[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"page:id-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-indonesia-pondasi-raya-dengan-pk-fkui-ksbsi-pt-indonesia-pondasi-raya":3},{"id":4,"slug":5,"title":6,"short_title":7,"intro_text":8,"meta_description":9,"seo_title":9,"path":10,"content_type":11,"locale":12,"go_live_at":7,"first_published_at":13,"page_created_at":14,"published_at":13,"edit_url":15,"breadcrumbs":16,"seo":24,"data":32,"children":283,"content_type_view":284,"extra_breadcrumbs":285,"body":287,"body_blocks":298,"related_pages":302},3679,"perjanjian-kerja-bersama","Perjanjian Kerja Bersama",null,"\u003Cp>Beberapa pilihan Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dipublikasikan di sini. Anda dapat menemukan teks asli dari Perjanjian Kerja Bersama tersebut, membaca dan menelusuri per bab maupun pasal, menurut topik yang sedang Anda cari.\u003Cbr\u002F>\u003Cbr\u002F>Ketika Anda mengklik pada link Perjanjian Kerja Bersama, halaman akan terbuka: di kolom sebelah kiri pada halaman tersebut berisi teks asli, sedangkan di kolom sebelah kanan, Anda akan menemukan ringkasan dari ketentuan yang ada di Perjanjian Kerja Bersama tersebut.\u003Cbr\u002F>Serikat Buruh\u002FPekerja dan Asosiasi Pengusaha dari Indonesia memberikan kontribusi terhadap pengumpulan data Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>","","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama","collective_agreements.collectiveagreementoverview","id_ID","2025-08-15T13:01:11.360625+00:00","2026-04-02T08:44:09.692847+00:00","\u002Fcms\u002Fpages\u002F3679\u002Fedit\u002F",[17,20,23],{"title":18,"slug":19},"Indonesia","id-id",{"title":21,"slug":22},"Bekerja di Indonesia","bekerja-di-indonesia",{"title":6,"slug":5},{"title":6,"description":9,"image":25,"canonical":26,"robots":27,"og_type":28,"twitter_card":29,"locale":19,"created_at":30,"last_modified_at":31},"https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fmedia\u002Fimages\u002FSocial_media_preview_image_-_2025.2e16d0ba.fill-1200x630.png","https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002F","index, follow","website","summary_large_image","2025-08-15T15:01:11.360625+02:00","2026-04-02T10:44:09.828831+02:00",{"cba":33,"clauses":44,"details":281,"translations":282},{"id":34,"uid":35,"url":36,"name":37,"locale":12,"override_title":9,"title":38,"browser_title":39,"browser_description":40,"text":41},"perjanjian-kerja-bersama-antara-pt-indonesia-pondasi-raya-dengan-pk-fkui-ksbsi-pt-indonesia-pondasi-raya","8cbf9398-827a-11e3-98ed-001e0bc20076","https:\u002F\u002Fcobra.wageindicator.org\u002Fcountries\u002Findonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-indonesia-pondasi-raya-dengan-pk-fkui-ksbsi-pt-indonesia-pondasi-raya\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-indonesia-pondasi-raya-dengan-pk-fkui-ksbsi-pt-indonesia-pondasi-raya\u002F","Perjanjian Kerja Bersama Antara PT. Indonesia Pondasi Raya Dengan PK FKUI KSBSI PT. Indonesia Pondasi Raya 2012 - 2014","IDN PT. Indonesia Pondasi Raya (Indopora) - 2012","Indonesia - IDN PT. Indonesia Pondasi Raya (Indopora) - 2012","IDN PT. Indonesia Pondasi Raya (Indopora) - 2012 - Penasihat\u002Fkonsultan teknis, konstruksi\u002Fpembangunan",{"name":42,"data":43},"PKB PT. Indopora 2014.html","\n              \n              \n              \n              \n              \n              \n              \n              \u003C!--?xml version=\"1.0\" encoding=\"UTF-8\"?-->\n\n\n\n  \u003Cmeta http-equiv=\"content-type\" content=\"text\u002Fhtml; charset=UTF-8\">\n  \u003Ctitle>New1\u003C\u002Ftitle>\n  \u003Cmeta name=\"generator\" content=\"Amaya, see http:\u002F\u002Fwww.w3.org\u002FAmaya\u002F\">\n\n\n\n\u003Ch1>PERJANJIAN KERJA BERSAMA ANTARA PT. INDONESIA PONDASI RAYA DENGAN PENGURUS\nKOMISARIAT FEDERASI KONTRUKSI UMUM DAN INFORMAL SERIKAT BURUH SEJAHTERA\nINDONESIA PT. INDONESIA PONDASI RAYA\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Ch2>\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch2>BAB I: KETENTUAN UMUM\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 1: Pihak-pihak yang Mengadakan Perjanjian Kerja Bersama (PKB)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pihak yang mengadakan Perjanjian Kerja Bersama \u003Cspan class=\"p4cx7ff2\" id=\"p4cx7ff2_6\">ini\u003C\u002Fspan> adalah :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pengusaha PT. \u003Cspan class=\"p4cx7ff2\" id=\"p4cx7ff2_3\">Indonesia\u003C\u002Fspan> Pondasi Raya yang beralamat di Jalan raya pegangsaan\nII KM.4,5 Kelapa Gading Jakarta Utara yang dalam hal ini diwakili Imanuel\nselaku Direktur PT. Indonesia Pondasi Raya yang di angkat berdasarkan surat\nKeputusan Komisaris PT. Indonesia Pondasi Raya dan selanjutnya disebut sebagai\nPENGUSAHA.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>DENGAN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PENGURUS KOMISARIAT FEDERASI KONSTRUKSI, UMUM DAN \u003Cspan class=\"p4cx7ff2\" id=\"p4cx7ff2_7\">INFORMAL\u003C\u002Fspan> SERIKAT BURUH\nSEJAHTERA INDONESIA PT. INDONESIA PONDASI RAYA. yang tercatat di Suku Dinas\nTenaga Kerja dan Transmigrasi \u003Cspan class=\"p4cx7ff2\" id=\"p4cx7ff2_4\">Jakarta\u003C\u002Fspan> Utara Nomor : 985\u002FIII\u002FS\u002FXII\u002F2011,\ntertanggal 2 Desember 2011 beralamat di Jl. Pegangsaan Dua KM 4,5 Kelapa Gading\nJakarta Utara, yang dalam hal ini diwakili oleh Subkhi. AF dan Zainal\nMustafit\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>masing masing selaku Ketua dan Sekretaris Pengurus Komisariat Federasi\nKonstruksi Umum dan Informal Serikat Buruh Sejahtera Indonesia PT. INDOPORA\nyang disahkan berdasarkan Surat Keputusan Dewan Pengurus Pusat Federasi\nKonstruksi, Umum dan Informal Serikat Buruh Sejahtera Indonesia Nomor :\n37\u002FSK\u002FDPP FKUI SBSI\u002FX\u002F2005, yang selanjutnya dalam Perjanjian Kerja Bersama ini\ndisebut SERIKAT BURUH.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 2.: PENGERTIAN DAN ISTILAH ISTILAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan adalah badan hukum PT. Indonesia Pondasi Raya yang beralamat\ndi Jalan raya pegangsaan II KM.4,5 Kelapa Gading Jakarta Utara\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Lingkungan Perusahaan adalah keseluruhan tempat yang berada dibawah\npenguasaan\u002Fpengawasan Perusahaan yang digunakan untuk menunjang kegiatan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Majikan\u002FPengusaha adalah pemilik modal dan atau buruh yang oleh karena\njabatanya mempunyai tugas dan yang diberi kuasa memimpin perusahaan atau bagian\nperusahaan dan mempunyai wewenang mewakili perusahaan baik ke dalam maupun ke\n\u003Cspan class=\"p4cx7ff2\" id=\"p4cx7ff2_5\">luar\u003C\u002Fspan>.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Serikat buruh adalah Komisariat Federasi Konstruksi, Umum dan Informal\nSerikat Buruh Sejahtera Indonesia PT. Indonesia Pondasi Raya yang tercatat di\nSuku Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jakarta Utara Nomor : 37\u002FSK\u002FDPP FKUI\nSBSI\u002FX\u002F2005, Tanggal 09-12-2011 beralamat di Jalan raya pegangsaan II KM.4,5\nKelapa Gading Jakarta Utara\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Pengurus Serikat Buruh adalah anggota buruh yang dipilih atau yang\nditunjuk oleh anggota untuk memimpin Serikat Buruh sesuai dengan Anggaran Dasar\ndan Anggaran Rumah Tangga organisasi yang disahkan dengan surat keputusan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Buruh adalah tenaga kerja yang terikat secara resmi dalam hubungan kerja\ndengan perusahaan dalam arti yang tidak terbatas dan karenanya menerima\nupah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Perjanjian Kerja Bersama adalah Perjanjian Kerja \u003Cspan class=\"p4cx7ff2\" id=\"p4cx7ff2_8\">antara\u003C\u002Fspan> Pengusaha dengan\nSerikat Buruh mengenai syarat-syarat dan kondisi kerja, disingkat PKB.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Atasan adalah buruh lain yang pangkat\u002Fjabatannya lebih tinggi dari buruh\nyang bersangkutan sesuai dengan organisasi perusahaan seperti yang tercantum\ndalam surat pengangkatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Atasan langsung adalah buruh yang ditunjuk pengusaha untuk menduduki\nsuatu jabatan tertentu (yang dibuktikan dengan surat keputusan management atau\nyang diberi wewenang) dan berhak bertindak atas nama perusahaan untuk membawahi\nlangsung buruh dan mempunyai wewenang perintah, sanksi dan menanggapi usul\nburuh tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10. Perselisihan perburuhan adalah pertentangan antara serikat buruh dan\npengusaha karena tidak adanya persamaan paham mengenai hubungan kerja,\nSyarat-Syarat kerja dan atau keadaan perburuhan .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11. Pekerja\u002Fburuh adalah orang yang melakukan pekerjaan kepada pengusaha\nguna menghasilkan barang dan atau jasa dengan mendapat upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12. Pekerja\u002Fburuh tetap adalah pekerja yang terikat pada hubungan kerja yang\ntidak terbatas waktunya dan telah mendapat surat pengangkatan dari\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13. Keluarga pekerja\u002Fburuh adalah Istri\u002FSuami, anak yang menjadi tanggungan\nburuh itu sendiri dengan dinyatakan bukti yang sah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14. Istri\u002FSuami adalah perkawinan yang sah dan diberitahukan kepada\npengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15. Anak sah adalah yang ditanggung oleh buruh dengan diberitahukan kepada\npengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>16. Ahli waris adalah istri\u002Fsuami, anak sah atau orang yang ditunjuk oleh\npekerja\u002Fburuh untuk menerima setiap pembayaran dalam hal kematian\npekerja\u002Fburuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>17. Hari kerja adalah waktu yang telah ditetapkan untuk berada ditempat\nkerja dan melakukan pekerjaan pada waktu kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>18. Waktu kerja shift adalah pergantian waktu kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>19. Upah adalah suatu penerimaan uang sebagai imbalan dari perusahaan kepada\npekerja\u002Fburuh atas jasa yang telah dilakukan termasuk tunjangan baik untuk\nburuh sendiri atau keluarga.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>20. Dinas luar adalah pekerjaan bagi pekerja\u002Fburuh yang dikerjakan diluar\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>21. Kepala bagian adalah orang yang menjalankan tugas pekerjaan pada bagian\ntertentu dan bertanggung jawab langsung pada pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>22. Pengawas adalah orang yang diangkat untuk mengawasi pada bagian dan\nbertanggung jawab langsung kepada kepala bagian\u002Fpengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>23. Hari libur resmi adalah hari libur yang ditetapkan oleh pemerintah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>24. Datang terlambat adalah masuk kerja terlambat dari jam kerja yang telah\nditetapkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>25. Pulang cepat adalah pulang lebih awal dari jam kerja yang telah\nditetapkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>26. Semua jenis pelanggaran tetap diproses sesuai dengan undang-undang\nketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 3: LUASNYA PARJANJIAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>a) Telah disepakati bersama antara Pengusaha\u002FMajikan dengan Serikat Buruh\nbahwa Perjanjian Kerja Bersama ini mengikat kedua belah pihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b) Pengusaha\u002FMajikan dan Serikat Buruh bersepakat bahwa Perjanjian Kerja\nBersama ini mengatur hal-hal yang bersifat umum yang tercantum dalam Perjanjian\nKerja Bersama ini. Pengusaha dan Serikat Buruh tetap mempunyai hak lainnya yang\ntunduk pada peraturan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c) Bila pengusaha melakukan mengadakan perubahan atau penggabungan nama\nperusahaan dalam bentuk apapun, maka Perjanjian Kerja Bersama ini tetap berlaku\nbagi kedua belah pihak sampai berakhirnya Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-coverunion_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternitydifferenttrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityexcludedtrigger\">\u003Cp>d) Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku untuk seluruh pekerja\u002Fburuh dan\nunit-unitnya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 4: TUJUAN DAN MANFAAT PERJANJIAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Perjanjian kerja bersama ini bertujuan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Mempertegas dan memperjelas hak-hak dan kewajiban pengusaha dengan\nburuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Memperteguh dengan menciptakan hubungan perburuhan yang harmonis dalam\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Menetapkan secara bersama syarat-syarat kerja dengan keadaan perburuhan\nyang harmonis dan atau hubungan perburuhan yang belum diatur dalam peraturan\nperundang-undangan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Perjanjian Kerja Bersama ini bermanfaat untuk :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Baik buruh atau pengusaha akan lebih mamahami tentang hak dan kewajiban\nmasing-masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Mengurangi timbulnya perselisihan hubungan perburuhan antara pengusaha\ndan buruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Membantu ketenangan kerja buruh serta mendorong semangat dan kegiatan\nkerja yang lebih tekun dan rajin.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pengusaha dapat menganggarkan biaya tenaga kerja yang perlu dicadangkan\natau disesuaikan dengan masa berlakunya Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 5: KEWAJIBAN PENGUSAHA DAN SERIKAT BURUH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha dan Serikat Buruh bertanggung jawab dan wajib menyebarluaskan\ndan menjelaskan isi Perjanjian Kerja Bersama ini kepada buruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pengusaha dan Serikat Buruh wajib untuk mematuhi dan menjunjung tinggi\nserta melaksakan sepenuhnya semua ketentuan-ketentuan yang telah disetujui\nbersama Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Serikat buruh wajib membantu pengusaha menjaga ketentraman dan ketenangan\nkerja untuk meningkatkan produktifitas kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 6: PENGAKUAN HAK-HAK PENGUSAHA DAN SERIKAT BURUH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Serikat Buruh mengakui bahwa Pengusaha mempunyai hak dan wewenang penuh\nuntuk memimpin dan menjalankan usahanya sesuai dengan kebijakan perusahaan\nsepanjang tidak bertentangan dengan undang-undang yang berlaku di Republik\nIndonesia serta Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Serikat Buruh mengakui hak pengusaha untuk mengatur, menempatkan dan\nmemutasikan buruh diperusahaan sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan\nperundang-undangan yang berlaku dan Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pengusaha mengakui bahwa Pengurus Komisariat Federasi Konstruksi Umum dan\nInformal Serikat Buruh Sejahtera Indonesia PT. Indonesia Pondasi Raya adalah\norganisasi Serikat Buruh yang sah mewakili dan bertindak untuk dan atas nama\nanggotanya yang mempunyai hubungan kerja dengan pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pengusaha mengakui pengurus Serikat Buruh yang telah sesuai Anggaran\nDasar\u002FAnggaran Rumah Tangga Serikat Buruh sebagai wakil dari\nanggotanya\u002Fburuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Pengusaha dan Serikat Buruh sepakat untuk tidak mencampuri intern\nmasing-masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 7: JAMINAN BAGI SERIKAT BURUH DAN PENGUSAHA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-discrimination\">\u003Cp>1. Pekerja\u002FBuruh yang menjadi anggota dan terpilih sebagai pengurus Serikat\nBuruh atau yang ditunjuk oleh pengurus untuk menjadi wakil Serikat Buruh tidak\nakan mendapat tindakan diskriminatif atau tekanan langsung maupun tidak\nlangsung dari pengusaha\u002Fatasan langsung karena fungsinya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Pengurus Serikat Buruh dapat memanggil untuk keperluan dinas yang\nberhubungan dengan perusahaan dan atau pekerjaannya didalam jam kerja dengan\nterlebih dahulu mendapatkan izin tertulis dari atasan yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Atas permintaan Serikat Buruh, pengusaha dapat memberikan\nketerangan-keterangan yang diperlukan tentang hal-hal yang bersifat umum yang\nmenyangkut keadaan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Serikat Buruh akan menegakkan tata tertib dan disiplin serta memberi\nperingatan\u002Fsanksi atas kesalahan atau pelanggaran yang dilakukan buruh,\nsepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan dalam Perjanjian Kerja Bersama\nini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 8: FASILITAS BAGI SERIKAT BURUH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha menyediakan ruangan untuk sekretariat Serikat Buruh beserta\nperlengkapannya dan atau bantuan dana yang wajar untuk kegiatan Serikat\nBuruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pengusaha menyediakan papan pengumuman untuk menempel setiap informasi\nyang berkaitan dengan hubungan kerja dan perkembangan Serikat Buruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pengusaha meminjamkan ruangan AULA\u002FMeeting room untuk rapat anggota\nSerikat Buruh setelah pengurus melakukan permohonan secara tertulis\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 9: CHECK OFF SYSTEM (CHOS)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Penarikan iuran anggota PK FKUI SBSI PT. Indonesia Pondasi Raya sebasar Rp.\n10.000\u002F bulan (sepuluh ribu) dengan system CHOS diberikan kepada Pengurus\nKomisariat Federasi Kontruksi Umum dan Informal Serikat Buruh Sejahtera\nIndonesia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 10: DISPENSASI UNTUK KEPERLUAN SERIKAT BURUH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha, atas permintaan tertulis pengurus Serikat Buruh dapat\nmemberikan izin secara tertulis kepada pengurus Serikat Buruh atau wakil yang\nditunjuknya untuk meningalkan pekerjaannya dalam rangka melaksanakan tugas\norganisasi Serikat Buruh atau memenuhi panggilan instansi pemerintah guna\nkepentingan organisasi atau kepentingan pemerintah dengan tidak mengurangi\nhak-haknya sebagai buruh (tetap mendapat upah).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Apabila pengurus atau anggota serikat Buruh dipilih menjadi pengurus pada\nperangkat organisasi-organisasi yang lebih tinggi, pengusaha dapat memberikan\ndispensasi bagi yang bersangkutan maksimum 3 (tiga) hari dalam 1 (satu) minggu\nuntuk melaksanakan tugas organisasi Serikat Buruh yang berkaitan dengan\nfungsinya tapi tidak bersifat rutin ataupun terus menerus dengan tidak\nmengurangi haknya sebagai buruh (tetap mendapat upah).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Untuk keperluan menghadiri kongres, seminar, pendidikan atau\nprogram-program yang diselenggarakan oleh organisasi induk Serikat Buruh serta\ninstansi pemerintah, maka pengusaha dapat memberikan dispensasi, dengan\nketentuan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Jumlah pengurus atau anggota Serikat Buruh yang ditunjuk oleh pengusaha\nyang dapat memenuhi undangan tersebut diberikan maksimum 3 (tiga) orang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Gaji mereka yang tersebut dalam ayat 3 a diatas mendapat upah penuh untuk\nmaksimal 5 (lima) hari kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Yang bersangkutan mengajukan permohonan dengan melampirkan surat\npanggilan \u002F undangan kepada atasan langsung untuk diteruskan ke pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch2>BAB II: HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 11: PENERIMAAN TENAGA KERJA BARU\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrialperiod\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrial\">\u003Cp>1. Calon yang telah memenuhi syarat dan lulus yang diadakan oleh perusahaan\nditerima sebagai buruh dengan masa percobaan selama 3 (tiga) bulan dan harus\ndiberitahukan kepada buruh yang bersangkutan secara tertulis.