[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"page:id-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-indorama-synthetics-divisi-spun-yarns-dengan-puk-sp-tsk-spsi-pt-indorama-synthetics-divisi-spun-yarns-2018-2020":3},{"id":4,"slug":5,"title":6,"short_title":7,"intro_text":8,"meta_description":9,"seo_title":9,"path":10,"content_type":11,"locale":12,"go_live_at":7,"first_published_at":13,"page_created_at":14,"published_at":13,"edit_url":15,"breadcrumbs":16,"seo":24,"data":32,"children":316,"content_type_view":317,"extra_breadcrumbs":318,"body":320,"body_blocks":331,"related_pages":335},3679,"perjanjian-kerja-bersama","Perjanjian Kerja Bersama",null,"\u003Cp>Beberapa pilihan Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dipublikasikan di sini. Anda dapat menemukan teks asli dari Perjanjian Kerja Bersama tersebut, membaca dan menelusuri per bab maupun pasal, menurut topik yang sedang Anda cari.\u003Cbr\u002F>\u003Cbr\u002F>Ketika Anda mengklik pada link Perjanjian Kerja Bersama, halaman akan terbuka: di kolom sebelah kiri pada halaman tersebut berisi teks asli, sedangkan di kolom sebelah kanan, Anda akan menemukan ringkasan dari ketentuan yang ada di Perjanjian Kerja Bersama tersebut.\u003Cbr\u002F>Serikat Buruh\u002FPekerja dan Asosiasi Pengusaha dari Indonesia memberikan kontribusi terhadap pengumpulan data Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>","","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama","collective_agreements.collectiveagreementoverview","id_ID","2025-08-15T13:01:11.360625+00:00","2026-04-02T08:44:09.692847+00:00","\u002Fcms\u002Fpages\u002F3679\u002Fedit\u002F",[17,20,23],{"title":18,"slug":19},"Indonesia","id-id",{"title":21,"slug":22},"Bekerja di Indonesia","bekerja-di-indonesia",{"title":6,"slug":5},{"title":6,"description":9,"image":25,"canonical":26,"robots":27,"og_type":28,"twitter_card":29,"locale":19,"created_at":30,"last_modified_at":31},"https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fmedia\u002Fimages\u002FSocial_media_preview_image_-_2025.2e16d0ba.fill-1200x630.png","https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002F","index, follow","website","summary_large_image","2025-08-15T15:01:11.360625+02:00","2026-04-02T10:44:09.828831+02:00",{"cba":33,"clauses":45,"details":314,"translations":315},{"id":34,"uid":35,"url":36,"name":37,"locale":38,"override_title":9,"title":39,"browser_title":40,"browser_description":41,"text":42},"perjanjian-kerja-bersama-antara-pt-indorama-synthetics-divisi-spun-yarns-dengan-puk-sp-tsk-spsi-pt-indorama-synthetics-divisi-spun-yarns-2018-2020","617dbbe0-eff8-11ea-a2e9-f23c91080f70","https:\u002F\u002Fcobra.wageindicator.org\u002Fcountries\u002Findonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-indorama-synthetics-divisi-spun-yarns-dengan-puk-sp-tsk-spsi-pt-indorama-synthetics-divisi-spun-yarns-2018-2020\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-indorama-synthetics-divisi-spun-yarns-dengan-puk-sp-tsk-spsi-pt-indorama-synthetics-divisi-spun-yarns-2018-2020\u002F","PERJANJIAN KERJA BERSAMA ANTARA PT INDORAMA SYNTHETICS DIVISI SPUN YARNS DENGAN PUK SP TSK – SPSI PT INDORAMA SYNTHETICS DIVISI SPUN YARNS 2018 \u002F 2020","ba_ID","IDN PT. Indorama Synthetics - Spun Yarn - Purwakarta - 2018","Indonesia - IDN PT. Indorama Synthetics - Spun Yarn - Purwakarta - 2018","IDN PT. Indorama Synthetics - Spun Yarn - Purwakarta - 2018 - Industri\u002Fpabrik pengolahan",{"name":43,"data":44},"PT INDORAMA SYNTHETICS DIVISI SPUN YARNS.html","\u003C!--?xml version=\"1.0\" encoding=\"UTF-8\"?-->\n\n\n\n  \u003Cmeta http-equiv=\"content-type\" content=\"text\u002Fhtml; charset=UTF-8\">\n  \u003Ctitle>PT INDORAMA SYNTHETICS DIVISI SPUN YARNS\u003C\u002Ftitle>\n  \u003Cmeta name=\"generator\" content=\"Amaya, see http:\u002F\u002Fwww.w3.org\u002FAmaya\u002F\">\n\n\n\n\u003Ch1>PERJANJIAN KERJA BERSAMA ANTARA PT INDORAMA SYNTHETICS DIVISI SPUN YARNS\nDENGAN PUK SP TSK – SPSI PT INDORAMA SYNTHETICS DIVISI SPUN YARNS 2018 \u002F\n2020\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Ch2>MUKADIMAH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa dan didorong atas keinginan yang mendasar,\ndalam rangka membina dan meningkatkan hubungan kerja yang dilandasi moral,\nkebersamaan, harmonis dan produktif antara pekerja selaku mitra kerja\npengusaha, serta agar terdapat ketenangan bekerja guna menjamin kelangsungan\nusaha diperlukan adanya kepastian akan hal – hal yang menjadi hak serta\nkewajiban perusahaan maupun karyawan yang terlibat dalam hubungan kerja\ntersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Serikat Pekerja adalah mitra pengusaha yang ikut bertanggung jawab dalam\nproses produksi dan maju mundurnya perusahaan sesuai hak dan kewajiban masing\n– masing. Dengan menjelaskan hak – hak dan kewajiban dari perusahaan dan\nkaryawan diharapkan kedua belah pihak dapat bersama – sama membina,\nmempertahankan serta mengembangkan suatu hubungan industrial yang kooperatif,\nharmonis dan produktif, serta merasa ikut memiliki, ikut memelihara dan saling\nikut mengawasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Atas dasar pemikiran tersebut maka disusunlah Perjanjian Kerja Bersama (PKB)\nPT Indo-Rama Synthetics Tbk Divisi Spun Yarns yang proses penyusunannya melalui\nmusyawarah dan mufakat antara pimpinan Perusahaan dan Pimpinan Unit Kerja\nSerikat Pekerja Tekstil, Sandang, Kulit SPSI PT Indo-Rama Synthetics Tbk Divisi\nSpun Yarns.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dengan penuh rasa tanggungjawab, saling hormat menghormati, Perusahaan,\nSerikat Pekerja dan Pekerja akan tetap konsekuen dalam melaksanakan Perjanjian\nKerja Bersama ini untuk kepentingan kita semua.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB I: ISTILAH – ISTILAH DAN PIHAK – PIHAK YANG MEMBUAT PERJANJIAN\nKERJA BERSAMA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 1: Pengertian Istilah – Istilah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam perjanjian kerja bersama ini yang dimaksud dengan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Perjanjian Kerja Bersama (PKB)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah perjanjian sebagaimana yang dimaksud dalam undang – undang RI No.\n13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah perseroan terbatas PT Indo-Rama Synthetics Tbk Divisi Spun Yarns yang\ndidirikan pada tanggal 3 April 1974 dengan Akta Notaris terakhir yang telah\ndiperbaharui dengan No: 70 tanggal 19 Juni 1997 oleh Notaris A. Partomuan\nPohan, SH. LLM dan berdomisili di Kecamatan Jatiluhur, Kab. Purwakarta\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pengusaha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah direksi PT Indo-Rama Synthetics Tbk Divisi Spun Yarns atau pejabat\nyang diberi kuasa\u002Fditunjuk oleh pemegang saham, untuk bertindak atas nama PT\nIndo-Rama Synthetics Tbk.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Serikat Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah Serikat Pekerja Tekstil Sandang dan Kulit, Serikat Pekerja seluruh\nIndonesia (SPTSK – SPSI) Unit kerja PT Indo-Rama Synthetics Tbk, Divisi Spun\nYarns sebagaimana yang terdaftar di Disnaker No.\n251\u002F100\u002FSPTSKSPSI\u002FSPUNS\u002FPWK\u002FHIS\u002FI\u002F02 tanggal 31 Januari 2002.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pengurus Serikat Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah anggota SPTSK SPSI unit kerja PT Indo-Rama Synthetics Tbk, Divisi\nSpun Yarns yang terpilih dalam MUSNIK sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran\nRumah Tangga SPTSK SPSI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Anggota Serikat Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah semua pekerja tetap PT Indo-Rama Synthetics, Tbk. Divisi Spun Yarns,\nyang memenuhi syarat menjadi anggota.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah orang yang bekerja di PT Indo-Rama Synthetics Tbk Divisi Spun Yarns\ndengan mendapatkan upah dan menandatangani perjanjian kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Keluarga Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah suami\u002Fistri yang sah dari pekerja, anak kandung atau anak angkat yang\nmenjadi tanggungan pekerja, dan terdaftar di Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Ahli Waris\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah keluarga pekerja, ibu dan ayah dari pekerja yang didaftarkan di\nPerusahaan, atau orang lain yang ditunjuk oleh pekerja dengan surat wasiat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Adalah penerimaan pekerja dalam bentuk uang sebagai imbalan dari\nPerusahaan untuk suatu pekerjaan atau jasa, baik yang telah dilakukan atau\nbelum.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Upah pekerja terdiri dari upah Pokok dan tunjangan – tunjangan sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Tunjangan tetap: Tunjangan Jabatan, Tunjangan Prestasi, Tunjangan Perumahan,\nTunjangan Kemampuan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Tunjangan tidak tetap: Tunjangan Transport, Tunjangan Kehadiran, Uang malam,\nTunjangan lain – lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11.Upah Lembur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah upah yang diterima Pekerja sebagai imbalan hasil kerja Pekerja yang\ndilakukan diluar jam kerja wajib.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12.Hari Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah hari dimana pekerja harus masuk bekerja 6 (enam) hari dalam 1 (satu)\nminggu kecuali jika ada diantara hari – hari itu dinyatakan hari libur resmi\noleh pemerintah atau hari – hari cuti yang telah diatur baik melalui PKB atau\nmelalui peraturan perundangan – undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13.Hari Libur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah hari dimana pekerja tidak diharuskan masuk bekerja yaitu:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Hari Libur Mingguan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Hari – hari libur resmi yang ditetapkan Pemerintah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Hari – hari lain yang ditetapkan oleh Perusahaan bersama Serikat\nPekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14.Kerja Lembur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah apabila pekerja masuk bekerja pada hari libur Pemerintah, hari libur\nmingguan, hari istirahat tahunan (cuti) atau jam kerja melebihi ketentuan\ntersebut dalam pasal 18 PKB PT Indo-Rama Synthetics Tbk. Divisi Spun Yarns.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15.Absen\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah apabila pekerja tidak masuk bekerja pada waktu hari kerja tanpa\nmemberitahukan secara tertulis terlebih dahulu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>16.Absent Permisi (AP)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah apabila pekerja tidak masuk kerja dengan alasan yang diberitahukan\nterlebih dahulu secara tertulis.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>17.Usia Pensiun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah pekerja yang telah berusia 55 tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 2: Pihak – Pihak Yang Mengadakan Perjanjian Kerja Bersama\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama ini dibuat oleh pihak – pihak:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.PT Indo-Rama Synthetics Tbk Divisi Spun Yarns berkedudukan di Desa Kembang\nKuning Kecamatan Jatiluhur Kabupaten Purwakarta yang didirikan pada tanggal 3\nApril 1974 dengan Akta Notaris A. Partomuan Pohan, SH. LLM dan disebut pihak\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Serikat Pekerja Tekstil Sandang dan Kulit Pekerja Seluruh Indonesia Unit\nKerja PT Indo-Rama Synthetics Tbk Divisi Spun Yarns sebagaimana terdaftar di\nDinas Tenaga Kerja No. 251\u002F100\u002FSPTSKSPSI\u002FSPUNS\u002FPWK\u002FHIS\u002FI\u002F02 tanggal 31 Januari\n2002 yang berkedudukan di Kecamatan Jatiluhur Kabupaten Purwakarta, yang\ndisebut Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 3: Tujuan Perjanjian Kerja Bersama\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama ini dibuat untuk mengatur secara jelas hak – hak\ndan kewajiban pengusaha dan pekerja agar tercipta hubungan kerja yang harmonis,\nketenangan kerja dan perbaikan kesejahteraan pekerja, kelangsungan usaha,\nkepastian hak dan kewajiban masing – masing dalam perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 4: Isi Perjanjian Kerja Bersama\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perjanjian Kerja Bersama ini memuat kesepakatan sebagai hasil dari\nmusyawarah untuk mufakat antara Pengusaha dan Pengurus Serikat Pekerja tentang\nsyarat kerja, tata tertib kerja serta hak dan kewajiban Pengusaha dan Pekerja\nakibat adanya hubungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Perjanjian Kerja Bersama ini memuat aturan tambahan apabila ada perjanjian\nbaru antara Pengusaha dan Serikat Pekerja maka perjanjian baru tersebut akan\ndimuat dalam lampiran bagian yang tidak terpisahkan dari Perjanjian Kerja\nBersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB II: UMUM\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 5: Luasnya Perjanjian Kerja Bersama\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-coverunion_trigger\">\u003Cp>Pengusaha dan Serikat Pekerja sepakat, Perjanjian Kerja Bersama ini sebagai\nlandasan hukum dalam hubungan kerja yang ditaati kedua belah pihak, berlaku\nbagi semua pekerja tetap PT Indo-Rama Synthetics Tbk, Divisi Spun Yarns.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>Pasal 6: Kewajiban Pengusaha, Serikat Pekerja Dan Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha dan Serikat Pekerja berkewajiban memberikan penjelasan dan\npenerangan kepada para pekerja atau pihak – pihak lainnya yang mempunyai\nkepentingan dengan adanya PKB ini baik mengenai isi, makna dan pengertian serta\nsegala sesuatunya yang telah ditetapkan dalam PKB ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengusaha, Serikat Pekerja dan Pekerja dengan penuh rasa tanggung jawab\nmentaati dan melaksanakan segala ketentuan yang ada dalam PKB ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Serikat Pekerja berkewajiban memberitahu dan mendapat izin dari Head\nDepartemen setiap memanggil pekerja pada jam kerja untuk keperluan Organisasi\natau pembinaan pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 7: Pengakuan Terhadap Hak – Hak Pengusaha\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Serikat Pekerja tidak mencampuri atau menghalangi Pengusaha dalam\nmenjalankan Policy Perusahaan dan kebijaksanaan Pengurusan selama tidak\nmerugikan pekerja dan tidak bertentangan dengan hukum yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 8: Pengakuan Terhadap Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha mengakui bahwa organisasi pekerja di PT Indo-Rama Synthetics Tbk\nDivisi Spun Yarns adalah Serikat Pekerja Tekstil Sandang dan Kulit Serikat\nPekerja Seluruh Indonesia Unit Kerja PT Indo-Rama Synthetics Tbk Divisi Spun\nYarns.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengusaha mengakui Serikat Pekerja yang menandatangani Perjanjian Kerja\nBersama ini, adalah mewakili seluruh pekerja PT Indo-Rama Synthetics Tbk,\nDivisi Spun Yarns yang menjadi anggotanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pengusaha mengakui dan memberikan kesempatan kepada pengurus Serikat\nPekerja untuk mengembangkan organisasi dan membina seluruh pekerja dalam rangka\nmewujudkan pelaksanaan Hubungan Industrial.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pengusaha menjamin tidak melakukan tekanan – tekanan langsung maupun\ntidak langsung yang dapat merugikan pekerja akibat terpilihnya pekerja sebagai\nfungsionaris Serikat Pekerja, karena kegiatannya yang berhubungan dengan\ntugasnya,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Pengusaha memberikan keleluasan kepada Pengurus Serikat Pekerja untuk\ndapat melaksanakan kewajiban mengelola organisasi tanpa mengurangi haknya\nsebagai pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 9: Fasilitas Bagi Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pengusaha membantu menyediakan sarana – sarana yang diperlukan demi\nkelancaran kegiatan Serikat Pekerja antara lain:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Ruang kantor berikut peralatannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Alat transportasi berupa 1 buah sepeda motor\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 10: Dispensasi Bagi Pengurus Dan Anggota Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-TRADEUNLEAV_trigger\">\u003Cp>Pengusaha memberikan dispensasi kepada pengurus dan anggota Serikat Pekerja\ndengan upah dibayar penuh dengan terlebih dahulu mengajukan permohonan\ndispensasi kepada perusahaan dalam hal – hal sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Mengikuti rapat – rapat baik dengan pengurus \u002F anggota atau pihak\npemerintah atau kegiatan lainnya yang diperlukan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Mengikuti Pendidikan, seminar, lokakarya dan lain – lain.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>Pasal 11: Pemungutan Iuran Anggota Dan Dana Lainnya Untuk Serikat\nPekerja.