[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"page:id-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-indo-taichen-textile-industry-dengan-fsp-pt-indo-taichen-textile-industry-2016-2018":3},{"id":4,"slug":5,"title":6,"short_title":7,"intro_text":8,"meta_description":9,"seo_title":9,"path":10,"content_type":11,"locale":12,"go_live_at":7,"first_published_at":13,"page_created_at":14,"published_at":13,"edit_url":15,"breadcrumbs":16,"seo":24,"data":32,"children":316,"content_type_view":317,"extra_breadcrumbs":318,"body":320,"body_blocks":331,"related_pages":335},3679,"perjanjian-kerja-bersama","Perjanjian Kerja Bersama",null,"\u003Cp>Beberapa pilihan Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dipublikasikan di sini. Anda dapat menemukan teks asli dari Perjanjian Kerja Bersama tersebut, membaca dan menelusuri per bab maupun pasal, menurut topik yang sedang Anda cari.\u003Cbr\u002F>\u003Cbr\u002F>Ketika Anda mengklik pada link Perjanjian Kerja Bersama, halaman akan terbuka: di kolom sebelah kiri pada halaman tersebut berisi teks asli, sedangkan di kolom sebelah kanan, Anda akan menemukan ringkasan dari ketentuan yang ada di Perjanjian Kerja Bersama tersebut.\u003Cbr\u002F>Serikat Buruh\u002FPekerja dan Asosiasi Pengusaha dari Indonesia memberikan kontribusi terhadap pengumpulan data Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>","","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama","collective_agreements.collectiveagreementoverview","id_ID","2025-08-15T13:01:11.360625+00:00","2026-04-02T08:44:09.692847+00:00","\u002Fcms\u002Fpages\u002F3679\u002Fedit\u002F",[17,20,23],{"title":18,"slug":19},"Indonesia","id-id",{"title":21,"slug":22},"Bekerja di Indonesia","bekerja-di-indonesia",{"title":6,"slug":5},{"title":6,"description":9,"image":25,"canonical":26,"robots":27,"og_type":28,"twitter_card":29,"locale":19,"created_at":30,"last_modified_at":31},"https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fmedia\u002Fimages\u002FSocial_media_preview_image_-_2025.2e16d0ba.fill-1200x630.png","https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002F","index, follow","website","summary_large_image","2025-08-15T15:01:11.360625+02:00","2026-04-02T10:44:09.828831+02:00",{"cba":33,"clauses":45,"details":314,"translations":315},{"id":34,"uid":35,"url":36,"name":37,"locale":38,"override_title":9,"title":39,"browser_title":40,"browser_description":41,"text":42},"perjanjian-kerja-bersama-antara-pt-indo-taichen-textile-industry-dengan-fsp-pt-indo-taichen-textile-industry-2016-2018","dff1a558-ea2b-11eb-9782-f23c91080f70","https:\u002F\u002Fcobra.wageindicator.org\u002Fcountries\u002Findonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-indo-taichen-textile-industry-dengan-fsp-pt-indo-taichen-textile-industry-2016-2018\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-indo-taichen-textile-industry-dengan-fsp-pt-indo-taichen-textile-industry-2016-2018\u002F","Perjanjian Kerja Bersama Antara PT. Indo Taichen Textile Industry Dengan FSP PT. Indo Taichen Textile Industry 2016\u002F2018","ba_ID","IDN PT. Indo Taichen Textile Industry - 2016","Indonesia - IDN PT. Indo Taichen Textile Industry - 2016","IDN PT. Indo Taichen Textile Industry - 2016 - Industri\u002Fpabrik pengolahan",{"name":43,"data":44},"PT. INDO TAICHEN TEXTILE INDUSTRY [2016-2018].html","\n\u003C!--?xml version=\"1.0\" encoding=\"UTF-8\"?-->\n\n\n  \u003Cmeta http-equiv=\"content-type\" content=\"text\u002Fhtml; charset=UTF-8\">\n  \u003Ctitle>PKB PT. INDO TAICHEN TEXTILE INDUSTRY\u003C\u002Ftitle>\n  \u003Cmeta name=\"generator\" content=\"Amaya, see http:\u002F\u002Fwww.w3.org\u002FAmaya\u002F\">\n\u003Cscript type=\"text\u002Fjavascript\" src=\"https:\u002F\u002Fgc.kis.v2.scr.kaspersky-labs.com\u002FFD126C42-EBFA-4E12-B309-BB3FDD723AC1\u002Fmain.js?attr=MKY4w9ti0QoL-nDTbkdg5gdGf0sgw59aDYdju7TbbBMPKgKeUqf0iSw8zB25IEaAaOcXEcuo2obIRB4GvqYl6Yx6reLiBIW1AJM5QzSRSNfmEJNRBW0WovY5RfBhNdcdlDFWO6Gc-rQKpy_ovpl7W8DO2Qfr2nQu1bqLX4V-agR30r6UwGWdBqV97SVGVP9SPve4qOHC9nHEFgy162RydnAk14Jf6noaVYnBAEL1x_4JDKcwtawpLmTXBlgvix6QI9o_h84k8hu6KDeDogyByxdVx2AOJ6x9RNCtwXhUYq7r6uXR6obZTGD8DtCWDv-UiAlXaSg7rs2XPu_2rZYo8w\" charset=\"UTF-8\">\u003C\u002Fscript>\n\n\n\u003Ch1>PERJANJIAN KERJA BERSAMA ANTARA PT. INDO TAICHEN TEXTILE INDUSTRY\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Ch1>DENGAN FSP PT. INDO TAICHEN TEXTILE INDUSTRY\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Ch1>PERIODE 2016 - 2018\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Ch2>MUKADIMAH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perjanjian kerja bersama ini bertujuan untuk menjelaskan hak dan kewajiban\nkaryawan dan pengusaha, menetapkan syarat-syarat kerja dan memperkuat hubungan\nkerja dalam perusahaan dalam waktu tertentu, mengatur perbedaan pendapat,\nmelanjutkan dan meningkatkan hubungan kerja sama yang baik antara karyawan dan\npengusaha demi tercipta hubungan industrial yang harmonis dan seimbang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pengusaha dan karyawan menyadari sepenuhnya bahwa keberadaan kegiatan usaha\nadalah merupakan faktor utama untuk memungkinkan bagi perusahaan untuk\nmemperoleh penghasilan melalui modal \u002F investasi yang ditanam dan bagi karyawan\nmerupakan lapangan pekerjaan untuk memperoleh penghasilan melalui pekerjaan\nyang dilakukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Baik pengusaha maupun karyawan sama-sama bertanggung jawab untuk\nmelaksanakan perjanjian kerja bersama ini, pokok-pokok pikiran tersebut\nberdasarkan pada :\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>UUD 1945 Pasal 28 tentang hak berserikat dan berkumpul.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>UU No 18 tahun 1956 tentang ratifikasi konvensi ILO No 98 tentang\n    berlakunya dasar dari pada hak untuk berorganisasi dan berunding\n  bersama.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>UU No 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>UU No 21 tahun 2000 tentang serikat pekerja \u002F buruh.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>Atas dasar-dasar tersebut, maka di susunlah perjanjian kerja bersama ini\nuntuk dilaksanakan oleh kedua belah pihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan tuntunan-nya demi terlaksananya\nperjanjian kerja bersama ini bermanfaat bagi kedua belah pihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB I: UMUM\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 1: ISTILAH – ISTILAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam Perjanjian Kerja Bersama ini yang dimaksud :\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Perusahaan\n    \u003Cp>Ialah PT. Indo Taichen Textile Industry yang disingkat ITTI yang\n    berkedudukan di Jl. Gatot Subroto KM 3 (Kalisabi) Kel. Uwung Jaya Kec.\n    Cibodas Kota Tangerang – Provinsi Banten.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha\n    \u003Cp>Ialah Direksi PT. Indo Taichen Textile Industry serta pejabat yang\n    diberi kuasa untuk bertindak atas nama PT. Indo Taichen Textile Industry\n    (ITTI).\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Serikat Pekerja\n    \u003Cp>Ialah unit kerja Federasi Serikat Pekerja Textile Sandang dan Kulit\n    Serikat Pekerja Seluruh Indonesia PT. Indo Taichen Textile Industry, yang\n    berkedudukan di Jl. Gatot Subroto KM 3 (Kalisabi) Kel. Uwung Jaya Kec.\n    Cibodas Kota Tangerang – Provinsi Banten.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Karyawan\n    \u003Cp>Ialah orang yang mengadakan hubungan kerja dengan perusahaan dan\n    mendapat kewajiban melaksanakan tugas tertentu dengan menerima upah.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Karyawati\n    \u003Cp>Ialah karyawan wanita di perusahaan dimana menurut Perjanjian Kerja\n    Bersama ini mendapat fasilitas hanya untuk dirinya sendiri.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Status Karyawan\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Karyawan Masa Percobaan ialah karyawan yang\n    terikat dalam hubungan kerja dengan perusahaan selama yang bersangkutan\n    menjalani masa percobaan paling lama 3 (tiga) bulan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Karyawan Tetap ialah karyawan yang terikat\n    dalam hubungan kerja dengan perusahaan untuk jangka waktu tidak\n    tertentu.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Istri \u002F Suami Karyawan\n    \u003Cp>Ialah seorang istri \u002F suami yang menikah secara sah menurut hukum yang\n    berlaku dan terdaftar di perusahaan \u002F personalia.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Anak Karyawan\n    \u003Cp>Ialah anak karyawan dari perkawinan yang sah menurut hukum dan terdaftar\n    di Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Keluarga Karyawan\n    \u003Cp>Ialah seorang istri \u002F suami dan anak – anaknya dari perkawinan yang\n    sah menurut hukum yang berlaku dan terdaftar di Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Ahli Waris\n    \u003Cp>Ialah Keluarga atau orang yang ditunjuk oleh karyawan untuk menerima\n    segala pembayaran dalam hal kematian pekerja, jika tidak ada penunjukan\n    ahli waris, maka ahli waris akan ditentukan menurut hukum yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perjanjian Kerja Bersama\n    \u003Cp>Ialah perjanjian kerja yang dibuat antara pengusaha PT. Indo Taichen\n    Textile Industry dan Unit Kerja Federasi Serikat Pekerja Textile Sandang\n    dan Kulit, Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia dan berlaku untuk\n    waktu yang telah disepakati, bagi seluruh karyawan.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Lingkungan Perusahaan\n    \u003Cp>Ialah area Perusahaan sesuai dengan luas tanah nya.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tempat Kerja\n    \u003Cp>Ialah tempat karyawan berada untuk melaksanakan tugas yang diberikan\n    oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Hari kerja\n    \u003Cp>Ialah hari kerja karyawan yang telah ditetapkan hari Senin sampai dengan\n    hari Sabtu.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Jam Kerja\n    \u003Cp>Ialah waktu karyawan berada di tempat kerja yang telah ditetapkan dan\n    melakukan pekerjaannya.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Kerja Shift\n    \u003Cp>Ialah bekerja secara bergilir dengan waktu kerja yang tetap dan teratur\n    sama lamanya dan hari istirahatnya jatuhnya tidak sama dengan karyawan\n    lainnya.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Kerja Lembur\n    \u003Cp>Ialah kerja yang dilakukan diluar jam kerja biasa, mendapat tugas dari\n    perusahaan \u002F atasannya diluar hari dan jam kerjanya dan bukan merupakan\n    pengganti kerja.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Hari Istirahat\n    \u003Cp>Ialah hari dimana karyawan tidak melakukan pekerjaannya karena istirahat\n    mingguan atau istirahat pada hari libur resmi yang ditetapkan oleh\n    pemerintah.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Gaji \u002F Upah\n    \u003Cp>Ialah segala macam imbalan yang diterima oleh karyawan atas pekerjaannya\n    yang terdiri dari gaji \u002F upah pokok dan tunjangan tetap.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Sakit\n    \u003Cp>Ialah terganggunya kesehatan karyawan sehingga tidak dapat melakukan\n    pekerjaan seperti biasanya dan harus dibuktikan oleh surat keterangan\n    Dokter\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Anggota Unit Kerja\n    \u003Cp>Ialah semua karyawan PT. ITTI yang menggabungkan diri dengan Unit Kerja\n    FSPTSK-KSPSI PT. Indo Taichen Textile Industry.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengurus Unit Kerja\n    \u003Cp>Ialah anggota unit kerja FSPTSK-SPSI PT. Indo Taichen Textile Industry\n    yang telah dipilih atau ditunjuk oleh anggota untuk menjadi pengurus Unit\n    Kerja untuk waktu tertentu.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Kecelakaan Kerja\n    \u003Cp>Ialah kecelakaan \u002F musibah yang terjadi selama jam kerja dalam komplek\n    perusahaan, berangkat dan pulang kerja lewat rute semestinya dilalui,\n    termasuk dinas luar.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 2: PIHAK – PIHAK YANG MENGADAKAN PERJANJIAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama ini dibuat antara :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pihak I :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PT. Indo Taichen Textile Industry, berkedudukan di Jl. Gatot Subroto KM 3\n(Kalisabi) Kel. Uwung Jaya Kec. Cibodas Kota Tangerang – Provinsi Banten\ndengan TDP No.30.06.1.1702344.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Diwakili oleh : \u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. James Santoso Djohari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Kiandoko Limarga\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Selanjutnya disebut PENGUSAHA.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pihak II :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Unit Kerja Federasi Serikat Pekerja Textile Sandang dan Kulit Konfederasi\nSerikat Pekerja Seluruh Indonesia dengan Nomor Pencatatan No.: 568.4\u002F3910 yang\nberkedudukan dilokasi PT. Indo Taichen Textile Industry.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Diwakili oleh :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp> 1. Sawaluyo\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Eko Susilo\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Selanjutnya disebut SERIKAT PEKERJA.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 3: LUASNYA PERJANJIAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pada dasarnya Perjanjian Kerja Bersama ini mengatur hal – hal pokok\n    yang bersifat umum dan mengikat kedua belah pihak.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha dan Serikat Pekerja menyadari apabila dalam pelaksanaan\n    Perjanjian Kerja Bersama ini maupun dalam pertumbuhan dan perkembangannya\n    sesuai dengan situasi dan kondisi perlu adanya penyempurnaan, maka kedua\n    belah pihak bersepakat untuk selalu mengadakan musyawarah untuk mencapai\n    mufakat.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan dan Karyawan secara sadar beritikad baik dan bertanggung jawab\n    akan melaksanakan isi Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-coverunion_trigger\">\u003Cli>Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku bagi seluruh karyawan dan\n  perusahaan.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB II: PENGAKUAN DAN JAMINAN BAGI SERIKAT PEKERJA DAN PENGUSAHA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 4: PENGAKUAN HAK – HAK PENGUSAHA DAN SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Fungsi dan tanggung jawab pengusaha adalah mengatur jalannya perusahaan\n    dan mengelola tenaga kerja, tetap mentaati syarat – syarat kerja yang\n    tercantum dalam Perjanjian ini dan peraturan perundangan lainnya yang\n    berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Fungsi Serikat Pekerja adalah mewakili, melindungi, mengayomi anggotanya\n    yang menjadi karyawan perusahaan, baik secara individual maupun kolektif\n    dalam hubungan industrial.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha dan Serikat Pekerja berkewajiban menunjang pelaksanaan\n    perjanjian ini dalam menciptakan ketenangan bekerja bagi karyawan dan\n    ketenangan usaha bagi pengusaha.