[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"page:id-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-gunze-indonesia-kab-bekasi-dengan-serikat-pekerja-nasional---2019-2021":3},{"id":4,"slug":5,"title":6,"short_title":7,"intro_text":8,"meta_description":9,"seo_title":9,"path":10,"content_type":11,"locale":12,"go_live_at":7,"first_published_at":13,"page_created_at":14,"published_at":13,"edit_url":15,"breadcrumbs":16,"seo":24,"data":32,"children":356,"content_type_view":357,"extra_breadcrumbs":358,"body":360,"body_blocks":371,"related_pages":375},3679,"perjanjian-kerja-bersama","Perjanjian Kerja Bersama",null,"\u003Cp>Beberapa pilihan Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dipublikasikan di sini. Anda dapat menemukan teks asli dari Perjanjian Kerja Bersama tersebut, membaca dan menelusuri per bab maupun pasal, menurut topik yang sedang Anda cari.\u003Cbr\u002F>\u003Cbr\u002F>Ketika Anda mengklik pada link Perjanjian Kerja Bersama, halaman akan terbuka: di kolom sebelah kiri pada halaman tersebut berisi teks asli, sedangkan di kolom sebelah kanan, Anda akan menemukan ringkasan dari ketentuan yang ada di Perjanjian Kerja Bersama tersebut.\u003Cbr\u002F>Serikat Buruh\u002FPekerja dan Asosiasi Pengusaha dari Indonesia memberikan kontribusi terhadap pengumpulan data Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>","","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama","collective_agreements.collectiveagreementoverview","id_ID","2025-08-15T13:01:11.360625+00:00","2026-04-02T08:44:09.692847+00:00","\u002Fcms\u002Fpages\u002F3679\u002Fedit\u002F",[17,20,23],{"title":18,"slug":19},"Indonesia","id-id",{"title":21,"slug":22},"Bekerja di Indonesia","bekerja-di-indonesia",{"title":6,"slug":5},{"title":6,"description":9,"image":25,"canonical":26,"robots":27,"og_type":28,"twitter_card":29,"locale":19,"created_at":30,"last_modified_at":31},"https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fmedia\u002Fimages\u002FSocial_media_preview_image_-_2025.2e16d0ba.fill-1200x630.png","https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002F","index, follow","website","summary_large_image","2025-08-15T15:01:11.360625+02:00","2026-04-02T10:44:09.828831+02:00",{"cba":33,"clauses":45,"details":354,"translations":355},{"id":34,"uid":35,"url":36,"name":37,"locale":38,"override_title":9,"title":39,"browser_title":40,"browser_description":41,"text":42},"perjanjian-kerja-bersama-antara-pt-gunze-indonesia-kab-bekasi-dengan-serikat-pekerja-nasional---2019-2021","2ca3e718-d6f4-11ea-a7e9-f23c91080f70","https:\u002F\u002Fcobra.wageindicator.org\u002Fcountries\u002Findonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-gunze-indonesia-kab-bekasi-dengan-serikat-pekerja-nasional---2019-2021\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-gunze-indonesia-kab-bekasi-dengan-serikat-pekerja-nasional---2019-2021\u002F","Perjanjian Kerja Bersama Antara PT. Gunze Indonesia (Kab. Bekasi) Dengan Serikat Pekerja Nasional - 2019\u002F2021","ba_ID","IDN PT. Gunze Indonesia - Bekasi - 2019","Indonesia - IDN PT. Gunze Indonesia - Bekasi - 2019","IDN PT. Gunze Indonesia - Bekasi - 2019 - Industri\u002Fpabrik pengolahan",{"name":43,"data":44},"SPN Gunze Indonesia.html","\n\u003C!--?xml version=\"1.0\" encoding=\"UTF-8\"?-->\n\n\n  \u003Cmeta http-equiv=\"content-type\" content=\"text\u002Fhtml; charset=UTF-8\">\n  \u003Ctitle>New4\u003C\u002Ftitle>\n  \u003Cmeta name=\"generator\" content=\"Amaya, see http:\u002F\u002Fwww.w3.org\u002FAmaya\u002F\">\n\n\n\n\u003Ch1>PERJANJIAN KERJA BERSAMA ANTARA PT GUNZE INDONESIA (KAB. BEKASI) DENGAN\nSERIKAT PEKERJA NASIONAL PERIODE 2019-2021\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>MUKADIMAH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>Bahwa sesungguhnya masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan\nUndang-Undang Dasar 1945 adalah merupakan tujuan pembangunan nasional yang\nmenuntut partisipasi dan peran aktif pengusaha dan pekerja dalam menuju\nperbaikan dan peningkatan taraf hidup bangsa dengan jalan meningkatkan produksi\ndan produktifitas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Bahwa Perjanjian Kerja Bersama adalah merupakan suatu pedoman dasar\npenentuan syarat-syarat kerja dan kondisi kerja yang paling tepat, karena\nmerupakan hasil musyawarah untuk mufakat sebagai salah satu sarana untuk\nmewujudkan Hubungan Industrial Pancasila yang harmonis di dalam perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dengan Perjanjian Kerja Bersama ini diyakini bahwa, Perusahaan bersama-sama\ndengan Serikat Pekerja beserta seluruh pekerja dari segala tingkatan akan\nberupaya dengan sungguh-sungguh meningkatkan pelaksanaan hubungan Industrial\nPancasila dalam lingkungan Perusahaan dalam segala bentuknya agar tercipta\npeningkatan produksi dan produktifitas yang pada gilirannya akan meningkatkan\nkesejahteraan pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">BAB I\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 1 :\nIstilah-Istilah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam Peraturan Perjanjian Kerja Bersama ini yang dimaksud dengan :\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Perusahaan, ialah Perseroan Terbatas Gunze Indonesia yang bergerak di\n    bidang pencelupan atau pewarna-an benang jahit yang berlokasi Pabrik di\n    Kawasan East Jakarta Industrial Park Plot 7H-1 Cikarang Selatan,\n  Bekasi.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha, ialah orang yang memimpin dan menjalankan Perusahaan yaitu\n    President Direktur dan Direktur atau pejabat-pejabat perusahaan yang karena\n    tugas dan tanggung jawabnya ditunjuk dan diberikan wewenang untuk mewakili\n    perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Karyawan, ialah pekerja atau tenaga kerja, yaitu orang-orang yang bekerja\n    pada PT. Gunze Indonesia dan memiliki Nomer Induk Karyawan ( NIK ) dengan\n    menerima upah sebagai imbalan jasanya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Serikat Pekerja, ialah Serikat Pekerja Nasional Unit Kerja PT.Gunze\n    Indonesia dengan bukti pencatatan dari Disnaker kab,Bekasi no.467\u002F ctt 250\u002F\n    IX \u002F2005 per tanggal 8 september 2005.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengurus Serikat Pekerja, ialah anggota Serikat Pekerja Nasional yang\n    bekerja di PT. Gunze Indonesia yang dipilih dan ditunjuk oleh anggota untuk\n    memimpin Serikat Pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Anggota Serikat Pekerja, ialah sebagai karyawan\u002Fti PT. Gunze Indonesia\n    yang telah melewati masa percobaan dan telah terdaftar sebagai anggota\n    serikat pekerja PT.Gunze Indonesia.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Keluarga Karyawan, ialah seorang istri atau suami dan anak-anak dari\n    karyawan\u002Fti berdasarkan pernikahan yang sah menurut hukum yang berlaku\n    serta secara resmi telah didaftarkan pada bagian Personalia sebagai\n    tanggungan karyawan yang bersangkutan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Anak, ialah anak karyawan\u002Fti yang lahir dari perkawinan yang syah menurut\n    hukum, yang belum berumur 21 tahun, belum menikah atau belum bekerja dan\n    terbatas 3 (tiga) orang anak dengan syarat sudah terdaftar pada bagian\n    Personalia Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Istri, ialah seorang istri dari perkawinan yang syah dan terdaftar pada\n    bagian Personalia.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Suami, ialah seorang suami dari perkawinan yang syah yang terdaftar pada\n    bagian Personalia.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Ahli Waris, ialah keluarga karyawan atau orang yang ditunjuk oleh\n    karyawan untuk menerima setiap haknya apabila karyawan tersebut meninggal\n    dunia. Dalam hal tidak ada penunjukan Ahli Warisnya, maka ahli waris diatur\n    menurut ketentuan hukum yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Jam kerja, Ialah Jam-jam yang telah di tetapkan pada hari kerja di saat\n    pekerja berada di tempat kerja untuk melaksanakan pekerjaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Kecelakaan Kerja, Ialah kecelakaan yang terjadi dalam dan karena hubungan\n    kerja sesuai dengan UU No . 24 tahun 2011 tentang BPJS ketenaga\n  kerjaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Kerja Shift, Ialah waktu bergiliran yang telah diatur sesuai kebutuhan\n    perusahaan dan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Kerja Lembur, Ialah bekerja melebihi jam kerja yang telah di tetapkan\n    untuk pekerja atau waktu kerja di luar jam kerja pekerja dan sesuai\n    ketentuan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Insentif kehadiran, Ialah tambahan nilai yang berupa uang yang diterima\n    pekerja dari pengusaha atas kehadiran selama sebulan penuh yang besarnya\n    berdasarakan peraturan yang telah disepakati bersama.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Upah, Ialah hak pekerja yang di terima dan dinyatakan dalam bentuk uang\n    sebagai imbalan dari pengusaha yang di tetapkan menurut suatu perjanjian\n    kerja kesepakatan atau peraturan termasuk tunjangan bagi pekerja atas suatu\n    pekerjaan yang telah di lakukan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tunjangan, Ialah tambahan nilai imbalan selain gaji pokok baik tetap\n    maupun tidak tetap yang telah di sepakati oleh Serikat pekerja dan\n    perusahaan atau yang diatur dalam peraturan yang berlaku di suatu\n    perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Fasilitas, ialah segala sesuatu yang diberikan\u002Fdisediakan perusahaan\n    untuk karyawan agar dapat memudahkan\u002Fmemperlancar pelaksanaan dalam suatu\n    usaha atau produksi.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dispensasi, ialah pemberian izin tidak bekerja karena adanya pertimbangan\n    khusus, dan tidak boleh mengurangi hak-haknya bagi yang sedang\n    menjalankannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pensiun maksimal, ialah batas usia produktif ( usia lanjut ) bagi\n    seseorang dalam menjalankan hubungan kerja pada suatu perusahaan yang telah\n    ditetapkan pada peraturan atau undang-undang ketenagakerjaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pensiun muda, ialah batas usia produktif bagi seseorang dalam menjalankan\n    hubungan kerja pada perusahaan,dan telah ditetapkan diperjajian kerja\n    bersama\u002FPKB PT.Gunze Indonesia\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mutasi, ialah perpindahan pekerjaan seseorang dalam satu perusahaan yang\n    memiliki tingkatan yang sama dari posisi pekerjaan sebelumnya atau\n    perpindahan dari departemen kerja yang satu ke departemen kerja yang\n    lainnya dalam suatu perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Promosi, ialah penghargaan dengan kenaikan jabatan dalam suatu organisasi\n    perusahaan dengan tujuan untuk meciptakan regenerasi organisasi perusahaan\n    agar dapat melangsungkan proses usaha untuk kemajuan suatu perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Demosi, ialah penurunan suatu jabatan dalam suatu organisasi perusahaan\n    karena tidak dapat menjalankan serta mengembangkan tugas dan kewajiban dari\n    jabatan tersebut yang diembannya dalam suatu perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Cuti, ialah keadaan tidak masuk kerja yang di ijinkan dalam jangkau waktu\n    tertentu yang sudah diatur dalam peraturan yang berlaku dalam suatu\n    perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Izin, ialah permohonan yang disetujui oleh pimpinan terhadap bawahan\n    untuk meninggalkan pekerjaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Kehadiran, ialah adanya sikap tanggung jawab pada suatu pekerjaan atau\n    menjalankan tanggung jawabnya untuk sampai di tempat kerjanya\n    (perusahaan)dan melakukan absensi.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Terlambat Kerja, ialah ketidak sesuaian kehadiran melebihi waktu yang\n    sudah dijadwalkan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mangkir, ialah ketidak hadiran karyawan\u002Fti dalam suatu pekerjaan\n    diperusahaan tanpa disertai pemberitahuan kepada pihak terkait (perusahaan\n    ataupun atasannya)\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Ketertiban, ialah aturan yang harus dipatuhi dan ditaati.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Keamanan, ialah jaminan tentang keadaan yang terbebas dari segala macam\n    bahaya dan ancaman, baik dari dalam maupun dari luar di suatu\n  perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Ketenangan kerja, ialah suatu keadaan dimana pekerja dapat bekerja dengan\n    tenang dan konsentrasi,guna menhindari kecelakaan kerja dalam\n  perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-discrimination\">\u003Cli>Perlindungan tenaga kerja, ialah segala upaya dan usaha yang dilakukan\n    untuk menjamin hak-hak pekerja dan menjamin kesamaan serta perlakuan tanpa\n    diskriminasi, untuk mewujudkan kesejahteraan pekerja dengan tetap\n    memperhatikan perkembangan kemajuan usaha.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Sanksi, ialah tindakan atau hukuman yang diberikan kepada seseorang yang\n    melakukan pelanggaran sesuai dengan peraturan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perselisihan hubungan industrial, ialah perbedaan pendapat yang\n    mengakibatkan pertentangan antara pengusaha dan pekerja, karena adanya\n    perselisihan hak, kepentingan, dan perselisihan pemutusan hubungan\n  kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mogok kerja, ialah tindakan pekerja yang direncanakan dan dilaksanakan\n    secara bersama-sama dan atau serikat pekerja untuk menghentikan atau\n    memperlambat pekerjaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pemutusan Hubungan Kerja, ialah pengakhiran hubungan kerja yang\n    disebabkan karena sesuatu hal tertentu yang mengakibatkan berakhirnya hak\n    dan kewajiban antara pekerja dan pengusaha.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pesangon, ialah uang yang diberikan\u002Fdibayar pemberi kerja kepada karyawan\n    dalam bentuk uang sehubungan dengan berakhirnya masa kerja dalam bekerja di\n    suatu perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Ongkos pulang kampung, ialah biaya yang diberikan buat pekerja\u002Fkaryawan\n    dan keluarganya untuk pulang kekampung halamannya dimana tempat dia\n  berasal.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Penghargaan, ialah pemberian sesuatu kepada karyawan yang mempunyai\n    kriteria tertentu.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mengundurkan diri, ialah pekerja atau karyawan yang dengan sengaja\n    memutuskan hubungan kerjanya dengan pihak perusahaan yang disertai bukti\n    surat pernyataan untuk berhenti bekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Hubungan kerja, ialah adanya suatu hubungan yang timbul karena perjanjian\n    kerja antara pekerja dengan pemberi kerja yang sudah disepakati oleh kedua\n    belah pihak (sesuai aturan yang berlaku)\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Penilaian karyawan, ialah proses pengumpulan data -data karyawan baik\n    berupa absensi, produktifitas, attitude dan pendidikan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Kesehatan, ialah sehat jasmani dan rohani.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Seragam kerja, ialah seperangkat pakaian standard yang diberikan oleh\n    perusahaan untuk digunakan pekerja\u002Fkaryawan dalam suatu perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Olah raga, ialah suatu aktifitas fisik yang berguna untuk menjaga dan\n    meningkatkan kualitas kesehatan agar tetap bugar secara jasmani guna untuk\n    peningkatan produktifitas.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Rekreasi, ialah kegiatan yang dilakukan untuk penyegaran kembali jasmani\n    dan rohani karyawan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Koperasi karyawan, ialah badan usaha yang didirikan oleh karyawan pada\n    perusahaan tertentu dan anggotanya masih aktif bekerja diperusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pendidikan dan pelatihan karyawan, ialah upaya meningkatkan pengetahuan\n    serta wawasan yang bermanfaat bagi karyawan dan kemajuan perusahaan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">BAB II : Maksud,\nDasar dan Tujuan\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 2 :\nMaksud\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Maksud dibuatnya Perjanjian Kerja Bersama ini adalah :\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Agar pengusaha dan serikat pekerja saling mengakui dan menghormati fungsi\n    serta hak Dan kewajiban masing-masing.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Agar setiap anggota serikat pekerja atau karyawan mengetahui dengan jelas\n    hak-hak Dan kewajiban demi terciptanya dan terpeliharanya keserasian antara\n    kelancaran Produksi dan kesejahteraan karyawan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 3 : Dasar\ndan Tujuan.\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dasar dan tujuan Perjanjian kerja Bersama ini adalah :\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Untuk menjamin terwujudnya Hubungan Industrial Pancasila yang berdasarkan\n    hukum, Konstituonal serta prinsip musyawarah dan kekelurgaan antara\n    perusahaan dan serikat pekerja dan menciptakan ketenangan dan ketertiban\n    kerja dalam proses produksi.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Memberi perlindungan kepada tenaga kerja dalam mewujudkan\n    kesejahteraan,dan meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja dan keluarganya\n    serta tetap memperhatikan perkembangan dunia usaha.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">BAB III :\nPerjanjian kerja\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 4 :\nPihak-Pihak yang mengadakan perjanjian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pihak yang mengadakan Perjanjian Kerja Bersama ini adalah :\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>PT. GUNZE INDONESIA, yang bergerak dibidang pencelupan dan pewarnaan\n    benang jahit, berkedudukan dikawasan East Jakarta Industrial Park plot 7H-1\n    Ds Sukaresmi Cikarang Selatan,yang selanjutnya disebut perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>SERIKAT PEKERJA PT GUNZE INDONESIA, yang berkedudukan di perusahaan PT.\n    Gunze Indonesia, EJIP Plot 7H-1 Ds. Sukaresmi Cikarang, yang selanjutnya\n    disebut SERIKAT PEKERJA NASIONAL ( SPN ).yang telah terdaftar di Dinas\n    tenaga kerja dengan NO.467\u002F CTT250 \u002F IX \u002F2005. Yang telah disahkan oleh\n    DPC.SPN.Kab.Bekasi\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 5 :\nKewajiban Pihak-Pihak yang mengadakan Perjanjian Kerja Bersama (PKB )\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Perusahaan, Serikat Pekerja, dan pekerja PT. Gunze Indonesia mempunyai\n    kewajiban untuk mentaati hak dan kewajiban sebagaimana yang telah\n    disepakati dalam Perjanjian Kerja Bersama ( PKB ).\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan dan Serikat Pekerja berkewajiban dan bertanggung jawab untuk\n    menyebarluaskan dan menjelaskan isi PKB ini kepada seluruh karyawan dan\n    karyawati PT . Gunze Indonesia.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 6 : Ruang\nLingkup Perjanjian Kerja Bersama \u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Perjanjian Kerja Bersama ini mengatur hal  hal yang bersifat umum dan\n    normatif.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Untuk hal-hal yang bersifat khusus sesuai dengan kebutuhan perusahaan dan\n    pekerja maka pengaturannya ditetapkan tersendiri melalui surat keputusan\n    pimpinan perusahaan dan diketahui ke serikat pekerja sepanjang tidak\n    bertentangan dengan aturan perundangan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Hal-hal yang bersifat khusus diluar Undang-undang harus disepakati\n    bersama antara pengusaha dan serikat pekerja.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">BAB IV : Hubungan\nSerikat Pekerja dengan Perusahaan\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 7 : Hubungan\nkerja\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Perusahaan dan serikat pekerja sepakat untuk mewujudkan hubungan\n    kerjasama yang baik dan serasi sesuai hubungan industrial Pancasila\n    (HIP)maka cara permusyawaratan \u002F pemufakatan untuk mencapai perjajian kerja\n    bersama secara keseluruhan diantara kedua belah pihak senantiasa dijadikan\n    landasan utama untuk menyelesaikan setiap permasalahan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dalam hal perjanjian kerja bersama tidak dapat dicapai melalui\n    permusyawaratan\u002Fpemufakatan, maka kedua belah pihak setuju dan berhak untuk\n    menyelesaiakan permasalahan tersebut sesuai dengan peraturan dan\n    perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 8 :\nPengakuan Dan Jaminan Bagi Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Perusahaan Mengakui Serikat Pekerja selama Serikat Pekerja tersebut\n    sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku (UU No 21 Tahun 2000) Tentang\n    kebebasan berserikat .\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan mengakui bahwa ( SPN ). Serikat Pekerja Nasional sebagai satu\n    - satunya wadah atau Organisasi Pekerja dalam perusahaan yang mewakili\n    anggota - anggotanya yang mempunyai hubungan kerja dengan perusahaan dalam\n    bidang - bidang ketenaga kerjaan, sesuai dengan yang tercantum dalam pasal\n    - pasal Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan memberikan jaminan, perlakuan yang baik kepada seluruh Pekerja\n    anggota Serikat Pekerja dan seluruh pengurus baik langsung maupun tidak\n    langsung,karena fungsinya dalam Serikat Pekerja .\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan menyetujui kegiatan dan perkembangan serikat pekerja sepanjang\n    kegiatan itu mendukung kemajuan perusahaan serta selaras dan tujuan\n    perjanjian kerja bersama ini.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 9 :\nPengakuan dan jaminan bagi Perusahaan.\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Serikat pekerja dan perusahaan bekerja sama dalam menegakan tata tertib,\n    disiplin kerja, peningkatan efisiensi dan produktifitas kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Serikat pekerja menyadari bahwa tindakan mogok yang dapat memperlambat\n    kerja adalah tindakan yang tidak sesuai dengan semangat hubungan industrial\n    Pancasila,oleh karena itu akan dihindarkan dan semaksimal mungkin masalah\n    yang timbul akan diselesaikan dengan cara perundingan, jika memang harus\n    terjadi pemogokan dengan alasan yang dibenarkan maka,mogok akan dilakukan\n    dengan mengikuti prosedur yang benar.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 10 : Bantuan\nfasilitas bagi Serikat Pekerja dan ketentuannya\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Perusahaan menyediakan fasilitas ruangan kantor beserta perlengkapannya\n    untuk kepentingan Serikat Pekerja Nasional.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dengan izin perusahaan,serikat pekerja dapat mengunakan ruang rapat dan\n    peralatannya untuk menyelenggarakan rapat-rapat serikat pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dalam hal pelaksanaan kegiatan serikat pekerja,pengusaha dapat memberikan\n    bantuan dan fasilitas lainya guna mendukung pelaksanaan kegiatan-kegiatan\n    tersebut.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan akan memberikan bantuan sesuai kemampuan kepada karyawan\u002F\n    anggota Serikat Pekerja Nasional dalam usaha pendidikan dan Pembinaan\n    karyawan\u002Fti untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang Organisasi\n    Serikat Pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan dan Serikat Pekerja akan bersama-sama menyelenggarakan\n    pembinaan mental dan kerohanian yang bermanfaat bagi karyawan maupun bagi\n    perusahaan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 11 :\nPenyelenggaraan Kegiatan Serikat dan ketentuannya\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-TRADEUNLEAV_trigger\">\u003Cli>Perusahaan memberikan izin (dispensasi) kepada pengurus, perwakilan\n    serikat pekerja untuk mengadakan kegiatan dalam rangka tugas organisasi\n    serikat pekerja atau memenuhi pangilan pemerintah guna kepentingan\n    organisasi atau kepentingan pemerintah dengan tetap mendapatkan upah.\n    Selama disepakati oleh kedua belah pihak (UU NO 21 Thn 2000 Pasal 29)\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Perusahaan tidak menghalang-halangi kegiatan serikat pekerja, demikian\n    pula kepada pengurus dan anggota serikat pekerja tidak di berikan perlakuan\n    yang merugikan mereka, dengan alasan bahwa mereka terlibat dalam kegiatan\n    serikat pekerja\u002F pekerja dengan tidak mengurangi hak-haknya, dan kegiatan\n    tersebut harus di lakukan dengan sah, tertib dan damai sesuai sesui dengan\n    peraturan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Serikat Pekerja diwajibkan melapor kepada Perusahaan sebelum mengadakan : \n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Merubah susunan organisasi Serikat\n    Pekerja\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Mengadakan perubahan susunan pengurus\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Menggabungkan diri dan atau keluar dari\n    Serikat Pekerja tingkat wilayah atau daerah atau Nasional.