[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"page:id-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-golden-garment-indonesia-dengan-puk-fsbi-pt-golden-garment-indonesia---2015---2017":3},{"id":4,"slug":5,"title":6,"short_title":7,"intro_text":8,"meta_description":9,"seo_title":9,"path":10,"content_type":11,"locale":12,"go_live_at":7,"first_published_at":13,"page_created_at":14,"published_at":13,"edit_url":15,"breadcrumbs":16,"seo":24,"data":32,"children":246,"content_type_view":247,"extra_breadcrumbs":248,"body":250,"body_blocks":261,"related_pages":265},3679,"perjanjian-kerja-bersama","Perjanjian Kerja Bersama",null,"\u003Cp>Beberapa pilihan Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dipublikasikan di sini. Anda dapat menemukan teks asli dari Perjanjian Kerja Bersama tersebut, membaca dan menelusuri per bab maupun pasal, menurut topik yang sedang Anda cari.\u003Cbr\u002F>\u003Cbr\u002F>Ketika Anda mengklik pada link Perjanjian Kerja Bersama, halaman akan terbuka: di kolom sebelah kiri pada halaman tersebut berisi teks asli, sedangkan di kolom sebelah kanan, Anda akan menemukan ringkasan dari ketentuan yang ada di Perjanjian Kerja Bersama tersebut.\u003Cbr\u002F>Serikat Buruh\u002FPekerja dan Asosiasi Pengusaha dari Indonesia memberikan kontribusi terhadap pengumpulan data Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>","","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama","collective_agreements.collectiveagreementoverview","id_ID","2025-08-15T13:01:11.360625+00:00","2026-04-02T08:44:09.692847+00:00","\u002Fcms\u002Fpages\u002F3679\u002Fedit\u002F",[17,20,23],{"title":18,"slug":19},"Indonesia","id-id",{"title":21,"slug":22},"Bekerja di Indonesia","bekerja-di-indonesia",{"title":6,"slug":5},{"title":6,"description":9,"image":25,"canonical":26,"robots":27,"og_type":28,"twitter_card":29,"locale":19,"created_at":30,"last_modified_at":31},"https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fmedia\u002Fimages\u002FSocial_media_preview_image_-_2025.2e16d0ba.fill-1200x630.png","https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002F","index, follow","website","summary_large_image","2025-08-15T15:01:11.360625+02:00","2026-04-02T10:44:09.828831+02:00",{"cba":33,"clauses":45,"details":244,"translations":245},{"id":34,"uid":35,"url":36,"name":37,"locale":38,"override_title":9,"title":39,"browser_title":40,"browser_description":41,"text":42},"perjanjian-kerja-bersama-antara-pt-golden-garment-indonesia-dengan-puk-fsbi-pt-golden-garment-indonesia---2015---2017","1ce49706-19fb-11eb-9bd6-f23c91080f70","https:\u002F\u002Fcobra.wageindicator.org\u002Fcountries\u002Findonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-golden-garment-indonesia-dengan-puk-fsbi-pt-golden-garment-indonesia---2015---2017\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-golden-garment-indonesia-dengan-puk-fsbi-pt-golden-garment-indonesia---2015---2017\u002F","Perjanjian Kerja Bersama Antara PT. Golden Garment Indonesia Dengan PUK FSBI PT. Golden Garment Indonesia - 2015 - 2017","ba_ID","IDN PT. Golden Garment Indonesia - 2015","Indonesia - IDN PT. Golden Garment Indonesia - 2015","IDN PT. Golden Garment Indonesia - 2015 - Industri\u002Fpabrik pengolahan",{"name":43,"data":44},"PT GGI 2015-2017.html","\n\u003C!--?xml version=\"1.0\" encoding=\"UTF-8\"?-->\n\n\n  \u003Cmeta http-equiv=\"content-type\" content=\"text\u002Fhtml; charset=UTF-8\">\n  \u003Ctitle>New7\u003C\u002Ftitle>\n  \u003Cmeta name=\"generator\" content=\"Amaya, see http:\u002F\u002Fwww.w3.org\u002FAmaya\u002F\">\n\n\n\n\u003Ch1>PERJANJIAN KERJA BERSAMA ANTARA PT GOLDEN GARMENT INDONESIA\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Ch1>DENGAN PUK FSBI PT GOLDEN GARMENT INDONESIA\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Ch1>PERIODE 2015 - 2017\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>MUKADIMAH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>Bahwa sesungguhnya masyarakat adil dan makmur berlandaskan Pancasila dan\nUndang-Undang Dasar 1945 adalah merupakan tujuan pembangunan nasional yang\nmenuntut partisipasi dan peran serta Perusahaan dan Pekerja\u002FBuruh di dalam\nupaya bersama untuk menuju perbaikan dan peningkatan taraf hidup bangsa dengan\njalan peningkatan produktivitas kerja dan peningkatan produksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama adalah suatu kebutuhan dalam menciptakan hubungan\nkerja yang saling menguntungkan baik bagi pengusaha dan buruhnya, dimana semua\nhak dan kewajiban masing-masing pihak dirundingkan bersama-sama dan kemudian\ndituangkan dalam bentuk sebuah buku dan kemudian dijadikan sebagai\npedoman\u002Fpanduan dalam menentukan kebijakan masalah-masalah ketenagakerjaan\nkhusus di PT Golden Garment Indonesia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pengertian Perjanjian Kerja Bersama\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama (PKB) adalah perjanjian yang diselenggarakan oleh\nSerikat Pekerja\u002FBuruh atau gabungan Serikat Pekerja\u002FBuruh yang telah\ndidaftarkan pada Suku dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Administrasi\nJakarta Utara dengan Pengusaha atau Perkumpulan Pengusaha yang berbadan hukum,\nyang pada umumnya atau semata-mata memuat syarat-syarat yang harus diperhatikan\ndengan perjanjian kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Landasan Hukum\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Bahwa untuk mencapai maksud tersebut diatas, maka berdasarkan Pasal 116 s\u002Fd\n133 Undang-Undang No.13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan KEPMENAKERTRANS RI\nNo. Kep 48\u002FMEN\u002FIV\u002F2004 tentang tata cara Pembuatan dan Pengesahan Peraturan\nPerusahaan serta Pembuatan dan Pendaftaran Perjanjian Kerja Bersama, sehubungan\ndengan acuan tersebut maka, Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini disusun dan\ndibuat atas dasar musyawarah untuk mufakat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Tujuan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Bahwa Pengusaha dan Serikat Buruh menyadari sepenuhnya bahwa untuk menjamin\nterpeliharanya kerja sama yang baik, terciptanya ketenangan kerja dan kepastian\nusaha diperlukan adanya Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perlu disadari bahwa untuk menciptakan Hubungan Industrial yang harmonis\ndalam hubungan kerja para pihak harus menjunjung tinggi asas musyawarah\nmufakat, rasa saling ikut memiliki serta memelihara sehingga pada akhirnya\nperbedaan paham yang timbul dapat dengan segera diselesaikan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Manfaat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1. Baik Pekerja\u002FBuruh Pengusaha akan lebih memahami\ntentang hak dan kewajiban masing-masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2. Mengurangi timbulnya perselisihan industrial\natau hubungan ketenagakerjaan sehingga dapat menjamin kelancaran proses\nproduksi dan peningkatan usaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">3. Membantu menciptakan ketenangan kerja serta\nmendorong semangat dan kegiatan Pekerja\u002FBuruh yang lebih tekun dan rajin.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">4. Pengusaha dapat menganggarkan biaya tenaga kerja\n(Labour Cost) yang perlu dicadangkan atau disesuaikan masa berlakunya\nPerjanjian Kerja Bersama (PKB).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch2>BAB I : KETENTUAN UMUM\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 1 : PENGERTIAN DAN ISTILAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah orang atau badan hukum yang mempekerjakan buruh yang dalam perjanjian\nini adalah pemilik PT GOLDEN GARMENT INDONESIA yang berkedudukan di Jl. Bangka\nBlok D 25 KBN Cakung Cilincing Jakarta Utara.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Perusahaan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah PT GOLDEN GARMENTS INDONESIA yang berbadan hukum berdasarkan Akta\nNotaris: H. Rizul Sudarmadi, SH., Nomor: 12 tanggal 5 Juni 2007, berkedudukan\ndi Jalan Bangka Blok D No. 25 Kawasan Berikat Nusantara Cakung, Jakarta\nUtara.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Serikat Pekerja\u002FBuruh:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah Pimpinan Unit Kerja Federasi Serikat Buruh Indonesia (PUK FSBI) PT\nGolden Garment Indonesia, yang berkedudukan di Jalan Bangka Blok D No. 25, dan\ntercatat pada kantor Sudin Nakertrans Kota Administrasi Jakarta Utara dengan\nnomor: 937\u002FIII\u002FXII\u002F2010.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pengurus Serikat Pekerja\u002FBuruh:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah Pekerja\u002FBuruh PT GGI yang terpilih oleh anggota yang dinamakan PUK\nFSBI, untuk memimpin dan menjalankan Serikat Burus sesuai AD\u002FART Organisasi\nBuruh tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Pekerja\u002FBuruh:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah setiap orang yang bekerja pada PT GOLDEN GARMENT INDONESIA dengan\nmenerima upah dan telah memenuhi persyaratan administrasi, terdiri atas:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pekerja\u002FBuruh tetap adalah buruh yang bekerja di Perusahaan untuk jangka\nwaktu tidak tertentu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pekerja\u002FBuruh masa percobaan adalah buruh yang bekerja di perusahaan dan\nsedang menjalani masa percobaan paling lama 3 (tiga) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pekerja\u002FBuruh Perjanjian Kerja waktu tertentu adalah buruh yang bekerja\nberdasarkan surat pernajian kerja oleh para pihak untuk memenuhi ketentuan\nperaturan dan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Keluarga Buruh:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Seorang istri\u002Fsuami yang terdaftar di perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Anak Pekerja\u002FBuruh termasuk anak angkat\u002Fanak tiri yang telah disahkan sesuai\ndengan ketentuan yang berlaku, berumur di bawah 21 tahun\u002Fbelum menikah dan\nbelum bekerja, serta terdaftar di Perusahaan maksimal 3 (tiga) orang anak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Orang tua buruh ialah Bapak\u002FIbu kandung termasuk Bapak\u002FIbu tiri yang\nterdaftar di Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Mertua adalah Bapak\u002FIbu kandung termasuk bapak\u002Fibu tiri dari istri\u002Fsuami\nburuh yang terdaftar di Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Ahli Waris:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah keluarga atau orang yang ditunjuk olej Pekera\u002FBuruh yang dianggap sah\nmenurut hukum untuk menerima setiap pembayaran hak dalam hal buruh meninggal\ndunia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Apabila tidak ada ahli waris, maka yang berhak menerima segala jenis\npembayaran dari Perusahaan adalah mereka yang ditetapkan oleh keputusan\npengadilan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Hari Kerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah hari dimana Pekerja\u002FBuruh wajib melaksanakan suatu pekerjaan yang\ntelah diperjanjikan dalam suatu hubungan kerja yaitu 7 (tujuh) jam per hari\natau 40 (empat puluh) jam per minggu untuk 6 (enam) hari kerja seminggu atau 8\n(delapan) jam per hari atau 40 jam seminggu untuk 5 hari kerja per minggu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Waktu Kerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah waktu kerja yang telah ditetapkan untuk bekerja dan buruh sudah harus\nberada di tempat kerja dan melukakan pekerjaanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10. Kerja Lembur:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah kerja yang disepakati untuk melakukan pekerjaan diluar jam kerja\nnormal yang ditetapkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11. Upah:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah pembayaran yang dibayarkan kepada buruh atas dasar hubungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12. Mutasi:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Mutasi adalah pemindahan buruh dari satu bagian kebagian lain, atau dari\nsuatu jenis pekerjaan ke jenis pekerjaan yang lain dalam lingkungan perusahaan\nsesuai dengan kemampuan dan keahlian buruh terkecuali untuk menghindari\npemutusan hubungan kerja (PHK).