[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"page:id-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-hwaseung-indonesia-dengan-puk-fsp-tsk-kspsi-pt-hwaseung-indonesia-dan-psp-spn-pt-hwaseung-indonesia-dan-fsb-garteks-pt-hwaseung-indonesia-2020-2022":3},{"id":4,"slug":5,"title":6,"short_title":7,"intro_text":8,"meta_description":9,"seo_title":9,"path":10,"content_type":11,"locale":12,"go_live_at":7,"first_published_at":13,"page_created_at":14,"published_at":13,"edit_url":15,"breadcrumbs":16,"seo":24,"data":32,"children":333,"content_type_view":334,"extra_breadcrumbs":335,"body":337,"body_blocks":348,"related_pages":352},3679,"perjanjian-kerja-bersama","Perjanjian Kerja Bersama",null,"\u003Cp>Beberapa pilihan Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dipublikasikan di sini. Anda dapat menemukan teks asli dari Perjanjian Kerja Bersama tersebut, membaca dan menelusuri per bab maupun pasal, menurut topik yang sedang Anda cari.\u003Cbr\u002F>\u003Cbr\u002F>Ketika Anda mengklik pada link Perjanjian Kerja Bersama, halaman akan terbuka: di kolom sebelah kiri pada halaman tersebut berisi teks asli, sedangkan di kolom sebelah kanan, Anda akan menemukan ringkasan dari ketentuan yang ada di Perjanjian Kerja Bersama tersebut.\u003Cbr\u002F>Serikat Buruh\u002FPekerja dan Asosiasi Pengusaha dari Indonesia memberikan kontribusi terhadap pengumpulan data Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>","","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama","collective_agreements.collectiveagreementoverview","id_ID","2025-08-15T13:01:11.360625+00:00","2026-04-02T08:44:09.692847+00:00","\u002Fcms\u002Fpages\u002F3679\u002Fedit\u002F",[17,20,23],{"title":18,"slug":19},"Indonesia","id-id",{"title":21,"slug":22},"Bekerja di Indonesia","bekerja-di-indonesia",{"title":6,"slug":5},{"title":6,"description":9,"image":25,"canonical":26,"robots":27,"og_type":28,"twitter_card":29,"locale":19,"created_at":30,"last_modified_at":31},"https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fmedia\u002Fimages\u002FSocial_media_preview_image_-_2025.2e16d0ba.fill-1200x630.png","https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002F","index, follow","website","summary_large_image","2025-08-15T15:01:11.360625+02:00","2026-04-02T10:44:09.828831+02:00",{"cba":33,"clauses":45,"details":331,"translations":332},{"id":34,"uid":35,"url":36,"name":37,"locale":38,"override_title":9,"title":39,"browser_title":40,"browser_description":41,"text":42},"perjanjian-kerja-bersama-antara-pt-hwaseung-indonesia-dengan-puk-fsp-tsk-kspsi-pt-hwaseung-indonesia-dan-psp-spn-pt-hwaseung-indonesia-dan-fsb-garteks-pt-hwaseung-indonesia-2020-2022","1f87a5d8-e314-11eb-b845-f23c91080f70","https:\u002F\u002Fcobra.wageindicator.org\u002Fcountries\u002Findonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-hwaseung-indonesia-dengan-puk-fsp-tsk-kspsi-pt-hwaseung-indonesia-dan-psp-spn-pt-hwaseung-indonesia-dan-fsb-garteks-pt-hwaseung-indonesia-2020-2022\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-hwaseung-indonesia-dengan-puk-fsp-tsk-kspsi-pt-hwaseung-indonesia-dan-psp-spn-pt-hwaseung-indonesia-dan-fsb-garteks-pt-hwaseung-indonesia-2020-2022\u002F","Perjanjian Kerja Bersama Antara PT. Hwaseung Indonesia Dengan PUK FSP – TSK KSPSI PT. Hwaseung Indonesia dan PSP SPN PT. Hwaseung Indonesia dan FSB GARTEKS PT. Hwaseung Indonesia 2020 – 2022","ba_ID","IDN PT. Hwaseung Indonesia - Jepara - 2020","Indonesia - IDN PT. Hwaseung Indonesia - Jepara - 2020","IDN PT. Hwaseung Indonesia - Jepara - 2020 - Industri\u002Fpabrik pengolahan",{"name":43,"data":44},"PT HWASEUNG INDONESIA 2020 – 2022.html","\n\u003C!--?xml version=\"1.0\" encoding=\"UTF-8\"?-->\n\n\n  \u003Cmeta http-equiv=\"content-type\" content=\"text\u002Fhtml; charset=UTF-8\">\n  \u003Ctitle>New\u003C\u002Ftitle>\n  \u003Cmeta name=\"generator\" content=\"Amaya, see http:\u002F\u002Fwww.w3.org\u002FAmaya\u002F\">\n\u003Cscript type=\"text\u002Fjavascript\" src=\"https:\u002F\u002Fgc.kis.v2.scr.kaspersky-labs.com\u002FFD126C42-EBFA-4E12-B309-BB3FDD723AC1\u002Fmain.js?attr=OVMvtWtniYDNtSXtJEQJlRt7QjT1p6FyzclXT0YHgWyPyXupeqK6Ztyj64aQHSCs0_uXCAn_QMuFSBUYRdc0oDNs_Qw7afpdr_pvHdZ_goeioULDEXghCQdOjGyXDDo8LVpq0y4XKj83sXH5SUODTLlL3AYj3MmrkW20AxssA1Km8ve6WrLhCC516M6bd_V3FYFxAVBPATsw7bqnqIRwEZfVYtaZrGAsSQ81vG7I92es7i2Lvae6mh5Ajpt5fppQPLrZ7CZs39X6S8dcgUjM4ggkZ3iH-F2DGrQ2WBxOMPQO1dEZVT6hX0shPvnG9zunTpnClsmHDN8FavN2w_HP-w\" charset=\"UTF-8\">\u003C\u002Fscript>\n\n\n\u003Ch1>PERJANJIAN KERJA BERSAMA ANTARA PT. HWASEUNG INDONESIA DENGAN PUK FSP –\nTSK KSPSI PT. HWASEUNG INDONESIA DAN PSP SPN PT. HWASEUNG INDONESIA DAN FSB\nGARTEKS PT. HWASEUNG INDONESIA\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Ch1>PERIODE 2020 – 2022\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>MUKADIMAH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pada dasarnya hubungan antara pengusaha dan pekerja, tidak saling\nbertentangan akan tetapi saling berkepentingan dan membutuhkan. Tujuan\nperusahaan adalah menuju kemajuan, perkembangan dan keuntungan lebih baik\ndengan melakukan kegiatan yang efektif dan efisien. Kesejahteraan dan\nketenangan lahir dan batin dalam hidupnya bersama keluarga.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Bahwa Perjanjian Kerja Bersama merupakan sarana yang paling penting untuk\nmelaksanakan Hubungan Industrial yang serasi, selaras, seimbang dan berdasarkan\nkeadilan yang bertujuan untuk mengemban cita – cita Proklamasi Kemerdekaan\nNegara Republik Indonesia 17 Agustus 1945, didalam pembangunan nasional untuk\nmewujudkan masyarakat adil dan makmur yang berdasarkan Pancasila dan Undang –\nUndang Dasar 1945, serta ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan\nperdamaian abadi, keadilan sosial melalui penciptaan ketenangan, ketertiban dan\nketentraman kerja serta ketenangan dan kelancaran usaha, guna terciptanya\npeningkatan produktivitas dan peningkatan kesejahteraan pekerja sesuai harkat,\nderajat dan martabatnya sama bagi manusia Indonesia seutuhnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sesuai dan seirama dengan pembangunan janga panjang pada era reformasi\nmenyeluruh di segala bidang, maka hanya dalam keadaan semacam itulah peran\nserta dan sumbangsih perusahaan serta pekerjaannya dalam usaha meningkatkan\nsumber daya manusia dan perbaikan ekonomi negara dan menaikkan taraf hidup\nbangsa dapat terwujud.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Tujuan Perjanjian Kerja Bersama ini adalah untuk mempertegas hak dan\nkewajiban perusahaan, Serikat Pekerja dan para pekerja untuk memperkuat\nhubungan industrial yang sehat dan harmonis di dalam perusahan, mengatur tata\ncara penyelesaian perbedaan pendapat, perbaikan, peningkatan, mempertahankan\nserta mengembangkan hubungan yang kooperatif dengan landasan nilai – nilai\nluhur kemitraan antara pengusaha dan pekerja serta memberikan kepastian hukum\nkedua belah pihak yang sudah disepakati bersama. Apabila salah satu pihak\nmelakukan tindakan sepihak maka pihak lainnya akan mengambil tindakan sesuai\nketentuan perundang – undangan yang berlaku, kecuali jika hal tersebut\ndisetujui dan disepakati oleh kedua belah pihak yang bersepakat. Pengusaha dan\nSerikat Pekerja secara hukum akan bertanggung jawab, menaati, menjaga dan\nmempertahankan hak dan kewajiban yang telah disepakati dan disetujui dan\ndisahkan oleh Pemerintah Cq Dinas Koperasi UKM Nakertrans, secara menyeluruh\nataupun yang berhubungan dengan pelaksanaannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dengan berlandaskan pemikiran tersebut diatas dan atas dasar saling\nmenghormati, mempercayai dan menjunjung tinggi Perjanjian Kerja Bersama ini,\nmaka dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa, kami Pimpinan Perusahaan PT. HWA\nSEUNG INDONESIA dan Pimpinan Serikat Pekerja PUK FSP-TSK KSPSI PT. HWA SEUNG\nINDONESIA, PSP SPN PT. HWA SEUNG INDONESIA dan FSB GARTEKS PT. HWA SEUNG\nINDONESIA telah sepakat dan setuju untuk mengadakan perjanjian sesuai perundang\n– undangan yang berlaku di Negara Republik Indonesia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Untuk mencapai tujuan tersebut, maka harus disadari diyakini dan disetujui,\nbahwa:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha mempunyai hak untuk mengelola kegiatan – kegiatan seluruh\n    unit – unit usaha maupun pekerjaannya, sesuai dengan ketentuan perundang\n    – undangan ketenagakerjaan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha mempunyai hak untuk menerima, menempatkan dan mengangkat\n    pekerja untuk suatu jabatan tertentu, serta memperlakukan pekerja secara\n    wajar sesuai perundang – undangan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Serikat Pekerja adalah organisasi Pekerja yang berfungsi untuk mewakili\n    anggotanya yang menjadi Pekerja PT. HWA SEUNG INDONESIA berdomisili di\n    jalan KRASAK RT 9 RW 3 DSS. BANYUPUTIH, KALINYAMATAN JEPARA. Setiap keluh\n    kesah pekerja baik secara perorangan maupun kelompok yang disampaikan\n    Serikat Pekerja, pengusaha berkewajiban memperhatikan, menanggapi dan\n    menyelesaikan dengan berunding secara bipartit secara baik dan benar\n    berdasarkan keadilan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap pekerja mempunyai kesempatan untuk maju, meningkatkan kemampuan\n    dan keterampilan adalah cita – cita setiap pekerja dan pengusaha\n    berkewajiban untuk memberikan kesempatan yang seluas – luasnya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja berhak untuk dapat bekerja secara tenang, tentram secara lahir\n    dan batin tanpa adanya kecemasan, keresahan, ketakutan dan tindakan\n    diskriminasi oleh pengusaha karena keanggotannya dalam Serikat Pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha wajib memberikan upah yang layak dan kesejahteraan yang\n    memadai, akan mendorong dan merangsang pekerja dapat meningkatkan etos\n    kerja, gairah kerja, motivasi dan dedikasi serta produktivitas yang tinggi,\n    untuk mencapai prestasi sesuai dengan kemampuan pekerja masing – masing,\n    tanpa membedakan unsur suku, agama, keturunan dan golongan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja berhak untuk menerima upah dan kesejahteraan yang adil tanpa\n    membedakan latar belakang dan bebas dari unsur diskriminasi.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>Berdasarkan hal – hal tersebut diatas kedua belah pihak yaitu Pengusaha\ndan Serikat Pekerja sepakat bahwa selama berlakunya Perjanjian Kerja Bersama\nini, tidak ada satu pihak manapun yang mengajukan permintaan untuk mengubah\natau memperbaiki perjanjian ini atau suatu permintaan yang dapat melampaui atau\nmengurangi makna ketentuan – ketentuan yang sudah disepakati dan disetujui\nbersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB I: ISTILAH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 1: ISTILAH – ISTILAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam Perjanjian Kerja Bersama ini yang diartikan dengan:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Perusahaan adalah Perseroan Terbatas Hwa Seung Indonesia\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha adalah Direktur Umum PT. HWASEUNG INDONESIA serta pejabat yang\n    diberi kuasa hukum untuk bertindak untuk dan atas nama perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Serikat Pekerja adalah Pimpinan Serikat Pekerja – PUK FSP – TSK KSPSI\n    PT. HWA SEUNG INDONESIA dan PSP SPN PT. HWA SEUNG INDONESIA dan FSB GARTEKS\n    PT. HWA SEUNG INDONESIA yang telah terdaftar pada Dinas Tenaga Kerja RI\n    Kabupaten Jepara.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja adalah orang yang mengadaakan houngan kerja dan menandatangani\n    perjanjian kerja dengan Perseroan Terbatas Hwaseung Indonesia.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Anggota Serikat Pekerja adalah pekerja PT. HWASEUNG INDONESIA yang\n    menggabungkan diri dengan Organisasi Serikat Pekerja di PT HWASEUNG\n    INDONESIA.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pimpinan Serikat Pekerja adalah anggota Serikat Pekerja yang dipilih oleh\n    anggota untuk memimpin organisasi Serikat Pekerja di PTL. HWASEUNG\n    INDONESIA.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Keluarga pekerja adalah orang tua, mertua, seorang istri\u002Fsuami dan anak\n    – anak dari Pekerja berdasarkan perkawinan yang syah menurut hukum yang\n    berlaku dan telah didaftarkan pada bagian personalia Perusahaan sebagai\n    tanggungan Pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Anak adalah anak pekerja yang bersangkutan yang lahir dari perkawinan\n    yang syah atau anak yang disyahkan menurut hukum yang berlaku, anak tiri\n    yang belum berumur 18 (delapan belas) tahun, belum berpenghasilan sendiri\n    dan belum kawin.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Suami adalah seorang suami yang sah menurut hukum yang berlaku dan\n    terdaftar pada bagian personalia Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Istri adalah seorang istri yang sah menurut hukum yang berlaku dan\n    terdaftar pada bagian personalia.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Ahli waris adalah keluarga pekerja atau pekerja lain yang ditunjuk oleh\n    pekerja untuk menerima haknya, bilamana pekerja meninggal dunia. Apabila\n    tidak ada penunjukan atas ahli warisnya akan diatur menurut hukum yang\n    berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tertanggung adalah orang yang masuk ke dalam anggota keluarganya yang\n    tidak mempunyai penghasilan dan jaminan tunjangan kesehatan, menjadi beban\n    tanggung jawab Pekerja berdasarkan hubungan darah garis keturunan ke atas,\n    menyamping dan ke bawah.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Hari kerja adalah hari kerja pekerja, sesuai dengan jadwal hari kerja\n    yang ditentukan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Hari Kerja Shift adalah hari kerja pekerja shift yang diatur secara\n    bergilir pagi, siang, sore dan malam dan jam istirahatnya tidak harus sama\n    dengan jam istirahat pekerja biasa.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Istirahat Kerja adalah waktu yang tidak dipergunakan untuk bekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Jam Kerja adalah waktu yang di pergunakan untuk bekerja atas dasar 7\n    (tujuh) jam 1 (satu) hari, apabila 6 (enam) hari kerja dan 8 (delapan) jam\n    1 (satu) hari, apabila 5 (lima) hari kerja atau 40 jam kerja selama 1\n    (satu) minggu.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Jam Kerja Shift adalah waktu yang dipergunakan untuk bekerja menurut\n    jadwal shift yang telah diatur secara bergilir.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Jam Kerja Lembur adalah waktu kerja selama kerja diluar jam kerja pokok 7\n    ja kerja untuk 6 hari kerja dikurangi 1 hari jam kerja pendek 5 jam kerja,\n    atau 8 jam untuk 5 hari kerja atau 40 jam 1 minggu.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Hari libur\u002FNasional adalah hari libur sesuai kalender yang ditetapkan\n    Pemerintah.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Komplek Perusahaan adalah seluruh ruangan, halaman, lapangan dan\n    sekelilingnya yang berhubungan dengan tempat peristirahatan pekerja, serta\n    merupakan milik perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Lokasi Pabrik\u002FLingkungan Kerja adalah seluruh ruangan, halaman, lapangan\n    dan sekelilingnya yang berhubungan dengan tempat proses produksi atau yang\n    berhubungan langsung dengan Pekerjaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Lokasi \u002F Lingkungan Perusahaan adalah keseluruhan tempat yang berada\n    dibawah penguasaan perusahaan dan digunakan untuk menunjang kegiatan\n    perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerjaan adalah tugas yang dijalankan oleh seorang pekerja\u002Fkarayawan\n    untuk kepentingan perusahaan dalam hubungan kerja dengan menerima\n  gaji\u002Fupah.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Upah \u002F Gaji adalah suatu penerimaan sebagai imbalan dari Perusahaan\n    kepada pekerja \u002F karyawan untuk suatu pekerjaan, yang dinyatakan atau\n    dinilai dalam bentuk uang dengan mata uang rupiah, yang ditetapkan menurut\n    persetujuan atau peraturan perundangan dan dibayarkan dengan dasar\n    perjanjian kerja antara perusahaan dan pekerja\u002Fkaryawan termasuk tunjangan\n    tetap.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tunjangan tetap adalah tunjangan yang diberikan secara tetap dan tidak\n    terpengaruh oleh kehadiran.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tunjangan masa kerja adalah tunjangan yang diberikan kepada pekerja yang\n    mempunyai masa kerja sekurang – kurangnya 1 (satu) tahun.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tunjangan jabatan adalah tunjangan yang diberikan kepada pekerja yang\n    mempunyai jabatan sesuai dengan SK Pengangkatan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tunjangan Kondisi Kerja adalah tunjangan yang diberikan kepada pekerja\n    yang bekerja pada tempat \u002F area khusus seperti area panas, bising dan\n    berdebu.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tunjangan tidak tetap adalah tunjangan yang diberikan secara tidak\n  tetap.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Insentif adalah suatu bonus yang diberikan oleh Perusahaan kepada pekerja\n    dimana ketentuan pemberian syarat, besar jumlah serta kemungkinan\n    menghapuskannya ditentukan oleh perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Sanksi adalah hukuman yang bersifat pembinaan, ditetapkan karena adanya\n    pelanggaran materi PKB, tata tertib ataupun ketentuan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 2: PIHAK – PIHAK YANG BERSEPAKAT\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perjanjian kerja Bersama ini dibuat antara:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a) Perseroan Terbatas HWA SEUNG INDONESIA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Berdasarkan Akta Notaris Don Arfan, SH, M. Kn\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Nomor: 143\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Tanggal: 19 April 2016\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Ijin Usaha Industri: 2040\u002FI\u002FIP-PB\u002FPMA\u002F2016\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Domisili: Jl. Krasak Banyuputih RT 09 RW 03\nBanyuputih, Kalinyamatan, Jepara.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Dalam hal ini bertindak sebagai kuasa hokum dan\ndiwakili oleh:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>No.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>NAMA\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>JABATAN\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>01.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Kim Kwang Hyun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>President Director\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>02.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Lee Se Jong\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Director\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>03.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Anjur Rumahorbo\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Manager HRD\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>04.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Guntur Suhendro\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Asst. Manager HRD\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>05.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Ari Munanto, SH\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Supervisor HRD\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>06.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Antonius Mei H\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Supervisor HRD\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>Untuk selanjutnya disebut sebagai pihak ke-1 (satu)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Serikat PUK FSP – TSK KSPSI PT HWASEUNG INDONESIA dan PSP SPN PT. HWA\nSEUNG INDONESIA dan FSB GARTEKS PT HWA SEUNG INDONESIA.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dalam hal ini di wakili oleh:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>No.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>NAMA\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>JABATAN\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>01.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Agus Setiawan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Ketua PUK FSP – TSK KSPSI\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>02.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Dedi Setiadi\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Sekretaris PUK FSP-TSK KSPSI\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>03.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Agus Priyanto\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Wakil Bidang Advokasi PUK FSP – TSK KSPSI\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>04.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Sudarmadi\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Wakil Bidang Organisasi PUK FSP – TSK KSPSI\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>05.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Maksuri\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Ketua PSP SPN\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>06.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Dewi Amalia Hanifah\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Sekretaris PSP SPN\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>07.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Andika Eka M\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Wakil Bidang Advokasi PSP SPN\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>08.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Abu Yazid Al Bustomi\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Ketua FSB GARTEKS\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>Untuk selanjutnya disebut sebagai pihak ke-2 (dua).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 3: TUJUAN PERJANJIAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama ini dibuat oleh Pengusaha dan Pekerja, untuk:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Mempertegas dan memperjelas hak dan kewajiban Pengusaha dan Pekerja\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Memperteguh dan menciptakan hubungan industrial yang harmonis dan\n    berkeadilan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menetapkan secara bersama syarat – syarat kerja, hubungan kerja dan\n    kondisi kerja yang sesuai aturan Perundang – undangan ketenagakerjaan\n    yang telah disepakati bersama.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 4: RUANG LINGKUP PERJANJIAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha dan Serikat Pekerja bersama – sama menyetujui dan meyakini\n    dengan penuh tanggung jawab bahwa Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku dan\n    mengikat secara hukum bagi kedua belah pihak.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha dan Pihak Pekerja apabila mengadakan perubahan nama atau\n    mengadakan penggabungan dengan organisasi lain, maka isi pasal – pasal\n    Perjanjian Kerja Bersama ini akan tetap berlaku bagi kedua belah pihak,\n    sampai berakhirnya Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha dan Serikat Pekerja apabila mengadakan perubahan, pengurangan\n    atau penambahan tanpa ada perjanjian terlebih dahulu antara kedua belah\n    pihak, maka di luar hasil perjanjian akan mempunyai akibat batal demi\n  hukum.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha dan Serikat Pekerja tetap memiliki hak – hak lainnya sesuai\n    ketentuan ketenagakerjaan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch2>BAB II: PENGAKUAN, JAMINAN DAN FASILITAS SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 5: PENGAKUAN HAK – HAK PARA PIHAK\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>1. HAK PENGUSAHA\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Serikat Pekerja mengakui Pengusaha mempunyai hak untuk mengatur jalannya\nPerusahaan seperti:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Menerima Pekerja baru, membina pada masa\npercobaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Menempatkan Pekerja sesuai kebutuhan dan\nmengangkat jabatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Memutasikan Pekerja ke bagian lain sesuai\nkebutuhan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Memberikan Pendidikan dan latihan serta\nketerampilan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-gender\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-eqpay\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Memberikan pengupahan dan kesejahteraan yang\nadil.