[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"page:id-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-indorama-synthetics-tbk-divisi-indorama-teknologies-complex-dengan-puk-sp-tsk-spsi-pt-indorama-synthetics-tbk-divisi-indorama-teknologies-complex-2022-2024":3},{"id":4,"slug":5,"title":6,"short_title":7,"intro_text":8,"meta_description":9,"seo_title":9,"path":10,"content_type":11,"locale":12,"go_live_at":7,"first_published_at":13,"page_created_at":14,"published_at":13,"edit_url":15,"breadcrumbs":16,"seo":24,"data":32,"children":293,"content_type_view":294,"extra_breadcrumbs":295,"body":297,"body_blocks":308,"related_pages":312},3679,"perjanjian-kerja-bersama","Perjanjian Kerja Bersama",null,"\u003Cp>Beberapa pilihan Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dipublikasikan di sini. Anda dapat menemukan teks asli dari Perjanjian Kerja Bersama tersebut, membaca dan menelusuri per bab maupun pasal, menurut topik yang sedang Anda cari.\u003Cbr\u002F>\u003Cbr\u002F>Ketika Anda mengklik pada link Perjanjian Kerja Bersama, halaman akan terbuka: di kolom sebelah kiri pada halaman tersebut berisi teks asli, sedangkan di kolom sebelah kanan, Anda akan menemukan ringkasan dari ketentuan yang ada di Perjanjian Kerja Bersama tersebut.\u003Cbr\u002F>Serikat Buruh\u002FPekerja dan Asosiasi Pengusaha dari Indonesia memberikan kontribusi terhadap pengumpulan data Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>","","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama","collective_agreements.collectiveagreementoverview","id_ID","2025-08-15T13:01:11.360625+00:00","2026-04-02T08:44:09.692847+00:00","\u002Fcms\u002Fpages\u002F3679\u002Fedit\u002F",[17,20,23],{"title":18,"slug":19},"Indonesia","id-id",{"title":21,"slug":22},"Bekerja di Indonesia","bekerja-di-indonesia",{"title":6,"slug":5},{"title":6,"description":9,"image":25,"canonical":26,"robots":27,"og_type":28,"twitter_card":29,"locale":19,"created_at":30,"last_modified_at":31},"https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fmedia\u002Fimages\u002FSocial_media_preview_image_-_2025.2e16d0ba.fill-1200x630.png","https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002F","index, follow","website","summary_large_image","2025-08-15T15:01:11.360625+02:00","2026-04-02T10:44:09.828831+02:00",{"cba":33,"clauses":44,"details":291,"translations":292},{"id":34,"uid":35,"url":36,"name":37,"locale":12,"override_title":9,"title":38,"browser_title":39,"browser_description":40,"text":41},"perjanjian-kerja-bersama-antara-pt-indorama-synthetics-tbk-divisi-indorama-teknologies-complex-dengan-puk-sp-tsk-spsi-pt-indorama-synthetics-tbk-divisi-indorama-teknologies-complex-2022-2024","70d2d25e-f8c1-11ed-9134-f23c91080f70","https:\u002F\u002Fcobra.wageindicator.org\u002Fcountries\u002Findonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-indorama-synthetics-tbk-divisi-indorama-teknologies-complex-dengan-puk-sp-tsk-spsi-pt-indorama-synthetics-tbk-divisi-indorama-teknologies-complex-2022-2024\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-indorama-synthetics-tbk-divisi-indorama-teknologies-complex-dengan-puk-sp-tsk-spsi-pt-indorama-synthetics-tbk-divisi-indorama-teknologies-complex-2022-2024\u002F","Perjanjian Kerja Bersama Antara PT. Indorama Synthetics Tbk. Divisi Indorama Teknologies Complex dengan PUK SP TSK SPSI PT. Indorama Synthetics Tbk. Divisi Indorama Teknologies Complex 2022 - 2024","IDN PT. Indorama Technologies Complex (IRTC) - Purwakarta - 2022","Indonesia - IDN PT. Indorama Technologies Complex (IRTC) - Purwakarta - 2022","IDN PT. Indorama Technologies Complex (IRTC) - Purwakarta - 2022 - Industri\u002Fpabrik pengolahan",{"name":42,"data":43},"PT Indorama 2022-2024.html","\n\n\n  \u003Cmeta http-equiv=\"content-type\" content=\"text\u002Fhtml; charset=UTF-8\">\n  \u003Ctitle>New2\u003C\u002Ftitle>\n  \u003Cmeta name=\"generator\" content=\"Amaya, see http:\u002F\u002Fwww.w3.org\u002FAmaya\u002F\">\n\n\n\n\u003Ch1>PERJANJIAN KERJA BERSAMA (PKB) Antara PT. INDORAMA SYNTHETICS Tbk., DIVISI\nINDORAMA TEKNOLOGIES COMPLEX DENGAN PUK SP TSK-SPSI PT. INDO RAMA SYNTHETICS\nTbk. DIVISI INDORAMA TEKNOLOGIES COMPLEX PERIODE 2022-2024\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>MUKADIMAH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa, dan didorong oleh itikad baik dan\nkehendak yang mendasar, jujur, terbuka dan sukarela tanpa ada paksaan. Pimpinan\nPerusahaan dan Pimpinan unit kerja SP TSK SPSI PT. Indo-Rama Synthetics Tbk.,\nDivisi Indo-Rama Teknologies complex sepaham bahwa dalam rangka membina dan\nmeningkatkan hubungan industrial yang harmonis, dinamis dan berkeadilan harus\ndilandasi oleh etika, moral, kebersamaan dan saling mempercayai demi\nterciptanya ketenagakerjaan bagi pekerja dan ketenangan serta kelangsungan\nusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Atas dasar pemikiran tersebut maka dibuatlah Perjanjian Kerja Bersama (PKB)\nPT. Indo-Rama Synthetics Tbk., Divisi Indo-Rama Teknologies Complex yang proses\npembuatannya melalui musyawarah mufakat antara Pimpinan Perusahaan dan Pemimpin\nUnit Kerja Serikat Tekstil Sandang Kulit SPSI PT. Indo-Rama Synthetics Tbk.,\nDivisi Indo-Rama Teknologies Complex.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dengan penuh rasa tanggung jawab saling menghormati pada posisi\nmasing-masing, Pimpinan Perusahaan, Serikat Pekerja dan Pekerja PT. indo-Rama\nSynthetics Tbk., Divisi Indo-Rama Teknologies Complex. akan tetap konsekuen\ndalam melaksanakan Perjanjian Kerja Bersama ini untuk Kepentingan bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB I ISTILAH-ISTILAH DAN PIHAK-PIHAK\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 1 : Pengertian istilah-istilah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam perjanjian kerja bersama ini yang dimaksud dengan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Perjanjian Kerja Bersama (PKB)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah perjanjian sebagaimana yang dimaksud dalam peraturan\nperundang-undangan ketenagakerjaan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah perseroan terbatas PT Indo-Rama Teknologies yang didirikan pada\ntanggal 1 Mei 1997 dengan Akta Notaris Dr H.E Gewang dan berdomisili di Desa\nCijaya Cikumpay, Kecamatan, Campaka Kab.Purwakarta yang selanjutnya bergabung\ndengan PT Indo-Rama Synthetics Tbk pada tanggal 1 Juli 2003, menjadi PT\nIndo-Rama Synthetics Tbk, Divisi Indo-Rama Teknologies Complex.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah Direksi PT Indo-Rama Synthetics Tbk, Divisi Indo-Rama Teknologies\nComplex atau pejabat yang diberi kuasa\u002Fditunjuk oleh pemegang Saham, untuk\nbertindak atas nama PT Indo-Rama Synthetics Tbk.,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah Serikat Pekerja Tekstil Sandang dan Kulit, Serikat Pekerja Seluruh\nIndonesia (SP TSK-SPSI) Unit Kerja PT Indo-Rama Synthetics Tbk, Divisi\nIndo-Rama Teknologies Complex sebagaimana yang terdaftar di Disnaker No: Kep.\n31\u002FOP.SP.IR.TECH\u002FDFT\u002F19\u002FVIll\u002F1998 dan Tercatat di Disnaker Kab. Purwakarta No:\n251\u002F85\u002FOP.SP.TSK.SPSI.LRT\u002FPwk\u002FHIS\u002FXI\u002F01 tanggal 21 Nopember 2001 berkedudukan\ndi Desa Cijaya - Cikumpay, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Pengurus Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah anggota SP TSK- SPSI unit kerja PT Indo-Rama Synthetics Tbk, Divisi\nIndo-Rama Teknologies Complex yang memenuhi persyaratan dan terpilih dalam\nMusyawarah Unit Kerja (MUSNIK) SP TSK-SPSI sesuai dengan Anggaran Dasar dan\nAnggaran Rumah Tangga SP TSK SPSI.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Anggota Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah semua pekerja tetap PT lndo-Rama Synthetics Tbk, Divisi Indo-Rama\nTeknologies Complex yang memenuhi persyaratan dan melaksanakan kewajibannya\nserta terdaftar menjadi anggota Unit Kerja SP TSK-SPSI PT Indo-Rama Synthetics\nTbk, Divisi Indo-Rama Teknologies Complex\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah orang yang bekerja di PT Indo-Rama Synthetics Tbk, Divisi Indo-Rama\nTeknologies Complex dengan mendapatkan upah dan menandatangani perjanjian\nkerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Keluarga pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah suami\u002Fistri yang sah dari pekerja, anak kandung atau anak angkat yang\nsah menurut undang-undang dan menjadi tanggungan pekerja, serta terdaftar di\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Ahli Waris.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah keluarga pekerja, ibu dan ayah dari pekerja yang didaftarkan di\nPerusahaan, atau orang lain yang ditunjuk oleh pekerja dengan surat wasiat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10. Upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Adalah penerimaan pekerja dalam bentuk uang\nsebagai imbalan dari Perusahaan untuk suatu pekerjaan atau jasa, baik yang\ntelah dilakukan atau belum.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Upah pekerja terdiri dariupah Pokok dan\nTunjangan - tunjangan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">Tunjangan Tetap: Tunjangan Jabatan, Tunjangan\nPrestasi, Tunjangan Perumahan, Tunjangan Kemampuan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">Tunjangan Tidak Tetap: Tunjangan Transport,Tunjangan\nKehadiran, Uang Malam, Tunjangan lain-lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11. Upah Lembur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah upah yangditerima Pekerja sebagai imbalan hasii kerja Pekerja yang\ndilakukan diluar jam kerja wajib\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12. Hari Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah hari dimana pekerja harus masuk bekerja 6 (enam) hari dalam l(satu)\nminggu kecuali jika ada diantara hari- hari itu dinyatakan hari libur resmi\noleh pemerintah atau hari-hari cuti yang telah diatur baik melalui PKB atau\nmelalui peraturan perundang undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13. Hari Libur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah hari dimana pekerja tidak diharuskan masuk bekerja yaitu:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Hari libur mingguan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Hari- hari libur resmi yang ditetapkan\nPemerintah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Hari-hari lain yang ditetapkan oleh Perusahaan\nbersama Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14. Kerja Lembur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah apabila pekerja masuk bekerja pada hari libur Pemerintah, hari Libur\nmingguan, hari istirahat tahunan (cuti) atau jam kerja melebihi ketentuan\ntersebut dalam pasal 18 PKB PT. Indo-Rama Synthetics Tbk. Divisi Indo-rarna\nTeknologies Complex.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15. Absen\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah apabila pekerja tidak masuk bekerja pada waktu hari kerja tanpa\nmemberitahukan secara tertulis terlebih dahulu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>16. Absent Permisi (AP)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah apabila pekerja tidak masuk kerja dengan alasan yang diberitahukan\nterlebih dahulu secara tertulis.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>17. Usia Pensiun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Usia pensiun adalah 55 tahun, kecuali bagi pekerja wanita yang bergabung\nmasuk kerja mulai 1 Januari 2021, usia pensiun adalah 45 tahun. Pekerja wanita\nyang bergabung sebelum 1 Januari 2021, juga dapat mengajukan pensiun pada usia\n45 tahun dengan mendapatkan hak-hak pensiun sesuai peraturan perundang-undangan\nyang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 2 : Pihak-pihak yang Mengadakan Perjanjian Kerja Bersama\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama ini dibuat oleh pihak-pihak:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. PT Indo-Rama Teknologies yang didirikan pada tanggal 1 Mei 1997 dengan\nAkta Notaris Dr H.E Gewang dan berdomisili di Desa Cijaya-Cikumpay, Kecamatan\nCampaka Kab Purwakarta yang selanjutnya bergabung dengan PT Indo-Rama\nSynthetics Tbk pada tanggal 1 Juli 2003, menjadi PT Indo-Rama Synthetics Tbk,\nDivisi Indo-Rama Teknologies Complex disebut Pihak Perusahaan\u002FPengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Serikat Pekerja Tekstil Sandang dan Kulit, Serikat Pekerja Seluruh\nIndonesia (SP TSK-SPSI) Unit Kerja PT Indo-Rama Synthetics Tbk, Divisi\nIndo-Rama Teknologies Complex sebagaimana yang terdaftar di Disnaker No:\nKep.31\u002F0P.SP.IR.TECH\u002FDFT\u002F19\u002FVlll\u002F1998 dan Tercatat di Disnaker Kab Purwakarta\nNo: 251\u002F85\u002F0P.SP.TSK.SPSI.IRT\u002FPwk\u002FHIS\u002FXI\u002F01 tanggal 21 Nopember 2001,\nberkedudukan di Desa Cijaya - Cikumpay, Kecamatan Purwakarta disebut Pihak\nSerikat Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 3 : Tujuan Perjanjian Kerja Bersama\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama ini dibuat untuk mengatur secara jelas hak-hak clan\nkewajiban pengusaha dan pekerja agar tercipta hubungan kerja yang harmonis,\nketenangan kerja dan perbaikan kesejahteraan pekerja, kelangsungan usaha.\nkepastian hak dan kewajiban masing-masing dalam perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 4 : Isi Perjanjian Kerja Bersama\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Perjanjian Kerja Bersama ini memuat kesepakatan sebagai hasil dari\nmusyawarah untuk mufakat antara Pengusaha dan Pengurus Serikat Pekerja tentang\nsyarat kerja, tata tertib kerja serta hak dan kewajiban Pengusaha dan Pekerja\nakibat adanya hubungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Perjanjian Kerja Bersama ini memuat aturan tambahan apabila ada\nperjanjian baru antara Pengusaha dan Serikat Pekerja maka perjanjian baru\ntersebut akan dimuat dalam lampiran serta menjadi bagian yang tidak terpisahkan\ndari Perjanjian Kerja bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB II UMUM\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 5 : Luasnya Perjanjian Kerja Bersama\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-coverunion_trigger\">\u003Cp>Pengusaha dan Serikat Pekerja sepakat bahwa isi dari Perjanjian Kerja\nBersama ini sebagai landasan hukum dalam hubungan kerja yang ditaati kedua\nbelah pihak berlaku bagi seluruh pekerja tetap PT Indo-Rama Synthetics Tbk,\nDivisi Indo-Rama Teknologies Complex.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>Pasal 6 : Kewajiban Pengusaha, Serikat Pekerja dan Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha dan Serikat Pekerja berkewajiban memberikan penjelasan dan\npenerangan kepada para pekerja atau pihak- pihak lainnya yang mempunyai\nkepentingan dengan adanya PKB ini baik mengenai isi, makna dan pengertian serta\nsegala sesuatunya yang telah ditetapkan dalam PKB ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pengusaha, Serikat Pekerja dan pekerja dengan penuh rasa tanggung jawab\nmentaati dan melaksanakan segala ketentuan yang ada dalam PKB ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Serikat Pekerja berkewajiban memberitahu dan mendapat izin dari Head\nDepartemen setiap memanggil pekerja pada jam kerja untuk keperluan Organisasi\natau pembinaan pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 7 : Pengakuan terhadap hak hak pengusaha.\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Serikat Pekerja tidak mencampuri atau menghalangi Pengusaha dalam\nmenjalankan Policy Perusahaan dan kebijaksanaan Pengurusan selama tidak\nmerugikan pekerja dan tidak bertentangan dengan hukum yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 8 : Pengakuan terhadap Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha mengakui bahwa organisasi pekerja di PT. Indo-Rama Synthetics\nTbk Divisi lndo-rama Teknologies Complex Adalah Serikat Pekerja Tekstil Sandang\ndan Kulit Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Unit Kerja PT. lndo Rama Synthetics\nTbk, Divisi Indo-Rama Teknologies Complex.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pengusaha mengakui Serikat Pekerja yang menandatangani Perjanjian Kerja\nBersama ini, adalah mewakili seluruh Pekerja PT. lndo-Rama Synthetics Tbk.\nOivisi Indo-Rama Teknologies Complex yang menjadi anggotanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pengusaha mengakui dan memberikan kesempatan kepada pengurus Serikat\nPekerja untuk mengembangkan organisasi dan membina seluruh pekerja dalam rangka\nmewujudkan pelaksanaan Hubungan Industrial\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pengusaha menjamin tidak melakukan tekanan-tekanan langsung maupun tidak\nlangsung yang dapat merugikan pekerja akibat terpilihnya pekerja sebagai\nfungsionaris Serikat Pekerja atau untuk menjadi anggota delegasi Serikat\nPekerja, karena kegiatannya yang berhubungan dengan tugasnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Pengusaha memberikan keleluasaan kepada Pengurus Serikat Pekerja untuk\ndapat melaksanakan kewajiban mengelola organisasi tanpa mengurangi haknya\nsebagai pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Pengusaha mengakui bahwa organisasi pekerja PT. Indo Rama Synthetics Tbk,\nDivisi lndorama Teknologies Complex adalah Mitra usaha dalam perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 9 : Fasilitas Bagi Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pengusaha membantu menyediakan sarana-sarana yang diperlukan demi kelancaran\nkegiatan Serikat Pekerja antara lain:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Ruang Kantor Berikut peralatannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Alat transportasi berupa 1 buah sepeda motor.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 10 : Dispensasi Bagi Pengurus dan Anggota Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-TRADEUNLEAV_trigger\">\u003Cp>Pengusaha memberikan dispensasi kepada pengurus dan anggota Serikat Pekerja\ndengan upah dibayar penuh dengan terlebih dahulu mengajukan permohonan\ndispensasi kepada perusahaan dalam hal-hal sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Mengikuti rapat - rapat baik dengan pengurus\u002Fanggota atau pihak\npemerintah atau kegiatan lainnya yang diperlukan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Mengikuti pendidikan, seminar, lokakarya dan lain-lain.