[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"page:id-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-harindotama-mandiri-dengan-sp-tsk-spsi-pt-harindotama-mandiri---2016-2018":3},{"id":4,"slug":5,"title":6,"short_title":7,"intro_text":8,"meta_description":9,"seo_title":9,"path":10,"content_type":11,"locale":12,"go_live_at":7,"first_published_at":13,"page_created_at":14,"published_at":13,"edit_url":15,"breadcrumbs":16,"seo":24,"data":32,"children":331,"content_type_view":332,"extra_breadcrumbs":333,"body":335,"body_blocks":346,"related_pages":350},3679,"perjanjian-kerja-bersama","Perjanjian Kerja Bersama",null,"\u003Cp>Beberapa pilihan Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dipublikasikan di sini. Anda dapat menemukan teks asli dari Perjanjian Kerja Bersama tersebut, membaca dan menelusuri per bab maupun pasal, menurut topik yang sedang Anda cari.\u003Cbr\u002F>\u003Cbr\u002F>Ketika Anda mengklik pada link Perjanjian Kerja Bersama, halaman akan terbuka: di kolom sebelah kiri pada halaman tersebut berisi teks asli, sedangkan di kolom sebelah kanan, Anda akan menemukan ringkasan dari ketentuan yang ada di Perjanjian Kerja Bersama tersebut.\u003Cbr\u002F>Serikat Buruh\u002FPekerja dan Asosiasi Pengusaha dari Indonesia memberikan kontribusi terhadap pengumpulan data Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>","","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama","collective_agreements.collectiveagreementoverview","id_ID","2025-08-15T13:01:11.360625+00:00","2026-04-02T08:44:09.692847+00:00","\u002Fcms\u002Fpages\u002F3679\u002Fedit\u002F",[17,20,23],{"title":18,"slug":19},"Indonesia","id-id",{"title":21,"slug":22},"Bekerja di Indonesia","bekerja-di-indonesia",{"title":6,"slug":5},{"title":6,"description":9,"image":25,"canonical":26,"robots":27,"og_type":28,"twitter_card":29,"locale":19,"created_at":30,"last_modified_at":31},"https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fmedia\u002Fimages\u002FSocial_media_preview_image_-_2025.2e16d0ba.fill-1200x630.png","https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002F","index, follow","website","summary_large_image","2025-08-15T15:01:11.360625+02:00","2026-04-02T10:44:09.828831+02:00",{"cba":33,"clauses":45,"details":329,"translations":330},{"id":34,"uid":35,"url":36,"name":37,"locale":38,"override_title":9,"title":39,"browser_title":40,"browser_description":41,"text":42},"perjanjian-kerja-bersama-antara-pt-harindotama-mandiri-dengan-sp-tsk-spsi-pt-harindotama-mandiri---2016-2018","257d0c58-a451-11e8-80cb-f23c91080f70","https:\u002F\u002Fcobra.wageindicator.org\u002Fcountries\u002Findonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-harindotama-mandiri-dengan-sp-tsk-spsi-pt-harindotama-mandiri---2016-2018\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-harindotama-mandiri-dengan-sp-tsk-spsi-pt-harindotama-mandiri---2016-2018\u002F","PT. Harindotama Mandiri - 2016","ba_ID","PT. Harindotama Mandiri - 2016 - 2016","Indonesia - PT. Harindotama Mandiri - 2016 - 2016","PT. Harindotama Mandiri - 2016 - 2016 - Industri\u002Fpabrik pengolahan",{"name":43,"data":44},"126 - PKB PT. Harindotama Mandiri.html","\n              \n              \u003C!--?xml version=\"1.0\" encoding=\"UTF-8\"?-->\n\n\n\n  \u003Cmeta http-equiv=\"content-type\" content=\"text\u002Fhtml; charset=UTF-8\">\n  \u003Ctitle>New2\u003C\u002Ftitle>\n  \u003Cmeta name=\"generator\" content=\"Amaya, see http:\u002F\u002Fwww.w3.org\u002FAmaya\u002F\">\n\n\n\n\u003Ch1>PERJANJIAN KERJA BERSAMA ANTARA PT. HARINDOTAMA MANDIRI DENGAN PUK SPSI PT\nHARINDOTAMA MANDIRI\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>MUKADIMAH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>Pada hakekatnya perusahaan dan pekerja menyadari perlu adanya ketentuan\ntentang syarat-syarat kerja. Oleh karena itu sudah sewajarnya untuk menetapkan\nsuatu Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama ini sebagai hasil keleluasaan bersama, merupakan\nsuatu penentuan syarat-syarat kerja yang paling tepat, karena merupakan hasil\nmusyawarah untuk mufakat, sebagai perwujudan pelaksanaan program Hubungan\nIndustrial Pancasila\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Tujuan utama dari diadakan Perjanjian Bersama ini adalah untuk :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Menjelaskan hak-hak dan kewajiban dari perusahaan dan pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Menetapkan syarat-syarat kerja bagi pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Memperteguh dan menciptakan hubungan kerja yang harmonis didalam\nperusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Melanjutkan serta meningkatkan hubungan kerja yang baik antara perusahan\ndan pekerja dengan berlandaskan hubungan kerja yang saling menghormati dan\nsaling mempercayai. Perusahaan beserta pekerja\u002FSP TSK PT. Harindotama Mandiri,\nakan dapat menyumbangkan bagian masing-masing untuk ikut serta dalam program\npembangunan Pemerintah pada umumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB I : UMUM\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 1 : Istilah-Istilah dan Pengertian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan adalah PT. Harindotama Mandiri P.M.D.N yang didirikan\nberdasarkan Akta Notaris Tanggal 27 Maret 1992 No. 225 yang berdomisili di\njalan Kapuk Kamal Muara No 88 Jakarta Barat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengusaha adalah direksi PT. Harindotama Mandiri atau pengurus yang\nditunjuk oleh pemegang saham untuk memimpin dan mengelola perusahaan baik\nsecara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja adalah tenaga kerja yang bekerja pada perusahaan di PT.\nHariondotama Mandiri dengan mendapatkan\u002Fmenerima upah atau imbalan dalam bentuk\nlain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Serikat pekerja adalah Serikat Pekerja\u002FSP. TSH PT. Harindotama Mandiri\nsebagai organisasi pekerja yang sudah tercatat di Sudin Tenaga Kerja dan\nTransmigrasi dengan Nomor Bukti Pencatatan: 295\u002FIII\u002FSP\u002FVII\u002F2005.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pimpinan Serikat Pekerja adalah anggota serikat pekerja SP. TSK PT.\nHarindotama Mandiri yang dipilih oleh anggota secara langsung, umum, bebas dan\nrahasia sesuai dengan Anggaran Dasar Serikat Pekerja nasional untuk menjabat\nsebagai pemimpin organisasi\u002Fserikat pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Keluarga pekerja adalah seorang suami\u002Fisteri, anak-anak yang sah menurut\nhukum yang berlaku dan telah terdaftar di perusahaan PT. Harindotama\nMandiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Suami\u002FIsteri adalah seorang suami\u002Fisteri yang sah menurut hukum yang\nterdaftar di perusahaan PT. Harindotama Mandiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Anak adalah anak pekerja yang sah menurut hukum yang terdaftar di\nperusahaan dengan ketentuan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Hanya sampai anak ke 3 (tiga)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Belum bekerja\u002Fmenikah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Usia maksimal 21 tahun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Ahli waris adalah janda\u002Fduda\u002Fyatim piatu dan tanggung\u002Fbila tidak mempunyai\nisteri\u002Fsuami\u002Fanak adalah orang tua\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Tempat kerja adalah tempat pekerja melakukan tugas pekerjaan baik di\ndalam\u002Fdiluar ruangan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11.Hari libur mingguan adalah hari libur yang harus diberikan kepada pekerja\nsetelah pekerja melakukan pekerjaan 5 atau 6 hari berturut-turut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12.Hari libur mingguan adalah hari libur yang harys diberikan kepada pekerja\nsetelah pekerja melakukan pekerjaan 5 atau 6 hari berturut-turut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13.Hari libur resmi adalah hari-hari libur yang telah ditentukan oleh\nPemerintah RI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14.Lokasi perusahaan adalah seluruh ruangan, lapangan, halaman dan\nsekelilingnya yang berhubungan dengan tempat kerja serta milik perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15.Pengertian upah adalah suatu penerimaan sebagai imbalan dari perusahaan\nkepada pekerja untuk suatu pekerjaan atau jasa yang telah dilakukan yang\ndinilai dalam bentuk uang termasuk tunjangan untuk pekerja itu sendiri maupun\nuntuk keluarganya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 2 : Pihak-Pihak Yang Mengadakan Perjanjian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perjanjian kerja bersama ini, diadakan\u002Fdibuat antara: Pimpinan Perusahaan\nPT. Harindotama Mandiri, yang berkedudukan di jalan Kapuk Kamal Muara No. 88\nJakarta barat, yang bertindak untuk dan atas nama perusahaan dan selanjutnya\ndalam perjanjuian ini disebut Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dengan Pimpinan Serikat Pekerja SP. TSK PT. Harindotama Mandiri yang\nberkedudukan di jalan Kapuk Kamal Muara No. 88 Jakarta Barat yang bertindak\nuntuk dan atas nama anggota\u002Fpekerja dan untuk selanjutnya dalam perjanjian ini\ndisebut SP.TSK PT. Harindotama Mandiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 3 : Luasnya Perjanjian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-coverunion_trigger\">\u003Cp>Tujuan Perjanjian Kerja Bersama ini adalah untuk mengikat secara hukum kedua\nbelah pihak dalam hal ini perusahaan dan pekerja, baik hak maupun kewajiban\nmasing-masing.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 4 : Pengakuan Hak-Hak Pengusaha dan Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Telah dipahami dan disepakati oleh perusahaan dan SP. TSK PT. Harindotama\nMandiri baha Perjanjian kerja bersama ini terbatas. Pada hal-hal umum saja\nseperti tertera dalam perjanjian ini bahwa perusahaan dan PS. TSK PT.\nHarindotama Mandiri, tetap mempunyai hak-hak lainnya yang hanya menaati\nUndang-Undang Republik Indonesia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Disepakati pula bahwa Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku bagi seluruh\npekerja dimanapun berada yaitu pekerja di PT. Harindotama Mandiri dimana pun\npekerja ditempatkan\u002Fditugaskan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 5 : Hak dan Kewajiban yang Mengadakan Perjanjian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Baik perusahaan maupun serikat pekerja\u002FSP.TSK. PT. Harindotama Mandiri\nberkewajiban memberikan penerangan kepada pekerja\u002Fanggota serikat pekerja PT.\nHarindotama Mandiri kepada pihak-pihak lainnya yang mempunya kepentingan dengan\nadanya perjanjian ini, baik isi maupun makna dan pengertian seperti apa yang\nditetapkan dalam perjanjian ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dalam tujuan perusahaan berhak mengelola tenaga kerja dan hak-hak\npengelolaan lainnya dalam rangka mewujudkan manajemen perusahaan yang sehat dan\ndinamis.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Fungsi serikat pekerja\u002F SP. TSK PT. Harindotama Mandiri adalah mewakili,\nmelindungi serta memperjuangkan hak-hak dan kepentingan anggotanya baik secara\nindividu maupun secara kolektif dalam bidang hubungan kerja serta meningkatkan\nproduksi dan produktifitas dalam rangka memajukan perusahaan dan meningkatkan\nkesejahteraan pekerja dan keluarganya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Setiap pekerja berhak menjadi anggota serikat pekerja\u002F SP. TSK PT.\nHarindotama Mandiri, kesempatan mengembangkan karier, kecakapan, serta\nketerampilan sehingga potensi dan kreasinya dapat dikembangkan dalam rangka\nmeningkatkan produksi dan produktifitas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Serikat pekerja\u002F SP.TSK PT. Harindotama Mandiri berkewajiban menunjang\nadanya upaya menciptakan ketenangan berusaha bagi perusahaan, begitu pula\nperusahaan berkewajiban menciptakan ketenangan kerja bagi tenaga kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB II : PENGAKUAN JAMINAN DAN FASILITAS BAGI SERIKAT PEKERJA SERTA HAK-HAK\nPERUSAHAAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 6 : Pengakuan Terhadap Hak-hak Serikat Pekerja dan Perusahaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan mengakui Serikat Pekerja \u002F SP. TSK PT. Harindotama Mandiri\nadalah organisasi mewakili anggotanya yang mempunyai hubungan kerja dengan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Perusahaan mengakui dan memberikan ijin kepada pemimpin serikat pekerja\n\u002FSP.TSK PT. Harindotama Mandiri untuk mengadakan kegiatan organisasi dalam\nrangka Pengembangan kepada anggotanya. Apabila kegiatan itu bertepatan dengan\njam kerja atau dilaksanakan di dalam lokasi perusahaa.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Serikat pekerja\u002FSP. TSK PT. Harindotama Mandiri mengakui hak perusahaan\nuntuk mengelola pekerjaan sesuai dengan ijin yang dikeluarkan oleh instansi\npemerintah yang mengurusi masalah Ketenagakerjaan\u002FPerburuhan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Serikat pekerja mengakui hak perusahaan untuk melakukan moderenisasi\nsarana prasarana produksi guna untuk meningkatkan hasil produksi baik kualitas\nmaupun kuantitas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 7 : Jaminan Bagi Pimpinan Serikat Pekerja dan atau Wakil-wakil\nSerikat Pekerja\u002F PSP.Sp.TSK PT. Harindotama Mandiri\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Harus sepengetahuan\u002Fseijin perusahaan, pimpinan\u002Fpengurus (SP. TSK PT.\nHarindotama Mandiri, untuk melaksanakan kewajiban tanpa mengurangi haknya\nsebagai pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-discrimination\">\u003Cp>2.Perusahaan menjamin bahwa pekerja yang terpilih sebagai pengurus serikat\npekerja\u002FSP.TSK PT. Harindotama Mandiri, tidak akan mendapatkan tekanan, baik\nsecara langsung atau tidak langsung diskriminasi\u002Ftindakan pembalasan karena\nfungsinya sebagai serikat pekerja\u002FSP TSK PT. Harindotama Mandiri.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Serikat pekerja (SP. TSK PT. Harindotama Mandiri) dan wakilnya yang\nmendapat ijin meninggalkan pekerjaan untuk melaksanakan kegiatan organisasi,\nmaka perusahaan menjamin tidak akan mengurangi hak-haknya sebagai pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Apabila tugas organisasi dilaksanakan dilingkungan Perusahaan ijin dapat\nsecara tertulis disampaikan kepada atasannya masing-masing oleh pimpinan\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Apabila tugas organisasi dilaksanakan di luar Perusahaan, ijin harus\nsecara tertulis kepada pimpinan perusahaan tembusannya disampaikan kepada Kabag\n(Kepala Bagian masing-masing Departemen)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 8 : Fasilitas yang Diberikan Perusahaan Kepada Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan menyediakan ruang kantor dan perlengkapannya untuk mengadakan\nkegiatan organisasi dan SP. TSK PT. Harindotama Mandiri, berkewajiban untuk\nmemelihara ruang kantor tersebut dan tidak disalahgunakan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-tradeunleavdays\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-TRADEUNLEAV_trigger\">\u003Cp>2.Perusahaan dapat dispensasi dengan upah penuh kepada SP. TSK PT.\nHarindotama Mandiri untuk mengikuti kegiatan organisasi dengan ketentuan\nsebanyak-banyaknya 2 orang dan tidak boleh lebih dari 4 hari, dan apabila\nmenyimpang dari ketentuan tersebut harus dirundingkan terlebih dahulu dengan\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 9 : Bantuan Perusahaan Yang Diberikan Kepada Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan setuju untuk mengadakan penarikan uang iuran dari seluruh\nanggota serikat pekerja\u002F SP.TSK PT. Harindotama Mandiri, kemudian uang tersebut\nakan diserahkan kepada pengurus serikat pekerja\u002F SP. TSK PT. Harindotama\nMandiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dalam rangka SP. TSK PT. Harindotama Mandiri mengikuti kegiatan yang\ndiadakan oleh Pemerintah dan perangkat SP. TSK yang oleh perusahaan dianggap\ntidak pantas untuk ikut serta, maka perusahaan memberikan sarana dan\nprasarana.