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Selama masa percobaan pekerja\u002Fburuh mendapat fasilitas-fasilitas\nsebagaimana buruh\u002Fkaryawan tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Selama masa percobaan masing-masing pihak dapat memutuskan hubungan kerja\ntanpa syarat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Seorang buruh yang telah menyelesaikan masa percobaan dapat diangkat\nsebagai buruh tetap dan masa percobaan tersebut dihitung sebagai masa kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Pengangkatan sebagai buruh tetap dituangkan dalam surat keputusan Direksi\nyang dibuat rangkap 2 (dua), jo UU no.13 thn 2003 pasal 63 Ayat 2.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Setiap pengangkatan buruh tetap dilampirkan job description yang jelas\nsesuai dengan keahlian, jabatan dan tidak menyimpang dari ketentuan UU ketenaga\nkerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 12: PEKERJA KONTRAK DAN PEKERJA BORONGAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pekerja kontrak tidak diizinkan adanya masa percobaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Penjelasan undang-undang no.13 Pasal 59. tahun 2003.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekerja borongan, mendapat upah berdasarkan hasil kerjanya. Dengan\nketentuan tidak boleh kurang dari UMP yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Perusahaan wajib memberikan fasilitas-fasilitas yang sama layaknya\nburuh\u002Fkaryawan tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 13: KESEMPATAN BERKARIR\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>a. Pengusaha memberikan kesempatan berkarir kepada semua pekerja\u002Fburuh tanpa\nmembedakan suku, ras, agama, pendidikan, jabatan dan jenis kelamin.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Memberikan kesempatan kepada pekerja\u002Fburuh yang mempunyai prestasi dan\nharapan agar dapat mengembangkan karirnya dibagian lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 14: PENYULUHAN, PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-trainingprogrammes\">\u003Cp>1. Untuk meningkatkan dan mengembangkan kemampuan wawasan, keterampilan,\nkeahlian, disiplin kerja, sikap kerja buruh dan produktifitas perusahaan serta\nahli teknologi yang meliputi kemampuan khusus, sosial perburuhan dan individu\npengusaha bertanggung jawab untuk memberikan penyuluhan, pendidikan dan\npelatihan bagi pekerja\u002Fburuh, sedangkan biayanya ditanggung oleh pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Sertifikat pendidikan dan pelatihan kerja yang didapatkan , adalah hak\nbagi pekerja\u002Fburuh yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 15: MUTASI,DEMOSI, PROMOSI DAN DINAS LUAR\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. MUTASI.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Adalah perpindahan pekerja dari bagian yang satu kebagian yang lain\ndidalam perusahaan .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Perpindahan atau mutasi pekerja akan ditetapkan oleh pimpinan perusahaan\ndan disesuaikan pada situasi, kondisi perusahaan serta kemampuan dan\nketerampilan pekerja yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Pada dasarnya mutasi bukanlah dimaksudkan untuk merugikan atau menekan\npekerja\u002Fburuh agar buruh mengundurkan diri, dan bukan semata-mata untuk\nkepentingan kelangsungan dan perkembangan perusahaan, tetapi juga memberi\nkesempatan pada pekerja\u002Fburuh untuk mengembangkan kemampuan dan\npengetahuannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Pekerja tidak dapat menolak mutasi sepanjang tidak mengurangi hak-hak\nsebelumnya dan sesuai dengan kemampuan dan keterampilan pekerja yang\nbersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Penolakan mutasi bisa dilakukan apabila kondisi pekerja tidak\nmemungkinkan dan disertai dengan bukti yang kuat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.1. ALASAN MUTASI.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Demi kelancaran kegiatan perusahaan serta pendayagunaan secara baik,\npengusaha dapat memutasikan pekerja\u002Fburuh diantaranya dalam hal-hal sebagai\nberikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Berkurangnya pekerjaan dalam suatu bagian, sementara dilain bagian\nmembutuhkan agar pekerjaan operasional dan produktivitas perusahaan tetap\nberjalan lancar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Memberikan kesempatan kepada pekerja untuk mendapat pengetahuan dan\nketerampilan dibagian yang baru jika dinilai sesuai oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Dikarenakan keadaan fisiknya tidak memungkinkan untuk mengerjakan\npekerjaan ditempat semula.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Seorang pekerja\u002Fburuh yang dinilai oleh perusahaan tidak sesuai lagi\nuntuk tetap dipekerjakan ditempat semula.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Mutasi tidak dapat dilakukan oleh karena ketidak senangan atasan terhadap\nbawahannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.2. PROSEDUR MUTASI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Mutasi diberitahukan secara tertulis 2 (dua) minggu sebelumnya atau\nselambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sebelum perpindahan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Perusahaan berhak melakukan mutasi mendadak terutama dalam keadaan\ndarurat diberikan secara lisan dan kemudian dilanjutkan dengan pemberitahuan\nsecara tertulis selambat-lambatnya 3 (tiga) hari sesudah pekerja\u002Fburuh\nmelakukan pekerjaan dibagian yang baru dan tembusannya disampaikan Serikat\nBuruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Setiap mutasi pekerja\u002Fburuh dari bagian satu kebagian lain yang tingkat\njabatan\u002Fpekerjaannya sama, tidak akan mengurangi hak-hak yang didapat\nsebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Bagi pekerja\u002Fburuh yang dimutasi keluar daerah, bila pekerjaan proyek\ntelah selesai dikerjakan, maka pekerja\u002Fburuh dikembalikan ketempat asal, tanpa\nmengurangi ha k-haknya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. DEMOSI (PENURUNAN JABATAN)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Perusahaan sewaktu-waktu berhak mendemosikan pekerja\u002Fburuhnya dalam\nhal:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>* Berdasarkan bukti yang dapat dipertanggung jawabkan, perusahaan menilai\nbahwa pekerja\u002Fburuh telah melakukan pelanggaran atas ketentuan perusahaan yang\nseharusnya tidak layak dilakukannya dalam posisi jabatannya sekarang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>* Prestasi pekerja\u002Fburuh ditempat yang semula dinilai sangat kurang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>* Tidak cakap melakukan tugas walaupun sudah dicoba dibidang tugas yang ada\ndan bagian lain dengan jabatan\u002Fposisi setingkat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>* Tidak memenuhi persyaratan jabatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Demosi pekerja\u002Fburuh tidak akan mengurangi hak-hak yang didapat\nsebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Demosi tidak diperkenankan kepada pekerja\u002Fburuh yang sedang sakit.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Setiap pelaksanaan demosi ditetapkan dengan surat keputusan dari bagian\npersonalia perusahaan dengan tembusan ke Serikat Buruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. PROMOSI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Pengusaha dan Serikat Buruh secara bersama-sama menentukan promosi\npekerja\u002Fburuh sesuai dengan penilaian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Promosi yang dimaksud adalah promosi jabatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Dikarenakan prestasi kerjanya dinilai baik, terampil, berpengalaman,\nbertanggung jawab serta mampu menunjukkan kondite dan loyalitasnya yang baik\ndipromosikan ke jabatan lebih tinggi, bilamana terdapat kekosongan\u002Flowongan di\njabatan yang lebih tinggi tersebut, sesuai keahlian dan keterampilannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Pekerja\u002Fburuh yang mendapat promosi wajib mendapat tunjangan jabatan\nmenurut tingkatan jabatan yang baru.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. TUGAS LUAR\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Tugas luar adalah perkerja\u002Fburuh keluar dari kantor perusahaan pada waktu\njam kerja dan harus mendapat izin\u002Fperintah langsung dan tertulis dari\natasannya. Tugas luar adalah untuk pelaksaan tugas perusahaan baik dalam kota\nmaupun keluar kota.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.1. Tugas luar ke instansi pemerintah, instasi swasta dan lain-lain ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Tugas luar untuk pergi kekantor\u002Finstansi pemerintah, instasi swasta dan\nlain-lain dalam rangka pelaksanaan tugas perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Tugas luar, tempat tujuan dan tujuannya harus tertulis jelas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Surat tugas luar yang telas ditandatangani atasannya langsung diserahkan\nkepada petugas keamanan\u002Fsatpam dan dicatat jam keluar dan kembali keperusahaan\ndan selanjutnya surat tugas luar tersebut diserahkan kepada bagian\npersonalia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Tugas luar yang melebihi jam kerja normal dihitung kerja lembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.2Tugas luar pelaksanaan proyek ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Pimpinan perusahaan membuat surat keputusan\u002Fsurat tugas kepada\npekerja\u002Fburuh dengan persetujuan atasannya langsung, dimana hak dan\nkewajibannya tertuang dalam surat tugas tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Surat tugas pelaksanaan proyek dikeluarkan kepada semua personil yang ada\npada struktur organisasi proyek\u002Fyang ditugaskan diproyek tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.3. Setiap berakhirnya tugas luar pekerja\u002Fburuh membuat laporan dan\ndiserahkan kepada atasannya atau yang memerintahkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.5. Setiap tugas luar khusus Storing diberikan biaya transportasi , biaya\nkomunikasi dan akomodasi sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>* Dalam Kota ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a) Besarnya biaya komunikasi sebesar: Rp. 40.000,- perhari\u002Fteam.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b) Besarnya biaya akomodasi sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>•Uang makan : Rp. 50.000,- perorang\u002Fhari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>•Uang transportPP: Rp. 300.000,-perhari\u002Fteam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(disesuaikan dengan tujuan)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>* Luar Kota ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a) Besarnya biaya komunikasi sebesar: Rp. 40.000 perhari\u002F team\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b) Besarnya biaya akomodasi sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>•Uang makan : Rp. 60.000,- perorang\u002Fhari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>•Uang saku\u002Fbiaya tak terduga: Rp. 100.000,- perorang\u002Fhari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>•Uang transportPP: disesuaikan dengan tempat tujuan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>•Uang penginapan: Rp. 300.000,- perhari\u002Fteam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.6. Setiap tugas luar khusus yang menetap diproyek diberikan biaya\ntransport dan biaya komunikasi, akomodasi sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>* Dalam Kota ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a) Besarnya biaya komunikasi sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>* Proyek Manager: Rp. 300.000\u002Fbulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>* Enginer: Rp. 200.000\u002Fbulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>* Administrasi\u002FLogistik: Rp. 200.000\u002Fbulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>* Safety: Rp. 100.000\u002Fbulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b) Besarnya biaya akomodasi sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>•Uang makan : Rp. 50.000,- perorang\u002Fperhari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>•Uang tunjangan lokasi: Rp. 10.000,-perorang\u002Fhari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>•Uang transport ke tempat proyek: Rp. 200.000,\u002Fjalan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>disesuaikan tempat tujuan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>•Disediakan penginapan\u002Fmess dan fasilitasnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>* Luar Kota ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a) Besarnya biaya komunikasi sebagai berikut:.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>* Proyek Manager: Rp. 300.000\u002Fbulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>* Enginer: Rp. 200.000\u002Fbulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>* Admistrasi: Rp. 200.000\u002Fbulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>* Safety: Rp. 100.000\u002Fbulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b) Besarnya biaya akomodasi sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>•Uang makan : Rp. 100.000,- perorang\u002Fhari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>•Uang Tunjangan Lokasi antar pulau\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>* Pulau Jawa: 1 (satu) x upah pokok perbulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>* Pulau bali: 1 1\u002F2. (satu setengah) x upah pokok perbulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>* Pulau sumatera: 2. (dua) x upah pokok perbulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>* Pulau Kalimantan: 2 (dua) x upah pokok perbulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>* Sulawesi: 2 (dua) x upah pokok perbulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>* Pulau Irian jaya: 21\u002F2. (dua setengah) x upah pokok perbulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>• Uang transportPP: disesuaikan dengan tempat tujuan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>•Disediakan penginapan \u002Fmess\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.7. Untuk Biaya Transportasi,akomodasi di berikan kepada seluruh\npekerja\u002Fburuh yang tugas luar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.8. Setiap pekerja\u002Fburuh yang ditugaskan keluar pulau dan telah bekerja\nselama 3 (tiga) bulan berturut-turut pengusaha wajib memberikan hak cuti\nbulanan selama 14 (empat belas) hari kerja dengan tetap mendapatkan upah penuh,\nbiaya transport dan akomodasi ditanggung oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.9. Apabila hak cuti tidak diambil maka hak cuti dapat diuangkan sesuai\ndengan biaya transport dan akomodasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 16: PENILAIAN PRESTASI KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Penilaian prestasi kerja dilakukan oleh pengusaha\u002Fatasannya langsung.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Penilaian prestasi kerja didasarkan atas absensi, kecakapan kerja ,\nkerajinan, dedikasi dan kedisiplinan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Penilaian prestasi kerja diberitahukan kepada pekerja\u002Fburuh yang\nbersangkutan secara tertulis melalui kepala bagian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pekerja\u002Fburuh yang mendapat promosi wajib mendapat tunjangan jabatan\nmenurut tingkatan jabatan yang baru.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch2>BAB III: HARI KERJA DAN JAM KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 17: HARI KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Dengan memperhatikan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, hari\nkerja diperusahaan adalah 6 (enam) hari kerja seminggu, dengan ketentuan bahwa\nhari minggu adalah hari libur bagi buruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek\">\u003Cp>2. Hari kerja biasa adalah hari senin sampai dengan hari sabtu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Hari kerja terpendek pada salah satu hari dalam 6 (enam) hari kerja\nadalah jatuh pada hari sabtu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Setelah pekerja\u002Fburuh bekerja 6 (enam) hari berturut-turut buruh mendapat\nistirahat mingguan selama 1 (satu) hari.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>5. Bagi pekerja\u002Fburuh non shift yang istirahat mingguannya jatuh pada hari\nminggu, khusus tenaga satpam diatur tersendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Pekerja\u002Fburuh yang mendapat penugasan khusus karena sifat pekerjaanya\nberlaku ketentuan tersendiri, kecuali dinyatakan lain dalam surat tugasnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 18: JAM KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday_select\">\u003Cp>1. Jam kerja diperusahaan adalah 7 (tujuh) jam sehari dan 40 (empat puluh)\njam seminggu.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Apabila perusahaan memerlukan kerja shift, maka pekerja\u002Fburuh bersedia\nuntuk melaksanakan waktu kerja tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Waktu yang ditetapkan untuk menjalankan pekerjaan shift diatur sebagai\nberikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.1. Jika shift kerja ditetapkan 2 (dua) shift.