[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"page:id-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-indonesia-raya-dengan-spsi-unit-kerja-pabrik-lampu-indonesia-raya-":3},{"id":4,"slug":5,"title":6,"short_title":7,"intro_text":8,"meta_description":9,"seo_title":9,"path":10,"content_type":11,"locale":12,"go_live_at":7,"first_published_at":13,"page_created_at":14,"published_at":13,"edit_url":15,"breadcrumbs":16,"seo":24,"data":32,"children":238,"content_type_view":239,"extra_breadcrumbs":240,"body":242,"body_blocks":253,"related_pages":257},3679,"perjanjian-kerja-bersama","Perjanjian Kerja Bersama",null,"\u003Cp>Beberapa pilihan Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dipublikasikan di sini. Anda dapat menemukan teks asli dari Perjanjian Kerja Bersama tersebut, membaca dan menelusuri per bab maupun pasal, menurut topik yang sedang Anda cari.\u003Cbr\u002F>\u003Cbr\u002F>Ketika Anda mengklik pada link Perjanjian Kerja Bersama, halaman akan terbuka: di kolom sebelah kiri pada halaman tersebut berisi teks asli, sedangkan di kolom sebelah kanan, Anda akan menemukan ringkasan dari ketentuan yang ada di Perjanjian Kerja Bersama tersebut.\u003Cbr\u002F>Serikat Buruh\u002FPekerja dan Asosiasi Pengusaha dari Indonesia memberikan kontribusi terhadap pengumpulan data Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>","","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama","collective_agreements.collectiveagreementoverview","id_ID","2025-08-15T13:01:11.360625+00:00","2026-04-02T08:44:09.692847+00:00","\u002Fcms\u002Fpages\u002F3679\u002Fedit\u002F",[17,20,23],{"title":18,"slug":19},"Indonesia","id-id",{"title":21,"slug":22},"Bekerja di Indonesia","bekerja-di-indonesia",{"title":6,"slug":5},{"title":6,"description":9,"image":25,"canonical":26,"robots":27,"og_type":28,"twitter_card":29,"locale":19,"created_at":30,"last_modified_at":31},"https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fmedia\u002Fimages\u002FSocial_media_preview_image_-_2025.2e16d0ba.fill-1200x630.png","https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002F","index, follow","website","summary_large_image","2025-08-15T15:01:11.360625+02:00","2026-04-02T10:44:09.828831+02:00",{"cba":33,"clauses":44,"details":236,"translations":237},{"id":34,"uid":35,"url":36,"name":37,"locale":12,"override_title":9,"title":38,"browser_title":39,"browser_description":40,"text":41},"perjanjian-kerja-bersama-antara-pt-indonesia-raya-dengan-spsi-unit-kerja-pabrik-lampu-indonesia-raya-","b01bae08-ceb5-11e3-8554-001e0bc20076","https:\u002F\u002Fcobra.wageindicator.org\u002Fcountries\u002Findonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-indonesia-raya-dengan-spsi-unit-kerja-pabrik-lampu-indonesia-raya-\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-indonesia-raya-dengan-spsi-unit-kerja-pabrik-lampu-indonesia-raya-\u002F","Perjanjian Kerja Bersama Antara PT. Indonesia Raya Dengan SPSI Unit Kerja Pabrik Lampu Indonesia Raya","IDN PT. Indonesia Raya - 2008","Indonesia - IDN PT. Indonesia Raya - 2008","IDN PT. Indonesia Raya - 2008 - Industri\u002Fpabrik pengolahan",{"name":42,"data":43},"21 - PKB PT Indonesia Raya 2008 - 2010.html","\n              \n              \n              \n              \n              \u003C!--?xml version=\"1.0\" encoding=\"UTF-8\"?-->\n\n\n\n  \u003Cmeta http-equiv=\"content-type\" content=\"text\u002Fhtml; charset=UTF-8\">\n  \u003Ctitle>New1\u003C\u002Ftitle>\n  \u003Cmeta name=\"generator\" content=\"Amaya, see http:\u002F\u002Fwww.w3.org\u002FAmaya\u002F\">\n\n\n\n\u003Ch1>PERJANJIAN KERJA BERSAMA ANTARA PT. INDONESIA RAYA DENGAN SERIKAT PEKERJA\nSELURUH INDONESIA UNIT KERJA PABRIK LAMPU “INDONESIA RAYA“\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Ch1>\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB I : KETENTUAN UMUM\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 1 : Pengertian Dan Istilah-Istilah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Didalam Kesepakatan kerja bersama ini yang dimaksud :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Kesepakatan kerja bersama adalah kesepakatan hasil perundingan yang\ndilakukan oleh serikat pekerja dengan perusahaan \u002F wakil perusahaan yang memuat\nsyarat- syarat kerja dan berlaku untuk semua pekerjaan yang termasuk dalam\nlingkup perusahaan “ Indonesia Raya “ untuk mengatur hak dan kewajiban\nkedua belah pihak dan didaftarkan di kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi\nProvinsi DKI Jakarta.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pengusaha adalah orang atau badan hokum\u002F perkumpulan pengusaha pemberi\nkerja dan pemberi upah dalam hal ini perusahaan “ Indonesia Raya “\nberkedudukan di Jakarta.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Serikat Pekerja adalah Organisasi Serikat Pekerja “ Indonesia Raya “\nyang berkedudukan di Jl. Kapuk Raya No. 99 Jakarta Utara – 14460\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Perusahaan adalah setiap bentuk milik swasta yang mempekerjakan pekerja\ndengan tujuan mencari keuntungan atau dalam hal ini perusahaan perorangan dan\ndipekerjakan di perusahaan perorangan “ Indonesia Raya “ yang berkedudukan\ndi Jl. Kapuk Raya No. 99 Jakarta Utara – 14460\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Pekerja adalah orang yang telah memenuhi syarat – syarat yang ditentukan\ndiangkat dan dipekerjakan diperusahaan serta menerima upah berdasarkan hubungan\nkerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Gaji atau upah adalah suatu penerimaan sebagai imbalan dari perusahaan\nkepada pekerja untuk satu pekerjaan atau jasa yang telah dilakukan yang dinilai\ndalam dalam bentuk uang yang ditetapkan menurut sautu peraturan perundangan-\nundangan dan dibayarkan atas daar suatu ikatan kerja antara pengusah dengan\npekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Pekerjaan adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh pekerja untuk\nperusahaan dalam suatu hubungan kerja dengan menerima upah atau gaji\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.Kerja lembur adalah kerja yang dilakukan oleh pekerja diluar jam kerja\natau hari kerja yang telah ditetapkan dan disepakati bersama atau sesuai dengan\nperaturan perundangan yan berlaku :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i.Masa Kerja adalah jangka waktu seseorang bekerja di perusahaan\n“Indonesia Raya“ secara tidak terputus dan di hitung sejak tanggal diterima\nsebagai pekerja :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>j.Kecelakaan kerja adalah kecelakaan yang terjadi atau timbul dalam\npekerjaan atau karena hubungan kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>k.Lingkungan perusahaan adalah seluruh area perusahaan melipuri bangunan,\natau halaman dan isi yang berada didalamnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>l.Hari kerja adalah Hari Senin sampai dengan Hari Sabtu ,6 (enam ) hari\nseminggu kecuali salah satu dari hari tersebut berdasarkan ketetapan pemerintah\ndinyatakan sebagai hari libur resmi;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>m.Jam Kerja adalah bagian dari harikerja yang berlaku di perusahaan dimana\nsetiap pekerja diwajibkan berada di tempat kerja dan melaksanakan tugas\u002F\nbekerja sesuai dengan jadwal;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>n.Hari libur adalah hari yang ditetapkan oleh pemerintah dan hari istirahat\nmingguan perusahaan ( sesuai dengan jadwal yang ditempatkan oleh perusahaan\ndimana pekerja tidak diwajibkan untuk bekerja )\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>o.Cuti adalah hari istirahat yang di atur oleh Undang – undang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>p.Waktu isitrahat adalah waktu yang digunakan oleh pekerja untuk\nberistirahat diantara jam- jam sesuai dengan yang ditentukan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 2 : Status Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pekerja Dalam Masa Percobaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrialperiod\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrial\">\u003Cp>Calon pekerja yang memenuhi persyaratan penerimaan akan diterima sebagai\npekerja dengan masa percobaan paling lama 3 (tiga) bulan terhitung daru yang\nbersangkutan mulai bekerja. Perusahaan akan memberikan peringatan tertulis\ndan\u002Fatau pemberitahuan kepegawaian sebelum hari terakhir dari masa percobaan\nkalau diketahui bahwa cara kerjanya tidak memuaskan tanpa berkewajiban apapun\njuga ;\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Pekerja Tetap adalah pekerja yang telah memenuhi criteria yang ditentukan,\nditerimam diperusahaan dan memperoleh upah atas kontribusinya serta terikat\npada hubungan kerja dengan perusahaan yang tidak terbatas waktunya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja PKWT adalah ( Perjanjian Kerja Waktu Tertentu ) adalah Pekerja\nyang terikat dengan hubungan kerja, dengan perusahaan secara terbatas atas\ndasar kontrak \u002Fperjanjian \u002Fpersetujuan kerja untuk jangka waktu tertentu .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pekerja harian adalah pekerja yang hubungan kerja secara terbatas dengan\nperusahaan atas dasar pekerjaan yang terputus – putus , sewaktu – waktu\nsifatnya ( insidential ) dan dengan masa kerja tertentu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pekerja honorer adalah pekerja yang terikat hubungan kerja dengan\nperusahaan atas dasar jam kerja tersendiri (secara part time) atau borongan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 3 : Pihak- pihak yang mengadakan kesepakatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pihak – pihak yang mengadakan kesepakatan kerja bersama ini ialah\nantaranya :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan Pabrik Lampu “Indonesia Raya“ yang berkedudukan di Jalan\nKapuk Raya No. 99 Jakarta Utara. Untuk selankutnya dalam kesepakatan kerja\nbersama ini disebut PERUSAHAAN \u002F PENGUSAHA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>DENGAN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.SPSI Unit Kerja Pabrik Lampu “ Indonesia Raya“ yang berkedudukan di\nJalan Kapuk Raya No. 99 Jakarta Utara , terdaftar pada Kantor Dinas Tenaga\nKerja dan Transmigrasi DKI Jakarta , yang selanjutnya dalam kesepakatan kerja\nbersama ini disebut : SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 4 : Maksud dan Tujuan Kesepakatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Maksud kesepakatan kerja Bersama ini adalah untuk mengatur hubungan kerja\ndan syarat – syarat kerja di Perusahaan , bertujuan untu :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Mempertegas dan menjelaskan hak dan kewajiban Pekerja atau Serikat Pekerja\ndan Pengusaha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Memperteguh dan Menciptakan hubungan industrial yang harmonis dalam\nperusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Mengatur tata cara penyelesaian keluh – kesah dan perbedaan pendapat\nantara Pekerja atau Serikat Pekerja dengan Pihak Pengelola.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 5 : Luasnya Kesepakatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Kesepakatan kerja bersama ini hanya mengatur hal- hal yang pokok bersifat\numum seperti yang tertera didalam kesepakatan kerja bersama ini tanpa\nmengurangi hak- hak perusahaan dan serikat Pekerja sebagaimana yang diatur\ndalam Peraturan Perundang- undangan di bidang Ketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-childcaredifferenttrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternitydifferenttrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-equalitydifferenttrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-equalityexcludedtrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-childcareexcludedtrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityexcludedtrigger\">\u003Cp>2.Kesepakatan kerja bersama ini tidak berlaku bagi Para Pekerja yang syarat\n– syarat kerjanya diatur tersendiri dalam Perjanjian keja perorangan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 6 : Kewajiban pihak- pihak yang mengadakan kesepakatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan maupun Serikat Pekerja berkewajiban untuk mematuhi dan mentaati\nketentuan- ketentuan yang telah ditetapkan dalam kesepakatan kerja bersama\nini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB II : PENGAKUAN TERHADAP SERIKAT PEKERJA DAN FASILITAS BAGI SERIKAT\nKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 7 : Pengakuan Hak dan Kewajiban Perusahaan dan Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Serikat Pekerja dan perusahaan telah mufakat dan mengambil keputusan untuk\nberkerjasama dan akan mengusahakan untuk mencapai suatu suasana kerja yang\ntenang dan tentram sehingga akan tercipta suatu hubungan industrial Pancasila\nyang baik dan ini hanya bisa dicapai dengan salingmenghormati hak masing-\nmasing pihak ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Serikat Pekerja mengakui bahwa perusahaan berhak mengelola serta\nmenyelenggarakan usahanya sesuai dengan kebijaksanaan Perusahaan sejauh tidak\nbertentangam dengan undang – undang serta peraturab pemerintah R.I yang\nberlaku. Dan dalam melaksanakan kebijaksanaan tersebut pihak pimpinan\nperusahaan harus bebas dari campur tangan serikat Pekerja atau seseorang\nanggota Serikat Pekerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Perusahaan mengakui Serikat Pekerja adalah wadah resmi yang mewakili serta\nbertindak untuk dan atas nama seluruh anggotanya yang bekerja pada perusahaan\nserta berkewajiban memberi teguran kepada anggotanya bila dipandang perlu demi\nterciptanya suasana kerja yang baik.