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB III : HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 10 : Pendidikan dan Penyuluhan Hubungan Industrial\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Disadari, bahwa hubungan industrial merupakan suatu pedoman yang sangat\npenting untuk mencapai ketenangan bekerja dan ketenangan berusaha, serta untuk\nmencapai kinerja serasi, selaras dan berperikeadilan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Keseimbangan hak dan kewajiban antara pekerja dan perusahaan di dalam\nmelaksanakan hubungan industrial juga besar pengaruhnya terhadap kelangsungan\nhidup perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pengaturan pelaksanaan pendidikan dan penyuluhan hubungan industrial\nPancasila diatur lebih lanjut oleh pimpinan serikat pekerja, bersama-sama\ndengan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 11 : Penerimaan Pekerja Baru\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Penerimaan pekerja baru di PT. Harindotama Mandiri disesuaikan dengan\nkebutuhan di perusahaan dan untuk terima menjadi pekerja di PT. Harindotama\nMandiri harus memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan oleh perusahaan\nsebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Calon pekerja baru harus mengajukan surat lamaran kepada perusahaan dengan\nmelampirkan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Photo copy ijazah pendidikan terakhir\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Daftar riwayat hidup\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Surat keterangan kelakuan baik dari kepolisian\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Surat keterangan sehat dari dokter\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Surat keterangan pengalaman kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Surat ijin kerja dari suami atau orang tua calon pekerja wanita\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g. Photo copy KTP atau surat keterangan domisili\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h. Pas photo ukuran 3x4 cm dan 2x3 cm, masing-masing 2 lembar\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i. Membuat surat pernyataan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>j. Telah berusia 18 tahun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 12 : Masa Percobaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrialperiod\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrial\">\u003Cp>1.Bagi yang diterima dan dipekerjakan pada perusahaan diangkat sebagai calon\npekerja yang harus menempuh masa percobaan paling lama 3 (tiga) bulan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Dalam masa percobaan, hubungan kerja dapat diakhiri oleh salah satu pihak\nserta perusahaan tidak dibebankan kewajiban\u002Fmembayar ganti rugi apapun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja yang masih dalam masa percobaan paling lama 3 (tiga) bulan tidak\nmempunyai hak untuk rekreasi, istirahat haid untuk wanita, seragam\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 13 : Perjanjian Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Bagi yang diterima bekerja di PT. Harindotama Mandiri harus mentaati PKB\nPT. Harindotama Mandiri yang telah disepakati antara PT. Harindotama Mandiri\ndengan SP. TSK PT. Harindotama Mandiri, dan mulai melakukan pekerjaan pada\ntanggal yang telah ditentukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja yang telah bekerja di PT. Harindotama Mandiri tidak diperkenankan\nlagi untuk bekerja pada perusahaan yang lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 14 : Pengangkatan, Penetapan dan Pemindahan\u002FMutasi Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Demi kelancaran kegiatan dan peningkatan efektifitas atau produktifitas\nperusahaan serta pendayagunaan tenaga kerja. Perusahaan berhak menempatkan atau\nmemindahkan pekerja\u002Fburuh untuk suatu pekerjaan dibagian\u002Flokasi tertentu dalam\nbentuk mutasi baik yang bersifat sementara maupun tetap (Permanen).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Mutasi tersebut dilaksanakan dengan alasan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Memberikan kesempatan untuk meningkatkan keahlian dan keterampilan\nkerjanya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Kesehatan keadaan fisik tidak sesuai lagi dengan pekerjaannya yang\ndibuktikan dengan surat keterangan dokter\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Penurunan kemampuan kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Perusahaan berhak mempromosikan pekerja\u002Fburuh ke jabatan yang lebih tinggi\ndalam hal terdapat formasi jabatan yang kosong atau lowong.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja\u002Fburuh yang dipromosikan pekerja\u002Fburuh yang :\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Paling terampil dan teknis pekerjaan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mempunyai kondite yang bagus\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mempunyai inisiatif dan kreatifitas kerja yang baik\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Masa kerja\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>4.Apabila pekerja\u002Fburuh dianggap tidak mampu melaksanakan tugas-tugasnya\ndalam memangku jabatan, maka Perusahaan berwenang menurunkan jabatan (demosi)\natau golongan pekerja\u002Fburuh yang bersangkutan. Penurunan jabatan atau golongan\ntersebut dapat mengakibatkan berkurangnya atau hilangnya tunjangan-tunjangan\nyang berkaitan dengan jabatan sebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Perusahaan berhak melakukan system rotasi dalam penempatan pekerja guna\npenyegaran dan peningkatan produktifitas pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Setiap penempatan dan pemindahan ditetapkan dengan surat keputusan atau\ninstruksi penugasan, penempatan dan\u002Fpemindahan dari pimpinan atau jabatan yang\ndiberi kewenangan oleh pimpinan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Penolakan terhadap penempatan dan pemindahan sebagaimana dimaksud\nmerupakan pelanggaran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Demi lancarnya perusahaan, serikat pekerja SP. TSK PT. Harindotama Mandiri\nmengakui hak perusahaan dalam pekerjaan baru dianggap memenuhi syarat oleh\nperusahaan dalam penetapan serta pembagian tuga\u002Fpekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Demi lancarnya perusahaan, serikat pekerja SP. TSK PT. Harindotama Mandiri\nmengakui hak perusahaan dalam penetapan\u002Fpemindahan dan pengangkatan pekerja\ndengan azaz prosedur tata personalia yang baik.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Mutasi dilakukan demi kepentingan dan kelancaran produksi dan untuk\nkarier pekerja dengan tidak mengurangi upah\u002Fhak dari pekerja yang\nbersangkutan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11.Sebelum mutasi dilakukan, pihak perusahaan harus memanggil yang\nbersangkutan dalam waktu minimal 1 (satu) hari sebelum mutasi dan ditembuskan\nkepada SP. TSK demi lancarnya perusahaan, serikat pekerja SP. TSK PT.\nHarindotama Mandiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IV : WAKTU KERJA, ISTIRAHAT KERJA DAN KERJA LEMBUR\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 15 : Hari Kerja dan Jam kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-WORKHOURS_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday\">\u003Cp>1.Hari kerja dalam seminggu adalah 5 atau 6 hari kerja dan 40 jam dalam\nseminggu\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Setelah bekerja 5 hari, libur 2 hari dalam seminggu atau setelah bekerja 6\nhari, libur 1 hari dalam seminggu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Jam kerja non-shift dimulai jam 08.00 – 16.00 BBWI dan istirahat jam\n12.00-13.00 BBWI sesuai dengan kebutuhan bagian masing-masing untuk kelancaran\nproduksi.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 16 : Kerja Shift dan Jam Istirahat Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Dengan memperhatikan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, hari kerja\ndiperusahaan ialah dari hari Senin sampai hari Sabtu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Jam kerja yang dilaksanakan oleh Perusahaan ialah 7 (tujuh) jam sehari dan\n40 (empat puluh) jam seminggu, dengan ketentuan bahwa, apabila perusahaan\nmemerlukan kerja lembur\u002Fshift, penukaran hari kerja maka pekerja harus bersedia\nmelaksanakan hal tersebut\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Jam kerja perusahaan diatur sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Jam kerja Non Shift\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Hari\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Jam Kerja I\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Istirahat\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Jam Kerja II\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\n\n        \u003Cp>Senin – Jumat\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>08.00-12.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>12.00-13.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>13.00-17.00\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Jumat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>08.00-11.30\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>11.30-13.00 (pria)\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>13.00-17.00\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\n\n        \u003Cp>Sabtu\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>lembur\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Jam Kerja Shift\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Shift 1\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Hari\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Jam Kerja I\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Istirahat\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Jam Kerja II\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Senin - Kamis\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>07.00-12.30\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>12.30-13.30\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>13.30-15.00\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Jumat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>07.00-11.30\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>11.30-13.00 (pria)\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Lembur - 15.00\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Sabtu\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>07.00-12.30\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Shift 2\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Hari\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Jam Kerja I\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Istirahat\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Jam Kerja II\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Senin – Jumat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>15.00-20.30\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>20.30-21.30\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>21.30-23.00\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Sabtu\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>15.00-20.30\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Lembur – 23.00\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Shift 3\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Hari\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Jam Kerja I\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Istirahat\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Jam Kerja II\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Senin – Jumat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>23.00-04.30\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>04.30-05.30\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>05.30-23.00\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Sabtu\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>23.00-04.30\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Lembur – 07.00\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>c.Jam kerja akan disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan dengan mengacu 40\njam seminggu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 17 : Hari Libur dan Kerja Lembur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-schedulesrestpw\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SCHEDULE_trigger\">\u003Cp>Hari libur adalah hari istirahat bagi pekerja, yaitu 1 (satu) hari atau 2\n(dua) hari dalam seminggu, setelah melakukan pekerja selama 6 (enam) hari atau\n5 (lima) hari berturut-turut dan atau hari-hari yang oleh pemerintah ditetapkan\nsebagai hari libur atau sesuai dengan pengertian 7 (tujuh) group 3 (tiga) shift\nyang diatur berdasarkan perjanjian kerja bersama dengan ketentuan\npergeseran\u002Fperubahan hari libur setiap 8 (delapan) minggu sekali.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>1.Pekerjaan yang dilakukan pada hari libur, dinyatakan sebagai kerja\nlembur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Upah kerja lembur diperhitungkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pergeseran\u002Fperubahan hari libur mingguan, seperti dimaksudkan pada ayat 1\nmembawa akibat hilangnya hak libur pekerja pada salah satu grup\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Terhadap group yang kehilangan hak liburnya maka pekerja tersebut\ndiberikan kompensasi berupa 1 (satu) hari penuh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 18 : Perhitungan Upah Lembur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1_general\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype_general\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-OVERTIME_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype1\">\u003Cp>1.Upah kerja lembur mingguan\u002Fbulanan pada hari biasa ialah :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Upah lembur pada jam ke-1 pada hari biasa ialah 1,5 x upah\u002Fjam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Upah lembur pada jam ke-2 dan seterusnya ialah 2 x upah\u002Fjam\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowanceperc1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SUNDAY_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype1\">\u003Cp>2.Upah lembur pada hari ke-7 (tujuh) dan hari libur resmi adalah sbb:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Upah lembur pada jam ke-1 jam ke-7 adalah 2 x upah \u002Fjam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Upah lembur pada jam ke-8 adalah 3 x upah\u002Fjam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Upah lembur pada jam ke-9 dan seterusnya adalah 4 x upah\u002Fjam\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Untuk menghitung besarnya upah lembur\u002Fjam dipergunakan rumus sebagai\nberikut : 1\u002F173 x upah sebulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Kerja lembur baru dianggap sah, jika diperintahkan atau disetujui oleh\npejabat perusahaan yang berwenang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pembayaran upah lembur dilakukan bersamaan dengan pembayaran upah pada\nhari biasa.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB V : PEMBEBASAN DARI KEWAJIBAN BEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 19 : Absensi\u002FTidak Masuk Bekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SICDIS_trigger\">\u003Cp>1.Apabila pekerja tidak masuk bekerja karena sakit harus memberitahukan\nkepada atasan dengan membawa surat keterangan sakit dari dokter\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Apabila pekerja sakit, harus segera berobat ke dokter sesuai dengan kartu\npeserta BPJS Kesehatan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Dalam hal pekerja mangkir tidak bekerja paling sedikit dalam waktu 5\n(lima) hari kerja berturut-turut dan telah dipanggil oleh perusahaan\nsebanyak-banyaknya 2 (dua) kali secara tertulis tetapi pekerja tidak dapat\nmemberikan keterangan tertulis dengan bukti yang sah, maka pekerja tersebut\ndiklasifikasikan mengundurkan diri dan perusahaan dapat melakukan proses\npemutusan hubungan kerja sesuai dengan peraturan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 20 : Hari Libur Resmi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-bankholidays1\">\u003Cp>1.Hari libur resmi adalah hari libur yang ditetapkan\u002Fditentukan oleh\npemerintah RI\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAIDLEAV_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysdays\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysweeks\">\u003Cp>2.Cuti tahunan tersebut dibati 2 (dua) periode yaitu :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Periode ke-1 diberikan hak cuti selama 6 (enam) hari dalam rangka hari\nraya idul Fitri (Lebaran) dimulai 3 (tiga) hari sebelum hari raya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Periode ke-2 diberikan hak cuti selama 6 (enam) hari dalam rangka hari\nNatal dan Tahun Baru, dimulai setiap tanggal 24 Desember.