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>ShiftI :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>NO\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Kegiatan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Senin s\u002Fd kamis\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jumat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Sabtu\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Keterangan\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>1\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Siap berada ditempat kerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>07:55\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>07:55\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>07:55\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Persiapan melakukan pekerjaan\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>2\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Bekerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>08:00 \u003Cspan class=\"p4cx7ff2\" id=\"p4cx7ff2_2\">s\u003C\u002Fspan>\u002Fd 12:00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>08:00 s\u002Fd 11:30\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>08:00 s\u002Fd 12:00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>3\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Istirahat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>12:00 s\u002Fd 12:55\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>11:30 s\u002Fd 12:55\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>12:00 s\u002Fd 12:55\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>4\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Siap berada ditempat kerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>12:55\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>12:55\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>12:55\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>5\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Bekerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>13:00 s\u002Fd 16:00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>13:00 s\u002Fd 16:00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>13:00 s\u002Fd 14:00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>6\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Menghentikan pekerjaan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>16:00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>16:00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>14:00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>7\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Persiapan pulang\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>16:00 s\u002Fd selesai\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>16:00 s\u002Fd selesai\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>14:00 s\u002Fd selesai\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Shift: II\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>NO\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Kegiatan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Senin s\u002Fd kamis\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jumat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Sabtu\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Keterangan\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>1\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Siap berada ditempat kerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>19:55\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>19:55\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>19:55\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Persiapan melakukan pekerjaan\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>2\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Bekerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>20:00 s\u002Fd 24:00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>20:00 s\u002Fd 23:30\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>20:00 s\u002Fd 24:00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>3\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Istirahat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>24:00 s\u002Fd 24:55\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>23:30 s\u002Fd 24:55\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>24:00 s\u002Fd 24:55\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>4\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Siap berada ditempat kerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>24:55\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>24:55\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>24:55\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>5\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Bekerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>01:00 s\u002Fd 04:00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>01:00 s\u002Fd 04:00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>01:00 s\u002Fd 02:00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>6\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Menghentikan pekerjaan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>04:00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>04:00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>02:00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>7\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Persiapan pulang\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>04:00 s\u002Fd selesai\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>04:00 s\u002Fd selesai\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>02:00 s\u002Fd selesai\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.2.Jika shift kerja ditetapkan 3 (tiga) shift.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>ShiftI :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>NO\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Kegiatan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Senin s\u002Fd kamis\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jumat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Sabtu\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Keterangan\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>1\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Siap berada ditempat kerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>07:55\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>07:55\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>07:55\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Persiapan melakukan pekerjaan\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>2\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Bekerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>08:00 s\u002Fd 12:00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>08:00 s\u002Fd 11:30\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>08:00 s\u002Fd 12:00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>3\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Istirahat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>12:00 s\u002Fd 12:55\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>11:30 s\u002Fd 12:55\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>12:00 s\u002Fd 12:55\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>4\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Siap berada ditempat kerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>12:55\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>12:55\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>12:55\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>5\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Bekerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>13:00 s\u002Fd 16:00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>13:00 s\u002Fd 16:00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>13:00 s\u002Fd 14:00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>6\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Menghentikan pekerjaan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>16:00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>16:00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>14:00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>7\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Persiapan pulang\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>16:00 s\u002Fd selesai\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>16:00 s\u002Fd selesai\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>14:00 s\u002Fd selesai\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Shift II :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>NO\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Kegiatan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Senin s\u002Fd Jumat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Sabtu\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Keterangan\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>1\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Siap berada ditempat kerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>15:55\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>13:55\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Persiapan melakukan pekerjaan\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>2\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Bekerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>16:00 s\u002Fd 18:00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>14:00 s\u002Fd 16:00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>3\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Istirahat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>18:00 s\u002Fd 18:55\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>16:00 s\u002Fd 16:55\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>4\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Siap berada ditempat kerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>18:55\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>16:55\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>5\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Bekerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>19:00 s\u002Fd 24:00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>19:00 s\u002Fd 22:00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>6\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Menghentikan pekerjaan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>24:00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>22:00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>7\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Persiapan pulang\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>24:00 s\u002Fd selesai\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>22:00 s\u002Fd selesai\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>ShiftIII :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>NO\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Kegiatan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Senin s\u002Fd Jumat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Sabtu\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Keterangan\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>1\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Siap berada ditempat kerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>23:55\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>21:55\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Persiapan melakukan pekerjaan\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>2\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Bekerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>24:00 s\u002Fd 04:00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>22:00 s\u002Fd 02:00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>3\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Istirahat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>04:00 s\u002Fd 04:55\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>02:00 s\u002Fd 02:55\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>4\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Siap berada ditempat kerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>04:55\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>02:55\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>5\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Bekerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>05:00 s\u002Fd 08:00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>03:00 s\u002Fd 04:00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>6\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Menghentikan pekerjaan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>08:00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>04:00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>7\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Persiapan pulang\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>08:00 s\u002Fd selesai\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>04:00 s\u002Fd selesai\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Jam kerja tersebut adalah jam kerja efektif, dengan demikian pada jam-jam\nkerja tersebut diatas pekerja\u002Fburuh harus sudah berada ditempat kerja dan siap\nmelaksanakan tugas masing-masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Pekerjaan yang dilakukan lebih dari 7 (tujuh) jam sehari dan 40 (empat\npuluh) jam seminggu dihitung sebagai kerja lembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-NOCTPREM_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-shiftallowanceamount1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-shiftallowancetype1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-shiftallowancetype\">\u003Cp>6. Uang shif sebesar Rp. 20.000\u002Fhari kerja\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>7. Untuk pekerja yang long shift mendapatkan dispensasi cuti hari berikutnya\natau tidak diwajibkan masuk kerja pada hari berikutnya, dengan tidak mengurangi\nhak gaji pokok nya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 19: KERJA LEMBUR\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Yang diartikan kerja lembur adalah kerja yang dilakukan oleh\npekerja\u002Fburuh yang bekerja lebih dari 7 (tujuh) jam sehari dan 40 (empat puluh)\njam seminggu yang dilakukan atas perintah atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Apabila perusahaan memerlukan kerja lembur, maka pekerja\u002Fburuh harus\nbersedia melakukan kerja lembur atas surat perintah kerja lembur dari\natasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pegusaha dapat menugaskan pekerja\u002Fburuh untuk melakukan kerja lembur\napabila :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Keadaan darurat atau apabila ada pekerjaan tidak diselesaikan akan\nmembahayakan keselamatan dan kesehatan pekerja\u002Fburuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Ada pekerjaan yang bertumpuk dan perlu diselesaikan segera yang apa bila\ntidak diselesaikan\u002Fditunda akan mengganggu kelancaran produksi atau klaim.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Bila karena sesuatu hal pekerj\u002Fburuh tidak dapat melakukan kerja lembur\nyang ditugaskan, maka pekerja\u002Fburuh yang bersangkutan wajib memberitahukan\nkepada atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Yang diperhitungkan sebagai kerja lembur adalah kerja yang dilakukuan\nminimum ½ (setengah) jam sebelum dan atau sesudah jam kerja ataupun yang\ndilakukan pada hari minggu atau hari raya resmi sesuai dengan kebutuhan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 20: UPAH LEMBUR\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Besarnya upah lembur ditetapkan dengan mengacu kepada peraturan Menteri\nTenaga Kerja No. Kep.102\u002FMen\u002FIV\u002F2004 ditentukan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perhitungan Tarif Upah Lembur (TUL) perjam adalah 1\u002F173 x upah perbulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-OVERTIME_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause\" id=\"clause-overtimeallowancetypeperiod\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype_general\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1_general\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype1\">\u003Cp>PERHITUNGAN UPAH LEMBUR ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Hari kerja biasa\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>* Untuk jam lembur pertama dibayar = 1 ½ x TUL.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>* Untuk jam lembur ke 2 s\u002Fd jam ke 4 dibayar= 2 x TUL.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>* Untuk jam lembur ke 5 s\u002Fd jam ke 8 dibayar= 3 x TUL.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>* Untuk jam lembur ke 9 seterusnya= 4 x TUL.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SUNDAY_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowanceperc1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype1\">\u003Cp>2. Pada hari istirahat mingguan\u002Fhari libur resmi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>* Untuk jam ke 1 s\u002Fd 7 (tujuh) jam pertama dibayar = 2 x TUL.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>* Untuk jam ke 8 (delapan) dibayar = 3 x TUL.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>* Untuk jam ke 9 (sembilan) dabayar= 4 x TUL.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Dan apabila hari raya resmi jatuh pada hari kerja pendek, maka perhitungan\nupah lemburnya sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>* Untuk jam ke 1 s\u002Fd 5 (lima) Jam pertama dibayar = 2 x TUL.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>* Untuk Jam ke 6 (enam) dibayar= 3 x TUL.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>* Untuk jam ke 7 (tuju) dan ke 8 delapan dibayar= 4 x TUL.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Perhitungan upah biasa sejam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>* Upah borongan= 1\u002F7 x upah rata-rata sehari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>* Upah harian = 3\u002F20 x upah sehari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>* Upah bulanan= 1\u002F173 x upah sebulan\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4. Untuk menghitung lembur perjamnya yang upahnya berdasarkan upah bulanan\nmaka Upah lembur perjamnya = 1\u002F173 x upah bulanan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Upah lembur dibayar bersamaan dengan pembayaran upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch2>BAB IV: PEMBEBASAN DARI KEWAJIBAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 21: ISTIRAHAT MINGGUAN DAN HARI LIBUR RESMI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-schedulesrestpw\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SCHEDULE_trigger\">\u003Cp>1. Setelah bekerja 6 (enam) hari berturut-turut, pekerja\u002Fburuh mendapat\nistirahat mingguan selama 1 (satu) hari pada hari atau menurut shift yang\nditentukan oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Pada hari libur resmi yang ditetapkan pemerintah, pekerja\u002Fburuh\ndibebaskan untuk tidak bekerja, dengan tetap menerima upah penuh, bagi\npekerja\u002Fburuh yang masuk bekerja pada hari minggu resmi diperhitungkan sebagai\nkerja lembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Berdasarkan beberapa pertimbangan, pengusaha dapat mengadakan pergeseran\nwaktu kerja\u002Fhari libur setelah dimusyawarahkan dengan Serikat Buruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 22: ISTIRAHAT TAHUNAN (CUTI TAHUNAN)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAIDLEAV_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysweeks\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysdays\">\u003Cp>1. Setiap pekerja\u002Fburuh yang telah bekerja selama 12 (dua belas) bulan\nberturut-turut\u002Fterus menerus berhak atas cuti Tahunan\u002FIstirahat Tahunan\nsebanyak 12 (dua belas) hari kerja dengan mendapat upah penuh.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Bagi pekerja\u002Fburuh yang telah bekerja selama 3 (tiga) tahun\nberturut-turut berhak atas cuti tahunan sebanyak 13 (tiga belas) hari dengan\ntetap mendapat upah penuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Setiap kelipatan masa kerja 3 tahun pekerja\u002Fburuh berhak mendapatkan\npenambahan hak cuti tahunan sebanyak 2 (dua) hari kerja dengan tetap\nmendapatkan upah penuh.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4. Pekerja yang mengambil hak cuti diharuskan mengisi formulir dan\nmengajukan kepada perusahaan selambat-lambatnya 2 (dua) hari sebelum tanggal\ndimulai cuti.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Cuti dikompensasikan dengan uang tidak dianjurkan bila keadaan mendesak\ndapat ditunda cutinya. Hal ini dimaksudkan agar pekerja\u002Fburuh tetap\nmelaksanakan cuti badan sehingga pekerja\u002Fburuh mempunyai kesempatan refreshing\n(penyegaran) dan dapat memotifasi kinerja pekerja\u002Fburuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Apabila masa cuti berakhir dan pekerja\u002Fburuh masih mempunyai sisa cuti\nmaka pihak perusahaan wajib membayar hak sisa cuti seminggu sebelum masa cuti\ntersebut berakhir, dengan perhitungan (upah perhari x masa cuti).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 23: CUTI MASSAL KEAGAMAAN DAN CUTI PANJANG\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Cuti massal (cuti bersama) adalah diluar cuti tahunan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Cuti massal hari raya keagamaan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. 