak mogok kerja seperti yang dimaksud pada Ayat 1, dapat\n    memenuhi atau tidak memenuhi ajakan tersebut.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Sekurang-kurangnya dalam waktu 7 (tujuh) hari kerja sebelum mogok kerja\n    dilaksanakan, Pekerja dan\u002Fatau Wakil Pekerja wajib memberitahukan secara\n    tertulis kepada Perusahaan dan Instansi terkait, dengan mencantumkan\n    hal0hal berikut:\n    \u003Cp>a. Waktu (hari, tanggal, dan jam) pelaksanaan mogok kerja dimulai dan\n    berakhir.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>b. Tempat mogok kerja dilaksanakan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>c. Alasan dan\u002Fatau sebab mogok kerja dilaksanakan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>d. Tanda tangan Ketua dan Sektretarris Wakil Pekerja dan\u002Fatau penanggung\n    jawab mogok kerja.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dalam hal mogok kerja dilakukan tidak sebagaimana tersebut pada ayat 4,\n    maka demi menyelamatkan aset Perusahaan, maka Perusahaan dapat mengambil\n    tindakan berikut:\n    \u003Cp>a. Melarang Pekerja yang mogok kerja berada pada lokasi proses\n    produksi.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>b. Melarang Pekerja yang mogok kerja berada di dalam lokasi\n    Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mogok kerja yang dilakukan tidak memenuhi ketentuan seperti pada ayat 1\n    dan ayat 4 adalah mogok kerja tidak sah dan kepadanya dapat dikenakan\n    Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) seperti tertuang pada Pasal 31 ayat 1.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XIII: KETENTUAN PENUTUP\u003C\u002Fh2>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Bila ada hal-hal yang belum diatur dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB)\n    ini, maka akan diberlakukan ketentuan sebagaimana yang termuat dalam\n    peraturan perundangan Ketenagakerjaan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan dan Pekerja sepakat untuk melaksanakan secara konsekuen segala\n    hal yang termuat dalam Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku secara ssah dan hanya dapat\n    dibatalkan apabila ada kesepakatan antara pihak Perusahaan dan Pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila diperlukan adanya perubahan dan atau penambahan atas isi\n    Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini dan berlaku sejak ditandatangani oleh\n    Pengusaha dan Wakil Pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end_date\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end\">\u003Cli>Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini berlaku selama 2 (dua) tahun sejak di\n    tanda tangani oleh Pengusaha dan Wakil Pekerja.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Apabila masa berlaku Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini telah habis,\n    sementara Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang baru belum disahkan, maka\n    Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini dinyatakan tetap berlaku sampai\n    pengesahan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang baru disahkan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbasignsinglesignatory\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbamemother\">\u003Cp style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">\u003Cstrong>PIHAK-PIHAK\nYANG MENANDATANGANI PKB\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start_date\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start\">Sleman,\n        17 Februari 2020\n\n        \u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Cp>Pihak Pengusaha\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>(HYUN SUK BYUN)\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Pihak\n        Wakil Pekerja\n\n        \u003Cp>Ketua Wakil Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>(SUSILOWATI)\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Sekretaris Wakil