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 5: PENGAKUAN TERHADAP SERIKAT PEKERJA \u002F PENGURUS UNIT KERJA DAN\nPIMPINAN PERUSAHAAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Serikat Pekerja yang menandatangani Perjanjian Kerja Bersama ini, adalah\n    organisasi pekerja yang sah yang mewakili para anggotanya yang bekerja di\n    Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha tidak akan menghalangi kegiatan dan perkembangan Serikat\n    Pekerja, sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan dan perundangan yang\n    berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha menjamin karyawan yang duduk sebagai Pengurus \u002F Fungsionaris\n    Serikat Pekerja yang terpilih, tidak mendapat tekanan atau diskriminatif\n    karena kegiatannya yang berhubungan dengan fungsinya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Serikat Pekerja menjamin kepada Pengusaha \u002F Pimpinan Perusahaan atau yang\n    mewakilinya berupa :\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Tidak mendapat tekanan dari Serikat Pekerja,\n    baik langsung maupun tidak langsung,\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Tidak mendapat perlakuan serta tindakan yang\n    mengancam keamanan dan keselamatan diri beserta keluarganya dalam\n    menjalankan tugas.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Keanggotaan Serikat Pekerja adalah sukarela, pada dasarnya semua karyawan\n    adalah anggota Serikat Pekerja FSPTSK – SPSI dan secara administratif\n    terdaftar di Sekretariat Unit Kerja, kecuali jabatan yang diatas\n  Manager.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 6: FASILITAS UNTUK SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha akan menyediakan \u002F meminjamkan ruangan untuk Sekretariat\n    Serikat Pekerja, berikut meja, kursi, lemari, papan tulis dalam lingkungan\n    Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila diperlukan, pengusaha dapat meminjamkan ruangan rapat untuk\n    kepentingan perteman yang berkaitan dengan Serikat Pekerja dengan\n    mengajukan permohonan terlebih dahulu ke Pengusaha \u002F Pimpinan\n  Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Penempelan pengumuman, pamflet, bulletin ditempat yang telah disediakan\n    harus mendapat izin \u002F diketahui pengusaha terlebih dahulu.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila sewaktu – waktu ada undangan rapat dari perangkat organisasi\n    atau instansi pemerintah diluar lingkungan perusahaan, maka Pimpinan\n    perusahaan dapat meminjamkan kendaraan untuk keperluan tersebut.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 7: HUBUNGAN SERIKAT PEKERJA DENGAN PENGUSAHA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Dalam segala masalah \u002F persoalan yang menyangkut Serikat Pekerja dan\n    Pengusaha senantiasa diusahakan tercapainya keseragaman pendapat melalui\n    musyawarah mufakat.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dalam hal perbedaan pendapat yang tidak dapat diselesaikan, hal tersebut\n    dapat diteruskan ke Dinas Tenaga Kerja setempat untuk diperantarai.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dalam rangka melaksanakan hubungan industrial, apabila diperlukan\n    Pengusaha dan Serikat Pekerja akan mengadakan pertemuan dengan waktu yang\n    disepakati bersama.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 8: PEMUNGUTAN IURAN \u002F SOKONGAN UNTUK SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha akan membantu Serikat Pekerja dalam melaksanakan pemungutan\n    iuran anggota melalui pemotongan upah \u002F gaji, setelah mendapat surat kuasa\n    dari anggotanya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pemotongan upah tiap bulan disesuaikan dengan bulan iuran anggota.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Salah paham mengenai pemungutan iuran\u002Fdana\u002Fsokongan, tidak menjadi beban\n    pengusaha.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Penyetoran pemungutan iuran anggota oleh Pengusaha, diserahkan kepada\n    Unit Kerja untuk diteruskan ke perangkat organisasinya melalui rekening\n    bank masing – masing.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 9: DISPENSASI BAGI PENGURUS UNIT KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-TRADEUNLEAV_trigger\">\u003Cp>Sebagai realisasi dari pengakuan terhadap Serikat Pekerja, maka kepada\nPengurus Unit Kerja oleh Pengusaha dapat diberikan dispensasi dengan mengajukan\npermohonan dispensasi terlebih dahulu dalam hal :\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Mengatasi dan memecahkan masalah \u002F keluhan pekerja dalam jam kerja, dan\n    mendapat izin dari perusahaan \u002F atasnya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Panggilan oleh perangkat organisasi diatasnya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Panggilan dari instansi pemerintah dan lembaga Negara.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mengikuti rapat – rapat, pendidikan, seminar, konferensi, munas, yang\n    diadakan oleh organisasi pekerja.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fol>\u003C\u002Fdiv>\u003Col>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB III: KETENAGAKERJAAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 10: PENERIMAAN DAN PENGANGKATAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Penerimaan Karyawan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.1 Penerimaan karyawan baru disesuaikan dengan\nkebutuhan perusahaan dan pengaturan serta penempatannya menjadi wewenang\npengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.2 Syarat – syarat penerimaan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">a. Mengajukan surat lamaran kerja lengkap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">b. Sehat jasmani dan rohani (dibuktikan dengan surat\nketerangan dokter).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">c. Umur serendah – rendahnya 18 tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">d. Pendidikan serendah – rendahnya Sekolah\nMenengah Tingkat Atas \u002F Sederajat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">e. Lulus test yang diadakan oleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">f. Bersedia membuat Perjanjian Kerja Perorangan\ndengan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">g. Penerimaan karyawan baru tidak boleh ada hubungan\nkeluarga langsung dengan karyawan, kakak – adik, suami – istri, kecuali\nperkawinan antar karyawan Indo Taichen, (sudah berlaku sejak tahun 2004).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">h. Apabila karyawan telah memasuki usia pensiun\n(minimal usia 50 tahun \u002F masa kerja 20 tahun) maka mendapat prioritas untuk\nmemasukan 1 (satu) orang anak kandungnya menjadi karyawan sesuai prosedur\npenerimaan karyawan baru.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Masa Percobaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrialperiod\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrial\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Bagi yang memenuhi syarat dapat diterima sebagai\nKaryawan Masa Percobaan dengan menjalani masa percobaan maksimum 3 bulan sejak\nmasuk kerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Selama masa Percobaan, apabila yang bersangkutan\ndianggap tidak memenuhi syarat, maka kedua belah pihak dapat memutuskan\nhubungan kerja tanpa syarat, dengan pemberitahuan sehari sebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pengangkatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Karyawan yang menyelesaikan masa percobaan dengan baik, dapat diangkat\nsebagai karyawan tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Status Karyawan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Karyawan Masa Percobaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Karyawan Tetap \u002F PKWTT (Perjanjian Karyawan\nWaktu Tidak Tertentu).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 11: MUTASI DAN PROMOSI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Untuk kelancaran kegiatan perusahaan, Pengusaha mempunyai kewenangan\nuntuk menentukan pembagian pekerjaan dan Mutasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Mutasi \u002F Pemindahan karyawan dari satu departemen ke departemen lain\nditetapkan oleh perusahaan dan disampaikan kepada yang bersangkutan dengan\nmempertimbangkan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Perencanaan Sumber Daya Manusia di\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Kompetensi yang dibutuhkan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Mutasi tidak mempengaruhi nilai upah yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pengusaha akan selalu memperhatikan kemampuan, kecakapan, keahlian\nkaryawan untuk dapat dipertimbangkan mengisi \u002F promosi pada lowongan jabatan\ndiatasnya apabila memenuhi syarat sesuai penilaian pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 12: HARI KERJA, ISTIRAHAT MINGGUAN, HARI LIBUR\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SCHEDULE_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-schedulesrestpw\">\u003Cli>Hari Kerja yang berlaku diperusahaan ialah 6 (enam) hari dalam seminggu\n    yaitu, hari Senin s\u002Fd Sabtu.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Untuk dinas shift, hari kerjanya diatur tersendiri, setiap bekerja 6 hari\n    berturut – turut diberikan istirahat mingguan 1 (satu) hari, untuk\n    sementara ini istirahat mingguan jatuh pada hari Minggu.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Hari Libur Resmi, hari Raya yang telah ditetapkan oleh pemerintah, tidak\n    bekerja dengan mendapat upah.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 13: WAKTU KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday_select\">\u003Cp>1. Waktu kerja ditentukan 7 (tujuh) jam sehari dan 40 (empat puluh) jam\nseminggu untuk 6 (enam) hari kerja dalam 1 (satu) minggu atau 8 (delapan) jam\nsehari dan 40 (empat puluh) jam seminggu untuk 5 (lima) hari kera dalam 1\n(satu) minggu.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. a. Jam kerja untuk dinas normal\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol style=\"width: 100%\">\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>6 Hari Kerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>5 Hari Kerja\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Senin s\u002Fd Jumat: Jam 08:00 – 16:00 (istirahat 60 menit)\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Senin s\u002Fd Jumat: Jam 08:00 – 17:00 (istirahat 1 jam)\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Sabtu: Jam 08:00 – 13:00 (tanpa istirahat)\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\n\n        \u003Cp>Sabtu: Libur\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Jam kerja untuk non shift yang berkaitan dengan produksi :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>6 Hari Kerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>5 Hari Kerja\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Senin s\u002Fd Jumat: Jam 07:00 – 15:00 (istirahat 60 menit)\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Senin s\u002Fd Jumat: Jam 08:00 – 17:00 (istirahat 60 menit)\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Sabtu: Jam 07:00 – 12:00 (tanpa istirahat)\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\n\n        \u003Cp>Sabtu: Libur\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Jam kerja untuk dinas regu \u002F shift :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>6 Hari Kerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>5 Hari Kerja\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Senin s\u002Fd Jumat:\n\n        \u003Cp>Shift I Jam 07:00 – 15:00\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>(istirahat 60 menit)\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Senin s\u002Fd Jumat:\n\n        \u003Cp>Shift I Jam 07:00 – 16:00\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>(istirahat 60 menit)\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Shift II Jam 15:00 – 23:00\n\n        \u003Cp>(istirahat 60 menit)\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Shift II Jam 15:00 – 24:00\n\n        \u003Cp>(istirahat 60 menit)\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Shift III Jam 23:00 – 07:00\n\n        \u003Cp>(istirahat 60 menit)\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Shift III Jam 23:00 – 07:30\n\n        \u003Cp>(istirahat 30 menit)\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Sabtu:\n\n        \u003Cp>Shift I Jam 07:00 – 12:00\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>(tanpa istirahat)\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Sabtu: Libur\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Shift II Jam 12:00 – 17:00\n\n        \u003Cp>(tanpa istirahat)\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Shift III Jam 17:00 – 22:00\n\n        \u003Cp>(tanpa istirahat)\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. a. Waktu istirahat ialah waktu yang dipergunakan oleh karyawan untuk\nistirahat dan diatur secara bergantian serta kembali ketempat kerja tepat pada\nwaktunya, dengan ketentuan tidak melebihi waktu istirahat 60 menit.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Karyawan yang meninggalkan komplek perusahaan pada jam istirahat memakai\nkendaraan harus mendapat surat izin keluar dari atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Karyawan yang meninggalkan komplek perusahaan pada jam istirahat, harus\nmendapat izin tertulis dari atasannya \u002F Manager, Asst. Manager.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Karyawan yang terlambat masuk kerja lebih dari 10 menit, tidak\ndiperkenankan masuk kerja dan namanya dicatat di buku karyawan terlambat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. a. Dalam melaksanakan pergantian shift dengan shift berikutnya, karyawan\nyang akan meninggalkan pekerjaannya harus melakukan serah terima tugas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Apabila karyawan pengganti belum datang ditempat kerja pada waktu yang\ntelah ditentukan, maka yang bersangkutan harus melapor kepada atasannya, apakah\nditeruskan tugas atau pulang (kalau diteruskan termasuk kerja lembur).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Setiap karyawan yang bermaksud meninggalkan pekerjaannya pada waktu jam\n– jam kerja untuk keperluan pribadi, maka terlebih dahulu harus mendapat izin\ntertulis dari atasannya \u002F Manager, Asst. Manager.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. a. Apabila karyawan tidak masuk kerja karena sakit \u002F terganggu\nkesehatannya, maka harus memberikan surat pemberitahuan kepada Manager \u002F Asst.\nManager departemen masing – masing dan selanjutnya harus dibuktikan dengan\nSurat Keterangan Dokter berikut copy resep obat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Apabila karyawan tidak masuk kerja tanpa pemberitahuan dan alasan yang\nsah dan tanpa izin maka dianggap mangkir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 14: KERJA LEMBUR\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Kerja lembur adalah melakukan pekerjaan melebihi jam kerja yang telah\n    ditetapkan atau melakukan pekerjaan pada hari libur resmi \u002F hari istirahat\n    mingguan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Melakukan pekerjaan lembur harus mendapat tugas \u002F perintah dari atasannya\n    \u002F Manager, Asst. Manager dan atau pengumuman perusahaan serta dapat berubah\n    sewaktu – waktu sesuai dengan sifat dan kebutuhan masing – masing\n    departemen.