[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"page:id-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-indonesia-wacoal-dengan-sp-garteks-dan-sp-lomenik-pt-indonesia-wacoal":3},{"id":4,"slug":5,"title":6,"short_title":7,"intro_text":8,"meta_description":9,"seo_title":9,"path":10,"content_type":11,"locale":12,"go_live_at":7,"first_published_at":13,"page_created_at":14,"published_at":13,"edit_url":15,"breadcrumbs":16,"seo":24,"data":32,"children":274,"content_type_view":275,"extra_breadcrumbs":276,"body":278,"body_blocks":289,"related_pages":293},3679,"perjanjian-kerja-bersama","Perjanjian Kerja Bersama",null,"\u003Cp>Beberapa pilihan Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dipublikasikan di sini. Anda dapat menemukan teks asli dari Perjanjian Kerja Bersama tersebut, membaca dan menelusuri per bab maupun pasal, menurut topik yang sedang Anda cari.\u003Cbr\u002F>\u003Cbr\u002F>Ketika Anda mengklik pada link Perjanjian Kerja Bersama, halaman akan terbuka: di kolom sebelah kiri pada halaman tersebut berisi teks asli, sedangkan di kolom sebelah kanan, Anda akan menemukan ringkasan dari ketentuan yang ada di Perjanjian Kerja Bersama tersebut.\u003Cbr\u002F>Serikat Buruh\u002FPekerja dan Asosiasi Pengusaha dari Indonesia memberikan kontribusi terhadap pengumpulan data Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>","","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama","collective_agreements.collectiveagreementoverview","id_ID","2025-08-15T13:01:11.360625+00:00","2026-04-02T08:44:09.692847+00:00","\u002Fcms\u002Fpages\u002F3679\u002Fedit\u002F",[17,20,23],{"title":18,"slug":19},"Indonesia","id-id",{"title":21,"slug":22},"Bekerja di Indonesia","bekerja-di-indonesia",{"title":6,"slug":5},{"title":6,"description":9,"image":25,"canonical":26,"robots":27,"og_type":28,"twitter_card":29,"locale":19,"created_at":30,"last_modified_at":31},"https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fmedia\u002Fimages\u002FSocial_media_preview_image_-_2025.2e16d0ba.fill-1200x630.png","https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002F","index, follow","website","summary_large_image","2025-08-15T15:01:11.360625+02:00","2026-04-02T10:44:09.828831+02:00",{"cba":33,"clauses":45,"details":272,"translations":273},{"id":34,"uid":35,"url":36,"name":37,"locale":38,"override_title":9,"title":39,"browser_title":40,"browser_description":41,"text":42},"perjanjian-kerja-bersama-antara-pt-indonesia-wacoal-dengan-sp-garteks-dan-sp-lomenik-pt-indonesia-wacoal","e5864d22-7aa0-11e4-b61f-001e0bbf9952","https:\u002F\u002Fcobra.wageindicator.org\u002Fcountries\u002Findonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-indonesia-wacoal-dengan-sp-garteks-dan-sp-lomenik-pt-indonesia-wacoal\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-indonesia-wacoal-dengan-sp-garteks-dan-sp-lomenik-pt-indonesia-wacoal\u002F","Perjanjian Kerja Bersama Antara PT. Indonesia Wacoal Dengan SP Garteks dan SP Lomenik PT. Indonesia Wacoal 2014 - 2016","ba_ID","PT. INDONESIA WACOAL - 2014","Indonesia - PT. INDONESIA WACOAL - 2014","PT. INDONESIA WACOAL - 2014 - Industri\u002Fpabrik pengolahan",{"name":43,"data":44},"49 - PKB PT. Indonesia Wacoal - KSBSI.html","\n              \n              \n              \n              \n              \n              \n              \n              \n              \n\u003C!--?xml version=\"1.0\" encoding=\"UTF-8\"?-->\n\n\n  \u003Cmeta http-equiv=\"content-type\" content=\"text\u002Fhtml; charset=UTF-8\">\n  \u003Ctitle>New\u003C\u002Ftitle>\n  \u003Cmeta name=\"generator\" content=\"Amaya, see http:\u002F\u002Fwww.w3.org\u002FAmaya\u002F\">\n\n\n\n\u003Ch1>PERJANJIAN KERJA BERSAMA ANTARA PT. INDONESIA WACOAL DENGAN\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Ch1>\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Ch1>1.Serikat Pekerja Garteks PT. Indonesia Wacoal\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Ch1>2.Serikat Pekerja Lomenik PT. Indonesia Wacoal\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB I: UMUM\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 1: Istilah dan Definisi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pengertian dari beberapa istilah di dalam Perjanjian Kerja Bersama ini\nadalah sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>AdaIah Perseroan Terbatas Indonesia Wacoal, berkedudukan di JI. Tarikolot\nNo. 59, Citeureup, Bogor, bergerak di bidang usaha industri pakaian jadi yang\ndidirikan berdasarkan akte No. 230 tanggal 22 Februari 1991 yang dibuat oleh\nMisahardi Wilamarta SH, notaris di Jakarta dan akte perubahan terakhir No. 10\ntanggal 3 November 2008 dibuat oieh Mellyani Noor Shandra SH, Notaris di\nJakarta.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Perjanjian Kerja Bersama\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dibuat oleh serikat pekerja \u002F serikat buruh atau beberapa serikat pekerja\natau serikat buruh yang telah tercatat pada instansi yang bertanggung jawab di\nbidang ketenagakerjaan dengan pengusaha atau beberapa pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Serikat Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah organisasi yang di dalam hubungan kerja mewakili kepentingan hasrat\ndan kebutuhan Pekerja yang menjadi anggotanya. Dalam hal ini disebut Serikat\nPekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Direksi \u002F Pimpinan Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah badan eksekutif dalam Perusahaan terdiri dari Presiden Direktur dan\nbeberapa Direktur yang ditetapkan berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham yang\nberwenang dan bertanggung jawab dalam mengelola Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Atasan Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah Pekerja Perusahaan yang karena jabatannya mempunyai tugas, tanggung\njawab dan wewenang dalam mengatur\u002Fmembagi pekerjaan, pembinaan dan pengawasan\nterhadap Pekerja yang berada di bagiannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah setiap orang yang diterima dan terikat secara formal dalam suatu\nhubungan kerja dengan Perusahaan serta terdaftar secara administrasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Keluarga Pekerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah seorang istri\u002Fsuami dari Pekerja yang dibuktikan dengan akta\nnikah\u002Fperkawinan dan anak yang sah tanggungan Pekerja, berusia maksimal 21 (dua\npuluh satu) tahun, belum menikah, belum bekerja dan belum berpenghasilan\nsendiri dan terdaftar di Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Pekerjaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah serangkaian kegiatan yang dijalankan oleh Pekerja untuk kepentingan\nPerusahaan dalam kaitannya dengan hubungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Hari Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Hari yang berjalan dari pukul 06.00 pagi hari tersebut sampai dengan pukul\n06.00 pagi hari berikutnya, yang merupakan waktu yang wajib bagi Pekerja untuk\nmelakukan pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Masa Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah jangka waktu (bulan dan tahun) Pekerja bekerja secara tidak\nterputus-putus pada Perusahaan, terhitung sejak diterima\u002Fmulai bekerja sebagai\nPekerja yang dijalaninya sampai dengan tanggal Pemutusan Hubungan Kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11.Upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah sejumlah uang atau suatu nilai uang yang ditetapkan Perusahaan yang\nmenjadi hak dan untuk dibayarkan kepada Pekerja setiap bulan sebagai imbalan\natas pekerjaan yang dilakukan oleh Pekerja untuk Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12.Tunjangan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah pembayaran-pembayaran Iain selain gaji, yang diberikan Perusahaan\nkepada Pekerja untuk keperluan dan tujuan tertentu, terdiri dari tunjangan\ntetap dan tidak tetap sesuai dengan pekerjaan, jabatan, kedudukan dalam\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13.Fasilitas\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah sejumlah uang tertentu atau barang\u002Fbenda milik Perusahaan yang\ndiperuntukan \u002Fdipergunakan atau diberikan Perusahaan kepada Pekerja sebagai\ntambahan (benefit) dan bukan merupakan bagian dari gaji.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14.Jam Kerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah kisaran waktu (jam) dalam satu hari yang ditetapkan oleh Perusahaan\ndan menjadikan kewajiban bagi Pekerja untuk melakukan pekerjaan, baik di dalam\natau di luar Iokasi Perusahaan yang merupakan tempat Pekerja menjalankan\nfungsinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15.Kerja lembur:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah pekerjaan yang dilakukan oleh Pekerja di luar batas jam kerja\nPerusahaan dan melebihi jumlah waktu kerja normal dan dilakukan atas\npersetujuan bersama antara Atasan Pekerja dan Pekerja yang bersangkutan untuk\nkepentingan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 2: Pihak - Pihak Yang mengadakan Perjanjian Kerja Bersama\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>PT Indonesia Wacoal yang berkedudukan di JI. Tarikolot No.59, Citeureup,\nBogor yang selanjutnya disebut sebagai Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Serikat Pekerja yang terdaftar pada Dinas Sosial Tenaga Kerja dan\nTransmigrasi Republik Indonesia:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Serikat Pekerja Garteks PT. Indonesia Wacoal\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>No. Pendaftaran: 602\u002FSP-SB\u002FFSB-GARTEKS\u002FSBSI\u002FIW\u002F91200\u002FVIII\u002F2012\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Tanggal 13 September 2012\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Serikat Pekerja Lomenik PT. Indonesia Wacoal\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>No. Pendaftaran: 674\u002FSP-SB\u002FFLOMENIK\u002FSBSI\u002FIW\u002F91200\u002FII\u002F2013\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Tanggal 28 PEBRUARI 2013\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 3: Ruang Lingkup Perjanjian Kerja Bersama\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perjanjian Kerja Bersama ini mengatur secara umum Hak dan Kewajiban antara\nPerusahaan dan Pekerja, syarat dan kondisi kerja, tata tertib dan hal-hal lain\nyang berkaitan dengan hubungan kerja dalam Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-coverunion_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-equalityexcludedtrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-equalitydifferenttrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-childcareexcludedtrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-childcaredifferenttrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternitydifferenttrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityexcludedtrigger\">\u003Cp>2.Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku bagi seluruh pekerja \u002F buruh di\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 4: Maksud dan Tujuan Perjanjian Kerja Bersama\u003C\u002Fh3>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan dan Pekerja akan Iebih mengetahui dan memahami tentang hak dan\nkewajiban masing-masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Mengurangi timbulnya perselisihan terkait Hubungan Industrial dan\nPeningkatan Usaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Membantu ketenangan kerja pekerja serta mendorong semangat dan kegiatan\nbekerja lebih tekun dan rajin.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Untuk menciptakan suasana musyawarah dan kekeluargaan dalam perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 5: Kewajiban dan Hak\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan maupun Serikat Pekerja berkewajiban untuk mematuhi dan mentaati\nseluruh ketentuan yang telah ditetapkan dalam Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Perusahaan dan Serikat Pekerja berkewajiban memelihara dan menjaga\ntegaknya Perjanjian Kerja Bersama dan senantiasa berupaya menciptakan kondisi\nHubungan Industrial yang tentram, sehingga Pekerja dapat bekerja secara\nproduktif dengan tingkat kualitas dan pelayanan yang meningkat secara terus\nmenerus, yang pada akhirnya tujuan Perusahaan dapat dicapai secara efektif dan\nefisien.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pemimpin Perusahaan mempunyai hak untuk menetapkan dan melaksanakan\nketentuan\u002Fperaturan \u002Fkebijakan Perusahaan sepanjang tidak bertentangan dengan\nperaturan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pekerja berhak untuk menerima Upah dan hak-hak Iainnya sesuai dengan\npekerjaan dan tanggung jawabnya sebagaimana diatur dalam Perjanjian Kerja\nBersama ini dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 6: Kewajiban Dasar\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pekerja harus mentaati ketentuan-ketentuan sebagaimana berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Setiap Pekerja harus sadar akan kewajiban yang telah ditentukan oleh\nPerusahaan dan melaksanakan dengan sebaik-baiknya serta berusaha secara aktif\nuntuk meningkatkan Produktifitas dan efisiensi kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja harus tunduk kepada peraturan dan tata tertib Perusahaan serta\nperintah Atasan Pekerja yang ada kaitannya dengan urusan pekerjaan sepanjang\ntidak bertentangan dengan undang-undang yang berlaku maupun kebijakan\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja tidak diperbolehkan melakukan suatu perbuatan yang secara Iangsung\nmaupun tidak langsung mengakibatkan kerugian bagi Perusahaan, seperti: membuka\nrahasia Perusahaan, menggunakan nama Perusahaan untuk kepentingan pribadi,\nmenjelekkan nama Perusahaan kepada Pihak Ketiga maupun khalayak ramai, serta\nperbuatan Iainnya yang dapat dianggap merugikan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Selama kurun waktu\u002Fjam kerja setiap Pekerja harus berpenampilan rapi,\nbersikap sopan, tidak merokok di dalam ruang kerja dan tidak melakukan hal-hal\nyang tidak ada hubungan dengan tugas dan pekerjaannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pekerja harus segera melaporkan kepada Perusahaan dan berusaha untuk\nmencegahnya apabila menemukan sesuatu yang dapat mengakibatkan kerugian bagi\nPerusahaan atau nama baik Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 7: Peraturan Dasar\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pada hari kerja, setiap Pekerja diharuskan datang di tempat kerja sebelum\njam kerja dimulai dan meninggalkan tempat kerja setelah berakhir kerja yang\ntelah ditentukan, kecuali bagi Pekerja yang diperintahkan dan menyetujui untuk\nbekerja lembur atau hal lain yang telah disetujui oleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja diharuskan memelihara kerapihan dan kebersihan tempat kerja dan\nlingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja dilarang minum minuman keras dan atau memakai obat-obatan\nterlarang (NARKOBA) di dalam Perusahaan ataupun mabuk karena minum minuman\nkeras atau memakai obat-obatan terlarang yang dampaknya terbawa ke dalam\nlingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-violence\">\u003Cp>4.Pekerja dilarang berjudi, berkelahi, melakukan tindakan kekerasan,\nmenganiaya dan mengancam atasan atau sesama Pekerja di dalam areal lingkungan\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>5.Pekerja dilarang keras untuk mengadakan rapat-rapat propaganda,\nmenempelkan Pamflet-pamflet dan poster-poster atau coretan-coretan di dalam\nPerusahaan tanpa ijin dari Perusahaan dan tidak ada kaitannya dengan kegiatan\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Pekerja dilarang untuk menyebarkan desas-desus yang dapat menimbulkan\nkeresahan di antara para Pekerja dan merugikan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Pekerja dilarang untuk membawa atau memakai uang, barang dan alat kerja\nmilik Perusahaan untuk kepentingan pribadi atau orang lain tanpa ijin dari\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Pekerja dilarang untuk bekerja pada Perusahaan Iain tanpa ijin dari\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Pekerja dilarang untuk mempunyai kepemilikan secara langsung maupun tidak\nlangsung dan atau bekerja sampingan di tempat Iain yang kegiatan usahanya\nsejenis dengan usaha Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Pekerja dilarang keras untuk menerima uang, menerima komisi atau\npemberian dalam bentuk apapun dari Pihak Ketiga sehubungan dengan pekerjaan\natau jabatannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11.Pekerja dilarang untuk membuat laporan palsu, tentang apapun yang\nmerugikan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12.Pekerja dilarang keras untuk membocorkan, memberitahu atau membuka\nrahasia yang berkaitan dengan segala sesuatu kegiatan Perusahaan tanpa adanya\nijin dari Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13.Pekerja diharuskan membaca dan memahami segala peraturan yang diterbitkan\noleh Perusahaan yang diumumkan atau diberitahukan kepada Pekerja melalui Surat\nkeputusan, memorandum, surat edaran biasa atau surat elektronik (e-mail) maupun\nyang ditempelkan pada papan pengumuman.