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>Pasal 11 : Pemungutan Iuran Anggota dan Dana lainnya untuk Serikat\nPekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha membantu Serikat Pekerja dalam menghimpun uang iuran Serikat\nPekerja dari seluruh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>anggotanya sesuai dengan prosedur \u002F peraturan perundang- undangan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pengusaha akan membantu melakukan pemungutan dana lainnya yang diperlukan\noleh Serikat Pekerja setelah ada persetujuan dari anggota dengan prosedur\nketentuan yang sah untuk itu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 12 : Tenaga Full Timer Untuk Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Untuk kelancaran kegiatan organisasi Serikat Pekerja, pengusaha memberikan\nbantuan penempatan satu orang tenaga kerja full timer pada sekretariat serikat\npekerja dengan status pekerja tetap perusahaan dan upah dibayar pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 13 : Izin Pemakaian Gedung Milik Pengusaha\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pengusaha dapat meminjamkan gedung\u002Fruangan untuk pertemuan\u002Frapat Serikat\nPekerja dengan mengajukan permohonan tertulis terlebih dahulu sebelum pertemuan\natau rapat dilaksanakan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB III HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 14 : Penerimaan Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Penerimaan pekerja baru merupakan hak dari pengusaha clan disesuaikan\ndengan kebutuhan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dalam menerima pekerja baru, pengusaha menetapkan syarat-syarat tertentu\ndiantaranya:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Umur sudah mencapai 18 (delapan belas) tahun\npada waktu penerimaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Surat izin dari orang tua\u002Fwali atau suami bagi\ncalon pekerja wanita.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Keterangan - keterangan lain yang diperlukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 15 : Masa Percobaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrial\">\u003Cp>Pekerja yang memenuhi syarat dan lulus dalam seleksi, maka akan diterima\nmenjadi pekerja tetap PT.Indo-Rama Synthetics Tbk, Divisi lndo-Rama Teknologies\nComplex dengan menempuh masa percobaan paling lama 3 bulan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>Pasal 16 : Status Penempatan Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Status pekerja di PT. Indo-Rama Synthetics Tbk, Divisi lndo-Rama\nTeknologies Complex setelah selesai menempuh masa percobaan adalah menjadi\npekerja tetap PT. Indo-Rama Synthetics Tbk, Divisi lndo-rama Teknologies\nComplex.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pengusaha akan menempatkan pekerja pada bagian - bagian yang ada di\nperusahaan dengan memperhatikan pendidikan, pengalaman sesuai dengan kebutuhan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Apabila terjadi kekosongan di salah satu jabatan, untuk mengisi jabatan\ntersebut, pengusaha memprioritaskan\u002F mendahulukan kepada pekerja tetap yang\ntelah ada untuk mengisi jabatan tersebut, kecuali tidak memenuhi syarat sesuai\ndengan ketentuan yang telah ditetapkan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 17 : Mutasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha dapat mengadakan mutasi pekerja sesuai dengan kepentingan serta\nkelancaran kegiatan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pemberitahuan mutasi pada pekerja disampaikan minimal 3 (tiga) hari\nsebelum tanggal mutasi dimulai.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IV HARi KERJA, JAM KERJA, ISTIRAHAT DAN KERJA LEMBUR\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 18 : Hari Kerja,Jam Kerja dan istirahat\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek_select\">\u003Cp>1. Hari kerja dalam 1 (satu) minggu 6 (enam) hari kecuali jika diantara\nhari-hari itu dinyatakan hari libur resmi yang ditetapkan pemerintah atau\nhari-hari cuti dan hari pembebasan pekerja dari kewajiban bekerja baik yang\ndiatur melalui perjanjian kerja bersama atau peraturan perundangan yang\nberlaku\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Jam kerja\u002F waktu kerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Siang hari:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">7 (Tujuh) jam 1 (satu) haridan 40( empat puluh) jam\n1 (satu) minggu\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Malam hari:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">6 (enam) jam 1 (satu) hari dan 35(tiga puluh lima)\njam 1 (satu) minggu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Mengingat dari kepentingan perusahaan penyimpangan waktu kerja terpaksa\ndilakukan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Rotasi Kerja Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Shift\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Shift\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jam Kerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jam Istirahat\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Pagi\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>06.00-14.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 Jam (dibagi 3 kelompok)\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Siang\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>14.00-22.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 Jam (dibagi 3 kelompok)\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Malam\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>22.00-06.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 Jam (dibagi 3 kelompok)\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. General Shift\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Shift\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jam Kerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jam Istirahat\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Senin-Kamis\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>08.00-16.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>12.00-13.00\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Jumat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>08.00-17.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>12.00-13.00\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Sabtu\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>08.00-12.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Tanpa Istirahat\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Shift Kerja Satpam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Shift\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jam Kerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jam Istirahat\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Pagi\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>07.00-15.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 Jam\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Siang\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>15.00-23.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 Jam\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Malam\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>23.00-07.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 Jam\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>4. Hari kerja terpendek untuk pekerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Shift\u002F Group \u002F SATPAM jatuh pada hari kerja terakhir sebelum hari libur\nmingguan masing-masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- General shift jatuh pada hari sabtu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SUNDAY_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype_general\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-OVERTIME_trigger\">\u003Cp>5. Kelebihan jam kerja sebagaimana tercantum pada ayat (2), diperhitungkan\nsebagai lembur tetap yang perhitungannya mengacu kepada peraturan perundang\nundangan yang berlaku saat ini.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>6. Jam istirahat untuk pekerja shift diatur oleh Supervisor\u002FLeader\nmasing-masing dengan tidak mengurangi hak lamanya jam istirahat pekerja demi\nkelancaran produksi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 19 : Perhitungan Kerja Lembur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Kerja lembur bersifat sukarela adapun perhitungan jam kerja Lembur sesuai\nketentuan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 20 : Komponen Upah Lembur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Jumlah nilai komponen yang dipergunakan sebagai dasar perhitungan upah\nlembur adalah gaji pokok ditambah tunjangan tetap (tunjangan jabatan, tunjangan\nprestasi, tunjangan perumahan, tunjangan kemahiran) sesuai dengan peraturan\nperundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hoursovertimemax\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-MAXHOURS_trigger\">\u003Cp>2. Untuk menjaga dan efektifitas bekerja, kerja lembur tidak diperbolehkan\nmelebihi 14 jam per minggu\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3. Waktu yang diperhitungkan kerja lembur adalah semua waktu dimana pekerja\nmelakukan kerja lembur dikurangi waktu istirahat, kecuali untuk jabatan\nOfficer\u002FEngineer keatas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Dalam Kondisi darurat pekerja yang sedang menjalani cuti istirahat\ntahunan, pekerja tersebut dipanggil untuk bekerja maka dihitung kerja lembur\ndan diperhitungkan lemburnya sama dengan upah lembur pada hari libur resmi yang\nditetapkan pemerintah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB V PEMBEBASAN PEKERJA DARI BEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 21 : Istirahat Mingguan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-schedulesrestpw\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SCHEDULE_trigger\">\u003Cp>Semua pekerja PT. lndo-Rama Synthetics Tbk Divisi Indo-Rama Teknologies\nComplex berhak libur minimal 1 hari dalam seminggu.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>Pasal 22 : Cuti Tahunan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAIDLEAV_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysdays\">\u003Cp>1. Pekerja berhak atas cuti tahunan selama 12 hari kerja tiap tiap tahun\nsetelah mempunyai masa kerja 12 bulan berturut- turut dengan upah dibayar\npenuh.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Pengambilan cuti tahunan diajukan dengan mengisi formulir permohonan cuti\ntahunan yang telah disediakan oleh bagian personalia dan disetujui oleh\npimpinan departemen masing-masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Hak cuti tahunan bisa diundur oleh perusahaan paling lama 6 bulan\nterhitung sejak jatuh tanggal cuti, jika tenaganya diperlukan demi untuk\nkelancaran perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Apabila hak cuti tahunan tidak diajukan dalam batas waktu 6 bulan sejak\njatuh hak cuti, maka cuti untuk tahun itu dinyatakan hangus, kecuali\npengundurannya dilakukan oleh Pihak Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Pekerja yang telah memiliki masa kerja dengan waktu tertentu mendapatkan\ntambahan hak cuti sesuai ketentuan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Tambahan 1 (satu) hari atas hak cuti tahunan\ndiberikan kepada Pekerja pada saat memiliki masa kerja 5 (lima) tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Tambahan 2 (dua) hari atas hak cuti tahunan\ndiberikan kepada Pekerja pada saat memiliki masa kerja 10 (sepuluh) tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Tambahan 2 (dua) hari atas hak cuti tahunan\ndiberikan kepada Pekerja yang telah memiliki masa kerja 15 (lima belas)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Tambahan 1 (satu) hari atas hak cuti tahunan\ndiberikan kepada pekerja yang telah memiliki masa kerja 16 (enam belas) sampai\ndengan 24 (dua puluh empat) tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Tambahan 2 (dua) hari atas hak cuti tahunan\ndiberikan kepada pekerja yang telah memiliki masa kerja 25 (dua puluh lima)\ntahun keatas\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>Pasal 23 : Cuti Haid, Hamil dan Gugur Kandungan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-menstruationleave\">\u003Cp>1. Pekerja wanita tidak boleh diwajibkan masuk bekerja pada hari pertama dan\nkedua waktu haid.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleave\">\u003Cp>2. Pekerja wanita diberi istirahat (cuti) selama satu setengah bulan sebelum\nia melahirkan menurut keterangan dokter berwenang dan satu setengah bulan\nsesudah melahirkan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityotherclause\">\u003Cp>3. Pekerja wanita diberi istirahat (cuti) selama satu setengah bulan sesudah\nia gugur kandungan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleavepayperc\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleavepay\">\u003Cp>4. Selama pekerja menjalankan cuti tersebut pada ayat 1 dan 2 diatas upahnya\ndibayar penuh.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-pregnancy\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-nursingfacilities\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-nursingmothers\">\u003Cp>5. Pekerja wanita yang masuk kerja setelah cuti melahirkan, diberikan\nkesempatan untuk sewaktu-waktu meninggalkan pekerjaannya, untuk menyusui\nanaknya, ditempat yang disediakan di area perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>6. Untuk pekerja wanita yang sedang cuti hamil dibulan kehamilan ke-2 dan\nke-3, perusahaan memberikan susu khusus ibu hamil sebanyak 2 pcs.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-alternatives\">\u003Cp>7. Untuk pekerja yang memasuki kehamilan bulan ke-4 Perusahaan\nmenginventarisasikan seragam khusus yang menunjang keaktivitas kerjanya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>Pasal 24 : Prosedur Pengambilan Cuti Haid, Hamil dan Gugur Kandungan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pekerja wanita yang akan mengambil hak cuti haidnya harus menyampaikan\nsurat pemberitahuan secara tertulis dalam formulir yang telah disediakan,\nkepada Pimpinan Departemen.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pimpinan Departemen dapat menghimbau kesediaan pekerja wanita untuk\nbekerja dan yang bersedia akan diberikan uang Rp. 85.000,-\u002F dua hari,\npembayaran disatukan dengan gaji setiap bulan, dibayar oleh departemen\naccounting.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pekerja wanita yang tidak ingin bekerja pada waktu haid, Pimpinan\ndepartemen wajib memberi izin permohonan Cuti Haidnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pekerja Wanita yang akan mengambil hak cuti hamil, kecuali melahirkan dan\ngugur kandungan harus mengajukan surat permohonan pada bagian Personalia\nselambat-lambatnya dalam waktu 10 hari sebelum waktu istirahat (cuti), kecuali\nuntuk cuti gugur kandungan, surat permohonan tersebut harus disertai dengan\nsurat keterangan dari dokter atau bidan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 25 : Izin Pekerjaan Dengan Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleavepay\">\u003Cp>1. Pekerja mendapatkan izin meninggalkan pekerjaan dengan upah dibayar penuh\npada waktu:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-marriage\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Perkawinan\npekerja:…………………………………4 hari kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Perkawinan anak pekerja:\n…………………..2 hari kerja\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Khitanan anak pekerja:\n……………………..2 hari kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Pembaptisan anak pekerja: ………………..2\nhari kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleave\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. istri pekerja melahirkan:\n…………………….3 hari kerja\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelatives\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f. Istri\u002FSuami, Anak, Orangtua, Mertua, saudara\nkandung pekerja meninggal dunia:………..4 hari kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g. Kakek\u002Fnenek kandung pekerja meninggal dunia :\n·········-············2 hari kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">h. Orang yang tinggal satu rumah dengan pekerja\nmeninggal dunia: …………..1 hari kerja\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">i. Melaksanakan Ibadah Haji selama waktu yang\ndiperlukan tidaklebih dari90 hari\u002F 3 bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">j. Melaksanakan Ibadah Umroh selama waktu yang\ndiperlukan: ……………. 20 hari kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">k. Istri pekerja mengalami keguguran kandungan :\n………………………3 hari kerja\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Untuk mendapatkan izin tersebut pada ayat 1 diatas pekerja harus\nmemberitahukan secara tertulis pada perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pada dasarnya pengusaha tidak bisa memanggil pekerja yang sedang\nmelaksanakan ijin meninggalkan pekerjaan sebagaimana ayat (1) untuk bekerja,\nnamun demi kelancaran produksi dan kelangsungan berusaha, pengusaha dapat\nmemanggil pekerja tersebut dengan kompensasi antara lain diperhitungkan sebagai\nkerja lembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 26 : Libur Hari Raya\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-bankholidays1\">\u003Cp>1. Pada hari raya dan libur resrni yang ditetapkan oleh pemerintah, pekerja\ntidak diwajibkan bekerja dengan upah tetapdibayar penuh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Apabila pengusaha bermaksud mempekerjakan pekerja pada hari libur resmi,\nmaka akan bermusyawarah terlebih dahulu dengan pengurus serikat pekerja dan\nselanjutnya dikeluarkan pengumuman bersama.