[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"page:id-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-indorama-ventures-indonesia-dengan-puk-sp-tsk-spsi-pt-indorama-ventures-indonesia-2019-2021":3},{"id":4,"slug":5,"title":6,"short_title":7,"intro_text":8,"meta_description":9,"seo_title":9,"path":10,"content_type":11,"locale":12,"go_live_at":7,"first_published_at":13,"page_created_at":14,"published_at":13,"edit_url":15,"breadcrumbs":16,"seo":24,"data":32,"children":323,"content_type_view":324,"extra_breadcrumbs":325,"body":327,"body_blocks":338,"related_pages":342},3679,"perjanjian-kerja-bersama","Perjanjian Kerja Bersama",null,"\u003Cp>Beberapa pilihan Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dipublikasikan di sini. Anda dapat menemukan teks asli dari Perjanjian Kerja Bersama tersebut, membaca dan menelusuri per bab maupun pasal, menurut topik yang sedang Anda cari.\u003Cbr\u002F>\u003Cbr\u002F>Ketika Anda mengklik pada link Perjanjian Kerja Bersama, halaman akan terbuka: di kolom sebelah kiri pada halaman tersebut berisi teks asli, sedangkan di kolom sebelah kanan, Anda akan menemukan ringkasan dari ketentuan yang ada di Perjanjian Kerja Bersama tersebut.\u003Cbr\u002F>Serikat Buruh\u002FPekerja dan Asosiasi Pengusaha dari Indonesia memberikan kontribusi terhadap pengumpulan data Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>","","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama","collective_agreements.collectiveagreementoverview","id_ID","2025-08-15T13:01:11.360625+00:00","2026-04-02T08:44:09.692847+00:00","\u002Fcms\u002Fpages\u002F3679\u002Fedit\u002F",[17,20,23],{"title":18,"slug":19},"Indonesia","id-id",{"title":21,"slug":22},"Bekerja di Indonesia","bekerja-di-indonesia",{"title":6,"slug":5},{"title":6,"description":9,"image":25,"canonical":26,"robots":27,"og_type":28,"twitter_card":29,"locale":19,"created_at":30,"last_modified_at":31},"https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fmedia\u002Fimages\u002FSocial_media_preview_image_-_2025.2e16d0ba.fill-1200x630.png","https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002F","index, follow","website","summary_large_image","2025-08-15T15:01:11.360625+02:00","2026-04-02T10:44:09.828831+02:00",{"cba":33,"clauses":45,"details":321,"translations":322},{"id":34,"uid":35,"url":36,"name":37,"locale":38,"override_title":9,"title":39,"browser_title":40,"browser_description":41,"text":42},"perjanjian-kerja-bersama-antara-pt-indorama-ventures-indonesia-dengan-puk-sp-tsk-spsi-pt-indorama-ventures-indonesia-2019-2021","d43bf7c0-eb9a-11eb-b845-f23c91080f70","https:\u002F\u002Fcobra.wageindicator.org\u002Fcountries\u002Findonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-indorama-ventures-indonesia-dengan-puk-sp-tsk-spsi-pt-indorama-ventures-indonesia-2019-2021\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-indorama-ventures-indonesia-dengan-puk-sp-tsk-spsi-pt-indorama-ventures-indonesia-2019-2021\u002F","Perjanjian Kerja Bersama Antara PT. Indorama Ventures Indonesia Dengan PUK SP – TSK SPSI PT. Indorama Ventures Indonesia 2019\u002F2021","ba_ID","IDN PT. Indorama Ventures Indonesia - 2019","Indonesia - IDN PT. Indorama Ventures Indonesia - 2019","IDN PT. Indorama Ventures Indonesia - 2019 - Industri\u002Fpabrik pengolahan",{"name":43,"data":44},"PT. INDORAMA VENTURES INDONESIA (2019-2021).html","\n\u003C!--?xml version=\"1.0\" encoding=\"UTF-8\"?-->\n\n\n  \u003Cmeta http-equiv=\"content-type\" content=\"text\u002Fhtml; charset=UTF-8\">\n  \u003Ctitle>PT. INDORAMA VENTURES INDONESIA 2019-2021\u003C\u002Ftitle>\n  \u003Cmeta name=\"generator\" content=\"Amaya, see http:\u002F\u002Fwww.w3.org\u002FAmaya\u002F\">\n\n\n\n\u003Ch1 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">PERJANJIAN KERJA\nBERSAMA ANTARA PT. INDORAMA VENTURES INDONESIA\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Ch1 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">DENGAN PUK SP –\nTSK SPSI PT. INDORAMA VENTURES INDONESIA\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Ch1 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">PERIODE\n2019-2021\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Ch2>MUKADIMAH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa Pada dasarnya hubungan antara Pengusaha\ndan Pekerja saling membutuhkan. Perusahaan menuju kemajuan dan perkembangan\nyang lebih baik dengan melakukan kegiatan yang efektif, sementara pekerja di\ndalam batas kegiatan Perusahaan mengharapkan dan menghendaki perbaikan serta\nkemajuan dalam kehidupannya. Apabila kedua belah pihak saling tidak mempunyai\npengertian yang cukup terhadap kedudukan pihak lain dan tidak bekerjasama,\njelas tidak akan diperoleh hasil yang memuaskan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dalam upaya mencapai tingkat kinerja yang optimal, tentunya perlu dibuat\nsuatu Perjanjian Kerja Bersama yang merupakan pengejawantahan atas\nprinsip-prinsip saling menghormati hak dan kewajiban kedua belah pihak dalam\nkedudukannya masing masing serta saling bekerja sama demi perkembangan\nPerusahaan dan berusaha meningkatkan kesejahteraan pekerja dan keluarganya yang\ndilandaskan pada semangat Hubungan Industrial dan kedua belah pihak\nberkepentingan dan mengikuti Nilai Perusahaan seperti menghormati Hak Asasi\nManusia dan Perbedaan, Anti Diskriminasi dan Anti Korupsi, fokus pada Kesehatan\ndan Keselamatan Pekerja termasuk kebijakan HIV-AIDS Oleh karena segala sesuatu\nyang termaktub dalam Perjanjian Kerja Bersama ini senantiasa dilindungi oleh\nUndang – Undang,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Peraturan – Peraturan, Kebijakan dari dan oleh Pemerintah Republik\nIndonesia, maka baik Pengusaha maupun Serikat Pekerja bersama – sama\nbertanggung jawab untuk memenuhi hak dan kewajiban yang telah disetujui di\ndalam Perjanjian Kerja Bersama ini dengan hati yang tulus serta memelihara dan\nmempertahankan Hubungan Industrial secara damai, mantap dan harmonis.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB I: PIHAK – PIHAK YANG MEMBUAT PERJANJIAN KERJA BERSAMA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 1: PIHAK – PIHAK YANG MEMBUAT PERJANJIAN KERJA BERSAMA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pihak I: Dewan Direksi PT Indorama Ventures Indonesia dan pejabat yang\nditunjuk oleh Dewan Direksi yang berkedudukan di desa Cihuni, Kecamatan\nPagedangan, Kabupaten Tangerang, yang akta pendiriannya dibuat oleh Notaris\nSutjipto SH No. 155 tertanggal 28 Maret 1991 dengan segala perubahannya,\nsebagaimana dengan perubahan terakhir akta No. 15 tanggal 22 Desember 2015,\ndibuat dan ditandatangani oleh Notaris Novita Puspitarini, SH. Perubahan\ntersebut telah disetujui oleh Menteri Kehakiman dan HAM No :\nAHU-AH.01.03.0990738 tanggal 23 Desember 2015, dalam hal ini diwakili oleh:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Shin, Yong Sig sebagai Senior Vice President (Direktur) PT. Indorama\n    Ventures Indonesia\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Kim, Sang Ho sebagai Vice President PT Indorama Ventures Indonesia\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>Disertai anggota delegasi perunding yang terdiri dari:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Tri Trisnaningsih\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Govind Sodani\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Shofianto Hendrowidodo\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Wisman\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Erwin Osmal Yuniver\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Irwan Wipraseno\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Sunandi\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dodi Widianto\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>Selanjutnya di dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini disebut\nPengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pihak II: Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Tekstil Sandang dan Kulit\nSerikat Pekerja Seluruh Indonesia (PUK SP-TSK SPSI) PT Indorama Ventures\nIndonesia yang terdaftar di Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang, dengan\nNomor: 44 \u002F Disnaker \u002F III \u002F 2012 tanggal 06 Maret 2012 yang berkantor di PT\nIndorama Ventures Indonesia dalam hal ini diwakili oleh:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Caska selaku Ketua Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Tekstil Sandang\n    dan Kulit Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PUK SP-TSK SPSI) PT Indorama\n    Ventures Indonesia\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Sugiyono selaku Sekretaris Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Tekstil\n    Sandang dan Kulit Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PUK SP-TSK SPSI) PT\n    Indorama Ventures Indonesia\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>Disertai anggota delegasi perunding yang terdiri dari:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pepep Taufik\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Suparmin\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dede Supriyanto\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mahdi\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Handoko Kilat Setiawan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Yanto\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Ade Hermansyah\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Efran Darson\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Fauzi\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>Selanjutnya di dalam Perjanjian Kerja Bersama ini disebut Serikat Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 2: LUASNYA PERJANJIAN KERJA BERSAMA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-coverunionsign\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-coverunion_trigger\">\u003Cli>Pengusaha dan Serikat Pekerja bersama-sama menyetujui bahwa Perjanjian\n    Kerja Bersama ini berlaku dan mengikat kedua belah pihak, termasuk segala\n    perubahan, penambahan maupun pengurangannya.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Apabila Pengusaha dan Serikat Pekerja mengadakan perubahan nama dan\u002F atau\n    penggabungan dengan Perusahaan dan\u002F atau Organisasi lain maka isi dan\n    pasal-pasal Perjanjian Kerja Bersama ini akan tetap berlaku bagi kedua\n    belah pihak sampai dengan berakhirnya Perjanjian Kerja Bersama ini kecuali\n    kedua belah pihak menentukan lain.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 3: MAKSUD DAN TUJUAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Maksud dan tujuan dari Perjanjian Kerja Bersama ini adalah mengatur hubungan\nkerja antara Pengusaha dan Pekerja sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan\nyang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 4: PENGAKUAN KEWAJIBAN PENGUSAHA DAN SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha berkewajiban mempertahankan dan berusaha meningkatkan\n    kesejahteraan Pekerja sesuai dengan kemampuannya yang dibuktikan dengan\n    data-data yang dapat dipertanggungjawabkan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha wajib mengakui bahwa Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja\n    Tekstil Sandang dan Kulit Serikat Pekerja Seluruh Indonesia PT. Indorama\n    Ventures Indonesia adalah satu - satunya organisasi Serikat Pekerja yang\n    ada di PT. Indorama Ventures Indonesia\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Serikat Pekerja wajib menyampaikan rencana kegiatan kerja kepada\n    Pengusaha baik tentang jadwal dan materi kegiatan kerjanya, dan Pengusaha\n    meneliti serta mempertimbangkan rencana kerja tersebut berdasarkan\n    kepentingan Perusahaan dan tidak melanggar Peraturan Perundang-undangan\n    yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha dan Serikat Pekerja mempunyai kewajiban dan tanggung jawab\n    menjelaskan isi Perjanjian Kerja Bersama ini kepada Pekerja \u002F\n  anggotanya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha dan Serikat Pekerja mempunyai kewajiban dan tanggung jawab\n    untuk mentaati Perjanjian Kerja Bersama ini serta berhak menegur pihak yang\n    melanggar Perjanjian Kerja Bersama ini\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 5: PENGAKUAN HAK PENGUSAHA DAN SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha mempunyai hak untuk mengatur dan menjalankan Perusahaan sesuai\n    dengan kebijakan yang dianutnya termasuk pengelolaan tenaga kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Serikat Pekerja mewakili anggotanya yang menjadi Pekerja pada Perusahaan,\n    baik secara perorangan maupun bersama-sama dalam bidang Hubungan\n  Industrial.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Serikat Pekerja mempunyai hak membuat Perjanjian Kerja Bersama dengan\n    Pengusaha.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Serikat Pekerja mempunyai hak untuk mengajukan saran, usulan dan\n    memusyawarahkan kepada Pengusaha mengenai kesejahteraan Pekerja\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha dan Serikat Pekerja berhak saling mengingatkan apabila\n    menyimpang dari Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha dan Serikat Pekerja tetap memiliki hak-hak lainnya yang diatur\n    maupun yang dilindungi oleh Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 6: HUBUNGAN INDUSTRIAL\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam melaksanakan hubungan industrial maka masing-masing pihak mempunyai\nfungsi dan kewajiban sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Serikat Pekerja Mempunyai kewajiban untuk menjaga ketertiban demi\n    kelangsungan produksi, menyalurkan aspirasi secara demokratis,\n    mengembangkan keterampilan dan keahliannya serta ikut memajukan perusahaan\n    dan memperjuangkan kesejahteraan anggota beserta keluarganya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha Mempunyai fungsi menciptakan kemitraan, mengembangkan usaha,\n    memperluas lapangan kerja dan memberikan kesejahteraan pekerja secara\n    terbuka, demokratis dan berkeadilan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 7: KEGIATAN SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-TRADEUNLEAV_trigger\">\u003Cli>Pengusaha dapat memberikan dispensasi kepada pengurus Serikat Pekerja\n    untuk melakukan kegiatan Serikat Pekerja di dalam jam kerja sesuai agenda\n    kerja yang telah disampaikan sebelumnya kepada pihak Pengusaha, pemberian\n    dispensasi harus mengedepankan kepentingan perusahaan. Sedangkan untuk\n    pemasangan brosur, pamflet dan spanduk harus menyampaikan rencana terlebih\n    dahulu kepada pihak Pengusaha dengan mengedepankan hubungan industrial yang\n    harmonis dan menjaga kondisi kerja yang kondusif.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Panggilan lembaga dan pemerintah kepada Serikat Pekerja terlebih dahulu\n    akan diteliti oleh Pengusaha isi panggilan tersebut bersama-sama Serikat\n    Pekerja, kemudian diputuskan dan dalam memenuhi panggilan tersebut harus\n    melalui prosedur yang berlaku di Perusahaan dengan memperhatikan\n    kepentingan Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha tidak boleh melakukan tekanan-tekanan secara langsung maupun\n    tidak langsung, tindakan diskriminasi dan\u002F atau tindakan pembalasan\n    terhadap Pekerja yang dipilih\u002F ditunjuk selaku fungsionaris Serikat Pekerja\n    karena kegiatan yang berhubungan dengan fungsinya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dalam melakukan kegiatannya, Serikat Pekerja harus menjunjung tinggi\n    prinsip Hubungan Industrial dan menjaga harmonisasi hubungan kerja serta\n    tidak akan melakukan aksi-aksi sepihak maupun pernyataan-pernyataan Pekerja\n    dengan mengatasnamakan kepentingan Pekerja yang dapat merugikan\n  Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Serikat Pekerja akan menyampaikan daftar nama-nama anggotanya kepada\n    Pengusaha.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Serikat Pekerja dilarang melakukan kegiatan yang tidak berhubungan dengan\n    hak dan kewajibannya.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 8: FASILITAS SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha akan memberikan bantuan kepada Serikat Pekerja dalam\n    batas-batas tertentu sesuai dengan prinsip-prinsip yang telah disetujui\n    dalam Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha mengijinkan pemakaian fasilitas-fasilitas Perusahaan sepanjang\n    tidak mengganggu aktivitas Perusahaan dan berusaha menyediakan segala\n    peralatan yang dibutuhkan oleh Serikat Pekerja sebatas kemampuannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha menyediakan suatu forum musyawarah untuk kepentingan komunikasi\n    antara Serikat Pekerja dan Pengusaha dengan tempat, jangka waktu dan cara\n    berdasarkan kesepakatan bersama berupa:\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Forum musyawarah tingkat I antara Serikat\n    Pekerja dan wakil Pengusaha (Industrial Relationship)\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Forum musyawarah tingkat II antara Serikat\n    Pekerja dan Pengusaha\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Segala bentuk komunikasi harus diupayakan melalui tahapan sebagaimana\n    ayat 3 (tiga). Dalam hal keputusan tidak tercapai setelah melalui tahapan\n    sebagaimana ayat 3 (tiga) maka 4 pengambilan keputusan dilakukan melalui\n    proses sesuai Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dengan bantuan Pengusaha, Serikat Pekerja dapat melaksanakan pemungutan\n    iuran keanggotaan melalui pemotongan Upah Pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila Serikat Pekerja menghendaki pemotongan selain iuran sebagaimana\n    dimaksud ayat 5 (lima), harus mengajukan permohonan terlebih dahulu kepada\n    Pengusaha secara tertulis serta mendapat persetujuan tertulis dari\n    anggotanya.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 9: KEANGGOTAAN SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Adalah seluruh Pekerja PT Indorama Ventures Indonesia, sesuai dengan UU\nNomor 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB II: ISTILAH – ISTILAH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 10: ISTILAH DAN PENGERTIAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Di Dalam Perjanjian Kerja Bersama ini yang dimaksud dengan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah PT Indorama Ventures Indonesia, suatu perseroan terbatas yang\ndidirikan menurut hukum Indonesia dan tunduk kepada hukum yang berlaku di\nNegara Republik Indonesia sebagaimana dalam Akte Pendirian No. 155, tertanggal\n28 Maret 1991, yang dibuat dan ditandatangani oleh Sutjipto, SH, Notaris di\nJakarta, dengan segala perubahannya sebagaimana dengan perubahan terakhir akta\nNo. 15 tanggal 22 Desember 2015, dibuat dan ditanda tangani oleh Notaris Novita\nPuspitarini, SH di Tangerang. Perubahan tersebut telah disetujui oleh Menteri\nKehakiman dan HAM No : AHU-AH.01.03.0990738 tanggal 23 Desember 2015, yang\nberkedudukan di Desa Cihuni, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang,\nPropinsi Banten, dengan salah satu kantor cabangnya yang berkedudukan di\nBandung.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah Presiden Direktur dan jajaran Direksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. A. Wakil Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah orang yang ditunjuk oleh Pengusaha untuk bertindak atas\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>nama Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>B. Atasan yang berwenang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah Pekerja yang mempunyai dan\u002F atau diberikan wewenang maupun tanggung\njawab untuk melakukan penugasan, pembinaan dan pengawasan secara langsung di\nseksinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>C. Petugas yang berwenang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah petugas yang diberikan tugas dan wewenang oleh atasan yang\nberwenang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Lingkungan Perusahaan. Adalah seluruh tempat yang secara sah berada di\nbawah penguasaan Perusahaan dan\u002F atau digunakan untuk menunjang kegiatan\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Tempat Kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah tempat dimana Pekerja melakukan tugas pekerjaannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Tekstil Sandang dan Kulit Serikat\nPekerja Seluruh Indonesia PT Indorama Ventures Indonesia yang terdaftar di\nDinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Kabupaten Tangerang\ndengan Nomor: 44 \u002F Disnaker \u002F III \u002F 2012 tanggal 06 Maret 2012.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah setiap orang yang mempunyai hubungan kerja dengan Perusahaan\nberdasarkan Surat Perjanjian Kerja yang dibuat secara sah, dengan menerima\nbalas jasa berupa upah dari Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Keluarga Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Adalah seorang isteri\u002F suami yang dinikahi secara sah berdasarkan\nPeraturan Perundang - undangan yang berlaku dan telah dilaporkan kepada seksi\nHRD.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Adalah anak sah Pekerja yang dilahirkan dari perkawinan yang sah dan atau\nanak yang disahkan menurut hukum (adopsi) atau anak tiri, dengan pembatasan\nsebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b.1. belum berumur 21 tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b.2. belum berpenghasilan sendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b.3. belum pernah menikah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b.4. sampai dengan tiga anak, apabila ada hal-hal\nyang khusus akan diatur tersendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dikecualikan dalam point b.1 adalah anak cacat tetap yang tidak mampu\nberpenghasilan sendiri berdasarkan pengkajian oleh Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Dalam hal terjadi pernikahan sesama Pekerja, maka isteri dan anak yang\nsah dari hasil perkawinan menjadi tanggungan pihak suami. Apabila terjadi\nperceraian, maka Pekerja wajib melaporkan ke seksi HRD dengan melampirkan bukti\nyang sah menurut hukum yang berlaku dan anak yang sah tetap menjadi tanggungan\npihak suami sampai adanya keputusan pengadilan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Ahli Waris.