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f. Membina, memberikan peringatan dan menjatuhkan\nsanksi PHK sesuai aturan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g. Melakukan Demosi \u002F Penurunan jabatan bila\npekerja dianggap tidak mampu memegang jabatannya dengan mengevaluasi kinerjanya\ndan diinformasikan dengan Serikat Pekerja terlebih dahulu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">h. Pemutusan hubungan kerja sesuai dengan peraturan\nperundang – undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>2. KEWAJIBAN PENGUSAHA\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Memberikan Pendidikan dan latihan serta\nketerampilan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Membayar upah dan kesejahteraan yang adil.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>3. HAK SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pengusaha mengakui bahwa Pengurus Serikat Pekerja mempunyai hak untuk:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Merekrut anggota baru\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Memberikan pelatihan, kegiatan, Pendidikan dan\npenyuluhan AD \u002F ART, UU Ketenagakerjaan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Memungut iuran Serikat Pekerja melalui payroll\nsystem perusahan sesuai AD \u002F ART yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Memberikan pembinaan, perlindungan, pembelaan dan\nbantuan hukum kepada anggota.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>4. KEWAJIBAN SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Mengedepankan prinsip musyawarah untuk mencapai\nmufakat dalam penyelesaian perbedaan pendapat dengan pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Membantu membina pekerja untuk meningkatkan\ndisiplin dan produktivitas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 6: KEANGGOTAAN SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Berdasarkan Keputusan Undang – Undang No. 21 Tahun 2000 Tentang Serikat\nPekerja \u002F Serikat Buruh, antara lain:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Setiap Pekerja yang bekerja di PT. HWA SEUNG\nINDONESIA.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Warga Negara Indonesia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Pekerja dengan masa percobaan tanpa mengurangi\nwewenang pengusaha dalam melakukan penilaian terhadap status masa percobaan\ntersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Pekerja yang menduduki jabatan tertentu atau\nyang tugas dan fungsinya dapat menimbulkan pertentangan antara Pengusaha dan\nPekerja atau karena dan kewajibannya memiliki kepentingan bagi pengusaha, tidak\ndapat menjadi pengurs Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 7: JAMINAN PERLINDUNGAN BAGI PENGURUS DAN ANGGOTA SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha dilarang melakukan tindakan yang merugikan pekerja disebabkan\noleh hal – hal yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas organisasi Serikat\nPekerja di Perusahaan baik sebagai pengurus maupun sebagai anggota Serikat\nPekerja di Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pengusaha berkewajiban membantu dan memberi kesempatan seluas – uasnya\nkepada pengurus Serikat Pekerja untuk menjalankan tugas dan fungsi organisasi\nsehari – hari sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Sebagai penyalur aspirasi para anggota dalam\nmasalah – masalah yang menyangkut pelaksanaan tugas dan tanggung jawab\npekerja maupun sebagai warga negara.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Memberi perlindungan serta mendapatkan hak –\nhak dan kepentingan anggota dalam meningkatkan kesejahteraan pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Meningkatkan keterampilan dan kemampuan para\nanggota bagi kelangsungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Meningkatkan partisipasi dan tanggung jawab\nuntuk terpeliharanya ketenangan kerja dan ketenangan berusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 8: DISPENSASI WAKTU UNTUK KEPENTINGAN DAN URUSAN SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-TRADEUNLEAV_trigger\">\u003Cli>Pengusaha memberikan dispensasi kepada Pengurus Serikat Pekerja yang\n    ditunjuk Serikat Pekerja untuk menghadiri rapat atau musyawarah dengan\n    Perusahaan. Dalam dispensasi tersebut diberikan kepada pimpinan \u002F wakil\n    Serikat Pekerja yang ditunjuk untuk menghadiri rapat dengan pimpinan\n    perusahaan selama jam kerja biasa tanpa mengurangi upah atau tunjangan\n    lainnya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha memberikan dispensasi kepada wakil Serikat Pekerja berdasarkan\n    surat tugas organisasi untuk menghadiri rapat \u002F pertemuan dengan pimpinan\n    perusahaan, dinas tenaga kerja dan pimpinan Serikat Pekerja yang lebih\n    tinggi yang berhubungan dengan kepentingan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha memberikan dispensasi kepada setiap anggota Serikat Pekerja\n    atau pengurus Serikat Pekerja yang diangkat menjadi Serikat Pekerja di\n    tingkat yang lebih tinggi seperti Pimpinan Cabang (PC), Dewan Pimpinan\n    Cabang (DPC), Pimpinan Daerah (PD), Dewan Pimpinan Daerah (DPD), Pimpinan\n    Pusat (PP) dan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) untuk menghadiri rapat,\n    musyawarah, Seminar, konferensi, Pendidikan dan kursus lainnya, baik di\n    dalam negeri maupun diluar negeri dengan mendapat upah penuh.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 9: FASILITAS UNTUK SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pengusaha berkewajiban memberikan fasilitas dan sarana lainnya yang memadai\nkepada organisasi Serikat Pekerja antara lain:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Ruangan yang layak untuk kantor Sekretaris Serikat Pekerja sebagai tempat\n    kegiatan Serikat Pekerja sehari – hari.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha wajib memberikan peralatan dan perlengkapan kantor untuk\n    Sekretariat Serikat Pekerja, antara lain;\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\u003Cul>\n  \u003Cli style=\"margin-left:4em\">Meja &amp; kursi kantor bagi pengurus sesuai\n    tugas dan jabatannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:4em\">Meja &amp; kursi untuk meeting pengurus.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:4em\">Lemari filling cabinet dan lemari biasa.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:4em\">Papan tulis.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:4em\">Lampu penerangan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:4em\">Komputer.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 10: MUTASI DAN PROMOSI KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perusahaan berkewajiban menyediakan papan pengumuman guna penempatan\npengumuman \u002F pemberitahuan tentang kegiatan Serikat Pekerja tetapi harus seijin\npimpinan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 11: IURAN ANGGOTA SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pengusaha membantu melakukan pemotongan iuran Serikat Pekerja berdasarkan\nsurat kuasa anggota PUK FSP – TSK KSPSI PT. HWA SEUNG INDONESIA, PSP SPN PT.\nHWA SEUNG INDONESIA dan FSB GARTEKS PT. HWA SEUNG INDONESIA pada penerimaan\nupah di tanggal 10 setiap bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Besarnya pemotongan iuran sesuai AD \u002F ART masing – masing Serikat pekerja\natau sesuai kesepakatan masing – masing Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Laporan keuangan Serikat Pekerja dimuat pada papan pengumuman.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB III: HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 12: PENERIMAAN CALON PEKERJA BARU\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Persyaratan calon Pekerja baru sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Surat lamaran dilampiri:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Photocopy Ijazah \u002F STTB yang dilegalisir atau\nmenunjukkan Ijazah\u002FSTTB asli.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Surat Keterangan Catatan Kepolisian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Surat Keterangan kesehatan terbaru dari\nDokter.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Surat Keterangan pencari kerja dari Dipnaker.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Daftar riwayat hidup\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f. Pas photo 4 X 6 sebanyak 2 lembar\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g. Surat ijin kerja dari orang tua \u002F wali bagi yang\nbelum kawin dan yang sudah kawin harus ada ijin dari suami \u002F istri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">h. Photo copy surat keterangan lain jika dianggap\nperlu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">i. Photo copy Kartu Tanda Penduduk.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">j. Berkas lamaran di masukkan ke dalam stopmap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">k. Penerimaan pekerja baru tidak dipungut biaya\napapun oleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">l. Menandatangani formulir perjanjian kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">m. Bagi Pekerja baru yang akan ditempatkan yang\nmemerlukan keahlian tertentu akan diseleksi da penilaian ditentukan oleh bagian\nyang membutuhkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Yang mempunyai masalah salah satu dibawah ini, tidak dapat diterima\nantara lain:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Menjadi buronan aparat keamanan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Sedang dalam masa menjalani hukuman\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Menderita penyakit menular\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Pada waktu mengisi surat perjanjian atau\nwawancara memberikan keterangan palsu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Dinyatakan tidak fit oleh Dokter Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">f. Pernah bekerja di PT. HWA SEUNG INDONESIA, yang\ndikeluarkan karena telah melakukan kesalahan berat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pekerja yang sudah diterima bekerja ternyata diketahui telah melanggar\nketentuan salah satu peraturan di ayat 2 (dua) tersebut diatas dapat di phk\ntanpa pesangon atau ganti rugi atau pembayaran dalam bentuk apapun, pekerja\ntersebut tidak dapat mengganggu gugat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Telah bekerja sebanyak 2 (dua) kali dan diterima bekerja di PT. Hwa Seung\nIndonesia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 13: MASA PERCOBAAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrialperiod\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrial\">\u003Cli>Setiap pekerja baru yang statusnya PKWTT wajib menjalankan masa percobaan\n    sebanyak 1 (satu) jail paling lama 3 (tiga) bulan.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Lama masa percobaan terhitung sejak Pekerja diterima sebagai Pekerja\n  baru.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila pekerja baru telah menjalankan masa percobaan selama 3 (tiga)\n    bulan dapat dinyatakan lulus masa percobaan dan diangkat menjadi Pekerja\n    tetap.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja baru yang dinyatakan Tidak Lulus masa percobaan akan diberikan\n    penjelasan dengan form evaluasi masa percobaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Serikat Pekerja diikutsertakan memberikan pembinaan bagi pekerja baru\n    untuk menjelaskan tentang Hubungan Industrial yang serasi, selaras,\n    seimbang dan berdasarkan keadilan, peraturan perundang – undangan\n    Ketengakaerjaan dan pemahaman Organisasi Serikat Pekerja.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 14: SURAT KEPUTUSAN PENGANGKATAN PEKERJA TETAP DAN JABATAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha wajib memberikan surat keputusan pengangkatan pekerja tetap\n    kepada setiap pekerja yang dinyatakan lulus masa percobaan menjadi pekerja\n    tetap.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha wajib menerbitkan surat keputusan pengankatan jabatan kepada\n    setiap pekerja yang mempunyai jabatan sebagai berikut:\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\u003Col>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-jobclassifaction1\">\u003Cp style=\"margin-left:4em\">\u003Cstrong>JENJANG JABATAN:\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli style=\"margin-left:4em\">OPERATOR\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:4em\">STAFF\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:4em\">LEADER \u002F SENIOR STAFF\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:4em\">SUPER VISOR\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:4em\">ASISTEN MANAGER\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:4em\">MANAGER\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:4em\">SENIOR MANAGER \u002F FACTORY MANAGER\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:4em\">ASISTEN DIREKTUR\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:4em\">DIREKTUR\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:4em\">SENIOR DIREKTUR\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:4em\">PRESIDEN DIREKTUR\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fol>\u003C\u002Fdiv>\u003Col>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>3. Pengusaha wajib memberikan tunjangan jabatan pada setiap Pekerja yang\nmemangku jabatan sesuai ayat 2 diatas setelah memangku jabatan paling lama 3\n(tiga) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Apabila ada penurunan jabatan maka tidak mengurangi upah pokok (tetap)\ndan tunjangan jabatan disesuaikan dengan posisi \u002F jabatan yang baru.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 15: KESEMPATAN BERKARIR\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Perusahaan wajib memberikan kesempatan kepada tenaga kerja Indonesia,\n    untuk meningkatkan kemampuan dan prestasi kerjanya sehingga menduduki\n    jabatan tertinggi di perusahaan tanpa melihat Suku, Agama, Warna Kulit dan\n    Golongan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-STRUCINCR_trigger\">\u003Cli>Pengusaha wajib memberikan kenaikan upah pada pekerja yang berprestasi\n    selain kenaikan upah minimum.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 16: PENYESUAIAN UPAH\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_government\">\u003Cli>Upah Pekerja terendah adalah sekurang – kurangnya berdasarkan Upah\n    Minimum Kabupaten (UMK) yang disyahkan oleh Pemerintah Daerah setempat.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasefirmperformance\">\u003Cli>Penyesuaian upah akan dilakukan apabila perusahaan menganggap perlu\n    berdasarkan jabatan dan prestasi pekerja masing – masing.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Penyesuaian upah diberikan kepada pekerja yang mempunyai keterampilan \u002F\n    skill dan\u002Fatau pekerja baru yang mempunyai pengalaman\n  kerja\u002Fprofessional.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 17: MUTASI DAN PROSEDURNYA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha dapat memindahkan \u002F memutasikan pekerja dari satu bagian\nkebagian lainnya atas dasar kepentingan dan keperluan operasional dengan tidak\nmengurangi atau menurunkan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pemindahan atau mutasi pekerja dilakukan atas dasar:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Untuk kelancaran dan kepentingan operasional\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Perubahan tempat kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Perubahan tugas Pekerjaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Promosi jabatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Tugas pekerjaan tidak cocok atau tidak sesuai\ndengan skill atau keahlian dan keterampilan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Perubahan jabatan tidak termasuk dalam pengertian mutasi atau pemindahan\npekerja dari jabatan lama beralih ke jabatan baru.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-discrimination\">\u003Cp>4. Pengusaha dilarang memutasikan pekerja karena:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Merugikan keselamatan dan kesehatan Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Adanya unsur SARA dan diskriminasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Bertujuan asusila atau pelecehan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Adanya unsur suka atau tidak suka.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>5. Tata cara memutasi, sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pengusaha memanggil pekerja dan menjelaskan alasannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pengusaha merundingkan maksud dan tujuan adanya mutasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pengusaha memberikan Surat Keputusan mutasi kepada Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Mutasi berlaku sejak ditandatangani oleh kepala bagian masing – masing dan\npersetujuan HRD.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 18: PROMOSI DAN DEMOSI JABATAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Promosi Jabatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Promosi jabatan dilakukan untuk pemenuhan\nkebutuhan perusahaan kepada pekerja yang berprestasi atas kinerjanya dan\nmemenuhi kualifikasi untuk menduduki jabatan yang lebih tinggi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Pekerja yang dipromosikan tetap melalui tahapan\nevaluasi yang lamanya adalah 3 (tiga) bulan. Apabila Pekerja yang dipromosikan\nmelebihi batas waktu yang ditentukan maka di kembalikan pada jabatan semula.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Demosi Jabatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Apabila pekerja dalam melakukan kewajibannya\ndinilai secara objektif tidak mampu menjalankan kewajibannya selama 3 (tiga)\nbulan terakhir dan juga sudah mendapatkan pembinaan dan atau Surat Peringatan,\nperusahaan dapat menurunkan jabatannya dengan tetap diinformasikan kepada\nSerikat Pekerja tanpa mengurangi Gaji Pokok.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 19: TENAGA KERJA ASING\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha wajib memberikan penjelasan, penyuluhan dan penataran bagi\n    tenaga kerja asing yang akan ditempatkan di perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tenaga Kerja Asing wajib mempelajari, memahami dan mengikuti, sosial\n    budaya dan sistem hubungan industrial di Indonesia, agar antara tenaga\n    kerja asing dan tenaga kerja Indonesia dapat bekerja sama dengan baik,\n    harmonis dan komunikatif.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tenaga Kerja Asing wajib patuh dan tunduk kepada PKB dan aturan perundang\n    – undangan yang berlaku di Indonesia.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tenaga Kerja Asing wajib memberikan contoh yang baik kepada bawahannya\n    sehingga menjalin hubungan yang harmonis antara atasan dan bawahan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tenaga Kerja Asing harus menghormati dan memenuhi norma kerja, peraturan\n    serta perundang – undangan yang berlaku di Perusahaan dan\n  Pemerintahan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IV: WAKTU KERJA, SCANNING DAN PENGGANTIAN SHIFT\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 20: WAKTU KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday_select\">\u003Cp>1. Waktu kerja 1 hari selama 7 jam atau 40 jam seminggu untuk 6 hari kerja\natau waktu kerja 1 hari 8 jam atau 40 jam seminggu untuk 5 hari kerja, untuk\nPekerja shift maupun non shift.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Jadwal waktu kerja dan pengaturannya ditentukan oleh Pengusaha dengan\npersetujuan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Melaksanakan kerja melebihi dari ketentuan tersebut, diperhitungkan\ndengan jam kerja lembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Dasar penetapan waktu jam kerja pekerja sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Sistem 5 hari kerja Non Shift dan 2 shift.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Shift Pagi \u002F Non Shift:\n\n        \u003Cp>Jam Kerja:\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Senin – Kamis:\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Istirahat:\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Jumat: \u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Istirahat:\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Sabtu &amp; Minggu:\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>07.00 – 16.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>11.30 – 12.30 WIB atau 12.00 – 13.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>07.00 – 16.30 WIB\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>11.30 – 13.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Libur Mingguan\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Shift I\n\n        \u003Cp>Senin – Kamis:\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Istirahat: \u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Jumat:\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Istirahat: \u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Sabtu &amp; Minggu:\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\n        \u003Cp>06.30 – 15.30 WIB\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>11.30 – 12.30 WIB atau 12.00 – 13.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>06.30 – 16.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>11.30 – 13.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Libur Mingguan\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Shift II (Siang)\n\n        \u003Cp>Senin – Jumat:\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Istirahat: \u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Sabtu &amp; Minggu:\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\n        \u003Cp>21.30 – 06.30 WIB\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>24.00 – 01.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Libur Mingguan\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Untuk beberapa Departemen \u002F bagian tertentu\nlibur mingguannya tidak di hari minggu, antara lain: Security, Mess, Pengemudi\ndan Engineering.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Jam kerja melebihi 40 (empat puluh) jam dalam\nseminggu akan diperhitungkan sebagai kerja lembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Pekerja yang mengikuti meeting dengan pimpinan bagian masing – masing\ndiluar jam kerja pokok, Pengusaha wajib memperhitungkan dengan jam kerja\nlembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Pekerja Satuan Pengamanan (SATPAM), selama jam istirahat tidak\ndiperkenankan meninggalkan pos jaga.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Khusus bagi Pekerja yang melaksanakan tugas \u002F dinas luar atas perintah\npengusaha yang melebihi jam kerja pokok diperhitungkan dengan kerja lembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Apabila terjadi Emergency seperti pemadam aliran listrik yang mendadak\ndan tiba – tiba pada saat jam kerja (produksi) maka komponen upahnya tidak\nmempengaruhi upah pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Perputaran shift dilakukan dalam 1 (satu) minggu sekali.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 21: ISTIRAHAT KERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SCHEDULE_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-schedulesrestpw\">\u003Cli>Istirahat mingguan diberikan 2 hari setelah 5 hari kerja dalam seminggu\n    berturut – turut bagi pekerja non shift maupun pekerja shift.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Istirahat minimal 1 jam (60 menit) untuk non shift, shift satu dan long\n    shift, apabila terjadi keterlambatan waktu istirahat disebabkan meeting\n    produksi \u002F pembinaan maka wajib dikompensasikan pada waktu masuk dan\n    apabila keterlambatan melebihi 15 (lima belas) mein wajib diperhitungkan\n    dengan jam kerja lembur.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pada waktu jam istirahat dan jam pulang seluruh pekerja tidak\n    diperbolehkan untuk meeting kecuali dibayar untuk kelebihan jam.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 22: SCANNING ID CARD\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pekerja yang masuk kerja atau pulang kerja wajib mencatatkan diri\n    scanning\u002Fabsensi pada alat pencatat waktu (time recorder \u002F mesin cardnetic\n    \u002F proxy minity).\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang tidak mencatatkan diri \u002F scanning pada waktu masuk atau\n    pulang bekerja karena lupa atau kartu pengenal pekerja rusak, wajib mengisi\n    formulir tidak checkroll dan setelah diketahui atasan langsung dianggap\n    masuk kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Terlambat scanning disebabkan “Force Majeure” dianggap masuk kerja\n    setelah melaporkan kepada atasan langsung, selanjutnya atasan langsung\n    melaporkan kepada staff administrasi.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Lupa scanning, datang terlambat, pulang cepat dijelaskan kepada atasan\n    langsung untuk diteruskan kepada kepala bagian HRD serta dimasukkan dalam\n    daftar masuk lambat atau pulang cepat untuk dihitung jumlah jam kerjanya.\n    Dalam keadaan tertentu misalkan dinas luar atau mesin scanning rusak tidak\n    dianggap lupa scanning setelah disetujui oleh atasan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap hari petugas Administrasi harus melaporkan data kehadiran pekerja\n    dan memeriksa data scanning pekerja.