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3. Pada hari libur hari raya idul fitri , pengusaha memberikan uang insentif\nsebagai tambahan diluar upah lembur bagi pekerja yang dipanggil untuk masuk\nkerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VI PENGUPAHAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 27 :Kebijaksanaan Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Kebijaksanaan pemberian upah disesuaikan dengan kemampuan perusahaan,\nprestasi kerja dan kebutuhan hidup layak (KHL) dari Pernerintah serta ditujukan\npada penciptaan ketenangan kerja bagi pekerja dan ketenangan berusaha bagi\npengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 28 : Komponen Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Komponen upah terdiri dari:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Gaji pokok\u002Fbasic\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Tunjangan tetap adalah pembayaran yang dilakukan secara teratur dan tidak\ndikaitkan dengan kehadiran atau pencapaian prestasi kerja tertentu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Tunjangan jabatan: Tunjangan yang diberikan\nkepada pekerja yang menempati jabatan tertentu dalam struktur organisasi\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Tunjangan prestasi: Tunjangan yang diberikan\nkepada pekerja yang mendapatkan rekomendasi dari pimpinan departemen karena\nmemiliki pencapaian istimewa dalam periode tahun tertentu\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Tunjangan perumahan: Tunjangan yang diberikan\nkepada pekerja berkaitan dengan perumahan yang pelaksanaannya di atur sesuai\nlevel pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Tunjangan kemampuan: tunjangan yang\npembayarannya diberikan kepada pekerja yang lulus didalam ujian kemampuan yang\ndiselenggarakan 2 (dua) tahun sekali oleh perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Tunjangan Tidak tetap: Tunjangan yang pembayarannya dipengaruhi \u002Fterkait\ndengan kehadiran atau pencapaian prestasi tertentu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-COMMUTE_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-commutingallowancetype1\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Tunjangan Transportasi: Tunjangan yang diberikan\nkepada jabatan Supervisor keatas.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Tunjangan Kehadiran: Tunjangan yang diberikan\nkepada pekerja dengan jabatan Senior Engineer\u002FOfficer kebawah baik shift maupun\ngeneral shift yang tidak pernah absen dalam bulan berjalan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-shiftallowancetype1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-NOCTPREM_trigger\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Tunjangan malam: Tunjangan yang diberikan kepada\npekerja shift yang masuk bekerja pada giliran malam hari\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Tunjangan lain-lain: Tunjangan yang diberikan\nkepada pekerja yang diakibatkan oleh adanya penyesuaian struktur upah atau hal\nlain yang bersifat khusus\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Tunjangan spesial: tunjangan yang diberikan\nkepada pekerja yang memiliki latar belakang pendidikan istimewa dan atau\nmemiliki keahlian istimewa.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 29 : Macam \u002F Jenis Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Upah seluruh pekerja PT. lndo-Rama Synthetics Tbk, Divisi Indo-Rama\nTeknologies Complex. ditetapkan upah bulanan dan dibayarkan setiap bulan sesuai\ndengan jadwal pembayaran upah masing-masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 30 : Tata Cara Pembayaran Upah dan Upah Lembur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pembayaran upah dan upah lembur dilaksanakan pada setiap tanggal 3 (tiga)\nbulan berikutnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Jika tanggal pembayaran upah jatuh pada hari Libur resmi maka pembayaran\nupah dibayarkan satu hari sebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Upah lembur dibayarkan pada semua pekerja yang bekerja lembur pada setiap\nbulan, bersamaan dengan pembayaran upah masing- masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Jika pengusaha tidak bisa melaksanakan sesuai jadwal pada ayat 1, maka\njadwal akan ditentukan dari basil musyawarah antara pengusaha dengan Serikat\nPekerja PT. Indo-Rama Synthetics Tbk, Divisi Indo-Rama Teknologies Complex\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 31 : Potongan Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perusahaan dapat memotong upah pekerja berdasarkan persetujuan dari pekerja\natau berdasarkan peraturan perundang- undangan yang berlaku antara lain:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Pajak pendapatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Iuran BPJS\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Iuran Anggota SPSI.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Simpanan anggota Koperasi dan pembayaran pinjaman anggota pada\nkoperasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Utang pada Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Iuran peserta dana pensiun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Dan potongan lain-lain yang telah disetujui pekerja, Serikat Pekerja Dan\nPengusaha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 32 : Kenaikan Upah Berkala\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-STRUCINCR_trigger\">\u003Cp>1. Pengusaha memberikan kenaikan upah berkala setiap tahun kepada pekerja\nyang besarnya berdasarkan hasil musyawarah antara Serikat Pekerja dan pengusaha\ndengan berpedoman pada:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Disiplin Kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Prestasi Kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Masa Kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Kebutuhan Hidup Layak (KHL).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasefirmperformance\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Kemampuan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasedate_date\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasedate\">\u003Cp>2. Kenaikan upah tersebut berlaku pada tanggal 26 Desember setiap\ntahunnya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>Pasal 33 : Uang Perjalanan Dinas\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Apabila pekerja dinas ke luar kota perusahaan memberikan uang perjalanan\ndinas terdiri dari:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. a. Uang transport pulang pergi memakai kendaraan umum standar ekonomi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Uang makan menurut kwitansi rumah makan setiap 4 jam sekali\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Uang penginapan menurut kuitansi penginapan yang dipakai\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Uang saku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Bagi yang membawa kendaraan sendiri, perusahaan mengganti uang bensin\nsesuai bensin dari SPBU\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Besar uang pada ayat (1) a sampai (1) e sesuai dengan ketentuan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 34 : Upah Selama Sakit\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknesspay\">\u003Cp>1. Apabila pekerja tidak masuk bekerja karena sakit berdasarkan surat\nketerangan sakit dari dokter Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) yang ditunjuk\nperusahaan, dokter puskesmas, Pengobatan alternatif yang diakui pemerintah,\ndokter umum (yang harus dilampiri kwitansi beserta copy resep) maka upah selama\ntidak bekerja dibayar sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspay\">\u003Cp>2. Apabila pekerja tidak bekerja karena sakit berkepanjangan maka upah\ndibayarkan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">- Untuk 4 bulan pertama dibayarkan 100% dari\nupah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">- Untuk 4 bulan kedua dibayarkan 75% dari upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">- Untuk 4 bulan ketiga dibayarkan dari 50% upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">- Untuk 4 bulan keempat dibayarkan 25% dari upah\nsebelum pemutusan hubungan kerja dilakukan oleh pengusaha\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>Pasal 35 : Tunjangan Hari Raya Keagamaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE_trigger\">\u003Cp>1. Pengusaha memberikan tunjangan Hari Raya Keagamaan besarnya sesuai dengan\nperaturan perundang-undangan yang berlaku saat ini,sebagai berikut;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a.Tunjangan Hari Raya Idul Fitri bagi pekerja yang\nberagama islam.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b.Tunjangan Hari Raya Natal bagi pekerja yang\nberagama Kristen Katolik dan Protestan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c.Tunjangan Hari Raya Nyepi bagi pekerja yang\nberagama Hindu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d.Tunjangan Hari Raya Waisak bagi pekerja yang\nberagama Budha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e.Tunjangan Hari Raya Imlek bagi pekerja yang\nberagama Konghucu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Ketentuan tentang besarnya Tunjangan Hari Raya, sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype2\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a.Pekerja yang mempunyai masa kerja 1 (satu) tahun\nke atas diberikan 1 bulan upah\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Pekerja yang mempunyai, masa kerja 1 (satu)\nbulan ke atas tapi kurang dari 1 (satu) tahun besar tunjangan hari raya yaitu:\n(masa kerja:12 upah satu bulan)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Pekerja yang putus hubungan kerjanya 30\n(tigapuluh) hari sebelum bari raya berhak atas THR keagamaannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Komponen yang dipergunakan sebagai dasar\nperhitungan hari raya adalah: upah +Tunjangan tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Pengusaha memberikan upah tambahan diluar upah\nlembur bagi pekerja yang dipanggil pada hari raya idul fitri yang besarannya\ndimusyawarahkan antara serikat pekerja dengan pengusaha.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VII KESEHATAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 36 : Pelayanan Kesehatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccess\">\u003Cp>1. Pengusaha memberikan jaminan pemeliharaan kesehatan pekerja dan\nkeluarganya dengan biaya ditanggung sepenuhnya oleh pengusaha adapun\npelaksanaannya diatur oleh pengusaha dan dimusyawarahkan terlebih dahulu dengan\nSerikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccessrelatives\">\u003Cp>2. Yang mendapat jaminan pemeliharaan kesehatan adalah pekerja, suami\u002Fistri\n± 3 orang anak pekerja yang sudah terdaftar di asuransi Penjamin Kesehatan\nKaryawan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>Pasal 37 : Kacamata\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pengusaha memberikan bantuan biaya penggantian lensa dan frame kacamata bagi\npekerja atas dasar hasil pemeriksaan dokter spesialis mata penggantian program\npenjamin kesehatan pekerja besarnya sama dengan program BPJS kesehatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 38 : Keluarga Berencana\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Untuk membentuk keluarga kecil bahagia sejahtera bagi pekerja maka pengusaha\nikut membina dan mendukung pelaksanaan program Keluarga Berencana di perusahaan\nmelalui asuransi penjamin kesehatan sesuai ketentuan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VIII KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 39 : Keselamatan dan Kesehatan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetypolicy\">\u003Cp>1. Keselamatan dan kesehatan kerja adalah upaya melindungi agar para pekerja\ndan orang yang berada di tempat kerja selalu dalam keadaan selamat dan sehat\nserta agar setiap peralatan (alat produksi) digunakan aman dan efisien.\nKeselamatan dan kesejahteraan kerja dilaksanakan antara perusahaan dan para\npekerja dalam dalam pelaksanaannya dikoordinir oleh safety departemen\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Setiap pekerja mempunyai hak untuk memperoleh perlindungan atas:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Keselamatan dan kesehatan kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Moral dan kesusilaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Perlakuan yang sesuai dengan harkat dan martabat\nmanusia serta nilai-nilai agama\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Untuk melindungi keselamatan Pekerja maka Pengusaha membentuk Panitia\nPembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang terdiri dari unsur pengusaha dan\npekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetytraining\">\u003Cp>4. Lembaga Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja berfungsi dan\nbertugas membina keselamatan dan kesehatan kerja serta mengadakan latihan\npenanggulangan kebakaran dan bahaya lainnya yang berhubungan dengan keselamatan\ndan kesehatan kerja\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>5. Setiap tahun pengusaha mengikuti Lomba Keselamatan dan Kesehatan Kerja\nserta berpartisipasi dalam bulan kampanye keselamatan kerja yang\ndiselenggarakan oleh Pemerintah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>Pasal 40 : Kewajiban Pengusaha\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-protectiveclothing\">\u003Cp>1. Pengusaha wajib menunjukan dan menjelaskan kepada pekerja antara lain:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">- Kondisi dan bahaya yang dapat timbul ditempat\nkerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">- Memberikan alat pengaman dan pelindung diri\nsesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku saat ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">- Memberitahu tata cara dan sikap yang aman dalam\nmelakukan pekerjaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hivpolicy\">\u003Cp>2. Memeriksa kesehatan (General Check Up) dilakukan kepada pekerja di\ndepartemen tertentu setiap 1 (satu) tahun sekali.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3. Membuat dan memasang poster, slogan tentang keselamatan dan kesehatan\nkerja ditempat-tempat kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-code_application\">\u003Cp>4. Perlengkapan kerja dan alat keselamatan kerja\u002Falat pelindung diri\ndiberikan pengusaha sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>Pasal 41 : Kewajiban Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Mematuhi dan melaksanakan aturan-aturan tentang keselamatan dan kesehatan\nkerja di Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Memberikan keterangan yang benar kepada pegawai pengawas atau panitia\npembina Keselamatan dan Kesehatan kerja jika diperlukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Menggunakan alat pelindung diri yang telah disediakan oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Melaporkan kepada atasan apabila alat pelindung diri yang diberikan oleh\nperusahaan tidak memenuhi syarat sesuai dengan peraturan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Melaporkan kepada perusahaan jika pekerja mengidap penyakit menular\nseperti penyakit paru-paru atau penyakit lainnya yang berakibat dapat\nmembahayakan pekerja lainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Para pekerja berkewajiban untuk turut mencegah dan membantu\npenanggulangan bahaya kebakaran atau bahaya lainnya yang berhubungan dengan\nkeselamatan dan kesehatan kerja sesuai dengan peraturan-peraturan yang berlaku,\napabila terjadi sesuatu hal Perusahaan menjamin keluarganya sampai batas usia\npensiun. Adapun bentuk dan nilai jaminan yang diberikan kepada pekerja\nditentukan sesuai dengan kesepakatan antara pengusaha dengan Serikat\nPekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IX KESEJAHTERAAN DAN JAMINAN SOSIAL PEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 42 : Uang Pemakaman\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpaytype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpay\">\u003Cp>Apabila pekerja meninggal dunia karena atau bukan kecelakaan kerja, maka di\nluar biaya pemakaman dari BPJS Ketenagakerjaan, Pengusaha memberi bantuan uang\npemakaman kepada ahli warisnya sebesar Rp. 3.000.000; (tiga juta) rupiah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>Pasal 43 : Rekreasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha memberikan rekreasi sekali dalam 2 (dua) tahun kepada semua\nPekerja berikut suami\u002Fistri dan 3 (tiga) anak (kandung,angkat yang sah) sampai\nusia 21 tahun atau belum menikah dengan biaya yang ditanggung parkir, tiket\nmasuk gerbang utama, snack, P3K, panggung hiburan\u002Fdoor prize).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Obyek rekreasi ditentukan berdasarkan hasil musyawarah pihak penguasa\ndengan Serikat Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 44 : Olahraga dan Kesenian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Untuk memelihara kesehatan pekerja dan mengembangkan bakat olahraga dan seni\npekerja, pengusaha menyediakan waktu dan fasilitas olah raga dan kesenian serta\nselalu mengadakan kegiatan pertandingan baik didalam maupun diluar\nperusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 45 : Makan dan Ekstra Fooding\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-mealvouchers\">\u003Cp>1. Pengusaha memberikan makan satu kali dalam jam kerja masing-masing dengan\nmenu bergizi dan berkualitas\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Pengusaha memberikan ekstra fooding kepada pekerja yang masuk pada shift\nIll berupa biscuit dalam kemasan yang diberikan 1 kali dalam sebulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Selama bulan Ramadhan pengusaha menyediakan makanan dengan menu khusus\nkepada pekerja yang masuk shift 11 dan shift Ill serta mendapat extra fooding\nkhusus\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Selama bulan puasa perusahaan memberikan pengganti makan bagi pekerja\nyang masuk pada General Shift dan Shift I\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Pengganti makan diberikan dalam bentuk bingkisan\u002F paket makanan (kue atau\nroti) dan minuman (dalam kemasan kaleng atau botol) atau sejenisnya yang akan\nditentukan berdasarkan musyawarah antara Pengusaha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Nilai dari pengganti makan adalah sama dengan nilai makan yang disediakan\noleh pengusaha perhari dikalikan jumlah kehadiran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Bingkisan \u002F paket pengganti makan diberikan beberapa hari menjelang Idul\nFitri\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Pengusaha memberikan 1 ( satu ) pack\u002Fkotak susu cair volume 1 (satu)\nliter setiap bulannya kepada seluruh pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 46 : Transportasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pengusaha menyediakan sarana transportasi untuk antar jemput pekerja sampai\nperusahaan dan sebaliknya pada waktu berangkat dan pulang bekerja yang\npelaksanaannya diatur o1eh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 47 : Pakaian Seragam\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha memberikan pakaian seragam kepada seluruh pekerja yang\nberstatus pekerja tetap terdiri dari:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">- 2(dua)Stel pakaian seragam dalam setahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">- 2 (dua) Pasang sepatu dalam setahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">- 2 (dua) pasang kaos kaki dalam setahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">- 2 (dua) pasang Wearpack dibagikan pada tahun\npertama dan selanjutnya diberikan 1 ( satu ) pasang setiap tahunnya bagi\ndepartemen tertentu dan akan diganti jika rusak yang diakibatkan oleh kerja\nsetelah mendapat rekomendasi dari Pimpinan Departemen.