7 (tujuh) hari kerja cuti massal pada hari raya Idul Fitri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. 7 (tujuh) hari kerja cuti massal pada hari raya Natal.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. 7 (tujuh) hari kerja cuti massal pada hari raya keagamaan lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Cuti massal keagamaan tidak mengurangi dari cuti tahunan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pekerja\u002Fburuh berhak atas Cuti panjang sekurang-kurangnya 2 (dua) bulan\ndan dilaksanakan pada tahun ke 6 (enam) dan ke 7 (tujuh) masing-masing 1 (satu)\nbulan bagi pekerja\u002Fburuh yang telah bekerja selama 5 (lima) tahun dan\nselanjutnya berlaku Untuk setiap kelipatan masa kerja 5 (lima) tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 24: CUTI HAMIL\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveall\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleave\">\u003Cp>1. Setiap pekerja\u002Fburuh wanita yang hamil berhak atas istirahat 1 ½ bulan\nsesudah melahirkan dengan mendapatkan upah penuh.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Permohonan istirahat hamil diajukan kepada pihak pengusaha\nsekurang-kurangnya 7 (tuju) hari sebelum waktu istirahat, dengan dilengkapi\nsurat dokter atau bidan yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityotherclause\">\u003Cp>3. Pekerja\u002Fburuh perempuan yang mengalami keguguran kandungan diberikan\nwaktu istirahat, 1 ½ bulan sejak gugur kandungan atau selama waktu didasarkan\ndengan keterangan dokter dengan upah penuh.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4. Pemberitahuan karena gugur kandungan diberikan maksimal 3 (tiga) hari\nsetelah gugur kandungan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveduration\">\u003Cp>5. Cuti hamil yang bisa diambil sekaligus untuk masa 3 (tiga) bulan dapat\ndiambil saat buruh tersebut akan melahirkan, menurut keterangan dokter\nkandungan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-jobsecuritymothers\">\u003Cp>6. Terhadap pekerja\u002Fburuh perempuan yang sudah menjalankan cuti hamil atau\nmelahirkan, Pengusaha wajib mempekerjakan pekerja\u002Fburuh tersebut pada tempat\ndan jabatan yang sama tanpa mengurangi hak-haknya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 25: CUTI HAID\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Cuti haid hanya akan diberikan kepada pekerja\u002Fburuh perempuan yang\nbenar-benar haid, dengan ketentuan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-menstruationleave\">\u003Cp>1. Bahwa pekerja\u002Fburuh perempuan tidak diwajibkan bekerja pada hari pertama\ndan kedua haid dengan tetap mendapatkan upah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Untuk mendapatkan cuti haid ini, pekerja\u002Fburuh tersebut harus\nmemberitahukan kepada pihak perusahaan melalui atasanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Cuti haid dapat diganti dengan perhitungan upah lembur apabila kedua\nbelah pihak setuju.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pengusaha tidak boleh menghalangi pekerja\u002Fburuh perempuan yang mengambil\nhak cuti haid. .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 26: HARI LIBUR RESMI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-bankholidays1\">\u003Cp>1. Pada hari-hari libur resmi atau hari libur yang ditetapkan oleh\nPemerintah, pekerja\u002Fburuh tidak diwajibkan untuk bekerja dengan tetap\nmendapatkan upah. Kecuali pada bagian-bagian tertentu, karena sifat\npekerjaannya diperlukan kerja lembur ( satpam )\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Khusus bagian satpam jam kerja diatur sesuai dengan undang-undang tenaga\nkerja .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-bankholidays2\">\u003Cp>3. Hari libur resmi\u002Fhari raya adalah :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Tahun baru.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Isra’ miraj Nabi Muhammad Saw.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Idul Fitri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.1 Muharram.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Maulid Nabi Muhammad SAW.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g. Idul Adha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h. Wafat Isya Almasih.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i. Kenaikan Isya Almasih.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>j. Natal.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>k. Hari Raya nyepi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>l. Hari Raya Waisak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>m. Hari Raya Imlek.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Hari Buruh Internasional yang diperingati setiap tanggal 1 Mei (May Day)\ndijadikan hari libur resmi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB V: PENGUPAHAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 27: UMUM\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_government\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-WAGES_trigger\">\u003Cp>1. Semua pekerja\u002Fburuh berhak atas upah serta tunjangan sesuai dengan\nstatus, jabatan dan golongan serta besarnya upah dan tunjangan ditetapkan\ndireksi perusahaan tersendiri dengan ketentuan besarnya upah pokok dan\ntunjangan tetap tidak boleh dibawah upah minimum yang berlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Upah minimum yang ditetapkan pemerintah hanya berlaku bagi pekerja\u002Fburuh\nyang mepunyai masa kerja 1 (satu) hari sampai 1 (satu) tahun.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3. Upah harian lepas yang dibayar secara mingguan dan dibayarkan setiap hari\nsabtu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Upah bulanan yang dibayarkan setiap bulan pertanggal 28.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Upah harian lepas dan bulanan yang pembayarannya bertepatan dengan hari\nlibur\u002Fhari libur nasional, maka pembayaran dimajukan 1 (satu) hari\nsebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Upah harian lepas dan bulanan sistem pembayarannya melalui administrasi\nmasing-masing bagian\u002Fdepartemen.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 28: KOMPONEN UPAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Komponen upah\u002Fgaji pekerja\u002Fburuh harian dan bulanan terdiri dari :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Upah\u002Fgaji pokok.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Mengacu kepada Upah Minimum Sektoral Propinsi DKI Jakarta (UMSP DKI Jakarta)\nKelompok Bangunan dan Pekerjaan Umum\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Tunjangan-tunjangan yang sudah dimasukan kedalam upah\u002Fgaji pokok tidak\ndapat diganggu gugat atau dihilangkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Tunjangan tetap terdiri dari :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.1 Tunjangan jabatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.2 Tunjangan masa kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.3 Tunjangan prestasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.4 Tunjangan keahlian .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Besarnya nilai tunjangan tetap sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.1.1. Tunjangan jabatan disesuaikan dengan jabatan pekerja\u002Fburuh :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>JABATAN\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>UANG JABATAN\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Pelaksana \n\n        \u003Cp>Kepala bagian\u002Fdivisi\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Mandor\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Administrasi office\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Administrasi lapangan\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Operator alat berat\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Operator alat ukur\u002Fsurveyor\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Painting\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Mekanik alat berat\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Mekanik Hammer\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Mekanik hidrolik\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Mekanik mesin\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Mekanik alat bantu\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Welder\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Tukang bubut\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Safety\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp. 2.500.000,-\u002Fbulan \n\n        \u003Cp>Rp. 2.500.000,-\u002Fbulan\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Rp. 1.000.000,-\u002Fbulan\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Rp. 1.000.000,-\u002Fbulan\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Rp. 1.500.000,-\u002Fbulan\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Rp. 2.500.000,-\u002Fbulan\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Rp. 2.000.000,-\u002Fbulan\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Rp. 1.500.000,-\u002Fbulan\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Rp. 1.000.000,-\u002Fbulan\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Rp. 1.000.000,-\u002Fbulan\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Rp. 1.000.000,-\u002Fbulan\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Rp. 1.000.000,-\u002Fbulan\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Rp. 1.000.000,-\u002Fbulan\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Rp. 500.000,-\u002Fbulan\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Rp. 500.000,-\u002Fbulan\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Rp. 500.000,-\u002Fbulan\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-longserviceallowanceperc1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-longserviceallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SENIOR_trigger\">\u003Cp>3.2.1 Tunjangan masa kerja sebesar 2,5% x gaji pokok x masa kerja\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.2.2 Tunjangan prestasi disesuaikan dengan penilaian perusahaan atas\nkonduite kerja dan absensi kehadiran setiap tahunnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.2.3 Tunjangan keahlian disesuaikan dengan keterampilan\u002Fkeahlian\npekerja\u002Fburuh nilai besarannya berdasarkan atas kesepakatan pekerja\u002Fburuh\ndengan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Tunjangan tidak tetap terdiri dari :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.1. Uang makanRp.20.000,-\u002Fhari berdasarkan kehadiran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-commutingallowancetype1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-commutingallowanceamount1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-commutingallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-COMMUTE_trigger\">\u003Cp>4.2. Uang transportRp.30.000,-\u002Fhari berdasarkan kehadiran\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4.3. Uang premi kehadiranRp.100.000,-\u002Fbln, dengan aturan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.3.1. Dalam 1 (satu) bulan masuk penuh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.3.2. 1 (satu) hari tidak masuk kerja dibayar premie Rp.50.000\u002Fbulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.3.3. 2 (dua) hari tidak masuk kerja dibayar premie Rp.25.000\u002Fbulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.3.4.3 (tiga) hari tidak masuk kerja tidak dapat uang premi kehadiran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusperc1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype2\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE_trigger\">\u003Cp>5. Perusahaan wajib memberikan bonus akhir tahun kepada seluruh\npekerja\u002Fburuh dari hasil keuntungan sebesar @ min. 50% dari upah gaji \u002Fbulan\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-STRUCINCR_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasetype\">\u003Cp>6. Peninjauan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan melakukan peninjauan upah pekerja\u002Fburuh sekali dalam setahun\nsebagai kenaikan upah berkala yang juga merupakan satu kesatuan dengan sundulan\nUMSP dan mempertimbangkan kepada :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.1. Peninjauan kenaikan gaji berdasarkan persentasi kenaikan UMSP.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.2. Peninjauan kenaikan sundulan dihitung dari masa kerja 1 (satu) tahun\nkeatas dengan perhitungannya adalah :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Kenaikan gaji berkala (sundulan) : 20 % x selisih kenaikan UMSP x masa\nkerja. .\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 29: SISTEM PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-skillwagegroups\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-jobwagegroups\">\u003Cp>1. Sistim pengupahan didasarkan atas skala dan struktur upah ditentukan\nsebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Tingkat pendidikan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Jabatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Prestasi kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Masa kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Keahlian\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 30: TUNJANGAN HARI RAYA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE2_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustypesec\">\u003Cp>Tunjangan hari raya keagamaan diberikan kepada pekerja\u002Fburuh berdasarkan\nperaturan yang berlaku (Peraturan Menteri Tenaga Kerja No.04\u002FMen\u002F94).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.1 (satu) kali dalam setahun perusahaan akan memberikan Tunjangan Hari Raya\nuntuk seluruh agama. Adapun pembayaran THR seluruh pekerja \u002Fburuh dilakukan\npaling lambat 2 (dua) minggu sebelum hari raya idul fitri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Bagi pekerja\u002Fburuh yang telah mempunyai masa kerja 3 (tiga) bulan atau\nlebih tetapi kurang dari 1 (satu) tahun, maka besarnya THR adalah sama dengan\n1\u002F12 kali upah sebulan x masa kerja, sedangkan pekerja\u002Fburuh yang belum 3\n(tiga) bulan dipertimbangkan sesuai kebijaksanaan perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusdays1sec\">\u003Cp>3. Bagi pekerja\u002Fburuh yang mempunyai masa kerja lebih atau sama dengan 1\n(satu) tahun maka besarnya THR sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.1 (satu) tahun kurang dari 3 (tiga) tahun sebesar 1 bulan gaji + 25 % dari\ngaji pokok\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.3 tahun s\u002Fd kurang dari 6 tahun sebesar 1 bulan gaji + 50 % dari gaji\npokok\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.6 tahun s\u002Fd kurang dari 9 tahun sebesar 1 bulan gaji + 75 % dari gaji\npokok\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>f.9 tahun keatas 1 bulan gaji + 100% dari gaji pokok\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 31: TUNJANGAN MAKAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-mealvouchersamount\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-MEALALL_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-mealvouchers\">\u003Cp>Kepada pekerja\u002Fburuh akan diberikan tunjangan makan sebesar Rp. 20.000\u002Fhari\nberdasarkan kehadiran.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 32: PENGGOLONGAN JABATAN DAN TUNJANGAN JABATAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Tunjangan jabatan diberikan kepada buruh sesuai dengan jabatan dengan\npenggolongan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Bagian kantor\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>* Manager\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>* Kepala bagian\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>* Kepala seksi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Bagian lapangan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>* Proyek Manager\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>* Site Manager\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>* Pelaksana\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>* Material Engineering\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>* Operator Alat Berat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>* Logistik\u002FPeralatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>* Administrasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 33: TUNJANGAN PENDIDIKAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Untuk SD dan SMP sederajat 0% X UMP yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Untuk SMA sederajat20% X UMP yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Untuk D1 sederajat 30% X UMP yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Untuk D2 Sederajat40% X UMP yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Untuk D3 Sederajat75% X UMP yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Untuk S1 sederajat150% X UMP yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Untuk S2 sederajat200% X UMP yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Untuk S3 Sederajat300% X UMP yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch2>BAB VI: KESELAMATAN KERJA, KESEHATAN KERJA DAN JAMINAN SOSIAL\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 34: KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetypolicy\">\u003Cp>1. Pengusaha panitia Keselematan Dan Kesehatan Kerja (P2K3) untuk menangani\nKeselamatan Dan Kesehatan Kerja, keanggotaan terdiri dari unsur Pengusaha dan\nBuruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pengusaha wajib menyediakan alat-alat keselamatan kerja dan menetapkan\nsyarat-syarat pengamanan, perlindungan, keselamatan dan kesehatan tenaga\nkerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-protectiveclothing\">\u003Cp>3. Apabila pekerja\u002Fburuh tidak mengenakan dan memelihara alat-alat\nkeselamatan kerja yang Perusahaan wajib mengganti perlengkapan kesehatan dan\nkeselamatan kerja yang sudah tidak memenuhi syarat untuk dipergunakan degan\nketentuan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Masker dan sarung tangan dibagikan\u002Fdiganti apabila alat tersebut sudah\ntidak layak pakai dan diganti dengan kualitas terbaik.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Seragam kerja dibagikan setiap 6 (enam) bulan sekali. Dengan ketentuan\nuntuk tahap 1 (satu) diberikan pada bulan januari dan sebanyak 3 (tiga) stel.\nDan tahap kedua diberikan pada bulan juli sebanyak 3 (tiga) stel untuk semua\npekerja\u002Fburuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Sepatu keselamatan kerja (safety shoes) dibagikan setiap 6 (bulan) sekali\nuntuk semua pekerja\u002Fburuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Helm dibagikan setiap 6 (enam) bulan sekali.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Kaca mata safety dibagikan setiap 6 (enam) bulan sekali.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Perlengkapan APD yang diberikan\u002Fdisediakan, kepada setiap pekerja\u002Fburuh\napabila tidak dipakai akan dikenakan sanksi.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>5. Pengusaha menyediakan locker, menjaga kebersihan air kamar mandi dan\nWC.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Perusahan Wajib memberikan perawatan medis ataupun non medis bagi\nkaryawan atas kecelakaan kerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 35: JAMINAN SOSIAL\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Seluruh pekerja\u002Fburuh diikut sertakan dalam program Jaminan Sosial Tenaga\nKerja kepada Badan Penyelenggara PT. Jamsostek, sesuai dengan undang-undang No.\n3 Tahun 1992 jo PP14 Tahun 1993.