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13. Promosi:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah peningkatan jabatan seorang buruh pada jabatan yang lebih tinggi dan\nmerupakan wewenang Perusahaan. Pelaksanaannya didasarkan kepada penilaian dan\nkebutuhan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14. Masa percobaan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masa percobaan adalah masa kerja yang dijalani maximal ketentuannya sesuai\ndengan undang-undang yang berlaku adalah 3 (tiga) bulan, apabila telah memenuhi\npersyaratan akan di angkat menjadi karyawan tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15. Tunjangan Tetap:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah suatu imbalan yang diterima oleh buruh secara tetap jumlahnya dan\nteratur pembayarannya yang tidak di kaitkan dengan kehadiran ataupun pencapaian\nprestasi tertentu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>16. Tunjangan tidak tetap:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah suatu imbalan yang diterima oleh buruh secara tidak tetap jumlahnya\ndan teratur pembayarannya yang dikaitkan dengan kehadiran ataupun pencapaian\nprestasi tertentu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SCHEDULE_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-schedulesrestpw\">\u003Cp>17. Istirahat Mingguan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Istirahat mingguan adalah istirahat yang diberikan setelah bekerja selama 6\n(enam) hari kerja berturut-turut atau melakukan pekerjaan selama 40 (empat\npuluh) jam seminggu.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>18. Jam Istirahat:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Waktu istirahat adalah setelah buruh melakukan aktivitas bekerja selama 4\n(empat) jam berturut-turut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>19. Masa Kerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jangka waktu kerja buruh yang dihitung mulai dari saat di terima sebagai\nburuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>20. Dispensasi:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah izin yang diberikan oleh Perusahaan kepada buruh untuk meninggalkan\ntugasnya baik untuk kepentingan organisasi, kepentingan Perusahaan dan untuk\nkepentingan pemerintah dan atau untuk kepentingan lainnya dan selama\nmeninggalkan tugasnya akan tetap mendapat upah penuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>21. Surat Peringatan (SP):\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Surat peringatan adalah surat yang dikeluarkan oleh perusahaan yang berisi\nteguran kepada buruh yang melakukan kesalahan dengan tujuan agar dapat\nmemperbaiki diri di kemudian hari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>22. Fasilitas:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sarana\u002Fprasarana yang disediakan oleh Perusahaan untuk buruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>23. Pekerjaan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh buruh untuk pengusaha dalam suatu\nhubungan kerja dengan menerima upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>24. Atasan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah seseorang yang jabatan, wewenang dan tanggung jawabnya lebih tinggi\ndan ditetapkan oleh pimpinan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>25. Mangkir:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Mangkir adalah buruh yang tidak masuk kerja tanpa izin secara tertulis atau\nlisan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 2 : TATA TERTIB DAN KEWAJIBAN UMUM PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Setiap Pekerja\u002FBuruh harus berada\u002Fhadir di tempat tugas masing-masing 15\nmenit sebelum waktu kerja dimulai, demikian pula waktu pulang meninggalkan\npekerjaan harus tepat pada waktunya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Setiap Pekerja\u002FBuruh wajib mengisi daftar absensi\u002Fmenyerahkan kartu kerja\npada tempat yang telah ditetapkan baik saat masuk\u002Fpulang bekerja, dan harus\ndiserahkan\u002Fdiisi atau dilakukan oleh Pekerja\u002FBuruh sendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Setiap Pekerja\u002FBuruh wajib mengikuti, mematuhi dan melaksanakan seluruh\npetunjuk-petunjuk atau instruksi formal yang diberikan oleh atasannya atau\npimpinan perusahaan, termasuk adanya mutasi, demosi dan\u002Fpromosi bila dipandang\nperlu dan menurut perusahaan adalah layak\u002Fmutlak untuk upaya keseimbangan\neksistensi perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Setiap Pekerja\u002FBuruh wajib memakai seragam dan tanda pengenal karyawan\u002FID\ncard yang telah ditentukan oleh Perusahaan dengan rapi serta memakai alas kaki\nyang sopan, dna bagi yang belum mempunyai seragam, harus berpakaian sopan dan\nrapi, khusus Pekerja\u002FBuruh laki-laki tidak boleh berambut panjang\u002Fgondrong\nmelebihi kerah baju.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Setiap Pekerja\u002FBuruh wajib menjaga, memelihara dengan baik semua\nbarang\u002Fperalatan milik Perusahaan, segera melaporkan kepada pimpinan\nPerusahaan\u002Fatasannya apabila mengetahui adanya hal-hal yang dapat menimbulkan\nbahaya atau kerugian Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Setiap Pekerja\u002FBuruh wajib untuk menjaga dan menyimpan rahasia\nperusahaan, pengusaha dan pimpinan perusahaan, mengenai segala hal apapun yang\ndiketahuinya di dalam Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Setiap Pekerja\u002FBuruh wajib melaporkan kepada pimpinan Perusahaan apabila\nada perubahan-perubahan atas status dirinya, susunan keluarganya, perubahan\nalamat dan sebagainya yang berkaitan dengan data pribadi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Setiap karyawan wajib memeriksa barang dan\u002Fsemua alat-alat kerja yang\nberhubungan dengan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing sebelum bekerja\natau saat meninggalkan pekerjaan, sehingga apabila adanya kerusakan dan atau\ngangguan pekerjaan, dapat diantisipasi dan ditindaklanjuti sebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 3 : HUBUNGAN KERJA, MASA PERCOBAAN, PKWT DAN PKWTT\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Penerimaan karyawan baru di perusahaan disesuaikan dengan kebutuhan\nperusahaan, dan untuk dapat diterima menjadi karyawan, harus memenuhi\nsyarat-syarat dan prosedur yang telah ditetapkan oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Standar penerimaan karyawan yang berlaku di perusahaan adalah, semua\ncalon karyawan wajib mengikuti test\u002Fseleksi menurut bagian atau departemen\npenyelenggara di perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrialperiod\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrial\">\u003Cp>3. Calon karyawan yang telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh\nperusahaan dan lulus dari seleksi, akan diterima sebagai karyawan dengan\nprosedur masa percobaan paling lama 3 (tiga) bulan sejak karyawan yang\nbersangkutan mulai bekerja di perusahaan. Masa percobaan dinyatakan secara\ntertulis kepada calon karyawan yang bersangkutan dan disepakati\u002Fdisetujui yang\nkemudian ditandatangani oleh kedua belah pihak.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4. Selama dalam masa percobaan, masing-masing pihak dapat memutuskan\nhubungan kerjanya secara sepihak, dan perusahaan tidak berkewajiban\u002Fberhak\nuntuk menyampaikan alasan pemutusan hubungan kerja percobaan secara rinci.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Karyawan yang telah menyelesaikan masa percobaan dengan baik, diangkat\nsebagai karyawan tetap sesuai dengan golongan yang telah ditetapkan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Apabila perusahaan membutuhkan karyawan dengan status pekerja waktu\ntertentu, maka pihak perusahaan akan melakukan penerimaan karyawan dengan\nstatus Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) dan tidak disyaratkan untuk masa\npercobaan 3 bulan dengan waktu yang disesuaikan kebutuhan perusahaan dan tetap\nmengacu kepada pasal 58 ayat 1 Undang-Undang No.13 tahun 2003.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 4 : LUASNYA PERJANJIAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pada dasarnya Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini mengatur tentang hal-hal\npokok yang bersifat umum dan khusus serta mengikat kedua belah pihak dengan\nberdasarkan kepada Undang-Undang dan ketentuan hukum yang berlaku tentang\nKetenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Materi-materi\u002Fsyarat-syarat kerja yang di atur di dalam Perjanjian Kerja\nBersama (PKB) berlaku untuk seluruh Buruh dari semua golongan dan tingkatan\nyang keberadaannya di PT Golden Garment Indonesia dan bersifat mengikat kedua\nbelah pihak secara hukum serta tidak bertentangan dengan peraturan\nperundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-coveragegroup3\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-coveragegroup1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-coveroccup3\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-coveroccup1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-coverunion_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-part_time_excluded\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-minijobs_excluded\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-apprentices_excluded\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-tempagency\">\u003Cp>3. PKB ini mengikat pihak Perusahaan dan pihak Pekerja\u002FBuruh di PT Golden\nGarment Indonesia.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4. Apabila yang menandatangani Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini telah\nberhenti bekerja atau meninggal dunia, PKB ini tetap berlaku sampai dengan\nhabis masa berlakunya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Pihak perusahaan dan serikat pekerja\u002Fburuh menyadari bahwa apabila dalam\npelaksanaan atau penerapan perjanjian ini maupun dalam pertumbuhan dan\nperkembangannya sudah tidak sesuai dengan situasi dan kondisi, yang dalam\nkeadaan mendesak sehingga perlu diadakan penyempurnaan, maka kedua belah pihak\nsepakat untuk mengadakan penyesuaian secara musyawarah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Hak-hak dan kewajiban lain yang belum diatur dalam Perjanjian Kerja\nBersama (PKB) ini akan mengikuti peraturan dan\u002Fatau perundang-undangan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 5 : PIHAK-PIHAK YANG MENGADAKAN PERJANJIAN KERJA BERSAMA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pihak-pihak yang mengadakan perjanjian kerja bersama ini adalah:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. PT GOLDEN GARMENTS INDONESIA yang beralamat di Jl. Bangka Blok D 25 KBN\nCakung Jakarta Utara.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. PUK FSBI PT GOLDEN GARMENTS INDONESIA yang beralamat di Jl. Bangka Blok D\n25 KBN Cakung Jakarta Utara yang dalam hal ini diwakili oleh pengurus dan\nperwakilan PUK FSBI.