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 12 : Iuran\nSerikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Perusahaan membantu Serikat Pekerja Nasional untuk pemotongan iuran\n    anggota COS (Chek Off System) melalui payroll sesuai dengan peraturan\n    Menteri Tenaga Kerja RI Nomor : KEP- \u002F 187 \u002F MEN \u002F X \u002F2004.Tgl 4 Oktober\n    2004.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pemotongan upah tersebut dalam ayat 1 di atas hanya merupakan bantuan\n    administrasi Serikat Pekerja dan karena itu Perusahaan bebas dari tanggung\n    jawab atas hasil pemotongan upah tersebut.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">BAB V :\nKonsultasi,Perundingan dan Musyawarah\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 13 :\nKonsultasi\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Untuk membina kerjasama dan saling pengertian yang baik,pengusaha dan\n    serikat pekerja saling mengadakan konsultasi dan mengemukakan usul dan\n    saran mengenai hal-hal yang menyangkut kepentingan bersama.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 14 :\nPerundingan dan Musyawarah\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Jika salah satu pihak ingin merundingkan masalah-masalah hubungan kerja,\n    baik yang telah tercantum dalam Perjanjian Kerja Bersama ini maupun yang\n    belum, maka pihak yang satu perlu menyampaikan terlebih dahulu kepada pihak\n    yang lain.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dalam perundingan, Perusahaan dan serikat pekerja akan berusaha sedapat\n    mungkin untuk menyelesaikan setiap masalah dengan jalan musyawarah dan\n    mufakat.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">BAB VI : Hubungan\nKerja dan Administrasi Personalia\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 15 :\nHubungan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pengeloaan bagian Personalia Perusahaan yang meliputi penerimaan,\npenempatan, pemindahan, promosi, demosi, pengupahan, keamanan, pemeliharaan\nkesehatan, kesejahteraan , dan pemberhentian karyawan adalah wewenang\nperusahaan yang dilaksanankan sesuai dengan sasaran Managemen perusahaan secara\nsehat dan efektif sesuai dengan perUndang  Undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 16 :\nPenerimaan Karyawan\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Perusahaan dapat menerima atau mengangkat dan menempatkan karyawan \u002F ti\n    berdasarkan formasi dan kebutuhan pekerjaan melalui seleksi atau testing,\n    dengan memperhatikan syarat-syarat sebagai berikut: \n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Umur minimal 18 tahun.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Pendidikan umum atau kejuruan sesuai dengan\n    kebutuhan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Berkelakuan baik berdasarkan surat\n    keterangan Kepolisian setempat\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Sehat berdasarkan surat keterangan\n    dokter.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Lulus seleksi test.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f. Tanpa dipungut biaya apapun.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Karyawan yang berhasil diterima akan dimulai dipekerjakan pada tanggal\n    yang ditentukan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dalam penerimaan karyawan \u002F ti Personalia akan melibatkan kepala divisi\n    yang membutuhkan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 17 : Masa\nPercobaan\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrialperiod\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrial\">\u003Cli>Karyawan yang baru diterima harus melalui masa percobaan \u002F training\n    paling lama 3 bulan terhitung mulai tanggal dipekerjakan 3 bulan kemudian\n    diangkat menjadi karyawan tetap bulanan.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Dalam masa percobaan, Perusahaan maupun Karyawan \u002F ti setiap saat dapat\n    memutuskan hubungan kerja bila ternyata tidak ada kecocokan, tanpa\n    memberitahukan alasan-alasanya, dan perusahaan tidak berkewajiban\n    memberikan uang pesangon, uang ganti rugi, uang jasa, kecuali membayar gaji\n    yang masih menjadi haknya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Karyawan percobaan yang telah memenuhi persyaratan dan yang telah\n    menyelesaikan masa percobaan akan diangkat menjadi karyawan tetap bulanan,\n    dengan memperoleh hak dan kewajiban sebagaimana yang diatur dalam\n    Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 18 :\nPerjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT \u002F Kontrak )\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Karyawan kontrak atau karyawan dengan perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT)\npelaksanaannya disesuaikan :\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Perjanjian dalam waktu tertentu \u002F perjanjian kerja waktu tertentu yang\n    didasarkan atas jangka waktu tertentu dapat diadakan paling lama 2\n  tahun.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perjanjian kerja waktu tertentu tidak boleh mensyaratkan adanya masa\n    percobaan kerja\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dalam hal disyaratkan masa percobaan kerja dalam perjanjian kerja sebagai\n    mana dimaksud dalam ayat 2, masa percobaan kerja yang disyaratkan tersebut\n    batal demi Hukum.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan bermaksud memperpanjang perjanjian kerja waktu tertentu\n    tersebut, paling lama 7 Hari sebelum perjanjian kerja waktu tertentu\n    berakhir, telah memberitahukan maksudnya secara tertulis kepada pekerja\n    yang bersangkutan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perjanjian kerja waktu tertentu yang tidak memenuhi ketentuan sebagaimana\n    dimaksud ayat 1 ( satu ), 2 ( dua ), 3 ( tiga ) dan 4 ( empat ), perjanjian\n    kerja bersama ini maka betul demi hukum dan menjadi perjanjian kerja waktu\n    tidak tertentu (PKWTT).\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 19 :\nPerubahan Data Karyawan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Setiap karyawan harus segera melaporkan kepada Perusahaan atau Bagian\nPersonalia bilamana terjadi perubahan mengenai :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Alamat dan Tempat Tinggal.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Kelahiran, perkawinan, perceraian dan\nkematian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Perubahan transport pulang dan pergi ke tempat\nkerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Perubahan-perubahan lain yang perlu untuk\nadministrasi personalia, misalnya: nama, gelar, ijazah terakhir dan\npaklaring.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 20 : Usia\nPensiun\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>A. Pensiun maksimal\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Batas maksimum umur karyawan yang mengadakan hubungan kerja pada\n    perusahaan adalah 55 tahun atau sesuai peraturan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Khusus untuk karyawan laki-laki atas kemauannya sendiri dapat mengajukan\n    permohonan pensiun dengan dasar batas umur maksimum, bila yang bersangkutan\n    telah mencapai umur serendah-rendahnya 50 ( Lima puluh ) tahun atau telah\n    bekerja selama 25 ( Dua puluh lima )tahun.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Khusus untuk karyawan wanita atas kemauannya sendiri dapat mengajukan\n    permohonan pensiun dengan dasar batas umur maksimum, bila yang bersangkutan\n    telah mencapai umur serendah-rendahnya 35 tahun.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Khusus ayat 2 ( dua ) dan 3 ( tiga ) pengajuan permohonan pensiun\n    selambat-lambatnya 1 ( satu ) bulan sebelumnya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha akan menyampaikan kepada karyawan \u002F ti tentang akan berakhirnya\n    hubungan kerja, selambat-lambatnya 1 (satu) bulan sebelum karyawan mencapai\n    batas usia pensiun.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Sehari setelah karyawan mencapai batas usia pensiun, hubungan kerja\n    karyawan tersebut dengan pengusaha akan diakhiri.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dalam hal Karyawan \u002Fti telah memasuki Usia pensiun sesuai ayat 1 ( Satu\n    ), jika perusahaan masih membutuhkan untuk mempekerjakan karyawan tersebut\n    sesuai jangka waktu yang telah di sepakati kedua belah pihak.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Besarnya pesangon atau konpensasi yang di maksud dalam ayat 1,2 dan 3\n    karyawan\u002Fti tersebut adalah : \n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">• Uang Pesangon Sebesar 2 ( dua ) kali\n    ketentuan Undang-undang 13 tahun 2003,\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">• Uang Penghargaan masa kerja sebesar 1 (\n    satu ) kali ketentuan Undang-undang 13 tahun 2003\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">• Uang Penggantian Hak yaitu meliputi :\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:4em\">- Cuti tahunan yang belum di ambil dan belum\n    hangus atau gugur\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:4em\">- Biaya dan ongkos pulang kampung untuk pekerja\n    dan keluarganya ke tempat dimana pekerja atau buruh di terima bekerja.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:4em\">- Penggantian perumahan serta pengobatan dan\n    perawatan di tetapkan sebesar 15 % ( Lima belas persen )dari jumlah uang\n    pesangon dan atau Uang penghargaan masa kerja bagi yang memenuhi syarat.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>B.Pensiun muda\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Khusus bagi karyawan \u002F ti yang kondisinya sudah tidak memungkinkan untuk\n    bekerja secara maksimal dengan rekomendasi medis atau keterangan dokter,\n    dapat mengajukan pension muda minimal 1 ( satu ) bulan sebelumnya secara\n    tertulis.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Khusus untuk karyawan laki  laki atas kemauan sendiri dapat mengajukan\n    permohonan pensiun dengan dasar batas umur maksimum, bila yang bersangkutan\n    telah mencapai umur serendah  rendahnya 45 ( empat puluh lima ) tahun\n    atau telah bekerja selama 20 ( dua puluh ) tahun.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan dapat menawarkan pensiun muda kepada pekerja dengan\n    kesepakatan serikat pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Besarnya pesangon atau konpensasi yang di maksud dalam ayat 1 pasal 20\n    poin B peraturan kerja bersama (PKB) adalah sebagai berikut : \n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">• Uang Pesangon Sebesar 2 ( dua ) kali\n    ketentuan Undang-undang 13 tahun 2003,\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">• Uang Penghargaan masa kerja sebesar 2 ( dua\n    ) kali ketentuan Undang-undang 13 tahun 2003\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">• Uang Penggantian Hak yaitu meliputi :\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:4em\">- Cuti tahunan yang belum di ambil dan belum\n    hangus atau gugur\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:4em\">- Biaya dan ongkos pulang kampung untuk pekerja\n    dan keluarganya ke tempat dimana pekerja atau buruh di terima bekerja.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:4em\">- Penggantian perumahan serta pengobatan dan\n    perawatan di tetapkan sebesar 15 % ( Lima belas persen ) dari jumlah uang\n    pesangon dan atau Uang penghargaan masa kerja bagi yang memenuhi syarat.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Besarnya pesangon atau konpensasi yang di maksud dalam ayat 2 dan 3 pasal\n    20 poin B peraturan kerja bersama (PKB) adalah sebagai berikut : \n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">• Uang Pesangon Sebesar 2 ( dua ) kali\n    ketentuan Undang-undang 13 tahun 2003,\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">• Uang Penghargaan masa kerja sebesar 1 (\n    satu ) kali ketentuan Undang-undang 13 tahun 2003\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">• Uang Penggantian Hak yaitu meliputi :\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:4em\">- Cuti tahunan yang belum di ambil dan belum\n    hangus atau gugur\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:4em\">- Biaya dan ongkos pulang kampung untuk pekerja\n    dan keluarganya ke tempat dimana pekerja atau buruh di terima bekerja.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:4em\">- Penggantian perumahan serta pengobatan dan\n    perawatan di tetapkan sebesar 15 % ( Lima belas persen ) dari jumlah uang\n    pesangon dan atau Uang penghargaan masa kerja bagi yang memenuhi syarat.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 21 : Mutasi\ndan Penugasan\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Untuk kepentingan perusahaan dan berdasarkan pertimbangan yang logis,\n    pengusaha dapat mengadakan mutasi atau pemindahan karyawan \u002F ti dalam\n    lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Karyawan\u002Fti tidak dapat menolak mutasi atau pemindahan tersebut tanpa\n    alasan yang dapat di terima.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Karyawan \u002Fti tidak akan menolak atau melalaikan tugas dan kewajiban yang\n    di berikan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mutasi atau pemindahaan karyawan\u002Fti harus di sertai surat keputusan dari\n    Perusahaan yang menerangkan mutasi promosi dan mutasi biasa di tembuskan\n    kepada Serikat Pekerja dan karyawan yang bersangkutan sekurang-kurangnya 7\n    hari kerja sebelum pelaksanaan mutasi.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mutasi promosi dan mutasi biasa: \n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Mutasi promosi, pelaksanaannya tidak akan\n    mengurangi hak-hak karyawan yang biasa diterima. Dan karyawan\u002Fti di\n    training selama 3 (tiga) bulan, setelah masa training dinilai baik oleh\n    atasannya maka hak-hak yang di terima di alihkan kekomponen lain dan\n    tambahan alpha.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Mutasi biasa bukanlah tindakan hukuman dan\n    pelaksanaan hak  hak karyawan yang di terima di sesuaikan di tempat\n    divisi yang baru.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mutasi atau pemindahaan karyawan\u002Fti dapat di lakukan karena alasan -\n    alasan sebagai berikut : \n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Bertambahnya Volume pekerjaan\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Guna memberikan kesempatan bagi karyawan\n    atau karyawati untuk maju dalam karier pekerjaannya.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Perusahaan bersama serikat pekerja akan\n    berusaha mengalih tugaskan seseorang karyawan\u002Fti yang karena alasan medis\n    tidak dapat melanjutkan tugasnya yang ada saat ini.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 22 : Jabatan\ndan Promosi\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-jobclassifaction1\">Perusahaan menetapkan struktur jabatan sebagai berikut : \n\n    \u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n      \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n      \u003Ccol>\n      \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd>a. President Director\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>g. Assistant Supervisor\u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd>b.Director\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>h. Leader\u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd>c.General Manager\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>i. Assistant Leader\u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd>d.Manager\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>j. Staff office dan Produksi\u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd>e.Assistant Manager\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>k. Operator.\u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd>f.Supervisor\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\n          \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n      \u003C\u002Ftbody>\n    \u003C\u002Ftable>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Karyawan dapat diangkat atau dipromosikan pada pangkat dan jabatan yang\n    lebih tinggi dengan memperhatikan persyaratan sebagai berikut : \n    \u003Cp>a.Formasi dan kebutuhan organisasi perusahaan\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>b.Prestasi dan kemampuan karyawan\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>c.Disiplin kerja karyawan\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>d.Pengalaman dan masa kerja karyawan\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>e.Training 3 ( tiga ) bulan\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>f.Dengan melakukan uji tes fit dan proper test sesuai jabatan yang akan\n    di tempati.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Yang dimaksud dengan promosi adalah pengangkatan karyawan \u002F ti pada\n    pangkat dan jabatan yang lebih tinggi dari pada kedudukan atau jabatan\n    sebelumnya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Karyawan\u002Fti atau pekerja yang mendapatkan promosi dari perusahaan akan\n    mendapatkan tambahan upah sesuai dengan skala upah pada jabatan baru yang\n    di embannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>5.Setelah dinyatakan lulus training, karyawan tersebut berhak mendapatkan\n    tunjangan sesuai dengan jabatan barunya, pemberian hak-haknya di hitung\n    semenjak mulai dipromosikan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 23 :\nPenilaian Karyawan dan Karyawati\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Penilaian terhadap karyawan\u002Fti atas pelaksanaan tugas dan tanggung\n    jawabnya akan dilakukan penilaian sekurang  kurangnya dua kali dalam\n    setahun.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Sistem penilaian akan di sosialisasikan terlebih dahulu kepada karyawan\n    yang bersangkutan dan serikat pkerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Penilaian Karyawan \u002F ti bersifat terbuka,obyektif dan tetap menjaga\n    kerahasiaan nilai yang di berikan oleh setiap kepala divisi.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tujuan penilaian prestasi adalah untuk meningkatkan kinerja dan kemampuan\n    karyawan \u002F ti.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 24 :\nPendidikan dan Pelatihan Karyawan\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-trainingprogrammes\">\u003Cli>Pengusaha dapat memberikan kesempatan kepada karyawan\u002Fti yang memenuhi\n    persyaratan untuk mengikuti pendidikan atau latihan baik di dalam maupun di\n    luar negeri, yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan\n    meningkatkan efektivitas kerja.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-trainingfund\">\u003Cli>Karyawan\u002Fti yang di tugaskan untuk mengikuti pendidikan maupun latihan\n    semua biayanya di tanggung oleh perusahaan termasuk pembayaran gaji bulanan\n    sesuai aturan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Perusahaan akan mengutamakan karyawan apabila, ada kekosongan posisi atau\n    jabatan yang lebih tinggi dengan memperhatikan kompentensi dan\n  pendidikan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pelatihan wajib di berikan kepada karyawan \u002F ti untuk meningkatkan\n    kinerja dan produktifitas.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pendidikan atau pelatihan yang mensyaratkan adanya ikatan dinas diatur\n    tersendiri sesuai kebijakan perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan menyelengarakan program pendidikan dan latihan untuk\n    meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan karyawan \u002F ti,sesuai dengan jenis\n    dan sifat pekerjaan masing-masing .\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">BAB VII : Jam\nKerja, Istirahat dan Libur\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 25 : Jam\nKerja\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek_select\">\u003Cli>Jam kerja perusahaan sesuai dengan ketentuan Undang  Undang adalah 7\n    jam atau 8 jam sehari dan 40 jam seminggu.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SCHEDULE_trigger\">\u003Cli>Setelah 4 ( empat ) jam bekerja terus menerus karyawan diberikan\n    istirahat selama 1 jam.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 26 :\nPengaturan Jam Kerja, Istirahat\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Waktu kerja perusahaan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. 7 (tujuh) jam sehari dan 40 (empat puluh) jam\nseminggu, untuk 6 (enam) hari kerja dalam seminggu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. 8 (delapan) jam sehari dan 40 (empat puluh) jam\nseminggu, untuk 5 (lima) hari kerja dalam seminggu.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-schedulesrestpw\">\u003Cp>2. Hari kerja dan hari libur perusahaan diatur sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd rowspan=\"2\" style=\"line-height:2em;\">Non shift\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Hari kerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Senin s\u002Fd Jum'at\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Hari libur\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Sabtu,Minggu (hari istirahat mingguan) dan hari libur Nasional.\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd rowspan=\"2\">2 Shift-2 Grup atau 3 Shift-3 Grup\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Hari kerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Senin s\u002Fd Sabtu\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Hari libur\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Minggu (hari istirahat mingguan) dan hari libur Nasional.Sesuai\n        jadwal yang ditentukan perusahaan. \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>3 Shift-4 GrupHari kerja \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Hari istirahat mingguan sesuai jadwal yang ditentukan perusahaan dan\n        hari libur Nasional.\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jam Kerja Non Shift\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>No\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Hari\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jam Kerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jam Istirahat\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>1\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Senin - Kamis\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>08.00 - 17.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>12.00 - 13.00\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>2\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jum'at\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>08.00 - 16.30\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>11.30 - 13.00\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>Jam Kerja Shift 1\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctfoot>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>3\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Sabtu\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>07.00 - 12.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Tidak ada\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftfoot>\n  \u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>No\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Hari\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jam Kerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jam Istirahat\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>1\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Senin-Kamis\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>07.00 - 15.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>08.45 - 09.00\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>12.00 - 12.45\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>2\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jumat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>07.00 - 15.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>11.30 - 13.00\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>Jam Kerja Shift 2\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>No\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Hari\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jam Kerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jam Istirahat\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>1\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Senin - Jum'at\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>15.00 - 23.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>18.00 - 18.45\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>20.45 - 21.00\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>2\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Sabtu\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>12.00 - 17.