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">- 1 (satu) buah topi sekali setiap tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">- 2 (dua) pasang pakaian seragam muslimah dan\n2(dua) kerudung dalam setahun bagi pekerja wanita yang mengenakan busana\nmuslimah (sebagai pengganti pakaian seragam biasa).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">- Khusus SATPAM diberikan 2 (dua) stel pakaian\nseragam beserta atributnya dan 1 (satu) pasang sepatu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">- 1 (satu) pasang sepatu safety dari departemen\ntertentu yang disetujui oleh pengusaha dalam 2 (dua) tahun dengan kualitas no\n1.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pakaian seragam tersebut dalam ayat 1 diatas diberikan pada setiap bulan\nApril kecuali bagi pekerja baru akan diberikan setelah pekerja tersebut\ndiangkat pekerja tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Kartu tanda pengenal (ID Card) diberikan kepada setiap Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">- Apabila terjadi kerusakan kartu atau hilang\ndikarenakan kelalaian Pekerja akan diganti dengan kartu baru dengan biaya\nmelalui dipotong gaji sebesar Rp.10.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">- Apabila terjadi kerusakan bukan dikarenakan\nkelalaian Pekerja akan diganti dengan kartu baru tanpa dipungut biaya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">- Perlengkapan Kerja dan alat pelindung diri (APD)\ndiberikan perusahaan sesuai dengan jadwal yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 48 : Sarana Ibadah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pengusaha menyediakan tempat ibadah bagi pekerja berupa Masjid, Musholla\nsesuai dengan kebutuhan di lingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 49 : Ambulance\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan menyediakan kendaraan (Ambulance) untuk lebih memperlancar dan\nmempercepat waktu dalam memberikan pertolongan bagi pekerja akibat kecelakaan\nmaupun sakit.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Bagi keluarga pekerja yang sakit (emergency) dan dirujuk ke Rumah Sakit\nbisa menggunakan fasilitas Ambulance untuk daerah Jakarta, Bandung, Subang atau\nKarawang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 50 : Fasilitas Koperasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Koperasi adalah merupakan salah satu sarana untuk meningkatkan kesejahteraan\npekerja di PT. Indo-Rama Synthetics Tbk, Divisi Indo-Rama Teknologies Complex\nuntuk itu:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Pengusaha dan Serikat Pekerja mendorong dan menumbuh kembangkan Koperasi\npekerja PT. lndo- Rama Synthetics Tbk, Divisi Indo-Rama Teknologies Complex.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Pengusaha membantu akan memotong upah setiap pekerja untuk simpanan wajib\ndan tagihan koperasi lainnya sesuai dengan data yang dikirimkan dari Koperasi\npada Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Guna Memudahkan pelayanan koperasi bagi anggotanya pengusaha menyediakan\nRuang\u002Ftempat khusus untuk aktivitas operasi beserta Fasilitasnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 51 : Bantuan dan Sumbangan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Pengusaha memberikan bantuan sumbangan kepada\npekerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Istri Pekerja atau pekerja melahirkan Rp.\n1.000.000 sampai anak ke 3 (tiga)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Suami, Istri atau anak pekerja meninggal dunia\nRp. 3.000.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Pekerja yang mendapat musibah\u002Fbencana alam,\nbesarnya berdasarkan pengajuan dari Serikat Pekerja dan persetujuan dari\npengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Biaya perpanjangan Surat izin Mengemudi (SIM)\nuntuk Pekerja yang bertugas sebagai pengemudi, ditanggung sepenuhnya oleh\nperusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 52 : Bonus Kinerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE2_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype2sec\">\u003Cp>1. Pengusaha memberikan Bonus Kinerja kepada semua pekerja tetap dengan\nmengacu kepada tercapainya target yang ditentukan oleh Pengusaha setiap\ntahunnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-extrapayfirmperformancesec\">\u003Cp>2. Besarnya Bonus Kinerja setiap tahunnya dapat berubah berdasarkan\nkemampuan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusdate_datesec\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusdatesec\">\u003Cp>3. Bonus Kinerja diberikan setiap tahunnya menjelang hari Raya idul\nFitri.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>Pasal 53 : Tunjangan Kehadiran\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Untuk memotivasi pekerja dalam meningkatkan produktivitas kerja dan\nkehadiran, maka Pengusaha memberikan tunjangan kehadiran kepada seluruh pekerja\nyang masuk kerja satu bulan penuh tanpa absen, kecuali dikarenakan menjalankan\ncuti tahunan, dispensasi dan cuti karena keluarga meninggal dunia (ayah, ibu,\nmertua, anak,suami\u002Fisteri, saudara kandung, anggota keluarga). Adapun besarnya\nTunjangan Kehadiran ditentukan berdasarkan hasil musyawarah PUK SPTSK SPSI\ndengan Pimpinan Perusahaan yang dituangkan dalam ketentuan tersendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 54 : Mess Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha menyediakan mess yang layak bagi pekerja lajang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Karena keterbatasan penyediaan mess, penempatan pekerja dalam mess diatur\noleh pengusaha dengan menjamin adanya kenyamanan, keamanan, keselamatan dan\nkesehatan Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pekerja yang tinggal di Mess diberikan beras 9 Kg per orang dan bahan\nbakar gas (elpiji) setiap bulannya serta 1 bungkus mie instan per orang setiap\nhari atau diganti dengan item lain dengan nilai yang sama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pengusaha juga menyediakan fasilitas untuk mess pekerja berupa peralatan\nmasak selengkapnya, tempat tidur selengkapnya, serta tempat penyimpanan\nbarang-barang pekerja (Lemari).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Setiap pekerja yang tinggal di mess, barus tunduk pada peraturan mess\nyang dibuat oleh pengusaha bersama Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Setiap pekerja yang tinggal di mess harus bersedia kerja lembur bila\nperusahaan memerlukannya dengan tetap berpedoman pada peraturan\nperundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Bagi pekerja yang melanggar peraturan mess ditindak sesuai dengan\nklasifikasi kesalahannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 55 : Pendidikan Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-TRAINING_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-trainingfund\">\u003Cp>1. Untuk menambah pengetahuan dan keterampilan pekerja, pengusaha mengadakan\nprogram pendidikan dengan biaya ditanggung penuh oleh Pengusaha, antara\nlain:\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Penataran Hubungan Industrial.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-trainingprogrammes\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Pendidikan dalam rangka meningkatkan kemampuan\npekerja melalui pendidikan dan latihan secara berjenjang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Pendidikan keterampilan kerja, total quality\ncontrol (TQC) \u002F (QCC), Technical Skill, Supervisori worker Development program,\ndll.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Seminar yang berhubungan dengan kegiatan\nusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Pendidikan rohani bagi pekerja dan\nkeluarganya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Bagi Peserta Tersebut Diatas Tidak Dihitung Lembur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Serikat Pekerja ikut serta dan bertanggung jawab dalam melakukan\npengawasan pelaksanaan serta evaluasinya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>Pasal 56 : Jaminan Sosial Tenaga Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilitypay\">\u003Cp>Pengusaha mengikutsertakan semua pekerja tetap ke dalam program Badan\nPenyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) sebagaimana diatur dalam Undang-Undang RI\nNo. 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial nasional (SJSN) dan\nUndang-Undang RI No. 24 tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial\n(BPJS), yang pelaksanaannya diatur dengan Peraturan Pemerintah RI No. 44, 45,\n46, dan 60 tahun 2015, meliputi:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilityfund\">\u003Cp>- Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>- Jaminan Kematian (JK).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Jaminan HariTua (JHT).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-pensionfund\">\u003Cp>- Jaminan Pensiun (JP).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurancerelatives\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurance\">\u003Cp>- Jaminan Pemeliharaan Kesehatan JPK) pekerja dan keluarga\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB X DISIPLIN DAN TATA TERTIB KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 57 : Disiplin Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Disiplin kerja merupakan salah satu faktor penunjang dalam menentukan\nperkembangan dan kemajuan perusahaan serta peningkatan kesejahteraan\npekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Disiplin kerja mempunyai pengaruh terhadap:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a Kenaikan upah pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Kenaikan dan penurunan prestasi pekerja dan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Hubungan kerja pekerja dengan pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Kesinambungan hubungan kerja pekerja dengan\npengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Peningkatan produktivitas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Disiplin kerja adalah ketaatan dan kepatuhan melaksanakan\nkewajiban-kewajiban baik yang diatur dalam PKB atau ketentuan norma hukum yang\nberlaku serta taat melaksanakan ajaran agama masing - masing juga peraturan\nperundang- undangan yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 58 : Tata Tertib Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pekerja harus memakai pakaian seragam serta kartu pengenal (ID Card) pada\nwaktu masuk dan pulang kerja sesuai dengan yang telah diberikan oleh\npengusaha,setiap hari dalam waktu kerja dengan rapi dan bersih\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekerja waktu masuk dan keluar Perusahaan harus melalui pintu yang telah\nditentukan Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pekerja harus menggunakan sarana transportasi yang telah disediakan pada\nwaktu berangkat dan pulang bekerja dan harus mempergunakan sebaik-baiknya untuk\nkelancaran kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pekerja harus melakukan perekaman data kehadiran sesuai sistem saat ini,\npada waktu masuk dan pulang kerja sebagai data untuk perhitungan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Pekerja harus sudah ada di tempat kerja 10 menit sebelum jam kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Apabila terlambat 10 menit dari jam kerja yang\ntelah ditetapkan selama1 kali dalam1 bulan, masih diizinkan masuk kerja\nsedangkan untuk keterlambatan ke 2 kalinya akan dipotong gaji setengah hari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Apabila terlambat antara 11 - 30 menit 1 kali\ndalam 1 bulan masih diizinkan masuk, sedang untuk keterlambatan ke2 kalinya\ndipotong gaji setengah hari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Apabila terlambat 30 menit keatas tidak\ndiperkenankan masuk kerja kecuali ada izin dari kepala departemen masing-\nmasing dan gaji tetap dipotong setengah hari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Pekerja harus memakai peralatan kerja dan alat keselamatan kerja\u002Falat\npelindung diri yang telah disediakan pengusaha pada waktu kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Pekerja harus memperhatikan aturan-aturan kerja pada waktu bekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Pekerja dilarang merokok dilingkungan Perusahaan kecuali ditempat-tempat\nyang disediakan, mengobrol serta melakukan hal-hal lain yang dapat mengganggu\nkelancaran kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Pekerja dilarang meninggalkan tempat kerja sebelum teman penggantinya\nhadir atau sebelum waktunya istirahat atau pulang tanpa izin atasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10. Selama bekerja dilarang mengganggu teman sekerjanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11. Sebelum meninggalkan pekerjaan memeriksa terlebih dahulu alat-alat\nkerja, mesin dan lingkungan kerja agar tercegah dari bahaya-bahaya yang dapat\nmerugikan perusahaan dan teman sekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 59 : Perilaku Atasan Terhadap Bawahan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pekerja yang berstatus atasan dan mendapatkan Tunjangan Jabatan harus\nbersikap dan berperilaku:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Dapat diteladani bawahannya dan menjadi\npanutan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Memberi perintah yang layak, tegas dan jelas\npada bawahannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Memberi pembinaan, bimbingan dan tuntunan kearah\npeningkatan prestasi, berdisiplin dan peningkatan produktivitas kerja\nbawahannya masing-masing\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Memberi sanksi atas pelanggaran yang sifatnya\nmendidik terhadap bawahannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Terbuka dan senantiasa dapat menciptakan\nhubungan industrial yang kondusif harmonis dan berkeadilan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 60 : Perilaku Bawahan terhadap Atasan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Melaksanakan perintah, petunjuk dan lain-lain mengenai pekerjaan dari\natasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Bersifat menghormatidan sopan santun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Menanyakan kepada atasan tentang hal-hal yang belum dimengerti atau belum\ndiketahui tentang pekerjaan atau hal-hal lainnya yang berkaitan dengan\ntugas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Minta pendapat, saran dan keterangan pada atasan dalam hal adanya\npersoalan, baik mengenai pekerjaan maupun mengenai hubungan kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Bersikap jujur,taat, patuhdan terbukadengan atasan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 61 : Ketaatan terhadap Buku Panduan Karyawan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Semua pekerja wajib mematuhi dan melaksanakan Buku Panduan Karyawan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pelanggaran atas Buku Panduan Karyawan akan diberikan sanksi sesuai\ndengan peraturan dan perundangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 62 : Tata Tertib Sembahyang di Waktu Bekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha memberikan fasilitas ibadah berupa Masjid dan Mushola bagi\npekerja yang sembahyang di lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Dengan memperhatikan keterbatasan daya tampung Masjid\u002Fmushola serta\nkelancaran produksi, maka pekerja dapat melaksanakan sembahyang di Mesjid\nsecara bergiliran, dengan diatur oleh Leader, Supervisor atau Head Departemen\nmasing-masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pekerja dilarang menyalahgunakan izin sembahyang untuk kepentingan\nlain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pekerja dilarang istirahat dalam ruangan Masjid dan Mushola.