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Karyawan yang ditunjuk untuk kerja lembur tidak boleh menolak tanpa\n    alasan yang kuat dan dapat diterima oleh atasannya, walaupun pada dasarnya\n    kerja lembur tidak dipaksa.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila waktu kerja lembur akan meninggalkan pekerjaannya harus mendapat\n    izin dari atasannya \u002F Manager, Asst. Managernya.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IV: PENGUPAHAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 15: SISTEM PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAYSCALES_trigger\">\u003Cp>1. Perusahaan menetapkan besarnya gaji \u002F upah secara berjenjang dengan\nmempertimbangkan masa kerja masing – masing karyawan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Komponen Upah :\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Upah Pokok\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tunjangan Jabatan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Premi Hadir\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Premi Shift\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tambahan Shift 3 (tiga)\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">a. Upah Pokok\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">Upah Pokok diberikan sesuai standar gaji yang\nditetapkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">b. Tunjangan Jabatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">Tunjangan Jabatan hanya diberikan kepada karyawan\nyang mempunyai jabatan struktural dan berlaku selama memegang jabatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">c. Premi Hadir\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">Premi Hadir diberikan setiap 1 (satu) minggu sebesar\nRP.50.000. Apabila dalam 1 (satu) minggu terdapat tidak masuk kerja 1 (satu)\nhari, maka Premi Hadir hangus.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">d. Premi Shift\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">Premi Shift diberikan kepada karyawan yang bekerja\npada shift II dan III. Besarnya Premi Shift yang diberikan diatur berdasarkan\nkesepakatan bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-NOCTPREM_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-shiftallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-shiftallowanceamount1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-shiftallowancetype1\">\u003Cp style=\"margin-left:4em\">e. Tambahan Shift 3 (tiga)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">Tambahan Shift-3 (tiga) diberikan kepada karyawan\nyang masuk kerja pada shift 3 sebesar Rp.2.000 (dua ribu rupiah) per hari.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3. Tempat pembayaran upah di kantor perusahaan melalui transfer ke nomor\nrekening masing – masing karyawan di Bank BCA.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Yang berhak menerima upah adalah pekerja sendiri, kecuali yang\nbersangkutan berhalangan, dapat diterimakan kepada orang lain dengan surat\nkuasa dari yang bersangkutan dibuat bermaterai cukup.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 16: KENAIKAN UPAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasetype2\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasefirmperformance\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-STRUCINCR_trigger\">\u003Cp>1. Kenaikan upah \u002F gaji standar terendah berpatokan pada UMK dan UMS Kota\nTangerang.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 17: UPAH LEMBUR\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-OVERTIME_trigger\">\u003Cp>1. Perhitungan Upah Lembur :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype_general\">\u003Cp>a. Hari Kerja Biasa :\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1_general\">\u003Cli>Jam kerja lembur pertama dibayarkan 1 ½ x upah per jam.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype\">\u003Cli>Jam kerja lembur selebihnya dibayarkan 2 x upah per jam.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowanceperc1\">\u003Cp>b. Hari Istirahat mingguan, hari Libur Resmi :\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Jam kerja ke – 1 s\u002Fd 7 dibayarkan 2 x upah per jam.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Jam kerja ke – 8 dibayarkan 3 x upah per jam.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Jam kerja ke – 9 ke-atas dibayarkan 4 x upah per jam.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>c. Apabila hari libur resmi jatuh pada hari kerja terpendek perhitungan upah\nlembur :\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Jam kerja ke - 1 s\u002Fd 5 dibayarkan 2 x upah per jam.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Jam kerja ke – 6 dibayarkan 3 x upah per jam.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Jam kerja ke – 7 s\u002Fd 8 dibayarkan 4 x upah perj jam.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>2. Perhitungan upah per jam :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1 x upah sebulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>173\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Yang termasuk perhitungan upah lembur :\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Upah pokok, Tunjangan Jabatan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>4. Pembayaran upah lembur bersamaan dengan pembayaran Upah \u002F Gaji.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 18: TUNJANGAN HARI RAYA KEAGAMAAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusdate\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE_trigger\">\u003Cp>1. Tunjangan Hari Raya Keagamaan diberikan sekali dalam satu tahun,\nselambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sebelum hari Raya Idhul Fitri.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Besarnya THR sebagai berikut : (PER MEN No. 04 tahun 1994)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Masa Kerja dibawah satu tahun, diberikan\nproposional, yaitu :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Masa Kerja x upah sebulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">12\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusperc1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype2\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Masa Kerja 1 s\u002Fd 3 tahun diberikan 1 (satu)\nbulan upah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Masa Kerja diatas 3 tahun s\u002Fd 6 tahum diberikan 1\nbulan + 25% upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Masa Kerja diatas 10 tahun diberikan 1 bulan +\n75%.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB V: JAMINAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 19: JAMINAN SOSIAL\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Seluruh karyawan dipertanggungkan ke BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan\nSosial) Ketenagakerjaan dan BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan\nsesuai UU 24\u002F2011 meliputi :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Jaminan Kematian (JK), iuran dibayar oleh\nPerusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilityfund\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Jaminan Kecelakaan Kerja (JK), iuran dibayar\noleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Jaminan Hari Tua (JHT), iuran dibayar oleh :\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Karyawan= 2% (dua persen)\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Perusahaan= 3.7% (tiga koma tujuh persen)\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-pensionfund\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Jaminan Pensiun (JP), iuran dibayar oleh :\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Karyawan= 1% (satu persen)\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Perusahaan= 2% (dua persen)\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Jaminan Kesehatan, iuran dibayar oleh :\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Karyawan= 1% (satu persen)\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Perusahaan= 4% (empat persen)\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurancerelatives\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurance\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccessrelatives\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccess\">\u003Cp>2. Untuk memelihara Kesehatan para karyawan dan keluarganya (Istri \u002F Suami,\nanak 3 orang) dipertanggungkan ke BPJS Kesehatan untuk segala Tindakan medis\n(berobat jalan, rawat inap, operasi, gigi, mata dan lain – lain) sesuai\ndengan ketentuan yang telah diatur.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3. Setiap karyawan memiliki kartu pemeliharaan Kesehatan yang dikeluarkan\noleh BPJS Kesehatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Tata cara penggunaan kartu pemeliharaan Kesehatan sesuai dengan prosedur\nyang ditetapkan oleh BPJS Kesehatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 20: UPAH SELAMA SAKIT\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Apabila karyawan sakit dan dapat dibuktikan dengan surat keterangan\n    istirahat oleh Dokter, maka upahnya dibayar.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila karyawan sakit dan mengirim surat pemberitahuan ke Perusahaan\n    maka dianggap izin dan upahnya tidak dibayar pada hari tidak masuk\n  kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Selama tidak masuk kerja karena sakit sesuai keterangan dokter, karyawan\n    tidak dibenarkan mengadakan perjalanan keluar daerah\u002Fpulang kampung. Kalau\n    terbukti melakukannya, maka surat keterangan dokter batal dan dianggap\n    mangkir.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspayperc\">Apabila karyawan sakit dalam waktu yang lama dan dapat dibuktikan dengan\n    surat keterangan dokter, maka upahnya dibayar sbb :\n    \u003Cp>a. Selama 4 bulan Pertama – dibayar 100% dari upah sebulan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>b. Selama 4 bulan Kedua – dibayar 75% dari upah sebulan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>c. Selama 4 bulan Ketiga – dibayar 50% dari upah sebulan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>d. Untuk selanjutnya dibayar 25% dari upah sebulan, sebelum Pemutusan\n    Hubungan Kerja dilaksanakan oleh Pengusaha.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdaysnr\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdays\">\u003Cli>Apabila karyawan sakit terus menerus lewat dari 12 bulan, sesuai dengan\n    surat keterangan dokter bahwa yang bersangkutan tidak dapat melaksanakan\n    tugasnya, maka perusahaan dapat memutuskan hubungan kerja sesuai UU\n    No.13\u002F2003.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 21: UPAH SELAMA SAKIT TIDAK DIBAYAR\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Penyakit yang terjadi akibat dari penyalahgunaan obat terlarang atau\n    physico tropica.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Penyakit kelamin dan akibatnya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengobatan dalam hal karyawan menolak dan tidak mematuhi petunjuk\n  dokter.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 22: MAKAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-mealvouchers\">\u003Cli>Perusahaan memberikan fasilitas makan kepada karyawan yang masuk kerja,\n    satu kali dalam satu shift di kantin perusahaan dengan mendapat kupon\n  makan.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Nilai kupon makan ditentukan oleh perusahaan dan kupon makan tidak dapat\n    diuangkan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menu makan disesuaikan dengan kebutuhan gizi yang layak dikonsumsi.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 23: TRANSPORTASI\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Perusahaan menyediakan fasilitas kendaraan pada waktu masuk dan pulang\n    kerja dengan trayek Jl. Gatot Subroto depan Tip Top Swalayan – Pabrik\n  PP.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila sewaktu – waktu kendaraan mengalami kerusakan, maka karyawan\n    tetap masuk kerja.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 24: REKREASI\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Perusahaan memberikan kesempatan rekreasi kepada karyawan bersama\n    keluarga sekali dalam satu tahun sesuai kemampuan perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Keluarga karyawan yang dapat ikut serta adalah seorang istri \u002F suami dan\n    2 (dua) orang anak yang terdaftar di departemen Personalia.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tempat dan tujuan yang menyangkut penyelenggaraan kegiatan rekreasi\n    diserahkan kepada serikat pekerja.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 25: OLAH RAGA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Untuk meningkatkan kegairahan kerja dan Kesehatan karyawan, perusahaan\n    membantu kegiatan olahraga sesuai kondisi perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dalam pelaksanaannya, diatur sedemikian rupa baik menyangkut fasilitas\n    dan jadwal Latihan agar tidak mengganggu pekerjaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengelolaanya diserahkan kepada Serikat Pekerja.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 26: KOPERASI\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Dalam rangka usaha meningkatkan kesejahteraan karyawan, pengusaha\n    membantu kegiatan koperasi karyawan serta membina semangat gotong royong\n    dan kebersamaan diantara karyawan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Untuk mendukung kelancaran kegiatan koperasi karyawan, perusahaan\n    menyediakan fasilitas tempat \u002F ruangan, sesuai kondisi perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan bersedia membantu pemotongan Simpanan Wajib anggota\n  Koperasi.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Koperasi didalam melakukan usahanya dibawah pengawasan dari PUK FSPTSK\n    – SPSI PT. Indo Taichen Textile Industri.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 27: KELUARGA BERENCANA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam rangka ikut serta mendukung program pemerintah di bidang Keluarga\nBerencana, maka perusahaan akan membantu memotivasi keikutsertaan karyawan\ndalam program Keluarga Berencana.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 28: TEMPAT IBADAH\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha menyediakan tempat ibadah \u002F masjid bagi karyawan yang beragama\n    Islam untuk sholat. Pada hari Jumat bagi karyawan laki-laki diberikan\n    kesempatan untuk Sholat Jumat mulai jam 11.30 – 13.00 di Masjid\n    Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bagi karyawan yang melaksanakan ibadah Haji diberikan dispensasi selama\n    maksimal 40 hari.