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Tidak ada\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>Jam Kerja Shift 3\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>No\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Hari\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jam Kerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jam Istirahat\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>1\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Senin - Jum'at\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>23.00 - 07.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>03.00 - 04.00\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>2\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Sabtu\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>17.00 - 22.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Tidak ada\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jam Kerja 3 Shift 4 Group\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Shift 1\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>No\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Hari\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jam Kerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jam Istirahat\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>1\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Senin - Sabtu -Minggu\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>07.00 - 15.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>08.45 - 09.00\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>12.00 - 12.45\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>2\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jum'at\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>07.00 - 15.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>11.30 - 13.00\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Shift 2\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>No\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Hari\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jam Kerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jam Istirahat\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>1\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Senin - Sabtu -Minggu\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>15.00 - 23.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>18.00 - 18.45\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>20.45 - 21.00\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Shift 3\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>No\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Hari\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jam Kerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jam Istirahat\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>1\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Senin - Sabtu -Minggu\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>23.00 - 07.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>03.00 - 04.00\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pekerjaan yang dilakukan melebihi dari jam kerja normal yang ditentukan\npada ayat 1, diperhitungkan sebagai kerja lembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Bila dipandang perlu untuk kepentingan perusahaan, jadwal pengaturan jam\nkerja tersebut diatas dapat dirubah setelah terlebih dahulu dimusyawarahkan\ndengan Serikat Pekerja dan sesuai perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Untuk karyawan\u002Fti tertentu seperti pengemudi, satpam ( keamanan ), waktu\nkerjanya ditentukan tersendiri oleh perusahaan, dengan tetap mengacu dan\nmentaati perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Untuk jam kerja dibulan ramadhan akan ditentukan tersendiri dan\ndimusyawarahkan dengan serikat pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 27 :\nPenyimpangan Jam Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam hal pengaturan jam kerja yang menyimpang dari ketentuan pasal 26\nPerjanjian Kerja Bersama ini, maka pengusaha mendapat izin dari Kantor Dinas\nTenaga Kerja setempat,serta tetap mengindahkan peraturan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 28 :\nPerjalanan dinas Luar Kota atau Luar Negeri\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Perjalanan dinas adalah perjalanan yang dilaksanakan pekerja atas\n    perintah dan tugas perusahaan, baik keluar kota atau wilayah dalam negeri\n    maupun luar negeri\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bagi pekerja yang melakukan perjalanan dinas luar kota tanpa menginap\n    diberikan biaya perjalanan dinas yang terdiri dari : \n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Biaya transport bagi yang tidak menggunakan\n    kendaraan dinas.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Tunjangan perjalanan dinas\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bagi pekerja yang melakukan perjalanan dinas dengan menginap diberikan\n    biaya perjalanan dinas yang terdiri dari: \n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Biaya transport bagi yang tidak menggunakan\n    kendaraan dinas.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Biaya penginapan\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Tunjangan perjalanan dinas\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Besarnya biaya dan ketentuan-ketentuan mengenai perjalanan dinas\n    ditetapkan dari waktu ke waktu berdasarkan ketentuan perusahaan sesuai\n    dengan tingkat atau golongan pekerja yang bersangkutan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Penentuan Jarak tempuh yang dikategorikan dinas luar kota + 120 km atau\n    batas - batas yang sudah disepakati.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">BAB VIII :\nPengupahan\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 29 : Dasar\ndan Sistem Pengupahan\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pada dasarnya upah atau gaji dibayar kepada karyawan\u002Fti yang bekerja yang\n    ditetapkan dan diatur menurut status dan jabatan karyawan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Sistem pengupahan diatur sebagai berikut : \n    \u003Cp>a.Golongan Karyawan Tetap\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>b.Golongan Karyawan Kontrak\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengertian upah karyawan meliputi : \n    \u003Cp>a. Gaji Pokok\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>b. Tunjangan-tunjangan\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>c. Incentive.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fol>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAYSCALES_trigger\">\u003Col>\u003Cli>\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fol>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAYSCALES_period\">\u003Col>\u003Cli>Struktur gaji atau Skala Upah sesuai PP.78 tahun 2015 : \n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. GAJI POKOK BARU SAMA DENGAN ( = )\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">GAJI POKOK LAMA + SELISIH PEMERINTAH +\n    GOLONGAN\u003C\u002Fp>\n\n    \u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n      \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n      \u003Ccol>\n      \u003Ccol>\n      \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd>Golongan\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>Range ( Masa Kerja )\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>Nilai\u002FTahun\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd colspan=\"1\" rowspan=\"9\">\u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd>1\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>1-3\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>Rp. 9.500\u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd>2\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>4-6\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>Rp. 19.000\u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd>3\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>7-9\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>Rp. 28.500\u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd>4\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>10-12\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>Rp. 38.000\u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd>5\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>13-15\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>Rp. 47.500\u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd>6\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>16-18\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>Rp. 57.000\u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd>7\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>19-21\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>Rp. 66.500\u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd>8\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>22- \u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>Rp. 76.000\u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n      \u003C\u002Ftbody>\n    \u003C\u002Ftable>\n  \u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">b. Pengertian golongan untuk huruf a ayat (4) pasal\n29 diatas sudah tertera pada surat kesepakatan No. 003\u002FSPN-GI-EJIP\u002FIV\u002F2018\ntertanggal 04 April 2018.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_government\">\u003Cp style=\"margin-left:4em\">c. Upah minimum yang berlaku diperusahaan tidak\nkurang dari upah minimum Kabupaten atau propinsi, yang berlaku di Kabupaten\nBekasi setiap tahunnya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">d. Besarnya kenaikan upah sesuai dengan range\ndiatas.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">5. Pajak penghasilan atas upah yang di berikan\nkepada karyawan (PPH 21) di tanggung Oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">6. Mengenai struktur dan skala upah akan\ndisesuaikan dengan aturan yang ditetapkan oleh peraturan menteri\nKetenagakerjaan No: 1 tahun 2017 tentang Struktur dan skala upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 30 : Waktu\nPembayaran Upah\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pembayaran upah untuk karyawan dilaksanakan tanggal 28 setiap\n  bulannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila pada tanggal pembayaran upah tersebut jatuh pada hari Minggu atau\n    pada Hari Libur Resmi, maka pembayaran upah dimajukan satu hari dari\n    tanggal tersebut.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 31 : Cara\nPembayaran Upah\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pada dasarnya upah dibayar langsung atau transfer kepada karyawan\u002Fti yang\n    bersangkutan oleh petugas pembayaran gaji karyawan\u002Fti.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Masalah-masalah yang timbul dalam hal pembayaran upah diselesaikan oleh\n    petugas pembayaran gaji.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila karena suatu hal karyawan yang berhak menerima upah berhalangan\n    maka upah dapat dibayarkan kepada orang yang diberi surat kuasa oleh\n    karyawan \u002F ti yang bersangkutan yang diketahui oleh Pimpinan Divisi\n    masing-masing.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 32 :\nPemotongan Upah\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Perusahaan dapat melakukan pemotongan upah karyawan secara langsung,\n    sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan perundang-undangan yang\n    berlaku dan berdasarkan musyawarah antara Pengusaha dan Serikat Pekerja,\n    antara lain meliputi : \n    \u003Cp>a.Iuran Jamsostek\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>b.Iuran Anggota Serikat\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>c.Iuran Anggota Koperasi Karyawan\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>d.Potongan-potongan lainnya yang telah disepakati oleh karyawan \u002F ti\n    dengan pengusaha, atau dengan Serikat Pekerja dan atau dengan Koperasi\n    Karyawan \u002F ti PT Gunze Indonesia.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>e.Besarnya jumlah pemotongan tidak boleh melebihi 50 % dari upah yang\n    diterima.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Karyawan yang tidak masuk kerja, kecuali karena mengambil cuti\n    tahunan,cuti besar, cuti haid,libur resmi, kecelakaan kerja, sakit dengan\n    surat keterangan dokter,ijin dispensasi maka karyawan tersebut tidak berhak\n    untuk mendapatkan upah atau gaji.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 33 :\nKenaikan upah\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasefirmperformance\">\u003Cli>Besarnya kenaikan upah di dasarkan pada situasi dan kondisi serta\n    kemampuan perusahaan dengan mempertimbangkan indeks harga konsumen yang di\n    sepakati dalam musyawarah antara pengusaha dengan Serikat Pekerja\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Perusahaan akan melaksanakan setiap peraturan pemerintah mengenai masalah\n    upah, hal-hal yang menyangkut pelaksanaan peraturan tersebut akan di\n    musyawarahkan antara Pengusaha dengan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-STRUCINCR_trigger\">\u003Cli>Kenaikan upah dilakukan minimum sekali dalam setahun, berdasarkan\n    prestasi dan masa kerja dari masing-masing karyawan \u002F ti.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 34 : Upah\nSelama Sakit\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspayperc\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspaytype\">Apabila karyawan\u002F ti sakit berdasarkan surat keterangan dokter yang telah\n    disahkan oleh perusahaan, sehingga karyawan tidak dapat bekerja dalam\n    jangka waktu yang lama, maka pembayaran upah disesuaikan dengan ketentuan\n    sebagai berikut : \n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a.Untuk 4 (empat) bulan pertama: 100 %\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b.Untuk 4 (empat) bulan kedua: 75 %\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c.Untuk 4 (empat) bulan ketiga : 50 %\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d.Untuk bulan selanjutnya : 25 % (sebelum PHK\n    dilakukan oleh perusahaan)\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdaysnr\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdays\">\u003Cli>Apabila setelah melewati 12 ( Dua belas ) bulan ternyata karyawan\u002Fti yang\n    bersangkutan belum mampu bekerja kembali, maka perusahaan dapat memutuskan\n    hubungan kerja dan dilaksanakan serendah-rendahnya sesuai dengan ketentuan\n    dan prosedur UU No.13 Tahun 2003.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 35 : Upah\nSelama Karyawan Ditahan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Dalam hal pekerja\u002Fburuh ditahan pihak yang berwajib karena diduga\nmelakukan tindakan pidana bukan atas pengaduan pengusaha, maka pengusaha tidak\nwajib membayar upah tetapi wajib memberikan bantuan kepada keluarga\npekerja\u002Fburuh yang menjadi tanggungannya dengan ketentuan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Untuk 1 (satu) orang tanggungan : 25 % (dua puluh lima perseratus) dari\nupah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Untuk 2 (dua) orang tanggungan : 35 % (tiga puluh lima perseratus) dari\nupah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Untuk 3 (tiga) orang tanggungan : 45 % (empat puluh lima perseratus) dari\nupah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Untuk 4 (empat) orang tanggunga : 50 % (lima puluh perseratus) dari\nupah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Bantuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan untuk paling lama 6\n(enam) bulan takwin terhitung sejak hari pertama pekerja\u002Fburuh di tahan oleh\npihak yang berwajib\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Perusahaan dapat melakukan pemutusan hubungan kerja ( PHK ) terhadap\npekerja\u002Fburuh yang setelah 6 (enam) bulan tidak dapat melakukan pekerjaan\nsebagaimana mestinya karena dalam proses perkara pidana sebagaimana yang\ndimaksud pada ayat (1)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Dalam hal pengadilan memutuskan perkara pidana sebelum masa 6 (enam)\nbulan sebagaimana yang dimaksud pada ayat tiga (3) berakhir dan pekerja\u002Fburuh\ndinyatakan tidak bersalah, maka pengusaha wajib mempekerjakan pekerja\u002Fburuh\nkembali\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Dalam hal pengadilan memutuskan perkara pidana sebelum masa 6 (enam)\nbulan berakhir dan pekerja\u002Fburuh dinyatakan bersalah, maka pengusaha dapat\nmelakukan pemutusan hubungan kerja kepada pekerja\u002Fburuh yang bersangkutan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Pemutusan hubungan kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dan ayat (5)\ndilakukan tanpa penetapan lembaga penyelesaian perselisihan hubungan\nindustrial\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Perusahaan wajib membayar kepada pekerja\u002Fburuh yang mengalami pemutusan\nhubungan kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dan ayat (5), Yaitu uang\npenghargaan masa kerja 1 (satu) kali ketentuan pasal 156 ayat (3) dan uang\npenggatian hak sesuai ketentuan dalam pasal 156 ayat (4)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">BAB IX :\nTunjangan-Tunjangan, Bonus,Sumbangan dan Upah Lembur\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 36 :\nTunjangan Jabatan\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Tunjangan Jabatan di berikan pada karyawan yang mempunyai jabatan atau\n    tugas tertentu seperti : Supervisor, Asst . Supervisor, Leader , Asst.\n    Leader\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Besaran nilai tunjangan jabatan diatur tersendiri atas kesepakatan antara\n    serikat pekerja dan perusahaan :\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 37 :\nTunjangan Divisi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Tunjangan divisi di berikan pada divisi Dyeing dan Maintenance, dan nilai\nnominalnya sama dengan nilai nominal 2012, (terlampir)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 38 :\nTunjangan Keluarga dan perumahan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Tunjangan keluarga dan tunjangan perumahan di berikan oleh perusahaan yang\nbesarnya antara lain : \u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Single\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp. 15.000,-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Married\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp. 30.000,-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Anak 1\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp. 50.000,-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Anak 2\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp. 65.000,-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Anak 3 \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp. 75.000,-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>Tunjangan tersebut diatas berlaku untuk seluruh karyawan\u002Fti PT.Gunze\nIndonesia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Untuk karyawan dengan perjanjian kerja waktu tertentu\u002F PKWT status\nSingle.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 39 :\nTunjangan Kehadiran atau Incentive\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Bagi karyawan \u002F ti yang hadir terus menerus selama satu bulan penuh,\n    tanpa absen akan mendapatkan uang kehadiran dengan nominal Rp.25.000,-\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Adapun nominal prosentase kehadiran karyawan\u002Fti tercantum adalah : \n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a.Tanpa absen100 %\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b.Tidak masuk 1 hari 75 %\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c.Tidak masuk 2-3 hari 40 %\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d.Alpha 0 %\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Untuk ketentuan pasal 39 ayat 2 ( dua ) diatas berlaku untuk izin  izin\n    resmi.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 40 :\nTunjangan Akhir Tahun\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Tunjangan akhir tahun menjadi kewenangan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 41 :\nBonus\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>\u003C\u002Fli>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-extrapayfirmperformancesec\">\u003Cli>\u003C\u002Fli>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE2_trigger\">\u003Cli>Pengertian bonus \n    \u003Cp>Bonus adalah keuntungan perusahaan yang diberikan kepada seluruh pekerja\n    sebagai kompensasi tambahan untuk menunjang produktifitas dan semangat\n    kerja karyawan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE2_trigger\">\u003Cli>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003Cli>\u003C\u002Fli>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype2sec\">\u003Cli>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusdays1sec\">Ketentuan untuk pembagian bonus. \n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a.Bonus diberikan kepada karyawan\u002Fti PT Gunze\n    Indonesia sebesar 1 ( satu ) kali Gaji Pokok + tunjangan jabatan +\n    alpha.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b.Karyawan\u002Fti PT Gunze Indonesia yang sudah\n    bekerja tetapi kurang dari 1 (satu ) tahun,maka akan diberikan secara\n    proporsional.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003Cli>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusdatesec\">Waktu pembagian Bonus \n    \u003Cp>Bonus diberikan pada bulan juni setiap tahunnya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bonus di bayarkan kepada pekerja yang masih terdaftar sebagai sebagai\n    karyawan seminggu sebelum bonus di bagikan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 42 :\nTunjangan Shif ( uang Shift )\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Tunjangan Uang Shif dalam per hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">1. Tunjangan Shif malam atau shif 3 ( Tiga )Rp 5.000\n,- per hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">Rumusan = Tunjangan lama + ( 1% x selisih UMK )\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">Ketentuan ini berlaku per 2 ( dua ) tahun sesuai\ndengan masa berlaku PKB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">2. Tunjangan Shif Siang atau shif 2 ( Dua )Rp 0\n,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-NOCTPREM_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-shiftallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-shiftallowanceamount1\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Tunjangan Uang Shif dalam per bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">1. Tunjangan dua ( 2 )shif dua ( 2 ) group sebesar\nRp 30.000.,00 per bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">2. Tunjangan tiga ( 3 ) shif tiga ( 3 ) group\nsebesar Rp 30.000,00 per bulan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Tunjangan Tiga ( 3 ) shif Empat ( 4 ) group\nsebesar Rp 120.000,00 per bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Khusus untuk shift malam atau shif 3 ( tiga\n)perusahaan memberikan tambahan makanan 1 ( Satu ) butir telor ayam matang di\ntambah 1 ( satu ) gelas bubur kacang hijau ( menu berfariasi dengan kalori yang\nsama ).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 43 :\nTunjangan Beasiswa\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-educationtuition\">\u003Cp>1. Perusahaan memberikan tunjangan beasiswa kepada anak pekerja yang\nberprestasi dengan ketentuan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Diberikan untuk pekerja yang telah mempunyai\nmasa kerja minimal 5 ( lima ) tahun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Setiap karyawan hanya memperoleh beasiswa untuk\n1 orang anak yang terdaftar sah diperusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Tingkatan pendidikan dan besarnya nilai\ntunjangan beasiswa\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>No\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Tingkat pendidikan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Peringkat atau rangking\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Besaran Tunjangan ( Rp )\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Kuota\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>1\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Sekolah Dasar\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 S\u002Fd 3\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>500.000.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>6 orang\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>2\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>SLTP \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 S\u002Fd 3\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3750.000.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3 orang\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>3\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>SLTA\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 S\u002Fd 3\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3850.000.