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 21 : Istirahat Haid dan Istirahat Hamil\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-menstruationleave\">\u003Cp>1.Wanita pekerja mendapatkan istirahat haid pada waktu hari pertama dan hari\nkedua masa haid dengan mendapatkan upah penuh.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleavepayperc\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleavepay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveall\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleave\">\u003Cp>2.Bagi wanita yang akan melahirkan mendapatkan istirahat 1,5 bulan sebelum\nmelahirkan dan 1,5 bulan setelah melahirkan dengan mendapat upah penuh\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Bagi pekerja wanita yang bersangkutan, harus terlebih dahulu menyerahkan\nsurat-surat keterangan dari dokter\u002Fbidang yang merawatnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Apabila pekerja wanita yang hamil tersebut masih bekerja dan belum\nmengambil Hak cuti hamil sesuai dengan ketentuan ayat 2, maka apabila terjadi\nresiko kecelakaan menjadi tanggung jawab pekerja itu sendiri, dan perusahaan\ntidak dapat disalahkan dan tidak dapat dikenakan sanksi hukum.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 22 : Istirahat Gugur Kandungan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityotherclause\">\u003Cp>Bagi pekerja wanita yang mengalami gugur kandungan diberikan istirahat\nselama 1,5 bulan dengan mendapatkan upah penuh dengan disertai bukti-bukti dari\ndokter yang merawatnya. Apabila usia kehamilan sudah mencapai 2 bulan atau\nlebih.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 23 : Istirahat Dokter Karena Sakit\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdays\">\u003Cp>1.Perusahaan memberikan istirahat karena sakit sesuai dengan surat\nketerangan dokter yang merawat, buka dinyatakan perlu istirahat total paling\nlama 12 bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Bila pekerja yang sakit berkepanjangan telah melebihi waktu 12 bulan dan\ndinyatakan oleh dokter tidak mampu lagi untuk melaksanakan pekerjaan maka\nperusahaan dapat memutuskan hubungan kerja dan diproses sesuai peraturan\nPerundangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Bila pekerja yang sakit berkepanjangan dan dinyatakan sembuh oleh dokter\nyang merawat, serta mampu melaksanakan tugas pekerjaan sebagaimana biasanya,\nmaka pekerja tersebut tetap masuk lagi bekerja seperti biasa.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 24 : Ijin Meninggalkan Pekerjaan Dengan Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleave\">\u003Cp>1.Pekerja diberi ijin meninggalkan pekerjaan dengan menerima upah dalam hal\nsebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pernikahan pekerja sendiri = 3 (tiga) hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pernikahan anak kandung sendiri = 2 (dua) hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Khitanan\u002Fbabtisan anak kandung pekerja = 2 (dua) hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleaveduration\">\u003Cp>d.Istri pekerja melahirkan atau gugur kandungan = 2 (dua) hari\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelatives\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelativesleave\">\u003Cp>e.Istri\u002Fanak\u002Fsuami\u002Fmenantu orang tua\u002Fmertua pekerja meninggal dunia = 2\n(dua) hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Anggota keluarga terdekat meninggal dunia = 2 (dua) hari\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>g.Memenuhi panggilan resmi dari pemerintah sesuai jadwal panggilan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.Pekerja menjalankan ibadah yang diperintahkan agamanya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Ijin meninggalkan pekerjaan tersebut harus diperoleh terlebih daulu dari\nPerusahaan, kecuali keadaan mendesak bukti-bukti dan alasan-alasan tersebut\ndapat diajukan kemudian, pada hari pertama masuk kerja kembali.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Atas pertimbangan-pertimbangan perusahaan, ijin meninggalkan pekerjaan\ndiluar ketentuan tersebut diatas dapat diberikan tapi tanpa pembayaran upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Setiap pekerja yang meninggalkan pekerjaan tanpa ijin dari Perusahaan atau\ntanpa surat keterangan dan alasan-alasan yang dapat diterima oleh Perusahaan\ndianggap mangkir dan upahnya tidak dibayar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 25 : Ijin Meninggalkan Pekerjaan Tanpa Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pekerja dapat diijinkan untuk meninggalkan pekerjaan tanpa mendapat upah\njika alasan-alasan sebelumnya dapat diterima oleh perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja yang akan meninggalkan pekerjaannya untuk beberapa hari karena\nadanya keperluan keluarga, harus datang sendiri mengajukan permohonan ijin\nkepada Kepala Bagiannya dengan membawa surat untuk disetujui dan ditandatangani\noleh Kepala Bagiannya dan selanjutnya harus datang ke bagian personalia untuk\ndiketahui.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VI : KESEHATAN KERJA DAN KESELAMATAN KERJA\u002FPERLENGKAPAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 26 : Perlengkapan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetypolicy\">\u003Cp>1.Perusahaan menyediakan perlengkapan kerja dalam jumlah yang memadai.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Setiap pekerja selama jam-jam kerja wajib memakai alat kerja yang telah\ndisediakan oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Setiap pekerja wajib menjaga dan memelihara barang inventaris milik\nperusahaan dengan baik dan teliti.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Setiap pekerja wajib memakai pakaian seragam kerja yang telah diberikan\noleh perusahaan sebagai barang inventaris, apabila mengundurkan diri atau\nberhenti bekerja, seragam dikembalikan ke perusahaan dan atau bila seragam\ntidak bisa dikembalikan, maka akan dikenakan biaya penggantian sesuai dengan\nharga yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Setiap pekerja tidak diperkenankan membawa\u002Fmeminjamkan alat-alat kerja\nkeluar dari lingkungan perusahaan dengan dalih apapun, juga barang-barang\nmilik. Perusahaan atau milik pihak ketiga yang dipercayakan kepada perusahaan.\nBarang-barang yang termasuk berikut surat ijinnya tanpa diminta terlebih dahulu\ndan atas kemauan sendiri harus diperlihatkan kepada petugas jaga dipintu\nkeluar, bila dianggap perlu pekerja yang bersangkutan harus bersedia diperiksa\noleh petugas jaga yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 27 : Alat Pengaman Dan Alat Perlindungan Diri\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-protectiveclothing\">\u003Cp>1.Perusahaan harus memberikan alat pengaman ditempat-tempat kerja ataupun di\nmesin-mesin yang dianggap berbahaya bagi pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Perusahaan harus memberikan alat perlindungan diri bagi pekerja demi\nkeselamatan dan kesehatan kerja yang karena sifat pekerjaannya memerlukan alat\npelindung\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Pekerja diwajibkan merawat alat-alat tersebut dan menyimpan pada tempat\nyang telah ditentukan di bagian masing-masing\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Bagi pekerja yang alat pelindung diri rusak\u002Ftidak dapat dipergunakan lagi\nharus melapor pada atasan untuk mendapatkan pergantian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 28 : Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-monitoring\">\u003Cp>1.Perusahaan diwajibkan membentuk organisasi P2K3, sesuai dengan ketentuan\nUU No. 1 Tahun 1970.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Adapun keanggotaan P2K3 terdiri dari unsur-unsur perusahaan dan unsur\npekerja yang diketuai oleh pimpinan perusahaan atau mewakilinya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 29 : Lembaga Kerja Sama Bipartit\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan diwajibkan membentuk organisasi Lembaga Kerja Sama Bipartit,\nsesuai dengan UU No. 13 Tahun 2003\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Adapun keanggotaannya terdiri dari unsur perusahaan dan unsur pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VII : PENGUPAHAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 30 : Upah Minimum\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_provision\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-lowwageperiod\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-lowwageamount\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_government\">\u003Cp>1.Upah minimum untuk pekerja adalah sesuai dengan upah minimum yang\nditetapkan oleh pemerintah (Gubernur)\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Upah minimum hanya berlaku untuk pekerja masa percobaan\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Bagi pekerja yang telah melewati masa percobaan, maka upahnya akan\ndinaikkan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 31 : Komponen Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-WAGES_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-COMMUTE_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-commutingallowancetype1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-mealvoucherstype1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-MEALALL_trigger\">\u003Cp>1.Dasar perhitungan upah terdiri dari :\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Upah pokok\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Uang makan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Uang transport\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>2.Ketentuan upah untuk pekerja borongan terdiri dari :\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Upah hasil borongan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Uang makan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Uang transport\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>3.Bagi pekerja bulanan, upahnya diberikan pada setiap akhir bulan takwim\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 32 : Uang Jabatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Uang jabatan hanya diberikan kepada pekerja yang mempunyai jabatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Bagi pekerja yang mempunyai jabatan, kemudian pekerja tersebut\ndimutasi\u002Fdiganti maka secara otomatis uang jabatannya dicabut dari pekerja yang\ndimutasi\u002Fdiganti dan uang jabatan diberikan kepada yang menggantikan\nkedudukannya tersebut\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Tunjangan jabatan merupakan tunjangan tetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Yang disebut jabatan yaitu General Manager, Manager Produksi, Manager\nPersonalia, Wakil Personalia, Kepala Bagian, Wakil Kepala Bagian, Kepala Shift\ndan kepala Operator.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 33 : Tunjangan Kerja Shift\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-shiftallowancetype1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-shiftallowanceamount1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-shiftallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-NOCTPREM_trigger\">\u003Cp>1.Bagi pekerja yang bekerja dari jam 15.00 s\u002Fd 23.00 BBWI diberikan uang\ntunjangan kerja shift sore sebesar Rp.3.000\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Uang tunjangan kerja shift akan hilang apabila pekerja meninggalkan tugas\nsebelum waktunya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 34 : Tunjangan Hari Raya (THR)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-extrapayfirmperformance\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusdays1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype2\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE_trigger\">\u003Cp>1.Tiap-tiap tahun kepada pekerja diberikan Tunjangan Hari Raya yang besarnya\nminimal 1 bulan upah dan dibayarkan 1 minggu sebelum Hari Raya sesuai dengan\nperaturan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Yang dimaksud dengan hari raya adalah Hari Raya Indul Fitri\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 35 : Upah Selama Sakit\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspayperc\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspaytype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspay\">\u003Cp>1.Pekerja yang menderita sakit berkepanjangan sesuai dengan keterangan\ndokter, Upahnya akan dibayar sesuai dengan peraturan yang berlaku sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.4 bulan ke-1 dibayar sebesar 100% dari upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.4 bulan ke-2 dibayar sebesar 75% dari upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.4 bulan ke-3 dibayar sebesar 50% dari upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Untuk bulan selanjutnya dibayar 25% dari upah sebelum pemutusan hubungan\nkerja dilakukan oleh perusahaan\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilitypay\">\u003Cp>2.Bagi pekerja yang tidak mampu bekerja disebabkan karena kecelakaan kerja,\nupahnya akan dibayar sesuai ketentuan UU No.3 tahun 1992 adalah sbb:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.4 bulan ke-1 dibayar sebesar 100% dari upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.4 bulan ke-2 dibayar sebesar 75% dari upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.4 bulan ke-3 dibayar sebesar 50% dari upah\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Apabila menurut keterangan dokter, seorang pekerja sudah tak mungkin lagi\ndapat melaksanakan pekerjaannya, maka pekerja tersebut dinyatakan tidak mampu\nbekerja lagi karena tidak memenuhi syarat-syarat kesehatan sehingga hubungan\nkerjanya dapat diputuskan sesuai dengan UU No. 13 Tahun 2003 peraturan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 36 : Peninjauan Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasefirmperformance\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-STRUCINCR_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasetype\">\u003Cp>1.Perusahaan akan meninjau upah dengan mempertimbangkan\u002Fmengacu kepada :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Kenaikan UMP oleh pemerintah RI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Kemampuan Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Kebijakan pemerintah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Index Harga Konsumen (IHK)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Inflansi\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 37 : Tunjangan Bagi Pekerja Yang Ditahan Oleh Negara\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Bila pekerja ditahan oleh pihak yang berwajib, bukan atas pengaduan\nperusahaan maka perusahaan tidak wajib membayar upah tetapi wajib memberikan\nbantuan kepada keluarganya yang menjadi tanggungan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Adapun ketentuannya adalah sbb :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Untuk 1 orang tanggungan = 25% dari upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Untuk 2 orang tanggungan = 35% dari upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Untuk 3 orang tanggungan = 45% dari upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Untuk 4 orang tanggungan atau lebih = 50% dari upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Bantuan diberikan paling lama 6 (enam) bulan, terhitung sejak hari pertama\nPekerja tersebut ditahan oleh yang berwajib.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Dalam hal pekerja dibebaskan dari tahanan karena pengaduan perusahaan dan\nternyata tidak terbukti melakukan kesalahan, maka perusahaan wajib\nmempekerjakan kembali dengan upah penuh beserta hak-hak lainnya yang seharusnya\nditerima pekerja terhitung sejak pekerja ditahan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VIII : PENGOBATAN DAN PERAWATAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 38 : Pengobatan dan Perawatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccess\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccessrelatives\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-MEDICAL_trigger\">\u003Cp>1.Guna menjamin kesehatan para pekerja dan keluarga, Perusahaan bekerja sama\ndengan Puskesmas, Poliklinik atau Rumah Sakit sesuai dengan program BPJS\nKesehatan atau Poliklinik yang diadakan oleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Bagi pekerja yang menggunakan fasilitas kesehatan diatas terlebih dahulu\nmengajukan surat ijin\u002Fpengantar dari pihak perusahaan dan selanjutnya dapat\nberobat ke Puskesmas\u002FRumah Sakit yang ditunjuk.