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurance\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilityfund\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilitypay\">\u003Cp>2. Ruang lingkup jaminan Sosial Tenaga Kerja termasuk meliputi :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Jaminan Pemeliharaan Kesehatan sebesar ketentuan undang-undang dan\nditanggung perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Jaminan Kecelakaan sebesar ketentuan undang-undang dan ditanggung\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurance\">\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch2>\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch2>BAB VII: KESEJAHTERAAN BURUH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 36: KOPERASI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam rangka usaha meningkatkan kesejahteraan Buruh pengusaha sesuai dengan\nkemampuan yang ada akan mendukung usaha pendirian koperasi Buruh di lingkungan\nperusahaan dan akan memberikan bantuan serta pembinaan demi kelangsungan dan\npengembangan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 37: BANTUAN\u002FSUMBANGAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Sumbangan perkawinan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Pengusaha memberikan sumbangan perkawinan kepada Buruh yang telah\nmempunyai masa kerja lebih dari satu tahun pada perkawinan pertama sebesar\nRp.3.000.000\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Untuk mendapatkan sumbangan perkawinan ini, pekerja\u002Fburuh harus mempunyai\nbukti-bukti yang sah kepada pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Apabila dalam perusahaan timbul perkawinan antara Buruh wanita dan Buruh\nlaki-laki, maka hanya salah satu yang diberikan sumbangan perkawinan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Sumbangan Melahirkan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Biaya persalinan proses persalinan akan ditanggung oleh Jamsostek dan\nditambahkan dengan kebijaksanaan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpay\">\u003Cp>3. Sumbangan duka :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Jika pekerja\u002Fburuh meninggal dunia akibat kecelakaan\u002Fhubungan kerja\nmaupun bukan akibat kecelakaan kerja. Perusahaan wajib memberikan kepada ahli\nwaris yang sah berupa :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>* Upah bulanan berjalan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>* Uang pesangon 2 (dua) kali pasal 156 UU No. 13\u002F2003 ayat 2.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>* Uang penghargaan masa kerja 1 (satu) kali pasal 156 UU No. 13\u002F2003 ayat\n2.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>* Uang penggantian Hak sesuai pasal 156 UU No. 13\u002F2003, ayat 4.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Dalam hal pekerja\u002Fburuh atau keluarga pekerja\u002Fburuh meninggal dunia, maka\npengusaha wajib memberikan santunan dengan pengaturan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpaytype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpayamount\">\u003Cp>4.3.1.1.1. Jika pekerja\u002Fburuh sendiri yang meninggal dunia;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>* Biaya pemakaman sebesar Rp. 3.000.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>* Uang duka sebesar Rp. 6.000.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.3.1.1.2. Jika keluarga pekerja\u002Fburuh (istri\u002Fsuami, anak, orangtua\u002Fmertua)\nmeninggal dunia\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>* Biaya pemakaman sebesar Rp. 3.000.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>* Uang duka sebesar Rp. 4.500.000,-\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4.3.1.2. Pemberian uang duka diberikan selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari\nsetelah pengajuan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.3.1.3. Perusahaan wajib memberikan bantuan berupa uang duka kepada\npekerja\u002Fburuh yang berduka atas kematian keluarga pekerja yakni; orang\ntua\u002Fmertua\u002Fistri\u002Fsuami\u002Fanak.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 38: REKREASI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha wajib mengadakan rekreasi untuk Buruh beserta keluarganya 2\n(dua) orang anak usia dibawah 15 (lma belas) tahun, pelaksanaannya setiap\nsetahun sekali.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pelaksanaan rekreasi untuk biaya ditanggung sepenuhnya oleh pihak\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Bagi pekerja\u002Fburuh yang tidak dapat mengikuti rekreasi karena tugas,\nperusahaan wajib memberikan kompensasi penggantian uang sesuai dengan biaya\nakomodasi dan transportasi rekreasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 39: KEROHANIAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha memberikan kesempatan kepada setiap Buruh untuk menjalankan\nibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pengusaha wajib menyediakan tempat untuk beribadah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 40: OLAH RAGA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha wajib mengadakan senam kesehatan jasmani dan memberikan extra\ngizi setiap hari jumat pagi, untuk meningkatkan kesehatan karyawan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Perusahan wajib memberikan sarana dan fasilitas olah raga.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 41: PERINGATAN HARI KEMERDEKAAN R I\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam rangka memperingati HUT RI ,perusahaan wajib mengadakan kegiatan HUT\nRI, dengan dana di tanggung oleh Perusahaan sesuai dengan proposal yang\ndiajukan oleh panitia pelaksana.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch2>BAB VIII: TATA TERTIB DAN DISIPLIN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 42: KEHADIRAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha menyediakan kartu absensi pekerja\u002Fburuh dan pekerja\u002Fburuh wajib\nmengisi kartu absensi tersebut dengan menggunakan alat pencatat waktu yang\ndisediakan pengusaha pada saat datang dan pulang kerja serta bertanggung jawab\natas kebersihan kartu absensi tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Dengan prosedur bila kartu absensi hilang, maka untuk yang bersangkutan\nharap melapor kebagian Personalia\u002FSecurity\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pekerja\u002Fburuh yang melakukan pencatatan kartu absensi bagi pekerja\u002Fburuh\nlain merupakan pelanggaran disiplin dan akan mendapatkan sanksi indisipliner\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Keterlambatan masuk kerja atau meninggalkan tempat kerja sebelum\nwaktunya, begitu pula tidak hadir tanpa izin atasan dan tanpa alasan yang dapat\nditerima adalah perbuatan indisipliner dan merupakan pelanggaran tata tertib\ndan akan dikenakan sanksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Untuk menjaga kelangsungan aktifitas perusahaan, pekerja\u002Fburuh yang\nbekerja secara bergilir harus tetap bekerja hingga berikutnya\u002Fpenggatinya\ndatang untuk menggantikannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Pengawasan ketertiban pada waktu absensi dilakukan oleh petugas satpam\natau mereka yang ditunjuk khusus oleh pengusaha dan dilarang membawa kartu\nabsensi keluar lokasi time card.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Pekerja\u002Fburuh yang datang terlambat karena alasan apapun diwajibkan\nmelapor kepada atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Pekerja\u002Fburuh yang tidak hadir wajib segera melaporkan kepada atasannya\nsesuai yang berlaku, yaitu:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Sakit selama satu hari atau lebih harus memberikan surat keterangan\ndokter yang mengobatinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Hal-hal lain, harus memberikan keterangan secara\nlisan(telephone)\u002Ftertulis mengenai alasan ketidak hadiranya yang dapat\nditerima.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Jika sudah masuk, pekerja\u002Fburuh yang bersangkutan tidak dapat memberikan\nsurat keterangan seperti yang dimaksud diatas, maka ketidak haidiranya dianggap\ntidak masuk.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10. Dalam hal pekerja\u002Fburuh tidak masuk kerja selama 5 (lima) hari\nberturut-turut tanpa disertai keterangan secara tertulis (komunikasi\u002Fvia\ntelephon) dengan bukti- bukti yang sah dan telah dipanggil 2 (dua) kali secara\npatut, maka dianggap mengundurkan diri dan akan diproses sesuai dengan\nketentuan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11. Pekerja\u002Fburuh yang karena keperluan pribadi akan meninggalkan\npekerjaannya untuk sementara waktu, maka sebelum pergi wajib minta izin\ntertulis kepada atasannya dengan mengisi formulir yang telah disediakan dan\nsetelah kembali harus melaporkan ke atasannya langsung.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 43: HAK, KEWAJIBAN DAN LARANGAN BAGI BURUH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pekerja\u002Fburuh yang terkait hubungan kerja dengan perusahaan berhak atas\nupah , fasilitas, tunjangan dan perlindungan serta lain-lain sesuai yang\ndijanjikan dalam perjanjian kerja maupun diatur dalam ketentuan\nperundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Kewajiban pekerja\u002Fburuh meliputi :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Pekerja\u002Fburuh wajib melaksakan pekerjaan dengan jujur, rajin, disiplin\ndan penuh tanggung jawab atas tugas yang dipercayakan kepadanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Pekerja\u002Fburuh wajib menjaga dengan baik semua milik perusahaan dan\nmelaporkan keatasan apabila mengetahui hal-hal yang dapat membahayakan atau\nmerugikan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Pekerja\u002Fburuh wajib melaporkan kepada atasan apabila ada perubahan atas\nstatus dirinya, susunan keluarganya dan perubahan alamatnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Pekerja\u002Fburuh wajib bertingkah laku sopan sesuai dengan norma-norma yang\nberlaku dalam masyarakat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Pekerja\u002Fburuh wajib menjaga ketertiban, keamanan dan kebersihan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Pekerja\u002Fburuh wajib menjaga rahasia perusahaan dan dilarang membocorkan\nrahasia tersebut kepada pihak lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g. Pekerja\u002Fburuh wajib memeriksa alat-alat kerja sebelum mulai bekerja atau\nakan meninggalkan pekerjaaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Larangan-larangan bagi pekerja\u002Fburuh meliputi :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Pekerja\u002Fburuh dilarang melakukan pekerjaan yang bukan tugasnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Pekerja\u002Fburuh dilarang menjual barang atau menggunakan barang milik\nperusahaan untuk keperluan pribadi milik tanpa seizin pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Pekerja\u002Fburuh dilarang bercanda\u002Fbergurau yang dapat mengganggu pekerjaan\norang lain pada waktu kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Pekerja\u002Fburuh dilarang meninggalkan tempat kerjanya\u002Fkeluar dari\nlokasi\u002Fproyek tanpa seizin atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Pekerja\u002Fburuh dilarang tidur pada saat jam kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Pekerja\u002Fburuh dilarang menghilangkan\u002Fmerusak barang milik perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g. Pekerja\u002Fburuh dilarang membawa\u002Fmeminum minuman keras dan obat-obat\nterlarang\u002Fnarkotika di lingkungan perusahaan\u002Fproyek.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h. Pekerja\u002Fburuh dilarang berjudi dilingkungan perusahaan\u002Fproyek.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i. Pekerja\u002Fburuh dilarang berkelahi dengan sesama pekerja\u002Fburuh dilingkungan\nperusahaan\u002Fproyek.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>j. Pekerja\u002Fburuh dilarang membawa senjata api\u002Ftajam ke dalam lingkungan\nperusahaan\u002Fproyek.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>k. Pekerja\u002Fburuh dilarang melakukan perbuatan asusila dan yang melanggar\nnorma-norma agama dilngkungan perusahaan\u002Fproyek.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>l. Pekerja\u002Fburuh dilarang membongkar rahasia perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>m. Pekerja\u002Fburuh dilarang menjual\u002Fmenghilangkan,memberikan pakaian kerja\nkepada orang lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>n. Pekerja\u002Fburuh dilarang mencoret tembok,mesin dan benda-benda lain milik\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 44: HAK DAN KEWAJIBAN PENGUSAHA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha berhak menuntut kepada pekerja\u002Fburuh untuk disiplin, loyalitas,\nbekerja dengan baik, sopan sesuai dengan Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pengusaha wajib memberi upah, fasilitas, tunjangan dan lain-lain sesuai\ndengan Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pengusaha wajib memberikan perlindungan (JAMSOSTEK,K3) kepada\npekerja\u002Fburuh selama melaksanakan pekerjaan yang di berikan perusahaan sesuai\ndengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 45: TINDAKAN DISIPLIN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha dan Serikat Buruh menyadari bahwa disiplin kerja perlu di\ntegakkan, maka Pelanggaran terhadap tata tertib dan kedisiplinan dalam\nPerjanjian Kerja Bersama akan dikenakan sanksi. Adapun didalam menentukan\nsanksi akibat pelanggaran yang dilakukan pekerja\u002Fburuh, pengusaha akan\nmempertimbangkan dan memberi tembusan ke serikat buruh, mengenai hal-hal\nsebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Berat ringannya kesalahan\u002Fpelanggaran yang di lakukan pekerja\u002Fburuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Frekwensi kesalahan\u002Fpelanggaran yang dilakukan pekerja\u002Fburuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Hal-hal yang mempengaruhi terjadinya kesalahan\u002Fpelanggaran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Jenis sanksi atas pelanggaran tata tertib kedisiplinan kerja adalah\nsebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Teguran lisan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Teguran tertulis meliputi :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>* Surat Peringatan I\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>* Surat Peringatan II\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>* Surat Peringatan III\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Pemindahan kebidang pekerjaan\u002Fbagian lain\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Pembebasan tugas untuk sementara\u002Fschorsing\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Pemutusan hubungan kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dalam memberikan sanksi tertulis berurutan sesuai dengan ayat 2b pada pasal\n45, akan tetapi dapat memberikan sanksi tertulis berdasarkan ketentuan pada\npasal 45 ayat 1 a, b dan c.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Serikat Buruh berkewajiban untuk ikut membina pekerja\u002Fburuh yang mendapat\nteguran Surat Peringatan atau sanksi lain dari pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 46: SURAT PERINGATAN I\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Surat peringatan I akan dikeluarkan oleh atasan langsung dengan tembusan ke\nPersonalia\u002FSerikat buruh, atau oleh Personalia dengan tembusan keatasan\nlangsung\u002FSerikat Buruh akan diberikan kepada pekerja\u002Fburuh yang melakukan\npelanggaran\u002Fkesalahan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Terlambat datang\u002Fmasuk ketempat kerja, termasuk setelah jam istirahat\nsetelah mendapat 2 (dua) kali teguran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pulang lebih awal dari waktu yang telah ditentukan tanpa izin dari atasan\nsetelah mendapat 2 (dua) kali teguran lisan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Mengisi kartu absensi milik pekerja\u002Fburuh lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.3 (tiga) kali tidak masuk kerja secara berturut-turut atau 4 (empat) kali\ntidak masuk bekerja dalam sebulan secara tidak berturut-berturut tanpa alasan\nyang dapat diterima oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Meninggalkan pekerjaan pada waktu Jam kerja tanpa izin dari atasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Tidak memakai alat kesehatan dan keselamatan kerja yang diberikan\npengusaha pada saat menjalankan pekerjaannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Bekerja bermalas-malasan walaupun telah diperingatkan secara lisan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Tidak mematuhi tentang aturan kebersihan dan kerapihan tempat kerja,\nalat-alat kerja serta lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Merokok ditempat-tempat yang tidak diperkenankan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10. Dengan sengaja melakukan kesalahan kerja sehingga mengakibatkan\ntimbulnya kecelakaan kerja dan atau gangguan kesehatan lingkungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11. Menerima tamu tanpa izin atasannya pada jam kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12. Menolak perintah kerja yang layak dari atasannya langsung.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13. Melakukan pekerjaan yang bukan menjadi tugasnya tanpa izin atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masa berlakunya Surat Peringatan I (pertama) ini adalah 6 (enam) bulan sejak\ntanggal diterbitkannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 47: SURAT PERINGANTAN II\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Surat Peringatan II akan dikeluarkan oleh atasan langsung dengan tembusan ke\nPersonalia\u002FSerikat buruh, atau oleh Personalia dengan tembusan atasan\nlangsung\u002FSerikat Buruh akan diberikan kepada buruh yang melakukan\npelanggaran\u002Fkesalahan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Melanggar kembali kesalahan dalam masa berlakunya Surat Peringatan I\n(pertama).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Tidur ditempat kerja atau ditempat lain dilingkungan perusahaan selama\njam kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Mencoret, merusak, menodai, mencabut dan tidak melaksanakan isi\npengumuman resmi yang dikeluarkan pihak perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Memindahkan barang milik perusahaan yang tidak berkaitan dengan tugasnya\ntanpa izin atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Tidak melapor kepada atasannya tentang hal-hal yang diketahui akan dapat\nmenimbulkan kerugian pada perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masa berlakunya Surat Peringatan II (dua) ini adalah 6 (enam) bulan sejak\nditerbitkan Surat Peringatan II (dua)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 48: SURAT PERINGATAN III (terakhir)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Surat Peringatan III akan dikeluarkan oleh atasan langsung dengan tembusan\nke Personalia\u002FSerikat Buruh, atau oleh personalia dengan tembusan atasan\nlangsung\u002FSerikat buruh akan diberikan kepada pekerja\u002Fburuh yang melakukan\npelanggaran\u002Fkesalahan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Melanggar kembali pasal dalam masa berlakunnya Surat Peringatan ke II\n(dua)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.4 (empat) kali tidak hadir secara berturut-turut atau 5 (lima) kali tidak\nmasuk bekerja dalam sebulan Secara Berturut tanpa alasan yang dapat diterima\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Melanggar pasal 43 ayat 3, dalam masa berlakunya Surat Peringatan II\n(dua) .