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Perusahaan berhak memberikan sanksi-sanksi kepada pekerja yang melakukan\ntindakan yang merugikan perusahaan, melanggar peraturan dan perundang-undangan,\nketertiban, keselamatan kerja dan keamanan serta mengajukan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>keberatan atas tindakan Serikat Pekerja yang merugikan serta bertentangan\ndengan kesepakatan kerja ini :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 8 : Fasilitas – fasilitas bagi Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan menyediakan ruangan kantor bagi Serikat Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Perusahaan menyediakan papan pengumuman untuk digunakan bagi komunikasi\nantar pengurus dengan anggota-anggotanya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Perusahaan menyediakan \u002F membantu Serikat Pekerja untuk memungut iuran\nanggota dari para anggota – anggotanya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Perusahaan memberikan dispensasi kepada Pengurus Serikat Pekerja dalam\nmelaksanakan kewajibannya dan untuk mengikuti rapat \u002F pertemuan \u002F pendidikan\nyang diselenggarakan oleh perangkat organisasi Serikat Pekerja Seluruh\nIndonesia\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB III : PENERIMAAN DAN PENGANGKATAN KARYAWAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 9 : Penerimaan karyawan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Serikat Pekerja mengakui bahwa pengangkatan, penerimaan, pemilihan pekerja\nbaru merupakan hak mutlak perusahaan berdasarkan peraturan ketenagakerjaan yang\nberlaku dan jumlah pekerja yang dikerjakan di perusahaan disesuaikan dengan\nskala usaha serta kebutuhan perkembangan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Guna menjaga daya saing perusahaan maka perusahaan akan menerima pekerja\nyang memenuhi criteria dan kualifikasi yang ditetapkan oleh perusahaan yang\ndidasari atas kemampuan serta persyaratan – persyaratan yang ditentukan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Calon pekerja harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Warga Negara Indonesia\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Minimal berusia sesuai dengan ketentuan perundang-undangan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Tidak terlibat partai \u002F ormas yang terlarang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Berbadan sehat dan berpikiran sehat yang dinyatakan oleh Dokter yang\nditunjuk oleh perusahaan serta berkemampuan bekerja sesuai dengan standar\nperusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Tidak terikat dalam hubungan kerja dengan pihak lain\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Berkelakuan baik yang dinyatakan oleh Surat keterangan kelakuan baik dari\npihak kepolisian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Bersedia mentaati \u002F mematuhi peraturan yang berlaku dalam perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.Diterima atau tidaknya seorang pelamar adalah atas pertimbangan dan\nkeputusan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 10 : Pengangkatan Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-WAGES_determined\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-EMPCONTR_trigger\">\u003Cp>Pengangkatan pekerja baru yang diterima wajib untuk menandatangani surat\nperjanjian kerja perorangan dan tanda terima Kesepakatan Kerja Bersama yang\nberarti telah membaca, memahami dan menyetujui isinya dan surat kesepakatan\nKerja Bersama ini berlaku baginya\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 11 : Pekerja Expatriat\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dalam mempekerjakan pekerja Asing perusahaan akan mematuhi ketentuan\nmengenai penempatan pekerja asing sebagaimana diatur Undang-Undang No. 13 tahun\n2003 dan peraturan lainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 12 : Pengangkatan dan mutasi karyawan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan akan sungguh – sungguh mengajukan kedudukan karyawan sesuai\ndengan kondisi perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengangkatan, penempatan serta pemindahan dan promosi karyawan adalah hak\nperusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Dalam penentuan tugas dan pekerjaan serta pemindahan karyawan perusahaan\nakan selalu memperhatikan kemampuan dan kecakapan karyawan sendiri\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IV : HARI KERJA, HARI LIBUR, JAM KERJA DAN PERHITUNGAN UPAH LEMBUR\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 13 : Hari kerja dan waktu kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-WORKHOURS_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek_select\">\u003Cp>1.Dengan memperhatikan ketentuan perundangan yang berlaku, hari kerja di\nperusahaan adalah 6 (enam) hari dalam seminggu.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday_select\">\u003Cp>2.Jam kerja di perusahaan adalah 7 (tujuh) jam sehari dan 40 (empat puluh)\njam seminggu dengan ketentuan bahwa apabila perusahaan memerlukan kerja shift\nmaka karyawan harus bersedia melaksanakan waktu kerja tersebut.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 14 : Waktu Kerja dan Waktu Istirahat\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Waktu kerja di perusahaan diatur sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Hari Senin s\u002Fd Jum’at : Jam 08.00 – 16.00\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Istirahat : Jam 11.30 – 12.30\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Hari Sabtu : Jam 08.00 – 13.00\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Hari Minggu : Hari istirahat mingguan, karyawan dibebaskan dari\npekerjaannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Hari Raya \u002F Besar : Pada hari raya \u002F besar yang telah ditentukan pemerintah,\nkaryawan dibebaskan dari pekerjaannya dengan mendapat upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Keterangan : Jam kerja maupun istirajat diatas sewaktu-waktu dapat diubah\ndan disesuaikan dengan kebutuhan oleh perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause\" id=\"clause-shiftstype1\">\u003Cp>2.Pekerjaan yang dilakukan lebih dari 7 (tujuh) jam sehari dari 40 (empat\npuluh) jam seminggu, adalah sebagai kerja lembur\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Perusahaan memberikan kebebasan dan kesempatan kepada setiap karyawan\nuntuk melaksanakan \u002F menjalankan ibadah \u002F sholat menurut agama\nmasing-masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 15 : Kerja Lembur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-OVERTIME_trigger\">\u003Cp>1.Apabila perusahaan memerlukan maka karyawan wajib bersedia untuk melakukan\nkerja lembur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Perhitungan upah lembur dihitung sesuai dengan ketentuan perundangan yang\nberlaku sesuai KEPMENAKERTRANS No. 102\u002FMen\u002F2004 yaitu ditentukan sebagai\nberikut :\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause\" id=\"clause-overtimeallowancetypeperiod\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype1\">\u003Cp>a. APABILA KERJA LEMBUR DILAKUKAN PADA HARI KERJA BIASA:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>•Untuk jam lembur pertama dibayar sebesar 1,5 x upah sejam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>•Untuk jam lembur selebihnya 2 x upah sejam\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SUNDAY_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowanceperc1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype1\">\u003Cp>b. APABILA KERJA LEMBUR DILAKUKAN PADA SAT HARI ISTIRAHAT MINGGU ATAU HARI\nRAYA RESMI :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>•Untuk setiap jam dalam batas 7 jam atau 5 jam apabila hari raya tersebut\njatuh pada hari kerja terpendek pada salah satu hari selama dalam 6 hari kerja\nseminggu, harus dibayar upah paling sedikit dikitnya 2 (dua) kali upah sejam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>•Untuk jam kerja pertama setelah 7 jam atau 5 jam apabila hari raya\ntersebut jatuh pada hari kerja terpendek pada salah satu hari selama dalam 6\nhari kerja seminggu, harus dibayar upah paling sedikit dikitnya 3 (tiga) kali\nupah sejam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>•Untuk jam kerja kedua setelah 7 jam atau 5 jam apabila hari raya tersebut\njatuh pada hari kerja terpendek pada salah satu hari selama dalam 6 hari kerja\nseminggu, harus dibayar upah paling sedikit dikitnya 3 (tiga) kali upah\nsejam\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.PERHITUNGAN UPAH BIASA SEJAM : 1\u002F173 x upah sebulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB V : PENGUPAHAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 16 : Gaji\u002FUpah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-WAGES_trigger\">\u003Cp>Gaji \u002F upah adalah merupakan penghasilan yang diterima oleh karyawan setiap\nhari \u002F seminggu atau sebulan sekali sebagai imbalan \u002F jasa terhadap perusahaan\ntanpa tunjangan – tunjangan lainnya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 17 : Kenaikan Gaji\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAYSCALES_period\">\u003Cp>1.Kenaikan upah \u002F gaji pekerja diatur dengan mempertimbangkan factor-faktor\nberikut ini :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Prestasi kerja pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Tingkat laju inflasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Kondisi \u002F kemampuan perusahaan dalam mencapai tujuan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Keadaan pasar bagi perusahaan sejenis\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Bobot tanggung jawab pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Kontribusi pekerja\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Apabila ada kebijakan pemerintah yang memerlukan perhatian khusus dan\nberdampak besar terhadap tingkat daya beli pekerja perusahaan dapat\nmempertimbangkan penyesuaian upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 18 : Tunjangan Hari Raya (THR)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Untuk menyegarkan karyawan dalam menikmati Hari Raya \u002F Lebaran \u002F Akhir Tahun\nmaka perusahaan akan memberikan THR atau Tunjangan Tahunan yang besarnya\nditetapkan berdasarkan peraturan Menteri enaga Kerja No. Per.04\u002FMen\u002F1994 yaitu\nbagi karyawan yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus menerus\natau lebih diberikan 1 (satu) bulan upah, dan secara proporsional bagi karyawan\nyang mempunyai masa kerja lebih dari 3 (tiga) bulan secara terus menerus tetapi\nkurang 12 bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 19 : Sistem Pengupahan dan Waktu Pembayaran Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-jobwagegroups\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-skillwagegroups\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SKILLEVEL_trigger\">\u003Cp>1.Sistem pengupahan diperusahaan ditentukan oleh perusahaan yang didasari\natas Jabatan\u002Ftanggung jawab, keahlian, kecakapan (kemampuan), pengalaman kerja\ndan prestasi dari pekerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Pajak atas upah adalah menjadi tanggungan karyawan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-jobwagegroupsperiod\">\u003Cp>3.Peninjauan upah perorangan tidak dilaksanakan secara otomatis tetapi\nberdasarkan pertimbangan atas dasar prestasi dan konduite kerja masing-masing\nkaryawan serta kemampuan perusahaan. Dan hal ini akan dilakukan peninjauan upah\nsetiap satu tahun sekali.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4.Pelaksanaan pembayaran upah untuk karyawan harian \u002F borongan \u002F kontrak \u002F\npersetujuan kerja dilakukan setiap akhir minggu atau sesuai dengan kesepakatan.\nUntuk karyawan bulanan selambat-lambatnya setiap akhir bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VI : JAMINAN SOSIAL\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 20 : Perawatan dan Pengobatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SICDIS_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-MEDICAL_trigger\">\u003Cp>Guna untuk memelihara kesehatan karyawan, maka apabila karyawan mengalami\ngangguan kesehatan (sakit) perusahaan akan memberikan kesempatan untuk berobat\nkepada dokter yang ditunjuk oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 21 : Penggantian Biaya Pengobatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccess\">\u003Cp>1.Dalam hal sakit yang memerlukan perawatan di Rumah Sakit atas petunjuk\ndokter, yang meliputi perawatan, pengobatan maka perusahaan akan memberikan\npenggantian yang disetujui \u002F diketahui oleh pimpinan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Penggunaan hak atas jaminan perawatan tersebut diatas pada pasal 1 adalah\ndengan mengajukan permohonan dengan disertai data-data lengkap misalnya surat\nketerangan dokter kwitansi kepada personalia untuk mendapat persetujuan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 22 : Pengobatan yang tidak ditanggung perusahaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Biaya untuk dokter gigi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Biaya untuk multivitamin, obat kuat dan\u002Fatau tonik kecuali untuk maksud\npengobatan yang ditetapkan oleh dokter perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Biaya untuk kosmetika dan segala preparat yang termasuk golongan ini\ntermasuk preparat untuk perawatan bayi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Biaya untuk pembedahan kecantikan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Biaya khitanan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Perawatan untuk sakit kelamin dan \u002F atau akibatnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Biaya untuk penyakit yang disebabkan atau menjadi buruk karena salahnya\nsendiri atau kelalaian sendiri\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Biaya pengobatan dan perawatan tanpa nasehat dan persetujuan dari dokter\nperusahaan yang diangkat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Biaya untuk pengobatan dan perawatan sebagai akibat dari orang yang\nbersangkutan menolak atau tidak mengikuti nasehat dari dokter perusahaan yang\ndiangkat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Biaya untuk pemeriksaan kesehatan rutin yang mungkin diadakan oleh\npekerja atau keluarganya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11.Setiap biaya yang dikeluarkan oleh pekerja untuk pengobatan penyakit,\nluka-luka atau cacat yang timbul karena kesalahan sendiri, kelalaian dan\nkesemberonoan pekerja. Ikut serta menghadiri olah raga, hobi yang berbahaya,\npercobaan bunuh diri atau keikutsertaan dalam kegiatan yang berbahaya,\npemakaian obat yang tidak atas resep dokter, gangguan ketertiban umum dan\nperbuatan yang melanggar hukum\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12.Biaya untuk pengobatan dan perawatan karena penyakit bawaan dan\u002Fatau\nkecelakaan yang terjadi sebelum diterima bekerja pada perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 23 : Pembatasan Pembayaran Kembali\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pembatasan pembayaran kembali oleh perusahaan atas biaya pengobatan adalah\nsebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pengobatan biasa (kunjungan normal pada dokter dan perawatan dan\npengobatan) sesuai dengan program JAMSOSTEK, sesuai dengan PEMENAKERTRANS No.