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 23: PENGGANTIAN KERJA SHIFT\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Dalam melaksanakan penggantian kerja shift, Pekerja yang akan\n    meninggalkan pekerjaannya harus mengadakan serah terima kepada Pekerja\n    shift berikutnya penggantiannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pergantian kerja shift dilakukan setelah Pekerja shift berikutnya berada\n    di lokasi. Serah terima pergantian kerja shift, harus dapat\n    dipertanggungjawabkan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Di dalam perputaran kerja shift dilakukan 1 (satu) minggu sekali.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB V: TATA TERTIB DAN JENIS PELANGGARAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 24: TATA TERTIB KERJA DAN PERATURAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Dalam usaha menciptakan keteraturan, ketertiban, ketentraman dan\nkenyamanan kerja dilingkungan perusahaan, maka diatur ketentuan – ketentuan\nyang harus dilaksanakan dan dijunjung tinggi oleh semua pihak yang terakhir\ndengan proses produksi, maka diatur kewajiban dasar pekerja dan kewajiban dasar\npengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Dalam melaksanakan pekerjaan sehari – hari ada beberapa hal penting\nyang harus diperhatikan dan dilaksanakan antara lain:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Waktu kerja dan jam lembur:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">8 (delapan) jam 1 (Satu) hari 40 (empat puluh)\n    jam 1 (satu) minggu untuk 5 (lima) har kerja dalam 1 (Satu) minggu (UU\n    Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003 Pasal 77 ayat 2b) dan 78 ayat 1b atau\n    sesuai dengan ketentuan peraturan perundang – undangan yang masih\n  berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hoursovertimemax\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-MAXHOURS_trigger\">\u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Lembur maksimal 2 jam sehari, 14 jam seminggu\n    (UU No. 13 Tahun 2003 pasal 78 ayat 1b dan keputusan No. 102\u002FMen\u002FVI\u002F2004\n    pasal 3 sub 1) atau sesuai dengan ketentuan peraturan perundang 0 undangan\n    yang masih berlaku.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Pada saat jam kerja Pekerja harus sudah berada\ndilokasi tempat kerja untuk mempersiapkan pekerjaannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Tidak diperbolehkan meeting maupun bekerja pada\nwaktu jam istirahat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Tidak diperbolehkan makan di dalam lingkungan\nkerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Tidak memarahi bawahannya di depan orang banyak\ndengan nada keras \u002F kasar tanpa ada kaitannya dengan Pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f. Dalam rangka pembinaan ke bawahan, seorang\natasan tidak diperbolehkan memaki – maki dengan kata – kata kasar atau\ntidak senonoh kepada bawahannya di muka umum\u002Ftempat kerja dengan Bahasa yang\nmelecehkan nama baik bawahan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g. Jika ada penambahan jam kerja atau lembur harus\ndisertakan SPL yang ditandatangani oleh Direktur dan diserahkan ke Personalia\npaling lambat jam 14.00 WIB.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 25: KEWAJIBAN DASAR PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pekerja wajib menjalankan tugas yang diberikan oleh Pengusaha sepanjang\n    tidak bertentanngan dengan norma ketenagakerjaan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja wajib sudah berada di tempat kerja setelah bel berbunyi tanda\n    waktu istirahat kerja atau pulang.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja wajib mentaati ketentuan yang berlaku di perusahaan dengan baik\n    selama melakukan pekerjaannya masing – masing untuk melaksanakan\n    pengelolaan dan pengembangan usaha – usaha perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja wajib bekerja secara efektif dan efisien sehingga perusahaan\n    dapat berkembang maju.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja wajib menjaga dokumen penting, barang inventaris, surat – surat\n    berharga milik perusahaan dengan penuh tanggung jawab.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja wajib mengenakan Kartu Pengenal Karyawan (KPK) yang masih berlaku\n    selama berada di lokasi perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja wajib mencatatkan waktu kerja dan waktu pulang atau selesai\n    melakukan kerja pokok atau waktu kerja lembur dengan cara scanning.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja wajib menjunjung tinggi nama baik perusahaan, keluarganya, nama\n    baik sesame pekerja dan menjaga persatuan dan kesatuan di perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja wajib mentaati dan melaksanakan semua aturan kesehatan dan\n    keselamatan kerja (K3).\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja wajib menjaga kebersihan, kerapihan, kesehatan dan keasrian\n    lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja wajib melaporkan kepada atasan atau satuan pengamanan apabila\n    melihat, mendengar dan mengetahui ada pihak – pihak lain tertentu yang\n    akan melakukan perbuatan merugikan pengusaha baik secara materiil maupun\n    immaterial.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja wajib melalui pemeriksaan barang – barang bawaannya, apabila\n    membawa barag – barang baik kedalam lokasi maupun keluar lokasi\n    perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja wajib ikut membela, mempertahankan perusahaan, apabila adanya\n    rongrongan, gangguan, pencurian dan pengrusakan serta bencana alam yang\n    merugikan perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja wajib memberitahukan kepada atasannya atau pengusaha apabila\n    datang masuk kerja terlambat atau pulang cepat, dengan memberitahukan\n    alasannya secara benar dan mempertanggung jawabkannya dengan mengisi form\n    yang telah di sediakan HRD.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang berhenti bekerja dan atau dimutasikan ke bagian lain wajib\n    membuat laporan dan serah terima pekerjaan serta barang – barang milik\n    perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang tidak bisa \u002F masuk kerja karena keperluan pribadi \u002F ijin\n    resmi wajib memberitahukan kepada atasannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja tidak masuk kerja karena sakit menunjukkan surat keterangan\n    dokter yang memeriksanya dan dilegalisir oleh Dokter poliklinik\n  perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang akan melaksanakan tugas luar karena tugas dari pengusaha\n    atau karena melaksanakan tugas organisasi Serikat Pekerja wajib\n    memberitahukan, baik keberangkatan maupun sekembalinya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja tidak masuk kerja karena mengambil istirahat haid harus\n    menunjukkan surat keterangan dokter dari klinik\u002Fpoliklinik Perusahaan (UU\n    No. 13 Tahun 2003 Pasal 81).\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja dimutasi karena kenaikan pangkat\u002Fjabatan, penurunan pangkat atau\n    dipindah tugaskan harus menyelesaikan prosedur serah terima tugas dalam\n    waktu yang ditentukan setelah menerima surat perintah dari pihak yang\n    mengadakan mutasi untuk menempati jabatan yang baru.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Sebelum hubungan kerja putus, pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya\n    harus diselesaikan menurut prosedur serah terima tugas.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang mengurus keuangan, surat – surat berharga, bukti\n    pembukuan, data hasil produksi, sarana kekayaan, peralatan, stempel\n    korespondensi, gambar design, data Teknik arsip dokumen, data management\n    penting dan lain – lain harus menyelesaikan menurut prosedur serah terima\n    tugas.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja wanita yang sudah melaporkan hamil, dipekerjakan waktu kerja non\n    shift.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Prinsip – prinsip K3:\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">a. Setiap Pekerja berhak mendapat perlindungan atas\nkeselamatannya dalam melakukan pekerjaannya untuk kesejahteraan hidup dan\nmeningkatkan produksi serta produktivitasnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">b. Setiap Pekerja lainnya yang berada di tempat\nkerja perlu dijamin pula kesehatannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">c. Bahwa setiap sumber produksi perlu dipakai dan\ndipergunakan secara aman dan efisien.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">d. Bahwa berhubungan dengan itu perlu diadakan\nsegala upaya untuk membina norma – norma perlindungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 26: KEWAJIBAN DASAR PENGUSAHA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha wajib melaksanakan isi Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang\n    telah disyahkan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha wajib melaksanakan perundang – undangan ketenagakerjaan yang\n    berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha wajib merundingkan dengan Serikat Pekerja apabila akan\n    memberlakukan peraturan baru yang tidak diatur dalam Undang – undang\n    maupun PKB.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha wajib mengikutsertakan Serikat Pekerja untuk mendampingi\n    anggotanya dalam proses penanganan masalah.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 27: JENIS PELANGGARAN, PEMBINAAN DAN SANKSI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Jenis pelanggaran, pembinaan dan sanksi yang dilakukan oleh Pekerja\ndimaksudkan sebagai tindakan korektif dan pengarahan terhadap sikap dan tingkah\nlaku pekerja. Masa berlaku dari masing – masing jenis pelanggaran, pembinaan\ndan sanksi adalah selama – lamanya 6 (enam) bulan dan apabila masa berlakunya\nhabis sanksi dimulai dari awal kembali.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adapun Jenis Pelanggaran, Pembinaan dan Sanksi diatur sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>1. Peringatan Lisan\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pekerja diberikan pembinaan dan sanksi peringatan lisan antara lain:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Tidak mematuhi peraturan di Perusahaan dalam\nbentuk anjuran atau larangan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Tidak memakai Kartu Pengenal Pekerja (KPK),\nselama di lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Berpakaian dan berpenampilan tidak rapi dan\ntidak sopan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Bekerja secara malas - malasan dan santau atau\nmenunda - nunda pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Melakukan tindakan indisipliner atau melalaikan\ntugas dan kewajiban lainnya yang bersifat ringan, sehingga perlu diberikan\nsanksi peringatan lisan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f. Berambut gondrong bagi Pekerja laki - laki\nsehingga kelihatan tidak rapi atau mengganggu pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g. Membawa tas \u002F bungkusan besar kedalam lingkungan\ntempat kerja\u002Flokasi pabrik yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>2. Pembinaan dan Surat Peringatan ke-1 (SP I)\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pekerja yang melakukan salah satu pelanggaran dibawah ini, akan diberikan\npembinaan dan SP 1 (satu) antara lain:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Pekerja yang telah diberikan peringatan lisan,\ndalam masa 6 (enam) bulan mengulangi kesalahan dengan bobot Surat Peringatan\nLisan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Corat - coret di sembarang tempat, membuang\nsampah disembarang tempat atau tidak ditempat sampah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Bekerja tidak bertanggung jawab, mengganggu\nketenangan kerja \u002Fngobrol\u002Fmembuat gaduh dan atau menelantarkan pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Mengerjakan tugas tidak sesuai dengan instruksi\natasan yang mengakibatkan kesalahan dalam pekerjaannya (proses kerja).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Tidak mematikan listrik dan mesin produksi atau\ntidak merapikan barang - barang pekerjaan setelah selesai jam kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f. Tidak membersihkan tempat kerja sehingga\nberantakan dan kotor, setelah selesai kerja dan langsung meninggalkan tempat\nkerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g. Tidak masuk kerja tanpa keterangan \u002F alpha\nselama 2 (dua) hari tidak berturut - turut selama satu bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">h. Menolak barang bawaan diperiksa oleh SATPAM saat\nmasuk dan atau meninggalkan kerja saat waktu istirahat atau pulang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">i. Malas dan\u002Fatau santai dalam bekerja setelah\ndiberikan peringatan dengan dibuktikan data pembuktian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">j. Melanggar tata kerja atau tidak mempergunakan\nperalatan yang ditentukan sehingga hasil produksi rusak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">k. Membuat keributan dan bertengkar mulut di tempat\nkerja dan tidak mau menuruti setelah dinasehati oleh atasan \u002F pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">l. Atasan tidak memberikan bimbingan kepada\nbawahannya sesuai norma - norma yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">m. Terbukti mencari - cari alasan untuk meminta\nijin meninggalkan kerja, pada waktu kerja belum selesai.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">n. Mengajak masuk saudara atau teman ke lokasi\npabrik tanpa seijin petugas atau pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">o. Boros dalam menggunakan bahan baku, sehingga\nmerugikan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">p. Tidak memakai Kartu Pengenal Pekerja (KPK)\nselama di lingkungan perusahaan setelah diberikan peringatan lisan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">q. Terbukti mempergunakan barang bawaannya yang\ntidak sesuai dengan tugas dan jenis pekerjaannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">r. Pekerja menggunakan sarana komunikasi milik\nperusahaan untuk kepentingan pribadi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">s. Petugas SATPAM memakai seragam dan perlengkapan\ntidak sesuai dengan jam kerja\u002Fshift nya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">t. Bagi karyawati\u002F Ibu hamil dengan sengaja tidak\nmau melaporkan kehamilannya pada usia kehamilan 3 (tiga) bulan pada HRD \u002FKLINIK\nsetelah diberikan peringatan lisan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">u. Makan ketika jam kerja dan meninggalkan\npekerjaannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">v. Setelah waktu istirahat selesai tidak segera\nkembali bekerja dan tidak berada di tempat kerja untuk urusan yang bukan\npekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">w. Terlambat masuk kerja lebih dari 7 (tujuh) atau\njam masuk kerja tanpa alasan yang jelas \u002F sah sebanyak 3 (tiga) kali atau lebih\ndalam 1 (satu) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">x.Mengerjakan proses produksi tapi hasil\nproduksinya cacat atau rusak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">y. Memakai jarum pentul atau peniti atau bahan lain\nyang berbahan metal atau sejenisnya yang berpotensi dapat mengganggu proses\nproduksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">z. Membawa jarum\u002Fmetal dari luar perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">aa. Tanda tangan Surat Perintah Lembur namun\npekerja tidak jadi lembur tanpa adanya pemberitahuan kepada pimpinan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>3. Pembinaan dan Surat Peringatan ke-2 (SP II)\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pekerja yang melakukan salah satu pelanggaran di bawah ini, akan diberikan\npembinaan dan SP II (dua) antara lain:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Pekerja yang sudah diberikan sanksi SP I yang\nmasa berlakunya belum habis, dan mengulangi pelanggaran kembali yang bobor\nsanksinya SP I.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Tidak masuk tanpa keterangan yang sah \u002F Alpha\nselama 2 (dua) hari berturut - turut atau 3 (tiga) hari tidak berturut - turut\ndalam 1 (satu) bulan kalender.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Tidak melaporkan adanya bahaya kepada atasan\natau pengusaha yang dapat merugikan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Petugas SATPAM tidak sesuai SOP dalam melakukan\ntugas pemeriksaan di Pos jaga \u002F pintu keluar pabrik.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Petugas SATPAM tanpa mengikuti prosedur yang\nberlaku, memberikan ijin tamu atau kendaraan tamu memasuki kawasan . lokasi\npabrik.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f. Petugas SATPAM \u002F pekerja biasa terbukti tidur\npada jam kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g. Petugas SATPAM yang sedang jaga tidak mengetahui\ndi daerah pengawasannya terjadi pencurian \u002F ada tindak kejahatan barang milik\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">h. Terbukti seorang atasan tanpa mengindahkan norma\nketenagakerjaan yang berlaku, menolak permintaan bawahan untuk menggunakan hak\n- hak sesuai aturan yang berlaku antara lain cuti.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">i. Terbukti seorang atasan yang mengetahui\nbawahannya hamil namun tidak melaporkannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">j. Berpindah Pekerjaan\u002Ftugas tidak seijin\natasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">k. Terbukti petugas SATPAM meninggalkan pos\u002Ftempat\njaga tanpa ijin atasan yang mengganggu pekerjaan (proses kerja).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">l. Makan sambil bekerja yang mengganggu pekerjaan\n(proses kerja).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">m. Ijin meninggalkan pekerjaan pada jam tertentu\nsesuai prosedur tapi pekerja tersebut tidak kembali lagi ke perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">n. Menyuruh atau melakukan sendiri menyimpan\nmaterial tidak sesuai dengan SOP.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">o. Merusak atau menghilangkan Kartu Pengenal\nKaryawan (KPK) milik perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">p. Menandatangani Surat Perintah Lembur milik\npekerja lai.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">q. Membawa makanan ke ruangan \u002F area kerja,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">r. Membuang material \u002F barang \u002F aksesoris yang\nmasih bisa digunakan untuk kepentingan produksi ke tempat sampah atau tempat\nyang tidak sepantasnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">s. Memberikan atau membuat laporan yang tidak benar\nkepada atasan baik secara lisan maupun tulisan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">t. Missing Label \u002F menghilangkan Size Label\nsehingga mengganggu proses produksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">u. Melakukan scanning absensi pada saat akan pulang\ndi saat jam kerja belum selesai tanpa adanya ijin dari atasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">v. Menggunakan Handphone ketika jam kerja tanpa\nadanya ijin dari atasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">w. Mengirim atau menyerahkan data atau dokumen ke\npihak lain yang tidak berkaitan yang berakibat bisa merugikan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>4. Pembinaan dan Surat Peringatan ke-3 (SP III)\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pekerja yang melakukan salah satu pelanggaran dibawah ini, akan diberikan\npembinaan an SP III (tiga) antara lain:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">a. Pekerja sudah diberikan SP I (satu), yang masa\nberlakunya belum habis tetapi melakukan pelanggaran kembali yang bobot\nsanksinya SP II (dua).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">b. Pekerja yang sudah diberikan SP II (dua) yang\nmasa berlakunya belum habis tetapi melakukan pelanggaran kembali yang bobot\nsanksinya SP II (dua) atau SP I (satu).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">c. Terbukti menyuruh, membiarkan, mengizinkan kepada\npekerja lain untuk memakai peralatan, mesin atau inventaris perusahaan tanpa\nseijin pimpinan untuk kepentingan pribadi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">d. Tidak menjunjung tinggi terhadap kepercayaan dan\nnama baik perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">e. Terbukti merokok di area terlarang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">f. Terbukti menerima perjamuan dan pemberian hadiah\ndari konsumen untuk mempengaruhi suatu keputusan yang merugikan perusahaan\n(makan biasa tidak termasuk).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">g. Terbukti berjualan di lokasi kerja \u002F area\npabrik\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">h. Terbukti dengan sengaja mencemarkan nama baik\natasannya atau bawahannya serta rekan kerja sehingga mempengaruhi\nkewibawaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">i. Tidak masuk kerja tanpa keterangan yang sah \u002F\nAlpha 3 (tiga) hari berturut – turut 4 (empat) hari tidak berturut – turut\ndalam satu bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">j. Terbukti petugas SATPAM meninggalkan pos \u002F tempat\njaga sebelum waktunya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">k. Memaki – maki dengan kata – kata kasar atau\ntidak senonoh kepada bawahannya atau atasannya di muka umum \u002F ditempat kerja\ndengan Bahasa yang melecehkan nama baik bawahan atau atasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-violence\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sexualhar\">\u003Cp style=\"margin-left:2em\">l. Terbukti petugas satpam dalam pemeriksaan pekerja\nmelakukan pelecehan atau kekerasan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">m. Menyalahgunakan jabatannya untuk kepentingan\npribadi yang dapat mengganggu pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">n. Petugas SATPAM terbukti membiarkan orang lain\n(bukan petugas \u002F pekerja) keluar masuk lingkungan pabrik tanpa seijin atasan\natau lengah dalam melaksanakan tugas di pos jaga.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">o. Atasan yang mempekerjakan karyawati hamil yang\nsudah mendapatkan Surat Keterangan istirahat hamil dan melahirkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">p. Bagi pekerja hamil yang sudah diberikan Surat\nKeterangan istirahat melahirkan, tetapi tidak mau melaporkan ke HRD \u002F tidak mau\nmenggunakan \u002F melaksanakan cuti sesuai ketentuan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">q. Terbukti seorang atasan memarahi bawahannya di\ndepan orang banyak dengan nada keras\u002Fkasar tanpa ada kaitannya dengan\npekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">r. Terbukti seorang atasan memarahi bawahannya di\ndepan orang banyak dengan nada keras\u002Fkasar tanpa ada kaitannya dengan\npekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">s. Terbukti seorang atasan mempekerjakan wanita\nhamil dengan usia kandungan diatas 8 ½ bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">t. Menitipkan dan\u002Fatau dititipi scanning absensi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">u. Memalsukan tanda tangan form – form ijin,\ndiantaranya form surat ijin keluar, form tidak absen, form surat ijin tidak\nmasuk kerja, form surat permohonan cuti atau form lain yang sifatnya\nadministratif.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">v. Memalsukan atau mengganti atau mencoret – coret\nSurat Keterangan Dokter sehingga sudah tidak sesuai dengan aslinya untuk\nkepentingan pribadi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">w. Telah ceroboh dalam bekerja dan\u002Fatau tidak\nbertanggung jawab dalam pekerjaannya sehingga mengakibatkan mesin rusak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">x. Menghilangkan atau merusakkan alat\u002Fbarang milik\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">Pekerja setelah diberikan sanksi SP III (tiga)\npengusaha wajib memberikan tembusan kepada Serikat Pekerja PUK FSP – TSK\nKSPSI PT. HWA SEUNG INDONESIA dan PSP SPN PT. HWA SEUNG INDONESIA dan FSB\nGARTEKS PT. HWA SEUNG INDONESIA untuk diberikan pembinaan kepada pekerja yang\nbersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:0em\">\u003Cstrong>5. Pembinaan dan Surat Peringatan ke-1 (SP\nI)\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:0em\">Terhadap pekerja yang telah mendapatkan SP III dan\nmelakukan kesalahan sebelum masa berlakunya SP III, maka pengusaha berhak\nmelakukan Pemutusan Hubungan Kerja terhadap Pekerja tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:0em\">Akan tetapi dalam hal pengusaha masih memberikan\nkesempatan terakhir terhadap pekerja yang dimaksud dengan adanya pertimbangan,\nmaka pengusaha dapat memberikan Surat Peringatan Terakhir, apabila:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">a. Pekerja sudah diberikan Sanksi SP I (satu), yang\nmasa berlakunya belum habis tetapi melakukan pelanggaran kembali yang bobot\nsanksinya SP III (tiga).