[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"page:id-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-indo-rama-synthetics-divisi-indorama-teknologies-complex-dengan-puk-sp-tsk-spsi-pt-indo-rama-synthetics-divisi-teknologies-complex-2019-2021":3},{"id":4,"slug":5,"title":6,"short_title":7,"intro_text":8,"meta_description":9,"seo_title":9,"path":10,"content_type":11,"locale":12,"go_live_at":7,"first_published_at":13,"page_created_at":14,"published_at":13,"edit_url":15,"breadcrumbs":16,"seo":24,"data":32,"children":330,"content_type_view":331,"extra_breadcrumbs":332,"body":334,"body_blocks":345,"related_pages":349},3679,"perjanjian-kerja-bersama","Perjanjian Kerja Bersama",null,"\u003Cp>Beberapa pilihan Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dipublikasikan di sini. Anda dapat menemukan teks asli dari Perjanjian Kerja Bersama tersebut, membaca dan menelusuri per bab maupun pasal, menurut topik yang sedang Anda cari.\u003Cbr\u002F>\u003Cbr\u002F>Ketika Anda mengklik pada link Perjanjian Kerja Bersama, halaman akan terbuka: di kolom sebelah kiri pada halaman tersebut berisi teks asli, sedangkan di kolom sebelah kanan, Anda akan menemukan ringkasan dari ketentuan yang ada di Perjanjian Kerja Bersama tersebut.\u003Cbr\u002F>Serikat Buruh\u002FPekerja dan Asosiasi Pengusaha dari Indonesia memberikan kontribusi terhadap pengumpulan data Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>","","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama","collective_agreements.collectiveagreementoverview","id_ID","2025-08-15T13:01:11.360625+00:00","2026-04-02T08:44:09.692847+00:00","\u002Fcms\u002Fpages\u002F3679\u002Fedit\u002F",[17,20,23],{"title":18,"slug":19},"Indonesia","id-id",{"title":21,"slug":22},"Bekerja di Indonesia","bekerja-di-indonesia",{"title":6,"slug":5},{"title":6,"description":9,"image":25,"canonical":26,"robots":27,"og_type":28,"twitter_card":29,"locale":19,"created_at":30,"last_modified_at":31},"https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fmedia\u002Fimages\u002FSocial_media_preview_image_-_2025.2e16d0ba.fill-1200x630.png","https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002F","index, follow","website","summary_large_image","2025-08-15T15:01:11.360625+02:00","2026-04-02T10:44:09.828831+02:00",{"cba":33,"clauses":45,"details":328,"translations":329},{"id":34,"uid":35,"url":36,"name":37,"locale":38,"override_title":9,"title":39,"browser_title":40,"browser_description":41,"text":42},"perjanjian-kerja-bersama-antara-pt-indo-rama-synthetics-divisi-indorama-teknologies-complex-dengan-puk-sp-tsk-spsi-pt-indo-rama-synthetics-divisi-teknologies-complex-2019-2021","140c5ca0-8886-11eb-a22e-f23c91080f70","https:\u002F\u002Fcobra.wageindicator.org\u002Fcountries\u002Findonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-indo-rama-synthetics-divisi-indorama-teknologies-complex-dengan-puk-sp-tsk-spsi-pt-indo-rama-synthetics-divisi-teknologies-complex-2019-2021\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-indo-rama-synthetics-divisi-indorama-teknologies-complex-dengan-puk-sp-tsk-spsi-pt-indo-rama-synthetics-divisi-teknologies-complex-2019-2021\u002F","Perjanjian Kerja Bersama Antara PT INDO-RAMA SYNTHETICS DIVISI INDORAMA TEKNOLOGIES COMPLEX Dengan PUK SP TSK – SPSI PT INDO-RAMA SYNTHETICS DIVISI TEKNOLOGIES COMPLEX  2019 \u002F 2021","ba_ID","IDN PT. Indorama Technologies Complex (IRTC) - Purwakarta - 2019","Indonesia - IDN PT. Indorama Technologies Complex (IRTC) - Purwakarta - 2019","IDN PT. Indorama Technologies Complex (IRTC) - Purwakarta - 2019 - Industri\u002Fpabrik pengolahan",{"name":43,"data":44},"PT INDO-RAMA SYNTHETICS DIVISI INDORAMA TEKNOLOGIES COMPLEX (IRTC).html","\n\u003C!--?xml version=\"1.0\" encoding=\"UTF-8\"?-->\n\n\n  \u003Cmeta http-equiv=\"content-type\" content=\"text\u002Fhtml; charset=UTF-8\">\n  \u003Ctitle>New6\u003C\u002Ftitle>\n  \u003Cmeta name=\"generator\" content=\"Amaya, see http:\u002F\u002Fwww.w3.org\u002FAmaya\u002F\">\n\n\n\n\u003Ch1>PERJANJIAN KERJA BERSAMA ANTARA PT INDO-RAMA SYNTHETICS DIVISI INDORAMA\nTEKNOLOGIES COMPLEX \u003C\u002Fh1>\n\n\u003Ch1>DENGAN PUK SP TSK – SPSI PT INDO-RAMA SYNTHETICS DIVISI TEKNOLOGIES\nCOMPLEX\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Ch1>PERIODE 2019 \u002F 2021\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>MUKADIMAH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa dan didorong oleh itikad baik dan kehendak\nyang mendasar, jujur, terbuka dan sukarela tanpa ada paksaan. Pimpinan\nperusahaan dan Pimpinan unit Kerja SP TSK SPSI PT Indo-Rama Synthetics tbk.,\nIndo-Rama Teknologies Complex sepaham bahwa dalam rangka membina dan\nmeningkatkan hubungan Industrial yang harmonis, dinamis dan berkeadilan harus\ndilandasi oleh etika, moral, kebersamaan dan saling mempercayai demi\nterciptanya ketenangan kerja bagi pekerja dan ketenangan serta kelangsungan\nusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Atas dasar pemikiran tersebut maka dibuatlah Perjanjian Kerja Bersama (PKB)\nPT Indo-Rama Synthetics Tbk., Indo-Rama Teknologies Complex yang proses\npembuatannya melalui musyawarah mufakat antara Pimpinan Perusahaan dan Pimpinan\nUnit Kerja Serikat Tekstil Sandang Kulit SPSI PT Indo-Rama Synthetics Tbk.,\nIndo-Rama Teknologies Complex.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dengan penuh rasa tanggung jawab saling hormat menghormati pada posisi\nmasing - masing, Pimpinan Perusahaan, Serikat Pekerja dan Pekerja PT Indo-Rama\nSynthetics Tbk., Indo-Rama Teknologies Complex akan tetap konsekuen dalam\nmelaksanakan Perjanjian Kerja Bersama ini untuk kepentingan bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB I : ISTILAH – ISTILAH DAN PIHAK – PIHAK YANG MEMBUAT PERJANJIAN\nKERJA BERSAMA (PKB)\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 1 : PENGERTIAN ISTILAH – ISTILAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam perjanjian kerja bersama ini yang dimaksud dengan:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Perjanjian Kerja Bersama (PKB)\n    \u003Cp>Adalah perjanjian sebagaimana yang dimaksud dalam undang – undang RI\n    No. 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan\n    \u003Cp>Adalah perseroan terbatas PT Indorama Teknologies yang didirikan pada\n    tanggal 1 Mei 1997 dengan Akta Notaris Dr H.E Gewang dan berdomisili di\n    Desa Cijaya-Cikumpay, Kecamatan Campaka Kab Purwakarta yang selanjutnya\n    bergabung dengan PT Indo-Rama Synthetics Tbk., Pada tanggal 1 Juli 2003,\n    menjadi PT Indo-Rama Synthetics Tbk., Divisi Indorama Teknologies\n    Complex.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha\n    \u003Cp>Adalah direksi PT Indo-Rama Synthetics Tbk Divisi Teknologies Complex\n    atau pejabat yang diberi kuasa\u002Fditunjuk oleh pemegang saham, untuk\n    bertindak atas nama PT Indo-Rama Synthetics Tbk.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Serikat Pekerja\n    \u003Cp>Adalah Serikat Pekerja Tekstil Sandang dan Kulit, Serikat Pekerja\n    seluruh Indonesia (SPTSK – SPSI) Unit kerja PT Indo-Rama Synthetics Tbk,\n    Divisi Teknologies Complex sebagaimana yang terdaftar di Disnaker No: Kep.\n    32\u002FOP.SP.IR.TECH\u002FDFT\u002F19\u002FVIII\u002F1998 dan tercatat di Disnaker Kab Purwakarta\n    No: 251\u002F85\u002FOP.SP.TSK.SPSI.IRT\u002FPwk\u002FHIS\u002FXI\u002F01 tanggal 21 November 2001\n    berkedudukan di Desa Cijaya-Cikumpay, Kecamatan Campaka, Kabupaten\n    Purwakarta.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengurus Serikat Pekerja\n    \u003Cp>Adalah anggota SPTSK SPSI unit kerja PT Indo-Rama Synthetics Tbk, Divisi\n    Indorama Teknologies Complex yang memenuhi persyaratan dan terpilih dalam\n    Musyawarah Unit Kerja (MUSNIK) SP TSK - SPSI sesuai dengan Anggaran Dasar\n    dan Anggaran Rumah Tangga SP TSK SPSI\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Anggota Serikat Pekerja\n    \u003Cp>Adalah semua pekerja tetap PT Indo-Rama Synthetics, Tbk. Divisi\n    Teknologies Complex yang memenuhi persyaratan dan melaksanakan kewajibannya\n    serta terdaftar menjadi anggota Unit Kerja SP TSK - SPSI PT Indo-Rama\n    Synthetics Tbk, Divisi Indorama Teknologies Complex.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja\n    \u003Cp>Adalah orang yang bekerja di PT Indo-Rama Synthetics Tbk Divisi\n    Teknologies Complex dengan mendapatkan upah dan menandatangani perjanjian\n    kerja.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Keluarga Pekerja\n    \u003Cp>Adalah suami\u002Fistri yang sah dari pekerja, anak kandung atau anak angkat\n    yang sah menurut undang - undang dan menjadi tanggungan pekerja, dan serta\n    terdaftar di Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Ahli Waris\n    \u003Cp>Adalah keluarga pekerja, ibu dan ayah dari pekerja yang didaftarkan di\n    Perusahaan, atau orang lain yang ditunjuk oleh pekerja dengan surat\n    wasiat.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Upah\n    \u003Cul>\n      \u003Cli>Adalah penerimaan pekerja dalam bentuk uang sebagai imbalan dari\n        Perusahaan untuk suatu pekerjaan atau jasa, baik yang telah dilakukan\n        atau belum.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Upah pekerja terdiri dari upah Pokok dan tunjangan – tunjangan\n        sebagai berikut:\u003C\u002Fli>\n    \u003C\u002Ful>\n    \u003Cp style=\"margin-left:4em\">Tunjangan tetap: Tunjangan Jabatan, Tunjangan\n    Prestasi, Tunjangan Perumahan, Tunjangan Kemahiran.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Upah Lembur\n    \u003Cp>Adalah upah yang diterima Pekerja sebagai imbalan hasil kerja Pekerja\n    yang dilakukan diluar jam kerja wajib.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Hari Kerja\n    \u003Cp>Adalah hari dimana pekerja harus masuk bekerja 6 (enam) hari dalam 1\n    (satu) minggu dan 40 jam seminggu kecuali jika ada diantara hari – hari\n    itu dinyatakan hari libur resmi oleh pemerintah atau hari – hari cuti\n    yang telah diatur baik melalui PKB atau melalui peraturan perundangan –\n    undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-schedulesrestpw\">Hari Libur\n    \u003Cp>Adalah hari dimana pekerja tidak diharuskan masuk bekerja yaitu:\u003C\u002Fp>\n    \u003Cul>\n      \u003Cli>Hari Libur Mingguan\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\n      \u003Cli>Hari – hari libur resmi yang ditetapkan Pemerintah\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Hari – hari lain yang ditetapkan oleh Perusahaan bersama Serikat\n        Pekerja.\u003C\u002Fli>\n    \u003C\u002Ful>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Kerja Lembur\n    \u003Cp>Adalah apabila pekerja masuk bekerja pada hari libur Pemerintah, hari\n    libur mingguan, hari istirahat tahunan (cuti) atau jam kerja melebihi\n    ketentuan tersebut dalam pasal 18 PKB PT Indo-Rama Synthetics Tbk. Divisi\n    Teknologies Complex.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Absen \u002F Mangkir\n    \u003Cp>Adalah apabila pekerja tidak masuk bekerja pada waktu hari kerja tanpa\n    memberitahukan secara tertulis terlebih dahulu.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Absent Permisi (AP)\n    \u003Cp>Adalah apabila pekerja tidak masuk kerja dengan alasan yang\n    diberitahukan terlebih dahulu secara tertulis.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Usia Pensiun\n    \u003Cp>Adalah pekerja yang telah berusia 55 tahun.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 2 : PIHAK – PIHAK YANG MENGADAKAN PERJANJIAN KERJA BERSAMA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama ini dibuat oleh pihak – pihak:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>PT IndoRama Teknologies yang didirikan pada tanggal 1 Mei 1997 dengan\n    Akta Notaris Dr H.E Gewang dan berdomisili di Desa Cijaya – Cikumpay,\n    Kec. Campaka Kab. Purwakarta yang selanjutnya bergabung dengan PT Indo-Rama\n    Synthetics Tbk pada tanggal 1 Juli 2003, menjadi PT Indo-Rama Synthetics\n    Tbk, Divisi Indorama Teknologies Complex disebut Pihak\n  Perusahaan\u002FPengusaha.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Serikat Pekerja Tekstil Sandang dan Kulit, Serikat Pekerja Seluruh\n    Indonesia (SP TSK-SPSI) Unit Kerja PT Indo-Rama Synthetics Tbk, Divisi\n    Indorama Teknologies Complex sebagaimana yang terdaftar di Disnaker No:\n    Kep.31\u002FOP.SP.IR.TECH\u002FDFT\u002F19\u002FVIII\u002F1998 dan Tercatat di Disnaker Kabupaten\n    Purwakarta No: 251\u002F85\u002FOP.SP.TSK.SPSI.IRT\u002FPwk\u002FHIS\u002FXI\u002F01 tanggal 21 November\n    2001 berkedudukan di Desa Cijaya – Cikumpay, Kecamatan Purwakarta disebut\n    Pihak Serikat Pekerja\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 3 : TUJUAN PERJANJIAN KERJA BERSAMA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama ini dibuat untuk mengatur secara jelas hak – hak\ndan kewajiban serta hubungan kerja dan syarat kerja antara Pengusaha, Serikat\nPekerja dan pekerja agar tercipta hubungan kerja yang harmonis, dinamis dan\nberkeadilan serta terwujudnya ketenangan kerja bagi Pekerja dan ketenangan\nberusaha bagi Pengusaha peningkatan kesejahteraan pekerja, kelangsungan usaha,\nserta kepastian hak dan kewajiban masing-masing dalam perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 4 : ISI PERJANJIAN KERJA BERSAMA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Perjanjian Kerja Bersama ini memuat kesepakatan sebagai hasil dari\n    musyawarah dan mufakat antara Pengusaha dengan Serikat Pekerja tentang\n    syarat Kerja, tata tertib kerja dan hak-hak serta kewajiban – kewajiban\n    Pengusaha. Serikat Pekerja dan Pekerja akibat adanya hubungan kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perjanjian Kerja Bersama ini memuat aturan tambahan apabila ada\n    perjanjian baru antara Pengusaha dan Serikat Pekerja maka perjanjian baru\n    tersebut akan dimuat dalam lampiran serta menjadi bagian yang tidak\n    terpisahkan dari Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB II : UMUM\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 5 : LUASNYA PERJANJIAN KERJA BERSAMA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-coverunion_trigger\">\u003Cp>Pengusaha dan Serikat Pekerja sepakat bahwa isi dari Perjanjian Kerja\nBersama ini sebagai landasan hukum dalam hubungan kerja yang ditaati kedua\nbelah pihak berlaku bagi seluruh pekerja tetap dan Pengusaha PT Indo-Rama\nSynthetics Tbk, Divisi Indorama Teknologies Complex.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>PASAL 6 : KEWAJIBAN PENGUSAHA, SERIKAT PEKERJA DAN PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha dan Serikat Pekerja dan Pekerja berkewajiban memberikan\n    penjelasan dan penerangan kepada para pekerja atau pihak-pihak lainnya yang\n    mempunyai kepentingan dengan adanya PKB ini baik mengenai isi, makna dan\n    pengertian serta segala sesuatunya yang telah ditetapkan dalam PKB ini.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha, Serikat Pekerja, dan Pekerja dengan penuh rasa tanggung jawab\n    mentaati dan melaksanakan segala ketentuan yang ada dalam PKB ini.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Serikat Pekerja berkewajiban memberitahu dan mendapat izin dari Pimpinan\n    Departemen setiap memanggil pekerja pada jam kerja untuk keperluan\n    Organisasi atau pembinaan pekerja.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 7 : PENGAKUAN TERHADAP HAK – HAK PENGUSAHA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Serikat Pekerja tidak mencampuri atau menghalangi Pengusaha dalam\nmenjalankan policy Perusahaan dan kebijaksanaan Pengurusan selama tidak\nmerugikan pekerja dan tidak bertentangan dengan hukum dan Peraturan\nperundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 8 : PENGAKUAN TERHADAP SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha mengakui bahwa organisasi serikat pekerja di PT Indo-Rama\n    Synthetics Tbk, Divisi Indorama Teknologies Complex adalah Serikat Pekerja\n    Tekstil Sandang dan Kulit Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Unit Kerja PT\n    Indo-Rama Synthetics Tbk, Divisi Indorama Teknologies Complex.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha mengakui Serikat Pekerja yang menandatangani Perjanjian Kerja\n    Bersama ini, adalah mewakili seluruh pekerja PT Indo-Rama Synthetics Tbk,\n    Divisi Indorama Teknologies Complex yang menjadi anggotanya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha mengakui dan memberikan kesempatan kepada pengurus Serikat\n    Pekerja untuk mengembangkan organisasi dan membina seluruh pekerja dalam\n    rangka mewujudkan pelaksanaan Hubungan Industrial.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha menjamin tidak melakukan tekanan – tekanan langsung maupun\n    tidak langsung yang dapat merugikan pekerja akibat terpilihnya pekerja\n    sebagai fungsionaris Serikat Pekerja atau untuk menjadi anggota delegasi\n    Serikat Pekerja, karena kegiatannya yang berhubungan dengan tugasnya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha memberikan keleluasan kepada Pengurus Serikat Pekerja untuk\n    dapat melaksanakan kewajiban mengelola organisasi tanpa mengurangi haknya\n    sebagai pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha mengakui bahwa organisasi serikat pekerja di PT Indo-Rama\n    Synthetics Tbk, Divisi Indorama Teknologies Complex adalah Mitra Usaha\n    dalam Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 9 : FASILITAS BAGI SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pengusaha membantu menyediakan sarana – sarana yang diperlukan demi\nkelancaran kegiatan Serikat Pekerja antara lain:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Ruang kantor berikut peralatannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Alat transportasi berupa 1 buah sepeda motor\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Ch3>PASAL 10 : DISPENSASI BAGI PENGURUS DAN ANGGOTA SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-TRADEUNLEAV_trigger\">\u003Cp>Pengusaha memberikan dispensasi kepada pengurus dan anggota Serikat Pekerja\ndengan upah dibayar penuh dengan terlebih dahulu mengajukan permohonan\ndispensasi kepada perusahaan dalam hal – hal sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Mengikuti rapat – rapat baik dengan pengurus \u002F anggota atau pihak\n    pemerintah atau kegiatan lainnya yang diperlukan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mengikuti Pendidikan, seminar, lokakarya dan lain – lain.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Ch3>PASAL 11 : PEMUNGUTAN IURAN ANGGOTA DAN DANA LAINNYA UNTUK SERIKAT\nPEKERJA.\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha membantu Serikat Pekerja dalam menghimpun uang iuran anggota\n    Serikat Pekerja dari seluruh anggotanya sesuai dengan prosedur \u002F peraturan\n    perundang – undangan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha akan membantu melakukan pemungutan dana lainnya yang diperlukan\n    oleh Serikat Pekerja setelah ada persetujuan dari anggota dengan prosedur\n    ketentuan yang sah untuk itu.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 12 : TENAGA FULL TIMER UNTUK SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Untuk kelancaran kegiatan organisasi Serikat Pekerja, pengusaha memberikan\nbantuan penempatan satu orang tenaga kerja full timer pada sekretariat serikat\npekerja dengan status pekerja tetap perusahaan dan upah dibayar pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 13 : IZIN PEMAKAIAN GEDUNG MILIK PENGUSAHA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pengusaha memberikan kesempatan mempergunakan \u002F meminjamkan Gedung \u002F ruangan\nuntuk pertemuan \u002F rapat Serikat Pekerja dengan mengajukan permohonan tertulis\nterlebih dahulu sebelum pertemuan atau rapat dilaksanakan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB III : HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 14 : PENERIMAAN PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Penerimaan pekerja baru merupakan hak dari pengusaha dan disesuaikan\n    dengan kebutuhan perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dalam menerima pekerja baru, pengusaha menetapkan syarat – syarat\n    tertentu di antaranya:\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\u003Cul style=\"margin-left:2em;\">\n  \u003Cli>Umur sudah mencapai 18 (delapan belas) tahun pada waktu penerimaan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Surat izin orangtua \u002F wali atau suami bagi calon pekerja wanita\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Keterangan – keterangan lain yang diperlukan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Ch3>PASAL 15 : MASA PERCOBAAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrialperiod\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrial\">\u003Cp>Calon Pekerja tetap yang memenuhi syarat dan lulus dalam seleksi, maka akan\nditerima menjadi pekerja tetap PT. Indo-Rama Synthetics Tbk, Divisi Indorama\nTeknologies Complex dengan menempuh masa percobaan paling lama 3 bulan dan masa\ntersebut diperhitungkan sebagai masa kerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>PASAL 16 : STATUS PENEMPATAN PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Status pekerja di PT Indo-Rama Synthetics Tbk, Divisi Indorama\n    Teknologies Complex setelah selesai menempuh masa percobaan adalah menjadi\n    pekerja tetap PT Indo-Rama Synthetics Tbk, Divisi Indorama Teknologies\n    Complex.