\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha membantu Serikat Pekerja dalam menghimpun uang iuran Serikat\nPekerja dari seluruh anggotanya sesuai dengan prosedur \u002F peraturan perundang\n– undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengusaha akan membantu melakukan pemungutan dana lainnya yang diperlukan\noleh Serikat Pekerja setelah ada persetujuan dari anggota dengan prosedur\nketentuan yang sah untuk itu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 12: Tenaga Full Timer Untuk Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Untuk kelancaran kegiatan organisasi Serikat Pekerja, pengusaha memberikan\nbantuan penempatan satu orang tenaga kerja full timer pada sekretariat serikat\npekerja dengan status pekerja tetap perusahaan dan upah dibayar pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 13: Izin Pemakaian Gedung Milik Pengusaha\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pengusaha dapat meminjamkan gedung\u002Fruangan untuk pertemuan\u002Frapat Serikat\nPekerja dengan mengajukan permohonan tertulis terlebih dahulu sebelum pertemuan\natau rapat dilaksanakan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB III: HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 14: Penerimaan Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Penerimaan pekerja baru merupakan hak dari pengusaha dan disesuaikan\ndengan kebutuhan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dalam menerima pekerja baru, pengusaha menetapkan syarat – syarat\ntertentu di antaranya:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Umur sudah mencapai 18 (delapan belas) tahun pada waktu penerimaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Surat izin orangtua \u002F wali atau suami bagi calon pekerja wanita\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Keterangan – keterangan lain yang diperlukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 15: Masa Percobaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrialperiod\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrial\">\u003Cp>Pekerja yang memenuhi syarat dan lulu dalam seleksi, maka akan diterima\nmenjadi pekerja PT Indo-Rama Synthetics Tbk Divisi Spun Yarns dengan menempuh\nmasa percobaan paling lama 3 bulan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>Pasal 16: Status Penempatan Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Status pekerja di PT Indo-Rama Synthetics Tbk Divisi Spun Yarns setelah\nselesai menempuh masa percobaan adalah menjadi pekerja tetap PT Indo-Rama\nSynthetics Tbk Divisi Spun Yarns.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengusaha akan menempatkan pekerja pada bagian – bagian yang ada di\nperusahaan dengan memperhatikan Pendidikan, pengalaman sesuai dengan kebutuhan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Apabila terjadi kekosongan di salah satu jabatan, untuk mengisi jabatan\ntersebut, pengusaha mempiroritaskan kepada pekerja yang telah ada untuk mengisi\njabatan tersebut, kecuali tidak memenuhi syarat sesuai dengan ketentuan yang\ntelah ditetapkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 17: Mutasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha dapat mengadakan mutasi pekerja sesuai dengan kepentingan serta\nkelancaran kegiatan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pemberitahuan mutasi pada pekerja disampaikan minimal 3 (tiga) hari\nsebelum tanggal mutasi dimulai.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IV: HARI KERJA, JAM KERJA, DAN KERJA LEMBUR\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 18: Hari Kerja, Jam Kerja Dan Istirahat\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek_select\">\u003Cp>1.Hari kerja dalam 1 (satu) minggu 6 (enam) hari kecuali jika di antara hari\n– hari itu dinyatakan hari libur resmi yang ditetapkan pemerintah atau hari\n– hari cuti dan hari pembebasan pekerja dari kewajiban bekerja baik yang\ndiatur melalui perjanjian kerja bersama atau peraturan perundangan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek_select\">\u003Cp>2.Jam kerja\u002Fwaktu kerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek\">\u003Cp>a.Siang hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7 (tujuh) jam 1 (satu) hari dan 40 (empat puluh) jam 1 (satu) minggu.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday\">\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>b.Malam hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6 (enam) jam 1 (satu) hari dan 35 (tiga puluh lima) jam 1 (satu) minggu\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Mengingat dari kepentingan perusahaan penyimpangan waktu kerja terpaksa\ndilakukan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Rotasi Kerja Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Shift\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Shift Pagi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>06.00 – 14.00 Istirahat: 1 Jam (dibagi 3 kelompok)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Shift Siang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14.00 – 22.00 Istirahat: 1 jam (idem)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Shift Malam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>22.00 – 06.00 Istirahat: 1 jam (idem)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.General Shift\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Senin s\u002Fd Kamis 08.00 – 16.00 Istirahat: 12.00 – 13.00\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jum’at: 08.00 – 17.00 Istirahart: 12.00 – 13.00\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sabtu: 08.00 – 12.00 Tanpa istirahat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Shift Kerja SATPAM\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Shift I : 07.00 – 15.00 \u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Shift II: 15.00 – 23.00 \u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Shift III: 23.00 – 07.00 \u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Istirahat 1 jam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Hari kerja terpendek untuk pekerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Shift \u002F Group \u002F SATPAM jatuh pada hari kerja terakhir sebelum hari libur\nmingguan masing – masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-General Shift jatuh pada hari Sabtu\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Kelebihan jam kerja sebagaimana tercantum pada ayat (2), diperhitungkan\nsebagai lembur tetap yang perhitungannya mengacu kepada Kepmenaker No.\n102\u002FMEN\u002FVI\u002F2004\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Jam istirahat untuk pekerja shift diatur oleh Supervisor\u002FLeader masing –\nmasing dengan tidak mengurangi hak lamanya jam istirahat pekerja demi\nkelancaran produksi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 19: Perhitungan Kerja Lembur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-OVERTIME_trigger\">\u003Cp>Kerja lembur bersifat sukarela adapun perhitungan jam kerja lembur sesuai\nketentuan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>Pasal 20: Komponen Upah Lembur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype_general\">\u003Cp>1.Jumlah nilai komponen yang dipergunakan sebagai dasar perhitungan upah\nlembur adalah gaji pokok ditambah tunjangan tetap sesuai dengan peraturan\nperundang – undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Untuk menjaga dan efektifitas bekerja, kerja lembur tidak\ndiperbolehkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype1\">\u003Cp>3.Waktu yang diperhitungkan kerja lembur adalah semua waktu dimana pekerja\nmelakukan kerja lembur dikurangi waktu istirahat, kecuali untuk jabatan\nOfficer\u002FEngineer keatas.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch2>BAB V: PEMBEBASAN PEKERJA DARI BEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 21: Istirahat Mingguan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-schedulesrestpw\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SCHEDULE_trigger\">\u003Cp>Semua pekerja PT Indo-Rama Synthetics Tbk Divisi Spun Yarns berhak libur\nminimal 1 hari dalam seminggu.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>Pasal 22: Cuti Tahunan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysweeks\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysdays\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAIDLEAV_trigger\">\u003Cp>1.Pekerja berhak atas cuti tahunan selama 12 hari kerja tiap – tiap tahun\nsetelah mempunyai masa kerja 12 bulan berturut – turut dengan upah dibayar\npenuh.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Pengambilan cuti tahunan diajukan dengan mengisi formulir permohonan cuti\ntahunan yang telah disediakan oleh bagian personalia dan disetujui oleh\npimpinan departemen masing – masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Hak cuti tahunan bisa diundur oleh perusahaan paling lama 6 bulan\nterhitung sejak jatuh tanggal cuti, jika tenaganya diperlukan demi untuk\nkelancaran perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Apabila hak cuti tahunan tidak diajukan dalam batas waktu 6 bulan sejak\njatuh hak cuti, maka cuti untuk tahun itu dinyatakan hangus, kecuali\npengundurannya dilakukan oleh Pihak Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pekerja yang telah memiliki masa kerja dengan waktu tertentu mendapatkan\ntambahan hak cuti sesuai dengan ketentuan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Tambahan 1 (satu) hari atas hak cuti tahunan diberikan kepada Pekerja PADA\nSAAT memiliki masa kerja 5 (lima) tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Tambahan 2 (dua) hari atas hak cuti tahunan diberikan kepada Pekerja PADA\nSAAT memiliki masa kerja 10 (sepuluh) tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Tambahan 2 (dua) hari atas hak cuti tahunan diberikan kepada Pekerja yang\ntelah memiliki masa kerja 15 (lima belas) tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Tambahan 1 (satu) hari atas hak cuti tahunan diberikan kepada Pekerja yang\ntelah memiliki masa kerja 16 (enam belas) sampai dengan 24 (dua puluh empat)\ntahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Tambahan 2 (dua) hari atas hak cuti tahunan diberikan kepada Pekerja yang\ntelah memiliki masa kerja 25 (dua puluh lima) tahun keatas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 23: Cuti Haid, Hamil Dan Gugur Kandungan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-menstruationleave\">\u003Cp>1.Pekerja wanita tidak boleh diwajibkan masuk bekerja pada hari pertama dan\nkedua waktu haid.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleave\">\u003Cp>2.Pekerja wanita diberi istirahat (cuti) selama satu setengah bulan sebelum\nia melahirkan menurut keterangan dokter berwenang dan satu setengah bulan\nsesudah melahirkan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityotherclause\">\u003Cp>3.Pekerja wanita diberi istirahat (cuti) selama satu setengah bulan sesudah\nia gugur kandungan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleavepayperc\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleavepay\">\u003Cp>4.Selama pekerja menjalankan cuti tersebut pada ayat 1 dan 2 diatas upahnya\ndibayar penuh.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-nursingfacilities\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-breastfeeding_workingtime\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternity_nursing_breaks_duration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-nursingmothers\">\u003Cp>5.Pekerja wanita yang masuk kerja setelah cuti melahirkan, diberikan\nkesempatan untuk sewaktu – waktu meninggalkan pekerjaanya, untuk menyusui\nanak, di tempat yang disediakan di area perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>Pasal 24: Prosedur Pengambilan Cuti Haid, Hamil Dan Gugur Kandungan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pekerja wanita yang akan mengambil hak cuti haidnya harus menyampaikan\nsurat pemberitahuan secara tertulis dalam formulir yang telah disediakan,\nkepada Pimpinan Departemen.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pimpinan Departemen dapat menghimbau kesediaan pekerja wanita untuk\nbekerja dan yang bersedia akan diberikan uang Rp 60.000,-\u002F dua hari, pembayaran\ndisatukan dengan gaji setiap bulan, dibayar oleh accounting.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja wanita yang tidak ingin bekerja pada waktu haid, Pimpinan\ndepartemen wajib memberi izin permohonan cuti haidnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pekerja wanita yang akan mengambil hak cuti hamil, kecuali melahirkan dan\ngugur kandungan harus mengajukan surat permohonan pada bagian Personalia\nselambat – lambatnya dalam waktu 10 hari sebelum waktu istirahat (cuti),\nkecuali untuk cuti gugur kandungan, surat permohonan tersebut harus disertai\ndengan surat keterangan dari dokter atau bidan dan Kepala desa.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 25: Izin Meninggalkan Pekerjaan Dengan Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleave\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleavepay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleavepayperc\">\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelatives\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleave\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleavepay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleavepayperc\">\u003Cp>1.Pekerja mendapatkan izin meninggalkan pekerjaan dengan upah dibayar penuh\npada waktu:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Perkawinan pekerja: 4 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Perkawinan anak pekerja: 2 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Khitanan anak pekerja: 2 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Pembaptisan anak pekerja: 2 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleaveduration\">\u003Cp>e.Istri pekerja melahirkan: 3 hari\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelativesleave\">\u003Cp>f.Istri\u002FSuami, Anak, Orangtua, Mertua pekerja meninggal dunia: 4 hari\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>g.Kakek\u002FNenek kandung, kakak atau adik pekerja meninggal dunia: 2 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.Orang yang tidanggal satu rumah dengan pekerja meninggal dunia : 1 hari\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>i.Melaksanakan Ibadah Haji selama waktu yang diperlukan tidak lebih dari 90\nhari \u002F 3 bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>j.Melaksanakan Ibadah Umroh selama waktu yang diperlukan: 20 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Untuk mendapatkan izin tersebut pada ayat 1 diatas pekerja harus\nmemberitahukan secara tertulis pada perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pada dasarnya pengusaha tidak bisa memanggil pekerja yang sedang\nmelaksanakan izin meninggalkan pekerjaan sebagaimana ayat (1) untuk bekerja,\nnamun demi kelancaran produksi dan kelangsungan berusaha, pengusaha dapat\nmemanggil pekerja tersebut dengan kompensasi antara lain diperhitungkan sebagai\nkerja lembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 26: Libur Hari Raya\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-bankholidays1\">\u003Cp>1.Pada hari raya dan libur resmi yang ditetapkan oleh pemerintah, pekerja\ntidak diwajibkan bekerja dengan upah tetap dibayar penuh.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Apabila pengusaha bermaksud mempekerjakan pekerja pada hari libur resmi,\nmaka akan bermusyawarah terlebih dahulu dengan pengurus Serikat Pekerja dan\nselanjutnya dikeluarkan pengumuman pertama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VI: PENGUPAHAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 27: Kebijaksanaan Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Kebijaksanaan pemberian upah disesuaikan dengan kemampuan perusahaan,\nprestasi kerja dan Ketetapan Upah Layak (KHL) dari pemerintah serta ditujukan\npada penciptaan ketenangan kerja bagi pekerja dan ketenangan berusaha bagi\npengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 28: Komponen Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-COMMUTE_trigger\">\u003Cp>Komponen Upah terdiri dari:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Gaji pokok\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Tunjangan tetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Tunjangan jabatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Tunjangan prestasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Tunjangan perumahan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Tunjangan kemampuan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Tunjangan tidak tetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Tunjangan transport\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>b.Tunjangan kehadiran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Uang malam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Tunjangan lain – lain\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 29: Macam \u002F Jenis Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Upah seluruh pekerja PT Indo-Rama Synthetics Tbk, Divisi Spun Yarns\nditetapkan upah bulanan dan dibayarkan setiap bulan sesuai dengan jadwal\npembayaran upah masing – masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 30: Tata Cara Pembayaran Upah Dan Upah Lembur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pembayaran upah dan upah lembur dilaksanakan pada setiap tanggal 1\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Jika tanggal pembayaran upah jatuh pada hari libur resmi maka pembayaran\nupah dibayarkan satu hari sebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Upah lembur dibayarkan pada semua pekerja yang bekerja lembur pada setiap\nbulan, bersamaan dengan pembayaran upah masing – masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Jika pengusaha tidak bisa melaksanakan sesuai jadwal pada ayat 1, maka\njadwal akan ditentukan dari hasil musyawarah antara pengusaha dengan Serikat\nPekerja PT Indo-Rama Synthetics Tbk Divisi Spun Yarns\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 31: Potongan Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perusahaan dapat memotong upah pekerja berdasarkan persetujuan dari pekerja\natau berdasarkan peraturan pemerintah antara lain:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pajak pendapatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Iuran BPJS\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Iuran SPSI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Simpanan anggota koperasi dan pembayaran pinjaman anggota pada koperasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Utang pada perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Iuran peserta dana pensiun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Dan potongan lain – lain yang telah disetujui pekerja, Serikat Pekerja\ndan Pengusaha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 32: Kenaikan Upah Berkala\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-STRUCINCR_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasefirmperformance\">\u003Cp>1.Pengusaha memberikan kenaikan upah berkala setiap tahun kepada pekerja\nyang besarnya berdasarkan hasil musyawarah antara Serikat Pekerja dan pengusaha\ndengan berpedoman pada:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Disiplin kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Prestasi kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Masa kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Kebutuhan Hidup Layak (KHL)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Kemampuan Perusahaan\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasedate_date\">\u003Cp>2.Kenaikan upah tersebut berlaku pada tanggal 26 Desember setiap tahunnya\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>Pasal 33: Uang Perjalanan Dinas\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Apabila pekerja dinas keluar kota perusahaan memberikan uang perjalanan\ndinas terdiri dari:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.a. Uang transport pulang pergi memakai kendaraan umum standar ekonomi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Uang makan menurut kwitansi rumah makan setiap 4 jam sekali.