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 6 : KEWAJIBAN PARA PIHAK YANG MENGADAKAN PERJANJIAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha dan Serikat Pekerja\u002FBuruh bertekad untuk terus bekerja sama\ndalam menciptakan ketenangan kerja dan keterangan usaha demi terwujudnya\nhubungan industrial yang harmonis.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Untuk menunjang tekad tersebut maka Perusahaan dan Serikat Pekerja\u002FBuruh\nwajib melaksanakan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Memberitahukan dan menjelaskan isi Perjanjian\nKerja Bersama (PKB) ini kepada seluruh Buruhnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Mentaati seluruh isi Perjanjian Kerja Bersama\n(PKB) dan dapat saling mengingatkan apabila tidak mengindahkan isi Perjanjian\nKerja Bersama (PKB).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Pengusaha wajib membuat Perjanjian Kerja Bersama\n(PKB) ini menjadi buku saku dan diberikan kepada seluruh Buruh atas biaya dari\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 7: HAK-HAK PARA PIHAK\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan mengakui Serikat Pekerja\u002FBuruh adalah organisasi yang sah yang\nmewakili dan bertindak untuk dan atas nama seluruh buruh\u002Fanggotanya yang\nmempunyai hubungan kerja dengan Perusahaan baik secara perorangan maupun secara\nbersama (collective) dalam masalah ketenagakerjaan atau dalam hal-hal yang\nberhubungan dengan adanya hubungan kerja dan syarat-syarat kerja di PT Golden\nGarments Indonesia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-discrimination\">\u003Cp>2. Serikat Buruh mengakui bahwa Pengusaha mempunyai wewenang dalam mengatur\ndan mengelola jalannya Perusahaan dan buruhnya sepanjang tidak merugikan buruh.\nPengusaha tidak melakukan tekanan baik langsung maupun tidak langsung terhadap\nburuh, atau perlakuan diskriminatif, atau tindakan balasan lainnya yang\nberhubungan dengan fungsi dan tugasnya sebagai pengurus dan anggota serikat\nPekerja\u002Fburuh.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB II: PENGAKUAN, JAMINAN, FASILITAS DAN DISPENSASI BAGI SERIKAT\nPEKERJA\u002FBURUH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 8 : HUBUNGAN PERUSAHAAN DAN SERIKAT PEKERJA\u002FBURUH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan dan Serikat Pekerja\u002FBuruh bertekad untuk terus bekerja sama\ndalam menciptakan ketenangan dalam usaha demi terwujudnya suasana harmonis dan\ndinamis.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Untuk menunjang tekad tersebut, maka Perusahaan dan Serikat Pekerja.Buruh\nharus melaksanakan Pembentukan sarana-sarana Hubungan Industrial Pancasila.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 9 : PENGAKUAN HAK-HAK PERUSAHAAN DAN SERIKAT PEKERJA\u002FBURUH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Serikat Pekerja mengakui hak-hak Perusahaan untuk memimpin, mengatur dan\nmenjalankan usahanya sesuai dengan kebijaksanaan pemegang saham dengan mentaati\nsyarat-syarat kerja yang tercantum di dalam PKB ini dan perundangan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Serikat Pekerja\u002FBuruh mengakui perusahaan sepanjang tidak bertentangan\ndengan ketentuan yang telah diatur di dalam PKB ini dan Undang-Undang serta\nPeraturan Pemerintah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 10 : PENGAKUAN PERUSAHAAN TERHADAP PENGURUS SERIKAT PEKERJA\u002FBURUH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perusahaan tidak menghalang-halangi kegiatan Serikat pekerja\u002FBuruh sepanjang\nSerikat Pekerja\u002FBuruh menjalankan fungsi Organisasi serta tidak menyimpang dari\nAnggaran Dasar\u002FRumah Tangga Organisasi selama tidak mengganggu proses kerja\nPerusahaan setelah mendapat izin dari atas\u002FPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 11 : ASAS MUSYAWARAH UNTUK MUFAKAT\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan akan menyelesaikan setiap permasalahan dengan Pekerja\u002FBuruh\nmelalui Serikat Pekerja\u002FBuruh baik yang diajukan oleh Perusahaan maupun\nPekerja\u002FBuruh dalam hal ini disesuaikan dengan Undang-Undang yang berlaku saat\nini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pengurus Serikat Pekerja\u002FBuruh dapat memanggil anggotanya untuk suatu\nkeperluan organisasi pada saat jam kerja dengan terlebih dahulu seizin\natasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 12 : DISPENSASI UNTUK KEGIATAN SERIKAT PEKERJA\u002FBURUH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-TRADEUNLEAV_trigger\">\u003Cp>1. Atas permintaan Serikat Pekerja\u002FBuruh. Perusahaan dapat memberikan\ndispensasi kepada Pengurus atau wakil yang ditunjuk oleh Serikat Pekerja\u002FBuruh\ndalam melaksanakan tugas Organisasi\u002Fmemenuhi panggilan pemerintah guna\nkepentingan Organisasi atau kepentingan Negara dengan tidak mengurangi\nhak-haknya sebagai Pekerja\u002FBuruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Apabila Pengurus\u002Fanggota Serikat Pekerja\u002FBuruh di pilih menjadi\nPengurus\u002FPerangkat Organisasi pada pernagkat yang lebih tinggi. Perusahaan\ndapat memberikan dispensasi untuk kegiatan yang berkaitan dengan fungsinya\ntersebut dengan tidak mengurang hak-haknya sebagai Pekerja\u002FBuruh.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3. Ketentuan untuk ayat 1 dan 2 dari Serikat Pekerja\u002FBuruh harus terlebih\ndahulu memberitahukan baik secara lisan maupun tertulis kepada Perusahaan\ndengan disertai bukti-bukti berupa surat undangan atau surat tugas dari\nOrganisasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 13 : FASILITAS DAN BANTUAN PERUSAHAAN UNTUK SERIKAT PEKERJA\u002FBURUH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Serikat Pekerja dapat menggunakan papan pengumuman yang disediakan dengan\nseizin perusahaan sebelum pengumuman ditempelkan pada papan pengumuman, maka\nsaru copy pengumuman tersebut wajib disampaikan kepada perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Atas permintaan Serikat Pekerja\u002FBuruh Perusahaan mengizinkan Serikat\nPekerja\u002FBuruh mengadakan rapat\u002Fpertemuan di luar jam kerja, di salah satu ruang\nperusahaan dengan meminjamkan peralatan yang diperlukan tanpa mengganggu jam\nkerja kecuali pertemuan yang sifatnya mendesak maka pertemuan bisa dilaksanakan\npada saat jam kerja dengan terlebih dahulu memberitahukan kepada pihak\nManagement.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Perusahaan mengizinkan serikat buruh mengadakan rapat atau pertemuan di\nlingkungan Perusahaan dan serikat buruh dapat meminjam peralatan yang\ndibutuhkan dengan persetujuan pihak Perusahaan dan diberitahukan minimal satu\nhari sebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Kepada pengurus organsisasi buruh dan anggotanya di berikan dispensasi,\napabila ada tugas\u002Fkegiatan organisasi berupa rapat organisasi, kongres,\nPendidikan, atau panggilan pemerintah dalam waktu yang diperlukan upah tetap di\nbayar penuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Pengurus serikat buruh dapat memanggil anggotanya untuk suatu keperluan\nmendesak di dalam jam kerja dengan terlebih dahulu memberitahukan kepada\natasan\u002Fpengawasnya dan seizin Personalia dengan syarat tidak mengganggu proses\nproduksi dan alasan yang tepat dan bisa diterima kedua belah pihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Perusahaan menyediakan kantor bagi Serikat Pekerja\u002FBuruh yang diakui oleh\nperusahaan PT Golden Garments Indonesia beserta perlengkapannya yang sesuai\ndengan kondisi di lingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Perusahaan memfasilitasi pemotongan iuran anggota Serikat Pekerja\u002FBuruh\nlangsung dari payroll setelah Pekerja\u002FBuruh terlebih dahulu mengajukan surat\nkuasa pemotongan iuran kepada perusahaan, dan Serikat Pekerja\u002FBuruh wajib\nmenyampaikan laporan keuangan setiap bulannya kepada anggota dan memberikan\ntembusan kepada perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 14 : PERTEMUAN-PERTEMUAN BERKALA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Untuk mengurangi timbulnya perbedaan pendapat mengenai berbagai masalah\nketenagakerjaan maka untuk meningkatkan mekanisme kontrol kedua belah pihak,\ntelah disepakati bersama antara Perusahaan dengan Serikat Pekerja\u002FBuruh untuk\nmengadakan pertemuan berkala minimal 1 kali sebulan kecuali dalam keadaan\nmendesak maka dari salah satu pihak dapat mengajukan pertemuan di luar\nkesepakatan tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB III: HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 15 : MUTASI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Mutasi adalah pemindahan pekerja\u002Fburuh dari satu bagian ke bagian lain,\natau dari satu jenis pekerjaan ke jenis pekerjaan lain dalam lingkungan\nperusahaan sesuai dengan kemampuan dan keahlian buruh. Dengan tidak, mengurangi\nhak-haknya yang sudah diterima sebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Mutasi dapat dilakukan dalam hal:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Kebutuhan atau kepentingan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Demi kelancaran produksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Alasan kesehatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d. Sebagai pembinaan atau untuk meningkatkan\nkeahlian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">e. Efisiensi kerja, untuk kemajuan buruh dan\nkelangsungan hidup Perusahaan dengan tetap mentaati Undang-Undang\nKetenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Mutasi tidak boleh dilakukan berdasarkan atas hal-hal pribadi karena\nkeanggotaan buruh dalam serikat buruh ataupun untuk menghukum atau menekan\nburuh, tetapi semata-mata untuk meningkatkan keterampilan dan kelancaran\nproduksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Dalam melakukan mutasi perusahaan harus memperhatikan latar belakang atau\nmasa depan buruh yang bersangkutan dengan syarat bahwa upah tidak berkurang\nseperti semula.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Pelaksanaan mutasi harus diberitahukan terlebih dahulu kepada buruh yang\nbersangkutan secara tertulis sekurang-kurangnya 7 (tujuh) hari sebelum\nmutasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Mutasi dapat dilakukan sesuai dengan kebutuhan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 16 : PENEMPATAN DAN PEMINDAHAN (MUTASI, PROMOSI, DEMOSI DAN\nROTASI)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Mutasi karena Promosi: Dalam hal pengangkatan atau pengisian lowongan\njabatan yang lebih tinggi perusahaan akan memberikan prioritas kepada pekerja\nyang memenuhi persyaratan untuk jabatan itu berdasarkan penilaian:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">- Kemampuan atau prestasi kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">- Konduite.