\n12 Thn 2007\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Rawat inap (termasuk biaya operasi\u002Fbiaya obat rumah sakit\u002Fklinik di kelas\nIII) sesuai dengan program JAMSOSTEK, sesuai dengan PEMENAKERTRANS No. 12 Thn\n2007\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Kekurangan dari biaya yang timbul dibebankan kepada pekerja tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 24 : Upah Selama Sakit\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspayperc\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspaytype\">\u003Cp>1.Apabila karyawan sakit dalam jangka waktu lama yang dapat dibuktikan\ndengan surat keterangan dokter yang ditentukan oleh perusahaan, maka upah\ndibayar sesuai dengan ketentuan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Empat bulan pertama dibayar : 100 % dari upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Empat bulan kedua dibayar : 75 % dari upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Empat bulan ketiga dibayar : 50 % dari upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Untuk bulan selanjutnya dibayar : 25 % dari upah sebelum PHK dilakukan\noleh pengusaha\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdaysnr\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdays\">\u003Cp>2.Apabila setelah lewat 12 bulan ternyata karyawan yang bersangkutan belum\nmampu bekerja kembali, maka perusahaan dapat memutuskan hubungan kerja dan\ndilaksanakan sesuai dengan prosedur Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 Jo UU No. 2\nTahun 2004\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 25 : Tunjangan Kecelakaan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilitypay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilityfund\">\u003Cp>1.Apabila karyawan mendapatkan kecelakaan kerja, maka perusahaan memberikan\nganti kerugian sebagaimana diatur dalam UU No. 3\u002F1992 Jo PP No. 14\u002F1993) yang\ndalam pelaksanaannya dilaksanakan melalui Program JAMSOSTEK\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Macamnya ganti kerugian seperti yang dimaksud dalam ayat (1) tersebut\ndiatas\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>•Biaya pengangkutan karyawan dari tempat kecelakaan kerumahnya atau\nkerumah sakit\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>•Biaya pengobatan dan perawatan karyawan yang mendapat kecelakaan termasuk\njuga biaya pembelian obat-obatan sejak kecelakaan terjadi sampai berakhir\nkeadaan sementara tidak mampu bekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>•Biaya penguburan karyawan yang meninggal dunia karena kecelakaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>•Pembayaran tunjangan kecelakaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>•Kebijaksanaan lain yang dianggap perlu oleh perusahaan\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VII : HADIR, TERLAMBAT, ABSEN DAN IZIN SERTA CUTI\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 26 : Hadir\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Seluruh karyawan diharuskan masuk kerja pada hari kerja, jam kerja, yang\ntelah ditentukan dan pulang setelah jam kerja selesai bilamana terjadi\npelanggaran 3 (tiga) kali secara berturut-turut dalam 1 (satu) bulan dan\u002Fatau\ndalam jangka waktu 6 (enam) bulan tidak berturut-turut maka kepada yang\nbersangkutan akan dikenakan sanksi sesuai aturan PKB yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 27 : Istirahat Mingguan dan Hadir Libur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-schedulesrestpw\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SCHEDULE_trigger\">\u003Cp>1.Setelah bekerja 6 hari berturut-turut, kepada karyawan diberikan istirahat\nmingguan selama 1 hari\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Pada hari-hari libur resmi \u002F hari raya yang ditetapkan oleh pemerintah,\nkaryawan dibebaskan untuk bekerja dengan mendapat upah penuh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 28 : Cuti Tahunan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAIDLEAV_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysweeks\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysdays\">\u003Cp>1.Setiap karyawan yang telah bekerja selama 12 bulan berturut-turut berhak\natas istirahat tahunan selama 12 hari kerja dengan mendapat upah penuh\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Perusahaan berhak mengatur hari-hari cuti tahunan pekerja untuk menjamin\nkelancaran operasional perusahaan dengan mempertimbangkan kepentingan\npekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Hari-hari cuti pekerja dapat dibagi dalam beberapa bagian, namun salah\nsatu bagian harus terdiri 6 (enam) hari berturut-turut atau berdasarkan\nkesepakatan antara pekerja dengan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Hak cuti tahunan akan gugur apabila dalam waktu 6 (enam) bulan setelah hak\ncutinya timbul tanpa tidak dipergunakan oleh pekerja akan tetapi bukan karena\nalasan-alasan yng diberikan oleh perusahaan\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>5.Pekerja yang bermaksud menggunakan hak cuti tahunannya wajib\nmemberitahukan secara tertulis kepada perusahaan melalui atasannya minimal 1\n(satu) bulan atau selambat-lambatnya 1 (satu) minggu sebelum mulai cutinya\nkecuali dalam kondisi mendadak\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Hak terhadap cuti tahunan tidak dapat diganti dengan uang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 29 : Cuti Haid dan Cuti Melahirkan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Bagi karyawan wanita yang mengalami haid, diberikan cuti haid selama 2\nhari kerja dengan mendapat upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveall\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleave\">\u003Cp>2.Bagi karyawan wanita yang akan melahirkan berhak atas cuti hamil selama\n1,5 bulan sebelum dan 1,5 bulan sesudah melahirkan atau gugur kandungan, dengan\nmendapat upah penuh, yang mana terhadap hal dimaksud hanya atas 2 (dua) anak\nsesuai dengan Program Pemerintah tentang Keluarga Berencana\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityotherclause\">\u003Cp>3.Bagi Karyawan yang akan menggunakan cuti hamil tersebut harus mengajukan\npermohonan terlebih dahulu kepada pimpinan perusahaan dengan disertai surat\nketerangan dokter atau bidan yang merawatnya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 30 : Ijin Meninggalkan Pekerjaan dengan Mendapat Upah \u002F Tanpa\nUpah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleave\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleaveduration\">\u003Cp>1.Perusahaan dapat memberikan ijin kepada karyawan meninggalkan pekerjaan\ndengan mendapat upah apabila :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>•Pernikahan karyawan sendiri\n……………………......................................................………….………3\nhari kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>•Pernikahan anak karyawan\n………………………....................................................……………………2\nhari kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>•Khitanan \u002F Pembaptisan anak\nkaryawan………………............................................................………2\nhari kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>•Istri karyawan melahirkan\n…………………………………......................................................…………2\nhari kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>•Suami\u002FIstri\u002FAnak\u002FOrang Tua\u002Fmertua Karyawan meninggal dunia\n…………………………………… 2 hari kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>•Anggota keluarga dalam satu rumah meninggal\n……...............................................................……1\nhari kerja\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Ijin meninggalkan pekerjaan tersebut harus diperoleh terlebih dahulu dari\nperusahaan kecuali dalam keadaan mendesak bukti-buti tersebut dapat diajukan\nkemudian\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Atas pertimbangan perusahaan, ijin meninggalkan pekerjaan diluar ketentuan\ntersebut diatas dapat diberikan tanpa upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Setiap karyawan yang meninggalkan pekerjaan tanpa ijin dari perusahaan\ndianggap mangkir\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 31 : Keselamatan Kerja dan Perlengkapan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetypolicy\">\u003Cp>1.Setiap karyawan wajib menjaga keselamatan dirinya dan karyawan lainnya dan\nwajib memakai alat-alat keselamatan kerja yang disediakan oleh perusahaan serta\nmentaati ketentuan mengenai keselamatan kerja dan perlindungan kerja yang\nberlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Apabila karyawan menemui hal-hal yang dapat membahayakan terhadap\nkeselamatan karyawan dan perusahaan harus segera melaporkan kepada pimpinan\n(atasannya)\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Diluar waktu kerja yang ditentukan oleh perusahaan setiap karyawan tidak\ndiperbolehkan memakai \u002F menggunakan alat-alat perlengkapan perusahaan untuk\nkepentingan pribadi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Setiap karyawan wajib memelihara alat-alat perlengkapan kerja dengan baik\ndan teliti\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VIII : PERATURAN TATA TERTIB KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 32 : Disiplin Waktu Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Setiap karyawan harus telah berada \u002F hadir ditempat tugas masing-masing\ntepat pada waktu yang telah ditetapkan dan demikian pula pada waktu pulang\nmeninggalkan pekerjaan harus tepat pada waktunya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Setiap karyawan wajib mengisi daftar absensi \u002F menyerahkan kartu kerja\npada tempat yang telah ditetapkan baik pada waktu masuk \u002F pulang bekerja dan\nharus diserahkan \u002F diisi oleh karyawan sendiri\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Setiap karyawan wajib mengikuti dan mematuhi seluruh petunjuk-petunjuk\natau instruksi yang diberikan oleh atasannya atau pimpinan perusahaan yang\nberwenang memberikan petunjuk atau instruksi tersebut\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Setiap karyawan wajib melaksanakan tugas pekerjaannya yang telah\nditentukan oleh perusahaan dengan penuh tanggung jawab\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Setiap karyawan wajib menjaga serta memelihara dengan baik semua milik\nperusahaan dan segera melaporkan kepada pimpinan perusahaan apabila mngetahui\nhal-hal yang dapat menimbulkan bahaya atau kerugian perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Setiap karyawan wajib memelihara dan memegang teguh rahasia perusahaan\nterhadap siapapun mengenai segala hal yang diketahuinya mengenai perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Setiap karyawan wajib melaporkan kepada pimpinan perusahaan alamat dan\nsebagainya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Setiap karyawan wajib memeriksa semua alat-alat kerja masing-masing\nsebelum mulai bekerja atau meninggalkan pekerjaan sehingga benar-benar tidak\nakan menimbulkan kerusakan\u002Fbahaya yang akan mengganggu pekerjaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Pekerja yang tidak masuk bekerja wajib :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Memberitahukan kepada atasannya secara tertulis sebab ketidakhadirannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Memberikan surat keterangan dokter apabila pekerja yang bersangkutan\nsakit\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Apabila pekerja meninggalkan pekerjaan pada jam tugas wajib mengisi\nformulir ijin meninggalkan pekerjaan dan disetujui oleh personalia\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11.Pekerja yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah\u002Ftidak dapat\ndipertanggungjawabkan akan diberikan sanksi berupa surat peringatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12.Selama bertugas atau bekerja pekerja tidak dibenarkan berada diluar\ntempat kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13.Pekerja yang selama 1 (satu) minggu tidak masuk kerja tanpa adanya\npemberitahuan pada perusahaan secara tertulis maka terhadap pekerja tersebut\ndianggap telah mengundurkan diri oleh karenanya perusahaan akan