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">b. Pekerja sudah diberikan Sanksi SP II (dua), yang\nmasa berlakunya belum habis tetapi melakukan pelanggaran kembali yang bobot\nsanksinya SP II (dua) atau SP III (tiga).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">c. Pekerja sudah diberikan Sanksi SP III (tiga),\nyang masa berlakunya belum habis tetapi melakukan pelanggaran kembali yang\nbobot sanksinya SP II (tiga) ata SP II (dua) atau SP I (satu).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>6. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) Tanpa Pesangon\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">\u003Cstrong>I.\u003C\u002Fstrong> Pengusaha dapat melakukan\nPemutusan Hubungan Kerja (PHK) tanpa memberikan pesangon, apabila melakukan\nkesalahan berat sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">a. Terbukti melakukan penipuan, pencurian, atau\npenggelapan barang dan \u002F atau uang milik perusahaan, atau milik pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">b. Terbukti memberikan keterangan palsu atau yang\ndipalsukan sehingga merugikan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">c. Terbukti mabuk, meminum minuman keras yang\nmemabukkan, memakai dan\u002Fatau mengedarkan narkoba, psikotropika, dan zat adiktif\nlainnya di lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">d. Terbukti melakukan perbuatan asusila atau\nperjudian di lingkungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">e. Terbukti menyerang, menganiaya, mengancam, atau\nmengintimidasi teman sekerja atau pengusaha di lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">f. Terbukti membujuk teman sekerja dan pengusaha\nuntuk emlakukan perbuatan yang bertentangan dengan peraturan perundang –\nundangan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">g. Terbukti dengan sengaja merusak atau membiarkan\ndalam keadaan bahaya barang milik perusahaan yang mengakibatkan kerugian bagi\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">h. Terbukti dengan sengaja membuarkan teman sekerja\natau pengusaha dalam keadaan bahaya di tempat kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">i. Terbukti membongkar atau membocorkan rahasia\nperusahaan yang seharusnya dirahasiakan kecuali untuk kepentingan Negara.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">j. Terbukti melakukan pemotongan dan pengambilan\ngaji tanpa kuasa dan kesepakatan tertulis dari kedua belah pihakl.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">k. Terbukti melakukan dan\u002Fatau menjadi (rentenir) di\ndalam lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">l. Terbukti membawa barang milik perusahaan tanpa\nijin dari perusahaan atau atasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">m. Terbukti tidak bekerja dengan baik akibat minum\n– minuman keras atau obat – obat terlarang yang dilakukan diluar\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">n. Terbukti memungut Rekrutmen Fee di lingkungan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">o. Terbukti pekerja telah menerima Surat Peringatan\nyang masih berlaku karena alasan mangkir atau karena faktor kesengajaan dengan\nbobot sanksinya SP I \u002F II \u002F III, bila ditambah dengan kasus baru (alasan yang\nsama) menjadi lebih dari SP III atau SP terakhir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">p. Terbukti menjelekkan \u002F mencemarkan nama baik\nsesama pekerja, atasan, bawahan sehingga mengakkibatkan kerugian bagi\npengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>II.\u003C\u002Fstrong> Kesalahan \u002F pelanggaran berat sebagaimana diatas harus\ndidukung dengan bukti sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pekerja tertangkap tangan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Ada pengaduan dari Pekerja yang bersangkutan atau rekan kerjanya\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bukti lain berupa laporan kejadian yang dibuat oleh pihak yang berwenang\n    di perusahaan dan didukung oleh sekurang – kurangnya (dua) orang\n  saksi,\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Ada putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum mengikat.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>III\u003C\u002Fstrong>. Pekerja \u002F buruh yang diputus hubungan kerjanya\nberdasarkan alasan sebagaimana dimaksud pada ayat (6), dapat memperoleh uang\npenggantian hk sebagai dimaksud dalam Pasal 156 ayat (4) Undang – Undang No.\n13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>IV.\u003C\u002Fstrong> Bagi pekerja \u002F buruh sebagaimana dimaksud pada ayat (6)\nyang tugas dan fungsinya tidak mewakili kepentingan pengusaha secara langsung,\ndiberikan uang pisah yang besarnya dan pelaksanaannya diatur dalam perjanjian\nkerja bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>7. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) Mendapatkan Pesangon\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:0em\">Pelanggaran yang dilakukan pekerja, yang menyebabkan\nPemutusan Hubungan Kerja (PHK) mendapatkan pesangon antara lain sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Pekerja telah menerima pembinaan dan SP III atau\nSP terakhir dan tetapi melakukan pelanggaran kembali dengan kesalahan yang\ntidak sama dengan SP sebelumnya; dan bobot sanksinya SP I, SP II atau SP\nIII.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Terbukti menyuruh, membiarkan, mengijinkan\nkepada pekerja lain untuk memakai peralatan mesin\u002F barang inventaris perusahaan\ntanpa seijin pimpinan perusahaan yang mengakibatkan kerugian perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Tanpa seijin atasan yang berwenang, menggunakan\nmesin atau barang, peralatan milik perusahaan untuk keperluan pribadi\nmengakibatkan kerugian perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Petugas satuan pengaman (SATPAM) memergoki\npelaku pencurian, penipuan, kejahatan, penganiayaan, penggelapan, tindakan\nasusila, tidak bisa melakukan penangkapan dan menyerahkan kepada atasan, untuk\ndiambil tindakan \u002F proses sesuai ketentuan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Tanpa alasan yang tepat dan jelas menolak\ndipindah tugaskan kerjanya ke bagian lain (menolak mutasi).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f. Dengan sengaja sering mengganggu pekerjaan orang\nlain sehingga merugikan perusahaan \u002F orang lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g. Melakukan pekerjaan secara tidak baik,\nserampangan \u002F asal – asalan dengan sengaja dan merugikan perusahaan\u002Forang\nlain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">h. Pada saat perjanjian diadakan, memberikan\nketerangan atau data palsu atau yang dipalsukan untuk membuat pengusaha \u002F\npetugas percaya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VI: PEMBEBASAN KEWAJIBAN BEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 28: IZIN RESMI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleavepay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleavepayperc\">\u003Cp>1. Pengusaha dalam hal – hal tertentu wajib memberikan ijin resmi kepada\npekerja dengan tetap memberikan upah penuh, sesuai keterangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Hari – hari yang wajib bagi pengusaha untuk memberikan ijin resmi,\nantara lain:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Pekerja sendiri menikah: 3 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Pekerja menikahkan anak: 2 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleave\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Istri pekerja melahirkan atau keguguran\nkandungan : 2 hari\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Pekerja mengkhitankan\u002Fmembaptiskan anak: 2\nhari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelatives\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelativesleave\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Keluarga Pekerja (istri, suami, anak, orang\ntua\u002Fmertua meninggal dunia: 2 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f. Anggota keluarga dalam satu rumah meninggal\ndunia: 1 hari\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3. Pekerja yang akan meminta ijin resmi kepada pengusaha, wajib mengajukan\npermohonan selambat – lambatnya 1 (satu) minggu sebelumnya kecuali karena\nkeluarga meninggal dunia dan atau istri pekerja melahirkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pengusaha wajib memberikan ijin resmi kepada pekerja sesuai ketentuan\nyang berlaku tanpa adanya alasan – alasan yang menyebabkan keluhan bagi\npekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Pekerja wajib melampirkan surat keterangan yang syah sebagai tanda bukti\nkejadian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Pengusaha wajib memberikan ijin sesuai dengan berita kejadian dan\nprosedur permohonan ijin.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 29: CUTI TAHUNAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAIDLEAV_trigger\">\u003Cli>Pengusaha wajib memberikan hak cuti tahunan kepada pekerja setelah\n    bekerja selama 12 (dua belas) bulan terus menerus, dengan mendapat upah\n    penuh.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Pekerja wajib mengajukan berkaitan hal – hal yang bersifat insidental \u002F\n    mendadak.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang tidak mempergunakan hak cuti sampai batas waktu berakhirnya\n    pengambilan hak cuti tahunan maka cuti akan hangus.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang sepakat tidak menggunakan hak cuti karena kepentingan\n    perusahaan maka cuti akan dikompensasikan dalam bentuk uang secara\n    proporsional.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysfixed\">\u003Cli>Pengusaha berhak menunda cuti tahunan dan\u002Fatau menjadikan cuti diundur,\n    paling sedikit separuh waktu dari 12 (dua belas) hari bersamaan dengan cuti\n    massal dan selebihnya adalah hak mutlak pekerja sepenuhnya.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Pekerja yang mempunyai masa kerja belum mencapai 12 (dua belas) bulan\n    berturut – turut, dan telah memperoleh cuti tahunan yang diambil dalam\n    cuti massal (Idul Fitri) dan apabila sudah lahir masa cutinya maka akan\n    dipotong sebanyak cuti mssal yang telah diambil, adapun selebihnya adalah\n    hak mutlak pekerja sepenuhnya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha dapat mengijinkan pekerja untuk menggabungkan pengambilan cuti\n    tahunan dengan ijin resmi.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>HRD wajib menyampaikan informasi kepada pekerja saat mulai berlaku dan\n    habisnya hak cuti tahunannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bagi pekerja yang mempunyai masa kerja belum mencapai 12 (dua belas)\n    bulan berturut – turut, dan telah memperoleh cuti tahunan yang diambil\n    dalam cuti massal (Idul Fitri) dan pekerja tersebut di PHK atau\n    mengundurkan diri sebelum masa cutinya lahir, maka haknya dipotong secara\n    proposional sesuai jumlah hari cuti yang telah diambil dengan cara\n    perhitungan kompensasi.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Teknis pelaksanaan cuti tahunan diatur lebih detail dalam prosedur\n    pengambilan hak cuti.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 30: ISTIRAHAT HAID\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-menstruationleave\">\u003Cli>Pekerja wanita yang apabila pada saat HAID sakit tidak diwajibkan bekerja\n    pada hari pertama dan kedua haid.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Pengusaha wajib memberikan ijin kepada wanita yang akan mengambil\n    istirahat haid, berdasarkan Surat Keterangan Dokter atau Poliklinik\n    Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang mengambil istirahat haid berhak atas upah.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 31: ISTIRAHAT HAMIL DAN ISTIRAHAT MELAHIRKAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleave\">\u003Cli>Pekerja wanita berhak atas istirahat hamil dan istirahat melahirkan \u002F\n    bersalin.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveduration\">\u003Cli>Pekerja wanita harus mengambil istirahat melahirkan 1 ½ (satu setengah)\n    bulan sebelum melahirkan dan 1 ½ (satu setengah) bulan setelah\n  melahirkan.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Apabila istirahat hamil dan melahirkan telah diambil ternyata terjadi\n    kelahiran dismatur (kelahiran melebihi TP\u002F batas normal) maka selebihnya\n    akan dihitung istirahat melahirkan 1 ½ (satu setengah) bulan setelah\n    melahirkan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja hamil mengajukan istirahat hamil berdasarkan hari perkiraan lahir\n    (HPL) dari Dokter atau Bidan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityotherclause\">\u003Cli>Bagi Pekerja yang hamil kemudian keguguran maka berhak istirahat 1 ½\n    (satu setengah) bulan dengan bukti surat keterangan Dokter\u002FBidan.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 32: KETENTUAN PEKERJA HAMIL DI TEMPAT KERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pekerja yang sudah menikah wajib melaporkan ke bagian HRD masing –\n    masing dengan membawa bukti surat nikah.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bagi Pekerja hamil harus memberitahukan ke atasan mengenai kehamilannya\n    dan meminta kartu ibu hamil, dengan membawa surat keterangan hal dari\n    dokter\u002Fbidan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-riskassessment\">\u003Cli>Bagi pekerja hamil harus mengikuti program \u002F training khusus ibu\n  hamil.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Bagi pekerja hamil boleh mengikuti lembur, sesuai dengan perundang –\n    undangan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-breastfeeding_dangerouswork\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-alternatives\">\u003Cli>Bagi pekerja hamil yang karena kondisi kesehatannya tidak mampu untuk\n    mengikuti lembur selama kehamilannya bisa mengajukan kepada atasannya dan\n    dilampirkan surat keterangan dokter\u002Fbidan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja hamil yang usia kehamilannya telah mencapai 7.5 bulan harus\n    mengajukan istirahat hamil\u002Fmelahirkan ke bagian HRD.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja hamil tidak dibenarkan bekerja pada bagian yang mengandung zat\n    kimia dan tempat berbahaya lainnya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja hamil tidak dibenarkan bekerja berdiri terlalu lama dan\u002Fatau atau\n    posisi lain yang membahayakan kondisi kehamilannya serta sering naik turun\n    tangga.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja hamil tidak dibenarkan bekerja mengangkat beban yang berat –\n    berat.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bagi pekerja hamil yang tidak sanggup untuk melaksanakan pekerjaan pada\n    bagian tertentu, harus segera memberitahukan atasannya.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 33: IZIN SAKIT\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pekerja yang tidak masuk kerja karena sakit, wajib menyerahkan surat\n    keterangan sakit dari dokter atau tim medis yang memeriksa kepada HRD\n    paling lambat 2 (dua) hari kerja dari tanggal masuk. Apabila melewati batas\n    waktu yang telah ditentukan, pekerja yang bersangkutan tidak memenuhi\n    kewajibannya maka akan dianggap sakit tanpa surat dokter\u002Fsakit biasa atau\n    dikompensasikan dengan hak cuti tahunan apabila masih mempunyai hak cuti\n    tahunan setelah dipotong cuti massal (cuti Idul Fitri).\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdaysnr\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdays\">\u003Cli>Pekerja yang sakit berkepanjangan dan tidak lebih dari 1 (satu) tahun,\n    surat keterangan dokter yang memeriksa dapat diserahkan 1 (satu) kali\n    seminggu.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Pekerja yang sakit dan diperiksa oleh dokter di luar perusahaan, harus\n    mendapat rekomendasi dari dokter poliklinik perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang tidak dapat bekerja karena sakit dengan bukti surat\n    keterangan dokter yang syah berhak atas upah penuh.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan dapat menolak surat keterangan sakit yang dikeluarkan oleh\n    Balai Pengobatan atau Yayasan yang tidak mendapat ijin dan diakui oleh\n    instansi terkait.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 34: IZIN MENINGGALKAN KERJA DENGAN MENDAPATKAN UPAH PENUH\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pekerja yang tidak melakukan kerja karena perintah pengusaha berhak atas\n    upah penuh.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang tidak melakukan kerja karena menjalankan tugas\n    Negara\u002FPerusahaan, berhak atas upah penuh.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang tidak melakukan kerja karena menjalankan ibadah sesuai\n    syariat agamanya, berhak atas upah penuh (umroh atau haji berlaku satu kali\n    selama bekerja di PT. Hwa Seung Indonesia).\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja karena menjadi anggota \u002F pengurus Serikat Pekerja yang tidak\n    melakukan kerja, karena melaksanakan tugas atas perintah organisasi Serikat\n    Pekerja, berhak atas upah penuh.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang tidak melakukan kerja atas izin Pengusaha dengan mendapatkan\n    upah diantaranya:\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">a. Rumah atau jalan yang dilewati kebanjiran \u002F\nbencana alam yang lain sesuai pengumuman pemerintah paling lambat 2 (dua)\nhari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">b. Mengantar keluarga (istri, suami, anak, orang tua\n\u002F mertua) dalam satu lingkungan karena sakit yang bersifat mendesak ke rumah\nsakit atau puskesmas paling lama 1 (satu) hari dengan bukti surat keterangan\ndokter dan harus mendapat rekomendasi dari dokter poliklinik perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">c. Terkena musibah pencurian atau perampokan dan\ndipanggil yang berwajib selaku saksi paling lama 1 (satu) hari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 35: IZIN MENINGGALKAN KERJA DENGAN TIDAK MENDAPAT UPAH\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pekerja yang tidak melakukan pekerjaan untuk kepentingan probadi dan\n    wajib mengajukan prmohonan ijin terleih dahulu kepada atasannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang tidak melakukan kerja karena sakit dan tidak ada keterangan\n    dokter\u002Ftim yang syah bisa mengajukan kompensasi tahunan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perhitungan upah yang tidak dibayar adalah sebagai berikut:\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">a. System 6 Hari Kerja = Upah\u002F25 x jumlah hari yang\ntidak masuk kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">b. System 5 Hari Kerja = Upah\u002F21 x jumlah hari yang\ntidak masuk kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 36: IZIN BIASA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pekerja yang tidak dapat melakukan pekerjaan pada jam kerja, wajib\n    melakukan permohonan ijin kepada atasannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang akan meminta ijin, wajib memberitahukan secara tertulis,\n    kecuali untuk kasus mendesak\u002Finsidentil.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VII: PENGUPAHAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 37: SISTEM PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Sesuai dengan peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia No. 1\nTahun 2017 Tentang Ketentuan Struktur dan Skala Upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. System pembayaran upah dilakukan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Upah yang dibayar 1 (satu) kali dalam sebulan setiap tanggal 10.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>3. Komponen upah terdiri atas:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">I. Upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">a. Upah Tetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">1. Gaji Pokok\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">2. Tunjangan Masa Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">3. Tunjangan Jabatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">b. Upah Tidak Tetap\u003C\u002Fp>\n\u003Col style=\"margin-left:2em\">\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Tunjangan Kehadiran\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Tunjangan Transport\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Tunjangan Kerajinan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Tunjangan Shift\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Tunjangan Panas\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Tunjangan Lainnya\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Lembur\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>4. Apabila waktu pembayaran jatuh pada hari Sabtu atau Minggu atau hari\nlibur Nasional, karena bank tutup maka bagian HRD akan mengumumkan hari\npembayaran gaji.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Sesuai dengan ketentuan UU No. 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan\nyang harus ditanggung oleh Pekerja yang bersangkutan maka perusahaan akan\nmelakukan pemotongan pajak untuk disetorkan kepada instansi yang berwenang\n(Dinas Perpajakan) dan memberitahukan pajak tahunan yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 38: PAJAK PENGHASILAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pengusaha berkewajiban membagikan kepada setiap Pekerja bukti pembayaran\npajak penghasilan yang telah disetor setiap tahun sesuai ketentuan UU No. 36\ntahun 2008.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 39: PENYESUAIAN UPAH\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Upah terendah Pekerja berdasarkan keputusan Pemerintah daerah\n  setempat.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasetype2\">\u003Cli>Upah pekerja yang bekerja diatas 1 (satu) tahun ditetapkan berdasarkan\n    kesepakatan dengan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasetype\">\u003Cli>Penyesuaian upah diberikan kepada Pekerja berdasarkan jabatan dan\n    prestasi yang disesuaikan dengan Struktur dan Skala Upah.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 40: UPAH LEMBUR\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype_general\">\u003Cp>1. Dasar perhitungan tarif upah lembur adalah surat Menteri Tenaga Kerja No.\nKEP 102\u002FMEN\u002FVI\u002F2004 yang dikeluarkan pada tanggal 25 Juni 2004.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Tarif upah lembur (TUL) yang diberlakukan adalah 1\u002F173 x Upah sebulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Perhitungan tarif upah lembur, berdasarkan waktu kerja lembur sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\u003Ctd>a. Hari kerja biasa:\n\n        \u003Cp>Jam 1: \u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Jam ke-2 dan seterusnya: \u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\n\n        \u003Cp>1,5 x Upah\u002F173\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>2 x Upah\u002F173\u003C\u002Fp>\u003C\u002Ftd>\u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\u003Ctd>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>b. Hari Libur Minggu atau Nasional pada hari kerja terpanjang:\n\n        \u003Cp>Jam ke-1 s\u002Fd 8:\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Jam ke-9: \u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Jam ke-10 dan seterusnya: \u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>2 x Upah\u002F173\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>3 x Upah\u002F173\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>4 x Upah\u002F173\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Ch3>PASAL 41: UPAH PAKET\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Bagi Pekerja yang piket pada saat cuti bersama diperhitungkan sekurang\n    – kurangnya sama dengan upah sehari serta tidak mengurangi hak cuti\n    tahunan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Upah piket dibayarkan pada saat pelaksanaan piket.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 42: TUNJANGAN JABATAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Tunjangan jabatan diberikan kepada Pekerja yang memangku suatu\n  jabatannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Besarnya tunjangan jabatan sesuai Keputusan Perusahaan dan akan\n    ditentukan menurut tingkat jabatan berdasarkan Struktur dan Skala Upah.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tunjangan jabatan besarnya tidak diambil dari gaji pokok Pekerja yang\n    memangku jabatan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang memangku jabatan minimal 1 (satu) bulan dan selama –\n    lamanya dalam jangka waktu 3 (tiga) bulan harus segera diberikan kepada\n    pemangku jabatan berupa bonus jabatan disertai form pengajuan (disertakan\n    SK Pengangkatan).