Pekerja\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>(CRISTUDIS)\u003C\u002Fp>\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003Ctd>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">\u003C\u002Fp>\n\n\n",{"cbadate_start":46,"cbadate_start_date":50,"cbadate_end":52,"cbadate_end_date":56,"cbasignsinglesignatory":58,"cbamemother":62,"pensionfund":64,"disabilityfund":68,"sicknesspay":70,"maxsicknesspay":74,"maxsicknesspayperc":78,"sicknessmaxdays":80,"sicknessmaxdaysnr":84,"menstruationleave":86,"disabilitypay":90,"healthcareaccess":92,"healthcareaccessrelatives":96,"healthinsurance":98,"healthinsurancerelatives":100,"healthandsafetypolicy":102,"protectiveclothing":106,"code_application":110,"hiv":112,"funeralpay":116,"funeralpaytype":118,"paidmaternityleave":122,"paidmaternityleaveduration":126,"paidmaternityleavepay":128,"paidmaternityleavepayperc":130,"maternityotherclause":132,"pregnancy":136,"breastfeeding_dangerouswork":140,"alternatives":142,"paidpaternityleave":144,"paidpaternityleaveduration":147,"paidpaternityleavepay":149,"paidpaternityleavepayperc":153,"deathrelatives":155,"deathrelativesleave":159,"discrimination":161,"sexualhar":165,"violence":169,"hourspday_select":173,"hourspday":177,"hourspweek_select":179,"hourspweek":181,"dayspweek_select":183,"dayspweek":187,"PAIDLEAV_trigger":189,"holidaysdays":193,"holidaysweeks":195,"bankholidays1":197,"holidaysfixed":201,"SCHEDULE_trigger":205,"schedulesrestpw":209,"TRADEUNLEAV_trigger":213,"PAYSCALES_trigger":217,"LOWWAGE_trigger":221,"LOWWAGE_government":225,"STRUCINCR_trigger":227,"wageincreasetype":231,"wageincreasefirmperformance":233,"ONCERISE_trigger":235,"incidentalbonustype2":239,"incidentalbonusperc1":242,"incidentalbonusdate":244,"OVERTIME_trigger":248,"overtimeallowancetype_general":252,"overtimeallowancetype":254,"SENIOR_trigger":256,"longserviceallowancetype":260,"longserviceallowancetype1":262,"longserviceallowanceamount1":264,"longserviceallowancetype2":266,"mealvouchers":268,"MEALALL_trigger":271,"mealvouchersamount":273},{"bindId":47,"name":48,"text":49},"cbadate_start","Sleman, 17 Februari 2020 ","Sleman,\n        17 Februari 2020\n\n        ",{"bindId":51,"name":48,"text":49},"cbadate_start_date",{"bindId":53,"name":54,"text":55},"cbadate_end","Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini berla","Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini berlaku selama 2 (dua) tahun sejak di\n    tanda tangani oleh Pengusaha dan Wakil Pekerja.",{"bindId":57,"name":54,"text":55},"cbadate_end_date",{"bindId":59,"name":60,"text":61},"cbasignsinglesignatory","PIHAK-PIHAK YANG MENANDATANGANI PKB Slem","PIHAK-PIHAK\nYANG MENANDATANGANI PKB\n\n\n\n\n  \n  \n  \n    \n      Sleman,\n        17 Februari 2020\n\n        Pihak Pengusaha\n\n        \n\n        (HYUN SUK BYUN)\n      \n      Pihak\n        Wakil Pekerja\n\n        Ketua Wakil Pekerja\n\n        (SUSILOWATI)\n      \n    \n    \n      \n      Sekretaris Wakil Pekerja\n\n        \n\n        \n\n        (CRISTUDIS)",{"bindId":63,"name":60,"text":61},"cbamemother",{"bindId":65,"name":66,"text":67},"pensionfund","1. Setiap Pekerja diikutsertakan dalam p","1. Setiap Pekerja diikutsertakan dalam program Badan Penyelenggara Jaminan\nSosial Tenaga Kerja (BP Jamsostek) yang meliputi: Jaminan Kecelakaan Kerja,\nJaminan Hari Tua, dan Jaminan Kematian, Jaminan Pensiun.",{"bindId":69,"name":66,"text":67},"disabilityfund",{"bindId":71,"name":72,"text":73},"sicknesspay","2. Pekerja yang dalam perawatan\u002Fistiraha","2. Pekerja yang dalam perawatan\u002Fistirahat sakit paling lama 12 (dua belas)\nbulan berturut-turut tanpa terputus dan dinyatakan dengan surat keterangan\ndokter, kwitansi, copy resep dan diagnosa akan menerima upah pokok selama 12\n(dua belas) bulan, dengan ketentuan sebagai berikut:",{"bindId":75,"name":76,"text":77},"maxsicknesspay","a. Untuk 4 (empat) bulan pertama, dibaya","a. Untuk 4 (empat) bulan pertama, dibayar 100% dari\nupah\n\nb. Untuk 4 (empat) bulan kedua, dibayar 75% dari\nupah\n\nc. Untuk 4 (empat) bulan ketiga, dibayar 50% dari\nupah\n\nd. Selanjutnya dibayar 25% sebelum pemutusan\nhubungan kerja dilakukan oleh Perusahaan.",{"bindId":79,"name":76,"text":77},"maxsicknesspayperc",{"bindId":81,"name":82,"text":83},"sicknessmaxdays","3. Jika sesudah 12 (dua belas) bulan pek","3. Jika sesudah 12 (dua belas) bulan pekerja tersebut masih tetap dalam\nperawatan dan belum mampu melaksanakan tugasnya, maka perusahaan dapat\nmemutuskan hubungan kerjanya dan dilaksanakan sesuai Undang-Undang No. 14 tahun\n2003.",{"bindId":85,"name":82,"text":83},"sicknessmaxdaysnr",{"bindId":87,"name":88,"text":89},"menstruationleave","Bagi pekerja Wanita yang sedang haid, ak","Bagi pekerja Wanita yang sedang haid, akan mendapatkan Uang\n        Penggantian sebesar Rp 2.500,- x 2 (dua) hari kerja.