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3 orang\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Untuk rangking atau peringkat ini nilai\nrata-rata 7,5\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Dalam hal ini setiap anak dari karyawan\u002Fti hanya\nberhak 1 x menerima beasiswa untuk 1 (satu ) jenjang pendidikan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:0em\">3. Beasiswa diberikan 1 tahun sekali pada saat\nkenaikan kelas atau hasil semester genap untuk jenjang pendidikan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Jumlah paket beasiswa yang diberikan sesuai ayat (1) huruf c pada kolom\ndiatas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Apabila pengajuan lebih dari 12 ( dua belas )anak, perusahaan mengundi\ncalon tersebut dihadapan kepala departemen atau divisi yang bersangkutan dan\ndisaksikan perusahaan dan Serikat Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Pengajuan beasiswa harus dilengkapi surat keterangan dari sekolah atau\ndan raport atau hasil studi yang telah dilegalisir dari sekolah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 44 :\nTunjangan Hari Raya Idul Fitri\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype2\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusdays1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusdate\">Selambat-lambatnya 1 (satu) minggu sebelum Hari Raya Idul Fitri\n    perusahaan akan memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada karyawan. \n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Besarnya Tunjangan Hari Raya ( THR )adalah\n    minimal 1 ( satu ) bulan gaji pokok + tunjangan jabatan + tunjangan tetap\n    bagi karyawan yang telah mempunyai masa kerja 1 (satu) tahun atau lebih.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Karyawan yang mempunyai masa kerja lebih\n    dari 3 ( tiga ) bulan tapi kurang dari 1 ( satu ) tahun besarnya Tunjangan\n    Hari Raya akan di berikan secara proposional.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dalam hal karyawan mengalami PHK ,mengunduran diri dan atau habis kontrak\n    terhitung 30 hari sebelum hari raya , maka karyawan tersebut berhak\n    mendapatkan Tunjangan Hari Raya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan memberikan Bingkisan Lebaran , Jenis dan jumlahnya minimal\n    sama dengan tahun sebelumya dan ketentuannya menjadi kewenangan\n  Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 45 : Lembur\n&amp; Upah Lembur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-OVERTIME_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hoursovertimemax\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-MAXHOURS_trigger\">\u003Cp>1. Apabila Perusahaan memerlukan karyawan untuk bekerja lembur, maka\nkaryawan yang bersangkutan berkewajiban untuk melaksanakan kerja lembur sesuai\ndengan ketentuan perundang  undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SENIOR_trigger\">\u003Cp>2. Dasar perhitungan upah lembur karyawan adalah Gaji Pokok + Tunjangan\nTetap (Tunjangan Jabatan, tunjangan masa kerja dan tunjangan Family ) dari\nmasing-masing karyawan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3. Untuk menentukan besarnya upah lembur per jam di ambil perhitungan adalah\n1\u002F173 X ( Gaji pokok + Tunjangan tetap ).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Perhitungan upah lembur., khusus diberikan bagi karyawan yang di tugaskan\nbekerja pada saat  saat tertentu dan atau di luar dari jam kerja normal\nseperti : hari libur nasional , hari raya keagamaan dan hari- hari libur yang\ndi tentukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype_general\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1_general\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1\">\u003Cp>5. Dalam hal memerintahkan untuk melakukan kerja lembur guna kepentingan\npekerjaan, perusahaan harus mempertimbangkan atau memperhatikan kondisi\nkaryawan tersebut. Dengan rincian sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Kerja lembur pada hari biasa\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">• Untuk jam lembur pertama dibayar sebesar 1.5x\nupah sejam dan untuk jam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">selebihnya di bayar 2 x upah perjam.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">• Khusus hari sabtu yang kerja 6 ( enam ) hari\nuntuk jam lembur pertama di bayar 1.5x upah sejam,untuk jam ke 2 ( dua ) sampai\njam ke 5 ( lima ) upah lembur di bayar 2x upah sejam untuk jam ke 6 ( enam )\nupah lembur di bayar 3x upah sejam dan upah jam berikutnya upah lembur di bayar\n4x upah sejam.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SUNDAY_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowanceperc1\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Kerja Lembur Pada Istirahat Mingguan, hari\nminggu, dan hari libur nasional.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Berlaku bagi yang bekerja 5 (lima) hari kerja dan\n40 (empat Puluh) jam seminggu:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">• Jam ke 1 (satu) sampai dengan jam ke 8\n(delapan), upah lembur di bayar 2 X upah sejam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">• Jam ke 9 (Sembilan), upah lembur di bayar 3 X\nupah sejam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">• Jam ke 10 (sepuluh) dan jam ke 11 (sebelas),\nupah lembur dibayar 4 X upah sejam\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Berlaku bagi yang bekerja 6 (enam) hari kerja dan\n40 (empat puluh) jam seminggu:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">• Jam ke 1 (satu) sampai dengan jam ke 7 (tujuh),\nupah lembur di bayar 2 X upah sejam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">• Jam ke 8 (delapan), upah lembur di bayar 3 X\nupah sejam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">• Jam ke 9 (sembilan) dan ke 10 (sepuluh), upah\nlembur dibayar 4 X upah sejam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Apabila hari Libur Nasional jatuh pada hari\nterpendek, perhitungan upah lembur sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">• Jam ke 1 (satu) sampai dengan jam ke 5 (lima),\nupah lembur di bayar 2 X upah sejam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">• Jam ke 6 (enam), upah lembur di bayar 3 X upah\nsejam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">• Jam ke 7 (tujuh) dan ke 8 (delapan), upah lembur\ndibayar 4 X upah sejam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">C.Hari libur pada waktu cuti Tahunan Bersama :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">• Setiap jam dalam batas waktu 7 ( tujuh ) jam,\nupah lembur dibayar 4X upah sejam.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">• Setiap jam setelah 7 (tujuh ) dan ke 8 ( delapan\n), upah lembur dibayar 4X upah sejam.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Lembur pada waktu cuti tahunan atau hari libur nasional tetapi perusahaan\ntidak menyediakan kantin maka perusahaan akan menggantinya dengan nilai Rp\n25.000,- per masuknya ( per harinya )\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 46 :\nSumbangan-sumbangan\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Sumbanan pernikahan. \n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Karyawan yang sudah bekerja lebih dari 1\n    (satu ) tahun terus menerus dan akan melakukan pernikahan yang pertama\n    secara sah mendapat sumbangan dari perusahaan yang besarannya 50% dari gaji\n    pokok.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Bila karyawan menikah dengan sesame karyawan\n    PT. Gunze Indonsia maka sumbangan hanya di berikan kepada karyawan laki \n    laki\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpaytype\">Sumbangan kedukaan ( MENINGGAL ). \n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Perusahaan akan memberikan sumbangan\n    kedukaan kepada keluarga atau ahli waris karyawan yang meninggal dunia\n    akibat kecelakaan kerja atau kecelakaan dalam hubungan kerja, sebesar 2\n    (dua ) bulan gaji.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Apabila suami atau istri, anak, orang tua\n    kadung karyawan meninggal dunia, di berikan sumbangan sebesar 50 % dari\n    gaji pokok.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Apabila bapak atau ibu mertua meninggal,\n    kepada ahli warisnya atau pekerja, perusahaan memberikan sumbangan sebesar\n    25 % dari gaji pokok, bila suami atau istri telah mendapat santunan dalam\n    ayat 2. Huruf b, ketentuan ini tidak berlaku.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Bila orang tua kandung karyawan meninggal\n    dunia, dan ada beberapa ahli waris di perusahaan ini, maka anak pertama\n    yang berhak atas sumbangan duka ini.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Sumbangan bencana alam \n    \u003Cp>Kepada karyawan yang menderita kerugian di sebabkan karena kebakaran,\n    badai, gempa, banjir, sehingga tempat tinggal dan perabotan rumah tangga\n    yang di miliki rusak, perusahaan memberikan sumbangan dengan kebijaksanaan\n    sebagai rasa simpati, yang besarnya di tentukan oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">BAB X : Hak Cuti\ndan Izin Resmi\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 47 :Cuti\nTahunan\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysweeks\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysdays\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAIDLEAV_trigger\">\u003Cli>Karyawan yang telah bekerja selama 12 bulan berturut-turut, berhak\n    mengambil atau menggunakan hak atas cuti tahunan sebanyak 12 hari\n  kerja.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Karyawan yang ingin menggunakan cuti tahunan diwajibkan mengajukan\n    perohonan secara tertulis kepada pemimpin divisi Masing-masing, untuk\n    memperoleh izin selambat-lambanya 6 (enam ) hari sebelumnya, kecuali dalam\n    hal yang mendesak \u002F mendadak.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pemberian cuti tahunan baik waktu maupun lamannya , akan di atur\n    sedemikian rupa sehinga tidak akan mengganggu pekerjaan, dimana ada satu\n    bagian dapat di ambil sedikitnya 6 (enam) hari terus-menerus.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Selama menjalani cuti tahunan karyawan akan menerima upah penuh.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila hak cuti tahunan karyawan terdapat sisa dari tahun lalu, maka\n    jumlah dari sisa cuti tersebut dapat digabungkan dengan cuti tahun berjalan\n    dengan batas setelah hak cuti yang lalu berakhir. Dengan jumlah pengabungan\n    tidak boleh melebihi dari 15 ( lima belas ) hari kerja. Ketentuan ini tidak\n    berlaku bagi karyawan yang tidak dapat menggunakan sisa hak cuti tersebut\n    karena alasan pekerjaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysfixed\">\u003Cli>Hak cuti tahunan pekerja dapat diberikan secara kolektif atau masal pada\n    hari raya idul fitri, setelah terlebih dahulu mengadakan musyawarah dengan\n    serikat pekerja.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Hak atas cuti tahunan tidak dapat diuangkan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 48 : Cuti\nHamil atau Keguguran dan Cuti Haid\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveall\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleave\">\u003Cp>1.Berdasarkan surat keterangan dokter Karyawati yang akan melahirkan\ndiberikan cuti selama 1.5 bulan sebelum melahirkan dan 1.5 bulan setelah\nmelahirkan anak.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityotherclause\">\u003Cp>2.Berdasarkan surat keterangan Dokter,Karyawati yang mengalami keguguran\ndiberikan cuti selama 1.5 bulan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleavepayperc\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleavepay\">\u003Cp>3.Selama menjalani cuti hamil\u002Fkeguguran, karyawati akan mendapatkan upah\npenuh.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-menstruationleave\">\u003Cp>4.Cuti haid telah di atur dalam undang-undang 13 tahun 2003 ( bagi pekerja\nwanita di perbolehkan tidak bekerja pada hari I dan II pada waktu haid).Izin\nCuti haid dilakukan sebelum atau sesudahnya dengan mengajukan surat permohonan\ncuti haid, bagi yang sedang menjalani masa haid dan belum menyampaikan\npermohonannya wajib memberitahukan kepada atasannya dan mengajukan permohonan\ncuti haid tersebut kepada perusahaan sesudahnya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 49 : Izin\nResmi ( Dispensasi )\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleavepayperc\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleavepay\">\u003Cp>Perusahaan memberikan izin resmi untuk tidak masuk \u002F meninggalkan pekerjaan\ndengan mendapatkan upah penuh, bagi karyawan yang mengalami atau melaksanakan\nhal-hal sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">A. PERNIKAHAN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-marriage\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Karyawan yang akan menikah pertama kali berdasarkan\nasas monogami diberikan izin \u002F dispensasi selama 3 (tiga) hari.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">B. PERNIKAHAN ANAK.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Apabila karyawan menikahkan anaknya, diberikan izin\n\u002F dispensasi selama 2 (dua) hari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleave\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleaveduration\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">C. ISTRI KARYAWAN MELAHIRKAN \u002F KEGUGURAN:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Apabila istri karyawan melahirkan atau keguguran,\nperusahaan memberikan izin \u002F dispensasi selama 2 (dua) hari.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-childcare\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-childcareleave\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">D. ISTRI \u002F SUAMI DAN ANAK SAKIT\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Dalam hal Istri,Suami atau Anak kandung dan anak\nangkat yang sah secara Undang-Undang., Sakit yaitu Rawat Inap, Perusahaan\nmemberikan izin \u002F dispensasi selama 1 (satu) hari\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelatives\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelativesleave\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">E. KEMATIAN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Dalam hal istri \u002F suami atau anak, atau ayah \u002F ibu\nkandung karyawan atau ayah \u002F ibu kandung dari istri \u002F suami karyawan yang\nmeninggal dunia, karyawan diberi izin \u002F dispensasi selama 2 (dua) hari termasuk\nhari kematian, hari penguburan dan hari kedukaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">F. KHITANAN dan atau BAPTISAN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Apabila karyawan akan mengkhitankan atau\nmembaptiskan anaknya akan diberikan izin \u002F dispensasi selama 2 (dua) hari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 50 : Izin\nKhusus\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Perusahaan memberikan izin kepada karyawan yang akan melaksanakan\n    kewajiban sebagai warga negara, antara lain untuk memberikan hak suara\n    ditempat pemungutan suara pada pemilihan umum, bila tidak ditentukan lain,\n    atau memenuhi panggilan pihak yang berwajib.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan memberikan izin kepada karyawan yang akan menunaikan ibadah\n    haji selama paling lambat 40 ( empat puluh ) hari kerja, dengan pengupahan\n    sesuai sesuai dengan Undang-Undang No.13 Tahun 2003 dan peraturan yang\n    berlaku.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">BAB XI : Perawatan\nKesehatan\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 51 :\nKesehatan Karyawan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Guna memelihara kesehatan karyawan\u002Fti dan keluarganya, Perusahaan mengikut\nsertakan seluruh karyawan\u002Fti dalam program Asuransi Kesehatan dan atau Badan\nPenyelengara Jaminan Sosial ( BPJS ),menurut Undang-undang no 40 Tahun 2004\ntentang system jaminan sosial nasional undang-undang No 24 tahun 2011 tentang\nbadan penyelenggara jaminan sosial.\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>\u003C\u002Fli>\u003Cli>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccess\">Jaminan pemeliharaan Kesehatan yang di kelola dan atau di tanggung oleh\n    badan penyelengara jaminan sosial ( BPJS ) meliputi : \n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">-Rawat jalan tingkat 1 atau ketentuan PPK 1\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">-Rawat Inap\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">-Pelayanan Gawat darurat\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">-Poli Gigi.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>\u003C\u002Fli>\u003Cli>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurance\">Jaminan Pemeliharaan Kesehatan yang di tanggung oleh Perusahaan (PT.Gunze\n    Indonesia ) sesuai dengan : \n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a.Pelayanan Perawatan Kesehatan sesuai dengan\n    aturan yang di tetapkan oleh BPJS.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b.Sesuai surat keputusan Kelahiran Normal\n    Nomor:003 \u002F SK- HR &amp; GA \u002F GI \u002F IV \u002F 2017. Tentang Jaminan Rawat\n    Bersalin tertanggal 18 april 2017.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c.Sesuai surat keputusan Nomor : 004 \u002F SK - PGA\n    \u002F GI \u002F VIII \u002F 2012. Tentang Jaminan Pemeriksaan dan Pengobatan Gigi.(untuk\n    seluruh karyawan\u002Fti PT.Gunze Indonesia beserta keluarganya ).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pemeriksaan dan pemeliharan mata dan kaca mata bagi pekerja meliputi:\n    biaya kosultasi Dokter,biaya Frame dan biaya lensa selama 2 ( dua ) tahun\n    sebesar Rp.800.000 ( delapan ratus ribu ).\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 52 :\nPemeriksaan Kesehatan Berkala dan Pencegahan Penyakit Menular\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hivpolicy\">\u003Cli>Guna pemeliharaan dan pemeriksaan kesehatan karyawan secara menyeluruh\n    bagi semua karyawan yang mempunyai masa kerja lebih dari satu tahun akan\n    dilaksanakan pemeriksaan Rontgen berkala sekali setahun atas tanggungan\n    pengusaha.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Apabila terjadi wabah penyakit menular yang mengancam masyarakat dan\n    karyawan, maka pengusaha akan melakukan usaha pencegahan dengan mengadakan\n    vaksinasi terhadap seluruh karyawan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Untuk mencegah dan memelihara kesehatan karyawan, perusahaan akan\n    melakukan medical check up bagi semua karyawan dengan biaya ditanggung\n    perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>biaya rawat jalan dan rawat inap disesuaikan dengan batas maksimum yang\n    ditentukan oleh pihak penyelenggara asuransi\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>dalam hal pekerja dirawat karena mengalami kecelakaan kerja, perusahaan\n    wajib memberitahukan kepada keluarga pekerja hari itu juga.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila terjadi wabah penyakit menular yang mengancam masyarakat dan\n    karyawan, maka perusahaan akan melakukan usaha pencegahan dengan mengadakan\n    vaksinasi terhadap seluruh karyawan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan menyediakan obat-obatan atau peralatan pertolongan pertama\n    pada kecelakaan (P3K) secara lengkap di setiap divisi.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan akan memberikan bantuan minimum kesehatan atau susu kaleng 1\n    (satu) minggu sekali dan pembagiannya ( 1 kaleng susu indomilk coklat\u002Fputih\n    385 gr per minggu).\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 53 : Badan\npenyelenggara jaminan social Ketenagakerjaan (BPJS ketenagakerjaan)\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan dan Undang -Undang mengenai\n    BPJS Ketenagakerjaan yang berlaku, perusahaan dan pekerja diwajibkan ikut\n    serta dalam progam BPJS Ketenagakerjaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Program BPJS meliputi : \n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. BPJS Kesehatan\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:4em\">- Jaminan pemeliharaan kesehatan ( JPK )\u003C\u002Fp>\n    \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilitypay\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b.BPJS Ketenaga kerjaan meliputi :\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:4em\">- Jaminan Kecelakaan Kerja ( JKK )\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n    \u003Cp style=\"margin-left:4em\">- Jaminan hari tua ( JHT )\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:4em\">- Jaminan kematian ( JK )\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:4em\">- Jaminan Pensiun ( JP )\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Premi dan iuran BPJS Ketenagakerjaan \n    \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilityfund\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Premi kecelakaan kerja menjadi tanggungan\n    perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n    \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-pensionfund\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Perusahaan dan pekerja menangung\n    masing-masing iuran BPJS Ketenagakerjaan sesuai Undang-Undang dan ketentuan\n    yang berlaku\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n    \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpay\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Premi asuransi kematian ditanggung oleh\n    perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">BAB XII :\nFasilitas Dari Perusahaan\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 54 :\nKantin\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha menyediakan ruang kantin berserta peralatannya sebagai tempat\n    makan karyawan\u002Fti.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Guna untuk memelihara dan tetap terjaminnya kesehatan karyawan\u002Fti,Menu\n    dan Jenis masakan di kelola oleh kantin dengan jenis yang berfariasi dan di\n    tentukan oleh perusahaan\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 55 : Makanan\ndan Minuman Extra\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Perusahaan akan memberikan makanan kecil dan minuman teh manis kepada\n    karyawan yang bekerja pada Shift II (Dua) dan Shift III (Tiga) dan kepada\n    karyawan yang bekerja lembur sore dan malam hari untuk keperluan berbuka\n    puasa atau sahur.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Macam dan pengaturan makanan kecil dan minuman tersebut ditentukan oleh\n    perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pada bulan puasa untuk makan di kantin di tetapkan sama dengan tahun\n  2012.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 56 :\nKoperasi Karyawan\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Untuk menjamin kesejahteraan karyawan\u002Fti dalam memenuhi kebutuhan pokok\n    sehari-hari Perusahaan mendirikan koperasi karyawan dengan bantuan modal\n    dan fasilitas perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Selanjutnya koperasi karyawan merupakan organisasi yang mandiri yang\n    dikelola oleh pengurus koperasi yang dipilih secara demokrasi oleh karyawan\n    \u002F ti PT. Gunze Indonesia.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan dan Serikat pekerja PT. Gunze Indonesia akan melakukan\n    pembinaan dan pengawasan guna kelangsungan hidup koperasi.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Ketentuan Kepengawas koperasi yang dimaksud dalam Pasal 56 ayat (3) PKB\n    ini ditunjuk berdasarkan rapat anggota.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 57 : Seragam\nKerja\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Untuk ketertiban, keseragaman, keserasian, dan keselamatan kerja,\n    perusahaan memberikan seragam kerja kepada karyawan yang terdiri dari\n    pakaian seragam, sepatu, dan tanda pengenal karyawan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Karyawan diwajibkan memakai dan memelihara seragam kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Khusus bagi karyawan yang Karena sifat pekerjaannya memerlukan pakaian\n    khusus, akan diberikan pakaian kerja khusus.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pembagian Seragam Kerja pertama kali di berikan oleh perusahaan kepada\n    karyawan\u002Fti sebanyak 2 (dua) pasang sekaligus ditambah kaos 2 (dua)\n  pcs.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pemberian seragam kerja di berikan per 6 ( Enam ) bulan : \n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Dyeing dibagikan 1 ( satu ) pasang di tambah\n    kaos 1 ( satu ) pcs.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Winding \u002F twisting dibagikan 1 ( satu )\n    pasang ditambah kaos 1 ( satu ) pcs.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. RT winder dibagikan 1 ( satu ) pasang\n    ditambah kaos 1 ( satu ) pcs.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Maintenance dibagikan 1 ( satu ) pasang\n    ditambah kaos 1 (satu ) pcs.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Berikutnya pemberian seragam kerja diberikan per 1 ( satu ) tahun : \n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Inspection dibagikan 1 ( satu ) pasang\n    ditambah kaos 1 ( satu ) pcs.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Laboratorium dibagikan 1 ( satu ) pasang\n    ditambah kaos 1 ( satu ) pcs.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Warehouse &amp; Raw material dibagikan 1(\n    satu ) pasang ditambah kaos 1(satu)pcs.