\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila pekerja tidak lagi memangku jabatan maka pekerja tersebut tidak\n    lagi mendapat tunjangan jabatan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bagi pekerja yang memangku jabatan harus diberikan SK pengangkatan dari\n    Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 43: UANG SHIFT\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-shiftallowancetype1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-NOCTPREM_trigger\">\u003Cp>Upah Shift diberikan kepada pekerja yang melakukan pekerjaan shift 2, 3 dan\nlong shift. Besaran uang shift diatur terpisah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 44: TUNJANGAN KERAJINAN DAN TUNJANGAN PANAS\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Tunjangan Kerajinan dan Tunjangan Panas khusus diberikan untuk pekerja di\n    Bagian Teknikal yang masuk shift.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Besarnya Tunjangan dan Ketentuan Pemberian diatur terpisah.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 45: TUNJANGAN TRANSPORT\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-COMMUTE_trigger\">\u003Cli>Perusahaan memberikan tunjangan transport.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-commutingallowancetype\">\u003Cli>Besarnya Tunjangan Transport diatur terpisah.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Tunjangan transport akan ditinjau ulang apabila terjadinya kenaikan bahan\n    bakar minyak atau terjadinya kenaikan biaya transportasi umum dan akan\n    dirundingkan dengan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 46: UPAH PEKERJA SELAMA SAKIT\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003C\u002Fol>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknesspay\">\u003Col>\u003Cli>Pekerja yang tidak masuk kerja karena sakit yang dibuktikan dengan surat\n    keterangan dokter berhak atas upahnya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang sakit dan memerlukan perawatan di rumah sakit atau berobat\n    jalan, maka pekerja yang telah memenuhi tata cara untuk menjalani perawatan\n    tersebut berhak atas upahnya dengan ketentuan sebagai berikut:\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspay\">\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspayperc\">\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003C\u002Ftr>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003Ctr>\u003Ctd>LAMA PERAWATAN\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>PEMBAYARAN GAJI\u002FUPAH\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>4 Bulan pertama\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>100% dari upah pokok\u002Fbulan\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>4 Bulan ke-2\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>75% dari upah pokok\u002Fbulan\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>4 Bulan ke-3\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>50% dari upah pokok\u002Fbulan\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Menunggu putusan PHK\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>25% dari upah pokok\u002Fbulan\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 47: TUNJANGAN MASA KERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight focus\" id=\"clause-SENIOR_trigger\">\u003Cli>Tunjangan berkala diberkan kepada pekerja, mulai dari golongan terendah\n    sampai golongan upah tertinggi.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-longserviceallowancetype2\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-longserviceallowancetype1\">\u003Cli>Tunjangan berkala diberikan kepada semua pekerja setelah paling sedikit\n    bekerja selama 1 (satu) tahun dan sebagai tanda senioritas dan diberikan\n    terhitung per tanggal masuk kerja.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-longserviceallowancetype\">\u003Cli>Besarnya tunjangan berkala\u002Fmasa kerja sesuai dengan Keputusan\n  Perusahaan.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Tunjangan berkala\u002Fmasa kerja komponen upah dimasukkan kedalam gaji\n  tetap.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 48: TUNJANGAN PELAKSANAAN TUGAS\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Seorang pekerja yang ditunjuk secara tertulis oleh pimpinan menggunakan\n    formulir yang berlaku untuk menggantikan seorang pekerja lain yang\n    jabatannya lebih tinggi akan mendapatkan tunjangan penggantian.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tunjangan penggantian tersebut adalah 7\u002F173 x selisih upah antara kedua\n    tingkat jabatan untuk setiap hari bertindak sebagai pengganti.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Masa penggantian akan berlangsung selama – lamanya 6 (enam) minggu\n    terkecuali apabila menggantikan pekerja yang sakit atau cuti hamil.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Seorang pekerja yang menggantikan jabatan yang lebih tinggi selama 6\n    (enam) bulan berturut – turut harus dikukuhkan dalam jabatan yang lebih\n    tinggi tersebut.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 49: TUNJANGAN HARI RAYA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE_trigger\">\u003Cli>Tunjangan hari raya diberikan Perusahaan kepada pekerja agar yang\n    bersangkutan dapat merayakan hari raya dan diberikan sekurang – kurangnya\n    1 (satu) minggu sebelum hari raya keagamaan.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003C\u002Fol>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype2\">\u003Col>\u003C\u002Fol>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusperc1\">\u003Col>\u003Cli>Besarnya tunjangan hari raya keagamaan adalah sebagai berikut:\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>No\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Masa Kerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Presentase\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cp>1.\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Kurang dari 1 (satu) tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Proporsional\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>2.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 s.d 2 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>100%\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>3.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2 s.d 3 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>105%\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>4.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3 s.d 4 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>110%\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>5.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>4 s.d 5 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>115%\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>6.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>5 s.d 6 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>120%\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>7.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>6 s.d 7 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>125%\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>8.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>7 s.d 8 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>130%\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>9.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>8 s.d 9 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>135%\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>10.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>9 s.d 10 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>140%\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>11.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>10 s.d 11 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>145%\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>12.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Lebih dari 11 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>150%\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">3. Pekerja yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja\n(PHK) karena mengundurkan diri atau karena kasus tertentu setelah memasuki\nBulan Ramadhan \u002F Puasa berhak mendapatkan THR yang besarnya seperti ayat 2\ndiatas dan diberikan bersamaan dengan uang pesangon.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">4. Besarnya nilai THR tetap dibahas setiap tahunnya\nmelalui perundingan dengan Serikat Pekerja sebelum diumumkan kepada seluruh\npekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 50: TUNJANGAN PERJALANAN DINAS\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Tunjangan Perjalanan Dinas diberikan sebagai pengganti biaya makan,\n    penginapan dan transportasi.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang melakukan perjalanan dinas adalah untuk melaksanakan tugas\n    perusahaan keluar\u002Fkedalam kota berdasarkan surat dinas dari pimpinan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Besarnya tunjangan perjalanan dinas berdasarkan ketentuan dari\n  perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tunjangan transportasi dan penginapan selama melakukan perjalanan dinas\n    akan diperhitungkan dan diberikan secara langsung pada nota perjalanan\n    dinas yang bersangkutan disertai bukti – bukti dan pertanggungjawaban\n    yang jelas.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VIII: JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>Jaminan sosial tenaga kerja adalah pengganti sebagian dari penghasilan yang\nhilang atau berkurang, sebagai akibat dari peristiwa dan\u002Fatau keadaan yang\ndialami pekerja, yang berupa jaminan kecelakaan kerja, jaminan hari tua,\njaminan kematian, jaminan pensiun dan jaminan pemeliharaan kesehatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 51: JAMINAN KECELAKAAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilityfund\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilitypay\">\u003Cp>1. Pekerja yang mengalami kecelakaan kerja, berhak atas jaminan kecelakaan\nkerja (JKK) yang berupa penggantian biaya meliputi:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Biaya pengangkutan kerja ke rumah sakit dan\u002Fatau\nke rumah tempat tinggalnya, termasuk biaya pertolongan pada kecelakaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Biaya pemeriksaan, pengobatan dan\u002Fatau perawatan\nselama di rumah sakit termasuk biaya rawat jalan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Biaya rehabilitasi berupa alat bantu dan\u002Fatau\nalat ganti bagi yang anggota badannya hilang atau tidak berfungsi akibat\nkecelakaan kerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Besarnya santunan berupa uang, diatur sesuai ketentuan yang ada\nmeliputi:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Santunan sementara tidak mampu bekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Santunan cacat sebagian untuk selama –\nlamanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Santunan cacat total untuk selama – lamanya\nbaik fisik maupun mental.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Santunan kematian\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Premi asuransi dan iuran sebesar 0.89% per bulan dan menjadi tanggungan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pengusaha wajib memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan, setiap\nada pekerja yang tertimpa kecelakaan kerja baik terjadi pada waktu perjalanan\nmenuju ke tempat kerja, dalam waktu kerja dan pada waktu pulang dari kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Pengusaha pada waktu melaporkan kejadian kecelakaan kerja, setelah ada\nsurat keterangan dari dokter pemeriksa atau dokter penasehat, wajib melaporkan\nsurat – surat keterangan, antara lain:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Keterangan sementara tidak mampu bekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Keterangan cacat sebagian untuk selama –\nlamanya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Keterangan cacat total untuk selama –\nlamanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Meninggal dunia\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Pengajuan penggantian pembayaran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) kepada\nBPJS Ketenagakerjaan dengan melampirkan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Kartu pekerja BPJS asli dan fotocopy.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Surat keterangan dokter pemeriksa atau dokter\npenasehat, yang menerangkan tingkat kecacatan yang diderita pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Kwitansi biaya pengobatan dan pengangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Dokumen pendukung lainnya yang diperlukan oleh\nBPJS ketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>PASAL 52: MACAM – MACAM HUKUMAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpay\">\u003Cp>1. Pekerja yang meninggal dunia ukan akibat kecelakaan kerja, pihak keluarga\n(ahli waris yang syah) berhak atas jaminan kematian dari BPJS.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Jaminan Kematian bukan akibat kecelakaan kerja dibayar sekaligus kepada\nahli waris pekerja (janda, duda atau anak) berdasarkan ketentuan yang\nmeliput:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Santunan sekaligus\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Santunan berkala\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Biaya pemakaman\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-educationtuition\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Beasiswa Pendidikan anak diberikan kepada setiap\npeserta yang meninggal dunia bukan akibat kecelakaan kerja dan telah memiliki\nmasa iuran paling singkat 5 (lima) tahun.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3. Jaminan kematian akibat kecelakaan kerja dibayar sekaligus kepada ahli\nwaris pekerja (janda, duda atau anak) yang meliputi:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Santunan kematian\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Biaya pemakaman\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Beasiswa Pendidikan anak diberikan kepada setiap\npeserta yang meninggal dunia bukan akibat kecelakaan kerja dan telah memiliki\nmasa iur paling singkat 5 (lima) tahun untuk setiap pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Premi asuransi dan iuran setiap bulan sebesar\n0.30% dari upah sebulan menjadi tanggungan pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Pengajuan pembayaran jaminan kematian kepada\nbadan penyelenggara BPJS dengan disertai bukti – bukti antara lain:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul style=\"margin-left:2em;\">\n  \u003Cli>Fotocopy KPK\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan asli\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Fotocopy KTP (Pekerja dan ahli waris)\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Fotocopy Kartu Keluarga\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Surat Keterangan Ahli Waris dari Kelurahan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Fotocopy surat keterangan nikah\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Surat keterangan Kematian (rumah sakit dan visum dokter)\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Surat keterangan dari Desa (Kelurahan)\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Surat keterangan Kematian dari perusahaan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Ch3>PASAL 53: JAMINAN HARI TUA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Jaminan Hari Tua (JHT) dibayarkan kepada pekerja yang telah mempunyai\numur 55 tahun atau cacat total untuk selama – lamanya dan dapat dilakukan\nsecara sekaligus.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pembayaran Jaminan Hari Tua (JHT) dilakukan sekaligus kepada janda atau\nduda, dalam hal:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Tenaga kerja yang telah mencapai usia 55 tahun tetapi masih tetap\n    bekerja, dapat memilih untuk menerima pembayaran jaminan hari tuanya pada\n    saat usia 55 tahun atau pada saat tenaga kerja yang bersangkutan berhenti\n    bekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dalam hal tenaga kerja memilih untuk menerima pembayaran Jaminan Hari Tua\n    pada usia 55 tahun, maka pemayaran Jaminan Hari Tua dilakukan sejak tenaga\n    kerja yang bersangkutan berhenti bekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang cacat total tetap untuk selama – lamanya sebelum mencapai\n    umur 55 tahun, berhak mengajukan pembayaran jaminan hari tua kepada Badan\n    penyelenggara BPJS Ketenagakerjaan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>3. Besarnya premi dan\u002Fatau iuran Jaminan Hari Tua, yaitu:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>3.7% x upah sebulan menjadi kewajiban pengusaha.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>2% x upah sebulan menjadi kewajiban pekerja\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>4. Tata cara pengajuan pembayaran jaminan hari tua, sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Mendatangi kantor BPJS Ketenagakerjaan\nsetempat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Mengisi formulir pembayaran Jaminan Hari Tua\nyang tersedia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Melampirkan \u002F menyerahkan tanda bukti:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Keterangan tidak bekerja\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Kartu tanda kepesertaan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Fotocopy KTP\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Keterangan lain yang disyaratkan Badan Penyelenggara BPJS\n  Ketenagakerjaan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Ch3>PASAL 54: JAMINAN PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-pensionfund\">\u003Cli>Perusahaan menanggung premi 2%\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja menanggung premi sebesar 1%\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 55: JAMINAN PEMELIHARAAN KESEHATAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurance\">\u003Cli>Pengusaha wajib mengikutsertakan seluruh Pekerja dalam program BPJS\n    Kesehatan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan menanggung premi sebesar 4%\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja menanggung premi sebesar 1%\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IX: KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 56: PERLINDUNGAN, KESELAMATAN DAN KESEHATAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetyext\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-code_application\">\u003Cli>Untuk mencegah terjadinya kecelakaan yang tidak diinginkan, pekerja\n    diwajibkan mentaati seluruh standar kerja, keselamatan kerja dan kesehatan\n    sesuai dengan peraturan No. 1 Tahun 1970 dan aturan pelaksanaannya.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Teknik dan pelaksanaannya mengacu kepada kebijakan, keselamatan dan\n    kesehatan kerja di perusahaan.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 57: PERLENGKAPAN KESELAMATAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pakaian Kerja diberikan kepada:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-protectiveclothing\">\u003Cli>Pakaian kerja diberikan kepada pekerja yang berhubungan dengan tempat,\n    bahan dan jenis pekerjaan yang berbahaya bagi keselamatan dan kesehatan\n    kerja.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Pakaian kerja disesuaikan dengan standar keselamatan dan kesehatan\n  kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pemberian pakaian kerja diberikan secara Cuma – Cuma sesuai dengan\n    kebutuhan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 58: KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Dalam melaksanakan kerja yang berbahaya diwajibkan memakai alat pelindung\nyang memenuhi syarat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Alat – alat pelindung harus selalu dirawat dan diperiksa secara\nberkala, apabila alat – alat pelindung tersebut sudah tidak layak pakai\nsegera diusulkan kepada atasannya untuk diadakan penggantian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Alat – alat pelindung harus disimpan pada tempat yang telah ditentukan\ndan tidak diperkenankan dipindahkan ke tempat lain kecuali ada persetujuan dari\natasan yang berwenang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pekerja harus mentaati petunjuk – petunjuk, standar – standar dan\nperaturan – peraturan yang berhubungan dengan keselamatan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Tempat kerja harus selalu dijaga dan dipelihara kebersihannya serta tidak\ndiperkenankan meletakkan barang – barang tidak pada tempatnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Pemakaian api:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Pekerja dilarang merokok atau menggunakan api,\nkecuali di tempat yang telah ditentukan Pengusaha dan sesuai dengan keslamatan\ndan kesehatan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Apabila Pekerja memasuki\u002Fmelewati daerah yang\ntelah dilarang keras untuk menggunakan api, tidak diperkenankan membawa korek\napi (lighter) atau benda – benda yang menimbulkan api.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Perlengkapan pemadam kebakaran:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Pekerja harus mengetahui dimana alat – alat\npemadam kebakaran (tabung dan hydrant ditempatkan).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Tanpa izin atasan yang berwenang, dilarang\nmemindahkan tabung pemadam api yang telah ditentukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Dilarang keras untuk memainkan alat pemadam api,\nhydrant dan alat – alat pemadam api lainnya yang tidak sesuai dengan\nfungsinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Dilarang meletakkan atau menyusun barang dalam\nmarking line dari alat pemadam kebakaran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Pencegahan kebakaran:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Untuk menghadapi kemungkinan kebakaran, pekerja\nharus mengetahui cara – cara menggunakan APK (Alat Pemadam Kebakaran).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Di tempat pemakaian api yang telah ditentukan\noleh perusahaan dilarang meletakkan benda\u002Fbaran\u002Fbahan yang berbahaya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Dilarang meletakkan atau menyusun barang di jalan pintas\u002Fdarurat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10. Tingkah laku pekerja harus taat pada peraturan yang telah disepakati\nyang dapat mempengaruhi kesehatan dan keselamatan kerjanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11. Pengawasan mengenai perlindungan kesehatan dan keselamatan kerja\ndilaksanakan oleh Panitia Pembinaan Keselamatan Kerja (P2K3) sesuai dengan\nrekomendasi dari Dinas terkait.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 59: WABAH PENYAKIT\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Apabila pekerja terkena penyakit\u002Fepidemic wajib melaporkan kepada\n    pengusaha guna diambil tindakan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang terkena wabah penyakit, wajib mengikuti program\n  vaksinasi.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang terkena penyakit menular, dilarang memasuki lokasi\n    Perusahaan kecuali seijin Pengusaha, guna untuk mencegah penularan\n  penyakit.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang diragukan kesehatannya, tidak dapat menolak untuk diperiksa\n    kesehatannya oleh dokter perusahaan dan\u002Fatau dokter yang ditunjuk oleh\n    Pengusaha.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB X: PEMBINAAN PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 60: PRINSIP – PRINSIP PEMBINAAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha, pekerja dan\u002Fatau Serikat Pekerja dengan segala upaya harus\n    mengusahakan agar tidak terjadi PHK, apabila pembinaan terhadap pekerja\n    sudah dilaksanakan tetapi PHK tidak dapat dihindari, maka pengusaha\n    merundingkan dengan pihak Serikat Pekerja\u002FLembaga Kerjasama Bipartit.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha dilarang melakukan PHK kepada Pekerja, karena:\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha dilarang melakukan PHK massal karena alasan efisiensi sebelum\n    ada upaya penyelamatan melalui usaha peningkatan efisiensi dan\n  penghematan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila PHK tidak bisa dihindari oleh pihak Pengusaha, maka maksud PHK\n    wajib dirundingkan dengan Serikat Pekerja terlebih dahulu secara\n  Bipartit.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha apabila melakukan PHK wajib meminta ijin kepada pejabat yang\n    berwenang.