[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"page:id-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-indo-rama-synthetics-divisi-weaving-dengan-puk-sp-tsk-spsi-pt-indo-rama-synhetics-divisi-weaving-2019-2021":3},{"id":4,"slug":5,"title":6,"short_title":7,"intro_text":8,"meta_description":9,"seo_title":9,"path":10,"content_type":11,"locale":12,"go_live_at":7,"first_published_at":13,"page_created_at":14,"published_at":13,"edit_url":15,"breadcrumbs":16,"seo":24,"data":32,"children":322,"content_type_view":323,"extra_breadcrumbs":324,"body":326,"body_blocks":337,"related_pages":341},3679,"perjanjian-kerja-bersama","Perjanjian Kerja Bersama",null,"\u003Cp>Beberapa pilihan Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dipublikasikan di sini. Anda dapat menemukan teks asli dari Perjanjian Kerja Bersama tersebut, membaca dan menelusuri per bab maupun pasal, menurut topik yang sedang Anda cari.\u003Cbr\u002F>\u003Cbr\u002F>Ketika Anda mengklik pada link Perjanjian Kerja Bersama, halaman akan terbuka: di kolom sebelah kiri pada halaman tersebut berisi teks asli, sedangkan di kolom sebelah kanan, Anda akan menemukan ringkasan dari ketentuan yang ada di Perjanjian Kerja Bersama tersebut.\u003Cbr\u002F>Serikat Buruh\u002FPekerja dan Asosiasi Pengusaha dari Indonesia memberikan kontribusi terhadap pengumpulan data Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>","","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama","collective_agreements.collectiveagreementoverview","id_ID","2025-08-15T13:01:11.360625+00:00","2026-04-02T08:44:09.692847+00:00","\u002Fcms\u002Fpages\u002F3679\u002Fedit\u002F",[17,20,23],{"title":18,"slug":19},"Indonesia","id-id",{"title":21,"slug":22},"Bekerja di Indonesia","bekerja-di-indonesia",{"title":6,"slug":5},{"title":6,"description":9,"image":25,"canonical":26,"robots":27,"og_type":28,"twitter_card":29,"locale":19,"created_at":30,"last_modified_at":31},"https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fmedia\u002Fimages\u002FSocial_media_preview_image_-_2025.2e16d0ba.fill-1200x630.png","https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002F","index, follow","website","summary_large_image","2025-08-15T15:01:11.360625+02:00","2026-04-02T10:44:09.828831+02:00",{"cba":33,"clauses":45,"details":320,"translations":321},{"id":34,"uid":35,"url":36,"name":37,"locale":38,"override_title":9,"title":39,"browser_title":40,"browser_description":41,"text":42},"perjanjian-kerja-bersama-antara-pt-indo-rama-synthetics-divisi-weaving-dengan-puk-sp-tsk-spsi-pt-indo-rama-synhetics-divisi-weaving-2019-2021","3cb56c4e-80bd-11eb-b4c7-f23c91080f70","https:\u002F\u002Fcobra.wageindicator.org\u002Fcountries\u002Findonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-indo-rama-synthetics-divisi-weaving-dengan-puk-sp-tsk-spsi-pt-indo-rama-synhetics-divisi-weaving-2019-2021\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-indo-rama-synthetics-divisi-weaving-dengan-puk-sp-tsk-spsi-pt-indo-rama-synhetics-divisi-weaving-2019-2021\u002F","Perjanjian Kerja Bersama Antara PT.Indo-Rama Synthetics Divisi Weaving Dengan PUK SP TSK-SPSI PT.Indo-Rama Synhetics Divisi Weaving 2019-2021","ba_ID","IDN PT. Indorama Synthetics - Weaving - Purwakarta - 2019","Indonesia - IDN PT. Indorama Synthetics - Weaving - Purwakarta - 2019","IDN PT. Indorama Synthetics - Weaving - Purwakarta - 2019 - Industri\u002Fpabrik pengolahan",{"name":43,"data":44},"PT INDO-RAMA SYNTHETICS DIVISI WEAVING.html","\n\n\n  \u003Cmeta http-equiv=\"content-type\" content=\"text\u002Fhtml; charset=UTF-8\">\n  \u003Ctitle>T INDO-RAMA SYNTHETICS DIVISI WEAVING\u003C\u002Ftitle>\n  \u003Cmeta name=\"generator\" content=\"Amaya, see http:\u002F\u002Fwww.w3.org\u002FAmaya\u002F\">\n\n\n\n\u003Ch1>PERJANJIAN KERJA BERSAMA ANTARA PT INDO-RAMA SYNTHETICS DIVISI WEAVING\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Ch1>DENGAN PUK SP TSK – SPSI PT INDO-RAMA SYNTHETICS DIVISI WEAVING\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Ch1>PERIODE 2019 \u002F 2021\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Ch2>MUKADIMAH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>Bahwa sesungguhnya Pimpinan Perusahaan dan Pimpinan Unit Kerja SP TSK –\nSPSI PT. Indo-Rama Synthetics Tbk Divisi Weaving Purwakarta menyadari untuk\nmewujudkan ketenangan berusaha bagi Pengusaha dan ketenangan bekerja bagi\nPekerja diperlukan suasana usaha dan bekerja yang aman, tentram dan\nkondusif.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dan oleh sebab itu Perjanjian Kerja Bersama (PKB) telah mengatur kepastian\nhak dan kewajiban sebagai pedoman dalam melaksanakan tugas seusai dengan\nfungsinya masing – masing untuk tercapainya produksi dan produktivitas yang\ntinggi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorong oleh keinginan\nyang luhur, maka disusunlah Perjanjian Kerja Bersama sebagai pedoman dan tata\ncara menjalin hubungan kerja yang dijiwai Hubungan Industrial yang harmonis,\ndinamis dan berkeadilan dalam melaksanakan hak dan kewajiban masing – masing.\nDan demi tercapainya perkembangan usaha serta peningkatan kesejahteraan bersama\nsehingga PT Indo-Rama Synthetics Tbk Divisi Weaving mempunyai arti bagi\nkehidupan Pengusaha, Pekerja, Masyarakat dan Negara.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Kemudian daripada itu dengan dilandasi rasa tanggung jawab dan saling\nmenghormati, Pimpinan Perusahaan dan Pimpinan Unit Kerja SP TSK – SPSI PT\nIndo-Rama Synthetics Tbk Divisi Weaving akan tetap konsekuen dalam melaksanakan\nPerjanjian Kerja Bersama ini untuk kepentingan semua pihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB I : ISTILAH – ISTILAH DAN PIHAK – PIHAK YANG MEMBUAT PERJANJIAN\nKERJA BERSAMA (PKB)\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 1 : PENGERTIAN ISTILAH – ISTILAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam perjanjian kerja bersama ini yang dimaksud dengan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Perjanjian Kerja Bersama (PKB)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah perjanjian Ketenagakerjaan sebagaimana yang telah diatur dalam Undang\n– Undang Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2013 dan merupakan hasil perundingan\nantara Pengusaha dengan Serikat Pekerja yang memuat antara lain syarat –\nsyarat kerja, hak dan kewajiban kedua belah pihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah perseroan terbatas PT Indorama Teknologies yang didirikan pada\ntanggal 03 April 1974 dengan perubahan Anggaran Dasar, Jakarta tanggal 2\nOktober 2009 Notaris Fathiah Helmi SH. Daftar Perseroan nomor A H U\n0063838.AH.01.09 Tahun 2009.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pengusaha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah direksi PT Indo-Rama Synthetics Tbk atau pejabat yang diberi\nkuasa\u002Fditunjuk oleh pemegang saham, untuk bertindak atas nama PT Indo-Rama\nSynthetics Tbk Divisi Weaving.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pimpinan Departemen\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah Pejabat yang diangkat dan diberi Kuasa oleh Pengusaha untuk bertindak\natas nama Pengusaha di lingkungan departemen kerjanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Serikat Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah Serikat Pekerja Tekstil Sandang dan Kulit, Serikat Pekerja seluruh\nIndonesia (SPTSK – SPSI) Unit kerja PT Indo-Rama Synthetics Tbk, Divisi\nWeaving sebagaimana yang terdaftar di Disnaker No: Kep.\n53\u002FOP.SP.DF\u002FDFT\u002F19\u002FX\u002FV\u002F2000 tanggal 25 Mei 2000 dan tercatat di Dinas Tenaga\nKerja Kabupaten Purwakarta dengan Nomor 251.87\u002FOP.FSP TSK\nSPSI\u002FWEA\u002FPWK\u002FHIS\u002FXI\u002F01 tertanggal 29 November 2001 yang berkedudukan di\nKecamatan Jatiluhur Kabupaten Purwakarta.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Pengurus Serikat Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah anggota SP TSK SPSI unit kerja PT Indo-Rama Synthetics Tbk, Divisi\nWeaving yang terpilih duduk dalam Kepengurusan SP TSK – SPSI melalui\nMusyawarah Unit Kerja sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga\nSPTSK – SPSI yang berlaku kecuali Pekerja yang bekerja di Departemen\nPersonalia, Officer dan Engineer ke atas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Anggota Serikat Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah semua pekerja tetap PT Indo-Rama Synthetics, Tbk. Divisi Weaving yang\nmenyatakan dan memenuhi syarat sebagai anggota.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah orang yang bekerja di PT Indo-Rama Synthetics Tbk Divisi Weaving\ndengan mendapatkan upah dan menandatangani perjanjian kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Keluarga Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah suami\u002Fistri yang sah dari pekerja, anak kandung atau anak angkat yang\nsah menurut undang - undang dan menjadi tanggungan pekerja, dan serta terdaftar\ndi Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10. Ahli Waris\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah keluarga pekerja, ibu dan ayah dari pekerja yang didaftarkan di\nPerusahaan, atau orang lain yang ditunjuk oleh pekerja dengan surat wasiat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11. Upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah penerimaan pekerja dalam bentuk uang sebagai imbalan dari Perusahaan\nuntuk suatu pekerjaan atau jasa hasil kerja Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12. Upah Lembur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah upah yang diterima Pekerja sebagai imbalan hasil kerja Pekerja yang\ndilakukan diluar jam kerja wajib.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13. Hari Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah hari dimana pekerja harus masuk bekerja 6 (enam) hari dalam 1 (satu)\nminggu dan 40 jam seminggu kecuali jika ada diantara hari – hari itu\ndinyatakan hari libur resmi oleh pemerintah atau hari – hari cuti yang telah\ndiatur baik melalui PKB atau melalui peraturan perundangan – undangan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-schedulesrestpw\">\u003Cp>14. Hari Libur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah hari dimana pekerja tidak diharuskan masuk bekerja yaitu:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Hari Libur Mingguan\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Hari – hari libur resmi yang ditetapkan Pemerintah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Hari – hari lain yang ditetapkan oleh Perusahaan bersama Serikat\nPekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15. Kerja Lembur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah apabila pekerja masuk bekerja pada hari libur Pemerintah, hari libur\nmingguan, hari istirahat tahunan (cuti) atau jam kerja melebihi ketentuan\ntersebut dalam pasal 18 PKB PT Indo-Rama Synthetics Tbk. Divisi Weaving.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>16. Mangkir\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah apabila pekerja tidak masuk bekerja pada waktu hari kerjanya tanpa\nalasan yang sah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>17. Absent Permisi (AP) \u002F Izin\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah apabila pekerja tidak masuk kerja karena alasan yang diberitahukan\nsebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>18. Tunjangan Tetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah pembayaran yang dilakukan secara teratur dan tidak dikaitkan dengan\nkehadiran atau pencapaian prestasi kerja tertentu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>19. Tunjangan Tidak Tetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah pembayaran yang dikaitkan dengan kehadiran atau pencapaian prestasi\nkerja tertentu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>20. Tunjangan Jabatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah tunjangan yang diberikan kepada Pekerja yang menduduki jabatan\ntertentu dalam struktur organisasi perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>21. Tunjangan Perumahan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah tunjangan yang diberikan kepada Pekerja Tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-COMMUTE_trigger\">\u003Cp>22. Tunjangan Transportasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah tunjangan yang diberikan kepada pekerja yang mempunyai jabatan\nsupervisor ke atas\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-NOCTPREM_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-shiftallowancetype1\">\u003Cp>23. Tunjangan Malam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah tunjangan yang diberikan kepada Pekerja yang bekerja pada Shift III\n(malam)\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>24. Tunjangan Kehadiran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah tunjangan yang diberikan kepada Pekerja baik Shift ataupun general\nShift yang tidak pernah absen dalam periode kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>25. Uang Pisah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah uang yang diberikan kepada Pekerja yang putus hubungan kerjanya\ndisebabkan karena mengundurkan diri atas kemauan sendiri, dikualifikasikan\nmengundurkan diri, dan\u002Fatau pelanggaran yang dapat diberikan sangsi Pemutusan\nHubungan Kerja (PHK)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>26. Usia Lanjut\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah pekerja yang telah berusia 55 tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 2 : PIHAK – PIHAK YANG MENGADAKAN PERJANJIAN KERJA BERSAMA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama ini dibuat oleh pihak – pihak:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>PT Indo-rama Synthetics Tbk yang didirikan pada tanggal 03 April 1974\n    dengan perubahan Anggaran Dasar, Jakarta Tanggal 2 Oktober 2009 Notaris\n    Fathiah Helmi SH Daftar Perseroan Nomor A H U. 0063838.AH.01.09 Tahun 2009.\n    Yang disebut Pihak Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Adalah Serikat Pekerja Tekstil Sandang dan Kulit, Serikat Pekerja Seluruh\n    Indonesia Unit Kerja PT Indo-Rama Synthetics Tbk, Divisi Weaving\n    sebagaimana yang terdaftar di Departemen Tenaga Kerja No:\n    Kep.53\u002FOP.SP.DF\u002FDFT\u002F19\u002FX\u002FV\u002F2000 pada tanggal 25 Mei 2000 dan Tercatat di\n    kantor Dinas Tenaga Kerja di Kabupaten Purwakarta Nomor 251.87\u002FOP.F SP TSK\n    SPSI\u002FWEA \u002FPWK\u002FHIS\u002FXI\u002F01 tertanggal 29 November 2001 berkedudukan di\n    Kecamatan Jatiluhur Kabupaten Purwakarta, yang disebut Serikat Pekerja\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 3 : TUJUAN PERJANJIAN KERJA BERSAMA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-coverunion_trigger\">\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama ini dibuat untuk mengatur secara jelas hak – hak\ndan kewajiban Pengusaha, Serikat Pekerja dan pekerja PT Indo-rama Synthetics\nTbk Divisi Weaving agar tercipta hubungan kerja yang harmonis, ketenangan kerja\ndan perbaikan kesejahteraan Pekerja, serta kelangsungan usaha, kepastian hak\ndan kewajiban masing – masing dalam Perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>PASAL 4 : ISI PERJANJIAN KERJA BERSAMA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Perjanjian Kerja Bersama ini adalah hasil musyawarah mufakat antara\n    Pengusaha dengan Serikat Pekerja tentang syarat – syarat Kerja, tata\n    tertib dan hak-hak serta kewajiban – kewajiban Pengusaha. Serikat Pekerja\n    dan Pekerja dalam hubungan kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perjanjian Kerja Bersama ini memuat aturan tambahan dan perubahan apabila\n    terjadi kesepakatan baru antara Pengusaha dan Serikat Pekerja yang disebut\n    lampiran serta menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Perjanjian Kerja\n    Bersama ini.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB II : UMUM\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 5 : LUASNYA PERJANJIAN KERJA BERSAMA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pengusaha dan Serikat Pekerja sepakat bahwa isi dari Perjanjian Kerja\nBersama adalah sebagai landasan hukum dalam hubungan kerja yang mempunyai hak\ndan kewajiban yang harus ditaati oleh kedua belah pihak. Selain itu para pihak\nmempunyai hak dan kewajiban lain sebagaimana diatur di dalam peraturan\nperundang – undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 6 : KEWAJIBAN PENGUSAHA, SERIKAT PEKERJA DAN PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha dan Serikat Pekerja dan Pekerja berkewajiban memberikan\n    penjelasan dan penerangan kepada para pekerja atau pihak-pihak lainnya yang\n    mempunyai kepentingan dengan adanya PKB ini baik mengenai isi, makna dan\n    pengertian serta segala sesuatunya yang telah ditetapkan dalam PKB ini.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha, Serikat Pekerja, dan Pekerja dengan penuh rasa tanggung jawab\n    mentaati dan melaksanakan segala ketentuan yang ada dalam PKB ini.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Serikat Pekerja berkewajiban memberitahu dan mendapat izin dari Pimpinan\n    Departemen setiap memanggil pekerja pada jam kerja untuk keperluan\n    Organisasi atau pembinaan pekerja.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 7 : PENGAKUAN TERHADAP HAK – HAK PENGUSAHA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Serikat Pekerja tidak mencampuri atau menghalangi Pengusaha dalam\nmenjalankan policy Perusahaan dan kebijaksanaan Pengurusan selama tidak\nmerugikan pekerja dan tidak bertentangan dengan hukum dan Peraturan\nperundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 8 : PENGAKUAN TERHADAP SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha mengakui bahwa organisasi Serikat Pekerja Sandang dan Kulit\n    Pekerja seluruh Indonesia (SP TSK - SPSI) Unit Kerja PT Indo-Rama\n    Synthetics Tbk Divisi Weaving adalah Organisasi Pekerja di PT Indo-Rama\n    Synthetics Tbk, Divisi Weaving\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha mengakui Serikat Pekerja yang berhak merundingkan dan\n    menandatangani Perjanjian Kerja Bersama ini adalah Serikat Pekerja yang\n    memiliki anggota mayoritas dan atau lebih 50% dari jumlah Pekerja di PT\n    Indo-rama Synthetics Tbk Divisi Weaving\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha mengakui Serikat Pekerja yang menandatangani Perjanjian Kerja\n    Bersama ini mewakili seluruh Pekerja di PT Indo-rama Synthetics Tbk Divisi\n    Weaving\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha mengakui dan memberikan kesempatan kepada Pengurus Serikat\n    Pekerja untuk mengembangkan organisasi dan membina seluruh Pekerja dalam\n    rangka mewujudkan pelaksanaan Hubungan Industrial Indonesia (HII)\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha mengakui Serikat Pekerja dan seluruh Pekerja adalah mitra\n  kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha menjamin tidak melakukan tekanan - tekanan langsung maupun\n    tidak langsung serta perlakuan diskriminatif yang dapat merugikan Pekerja\n    akibat terpilihnya Pekerja sebagai fungsionaris Serikat Pekerja atau untuk\n    menjadi anggota delegasi Serikat Pekerja karena kegiatan yang berhubungan\n    dengan tugasnya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha memberikan keleluasaan kepada Pengurus Serikat Pekerja untuk\n    dapat melaksanakan kewajiban mengelola organisasi tanpa mengurangi Haknya\n    sebagai Pekerja.