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Uang penginapan menurut kwitansi penginapan yang dipakai.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Uang saku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Bagi yang membawa kendaraan sendiri, perusahaan mengganti uang bensin\nsesuai bon dari SPBU.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Besar uang pada ayat (1) a sampai (1) e sesuai dengan ketentuan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 34: Upah Selama Sakit\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Apabila pekerja tidak masuk kerja karena sakit berdasarkan surat\nketerangan sakit dari dokter Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) yang ditunjuk\nperusahaan, dokter puskesmas, Pengobatan alternatif yang diakui pemerintah,\ndokter umum (yang harus dilampiri kwitansi beserta copy resep) maka upah selama\ntidak bekerja dibayar sesuai dengan peraturan pemerintah yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknesspay\">\u003Cp>2.Apabila pekerja tidak bekerja karena berkepanjangan maka upah\ndibayarkan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspay\">\u003Cp>-Untuk 4 (empat) bulan pertama dibayar 100% dari upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspayperc\">\u003Cp>-Untuk 4 (empat) bulan kedua dibayar 75% dari upah\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>-Untuk 4 (empat) bulan ketiga dibayar 50% dari upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Untuk bulan selanjutnya dibayarkan 25% dari upah sebelum pemutusan hubungan\nkerja dilakukan oleh pengusaha.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>Pasal 35: Tunjangan Hari Raya Keagamaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE_trigger\">\u003Cp>1.Pengusaha memberikan tunjangan Hari Raya Keagamaan besarnya sesuai dengan\nperaturan Menteri Tenaga Kerja RI No. PER-04\u002FMEN\u002F1994, sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Tunjangan Hari Raya Idul fitri bagi pekerja yang beragama Islam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Tunjangan Hari Raya Natal bagi pekerja yang beragama Kristen Katolik dan\nProtestan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Tunjangan Hari Raya Nyepi bagi pekerja yang beragama Hindu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Tunjangan Hari Raya Waisak bagi pekerja yang beragama Budha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Tunjangan Hari Raya Imlek bagi pekerja yang beragama KhongHucu.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype2\">\u003Cp>2.Besarnya tunjangan Hari Raya:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusperc1\">\u003Cp>a.Pekerja yang mempunyai masa kerja 1 (satu) tahun ke atas diberikan satu\nbulan upah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>b.Pekerja yang mempunyai masa kerja 1 (satu) bulan keatas tapi kurang dari 1\n(satu) tahun, besar Tunjangan Hari Raya in yaitu (masa kerja: 12 x upah satu\nbulan).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>c.Pekerja yang putus hubungan kerjanya 30 (tiga puluh) hari sebelum hari\nraya, berhak atas THR keagamaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Komponen yang dipergunakan sebagai dasar perhitungan hari raya adalah:\nUpah pokok + Tunjangan tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Pengusaha memberikan upah tambahan diluar upah lembur bagi pekerja yang\ndipanggil bekerja pada Hari Raya Idul Fitri yang besarnya dimusyawarahkan\nantara Serikat Pekerja dengan pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VII: KESEHATAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 36: Pelayanan Kesehatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurance\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccess\">\u003Cp>1.Pengusaha memberikan jaminan pemeliharaan kesehatan pekerja dan\nkeluarganya dengan biaya ditanggung sepenuhnya oleh pengusaha adapun\npelaksanaannya diatur oleh pengusaha dan dimusyawarahkan terlebih dahulu dengan\nSerikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurancerelatives\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccessrelatives\">\u003Cp>2.Yang mendapat jaminan pemeliharaan kesehatan adalah pekerja, suami\u002Fistri +\n3 orang anak pekerja yang sudah terdaftar di asuransi Penjamin Kesehatan\nKaryawan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 37: Kacamata\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pengusaha memberikan bantuan biaya penggantian lensa dan frame kacamata bagi\npekerja atas dasar hasil pemeriksaaan dokter spesialis mata penggantian program\npenjamin kesehatan pekerja besarnya sama dengan program BPJS kesehatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 38: Keluarga Berencana\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Untuk membentuk keluarga kecil bahagia sejahtera bagi pekerja maka pengusaha\nikut membina dan mendukung pelaksanaan program Keluarga Berencana di\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VIII: KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 39: Keselamatan Dan Kesehatan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetypolicy\">\u003Cp>1.Keselamatan dan kesehatan kerja adalah upaya melindungi agar pada pekerja\ndan orang yang berada di tempat kerja selalu dalam keadaan selamat dan sehat\nserta agar setiap peralatan (alat produksi) digunakan aman dan efisien.\nKeselamatan dan kesejahteraan kerja dilaksanakan antara perusahaan dan para\npekerja dalam pelaksanaannya dikoordinir oleh safety departemen.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Setiap pekerja mempunyai hak untuk memperoleh pelindungan atas:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Keselamatan dan kesehatan kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Moral dan kesusilaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Perlakuan yang sesuai dengan harkat dan martabat manusia serta nilai –\nnilai agama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Untuk melindungi keselamatan Pekerja maka Pengusaha membentuk Panitia\nPembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang terdiri dari unsur pengusaha dan\npekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetytraining\">\u003Cp>4.Lembaga Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja berfungsi dan\nbertugas membina keselamatan dan kesehatan kerja serta mengadakan latihan\npenanggulangan kebakaran dan bahaya lainnya yang berhubungan dengan keselamatan\ndan kesehatan kerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>5.Setiap tahun pengusaha mengikuti Lomba Keselamatan dan Kesehatan Kerja\nserta berpartisipasi dalam bulan kampanye keselamatan kerja yang\ndiselenggarakan oleh Pemerintah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>Pasal 40: Kewajiban Pengusaha\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha wajib menunjukan dan menjelaskan kepada pekerja antara lain:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Kondisi dan bahaya yang dapat timbul di tempat kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Memberikan alat pengaman dan pelindung diri sesuai peraturan yang\nberlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Memberitahu tata cara dan sikap yang aman dalam melakukan pekerjaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hivpolicy\">\u003Cp>2.Memeriksakan kesehatan (General Check Up) dilakukan kepada pekerja di\ndepartemen tertentu setiap 1 (satu) tahun sekali.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Membuat dan memasang poster, slogan tentang keselamatan dan kesehatan\nkerja ditempat – tempat kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-protectiveclothing\">\u003Cp>4.Perlengkapan kerja dan alat keselamatan kerja\u002Falat pelindung diri\ndiberikan pengusaha sesuai dengan peraturan dan perundang – undangan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>Pasal 41: Kewajiban Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Mematuhi dan melaksanakan aturan – aturan tentang keselamatan dan\nkesehatan kerja di Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Memberikan keterangan yang benar kepada pegawai atau panitia Pembina\nKeselamatan dan Kesehatan kerja jika diperlukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Menggunakan alat pelindung diri yang telah disediakan oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Melaporkan kepada atasan apabila alat pelindung diri yang diberikan oleh\nperusahaan tidak memenuhi syarat sesuai dengan peraturan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Melaporkan kepada perusahaan jika pekerja mengidap penyakit menular\nseperti penyakit paru – paru atau penyakit lainnya yang berakibat dapat\nmembahayakan pekerja lainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Para pekerja berkewajiban untuk turut mencegah dan membantu penanggulangan\nbahaya kebakaran atau bahaya lainnya yang berhubungan dengan keselamatan dan\nkesehatan kerja sesuai dengan peraturan – peraturan yang berlaku, apabila\nterjadi sesuatu hal Perusahaan menjamin keluarganya sampai batas usia pensiun.\nAdapaun bentuk dan nilai jaminan yang diberikan kepada pekerja ditentukan\nsesuai dengan kesepakatan antara pengusaha dengan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IX: KESEJAHTERAAN DAN JAMINAN SOSIAL PEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 42: Uang Pemakaman\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Apabila pekerja meninggal dunia karena atau bukan kecelakaan kerja, maka di\nluar biaya pemakaman dari Jamsostek, Pengusaha memberi bantuan uang pemakaman\nkepada ahli warisnya, yang besarnya sama dengan uang pemakaman yang diberikan\noleh BPJS Ketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 43: Rekreasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha memberikan rekreasi sekali dalam dua tahun kepada semua Pekerja\nberikut suami\u002Fistri dan 3 (tiga) anak (kandung\u002Fangkat yang syah) sampai 21\ntahun atau belum menikah, dengan biaya yang ditanggung oleh Pengusaha,\nmeliputi: biaya transport (bus AC + tol + parkir, tiket masuk gerbang utama,\nsnack, P3K, panggung hiburan \u002F doorprize)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Obyek rekreasi ditentukan berdasarkan hasil musyawarah pihak pengusaha\ndengan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 44: Olahraga Dan Kesenian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Untuk memelihara kesehatan pekerja, pengusaha menyediakan waktu dan\nfasilitas olah raga dan kesenian serta selalu mengadakan kegiatan pertandingan\nbaik didalam maupun diluar perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 45: Makan Dan Ekstra Fooding\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-mealvouchers\">\u003Cp>1.Pengusaha memberikan makan satu kali dalam jam kerja masing – masing\ndengan menu bergizi dan berkualitas.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Pengusaha memberikan ekstra fooding kepada pekerja yang masuk pada shift\nIII berupa biscuit dalam kemasan yang diberikan 1 kali dalam sebulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pada waktu bulan puasa pengusaha menyediakan makanan dengan menu khusus\nkepada pekerja yang masuk shift II dan shift III serta mendapat extra fooding\nkhusus.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Selama bulan puasa perusahaan memberikan pengganti makan bagi pekerja yang\nmasuk pada General Shift dan Shift I.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pengganti makan diberikan dalam bentuk bingkisan\u002Fpaket makanan (kue atau\nroti) dan minuman (dalam kemasan kaleng atau botol) atau sejenisnya yang akan\nditentukan berdasarkan musyawarah antara Pengusaha dengan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Nilai dari pengganti makan adalah sama dengan nilai makan yang disediakan\noleh pengusaha perhari dikalikan jumlah kehadiran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Bingkisan \u002F paket pengganti makan diberikan beberapa hari menjelang Idul\nFitri\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Pengusaha memberikan 1 (satu) pack\u002Fkotak susu cair volume 1 (satu) liter\nsetiap bulannya kepada seluruh pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 46: Transportasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pengusaha menyediakan sarana transportasi untuk antar jemput pekerja sampai\nperusahaan dan sebaliknya pada waktu berangkat dan pulang bekerja yang\npelaksanaannya diatur oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 47: Pakaian Seragam\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha memberikan pakaian seragam kepada seluruh pekerja yang berstatus\npekerja tetap terdiri dari:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-2 (dua) stel pakaian seragam dalam setahun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-2 (dua) Pasang sepatu dalam setahun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-2 (dua) pasang kaos kaki dalam setahun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-2 (dua) pasang Wearpack dibagikan pada tahun pertama dan selanjutnya\ndiberikan 1 (satu) pasang setiap tahunnya bagi departemen tertentu dan akan\ndiganti jika rusak yang diakibatkan oleh kerja setelah mendapat rekomendasi\ndari Pimpinan Departemen.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-1 (satu) buah topi sekali setiap tahun bagi departemen tertentu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-2 (dua) pasang pakaian seragam Muslimah dan 2 (dua) kerudung dalam setahun\nbagi pekerja wanita yang mengenakan busana Muslimah (sebagai pengganti pakaian\nseragam biasa)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Khusus SATPAM diberikan 2 (dua) stel pakaian seragam beserta atributnya dan\n1 (satu) pasang sepatu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-1 (satu) pasang sepatu safety dari departemen tertentu yang disetujui oleh\npengusaha dalam 2 (dua) tahun dengan kualitas no. 1\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pakaian seragam tersebut dalam ayat 1 diatas diberikan pada setiap bulan\nApril kecuali bagi pekerja baru akan diberikan setelah pekerja tersebut\ndiangkat pekerja tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Kartu tanda pengenal (ID Card) diberikan kepada setiap Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Apabila terjadi kerusakan kartu atau hilang dikarenakan kelalaian Pekerja\nakan diganti dengan kartu baru dengan biaya melalui dipotong gaji sebesar Rp\n10.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Apabila terjadi kerusakan bukan dikarenakan kelalaian Pekerja akan diganti\ndengan kartu baru tanpa dipungut biaya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 48: Sarana Ibadah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pengusaha menyediakan tempat ibadah bagi pekerja berupa Masjid, Musholla\nsesuai dengan kebutuhan di lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 49: Fasilitas Ambulance\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan menyediakan kendaraan (Ambulance) untuk lebih memperlancar dan\nmempercepat waktu dalam memberikan pertolongan bagi pekerja akibat kecelakaan\nmaupun sakit.