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Perusahaan tidak menanggung biaya perawatan\u002Fpegobatan dalam hal sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pengobatan atau perawatan tanpa sepengetahuan\u002Flegalisasi Dokter\nPerusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Penyakit kelamin, keturunan dan sejenisnya termasuk penyakit bawaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Penyakit akibat kecanduan narkotika atau alcohol\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Pengobatan dan perawatan yang tidak sesuai dengan peraturan yang\nditetapkan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Apabila pekerja harus dirawat atau opname di Rumah Sakit, maka biaya\nperawatan sesuai dengan ketentuan BPJS Kesehatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Dalam hal sakit, pekerja wajib menyerahkan surat ijin dokter dari\nPoliklinik, Puskesmas atau Rumah Sakit yang ditunjuk.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IX : BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL (BPJS)\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 39 : Jaminan Kecelakaan Kerja Dalam Hubungan Kerja dan Kecelakaan\nDiluar Hubungan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengertian kecelakaan dalam hubungan kerja adalah pekerja yang mengalami\nkecelakaan pada waktu :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pekerja berangkat ke tempat kerja\u002Fperusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pekerja yang sedang melaksanakan pekerjaan dalam lingkungan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Pekerja yang sedang mendapatkan jam istirahat sehabis bekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Pekerja yang sedang ditugaskan oleh perusahaan untuk melaksanakan\npekerjaan di dalam\u002Fdiluar kota\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Pekerja yang sedang pulang ke rumah sehabis bekerja dari perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilityfund\">\u003Cp>2.Dalam waktu hubungan kerja, pekerja mengalami kecelakaan maka, jaminan\nkecelakaan dapat diberikan kepada setiap pekerja yang mengalami kecelakaan\nsesuai dengan ketentuan yang berlaku pada BPJS Ketenagakerjaan, kelebihan biaya\nditanggung oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Pengertian kecelakaan di luar hubungan kerja ialah pekerja yang mengalami\nkecelakaan pada waktu:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pekerja yang sedang melakukan kegiatan yang tidak ada hubungannya dengan\npekerjaan di perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pekerjaan yang melakukan perjalanan ke dalam\u002Fluar kota yang tidak ada\nsangkut pautnya dengan tugas pekerjaan dari perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Perusahaan mengikutsertakan program Asuransi Kecelakaan Diluar jam kerja\nsesuai Surat Keputusan Gubernur DKI Jakarta No. 02 Tahun 1990 dan Perda No.06\nTahun 2004\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 40 : Jaminan Kematian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan telah mengikutsertakan jaminan kematian bagi pekerja kepada\nBPJS Ketenagakerjaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Adapun jaminan kematian diberikan sesuai dengan ketentuan yang telah\nditetapkan oleh BPJS Ketenagakerjaan UU No.24 Tahun 2011\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Perusahaan akan membantu mengurus klaim jaminan kematian pekerja kepada\nBPJS Ketenagakerjaan dalam hal administrasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 41 : Jaminan Hari Tua\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan telah mengikut sertakan seluruh pekerja, mengenai Jaminan Hari\nTua kepada BPJS Ketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Adapun jaminan hari tua akan diterima oleh seluruh pekerja sesuai dengan\nketentuan yang telah ditetapkan oleh BPJS Ketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 42 : Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Tenaga Kerja (JPKTK)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurancerelatives\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurance\">\u003Cp>1.Perusahaan telah mengikutsertakan mengenai Jaminan Pemeliharaan Kesehatan\nTenaga Kerja kepada BPJS Kesehatan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Bagi pekerja yang ingin memanfaatkan program JPKTK tersebut harus mematuhi\nperaturan yang telah ditetapkan oleh BPJS Kesehatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB X : KESEJAHTERAAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 43 : Tunjangan Kematian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Bila suami\u002Fistri\u002Forang tua kandung\u002Fanak kandung maksimum dua orang dari\npekerja meninggal dunia, Perusahaan memberikan uang duka kepada pekerja dalam\nbentuk :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Uang kubur sesuai dengan kebijaksanaan Perusahaan yaitu sebesar Rp.\n600.000 (Enam ratus ribu rupiah)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Santunan uang duka tersebut diberikan setelah pekerja yang bersangkutan\nmemberikan bukti photo copy Akta Kematian kepada Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pembayaran dilaksanakan pada akhir bulan secara kolektif.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 44 : Fasilitas Ibadah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan menyediakan fasilitas ibadah yang layak sesuai dengan kemampuan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Perusahaan memberikan kesempatan kepada para pekerja untuk\nberibadah\u002Fsebahyang di tempat yang telah disediakan oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pada hari Jumat perusahaan memberikan kesempatan pada pekerja untuk sholat\nJumat di Masjid dari jam 11.30 – 13.00 BBWI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 45 : Tunjangan Pernikahan Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Bagi pekerja yang melangsungkan pernikahan, perusahaan memberikan sumbangan\npernikahan sesuai dengan kebijaksanaan perusahaan sebesar Rp. 500.000,- (lima\nratus ribu rupiah) dengan ketentuan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pernikahan pertama dan akhir\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Memberikan photo copy surat nikah dari KUA atau Kantor Catatan Sipil atau\nPemerintah setempat sesuai dengan ijin nikah dari perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Yang berhak atas sumbangan pernikahan adalah pekerja yang sudah bekerja\nselama satu tahun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Apabila pekerja tersebut menikah dengan pekerja lainnya didalam satu\nperusahaan maka keduanya berhak atas sumbangan pernikahan dan apabila keduanya\nbekerja dalam satu divisi\u002Fbagian maka salah satunya dimutasikan ke bagian\nlain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pembayaran dilaksanakan pada akhir bulan secara kolektif\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 46 : Tunjangan Beasiswa Bagi Anak Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-educationtuition\">\u003Cp>Perusahaan memberikan tunjangan bea siswa kepada anak pekerja yang mempunyai\nprestasi atau ranking pertama disekolahnya pada awal tahun pelajaran sesuai\ndengan tingkat sekolah :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.SD: Rp. 200.000,-\u002Ftahun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.SMTP: Rp. 300.000,-\u002Ftahun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.SLTA: Rp. 400.000,-\u002Ftahun\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Dengan ketentuan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Masih menjalani pendidikan di jenjang SD, SMTP, SLTA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Menyerahkan photo copy surat keterangan ranking atau raport terakhir dari\nsekolah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Untuk point 1 dan 2 dibuktikan dengan surat keterangan dari sekolah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Beasiswa diberikan kepada anak dari karyawan yang telah mencapai masa\nkerja 3 (tiga) tahun atau lebih.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Merupakan anak sah dari pekerja yang dibuktikan dengan akta kelahiran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Pengajuan paling lambat 2 (dua) minggu setelah kenaikan kelas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 47 : Bantuan Melahirkan atau Bersalin\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Bagi pekerja atau istri pekerja yang melahirkan, perusahaan memberikan\nbantuan biaya melahirkan atau persalinan sebesar Rp. 300.00,- dengan ketentuan\nsbb:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pengajuan paling lambat 2 bulan setelah pekerja\u002Fistri pekerja\nmelahirkan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Menyerahkan bukti surat keterangan melahirkan\u002Fphoto copy dari dokter,\nbidan, Puskesmas, klinik bersalin atau instansi yang bersangkutan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Bantuan\u002Ftunjangan melahirkan tersebut diberikan kepada pekerja yang telah\nmencapai masa kerja diatas 3 tahun dan hanya diberikan sampai dengan anak\nke-3\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Bagi pekerja yang mengundurkan diri\u002Fkeluar dari perusahaan setelah\nmelahirkan maka berhak atas tunjangan tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Dalam hal pekerja atau istri pekerja, bekerja dalam satu perusahaan yang\nsama maka, bantuan tersebut diberikan hanya kepada salah satu pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 48 : Olah Raga dan Kesehatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Untuk mengembangkan olah raga dan kesenian, Perusahaan memberikan bantuan\nsarana dan fasilitas yang disesuaikan dengan kemampuan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 49 : Wisata\u002FRekreasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Darma wisata\u002Frekreasi tahunan dilaksanakan dengan dibiayai oleh Perusahaan\ndan dikelola oleh PUK SP TSK SPSI PT. Harindotama Mandiri bersama dengan pihak\nperusahaan dengan ketentuan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Disesuaikan dengan situasi dan kondisi Perusahaan\u002FUmum\u002FNegara\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Diajukan kepada Pimpinan Perusahaan 2 (dua) bulan sebelum hari\u002Ftanggal\npelaksanaan kegiatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Dilaksanakan pada hari sabtu, untuk mengganti hari kerja Sabtu tersebut\ndilaksanakan pada hari minggu sebelumnya tanpa mengurangi\u002Fmenambah hak-hak hari\ntersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 50 : Kesempatan Menyusui Anak\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-breastfeeding_workingtime\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-nursingmothers\">\u003Cp>Disadari bahwa air susu ibu sangat penting artinya bagi pemenuhan gizi\ngenerasi penerus, mengingat kewajiban pekerja untuk bekerja di perusahaan dapat\nmengganggu\u002Fmengurangi kesempatan sang ibu untuk menyusui anaknya, maka apabila\njam untuk menyusui bertepatan dengan jam kerja, perusahaan memberikan\nkesempatan sewajarnya kepada pekerja untuk menyusui, apabila sang bayi dibawa\nke lokasi perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 51 : Koperasi Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Koperasi Pekerja adalah merupakan sarana untuk membantu meningkatkan\nkesejahteraan kaum pekerja dan keluarganya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Untuk itu dalam melaksanakan program kerja\u002Ftata kerja koperasi adalah\nmerupakan tanggungjawab pengurus koperasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Anggaran dasar dan anggaran rumah tangga koperasi diatur sendiri oleh\npengurus koperasi dan disahkan dalam rapat anggota.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Perusahaan akan berusaha membantu menyediakan ruangan\u002Fkantor untuk\nkoperasi, membantu\u002Fmemberikan pinjaman dana dengan bunga rendah\u002Ftanpa bunga\natau memberikan hibah demi kelancaran operasional koperasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Perusahaan memberikan dispensasi kepada pengurus koperasi secara\nbergantian untuk mengelola koperasi 2 kali seminggu tidak melebihi 2 jam\nsehari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XI : TATA TERTIB\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 52 : Disiplin Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pekerja harus datang, istirahat dan pulang tepat pada waktunya serta\nmengerjakan pekerjaan dengan baik, jujur sesuai dengan standar kerja yang\nditetapkan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Bagi pekerja yang sengaja\u002Ftidak sengaja melanggar kewajiban dan tanggung\njawab akan diberikan surat peringatan sekurang-kurangnya 3 kali. Sebelum\nperingatan terakhir yang dapat mengakibatkan pemutusan hubungan kerja dari\nperusahaan sesuai dengan peraturan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Baik perusahaan maupun SP.TSK PT. Harindotama Mandiri akan mengusahakan\nsepenuhnya menegakkan disiplin kerja bagi setiap pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Dalam tindakan terhadap pelanggaran disiplin kerja, pihak perusahaan\nselalu memberitahukan secara tertulis kepada SP.TSK PT. Harindotama Mandiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Selalu menjaga kebersihan tempat kerja dan mempunyai inisiatif dalam\nmencegah kemungkinan timbulnya kerusakan-kerusakan yang merugikan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Terlebih dahulu mendapat ijin dari atasan dalam menerapkan cara kerja\nbaru\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Pekerja yang tidak memenuhi disiplin kerja, kewajiban dan tanggung jawab\nseperti tersebut diatas akan dikenakan sanksi oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 53 : Ketertiban dan Keamanan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Untuk menjaga ketertiban dan keamanan dalam kompleks perusahaan maka\nperusahaan dapat mengadakan pemeriksaan, penggeledahan sewaktu-waktu bila\ndiperlukan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Tanpa ijin perusahaan tidak diperkenankan dalam kompleks perusahaan untuk\n:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Mengadakan rapat-rapat\u002Fpertemua-pertemuan dan semacamnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Menyebarkan\u002Fmengadakan tulisan dan hal-hal lainnya yang bersifat\npropaganda\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Mematuhi petunjuk-petunjuk kerja yang diberikan atasan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Wajib segera melaporkan kepada pimpinan perusahaan\u002Fatasannya bila\nmengetahui hal-hal yang dapat menimbulkan bahaya atau kerugian baik terhadap\nteman sekerja maupun perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Setiap pekerja wajib memeriksa\u002Fmemelihara semua alat-alat kerja\nmasing-masing sebelum mulai dan sesudah bekerja atau yang akan meninggalkan\npekerjaannya, sehingga benar-benar tidak sampai menimbulkan kerusakan\u002Fbahaya\nyang mengganggu pekerjaan pekerja lainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Tidak diperkenankan berada di ruangan pekerja yang bukan bagiannya kecuali\nada urusan dinas dan sudah diketahui oleh atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Pekerja yang masuk\u002Fpulang bekerja wajib mengabsenkan kartu absensi\nkepunyaan diri sendiri, dilarang keras mengabsenkan kartu kepunyaan orang\nlain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Pengambilan upah\u002Fgaji pekerja selalu pada diluar jam kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 54 : Keluar Masuk Kompleks Perusahaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Keluar masuk kompleks perusahaan harus melalui pintu yang telah ditentukan\ndalam pengawasan Satpam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Setiap pekerja harus memakai pakaian seragam perusahaan, setiap hari yang\ntelah ditentukan apabila diminta oleh bagian keamanan, pekerja harus dapat\nmemperlihatkan kartu pengenal\u002FID pengenal.