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB II: PENGAKUAN DAN FASILITAS BAGI SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>1.Serikat pekerja mengakui bahwa perusahaan mempunyai wewenang penuh dalam\nmengatur dan mengelola jalannya perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengusaha mengakui Serikat Pekerja Garteks PT. Indonesia Wacoal No.\nPendaftaran: 602\u002FSP-SB\u002FFSB-GARTEKS\u002FSBSI\u002FIW\u002F91200\u002FVIII\u002F2012 dan Serikat Pekerja\nLomenik PT. Indonesia Wacoal No. Pendaftaran:\n674\u002FSPSB\u002FFLOMENIK\u002FSBSI\u002FIW\u002F91200\u002FII\u002F2013 sebagai organisasi pekerja yang sah dan\nresmi mewakili segenap anggotanya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 8: Fasilitas - Fasilitas Bagi Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Untuk mendukung kegiatan serikat pekerja, perusahaan memberikan fasilitas\nruangan kantor untuk dipergunakan sebagai sekretariat, di mana fasilitas\ntersebut merupakan inventaris perusahaan yang dipinjamkan kepada serikat\npekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Perusahaan menyediakan papan pengumuman kegiatan organisasi dan setiap\npengumuman harus ditempelkan di papan pengumuman sehingga mudah dibaca oleh\npara pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Perusahaan membantu memotong upah Pekerja untuk iuran organisasi sesuai\ndengan peraturan menteri No. 01 tahun 1984.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 9: Dispensasi Bagi Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Dalam rangka memenuhi tugas organisasi atau lembaga pemerintahan\nsehubungan dengan kegiatan ketenagakerjaan, Perusahaan memberi dispensasi untuk\nmeninggalkan pekerjaan bagi pengurus atau anggota serikat pekerja yang diberi\nmandat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-TRADEUNLEAV_trigger\">\u003Cp>2.Dispensasi untuk pengurus atau anggota serikat pekerja diberikan dalam\nbentuk kuota jam kerja di mana akan diberikan sebanyak 8 jam kerja \u002F minggu\ndengan ketentuan dispensasi yang tidak terpakai tidak digunakan untuk hari atau\nminggu berikutnya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Dalam hal tertentu dan dengan pertimbangan-pertimbangan tertentu serta\ndengan memperhatikan sifat kegiatan, perusahaan dapat memberikan dispensasi\nmelampaui batas waktu yang ditentukan pada ayat 2.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Dispensasi ini dapat diberikan apabila disertai dengan bukti adanya\nundangan untuk mengikuti kegiatan disertai dengan mandat dari serikat\npekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB III: HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 10: Forum Bipartit\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perusahaan dan Serikat Pekerja berkewajiban untuk mendorong terciptanya\nketenangan dan ketentraman di tempat kerja. Untuk membina lancarnya hubungan\ntimbal balik, maka Perusahaan dan Serikat Pekerja membentuk Forum Bipartit\ndengan kegiatan-kegiatan antara Iain:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Mengadakan pertemuan sesuai kebutuhan untuk membahas masalah-masalah yang\nberkaitan dengan peningkatan produktivitas, ketenagakerjaan atau untuk saling\nmenyampaikan informasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Sebagai wadah pembinaan dan penyelesaian masalah Pekerja secara bersama\nantara Perusahaan, Serikat Pekerja dan wakil Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 11: Budaya Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam rangka meningkatkan kinerja dan untuk mencapai produktivitas yang\noptimal, Serikat Pekerja dan Perusahaan secara bersama-sama bertanggung jawab\nuntuk membangun budaya kerja yang sesuai dengan nilai-nilai yang ada di dalam\nPerusahaan, yaitu:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pengembangan Mutu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengembangan Pelayanan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pengembangan Moral dan Disiplin.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pengembangan Kreatifitas dan Inovasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pengembangan dalam Kerjasama dan Saling Menghargai.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 12: Status dan Penggolongan Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-jobclassifaction1\">\u003Cp>1.Berdasarkan sifat dan jangka waktu ikatan kerja, status Pekerja dibagi\nsebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pekerja Tetap (PKWTT: Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah Pekerja yang telah memenuhi syarat-syarat yang ditentukan, diterima\nbekerja dalam hubungan kerja dengan Perusahaan atas dasar Perjanjian Kerja\nuntuk jangka waktu tidak tertentu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pekerja Kontrak (PKWT: Perjanjian Kerja Waktu Tertentu) .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah Pekerja yang terikat pada hubungan kerja untuk waktu tertentu dengan\nPerusahaan atas dasar Perjanjian Kerja untuk jangka waktu tertentu sebagaimana\ndimaksud dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Pekerja Harian\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah Pekerja yang bekerja pada Perusahaan untuk melakukan suatu pekerjaan\ntertentu dan dapat berubah-ubah dalam hal waktu maupun volume pekerjaan dengan\nmenerima upah yang didasarkan atas kehadiran pekerja secara harian.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrial\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrialperiod\">\u003Cp>d.Masa Percobaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah masa percobaan paling Iama 3 (tiga) bulan sebelum diterima sebagai\nPekerja Tetap.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Untuk menggambarkan kedudukan dan perkembangan karir dalam Perusahaan\nserta sebagai pedoman dalam pemberian renumerasi Pekerja, maka dilakukan suatu\npenggolongan Pekerja yang terdiri atas Jabatan, Kepangkatan dan tingkat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Penggolongan dimulai dengan tingkatan (level) Pekerja dari 1 (satu) sampai\ndengan 17 (tujuh belas) dan masing-masing tingkat terdapat jenis kepangkatan\n(Grade). Pekerja dengan tingkatan 17 (tujuh belas) lebih tinggi dari tingkat\nsebelumnya dan seterusnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Kepangkatan dan tingkat mencerminkan kualifikasi Pekerja sedangkan jabatan\nmencerminkan kedudukan Pekerja dalam organisasi Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Penggolongan Pekerja ditentukan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Jabatan \u002FPosition Title\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Pangkat \u002F Grade\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Tingkat \u002F Level\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Assistant\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>staff\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Assistant Team Leader\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>staff\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Team Leader\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>officer\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>4\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>5\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>6\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Unit Leader\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Supervisor\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>7\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>8\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>9\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Section Head\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Assistant Manager\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>10\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>11\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Department Head\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Manager\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>12\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>13\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>14\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Division Head\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>General Manager\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>15\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>16\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Board of Director\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>director\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>17\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Penetapan dan penerapan mengenai Kepangkatan, Tingkat dan Jabatan Pekerja\ndiatur lebih rinci dalam ketentuan tersendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 13: Penerimaan Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Persyaratan umum penerimaan Pekerja merupakan hak dan kewenangan\nPerusahaan, diatur sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Warga Negara Indonesia (WNI), kecuali untuk tenaga khusus dan\nekspatriatis\u002Ftenaga asing tertentu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Minimal 18 Tahun dan atau telah lulus Pendidikan SLTP (Sekolah Lanjutan\nTingkat Pertama)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Calon Pekerja harus berkelakuan baik, tidak pernah dihukum dalam suatu\nperkara pidana dan sehubungan dengan hal itu mampu memberikan suatu surat\nketerangan yang dikeluarkan oleh pihak yang berwenang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Calon Pekerja harus dapat membuktikan keaslian dari ijazah dan surat-surat\nIain yang diajukan pada saat melamar pakerjaan pada Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Calon Pekerja harus berbadan sehat yang dibuktikan dengan surat keterangan\nkesehatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Calon Pekerja harus lulus dari wawancara dan atau pengujian lainnya yang\ndiselenggarakan oleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Calon Pekerja harus memiliki alamat yang jelas dibuktikan dengan kartu\ntanda penduduk yang masih berlaku dan atau tanda pengenal lainnya yang dapat\nditerima oleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.Apabila diminta oleh Perusahaan, calon Pakerja harus dapat menunjukkan\nsurat referensi termasuk dari Perusahaan terakhir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i.Pekerja harus menandatangani suatu perjanjian kerja perorangan yang\ndisiapkan oleh Perusahaan dan disetujui oleh calon Pekerja yang bersangkutan\nyang memuat antara lain: syarat-syarat kerja, pernyataan tentang kesediaan\ncalon Pekerja untuk menerima dan mematuhi ketentuan dalam perjanjian kerja\nperorangan, dan kebijakan Perusahaan yang berlaku dari waktu ke waktu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pada hari pertama Pekerja masuk bekerja harus sudah tidak mempunyai\nhubungan kerja dalam bentuk apapun dengan badan pemerintah atau perusahaan atau\nperorangan manapun juga termasuk bekerja untuk kepentingan dirinya sendiri\n(self employment) serta tidak Iagi terikat oleh suatu ikatan dinas dengan pihak\nmanapun juga, terkecuali ditentukan Iain atas suatu hal yang bersifat khusus\nyang disetujui oleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Apabila kemudian terbukti bahwa Pekerja telah memberikan keterangan yang\ntidak benar mengenai hal yang dimaksud dalam ayat 2 diatas, maka Pekerja yang\nbersangkutan, tanpa memerlukan pembuktian lebih Ianjut, dianggap telah\nmemberikan keterangan palsu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Dalam masa percobaan baik Perusahaan maupun Pekerja Percobaan\nmasing-masing berhak melakukan pemutusan Hubungan Kerja setiap saat tanpa\nsyarat apapun bagi kedua belah pihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 14: Pengalihtugasan \u002F Mutasi Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam upaya pemberdayaan Pekerja dan untuk mencapai tujuan operasional\nPerusahaan, Perusahaan berwenang dan berhak untuk mengangkat, menempatkan atau\nmengalihtugaskan\u002Fmemutasikan Pekerja dari suatu jabatan ke jabatan lain atau\ndari suatu lokasi ke lokasi lain dalam Perusahaan tanpa mengurangi hak\nPekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 15: Batas Usia Kerja\u002FUsia Pensiun\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Usia Pensiun ditetapkan yaitu usia 55 (lima puluh lima) tahun bagi Pekerja\nsampai dengan golongan tingkat\u002Flevel 11 (sebelas) atau sama dengan jabatan\nSection Head. Sedangkan usia pensiun bagi Pekerja dengan golongan tingkat\u002Flevel\n12 (dua belas) atau sama dengan jabatan Department Head ke atas ditetapkan pada\nusia 60 (enam puluh) tahun, sesuai dengan Permenaker No. 02\u002FMen\u002F1995.