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha akan menempatkan pekerja pada bagian – bagian yang ada di\n    perusahaan dengan memperhatikan Pendidikan, pengalaman sesuai dengan\n    kebutuhan perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila terjadi kekosongan di salah satu jabatan, untuk mengisi jabatan\n    tersebut, pengusaha mempiroritaskan\u002Fmendahulukan kepada pekerja tetap yang\n    telah ada untuk mengisi jabatan tersebut, kecuali tidak memenuhi syarat\n    sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 17 : MUTASI\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha dapat mengadakan mutasi pekerja sesuai dengan kepentingan serta\n    kelancaran kegiatan perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pemberitahuan mutasi pada pekerja disampaikan minimal 3 (tiga) hari\n    sebelum tanggal mutasi dimulai.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IV : HARI KERJA, JAM KERJA, DAN KERJA LEMBUR\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 18 : HARI KERJA, JAM KERJA DAN ISTIRAHAT\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-WORKHOURS_trigger\">\u003Cp>1. Hari kerja dalam 1 (satu) minggu 6 (enam) hari kecuali jika di antara\nhari – hari itu dinyatakan hari libur resmi yang ditetapkan pemerintah atau\nhari – hari cuti dan hari pembebasan pekerja dari kewajiban bekerja baik yang\ndiatur melalui perjanjian kerja bersama atau peraturan perundangan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-WORKHOURS_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday\">\u003Cp>2. Jam kerja\u002Fwaktu kerja:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>\u003C\u002Fli>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek_select\">\u003Cli>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek\">\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fli>\u003Cli>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek\">Siang hari\n    \u003Cp>7 (tujuh) jam 1 (satu) hari dan 40 (empat puluh) jam 1 (satu) minggu.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Malam hari\n    \u003Cp>6 (enam) jam 1 (satu) hari dan 35 (tiga puluh lima) jam 1 (satu)\n    minggu\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek_select\">\u003Cli>\u003C\u002Fli>\u003Cli>\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003Cli>\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003Cli>\n  \u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>3. Mengingat dari kepentingan perusahaan penyimpangan waktu kerja terpaksa\ndilakukan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable style=\"width: 100%\" border=\"1\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd colspan=\"3\" style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Rotasi\n        Kerja Pekerja\n\n        \u003Cp style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">a. Shift\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003Ctable style=\"width: 100%\" border=\"1\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SCHEDULE_trigger\">\u003Ctable style=\"width: 100%\" border=\"1\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003Ctd>Shift\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jam Kerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jam Istirahat\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cp>Pagi\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>06.00 – 14.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 Jam (dibagi 3 kelompok)\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Siang\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>14.00 – 22.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 Jam (dibagi 3 kelompok)\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Malam\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>22.00 – 06.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 Jam (dibagi 3 kelompok)\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek_select\">\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek\">\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable style=\"width: 100%\" border=\"1\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003C\u002Ftr>\u003Ctr>\u003Ctd colspan=\"3\">b. General Shift\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Hari\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jam Kerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jam Istirahat\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003C\u002Ftr>\u003Ctr>\u003Ctd>Senin s\u002Fd Kamis\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>08.00 – 16.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>12.00 – 13.00\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Jum’at\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>08.00 – 17.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>12.00 – 13.00\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Sabtu\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>08.00 – 12.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Tanpa Istirahat\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003Ctr>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable style=\"width: 100%\" border=\"1\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd colspan=\"3\">C.Shift Kerja SATPAM\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Shift\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jam Kerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jam Istirahat\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Pagi\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>07.00 – 15.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 Jam\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Siang\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>15.00 – 23.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 Jam\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Malam\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>23.00 – 07.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 Jam\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003Ctable style=\"width: 100%\" border=\"1\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\n    \u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable style=\"width: 100%\" border=\"1\">\u003Ctbody>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Hari kerja terpendek untuk pekerja:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Shift \u002F Group \u002F SATPAM jatuh pada hari kerja terakhir sebelum hari libur\n    mingguan masing – masing.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>General Shift jatuh pada hari Sabtu\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype_general\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-OVERTIME_trigger\">\u003Cp>5. Kelebihan jam kerja sebagaimana tercantum pada ayat (2), diperhitungkan\nsebagai lembur tetap yang perhitungannya mengacu kepada Kepmenaker No.\n102\u002FMEN\u002FVI\u002F2004\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>6. Jam istirahat untuk pekerja shift diatur oleh Supervisor\u002FLeader masing\n– masing dengan tidak mengurangi hak lamanya jam istirahat pekerja demi\nkelancaran produksi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 19 : SIFAT DAN PERHITUNGAN KERJA LEMBUR\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Kerja lembur bersifat sukarela adapun perhitungan jam kerja lembur sesuai\nketentuan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 20 : KOMPONEN UPAH LEMBUR\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Jumlah nilai komponen yang dipergunakan sebagai dasar perhitungan Upah\n    Lembur adalah gaji pokok ditambah tunjangan tetap yang dimiliki pekerja\n    (Tunjangan Jabatan, Tunjangan Prestasi, Tunjangan Perumahan, Tunjangan\n    Kemahiran)\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-MAXHOURS_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hoursovertimemax\">\u003Cli>Untuk menjaga dan efektifitas bekerja, kerja lembur tidak diperbolehkan\n    melebihi 14 jam per minggu.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Waktu yang diperhitungkan kerja lembur adalah semua waktu dimana pekerja\n    melakukan kerja lembur dikurangi waktu istirahat, kecuali untuk jabatan\n    Officer\u002FEngineer keatas.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dalam kondisi darurat pekerja yang sedang menjalani cuti istirahat\n    tahunan, pekerja tersebut dipanggil untuk bekerja maka dihitung kerja\n    lembur dan diperhitungkan lemburnya sama dengan upah lembur pada hari libur\n    resmi yang ditetapkan pemerintah.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB V : PEMBEBASAN PEKERJA DARI BEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 21 : ISTIRAHAT MINGGUAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Semua pekerja PT Indo-Rama Synthetics Tbk, Divisi Indorama Teknologies\nComplex berhak libur mingguan minimal 1 hari dalam seminggu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 22 : CUTI TAHUNAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAIDLEAV_trigger\">\u003Cli>Pekerja berhak atas cuti tahunan selama 12 hari kerja tiap – tiap tahun\n    setelah mempunyai masa kerja 12 bulan berturut – turut dengan upah\n    dibayar penuh.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Pengambilan cuti tahunan diajukan dengan mengisi formulir permohonan cuti\n    tahunan yang telah disediakan oleh bagian personalia dan disetujui oleh\n    pimpinan departemen masing – masing.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Hak cuti tahunan bisa diundur oleh perusahaan paling lama 6 bulan\n    terhitung sejak jatuh tanggal cuti, jika tenaganya diperlukan demi untuk\n    kelancaran perusahaan. Dan sebagai penghargaan masa kerja jatuh tempo 12\n    bulan pihak perusahaan akan memberitahukan\u002Fmengumumkan jatuh tempo hak cuti\n    para pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila hak cuti tahunan tidak diajukan dalam batas waktu 6 bulan sejak\n    jatuh hak cuti, maka cuti untuk tahun itu dinyatakan hangus, kecuali\n    pengundurannya dilakukan oleh Pihak Pengusaha.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang telah memiliki masa kerja dengan waktu tertentu mendapatkan\n    tambahan hak cuti sesuai dengan ketentuan sebagai berikut:\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\u003Cul style=\"margin-left:2em;\">\n  \u003Cli>Tambahan 1 (satu) hari atas hak cuti tahunan diberikan kepada Pekerja\n    pada saat memiliki masa kerja 5 (lima) tahun.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tambahan 2 (dua) hari atas hak cuti tahunan diberikan kepada Pekerja pada\n    saat memiliki masa kerja 10 (sepuluh) tahun.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tambahan 2 (dua) hari atas hak cuti tahunan diberikan kepada Pekerja yang\n    telah memiliki masa kerja 15 (lima belas) tahun.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tambahan 1 (satu) hari atas hak cuti tahunan diberikan kepada Pekerja\n    yang telah memiliki masa kerja 16 (enam belas) sampai dengan 24 (dua puluh\n    empat) tahun.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tambahan 2 (dua) hari atas hak cuti tahunan diberikan kepada Pekerja yang\n    telah memiliki masa kerja 25 (dua puluh lima) tahun keatas.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Ch3>PASAL 23 : CUTI MENSTRUASI \u002F HAID, HAMIL DAN GUGUR KANDUNGAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-menstruationleave\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-WORKFAM_trigger\">\u003Cli>Pekerja wanita tidak boleh diwajibkan masuk bekerja pada hari pertama dan\n    kedua waktu menstruasi\u002Fhaid.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleave\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveall\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleavepay\">\u003Cli>Pekerja wanita diberi istirahat (cuti) selama satu setengah (1,5) bulan\n    sebelum ia melahirkan menurut keterangan dokter berwenang dan satu setengah\n    (1,5) bulan sesudah melahirkan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityotherclause\">\u003Cli>Pekerja wanita diberi istirahat (cuti) selama satu setengah (1,5) bulan\n    sesudah pekerja mengalami gugur kandungan.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Selama pekerja menjalankan cuti tersebut pada ayat 1,2 dan 3 diatas\n    upahnya dibayar penuh.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 24 : PROSEDUR PENGAMBILAN CUTI MENSTRUASI\u002FHAID, HAMIL DAN GUGUR\nKANDUNGAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pekerja wanita yang akan mengambil hak cuti menstruasi\u002Fhaidnya harus\n    menyampaikan surat pemberitahuan secara tertulis dalam formulir yang telah\n    disediakan, kepada Pimpinan Departemen.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pimpinan Departemen dapat menghimbau kesediaan pekerja wanita untuk\n    bekerja dan yang bersedia akan diberikan uang Rp 60.000,-\u002F dua hari,\n    pembayaran disatukan dengan gaji setiap bulan, dibayar oleh accounting.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja wanita yang tidak ingin \u002F bersedia bekerja pada waktu menstruasi\n    \u002F haid, Pimpinan departemen wajib memberi izin permohonan cuti menstruasi \u002F\n    haidnya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja wanita yang akan mengambil hak cuti hamil, kecuali melahirkan dan\n    gugur kandungan harus mengajukan surat permohonan pada bagian Personalia\n    selambat – lambatnya dalam waktu 10 hari sebelum waktu istirahat (cuti),\n    kecuali untuk cuti gugur kandungan, surat permohonan tersebut harus\n    disertai dengan surat keterangan dari dokter atau bidan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 25: IZIN MENINGGALKAN PEKERJAAN DENGAN UPAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleavepay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleavepayperc\">\u003Cp>1. Pekerja mendapatkan izin meninggalkan pekerjaan dengan upah dibayar penuh\npada waktu:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleaveduration\">\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-marriage\">\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable style=\"width: 100%\" border=\"1\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Perkawinan pekerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>4 hari kerja\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Perkawinan anak pekerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2 hari kerja\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Khitanan anak pekerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2 hari kerja\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Pembaptisan anak pekerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2 hari kerja\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\u003Ctd>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleave\">\u003Cp>Istri pekerja melahirkan\u002FGugur kandungan: \u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003Ctable style=\"width: 100%\" border=\"1\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003Ctd>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3 hari kerja\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable style=\"width: 100%\" border=\"1\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003Ctable style=\"width: 100%\" border=\"1\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelatives\">\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelativesleave\">\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable style=\"width: 100%\" border=\"1\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003C\u002Ftr>\u003Ctr>\u003Ctd>Istri\u002FSuami, Anak, Orangtua, Mertua pekerja meninggal dunia\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>4 hari kerja\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003C\u002Ftr>\u003Ctr>\u003Ctd>Kakek\u002FNenek kandung, kakak atau adik pekerja meninggal dunia\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2 hari kerja\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Orang yang tidanggal satu rumah dengan pekerja meninggal dunia\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 hari kerja\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003Ctr>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd colspan=\"2\">Melaksanakan Ibadah Haji selama waktu yang diperlukan\n        tidak lebih dari 90 hari kerja\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Melaksanakan Ibadah Umroh selama waktu yang diperlukan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>20 hari\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>2. Untuk mendapatkan izin tersebut pada ayat 1 diatas pekerja harus\nmemberitahukan secara tertulis pada perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 26 : LIBUR HARI RAYA DAN LIBUR RESMI YANG DITETAPKAN PEMERINTAH\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-bankholidays1\">\u003Cli>Pada hari raya dan libur resmi yang ditetapkan oleh pemerintah, pekerja\n    tidak diwajibkan bekerja dengan upah tetap dibayar penuh.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SUNDAY_trigger\">\u003Cli>Apabila pengusaha bermaksud mempekerjakan pekerja pada hari libur resmi,\n    maka akan bermusyawarah terlebih dahulu dengan pengurus Serikat Pekerja dan\n    selanjutnya dikeluarkan pengumuman Bersama.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Pada hari libur hari raya Idul Fitri pengusaha memberikan uang insentif\n    tambahan di luar upah lembur bagi pekerja yang dipanggil untuk masuk\n  kerja.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VI : PENGUPAHAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 27 : KEBIJAKSANAAN UPAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Kebijaksanaan pemberian upah disesuaikan dengan kemampuan perusahaan,\nprestasi kerja dan Ketetapan Upah Layak (KHL) dari pemerintah serta ditujukan\npada penciptaan ketenangan kerja bagi pekerja dan ketenangan berusaha bagi\npengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 28 : KOMPONEN UPAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Komponen Upah terdiri dari:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Gaji pokok\u002FBasic\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Tunjangan tetap adalah pembayaran yang dilakukan secara teratur dan tidak\ndikaitkan dengan kehadiran atau pencapaian prestasi kerja tertentu\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Tunjangan Jabatan : Tunjangan yang diberikan kepada pekerja yang\n    menempati jabatan tertentu dalam struktur organisasi perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tunjangan Prestasi : Tunjangan yang diberikan kepada pekerja yang\n    mendapat rekomendasi dari pimpinan departemen karena memiliki pencapaian\n    istimewa dalam periode tahun tertentu.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tunjangan Perumahan : Tunjangan yang diberikan kepada pekerja berkaitan\n    dengan perumahan yang pelaksanaanya diatur sesuai level pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tunjangan Kemampuan : Tunjangan yang pembayarannya diberikan kepada\n    pekerja yang lulus didalam ujian kemampuan yang diselenggarakan 2 (dua)\n    tahun sekali oleh perusahaan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>3. Tunjangan tidak tetap : Tunjangan yang pembayarannya dipengaruhi \u002F\nterkait dengan kehadiran atau pencapaian prestasi tertentu.