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 63 : Kewajiban dan Tanggung jawab Terhadap Cara Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pekerja mempunyai kewajiban mengikuti cara dan standar kerja dalam bidang\npekerjaannya yang telah ditentukan oleh atasan dengan tidak menutup kemungkinan\npengembangan kreativitas yang bersifat positif\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 64 : Terhadap Alat Kerja,Tempat dan Lingkungan Kerja Serta\nFasilitas-Fasilitas Yang disediakan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pekerja mempunyai kewajiban dan tanggung jawab memeriksa, memelihara dan\nmenjaga terhadap peralatan kerja, mesin-mesin dan barang-barang lainnya di\ndalam bidang kerjanya masing-masing, baik pada saat akan memulai bekerja, pada\nsaat bekerja dan pada saat setelah selesai bekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekerja mempunyai kewajiban dan tanggung jawab memelihara dan menjaga\nkebersihan tempat dan lingkungan kerjanya masing-masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pekerja mempunyai kewajiban dan tanggung jawab memelihara, menjaga\nkebersihan, kerapian, ketertiban dan mentaati peraturan-peraturan terhadap\nsetiap fasilitas-fasilitas yang disediakan dan diberikan oleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 65 : Kewajiban Menyimpan Rahasia Perusahaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Diharuskan pekerja merahasiakan segala sesuatu milik Perusahaan atau\ncabang-cabangnya, baik sekarang maupun kemudian hari setelah ia berhenti\nbekerja, serta dilarang memberitahukan kepada pihak lain segala sesuatu yang\nberhubungan dengan kegiatan usaha atau kepentingan perusahaan serta\ncabang-cabangnya atau membocorkan rahasia atau keterangan yang diperoleh selama\nyang bersangkutan bekerja pada perusahaan dan cabang-cabangnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekerja juga wajib menyimpan rahasia Perusahaan yang lain atau orang lain\ndengan siapa Perusahaan dan cabang cabangnya mempunyai hubungan\u002F kerjasama\u002F\ndagang\u002F usaha, baik selama pekerja yang bersangkutan bekerja pada Perusahaan\nmaupun di kemudian hari setelah ia berhenti bekerja, tidak dibenarkan\nmembocorkan kepada pihak-pihak lain rahasia-rahasia atau hal-hal apapun yang\nberhubungan dengan kegiatan atau kepentingan Perusahaan, atau orang yang\ndimaksud.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Kecuali bila diberikan izin tertulis oleh pimpinan, pekerja dilarang\nmenerbitkan tulisan, memberikan ceramah atau memberikan keterangan pada Pers,\nmengenai hasil produksi, kegiatan-kegiatan proses produksi dan cabang cabangnya\nkecuali dalam rangka melaksanakan pekerjaannya. Setiap kesengajaan membocorkan\nrahasia Perusahaan diambil tindakan sesuai dengan prosedur hukum yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 66 : Tidak Masuk Bekerja Tanpa Alasan Yang Sah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Dalam hal pekerja mangkir 5 (lima) hari kerja atau lebih berturut-turut\ntanpa keterangan secara tertulis yang dilengkapi dengan bukti yang sah dan\ntelah dipanggil oleh perusahaan 2 (dua) kali secara patut dan tertulis, maka\nPengusaha dapat melakukan proses pemutusan hubungan kerja karena\ndikualifikasikan mengundurkan diri, sesuai peraturan perundang- undangan yang\nberlaku saat ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Dan kepada pekerja yang dimaksud pada ayat (1) diberikan hak sesuai\nsesuai peraturan perundang undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XI TATA CARA PENYELESAIAN KELUH KESAH PEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 67 : Penyelesaian Keluh Kesah Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Apabila terdapat perbedaan pendapat antara pekerja dengan pengusaha, maka\nakan diselesaikan melalui musyawarah antara pimpinan perusahaan atasan pekerja\ndan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 68 : Prosedur Penyelesaian Keluh Kesah pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Keluh kesah yang disampaikan oleh pekerja yang bersangkutan kepada kepala\ndepartemennya untuk dibahas dan diselesaikan dalam jangka waktu 3 (tiga) hari\nsejak adanya pengaduan tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Apabila kepala departemennya tidak dapat menyelesaikan dalam batas waktu\ntersebut diatas, maka pekerja atau kepala departemennya menyampaikan secara\ntertulis kepada personalia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Personalia dalam batas waktu paling lama 6 (enam) hari kerja, harus sudah\ndapat menyelesaikan keluh kesah tersebut, apabila Personalia tidak dapat\nmenyelesaikan maka perusahaan akan membicarakan kepada pengurus Serikat\nPekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Setelah pengurus Serikat Pekerja menerima laporan dari pekerja, maka\npengurus Serikat Pekerja akan menyampaikan persoalan tersebut kepada pimpinan\nperusahaan secara tertulis untuk diselesaikan dengan pimpinan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Pimpinan perusahaan dan Serikat Pekerja akan menyelesaikan keluh kesah\ntersebut sebaik-baiknya dan seadil-adilnya dalam batas waktu paling lama 6\n(enam) hari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Jika Antara Pimpinan perusahaan Serikat Pekerja tidak mencapai kata\nsepakat, maka persoalan tersebut dilanjutkan kepada pegawai perantara Kantor\nDinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Purwakarta.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Jika anjuran pegawai perantara Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi\nKabupaten Purwakarta tidak diterima oleh salah satu pihak, maka pihak yang\nmenolak berhak mengajukan persoalan kepada lembaga penyelesaian perselisihan\nhubungan industrial.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 69 : Status Pekerja Dalam Masa Penyelesaian Keluh Kesah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Selama proses penyelesaian perselisihan, Perusahaan dengan pekerja tetap\nmelaksanakan kewajiban masing-masing, kecuali ada kesepakatan antara pengusaha\ndengan serikat pekerja melakukan skorsing bagi pekerja yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XIl PROMOSI, PENGHARGAAN, SANKSI DAN PEMBINAAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 70 : Promosi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Setiap pekerja diberikan kesempatan dan bimbingan yang sama untuk maju\ndengan memandang prestasi, kondite dan kecakapan guna peningkatan karir yang\nlebih tinggi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Promosi dilaksanakan dengan mengingat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Ada lowongan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Mampu melaksanakan jabatan tersebut, dan memenuhi persyaratan-\npersyaratan yang ditetapkan oleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Bagi pekerja yang dipromosikan akan diberi Surat Pengangkatan (SK), dan\nupah\u002Fgajinya disesuaikan dengan jabatan baru.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 71 : Penghargaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Sesuai dengan penilaian Perusahaan, Perusahaan berhak memberikan penghargaan\nkepada pekerja, apabila:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Pengabdian diri kepada Perusahaan, sehingga dapat menaikan reputasi dan\nnama baik Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Berjasa mencegah\u002Fmenghindari Perusahaan dari kecelakaan\u002Fbencana.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Pekerja yang telah bekerja dalam waktu tertentu secara terus menerus\ntanpa terputus-putus, dengan sungguh-sungguh dalam waktu tertentu selalu\nmendapat kondite baik.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Menemukan\u002Fmenciptakan\u002Fmerencanakan metode tertentu atau sesuatu yang\nberharga bagi Perusahaan, sehingga dapat meningkatkan daya kualitas\u002Fkuantitas\nproduksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Bertingkah laku baik, jujur dan bersemangat tinggi serta menjadi teladan\nbagi pekerja lain\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Pekerja Yang telah memiliki masa kerja 10, 15, 20, 25, dan 30 tahun\nsecara terus menerus dengan kondite dan reputasi yang baik.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 72 : Macam - Macam Penghargaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Penghargaan diberikan oleh Pengusaha berupa:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Piagam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Uang Tunai\u002FBarang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Pemberian lainnya sesuai dengan hasil kesepakatan antara Pengusaha\nBersama Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Penghargaan tersebut dalam ayat1 di atas diberikan pada setiap HUT\nkemerdekaan dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>atau HUT Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 73 : Sanksi Atas Pelanggaran\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Setiap pekerja PT. Inda-Rama Synthetics Tbk Divisi Teknologies Complex\nyang melakukan pelanggaran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>terhadap isi PKB atau ketentuan yang dikeluarkan bersama antara pengusaha\ndengan serikat pekerja atau peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan yang\nberlaku akan diberikan sanksi sesuai dengan tingkat pelanggaran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Macam-macam sanksi atas pelanggaran antara lain:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Peringatan lisan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Peringatan tertulis (warning) tingkat pertama,kedua dan ketiga menurut\ntingkat bobot kesalahannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Skorsing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Pemutusan hubungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Demosi \u002F Penurunan Jabatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 74 : Pelanggaran Yang Diberikan Sanksi Peringatan Lisan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Peringatan lisan dapat diberikan kepada pekerja yang melakukan kesalahan\nringan akibat ketidaktahuan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Tujuan peringatan lisan bersifat memberitahu, mendidik, membina agar\npekerja tidak mengulangi kesalahan kembali.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pemberian peringatan lisan dicatat pada buku dan ditandatangani pekerja\nyang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 75 : Pelanggaran Yang Diberikan Sanksi Peringatan Tertulis\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Untuk menciptakan ketenangan kerja dan ketenangan berusaha maka Pengusaha\nbersama Serikat Pekerja memberikan sanksi tertulis kepada pekerja yang\nmelanggar disiplin kerja,sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Peringatan tertulis pertama diberikan kepada pekerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a Tidak memakai pakaian seragam sesuai dengan yang\ntelah diberikan oleh pengusaha pada waktu jam kerja masing- masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Tidak melakukan perekaman data kehadiran pada\nwaktu masuk dan pulang kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Datang terlambat masuk kerja tanpa alasan yang\nbisa diterima oleh atasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Tidak melaksanakan perintah yang layak dari\natasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Meninggalkan tempat kerja pada waktu jam kerja\ntanpa seizin atasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f. Tidak memakai alat keselamatan kerja sesuai\ndengan yang telah diberikan oleh pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g. Membuang sampah bukan pada tempatnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">h. Mangkir 2 (dua) hari tidak berturut-turut tanpa\npemberitahuan secara lisan atau tertulis dalam 1 (satu) bulan kalender, dan\nsetelah mendapat pembinaan dari Departemen.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">i. Tindakan-tindakan lain yang dimusyawarahkan\nantara Pengusaha dan Serikat Pekerja PT. lndo-Rama Synthetics Tbk Divisi\nTechnologies Complex\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">j. Telah melakukan pelanggaran pada pasal 58\ntentang Tata Tertib Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Peringatan tertulis ke2 (dua) diberikan kepada pekerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Telah diberikan peringatan pertama masih\nmelakukan kesalahan yang dilakukan pada waktu masa berlaku peringatan pertama\nbelum habis.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Mengganggu teman yang sedang melakukan\npekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Melakukan pekerjaan lain yang bukan pekerjaannya\nkecuali dalam rangka penyelamatan\u002F pencegahan kerusakan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Melakukan perekaman data kehadiran pada waktu\npulang sebelum waktunya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Peringatan tertuliske3 (tiga) diberikan kepada pekerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Telah diberikan peringatan tertulis ke 2 (dua),\nmasih melakukan kesalahan yang bobotnya sama dilakukan pada waktu masa berlaku\nperingatan ke 2 (dua) belum habis.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Merokok di tempat terlarang di lingkungan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Menggesekan Cardnetic orang lain atau cardnetics\nnya digesekkan oleh orang lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 76 : Prosedur Pemberian Sanksi Pelanggaran Tertulis\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan dalam memberikan surat peringatan tertulis pertama sebelumnya\nDepartemen telah melakukan pembinaan yang dicatat dalam record karyawan.\nPembinaan tersebut berupa pembinaan secara lisan dengan memberikan pengarahan,\ndan peringatan tertulis secara intern bagi pekerja yang mangkir 1 (satu) hari\nserta pelanggaran disiplin lainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Surat Peringatan Tertulis pertama disampaikan oleh perusahaan kepada\npekerja yang melakukan pelanggaran tepat pada tanggal dikeluarkannya, dengan\ndilampiri bukti-bukti pendukung pembinaan dari Departemen.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 77 : Masa berlakunya Surat Peringatan Tertulis\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Peringatan tertulis pertama berlaku selama 3 (tiga) bulan terhitung sejak\nditerima pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Peringatan tertulis ke 2 (dua) berlaku selama 4 (empat) bulan terhitung\nsejak diterima oleh pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Peringatan tertulis ke 3 (tiga) berlaku selama 6 (enam) bulan terhitung\nsejak diterima oleh pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 78 : Pembinaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Serikat Pekerja berkewajiban melakukan pembinaan kepada pekerja yang\nmendapat surat peringatan tertulis untuk memperbaiki dan menyadarkan pekerja\ndari kesalahan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Serikat pekerja berkewajiban melaporkan proses dan langkah pembinaan yang\ndilakukan atas Pekerja yang bersangkutan kepada pimpinan perusahaan untuk\ndievaluasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Masa pembinaan ini dilaksanakan oleh serikat pekerja selama masa\nberlakunya surat peringatan tertulis.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XIII SKORSING DAN PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 79 : Skorsing\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pekerja yang diberikan sanksi \u002Fskorsing tidak boleh bekerja oleh perusahaan\napabila:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Pekerja yang sedang dalam proses pemutusan hubungan kerja dari lembaga\npenyelesaian perselisihan hubungan industrial\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekerja yang melakukan pelanggaran yang dapat meresahkan pekerja lainnya\nsehingga mengakibatkan terganggunya ketenangan bekerja dan berusaha di\nlingkungan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Upah selama skorsing dibayar menurut peraturan perundang-undangan yang\nberlaku saat ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Maksimum Masa skorsing paling lama 6 bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 80 : Pemutusan Hubungan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha, pekerja, serikat pekerja, dengan segala upaya harus\nmengusahakan agar jangan terjadi pemutusan hubungan kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Dalam bal segala upaya telah dilakukan, tetapi pemutusan hubungan kerja\ntidak dapat dihindari, maka maksud pemutusan hubungan kerja wajib dirundingkan\noleh pengusaha dan serikat pekerja atau dengan pekerja apabila pekerja yang\nbersangkutan tidak menjadi anggota serikat pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Dalam hal perundingan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) benar-benar\ntidak menghasilkan persetujuan, pengusaha hanya dapat memutuskan hubungan kerja\ndengan pekerja setelah memperoleh penetapan dari lembaga penyelesaian\nperselisihan hubungan industrial.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 81 : Pelanggaran Berat Yang Dapat Diberikan Sangsi Pemutusan Hubungan\nKerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha dapat memutuskan hubungan kerja terhadap pekerja yang melakukan\nkesalahan berat:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Melakukan penipuan, pencurian, penggunaan, atau\npenggelapan barang dan \u002F atau uang milik perusahaan atau teman sekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Memberikan keterangan palsu atau yang dipalsukan\nsehingga merugikan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Mabuk, meminum-minuman keras yang memabukan,\nmemakai dan atau mengedarkan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya\ndi lingkungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Melakukan perbuatan asusila atau perjudian\ndilingkungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-violence\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Menyerang, menganiaya, mengancam atau\nmengintimidasi teman sekerja atau pengusaha di lingkungan kerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f. Membujuk teman sekerja atau pengusaha untuk\nmelakukan perbuatan yang bertentangan dengan peraturan perundang- undangan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g. Dengan ceroboh atau sengaja merusak atau\nmembiarkan dalam keadaan bahaya barang milik perusahaan yang menimbulkan\nkerugian bagi perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Dengan ceroboh atau sengaja membiarkan teman\nsekerja atau pengusaha dalam keadaan bahaya di tempatkerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">i. Membongkar atau membocorkan rahasia perusahaan\nyang seharusnya dirahasiakan kecuali untuk kepentingan negara atau.