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah keluarga Pekerja atau orang yang ditunjuk oleh Pekerja untuk menerima\nsetiap haknya dan\u002F atau untuk mengurus segala sesuatu dengan Perusahaan dalam\nhal Pekerja meninggal dunia. Apabila tidak ada petunjuk atas ahli warisnya akan\ndiatur menurut hukum dan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku. Adapun\nrincian mengenai ahli waris dapat dilihat dilampiran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10. Teman Sekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah setiap Pekerja PT Indorama Ventures Indonesia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11. Pekerja Tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah Pekerja untuk waktu tidak tertentu yang telah selesai menjalani masa\npercobaan dan\u002F atau sudah diangkat menjadi Pekerja tetap serta terikat hubungan\nkerja dengan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12. Pekerja untuk waktu tertentu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah Pekerja yang terikat dalam hubungan kerja dengan Perusahaan dalam\njangka waktu dan jenis pekerjaan sebagaimana yang ditetapkan dalam Surat\nPerjanjian Kerja sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13. Pekerja Pasca Pensiun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah pekerja yang telah melalui masa pensiun normal usia 56 (lima puluh\nenam) tahun dan telah mendapatkan hak pensiunnya yang dipekerjakan kembali oleh\nPengusaha dengan menggunakan perjanjian kerja baru yang ditentukan oleh\nPengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14. Tugas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah semua kegiatan yang dijalankan oleh Pekerja untuk kepentingan\nPerusahaan dalam suatu hubungan kerja dan merupakan dasar perhitungan untuk\nmendapatkan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15. Upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah hak Pekerja yang diterima dalam bentuk uang sebagai imbalan dari\nPengusaha kepada Pekerja yang ditetapkan dan dibayarkan menurut Perjanjian\nKerja, kesepakatan, atau sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan termasuk\ntunjangan bagi Pekerja dan keluarganya atas suatu pekerjaan dan\u002F atau jasa yang\ntelah atau akan dilakukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>16. Hari dan Jam Kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Hari Kerja adalah hari disaat seorang Pekerja diwajibkan untuk bekerja\nsesuai dengan cara ( system ) yang telah diatur dalam Perjanjian Kerja Bersama\nini dengan memperhatikan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Jam kerja adalah waktu kerja disaat seorang Pekerja diwajibkan untuk\nkerja sesuai dengan jadwal\u002Fjam dan cara ( system ) kerja yang telah diatur\ndalam Perjanjian Kerja Bersama ini dengan memperhatikan Peraturan\nPerundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>17. Hari dan Jam Kerja Shift.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Hari Kerja Shift adalah hari kerja yang diatur secara bergiliran pagi,\nsore maupun malam dan hari istirahatnya tidak harus jatuh di hari yang sama\ndengan hari istirahat Kerja Non Shift.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Jam Kerja Shift adalah jam kerja untuk Pekerja yang menggunakan hari kerja\nshift yang dilakukan secara bergiliran menurut jadwal kerja yang telah diatur\ndalam Perjanjian Kerja Bersama dan dengan memperhatikan Peraturan\nPerundang-undangan yang berlaku yaitu 8 (delapan) jam termasuk 1 (satu) jam\nistirahat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>18. Jam Kerja Non Shift.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah jam kerja untuk Pekerja yang tidak memakai jam kerja shift atas dasar\n40 (empat puluh) jam satu minggu dengan jumlah hari kerja yang ditetapkan dalam\nPerjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>19. Kerja Lembur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah bekerja melebihi atau diluar jam kerja yang telah diatur dalam\nPerjanjian Kerja Bersama ini dan ketentuan Peraturan Perundang-undangan yang\nberlaku, termasuk didalamnya hari libur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>20. Hari Libur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah hari libur resmi yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>21. Hari Istirahat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Hari Istirahat adalah hari-hari saat seorang Pekerja tidak diwajibkan untuk\nbekerja sesuai dengan cara dan jadwal kerjanya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>22. Mangkir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah tidak masuk kerja pada hari kerja tanpa ijin atasan yang berwenang\nterlebih dahulu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>23. Meninggalkan pekerjaan pada waktu kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah Pekerja yang meninggalkan pekerjaannya pada waktu jam kerja untuk\nkeperluan pribadi dan kembali ke tempat kerja sebelum jam kerja berakhir,\ndengan terlebih dahulu mendapatkan ijin atasan yang berwenang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>24. Terlambat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah belum berada di tempat kerja seperti yang ditunjukkan pada mesin\nabsensi, sesuai dengan jenis kerjanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>25. Pulang Cepat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah Pekerja yang meninggalkan pekerjaan bukan untuk kepentingan dinas\nsebelum jam kerja berakhir dengan ijin atasan yang berwenang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>26. Komite Disiplin.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah suatu komite yang ditunjuk oleh Pengusaha untuk mempertimbangkan dan\nmenentukan pemberian sanksi terhadap Pekerja yang melanggar peraturan, sesuai\ndengan ketentuan di dalam Perjanjian Kerja Bersama atau Peraturan\nPerundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>27. Dianggap mengundurkan diri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah Pekerja yang mangkir 5 (lima) hari atau lebih secara berturut-turut\ntanpa keterangan tertulis yang dilengkapi bukti yang sah dan telah dipanggil\noleh Pengusaha sebanyak 2 (dua) kali secara tertulis atau mengundurkan diri\nsebelum batas waktu pengunduran diri. Surat pemanggilan akan dikeluarkan oleh\nHRD setelah ada konfirmasi dari Tim terkait.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>28. Dirumahkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah suatu tindakan yang diambil oleh Pengusaha dengan memerintahkan\nseluruh atau sebagian pekerjanya untuk tidak masuk kerja, sebagai usaha untuk\nmenyelamatkan Perusahaan dari kondisi yang sangat buruk.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>29. Skorsing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah pembebastugasan untuk waktu tertentu bagi Pekerja yang melakukan\npelanggaran sebagaimana yang diatur dalam Perjanjian Kerja Bersama ini dan\nPeraturan Perundang - undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>30. Pemutusan Hubungan Kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah pengakhiran hubungan kerja karena suatu sebab tertentu yang\nmengakibatkan berakhirnya hak dan kewajiban antara Pekerja dan Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>31. Sanksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah suatu bentuk hukuman yang dikenakan kepada Pekerja yang melakukan\npelanggaran sebagaimana diatur dalam Perjanjian Kerja Bersama ini atau\nPeraturan Perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>32. Kecelakaan Kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah kecelakaan yang terjadi dalam hubungan kerja, termasuk kecelakaan\nyang terjadi dalam perjalanan dari rumah menuju tempat kerja atau\nsebaliknya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>33. Sakit Akibat Hubungan Kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah sakit yang diakibatkan oleh hubungan kerja baik langsung maupun tidak\nlangsung berdasarkan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>34. Unjuk Rasa Illegal Pekerja. Adalah unjuk rasa yang tidak sesuai dengan\nPeraturan dan Perundang-undangan yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB III: HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 11: HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Hubungan kerja adalah hubungan antara Pengusaha dengan Pekerja berdasarkan\nperjanjian kerja yang mempunyai unsur pekerjaan, upah, dan perintah kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 12: PENERIMAAN PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Persyaratan penerimaan Pekerja baru adalah hak sepenuhnya dari Pengusaha\nsesuai dengan kebutuhan Perusahaan. Penerimaan pekerja baru mengikuti Peraturan\nPerundang-undangan dan hukum yang berlaku minimal berusia 18 tahun dan\u002Fatau\nlebih dari 18 tahun (sesuai dengan UU No. 13 Tahun 2003 Pasal 1 ayat 26).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 13: MASA PERCOBAAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrialperiod\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrial\">\u003Cli>Setiap Pekerja baru dikenakan masa percobaan paling lama 3 (tiga) bulan\n    kecuali Pekerja yang menjalani perjanjian kerja untuk waktu tertentu,\n    Pekerja Pasca Pensiun.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Dalam masa percobaan tersebut baik Pengusaha maupun Pekerja berhak\n    melakukan pemutusan hubungan kerja secara sepihak dengan tanpa syarat\n    apapun. Apabila hubungan kerja diputuskan dalam masa percobaan, maka\n    Pengusaha tidak diwajibkan untuk membayar uang pesangon, uang penghargaan\n    masa kerja atau uang penggantian hak.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang telah selesai menjalani masa percobaan tersebut, diterima\n    sebagai Pekerja Tetap.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang masih dalam status percobaan menerima upah sebesar 80% dari\n    upah tetap, dengan catatan tidak lebih kecil dari ketentuan upah minimum\n    yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 14: PEKERJA UNTUK WAKTU TERTENTU\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Perusahaan dapat menerima tenaga kerja sebagai Pekerja untuk waktu\n    tertentu sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja untuk waktu tertentu sebagaimana yang dimaksud pada ayat 1\n    (satu), harus mentaati peraturan-peraturan yang ditetapkan oleh\n  Pengusaha.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 15: PERJANJIAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Mereka yang dinyatakan dapat diterima sebagai Pekerja terlebih dahulu\n    menandatangani Perjanjian Kerja yang dibuat rangkap dua, satu untuk\n    Pengusaha satu untuk Pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang telah menandatangani perjanjian kerja sebagaimana tercantum\n    pada ayat 1 (satu), dianggap menyetujui segala ketentuan yang tercantum di\n    dalamnya dan Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Isi Perjanjian Kerja tidak boleh bertentangan dengan Perjanjian Kerja\n    Bersama dan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Jenis perjanjian kerja disesuaikan dengan status Pekerja yang\n    bersangkutan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 16: STATUS PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Status Pekerja terbagi dalam beberapa golongan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pekerja Tetap.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja untuk waktu tertentu.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja dalam masa percobaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja Pasca Pensiun.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 17: KEPANGKATAN \u002F JABATAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-jobclassifaction1\">\u003Cp>Kepangkatan\u002F jabatan untuk Pekerja adalah sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Kepangkatan \u002F Jabatan\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Senior General Manager\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Deputy General Manage\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>General Manager\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Senior Manager\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Deputy Senior Manager\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Manager\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Assistant Manager\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Senior Supervisor\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Supervisor\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cp>Senior Foreman\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Foreman\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Leader\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Senior Worker\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Worker\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Ch3>PASAL 18: PROMOSI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Bagi Pekerja yang mempunyai prestasi, hasil evaluasi, sikap kerja dan\nkinerja yang baik, dapat dipertimbangkan untuk dipromosikan ke pangkat\u002F jabatan\nyang lebih tinggi sesuai dengan kebutuhan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 19: MUTASI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha mempunyai hak untuk memutasikan Pekerja dari satu bagian ke\nbagian lainnya dalam lingkungan Perusahaan dan\u002F atau ke tempat lain yang\nmerupakan bagian dari unit perusahaan, sesuai dengan kebutuhan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Adapun mutasi sebagaimana yang dimaksud dengan ayat 1 (satu) dilakukan\noleh Pengusaha berdasarkan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Kebutuhan Perusahaan akan pekerjaan tertentu di\ntempat atau di bagian tertentu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Pengurangan pekerjaan pada suatu bagian dan\nbertambahnya pekerjaan pada bagian lainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Kebijakan dalam rangka memberikan kesempatan\nuntuk maju bagi Pekerja dengan memberikan pengalaman di bagian lainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Kebijakan Perusahaan dalam rangka\nrestrukturisasi dan hal-hal lain yang berhubungan dengan kesehatan dan\nkeselamatan Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Keputusan mutasi harus diberitahukan kepada\nPekerja yang bersangkutan selambat - lambatnya 1 (satu) minggu sebelum mutasi\ntersebut dilaksanakan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pekerja wajib mematuhi kebijakan mutasi yang ditetapkan Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Dalam hal Pekerja menjadi pengurus Serikat Pekerja maka Pengusaha tidak\nboleh melakukan mutasi yang dapat menghalangi hak Pekerja dalam berserikat\nsesuai Undang - Undang No 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja BAB VII Pasal\n28, kecuali dengan kesepakatan antara Pengusaha dan Serikat Pekerja secara\ntertulis.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 20: WAJIB LAPOR DATA PRIBADI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pekerja wajib melaporkan kepada seksi HRD melalui Team masing-masing\nsetiap perubahan data kepersonaliaan selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari\nsetelah terjadi perubahan yang meliputi:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Perubahan nama\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Perubahan alamat atau tempat tinggal\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Perubahan status perkawinan dan atau\nperceraian\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Kelahiran, kematian, dan\u002F atau perkawinan\nanak\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Kematian suami\u002F isteri, orang tua\u002F mertua\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f. Nomor rekening bank untuk transfer gaji\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g. Perubahan-perubahan lain yang diperlukan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Khusus untuk ayat 1.d wajib dilaporkan selambat-lambatnya 5 (lima) hari\nsetelah perubahan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Khusus untuk ayat 1.f wajib dilaporkan selambat-lambatnya 1 (satu) hari\nkerja setelah perubahan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Setiap perubahan harus dilampirkan bukti-bukti yang sah dari instansi\npemerintah terkait dan\u002F atau lembaga Pemerintah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 21: PERUBAHAN – PERUBAHAN JENIS KERJA ATAS DASAR ALASAN\nKESEHATAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Berhubungan dengan kesehatan Pekerja, Pengusaha dapat melakukan\nperubahan-perubahan jenis kerja, dispensasi waktu kerja, pengawasan atau\nperawatan kepada Pekerja yang bersangkutan sesuai dengan petunjuk dokter\nPerusahaan atau dokter yang merawatnya. Perubahan tersebut berdasarkan\npermintaan Team ke HRD dan\u002F atau bagian terkait serta mengkomunikasikannya ke\nSerikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 22: DIRUMAHKAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Berdasarkan kondisi Perusahaan, Pengusaha berhak merumahkan Pekerja\n    selama waktu tertentu, setelah dimusyawarahkan dengan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perlakuan terhadap Pekerja yang dirumahkan diberitahukan kepada Serikat\n    Pekerja dan tetap memperoleh hak-haknya sesuai dengan Peraturan\n    Perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Masa dirumahkan paling lama 12 (dua belas) bulan dan akan diperhitungkan\n    sebagai masa kerja Pekerja.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 23: USIA PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Batas usia pensiun bagi Pekerja adalah 56 (lima puluh enam) tahun.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja dapat mengajukan pensiun dini apabila telah memiliki masa kerja\n    21 (dua puluh satu) tahun dan\u002F atau berumur sekurang-kurangnya 51 (lima\n    puluh satu) tahun bagi Pekerja laki - laki dan 46 (empat puluh enam) tahun\n    bagi Pekerja perempuan, dengan memperoleh hak sesuai dengan Peraturan\n    Perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila Pengusaha membutuhkan Pekerja yang telah pensiun atau\n    mengundurkan diri yang memiliki keahlian khusus dapat dipekerjakan sebagai\n    Pekerja Pasca Pensiun atau Kontrak (PKWT) sesuai dengan kebijakan dan\n    kebutuhan Perusahaan\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 24: PERJALANAN DINAS DAN DINAS LUAR\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha berhak menugaskan kepada Pekerja untuk melakukan perjalanan\n    dinas dan dinas luar.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Yang dimaksud dengan Perjalanan Dinas adalah perjalanan yang dilakukan\n    oleh Pekerja dalam rangka melakukan tugas Perusahaan ke suatu tempat di\n    luar tempat kerja, yang berjarak lebih dari 150 (seratus lima puluh)\n  km.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Yang dimaksud dengan Dinas Luar adalah perjalanan yang dilakukan oleh\n    Pekerja dalam rangka melakukan tugas Perusahaan ke suatu tempat di luar\n    tempat kerja, yang berjarak kurang dari 150 (seratus lima puluh) km.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila Pekerja bekerja melebihi jam yang telah ditentukan oleh Pengusaha\n    maka jam kerja tersebut dihitung sebagai kerja lembur dengan syarat dan\n    ketentuan Team terkait harus menginformasikan kepada HRD untuk jadwal kerja\n    Pekerja selama perjalanan dinas.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Biaya perjalanan dinas menjadi tanggungan Pengusaha yang mencakup:\n    \u003Cp>a. Biaya transportasi (bila memakai kendaran Perusahaan tidak\n    diberikan).\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>b. Biaya penginapan\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>c. Uang makan\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>d. Uang saku\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Untuk Dinas Luar Pengusaha hanya menanggung uang makan (apabila Pekerja\n    pada waktu jam makan masih berada di luar tempat kerja). Adapun\n    transportasi untuk Dinas Luar disediakan oleh Pengusaha.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Besarnya biaya dan prosedur Perjalanan Dinas dan Dinas Luar diatur\n    tersendiri dan ditentukan oleh Pengusaha. Perkiraan biaya tersebut diatas\n    harus sudah diselesaikan sebelum Pekerja berangkat meninggalkan Perusahaan\n    dan Pekerja yang bersangkutan harus menandatanganinya.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch2>BAB IV: HARI KERJA, JAM KERJA DAN PEMBEBASAN DARI KEWAJIBAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 25: HARI KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-schedulesrestpw\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SCHEDULE_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek_select\">\u003Cp>1. Bagi Pekerja yang mempunyai hari dan jam kerja non shift, hari kerja\ndimulai sejak hari Senin sampai dengan hari Jum’at. Hari Sabtu dan hari\nMinggu adalah hari istirahat mingguan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Hari Kerja Pekerja Shift diatur sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Jenis Shift\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jadwal Kerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Keterangan\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>a. 3 Shift 4 Group\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>4 Pagi, 1 Libur, 4 Sore, 1 Libur, 4 Malam, 2 Libur\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>b. 2 Shift 3 Group\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 Pagi, 1 Malam, 1 Libur\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Satpam\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>c. Daily Shift\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>5 hari kerja daily 2 hari libur\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3 .Adapun hari kerja dan hari istirahat mingguan yang sifatnya khusus diatur\ntersendiri menurut kondisi kerja pada masing-masing bagian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Hari kerja dimulai dari jam 06.00 sampai dengan jam 06.00 pada hari\nberikutnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 26: JAM KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Jam Kerja Dasar diatur dengan memperhatikan Peraturan Perundang-undangan\nyang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Penerapan Jam Kerja, bisa berubah sesuai dengan kebutuhan Perusahaan\ndengan tetap memperhatikan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Jam Kerja untuk Pekerja adalah sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Jam Kerja Non Shift Hari Senin ~ Jum’at :\n08.00 ~ 17.