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Molding dibagikan 1 ( satu ) pasang ditambah\n    kaos 1 ( satu ) pcs.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Staff &amp; Adm dibagikan 1 ( satu )\n    pasang.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bentuk model jahitan, jenis bahan untuk pakaian tersebut ditentukan oleh\n    perusahaan dengan berlandaskan pada kenyamanan, kesehatan dan kelayakan\n    situasi dan kondisi perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Sehari sebelum karyawan menyelesaikan hubungan kerja dengan PT GUNZE\n    INDONESIA maka semua atribut dan seragam yang berhubungan dengan perusahaan\n    wajib di kembalikan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 58 : Olah\nRaga\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Untuk memelihara kesehatan fisik dan kegairahan bekerja karyawan\u002Fti\n    perusahaan menyelenggarakan kegiatan olah raga karyawan\u002Fti dan membantu\n    menyediakan fasilitas dan peralatan sesuai kemampuan perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Kegiatan olah raga dilakukan diluar jam kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan akan memberikan fasilitas, kepada karyawan\u002Fti yang akan\n    mengikuti kegiatan olah raga yang mengatas namakan perusahaan, sepanjang\n    kegiatan olah raga tersebut tidak mengganggu pekerjaan dan kelancaran\n    produksi.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 59 :\nRekreasi\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Perusahaan akan memberikan fasilitas dan biaya kepada karyawan\u002Fti beserta\n    keluarganya untuk mengadakan rekreasi atau darmawisata sekali dalam\n  setahun.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pelaksanaan rekreasi atau darmawisata dilakukan pada hari minggu \u002F pada\n    hari libur resmi.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Besarnya biaya rekreasi atau darmawisata ditentukan oleh perusahaan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 60 :\nFasilitas Antar Jemput dan Tunjangan Transport\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Perusahaan menyediakan fasilitas antar jemput bagi karyawan\u002Fti yang\n    meliputi area terdekat dengan perusahaan (dari perusahaan ke pintu kawasan\n    Ejip 1 atau 2)\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Untuk karyawan perempuan pulang shif 2 dan berangkat shift 3 diantar dan\n    dijemput dari dan sampai depan tempat tinggal.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-COMMUTE_trigger\">\u003Cli>Perusahaan memberikan tunjangan transport Sebagai penganti biaya yang\n    telah di keluarkan oleh karyawan\u002Fti dari rumah karyawan\u002Fti masing-masing\n    sampai depan pintu Kav.Ejip 1 dan Ejip II\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-commutingallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-commutingallowanceamount1\">Besaran tunjangan uang transport : \n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">- Karyawan permanen Rp 18.400,- \u002F hari.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">- Karyawan kontrak Rp 16.000,- \u002Fhari\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003Cli>\n  \u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 61 :\nPelaksanaan Ibadah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan menyediakan tempat ibadah (musholla) bagi karyawan yang\nberagama Muslim.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Tempat dan waktu melaksanakan ibadah disesuaikan pada waktu dan tempat\nyang telah ditentukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. DKM PT. Gunze Indonesia bekerja sama dengan manajemen serta di bantu\nserikat pekerja dan koperasi dalam melaksanakan kegiatan Peringatan Hari Besar\nIslam (PHBI) di lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 62 :\nKeluarga Berencana\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Program Keluarga Berencana adalah merupakan salah satu bagian untuk\n    menunjang peningkatan kesejahteraan karyawan. Untuk itu perlu adanya peran\n    serta secara aktif dari pihak karyawan maupun perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bahwa untuk melaksanakan program keluarga berencana diperusahaan perlu\n    adanya unit personalia yang menanganinya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan memberikan program KB menurut pilihan yang akan di gunakan\n    karyawan yang bersangkutan ( Suntik,Pil,Spiral ).\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">BAB XIII :\nKeselamatan dan Kesehatan Kerja\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 63 :\nPenerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetypolicy\">Untuk pemeliharaan keselamatan dan kesehatan kerja, karyawan diwajibkan : \n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Menggunakan atau memakai alat perlengkapan\n    keselamatan kerja sesuai standar kerja.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Mengikuti dan melaksanakan petunjuk-petunjuk\n    tentang prosedur dan standar kerja yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Senantiasa bekerja dengan waspada, hati-hati\n    dan menghindari kecerobohan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Merawat,memelihara semua perlengkapan dan\n    peralatan keselamatan kerja yang berada dalam tanggung jawabnya.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Segera melaporkan kepada pengusaha melalui\n    atasan masing-masing apabila menemukan hal-hal yang mengancam keselamatan\n    dan kesehatan kerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetytraining\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-code_application\">\u003Cli>Salah satu usaha kecelakaan kerja dan pemeliharaan kesehatan karyawan,\n    pengusaha membentuk Panitia Kesehatan karyawan, pengusaha membentuk Panitia\n    Pelaksana Keselamatan dan Kesehatan Kerja ( P2K3 )dalam perusahaan, dengan\n    tugas dan tanggungjawab melakukan pengawasan dan penyuluhan terhadap\n    pelaksanaan syarat-syarat Keselamatan dan Kesehatan Kerja, sebagaimana\n    diatur Undang-Undang No. 1 tahun 1970.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 64 :\nPerlindungan Tenaga Kerja\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sexualhar\">Pengusaha wajib memberikan perlindungan ketenaga kerjaan yang meliputi : \n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a.Perlindungan keamanan\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b.Perlindungan kesehatan dan keselamatan\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c.Perlindungan kesusilaan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d.Perlindungan Moral dan Mental\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e.Perlindungan hak-hak pekerja\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-pregnancy\">Ketentuan perlindungan yang di berikan kepada pekerja wanita meliputi: \n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a.Transportasi\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b.Kehamilan\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c.Kesehatan bagi pekerja, yang bekerja pada\n    malam hari.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pelaksanaan Ketentuan yang dimaksud pada Pasal 64 ayat 2 disesuaikan\n    dengan pasal 76 UU No. 13 tahun 2003.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 65 :\nPencegahan Bahaya Kebakaran\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Perusahaan bersama karyawan\u002Fti bersama-sama berikhtiar atau berusaha\n    untuk mencegah terjadi bahaya kebakaran.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-protectiveclothing\">\u003Cli>Perusahaan akan menyediakan peralatan penanggulangan bahaya kebakaran.\n    Karyawan berkewajiban untuk menjaga dan memelihara alat-alat tersebut\n    dengan sebaik-baiknya.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Karyawan bersedia untuk dilatih mengenai cara-cara pencegahan dan\n    penanggulangan bahaya kebakaran.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Karyawan berkewajiban mematuhi ketentuan-ketentuan tentang pencegahan\n    bahaya kebakaran.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">BAB XIV : Disiplin\ndan Tata Tertib Kerja\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 66 :\nKetentuan Umum\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Perusahaan dan Serikat Pekerja sepakat untuk bersama-sama menegakkan,\n    memelihara disiplin dan tata tertib kerja perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pelanggaran terhadap disiplin dan tata tertib perusahaan ini akan\n    dikenakan Teguran sebagai pembinaan dan apabila karyawan masih mengabaikan\n    maka dikenakan sanksi peringatan, skorsing dan pemutusan hubungan\n  kerja.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 67 :\nKehadiran Kerja\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Karyawan sudah harus berada di tempat kerja sebelum jam kerja\n  dimulai.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap karyawan diwajibkan untuk mengikuti apel kesiapan kerja dan mutasi\n    kerja ke shift berikutnya secara bersama-sama di tempat kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Kecuali jam istirahat yang ditentukan, selama jam kerja karyawan\n    diwajibkan berada di tempat kerja untuk melaksakan tugas dan kewajiban\n    masing-masing sebagaimana mestinya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Kecuali bagi yang menjalankan kerja lembur atau yang menjalankan\n    kegiatan-kegiatan yang ada hubungannya dengan perusahaan atau kegiatan\n    Serikat Pekerja,\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 68 :\nKeterlambatan\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Setiap karyawan tidak diperkenankan datang terlambat di tempat komplek\n    perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Karyawan yang terlambat melebihi dari 15 menit setelah jam kerja\n    dimulai,karyawan tersebut mendapat surat teguran.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Ketentuan keterlambatan tersebut di atas tidak berlaku bagi karyawan\u002Fti\n    yang terlambat karena: \n    \u003Cp>a.Keterlambatan kendaraan jemputan yang bukan karena kelalaian\n    karyawan\u002Fti.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>b.Karena menjalankan tugas perusahaan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>c.Telah mendapatkan izin dari atasan yang berwenang terlebih dahulu.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>d.Alasan-alasan lain yang dapat diterima.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 69 :\nMangkir\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Karyawan dianggap mangkir atau alpha apabila :\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Karyawan dianggap mangkir atau alpa apabila tidak masuk bekerja tanpa\n    keterangan yang syah.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Karyawan yang melaksanakan cuti atau izin melebihi dari waktu yang di\n    perkenankan tanpa alasan yang di terima.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 70 : Izin\nTidak Masuk Kerja\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Karyawan tidak diwajibkan masuk bekerja karena sakit. Karyawan yang tidak\n    masuk kerja karena sakit harus dibuktikan dengan surat keterangan\n  dokter.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Selain karena hal tersebut di atas, karyawan dibenarkan tidak masuk kerja\n    karena alasan: \n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Telah memperoleh izin tertulis dari atasan\n    yang berwenang terlebih dahulu karena ada kepentingan \u002F keperluan yang\n    sangat mendesak dan penting, karena hak cuti karyawan yang bersangkutan\n    pada tahun berjalan belum berlaku atau telah habis digunakan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Karena satu keperluan yang sangat mendesak\n    yang dapat diterima, dimana karyawan\u002Fti tidak dapat menyampaikan kepada\n    atasannya terlebih dahulu, dan keesokan hari harus memberikan informasi.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 71 : Izin\nMeninggalkan Pekerjaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Karyawan diperkenankan meninggalkan pekerjaan dengan alasan sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Karena memenuhi panggilan dari instansi yang berwajib.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menjalankan tugas perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Sakit dengan surat keterangan yang diketahui oleh Atasannya atau Manager\n    Personalia.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menjalankan kegiatan Serikat Pekerja dengan izin dan sepengetahuan\n    Pengurus dan perusahaan terlebih dahulu.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Karena suatu urusan penting yang dapat diterima dengan izin atasan yang\n    berwenang.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Alasan-alasan yang dapat diterima\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:left;margin-left:0;margin-right:auto;\">Pasal 72 :\nPemeliharaan Ketertiban, Keamanan dan Ketenangan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Untuk menjaga ketertiban, ketenangan dan kegairahan kerja karyawan \u002F ti, dan\nmenjaga kepentingan pekerja serta kelangsungan hidup perusahaan, karyawan \u002F ti\ndilarang melakukan hal-hal sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Membawa keluar barang-barang milik perusahaan tanpa izin Pengusaha.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menjual atau membeli, mengambil, memindahkan barang-barang milik\n    perusahaan tanpa izin.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Melakukan perbuatan atau tindakan Asusila di tempat kerja dalam hubungan\n    kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-violence\">\u003Cli>Berkelahi dengan sesama karyawan, mengancam, menghina secara kasar,\n    mangancam pengusaha, keluarga pengusaha, atasan, teman sekerja atau\n    pengurus Serikat Pekerja baik di lingkungan perusahaan maupun di luar\n    lingkungan perusahaan dalam hubungan kerja.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Minum minuman keras, mabuk, membawa atau menyimpan atau mengedarkan atau\n    menyalahgunakan narkotika di lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bermain kartu dan melakukan segala macam bentuk perjudian di lingkungan\n    perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Membawa senjata api atau tajam, bahan peledak dan atau bahan-bahan\n    berbahaya lainnya di tempat kerja atau lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Membujuk, menghasut, mengancam atau memaksa karyawan lain untuk melakukan\n    sabotase seperti tidak masuk kerja, terlambat masuk kerja, meninggalkan\n    kerja dan lain-lainnya yang dapat disamakan dengan hal tersebut.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dengan sengaja \u002F tidak sengaja membentuk suatu kelompok aksi dengan\n    maksud mengesampingkan saluran musyawarah sesuai dengan azas hukum\n    industrial Pancasila dengan tujuan untuk memaksakan suatu pendapat,sikap\n    ataupun tuntutan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menyalahgunakan nama perusahaan atau Jabatan untuk menerima uang\u002Fbarang\n    untuk keuntungan pribadi.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mengedarkan pengumuman \u002F pamlet \u002F poster \u002F selebaran tanpa izin\n    perusahaan \u002F merobek \u002F merubah atau mencoret-coret pengumuman perusahaan\n    dan mencoret-coret lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Membocorkan rahasia perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menolak untuk diperiksa oleh petugas security sewaktu-waktu apabila\n    diperlukan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bekerja rangkap pada perusahaan diluar tempat yang telah disediakan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Merokok dilingkungan perusahaan diluar tempat yang telah disediakan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menolak perintah kerja atasan\u002Fpengusaha.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menolak mutasi yang dilakukan oleh pengusaha.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Memalsukan surat-surat keterangan, \u002F membuat keterangan palsu yang ada\n    hubungannya dengan perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tidak melporkan \u002F membiarkan \u002F tidak mengambil tindakan apapun terhadap\n    suatu bahaya\u002Fancaman bahaya yang terjadi ditempat kerja \u002F dilingkungan\n    perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Karyawan dengan sengaja merusak mesin-mesin,perlengkapan mesin,hasil\n    produksi,peralatan kerja, bahan baku, bangunan pabrik dan\n    fasilitas-fasilitas perusahaan lainnya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Karyawan melalaikan tugasnya sehingga membawa bencana \u002F kerugian pada\n    perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Karyawan menghentikan pekerjaan tanpa alasan yang dapat diterima selama\n    jam kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Karyawan merusak dan memalsukan catatan-catatan penting, dokumen-dokumen\n    \u002F kwitansi perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Karyawan memproduksi \u002F mencoba memproduksi bahan-bahan pribadi dengan\n    alat-alat \u002F milik pribadi \u002F perusahaan dilingkungan perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Melakukan perbuatan \u002F tindakan lain yang merugikan perusahaan, serikat\n    kerja, atasan \u002Fsesama karyawan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XV : Sanksi-sanksi\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 73 : Dasar dan Tujuan Sanksi\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengenaan sanksi oleh Pengusaha kepada karyawan\u002F ti dilakukan sesuai\n    dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tujuan pengenaan sanksi adalah untuk mendidik pekerja agar karyawan \u002F ti\n    bekerja dengan sebaik-baiknya dengan mematuhi disiplin dan tata tertib\n    perusahaan yang berlaku, untuk meningkatkan kemampuan dan prestasi kerja,\n    serta untuk kepentingan dan pengembangan karyawan\u002Fti dan kepentingan\n    perusahaan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 74 : Macam-macam Sanksi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Macam-macam sanksi yang dikenakan kepada karyawan yang melanggar ketentuan\ndisiplin dan tata tertib perusahaan adalah sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Teguran Tertulis \n    \u003Cp>a.Surat Teguran , dengan maksud pembinaan, masa berlaku 3 ( tiga )\n    bulan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>b.Karyawan masih melakukan pelanggaran yang dikenakan teguran,maka\n    sanksi yang dikenakan adalah peringatan.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Peringatan Tertulis : \n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Surat Peringatan I, dengan masa berlaku\n    selama 6 bulan\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Surat Peringatan II, dengan masa berlaku\n    selama 6 bulan\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Surat Peringatan III, yang merupakan\n    peringatan terakhir dengan masa berlaku 6 bulan\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Apabila setelah menerima peringatan III yang\n    masih berlaku karyawan masih melakukan pelanggaran yang sama, maka sanksi\n    yang dikenakan kepada karyawan \u002F ti yang bersangkutan adalah Pemutusan\n    Hubungan Kerja (PHK)\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Skorsing \n    \u003Cp>Skorsing adalah sanksi yang dikenakan kepada karyawan yang merupakan\n    usaha pembinaan terakhir kepada karyawan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>a. Skorsing, paling lama 6 bulan, sambil menunggu putusan dari PHI\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>b. Selama karyawan diskors, upah dibayarkan 100% dari gaji pokok +\n    tunjangan jabatan + tunjangan tetap.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>c. Selama karyawan diskorsing wajib Absen datang dan pulang bekerja.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 75 : Sanksi Teguran &amp; Peringatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Jenis\n        Pelanggaran\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Sanksi\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>1. Absent atau Mangkir\u003C\u002Fstrong> \n\n        \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Mangkir selama 1 (satu) hari dalam 1\n        (satu) bulan\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Mangkir selama 2 (dua) hari\n        berturut-turut dalam 1 (satu) bulan\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Mangkir selama 3 (tiga) hari berturut\n        dalam 1 (satu) bulan\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Mangkir selama 4 (empat) hari berturut\n        dalam 1 (satu) bulan\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Mangkir selama 1 (satu) hari setelah\n        atau sebelum cuti\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">kolektif lebaran\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f. Mangkir selama 2 (dua) s\u002Fd 4 (empat)\n        hari setelah atau sebelum cuti kolektif lebaran\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003Cstrong>2. Terlambat Masuk Bekerja Atau Kembali Bekerja Setelah\n        Istirahat\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Terlambat tiba di komplek perusahaan\n        antara 5 sampai dengan 15\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">menit setelah jam kerja dimulai, termasuk\n        setelah jam istirahat\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Terlambat tiba di komplek perusahaan\n        antara 1 sampai dengan 15 menit selama 3 hari berturut -turut dalam 1\n        bulan dengan alasan yang tidak dapat diterima oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003Cstrong>3. Meninggalkan Tempat Kerja\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Meninggalkan tempat kerja sebelum tanda\n        waktu istirahat atau tanda waktu pekerjaan usai berbunyi tanpa izin\n        atasan atau alasan yang tidak dapat diterima oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Meninggalkan pekerjaan atau tugas yang\n        diberikan tanpa izin atau alasan yang tidak dapat diterima oleh\n        perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003Cstrong>4. Tidak Melaksanakan Pekerjaan\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Berjalan-jalan atau bermain ketempat\n        bukan wewenangnya\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">tanpa sepengetahuan atasanya dan tanpa\n        alasan yang dapat diterima oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b.Kedapatan tidur dilungkungan perusahaan\n        pada saat jam kerja\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Masuk ke tempat yang dilarang bagi yang\n        tidak berkepentingan yang sifatnya rahasia atau berbahaya. Seperti area\n        Personalia, KBN, Accounting, Dyeing.\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Memberi izin ke tempat yang sifatnya\n        berbahaya atau rahasia tanpa mempunyai wewenang. Seperti area\n        Personalia, KBN, Accounting\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003Cstrong>5. Menolak Perintah Kerja Dalam Rangka Dinas\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Menolak perintah kerja yang layak serta\n        menolak penerapan tata tertib serta sanksi-sanksi yang diberikan.\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Menolak mutasi atau pemindahan tugas\n        yang layak tanpa alasan yang dapat di terima.\u003Cstrong>\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">\u003Cstrong>6. Menyalahgunakan fasilitas atau\n        properti perusahaan untuk kepentingan pribadi tanpa izin perusahaan.\n        Seperti\u003C\u002Fstrong> : membawa pulang laptop milik pengusaha ke rumah,\n        menggunakan telepon perusahaan, atau hal-hal sejenisnya.\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003Cstrong>7. Tidak Mematuhi Tata Tertib Kerja &amp; Prosedur Kerja\n        Perusahaan\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Menolak pembinaan dalam rangka memenuhi\n        kebutuhan dan kelancaran pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Melalaikan kewajibannya yang dapat\n        menimbulkan kerugian ringan bagi perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Dengan sengaja membuat insiden di\n        perusahaan serta menolak pemanggilan atau pemberian keterangan kepada\n        pejabat perusahaan untuk diperiksa.\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Menolak pemeriksaan atas barang-barang\n        bawaan yang dilakukan oleh petugas keamanan pada waktu masuk atau\n        meninggalkan lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Tidak mengenakan seragam kerja yang\n        diberikan oleh perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f. Tidak mengikuti apel pagi atau briefing\n        masuk kerja atau pulang kerja\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g. Bersendau gurau ditempat kerja pada saat\n        jam kerja\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">h. Menyebarluaskan atau menempelkan\n        selebaran yang meresahkan\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">karyawan.