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Bagi keluarga pekerja yang sakit (emergency) dan dirujuk rumah sakit bisa\nmenggunakan fasilitas Ambulance untuk daerah Jakarta, Bandung, Subang atau\nKarawang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 50: Fasilitas Koperasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Koperasi adalah merupakan salah satu sarana untuk meningkatkan kesejahteraan\npekerja di PT Indo-Rama Synthetics, Tbk Divisi Spun Yarns, untuk itu:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pengusaha dan Serikat Pekerja mendorong dan menumbuh kembangkan koperasi\npekerja PT Indo-Rama Synthetics, Tbk Divisi Spun Yarns\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pengusaha membantu akan memotong upah setiap pekerja untuk simpanan wajib\ndan tagihan koperasi lainnya sesuai dengan data yang dikirimkan dari Koperasi\npada Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 51: Bantuan Dan Sumbangan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpaytype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpayamount\">\u003Cp>Pengusaha memberikan bantuan sumbangan kepada pekerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Istri pekerja atau pekerja melahirkan Rp 850.000,- sampai anak ke 3\n(tiga)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Suami, Istria atau anak pekerja meninggal dunia Rp 3.000.000,-\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Pekerja yang mendapat musibah\u002Fbencana alam, besarnya berdasarkan pengajuan\ndari Serikat Pekerja dan persetujuan dari pengusaha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Biaya perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM) untuk Pekerja yang bertugas\nsebagai pengemudi, ditanggung sepenuhnya oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 52: Bonus Kinerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE2_trigger\">\u003Cp>1.Pengusaha memberikan Bonus Kinerja kepada semua pekerja tetap dengan\nmengacu kepada tercapainya target yang ditentukan oleh Pengusaha setiap\ntahunnya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-extrapayfirmperformancesec\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype2sec\">\u003Cp>2.Besarnya Bonus Kinerja setiap tahunnya dapat berubah berdasarkan kemampuan\nPerusahaan\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusdatesec\">\u003Cp>3.Bonus Kinerja diberikan setiap tahunnya menjelang Hari Raya Idul Fitri\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>Pasal 53: Tunjangan Kehadiran\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Untuk memotivasi pekerja dalam meningkatkan produktivitas kerja dan\nkehadiran, maka Pengusaha memberikan tunjangan kehadiran kepada seluruh pekerja\nyang masuk kerja satu bulan penuh tanpa absen, kecuali dikarenakan menjalankan\ncuti tahunan, dispensasi dan cuti karena keluarga meninggal dunia (ayah, ibu,\nmertua, anak, suami\u002Fistri, saudara kandung, anggota keluarga). Adapun besarnya\nTunjangan Kehadiran ditentukan berdasarkan hasil musyawarah PUK SPTSK SPSI\ndengan Pimpinan Perusahaan yang dituangkan dalam ketentuan tersendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 54: Mess Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha menyediakan mess yang layak bagi pekerja lajang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Karena keterbatasan penyediaan mess, penempatan pekerja dalam mess diatur\noleh pengusaha dengan menjamin adanya kenyamanan, keamanan, keselamatan dan\nkesehatan Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja yang tinggal di Mess diberikan beras 9 Kg per orang dan bahan\nbakar gas (elpiji) setiap bulannya serta 1 bungkus mie instan per orang setiap\nhari atau diganti dengan item lain dengan nilai yang sama\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Peralatan masak selengkapnya, tempat tidur selengkapnya, tempat\npenyimpanan barang – barang pekerja (Lemari)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Setiap pekerja yang tinggal di mess, harus tunduk pada peraturan mess yang\ndibuat oleh pengusaha bersama Serikat Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Setiap pekerja yang tinggal di mess harus bersedia kerja lembur bila\nperusahaan memerlukannya dengan tetap berpedoman pada peraturan perundang –\nundangan yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Bagi pekerja yang melanggar peraturan mess ditindak sesuai dengan\nklasifikasi kesalahannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 55: Pendidikan Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-trainingprogrammes\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-trainingfund\">\u003Cp>1.Untuk menambah pengetahuan dan keterampilan pekerja, pengusaha mengadakan\nprogram pendidikan dengan biaya ditanggung penuh oleh Pengusaha, antara\nlain:\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>a.Penataran Hubungan Industrial\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pendidikan dalam rangka meningkatkan kemampuan pekerja melalui Pendidikan\ndan latihan secara berjenjang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Pendidikan keterampilan kerja, total quality control (TQC) \u002F (QCC),\nTechnical Skill, Supervisor worker Development program dll.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Seminar yang berhubungan dengan kegiatan usaha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Pendidikan rohani bagi pekerja dan keluarganya\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Bagi peserta tersebut diatas tidak dihitung lembur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 56: Jaminan Sosial Tenaga Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-pensionfund\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilityfund\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilitypay\">\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilityfund\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilitypay\">\u003Cp>Pengusaha mengikutsertakan semua pekerja tetap ke dalam program Badan\nPenyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) sebagaimana diatur dalam Undang – Undang\nRI No. 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dan Undang\n– Undang RI No. 24 tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial\n(BPJS), yang pelaksanannya diatur dengan Peraturan Pemerintah RI No. 44, 45, 46\ndan 60 tahun 2015, meliputi:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>-Jaminan Kematian (JK)\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>-Jaminan Hari Tua (JHT)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Jaminan Pensiun (JP)\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>Pasal 57: Tujuan Dana Pensiun\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Tujuan Dana Pensiun adalah memelihara kesinambungan penghasilan pekerja\npeserta atau yang berhak keluar dari PT Indo-Rama Synthetics Tbk. Divisi Spun\nYarns\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 58: Dana Pensiun Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Direksi PT Indo-Rama Synthetics Tbk telah mengubah jenis Program Pensiun\nManfaat Pasti (PPMP) menjadi program Pensiun Iuran Pasti (PPIP), sehingga\nseluruh pekerja tetap perusahaan yang sebelumnya menjadi peserta Dana Pensiun\nIndorama Synthetics Program Pensiun Manfaat Pasti (DPIS-PPMP), terhitung sejak\ntanggal 30 April 2014 secara otomatis menjadi peserta Program Pensiun Iuran\nPasti Dana Pensiun Lembaga Keuangan (PPIP-DPLK) Manulife.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Besarnya iuran peserta sebesar 2,5% dari gaji pokok dan besarnya iuran\nperusahaan ditetapkan sebesar 4% dari gaji pokok peserta yang membayar\niuran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja lain dan pekerja baru tidak diperkenankan bergabung dalam\nPPIP-DPLK Manulife\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB X: DISIPLIN DAN TATA TERTIB KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 59: Disiplin Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Disiplin kerja merupakan salah satu faktor penunjang dalam menentukan\nperkembangan dan kemajuan perusahaan serta peningkatan kesejahteraan\npekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Disiplin kerja mempunyai pengaruh terhadap:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Kenaikan upah pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Kenaikan dan penurunan prestasi pekerja dan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Hubungan kerja pekerja dengan pengusaha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Kesinambungan hubungan kerja pekerja dengan pengusaha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Peningkatan produktivitas\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Disiplin kerja adalah ketaatan dan kepatuhan melaksanakan kewajiban –\nkewajiban baik yang diatur dalam PKB atau ketentuan norma hukum yang berlaku\nserta taat melaksanakan ajaran agama masing – masing juga peraturan perundang\n– undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 60: Tata Tertib Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pekerja harus memakai pakaian seragam serta kartu pengenal (ID Card) pada\nwaktu masuk dan pulang kerja sesuai dengan yang telah diberikan oleh pengusaha,\nsetiap hari dalam waktu kerja dengan rapih dan bersih.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja waktu masuk dan keluar Perusahaan harus melalui pintu yang telah\nditentukan Pengusaha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja harus menggunakan sarana transportasi yang telah disediakan pada\nwaktu berangkat dan pulang bekerja dan harus mempergunakan sebaik – baiknya\nuntuk kelancaran kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pekerja harus menggesekkan kartu hadirnya (ID Card) sendiri pada waktu\nmasuk dan pulang kerja sebagai data untuk perhitungan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pekerja harus sudah ada di tempat kerja 10 menit sebelum jam kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Apabila terlambat 10 menit dari jam kerja yang telah ditetapkan selama 1\nkali dalam 1 bulan, masih diizinkan masuk kerja sedangkan untuk keterlambatan\nke 2 kalinya akan dipotong gaji setengah hari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Apabila terlambat antara 11 – 30 menit 1 kali dalam 1 bulan diizinkan\nmasuk, sedang untuk keterlambatan ke 2 kalinya dipotong gaji setengah hari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Apabila terlambat 30 menit keatas tidak diperkenankan masuk kerja kecuali\nada izin dari kepala departemen masing – masing dan gaji tetap dipotong\nsetengah hari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Pekerja harus memakai peralatan kerja dan alat keselamatan kerja\u002Falat\npelindung diri yang telah disediakan pengusaha pada waktu kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Pekerja harus memperhatikan aturan – aturan kerja pada waktu bekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Pekerja dilarang merokok dilingkungan Perusahaan kecuali ditempat –\ntempat yang disediakan, mengobrol serta melakukan hal – hal lain yang dapat\nmengganggu kelancaran kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Pekerja dilarang meninggalkan tempat kerja sebelum teman penggantinya\nhadir atau sebelum waktunya istirahat atau pulang tanpa izin atasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Selama bekerja dilarang mengganggu teman sekerjanya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11.Sebelum meninggalkan pekerjaan memeriksa terlebih dahulu alat – alat\nkerja, mesin dan lingkungan kerja agar tercegah dari bahaya – bahaya yang\ndapat merugikan perusahaan dan teman sekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 61: Ketaatan Terhadap Buku Panduan Karyawan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Semua pekerja wajib mematuhi dan melaksanakan Buku Panduan Karyawan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pelanggaran atas Buku Panduan Karyawan akan diberikan sanksi sesuai dengan\nperaturan dan perundangan yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 62: Perilaku Atasan Terhadap Bawahan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pekerja yang berstatus atasan dan mendapatkan Tunjangan Jabatan harus\nbersikap dan berperilaku:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Dapat diteladani bawahannya dan menjadi panutan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Memberi perintah yang layak, tegas dan jelas pada bawahannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Memberi pembinaan, bimbingan dan tuntunan kearah peningkatan prestasi,\nberdisiplin dan peningkatan produktivitas kerja bawahannya masing –\nmasing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Memberi sanksi atas pelanggaran yang sifatnya mendidik terhadap\nbawahannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 63: Perilaku Bawahan Terhadap Atasan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Melaksanakan perintah, petunjuk dan lain – lain mengenai pekerjaan dari\natasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Bersifat menghormati dan sopan santun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Menanyakan kepada atasan tentang hal – hal yang belum dimengerti atau\nbelum diketahui tentang pekerjaan atau hal – hal lainnya yang berkaitan\ndengan tugas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Minta pendapat, saran dan keterangan pada atasan dalam hal adanya\npersoalan, baik mengenai pekerjaan maupun mengenai hubungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Bersikap jujur, taat, patuh dan terbuka dengan atasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 64: Tata Tertib Sembahyang Di Waktu Bekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha memberikan fasilitas ibadah berupa Masjid dan Mushola bagi\npekerja yang sembahyang di lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dengan memperhatikan keterbatasan daya tampung Masjid\u002FMushola serta\nkelancaran produksi, maka pekerja dapat melaksanakan sembahyang di Masjid\nsecara bergiliran, dengan diatur oleh Leader, Supervisor atau Head Departemen\nmasing – masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja dilarang menyalah gunakan izin sembahyang untuk kepentingan\nlain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pekerja dilarang istirahat dalam ruangan Masjid dan Mushola\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 65: Terhadap Cara Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pekerja mempunyai kewajiban mengikuti cara dan standar kerja dalam bidang\npekerjaannya yang telah ditentukan oleh atasan dengan tidak menutup kemungkinan\npengembangan kreativitas yang bersifat positif.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 66: Terhadap Alat Kerja, Tempat Dan Lingkungan Kerja Serta Fasilitas\n– Fasilitas Yang Disediakan.\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pekerja mempunyai kewajiban dan tanggung jawab memeriksa, memelihara dan\nmenjaga terhadap peralatan kerja, mesin – mesin dan barang – barang lainnya\ndi dalam bidang kerjanya masing – masing, baik pada saat akan memulai\nbekerja, pada saat bekerja dan pada saat setelah selesai bekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja mempunyai kewajiban dan tanggung jawab memelihara dan menjaga\nkebersihan tempat dan lingkungan kerjanya masing – masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja mempunyai kewajiban dan tanggung jawab memelihara, menjaga\nkebersihan, kerapihan, ketertiban dan mentaati peraturan – peraturan terhadap\nsetiap fasilitas – fasilitas yang disediakan dan diberikan oleh\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 67: Kewajiban Menyimpan Rahasia Perusahaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Diharuskan pekerja merahasiakan segala sesuatu milik Perusahaan atau\ncabang – cabangnya, baik sekarang maupun kemudian hari setelah ia berhenti\nbekerja, serta dilarang memberitahukan kepada pihak lain segala sesuatu yang\nberhubungan dengan kegiatan usaha atau kepentingan perusahaan serta cabang –\ncabangnya atau membocorkan rahasia atau keterangan yang diperoleh selamat yang\nbersangkutan bekerja pada perusahaan dan cabang – cabangnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja juga wajib menyimpan rahasia Perusahaan yang lain atau orang lain\ndengan siapa Perusahaan dan cabang – cabangnya mempunyai\nhubungan\u002Fkerjasama\u002Fdagang\u002Fusaha, baik selama pekerja yang bersangkutan bekerja\npada Perusahaan maupun di kemudian hari setelah ia berhenti bekerja, tidak\ndibenarkan membocorkan kepada pihak – pihak lain rahasia – rahasia atau hal\n– hal apapun yang berhubungan dengan kegiatan atau kepentingan Perusahaan,\natau orang yang dimaksud.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Kecuali bila diberikan izin tertulis oleh pimpinan, pekerja dilarang\nmenerbitkan tulisan, memberikan ceramah atau memberikan keterangan pada Pers,\nmengenai hasil produksi, kegiatan – kegiatan proses produksi dan cabang –\ncabangnya kecuali dalam rangka melaksanakan pekerjaannya. Setiap kesengajaan\nmembocorkan rahasia Perusahaan diambil tindakan sesuai dengan prosedur hukum\nyang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 68: Tidak Masuk Bekerja Tanpa Alasan Yang Sah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Dalam hal pekerja absen 5 (lima) hari kerja berturut – turut tanpa\nketerangan secara tertulis dan telah dipanggil oleh perusahaan 2 (dua) kali,\nmaka Pengusaha dapat melakukan proses pemutusan hubungan kerja karena\ndikualifikasikan mengundurkan diri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dan kepada pekerja yang dimaksud pada ayat (1) diberikan uang penggantian\nhak sesuai pasal 96 ayat (3), uang pisah 50% dari ketentuan PKB pasal 97.