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Jam Kerja Shift:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd rowspan=\"2\" style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;line-height:1.5em;\">Jenis\n        Shift\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd colspan=\"3\" style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Jam\n      Kerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd rowspan=\"2\" style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Keterangan\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Pagi\n      (P)\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Sore (S)\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Malam\n        (M)\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">a. 3\n        Shift 4 Group\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">06.00 -\n        14.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>14.00 - 22.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">22.00 -\n        06.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>b. 2 Shift 3 Group\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>08.00 - 20.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>20.00 - 08.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Kelebihan jam kerja dihitung sebagai lembur\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd rowspan=\"2\">c. Daily Shift\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Sen~Jmt\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>08.00~17.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Sabtu~Minggu\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>08.00~16.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 27: JAM ISTIRAHAT \u002F JAM MAKAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Jam istirahat \u002F jam makan ditentukan oleh Perusahaan dan dapat digunakan\nsepenuhnya oleh Pekerja untuk istirahat \u002F makan di tempat yang telah\ndisediakan, serta kembali ke tempat kerja tepat pada waktunya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Untuk kepentingan operasional Perusahaan, jam istirahat \u002F jam makan dapat\ndisesuaikan menurut kebutuhan Perusahaan. Dalam hal khusus, Team Manager dapat\nmengatur waktu istirahat dengan sistem bergiliran, mengganti jam istirahat atau\ndengan memberikan kompensasi Lembur atas konfirmasi Team dan persetujuan HRD\nTeam.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Adapun jam istirahat bagi Pekerja Non Shift dan Shift adalah sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Jam istirahat non shift:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1. Senin ~ Kamis : 12.00 WIB ~ 13.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2. Jum’at : 11.45 WIB ~ 13.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Jam istirahat shift\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\" rowspan=\"2\">Jenis Shift\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\" rowspan=\"2\">Periode Istirahat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd colspan=\"3\" style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Jam\n        Istirahat\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Pagi\n      (P)\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Sore\n      (S)\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Malam\n        (M)\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd rowspan=\"2\">a. 3 Shift 4 Group\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 (satu)\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>09.30 - 10.30\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>17.30 - 18.30\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>00.30 - 01.30\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>2 (dua)\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>10.30 - 11.30\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>18.30 - 19.30\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>01.30 - 02.30\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>b. 2 Shift 3 Group\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd colspan=\"4\">Diatur sendiri seksi yang bersangkutan\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>*Bagi Pekerja 3 Shift 4 Grup hanya berhak menggunakan salah satu periode\nistirahat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 28: KERJA LEMBUR\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Kerja lembur dilakukan berdasarkan pengaturan kerja lembur dan surat\n    perintah lembur dari atasan yang berwenang dan apabila Pekerja menolak\n    perintah lembur tersebut harus disertai dengan alasan yang wajar.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Terhadap Pekerja yang melakukan kerja lembur dibayar upah lembur sesuai\n    dengan Peraturan Perundang–undangan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Ketentuan kerja lembur yang dimaksud dalam ayat 1 dan 2 diberlakukan\n    untuk seluruh Pekerja. Adapun untuk jabatan Supervisor ke atas diatur\n    tersendiri sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat (Secara rinci dapat\n    dilihat pada lampiran)\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 29: HARI LIBUR \u002F HARI ISTIRAHAT\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pada prinsipnya Pekerja tidak diwajibkan bekerja pada hari libur\u002F hari\n    istirahat, kecuali kepada Pekerja yang mempunyai hari dan jam kerja shift,\n    wajib masuk sesuai dengan jadwalnya pada hari libur.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha dapat memerintahkan kepada Pekerja untuk melakukan pekerjaan\n    pada hari libur\u002F hari istirahat dan kepada Pekerja yang bersangkutan akan\n    diberikan upah lembur.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang mendapat perintah untuk bekerja lembur pada hari libur\u002F hari\n    istirahat dan pekerja telah menyetujui untuk bekerja pada hari libur\u002F hari\n    istirahat wajib melaksanakannya\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 30: CUTI TAHUNAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysweeks\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysdays\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAIDLEAV_trigger\">\u003Cli>Pekerja yang telah menjalani masa kerja 1 (satu) tahun terhitung sejak\n    saat dipekerjakan, berhak atas cuti tahunan selama 12 (dua belas) hari.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Pekerja yang hendak mempergunakan cuti tahunan tersebut, harus mengajukan\n    Surat Permohonan kepada atasan yang berwenang selambat-lambatnya 7 (tujuh)\n    hari sebelumnya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengambilan hak cuti tahunan dapat dibagi dalam beberapa tahap, atau\n    secara sekaligus dengan persetujuan atasan yang berwenang.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Cuti tahunan dapat ditunda untuk kepentingan Perusahaan\n    selambat-lambatnya 6 (enam) bulan dari hak cuti yang baru timbul.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Sisa cuti tahunan akan dibayarkan pada Pekerja bersamaan dengan upah pada\n    waktu cuti baru timbul. Besarnya nilai 1 (satu) hari cuti adalah (upah\n    tetap x 1\u002F173) x 8 (delapan) jam.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Selama cuti, Pekerja tetap menerima upah penuh dan dilarang bekerja pada\n    perusahaan lain.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysfixeddays\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysfixed\">\u003Cli>Pengusaha dapat melaksanakan cuti massal sebanyak-banyaknya 6 (enam) hari\n    dalam setahun untuk kepentingan Perusahaan, dan cuti massal tersebut dapat\n    diperhitungkan sebagai cuti tahunan tiap Pekerja.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-bankholidays1\">\u003Cli>Hari libur resmi tidak dihitung sebagai hak cuti tahunan.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 31: CUTI TAMBAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Kepada Pekerja yang telah mempunyai masa kerja tertentu, diberikan cuti\ntambahan per tahun dengan ketentuan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">MASA\n        KERJA\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">\u003Cp>CUTI\n        TAMBAHAN\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>5 atau lebih tetapi kurang dari 7 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2 hari\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>7 atau lebih tetapi kurang dari 9 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3 hari\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>9 atau lebih tetapi kurang dari 11 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>4 hari\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>11 atau lebih tetapi kurang dari 15 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>6 hari\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>lebih dari 15 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>8 hari\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pengambilan hak atas cuti tambahan tersebut, setiap tahun dapat diambil\nsecara sekaligus atau secara berangsur-angsur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Cuti tambahan tersebut di atas, apabila tidak dipergunakan dapat\ndikompensasikan dengan uang sesuai dengan perhitungan cuti tahunan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Apabila ada Peraturan Perundang-undangan yang mengatur mengenai\npemberlakuan cuti panjang untuk perusahaan-perusahaan swasta tertentu dan PT\nIndorama Ventures Indonesia masuk ke dalam kategori tersebut, maka akan\ndimusyawarahkan dengan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Sebagaimana halnya hak atas cuti tahunan demi ketertiban pelaksanaan,\ncuti tambahan ini akan diatur oleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Bagi Pekerja Pasca Pensiun, cuti tambahan diatur tersendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 32: CUTI MELAHIRKAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleavepayperc\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleavepay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleave\">\u003Cp>1. Cuti melahirkan adalah cuti yang diberikan kepada Pekerja perempuan\npaling lama 1 ½ (satu setengah) bulan sebelum melahirkan dan paling lama 1 ½\n(satu setengah) bulan sesudah melahirkan dengan jumlah total cuti 3 (tiga)\nbulan dengan mendapat upah penuh. Adapun penggunaan cuti melahirkan tersebut\nbisa disesuaikan dengan keinginan Pekerja selama penggunaannya tidak lebih dari\n3 (tiga) bulan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Pekerja perempuan yang hendak mempergunakan hak cutinya, terlebih dahulu\nharus mengajukan Surat Permohonan Cuti melahirkan selambat-lambatnya 1 (satu)\nbulan sebelumnya, dengan melampirkan Surat Keterangan Dokter Kandungan atau\nBidan yang merawatnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityotherclause\">\u003Cp>3. Termasuk dalam pengertian cuti melahirkan ini adalah cuti yang diberikan\nkepada Pekerja perempuan karena gugur kandungan yang bukan karena abortus\nprovocatus (keguguran yang disengaja), dan diberikan cuti bersalin maksimum 1\n½ (satu setengah) bulan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>PASAL 33: CUTI HAID\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-menstruationleave\">\u003Cli>Cuti haid adalah suatu keadaan dimana Pekerja perempuan tidak diwajibkan\n    bekerja pada saat haid pertama dan kedua.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Pemberian cuti haid diberikan berdasarkan siklus haid.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 34: IZIN KHUSUS\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleavepay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleavepayperc\">\u003Cp>1. Pekerja dapat diberikan ijin khusus dengan mendapat upah penuh untuk\nkeperluan-keperluan di bawah ini:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Pernikahan Pekerja : 5 hari kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Pernikahan anak sah Pekerja : 2 hari kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleave\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Isteri sah Pekerja melahirkan atau keguguran : 2\nhari kerja\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Khitanan\u002Fpembaptisan anak sah Pekerja : 2 hari\nkerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelatives\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelativesleave\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Kematian keluarga Pekerja (suami, isteri, orang\ntua\u002F mertua atau anak sah Pekerja) : 3 hari kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">(lebih dari 150 km dari Perusahaan) : 5 hari\nkerja\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f. Kematian saudara kandung Pekerja : 2 hari\nkerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">(lebih dari 150 km dari Perusahaan) : 5 hari\nkerja\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g. Pernikahan saudara kandung Pekerja : 1 hari\nkerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">(lebih dari 150 km dari Perusahaan) : 2 hari\nkerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">h. Kematian orang yang tinggal serumah dengan\nPekerja : 1 hari kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">i. Suami\u002F isteri sah dan \u002F anak sah Pekerja di\nopname di Rumah Sakit : 1 hari kerja 15\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">j. Suami\u002F isteri sah Pekerja di opname di Rumah\nSakit : 1 hari kerja tambahan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">(1 kasus per tahun)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">k. Dan lain - lain sesuai dengan PP No.8\u002F1981 :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">1. Pekerja yang menjalankan kewajiban negara\nberdasarkan surat resmi penugasan dari Pemerintah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">2. Pekerja yang melaksanakan ibadah haji dimana\npelaksanaan baik keberangkatan maupun kepulangannya tidak lebih dari waktu yang\nditentukan oleh jadwal pemerintah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">l. Hal - hal yang dapat dianggap sebagai kondisi\nforce majeure. Adapun lama ijin khusus diputuskan oleh Pengusaha berdasarkan\nkepatutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">m.Dipanggil sebagai saksi di Pengadilan\u002F Kepolisian\nselama waktu yang diperlukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">n. Akibat terjangkitnya suatu wabah penyakit\nmenular yang membahayakan kesehatan selama waktu yang diharuskan oleh\nPemerintah\u002Fdokter Perusahaan\u002F dokter yang merawatnya dengan pengesahan terlebih\ndahulu dari dokter \u002F rumah sakit yang ditunjuk oleh Pengusaha.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Pernikahan adalah pernikahan pertama dan bila suami\u002F isteri yang sah\nmeninggal\u002F cerai, maka pernikahan berikutnya adalah sah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Ketentuan dalam pasal ini berlaku bagi Pekerja PT Indorama Ventures\nIndonesia, adapun untuk Pekerja dengan waktu tertentu dan juga Pekerja dalam\nmasa percobaan sesuai dengan Peraturan dan Perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Dalam hal isteri Pekerja melahirkan bayi kembar, maka ijin khusus yang\ndiberikan sama dengan ayat 1.c.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Dalam hal isteri Pekerja melahirkan bayi yang sudah meninggal, maka ijin\nkhusus yang diberikan sama dengan ayat 1.e.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Dalam hal isteri Pekerja melahirkan kemudian meninggal, maka ijin khusus\nyang diberikan adalah 5 (lima) hari atau 7 (tujuh) hari untuk yang berjarak\nlebih dari 150 km dari Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Dalam hal Pekerja mengkhitankan atau membaptiskan 2 (dua) anak atau lebih\npada waktu bersamaan, maka ijin khusus yang diberikan sama dengan ayat 1.d.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Dalam hal Pekerja menikahkan anak, sekaligus mengkhitankan atau\nmembaptiskan, maka ijin khusus yang diberikan sama dengan ayat 1.b atau 1.d.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Pekerja yang hendak memperoleh ijin khusus, harus mengajukan terlebih\ndahulu Surat Permohonan yang dilengkapi dengan surat-surat dan bukti-bukti yang\nsah, kecuali karena keadaan mendadak bukti-bukti dapat diajukan kemudian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB V: PENGUPAHAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 35: SISTEM PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAYSCALES_trigger\">\u003Cp>1. Penetapan upah Pekerja berdasarkan kemampuan Perusahaan, pangkat\u002F\njabatan, evaluasi kerja, masa jabatan, keahlian dan pengetahuan serta jasa yang\ndiberikan pada perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Komponen Upah terdiri dari:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a Upah Pokok\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Tunjangan Tetap (tunjangan yang diberikan secara\ntetap yang perhitungannya tidak dipengaruhi oleh kehadiran Pekerja, seperti:\ntunjangan jabatan, tunjangan perumahan, tunjangan keluarga, tunjangan shift\u002F\nnon shift dan komponen-komponen lainnya).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Tunjangan Tidak Tetap (tunjangan yang\nperhitungannya dipengaruhi oleh kehadiran Pekerja, seperti: tunjangan hadir,\ntunjangan transport, uang transportasi dan komponen - komponen lainnya).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Tunjangan Keluarga\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Tunjangan keluarga diberikan kepada Pekerja\nTetap PT Indorama Ventures Indonesia dengan jabatan WK ~ SFM\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Adapun yang dimaksud dengan keluarga adalah\nsesuai dengan istilah yang diatur pada pasal 10 poin 8 . 16\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Bagi suami \u002F istri yang bekerja di PT. Indorama\nVentures Indonesia maka tunjangan keluarga diberikan kepada salah satu Pekerja\ndengan konsekuensi pada fasilitas asuransi kesehatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Upah pertama untuk Pekerja baru ditetapkan oleh perusahaan dengan\nmempertimbangkan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 36: UPAH POKOK\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Upah Pokok adalah bagian dasar dari upah keseluruhan yang mencerminkan\njabatan, masa jabatan dan prestasi kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 37: UPAH DASAR\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Upah Dasar adalah Upah Pokok ditambah dengan tunjangan jabatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 38: UPAH TETAP\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Upah Tetap adalah Upah Dasar ditambah dengan tunjangan tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 39: PEMBAYARAN UPAH\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pembayaran upah dilakukan setiap bulan pada tanggal 25 dan apabila\n    tanggal 25 jatuh bertepatan pada hari libur, maka pembayaran dilakukan pada\n    hari kerja sebelumnya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Cara pembayaran upah dilakukan melalui transfer ke rekening tabungan\n    Pekerja pada bank yang ditentukan oleh Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 40: MASA PERHITUNGAN UPAH\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Masa perhitungan upah mulai dari tanggal 16 (enam belas) sampai dengan\n    tanggal 15 (lima belas) bulan berikutnya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perhitungan upah bagi Pekerja baru dan Pekerja yang memutuskan hubungan\n    kerja dihitung secara harian.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 41: PENINJAUAN UPAH\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-STRUCINCR_trigger\">\u003Cli>Pada prinsipnya peninjauan upah Pekerja dilakukan 1 ( satu ) kali dalam\n    setahun dan dilaksanakan pada bulan Januari, yang ditetapkan berdasarkan\n    hasil musyawarah antara Pengusaha dengan Serikat Pekerja\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasedate\">\u003Cli>Dalam hal hasil musyawarah dicapai setelah bulan Januari, maka\n    perhitungan perubahannya dimulai per Januari.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasefirmperformance\">Musyawarah peninjauan upah antara Pengusaha dengan Serikat Pekerja\n    dilakukan dengan mempertimbangkan :\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Kemampuan dan Kinerja Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Tingkat inflasi\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Kenaikan Upah Minimum yang sesuai dengan\n    Peraturan Perundang-undangan yang berlaku\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Hasil Evaluasi Pekerja\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Kenaikan harga barang\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bagi Pekerja Pasca Pensiun peninjauan upah diatur tersendiri.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 42: PEMOTONGAN UPAH\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha dapat memotong upah Pekerja berdasarkan persetujuan dan\u002F atau\n    atas permintaan Pekerja sendiri secara tertulis untuk keperluan\n  tertentu.