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 29: BANTUAN KEMATIAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Apabila karyawan meninggal dunia bukan karena kecelakaan kerja, maka\nkepada keluarganya atau ahli warisnya Perusahaan akan memberikan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Upah penuh pada bulan yang berjalan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpayamount\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpaytype\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Uang duka yang besarnya sesuai ketentuan pasal\n166 (UU No. 13 Th 2003).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpay\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Jaminan Kematian (program BPJS\nKetenagakerjaan).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>PASAL 30: PAKAIAN SERAGAM KERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Setiap karyawan diberikan pakaian seragam kerja sebagai inventaris setiap\n    ½ tahun satu kali sebanyak 2 stel.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengukuran seragam berikutnya setelah 12 bulan pembagian seragam.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 31: PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAN PELATIHAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-trainingprogrammes\">\u003Cli>Untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan karyawan, perusahaan akan\n    mengadakan pelatihan dan penyuluhan.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Semua karyawan yang ditunjuk, wajib mengikuti pelatihan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pelatihan dilaksanakan diluar jam kerja.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch2>BAB VI: ISTIRAHAT MINGGUAN \u002F HARI LIBUR RESMI \u002F CUTI TAHUNAN \u002F CUTI HAMIL \u002F\nGUGUR KANDUNGAN \u002F HAID \u002F IZIN MENINGGALKAN PEKERJAAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 32: ISTIRAHAT MINGGUAN DAN HARI LIBUR RESMI\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Karyawan yang telah bekerja 6 hari berturut – turut, diberikan\n    Istirahat mingguan satu hari.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-bankholidays1\">\u003Cli>Pada hari libur resmi yang ditetapkan oleh Pemerintah, karyawan\n    dibebaskan untuk tidak bekerja dengan mendapat upah, kecuali dalam hal\n    tertentu \u002F teknis Perusahaan memerlukan karyawan untuk tetap bekerja dengan\n    dihitung lembur.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 33: CUTI TAHUNAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysweeks\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysdays\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAIDLEAV_trigger\">\u003Cli>Setiap karyawan yang telah bekerja 12 bulan terus menerus terhitung sejak\n    saat dipekerjakan, berhak mendapat cuti Tahunan selama 12 hari kerja dengan\n    mendapat upah.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Pelaksanaan Cuti Tahunan sebagai berikut :\n    \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysfixed\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysfixeddays\">\u003Cp>a. Cuti massal waktu Hari Raya Idul Fitri (maksimum 9 hari)\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n    \u003Cp>b. Sisa cuti diambil sendiri-sendiri.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap karyawan yang akan mengambil Cuti Tahunan harus mengajukan\n    permohonan seminggu sebelumnya kepada Pimpinan Perusahaan melalui\n    departemen masing-masing, kecuali dalam situasi mendesak \u002F darurat.\n    Permohonan Cuti Tahunan harus diajukan sendiri tidak boleh diwakilkan oleh\n    orang lain.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila setelah waktu 6 bulan sejak keluarnya hak cuti tersebut masih ada\n    sisa harinya, maka sisa tersebut dapat diuangkan pada bulan berikutnya.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 34: DISPENSASI HAMIL \u002F GUGUR KANDUNGAN \u002F HAID\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Setiap karyawan wanita yang hamil harus melaporkan kehamilannya ke\n    Personalia disertai surat keterangan dari dokter atau bidan yang\n  merawatnya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleavepayperc\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleavepay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleave\">\u003Cli>Karyawan wanita yang akan melahirkan, berhak atas Dispensasi Hamil selama\n    1 ½ bulan sebelum melahirkan dan 1 ½ bulan setelah melahirkan, dengan\n    mendapat upah.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Karyawan wanita yang menggunakan Dispensasi Hamil harus mengajukan\n    permohonan kepada Pimpinan Perusahaan dengan disertai Surat Keterangan\n    Dokter atau Bidan yang merawatnya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityotherclause\">\u003Cli>Karyawan wanita yang gugur kandungan berhak atas Dispensasi selama 1 ½\n    bulan terhitung mulai keguguran dengan disertai Surat Keterangan Dokter \u002F\n    Bidan yang merawat, dengan mendapat upah (apabila sudah melapor tentang\n    kehamilannya).\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-menstruationleave\">\u003Cli>Karyawan wanita tidak diwajibkan bekerja pada hari pertama dan kedua\n    waktu haid, dengan mendapat upah. Bagi mereka yang tidak masuk kerja karena\n    haid harus mendapat izin dari atasan \u002F Manager, Asst. Manager.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Apabila karyawan wanita yang masuk kerja selama satu bulan penuh, maka\n    Pengusaha memberikan uang Kompensasi haid sebesar upah 2 hari kerja.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 35: DISPENSASI MENINGGALKAN PEKERJAAN DENGAN MENDAPAT UPAH\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleavepay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleavepayperc\">Perusahaan dapat memberikan dispensasi meninggalkan pekerjaan kepada\n    karyawan dengan mendapat upah, apabila :\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Pernikahan karyawan sendiri\n    ……………………………….. 3 hari\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Pernikahan Anak Karyawan\n    ………………………………... 2 hari\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Mengkhitan Anak Karyawan\n    ……………………………….. 2 hari\u003C\u002Fp>\n    \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleave\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Istri Karyawan melahirkan \u002F gugur kandungan\n    ………...…... 2 hari\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Membaptiskan Anak Karyawan\n    ……………………………. 2 hari\u003C\u002Fp>\n    \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelatives\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelativesleave\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Istri \u002F Suami \u002F Anak \u002F Orang Tua \u002F Mertua\n    meninggal dunia .. 3 hari\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Saudara Kandung karyawan yang meninggal dunia\n    .............. 2 hari\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Nenek \u002F Kakek \u002F Orang serumah karyawan yang\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Meninggal\n    dunia…………………….………………………. 1 hari\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Sebelum meninggalkan pekerjaannya harus mendapat Surat Izin terlebih\n    dahulu dari atasan \u002F Manager, Asst. Manager masing-masing.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Atas pertimbangan pimpinan perusahaan, izin meninggalkan pekerjaan diluar\n    ketentuan tersebut diatas dapat diberikan tanpa dibayar upah.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch2>BAB VII: KESELAMATAN KERJA DAN PERLENGKAPAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 36: PERLINDUNGAN DAN KESELAMATAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetypolicy\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-code_application\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-protectiveclothing\">\u003Cli>Untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja yang tidak diinginkan, setiap\n    karyawan wajib mentaati peraturan dan ketentuan kerja yang dikeluarkan\n    perusahaan. Perusahaan akan menyediakan alat-alat tertentu guna terciptanya\n    perlindungan kerja, keselamatan dan kesehatan kerja sesuai dengan UU No. 1\n    Tahun 1970.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Mesin – mesin dan alat – alat lainnya sebelum dijalankan terlebih\n    dahulu diperiksa dengan teliti, setelah dipastikan tidak ada kerusakan atau\n    gejala yang menimbulkan bahaya barulah dijalankan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tempat kerja harus dijaga dan dipelihara kebersihannya, dan tidak\n    meletakkan benda lain yang bukan pada tempatnya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila terjadi suatu keadaan yang dapat menimbulkan bahaya kebakaran\n    atau kecelakaan atau hal lain yang berbahaya, karyawan harus bekerja sama\n    untuk berusaha mengamankannya dan melapor kepada atasannya.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 37: PAKAIAN DAN PERLENGKAPAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pada waktu jam kerja, karyawan wajib memakai Seragam Kerja dan Kartu\n    Tanda Pengenal yang diberikan oleh Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Alat – alat perlengkapan kerja disediakan oleh Perusahaan, dan\n    dipergunakan oleh Karyawan sesuai kebutuhannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila karyawan mengundurkan diri \u002F berhenti wajib mengembalikan\n    perlengkapan Inventaris yang dipinjamkan oleh Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 38: KECELAKAAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilitypay\">\u003Cp>Apabila karyawan mendapat kecelakaan kerja pada waktu menjalankan tugas dan\ndalam perjalanan berangkat dan pulang kerja (sesuai rute yang semestinya), maka\nperusahaan akan menjamin biaya pengobatan \u002F perawatannya dan selanjutnya akan\ndiklaim ke BPJS Ketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VIII: TATA TERTIB\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 39: KEWAJIBAN – KEWAJIBAN KARYAWAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Setiap karyawan harus telah hadir di tempat kerja masing – masing 15\n    menit sebelum waktunya, demikian juga pada waktu pulangnya 15 menit setelah\n    waktunya dan melaksanakan serah terima tugas kepada penggantinya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap karyawan wajib mengisi absensi sidik jari pada saat mau masuk\n    kerja dan saat pulang kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap karyawan wajib mematuhi petunjuk – petunjuk atau instruksi yang\n    diberikan oleh atasannya atau pimpinan perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap karyawan wajib melaksanakan seluruh tugas dan kewajiban yang\n    diberikan kepadanya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap karyawan wajib menjaga serta memelihara dengan baik semua milik\n    perusahaan dan segera melaporkan kepada atasannya \u002F pimpinan perusahaan\n    apabila mengetahui hal – hal yang dapat menimbulkan bahaya atau kerugian\n    perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap karyawan wajib memelihara dan memegang teguh rahasia perusahaan\n    terhadap siapapun mengenai segala hal yang diketahuinya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap karyawan wajib melapor kepada pimpinan perusahaan apabila terjadi\n    perubahan alamat tempat tinggal, perkawinan, kelahiran, perceraian,\n    kematian dan perubahan lain yang perlu untuk administrasi perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap karyawan wajib memeriksa alat – alat, mesin – mesin dan bagian\n    lainnya sebelum mulai bekerja atau meninggalkan pekerjaannya sehingga benar\n    – benar tidak akan menimbulkan bahaya, kerusakan yang mengganggu\n    pekerjaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap karyawan wajib memakai pakaian seragam kerja, sepatu, dan kartu\n    pengenal yang telah diberikan oleh perusahaan setiap hari Senin s\u002Fd Jumat.\n    Khusus hari Sabtu tidak memakai seragam kerja tetapi memakai pakaian\n    seragam bebas rapi dan tetap memakai kartu pengenal.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 40: LARANGAN – LARANGAN BAGI KARYAWAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Setiap karyawan dilarang membawa \u002F menggunakan barang – barang \u002F alat\n    – alat milik perusahaan keluar dari lingkungan perusahaan tanpa izin\n    Manager \u002F Asst. Manager yang berwenang \u002F Pimpinan Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap karyawan dilarang melakukan pekerjaan yang bukan tugasnya dan\n    tidak diperbolehkan memasuki ruangan lain yang bukan bagiannya, kecuali\n    atas perintah \u002F izin atasannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap karyawan dilarang memperjual \u002F memperdagangkan barang – barang\n    berupa apapun di lingkungan perusahaan, kecuali koperasi karyawan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap karyawan dilarang mengedarkan daftar sokongan, menempel poster dan\n    pengumuman lainnya tanpa izin Pimpinan Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap karyawan dilarang minum minuman keras, mabuk, berjudi, membawa\n    senjata tajam, senjata api, bahan peledak (Bom) dan membawa, menyimpan dan\n    menggunakan narkotika di lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap karyawan dilarang bertengkar, berkelahi, dengan sesama karyawan\n    atau pimpinan perusahaan dalam lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap karyawan dilarang merokok dalam komplek Perusahaan, kecuali di\n    tempat yang telah disediakan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap karyawan dilarang makan dalam ruangan pabrik \u002F ruangan produksi \u002F\n    kantin pada jam kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap karyawan dilarang memotret ruangan pabrik, mesin – mesin tanpa\n    izin pimpinan perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap karyawan dilarang tidur waktu jam kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap karyawan dilarang melakukan corat – coret dalam komplek\n    perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap karyawan dilarang mengancam teman sekerja atau atasannya baik\n    dalam jam kerja maupun diluar jam kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap karyawan dilarang melakukan perbuatan asusila dalam komplek\n    perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap karyawan laki – laki dilarang berambut panjang \u002F gondrong,\n    mewarnai rambut, memakai anting, tindik, membotakan kepala.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dilarang menukar kupon makan ke koperasi karyawan pada jam kerja.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IX: SANKSI – SANKSI TERHADAP PELANGGARAN PERATURAN DAN TATA -\nTERTIB\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 41: SANKSI – SANKSI DAN PERINGATAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Setiap karyawan yang melakukan pelanggaran peraturan dan tata – tertib\n    dapat dikenakan sanksi peringatan, skorsing dan pemutusan hubungan kerja.\n    \u003Cp>Peringatan berupa :\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>Peringatan lisan\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Surat peringatan pertama(SP I).