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 9 : FASILITAS BAGI SERIKAT PEKERJA DARI PENGUSAHA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha menyediakan ruang kantor, alat transportasi (sepeda motor) dan\n    fasilitas lainnya di lingkungan Perusahaan, untuk kepentingan yang\n    diperlukan Serikat Pekerja dan telah disetujui serta disanggupi\n  Pengusaha.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perawatan, kebersihan, pemeliharaan ruang kantor berikut fasilitas\n    lainnya yang disediakan Pengusaha menjadi tanggung jawab Serikat\n  Pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha dapat mengizinkan penggunaan gedung\u002Fruangan beserta\n    fasilitasnya untuk pertemuan\u002Frapat Serikat Pekerja dengan mengajukan\n    permohonan tertulis terlebih dahulu.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 10 : DISPENSASI BAGI PENGURUS DAN ANGGOTA SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-TRADEUNLEAV_trigger\">\u003Cp>Pengusaha memberikan izin dispensasi kepada pengurus dan\u002Fatau anggota\nSerikat Pekerja dengan Gaji Pokok dan Tunjangan Tetap dibayar penuh serta tidak\nmempengaruhi Tunjangan Kehadiran dengan terlebih dahulu mengajukan permohonan\nizin dispensasi kepada pengusaha\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Mengikuti rapat – rapat baik dengan pengurus \u002F anggota atau pihak\n    pemerintah atau kegiatan lainnya yang diperlukan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mengikuti Pendidikan, seminar, lokakarya dan lain – lain.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Ch3>PASAL 11 : PEMUNGUTAN IURAN ANGGOTA DAN DANA LAINNYA UNTUK SERIKAT\nPEKERJA.\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha membantu Serikat Pekerja dalam menghimpun uang iuran Serikat\n    Pekerja dari seluruh anggotanya sesuai dengan nilai yang ditentukan oleh\n    Serikat Pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha akan membantu melakukan pemungutan dana lainnya yang diperlukan\n    oleh Serikat Pekerja setelah ada persetujuan dari anggota dengan prosedur\n    ketentuan yang sah.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 12 : TENAGA FULL TIME UNTUK SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Untuk kelancaran kegiatan organisasi Serikat Pekerja, pengusaha memberikan\nbantuan penempatan 1 (satu) orang tenaga kerja full time pada sekretariat\nserikat pekerja dengan status pekerja tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB III : HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 13 : PENERIMAAN PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Penerimaan pekerja baru merupakan hak dari pengusaha dan disesuaikan\n    dengan kebutuhan perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dalam menerima pekerja baru, pengusaha menetapkan syarat – syarat\n    tertentu di antaranya:\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Umur sudah mencapai 18 (delapan belas) tahun pada waktu penerimaan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Surat izin orangtua \u002F wali atau suami bagi calon pekerja wanita\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Keterangan – keterangan lain yang diperlukan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Telah melalui tahap seleksi dan dinyatakan lulus oleh Pengusaha\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Ch3>PASAL 14 : MASA PERCOBAAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrial\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrialperiod\">\u003Cli>Calon Pekerja tetap yang memenuhi syarat dan lulus dalam seleksi, maka\n    akan diterima menjadi pekerja tetap PT. Indo-Rama Synthetics Tbk, Divisi\n    Weaving dengan menempuh masa percobaan paling lama 3 bulan.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Pekerja yang telah lulus menempuh masa percobaan diangkat menjadi Pekerja\n    Tetap PT Indo-rama Synthetics Tbk Divisi Weaving dengan diberi dan\n    mendapatkan Surat Pengangkatan dari Pengusaha.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Masa Percobaan diperhitungkan sebagai masa kerja.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 15 : STATUS, PENEMPATAN PEKERJA DAN PENEMPATAN JABATAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Status pekerja di PT Indo-Rama Synthetics Tbk, Divisi Weaving setelah\n    lulus menempuh masa percobaan adalah menjadi pekerja tetap PT Indo-Rama\n    Synthetics Tbk, Divisi Weaving\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha menempatkan pekerja pada bagian – bagian yang ada di\n    perusahaan dengan memperhatikan Pendidikan, pengalaman sesuai dengan\n    kebutuhan perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila terjadi kekosongan di salah satu jabatan, maka Pengusaha akan\n    mendahulukan kepada pekerja tetap yang telah ada setelah lulus seleksi yang\n    diadakan oleh Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha akan mengadakan mutasi Pekerja baik pada jabatan maupun pada\n    bagian pekerjaannya apabila dipandang perlu, dengan memperhatikan kebutuhan\n    Perusahaan dan tidak merugikan penghasilan Pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha akan mengadakan kenaikan jabatan atas dasar penilaian\n    Kemampuan, Disiplin dan Prestasi Kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pelaksanaan Mutasi, kenaikan jabatan akan diatur dan dilaksanakan dengan\n    administrasi lengkap serta bertujuan meningkatkan kerja sama, pembinaan dan\n    bimbingan kepada Pekerja dan tidak bertentangan dengan Peraturan Perundang\n    - undangan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang dimutasikan dari Shift ke General Shift (GS), maka mereka\n    akan mendapatkan pengupahan sesuai dengan ketentuan upah di General Shift,\n    kecuali mereka yang dibutuhkan kontribusinya oleh Pengusaha, maka upahnya\n    dirubah sesuai dengan kebijaksanaan Pengusaha.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 16 : DILUAR TANGGUNGAN PERUSAHAAN KARENA FORCE MAJEUR\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pekerja tidak berhak atas upahnya beserta penghasilan - penghasilan\nlainnya bila ia tidak melaksanakan pekerjaannya disebabkan kenyataan -\nkenyataan dan keadaan - keadaan yang tidak dapat diketahui terlebih dahulu,\nsehingga Perusahaan tidak dapat berfungsi menjalankan kegiatannya secara\nmenyeluruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Kenyataan dan Keadaan yang di maksud dalam ayat 1 pasal ini, adalah:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Peperangan dan akibatnya\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Kebakaran dan akibatnya\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bencana alam dan akibatnya\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Huru hara dan akibatnya\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bencana teknik dan akibatnya\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Sabotase dan akibatnya\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Atau kenyataan dan keadaan yang dapat dikategorikan Force Majeur\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>3. Penentuan kenyataan dan keadaan yang dimaksud dalam ayat 1 dan 2 pasal\nini harus berdasarkan Musyawarah Pengusaha dan Serikat Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IV : HARI KERJA, JAM KERJA, DAN KERJA LEMBUR\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 17 : JAM KERJA, ISTIRAHAT DAN KERJA LEMBUR\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday_select\">\u003Cp>1. Bagi Pekerja General Shift (GS)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable style=\"width: 100%\" border=\"1\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd rowspan=\"2\" style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;line-height:1.5em;\">Kerja\n        Shift\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd colspan=\"2\" style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;line-height:1.5em;\">Jam\n        Kerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SCHEDULE_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday_select\">\u003Ctable style=\"width: 100%\" border=\"1\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003Ctd rowspan=\"2\">Jam Istirahat\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;line-height:1.5em;\">Awal\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;line-height:1.5em;\">Akhir\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek\">\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek\">\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek_select\">\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable style=\"width: 100%\" border=\"1\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003Ctd>General Shift\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003C\u002Ftr>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003Ctr>\u003Ctd>Senin\u002FKamis\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">08.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">16.30\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">12.30-13.00\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Jumat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">08.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">16.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">11.30-13.30\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Sabtu\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">08.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">12.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Tanpa\n        Istirahat\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003Ctr>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>Catatan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Bilamana ada Perubahan menjadi 5 Hari Kerja Per Minggu di lakukan percobaan\ndahulu sesuai kesepakatan Management dengan PUK SP TSK SPSI.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday\">\u003Cp>2. Bagi Pekerja Shift\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable style=\"width: 100%\" border=\"1\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\" rowspan=\"2\">Kerja Shift\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd colspan=\"2\" style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Jam\n      Kerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\" rowspan=\"2\">Jam Istirahat\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Awal\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Akhir\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Shift\n      I\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">06.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">14.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">1\n      Jam\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Shift\n      II\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">14.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">22.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">1\n      Jam\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Shift\n        III\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">22.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">06.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">1\n      Jam\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable style=\"width: 100%\" border=\"1\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003Ctable style=\"width: 100%\" border=\"1\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Bagi Pekerja Shift Khusus Security\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable style=\"width: 100%\" border=\"1\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd rowspan=\"2\" style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;line-height:1.5em;\">Kerja\n        Shift\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd colspan=\"2\" style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;line-height:1.5em;\">Jam\n        Kerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd rowspan=\"2\" style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;line-height:1.5em;\">Jam\n        Istirahat\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;line-height:1.5em;\">Awal\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;line-height:1.5em;\">Akhir\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;line-height:1.5em;\">Shift\n        I\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;line-height:1.5em;\">07.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;line-height:1.5em;\">15.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;line-height:1.5em;\">1\n        Jam\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;line-height:1.5em;\">Shift\n        II\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;line-height:1.5em;\">15.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;line-height:1.5em;\">23.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;line-height:1.5em;\">1\n        Jam\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;line-height:1.5em;\">Shift\n        III\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;line-height:1.5em;\">23.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;line-height:1.5em;\">07.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;line-height:1.5em;\">1\n        Jam\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Jam istirahat bagi Pekerja Shift ditentukan oleh Pimpinan Shift masing\n– masing dengan memperhatikan kelancaran proses produksi\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>PASAL 18 : KERJA LEMBUR\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-MAXHOURS_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SUNDAY_trigger\">\u003Cp>Kerja lembur adalah:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Jika pekerjaan dilakukan lebih dari jam kerja wajib\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bekerja pada hari libur mingguan Pekerja atau hari libur \u002F hari raya yang\n    ditetapkan Pemerintah\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fol>\u003C\u002Fdiv>\u003Col>\n  \u003Cli>Pekerja yang dipanggil untuk bekerja pada saat sedang melakukan istirahat\n    tahunan atau cuti tahunan dengan ketentuan tidak melebihi 16 jam\u002Fhari\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang mengikuti Training Technical Skill Development di area\n    Pabrik. Bagi Pekerja yang mengikuti Training Human Skill Development tidak\n    termasuk kerja lembur\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fol>\u003C\u002Fdiv>\u003Col>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 19 : KOMPONEN UPAH LEMBUR\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype_general\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-OVERTIME_trigger\">\u003Cli>Jumlah nilai komponen yang dipergunakan sebagai dasar perhitungan Upah\n    Lembur adalah gaji pokok ditambah tunjangan tetap sesuai dengan KEPMEN No\n    102\u002FMEN\u002F2004 atau Peraturan Perundang – undangan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Waktu yang diperhitungkan kerja lembur adalah semua waktu dimana pekerja\n    melakukan kerja lembur dikurangi waktu istirahat, kecuali untuk jabatan\n    Officer\u002FEngineer keatas.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch2>BAB V : PEMBEBASAN PEKERJA DARI BEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 20 : ISTIRAHAT MINGGUAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Semua pekerja PT Indo-Rama Synthetics Tbk, Divisi Weaving mendapat hak\nistirahat 1 (satu) hari setelah bekerja 6 (enam) hari dalam seminggu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 21 : CUTI TAHUNAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysweeks\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysdays\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAIDLEAV_trigger\">\u003Cp>1. Pekerja berhak atas cuti tahunan selama 12 hari kerja tiap – tiap tahun\nsetelah mempunyai masa kerja 12 bulan berturut – turut dengan upah dibayar\npenuh.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Untuk cuti tahunan bagi Pekerja yang bermasa kerja 5 (lima) tahun ketas\ndiatur sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Pada saat memiliki masa kerja 5 (lima) tahun, hak cuti ditambah 1\n  hari.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pada saat memiliki masa kerja 10 (sepuluh) tahun, hak cuti ditambah 2\n    hari.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pada saat memiliki masa kerja 15 (lima belas) tahun, hak cuti ditambah 3\n    hari.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pada saat memiliki masa kerja 16 s\u002Fd 24 tahun, hak cuti ditambah 1(satu)\n    hari untuk setiap tahun.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Masa kerja 25 tahun keatas, hak cuti ditambah 2 (dua) hari untuk setiap\n    tahun\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>3. Pengambilan cuti tahunan diajukan dengan mengisi formulir permohonan cuti\ntahunan yang telah disediakan oleh departemen Personalia dan disetujui oleh\nPimpinan Departemen.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Hak cuti tahunan harus diselesaikan dalam kurun waktu 1 (satu) tahun yang\npengaturannya dilakukan oleh Pimpinan Departemen masing – masing\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Apabila hak cuti tahunan tidak diajukan dalam kurun waktu 1 (satu) tahun,\nmaka sisa cuti tahunan dinyatakan hangus. Kecuali pengundurannya dilakukan oleh\npengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Apabila pengundurannya dilakukan oleh Pengusaha, maka sisa cuti harus\ndiselesaikan dalam 3 (tiga) bulan berikutnya setelah jatuh tempo.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 22 : CUTI HAID, HAMIL DAN GUGUR KANDUNGAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-menstruationleave\">\u003Cli>Pekerja wanita tidak diwajibkan masuk kerja pada hari pertama dan kedua\n    waktu haid\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Pekerja wanita yang tidak mengambil istirahat Haid\u002FMenstruasi, diberikan\n    penghargaan sebesar Rp 60.000,- (enam puluh ribu rupiah) yang pembayarannya\n    bersamaan penggajian setiap bulan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleave\">\u003Cli>Pekerja wanita harus diberi istirahat selama 1,5 (satu setengah) bulan\n    sebelum melahirkan dan 1,5 (satu setengah) bulan sesudah melahirkan. Sesuai\n    surat keterangan Dokter Kandungan atau Bidan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityotherclause\">\u003Cli>Pekerja wanita harus diberikan istirahat selama 1,5 (satu setengah) bulan\n    apabila mengalami gugur kandungan. Sesuai surat keterangan Dokter Kandungan\n    atau Bidan.