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 16: Perjalanan Dinas\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perusahaan dapat menugaskan Pekerja untuk melaksanakan perjalanan dinas ke\nluar Kota maupun ke luar negeri. Ketentuan mengenai pedoman dan kebijakan\ntentang perjalanan dinas diatur tersendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 17: Penilaian Prestasi Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Penilaian atas prestasi kerja Pekerja dilakukan oleh Perusahaan melalui\nAtasan Pekerja masing-masing secara terus menerus dan secara tertulis\nsekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam setahun. Ketentuan mengenai pedoman,\nkebijakan dan tata cara penilaian Pekerja diatur tersendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 18: Perjanjian Kerja Waktu Tertentu\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perjanjian kerja waktu tertentu dilakukan sesuai dengan peraturan\nperundang-undangan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dalam Perjanjian Kerja Bersama ini perjanjian kerja waktu tertentu disebut\ndengan K1, perpanjangannya disebut dengan K2 sedangkan pembaharuannya disebut\ndengan K3.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Bahwa perjanjian waktu tertentu paling Iama dilakukan selama 2 tahun dan\nperpanjangannya paling Iama 1 tahun dan jika pekerjaan belum selesai perjanjian\nkerja waktu tertentu dapat dilakukan pembaharuan waktu selama paling Iama 2\ntahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pembaharuan hanya dapat dilakukan 30 hari setelah berakhirnya perjanjian\nkerja waktu tertentu dan atau perpanjangannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 19: Pengangkatan Pekerja Waktu Tertentu (PKWT) Menjadi Pekerja Waktu\nTidak Tertentu (PKWTT)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan berhak dan berwenang untuk mengangkat dan menetapkan Pekerja\nWaktu Tertentu menjadi Pekerja Waktu Tidak Tertentu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengangkatan Pekerja Waktu Tertentu menjadi Pekerja Waktu Tidak Tertentu\nberdasarkan kepada kebutuhan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pengangkatan Pekerja Waktu Tertentu menjadi Pekerja Waktu Tidak Tertentu\ndilakukan dengan memperhatikan serta mempertimbangkan prestasi pekerja yang\nbersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IV: WAKTU KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 20: Hari Kerja dan Jam Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan menetapkan hari dan jam kerja berdasarkan kebutuhan Perusahaan\ndengan tetap mengindahkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek\">\u003Cp>2.Berpedoman pada ayat 1 pasal ini, hari dan jam kerja Perusahaan yang\nlamanya 40 (empat puluh) jam seminggu diatur sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-schedulesrestpw\">\u003Cp>a.Hari Kerja: 5 (lima) hari kerja dalam satu minggu (Senin sampai dengan\nJumat), dengan waktu kerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>•Head Office: Jam 07.30 wib sampai dengan jam 16.30 wib.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>•Rep. Office: Jam 08.00 wib sampai dengan jam 17.00 wib.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>b.Hari Kerja: 6 (enam) hari kerja dalam satu minggu (Senin sampai dengan\nMinggu dan istirahat mingguan dilaksanakan diantara hari-hari tersebut), waktu\nkerja: diatur tersendiri sesuai dengan kebutuhan operasional.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Hari kerja Perusahaan ditentukan dan sewaktu-waktu dapat berubah dengan\nSurat Keputusan, sedangkan perubahan waktu\u002Fjam kerja dan jadwal kerja Pekerja\nserta pengganti hari libur Pekerja dilakukan oleh atasan di bagiannya\nmasing-masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pekerja mendapat waktu untuk jam istirahat kerja mimimal 1\u002F2 (setengah)\njam setelah bekerja 4 (empat) jam terus menerus, namun di setiap bagian yang\nterkait dengan pelayanan terhadap konsumen diwajibkan adanya tugas jaga secara\nbergiliran. Waktu untuk istirahat tersebut tidak termasuk dalam jam kerja\nsebagaimana disebut dalam ayat 2 pasal ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pada hari Jumat diberikan waktu secukupnya bagi Pekerja pria yang beragama\nIslam untuk melakukan ibadah Shalat Jumat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 21: Kerja Lembur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pekerjaan yang dilakukan lebih dari Jam kerja yang telah ditentukan dalam\nsehari dan Iebih dari 40 (empat puluh) Jam seminggu merupakan kerja lembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hoursovertimemax\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-MAXHOURS_trigger\">\u003Cp>2.Kerja lembur dilakukan apabila Perusahaan memerlukan dan Pekerja\nmenyetujuinya. PeIaksanaan kerja lembur mengindahkan persyaratan yang\nditetapkan oleh peraturan ketenagakerjaan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Kerja lembur dianggap sah apabila ada Surat Perintah Tugas Lembur yang\ndiisi dan disetujui oleh Pekerja dan atasan Pekerja yang Iangsung\nmembawahinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pedoman dan kebijakan tentang tata Iaksana kena lembur diatur dengan\nketentuan tersendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 22: Upah Lembur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-OVERTIME_trigger\">\u003Cp>1.Perusahaan menetapkan bahwa yang berhak untuk mendapat Upah Lembur hanya\nPekerja tertentu yaitu Pekerja golongan tingkat\u002F level 1 (satu) sampai dengan\ntingkat\u002Flevel 11 (sebelas) atau sama dengan Jabatan Kepala Seksi (Section\nHead).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Pekerja dengan golongan tlngkat\u002F level 12 (dua belas) atau sama dengan\nJabatan Kepala Departemen (Department Head) ke atas tidak berhak mendapatkan\nupah lembur. Bagi Kepala Departemen (Department Head) apabila kerja lembur akan\nmendapat bantuan makan dan transportasi yang diatur dengan ketentuan\ntersendiri.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Perhitungan upah lembur dilaksanakan berdasarkan peraturan ketenagakerjaan\nyang berlaku sebagai berikut\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Tarif upah lembur sejam yaitu 1\u002F173 x upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Bahwa yang dimaksud dengan upah pada poin a adalah upah dalam pasal 10\nKepmentrans No. 102 Thn 2004.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Cara perhitungan upah kerja lembur sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1_general\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype_general\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype\">\u003Cp>1)Apabila kerja lembur dilakukan pada hari kerja untuk jam kerja lembur\npertama harus dibayar upah sebesar 1,5 (satu setengah) kali upah sejam. Untuk\nsetiap jam kerja lembur berikutnya harus dibayar upah sebesar 2 (dua) kali upah\nsejam.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SUNDAY_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowanceperc1\">\u003Cp>2)Apabila kerja lembur dilakukan pada hari istirahat mingguan dan\u002Fatau hari\nlibur resmi untuk waktu kerja 6 (enam) hari kerja 40 (empat puluh) jam seminggu\nmaka:\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SUNDAY_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowanceperc1\">\n\n\u003Cp>a)Perhitungan upah kerja lembur untuk 7 (tujuh) jam pertama dibayar 2 (dua)\nkali upah sejam, dan jam ke delapan dibayar 3 (tiga) kali upah sejam dan jam\nlembur ke sembilan dan ke sepuluh dibayar 4 (empat) kali.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>b)Apabila hari libur resmi jatuh pada hari kerja terpendek, perhitungan upah\nlembur 5 (lima) jam pertama dibayar 2 (dua) kali upah sejam, jam ke enam 3\n(tiga) kali upah sejam dan jam lembur ketujuh dan ke delapan 4 (empat) kali\nupah sejam.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c)Apabila kerja lembur dilakukan pada hari istirahat mingguan dan atau hari\nlibur resmi untuk waktu kerja 5 (lima) hari kerja dan 40 (empat puluh) jam\nseminggu, maka perhitungan upah kerja lembur untuk 8 (delapan) jam pertama\ndibayar 2 (dua) kali upah sejam, jam ke sembilan dibayar 3 (tiga) kali upah\nsejam dan jam ke sepuluh dan ke sebelas 4 (empat) kali upah sejam.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB V: MANGKIR\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 23: Mangkir\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Setiap Pekerja yang tidak masuk bekerja atau meninggalkan pekerjaan tanpa\nadanya alasan yang sah dan tidak dapat diterima oleh Perusahaan dianggap\nmangkir dan oleh karenanya upahnya tidak dibayarkan sesuai dengan jumlah\nketidakhadirannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Perhitungan upah yang tidak dibayarkan untuk 1 (satu) hari mangkir adalah\n1\u002F30 x gaji \u002F upah pokok sebulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Bilamana jangka waktu mangkir seorang Pekerja selama 5 (lima) hari kerja\nberturut-turut dan telah dipanggil 2 (dua) kali oleh Perusahaan secara patut\ndan tertulis, akan tetapi Pekerja tidak hadir atau tidak dapat memberikan\nketerangan dengan didukung bukti yang sah, maka Perusahaan dapat memutuskan\nhubungan kerja karena dikualifikasikan mengundurkan diri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pekerja tersebut berhak atas uang penggantian hak dan uang pisah, besamya\nuang pisah diatur dalam Perjanjian Kerja Bersama ini Pasal 47.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VI: HARI LIBUR, ISTIRAHAT DAN IJIN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 24: Hari-hari Libur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-bankholidays1\">\u003Cp>Perusahaan akan mengikuti hari-hari libur resmi (Nasional) yang telah\nditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 25: Istirahat Tahunan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Setiap Pekerja berhak mendapatkan istirahat atau cuti tahunan dengan tetap\nmendapat Upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Hak cuti tahunan dapat diambil setelah Pekerja memiliki masa kerja selama\n12 (dua belas) bulan berturut-turut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysweeks\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysdays\">\u003Cp>3.Jumlah hak cuti tahunan adalah 12 (dua belas) hari.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4.Untuk menjamin kelangsungan operasional Perusahaan dan pelayanan terhadap\nkonsumen, setiap Pekerja yang telah berhak atas cuti tahunan harus merencanakan\ncuti tahunannya dan apabila dianggap perlu, Perusahaan berhak mengatur jadwal\ncuti Pekerja dengan tetap memperhatikan kepentingan Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Cuti tahunan dapat diatur oleh Perusahaan yang dilaksanakan secara massal\n(cuti bersama) dalam rangka merayakan Hari Raya Idul Fitri dan atau Hari Raya\nNatal, yang teknis pelaksanaannya diatur tersendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Pada prinsipnya setiap Pekerja harus mengambil cuti tahunannya sekaligus\natau minimal satu bagiannya terdiri dari 5 hari kerja berturut-turut, kecuali\nberdasarkan alasan kepentingan Perusahaan atau kebutuhan dan keadaan pribadi\nPekerja yang disetujui oleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Cuti tahunan tidak boleh ditunda dan tidak dapat diuangkan. Semua cuti\ntahunan harus diambil dalam tahun berjalan, kecuali karena sesuatu hal yang\nsangat penting menyangkut pekerjaan dan telah mendapatkan persetujuan\nPerusahaan, cuti tahunan dapat ditunda sampai hari kerja terakhir di bulan Juni\ntahun berikutnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 26: Ijin Untuk Tidak Hadir\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pekerja tidak wajib bekerja pada hari-hari libur resmi dan tetap menerima\nupah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleave\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelatives\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelativesleave\">\u003Cp>2.Perusahaan memberikan ijin kepada Pekerja untuk tidak hadir dengan tetap\nmenerima Upah di luar hari istirahat\u002Fcuti tahunan, untuk hal-hal sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-marriage\">\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-marriageleave\">\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Pekerja menikah\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3 (tiga) hari kerja\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Pekerja menikahkan anak\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2 (dua) hari kerja\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Khitanan\u002Fbaptis anak\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2 (dua) hari kerja\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Kematian isteri \u002F suami \u002F anak \u002F orang tua \u002F mertua\u002F menantu\n      Pekerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cp>2 (dua) hari kerja\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Istri Pekerja melahirkan\u002F Keguguran\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2 (dua) hari kerja\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Kematian anggota keluarga dalam satu rumah\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 (satu) hari kerja\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pelaksanaan cuti atau istirahat Pekerja wanita karena melahirkan,\nkeguguran atau haid adalah sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveall\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleave\">\u003Cp>a.Istirahat melahirkan dilakukan 1,5 (satu setengah) bulan sebelum dan 1,5\n(satu setengah) bulan setelah melahirkan menurut perhitungan dan keterangan\ndokter kandungan atau bidan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityotherclause\">\u003Cp>b.Istirahat keguguran dilakukan 1,5 (satu setengah) bulan sejak tanggal\nkeguguran. Laporan adanya keguguran sudah harus disampaikan kepada Perusahaan\ndalam waktu 3 (tiga) hari kalender setelah Pekerja mengalami keguguran, dengan\nmelampirkan surat keterangan dari Dokter\u002F Bidan atau Rumah Sakit\u002F Klinik yang\nmenanganinya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-menstruationleave\">\u003Cp>c.Istirahat haid berlaku apabila Pekerja merasakan sakit pada masa haid hari\npertama dan hari kedua, dengan cara memberitahukan\u002F meminta ijin terlebih\ndahulu dengan melampirkan surat dokter.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4.Ijin dari Perusahaan untuk hal yang termaksud dalam ayat 2 dan ayat 3\npasal ini, harus melalui Atasan Pekerja dan atau bagian Personalia\u002FSumber Daya\nManusia terlebih dahulu, kecuali dalam hal kematian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Perusahaan memberi cuti khusus kepada Pekerja yang akan menunaikan Ibadah\nHaji dengan pedoman sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Harus mengajukan permohonan kepada Perusahaan 2 (dua) bulan sebelum\ndimulainya cuti khusus.