\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-COMMUTE_trigger\">\u003Cli>Tunjangan Transport : Tunjangan yang diberikan kepada jabatan Supervisor\n    ke atas\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Tunjangan Kehadiran : Tunjangan yang diberikan kepada pekerja dengan\n    jabaran Senior Engineer\u002FOfficer ke bawah baik Shift maupun General Shift\n    yang tidak pernah absen dalam bulan berjalan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-shiftallowancetype1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-NOCTPREM_trigger\">\u003Cli>Uang Malam : Tunjangan yang diberikan kepada pekerja Shift yang masuk\n    bekerja pada giliran malam hari\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Tunjangan lain – lain : Tunjangan yang diberikan pada pekerja yang\n    diakibatkan oleh adanya penyesuaian struktur upah atau hal lain yang\n    bersifat khusus\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tunjangan Spesial : Tunjangan yang diberikan kepada pekerja yang memiliki\n    latar belakang Pendidikan istimewa dan atau memiliki keahlian istimewa.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Ch3>PASAL 29 : MACAM \u002F JENIS UPAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Upah seluruh pekerja PT Indo-Rama Synthetics Tbk, Divisi Indorama\nTeknologies Complex ditetapkan upah bulanan dan dibayarkan setiap bulannya\nsesuai tanggal pembayaran yang telah disepakati dan dijadwalkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 30 : TATA CARA PEMBAYARAN UPAH DAN UPAH LEMBUR\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pembayaran upah, upah lembur dan upah lainnya dilaksanakan pada setiap\n    tanggal 3(tiga) bulan berikutnya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Jika tanggal pembayaran upah jatuh pada hari libur resmi maka pembayaran\n    upah dibayarkan 1(satu) hari sebelumnya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Upah lembur dibayarkan pada semua pekerja yang bekerja lembur dan upah\n    lainnya pada setiap bulan, bersamaan dengan pembayaran upah masing –\n    masing.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Jika pengusaha tidak bisa melaksanakan sesuai jadwal pada ayat 1, maka\n    jadwal akan ditentukan dari hasil musyawarah antara pengusaha dengan\n    Serikat Pekerja PT Indo-Rama Synthetics Tbk, Divisi Indorama Teknologies\n    Complex dan selanjutnya dikeluarkan Pengumuman Bersama.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 31 : POTONGAN UPAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perusahaan dapat memotong upah pekerja berdasarkan persetujuan dari pekerja\natau berdasarkan peraturan pemerintah antara lain:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pajak pendapatan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Iuran BPJS Ketenagakerjaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Iuran Anggota SP TSK-SPSI PT Indo-Rama Synthetics Tbk, Divisi Indorama\n    Complex.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Simpanan anggota koperasi dan pembayaran pinjaman anggota pada\n  koperasi\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pinjaman\u002FUtang pada perusahaan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Iuran peserta dana pensiun\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dan potongan lain – lain yang telah disetujui pekerja, SP TSK – SPSI\n    PT PT Indo-Rama Synthetics Tbk, Divisi Indorama Teknologies Complex dan\n    pengusaha.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 32 : KENAIKAN UPAH BERKALA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-STRUCINCR_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasefirmperformance\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasetype\">Pengusaha memberikan kenaikan upah berkala setiap tahun kepada pekerja\n    yang besarnya berdasarkan hasil musyawarah antara SP TSK – SPSI PT PT\n    Indo-Rama Synthetics Tbk, Divisi Indorama Teknologies Complex dengan\n    pengusaha PT PT Indo-Rama Synthetics Tbk, Divisi Indorama Teknologies\n    Complex dan berpedoman pada:\n    \u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\n      \u003Cli>Disiplin kerja\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Prestasi kerja\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Masa kerja\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Kebutuhan Hidup Layak (KHL)\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Kemampuan Perusahaan\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\n    \u003C\u002Ful>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasedate_date\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasedate\">\u003Cli>Kenaikan upah tersebut berlaku pada tanggal 26 Desember setiap\n  tahunnya\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 33 : UANG PERJALANAN DINAS\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Apabila pekerja dinas keluar kota perusahaan memberikan uang perjalanan\ndinas terdiri dari:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Uang transport pulang pergi memakai kendaraan umum standar ekonomi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Uang makan menurut kwitansi rumah makan setiap 4 jam sekali.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Uang penginapan menurut kwitansi penginapan yang dipakai.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Uang saku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Bagi yang membawa kendaraan sendiri, perusahaan mengganti uang bensin\nsesuai bon dari SPBU.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Besar uang pada ayat (1) a sampai (1) e sesuai dengan ketentuan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 34 : UPAH SELAMA SAKIT\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003C\u002Fol>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SICDIS_trigger\">\u003Col>\u003C\u002Fol>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspaytype\">\u003Col>\u003Cli>Apabila pekerja tidak masuk kerja karena sakit berdasarkan surat\n    keterangan sakit dari dokter Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) yang\n    ditunjuk perusahaan, dokter puskesmas, Pengobatan alternatif yang diakui\n    pemerintah, dokter umum (yang harus dilampiri kwitansi beserta copy resep)\n    maka upah selama tidak bekerja dibayar sesuai dengan peraturan pemerintah\n    yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003C\u002Fol>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknesspay\">\u003Col>\u003C\u002Fol>\u003Col>\u003C\u002Fol>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspayperc\">\u003Col>\u003Cli>Apabila pekerja tidak bekerja karena berkepanjangan maka upah\n  dibayarkan:\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\u003Cul style=\"margin-left:2em;\">\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspay\">\u003Cli>Untuk 4 (empat) bulan pertama dibayar 100% dari upah\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Untuk 4 (empat) bulan kedua dibayar 75% dari upah\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul style=\"margin-left:2em;\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspay\">\n  \u003Cli>Untuk 4 (empat) bulan ketiga dibayar 50% dari upah\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Untuk bulan selanjutnya dibayarkan 25% dari upah sebelum pemutusan\n    hubungan kerja dilakukan oleh pengusaha.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspayperc\">\u003Cul style=\"margin-left:2em;\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspay\">\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul style=\"margin-left:2em;\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspay\">\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul style=\"margin-left:2em;\">\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul style=\"margin-left:2em;\">\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Ch3>PASAL 35 : TUNJANGAN HARI RAYA KEAGAMAAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype\">\u003Cp>1. Pengusaha memberikan tunjangan Hari Raya Keagamaan kepada pekerja:\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Tunjangan Hari Raya Idul fitri bagi pekerja yang beragama Islam\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tunjangan Hari Raya Natal bagi pekerja yang beragama Kristen Katolik dan\n    Protestan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tunjangan Hari Raya Nyepi bagi pekerja yang beragama Hindu.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tunjangan Hari Raya Waisak bagi pekerja yang beragama Budha.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tunjangan Hari Raya Imlek bagi pekerja yang beragama KhongHucu.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>2. Besarnya tunjangan Hari Raya:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusdays1\">\u003Cli>Pekerja yang mempunyai masa kerja 1 (satu) tahun ke atas diberikan\n    1(satu) bulan upah.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Pekerja yang mempunyai masa kerja 1 (satu) bulan ke atas tapi kurang dari\n    1 (satu) tahun, besar Tunjangan Hari Raya in yaitu (masa kerja: 12 x upah\n    satu bulan).\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang putus hubungan kerjanya 30 (tiga puluh) hari sebelum hari\n    raya, berhak atas THR keagamaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Komponen yang dipergunakan sebagai dasar perhitungan hari raya adalah:\n    Upah pokok + Tunjangan tetap.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha memberikan upah tambahan diluar upah lembur bagi pekerja yang\n    dipanggil bekerja pada Hari Raya Idul Fitri yang besarnya dimusyawarahkan\n    antara Serikat Pekerja dengan pengusaha.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VII : KESEHATAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 36 : PELAYANAN KESEHATAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-MEDICAL_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccess\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurance\">\u003Cli>Pengusaha memberikan jaminan pemeliharaan kesehatan pekerja dan\n    keluarganya dengan biaya ditanggung sepenuhnya oleh pengusaha adapun\n    pelaksanaannya diatur oleh pengusaha dan dimusyawarahkan terlebih dahulu\n    dengan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurancerelatives\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccessrelatives\">\u003Cli>Yang mendapat jaminan pemeliharaan kesehatan adalah pekerja, suami\u002Fistri\n    + 3 orang anak pekerja yang sudah terdaftar di asuransi Penjamin Kesehatan\n    Pekerja.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 37 : KACAMATA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pengusaha memberikan bantuan biaya penggantian lensa dan frame kacamata bagi\npekerja atas dasar hasil pemeriksaaan dokter spesialis mata. Penggantian\nprogram penjamin kesehatan pekerja besarnya sama dengan program BPJS\nkesehatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 38 : KELUARGA BERENCANA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Untuk membentuk keluarga kecil bahagia sejahtera bagi pekerja maka pengusaha\nikut membina dan mendukung pelaksanaan program Keluarga Berencana melalui\nAsuransi Penjamin Kesehatan Pekerja sesuai ketentuan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VIII : KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 39 : KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetypolicy\">\u003Cli>Keselamatan dan kesehatan kerja adalah upaya melindungi agar pada pekerja\n    dan orang yang berada di tempat kerja selalu dalam keadaan selamat dan\n    sehat serta agar setiap peralatan (alat produksi) digunakan aman dan\n    efisien. Keselamatan dan kesejahteraan kerja dilaksanakan antara perusahaan\n    dan para pekerja dalam pelaksanaannya dikoordinir oleh safety\n  departemen.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap pekerja mempunyai hak untuk memperoleh pelindungan atas:\n    \u003Cul>\n      \u003Cli>Keselamatan dan kesehatan kerja\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Moral dan kesusilaan\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Perlakuan yang sesuai dengan harkat dan martabat manusia serta nilai\n        – nilai agama.\u003C\u002Fli>\n    \u003C\u002Ful>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-monitoring\">\u003Cli>Untuk melindungi keselamatan Pekerja maka Pengusaha membentuk Panitia\n    Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang terdiri dari unsur pengusaha\n    dan pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetytraining\">\u003Cli>Lembaga Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja berfungsi dan\n    bertugas membina keselamatan dan kesehatan kerja serta mengadakan latihan\n    penanggulangan kebakaran dan bahaya lainnya yang berhubungan dengan\n    keselamatan dan kesehatan kerja.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Setiap tahun pengusaha mengikuti Lomba Keselamatan dan Kesehatan Kerja\n    serta berpartisipasi dalam bulan kampanye keselamatan kerja yang\n    diselenggarakan oleh Pemerintah.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 40 : KEWAJIBAN PENGUSAHA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-protectiveclothing\">\u003Cp>1. Pengusaha wajib menunjukan dan menjelaskan kepada pekerja antara lain:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Kondisi dan bahaya yang dapat timbul di tempat kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Memberikan alat pengaman dan pelindung diri sesuai peraturan yang\n  berlaku\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Memberitahu tata cara dan sikap yang aman dalam melakukan pekerjaan\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hivpolicy\">\u003Cp>2. Memeriksakan kesehatan (Medical Check Up) dilakukan kepada pekerja di\ndepartemen tertentu setiap 1 (satu) tahun sekali.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3. Membuat dan memasang poster, slogan tentang keselamatan dan kesehatan\nkerja ditempat – tempat kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-code_application\">\u003Cp>4. Perlengkapan kerja dan alat keselamatan kerja\u002Falat pelindung diri\ndiberikan pengusaha sesuai dengan peraturan dan perundang – undangan yang\nberlaku dan pembagianya sesuai jadwal yang telah ditentukan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>PASAL 41 : KEWAJIBAN PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Mematuhi dan melaksanakan aturan – aturan tentang keselamatan dan\n    kesehatan kerja di Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Memberikan keterangan yang benar kepada pegawai atau panitia Pembina\n    Keselamatan dan Kesehatan kerja jika diperlukan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menggunakan alat pelindung diri yang telah disediakan oleh\n  perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Melaporkan kepada atasan apabila alat pelindung diri yang diberikan oleh\n    perusahaan tidak memenuhi syarat sesuai dengan peraturan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Melaporkan kepada perusahaan jika pekerja mengidap penyakit menular\n    seperti penyakit paru – paru atau penyakit lainnya yang berakibat dapat\n    membahayakan pekerja lainnya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Para pekerja berkewajiban untuk turut mencegah dan membantu\n    penanggulangan bahaya kebakaran atau bahaya lainnya yang berhubungan dengan\n    keselamatan dan kesehatan kerja sesuai dengan peraturan – peraturan yang\n    berlaku, apabila terjadi sesuatu hal Perusahaan menjamin keluarganya sampai\n    batas usia pensiun. Adapun bentuk dan nilai jaminan yang diberikan kepada\n    pekerja ditentukan sesuai dengan kesepakatan antara pengusaha dengan\n    Serikat Pekerja.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IX : KESEJAHTERAAN DAN JAMINAN SOSIAL PEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 42 : UANG PEMAKAMAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpay\">\u003Cp>Apabila pekerja meninggal dunia karena atau bukan kecelakaan kerja, maka di\nluar biaya pemakaman dari Jamsostek, Pengusaha memberi bantuan uang pemakaman\nkepada ahli warisnya, yang besarnya sama dengan uang pemakaman yang diberikan\noleh BPJS Ketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>PASAL 43 : REKREASI\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha memberikan rekreasi sekali dalam 2(dua) tahun kepada semua\n    Pekerja berikut suami\u002Fistri dan 3 (tiga) anak (kandung\u002Fangkat yang syah)\n    sampai 21 tahun atau belum menikah, dengan biaya yang ditanggung oleh\n    Pengusaha, meliputi: biaya transport (bus AC + tol + parkir, tiket masuk\n    gerbang utama, snack, P3K, panggung hiburan \u002F doorprize)\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Obyek rekreasi ditentukan berdasarkan hasil musyawarah pihak pengusaha\n    dengan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 44 : OLAHRAGA DAN KESENIAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Untuk memelihara kesehatan dan mengembangkan bakat olahraga dan seni\npekerja, pengusaha menyediakan waktu dan fasilitas olah raga dan kesenian serta\nselalu mengadakan kegiatan pertandingan baik didalam maupun diluar\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 45 : MAKAN DAN EKSTRA FOODING\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-mealvouchers\">\u003Cli>Pengusaha memberikan makan satu kali dalam jam kerja masing – masing\n    dengan menu bergizi dan berkualitas.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Pengusaha memberikan ekstra fooding kepada pekerja yang masuk pada shift\n    III berupa biscuit dalam kemasan yang diberikan 1 kali dalam sebulan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pada waktu bulan puasa pengusaha menyediakan makanan dengan menu khusus\n    kepada pekerja yang masuk shift II dan shift III serta mendapat extra\n    fooding khusus.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Selama bulan puasa perusahaan memberikan pengganti makan bagi pekerja\n    yang masuk pada General Shift dan Shift I.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengganti makan diberikan dalam bentuk bingkisan\u002Fpaket makanan (kue atau\n    roti) dan minuman (dalam kemasan kaleng atau botol) atau sejenisnya yang\n    akan ditentukan berdasarkan musyawarah antara Pengusaha dengan PUK SP TSK\n    – SPSI PT PT Indo-Rama Synthetics Tbk, Divisi Indorama Teknologies\n    Complex.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Nilai dari pengganti makan adalah sama dengan nilai makan yang disediakan\n    oleh pengusaha perhari dikalikan jumlah kehadiran\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bingkisan \u002F paket pengganti makan diberikan beberapa hari menjelang Idul\n    Fitri\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha memberikan 1 (satu) pack\u002Fkotak susu cair volume 1 (satu) liter\n    setiap bulannya kepada seluruh pekerja.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 46 : TRANSPORTASI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pengusaha menyediakan sarana transportasi untuk antar jemput pekerja sampai\nperusahaan dan sebaliknya pada waktu berangkat dan pulang bekerja yang\npelaksanaannya diatur oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 47 : PAKAIAN SERAGAM\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha memberikan pakaian seragam kepada seluruh pekerja yang\nberstatus pekerja tetap terdiri dari:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>2 (dua) stel pakaian seragam dalam setahun\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>2 (dua) Pasang sepatu dalam setahun\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>2 (dua) pasang kaos kaki dalam setahun\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>2 (dua) pasang Wearpack dibagikan pada tahun pertama dan selanjutnya\n    diberikan 1 (satu) pasang setiap tahunnya bagi departemen tertentu dan akan\n    diganti jika rusak yang diakibatkan oleh kerja setelah mendapat rekomendasi\n    dari Pimpinan Departemen.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>1 (satu) buah topi sekali setiap tahun bagi departemen tertentu.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>2 (dua) pasang pakaian seragam Muslimah dan 2 (dua) kerudung dalam\n    setahun bagi pekerja wanita yang mengenakan busana Muslimah (sebagai\n    pengganti pakaian seragam biasa)\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Khusus SATPAM diberikan 2 (dua) stel pakaian seragam beserta atributnya\n    dan 1 (satu) pasang sepatu sekali setiap tahun.