memproses\nsesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 33 : Larangan Bagi Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Setiap pekerja dilarang:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Melakukan perbuatan, sikap atau tindakan yang mengandung unsur kesengajaan\ndan atau kelalaian yang bertentangan dengan perundang-undangan yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Menyalahgunakan jabatan, wewenang dan sarana\u002Ffasilitas yang dipercayakan\nkepadanya untuk kepentingan dan keuntungan pribadi, keluarga, golongan atau\npihak lain yang secara langsung merugikan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Memiliki, menjual, membeli, menggadaikan, menyewa, meminjam, barang\nberharga milik perusahaan atau rekan sekerja secara tidak sah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Melakukan tindakan yang bersifat membalas dendam terhadap bawahan, sesama\npekerja, atasan atau pihak lain diluar maupun didalam lingkungan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Menerima bagian atau suatu pemberian berupa apapun dari siapapun juga yang\ndiketahui atau patut diduga bahwa pemberian tersebut bersangkutan dengan\njabatan atau pekerjaan demi kepentingan pribadi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Bertindak selaku perantara bagi seseorang atau perusahaan lain untuk\nmendapatkan pekerjaan atau pesanan dari perusahaan dengan maksud untuk mendapat\nkeuntungan pribadi maupun pihak ketiga\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Menghilangkan \u002F merusak dengan sengaja\u002Flalai peralatan kerja atau\nperlengkapan keselamatan dan kesehatan kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Membocorkan atau memanfaatkan rahasia perusahaan yang diketahui karena\ndudukan jabatan untuk kepentingan pribadi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Bertindak sewenang-wenang terhadap bawahan, sesama pekerja maupun\natasan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Melakukan tindak pidana didalam maupun diluar lingkungan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11.Memberikan keterangan palsu atau dipalsukan menyangkut pribadi dan\nkeluarganya yang berhubungan dengan kepentingan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12.Memberikan keterangan palsu atau dipalsukan menyangkut pribadi dan\nkeluarganya yang bersifat menghasut dan memfitnah yang mengakibatkan kerugian\nbaik moral maupun material bagi perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13.Melakukan perbuatan yang melanggar norma-norma kesusilaan dan melanggar\nhukum yang menjurus kepada unsur SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14.Berjudi di lingkungan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15.Berkelahi di lingkungan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>16.Merokok ditempat yang dilarang oleh perusahaan atau menyalakan api yang\ndapat membahayakan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>17.Membawa senjata tajam atau senjata api tanpa hak ke lingkungan\nperusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>18.Mengganggu atau bergurau dengan rekan sekerja sehingga mengganggu pekerja\nselama jam kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>19.Berambut gondrong bagi pria dan pekerja wanita yang rambut panjang harus\nrapi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>20.Memelihara kuku panjang bagi pekerja yang berkaitan dengan produksi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>21.Mengerjakan pekerjaan di lingkungan perusahaan yang bukan tugas, tanggung\njawab atau wewenangnya dalam waktu kerja tanpa persetujuan dari atasan\nlangsung\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>22.Bekerja diperusahaan lain tanpa ijin dari perusahaan yang dapat\nmengakibatkan kerugian bagi perusahaan atau pekerja itu sendiri\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>23.Mabuk akibat minum minuman keras, menggunakan obat bius atau narkotika\n(narkoba) tanpa hak dilingkungan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>24.Menempelkan atau menyebar luaskan pamphlet, poster-poster tanpa hak yang\ndapat meresahkan mengganggu dan merusak suasana kerja serta kerugian bagi\nperusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>25.Setiap pekerja dilarang untuk menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan\nkeluh kesahnya kepada pihak ketiga tanpa terlebih dahulu mencari upaya\npenyelesaian kepada pihak perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IX : SANKSI – SANKSI ATAS PELANGGARAN TATA TERTIB\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 34 : Umum\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan dan serikat pekerja sepakat menegakkan disipiln kerja. Adapun\nsetiap pelanggaran atau perbuatan tidak disiplin yang dilakukan pekerja\nterhadap tata tertib kerja, maka sesuai dngan ketentuan-ketentuan dalam PKB dan\nperaturan-peraturan yang berlaku di perusahaan, akan diberikan peringatan atau\nsanksi-sanksi yang sesuai dengan berat \u002F ringannya perbuatan atau pelanggaran\nyang dilakukan oleh pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Peringatan atau sanksi-sanksi yang diberikan atas kesalahan\u002Fpelanggaran,\nmerupakan usaha perbaikan\u002Fpencegahan sebagai bentuk pengarahan atau pembinaan\nterhadap tindakan dan tingkah laku pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Apabila dalam menyelesaikan pelanggaran tata tertib diperlukan\npemeriksaaan, pemrosesan Berita Acara maka pekerja dapat menggunakan\nhaknya\u002Fmeminta untuk didampingi oleh 1 orang pengurus serikat pekerja\u002Fyang\nmewakili serikat pekerja serta 1 orang wakil dari perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Atas permintaan pekerja setiap bentuk keputusan sanksi\u002Fhukuman disiplin\nyang diterbitkan oleh perusahaan dapat dikirimkan 1 (satu) salinannya kepada\nserikat pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 35 : Bentuk Peringatan \u002F Sanksi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Teguran\u002Fperingatan lisan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Teguran\u002Fperingatan secara lisan diberikan oleh atasan langsung \u002F pimpinan\nyang berwenang untuk kesalahan \u002F pelanggaran yang bersifat ringan atau umum\nyang masih dapat diperbaiki dan dicatat dalam “personal record” pekerja\nyang bersangkutan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Peringatan tertulis\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Peringatan tertulis diberikan secara tertulis oleh atasan\u002Fatasan langsung\nkepada pekerja yang bersangkutan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Peringatan tertulis terdiri dari 3 tingkatan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Surat Peringatan Tertulis I \u002F (SP I)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Surat Peringatan Tertulis II \u002F (SP II)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Surat Peringatan Tertulis III \u002F (SP III) \u002F Surat Peringatan Terakhir\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 36 : Pemberian Surat Peringatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Surat Peringatan (SP) tidak selalu berurutan satu demi satu tetapi dapat\ndiberikan langsung peringatan II\u002FIII atau (terakhir) sesuai dengan\nberat\u002Fringannya jenis pelanggaran yang dilakukan oleh pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Masing-masing surat peringatan mempunyai masa berlaku sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.SP I berlaku selama 6 bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.SP II dan SP III masing-masing berlaku selama 6 bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Atasan yang bersangkutan harus berusahan sedapat mungkin untuk\nmenyampaikan SP tersebut kepada pekerja yang bersangkutan dan tembusannya\nkepada Personalia dan Serikat Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Apabila pekerja tidak setuju dengan pemberian SP tersebut maka pekerja\ndapat menggunakan haknya dan didampingi oleh pengurus Serikat Pekerja untuk\nmengadakan musyawarah dengan personalia dan atasannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pekerja yang sudah diberikan SP tetapi masih melakukan kesalahan dalam\nkurun waktu berlakunya SP tersebut maka kepadanya diberikan SP yang lebih\ntinggi dan apabila ternyata \u002Fterbukti yang bersangkutan masih melakukan\npelanggaran lagi setelah diberikan SP II (terakhir) maka perusahaan dapat\nmengajukan ijin PHK (Pemutusan Hak Kerja) yang mengacu pada ketentuan pasal 54\nKesepakatan kerja Bersama ini mengenai PHK karena alasan pelanggaran Tingkat\nIV\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Sebelum proses PHK dilaksanakan perusahaan membicarakannya terlebih dahulu\ndengan serikat pekerja yang pelaksanaannya diatur sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Dalam hal proses PHK tidak dapat dihindarkan maka perusahaan membicarakan\ndengan pekerja tersebut atau dengan serikat pekerja apabila pekerja tersebut\nmenjadi anggotanya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Personalia akan melaksanakan PHK sesuai ketentuan perundang-undangan yang\nberlaku, dengan tembusan kepada Serikat Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 37 : Sanksi Denda \u002F Ganti Rugi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pimpinan perusahaan \u002F atasan yang berwenang, berhak memberikan sanksi\nberupa denda\u002Fganti rugi kepada pekerja yang terbukti melakukan tindakan yang\nberdampak \u002F berakibat merugikan perusahaan secara materi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Sanksi berupa denda\u002Fganti rugi sebagaimana dimaksud pada ayat 1 (satu)\ndiatas akan ditentukan sesuai dengan jumlah kerugian yang diderita oleh\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 38 : Sanksi Administratif\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pimpinan perusahaan \u002F atasan yang berwenang dapat memberikan sanksi\nadministrasi kepada pekerja yang terbukti melakukan tindakan pelanggaran sesuai\ndengan jenis, bobot kesalahan\u002Fpelanggaran dan dampak akibat bagi perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Bentuk sanksi administrasi dapat berupa pencabutan fasilitas-fasilitas\nyang sudah diberikan atau pemindahan tugas untuk menghindari konflik\nkepentingan yang berhubungan dengan jenis pelanggaran yang dilakukan oelh\npekerja yang bersangkutan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 39 : Skorsing\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Skorsing adalah tindakan pembebasan tugas sementara yang diberikan oleh\nperusahaan kepada pekerja secara tertulis dan disampaikan kepada pekerja yang\nbersangkutan, dengan alasan yang jelas dan kepada pekerja yang bersangkutan\nharus diberikan kesempatan membela diri\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dalam hal pekerja melakukan pelanggaran yang mengakibatkan skorsing bukan\nkarena hubungan kerja dan bukan pengaduan perusahaan, maka\nketentuannya\u002Fpenyelesainnya diatur berdasarkan perundang-undangan yang\nberlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Dalam hal pekerja dibebaskan dari segala tuduhan, pengaduan dari\nperusahaan dan tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat, maka perusahaan wajib\nmerehabilitasi nama baik pekerja yang bersangkutan dan mempekerjakan kembali\npekerja dengan membayar upah penuh beserta hal lainnya yang seharusnya diterima\npekerja selama menjalankan masa skorsing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 40 : Dasar Pemberian Sanksi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pemberian sanksi kepada pekerja didasarkan antara lain :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Jenis pelanggaran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Banyaknya (frekuensi) pelanggaran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Pelanggaran KKB dan ketentuan-ketentuan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 41 : Tingkatan Pelanggaran\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pelanggaran Tingkat I :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Datang terlambat melampaui batas waktu toleransi 10 (seppuluh) menit tanpa\nalasan yang wajar\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Tidak menggunakan tanda pengenal (ID Card) selama jam kerja di lingkunagn\nperusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Mencatatkan waktu kehadiran pekerja lain pada mesin absensi\u002Fcomputer\ndengan sepengetahuannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Meninggalkan tempat kerja atau pulang lebih awal tanpa seijin atasannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Tidak mematuhi pengarahan atasan tanpa alasan yang dapat diterima\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Selama bertugas tidak mengenakan seragam yang telah ditentukan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Mengganggu ketenangan dan ketentraman lingkungan \u002F suasana kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pelanggaran Tingkat II :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Tidak masuk kerja selama 2 (dua) hari kerja dalam sebuah tanpa keterangan\nyang jelas\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Datang terlambat 3 kali dalam satu bulan atau pulang lebih awal dan\nmeninggalkan tugasnya untuk kepentingan pribadi tanpa keterangan yang sah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Tidak mematuhi perintah \u002F petunjuk atasan yang berkenaan aturan\nperusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Melanggar ketentuan atau instruksi yang sudah disetujui bersama\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Mempergunakan barang-barang milik perusahaan untuk kepentingan pribadi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Pengulangan atas pelanggaran tingkat I\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pelanggaran Tingkat III :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pengulangan atas pelanggaran tingkat I dan\u002Fatau pelanggaran tingkat II yang\nmengakibatkan pekerja diberikan sanksi \u002F Surat Peringatan (SP)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pelanggaran Tingkat IV :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Tidak hadir selama :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-2 hari kerja berturut-turut tanpa alasan yang jelas\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-3 hari kerja tidak berturut-turut selama seminggu tanpa alasana yang\njelas\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-6 hari kerja tidak berturut – turut dalam 25 hari kerja tanpa alasan yang\njelas\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Setelah 3 kali berturut-turut pekerja yang bersangkutan tetap menolak\nuntuk mentaati perintah atau penugasan yang diberikan kepadanya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Mengakibatkan dirinya dalam keadaan sedemikian rupa sehingga tidak dapat\nmenjalankan pekerjaan yang diberikan kepadanya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Tidak menunjukkan prestasi kerja sesuai standar yang ada meskipun sudah\ndicoba di bidang tugas yang lain\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Pengulangan atas pelanggaran tingkat III.