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleavepay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveall\">\u003Cli>Semua pekerja wanita yang menjalankan istirahat \u002F cuti tersebut pada ayat\n    1,3 dan 4 upahnya dibayar penuh\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 23 : PROSEDUR PENGAMBILAN CUTI HAID, HAMIL DAN MELAHIRKAN \u002F GUGUR\nKANDUNGAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pekerja wanita yang mengambil hak cuti haidnya harus menyampaikan surat\n    pemberitahuan secara tertulis pada perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja wanita yang akan mengambil hak cuti hamil, melahirkan atau gugur\n    kandungan harus mengajukan surat permohonan pada Departemen Personalia\n    selambat – lambatnya dalam waktu 10 hari. Sebelum waktu istirahat (cuti),\n    kecuali untuk cuti gugur kandungan, surat permohonan tersebut harus\n    disertai dengan surat keterangan dokter atau bidan dan jika keduanya tidak\n    ada, harus ada surat keterangan dari Kepala desa tempat pekerja\n  berdomisili\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 24 : IZIN MENINGGALKAN PEKERJAAN DENGAN UPAH DIBAYAR\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleavepay\">\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-childcare\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleavepay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleavepayperc\">\u003Cp>1. Pekerja mendapat izin meninggalkan pekerjaan dengan upah dibayar penuh\npada waktu:\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Mengkhitankan Anak Pekerja 2 hari kerja\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Membaptiskan Anak Pekerja 2 hari kerja\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleave\">\u003Cli>Istri Pekerja melahirkan \u002F Gugur kandungan 3 hari kerja\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelatives\">\u003Cli>Istri \u002F Suami, Anak, Orangtua, Mertua Pekerja meninggal dunia 4 hari\n  kerja\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelativesleave\">\u003Cli>Kakek atau nenek Kandung, Kakak atau Adik kandung meninggal dunia 2 hari\n    kerja.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\n  \u003Cli>Melaksanakan Ibadah Haji selama waktu yang diperlukan tidak lebih dari 3\n    (tiga) bulan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Anggota keluarga dalam satu rumah meninggal dunia 1 hari kerja\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menunaikan Ibadah Umroh ke tanah suci diberikan selama 20 hari\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Ketentuan Haji atau Umroh diberikan sekali selama bekerja\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Ch3>PASAL 25 : LIBUR RESMI\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-bankholidays2\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-bankholidays1\">\u003Cli>Pada hari raya dan libur resmi yang ditetapkan oleh pemerintah, pekerja\n    tidak diwajibkan bekerja dengan upah tetap dibayar penuh.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Apabila pengusaha bermaksud mempekerjakan pekerja pada hari libur resmi,\n    maka akan bermusyawarah terlebih dahulu dengan pengurus Serikat Pekerja dan\n    selanjutnya dikeluarkan pengumuman Bersama.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pada hari libur hari raya Idul Fitri pengusaha memberikan uang insentif\n    tambahan di luar upah lembur bagi pekerja yang dipanggil untuk masuk\n  kerja.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VI : PENGUPAHAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 26 : KEBIJAKAN UPAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Kebijaksanaan pemberian upah disesuaikan dengan kemampuan perusahaan,\nprestasi kerja dan Ketetapan Upah Layak (KHL) yang ditetapkan yang bertujuan\nuntuk menciptakan ketenangan kerja bagi pekerja dan ketenangan berusaha bagi\npengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 27 : MACAM \u002F JENIS UPAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Upah seluruh Pekerja PT Indo-rama Synthetics Tbk Divisi Weaving, ditetapkan\nupah bulanan yang dibayarkan setiap bulan sesuai dengan jadwal\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 28 : KOMPONEN UPAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Komponen Upah terdiri dari:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Gaji pokok\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Tunjangan tetap :\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Tunjangan Jabatan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tunjangan Prestasi\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tunjangan Perumahan\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>3. Tunjangan tidak tetap:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Tunjangan Transportasi\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tunjangan Malam\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tunjangan Kehadiran\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tunjangan lain – lain\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Ch3>PASAL 29 : TATA CARA PEMBAYARAN UPAH DAN UPAH LEMBUR\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pembayaran upah bagi Pekerja dilakukan setiap bulan pada tanggal 1\n    (satu), kecuali pada bulan Februari, maka dilakukan pada akhir bulan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila tanggal pembayaran upah jatuh pada hari libur resmi atau Bank\n    pembayaran tutup maka pembayaran upah dibayarkan 1 (satu) hari sebelumnya,\n    begitu seterusnya kecuali ada hal – hal bersifat force majeur\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dalam hal karena keadaan force majeur, waktu pembayaran upah akan\n    dimusyawarahkan terlebih dahulu antara Pengusaha dengan Serikat\n  Pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Upah lembur dibayarkan pada semua Pekerja lembur pada setiap bulan yang\n    pembayarannya bersamaan dengan upah masing – masing.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 30 : POTONGAN UPAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pengusaha dapat memotong upah Pekerja berdasarkan persetujuan dari Pekerja,\nSerikat Pekerja atau berdasarkan Peraturan Pemerintah antara lain:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pajak Pendapatan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Iuran Jamsostek\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Iuran Anggota Serikat Pekerja dan Dana Sosial (Dansos)\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Simpanan Anggota Koperasi dan Pembayaran Pinjaman Anggota pada\n  koperasi\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Iuran Peserta Dana Pensiun\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dan potongan lain – lain yang telah disetujui, Serikat Pekerja dan\n    Pengusaha\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 31 : KENAIKAN UPAH BERKALA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-STRUCINCR_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasefirmperformance\">\u003Cp>1. Pengusaha memberikan kenaikan upah berkala setiap tahun kepada Pekerja\nyang berpedoman kepada:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Disiplin Kerja\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Prestasi Kerja\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Masa Kerja\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Kemampuan Perusahaan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Kebutuhan Hidup Layak (KHL)\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dan Level\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003Cul>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>2. Besarnya Kenaikan Upah Berkala berdasarkan hasil musyawarah antara\nPengusaha dengan Serikat Pekerja kecuali untuk jabatan Officer \u002F Engineer\nkeatas adalah menjadi kewenangan Pengusaha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasedate_date\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasedate\">\u003Cp>3. Kenaikan Upah tersebut terhitung mulai tanggal 26 Desember setiap\ntahunnya\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>PASAL 32 : UANG PERJALANAN DINAS\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Apabila pekerja dinas keluar kota perusahaan memberikan uang perjalanan\ndinas terdiri dari:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Uang transport pulang pergi memakai kendaraan umum standar ekonomi.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Uang makan menurut kwitansi rumah makan setiap 4 jam sekali.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Uang penginapan menurut kwitansi penginapan yang dipakai.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Uang saku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bagi yang membawa kendaraan sendiri, perusahaan mengganti uang bensin\n    sesuai bon dari SPBU.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>2. Besar uang pada ayat (1) a sampai (1) e sesuai dengan ketentuan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 33 : UPAH SELAMA SAKIT\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknesspay\">\u003Cp>1. Upah Pekerja selama sakit akan dibayar, Apabila:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspaytype\">\u003Cp>Pekerja tidak masuk kerja karena sakit berdasarkan surat keterangan sakit\ndari dokter atau Balai Pengobatan Alternatif yang disahkan oleh Dinas Kesehatan\n(Pemerintah), Dokter Puskesmas, Dokter Umum (disertai kwitansi resep).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspay\">\u003Cp>2. Ketentuan Pengupahan selama sakit diatur dengan Peraturan Perundangan\nyang berlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>PASAL 34 : TUNJANGAN HARI RAYA KEAGAMAAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE_trigger\">\u003Cp>1. Pengusaha memberikan Tunjangan Hari Raya Keagamaan sesuai dengan\nKeputusan Menteri Tenaga Kerja RI No PER-06\u002FMEN\u002F2016 sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Tunjangan Hari Raya Idul fitri bagi pekerja yang beragama Islam\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tunjangan Hari Raya Natal bagi pekerja yang beragama Kristen Katolik dan\n    Protestan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tunjangan Hari Raya Nyepi bagi pekerja yang beragama Hindu.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tunjangan Hari Raya Waisak bagi pekerja yang beragama Budha.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tunjangan Hari Raya Imlek bagi pekerja yang beragama KhongHucu.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype2\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusdays1\">\u003Cp>2. Besarnya tunjangan Hari Raya:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Pekerja yang mempunyai masa kerja 1 (satu) tahun ke atas diberikan\n    1(satu) bulan upah.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\n  \u003Cli>Pekerja yang mempunyai masa kerja 1 (satu) bulan ke atas tapi kurang dari\n    1 (satu) tahun, besar Tunjangan Hari Rayanya yaitu (masa kerja: 12 bulan) x\n    upah 1 (satu) bulan.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\n  \u003Cli>Komponen yang dipergunakan sebagai dasar perhitungan hari raya adalah:\n    Upah pokok + Tunjangan tetap.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusdate\">\u003Cli>Pembayaran Tunjangan Hari Raya Keagamaan selambat – lambatnya 14 (empat\n    belas) hari sebelum Hari Raya.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Pekerja yang putus hubungan kerjanya terhitung sejak waktu 30 (tiga\n    puluh) hari sebelum jatuh tempo Hari Raya Keagamaan berhak atas THR\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VII : PELAYANAN KESEHATAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 35 : PELAYANAN KESEHATAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurance\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccess\">\u003Cli>Perusahaan memberikan pelayanan kesehatan kepada semua pekerja dan\n    keluarganya dengan biaya ditanggung sepenuhnya oleh pengusaha dan Pada saat\n    ini dilaksanakan melalui Program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial\n    Kesehatan (BPJS Kesehatan) Yang ditunjuk oleh Pengusaha dengan\n    memperhatikan saran dan pertimbangan dari Serikat Pekerja.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurancerelatives\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccessrelatives\">\u003Cli>Yang mendapat pelayanan kesehatan tersebut adalah pekerja, suami\u002Fistri +\n    3 (tiga) orang anak pekerja yang sudah terdaftar di PT Indo-rama.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 36 : KACAMATA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perusahaan memberikan bantuan biaya penggantian lensa dan kacamata bagi\npekerja atas dasar hasil pemeriksaaan dokter spesialis mata. Yang besar\nbantuannya sesuai ketentuan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS\nkesehatan).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 37 : KELUARGA BERENCANA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Untuk membentuk keluarga kecil bahagia sejahtera bagi pekerja maka pengusaha\nikut membina dan mendorong pelaksanaan program Keluarga Berencana melalui\nProgram Asuransi Penjamin Kesehatan Pekerja sesuai dengan ketentuannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VIII : KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 38 : KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetypolicy\">\u003Cli>Keselamatan dan kesehatan kerja adalah upaya perlindungan agar para\n    pekerja dan orang yang berada di tempat kerja selalu dalam keadaan selamat\n    dan sehat serta agar setiap peralatan (alat produksi) digunakan aman dan\n    efisien.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Keselamatan dan kesejahteraan kerja dilaksanakan antara perusahaan dan\n    para pekerja dalam pelaksanaannya dikoordinir oleh safety departemen.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetytraining\">\u003Cli>Perusahaan membentuk Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 39 : KEWAJIBAN PENGUSAHA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Kewajiban Perusahaan menjelaskan kepada Pekerja antara lain: \n    \u003Cp>a. Kondisi dan bahaya yang dapat timbul di tempat kerja.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>b. Memberikan alat pengaman dan pelindung diri sesuai peraturan yang\n    berlaku dan setiap Pekerja harus memeliharanya\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>c. Memberitahu tata cara dan sikap yang aman dalam melakukan\n    pekerjaan\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hivpolicy\">\u003Cli>Pengusaha menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan secara berkala kepada\n    pekerja yang tempat kerjanya berpotensi timbulnya penyakit akibat hubungan\n    kerja sesuai kemampuan Perusahaan dan Perundang – undangan yang berlaku.\n    Membuat dan memasang poster, slogan tentang keselamatan dan kesehatan kerja\n    ditempat – tempat kerja.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Membuat dan memasang poster, slogan tentang keselamatan kerja di tempat\n    – tempat kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha memberikan 2 (dua) SKM Indomilk (ukuran 370 ml) setiap bulannya\n    kepada seluruh Pekerja\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 40 : KEWAJIBAN PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Mematuhi dan melaksanakan aturan – aturan tentang keselamatan dan\n    kesehatan kerja di Perusahaan sesuai dengan prosedur P2K3.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Memberikan keterangan yang benar kepada Pegawai Pengawas atau Panitia\n    Pembina Keselamatan dan Kesehatan kerja jika diperlukan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menggunakan alat pelindung diri yang telah disediakan oleh perusahaan dan\n    harus memeliharanya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Melaporkan kepada atasan apabila alat pelindung diri yang diberikan oleh\n    perusahaan tidak memenuhi syarat sesuai dengan peraturan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Melaporkan kepada perusahaan jika pekerja mengidap penyakit menular\n    seperti penyakit paru – paru atau penyakit lainnya yang berakibat dapat\n    membahayakan pekerja lainnya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-code_application\">\u003Cli>Para pekerja berkewajiban untuk turut mencegah dan membantu\n    penanggulangan bahaya kebakaran atau bahaya lainnya yang berhubungan dengan\n    keselamatan dan kesehatan kerja sesuai dengan peraturan – peraturan yang\n    berlaku.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IX : JAMINAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN PEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 41 : BANTUAN DAN SUMBANGAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Perusahaan memberikan kepada Pekerja tetap dalam hal: \n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Istri Pekerja atau pekerja wanita sendiri\n    melahirkan sebesar Rp 850.000,- (delapan ratus lima puluh ribu rupiah)\u003C\u002Fp>\n    \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpay\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Suami, istri atau anak pekerja meninggal\n    dunia sebesar Rp 3.000.000,- (tiga juta rupiah)\u003C\u002Fp>\n    \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpayamount\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpaytype\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Pekerja yang meninggal dunia, maka\n    perusahaan akan memberikan uang pemakaman kepada ahli waris sebesar Rp\n    3.000.000,- (tiga juta rupiah)\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Biaya perpanjangan Surat Izin Mengemudi\n    (SIM) Pekerja yang bertugas sebagai pengemudi ditanggung 50% Perusahaan dan\n    50% oleh pekerja\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan memberikan bantuan, sesuai kesepakatan hasil Investigasi\n    Management dan Serikat Pekerja kepada Pekerja yang mendapat musibah\n    (bencana alam, kebanjiran, kebakaran dll) yang besarnya sumbangan minimal\n    Rp 500.000 (lima ratus ribu rupiah) maximal Rp 1.000.000 (satu juta\n  rupiah)\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 42 : REKREASI\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha memberikan rekreasi sekali dalam satu tahun kepada semua\n    Pekerja berikut suami\u002Fistri dan 3 (tiga) anak kandung\u002Fangkat yang sah.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha menanggung biaya Rekreasi, sbb: \n    \u003Cp>Biaya Transport\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>Konsumsi \u002F makanan kecil.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>Biaya parkir\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>Tiket masuk gerbang utama\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>Menyediakan tempat liburan atau doorprize\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>Biaya tol\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>Biaya P3K\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Obyek rekreasi ditentukan berdasarkan hasil musyawarah pihak pengusaha\n    dengan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 43 : BONUS KINERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE2_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-extrapayfirmperformancesec\">\u003Cli>Pengusaha memberikan Bonus Kinerja kepada Pekerja Tetap dengan mengacu\n    kepada keberhasilan produktivitas dan kelancaran kinerja, berdasarkan\n    target yang ditentukan oleh Pengusaha setiap tahunnya.