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha memotong upah Pekerja untuk iuran BPJS Ketenagakerjaan dan\u002F\n    atau jaminan sosial lainnya berdasarkan Peraturan Perundang-undangan yang\n    berlaku\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 43: PAJAK\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pembayaran pajak penghasilan untuk setiap Pekerja ditanggung sepenuhnya oleh\nPengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 44: UPAH LEMBUR\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-OVERTIME_trigger\">\u003Cp>1. Upah lembur diberikan apabila Pekerja telah melaksanakan kerja lembur\nsesuai dengan aturan kerja lembur yang berlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Dasar perhitungan Upah Lembur ditetapkan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Tarif Upah Lembur per jam: Upah Tetap x 1\u002F173\n(satu per seratus tujuh puluh tiga).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Besarnya upah lembur Pekerja diatur menurut\nKeputusan Menteri Tenaga Kerja No.Kep 102\u002FMEN\u002FVI\u002F2004, sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype_general\">\u003Cp style=\"margin-left:4em\">b.1. Apabila kerja lembur dilakukan pada hari kerja\nbiasa:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1_general\">\u003Cp style=\"margin-left:4em\">b.1.1. Untuk jam lembur pertama dibayar sebesar 1 ½\n(satu setengah) kali upah per jam.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype\">\u003Cp style=\"margin-left:4em\">b.1.2. Untuk setiap jam kerja lembur berikutnya\ndibayar upah sebesar 2 (dua) kali upah per jam.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight focus\" id=\"clause-SUNDAY_trigger\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b.2. Apabila kerja lembur dilakukan pada hari\nlibur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowanceperc1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype\">\u003Cp style=\"margin-left:4em\">b.2.1. Untuk setiap jam dalam batas 7 (tujuh) jam\ndibayar upah 2 (dua) kali Upah per jam.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">b.2.2. Untuk jam kerja pertama setelah 7 (tujuh) jam\ndibayar upah sebesar 3 (tiga) kali upah per jam.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">b.2.3. Untuk jam kerja kedua setelah 7 (tujuh) jam\ndan seterusnya dibayar upah sebesar 4 (empat) kali upah per jam.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">b.2.4. Kepada Pekerja yang mempunyai hari dan jam\nkerja shift yang terjadwal masuk pada hari libur yang ditetapkan Pemerintah\nselain dibayar upah lembur sesuai dengan aturan kerja lembur yang berlaku,\nditambah dengan 3 (tiga) kali upah per jam.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3. Total jam lembur dibulatkan per 30 (tiga puluh) menit dengan\npembulatannya adalah 15 (lima belas) menit atau kurang tidak diperhitungkan,\ntetapi jika lebih dari 15 (lima belas) menit akan dibulatkan menjadi 30 (tiga\npuluh) menit.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 45: UPAH SELAMA PEKERJA DIRUMAHKAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Apabila Pekerja dirumahkan, maka Pekerja tersebut tetap menerima upah\nsebesar upah tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 46: UPAH SELAMA SKORSING\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Kepada Pekerja yang terkena tindakan skorsing, upah yang diberikan adalah\nsebesar 100 % (seratus per seratus) dari upah tetap dan diberikan selama\nmaksimum 6 (enam) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 47: UPAH DAN PEMBERIAN BANTUAN KEPADA KELUARGA PEKERJA APABILA\nPEKERJA DITAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Terhadap Pekerja yang ditahan oleh yang berwajib atas pengaduan\nPengusaha, maka Pengusaha wajib membayar upah sebesar 75% (tujuh puluh lima per\nseratus) dari upah tetap selama 6 (enam) bulan sejak hari pertama Pekerja\nditahan pihak yang berwajib.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Dalam hal Pekerja ditahan pihak yang berwajib karena diduga melakukan\ntindak pidana bukan atas pengaduan Pengusaha, maka Pengusaha tidak wajib\nmembayar upah, akan tetapi wajib memberikan bantuan kepada keluarga Pekerja\nyang menjadi tanggungannya dengan ketentuan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. 1 (satu) orang tanggungan : Upah Tetap x 25 %\n(dua puluh lima per seratus)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. 2 (dua) orang tanggungan : Upah Tetap x 35 %\n(tiga puluh lima per seratus)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. 3 (tiga) orang tanggungan : Upah Tetap x 45 %\n(empat puluh lima per seratus)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. 4 (empat) orang tanggungan : Upah Tetap x 50 %\n(lima puluh perseratus)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pemberian bantuan sebagaimana ayat 2 diberikan paling lama 6 (enam) bulan\nterhitung sejak hari pertama Pekerja ditahan oleh pihak yang berwajib,\nsedangkan bagi Pekerja yang ditahan lebih dari 6 (enam) bulan dapat dilakukan\nPemutusan Hubungan Kerja sebagaimana diatur dalam Peraturan Perundang-undangan\nyang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Dalam hal pengadilan memutuskan perkara pidana sebagaimana dimaksud ayat\n1 (satu) dan 2 (dua) dalam masa 6 (enam) bulan dan Pekerja dinyatakan tidak\nbersalah, maka Pengusaha wajib mempekerjakan Pekerja kembali.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Dalam hal Pekerja divonis bebas atas pengaduan Pengusaha, selain\ndipekerjakan kembali, Pengusaha wajib membayar sisa upah dan hal lainnya yang\nseharusnya diterima terhitung sejak Pekerja ditahan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 48: UPAH SELAMA SAKIT BERKEPANJANGAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspayperc\">\u003Cp>1. Apabila Pekerja tidak dapat melakukan pekerjaan karena sakit\nberkepanjangan, maka pembayaran Upah berdasarkan perhitungan sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. 4 bulan pertama : Upah Tetap x 100 %(seratus per\nseratus)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. 4 bulan kedua : Upah Tetap x 75 % (tujuh puluh\nlima per seratus)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. 4 bulan ketiga : Upah Tetap x 50 % (lima puluh\nper seratus)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Untuk bulan selanjutnya dibayar 25 % (dua puluh\nlima per seratus) sebelum Pemutusan Hubungan Kerja dilakukan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Pekerja yang tidak dapat melakukan pekerjaan karena sakit berkepanjangan\u002F\nsick leave, harus mendapat ijin terlebih dahulu dengan mengajukan surat\nketerangan dokter atau Rumah Sakit yang merawatnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Apabila Pekerja yang bersangkutan ingin bekerja kembali, harus ada dan\nmembawa surat keterangan dokter yang merawatnya yang menyatakan bahwa yang\nbersangkutan telah sembuh dan dapat bekerja kembali.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pekerja yang telah diijinkan untuk bekerja kembali setelah sembuh,\nkemudian dalam kurun waktu kurang dari 4 (empat) minggu kembali sakit karena\nsakit yang sama, dinyatakan sebagai sakit berkepanjangan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdaysnr\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdays\">\u003Cp>5. Terhadap Pekerja yang sakit berkepanjangan secara terus menerus selama\nwaktu 1 (satu) tahun lebih, dapat mengajukan atau dilakukan Pemutusan Hubungan\nKerja sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>6. Pengusaha berhak melakukan pemeriksaan ulang atas surat keterangan dokter\nyang diajukan oleh Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 49: TUNJANGAN HARI RAYA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusdate\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE_trigger\">\u003Cp>1. Pengusaha memberikan Tunjangan Hari Raya kepada Pekerja yang pemberiannya\ndilakukan selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari sebelum Hari Raya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Dasar perhitungan pemberian Tunjangan Hari Raya adalah Upah Tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype2\">\u003Cp>3. Besarnya Tunjangan Hari Raya akan diberikan kepada Pekerja adalah sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusperc1\">\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">\u003Cstrong>Kurang\n        dari 1 bulan\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">\u003Cstrong>Tidak\n        diberikan\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>1 bulan atau lebih tetapi kurang dari 2 bulan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>10%\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>2 bulan atau lebih tetapi kurang dari 3 bulan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>20%\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>3 bulan atau lebih tetapi kurang dari 6 bulan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>50%\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>6 bulan atau lebih tetapi kurang dari 1 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>100%\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\u003Ctd>\u003Cp>1 tahun atau lebih tetapi kurang dari 5 tahun\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>110%\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>5 tahun atau lebih tetapi kurang dari 10 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\n\n        \u003Cp>120%\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>10 tahun atau lebih tetapi kurang dari 15 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>135%\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>15 tahun ke atas\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>150%\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perhitungan masa kerja dihitung sampai dengan jatuhnya Hari Raya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 50: BONUS\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustypesec\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE2_trigger\">\u003Cli>Yang dimaksud dengan Bonus adalah uang yang diberikan Pengusaha kepada\n    Pekerja sehubungan dengan hasil kinerja Perusahaan dalam 1 (satu)\n  tahun.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-extrapayfirmperformancesec\">\u003Cli>Serikat Pekerja dapat mengajukan kepada Pengusaha permohonan presentasi\n    kinerja keuangan dan produktivitas Perusahaan selama satu tahun.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusdatesec\">\u003Cli>Penentuan besarnya dan tanggal pembagian bonus akan ditentukan oleh Rapat\n    Umum Pemegang Saham yang dilaksanakan sekali dalam satu tahun.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch2>BAB VI: PERLENGKAPAN DAN KESELAMATAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 51: PERLENGKAPAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-protectiveclothing\">\u003Cli>Pakaian seragam dan alat-alat perlengkapan kerja yang dibutuhkan Pekerja\n    disediakan oleh Pengusaha.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pada waktu kerja\u002F jam kerja Pekerja wajib mengenakan pakaian seragam dan\n    perlengkapan lainnya yang disediakan Pengusaha, adapun standar pemberiannya\n    ditentukan oleh Pengusaha dengan mempertimbangkan usulan dan saran dari\n    Serikat Pekerja.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Pekerja dilarang memberikan pakaian seragam Perusahaan dan alat-alat\n    perlengkapan kerja lainnya kepada orang lain.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja dilarang membawa alat-alat perlengkapan kerja keluar lingkungan\n    Perusahaan kecuali untuk hal-hal tertentu yang berhubungan dengan tugas\n    Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja wajib memelihara dan menjaga pakaian dan alat-alat perlengkapan\n    kerja yang diberikan oleh Pengusaha.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila hubungan kerja dengan Perusahaan berakhir, Pekerja harus\n    mengembalikan pakaian seragam dan perlengkapan kerja lainnya.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 52: PERLINDUNGAN DAN KESELAMATAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetypolicy\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-code_application\">\u003Cli>Pengusaha wajib menyediakan fasilitas-fasilitas tertentu guna terciptanya\n    perlindungan kerja, keselamatan dan kesehatan kerja sesuai dengan\n    Undang-Undang No. 1 Tahun 1970.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja, Pekerja wajib mematuhi dan\n    menjalankan seluruh standar kerja, peraturan-peraturan dan\n    ketentuan-ketentuan kerja yang dikeluarkan oleh Pengusaha.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha wajib menyediakan alat-alat keselamatan kerja untuk dipakai\n    oleh Pekerja dalam melaksanakan tugasnya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja wajib menggunakan alat-alat keselamatan kerja sesuai dengan\n    lokasi dan jenis pekerjaan yang dilakukannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Alat-alat perlindungan kerja harus selalu diperiksa dan dirawat. Apabila\n    alat-alat perlindungan kerja tersebut sudah tidak memadai lagi segera\n    mengusulkan kepada atasan yang berwenang untuk diadakan penggantian\n    seperlunya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Alat-alat perlindungan kerja harus disimpan pada tempat-tempat yang telah\n    ditentukan dan tidak diperkenankan memindahkan ke tempat lain tanpa\n    persetujuan petugas yang berwenang.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tempat kerja harus selalu dijaga dan dipelihara kebersihannya serta tidak\n    diperkenankan meletakkan barang-barang tidak pada tempatnya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja dilarang masuk ke daerah berbahaya seperti daerah listrik\n    bertegangan tinggi, gas bertekanan tinggi, tempat menyimpan benda \u002F bahan\n    yang berbahaya serta ke dalam gardu listrik, tanpa seijin petugas yang\n    berwenang.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja tidak diperkenankan menyentuh, menjalankan dan menghentikan\n    mesin-mesin serta alat-alat lainnya di luar tugas dan wewenangnya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mesin-mesin atau alat-alat lainnya sebelum dijalankan, terlebih dahulu\n    harus diperiksa dengan teliti. Mesin-mesin atau alat-alat tersebut dapat\n    dijalankan setelah dipastikan bahwa tidak ada kerusakan atau gejala-gejala\n    yang dapat menimbulkan bahaya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila terjadi keabnormalan yang gawat pada mesin \u002F peralatan yang\n    sedang dijalankan sehingga diperkirakan akan membawa akibat pada bagian\n    lain, segera melaporkan kepada atasan yang berwenang untuk mengambil\n    langkah-langkah penanggulangan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja dilarang merokok atau mempergunakan api, selain di tempat-tempat\n    yang telah ditentukan oleh Pengusaha.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja diwajibkan untuk mencegah terjadinya kebakaran.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila terjadi suatu keadaan darurat, Pekerja harus bekerja sama untuk\n    berusaha mengamankan dan mengatasinya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja diwajibkan untuk mengamankan diri sendiri, teman sekerja, maupun\n    Perusahaan dan wajib mentaati peraturan-peraturan Keselamatan Kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Peraturan yang lebih terperinci mengenai perlindungan dan keselamatan\n    kerja akan diatur tersendiri, dan semua Pekerja wajib melaksanakannya.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch2>BAB VII: JAMINAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN PEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 53: BPJS KETENAGAKERJAAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-pensionfund\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilityfund\">\u003Cli>Sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku, Pengusaha\n    mengikutsertakan Pekerja dalam program BPJS Ketenagakerjaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Penyelenggaraan BPJS Ketenagakerjaan dilakukan dengan memperhatikan\n    Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 54: JAMINAN KECELAKAAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilitypay\">\u003Cp>Apabila Pekerja mendapat kecelakaan kerja sesuai dengan yang dimaksud dalam\nPeraturan Perundang-undangan, maka Jaminan Kecelakaan Kerja akan diberikan oleh\nBPJS Ketenagakerjaan sebagai badan penyelenggara asuransi kecelakaan kerja,\nsebagaimana diatur dalam Undang-Undang No. 40\u002F 2004 jo Undang-Undang No. 24\u002F\n2011 jo PP No. 44\u002F 2015.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>PASAL 55: JAMINAN KECELAKAAN DILUAR JAM KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Apabila Pekerja mendapat kecelakaan di luar jam kerja, maka Jaminan\nKecelakaan tersebut akan diberikan sesuai dengan SK Bupati Kabupaten Tangerang\nNo.35 Tahun 2003 tentang Program Jaminan Kecelakaan Diri di Luar Jam Kerja Bagi\nPekerja Pada Perusahaan-Perusahaan Swasta.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 56: BANTUAN BIAYA PERAWATAN AKIBAT KECELAKAAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Dalam hal terjadi kecelakaan kerja di lingkungan Perusahaan yang biaya\n    pengobatan dan perawatannya melebihi batas yang ditetapkan oleh BPJS\n    Ketenagakerjaan, maka selisih biaya tersebut menjadi tanggungan Pengusaha,\n    berdasarkan kebijakan Pengusaha.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dalam hal terjadi kecelakaan kerja di luar lingkungan kerja dan\u002F atau di\n    luar jam kerja yang biaya pengobatan dan perawatannya melebihi batas yang\n    telah ditetapkan oleh BPJS Ketenagakerjaan dan\u002F atau Lembaga pertanggungan\n    sesuai yang diatur di dalam SK Bupati Kabupaten Tangerang No. 35 Tahun\n    2003, maka selisih biaya tersebut tidak menjadi tanggungan Pengusaha, akan\n    tetapi Pengusaha memberikan bantuan maksimal sebesar Rp. 13.000.000,- (tiga\n    belas juta rupiah) per kasus per orang atau ditinjau per kasus yang\n  timbul.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bagi Pekerja Pasca Pensiun dan Pekerja untuk waktu tertentu bantuan biaya\n    perawatan akibat kecelakaan kerja diatur tersendiri.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dalam hal terjadi kecelakaan menimpa Keluarga Pekerja maka pihak Asuransi\n    Kesehatan yang ditunjuk oleh Pengusaha, menjamin biaya yang timbul karena\n    kecelakaan tersebut.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 57: KLINIK PERUSAHAAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccess\">\u003Cli>Pengusaha menyediakan klinik di dalam Perusahaan untuk memberikan\n    pertolongan pertama bagi Pekerja yang mengalami gangguan kesehatan maupun\n    kecelakaan kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang akan berobat ke klinik Perusahaan harus mendapat ijin atasan\n    yang berwenang.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 58: FASILITAS KESEHATAN PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurancerelatives\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurance\">\u003Cli>Untuk menjamin kesehatan Pekerja dan keluarganya, Pengusaha\n    mengikutsertakan Pekerja dan keluarganya dalam program asuransi kesehatan\n    yang telah ditentukan oleh Pengusaha berdasarkan peraturan dan ketentuan\n    yang berlaku dan juga musyawarah antara Pengusaha dengan Serikat\n  Pekerja.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Bila biaya pengobatan Pekerja dan keluarganya melebihi biaya yang\n    ditanggung oleh asuransi kesehatan, Pengusaha memberikan pinjaman lunak\n    sebesar sesuai dengan petunjuk teknis pelaksanaan yang diatur sendiri.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Untuk Pekerja Perempuan menikah dan keluarganya, jaminan kesehatannya\n    diatur tersendiri.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Untuk Pekerja Pasca Pensiun jaminan kesehatannya diatur tersendiri.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 59: PEMERIKSAAN KESEHATAN BERKALA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hivpolicy\">\u003Cli>Untuk memelihara kesehatan Pekerja dan menjalankan kegiatan Perusahaan\n    dengan lancar, Pengusaha melakukan pemeriksaan kesehatan kepada seluruh\n    Pekerja sekali dalam 1 (satu) tahun.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Pekerja tidak dapat menolak perintah Pengusaha untuk diperiksa\n    kesehatannya oleh dokter, Rumah Sakit dan\u002F atau lembaga lainnya yang\n    ditunjuk oleh Pengusaha.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Waktu dan jenis pemeriksaan kesehatan berkala sebagaimana dimaksud pada\n    ayat 1 ditetapkan dan ditentukan oleh Pengusaha.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 60: IMUNISASI \u002F VAKSINASI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pekerja harus mengikuti imunisasi dan\u002F atau vaksinasi yang dilakukan oleh\ndokter atau Rumah Sakit yang ditetapkan oleh Pengusaha dalam rangka pencegahan\npenyakit menular atau wabah penyakit, kecuali Pekerja yang bersangkutan dapat\nmemperlihatkan Surat Keterangan dokter bahwa yang bersangkutan telah di\nimunisasi atau vaksinasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 61: PEMBERIAN RANSUM MAKAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-mealvouchers\">\u003Cli>Pengusaha memberikan ransum makan satu kali bagi Pekerja yang menjalankan\n    pekerjaan sekurang-kurangnya 7 (tujuh) jam sehari, dengan sistem kupon\n    makan\u002F fingerprint.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Pengusaha juga memberikan ransum makan bagi Pekerja yang menjalankan\n    kerja lembur pada saat jam makan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bagi Pekerja shift 1 yang bekerja lembur ke shift 2 minimal sampai jam\n    17.00 WIB diberikan kupon extra fooding yang dapat ditukarkan di Toko\n    Koperasi yang nilai diatur tersendiri oleh Pengusaha.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Kupon makan tidak bisa diuangkan atau ditukarkan dalam bentuk lain.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bagi Pekerja muslim yang menjalankan ibadah puasa pada bulan puasa, kupon\n    makan akan diganti dengan uang senilai harga kupon.