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>1 (satu) pasang sepatu safety dari departemen tertentu yang disetujui\n    oleh pengusaha dalam 2 (dua) tahun dengan kualitas (No.1)\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>2. Pakaian seragam tersebut dalam ayat 1 diatas diberikan pada setiap bulan\nApril kecuali bagi pekerja baru akan diberikan setelah pekerja tersebut\ndiangkat pekerja tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Kartu tanda pengenal (ID Card) diberikan kepada setiap Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Apabila terjadi kerusakan kartu atau hilang dikarenakan kelalaian Pekerja\n    akan diganti dengan kartu baru dengan biaya melalui dipotong gaji sebesar\n    Rp 10.000,-\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila terjadi kerusakan bukan dikarenakan kelalaian Pekerja akan\n    diganti dengan kartu baru tanpa dipungut biaya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perlengkapan kerja dan Alat Pelindung Diri (APD) diberikan Perusahaan\n    sesuai dengan jadwal yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Ch3>PASAL 48 : SARANA IBADAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pengusaha menyediakan tempat ibadah bagi pekerja berupa Masjid, Musholla\nsesuai dengan kebutuhan di lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 49 : FASILITAS AMBULANCE\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Untuk lebih memperlancar dan mempercepat waktu dalam pertolongan kecelakaan\nmaupun pekerja yang sakit, Pengusaha menyediakan kendaraan khususnya ambulance\natau mobil untuk keperluan tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 50 : FASILITAS KOPERASI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Koperasi adalah merupakan salah satu sarana untuk meningkatkan kesejahteraan\npekerja di PT Indo-Rama Synthetics Tbk, Divisi Indorama Teknologies Complex\nuntuk itu:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Pengusaha dan Serikat Pekerja mendorong dan menumbuh kembangkan koperasi\n    pekerja PT Indo-Rama Synthetics Tbk, Divisi Indorama Teknologies\n  Complex.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha membantu akan memotong upah setiap pekerja untuk simpanan wajib\n    dan tagihan koperasi lainnya sesuai dengan data yang dikirimkan dari\n    Koperasi pada Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Guna memudahkan pelayanan koperasi bagi anggotanya Pengusaha menyediakan\n    Ruang\u002FTempat untuk Aktivitas koperasi beserta fasilitasnya.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Ch3>PASAL 51 : BANTUAN DAN SUMBANGAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pengusaha memberikan bantuan sumbangan kepada pekerja:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Istri pekerja atau pekerja melahirkan Rp 850.000,- sampai anak ke 3\n  (tiga)\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpaytype\">\u003Cli>Suami, Istria atau anak pekerja meninggal dunia Rp 3.000.000,-\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Pekerja yang mendapat musibah\u002Fbencana alam, besarnya berdasarkan\n    pengajuan dari Serikat Pekerja dan persetujuan dari pengusaha\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Biaya perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM) untuk Pekerja yang bertugas\n    sebagai pengemudi, ditanggung sepenuhnya oleh perusahaan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 52 : BONUS KINERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-extrapayfirmperformancesec\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustypesec\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE2_trigger\">\u003Cli>Pengusaha memberikan Bonus Kinerja kepada semua pekerja tetap dengan\n    mengacu kepada tercapainya target yang ditentukan oleh Pengusaha setiap\n    tahunnya.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Besarnya Bonus Kinerja setiap tahunnya dapat berubah berdasarkan\n    kemampuan Perusahaan\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusdatesec\">\u003Cli>Bonus Kinerja diberikan setiap tahunnya menjelang Hari Raya Idul\n  Fitri\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 53 : TUNJANGAN KEHADIRAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Untuk memotivasi pekerja dalam meningkatkan produktivitas kerja dan\nkehadiran, maka Pengusaha memberikan tunjangan kehadiran kepada seluruh pekerja\nyang masuk kerja satu bulan penuh tanpa absen, kecuali dikarenakan menjalankan\ncuti tahunan, dispensasi dan cuti karena keluarga meninggal dunia (ayah, ibu,\nmertua, anak, suami\u002Fistri, saudara kandung, anggota keluarga). Adapun besarnya\nTunjangan Kehadiran ditentukan berdasarkan hasil musyawarah PUK SP TSK-SPSI\ndengan Pimpinan Perusahaan yang dituangkan dalam ketentuan tersendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 54 : PERUMAHAN\u002FMESS PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha menyediakan perumahan\u002Fmess yang layak bagi pekerja lajang\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Karena keterbatasan penyediaan mess, penempatan pekerja dalam mess diatur\n    oleh pengusaha dengan menjamin adanya kenyamanan, keamanan, keselamatan dan\n    kesehatan Pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang tinggal di Mess diberikan beras 9 Kg per orang dan bahan\n    bakar gas (elpiji) ukuran 15 Kg\u002Ftabung\u002Fkamar setiap bulannya serta 1\n    bungkus mie instan per orang setiap hari atau bentuk lain yang senilai dan\n    disepakati.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pada setiap kamarnya dilengkapi dengan peralatan masak selengkapnya,\n    setrika, kipas angin, tempat tidur selengkapnya, tempat penyimpanan\n    barang-barang\u002F pakaian pekerja (lemari) masing-masing.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap pekerja yang tinggal di mess, harus tunduk pada peraturan mess\n    yang dibuat oleh pengusaha bersama Serikat Pekerja\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap pekerja yang tinggal di mess harus bersedia kerja lembur bila\n    perusahaan memerlukannya dengan tetap berpedoman pada peraturan perundang\n    – undangan yang berlaku\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bagi pekerja yang melanggar peraturan mess ditindak sesuai dengan\n    klasifikasi kesalahannya.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 55 : PENDIDIKAN PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-trainingprogrammes\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-trainingfund\">\u003Cp>1. Untuk menambah pengetahuan dan keterampilan pekerja, pengusaha mengadakan\nprogram pendidikan dengan biaya ditanggung penuh oleh Pengusaha, antara\nlain:\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Pembinaan Hubungan Industrial dan Ketenagakerjaan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pendidikan dalam rangka meningkatkan kemahiran pekerja melalui Pendidikan\n    dan latihan secara berjenjang\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pendidikan keterampilan kerja, total quality control (TQC) \u002F (QCC),\n    Technical Skill, Supervisor worker Development program dll.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Seminar yang berhubungan dengan kegiatan usaha\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pendidikan rohani bagi pekerja dan keluarganya\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>2. Bagi peserta tersebut diatas tidak dihitung lembur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Serikat Pekerja ikut serta dan bertanggung jawab dalam melakukan\npengawasan pelaksanaan serta evaluasinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 56 : JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SOCSEC_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-pensionfund\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilityfund\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilitypay\">\u003Cp>Pengusaha mengikutsertakan semua pekerja tetap ke dalam program Badan\nPenyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) sebagaimana diatur dalam Undang – Undang\nNo. 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dan Undang –\nUndang RI No. 24 tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS),\nyang pelaksanannya diatur dengan Peraturan Pemerintah RI No. 44, 45, 46 dan 60\ntahun 2015, meliputi:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\n  \u003Cli>Jaminan Kematian (JK)\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Jaminan Hari Tua (JHT)\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Jaminan Pensiun (JP)\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\n  \u003Cli>Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) pekerja dan keluarganya.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB X : DISIPLIN DAN TATA TERTIB KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 57 : DISIPLIN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Disiplin kerja merupakan salah satu faktor penunjang dalam menentukan\n    perkembangan dan kemajuan perusahaan serta peningkatan kesejahteraan\n    pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Disiplin kerja mempunyai pengaruh terhadap:\n    \u003Cul>\n      \u003Cli>Kenaikan upah pekerja dan jenjang karir pekerja\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Kenaikan dan penurunan prestasi dan kinerja pekerja dan\n      perusahaan.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Hubungan kerja pekerja dengan pengusaha\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Kesinambungan hubungan kerja pekerja dengan pengusaha\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Peningkatan produktivitas dan kelangsungan usaha perusahaan.\u003C\u002Fli>\n    \u003C\u002Ful>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Disiplin kerja adalah ketaatan dan kepatuhan melaksanakan kewajiban –\n    kewajiban baik yang diatur dalam PKB atau ketentuan norma hukum yang\n    berlaku serta taat melaksanakan ajaran agama masing – masing juga\n    peraturan perundang – undangan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 58 : TATA TERTIB KERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pekerja harus memakai pakaian seragam serta kartu pengenal (ID Card) pada\n    waktu masuk dan pulang kerja sesuai dengan yang telah diberikan oleh\n    pengusaha, setiap hari dalam waktu kerja dengan rapi dan bersih.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja waktu masuk dan keluar Perusahaan harus melalui pintu yang telah\n    ditentukan Pengusaha\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja harus menggunakan sarana transportasi yang telah disediakan pada\n    waktu berangkat dan pulang bekerja dan harus mempergunakan sebaik –\n    baiknya untuk kelancaran kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja harus menggesekkan kartu hadirnya (ID Card) sendiri pada waktu\n    masuk dan pulang kerja sebagai data untuk perhitungan upah.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja harus sudah ada di tempat kerja 10 menit sebelum jam kerja\n    \u003Cul>\n      \u003Cli>Apabila terlambat 10 menit dari jam kerja yang telah ditetapkan\n        selama 1 kali dalam 1 bulan, masih diizinkan masuk kerja sedangkan\n        untuk keterlambatan ke 4 kalinya akan dipotong gaji setengah hari.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Apabila terlambat antara 11 – 30 menit 1 kali dalam 1 bulan\n        diizinkan masuk, sedang untuk keterlambatan ke 2 kalinya dipotong gaji\n        setengah hari.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Apabila terlambat 30 menit keatas tidak diperkenankan masuk kerja\n        kecuali ada izin dari kepala departemen masing – masing dan gaji\n        tetap dipotong setengah hari.\u003C\u002Fli>\n    \u003C\u002Ful>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja harus memakai peralatan kerja dan alat keselamatan kerja\u002Falat\n    pelindung diri yang telah disediakan pengusaha pada waktu kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja harus memperhatikan aturan – aturan kerja pada waktu\n  bekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja dilarang merokok dilingkungan Perusahaan kecuali ditempat –\n    tempat yang disediakan, mengobrol serta melakukan hal – hal lain yang\n    dapat mengganggu kelancaran kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja dilarang meninggalkan tempat kerja sebelum teman penggantinya\n    hadir atau sebelum waktunya istirahat atau pulang tanpa izin atasan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Selama bekerja dilarang mengganggu teman sekerjanya\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Sebelum meninggalkan pekerjaan memeriksa terlebih dahulu alat – alat\n    kerja, mesin dan lingkungan kerja agar tercegah dari bahaya – bahaya yang\n    dapat merugikan perusahaan dan teman sekerja.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 59 : PERILAKU ATASAN TERHADAP BAWAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pekerja yang berstatus atasan mendapatkan Tunjangan Jabatan harus bersikap\ndan beperilaku:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Dapat diteladani bawahannya dan menjadi panutan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Memberi perintah yang layak, tegas dan jelas pada bawahannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Memberi pembinaan, bimingan dan tuntunan kea rah peningkatan prestasi,\n    berdisiplin dan peningkatan produktivitas kerja bawahannya\n  masing-masing.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Memberi sanksi atas pelanggaran yang sifatnya mendidik terhadap\n    bawahannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Terbuka dan senantiasa dapat menciptakan hubungan industrial yang\n    kondusif, harmonis dan berkeadilan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Ch3>PASAL 60 : PERILAKU BAWAHAN TERHADAP ATASAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Melaksanakan perintah, petunjuk dan lain – lain mengenai pekerjaan dari\natasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Bersifat menghormati dan sopan santun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Menanyakan kepada atasan tentang hal – hal yang belum dimengerti atau\nbelum diketahui tentang pekerjaan atau hal – hal lainnya yang berkaitan\ndengan tugas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Minta pendapat, saran dan keterangan pada atasan dalam hal adanya persoalan,\nbaik mengenai pekerjaan maupun mengenai hubungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Bersikap jujur, taat, patuh dan terbuka dengan atasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 61 : KETAATAN TERHADAP BUKU PANDUAN KARYAWAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Semua pekerja wajib mematuhi dan melaksanakan Buku Panduan Karyawan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pelanggaran atas Buku Panduan Karyawan akan diberikan sanksi sesuai\n    dengan peraturan dan perundangan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 62 : TATA TERTIB SHOLAT DI WAKTU BEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha memberikan fasilitas Ibadah berupa Masjid dan Mushola bagi\n    pekerja yang melaksanakan shalat di lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dengan memperhatikan keterbatasan daya tampung Masjid\u002FMushola serta\n    kelancaran produksi, maka pekerja dapat melaksanakan sholat di\n    Masjid\u002FMushola secara bergiliran, dengan diatur oleh Leader, Supervisor\n    atau Head Departemen masing-masing.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja dilarang menyalahgunakan izin sholat untuk kepentingan lain.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja dilarang istirahat dalam ruangan Masjid dan Mushola.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 63 : KEWAJIBAN DAN TANGGUNG JAWAB TERHADAP CARA KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pekerja mempunyai kewajiban mengikuti cara dan standar operasi prosedur\n(SOP) dalam bidang pekerjaannya yang telah ditentukan oleh atasan dengan tidak\nmenutup kemungkinan pengembangan kreativitas yang bersifat positif.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 64 : KEWAJIBAN DAN TANGGUNG JAWAB TERHADAP ALAT KERJA, TEMPAT &amp;\nLINGKUNGAN KERJA SERTA FASILITAS-FASILITAS YANG DISEDIAKAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pekerja mempunyai kewajiban dan tanggung jawab memeriksa, memelihara dan\n    menjaga terhadap peralatan kerja, mesin-mesin dan barang-barang lainnya di\n    dalam bidang kerjanya masing-masing, baik pada saat akan memulai bekerja,\n    pada saat bekerja dan pada saat setelah selesai bekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja mempunyai kewajiban dan tanggung jawab memelihara dan menjaga\n    kebersihan tempat dan lingkungan kerjanya masing-masing.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja mempunyai kewajiban dan tanggung jawab memelihara, menjaga\n    kebersihan, kerapihan, ketertiban dan mentaati peraturan-peraturan terhadap\n    setiap fasilitas-fasilitas yang disediakan dan diberikan oleh\n  Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 65 : KEWAJIBAN MENYIMPAN RAHASIA PERUSAHAAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Diharuskan pekerja merahasiakan segala sesuatu milik Perusahaan atau\n    cabang – cabangnya, baik sekarang maupun kemudian hari setelah ia\n    berhenti bekerja, serta dilarang memberitahukan kepada pihak lain segala\n    sesuatu yang berhubungan dengan kegiatan usaha atau kepentingan perusahaan\n    serta cabang – cabangnya atau membocorkan rahasia atau keterangan yang\n    diperoleh selamat yang bersangkutan bekerja pada perusahaan dan cabang –\n    cabangnya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja juga wajib menyimpan rahasia Perusahaan yang lain atau orang lain\n    dengan siapa Perusahaan dan cabang – cabangnya mempunyai\n    hubungan\u002Fkerjasama\u002Fdagang\u002Fusaha, baik selama pekerja yang bersangkutan\n    bekerja pada Perusahaan maupun di kemudian hari setelah ia berhenti\n    bekerja, tidak dibenarkan membocorkan kepada pihak – pihak lain rahasia\n    – rahasia atau hal – hal apapun yang berhubungan dengan kegiatan atau\n    kepentingan Perusahaan, atau orang yang dimaksud.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Kecuali bila diberikan izin tertulis oleh pimpinan, pekerja dilarang\n    menerbitkan tulisan, memberikan ceramah atau memberikan keterangan pada\n    Pers, mengenai hasil produksi, kegiatan – kegiatan proses produksi dan\n    cabang – cabangnya kecuali dalam rangka melaksanakan pekerjaannya. Setiap\n    kesengajaan membocorkan rahasia Perusahaan diambil tindakan sesuai dengan\n    prosedur hukum yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 66 : TIDAK MASUK BEKERJA TANPA ALASAN YANG SAH\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Dalam hal pekerja absen 5 (lima) hari kerja berturut – turut tanpa\n    keterangan secara tertulis dan telah dipanggil oleh perusahaan 2 (dua) kali\n    secara patut dan tertulis namun pekerja tidak dapat memberikan keterangan\n    tertulis dan bukti yang sa, maka Pengusaha dapat melakukan proses pemutusan\n    hubungan kerja karena dikualifikasikan mengundurkan diri.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dan kepada pekerja yang dimaksud pada ayat (1) diberikan uang penggantian\n    hak sesuai pasal 94 ayat (3), uang pisah 50% dari ketentuan PKB pasal\n  95.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XI: TATA CARA PENYELESAIAN KELUH KESAH PEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 67 : PENYELESAIAN KELUH KESAH PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Apabila terdapat perbedaan pendapat antara pekerja dengan pengusaha, maka\nakan diselesaikan melalui musyawarah antara pimpinan Perusahaan atasan pekerja\ndan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 68 : PROSEDUR PENYELESAIAN KELUH KESAH PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Keluh kesah yang disampaikan oleh pekerja yang bersangkutan kepada kepala\n    departemennya untuk dibahas dan diselesaikan dalam jangka waktu 3 (tiga)\n    hari sejak adanya pengaduan tersebut.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila kepala departemennya tidak dapat menyelesaikan dalam batas waktu\n    tersebut diatas, maka pekerja atau kepala departemennya menyampaikan secara\n    tertulis kepada personalia.