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Besarnya Bonus Kinerja setiap tahunnya dapat berubah berdasarkan\n    kemampuan Perusahaan dan menjadi kewenangan Pengusaha\u002F\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pemberian Bonus Kinerja setiap tahunnya dilakukan menjelang Hari Raya\n    Idul Fitri\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 44 : OLAHRAGA DAN KESENIAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pengusaha memberikan kesempatan olahraga kepada Pekerja untuk memelihara\nKesehatan serta penyaluran\u002Fpengembangan bakat seni. Untuk itu perusahaan\nmenyediakan waktu dan fasilitas bagi kegiatan olahraga dan kesenian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 45 : MAKAN DAN EKSTRA FOODING\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-mealvouchers\">\u003Cli>Perusahaan memberikan makan menu bergizi 1 (satu) kali setelah Pekerja\n    bekerja 4 (empat) jam sesuai dengan Perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan memberikan extra fooding kepada Pekerja yang masuk pada shift\n    III (malam)\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Pada waktu Bulan Puasa, Perusahaan menyediakan makanan dengan menu khusus\n    yang diberikan kepada Pekerja yang masuk shift II dan shift III. Makanan\n    untuk buka puasa (takjil), hanya diberikan kepada Pekerja yang masuk shift\n    II (siang) shift III juga mendapat extra fooding khusus.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Selama bulan puasa, Perusahaan memberikan pengganti makan bagi Pekerja\n    yang masuk pada General Shift dan Shift I.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengganti makan diberikan dalam bentuk\u002Fpaket makanan (kue atau roti) dan\n    minuman (dalam kemasan kaleng\u002Fbotol) atau sejenisnya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Nilai dari pengganti makan adalah sama dengan nilai makan yang disediakan\n    Pengusaha perhari dikalikan jumlah kehadiran.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Paket pengganti makan diberikan selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sebelum\n    hari raya Idul Fitri.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pada hari raya Idul Fitri, Pengusaha menyediakan makanan dengan menu\n    khusus.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Ayat 1 s\u002Fd 8 pelaksanaannya dimusyawarahkan antara Pengusaha dengan\n    Serikat Pekerja.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 46 : TRANSPORTASI\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha menyediakan sarana transportasi untuk antar jemput Pekerja pada\n    waktu berangkat dan pulang bekerja yang pelaksanaannya diatur oleh\n    Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dalam hal Dinas\u002FEmergency, Perusahaan menyediakan kendaraan atau membayar\n    ganti uang transport bagi Pekerja yang pulang terlambat atau dipanggil\n    bekerja pada saat di luar jam kerja karena kepentingan tugasnya.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 47 : PAKAIAN SERAGAM\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan memberikan pakaian seragam kepada seluruh pekerja yang\nberstatus pekerja tetap terdiri dari:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>2 (dua) stel pakaian seragam dan 2 stel kaos kaki sekali setiap tahun\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>1 (satu) pasang sepatu Kerja\u002Fsafety setiap 2 (dua) tahun sekali\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>1 (satu) pasang wearpack sekali setiap tahun bagi departemen tertentu\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>1 (satu) pasang sepatu safety setiap 2 (dua) tahun sekali bagi departemen\n    tertentu .\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Kartu tanda pengenal (cardnetic)\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>2 (dua) pasang pakaian muslim dan kerudung sekali setiap tahun bagi\n    Pekerja wanita yang mengenakan busana Muslimah (sebagai pengganti\n  seragam)\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Khusus Security diberikan 2 (dua) stel pakaian seragam beserta atributnya\n    dan 1 (satu) pasang sepatu PDH dan satu pasang PDL\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menentukan jenis sepatu kerja sebagaimana ayat 1b setelah disetujui oleh\n    SPSI dan Management\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>2. Pakaian seragam tersebut dalam ayat 1 diatas diberikan pada setiap bulan\nApril kecuali bagi Pekerja baru akan diberikan setelah pekerja tersebut\ndiangkat pekerja tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-protectiveclothing\">\u003Cp>3. Perlengkapan kerja dan alat keselamatan kerja diberikan Perusahaan sesuai\ndengan ketentuan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>PASAL 48 : SARANA IBADAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pengusaha menyediakan fasilitas Masjid dan Mushola di lingkungan Perusahaan\nagar Pekerja dapat melaksanakan Ibadah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 49 : FASILITAS SARANA AMBULANCE\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Untuk lebih memperlancar dan mempercepat waktu dalam pertolongan akibat\n    kecelakaan kerja maupun Pekerja yang sakit pada saat bekerja, Perusahaan\n    menyediakan kendaraan khusus (ambulance)\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bagi keluarga pekerja yang sakit (Emergency) dan dirujuk ke Rumah sakit,\n    bisa menggunakan fasilitas ambulance untuk daerah Jakarta, Bandung, Subang\n    dan Karawang\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 50 : FASILITAS KOPERASI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Koperasi merupakan salah satu sarana untuk meningkatkan kesejahteraan\nPekerja di PT Indo-Rama Synthetics Tbk, Divisi Weaving, untuk itu :\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha mendorong dan menumbuh kembangkan koperasi pekerja PT Indo-Rama\n    Synthetics Tbk, Division Weaving.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha membantu memotong upah Pekerja untuk simpanan dan tagihan\n    Koperasi lainnya sesuai dengan data yang dikirimkan dari Koperasi pada\n    Pengusaha.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengurus Koperasi dalam menjalankan kewajibannya harus sesuai dengan\n    Anggaran Dasar\u002FAnggaran Rumah Tangga koperasi yang berlaku. Perusahaan dan\n    Serikat Pekerja membantu mengontrol jalannya Koperasi dengan melihat data\n    dan laporan keuangan yang dibuat oleh Pengurus Koperasi secara\n  Periodik.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 51 : FASILITAS MESS PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha menyediakan mess bagi pekerja wanita lajang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Karena keterbatasan penyediaan mess, penempatan Pekerja wanita dalam mess\ndiatur oleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pekerja wanita yang tinggal di mess diberikan :\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Beras 9Kg.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Gas isi 12,5 Kg sesuai kebutuhan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>1 (satu) kaleng sarden (425 gr), 1 Liter minyak goreng, mie. Per\n    orang\u002Fbulan\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>4. Setiap Pekerja wanita yang tinggal di Mess, harus mematuhi pada peraturan\nmess.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Setiap Pekerja wanita yang tinggal di mess bersedia kerja lembur bila\nPengusaha memerlukannya dengan upah lembur dibayar sesuai dengan Peraturan\nPerundang – undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Bagi Pekerja wanita yang melanggar Peraturan mess ditindak sesuai dengan\nklasifikasi kesalahannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 52 : JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SOCSEC_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilityfund\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilitypay\">\u003Cp>Pengusaha Mengikutsertakan semua Pekerja Tetap ke dalam Program Badan\nPenyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dan Kesehatan yang meliputi :\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>BPJS Ketenagakerjaan : \n    \u003Cul>\n      \u003Cli>Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fol>\u003C\u002Fdiv>\u003Col>\u003Cli>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fol>\u003C\u002Fdiv>\u003Col>\u003Cli>\u003Cul>\n      \u003Cli>Jaminan Kematian (JKM)\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Jaminan Hari Tua (JHT)\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Jaminan Pensiun.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fol>\u003C\u002Fdiv>\u003Col>\u003Cli>\u003Cul>\n    \u003C\u002Ful>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>BPJS Kesehatan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 53 : JAMINAN KEADAAN DARURAT\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha memberikan jaminan keadaan darurat kepada Pekerja, yang\n    mendapat musibah upaya turut membantu mengamankan dan atau mempertahankan\n    kelancaran operasional Perusahaan yang disebabkan oleh: \n    \u003Cul>\n      \u003Cli>Keadaan mogok kerja.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Keadaan dimana terjadi ancaman terhadap Asset dan atau Pimpinan,\n        Pejabat, Pekerja beserta keluarganya.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Keadaan terjadi kebakaran atau kecelakaan kerja.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Keadaan terjadi kerusuhan, perampokan dan pencurian barang-barang\n        milik perusahaan.\u003C\u002Fli>\n    \u003C\u002Ful>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Jaminan keadaan darurat ini diberikan kepada Keluarga Pekerja sampai\n    dengan usia Pensiun bekerja yang mendapatkan musibah terburuk sekalipun.\n    Bentuk dan nilai jaminan keadaan darurat yang diberikan kepada Pekerja dan\n    atau keluarga Pekerja ditentukan sesuai dengan kesepakatan antara Pengusaha\n    dengan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 54 : DANA PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Maksud dan tujuan Dana Pensiun bagi pekerja Indo-Rama adalah untuk\n    menjaga dan memelihara kelangsungan serta kesinambungan penghasilan pekerja\n    beserta keluarganya pada saat pensiun.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dana Pensiun Indo-Rama dialihkan menjadi Program Pensiun Iuran Pasti\n    (PPIP) melalui DPLK Manulife.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-pensionfund\">\u003Cli>Besarnya Iuran Peserta di DPLK Manulife ditetapkan sebesar 2,5 (Dua koma\n    Lima) persen bagi pekerja dan 4 (empat) persen bagi Pemberi kerja dari Gaji\n    pokok peserta.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 55 : FASILITAS \u002F KESEJAHTERAAN UNTUK OFFICER \u002F ENGINEER KEATAS\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pemberian Fasilitas atau kesejahteraan kepada Pekerja yang jabatannya\nOfficer\u002FEngineer keatas adalah menjadi kewenangan Pengusaha dan tanpa harus\ndimusyawarahkan dengan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB X : PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 56 : PENDIDIKAN PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-trainingprogrammes\">\u003Cp>Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta kualitas Pekerja,\nPerusahaan mengadakan program pelatihan atau training, antara lain:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Pendidikan Hubungan Industrial Indonesia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Pendidikan dalam rangka meningkatkan produksi\ndan produktivitas serta disiplin kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Pendidikan keterampilan kerja, Total Quality\nControl (TQC) dan Quality Control Circle (QCC), Technical, Security,\nSupervisory, Worker Development Program dan lain – lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Seminar yang berhubungan dengan kegiatan\nusaha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Pendidikan rohani pekerja dan keluarganya\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XI : DISIPLIN DAN TATA TERTIB KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 57 : DISIPLIN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Disiplin kerja adalah ketaatan dalam melaksanakan kewajiban baik yang\n    diatur dalam PKB atau ketentuan Peraturan Perundang – undangan yang\n    berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Disiplin kerja merupakan salah satu faktor penunjang dalam menentukan\n    perkembangan perusahaan serta peningkatan kesejahteraan pekerja dalam hal: \n    \u003Cul>\n      \u003Cli>Kenaikan Upah Berkala\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Prestasi Pekerja dan Perusahaan\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Hubungan Kerja Pekerja dengan Perusahaan\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Peningkatan Produktivitas\u003C\u002Fli>\n    \u003C\u002Ful>\n  \u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 58 : TATA TERTIB KERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pekerja harus memakai pakaian seragam serta kartu pengenal (cardnetic)\n    sesuai dengan yang telah diberikan oleh Perusahaan, setiap hari dalam waktu\n    kerja dengan rapih dan bersih.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja waktu masuk dan keluar perusahaan harus melalui pintu yang telah\n    ditentukan perusahaan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja dianjurkan untuk menggunakan sarana transportasi yang telah\n    disediakan pada waktu berangkat dan pulang kerja\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja wajib melakukan setting Cardnetic pada saat masuk dan pulang\n    kerja sebagai data kehadirannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja harus sudah ada di tempat kerja 10 menit sebelum jam kerja: \n    \u003Cp>a. Apabila terlambat 10 menit dari jam kerja yang telah ditetapkan\n    selama 3 kali dalam 1 bulan, masih diizinkan masuk kerja. Sedangkan untuk\n    keterlambatan ke 4 kalinya akan dipotong gaji setengah hari\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>b. Apabila terlambat antara 11 – 30 menit 1 kali dalam 1 bulan masih\n    diizinkan masuk, sedang untuk keterlambatan ke 2 dipotong gaji setengah\n    hari\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>c. Apabila terlambat 30 menit keatas tidak diperkenankan masuk untuk\n    bekerja dan dianggap izin kecuali ada izin dari Pimpinan Departemen untuk\n    masuk bekerja tetapi dipotong setengah hari gaji\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja harus memakai peralatan kerja dan alat keselamatan kerja yang\n    telah disediakan perusahaan pada waktu bekerja\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja harus melaksanakan perintah yang layak dari atasan, serta aturan\n    – aturan kerja pada waktu bekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja dilarang merokok, dilingkungan Perusahaan kecuali pada tempat\n    yang telah ditentukan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja dilarang melakukan kegiatan lain yang tidak berhubungan dengan\n    pekerjaannya pada waktu jam kerjanya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja dilarang meninggalkan tempat kerja pada jam kerja tanpa izin\n    atasan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Sebelum meninggalkan Pekerjaan, memeriksa terlebih dahulu alat – alat\n    kerja, mesin dan lingkungan kerja agar terhindar dari bahaya – bahaya\n    yang dapat merugikan Perusahaan dan teman sekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja harus makan di tempat yang telah ditentukan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja dilarang tidur pada waktu jam kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Selamat bekerja dilarang mengganggu teman sekerja\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang melebihi jam waktu istirahat akan diberikan sanksi\n    berdasarkan data dari Security atau atasannya.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 59 : PERILAKU ATASAN TERHADAP BAWAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pekerja yang berstatus atasan dan mendapatkan tunjangan jabatan harus\nberperilaku :\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Bersikap dan berperilaku sebagai panutan yang dapat diteladani\n  bawahannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Memberi perintah yang layak, tegas, dan jelas pada bawahan secara\n  sopan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Memberikan pembinaan, bimbingan dan tuntunan sehingga bawahan dapat\n    meningkatkan prestasi, disiplin dan produktivitas kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Memberi sanksi atas pelanggaran yang sifatnya mendidik terhadap\n    bawahannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menerima dengan penuh kesadaran atas kritik, saran dan pendapat dari\n    bawahannya.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 60 : PERILAKU BAWAHAN TERHADAP ATASAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Melaksanakan perintah, petunjuk dan lain-lain mengenai pekerjaan dari\n    atasannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bersikap menghormati, sopan santun, jujur, patuh dan terbuka dengan\n    atasan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menanyakan kepada atasan tentang perintah yang diberikan atau hal-hal\n    lain yang belum dimengerti yang berkaitan dengan tugas.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Minta pendapat, saran dan keterangan pada atasan dalam hal adanya\n    persoalan baik mengenai pekerjaan maupun mengenai hubungan kerja\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menerima dengan penuh kesadaran atas teguran, pendapat, saran dan sanksi\n    yang diberikan oleh atasan\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 61 : PENGATURAN SHALAT DI WAKTU BEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Dengan memperhatikan kelancaran produksi, pekerja dapat melaksanakan\n    shalat secara bergiliran dengan diatur oleh atasan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja dilarang istirahat dan tidur dalam ruangan Masjid \u002F Mushola\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja diwajibkan menjaga kebersihan dan kesucian tempat ibadah\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 62 : TERHADAP TATA CARA KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pekerja mempunyai kewajiban mengikuti cara dan standar kerja di bidang\npekerjaannya yang telah ditentukan oleh Pimpinan Departemen dengan tidak\nmenutup kemungkinan pengembangan kreativitas yang bersifat positif.