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XI: TATA CARA PENYELESAIAN KELUH KESAH PEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 69: Penyelesaian Keluh Kesah Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Apabila terdapat perbedaan pendapat antara pekerja dengan pengusaha, maka\nakan diselesaikan melalui musyawarah antara pimpinan Perusahaan atasan pekerja\ndan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 70: Prosedur Penyelesaian Keluh Kesah Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Keluh kesah yang disampaikan oleh pekerja yang bersangkutan kepada kepala\ndepartemennya untuk dibahas dan diselesaikan dalam jangka waktu 3 (tiga) hari\nsejak adanya pengaduan tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Apabila kepala departemennya tidak dapat menyelesaikan dalam batas waktu\ntersebut diatas, maka pekerja atau kepala departemennya menyampaikan secara\ntertulis kepada personalia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Personalia dalam batas waktu paling lama 6 (enam) hari kerja, harus sudah\ndapat menyelesaikan keluh kesah tersebut, apabila Personalia tidak dapat\nmenyelesaikan maka perusahaan akan membicarakan kepada pengurus Serikat\nPekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Setelah pengurus Serikat Pekerja menerima laporan dari pekerja, maka\npengurus Serikat Pekerja akan menyampaikan persoalan tersebut kepada pimpinan\nperusahaan secara tertulis untuk diselesaikan dengan pimpinan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pimpinan perusahaan dan Serikat Pekerja akan menyelesaikan keluh kesah\ntersebut sebaik – baiknya dan seadil – adilnya dalam batas waktu paling\nlama 6 (enam) hari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Jika antara Pimpinan perusahaan dan Serikat Pekerja tidak mencapai kata\nsepakat, maka persoalan tersebut dilanjutkan kepada pegawai perantara Kantor\nDinas Tenaga Kerja Kabupaten Purwakarta.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Jika anjuran pegawai perantara Kantor Dinas Tenaga Kerja tidak diterima\noleh salah satu pihak, maka pihak yang menolak berhak mengajukan persoalan\nkepada Lembaga penyelesaian perselisihan hubungan Industrial.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 71: Status Pekerja Dalam Masa Penyelesaian Keluh Kesah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Selama proses penyelesaian perselisihan, Perusahaan dengan pekerja tetap\nmelaksanakan kewajiban masing – masing, kecuali ada kesepakatan antara\npengusaha dengan Serikat Pekerja melakukan skorsing bagi pekerja yang\nbersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XII: PROMOSI, PENGHARGAAN, SANKSI DAN PEMBINAAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 72: Promosi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Setiap pekerja diberikan kesempatan dan bimbingan yang sama untuk maju\ndengan memandang prestasi, kondite dan kecakapan guna peningkatan karir yang\nlebih tinggi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Promosi dilaksanakan dengan mengingat:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Ada lowongan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Mampu melaksanakan jabatan tersebut dan memenuhi persyaratan –\npersyaratan yang ditetapkan oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Bagi pekerja yang dipromosikan akan diberi Surat Pengangkatan (SK), dari\nupah\u002Fgaji nya disesuaikan dengan jabatan baru.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 73: Penghargaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Sesuai dengan penilaian Perusahaan, Perusahaan berhak memberikan\npenghargaan kepada pekerja, apabila:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pengabdian diri kepada Perusahaan, sehingga dapat menaikan reputasi dan\nnama baik Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Berjasa mencegah\u002Fmenghindari Perusahaan dari kecelakaan\u002Fbencana.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Pekerja yang telah bekerja dalam waktu tertentu secara terus menerus tanpa\nterputus – putus, dengan sungguh – sungguh dalam waktu tertentu selalu\nmendapat kondite baik.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Menemukan\u002Fmenciptakan\u002Fmerencanakan metode tertentu atau sesuatu yang\nberharga bagi Perusahaan, sehingga dapat meningkatkan daya kualitas\u002Fkuantitas\nproduksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Bertingkah laku baik, jujur dan bersemangat tinggi serta menjadi teladan\nbagi pekerja lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Pekerja yang telah memiliki masa kerja 10, 15, 20, 25 dan 30 tahun secara\nterus menerus dengan kondite dan reputasi yang baik.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 74: Macam – Macam Penghargaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Penghargaa diberikan oleh Pengusaha berupa:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Piagam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Uang tunai\u002FBarang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Pemberitan lainnya sesuai dengan hasil kesepakatan antara pengusaha\nbersama Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Penghargaan tersebut dalam ayat 1 diatas diberikan pada setiap HUT\nkemerdekaan dan atau HUT Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 75: Sanksi Atas Pelanggaran\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Setiap pekerja PT Indo-Rama Synthetics Tbk Divisi Spun Yarns yang\nmelakukan pelanggaran terhadap isi PKB atau ketentuan yang dikeluarkan bersama\nantara pengusaha dengan Serikat Pekerja atau peraturan perundang – undangan\nketenagakerjaan yang berlaku akan diberikan sanksi sesuai dengan tingkat\npelanggaran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Macam – macam sanksi atas pelanggaran antara lain:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Peringatan lisan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Peringatan tertulis (warning) tingkat pertama, kedua dan ketiga menurut\ntingkat bobot kesalahannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Skorsing\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Pemutusan Hubungan Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 76: Pelanggaran Yang Diberikan Sanksi Peringatan Lisan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Peringatan lisan dapat diberikan kepada pekerja yang melakukan kesalahan\nringan akibat ketidaktahuan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Tujuan peringatan lisan bersifat memberitahu, mendidik, membina agar\npekerja tidak mengulangi kesalahan kembali.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pemberian peringatan lisan dicatat pada buku dan ditandatangani pekerja\nyang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 77: Pelanggaran Yang Diberikan Sanksi Peringatan Tertulis\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Untuk menciptakan ketenangan kerja dan ketenangan berusaha maka Pengusaha\nbersama Serikat Pekerja memberikan sanksi tertulis kepada pekerja yang\nmelanggar disiplin kerja, sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Peringatan tertulis pertama diberikan kepada pekerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Tidak memakai pakaian seragam sesuai dengan yang telah diberikan oleh\npengusaha pada waktu jam kerja masing – masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Tidak menggesekkan Cardnetic (Kartu Absensi) pada waktu masuk dan pulang\nkerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Datang terlambat masuk kerja tanpa alasan yang bisa diterima oleh\natasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Tidak melaksanakan perintah yang layak dari atasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Meninggalkan tempat kerja pada waktu jam kerja tanpa seizin atasan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Tidak memakai alat keselamatan kerja sesuai dengan yang telah diberikan\noleh pengusaha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Membuang sampah bukan pada tempatnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.Mangkir 2 (dua) hari tidak berturut – turut tanpa pemberitahuan secara\nlisan atau tertulis dalam 1 (satu) bulan kalender, dan setelah mendapat\npembinaan dari Departemen.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i.Tindakan – tindakan lain yang dimusyawarahkan antara Pengusaha dan\nSerikat Pekerja PT Indo-Rama Synthetics Tbk. Divisi Spun Yarns\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Peringatan tertulis ke 2 (dua) diberikan kepada pekerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Telah diberikan peringatan pertama masih melakukan kesalahan yang\ndilakukan pada waktu masa berlaku peringatan pertama belum habis.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Mengganggu teman yang sedang melakukan pekerjaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Melakukan pekerjaan lain yang bukan pekerjaannya kecuali dalam rangka\npenyelamatan\u002Fpencegahan kerusakan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Menggesekkan kartu pada waktu pulang belum pada waktu pulang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Peringatan tertulis ke 3 (tiga) diberikan kepada pekerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Telah diberikan peringatan tertulis ke 2 (dua), masih melakukan kesalahan\nyang bobotnya sama dilakukan pada waktu masa berlaku peringatan ke 2 (dua)\nbelum habis.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Merokok di tempat terlarang di lingkungan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Menggesekkan Cardnetic orang lain atau Cardnetic nya digesekkan oleh orang\nlain\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 78: Prosedur Pemberian Sanksi Pelanggaran Tertulis\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan dalam memberikan surat peringatan tertulis pertama sebelumnya\nDepartemen telah melakukan pembinaan yang dicatat dalam record karyawan.\nPembinaan tersebut berupa pembinaan secara lisan dengan memberikan pengarahan,\ndan peringatan tertulis secara intern bagi pekerja yang mangkir 1 (satu) hari\nserta pelanggaran disiplin lainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Surat Peringatan Tertulis pertama disampaikan oleh perusahaan kepada\npekerja yang melakukan pelanggaran tepat pada tanggal dikeluarkannya dengan\ndilampiri bukti – bukti pendukung pembinaan dari Departemen.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 79: Masa Berlakunya Surat Peringatan Tertulis\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Peringatan tertulis pertama berlaku selama 3 (tiga) bulan terhitung sejak\nditerima oleh pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Peringatan tertulis ke 2 (dua) berlaku selama 4 (empat) bulan terhitung\nsejak diterima oleh pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Peringatan tertulis ke 3 (tiga) berlaku selama 6 (enam) bulan terhitung\nsejak diterima oleh pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 80: Pembinaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Serikat Pekerja berkewajiban melakukan pembinaan kepada pekerja yang\nmendapat surat peringatan tertulis untuk memperbaiki dan menyadarkan pekerja\ndari kesalahan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Serikat Pekerja berkewajiban melaporkan proses dan langkah pembinaan yang\ndilakukan atas Pekerja yang bersangkutan kepada pimpinan perusahaan untuk\ndievaluasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Masa pembinaan ini dilaksanakan oleh Serikat Pekerja selama masa\nberlakunya surat peringatan tertulis.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XIII: SKORSING DAN PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 81: Skorsing\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pekerja yang diberikan sanksi\u002Fskorsing tidak boleh bekerja oleh perusahaan\napabila:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pekerja yang sedang dalam Proses Pemutusan Hubungan Kerja dari Lembaga\npenyelesaian perselisihan hubungan Industrial.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Upah selama skorsing dibayar menurut UU yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Maksimum masa skorsing paling lama 6 bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 82: Pemutusan Hubungan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha, pekerja Serikat Pekerja, dengan segala upaya harus mengusahakan\nagar jangan terjadi Pemutusan Hubungan Kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dalam hal segala upaya telah dilakukan, tetapi Pemutusan Hubungan Kerja\ntidak dapat dihindari, maka maksud Pemutusan Hubungan Kerja wajib dirundingkan\noleh pengusaha dan Serikat Pekerja atau dengan Pekerja apabila pekerja yang\nbersangkutan tidak menjadi anggota Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Dalam hal perundingan sebagaimana sebagaimana dimaksud pada ayat (2) benar\n– benar tidak menghasilkan persetujuan, pengusaha hanya dapat memutuskan\nhubungan kerja dengan pekerja setelah memperoleh penetapan dari Lembaga\npenyelesaian perselisihan hubungan Industrial.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 83: Pelanggaran Berat Yang Dapat Diberikan Sangsi Pemutusan Hubungan\nKerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha dapat memutuskan hubungan kerja terhadap pekerja yang melakukan\nkesalahan berat:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Melakukan penipuan, pencurian atau penggelapan barang dan \u002F atau uang\nmilik perusahaan atau teman sekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Memberikan keterangan palsu atau yang dipalsukan sehingga merugikan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Mabuk, meminum – minuman keras yang memabukan, memakai dan atau\nmengedarkan narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya di lingkungan\nkerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Melakukan perbuatan asusila atau perjudian di lingkungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-violence\">\u003Cp>e.Menyerang, menganiaya, mengancam atau mengintimidasi teman sekerja atau\npengusaha di lingkungan kerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>f.Membujuk teman sekerja atau pengusaha untuk melakukan perbuatan yang\nbertentangan dengan peraturan perundang – undangan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Dengan ceroboh atau sengaja merusak atau membiarkan dalam keadaan bahaya\nbarang milik perusahaan yang menimbulkan kerugian bagi perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.Dengan ceroboh atau sengaja membiarkan teman sekerja atau pengusaha dalam\nkeadaan bahaya di tempat kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i.Membongkar atau membocorkan rahasia perusahaan yang seharusnya\ndirahasiakan kecuali untuk kepentingan negara atau\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>j.Melakukan perbuatan lainnya di lingkungan perusahaan yang diancam pidana\npenjara 5 (lima) tahun atau lebih\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>k.Tidur ditempat kerja dalam jam kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>l.Bekerja rangkap di tempat lain\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>m.Menyalahgunakan wewenang dan jabatan untuk mencari keuntungan pribadi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>n.Melakukan kegiatan rentenir di lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>o.Membawa senjata tajam yang tidak ada kaitannya dengan bidang\u002Ftugasnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja yang diputus Hubungan Kerja sebagaimana dimaksud ayat (1) berhak\natas uang penggantian hak sebagaimana dimaksud pasal 96 ayat (3) dan uang pisah\nsebesar 25% dari ketentuan PKB pasal 97.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 84: Pemutusan Hubungan Kerja Karena Mengundurkan Diri\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pekerja dapat mengundurkan diri atas kemauan sendiri secara baik, terlebih\ndahulu mengajukan permohonan secara tertulis kepada Perusahaan\u002FPersonalia 30\nhari sebelum tanggal mengundurkan diri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Selama waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pekerja dan pengusaha\nharus tetap melaksanakan kewajibannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja yang putus hubungan kerjanya sebagaimana dimaksud ayat (1) dan (2)\ndiberikan uang pisah sesuai ketentuan pasal 97, dan yang penggantian hak sesuai\ndengan ketentuan pasal 96 ayat (3).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 85: Pemutusan Hubungan Kerja Karena Sakit\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdaysnr\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdays\">\u003Cp>Pekerja yang mengalami sakit berkepanjangan, mengalami cacat akibat\nkecelakaan kerja, tidak dapat melakukan pekerjaannya setelah lebih dari 12\nbulan dapat mengajukan pemutusan hubungan kerja dan diberikan uang pesangon 2\nkali ketentuan pasal 96 ayat (1), uang penghargaan masa kerja 2 kali ketentuan\npasal 96 ayat (2) dan uang penggantian hak satu kali ketentuan pasal 96 ayat\n(3).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>Pasal 86: Pemutusan Hubungan Kerja Karena Usia Pensiun\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha dapat melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap pekerja karena\ntelah mencapai usia 55 tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja yang putus hubungan kerjanya karena usia Pensiun maka pekerja\nberhak atas uang pensiun dan hak – hak lainnya sesuai Peraturan Perundang –\nundangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 87: Pemutusan Hubungan Kerja Meninggal Dunia\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam hal hubungan kerja berakhir karena pekerja meninggal dunia, kepada\nahli warisnya diberikan uang yang besar dan perhitungannya sama dengan 2 kali\nuang pesangon sesuai ketentuan pasal 96 ayat (1) dan uang penghargaan masa\nkerja sesuai ketentuan pasal 96 ayat (2) dan uang penggantian hak sesuai\nketentuan pasal 96 ayat (3).