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sexualhar\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-violence\">\u003Cp>5.Pelanggaran Tingkat V :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Memberikan keterangan palsu atau yang dipalsuka tentang dirinya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Mabuk, madat, memakai obat bius\u002Fnarkotik di tempat kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Melakukan perbuatan asusila di lingkungan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Menggunakan jabatan dan wewenang untuk melakukan tindakan yang\nmenguntungkan diri sendiri ataupun pihak ketiga seperti keluarga teman-teman\ntanpa mengindahkan kepentingan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Bekerja untuk pihak lain baik sebagai tenaga eksekutif maupun tenaga\npelaksana kecuali dengan ijin perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Melakukan tindakan kejahatan mencuri, menggelapkan, menipu, dan\nmemperdagangkan barang-barang didalam perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Menganiaya, menghina secara kasar atau mengancam atasan\u002Fbawahan atauteman\nkerja\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>h.Membujuk atasan \u002F bawahan atau teman sekerja untuk sesuatu yang\nbertentangan dengan hukum atau kesusilaan\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>i.Karena ceroboh, merusak, merugikan dan membiarkan dalam keadaan bahaya\nbarang milik perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>j.Karena ceroboh, membahayakan atau membiarkan diri atau temen sekerja dalam\nkeadaan bahaya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>k. Membongkar\u002Fmembocorkan rahasia perusahaan atau hal ihwal atasan\u002Fbawahan\natau mencemarkan nama baik perusahaan, teman sekerja dan keluarganya yang\nseharusnya dirahasiakan kecuali untuk kepentingan Negara\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>l.Pemalsuan apapun yang merugikan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>m.Segala bentuk perjudian apapun yang dilakukan dilingkungan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>n.Tidak hadir selama 6 hari berturut-turut tanpa keterangan tertulis dengan\nbukti-bukti yang sah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>o.Menghilangkan karena kecerobohan, barang milik perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>p.Mendirikan perusahaan dalam perusahaan yang kegiatannya dapat\nmenguntungkan pribadi namun merugikan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>q.Memperdagangkan barang terlarang baik di dalam \u002F luar perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 42 : Sanksi atas Pelanggaran Disiplin\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Uraian sanksi adalah sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Tingkat Pelanggaran\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Sanksi\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Masa Berlaku\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Yang Mengeluarkan\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>I\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Peringatan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cp>Atasan langsung\u002Fmanager\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>II\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cp>Lisan\u002F teguran\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cp>Atasan langsung\u002F Manager tembusan \u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>kepada Personalia\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>III\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Surat Peringatan I\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>6 bulan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Atasan langsung\u002F Manager tembusan \n\n        \u003Cp>kepada Personalia\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>IV\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Surat Peringatan II\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>6 bulan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Atasan langsung\u002F Manager tembusan \n\n        \u003Cp>kepada Personalia\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>V\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Surat Peringatan III\u002F terakhir pembebasan \n\n        \u003Cp>tugas sementara\u002F skorsing\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>6 bulan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Atasan langsung\u002F Manager tembusan \n\n        \u003Cp>kepada Personalia\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB X : PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA (PHK)\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 43 : Umum\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) adalah berakhirnya hubungan kerja yang\ndisebabkan oleh kedua pihak, baik perusahaan maupun pekerja, baik putus karena\nhukum atau akibat pelanggaran yang ditentukan dalam PKB atau peraturan\nperundang-undangan yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Perusahaan dengan segala daya upaya harus mengusahakan agar jangan terjadi\nPHK\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Dalam hal PHK tidak dapat dihindarkan, maka perusahaan dan pekerja itu\nsendiri atau dengan serikat pekerja yang tercatat di instansi yang bertanggung\njawab di bidang ketenagakerjaan apabila pekerja tersebut menjadi anggotanya,\nwajib merundingkan secara musyawarah untuk mencapai kesepakatan penyelesaian\nmengenai Pemutusan Hubungan Kerja tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Apabila terpaksa dilakukan PHK, maka proses PHK tersebut harus mengacu\npada ketentuan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 44 : Jenis Pemutusan Hubungan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dapat terjadi dalam hal :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.PHK dalam masa percobaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.PHK atas kehendak pekerja \u002F mengundurkan diri\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.PHK dengan persetujuan bersama\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.PHK karena rasionalisasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.PHK Karena sakit berkepanjangan \u002F cacat jasmani \u002F rohani atau dengan\nalasan medis lainnya yang melebihi 12 bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.PHK karena pekerja meninggal dunia\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.PHK karena hubungan kerja waktu tertentu berakhir\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.PHK karena alasan pelanggaran tingkat V\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i.PHK karena alasan pelanggaran\u002Fkesalahan berat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 45 : PHK Selama Masa Percobaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.PHK selama masa percobaan dapat dilakukan oleh kedua belah pihak setiap\nsaat baik atas permintaan pekerja sendiri atau kehendak perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Kepada pekerja sebagaimana ayat 1 diatas tidak akan diberikan uang\npesangon atau uang penghargaan masa kerja dan uang ganti kerugian lainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 46 : PHK Atas Kemauan Pekerja \u002F Pengunduran Diri\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Bagi pekerja yang ingin berhenti bekerja \u002F mengundurkan diri secara\nbaik-baik dari perusahaan maka diharuskan permohonan secara tertulis\nselambat-lambatnya 1 bulan sebelum tanggal pengunduran diri kepada\natasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dalam hal ini kepada pekerja yang mengalami PHK atas kemauan pekerja \u002F\npengunduran diri akan diberikan uang pisah dan uang ganti kerugian besarnya\nsebagai berikut : sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.1. Masa kerja 3 tahun sampai dengan 6\ntahun....................................1 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.2.Masa kerja 6 tahun sampai dengan 9\ntahun.....................................2 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.3. Masa kerja 9 tahun sampai dengan 12\ntahun..................................3 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.4. Masa kerja diatas 12\ntahun................................................................4 bulan\nupah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 47 : PHK Dengan Persetujuan Bersama\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Sesuai dengan perjanjian\u002Fpersetujuan bersama antara pekerja dengan\nperusahaan yang telah disepakati, maka PHK dapat dilakukan oleh perusahaan\ntanpa mengabaikan prosedur yang telah ditetapkan \u002F berlaku dengan surat\ntembusan kepada serikat pekerja atas permintaan pekerja yang bersangkutan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dalam hal terjadi PHK dengan persetujuan bersama, maka kedua belah pihak\n(perusahaan dan pekerja) mengadakan musyawarah untuk mencapai kesepakatan\ntentang hak-hak dan kompensasi yang harus diterima oleh pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Perusahaan berhak untuk tidak membayar kepada pekerja mengenai uang\npenghargaan masa kerja dan uang ganti kerugian apabila pekerja dalam\npengunduran diri melanggar ketentuan pada ayat 1 diatas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 48 : PHK Karena Rasionalisasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Dalam kondisi terpaksa perlu dilakukan rasionalisasi di perusahaan\nsehingga harus dilakukan PHK karena perusahaan ditutup \u002F efisiensi perusahaan\nmaka pelaksanaannya harus dilakukan sesuai ketentuan perundang-undangan yang\nberlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dalam hal ini kepada pekerja yang mengalami PHK karena rasionalisasi akan\ndiberikan uang pesangon dan uang penghargaan masa kerja dan uang ganti kerugian\nsesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 49 : PHK Karena Sakit Berkepanjangan \u002F Cacat Jasmani \u002F Rohani\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Kepada pekerja yang tidak mampu bekerja karena sakit atau cacat jasmani \u002F\nrihani melebihi 12 bualn berturit-turut berdasarkan surat keterangan dokter,\nmaka perusahaan dapat melakukan PHK sesuai ketentuan perundangan yang\nberlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Apabila pekerja dinyatakan oleh dokter mengidap satu penyakit menular atau\nalasan medis lainnya yang berbahaya baik untuk diri sendiri maupun sesama\npekerja di lingkungan kerja, maka perusahaan dapat melarang pekerja yang\nbersangkutan untuk tidak datang ke tempat kerja dan apabila melebihi 12 bulan\nberturut-turut tidak ada perubahan, maka perusahaan dapat melakukan PHK\nterhadap pekerja tersebut dengan tetap berpedoman kepada ketentuan dan\nundang-undang yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Kepada pekerja akan diberikan uang pesangon dan uang penghargaan masa\nkerja dan uang ganti kerugian sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 50 : PHK Karena Pekerja Meninggal Dunia\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Apabila pekerja meninggal dunia maka secara otomatis hubungan kerja dengan\nperusahaan akan terputus dengan sendirinya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Kepada ahli waris pekerja yang bersangkutan akan diberikan uang pesangon,\nuang penghargaan masa kerja, uang ganti kerugian sesuai dengan\nperundang-undangan yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 51 : PHK Karena Berakhirnya Hubungan Kerja Waktu Tertentu\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Apabila jika waktu PKWT berakhir maka hubungan kerja putus dengan sendirinya\ndan perusahaan tidak diwajibkan untuk membayar konpensasi apapun kepada pekerja\nyang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 52 : PHK Karena Alasan Pelanggaran Tingkat IV\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pekerja yang terbukti bersalah melakukan pelanggaran tingkat IV dan sudah\ndiberikan Surat Peringatan III\u002Fterakhir tetapi masih melakukan lagi\npelanggaran, sebelum masa berlakunya SP tersebut habis 6 bulan maka perusahaan\ndapat melakukan PHK dengan tetap mengacu pada ketentuan \u002F perundang-undangan\nyang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dalam hal ini perusahaan dapat mengambil tindakan skorsing terlebih dahulu\ndengan