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Dengan sengaja sehingga mengakibatkan dirinya dalam keadaan tidak dapat\nmelakakukan pekerjaan yang diberikan kepadannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Dengan sengaja dalam menjalankan pekerjaanya dapat menimbulkan\nterganggunya operasi yang dapat meninggalkan kerugian perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Tidak mengindahkan peraturan tentang keselamatan dan kesehatan kerja yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masa berlakunya surat peringatan ke III (tiga ) ini adalah 6 (enam) bulan\nsejak diterbitakan. Dan apabila pekerja\u002Fburuh melakukan kembali\nkesalahan\u002Fpelanggaran, maka pekerja\u002Fburuh akan dikenakan sanksi PHK sesuai\ndengan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 49: PEMBEBASAN TUGAS SEMENTARA (SCHORSING)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Schorsing adalah yang diberikan kepada pekerja\u002Fburuh yang melanggarkan\nPKB, dalam proses perselisihan PHK ataupun peraturan lain yang telah\nditetapkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Surat Schorsing dikeluarkan oleh bagian personalia dengan tembusan atasan\npekera\u002Fburuh yang bersangkutan, Serikat Buruh dan yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Sanksi schorsing diberikan paling lama 6 (enam) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Selama masa schorsing upah dibayar 100 % (seratus persen) dari upah pokok\ndan tujangan tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 50: PELANGGARAN BERAT\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Melakukan penipuan, pencurian dan penggelapan barang dan \u002Fatau uang milik\nperusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Memberi keterangan palsu atau yang dipalsukan sehingga merugikan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Mabuk, minum-minuman yang memabukan, memakai dan atau mengedarkan\nnarkotika, psikotropica dan zat adiktif lainnya dilingkunngan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Melakukan perbuatan asusila atau melakukan perjudian di lingkungan\nkerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Menyerang,menganiaya,mengancam,atau mengintimidasi teman kerja atau\npengusaha di lingkungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Membujuk teman sekerja atau pengusaha untuk melakukan perbuatan yang\nbertentangan dengan perundang-undangan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Dengan ceroboh atau sengaja merusak atau membiarkan dalam keadaan bahaya\nbarang milik perusahaan yang menimbulkankerugian bagi perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Dengan ceroboh atau sengaja membiarkan teman sekerja atau pengusaha dalam\nkeadaan bahaya di tempat kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Membongkar atau membocorkan rahasia perusahaan yang seharusnya di\nrahasiakan kecuali untuk kepentingan Negara.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10. Melakukan perbuatan lainnya dilingkungan perusahaan yang diancam pidana\npenjara 5 (lima) tahun atau lebih.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch2>BAB IX: PENYELESAIAN KELUH KESAH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 51: KELUH KESAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Setiap pekerja\u002Fburuh berhak menyampaikan pendapat atau saran-saran\nmengenai perusahaan atau pekerjaan dan hubungan kerja dalam perusahaan kepada\natasannya langsung atau kepada bagian yang berwenang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pengusaha akan menampung dan mempelajari pendapat atau saran-saran\npekerja\u002Fburuh dan serikat buruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 52: TATACARA PENYAMPAIAN KELUH KESAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Setiap keluhan\u002Fpengaduan pekerja\u002Fburuh diusahakan untuk dibicarakan dan\ndiselesaikan dengan atasanya langsung.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. bila langkah yang diambil pada ayat 1 (satu) tersebut tidak berhasil,maka\ndengan sepengetahuan atasannya langsung pekerja\u002Fburuh yang bersangkutan dapat\nmenyampaikan keluhannya kepada atasannya yang lebih tinggi secara tertutlis.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Bila langkah Ayat 2 juga tidak berhasil,maka pekerja\u002Fburuh yang\nbersangkutan meneruskan keluhannya kepada Serikat buruh guna diselesaikan\nsecara bersama-sama dengan cara musyawarah dengan pengusaha secara bipartit.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Bila setelah dilakukan perundingan secara bipartit ternyata masih\nterdapat perbedaan yang tidak dapat diselesaikan,maka perusahaan bersedia\nmenyelesaikan permasalahan melalui alur mekanisme yang di atur oleh\nperundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch2>BAB X: PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 53: UMUM\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pemutusan Hubungan Kerja adalah pengakhiran hubungan kerja antara\npekerja\u002Fburuh dengan pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pengusaha dan Serikat buruh berusaha sedapat mungkin untuk mencegah\nterjadinya Pemutusan Hubungan Kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pemutusan Hubungan Kerja merupakan tindakan terakhir,apabila ternyata\nusaha pengusaha dengan memberikan peringatan-peringatan,schorsing dan\nsebagainya yang ke semuanya bersifat mendidik tidak mengubah pekerja\u002Fburuh\nuntuk memperbaiki dirinya dan pada hal-hal tertentu dimana dalam hal Pemutusan\nHubungan Kerja tidak dapat di hindarkan maka pengusaha akan bertindak sesuai\nPeraturan dan Undang-undang Perburuhan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 54: SEBAB-SEBAB PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Dalam masa percobaan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dalam masa percobaan pengusaha maupun pekerja\u002Fburuh dapat melakukan\nPemutusan Hubungan kerja tanpa syarat(tanpa pesangon,penghargaan masa kerja dan\nuang pengganti hak).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekerja\u002Fburuh mengundurkan diri atas kemauan sendiri ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Yang ingin mengundurkan diri dari pekerjaan\u002Fperusahaan wajib memeberitahukan\nsecara tertulis kepada pengusaha minimal 1 (satu) bulan kecuali untuk manager\nkeatas minimal 2 (dua) bulan sebelum tanggal pengunduran diri yang\ndikehendaki.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Karena pekerja\u002Fburuh meninggal dunia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pekerja\u002Fburuh mengalami sakit selama 1 (satu) tahun atau dinyatakan\nsecara medis oleh Dokter pekerja\u002Fburuh tidak bisa melakukan\npekerjaan\u002Ftugasnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Pekerja\u002Fburuh melakukan kesalahan berat, yang dinyatakan atas putusan\npengadilan hubungan industrial.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Dalam hal pekerja\u002Fburuh melakukan pelanggaran ketentuan yang diatur dalam\nperaturan perusahaan, Perjanjian Kerja Bersama, Setelah buruh yang bersangkutan\ndiberikan Surat Peringatan I, II, III secara berturut-turut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Pekerja\u002Fburuh memasuki usia pensiun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Karena perusahaan pailit.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Karena perubahan status, penggabungan atau peleburan perusahaan dan\npengusaha tidak dapat menerima pekerja\u002Fburuh diperusahaannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10. Perusahaan tutup dikarenakan mengalami kerugian terus menerus selama dua\ntahun atau karena memaksa (force majeure).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11. Kerena perusahaan melakukkan efisiensi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12. Pekerja\u002Fburuh ditahan pihak berwajib kerena diduga melakukan tindak\npidana. Hak-haknya akan diberikan sesuai dengan undang-undang ketenagakerjaan\n(UU NO. 13\u002F2003 tentang ketenagakerjaan jo Putusan mahkamah konstitusi perkara\nNO: 012\u002FPUU-1\u002F2003).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 55: UANG PESANGON, UANG PENGHARGAAN MASA KERJA DAN UANG PENGGANTIAN\nHAK\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 56: UANG PESANGON\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight focus\" id=\"clause-severance_number\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number_1_tenure\">\u003Cp>Dalam hal terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) atas kemauan perusahaan\nDENGAN TANPA ADANYA KESALAHAN dari pekerja\u002Fburuh maka pekerja\u002Fburuh berhak\nmendapatkan pesangon yang besarnya sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Masa kerja 1 (satu) tahun tetapi lebih dari 3 (tiga) bulan memperoleh 3\n(tiga) bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Masa kerja 1 (satu) tahun lebih, tetapi kurang dari 2 (dua) tahun\nmemperoleh 6 (enam) bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Masa kerja 2 (dua) tahun lebih, tetapi kurang dari 3 (tiga) tahun\nmemperoleh 9 (sembilan) bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Masa kerja 3 (tiga) tahun lebih, tetapi kurang dari 4 (empat) tahun\nmemperoleh 12 (dua belas) bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Masa kerja 4 (empat) tahun lebih, tetapi kurang dari 5 (lima) tahun\nmemperoleh 15 (lima belas) bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Masa kerja 5 (lima) tahun lebih, tetapi kurang dari 6 (enam) tahun\nmemperoleh 18 (delapan belas) bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Masa kerja 6 (enam) tahun lebih, tetapi kurang dari 7 (tuju) tahun\nmemperoleh 21 (delapan belas) bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Masa kerja 7 (tujuh) tahun lebih, tetapi kurang dari 8 (delapan) tahun\nmemperoleh 24 (dua puluh empat) bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Masa kerja 8 (delapan) tahun lebih, tetapi kurang dari 9 (sembilan) tahun\nmemperoleh 27 (dua puluh tujuh) bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10. Masa kerja 9 (sembilan) tahun lebih memperoleh 30 (tiga puluh) bulan\nupah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 57: UANG PENGHARGAAN MASA KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Sesuai dengan Undang-Undang No. 13 tahun 2003 pasal 156 ayat 3, uang\npenghargaan masa kerja ditetapkan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Masa kerja 3 (tiga) tahun lebih, tetapi kurang dari 6 (enam) tahun\nmemperoleh 3 (tiga) bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Masa kerja 6 (enam) tahun lebih, tetapi kurang dari 9 (sembilan) tahun\nmemperoleh 4 (empat) bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Masa kerja 9 (sembilan) tahun lebih, tetapi kurang dari 12 (dua belas)\ntahun memperoleh 5 (lima) bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Masa kerja 12 (dua belas) tahun lebih, tetapi kurang dari 15 (lima belas)\ntahun memperoleh 6 (enam) bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Masa kerja 15 (lima belas) tahun lebih, tetapi kurang dari 18 (delapan\nbelas) tahun memperoleh 7 (tuju) bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Masa kerja 18 (delapan belas) tahun lebih, tetapi kurang dari 21 (dua\nsatu) tahun memperoleh 8 (delapan) bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Masa kerja 21 (dua puluh satu) tahun lebih, tatapi kurang dari 24 (dua\npuluh empat) memperoleh 9 (sembilan) bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Masa kerja 24 (dua puluh empat) tahun lebih, memperoleh 11 (sebelas)\nbulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 58: UANG PENGGANTIAN HAK\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Sesuai dengan Undang-Undang No. 13 tahun 2003 pasal 156 ayat 4, Uang\npanggantian hak meliputi :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Uang penggantian hak untuk istirahat cuti tahunan yang belum diambil\nserta belum gugur (PPNomor 21 tahun 1951 tentang cuti tahunan).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Ongkos ketempat asal dimana pekerja\u002Fburuh diterima bekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Penggantian fasilitas perobatan dan perumahan ditetapan sebesar 15 %\n(lima belas persen) dari uang pesangon dan uang penghargaan masa kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Dalam hal terjadi pemutusan hubungan kerja massal karena perusahaan\ntutup\u002Fefisiensi\u002Fperubahan status, kepemilikan\u002Frelokasi maka mekanisme\npenyelesaiannya berdasarkan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 59: UANG PISAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pekerja\u002Fburuh yang diputus hubungan kerja karena kesalahan berat berhak\natas uang pisah sebesar 2 (dua) bulan upah sebulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekerja\u002Fburuh yang mengundurkan diri atas kemauan sendiri berhak atas\nuang pisah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pengunduran diri dianggap sah jika dketahui Pengurus Serikat Buruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Dalam hal pekerja\u002Fburuh mengundurkan diri perusahaan wajib memberikan\nuang pisah\u002Fpengabdian yang besarnya diatur sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Masa kerja 3 (tiga) tahun lebih, tetapi kurang dari 6 (enam) tahun\nmemperoleh 4 (empat) bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Masa kerja 6 (enam) tahun lebih, tetapi kurang dari 9 (sembilan ) tahun\nmemperoleh 5 (lima) bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Masa kerja 9 (sembilan) tahun lebih, tetapi kurang dari 12 (dua belas)\ntahun memperoleh 6 (enam) bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Masa kerja 12 (dua belas) tahun atau lebih, tetapi kurang dari 15 (lima\nbelas) tahun memperoleh 7 (tujuh) bulan upah kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Masa kerja 15 (lima belas) tahun lebih, tetapi kurang dari 18 (delapan\nbelas) tahun memperoleh 8 (delapan) bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Masa kerja 18 (delapan belas tahun) lebih, tetapi kurang dari 21 (dua\npuluh satu) tahun memperoleh 9 (sembilan) bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g. Masa kerja 21 (dua puluh satu) tahun lebih, tetapi kurang dari 24 (dua\npuluh empat) tahun memperoleh 10 (sepuluh) bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h. Masa kerja 24 (dua puluh empat) tahun lebih, memperoleh 11 (sebelas)\nbulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Selain mendapatkan uang pisah\u002Fuang pengabdian, perusahaan memberikan uang\npenggantian hak sesuai undang-undang Nomor.13 tahun2003 pasal 156 ayat 4.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 60: PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Setiap pekerja\u002Fburuh yang sudah mencapai usia 50 (lima puluh) tahun\nberhak untuk pensiun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Permohonan usia pensiun diajukan oleh pihak pekerja\u002Fburuh apabila tidak\nada pemberitahuan tentang berakhirnya hubungan kerja karena pensiun oleh pihak\nperusahaan .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Hak-hak pekerja\u002Fburuh yang duputuskan hubungan kerjanya karena usia\npensiun sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku sebagai berikut\n\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Usia pensiun ditetapkan 50 (lima puluh) tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Bagi pekerja\u002Fburuh yang telah memasuki usia 50 (lima puluh) tahun atau\nlebih dengan kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan untuk melakukan\naktifitas kerja menurut surat keterangan Dokter yang ditunjuk oleh perusahaan\ndan serikat buruh maka dapat mengajukan pensiun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Hak uang pensiun sebesar 2 (dua) x ketentuan UU ketenagakerjaan No.13\nTahun 2003 sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>* Uang pesangon 2 (dua) x pasal 156 ayat 2.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>* Penghargaan masa kerja 2 (dua) x pasal 156 ayat 3.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>* Uang penggantian hak pasal 156 ayat 4.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Pembayaran uang pensiun paling lambat 14 (empat belas) hari setelah\npengajuan surat pensiun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Bagi pekerja\u002Fburuh yang memasuki MPP (masa persiapan pensiun) perusahaan\nmemberikan izin untuk tidak bekerja ( dirumahkan ) selama 3 (tiga) bulan\nsebelum masa pensiun,dengan sepengetahuan atasan dan atas dasar permintaan\npekerja\u002F buruh yang bersangkutan, dengan tetap mendapatkan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Sebagai tanda terimakasih atas pengabdian pekerja\u002Fburuh sampai masa\npensiun. Perusahaan akan memberikan souvenir\u002Fcinderamata berupa cincin atau\ngelang emas yang berlogo perusahaan,yang nilainya sbb:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. masa kerja 10 (sepuluh) tahun lebih tetapi kurang dari 20 (dua\npuluh)tahun senilai 7,5 gram emas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. masa kerja 20 (dua puluh) tahun dan kurang dari 30 (tiga puluh) tahun\nsenilai 10-11 gram emas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g. masa kerja 30 (tiga puluh) tahun lebih senilai 15 -16,5 gram emas\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Untuk buruh yang pensiun pembayaran upah pokok dibayar penuh selama 1\n(satu) bulan, pada saat buruh tersebut pensiun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 61: DISKUALIFIKASI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Hal-hal yang menyebabkan hilangnya status seorang karyawan adalah :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Memutuskan hubungan kerja atas kemauan pekerja\u002Fburuh sendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Meninggal dunia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pemutusan hubungan kerja yang telah ditetapkan oleh instasi yang\nberwenang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Karyawan dijatuhi oleh pengadilan sehubungan tindak pidana yang telah\ndilakukannya, putusan mana telah mempunyai kekuatan hukum tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Pemutusan Hubungan Kerja ( PHK ) atas persetujuan bersama ( PB )\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch2>BAB XI: MASA BERLAKU, PERUBAHAN DAN PERPANJANGAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 62: MASA BERLAKU\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end\">\u003Cp>1. Jangka waktu berlakunya Perjanjian Kerja Bersama ini adalah 2 (dua) tahun\nsejak tanggal ditanda tangani Perjanjian Kerja Bersama ini oleh pihak Pengusaha\ndan Serikat Buruh ( tahun 2012 s\u002Fd tahun 2014 ).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Untuk perundingan pembuatan Perjanjian Kerja Bersama berikutnya, kedua\nbelah pihak sepakat bahwa salah satu pihak harus memberitahukan pada pihak\nlainnya secara tertulis tentang maksud tersebut paling lama 3 (tiga) bulan\nsebelum Perjanjian Kerja Bersama berakhir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Dan apabila sampai berakhinya masa Perjanjian Kerja Bersama,salah satu\npihak tidak memberitahukan sebagaimana dimaksud pada ayat 2 ( dua ) diatas,\nmaka Perjanjian Kerja Bersama ini, secara otomatis diperpanjang untuk jangka\nwaktu 1 (satu) tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 63: PERUBAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Apabila selama berlakunya Perjanjian Kerja Bersama salah satu pihak\nmenganggap perlu untuk memperbaiki dan atau merubah isi dari Perjanjian Kerja\nBersama ini, maka hal ini dapat dilakukan berdasarkan kesepakatan tertulis dari\nkedua belah pihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 64: PERPANJANGAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Bila sampai masa berakhirnya Perjanjian Kerja Bersama ini kedua belah pihak\nmasih belum dapat menyelesaikan Perjanjian Kerja Bersama yang baru, maka\nPerjanjian Kerja Bersama yang lama diperpanjang secara langsung untuk paling\nlama 1 (satu) tahun sejak berakhirnya masa Perjanjian Kerja bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(sesuai Peraturan Menteri Tenaga Kerja Transmigrasi dan Koperasi No :\nPER\u002F02.MEN\u002F1978 Pasal 7 ayat 5 ).