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 62: KADO PERNIKAHAN &amp; KELAHIRAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha memberikan kado pernikahan kepada Pekerja sebesar Rp. 500.000,-\n    (lima ratus ribu rupiah) untuk pernikahan yang sah.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dalam hal Pekerja menikah untuk kedua kali dan seterusnya, maka kado\n    pernikahan diberikan hanya jika dengan alasan sebagai berikut:\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Isteri\u002F Suami sah sebelumnya meninggal\n    dunia.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Isteri\u002F Suami sah sebelumnya sudah dicerai\n    dengan menunjukkan surat perceraian yang sah.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bagi Pekerja Perempuan dan\u002F atau isteri Pekerja yang melahirkan akan\n    diberikan kado kelahiran, yang besar dan bentuknya ditentukan oleh\n    Pengusaha.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Kado kelahiran diberikan sampai dengan anak ke-3 (tiga).\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dalam hal suami dan isteri sama-sama menjadi Pekerja di PT Indorama\n    Ventures Indonesia, maka kado kelahiran hanya diberikan kepada pihak\n  suami.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Untuk Pekerja Pasca Pensiun pemberian kado pernikahan dan kelahiran\n    diatur tersendiri.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 63: SANTUNAN KEMATIAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpay\">\u003Cli>Dalam hal Pekerja meninggal dunia maka kepada ahli waris yang sah, akan\n    menerima santunan kematian dari BPJS Ketenagakerjaan atau asuransi\n  lainnya.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Pengusaha juga akan memberikan uang pesangon, uang penghargaan masa\n    kerja, dan uang penggantian hak sesuai yang diatur oleh Peraturan\n    Perundang-undangan yang berlaku, serta uang duka cita sebesar Upah Tetap x\n    500% (lima ratus per seratus). Apabila ada biaya-biaya timbul sehubungan\n    dengan proses pengurusan jenazah yang dibayarkan oleh Pengusaha, maka akan\n    dipotong dari Santunan Kematian yang akan diterima oleh ahli waris.\u003C\u002Fli>\n  \u003C\u002Fol>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpaytype\">\u003Col>\u003C\u002Fol>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpayamount\">\u003Col>\u003Cli>Dalam hal keluarga Pekerja meninggal dunia, Pengusaha akan memberikan\n    uang duka cita sebesar:\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\u003Cul>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Isteri\u002F suami, anak : Rp. 1,000,000 (satu juta\n    rupiah)\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Orang tua \u002F mertua : Rp. 500,000 (lima ratus\n    ribu rupiah)\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Ch3>PASAL 64: BANTUAN ATAS BENCANA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha dapat memberikan bantuan kepada Pekerja yang mendapat bencana,\n    yang merusak harta milik Pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Besar dan bentuk dari bantuan tersebut ditentukan oleh Pengusaha.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bencana yang terjadi harus dibuktikan secara resmi oleh instansi yang\n    berwenang.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Jenis bencana sebagaimana ayat 1 adalah sebagai berikut:\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">a. Kebakaran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">b. Badai, tanah longsor, gempa bumi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">c. Banjir\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">d. Ledakan bom\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 65: KEROHANIAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pengusaha menyediakan tempat ibadah bagi Pekerja yang beragama Islam untuk\nmelaksanakan ibadah dan kegiatan-kegiatan lain yang bersifat kerohanian, yang\npelaksanaannya dikoordinir oleh Dewan Kemakmuran Masjid.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 66: DARMAWISATA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Guna memberikan kesegaran kepada Pekerja dan Keluarganya, Perusahaan\nmenyelenggarakan Darmawisata 1 (satu) kali dalam 1 (satu) tahun yang\npelaksanaannya diatur bersama antara Perusahaan dengan Serikat Pekerja, sesuai\nkesepakatan bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 67: OLAHRAGA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Untuk meningkatkan semangat kerja dan kesehatan Pekerja, Pengusaha\n    menyelenggarakan kegiatan olahraga yang dikelola oleh Badan Pengembangan\n    Olah Raga PT Indorama Ventures Indonesia.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha dapat menyediakan fasilitas-fasilitas yang diperlukan untuk\n    kegiatan-kegiatan seperti dimaksud ayat 1 (satu).\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 68: UANG TRANSPORTASI\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-COMMUTE_trigger\">\u003Cli>Pengusaha memberikan uang transportasi sebagai pengganti alat\n    transportasi bagi Pekerja yang hendak pergi atau pulang kerja.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-commutingallowancetype\">\u003Cli>Besarnya uang transportasi dan peninjauannya akan dimusyawarahkan antara\n    Pengusaha dengan Serikat Pekerja sesuai dengan formula yang telah\n    disepakati.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 69: KOPERASI PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Salah satu sarana penunjang kearah peningkatan kesejahteraan Pekerja,\n    tidak saja tergantung pada keadaan upah, namun dengan sebagian upah\n    masing-masing Pekerja dapat dikembangkan untuk usaha melalui pembentukan\n    Koperasi Pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha sesuai dengan kemampuan yang ada akan ikut mendorong dan\n    membantu kearah tumbuh dan berkembangnya Koperasi Pekerja di\n  Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch2>BAB VIII: PROGRAM PENINGKATAN KETERAMPILAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 70: PELATIHAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-trainingprogrammes\">\u003Cli>Untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan keterampilan teknik Pekerja\n    serta untuk memenuhi kebutuhan Perusahaan, Pengusaha sewaktu-waktu dapat\n    menugaskan Pekerja untuk mengikuti pelatihan kerja.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Setiap Pekerja yang ditunjuk untuk mengikuti pelatihan kerja maka Pekerja\n    tersebut wajib melaksanakannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap Pekerja yang telah selesai mengikuti pelatihan kerja wajib\n    menyerahkan laporan pelatihan kerja yang telah diikutinya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Semua kegiatan pelatihan kerja baik yang diselenggarakan oleh internal\n    seksi dan \u002F atau pelatihan yang dilakukan di luar Perusahaan harus\n    dikoordinasikan dengan Seksi HRD\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-trainingfund\">\u003Cli>Semua biaya pelatihan kerja ditanggung oleh Pengusaha.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 71: JENIS, TEMPAT DAN WAKTU PELATIHAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pekerja wajib mengikuti ketentuan tentang jenis dan tempat, serta jangka\n    waktu pelatihan kerja sesuai dengan apa yang diatur oleh Pengusaha.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pelatihan kerja dapat diadakan di dalam maupun diluar Perusahaan sesuai\n    dengan apa yang ditetapkan oleh Pengusaha.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pelatihan juga dapat diadakan di dalam maupun di luar negeri sesuai\n    dengan kebutuhan Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Jenis pelatihan kerja yang diberikan dapat berupa latihan dalam bidang\n    manajemen dan\u002F atau bidang lainnya sesuai dengan kebutuhan Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 72: LEMBAGA PELATIHAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha dapat menunjuk Lembaga Pelatihan baik dari swasta maupun\n    Pemerintah untuk melakukan latihan kerja di dalam Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha dapat mengirim pekerjanya untuk melakukan pelatihan kerja pada\n    lembaga - lembaga pelatihan sebagaimana dimaksud ayat 1 (satu).\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha dapat juga menunjuk para Pekerja untuk memberikan pelatihan\n    kerja kepada Pekerja lainnya.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch2>BAB IX: TATA TERTIB\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 73: HAK-HAK PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pekerja berhak mendapatkan perlakuan yang sama dari Pengusaha sesuai\n    dengan Perjanjian Kerja Bersama dan Peraturan Perundang-undangan yang\n    berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja berhak atas upah sebagai imbalan terhadap pekerjaan yang\n    dilakukannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja berhak atas upah lembur untuk kelebihan jam kerja dari waktu yang\n    telah ditentukan berdasarkan Perjanjian Kerja Bersama dan Peraturan\n    Perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja berhak memperoleh jaminan sosial tenaga kerja dan fasilitas\n    kesejahteraan lain, sesuai yang telah ditetapkan dalam Perjanjian Kerja\n    Bersama.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja berhak memperoleh cuti, tunjangan dan hak-hak lainnya sesuai\n    dengan Perjanjian Kerja Bersama dan Peraturan Perundang-undangan yang\n    berlaku.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 74: KEWAJIBAN PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Mentaati\u002F mematuhi serta menjalankan semua tatatertib dan\n    peraturan-peraturan yang berlaku di Perusahaan maupun Peraturan\n    Perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Melakukan semua tugas\u002F perintah yang diberikan oleh atasan yang berwenang\n    ataupun Pengusaha sehubungan dengan pekerjaannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Memberikan keterangan yang sebenarnya, baik tentang dirinya maupun\n    tentang pekerjaannya kepada Pengusaha.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Hadir di tempat kerja dan pulang dari tempat kerja tepat pada\n  waktunya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menyiapkan segala sesuatunya yang berhubungan dengan pekerjaannya sebelum\n    jam kerja dimulai.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Selama jam kerja Pekerja tidak diperbolehkan meninggalkan tempat kerja\n    untuk pergi ke tempat lain tanpa ijin atasan yang berwenang.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Melaksanakan pekerjaan dengan sebaik-baiknya sesuai dengan standar kerja\n    atau instruksi - instruksi Pengusaha\u002F atasan yang berwenang.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menjaga rahasia Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menjaga, memelihara barang-barang maupun dokumen-dokumen milik Perusahan\n    yang dipercayakan kepadanya dan dilarang membawa, memindahkan dan\u002F atau\n    meminjam barang Perusahaan tersebut dengan tujuan pribadi tanpa ijin\n    Petugas yang berwenang.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menjaga tata tertib serta norma-norma keselamatan kerja dan berusaha\n    mencegah kemungkinan terjadinya hal-hal yang dapat membahayakan dirinya\n    sendiri, teman sekerja atau Pengusaha.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Memelihara kebersihan di dalam lingkungan kerja masing-masing dan\n    kerapihan diri sendiri.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menghormati Pengusaha, teman sekerja dan keluarganya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menjaga kesopanan, adat istiadat dan norma-norma sosial yang berlaku\n    dalam masyarakat di lingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Berusaha mengajukan usulan-usulan yang dapat menguntungkan\n  Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja tidak dibenarkan untuk mengalihkan tugasnya kepada orang lain\n    tanpa ijin atasan yang berwenang.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menyerahkan hasil penemuan kepada Perusahaan, apabila Pekerja menemukan\n    hal baru berhubungan dengan pekerjaannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang sudah tidak mempunyai hubungan kerja lagi dengan Perusahaan\n    diwajibkan mengembalikan fasilitas yang diperoleh dari Perusahaan, antara\n    lain: alat-alat perlengkapan kerja, buku Perjanjian Kerja Bersama, surat\n    tugas tertentu dan lain sebagainya. Dalam hal Pekerja mempunyai pinjaman\n    kepada Perusahaan atau koperasi diwajibkan untuk melunasi secara sekaligus,\n    diperhitungkan dengan hak-hak yang seharusnya diperoleh Pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja wajib berpakaian rapi dan bersepatu di lingkungan Perusahaan\n    sesuai dengan aturan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja wajib memeriksa semua alat kerja dan mesin-mesin sebelum mulai\n    bekerja\u002F akan meninggalkan pekerjaan, sehingga benar-benar tidak akan\n    menimbulkan kerusakan atau bahaya yang akan mengganggu pekerjaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja harus membaca serta mematuhi pengumuman yang dikeluarkan dan\n    dipasang pada papan pengumuman Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja dilarang menempelkan maklumat, tulisan-tulisan atau membuat\n    corat-coret di dinding, ruangan atau di tempat-tempat lainnya di lingkungan\n    Perusahaan, tanpa ijin Pengusaha.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja wajib meninggalkan lingkungan Perusahaan setelah jam kerja\n    berakhir kecuali mendapat ijin dari atasan yang berwenang.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja wajib melaksanakan program-program yang diadakan oleh\n  Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 75: TANGGUNG JAWAB PENGUSAHA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha bertanggungjawab untuk memenuhi hak-hak Pekerja yang diatur di\n    dalam Perjanjian Kerja Bersama dan Peraturan Perundang-undangan yang\n    berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha bertanggungjawab atas berlakunya tata tertib, serta menjaga\n    tegaknya disiplin Pekerja dengan memperhatikan Perjanjian Kerja Bersama dan\n    Peraturan Perundang - undangan yang berlaku\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 76: TERLAMBAT MASUK KERJA DAN MENINGGALKAN PEKERJAAN SEBELUM JAM\nKERJA BERAKHIR\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pekerja yang terlambat masuk kerja, akan dicatat namanya oleh petugas\n    pada pintu masuk yang telah ditentukan dan sesudah itu baru diijinkan\n  masuk.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang terlambat masuk kerja lebih dari 15 (lima belas) menit tidak\n    diperkenankan masuk, kecuali dengan ijin atasan yang berwenang.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila Pekerja bermaksud meninggalkan lingkungan Perusahaan sebelum jam\n    kerja berakhir, maka harus mendapat ijin dari atasan yang berwenang dalam\n    bentuk surat ijin keluar.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila Pekerja tersebut kembali ke tempat kerja, maka ia harus\n    melaporkan kepada petugas dan atasan yang berwenang.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila Pekerja tersebut tidak kembali lagi ke tempat kerja maka dianggap\n    pulang cepat.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 77: TIDAK MASUK KERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Tidak masuk kerja adalah Pekerja yang tidak masuk kerja pada hari kerja\n    yang telah ditentukan oleh Pengusaha.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tidak masuk kerja tanpa ijin atasan yang berwenang sebelum atau\n    sesudahnya dianggap mangkir.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila Pekerja tidak dapat masuk kerja, maka Pekerja yang bersangkutan\n    harus mendapat ijin dari atasan yang berwenang.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang tidak dapat ijin dari atasan yang berwenang sebelumnya namun\n    dengan alasan yang dapat diterima, wajib memberitahukan kepada atasan yang\n    berwenang selambat – lambatnya pada hari kerja berikutnya dengan\n    menunjukkan bukti-bukti yang sah.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 78: PERGANTIAN SHIFT\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Dalam melaksanakan pergantian shift, Pekerja yang akan meninggalkan\n    pekerjaan harus melakukan serah terima tugas kepada Pekerja penggantinya di\n    tempat kerja masing-masing mengenai pekerjaannya dan segala sesuatu yang\n    dapat menimbulkan bahaya, kerusakan mesin-mesin dan\u002F atau alat-alat\n  lain.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila Pekerja pengganti belum datang di tempat kerja pada waktu yang\n    telah ditentukan, maka hal tersebut harus terlebih dahulu dilaporkan kepada\n    atasan yang berwenang, dan apabila dianggap perlu Pekerja yang bersangkutan\n    dapat diperintahkan untuk wajib meneruskan pekerjaannya dan diperhitungkan\n    sebagai kerja lembur.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 79: PENERIMAAN TAMU\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pekerja hanya diijinkan menerima tamu pada waktu jam istirahat di tempat\n    yang ditentukan oleh Pengusaha.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang menerima tamu pada jam kerja, harus mendapat ijin terlebih\n    dahulu dari atasan yang berwenang.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 80: LARANGAN MASUK DAN PERINTAH UNTUK MENINGGALKAN LINGKUNGAN\nPERUSAHAAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pengusaha dapat melarang masuk atau memerintahkan Pekerja untuk meninggalkan\nlingkungan Perusahaan, demi kepentingan Perusahaan jika:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Membawa ke dalam lingkungan Perusahaan segala jenis senjata, benda-benda\n    lain yang dapat menimbulkan bahaya, dan binatang yang tidak diperlukan\n    untuk Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dianggap ingatannya terganggu karena mabuk, memakai obat bius dan\u002F atau\n    narkotika dan sebagainya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Membawa ke dalam lingkungan Perusahaan barang-barang cetakan yang\n    sifatnya menghasut.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menderita penyakit menular atau diduga dapat menularkan penyakit.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tanpa ijin Pengusaha membujuk teman sekerja untuk melakukan pertemuan\n    gelap dan\u002F atau unjuk rasa illegal.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 81: TEMPAT TINGGAL\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam rangka menjalankan kegiatan usaha secara efektif, Pengusaha dapat\nmemerintahkan kepada Pekerja untuk tinggal di daerah tertentu atau tempat yang\ndisediakan Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 82: KOMITE DISIPLIN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha memberikan kewenangan kepada Komite Disiplin untuk\n    memberlakukan dan memberikan sanksi terhadap Pekerja yang melakukan\n    pelanggaran.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Komite Disiplin mempunyai wewenang untuk memberikan putusan bersalah atau\n    tidak kepada Pekerja yang melakukan pelanggaran.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Komite Disiplin mempunyai hak memberikan nasihat pada Pekerja yang\n    melanggar peraturan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Komite Disiplin mempunyai hak merancang dan membangun sistem kerja bagi\n    pelaksanaan disiplin dan peraturan, sepanjang tidak bertentangan dengan\n    Perjanjian Kerja Bersama serta Peraturan Perundang-undangan yang\n  berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Komite Disiplin bisa menggunakan dan memperoleh bantuan\u002F dukungan yang\n    diperlukan dari pihak-pihak yang terkait dalam menjalankan tugasnya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Komite Disiplin mempunyai hak dan kewajiban untuk menindaklanjuti setiap\n    tindak pelanggaran berdasarkan permintaan seksi, laporan atau pengaduan\n    dari setiap unsur Perusahaan, patrol dari Tim Penegak Disiplin dan temuan\n    langsung dari setiap anggota Komite Disiplin.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Anggota Komite Disiplin ditunjuk oleh Pengusaha.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Komite Disiplin diketuai oleh Manager Seksi HRD\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Untuk melakukan penegakan dan pengawasan disiplin di Perusahaan, Komite\n    Disiplin membentuk Tim Penegak Disiplin.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch2>BAB X: PENGHARGAAN DAN SANKSI\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 83: PENGHARGAAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha dapat memberikan penghargaan kepada Pekerja yang memenuhi\nsyarat-syarat sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Pekerja yang pantas dijadikan teladan bagi\nPekerja lainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Pekerja yang menaikkan reputasi dan nama baik\nPerusahaan dalam masyarakat maupun Pemerintah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Pekerja yang melakukan sesuatu, sehingga\nPerusahaan terhindar dari bencana kecelakaan, kerugian besar atau yang\nlainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Pekerja yang melakukan prestasi-prestasi yang\nmeningkatkan efisiensi, daya kerja, produktivitas, dan kualitas produksi\nPerusahaan, termasuk di dalamnya penemuan - penemuan yang akan dipatenkan atas\nnama Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Pekerja yang melakukan perbaikan-perbaikan\nmaupun modifikasi-modifikasi yang memberikan keuntungan bagi Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f. Pekerja yang memberikan usulan-usulan yang dapat\nditerapkan oleh Perusahaan dan memberikan keuntungan bagi Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g. Pekerja yang nol absensi termasuk terlambat atau\npulang cepat dalam setahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:0em\">2. Sistem penilaian dan penghargaan yang diberikan\nkepada Pekerja ditentukan oleh Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:0em\">3. Khusus bagi pekerja yang telah memenuhi\npersyaratan pada ayat 1 (satu) point (g) akan diberikan dalam bentuk\ninsentif.