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja dilarang masuk kompleks perusahaan, apabila :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Dalam keadaan mabuk\u002Fmenderita suatu penyakit menular\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Membawa senjata api\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Tidak memakai pakaian seragam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pekerja yang tanpa ijin dan menolak penggeledahan yang dilakukan oleh\nbagian keamanan dilarang masuk kompleks perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pekerja tidak diperkenankan membawa keluar barang-barang milik perusahaan\ntanpa ijin dari perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Pengeluaran barang-barang akan diperkenankan apabila ada dokumen yang\nmelindungi surat perintah resmi dari perusahaan untuk pengeluaran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 55 : Terlambat Masuk Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Apabila pekerja terlambat masuk kerja sampai 15 menit, tidak diperkenankan\nmasuk kerja, kecuali ada ijin dari atasan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja yang terlambat 3 (tiga) kali berturut-turut dalam jangka waktu 1\nminggu selama lebih dari 15 menit tanpa suatu alas an yang dapat dibenarkan\nakan dikenakan sanksi oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja tidak diperkenankan pulang atau istirahat sebelum waktunya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pekerja tidak diperbolehkan meninggalkan ruangan kerjanya tanpa seijin\natasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pekerja yang akan meminta ijin untuk meninggalkan pekerjaannya sewaktu jam\nkerja, harus memberitahukan kepada atasannya untuk keperluan dan perkiraan\nwaktu yang diperlukan, Apabila melebihi waktu yang telah ditentukan maka kepada\npekerja tersebut harus dapat memberitahukan alasan-alasannya yang dapat\nditerima\u002Fdipertanggungjawabkan. Apabila terbukti menyalahgunakan \u002Fmemanipulasi\nwaktu ijin yang diberikan maka kepada pekerja tersebut dapat diberikan\nsanksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 56 : Pemberian Surat Peringatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan dapat memberikan surat peringatan kepada setiap pekerja yang\nmelanggar tata tertib dan disiplin kerja antara lain:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Sering terlambat atau pulang mendahului waktu yang telah ditentukan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Tidak mematuhi ketentuan kerja\u002Fpetunjuk atasan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Menolak perintah yang layak\u002Fwajar\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Melalaikan kewajiban secara serampangan\u002Fceroboh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Merubah\u002Fmembuat tanda pengenal kartu pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Mengadakan rapat atau memasang gambar-gambar\u002Fplakat-plakat dan slogan\ndidalam kompleks perusahaan, tanpa seijin perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Bertindak kurang hati-hati sehingga menggannggu pekerjaan pekerja\nlainnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.Bertindak kurang hati-hati sehingga menimbulkan kerugian pada\nperusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i.Membuat api dalam komplek perusahaan tanpa seijin perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>j.Bersifat malas dalam melakukan perintah atasan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>k.Merokok ditempat-tempat terlarang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>l.Menghasut rekan sekerja untuk membuat hal-hal yang melanggar peraturan\nPerjanjian Kerja Bersama\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>m.Pekerja yang lalai melaksanakan kewajibannya suka bolos\u002Fmangkir lebih 1\nhari dalam 1 bulan atau 1 hari bolos dalam setiap 2 bulan berturut-turut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>n.Bersenda gurau\u002Fmengganggu pekerja orang lain\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>o.Berteriak-teriak\u002Fbersuit-suitan sehingga mengganggu suasana kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>p.Menyalahgunakan surat ijin keterangan dokter atau merubah\u002Fmemalsukan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>q.Tukar shift tanpa seijin kepada bagian\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Kepada pekerja yang melakukan pelanggaran tata tertib, perusahaan akan\nmemberikan surat peringatan secara tertulis yaitu :\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Surat peringatan ke -1 (pertama)\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Surat peringatan ke -2 (kedua)\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Surat peringatan ke -3 (ketiga)\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>3.Surat peringatan tidak perlu diberikan secara urutan-urutannya, tetapi\ndapat dinilai menurut besar kecilnya kesalahan yang dilakukan oleh pekerja\ntersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Masing-masing surat peringatan mempunyai masa berlaku 6 (enam) bulan dan\napabila ternyata yang bersangkutan masih melakukan pelanggaran lagi pada saat\nberlakunya surat peringatan terakhir maka kepadanya dapat diputuskan hubungan\nkerja dan dilaksanakan sesuai dengan peraturan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Setiap surat peringatan yang diberikan kepada pekerja, perusahaan akan\nmemberikan salinannya kepada SP.TSK PT. Harindotama Mandiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 57 : Skorsing Pembebasan Tugas Sementara\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Dalam proses penyelesaian kasus\u002Fpelanggaran, perusahaan dapat mengambil\ntindakan skorsing\u002Fpembebasan tugas sementara apabila syarat tindakan skorsing\nterpenuhi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Skorsing\u002Fpembebasan tugas sementara harus diberikan secara tertulis dengan\nalas an yang jelas dan disampaikan kepada pekerja yang bersangkutan dengan\ntembusan disampaikan kepada SP.TSK PT. Harindotama Mandiri, dan pekerja yang\nbersangkutan harus diberikan kesempatan untuk membela diri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Setelah skorsing sambil menunggu keputusan Pengadilan Hubungan Industrial,\nupah pekerja dibayarkan sesuai dengan peraturan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pekerja yang bersangkutan tetap berhak mendapatkan perawatan kesehatan\nyang diberikan oleh PT. Jamsostek (persero).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XII : PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 58 : Prinsip Dasar Pemutusan Hubungan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pada prinsipnya perusahaan PT. Harindotama Mandiri dengan segala daya\nupayanya harus mengusahakan agar jangan terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK)\ndengan melakukan pembinaan terhadap pekerja yang bersangkutan atau dengan\nmemperbaiki kondisi perusahaan dengan melakukan langkah-langkah efisiensi untuk\nmenyelamatkan perusahaan dan memandang perlu terhadap pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Bila setelah diadakan segala usaha, pemutusan hubungan kerja tidak dapat\ndihindarkan, perusahaan PT. Harindotama Mandiri harus merundingkan maksudnya\nuntuk memutuskan hubungan kerja pekerja tersebut dengan pihak SP.TSK PT.\nHarindotama Mandiri terlebih dahulu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Jika dalam perundingan tidak mencapai kata sepakat, maka segala\npermasalahan akan diselesaikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 59 : Putus Hubungan Kerja Dalam Masa Percobaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Bila pekerja masih dalam masa percobaan dan ternyata pekerja tersebut\ntidak sesuai dengan keinginan perusahaan, maka perusahaan dapat memutuskan\nhubungan kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pemutusan hubungan kerja dalam masa percobaan, maka perusahaan tidak\ndiwajibkan memberikan ganti rugi apapun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 60 : Pemutusan Hubungan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Bagi pekerja yang telah melakukan pelanggaran sebagaimana dimaksud pada\npasal 41, maka perusahaan dapat memutuskan hubungan kerjanya dan diberikan uang\npisah yang besarnya sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Masa kerja 5 tahun atau lebih tetapi kurang dari 10 tahun : ½ bulan\nupah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Masa kerja 10 tahun atau lebih tetapi kurang dari 15 tahun : 1 bulan\nupah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Masa kerja 15 tahun atau lebih tetapi kurang dari 20 tahun : 1 ½ bulan\nupah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Masa kerja 20 tahun keatas : 2 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Bagi pekerja yang mengundurkan diri secara baik, berhak atas uang pisah\ndengan ketentuan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Masa kerja 3 tahun – 6 tahun sebesar 2 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Masa kerja 6 tahun – 9 tahun sebesar 3 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Masa kerja 9 tahun – 12 tahun sebesar 4 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Masa kerja 12 tahun – 15 tahun sebesar 5 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Masa kerja 15 tahun – 18 tahun sebesar 6 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Masa kerja 18 tahun – 21 tahun sebesar 7 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Masa kerja 21 tahun – 24 tahun sebesar 8 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.Masa kerja 24 tahun atau lebih sebesar 10 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pengunduran diri secara baik sebagaimana diatur dalam ayat 2 (dua) harus\nmemenuhi syarat-syarat sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pekerja atau buruh mengajukan pengunduran diri secara tertulis disertai\nalasan selambat-lambatnya 30 hari sebelum mengundurkan diri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pekerja atau buruh tetap melaksanakan kewajibannya sampai tanggal mulai\nmengundurkan diri\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Telah diberikan pelatihan terhadap pekerja\u002Fburuh yang akan\nmenggantikannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Melakukan pertanggungjawaban dan serah terima atas tugas-tugasnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Dalam hal pengunduran diri tidak memenuhi ketentuan sebagaimana diatur\ndalam ayat 3 (tiga) diatas, maka pekerja tidak berhak atas uang pisah dan\ndianggap melepaskan haknya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number_1_tenure\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight focus\" id=\"clause-severance_number\">\u003Cp>5.Ketentuan pemberian uang pesangon dan uang masa kerja dan penggantian\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Hak berpedoman pada ketentuan peraturan Undang-undang No.13 Tahun 2003 pasal\n156 ayat 2, 3 dan 4\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Besarnya uang pesangon paling sedikit adalah\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>a.Masa kerja kurang dari 1 tahun = 1 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Masa kerja 1 tahun atau kurang dari 2 tahun = 2 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Masa kerja 2 tahun atau kurang dari 3 tahun = 3 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Masa kerja 3 tahun atau kurang dari 4 tahun = 4 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Masa kerja 4 tahun atau kurang dari 5 tahun = 5 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Masa kerja 5 tahun atau kurang dari 6 tahun = 6 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Masa kerja 6 tahun atau kurang dari 7 tahun = 7 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.Masa kerja 7 tahun atau kurang dari 8 tahun = 8 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i.Masa kerja 8 tahun atau lebih9 bulan upah\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Besarnya uang penghargaan adalah sebagai berikut :\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>a.Masa kerja 3 tahun – 6 tahun sebesar 2 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Masa kerja 6 tahun – 9 tahun sebesar 3 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Masa kerja 9 tahun – 12 tahun sebesar 4 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Masa kerja 12 tahun – 15 tahun sebesar 5 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Masa kerja 15 tahun – 18 tahun sebesar 6 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Masa kerja 18 tahun – 21 tahun sebesar 7 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Masa kerja 21 tahun – 24 tahun sebesar 8 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.Masa kerja 24 tahun atau lebih sebesar 10 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Uang penggantian hak meliputi :\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>a.Cuti tahunan yang belum diambil\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Ongkos pulang ditempat pekerja tersebut diterima bekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Penggantian perumahan, perawatan dan pengobatan ditetapkan 15% dari uang\npesangon dan atau uang penghargaan masa kerja bagi yang memenuhi syarat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 61 : Meninggal Dunia\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpay\">\u003Cp>Dalam hal pekerja meninggal dunia baik di dalam maupun di luar hubungan\nkerja perusahaan memberikan santunan berupa uang kepada ahli warisnya sebagai\nberikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Upah pada bulan berjalan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpayamount\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpaytype\">\u003Cp>2.Sumbangan ongkos penguburan sesuai kebijaksanaan perusahaan yaitu Rp.\n600.000,00 (enam ratus ribu rupiah)\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Uang duka yang besarnya disesuaikan dengan masa kerjanya dengan berpedoman\ndengan undang-undang No.13 Tahun 2003\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4.Santunan berdasarkan program BPJS Ketenagakerjaan sesuai dengan ketentuan\nUndang-undang No. 24 Tahun 2011 Jo Peraturan Pemerintah No. 14 Tahun 1993\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 62 : Putus Hubungan Kerja Karena Pekerja Sakit Berkepanjangan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pada prinsipnya dalam keadaan sakit menurut keterangan dokter dilarang\ndiputuskan hubungan kerjanya, selama tidak melampaui waktu 12 bulan terus\nmenerus.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Apabila pekerja sakit berkepanjangan hingga melampaui waktu 12 bulan dan\ndinyatakan oleh dokter yang merawat bahwa pekerja tersebut tidak bisa\nmelaksanakan tugas pekerjaan, maka pekerja tersebut dapat diputuskan hubungan\nkerjanya oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdaysnr\">\u003Cp>3.Apabila setelah lewat 12 (dua belas) bulan, pekerja ternyata belum mampu\nmasuk kerja, maka perusahaan akan memutuskan hubungan kerja dengan pekerja yang\nbersangkutan sesuai dengan ketentuan Undang-undang No. 13 Tahun 2003.