\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">i. Main game di computer atau di handphone\n        pada saat jam kerja.\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003Cstrong>8. Mengabaikan Kepentingan Keselamatan dan Kesehatan\n        Kerja\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Tidak mentaati petunjuk pelaksanaan\n        tugas sehingga menimbulkan kerusakan barang milik perusahaan atau\n        menyebabkan celaka terhadap orang lain\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Tidak menggunakan alat pelindung diri\n        atau alat-alat keselamatan kerja\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">sesuai petunjuk pelaksanaan dari\n        perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Membuang sampah di sembarang tempat\n        (bukan ke tempat yang ditentukan).\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d.Merokok di sembarang tempat atau merokok\n        tidak di tempat yang ditentukan.\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Membuang barang-barang yang mengandung\n        api atau limbah B3 di sembarang tempat sehingga dapat merugikan\n        perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Catatan : S T = Surat Teguran S P = Surat Peringatan\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>ST 1\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>SP 1\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>SP 2\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>SP 3\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>SP 1\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>SP 2\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>ST\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>SP 1\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>ST\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>ST\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>ST\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>SP 1\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>SP 1\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>SP 1\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>SP 1\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>SP 1\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>SP 1\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>ST\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>SP 1\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>SP 3\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>SP 1\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>SP 1\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>ST\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>SP 1\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>SP 1\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>SP 1\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>SP 3\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>SP 1\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>SP 1\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>SP 2\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>SP 3\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XVI : BERAKHIRNYA HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 76 : Sebab-Sebab Berakhirnya Hubungan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Perusahaan berupaya mencegah terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja\n  (PHK)\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila pemutusan hubungan kerja tidak dapat di hindarkan lagi, maka akan\n    dilakukan sesuai dengan undang-undang dan peraturan pemerintah yang\n  berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Berakhirnya hubungan kerja antara perusahaan dan karyawan dapat disebakan\n    oleh sebagai berikut : \n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. dalam karyawan mengundurkan diri\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Terkena hukuman penjara karena tidak\n    kejahatan\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. karyawan meninggal dunia\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. masa sakit yang lama (melebihi 12 bulan )\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. karena rasionalisasi perusahaan\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f. karena tindakan pelanggaran tata tertib dan\n    kedisplinan\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g. karyawan telah mencapai usia pensiun yang\n    telah ditetapkan dalam perjanjiankerja bersama ( PKB )\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">h. karyawan yang menjalami perjanjian kerja\n    wakt tertentu ( PKWT )\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">i. mangkir\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 77 : Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pada dasarnya perusahaan, pekerja dan serikat pekerja berusaha dengan segala\nupaya untuk mengusahakan agar tidak terjadi pemutusan hubungan kerja, akan\ntetapi apabila segala upaya telah dilakukan namun pemutusan hubungan kerja\ntidak dapat dihindari, maka maksud pemutusan hubungan kerja wajib dirundingkan\noleh pengusaha dengan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Adapun Ketentuan yang menyebabkan putusnya hubungan kerja: \n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Pekerja\u002Fburuh meninggal dunia\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Pekerja\u002Fburuh mengundurkan diri\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Pekerja\u002Fburuh atau perusahaan memutuskan\n    hubungan kerja dalam masa percobaan\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Pekerja\u002Fburuh mencapai batas usia pensiun\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Pekerja\u002Fburuh mengalami sakit yang setelah\n    menurut keterangan dokter selama 12 bulan dan pada bulan ke-13 masih tidak\n    mampu kerja kembali.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">f. Pekerja\u002Fburuh tidak mampu bekerja karena\n    cacat jasmani dan rohani.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">g. Pekerja\u002Fburuh oleh pengadilan negeri atau\n    instansi terkait pidana atau terlibat dalam kegiatan politik\u002Fkegiatan\n    terlarang.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">h. Perusahaan, karena alasan tidak dapat\n    dihindarkan terpaksa melakukan rasionalisasi yang merupakan pilihan\n    terakhir, dalam hal demikian perusahaan akan mentaati peraturan perundangan\n    yang berklaku.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">i. Pekerja \u002F buruh melakukan pelanggaran berat\n    seperti yang disebutkan dalam pasal 158 ayat 1 dan 2 UU No 13 tahun 2003\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bagi karyawan yang telah diberikan Surat Peringatan ketiga ( SP3\n    )terakhir namun karyawan yang bersangkutan masih melakukan pelanggaran yang\n    sama lagi, maka perusahaan dapat memutus hubungan kerja dan dilaksanakan\n    sesuai dengan ketentuan yang di atur dalam pasal 156 UU No. 13 tahun\n  2003.\u003C\u002Fli>\n  \u003C\u002Fol>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay\">\u003Col>\u003Cli>Ketentuan pemberian Uang Pesangon, Uang Penghargaan Masa Kerja, dan Uang\n    Penggantian Hak sesuai pasal 156 UU No. 13 tahun 2003. Dan Pasal 157, Pasal\n    166, pasal 167, UU NO.13 tahun 2003.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number_1_tenure\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number\">\u003Cp>Besarnya uang pesangon adalah sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>masa kerja kurang dari 1 (satu) tahun, 1 (satu) bulan upah;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>masa kerja 1 (satu) tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 (dua) tahun, 2\n    (dua) bulan upah;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>masa kerja 2 (dua) tahun atau lebih tetapi kurang dari 3 (tiga) tahun, 3\n    (tiga) bulan upah;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>masa kerja 3 (tiga) tahun atau lebih tetapi kurang dari 4 (empat) tahun,\n    4 (empat) bulan upah;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>masa kerja 4 (empat) tahun atau lebih tetapi kurang dari 5 (lima) tahun,\n    5 (lima) bulan upah;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>masa kerja 5 (lima) tahun atau lebih, tetapi kurang dari 6 (enam) tahun,\n    6 (enam) bulan upah;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>masa kerja 6 (enam) tahun atau lebih tetapi kurang dari 7 (tujuh) tahun,\n    7 (tujuh) bulan upah.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>masa kerja 7 (tujuh) tahun atau lebih tetapi kurang dari 8 (delapan)\n    tahun, 8 (delapan) bulan upah;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>masa kerja 8 (delapan) tahun atau lebih, 9 (sembilan) bulan upah.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>Besarnya uang penghargaan masa kerja di tetapkan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>masa kerja 3 (tiga) tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 (enam) tahun, 2\n    (dua) bulan upah;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>masa kerja 6 (enam) tahun atau lebih tetapi kurang dari 9 (sembilan)\n    tahun, 3 (tiga) bulan upah;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>masa kerja 9 (sembilan) tahun atau lebih tetapi kurang dari 12 (dua\n    belas) tahun, 4 (empat) bulan upah;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>masa kerja 12 (dua belas) tahun atau lebih tetapi kurang dari 15 (lima\n    belas) tahun, 5 (lima) bulan upah;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>masa kerja 15 (lima belas) tahun atau lebih tetapi kurang dari 18\n    (delapan belas) tahun, 6 (enam) bulan upah;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>masa kerja 18 (delapan belas) tahun atau lebih tetapi kurang dari 21 (dua\n    puluh satu) tahun, 7 (tujuh) bulan upah;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>masa kerja 21 (dua puluh satu) tahun atau lebih tetapi kurang dari 24\n    (dua puluh empat) tahun, 8 (delapan) bulan upah;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>masa kerja 24 (dua puluh empat) tahun atau lebih, 10 (sepuluh ) bulan\n    upah.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>Uang penggantian hak yang seharusnya diterima dan uang jasa,sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>cuti tahunan yang belum diambil dan belum gugur\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>biaya atau ongkos pulang untuk pekerja\u002Fburuh dan keluarganya ketempat\n    dimana pekerja\u002Fburuh diterima bekerja\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>penggantian perumahan serta pengobatan dan perawatan ditetapkan 15% (lima\n    belas persen) dari uang pesangon dan\u002Fatau uang penghargaan masa kerja bagi\n    yang memenuhi syarat.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Hal-hal lain yang di tetapkan dalam perjanjian kerja, peraturan\n    perusahaan atau peraturan kerja bersama.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Upah sebagai dasar pemberian uang pesangon, Uang penghargaan masa kerja,\ndan uang penggantian hak, terdiri dari:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">• Upah Pokok\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">• Segala macam tunjangan yang bersifat tetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">• Upah sebulan karyawan yang menerima upah harian\nadalah sama dengan 30 kali upah sehari PERMENAKER NO.7\u002F2003.ttg Upah\nMinimum.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 78 : Pelanggaran yang Dapat Mengakibatkan Pemutusan Hubungan\nKerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">A. Setiap karyawan yang melakukan pelanggaran\nterhadap kesalahan berat, dapat dikenakan sanksi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)\ntanpa syarat Yang termasuk dalam kesalahan berat sesuai dengan ketentuan pasal\n158 ayat 1 (satu) UU No. 13 Tahun 2003 adalah sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Penipuan, pencurian dan penggelapan barang\u002Fuang milik pengusaha atau\n    milik teman sekerja atau milik perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Memberikan keterangan palsu atau yang dipalsukan sehingga merugiakan\n    perusahaan atau kepentingan negara\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mabuk, minum-minuman keras yang memabukan, madat, memakai obat bius atau\n    menyalahgunakan obat-obatan terlarang atau obat-obatan perangsang lainnya\n    di lingkungan kerja tetapi masih dalam kegiatan  kegiatan yang\n    diselenggarakan oleh perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Melakukan perbuatan asusila, bermain kartu dikomplek perusahaan dan\n    melakukan segala bentuk perjudian.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Melakukan tindakan kejahatan misalnya menyerang, mengintimidasi,penipuan\n    pengusaha\u002Fteman sekerja dan memperdagangkan barang terlarang dalam\n    lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menganiaya, mengancam secara fisik dan mental, menghina secara kasar\n    pengusaha atau keluarga pengusaha atau sesama pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Melakukan perbuatan yang dapat menimbulkan kekacauan di komplek\n    perusahaan, mengganggu karyawan lain atau berkelahi dengan sesama karyawan\n    di dalam hubungan kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Membujuk pengusaha atau teman sekerja utnuk melakukan sesuatu perbuatan\n    yang bertentangan dengan hukum kesusilaan serta peraturan perundangan yang\n    berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bekerja kasar dan ceroboh sehingga merusak peralatan dan mesin. Tidak\n    melaporkan ataumembiarkan\u002Ftidak mengambil tindakan apapun terhadap suatu\n    bahaya atau ancaman bahaya yang diketahuinya atau terjadi di tempat kerja\n    atau di komplek perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Membocorkan rahasia perusahaan atau mencemarkan nama baik pengusaha dan\n    atau keluarga pengusaha yang seharusnya dirahasiakan kecuali unutk\n    kepentingan Negara.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pelangaran-pelangaran lainya yang dipandang perlu dan termasuk kesalahan\n    berat setelah mendapatkan peringatan yang masih berlaku.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>Dalam hal pelanggaran berat tersebut diatas ketentuan pemutusan hubungan\nkerja untuk pekerja \u002F buruh perusahaan memberikan uang penggantian hak sesuai\nUU No 13 pasal 156 ayat 4 ( empat ) dan 5 % dari uang pisah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 79 : Karyawan \u002F ti mengunduran diri\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Jika Karyawan akan mengundurkan diri atau memutuskan hubungan kerja\n    dengan perusahaan atas kehendak sendiri, maka karyawan wajib menyampaikan\n    surat pengunduran diri kepada prusahaan selambat lambatnya 1 (satu) bulan\n    sebelumya\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Karyawan yang mengajukan pengunduran diri sesuai ayat ( 1 ) perusahaan\n    memberikan uang pesangon 1 ( satu ) kali ketentuan Undang  Undang No 13\n    Tahun 2003, dengan ketentuan apabila karyawan yang sudah bekerja minimal 7\n    Tahun di PT.Gunze Indonesia.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Walaupun surat pengunduran diri sudah disampaikan kepada perusahaan\n    karyawan harus tetap bekerja seperti biasa sampai dengan hari terakhir yang\n    ditentukan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dalam hal karyawan yang tidak masuk kerja dalam waktu sedikit dikitnya 5\n    (lima ) hari Kerja terus menerus tanpa disertai keterangan secara tertulis\n    dengan bukti-bukti yang sah, dan telah dipanggil secara patut sebanyak 2\n    (dua) kali, Karyawan tersebut dinyatakan telah mengundurkan diri, dan\n    medapatkan imbalan sesuai dengan UU No 13 tahun 2003 pasal 168 ayat 3.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Karyawan yang dinyatakan mengundurkan diri atas permintaan sendiri dan\n    mengajukan permohonan pengunduran diri secara tertulis sesuai dengan\n    ketentuan ayat (1) pasal ini perusahaan memberikan uang pisah dengan Nilai\n    sebagai berikut : \n    \u003Cp>a.Masa kerja 0 tahun atau lebih tetapi kurang dari 1 tahun mendapat 0\n    Bulan upah + tunjangan tetap (bila ada).\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>b.Masa kerja 1 tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 tahun mendapat 1\n    Bulan upah + tunjangan tetap ( bila ada ).\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>c.Masa kerja 2 tahun atau lebih tetapi kurang dari 3 tahun mendapat 2\n    Bulan upah + tunjangan tetap ( bila ada )\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>d.Masa kerja 3 tahun atau lebih tetapi kurang dari 5 tahun mendapat 3\n    Bulan upah + tunjangan tetap ( bila ada )\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>e.Masa kerja 5 tahun atau lebih tetapi kurang dari 10 tahun mendapat 4\n    Bulan upah + tunjangan tetap (bila ada)\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>f. Masa kerja 10 tahun atau lebih tetapi kurang dari 13 tahun mendapat 5\n    Bulan upah+ tunjangan tetap (bila ada)\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>g.Masa kerja 13 tahun atau lebih mendapat 6 Bulan upah +tunjangan tetap\n    (bila ada)\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Karyawan yang mengundurkan diri atas permintaan sendiri dan mengajukan\n    permohonan pengunduran diri secara tertulis tetapi penyampaiannya kurang\n    dari satu bulan atau tidak sesuai dengan ketentuan ayat 1(satu) pasal ini,\n    perusahaan memberikan uang pisah dengan nilai 25%(dua lima persen) dari\n    ketentuan ayat (4) pasal ini.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Karyawan yang mengundurkan diri seperti yang tertulis dalam ayat ( 3)\n    pasal ini dan melakukan kesalahan berat seperti tercantum dalam pasal 158\n    UU No.13 tahun 2003, perusahaan memberikan uang pisah 5%( lima persen )\n    dari ketentuan ayat (4) pasal ini.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 80 : Pekerja Meninggal Dunia\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam hal hubungan kerja berakhir karena pekerja\u002Fburuh meninggal dunia,\nkepada ahli warisnya diberikan sejumlah uang yang besar perhitungannya sama\ndengan perhitungan 2 (dua) kali uang pesangon sesuai ketentuan pasal 156 ayat\n(2),dan 1 ( satu ) kali uang penghargaan masa kerja sesuai ketentuan pasal 156\nayat (3), dan uang penggantian hak sesuai ketentuan UU.No.13 tahun 2003 pasal\n156 ayat (4).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 81 : Pekerja memasuki usia pensiun (pasal 167 ayat 1, ayat 5 dan ayat\n6. UU No.13 thn 2003)\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Perusahaan dapat melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap pekerja atau\n    buruh karena memasuki usia pension dan apabila pengusaha telah mengikutkan\n    pekerja atau buruh pada program pension dari awal masuk kerja dan semua\n    iurannya di bayarkan penuh oleh pengusaha, maka pekerja atau buruh tidak\n    berhak mendapatkan uang pesangon sesuai ketentuan pasal 156 ayat (2), uang\n    penghargaan masa kerja sesuai ketentuan 156 ayat (3)tetapi tetap berhak\n    atas uang penganti hak sesuai pasal 156 ayat (4).\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dalam hal perusahaan tidak mengikut sertakan pekerja atau buruh yang\n    mengalami pemutusan hubungan kerja karena pension pada program pension maka\n    pengusaha wajib memberikan kepada pekerja atau buruh uang pesangon sebesar\n    2 (dua) kali ketentuan pasal 156 ayat (2), uang penghargaan masa kerja 1\n    (satu ) kali ketentuan pasal 156 ayat (3), dan uang pengganti hak sesuai\n    ketentuan pasal 156 ayat (4).\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Hak atas manfaat pension sebagaimana yang dimaksud ayat (1) tidak\n    menghilangkan hak pekerja atau buruh atas jaminan hari tua yang bersifat\n    wajib sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XVII : Penghargaan\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 82 : Penghargaan Terhadap sikap Mental dan Prestasi\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Perusahaan akan memberikan penghargaan kepada karyawan yang telah\n    menunjukan sikap mental dan prestasi kerja sebagai berikut: \n    \u003Cp>a.Menunjukkan sikap dan perilaku yang baik, jujur, tekun, rajin dan\n    disiplin, penuh rasa tanggung jawab yang dapat menjadi teladan bagi\n    karyawan lainnya.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>b.Menunjukkan prestasi dan kemampuan kerja yang sangat memuaskan.\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>c.Berhasil menghindarkan, menyelamatkan perusahaan dari bahaya kebakaran\n    atau bahaya-bahaya lain yang dapat menimbulkan kerugian besar bagi\n    perusahaan.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bentuk dan besarnya penghargaan ditentukan oleh Pengusaha.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 83 : Penghargaan Masa Kerja\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha akan memberikan penghargaan dan hadiah kepada karyawan sesuai\n    dengan pengabdian kepada perusahaan, Besarnya adalah ; \n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">• masa kerja 10 tahun 30% dari UMK\n    berjalan\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">• masa kerja 20 tahun 1X gaji pokok.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>Pasal 84 : Penghargaan Hari Tua\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Diberikan pada karyawan yang sudah mencapai batas umur maksimum sesuai BAB\nVI Pasal 20 Perjanjian Kerja Bersama ini, yang terdiri atas:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Upah bulan berjalan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Tunjangan Hari Raya (THR) untuk tahun yang\nsedang berjalan bagi karyawan \u002F ti yang mencapai batas umur maksimum tersebut,\nyang jatuh pada bulan puasa (sesuai ketetapan pemerintah).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Pesangon dan uang jasa sesuai UU No. 13 tahun\n2003\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Kenang-kenangan dari perusahaan yang bentuk dan\nnilainya akan ditentukan tersendiri,sekurang  kurangnya 1 X Gaji pokok\nkaryawan ybs, dengan syarat karyawan tersebut telah mempunyai masa minimum 10 (\nsepuluh ) tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 85 : Penghargaan Khusus\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Perusaha memberikan hadiah dan penghargaan kepada karyawan yang berhasil\n    memberikan usul yang dapat diterima.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Kriteria, tata cara serta bentuk dan besarnya penghargaan diatur dalam\n    ketentuan perusahaan tersendiri.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dalam hal khusus, perusahaan dapat memberikan penghargaan berupa\n    perlengkapan yang akan menunaikan ibadah haji ( muslim ),dan perjalanan\n    ibadah suci bagi (non muslim).\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XVIII\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 86 : Penyampaian Keluh Kesah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Untuk membina dan melaksanakan hubungan dan kerjasama yang baik antara\nPengusaha dan pekerja, Pengusaha dan serikat pekerja dapat melayani keluh kesah\nyang disampaikan karyawan tentang hal-hal yang berhubungan dengan pekerjaan dan\natau Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 87 : Tata Cara Penyampaian Keluh Kesah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pengusaha dan Serikat Pekerja sepakat bahwa setiap keluh kesah yang\ndisampaikan karyawan akan diselesaikan sebagaimana mestinya dengan tata cara\nsebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Apabila terdapat keluh kesah karyawan, maka terlebih dahulu diselesaikan\n    dengan atasan di tempat kerja masing-masing.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila belum mendapat penyelesaian, maka karyawan dapat meneruskan keluh\n    kesahnya kepada pimpinan divisi masing-masing.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila masih belum mencapai penyelesaian yang diharapkan, maka keluh\n    kesah tersebut dapat diteruskan kepada pengurus Serikat Pekerja untuk\n    diselesaikan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tahap selanjutnya apabila belum dicapai penyelesaian, maka pengurus\n    Serikat Pekerja akan bermusyawarah untuk mencapai penyelesaian yang\n    sebaik-baiknya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apa bila sampai pada tahap tersebut diatas masih juga belum dicapai\n    penyelesaiannya, maka akan ditempuh penyelesaian dengan meminta jasa pihak\n    ketiga, dalam hal ini pejabat dinas tenaga kerja setempat.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XIX : Masa Berlaku, Distribusi, Perubahan dan Perpanjangan\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 88 : Masa Berlaku\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku secara resmi selama 2 (dua) tahun\nterhitung sejak disetujui dan ditandatangani oleh kedua belah pihak di PT.\nGunze Indonesia,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>dengan alamat di EAST JAKARTA INDUSTRIAL PARK Plot 7H-1 Cikarang Selatan\nBekasi,......... .......... Sampai dengan tgl....... .............