maksud untuk memberikan kesempatan kepada pihak-pihak yang bersangkutan\nuntuk membuktikan terjadinya pelanggaran\u002Fkesalahan yang dimaksud diatas\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Dalam hal ini kepada pekerja yang mengalami PHK karena alasan pelanggaran\ntingkat IV akan diberikan kompensasi dengan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 53 : PHK Karena Pelanggaran \u002F Kesalahan Berat\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pada dasarnya PHK karena pelanggaran \u002F kesalahan berat \u002F tindak pidana\nyang dilakukan oleh pekerja dapat dilaksanakan sesuai perundang-undangan yang\nberlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dalam hal ini kepada pekerja yang mengalami PHK karena alasan\npelanggaran\u002Fkesalahan berat akan diberikan uang pisah besarnya diatur sendiri\noleh perusahaan sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>• Besarnya uang pisah karena kesalahan berat adalah sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- masa kerja 3 – 6 Thn …………………………………………½\nbulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- masa kerja 6 – 9 Thn …………………………………………1\nbulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- masa kerja 9 – 12 Thn …………………………………………2\nbulan upah, dst\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 54 : Kewajiban Pekerja Pada Saat Terjadi PHK\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Dalam hal terjadinya PHK, maka pekerja diwajibkan mengembalikan kepada\nperusahaan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Perlengkapan kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Kartu pengenal (ID Card)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Barang-barang inventaris\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Hutang pekerja kepada perusahaan dengan bukti yang sah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Hutang pekerja kepada koperasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Buku Perjanjian Kerja Bersama, dll\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Kepada pekerja atau keluarganya atau ahli warisnya berkewajiban untuk\nmengambil hak yang telah diatur dalam PKB ini dalam waktu yang\nsesingkat-singkatnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Apabila terjadi PHK maka perusahaan wajib memberikan haknya kepada pekerja\nsesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 55 : Uang Pesangon, Uang Penghargaan Masa Kerja dan Uang Ganti\nKerugian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number_1_tenure\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight focus\" id=\"clause-severance_number\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay\">\u003Cp>Adapun dasar perhitungan uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan uang\nkerugian disesuaikan dengan perundang-undangan yang berlaku\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XI : PENYELESAIAN KELUH KESAH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 56 : Umum\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Adalah merupakan hasrat yang tulus dan itikad yang baik perusahaan dan\npekerja untuk menyelesaikan keluh kesah \u002F pengaduan yang timbul baik dari\nperusahaan, pekerja atau serikat pekerja akan diselesaikan dengan adil dan\ncepat secara musyawarah untuk mufakat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-discrimination\">\u003Cp>2.Apabila pekerja merasa diperlakukan tidak adil dan tidak wajar dalam\nhubungan kerja maupun tentang ketenagakerjaan lainnya yang bertentangan dengan\nisi dan jiwa PKB ini maka hal tersebut diselesaikan secara musyawarah antara\nkedua belah pihak\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Selama dalam proses penanganan \u002F penyelesaian pihak-pihak yang berwenang\nmaka kedua belah pihak berkewajiban untuk tetap memelihara ketertiban dan\nkerenangan kerja serta memberikan waktu yang seluas-luasnya kepada pihak yang\nberwenang dalam upaya penyelesaian tersebut sampai mendapat hasil yang\nsebaik-baiknya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Selama penyelesaian keluh kesah, kedua belah pihak tidak dibenarkan untuk\nmengambil tindakan sepihak untuk memaksakan kehendaknya terhadap masalah yang\ndipersengketakan seperti pemogokan, menghambat \u002F memperlambat kerja, penekanan\natau penutupan (lockout) atau PHK sepihak\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Untuk memudahkan pelaksanaan ketentuan pasal ini, maka digunakan formulir\npenyelesaikan keluhan pekerja yang akan menjadi lampiran PKB ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 57 : Cara Penyelesaian Keluhan dan Pengaduan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Setiap keluhan atau pengaduan pekerja diselesaikan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Langkah pertama\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pekerja membicarakannya secara langsung dengan atasannya \u002F managernya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Langkah kedua\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Apabila tidak tercapai penyelesaian pada langkah pertama maka\npekerja\u002Fatasannya dapat menyampaikan masalah \u002F kasusnya kepada atasan yang\nlebih tinggi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Langkah ketiga\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Apabila tidak tercapai penyelesaiannya pada langkah kedua, maka\nkeluhan\u002Fpengaduan tersebut dimusyawarhkan dengan pimpinan perusahaan melalui\nlembaga Bipartit (perusahaan, pekerja dan serikat pekerja)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Langkah keempat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Apabila tidak tercapai penyelesaian pada langkah ketiga, maka salah satu \u002F\nkedua belah pihak dapat menyampaikan permasalahan tersebut melalui pihak ketiga\n(instansi yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan setempat)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Apabila ada keluhan atau pengaduan yang bersifat umum baik dari serikat\npekerja ataupun perusahaan maka keluhan atau pengaduan tersebut harus\ndisampaikan kepada salah satu pihak secara tertulis serta membuat materi\npermasalahan secara jelas dan lengkap untuk dapat diselesaikan secara\nmusyawarah dengan cara sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Setelah surat resmi disampaikan dan diterima oleh salah satu pihak maka\npertemuan Bipartit harus segera dilaksanakan untuk membahas dan merundingkan\nsehingga tercapai penyelesaian yang sebaik-baiknya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Apabila dalam pertemuan Bipartit pertama belum tercapai kesepakatan maka\ndilakukan perundingan Bipartit kedua\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Jika ada pertemuan Bipartit kedua tidak tercapai kesepakatan maka\npermasalahannya akan disampaikan ke instansi yang bertanggung jawab di bidang\nketenagakerjaan untuk dimediasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Setiap pertemuan atau perundingan resmi Bipartit harus dibuat suatu\nrisalah yang ditanda tangani oleh kedua belah pihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XII : PERATURAN PERALIHAN DAN PELAKSANAAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 58 : Masa Berlakunya Peraturan Peralihan dan Pelaksaannya\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Selambat-lambatnya 90 hari sebelum tanggal berakhirnya PKB ini, maka\nperusahaan dan serikat pekerja sudah memulai memusyawarahkan \u002F perundingan\nkembali PKB untuk periode yang baru. Ketentuan-ketentuan dalam PKB ini tetap\nberlaku dan mengikat kedua belah pihak sampai disepakatinya PKB yang baru\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Setelah masa berlaku PKB ini berakhir dan PKB yang baru belum disepakati\nmaka PKB ini tetap berlaku paling lama 1 tahun atau sampai disepakatinya PKB\nyang baru\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Apabila ketentuan – ketentuan dalam PKB ini bertentangan dengan\nperundang-undangan yang berlaku atau tidak sesuai dengan ketentuan pemerintah\nyang baru, maka PKB ini akan disesuaikan dengan ketentuan perundang-undangan\nyang berlaku. Selanjutnya perusahaan dan serikat pekerja akan mensosialisasikan\nperubahan-perubahan tersebut kepada seluruh pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 59 : Panitia Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Untuk menjamin pelaksanaan kesempatan kerja bersama ini dapat dibentuk\npanitia kerja yang terdiri dari wakil perusahaan dan wakil serikat pekerja\nsesuai dengan kebutuhan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Tugas panitia kerja adalah :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Menjamin pelaksanaan dan pengawasan kesepakatan kerja bersama ini selama\nperiode berlakunya Perjanjian Kerja Bersama ini\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Memusyawarahkan masalah-masalah yang timbul dalama pelaksanaan Perjanjian\nKerja Bersama ini\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Mengevaluasi pelaksanaan serta merekomendasikan perbaikan pelaksanaan dari\nketentuan-ketentuan dalam PKB ini\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 60 : Peraturan Tambahan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Hal-hal yang belum diatur dalam PKB ini termasuk pelaksanaanya akan\ndirundingkan \u002F dimusyawarahkan dan disepakati bersama antara perusahaan dengan\nserikat pekerja yang dituangkan dalam addendum dan menjadi bagian yang tidak\nterpisahkan dari PKB ini\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Sesuai dengan PKB ini sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 62 ayat 1 akan\ndiumumkan, diperbanyak, dibagikan kepada semua pekerja serta didaftarkan pada\nKantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi DKI Jakarta\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XVII : PENUTUP\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 61 : Ketentuan Penutup\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start\">\u003Cp>1.PKB ini mulai berlaku sejak tanggal 9 bulan Juni tahun 2008 sampai dengan\ntanggal 9 bulan Juni tahun 2010 dan mengikat kedua belah pihak\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Dalam hal terjadi perubahan nama perusahaan atau penggabungan diri dengan\nperusahaan lain, maka untuk sisa berlakunya PKB ini tetap berlaku bagi\nperusahaan dan serikat pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.PKB ini disetujui dan ditanda tangani oleh kedua belah pihak dalam rangkap\n6 yang sama isi\u002Fbunyinya dan kekuatan hukumnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Apabila ternyata dikemudian hari terdapat salah penafsiran atau\nperselisihan antara perusahaan dan serikat pekerja maka harus diselesaikan\ndengan musyawarah dan bilamana tidak tercapai kesepakatan akan diserahkan\nkepada Suku Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kotamadya Jakarta Utara\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.PKB ini didaftarkan pada Kantor Dinas Tenaga kerja dan Transmigrasi\nProvinsi DKI Jakarta diperbanyak dan dibagikan kepada semua pekerja di\nperusahaan agar dapat dijadikan buku panduan kerja sehari-hari dan selama\nmenjadi pekerja di perusahaan “Indonesia Raya”\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Dengan berlakunya PKB ini maka untuk PKB sebelumnya dinyatakan tidak\nberlaku lagi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\n\n            \n            \n            \n            \n            ",{"disabilitypay":45,"hourspday_select":49,"violence":53,"maternitydifferenttrigger":57,"paidmaternityleaveduration":61,"maxsicknesspay":65,"cbadate_end":69,"severance_number":73,"WAGES_determined":77,"sexualhar":81,"maternityexcludedtrigger":84,"dayspweek":86,"hourspweek_select":90,"equalitydifferenttrigger":92,"hourspday":94,"childcaredifferenttrigger":96,"contracttrialperiod":98,"maternityotherclause":102,"severance":106,"SKILLEVEL_trigger":108,"maxsicknesspayperc":112,"cbadate_start":114,"OVERTIME_trigger":116,"overtimeallowancetype1":120,"holidaysdays":124,"maxsicknesspaytype":128,"severance_number_1_tenure":130,"jobwagegroups":132,"holidaysweeks":134,"SUNDAY_trigger":136,"EMPCONTR_trigger":140,"disabilityfund":142,"sundayallowancetype":144,"MEDICAL_trigger":146,"healthandsafetypolicy":150,"discrimination":154,"overtimeallowanceperc1":158,"healthcareaccess":160,"hourspweek":164,"contracttrial":166,"sicknesspay":168,"sundayallowancetype1":170,"skillwagegroups":172,"equalityexcludedtrigger":174,"dayspweek_select":176,"paidmaternityleaveall":178,"SCHEDULE_trigger":180,"paidpaternityleave":184,"SICDIS_trigger":188,"PAYSCALES_period":190,"schedulesrestpw":194,"WAGES_trigger":196,"sicknessmaxdaysnr":200,"childcareexcludedtrigger":204,"sundayallowanceperc1":206,"contractseverancepay1":208,"overtimeallowancetype":210,"overtimeallowancetypeperiod":212,"WORKHOURS_trigger":214,"sicknessmaxdays":217,"paidmaternityleave":219,"shiftstype1":221,"contractseverancepay":225,"PAIDLEAV_trigger":227,"paidpaternityleaveduration":230,"jobwagegroupsperiod":232},{"bindId":46,"name":47,"text":48},"disabilitypay","1.Apabila karyawan mendapatkan kecelakaa","1.Apabila karyawan mendapatkan kecelakaan kerja, maka perusahaan memberikan\nganti kerugian sebagaimana diatur dalam UU No. 3\u002F1992 Jo PP No. 14\u002F1993) yang\ndalam pelaksanaannya dilaksanakan melalui Program JAMSOSTEK\n\n\n\n2.Macamnya ganti kerugian seperti yang dimaksud dalam ayat (1) tersebut\ndiatas\n\n•Biaya pengangkutan karyawan dari tempat kecelakaan kerumahnya atau\nkerumah sakit\n\n•Biaya pengobatan dan perawatan karyawan yang mendapat kecelakaan termasuk\njuga biaya pembelian obat-obatan sejak kecelakaan terjadi sampai berakhir\nkeadaan sementara tidak mampu bekerja\n\n•Biaya penguburan karyawan yang meninggal dunia karena kecelakaan\n\n•Pembayaran tunjangan kecelakaan\n\n•Kebijaksanaan