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 88: Pemutusan Hubungan Kerja Kesalahan Ringan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha dapat melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap pekerja yang\nmelakukan pelanggaran ketentuan yang diatur dalam Perjanjian Kerja Bersama\nsetelah kepada pekerja diberikan surat peringatan pertama kedua dan ketiga\nsecara berturut – turut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Masa berlaku surat peringatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), sesuai\nPKB pasal (79),\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Kepada pekerja sebagaimana dimaksud ayat (1) diberikan uang pesangon\nsebesar 1 kali sesuai ketentuan pasal 96 ayat (1), uang penghargaan masa kerja\n1 kali ketentuan pasal 96 ayat (2) dan uang penggantian hak sesuai ketentuan\npasal 96 ayat (3).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 89: Pemutusan Hubungan Kerja Karena Pengusaha Force Majeur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pengusaha dapat melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap pekerja apabila\nperusahaan tutup yang disebabkan perusahaan mengalami kerugian atau keadaan\nmemaksa (force majeur). Keadaan memaksa (force majeur) yang dimaksud dalam ayat\n1 adalah:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Peperangan dan akibatnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Kebakaran yang berakibat luas\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Bencana alam dan akibatnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Bencana Teknik dan akibatnya yang merupakan kerusakan besar\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Huru hara dan akibatnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Atau keadaan – keadaan lain yang dapat dimasukkan dalam arti force\nmajeur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Putus Hubungan Kerja sebagaimana dimaksud ayat (1) pekerja berhak atas uang\npesangon 1 (satu) kali ketentuan pasal 96 ayat (1) uang penghargaan masa kerja\n1 (satu) kali ketentuan pasal 96 ayat (2) dan uang penggantian hak sesuai\nketentuan pasal 96 ayat (3).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pengusaha dapat melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap pekerja apabila\nperusahaan tutup bukan karena mengalami kerugian, keadaan memaksa (force\nmajeur) tetapi perusahaan melakukan efisiensi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Putus Hubungan Kerja sebagaimana dimaksud ayat (2) pekerja berhak atas uang\npesangon 2 (dua) kali ketentuan pasal 96 ayat (1) uang penghargaan masa kerja 1\n(satu) kali ketentuan pasal 96 ayat (2) dan yang penggantian hak sesuai\nketentuan pasal 96 ayat (3).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 90: Pemutusan Hubungan Kerja Perubahan Status, Penggabungan,\nPeleburan, Atau Perubahan Kepemilikan Perusahaan.\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha dapat melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap pekerja, dalam\nhal terjadi perubahan status, penggabungan, peleburan atau perubahan\nkepemilikan perusahaan, dan pengusaha tidak bersedia menerima pekerja di\nperusahaannya. Kepada pekerja yang diputus hubungan kerja berhak atas uang\npesangon sebesar 2 (dua) kali ketentuan pasal 96 ayat (1) uang penghargaan masa\nkerja 1 (satu) kali ketentuan pasal 96 ayat (2) dan uang penggantian hak sesuai\nketentuan pasal 96 ayat (3).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengusaha dapat melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap pekerja, dalam\nhal terjadi perubahan status, penggabungan, peleburan atau perubahan\nkepemilikan perusahaan, dan Pekerja tidak bersedia melanjutkan hubungan kerja.\nMaka kepada Pekerja berhak atas uang pesangon sebesar 1 (satu) kali ketentuan\npasal 96 ayat (1) uang penghargaan masa kerja 1 (satu) kali ketentuan pasal 96\nayat (2) dan uang penggantian hak sesuai ketentuan pasal 96 ayat (3).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 91: Pemutusan Hubungan Kerja Pengusaha Pailit, Tutup.\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha dapat melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap pekerja karena\nperusahaan pailit, dengan ketentuan pekerja berhak atas uang pesangon sebesar 1\n(satu) kali ketentuan pasal 96 ayat (1) uang penghargaan masa kerja sebesar 1\n(satu) kali ketentuan pasal 96 ayat (2) dan uang penggantian hak sesuai\nketentuan pasal 96 ayat (3).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 92: Pemutusan Hubungan Kerja Pengajuan Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pekerja dapat mengajukan permohonan pemutusan hubungan kerja kepada\nLembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial dalam hal pengusaha\nmelakukan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Menganiaya, menghina secara kasar atau mengancam pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Membujuk atau menyuruh pekerja untuk melakukan perbuatan yang bertentangan\ndengan peraturan perundang – undangan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Tidak membayar upah tepat pada waktu yang telah ditentukan selama 3 (tiga)\nbulan berturut – turut atau lebih.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Tidak melakukan kewajiban yang telah dijanjikan kepada pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Memerintahkan pekerja yang membahayakan jiwa, keselamatan, kesehatan dan\nkesusilaan pekerja, sedangkan pekerjaan tersebut tidak dicantumkan pada\nperjanjian kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Putus Hubungan Kerja dengan alasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)\npekerja mendapat uang pesangon 2 (dua) kali ketentuan pasal 96 ayat (1) uang\npenghargaan masa kerja 1 (satu) kali ketentuan pasal 96 ayat (2) dan uang\npenggantian hak sesuai ketentuan pasal 96 ayat (3).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Dalam hal pengusaha dinyatakan tidak melakukan perbuatan sebagaimana\ndimaksud pada ayat (1) oleh Lembaga Penyelesaian Perselisihan Hubungan\nIndustrial maka Pengusaha dapat melakukan pemutusan hubungan kerja tanpa\npenetapan Lembaga Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial dan pekerja\nyang bersangkutan tidak berhak atas uang pesangon dan uang penghargaan masa\nkerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 93: Pemutusan Hubungan Kerja Tanpa Uang Pesangon\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pekerja yang ditahan pihak berwajib karena diduga melakukan tindak pidana\nbukan atas pengaduan pengusaha, maka pengusaha:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Tidak wajib membayar upah tetapi wajib memberikan uang bantuan kepada\nkeluarga yang menjadi tanggungannya paling lama 6 (enam) bulan terhitung sejak\nhari pertama di tahan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Untuk 1 (satu) orang tanggungan = 25% dari upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Untuk 2 (dua) orang tanggungan = 35% dari upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Untuk 3 (tiga) orang tanggungan = 45% dari upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Untuk 4 (empat) orang tanggungan = 50% dari upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Wajib mempekerjakan kembali bila pekerja tidak terbukti bersalah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Wajib membayar uang penghargaan masa kerja 1 (satu) kali ketentuan pasal\n96 ayat (2) dan penggantian hak sesuai ketentuan pasal 96 ayat (3) jika:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.6 (enam) bulan tidak dapat melakukan pekerjaan sebagaimana mestinya karena\ndalam proses perkara pidana.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pengadilan memutuskan perkara pidana sebelum masa 6 (enam) bulan berakhir\ndan pekerja dinyatakan bersalah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 94: Hal – Hal Lain Yang Tidak Dapat Diputus Hubungan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-jobsecuritymothers\">\u003Cp>Pengusaha dilarang melakukan pemutusan hubungan kerja dengan alasan sesuai\nketentuan peraturan undang – undang yang berlaku, sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pekerja berhalangan masuk kerja karena memenuhi tugas negara\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja melaksana kan ibadah yang diperintah agamanya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja menikah atau pekerja mempunyai pertalian darah dan atau ikatan\nperkawinan dalam perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pekerja wanita hamil, melahirkan, gugur kandungan dan menyusui bayi.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>5.Pekerja mendirikan, menjadi anggota dan atau pengurus yang melakukan\nkegiatan Serikat Pekerja diluar atau didalam jam kerja atas kesepakatan\npengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Pekerja yang mengadukan pengusaha kepada pihak yang berwajib karena\npengusaha melakukan tindak pidana kejahatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Pekerja dalam keadaan cacat tetap, sakit akibat kecelakaan kerja atau\nkarena hubungan kerja yang menurut keterangan dokter penyembuhannya belum bisa\ndipastikan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Pekerja berhalangan masuk kerja karena sakit menurut keterangan dokter\nselama waktu melampaui 12 (dua belas) bulan secara terus menerus.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 95: Prosedur Penyampaian Sanksi Pelanggaran Dan Pemutusan Hubungan\nKerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Sanksi pelanggaran sebagaimana dimaksud pasal 77 disampaikan kepada\npekerja yang bersangkutan berikut dengan alasannya, yang tembusannya\ndisampaikan kepada Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Apabila pengusaha bermaksud akan memutuskan hubungan kerja dengan pekerja,\nmaka pengusaha terlebih dahulu memberitahukan secara tertulis berikut alasannya\npada pekerja dan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 96: Ketentuan Besarnya Uang Pesangon, Uang Penghargaan Masa Kerja Dan\nUang Penggantian Hak\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance\">\u003Cp>1.Besarnya uang Pesangon sesuai perundangan yang berlaku saat ini sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masa KerjaUang Pesangon\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>&lt; 1 tahun1 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number_1_tenure\">\u003Cp>1 &lt; 2 tahun2 bulan upah\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2 &lt; 3 tahun3 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3 &lt; 4 tahun4 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4 &lt; 5 tahun5 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number\">\u003Cp>5 &lt; 6 tahun6 bulan upah\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>6 &lt; 7 tahun7 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7 &lt; 8 tahun8 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8 tahun keatas9 bulan upah\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Besarnya Uang Penghargaan Masa Kerja sesuai perundangan yang berlaku saat\nini sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masa KerjaUang PMK\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3 &lt; 6 tahun2 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6 &lt; 9 tahun3 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9 &lt; 12 tahun4 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12 &lt; 15 tahun5 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15 &lt; 18 tahun6 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>18 &lt; 21 tahun7 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>21 &lt; 24 tahun8 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>24 tahun keatas10 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Besarnya uang penggantian hak yang seharusnya diterima sesuai perundangan\nyang berlaku saat ini meliputi:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Cuti tahunan yang belum diambil dan belum gugur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Biaya atau ongkos pulang untuk pekerja dan keluarganya ketempat dimana\npekerja diterima bekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Penggantian perumahan serta pengobatan dan perawatan ditetapkan 15% dari\nuang pesangon dan uang penghargaan masa kerja, bagi yang memenuhi syarat sesuai\nUU No. 13 Tahun 2003, Pasal 156 ayat (4) c.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 97: Ketentuan Besarnya Uang Pisah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Besarnya uang pisah sesuai perundangan yang berlaku saat ini sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masa KerjaBulan Upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>&lt; 3 tahun0 bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3 &lt; 6 tahun1,5 bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6 &lt; 9 tahun2 bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9 &lt; 12 tahun2,5 bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12 &lt; 15 tahun3 bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15 &lt; 18 tahun4 bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>18 &lt; 21 tahun5 bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>21 tahun keatas6 bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XIV: PENUTUP\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 98: Distribusi PKB\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama ini dibuat dalam rangkap 3 (tiga) dan disampaikan\nkepada:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pihak Pengusaha PT Indo-Rama Synthetics Tbk. Divisi Spun Yarns\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Unit Kerja SPTSK SPSI PT Indo-Rama Synthetics Tbk. Divisi Spun Yarns\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Kantor Disnaker Kabupaten Purwakarta\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Buku Perjanjian Kerja Bersama (PKB) diberikan kepada semua Pekerja tetap\nPT Indo-Rama Synthetics, Tbk. Divisi Spun Yarns\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 99: Biaya\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Biaya cetak dan memperbanyak PKB, ditanggung sepenuhnya oleh Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 100: Masa Berlaku\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end_date\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start_date\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start\">\u003Cp>1.Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku untuk jangka waktu 2 (dua) tahun\nsejak tanggal 16 Desember 2018 sampai dengan 15 Desember 2020.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Apabila PKB ini habis masa berlakunya, maka 3 (tiga) bulan sebelumnya\nPengusaha dan Serikat Pekerja akan bermusyawarah untuk menentukan apakah akan\ndibuat PKB baru atau akan memperpanjang PKB ini untuk jangka waktu 1 (satu)\ntahun lagi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Hal – hal yang belum diatur dalam PKB ini, akan dibicarakan bersama\nantara Pengusaha dan Serikat Pekerja akan dituangkan dalam peraturan\ntersendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Demikian PKB ini dibuat dan ditandatangani untuk dapat dilaksanakan oleh\nsemua pihak dengan sepenuhnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbamemother\">\u003Cp>PIHAK – PIHAK YANG MENANDATANGANI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PUK SPTSK SPSI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PT Indorama Synthetics Tbk\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Divisi Spun Yarns\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Asep Solihin\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dede Rostaman\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Rostam Priyatna\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Bambang Wihana\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Enur Nurjaman\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Agung Idha Suhono\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Indah Suprihatin\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Karmini\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Teti Sukaesi\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbasignsinglesignatory\">\u003Cp>PIMPINAN PERUSAHAAN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PT Indorama Synthetics Tbk\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Divisi Spun Yarns\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>J.M Sipani\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Rusdhiyansyah\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\n",{"cbadate_start":46,"cbadate_start_date":50,"cbadate_end":52,"cbadate_end_date":54,"cbasignsinglesignatory":56,"cbamemother":60,"trainingprogrammes":64,"trainingfund":68,"pensionfund":71,"disabilityfund":75,"contracttrial":78,"contracttrialperiod":82,"contractseverancepay":84,"contractseverancepay1":88,"severance":90,"severance_number":92,"severance_number_1_tenure":95,"sicknesspay":98,"maxsicknesspay":102,"maxsicknesspayperc":106,"sicknessmaxdays":110,"sicknessmaxdaysnr":114,"menstruationleave":116,"disabilitypay":120,"healthcareaccess":122,"healthcareaccessrelatives":126,"healthinsurance":130,"healthinsurancerelatives":132,"healthandsafetypolicy":134,"healthandsafetytraining":138,"protectiveclothing":142,"hivpolicy":146,"funeralpay":150,"paidmaternityleave":153,"paidmaternityleaveduration":157,"paidmaternityleavepay":159,"paidmaternityleavepayperc":163,"jobsecuritymothers":165,"maternityotherclause":169,"nursingmothers":173,"maternity_nursing_breaks_duration":177,"breastfeeding_workingtime":179,"nursingfacilities":181,"paidpaternityleave":183,"paidpaternityleaveduration":187,"paidpaternityleavepay":190,"paidpaternityleavepayperc":192,"deathrelatives":194,"deathrelativesleave":197,"funeralpaytype":201,"funeralpayamount":205,"violence":207,"hourspday_select":211,"hourspday":215,"hourspweek_select":219,"hourspweek":222,"dayspweek_select":224,"dayspweek":228,"PAIDLEAV_trigger":230,"holidaysdays":234,"holidaysweeks":236,"bankholidays1":238,"SCHEDULE_trigger":242,"schedulesrestpw":246,"TRADEUNLEAV_trigger":248,"STRUCINCR_trigger":252,"wageincreasefirmperformance":256,"wageincreasedate_date":258,"ONCERISE_trigger":262,"incidentalbonustype2":266,"incidentalbonusperc1":270,"ONCERISE2_trigger":274,"incidentalbonustype2sec":278,"extrapayfirmperformancesec":282,"incidentalbonusdatesec":284,"OVERTIME_trigger":288,"overtimeallowancetype_general":292,"overtimeallowancetype":296,"overtimeallowancetype1":298,"COMMUTE_trigger":302,"mealvouchers":306,"coverunion_trigger":310},{"bindId":47,"name":48,"text":49},"cbadate_start","1.Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku u","1.Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku untuk jangka waktu 2 (dua) tahun\nsejak tanggal 16 Desember 2018 sampai dengan 15 Desember 2020.",{"bindId":51,"name":48,"text":49},"cbadate_start_date",{"bindId":53,"name":48,"text":49},"cbadate_end",{"bindId":55,"name":48,"text":49},"cbadate_end_date",{"bindId":57,"name":58,"text":59},"cbasignsinglesignatory","PIMPINAN PERUSAHAAN PT Indorama Syntheti","PIMPINAN PERUSAHAAN\n\nPT Indorama Synthetics Tbk\n\nDivisi Spun Yarns\n\nJ.M Sipani\n\nRusdhiyansyah",{"bindId":61,"name":62,"text":63},"cbamemother","PIHAK – PIHAK YANG MENANDATANGANI PUK SP","PIHAK – PIHAK YANG MENANDATANGANI\n\nPUK SPTSK SPSI\n\nPT Indorama Synthetics Tbk\n\nDivisi Spun Yarns\n\nAsep Solihin\n\nDede Rostaman\n\nRostam Priyatna\n\nBambang Wihana\n\nEnur Nurjaman\n\nAgung Idha Suhono\n\nIndah Suprihatin\n\nKarmini\n\nTeti Sukaesi",{"bindId":65,"name":66,"text":67},"trainingprogrammes","1.Untuk menambah pengetahuan dan keteram","1.Untuk menambah pengetahuan dan keterampilan pekerja, pengusaha mengadakan\nprogram pendidikan dengan biaya ditanggung penuh oleh Pengusaha, antara\nlain:\n\na.Penataran Hubungan Industrial\n\nb.Pendidikan dalam rangka meningkatkan kemampuan pekerja melalui Pendidikan\ndan latihan secara berjenjang\n\nc.Pendidikan keterampilan kerja, total quality control (TQC) \u002F (QCC),\nTechnical Skill, Supervisor worker Development program dll.\n\nd.Seminar yang berhubungan dengan kegiatan usaha\n\ne.Pendidikan rohani bagi pekerja dan keluarganya",{"bindId":69,"name":66,"text":70},"trainingfund","1.Untuk menambah pengetahuan dan keterampilan pekerja, pengusaha mengadakan\nprogram pendidikan dengan biaya ditanggung penuh oleh Pengusaha, antara\nlain:",{"bindId":72,"name":73,"text":74},"pensionfund","Pengusaha mengikutsertakan semua pekerja","Pengusaha mengikutsertakan semua pekerja tetap ke dalam program Badan\nPenyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) sebagaimana diatur dalam Undang – Undang\nRI No. 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dan Undang\n– Undang RI No. 24 tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial\n(BPJS), yang pelaksanannya diatur dengan Peraturan Pemerintah RI No. 44, 45, 46\ndan 60 tahun 2015, meliputi:\n\n-Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)\n\n-Jaminan Kematian (JK)\n\n-Jaminan Hari Tua (JHT)\n\n-Jaminan Pensiun (JP)",{"bindId":76,"name":73,"text":77},"disabilityfund","Pengusaha mengikutsertakan semua pekerja tetap ke dalam program Badan\nPenyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) sebagaimana diatur dalam Undang – Undang\nRI No. 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dan Undang\n– Undang RI No. 24 tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial\n(BPJS), yang pelaksanannya diatur dengan Peraturan Pemerintah RI No. 44, 45, 46\ndan 60 tahun 2015, meliputi:\n\n-Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)",{"bindId":79,"name":80,"text":81},"contracttrial","Pekerja yang memenuhi syarat dan lulu da","Pekerja yang memenuhi syarat dan lulu dalam seleksi, maka akan diterima\nmenjadi pekerja PT Indo-Rama Synthetics Tbk Divisi Spun Yarns dengan menempuh\nmasa percobaan paling lama 3 bulan.",{"bindId":83,"name":80,"text":81},"contracttrialperiod",{"bindId":85,"name":86,"text":87},"contractseverancepay","1.Besarnya uang Pesangon sesuai perundan","1.Besarnya uang Pesangon sesuai perundangan yang berlaku saat ini sebagai\nberikut:\n\nMasa KerjaUang Pesangon\n\n\u003C 1 tahun1 bulan upah\n\n1 \u003C 2 tahun2 bulan upah\n\n2 \u003C 3 tahun3 bulan upah\n\n3 \u003C 4 tahun4 bulan upah\n\n4 \u003C 5 tahun5 bulan upah\n\n5 \u003C 6 tahun6 bulan upah\n\n6 \u003C 7 tahun7 bulan upah\n\n7 \u003C 8 tahun8 bulan upah\n\n8 tahun keatas9 bulan upah",{"bindId":89,"name":86,"text":87},"contractseverancepay1",{"bindId":91,"name":86,"text":87},"severance",{"bindId":93,"name":94,"text":94},"severance_number","5 \u003C 6 tahun6 bulan upah",{"bindId":96,"name":97,"text":97},"severance_number_1_tenure","1 \u003C 2 tahun2 bulan upah",{"bindId":99,"name":100,"text":101},"sicknesspay","2.Apabila pekerja tidak bekerja karena b","2.Apabila pekerja tidak bekerja karena berkepanjangan maka upah\ndibayarkan:\n\n-Untuk 4 (empat) bulan pertama dibayar 100% dari upah\n\n-Untuk 4 (empat) bulan kedua dibayar 75% dari upah\n\n-Untuk 4 (empat) bulan ketiga dibayar 50% dari upah\n\n-Untuk bulan selanjutnya dibayarkan 25% dari upah sebelum pemutusan hubungan\nkerja dilakukan oleh pengusaha.",{"bindId":103,"name":104,"text":105},"maxsicknesspay","-Untuk 4 (empat) bulan pertama dibayar 1","-Untuk 4 (empat) bulan pertama dibayar 100% dari upah\n\n-Untuk 4 (empat) bulan kedua dibayar 75% dari upah\n\n-Untuk 4 (empat) bulan ketiga dibayar 50% dari upah\n\n-Untuk bulan selanjutnya dibayarkan 25% dari upah sebelum pemutusan hubungan\nkerja dilakukan oleh pengusaha.",{"bindId":107,"name":108,"text":109},"maxsicknesspayperc","-Untuk 4 (empat) bulan kedua dibayar 75%","-Untuk 4 (empat) bulan kedua dibayar 75% dari upah",{"bindId":111,"name":112,"text":113},"sicknessmaxdays","Pekerja yang mengalami sakit berkepanjan","Pekerja yang mengalami sakit berkepanjangan, mengalami cacat akibat\nkecelakaan kerja, tidak dapat melakukan pekerjaannya setelah lebih dari 12\nbulan dapat mengajukan pemutusan hubungan kerja dan diberikan uang pesangon 2\nkali ketentuan pasal 96 ayat (1), uang penghargaan masa kerja 2 kali ketentuan\npasal 96 ayat (2) dan uang penggantian hak satu kali ketentuan pasal 96 ayat\n(3).",{"bindId":115,"name":112,"text":113},"sicknessmaxdaysnr",{"bindId":117,"name":118,"text":119},"menstruationleave","1.Pekerja wanita tidak boleh diwajibkan ","1.Pekerja wanita tidak boleh diwajibkan masuk bekerja pada hari pertama dan\nkedua waktu haid.",{"bindId":121,"name":73,"text":77},"disabilitypay",{"bindId":123,"name":124,"text":125},"healthcareaccess","1.Pengusaha memberikan jaminan pemelihar","1.Pengusaha memberikan jaminan pemeliharaan kesehatan pekerja dan\nkeluarganya dengan biaya ditanggung sepenuhnya oleh pengusaha adapun\npelaksanaannya diatur oleh pengusaha dan dimusyawarahkan terlebih dahulu dengan\nSerikat Pekerja.",{"bindId":127,"name":128,"text":129},"healthcareaccessrelatives","2.Yang mendapat jaminan pemeliharaan kes","2.Yang mendapat jaminan pemeliharaan kesehatan adalah pekerja, suami\u002Fistri +\n3 orang anak pekerja yang sudah terdaftar di asuransi Penjamin Kesehatan\nKaryawan.",{"bindId":131,"name":124,"text":125},"healthinsurance",{"bindId":133,"name":128,"text":129},"healthinsurancerelatives",{"bindId":135,"name":136,"text":137},"healthandsafetypolicy","1.Keselamatan dan kesehatan kerja adalah","1.Keselamatan dan kesehatan kerja adalah upaya melindungi agar pada pekerja\ndan orang yang berada di tempat kerja selalu dalam keadaan selamat dan sehat\nserta agar setiap peralatan (alat produksi) digunakan aman dan efisien.\nKeselamatan dan kesejahteraan kerja dilaksanakan antara perusahaan dan para\npekerja dalam pelaksanaannya dikoordinir oleh safety departemen.\n\n2.Setiap pekerja mempunyai hak untuk memperoleh pelindungan atas:\n\na.Keselamatan dan kesehatan kerja\n\nb.Moral dan kesusilaan\n\nc.Perlakuan yang sesuai dengan harkat dan martabat manusia serta nilai –\nnilai agama.\n\n3.Untuk melindungi keselamatan Pekerja maka Pengusaha membentuk Panitia\nPembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang terdiri dari unsur pengusaha dan\npekerja.\n\n4.Lembaga Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja berfungsi dan\nbertugas membina keselamatan dan kesehatan kerja serta mengadakan latihan\npenanggulangan kebakaran dan bahaya lainnya yang berhubungan dengan keselamatan\ndan kesehatan kerja.\n\n5.Setiap tahun pengusaha mengikuti Lomba Keselamatan dan Kesehatan Kerja\nserta berpartisipasi dalam bulan kampanye keselamatan kerja yang\ndiselenggarakan oleh Pemerintah.",{"bindId":139,"name":140,"text":141},"healthandsafetytraining","4.Lembaga Panitia Pembina Keselamatan da","4.Lembaga Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja berfungsi dan\nbertugas membina keselamatan dan kesehatan kerja serta mengadakan latihan\npenanggulangan kebakaran dan bahaya lainnya yang berhubungan dengan keselamatan\ndan kesehatan kerja.",{"bindId":143,"name":144,"text":145},"protectiveclothing","4.Perlengkapan kerja dan alat keselamata","4.Perlengkapan kerja dan alat keselamatan kerja\u002Falat pelindung diri\ndiberikan pengusaha sesuai dengan peraturan dan perundang – undangan yang\nberlaku.",{"bindId":147,"name":148,"text":149},"hivpolicy","2.Memeriksakan kesehatan (General Check ","2.Memeriksakan kesehatan (General Check Up) dilakukan kepada pekerja di\ndepartemen tertentu setiap 1 (satu) tahun sekali.",{"bindId":151,"name":73,"text":152},"funeralpay","Pengusaha mengikutsertakan semua pekerja tetap ke dalam program Badan\nPenyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) sebagaimana diatur dalam Undang – Undang\nRI No. 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dan Undang\n– Undang RI No. 24 tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial\n(BPJS), yang pelaksanannya diatur dengan Peraturan Pemerintah RI No. 44, 45, 46\ndan 60 tahun 2015, meliputi:\n\n-Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)\n\n-Jaminan Kematian (JK)",{"bindId":154,"name":155,"text":156},"paidmaternityleave","2.Pekerja wanita diberi istirahat (cuti)","2.Pekerja wanita diberi istirahat (cuti) selama satu setengah bulan sebelum\nia melahirkan menurut keterangan dokter berwenang dan satu setengah bulan\nsesudah melahirkan.",{"bindId":158,"name":155,"text":156},"paidmaternityleaveduration",{"bindId":160,"name":161,"text":162},"paidmaternityleavepay","4.Selama pekerja menjalankan cuti terseb","4.Selama pekerja menjalankan cuti tersebut pada ayat 1 dan 2 diatas upahnya\ndibayar penuh.",{"bindId":164,"name":161,"text":162},"paidmaternityleavepayperc",{"bindId":166,"name":167,"text":168},"jobsecuritymothers","Pengusaha dilarang melakukan pemutusan h","Pengusaha dilarang melakukan pemutusan hubungan kerja dengan alasan sesuai\nketentuan peraturan undang – undang yang berlaku, sebagai berikut:\n\n1.Pekerja berhalangan masuk kerja karena memenuhi tugas negara\n\n2.Pekerja melaksana kan ibadah yang diperintah agamanya\n\n3.Pekerja menikah atau pekerja mempunyai pertalian darah dan atau ikatan\nperkawinan dalam perusahaan.\n\n4.Pekerja wanita hamil, melahirkan, gugur kandungan dan menyusui bayi.",{"bindId":170,"name":171,"text":172},"maternityotherclause","3.Pekerja wanita diberi istirahat (cuti)","3.Pekerja wanita diberi istirahat (cuti) selama satu setengah bulan sesudah\nia gugur kandungan.",{"bindId":174,"name":175,"text":176},"nursingmothers","5.Pekerja wanita yang masuk kerja setela","5.Pekerja wanita yang masuk kerja setelah cuti melahirkan, diberikan\nkesempatan untuk sewaktu – waktu meninggalkan pekerjaanya, untuk menyusui\nanak, di tempat yang disediakan di area perusahaan.",{"bindId":178,"name":175,"text":176},"maternity_nursing_breaks_duration",{"bindId":180,"name":175,"text":176},"breastfeeding_workingtime",{"bindId":182,"name":175,"text":176},"nursingfacilities",{"bindId":184,"name":185,"text":186},"paidpaternityleave","1.Pekerja mendapatkan izin meninggalkan ","1.Pekerja mendapatkan izin meninggalkan pekerjaan dengan upah dibayar penuh\npada waktu:\n\na.Perkawinan pekerja: 4 hari\n\nb.Perkawinan anak pekerja: 2 hari\n\nc.Khitanan anak pekerja: 2 hari\n\nd.Pembaptisan anak pekerja: 2 hari\n\ne.Istri pekerja melahirkan: 3 hari",{"bindId":188,"name":189,"text":189},"paidpaternityleaveduration","e.Istri pekerja melahirkan: 3 hari",{"bindId":191,"name":185,"text":186},"paidpaternityleavepay",{"bindId":193,"name":185,"text":186},"paidpaternityleavepayperc",{"bindId":195,"name":185,"text":196},"deathrelatives","1.Pekerja mendapatkan izin meninggalkan pekerjaan dengan upah dibayar penuh\npada waktu:\n\na.Perkawinan pekerja: 4 hari\n\nb.Perkawinan anak pekerja: 2 hari\n\nc.Khitanan anak pekerja: 2 hari\n\nd.Pembaptisan anak pekerja: 2 hari\n\ne.Istri pekerja melahirkan: 3 hari\n\nf.Istri\u002FSuami, Anak, Orangtua, Mertua pekerja meninggal dunia: 4 hari\n\ng.Kakek\u002FNenek kandung, kakak atau adik pekerja meninggal dunia: 2 hari\n\nh.Orang yang tidanggal satu rumah dengan pekerja meninggal dunia : 1 hari",{"bindId":198,"name":199,"text":200},"deathrelativesleave","f.Istri\u002FSuami, Anak, Orangtua, Mertua pe","f.Istri\u002FSuami, Anak, Orangtua, Mertua pekerja meninggal dunia: 4 hari",{"bindId":202,"name":203,"text":204},"funeralpaytype","Pengusaha memberikan bantuan sumbangan k","Pengusaha memberikan bantuan sumbangan kepada pekerja:\n\n1.Istri pekerja atau pekerja melahirkan Rp 850.000,- sampai anak ke 3\n(tiga)\n\n2.Suami, Istria atau anak pekerja meninggal dunia Rp 3.000.000,-",{"bindId":206,"name":203,"text":204},"funeralpayamount",{"bindId":208,"name":209,"text":210},"violence","e.Menyerang, menganiaya, mengancam atau ","e.Menyerang, menganiaya, mengancam atau mengintimidasi teman sekerja atau\npengusaha di lingkungan kerja.",{"bindId":212,"name":213,"text":214},"hourspday_select","2.Jam kerja\u002Fwaktu kerja: a.Siang hari 7 ","2.Jam kerja\u002Fwaktu kerja:\n\na.Siang hari\n\n7 (tujuh) jam 1 (satu) hari dan 40 (empat puluh) jam 1 (satu) minggu.\n\nb.Malam hari\n\n6 (enam) jam 1 (satu) hari dan 35 (tiga puluh lima) jam 1 (satu) minggu",{"bindId":216,"name":217,"text":218},"hourspday","a.Siang hari 7 (tujuh) jam 1 (satu) hari","a.Siang hari\n\n7 (tujuh) jam 1 (satu) hari dan 40 (empat puluh) jam 1 (satu) minggu.",{"bindId":220,"name":213,"text":221},"hourspweek_select","2.Jam kerja\u002Fwaktu kerja:\n\na.Siang hari\n\n7 (tujuh) jam 1 (satu) hari dan 40 (empat puluh) jam 1 (satu) minggu.",{"bindId":223,"name":217,"text":218},"hourspweek",{"bindId":225,"name":226,"text":227},"dayspweek_select","1.Hari kerja dalam 1 (satu) minggu 6 (en","1.Hari kerja dalam 1 (satu) minggu 6 (enam) hari kecuali jika di antara hari\n– hari itu dinyatakan hari libur resmi yang ditetapkan pemerintah atau hari\n– hari cuti dan hari pembebasan pekerja dari kewajiban bekerja baik yang\ndiatur melalui perjanjian kerja bersama atau peraturan perundangan yang\nberlaku.",{"bindId":229,"name":226,"text":227},"dayspweek",{"bindId":231,"name":232,"text":233},"PAIDLEAV_trigger","1.Pekerja berhak atas cuti tahunan selam","1.Pekerja berhak atas cuti tahunan selama 12 hari kerja tiap – tiap tahun\nsetelah mempunyai masa kerja 12 bulan berturut – turut dengan upah dibayar\npenuh.",{"bindId":235,"name":232,"text":233},"holidaysdays",{"bindId":237,"name":232,"text":233},"holidaysweeks",{"bindId":239,"name":240,"text":241},"bankholidays1","1.Pada hari raya dan libur resmi yang di","1.Pada hari raya dan libur resmi yang ditetapkan oleh pemerintah, pekerja\ntidak diwajibkan bekerja dengan upah tetap dibayar penuh.",{"bindId":243,"name":244,"text":245},"SCHEDULE_trigger","Semua pekerja PT Indo-Rama Synthetics Tb","Semua pekerja PT Indo-Rama Synthetics Tbk Divisi Spun Yarns berhak libur\nminimal 1 hari dalam seminggu.",{"bindId":247,"name":244,"text":245},"schedulesrestpw",{"bindId":249,"name":250,"text":251},"TRADEUNLEAV_trigger","Pengusaha memberikan dispensasi kepada p","Pengusaha memberikan dispensasi kepada pengurus dan anggota Serikat Pekerja\ndengan upah dibayar penuh dengan terlebih dahulu mengajukan permohonan\ndispensasi kepada perusahaan dalam hal – hal sebagai berikut:\n\na.Mengikuti rapat – rapat baik dengan pengurus \u002F anggota atau pihak\npemerintah atau kegiatan lainnya yang diperlukan Serikat Pekerja.\n\nb.Mengikuti Pendidikan, seminar, lokakarya dan lain – lain.",{"bindId":253,"name":254,"text":255},"STRUCINCR_trigger","1.Pengusaha memberikan kenaikan upah ber","1.Pengusaha memberikan kenaikan upah berkala setiap tahun kepada pekerja\nyang besarnya berdasarkan hasil musyawarah antara Serikat Pekerja dan pengusaha\ndengan berpedoman pada:\n\na.Disiplin kerja\n\nb.Prestasi kerja\n\nc.Masa kerja\n\nd.Kebutuhan Hidup Layak (KHL)\n\ne.Kemampuan Perusahaan",{"bindId":257,"name":254,"text":255},"wageincreasefirmperformance",{"bindId":259,"name":260,"text":261},"wageincreasedate_date","2.Kenaikan upah tersebut berlaku pada ta","2.Kenaikan upah tersebut berlaku pada tanggal 26 Desember setiap tahunnya",{"bindId":263,"name":264,"text":265},"ONCERISE_trigger","1.Pengusaha memberikan tunjangan Hari Ra","1.Pengusaha memberikan tunjangan Hari Raya Keagamaan besarnya sesuai dengan\nperaturan Menteri Tenaga Kerja RI No. PER-04\u002FMEN\u002F1994, sebagai berikut:\n\na.Tunjangan Hari Raya Idul fitri bagi pekerja yang beragama Islam\n\nb.Tunjangan Hari Raya Natal bagi pekerja yang beragama Kristen Katolik dan\nProtestan.