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">j. Melakukan perbuatan lainnya di lingkungan\nperusahaan yang diancam pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">k. Tidur ditempat kerja dalam jam kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">I. Bekerja rangkap di tempat lain\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">m. Menyalahgunakan wewenang dan jabatan untuk\nmencari keuntungan pribadi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">n. Melakukan kegiatan rentenir di lingkungan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">o. Membawa senjata tajam yang tidak ada kaitannya\ndengan bidang\u002Ftugasnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Hak Pekerja yang Putus Hubungan Kerja sebagaimana dimaksud ayat (1) pasal\nini, diatur sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 82 : Pemutusan Hubungan Kerja Karena Mengundurkan Diri\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pekerja dapat mengundurkan diri atas kemauan sendiri secara baik,\nterlebih dahulu mengajukan permohonan secara tertulis kepada\nPerusahaan\u002FPersonalia 30 hari sebelum tanggal mengundurkan diri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Selama waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pekerja dan pengusaha\nharus tetap melaksanakan kewajibannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Hak Pekerja yang Putus Hubungan Kerja sebagaimana dimaksud ayat (1) dan\n(2) pasal ini, diatur sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 83 : Pemutusan Hubungan Kerja Karena Sakit.\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdays\">\u003Cp>Pekerja yang mengalami sakit berkepanjangan, mengalami cacat akibat\nkecelakaan kerja, tidak dapat melakukan pekerjaannya setelah lebih dari 12\nbulan dapat mengajukan pemutusan hubungan kerja dan diberikan hak sesuai\nperaturan perundang- undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>Pasal 84 : Pemutusan Hubungan Kerja Karena Usia Pensiun\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha dapat melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap pekerja\nkarena telah mencapai usia pensiun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekerja yang putus hubungan kerjanya karena usia Pensiun maka pekerja\nberhak atas kompensasi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 85 : Pemutusan Hubungan Kerja Meninggal Dunia\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam hal hubungan kerja berakhir karena pekerja meninggal dunia, kepada\nahli warisnya diberikan uang yang besar dan perhitungannya sesuai dengan\nperaturan perundang undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 86 : Pemutusan Hubungan Kerja Kesalahan Ringan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha dapat melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap pekerja yang\nmelakukan pelanggaran ketentuan yang diatur dalam Perjanjian Kerja Bersama\nsetelah kepada pekerja diberikan surat peringatan pertama kedua dan ketiga\nsecara berturut-turut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Masa berlaku surat peringatan sebagaimana dimaksud pada ayat(l), sesuai\nPKB pasal (77)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Kepada pekerja sebagaimana dimaksud ayat (1) diberikan hak sesuai dengan\nperaturan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 87 : Pemutusan Hubungan Kerja Karena Pengusaha Force Majeure\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha dapat melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap pekerja\napabila perusahaan tutup yang disebabkan perusahaan mengalami kerugian atau\nkeadaan memaksa (Force Majeure). Keadaan memaksa (Force Majeure) yang dimaksud\ndalam ayat 1 adalah:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Peperangan dan akibatnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Kebakaran yang berakibat luas\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Bencana alam dan akibatnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Bencana Teknik dan akibatnya yang merupakan\nkerusakan besar\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Huru hara dan akibatnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f. Atau keadaan keadaan lain yang dapat dimasukan\ndalam arti force majeure.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Putus hubungan kerja sebagaimana dimaksud ayat (1)\npekerja berhak atas kompensasi sesuai peraturan perundang-undangan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pengusaha dapat melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap pekerja\napabila perusahaan tutup bukan karena mengalami kerugian. Keadaan memaksa\n(force majeure) tetapi perusahaan melakukan efisiensi. Putus hubungan kerja\nsebagaimana dimaksud ayat (2) pekerja berhak atas kompensasi sesuai peraturan\nperundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 88 : Pemutusan Hubungan Kerja Pengambilalihan Perusahaan.\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha dapat melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap pekerja,\nkarena alasan pengambilalihan perusahaan. Maira kepada Pekerja yang diputus\nhubungan kerja berhak atas kompensasi sesuai peraturan perundang-undangan yang\nberlaku saat ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pengusaha dapat melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap pekerja,\ndalam hal terjadi pengambilalihan Perusahaan yang mengakibatkan terjadinya\nperubahan syarat kerja dan Pekerja tidak bersedia melanjutkan hubungan kerja.\nMaka kepada Pekerja berhak atas atas kompensasi sesuai peraturan\nperundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 89 : Pemutusan Hubungan Kerja Pengusaha Pailit, Tutup.\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pengusaha dapat melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap pekerja karena\nperusahaan pailit, dengan ketentuan pekerja berhak atas atas kompensasi sesuai\nperaturan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 90 : Pemutusan Hubungan Kerja Pengajuan Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pekerja dapat mengajukan permohonan pemutusan hubungan kerja kepada\nlembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial dalam hal pengusaha\nmelakukan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Menganiaya, menghina secara kasar atau mengancam\npekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Membujuk atau menyuruh pekerja untuk melakukan\nperbuatan yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Tidak membayar upah tepat pada waktu yang telah\nditentukan selama 3 (tiga) bulan berturut-turut atau lebih.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Tidak melakukan kewajiban yang telah dijanjikan\nkepada pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Memerintahkan pekerja untuk melaksanakan\npekerjaan diluar yang diperjanjikan, atau\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f. Memberikan pekerjaan yang membahayakan jiwa,\nkeselamatan, kesehatan dan kesusilaan pekerja, sedangkan pekerjaan tersebut\ntidak dicantumkan pada perjanjian kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Putus hubungan kerja dengan alasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)\npekerja mendapat hak sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Dalam hal adanya putusan lembaga penyelesaian perselisihan hubungan\nindustrial yang menyatakan Pengusaha tidak melakukan perbuatan sebagaimana\ndimaksud pada ayat (1) maka Pengusaha dapat melakukan pemutusan hubungan kerja,\ndan pekerja mendapatkan uang pisah sesuai ketentuan pasal 95, dan uang\npenggantian hak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 91 : Pemutusan Hubungan Kerja Tanpa Uang Pesangon\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pekerja yang ditahan pihak berwajib karena diduga melakukan tindak pidana\nbukan atas pengaduan pengusaha, maka pengusaha:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Tidak wajib membayar upah tetapi wajib memberikan uang bantuan kepada\nkeluarga yang menjadi tanggungannya paling lama 6 (enam) bulan terhitung sejak\nhari pertama ditahan, yang nilainya sesuai peraturan perundang-undangan yang\nberlaku saaat ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Dalam hal pengadilan memutuskan perkara pidana sebelum masa 6 (enam)\nbulan berakhir dan pekerja dinyatakan tidak terbukti bersalah, maka pengusaha\nwajib mempekerjakan kembali.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Dalam hal pekerja tidak dapat melakukan pekerjaan selam 6 (enam) bulan\nakibat ditahan pihak yang berwajib karena diduga melakukan tindak pidana yang\nmenyebabkan kerugian perusahaan maka pengusaha dapat melakukan pemutusan\nHubungan Kerja dan pekerja mendapat uang pisah sesuai ketentuan pasal 95, dan\nuang penggantian hak sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Dalam hal pekerja tidak dapat melakukan pekerjaan selama 6 (enam) bulan\nakibat ditahan pihak yang berwajib yang tidak menyebabkan kerugian perusahaan\nmaka pengusaha dapat melakukan pemutusan Hubungan Kerja dan pekerja mendapat\nhak sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Dalam hal pekerja dinyatakan bersalah oleh pengadilan sebelum berakhirnya\nmasa 6 (enam) bulan karena melakukan tindak pidana yang menyebabkan kerugian\nperusahaan, maka pengusaha dapat melakukan pemutusan hubungan kerja dan pekerja\nmendapatkan uang pisah sesuai ketentuan pasal 95, dan uang penggantian hak\nsesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Dalam hal pekerja dinyatakan bersalah oleh pengadilan sebelum berakhirnya\nmasa 6 (enam) bulan karena melakukan tindak pidana yang tidak menyebabkan\nkerugian perusahaan, maka pengusaha dapat melakukan pemutusan Hubungan Kerja\ndan pekerja mendapat hak sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 92 : Hal-hal lain yang tidak dapat diputus Hubungan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-jobsecuritymothers\">\u003Cp>Pengusaha dilarang melakukan pemutusan hubungan kerja dengan alasan sesuai\nketentuan peraturan undang-undang yang berlaku saat ini,sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. berhalangan masuk kerja karena sakit menurut keterangan dokter selama\nwaktu tidak melampaui 12 (dua belas) bulan secara terus-menerus\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. berhalangan menjalankan pekerjaannya karena memenuhi kewajiban terhadap\nnegara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. menjalankan ibadahyangdiperintahkan agamanya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. menikah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. hamil, melahirkan, gugur kandungan, atau menyusui bayinya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. mempunyai pertalian darah dan\u002Fatau ikatan perkawinan dengan pekerja\nlainnya dalam satu perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. mendirikan, menjadi anggota dan\u002Fatau pengurus serikat pekerja, pekerja\nmelakukan kegiatan serikat pekerja di luar jam kerja, atau di dalam jam kerja\natas kesepakatan pengusaha, atau berdasarkan ketentuan yang diatur dalam\nperjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. mengadukan pengusaha kepada pihak yang berwajib mengenai perbuatan\npengusaha yang melakukan tindak pidana kejahatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. berbeda paham, agama, aliran politik, suku, warna kulit, golongan, jenis\nkelamin, kondisi fisik, atau status perkawinan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10. dalam keadaan cacat tetap, sakit akibat kecelakaan kerja, atau sakit\nkarena hubungan kerja yang menurut surat keterangan dokter yang jangka waktu\npenyembuhannya belum dapat dipastikan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>Pasal 93 : Prosedur Penyampaian Sanksi Pelanggaran Dan Pemutusan hubungan\nKerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Sanksi pelanggaran sebagaimana dimaksud pasal 76 disampaikan kepada\npekerja yang bersangkutan berikut dengan alasannya, yang tembusan disampaikan\nkepada Serikat Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Apabila pengusaha bermaksud akan memutuskan hubungan kerja dengan\npekerja, maka pengusaha terlebih dahulu memberitahukan secara tertulis berikut\nalasannya pada pekerja dan Serikat Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 94 : Ketentuan Besarnya Uang Pesangon, Uang Penghargaan Masa Kerja\ndan Uang Penggantian Hak\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay\">\u003Cp>Besarnya Uang Pesangon, Uang Penghargaan Masa Kerja, dan Uang Penggantian\nHak, diatur sesuai peraturan perundang undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>Pasal 95 : Ketentuan Besarnya Uang Pisah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Besarnya uang pisah sesuai dengan kesepakatan pengusaha dan serikat pekerja,\nyang dibuat dalam Berita Acara Kesepakatan terpisah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XIV PENUTUP\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 96 : Distribusi PKB\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama ini dibuat dalam rangkap 3 (tiga) dan disampaikan\nkepada:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Pihak Pengusaha PT. Indo-Rama Synthetics Tok, Divisi Indo-Rama\nTeknologies Complex\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Unit Kerja SPTSK SPSI PT. Indo-Rama Synthetics Tbk., Divisi Indo-Rama\nTechnologies Complex\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Kantor Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Purwakarta.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Buku Perjanjian Kerja Bersama (PKB) diberikan kepada semua Pekerja tetap\nPT. Indo-Rama Synthetics, Tbk., Divisi Indo-Rama Teknologies Complex\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 97 : Biaya\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Biaya cetak dan memperbanyak PKB, ditanggung sepenuhnya oleh Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 98 : Masa Berlaku\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start\">\u003Cp>1. Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku untuk jangka waktu 2 (dua) tahun\nsejak tanggal 26 Agustus 2022 sampai dengan 25 Agustus 2024\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Apabila PKB ini habis masa berlakunya, maka 3 (tiga) bulan sebelumnya\nPengusaha dan Serikat Pekerja akan bermusyawarah untuk menentukan apakah akan\ndibuat PKB baru atau akan memperpanjang PKB ini untuk jangka waktu 1 (satu)\ntahun lagi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Hal-hal yang belum diatur dalam PKB ini, akan dibicarakan bersama antara\nPengusaha dan Serikat Pekerja akan dituangkan dalam peraturan tersendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center;\">Demikian PKB ini dibuat dan ditandatangani untuk\ndapat dilaksanakan oleh semua pihak dengan sepenuhnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center;\">\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center;\">Ditandatangani: Purwakarta\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center;\">Pada Tanggal: 15 Agustus 2022\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center;\">\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PUK SPTSK SPSI PT. Indo-Rama Synthetics Tbk. Divisi Indo-Rama Teknologies\nComplex\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Dede Mulyadi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Rasim Syamsudin\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Novi Ayu Lestari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Ade Wahyudin\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Haryono\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Tasmin\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Indah Nur Asriati\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pimpinan Perusahaan PT. Indo-Rama Synthetics Tbk. Divisi Indo-Rama\nTeknologies Complex\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.R. Srik\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Singh Atul Kumar\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Yogesh Kumar Runhtla\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Yudi Suyudi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\n",{"cbadate_start":45,"cbadate_end":49,"TRAINING_trigger":51,"trainingprogrammes":55,"trainingfund":59,"pensionfund":62,"disabilityfund":65,"contracttrial":68,"contractseverancepay":72,"sicknesspay":76,"sicknessmaxdays":80,"menstruationleave":84,"disabilitypay":88,"healthcareaccess":92,"healthcareaccessrelatives":96,"healthinsurance":100,"maxsicknesspay":104,"healthinsurancerelatives":108,"healthandsafetypolicy":110,"protectiveclothing":114,"healthandsafetytraining":118,"hivpolicy":122,"code_application":126,"funeralpay":130,"funeralpaytype":134,"paidmaternityleave":136,"paidmaternityleaveduration":140,"paidmaternityleavepay":142,"paidmaternityleavepayperc":146,"jobsecuritymothers":148,"maternityotherclause":152,"pregnancy":156,"alternatives":160,"paidpaternityleave":164,"paidpaternityleavepay":168,"deathrelatives":172,"marriage":176,"nursingmothers":180,"nursingfacilities":183,"violence":185,"hourspweek":189,"dayspweek_select":193,"hourspday_select":197,"MAXHOURS_trigger":199,"hoursovertimemax":203,"PAIDLEAV_trigger":205,"holidaysdays":209,"bankholidays1":212,"SCHEDULE_trigger":216,"schedulesrestpw":220,"TRADEUNLEAV_trigger":222,"STRUCINCR_trigger":226,"wageincreasefirmperformance":230,"wageincreasedate":233,"wageincreasedate_date":237,"ONCERISE_trigger":239,"incidentalbonustype2":243,"ONCERISE2_trigger":247,"incidentalbonustype2sec":251,"extrapayfirmperformancesec":253,"incidentalbonusdatesec":257,"incidentalbonusdate_datesec":261,"NOCTPREM_trigger":263,"shiftallowancetype1":267,"OVERTIME_trigger":269,"overtimeallowancetype_general":273,"SUNDAY_trigger":275,"commutingallowancetype1":277,"COMMUTE_trigger":281,"mealvouchers":283,"coverunion_trigger":287},{"bindId":46,"name":47,"text":48},"cbadate_start","1. Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku ","1. Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku untuk jangka waktu 2 (dua) tahun\nsejak tanggal 26 Agustus 2022 sampai dengan 25 Agustus 2024",{"bindId":50,"name":47,"text":48},"cbadate_end",{"bindId":52,"name":53,"text":54},"TRAINING_trigger","1. Untuk menambah pengetahuan dan ketera","1. Untuk menambah pengetahuan dan keterampilan pekerja, pengusaha mengadakan\nprogram pendidikan dengan biaya ditanggung penuh oleh Pengusaha, antara\nlain:\n\na. Penataran Hubungan Industrial.\n\nb. Pendidikan dalam rangka meningkatkan kemampuan\npekerja melalui pendidikan dan latihan secara berjenjang.