\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 89 : Distribusi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pejanjian Kerja bersama ini dibuat rangkap tiga yang sama isinya dan\ndiberikan kepada:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Kantor Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Manajemen PT. Gunze Indonesia\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Serikat Pekerja PT. Gunze Indonesia\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama ini diumumkan atau diberikan kepada seluruh\nkaryawan dan biaya pembuatan Perjanjian Kerja Bersama ini ditanggung oleh\nPerusahaan, Penyebaran atau pembagian Perjanjian Kerja Bersama ini harus seizin\nPengusaha dan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 90 : Perubahan dan Perpanjangan\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Apabila dalam pelaksanaan PKB ini,maupun dalam perkembanganya sesuai\n    dengan situasi&amp;kondisi,salah satu pihak memandang perlu untuk\n    diadakanPerubahan\u002Fpenyempurnaan maka kedua belah pihak bersepakat untuk\n    mengadakan penyesuai dan perubahan secara musyawarah dan mufakat.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Usul perubahan \u002F penyempurnaan PKB ini sudah harus diajukan oleh salah\n    satu pihak secara tertulis selambat  lambatnya 90 hari sebelum masa\n    berlaku perjanjian kerja bersama ini berakhir.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila sampai berakhirnya batas waktu seperti pada ayat 2 pasal ini,\n    kedua belah pihak tidak ada yang mengajukan usul perubahan dana tau\n    penyempurnan,maka dengan sendirinya PKB ini berlaku untuk periode\n    selanjutnya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perjanjian kerja bersama ini tetap berlaku dan syah sampai batas waktu\n    periodenya,walauapun ternyata dikemudian hari para penandatangan perjanjian\n    kerja bersama ini baik dari serikat pekerja maupaun dari pihak perusahaan\n    sebagian atau seluruhnya sudah tidak bekerja di PT.Gunze Indonesia.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XX : Ketentuan Penutup\u003C\u002Fh2>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Apabila terjadi perbedaan penafsiran terhadap pelaksanaan dari isi pasal\n    dalam Perjanjian Kerja Bersama ( PKB ) ini, maka kedua belah pihak akan\n    menyelesaikannya secara musyawarah dan mufakat, dan apabila tidak tercapai,\n    akan di selesaikan melalui pihak ketiga yaitu pejabat Dinas Tenaga Kerja\n    Kabupaten Bekasi.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Hal-hal yang tidak diatur di dalam Perjanjian Kerja Bersama ini akan\n    diatur kemudian dengan memperhatikan ketentuan Perundang-undangan dan\n    Peraturan Pemerintah yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perjanjian Kerja Bersama ini mulai berlaku sejak di tanda tangani oleh\n    kedua belah pihak.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PIHAK-PIHAK YANG MENGADAKAN PERJANJIAN KERJA BERSAMA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Pihak Perusahaan : \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Pihak Serikat :\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cp>PT.Gunze Indonesia\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003Cstrong>Presiden Direktur \u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Takeshi Yamada\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003Cstrong>Sugeng Undiono \u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>HR &amp; GA Manager\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cp>Serikat Pekerja Nasional\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003Cstrong>Ketua\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Anton\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003Cstrong>Sekretaris\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Sut\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end_date\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start_date\">\u003Cp>Team Perunding Perjanjian Kerja Bersama PT. Gunze Indonesia Periode\n2019-2021\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Pihak Perusahaan :\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Pihak Serikat Pekerja Nasional\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>1. Sugeng Undiono\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1. Anton\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>2. Idwar Suryansah:\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2. Agus Waluyo:\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>3. Eko Ariyanto:\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3. Winarno\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>4. Ali Gulo\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>4. Sutoyo\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>5. Agus Maryadi\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>5. Endi\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>6. Trio Sugiharto\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>6. Dies Satria.R\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>7. Dedi Hermawan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>7. Bambang. I\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd rowspan=\"5\">\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>8. Yuliyanto\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>9. Sugito\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>10. Iya Saputra\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>11. Sopian Hadi\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>12. Denis. A\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\n",{"cbadate_start_date":46,"cbadate_end_date":50,"jobclassifaction1":52,"trainingprogrammes":56,"trainingfund":60,"pensionfund":64,"disabilityfund":68,"contracttrial":72,"contracttrialperiod":76,"contractseverancepay":78,"contractseverancepay1":82,"severance":86,"severance_number_1_tenure":88,"sicknesspay":90,"maxsicknesspay":94,"maxsicknesspayperc":96,"maxsicknesspaytype":98,"sicknessmaxdays":100,"sicknessmaxdaysnr":104,"menstruationleave":106,"disabilitypay":110,"healthcareaccess":114,"healthinsurance":118,"healthandsafetypolicy":122,"protectiveclothing":126,"code_application":130,"healthandsafetytraining":134,"hivpolicy":136,"funeralpay":140,"funeralpaytype":144,"paidmaternityleave":148,"paidmaternityleaveduration":152,"paidmaternityleaveall":154,"paidmaternityleavepay":156,"paidmaternityleavepayperc":160,"maternityotherclause":162,"pregnancy":166,"paidpaternityleave":170,"paidpaternityleaveduration":174,"paidpaternityleavepay":176,"paidpaternityleavepayperc":180,"childcare":182,"childcareleave":186,"deathrelatives":188,"deathrelativesleave":192,"educationtuition":194,"discrimination":198,"violence":202,"hourspday_select":206,"hourspday":210,"hourspweek_select":212,"hourspweek":216,"dayspweek_select":218,"dayspweek":220,"MAXHOURS_trigger":222,"hoursovertimemax":226,"PAIDLEAV_trigger":228,"holidaysdays":232,"holidaysweeks":234,"SCHEDULE_trigger":236,"schedulesrestpw":240,"TRADEUNLEAV_trigger":244,"PAYSCALES_trigger":248,"PAYSCALES_period":252,"STRUCINCR_trigger":254,"wageincreasetype":258,"wageincreasefirmperformance":260,"ONCERISE_trigger":264,"incidentalbonustype":268,"incidentalbonustype2":270,"incidentalbonusdays1":272,"incidentalbonusdate":274,"ONCERISE2_trigger":276,"incidentalbonustype2sec":280,"incidentalbonusdays1sec":284,"extrapayfirmperformancesec":287,"incidentalbonusdatesec":290,"NOCTPREM_trigger":294,"shiftallowancetype":298,"shiftallowanceamount1":300,"OVERTIME_trigger":302,"overtimeallowancetype_general":304,"overtimeallowanceperc1_general":308,"overtimeallowancetype":310,"overtimeallowanceperc1":312,"SUNDAY_trigger":314,"sundayallowancetype":318,"sundayallowanceperc1":320,"COMMUTE_trigger":322,"commutingallowancetype":326,"commutingallowanceamount1":330,"severance_number":332,"marriage":334,"sexualhar":338,"holidaysfixed":342,"LOWWAGE_government":346,"SENIOR_trigger":350},{"bindId":47,"name":48,"text":49},"cbadate_start_date","Team Perunding Perjanjian Kerja Bersama ","Team Perunding Perjanjian Kerja Bersama PT. Gunze Indonesia Periode\n2019-2021",{"bindId":51,"name":48,"text":49},"cbadate_end_date",{"bindId":53,"name":54,"text":55},"jobclassifaction1","Perusahaan menetapkan struktur jabatan s","Perusahaan menetapkan struktur jabatan sebagai berikut : \n\n    \n      \n      \n      \n        \n          a. President Director\n          g. Assistant Supervisor\n        \n        \n          b.Director\n          h. Leader\n        \n        \n          c.General Manager\n          i. Assistant Leader\n        \n        \n          d.Manager\n          j. Staff office dan Produksi\n        \n        \n          e.Assistant Manager\n          k. Operator.\n        \n        \n          f.Supervisor",{"bindId":57,"name":58,"text":59},"trainingprogrammes","Pengusaha dapat memberikan kesempatan ke","Pengusaha dapat memberikan kesempatan kepada karyawan\u002Fti yang memenuhi\n    persyaratan untuk mengikuti pendidikan atau latihan baik di dalam maupun di\n    luar negeri, yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan\n    meningkatkan efektivitas kerja.",{"bindId":61,"name":62,"text":63},"trainingfund","Karyawan\u002Fti yang di tugaskan untuk mengi","Karyawan\u002Fti yang di tugaskan untuk mengikuti pendidikan maupun latihan\n    semua biayanya di tanggung oleh perusahaan termasuk pembayaran gaji bulanan\n    sesuai aturan yang berlaku.",{"bindId":65,"name":66,"text":67},"pensionfund","b. Perusahaan dan pekerja menangung masi","b. Perusahaan dan pekerja menangung\n    masing-masing iuran BPJS Ketenagakerjaan sesuai Undang-Undang dan ketentuan\n    yang berlaku",{"bindId":69,"name":70,"text":71},"disabilityfund","a. Premi kecelakaan kerja menjadi tanggu","a. Premi kecelakaan kerja menjadi tanggungan\n    perusahaan.",{"bindId":73,"name":74,"text":75},"contracttrial","Karyawan yang baru diterima harus melalu","Karyawan yang baru diterima harus melalui masa percobaan \u002F training\n    paling lama 3 bulan terhitung mulai tanggal dipekerjakan 3 bulan kemudian\n    diangkat menjadi karyawan tetap bulanan.",{"bindId":77,"name":74,"text":75},"contracttrialperiod",{"bindId":79,"name":80,"text":81},"contractseverancepay","Ketentuan pemberian Uang Pesangon, Uang ","Ketentuan pemberian Uang Pesangon, Uang Penghargaan Masa Kerja, dan Uang\n    Penggantian Hak sesuai pasal 156 UU No. 13 tahun 2003. Dan Pasal 157, Pasal\n    166, pasal 167, UU NO.13 tahun 2003.\n\n\nBesarnya uang pesangon adalah sebagai berikut:\n\n  masa kerja kurang dari 1 (satu) tahun, 1 (satu) bulan upah;\n  masa kerja 1 (satu) tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 (dua) tahun, 2\n    (dua) bulan upah;\n  masa kerja 2 (dua) tahun atau lebih tetapi kurang dari 3 (tiga) tahun, 3\n    (tiga) bulan upah;\n  masa kerja 3 (tiga) tahun atau lebih tetapi kurang dari 4 (empat) tahun,\n    4 (empat) bulan upah;\n  masa kerja 4 (empat) tahun atau lebih tetapi kurang dari 5 (lima) tahun,\n    5 (lima) bulan upah;\n  masa kerja 5 (lima) tahun atau lebih, tetapi kurang dari 6 (enam) tahun,\n    6 (enam) bulan upah;\n  masa kerja 6 (enam) tahun atau lebih tetapi kurang dari 7 (tujuh) tahun,\n    7 (tujuh) bulan upah.\n  masa kerja 7 (tujuh) tahun atau lebih tetapi kurang dari 8 (delapan)\n    tahun, 8 (delapan) bulan upah;\n  masa kerja 8 (delapan) tahun atau lebih, 9 (sembilan) bulan upah.",{"bindId":83,"name":84,"text":85},"contractseverancepay1","Besarnya uang pesangon adalah sebagai be","Besarnya uang pesangon adalah sebagai berikut:\n\n  masa kerja kurang dari 1 (satu) tahun, 1 (satu) bulan upah;\n  masa kerja 1 (satu) tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 (dua) tahun, 2\n    (dua) bulan upah;\n  masa kerja 2 (dua) tahun atau lebih tetapi kurang dari 3 (tiga) tahun, 3\n    (tiga) bulan upah;\n  masa kerja 3 (tiga) tahun atau lebih tetapi kurang dari 4 (empat) tahun,\n    4 (empat) bulan upah;\n  masa kerja 4 (empat) tahun atau lebih tetapi kurang dari 5 (lima) tahun,\n    5 (lima) bulan upah;\n  masa kerja 5 (lima) tahun atau lebih, tetapi kurang dari 6 (enam) tahun,\n    6 (enam) bulan upah;\n  masa kerja 6 (enam) tahun atau lebih tetapi kurang dari 7 (tujuh) tahun,\n    7 (tujuh) bulan upah.\n  masa kerja 7 (tujuh) tahun atau lebih tetapi kurang dari 8 (delapan)\n    tahun, 8 (delapan) bulan upah;\n  masa kerja 8 (delapan) tahun atau lebih, 9 (sembilan) bulan upah.",{"bindId":87,"name":84,"text":85},"severance",{"bindId":89,"name":84,"text":85},"severance_number_1_tenure",{"bindId":91,"name":92,"text":93},"sicknesspay","Apabila karyawan\u002F ti sakit berdasarkan s","Apabila karyawan\u002F ti sakit berdasarkan surat keterangan dokter yang telah\n    disahkan oleh perusahaan, sehingga karyawan tidak dapat bekerja dalam\n    jangka waktu yang lama, maka pembayaran upah disesuaikan dengan ketentuan\n    sebagai berikut : \n    a.Untuk 4 (empat) bulan pertama: 100 %\n    b.Untuk 4 (empat) bulan kedua: 75 %\n    c.Untuk 4 (empat) bulan ketiga : 50 %\n    d.Untuk bulan selanjutnya : 25 % (sebelum PHK\n    dilakukan oleh perusahaan)",{"bindId":95,"name":92,"text":93},"maxsicknesspay",{"bindId":97,"name":92,"text":93},"maxsicknesspayperc",{"bindId":99,"name":92,"text":93},"maxsicknesspaytype",{"bindId":101,"name":102,"text":103},"sicknessmaxdays","Apabila setelah melewati 12 ( Dua belas ","Apabila setelah melewati 12 ( Dua belas ) bulan ternyata karyawan\u002Fti yang\n    bersangkutan belum mampu bekerja kembali, maka perusahaan dapat memutuskan\n    hubungan kerja dan dilaksanakan serendah-rendahnya sesuai dengan ketentuan\n    dan prosedur UU No.13 Tahun 2003.",{"bindId":105,"name":102,"text":103},"sicknessmaxdaysnr",{"bindId":107,"name":108,"text":109},"menstruationleave","4.Cuti haid telah di atur dalam undang-u","4.Cuti haid telah di atur dalam undang-undang 13 tahun 2003 ( bagi pekerja\nwanita di perbolehkan tidak bekerja pada hari I dan II pada waktu haid).Izin\nCuti haid dilakukan sebelum atau sesudahnya dengan mengajukan surat permohonan\ncuti haid, bagi yang sedang menjalani masa haid dan belum menyampaikan\npermohonannya wajib memberitahukan kepada atasannya dan mengajukan permohonan\ncuti haid tersebut kepada perusahaan sesudahnya.",{"bindId":111,"name":112,"text":113},"disabilitypay","b.BPJS Ketenaga kerjaan meliputi : - Jam","b.BPJS Ketenaga kerjaan meliputi :\n    - Jaminan Kecelakaan Kerja ( JKK )",{"bindId":115,"name":116,"text":117},"healthcareaccess","Jaminan pemeliharaan Kesehatan yang di k","Jaminan pemeliharaan Kesehatan yang di kelola dan atau di tanggung oleh\n    badan penyelengara jaminan sosial ( BPJS ) meliputi : \n    -Rawat jalan tingkat 1 atau ketentuan PPK 1\n    -Rawat Inap\n    -Pelayanan Gawat darurat\n    -Poli Gigi.",{"bindId":119,"name":120,"text":121},"healthinsurance","Jaminan Pemeliharaan Kesehatan yang di t","Jaminan Pemeliharaan Kesehatan yang di tanggung oleh Perusahaan (PT.Gunze\n    Indonesia ) sesuai dengan : \n    a.Pelayanan Perawatan Kesehatan sesuai dengan\n    aturan yang di tetapkan oleh BPJS.\n    b.Sesuai surat keputusan Kelahiran Normal\n    Nomor:003 \u002F SK- HR & GA \u002F GI \u002F IV \u002F 2017. Tentang Jaminan Rawat\n    Bersalin tertanggal 18 april 2017.\n    c.Sesuai surat keputusan Nomor : 004 \u002F SK - PGA\n    \u002F GI \u002F VIII \u002F 2012. Tentang Jaminan Pemeriksaan dan Pengobatan Gigi.(untuk\n    seluruh karyawan\u002Fti PT.Gunze Indonesia beserta keluarganya ).",{"bindId":123,"name":124,"text":125},"healthandsafetypolicy","Untuk pemeliharaan keselamatan dan keseh","Untuk pemeliharaan keselamatan dan kesehatan kerja, karyawan diwajibkan : \n    a. Menggunakan atau memakai alat perlengkapan\n    keselamatan kerja sesuai standar kerja.\n    b. Mengikuti dan melaksanakan petunjuk-petunjuk\n    tentang prosedur dan standar kerja yang berlaku.\n    c. Senantiasa bekerja dengan waspada, hati-hati\n    dan menghindari kecerobohan.\n    d. Merawat,memelihara semua perlengkapan dan\n    peralatan keselamatan kerja yang berada dalam tanggung jawabnya.\n    e. Segera melaporkan kepada pengusaha melalui\n    atasan masing-masing apabila menemukan hal-hal yang mengancam keselamatan\n    dan kesehatan kerja.",{"bindId":127,"name":128,"text":129},"protectiveclothing","Perusahaan akan menyediakan peralatan pe","Perusahaan akan menyediakan peralatan penanggulangan bahaya kebakaran.\n    Karyawan berkewajiban untuk menjaga dan memelihara alat-alat tersebut\n    dengan sebaik-baiknya.",{"bindId":131,"name":132,"text":133},"code_application","Salah satu usaha kecelakaan kerja dan pe","Salah satu usaha kecelakaan kerja dan pemeliharaan kesehatan karyawan,\n    pengusaha membentuk Panitia Kesehatan karyawan, pengusaha membentuk Panitia\n    Pelaksana Keselamatan dan Kesehatan Kerja ( P2K3 )dalam perusahaan, dengan\n    tugas dan tanggungjawab melakukan pengawasan dan penyuluhan terhadap\n    pelaksanaan syarat-syarat Keselamatan dan Kesehatan Kerja, sebagaimana\n    diatur Undang-Undang No. 1 tahun 1970.",{"bindId":135,"name":132,"text":133},"healthandsafetytraining",{"bindId":137,"name":138,"text":139},"hivpolicy","Guna pemeliharaan dan pemeriksaan keseha","Guna pemeliharaan dan pemeriksaan kesehatan karyawan secara menyeluruh\n    bagi semua karyawan yang mempunyai masa kerja lebih dari satu tahun akan\n    dilaksanakan pemeriksaan Rontgen berkala sekali setahun atas tanggungan\n    pengusaha.",{"bindId":141,"name":142,"text":143},"funeralpay","c. Premi asuransi kematian ditanggung ol","c. Premi asuransi kematian ditanggung oleh\n    perusahaan.",{"bindId":145,"name":146,"text":147},"funeralpaytype","Sumbangan kedukaan ( MENINGGAL ). a. Per","Sumbangan kedukaan ( MENINGGAL ). \n    a. Perusahaan akan memberikan sumbangan\n    kedukaan kepada keluarga atau ahli waris karyawan yang meninggal dunia\n    akibat kecelakaan kerja atau kecelakaan dalam hubungan kerja, sebesar 2\n    (dua ) bulan gaji.\n    b. Apabila suami atau istri, anak, orang tua\n    kadung karyawan meninggal dunia, di berikan sumbangan sebesar 50 % dari\n    gaji pokok.\n    c. Apabila bapak atau ibu mertua meninggal,\n    kepada ahli warisnya atau pekerja, perusahaan memberikan sumbangan sebesar\n    25 % dari gaji pokok, bila suami atau istri telah mendapat santunan dalam\n    ayat 2. Huruf b, ketentuan ini tidak berlaku.\n    d. Bila orang tua kandung karyawan meninggal\n    dunia, dan ada beberapa ahli waris di perusahaan ini, maka anak pertama\n    yang berhak atas sumbangan duka ini.",{"bindId":149,"name":150,"text":151},"paidmaternityleave","1.Berdasarkan surat keterangan dokter Ka","1.Berdasarkan surat keterangan dokter Karyawati yang akan melahirkan\ndiberikan cuti selama 1.5 bulan sebelum melahirkan dan 1.5 bulan setelah\nmelahirkan anak.",{"bindId":153,"name":150,"text":151},"paidmaternityleaveduration",{"bindId":155,"name":150,"text":151},"paidmaternityleaveall",{"bindId":157,"name":158,"text":159},"paidmaternityleavepay","3.Selama menjalani cuti hamil\u002Fkeguguran,","3.Selama menjalani cuti hamil\u002Fkeguguran, karyawati akan mendapatkan upah\npenuh.",{"bindId":161,"name":158,"text":159},"paidmaternityleavepayperc",{"bindId":163,"name":164,"text":165},"maternityotherclause","2.Berdasarkan surat keterangan Dokter,Ka","2.Berdasarkan surat keterangan Dokter,Karyawati yang mengalami keguguran\ndiberikan cuti selama 1.5 bulan.",{"bindId":167,"name":168,"text":169},"pregnancy","Ketentuan perlindungan yang di berikan k","Ketentuan perlindungan yang di berikan kepada pekerja wanita meliputi: \n    a.Transportasi\n    b.Kehamilan\n    c.Kesehatan bagi pekerja, yang bekerja pada\n    malam hari.",{"bindId":171,"name":172,"text":173},"paidpaternityleave","C. ISTRI KARYAWAN MELAHIRKAN \u002F KEGUGURAN","C. ISTRI KARYAWAN MELAHIRKAN \u002F KEGUGURAN:\n\nApabila istri karyawan melahirkan atau keguguran,\nperusahaan memberikan izin \u002F dispensasi selama 2 (dua) hari.",{"bindId":175,"name":172,"text":173},"paidpaternityleaveduration",{"bindId":177,"name":178,"text":179},"paidpaternityleavepay","Perusahaan memberikan izin resmi untuk t","Perusahaan memberikan izin resmi untuk tidak masuk \u002F meninggalkan pekerjaan\ndengan mendapatkan upah penuh, bagi karyawan yang mengalami atau melaksanakan\nhal-hal sebagai berikut :",{"bindId":181,"name":178,"text":179},"paidpaternityleavepayperc",{"bindId":183,"name":184,"text":185},"childcare","D. ISTRI \u002F SUAMI DAN ANAK SAKIT Dalam ha","D. ISTRI \u002F SUAMI DAN ANAK SAKIT\n\nDalam hal Istri,Suami atau Anak kandung dan anak\nangkat yang sah secara Undang-Undang., Sakit yaitu Rawat Inap, Perusahaan\nmemberikan izin \u002F dispensasi selama 1 (satu) hari",{"bindId":187,"name":184,"text":185},"childcareleave",{"bindId":189,"name":190,"text":191},"deathrelatives","E. KEMATIAN Dalam hal istri \u002F suami atau","E. KEMATIAN\n\nDalam hal istri \u002F suami atau anak, atau ayah \u002F ibu\nkandung karyawan atau ayah \u002F ibu kandung dari istri \u002F suami karyawan yang\nmeninggal dunia, karyawan diberi izin \u002F dispensasi selama 2 (dua) hari termasuk\nhari kematian, hari penguburan dan hari kedukaan.",{"bindId":193,"name":190,"text":191},"deathrelativesleave",{"bindId":195,"name":196,"text":197},"educationtuition","1. Perusahaan memberikan tunjangan beasi","1. Perusahaan memberikan tunjangan beasiswa kepada anak pekerja yang\nberprestasi dengan ketentuan sebagai berikut :\n\na. Diberikan untuk pekerja yang telah mempunyai\nmasa kerja minimal 5 ( lima ) tahun\n\nb. Setiap karyawan hanya memperoleh beasiswa untuk\n1 orang anak yang terdaftar sah diperusahaan\n\nc. Tingkatan pendidikan dan besarnya nilai\ntunjangan beasiswa\n\n\n  \n  \n  \n  \n  \n  \n    \n      No\n      Tingkat pendidikan\n      Peringkat atau rangking\n      Besaran Tunjangan ( Rp )\n      Kuota\n    \n    \n      1\n      Sekolah Dasar\n      1 S\u002Fd 3\n      500.000.00\n      6 orang\n    \n    \n      2\n      SLTP \n      1 S\u002Fd 3\n      3750.000.00\n      3 orang\n    \n    \n      3\n      SLTA\n      1 S\u002Fd 3\n      3850.000.00\n      3 orang\n    \n  \n\n\nd. Untuk rangking atau peringkat ini nilai\nrata-rata 7,5\n\nDalam hal ini setiap anak dari karyawan\u002Fti hanya\nberhak 1 x menerima beasiswa untuk 1 (satu ) jenjang pendidikan\n\n3. Beasiswa diberikan 1 tahun sekali pada saat\nkenaikan kelas atau hasil semester genap untuk jenjang pendidikan\n\n4. Jumlah paket beasiswa yang diberikan sesuai ayat (1) huruf c pada kolom\ndiatas.\n\n5. Apabila pengajuan lebih dari 12 ( dua belas )anak, perusahaan mengundi\ncalon tersebut dihadapan kepala departemen atau divisi yang bersangkutan dan\ndisaksikan perusahaan dan Serikat Pekerja\n\n6. Pengajuan beasiswa harus dilengkapi surat keterangan dari sekolah atau\ndan raport atau hasil studi yang telah dilegalisir dari sekolah.",{"bindId":199,"name":200,"text":201},"discrimination","Perlindungan tenaga kerja, ialah segala ","Perlindungan tenaga kerja, ialah segala upaya dan usaha yang dilakukan\n    untuk menjamin hak-hak pekerja dan menjamin kesamaan serta perlakuan tanpa\n    diskriminasi, untuk mewujudkan kesejahteraan pekerja dengan tetap\n    memperhatikan perkembangan kemajuan usaha.",{"bindId":203,"name":204,"text":205},"violence","Berkelahi dengan sesama karyawan, mengan","Berkelahi dengan sesama karyawan, mengancam, menghina secara kasar,\n    mangancam pengusaha, keluarga pengusaha, atasan, teman sekerja atau\n    pengurus Serikat Pekerja baik di lingkungan perusahaan maupun di luar\n    lingkungan perusahaan dalam hubungan kerja.",{"bindId":207,"name":208,"text":209},"hourspday_select","a. 7 (tujuh) jam sehari dan 40 (empat pu","a. 7 (tujuh) jam sehari dan 40 (empat puluh) jam\nseminggu, untuk 6 (enam) hari kerja dalam seminggu.\n\nb. 8 (delapan) jam sehari dan 40 (empat puluh) jam\nseminggu, untuk 5 (lima) hari kerja dalam seminggu.",{"bindId":211,"name":208,"text":209},"hourspday",{"bindId":213,"name":214,"text":215},"hourspweek_select","Jam kerja perusahaan sesuai dengan keten","Jam kerja perusahaan sesuai dengan ketentuan Undang  Undang adalah 7\n    jam atau 8 jam sehari dan 40 jam seminggu.",{"bindId":217,"name":214,"text":215},"hourspweek",{"bindId":219,"name":208,"text":209},"dayspweek_select",{"bindId":221,"name":208,"text":209},"dayspweek",{"bindId":223,"name":224,"text":225},"MAXHOURS_trigger","1. Apabila Perusahaan memerlukan karyawa","1. Apabila Perusahaan memerlukan karyawan untuk bekerja lembur, maka\nkaryawan yang bersangkutan berkewajiban untuk melaksanakan kerja lembur sesuai\ndengan ketentuan perundang  undangan yang berlaku.",{"bindId":227,"name":224,"text":225},"hoursovertimemax",{"bindId":229,"name":230,"text":231},"PAIDLEAV_trigger","Karyawan yang telah bekerja selama 12 bu","Karyawan yang telah bekerja selama 12 bulan berturut-turut, berhak\n    mengambil atau menggunakan hak atas cuti tahunan sebanyak 12 hari\n  kerja.",{"bindId":233,"name":230,"text":231},"holidaysdays",{"bindId":235,"name":230,"text":231},"holidaysweeks",{"bindId":237,"name":238,"text":239},"SCHEDULE_trigger","Setelah 4 ( empat ) jam bekerja terus me","Setelah 4 ( empat ) jam bekerja terus menerus karyawan diberikan\n    istirahat selama 1 jam.",{"bindId":241,"name":242,"text":243},"schedulesrestpw","2. Hari kerja dan hari libur perusahaan ","2. Hari kerja dan hari libur perusahaan diatur sebagai berikut :\n\n\n  \n  \n  \n  \n    \n      Non shift\n      Hari kerja\n      Senin s\u002Fd Jum'at\n    \n    \n      Hari libur\n      Sabtu,Minggu (hari istirahat mingguan) dan hari libur Nasional.