\n\nc.Tunjangan Hari Raya Nyepi bagi pekerja yang beragama Hindu.\n\nd.Tunjangan Hari Raya Waisak bagi pekerja yang beragama Budha.\n\ne.Tunjangan Hari Raya Imlek bagi pekerja yang beragama KhongHucu.",{"bindId":267,"name":268,"text":269},"incidentalbonustype2","2.Besarnya tunjangan Hari Raya: a.Pekerj","2.Besarnya tunjangan Hari Raya:\n\na.Pekerja yang mempunyai masa kerja 1 (satu) tahun ke atas diberikan satu\nbulan upah.\n\nb.Pekerja yang mempunyai masa kerja 1 (satu) bulan keatas tapi kurang dari 1\n(satu) tahun, besar Tunjangan Hari Raya in yaitu (masa kerja: 12 x upah satu\nbulan).",{"bindId":271,"name":272,"text":273},"incidentalbonusperc1","a.Pekerja yang mempunyai masa kerja 1 (s","a.Pekerja yang mempunyai masa kerja 1 (satu) tahun ke atas diberikan satu\nbulan upah.",{"bindId":275,"name":276,"text":277},"ONCERISE2_trigger","1.Pengusaha memberikan Bonus Kinerja kep","1.Pengusaha memberikan Bonus Kinerja kepada semua pekerja tetap dengan\nmengacu kepada tercapainya target yang ditentukan oleh Pengusaha setiap\ntahunnya.",{"bindId":279,"name":280,"text":281},"incidentalbonustype2sec","2.Besarnya Bonus Kinerja setiap tahunnya","2.Besarnya Bonus Kinerja setiap tahunnya dapat berubah berdasarkan kemampuan\nPerusahaan",{"bindId":283,"name":280,"text":281},"extrapayfirmperformancesec",{"bindId":285,"name":286,"text":287},"incidentalbonusdatesec","3.Bonus Kinerja diberikan setiap tahunny","3.Bonus Kinerja diberikan setiap tahunnya menjelang Hari Raya Idul Fitri",{"bindId":289,"name":290,"text":291},"OVERTIME_trigger","Kerja lembur bersifat sukarela adapun pe","Kerja lembur bersifat sukarela adapun perhitungan jam kerja lembur sesuai\nketentuan yang berlaku.",{"bindId":293,"name":294,"text":295},"overtimeallowancetype_general","1.Jumlah nilai komponen yang dipergunaka","1.Jumlah nilai komponen yang dipergunakan sebagai dasar perhitungan upah\nlembur adalah gaji pokok ditambah tunjangan tetap sesuai dengan peraturan\nperundang – undangan yang berlaku.",{"bindId":297,"name":294,"text":295},"overtimeallowancetype",{"bindId":299,"name":300,"text":301},"overtimeallowancetype1","3.Waktu yang diperhitungkan kerja lembur","3.Waktu yang diperhitungkan kerja lembur adalah semua waktu dimana pekerja\nmelakukan kerja lembur dikurangi waktu istirahat, kecuali untuk jabatan\nOfficer\u002FEngineer keatas.",{"bindId":303,"name":304,"text":305},"COMMUTE_trigger","Komponen Upah terdiri dari: 1.Gaji pokok","Komponen Upah terdiri dari:\n\n1.Gaji pokok\n\n2.Tunjangan tetap\n\na.Tunjangan jabatan\n\nb.Tunjangan prestasi\n\nc.Tunjangan perumahan\n\nd.Tunjangan kemampuan\n\n3.Tunjangan tidak tetap\n\na.Tunjangan transport",{"bindId":307,"name":308,"text":309},"mealvouchers","1.Pengusaha memberikan makan satu kali d","1.Pengusaha memberikan makan satu kali dalam jam kerja masing – masing\ndengan menu bergizi dan berkualitas.",{"bindId":311,"name":312,"text":313},"coverunion_trigger","Pengusaha dan Serikat Pekerja sepakat, P","Pengusaha dan Serikat Pekerja sepakat, Perjanjian Kerja Bersama ini sebagai\nlandasan hukum dalam hubungan kerja yang ditaati kedua belah pihak, berlaku\nbagi semua pekerja tetap PT Indo-Rama Synthetics Tbk, Divisi Spun Yarns.","\u003Chtml>\n\n    \u003Cdiv class=\"cobra-report\">\n\n        \u003Ch2>IDN PT. Indorama Synthetics - Spun Yarn - Purwakarta - 2018\u003C\u002Fh2>\n\n        \u003Cdiv class=\"section general\">\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-start_date\">Tanggal dimulainya perjanjian: &rarr;&nbsp;2018-12-16\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-end_date\">Tanggal berakhirnya perjanjian: &rarr;&nbsp;2020-12-15\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \u003C!-- TODO: previous CBA logic -->\n            \u003C!-- TODO: status logic -->\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaratified\">Diratifikasi oleh: &rarr;&nbsp;Other\u003C\u002Fdiv>\n                \u003Cdiv id=\"display-cbaactorratified\">\n                    Diratifikasi pada: &rarr;&nbsp;Belum diratifikasi\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \n\n            \u003C!-- TODO: transnational_label, includingcountries_label, national_framework_label -->\n\n            \u003Cdiv id=\"display-SECTOR1\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Industri\u002Fpabrik pengolahan\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-NACE2004\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Pabrik Manufaktur Textil\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-FIRMPRI\">\n                Sektor publik\u002Fswasta: &rarr;&nbsp;In the private sector\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv>Disimpulkan oleh:\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1\">\n\n                \n                    \n                    \u003Cdiv>\n                        Nama perusahaan: &rarr;&nbsp;\n                        Indorama Synthetics - Spun Yarn - Purwakarta\n                    \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1\">\n                Nama serikat pekerja: &rarr;&nbsp;\n\n                \n                    \n                    \u003Cspan>\n                        \n                    \u003C\u002Fspan>\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-casignemployees\">\n                Nama penandatangan dari pihak pekerja &rarr;&nbsp;Asep Solihin, Dede Rostaman, Rostam Priyatna, Bambang, ENur, Agung, Indah, Karmini, Teti Sukaesi\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section social-security-pensions\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SOCSEC_trigger\">JAMINAN SOSIAL DAN PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-pensionfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pensiun bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilityfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan cacat bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-unemploymentfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan pengangguran bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section training\">\n            \u003Ch3 id=\"display-TRAINING_trigger\">PELATIHAN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingprogrammes\">Program pelatihan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprenticeships\">Magang: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pelatihan bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section sickness-disability\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KONDISI SAKIT DAN DISABILITAS\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-maxsicknesspayperc\">\n                Maximum cuti sakit berbayar (untuk 6 bulan): &rarr;&nbsp;92&nbsp;%\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-sicknessmaxdaysnr\">\n                Maximum hari untuk cuti sakit berbayar: &rarr;&nbsp;365 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-longtermillness\">Ketentuan mengenai kembali bekerja setelah menderita penyakit jangka panjang, seperti penyakit kanker: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-menstruationleave\">Cuti haid berbayar: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilitypay\">Pembayaran gaji apabila tidak mampu bekerja dikarenakan kecelakaan kerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n\n        \u003Cdiv class=\"section health-medical-assistence\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA BANTUAN MEDIS\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccess\">Bantuan medis disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccessrelatives\">Bantuan medis bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurance\">Kontribusi pengusaha untuk asuransi kesehatan disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurancerelatives\">Asuransi kesehatan bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetypolicy\">Kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetytraining\">Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-protectiveclothing\">Pakaian\u002Falat pelindung diri disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-hivpolicy\">Pemeriksaan kesehatan secara berkala disediakan oleh pengusaha: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-monitoring\">Pengawasan permintaan musculoskeletal di tempat kerja, resiko professional dan\u002Fatau hubungan antara pekerjaan dan kesehatan: &rarr;&nbsp;Employee involvement in the monitoring, The relationship between work and health\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-funeralpay\">Bantuan duka\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-funeralpayamount\">\n                Minimum kontribusi pengusaha untuk penguburan\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;3000000.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section work-family-arrangements\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKFAM_trigger\">PENGATURAN ANTARA KERJA DAN KELUARGA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleaveduration\">\n                Cuti hamil berbayar: &rarr;&nbsp;13 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleavepayperc\">\n                Cuti hamil berbayar terbatas untuk: 100 % dari gaji pokok\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-jobsecuritymothers\">Jaminan tetap dapat bekerja setelah cuti hamil: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-maternitydiscrimination\">Larangan diskriminasi terkait kehamilan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-breastfeeding_dangerouswork\">Larangan mewajibkan pekerja yang sedang hamil atau menyusui untuk melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-riskassessment\">Penilaian resiko terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja yang sedang hamil atau menyusui di tempat kerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-alternatives\">Ketersediaan alternatif bagi pekerja hamil atau menyusui untuk tidak melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-timeoff\">Cuti untuk melakukan pemeriksaan pranatal: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningnonstandard\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempekerjakan pekerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningpromotion\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempromosikan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv> \n            \u003Cdiv id=\"display-nursingmothers\">Fasilitas untuk pekerja yang menyusui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcareprovision\">Pengusaha menyediakan fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcaresubsidy\">Pengusaha mensubsidi fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \u003Cdiv id=\"display-educationtuition\">Tunjangan\u002Fbantuan pendidikan bagi anak pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidpaternityleaveduration\">\n                Cuti ayah berbayar: &rarr;&nbsp;3 hari\n         \u003C\u002Fdiv>\n                        \u003Cdiv id=\"display-deathrelativesleave\">\n                Durasi cuti yang diberikan ketika ada anggota keluarga yang meninggal: &rarr;&nbsp;4 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n        \u003Cdiv class=\"section gender-equality-issues\">\n            \u003Ch3 id=\"display-GENEQ_trigger\">ISU KESETARAAN GENDER\u003C\u002Fh3>\n         \u003Cdiv id=\"display-eqpay\">Upah yang sama untuk pekerjaan yang sama nilainya: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n         \n         \u003Cdiv id=\"display-discrimination\">Klausal mengenai diskriminasi di tempat kerja &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-eqpromotion\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat promosi: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n        \u003Cdiv id=\"display-eqtraining\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat pelatihan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>     \n        \u003Cdiv id=\"display-eqofficer\">Kesetaraan gender dalam kepengurusan serikat pekerja di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-sexualhar\">Klausal mengenai pelecehan seksual di tempat kerja &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violence\">Klausal mengenai kekerasan di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violenceleave\">Cuti khusus bagi pekerja yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-support_disabilities\">Dukungan bagi pekerja perempuan dengan disabilitas: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-equalitymonitoring\">Pengawasan kesetaraan gender: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n             \n         \u003C\u002Fdiv>\n         \n\n        \u003Cdiv class=\"section employment-contracts\">\n            \u003Ch3 id=\"display-EMPCONTR_trigger\">PERJANJIAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-contracttrialperiod\">\n                Durasi masa percobaan: &rarr;&nbsp;91 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\u003Cdiv id=\"display-severance_number\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;180&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-severance_number_1_tenure\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;60&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-part_time_excluded\">Pekerja paruh waktu tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-tempagency\">Ketentuan mengenai pekerja sementara: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprentices_excluded\">Pekerja magang tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-minijobs_excluded\">Pekerja mahasiswa tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section working-hours\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKHOURS_trigger\">JAM KERJA, JADWAL DAN LIBUR\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspday\">\n                Jam kerja per hari: &rarr;&nbsp;7.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspweek\">\n                Jam kerja per minggu: &rarr;&nbsp;40.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-dayspweek\">\n                Hari kerja per minggu: &rarr;&nbsp;6.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysdays\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;12.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysweeks\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;2.0 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-schedulesrestpw\"> Periode istrirahat setidaknya satu hari dalam seminggu disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \n            \n             \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-tradeunleavdays\">\n                Cuti berbayar untuk aktivitas serikat pekerja: &rarr;&nbsp; hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-FLEXWORK_trigger\"> Ketentuan mengenai pengaturan jadwal kerja yang fleksibel: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section wages\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WAGES_trigger\">PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-PAYSCALES_trigger\">\n                Upah ditentukan oleh skala upah: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n\n            \n            \n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-COSTLIV_trigger\">Penyesuaian untuk kenaikan biaya kebutuhan hidup: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-STRUCINCR_trigger\">Kenaikan upah\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-ONCERISE_trigger\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali:\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-incidentalbonusperc1\">\n                    Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali: &rarr;&nbsp;100&nbsp;%\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-extrapayfirmperformance\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali dikarenakan performa perusahaan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \n\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-OVERTIME_trigger\">Upah lembur hari kerja\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-COMMUTE_trigger\">Tunjangan transportasi\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Ch4>Kupon makan\u003C\u002Fh4>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-mealvouchers\">\n                Kupon makan disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-MEALALL_trigger\">Tunjangan makan disediakan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-legalassistance_trigger\">\n                Bantuan hukum gratis: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n    \u003C\u002Fdiv>\n\n\u003C\u002Fhtml>\n",[],[],"collective_agreement",[319],{"title":39,"slug":34},[321],{"type":322,"data":323},"call_to_action_body_block",{"title":324,"description":325,"variant":326,"link":327},"Bandingkan Perjanjian Kerja Bersama","Bandingkan pasal-pasal dan topik dalam Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dengan Perjanjian Kerja Bersama di semua sektor kerja di Indonesia maupun negara-negara lainnya.","dark",{"title":324,"url":328,"description":324,"rel":329,"type":330},"\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fbandingkan-perjanjian-kerja-bersama","follow","internal",[332],{"type":322,"data":333},{"title":324,"description":325,"variant":326,"link":334},{"title":324,"url":328,"description":324,"rel":329,"type":330},[]]