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 63 : TERHADAP ALAT KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pekerja berkewajiban dan bertanggung jawab memeriksa, memelihara dan menjaga\nterhadap peralatan kerja, mesin – mesin dan barang – barang lainnya di\ndalam bidang kerjanya masing – masing baik pada saat akan memulai bekerja,\npada saat bekerja dan pada saat setelah selesai bekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 64 : TERHADAP TEMPAT DAN LINGKUNGAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pekerja berkewajiban dan bertanggung jawab memelihara dan menjaga kebersihan\ntempat dan lingkungan kerjanya masing - masing\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 65 : TERHADAP FASILITAS – FASILITAS YANG DISEDIAKAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pekerja berkewajiban dan bertanggung jawab memelihara, menjaga kebersihan,\nkerapian, ketertiban dan mentaati peraturan – peraturan terhadap setiap\nfasilitas yang disediakan dan diberikan oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 66 : KEWAJIBAN MENYIMPAN RAHASIA PERUSAHAAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pekerja diharuskan merahasiakan segala sesuatu milik Perusahaan atau\n    cabang – cabangnya, baik sekarang maupun kemudian hari setelah ia\n    berhenti bekerja, serta dilarang memberitahukan kepada pihak lain segala\n    sesuatu yang berhubungan dengan kegiatan usaha atau kepentingan Perusahaan\n    serta cabang – cabangnya atau membocorkan rahasia atau keterangan yang\n    diperoleh selama yang bersangkutan bekerja pada Perusahaan dan cabang –\n    cabangnya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja juga wajib menyimpan rahasia Perusahaan yang lain atau orang lain\n    dengan siapa Perusahaan dan cabang – cabangnya mempunyai hubungan \u002F\n    Kerjasama \u002F dagang \u002F usaha, baik selama Pekerja yang bersangkutan bekerja\n    pada Perusahaan maupun di kemudian hari setelah ia berhenti bekerja, tidak\n    dibenarkan membocorkan kepada pihak – pihak lain, rahasia – rahasia\n    atau hal – hal apapun yang berhubungan dengan kegiatan atau kepentingan\n    Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja tidak membocorkan keterangan yang diperolehnya selama ia bekerja\n    di Perusahaan dan cabang – cabangnya yang dapat merugikan Perusahaan atau\n    yang dimaksud di atas.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja dilarang menerbitkan tulisan, memberikan ceramah atau memberi\n    keterangan kepada pers, mengenai hasil produksi, kegiatan – kegiatan\n    proses produksi dan cabang – cabangnya, kecuali dalam rangka melaksanakan\n    pekerjaannya atau telah mendapatkan izin tertulis dari Pimpinan\n  Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap kesengajaan membocorkan rahasia Perusahaan diambil Tindakan sesuai\n    dengan prosedur Hukum dan atau Peraturan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XII : TATA CARA PENYELESAIAN KELUH KESAH PEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 67 : PENYELESAIAN KELUH KESAH PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Apabila terdapat perbedaan pendapat antara Pekerja dengan Perusahaan, maka\nakan diselesaikan dengan musyawarah antara Pengusaha, Pimpinan Departemen yang\nterkait dengan Pekerja dan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 68 : PROSEDUR PENYELESAIAN KELUH KESAH PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Keluh kesah yang disampaikan oleh Pekerja yang bersangkutan kepada\n    Pimpinan Departemen untuk dibahas dan diselesaikan dalam jangka waktu 3\n    (tiga) hari sejak adanya pengaduan tersebut.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila Pimpinan Departemen tidak dapat menyelesaikan dalam batas waktu\n    tersebut diatas, maka Pekerja atau Pimpinan Departemennya menyampaikan\n    secara tertulis kepada Departemen Personalia dengan memberikan tembusan\n    kepada Serikat Pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pimpinan Personalia dalam jangka waktu paling lama 6 (enam) hari kerja,\n    harus sudah dapat menyelesaikan keluh kesah tersebut. Apabila Pimpinan\n    Personalia tidak dapat menyelesaikan keluh kesah tersebut, maka Pengusaha\n    akan membicarakannya dengan Pengurus Serikat Pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dalam hal Pengurus Serikat Pekerja menerima laporan dari Pekerja, maka\n    Pengurus Serikat Pekerja akan menyampaikan persoalan tersebut kepada\n    Pengusaha secara tertulis untuk diselesaikan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha dan Serikat Pekerja akan menyelesaikan keluh kesah tersebut\n    sebaik-baiknya dan seadil-adilnya dalam jangka waktu paling lama 6 (enam)\n    hari.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Jika antara Pengusaha dan Serikat pekerja tidak mencapai kata sepakat,\n    maka persoalan tersebut dapat dilanjutkan atau diselesaikan melalui\n    Instansi yang berwenang sesuai dengan Peraturan atau Perundang-undangan\n    yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja dapat menyampaikan keluh kesah dengan melakukannya berupa\n    mengemukakan pendapat dimuka umum, tetapi berkewajiban dan bertanggung\n    jawab sesuai dengan Undang-undang No. 9 tahun 1998 dan atau Peraturan\n    lainnya yang berlaku serta wajib memperhatikan hal-hal dibawah ini: \n    \u003Cul>\n      \u003Cli>Menghormati hak-hak dan kebebasan orang lain.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Menghormati aturan – aturan moral yang diakui umum.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Mentaati hukum dan ketentuan-ketentuan Perundang-undang yang\n      berlaku.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Menjaga dan menghormati keamanan dan ketertiban umum.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Menjaga keutuhan Persatuan dan Kesatuan bangsa, dan\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Bertanggung jawab atas kerugian pihak – pihak lain yang ditimbulkan\n        dalam melakukan kegiatannya.\u003C\u002Fli>\n    \u003C\u002Ful>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Didalam menyampaikan keluh kesah yang dilakukan dimuka umum, Pekerja\n    harus memberitahukan kepada Pengusaha dan Serikat Pekerja\n    sekurang-kurangnya 7 (tujuh) hari sebelum waktu pelaksanaan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 69 : STATUS PEKERJA DALAM MASA PENYELESAIAN KELUH KESAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Selama proses penyelesaian keluh kesah berlangsung, Pengusaha dengan Pekerja\nmelaksanakan kewajiban masing-masing, kecuali kepada Pekerja yang dikenakan\nskorsing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XIII: PROMOSI, PENGHARGAAN, SANKSI DAN PEMBINAAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 70 : PROMOSI\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Setiap Pekerja mempunyai kesempatan dan diberikan bimbingan yang sama\n    untuk mendapatkan promosi, dengan mempertimbangkan prestasi, kondite dan\n    kecakapan di bidang kerjanya masing-masing.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Promosi dapat dilakukan bilamana: \n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Ada Lowongan formasi pada Struktur\n    Organisasi.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Mampu mengemban dan melaksanakan jabatan\n    tersebut.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Memenuhi persyaratan yang jelas sebagaimana\n    telah ditetapkan oleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Bagi pekerja yang mendapat promosikan\n    diberikan Surat Pengangkatan (SK) dan Upah\u002FGajinya disesuaikan dengan\n    Jabatan Baru.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 71 : PENGHARGAAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Sesuai dengan penilaian Perusahaan, Pekerja dapat diberikan penghargaan,\napabila:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Berjasa kepada Perusahaan karena mencegah atau menghindari Perusahaan\n    dari kecelakaan dan Bencana\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang telah mendapatkan Penilaian Teladan oleh Pengusaha atau\n    Panitia yang ditunjuk Pengusaha.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang telah memiliki masa kerja 10 (sepuluh) tahun diberikan Uang\n    sebesar Rp 150.000,- (Seratus lima puluh ribu rupiah).\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang telah memiliki masa kerja 15 (lima belas) tahun diberikan\n    Uang sebesar Rp 250.000,- (Dua ratus lima puluh ribu rupiah)\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang telah memiliki masa kerja 20 (dua puluh) tahun diberikan\n    Uang sebesar Rp 300.000,- (tiga ratus ribu rupiah)\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang telah memiliki masa kerja 25 (dua puluh lima) tahun\n    diberikan Uang sebesar Rp350.000,-(tiga ratus lima puluh ribu rupiah)\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang telah memiliki masa kerja 30 (tiga puluh) tahun diberikan\n    Uang sebesar Rp 400.000,-(empat ratus ribu rupiah)\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>2. Menemukan menciptakan \u002F merencanakan metode tertentu atau sesuatu yang\nberharga bagi Perusahaan, sehingga dapat meningkatkan daya kerja dan kualitas \u002F\nkuantitas produksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 72 : MACAM – MACAM PENGHARGAAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Penghargaan diberikan oleh Perusahaan berupa : \n    \u003Cul>\n      \u003Cli>Piagam.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Uang tunai \u002F barang berharga.\u003C\u002Fli>\n    \u003C\u002Ful>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pemberian lainnya sesuai dengan hasil kesepakatan antara Pengusaha\n    Bersama Serikat Pekerja. Penghargaan tersebut dalam ayat 1 diatas diberikan\n    pada setiap Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia atau Hari Ulang\n    Tahun Indo-Rama\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 73 : SANKSI ATAS PELANGGARAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Setiap pekerja PT Indo-Rama Synthetics Tbk, Divisi Weaving yang melakukan\n    pelanggaran terhadap isi PKB atau ketentuan yang dikeluarkan bersama antara\n    Pengusaha dengan Serikat Pekerja atau Peraturan Perundang-undangan\n    ketenagakerjaan yang berlaku akan diberikan sanksi sesuai dengan tingkat\n    pelanggarannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Macam-macam sanksi atas pelanggaran antara lain: \n    \u003Cul>\n      \u003Cli>Peringatan lisan.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Peringatan tertulis (warning) tingkat pertama, kedua dan ketiga yang\n        disesuaikan dengan bobot tingkat kesalahannya.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Skorsing.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Pemutusan hubungan kerja.\u003C\u002Fli>\n    \u003C\u002Ful>\n  \u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 74 : PELANGGARAN YANG DIBERIKAN SANKSI PERINGATAN TERTULIS\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Peringatan lisan data diberikan oleh Pengusaha atau Pimpinan Departemen\n    kepada Pekerja yang melakukan kesalahan ringan akibat ketidaktahuannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tujuan peringatan lisan bersifat memberitahu, mendidik, membina agar\n    Pekerja tidak mengulangi kesalahan Kembali.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pemberian peringatan lisan dicatat pada buku catatan peringatan dan\n    ditandatangani oleh Pekerja yang bersangkutan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 75 : PELANGGARAN YANG DIBERIKAN SANKSI PERINGATAN TERTULIS\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Peringatan tertulis PERTAMA diberikan kepada Pekerja:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Tidak memakai pakaian seragam sesuai dengan yang telah diberikan oleh\n    Perusahaan pada waktu jam kerja masing-masing. atau,\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dengan sengaja tidak melakukan Setting Cardnetic pada saat masuk atau\n    pulang kerja. atau,\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tidak melaksanakan atau menolak perintah yang layak dari atasan.\n  atau,\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Meninggalkan tempat kerja pada waktu jam kerja tanpa seijin atasan.\n  atau,\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mangkir 1 (satu) hari kerja tanpa keterangan yang sah.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>2. Peringatan tertulis KEDUA diberikan kepada Pekerja:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Telah diberikan peringatan pertama tetapi masih melakukan kesalahan yang\n    dilakukan pada waktu masa berlaku peringatan pertama belum habis.atau,\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Melakukan pekerjaan lain yang bukan pekerjaannya kecuali seizin atasan.\n    atau,\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mangkir 2 (dua) hari kerja dalam periode 1 (satu) bulan\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>3. Peringatan tertulis KETIGA diberikan kepada Pekerja:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Telah diberikan peringatan tertulis KEDUA, masih melakukan kesalahan yang\n    bobotnya sama dilakukan pada waktu masa berlaku peringatan ke 2 (dua) belum\n    habis atau,\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Merokok di tempat terlarang di lingkungan Perusahaan.atau,\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menggesekan kartu Cardnetic orang lain atau cardneticnya digesekkan oleh\n    orang lain atau,\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mangkir 3 (tiga) hari kerja dalam periode 1 (satu) bulan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Ch3>PASAL 76 : PROSEDUR PEMBERIAN SANKSI PELANGGARAN TERTULIS\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Sanksi surat peringatan tertulis dikeluarkan departemen Personalia\n    berikut bukti pelanggarannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Surat peringatan tertulis disampaikan oleh Pengusaha kepada Pekerja yang\n    melakukan pelanggaran tepat pada tanggal diputuskannya pemberian sanksi\n    tersebut serta tembusan disampaikan pada Pimpinan departemen dan Serikat\n    Pekerja .\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 77 : MASA BERLAKUNYA SURAT PERINGATAN TERTULIS\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Peringatan tertulis PERTAMA berlaku selama 3 (tiga) bulan terhitung sejak\n    diterima oleh Pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Peringatan tertulis KEDUA berlaku selama 4 (empat) bulan terhitung sejak\n    diterima oleh Pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Peringatan tertulis KETIGA berlaku selama 6 (enam) bulan terhitung sejak\n    diterima oleh Pekerja.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 78 : PEMBINAAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Serikat Pekerja membantu melakukan pembinaan kepada Pekerja yang mendapat\n    surat peringatan tertulis untuk memperbaiki dan menyadarkan Pekerja dari\n    kesalahan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Masa pembinaan ini dilaksanakan oleh Serikat Pekerja selama masa\n    berlakunya surat peringatan tertulis.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XIV : SKORSING DAN PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 79 : SKORSING\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pekerja dapat diberikan sanksi skorsing \u002F tidak boleh bekerja oleh Pengusaha\napabila:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pekerja yang melakukan pelanggaran yang dapat meresahkan Pekerja lainnya,\n    sehingga mengakibatkan terganggunya ketenangan bekerja dan ketenangan\n    berusaha di lingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menunggu proses PHK.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Selama menjalani skorsing gaji dibayarkan sesuai dengan Peraturan\n    Perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Masa skorsing paling lama 6 (enam) bulan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 80 : PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pada dasarnya Pengusaha, Pekerja dan Serikat Pekerja dengan segala upaya\n    harus mengarahkan agar jangan terjadi pemutusan hubungan kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dalam hal ini segala upaya telah dilakukan, tetap pemutusan hubungan\n    kerja (PHK) tidak dapat dihindari, maka maksud pemutusan hubungan kerja\n    wajib dirundingkan oleh Pengusaha dan Serikat Pekerja atau dengan Pekerja\n    apabila Pekerja yang bersangkutan tidak menjadi anggota Serikat Pekerja\n    sesuai dengan Perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 81: PELANGGARAN YANG DAPAT DIKENAKAN SANKSI PEMUTUSAN HUBUNGAN\nKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha dapat memutuskan hubungan kerja terhadap Pekerja dengan alasan\nPekerja telah melakukan kesalahan dikategorikan berat sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Melakukan penipuan, pencurian atau penggelapan barang dan\u002Fatau uang milik\n    pengusaha;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Memberikan keterangan palsu atau yang dipalsukan sehingga merugikan\n    perusahaan;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mabuk, meminum keras yang memabukkan, memakai dan atau mengedarkan\n    narkotika dan psikotropika, di lingkungan kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Melakukan perbuatan asusila atau perjudian di lingkungan kerja;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menyerang, menganiaya, mengancam atau mengintimidasi teman sekerja atau\n    Pengusaha dan atau sebaliknya di lingkungan kerja;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Membujuk teman sekerja atau Pengusaha untuk melakukan perbuatan yang\n    bertentang dengan Peraturan Perundang-undangan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dengan sengaja merusak atau membiarkan dalam keadaan bahaya barang milik\n    perusahaan yang menimbulkan kerugian bagi Perusahaan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dengan ceroboh atau sengaja membiarkan teman sekerja atau pengusaha dalam\n    keadaan bahaya ditempat kerja;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Membongkar atau membocorkan rahasia Perusahaan yang seharusnya\n    dirahasiakan kecuali untuk kepentingan negara; atau\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Melakukan perbuatan lainnya di lingkungan Perusahaan yang diancam pidana\n    Penjara 5 (lima) tahun atau lebih.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>2. Kesalahan-kesalahan sebagaimana pada ayat 1 (a) sampai dengan ayat 1 (j)\ntersebut diatas harus didukung dengan bukti sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Pekerja tertangkap tangan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Ada pengakuan dari pekerja yang bersangkutan; atau\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bukti lain berupa laporan kejadian yang dibuat oleh pihak yang berwenang\n    di Perusahaan yang bersangkutan dan didukung oleh sekurang-kurangnya 2\n    (dua) orang saksi.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>3. Pekerja yang putus hubungan kerjanya sebagaimana dimaksud ayat 1, berhak\natas uang pisah sebesar 25% dari ketentuan PKB pasal 86 ayat (3).