\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Surat peringatan kedua (SP II).\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Surat peringatan terakhir(SP III).\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Surat peringatan tidak perlu diberikan menurut urutannya, tetapi dinilai\n    dari klasifikasi kesalahannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila karyawan sudah mendapat Surat Peringatan Terakhir (SP III) masih\n    melakukan pelanggaran \u002F kesalahan lagi maka kepada karyawan bersangkutan\n    dikenakan sanksi pemutusan hubungan kerja, sesuai UU No. 13 \u002F 2003.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 42: PERINGATAN LISAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Mengingkari tugas lembur yang telah disepakati sebelumnya tanpa ada\n    alasan yang jelas.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Meninggalkan tugas pekerjaannya sebelum karyawan penggantinya hadir\n    ditempat tugas (serah terima tugas bagi karyawan shift).\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Membawa \u002F membaca buku, majalah, koran atau bacaan lainnya yang tidak ada\n    hubungannya dengan pekerjaan pada jam kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Terlambat hadir ditempat kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menggunakan HP \u002F alat komunikasi dan alat elektronik lainnya pada waktu\n    jam kerja di ruang produksi, kecuali untuk keperluan tugas kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Peringatan lisan berlaku untuk seluruh karyawan level operator s\u002Fd\n    Manager.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 43: SURAT PERINGATAN PERTAMA (SP I)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Surat Peringatan Pertama (SP I) diberikan kepada karyawan yang melakukan\npelanggaran Tata-tertib perusahaan \u002F PKB sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Terlambat masuk kerja dan terlambat masuk istirahat sebanyak 7 kali dalam\n    waktu satu bulan, lebih maksimal 10 menit dari waktu masuk kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Meninggalkan pekerjaan waktu jam kerja atau waktu kerja lembur, tanpa\n    izin atasannya \u002F Manager, Asst. Manager.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tidur waktu jam kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tidak memakai pakaian seragam dan tanda pengenal yang diberikan oleh\n    perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Melakukan corat – coret dalam komplek perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tidak masuk kerja tanpa izin \u002F mangkir selama 2 (dua) hari berturut-turut\n    atau 2 (dua) hari dalam satu bulan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mencari keuntungan dengan membungakan uang dalam komplek perusahaan atau\n    melakukan jual beli ditempat kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Melampaui batas izin \u002F cuti yang diberikan oleh perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Melakukan kesalahan dalam bekerja sehingga menimbulkan kerugian\n  produksi.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Meninggalkan tempat kerja tanpa izin di waktu kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mengulangi kesalahan setelah mendapat teguran tertulis pada bulan\n    berikutnya.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>Surat Peringatan Pertama (SP I) dikeluarkan oleh Manager \u002F Asst. Manager\nmasing-masing dengan tembusan ke Personalia dan Direktur terkait.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Surat Peringatan I berlaku selama 6 (enam) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 44: SURAT PERINGATAN KEDUA (SP II)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Surat Peringatan Kedua (SP II) diberikan kepada karyawan yang melakukan\npelanggaran Tata-tertib Perusahaan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Melakukan pelanggaran lagi seperti Pasal – 43 selama SP I masih\n  berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menggunakan alat-alat milik perusahaan tanpa izin atasannya \u002F Manager,\n    Asst. Manager, sehingga mengakibatkan kerusakan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Membuat gambar instalasi pabrik, memotret mesin-mesin dan ruangan tanpa\n    izin Pimpinan Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bertindak ceroboh \u002F lalai dalam melaksanakan tugas kerja, sehingga\n    menimbulkan gangguan proses kerja, kerusakan mesin-mesin dan kerugian hasil\n    produksi (kesalahan sedang).\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tidak masuk kerja tanpa izin \u002F mangkir selama 2 (dua) hari berturut-turut\n    atau 3 (tiga) hari dalam satu bulan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mencoret, merobek, mencabut pengumuman resmi yang dikeluarkan oleh\n    Perusahaan dan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Semua pelanggaran yang termasuk kesalahan sedang yang telah ditetapkan\n    oleh masing-masing departemen.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>Surat Peringatan Kedua (SP II) berlaku selama 6 (enam) bulan. Surat\nPeringatan Kedua (SP II) ini dikeluarkan oleh Manager \u002F Asst. Manager\nmasing-masing dengan tembusan ke Personalia, Direktur dan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 45: SURAT PERINGATAN TERAKHIR (SP III)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Surat Peringatan Terakhir (SP III) diberikan kepada karyawan yang melakukan\npelanggaran Tata-Tertib Perusahaan (PKB) sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Melakukan kesalahan lagi seperti Pasal 43, Pasal 44 selama SP II masih\n    berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dengan sengaja melakukan pelanggaran standar kerja, sehingga menimbulkan\n    kerugian yang besar yang mengganggu proses produksi.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Membuat atau merubah pakaian Seragam Kerja, Tanda Pengenal, Surat\n    Keterangan Pribadi yang dikeluarkan oleh Perusahaan untuk digunakan oleh\n    orang lain yang tidak berhak atau untuk disalahgunakan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Melakukan propaganda \u002F menyebarkan isu yang tidak benar, menghasut, yang\n    mengakibatkan kekacauan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Membawa masuk dalam komplek perusahaan senjata tajam, senjata api, bahan\n    peledak (Bom) minuman keras, obat terlarang \u002F narkotika.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bertindak ceroboh \u002F lalai dalam melaksanakan tugas, sehingga menimbulkan\n    gangguan proses kerja, kerusakan mesin berat dan kerugian hasil produksi\n    yang besar.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tidak masuk kerja tanpa izin \u002F mangkir 3 (tiga) hari berturut turut atau\n    4 (empat) hari dalam sebulan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap pelanggaran yang termasuk dalam kesalahan besar yang telah\n    ditetapkan oleh masing-masing departemen.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pelanggaran terhadap ketentuan point 1-7 pasal ini, dapat dikenakan\n    sangsi SP III tanpa melalui SP I dan atau SP II.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>Surat Peringatan Terakhir berlaku selama 6 (enam) bulan. Surat Peringatan\nTerakhir (SP III) dikeluarkan oleh Personalia dengan tembusan ke Manager dan\nDirektur terkait, Serikat Pekerja dan Dinas Tenaga Kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 46: MANGKIR\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Apabila karyawan tidak masuk kerja tanpa izin pimpinan perusahaan, maka\n    karyawan tersebut dianggap mangkir dan hari tidak masuk kerja upah tidak\n    dibayar \u002F upah dipotong. Dan pada waktu masuk kerja berikutnya wajib\n    melapor ke Manager \u002F Asst. Manager masing-masing.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila karyawan yang mangkir selama 5 (lima) hari kerja berturut-turut\n    tanpa keterangan secara tertulis yang dilengkapi dengan bukti yang sah dan\n    telah dipanggil oleh pengusaha 2 (dua) kali secara patut dan tertulis dapat\n    diputus hubungan kerjanya karena dikualifikasikan mengundurkan diri.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila karyawan tidak masuk kerja \u002F mangkir 6 (enam) hari berturut-turut\n    dianggap telah mengundurkan diri.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 47: SCHORSING\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. a. Skorsing dapat diberikan kepada karyawan yang melakukan pelanggaran\ntata tertib perusahaan atau tidak menjalankan kewajiban sebagaimana mestinya\nyang mengakibatkan kerugian perusahaan \u002F tindakan yang merugikan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Sudah mendapat SP III, dan melakukan pelanggaran lagi yang tertera di SP\nII (tidak mengurangi masa berlaku SP III).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Schorsing diberikan maksimum 3 (tiga) bulan, selama skorsing upah dibayar\n100%.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Selama masa skorsing, dilarang memasuki komplek perusahaan kecuali atas\nizin pimpinan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 48: KESALAHAN FATAL \u002F BERAT\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Setiap karyawan yang melakukan perbuatan termasuk kesalahan fatal \u002Fberat,\nsebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Memberikan keterangan palsu atau yang dipalsukan pada saat \u002F setelah,\n    diadakan perjanjian kerja \u002F setelah bekerja, sehingga merugikan\n  perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Melakukan penipuan, pencurian atau penggelapan barang dan \u002F atau uang\n    milik perusahaan dan milik teman sekerja di lingkungan kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-violence\">\u003Cli>Penganiayaan terhadap Pengusaha, keluarga pengusaha atau sesama teman\n    sekerja.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Membujuk Keluarga pengusaha atau teman sekerja untuk melakukan sesuatu\n    yang melanggar hukum atau melakukan kejahatan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Melakukan sabotase atau agitasi.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Melakukan pertemuan \u002F rapat gelap dalam komplek perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mabuk-mabukan atau memakai obat terlarang \u002F narkotika dalam komplek\n    perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Berkelahi dengan teman sekerja dalam komplek perusahaan atau dalam waktu\n    yang berhubungan dengan hubungan kerja,\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mengancam secara fisik atau mental, menghina secara kasar atau mengancam\n    pengusaha atau keluarga pengusaha atau teman sekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dengan sengaja merusak barang milik perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Membocorkan rahasia perusahaan atau rahasia rumah tangga pengusaha.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menyalahgunakan wewenang, menerima suap.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menghasut atau memujuk untuk berbuat sesuatu sehingga menimbulkan\n    kekacauan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mendapat hukuman \u002F vonis hakim karena melakukan tindak pidana yang\n    berlaku di Indonesia.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sexualhar\">\u003Cli>Melakukan perbuatan asusila, perjudian atau pelecehan seksual di\n    perusahaan.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Merokok di dalam ruangan produksi atau di dalam komplek Perusahaan,\n    kecuali di tempat yang telah disediakan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>Terhadap perbuatan yang termasuk dalam kesalahan fatal \u002F berat yang akan\nmendapat sanksi pemutusan hubungan kerja, diselesaikan dengan cara\nbipartite.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB X: PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 49:\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Hubungan Kerja dengan perusahaan akan terputus apabila :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Karyawan meninggal dunia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Karyawan masa percobaan yang dianggap tidak\nlulus dalam masa percobaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Karyawan mengundurkan diri atas permohonan\nsendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Karyawan sudah mendapat Surat Peringatan Terakhir (SP III) dan masih\nberlaku, apabila masih melakukan pelanggaran sesuai SP II atau SP III, maka\nPerusahaan dapat memutuskan hubungan kerja dengan memperoleh uang pesangon\nsebesar 1 (satu) kali ketentuan pasal 50 ayat (1), uang penghargaan masa kerja\nsebesar 1 (satu) kali ketentuan pasal 50 ayat (2) dan uang penggantian hak\nsesuai ketentuan pasal 50 ayat (3).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Apabila karyawan meninggal dunia, maka kepada ahli warisnya akan\ndiberikan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">a. Gaji bulan berjalan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">b. Uang duka yang besarnya sesuai ketentuan pasal\n166 (UU No 13\u002F2003).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Karyawan yang mengundurkan diri atas permintaan sendiri dengan mengajukan\nsurat Permohonan Pengunduran diri 30 hari sebelumnya, maka kepadanya diberikan\n:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Uang penghargaan masa kerja yang besarnya :\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Masa kerja minimal 3 tahun diberikan 1 bulan\n    gaji.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Masa kerja diatas 3 tahun s\u002Fd 9 tahun diberikan\n    3 bulan gaji.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Masa kerja diatas 9 tahun s\u002Fd 12 tahun diberikan\n    4 bulan gaji.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Masa kerja diatas 12 tahun s\u002Fd 15 tahun\n    diberikan 5 bulan gaji.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Masa kerja diatas 15 tahun s\u002Fd 18 tahun\n    diberikan 6 bulan gaji.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Masa kerja diatas 18 tahun s\u002Fd 21 tahun\n    diberikan 7 bulan gaji.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Masa kerja diatas 21 tahun keatas diberikan 8\n    bulan gaji.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Penggantian Hak (pengobatan + perumahan) 15%\ndari uang pisah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Cuti tahunan yang belum diambil dan belum gugur\ndapat diuangkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Karyawan (laki-laki dan perempuan) yang masa kerjanya telah mencapai 25\ntahun, maka sudah masuk usia pensiun dan dapat diputus hubungan kerjanya dan\nmendapat uang pesangon sebesar 2 (dua) kali ketentuan pasal 50 ayat (1) dan 1\n(satu) kali ketentuan pasal 50 ayat (2) serta 15% penggantian hak (pengobatan\ndan perumahan) dalam PKB ini atau sesuai UU No 13\u002F2003 (pasal 167 ayat (5)).