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 63 : Larangan-Larangan Bagi Karyawan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Setiap pekerja dilarang menerima tamu, kecuali sifatnya mendesak\u002Fpenting\ndan dengan ijin dari perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Setiap pekerja tidak diperkenankan menggunakan peralatan-peralatan kerja\natau fasilitas lainnya milik perusahaan untuk kepentingan pribadi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Setiap pekerja dilarang membawa\u002Fmenggunakan barang milik perusahaan keluar\nlingkungan perusahaan tanpa ijin atasan atau pimpinan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Setiap pekerja dilarang melakukanpekerjaan yang bukan tugasnya dan tidak\ndiperkenankan memasuki ruangan yang bukan bagiannya kecuali atas perintah ijin\natasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Setiap pekerja dilarang menyimpan, menjual\u002Fmemperdagangkan baran-barang\nberupa apapun atau mengedarkan daftar dukungan, menempelkan atau mengedarkan\nposter-poster yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaannya tanpa ijin\npimpinan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-violence\">\u003Cp>6.Setiap pekerja dilarang minum minuman keras, mabuk ditempat kerja,\nmembawa\u002Fmenyimpan dan menyalahgunakan bahan narkoba melakukan segala perjudian\ndan bertengkar atau berkelahi dengan teman sekerja\u002Fatasannya di dalam\nlingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>7.Setiap pekerja dilarang membawa senjata tajam, senjata api atau\nbarang-barang berbahaya lainnya ke dalam lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Setiap pekerja dilarang melakukan tindakan asusila\u002Famoral di tempat\nkerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Setiap pekerja dilarang meletakkan secara serampangan bahan\u002Fhasil produksi\ndan alat-alat kerja dapat menimbulkan malapetaka, misalnya kebakaran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Setiap pekerja dilarang mencoret-coret dinding\u002Flingkungan\npabrik\u002Fperusahaan, membuang ludah, kotoran atau sampah tidak pada tempatnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11.Setiap pekerja dilarang keras merokok dilingkungan pabrik\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12.Pada waktu jam istirahat apalagi selama jam kerja pekerja dilarang keras\nmengambil istirahat\u002F tidur didalam ruang kerja dan dilingkungan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13.Setiap pekerja dilarang keras untuk dan atas nama pribadi minta waktu\natau menerima sesuatu, kapanpun dan bentuk apapun, dimanapun secara langsung\nmaupun tidak secara langsung kepada atau dari siapapun dalam tugasnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14.Pekerja yang dinas luar yang membawa alat-alat dan bahan ke tempat\nkerjanya harus bertanggung jawab atau kemanan barang tersebut. Bila terjadi\nkehilangan atau kecerobohan, maka yang bersangkutan karena kelalaiannya harus\nbertanggung jawab sepenuhnya atas kerugian yang disebabkan olehnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 64 : Pelanggaran Tata Tertib Yang Dapat Mengakibatkan Pemutusan\nHubungan Kerja Karena Alasan Yang Mendesak\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Setiap pekerja yang melakukan pelanggaran terhadap tata tertib perusahaan,\npelanggaran hukum atau merugikan perusahaan dapat dikenakan sanksi pemutusan\nhubungan kerja (PHK) dan dilaksanakan sesuai dengan prosedur Undang-undang No.\n13 Tahun 2003, yaitu:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Penipuan, pencurian dan penggelapan barang atau milik pengusaha atau milik\nteman sekerja atau milik pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Memberikan keterangan palsu atau yang dipalsukan sehingga dapat merugikan\nperusahaan dan kepentingan Negara\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Mabuk, minum minuman keras yang memabukkan, madat, memakai obat bius atau\nmenyalahgunakan obat-obatan perangsang lainnya di tempat kerja yang dilarang\noleh peraturan perundang-undangan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Melakukan perbuatan asusila atau melakukan perjudian ditempat kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Melakukan tindakan kejahatan misalnya menyerang mengintimidasi atau menipu\npengusaha atau teman sekerja dan memperdagangkan barang terlarang dilingkungan\nperusahaan maupun diluar perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Menganiaya, mengancam secara fisik atau mental, menghina secara kasar\npengusaha atau keluarga pengusaha atau teman sekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Membujuk, menghasut pengusaha atau teman sekerja untuk melakukan sesuatu\npekerjaan yang bertentangan dengan hukum atau kesusilaan serta peraturan\nperundangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Dengan ceroboh atau sengaja merusak atau membiarkan diri atau teman\nsekerja dalam keadaan bahaya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Membongkar atau membocorkan rahasia perusahaan atau mencemarkan nama baik\nperusahaan dan atau keluarga pengusaha yang seharusnya dirahasiakan kecuali\nuntuk kepentingan Negara.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Mengadakan pemogokan kerja dan atau segala perbuatan yang bersifat\nsabotase\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11.Bekerja pada dua perusahaan atau lebih yang berbeda kecuali mendapat ijin\ntertulis dari pimpinan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 65 : Scorsing\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Scorsing dapat dikenakan kepada setiap pekerja yang melakukan pelanggaran\nterhadap tata tertib kerja atau tidak menjalankan kewajiban sebagaimana\nmestinya atau tindakan yang merugikan perusahaan dan dilaksanakan sebagai\nscorsing yang dianggap mendidik.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Jangka waktu scorsing yang sifatnya mendidik paling lama 1 (satu) bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Selama masa scorsing pekerja diwajibkan absen dan berada dilingkungan\nperusahaan selama jam kerja yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 66 : Mangkir\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Apabila pekerja tidak masuk kerja dengan alasan atau tanpa alasan yang\ndapat diterima oleh perusahaan, maka pekerja tersebut dianggap mangkir dan\nkepadanya tidak dibayar upah hari tersebut\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Apabila pekerja mangkir selama 5 (lima) hari kerja berturut-turut tanpa\nketerangan secara tertulis dan telah dipanggil 2 (dua) kali secara patut oleh\nperusahaan maka pekerja tersebut dianggap\u002Fdikualifikasikan mengundurkan\ndiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 67 : Putus Hubungan Kerja Karena Indispliner\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perusahaan dapat melakukan tindakan proses PHK kepada pekerja yang melakukan\ntindakan indispliner secara sengaja dalam hal sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pekerja menolak perintah yang layak walaupun telah diperingatkan\nberkali-kali baik secara lisan maupun tertulis.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pekerja dijatuhi hubuman pidana oleh pengadilan karena melakukan tindakan\nkejahatan pidana\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Pekerja tidak cakap dalam melakukan pekerjaan walaupun sudah dicoba\ndibagian lainnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Kondisi kerja dari pekerja yang bersangkutan tidak memuaskan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Pekerja yang membujuk\u002Fmemikat teman sekerja untuk berbuat sesuatu yang\nmelanggar hukum\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Alasan lain yang tidak dapat dihindarkan, tetapi tidak bertentangan dengan\nUU yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XIII : KELUH KESAH KARYAWAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 68 : Penyelesaian Keluh Kesah Karyawan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Apabila terjadi keluh kesah dari pekerja atas hubungan kerja,\nsyarat-syarat kerja dan keadaan ketenagakerjaan lainnya sedapat mungkin\ndiselesaikan dengan atasan langsung dan apabila tidak dapat diselesaikan agar\ndisampaikan kepada pimpinan yang lebih tinggi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Bila mana prosedur tersebut diatas telah dijalankan tanpa hasil yang\nmemuaskan, Serikat Kerja menyelesaikan persoalan bersama-sama dengan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Apabila prosedur tersebut belum juga memberikan hasil memuaskan, maka\npersoalan dapat diteruskan sesuai dengan prosedur Undang-Undang No. 13 Tahun\n2003 Jo UU No. 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan\nIndustrial.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 69 : Penghargaan Masa Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perusahaan memberikan penghargaan kepada pekerja atas masa buktinya sesuai\ndengan masa kerja tertentu dan diberikan dalam bentuk barang senilai nominal\nsebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Masa kerja 10 (sepuluh) tahun = Rp. 250.000,00\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Masa kerja 15 (lima belas) tahun = Rp. 500.000,00\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Masa kerja 20 (dua puluh) tahun = Rp. 1.000.000,00\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Masa kerja 25 (dua puluh lima) = Rp. 1.500.000,00\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Masa kerja 30 (tiga puluh) = Rp. 2.500.000,00\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 70 : Pensiun\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-pensionfund\">\u003Cp>Pekerja yang telah memiliki usia 55 (lima puluh lima) tahun berhak atas\npensiun sesuai UU No. 13 tahun 2003\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XIV : PELAKSANAAN DAN PENUTUP\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 71 : Jangka Berlaku PKB\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end_date\">\u003Cp>1.PKB ini mulai berlaku sejak ditanda tangani oleh kedua belah pihak untuk\njangka waktu selama 2 tahun\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Apabila kedua belah pihak sepakat, PKB ini dapat diperpanjang paling lama\nselama 1 (satu) tahun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Jika salah satu pihak menghendaki diadakan perundingan baru, maka pihak\nlainnya harus memberitahukan secara tertulis paling lambat 3 (tiga) bulan\nsebelum masa berlakunya PKB ini habis.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Setelah berakhir masa berlakunya PKB ini akan tetapi PKB yang baru belum\ntercapai\u002Fselesai, maka PKB ini tetap berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.PKB ini disetujui dan ditanda tangani pada tanggal yang ditetapkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 72 : Penyebarluasan PKB\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Sesuai dengan fungsi PKB yang menjelaskan tentang hak dan kewajiban baik\nbagi pekerja maupun bagi perusahaan, serta menetapkan syarat-syarat kerja para\npekerja, maka perlu adanya penyerbarluasan PKB dengan tujuan sebagai berikut\n:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Agar semua pihak mengetahui akan hak dan kewajibannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Agar semua pihak lebih siap untuk menjalankan atau melaksanakan isi PKB\nsecara murni dan konsekuen\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Adapun semua biaya pembuatan ditanggung perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 73 : Sanksi Pelanggaran\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Agar semua pihak mematuhi\u002Fkonsekwen dalam menjalankan atau melaksanakan yang\ntelah disepakati bersama\u002FPKB, maka perlu adanya sanksi bagi pihak yang\nmelanggar isi dari kesepakatan kerja bersama tersebut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Bagi pekerja yang melanggar ketentuan yang ada dalam PKB, maka perusahaan\ndapat menjatuhkan sanksi terhadap pekerja tersebut sesuai dengan\npelanggarannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Bila perusahaan melanggar ketentuan-ketentuan yang ada dalam PKB, maka\nperusahaan dikenakan sanksi\u002Fdenda oleh pihak yang merasa dirugikan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 74 : Pelaksanaan PKB\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama ini wajib dilaksanakan secara murni dan konsekwen\nbaik oleh pekerja maupun oleh perusahaan dengan penuh rasa tanggung jawab dan\nsaling menghargai dan menghormati dalam melaksanakan yang telah sama-sama\ndisepakati.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 75 : Penutup\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Apabila ada hal-hal yang belum diatur dalam perjanjian kerja bersama ini,\nmaka akan diatur tersediri tidak menunggu masa berlakunya PKB ini habis dan\napabila ada masalah yang timbul akan diselesaikan secara musyawarah untuk\nmencapai mufakat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Apabila ada UU yang dalam PKB, ini dicabut\u002Fdibekukan oleh pemerintah, maka\nakan diberlakukan UU yang baru.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Bilamana dikemudian hari anggota-anggota pengurus serikat pekerja dan\nperusahaan yang membuat dan menandatangani PKB ini mengundurkan diri atau\nmeninggal dunia, maka PKB ini tetap berlaku sampai dengan batas masa berlakunya\nhabis.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start_date\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbaratificationdate\">\u003Cp>Ditandatangani di : Jakarta\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pada tanggal: 30 Mei 2016\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbamemother\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-casignemployees\">\u003Cp>PIHAK-PIHAK YANG MENGADAKAN PERJANJIAN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PIMPINAN PT. HARINDOTAMA MANDIRI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Hardi Wirya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Direktur Utama\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Linawati Kirana\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Direktur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PUK SPSI PT. HARINDOTAMA MANDIRI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Idris Haji\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ketua\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ade Syafrudin\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sekretaris\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>MENGETAHUI,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>KEPALA SUKU DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>KOTA ADMINISTRASI JAKARTA BARAT\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Drs. H. Suhari.Msi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>NIP. 19610415.1983091.001\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\n\n            \n            ",{"contracttrialperiod":46,"extrapayfirmperformance":50,"deathrelativesleave":54,"dayspweek":58,"funeralpay":62,"OVERTIME_trigger":66,"LOWWAGE_provision":70,"maxsicknesspayperc":74,"wageincreasetype":78,"severance_number_1_tenure":82,"funeralpaytype":86,"casignemployees":90,"schedulesrestpw":94,"sundayallowancetype1":98,"paidmaternityleaveall":102,"breastfeeding_workingtime":106,"incidentalbonustype2":110,"NOCTPREM_trigger":112,"shiftallowanceamount1":116,"coverunion_trigger":118,"menstruationleave":122,"contractseverancepay1":126,"cbaratificationdate":128,"funeralpayamount":132,"hourspday_select":134,"maxsicknesspay":137,"ONCERISE_trigger":139,"STRUCINCR_trigger":141,"nursingmothers":143,"severance":145,"pensionfund":147,"WORKHOURS_trigger":151,"LOWWAGE_government":153,"WAGES_trigger":156,"TRADEUNLEAV_trigger":160,"SICDIS_trigger":164,"cbamemother":168,"violence":170,"wageincreasefirmperformance":174,"sicknessmaxdays":176,"contractseverancepay":180,"paidmaternityleavepayperc":182,"paidmaternityleaveduration":184,"overtimeallowanceperc1_general":186,"maxsicknesspaytype":188,"mealvoucherstype1":190,"discrimination":193,"cbadate_start":197,"holidaysdays":199,"holidaysweeks":203,"shiftallowancetype":205,"healthinsurance":207,"COMMUTE_trigger":211,"sundayallowancetype":213,"protectiveclothing":215,"healthandsafetypolicy":219,"overtimeallowancetype1":223,"contracttrial":225,"sicknesspay":227,"incidentalbonustype":229,"dayspweek_select":231,"healthinsurancerelatives":233,"paidpaternityleave":235,"cbadate_start_date":239,"sicknessmaxdaysnr":241,"overtimeallowancetype_general":245,"sundayallowanceperc1":247,"LOWWAGE_trigger":249,"overtimeallowancetype":252,"paidmaternityleavepay":254,"disabilityfund":256,"paidpaternityleaveduration":260,"disabilitypay":264,"lowwageamount":268,"severance_number":270,"hourspweek_select":272,"tradeunleavdays":274,"hourspday":276,"MEALALL_trigger":278,"monitoring":280,"cbadate_end_date":284,"maternityotherclause":288,"incidentalbonusdays1":292,"healthcareaccess":294,"SUNDAY_trigger":298,"MEDICAL_trigger":300,"overtimeallowanceperc1":303,"commutingallowancetype1":305,"SCHEDULE_trigger":307,"shiftallowancetype1":309,"educationtuition":311,"healthcareaccessrelatives":315,"lowwageperiod":317,"bankholidays1":319,"paidmaternityleave":323,"PAIDLEAV_trigger":325,"deathrelatives":327},{"bindId":47,"name":48,"text":49},"contracttrialperiod","1.Bagi yang diterima dan dipekerjakan pa","1.Bagi yang diterima dan dipekerjakan pada perusahaan diangkat sebagai calon\npekerja yang harus menempuh masa percobaan paling lama 3 (tiga) bulan.",{"bindId":51,"name":52,"text":53},"extrapayfirmperformance","1.Tiap-tiap tahun kepada pekerja diberik","1.Tiap-tiap tahun kepada pekerja diberikan Tunjangan Hari Raya yang besarnya\nminimal 1 bulan upah dan dibayarkan 1 minggu sebelum Hari Raya sesuai dengan\nperaturan perundang-undangan yang berlaku.",{"bindId":55,"name":56,"text":57},"deathrelativesleave","e.Istri\u002Fanak\u002Fsuami\u002Fmenantu orang tua\u002Fmer","e.Istri\u002Fanak\u002Fsuami\u002Fmenantu orang tua\u002Fmertua pekerja meninggal dunia = 2\n(dua) hari\n\nf.Anggota keluarga terdekat meninggal dunia = 2 (dua) hari",{"bindId":59,"name":60,"text":61},"dayspweek","1.Hari kerja dalam seminggu adalah 5 ata","1.Hari kerja dalam seminggu adalah 5 atau 6 hari kerja dan 40 jam dalam\nseminggu",{"bindId":63,"name":64,"text":65},"funeralpay","Dalam hal pekerja meninggal dunia baik d","Dalam hal pekerja meninggal dunia baik di dalam maupun di luar hubungan\nkerja perusahaan memberikan santunan berupa uang kepada ahli warisnya sebagai\nberikut :\n\n1.Upah pada bulan berjalan\n\n2.Sumbangan ongkos penguburan sesuai kebijaksanaan perusahaan yaitu Rp.