lain yang dianggap perlu oleh perusahaan",{"bindId":50,"name":51,"text":52},"hourspday_select","2.Jam kerja di perusahaan adalah 7 (tuju","2.Jam kerja di perusahaan adalah 7 (tujuh) jam sehari dan 40 (empat puluh)\njam seminggu dengan ketentuan bahwa apabila perusahaan memerlukan kerja shift\nmaka karyawan harus bersedia melaksanakan waktu kerja tersebut.",{"bindId":54,"name":55,"text":56},"violence","5.Pelanggaran Tingkat V : a.Memberikan k","5.Pelanggaran Tingkat V :\n\na.Memberikan keterangan palsu atau yang dipalsuka tentang dirinya\n\nb.Mabuk, madat, memakai obat bius\u002Fnarkotik di tempat kerja\n\nc.Melakukan perbuatan asusila di lingkungan perusahaan\n\nd.Menggunakan jabatan dan wewenang untuk melakukan tindakan yang\nmenguntungkan diri sendiri ataupun pihak ketiga seperti keluarga teman-teman\ntanpa mengindahkan kepentingan perusahaan\n\ne.Bekerja untuk pihak lain baik sebagai tenaga eksekutif maupun tenaga\npelaksana kecuali dengan ijin perusahaan\n\nf.Melakukan tindakan kejahatan mencuri, menggelapkan, menipu, dan\nmemperdagangkan barang-barang didalam perusahaan\n\ng.Menganiaya, menghina secara kasar atau mengancam atasan\u002Fbawahan atauteman\nkerja",{"bindId":58,"name":59,"text":60},"maternitydifferenttrigger","2.Kesepakatan kerja bersama ini tidak be","2.Kesepakatan kerja bersama ini tidak berlaku bagi Para Pekerja yang syarat\n– syarat kerjanya diatur tersendiri dalam Perjanjian keja perorangan.",{"bindId":62,"name":63,"text":64},"paidmaternityleaveduration","2.Bagi karyawan wanita yang akan melahir","2.Bagi karyawan wanita yang akan melahirkan berhak atas cuti hamil selama\n1,5 bulan sebelum dan 1,5 bulan sesudah melahirkan atau gugur kandungan, dengan\nmendapat upah penuh, yang mana terhadap hal dimaksud hanya atas 2 (dua) anak\nsesuai dengan Program Pemerintah tentang Keluarga Berencana",{"bindId":66,"name":67,"text":68},"maxsicknesspay","1.Apabila karyawan sakit dalam jangka wa","1.Apabila karyawan sakit dalam jangka waktu lama yang dapat dibuktikan\ndengan surat keterangan dokter yang ditentukan oleh perusahaan, maka upah\ndibayar sesuai dengan ketentuan sebagai berikut :\n\na. Empat bulan pertama dibayar : 100 % dari upah\n\nb. Empat bulan kedua dibayar : 75 % dari upah\n\nc. Empat bulan ketiga dibayar : 50 % dari upah\n\nd. Untuk bulan selanjutnya dibayar : 25 % dari upah sebelum PHK dilakukan\noleh pengusaha",{"bindId":70,"name":71,"text":72},"cbadate_end","1.PKB ini mulai berlaku sejak tanggal 9 ","1.PKB ini mulai berlaku sejak tanggal 9 bulan Juni tahun 2008 sampai dengan\ntanggal 9 bulan Juni tahun 2010 dan mengikat kedua belah pihak",{"bindId":74,"name":75,"text":76},"severance_number","Adapun dasar perhitungan uang pesangon, ","Adapun dasar perhitungan uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan uang\nkerugian disesuaikan dengan perundang-undangan yang berlaku",{"bindId":78,"name":79,"text":80},"WAGES_determined","Pengangkatan pekerja baru yang diterima ","Pengangkatan pekerja baru yang diterima wajib untuk menandatangani surat\nperjanjian kerja perorangan dan tanda terima Kesepakatan Kerja Bersama yang\nberarti telah membaca, memahami dan menyetujui isinya dan surat kesepakatan\nKerja Bersama ini berlaku baginya",{"bindId":82,"name":55,"text":83},"sexualhar","5.Pelanggaran Tingkat V :\n\na.Memberikan keterangan palsu atau yang dipalsuka tentang dirinya\n\nb.Mabuk, madat, memakai obat bius\u002Fnarkotik di tempat kerja\n\nc.Melakukan perbuatan asusila di lingkungan perusahaan\n\nd.Menggunakan jabatan dan wewenang untuk melakukan tindakan yang\nmenguntungkan diri sendiri ataupun pihak ketiga seperti keluarga teman-teman\ntanpa mengindahkan kepentingan perusahaan\n\ne.Bekerja untuk pihak lain baik sebagai tenaga eksekutif maupun tenaga\npelaksana kecuali dengan ijin perusahaan\n\nf.Melakukan tindakan kejahatan mencuri, menggelapkan, menipu, dan\nmemperdagangkan barang-barang didalam perusahaan\n\ng.Menganiaya, menghina secara kasar atau mengancam atasan\u002Fbawahan atauteman\nkerja\n\nh.Membujuk atasan \u002F bawahan atau teman sekerja untuk sesuatu yang\nbertentangan dengan hukum atau kesusilaan",{"bindId":85,"name":59,"text":60},"maternityexcludedtrigger",{"bindId":87,"name":88,"text":89},"dayspweek","1.Dengan memperhatikan ketentuan perunda","1.Dengan memperhatikan ketentuan perundangan yang berlaku, hari kerja di\nperusahaan adalah 6 (enam) hari dalam seminggu.",{"bindId":91,"name":51,"text":52},"hourspweek_select",{"bindId":93,"name":59,"text":60},"equalitydifferenttrigger",{"bindId":95,"name":51,"text":52},"hourspday",{"bindId":97,"name":59,"text":60},"childcaredifferenttrigger",{"bindId":99,"name":100,"text":101},"contracttrialperiod","Calon pekerja yang memenuhi persyaratan ","Calon pekerja yang memenuhi persyaratan penerimaan akan diterima sebagai\npekerja dengan masa percobaan paling lama 3 (tiga) bulan terhitung daru yang\nbersangkutan mulai bekerja. Perusahaan akan memberikan peringatan tertulis\ndan\u002Fatau pemberitahuan kepegawaian sebelum hari terakhir dari masa percobaan\nkalau diketahui bahwa cara kerjanya tidak memuaskan tanpa berkewajiban apapun\njuga ;",{"bindId":103,"name":104,"text":105},"maternityotherclause","3.Bagi Karyawan yang akan menggunakan cu","3.Bagi Karyawan yang akan menggunakan cuti hamil tersebut harus mengajukan\npermohonan terlebih dahulu kepada pimpinan perusahaan dengan disertai surat\nketerangan dokter atau bidan yang merawatnya.",{"bindId":107,"name":75,"text":76},"severance",{"bindId":109,"name":110,"text":111},"SKILLEVEL_trigger","1.Sistem pengupahan diperusahaan ditentu","1.Sistem pengupahan diperusahaan ditentukan oleh perusahaan yang didasari\natas Jabatan\u002Ftanggung jawab, keahlian, kecakapan (kemampuan), pengalaman kerja\ndan prestasi dari pekerja.",{"bindId":113,"name":67,"text":68},"maxsicknesspayperc",{"bindId":115,"name":71,"text":72},"cbadate_start",{"bindId":117,"name":118,"text":119},"OVERTIME_trigger","1.Apabila perusahaan memerlukan maka kar","1.Apabila perusahaan memerlukan maka karyawan wajib bersedia untuk melakukan\nkerja lembur\n\n2.Perhitungan upah lembur dihitung sesuai dengan ketentuan perundangan yang\nberlaku sesuai KEPMENAKERTRANS No. 102\u002FMen\u002F2004 yaitu ditentukan sebagai\nberikut :",{"bindId":121,"name":122,"text":123},"overtimeallowancetype1","a. APABILA KERJA LEMBUR DILAKUKAN PADA H","a. APABILA KERJA LEMBUR DILAKUKAN PADA HARI KERJA BIASA:\n\n•Untuk jam lembur pertama dibayar sebesar 1,5 x upah sejam\n\n•Untuk jam lembur selebihnya 2 x upah sejam",{"bindId":125,"name":126,"text":127},"holidaysdays","1.Setiap karyawan yang telah bekerja sel","1.Setiap karyawan yang telah bekerja selama 12 bulan berturut-turut berhak\natas istirahat tahunan selama 12 hari kerja dengan mendapat upah penuh",{"bindId":129,"name":67,"text":68},"maxsicknesspaytype",{"bindId":131,"name":75,"text":76},"severance_number_1_tenure",{"bindId":133,"name":110,"text":111},"jobwagegroups",{"bindId":135,"name":126,"text":127},"holidaysweeks",{"bindId":137,"name":138,"text":139},"SUNDAY_trigger","b. APABILA KERJA LEMBUR DILAKUKAN PADA S","b. APABILA KERJA LEMBUR DILAKUKAN PADA SAT HARI ISTIRAHAT MINGGU ATAU HARI\nRAYA RESMI :\n\n•Untuk setiap jam dalam batas 7 jam atau 5 jam apabila hari raya tersebut\njatuh pada hari kerja terpendek pada salah satu hari selama dalam 6 hari kerja\nseminggu, harus dibayar upah paling sedikit dikitnya 2 (dua) kali upah sejam\n\n•Untuk jam kerja pertama setelah 7 jam atau 5 jam apabila hari raya\ntersebut jatuh pada hari kerja terpendek pada salah satu hari selama dalam 6\nhari kerja seminggu, harus dibayar upah paling sedikit dikitnya 3 (tiga) kali\nupah sejam\n\n•Untuk jam kerja kedua setelah 7 jam atau 5 jam apabila hari raya tersebut\njatuh pada hari kerja terpendek pada salah satu hari selama dalam 6 hari kerja\nseminggu, harus dibayar upah paling sedikit dikitnya 3 (tiga) kali upah\nsejam",{"bindId":141,"name":79,"text":80},"EMPCONTR_trigger",{"bindId":143,"name":47,"text":48},"disabilityfund",{"bindId":145,"name":138,"text":139},"sundayallowancetype",{"bindId":147,"name":148,"text":149},"MEDICAL_trigger","Guna untuk memelihara kesehatan karyawan","Guna untuk memelihara kesehatan karyawan, maka apabila karyawan mengalami\ngangguan kesehatan (sakit) perusahaan akan memberikan kesempatan untuk berobat\nkepada dokter yang ditunjuk oleh perusahaan.",{"bindId":151,"name":152,"text":153},"healthandsafetypolicy","1.Setiap karyawan wajib menjaga keselama","1.Setiap karyawan wajib menjaga keselamatan dirinya dan karyawan lainnya dan\nwajib memakai alat-alat keselamatan kerja yang disediakan oleh perusahaan serta\nmentaati ketentuan mengenai keselamatan kerja dan perlindungan kerja yang\nberlaku\n\n2.Apabila karyawan menemui hal-hal yang dapat membahayakan terhadap\nkeselamatan karyawan dan perusahaan harus segera melaporkan kepada pimpinan\n(atasannya)",{"bindId":155,"name":156,"text":157},"discrimination","2.Apabila pekerja merasa diperlakukan ti","2.Apabila pekerja merasa diperlakukan tidak adil dan tidak wajar dalam\nhubungan kerja maupun tentang ketenagakerjaan lainnya yang bertentangan dengan\nisi dan jiwa PKB ini maka hal tersebut diselesaikan secara musyawarah antara\nkedua belah pihak",{"bindId":159,"name":122,"text":123},"overtimeallowanceperc1",{"bindId":161,"name":162,"text":163},"healthcareaccess","1.Dalam hal sakit yang memerlukan perawa","1.Dalam hal sakit yang memerlukan perawatan di Rumah Sakit atas petunjuk\ndokter, yang meliputi perawatan, pengobatan maka perusahaan akan memberikan\npenggantian yang disetujui \u002F diketahui oleh pimpinan perusahaan\n\n2.Penggunaan hak atas jaminan perawatan tersebut diatas pada pasal 1 adalah\ndengan mengajukan permohonan dengan disertai data-data lengkap misalnya surat\nketerangan dokter kwitansi kepada personalia untuk mendapat persetujuan.",{"bindId":165,"name":51,"text":52},"hourspweek",{"bindId":167,"name":100,"text":101},"contracttrial",{"bindId":169,"name":67,"text":68},"sicknesspay",{"bindId":171,"name":138,"text":139},"sundayallowancetype1",{"bindId":173,"name":110,"text":111},"skillwagegroups",{"bindId":175,"name":59,"text":60},"equalityexcludedtrigger",{"bindId":177,"name":88,"text":89},"dayspweek_select",{"bindId":179,"name":63,"text":64},"paidmaternityleaveall",{"bindId":181,"name":182,"text":183},"SCHEDULE_trigger","1.Setelah bekerja 6 hari berturut-turut,","1.Setelah bekerja 6 hari berturut-turut, kepada karyawan diberikan istirahat\nmingguan selama 1 hari",{"bindId":185,"name":186,"text":187},"paidpaternityleave","1.Perusahaan dapat memberikan ijin kepad","1.Perusahaan dapat memberikan ijin kepada karyawan meninggalkan pekerjaan\ndengan mendapat upah apabila :\n\n•Pernikahan karyawan sendiri\n……………………......................................................………….………3\nhari kerja\n\n•Pernikahan anak karyawan\n………………………....................................................……………………2\nhari kerja\n\n•Khitanan \u002F Pembaptisan anak\nkaryawan………………............................................................………2\nhari kerja\n\n•Istri karyawan melahirkan\n…………………………………......................................................…………2\nhari kerja\n\n•Suami\u002FIstri\u002FAnak\u002FOrang Tua\u002Fmertua Karyawan meninggal dunia\n…………………………………… 2 hari kerja\n\n•Anggota keluarga dalam satu rumah meninggal\n……...............................................................……1\nhari kerja",{"bindId":189,"name":148,"text":149},"SICDIS_trigger",{"bindId":191,"name":192,"text":193},"PAYSCALES_period","1.Kenaikan upah \u002F gaji pekerja diatur de","1.Kenaikan upah \u002F gaji pekerja diatur dengan mempertimbangkan factor-faktor\nberikut ini :\n\na.Prestasi kerja pekerja\n\nb.Tingkat laju inflasi\n\nc.Kondisi \u002F kemampuan perusahaan dalam mencapai tujuan\n\nd.Keadaan pasar bagi perusahaan sejenis\n\ne.Bobot tanggung jawab pekerja\n\nf.Kontribusi pekerja",{"bindId":195,"name":182,"text":183},"schedulesrestpw",{"bindId":197,"name":198,"text":199},"WAGES_trigger","Gaji \u002F upah adalah merupakan penghasilan","Gaji \u002F upah adalah merupakan penghasilan yang diterima oleh karyawan setiap\nhari \u002F seminggu atau sebulan sekali sebagai imbalan \u002F jasa terhadap perusahaan\ntanpa tunjangan – tunjangan lainnya.",{"bindId":201,"name":202,"text":203},"sicknessmaxdaysnr","2.Apabila setelah lewat 12 bulan ternyat","2.Apabila setelah lewat 12 bulan ternyata karyawan yang bersangkutan belum\nmampu bekerja kembali, maka perusahaan dapat memutuskan hubungan kerja dan\ndilaksanakan sesuai dengan prosedur Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 Jo UU No. 2\nTahun 2004",{"bindId":205,"name":59,"text":60},"childcareexcludedtrigger",{"bindId":207,"name":138,"text":139},"sundayallowanceperc1",{"bindId":209,"name":75,"text":76},"contractseverancepay1",{"bindId":211,"name":122,"text":123},"overtimeallowancetype",{"bindId":213,"name":122,"text":123},"overtimeallowancetypeperiod",{"bindId":215,"name":88,"text":216},"WORKHOURS_trigger","1.Dengan memperhatikan ketentuan perundangan yang berlaku, hari kerja di\nperusahaan adalah 6 (enam) hari dalam seminggu.