\n      Bagi pekerja Wanita yang sedang haid pada waktu bekerja dan tidak\n        mampu bekerja diberikan izin untuk meninggalkan pekerjaan, dan tidak\n        mendapatkan uang penggantian.",{"bindId":91,"name":66,"text":67},"disabilitypay",{"bindId":93,"name":94,"text":95},"healthcareaccess","2. Setiap Pekerja dan keluarganya diikut","2. Setiap Pekerja dan keluarganya diikutkan dalam program Badan\nPenyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan yang meliputi Jaminan Kesehatan.",{"bindId":97,"name":94,"text":95},"healthcareaccessrelatives",{"bindId":99,"name":94,"text":95},"healthinsurance",{"bindId":101,"name":94,"text":95},"healthinsurancerelatives",{"bindId":103,"name":104,"text":105},"healthandsafetypolicy","Pengusaha dan Pekerja serta Pengurus Pem","Pengusaha dan Pekerja serta Pengurus Pembina Keselamatan dan Kesehatan\n    Kerja (P2K3) yang telah terbentuk secara bersama-sama berkewajiban\n    melaksanakan dan menjaga Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Pekerja, guna\n    mewujudkan produktivitas kerja yang optimal dengan penuh rasa tanggung\n    jawab.",{"bindId":107,"name":108,"text":109},"protectiveclothing","Dalam menjamin keselamatan kerja Pekerja","Dalam menjamin keselamatan kerja Pekerja, Perusahaan akan menyediakan\n    alat-alat keselamatan kerja sesuai dengan ketentuan Undang-Undang No. 1\n    tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja dan ketentuan-ketentuan lain yang\n    berlaku.",{"bindId":111,"name":108,"text":109},"code_application",{"bindId":113,"name":114,"text":115},"hiv","Mendukung Keputusan Menaker RI Nomor 68\u002F","Mendukung Keputusan Menaker RI Nomor 68\u002FMEN\u002FIV\u002F2004 tanggal 28 April 2004\n    tentang Pencegahan dan Penanggulangan HIV\u002FAIDS di tempat kerja, dan\n    Perusahaan menerapkan kebijakan untuk melakukan upaya pencegahan dan\n    penanggulangan HIV\u002FAIDS di tempat kerja sebagai salah satu wujud\n    keikutsertaan dalam program nasional.",{"bindId":117,"name":66,"text":67},"funeralpay",{"bindId":119,"name":120,"text":121},"funeralpaytype","4. Sumbangan Duka sebagai berikut dengan","4. Sumbangan Duka sebagai berikut dengan menyerahkan copy surat kematian\ndari pejabat yang berwenang (tingkat kelurahan) dan berstempel:\n\na. Suami\u002FIstri, Anak kandung Pekerja: Rp\n100.000,-\n\nb. Orang tua\u002FMertua Pekerja: Rp 100.000,-",{"bindId":123,"name":124,"text":125},"paidmaternityleave","Bagi pekerja Wanita yang akan melahirkan","Bagi pekerja Wanita yang akan melahirkan berhak atas cuti hamil\n        selama 1,5 (satu setengah) bulan sebelum melahirkan dan 1,5 (satu\n        setengah) bulan sesudah melahirkan Anak, dengan mendapatkan Upah\n      penuh.",{"bindId":127,"name":124,"text":125},"paidmaternityleaveduration",{"bindId":129,"name":124,"text":125},"paidmaternityleavepay",{"bindId":131,"name":124,"text":125},"paidmaternityleavepayperc",{"bindId":133,"name":134,"text":135},"maternityotherclause","Pekerja Wanita yang mengalami keguguran ","Pekerja Wanita yang mengalami keguguran berhak atas cuti selama 1,5\n        (satu setengah) bulan, dengan mendapatkan Upah penuh.",{"bindId":137,"name":138,"text":139},"pregnancy","3. Bagi pekerja wanita yang sedang Hamil","3. Bagi pekerja wanita yang sedang Hamil 6 (enam) bulan atau lebih\ndan Menyusui Anak Usia Kurang dari 6 (enam) bulan tidak diperbolehkan kerja\nlembur diatas jam 18.00 wib. Perhitungan kerja lembur diatur sesuai\ndengan Kepmenakertrans No. 102\u002FMEN\u002FIV\u002F2004 tanggal 25 Juni 2004 tentang Waktu\nKerja Lembur dan Upah Kerja Lembur.",{"bindId":141,"name":138,"text":139},"breastfeeding_dangerouswork",{"bindId":143,"name":138,"text":139},"alternatives",{"bindId":145,"name":146,"text":146},"paidpaternityleave","Istri melahirkan\u002Fkeguguran: 2 (dua) hari",{"bindId":148,"name":146,"text":146},"paidpaternityleaveduration",{"bindId":150,"name":151,"text":152},"paidpaternityleavepay","1. Pekerja