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 84: PELANGGARAN DAN SANKSI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pekerja yang melakukan pelanggaran peraturan dan\u002F atau tata tertib\ndiberikan Peringatan Lisan dan Surat Peringatan Internal dari Team yang\nbersangkutan dengan persetujuan Team Manager, Surat Pernyataan, Surat\nPeringatan maupun Pemutusan Hubungan Kerja, tergantung tingkat\npelanggarannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Surat Pernyataan sebagaimana dimaksud ayat 1 (satu) wajib dibuat oleh\nPekerja setelah mendapatkan Peringatan Lisan atau melakukan pelanggaran tingkat\n1 (satu), sebanyak 2 (dua) kali dan Surat Pernyataan tersebut wajib dilaporkan\nke HRD.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Berdasarkan tingkat pelanggaran yang dilakukan, kepada Pekerja yang\nbersangkutan dapat langsung diberikan Surat Peringatan Satu, Surat Peringatan\nKedua, Surat Peringatan Ketiga (terakhir) atau Pemutusan Hubungan Kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Tingkat-tingkat tindakan pelanggaran adalah sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">A. Pelanggaran Tingkat I :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">a.1. Mangkir 1 (satu) kali dalam 1 (satu) periode\nupah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">a.2. Istirahat sebelum waktunya dan\u002F atau masuk\nterlambat setelah jam istirahat berakhir tanpa ijin dari atasan yang berwenang\nterlebih dahulu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">a.3. Tidak memakai pakaian seragam dan\u002F atau\nperalatan lainnya yang telah diberikan oleh Pengusaha pada saat bekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">a.4. Tidak menjaga kerapihan dan kebersihan tubuh\ndan pakaian, rambut, alas kaki dan lain-lain sehingga tidak enak dipandang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">a.5. Mempunyai sifat kerja yang tidak baik dan perlu\ndiperingatkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">a.6. Istirahat pada saat jam istirahat di lingkungan\nPerusahaan yang dilarang. a.7. Melanggar ketentuan 5S baik di tempat kerja atau\ndi lingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">a.8. Terlambat melaporkan perubahan data-data\nkepersonaliaan ke seksi HRD dalam kurun waktu 1 (satu) bulan. Lebih dari 1\n(satu) bulan dianggap tidak melaporkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">a.9. Masuk ke lingkungan Perusahaan tidak berpakaian\nrapi dan tidak memakai sepatu kecuali dalam kondisi tertentu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">a.10. Terlambat masuk kerja sebanyak 2 (dua) kali\ndalam 1 (satu) periode upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">a.11. Tidak menjaga sopan santun, adat istiadat dan\nnorma-norma sosial yang berlaku, di dalam lingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">a.12. Tidak mematuhi ketentuan cuti haid.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">a.13. Tidak mematuhi ketentuan Pelatihan kerja yang\ndiberikan oleh Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">B. Pelanggaran Tingkat II:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">b.1. Melakukan pelanggaran Tingkat I setelah membuat\nSurat Pernyataan yang masih berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">b.2. Mangkir 2 (dua) kali dalam 1 (satu) periode\nupah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">b.3. Dengan sengaja membiarkan dirinya sedemikian\nrupa sehingga pekerjaan yang diberikan tidak dapat dilaksanakan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">b.4. Meninggalkan lingkungan Perusahaan pada waktu\njam kerja atau pulang sebelum jam kerja berakhir tanpa ijin atasan yang\nberwenang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">b.5. Tidur atau istirahat pada saat jam kerja tanpa\nijin atasan yang berwenang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">b.6. Tidak mentaati peraturan keselamatan kerja dan\ntidak menggunakan peralatan yang ditentukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">b.7. Tidak melakukan serah terima tugas saat\nperalihan shift.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">b.8. Mengambil gambar instalasi Perusahaan atau\nmemotret dalam lingkungan Perusahaan tanpa ijin atasan yang berwenang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">b.9. Tidak melaporkan perubahan data-data\nkepersonaliaan ke seksi HRD.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">b.10. Melakukan tindakan yang tidak sopan terhadap\nPengusaha dan teman sekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">b.11. Mengganggu dan\u002F atau melanggar tata tertib\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">b.12. Membiarkan atau tidak melaporkan kepada\nPengusaha suatu keadaan yang diketahuinya dapat merugikan atau membahayakan\nPerusahaan dan\u002F atau teman sekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">b.13. Melakukan pelanggaran terhadap tata tertib\nyang tertulis dalam penggunaan sistem komputer.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">b.14. Tidak melaporkan terjadinya kecelakaan\nkerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">b.15. Membuat atau mengubah surat keterangan pribadi\nyang dikeluarkan oleh Pengusaha untuk disalahgunakan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">b.16. Bekerja tidak sesuai dengan standar kerja atau\nprosedur yang berlaku yang dapat menimbulkan kerugian Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">b.17. Meninggalkan tempat kerja pada waktu jam kerja\ntanpa ijin atasan yang berwenang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">b.18. Melakukan kegiatan yang tidak berhubungan\ndengan pekerjaan untuk mendapatkan keuntungan pribadi di dalam lingkungan\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">b.19. Menolak pemeriksaan kesehatan atau penyuntikan\nimmunisasi dan\u002F atau vaksinasi yang diperintahkan oleh Pengusaha tanpa alasan\nyang wajar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">C. Pelanggaran Tingkat III:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">c.1. Melakukan pelanggaran tingkat II setelah\nmendapat Surat Peringatan 1 (satu) yang masih berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">c.2. Mangkir 3 (tiga) kali dalam 1 (satu) periode\nupah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">c.3. Mempergunakan barang atau dokumen milik\nPerusahaan untuk kepentingan pribadi tanpa ijin petugas yang berwenang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">c.4. Memberikan keterangan dan\u002F atau laporan palsu\nkepada Pengusaha dan\u002F atau atasan yang berwenang sehubungan dengan\npekerjaannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">c.5. Memalsukan dan\u002F atau menyalahgunakan\ndokumen-dokumen atau surat keterangan yang dikeluarkan oleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">c.6. Bekerja di Perusahaan lain untuk kepentingan\npribadi tanpa ijin dari Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">c.7. Merokok di tempat yang dilarang, di dalam\nlingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">c.8. Melakukan corat-coret yang tidak ada hubungan\ndengan pekerjaannya dan\u002F atau bersifat menghasut di dalam lingkungan\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">c.9. Menyalahgunakan fasilitas-fasilitas yang\ndiberikan oleh Pengusaha tidak sebagaimana mestinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">c.10. Dengan sengaja tidak mengindahkan atau\nmenghindar untuk melaksanakan peraturan-peraturan yang berlaku di dalam\nlingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">c.11. Dengan sengaja melakukan penyimpangan dalam\nmelakukan pekerjaannya baik dengan menerima imbalan maupun tidak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">D. Pelanggaran Tingkat IV:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">d.1. Melakukan pelanggaran tingkat 2 (dua) atau 3\n(tiga) atau 4 (empat) setelah mendapat Surat Peringatan 2 (dua) yang masih\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">d.2. Mangkir 4 (empat) kali dalam 1 (satu) periode\nupah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">d.3. Membawa ke dalam lingkungan Perusahaan segala\njenis senjata, minuman keras, narkotika, psikotropika, zat adiktif lainnya,\nbenda-benda yang mudah terbakar atau benda-benda berbahaya lainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">d.4. Merugikan Perusahaan secara langsung maupun\ntidak langsung karena kecerobohan dalam bekerja dan\u002F atau penyalahgunaan\nwewenang dan\u002F atau jabatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">d.5. Membujuk Pengusaha dan\u002F atau teman sekerja\nuntuk berbuat sesuatu yang melanggar tata tertib Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">d.6. Mengakibatkan timbulnya kebakaran dalam\nlingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">d.7. Menolak untuk mentaati keputusan Perusahaan\nmengenai urusan-urusan kepersonaliaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">d.8. Menerima imbalan dengan melakukan kerja sama\ndengan pihak lain, sehubungan dengan pekerjaannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">d.9. Menghalangi atau mengganggu teman sekerja untuk\nmelakukan pekerjaannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">d.10. Pekerja yang menunjukkan ketidakcakapan dan\nkinerja yang tidak baik dalam melakukan pekerjaannya dengan kriteria sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">d.10.1. Pekerja selama 2 (dua) tahun berturut-turut,\nmeskipun oleh Pengusaha telah diberikan pengarahan dan bimbingan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">d.10.2. Dapat dibuktikan secara tertulis bahwa yang\nbersangkutan telah diberikan pengarahan dan bimbingan dari atasan yang\nberwenang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">d.10.3. Bukti atau fakta objektif lainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">d.11. Menghina dan\u002F atau memfitnah Pengusaha, teman\nsekerja beserta keluarganya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">d.12. Memberikan keterangan dan\u002F atau surat\nketerangan palsu atau yang dipalsukan pada waktu yang bersangkutan diterima\nsebagai Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">d.13. Melakukan tindakan yang dapat merugikan\nPerusahaan, tanpa sepengetahuan Pengusaha dan Serikat Pekerja seperti:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">d.13.1. Pengumpulan tanda tangan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">d.13.2. Menghasut dan\u002F atau provokasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">d.13.3. Agitasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">d.13.4. Unjuk rasa \u002F demonstrasi ilegal di dalam\natau di luar lingkungan pabrik serta mogok kerja ilegal.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">d.13.5. Melakukan pertemuan\u002F rapat gelap di dalam\nlingkungan Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Sanksi-sanksi yang diberikan untuk pelanggaran-pelanggaran sebagaimana\ntersebut pada ayat 4 (empat), adalah sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Tingkat Pelanggaran\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Sanksi\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Bentuk Sanksi\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Yang Memberikan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Masa berlaku\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"margin-left:0;\">\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Tingkat I\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Peringatan lisan &amp; Surat Pernyataan\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Atasan yang Surat Pernyataan berwenang\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3 (tiga) bulan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"margin-left:0;\">\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Tingkat II\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Surat Peringatan 1\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Pengurangan nilai evaluasi\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Komite disiplin\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>6 (enam) bulan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"margin-left:0;\">\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Tingkat III\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Surat Peringatan 2\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1. Pengurangan nilai evaluasi\n\n        \u003Cp>2. Tidak dapat promosi\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Komite disiplin\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>6 (enam) bulan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"margin-left:0;\">\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Tingkat IV\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cp>Surat Peringatan 3\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1. Pengurangan nilai evaluasi\n\n        \u003Cp>2. Tidak dapat promosi Komite\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>3. Dapat dikenakan skorsing\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Komite disiplin\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>6 (enam) bulan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"margin-left:0;\">\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>*) Bentuk Sanksi diberlakukan pada periode Evaluasi tahun berjalan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 85: SKORSING\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha dapat memberikan tindakan skorsing kepada Pekerja yang telah\n    menerima Surat Peringatan Ketiga (terakhir), atau Pekerja yang bersangkutan\n    tidak dapat melaksanakan tugas yang diberikan dengan alasan-alasan yang\n    tidak dapat diterima dan\u002F atau permohonan ijin Pemutusan Hubungan Kerja\n    atas Pekerja sedang diproses oleh Lembaga Penyelesaian Perselisihan\n    Hubungan Industrial.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Masa skorsing yang diberikan kepada Pekerja karena menerima Surat\n    Peringatan 3 (terakhir) paling lama 1 (satu) bulan, sedangkan terhadap\n    Pekerja yang sedang diproses ijin Pemutusan Hubungan Kerjanya oleh Lembaga\n    Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial, lamanya skorsing maksimum\n    selama 6 (enam) bulan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Selama menjalani masa skorsing, Pekerja yang bersangkutan dilarang\n    memasuki lingkungan Perusahaan, kecuali dengan ijin Pengusaha.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dalam hal ijin Pemutusan Hubungan Kerja ditolak oleh Lembaga Penyelesaian\n    Perselisihan Hubungan Industrial, maka Pekerja yang bersangkutan akan\n    dipekerjakan kembali dan hak - haknya yang belum diberikan dibayarkan\n    kembali.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dalam hal Pekerja melakukan kesalahan dan Pengusaha belum menentukan\n    sanksinya, maka Pengusaha dapat memerintahkan sementara waktu untuk tidak\n    masuk bekerja dan\u002F atau memasuki lingkungan Perusahaan dengan tetap\n    menerima upah.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setelah masa skorsing berjalan selama 6 (enam) bulan dan belum ada\n    putusan Lembaga Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial, maka upah\n    selanjutnya ditentukan oleh Lembaga Penyelesaian Perselisihan Hubungan\n    Industrial.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch2>BAB XI: PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 86: PRINSIP PEMBINAAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pada prinsipnya Pengusaha melaksanakan pembinaan Pekerja yang sesuai dengan\nprinsip -prinsip Hubungan Industrial sedapat mungkin menghindari adanya\nPemutusan Hubungan Kerja. Akan tetapi semuanya masih tergantung pada situasi\nataupun kondisi yang terjadi, oleh karena itu masih terdapat kemungkinan\nPemutusan Hubungan Kerja yang pelaksanaannya sesuai dengan Peraturan\nPerundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 87: PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pasal Pemutusan Hubungan Kerja terdapat pada lampiran 9 (sembilan)\nPerjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 88: UANG PESANGON, UANG PENGHARGAAN MASA KERJA DAN UANG PENGGANTIAN\nHAK\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-longserviceallowancetype2\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-longserviceallowancetype1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-longserviceallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SENIOR_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay\">\u003Cp>Besarnya Uang Pesangon, Uang Penghargaan Masa Kerja dan Uang Penggantian Hak\nserta hak – hak lainnya terhadap Pekerja yang terkena Pemutusan Hubungan\nKerja disesuaikan dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch2>BAB XII: PENYELESAIAN KELUH KESAH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 89: KELUH KESAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Bila Pekerja di dalam hubungan kerja merasa bahwa perlakuan yang diperoleh\npada suatu saat dinilai layak sebagai keluhan, maka ia berhak mengajukan keluh\nkesah melalui prosedur pengaduan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 90: PROSEDUR PENGADUAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pekerja yang mempunyai keluh kesah pada tahap pertama dapat menyampaikan\n    kepada atasan langsung.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Atasan langsung akan berusaha menyelesaikan keluh kesah tersebut sebatas\n    tingkat kewenangan yang dimiliki.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila atasan langsung tidak dapat menyelesaikan, maka keluh kesah\n    tersebut dapat disampaikan kepada atasan yang lebih tinggi.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila pada tahap atasan yang lebih tinggi tidak dapat menyelesaikan,\n    maka dapat disampaikan ke seksi HRD (pihak Pengusaha) dan\u002F atau Serikat\n    Pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila keluh kesah tersebut belum dapat juga terselesaikan, maka dapat\n    dilanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi sesuai dengan Peraturan\n    Perundang-undangan yang berlaku\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 91: KELUH KESAH DILUAR HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Apabila terjadi sesuatu kasus yang layak dinilai sebagai keluhan diluar\npekerjaan maupun ketenagakerjaan, maka Pekerja yang bersangkutan dapat\nmengadukannya kepada Instansi yang berwenang untuk kasusnya, dengan ketentuan\ntidak akan mengatasnamakan, merugikan maupun mencemarkan nama baik Perusahaan\nmaupun Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XIII: PEMBERLAKUAN, MASA BERLAKU, PERUBAHAN DAN PERPANJANGAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 92: PEMBERLAKUAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku bagi Pengusaha dan Pekerja PT Indorama\nVentures Indonesia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 93: MASA BERLAKU\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end_date\">\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku untuk jangka waktu 2 (dua) tahun sejak\nditandatangani oleh kedua belah pihak.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>PASAL 94: PERUBAHAN DAN PERPANJANGAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Apabila salah satu pihak bermaksud mengubah atau membatalkan Perjanjian\n    Kerja Bersama ini, maka pihak tersebut harus menyampaikan maksud tersebut\n    secara tertulis kepada pihak lain.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengaturan yang bersifat mengubah, menambah atau mengurangi materi\n    Perjanjian Kerja Bersama ini, hanya sah dan baru bisa dinyatakan berlaku,\n    setelah dirundingkan dan disetujui oleh kedua belah pihak.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila belum tercapai kesepakatan Perjanjian Kerja Bersama yang baru,\n    sedangkan masa berlaku Perjanjian Kerja Bersama yang lama telah berakhir,\n    maka Perjanjian Kerja Bersama ini tetap berlaku sampai tercapainya\n    Perjanjian Kerja Bersama yang baru.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perjanjian Kerja Bersama ini dianggap diperpanjang dalam jangka waktu 1\n    (satu) tahun lagi kecuali jika salah satu pihak memberitahukan secara\n    tertulis keinginannya untuk membuka perundingan baru tentang Perjanjian\n    Kerja Bersama, paling cepat 90 (sembilan puluh) hari sebelum Perjanjian\n    Kerja Bersama ini berakhir.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch2>BAB XIV: KETENTUAN PENUTUP\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 95: PENAFSIRAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Hal-hal yang belum diatur secara terinci akan diatur dengan landasan\n    Peraturan Perundang - undangan yang berlaku dan ketentuan-ketentuan\n    sebagaimana termaksud dalam Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Hal-hal lain yang belum diatur di dalam Perjanjian Kerja Bersama ini,\n    akan tetapi sudah diatur di dalam peraturan-peraturan lain dan\u002F atau\n    Perjanjian Kerja, dinyatakan tetap berlaku sejauh tidak bertentangan dengan\n    Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Hal-hal lain yang belum\u002F tidak diatur, tetapi diperlukan maka akan dibuat\n    pengaturan tersendiri sesuai dengan permasalahan masing-masing.