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 82 : HAL-HAL LAIN YANG DAPAT MENGAKIBATKAN PHK\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pekerja yang akan mengundurkan diri atas kemauan sendiri\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang tidak lulus masa percobaan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja usia lanjut \u002F pension\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja meninggal dunia\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang di PHK sebagaimana disebut pada ayat 1 sampai dengan 4\n    mendapatkan Hak sesuai dengan Peraturan Perundangan yang berlaku\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 83 : PROSEDUR PENYAMPAIAN SANKSI PELANGGARAN YANG DAPAT DIKENAKAN\nSANKSI PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Sanksi pelanggaran yang dapat dikenakan PHK disampaikan oleh Pengusaha\n    kepada Pekerja yang bersangkutan berikut bukti pelanggaran yang telah\n    diketahui oleh Serikat Pekerja dengan segala alasannya, dan tembusan surat\n    pelanggaran tersebut disampaikan kepada Pimpinan Departemen dan Serikat\n    Pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila terjadi pemutusan hubungan kerja antara Pengusaha dengan Pekerja\n    karena pelanggaran, maka Pengusaha akan menempuh prosedur sesuai Peraturan\n    Perundang-undang yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pada waktu berakhirnya hubungan kerja Pengusaha memberikan Surat\n    Keterangan Pernah Bekerja.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 84 : PEMBERIAN UANG PESANGON, UANG PENGHARGAAN MASA KERJA, DAN YANG\nPENGGANTIAN HAK\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_dismissal_type\">\u003Cp>1. Pekerja yang putus hubungan kerja dengan PT Indo-Rama Synthetics Tbk,\nDivisi Weaving karena :\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Pekerja melakukan pelanggaran sebagaimana ketentuan yang diatas dalam\n    Perjanjian Kerja Bersama setelah Pekerja diberikan surat peringatan\n    tertulis pertama, kedua, dan ketiga secara berturut-turut; atau\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perubahan status, penggabungan, pelebaran, atau perubahan kepemilikan\n    perusahaan; atau\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha mengalami kerugian secara terus menerus selama 2 (dua) tahun\n    atau keadaan memaksa (force majeur); atau\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha melakukan efisiensi; atau\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha pailit; atau\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdaysnr\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdays\">\u003Cli>Pekerja yang mengalami sakit berkepanjangan, mengalami cacat akibat\n    kecelakaan kerja dan tidak dapat melakukan pekerjaannya setelah melampaui\n    batas 12 (dua belas) bulan.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay\">\u003Cp>2. Besarnya Uang pesangon, Uang Penghargaan masa Kerja dan uang penggantian\nhak sesuai peraturan dan Perundang-undangan yang berlaku :\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003C\u002Ful>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay1\">\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003Cul>\u003Cli>Besarnya Uang Pesangon\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance\">\u003Cp>Masa Kerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number_1_tenure\">\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable style=\"width: 100%\" border=\"1\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>&lt; 1 Tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 Bulan Upah.\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>1 &lt; 2 Tahun:\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2 Bulan Upah.\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>2 &lt; 3 Tahun:\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3 Bulan Upah.\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>3 &lt; 4 Tahun:\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>4 Bulan Upah.\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>4 &lt; 5 Tahun:\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>5 Bulan Upah.\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>5 &lt; 6 Tahun:\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>6 Bulan Upah.\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>6 &lt; 7 Tahun:\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>7 Bulan Upah.\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>7 &lt; 8 Tahun:\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>8 Bulan Upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>8 Tahun keatas\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>9 Bulan Upah.\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable style=\"width: 100%\" border=\"1\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003Ctable style=\"width: 100%\" border=\"1\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable style=\"width: 100%\" border=\"1\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable style=\"width: 100%\" border=\"1\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Besarnya Uang Penghargaan Masa Kerja.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>Masa Kerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable style=\"width: 100%\" border=\"1\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>3 &lt; 6 Tahun:\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2 Bulan Upah.\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>6 &lt; 9 Tahun:\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3 Bulan Upah.\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>9 &lt; 12 Tahun:\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>4 Bulan Upah.\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>12 &lt; 15 Tahun:\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>5 Bulan Upah.\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>15 &lt; 18 Tahun:\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>6 Bulan Upah.\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>18 &lt; 21 Tahun:\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>7 Bulan Upah.\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>21 &lt; 24 Tahun:\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>8 Bulan Upah.\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>24 Tahun Keatas\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>9 Bulan Upah.\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Besarnya uang penggantian Hak sesuai pasal 156 ayat (4.d) UU No.13 TH\n    2003 meliputi: Penggantian perumahan, pengobatan dan perawatan ditetapkan\n    sebesar 15% dari pesangon dan penghargaan Masa kerja bagi yang memenuhi\n    syarat.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003Cul>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Ch3>PASAL 85 : PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA KARENA DIKUALIFIKASIKAN MENGUNDURKAN\nDIRI\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Dalam hal Pekerja yang mangkir selama 5 (lima) hari kerja atau\n    berturut-turut tanpa keterangan secara tertulis yang dilengkapi dengan\n    bukti yang sah dan telah dipanggil oleh Pengusaha 2 (dua) kalau secara\n    patut dan tertulis dapat diputus hubungan kerjanya karena dikualifikasi\n    mengundurkan diri.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Keterangan tertulis dengan bukti yang sah sebagaimana dimaksud pada ayat\n    1 harus diserahkan paling lambat pada hari pertama pekerja masuk kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pemutusan Hubungan Kerja sebagaimana dimaksud pada ayat 1 selain yang\n    bersangkutan berhak menerima uang pisah sebesar 50% juga mendapatkan Uang\n    Penggantian Hak 15% sesuai Ketentuan Undang-Undang Nomor 13\u002FTh 2003.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 86 : PUTUS HUBUNGAN KERJA KARENA MENGUNDURKAN DIRI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pekerja dapat mengundurkan diri dari atas kemauan sendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekerja yang mengundurkan diri sebagaimana dimaksud pada ayat harus\nmemenuhi syarat :\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Mengajukan permohonan diri secara tertulis selambat-lambatnya 30 (tiga\n    puluh) hari sebelum tanggal mulai pengunduran diri;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tidak terikat dalam ikatan dinas, dan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tetap melaksanakan kewajibannya sampai tanggal mulai pengunduran\n  diri.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang putus hubungan kerjanya sebagaimana ayat 1 dan 2. Selain\n    mendapatkan Uang Penggantian Hak 15% sesuai ketentuan pasal 156 ayat (4) UU\n    13\u002FTahun 2003 juga diberikan Uang pisah\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>3. Besarnya uang pisah yang dimaksud dalam ayat (3) sbb:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable style=\"width: 100%\" border=\"1\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Masa Kerja (Tahun)\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Uang Pisah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>&lt; 3\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>0 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>3 s\u002Fd 6\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1,5 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>6 s\u002Fd 9\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>9 s\u002Fd 12\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2,5 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>12 s\u002Fd 15\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>15 s\u002Fd 18\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>4 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>18 s\u002Fd 21\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>5 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>21 ke atas\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>6 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Ch3>PASAL 87 : HAL-HAL LAIN YANG TIDAK DAPAT DIPUTUS HUBUNGAN KERJA.\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-jobsecuritymothers\">\u003Cp>Pengusaha dilarang melakukan pemutusan hubungan kerja dengan alasan sesuai\nketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pekerja berhalangan masuk kerja karena memenuhi tugas Negara.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja Melaksanakan Ibadah yang di perintahkan Agamanya,\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja menikah atau pekerja mempunyai pertalian darah dan atau ikatan\n    perkawinan dalam satu Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja wanita hamil, melahirkan, gugur kandungan dan menyusui bayi.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fol>\u003C\u002Fdiv>\u003Col>\n  \u003Cli>Pekerja mendirikan, menjadi anggota atau pengurus yang melakukan kegiatan\n    Serikat Pekerja diluar atau didalam jam kerja atas kesepakatan\n  Pengusaha.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang mengadukan Pengusaha kepada pihak berwajib karena pengusaha\n    melakukan tindak pidana kejahatan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja dalam keadaan cacat tetap, sakit akibat kecelakaan kerja atau\n    karena hubungan kerja yang menurut keterangan dokter penyembuhannya belum\n    bisa dipastikan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja berhalangan masuk kerja karena sakit menurut keterangan dokter\n    selama waktu tidak melampaui 12 (dua belas) bulan secara terus menerus.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Karena perbedaan paham, agama, suku, warna kulit, golongan, jenis\n    kelamin, kondisi fisik, atau status perkawinan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XV : PERATURAN PERALIHAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 88 : PERATURAN PERALIHAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Hal-hal lain yang belum diatur dalam Perjanjian Kerja Bersama ini dapat\nditentukan kemudian berdasarkan musyawarah antara pengusaha dengan Serikat\nPekerja dan hasilnya merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari\nPerjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XVI : PENUTUP\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 89 : DISTRIBUSI PERJANJIAN KERJA BERSAMA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama ini dibuat dalam rangkap 3 (tiga) dan disampaikan\nkepada :\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pihak Pengusaha PT Indo-Rama Synthetics Tbk, Divisi Weaving.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pimpinan Unit Kerja SP.TSK SPSI PT Indo-Rama Synthetics Tbk, Divisi\n    Weaving.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Kantor Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Purwakarta.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Buku Perjanjian Kerja Bersama (PKB) diberikan kepada semua pekerja PT\n    Indo-Rama Synthetics Tbk, Divisi Weaving.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 90 : BIAYA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Biaya mencetak dan memperbanyak Perjanjian Kerja Bersama (PKB), ditanggung\nsepenuhnya oleh Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 91 : MASA BERLAKU\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbaratificationdate\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end_date\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start_date\">\u003Cli>Perjanjian Kerja Bersama ini diberlaku untuk jangka waktu 2 (dua) tahun\n    yaitu sejak ditandatangani pada tanggal 26 Januari 2019 s\u002Fd 25 Januari\n  2021\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Apabila Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini habis masa berlakunya, maka 3\n    (tiga) bulan sebelumnya Pengusaha dan Serikat Pekerja akan bermusyawarah\n    untuk menentukan apakah akan dibuat Perjanjian Kerja Bersama (PKB) baru\n    atau akan memperpanjang Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini untuk jangka\n    waktu 1 (satu) tahun lagi.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Hal-hal yang belum diatur dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini, akan\n    dibicarakan Bersama antara Pengusaha dan Serikat Pekerja dan akan\n    dituangkan dalam bentuk Peraturan dan menjadi bagian yang tidak bisa\n    terpisahkan dari Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Demikian Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini dibuat dan diTandaTangani untuk\ndapat dilaksanakan sepenuhnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable style=\"width: 100%\" border=\"1\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd colspan=\"2\" style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">PIHAK –\n        PIHAK YANG MENANDATANGANI\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>PUK SP TSK SPSI \n\n        \u003Cp>PT Indorama Synthetics Tbk\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Divisi Weaving Purwakarta\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Daryono Sy\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Ketua\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>PIMPINAN PERUSAHAAN \n\n        \u003Cp>PT Indorama Synthetics Tbk\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Divisi Weaving Purwakarta\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Biji Chacko\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>M. Rukhiyat\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Sekretaris\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Sanjeev Nandal\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cp>Riyanto\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Wk. Ketua\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cp>Purtono\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Tohari\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Wk. Ketua\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Cucu Cahyadi\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Hari Tri Budiawan SE\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Wk. Ketua\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">\n      \u003Ctd colspan=\"2\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbaactorratified\">MENYAKSIKAN: \n\n        \u003Cp>Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Purwakarta\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Kepala\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>(H. TITOV FIRMAN, SH)\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>NIP: 196.112.24198901.1002\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\n",{"cbadate_start_date":46,"cbadate_end_date":50,"cbaactorratified":52,"cbaratificationdate":56,"trainingprogrammes":58,"SOCSEC_trigger":62,"pensionfund":66,"disabilityfund":70,"contracttrial":73,"contracttrialperiod":77,"contractseverancepay":80,"contractseverancepay1":84,"severance":88,"severance_number_1_tenure":92,"severance_dismissal_type":96,"sicknesspay":100,"maxsicknesspay":104,"maxsicknesspaytype":108,"sicknessmaxdays":112,"menstruationleave":116,"disabilitypay":120,"sicknessmaxdaysnr":122,"healthcareaccess":124,"healthcareaccessrelatives":128,"healthinsurance":132,"healthinsurancerelatives":134,"healthandsafetypolicy":136,"protectiveclothing":140,"healthandsafetytraining":144,"hivpolicy":148,"funeralpay":152,"funeralpaytype":156,"funeralpayamount":160,"code_application":162,"paidmaternityleave":166,"paidmaternityleaveall":170,"paidmaternityleavepay":174,"jobsecuritymothers":176,"maternityotherclause":180,"paidpaternityleave":184,"paidpaternityleaveduration":188,"paidpaternityleavepay":190,"paidpaternityleavepayperc":194,"childcare":197,"deathrelatives":200,"deathrelativesleave":204,"hourspday_select":208,"dayspweek":212,"hourspweek":216,"MAXHOURS_trigger":218,"PAIDLEAV_trigger":222,"holidaysdays":226,"holidaysweeks":228,"bankholidays1":230,"bankholidays2":234,"SCHEDULE_trigger":236,"schedulesrestpw":240,"STRUCINCR_trigger":244,"wageincreasefirmperformance":248,"wageincreasedate":251,"wageincreasedate_date":255,"ONCERISE_trigger":257,"incidentalbonustype2":261,"incidentalbonusdays1":265,"incidentalbonusdate":268,"ONCERISE2_trigger":272,"extrapayfirmperformancesec":276,"OVERTIME_trigger":279,"overtimeallowancetype_general":283,"overtimeallowancetype":285,"SUNDAY_trigger":287,"sundayallowancetype":290,"COMMUTE_trigger":292,"mealvouchers":296,"NOCTPREM_trigger":300,"shiftallowancetype1":304,"hourspday":306,"dayspweek_select":310,"coverunion_trigger":312,"TRADEUNLEAV_trigger":316},{"bindId":47,"name":48,"text":49},"cbadate_start_date","Perjanjian Kerja Bersama ini diberlaku u","Perjanjian Kerja Bersama ini diberlaku untuk jangka waktu 2 (dua) tahun\n    yaitu sejak ditandatangani pada tanggal 26 Januari 2019 s\u002Fd 25 Januari\n  2021",{"bindId":51,"name":48,"text":49},"cbadate_end_date",{"bindId":53,"name":54,"text":55},"cbaactorratified","MENYAKSIKAN: Dinas Tenaga Kerja Sosial d","MENYAKSIKAN: \n\n        Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Purwakarta\n\n        Kepala\n\n        \n\n        \n\n        \n\n        (H. TITOV FIRMAN, SH)\n\n        NIP: 196.112.24198901.1002",{"bindId":57,"name":48,"text":49},"cbaratificationdate",{"bindId":59,"name":60,"text":61},"trainingprogrammes","Untuk meningkatkan pengetahuan dan keter","Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta kualitas Pekerja,\nPerusahaan mengadakan program pelatihan atau training, antara lain:\n\na. Pendidikan Hubungan Industrial Indonesia.