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XII: PENUTUP\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Perjanjian Kerja Bersama ini didaftarkan oleh Perusahaan pada Dinas\nTenaga Kerja Dan Transmigrasi Propinsi DKI Jakarta, diberbanyak dan dibukukan\noleh Perusahaan untuk disosialisasikan kepada seluruh Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbaratificationdate\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start\">\u003Cp>2. Ketentuan-ketentuan yang merupakan pengaturan teknis maupun penjabaran\nlebih lanjut dari Perjanjian Kerja Bersama ini dan kebijakan perusahaan dalam\nhubungan industrial diatur dan ditandatangani bersama dan menjadi bagian yang\ntidak terpisahkan dari Perjanjian Kerja Bersama ini. Perjanjian Kerja Bersama (\nPKB ) ini ditanda-tangani oleh tim perunding dan ditetapkan kedua belah pihak\npada tanggal 09 maret 2012\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\n\n            \n            \n            \n            \n            \n            \n            \n            ",{"disabilitypay":45,"ONCERISE2_trigger":49,"trainingprogrammes":53,"maternitydifferenttrigger":57,"paidmaternityleaveduration":61,"cbadate_end":65,"severance_number":69,"hourspday_select":73,"shiftallowancetype":77,"maternityexcludedtrigger":81,"dayspweek":83,"hourspweek_select":87,"STRUCINCR_trigger":89,"incidentalbonusdays1sec":93,"hourspday":97,"commutingallowanceamount1":99,"MEALALL_trigger":103,"severance_number_1_tenure":107,"contracttrialperiod":109,"maternityotherclause":113,"longserviceallowancetype":117,"discrimination":121,"cbadate_start":125,"mealvouchersamount":129,"commutingallowancetype":131,"OVERTIME_trigger":133,"overtimeallowancetype1":137,"holidaysdays":140,"holidaysweeks":144,"sundayallowanceperc1":147,"overtimeallowanceperc1_general":151,"jobwagegroups":153,"healthinsurance":157,"COMMUTE_trigger":159,"SUNDAY_trigger":161,"wageincreasetype":163,"sundayallowancetype":165,"protectiveclothing":167,"healthandsafetypolicy":171,"LOWWAGE_government":175,"overtimeallowanceperc1":179,"funeralpaytype":181,"WAGES_trigger":185,"commutingallowancetype1":188,"ONCERISE_trigger":190,"schedulesrestpw":194,"incidentalbonustype":198,"sundayallowancetype1":200,"skillwagegroups":202,"dayspweek_select":204,"incidentalbonusperc1":206,"paidmaternityleaveall":208,"SCHEDULE_trigger":212,"incidentalbonustypesec":214,"shiftallowancetype1":216,"overtimeallowancetype_general":219,"incidentalbonustype2":221,"funeralpay":223,"PAIDLEAV_trigger":227,"NOCTPREM_trigger":229,"shiftallowanceamount1":231,"menstruationleave":233,"LOWWAGE_trigger":237,"funeralpayamount":239,"contracttrial":241,"severance":243,"bankholidays2":245,"contractseverancepay1":249,"bankholidays1":251,"overtimeallowancetype":255,"cbaratificationdate":257,"hourspweek":259,"SENIOR_trigger":261,"mealvouchers":263,"disabilityfund":265,"paidmaternityleave":267,"overtimeallowancetypeperiod":269,"contractseverancepay":271,"jobsecuritymothers":273,"longserviceallowanceperc1":277,"coverunion_trigger":279},{"bindId":46,"name":47,"text":48},"disabilitypay","2. Ruang lingkup jaminan Sosial Tenaga K","2. Ruang lingkup jaminan Sosial Tenaga Kerja termasuk meliputi :\n\na. Jaminan Pemeliharaan Kesehatan sebesar ketentuan undang-undang dan\nditanggung perusahaan.\n\nb. Jaminan Kecelakaan sebesar ketentuan undang-undang dan ditanggung\nperusahaan.",{"bindId":50,"name":51,"text":52},"ONCERISE2_trigger","Tunjangan hari raya keagamaan diberikan ","Tunjangan hari raya keagamaan diberikan kepada pekerja\u002Fburuh berdasarkan\nperaturan yang berlaku (Peraturan Menteri Tenaga Kerja No.04\u002FMen\u002F94).\n\n1.1 (satu) kali dalam setahun perusahaan akan memberikan Tunjangan Hari Raya\nuntuk seluruh agama. Adapun pembayaran THR seluruh pekerja \u002Fburuh dilakukan\npaling lambat 2 (dua) minggu sebelum hari raya idul fitri.\n\n2. Bagi pekerja\u002Fburuh yang telah mempunyai masa kerja 3 (tiga) bulan atau\nlebih tetapi kurang dari 1 (satu) tahun, maka besarnya THR adalah sama dengan\n1\u002F12 kali upah sebulan x masa kerja, sedangkan pekerja\u002Fburuh yang belum 3\n(tiga) bulan dipertimbangkan sesuai kebijaksanaan perusahaan.",{"bindId":54,"name":55,"text":56},"trainingprogrammes","1. Untuk meningkatkan dan mengembangkan ","1. Untuk meningkatkan dan mengembangkan kemampuan wawasan, keterampilan,\nkeahlian, disiplin kerja, sikap kerja buruh dan produktifitas perusahaan serta\nahli teknologi yang meliputi kemampuan khusus, sosial perburuhan dan individu\npengusaha bertanggung jawab untuk memberikan penyuluhan, pendidikan dan\npelatihan bagi pekerja\u002Fburuh, sedangkan biayanya ditanggung oleh pengusaha.\n\n2. Sertifikat pendidikan dan pelatihan kerja yang didapatkan , adalah hak\nbagi pekerja\u002Fburuh yang bersangkutan.",{"bindId":58,"name":59,"text":60},"maternitydifferenttrigger","d) Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku ","d) Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku untuk seluruh pekerja\u002Fburuh dan\nunit-unitnya.",{"bindId":62,"name":63,"text":64},"paidmaternityleaveduration","5. Cuti hamil yang bisa diambil sekaligu","5. Cuti hamil yang bisa diambil sekaligus untuk masa 3 (tiga) bulan dapat\ndiambil saat buruh tersebut akan melahirkan, menurut keterangan dokter\nkandungan.",{"bindId":66,"name":67,"text":68},"cbadate_end","1. Jangka waktu berlakunya Perjanjian Ke","1. Jangka waktu berlakunya Perjanjian Kerja Bersama ini adalah 2 (dua) tahun\nsejak tanggal ditanda tangani Perjanjian Kerja Bersama ini oleh pihak Pengusaha\ndan Serikat Buruh ( tahun 2012 s\u002Fd tahun 2014 ).",{"bindId":70,"name":71,"text":72},"severance_number","Dalam hal terjadi Pemutusan Hubungan Ker","Dalam hal terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) atas kemauan perusahaan\nDENGAN TANPA ADANYA KESALAHAN dari pekerja\u002Fburuh maka pekerja\u002Fburuh berhak\nmendapatkan pesangon yang besarnya sebagai berikut :\n\n1. Masa kerja 1 (satu) tahun tetapi lebih dari 3 (tiga) bulan memperoleh 3\n(tiga) bulan upah.\n\n2. Masa kerja 1 (satu) tahun lebih, tetapi kurang dari 2 (dua) tahun\nmemperoleh 6 (enam) bulan upah.\n\n3. Masa kerja 2 (dua) tahun lebih, tetapi kurang dari 3 (tiga) tahun\nmemperoleh 9 (sembilan) bulan upah.\n\n4. Masa kerja 3 (tiga) tahun lebih, tetapi kurang dari 4 (empat) tahun\nmemperoleh 12 (dua belas) bulan upah.\n\n5. Masa kerja 4 (empat) tahun lebih, tetapi kurang dari 5 (lima) tahun\nmemperoleh 15 (lima belas) bulan upah.\n\n6. Masa kerja 5 (lima) tahun lebih, tetapi kurang dari 6 (enam) tahun\nmemperoleh 18 (delapan belas) bulan upah.\n\n7. Masa kerja 6 (enam) tahun lebih, tetapi kurang dari 7 (tuju) tahun\nmemperoleh 21 (delapan belas) bulan upah.\n\n8. Masa kerja 7 (tujuh) tahun lebih, tetapi kurang dari 8 (delapan) tahun\nmemperoleh 24 (dua puluh empat) bulan upah.\n\n9. Masa kerja 8 (delapan) tahun lebih, tetapi kurang dari 9 (sembilan) tahun\nmemperoleh 27 (dua puluh tujuh) bulan upah.\n\n10. Masa kerja 9 (sembilan) tahun lebih memperoleh 30 (tiga puluh) bulan\nupah.",{"bindId":74,"name":75,"text":76},"hourspday_select","1. Jam kerja diperusahaan adalah 7 (tuju","1. Jam kerja diperusahaan adalah 7 (tujuh) jam sehari dan 40 (empat puluh)\njam seminggu.",{"bindId":78,"name":79,"text":80},"shiftallowancetype","6. Uang shif sebesar Rp. 20.000\u002Fhari ker","6. Uang shif sebesar Rp. 20.000\u002Fhari kerja",{"bindId":82,"name":59,"text":60},"maternityexcludedtrigger",{"bindId":84,"name":85,"text":86},"dayspweek","2. Hari kerja biasa adalah hari senin sa","2. Hari kerja biasa adalah hari senin sampai dengan hari sabtu.\n\n3. Hari kerja terpendek pada salah satu hari dalam 6 (enam) hari kerja\nadalah jatuh pada hari sabtu.\n\n4. Setelah pekerja\u002Fburuh bekerja 6 (enam) hari berturut-turut buruh mendapat\nistirahat mingguan selama 1 (satu) hari.",{"bindId":88,"name":75,"text":76},"hourspweek_select",{"bindId":90,"name":91,"text":92},"STRUCINCR_trigger","6. Peninjauan upah. Perusahaan melakukan","6. Peninjauan upah.\n\nPerusahaan melakukan peninjauan upah pekerja\u002Fburuh sekali dalam setahun\nsebagai kenaikan upah berkala yang juga merupakan satu kesatuan dengan sundulan\nUMSP dan mempertimbangkan kepada :\n\n6.1. Peninjauan kenaikan gaji berdasarkan persentasi kenaikan UMSP.\n\n6.2. Peninjauan kenaikan sundulan dihitung dari masa kerja 1 (satu) tahun\nkeatas dengan perhitungannya adalah :\n\nKenaikan gaji berkala (sundulan) : 20 % x selisih kenaikan UMSP x masa\nkerja. .",{"bindId":94,"name":95,"text":96},"incidentalbonusdays1sec","3. Bagi pekerja\u002Fburuh yang mempunyai mas","3. Bagi pekerja\u002Fburuh yang mempunyai masa kerja lebih atau sama dengan 1\n(satu) tahun maka besarnya THR sebagai berikut :\n\nc.1 (satu) tahun kurang dari 3 (tiga) tahun sebesar 1 bulan gaji + 25 % dari\ngaji pokok\n\nd.3 tahun s\u002Fd kurang dari 6 tahun sebesar 1 bulan gaji + 50 % dari gaji\npokok\n\ne.6 tahun s\u002Fd kurang dari 9 tahun sebesar 1 bulan gaji + 75 % dari gaji\npokok",{"bindId":98,"name":75,"text":76},"hourspday",{"bindId":100,"name":101,"text":102},"commutingallowanceamount1","4.2. Uang transportRp.30.000,-\u002Fhari berd","4.2. Uang transportRp.30.000,-\u002Fhari berdasarkan kehadiran",{"bindId":104,"name":105,"text":106},"MEALALL_trigger","Kepada pekerja\u002Fburuh akan diberikan tunj","Kepada pekerja\u002Fburuh akan diberikan tunjangan makan sebesar Rp. 20.000\u002Fhari\nberdasarkan kehadiran.",{"bindId":108,"name":71,"text":72},"severance_number_1_tenure",{"bindId":110,"name":111,"text":112},"contracttrialperiod","1. Calon yang telah memenuhi syarat dan ","1. Calon yang telah memenuhi syarat dan lulus yang diadakan oleh perusahaan\nditerima sebagai buruh dengan masa percobaan selama 3 (tiga) bulan dan harus\ndiberitahukan kepada buruh yang bersangkutan secara tertulis.",{"bindId":114,"name":115,"text":116},"maternityotherclause","3. Pekerja\u002Fburuh perempuan yang mengalam","3. Pekerja\u002Fburuh perempuan yang mengalami keguguran kandungan diberikan\nwaktu istirahat, 1 ½ bulan sejak gugur kandungan atau selama waktu didasarkan\ndengan keterangan dokter dengan upah penuh.",{"bindId":118,"name":119,"text":120},"longserviceallowancetype","3.2.1 Tunjangan masa kerja sebesar 2,5% ","3.2.1 Tunjangan masa kerja sebesar 2,5% x gaji pokok x masa kerja",{"bindId":122,"name":123,"text":124},"discrimination","1. Pekerja\u002FBuruh yang menjadi anggota da","1. Pekerja\u002FBuruh yang menjadi anggota dan terpilih sebagai pengurus Serikat\nBuruh atau yang ditunjuk oleh pengurus untuk menjadi wakil Serikat Buruh tidak\nakan mendapat tindakan diskriminatif atau tekanan langsung maupun tidak\nlangsung dari pengusaha\u002Fatasan langsung karena fungsinya.",{"bindId":126,"name":127,"text":128},"cbadate_start","2. Ketentuan-ketentuan yang merupakan pe","2. Ketentuan-ketentuan yang merupakan pengaturan teknis maupun penjabaran\nlebih lanjut dari Perjanjian Kerja Bersama ini dan kebijakan perusahaan dalam\nhubungan industrial diatur dan ditandatangani bersama dan menjadi bagian yang\ntidak terpisahkan dari Perjanjian Kerja Bersama ini. Perjanjian Kerja Bersama (\nPKB ) ini ditanda-tangani oleh tim perunding dan ditetapkan kedua belah pihak\npada tanggal 09 maret 2012",{"bindId":130,"name":105,"text":106},"mealvouchersamount",{"bindId":132,"name":101,"text":102},"commutingallowancetype",{"bindId":134,"name":135,"text":136},"OVERTIME_trigger","PERHITUNGAN UPAH LEMBUR ; 1. Hari kerja ","PERHITUNGAN UPAH LEMBUR ;\n\n1. Hari kerja biasa\n\n* Untuk jam lembur pertama dibayar = 1 ½ x TUL.\n\n* Untuk jam lembur ke 2 s\u002Fd jam ke 4 dibayar= 2 x TUL.\n\n* Untuk jam lembur ke 5 s\u002Fd jam ke 8 dibayar= 3 x TUL.\n\n* Untuk jam lembur ke 9 seterusnya= 4 x TUL.\n\n2. Pada hari istirahat mingguan\u002Fhari libur resmi\n\n* Untuk jam ke 1 s\u002Fd 7 (tujuh) jam pertama dibayar = 2 x TUL.\n\n* Untuk jam ke 8 (delapan) dibayar = 3 x TUL.\n\n* Untuk jam ke 9 (sembilan) dabayar= 4 x TUL.\n\nDan apabila hari raya resmi jatuh pada hari kerja pendek, maka perhitungan\nupah lemburnya sebagai berikut :\n\n* Untuk jam ke 1 s\u002Fd 5 (lima) Jam pertama dibayar = 2 x TUL.\n\n* Untuk Jam ke 6 (enam) dibayar= 3 x TUL.\n\n* Untuk jam ke 7 (tuju) dan ke 8 delapan dibayar= 4 x TUL.\n\n3. Perhitungan upah biasa sejam\n\n* Upah borongan= 1\u002F7 x upah rata-rata sehari\n\n* Upah harian = 3\u002F20 x upah sehari\n\n* Upah bulanan= 1\u002F173 x upah sebulan",{"bindId":138,"name":135,"text":139},"overtimeallowancetype1","PERHITUNGAN UPAH LEMBUR ;\n\n1. Hari kerja biasa\n\n* Untuk jam lembur pertama dibayar = 1 ½ x TUL.\n\n* Untuk jam lembur ke 2 s\u002Fd jam ke 4 dibayar= 2 x TUL.\n\n* Untuk jam lembur ke 5 s\u002Fd jam ke 8 dibayar= 3 x TUL.\n\n* Untuk jam lembur ke 9 seterusnya= 4 x TUL.",{"bindId":141,"name":142,"text":143},"holidaysdays","1. Setiap pekerja\u002Fburuh yang telah beker","1. Setiap pekerja\u002Fburuh yang telah bekerja selama 12 (dua belas) bulan\nberturut-turut\u002Fterus menerus berhak atas cuti Tahunan\u002FIstirahat Tahunan\nsebanyak 12 (dua belas) hari kerja dengan mendapat upah penuh.",{"bindId":145,"name":142,"text":146},"holidaysweeks","1. Setiap pekerja\u002Fburuh yang telah bekerja selama 12 (dua belas) bulan\nberturut-turut\u002Fterus menerus berhak atas cuti Tahunan\u002FIstirahat Tahunan\nsebanyak 12 (dua belas) hari kerja dengan mendapat upah penuh.\n\n2. Bagi pekerja\u002Fburuh yang telah bekerja selama 3 (tiga) tahun\nberturut-turut berhak atas cuti tahunan sebanyak 13 (tiga belas) hari dengan\ntetap mendapat upah penuh.\n\n3. Setiap kelipatan masa kerja 3 tahun pekerja\u002Fburuh berhak mendapatkan\npenambahan hak cuti tahunan sebanyak 2 (dua) hari kerja dengan tetap\nmendapatkan upah penuh.",{"bindId":148,"name":149,"text":150},"sundayallowanceperc1","2. Pada hari istirahat mingguan\u002Fhari lib","2. Pada hari istirahat mingguan\u002Fhari libur resmi\n\n* Untuk jam ke 1 s\u002Fd 7 (tujuh) jam pertama dibayar = 2 x TUL.\n\n* Untuk jam ke 8 (delapan) dibayar = 3 x TUL.\n\n* Untuk jam ke 9 (sembilan) dabayar= 4 x TUL.",{"bindId":152,"name":135,"text":139},"overtimeallowanceperc1_general",{"bindId":154,"name":155,"text":156},"jobwagegroups","1. Sistim pengupahan didasarkan atas ska","1. Sistim pengupahan didasarkan atas skala dan struktur upah ditentukan\nsebagai berikut :\n\na. Tingkat pendidikan\n\nb. Jabatan\n\nc. Prestasi kerja\n\nd. Masa kerja\n\ne. Keahlian",{"bindId":158,"name":47,"text":48},"healthinsurance",{"bindId":160,"name":101,"text":102},"COMMUTE_trigger",{"bindId":162,"name":149,"text":150},"SUNDAY_trigger",{"bindId":164,"name":91,"text":92},"wageincreasetype",{"bindId":166,"name":149,"text":150},"sundayallowancetype",{"bindId":168,"name":169,"text":170},"protectiveclothing","3. Apabila pekerja\u002Fburuh tidak mengenaka","3. Apabila pekerja\u002Fburuh tidak mengenakan dan memelihara alat-alat\nkeselamatan kerja yang Perusahaan wajib mengganti perlengkapan kesehatan dan\nkeselamatan kerja yang sudah tidak memenuhi syarat untuk dipergunakan degan\nketentuan sebagai berikut :\n\na. Masker dan sarung tangan dibagikan\u002Fdiganti apabila alat tersebut sudah\ntidak layak pakai dan diganti dengan kualitas terbaik.\n\nb. Seragam kerja dibagikan setiap 6 (enam) bulan sekali. Dengan ketentuan\nuntuk tahap 1 (satu) diberikan pada bulan januari dan sebanyak 3 (tiga) stel.\nDan tahap kedua diberikan pada bulan juli sebanyak 3 (tiga) stel untuk semua\npekerja\u002Fburuh.\n\nc. Sepatu keselamatan kerja (safety shoes) dibagikan setiap 6 (bulan) sekali\nuntuk semua pekerja\u002Fburuh.\n\nd. Helm dibagikan setiap 6 (enam) bulan sekali.\n\ne. Kaca mata safety dibagikan setiap 6 (enam) bulan sekali.\n\n4. Perlengkapan APD yang diberikan\u002Fdisediakan, kepada setiap pekerja\u002Fburuh\napabila tidak dipakai akan dikenakan sanksi.",{"bindId":172,"name":173,"text":174},"healthandsafetypolicy","1. Pengusaha panitia Keselematan Dan Kes","1. Pengusaha panitia Keselematan Dan Kesehatan Kerja (P2K3) untuk menangani\nKeselamatan Dan Kesehatan Kerja, keanggotaan terdiri dari unsur Pengusaha dan\nBuruh.\n\n2. Pengusaha wajib menyediakan alat-alat keselamatan kerja dan menetapkan\nsyarat-syarat pengamanan, perlindungan, keselamatan dan kesehatan tenaga\nkerja.\n\n3. Apabila pekerja\u002Fburuh tidak mengenakan dan memelihara alat-alat\nkeselamatan kerja yang Perusahaan wajib mengganti perlengkapan kesehatan dan\nkeselamatan kerja yang sudah tidak memenuhi syarat untuk dipergunakan degan\nketentuan sebagai berikut :\n\na. Masker dan sarung tangan dibagikan\u002Fdiganti apabila alat tersebut sudah\ntidak layak pakai dan diganti dengan kualitas terbaik.\n\nb. Seragam kerja dibagikan setiap 6 (enam) bulan sekali. Dengan ketentuan\nuntuk tahap 1 (satu) diberikan pada bulan januari dan sebanyak 3 (tiga) stel.\nDan tahap kedua diberikan pada bulan juli sebanyak 3 (tiga) stel untuk semua\npekerja\u002Fburuh.\n\nc. Sepatu keselamatan kerja (safety shoes) dibagikan setiap 6 (bulan) sekali\nuntuk semua pekerja\u002Fburuh.\n\nd. Helm dibagikan setiap 6 (enam) bulan sekali.\n\ne. Kaca mata safety dibagikan setiap 6 (enam) bulan sekali.\n\n4. Perlengkapan APD yang diberikan\u002Fdisediakan, kepada setiap pekerja\u002Fburuh\napabila tidak dipakai akan dikenakan sanksi.\n\n5. Pengusaha menyediakan locker, menjaga kebersihan air kamar mandi dan\nWC.\n\n6. Perusahan Wajib memberikan perawatan medis ataupun non medis bagi\nkaryawan atas kecelakaan kerja.",{"bindId":176,"name":177,"text":178},"LOWWAGE_government","1. Semua pekerja\u002Fburuh berhak atas upah ","1. Semua pekerja\u002Fburuh berhak atas upah serta tunjangan sesuai dengan\nstatus, jabatan dan golongan serta besarnya upah dan tunjangan ditetapkan\ndireksi perusahaan tersendiri dengan ketentuan besarnya upah pokok dan\ntunjangan tetap tidak boleh dibawah upah minimum yang berlaku.\n\n2. Upah minimum yang ditetapkan pemerintah hanya berlaku bagi pekerja\u002Fburuh\nyang mepunyai masa kerja 1 (satu) hari sampai 1 (satu) tahun.",{"bindId":180,"name":135,"text":136},"overtimeallowanceperc1",{"bindId":182,"name":183,"text":184},"funeralpaytype","4.3.1.1.1. Jika pekerja\u002Fburuh sendiri ya","4.3.1.1.1. Jika pekerja\u002Fburuh sendiri yang meninggal dunia;\n\n* Biaya pemakaman sebesar Rp. 3.000.000,-\n\n* Uang duka sebesar Rp. 6.000.000,-\n\n4.3.1.1.2. Jika keluarga pekerja\u002Fburuh (istri\u002Fsuami, anak, orangtua\u002Fmertua)\nmeninggal dunia\n\n* Biaya pemakaman sebesar Rp. 3.000.000,-\n\n* Uang duka sebesar Rp. 4.500.000,-",{"bindId":186,"name":177,"text":187},"WAGES_trigger","1. Semua pekerja\u002Fburuh berhak atas upah serta tunjangan sesuai dengan\nstatus, jabatan dan golongan serta besarnya upah dan tunjangan ditetapkan\ndireksi perusahaan tersendiri dengan ketentuan besarnya upah pokok dan\ntunjangan tetap tidak boleh dibawah upah minimum yang berlaku.",{"bindId":189,"name":101,"text":102},"commutingallowancetype1",{"bindId":191,"name":192,"text":193},"ONCERISE_trigger","5. Perusahaan wajib memberikan bonus akh","5. Perusahaan wajib memberikan bonus akhir tahun kepada seluruh\npekerja\u002Fburuh dari hasil keuntungan sebesar @ min. 50% dari upah gaji \u002Fbulan",{"bindId":195,"name":196,"text":197},"schedulesrestpw","1. Setelah bekerja 6 (enam) hari berturu","1. Setelah bekerja 6 (enam) hari berturut-turut, pekerja\u002Fburuh mendapat\nistirahat mingguan selama 1 (satu) hari pada hari atau menurut shift yang\nditentukan oleh perusahaan.",{"bindId":199,"name":192,"text":193},"incidentalbonustype",{"bindId":201,"name":149,"text":150},"sundayallowancetype1",{"bindId":203,"name":155,"text":156},"skillwagegroups",{"bindId":205,"name":85,"text":86},"dayspweek_select",{"bindId":207,"name":192,"text":193},"incidentalbonusperc1",{"bindId":209,"name":210,"text":211},"paidmaternityleaveall","1. Setiap pekerja\u002Fburuh wanita yang hami","1. Setiap pekerja\u002Fburuh wanita yang hamil berhak atas istirahat 1 ½ bulan\nsesudah melahirkan dengan mendapatkan upah penuh.",{"bindId":213,"name":196,"text":197},"SCHEDULE_trigger",{"bindId":215,"name":51,"text":52},"incidentalbonustypesec",{"bindId":217,"name":79,"text":218},"shiftallowancetype1","6. Uang shif sebesar Rp. 20.000\u002Fhari kerja\n\n7. Untuk pekerja yang long shift mendapatkan dispensasi cuti hari berikutnya\natau tidak diwajibkan masuk kerja pada hari berikutnya, dengan tidak mengurangi\nhak gaji pokok nya.",{"bindId":220,"name":135,"text":139},"overtimeallowancetype_general",{"bindId":222,"name":192,"text":193},"incidentalbonustype2",{"bindId":224,"name":225,"text":226},"funeralpay","3. Sumbangan duka : a. Jika pekerja\u002Fburu","3. Sumbangan duka :\n\na. Jika pekerja\u002Fburuh meninggal dunia akibat kecelakaan\u002Fhubungan kerja\nmaupun bukan akibat kecelakaan kerja. Perusahaan wajib memberikan kepada ahli\nwaris yang sah berupa :\n\n* Upah bulanan berjalan.