diberikan ijin meninggalkan p","1. Pekerja diberikan ijin meninggalkan pekerjaan dengan upah untuk keperluan\nsebagai berikut:\n\na. Pada hari Pemilihan Umum Nasional\n\nb. Menjalani wajib militer\n\nc. Melaksanakan hak istirahat\u002Fcuti\n\nd. Melaksanakan tugas perusahaan\n\ne. Melaksanakan tugas Wakil Pekerja\n\nf. Memenuhi panggilan yang berwajib\n\ng. Meninggalkan pekerjaan untuk hal-hal tersebut\ndibawah ini:\n\n  Pekerja menikah: 3 (tiga) hari\n  Menikahkan anak: 2 (dua) hari\n  Mengkhitankan anak: 2 (dua) hari\n  Membaptiskan anak: 2 (dua) hari\n  Istri melahirkan\u002Fkeguguran: 2 (dua) hari\n  Suami\u002Fistri, orang tua\u002Fmertua, anak\u002Fmenantu\n    meninggal: 2 (dua) hari\n  Anggota keluarga dalam satu rumah meninggal\n    dunia: 1 (satu) hari",{"bindId":154,"name":151,"text":152},"paidpaternityleavepayperc",{"bindId":156,"name":157,"text":158},"deathrelatives","Suami\u002Fistri, orang tua\u002Fmertua, anak\u002Fmena","Suami\u002Fistri, orang tua\u002Fmertua, anak\u002Fmenantu\n    meninggal: 2 (dua) hari\n  Anggota keluarga dalam satu rumah meninggal\n    dunia: 1 (satu) hari",{"bindId":160,"name":157,"text":158},"deathrelativesleave",{"bindId":162,"name":163,"text":164},"discrimination","Perusahaan mengakui prinsip dasar bahwa ","Perusahaan mengakui prinsip dasar bahwa tidak ada diskriminasi untuk\n    Pekerja berdasarkan jenisnkelamin dalam hal pengupahan dan fasilitas\n    kesejahteraan.",{"bindId":166,"name":167,"text":168},"sexualhar","Perusahaan menetapkan dan menjunjung tin","Perusahaan menetapkan dan menjunjung tinggi pelaksanaan Kebijakan Anti\n    Pelecehan dan Perlakuan Kasar dalam penyelenggaraan operasional\n  Perusahaan.",{"bindId":170,"name":171,"text":172},"violence","6. Memukul, menghina, memfitnah atau mel","6. Memukul, menghina, memfitnah atau melakukan\nperbuatan dengan sengaja sehingga menyebabkan orang menderita, luka atau sakit.\nAtau memaksa orang lain dengan kekerasan atau ancaman kekerasan untuk berbuat\nsesuatu yang merugikan pihak lain.",{"bindId":174,"name":175,"text":176},"hourspday_select","Jam kerja Perusahaan adalah [7 jam sehar","Jam kerja Perusahaan adalah [7 jam sehari dan 40 jam seminggu, yang pada\nprinsipnya sesuai dengan pasal 77 (2) Undang-Undang Dasar Nomor 13 tahun\n2003.",{"bindId":178,"name":175,"text":176},"hourspday",{"bindId":180,"name":175,"text":176},"hourspweek_select",{"bindId":182,"name":175,"text":176},"hourspweek",{"bindId":184,"name":185,"text":186},"dayspweek_select","1. Hari kerja adalah 6 (enam) hari semin","1. Hari kerja adalah 6 (enam) hari seminggu sesuai dengan peraturan\nperundang-undangan yang berlaku.",{"bindId":188,"name":185,"text":186},"dayspweek",{"bindId":190,"name":191,"text":192},"PAIDLEAV_trigger","Pekerja berhak atas cuti tahunan selama ","Pekerja berhak atas cuti tahunan selama 12 (dua belas) hari kerja setelah\n    Pekerja yang bersangkutan bekerja selama 12 (dua belas) bulan\n    berturut-turut.",{"bindId":194,"name":191,"text":192},"holidaysdays",{"bindId":196,"name":191,"text":192},"holidaysweeks",{"bindId":198,"name":199,"text":200},"bankholidays1","Pada hari libur resmi yang ditetapkan Pe","Pada hari libur resmi yang ditetapkan Pemerintah,\n    pekerja diliburkan dari pekerjaannya dengan menerima upah penuh.\n\n\nHari-hari libur resmi tersebut adalah:\n\n  Tahun Baru (1 Januari)\n  Idul Fitri\n  Maulud Nabi Muhammad S.A.W\n  Idul Adha\n  Natal\n  1 Muharam\n  Proklamasi Kemerdekaan RI\n  Wafat Isa Almasih\n  Nyepi\n  Imlek\n  Hari Buruh Internasional (May Day)\n  Hari Lahir Pancasila\n  Waisak dan\n  Har lain yang ditetapkan Pemerintah",{"bindId":202,"name":203,"text":204},"holidaysfixed","Libur bersama yang disepakati antara pen","Libur bersama yang disepakati antara pengusaha dan pekerja akan\n    diperhitungkan sebagai pengurangan atas istirahat tahunan.",{"bindId":206,"name":207,"text":208},"SCHEDULE_trigger","Istirahat Mingguan: Setelah bekerja sela","Istirahat Mingguan:\n    Setelah bekerja selama 6 (enam) hari berturut-turut kepada pekerja\n    diberikan istirahat selama 1 (satu) hari.",{"bindId":210,"name":211,"text":212},"schedulesrestpw","Setelah bekerja selama 6 (enam) hari ber","Setelah bekerja selama 6 (enam) hari