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Berlaku hanya untuk 1 (satu) kali selama Pekerja bekerja di Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Lamanya cuti khusus sesuai dengan kebutuhan normal yang ditentukan dalam\nperaturan pemerintah yang berlaku. Selama cuti khusus ini, Pekerja akan tetap\nmendapatkan Upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VII: PENGGAJIAN, TUNJANGAN DAN FASILITAS\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 27: Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-WAGES_trigger\">\u003Cp>1.Upah terdiri dari Gaji Pokok dan Tunjangan. Besarnya Gaji Pokok minimal\n75% (tujuh puluh lima persen) dari jumlah gaji pokok dan tunjangan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_government\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_trigger\">\u003Cp>2.Pembayaran Upah terendah tidak akan kurang dari Upah Minimum\nKota\u002FKabupaten\u002FSektoral yang telah ditetapkan oleh Pemerintah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Tunjangan diadakan dan diberikan kepada Pekerja sesuai dengan fungsi,\npekerjaan, tanggung jawab dan jabatan Pekerja yang ketentuannya diatur\ntersendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pajak Penghasilan pasal 21 (Pph 21) ditanggung oleh Pekerja dan Perusahaan\nakan memotong pajak penghasilan dari Upah setiap bulannya untuk kemudian\ndisetorkan ke Kas Negara sesuai dengan Peraturan Pajak yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pembayaran Upah dilakukan pada setiap akhir buIan berjalan, jika tanggal\ntersebut jatuh pada hari minggu atau hari libur Nasional, maka pembayaran upah\ndilakukan sehari sebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 28: Pembayaran Upah Selama Sakit Berkepanjangan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Bagi Pekerja yang menderita sakit berkepanjangan dan tidak mampu bekerja,\nPerusahaan tetap membayar Upahnya dengan syarat sesuai dengan yang tertera di\nbawah ini:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pekerja harus mengajukan bukti berupa surat keterangan dari dokter atau\ndari rumah sakit tempat Pekerja dirawat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Apabila diperlukan, Pekerja harus bersedia diperiksa oleh dokter yang\nditunjuk oleh Perusahaan untuk mendapatkan penilaiannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspayperc\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspaytype\">\u003Cp>2.Pembayaran Upah Pekerja yang menderita penyakit menahun (berkepanjangan)\nyang berlangsung terus menerus atau terputus-putus yang berulang kembali dalam\ntenggang waktu kurang dari 20 (dua puluh) hari kerja, tetap mendapatkan Upah\nyaitu sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>MASA SAKIT\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>UPAH YANG DIBAYARKAN\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>4 bulan pertama\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>100%\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>4 bulan kedua\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>75%\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>4 bulan ketiga\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>50%\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Bulan selanjutnya\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>25%\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdaysnr\">\u003Cp>3.Terhadap Pekerja yang sakit Iebih dari 12 (dua belas) bulan secara terus\nmenerus, Perusahaan berhak melakukan pemutusan hubungan kerja, yang\npelaksanaannya sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 29: Upah Selama Pekerja Dirumahkan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Apabila terjadi situasi\u002Fkondisi di mana Perusahaan terpaksa menghentikan\nsebagian atau seluruh kegiatan usaha, maka Perusahaan dapat mengambil tindakan\ndengan cara “merumahkan” Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Selama dalam masa “dirumahkan”, Pekerja diberikan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Apabila kondisi semakin memburuk, Perusahaan dapat mengajukan pemutusan\nhubungan kerja bagi sebagian atau seluruh Pekerjanya. Untuk pelaksanaannya\ndiadakan pertemuan secara Bipartit yang dihadiri oleh pihak Disnaker dan\ndilakukan musyawarah untuk secara bersama-sama merumuskan jalan keluarnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 30: Peninjauan atas Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Peninjauan atas Upah secara umum akan dilakukan paling tidak 1 (satu) kali\ndalam satu tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasetype2\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasefirmperformance\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-STRUCINCR_trigger\">\u003Cp>2.Adalah kebijakan umum dari Perusahaan bahwa setiap peninjauan atas Upah\nuntuk Pekerja tidak otomatis selalu berarti kenaikan atas Upah. Hasil penilaian\nprestasi kerja dari Pekerja merupakan faktor yang dapat menentukan apakah\nseorang Pekerja mendapatkan kenaikan Upah, di samping faktor keadaan dan\nkemampuan keuangan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 31: Tunjangan, Fasilitas dan Santunan\u002FSumbangan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Tunjangan Tetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Tunjangan yang diberikan setiap bulan yang jumlahnya bersifat tetap kepada\nPekerja dengan pekerjaan dan jabatan tertentu yang diatur dalam suatu ketentuan\ntersendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Tunjangan Tidak Tetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Tunjangan yang diberikan berdasarkan atas kehadiran atau atas hasil usaha\nPekerja yang jumlahnya setiap bulan selalu berubah-ubah. Besarnya tunjangan\ntidak tetap diatur dalam ketentuan tersendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Fasilitas\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Secara umum Perusahaan akan memberikan fasilitas kepada Pekerja dengan\njabatan dan tingkatan tertentu untuk mendukung operasional pekerjaan.\nPemberian, jenis dan harganya diatur dengan ketentuan tersendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Santunan\u002F Sumbangan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Santunan kematian dan sumbangan pernikahan diberikan oleh Perusahaan sebagai\ntanda kasih untuk Pekerja dan keluarganya, diberikan kepada Pekerja yang telah\nmempunyai masa kerja lebih dari 1 (satu) tahun. Santunan kematian diberikan\nkepada keluarga Pekerja yaitu: suami\u002F istri yang sah (hanya untuk 1 orang),\norang tua kandung (Ayah\u002FIbu) dan anak kandung. Sumbangan pernikahan diberikan\nkepada Pekerja untuk pernikahan yang pertama kali. Besarnya Santunan kematian\ndan sumbangan pernikahan diatur dalam ketentuan tersendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 32: Tunjangan Hari Raya Keagamaan\u002FTHR\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype\">\u003Cp>1.Dengan tidak memandang agama atau kepercayaannya, Perusahaan memberikan\nTHR (Tunjangan Hari Raya) yang diberikan bertepatan dengan Hari Raya\nKeagamaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Setiap Pekerja yang berhenti dalam kurun waktu 30 (tiga puluh) hari\nkalender sebelum Tanggal Hari Raya Keagamaan, berhak mendapatkan THR.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusdays1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype2\">\u003Cp>3.THR diberikan sebesar 1 (satu) bulan Upah berdasarkan Upah terakhir pada\nbulan sebelum bulan Hari Raya Keagamaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4.Pembayaran THR dilakukan paling Iambat 15 (lima belas) hari kalender\nsebelum tanggal Hari Raya Keagamaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Bagi Pekerja yang masa kerjanya kurang dari 12 (dua belas) bulan berhak\nuntuk mendapatkan THR yang dihitung secara proporsional.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 33: Tunjangan Masa Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SENIOR_trigger\">\u003Cp>1.Tunjangan masa kerja diberikan oleh perusahaan kepada pekenja yang sudah\nmemiliki masa kerja di atas 1 (satu) tahun.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-longserviceallowanceamount1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-longserviceallowancetype2\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-longserviceallowancetype1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-longserviceallowancetype\">\u003Cp>2.Tunjangan masa kerja yang diberikan kepada pekerja 5000,-\u002Fbulan dan jumlah\ntotalnya tergantung dari masa kerja dari pekerja tersebut.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Tunjangan masa kerja ini akan dicantumkan di slip gaji.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 34: Pakaian Seragam\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan akan memberikan seragam sebanyak 2 (dua) stel setiap tahunnya\nkepada pekerja yang sudah memiliki masa kerja 1 (satu) tahun dan akan diberikan\nsetiap bulan Desember.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Bagi wanita yang beragam Islam diperkenankan menggunakan jilbab untuk\nmodel, warna dan tata cara pemakaian jilbabnya diserahkan kepada koperasi PT.\nIndonesia Wacoal dengan memperhatikan aspek keamanan, kenyamanan dan\nkeselamatan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 35: Tunjangan Selama Pekerja Ditahan Pihak yang Berwajib\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Dalam hal pekerja\u002Fburuh ditahan pihak yang berwajib karena diduga\nmelakukan tindak pidana bukan atas pengaduan pengusaha, maka pengusaha tidak\nwajib membayar upah tetapi wajib memberikan bantuan kepada keluarga\npekerja\u002Fburuh yang menjadi tanggungannya dengan ketentuan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.untuk 1 (satu) orang tanggungan: 25% (dua pulun lima perseratus) dari\nupah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.untuk 2 (dua) orang tanggungan: 35% (tiga puluh lima perseratus) dari\nupah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.untuk 3 (tiga) orang tanggungan: 45% (empat puluh lima perseratus) dari\nupah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.untuk 4 (empat) orang tanggungan atau lebih: 50% (lima puluh perseratus)\ndari upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Bantuan sebagaimana dimaksud di atas diberikan untuk paling Iama 6 (enam)\nbulan takwim terhitung sejak hari pertama Pekerja ditahan pihak yang\nberwajib.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Dalam hal Pekerja ditahan oleh pihak yang berwajib kerena akibat\nmelaksanakan tugas dari Perusahaan maka Perusahaan wajib membayar penuh Upah\nPekerja tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VIII: JAMINAN SOSIAL\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>Jaminan Sosial merupakan suatu sarana untuk menciptakan ketenangan dan\nperlindungan bagi Pekerja pada saat melaksanakan pekerjaan pada Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 36: BPJS Ketenagakerjaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SOCSEC_trigger\">\u003Cp>1.Sesuai dengan ketentuan perundang-undangan mengenai BPJS Ketenagakerjaan\ndan peraturan pelaksanaannya, Pekerja yang berusia di bawah 55 (lima puluh\nlima) tahun diikutsertakan dalam program BPJS Ketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Program dan besarnya iuran BPJS Ketenagakerjaan yang diikuti meliputi:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilitypay\">\u003Cp>a.Jaminan Kecelakaan Kerja, dengan iuran sebesar 0,24% dari gaji\u002Fupah\nsebulan dibayar sepenuhnya oleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>b.Jaminan Hari Tua, dengan iuran sebesar 3,7% dari gaji\u002Fupah sebulan dibayar\noleh Perusahaan dan 2% dari upah sebulan dibayar oleh Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Jaminan Kematian, dengan iuran sebesar 0,3% dari gaji\u002Fupah sebulan dibayar\noleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 37: BPJS Kesehatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurance\">\u003Cp>1.Pekerja diikutsertakan dalam program BPJS Kesehatan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Besarnya iuran BPJS Kesehatan adalah sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Mulai tanggal 1 Januari 2014 sampai dengan 30 Juni 2015 sebesar 4,5% (empat\nkoma lima persen) dari Gaji atau Upah per bulan dengan ketentuan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.4% (empat persen) dibayar oleh Pemberi Kerja; dan 0,5% (nol koma lima\npersen) dibayar oleh Peserta.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Mulai tanggal 1 Juli 2015 sebesar 5% (lima persen) dari Gaji atau Upah per\nbulan dengan ketentuan: 4% (empat persen) dibayar oleh Pemberi Kerja dan 1%\n(satu persen) dibayar oleh Peserta.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Bagi Pekerja yang sudah memiliki fasilitas BPJS Kesehatan di tempat lain,\npekerja tersebut harus memilih salah satunya (Pekerja wanita harus mengikuti\nfasilitas BPJS kesehatan suaminya di mana dia bekerja).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IX: KESEJAHTERAAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 38: Rekreasi \u002F Hiburan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan akan mengadakan tour\u002Frekreasi 1 (satu) tahun sekali.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dalam pelaksanaan tour\u002Frekreasi ini, pekerja tidak diperbolehkan untuk\nmembawa siapa pun termasuk keluarga.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB X: PERATURAN TATA TERTIB DAN DISIPLIN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 39: Ketentuan Umum\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Tata tertib dan disiplin perlu diterapkan, dijaga dan ditegakkan di\nIingkungan Perusahaan agar tercipta suasana di lingkungan kerja yang aman dan\nteratur sehingga tujuan Perusahaan dapat tercapai dengan baik. Peraturan tata\ntertib dikeluarkan untuk memperkenalkan norma-norma tingkah laku guna menuntun\ntindakan-tindakan para Pekerja di samping ketentuan-ketentuan yang termaksud\ndalam perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Oleh karena itu Pekerja yang melanggar peraturan tata tertib, disiplin,\nketentuan perundang-undangan yang berlaku dan norma-norma kesusilaan umum,\ndapat dikenakan sanksi pelanggaran tata tertib dan disiplin dengan\nmemperhatikan sifat dan kadar pelanggaran yang dilakukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 40: Pedoman Tata Tertib dan Disiplin\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Selama berada di Iingkungan kerja, Pekerja harus selalu mematuhi kewajiban\ndasar yang tertuang dalam pasal 6 dan peraturan dasar yang tertuang dalam pasal\n7 Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Tentang kehadiran kerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Setiap Pekerja wajib hadir dan mulai bekerja pada waktu yang telah\nditetapkan oleh Perusahaan dan mengisi\u002F melakukan pencatatan kehadirannya\nmelalui sarana yang telah disediakan (mesin absensi), secara Iangsung tanpa\ndiwakilkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Keterlambatan masuk kerja atau meninggaIkan kerja atau tidak hadir akan\ndikenakan tindakan disiplin kecuali sudah mendapatkan ijin dari Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Pekerja yang tidak masuk kerja karena sakit atau karena sesuatu hal pada\nharinya diwajibkan untuk memberi kabar kepada atasannya melalui sarana\nkomunikasi yang tersedia. Apabila Pekerja tidak masuk kerja karena sakit dan\nberobat ke dokter, diwajibkan membawa surat keterangan dokter dan\nmenyerahkannya kepada atasannya Iangsung pada hari pertama masuk kerja, untuk\nditeruskan ke bagian Personalia\u002F Sumber Daya Manusia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Pekerja wajib meminta ijin terlebih dahulu kepada atasannya apabila\nbermaksud