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">- Pendidikan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">- Pengalaman kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">-Pengangkatan pekerja pada jabatan tersebut\ndisertai surat keputusan pengangkatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">-Dalam setiap mutasi karena promosi perusahaan\ndapat melakukan masa percobaan selama 1 sampai 3 bulan atau langsung tanpa masa\npercobaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Mutasi karena Demosi: Pihak perusahaan dapat melakukan penurunan jabatan\ndan atau penggantian tugas pekerjaan lain dari yang sebelumnya dipercayakan\ndalam hal:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">-Dengan sengaja memerintahkan rekan sekerja\u002Fpekerja\nlainnya untuk memperlambat pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">-Karena ketidaksanggupan pada tugas pekerjaan dan\nsering menimbulkan kesalahan yang mengakibatkan kerugian bagi perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Mutasi karena Rotasi: Perubahan\u002Fperpindahan dari departemen yang sat uke\ndepartemen yang lain dengan posisi yang sama dan jabatan yang sama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Ketentuan mutasi, promosi, demosi dan rotasi menjadi kewenangan\npenuh\u002Fkebijakan Perusahaan sepanjang hak-haknya sebagai pekerja\u002Fburuh tetap\ndiberikan dan tidak bertentangan dengan peraturan ketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 17: USIA KERJA DAN BATAS USIA KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan hanya menerima buruh yang sudah berusia sekurang-kurangnya 18\ntahun sewaktu melamar pekerjaannya sesuai ketentuan UU No. 13 tahun 2003.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Batas usia pensiun bagi pekerja\u002Fburuh adalah 55 tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Buruh yang sudah mencapai usia pensiun masih dapat dipekerjakan apabila\nbenar-benar dibutuhkan serta mempertibangkan kemampuan buruh tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Apabila terjadi sesuatu terhadap pekerja\u002Fburuh sehingga menyebabkan\nketidakmampuan pekerja\u002Fburuh atau ada pertimbangan lain bagi buruh yang belum\nmencapai usia pensiun atau mendekati usia pensiun dapat mengajukan pensiun dini\natau berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IV: WAKTU KERJA, KERJA LEMBUR DAN LIBUR RESMI\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 18 : WAKTU KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday\">\u003Cp>1. Waktu kerja di PT Golden Garments Indonesia adalah 6 hari dalam seminggu\ndan 7 jam per hari atau 40 jam per minggu.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Pekerja\u002Fburuh yang bekerja di luar ketentuan ayat 1 akan dihitung sebagai\nwaktu kerja lembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Upah tidak dibayar apabila pekerja mangkir atau absen “No Work No\nPay”.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday_select\">\u003Cp>4. Waktu kerja di perusahaan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Senin s\u002Fd Jumat:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Pk. 08.00 WIB s\u002Fd Pk. 16.00 WIB (Istirahat 60\nmenit)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Pk. 12.00 WIB s\u002Fd Pk. 13.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Hari Sabtu tanpa jam istirahat pulang 13.30 WIB.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Catatan: Bahwa hari Jumat istirahat Pk. 11.30 WIB\ns\u002Fd Pk. 13.00 WIB.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>5. Perusahaan tidak diperkenankan melakukan kerja long shift pada seluruh\nburuhnya kecuali ada pekerjaan bersifat mendesak pada bagian tertentu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 19 : KERJA LEMBUR\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Adanya kebutuhan perusahaan oleh karena pekerjaan yang masih banyak\ntertunda dan\u002Fatau belum selesai, maka lembur yang sudah disepakati menjadi\nwajib dilaksanakan oleh karyawan, terkecuali bagi karyawan yang sudah\nmendapatkan izin dari atasannya untuk tidak mengikuti kerja lembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-OVERTIME_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype_general\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1_general\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1\">\u003Cp>2. Perhitungan kerja lembur dihitung sesuai ketentuan Perundang-undangan\nTenaga Kerja yang berlaku, adalah sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:0em\">a. Apabila kerja lembur dilakukan pada hari kerja\nbiasa.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">-Untuk jam lembur pertama dibayar 1 ½ × upah\nsejam.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">-Untuk jam lembur kedua dibayar 2 × upah sejam.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SUNDAY_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowanceperc1\">\u003Cp>b. Apabila kerja lembur dilakukan pada hari libur\u002Fmingguan atau hari libur\nresmi atau yang diliburkan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1. Untuk setiap jam dalam batas 7 (tujuh) jam atau\n5 (lima) jam, harus dibayar upah sedikit-dikitnya 2 × upah sejam.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2. Untuk jam kerja pertama setelah 7 (tujuh) jam\natau 5 (lima) jam, harus dibayar upah 3 × upah sejam.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">3. Untuk jam kerja kedua setelah 7 (tujuh) jam atau\n5 (lima) jam dan seterusnya, harus dibayar upah sebesar 4 × upah sejam.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>c. Perhitungan upah sejam dalam perhitungan upah lembur adalah 1\u002F173 × upah\nsebulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 20 : ISTIRAHAT\u002FCUTI TAHUNAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysfixed\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysweeks\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysdays\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAIDLEAV_trigger\">\u003Cp>1. Setiap karyawan yang telah bekerja selama 12 (dua belas) bulan\nberturut-turut berhak atas cuti\u002Fistirahat tahunan selama 12 (dua belas) hari\nkerja di kurnagi dengan pelaksanaan cuti bersama.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Perusahaan wajib memberitahukan kepada buruh apabisa ha katas cuti\ntahunannya sudah timbul.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Bagi karyawan yang akan menggunakan istirahat tahunannya, karyawan harus\nseminggu sebelumnya telah mengajukan permohonan terlebih dahulu kepada pimpinan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Apabila karyawan ternyata tidak mempergunakan hak cuti tahunannya, maka\nakan dibayarkan pada periode tahun berikutnya setelah diperhitungkan dengan\ncuti masal pada waktu libur lebaran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 21 : CUTI MELAHIRKAN, CUTI KEGUGURAN DAN CUTI HAID\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleavepayperc\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleavepay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveall\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleave\">\u003Cp>1. Bagi Pekerja\u002FBuruh perempuan yang akan melahirkan berhak atas cuti selama\n3 (tiga) bulan, yaitu 1,5 bulan sebelum saat melahirkan dan 1,5 bulan sesudah\nmelahirkan dengan mendapat upah penuh.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityotherclause\">\u003Cp>2. Pekerja\u002Fburuh perempuan yang mengalami keguguran kandungan berhak\nmemperoleh istirahat 1,5 bulan atau sesuai dengan surat keterangan dokter\nkandungan atau bidan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3. Bagi buruh yang melahirkan atau keguguran di wajibkan mempergunakan hak\ncutinya secara penuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-menstruationleave\">\u003Cp>4. Bagi pekerja\u002Fburuh perempuan yang dalam masa haidnya merasakan sakit pada\nhari pertama dan ke dua dan memberitahukan kepada pengusaha dengan menggunakan\nsurat keterangan dokter, maka tidak di wajibkan bekerja pada hari pertama dan\nkedua pada waktu haid dengan upah tetap dibayar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Bagi karyawan\u002Fpekerja perempuan apabila tidak mengambil hak cuti haid dan\nmasuk kerja secara terus menerus dalam 1 bulan di rekomendasikan dalam bentuk\nuang sebesari 2 kali upah per hari yang akan dibayarkan bersamaan dengan\ntanggal gajian, dan tidak berlaku bagi karyawan\u002Fpekerja dengan Upah All In.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 22 : IZIN MENINGGALKAN PEKERJAAN DENGAN UPAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan dapat memberikan izin kepada buruh untuk meninggalkan\npekerjaan dengan mendapat upah apabila:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Pernikahan Pekerja\u002Fburuh: 3 (tiga) hari kerja\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menikahkan anak Pekerja\u002Fburuh: 2 (dua) hari kerja\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Khitan\u002Fmembaptiskan anak Pekerja\u002Fburuh: 2 (dua) hari kerja\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleave\">\u003Cli>Istri Pekerja\u002Fburuh melahirkan\u002Fkeguguran: 2 (dua) hari kerja\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelativesleave\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelatives\">\u003Cli>Suami\u002Fistri\u002Fanak\u002Forang tua\u002Fmertua Pekerja\u002Fburuh meninggal dunia: 2 (dua)\n    hari kerja\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Anggota keluarga dalam satu rumah meninggal dunia: 1 (satu) hari\n  kerja\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja\u002Fburuh atau keluarga terkena bencana alam: 1 (satu) hari kerja\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Memenuhi panggilan instansi Pemerintahan di sesuaikan dengan\n  kebutuhan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>2. Izin meninggalkan pekerjaan dengan upah pada ayat 1 huruf a, b dan c\nkaryawan yang bersangkutan harus memberitahukan terlebih dahulu kepada\natasannya dan mengajukan permohonan kepada bagian personalia dengan di sertai\nbukti dan surat keterangan yang sah, kecuali untuk aya 1 (satu) huruf (c, d, e\ndan f) maka bukti dan surat keterangan pendukung dapat di ajukan bersamaan\ndengan hari pertama pekerja\u002Fburuh masuk.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Atas pertimbangan perusahaan, izin meninggalkan pekerjaan di luar\nketentuan tersebut di atas dapat diberikan izin tanpa upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Setiap karyawan yang meninggalkan perusahaan\u002Fpekerjaan tanpa izin dari\nperusahaan atau alasan yang dapat diterima oleh perusahaan dianggap mangkir dan\nupahnya tidak dibayar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Khusus kepentingan-kepentingan Nasional dan Regional dalam rangka\nmenjalankan tugas Negara seperti bidang olahraga, kesenian pemilu pekerja\ndiberikan izin khusus meninggalkan pekerjaan dengan mendapatkan upah dengan\ntidak melebihi 1 (satu) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Pekerja dapat diberikan izin meninggalkan pekerjaan untuk melaksanakan\nkewajiban ibadah haji dalam musim haji dengan ketentuan sebagai berikut:;\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Pemberian izin hanya satu kali dan lamanya disesuaikan dengan jadwal yang\n    ditetapkan oleh Pemerintah.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Selama meninggalkan pekerjaan-pekerjaan pekerja berhak mendapatkan\n  upah.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB V: PENGUPAHAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 23 : DASAR POKOK ADMINISTRASI PENGUPAHAN DAN TUNJANGAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_provision\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_government\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_trigger\">\u003Cp>1. Upah minimum buruh harus sesuai dengan UMP dan UMSP yang berlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Pajak atas upah buruh di tanggung semua dan dipotong dari upah yang\nditerima tiap bulannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Bila buruh terpaksa diliburkan sebagian atau seluruhnya dalam hal tidak\nada order maka upah tetap dibayar penuh oleh perusahaan. Apabila ada\nketerlambatan pembayaran upah terhadap buruh dari jadwal yang sudah ditentukan\nmaka, mekanisme selanjutnya mengacu kepada PP No. 8 tahun 1981 tentang\nperlindungan upah\u002Ftergantung dari mana keterlambatan tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Kekeliruan pembayaran upah karena kesalahan dari administrasi Perusahaan\nakan dibayarkan secara akumulasi periode pembayaran berikutnya (rapel).