berturut-turut kepada pekerja\n    diberikan istirahat selama 1 (satu) hari.",{"bindId":214,"name":215,"text":216},"TRADEUNLEAV_trigger","Perusahaan memberikan kesempatan kepada ","Perusahaan memberikan kesempatan kepada pengurus dan\u002Fatau anggota Wakil\n    Pekerja untuk menjalankan kegiatan Wakil Pekerja pada jam kerja setelah\n    mempertimbangkan kepentingan operasional.",{"bindId":218,"name":219,"text":220},"PAYSCALES_trigger","Upah\u002Fgaji ditetapkan berdasarkan keahlia","Upah\u002Fgaji ditetapkan berdasarkan keahlian, kecakapan, prestasi kerja,\n    kondikte dan tanggung jawab, dengan memperhatikan ketentuan atau peraturan\n    yang berlaku.",{"bindId":222,"name":223,"text":224},"LOWWAGE_trigger","Upa\u002Fgaji bagi Pekerja serendah-rendahnya","Upa\u002Fgaji bagi Pekerja serendah-rendahnya sesuai dengan upah minimum yang\n    berlaku di Kabupaten Sleman.",{"bindId":226,"name":223,"text":224},"LOWWAGE_government",{"bindId":228,"name":229,"text":230},"STRUCINCR_trigger","Peninjauan upah\u002Fgaji setiap pekerja dila","Peninjauan upah\u002Fgaji setiap pekerja dilakukan oleh perusahaan sesuai\n    dengan ketentuan\u002Fperaturan pengupahan yang berlaku, kenaikan upah\u002Fgaji\n    sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun sekali dan tidak dilaksanakan secara\n    otomatis tetapi berdasarkan pertimbangan-pertimbangan: keahlian, kecakapan,\n    prestasi kerja, kondite dan tanggung jawab.",{"bindId":232,"name":229,"text":230},"wageincreasetype",{"bindId":234,"name":229,"text":230},"wageincreasefirmperformance",{"bindId":236,"name":237,"text":238},"ONCERISE_trigger","1. Setiap tahun sekali pekerja mendapat ","1. Setiap tahun sekali pekerja mendapat Tunjangan Hari Raya Keagamaan,\ndengan perhitungan sebagai berikut:",{"bindId":240,"name":237,"text":241},"incidentalbonustype2","1. Setiap tahun sekali pekerja mendapat Tunjangan Hari Raya Keagamaan,\ndengan perhitungan sebagai berikut:\n\nPekerja Dengan:\n\n  Masa kerja 1 bulan \u003C 1 tahun : Proposional\n  Masa kerja 1 tahun keatas: 100% upah (Upah Pokok dan Tunjangan Tetap)",{"bindId":243,"name":237,"text":241},"incidentalbonusperc1",{"bindId":245,"name":246,"text":247},"incidentalbonusdate","3. Tunjangan Hari Raya diberikan paling ","3. Tunjangan Hari Raya diberikan paling lambat 1 (satu) minggu sebelum Hari\nRaya dilaksanakan.",{"bindId":249,"name":250,"text":251},"OVERTIME_trigger"," Perhitungan kerja lembur diatur sesuai "," Perhitungan kerja lembur diatur sesuai\ndengan Kepmenakertrans No. 102\u002FMEN\u002FIV\u002F2004 tanggal 25 Juni 2004 tentang Waktu\nKerja Lembur dan Upah Kerja Lembur.",{"bindId":253,"name":250,"text":251},"overtimeallowancetype_general",{"bindId":255,"name":250,"text":251},"overtimeallowancetype",{"bindId":257,"name":258,"text":259},"SENIOR_trigger","3. Masa Kerja, 1 th > 3 th: Rp 9.000,- 4","3. Masa Kerja,\n\n  1 th > 3 th: Rp 9.000,-\n  4 th > 7 th: Rp 13.000,-\n  8 th > 11 th: Rp 17.000,-\n  12 th >: Rp 21.000,-",{"bindId":261,"name":258,"text":259},"longserviceallowancetype",{"bindId":263,"name":258,"text":259},"longserviceallowancetype1",{"bindId":265,"name":258,"text":259},"longserviceallowanceamount1",{"bindId":267,"name":258,"text":259},"longserviceallowancetype2",{"bindId":269,"name":270,"text":270},"mealvouchers","Uang makan Rp 2.500,- per kehadiran",{"bindId":272,"name":270,"text":270},"MEALALL_trigger",{"bindId":274,"name":270,"text":270},"mealvouchersamount","\u003Chtml>\n\n    \u003Cdiv class=\"cobra-report\">\n\n        \u003Ch2>IDN PT. Kiho Bali Korin - 2020\u003C\u002Fh2>\n\n        \u003Cdiv class=\"section general\">\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-start_date\">Tanggal dimulainya perjanjian: &rarr;&nbsp;2020-02-17\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-end_date\">Tanggal berakhirnya perjanjian: &rarr;&nbsp;2020-02-16\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \u003C!-- TODO: previous CBA logic -->\n            \u003C!-- TODO: status logic -->\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaratified\">Diratifikasi oleh: &rarr;&nbsp;Other\u003C\u002Fdiv>\n                \u003Cdiv id=\"display-cbaactorratified\">\n                    Diratifikasi pada: &rarr;&nbsp;Belum diratifikasi\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \n\n            \u003C!