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Personalia dalam batas waktu paling lama 6 (enam) hari kerja, harus sudah\n    dapat menyelesaikan keluh kesah tersebut, apabila Personalia tidak dapat\n    menyelesaikan maka perusahaan akan membicarakan kepada pengurus Serikat\n    Pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setelah pengurus Serikat Pekerja menerima laporan dari pekerja, maka\n    pengurus Serikat Pekerja akan menyampaikan persoalan tersebut kepada\n    pimpinan perusahaan secara tertulis untuk diselesaikan dengan pimpinan\n    perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pimpinan perusahaan dan Serikat Pekerja akan menyelesaikan keluh kesah\n    tersebut sebaik – baiknya dan seadil – adilnya dalam batas waktu paling\n    lama 6 (enam) hari.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Jika antara Pimpinan perusahaan dan Serikat Pekerja tidak mencapai kata\n    sepakat, maka persoalan tersebut dilanjutkan kepada pegawai perantara\n    Kantor Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Purwakarta.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Jika anjuran pegawai perantara Kantor Dinas Tenaga Kerja tidak diterima\n    oleh salah satu pihak, maka pihak yang menolak berhak mengajukan persoalan\n    kepada Lembaga penyelesaian perselisihan hubungan Industrial dan\n  seterusnya.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 69 : STATUS PEKERJA DALAM MASA PENYELESAIAN KELUH KESAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Selama proses penyelesaian perselisihan, Perusahaan dengan pekerja tetap\nmelaksanakan kewajiban masing – masing, kecuali ada kesepakatan antara\npengusaha dengan Serikat Pekerja melakukan skorsing bagi pekerja yang\nbersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XII : PROMOSI, PENGHARGAAN, SANKSI DAN PEMBINAAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 70 : PROMOSI\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Setiap pekerja diberikan kesempatan dan bimbingan yang sama untuk maju\n    dengan memandang prestasi, kondite dan kecakapan guna peningkatan karir\n    yang lebih tinggi.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Promosi dilaksanakan dengan mengingat:\n    \u003Cul>\n      \u003Cli>Ada lowongan\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Mampu melaksanakan jabatan tersebut dan memenuhi persyaratan –\n        persyaratan yang ditetapkan oleh perusahaan.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Bagi pekerja yang dipromosikan akan diberi Surat Pengangkatan (SK),\n        dari upah\u002Fgaji nya disesuaikan dengan jabatan baru.\u003C\u002Fli>\n    \u003C\u002Ful>\n  \u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 71 : PENGHARGAAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Sesuai dengan penilaian Perusahaan, Perusahaan berhak memberikan\npenghargaan kepada pekerja, apabila:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Pengabdian diri kepada Perusahaan, sehingga dapat menaikan reputasi dan\n    nama baik Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Berjasa mencegah\u002Fmenghindari Perusahaan dari kecelakaan\u002Fbencana.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang telah bekerja dalam waktu tertentu secara terus menerus\n    tanpa terputus – putus, dengan sungguh – sungguh dalam waktu tertentu\n    selalu mendapat kondite baik.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menemukan\u002Fmenciptakan\u002Fmerencanakan metode tertentu atau sesuatu yang\n    berharga bagi Perusahaan, sehingga dapat meningkatkan daya\n    kualitas\u002Fkuantitas produksi.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bertingkah laku baik, jujur dan bersemangat tinggi serta menjadi teladan\n    bagi pekerja lain.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang telah memiliki masa kerja 10, 15, 20, 25 dan 30 tahun secara\n    terus menerus dengan kondite dan reputasi yang baik.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Ch3>PASAL 72 : MACAM – MACAM PENGHARGAAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Penghargaan diberikan oleh Pengusaha berupa:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Piagam\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Uang tunai\u002FBarang\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pemberitan lainnya sesuai dengan hasil kesepakatan antara pengusaha\n    bersama Serikat Pekerja.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>2. Penghargaan tersebut dalam ayat 1 diatas diberikan pada setiap HUT\nkemerdekaan dan atau HUT Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 73 : SANKSI ATAS PELANGGARAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Setiap pekerja PT Indo-Rama Synthetics Tbk Divisi Teknologies Complex\n    yang melakukan pelanggaran terhadap isi PKB atau ketentuan yang dikeluarkan\n    bersama antara pengusaha dengan Serikat Pekerja atau peraturan perundang\n    – undangan ketenagakerjaan yang berlaku akan diberikan sanksi sesuai\n    dengan tingkat pelanggaran.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Macam – macam sanksi atas pelanggaran antara lain:\n    \u003Cul>\n      \u003Cli>Peringatan lisan\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Peringatan tertulis (warning) tingkat pertama, kedua dan ketiga\n        menurut tingkat bobot kesalahannya.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Skorsing\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Pemutusan Hubungan Kerja\u003C\u002Fli>\n    \u003C\u002Ful>\n  \u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 74 : PELANGGARAN YANG DIBERIKAN SANKSI PERINGATAN LISAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Peringatan lisan dapat diberikan kepada pekerja yang melakukan kesalahan\n    ringan akibat ketidaktahuan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tujuan peringatan lisan bersifat memberitahu, mendidik, membina agar\n    pekerja tidak mengulangi kesalahan kembali.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pemberian peringatan lisan dicatat pada buku dan ditandatangani pekerja\n    yang bersangkutan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 75 : PELANGGARAN YANG DIBERIKAN SANKSI PERINGATAN TERTULIS\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Untuk menciptakan ketenangan kerja dan ketenangan berusaha maka Pengusaha\nbersama Serikat Pekerja memberikan sanksi tertulis kepada pekerja yang\nmelanggar disiplin kerja, sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Peringatan tertulis pertama diberikan kepada pekerja:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Tidak memakai pakaian seragam sesuai dengan yang telah diberikan oleh\n    pengusaha pada waktu jam kerja masing – masing.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tidak menggesekkan Cardnetic (Kartu Absensi) pada waktu masuk dan pulang\n    kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Datang terlambat masuk kerja tanpa alasan yang bisa diterima oleh\n  atasan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tidak melaksanakan perintah yang layak dari atasan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Meninggalkan tempat kerja pada waktu jam kerja tanpa seizin atasan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tidak memakai alat keselamatan kerja sesuai dengan yang telah diberikan\n    oleh pengusaha\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Membuang sampah bukan pada tempatnya\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mangkir 2 (dua) hari tidak berturut – turut tanpa pemberitahuan secara\n    lisan atau tertulis dalam 1 (satu) bulan kalender, dan setelah mendapat\n    pembinaan dari Departemen.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tindakan – tindakan lain yang dimusyawarahkan antara Pengusaha dan\n    Serikat Pekerja PT Indo-Rama Synthetics Tbk. Divisi Teknologies Complex\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>2. Peringatan tertulis ke 2 (dua) diberikan kepada pekerja:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Telah diberikan peringatan pertama masih melakukan kesalahan yang\n    dilakukan pada waktu masa berlaku peringatan pertama belum habis.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mengganggu teman yang sedang melakukan pekerjaan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Melakukan pekerjaan lain yang bukan pekerjaannya kecuali dalam rangka\n    penyelamatan\u002Fpencegahan kerusakan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menggesekkan kartu pada waktu pulang belum pada waktu pulang\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>3. Peringatan tertulis ke 3 (tiga) diberikan kepada pekerja:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Telah diberikan peringatan tertulis ke 2 (dua), masih melakukan kesalahan\n    yang bobotnya sama dilakukan pada waktu masa berlaku peringatan ke 2 (dua)\n    belum habis.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Merokok di tempat terlarang di lingkungan perusahaan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menggesekkan Cardnetic orang lain atau Cardnetic nya digesekkan oleh\n    orang lain\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Ch3>PASAL 76 : PROSEDUR PEMBERIAN SANKSI PELANGGARAN TERTULIS\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Perusahaan dalam memberikan surat peringatan tertulis pertama sebelumnya\n    Departemen telah melakukan pembinaan yang dicatat dalam record karyawan.\n    Pembinaan tersebut berupa pembinaan secara lisan dengan memberikan\n    pengarahan, dan peringatan tertulis secara intern bagi pekerja yang mangkir\n    1 (satu) hari serta pelanggaran disiplin lainnya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Surat Peringatan Tertulis pertama disampaikan oleh perusahaan kepada\n    pekerja yang melakukan pelanggaran tepat pada tanggal dikeluarkannya dengan\n    dilampiri bukti – bukti pendukung pembinaan dari Departemen yang\n    bersangkutan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 77 : MASA BERLAKUNYA SURAT PERINGATAN TERTULIS\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Peringatan tertulis pertama berlaku selama 3 (tiga) bulan terhitung sejak\n    diterima oleh pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Peringatan tertulis ke 2 (dua) berlaku selama 4 (empat) bulan terhitung\n    sejak diterima oleh pekerja\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Peringatan tertulis ke 3 (tiga) berlaku selama 6 (enam) bulan terhitung\n    sejak diterima oleh pekerja.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 78 : PEMBINAAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Serikat Pekerja berkewajiban melakukan pembinaan kepada pekerja yang\n    mendapat surat peringatan tertulis untuk memperbaiki dan menyadarkan\n    pekerja dari kesalahan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Serikat Pekerja berkewajiban melaporkan proses dan langkah pembinaan yang\n    dilakukan atas Pekerja yang bersangkutan kepada pimpinan perusahaan untuk\n    dievaluasi.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Masa pembinaan ini dilaksanakan oleh Serikat Pekerja selama masa\n    berlakunya surat peringatan tertulis.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XIII : SKORSING DAN PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 79 : SKORSING\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pekerja yang diberikan sanksi\u002Fskorsing tidak boleh bekerja oleh perusahaan\napabila:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pekerja yang sedang dalam Proses Pemutusan Hubungan Kerja dari Lembaga\n    penyelesaian perselisihan hubungan Industrial.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang melakukan pelanggaran yang dapat meresahkan pekerja lainnya\n    sehingga mengakibatkan terganggunya ketenangan bekerja dan berusaha di\n    lingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Upah selama skorsing dibayar menurut UU yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Maksimum masa skorsing paling lama 6 bulan\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 80 : PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha, pekerja Serikat Pekerja, dengan segala upaya harus\n    mengusahakan agar jangan terjadi Pemutusan Hubungan Kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dalam hal segala upaya telah dilakukan, tetapi Pemutusan Hubungan Kerja\n    tidak dapat dihindari, maka maksud Pemutusan Hubungan Kerja wajib\n    dirundingkan oleh pengusaha dan Serikat Pekerja atau dengan Pekerja apabila\n    pekerja yang bersangkutan tidak menjadi anggota Serikat Pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dalam hal perundingan sebagaimana sebagaimana dimaksud pada ayat (2)\n    benar – benar tidak menghasilkan persetujuan, pengusaha hanya dapat\n    memutuskan hubungan kerja dengan pekerja setelah memperoleh penetapan dari\n    Lembaga penyelesaian perselisihan hubungan Industrial.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 81 : PELANGGARAN BERAT YANG DAPAT DIBERIKAN SANGSI PEMUTUSAN HUBUNGAN\nKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha dapat memutuskan hubungan kerja terhadap pekerja yang melakukan\nkesalahan berat:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Melakukan penipuan, pencurian atau penggelapan barang dan \u002F atau uang\n    milik perusahaan atau teman sekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Memberikan keterangan palsu atau yang dipalsukan sehingga merugikan\n    perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mabuk, meminum – minuman keras yang memabukan, memakai dan atau\n    mengedarkan narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya di lingkungan\n    kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Melakukan perbuatan asusila atau perjudian di lingkungan kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-violence\">\u003Cli>Menyerang, menganiaya, mengancam atau mengintimidasi teman sekerja atau\n    pengusaha di lingkungan kerja.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Membujuk teman sekerja atau pengusaha untuk melakukan perbuatan yang\n    bertentangan dengan peraturan perundang – undangan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dengan ceroboh atau sengaja merusak atau membiarkan dalam keadaan bahaya\n    barang milik perusahaan yang menimbulkan kerugian bagi perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dengan ceroboh atau sengaja membiarkan teman sekerja atau pengusaha dalam\n    keadaan bahaya di tempat kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Membongkar atau membocorkan rahasia perusahaan yang seharusnya\n    dirahasiakan kecuali untuk kepentingan negara atau\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Melakukan perbuatan lainnya di lingkungan perusahaan yang diancam pidana\n    penjara 5 (lima) tahun atau lebih\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tidur ditempat kerja dalam jam kerja\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bekerja rangkap di tempat lain\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menyalahgunakan wewenang dan jabatan untuk mencari keuntungan\n  pribadi.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Melakukan kegiatan rentenir di lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Membawa senjata tajam yang tidak ada kaitannya dengan\n  bidang\u002Ftugasnya.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>2. Pekerja yang diputus Hubungan Kerja sebagaimana dimaksud ayat (1) berhak\natas uang penggantian hak sebagaimana dimaksud pasal 96 ayat (3) dan uang pisah\nsebesar 25% dari ketentuan PKB pasal 97.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 82 : PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA KARENA MENGUNDURKAN DIRI\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pekerja dapat mengundurkan diri atas kemauan sendiri secara baik,\n    terlebih dahulu mengajukan permohonan secara tertulis kepada\n    Perusahaan\u002FPersonalia 30 hari sebelum tanggal mengundurkan diri.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Selama waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pekerja dan pengusaha\n    harus tetap melaksanakan kewajibannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang putus hubungan kerjanya sebagaimana dimaksud ayat (1) dan\n    (2) diberikan uang pisah sesuai ketentuan pasal 97, dan yang penggantian\n    hak sesuai dengan ketentuan pasal 96 ayat (3).\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 83 : PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA KARENA SAKIT\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdays\">\u003Cp>Pekerja yang mengalami sakit berkepanjangan, mengalami cacat akibat\nkecelakaan kerja, tidak dapat melakukan pekerjaannya setelah lebih dari 12\nbulan dapat mengajukan pemutusan hubungan kerja dan diberikan uang pesangon 2\nkali ketentuan pasal 96 ayat (1), uang penghargaan masa kerja 2 kali ketentuan\npasal 96 ayat (2) dan uang penggantian hak satu kali ketentuan pasal 96 ayat\n(3).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>PASAL 84 : PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA KARENA USIA PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha dapat melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap pekerja\n    karena telah mencapai usia 55 tahun.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang putus hubungan kerjanya karena usia Pensiun maka pekerja\n    berhak atas uang pensiun dan hak – hak lainnya sesuai Peraturan Perundang\n    – undangan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 85 : PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA MENINGGAL DUNIA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam hal hubungan kerja berakhir karena pekerja meninggal dunia, kepada\nahli warisnya diberikan uang yang besar dan perhitungannya sama dengan 2 kali\nuang pesangon sesuai ketentuan pasal 96 ayat (1) dan uang penghargaan masa\nkerja sesuai ketentuan pasal 96 ayat (2) dan uang penggantian hak sesuai\nketentuan pasal 96 ayat (3).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 86 : PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA KESALAHAN RINGAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha dapat melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap pekerja yang\n    melakukan pelanggaran ketentuan yang diatur dalam Perjanjian Kerja Bersama\n    setelah kepada pekerja diberikan surat peringatan pertama kedua dan ketiga\n    secara berturut – turut.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Masa berlaku surat peringatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), sesuai\n    PKB pasal (79),\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Kepada pekerja sebagaimana dimaksud ayat (1) diberikan uang pesangon\n    sebesar 1 kali sesuai ketentuan pasal 96 ayat (1), uang penghargaan masa\n    kerja 1 kali ketentuan pasal 96 ayat (2) dan uang penggantian hak sesuai\n    ketentuan pasal 96 ayat (3).\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 87 : PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA KARENA PENGUSAHA FORCE MAJEUR\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha dapat melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap pekerja\napabila perusahaan tutup yang disebabkan perusahaan mengalami kerugian atau\nkeadaan memaksa (force majeur). Keadaan memaksa (force majeur) yang dimaksud\ndalam ayat 1 adalah:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Peperangan dan akibatnya\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Kebakaran yang berakibat luas\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bencana alam dan akibatnya\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bencana Teknik dan akibatnya yang merupakan kerusakan besar\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Huru hara dan akibatnya\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Atau keadaan – keadaan lain yang dapat dimasukkan dalam arti force\n    majeur.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>Putus Hubungan Kerja sebagaimana dimaksud ayat (1) pekerja berhak atas uang\npesangon 1 (satu) kali ketentuan pasal 96 ayat (1) uang penghargaan masa kerja\n1 (satu) kali ketentuan pasal 96 ayat (2) dan uang penggantian hak sesuai\nketentuan pasal 96 ayat (3).