\nApabila tenaganya masih dibutuhkan dapat dibuat perjanjian kontrak kerja\ntersendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 50: UANG PESANGON DAN UANG PENGHARGAAN MASA KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay\">\u003Cp>Besarnya uang pesangon dan uang penghargaan masa kerja UU No. 13\u002F2003, sbb\n:\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance\">\u003Cp>1. Uang pesangon\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number\">\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number_1_tenure\">\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>a. Masa kerja kurang dari 1 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 bln upah\u002Fgaji.\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>b. Masa kerja 1 tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2 bln upah\u002Fgaji.\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>c. Masa kerja 2 tahun atau lebih tetapi kurang dari 3 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3 bln upah\u002Fgaji.\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>d. Masa kerja 3 tahun atau lebih tetapi kurang dari 4 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>4 bln upah\u002Fgaji.\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>e. Masa kerja 4 tahun atau lebih tetapi kurang dari 5 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>5 bln upah\u002Fgaji.\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>f. Masa kerja 5 tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>6 bln upah\u002Fgaji.\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>g. Masa kerja 6 tahun atau lebih tetapi kurang dari 7 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>7 bln upah\u002Fgaji.\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>h. Masa kerja 7 tahun atau lebih tetapi kurang dari 8 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>8 bln upah\u002Fgaji.\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>i. Masa kerja 8 tahun atau lebih\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>9 bln upah\u002Fgaji.\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SENIOR_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-longserviceallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight focus\" id=\"clause-longserviceallowanceperc1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-longserviceallowancetype2\">\u003Cp>2. Uang Penghargaan Masa Kerja :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>a. Masa kerja 3 tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2 bln upah\u002Fgaji.\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>b. Masa kerja 6 tahun atau lebih tetapi kurang dari 9 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3 bln upah\u002Fgaji.\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>c. Masa kerja 9 tahun atau lebih tetapi kurang dari 12 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>4 bln upah\u002Fgaji\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>d. Masa kerja 12 tahun atau lebih tetapi kurang dari 15 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>5 bln upah\u002Fgaji.\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>e. Masa kerja 15 tahun atau lebih tetapi kurang dari 18 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>6 bln upah\u002Fgaji.\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>f. Masa kerja 18 tahun atau lebih tetapi kurang dari 21 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>7 bln upah\u002Fgaji\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>g. Masa kerja 21 tahun atau lebih tetapi kurang dari 24 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>8 bln upah\u002Fgaji\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>h. Masa kerja 24 tahun atau lebih\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>10 bln upah\u002Fgaji.\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Uang penggantian hak yang seharusnya diterima meliputi :\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Cuti tahunan yang belum diambil dan belum gugur.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Penggantian perumahan serta pengobatan dan perawatan ditetapkan 15% (lima\n    belas per seratus) dari uang pesangon dan\u002Fatau uang penghargaan masa kerja\n    bagi yang memenuhi syarat.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Ch3>PASAL 51: PENYELESAIAN KELUH KESAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Apabila terjadi keluh kesah atau ketidakpuasan dari karyawan yang\nberhubungan dengan pekerjaan, maka harus diselesaikan dengan tata cara\nmusyawarah sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Apabila karyawan mempunyai keluh kesah, tahap pertama harus menyampaikan\n    kepada atasannya, yaitu Assistant Manager \u002F Manager dan diusahakan\n    diselesaikan dengan atasannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila tidak selesai, maka diteruskan diselesaikan antara pimpinan\n    perusahaan dan unit kerja untuk diselesaikan secara bipartite.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila di tingkat bipartite belum mencapai penyelesaian, maka dapat\n    dimintakan bantuan Dinas Tenaga Kerja setempat untuk membantu\n    penyelesaiannya.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XI: PELAKSANAAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 52: DASAR HUKUM\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama ini dibuat berdasarkan Undang-undang No 13 tahun\n2003 jo KepmenakerTrans No. KeP. 48\u002FMEN\u002F2004.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 53: PEMBAGIAN PERJANJIAN KERJA BERSAMA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Perjanjian Kerja Bersama ini, dibuat dalam rangkap 4 (empat) yang sama\n    bunyinya dan ditandatangani bersama mempunyai kekuatan hukum yang sama.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha akan membagikan copy Perjanjian Kerja Bersama ini, berupa buku\n    saku kepada setiap karyawan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XII: PENUTUP\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 54: MASA BERLAKUNYA KESEPAKATAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end_date\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end\">\u003Cli>Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku sejak ditanda tangani oleh kedua\n    belah pihak, untuk selama 2 (dua) tahun.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Setelah masa berlakunya Perjanjian Kerja Bersama ini berakhir, maka\n    secara otomatis dianggap diperpanjang untuk 1 (satu) tahun, kecuali apabila\n    salah satu pihak memberitahukan secara tertulis tentang keinginannya untuk\n    membuka perundingan baru.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Selama belum mencapai kesepakatan baru setelah berakhirnya masa berlaku\n    Perjanjian Kerja Bersama ini maka tetap berlaku sampai tercapainya\n    kesepakatan baru.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila dalam Perjanjian Kerja Bersama ini bertentangan dengan peraturan\n    perundang-undangan yang berlaku maka ketentuan yang bertentangan tersebut\n    batal demi hukum, dan yang berlaku adalah ketentuan dalam peraturan\n    perundang-undangan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start_date\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start\">\u003Cli>Perjanjian Kerja Bersama ini mulai berlaku tanggal 15 April 2016.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 55: PERATURAN PERALIHAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Hal-hal yang tidak diatur dalam Perjanjian Kerja Bersama ini,\n    dilaksanakan sesuai dengan undang-undang atau peraturan ketenaga kerjaan\n    yang berlaku di Negara Republik Indonesia.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila dikemudian hari anggota Pengurus Unit Kerja FSPTSK-SPSI dan\n    Pengusaha yang menandatangani Perjanjian Kerja Bersama ini mengundurkan\n    diri atau meninggal dunia, maka Perjanjian Kerja Bersama ini tetap berlaku\n    sampai dengan batas waktu yang telah ditetapkan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbamemother\">\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr style=\"text-align:right;margin-left:auto;margin-right:0;\">\n      \u003Ctd colspan=\"2\">Ditanda-tangani di: Tangerang\n\n        \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbaratificationdate\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Pada Tanggal : 15 April 2016\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003C\u002Ftr>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003Ctr>\u003Ctd colspan=\"2\">PIHAK-PIHAK YANG MENGADAKAN PERJANJIAN :\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>SERIKAT PEKERJA :\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>PENGUSAHA :\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\n\n        \u003Cp>(Sawaluyo)\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Ketua\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\n\n        \u003Cp>(James Djohari)\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Presiden Direktur\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\n\n        \u003Cp>(Eko Susilo)\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Sekretaris\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\n\n        \u003Cp>(Kiandoko Limarga)\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Direktur ADM &amp; GA\u003C\u002Fp>\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003Ctr>\u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003Ctr>\u003Ctd>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">\n      \u003Ctd colspan=\"2\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbaactorratified\">Menyaksikan :\n\n        \u003Cp>Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>(Drs. Abduh Surahman. M.Si)\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>NIP. 1962 1209 198305 1 008\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\n",{"cbadate_start":46,"cbadate_start_date":50,"cbadate_end":52,"cbadate_end_date":56,"cbaratificationdate":58,"cbaactorratified":61,"cbamemother":65,"trainingprogrammes":69,"pensionfund":73,"disabilityfund":77,"contracttrial":81,"contracttrialperiod":85,"contractseverancepay":87,"contractseverancepay1":91,"severance":95,"severance_number":97,"severance_number_1_tenure":101,"maxsicknesspay":105,"sicknesspay":109,"maxsicknesspayperc":111,"sicknessmaxdays":113,"sicknessmaxdaysnr":117,"menstruationleave":119,"disabilitypay":123,"healthcareaccess":127,"healthcareaccessrelatives":131,"healthinsurance":133,"healthinsurancerelatives":135,"healthandsafetypolicy":137,"protectiveclothing":141,"code_application":144,"funeralpaytype":146,"funeralpayamount":150,"funeralpay":152,"paidmaternityleave":156,"paidmaternityleaveduration":160,"paidmaternityleavepay":162,"paidmaternityleavepayperc":164,"maternityotherclause":166,"paidpaternityleave":170,"paidpaternityleaveduration":174,"paidpaternityleavepay":176,"paidpaternityleavepayperc":180,"deathrelatives":182,"deathrelativesleave":186,"sexualhar":188,"violence":192,"hourspday_select":196,"hourspday":200,"hourspweek_select":202,"hourspweek":204,"dayspweek_select":206,"dayspweek":208,"PAIDLEAV_trigger":210,"holidaysdays":214,"holidaysweeks":216,"bankholidays1":218,"holidaysfixeddays":222,"holidaysfixed":226,"SCHEDULE_trigger":228,"schedulesrestpw":232,"TRADEUNLEAV_trigger":234,"PAYSCALES_trigger":238,"STRUCINCR_trigger":242,"wageincreasefirmperformance":246,"wageincreasetype2":248,"ONCERISE_trigger":250,"incidentalbonustype2":254,"incidentalbonusperc1":258,"incidentalbonusdate":260,"NOCTPREM_trigger":262,"shiftallowancetype":266,"shiftallowanceamount1":268,"shiftallowancetype1":270,"OVERTIME_trigger":272,"overtimeallowancetype_general":276,"overtimeallowanceperc1_general":280,"overtimeallowancetype":284,"overtimeallowanceperc1":288,"sundayallowancetype":290,"sundayallowanceperc1":294,"SENIOR_trigger":296,"longserviceallowancetype":300,"longserviceallowanceperc1":302,"longserviceallowancetype2":304,"mealvouchers":306,"coverunion_trigger":310},{"bindId":47,"name":48,"text":49},"cbadate_start","Perjanjian Kerja Bersama ini mulai berla","Perjanjian Kerja Bersama ini mulai berlaku tanggal 15 April 2016.",{"bindId":51,"name":48,"text":49},"cbadate_start_date",{"bindId":53,"name":54,"text":55},"cbadate_end","Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku sej","Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku sejak ditanda tangani oleh kedua\n    belah pihak, untuk selama 2 (dua) tahun.",{"bindId":57,"name":54,"text":55},"cbadate_end_date",{"bindId":59,"name":60,"text":60},"cbaratificationdate","Pada Tanggal : 15 April 2016",{"bindId":62,"name":63,"text":64},"cbaactorratified","Menyaksikan : Kepala Dinas Ketenagakerja","Menyaksikan :\n\n        Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang\n\n        \n\n        \n\n        (Drs. Abduh Surahman. M.Si)\n\n        NIP. 1962 1209 198305 1 008",{"bindId":66,"name":67,"text":68},"cbamemother","PIHAK-PIHAK YANG MENGADAKAN PERJANJIAN :","PIHAK-PIHAK YANG MENGADAKAN PERJANJIAN :\n    \n    \n      SERIKAT PEKERJA :\n      PENGUSAHA :\n    \n    \n      \n\n        (Sawaluyo)\n\n        Ketua\n      \n      \n\n        (James Djohari)\n\n        Presiden Direktur\n      \n    \n    \n      \n\n        (Eko Susilo)\n\n        Sekretaris\n      \n      \n\n        (Kiandoko Limarga)\n\n        Direktur ADM & GA",{"bindId":70,"name":71,"text":72},"trainingprogrammes","Untuk meningkatkan kemampuan dan keteram","Untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan karyawan, perusahaan akan\n    mengadakan pelatihan dan penyuluhan.",{"bindId":74,"name":75,"text":76},"pensionfund","d. Jaminan Pensiun (JP), iuran dibayar o","d. Jaminan Pensiun (JP), iuran dibayar oleh :\n\n  Karyawan= 1% (satu persen)\n  Perusahaan= 2% (dua persen)",{"bindId":78,"name":79,"text":80},"disabilityfund","b. Jaminan Kecelakaan Kerja (JK), iuran ","b. Jaminan Kecelakaan Kerja (JK), iuran dibayar\noleh Perusahaan.",{"bindId":82,"name":83,"text":84},"contracttrial","a. Bagi yang memenuhi syarat dapat diter","a. Bagi yang memenuhi syarat dapat diterima sebagai\nKaryawan Masa Percobaan dengan menjalani masa percobaan maksimum 3 bulan sejak\nmasuk kerja.",{"bindId":86,"name":83,"text":84},"contracttrialperiod",{"bindId":88,"name":89,"text":90},"contractseverancepay","Besarnya uang pesangon dan uang pengharg","Besarnya uang pesangon dan uang penghargaan masa kerja UU No. 13\u002F2003, sbb\n:",{"bindId":92,"name":93,"text":94},"contractseverancepay1","1. Uang pesangon a. Masa kerja kurang da","1. Uang pesangon\n\n\n  \n  \n  \n    \n      a. Masa kerja kurang dari 1 tahun\n      1 bln upah\u002Fgaji.\n    \n    \n      b. Masa kerja 1 tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 tahun\n      2 bln upah\u002Fgaji.\n    \n    \n      c. Masa kerja 2 tahun atau lebih tetapi kurang dari 3 tahun\n      3 bln upah\u002Fgaji.\n    \n    \n      d. Masa kerja 3 tahun atau lebih tetapi kurang dari 4 tahun\n      4 bln upah\u002Fgaji.\n    \n    \n      e. Masa kerja 4 tahun atau lebih tetapi kurang dari 5 tahun\n      5 bln upah\u002Fgaji.\n    \n    \n      f. Masa kerja 5 tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 tahun\n      6 bln upah\u002Fgaji.\n    \n    \n      g. Masa kerja 6 tahun atau lebih tetapi kurang dari 7 tahun\n      7 bln upah\u002Fgaji.\n    \n    \n      h. Masa kerja 7 tahun atau lebih tetapi kurang dari 8 tahun\n      8 bln upah\u002Fgaji.