\n\nc. Pendidikan keterampilan kerja, total quality\ncontrol (TQC) \u002F (QCC), Technical Skill, Supervisori worker Development program,\ndll.\n\nd. Seminar yang berhubungan dengan kegiatan\nusaha.\n\ne. Pendidikan rohani bagi pekerja dan\nkeluarganya.\n\n2. Bagi Peserta Tersebut Diatas Tidak Dihitung Lembur\n\n3. Serikat Pekerja ikut serta dan bertanggung jawab dalam melakukan\npengawasan pelaksanaan serta evaluasinya.",{"bindId":56,"name":57,"text":58},"trainingprogrammes","b. Pendidikan dalam rangka meningkatkan ","b. Pendidikan dalam rangka meningkatkan kemampuan\npekerja melalui pendidikan dan latihan secara berjenjang.\n\nc. Pendidikan keterampilan kerja, total quality\ncontrol (TQC) \u002F (QCC), Technical Skill, Supervisori worker Development program,\ndll.",{"bindId":60,"name":53,"text":61},"trainingfund","1. Untuk menambah pengetahuan dan keterampilan pekerja, pengusaha mengadakan\nprogram pendidikan dengan biaya ditanggung penuh oleh Pengusaha, antara\nlain:",{"bindId":63,"name":64,"text":64},"pensionfund","- Jaminan Pensiun (JP).",{"bindId":66,"name":67,"text":67},"disabilityfund","- Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK).",{"bindId":69,"name":70,"text":71},"contracttrial","Pekerja yang memenuhi syarat dan lulus d","Pekerja yang memenuhi syarat dan lulus dalam seleksi, maka akan diterima\nmenjadi pekerja tetap PT.Indo-Rama Synthetics Tbk, Divisi lndo-Rama Teknologies\nComplex dengan menempuh masa percobaan paling lama 3 bulan.",{"bindId":73,"name":74,"text":75},"contractseverancepay","Besarnya Uang Pesangon, Uang Penghargaan","Besarnya Uang Pesangon, Uang Penghargaan Masa Kerja, dan Uang Penggantian\nHak, diatur sesuai peraturan perundang undangan yang berlaku.",{"bindId":77,"name":78,"text":79},"sicknesspay","1. Apabila pekerja tidak masuk bekerja k","1. Apabila pekerja tidak masuk bekerja karena sakit berdasarkan surat\nketerangan sakit dari dokter Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) yang ditunjuk\nperusahaan, dokter puskesmas, Pengobatan alternatif yang diakui pemerintah,\ndokter umum (yang harus dilampiri kwitansi beserta copy resep) maka upah selama\ntidak bekerja dibayar sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang\nberlaku.\n\n2. Apabila pekerja tidak bekerja karena sakit berkepanjangan maka upah\ndibayarkan:\n\n- Untuk 4 bulan pertama dibayarkan 100% dari\nupah\n\n- Untuk 4 bulan kedua dibayarkan 75% dari upah\n\n- Untuk 4 bulan ketiga dibayarkan dari 50% upah\n\n- Untuk 4 bulan keempat dibayarkan 25% dari upah\nsebelum pemutusan hubungan kerja dilakukan oleh pengusaha",{"bindId":81,"name":82,"text":83},"sicknessmaxdays","Pekerja yang mengalami sakit berkepanjan","Pekerja yang mengalami sakit berkepanjangan, mengalami cacat akibat\nkecelakaan kerja, tidak dapat melakukan pekerjaannya setelah lebih dari 12\nbulan dapat mengajukan pemutusan hubungan kerja dan diberikan hak sesuai\nperaturan perundang- undangan yang berlaku.",{"bindId":85,"name":86,"text":87},"menstruationleave","1. Pekerja wanita tidak boleh diwajibkan","1. Pekerja wanita tidak boleh diwajibkan masuk bekerja pada hari pertama dan\nkedua waktu haid.",{"bindId":89,"name":90,"text":91},"disabilitypay","Pengusaha mengikutsertakan semua pekerja","Pengusaha mengikutsertakan semua pekerja tetap ke dalam program Badan\nPenyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) sebagaimana diatur dalam Undang-Undang RI\nNo. 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial nasional (SJSN) dan\nUndang-Undang RI No. 24 tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial\n(BPJS), yang pelaksanaannya diatur dengan Peraturan Pemerintah RI No. 44, 45,\n46, dan 60 tahun 2015, meliputi:\n\n- Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK).",{"bindId":93,"name":94,"text":95},"healthcareaccess","1. Pengusaha memberikan jaminan pemeliha","1. Pengusaha memberikan jaminan pemeliharaan kesehatan pekerja dan\nkeluarganya dengan biaya ditanggung sepenuhnya oleh pengusaha adapun\npelaksanaannya diatur oleh pengusaha dan dimusyawarahkan terlebih dahulu dengan\nSerikat Pekerja.\n\n2. Yang mendapat jaminan pemeliharaan kesehatan adalah pekerja, suami\u002Fistri\n± 3 orang anak pekerja yang sudah terdaftar di asuransi Penjamin Kesehatan\nKaryawan.",{"bindId":97,"name":98,"text":99},"healthcareaccessrelatives","2. Yang mendapat jaminan pemeliharaan ke","2. Yang mendapat jaminan pemeliharaan kesehatan adalah pekerja, suami\u002Fistri\n± 3 orang anak pekerja yang sudah terdaftar di asuransi Penjamin Kesehatan\nKaryawan.",{"bindId":101,"name":102,"text":103},"healthinsurance","- Jaminan Pemeliharaan Kesehatan JPK) pe","- Jaminan Pemeliharaan Kesehatan JPK) pekerja dan keluarga",{"bindId":105,"name":106,"text":107},"maxsicknesspay","2. Apabila pekerja tidak bekerja karena ","2. Apabila pekerja tidak bekerja karena sakit berkepanjangan maka upah\ndibayarkan:\n\n- Untuk 4 bulan pertama dibayarkan 100% dari\nupah\n\n- Untuk 4 bulan kedua dibayarkan 75% dari upah\n\n- Untuk 4 bulan ketiga dibayarkan dari 50% upah\n\n- Untuk 4 bulan keempat dibayarkan 25% dari upah\nsebelum pemutusan hubungan kerja dilakukan oleh pengusaha",{"bindId":109,"name":102,"text":103},"healthinsurancerelatives",{"bindId":111,"name":112,"text":113},"healthandsafetypolicy","1. Keselamatan dan kesehatan kerja adala","1. Keselamatan dan kesehatan kerja adalah upaya melindungi agar para pekerja\ndan orang yang berada di tempat kerja selalu dalam keadaan selamat dan sehat\nserta agar setiap peralatan (alat produksi) digunakan aman dan efisien.\nKeselamatan dan kesejahteraan kerja dilaksanakan antara perusahaan dan para\npekerja dalam dalam pelaksanaannya dikoordinir oleh safety departemen\n\n2. Setiap pekerja mempunyai hak untuk memperoleh perlindungan atas:\n\na. Keselamatan dan kesehatan kerja\n\nb. Moral dan kesusilaan\n\nc. Perlakuan yang sesuai dengan harkat dan martabat\nmanusia serta nilai-nilai agama\n\n3. Untuk melindungi keselamatan Pekerja maka Pengusaha membentuk Panitia\nPembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang terdiri dari unsur pengusaha dan\npekerja.\n\n4. Lembaga Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja berfungsi dan\nbertugas membina keselamatan dan kesehatan kerja serta mengadakan latihan\npenanggulangan kebakaran dan bahaya lainnya yang berhubungan dengan keselamatan\ndan kesehatan kerja\n\n5. Setiap tahun pengusaha mengikuti Lomba Keselamatan dan Kesehatan Kerja\nserta berpartisipasi dalam bulan kampanye keselamatan kerja yang\ndiselenggarakan oleh Pemerintah.",{"bindId":115,"name":116,"text":117},"protectiveclothing","1. Pengusaha wajib menunjukan dan menjel","1. Pengusaha wajib menunjukan dan menjelaskan kepada pekerja antara lain:\n\n- Kondisi dan bahaya yang dapat timbul ditempat\nkerja\n\n- Memberikan alat pengaman dan pelindung diri\nsesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku saat ini.\n\n- Memberitahu tata cara dan sikap yang aman dalam\nmelakukan pekerjaan.",{"bindId":119,"name":120,"text":121},"healthandsafetytraining","4. Lembaga Panitia Pembina Keselamatan d","4. Lembaga Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja berfungsi dan\nbertugas membina keselamatan dan kesehatan kerja serta mengadakan latihan\npenanggulangan kebakaran dan bahaya lainnya yang berhubungan dengan keselamatan\ndan kesehatan kerja",{"bindId":123,"name":124,"text":125},"hivpolicy","2. Memeriksa kesehatan (General Check Up","2. Memeriksa kesehatan (General Check Up) dilakukan kepada pekerja di\ndepartemen tertentu setiap 1 (satu) tahun sekali.",{"bindId":127,"name":128,"text":129},"code_application","4. Perlengkapan kerja dan alat keselamat","4. Perlengkapan kerja dan alat keselamatan kerja\u002Falat pelindung diri\ndiberikan pengusaha sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang\nberlaku.",{"bindId":131,"name":132,"text":133},"funeralpay","Apabila pekerja meninggal dunia karena a","Apabila pekerja meninggal dunia karena atau bukan kecelakaan kerja, maka di\nluar biaya pemakaman dari BPJS Ketenagakerjaan, Pengusaha memberi bantuan uang\npemakaman kepada ahli warisnya sebesar Rp. 3.000.000; (tiga juta) rupiah.",{"bindId":135,"name":132,"text":133},"funeralpaytype",{"bindId":137,"name":138,"text":139},"paidmaternityleave","2. Pekerja wanita diberi istirahat (cuti","2. Pekerja wanita diberi istirahat (cuti) selama satu setengah bulan sebelum\nia melahirkan menurut keterangan dokter berwenang dan satu setengah bulan\nsesudah melahirkan.",{"bindId":141,"name":138,"text":139},"paidmaternityleaveduration",{"bindId":143,"name":144,"text":145},"paidmaternityleavepay","4. Selama pekerja menjalankan cuti terse","4. Selama pekerja menjalankan cuti tersebut pada ayat 1 dan 2 diatas upahnya\ndibayar penuh.",{"bindId":147,"name":144,"text":145},"paidmaternityleavepayperc",{"bindId":149,"name":150,"text":151},"jobsecuritymothers","Pengusaha dilarang melakukan pemutusan h","Pengusaha dilarang melakukan pemutusan hubungan kerja dengan alasan sesuai\nketentuan peraturan undang-undang yang berlaku saat ini,sebagai berikut:\n\n1. berhalangan masuk kerja karena sakit menurut keterangan dokter selama\nwaktu tidak melampaui 12 (dua belas) bulan secara terus-menerus\n\n2. berhalangan menjalankan pekerjaannya karena memenuhi kewajiban terhadap\nnegara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku\n\n3. menjalankan ibadahyangdiperintahkan agamanya\n\n4. menikah\n\n5. hamil, melahirkan, gugur kandungan, atau menyusui bayinya\n\n6. mempunyai pertalian darah dan\u002Fatau ikatan perkawinan dengan pekerja\nlainnya dalam satu perusahaan\n\n7. mendirikan, menjadi anggota dan\u002Fatau pengurus serikat pekerja, pekerja\nmelakukan kegiatan serikat pekerja di luar jam kerja, atau di dalam jam kerja\natas kesepakatan pengusaha, atau berdasarkan ketentuan yang diatur dalam\nperjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama\n\n8. mengadukan pengusaha kepada pihak yang berwajib mengenai perbuatan\npengusaha yang melakukan tindak pidana kejahatan\n\n9. berbeda paham, agama, aliran politik, suku, warna kulit, golongan, jenis\nkelamin, kondisi fisik, atau status perkawinan\n\n10. dalam keadaan cacat tetap, sakit akibat kecelakaan kerja, atau sakit\nkarena hubungan kerja yang menurut surat keterangan dokter yang jangka waktu\npenyembuhannya belum dapat dipastikan.",{"bindId":153,"name":154,"text":155},"maternityotherclause","3. Pekerja wanita diberi istirahat (cuti","3. Pekerja wanita diberi istirahat (cuti) selama satu setengah bulan sesudah\nia gugur kandungan.",{"bindId":157,"name":158,"text":159},"pregnancy","5. Pekerja wanita yang masuk kerja setel","5. Pekerja wanita yang masuk kerja setelah cuti melahirkan, diberikan\nkesempatan untuk sewaktu-waktu meninggalkan pekerjaannya, untuk menyusui\nanaknya, ditempat yang disediakan di area perusahaan.\n\n6. Untuk pekerja wanita yang sedang cuti hamil dibulan kehamilan ke-2 dan\nke-3, perusahaan memberikan susu khusus ibu hamil sebanyak 2 pcs.\n\n7. Untuk pekerja yang memasuki kehamilan bulan ke-4 Perusahaan\nmenginventarisasikan seragam khusus yang menunjang keaktivitas kerjanya.",{"bindId":161,"name":162,"text":163},"alternatives","7. Untuk pekerja yang memasuki kehamilan","7. Untuk pekerja yang memasuki kehamilan bulan ke-4 Perusahaan\nmenginventarisasikan seragam khusus yang menunjang keaktivitas kerjanya.",{"bindId":165,"name":166,"text":167},"paidpaternityleave","e. istri pekerja melahirkan: …………………….3 ","e. istri pekerja melahirkan:\n…………………….3 hari kerja",{"bindId":169,"name":170,"text":171},"paidpaternityleavepay","1. Pekerja mendapatkan izin meninggalkan","1. Pekerja mendapatkan izin meninggalkan pekerjaan dengan upah dibayar penuh\npada waktu:\n\na. Perkawinan\npekerja:…………………………………4 hari kerja\n\nb. Perkawinan anak pekerja:\n…………………..2 hari kerja\n\nc. Khitanan anak pekerja:\n……………………..2 hari kerja\n\nd. Pembaptisan anak pekerja: ………………..2\nhari kerja\n\ne. istri pekerja melahirkan:\n…………………….3 hari kerja\n\nf. Istri\u002FSuami, Anak, Orangtua, Mertua, saudara\nkandung pekerja meninggal dunia:………..4 hari kerja\n\ng. Kakek\u002Fnenek kandung pekerja meninggal dunia :\n·········-············2 hari kerja\n\nh. Orang yang tinggal satu rumah dengan pekerja\nmeninggal dunia: …………..1 hari kerja\n\ni. Melaksanakan Ibadah Haji selama waktu yang\ndiperlukan tidaklebih dari90 hari\u002F 3 bulan\n\nj. Melaksanakan Ibadah Umroh selama waktu yang\ndiperlukan: ……………. 20 hari kerja\n\nk. Istri pekerja mengalami keguguran kandungan :\n………………………3 hari kerja",{"bindId":173,"name":174,"text":175},"deathrelatives","f. Istri\u002FSuami, Anak, Orangtua, Mertua, ","f. Istri\u002FSuami, Anak, Orangtua, Mertua, saudara\nkandung pekerja meninggal dunia:………..4 hari kerja\n\ng. Kakek\u002Fnenek kandung pekerja meninggal dunia :\n·········-············2 hari kerja\n\nh. Orang yang tinggal satu rumah dengan pekerja\nmeninggal dunia: …………..1 hari kerja",{"bindId":177,"name":178,"text":179},"marriage","a. Perkawinan pekerja:…………………………………4 har","a. Perkawinan\npekerja:…………………………………4 hari kerja\n\nb. Perkawinan anak pekerja:\n…………………..2 hari kerja",{"bindId":181,"name":158,"text":182},"nursingmothers","5. Pekerja wanita yang masuk kerja setelah cuti melahirkan, diberikan\nkesempatan untuk sewaktu-waktu meninggalkan pekerjaannya, untuk menyusui\nanaknya, ditempat yang disediakan di area perusahaan.",{"bindId":184,"name":158,"text":182},"nursingfacilities",{"bindId":186,"name":187,"text":188},"violence","e. Menyerang, menganiaya, mengancam atau","e. Menyerang, menganiaya, mengancam atau\nmengintimidasi teman sekerja atau pengusaha di lingkungan kerja.",{"bindId":190,"name":191,"text":192},"hourspweek","7 (Tujuh) jam 1 (satu) haridan 40( empat","7 (Tujuh) jam 1 (satu) haridan 40( empat puluh) jam\n1 (satu) minggu",{"bindId":194,"name":195,"text":196},"dayspweek_select","1. Hari kerja dalam 1 (satu) minggu 6 (e","1. Hari kerja dalam 1 (satu) minggu 6 (enam) hari kecuali jika diantara\nhari-hari itu dinyatakan hari libur resmi yang ditetapkan pemerintah atau\nhari-hari cuti dan hari pembebasan pekerja dari kewajiban bekerja baik yang\ndiatur melalui perjanjian kerja bersama atau peraturan perundangan yang\nberlaku",{"bindId":198,"name":191,"text":192},"hourspday_select",{"bindId":200,"name":201,"text":202},"MAXHOURS_trigger","2. Untuk menjaga dan efektifitas bekerja","2. Untuk menjaga dan efektifitas bekerja, kerja lembur tidak diperbolehkan\nmelebihi 14 jam per minggu",{"bindId":204,"name":201,"text":202},"hoursovertimemax",{"bindId":206,"name":207,"text":208},"PAIDLEAV_trigger","1. Pekerja berhak atas cuti tahunan sela","1. Pekerja berhak atas cuti tahunan selama 12 hari kerja tiap tiap tahun\nsetelah mempunyai masa kerja 12 bulan berturut- turut dengan upah dibayar\npenuh.\n\n2. Pengambilan cuti tahunan diajukan dengan mengisi formulir permohonan cuti\ntahunan yang telah disediakan oleh bagian personalia dan disetujui oleh\npimpinan departemen masing-masing.\n\n3. Hak cuti tahunan bisa diundur oleh perusahaan paling lama 6 bulan\nterhitung sejak jatuh tanggal cuti, jika tenaganya diperlukan demi untuk\nkelancaran perusahaan.\n\n4. Apabila hak cuti tahunan tidak diajukan dalam batas waktu 6 bulan sejak\njatuh hak cuti, maka cuti untuk tahun itu dinyatakan hangus, kecuali\npengundurannya dilakukan oleh Pihak Pengusaha.\n\n5. Pekerja yang telah memiliki masa kerja dengan waktu tertentu mendapatkan\ntambahan hak cuti sesuai ketentuan sebagai berikut:\n\na. Tambahan 1 (satu) hari atas hak cuti tahunan\ndiberikan kepada Pekerja pada saat memiliki masa kerja 5 (lima) tahun.\n\nb. Tambahan 2 (dua) hari atas hak cuti tahunan\ndiberikan kepada Pekerja pada saat memiliki masa kerja 10 (sepuluh) tahun.\n\nc. Tambahan 2 (dua) hari atas hak cuti tahunan\ndiberikan kepada Pekerja yang telah memiliki masa kerja 15 (lima belas)\n\nd. Tambahan 1 (satu) hari atas hak cuti tahunan\ndiberikan kepada pekerja yang telah memiliki masa kerja 16 (enam belas) sampai\ndengan 24 (dua puluh empat) tahun.\n\ne. Tambahan 2 (dua) hari atas hak cuti tahunan\ndiberikan kepada pekerja yang telah memiliki masa kerja 25 (dua puluh lima)\ntahun keatas",{"bindId":210,"name":207,"text":211},"holidaysdays","1. Pekerja berhak atas cuti tahunan selama 12 hari kerja tiap tiap tahun\nsetelah mempunyai masa kerja 12 bulan berturut- turut dengan upah dibayar\npenuh.",{"bindId":213,"name":214,"text":215},"bankholidays1","1. Pada hari raya dan libur resrni yang ","1. Pada hari raya dan libur resrni yang ditetapkan oleh pemerintah, pekerja\ntidak diwajibkan bekerja dengan upah tetapdibayar penuh\n\n2. Apabila pengusaha bermaksud mempekerjakan pekerja pada hari libur resmi,\nmaka akan bermusyawarah terlebih dahulu dengan pengurus serikat pekerja dan\nselanjutnya dikeluarkan pengumuman bersama.",{"bindId":217,"name":218,"text":219},"SCHEDULE_trigger","Semua pekerja PT. lndo-Rama Synthetics T","Semua pekerja PT. lndo-Rama Synthetics Tbk Divisi Indo-Rama Teknologies\nComplex berhak libur minimal 1 hari dalam seminggu.",{"bindId":221,"name":218,"text":219},"schedulesrestpw",{"bindId":223,"name":224,"text":225},"TRADEUNLEAV_trigger","Pengusaha memberikan dispensasi kepada p","Pengusaha memberikan dispensasi kepada pengurus dan anggota Serikat Pekerja\ndengan upah dibayar penuh dengan terlebih dahulu mengajukan permohonan\ndispensasi kepada perusahaan dalam hal-hal sebagai berikut:\n\na. Mengikuti rapat - rapat baik dengan pengurus\u002Fanggota atau pihak\npemerintah atau kegiatan lainnya yang diperlukan Serikat Pekerja.\n\nb. Mengikuti pendidikan, seminar, lokakarya dan lain-lain.",{"bindId":227,"name":228,"text":229},"STRUCINCR_trigger","1. Pengusaha memberikan kenaikan upah be","1. Pengusaha memberikan kenaikan upah berkala setiap tahun kepada pekerja\nyang besarnya berdasarkan hasil musyawarah antara Serikat Pekerja dan pengusaha\ndengan berpedoman pada:\n\na. Disiplin Kerja.\n\nb. Prestasi Kerja.\n\nc. Masa Kerja.\n\nd. Kebutuhan Hidup Layak (KHL).\n\ne. Kemampuan Perusahaan.