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila terjadi perbedaan dalam penafsiran tentang isi pasal atau ayat\n    yang tercantum dalam Perjanjian Kerja Bersama ini akan diselesaikan melalui\n    musyawarah bersama antara Pengusaha dan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dalam hal tidak tercapai penafsiran yang sama, maka akan diserahkan\n    kepada Lembaga Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 96: HAK PENEMUAN DAN PATEN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Dalam hal Pekerja memperoleh suatu penemuan yang berhubungan dengan\n    pekerjaan, maka hasil penemuan tersebut harus diserahkan kepada Pengusaha\n    untuk dibuatkan hak patennya atas nama Perusahaan dan akan dikembangkan\n    untuk kepentingan Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang menyerahkan hasil penemuan tersebut akan diberikan\n    penghargaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku pada Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 97: PENUTUP\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha membagikan Perjanjian Kerja Bersama ini kepada seluruh Pekerja\nuntuk dijadikan sebagai pedoman dalam pelaksanaan hak-hak dan\nkewajiban-kewajiban kedua belah pihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Perjanjian Kerja Bersama ini dibuat dalam Bahasa Indonesia dan\nditandatangani oleh kedua belah pihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start\">\u003Cp>3.Perjanjian Kerja Bersama ini dibuat dan ditandatangani pada\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Hari:Selasa\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start_date\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Tanggal:15 Januari 2019\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Tempat:PT Indorama Ventures Indonesia\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbasignsinglesignatory\">\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbamemother\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbasignsinglesignatory\">\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003C\u002Ftr>\u003Ctr>\u003Ctd colspan=\"2\" style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Pihak-pihak\n        yang mengadakan Perjanjian Kerja Bersama:\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">PUK\n        SP-TSK SPSI \n\n        \u003Cp>PT Indorama Ventures Indonesia\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Caska\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Ketua\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Pengusaha\n\n        \u003Cp>PT Indorama Ventures Indonesia\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Shin, Yong Sig\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Senior Vice President\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\" colspan=\"2\">\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-casignemployees\">Anggota\n        Tim Perunding: \n\n        \u003Cp>Caska (Ketua) \u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Sugiyono \u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Pepep Taufik\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Suparmin \u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Dede Supriyanto\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Handoko Kilat Setiawan \u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Yanto \u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Ade Hermansyah \u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Efran Darson\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Fauzi\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Anggota\n        Tim Perunding:\n\n        \u003Cp>1. Tri Trisnaningsih (Ketua)\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>2. Kim, Sang Ho\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>3. Govind Sodan\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>4. Shofianto Hendrowidodo\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>5. WismanMahdi\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>6. Erwin Osmal Yuniver\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>7. Irwan Wipraseno\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>8. Sunandi\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>9. Dodi Widianto\u003C\u002Fp>\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003Ctr>\u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\n",{"cbadate_start":46,"cbadate_start_date":50,"cbadate_end_date":53,"cbadate_end":57,"cbasignsinglesignatory":59,"cbamemother":63,"casignemployees":67,"jobclassifaction1":71,"trainingprogrammes":75,"trainingfund":79,"pensionfund":83,"disabilityfund":87,"contracttrial":89,"contracttrialperiod":93,"contractseverancepay":95,"contractseverancepay1":99,"sicknesspay":101,"maxsicknesspay":105,"maxsicknesspayperc":107,"sicknessmaxdays":109,"sicknessmaxdaysnr":113,"menstruationleave":115,"disabilitypay":119,"healthcareaccess":123,"healthinsurance":127,"healthinsurancerelatives":131,"healthandsafetypolicy":133,"protectiveclothing":137,"code_application":141,"hivpolicy":144,"funeralpay":148,"funeralpaytype":152,"funeralpayamount":156,"paidmaternityleave":158,"paidmaternityleaveduration":162,"paidmaternityleavepay":164,"paidmaternityleavepayperc":166,"maternityotherclause":168,"paidpaternityleave":172,"paidpaternityleaveduration":176,"paidpaternityleavepay":178,"paidpaternityleavepayperc":182,"deathrelatives":184,"deathrelativesleave":188,"dayspweek_select":191,"dayspweek":195,"PAIDLEAV_trigger":197,"holidaysdays":201,"holidaysweeks":203,"bankholidays1":205,"holidaysfixed":209,"holidaysfixeddays":213,"SCHEDULE_trigger":215,"schedulesrestpw":217,"TRADEUNLEAV_trigger":219,"PAYSCALES_trigger":223,"STRUCINCR_trigger":227,"wageincreasefirmperformance":231,"wageincreasedate":235,"ONCERISE_trigger":239,"incidentalbonustype2":243,"incidentalbonusperc1":247,"incidentalbonusdate":251,"ONCERISE2_trigger":253,"incidentalbonustypesec":257,"extrapayfirmperformancesec":259,"incidentalbonusdatesec":263,"OVERTIME_trigger":267,"overtimeallowancetype_general":271,"overtimeallowanceperc1_general":275,"overtimeallowancetype":279,"overtimeallowanceperc1":283,"SUNDAY_trigger":285,"sundayallowancetype":289,"sundayallowanceperc1":293,"COMMUTE_trigger":295,"commutingallowancetype":299,"SENIOR_trigger":303,"longserviceallowancetype":305,"longserviceallowancetype1":307,"longserviceallowancetype2":309,"mealvouchers":311,"coverunion_trigger":315,"coverunionsign":319},{"bindId":47,"name":48,"text":49},"cbadate_start","3.Perjanjian Kerja Bersama ini dibuat da","3.Perjanjian Kerja Bersama ini dibuat dan ditandatangani pada\n\nHari:Selasa\n\nTanggal:15 Januari 2019\n\nTempat:PT Indorama Ventures Indonesia",{"bindId":51,"name":52,"text":52},"cbadate_start_date","Tanggal:15 Januari 2019",{"bindId":54,"name":55,"text":56},"cbadate_end_date","Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku unt","Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku untuk jangka waktu 2 (dua) tahun sejak\nditandatangani oleh kedua belah pihak.",{"bindId":58,"name":55,"text":56},"cbadate_end",{"bindId":60,"name":61,"text":62},"cbasignsinglesignatory","Pihak-pihak yang mengadakan Perjanjian K","Pihak-pihak\n        yang mengadakan Perjanjian Kerja Bersama:\n    \n    \n      PUK\n        SP-TSK SPSI \n\n        PT Indorama Ventures Indonesia\n\n        \n\n        Caska\n\n        Ketua\n      \n      Pengusaha\n\n        PT Indorama Ventures Indonesia\n\n        \n\n        Shin, Yong Sig\n\n        Senior Vice President\n      \n    \n    \n      \n    \n    \n      Anggota\n        Tim Perunding: \n\n        Caska (Ketua) \n\n        Sugiyono \n\n        Pepep Taufik\n\n        Suparmin \n\n        Dede Supriyanto\n\n        Handoko Kilat Setiawan \n\n        Yanto \n\n        Ade Hermansyah \n\n        Efran Darson\n\n        Fauzi\n      \n      Anggota\n        Tim Perunding:\n\n        1. Tri Trisnaningsih (Ketua)\n\n        2. Kim, Sang Ho\n\n        3. Govind Sodan\n\n        4. Shofianto Hendrowidodo\n\n        5. WismanMahdi\n\n        6. Erwin Osmal Yuniver\n\n        7. Irwan Wipraseno\n\n        8. Sunandi\n\n        9. Dodi Widianto",{"bindId":64,"name":65,"text":66},"cbamemother"," Pihak-pihak yang mengadakan Perjanjian ","\n  \n  \n  \n  \n    \n      Pihak-pihak\n        yang mengadakan Perjanjian Kerja Bersama:\n    \n    \n      PUK\n        SP-TSK SPSI \n\n        PT Indorama Ventures Indonesia\n\n        \n\n        Caska\n\n        Ketua\n      \n      Pengusaha\n\n        PT Indorama Ventures Indonesia\n\n        \n\n        Shin, Yong Sig\n\n        Senior Vice President\n      \n    \n    \n      \n    \n    \n      Anggota\n        Tim Perunding: \n\n        Caska (Ketua) \n\n        Sugiyono \n\n        Pepep Taufik\n\n        Suparmin \n\n        Dede Supriyanto\n\n        Handoko Kilat Setiawan \n\n        Yanto \n\n        Ade Hermansyah \n\n        Efran Darson\n\n        Fauzi\n      \n      Anggota\n        Tim Perunding:\n\n        1. Tri Trisnaningsih (Ketua)\n\n        2. Kim, Sang Ho\n\n        3. Govind Sodan\n\n        4. Shofianto Hendrowidodo\n\n        5. WismanMahdi\n\n        6. Erwin Osmal Yuniver\n\n        7. Irwan Wipraseno\n\n        8. Sunandi\n\n        9. Dodi Widianto",{"bindId":68,"name":69,"text":70},"casignemployees","Anggota Tim Perunding: Caska (Ketua) Sug","Anggota\n        Tim Perunding: \n\n        Caska (Ketua) \n\n        Sugiyono \n\n        Pepep Taufik\n\n        Suparmin \n\n        Dede Supriyanto\n\n        Handoko Kilat Setiawan \n\n        Yanto \n\n        Ade Hermansyah \n\n        Efran Darson\n\n        Fauzi",{"bindId":72,"name":73,"text":74},"jobclassifaction1","Kepangkatan\u002F jabatan untuk Pekerja adala","Kepangkatan\u002F jabatan untuk Pekerja adalah sebagai berikut:\n\n\n  \n  \n  \n    \n      Kepangkatan \u002F Jabatan\n    \n    \n      Senior General Manager\n    \n    \n      Deputy General Manage\n    \n    \n      General Manager\n    \n    \n      Senior Manager\n    \n    \n      Deputy Senior Manager\n    \n    \n      Manager\n    \n    \n      Assistant Manager\n    \n    \n      Senior Supervisor\n    \n    \n      Supervisor\n    \n    \n      Senior Foreman\n      \n    \n    \n      Foreman\n    \n    \n      Leader\n    \n    \n      Senior Worker\n    \n    \n      Worker",{"bindId":76,"name":77,"text":78},"trainingprogrammes","Untuk meningkatkan pengetahuan, kemampua","Untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan keterampilan teknik Pekerja\n    serta untuk memenuhi kebutuhan Perusahaan, Pengusaha sewaktu-waktu dapat\n    menugaskan Pekerja untuk mengikuti pelatihan kerja.",{"bindId":80,"name":81,"text":82},"trainingfund","Semua biaya pelatihan kerja ditanggung o","Semua biaya pelatihan kerja ditanggung oleh Pengusaha.",{"bindId":84,"name":85,"text":86},"pensionfund","Sesuai dengan Peraturan Perundang-undang","Sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku, Pengusaha\n    mengikutsertakan Pekerja dalam program BPJS Ketenagakerjaan.\n  Penyelenggaraan BPJS Ketenagakerjaan dilakukan dengan memperhatikan\n    Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.",{"bindId":88,"name":85,"text":86},"disabilityfund",{"bindId":90,"name":91,"text":92},"contracttrial","Setiap Pekerja baru dikenakan masa perco","Setiap Pekerja baru dikenakan masa percobaan paling lama 3 (tiga) bulan\n    kecuali Pekerja yang menjalani perjanjian kerja untuk waktu tertentu,\n    Pekerja Pasca Pensiun.",{"bindId":94,"name":91,"text":92},"contracttrialperiod",{"bindId":96,"name":97,"text":98},"contractseverancepay","Besarnya Uang Pesangon, Uang Penghargaan","Besarnya Uang Pesangon, Uang Penghargaan Masa Kerja dan Uang Penggantian Hak\nserta hak – hak lainnya terhadap Pekerja yang terkena Pemutusan Hubungan\nKerja disesuaikan dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku",{"bindId":100,"name":97,"text":98},"contractseverancepay1",{"bindId":102,"name":103,"text":104},"sicknesspay","1. Apabila Pekerja tidak dapat melakukan","1. Apabila Pekerja tidak dapat melakukan pekerjaan karena sakit\nberkepanjangan, maka pembayaran Upah berdasarkan perhitungan sebagai\nberikut:\n\na. 4 bulan pertama : Upah Tetap x 100 %(seratus per\nseratus)\n\nb. 4 bulan kedua : Upah Tetap x 75 % (tujuh puluh\nlima per seratus)\n\nc. 4 bulan ketiga : Upah Tetap x 50 % (lima puluh\nper seratus)\n\nd. Untuk bulan selanjutnya dibayar 25 % (dua puluh\nlima per seratus) sebelum Pemutusan Hubungan Kerja dilakukan.",{"bindId":106,"name":103,"text":104},"maxsicknesspay",{"bindId":108,"name":103,"text":104},"maxsicknesspayperc",{"bindId":110,"name":111,"text":112},"sicknessmaxdays","5. Terhadap Pekerja yang sakit berkepanj","5. Terhadap Pekerja yang sakit berkepanjangan secara terus menerus selama\nwaktu 1 (satu) tahun lebih, dapat mengajukan atau dilakukan Pemutusan Hubungan\nKerja sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.",{"bindId":114,"name":111,"text":112},"sicknessmaxdaysnr",{"bindId":116,"name":117,"text":118},"menstruationleave","Cuti haid adalah suatu keadaan dimana Pe","Cuti haid adalah suatu keadaan dimana Pekerja perempuan tidak diwajibkan\n    bekerja pada saat haid pertama dan kedua.",{"bindId":120,"name":121,"text":122},"disabilitypay","Apabila Pekerja mendapat kecelakaan kerj","Apabila Pekerja mendapat kecelakaan kerja sesuai dengan yang dimaksud dalam\nPeraturan Perundang-undangan, maka Jaminan Kecelakaan Kerja akan diberikan oleh\nBPJS Ketenagakerjaan sebagai badan penyelenggara asuransi kecelakaan kerja,\nsebagaimana diatur dalam Undang-Undang No. 40\u002F 2004 jo Undang-Undang No. 24\u002F\n2011 jo PP No. 44\u002F 2015.",{"bindId":124,"name":125,"text":126},"healthcareaccess","Pengusaha menyediakan klinik di dalam Pe","Pengusaha menyediakan klinik di dalam Perusahaan untuk memberikan\n    pertolongan pertama bagi Pekerja yang mengalami gangguan kesehatan maupun\n    kecelakaan kerja.\n  Pekerja yang akan berobat ke klinik Perusahaan harus mendapat ijin atasan\n    yang berwenang.",{"bindId":128,"name":129,"text":130},"healthinsurance","Untuk menjamin kesehatan Pekerja dan kel","Untuk menjamin kesehatan Pekerja dan keluarganya, Pengusaha\n    mengikutsertakan Pekerja dan keluarganya dalam program asuransi kesehatan\n    yang telah ditentukan oleh Pengusaha berdasarkan peraturan dan ketentuan\n    yang berlaku dan juga musyawarah antara Pengusaha dengan Serikat\n  Pekerja.",{"bindId":132,"name":129,"text":130},"healthinsurancerelatives",{"bindId":134,"name":135,"text":136},"healthandsafetypolicy","Pengusaha wajib menyediakan fasilitas-fa","Pengusaha wajib menyediakan fasilitas-fasilitas tertentu guna terciptanya\n    perlindungan kerja, keselamatan dan kesehatan kerja sesuai dengan\n    Undang-Undang No. 1 Tahun 1970.\n  Untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja, Pekerja wajib mematuhi dan\n    menjalankan seluruh standar kerja, peraturan-peraturan dan\n    ketentuan-ketentuan kerja yang dikeluarkan oleh Pengusaha.\n  Pengusaha wajib menyediakan alat-alat keselamatan kerja untuk dipakai\n    oleh Pekerja dalam melaksanakan tugasnya.\n  Pekerja wajib menggunakan alat-alat keselamatan kerja sesuai dengan\n    lokasi dan jenis pekerjaan yang dilakukannya.\n  Alat-alat perlindungan kerja harus selalu diperiksa dan dirawat. Apabila\n    alat-alat perlindungan kerja tersebut sudah tidak memadai lagi segera\n    mengusulkan kepada atasan yang berwenang untuk diadakan penggantian\n    seperlunya.\n  Alat-alat perlindungan kerja harus disimpan pada tempat-tempat yang telah\n    ditentukan dan tidak diperkenankan memindahkan ke tempat lain tanpa\n    persetujuan petugas yang berwenang.\n  Tempat kerja harus selalu dijaga dan dipelihara kebersihannya serta tidak\n    diperkenankan meletakkan barang-barang tidak pada tempatnya.\n  Pekerja dilarang masuk ke daerah berbahaya seperti daerah listrik\n    bertegangan tinggi, gas bertekanan tinggi, tempat menyimpan benda \u002F bahan\n    yang berbahaya serta ke dalam gardu listrik, tanpa seijin petugas yang\n    berwenang.\n  Pekerja tidak diperkenankan menyentuh, menjalankan dan menghentikan\n    mesin-mesin serta alat-alat lainnya di luar tugas dan wewenangnya.\n  Mesin-mesin atau alat-alat lainnya sebelum dijalankan, terlebih dahulu\n    harus diperiksa dengan teliti. Mesin-mesin atau alat-alat tersebut dapat\n    dijalankan setelah dipastikan bahwa tidak ada kerusakan atau gejala-gejala\n    yang dapat menimbulkan bahaya.\n  Apabila terjadi keabnormalan yang gawat pada mesin \u002F peralatan yang\n    sedang dijalankan sehingga diperkirakan akan membawa akibat pada bagian\n    lain, segera melaporkan kepada atasan yang berwenang untuk mengambil\n    langkah-langkah penanggulangan.\n  Pekerja dilarang merokok atau mempergunakan api, selain di tempat-tempat\n    yang telah ditentukan oleh Pengusaha.\n  Pekerja diwajibkan untuk mencegah terjadinya kebakaran.\n  Apabila terjadi suatu keadaan darurat, Pekerja harus bekerja sama untuk\n    berusaha mengamankan dan mengatasinya.\n  Pekerja diwajibkan untuk mengamankan diri sendiri, teman sekerja, maupun\n    Perusahaan dan wajib mentaati peraturan-peraturan Keselamatan Kerja.\n  Peraturan yang lebih terperinci mengenai perlindungan dan keselamatan\n    kerja akan diatur tersendiri, dan semua Pekerja wajib melaksanakannya.",{"bindId":138,"name":139,"text":140},"protectiveclothing","Pakaian seragam dan alat-alat perlengkap","Pakaian seragam dan alat-alat perlengkapan kerja yang dibutuhkan Pekerja\n    disediakan oleh Pengusaha.\n  Pada waktu kerja\u002F jam kerja Pekerja wajib mengenakan pakaian seragam dan\n    perlengkapan lainnya yang disediakan Pengusaha, adapun standar pemberiannya\n    ditentukan oleh Pengusaha dengan mempertimbangkan usulan dan saran dari\n    Serikat Pekerja.",{"bindId":142,"name":135,"text":143},"code_application","Pengusaha wajib menyediakan fasilitas-fasilitas tertentu guna terciptanya\n    perlindungan kerja, keselamatan dan kesehatan kerja sesuai dengan\n    Undang-Undang No. 1 Tahun 1970.",{"bindId":145,"name":146,"text":147},"hivpolicy","Untuk memelihara kesehatan Pekerja dan m","Untuk memelihara kesehatan Pekerja dan menjalankan kegiatan Perusahaan\n    dengan lancar, Pengusaha melakukan pemeriksaan kesehatan kepada seluruh\n    Pekerja sekali dalam 1 (satu) tahun.",{"bindId":149,"name":150,"text":151},"funeralpay","Dalam hal Pekerja meninggal dunia maka k","Dalam hal Pekerja meninggal dunia maka kepada ahli waris yang sah, akan\n    menerima santunan kematian dari BPJS Ketenagakerjaan atau asuransi\n  lainnya.",{"bindId":153,"name":154,"text":155},"funeralpaytype","Dalam hal keluarga Pekerja meninggal dun","Dalam hal keluarga Pekerja meninggal dunia, Pengusaha akan memberikan\n    uang duka cita sebesar:\n\n\n  Isteri\u002F suami, anak : Rp. 1,000,000 (satu juta\n    rupiah)\n  Orang tua \u002F mertua : Rp. 500,000 (lima ratus\n    ribu rupiah)",{"bindId":157,"name":154,"text":155},"funeralpayamount",{"bindId":159,"name":160,"text":161},"paidmaternityleave","1. Cuti melahirkan adalah cuti yang dibe","1. Cuti melahirkan adalah cuti yang diberikan kepada Pekerja perempuan\npaling lama 1 ½ (satu setengah) bulan sebelum melahirkan dan paling lama 1 ½\n(satu setengah) bulan sesudah melahirkan dengan jumlah total cuti 3 (tiga)\nbulan dengan mendapat upah penuh. Adapun penggunaan cuti melahirkan tersebut\nbisa disesuaikan dengan keinginan Pekerja selama penggunaannya tidak lebih dari\n3 (tiga) bulan.",{"bindId":163,"name":160,"text":161},"paidmaternityleaveduration",{"bindId":165,"name":160,"text":161},"paidmaternityleavepay",{"bindId":167,"name":160,"text":161},"paidmaternityleavepayperc",{"bindId":169,"name":170,"text":171},"maternityotherclause","3. Termasuk dalam pengertian cuti melahi","3. Termasuk dalam pengertian cuti melahirkan ini adalah cuti yang diberikan\nkepada Pekerja perempuan karena gugur kandungan yang bukan karena abortus\nprovocatus (keguguran yang disengaja), dan diberikan cuti bersalin maksimum 1\n½ (satu setengah) bulan.",{"bindId":173,"name":174,"text":175},"paidpaternityleave","c. Isteri sah Pekerja melahirkan atau ke","c. Isteri sah Pekerja melahirkan atau keguguran : 2\nhari kerja",{"bindId":177,"name":174,"text":175},"paidpaternityleaveduration",{"bindId":179,"name":180,"text":181},"paidpaternityleavepay","1. Pekerja dapat diberikan ijin khusus d","1. Pekerja dapat diberikan ijin khusus dengan mendapat upah penuh untuk\nkeperluan-keperluan di bawah ini:\n\na. Pernikahan Pekerja : 5 hari kerja\n\nb. Pernikahan anak sah Pekerja : 2 hari kerja\n\nc. Isteri sah Pekerja melahirkan atau keguguran : 2\nhari kerja\n\nd. Khitanan\u002Fpembaptisan anak sah Pekerja : 2 hari\nkerja\n\ne. Kematian keluarga Pekerja (suami, isteri, orang\ntua\u002F mertua atau anak sah Pekerja) : 3 hari kerja\n\n(lebih dari 150 km dari Perusahaan) : 5 hari\nkerja\n\nf. Kematian saudara kandung Pekerja : 2 hari\nkerja\n\n(lebih dari 150 km dari Perusahaan) : 5 hari\nkerja\n\ng. Pernikahan saudara kandung Pekerja : 1 hari\nkerja\n\n(lebih dari 150 km dari Perusahaan) : 2 hari\nkerja\n\nh. Kematian orang yang tinggal serumah dengan\nPekerja : 1 hari kerja\n\ni. Suami\u002F isteri sah dan \u002F anak sah Pekerja di\nopname di Rumah Sakit : 1 hari kerja 15\n\nj. Suami\u002F isteri sah Pekerja di opname di Rumah\nSakit : 1 hari kerja tambahan\n\n(1 kasus per tahun)\n\nk. Dan lain - lain sesuai dengan PP No.8\u002F1981 :\n\n1. Pekerja yang menjalankan kewajiban negara\nberdasarkan surat resmi penugasan dari Pemerintah.\n\n2. Pekerja yang melaksanakan ibadah haji dimana\npelaksanaan baik keberangkatan maupun kepulangannya tidak lebih dari waktu yang\nditentukan oleh jadwal pemerintah.\n\nl. Hal - hal yang dapat dianggap sebagai kondisi\nforce majeure. Adapun lama ijin khusus diputuskan oleh Pengusaha berdasarkan\nkepatutan.\n\nm.Dipanggil sebagai saksi di Pengadilan\u002F Kepolisian\nselama waktu yang diperlukan.