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Jika pada ayat 6 mencakup banyak buruh, maka akan di keluarkan\npemberitahuan sesuai kesepakatan antara Perusahaan dengan serikat buruh dan\nakan di keluarkan pemberitahuan secara resmi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Dalam hal buruh ditahan pihak berwajib karena dalam kasus tindak pidana,\nmaka pihak Perusahaan membayar upah buruh beserta hak-haknya berdasarkan\nketentuan undang-undang yang berlaku. Pasal 160 UUK No. 13 tahun 2003.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Dalam hal terjadinya keadaan FORCE MAJEURE yang mengakibatkan tertundanya\npembayaran upah, maka pihak perusahaan akan memberikan uang pinjaman sementara\nberdasarkan kemampuan Perusahaan sampai dengan penghitungan gaji selesai\ndilaksanakan, pihak perusahaan akan memprioritaskan proses penghitungan bila\nsituasi sudah memungkinkan atau berdasarkan kesepakatan bersama secara\nbipartite.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 24 : STRUKTUR DAN SKALA PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Sistem pengupahan diatur menurut status karyawan, yaitu harian dan\nbulanan. Adapun susunannya adalah sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Upah Pokok.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tunjangan Tetap:\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\u003Cul>\n  \u003Cli style=\"margin-left:4em\">Tunjangan Jabatan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Tunjangan tidak tetap:\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\u003Cul>\n  \u003Cli style=\"margin-left:2em;\">Komponen tunjangan tidak tetap akan diatur\n    tersendiri oleh Management Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>2. Gaji\u002Fupah pada dasarnya ditetapkan berdasarkan jabatan\u002Fkeahlian,\nkecakapan, prestasi kerja, konduite dan lain sebagainya dari karyawan yang\nbersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasefirmperformance\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasetype2\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-STRUCINCR_trigger\">\u003Cp>3. Peninjauan upah perorangan tidak dilaksanakan secara otomatis, tetapi\nberdasarkan pertimbangan yang mengacu atas dasar prestasi dan kondite kerja\nmasing-masing karyawan dn juga kemampuan perusahaan, peninjauan upah akan\ndilakukan setiap setahun sekali.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4. Pajak atas upah adalah menjadi tanggungan pekerja\u002Fburuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Pembayaran upah untuk karyawan harian dan bulanan dilaksanakan pada\nsetiap akhir bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 25 : TUNJANGAN HARI RAYA KEAGAMAAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusdays1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype2\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE_trigger\">\u003Cp>1. Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Perusahaan akan memberikan THR kepada\nkaryawan 1 (satu) bulan gaji bagi yang sudah bekerja di perusahaan selama 12\n(dua belas) bulan secara terus menerus atau lebih, dan pembayarannya dilakukan\nselambat-lambatnya 2 (satu) minggu sebelum hari raya (sesuai PERMEN NO.\n04\u002FMEN\u002F1994).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Dalam hal terjadi PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) terhadap pekerja\u002Fburuh\npada 30 (tiga puluh) hari sebelum jatuh tempo hari raya keagamaan maka kepada\npekerja tersebut tetap berhak mendapat Tunjangan Hari Raya (THR).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Tunjangan Hari Raya bagi pekerja yang telah mempunyai masa kerja 3 (tiga)\nbulan secara terus menerus tetapi kurang dari 12 (dua belas) bulan diberikan\nsecara proporsional sebagai berikut,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(Upah Sebulan ×Masa Kerja) \u002F (12 bulan)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 26 : TUNJANGAN KEMATIAN BUKAN KARENA KECELAKAAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpaytype\">\u003Cp>1. Apabila Pekerja\u002FBuruh meninggal dunia bukan dikarenakan kecelakaan kerja,\nmaka perusahaan memberikan sumbangan kepada ahli warisnya sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Upah dalam bulan yang sedang berjalan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Sumbangan Uang Duka dan biaya penguburan yang besarnya sesuai dengan\n    kemampuan perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Santunan dari PT BPJS KETENAGAKERJAAN sesuai dengan undang-undang No. 24\n    tahun 2004.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Hak-hak lain yang harus diterima ahli waris sesuai dengan Undang-Undang\n    No. 13 tahun 2003 pasal 166 tentang ketenagakerjaan.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>2. Apabila keluarga karyawan (orang tua kandung, anak kandung, suami\u002Fistri\nsah) yang meninggal dunia, maka perusahaan dapat mempertimbangkan untuk\nmemberikan sumbangan dan besarnya disesuaikan dengan kemampuan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 27 : BANTUAN BAGI KELUARGA PEKERJA\u002FBURUH YANG DITAHAN OLEH PIHAK YANG\nBERWAJIB\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Dalam hal pekerja\u002Fburuh di tahan pihak yang berwajib karena di duga\nmelakukan tindak pidana bukan atas pengaduan pengusaha, maka pengusaha tidak\nwajib membayar upah tetapi wajib memberikan bantuan kepada keluarga\npekerja\u002Fburuh yang menjadi tanggungannya dengan ketentuan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Untuk 1 (Satu) orang tanggungan 25% dari upah.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Untuk 2 (Dua) orang tanggungan 35% dari upah.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Untuk 3 (Tiga) orang tanggungan 45% dari upah.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Untuk 4 (Empat) orang tanggungan atau lebih 50% dari upah.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>2. Bantuan sebagaimana dimaksud pada ayat 1 diberikan untuk paling lama enam\nbulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pengusaha dapat melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap pekerja\u002Fburuh\nyang setelah 6 (enam) bulan tidak dapat melakukan pekerjaan sebagaimana\ndimaksud dalam ayat (1).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Dalam hal pengadilan memutuskan perkara pidana sebelum masa 6 (enam)\nbulan sebagaimana di maksud dalam ayat (3) berakhir dan pekerja\u002Fburuh\ndinyatakan tidak bersalah, maka pengusaha wajib mempekerjakan pekerja\u002Fburuh\nkembali.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Dalam hal pengadilan memutuskan perkara pidana sebelum masa 6 (enam)\nbulan berakhir dan pekerja\u002Fburuh dinyatakan bersalah, maka pengusaha dapat\nmelakukan pemutusan hubungan kerja kepada pekerja\u002Fburuh yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Pemutusan hubungan kerja sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) dan ayat (5)\ndilakukan tanpa penetapan lembaga penyelesaian perselisihan hubungan\nindustrial.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Pengusaha wajib membayar kepada pekerja\u002Fburuh yang mengalami pemutusan\nhubungan kerja sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) dan ayat (5), uang\npenghargaan masa kerja 1 (satu) kali ketentuan Pasal 156 ayat (3) dan uang\npenggantian hak sesuai ketentuan dalam Pasal 156 ayat (4).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 28 : BANTUAN PERNIKAHAN DAN SANTUNAN UANG DUKA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha memberikan sumbangan uang pernikahan kepada Pekerja\u002FBuruh baik\nlajang, janda maupun duda yang melaksanakan pernikahan sebesar Rp 250.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pengusaha memberikan santunan uang duka kepada Pekerja\u002FBuruh apabila\nkeluarga Pekerja\u002Fburuh ada yang meninggal dunia (suami\u002Fistri\u002Fanak\u002Forang\ntua\u002Fmertua) sebesar Rp 300.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Bantuan dan santunan yang dimaksud pada ayat 1 (satu) dan 2 (dua) akan\ndiberikan setelah Pekerja\u002FBuruh yang bersangkutan menyerahkan bukti\u002Fsurat-surat\ndan data pendukung (foto copy surat nikah untuk ayat 1 dan foto copy surat\nkematian untuk ayat 2) yang dikeluarkan oleh instansi terkait.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 29 : KOPERASI KARYAWAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Dalam upaya meningkatkan produktivitas kerja perlu ditunjang adanya\npeningkatan kesejahteraan karyawan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Bahwa sara penunjang tingkat kesejahteraan tersebut tidak saja tergantung\npada kondisi upah, namun melalui pembentukan Koperasi Karyawan sebagai usaha\nbersama, masing-masing karyawan dapat mengembangkan tingkat dan taraf hidup\ndari usaha gotong royong koperasi karyawan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Dalam pada itu perusahaan dengan kemampuan yang ada akan berusaha ikut\nmendorong arah tumbuh dan berkembangnya kehidupan koperasi karyawan di\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VI: PENGOBATAN, KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3)\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 30 : FASILITAS PERAWATAN DAN PENGOBATAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-MEDICAL_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurance\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurancerelatives\">\u003Cp>1. Pengusaha memberikan jaminan pemeliharaan kesehatan dengan\nmengikutsertakan program BPJS kesehatan bagi seluruh Pekerja\u002FBuruh beserta\nanggota keluarganya maksimal 3 (tiga) orang anak sesuai dengan Undang-Undang\nNo. 24 tahun 2004 tentang BPJS.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Kunjungan berobat pada poliklinik sebagaimana dimaksud ayat 1 harus\nmembawa serta menunjukkan kartu BPJS yang dikeluarkan oleh Instansi terkait.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>PASAL 31 : UPAH PEKERJA\u002FBURUH YANG SAKIT\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SICDIS_trigger\">\u003Cp>1. Apabila Pekerja\u002FBuruh sakit sehingga tidak dapat masuk kerja sebagaimana\nmestinya, maka pekerja\u002Fburuh tersebut harus membuktikan kepada perusahaan\ndengan surat keterangan dokter, kwitansi pengobatan dan salinan resep dokter,\ndari klinik atau rumah sakit resmi yang bekerja sama dengan BPJS yang dipilih\ndan ditentukan oleh Pekerja\u002FBuruh, maka upahnya akan dibayar oleh\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdaysnr\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdays\">\u003Cp>2. Apabila Pekerja\u002FBuruh yang mengalami sakti berkepanjangan, mengalami\ncacat akibat kecelakaan kerja dan tidak dapat melakukan pekerjaannya setelah\nmelampui batas 12 (dua belas) bulan dapat mengajukan pemutusan hubungan kerja\ndengan ketentuan pasal 172 UUK No. 13 tahun 2003.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 32 : KESELAMATAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetypolicy\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-code_application\">\u003Cp>1. Kesehatan dan keselamatan kerja adalah hak setiap buruh dan Pengusaha.\nSesuai UU No. 