\n\nb. Pendidikan dalam rangka meningkatkan produksi\ndan produktivitas serta disiplin kerja.\n\nc. Pendidikan keterampilan kerja, Total Quality\nControl (TQC) dan Quality Control Circle (QCC), Technical, Security,\nSupervisory, Worker Development Program dan lain – lain.\n\nd. Seminar yang berhubungan dengan kegiatan\nusaha\n\ne. Pendidikan rohani pekerja dan keluarganya",{"bindId":63,"name":64,"text":65},"SOCSEC_trigger","Pengusaha Mengikutsertakan semua Pekerja","Pengusaha Mengikutsertakan semua Pekerja Tetap ke dalam Program Badan\nPenyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dan Kesehatan yang meliputi :\n\n  BPJS Ketenagakerjaan : \n    \n      Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)\n      Jaminan Kematian (JKM)\n      Jaminan Hari Tua (JHT)\n      Jaminan Pensiun.",{"bindId":67,"name":68,"text":69},"pensionfund","Besarnya Iuran Peserta di DPLK Manulife ","Besarnya Iuran Peserta di DPLK Manulife ditetapkan sebesar 2,5 (Dua koma\n    Lima) persen bagi pekerja dan 4 (empat) persen bagi Pemberi kerja dari Gaji\n    pokok peserta.",{"bindId":71,"name":64,"text":72},"disabilityfund","Pengusaha Mengikutsertakan semua Pekerja Tetap ke dalam Program Badan\nPenyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dan Kesehatan yang meliputi :\n\n  BPJS Ketenagakerjaan : \n    \n      Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)",{"bindId":74,"name":75,"text":76},"contracttrial","Calon Pekerja tetap yang memenuhi syarat","Calon Pekerja tetap yang memenuhi syarat dan lulus dalam seleksi, maka\n    akan diterima menjadi pekerja tetap PT. Indo-Rama Synthetics Tbk, Divisi\n    Weaving dengan menempuh masa percobaan paling lama 3 bulan.\n  Pekerja yang telah lulus menempuh masa percobaan diangkat menjadi Pekerja\n    Tetap PT Indo-rama Synthetics Tbk Divisi Weaving dengan diberi dan\n    mendapatkan Surat Pengangkatan dari Pengusaha.\n  Masa Percobaan diperhitungkan sebagai masa kerja.",{"bindId":78,"name":75,"text":79},"contracttrialperiod","Calon Pekerja tetap yang memenuhi syarat dan lulus dalam seleksi, maka\n    akan diterima menjadi pekerja tetap PT. Indo-Rama Synthetics Tbk, Divisi\n    Weaving dengan menempuh masa percobaan paling lama 3 bulan.",{"bindId":81,"name":82,"text":83},"contractseverancepay","2. Besarnya Uang pesangon, Uang Pengharg","2. Besarnya Uang pesangon, Uang Penghargaan masa Kerja dan uang penggantian\nhak sesuai peraturan dan Perundang-undangan yang berlaku :\n\n  Besarnya Uang Pesangon\n\n\nMasa Kerja:\n\n\n  \n  \n  \n    \n      \u003C 1 Tahun\n      1 Bulan Upah.\n    \n    \n      1 \u003C 2 Tahun:\n      2 Bulan Upah.\n    \n    \n      2 \u003C 3 Tahun:\n      3 Bulan Upah.\n    \n    \n      3 \u003C 4 Tahun:\n      4 Bulan Upah.\n    \n    \n      4 \u003C 5 Tahun:\n      5 Bulan Upah.\n    \n    \n      5 \u003C 6 Tahun:\n      6 Bulan Upah.\n    \n    \n      6 \u003C 7 Tahun:\n      7 Bulan Upah.\n    \n    \n      7 \u003C 8 Tahun:\n      8 Bulan Upah\n    \n    \n      8 Tahun keatas\n      9 Bulan Upah.",{"bindId":85,"name":86,"text":87},"contractseverancepay1","Besarnya Uang Pesangon Masa Kerja: \u003C 1 T","Besarnya Uang Pesangon\n\n\nMasa Kerja:\n\n\n  \n  \n  \n    \n      \u003C 1 Tahun\n      1 Bulan Upah.\n    \n    \n      1 \u003C 2 Tahun:\n      2 Bulan Upah.\n    \n    \n      2 \u003C 3 Tahun:\n      3 Bulan Upah.\n    \n    \n      3 \u003C 4 Tahun:\n      4 Bulan Upah.\n    \n    \n      4 \u003C 5 Tahun:\n      5 Bulan Upah.\n    \n    \n      5 \u003C 6 Tahun:\n      6 Bulan Upah.\n    \n    \n      6 \u003C 7 Tahun:\n      7 Bulan Upah.\n    \n    \n      7 \u003C 8 Tahun:\n      8 Bulan Upah\n    \n    \n      8 Tahun keatas\n      9 Bulan Upah.",{"bindId":89,"name":90,"text":91},"severance","Masa Kerja: \u003C 1 Tahun 1 Bulan Upah. 1 \u003C ","Masa Kerja:\n\n\n  \n  \n  \n    \n      \u003C 1 Tahun\n      1 Bulan Upah.\n    \n    \n      1 \u003C 2 Tahun:\n      2 Bulan Upah.\n    \n    \n      2 \u003C 3 Tahun:\n      3 Bulan Upah.\n    \n    \n      3 \u003C 4 Tahun:\n      4 Bulan Upah.\n    \n    \n      4 \u003C 5 Tahun:\n      5 Bulan Upah.\n    \n    \n      5 \u003C 6 Tahun:\n      6 Bulan Upah.\n    \n    \n      6 \u003C 7 Tahun:\n      7 Bulan Upah.\n    \n    \n      7 \u003C 8 Tahun:\n      8 Bulan Upah\n    \n    \n      8 Tahun keatas\n      9 Bulan Upah.",{"bindId":93,"name":94,"text":95},"severance_number_1_tenure","1 \u003C 2 Tahun: 2 Bulan Upah.","1 \u003C 2 Tahun:\n      2 Bulan Upah.",{"bindId":97,"name":98,"text":99},"severance_dismissal_type","1. Pekerja yang putus hubungan kerja den","1. Pekerja yang putus hubungan kerja dengan PT Indo-Rama Synthetics Tbk,\nDivisi Weaving karena :\n\n  Pekerja melakukan pelanggaran sebagaimana ketentuan yang diatas dalam\n    Perjanjian Kerja Bersama setelah Pekerja diberikan surat peringatan\n    tertulis pertama, kedua, dan ketiga secara berturut-turut; atau\n  Perubahan status, penggabungan, pelebaran, atau perubahan kepemilikan\n    perusahaan; atau\n  Pengusaha mengalami kerugian secara terus menerus selama 2 (dua) tahun\n    atau keadaan memaksa (force majeur); atau\n  Pengusaha melakukan efisiensi; atau\n  Pengusaha pailit; atau\n  Pekerja yang mengalami sakit berkepanjangan, mengalami cacat akibat\n    kecelakaan kerja dan tidak dapat melakukan pekerjaannya setelah melampaui\n    batas 12 (dua belas) bulan.",{"bindId":101,"name":102,"text":103},"sicknesspay","1. Upah Pekerja selama sakit akan dibaya","1. Upah Pekerja selama sakit akan dibayar, Apabila:\n\nPekerja tidak masuk kerja karena sakit berdasarkan surat keterangan sakit\ndari dokter atau Balai Pengobatan Alternatif yang disahkan oleh Dinas Kesehatan\n(Pemerintah), Dokter Puskesmas, Dokter Umum (disertai kwitansi resep).\n\n2. Ketentuan Pengupahan selama sakit diatur dengan Peraturan Perundangan\nyang berlaku.",{"bindId":105,"name":106,"text":107},"maxsicknesspay","2. Ketentuan Pengupahan selama sakit dia","2. Ketentuan Pengupahan selama sakit diatur dengan Peraturan Perundangan\nyang berlaku.",{"bindId":109,"name":110,"text":111},"maxsicknesspaytype","Pekerja tidak masuk kerja karena sakit b","Pekerja tidak masuk kerja karena sakit berdasarkan surat keterangan sakit\ndari dokter atau Balai Pengobatan Alternatif yang disahkan oleh Dinas Kesehatan\n(Pemerintah), Dokter Puskesmas, Dokter Umum (disertai kwitansi resep).\n\n2. Ketentuan Pengupahan selama sakit diatur dengan Peraturan Perundangan\nyang berlaku.",{"bindId":113,"name":114,"text":115},"sicknessmaxdays","Pekerja yang mengalami sakit berkepanjan","Pekerja yang mengalami sakit berkepanjangan, mengalami cacat akibat\n    kecelakaan kerja dan tidak dapat melakukan pekerjaannya setelah melampaui\n    batas 12 (dua belas) bulan.",{"bindId":117,"name":118,"text":119},"menstruationleave","Pekerja wanita tidak diwajibkan masuk ke","Pekerja wanita tidak diwajibkan masuk kerja pada hari pertama dan kedua\n    waktu haid",{"bindId":121,"name":64,"text":72},"disabilitypay",{"bindId":123,"name":114,"text":115},"sicknessmaxdaysnr",{"bindId":125,"name":126,"text":127},"healthcareaccess","Perusahaan memberikan pelayanan kesehata","Perusahaan memberikan pelayanan kesehatan kepada semua pekerja dan\n    keluarganya dengan biaya ditanggung sepenuhnya oleh pengusaha dan Pada saat\n    ini dilaksanakan melalui Program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial\n    Kesehatan (BPJS Kesehatan) Yang ditunjuk oleh Pengusaha dengan\n    memperhatikan saran dan pertimbangan dari Serikat Pekerja.",{"bindId":129,"name":130,"text":131},"healthcareaccessrelatives","Yang mendapat pelayanan kesehatan terseb","Yang mendapat pelayanan kesehatan tersebut adalah pekerja, suami\u002Fistri +\n    3 (tiga) orang anak pekerja yang sudah terdaftar di PT Indo-rama.",{"bindId":133,"name":126,"text":127},"healthinsurance",{"bindId":135,"name":130,"text":131},"healthinsurancerelatives",{"bindId":137,"name":138,"text":139},"healthandsafetypolicy","Keselamatan dan kesehatan kerja adalah u","Keselamatan dan kesehatan kerja adalah upaya perlindungan agar para\n    pekerja dan orang yang berada di tempat kerja selalu dalam keadaan selamat\n    dan sehat serta agar setiap peralatan (alat produksi) digunakan aman dan\n    efisien.\n  Keselamatan dan kesejahteraan kerja dilaksanakan antara perusahaan dan\n    para pekerja dalam pelaksanaannya dikoordinir oleh safety departemen.\n  Perusahaan membentuk Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja",{"bindId":141,"name":142,"text":143},"protectiveclothing","3. Perlengkapan kerja dan alat keselamat","3. Perlengkapan kerja dan alat keselamatan kerja diberikan Perusahaan sesuai\ndengan ketentuan yang berlaku.",{"bindId":145,"name":146,"text":147},"healthandsafetytraining","Perusahaan membentuk Panitia Pembina Kes","Perusahaan membentuk Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja",{"bindId":149,"name":150,"text":151},"hivpolicy","Pengusaha menyelenggarakan pemeriksaan k","Pengusaha menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan secara berkala kepada\n    pekerja yang tempat kerjanya berpotensi timbulnya penyakit akibat hubungan\n    kerja sesuai kemampuan Perusahaan dan Perundang – undangan yang berlaku.\n    Membuat dan memasang poster, slogan tentang keselamatan dan kesehatan kerja\n    ditempat – tempat kerja.",{"bindId":153,"name":154,"text":155},"funeralpay","b. Suami, istri atau anak pekerja mening","b. Suami, istri atau anak pekerja meninggal\n    dunia sebesar Rp 3.000.000,- (tiga juta rupiah)\n    c. Pekerja yang meninggal dunia, maka\n    perusahaan akan memberikan uang pemakaman kepada ahli waris sebesar Rp\n    3.000.000,- (tiga juta rupiah)",{"bindId":157,"name":158,"text":159},"funeralpaytype","c. Pekerja yang meninggal dunia, maka pe","c. Pekerja yang meninggal dunia, maka\n    perusahaan akan memberikan uang pemakaman kepada ahli waris sebesar Rp\n    3.000.000,- (tiga juta rupiah)",{"bindId":161,"name":158,"text":159},"funeralpayamount",{"bindId":163,"name":164,"text":165},"code_application","Para pekerja berkewajiban untuk turut me","Para pekerja berkewajiban untuk turut mencegah dan membantu\n    penanggulangan bahaya kebakaran atau bahaya lainnya yang berhubungan dengan\n    keselamatan dan kesehatan kerja sesuai dengan peraturan – peraturan yang\n    berlaku.",{"bindId":167,"name":168,"text":169},"paidmaternityleave","Pekerja wanita harus diberi istirahat se","Pekerja wanita harus diberi istirahat selama 1,5 (satu setengah) bulan\n    sebelum melahirkan dan 1,5 (satu setengah) bulan sesudah melahirkan. Sesuai\n    surat keterangan Dokter Kandungan atau Bidan\n  Pekerja wanita harus diberikan istirahat selama 1,5 (satu setengah) bulan\n    apabila mengalami gugur kandungan. Sesuai surat keterangan Dokter Kandungan\n    atau Bidan.\n  Semua pekerja wanita yang menjalankan istirahat \u002F cuti tersebut pada ayat\n    1,3 dan 4 upahnya dibayar penuh",{"bindId":171,"name":172,"text":173},"paidmaternityleaveall","Semua pekerja wanita yang menjalankan is","Semua pekerja wanita yang menjalankan istirahat \u002F cuti tersebut pada ayat\n    1,3 dan 4 upahnya dibayar penuh",{"bindId":175,"name":172,"text":173},"paidmaternityleavepay",{"bindId":177,"name":178,"text":179},"jobsecuritymothers","Pengusaha dilarang melakukan pemutusan h","Pengusaha dilarang melakukan pemutusan hubungan kerja dengan alasan sesuai\nketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku sebagai berikut :\n\n  Pekerja berhalangan masuk kerja karena memenuhi tugas Negara.\n  Pekerja Melaksanakan Ibadah yang di perintahkan Agamanya,\n  Pekerja menikah atau pekerja mempunyai pertalian darah dan atau ikatan\n    perkawinan dalam satu Perusahaan.\n  Pekerja wanita hamil, melahirkan, gugur kandungan dan menyusui bayi.",{"bindId":181,"name":182,"text":183},"maternityotherclause","Pekerja wanita harus diberikan istirahat","Pekerja wanita harus diberikan istirahat selama 1,5 (satu setengah) bulan\n    apabila mengalami gugur kandungan. Sesuai surat keterangan Dokter Kandungan\n    atau Bidan.",{"bindId":185,"name":186,"text":187},"paidpaternityleave","Istri Pekerja melahirkan \u002F Gugur kandung","Istri Pekerja melahirkan \u002F Gugur kandungan 3 hari kerja",{"bindId":189,"name":186,"text":187},"paidpaternityleaveduration",{"bindId":191,"name":192,"text":193},"paidpaternityleavepay","1. Pekerja mendapat izin meninggalkan pe","1. Pekerja mendapat izin meninggalkan pekerjaan dengan upah dibayar penuh\npada waktu:\n\n  Mengkhitankan Anak Pekerja 2 hari kerja\n  Membaptiskan Anak Pekerja 2 hari kerja\n  Istri Pekerja melahirkan \u002F Gugur kandungan 3 hari kerja",{"bindId":195,"name":192,"text":196},"paidpaternityleavepayperc","1. Pekerja mendapat izin meninggalkan pekerjaan dengan upah dibayar penuh\npada waktu:",{"bindId":198,"name":192,"text":199},"childcare","1. Pekerja mendapat izin meninggalkan pekerjaan dengan upah dibayar penuh\npada waktu:\n\n  Mengkhitankan Anak Pekerja 2 hari kerja\n  Membaptiskan Anak Pekerja 2 hari kerja\n  Istri Pekerja melahirkan \u002F Gugur kandungan 3 hari kerja\n  Istri \u002F Suami, Anak, Orangtua, Mertua Pekerja meninggal dunia 4 hari\n  kerja\n  Kakek atau nenek Kandung, Kakak atau Adik kandung meninggal dunia 2 hari\n    kerja.",{"bindId":201,"name":202,"text":203},"deathrelatives","Istri \u002F Suami, Anak, Orangtua, Mertua Pe","Istri \u002F Suami, Anak, Orangtua, Mertua Pekerja meninggal dunia 4 hari\n  kerja\n  Kakek atau nenek Kandung, Kakak atau Adik kandung meninggal dunia 2 hari\n    kerja.",{"bindId":205,"name":206,"text":207},"deathrelativesleave","Kakek atau nenek Kandung, Kakak atau Adi","Kakek atau nenek Kandung, Kakak atau Adik kandung meninggal dunia 2 hari\n    kerja.",{"bindId":209,"name":210,"text":211},"hourspday_select","1. Bagi Pekerja General Shift (GS) Kerja","1. Bagi Pekerja General Shift (GS)\n\n\n  \n  \n  \n  \n  \n    \n      Kerja\n        Shift\n      Jam\n        Kerja\n      Jam Istirahat\n    \n    \n      Awal\n      Akhir\n    \n    \n      General Shift\n      \n      \n      \n    \n    \n      Senin\u002FKamis\n      08.00\n      16.30\n      12.30-13.00\n    \n    \n      Jumat\n      08.00\n      16.00\n      11.30-13.30\n    \n    \n      Sabtu\n      08.00\n      12.00\n      Tanpa\n        Istirahat\n    \n  \n\n\nCatatan:\n\nBilamana ada Perubahan menjadi 5 Hari Kerja Per Minggu di lakukan percobaan\ndahulu sesuai kesepakatan Management dengan PUK SP TSK SPSI.",{"bindId":213,"name":214,"text":215},"dayspweek","Senin\u002FKamis 08.00 16.30 12.30-13.00 Juma","Senin\u002FKamis\n      08.00\n      16.30\n      12.30-13.00\n    \n    \n      Jumat\n      08.00\n      16.00\n      11.30-13.30\n    \n    \n      Sabtu\n      08.00\n      12.00\n      Tanpa\n        Istirahat",{"bindId":217,"name":214,"text":215},"hourspweek",{"bindId":219,"name":220,"text":221},"MAXHOURS_trigger","Kerja lembur adalah: Jika pekerjaan dila","Kerja lembur adalah:\n\n  Jika pekerjaan dilakukan lebih dari jam kerja wajib\n  Bekerja pada hari libur mingguan Pekerja atau hari libur \u002F hari raya yang\n    ditetapkan Pemerintah\n  Pekerja yang dipanggil untuk bekerja pada saat sedang melakukan istirahat\n    tahunan atau cuti tahunan dengan ketentuan tidak melebihi 16 jam\u002Fhari\n  Pekerja yang mengikuti Training Technical Skill Development di area\n    Pabrik. Bagi Pekerja yang mengikuti Training Human Skill Development tidak\n    termasuk kerja lembur",{"bindId":223,"name":224,"text":225},"PAIDLEAV_trigger","1. Pekerja berhak atas cuti tahunan sela","1. Pekerja berhak atas cuti tahunan selama 12 hari kerja tiap – tiap tahun\nsetelah mempunyai masa kerja 12 bulan berturut – turut dengan upah dibayar\npenuh.",{"bindId":227,"name":224,"text":225},"holidaysdays",{"bindId":229,"name":224,"text":225},"holidaysweeks",{"bindId":231,"name":232,"text":233},"bankholidays1","Pada hari raya dan libur resmi yang dite","Pada hari raya dan libur resmi yang ditetapkan oleh pemerintah, pekerja\n    tidak diwajibkan bekerja dengan upah tetap dibayar penuh.",{"bindId":235,"name":232,"text":233},"bankholidays2",{"bindId":237,"name":238,"text":239},"SCHEDULE_trigger","Jam Istirahat Awal Akhir General Shift S","Jam Istirahat\n    \n    \n      Awal\n      Akhir\n    \n    \n      General Shift\n      \n      \n      \n    \n    \n      Senin\u002FKamis\n      08.00\n      16.30\n      12.30-13.00\n    \n    \n      Jumat\n      08.00\n      16.00\n      11.30-13.30\n    \n    \n      Sabtu\n      08.00\n      12.00\n      Tanpa\n        Istirahat\n    \n  \n\n\nCatatan:\n\nBilamana ada Perubahan menjadi 5 Hari Kerja Per Minggu di lakukan percobaan\ndahulu sesuai kesepakatan Management dengan PUK SP TSK SPSI.\n\n\n\n2. Bagi Pekerja Shift\n\n\n  \n  \n  \n  \n  \n    \n      Kerja Shift\n      Jam\n      Kerja\n      Jam Istirahat\n    \n    \n      Awal\n      Akhir\n    \n    \n      Shift\n      I\n      06.00\n      14.00\n      1\n      Jam\n    \n    \n      Shift\n      II\n      14.00\n      22.00\n      1\n      Jam\n    \n    \n      Shift\n        III\n      22.00\n      06.00\n      1\n      Jam\n    \n  \n\n\n\n\n3. Bagi Pekerja Shift Khusus Security\n\n\n  \n  \n  \n  \n  \n    \n      Kerja\n        Shift\n      Jam\n        Kerja\n      Jam\n        Istirahat\n    \n    \n      Awal\n      Akhir\n    \n    \n      Shift\n        I\n      07.00\n      15.00\n      1\n        Jam\n    \n    \n      Shift\n        II\n      15.00\n      23.00\n      1\n        Jam\n    \n    \n      Shift\n        III\n      23.00\n      07.00\n      1\n        Jam\n    \n  \n\n\n\n\n4. Jam istirahat bagi Pekerja Shift ditentukan oleh Pimpinan Shift masing\n– masing dengan memperhatikan kelancaran proses produksi",{"bindId":241,"name":242,"text":243},"schedulesrestpw","14. Hari Libur Adalah hari dimana pekerj","14. Hari Libur\n\nAdalah hari dimana pekerja tidak diharuskan masuk bekerja yaitu:\n\nHari Libur Mingguan",{"bindId":245,"name":246,"text":247},"STRUCINCR_trigger","1. Pengusaha memberikan kenaikan upah be","1. Pengusaha memberikan kenaikan upah berkala setiap tahun kepada Pekerja\nyang berpedoman kepada:\n\n  Disiplin Kerja\n  Prestasi Kerja\n  Masa Kerja\n  Kemampuan Perusahaan\n  Kebutuhan Hidup Layak (KHL)\n  Dan Level\n\n\n2. Besarnya Kenaikan Upah Berkala berdasarkan hasil musyawarah antara\nPengusaha dengan Serikat Pekerja kecuali untuk jabatan Officer \u002F Engineer\nkeatas adalah menjadi kewenangan Pengusaha\n\n3. Kenaikan Upah tersebut terhitung mulai tanggal 26 Desember setiap\ntahunnya",{"bindId":249,"name":246,"text":250},"wageincreasefirmperformance","1. Pengusaha memberikan kenaikan upah berkala setiap tahun kepada Pekerja\nyang berpedoman kepada:\n\n  Disiplin Kerja\n  Prestasi Kerja\n  Masa Kerja\n  Kemampuan Perusahaan\n  Kebutuhan Hidup Layak (KHL)\n  Dan Level",{"bindId":252,"name":253,"text":254},"wageincreasedate","3. Kenaikan Upah tersebut terhitung mula","3. Kenaikan Upah tersebut terhitung mulai tanggal 26 Desember setiap\ntahunnya",{"bindId":256,"name":253,"text":254},"wageincreasedate_date",{"bindId":258,"name":259,"text":260},"ONCERISE_trigger","1. Pengusaha memberikan Tunjangan Hari R","1. Pengusaha memberikan Tunjangan Hari Raya Keagamaan sesuai dengan\nKeputusan Menteri Tenaga Kerja RI No PER-06\u002FMEN\u002F2016 sebagai berikut:\n\n  Tunjangan Hari Raya Idul fitri bagi pekerja yang beragama Islam\n  Tunjangan Hari Raya Natal bagi pekerja yang beragama Kristen Katolik dan\n    Protestan.