\n\nn. Akibat terjangkitnya suatu wabah penyakit\nmenular yang membahayakan kesehatan selama waktu yang diharuskan oleh\nPemerintah\u002Fdokter Perusahaan\u002F dokter yang merawatnya dengan pengesahan terlebih\ndahulu dari dokter \u002F rumah sakit yang ditunjuk oleh Pengusaha.",{"bindId":183,"name":180,"text":181},"paidpaternityleavepayperc",{"bindId":185,"name":186,"text":187},"deathrelatives","e. Kematian keluarga Pekerja (suami, ist","e. Kematian keluarga Pekerja (suami, isteri, orang\ntua\u002F mertua atau anak sah Pekerja) : 3 hari kerja\n\n(lebih dari 150 km dari Perusahaan) : 5 hari\nkerja\n\nf. Kematian saudara kandung Pekerja : 2 hari\nkerja\n\n(lebih dari 150 km dari Perusahaan) : 5 hari\nkerja",{"bindId":189,"name":186,"text":190},"deathrelativesleave","e. Kematian keluarga Pekerja (suami, isteri, orang\ntua\u002F mertua atau anak sah Pekerja) : 3 hari kerja\n\n(lebih dari 150 km dari Perusahaan) : 5 hari\nkerja",{"bindId":192,"name":193,"text":194},"dayspweek_select","1. Bagi Pekerja yang mempunyai hari dan ","1. Bagi Pekerja yang mempunyai hari dan jam kerja non shift, hari kerja\ndimulai sejak hari Senin sampai dengan hari Jum’at. Hari Sabtu dan hari\nMinggu adalah hari istirahat mingguan.",{"bindId":196,"name":193,"text":194},"dayspweek",{"bindId":198,"name":199,"text":200},"PAIDLEAV_trigger","Pekerja yang telah menjalani masa kerja ","Pekerja yang telah menjalani masa kerja 1 (satu) tahun terhitung sejak\n    saat dipekerjakan, berhak atas cuti tahunan selama 12 (dua belas) hari.",{"bindId":202,"name":199,"text":200},"holidaysdays",{"bindId":204,"name":199,"text":200},"holidaysweeks",{"bindId":206,"name":207,"text":208},"bankholidays1","Hari libur resmi tidak dihitung sebagai ","Hari libur resmi tidak dihitung sebagai hak cuti tahunan.",{"bindId":210,"name":211,"text":212},"holidaysfixed","Pengusaha dapat melaksanakan cuti massal","Pengusaha dapat melaksanakan cuti massal sebanyak-banyaknya 6 (enam) hari\n    dalam setahun untuk kepentingan Perusahaan, dan cuti massal tersebut dapat\n    diperhitungkan sebagai cuti tahunan tiap Pekerja.",{"bindId":214,"name":211,"text":212},"holidaysfixeddays",{"bindId":216,"name":193,"text":194},"SCHEDULE_trigger",{"bindId":218,"name":193,"text":194},"schedulesrestpw",{"bindId":220,"name":221,"text":222},"TRADEUNLEAV_trigger","Pengusaha dapat memberikan dispensasi ke","Pengusaha dapat memberikan dispensasi kepada pengurus Serikat Pekerja\n    untuk melakukan kegiatan Serikat Pekerja di dalam jam kerja sesuai agenda\n    kerja yang telah disampaikan sebelumnya kepada pihak Pengusaha, pemberian\n    dispensasi harus mengedepankan kepentingan perusahaan. Sedangkan untuk\n    pemasangan brosur, pamflet dan spanduk harus menyampaikan rencana terlebih\n    dahulu kepada pihak Pengusaha dengan mengedepankan hubungan industrial yang\n    harmonis dan menjaga kondisi kerja yang kondusif.",{"bindId":224,"name":225,"text":226},"PAYSCALES_trigger","1. Penetapan upah Pekerja berdasarkan ke","1. Penetapan upah Pekerja berdasarkan kemampuan Perusahaan, pangkat\u002F\njabatan, evaluasi kerja, masa jabatan, keahlian dan pengetahuan serta jasa yang\ndiberikan pada perusahaan.",{"bindId":228,"name":229,"text":230},"STRUCINCR_trigger","Pada prinsipnya peninjauan upah Pekerja ","Pada prinsipnya peninjauan upah Pekerja dilakukan 1 ( satu ) kali dalam\n    setahun dan dilaksanakan pada bulan Januari, yang ditetapkan berdasarkan\n    hasil musyawarah antara Pengusaha dengan Serikat Pekerja",{"bindId":232,"name":233,"text":234},"wageincreasefirmperformance","Musyawarah peninjauan upah antara Pengus","Musyawarah peninjauan upah antara Pengusaha dengan Serikat Pekerja\n    dilakukan dengan mempertimbangkan :\n    a. Kemampuan dan Kinerja Perusahaan.\n    b. Tingkat inflasi\n    c. Kenaikan Upah Minimum yang sesuai dengan\n    Peraturan Perundang-undangan yang berlaku\n    d. Hasil Evaluasi Pekerja\n    e. Kenaikan harga barang",{"bindId":236,"name":237,"text":238},"wageincreasedate","Dalam hal hasil musyawarah dicapai setel","Dalam hal hasil musyawarah dicapai setelah bulan Januari, maka\n    perhitungan perubahannya dimulai per Januari.",{"bindId":240,"name":241,"text":242},"ONCERISE_trigger","1. Pengusaha memberikan Tunjangan Hari R","1. Pengusaha memberikan Tunjangan Hari Raya kepada Pekerja yang pemberiannya\ndilakukan selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari sebelum Hari Raya.",{"bindId":244,"name":245,"text":246},"incidentalbonustype2","3. Besarnya Tunjangan Hari Raya akan dib","3. Besarnya Tunjangan Hari Raya akan diberikan kepada Pekerja adalah sebagai\nberikut:\n\n\n\n\n  \n  \n  \n    \n      Kurang\n        dari 1 bulan\n      Tidak\n        diberikan\n    \n    \n      1 bulan atau lebih tetapi kurang dari 2 bulan\n      10%\n    \n    \n      2 bulan atau lebih tetapi kurang dari 3 bulan\n      20%\n    \n    \n      3 bulan atau lebih tetapi kurang dari 6 bulan\n      50%\n    \n    \n      6 bulan atau lebih tetapi kurang dari 1 tahun\n      100%\n    \n    \n      1 tahun atau lebih tetapi kurang dari 5 tahun\n      \n      110%\n    \n    \n      5 tahun atau lebih tetapi kurang dari 10 tahun\n      \n\n        120%\n      \n    \n    \n      10 tahun atau lebih tetapi kurang dari 15 tahun\n      135%\n    \n    \n      15 tahun ke atas\n      150%",{"bindId":248,"name":249,"text":250},"incidentalbonusperc1","1 tahun atau lebih tetapi kurang dari 5 ","1 tahun atau lebih tetapi kurang dari 5 tahun\n      \n      110%",{"bindId":252,"name":241,"text":242},"incidentalbonusdate",{"bindId":254,"name":255,"text":256},"ONCERISE2_trigger","Yang dimaksud dengan Bonus adalah uang y","Yang dimaksud dengan Bonus adalah uang yang diberikan Pengusaha kepada\n    Pekerja sehubungan dengan hasil kinerja Perusahaan dalam 1 (satu)\n  tahun.",{"bindId":258,"name":255,"text":256},"incidentalbonustypesec",{"bindId":260,"name":261,"text":262},"extrapayfirmperformancesec","Serikat Pekerja dapat mengajukan kepada ","Serikat Pekerja dapat mengajukan kepada Pengusaha permohonan presentasi\n    kinerja keuangan dan produktivitas Perusahaan selama satu tahun.",{"bindId":264,"name":265,"text":266},"incidentalbonusdatesec","Penentuan besarnya dan tanggal pembagian","Penentuan besarnya dan tanggal pembagian bonus akan ditentukan oleh Rapat\n    Umum Pemegang Saham yang dilaksanakan sekali dalam satu tahun.",{"bindId":268,"name":269,"text":270},"OVERTIME_trigger","1. Upah lembur diberikan apabila Pekerja","1. Upah lembur diberikan apabila Pekerja telah melaksanakan kerja lembur\nsesuai dengan aturan kerja lembur yang berlaku.",{"bindId":272,"name":273,"text":274},"overtimeallowancetype_general","b.1. Apabila kerja lembur dilakukan pada","b.1. Apabila kerja lembur dilakukan pada hari kerja\nbiasa:\n\nb.1.1. Untuk jam lembur pertama dibayar sebesar 1 ½\n(satu setengah) kali upah per jam.\n\nb.1.2. Untuk setiap jam kerja lembur berikutnya\ndibayar upah sebesar 2 (dua) kali upah per jam.",{"bindId":276,"name":277,"text":278},"overtimeallowanceperc1_general","b.1.1. Untuk jam lembur pertama dibayar ","b.1.1. Untuk jam lembur pertama dibayar sebesar 1 ½\n(satu setengah) kali upah per jam.",{"bindId":280,"name":281,"text":282},"overtimeallowancetype","b.1.2. Untuk setiap jam kerja lembur ber","b.1.2. Untuk setiap jam kerja lembur berikutnya\ndibayar upah sebesar 2 (dua) kali upah per jam.",{"bindId":284,"name":281,"text":282},"overtimeallowanceperc1",{"bindId":286,"name":287,"text":288},"SUNDAY_trigger","b.2. Apabila kerja lembur dilakukan pada","b.2. Apabila kerja lembur dilakukan pada hari\nlibur\n\nb.2.1. Untuk setiap jam dalam batas 7 (tujuh) jam\ndibayar upah 2 (dua) kali Upah per jam.\n\nb.2.2. Untuk jam kerja pertama setelah 7 (tujuh) jam\ndibayar upah sebesar 3 (tiga) kali upah per jam.\n\nb.2.3. Untuk jam kerja kedua setelah 7 (tujuh) jam\ndan seterusnya dibayar upah sebesar 4 (empat) kali upah per jam.\n\nb.2.4. Kepada Pekerja yang mempunyai hari dan jam\nkerja shift yang terjadwal masuk pada hari libur yang ditetapkan Pemerintah\nselain dibayar upah lembur sesuai dengan aturan kerja lembur yang berlaku,\nditambah dengan 3 (tiga) kali upah per jam.",{"bindId":290,"name":291,"text":292},"sundayallowancetype","b.2.1. Untuk setiap jam dalam batas 7 (t","b.2.1. Untuk setiap jam dalam batas 7 (tujuh) jam\ndibayar upah 2 (dua) kali Upah per jam.",{"bindId":294,"name":291,"text":292},"sundayallowanceperc1",{"bindId":296,"name":297,"text":298},"COMMUTE_trigger","Pengusaha memberikan uang transportasi s","Pengusaha memberikan uang transportasi sebagai pengganti alat\n    transportasi bagi Pekerja yang hendak pergi atau pulang kerja.",{"bindId":300,"name":301,"text":302},"commutingallowancetype","Besarnya uang transportasi dan peninjaua","Besarnya uang transportasi dan peninjauannya akan dimusyawarahkan antara\n    Pengusaha dengan Serikat Pekerja sesuai dengan formula yang telah\n    disepakati.",{"bindId":304,"name":97,"text":98},"SENIOR_trigger",{"bindId":306,"name":97,"text":98},"longserviceallowancetype",{"bindId":308,"name":97,"text":98},"longserviceallowancetype1",{"bindId":310,"name":97,"text":98},"longserviceallowancetype2",{"bindId":312,"name":313,"text":314},"mealvouchers","Pengusaha memberikan ransum makan satu k","Pengusaha memberikan ransum makan satu kali bagi Pekerja yang menjalankan\n    pekerjaan sekurang-kurangnya 7 (tujuh) jam sehari, dengan sistem kupon\n    makan\u002F fingerprint.",{"bindId":316,"name":317,"text":318},"coverunion_trigger","Pengusaha dan Serikat Pekerja bersama-sa","Pengusaha dan Serikat Pekerja bersama-sama menyetujui bahwa Perjanjian\n    Kerja Bersama ini berlaku dan mengikat kedua belah pihak, termasuk segala\n    perubahan, penambahan maupun pengurangannya.",{"bindId":320,"name":317,"text":318},"coverunionsign","\u003Chtml>\n\n    \u003Cdiv class=\"cobra-report\">\n\n        \u003Ch2>IDN PT. Indorama Ventures Indonesia - 2019\u003C\u002Fh2>\n\n        \u003Cdiv class=\"section general\">\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-start_date\">Tanggal dimulainya perjanjian: &rarr;&nbsp;2019-01-15\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-end_date\">Tanggal berakhirnya perjanjian: &rarr;&nbsp;2021-01-14\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \u003C!-- TODO: previous CBA logic -->\n            \u003C!-- TODO: status logic -->\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaratified\">Diratifikasi oleh: &rarr;&nbsp;Other\u003C\u002Fdiv>\n                \u003Cdiv id=\"display-cbaactorratified\">\n                    Diratifikasi pada: &rarr;&nbsp;Belum diratifikasi\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \n\n            \u003C!-- TODO: transnational_label, includingcountries_label, national_framework_label -->\n\n            \u003Cdiv id=\"display-SECTOR1\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Industri\u002Fpabrik pengolahan\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-NACE2004\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Pabrik Manufaktur Textil\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-FIRMPRI\">\n                Sektor publik\u002Fswasta: &rarr;&nbsp;In the private sector\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv>Disimpulkan oleh:\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1\">\n\n                \n                    \n                    \u003Cdiv>\n                        Nama perusahaan: &rarr;&nbsp;\n                        Indorama Ventures Indonesia\n                    \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1\">\n                Nama serikat pekerja: &rarr;&nbsp;\n\n                \n                    \n                    \u003Cspan>\n                        Serikat Pekerja Tekstil Sandang &amp; Kulit SP TSK SPSI\n                    \u003C\u002Fspan>\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-casignemployees\">\n                Nama penandatangan dari pihak pekerja &rarr;&nbsp;Caska, Sugiyono, Pepep Taufik, Suparmin, Dede Supriyanto,\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section social-security-pensions\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SOCSEC_trigger\">JAMINAN SOSIAL DAN PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-pensionfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pensiun bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilityfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan cacat bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-unemploymentfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan pengangguran bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section training\">\n            \u003Ch3 id=\"display-TRAINING_trigger\">PELATIHAN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingprogrammes\">Program pelatihan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprenticeships\">Magang: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pelatihan bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section sickness-disability\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KONDISI SAKIT DAN DISABILITAS\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-maxsicknesspayperc\">\n                Maximum cuti sakit berbayar (untuk 6 bulan): &rarr;&nbsp;92&nbsp;%\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-sicknessmaxdaysnr\">\n                Maximum hari untuk cuti sakit berbayar: &rarr;&nbsp;365 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-longtermillness\">Ketentuan mengenai kembali bekerja setelah menderita penyakit jangka panjang, seperti penyakit kanker: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-menstruationleave\">Cuti haid berbayar: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilitypay\">Pembayaran gaji apabila tidak mampu bekerja dikarenakan kecelakaan kerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n\n        \u003Cdiv class=\"section health-medical-assistence\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA BANTUAN MEDIS\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccess\">Bantuan medis disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccessrelatives\">Bantuan medis bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurance\">Kontribusi pengusaha untuk asuransi kesehatan disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurancerelatives\">Asuransi kesehatan bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetypolicy\">Kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetytraining\">Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-protectiveclothing\">Pakaian\u002Falat pelindung diri disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-hivpolicy\">Pemeriksaan kesehatan secara berkala disediakan oleh pengusaha: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-monitoring\">Pengawasan permintaan musculoskeletal di tempat kerja, resiko professional dan\u002Fatau hubungan antara pekerjaan dan kesehatan: &rarr;&nbsp;The relationship between work and health\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-funeralpay\">Bantuan duka\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-funeralpayamount\">\n                Minimum kontribusi pengusaha untuk penguburan\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;1000000.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section work-family-arrangements\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKFAM_trigger\">PENGATURAN ANTARA KERJA DAN KELUARGA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleaveduration\">\n                Cuti hamil berbayar: &rarr;&nbsp;13 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleavepayperc\">\n                Cuti hamil berbayar terbatas untuk: 100 % dari gaji pokok\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-jobsecuritymothers\">Jaminan tetap dapat bekerja setelah cuti hamil: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-maternitydiscrimination\">Larangan diskriminasi terkait kehamilan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-breastfeeding_dangerouswork\">Larangan mewajibkan pekerja yang sedang hamil atau menyusui untuk melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-riskassessment\">Penilaian resiko terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja yang sedang hamil atau menyusui di tempat kerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-alternatives\">Ketersediaan alternatif bagi pekerja hamil atau menyusui untuk tidak melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-timeoff\">Cuti untuk melakukan pemeriksaan pranatal: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningnonstandard\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempekerjakan pekerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningpromotion\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempromosikan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv> \n            \u003Cdiv id=\"display-nursingmothers\">Fasilitas untuk pekerja yang menyusui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcareprovision\">Pengusaha menyediakan fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcaresubsidy\">Pengusaha mensubsidi fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \u003Cdiv id=\"display-educationtuition\">Tunjangan\u002Fbantuan pendidikan bagi anak pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidpaternityleaveduration\">\n                Cuti ayah berbayar: &rarr;&nbsp;2 hari\n         \u003C\u002Fdiv>\n                        \u003Cdiv id=\"display-deathrelativesleave\">\n                Durasi cuti yang diberikan ketika ada anggota keluarga yang meninggal: &rarr;&nbsp;3 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n        \n         \n\n        \u003Cdiv class=\"section employment-contracts\">\n            \u003Ch3 id=\"display-EMPCONTR_trigger\">PERJANJIAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-contracttrialperiod\">\n                Durasi masa percobaan: &rarr;&nbsp;91 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-part_time_excluded\">Pekerja paruh waktu tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-tempagency\">Ketentuan mengenai pekerja sementara: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprentices_excluded\">Pekerja magang tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-minijobs_excluded\">Pekerja mahasiswa tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section working-hours\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKHOURS_trigger\">JAM KERJA, JADWAL DAN LIBUR\u003C\u002Fh3>\n\n            \n\n            \n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-dayspweek\">\n                Hari kerja per minggu: &rarr;&nbsp;5.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysdays\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;12.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysweeks\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;2.0 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysfixeddays\">\n                Hari tetap untuk cuti tahunan: &rarr;&nbsp;6.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-schedulesrestpw\"> Periode istrirahat setidaknya satu hari dalam seminggu disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-sundays_year\">\n                Jumlah maksimum hari minggu\u002Fhari libur nasional dalam setahun dimana pekerja harus\u002Fdapat bekerja: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n             \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-tradeunleavdays\">\n                Cuti berbayar untuk aktivitas serikat pekerja: &rarr;&nbsp; hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-FLEXWORK_trigger\"> Ketentuan mengenai pengaturan jadwal kerja yang fleksibel: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section wages\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WAGES_trigger\">PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-PAYSCALES_trigger\">\n                Upah ditentukan oleh skala upah: &rarr;&nbsp;Yes, but there are only indices (no wages)\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n\n            \n            \n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-COSTLIV_trigger\">Penyesuaian untuk kenaikan biaya kebutuhan hidup: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-STRUCINCR_trigger\">Kenaikan upah\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-ONCERISE_trigger\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali:\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-incidentalbonusperc1\">\n                    Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali: &rarr;&nbsp;110&nbsp;%\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-extrapayfirmperformance\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali dikarenakan performa perusahaan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \n\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-OVERTIME_trigger\">Upah lembur hari kerja\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-overtimeallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari kerja: &rarr;&nbsp;200 % dari gaji pokok\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SUNDAY_trigger\">Upah lembur hari Minggu\u002Flibur\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-sundayallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari Minggu\u002Flibur: &rarr;&nbsp;100&nbsp;%\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-COMMUTE_trigger\">Tunjangan transportasi\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SENIOR_trigger\">Tunjangan masa kerja\u003C\u002Fh4>\n\n                \n\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-longserviceallowancetype2\">\n                    Tunjangan masa kerja setelah: &rarr;&nbsp; masa kerja\n                \u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Ch4>Kupon makan\u003C\u002Fh4>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-mealvouchers\">\n                Kupon makan disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-MEALALL_trigger\">Tunjangan makan disediakan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-legalassistance_trigger\">\n                Bantuan hukum gratis: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n    \u003C\u002Fdiv>\n\n\u003C\u002Fhtml>\n",[],[],"collective_agreement",[326],{"title":39,"slug":34},[328],{"type":329,"data":330},"call_to_action_body_block",{"title":331,"description":332,"variant":333,"link":334},"Bandingkan Perjanjian Kerja Bersama","Bandingkan pasal-pasal dan topik dalam Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dengan Perjanjian Kerja Bersama di semua sektor kerja di Indonesia maupun negara-negara lainnya.","dark",{"title":331,"url":335,"description":331,"rel":336,"type":337},"\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fbandingkan-perjanjian-kerja-bersama","follow","internal",[339],{"type":329,"data":340},{"title":331,"description":332,"variant":333,"link":341},{"title":331,"url":335,"description":331,"rel":336,"type":337},[]]