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Selama proses berlangsung Pengusaha wajib membayar hak atas upah kepada\n    pekerja setiap bulannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha apabila melakukan PHK secara sepihak tanpa menjalankan\n    ketentuan ayat 1,2,3,4,5,6 diatas batal demi hukum\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 61: PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA (PHK) TANPA PENETAPAN PEJABAT\nBERWENANG\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha dapat melakukan PHK tanpa ijin penetapan pejabat berwenang\nantara lain:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Pekerja dalam masa percobaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Pekerja mengundurkan diri secara murni dan\ntertulis\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Pekerja telah memasuki usia pensiun sesuai\nUndang – Undang atau Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Pekerja meninggal dunia\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekerja telah sepakat dengan Pengusaha secara Bipartit dan disaksikan\nSerikat Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 62: PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA (PHK) MASA PERCOBAAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Setelah pekerja diberikan tugas tidak dapat melakukan tugas dengan baik\nsetelah dilakukan penilaian yang proporsional dalam kurun waktu 3 (tiga) bulan,\nmaka pekerja dianggap tidak lulus masa percobaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pengusaha dapat menyatakan pekerja tidak lulus masa percobaan\ndisebabkan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Pekerja sering tidak masuk kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Pekerja sering melanggar etika kerja\u002F Peraturan\nPerusahaan\u002F Perjanjian Kerja Bersama\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Atau alasan lain yang berhubungan dengan kinerja\nsi pekerja selama 3 bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pekerja yang terkena PHK karena tidak lulus masa percobaan berhak atas\nupah terakhir tapi tidak berhak atas uang pesangon, uang penghargaan dan uang\npenggantian hak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 63: PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA ATAS KEHENDAK SENDIRI (MENGUNDURKAN\nDIRI)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pekerja karena alasan tertentu berhak mengundurkan diri dari hubungan\nkerja dengan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekerja yang mengundurkan diri sendiri, wajib membuat surat pengunduran\ndiri secara tertulis 1 (satu) bulan sebelumnya dan mendapat persetujuan dari\nKepala Bagian\u002F Pimpinan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Bagi pekerja yang mengundurkan diri atas kehendak sendiri dan telah\nmempunyai masa kerja sedikitnya 5 (lima) tahun atau lebih diberikan uang pisah\ndengan ketentuan sbb:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Uang pisah hanya diberikan kepada pekerja yang\nmengundurkan diri atas kemauan sendiri sesuai prosedur dan untuk semua golongan\ngaji.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Ketentuan nilai uang pisah adalah sbb:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">- Masa Kerja 5 - &lt; 10 tahun: 1 (satu) bulan\nupah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">- Masa kerja 10 - &lt; 15 tahun: 2 (dua) bulan\nupah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pekerja yang mengundurkan diri dengan tidak sesuai dengan prosedur yang\ntercantum pada pasal 2 tidak berhak atas uang pisah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Pekerja yang mempunyai kehendak mengundurkan diri tidak dalam kondisi:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Karena tekanan dari pihak lain\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Karena salah satu sebab dalam kerjaannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Karena pengaruh orang lain\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Karena pekerja dalam kondisi tidak sehat dan\ntidak sadar secara lahir batin.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Pekerja yang mempunyai kehendak mengundurkan diri tetap melaksanakan\nkewajibannya sampai tanggal mulai pengunduran diri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 64: PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA (PHK) KARENA MENINGGAL DUNIA\u002FDISESUAIKAN\nDENGAN UNDANG – UNDANG YANG BERLAKU\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha dapat melakukan PHK kepada pekerja karena meninggal dunia biasa\natau akibat kecelakaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pengusaha wajib memberikan hak – hak pekerja kepada ahli waris sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Uang pesangon 2 x gaji x masa kerja sesuai\nketentuan perundang – undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Uang penghargaan 1 x gaji x masa kerja, apabila\nberhak atas upah penghargaan sesuai ketentuan perundangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Ganti kerugian 15% dari uang pesangon ditambah\ndengan uang penghargaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Uang penggantian hak (sisa hak Pekerja yang\nmasih ada).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 65: PEMUTUS HUBUNGAN KERJA (PHK) KARENA INDISIPLINER\u002FDISESUAIKAN\nDENGAN UNDANG – UNDANG YANG BERLAKU.\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha berhak melakukan PHK kepada Pekerja karena Indisipliner setelah\nmemperoleh ijin\u002Fpenetapan dari pejabat berwenang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pengusaha wajib memberikan hak – hak pekerja karena PHK Indisipliner\nsebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Uang pesangon 1 x gaji x masa kerja sesuai\nketentuan perundang – undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Uang penghargaan 1 x gaji x masa kerja, apaila\nberhak atas uang pengharaggan sesuai ketentuan perundangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Ganti rugi 15% dari uang pesangon ditambah\ndengan uang penghargaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Surat Keterangan Kerja dari perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 66: PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA (PHK) KARENA SAKIT YANG\nBERKEPANJANGAN\u002FDISESUAIKAN DENGAN UNDANG – UNDANG YANG BERLAKU\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha berhak melakukan PHK kepada pekerja karena sakit\n  berkepanjangan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha wajib memberikan hak kepada pekerja tersebut sebagai\n  berikut:\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">a. Uang pesangon 2 x gaji x masa kerja sesuai\nketentuan perundang – undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">b. Uang penghargaan 1 x gaji x masa kerja, apabila\nberhak atas uang penghargaan sesuai ketentuan perundangan yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">c. Ganti kerugian 15% dari uang pesangon ditambah\ndengan uang penghargaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">Surat keterangan kerja dari perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 67: PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA (PHK) KARENA PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pekerja yang masuk usia pensiun adalah dengan peraturan pemerintah nomor\n    45 tahun 2015 tentang pensiun. Mulai 1 Januari 2019 masa usia pensiun\n    adalah 57 tahun.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang sudah masuk usia 55 tahun dengan alasan tertentu dapat\n    mengajukan pensiun, dengan status pensiun dini.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang menerima dan dipekerjakan lagi oleh pengusaha maka pekerja\n    berhak untuk negoisasi lagi dengan pengusaha dengan masa kerja dihitung nol\n    tahun.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bagi Pekerja yang saat ini bekerja dan telah melampaui masa usia pensiun\n    sesuai ketentuan secara tertulis minimal mengajukan permohonan pensiun\n    secara tertulis minimal 1 (satu) bulan sebelumnya kepada perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang diputuskan hubungan kerjanya karena pensiun berhak atas:\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang masuk diatas usia pensiun maka pekerja tersebut.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 68: PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA (PHK) KARENA EFISIENSI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Apabila kondisi perusahaan tidak dapat melangsungkan kegiatan dengan baik\ndan terpaksa melakukan pengurangan jumlah pekerja\u002Fefisiensi perusahaan,\npengusaha dapat melakukan pemutusan hubungan kerja secara massal.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja secara massal yang\ndisebabkan oleh efisiensi perusahaan berhak antara lain:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Pesangon sebesar 2 x upah x masa kerja sesuai\nketentuan perundangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Uang penghargaan 1 x gaji x masa kerja, apabila\nberhak atas uang penghargaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Uang penggantian hak 1 (satu) kali ketentuan\nsesuai yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Surat Keterangan Pengalaman Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 69: PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA (PHK) KARENA ALIH MANAGEMENT\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha dapat melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap pekerja dalam\nhal terjadi perubahan status, penggabungan, peleburan atau perubahan\nkepemilikan perusahaan dan pekerja tidak bersedia melanjutkan hubungan kerja,\nmaka pekerja berhak atas:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Pesangon 1 x upah x masa kerja sesuai ketentuan\nperundangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Uang penghargaan 1 x upah x masa kerja, apabila\nberhak atas uang penghargaan masa kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Uang penggantian hak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Surat Keterangan Kerja dari perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pengusaha dapat melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap pekerja\nkarena perubahan status penggabungan atau peleburan perusahaan dan perusahaan,\ntidak bersedia menerima pekerja di perusahaannya maka pekerja berhak atas:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Pesangon 2 x upah x masa kerja sesuai ketentuan\nperundangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Uang penghargaan 1 x upah x masa kerja, apabila\nberhak atas uang penghargaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Uang penghargaan hak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Surat keterangan pengalaman kerja dari\nperusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Kewajiban untuk membayar uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan\nuang hak sebagaimana dimaksud ayat 1 dan 2 dibebankan kepada pengusaha baru,\nkecuali perjanjian lain antara pengusaha lama dan pengusaha baru.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 70: PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA (PHK) KARENA PERLAKUAN PENGUSAHA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pekerja dapat mengajukan permohonan pemutusan hubungan kerja kepada lembaga\npenyelesaian perselisihan hubungan industrial secara langsung dalam hal\npengusaha melakukan perbuatan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Menganiaya, menghina secara kasar atau mengancam pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Membujuk dan\u002Fatau menyuruh pekerja untuk melakukan perbuatan yang\n    bertentangan dengan peraturan perundang – undangan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tidak membayar upah yang tepat waktu yang telah ditentukan selama 3\n    (tiga) bulan berturut – turut atau lebih.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tidak melakukan kewajiban yang telah disepakati di PKB dan\u002Fatau\n    dijanjikan kepada pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Memerlukan pekerja untuk melaksanakan pekerjaan di luar yang\n    diperjanjikan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Memberikan pekerjaan yang membahayakan keselamatan, kesehatan dan\n    kesusilaan pekerja sedangkan pekerjaan tersebut tidak dicantumkan pada\n    perjanjian kerja.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>Pekerja yang mengajukan permohonan pemutusan hubungan kerja sesuai ayat 1\nberhak atas:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Pesangon 2 x upah x masa kerja sesuai ketentuan\nperundangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Uang penghargaan 1 x upah x masa kerja, apabila\nberhak atas uang penghargaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Uang penggantian hak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XI: PENYELESAIAN KELUH KESAH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 71: BENTUK – BENTUK KELUH KESAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>1. Keluh kesah Perorangan\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pekerja secara perorangan, apabila mengalami perlakuan dari pekerja lain,\natasan local\u002Fasing atau pengusaha, berhak menyampaikan keluh kesah secara\nlangsung atau tertulis kepada Serikat Pekerja, SEA atau HRD.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>2. Keluh kesah Kelompok\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pekerja secara bersama – sama apabila mempunyai permasalahan akibat\nperlakuan ketidakadilan dari atasan lokal\u002Fasing atau manajemen\u002Fpengusaha,\nberhak menyampaikan keluh kesah melalui perwakilan langsung atau dengan surat\ntertulis kepada Serikat Pekerja, SEA atau HRD untuk segera ditindak lanjuti.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 72: KETENTUAN PENERIMAAN KELUH KESAH\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha dilarang ikut campur tangan\u002Fintervensi pada waktu Serikat\n    Pekerja menerima pengaduan\u002Fkeluh kesah dari pekerja secara perorangan atau\n    melalui perwakilan\u002Fkelompok.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Serikat Pekerja dilarang ikut campur tangan\u002Fintervensi pada waktu\n    pengusaha\u002FManajemen menerima pengaduan\u002Fkeluh kesah dari pekerja secara\n    perorangan atau melalui perwakilan\u002Fkelompok.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha dan Serikat Pekerja bisa secara bersama – sama menerima keluh\n    kesah pekerja.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 73: PROSEDUR PENYAMPAIAN KELUH KESAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pekerja yang menyampaikan pengaduan\u002Fkeluh kesah secara perorangan atau\nbersama – sama, tidak mengganggu jam kerja\u002Fproduksi kecuali keadaan yang\ndarurat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pekerja berhak menyampaikan pengaduan\u002Fkeluh kesah menggunakan alat\nkomunikasi\u002Ftelepon milik perusahaan apaila hal – hal yang mendesak, agar\ntidak meninggalkan tempat kerja\u002Fmengganggu kelancaran kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 74: LANGKAH – LANGKAH PENYELESAIAN KELUH KESAH\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha dan Serikat Pekerja setelah menerima pengaduan \u002F keluh kesah,\n    akan melakukan langkah – langkah tindakan sebagai berikut:\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">a. Mengadakan wawancara dengan pekerja yang\nbersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">b. Mengadakan wawancara dengan pekerja lainnya,\nuntuk mencari bukti – bukti akurat yang dapat dipertanggungjawabkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">c. Mengadakan penelitian apakah kasus\u002Fpermasalahan\ntersebut, pernah terjadi\u002Fbelum dan\u002Fatau pernah diatur atau belum.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">d. Menguji dengan ketentuan yang ada dan peraturan\nperundang – undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">e. Membicarakan dalam rapat pengurus Serikat\nPekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">f. Menetapkan kebijakan yang diambil serta tahap –\ntahapnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">g. Mengajukan kepada pengusaha untuk diadakan upaya\nperundingan secara Bipartit, sehingga permasalahan tersebut tidak mencuat\nkeluar dan tidak diketahui oleh masyarakat umum.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XII: KESEJAHTERAAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>Untuk menunjang dedikasi, loyalitas, motivasi dan etos kerja yang tinggi\nsehingga perkembangan dan kemajuan perusahaan dapat tercapai pekerja sebagai\nmitra pengusaha berkewajiban meningkatkan produktivitas, demi perkembangan dan\nkemajuan perusahaan, maka dengan demikian pengusaha akan sebaliknya\nberkewajiban meningkatkan kesejahteraan pekerja dan keluarganya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 75: FASILITAS\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Kantin Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pengusaha menyediakan kantin yang bersih dan baik sebagai tempat makan bagi\npekerja sehari – hari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Tempat Ibadah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pengusaha menyediakan masjid untuk tempat ibadah bagi pekerja di PT. HWA\nSEUNG INDONESIA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Sarana Olahraga\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan akan menyediakan sarana olahraga untuk kegiatan olahraga yang\nmemungkinkan disediakan di perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 76: FASILITAS MAKANAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha menyediakan makan yang sehat bagi pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-mealvouchers\">\u003Cli>Pemberian makan kepada pekerja diberikan dalam bentuk makanan yang layak\n    sesuai dengan standar kesehatan.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-MEALALL_trigger\">Pengusaha dapat memberikan penggantian dengan bentuk uang antara lain\n    disebabkan oleh:\n    \u003Cp>a. Karena suatu sebab pengusaha tidak menyediakan makanan di kantin\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>b. Karena pekerja melakukan tugas luar dan pada waktu jam makan pekerja\n    tidak berada di lokasi perusahaan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>c. Pada saat bulan puasa bagi yang non shift dan shift 1 (satu)\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan memberikan makan pekerja sakit dan menginap di poliklinik.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 77: EXTRA FOODING\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha memberikan extra fooding bagi pekerja yang melakukan kerja\n    shift III dan kerja long shift malam hari\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pemberian extra fooding tidak dapat diganti dengan uang\u002Fbentuk lain,\n    kecuali karena suatu sebab pengusaha tidak menyediakan extra fooding\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 78: SUMBANGAN – SUMBANGAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>1. Sumbangan Kematian\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Pengusaha memberikan kesempatan\u002Fijin kepada pekerja yang ingin memberi\nbantuan secara sukarela dalam bentuk uang \u002F barang sebagai ungkapan turut\nberduka cita kepada pekerja atau orang tua pekerja yang terkena musibah\nkematian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Bantuan dari TKA secara sukarela untuk kematian pekerja, istri\u002Fsuami,\nanak, orangtua atau mertua dan bagi pekerja yang mengalami sakit di luar\njaminan sosial serta mengalami peristiwa operasi yang besar dan ketentuan\npersyaratannya ditentukan oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Pekerja meninggal dunia ahli warisnya mendapatkan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Upah penuh dalam bulan yang sedang berjalan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpaytype\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Sumbangan duka cita sesuai kebijakan\u002F keputusan\nperusahaan, terlampir dan menjadi bagian tak terpisahkan dari Perjanjian Kerja\nBersama ini.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>2. Sumbangan Bencana Alam\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dengan pertimbangan kondisi perusahaan, kepada pekerja yang terkena musibah\nbencana alam banjir atau kebakaran yang mengakibatkan rumah milik pekerja rusak\nbencana alam banjir atau kebakaran yang mengakibatkan rumah milik pekerja rusak\natau hancur\u002Fhangus, maka perusahaan memberikan bantuan sesuai dengan kemampuan\ndana perusahaan yang ketentuannya diatur sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Melampirkan Surat Keterangan dari desa atau\nkelurahan setempat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Mengisi formulir bantuan yang disediakan\nperusahaan dan diketahui oleh Serikat Pekerja atau tim penyalur bantuan\n(Bansos).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Telah dilakukan survei oleh tim survei dari\nperusahaan dan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 79: KOPERASI PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha memberikan kesempatan kepada pekerja untuk membentuk dan\n    menjadi anggota serta pengurus, guna mengelola koperasi dengan tujuan untuk\n    meningkatkan kesejahteraan bersama.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha dan Serikat Pekerja secara bersama – sama mengusahakan akan\n    meningkatkan kesejahteraan pekerja melalui koperasi pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha bersama – sama Serikat Pekerja berusaha membentuk tim badan\n    pengawas koperasi pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha menyediakan fasilitas kantor dan Gedung yang memadai untuk\n    kegiatan usaha koperasi pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja wajib memberikan kesempatan kepada pengurus koperasi untuk\n    mengembangkan usaha koperasi dan bekerjasama dengan pihak lain.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 80: OLAHRAGA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha menyelenggarakan kegiatan olahraga diluar jam kerja untuk\n    meningkatkan dan pengembangan bakat pekerja dan menunjang produktivitas\n    kerja, serta memberikan hadiah perlombaan secara berkala.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha dan Serikat Pekerja membentuk komisi olahraga yang bertugas\n    untuk menjalankan kegiatan – kegiatan seperti:\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Senam Kesegaran Jasmani\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Sepakbola\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bulutangkis\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bola Voli\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tenis Meja\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dan jenis olahraga lainnya\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Ch3>PASAL 81: KESENIAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha bersama Serikat Pekerja menyediakan perangkat alat music\n    seperti Band, Dangdut dan lain sebagainya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha bersama Serikat Pekerja mengelola program kesenian untuk\n    menyalurkan bakat seni dari seluruh pekerja\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 82: PEMILIHAN PEKERJA TELADAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha setiap setahun sekali mengadakan pemilihan pekerja teladan,\n    sebagai usaha meningkatkan kesetiaan pekerja pada pengusaha.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE2_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustypesec\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-extrapayfirmperformancesec\">Pekerja teladan yang terpilih dapat diberikan penghargaan antara lain:\n    \u003Cp>Piagam penghargaan\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>Bonus, berupa uang atau barang.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Ketentuan \u002F syarat – syarat menjadi pekerja teladan ditentukan oleh\n    panitia yang dibentuk antara Pengusaha dan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 83: TEMPAT IBADAH\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha menyediakan tempat peribadatan berupa masjid di masing –\n    masing pabrik sesuai agama dan kepercayaan pekerja antara lain Masjid bagi\n    umat Islam.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha mendukung kegiatan hari – hari besar agama dan hari besar\n    nasional seperti, Hari Raya Idul Fitri, Hari Raya Idul Adha, Hari\n    Kemerdekaan RI dll.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan tidak menghalangi pekerja untuk menjalankan ibadah sesuai\n    dengan kepercayaan dan agama yang dianutnya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha menyediakan Mushola bagi pekerja dan setiap pekerja wajib\n    memelihara dan menjaga tempat peribadatan tersebut dari segala bentuk\n    penyalahgunaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mushola dan Masjid yang disediakan oleh perusahaan tidak diperbolehkan\n    sebagai tempat propaganda pihak – pihak tertentu, sebagai tempat tidur,\n    tempat merokok dan kegiatan lainnya yang tidak ada hubungannya dengan\n    fungsi sebenarnya.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 84: POLIKLINIK PERUSAHAAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccess\">\u003Cli>Pengusaha menyediakan poliklinik untuk melayani kesehatan dan keselamatan\n    pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha menyediakan poliklinik untuk pelayanan observasi sebelum\n    dirujuk ke Rumah Sakit yang dituju atau Rumah Sakit lain atas rekomendasi\n    dokter perusahaan.