\n    \n    \n      i. Masa kerja 8 tahun atau lebih\n      9 bln upah\u002Fgaji.",{"bindId":96,"name":93,"text":94},"severance",{"bindId":98,"name":99,"text":100},"severance_number","f. Masa kerja 5 tahun atau lebih tetapi ","f. Masa kerja 5 tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 tahun\n      6 bln upah\u002Fgaji.",{"bindId":102,"name":103,"text":104},"severance_number_1_tenure","b. Masa kerja 1 tahun atau lebih tetapi ","b. Masa kerja 1 tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 tahun\n      2 bln upah\u002Fgaji.",{"bindId":106,"name":107,"text":108},"maxsicknesspay","Apabila karyawan sakit dalam waktu yang ","Apabila karyawan sakit dalam waktu yang lama dan dapat dibuktikan dengan\n    surat keterangan dokter, maka upahnya dibayar sbb :\n    a. Selama 4 bulan Pertama – dibayar 100% dari upah sebulan.\n    b. Selama 4 bulan Kedua – dibayar 75% dari upah sebulan.\n    c. Selama 4 bulan Ketiga – dibayar 50% dari upah sebulan.\n    d. Untuk selanjutnya dibayar 25% dari upah sebulan, sebelum Pemutusan\n    Hubungan Kerja dilaksanakan oleh Pengusaha.",{"bindId":110,"name":107,"text":108},"sicknesspay",{"bindId":112,"name":107,"text":108},"maxsicknesspayperc",{"bindId":114,"name":115,"text":116},"sicknessmaxdays","Apabila karyawan sakit terus menerus lew","Apabila karyawan sakit terus menerus lewat dari 12 bulan, sesuai dengan\n    surat keterangan dokter bahwa yang bersangkutan tidak dapat melaksanakan\n    tugasnya, maka perusahaan dapat memutuskan hubungan kerja sesuai UU\n    No.13\u002F2003.",{"bindId":118,"name":115,"text":116},"sicknessmaxdaysnr",{"bindId":120,"name":121,"text":122},"menstruationleave","Karyawan wanita tidak diwajibkan bekerja","Karyawan wanita tidak diwajibkan bekerja pada hari pertama dan kedua\n    waktu haid, dengan mendapat upah. Bagi mereka yang tidak masuk kerja karena\n    haid harus mendapat izin dari atasan \u002F Manager, Asst. Manager.",{"bindId":124,"name":125,"text":126},"disabilitypay","Apabila karyawan mendapat kecelakaan ker","Apabila karyawan mendapat kecelakaan kerja pada waktu menjalankan tugas dan\ndalam perjalanan berangkat dan pulang kerja (sesuai rute yang semestinya), maka\nperusahaan akan menjamin biaya pengobatan \u002F perawatannya dan selanjutnya akan\ndiklaim ke BPJS Ketenagakerjaan.",{"bindId":128,"name":129,"text":130},"healthcareaccess","2. Untuk memelihara Kesehatan para karya","2. Untuk memelihara Kesehatan para karyawan dan keluarganya (Istri \u002F Suami,\nanak 3 orang) dipertanggungkan ke BPJS Kesehatan untuk segala Tindakan medis\n(berobat jalan, rawat inap, operasi, gigi, mata dan lain – lain) sesuai\ndengan ketentuan yang telah diatur.",{"bindId":132,"name":129,"text":130},"healthcareaccessrelatives",{"bindId":134,"name":129,"text":130},"healthinsurance",{"bindId":136,"name":129,"text":130},"healthinsurancerelatives",{"bindId":138,"name":139,"text":140},"healthandsafetypolicy","Untuk mencegah terjadinya kecelakaan ker","Untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja yang tidak diinginkan, setiap\n    karyawan wajib mentaati peraturan dan ketentuan kerja yang dikeluarkan\n    perusahaan. Perusahaan akan menyediakan alat-alat tertentu guna terciptanya\n    perlindungan kerja, keselamatan dan kesehatan kerja sesuai dengan UU No. 1\n    Tahun 1970.\n  Mesin – mesin dan alat – alat lainnya sebelum dijalankan terlebih\n    dahulu diperiksa dengan teliti, setelah dipastikan tidak ada kerusakan atau\n    gejala yang menimbulkan bahaya barulah dijalankan.\n  Tempat kerja harus dijaga dan dipelihara kebersihannya, dan tidak\n    meletakkan benda lain yang bukan pada tempatnya.\n  Apabila terjadi suatu keadaan yang dapat menimbulkan bahaya kebakaran\n    atau kecelakaan atau hal lain yang berbahaya, karyawan harus bekerja sama\n    untuk berusaha mengamankannya dan melapor kepada atasannya.",{"bindId":142,"name":139,"text":143},"protectiveclothing","Untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja yang tidak diinginkan, setiap\n    karyawan wajib mentaati peraturan dan ketentuan kerja yang dikeluarkan\n    perusahaan. Perusahaan akan menyediakan alat-alat tertentu guna terciptanya\n    perlindungan kerja, keselamatan dan kesehatan kerja sesuai dengan UU No. 1\n    Tahun 1970.",{"bindId":145,"name":139,"text":143},"code_application",{"bindId":147,"name":148,"text":149},"funeralpaytype","b. Uang duka yang besarnya sesuai ketent","b. Uang duka yang besarnya sesuai ketentuan pasal\n166 (UU No. 13 Th 2003).",{"bindId":151,"name":148,"text":149},"funeralpayamount",{"bindId":153,"name":154,"text":155},"funeralpay","c. Jaminan Kematian (program BPJS Ketena","c. Jaminan Kematian (program BPJS\nKetenagakerjaan).",{"bindId":157,"name":158,"text":159},"paidmaternityleave","Karyawan wanita yang akan melahirkan, be","Karyawan wanita yang akan melahirkan, berhak atas Dispensasi Hamil selama\n    1 ½ bulan sebelum melahirkan dan 1 ½ bulan setelah melahirkan, dengan\n    mendapat upah.",{"bindId":161,"name":158,"text":159},"paidmaternityleaveduration",{"bindId":163,"name":158,"text":159},"paidmaternityleavepay",{"bindId":165,"name":158,"text":159},"paidmaternityleavepayperc",{"bindId":167,"name":168,"text":169},"maternityotherclause","Karyawan wanita yang gugur kandungan ber","Karyawan wanita yang gugur kandungan berhak atas Dispensasi selama 1 ½\n    bulan terhitung mulai keguguran dengan disertai Surat Keterangan Dokter \u002F\n    Bidan yang merawat, dengan mendapat upah (apabila sudah melapor tentang\n    kehamilannya).",{"bindId":171,"name":172,"text":173},"paidpaternityleave","Istri Karyawan melahirkan \u002F gugur kandun","Istri Karyawan melahirkan \u002F gugur kandungan\n    ………...…... 2 hari",{"bindId":175,"name":172,"text":173},"paidpaternityleaveduration",{"bindId":177,"name":178,"text":179},"paidpaternityleavepay","Perusahaan dapat memberikan dispensasi m","Perusahaan dapat memberikan dispensasi meninggalkan pekerjaan kepada\n    karyawan dengan mendapat upah, apabila :\n    Pernikahan karyawan sendiri\n    ……………………………….. 3 hari\n    Pernikahan Anak Karyawan\n    ………………………………... 2 hari\n    Mengkhitan Anak Karyawan\n    ……………………………….. 2 hari\n    Istri Karyawan melahirkan \u002F gugur kandungan\n    ………...…... 2 hari\n    Membaptiskan Anak Karyawan\n    ……………………………. 2 hari\n    Istri \u002F Suami \u002F Anak \u002F Orang Tua \u002F Mertua\n    meninggal dunia .. 3 hari\n    Saudara Kandung karyawan yang meninggal dunia\n    .............. 2 hari\n    Nenek \u002F Kakek \u002F Orang serumah karyawan yang\n    Meninggal\n    dunia…………………….………………………. 1 hari",{"bindId":181,"name":178,"text":179},"paidpaternityleavepayperc",{"bindId":183,"name":184,"text":185},"deathrelatives","Istri \u002F Suami \u002F Anak \u002F Orang Tua \u002F Mertu","Istri \u002F Suami \u002F Anak \u002F Orang Tua \u002F Mertua\n    meninggal dunia .. 3 hari\n    Saudara Kandung karyawan yang meninggal dunia\n    .............. 2 hari\n    Nenek \u002F Kakek \u002F Orang serumah karyawan yang\n    Meninggal\n    dunia…………………….………………………. 1 hari",{"bindId":187,"name":184,"text":185},"deathrelativesleave",{"bindId":189,"name":190,"text":191},"sexualhar","Melakukan perbuatan asusila, perjudian a","Melakukan perbuatan asusila, perjudian atau pelecehan seksual di\n    perusahaan.",{"bindId":193,"name":194,"text":195},"violence","Penganiayaan terhadap Pengusaha, keluarg","Penganiayaan terhadap Pengusaha, keluarga pengusaha atau sesama teman\n    sekerja.",{"bindId":197,"name":198,"text":199},"hourspday_select","1. Waktu kerja ditentukan 7 (tujuh) jam ","1. Waktu kerja ditentukan 7 (tujuh) jam sehari dan 40 (empat puluh) jam\nseminggu untuk 6 (enam) hari kerja dalam 1 (satu) minggu atau 8 (delapan) jam\nsehari dan 40 (empat puluh) jam seminggu untuk 5 (lima) hari kera dalam 1\n(satu) minggu.",{"bindId":201,"name":198,"text":199},"hourspday",{"bindId":203,"name":198,"text":199},"hourspweek_select",{"bindId":205,"name":198,"text":199},"hourspweek",{"bindId":207,"name":198,"text":199},"dayspweek_select",{"bindId":209,"name":198,"text":199},"dayspweek",{"bindId":211,"name":212,"text":213},"PAIDLEAV_trigger","Setiap karyawan yang telah bekerja 12 bu","Setiap karyawan yang telah bekerja 12 bulan terus menerus terhitung sejak\n    saat dipekerjakan, berhak mendapat cuti Tahunan selama 12 hari kerja dengan\n    mendapat upah.",{"bindId":215,"name":212,"text":213},"holidaysdays",{"bindId":217,"name":212,"text":213},"holidaysweeks",{"bindId":219,"name":220,"text":221},"bankholidays1","Pada hari libur resmi yang ditetapkan ol","Pada hari libur resmi yang ditetapkan oleh Pemerintah, karyawan\n    dibebaskan untuk tidak bekerja dengan mendapat upah, kecuali dalam hal\n    tertentu \u002F teknis Perusahaan memerlukan karyawan untuk tetap bekerja dengan\n    dihitung lembur.",{"bindId":223,"name":224,"text":225},"holidaysfixeddays","a. Cuti massal waktu Hari Raya Idul Fitr","a. Cuti massal waktu Hari Raya Idul Fitri (maksimum 9 hari)",{"bindId":227,"name":224,"text":225},"holidaysfixed",{"bindId":229,"name":230,"text":231},"SCHEDULE_trigger","Hari Kerja yang berlaku diperusahaan ial","Hari Kerja yang berlaku diperusahaan ialah 6 (enam) hari dalam seminggu\n    yaitu, hari Senin s\u002Fd Sabtu.\n  Untuk dinas shift, hari kerjanya diatur tersendiri, setiap bekerja 6 hari\n    berturut – turut diberikan istirahat mingguan 1 (satu) hari, untuk\n    sementara ini istirahat mingguan jatuh pada hari Minggu.",{"bindId":233,"name":230,"text":231},"schedulesrestpw",{"bindId":235,"name":236,"text":237},"TRADEUNLEAV_trigger","Sebagai realisasi dari pengakuan terhada","Sebagai realisasi dari pengakuan terhadap Serikat Pekerja, maka kepada\nPengurus Unit Kerja oleh Pengusaha dapat diberikan dispensasi dengan mengajukan\npermohonan dispensasi terlebih dahulu dalam hal :\n\n  Mengatasi dan memecahkan masalah \u002F keluhan pekerja dalam jam kerja, dan\n    mendapat izin dari perusahaan \u002F atasnya.\n  Panggilan oleh perangkat organisasi diatasnya.\n  Panggilan dari instansi pemerintah dan lembaga Negara.\n  Mengikuti rapat – rapat, pendidikan, seminar, konferensi, munas, yang\n    diadakan oleh organisasi pekerja.",{"bindId":239,"name":240,"text":241},"PAYSCALES_trigger","1. Perusahaan menetapkan besarnya gaji \u002F","1. Perusahaan menetapkan besarnya gaji \u002F upah secara berjenjang dengan\nmempertimbangkan masa kerja masing – masing karyawan.",{"bindId":243,"name":244,"text":245},"STRUCINCR_trigger","1. Kenaikan upah \u002F gaji standar terendah","1. Kenaikan upah \u002F gaji standar terendah berpatokan pada UMK dan UMS Kota\nTangerang.",{"bindId":247,"name":244,"text":245},"wageincreasefirmperformance",{"bindId":249,"name":244,"text":245},"wageincreasetype2",{"bindId":251,"name":252,"text":253},"ONCERISE_trigger","1. Tunjangan Hari Raya Keagamaan diberik","1. Tunjangan Hari Raya Keagamaan diberikan sekali dalam satu tahun,\nselambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sebelum hari Raya Idhul Fitri.",{"bindId":255,"name":256,"text":257},"incidentalbonustype2","b. Masa Kerja 1 s\u002Fd 3 tahun diberikan 1 ","b. Masa Kerja 1 s\u002Fd 3 tahun diberikan 1 (satu)\nbulan upah.",{"bindId":259,"name":256,"text":257},"incidentalbonusperc1",{"bindId":261,"name":252,"text":253},"incidentalbonusdate",{"bindId":263,"name":264,"text":265},"NOCTPREM_trigger","e. Tambahan Shift 3 (tiga) Tambahan Shif","e. Tambahan Shift 3 (tiga)\n\nTambahan Shift-3 (tiga) diberikan kepada karyawan\nyang masuk kerja pada shift 3 sebesar Rp.2.000 (dua ribu rupiah) per hari.",{"bindId":267,"name":264,"text":265},"shiftallowancetype",{"bindId":269,"name":264,"text":265},"shiftallowanceamount1",{"bindId":271,"name":264,"text":265},"shiftallowancetype1",{"bindId":273,"name":274,"text":275},"OVERTIME_trigger","1. Perhitungan Upah Lembur : a. Hari Ker","1. Perhitungan Upah Lembur :\n\na. Hari Kerja Biasa :\n\n  Jam kerja lembur pertama dibayarkan 1 ½ x upah per jam.\n  Jam kerja lembur selebihnya dibayarkan 2 x upah per jam.\n\n\nb. Hari Istirahat mingguan, hari Libur Resmi :\n\n  Jam kerja ke – 1 s\u002Fd 7 dibayarkan 2 x upah per jam.\n  Jam kerja ke – 8 dibayarkan 3 x upah per jam.\n  Jam kerja ke – 9 ke-atas dibayarkan 4 x upah per jam.\n\n\nc. Apabila hari libur resmi jatuh pada hari kerja terpendek perhitungan upah\nlembur :\n\n  Jam kerja ke - 1 s\u002Fd 5 dibayarkan 2 x upah per jam.\n  Jam kerja ke – 6 dibayarkan 3 x upah per jam.\n  Jam kerja ke – 7 s\u002Fd 8 dibayarkan 4 x upah perj jam.",{"bindId":277,"name":278,"text":279},"overtimeallowancetype_general","a. Hari Kerja Biasa : Jam kerja lembur p","a. Hari Kerja Biasa :\n\n  Jam kerja lembur pertama dibayarkan 1 ½ x upah per jam.\n  Jam kerja lembur selebihnya dibayarkan 2 x upah per jam.",{"bindId":281,"name":282,"text":283},"overtimeallowanceperc1_general","Jam kerja lembur pertama dibayarkan 1 ½ ","Jam kerja lembur pertama dibayarkan 1 ½ x upah per jam.",{"bindId":285,"name":286,"text":287},"overtimeallowancetype","Jam kerja lembur selebihnya dibayarkan 2","Jam kerja lembur selebihnya dibayarkan 2 x upah per jam.",{"bindId":289,"name":286,"text":287},"overtimeallowanceperc1",{"bindId":291,"name":292,"text":293},"sundayallowancetype","b. Hari Istirahat mingguan, hari Libur R","b. Hari Istirahat mingguan, hari Libur Resmi :\n\n  Jam kerja ke – 1 s\u002Fd 7 dibayarkan 2 x upah per jam.\n  Jam kerja ke – 8 dibayarkan 3 x upah per jam.\n  Jam kerja ke – 9 ke-atas dibayarkan 4 x upah per jam.",{"bindId":295,"name":292,"text":293},"sundayallowanceperc1",{"bindId":297,"name":298,"text":299},"SENIOR_trigger","2. Uang Penghargaan Masa Kerja : a. Masa","2. Uang Penghargaan Masa Kerja :\n\n\n  \n  \n  \n    \n      a. Masa kerja 3 tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 tahun\n      2 bln upah\u002Fgaji.\n    \n    \n      b. Masa kerja 6 tahun atau lebih tetapi kurang dari 9 tahun\n      3 bln upah\u002Fgaji.\n    \n    \n      c. Masa kerja 9 tahun atau lebih tetapi kurang dari 12 tahun\n      4 bln upah\u002Fgaji\n    \n    \n      d. Masa kerja 12 tahun atau lebih tetapi kurang dari 15 tahun\n      5 bln upah\u002Fgaji.\n      \n    \n    \n      e. Masa kerja 15 tahun atau lebih tetapi kurang dari 18 tahun\n      6 bln upah\u002Fgaji.\n      \n    \n    \n      f. Masa kerja 18 tahun atau lebih tetapi kurang dari 21 tahun\n      7 bln upah\u002Fgaji\n    \n    \n      g. Masa kerja 21 tahun atau lebih tetapi kurang dari 24 tahun\n      8 bln upah\u002Fgaji\n    \n    \n      h. Masa kerja 24 tahun atau lebih\n      10 bln upah\u002Fgaji.",{"bindId":301,"name":298,"text":299},"longserviceallowancetype",{"bindId":303,"name":298,"text":299},"longserviceallowanceperc1",{"bindId":305,"name":298,"text":299},"longserviceallowancetype2",{"bindId":307,"name":308,"text":309},"mealvouchers","Perusahaan memberikan fasilitas makan ke","Perusahaan memberikan fasilitas makan kepada karyawan yang masuk kerja,\n    satu kali dalam satu shift di kantin perusahaan dengan mendapat kupon\n  makan.",{"bindId":311,"name":312,"text":313},"coverunion_trigger","Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku bag","Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku bagi seluruh karyawan dan\n  perusahaan.","\u003Chtml>\n\n    \u003Cdiv class=\"cobra-report\">\n\n        \u003Ch2>IDN PT. Indo Taichen Textile Industry - 2016\u003C\u002Fh2>\n\n        \u003Cdiv class=\"section general\">\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-start_date\">Tanggal dimulainya perjanjian: &rarr;&nbsp;2016-04-15\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-end_date\">Tanggal berakhirnya perjanjian: &rarr;&nbsp;2018-04-15\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \u003C!