\n    \n  \n\n\n\n\n\n  \n  \n  \n  \n    \n      2 Shift-2 Grup atau 3 Shift-3 Grup\n      Hari kerja\n      Senin s\u002Fd Sabtu\n    \n    \n      Hari libur\n      Minggu (hari istirahat mingguan) dan hari libur Nasional.Sesuai\n        jadwal yang ditentukan perusahaan. \n    \n  \n\n\n\n\n\n  \n  \n  \n  \n    \n      3 Shift-4 GrupHari kerja \n      Hari istirahat mingguan sesuai jadwal yang ditentukan perusahaan dan\n        hari libur Nasional.",{"bindId":245,"name":246,"text":247},"TRADEUNLEAV_trigger","Perusahaan memberikan izin (dispensasi) ","Perusahaan memberikan izin (dispensasi) kepada pengurus, perwakilan\n    serikat pekerja untuk mengadakan kegiatan dalam rangka tugas organisasi\n    serikat pekerja atau memenuhi pangilan pemerintah guna kepentingan\n    organisasi atau kepentingan pemerintah dengan tetap mendapatkan upah.\n    Selama disepakati oleh kedua belah pihak (UU NO 21 Thn 2000 Pasal 29)",{"bindId":249,"name":250,"text":251},"PAYSCALES_trigger","Struktur gaji atau Skala Upah sesuai PP.","Struktur gaji atau Skala Upah sesuai PP.78 tahun 2015 : \n    a. GAJI POKOK BARU SAMA DENGAN ( = )\n    GAJI POKOK LAMA + SELISIH PEMERINTAH +\n    GOLONGAN\n\n    \n      \n      \n      \n      \n        \n          Golongan\n          Range ( Masa Kerja )\n          Nilai\u002FTahun\n          \n        \n        \n          1\n          1-3\n          Rp. 9.500\n        \n        \n          2\n          4-6\n          Rp. 19.000\n        \n        \n          3\n          7-9\n          Rp. 28.500\n        \n        \n          4\n          10-12\n          Rp. 38.000\n        \n        \n          5\n          13-15\n          Rp. 47.500\n        \n        \n          6\n          16-18\n          Rp. 57.000\n        \n        \n          7\n          19-21\n          Rp. 66.500\n        \n        \n          8\n          22- \n          Rp. 76.000\n        \n      \n    \n  \n\n\nb. Pengertian golongan untuk huruf a ayat (4) pasal\n29 diatas sudah tertera pada surat kesepakatan No. 003\u002FSPN-GI-EJIP\u002FIV\u002F2018\ntertanggal 04 April 2018.\n\nc. Upah minimum yang berlaku diperusahaan tidak\nkurang dari upah minimum Kabupaten atau propinsi, yang berlaku di Kabupaten\nBekasi setiap tahunnya.\n\nd. Besarnya kenaikan upah sesuai dengan range\ndiatas.",{"bindId":253,"name":250,"text":251},"PAYSCALES_period",{"bindId":255,"name":256,"text":257},"STRUCINCR_trigger","Kenaikan upah dilakukan minimum sekali d","Kenaikan upah dilakukan minimum sekali dalam setahun, berdasarkan\n    prestasi dan masa kerja dari masing-masing karyawan \u002F ti.",{"bindId":259,"name":256,"text":257},"wageincreasetype",{"bindId":261,"name":262,"text":263},"wageincreasefirmperformance","Besarnya kenaikan upah di dasarkan pada ","Besarnya kenaikan upah di dasarkan pada situasi dan kondisi serta\n    kemampuan perusahaan dengan mempertimbangkan indeks harga konsumen yang di\n    sepakati dalam musyawarah antara pengusaha dengan Serikat Pekerja",{"bindId":265,"name":266,"text":267},"ONCERISE_trigger","Selambat-lambatnya 1 (satu) minggu sebel","Selambat-lambatnya 1 (satu) minggu sebelum Hari Raya Idul Fitri\n    perusahaan akan memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada karyawan. \n    a. Besarnya Tunjangan Hari Raya ( THR )adalah\n    minimal 1 ( satu ) bulan gaji pokok + tunjangan jabatan + tunjangan tetap\n    bagi karyawan yang telah mempunyai masa kerja 1 (satu) tahun atau lebih.\n    b. Karyawan yang mempunyai masa kerja lebih\n    dari 3 ( tiga ) bulan tapi kurang dari 1 ( satu ) tahun besarnya Tunjangan\n    Hari Raya akan di berikan secara proposional.",{"bindId":269,"name":266,"text":267},"incidentalbonustype",{"bindId":271,"name":266,"text":267},"incidentalbonustype2",{"bindId":273,"name":266,"text":267},"incidentalbonusdays1",{"bindId":275,"name":266,"text":267},"incidentalbonusdate",{"bindId":277,"name":278,"text":279},"ONCERISE2_trigger","Pengertian bonus Bonus adalah keuntungan","Pengertian bonus \n    Bonus adalah keuntungan perusahaan yang diberikan kepada seluruh pekerja\n    sebagai kompensasi tambahan untuk menunjang produktifitas dan semangat\n    kerja karyawan.\n  \n  ",{"bindId":281,"name":282,"text":283},"incidentalbonustype2sec","Ketentuan untuk pembagian bonus. a.Bonus","Ketentuan untuk pembagian bonus. \n    a.Bonus diberikan kepada karyawan\u002Fti PT Gunze\n    Indonesia sebesar 1 ( satu ) kali Gaji Pokok + tunjangan jabatan +\n    alpha.\n    b.Karyawan\u002Fti PT Gunze Indonesia yang sudah\n    bekerja tetapi kurang dari 1 (satu ) tahun,maka akan diberikan secara\n    proporsional.\n  \n  ",{"bindId":285,"name":282,"text":286},"incidentalbonusdays1sec","Ketentuan untuk pembagian bonus. \n    a.Bonus diberikan kepada karyawan\u002Fti PT Gunze\n    Indonesia sebesar 1 ( satu ) kali Gaji Pokok + tunjangan jabatan +\n    alpha.\n    b.Karyawan\u002Fti PT Gunze Indonesia yang sudah\n    bekerja tetapi kurang dari 1 (satu ) tahun,maka akan diberikan secara\n    proporsional.",{"bindId":288,"name":278,"text":289},"extrapayfirmperformancesec","Pengertian bonus \n    Bonus adalah keuntungan perusahaan yang diberikan kepada seluruh pekerja\n    sebagai kompensasi tambahan untuk menunjang produktifitas dan semangat\n    kerja karyawan.",{"bindId":291,"name":292,"text":293},"incidentalbonusdatesec","Waktu pembagian Bonus Bonus diberikan pa","Waktu pembagian Bonus \n    Bonus diberikan pada bulan juni setiap tahunnya.",{"bindId":295,"name":296,"text":297},"NOCTPREM_trigger","b. Tunjangan Uang Shif dalam per bulan 1","b. Tunjangan Uang Shif dalam per bulan\n\n1. Tunjangan dua ( 2 )shif dua ( 2 ) group sebesar\nRp 30.000.,00 per bulan.\n\n2. Tunjangan tiga ( 3 ) shif tiga ( 3 ) group\nsebesar Rp 30.000,00 per bulan.",{"bindId":299,"name":296,"text":297},"shiftallowancetype",{"bindId":301,"name":296,"text":297},"shiftallowanceamount1",{"bindId":303,"name":224,"text":225},"OVERTIME_trigger",{"bindId":305,"name":306,"text":307},"overtimeallowancetype_general","5. Dalam hal memerintahkan untuk melakuk","5. Dalam hal memerintahkan untuk melakukan kerja lembur guna kepentingan\npekerjaan, perusahaan harus mempertimbangkan atau memperhatikan kondisi\nkaryawan tersebut. Dengan rincian sebagai berikut :\n\na. Kerja lembur pada hari biasa\n\n• Untuk jam lembur pertama dibayar sebesar 1.5x\nupah sejam dan untuk jam\n\nselebihnya di bayar 2 x upah perjam.\n\n• Khusus hari sabtu yang kerja 6 ( enam ) hari\nuntuk jam lembur pertama di bayar 1.5x upah sejam,untuk jam ke 2 ( dua ) sampai\njam ke 5 ( lima ) upah lembur di bayar 2x upah sejam untuk jam ke 6 ( enam )\nupah lembur di bayar 3x upah sejam dan upah jam berikutnya upah lembur di bayar\n4x upah sejam.",{"bindId":309,"name":306,"text":307},"overtimeallowanceperc1_general",{"bindId":311,"name":306,"text":307},"overtimeallowancetype",{"bindId":313,"name":306,"text":307},"overtimeallowanceperc1",{"bindId":315,"name":316,"text":317},"SUNDAY_trigger","b. Kerja Lembur Pada Istirahat Mingguan,","b. Kerja Lembur Pada Istirahat Mingguan, hari\nminggu, dan hari libur nasional.\n\nBerlaku bagi yang bekerja 5 (lima) hari kerja dan\n40 (empat Puluh) jam seminggu:\n\n• Jam ke 1 (satu) sampai dengan jam ke 8\n(delapan), upah lembur di bayar 2 X upah sejam\n\n• Jam ke 9 (Sembilan), upah lembur di bayar 3 X\nupah sejam\n\n• Jam ke 10 (sepuluh) dan jam ke 11 (sebelas),\nupah lembur dibayar 4 X upah sejam",{"bindId":319,"name":316,"text":317},"sundayallowancetype",{"bindId":321,"name":316,"text":317},"sundayallowanceperc1",{"bindId":323,"name":324,"text":325},"COMMUTE_trigger","Perusahaan memberikan tunjangan transpor","Perusahaan memberikan tunjangan transport Sebagai penganti biaya yang\n    telah di keluarkan oleh karyawan\u002Fti dari rumah karyawan\u002Fti masing-masing\n    sampai depan pintu Kav.Ejip 1 dan Ejip II\n  Besaran tunjangan uang transport : \n    - Karyawan permanen Rp 18.400,- \u002F hari.\n    - Karyawan kontrak Rp 16.000,- \u002Fhari",{"bindId":327,"name":328,"text":329},"commutingallowancetype","Besaran tunjangan uang transport : - Kar","Besaran tunjangan uang transport : \n    - Karyawan permanen Rp 18.400,- \u002F hari.\n    - Karyawan kontrak Rp 16.000,- \u002Fhari",{"bindId":331,"name":328,"text":329},"commutingallowanceamount1",{"bindId":333,"name":84,"text":85},"severance_number",{"bindId":335,"name":336,"text":337},"marriage","Karyawan yang akan menikah pertama kali ","Karyawan yang akan menikah pertama kali berdasarkan\nasas monogami diberikan izin \u002F dispensasi selama 3 (tiga) hari.",{"bindId":339,"name":340,"text":341},"sexualhar","Pengusaha wajib memberikan perlindungan ","Pengusaha wajib memberikan perlindungan ketenaga kerjaan yang meliputi : \n    a.Perlindungan keamanan\n    b.Perlindungan kesehatan dan keselamatan\n    c.Perlindungan kesusilaan.\n    d.Perlindungan Moral dan Mental\n    e.Perlindungan hak-hak pekerja",{"bindId":343,"name":344,"text":345},"holidaysfixed","Hak cuti tahunan pekerja dapat diberikan","Hak cuti tahunan pekerja dapat diberikan secara kolektif atau masal pada\n    hari raya idul fitri, setelah terlebih dahulu mengadakan musyawarah dengan\n    serikat pekerja.",{"bindId":347,"name":348,"text":349},"LOWWAGE_government","c. Upah minimum yang berlaku diperusahaa","c. Upah minimum yang berlaku diperusahaan tidak\nkurang dari upah minimum Kabupaten atau propinsi, yang berlaku di Kabupaten\nBekasi setiap tahunnya.",{"bindId":351,"name":352,"text":353},"SENIOR_trigger","2. Dasar perhitungan upah lembur karyawa","2. Dasar perhitungan upah lembur karyawan adalah Gaji Pokok + Tunjangan\nTetap (Tunjangan Jabatan, tunjangan masa kerja dan tunjangan Family ) dari\nmasing-masing karyawan.","\u003Chtml>\n\n    \u003Cdiv class=\"cobra-report\">\n\n        \u003Ch2>IDN PT. Gunze Indonesia - Bekasi - 2019\u003C\u002Fh2>\n\n        \u003Cdiv class=\"section general\">\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-start_date\">Tanggal dimulainya perjanjian: &rarr;&nbsp;2019-01-01\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-end_date\">Tanggal berakhirnya perjanjian: &rarr;&nbsp;2021-01-01\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \u003C!-- TODO: previous CBA logic -->\n            \u003C!-- TODO: status logic -->\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaratified\">Diratifikasi oleh: &rarr;&nbsp;Other\u003C\u002Fdiv>\n                \u003Cdiv id=\"display-cbaactorratified\">\n                    Diratifikasi pada: &rarr;&nbsp;Belum diratifikasi\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \n\n            \u003C!-- TODO: transnational_label, includingcountries_label, national_framework_label -->\n\n            \u003Cdiv id=\"display-SECTOR1\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Industri\u002Fpabrik pengolahan\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-NACE2004\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Pabrik Manufaktur Textil\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-FIRMPRI\">\n                Sektor publik\u002Fswasta: &rarr;&nbsp;In the private sector\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv>Disimpulkan oleh:\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1\">\n\n                \n                    \n                    \u003Cdiv>\n                        Nama perusahaan: &rarr;&nbsp;\n                        Gunze Indonesia - Bekasi\n                    \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1\">\n                Nama serikat pekerja: &rarr;&nbsp;\n\n                \n                    \n                    \u003Cspan>\n                        \n                    \u003C\u002Fspan>\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-casignemployees\">\n                Nama penandatangan dari pihak pekerja &rarr;&nbsp;Anton, Sut\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section social-security-pensions\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SOCSEC_trigger\">JAMINAN SOSIAL DAN PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-pensionfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pensiun bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilityfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan cacat bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-unemploymentfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan pengangguran bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section training\">\n            \u003Ch3 id=\"display-TRAINING_trigger\">PELATIHAN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingprogrammes\">Program pelatihan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprenticeships\">Magang: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pelatihan bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section sickness-disability\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KONDISI SAKIT DAN DISABILITAS\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-maxsicknesspayperc\">\n                Maximum cuti sakit berbayar (untuk 6 bulan): &rarr;&nbsp;92&nbsp;%\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-sicknessmaxdaysnr\">\n                Maximum hari untuk cuti sakit berbayar: &rarr;&nbsp;365 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-longtermillness\">Ketentuan mengenai kembali bekerja setelah menderita penyakit jangka panjang, seperti penyakit kanker: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-menstruationleave\">Cuti haid berbayar: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilitypay\">Pembayaran gaji apabila tidak mampu bekerja dikarenakan kecelakaan kerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n\n        \u003Cdiv class=\"section health-medical-assistence\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA BANTUAN MEDIS\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccess\">Bantuan medis disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccessrelatives\">Bantuan medis bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurance\">Kontribusi pengusaha untuk asuransi kesehatan disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurancerelatives\">Asuransi kesehatan bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetypolicy\">Kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetytraining\">Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-protectiveclothing\">Pakaian\u002Falat pelindung diri disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-hivpolicy\">Pemeriksaan kesehatan secara berkala disediakan oleh pengusaha: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-monitoring\">Pengawasan permintaan musculoskeletal di tempat kerja, resiko professional dan\u002Fatau hubungan antara pekerjaan dan kesehatan: &rarr;&nbsp;The relationship between work and health, Employee involvement in the monitoring\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-funeralpay\">Bantuan duka\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-funeralpayamount\">\n                Minimum kontribusi pengusaha untuk penguburan\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;-9.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section work-family-arrangements\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKFAM_trigger\">PENGATURAN ANTARA KERJA DAN KELUARGA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleaveduration\">\n                Cuti hamil berbayar: &rarr;&nbsp;13 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleavepayperc\">\n                Cuti hamil berbayar terbatas untuk: 100 % dari gaji pokok\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-jobsecuritymothers\">Jaminan tetap dapat bekerja setelah cuti hamil: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-maternitydiscrimination\">Larangan diskriminasi terkait kehamilan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-breastfeeding_dangerouswork\">Larangan mewajibkan pekerja yang sedang hamil atau menyusui untuk melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-riskassessment\">Penilaian resiko terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja yang sedang hamil atau menyusui di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-alternatives\">Ketersediaan alternatif bagi pekerja hamil atau menyusui untuk tidak melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-timeoff\">Cuti untuk melakukan pemeriksaan pranatal: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningnonstandard\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempekerjakan pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningpromotion\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempromosikan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n            \u003Cdiv id=\"display-nursingmothers\">Fasilitas untuk pekerja yang menyusui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcareprovision\">Pengusaha menyediakan fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcaresubsidy\">Pengusaha mensubsidi fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \u003Cdiv id=\"display-educationtuition\">Tunjangan\u002Fbantuan pendidikan bagi anak pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n   \n            \u003Cdiv id=\"display-childcareleave\">\n                Cuti berbayar tiap tahun yang diberikan untuk merawat anggota keluarga: &rarr;&nbsp;1 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidpaternityleaveduration\">\n                Cuti ayah berbayar: &rarr;&nbsp;2 hari\n         \u003C\u002Fdiv>\n                        \u003Cdiv id=\"display-deathrelativesleave\">\n                Durasi cuti yang diberikan ketika ada anggota keluarga yang meninggal: &rarr;&nbsp;2 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n        \u003Cdiv class=\"section gender-equality-issues\">\n            \u003Ch3 id=\"display-GENEQ_trigger\">ISU KESETARAAN GENDER\u003C\u002Fh3>\n         \u003Cdiv id=\"display-eqpay\">Upah yang sama untuk pekerjaan yang sama nilainya: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n         \n         \u003Cdiv id=\"display-discrimination\">Klausal mengenai diskriminasi di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-eqpromotion\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat promosi: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n        \u003Cdiv id=\"display-eqtraining\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat pelatihan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>     \n        \u003Cdiv id=\"display-eqofficer\">Kesetaraan gender dalam kepengurusan serikat pekerja di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-sexualhar\">Klausal mengenai pelecehan seksual di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violence\">Klausal mengenai kekerasan di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violenceleave\">Cuti khusus bagi pekerja yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-support_disabilities\">Dukungan bagi pekerja perempuan dengan disabilitas: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-equalitymonitoring\">Pengawasan kesetaraan gender: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n             \n         \u003C\u002Fdiv>\n         \n\n        \u003Cdiv class=\"section employment-contracts\">\n            \u003Ch3 id=\"display-EMPCONTR_trigger\">PERJANJIAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-contracttrialperiod\">\n                Durasi masa percobaan: &rarr;&nbsp;91 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\u003Cdiv id=\"display-severance_number\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;180&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-severance_number_1_tenure\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;60&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-part_time_excluded\">Pekerja paruh waktu tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-tempagency\">Ketentuan mengenai pekerja sementara: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprentices_excluded\">Pekerja magang tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-minijobs_excluded\">Pekerja mahasiswa tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section working-hours\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKHOURS_trigger\">JAM KERJA, JADWAL DAN LIBUR\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspday\">\n                Jam kerja per hari: &rarr;&nbsp;7.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspweek\">\n                Jam kerja per minggu: &rarr;&nbsp;40.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-dayspweek\">\n                Hari kerja per minggu: &rarr;&nbsp;6.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hoursovertimemax\">\n                Waktu lembur maksimum: &rarr;&nbsp;-10.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysdays\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;12.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysweeks\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;2.0 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysfixeddays\">\n                Hari tetap untuk cuti tahunan: &rarr;&nbsp; hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-schedulesrestpw\"> Periode istrirahat setidaknya satu hari dalam seminggu disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-sundays_year\">\n                Jumlah maksimum hari minggu\u002Fhari libur nasional dalam setahun dimana pekerja harus\u002Fdapat bekerja: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n             \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-tradeunleavdays\">\n                Cuti berbayar untuk aktivitas serikat pekerja: &rarr;&nbsp; hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-FLEXWORK_trigger\"> Ketentuan mengenai pengaturan jadwal kerja yang fleksibel: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section wages\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WAGES_trigger\">PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-PAYSCALES_trigger\">\n                Upah ditentukan oleh skala upah: &rarr;&nbsp;Yes, in one table\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-LOWWAGE_government\"> \n            Ketentuan bahwa upah minimum yang ditentukan oleh pemerintah harus dihormati: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-COSTLIV_trigger\">Penyesuaian untuk kenaikan biaya kebutuhan hidup: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-STRUCINCR_trigger\">Kenaikan upah\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-ONCERISE_trigger\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali:\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \u003Cdiv id=\"display-extrapayfirmperformance\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali dikarenakan performa perusahaan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-NOCTPREM_trigger\">Tunjangan shift untuk kerja sore atau malam\u003C\u002Fh4>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-shiftallowanceamount1\">\n                    Tunjangan shift untuk kerja sore atau malam: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;30000.0 per bulan\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \u003Cdiv id=\"display-shiftallowancetype1\">Tunjangan shift hanya untuk yang kerja malam: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-OVERTIME_trigger\">Upah lembur hari kerja\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-overtimeallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari kerja: &rarr;&nbsp;200 % dari gaji pokok\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SUNDAY_trigger\">Upah lembur hari Minggu\u002Flibur\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-sundayallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari Minggu\u002Flibur: &rarr;&nbsp;100&nbsp;%\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-COMMUTE_trigger\">Tunjangan transportasi\u003C\u002Fh4>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-commutingallowanceamount1\">\n                    Tunjangan transportasi: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;386400.0 per bulan\n                \u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SENIOR_trigger\">Tunjangan masa kerja\u003C\u002Fh4>\n\n                \n\n                \n\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Ch4>Kupon makan\u003C\u002Fh4>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-MEALALL_trigger\">Tunjangan makan disediakan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-legalassistance_trigger\">\n                Bantuan hukum gratis: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n    \u003C\u002Fdiv>\n\n\u003C\u002Fhtml>\n",[],[],"collective_agreement",[359],{"title":39,"slug":34},[361],{"type":362,"data":363},"call_to_action_body_block",{"title":364,"description":365,"variant":366,"link":367},"Bandingkan Perjanjian Kerja Bersama","Bandingkan pasal-pasal dan topik dalam Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dengan Perjanjian Kerja Bersama di semua sektor kerja di Indonesia maupun negara-negara lainnya.","dark",{"title":364,"url":368,"description":364,"rel":369,"type":370},"\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fbandingkan-perjanjian-kerja-bersama","follow","internal",[372],{"type":362,"data":373},{"title":364,"description":365,"variant":366,"link":374},{"title":364,"url":368,"description":364,"rel":369,"type":370},[]]