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch2>BAB XIII: PENDIDIKAN DAN LATIHAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-trainingprogrammes\">\u003Cp>Pengusaha berusaha meningkatkan ilmu pengetahuan bagi pekerja untuk\nmemperoleh sumber daya manusia yang mempunyai sikap mental, cara berpikir,\ndedikasi dan disiplin yang tinggi. Untuk tercapainya tingkatan itu, perusahaan\nberusaha melaksanakan program Pendidikan dan latihan yang disesuaikan dengan\nsegala tingkatan jabatan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>PASAL 85: KOMISI PENDIDIKAN DAN LATIHAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha wajib menyelenggarakan Pendidikan dan pelatihan bagi pekerja\n    untuk meningkatkan SDM dan Produktivitas.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha menyelenggarakan sistem Pendidikan dan pelatihan secara rutin\n    dan sistematis berupa paket B, C dan kursus – kursus.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha mengangkat pekerja untuk diberi tugas mengelola sistem\n    Pendidikan dan pelatihan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 86: PELAKSANAAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-trainingfund\">\u003Cp>1. Dilokasi Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pengusaha melaksanakan program Pendidikan dan latihan sendiri dan tenaga\ntraining sendiri atau mendatangkan tenaga dari luar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Diluar Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pendidikan dan latihan di luar perusahaan dengan cara mengirimkan peserta\nkeluar dengan tanggungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XIV: PELAKSANAAN PERJANJIAN DAN PENUTUP\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 87: PELAKSANAAN DAN PERJANJIAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Perjanjian Kerja Bersama ini disepakati dan dilaksanakan oleh Pengusaha\n    dan Pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perjanjian Kerja Bersama ini mengatur ketentuan yang sekurang –\n    kurangnya sama dengan Undang – Undang yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end_date\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end\">\u003Cli>Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku selama 2 (dua) tahun sejak\n    ditandatangani sesuai kesepakatan.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-coverunion_trigger\">\u003Cli>Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku untuk pekerja dan pengusaha di PT.\n    HWA SEUNG INDONESIA\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 88: PEMBAGIAN PERJANJIAN KERJA BERSAMA\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Perjanjian Kerja Bersama ini dibuat rangkap 3 (tiga) yang sama bunyinya\n    dan mempunyai kekuatan hukum penuh yang disampaikan keapda pihak\n    perusahaan, Serikat Pekerja dan Departemen Tenaga Kerja Republik\n  Indonesia.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha berkewajiban memperbanyak dan membagikan Perjanjian Kerja\n    Bersama kepada pekerja.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 89: PERATURAN PERALIHAN\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Apabila dikemudian hari anggota – anggota pengurus Serikat Pekerja dan\n    Pengusaha yang membuat dan menandatangani Perjanjian Kerja Bersama ini\n    tidak aktif bekerja lagi di PT. HWA SEUNG INDONESIA karena alasan\n    mengundurkan diri atau alasan lainnya, maka Perjanjian Kerja Bersama ini\n    tetap berlaku sampai dengan batas waktu yang ditentukan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Untuk menyamakan persepsi dalam penanganan setiap masalah perlu dibuat\n    petunjuk teknis serta petunjuk pelaksanaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dengan berlakunya Perjanjian Kerja Bersama ini, maka para pihak wajib\n    untuk mematuhi dan melaksanakannya.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 90: PERNYATAAN HUKUM\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Dengan berlakunya Perjanjian Kerja Bersama ini, maka semua ketentuan –\n    ketentuan yang dibuat sebelumnya dan\u002Fatau peraturan – peraturan lainnya\n    yang bertentangan dengan Perjanjian Kerja Bersama ini dinyatakan batal demi\n    hukum.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perjanjian Kerja Bersama ini tetap tunduk pada ketentuan peraturan\n    perundang – undangan dibidang ketenagakerjaan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Hal – hal yang belum diatur di dalam isi Perjanjian Kerja Bersama ini\n    akan dimusyawarahkan lebih lanjut oleh Pengusaha dengan Serikat\n  Pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perjanjian Kerja Bersama ini hanya mempunyai kekuatan hukum dan dapat\n    berlaku di PT. HWA SEUNG INDONESIA setelah mendapat persetujuan dari Dinas\n    Tenaga Kerja Kabupaten Jepara.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 91: PENUTUP\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Dalam rangka melaksanakan perjanjian kerja bersama ini dipandang perlu,\n    maka pimpinan Perusahaan dapat menerbitkan peraturan pelaksanaan dan\n    ditandatangani bersama serta menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari\n    Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dalam hal perusahaan mengubah namanya\u002Fpenggabungan diri dengan perusahaan\n    lain, maka untuk sisa waktu berlakunya Perjanjian Kerja Bersama ini\n    diusahakan bagi Perusahaan dan pekerja terhadap siapa saja, waktu terjadi\n    perubahaan nama atau penggabungan diri berlaku kesepakatan dengan\n    penyesuaian seperlunya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perjanjian kerja bersama ini dibuat dan disetujui serta ditandatangani\n    oleh kedua belah pihak.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perjanjian kerja bersama ini berlaku setelah ditandatangani oleh pimpinan\n    perusahaan dan pimpinan Serikat Pekerja serta disaksikan oleh tenaga kerja\n    setempat.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd colspan=\"3\" style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">PIHAK –\n        PIHAK YANG MENGADAKAN PERJANJIAN KERJA BERSAMA\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd colspan=\"3\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start_date\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbaratificationdate\">DITANDATANGANI JEPARA\n\n        \u003Cp>TANGGAL, 31 JANUARI 2020\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cp>PIHAK KE-1 (SATU)\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd colspan=\"3\">PIMPINAN PERUSAHAAN\n\n        \u003Cp>PT. HWA SEUNG INDONESIA\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>KIM KWANG HYUN\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>PRESIDEN DIREKTUR\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>LEE&nbsp;SE JONG\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>DIREKTUR\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>ANJUR RUMAHORBO\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>MANAGER HRD\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>GUNTUR SUHENDRO\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>ASISTEN MANAGER HRD\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>ANTONIUS MEI H \n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>SUPERVISOR HRD\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>ARI MUNANTO\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>SUPERVISOR HRD\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PIHAK KE-2 (DUA)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-casignemployees\">\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003Ctr>\u003Ctd>PUK FSP-TSK KSPSI\n\n        \u003Cp>PT. HWA SEUNG INDONESIA\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>AGUS SETIAWAN\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>KETUA\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>PSP SPN\n\n        \u003Cp>PT. HWA SEUNG INDONESIA\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>MAKISURI \u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>KETUA\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>FSB GARTEKS\n\n        \u003Cp>PT. HWA SEUNG INDONESIA\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>ABU YAZID AL BUSTOMI\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>KETUA\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>DEDI SETIADI\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>SEKRETARIS\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>EWI AMALIA H\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>SEKRETARIS\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>AGUS PRIYANTO\n\n        \u003Cp>BIDANG ADVOKASI\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>ANDIKA EKA.M\n\n        \u003Cp>BIDANG ADVOKASI\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>SUDARMADI\n\n        \u003Cp>BIDANG ORGANISASI\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003Ctr>\u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbaactorratified\">\u003Cp style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">MENGETAHUI,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">KEPALA DISKOP\nUKM NAKERTRANS KABUPATEN JEPARA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">ERIZA RUDI\nYULIANTO, S.Sos\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">NIP 19700701\n199003 1 007\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\n",{"cbadate_start":46,"cbadate_start_date":50,"cbadate_end":52,"cbadate_end_date":56,"cbaactorratified":58,"cbaratificationdate":62,"casignemployees":64,"jobclassifaction1":68,"trainingprogrammes":72,"trainingfund":76,"pensionfund":80,"disabilityfund":84,"contracttrial":88,"contracttrialperiod":92,"sicknesspay":94,"maxsicknesspay":98,"maxsicknesspayperc":102,"sicknessmaxdays":104,"sicknessmaxdaysnr":108,"menstruationleave":110,"disabilitypay":114,"healthcareaccess":117,"healthinsurance":121,"healthandsafetyext":125,"protectiveclothing":129,"code_application":133,"funeralpay":136,"funeralpaytype":140,"paidmaternityleave":144,"paidmaternityleaveduration":148,"maternityotherclause":152,"breastfeeding_dangerouswork":156,"alternatives":160,"riskassessment":162,"paidpaternityleave":166,"paidpaternityleaveduration":170,"paidpaternityleavepay":172,"paidpaternityleavepayperc":176,"deathrelatives":178,"deathrelativesleave":182,"educationtuition":184,"eqpay":188,"gender":192,"sexualhar":194,"violence":198,"hourspday_select":200,"hourspday":204,"hourspweek_select":206,"hourspweek":208,"dayspweek_select":210,"dayspweek":212,"MAXHOURS_trigger":214,"hoursovertimemax":218,"PAIDLEAV_trigger":220,"holidaysfixed":224,"schedulesrestpw":228,"SCHEDULE_trigger":232,"TRADEUNLEAV_trigger":235,"LOWWAGE_government":239,"discrimination":243,"LOWWAGE_trigger":247,"wageincreasetype":249,"wageincreasetype2":253,"wageincreasefirmperformance":257,"STRUCINCR_trigger":261,"ONCERISE_trigger":265,"incidentalbonustype2":269,"incidentalbonusperc1":273,"ONCERISE2_trigger":275,"incidentalbonustypesec":279,"extrapayfirmperformancesec":281,"NOCTPREM_trigger":283,"shiftallowancetype1":287,"overtimeallowancetype_general":289,"overtimeallowancetype":293,"sundayallowancetype":295,"COMMUTE_trigger":297,"commutingallowancetype":301,"SENIOR_trigger":305,"longserviceallowancetype":309,"longserviceallowancetype1":313,"longserviceallowancetype2":317,"mealvouchers":319,"MEALALL_trigger":323,"coverunion_trigger":327},{"bindId":47,"name":48,"text":49},"cbadate_start","DITANDATANGANI JEPARA TANGGAL, 31 JANUAR","DITANDATANGANI JEPARA\n\n        TANGGAL, 31 JANUARI 2020",{"bindId":51,"name":48,"text":49},"cbadate_start_date",{"bindId":53,"name":54,"text":55},"cbadate_end","Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku sel","Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku selama 2 (dua) tahun sejak\n    ditandatangani sesuai kesepakatan.",{"bindId":57,"name":54,"text":55},"cbadate_end_date",{"bindId":59,"name":60,"text":61},"cbaactorratified","MENGETAHUI, KEPALA DISKOP UKM NAKERTRANS","MENGETAHUI,\n\nKEPALA DISKOP\nUKM NAKERTRANS KABUPATEN JEPARA\n\n\n\nERIZA RUDI\nYULIANTO, S.Sos\n\nNIP 19700701\n199003 1 007",{"bindId":63,"name":48,"text":49},"cbaratificationdate",{"bindId":65,"name":66,"text":67},"casignemployees","PUK FSP-TSK KSPSI PT. HWA SEUNG INDONESI","PUK FSP-TSK KSPSI\n\n        PT. HWA SEUNG INDONESIA\n\n        \n\n        \n\n        AGUS SETIAWAN\n\n        KETUA\n      \n      PSP SPN\n\n        PT. HWA SEUNG INDONESIA\n\n        \n\n        \n\n        MAKISURI \n\n        KETUA\n      \n      FSB GARTEKS\n\n        PT. HWA SEUNG INDONESIA\n\n        \n\n        ABU YAZID AL BUSTOMI\n\n        KETUA\n      \n    \n    \n      DEDI SETIADI\n\n        \n\n        SEKRETARIS\n\n        \n\n        \n      \n      EWI AMALIA H\n\n        \n\n        SEKRETARIS\n      \n      \n    \n    \n      AGUS PRIYANTO\n\n        BIDANG ADVOKASI\n\n        \n      \n      ANDIKA EKA.M\n\n        BIDANG ADVOKASI\n      \n      \n    \n    \n      SUDARMADI\n\n        BIDANG ORGANISASI\n      \n      ",{"bindId":69,"name":70,"text":71},"jobclassifaction1","JENJANG JABATAN: OPERATOR STAFF LEADER \u002F","JENJANG JABATAN:\n\n  OPERATOR\n  STAFF\n  LEADER \u002F SENIOR STAFF\n  SUPER VISOR\n  ASISTEN MANAGER\n  MANAGER\n  SENIOR MANAGER \u002F FACTORY MANAGER\n  ASISTEN DIREKTUR\n  DIREKTUR\n  SENIOR DIREKTUR\n  PRESIDEN DIREKTUR",{"bindId":73,"name":74,"text":75},"trainingprogrammes","Pengusaha berusaha meningkatkan ilmu pen","Pengusaha berusaha meningkatkan ilmu pengetahuan bagi pekerja untuk\nmemperoleh sumber daya manusia yang mempunyai sikap mental, cara berpikir,\ndedikasi dan disiplin yang tinggi. Untuk tercapainya tingkatan itu, perusahaan\nberusaha melaksanakan program Pendidikan dan latihan yang disesuaikan dengan\nsegala tingkatan jabatan.",{"bindId":77,"name":78,"text":79},"trainingfund","1. Dilokasi Perusahaan Pengusaha melaksa","1. Dilokasi Perusahaan\n\nPengusaha melaksanakan program Pendidikan dan latihan sendiri dan tenaga\ntraining sendiri atau mendatangkan tenaga dari luar.\n\n2. Diluar Perusahaan\n\nPendidikan dan latihan di luar perusahaan dengan cara mengirimkan peserta\nkeluar dengan tanggungan perusahaan.",{"bindId":81,"name":82,"text":83},"pensionfund","Perusahaan menanggung premi 2% Pekerja m","Perusahaan menanggung premi 2%\n  Pekerja menanggung premi sebesar 1%",{"bindId":85,"name":86,"text":87},"disabilityfund","1. Pekerja yang mengalami kecelakaan ker","1. Pekerja yang mengalami kecelakaan kerja, berhak atas jaminan kecelakaan\nkerja (JKK) yang berupa penggantian biaya meliputi:\n\na. Biaya pengangkutan kerja ke rumah sakit dan\u002Fatau\nke rumah tempat tinggalnya, termasuk biaya pertolongan pada kecelakaan.\n\nb. Biaya pemeriksaan, pengobatan dan\u002Fatau perawatan\nselama di rumah sakit termasuk biaya rawat jalan.\n\nc. Biaya rehabilitasi berupa alat bantu dan\u002Fatau\nalat ganti bagi yang anggota badannya hilang atau tidak berfungsi akibat\nkecelakaan kerja.\n\n2. Besarnya santunan berupa uang, diatur sesuai ketentuan yang ada\nmeliputi:\n\na. Santunan sementara tidak mampu bekerja\n\nb. Santunan cacat sebagian untuk selama –\nlamanya.\n\nc. Santunan cacat total untuk selama – lamanya\nbaik fisik maupun mental.\n\nd. Santunan kematian\n\n3. Premi asuransi dan iuran sebesar 0.89% per bulan dan menjadi tanggungan\nperusahaan.\n\n4. Pengusaha wajib memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan, setiap\nada pekerja yang tertimpa kecelakaan kerja baik terjadi pada waktu perjalanan\nmenuju ke tempat kerja, dalam waktu kerja dan pada waktu pulang dari kerja.\n\n5. Pengusaha pada waktu melaporkan kejadian kecelakaan kerja, setelah ada\nsurat keterangan dari dokter pemeriksa atau dokter penasehat, wajib melaporkan\nsurat – surat keterangan, antara lain:\n\na. Keterangan sementara tidak mampu bekerja\n\nb. Keterangan cacat sebagian untuk selama –\nlamanya\n\nc. Keterangan cacat total untuk selama –\nlamanya.\n\nd. Meninggal dunia\n\n6. Pengajuan penggantian pembayaran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) kepada\nBPJS Ketenagakerjaan dengan melampirkan:\n\na. Kartu pekerja BPJS asli dan fotocopy.\n\nb. Surat keterangan dokter pemeriksa atau dokter\npenasehat, yang menerangkan tingkat kecacatan yang diderita pekerja.\n\nc. Kwitansi biaya pengobatan dan pengangkutan.\n\nd. Dokumen pendukung lainnya yang diperlukan oleh\nBPJS ketenagakerjaan.",{"bindId":89,"name":90,"text":91},"contracttrial","Setiap pekerja baru yang statusnya PKWTT","Setiap pekerja baru yang statusnya PKWTT wajib menjalankan masa percobaan\n    sebanyak 1 (satu) jail paling lama 3 (tiga) bulan.",{"bindId":93,"name":90,"text":91},"contracttrialperiod",{"bindId":95,"name":96,"text":97},"sicknesspay","Pekerja yang tidak masuk kerja karena sa","Pekerja yang tidak masuk kerja karena sakit yang dibuktikan dengan surat\n    keterangan dokter berhak atas upahnya.\n  Pekerja yang sakit dan memerlukan perawatan di rumah sakit atau berobat\n    jalan, maka pekerja yang telah memenuhi tata cara untuk menjalani perawatan\n    tersebut berhak atas upahnya dengan ketentuan sebagai berikut:\n\n\n\n  \n  \n  \n  \n    \n      LAMA PERAWATAN\n      PEMBAYARAN GAJI\u002FUPAH\n    \n    \n      4 Bulan pertama\n      100% dari upah pokok\u002Fbulan\n    \n    \n      4 Bulan ke-2\n      75% dari upah pokok\u002Fbulan\n    \n    \n      4 Bulan ke-3\n      50% dari upah pokok\u002Fbulan\n    \n    \n      Menunggu putusan PHK\n      25% dari upah pokok\u002Fbulan",{"bindId":99,"name":100,"text":101},"maxsicknesspay","LAMA PERAWATAN PEMBAYARAN GAJI\u002FUPAH 4 Bu","LAMA PERAWATAN\n      PEMBAYARAN GAJI\u002FUPAH\n    \n    \n      4 Bulan pertama\n      100% dari upah pokok\u002Fbulan\n    \n    \n      4 Bulan ke-2\n      75% dari upah pokok\u002Fbulan\n    \n    \n      4 Bulan ke-3\n      50% dari upah pokok\u002Fbulan\n    \n    \n      Menunggu putusan PHK\n      25% dari upah pokok\u002Fbulan",{"bindId":103,"name":100,"text":101},"maxsicknesspayperc",{"bindId":105,"name":106,"text":107},"sicknessmaxdays","Pekerja yang sakit berkepanjangan dan ti","Pekerja yang sakit berkepanjangan dan tidak lebih dari 1 (satu) tahun,\n    surat keterangan dokter yang memeriksa dapat diserahkan 1 (satu) kali\n    seminggu.",{"bindId":109,"name":106,"text":107},"sicknessmaxdaysnr",{"bindId":111,"name":112,"text":113},"menstruationleave","Pekerja wanita yang apabila pada saat HA","Pekerja wanita yang apabila pada saat HAID sakit tidak diwajibkan bekerja\n    pada hari pertama dan kedua haid.",{"bindId":115,"name":86,"text":116},"disabilitypay","1. Pekerja yang mengalami kecelakaan kerja, berhak atas jaminan kecelakaan\nkerja (JKK) yang berupa penggantian biaya meliputi:\n\na. Biaya pengangkutan kerja ke rumah sakit dan\u002Fatau\nke rumah tempat tinggalnya, termasuk biaya pertolongan pada kecelakaan.\n\nb. Biaya pemeriksaan, pengobatan dan\u002Fatau perawatan\nselama di rumah sakit termasuk biaya rawat jalan.\n\nc. Biaya rehabilitasi berupa alat bantu dan\u002Fatau\nalat ganti bagi yang anggota badannya hilang atau tidak berfungsi akibat\nkecelakaan kerja.",{"bindId":118,"name":119,"text":120},"healthcareaccess","Pengusaha menyediakan poliklinik untuk m","Pengusaha menyediakan poliklinik untuk melayani kesehatan dan keselamatan\n    pekerja.\n  Pengusaha menyediakan poliklinik untuk pelayanan observasi sebelum\n    dirujuk ke Rumah Sakit yang dituju atau Rumah Sakit lain atas rekomendasi\n    dokter perusahaan.",{"bindId":122,"name":123,"text":124},"healthinsurance","Pengusaha wajib mengikutsertakan seluruh","Pengusaha wajib mengikutsertakan seluruh Pekerja dalam program BPJS\n    Kesehatan.\n  Perusahaan menanggung premi sebesar 4%\n  Pekerja menanggung premi sebesar 1%",{"bindId":126,"name":127,"text":128},"healthandsafetyext","Untuk mencegah terjadinya kecelakaan yan","Untuk mencegah terjadinya kecelakaan yang tidak diinginkan, pekerja\n    diwajibkan mentaati seluruh standar kerja, keselamatan kerja dan kesehatan\n    sesuai dengan peraturan No. 1 Tahun 1970 dan aturan pelaksanaannya.\n  Teknik dan pelaksanaannya mengacu kepada kebijakan, keselamatan dan\n    kesehatan kerja di perusahaan.",{"bindId":130,"name":131,"text":132},"protectiveclothing","Pakaian kerja diberikan kepada pekerja y","Pakaian kerja diberikan kepada pekerja yang berhubungan dengan tempat,\n    bahan dan jenis pekerjaan yang berbahaya bagi keselamatan dan kesehatan\n    kerja.",{"bindId":134,"name":127,"text":135},"code_application","Untuk mencegah terjadinya kecelakaan yang tidak diinginkan, pekerja\n    diwajibkan mentaati seluruh standar kerja, keselamatan kerja dan kesehatan\n    sesuai dengan peraturan No. 1 Tahun 1970 dan aturan pelaksanaannya.",{"bindId":137,"name":138,"text":139},"funeralpay","1. Pekerja yang meninggal dunia ukan aki","1. Pekerja yang meninggal dunia ukan akibat kecelakaan kerja, pihak keluarga\n(ahli waris yang syah) berhak atas jaminan kematian dari BPJS.",{"bindId":141,"name":142,"text":143},"funeralpaytype","Sumbangan duka cita sesuai kebijakan\u002F ke","Sumbangan duka cita sesuai kebijakan\u002F keputusan\nperusahaan, terlampir dan menjadi bagian tak terpisahkan dari Perjanjian Kerja\nBersama ini.",{"bindId":145,"name":146,"text":147},"paidmaternityleave","Pekerja wanita berhak atas istirahat ham","Pekerja wanita berhak atas istirahat hamil dan istirahat melahirkan \u002F\n    bersalin.",{"bindId":149,"name":150,"text":151},"paidmaternityleaveduration","Pekerja wanita harus mengambil istirahat","Pekerja wanita harus mengambil istirahat melahirkan 1 ½ (satu setengah)\n    bulan sebelum melahirkan dan 1 ½ (satu setengah) bulan setelah\n  melahirkan.",{"bindId":153,"name":154,"text":155},"maternityotherclause","Bagi Pekerja yang hamil kemudian kegugur","Bagi Pekerja yang hamil kemudian keguguran maka berhak istirahat 1 ½\n    (satu setengah) bulan dengan bukti surat keterangan Dokter\u002FBidan.",{"bindId":157,"name":158,"text":159},"breastfeeding_dangerouswork","Bagi pekerja hamil yang karena kondisi k","Bagi pekerja hamil yang karena kondisi kesehatannya tidak mampu untuk\n    mengikuti lembur selama kehamilannya bisa mengajukan kepada atasannya dan\n    dilampirkan surat keterangan dokter\u002Fbidan.\n  Pekerja hamil yang usia kehamilannya telah mencapai 7.5 bulan harus\n    mengajukan istirahat hamil\u002Fmelahirkan ke bagian HRD.\n  Pekerja hamil tidak dibenarkan bekerja pada bagian yang mengandung zat\n    kimia dan tempat berbahaya lainnya.\n  Pekerja hamil tidak dibenarkan bekerja berdiri terlalu lama dan\u002Fatau atau\n    posisi lain yang membahayakan kondisi kehamilannya serta sering naik turun\n    tangga.\n  Pekerja hamil tidak dibenarkan bekerja mengangkat beban yang berat –\n    berat.\n  Bagi pekerja hamil yang tidak sanggup untuk melaksanakan pekerjaan pada\n    bagian tertentu, harus segera memberitahukan atasannya.",{"bindId":161,"name":158,"text":159},"alternatives",{"bindId":163,"name":164,"text":165},"riskassessment","Bagi pekerja hamil harus mengikuti progr","Bagi pekerja hamil harus mengikuti program \u002F training khusus ibu\n  hamil.",{"bindId":167,"name":168,"text":169},"paidpaternityleave","c. Istri pekerja melahirkan atau kegugur","c. Istri pekerja melahirkan atau keguguran\nkandungan : 2 hari",{"bindId":171,"name":168,"text":169},"paidpaternityleaveduration",{"bindId":173,"name":174,"text":175},"paidpaternityleavepay","1. Pengusaha dalam hal – hal tertentu wa","1. Pengusaha dalam hal – hal tertentu wajib memberikan ijin resmi kepada\npekerja dengan tetap memberikan upah penuh, sesuai keterangan yang berlaku.