pulang sebelum jam kerja berakhir, datang terlambat atau ijin tidak\nmasuk kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja diwajibkan untuk memelihara dengan baik peralatan, perlengkapan\ndan sarana kerja milik Perusahaan sesuai dengan petunjuk pemakaiannya dan\ndilarang memakainya untuk kepentingan pribadi, kecuali dengan ijin dari atasan\nyang berwenang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pekerja yang mengetahui setiap ada kehilangan dan kerusakan barang milik\nPerusahaan harus melaporkan kepada atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pekerja harus menjalankan tugas sehari-hari dengan rajin, taat,\nberdedikasi, bertanggung jawab atas hasil kerjanya, mencegah terjadinya\npenyimpangan dan kemerosotan hasil kerja, penghamburan dana dan waktu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Pekerja wajib segera memberitahukan kepada Perusahaan melalui bagian\nPersonalia\u002FSumber Daya Manusia, setiap ada perubahan mengenai status, hal ihwal\nyang menyangkut pribadi Pekerja antara lain seperti: alamat, perkawinan,\nkelahiran, kematian, ahli waris, perubahan rekening dan keterangan Iainnya yang\nrelevan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Pekerja tidak diperkenankan terlibat dalam kegiatan\u002F keanggotaan\norganisasi terlarang dan kegiatan perdagangan komoditi terlarang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 41: Tanggung Jawab Pengawasan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Setiap atasan bertanggungjawab dalam memberi teladan atas berlakunya\nPerjanjian Kerja Bersama ini dan mengawasi serta menjaga tegaknya Tata Tertib\ndan Disiplin Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Selain bagian Personalia\u002FSumber Daya Manusia, setiap atasan mempunyai hak\nuntuk memberikan\u002Fmengenakan sanksi (memberikan tegoran) terhadap Pekerja\napabila mengetahui dan mendapatkan alasan-alasan yang menurut peraturan cukup\nlayak dan pantas dikenakan tindakan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 42: Sanksi Pelanggaran Tata Tertib dan Disiplin\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pada dasarnya setiap sanksi yang dikenakan kepada Pekerja yang melakukan\npelanggaran dimaksudkan sebagai tindakan korektif dan edukatif untuk menjaga\nkelangsungan, semangat, minat, kapatuhan dan kinerja Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Sanksi didasarkan pada:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Jenis pelanggaran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Frekuensi pelanggaran yang dilakukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Bobot pelanggaran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Unsur kesengajaan atau kelalaian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Peraturan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Jenis-Jenis sanksi yang diberikan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Teguran \u002Fperingatan lisan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Surat Peringatan Pertama (SP I).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Surat Peringatan Kedua (SP II).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Surat Peringatan Ketiga\u002FTerakhir (SP III\u002F Terakhir).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Pembebasan tugas sementara (skorsing).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Tingkat-tingkat pelanggaran:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pelanggaran Tingkat I.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i.Tidak hadir bekerja 1 (satu) hari kerja tanpa keterangan dan bukti-bukti\nsah yang dapat diterima Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>ii.4 (empat) kali datang terlambat pada saat masuk kerja maupun sehabis\nistirahat tanpa alasan yang dapat diterima.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>iii.Meninggalkan tempat kerja atau pulang Iebih awal tanpa ijin dari\natasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>iv.Malalaikan kewajibannya untuk menyerahkan Surat Keterangan\nketidakhadiran, pada saat kesempatan pertama masuk kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>v.Tidak mematuhi pengarahan atasannya tanpa alasan yang wajar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>vi.Tidak memberitahukan kepada bagian Personalia\u002F Sumber Daya Manusia\nmengenai perubahan data pribadi Pekerja untuk kelengkapan data Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>vii.Pada waktu bekerja tidak mengenakan pakaian kerja yang disyaratkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>viii.Menolak untuk diperiksa badan oleh petugas yang ditunjuk oleh\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pelanggaran Tingkat II\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i.Tidak hadir bekerja selama 2 (dua) hari berturut-turut atau 4 (empat) hari\nkerja tidak berturut-turut dalam sebulan tanpa keterangan atau bukti-bukti sah\nyang dapat diterima Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>ii.8 (delapan) kali datang terlambat pada saat masuk kerja maupun sehabis\nistirahat tanpa alasan yang dapat diterima.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>iii.Mengisi kartu daftar hadir (kartu absensi) dengan data yang tidak\nsebenarnya atau melakukan pengisian daftar hadir milik orang Iain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>iv.Tidak memberitahukan atasan atau tidak mengambil tindakan pencegahan\nketika mengetahui suatu kejadian atau bahaya yang dapat merugikan\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>v.Melakukan pekerjaan yang bukan menjadi tugasnya, kecuali atas perintah\natau permintaan atasannya yang berwenang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>vi.Meninggalkan tempat kerja tanpa seijin atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>vii.Tidak mematuhi aturan tentang petunjuk penggunaan alat kerja, kebersihan\ndan kerapihan tempat kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>viii.Mengulangi pelanggaran tingkat I dan\u002Fatau melakukan pelanggaran lain\nyang setara dengan yang disebutkan di atas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>ix.Melakukan kegiatan jual beli barang\u002Fmakanan minuman di area produksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Pelanggaran Tingkat III.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i.Tidak hadir bekerja selama 3 (tiga) hari kerja berturut-turut atau 6\n(enam) hari kerja tidak berturut-turut dalam sebulan tanpa keterangan atau\nbukti-bukti sah yang dapat diterima oleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>ii.Melakukan perbuatan yang merugikan Perusahaan seperti: membuka rahasia\nPerusahaan, menggunakan nama Perusahaan untuk kepentingan pribadi, menjelekkan\nnama Perusahaan kepada Pihak Ketiga maupun khalayak ramai, serta perbuatan\nIainnya yang dapat dianggap merugikan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>iii.Memindahkan, membawa dan menggunakan peralatan\u002F barang-barang milik\nPerusahaan untuk kepentingan pribadi tanpa seijin Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>iv.Tidak melaporkan atas kehilangan dan kerusakan barang milik\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>v.Mengulangi atas pelanggaran tingkat II dan atau melakukan pelanggaran lain\nyang setara dengan yang disebutkan diatas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Pelanggaran Tingkat IV.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i.Tidak hadir selama 4 (empat) hari kerja berturut-turut atau 8 (delapan)\nhari kerja tidak berturut-turut dalam sebulan tanpa keterangan atau bukti-bukti\nsah yang dapat diterima oleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>ii.Setelah 3 (tiga) kali berturut-turut Pekerja menolak untuk mentaati\nperintah atau penugasan atau pengalihtugasan yang layak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>iii.Dengan sengaja mengakibatkan dirinya dalam keadaan sedemikian rupa\nsehingga tidak dapat menjalankan pekerjaan yang diberikan kepadanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>iv.Tidak cakap melakukan pekerjaan meskipun telah diberi kesempatan di\nbagian Iain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>v.Membuat Iaporan palsu tentang apapun yang merugikan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>vi.Melakukan tindakan atau perbuatan yang dapat menimbuikan keresahan di\nlingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>vii.Mengulangi atas pelanggaran tingkat III dan atau melakukan pelanggaran\nlain yang setara dengan yang disebutkan di atas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Pelanggaran Tingkat V\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i.Memberikan keterangan palsu pada saat melamar pekerjaan dan saat setelah\nditerima bekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>ii.Memalsukan dokumen dan tandatangan atas dokumen Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>iii.Membawa senjata api atau senjata tajam ke dalam Iingkungan Perusahaan\ntanpa ijin.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>iv.Melakukan perbuatan asusiia di tempat kerja\u002F Iingkungan Perusahaan atau\ndi luar Iingkungan Perusahaan yang menimbulkan keresahan bagi masyarakat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>v.Melakukan tindakan\u002Fperbuatan mencuri, menggelapkan, menipu dan\nmemperdagangkan barang terlarang di dalam lingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>vi.Membujuk pengusaha atau sesama Pekerja untuk melakukan sesuatu yang\nbertentangan dengan hukum atau kesusilaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>vii.Dengan sengaja atau ceroboh membahayakan dan membiarkan diri sendiri\natau sesama Pekerja dalam keadaan bahaya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>viii.Melalaikan tugas, bekerja secara gegabah atau tidak menjalankan\npekerjaan sebagaimana mestinya sehingga merugikan Perusahaan atau orang\nIain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>ix.Dengan sengaja maupun karena kecerobohannya merusak, menghilangkan atau\nmenyebabkan hilangnya barang, uang atau data Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>x.Terlibat dalam kegiatan\u002F keanggotaan organisasi terlarang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>xi.Pekerja melanggar Peraturan Dasar Pasal 5 ayat 3 sampai dengan ayat\n11.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>xii.Melakukan pelanggaran Iainnya yang dapat dipandang setara dengan yang\ndisebutkan di atas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Uraian Sanksi, diperinci sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>TINGKAT PELANGGARAN\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>SANKSI\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>WEWENANG DAN TANGGUNG JAWAB\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>I\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cp>Teguran\u002F Peringatan Lisan\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Atasan Iangsung\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>II\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Surat Peringatan Pertama (SP I)\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Tembusan: Personalia\u002FSDM.\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>III\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-Surat Peringatan Kedua (SP II) \n\n        \u003Cp>-Penundaan kenaikan gaji \u002Fpangkat \u002F jabatan\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Tembusan: Atasan Atasannya Iangsung dan Personalia\u002F SDM.\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>IV\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cp>-Surat Peringatan Ketiga\u002FTerakhir (SP III\u002F Terakhir)\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>-Penundaan kenaikan gaji \u002Fpangkat \u002F jabatan\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>-Dapat diikuti dengan Pembebasan Tugas Sementara (Skorsing)\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>-Pemutusan Hubungan Kerja\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Personalia\u002F SDM. \n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Personalia\u002F SDM, pelaksanaan PHK sesuai dengan ketentuan perundangan\n        yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>V\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-Pemutusan Hubungan Kerja karena pelanggaran tingkat V butir i sampai\n        dengan butir xiii, dikategorikan karena alasan-alasan mendesak.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Personalia\u002F SDM, pelaksanaan PHK sesuai dengan peraturan perundangan\n        yang berlaku (setelah ada putusan Hakim tetap).\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pekerja yang melakukan kelalaian atau kecerobohan yang mengakibatkan\nperusahaan dirugikan secara materil, maka perusahaan berhak memberikan sanksi\ndenda (selain sanksi peringatan tetulis sesuai tingkat pelanggarannya).\nMaksimal denda sebesar-besarnya adalah sejumiah kerugian yang diderita\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Pekerja yang melakukan perbuatan dan terindikasikan ke dalam perbuatan\nmelawan hukum, maka selain sanksi yang diberikan oleh perusahaan, dapat\ndilaporkan kepada pihak yang berwajib dan penuntutan atas kerugian yang dialami\noleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 43: Skorsing\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Tindakan pembebasan tugas sementara (Skorsing) dapat dilakukan terhadap\nPekerja, apabila dalam pelanggaran disiplin masih memerlukan pemeriksaan dan\npenelitian yang intensif dalam pengumpulan bukti dan saksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Tindakan pembebasan tugas Sementara (Skorsing) dapat dilaksanakan sampai\nadanya proses penyelesaian Pemutusan Hubungan Kerja. Selama menjalankan\nskorsing, Pekerja mendapatkan Upah sebagaimana biasa diterima.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 44: Prosedur Pemberian Peringatan dan Sanksi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pelaksanaan pemberian sanksi atas pelanggaran berupa surat-surat pemutusan\nhubungan kerja dapat dilakukan apabila telah memenuhi kriteria pelanggaran dan\ntelah dilakukan penelitian yang seksama oleh atasannya maupun pihak yang\nberwenang di Perusahaan dengan adanya pengakuan Pekerja, bukti dan saksi yang\ncukup. Setiap Surat Peringatan berlaku paling Iama untuk 6 (enam) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XI: BERAKHIRNYA HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 45: Umum\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Berakhirnya hubungan kerja antara Perusahaan dengan Pekerja dapat\ndiakibatkan oleh hal-hal sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pekerja meninggal dunia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pekerja mengundurkan diri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Berakhirnya Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Pekerja percobaan yang tidak memenuhi syarat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Tidak mampu bekerja karena alasan kesehatan\u002F sakit yang berkepanjangan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Melanggar peraturan tata tertib dan disiplin.