\n\n* Uang pesangon 2 (dua) kali pasal 156 UU No. 13\u002F2003 ayat 2.\n\n* Uang penghargaan masa kerja 1 (satu) kali pasal 156 UU No. 13\u002F2003 ayat\n2.\n\n* Uang penggantian Hak sesuai pasal 156 UU No. 13\u002F2003, ayat 4.\n\n4. Dalam hal pekerja\u002Fburuh atau keluarga pekerja\u002Fburuh meninggal dunia, maka\npengusaha wajib memberikan santunan dengan pengaturan sebagai berikut :\n\n4.3.1.1.1. Jika pekerja\u002Fburuh sendiri yang meninggal dunia;\n\n* Biaya pemakaman sebesar Rp. 3.000.000,-\n\n* Uang duka sebesar Rp. 6.000.000,-\n\n4.3.1.1.2. Jika keluarga pekerja\u002Fburuh (istri\u002Fsuami, anak, orangtua\u002Fmertua)\nmeninggal dunia\n\n* Biaya pemakaman sebesar Rp. 3.000.000,-\n\n* Uang duka sebesar Rp. 4.500.000,-\n\n4.3.1.2. Pemberian uang duka diberikan selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari\nsetelah pengajuan.\n\n4.3.1.3. Perusahaan wajib memberikan bantuan berupa uang duka kepada\npekerja\u002Fburuh yang berduka atas kematian keluarga pekerja yakni; orang\ntua\u002Fmertua\u002Fistri\u002Fsuami\u002Fanak.",{"bindId":228,"name":142,"text":146},"PAIDLEAV_trigger",{"bindId":230,"name":79,"text":218},"NOCTPREM_trigger",{"bindId":232,"name":79,"text":218},"shiftallowanceamount1",{"bindId":234,"name":235,"text":236},"menstruationleave","1. Bahwa pekerja\u002Fburuh perempuan tidak d","1. Bahwa pekerja\u002Fburuh perempuan tidak diwajibkan bekerja pada hari pertama\ndan kedua haid dengan tetap mendapatkan upah.",{"bindId":238,"name":177,"text":187},"LOWWAGE_trigger",{"bindId":240,"name":183,"text":184},"funeralpayamount",{"bindId":242,"name":111,"text":112},"contracttrial",{"bindId":244,"name":71,"text":72},"severance",{"bindId":246,"name":247,"text":248},"bankholidays2","3. Hari libur resmi\u002Fhari raya adalah : a","3. Hari libur resmi\u002Fhari raya adalah :\n\na. Tahun baru.\n\nb. Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.\n\nc. Isra’ miraj Nabi Muhammad Saw.\n\nd. Idul Fitri.\n\ne.1 Muharram.\n\nf. Maulid Nabi Muhammad SAW.\n\ng. Idul Adha.\n\nh. Wafat Isya Almasih.\n\ni. Kenaikan Isya Almasih.\n\nj. Natal.\n\nk. Hari Raya nyepi.\n\nl. Hari Raya Waisak.\n\nm. Hari Raya Imlek.",{"bindId":250,"name":71,"text":72},"contractseverancepay1",{"bindId":252,"name":253,"text":254},"bankholidays1","1. Pada hari-hari libur resmi atau hari ","1. Pada hari-hari libur resmi atau hari libur yang ditetapkan oleh\nPemerintah, pekerja\u002Fburuh tidak diwajibkan untuk bekerja dengan tetap\nmendapatkan upah. Kecuali pada bagian-bagian tertentu, karena sifat\npekerjaannya diperlukan kerja lembur ( satpam )",{"bindId":256,"name":135,"text":136},"overtimeallowancetype",{"bindId":258,"name":127,"text":128},"cbaratificationdate",{"bindId":260,"name":75,"text":76},"hourspweek",{"bindId":262,"name":119,"text":120},"SENIOR_trigger",{"bindId":264,"name":105,"text":106},"mealvouchers",{"bindId":266,"name":47,"text":48},"disabilityfund",{"bindId":268,"name":210,"text":211},"paidmaternityleave",{"bindId":270,"name":135,"text":136},"overtimeallowancetypeperiod",{"bindId":272,"name":71,"text":72},"contractseverancepay",{"bindId":274,"name":275,"text":276},"jobsecuritymothers","6. Terhadap pekerja\u002Fburuh perempuan yang","6. Terhadap pekerja\u002Fburuh perempuan yang sudah menjalankan cuti hamil atau\nmelahirkan, Pengusaha wajib mempekerjakan pekerja\u002Fburuh tersebut pada tempat\ndan jabatan yang sama tanpa mengurangi hak-haknya.",{"bindId":278,"name":119,"text":120},"longserviceallowanceperc1",{"bindId":280,"name":59,"text":60},"coverunion_trigger","\u003Chtml>\n\n    \u003Cdiv class=\"cobra-report\">\n\n        \u003Ch2>IDN PT. Indonesia Pondasi Raya (Indopora) - 2012\u003C\u002Fh2>\n\n        \u003Cdiv class=\"section general\">\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-start_date\">Tanggal dimulainya perjanjian: &rarr;&nbsp;2012-03-09\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-end_date\">Tanggal berakhirnya perjanjian: &rarr;&nbsp;2014-03-08\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \u003C!-- TODO: previous CBA logic -->\n            \u003C!-- TODO: status logic -->\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaratified\">Diratifikasi oleh: &rarr;&nbsp;Other\u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaactorratified\">\n                    Diratifikasi pada: &rarr;&nbsp;2012-03-09\n                \u003C\u002Fdiv>\n            \n\n            \u003C!-- TODO: transnational_label, includingcountries_label, national_framework_label -->\n\n            \u003Cdiv id=\"display-SECTOR1\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Penasihat\u002Fkonsultan teknis, konstruksi\u002Fpembangunan\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-NACE2004\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Pembongkaran bangunan , Pembangunan gedung\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-FIRMPRI\">\n                Sektor publik\u002Fswasta: &rarr;&nbsp;In the private sector\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv>Disimpulkan oleh:\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1\">\n\n                \n                    \n                    \u003Cdiv>\n                        Nama perusahaan: &rarr;&nbsp;\n                        Indonesia Pondasi Raya (Indopora)\n                    \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1\">\n                Nama serikat pekerja: &rarr;&nbsp;\n\n                \n                    \n                    \u003Cspan>\n                        KSBSI - Komisariat Federasi Serikat Buruh Konstruksi Umum dan Informal KSBSI PT. Indonesia Pondasi Raya\n                    \u003C\u002Fspan>\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section social-security-pensions\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SOCSEC_trigger\">JAMINAN SOSIAL DAN PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-pensionfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pensiun bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilityfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan cacat bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-unemploymentfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan pengangguran bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section training\">\n            \u003Ch3 id=\"display-TRAINING_trigger\">PELATIHAN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingprogrammes\">Program pelatihan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprenticeships\">Magang: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pelatihan bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section sickness-disability\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KONDISI SAKIT DAN DISABILITAS\u003C\u002Fh3>\n\n            \n\n            \n\n            \n\n            \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-longtermillness\">Ketentuan mengenai kembali bekerja setelah menderita penyakit jangka panjang, seperti penyakit kanker: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-menstruationleave\">Cuti haid berbayar: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilitypay\">Pembayaran gaji apabila tidak mampu bekerja dikarenakan kecelakaan kerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n\n        \u003Cdiv class=\"section health-medical-assistence\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA BANTUAN MEDIS\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccess\">Bantuan medis disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccessrelatives\">Bantuan medis bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurance\">Kontribusi pengusaha untuk asuransi kesehatan disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurancerelatives\">Asuransi kesehatan bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetypolicy\">Kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetytraining\">Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-protectiveclothing\">Pakaian\u002Falat pelindung diri disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-hivpolicy\">Pemeriksaan kesehatan secara berkala disediakan oleh pengusaha: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-monitoring\">Pengawasan permintaan musculoskeletal di tempat kerja, resiko professional dan\u002Fatau hubungan antara pekerjaan dan kesehatan: &rarr;&nbsp;The relationship between work and health, Employee involvement in the monitoring\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-funeralpay\">Bantuan duka\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-funeralpayamount\">\n                Minimum kontribusi pengusaha untuk penguburan\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;3000000.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section work-family-arrangements\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKFAM_trigger\">PENGATURAN ANTARA KERJA DAN KELUARGA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleaveduration\">\n                Cuti hamil berbayar: &rarr;&nbsp;13.0 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-jobsecuritymothers\">Jaminan tetap dapat bekerja setelah cuti hamil: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-maternitydiscrimination\">Larangan diskriminasi terkait kehamilan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-breastfeeding_dangerouswork\">Larangan mewajibkan pekerja yang sedang hamil atau menyusui untuk melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-riskassessment\">Penilaian resiko terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja yang sedang hamil atau menyusui di tempat kerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-alternatives\">Ketersediaan alternatif bagi pekerja hamil atau menyusui untuk tidak melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-timeoff\">Cuti untuk melakukan pemeriksaan pranatal: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningnonstandard\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempekerjakan pekerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningpromotion\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempromosikan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv> \n            \u003Cdiv id=\"display-nursingmothers\">Fasilitas untuk pekerja yang menyusui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcareprovision\">Pengusaha menyediakan fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcaresubsidy\">Pengusaha mensubsidi fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \u003Cdiv id=\"display-educationtuition\">Tunjangan\u002Fbantuan pendidikan bagi anak pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \n            \n\n            \n                        \n\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n        \u003Cdiv class=\"section gender-equality-issues\">\n            \u003Ch3 id=\"display-GENEQ_trigger\">ISU KESETARAAN GENDER\u003C\u002Fh3>\n         \u003Cdiv id=\"display-eqpay\">Upah yang sama untuk pekerjaan yang sama nilainya: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n         \n         \u003Cdiv id=\"display-discrimination\">Klausal mengenai diskriminasi di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-eqpromotion\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat promosi: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n        \u003Cdiv id=\"display-eqtraining\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat pelatihan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>     \n        \u003Cdiv id=\"display-eqofficer\">Kesetaraan gender dalam kepengurusan serikat pekerja di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-sexualhar\">Klausal mengenai pelecehan seksual di tempat kerja &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violence\">Klausal mengenai kekerasan di tempat kerja &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violenceleave\">Cuti khusus bagi pekerja yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-support_disabilities\">Dukungan bagi pekerja perempuan dengan disabilitas: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-equalitymonitoring\">Pengawasan kesetaraan gender: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n             \n         \u003C\u002Fdiv>\n         \n\n        \u003Cdiv class=\"section employment-contracts\">\n            \u003Ch3 id=\"display-EMPCONTR_trigger\">PERJANJIAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-contracttrialperiod\">\n                Durasi masa percobaan: &rarr;&nbsp;91 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\u003Cdiv id=\"display-severance_number\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;365&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-severance_number_1_tenure\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;91&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-part_time_excluded\">Pekerja paruh waktu tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-tempagency\">Ketentuan mengenai pekerja sementara: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprentices_excluded\">Pekerja magang tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-minijobs_excluded\">Pekerja mahasiswa tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section working-hours\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKHOURS_trigger\">JAM KERJA, JADWAL DAN LIBUR\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspday\">\n                Jam kerja per hari: &rarr;&nbsp;7.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspweek\">\n                Jam kerja per minggu: &rarr;&nbsp;40.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-dayspweek\">\n                Hari kerja per minggu: &rarr;&nbsp;6.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysdays\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;12.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysweeks\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;2.0 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-bankholidays2\">\n                Cuti libur nasional berbayar: &rarr;&nbsp;Maulid Nabi Muhammad (S.A.W.W.), Hari Raya Natal, Army Day \u002F Feast of the Sacred Heart\u002F St. Peter &amp; Paul’s Day (30th June), Tahun Baru, Wafat Isa Almasih\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-schedulesrestpw\"> Periode istrirahat setidaknya satu hari dalam seminggu disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-sundays_year\">\n                Jumlah maksimum hari minggu\u002Fhari libur nasional dalam setahun dimana pekerja harus\u002Fdapat bekerja: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n             \n            \n            \n            \n            \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-FLEXWORK_trigger\"> Ketentuan mengenai pengaturan jadwal kerja yang fleksibel: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section wages\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WAGES_trigger\">PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-PAYSCALES_trigger\">\n                Upah ditentukan oleh skala upah: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-LOWWAGE_government\"> \n            Ketentuan bahwa upah minimum yang ditentukan oleh pemerintah harus dihormati: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-COSTLIV_trigger\">Penyesuaian untuk kenaikan biaya kebutuhan hidup: &rarr;&nbsp;0\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-STRUCINCR_trigger\">Kenaikan upah\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-ONCERISE_trigger\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali:\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \u003Cdiv id=\"display-extrapayfirmperformance\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali dikarenakan performa perusahaan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-NOCTPREM_trigger\">Tunjangan shift untuk kerja sore atau malam\u003C\u002Fh4>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-shiftallowanceamount1\">\n                    Tunjangan shift untuk kerja sore atau malam: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;20000.0 per bulan\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \u003Cdiv id=\"display-shiftallowancetype1\">Tunjangan shift hanya untuk yang kerja malam: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-OVERTIME_trigger\">Upah lembur hari kerja\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-overtimeallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari kerja: &rarr;&nbsp;200 % dari gaji pokok\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SUNDAY_trigger\">Upah lembur hari Minggu\u002Flibur\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-sundayallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari Minggu\u002Flibur: &rarr;&nbsp;100&nbsp;%\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-COMMUTE_trigger\">Tunjangan transportasi\u003C\u002Fh4>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-commutingallowanceamount1\">\n                    Tunjangan transportasi: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;30000.0 per bulan\n                \u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SENIOR_trigger\">Tunjangan masa kerja\u003C\u002Fh4>\n\n                \u003Cdiv id=\"display-longserviceallowanceperc1\">\n                    Tunjangan masa kerja: &rarr;&nbsp;2.5 % dari gaji pokok\n                \u003C\u002Fdiv>\n\n                \n\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Ch4>Kupon makan\u003C\u002Fh4>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-mealvouchers\">\n                Kupon makan disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-MEALALL_trigger\">Tunjangan makan disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-mealvouchersamount\">\n                 &rarr;&nbsp;20000.0 per makan\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-legalassistance_trigger\">\n                Bantuan hukum gratis: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n    \u003C\u002Fdiv>\n\n\u003C\u002Fhtml>\n",[],[],"collective_agreement",[286],{"title":38,"slug":34},[288],{"type":289,"data":290},"call_to_action_body_block",{"title":291,"description":292,"variant":293,"link":294},"Bandingkan Perjanjian Kerja Bersama","Bandingkan pasal-pasal dan topik dalam Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dengan Perjanjian Kerja Bersama di semua sektor kerja di Indonesia maupun negara-negara lainnya.","dark",{"title":291,"url":295,"description":291,"rel":296,"type":297},"\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fbandingkan-perjanjian-kerja-bersama","follow","internal",[299],{"type":289,"data":300},{"title":291,"description":292,"variant":293,"link":301},{"title":291,"url":295,"description":291,"rel":296,"type":297},[]]