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Kesehatan dan keselamatan bisa dipelihara dengan menciptakan cara kerja\nyang nyaman.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Perusahaan tidak mempekerjakan buruh untuk berdiri secara terus menerus\nselama 7 jam.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Penerangan pada saat jam lembur disesuaikan dengan kebutuhan demi\npenghematan energi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Setiap buruh wajib untuk menjaga dan meningkatkan kesadaran akan\nkeselamatan dan kesehatan kerja baik untuk dirinya sendiri maupun dengan rekan\nsekerja\u002Flainnya dengan cara mematuhi prosedur keselamatan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Perusahaan akan memperhatikan kondisi tempat kerja yang nyaman.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Dalam penyediaan air minum yang disediakan oleh Perusahaan akan\ndisesuaikan dengan standarisasi yang ditetapkan oleh Pemerintah dan diperiksa\nsecara periodic oleh lembaga laboratorium yang berwenang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Aliran listrik harus ada pengontrolan untuk mencegah terjadinya\nkecelakaan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-protectiveclothing\">\u003Cp>9. Peralatan kerja harus dengan perlengkapan yang baik, dan buruh harus\nmempergunakan alat-alat keselamatan yang telah disediakan oleh Perusahaan dalam\nmelaksanakan pekerjaannya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>10. Buruh wajib memelihara dan merawat perlengkapan dan peralatan kerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 33 : FASILITAS DAN SARANA IBADAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan menyediakan toilet yang memadai bagi buruh laki-laki dan\nperempuan di Perusahaan dengan menggunakan air bersih yang tersedia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Perusahaan menyediakan beberapa kran air bersih yang memadai untuk\nwudhu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Untuk menunjang pelaksanaan ibadah di lingkungan Perusahaan dengan baik,\nmaka Perusahaan menyediakan fasilitas ibadah (mushola, mukena, sajadah) yang\nlayak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Perusahaan memberikan seragam buruh sebanyak 2 pcs per tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Perusahaan wajib menyediakan loker yang dapat dipakai buruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Agar buruh makan dengan nyaman dan tenang, Perusahaan wajib menyediakan\nsarana tempat makan yang memadai dan sekaligus tempat istirahat bagi buruh\nsewaktu jam istirahat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VII : PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA DAN PENGUNDURAN DIRI\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 34 : PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-violence\">\u003Cp>Sanksi pemutusan kerja dapat diberikan kepada pekerja yang melakukan\npelanggaran atau kesalahan sebagaimana tersebut dalam perjanjian kerja bersama\nini:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Melakukan pencurian dan atau penggelapan barang milik perusahaan atau\nmilik rekan sekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Menganiaya pengusaha atau keluarganya, atasan, bawahan atau teman\nsekerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3. Memaksa pengusaha atau keluarga pengusaha atau atasan atau bawahan atau\nteman sekerja untuk melakukan tindakan yang bertentangan dengan peraturan\nperundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Dengan sengaja telah merusak barang milik perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Mabuk, membawa dan atau mengedarkan minuman keras, obat bius, narkotika,\natau obat-obatan terlarang lainnya didalam lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Sengaja membocorkan rahasia perusahaan yang dipercayakan kepadanya atau\nyang diketahui nya kepada pihak lainnya didalam lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Menerima suap atau pemberian berupa apapun dari pihak-pihak tertentu\nsehubungan dengan jabatannya sehingga merugikan nama baik atau mengurangi\nkeuntungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Melakukan pungutan liar dan atau pemerasan di lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Melakukan tindakan asusila di dalam lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10. Mengancam pengusaha, keluarga pengusaha, atasan, bawahan atau rekan\nsekerja sehingga menimbulkan ketidaktenangan atau mengganggu ketentraman\njiwa.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11. Dengan sengaja mengakibatkan atau membiarkan orang lain mengalami\nkecelakaan karena pekerjaannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12. Merokok di dalam Gudang, pabrik atau tempat penyimpanan barang-barang\nyang mudah terbakar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13. Berkelahi dengan sesama pekerja lainnya didalam lingkungan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14. Membawa senjata api atau senjata tajam tanpa hak di lingkungan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15. Melakukan kegiatan rentenir atau sejenisnya di lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>16. Menghasut orang lain untuk melakukan perbuatan yang merugikan perusahaan\natau menimbulkan rasa tidak tenang pekerja lainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>17. Berjudi atau melakukan permainan sejenisnya di lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>18. Tersangkut atau melakukan tindak pidana baik di lingkungan pekerjaan\nmaupun di tempat lain dan dalam proses penyidikan oleh pihak yang berwajib.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>19. Pemutusan Hubungan Kerja yang dimaksud ayat 1 sampai 18 (delapan belas)\ndiatas tidak berhak atas uang pesangon dan penghargaan masa kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 35 : PENGUNDURAN DIRI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Dalam hal buruh mengundurkan diri atas kemauan sendiri, maka buruh\ntersebut harus mengajukan surat pengunduran diri terlebih dahulu\nselambat-lambatnya 30 hari sebelum tanggal pengunduran diri, kecuali dalam\nkeadaan mendesak dan karyawan Ybs dapat memberikan alasan yang bisa\ndipertanggungjawabkan maka pengunduran diri bisa dipercepat dengan tetap\nmendapatkan hak sesuai dengan PKB Pasal 40.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Kepada buruh yang mengundurkan diri, perusahaan tidak ada kewajiban\nmemberikan uang pesangon dalam bentuk apapun juga kecuali uang penggantian hak,\ndan uang pisah sesuai dengan PKB pasal 40.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pada waktu berakhirnya hubungan kerja, pengusaha memberikan surat\nketerangan kerja kepada buruh yang putus hubungan karena mengundurkan diri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pelaksanaan sebagaimana di maksud ayat 2 (dua) dan ayat 3 (tiga) di\nlaksanakan apabila pekerja telah menyerahkan segala inventaris perusahaan,\nserah terima dokumen dan barang milik perusahaan lainnya yang telah terima oleh\nburuh kepada perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Pekerja\u002FBuruh yang mangkir 5 (lima) hari kerja berturut-turut atau 6\n(enam) hari tidak berturut-turut dalam 1 (satu) bulan tanpa keterangan secara\ntertulis yang dilengkapi dengan bukti yang sah dan telah dipanggil oleh\npengusaha 2 (dua) kali secara patut dan tertulis dapat diputus hubungan\nkerjanya karena didiskualifikasikan mengundurkan diri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VIII: LARANGAN, PERINGATAN DAN SANKSI\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 36 : LARANGAN BAGI PEKERJA\u002FBURUH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Tumbuhnya moral kerja ditentukan oleh kesadaran seluruh buruh akan tegaknya\ndisiplin. Oleh karena itu setiap buruh wajib memahami dan melaksanakan tata\ntertib kerja dan kedisiplinan yang telah ditetapkan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Setiap Pekera\u002FBuruh wajib menjaga serta memelihara dengan baik semua\nbarang milik perusahaan dan segera melaporkan kepada pimpinan apabila\nmengetahui hal-hal yang dapat menimbulkan bahaya dan merugikan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Setiap Pekerja\u002FBuruh wajib membertahukan kepada pimpinan apabila terdapat\nperubahan mengenai status susunan keluarga serta tempat tinggal.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Setiap Pekerja\u002FBuruh wajib memelihara dan menjaga kebersihan lingkungan\nkerja dengan sebaik-baiknya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Setiap Pekerja\u002FBuruh dilarang membawa\u002Fmenggunakan barang-barang milik\nperusahaan keluar dari lingkungan perusahaan tanpa izin pimpinan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Setiap Pekerja\u002FBuruh dalam waktu kerja perusahaan dilarang melakukan\npekerjaan untuk pihak lain yang bukan tugasnya kecuali atas perintah\natasan\u002Fpimpinan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Setiap Pekerja\u002FBuruh dilarang menyalahgunakan nama perusahaan dan atau\njabatan untuk kepentingan diri sendiri atau orang lain dengan menerima atau\nmenuntut suatu imbalan atau menjanjikan sesuatu untuk mencari kepentingan\npribadi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Setiap Pekerja\u002FBuruh dilarang meminum minuman keras, mabuk di tempat\nkerja, membawa, menyimpan, menjual, menyalahgunakanan obat-obatan terlarang,\nnarkotika dan sejenisnya di tempat kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Setiap Pekerja\u002FBuruh dilarang melakukan segala macam perjudian,\npertengkaran, atau perkelahian dengan sesama buruh di lingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Setiap Pekerja\u002FBuruh dilarang melakukan perbuatan yang melanggar asusila\ndi lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10. Setiap Pekerja\u002FBuruh dilarang membawa senjata tajam dan atau senjata api\nke lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11. Setiap Pekerja\u002FBuruh dilarang keras membawa\u002Fmenggunakan barang-barang\nmilik perusahaan yang bukan hak miliknya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 37 : PERINGATAN DAN SANKSI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan maupun Serikat Pekerja\u002FBuruh menyadari sepenuhnya perlunya\npenegakan disiplin kerja, karenanya terhadap kesalahan\u002Fpelanggaran yang\ndilakukan oleh pekerja\u002Fburuh atas peraturan yang telah diatur dalam Perjanjian\nKerja Bersama ini dapat diberikan peringatan\u002Fsanksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Peringatan\u002Fsanksi yang diberikan kepada pekerja adalah merupakan usaha\npembinaan dan pengarahan terhadap tindakan dan tingkah laku pekerja\u002Fburuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Peringatan\u002Fsanksi atas kesalahan\u002Fpelanggaran yang akan diberikan kepada\npekerja\u002Fburuh di perinci sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli style=\"margin-left:0em\">Peringatan lisan, di lakukan oleh atasan pekerja\n    untuk kesalahan atau pelanggaran yang bersifat umum.