-- TODO: previous CBA logic -->\n            \u003C!-- TODO: status logic -->\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaratified\">Diratifikasi oleh: &rarr;&nbsp;Other\u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaactorratified\">\n                    Diratifikasi pada: &rarr;&nbsp;2016-04-15\n                \u003C\u002Fdiv>\n            \n\n            \u003C!-- TODO: transnational_label, includingcountries_label, national_framework_label -->\n\n            \u003Cdiv id=\"display-SECTOR1\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Industri\u002Fpabrik pengolahan\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-NACE2004\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Pabrik Manufaktur Textil\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-FIRMPRI\">\n                Sektor publik\u002Fswasta: &rarr;&nbsp;In the private sector\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv>Disimpulkan oleh:\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1\">\n\n                \n                    \n                    \u003Cdiv>\n                        Nama perusahaan: &rarr;&nbsp;\n                        Indo Taichen Textile Industry\n                    \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1\">\n                Nama serikat pekerja: &rarr;&nbsp;\n\n                \n                    \n                    \u003Cspan>\n                        Serikat Pekerja Tekstil Sandang &amp; Kulit SP TSK SPSI\n                    \u003C\u002Fspan>\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-casignemployees\">\n                Nama penandatangan dari pihak pekerja &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section social-security-pensions\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SOCSEC_trigger\">JAMINAN SOSIAL DAN PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-pensionfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pensiun bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilityfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan cacat bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-unemploymentfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan pengangguran bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section training\">\n            \u003Ch3 id=\"display-TRAINING_trigger\">PELATIHAN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingprogrammes\">Program pelatihan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprenticeships\">Magang: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pelatihan bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section sickness-disability\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KONDISI SAKIT DAN DISABILITAS\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-maxsicknesspayperc\">\n                Maximum cuti sakit berbayar (untuk 6 bulan): &rarr;&nbsp;92&nbsp;%\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-sicknessmaxdaysnr\">\n                Maximum hari untuk cuti sakit berbayar: &rarr;&nbsp;365 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-longtermillness\">Ketentuan mengenai kembali bekerja setelah menderita penyakit jangka panjang, seperti penyakit kanker: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-menstruationleave\">Cuti haid berbayar: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilitypay\">Pembayaran gaji apabila tidak mampu bekerja dikarenakan kecelakaan kerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n\n        \u003Cdiv class=\"section health-medical-assistence\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA BANTUAN MEDIS\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccess\">Bantuan medis disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccessrelatives\">Bantuan medis bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurance\">Kontribusi pengusaha untuk asuransi kesehatan disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurancerelatives\">Asuransi kesehatan bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetypolicy\">Kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetytraining\">Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-protectiveclothing\">Pakaian\u002Falat pelindung diri disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-hivpolicy\">Pemeriksaan kesehatan secara berkala disediakan oleh pengusaha: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-monitoring\">Pengawasan permintaan musculoskeletal di tempat kerja, resiko professional dan\u002Fatau hubungan antara pekerjaan dan kesehatan: &rarr;&nbsp;The relationship between work and health\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-funeralpay\">Bantuan duka\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-funeralpayamount\">\n                Minimum kontribusi pengusaha untuk penguburan\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section work-family-arrangements\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKFAM_trigger\">PENGATURAN ANTARA KERJA DAN KELUARGA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleaveduration\">\n                Cuti hamil berbayar: &rarr;&nbsp;13 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleavepayperc\">\n                Cuti hamil berbayar terbatas untuk: 100 % dari gaji pokok\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-jobsecuritymothers\">Jaminan tetap dapat bekerja setelah cuti hamil: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-maternitydiscrimination\">Larangan diskriminasi terkait kehamilan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-breastfeeding_dangerouswork\">Larangan mewajibkan pekerja yang sedang hamil atau menyusui untuk melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-riskassessment\">Penilaian resiko terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja yang sedang hamil atau menyusui di tempat kerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-alternatives\">Ketersediaan alternatif bagi pekerja hamil atau menyusui untuk tidak melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-timeoff\">Cuti untuk melakukan pemeriksaan pranatal: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningnonstandard\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempekerjakan pekerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningpromotion\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempromosikan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv> \n            \u003Cdiv id=\"display-nursingmothers\">Fasilitas untuk pekerja yang menyusui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcareprovision\">Pengusaha menyediakan fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcaresubsidy\">Pengusaha mensubsidi fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \u003Cdiv id=\"display-educationtuition\">Tunjangan\u002Fbantuan pendidikan bagi anak pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidpaternityleaveduration\">\n                Cuti ayah berbayar: &rarr;&nbsp;2 hari\n         \u003C\u002Fdiv>\n                        \u003Cdiv id=\"display-deathrelativesleave\">\n                Durasi cuti yang diberikan ketika ada anggota keluarga yang meninggal: &rarr;&nbsp;3 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n        \u003Cdiv class=\"section gender-equality-issues\">\n            \u003Ch3 id=\"display-GENEQ_trigger\">ISU KESETARAAN GENDER\u003C\u002Fh3>\n         \u003Cdiv id=\"display-eqpay\">Upah yang sama untuk pekerjaan yang sama nilainya: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n         \n         \u003Cdiv id=\"display-discrimination\">Klausal mengenai diskriminasi di tempat kerja &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-eqpromotion\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat promosi: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n        \u003Cdiv id=\"display-eqtraining\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat pelatihan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>     \n        \u003Cdiv id=\"display-eqofficer\">Kesetaraan gender dalam kepengurusan serikat pekerja di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-sexualhar\">Klausal mengenai pelecehan seksual di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violence\">Klausal mengenai kekerasan di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violenceleave\">Cuti khusus bagi pekerja yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-support_disabilities\">Dukungan bagi pekerja perempuan dengan disabilitas: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-equalitymonitoring\">Pengawasan kesetaraan gender: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n             \n         \u003C\u002Fdiv>\n         \n\n        \u003Cdiv class=\"section employment-contracts\">\n            \u003Ch3 id=\"display-EMPCONTR_trigger\">PERJANJIAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-contracttrialperiod\">\n                Durasi masa percobaan: &rarr;&nbsp;91 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\u003Cdiv id=\"display-severance_number\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;180&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-severance_number_1_tenure\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;60&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-part_time_excluded\">Pekerja paruh waktu tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-tempagency\">Ketentuan mengenai pekerja sementara: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprentices_excluded\">Pekerja magang tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-minijobs_excluded\">Pekerja mahasiswa tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section working-hours\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKHOURS_trigger\">JAM KERJA, JADWAL DAN LIBUR\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspday\">\n                Jam kerja per hari: &rarr;&nbsp;7.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspweek\">\n                Jam kerja per minggu: &rarr;&nbsp;40.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-dayspweek\">\n                Hari kerja per minggu: &rarr;&nbsp;6.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysdays\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;12.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysweeks\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;2.0 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysfixeddays\">\n                Hari tetap untuk cuti tahunan: &rarr;&nbsp;9.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-schedulesrestpw\"> Periode istrirahat setidaknya satu hari dalam seminggu disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-sundays_year\">\n                Jumlah maksimum hari minggu\u002Fhari libur nasional dalam setahun dimana pekerja harus\u002Fdapat bekerja: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n             \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-tradeunleavdays\">\n                Cuti berbayar untuk aktivitas serikat pekerja: &rarr;&nbsp; hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-FLEXWORK_trigger\"> Ketentuan mengenai pengaturan jadwal kerja yang fleksibel: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section wages\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WAGES_trigger\">PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-PAYSCALES_trigger\">\n                Upah ditentukan oleh skala upah: &rarr;&nbsp;Yes, but there are only indices (no wages)\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n\n            \n            \n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-COSTLIV_trigger\">Penyesuaian untuk kenaikan biaya kebutuhan hidup: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-STRUCINCR_trigger\">Kenaikan upah\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-ONCERISE_trigger\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali:\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-incidentalbonusperc1\">\n                    Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali: &rarr;&nbsp;100&nbsp;%\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-extrapayfirmperformance\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali dikarenakan performa perusahaan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-NOCTPREM_trigger\">Tunjangan shift untuk kerja sore atau malam\u003C\u002Fh4>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-shiftallowanceamount1\">\n                    Tunjangan shift untuk kerja sore atau malam: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;44000.0 per bulan\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \u003Cdiv id=\"display-shiftallowancetype1\">Tunjangan shift hanya untuk yang kerja malam: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-OVERTIME_trigger\">Upah lembur hari kerja\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-overtimeallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari kerja: &rarr;&nbsp;200 % dari gaji pokok\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SUNDAY_trigger\">Upah lembur hari Minggu\u002Flibur\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-sundayallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari Minggu\u002Flibur: &rarr;&nbsp;100&nbsp;%\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SENIOR_trigger\">Tunjangan masa kerja\u003C\u002Fh4>\n\n                \u003Cdiv id=\"display-longserviceallowanceperc1\">\n                    Tunjangan masa kerja: &rarr;&nbsp;200.0 % dari gaji pokok\n                \u003C\u002Fdiv>\n\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-longserviceallowancetype2\">\n                    Tunjangan masa kerja setelah: &rarr;&nbsp;3 masa kerja\n                \u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Ch4>Kupon makan\u003C\u002Fh4>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-mealvouchers\">\n                Kupon makan disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-MEALALL_trigger\">Tunjangan makan disediakan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-legalassistance_trigger\">\n                Bantuan hukum gratis: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n    \u003C\u002Fdiv>\n\n\u003C\u002Fhtml>\n",[],[],"collective_agreement",[319],{"title":39,"slug":34},[321],{"type":322,"data":323},"call_to_action_body_block",{"title":324,"description":325,"variant":326,"link":327},"Bandingkan Perjanjian Kerja Bersama","Bandingkan pasal-pasal dan topik dalam Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dengan Perjanjian Kerja Bersama di semua sektor kerja di Indonesia maupun negara-negara lainnya.","dark",{"title":324,"url":328,"description":324,"rel":329,"type":330},"\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fbandingkan-perjanjian-kerja-bersama","follow","internal",[332],{"type":322,"data":333},{"title":324,"description":325,"variant":326,"link":334},{"title":324,"url":328,"description":324,"rel":329,"type":330},[]]