-- TODO: transnational_label, includingcountries_label, national_framework_label -->\n\n            \u003Cdiv id=\"display-SECTOR1\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Industri\u002Fpabrik pengolahan\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-NACE2004\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Pabrik Manufaktur Garmen (garmen, pakaian jadi)\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-FIRMPRI\">\n                Sektor publik\u002Fswasta: &rarr;&nbsp;In the private sector\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv>Disimpulkan oleh:\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1\">\n\n                \n                    \n                    \u003Cdiv>\n                        Nama perusahaan: &rarr;&nbsp;\n                        Kiho Bali Korin\n                    \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1\">\n                Nama serikat pekerja: &rarr;&nbsp;\n\n                \n                    \n                    \u003Cspan>\n                        Serikat Pekerja PT. Kiho Bali Korin\n                    \u003C\u002Fspan>\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-casignemployees\">\n                Nama penandatangan dari pihak pekerja &rarr;&nbsp;Susilowati, Cristudis\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section social-security-pensions\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SOCSEC_trigger\">JAMINAN SOSIAL DAN PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-pensionfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pensiun bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilityfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan cacat bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-unemploymentfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan pengangguran bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section sickness-disability\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KONDISI SAKIT DAN DISABILITAS\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-maxsicknesspayperc\">\n                Maximum cuti sakit berbayar (untuk 6 bulan): &rarr;&nbsp;92&nbsp;%\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-sicknessmaxdaysnr\">\n                Maximum hari untuk cuti sakit berbayar: &rarr;&nbsp;365 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-longtermillness\">Ketentuan mengenai kembali bekerja setelah menderita penyakit jangka panjang, seperti penyakit kanker: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-menstruationleave\">Cuti haid berbayar: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilitypay\">Pembayaran gaji apabila tidak mampu bekerja dikarenakan kecelakaan kerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n\n        \u003Cdiv class=\"section health-medical-assistence\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA BANTUAN MEDIS\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccess\">Bantuan medis disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccessrelatives\">Bantuan medis bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurance\">Kontribusi pengusaha untuk asuransi kesehatan disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurancerelatives\">Asuransi kesehatan bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetypolicy\">Kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetytraining\">Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-protectiveclothing\">Pakaian\u002Falat pelindung diri disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-hivpolicy\">Pemeriksaan kesehatan secara berkala disediakan oleh pengusaha: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-monitoring\">Pengawasan permintaan musculoskeletal di tempat kerja, resiko professional dan\u002Fatau hubungan antara pekerjaan dan kesehatan: &rarr;&nbsp;The relationship between work and health, Employee involvement in the monitoring\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-funeralpay\">Bantuan duka\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-funeralpayamount\">\n                Minimum kontribusi pengusaha untuk penguburan\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;100000.