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Karena alasan Perusahaan berubah status, keadaan memaksa, efesiensi dan\ntutup.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.Karena alasan-alasan mendesak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i.Karena usia Ianjut\u002F usia pensiun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 46: Pekerja Meninggal Dunia\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam hal Pekerja meninggal dunia, kepada ahli warisnya akan diberikan\nhak-hak Pekerja sebagaimana diatur dalam ketentuan peraturan Ketenagakerjaan\nyang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 47: Pekerja Mengundurkan Diri Dan Dikualifikasikan Mengundurkan\nDiri\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pekerja yang oleh karena suatu hal, bermaksud mengundurkan diri dari\nPerusahaan dapat melakukannya dengan mengajukan permohonan tertulis kepada\nPerusahaan, yang diajukan selambat-lambatnya (tiga puluh) hari sebelum tanggal\npengunduran dirinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Kepada Pekerja yang mengundurkan diri Perusahaan berkewajiban memberikan\nuang penggantian hak dan uang pisah apabila sudah memenuhi syarat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Mangkir selama 5 (lima) hari kerja berturut-turut dan telah dipanggil 2\nkali secara patut dan tertulis maka dikualifikasikan mengundurkan diri. Pekerja\nberhak atas uang penggantian hak dan uang pisah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Besarnya uang pisah karena mengundurkan diri dan dikualifikasikan\nmengundurkan diri sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>MASA KERJA\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>BESAR UANG PISAH\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>3 THN ≤ MK˂5 thn\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 bln upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cp>5 THN ≤ MK˂10 thn\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2 bln upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cp>10 THN ≤ MK˂15 thn\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3 bln upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cp>15 THN ≤ MK˂20 thn\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>4 bln upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cp>20 atau lebih\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>5 bln upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 48: Berakhirnya Perjanjian Kerja waktu Tertentu (PKWT)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Hubungan kerja antara Perusahaan dengan Pekerja berakhir dengan sendirinya\ndemi hukum, setelah melewati waktu tertentu yang diperjanjikan dan telah\ndisepakati bersama pada saat perjanjian dibuat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Perusahaan tidak berkewajiban memberikan pesangon atau ganti rugi apapun\ndengan berakhirnya perjanjian kerja untuk waktu tertentu ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 49: Pekerja Percobaan yang Tidak Memenuhi Syarat\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Selama masa percobaan Perusahaan berhak untuk sewaktu-waktu melakukan\npemutusan hubungan kerja apabila Pekerja dinilai tidak memenuhi syarat, tanpa\nharus memberikan sesuatu apapun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 50: Masa Sakit yang Berkepanjangan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perusahaan dapat memutuskan hubungan kerja dengan Pekerja karena alasan\nkesehatan atau menderita sakit terus menerus setelah 12 (dua belas) bulan.\nPemutusan Hubungan Kerja ini berpedoman pada peraturan perundang-undangan\nKetenagakerjaan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 51: Pelanggaran Peraturan Tata Tertib dan Disiplin\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pekerja dapat diputuskan hubungan kerjanya apabila melakukan kesalahan atau\npelanggaran terhadap peraturan tata tertib dan disiplin kerja serta telah\nmendapatkan Surat Peringatan Ketiga dan Terakhir. Pemutusan Hubungan Kerja ini\nberpedoman pada peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 52: Karena Alasan-alasan Mendesak\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Apabila Pekerja melakukan suatu perbuatan sesuai dengan pelanggaran dalam\nPasal 42 ayat 4e tentang pelanggaran tingkat V (lima) butir i sampai dengan\nbutir xiii, yang dikategorikan sebagai alasan-alasan mendesak maka Perusahaan\ndapat melakukan Pemutusan Hubungan Kerja sesuai dengan peraturan perundangan\nyang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 53: Karena Alasan Perubahan Status, Keadaan Memaksa, Efesiensi dan\nTutup\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam hal terjadi perubahan status\u002F kepemilikan, keadaan memaksa\u002F force\nmajeur, efesiensi dan tutup yang mengakibatkan Pekerja kehilangan pekerjaannya,\nmaka penyelesaian Pemutusan Hubungan Kerja ini berpedoman pada peraturan\nperundang-undangan ketenagakerjaan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 54: Karena Lanjut Usia\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Bagi Pekerja yang telah mencapai batas usia kerja maksimal\u002F usia pensiun\nsesuai dengan pasal 15 Perjanjian Kerja Bersama ini, maka dapat diberhentikan\ndengan hormat dari pekerjaannya. Pekerja akan menerima hak-haknya dengan\nberpedoman kepada peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PasaI 55: Uang Pesangon dan Uang Penghargaan Masa Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_dismissal_type\">\u003Cp>Dalam hal pemutusan hubungan kerja, bagi Pekerja yang berhak akan, menerima\nuang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak yang\nperhitungannya didasarkan atas gaji pokok dan tunjangan tetap, dengan\nberpedoman kepada peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan yang berlaku,\nyaitu sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number_1_tenure\">\u003Cp>1.Besarnya uang pesangon\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>MASA KERJA\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>BESAR UANG PESANGON\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>MK ≤ 1 th\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 bln upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>1 thn ≤ MK &lt; 2 thn\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cp>2 bln upah\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cp>2 thn ≤ MK &lt; 3 thn\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3 bln upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>3 thn ≤ MK &lt; 4 thn\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>4 bln upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cp>4 thn ≤ MK &lt; 5 thn\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>5 bln upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cp>5 thn ≤ MK &lt; 6 thn\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>6 bln upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>6 thn ≤ MK &lt; 7 thn\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>7 bln upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>7 thn ≤ MK &lt; 8 thn\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>8 bln upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>8 thn atau lebih\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>9 bln upah\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Besarnya Uang Penghargaan Masa Kerja (PMK) sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>MASA KERJA\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>BESAR UANG PMK\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>3 thn ≤ MK &lt; 6 thn\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2 bln upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cp>6 thn ≤ MK &lt; 9 thn\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3 bln upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>9 thn ≤ MK &lt; 12 thn\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>4 bln upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>12 thn ≤ MK &lt; 15 thn\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>5 bln upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cp>15 thn ≤ MK &lt; 18 thn\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>6 bln upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cp>18 thn ≤ MK &lt; 21 thn\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>7 bln upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>21 thn ≤ MK &lt; 24 thn\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>8 bln upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>24 thn atau lebih\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cp>10 bln upah\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Uang penggantian hak mellputi:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Cuti tahunan yang belum diambll dan belum gugur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Biaya atau ongkos pulang untuk pekerja dan keluarganya ke tempat di mana\npekerja diterima bekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Penggantian perumahan, pengobatan dan perawatan ditetapkan 15 % (lima\nbelas persen) dari uang pesangon dan atau uang penghargaan masa kerja, bagi\nyang memenuhi syarat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Hal-hal lain yang ditetapkan dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan\natau perjanjian kerja bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 56: Hutang Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam hal terjadl Pemutusan Hubungan Kerja yang disebabkan karena alasan\napapun, maka Pekerja wajib melunasi semua hutangnya kepada Perusahaan pada saat\nterputusnya hubungan kerja terjadi. Perusahaan berhak memperhitungkan sekaligus\ndari uang pesangon dan\u002Fatau uang penghargaan dan\u002Fatau uang penggantian hak\ndan\u002Fatau dari sumber dana Iainnya atas nama Pekerja. Pemutusan Hubungan Kerja\ntidak otomatis membebaskan Pekerja tersebut dari hutang-hutangnya kepada\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XII: PENUTUP\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 57: Masa Berlaku\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end_date\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start_date\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start\">\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku untuk jangka waktu 2 (dua) tahun\nterhitung sejak ditandatanganinya Perjanjian Kerja Bersama ini, tanggal 14 Juli\n2014 sampai dengan 13 Juli 2016.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 58: Penafsiran\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Apabila terdapat ketidakjelasan makna dan atau pengertian pada pasal-pasal\natau ayat-ayat yang dikemukakan dalam Perjanjian Kerja Bersama ini, maka\nPerusahaan dan Serikat Pekerja akan mengkonsultasikannya dengan pihak instansi\nterkait yang menangani bidang ketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 59: Sosialisasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perusahaan mengumumkan dan mensosialisasikan Perjanjian Kerja Bersama ini\nkepada seluruh Pekerja, segera setelah Perjanjian Kerja Bersama ini\ndisahkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 60: Lain-lain\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Hal-hal lain yang belum diatur dalam Perjanjian Kerja Bersama dan\nketentuan yang bersifat prosedural dan teknis administratif dan merupakan\npenjabaran lebih lanjut dari isi Perjanjian Kerja Bersama ini akan diatur dalam\nketentuan tersendiri dalam bentuk Surat Keputusan, Petunjuk Pelaksana ataupun\nMemorandum yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dan menjadi satu\nkesatuan dengan Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Apabila terdapat ketentuan dalam Perjanjian Kerja Bersama ini yang\nbertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, maka ketentuan\ntersebut batal demi hukum.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>LAMPIRAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbaratificationdate\">\u003Cp>Ditandatangani di Jakarta,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pada Tanggal 14 Juli 2014 oleh,\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Pihak - Pihak Yang Mengadakan Perjanjian Kerja Bersama\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>WAKIL SERIKAT PEKERJAWAKIL PERUSAHAAN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Agus WijionoSuryadi Sasmita\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ketua SP GarteksPresiden Direktur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Erni HerningsihMujiati\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sekertaris SP GarteksHRD Department Head\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sofona Telaumbanua\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ketu SP Lomenik\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>F. Riswanto\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sekretarus SP Lomenik\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\n\n            \n            \n            \n            \n            \n            \n            \n            \n            ",{"disabilitypay":46,"violence":50,"maternitydifferenttrigger":54,"paidmaternityleaveduration":58,"maxsicknesspay":62,"cbadate_end":66,"severance_number":70,"severance_dismissal_type":74,"overtimeallowanceperc1_general":78,"ONCERISE_trigger":82,"maternityexcludedtrigger":86,"dayspweek":88,"longserviceallowanceamount1":92,"wageincreasetype2":96,"equalitydifferenttrigger":100,"STRUCINCR_trigger":102,"hourspday":104,"childcaredifferenttrigger":106,"OVERTIME_trigger":108,"contracttrialperiod":112,"maternityotherclause":116,"longserviceallowancetype":120,"wageincreasefirmperformance":123,"maxsicknesspayperc":125,"cbadate_start":128,"incidentalbonusdays1":130,"overtimeallowanceperc1":134,"holidaysdays":137,"maxsicknesspaytype":141,"jobclassifaction1":143,"severance_number_1_tenure":147,"holidaysweeks":149,"childcareexcludedtrigger":151,"wageincreasetype":153,"sundayallowancetype":155,"equalityexcludedtrigger":159,"sicknessmaxdaysnr":161,"LOWWAGE_government":165,"overtimeallowancetype1":169,"hourspweek":172,"contracttrial":176,"schedulesrestpw":178,"incidentalbonustype":180,"sundayallowancetype1":183,"longserviceallowancetype1":185,"longserviceallowancetype2":187,"healthinsurance":189,"paidmaternityleaveall":193,"TRADEUNLEAV_trigger":195,"paidpaternityleave":199,"cbadate_end_date":203,"incidentalbonustype2":205,"cbadate_start_date":207,"SUNDAY_trigger":209,"overtimeallowancetype_general":211,"menstruationleave":213,"LOWWAGE_trigger":217,"coverunion_trigger":219,"sundayallowanceperc1":222,"SOCSEC_trigger":224,"contractseverancepay1":228,"bankholidays1":230,"overtimeallowancetype":234,"cbaratificationdate":236,"SENIOR_trigger":240,"deathrelativesleave":244,"paidmaternityleave":246,"WAGES_trigger":248,"contractseverancepay":252,"paidpaternityleaveduration":254,"severance":256,"deathrelatives":258,"MAXHOURS_trigger":260,"hoursovertimemax":264,"marriage":266,"marriageleave":270},{"bindId":47,"name":48,"text":49},"disabilitypay","a.Jaminan Kecelakaan Kerja, dengan iuran","a.Jaminan Kecelakaan Kerja, dengan iuran sebesar 0,24% dari gaji\u002Fupah\nsebulan dibayar sepenuhnya oleh Perusahaan.",{"bindId":51,"name":52,"text":53},"violence","4.Pekerja dilarang berjudi, berkelahi, m","4.Pekerja dilarang berjudi, berkelahi, melakukan tindakan kekerasan,\nmenganiaya dan mengancam atasan atau sesama Pekerja di dalam areal lingkungan\nPerusahaan.",{"bindId":55,"name":56,"text":57},"maternitydifferenttrigger","2.Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku b","2.Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku bagi seluruh pekerja \u002F buruh di\nperusahaan.",{"bindId":59,"name":60,"text":61},"paidmaternityleaveduration","a.Istirahat melahirkan dilakukan 1,5 (sa","a.Istirahat melahirkan dilakukan 1,5 (satu setengah) bulan sebelum dan 1,5\n(satu setengah) bulan setelah melahirkan menurut perhitungan dan keterangan\ndokter kandungan atau bidan.",{"bindId":63,"name":64,"text":65},"maxsicknesspay","2.Pembayaran Upah Pekerja yang menderita","2.Pembayaran Upah Pekerja yang menderita penyakit menahun (berkepanjangan)\nyang berlangsung terus menerus atau terputus-putus yang berulang kembali dalam\ntenggang waktu kurang dari 20 (dua puluh) hari kerja, tetap mendapatkan Upah\nyaitu sebagai berikut:\n\n\n  \n  \n  \n  \n    \n      MASA SAKIT\n      UPAH YANG DIBAYARKAN\n    \n    \n      4 bulan pertama\n      100%\n    \n    \n      4 bulan kedua\n      75%\n    \n    \n      4 bulan ketiga\n      50%\n    \n    \n      Bulan selanjutnya\n      25%\n    \n  \n",{"bindId":67,"name":68,"text":69},"cbadate_end","Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku unt","Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku untuk jangka waktu 2 (dua) tahun\nterhitung sejak ditandatanganinya Perjanjian Kerja Bersama ini, tanggal 14 Juli\n2014 sampai dengan 13 Juli 2016.",{"bindId":71,"name":72,"text":73},"severance_number","1.Besarnya uang pesangon MASA KERJA BESA","1.Besarnya uang pesangon\n\n\n  \n  \n  \n  \n    \n      MASA KERJA\n      BESAR UANG PESANGON\n    \n    \n      MK ≤ 1 th\n      1 bln upah\n    \n    \n      1 thn ≤ MK \u003C 2 thn\n      2 bln upah\n      \n    \n    \n      2 thn ≤ MK \u003C 3 thn\n      \n      3 bln upah\n    \n    \n      3 thn ≤ MK \u003C 4 thn\n      4 bln upah\n    \n    \n      4 thn ≤ MK \u003C 5 thn\n      \n      5 bln upah\n    \n    \n      5 thn ≤ MK \u003C 6 thn\n      \n      6 bln upah\n    \n    \n      6 thn ≤ MK \u003C 7 thn\n      7 bln upah\n    \n    \n      7 thn ≤ MK \u003C 8 thn\n      8 bln upah\n    \n    \n      8 thn atau lebih\n      9 bln upah",{"bindId":75,"name":76,"text":77},"severance_dismissal_type","Dalam hal pemutusan hubungan kerja, bagi","Dalam hal pemutusan hubungan kerja, bagi Pekerja yang berhak akan, menerima\nuang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak yang\nperhitungannya didasarkan atas gaji pokok dan tunjangan tetap, dengan\nberpedoman kepada peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan yang berlaku,\nyaitu sebagai berikut:",{"bindId":79,"name":80,"text":81},"overtimeallowanceperc1_general","1)Apabila kerja lembur dilakukan pada ha","1)Apabila kerja lembur dilakukan pada hari kerja untuk jam kerja lembur\npertama harus dibayar upah sebesar 1,5 (satu setengah) kali upah sejam. Untuk\nsetiap jam kerja lembur berikutnya harus dibayar upah sebesar 2 (dua) kali upah\nsejam.\n\n2)Apabila kerja lembur dilakukan pada hari istirahat mingguan dan\u002Fatau hari\nlibur resmi untuk waktu kerja 6 (enam) hari kerja 40 (empat puluh) jam seminggu\nmaka:",{"bindId":83,"name":84,"text":85},"ONCERISE_trigger","1.Dengan tidak memandang agama atau kepe","1.Dengan tidak memandang agama atau kepercayaannya, Perusahaan memberikan\nTHR (Tunjangan Hari Raya) yang diberikan bertepatan dengan Hari Raya\nKeagamaan.\n\n2.Setiap Pekerja yang berhenti dalam kurun waktu 30 (tiga puluh) hari\nkalender sebelum Tanggal Hari Raya Keagamaan, berhak mendapatkan THR.\n\n3.THR diberikan sebesar 1 (satu) bulan Upah berdasarkan Upah terakhir pada\nbulan sebelum bulan Hari Raya Keagamaan.",{"bindId":87,"name":56,"text":57},"maternityexcludedtrigger",{"bindId":89,"name":90,"text":91},"dayspweek","a.Hari Kerja: 5 (lima) hari kerja dalam ","a.Hari Kerja: 5 (lima) hari kerja dalam satu minggu (Senin sampai dengan\nJumat), dengan waktu kerja:\n\n•Head Office: Jam 07.30 wib sampai dengan jam 16.30 wib.\n\n•Rep. Office: Jam 08.00 wib sampai dengan jam 17.00 wib.",{"bindId":93,"name":94,"text":95},"longserviceallowanceamount1","2.Tunjangan masa kerja yang diberikan ke","2.Tunjangan masa kerja yang diberikan kepada pekerja 5000,-\u002Fbulan dan jumlah\ntotalnya tergantung dari masa kerja dari pekerja tersebut.\n\n3.Tunjangan masa kerja ini akan dicantumkan di slip gaji.",{"bindId":97,"name":98,"text":99},"wageincreasetype2","2.Adalah kebijakan umum dari Perusahaan ","2.Adalah kebijakan umum dari Perusahaan bahwa setiap peninjauan atas Upah\nuntuk Pekerja tidak otomatis selalu berarti kenaikan atas Upah. Hasil penilaian\nprestasi kerja dari Pekerja merupakan faktor yang dapat menentukan apakah\nseorang Pekerja mendapatkan kenaikan Upah, di samping faktor keadaan dan\nkemampuan keuangan Perusahaan.",{"bindId":101,"name":56,"text":57},"equalitydifferenttrigger",{"bindId":103,"name":98,"text":99},"STRUCINCR_trigger",{"bindId":105,"name":90,"text":91},"hourspday",{"bindId":107,"name":56,"text":57},"childcaredifferenttrigger",{"bindId":109,"name":110,"text":111},"OVERTIME_trigger","1.Perusahaan menetapkan bahwa yang berha","1.Perusahaan menetapkan bahwa yang berhak untuk mendapat Upah Lembur hanya\nPekerja tertentu yaitu Pekerja golongan tingkat\u002F level 1 (satu) sampai dengan\ntingkat\u002Flevel 11 (sebelas) atau sama dengan Jabatan Kepala Seksi (Section\nHead).",{"bindId":113,"name":114,"text":115},"contracttrialperiod","d.Masa Percobaan Adalah masa percobaan p","d.Masa Percobaan\n\nAdalah masa percobaan paling Iama 3 (tiga) bulan sebelum diterima sebagai\nPekerja Tetap.",{"bindId":117,"name":118,"text":119},"maternityotherclause","b.Istirahat keguguran dilakukan 1,5 (sat","b.Istirahat keguguran dilakukan 1,5 (satu setengah) bulan sejak tanggal\nkeguguran. Laporan adanya keguguran sudah harus disampaikan kepada Perusahaan\ndalam waktu 3 (tiga) hari kalender setelah Pekerja mengalami keguguran, dengan\nmelampirkan surat keterangan dari Dokter\u002F Bidan atau Rumah Sakit\u002F Klinik yang\nmenanganinya.",{"bindId":121,"name":94,"text":122},"longserviceallowancetype","2.Tunjangan masa kerja yang diberikan kepada pekerja 5000,-\u002Fbulan dan jumlah\ntotalnya tergantung dari masa kerja dari pekerja tersebut.",{"bindId":124,"name":98,"text":99},"wageincreasefirmperformance",{"bindId":126,"name":64,"text":127},"maxsicknesspayperc","2.Pembayaran Upah Pekerja yang menderita penyakit menahun (berkepanjangan)\nyang berlangsung terus menerus atau terputus-putus yang berulang kembali dalam\ntenggang waktu kurang dari 20 (dua puluh) hari kerja, tetap mendapatkan Upah\nyaitu sebagai berikut:\n\n\n  \n  \n  \n  \n    \n      MASA SAKIT\n      UPAH YANG DIBAYARKAN\n    \n    \n      4 bulan pertama\n      100%\n    \n    \n      4 bulan kedua\n      75%\n    \n    \n      4 bulan ketiga\n      50%\n    \n    \n      Bulan selanjutnya\n      25%",{"bindId":129,"name":68,"text":69},"cbadate_start",{"bindId":131,"name":132,"text":133},"incidentalbonusdays1","3.THR diberikan sebesar 1 (satu) bulan U","3.THR diberikan sebesar 1 (satu) bulan Upah berdasarkan Upah terakhir pada\nbulan sebelum bulan Hari Raya Keagamaan.",{"bindId":135,"name":80,"text":136},"overtimeallowanceperc1","1)Apabila kerja lembur dilakukan pada hari kerja untuk jam kerja lembur\npertama harus dibayar upah sebesar 1,5 (satu setengah) kali upah sejam. Untuk\nsetiap jam kerja lembur berikutnya harus dibayar upah sebesar 2 (dua) kali upah\nsejam.",{"bindId":138,"name":139,"text":140},"holidaysdays","3.Jumlah hak cuti tahunan adalah 12 (dua","3.Jumlah hak cuti tahunan adalah 12 (dua belas) hari.",{"bindId":142,"name":64,"text":127},"maxsicknesspaytype",{"bindId":144,"name":145,"text":146},"jobclassifaction1","1.Berdasarkan sifat dan jangka waktu ika","1.Berdasarkan sifat dan jangka waktu ikatan kerja, status Pekerja dibagi\nsebagai berikut:\n\na.Pekerja Tetap (PKWTT: Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu)\n\nAdalah Pekerja yang telah memenuhi syarat-syarat yang ditentukan, diterima\nbekerja dalam hubungan kerja dengan Perusahaan atas dasar Perjanjian Kerja\nuntuk jangka waktu tidak tertentu.\n\nb.Pekerja Kontrak (PKWT: Perjanjian Kerja Waktu Tertentu) .\n\nAdalah Pekerja yang terikat pada hubungan kerja untuk waktu tertentu dengan\nPerusahaan atas dasar Perjanjian Kerja untuk jangka waktu tertentu sebagaimana\ndimaksud dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.\n\nc.Pekerja Harian\n\nAdalah Pekerja yang bekerja pada Perusahaan untuk melakukan suatu pekerjaan\ntertentu dan dapat berubah-ubah dalam hal waktu maupun volume pekerjaan dengan\nmenerima upah yang didasarkan atas kehadiran pekerja secara harian.",{"bindId":148,"name":72,"text":73},"severance_number_1_tenure",{"bindId":150,"name":139,"text":140},"holidaysweeks",{"bindId":152,"name":56,"text":57},"childcareexcludedtrigger",{"bindId":154,"name":98,"text":99},"wageincreasetype",{"bindId":156,"name":157,"text":158},"sundayallowancetype","2)Apabila kerja lembur dilakukan pada ha","2)Apabila kerja lembur dilakukan pada hari istirahat mingguan dan\u002Fatau hari\nlibur resmi untuk waktu kerja 6 (enam) hari kerja 40 (empat puluh) jam seminggu\nmaka:\n\na)Perhitungan upah kerja lembur untuk 7 (tujuh) jam pertama dibayar 2 (dua)\nkali upah sejam, dan jam ke delapan dibayar 3 (tiga) kali upah sejam dan jam\nlembur ke sembilan dan ke sepuluh dibayar 4 (empat) kali.",{"bindId":160,"name":56,"text":57},"equalityexcludedtrigger",{"bindId":162,"name":163,"text":164},"sicknessmaxdaysnr","3.Terhadap Pekerja yang sakit Iebih dari","3.Terhadap Pekerja yang sakit Iebih dari 12 (dua belas) bulan secara terus\nmenerus, Perusahaan berhak melakukan pemutusan hubungan kerja, yang\npelaksanaannya sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.",{"bindId":166,"name":167,"text":168},"LOWWAGE_government","2.Pembayaran Upah terendah tidak akan ku","2.Pembayaran Upah terendah tidak akan kurang dari Upah Minimum\nKota\u002FKabupaten\u002FSektoral yang telah ditetapkan oleh Pemerintah.",{"bindId":170,"name":110,"text":171},"overtimeallowancetype1","1.Perusahaan menetapkan bahwa yang berhak untuk mendapat Upah Lembur hanya\nPekerja tertentu yaitu Pekerja golongan tingkat\u002F level 1 (satu) sampai dengan\ntingkat\u002Flevel 11 (sebelas) atau sama dengan Jabatan Kepala Seksi (Section\nHead).\n\n2.Pekerja dengan golongan tlngkat\u002F level 12 (dua belas) atau sama dengan\nJabatan Kepala Departemen (Department Head) ke atas tidak berhak mendapatkan\nupah lembur. Bagi Kepala Departemen (Department Head) apabila kerja lembur akan\nmendapat bantuan makan dan transportasi yang diatur dengan ketentuan\ntersendiri.",{"bindId":173,"name":174,"text":175},"hourspweek","2.Berpedoman pada ayat 1 pasal ini, hari","2.Berpedoman pada ayat 1 pasal ini, hari dan jam kerja Perusahaan yang\nlamanya 40 (empat puluh) jam seminggu diatur sebagai berikut:",{"bindId":177,"name":114,"text":115},"contracttrial",{"bindId":179,"name":90,"text":91},"schedulesrestpw",{"bindId":181,"name":84,"text":182},"incidentalbonustype","1.Dengan tidak memandang agama atau kepercayaannya, Perusahaan memberikan\nTHR (Tunjangan Hari Raya) yang diberikan bertepatan dengan Hari Raya\nKeagamaan.\n\n2.Setiap Pekerja yang berhenti dalam kurun waktu 30 (tiga puluh) hari\nkalender sebelum Tanggal Hari Raya Keagamaan, berhak mendapatkan THR.",{"bindId":184,"name":110,"text":171},"sundayallowancetype1",{"bindId":186,"name":94,"text":122},"longserviceallowancetype1",{"bindId":188,"name":94,"text":122},"longserviceallowancetype2",{"bindId":190,"name":191,"text":192},"healthinsurance","1.Pekerja diikutsertakan dalam program B","1.Pekerja diikutsertakan dalam program BPJS Kesehatan.",{"bindId":194,"name":60,"text":61},"paidmaternityleaveall",{"bindId":196,"name":197,"text":198},"TRADEUNLEAV_trigger","2.Dispensasi untuk pengurus atau anggota","2.Dispensasi untuk pengurus atau anggota serikat pekerja diberikan dalam\nbentuk kuota jam kerja di mana akan diberikan sebanyak 8 jam kerja \u002F minggu\ndengan ketentuan dispensasi yang tidak terpakai tidak digunakan untuk hari atau\nminggu berikutnya.",{"bindId":200,"name":201,"text":202},"paidpaternityleave","2.Perusahaan memberikan ijin kepada Peke","2.Perusahaan memberikan ijin kepada Pekerja untuk tidak hadir dengan tetap\nmenerima Upah di luar hari istirahat\u002Fcuti tahunan, untuk hal-hal sebagai\nberikut:\n\n\n  \n  \n  \n  \n    \n      Pekerja menikah\n      3 (tiga) hari kerja\n    \n    \n      Pekerja menikahkan anak\n      2 (dua) hari kerja\n    \n    \n      Khitanan\u002Fbaptis anak\n      2 (dua) hari kerja\n    \n    \n      Kematian isteri \u002F suami \u002F anak \u002F orang tua \u002F mertua\u002F menantu\n      Pekerja\n      2 (dua) hari kerja\n      \n    \n    \n      Istri Pekerja melahirkan\u002F Keguguran\n      2 (dua) hari kerja\n    \n    \n      Kematian anggota keluarga dalam satu rumah\n      1 (satu) hari kerja",{"bindId":204,"name":68,"text":69},"cbadate_end_date",{"bindId":206,"name":132,"text":133},"incidentalbonustype2",{"bindId":208,"name":68,"text":69},"cbadate_start_date",{"bindId":210,"name":157,"text":158},"SUNDAY_trigger",{"bindId":212,"name":80,"text":136},"overtimeallowancetype_general",{"bindId":214,"name":215,"text":216},"menstruationleave","c.Istirahat haid berlaku apabila Pekerja","c.Istirahat haid berlaku apabila Pekerja merasakan sakit pada masa haid hari\npertama dan hari kedua, dengan cara memberitahukan\u002F meminta ijin terlebih\ndahulu dengan melampirkan surat dokter.",{"bindId":218,"name":167,"text":168},"LOWWAGE_trigger",{"bindId":220,"name":56,"text":221},"coverunion_trigger","2.Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku bagi seluruh pekerja \u002F buruh di\nperusahaan.