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pengusaha dapat melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap pekerja\napabila perusahaan tutup bukan karena mengalami kerugian, keadaan memaksa\n(force majeur) tetapi perusahaan melakukan efisiensi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Putus Hubungan Kerja sebagaimana dimaksud ayat (2) pekerja berhak atas uang\npesangon 2 (dua) kali ketentuan pasal 96 ayat (1) uang penghargaan masa kerja 1\n(satu) kali ketentuan pasal 96 ayat (2) dan yang penggantian hak sesuai\nketentuan pasal 96 ayat (3).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 88 : PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA PERUBAHAN STATUS, PENGGABUNGAN,\nPELEBURAN, ATAU PERUBAHAN KEPEMILIKAN PERUSAHAAN.\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha dapat melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap pekerja,\n    dalam hal terjadi perubahan status, penggabungan, peleburan atau perubahan\n    kepemilikan perusahaan, dan pengusaha tidak bersedia menerima pekerja di\n    perusahaannya. Kepada pekerja yang diputus hubungan kerja berhak atas uang\n    pesangon sebesar 2 (dua) kali ketentuan pasal 96 ayat (1) uang penghargaan\n    masa kerja 1 (satu) kali ketentuan pasal 96 ayat (2) dan uang penggantian\n    hak sesuai ketentuan pasal 96 ayat (3).\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha dapat melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap pekerja,\n    dalam hal terjadi perubahan status, penggabungan, peleburan atau perubahan\n    kepemilikan perusahaan, dan Pekerja tidak bersedia melanjutkan hubungan\n    kerja. Maka kepada Pekerja berhak atas uang pesangon sebesar 1 (satu) kali\n    ketentuan pasal 96 ayat (1) uang penghargaan masa kerja 1 (satu) kali\n    ketentuan pasal 96 ayat (2) dan uang penggantian hak sesuai ketentuan pasal\n    96 ayat (3).\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 89 : PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA PENGUSAHA PAILIT, TUTUP.\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha dapat melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap pekerja\n    karena perusahaan pailit.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Kepailitan sebagaimana dimaksud pada ayat 1 (satu) diatas harus\n    dibuktikan dengan laporan keuangan 2 (dua) tahun terakhir yang telah\n    diaudit oleh akuntan publik.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja berhak atas uang pesangon sebesar 1 (satu) kali ketentuan pasal\n    94 ayat (1) uang penghargaan masa kerja sebesar 1 (satu) kali ketentuan\n    pasal 94 ayat (2) dan uang penggantian hak sesuai ketentuan pasal 94 ayat\n    (3).\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 90 : PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA PENGAJUAN PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pekerja dapat mengajukan permohonan pemutusan hubungan kerja kepada\nLembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial dalam hal pengusaha\nmelakukan:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Menganiaya, menghina secara kasar atau mengancam pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Membujuk atau menyuruh pekerja untuk melakukan perbuatan yang\n    bertentangan dengan peraturan perundang – undangan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tidak membayar upah tepat pada waktu yang telah ditentukan selama 3\n    (tiga) bulan berturut – turut atau lebih.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tidak melakukan kewajiban yang telah dijanjikan kepada pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Memerintahkan pekerja untuk melaksanakan pekerjaan diluar yang\n    diperjanjikan, atau.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Memberikan pekerjaan yang membahayakan jiwa, keselamatan, kesehatan dan\n    kesusilaan pekerja, sedangkan pekerjaan tersebut tidak dicantumkan pada\n    perjanjian kerja.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>2. Putus Hubungan Kerja dengan alasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)\npekerja mendapat uang pesangon 2 (dua) kali ketentuan pasal 94 ayat (1) uang\npenghargaan masa kerja 1 (satu) kali ketentuan pasal 94 ayat (2) dan uang\npenggantian hak sesuai ketentuan pasal 94 ayat (3).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Dalam hal pengusaha dinyatakan tidak melakukan perbuatan sebagaimana\ndimaksud pada ayat (1) oleh Lembaga Penyelesaian Perselisihan Hubungan\nIndustrial maka Pengusaha dapat melakukan pemutusan hubungan kerja tanpa\npenetapan Lembaga Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial dan pekerja\nyang bersangkutan tidak berhak atas uang pesangon dan uang penghargaan masa\nkerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 91 : PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA TANPA UANG PESANGON\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pekerja yang ditahan pihak berwajib karena diduga melakukan tindak pidana\nbukan atas pengaduan pengusaha, maka pengusaha:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Tidak wajib membayar upah tetapi wajib memberikan uang bantuan kepada\nkeluarga yang menjadi tanggungannya paling lama 6 (enam) bulan terhitung sejak\nhari pertama di tahan\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Untuk 1 (satu) orang tanggungan = 25% dari upah.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Untuk 2 (dua) orang tanggungan = 35% dari upah.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Untuk 3 (tiga) orang tanggungan = 45% dari upah.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Untuk 4 (empat) orang tanggungan = 50% dari upah.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>2. Wajib mempekerjakan kembali bila pekerja tidak terbukti bersalah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Wajib membayar uang penghargaan masa kerja 1 (satu) kali ketentuan dan\npenggantian hak sesuai ketentuan pasal 96 ayat (3) jika:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>6 (enam) bulan tidak dapat melakukan pekerjaan sebagaimana mestinya\n    karena dalam proses perkara pidana.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengadilan memutuskan perkara pidana sebelum masa 6 (enam) bulan berakhir\n    dan pekerja dinyatakan bersalah.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Ch3>PASAL 92 : HAL – HAL LAIN YANG TIDAK DAPAT DIPUTUS HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pengusaha dilarang melakukan pemutusan hubungan kerja dengan alasan sesuai\nketentuan peraturan undang – undang yang berlaku, sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pekerja berhalangan masuk kerja karena memenuhi tugas negara\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja melaksanakan ibadah yang diperintah agamanya\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja menikah atau pekerja mempunyai pertalian darah dan atau ikatan\n    perkawinan dalam perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-jobsecuritymothers\">\u003Cli>Pekerja wanita hamil, melahirkan, gugur kandungan dan menyusui bayi.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Pekerja mendirikan, menjadi anggota dan atau pengurus yang melakukan\n    kegiatan Serikat Pekerja diluar atau didalam jam kerja atas kesepakatan\n    pengusaha.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang mengadukan pengusaha kepada pihak yang berwajib karena\n    pengusaha melakukan tindak pidana kejahatan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja dalam keadaan cacat tetap, sakit akibat kecelakaan kerja atau\n    karena hubungan kerja yang menurut keterangan dokter penyembuhannya belum\n    bisa dipastikan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja berhalangan masuk kerja karena sakit menurut keterangan dokter\n    selama waktu melampaui 12 (dua belas) bulan secara terus menerus.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Karena perbedaan paham, agama, aliran politik, suku, warna kulit,\n    golongan, jenis kelamin, kondisi fisik, atau status perkawinan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 93 : PROSEDUR PENYAMPAIAN SANKSI PELANGGARAN DAN PEMUTUSAN HUBUNGAN\nKERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Sanksi pelanggaran sebagaimana dimaksud pasal 77 disampaikan kepada\n    pekerja yang bersangkutan berikut dengan alasannya, yang tembusannya\n    disampaikan kepada Serikat Pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila pengusaha bermaksud akan memutuskan hubungan kerja dengan\n    pekerja, maka pengusaha terlebih dahulu memberitahukan secara tertulis\n    berikut alasannya pada pekerja dan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 94 : KETENTUAN BESARNYA UANG PESANGON, UANG PENGHARGAAN MASA KERJA\nDAN UANG PENGGANTIAN HAK\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance\">\u003Cp>Besarnya uang Pesangon sesuai perundangan yang berlaku saat ini sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable style=\"width: 100%\" border=\"1\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number_1_tenure\">\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable style=\"width: 100%\" border=\"1\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003Ctr>\u003Ctd>Masa Kerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Uang Pesangon\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>&lt; 1 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>1 &lt; 2 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2 bulan upah\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003Ctr>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cp>2 &lt; 3 tahun\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>3 &lt; 4 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>4 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cp>4 &lt; 5 tahun\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>5 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>5 &lt; 6 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>6 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>6 &lt; 7 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>7 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>7 &lt; 8 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>8 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>8 tahun keatas\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>9 bulan upah\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay1\">\u003Ctable style=\"width: 100%\" border=\"1\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay1\">\u003Ctable style=\"width: 100%\" border=\"1\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Besarnya Uang Penghargaan Masa Kerja sesuai perundangan yang berlaku saat\nini sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable style=\"width: 100%\" border=\"1\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Masa Kerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Uang PMK\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>3 &lt; 6 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>6 &lt; 9 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>9 &lt; 12 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>4 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>12 &lt; 15 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>5 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>15 &lt; 18 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>6 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>18 &lt; 21 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>7 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>21 &lt; 24 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>8 bulan upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>24 tahun keatas\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>10 bulan upah\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable style=\"width: 100%\" border=\"1\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Besarnya uang penggantian hak yang seharusnya diterima sesuai perundangan\nyang berlaku saat ini meliputi:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Cuti tahunan yang belum diambil dan belum gugur\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Biaya atau ongkos pulang untuk pekerja dan keluarganya ketempat dimana\n    pekerja diterima bekerja\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Penggantian perumahan serta pengobatan dan perawatan ditetapkan 15% dari\n    uang pesangon dan atau uang penghargaan masa kerja, bagi yang memenuhi\n    syarat.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003Cul>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Ch3>PASAL 95 : KETENTUAN BESARNYA UANG PISAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Besarnya uang pisah adalah sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable style=\"width: 100%\" border=\"1\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Masa Kerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Bulan Upah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>&lt; 3 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>0 bulan\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>3 &lt; 6 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1,5 bulan\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>6 &lt; 9 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2 bulan\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>9 &lt; 12 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2,5 bulan\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>12 &lt; 15 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3 bulan\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>15 &lt; 18 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>4 bulan\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>18 &lt; 21 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>5 bulan\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>21 tahun keatas\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>6 bulan\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XIV : PENUTUP\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 96 : DISTRIBUSI PKB\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Perjanjian Kerja Bersama ini dibuat dalam rangkap 3 (tiga) dan\n    disampaikan kepada:\n    \u003Cul>\n      \u003Cli>Pihak Pengusaha PT Indo-Rama Synthetics Tbk. Divisi Teknologies\n        Complex\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Unit Kerja SP TSK – SPSI PT Indo-Rama Synthetics Tbk. Divisi\n        Teknologies Complex\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Disnakersostrans Kabupaten Purwakarta\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Salinan \u002F copy Perjanjian Kerja Bersama (PKB) diberikan kepada semua\n        Pekerja tetap PT Indo-Rama Synthetics, Tbk. Divisi Teknologies\n      Complex\u003C\u002Fli>\n    \u003C\u002Ful>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Biaya cetak dan memperbanyak PKB, ditanggung sepenuhnya oleh\n  Pengusaha\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 97 : MASA BERLAKU\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start_date\">\u003Cli>Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku untuk jangka waktu 2 (dua) tahun\n    sejak tanggal 26 Agustus 2019 sampai dengan 25 Agustus 2021.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Apabila PKB ini habis masa berlakunya, maka 3 (tiga) bulan sebelumnya\n    Pengusaha dan Serikat Pekerja akan bermusyawarah untuk menentukan apakah\n    akan dibuat PKB baru atau akan memperpanjang PKB ini untuk jangka waktu 1\n    (satu) tahun lagi.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Hal – hal yang belum diatur dalam PKB ini, akan dibicarakan bersama\n    antara Pengusaha dan Serikat Pekerja akan dituangkan dalam peraturan\n    tersendiri.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>Demikian PKB ini dibuat dan ditandatangani untuk dapat dilaksanakan oleh\nsemua pihak dengan sepenuhnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PIHAK – PIHAK YANG MENANDATANGANI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable style=\"width: 100%\" border=\"1\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>PUK SP TSK SPSI\n\n        \u003Cp>PT Indorama Synthetics Tbk\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Divisi Indorama Teknologies Complex\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>PIMPINAN PERUSAHAAN\n\n        \u003Cp>PT Indorama Synthetics Tbk\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Divisi Indorama Teknologies Complex\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\n\n        \u003Cp>Dede Mulyadi\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\n\n        \u003Cp>Anupam Agrawal\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\n\n        \u003Cp>Ade Mamat\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\n\n        \u003Cp>V K Bhalla\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\n\n        \u003Cp>Ade Wahyudin\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\n\n        \u003Cp>Runthia K. Yogesh\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\n\n        \u003Cp>Indah Nur Asriati\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\n\n        \u003Cp>Bambang Sugoto\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\n\n        \u003Cp>Lili Gozali\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\n\n        \u003Cp>Ir. Sahilun\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\n\n        \u003Cp>Hariyono\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\n\n        \u003Cp>Rasim Syamsudin\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\n\n        \u003Cp>Iin solihin\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\n\n        \u003Cp>Junaedi\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\n",{"cbadate_start_date":46,"cbadate_end":50,"trainingprogrammes":52,"trainingfund":56,"SOCSEC_trigger":59,"pensionfund":63,"disabilityfund":66,"contracttrial":69,"contracttrialperiod":73,"contractseverancepay1":75,"contractseverancepay":79,"severance":83,"severance_number_1_tenure":85,"SICDIS_trigger":88,"sicknesspay":92,"maxsicknesspay":96,"maxsicknesspaytype":100,"maxsicknesspayperc":102,"sicknessmaxdays":105,"menstruationleave":109,"disabilitypay":113,"MEDICAL_trigger":115,"healthcareaccess":119,"healthcareaccessrelatives":121,"healthinsurance":125,"healthinsurancerelatives":128,"healthandsafetypolicy":130,"healthandsafetytraining":134,"hivpolicy":138,"protectiveclothing":142,"code_application":146,"monitoring":150,"funeralpay":154,"WORKFAM_trigger":158,"paidmaternityleave":160,"paidmaternityleaveall":164,"paidmaternityleavepay":166,"jobsecuritymothers":168,"maternityotherclause":172,"funeralpaytype":175,"paidpaternityleave":179,"paidpaternityleaveduration":183,"paidpaternityleavepay":186,"paidpaternityleavepayperc":190,"deathrelatives":192,"deathrelativesleave":196,"WORKHOURS_trigger":199,"hourspday_select":203,"hourspweek_select":207,"hourspweek":211,"dayspweek_select":214,"dayspweek":218,"hourspday":222,"PAIDLEAV_trigger":225,"bankholidays1":229,"SCHEDULE_trigger":233,"schedulesrestpw":237,"TRADEUNLEAV_trigger":241,"STRUCINCR_trigger":245,"wageincreasetype":249,"wageincreasefirmperformance":252,"wageincreasedate":254,"wageincreasedate_date":258,"ONCERISE_trigger":260,"incidentalbonustype":264,"incidentalbonusdays1":267,"ONCERISE2_trigger":271,"incidentalbonustypesec":275,"extrapayfirmperformancesec":277,"incidentalbonusdatesec":280,"NOCTPREM_trigger":284,"shiftallowancetype1":288,"OVERTIME_trigger":290,"overtimeallowancetype_general":294,"overtimeallowancetype":296,"SUNDAY_trigger":298,"COMMUTE_trigger":302,"mealvouchers":306,"coverunion_trigger":310,"marriage":314,"violence":318,"hoursovertimemax":322,"MAXHOURS_trigger":326},{"bindId":47,"name":48,"text":49},"cbadate_start_date","Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku unt","Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku untuk jangka waktu 2 (dua) tahun\n    sejak tanggal 26 Agustus 2019 sampai dengan 25 Agustus 2021.",{"bindId":51,"name":48,"text":49},"cbadate_end",{"bindId":53,"name":54,"text":55},"trainingprogrammes","1. Untuk menambah pengetahuan dan ketera","1. Untuk menambah pengetahuan dan keterampilan pekerja, pengusaha mengadakan\nprogram pendidikan dengan biaya ditanggung penuh oleh Pengusaha, antara\nlain:\n\n  Pembinaan Hubungan Industrial dan Ketenagakerjaan\n  Pendidikan dalam rangka meningkatkan kemahiran pekerja melalui Pendidikan\n    dan latihan secara berjenjang\n  Pendidikan keterampilan kerja, total quality control (TQC) \u002F (QCC),\n    Technical Skill, Supervisor worker Development program dll.