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section work-family-arrangements\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKFAM_trigger\">PENGATURAN ANTARA KERJA DAN KELUARGA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleaveduration\">\n                Cuti hamil berbayar: &rarr;&nbsp;13 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleavepayperc\">\n                Cuti hamil berbayar terbatas untuk: 100 % dari gaji pokok\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-jobsecuritymothers\">Jaminan tetap dapat bekerja setelah cuti hamil: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-maternitydiscrimination\">Larangan diskriminasi terkait kehamilan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-breastfeeding_dangerouswork\">Larangan mewajibkan pekerja yang sedang hamil atau menyusui untuk melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-riskassessment\">Penilaian resiko terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja yang sedang hamil atau menyusui di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-alternatives\">Ketersediaan alternatif bagi pekerja hamil atau menyusui untuk tidak melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-timeoff\">Cuti untuk melakukan pemeriksaan pranatal: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningnonstandard\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempekerjakan pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningpromotion\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempromosikan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n            \u003Cdiv id=\"display-nursingmothers\">Fasilitas untuk pekerja yang menyusui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcareprovision\">Pengusaha menyediakan fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcaresubsidy\">Pengusaha mensubsidi fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \u003Cdiv id=\"display-educationtuition\">Tunjangan\u002Fbantuan pendidikan bagi anak pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidpaternityleaveduration\">\n                Cuti ayah berbayar: &rarr;&nbsp;2 hari\n         \u003C\u002Fdiv>\n                        \u003Cdiv id=\"display-deathrelativesleave\">\n                Durasi cuti yang diberikan ketika ada anggota keluarga yang meninggal: &rarr;&nbsp;2 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n        \u003Cdiv class=\"section gender-equality-issues\">\n            \u003Ch3 id=\"display-GENEQ_trigger\">ISU KESETARAAN GENDER\u003C\u002Fh3>\n         \u003Cdiv id=\"display-eqpay\">Upah yang sama untuk pekerjaan yang sama nilainya: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n         \n         \u003Cdiv id=\"display-discrimination\">Klausal mengenai diskriminasi di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-eqpromotion\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat promosi: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n        \u003Cdiv id=\"display-eqtraining\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat pelatihan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>     \n        \u003Cdiv id=\"display-eqofficer\">Kesetaraan gender dalam kepengurusan serikat pekerja di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-sexualhar\">Klausal mengenai pelecehan seksual di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violence\">Klausal mengenai kekerasan di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violenceleave\">Cuti khusus bagi pekerja yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-support_disabilities\">Dukungan bagi pekerja perempuan dengan disabilitas: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-equalitymonitoring\">Pengawasan kesetaraan gender: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n             \n         \u003C\u002Fdiv>\n         \n\n        \n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section working-hours\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKHOURS_trigger\">JAM KERJA, JADWAL DAN LIBUR\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspday\">\n                Jam kerja per hari: &rarr;&nbsp;7.