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:0em\">Peringatan tertulis dilakukan oleh Personalia\n    untuk kesalahan\u002Fpelanggaran sebagai berikut:\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\u003Cul>\n  \u003Cli style=\"margin-left:4em\">Peringatan 1\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:4em\">Peringatan 2\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:4em\">Peringatan 3\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Untuk peringatan tertulis di berikan menurut tahapannya tetapi juga dapat\n    diberikan secara langsung peringatan I (pertama) dan terakhir atau\n    peringatan II (kedua) dan terkahir di dasarkan atas kesalahan\u002Fpelanggaran\n    yang di lakukan masa berlakunya masing-masing surat peringatan di tetapkan\n    sesuai dengan UUK No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Sanksi PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) yang diberikan oleh perusahaan\n    sesuai dengan UUK No.13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>4. Dalam setiap pemberian tertulis ditandatangani oleh Personalia dan harus\natasan langsung dan satu copynya disampaikan kepada Serikat Pekerja\u002FBuruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 38 : PERINGATAN TERTULIS\u002FSANKSI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Dalam hal pemberitahuan surat peringatan tertulis kepada buruh yang\nmelakukan pelanggaran atau ketentuan yang diatur dalam perjanjian kerja bersama\nmaupun ketentuan perusahaan lainnya dilaksanakan sebanyak 3 kali yaitu:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Surat peringatan pertama (SP 1) dengan masa berlaku 6 bulan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Surat peringatan kedua (SP 2) dengan masa berlaku 6 bulan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Surat peringatan ketiga (SP 3) \u002Fterakhir dengan masa berlaku 6 bulan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>2. Terlepas dari ketentuan ayat 1, sanksi atas pelanggaran yang dilakukan\nsesuai dengan bobot pelanggaran dengan memperhitungkan pula tingkat tanggung\njawab buruh yang bersangkutan. Maka seorang buruh dapat langsung diberikan\nsurat peringatan kedua atau surat peringatan ketiga tanpa memperhatikan surat\nperingatan sebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Perusahaan akan memberikan surat peringatan pertama (1) kepada yang\nmelakukan pelanggaran tata tertib kerja dan melalaikan kewajibannya antara lain\nsebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Mangkir 2 (dua) hari kerja berturut-turut atau 3 (tiga) hari tidak\n    berturut-turut dalam 1 (satu) bulan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tidak melaksanakan tugas atau perintah yang diberikan oleh pimpinan\n    dengan sebaik-baiknya sehingga mengakibatkan kerugian perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Meninggalkan pekerjaan untuk kepentingan pribadi tanpa izin\n  perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tidak menunjukkan kesungguhan dan atau dengan sengaja memperlambat\n    pekerjaan tanpa sebab yang jelas.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tidak melaporkan adanya kehilangan maupun kerusakan alat-alat kerja\n    maupun barang-barang milik perusahaan yang menjadi tanggung jawabnya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Makan\u002Fmembawa makanan &amp; minuman yang dapat merusak hasil produksi di\n    area produksi.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menggunakan jam istirahat di luar jadwal yang telah ditentukan perusahaan\n    tanpa seizin atasan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Sering datang terlambat (lima) hari berturut-turut ataupun tidak dalam 1\n    (satu) bulan dan pulang lebih cepat dari ketentuan yang telah ditetapkan\n    perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tidak memakai seragam kerja atau tidak mengenakan tanda pengenal yang\n    ditetapkan oleh perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tanpa alasan yang sah menolak mengikuti pemeriksaan kesehatan yang\n    diwajibkan perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Berkata tidak senonoh atau tidak sopan kepada pengusaha, pimpinan atau\n    pekerja lainnya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Memasuki tempat kerja diluar hari kerja yang ditetapkan bagi yang\n    bersangkutan tanpa alasan yang dapat diterima kecuali atas seizin\n  pimpinan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tidur didalam waktu\u002Fjam kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menolak untuk diperiksa badan (body checking) oleh petugas yang ditunjuk\n    perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Memasukkan kartu absensi milik buruh lain pada mesin pencatat waktu atau\n    menyuruh buruh lain memasukkan kartu absen yang bukan miliknya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Merusak dan merubah dokumen milik perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Melakukan pekerjaan yang bukan tanggung jawabnya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mencoret-coret dinding atau gedung perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mengoperasikan peralatan yang bukan menjadi tugasnya tanpa izin dan\n    perintah yang sah dari atasannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tanpa alasan yang sah menolak mutasi yang dilakukan oleh perusahaan\n    meskipun sudah diberikan penjelasan oleh atasan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>2. Surat peringatan kedua (2) akan diberikan kepada pekerja yang melakukan\npelanggaran sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Mangkir selama 3 (tiga) hari kerja beturut-turut atau 4 (empat ) hari\n    tidak berturut-turut dalam 1 (satu) bulan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Melanggar aturan dan tata tertib dalam bekerja walaupun telah diperingati\n    oleh atasan maupun pengusaha.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menolak untuk melaksanakan perintah yang layak dari atasan atau pimpinan\n    tanpa alasan atau dengan alasan yang tidak dapat diterima.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menolak melaksanakan mutasi\u002Frotasi yang ditetapkan perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mencoret-coret, merobek atau mengambil surat pengumuman yang ditempel\n    pada papan pengumuman atau tempat lain tanpa perintah atasan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menghambat\u002Fmerintangi petugas keamanan dalam menjalankan tugas mengatur\n    dan memelihara keamanan dan ketertiban dilingkungan perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Merokok di dalam lingkungan produksi dan atau toilet produksi.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tidak melakukan tugasnya bekerja tanpa alasan yang jelas dan berada di\n    ruangan lain tanpa instruksi atasannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Melakukan pekerjaan yang bukan tanggung jawabnya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dengan ceroboh atau sengaja merusak dan atau membiarkan teman kerja\n    merusak barang yang bukan miliknya di tempat kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tindakan atau pelanggaran lainnya yang dianggap sama dengan pelanggaran\n    pada butir-butir tersebut diatas.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>3. Surat peringatan ketiga (3), akan diberikan kepada pekerja yang melakukan\npelanggaran sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Mangkir selama 4 (empat) hari kerja berturut-turut atau 5 (lima) hari\n    kerja tidak berturut-turut dalam 1 (satu) bulan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mencemarkan nama baik perusahaan, pengusaha, atasan maupun teman sekerja\n    dengan alasan apapun juga.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menyerang, menganiaya, mengancam atau mengintimidasi teman sekerja,\n    atasan atau pengusaha di lingkungan kerja.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>4. Setiap penerbitan (SP) Surat peringatan akan di beritahukan kepada atasan\nlangsung dan di tembuskan kepada Serikat Pekerja\u002FBuruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 39 : SCHORSING\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Skorsing dapat dikenakan kepada setiap karyawan yang melakukan\npelanggaran terhadap tata tertib kerja atau tidak menjalankan kewajiban\nsebagaimana mestinya atau tindakan yang merugikan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Skorsing dalam proses Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sambil menunggu\npenetapan dari Pengadilan Hubungan Industrial upah dibayar sesua Undang-Undang\nNo. 13 tahun 2003.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 40 : UANG PISAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam hal karyawan mengundurkan diri atas permintaan sendiri, dan mengajukan\npermohonan 30 hari sebelum hari pengunduran diri, dan karyawan masih tetap\nmelakukan pekerjaan seperti biasa, maka Perusahaan memberikan Uang pisah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pemberian Uang pisah di tetapkan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Masa kerja 5 tahun atau lebih tetapi kurang dari 8 tahun dibayar 1 kali\nupah pokok sebulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Masa kerja 8 tahun atau lebih tetapi kurang dari 11 tahun di bayar 2 kali\nupah pokok sebulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Masa kerja 11 tahun dan seterusnya di bayar 3 kali upah pokok sebulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IX: PENYELESAIAN KELUH KESAH DAN PENYAMPAIAN ASPIRASI\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 41 : PENYELESAIAN KELUH KESAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Sudah menjadi tekad Perusahaan bahwa setiap keluhan dan pengaduan seorang\npekerja\u002Fburuh atau lebih, akan diselesaikan secara adil dan secepat mungkin.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Dalam hal seorang Pekerja\u002FBuruh atau beberapa Pekerja\u002FBuruh menganggap\nbahwa terhadapnya di perlakuan tidak adil atau tidak wajar serta bertentangan\ndengan misi PKB, maka Pekerja\u002FBuruh dapat menyampai kan pengaduan atau keluhan\nmelalui aluran yang telah di tetapkan sebagai saluran “Cara penyelesaian dan\npengaduan Pekerja”.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 42 : CARA PENYELESAIAN KELUHAN DAN PENGADUAN PEKERJA\u002FBURUH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Setiap keluhan dan pengaduan seorang pekerja\u002Fburuh pertama-tama\ndiselesaikan dan dibicarakan dengan atasan langsung.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Bila penyelesaian belum mencapai hasil yang memuaskan, maka dengan\nsepengetahuan atasannya langsung, Pekerja\u002FBuruh dapat meneruskan keluhan dan\npengaduannya kepada atasan yang lebih tinggi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Bila prosedur tersebut telah dijalankan tanpa memberikan hasil yang\nmemuaskan, maka Pekerja\u002FBuruh dapat meneruskan keluhan kepada Serikat\nPekerja\u002FBuruh. Dan dalam tingkatan ini keluhan dan pengaduan Pekerja\u002FBuruh\ntersebut akan diselesaikan antara Perusahaan dan Serikat Pekerja\u002FBuruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Dalam hal ini tidak tercapai kata sepakat antara Perusahaan dan Serikat\nPekerja\u002FBuruh, maka penyelesaiannya akan dilakukan sesuai dengan peraturan\nketenagakerjaan yang berlaku dan di catatkan perkaranya ke sudinakertrans\nsetempat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 43 : PENYAMPAIAN ASPIRASI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Penyampaian aspirasi adalah Pengusaha dan serikat buruh bersepakat bahwa\nsetiap keluhan dan pengaduan buruh akan secepatnya untuk ditindaklanjuti secara\nadil dan bijaksana dengan selalu mengangkat nilai kejujuran dan kebenaran data\nserta fakta yang ada sesuai dengan ketentuan hukum dan Undang-Undang yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Cara Penyelesaian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Setiap keluh kesah diupayakan untuk di selesaikan secara musyawarah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Setiap hasil musyawarah dibuat secara tertulis yang ditandatangani\nbersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Sarana Pendukung.