\n600.000,00 (enam ratus ribu rupiah)\n\n3.Uang duka yang besarnya disesuaikan dengan masa kerjanya dengan berpedoman\ndengan undang-undang No.13 Tahun 2003",{"bindId":67,"name":68,"text":69},"OVERTIME_trigger","1.Upah kerja lembur mingguan\u002Fbulanan pad","1.Upah kerja lembur mingguan\u002Fbulanan pada hari biasa ialah :\n\na.Upah lembur pada jam ke-1 pada hari biasa ialah 1,5 x upah\u002Fjam\n\nb.Upah lembur pada jam ke-2 dan seterusnya ialah 2 x upah\u002Fjam",{"bindId":71,"name":72,"text":73},"LOWWAGE_provision","1.Upah minimum untuk pekerja adalah sesu","1.Upah minimum untuk pekerja adalah sesuai dengan upah minimum yang\nditetapkan oleh pemerintah (Gubernur)\n\n2.Upah minimum hanya berlaku untuk pekerja masa percobaan",{"bindId":75,"name":76,"text":77},"maxsicknesspayperc","1.Pekerja yang menderita sakit berkepanj","1.Pekerja yang menderita sakit berkepanjangan sesuai dengan keterangan\ndokter, Upahnya akan dibayar sesuai dengan peraturan yang berlaku sebagai\nberikut:\n\na.4 bulan ke-1 dibayar sebesar 100% dari upah\n\nb.4 bulan ke-2 dibayar sebesar 75% dari upah\n\nc.4 bulan ke-3 dibayar sebesar 50% dari upah\n\nd.Untuk bulan selanjutnya dibayar 25% dari upah sebelum pemutusan hubungan\nkerja dilakukan oleh perusahaan",{"bindId":79,"name":80,"text":81},"wageincreasetype","1.Perusahaan akan meninjau upah dengan m","1.Perusahaan akan meninjau upah dengan mempertimbangkan\u002Fmengacu kepada :\n\na.Kenaikan UMP oleh pemerintah RI\n\nb.Kemampuan Perusahaan\n\nc.Kebijakan pemerintah\n\nd.Index Harga Konsumen (IHK)\n\ne.Inflansi",{"bindId":83,"name":84,"text":85},"severance_number_1_tenure","5.Ketentuan pemberian uang pesangon dan ","5.Ketentuan pemberian uang pesangon dan uang masa kerja dan penggantian\n\nHak berpedoman pada ketentuan peraturan Undang-undang No.13 Tahun 2003 pasal\n156 ayat 2, 3 dan 4\n\n  Besarnya uang pesangon paling sedikit adalah\n\n\na.Masa kerja kurang dari 1 tahun = 1 bulan upah\n\nb.Masa kerja 1 tahun atau kurang dari 2 tahun = 2 bulan upah\n\nc.Masa kerja 2 tahun atau kurang dari 3 tahun = 3 bulan upah\n\nd.Masa kerja 3 tahun atau kurang dari 4 tahun = 4 bulan upah\n\ne.Masa kerja 4 tahun atau kurang dari 5 tahun = 5 bulan upah\n\nf.Masa kerja 5 tahun atau kurang dari 6 tahun = 6 bulan upah\n\ng.Masa kerja 6 tahun atau kurang dari 7 tahun = 7 bulan upah\n\nh.Masa kerja 7 tahun atau kurang dari 8 tahun = 8 bulan upah\n\ni.Masa kerja 8 tahun atau lebih9 bulan upah",{"bindId":87,"name":88,"text":89},"funeralpaytype","2.Sumbangan ongkos penguburan sesuai keb","2.Sumbangan ongkos penguburan sesuai kebijaksanaan perusahaan yaitu Rp.\n600.000,00 (enam ratus ribu rupiah)",{"bindId":91,"name":92,"text":93},"casignemployees","PIHAK-PIHAK YANG MENGADAKAN PERJANJIAN P","PIHAK-PIHAK YANG MENGADAKAN PERJANJIAN\n\n\n\nPIMPINAN PT. HARINDOTAMA MANDIRI\n\nHardi Wirya\n\nDirektur Utama\n\n\n\nLinawati Kirana\n\nDirektur\n\n\n\nPUK SPSI PT. HARINDOTAMA MANDIRI\n\nIdris Haji\n\nKetua\n\n\n\nAde Syafrudin\n\nSekretaris",{"bindId":95,"name":96,"text":97},"schedulesrestpw","Hari libur adalah hari istirahat bagi pe","Hari libur adalah hari istirahat bagi pekerja, yaitu 1 (satu) hari atau 2\n(dua) hari dalam seminggu, setelah melakukan pekerja selama 6 (enam) hari atau\n5 (lima) hari berturut-turut dan atau hari-hari yang oleh pemerintah ditetapkan\nsebagai hari libur atau sesuai dengan pengertian 7 (tujuh) group 3 (tiga) shift\nyang diatur berdasarkan perjanjian kerja bersama dengan ketentuan\npergeseran\u002Fperubahan hari libur setiap 8 (delapan) minggu sekali.",{"bindId":99,"name":100,"text":101},"sundayallowancetype1","2.Upah lembur pada hari ke-7 (tujuh) dan","2.Upah lembur pada hari ke-7 (tujuh) dan hari libur resmi adalah sbb:\n\na.Upah lembur pada jam ke-1 jam ke-7 adalah 2 x upah \u002Fjam\n\nb.Upah lembur pada jam ke-8 adalah 3 x upah\u002Fjam\n\nc.Upah lembur pada jam ke-9 dan seterusnya adalah 4 x upah\u002Fjam",{"bindId":103,"name":104,"text":105},"paidmaternityleaveall","2.Bagi wanita yang akan melahirkan menda","2.Bagi wanita yang akan melahirkan mendapatkan istirahat 1,5 bulan sebelum\nmelahirkan dan 1,5 bulan setelah melahirkan dengan mendapat upah penuh",{"bindId":107,"name":108,"text":109},"breastfeeding_workingtime","Disadari bahwa air susu ibu sangat penti","Disadari bahwa air susu ibu sangat penting artinya bagi pemenuhan gizi\ngenerasi penerus, mengingat kewajiban pekerja untuk bekerja di perusahaan dapat\nmengganggu\u002Fmengurangi kesempatan sang ibu untuk menyusui anaknya, maka apabila\njam untuk menyusui bertepatan dengan jam kerja, perusahaan memberikan\nkesempatan sewajarnya kepada pekerja untuk menyusui, apabila sang bayi dibawa\nke lokasi perusahaan.",{"bindId":111,"name":52,"text":53},"incidentalbonustype2",{"bindId":113,"name":114,"text":115},"NOCTPREM_trigger","1.Bagi pekerja yang bekerja dari jam 15.","1.Bagi pekerja yang bekerja dari jam 15.00 s\u002Fd 23.00 BBWI diberikan uang\ntunjangan kerja shift sore sebesar Rp.3.000",{"bindId":117,"name":114,"text":115},"shiftallowanceamount1",{"bindId":119,"name":120,"text":121},"coverunion_trigger","Tujuan Perjanjian Kerja Bersama ini adal","Tujuan Perjanjian Kerja Bersama ini adalah untuk mengikat secara hukum kedua\nbelah pihak dalam hal ini perusahaan dan pekerja, baik hak maupun kewajiban\nmasing-masing.",{"bindId":123,"name":124,"text":125},"menstruationleave","1.Wanita pekerja mendapatkan istirahat h","1.Wanita pekerja mendapatkan istirahat haid pada waktu hari pertama dan hari\nkedua masa haid dengan mendapatkan upah penuh.",{"bindId":127,"name":84,"text":85},"contractseverancepay1",{"bindId":129,"name":130,"text":131},"cbaratificationdate","Ditandatangani di : Jakarta Pada tanggal","Ditandatangani di : Jakarta\n\nPada tanggal: 30 Mei 2016",{"bindId":133,"name":88,"text":89},"funeralpayamount",{"bindId":135,"name":60,"text":136},"hourspday_select","1.Hari kerja dalam seminggu adalah 5 atau 6 hari kerja dan 40 jam dalam\nseminggu\n\n2.Setelah bekerja 5 hari, libur 2 hari dalam seminggu atau setelah bekerja 6\nhari, libur 1 hari dalam seminggu.\n\n3.Jam kerja non-shift dimulai jam 08.00 – 16.00 BBWI dan istirahat jam\n12.00-13.00 BBWI sesuai dengan kebutuhan bagian masing-masing untuk kelancaran\nproduksi.",{"bindId":138,"name":76,"text":77},"maxsicknesspay",{"bindId":140,"name":52,"text":53},"ONCERISE_trigger",{"bindId":142,"name":80,"text":81},"STRUCINCR_trigger",{"bindId":144,"name":108,"text":109},"nursingmothers",{"bindId":146,"name":84,"text":85},"severance",{"bindId":148,"name":149,"text":150},"pensionfund","Pekerja yang telah memiliki usia 55 (lim","Pekerja yang telah memiliki usia 55 (lima puluh lima) tahun berhak atas\npensiun sesuai UU No. 13 tahun 2003",{"bindId":152,"name":60,"text":136},"WORKHOURS_trigger",{"bindId":154,"name":72,"text":155},"LOWWAGE_government","1.Upah minimum untuk pekerja adalah sesuai dengan upah minimum yang\nditetapkan oleh pemerintah (Gubernur)",{"bindId":157,"name":158,"text":159},"WAGES_trigger","1.Dasar perhitungan upah terdiri dari : ","1.Dasar perhitungan upah terdiri dari :\n\n  Upah pokok\n  Uang makan\n  Uang transport\n\n\n2.Ketentuan upah untuk pekerja borongan terdiri dari :\n\n  Upah hasil borongan\n  Uang makan\n  Uang transport",{"bindId":161,"name":162,"text":163},"TRADEUNLEAV_trigger","2.Perusahaan dapat dispensasi dengan upa","2.Perusahaan dapat dispensasi dengan upah penuh kepada SP. TSK PT.\nHarindotama Mandiri untuk mengikuti kegiatan organisasi dengan ketentuan\nsebanyak-banyaknya 2 orang dan tidak boleh lebih dari 4 hari, dan apabila\nmenyimpang dari ketentuan tersebut harus dirundingkan terlebih dahulu dengan\nPerusahaan.",{"bindId":165,"name":166,"text":167},"SICDIS_trigger","1.Apabila pekerja tidak masuk bekerja ka","1.Apabila pekerja tidak masuk bekerja karena sakit harus memberitahukan\nkepada atasan dengan membawa surat keterangan sakit dari dokter\n\n2.Apabila pekerja sakit, harus segera berobat ke dokter sesuai dengan kartu\npeserta BPJS Kesehatan.",{"bindId":169,"name":92,"text":93},"cbamemother",{"bindId":171,"name":172,"text":173},"violence","6.Setiap pekerja dilarang minum minuman ","6.Setiap pekerja dilarang minum minuman keras, mabuk ditempat kerja,\nmembawa\u002Fmenyimpan dan menyalahgunakan bahan narkoba melakukan segala perjudian\ndan bertengkar atau berkelahi dengan teman sekerja\u002Fatasannya di dalam\nlingkungan perusahaan.",{"bindId":175,"name":80,"text":81},"wageincreasefirmperformance",{"bindId":177,"name":178,"text":179},"sicknessmaxdays","1.Perusahaan memberikan istirahat karena","1.Perusahaan memberikan istirahat karena sakit sesuai dengan surat\nketerangan dokter yang merawat, buka dinyatakan perlu istirahat total paling\nlama 12 bulan\n\n2.Bila pekerja yang sakit berkepanjangan telah melebihi waktu 12 bulan dan\ndinyatakan oleh dokter tidak mampu lagi untuk melaksanakan pekerjaan maka\nperusahaan dapat memutuskan hubungan kerja dan diproses sesuai peraturan\nPerundangan yang berlaku.",{"bindId":181,"name":84,"text":85},"contractseverancepay",{"bindId":183,"name":104,"text":105},"paidmaternityleavepayperc",{"bindId":185,"name":104,"text":105},"paidmaternityleaveduration",{"bindId":187,"name":68,"text":69},"overtimeallowanceperc1_general",{"bindId":189,"name":76,"text":77},"maxsicknesspaytype",{"bindId":191,"name":158,"text":192},"mealvoucherstype1","1.Dasar perhitungan upah terdiri dari :\n\n  Upah pokok\n  Uang makan\n  Uang transport",{"bindId":194,"name":195,"text":196},"discrimination","2.Perusahaan menjamin bahwa pekerja yang","2.Perusahaan menjamin bahwa pekerja yang terpilih sebagai pengurus serikat\npekerja\u002FSP.TSK PT. Harindotama Mandiri, tidak akan mendapatkan tekanan, baik\nsecara langsung atau tidak langsung diskriminasi\u002Ftindakan pembalasan karena\nfungsinya sebagai serikat pekerja\u002FSP TSK PT. Harindotama Mandiri.",{"bindId":198,"name":130,"text":131},"cbadate_start",{"bindId":200,"name":201,"text":202},"holidaysdays","2.Cuti tahunan tersebut dibati 2 (dua) p","2.Cuti tahunan tersebut dibati 2 (dua) periode yaitu :\n\na.Periode ke-1 diberikan hak cuti selama 6 (enam) hari dalam rangka hari\nraya idul Fitri (Lebaran) dimulai 3 (tiga) hari sebelum hari raya\n\nb.Periode ke-2 diberikan hak cuti selama 6 (enam) hari dalam rangka hari\nNatal dan Tahun Baru, dimulai setiap tanggal 24 Desember.",{"bindId":204,"name":201,"text":202},"holidaysweeks",{"bindId":206,"name":114,"text":115},"shiftallowancetype",{"bindId":208,"name":209,"text":210},"healthinsurance","1.Perusahaan telah mengikutsertakan meng","1.Perusahaan telah mengikutsertakan mengenai Jaminan Pemeliharaan Kesehatan\nTenaga Kerja kepada BPJS Kesehatan.",{"bindId":212,"name":158,"text":192},"COMMUTE_trigger",{"bindId":214,"name":100,"text":101},"sundayallowancetype",{"bindId":216,"name":217,"text":218},"protectiveclothing","1.Perusahaan harus memberikan alat penga","1.Perusahaan harus memberikan alat pengaman ditempat-tempat kerja ataupun di\nmesin-mesin yang dianggap berbahaya bagi pekerja.\n\n2.Perusahaan harus memberikan alat perlindungan diri bagi pekerja demi\nkeselamatan dan kesehatan kerja yang karena sifat pekerjaannya memerlukan alat\npelindung",{"bindId":220,"name":221,"text":222},"healthandsafetypolicy","1.Perusahaan menyediakan perlengkapan ke","1.Perusahaan menyediakan perlengkapan kerja dalam jumlah yang memadai.\n\n2.Setiap pekerja selama jam-jam kerja wajib memakai alat kerja yang telah\ndisediakan oleh perusahaan.",{"bindId":224,"name":68,"text":69},"overtimeallowancetype1",{"bindId":226,"name":48,"text":49},"contracttrial",{"bindId":228,"name":178,"text":179},"sicknesspay",{"bindId":230,"name":52,"text":53},"incidentalbonustype",{"bindId":232,"name":60,"text":61},"dayspweek_select",{"bindId":234,"name":209,"text":210},"healthinsurancerelatives",{"bindId":236,"name":237,"text":238},"paidpaternityleave","1.Pekerja diberi ijin meninggalkan peker","1.Pekerja diberi ijin meninggalkan pekerjaan dengan menerima upah dalam hal\nsebagai berikut:\n\na.Pernikahan pekerja sendiri = 3 (tiga) hari\n\nb.Pernikahan anak kandung sendiri = 2 (dua) hari\n\nc.Khitanan\u002Fbabtisan anak kandung pekerja = 2 (dua) hari\n\nd.Istri pekerja melahirkan atau gugur kandungan = 2 (dua) hari",{"bindId":240,"name":130,"text":131},"cbadate_start_date",{"bindId":242,"name":243,"text":244},"sicknessmaxdaysnr","3.Apabila setelah lewat 12 (dua belas) b","3.Apabila setelah lewat 12 (dua belas) bulan, pekerja ternyata belum mampu\nmasuk kerja, maka perusahaan akan memutuskan hubungan kerja dengan pekerja yang\nbersangkutan sesuai dengan ketentuan Undang-undang No. 13 Tahun 2003.",{"bindId":246,"name":68,"text":69},"overtimeallowancetype_general",{"bindId":248,"name":100,"text":101},"sundayallowanceperc1",{"bindId":250,"name":72,"text":251},"LOWWAGE_trigger","1.Upah minimum untuk pekerja adalah sesuai dengan upah minimum yang\nditetapkan oleh pemerintah (Gubernur)\n\n2.Upah minimum hanya berlaku untuk pekerja masa percobaan\n\n3.Bagi pekerja yang telah melewati masa percobaan, maka upahnya akan\ndinaikkan.",{"bindId":253,"name":68,"text":69},"overtimeallowancetype",{"bindId":255,"name":104,"text":105},"paidmaternityleavepay",{"bindId":257,"name":258,"text":259},"disabilityfund","2.Dalam waktu hubungan kerja, pekerja me","2.Dalam waktu hubungan kerja, pekerja mengalami kecelakaan maka, jaminan\nkecelakaan dapat diberikan kepada setiap pekerja yang mengalami kecelakaan\nsesuai dengan ketentuan yang berlaku pada BPJS Ketenagakerjaan, kelebihan biaya\nditanggung oleh perusahaan.",{"bindId":261,"name":262,"text":263},"paidpaternityleaveduration","d.Istri pekerja melahirkan atau gugur ka","d.Istri pekerja melahirkan atau gugur kandungan = 2 (dua) hari",{"bindId":265,"name":266,"text":267},"disabilitypay","2.Bagi pekerja yang tidak mampu bekerja ","2.Bagi pekerja yang tidak mampu bekerja disebabkan karena kecelakaan kerja,\nupahnya akan dibayar sesuai ketentuan UU No.3 tahun 1992 adalah sbb:\n\na.4 bulan ke-1 dibayar sebesar 100% dari upah\n\nb.4 bulan ke-2 dibayar sebesar 75% dari upah\n\nc.4 bulan ke-3 dibayar sebesar 50% dari upah",{"bindId":269,"name":72,"text":155},"lowwageamount",{"bindId":271,"name":84,"text":85},"severance_number",{"bindId":273,"name":60,"text":61},"hourspweek_select",{"bindId":275,"name":162,"text":163},"tradeunleavdays",{"bindId":277,"name":60,"text":61},"hourspday",{"bindId":279,"name":158,"text":192},"MEALALL_trigger",{"bindId":281,"name":282,"text":283},"monitoring","1.Perusahaan diwajibkan membentuk organi","1.Perusahaan diwajibkan membentuk organisasi P2K3, sesuai dengan ketentuan\nUU No. 1 Tahun 1970.\n\n2.Adapun keanggotaan P2K3 terdiri dari unsur-unsur perusahaan dan unsur\npekerja yang diketuai oleh pimpinan perusahaan atau mewakilinya.",{"bindId":285,"name":286,"text":287},"cbadate_end_date","1.PKB ini mulai berlaku sejak ditanda ta","1.PKB ini mulai berlaku sejak ditanda tangani oleh kedua belah pihak untuk\njangka waktu selama 2 tahun",{"bindId":289,"name":290,"text":291},"maternityotherclause","Bagi pekerja wanita yang mengalami gugur","Bagi pekerja wanita yang mengalami gugur kandungan diberikan istirahat\nselama 1,5 bulan dengan mendapatkan upah penuh dengan disertai bukti-bukti dari\ndokter yang merawatnya. Apabila usia kehamilan sudah mencapai 2 bulan atau\nlebih.",{"bindId":293,"name":52,"text":53},"incidentalbonusdays1",{"bindId":295,"name":296,"text":297},"healthcareaccess","1.Guna menjamin kesehatan para pekerja d","1.Guna menjamin kesehatan para pekerja dan keluarga, Perusahaan bekerja sama\ndengan Puskesmas, Poliklinik atau Rumah Sakit sesuai dengan program BPJS\nKesehatan atau Poliklinik yang diadakan oleh Perusahaan.