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspweek\">\n                Jam kerja per minggu: &rarr;&nbsp;40.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-dayspweek\">\n                Hari kerja per minggu: &rarr;&nbsp;6.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysdays\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;12.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysweeks\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;2.0 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysfixeddays\">\n                Hari tetap untuk cuti tahunan: &rarr;&nbsp; hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-schedulesrestpw\"> Periode istrirahat setidaknya satu hari dalam seminggu disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \n            \n             \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-tradeunleavdays\">\n                Cuti berbayar untuk aktivitas serikat pekerja: &rarr;&nbsp; hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-FLEXWORK_trigger\"> Ketentuan mengenai pengaturan jadwal kerja yang fleksibel: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section wages\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WAGES_trigger\">PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-PAYSCALES_trigger\">\n                Upah ditentukan oleh skala upah: &rarr;&nbsp;Yes, but there are only indices (no wages)\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-LOWWAGE_government\"> \n            Ketentuan bahwa upah minimum yang ditentukan oleh pemerintah harus dihormati: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-COSTLIV_trigger\">Penyesuaian untuk kenaikan biaya kebutuhan hidup: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-STRUCINCR_trigger\">Kenaikan upah\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-ONCERISE_trigger\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali:\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-incidentalbonusperc1\">\n                    Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali: &rarr;&nbsp;100&nbsp;%\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-extrapayfirmperformance\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali dikarenakan performa perusahaan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \n\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-OVERTIME_trigger\">Upah lembur hari kerja\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SENIOR_trigger\">Tunjangan masa kerja\u003C\u002Fh4>\n\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-longserviceallowanceamount1\">\n                    Tunjangan masa kerja: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;9000.0 per bulan\n                \u003C\u002Fdiv>\n\n                \u003Cdiv id=\"display-longserviceallowancetype2\">\n                    Tunjangan masa kerja setelah: &rarr;&nbsp;1 masa kerja\n                \u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Ch4>Kupon makan\u003C\u002Fh4>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-mealvouchers\">\n                Kupon makan disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-MEALALL_trigger\">Tunjangan makan disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-mealvouchersamount\">\n                 &rarr;&nbsp;2500.0 per makan\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-legalassistance_trigger\">\n                Bantuan hukum gratis: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n    \u003C\u002Fdiv>\n\n\u003C\u002Fhtml>\n",[],[],"collective_agreement",[280],{"title":39,"slug":34},[282],{"type":283,"data":284},"call_to_action_body_block",{"title":285,"description":286,"variant":287,"link":288},"Bandingkan Perjanjian Kerja Bersama","Bandingkan pasal-pasal dan topik dalam Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dengan Perjanjian Kerja Bersama di semua sektor kerja di Indonesia maupun negara-negara lainnya.","dark",{"title":285,"url":289,"description":285,"rel":290,"type":291},"\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fbandingkan-perjanjian-kerja-bersama","follow","internal",[293],{"type":283,"data":294},{"title":285,"description":286,"variant":287,"link":295},{"title":285,"url":289,"description":285,"rel":290,"type":291},[]]