\n  Tunjangan Hari Raya Nyepi bagi pekerja yang beragama Hindu.\n  Tunjangan Hari Raya Waisak bagi pekerja yang beragama Budha.\n  Tunjangan Hari Raya Imlek bagi pekerja yang beragama KhongHucu.",{"bindId":262,"name":263,"text":264},"incidentalbonustype2","2. Besarnya tunjangan Hari Raya: Pekerja","2. Besarnya tunjangan Hari Raya:\n\n  Pekerja yang mempunyai masa kerja 1 (satu) tahun ke atas diberikan\n    1(satu) bulan upah.\n  Pekerja yang mempunyai masa kerja 1 (satu) bulan ke atas tapi kurang dari\n    1 (satu) tahun, besar Tunjangan Hari Rayanya yaitu (masa kerja: 12 bulan) x\n    upah 1 (satu) bulan.",{"bindId":266,"name":263,"text":267},"incidentalbonusdays1","2. Besarnya tunjangan Hari Raya:\n\n  Pekerja yang mempunyai masa kerja 1 (satu) tahun ke atas diberikan\n    1(satu) bulan upah.",{"bindId":269,"name":270,"text":271},"incidentalbonusdate","Pembayaran Tunjangan Hari Raya Keagamaan","Pembayaran Tunjangan Hari Raya Keagamaan selambat – lambatnya 14 (empat\n    belas) hari sebelum Hari Raya.",{"bindId":273,"name":274,"text":275},"ONCERISE2_trigger","Pengusaha memberikan Bonus Kinerja kepad","Pengusaha memberikan Bonus Kinerja kepada Pekerja Tetap dengan mengacu\n    kepada keberhasilan produktivitas dan kelancaran kinerja, berdasarkan\n    target yang ditentukan oleh Pengusaha setiap tahunnya.\n  Besarnya Bonus Kinerja setiap tahunnya dapat berubah berdasarkan\n    kemampuan Perusahaan dan menjadi kewenangan Pengusaha\u002F\n  Pemberian Bonus Kinerja setiap tahunnya dilakukan menjelang Hari Raya\n    Idul Fitri",{"bindId":277,"name":274,"text":278},"extrapayfirmperformancesec","Pengusaha memberikan Bonus Kinerja kepada Pekerja Tetap dengan mengacu\n    kepada keberhasilan produktivitas dan kelancaran kinerja, berdasarkan\n    target yang ditentukan oleh Pengusaha setiap tahunnya.",{"bindId":280,"name":281,"text":282},"OVERTIME_trigger","Jumlah nilai komponen yang dipergunakan ","Jumlah nilai komponen yang dipergunakan sebagai dasar perhitungan Upah\n    Lembur adalah gaji pokok ditambah tunjangan tetap sesuai dengan KEPMEN No\n    102\u002FMEN\u002F2004 atau Peraturan Perundang – undangan yang berlaku.",{"bindId":284,"name":281,"text":282},"overtimeallowancetype_general",{"bindId":286,"name":281,"text":282},"overtimeallowancetype",{"bindId":288,"name":220,"text":289},"SUNDAY_trigger","Kerja lembur adalah:\n\n  Jika pekerjaan dilakukan lebih dari jam kerja wajib\n  Bekerja pada hari libur mingguan Pekerja atau hari libur \u002F hari raya yang\n    ditetapkan Pemerintah",{"bindId":291,"name":281,"text":282},"sundayallowancetype",{"bindId":293,"name":294,"text":295},"COMMUTE_trigger","22. Tunjangan Transportasi Adalah tunjan","22. Tunjangan Transportasi\n\nAdalah tunjangan yang diberikan kepada pekerja yang mempunyai jabatan\nsupervisor ke atas",{"bindId":297,"name":298,"text":299},"mealvouchers","Perusahaan memberikan makan menu bergizi","Perusahaan memberikan makan menu bergizi 1 (satu) kali setelah Pekerja\n    bekerja 4 (empat) jam sesuai dengan Perundang-undangan yang berlaku.\n  Perusahaan memberikan extra fooding kepada Pekerja yang masuk pada shift\n    III (malam)",{"bindId":301,"name":302,"text":303},"NOCTPREM_trigger","23. Tunjangan Malam Adalah tunjangan yan","23. Tunjangan Malam\n\nAdalah tunjangan yang diberikan kepada Pekerja yang bekerja pada Shift III\n(malam)",{"bindId":305,"name":302,"text":303},"shiftallowancetype1",{"bindId":307,"name":308,"text":309},"hourspday","2. Bagi Pekerja Shift Kerja Shift Jam Ke","2. Bagi Pekerja Shift\n\n\n  \n  \n  \n  \n  \n    \n      Kerja Shift\n      Jam\n      Kerja\n      Jam Istirahat\n    \n    \n      Awal\n      Akhir\n    \n    \n      Shift\n      I\n      06.00\n      14.00\n      1\n      Jam\n    \n    \n      Shift\n      II\n      14.00\n      22.00\n      1\n      Jam\n    \n    \n      Shift\n        III\n      22.00\n      06.00\n      1\n      Jam",{"bindId":311,"name":214,"text":215},"dayspweek_select",{"bindId":313,"name":314,"text":315},"coverunion_trigger","Perjanjian Kerja Bersama ini dibuat untu","Perjanjian Kerja Bersama ini dibuat untuk mengatur secara jelas hak – hak\ndan kewajiban Pengusaha, Serikat Pekerja dan pekerja PT Indo-rama Synthetics\nTbk Divisi Weaving agar tercipta hubungan kerja yang harmonis, ketenangan kerja\ndan perbaikan kesejahteraan Pekerja, serta kelangsungan usaha, kepastian hak\ndan kewajiban masing – masing dalam Perusahaan.",{"bindId":317,"name":318,"text":319},"TRADEUNLEAV_trigger","Pengusaha memberikan izin dispensasi kep","Pengusaha memberikan izin dispensasi kepada pengurus dan\u002Fatau anggota\nSerikat Pekerja dengan Gaji Pokok dan Tunjangan Tetap dibayar penuh serta tidak\nmempengaruhi Tunjangan Kehadiran dengan terlebih dahulu mengajukan permohonan\nizin dispensasi kepada pengusaha\n\n  Mengikuti rapat – rapat baik dengan pengurus \u002F anggota atau pihak\n    pemerintah atau kegiatan lainnya yang diperlukan Serikat Pekerja.\n  Mengikuti Pendidikan, seminar, lokakarya dan lain – lain.","\u003Chtml>\n\n    \u003Cdiv class=\"cobra-report\">\n\n        \u003Ch2>IDN PT. Indorama Synthetics - Weaving - Purwakarta - 2019\u003C\u002Fh2>\n\n        \u003Cdiv class=\"section general\">\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-start_date\">Tanggal dimulainya perjanjian: &rarr;&nbsp;2019-01-26\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-end_date\">Tanggal berakhirnya perjanjian: &rarr;&nbsp;2021-01-25\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \u003C!-- TODO: previous CBA logic -->\n            \u003C!-- TODO: status logic -->\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaratified\">Diratifikasi oleh: &rarr;&nbsp;Other\u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaactorratified\">\n                    Diratifikasi pada: &rarr;&nbsp;2019-01-26\n                \u003C\u002Fdiv>\n            \n\n            \u003C!-- TODO: transnational_label, includingcountries_label, national_framework_label -->\n\n            \u003Cdiv id=\"display-SECTOR1\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Industri\u002Fpabrik pengolahan\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-NACE2004\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Pabrik Manufaktur Textil\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-FIRMPRI\">\n                Sektor publik\u002Fswasta: &rarr;&nbsp;In the private sector\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv>Disimpulkan oleh:\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1\">\n\n                \n                    \n                    \u003Cdiv>\n                        Nama perusahaan: &rarr;&nbsp;\n                        Indorama Synthetics - Weaving - Purwakarta\n                    \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1\">\n                Nama serikat pekerja: &rarr;&nbsp;\n\n                \n                    \n                    \u003Cspan>\n                        Serikat Pekerja Tekstil Sandang &amp; Kulit SP TSK SPSI\n                    \u003C\u002Fspan>\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-casignemployees\">\n                Nama penandatangan dari pihak pekerja &rarr;&nbsp;Daryono Sy, M. Rukhiyat, Riyanto, Tohari, Hari Tri Budiawan SE\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section social-security-pensions\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SOCSEC_trigger\">JAMINAN SOSIAL DAN PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-pensionfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pensiun bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilityfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan cacat bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-unemploymentfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan pengangguran bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section training\">\n            \u003Ch3 id=\"display-TRAINING_trigger\">PELATIHAN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingprogrammes\">Program pelatihan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprenticeships\">Magang: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pelatihan bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section sickness-disability\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KONDISI SAKIT DAN DISABILITAS\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-maxsicknesspayperc\">\n                Maximum cuti sakit berbayar (untuk 6 bulan): &rarr;&nbsp;92&nbsp;%\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-sicknessmaxdaysnr\">\n                Maximum hari untuk cuti sakit berbayar: &rarr;&nbsp;365 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-longtermillness\">Ketentuan mengenai kembali bekerja setelah menderita penyakit jangka panjang, seperti penyakit kanker: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-menstruationleave\">Cuti haid berbayar: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilitypay\">Pembayaran gaji apabila tidak mampu bekerja dikarenakan kecelakaan kerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n\n        \u003Cdiv class=\"section health-medical-assistence\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA BANTUAN MEDIS\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccess\">Bantuan medis disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccessrelatives\">Bantuan medis bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurance\">Kontribusi pengusaha untuk asuransi kesehatan disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurancerelatives\">Asuransi kesehatan bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetypolicy\">Kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetytraining\">Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-protectiveclothing\">Pakaian\u002Falat pelindung diri disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-hivpolicy\">Pemeriksaan kesehatan secara berkala disediakan oleh pengusaha: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-monitoring\">Pengawasan permintaan musculoskeletal di tempat kerja, resiko professional dan\u002Fatau hubungan antara pekerjaan dan kesehatan: &rarr;&nbsp;The relationship between work and health, Employee involvement in the monitoring\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-funeralpay\">Bantuan duka\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-funeralpayamount\">\n                Minimum kontribusi pengusaha untuk penguburan\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;3000.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section work-family-arrangements\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKFAM_trigger\">PENGATURAN ANTARA KERJA DAN KELUARGA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleaveduration\">\n                Cuti hamil berbayar: &rarr;&nbsp;13 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleavepayperc\">\n                Cuti hamil berbayar terbatas untuk: 100 % dari gaji pokok\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-jobsecuritymothers\">Jaminan tetap dapat bekerja setelah cuti hamil: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-maternitydiscrimination\">Larangan diskriminasi terkait kehamilan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-breastfeeding_dangerouswork\">Larangan mewajibkan pekerja yang sedang hamil atau menyusui untuk melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-riskassessment\">Penilaian resiko terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja yang sedang hamil atau menyusui di tempat kerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-alternatives\">Ketersediaan alternatif bagi pekerja hamil atau menyusui untuk tidak melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-timeoff\">Cuti untuk melakukan pemeriksaan pranatal: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningnonstandard\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempekerjakan pekerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningpromotion\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempromosikan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv> \n            \u003Cdiv id=\"display-nursingmothers\">Fasilitas untuk pekerja yang menyusui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcareprovision\">Pengusaha menyediakan fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcaresubsidy\">Pengusaha mensubsidi fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \u003Cdiv id=\"display-educationtuition\">Tunjangan\u002Fbantuan pendidikan bagi anak pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \n            \u003Cdiv id=\"display-childcareleave\">\n                Cuti berbayar tiap tahun yang diberikan untuk merawat anggota keluarga: &rarr;&nbsp;2 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidpaternityleaveduration\">\n                Cuti ayah berbayar: &rarr;&nbsp;3 hari\n         \u003C\u002Fdiv>\n                        \u003Cdiv id=\"display-deathrelativesleave\">\n                Durasi cuti yang diberikan ketika ada anggota keluarga yang meninggal: &rarr;&nbsp;2 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n        \n         \n\n        \u003Cdiv class=\"section employment-contracts\">\n            \u003Ch3 id=\"display-EMPCONTR_trigger\">PERJANJIAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-contracttrialperiod\">\n                Durasi masa percobaan: &rarr;&nbsp;91 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\u003Cdiv id=\"display-severance_number\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;180&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-severance_number_1_tenure\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;60&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-part_time_excluded\">Pekerja paruh waktu tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-tempagency\">Ketentuan mengenai pekerja sementara: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprentices_excluded\">Pekerja magang tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-minijobs_excluded\">Pekerja mahasiswa tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section working-hours\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKHOURS_trigger\">JAM KERJA, JADWAL DAN LIBUR\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspday\">\n                Jam kerja per hari: &rarr;&nbsp;7.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspweek\">\n                Jam kerja per minggu: &rarr;&nbsp;42.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-dayspweek\">\n                Hari kerja per minggu: &rarr;&nbsp;6.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysdays\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;12.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysweeks\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;2.0 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-bankholidays2\">\n                Cuti libur nasional berbayar: &rarr;&nbsp;Hari Raya Idul Fitri\u002FHari Raya Kemenangan, Hari Raya Idul Adha\u002FHari Raya Kurban, Hari Raya Natal\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-schedulesrestpw\"> Periode istrirahat setidaknya satu hari dalam seminggu disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-sundays_year\">\n                Jumlah maksimum hari minggu\u002Fhari libur nasional dalam setahun dimana pekerja harus\u002Fdapat bekerja: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n             \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-tradeunleavdays\">\n                Cuti berbayar untuk aktivitas serikat pekerja: &rarr;&nbsp; hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-FLEXWORK_trigger\"> Ketentuan mengenai pengaturan jadwal kerja yang fleksibel: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section wages\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WAGES_trigger\">PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-PAYSCALES_trigger\">\n                Upah ditentukan oleh skala upah: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n\n            \n            \n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-COSTLIV_trigger\">Penyesuaian untuk kenaikan biaya kebutuhan hidup: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-STRUCINCR_trigger\">Kenaikan upah\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \u003Cdiv id=\"display-wageincreasedate_date\">\n                    Kenaikan upah dimulai: &rarr;&nbsp;2021-12\n                \u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-ONCERISE_trigger\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali:\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \u003Cdiv id=\"display-extrapayfirmperformance\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali dikarenakan performa perusahaan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-NOCTPREM_trigger\">Tunjangan shift untuk kerja sore atau malam\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \u003Cdiv id=\"display-shiftallowancetype1\">Tunjangan shift hanya untuk yang kerja malam: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-OVERTIME_trigger\">Upah lembur hari kerja\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SUNDAY_trigger\">Upah lembur hari Minggu\u002Flibur\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-COMMUTE_trigger\">Tunjangan transportasi\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Ch4>Kupon makan\u003C\u002Fh4>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-mealvouchers\">\n                Kupon makan disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-MEALALL_trigger\">Tunjangan makan disediakan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-legalassistance_trigger\">\n                Bantuan hukum gratis: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n    \u003C\u002Fdiv>\n\n\u003C\u002Fhtml>\n",[],[],"collective_agreement",[325],{"title":39,"slug":34},[327],{"type":328,"data":329},"call_to_action_body_block",{"title":330,"description":331,"variant":332,"link":333},"Bandingkan Perjanjian Kerja Bersama","Bandingkan pasal-pasal dan topik dalam Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dengan Perjanjian Kerja Bersama di semua sektor kerja di Indonesia maupun negara-negara lainnya.","dark",{"title":330,"url":334,"description":330,"rel":335,"type":336},"\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fbandingkan-perjanjian-kerja-bersama","follow","internal",[338],{"type":328,"data":339},{"title":330,"description":331,"variant":332,"link":340},{"title":330,"url":334,"description":330,"rel":335,"type":336},[]]