\n\n2.Bagi pekerja yang menggunakan fasilitas kesehatan diatas terlebih dahulu\nmengajukan surat ijin\u002Fpengantar dari pihak perusahaan dan selanjutnya dapat\nberobat ke Puskesmas\u002FRumah Sakit yang ditunjuk.",{"bindId":299,"name":100,"text":101},"SUNDAY_trigger",{"bindId":301,"name":296,"text":302},"MEDICAL_trigger","1.Guna menjamin kesehatan para pekerja dan keluarga, Perusahaan bekerja sama\ndengan Puskesmas, Poliklinik atau Rumah Sakit sesuai dengan program BPJS\nKesehatan atau Poliklinik yang diadakan oleh Perusahaan.",{"bindId":304,"name":68,"text":69},"overtimeallowanceperc1",{"bindId":306,"name":158,"text":192},"commutingallowancetype1",{"bindId":308,"name":96,"text":97},"SCHEDULE_trigger",{"bindId":310,"name":114,"text":115},"shiftallowancetype1",{"bindId":312,"name":313,"text":314},"educationtuition","Perusahaan memberikan tunjangan bea sisw","Perusahaan memberikan tunjangan bea siswa kepada anak pekerja yang mempunyai\nprestasi atau ranking pertama disekolahnya pada awal tahun pelajaran sesuai\ndengan tingkat sekolah :\n\n1.SD: Rp. 200.000,-\u002Ftahun\n\n2.SMTP: Rp. 300.000,-\u002Ftahun\n\n3.SLTA: Rp. 400.000,-\u002Ftahun",{"bindId":316,"name":296,"text":297},"healthcareaccessrelatives",{"bindId":318,"name":72,"text":73},"lowwageperiod",{"bindId":320,"name":321,"text":322},"bankholidays1","1.Hari libur resmi adalah hari libur yan","1.Hari libur resmi adalah hari libur yang ditetapkan\u002Fditentukan oleh\npemerintah RI",{"bindId":324,"name":104,"text":105},"paidmaternityleave",{"bindId":326,"name":201,"text":202},"PAIDLEAV_trigger",{"bindId":328,"name":56,"text":57},"deathrelatives","\u003Chtml>\n\n    \u003Cdiv class=\"cobra-report\">\n\n        \u003Ch2>PT. Harindotama Mandiri - 2016 - 2016\u003C\u002Fh2>\n\n        \u003Cdiv class=\"section general\">\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-start_date\">Tanggal dimulainya perjanjian: &rarr;&nbsp;2016-05-30\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-end_date\">Tanggal berakhirnya perjanjian: &rarr;&nbsp;2018-05-30\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \u003C!-- TODO: previous CBA logic -->\n            \u003C!-- TODO: status logic -->\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaratified\">Diratifikasi oleh: &rarr;&nbsp;Other\u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaactorratified\">\n                    Diratifikasi pada: &rarr;&nbsp;2016-05-30\n                \u003C\u002Fdiv>\n            \n\n            \u003C!-- TODO: transnational_label, includingcountries_label, national_framework_label -->\n\n            \u003Cdiv id=\"display-SECTOR1\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Industri\u002Fpabrik pengolahan\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-NACE2004\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Pabrik Manufaktur Garmen (garmen, pakaian jadi)\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-FIRMPRI\">\n                Sektor publik\u002Fswasta: &rarr;&nbsp;In the public sector\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv>Disimpulkan oleh:\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1\">\n\n                \n                    \n                    \u003Cdiv>\n                        Nama perusahaan: &rarr;&nbsp;\n                        \n                    \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1\">\n                Nama serikat pekerja: &rarr;&nbsp;\n\n                \n                    \n                    \u003Cspan>\n                        \n                    \u003C\u002Fspan>\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-casignemployees\">\n                Nama penandatangan dari pihak pekerja &rarr;&nbsp;Idris Haji, Ade Syafrudin\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section social-security-pensions\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SOCSEC_trigger\">JAMINAN SOSIAL DAN PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-pensionfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pensiun bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilityfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan cacat bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-unemploymentfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan pengangguran bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section sickness-disability\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KONDISI SAKIT DAN DISABILITAS\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-maxsicknesspayperc\">\n                Maximum cuti sakit berbayar (untuk 6 bulan): &rarr;&nbsp;92&nbsp;%\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-sicknessmaxdaysnr\">\n                Maximum hari untuk cuti sakit berbayar: &rarr;&nbsp;365 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-longtermillness\">Ketentuan mengenai kembali bekerja setelah menderita penyakit jangka panjang, seperti penyakit kanker: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-menstruationleave\">Cuti haid berbayar: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilitypay\">Pembayaran gaji apabila tidak mampu bekerja dikarenakan kecelakaan kerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n\n        \u003Cdiv class=\"section health-medical-assistence\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA BANTUAN MEDIS\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccess\">Bantuan medis disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccessrelatives\">Bantuan medis bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurance\">Kontribusi pengusaha untuk asuransi kesehatan disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurancerelatives\">Asuransi kesehatan bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetypolicy\">Kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetytraining\">Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-protectiveclothing\">Pakaian\u002Falat pelindung diri disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-hivpolicy\">Pemeriksaan kesehatan secara berkala disediakan oleh pengusaha: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-monitoring\">Pengawasan permintaan musculoskeletal di tempat kerja, resiko professional dan\u002Fatau hubungan antara pekerjaan dan kesehatan: &rarr;&nbsp;The relationship between work and health, Employee involvement in the monitoring\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-funeralpay\">Bantuan duka\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-funeralpayamount\">\n                Minimum kontribusi pengusaha untuk penguburan\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;600000.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section work-family-arrangements\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKFAM_trigger\">PENGATURAN ANTARA KERJA DAN KELUARGA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleaveduration\">\n                Cuti hamil berbayar: &rarr;&nbsp;13 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleavepayperc\">\n                Cuti hamil berbayar terbatas untuk: 100 % dari gaji pokok\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-jobsecuritymothers\">Jaminan tetap dapat bekerja setelah cuti hamil: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-maternitydiscrimination\">Larangan diskriminasi terkait kehamilan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-breastfeeding_dangerouswork\">Larangan mewajibkan pekerja yang sedang hamil atau menyusui untuk melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-riskassessment\">Penilaian resiko terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja yang sedang hamil atau menyusui di tempat kerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-alternatives\">Ketersediaan alternatif bagi pekerja hamil atau menyusui untuk tidak melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-timeoff\">Cuti untuk melakukan pemeriksaan pranatal: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningnonstandard\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempekerjakan pekerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningpromotion\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempromosikan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv> \n            \u003Cdiv id=\"display-nursingmothers\">Fasilitas untuk pekerja yang menyusui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcareprovision\">Pengusaha menyediakan fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcaresubsidy\">Pengusaha mensubsidi fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \u003Cdiv id=\"display-educationtuition\">Tunjangan\u002Fbantuan pendidikan bagi anak pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n   \n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidpaternityleaveduration\">\n                Cuti ayah berbayar: &rarr;&nbsp;2 hari\n         \u003C\u002Fdiv>\n                        \u003Cdiv id=\"display-deathrelativesleave\">\n                Durasi cuti yang diberikan ketika ada anggota keluarga yang meninggal: &rarr;&nbsp;2 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n        \u003Cdiv class=\"section gender-equality-issues\">\n            \u003Ch3 id=\"display-GENEQ_trigger\">ISU KESETARAAN GENDER\u003C\u002Fh3>\n         \u003Cdiv id=\"display-eqpay\">Upah yang sama untuk pekerjaan yang sama nilainya: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n         \n         \u003Cdiv id=\"display-discrimination\">Klausal mengenai diskriminasi di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-eqpromotion\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat promosi: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n        \u003Cdiv id=\"display-eqtraining\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat pelatihan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>     \n        \u003Cdiv id=\"display-eqofficer\">Kesetaraan gender dalam kepengurusan serikat pekerja di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-sexualhar\">Klausal mengenai pelecehan seksual di tempat kerja &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violence\">Klausal mengenai kekerasan di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violenceleave\">Cuti khusus bagi pekerja yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-support_disabilities\">Dukungan bagi pekerja perempuan dengan disabilitas: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-equalitymonitoring\">Pengawasan kesetaraan gender: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n             \n         \u003C\u002Fdiv>\n         \n\n        \u003Cdiv class=\"section employment-contracts\">\n            \u003Ch3 id=\"display-EMPCONTR_trigger\">PERJANJIAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-contracttrialperiod\">\n                Durasi masa percobaan: &rarr;&nbsp;90 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\u003Cdiv id=\"display-severance_number\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;182&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-severance_number_1_tenure\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;60&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-part_time_excluded\">Pekerja paruh waktu tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-tempagency\">Ketentuan mengenai pekerja sementara: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprentices_excluded\">Pekerja magang tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-minijobs_excluded\">Pekerja mahasiswa tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section working-hours\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKHOURS_trigger\">JAM KERJA, JADWAL DAN LIBUR\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspday\">\n                Jam kerja per hari: &rarr;&nbsp;7.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspweek\">\n                Jam kerja per minggu: &rarr;&nbsp;40.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-dayspweek\">\n                Hari kerja per minggu: &rarr;&nbsp;5.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysdays\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;12.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysweeks\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;2.0 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-schedulesrestpw\"> Periode istrirahat setidaknya satu hari dalam seminggu disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-sundays_year\">\n                Jumlah maksimum hari minggu\u002Fhari libur nasional dalam setahun dimana pekerja harus\u002Fdapat bekerja: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n             \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-tradeunleavdays\">\n                Cuti berbayar untuk aktivitas serikat pekerja: &rarr;&nbsp;4.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-FLEXWORK_trigger\"> Ketentuan mengenai pengaturan jadwal kerja yang fleksibel: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section wages\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WAGES_trigger\">PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-PAYSCALES_trigger\">\n                Upah ditentukan oleh skala upah: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-LOWWAGE_government\"> \n            Ketentuan bahwa upah minimum yang ditentukan oleh pemerintah harus dihormati: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-lowwageperiod\">\n                Upah terendah disetujui per: &rarr;&nbsp;Months\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-lowwageamount\">\n                Upah terendah: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;Provincial Minimum Wages\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-COSTLIV_trigger\">Penyesuaian untuk kenaikan biaya kebutuhan hidup: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-STRUCINCR_trigger\">Kenaikan upah\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-ONCERISE_trigger\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali:\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \u003Cdiv id=\"display-extrapayfirmperformance\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali dikarenakan performa perusahaan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-NOCTPREM_trigger\">Tunjangan shift untuk kerja sore atau malam\u003C\u002Fh4>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-shiftallowanceamount1\">\n                    Tunjangan shift untuk kerja sore atau malam: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;3000.0 per bulan\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \u003Cdiv id=\"display-shiftallowancetype1\">Tunjangan shift hanya untuk yang kerja malam: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-OVERTIME_trigger\">Upah lembur hari kerja\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-overtimeallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari kerja: &rarr;&nbsp;200 % dari gaji pokok\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SUNDAY_trigger\">Upah lembur hari Minggu\u002Flibur\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-sundayallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari Minggu\u002Flibur: &rarr;&nbsp;100&nbsp;%\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-COMMUTE_trigger\">Tunjangan transportasi\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Ch4>Kupon makan\u003C\u002Fh4>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-MEALALL_trigger\">Tunjangan makan disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-mealvouchersamount\">\n                 &rarr;&nbsp; per makan\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-legalassistance_trigger\">\n                Bantuan hukum gratis: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n    \u003C\u002Fdiv>\n\n\u003C\u002Fhtml>\n",[],[],"collective_agreement",[334],{"title":39,"slug":34},[336],{"type":337,"data":338},"call_to_action_body_block",{"title":339,"description":340,"variant":341,"link":342},"Bandingkan Perjanjian Kerja Bersama","Bandingkan pasal-pasal dan topik dalam Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dengan Perjanjian Kerja Bersama di semua sektor kerja di Indonesia maupun negara-negara lainnya.","dark",{"title":339,"url":343,"description":339,"rel":344,"type":345},"\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fbandingkan-perjanjian-kerja-bersama","follow","internal",[347],{"type":337,"data":348},{"title":339,"description":340,"variant":341,"link":349},{"title":339,"url":343,"description":339,"rel":344,"type":345},[]]