\n\n2. Hari – hari yang wajib bagi pengusaha untuk memberikan ijin resmi,\nantara lain:\n\na. Pekerja sendiri menikah: 3 hari\n\nb. Pekerja menikahkan anak: 2 hari\n\nc. Istri pekerja melahirkan atau keguguran\nkandungan : 2 hari\n\nd. Pekerja mengkhitankan\u002Fmembaptiskan anak: 2\nhari\n\ne. Keluarga Pekerja (istri, suami, anak, orang\ntua\u002Fmertua meninggal dunia: 2 hari\n\nf. Anggota keluarga dalam satu rumah meninggal\ndunia: 1 hari",{"bindId":177,"name":174,"text":175},"paidpaternityleavepayperc",{"bindId":179,"name":180,"text":181},"deathrelatives","e. Keluarga Pekerja (istri, suami, anak,","e. Keluarga Pekerja (istri, suami, anak, orang\ntua\u002Fmertua meninggal dunia: 2 hari\n\nf. Anggota keluarga dalam satu rumah meninggal\ndunia: 1 hari",{"bindId":183,"name":180,"text":181},"deathrelativesleave",{"bindId":185,"name":186,"text":187},"educationtuition","d. Beasiswa Pendidikan anak diberikan ke","d. Beasiswa Pendidikan anak diberikan kepada setiap\npeserta yang meninggal dunia bukan akibat kecelakaan kerja dan telah memiliki\nmasa iuran paling singkat 5 (lima) tahun.",{"bindId":189,"name":190,"text":191},"eqpay","e. Memberikan pengupahan dan kesejahtera","e. Memberikan pengupahan dan kesejahteraan yang\nadil.",{"bindId":193,"name":190,"text":191},"gender",{"bindId":195,"name":196,"text":197},"sexualhar","l. Terbukti petugas satpam dalam pemerik","l. Terbukti petugas satpam dalam pemeriksaan pekerja\nmelakukan pelecehan atau kekerasan.",{"bindId":199,"name":196,"text":197},"violence",{"bindId":201,"name":202,"text":203},"hourspday_select","1. Waktu kerja 1 hari selama 7 jam atau ","1. Waktu kerja 1 hari selama 7 jam atau 40 jam seminggu untuk 6 hari kerja\natau waktu kerja 1 hari 8 jam atau 40 jam seminggu untuk 5 hari kerja, untuk\nPekerja shift maupun non shift.",{"bindId":205,"name":202,"text":203},"hourspday",{"bindId":207,"name":202,"text":203},"hourspweek_select",{"bindId":209,"name":202,"text":203},"hourspweek",{"bindId":211,"name":202,"text":203},"dayspweek_select",{"bindId":213,"name":202,"text":203},"dayspweek",{"bindId":215,"name":216,"text":217},"MAXHOURS_trigger","Lembur maksimal 2 jam sehari, 14 jam sem","Lembur maksimal 2 jam sehari, 14 jam seminggu\n    (UU No. 13 Tahun 2003 pasal 78 ayat 1b dan keputusan No. 102\u002FMen\u002FVI\u002F2004\n    pasal 3 sub 1) atau sesuai dengan ketentuan peraturan perundang 0 undangan\n    yang masih berlaku.",{"bindId":219,"name":216,"text":217},"hoursovertimemax",{"bindId":221,"name":222,"text":223},"PAIDLEAV_trigger","Pengusaha wajib memberikan hak cuti tahu","Pengusaha wajib memberikan hak cuti tahunan kepada pekerja setelah\n    bekerja selama 12 (dua belas) bulan terus menerus, dengan mendapat upah\n    penuh.",{"bindId":225,"name":226,"text":227},"holidaysfixed","Pengusaha berhak menunda cuti tahunan da","Pengusaha berhak menunda cuti tahunan dan\u002Fatau menjadikan cuti diundur,\n    paling sedikit separuh waktu dari 12 (dua belas) hari bersamaan dengan cuti\n    massal dan selebihnya adalah hak mutlak pekerja sepenuhnya.",{"bindId":229,"name":230,"text":231},"schedulesrestpw","Istirahat mingguan diberikan 2 hari sete","Istirahat mingguan diberikan 2 hari setelah 5 hari kerja dalam seminggu\n    berturut – turut bagi pekerja non shift maupun pekerja shift.",{"bindId":233,"name":230,"text":234},"SCHEDULE_trigger","Istirahat mingguan diberikan 2 hari setelah 5 hari kerja dalam seminggu\n    berturut – turut bagi pekerja non shift maupun pekerja shift.\n  Istirahat minimal 1 jam (60 menit) untuk non shift, shift satu dan long\n    shift, apabila terjadi keterlambatan waktu istirahat disebabkan meeting\n    produksi \u002F pembinaan maka wajib dikompensasikan pada waktu masuk dan\n    apabila keterlambatan melebihi 15 (lima belas) mein wajib diperhitungkan\n    dengan jam kerja lembur.\n  Pada waktu jam istirahat dan jam pulang seluruh pekerja tidak\n    diperbolehkan untuk meeting kecuali dibayar untuk kelebihan jam.",{"bindId":236,"name":237,"text":238},"TRADEUNLEAV_trigger","Pengusaha memberikan dispensasi kepada P","Pengusaha memberikan dispensasi kepada Pengurus Serikat Pekerja yang\n    ditunjuk Serikat Pekerja untuk menghadiri rapat atau musyawarah dengan\n    Perusahaan. Dalam dispensasi tersebut diberikan kepada pimpinan \u002F wakil\n    Serikat Pekerja yang ditunjuk untuk menghadiri rapat dengan pimpinan\n    perusahaan selama jam kerja biasa tanpa mengurangi upah atau tunjangan\n    lainnya.\n  Pengusaha memberikan dispensasi kepada wakil Serikat Pekerja berdasarkan\n    surat tugas organisasi untuk menghadiri rapat \u002F pertemuan dengan pimpinan\n    perusahaan, dinas tenaga kerja dan pimpinan Serikat Pekerja yang lebih\n    tinggi yang berhubungan dengan kepentingan Serikat Pekerja.\n  Pengusaha memberikan dispensasi kepada setiap anggota Serikat Pekerja\n    atau pengurus Serikat Pekerja yang diangkat menjadi Serikat Pekerja di\n    tingkat yang lebih tinggi seperti Pimpinan Cabang (PC), Dewan Pimpinan\n    Cabang (DPC), Pimpinan Daerah (PD), Dewan Pimpinan Daerah (DPD), Pimpinan\n    Pusat (PP) dan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) untuk menghadiri rapat,\n    musyawarah, Seminar, konferensi, Pendidikan dan kursus lainnya, baik di\n    dalam negeri maupun diluar negeri dengan mendapat upah penuh.",{"bindId":240,"name":241,"text":242},"LOWWAGE_government","Upah Pekerja terendah adalah sekurang – ","Upah Pekerja terendah adalah sekurang – kurangnya berdasarkan Upah\n    Minimum Kabupaten (UMK) yang disyahkan oleh Pemerintah Daerah setempat.",{"bindId":244,"name":245,"text":246},"discrimination","4. Pengusaha dilarang memutasikan pekerj","4. Pengusaha dilarang memutasikan pekerja karena:\n\na. Merugikan keselamatan dan kesehatan Pekerja\n\nb. Adanya unsur SARA dan diskriminasi\n\nc. Bertujuan asusila atau pelecehan\n\nd. Adanya unsur suka atau tidak suka.",{"bindId":248,"name":241,"text":242},"LOWWAGE_trigger",{"bindId":250,"name":251,"text":252},"wageincreasetype","Penyesuaian upah diberikan kepada Pekerj","Penyesuaian upah diberikan kepada Pekerja berdasarkan jabatan dan\n    prestasi yang disesuaikan dengan Struktur dan Skala Upah.",{"bindId":254,"name":255,"text":256},"wageincreasetype2","Upah pekerja yang bekerja diatas 1 (satu","Upah pekerja yang bekerja diatas 1 (satu) tahun ditetapkan berdasarkan\n    kesepakatan dengan Serikat Pekerja.",{"bindId":258,"name":259,"text":260},"wageincreasefirmperformance","Penyesuaian upah akan dilakukan apabila ","Penyesuaian upah akan dilakukan apabila perusahaan menganggap perlu\n    berdasarkan jabatan dan prestasi pekerja masing – masing.\n  Penyesuaian upah diberikan kepada pekerja yang mempunyai keterampilan \u002F\n    skill dan\u002Fatau pekerja baru yang mempunyai pengalaman\n  kerja\u002Fprofessional.",{"bindId":262,"name":263,"text":264},"STRUCINCR_trigger","Pengusaha wajib memberikan kenaikan upah","Pengusaha wajib memberikan kenaikan upah pada pekerja yang berprestasi\n    selain kenaikan upah minimum.",{"bindId":266,"name":267,"text":268},"ONCERISE_trigger","Tunjangan hari raya diberikan Perusahaan","Tunjangan hari raya diberikan Perusahaan kepada pekerja agar yang\n    bersangkutan dapat merayakan hari raya dan diberikan sekurang – kurangnya\n    1 (satu) minggu sebelum hari raya keagamaan.",{"bindId":270,"name":271,"text":272},"incidentalbonustype2","Besarnya tunjangan hari raya keagamaan a","Besarnya tunjangan hari raya keagamaan adalah sebagai berikut:\n\n\n\n\n\n  \n  \n  \n  \n  \n    \n      No\n      Masa Kerja\n      Presentase\n    \n    \n      1.\n      \n      Kurang dari 1 (satu) tahun\n      Proporsional\n    \n    \n      2.\n      1 s.d 2 tahun\n      100%\n    \n    \n      3.\n      2 s.d 3 tahun\n      105%\n    \n    \n      4.\n      3 s.d 4 tahun\n      110%\n    \n    \n      5.\n      4 s.d 5 tahun\n      115%\n    \n    \n      6.\n      5 s.d 6 tahun\n      120%\n    \n    \n      7.\n      6 s.d 7 tahun\n      125%\n    \n    \n      8.\n      7 s.d 8 tahun\n      130%\n    \n    \n      9.\n      8 s.d 9 tahun\n      135%\n    \n    \n      10.\n      9 s.d 10 tahun\n      140%\n    \n    \n      11.\n      10 s.d 11 tahun\n      145%\n    \n    \n      12.\n      Lebih dari 11 tahun\n      150%",{"bindId":274,"name":271,"text":272},"incidentalbonusperc1",{"bindId":276,"name":277,"text":278},"ONCERISE2_trigger","Pekerja teladan yang terpilih dapat dibe","Pekerja teladan yang terpilih dapat diberikan penghargaan antara lain:\n    Piagam penghargaan\n    Bonus, berupa uang atau barang.",{"bindId":280,"name":277,"text":278},"incidentalbonustypesec",{"bindId":282,"name":277,"text":278},"extrapayfirmperformancesec",{"bindId":284,"name":285,"text":286},"NOCTPREM_trigger","Upah Shift diberikan kepada pekerja yang","Upah Shift diberikan kepada pekerja yang melakukan pekerjaan shift 2, 3 dan\nlong shift. Besaran uang shift diatur terpisah.",{"bindId":288,"name":285,"text":286},"shiftallowancetype1",{"bindId":290,"name":291,"text":292},"overtimeallowancetype_general","1. Dasar perhitungan tarif upah lembur a","1. Dasar perhitungan tarif upah lembur adalah surat Menteri Tenaga Kerja No.\nKEP 102\u002FMEN\u002FVI\u002F2004 yang dikeluarkan pada tanggal 25 Juni 2004.",{"bindId":294,"name":291,"text":292},"overtimeallowancetype",{"bindId":296,"name":291,"text":292},"sundayallowancetype",{"bindId":298,"name":299,"text":300},"COMMUTE_trigger","Perusahaan memberikan tunjangan transpor","Perusahaan memberikan tunjangan transport.\n  Besarnya Tunjangan Transport diatur terpisah.\n  Tunjangan transport akan ditinjau ulang apabila terjadinya kenaikan bahan\n    bakar minyak atau terjadinya kenaikan biaya transportasi umum dan akan\n    dirundingkan dengan Serikat Pekerja.",{"bindId":302,"name":303,"text":304},"commutingallowancetype","Besarnya Tunjangan Transport diatur terp","Besarnya Tunjangan Transport diatur terpisah.",{"bindId":306,"name":307,"text":308},"SENIOR_trigger","Tunjangan berkala diberkan kepada pekerj","Tunjangan berkala diberkan kepada pekerja, mulai dari golongan terendah\n    sampai golongan upah tertinggi.\n  Tunjangan berkala diberikan kepada semua pekerja setelah paling sedikit\n    bekerja selama 1 (satu) tahun dan sebagai tanda senioritas dan diberikan\n    terhitung per tanggal masuk kerja.\n  Besarnya tunjangan berkala\u002Fmasa kerja sesuai dengan Keputusan\n  Perusahaan.\n  Tunjangan berkala\u002Fmasa kerja komponen upah dimasukkan kedalam gaji\n  tetap.",{"bindId":310,"name":311,"text":312},"longserviceallowancetype","Besarnya tunjangan berkala\u002Fmasa kerja se","Besarnya tunjangan berkala\u002Fmasa kerja sesuai dengan Keputusan\n  Perusahaan.",{"bindId":314,"name":315,"text":316},"longserviceallowancetype1","Tunjangan berkala diberikan kepada semua","Tunjangan berkala diberikan kepada semua pekerja setelah paling sedikit\n    bekerja selama 1 (satu) tahun dan sebagai tanda senioritas dan diberikan\n    terhitung per tanggal masuk kerja.",{"bindId":318,"name":315,"text":316},"longserviceallowancetype2",{"bindId":320,"name":321,"text":322},"mealvouchers","Pemberian makan kepada pekerja diberikan","Pemberian makan kepada pekerja diberikan dalam bentuk makanan yang layak\n    sesuai dengan standar kesehatan.",{"bindId":324,"name":325,"text":326},"MEALALL_trigger","Pengusaha dapat memberikan penggantian d","Pengusaha dapat memberikan penggantian dengan bentuk uang antara lain\n    disebabkan oleh:\n    a. Karena suatu sebab pengusaha tidak menyediakan makanan di kantin\n    b. Karena pekerja melakukan tugas luar dan pada waktu jam makan pekerja\n    tidak berada di lokasi perusahaan.\n    c. Pada saat bulan puasa bagi yang non shift dan shift 1 (satu)",{"bindId":328,"name":329,"text":330},"coverunion_trigger","Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku unt","Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku untuk pekerja dan pengusaha di PT.\n    HWA SEUNG INDONESIA","\u003Chtml>\n\n    \u003Cdiv class=\"cobra-report\">\n\n        \u003Ch2>IDN PT. Hwaseung Indonesia - Jepara - 2020\u003C\u002Fh2>\n\n        \u003Cdiv class=\"section general\">\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-start_date\">Tanggal dimulainya perjanjian: &rarr;&nbsp;2020-01-31\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-end_date\">Tanggal berakhirnya perjanjian: &rarr;&nbsp;2022-01-30\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \u003C!-- TODO: previous CBA logic -->\n            \u003C!-- TODO: status logic -->\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaratified\">Diratifikasi oleh: &rarr;&nbsp;Other\u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaactorratified\">\n                    Diratifikasi pada: &rarr;&nbsp;2020-01-31\n                \u003C\u002Fdiv>\n            \n\n            \u003C!-- TODO: transnational_label, includingcountries_label, national_framework_label -->\n\n            \u003Cdiv id=\"display-SECTOR1\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Industri\u002Fpabrik pengolahan\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-NACE2004\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Pabrik Manufaktur Sepatu, Produk Kulit dan Karet\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-FIRMPRI\">\n                Sektor publik\u002Fswasta: &rarr;&nbsp;In the private sector\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv>Disimpulkan oleh:\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1\">\n\n                \n                    \n                    \u003Cdiv>\n                        Nama perusahaan: &rarr;&nbsp;\n                        Hwaseung Indonesia - Jepara\n                    \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1\">\n                Nama serikat pekerja: &rarr;&nbsp;\n\n                \n                    \n                    \u003Cspan>\n                        TSK, SPN - Serikat Pekerja Nasional, KSBSI - Federation of Garment, Crafting, Textile, Leather and Shoes\n                    \u003C\u002Fspan>\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-casignemployees\">\n                Nama penandatangan dari pihak pekerja &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section social-security-pensions\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SOCSEC_trigger\">JAMINAN SOSIAL DAN PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-pensionfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pensiun bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilityfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan cacat bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-unemploymentfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan pengangguran bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section training\">\n            \u003Ch3 id=\"display-TRAINING_trigger\">PELATIHAN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingprogrammes\">Program pelatihan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprenticeships\">Magang: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pelatihan bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section sickness-disability\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KONDISI SAKIT DAN DISABILITAS\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-maxsicknesspayperc\">\n                Maximum cuti sakit berbayar (untuk 6 bulan): &rarr;&nbsp;92&nbsp;%\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-sicknessmaxdaysnr\">\n                Maximum hari untuk cuti sakit berbayar: &rarr;&nbsp;365 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-longtermillness\">Ketentuan mengenai kembali bekerja setelah menderita penyakit jangka panjang, seperti penyakit kanker: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-menstruationleave\">Cuti haid berbayar: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilitypay\">Pembayaran gaji apabila tidak mampu bekerja dikarenakan kecelakaan kerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n\n        \u003Cdiv class=\"section health-medical-assistence\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA BANTUAN MEDIS\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccess\">Bantuan medis disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccessrelatives\">Bantuan medis bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurance\">Kontribusi pengusaha untuk asuransi kesehatan disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurancerelatives\">Asuransi kesehatan bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetypolicy\">Kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetytraining\">Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-protectiveclothing\">Pakaian\u002Falat pelindung diri disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-hivpolicy\">Pemeriksaan kesehatan secara berkala disediakan oleh pengusaha: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-monitoring\">Pengawasan permintaan musculoskeletal di tempat kerja, resiko professional dan\u002Fatau hubungan antara pekerjaan dan kesehatan: &rarr;&nbsp;The relationship between work and health, Employee involvement in the monitoring\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-funeralpay\">Bantuan duka\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-funeralpayamount\">\n                Minimum kontribusi pengusaha untuk penguburan\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section work-family-arrangements\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKFAM_trigger\">PENGATURAN ANTARA KERJA DAN KELUARGA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleaveduration\">\n                Cuti hamil berbayar: &rarr;&nbsp;13 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-jobsecuritymothers\">Jaminan tetap dapat bekerja setelah cuti hamil: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-maternitydiscrimination\">Larangan diskriminasi terkait kehamilan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-breastfeeding_dangerouswork\">Larangan mewajibkan pekerja yang sedang hamil atau menyusui untuk melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-riskassessment\">Penilaian resiko terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja yang sedang hamil atau menyusui di tempat kerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-alternatives\">Ketersediaan alternatif bagi pekerja hamil atau menyusui untuk tidak melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-timeoff\">Cuti untuk melakukan pemeriksaan pranatal: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningnonstandard\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempekerjakan pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningpromotion\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempromosikan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n            \u003Cdiv id=\"display-nursingmothers\">Fasilitas untuk pekerja yang menyusui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcareprovision\">Pengusaha menyediakan fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcaresubsidy\">Pengusaha mensubsidi fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \u003Cdiv id=\"display-educationtuition\">Tunjangan\u002Fbantuan pendidikan bagi anak pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n   \n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidpaternityleaveduration\">\n                Cuti ayah berbayar: &rarr;&nbsp;2 hari\n         \u003C\u002Fdiv>\n                        \u003Cdiv id=\"display-deathrelativesleave\">\n                Durasi cuti yang diberikan ketika ada anggota keluarga yang meninggal: &rarr;&nbsp;2 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n        \u003Cdiv class=\"section gender-equality-issues\">\n            \u003Ch3 id=\"display-GENEQ_trigger\">ISU KESETARAAN GENDER\u003C\u002Fh3>\n         \u003Cdiv id=\"display-eqpay\">Upah yang sama untuk pekerjaan yang sama nilainya: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n         \u003Cdiv id=\"display-gender\">\n                Referensi khusus untuk gender dalam kesetaraan upah: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n         \u003Cdiv id=\"display-discrimination\">Klausal mengenai diskriminasi di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-eqpromotion\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat promosi: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n        \u003Cdiv id=\"display-eqtraining\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat pelatihan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>     \n        \u003Cdiv id=\"display-eqofficer\">Kesetaraan gender dalam kepengurusan serikat pekerja di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-sexualhar\">Klausal mengenai pelecehan seksual di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violence\">Klausal mengenai kekerasan di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violenceleave\">Cuti khusus bagi pekerja yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-support_disabilities\">Dukungan bagi pekerja perempuan dengan disabilitas: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-equalitymonitoring\">Pengawasan kesetaraan gender: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n             \n         \u003C\u002Fdiv>\n         \n\n        \u003Cdiv class=\"section employment-contracts\">\n            \u003Ch3 id=\"display-EMPCONTR_trigger\">PERJANJIAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-contracttrialperiod\">\n                Durasi masa percobaan: &rarr;&nbsp;91 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-part_time_excluded\">Pekerja paruh waktu tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-tempagency\">Ketentuan mengenai pekerja sementara: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprentices_excluded\">Pekerja magang tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-minijobs_excluded\">Pekerja mahasiswa tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section working-hours\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKHOURS_trigger\">JAM KERJA, JADWAL DAN LIBUR\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspday\">\n                Jam kerja per hari: &rarr;&nbsp;7.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspweek\">\n                Jam kerja per minggu: &rarr;&nbsp;40.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-dayspweek\">\n                Hari kerja per minggu: &rarr;&nbsp;6.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hoursovertimemax\">\n                Waktu lembur maksimum: &rarr;&nbsp;14.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysdays\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;-9.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysweeks\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;-9.0 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysfixeddays\">\n                Hari tetap untuk cuti tahunan: &rarr;&nbsp; hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-schedulesrestpw\"> Periode istrirahat setidaknya satu hari dalam seminggu disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-sundays_year\">\n                Jumlah maksimum hari minggu\u002Fhari libur nasional dalam setahun dimana pekerja harus\u002Fdapat bekerja: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n             \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-tradeunleavdays\">\n                Cuti berbayar untuk aktivitas serikat pekerja: &rarr;&nbsp; hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-FLEXWORK_trigger\"> Ketentuan mengenai pengaturan jadwal kerja yang fleksibel: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section wages\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WAGES_trigger\">PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-PAYSCALES_trigger\">\n                Upah ditentukan oleh skala upah: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-LOWWAGE_government\"> \n            Ketentuan bahwa upah minimum yang ditentukan oleh pemerintah harus dihormati: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-COSTLIV_trigger\">Penyesuaian untuk kenaikan biaya kebutuhan hidup: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-STRUCINCR_trigger\">Kenaikan upah\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-ONCERISE_trigger\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali:\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-incidentalbonusperc1\">\n                    Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali: &rarr;&nbsp;100&nbsp;%\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-extrapayfirmperformance\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali dikarenakan performa perusahaan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-NOCTPREM_trigger\">Tunjangan shift untuk kerja sore atau malam\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \u003Cdiv id=\"display-shiftallowancetype1\">Tunjangan shift hanya untuk yang kerja malam: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-OVERTIME_trigger\">Upah lembur hari kerja\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SUNDAY_trigger\">Upah lembur hari Minggu\u002Flibur\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-COMMUTE_trigger\">Tunjangan transportasi\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SENIOR_trigger\">Tunjangan masa kerja\u003C\u002Fh4>\n\n                \n\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-longserviceallowancetype2\">\n                    Tunjangan masa kerja setelah: &rarr;&nbsp;1 masa kerja\n                \u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Ch4>Kupon makan\u003C\u002Fh4>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-mealvouchers\">\n                Kupon makan disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-MEALALL_trigger\">Tunjangan makan disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-mealvouchersamount\">\n                 &rarr;&nbsp; per makan\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-legalassistance_trigger\">\n                Bantuan hukum gratis: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n    \u003C\u002Fdiv>\n\n\u003C\u002Fhtml>\n",[],[],"collective_agreement",[336],{"title":39,"slug":34},[338],{"type":339,"data":340},"call_to_action_body_block",{"title":341,"description":342,"variant":343,"link":344},"Bandingkan Perjanjian Kerja Bersama","Bandingkan pasal-pasal dan topik dalam Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dengan Perjanjian Kerja Bersama di semua sektor kerja di Indonesia maupun negara-negara lainnya.","dark",{"title":341,"url":345,"description":341,"rel":346,"type":347},"\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fbandingkan-perjanjian-kerja-bersama","follow","internal",[349],{"type":339,"data":350},{"title":341,"description":342,"variant":343,"link":351},{"title":341,"url":345,"description":341,"rel":346,"type":347},[]]