\n  Seminar yang berhubungan dengan kegiatan usaha\n  Pendidikan rohani bagi pekerja dan keluarganya",{"bindId":57,"name":54,"text":58},"trainingfund","1. Untuk menambah pengetahuan dan keterampilan pekerja, pengusaha mengadakan\nprogram pendidikan dengan biaya ditanggung penuh oleh Pengusaha, antara\nlain:",{"bindId":60,"name":61,"text":62},"SOCSEC_trigger","Pengusaha mengikutsertakan semua pekerja","Pengusaha mengikutsertakan semua pekerja tetap ke dalam program Badan\nPenyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) sebagaimana diatur dalam Undang – Undang\nNo. 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dan Undang –\nUndang RI No. 24 tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS),\nyang pelaksanannya diatur dengan Peraturan Pemerintah RI No. 44, 45, 46 dan 60\ntahun 2015, meliputi:\n\n  Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)\n  Jaminan Kematian (JK)\n  Jaminan Hari Tua (JHT)\n  Jaminan Pensiun (JP)\n  Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) pekerja dan keluarganya.",{"bindId":64,"name":61,"text":65},"pensionfund","Pengusaha mengikutsertakan semua pekerja tetap ke dalam program Badan\nPenyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) sebagaimana diatur dalam Undang – Undang\nNo. 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dan Undang –\nUndang RI No. 24 tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS),\nyang pelaksanannya diatur dengan Peraturan Pemerintah RI No. 44, 45, 46 dan 60\ntahun 2015, meliputi:\n\n  Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)\n  Jaminan Kematian (JK)\n  Jaminan Hari Tua (JHT)\n  Jaminan Pensiun (JP)",{"bindId":67,"name":61,"text":68},"disabilityfund","Pengusaha mengikutsertakan semua pekerja tetap ke dalam program Badan\nPenyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) sebagaimana diatur dalam Undang – Undang\nNo. 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dan Undang –\nUndang RI No. 24 tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS),\nyang pelaksanannya diatur dengan Peraturan Pemerintah RI No. 44, 45, 46 dan 60\ntahun 2015, meliputi:\n\n  Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)",{"bindId":70,"name":71,"text":72},"contracttrial","Calon Pekerja tetap yang memenuhi syarat","Calon Pekerja tetap yang memenuhi syarat dan lulus dalam seleksi, maka akan\nditerima menjadi pekerja tetap PT. Indo-Rama Synthetics Tbk, Divisi Indorama\nTeknologies Complex dengan menempuh masa percobaan paling lama 3 bulan dan masa\ntersebut diperhitungkan sebagai masa kerja.",{"bindId":74,"name":71,"text":72},"contracttrialperiod",{"bindId":76,"name":77,"text":78},"contractseverancepay1","Masa Kerja Uang Pesangon \u003C 1 tahun 1 bul","Masa Kerja\n      Uang Pesangon\n    \n    \n      \u003C 1 tahun\n      1 bulan upah\n    \n    \n      1 \u003C 2 tahun\n      2 bulan upah\n    \n    \n      2 \u003C 3 tahun\n      \n      3 bulan upah\n    \n    \n      3 \u003C 4 tahun\n      4 bulan upah\n    \n    \n      4 \u003C 5 tahun\n      \n      5 bulan upah\n    \n    \n      5 \u003C 6 tahun\n      6 bulan upah\n    \n    \n      6 \u003C 7 tahun\n      7 bulan upah\n    \n    \n      7 \u003C 8 tahun\n      8 bulan upah\n    \n    \n      8 tahun keatas\n      9 bulan upah\n    \n  \n\n\n\n\n2. Besarnya Uang Penghargaan Masa Kerja sesuai perundangan yang berlaku saat\nini sebagai berikut:\n\n\n  \n  \n  \n    \n      Masa Kerja\n      Uang PMK\n    \n    \n      3 \u003C 6 tahun\n      2 bulan upah\n    \n    \n      6 \u003C 9 tahun\n      3 bulan upah\n    \n    \n      9 \u003C 12 tahun\n      4 bulan upah\n    \n    \n      12 \u003C 15 tahun\n      5 bulan upah\n    \n    \n      15 \u003C 18 tahun\n      6 bulan upah\n    \n    \n      18 \u003C 21 tahun\n      7 bulan upah\n    \n    \n      21 \u003C 24 tahun\n      8 bulan upah\n    \n    \n      24 tahun keatas\n      10 bulan upah",{"bindId":80,"name":81,"text":82},"contractseverancepay","Besarnya uang Pesangon sesuai perundanga","Besarnya uang Pesangon sesuai perundangan yang berlaku saat ini sebagai\nberikut:\n\n\n  \n  \n  \n    \n      Masa Kerja\n      Uang Pesangon\n    \n    \n      \u003C 1 tahun\n      1 bulan upah\n    \n    \n      1 \u003C 2 tahun\n      2 bulan upah\n    \n    \n      2 \u003C 3 tahun\n      \n      3 bulan upah\n    \n    \n      3 \u003C 4 tahun\n      4 bulan upah\n    \n    \n      4 \u003C 5 tahun\n      \n      5 bulan upah\n    \n    \n      5 \u003C 6 tahun\n      6 bulan upah\n    \n    \n      6 \u003C 7 tahun\n      7 bulan upah\n    \n    \n      7 \u003C 8 tahun\n      8 bulan upah\n    \n    \n      8 tahun keatas\n      9 bulan upah",{"bindId":84,"name":81,"text":82},"severance",{"bindId":86,"name":77,"text":87},"severance_number_1_tenure","Masa Kerja\n      Uang Pesangon\n    \n    \n      \u003C 1 tahun\n      1 bulan upah\n    \n    \n      1 \u003C 2 tahun\n      2 bulan upah\n    \n    \n      2 \u003C 3 tahun\n      \n      3 bulan upah\n    \n    \n      3 \u003C 4 tahun\n      4 bulan upah\n    \n    \n      4 \u003C 5 tahun\n      \n      5 bulan upah\n    \n    \n      5 \u003C 6 tahun\n      6 bulan upah\n    \n    \n      6 \u003C 7 tahun\n      7 bulan upah\n    \n    \n      7 \u003C 8 tahun\n      8 bulan upah\n    \n    \n      8 tahun keatas\n      9 bulan upah",{"bindId":89,"name":90,"text":91},"SICDIS_trigger","Apabila pekerja tidak masuk kerja karena","Apabila pekerja tidak masuk kerja karena sakit berdasarkan surat\n    keterangan sakit dari dokter Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) yang\n    ditunjuk perusahaan, dokter puskesmas, Pengobatan alternatif yang diakui\n    pemerintah, dokter umum (yang harus dilampiri kwitansi beserta copy resep)\n    maka upah selama tidak bekerja dibayar sesuai dengan peraturan pemerintah\n    yang berlaku.\n  Apabila pekerja tidak bekerja karena berkepanjangan maka upah\n  dibayarkan:\n\n\n  Untuk 4 (empat) bulan pertama dibayar 100% dari upah\n  Untuk 4 (empat) bulan kedua dibayar 75% dari upah\n  Untuk 4 (empat) bulan ketiga dibayar 50% dari upah\n  Untuk bulan selanjutnya dibayarkan 25% dari upah sebelum pemutusan\n    hubungan kerja dilakukan oleh pengusaha.",{"bindId":93,"name":94,"text":95},"sicknesspay","Apabila pekerja tidak bekerja karena ber","Apabila pekerja tidak bekerja karena berkepanjangan maka upah\n  dibayarkan:\n\n\n  Untuk 4 (empat) bulan pertama dibayar 100% dari upah\n  Untuk 4 (empat) bulan kedua dibayar 75% dari upah\n  Untuk 4 (empat) bulan ketiga dibayar 50% dari upah\n  Untuk bulan selanjutnya dibayarkan 25% dari upah sebelum pemutusan\n    hubungan kerja dilakukan oleh pengusaha.",{"bindId":97,"name":98,"text":99},"maxsicknesspay","Untuk 4 (empat) bulan pertama dibayar 10","Untuk 4 (empat) bulan pertama dibayar 100% dari upah\n  Untuk 4 (empat) bulan kedua dibayar 75% dari upah\n  Untuk 4 (empat) bulan ketiga dibayar 50% dari upah\n  Untuk bulan selanjutnya dibayarkan 25% dari upah sebelum pemutusan\n    hubungan kerja dilakukan oleh pengusaha.",{"bindId":101,"name":90,"text":91},"maxsicknesspaytype",{"bindId":103,"name":94,"text":104},"maxsicknesspayperc","Apabila pekerja tidak bekerja karena berkepanjangan maka upah\n  dibayarkan:\n\n\n  Untuk 4 (empat) bulan pertama dibayar 100% dari upah\n  Untuk 4 (empat) bulan kedua dibayar 75% dari upah",{"bindId":106,"name":107,"text":108},"sicknessmaxdays","Pekerja yang mengalami sakit berkepanjan","Pekerja yang mengalami sakit berkepanjangan, mengalami cacat akibat\nkecelakaan kerja, tidak dapat melakukan pekerjaannya setelah lebih dari 12\nbulan dapat mengajukan pemutusan hubungan kerja dan diberikan uang pesangon 2\nkali ketentuan pasal 96 ayat (1), uang penghargaan masa kerja 2 kali ketentuan\npasal 96 ayat (2) dan uang penggantian hak satu kali ketentuan pasal 96 ayat\n(3).",{"bindId":110,"name":111,"text":112},"menstruationleave","Pekerja wanita tidak boleh diwajibkan ma","Pekerja wanita tidak boleh diwajibkan masuk bekerja pada hari pertama dan\n    kedua waktu menstruasi\u002Fhaid.\n  Pekerja wanita diberi istirahat (cuti) selama satu setengah (1,5) bulan\n    sebelum ia melahirkan menurut keterangan dokter berwenang dan satu setengah\n    (1,5) bulan sesudah melahirkan.\n  Pekerja wanita diberi istirahat (cuti) selama satu setengah (1,5) bulan\n    sesudah pekerja mengalami gugur kandungan.\n  Selama pekerja menjalankan cuti tersebut pada ayat 1,2 dan 3 diatas\n    upahnya dibayar penuh.",{"bindId":114,"name":61,"text":68},"disabilitypay",{"bindId":116,"name":117,"text":118},"MEDICAL_trigger","Pengusaha memberikan jaminan pemeliharaa","Pengusaha memberikan jaminan pemeliharaan kesehatan pekerja dan\n    keluarganya dengan biaya ditanggung sepenuhnya oleh pengusaha adapun\n    pelaksanaannya diatur oleh pengusaha dan dimusyawarahkan terlebih dahulu\n    dengan Serikat Pekerja.\n  Yang mendapat jaminan pemeliharaan kesehatan adalah pekerja, suami\u002Fistri\n    + 3 orang anak pekerja yang sudah terdaftar di asuransi Penjamin Kesehatan\n    Pekerja.",{"bindId":120,"name":117,"text":118},"healthcareaccess",{"bindId":122,"name":123,"text":124},"healthcareaccessrelatives","Yang mendapat jaminan pemeliharaan keseh","Yang mendapat jaminan pemeliharaan kesehatan adalah pekerja, suami\u002Fistri\n    + 3 orang anak pekerja yang sudah terdaftar di asuransi Penjamin Kesehatan\n    Pekerja.",{"bindId":126,"name":117,"text":127},"healthinsurance","Pengusaha memberikan jaminan pemeliharaan kesehatan pekerja dan\n    keluarganya dengan biaya ditanggung sepenuhnya oleh pengusaha adapun\n    pelaksanaannya diatur oleh pengusaha dan dimusyawarahkan terlebih dahulu\n    dengan Serikat Pekerja.",{"bindId":129,"name":123,"text":124},"healthinsurancerelatives",{"bindId":131,"name":132,"text":133},"healthandsafetypolicy","Keselamatan dan kesehatan kerja adalah u","Keselamatan dan kesehatan kerja adalah upaya melindungi agar pada pekerja\n    dan orang yang berada di tempat kerja selalu dalam keadaan selamat dan\n    sehat serta agar setiap peralatan (alat produksi) digunakan aman dan\n    efisien. Keselamatan dan kesejahteraan kerja dilaksanakan antara perusahaan\n    dan para pekerja dalam pelaksanaannya dikoordinir oleh safety\n  departemen.\n  Setiap pekerja mempunyai hak untuk memperoleh pelindungan atas:\n    \n      Keselamatan dan kesehatan kerja\n      Moral dan kesusilaan\n      Perlakuan yang sesuai dengan harkat dan martabat manusia serta nilai\n        – nilai agama.\n    \n  \n  Untuk melindungi keselamatan Pekerja maka Pengusaha membentuk Panitia\n    Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang terdiri dari unsur pengusaha\n    dan pekerja.\n  Lembaga Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja berfungsi dan\n    bertugas membina keselamatan dan kesehatan kerja serta mengadakan latihan\n    penanggulangan kebakaran dan bahaya lainnya yang berhubungan dengan\n    keselamatan dan kesehatan kerja.",{"bindId":135,"name":136,"text":137},"healthandsafetytraining","Lembaga Panitia Pembina Keselamatan dan ","Lembaga Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja berfungsi dan\n    bertugas membina keselamatan dan kesehatan kerja serta mengadakan latihan\n    penanggulangan kebakaran dan bahaya lainnya yang berhubungan dengan\n    keselamatan dan kesehatan kerja.",{"bindId":139,"name":140,"text":141},"hivpolicy","2. Memeriksakan kesehatan (Medical Check","2. Memeriksakan kesehatan (Medical Check Up) dilakukan kepada pekerja di\ndepartemen tertentu setiap 1 (satu) tahun sekali.",{"bindId":143,"name":144,"text":145},"protectiveclothing","1. Pengusaha wajib menunjukan dan menjel","1. Pengusaha wajib menunjukan dan menjelaskan kepada pekerja antara lain:\n\n  Kondisi dan bahaya yang dapat timbul di tempat kerja.\n  Memberikan alat pengaman dan pelindung diri sesuai peraturan yang\n  berlaku\n  Memberitahu tata cara dan sikap yang aman dalam melakukan pekerjaan",{"bindId":147,"name":148,"text":149},"code_application","4. Perlengkapan kerja dan alat keselamat","4. Perlengkapan kerja dan alat keselamatan kerja\u002Falat pelindung diri\ndiberikan pengusaha sesuai dengan peraturan dan perundang – undangan yang\nberlaku dan pembagianya sesuai jadwal yang telah ditentukan.",{"bindId":151,"name":152,"text":153},"monitoring","Untuk melindungi keselamatan Pekerja mak","Untuk melindungi keselamatan Pekerja maka Pengusaha membentuk Panitia\n    Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang terdiri dari unsur pengusaha\n    dan pekerja.\n  Lembaga Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja berfungsi dan\n    bertugas membina keselamatan dan kesehatan kerja serta mengadakan latihan\n    penanggulangan kebakaran dan bahaya lainnya yang berhubungan dengan\n    keselamatan dan kesehatan kerja.",{"bindId":155,"name":156,"text":157},"funeralpay","Apabila pekerja meninggal dunia karena a","Apabila pekerja meninggal dunia karena atau bukan kecelakaan kerja, maka di\nluar biaya pemakaman dari Jamsostek, Pengusaha memberi bantuan uang pemakaman\nkepada ahli warisnya, yang besarnya sama dengan uang pemakaman yang diberikan\noleh BPJS Ketenagakerjaan.",{"bindId":159,"name":111,"text":112},"WORKFAM_trigger",{"bindId":161,"name":162,"text":163},"paidmaternityleave","Pekerja wanita diberi istirahat (cuti) s","Pekerja wanita diberi istirahat (cuti) selama satu setengah (1,5) bulan\n    sebelum ia melahirkan menurut keterangan dokter berwenang dan satu setengah\n    (1,5) bulan sesudah melahirkan.\n  Pekerja wanita diberi istirahat (cuti) selama satu setengah (1,5) bulan\n    sesudah pekerja mengalami gugur kandungan.\n  Selama pekerja menjalankan cuti tersebut pada ayat 1,2 dan 3 diatas\n    upahnya dibayar penuh.",{"bindId":165,"name":162,"text":163},"paidmaternityleaveall",{"bindId":167,"name":162,"text":163},"paidmaternityleavepay",{"bindId":169,"name":170,"text":171},"jobsecuritymothers","Pekerja wanita hamil, melahirkan, gugur ","Pekerja wanita hamil, melahirkan, gugur kandungan dan menyusui bayi.",{"bindId":173,"name":162,"text":174},"maternityotherclause","Pekerja wanita diberi istirahat (cuti) selama satu setengah (1,5) bulan\n    sesudah pekerja mengalami gugur kandungan.",{"bindId":176,"name":177,"text":178},"funeralpaytype","Suami, Istria atau anak pekerja meningga","Suami, Istria atau anak pekerja meninggal dunia Rp 3.000.000,-",{"bindId":180,"name":181,"text":182},"paidpaternityleave","Istri pekerja melahirkan\u002FGugur kandungan","Istri pekerja melahirkan\u002FGugur kandungan: ",{"bindId":184,"name":181,"text":185},"paidpaternityleaveduration","Istri pekerja melahirkan\u002FGugur kandungan: \n      \n      3 hari kerja",{"bindId":187,"name":188,"text":189},"paidpaternityleavepay","1. Pekerja mendapatkan izin meninggalkan","1. Pekerja mendapatkan izin meninggalkan pekerjaan dengan upah dibayar penuh\npada waktu:\n\n\n  \n  \n  \n    \n      Perkawinan pekerja\n      4 hari kerja\n    \n    \n      Perkawinan anak pekerja\n      2 hari kerja\n    \n    \n      Khitanan anak pekerja\n      2 hari kerja\n    \n    \n      Pembaptisan anak pekerja\n      2 hari kerja\n    \n    \n      Istri pekerja melahirkan\u002FGugur kandungan: \n      \n      3 hari kerja",{"bindId":191,"name":188,"text":189},"paidpaternityleavepayperc",{"bindId":193,"name":194,"text":195},"deathrelatives","Kakek\u002FNenek kandung, kakak atau adik pek","Kakek\u002FNenek kandung, kakak atau adik pekerja meninggal dunia\n      2 hari kerja\n    \n    \n      Orang yang tidanggal satu rumah dengan pekerja meninggal dunia\n      1 hari kerja",{"bindId":197,"name":194,"text":198},"deathrelativesleave","Kakek\u002FNenek kandung, kakak atau adik pekerja meninggal dunia\n      2 hari kerja",{"bindId":200,"name":201,"text":202},"WORKHOURS_trigger","1. Hari kerja dalam 1 (satu) minggu 6 (e","1. Hari kerja dalam 1 (satu) minggu 6 (enam) hari kecuali jika di antara\nhari – hari itu dinyatakan hari libur resmi yang ditetapkan pemerintah atau\nhari – hari cuti dan hari pembebasan pekerja dari kewajiban bekerja baik yang\ndiatur melalui perjanjian kerja bersama atau peraturan perundangan yang\nberlaku.\n\n2. Jam kerja\u002Fwaktu kerja:\n\n  Siang hari\n    7 (tujuh) jam 1 (satu) hari dan 40 (empat puluh) jam 1 (satu) minggu.\n  \n  Malam hari\n    6 (enam) jam 1 (satu) hari dan 35 (tiga puluh lima) jam 1 (satu)\n    minggu",{"bindId":204,"name":205,"text":206},"hourspday_select","2. Jam kerja\u002Fwaktu kerja: Siang hari 7 (","2. Jam kerja\u002Fwaktu kerja:\n\n  Siang hari\n    7 (tujuh) jam 1 (satu) hari dan 40 (empat puluh) jam 1 (satu) minggu.\n  \n  Malam hari\n    6 (enam) jam 1 (satu) hari dan 35 (tiga puluh lima) jam 1 (satu)\n    minggu\n  ",{"bindId":208,"name":209,"text":210},"hourspweek_select","Siang hari 7 (tujuh) jam 1 (satu) hari d","Siang hari\n    7 (tujuh) jam 1 (satu) hari dan 40 (empat puluh) jam 1 (satu) minggu.\n  \n  Malam hari\n    6 (enam) jam 1 (satu) hari dan 35 (tiga puluh lima) jam 1 (satu)\n    minggu",{"bindId":212,"name":209,"text":213},"hourspweek","Siang hari\n    7 (tujuh) jam 1 (satu) hari dan 40 (empat puluh) jam 1 (satu) minggu.",{"bindId":215,"name":216,"text":217},"dayspweek_select","Senin s\u002Fd Kamis 08.00 – 16.00 12.00 – 13","Senin s\u002Fd Kamis\n      08.00 – 16.00\n      12.00 – 13.00\n    \n    \n      Jum’at\n      08.00 – 17.00\n      12.00 – 13.00\n    \n    \n      Sabtu\n      08.00 – 12.00\n      Tanpa Istirahat",{"bindId":219,"name":220,"text":221},"dayspweek","b. General Shift Hari Jam Kerja Jam Isti","b. General Shift\n    \n    \n      Hari\n      Jam Kerja\n      Jam Istirahat\n    \n    \n      Senin s\u002Fd Kamis\n      08.00 – 16.00\n      12.00 – 13.00\n    \n    \n      Jum’at\n      08.00 – 17.00\n      12.00 – 13.00\n    \n    \n      Sabtu\n      08.00 – 12.00\n      Tanpa Istirahat",{"bindId":223,"name":205,"text":224},"hourspday","2. Jam kerja\u002Fwaktu kerja:\n\n  Siang hari\n    7 (tujuh) jam 1 (satu) hari dan 40 (empat puluh) jam 1 (satu) minggu.\n  \n  Malam hari\n    6 (enam) jam 1 (satu) hari dan 35 (tiga puluh lima) jam 1 (satu)\n    minggu",{"bindId":226,"name":227,"text":228},"PAIDLEAV_trigger","Pekerja berhak atas cuti tahunan selama ","Pekerja berhak atas cuti tahunan selama 12 hari kerja tiap – tiap tahun\n    setelah mempunyai masa kerja 12 bulan berturut – turut dengan upah\n    dibayar penuh.",{"bindId":230,"name":231,"text":232},"bankholidays1","Pada hari raya dan libur resmi yang dite","Pada hari raya dan libur resmi yang ditetapkan oleh pemerintah, pekerja\n    tidak diwajibkan bekerja dengan upah tetap dibayar penuh.",{"bindId":234,"name":235,"text":236},"SCHEDULE_trigger","Shift Jam Kerja Jam Istirahat Pagi 06.00","Shift\n      Jam Kerja\n      Jam Istirahat\n    \n    \n      Pagi\n      \n      06.00 – 14.00\n      1 Jam (dibagi 3 kelompok)\n    \n    \n      Siang\n      14.00 – 22.00\n      1 Jam (dibagi 3 kelompok)\n    \n    \n      Malam\n      22.00 – 06.00\n      1 Jam (dibagi 3 kelompok)\n    \n  \n\n\n\n\n\n  \n  \n  \n  \n    \n      b. General Shift\n    \n    \n      Hari\n      Jam Kerja\n      Jam Istirahat\n    \n    \n      Senin s\u002Fd Kamis\n      08.00 – 16.00\n      12.00 – 13.00\n    \n    \n      Jum’at\n      08.00 – 17.00\n      12.00 – 13.00\n    \n    \n      Sabtu\n      08.00 – 12.00\n      Tanpa Istirahat\n    \n  \n\n\n\n\n\n  \n  \n  \n  \n    \n      C.Shift Kerja SATPAM\n    \n    \n      Shift\n      Jam Kerja\n      Jam Istirahat\n    \n    \n      Pagi\n      07.00 – 15.00\n      1 Jam\n    \n    \n      Siang\n      15.00 – 23.00\n      1 Jam\n    \n    \n      Malam\n      23.00 – 07.00\n      1 Jam\n    ",{"bindId":238,"name":239,"text":240},"schedulesrestpw","Hari Libur Adalah hari dimana pekerja ti","Hari Libur\n    Adalah hari dimana pekerja tidak diharuskan masuk bekerja yaitu:\n    \n      Hari Libur Mingguan",{"bindId":242,"name":243,"text":244},"TRADEUNLEAV_trigger","Pengusaha memberikan dispensasi kepada p","Pengusaha memberikan dispensasi kepada pengurus dan anggota Serikat Pekerja\ndengan upah dibayar penuh dengan terlebih dahulu mengajukan permohonan\ndispensasi kepada perusahaan dalam hal – hal sebagai berikut:\n\n  Mengikuti rapat – rapat baik dengan pengurus \u002F anggota atau pihak\n    pemerintah atau kegiatan lainnya yang diperlukan Serikat Pekerja.