\n\n\n\n2.Jam kerja di perusahaan adalah 7 (tujuh) jam sehari dan 40 (empat puluh)\njam seminggu dengan ketentuan bahwa apabila perusahaan memerlukan kerja shift\nmaka karyawan harus bersedia melaksanakan waktu kerja tersebut.",{"bindId":218,"name":202,"text":203},"sicknessmaxdays",{"bindId":220,"name":63,"text":64},"paidmaternityleave",{"bindId":222,"name":223,"text":224},"shiftstype1","2.Pekerjaan yang dilakukan lebih dari 7 ","2.Pekerjaan yang dilakukan lebih dari 7 (tujuh) jam sehari dari 40 (empat\npuluh) jam seminggu, adalah sebagai kerja lembur",{"bindId":226,"name":75,"text":76},"contractseverancepay",{"bindId":228,"name":126,"text":229},"PAIDLEAV_trigger","1.Setiap karyawan yang telah bekerja selama 12 bulan berturut-turut berhak\natas istirahat tahunan selama 12 hari kerja dengan mendapat upah penuh\n\n2.Perusahaan berhak mengatur hari-hari cuti tahunan pekerja untuk menjamin\nkelancaran operasional perusahaan dengan mempertimbangkan kepentingan\npekerja\n\n3.Hari-hari cuti pekerja dapat dibagi dalam beberapa bagian, namun salah\nsatu bagian harus terdiri 6 (enam) hari berturut-turut atau berdasarkan\nkesepakatan antara pekerja dengan perusahaan\n\n4.Hak cuti tahunan akan gugur apabila dalam waktu 6 (enam) bulan setelah hak\ncutinya timbul tanpa tidak dipergunakan oleh pekerja akan tetapi bukan karena\nalasan-alasan yng diberikan oleh perusahaan",{"bindId":231,"name":186,"text":187},"paidpaternityleaveduration",{"bindId":233,"name":234,"text":235},"jobwagegroupsperiod","3.Peninjauan upah perorangan tidak dilak","3.Peninjauan upah perorangan tidak dilaksanakan secara otomatis tetapi\nberdasarkan pertimbangan atas dasar prestasi dan konduite kerja masing-masing\nkaryawan serta kemampuan perusahaan. Dan hal ini akan dilakukan peninjauan upah\nsetiap satu tahun sekali.","\u003Chtml>\n\n    \u003Cdiv class=\"cobra-report\">\n\n        \u003Ch2>IDN PT. Indonesia Raya - 2008\u003C\u002Fh2>\n\n        \u003Cdiv class=\"section general\">\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-start_date\">Tanggal dimulainya perjanjian: &rarr;&nbsp;2008-06-09\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-end_date\">Tanggal berakhirnya perjanjian: &rarr;&nbsp;2010-06-09\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \u003C!-- TODO: previous CBA logic -->\n            \u003C!-- TODO: status logic -->\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaratified\">Diratifikasi oleh: &rarr;&nbsp;Other\u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaactorratified\">\n                    Diratifikasi pada: &rarr;&nbsp;2008-06-09\n                \u003C\u002Fdiv>\n            \n\n            \u003C!-- TODO: transnational_label, includingcountries_label, national_framework_label -->\n\n            \u003Cdiv id=\"display-SECTOR1\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Industri\u002Fpabrik pengolahan\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-NACE2004\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Pabrik Manufaktur produk komputer, elektronik dan optik\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-FIRMPRI\">\n                Sektor publik\u002Fswasta: &rarr;&nbsp;In the private sector\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv>Disimpulkan oleh:\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1\">\n\n                \n                    \n                    \u003Cdiv>\n                        Nama perusahaan: &rarr;&nbsp;\n                        Indonesia Raya\n                    \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1\">\n                Nama serikat pekerja: &rarr;&nbsp;\n\n                \n                    \n                    \u003Cspan>\n                        Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Unit Kerja Pabrik Lampu “Indonesia Raya“\n                    \u003C\u002Fspan>\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section social-security-pensions\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SOCSEC_trigger\">JAMINAN SOSIAL DAN PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-pensionfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pensiun bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilityfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan cacat bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-unemploymentfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan pengangguran bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section sickness-disability\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KONDISI SAKIT DAN DISABILITAS\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-maxsicknesspayperc\">\n                Maximum cuti sakit berbayar (untuk 6 bulan): &rarr;&nbsp;92&nbsp;%\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-sicknessmaxdaysnr\">\n                Maximum hari untuk cuti sakit berbayar: &rarr;&nbsp;365 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-longtermillness\">Ketentuan mengenai kembali bekerja setelah menderita penyakit jangka panjang, seperti penyakit kanker: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-menstruationleave\">Cuti haid berbayar: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilitypay\">Pembayaran gaji apabila tidak mampu bekerja dikarenakan kecelakaan kerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n\n        \u003Cdiv class=\"section health-medical-assistence\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA BANTUAN MEDIS\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccess\">Bantuan medis disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccessrelatives\">Bantuan medis bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurance\">Kontribusi pengusaha untuk asuransi kesehatan disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurancerelatives\">Asuransi kesehatan bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetypolicy\">Kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetytraining\">Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-protectiveclothing\">Pakaian\u002Falat pelindung diri disediakan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-hivpolicy\">Pemeriksaan kesehatan secara berkala disediakan oleh pengusaha: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-monitoring\">Pengawasan permintaan musculoskeletal di tempat kerja, resiko professional dan\u002Fatau hubungan antara pekerjaan dan kesehatan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-funeralpay\">Bantuan duka\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section work-family-arrangements\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKFAM_trigger\">PENGATURAN ANTARA KERJA DAN KELUARGA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleaveduration\">\n                Cuti hamil berbayar: &rarr;&nbsp;13 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-jobsecuritymothers\">Jaminan tetap dapat bekerja setelah cuti hamil: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-maternitydiscrimination\">Larangan diskriminasi terkait kehamilan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-breastfeeding_dangerouswork\">Larangan mewajibkan pekerja yang sedang hamil atau menyusui untuk melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-riskassessment\">Penilaian resiko terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja yang sedang hamil atau menyusui di tempat kerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-alternatives\">Ketersediaan alternatif bagi pekerja hamil atau menyusui untuk tidak melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-timeoff\">Cuti untuk melakukan pemeriksaan pranatal: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningnonstandard\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempekerjakan pekerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningpromotion\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempromosikan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv> \n            \u003Cdiv id=\"display-nursingmothers\">Fasilitas untuk pekerja yang menyusui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcareprovision\">Pengusaha menyediakan fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcaresubsidy\">Pengusaha mensubsidi fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \u003Cdiv id=\"display-educationtuition\">Tunjangan\u002Fbantuan pendidikan bagi anak pekerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n   \n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidpaternityleaveduration\">\n                Cuti ayah berbayar: &rarr;&nbsp;2 hari\n         \u003C\u002Fdiv>\n                        \n\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n        \u003Cdiv class=\"section gender-equality-issues\">\n            \u003Ch3 id=\"display-GENEQ_trigger\">ISU KESETARAAN GENDER\u003C\u002Fh3>\n         \u003Cdiv id=\"display-eqpay\">Upah yang sama untuk pekerjaan yang sama nilainya: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n         \n         \u003Cdiv id=\"display-discrimination\">Klausal mengenai diskriminasi di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-eqpromotion\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat promosi: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n        \u003Cdiv id=\"display-eqtraining\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat pelatihan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>     \n        \u003Cdiv id=\"display-eqofficer\">Kesetaraan gender dalam kepengurusan serikat pekerja di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-sexualhar\">Klausal mengenai pelecehan seksual di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violence\">Klausal mengenai kekerasan di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violenceleave\">Cuti khusus bagi pekerja yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-support_disabilities\">Dukungan bagi pekerja perempuan dengan disabilitas: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-equalitymonitoring\">Pengawasan kesetaraan gender: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n             \n         \u003C\u002Fdiv>\n         \n\n        \u003Cdiv class=\"section employment-contracts\">\n            \u003Ch3 id=\"display-EMPCONTR_trigger\">PERJANJIAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-contracttrialperiod\">\n                Durasi masa percobaan: &rarr;&nbsp;91 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\u003Cdiv id=\"display-severance_number\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;182&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-severance_number_1_tenure\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;60&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-part_time_excluded\">Pekerja paruh waktu tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-tempagency\">Ketentuan mengenai pekerja sementara: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprentices_excluded\">Pekerja magang tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-minijobs_excluded\">Pekerja mahasiswa tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section working-hours\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKHOURS_trigger\">JAM KERJA, JADWAL DAN LIBUR\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspday\">\n                Jam kerja per hari: &rarr;&nbsp;7.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspweek\">\n                Jam kerja per minggu: &rarr;&nbsp;40.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-dayspweek\">\n                Hari kerja per minggu: &rarr;&nbsp;6.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysdays\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;12.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysweeks\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;2.0 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-schedulesrestpw\"> Periode istrirahat setidaknya satu hari dalam seminggu disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-sundays_year\">\n                Jumlah maksimum hari minggu\u002Fhari libur nasional dalam setahun dimana pekerja harus\u002Fdapat bekerja: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n             \n            \n            \n            \n            \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-FLEXWORK_trigger\"> Ketentuan mengenai pengaturan jadwal kerja yang fleksibel: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section wages\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WAGES_trigger\">PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-PAYSCALES_trigger\">\n                Upah ditentukan oleh skala upah: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n\n            \n            \n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-COSTLIV_trigger\">Penyesuaian untuk kenaikan biaya kebutuhan hidup: &rarr;&nbsp;0\u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \n\n            \n\n            \n\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-OVERTIME_trigger\">Upah lembur hari kerja\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-overtimeallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari kerja: &rarr;&nbsp;150 % dari gaji pokok\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SUNDAY_trigger\">Upah lembur hari Minggu\u002Flibur\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-sundayallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari Minggu\u002Flibur: &rarr;&nbsp;200&nbsp;%\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Ch4>Kupon makan\u003C\u002Fh4>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-MEALALL_trigger\">Tunjangan makan disediakan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-legalassistance_trigger\">\n                Bantuan hukum gratis: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n    \u003C\u002Fdiv>\n\n\u003C\u002Fhtml>\n",[],[],"collective_agreement",[241],{"title":38,"slug":34},[243],{"type":244,"data":245},"call_to_action_body_block",{"title":246,"description":247,"variant":248,"link":249},"Bandingkan Perjanjian Kerja Bersama","Bandingkan pasal-pasal dan topik dalam Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dengan Perjanjian Kerja Bersama di semua sektor kerja di Indonesia maupun negara-negara lainnya.","dark",{"title":246,"url":250,"description":246,"rel":251,"type":252},"\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fbandingkan-perjanjian-kerja-bersama","follow","internal",[254],{"type":244,"data":255},{"title":246,"description":247,"variant":248,"link":256},{"title":246,"url":250,"description":246,"rel":251,"type":252},[]]