\n\n\n\nPasal 4: Maksud dan Tujuan Perjanjian Kerja Bersama",{"bindId":223,"name":157,"text":158},"sundayallowanceperc1",{"bindId":225,"name":226,"text":227},"SOCSEC_trigger","1.Sesuai dengan ketentuan perundang-unda","1.Sesuai dengan ketentuan perundang-undangan mengenai BPJS Ketenagakerjaan\ndan peraturan pelaksanaannya, Pekerja yang berusia di bawah 55 (lima puluh\nlima) tahun diikutsertakan dalam program BPJS Ketenagakerjaan.",{"bindId":229,"name":72,"text":73},"contractseverancepay1",{"bindId":231,"name":232,"text":233},"bankholidays1","Perusahaan akan mengikuti hari-hari libu","Perusahaan akan mengikuti hari-hari libur resmi (Nasional) yang telah\nditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia.",{"bindId":235,"name":80,"text":136},"overtimeallowancetype",{"bindId":237,"name":238,"text":239},"cbaratificationdate","Ditandatangani di Jakarta, Pada Tanggal ","Ditandatangani di Jakarta,\n\nPada Tanggal 14 Juli 2014 oleh,",{"bindId":241,"name":242,"text":243},"SENIOR_trigger","1.Tunjangan masa kerja diberikan oleh pe","1.Tunjangan masa kerja diberikan oleh perusahaan kepada pekenja yang sudah\nmemiliki masa kerja di atas 1 (satu) tahun.",{"bindId":245,"name":201,"text":202},"deathrelativesleave",{"bindId":247,"name":60,"text":61},"paidmaternityleave",{"bindId":249,"name":250,"text":251},"WAGES_trigger","1.Upah terdiri dari Gaji Pokok dan Tunja","1.Upah terdiri dari Gaji Pokok dan Tunjangan. Besarnya Gaji Pokok minimal\n75% (tujuh puluh lima persen) dari jumlah gaji pokok dan tunjangan.",{"bindId":253,"name":72,"text":73},"contractseverancepay",{"bindId":255,"name":201,"text":202},"paidpaternityleaveduration",{"bindId":257,"name":72,"text":73},"severance",{"bindId":259,"name":201,"text":202},"deathrelatives",{"bindId":261,"name":262,"text":263},"MAXHOURS_trigger","2.Kerja lembur dilakukan apabila Perusah","2.Kerja lembur dilakukan apabila Perusahaan memerlukan dan Pekerja\nmenyetujuinya. PeIaksanaan kerja lembur mengindahkan persyaratan yang\nditetapkan oleh peraturan ketenagakerjaan yang berlaku.",{"bindId":265,"name":262,"text":263},"hoursovertimemax",{"bindId":267,"name":268,"text":269},"marriage","Pekerja menikah 3 (tiga) hari kerja","Pekerja menikah\n      3 (tiga) hari kerja",{"bindId":271,"name":268,"text":269},"marriageleave","\u003Chtml>\n\n    \u003Cdiv class=\"cobra-report\">\n\n        \u003Ch2>PT. INDONESIA WACOAL - 2014\u003C\u002Fh2>\n\n        \u003Cdiv class=\"section general\">\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-start_date\">Tanggal dimulainya perjanjian: &rarr;&nbsp;2014-07-14\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-end_date\">Tanggal berakhirnya perjanjian: &rarr;&nbsp;2016-07-13\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \u003C!-- TODO: previous CBA logic -->\n            \u003C!-- TODO: status logic -->\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaratified\">Diratifikasi oleh: &rarr;&nbsp;Other\u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaactorratified\">\n                    Diratifikasi pada: &rarr;&nbsp;2014-07-14\n                \u003C\u002Fdiv>\n            \n\n            \u003C!-- TODO: transnational_label, includingcountries_label, national_framework_label -->\n\n            \u003Cdiv id=\"display-SECTOR1\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Industri\u002Fpabrik pengolahan\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-NACE2004\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Pabrik Manufaktur Garmen (garmen, pakaian jadi)\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-FIRMPRI\">\n                Sektor publik\u002Fswasta: &rarr;&nbsp;In the private sector\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv>Disimpulkan oleh:\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1\">\n\n                \n                    \n                    \u003Cdiv>\n                        Nama perusahaan: &rarr;&nbsp;\n                        PT. INDONESIA WACOAL\n                    \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1\">\n                Nama serikat pekerja: &rarr;&nbsp;\n\n                \n                    \n                    \u003Cspan>\n                        Serikat Pekerja Garteks PT. Indonesia Wacoal, Serikat Pekerja Lomenik PT. Indonesia Wacoal\n                    \u003C\u002Fspan>\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-casignemployees\">\n                Nama penandatangan dari pihak pekerja &rarr;&nbsp;Agus Wijiono, F. Riswanto\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section social-security-pensions\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SOCSEC_trigger\">JAMINAN SOSIAL DAN PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-pensionfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pensiun bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilityfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan cacat bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-unemploymentfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan pengangguran bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section sickness-disability\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KONDISI SAKIT DAN DISABILITAS\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-maxsicknesspayperc\">\n                Maximum cuti sakit berbayar (untuk 6 bulan): &rarr;&nbsp;92&nbsp;%\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-sicknessmaxdaysnr\">\n                Maximum hari untuk cuti sakit berbayar: &rarr;&nbsp;365 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-longtermillness\">Ketentuan mengenai kembali bekerja setelah menderita penyakit jangka panjang, seperti penyakit kanker: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-menstruationleave\">Cuti haid berbayar: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilitypay\">Pembayaran gaji apabila tidak mampu bekerja dikarenakan kecelakaan kerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n\n        \u003Cdiv class=\"section health-medical-assistence\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA BANTUAN MEDIS\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccess\">Bantuan medis disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccessrelatives\">Bantuan medis bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurance\">Kontribusi pengusaha untuk asuransi kesehatan disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurancerelatives\">Asuransi kesehatan bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetypolicy\">Kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetytraining\">Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-protectiveclothing\">Pakaian\u002Falat pelindung diri disediakan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-hivpolicy\">Pemeriksaan kesehatan secara berkala disediakan oleh pengusaha: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-monitoring\">Pengawasan permintaan musculoskeletal di tempat kerja, resiko professional dan\u002Fatau hubungan antara pekerjaan dan kesehatan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-funeralpay\">Bantuan duka\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section work-family-arrangements\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKFAM_trigger\">PENGATURAN ANTARA KERJA DAN KELUARGA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleaveduration\">\n                Cuti hamil berbayar: &rarr;&nbsp;13 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-jobsecuritymothers\">Jaminan tetap dapat bekerja setelah cuti hamil: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-maternitydiscrimination\">Larangan diskriminasi terkait kehamilan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-breastfeeding_dangerouswork\">Larangan mewajibkan pekerja yang sedang hamil atau menyusui untuk melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-riskassessment\">Penilaian resiko terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja yang sedang hamil atau menyusui di tempat kerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-alternatives\">Ketersediaan alternatif bagi pekerja hamil atau menyusui untuk tidak melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-timeoff\">Cuti untuk melakukan pemeriksaan pranatal: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningnonstandard\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempekerjakan pekerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningpromotion\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempromosikan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv> \n            \u003Cdiv id=\"display-nursingmothers\">Fasilitas untuk pekerja yang menyusui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcareprovision\">Pengusaha menyediakan fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcaresubsidy\">Pengusaha mensubsidi fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \u003Cdiv id=\"display-educationtuition\">Tunjangan\u002Fbantuan pendidikan bagi anak pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidpaternityleaveduration\">\n                Cuti ayah berbayar: &rarr;&nbsp;2 hari\n         \u003C\u002Fdiv>\n                        \u003Cdiv id=\"display-deathrelativesleave\">\n                Durasi cuti yang diberikan ketika ada anggota keluarga yang meninggal: &rarr;&nbsp;2 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n        \u003Cdiv class=\"section gender-equality-issues\">\n            \u003Ch3 id=\"display-GENEQ_trigger\">ISU KESETARAAN GENDER\u003C\u002Fh3>\n         \u003Cdiv id=\"display-eqpay\">Upah yang sama untuk pekerjaan yang sama nilainya: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n         \n         \u003Cdiv id=\"display-discrimination\">Klausal mengenai diskriminasi di tempat kerja &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-eqpromotion\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat promosi: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n        \u003Cdiv id=\"display-eqtraining\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat pelatihan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>     \n        \u003Cdiv id=\"display-eqofficer\">Kesetaraan gender dalam kepengurusan serikat pekerja di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-sexualhar\">Klausal mengenai pelecehan seksual di tempat kerja &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violence\">Klausal mengenai kekerasan di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violenceleave\">Cuti khusus bagi pekerja yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-support_disabilities\">Dukungan bagi pekerja perempuan dengan disabilitas: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-equalitymonitoring\">Pengawasan kesetaraan gender: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n             \n         \u003C\u002Fdiv>\n         \n\n        \u003Cdiv class=\"section employment-contracts\">\n            \u003Ch3 id=\"display-EMPCONTR_trigger\">PERJANJIAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-contracttrialperiod\">\n                Durasi masa percobaan: &rarr;&nbsp;91 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\u003Cdiv id=\"display-severance_number\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;180&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-severance_number_1_tenure\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;60&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-part_time_excluded\">Pekerja paruh waktu tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-tempagency\">Ketentuan mengenai pekerja sementara: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprentices_excluded\">Pekerja magang tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-minijobs_excluded\">Pekerja mahasiswa tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section working-hours\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKHOURS_trigger\">JAM KERJA, JADWAL DAN LIBUR\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspday\">\n                Jam kerja per hari: &rarr;&nbsp;8.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspweek\">\n                Jam kerja per minggu: &rarr;&nbsp;40.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-dayspweek\">\n                Hari kerja per minggu: &rarr;&nbsp;5.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hoursovertimemax\">\n                Waktu lembur maksimum: &rarr;&nbsp;-10.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysdays\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;12.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysweeks\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;2.0 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-schedulesrestpw\"> Periode istrirahat setidaknya satu hari dalam seminggu disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-sundays_year\">\n                Jumlah maksimum hari minggu\u002Fhari libur nasional dalam setahun dimana pekerja harus\u002Fdapat bekerja: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n             \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-tradeunleavdays\">\n                Cuti berbayar untuk aktivitas serikat pekerja: &rarr;&nbsp; hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-FLEXWORK_trigger\"> Ketentuan mengenai pengaturan jadwal kerja yang fleksibel: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section wages\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WAGES_trigger\">PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-PAYSCALES_trigger\">\n                Upah ditentukan oleh skala upah: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-LOWWAGE_government\"> \n            Ketentuan bahwa upah minimum yang ditentukan oleh pemerintah harus dihormati: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-COSTLIV_trigger\">Penyesuaian untuk kenaikan biaya kebutuhan hidup: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-STRUCINCR_trigger\">Kenaikan upah\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-ONCERISE_trigger\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali:\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \u003Cdiv id=\"display-extrapayfirmperformance\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali dikarenakan performa perusahaan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \n\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-OVERTIME_trigger\">Upah lembur hari kerja\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-overtimeallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari kerja: &rarr;&nbsp;200 % dari gaji pokok\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SUNDAY_trigger\">Upah lembur hari Minggu\u002Flibur\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-sundayallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari Minggu\u002Flibur: &rarr;&nbsp;100&nbsp;%\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SENIOR_trigger\">Tunjangan masa kerja\u003C\u002Fh4>\n\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-longserviceallowanceamount1\">\n                    Tunjangan masa kerja: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;5000.0 per bulan\n                \u003C\u002Fdiv>\n\n                \u003Cdiv id=\"display-longserviceallowancetype2\">\n                    Tunjangan masa kerja setelah: &rarr;&nbsp;1 masa kerja\n                \u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Ch4>Kupon makan\u003C\u002Fh4>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-MEALALL_trigger\">Tunjangan makan disediakan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-legalassistance_trigger\">\n                Bantuan hukum gratis: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n    \u003C\u002Fdiv>\n\n\u003C\u002Fhtml>\n",[],[],"collective_agreement",[277],{"title":39,"slug":34},[279],{"type":280,"data":281},"call_to_action_body_block",{"title":282,"description":283,"variant":284,"link":285},"Bandingkan Perjanjian Kerja Bersama","Bandingkan pasal-pasal dan topik dalam Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dengan Perjanjian Kerja Bersama di semua sektor kerja di Indonesia maupun negara-negara lainnya.","dark",{"title":282,"url":286,"description":282,"rel":287,"type":288},"\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fbandingkan-perjanjian-kerja-bersama","follow","internal",[290],{"type":280,"data":291},{"title":282,"description":283,"variant":284,"link":292},{"title":282,"url":286,"description":282,"rel":287,"type":288},[]]