\n\n2. Kenaikan upah tersebut berlaku pada tanggal 26 Desember setiap\ntahunnya.",{"bindId":231,"name":232,"text":232},"wageincreasefirmperformance","e. Kemampuan Perusahaan.",{"bindId":234,"name":235,"text":236},"wageincreasedate","2. Kenaikan upah tersebut berlaku pada t","2. Kenaikan upah tersebut berlaku pada tanggal 26 Desember setiap\ntahunnya.",{"bindId":238,"name":235,"text":236},"wageincreasedate_date",{"bindId":240,"name":241,"text":242},"ONCERISE_trigger","1. Pengusaha memberikan tunjangan Hari R","1. Pengusaha memberikan tunjangan Hari Raya Keagamaan besarnya sesuai dengan\nperaturan perundang-undangan yang berlaku saat ini,sebagai berikut;\n\na.Tunjangan Hari Raya Idul Fitri bagi pekerja yang\nberagama islam.\n\nb.Tunjangan Hari Raya Natal bagi pekerja yang\nberagama Kristen Katolik dan Protestan.\n\nc.Tunjangan Hari Raya Nyepi bagi pekerja yang\nberagama Hindu.\n\nd.Tunjangan Hari Raya Waisak bagi pekerja yang\nberagama Budha.\n\ne.Tunjangan Hari Raya Imlek bagi pekerja yang\nberagama Konghucu.\n\n\n\n2. Ketentuan tentang besarnya Tunjangan Hari Raya, sebagai berikut:\n\na.Pekerja yang mempunyai masa kerja 1 (satu) tahun\nke atas diberikan 1 bulan upah\n\nb. Pekerja yang mempunyai, masa kerja 1 (satu)\nbulan ke atas tapi kurang dari 1 (satu) tahun besar tunjangan hari raya yaitu:\n(masa kerja:12 upah satu bulan)\n\nc. Pekerja yang putus hubungan kerjanya 30\n(tigapuluh) hari sebelum bari raya berhak atas THR keagamaannya.\n\nd. Komponen yang dipergunakan sebagai dasar\nperhitungan hari raya adalah: upah +Tunjangan tetap.\n\ne. Pengusaha memberikan upah tambahan diluar upah\nlembur bagi pekerja yang dipanggil pada hari raya idul fitri yang besarannya\ndimusyawarahkan antara serikat pekerja dengan pengusaha.",{"bindId":244,"name":245,"text":246},"incidentalbonustype2","a.Pekerja yang mempunyai masa kerja 1 (s","a.Pekerja yang mempunyai masa kerja 1 (satu) tahun\nke atas diberikan 1 bulan upah",{"bindId":248,"name":249,"text":250},"ONCERISE2_trigger","1. Pengusaha memberikan Bonus Kinerja ke","1. Pengusaha memberikan Bonus Kinerja kepada semua pekerja tetap dengan\nmengacu kepada tercapainya target yang ditentukan oleh Pengusaha setiap\ntahunnya.\n\n2. Besarnya Bonus Kinerja setiap tahunnya dapat berubah berdasarkan\nkemampuan Perusahaan.\n\n3. Bonus Kinerja diberikan setiap tahunnya menjelang hari Raya idul\nFitri.",{"bindId":252,"name":249,"text":250},"incidentalbonustype2sec",{"bindId":254,"name":255,"text":256},"extrapayfirmperformancesec","2. Besarnya Bonus Kinerja setiap tahunny","2. Besarnya Bonus Kinerja setiap tahunnya dapat berubah berdasarkan\nkemampuan Perusahaan.\n\n3. Bonus Kinerja diberikan setiap tahunnya menjelang hari Raya idul\nFitri.",{"bindId":258,"name":259,"text":260},"incidentalbonusdatesec","3. Bonus Kinerja diberikan setiap tahunn","3. Bonus Kinerja diberikan setiap tahunnya menjelang hari Raya idul\nFitri.",{"bindId":262,"name":259,"text":260},"incidentalbonusdate_datesec",{"bindId":264,"name":265,"text":266},"NOCTPREM_trigger","c. Tunjangan malam: Tunjangan yang diber","c. Tunjangan malam: Tunjangan yang diberikan kepada\npekerja shift yang masuk bekerja pada giliran malam hari",{"bindId":268,"name":265,"text":266},"shiftallowancetype1",{"bindId":270,"name":271,"text":272},"OVERTIME_trigger","5. Kelebihan jam kerja sebagaimana terca","5. Kelebihan jam kerja sebagaimana tercantum pada ayat (2), diperhitungkan\nsebagai lembur tetap yang perhitungannya mengacu kepada peraturan perundang\nundangan yang berlaku saat ini.",{"bindId":274,"name":271,"text":272},"overtimeallowancetype_general",{"bindId":276,"name":271,"text":272},"SUNDAY_trigger",{"bindId":278,"name":279,"text":280},"commutingallowancetype1","a. Tunjangan Transportasi: Tunjangan yan","a. Tunjangan Transportasi: Tunjangan yang diberikan\nkepada jabatan Supervisor keatas.",{"bindId":282,"name":279,"text":280},"COMMUTE_trigger",{"bindId":284,"name":285,"text":286},"mealvouchers","1. Pengusaha memberikan makan satu kali ","1. Pengusaha memberikan makan satu kali dalam jam kerja masing-masing dengan\nmenu bergizi dan berkualitas",{"bindId":288,"name":289,"text":290},"coverunion_trigger","Pengusaha dan Serikat Pekerja sepakat ba","Pengusaha dan Serikat Pekerja sepakat bahwa isi dari Perjanjian Kerja\nBersama ini sebagai landasan hukum dalam hubungan kerja yang ditaati kedua\nbelah pihak berlaku bagi seluruh pekerja tetap PT Indo-Rama Synthetics Tbk,\nDivisi Indo-Rama Teknologies Complex.","\u003Chtml>\n\n    \u003Cdiv class=\"cobra-report\">\n\n        \u003Ch2>IDN PT. Indorama Technologies Complex (IRTC) - Purwakarta - 2022\u003C\u002Fh2>\n\n        \u003Cdiv class=\"section general\">\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-start_date\">Tanggal dimulainya perjanjian: &rarr;&nbsp;2022-08-26\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-end_date\">Tanggal berakhirnya perjanjian: &rarr;&nbsp;2024-08-25\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \u003C!-- TODO: previous CBA logic -->\n            \u003C!-- TODO: status logic -->\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaratified\">Diratifikasi oleh: &rarr;&nbsp;Other\u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaactorratified\">\n                    Diratifikasi pada: &rarr;&nbsp;2022-08-15\n                \u003C\u002Fdiv>\n            \n\n            \u003C!-- TODO: transnational_label, includingcountries_label, national_framework_label -->\n\n            \u003Cdiv id=\"display-SECTOR1\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Industri\u002Fpabrik pengolahan\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-NACE2004\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Pabrik Manufaktur Textil\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-FIRMPRI\">\n                Sektor publik\u002Fswasta: &rarr;&nbsp;In the private sector\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv>Disimpulkan oleh:\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1\">\n\n                \n                    \n                    \u003Cdiv>\n                        Nama perusahaan: &rarr;&nbsp;\n                        Indorama Technologies Complex (IRTC) - Purwakarta\n                    \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1\">\n                Nama serikat pekerja: &rarr;&nbsp;\n\n                \n                    \n                    \u003Cspan>\n                        Serikat Pekerja Tekstil Sandang &amp; Kulit SP TSK SPSI\n                    \u003C\u002Fspan>\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-casignemployees\">\n                Nama penandatangan dari pihak pekerja &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section social-security-pensions\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SOCSEC_trigger\">JAMINAN SOSIAL DAN PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-pensionfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pensiun bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilityfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan cacat bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-unemploymentfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan pengangguran bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section training\">\n            \u003Ch3 id=\"display-TRAINING_trigger\">PELATIHAN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingprogrammes\">Program pelatihan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprenticeships\">Magang: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pelatihan bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section sickness-disability\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KONDISI SAKIT DAN DISABILITAS\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-maxsicknesspayperc\">\n                Maximum cuti sakit berbayar (untuk 6 bulan): &rarr;&nbsp;92&nbsp;%\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-sicknessmaxdaysnr\">\n                Maximum hari untuk cuti sakit berbayar: &rarr;&nbsp;365 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-longtermillness\">Ketentuan mengenai kembali bekerja setelah menderita penyakit jangka panjang, seperti penyakit kanker: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-menstruationleave\">Cuti haid berbayar: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilitypay\">Pembayaran gaji apabila tidak mampu bekerja dikarenakan kecelakaan kerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n\n        \u003Cdiv class=\"section health-medical-assistence\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA BANTUAN MEDIS\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccess\">Bantuan medis disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccessrelatives\">Bantuan medis bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurance\">Kontribusi pengusaha untuk asuransi kesehatan disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurancerelatives\">Asuransi kesehatan bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetypolicy\">Kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetytraining\">Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-protectiveclothing\">Pakaian\u002Falat pelindung diri disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-hivpolicy\">Pemeriksaan kesehatan secara berkala disediakan oleh pengusaha: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-monitoring\">Pengawasan permintaan musculoskeletal di tempat kerja, resiko professional dan\u002Fatau hubungan antara pekerjaan dan kesehatan: &rarr;&nbsp;Employee involvement in the monitoring, The relationship between work and health\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-funeralpay\">Bantuan duka\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-funeralpayamount\">\n                Minimum kontribusi pengusaha untuk penguburan\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;3000000.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section work-family-arrangements\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKFAM_trigger\">PENGATURAN ANTARA KERJA DAN KELUARGA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleaveduration\">\n                Cuti hamil berbayar: &rarr;&nbsp;13 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleavepayperc\">\n                Cuti hamil berbayar terbatas untuk: 100 % dari gaji pokok\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-jobsecuritymothers\">Jaminan tetap dapat bekerja setelah cuti hamil: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-maternitydiscrimination\">Larangan diskriminasi terkait kehamilan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-breastfeeding_dangerouswork\">Larangan mewajibkan pekerja yang sedang hamil atau menyusui untuk melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-riskassessment\">Penilaian resiko terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja yang sedang hamil atau menyusui di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-alternatives\">Ketersediaan alternatif bagi pekerja hamil atau menyusui untuk tidak melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-timeoff\">Cuti untuk melakukan pemeriksaan pranatal: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningnonstandard\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempekerjakan pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningpromotion\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempromosikan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n            \u003Cdiv id=\"display-nursingmothers\">Fasilitas untuk pekerja yang menyusui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcareprovision\">Pengusaha menyediakan fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcaresubsidy\">Pengusaha mensubsidi fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \u003Cdiv id=\"display-educationtuition\">Tunjangan\u002Fbantuan pendidikan bagi anak pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidpaternityleaveduration\">\n                Cuti ayah berbayar: &rarr;&nbsp;3 hari\n         \u003C\u002Fdiv>\n                        \u003Cdiv id=\"display-deathrelativesleave\">\n                Durasi cuti yang diberikan ketika ada anggota keluarga yang meninggal: &rarr;&nbsp;2 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n        \u003Cdiv class=\"section gender-equality-issues\">\n            \u003Ch3 id=\"display-GENEQ_trigger\">ISU KESETARAAN GENDER\u003C\u002Fh3>\n         \u003Cdiv id=\"display-eqpay\">Upah yang sama untuk pekerjaan yang sama nilainya: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n         \n         \u003Cdiv id=\"display-discrimination\">Klausal mengenai diskriminasi di tempat kerja &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-eqpromotion\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat promosi: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n        \u003Cdiv id=\"display-eqtraining\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat pelatihan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>     \n        \u003Cdiv id=\"display-eqofficer\">Kesetaraan gender dalam kepengurusan serikat pekerja di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-sexualhar\">Klausal mengenai pelecehan seksual di tempat kerja &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violence\">Klausal mengenai kekerasan di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violenceleave\">Cuti khusus bagi pekerja yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-support_disabilities\">Dukungan bagi pekerja perempuan dengan disabilitas: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-equalitymonitoring\">Pengawasan kesetaraan gender: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n             \n         \u003C\u002Fdiv>\n         \n\n        \u003Cdiv class=\"section employment-contracts\">\n            \u003Ch3 id=\"display-EMPCONTR_trigger\">PERJANJIAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-contracttrialperiod\">\n                Durasi masa percobaan: &rarr;&nbsp;91 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-part_time_excluded\">Pekerja paruh waktu tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-tempagency\">Ketentuan mengenai pekerja sementara: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprentices_excluded\">Pekerja magang tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-minijobs_excluded\">Pekerja mahasiswa tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section working-hours\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKHOURS_trigger\">JAM KERJA, JADWAL DAN LIBUR\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspday\">\n                Jam kerja per hari: &rarr;&nbsp;7.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspweek\">\n                Jam kerja per minggu: &rarr;&nbsp;40.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-dayspweek\">\n                Hari kerja per minggu: &rarr;&nbsp;6.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hoursovertimemax\">\n                Waktu lembur maksimum: &rarr;&nbsp;14.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysdays\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;12.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysweeks\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;2.0 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-schedulesrestpw\"> Periode istrirahat setidaknya satu hari dalam seminggu disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-sundays_year\">\n                Jumlah maksimum hari minggu\u002Fhari libur nasional dalam setahun dimana pekerja harus\u002Fdapat bekerja: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n             \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-tradeunleavdays\">\n                Cuti berbayar untuk aktivitas serikat pekerja: &rarr;&nbsp; hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-FLEXWORK_trigger\"> Ketentuan mengenai pengaturan jadwal kerja yang fleksibel: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section wages\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WAGES_trigger\">PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-PAYSCALES_trigger\">\n                Upah ditentukan oleh skala upah: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n\n            \n            \n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-COSTLIV_trigger\">Penyesuaian untuk kenaikan biaya kebutuhan hidup: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-STRUCINCR_trigger\">Kenaikan upah\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-ONCERISE_trigger\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali:\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \u003Cdiv id=\"display-extrapayfirmperformance\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali dikarenakan performa perusahaan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-NOCTPREM_trigger\">Tunjangan shift untuk kerja sore atau malam\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \u003Cdiv id=\"display-shiftallowancetype1\">Tunjangan shift hanya untuk yang kerja malam: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-OVERTIME_trigger\">Upah lembur hari kerja\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SUNDAY_trigger\">Upah lembur hari Minggu\u002Flibur\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-COMMUTE_trigger\">Tunjangan transportasi\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Ch4>Kupon makan\u003C\u002Fh4>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-mealvouchers\">\n                Kupon makan disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-MEALALL_trigger\">Tunjangan makan disediakan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-legalassistance_trigger\">\n                Bantuan hukum gratis: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n    \u003C\u002Fdiv>\n\n\u003C\u002Fhtml>\n",[],[],"collective_agreement",[296],{"title":38,"slug":34},[298],{"type":299,"data":300},"call_to_action_body_block",{"title":301,"description":302,"variant":303,"link":304},"Bandingkan Perjanjian Kerja Bersama","Bandingkan pasal-pasal dan topik dalam Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dengan Perjanjian Kerja Bersama di semua sektor kerja di Indonesia maupun negara-negara lainnya.","dark",{"title":301,"url":305,"description":301,"rel":306,"type":307},"\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fbandingkan-perjanjian-kerja-bersama","follow","internal",[309],{"type":299,"data":310},{"title":301,"description":302,"variant":303,"link":311},{"title":301,"url":305,"description":301,"rel":306,"type":307},[]]