\n  Mengikuti Pendidikan, seminar, lokakarya dan lain – lain.",{"bindId":246,"name":247,"text":248},"STRUCINCR_trigger","Pengusaha memberikan kenaikan upah berka","Pengusaha memberikan kenaikan upah berkala setiap tahun kepada pekerja\n    yang besarnya berdasarkan hasil musyawarah antara SP TSK – SPSI PT PT\n    Indo-Rama Synthetics Tbk, Divisi Indorama Teknologies Complex dengan\n    pengusaha PT PT Indo-Rama Synthetics Tbk, Divisi Indorama Teknologies\n    Complex dan berpedoman pada:\n    \n      Disiplin kerja\n      Prestasi kerja\n      Masa kerja\n      Kebutuhan Hidup Layak (KHL)\n      Kemampuan Perusahaan",{"bindId":250,"name":247,"text":251},"wageincreasetype","Pengusaha memberikan kenaikan upah berkala setiap tahun kepada pekerja\n    yang besarnya berdasarkan hasil musyawarah antara SP TSK – SPSI PT PT\n    Indo-Rama Synthetics Tbk, Divisi Indorama Teknologies Complex dengan\n    pengusaha PT PT Indo-Rama Synthetics Tbk, Divisi Indorama Teknologies\n    Complex dan berpedoman pada:\n    ",{"bindId":253,"name":247,"text":248},"wageincreasefirmperformance",{"bindId":255,"name":256,"text":257},"wageincreasedate","Kenaikan upah tersebut berlaku pada tang","Kenaikan upah tersebut berlaku pada tanggal 26 Desember setiap\n  tahunnya",{"bindId":259,"name":256,"text":257},"wageincreasedate_date",{"bindId":261,"name":262,"text":263},"ONCERISE_trigger","1. Pengusaha memberikan tunjangan Hari R","1. Pengusaha memberikan tunjangan Hari Raya Keagamaan kepada pekerja:\n\n  Tunjangan Hari Raya Idul fitri bagi pekerja yang beragama Islam\n  Tunjangan Hari Raya Natal bagi pekerja yang beragama Kristen Katolik dan\n    Protestan.\n  Tunjangan Hari Raya Nyepi bagi pekerja yang beragama Hindu.\n  Tunjangan Hari Raya Waisak bagi pekerja yang beragama Budha.\n  Tunjangan Hari Raya Imlek bagi pekerja yang beragama KhongHucu.\n\n\n2. Besarnya tunjangan Hari Raya:\n\n  Pekerja yang mempunyai masa kerja 1 (satu) tahun ke atas diberikan\n    1(satu) bulan upah.\n  Pekerja yang mempunyai masa kerja 1 (satu) bulan ke atas tapi kurang dari\n    1 (satu) tahun, besar Tunjangan Hari Raya in yaitu (masa kerja: 12 x upah\n    satu bulan).\n  Pekerja yang putus hubungan kerjanya 30 (tiga puluh) hari sebelum hari\n    raya, berhak atas THR keagamaan.\n  Komponen yang dipergunakan sebagai dasar perhitungan hari raya adalah:\n    Upah pokok + Tunjangan tetap.\n  Pengusaha memberikan upah tambahan diluar upah lembur bagi pekerja yang\n    dipanggil bekerja pada Hari Raya Idul Fitri yang besarnya dimusyawarahkan\n    antara Serikat Pekerja dengan pengusaha.",{"bindId":265,"name":262,"text":266},"incidentalbonustype","1. Pengusaha memberikan tunjangan Hari Raya Keagamaan kepada pekerja:",{"bindId":268,"name":269,"text":270},"incidentalbonusdays1","Pekerja yang mempunyai masa kerja 1 (sat","Pekerja yang mempunyai masa kerja 1 (satu) tahun ke atas diberikan\n    1(satu) bulan upah.",{"bindId":272,"name":273,"text":274},"ONCERISE2_trigger","Pengusaha memberikan Bonus Kinerja kepad","Pengusaha memberikan Bonus Kinerja kepada semua pekerja tetap dengan\n    mengacu kepada tercapainya target yang ditentukan oleh Pengusaha setiap\n    tahunnya.",{"bindId":276,"name":273,"text":274},"incidentalbonustypesec",{"bindId":278,"name":273,"text":279},"extrapayfirmperformancesec","Pengusaha memberikan Bonus Kinerja kepada semua pekerja tetap dengan\n    mengacu kepada tercapainya target yang ditentukan oleh Pengusaha setiap\n    tahunnya.\n  Besarnya Bonus Kinerja setiap tahunnya dapat berubah berdasarkan\n    kemampuan Perusahaan",{"bindId":281,"name":282,"text":283},"incidentalbonusdatesec","Bonus Kinerja diberikan setiap tahunnya ","Bonus Kinerja diberikan setiap tahunnya menjelang Hari Raya Idul\n  Fitri",{"bindId":285,"name":286,"text":287},"NOCTPREM_trigger","Uang Malam : Tunjangan yang diberikan ke","Uang Malam : Tunjangan yang diberikan kepada pekerja Shift yang masuk\n    bekerja pada giliran malam hari",{"bindId":289,"name":286,"text":287},"shiftallowancetype1",{"bindId":291,"name":292,"text":293},"OVERTIME_trigger","5. Kelebihan jam kerja sebagaimana terca","5. Kelebihan jam kerja sebagaimana tercantum pada ayat (2), diperhitungkan\nsebagai lembur tetap yang perhitungannya mengacu kepada Kepmenaker No.\n102\u002FMEN\u002FVI\u002F2004",{"bindId":295,"name":292,"text":293},"overtimeallowancetype_general",{"bindId":297,"name":292,"text":293},"overtimeallowancetype",{"bindId":299,"name":300,"text":301},"SUNDAY_trigger","Apabila pengusaha bermaksud mempekerjaka","Apabila pengusaha bermaksud mempekerjakan pekerja pada hari libur resmi,\n    maka akan bermusyawarah terlebih dahulu dengan pengurus Serikat Pekerja dan\n    selanjutnya dikeluarkan pengumuman Bersama.",{"bindId":303,"name":304,"text":305},"COMMUTE_trigger","Tunjangan Transport : Tunjangan yang dib","Tunjangan Transport : Tunjangan yang diberikan kepada jabatan Supervisor\n    ke atas",{"bindId":307,"name":308,"text":309},"mealvouchers","Pengusaha memberikan makan satu kali dal","Pengusaha memberikan makan satu kali dalam jam kerja masing – masing\n    dengan menu bergizi dan berkualitas.",{"bindId":311,"name":312,"text":313},"coverunion_trigger","Pengusaha dan Serikat Pekerja sepakat ba","Pengusaha dan Serikat Pekerja sepakat bahwa isi dari Perjanjian Kerja\nBersama ini sebagai landasan hukum dalam hubungan kerja yang ditaati kedua\nbelah pihak berlaku bagi seluruh pekerja tetap dan Pengusaha PT Indo-Rama\nSynthetics Tbk, Divisi Indorama Teknologies Complex.",{"bindId":315,"name":316,"text":317},"marriage","Perkawinan pekerja 4 hari kerja","Perkawinan pekerja\n      4 hari kerja",{"bindId":319,"name":320,"text":321},"violence","Menyerang, menganiaya, mengancam atau me","Menyerang, menganiaya, mengancam atau mengintimidasi teman sekerja atau\n    pengusaha di lingkungan kerja.",{"bindId":323,"name":324,"text":325},"hoursovertimemax","Untuk menjaga dan efektifitas bekerja, k","Untuk menjaga dan efektifitas bekerja, kerja lembur tidak diperbolehkan\n    melebihi 14 jam per minggu.",{"bindId":327,"name":324,"text":325},"MAXHOURS_trigger","\u003Chtml>\n\n    \u003Cdiv class=\"cobra-report\">\n\n        \u003Ch2>IDN PT. Indorama Technologies Complex (IRTC) - Purwakarta - 2019\u003C\u002Fh2>\n\n        \u003Cdiv class=\"section general\">\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-start_date\">Tanggal dimulainya perjanjian: &rarr;&nbsp;2019-08-26\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-end_date\">Tanggal berakhirnya perjanjian: &rarr;&nbsp;2021-08-25\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \u003C!-- TODO: previous CBA logic -->\n            \u003C!-- TODO: status logic -->\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaratified\">Diratifikasi oleh: &rarr;&nbsp;Other\u003C\u002Fdiv>\n                \u003Cdiv id=\"display-cbaactorratified\">\n                    Diratifikasi pada: &rarr;&nbsp;Belum diratifikasi\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \n\n            \u003C!-- TODO: transnational_label, includingcountries_label, national_framework_label -->\n\n            \u003Cdiv id=\"display-SECTOR1\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Industri\u002Fpabrik pengolahan\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-NACE2004\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Pabrik Manufaktur Textil\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-FIRMPRI\">\n                Sektor publik\u002Fswasta: &rarr;&nbsp;In the private sector\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv>Disimpulkan oleh:\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1\">\n\n                \n                    \n                    \u003Cdiv>\n                        Nama perusahaan: &rarr;&nbsp;\n                        Indorama Technologies Complex (IRTC) - Purwakarta\n                    \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1\">\n                Nama serikat pekerja: &rarr;&nbsp;\n\n                \n                    \n                    \u003Cspan>\n                        Serikat Pekerja Tekstil Sandang &amp; Kulit SP TSK SPSI\n                    \u003C\u002Fspan>\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-casignemployees\">\n                Nama penandatangan dari pihak pekerja &rarr;&nbsp;Dede Mulyadi, Ade Mamat, Indah Nur Asriati, Lili Gozali, Hariyono, Rasim Syamsudin, Iin solihin, Junaedi\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section social-security-pensions\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SOCSEC_trigger\">JAMINAN SOSIAL DAN PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-pensionfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pensiun bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilityfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan cacat bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-unemploymentfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan pengangguran bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section training\">\n            \u003Ch3 id=\"display-TRAINING_trigger\">PELATIHAN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingprogrammes\">Program pelatihan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprenticeships\">Magang: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pelatihan bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section sickness-disability\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KONDISI SAKIT DAN DISABILITAS\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-maxsicknesspayperc\">\n                Maximum cuti sakit berbayar (untuk 6 bulan): &rarr;&nbsp;92&nbsp;%\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-sicknessmaxdaysnr\">\n                Maximum hari untuk cuti sakit berbayar: &rarr;&nbsp;365 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-longtermillness\">Ketentuan mengenai kembali bekerja setelah menderita penyakit jangka panjang, seperti penyakit kanker: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-menstruationleave\">Cuti haid berbayar: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilitypay\">Pembayaran gaji apabila tidak mampu bekerja dikarenakan kecelakaan kerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n\n        \u003Cdiv class=\"section health-medical-assistence\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA BANTUAN MEDIS\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccess\">Bantuan medis disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccessrelatives\">Bantuan medis bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurance\">Kontribusi pengusaha untuk asuransi kesehatan disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurancerelatives\">Asuransi kesehatan bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetypolicy\">Kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetytraining\">Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-protectiveclothing\">Pakaian\u002Falat pelindung diri disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-hivpolicy\">Pemeriksaan kesehatan secara berkala disediakan oleh pengusaha: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-monitoring\">Pengawasan permintaan musculoskeletal di tempat kerja, resiko professional dan\u002Fatau hubungan antara pekerjaan dan kesehatan: &rarr;&nbsp;The relationship between work and health, Employee involvement in the monitoring\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-funeralpay\">Bantuan duka\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-funeralpayamount\">\n                Minimum kontribusi pengusaha untuk penguburan\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;3000000.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section work-family-arrangements\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKFAM_trigger\">PENGATURAN ANTARA KERJA DAN KELUARGA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleaveduration\">\n                Cuti hamil berbayar: &rarr;&nbsp;13 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleavepayperc\">\n                Cuti hamil berbayar terbatas untuk: 100 % dari gaji pokok\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-jobsecuritymothers\">Jaminan tetap dapat bekerja setelah cuti hamil: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-maternitydiscrimination\">Larangan diskriminasi terkait kehamilan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-breastfeeding_dangerouswork\">Larangan mewajibkan pekerja yang sedang hamil atau menyusui untuk melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-riskassessment\">Penilaian resiko terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja yang sedang hamil atau menyusui di tempat kerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-alternatives\">Ketersediaan alternatif bagi pekerja hamil atau menyusui untuk tidak melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-timeoff\">Cuti untuk melakukan pemeriksaan pranatal: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningnonstandard\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempekerjakan pekerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningpromotion\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempromosikan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv> \n            \u003Cdiv id=\"display-nursingmothers\">Fasilitas untuk pekerja yang menyusui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcareprovision\">Pengusaha menyediakan fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcaresubsidy\">Pengusaha mensubsidi fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \u003Cdiv id=\"display-educationtuition\">Tunjangan\u002Fbantuan pendidikan bagi anak pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidpaternityleaveduration\">\n                Cuti ayah berbayar: &rarr;&nbsp;3 hari\n         \u003C\u002Fdiv>\n                        \u003Cdiv id=\"display-deathrelativesleave\">\n                Durasi cuti yang diberikan ketika ada anggota keluarga yang meninggal: &rarr;&nbsp;2 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n        \u003Cdiv class=\"section gender-equality-issues\">\n            \u003Ch3 id=\"display-GENEQ_trigger\">ISU KESETARAAN GENDER\u003C\u002Fh3>\n         \u003Cdiv id=\"display-eqpay\">Upah yang sama untuk pekerjaan yang sama nilainya: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n         \n         \u003Cdiv id=\"display-discrimination\">Klausal mengenai diskriminasi di tempat kerja &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-eqpromotion\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat promosi: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n        \u003Cdiv id=\"display-eqtraining\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat pelatihan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>     \n        \u003Cdiv id=\"display-eqofficer\">Kesetaraan gender dalam kepengurusan serikat pekerja di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-sexualhar\">Klausal mengenai pelecehan seksual di tempat kerja &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violence\">Klausal mengenai kekerasan di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violenceleave\">Cuti khusus bagi pekerja yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-support_disabilities\">Dukungan bagi pekerja perempuan dengan disabilitas: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-equalitymonitoring\">Pengawasan kesetaraan gender: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n             \n         \u003C\u002Fdiv>\n         \n\n        \u003Cdiv class=\"section employment-contracts\">\n            \u003Ch3 id=\"display-EMPCONTR_trigger\">PERJANJIAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-contracttrialperiod\">\n                Durasi masa percobaan: &rarr;&nbsp;91 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\u003Cdiv id=\"display-severance_number\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;180&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-severance_number_1_tenure\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;60&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-part_time_excluded\">Pekerja paruh waktu tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-tempagency\">Ketentuan mengenai pekerja sementara: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprentices_excluded\">Pekerja magang tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-minijobs_excluded\">Pekerja mahasiswa tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section working-hours\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKHOURS_trigger\">JAM KERJA, JADWAL DAN LIBUR\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspday\">\n                Jam kerja per hari: &rarr;&nbsp;7.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspweek\">\n                Jam kerja per minggu: &rarr;&nbsp;40.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-dayspweek\">\n                Hari kerja per minggu: &rarr;&nbsp;6.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hoursovertimemax\">\n                Waktu lembur maksimum: &rarr;&nbsp;14.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysdays\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;12.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysweeks\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;2.0 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-schedulesrestpw\"> Periode istrirahat setidaknya satu hari dalam seminggu disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-sundays_year\">\n                Jumlah maksimum hari minggu\u002Fhari libur nasional dalam setahun dimana pekerja harus\u002Fdapat bekerja: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n             \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-tradeunleavdays\">\n                Cuti berbayar untuk aktivitas serikat pekerja: &rarr;&nbsp; hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-FLEXWORK_trigger\"> Ketentuan mengenai pengaturan jadwal kerja yang fleksibel: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section wages\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WAGES_trigger\">PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-PAYSCALES_trigger\">\n                Upah ditentukan oleh skala upah: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n\n            \n            \n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-COSTLIV_trigger\">Penyesuaian untuk kenaikan biaya kebutuhan hidup: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-STRUCINCR_trigger\">Kenaikan upah\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-ONCERISE_trigger\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali:\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \u003Cdiv id=\"display-extrapayfirmperformance\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali dikarenakan performa perusahaan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-NOCTPREM_trigger\">Tunjangan shift untuk kerja sore atau malam\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \u003Cdiv id=\"display-shiftallowancetype1\">Tunjangan shift hanya untuk yang kerja malam: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-OVERTIME_trigger\">Upah lembur hari kerja\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SUNDAY_trigger\">Upah lembur hari Minggu\u002Flibur\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-COMMUTE_trigger\">Tunjangan transportasi\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Ch4>Kupon makan\u003C\u002Fh4>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-mealvouchers\">\n                Kupon makan disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-MEALALL_trigger\">Tunjangan makan disediakan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-legalassistance_trigger\">\n                Bantuan hukum gratis: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n    \u003C\u002Fdiv>\n\n\u003C\u002Fhtml>\n",[],[],"collective_agreement",[333],{"title":39,"slug":34},[335],{"type":336,"data":337},"call_to_action_body_block",{"title":338,"description":339,"variant":340,"link":341},"Bandingkan Perjanjian Kerja Bersama","Bandingkan pasal-pasal dan topik dalam Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dengan Perjanjian Kerja Bersama di semua sektor kerja di Indonesia maupun negara-negara lainnya.","dark",{"title":338,"url":342,"description":338,"rel":343,"type":344},"\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fbandingkan-perjanjian-kerja-bersama","follow","internal",[346],{"type":336,"data":347},{"title":338,"description":339,"variant":340,"link":348},{"title":338,"url":342,"description":338,"rel":343,"type":344},[]]