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan menyediakan kotak saran sebagai tempat penyampaian kritik, saran\ndan aspirasi buruh secara jujur dan sopan serta bertanggung jawab.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Setiap pengirim surat dijamin kerahasiaannya serta dilindungi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dan apabila tidak tercapai kesepakatan dalam penyelesaian permasalahan maka\nditempuh prosedur hukum sesuai dengan ketentuan Undang-Undang yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB X: PERATURAN PERALIHAN DAN PENUTUP\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 44 : PERATURAN-PERATURAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Setelah 2 (dua) tahun masa berlaku Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini\nhabis maka 3 (tiga) bulan sebelumnya kedua belah pihak sepakat mengadakan\npertemuan untuk melakukan perbaikan\u002Fpembaruan PKB yang baru.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Dalam hal perundingan ternyata menurut PKB yang baru belum selesai\nsetelah masa berlaku, PKB ini dapat diperpanjang menurut kebutuhan untuk paling\nlama 1 tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Dalam hal karena ketentuan dalam kesepakatan ini dinyatakan batal (tidak\nberlaku) oleh pengadilan atau ternyata tidak sesuai dengan undang-undang yang\nbaru, maka PKB ini disesuaikan dengan putusan pengadilan dan undang-undang yang\nbaru.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Dalam hal perusahaan merubah nama atau menggabungkan diri dengan\nperusahaan lain, maka untuk sisa waktu masa berlakunya PKB ini tetap berlaku\nbagi perusahaan dan pekerja\u002Fburuh dengan berlakunya PKB ini maka Peraturan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 45 : PENUTUP\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Kesepakatan ini didaftarkan oleh Perusahaan pada Dinas Tenaga Kerja dan\nTransmigrasi DKI Jakarta dan diperbanyak atau dibukukan oleh Perusahaan untuk\ndisosialisasikan kepada seluruh pekerja\u002Fburuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Ketentuan-ketentuan yang merupakan peraturan teknis maupun penjabaran\nlebih lanjut dan kesepakatan akan diatur dan ditandatangani bersama dan menjadi\nbagian yang tidak terpisahkan dari PKB ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end_date\">\u003Cp>3. PKB ini mulai berlaku selama 2 (dua) tahun sejak tanggal pendaftaran dari\ndinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DKI Jakarta.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4. PKB ini dibuat dalam Bahasa Indonesia dan disetujui, serta\ndisaksikan\u002Fdiketahui pejabat dari Suku Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi\nJakarta Utara kemudian ditandatangani oleh kedua belah pihak dalam 2(dua)\nrangkap yang sama bunyi dan kekuatan hukumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Dalam hal terjadi perselisihan, maka Perusahaan dan Serikat Pekerja\u002FBuruh\nsepakat memilih domisili pada wilayah Pengadilan Negeri Jakarta.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. PKB ini hanya dapat diubah setelah ada persetujuan bersama secara\ntertulis antara Perusahaan dan Serikat Pekerja\u002FBuruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Pihak penandatanganan Perjanjian Kerja Bersama ini telah di beri wewenang\nsecara hukum oleh pihak masing-masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Apabila terjadi salah penafsiran atas isi Perjanjian Kerja Bersama ini,\nmaka akan diselesaikan secara musyawarah untuk mufakat, dan bila tidak ada\nkesepakatan akan diselesaikan sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Apabila ada kekeliruan atau kesalahan dalam pembuatan PKB ini maka\ndiadakan perbaikan seperlunya melalui musyawarah dengan itikad baik dari kedua\nbelah pihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10. Apabila ada hal-hal atau kesepakatan yang belum diatur dalam Perjanjian\nKerja Bersama ini, dan sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan\nperundang-undangan yang berlaku saat ini maka akan ditentukan dalam ketentutan\ntersendiri yang merupaka bagian yang tidak terpisahkan dari Perjanjian Kerja\nBersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11. Dengan berlakunya Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini, maka Peraturan\nPerusahaan periode tahun 2014 sampai dengan tahun 2016 di nyatakan tidak\nberlaku lagi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 46 : PENANDATANGANAN PERJANJIAN KERJA BERSAMA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start_date\">\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama ini ditandatangani bersama oleh PT Golden Garment\nIndonesia, dengan Pimpinan Unit Kerja Federasi Serikat Buruh Indonesia (PUK\nFSBI) Golden Garments Indonesia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ditandatangani di : Jakarta\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pada tanggal : 13 Mei 2015\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp> \u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:justify;\">PIHAK-PIHAK YANG MENGADAKAN PERJANJIAN KERJA\nBERSAMA (PKB)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:justify;\">PT GOLDEN GARMENTS INDONESIA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Pihak\n        Pimpinan Unit Kerja\n\n        \u003Cp>Federasi Serikat Buruh\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Indonesia Puk.FSBI\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Pihak\n        Perusahaan\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>MUSBIHIN\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Ketua\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>SEUNG BUM PARK\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Direktur Utama\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>ROZIKIN\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Sekretaris\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>AGUS S NOVIYANTO S.Si\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Mgr. PGA\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbaratificationdate\">\u003Cp style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Mengetahui\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">KEPALA\nPELAYANAN TERPADU SATU PINTU KOTA ADMINISTRASI JAKARTA UTARA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">JOHAN GIRSANG,\nSH\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">NIP. 19641110\n198903 1 028\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">TIM PERUNDING\nPERJANJIAN KERJA BERSAMA (PKB)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">PT GOLDENT\nGARMENTS INDONESIA PERIODE 2015-2017\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Tanggal: 13 Mei 2015\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Tempat: PT GOLDENT GARMENTS INDONESIA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jl. Bangka Blok D No 25 Kawasan Berikat Nusantara Cakung Cilincing Jakarta\nUtara 14140\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd colspan=\"3\">Dari Management Perusahaan PT Goldent Garment Indonesia\n        diwakili oleh:\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Nama\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jabatan dalam perundingan \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Tanda Tangan\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Agus S Noviyanto S.Si\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Ketua merangkap juru bicara\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Hairul Riadi\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Juru bicara\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Samo\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Juru bicara pengganti\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Hery Firmansyah\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Anggota\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd colspan=\"3\" style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Dari PUK\n        FSBI di wakili:\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Nama\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jabatan dalam perundingan \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Tanda Tangan\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Musbihin\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Ketua merangkap juru bicara\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Rozikin\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Juru bicara\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Raflis\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Juru bicara pengganti\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Turimin\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Anggota\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Suryani\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Anggota\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\n",{"cbadate_start":46,"cbadate_start_date":50,"cbadate_end_date":52,"cbaratificationdate":56,"contracttrial":60,"contracttrialperiod":64,"tempagency":66,"apprentices_excluded":70,"minijobs_excluded":72,"part_time_excluded":74,"SICDIS_trigger":76,"sicknesspay":80,"sicknessmaxdays":82,"sicknessmaxdaysnr":86,"menstruationleave":88,"MEDICAL_trigger":92,"healthinsurance":96,"healthinsurancerelatives":98,"code_application":101,"healthandsafetypolicy":105,"protectiveclothing":108,"funeralpay":112,"funeralpaytype":116,"paidmaternityleave":118,"paidmaternityleaveduration":122,"paidmaternityleaveall":124,"paidmaternityleavepay":126,"paidmaternityleavepayperc":128,"maternityotherclause":130,"paidpaternityleave":134,"paidpaternityleaveduration":138,"deathrelatives":140,"deathrelativesleave":144,"discrimination":146,"violence":150,"hourspday_select":154,"hourspday":158,"hourspweek_select":162,"hourspweek":164,"PAIDLEAV_trigger":166,"holidaysdays":170,"holidaysweeks":172,"holidaysfixed":174,"SCHEDULE_trigger":176,"schedulesrestpw":180,"TRADEUNLEAV_trigger":182,"LOWWAGE_trigger":186,"LOWWAGE_government":190,"LOWWAGE_provision":192,"STRUCINCR_trigger":194,"wageincreasetype":198,"wageincreasetype2":200,"wageincreasefirmperformance":202,"ONCERISE_trigger":204,"incidentalbonustype":208,"incidentalbonustype2":210,"incidentalbonusdays1":212,"OVERTIME_trigger":214,"overtimeallowancetype_general":218,"overtimeallowanceperc1_general":220,"overtimeallowancetype":222,"overtimeallowanceperc1":224,"SUNDAY_trigger":226,"sundayallowancetype":230,"sundayallowanceperc1":232,"coverunion_trigger":234,"coveroccup1":236,"coveroccup3":238,"coveragegroup1":240,"coveragegroup3":242},{"bindId":47,"name":48,"text":49},"cbadate_start","Perjanjian Kerja Bersama ini ditandatang","Perjanjian Kerja Bersama ini ditandatangani bersama oleh PT Golden Garment\nIndonesia, dengan Pimpinan Unit Kerja Federasi Serikat Buruh Indonesia (PUK\nFSBI) Golden Garments Indonesia.\n\nDitandatangani di : Jakarta\n\nPada tanggal : 13 Mei 2015",{"bindId":51,"name":48,"text":49},"cbadate_start_date",{"bindId":53,"name":54,"text":55},"cbadate_end_date","3. PKB ini mulai berlaku selama 2 (dua) ","3. PKB ini mulai berlaku selama 2 (dua) tahun sejak tanggal pendaftaran dari\ndinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DKI Jakarta.",{"bindId":57,"name":58,"text":59},"cbaratificationdate","Mengetahui KEPALA PELAYANAN TERPADU SATU","Mengetahui\n\nKEPALA\nPELAYANAN TERPADU SATU PINTU KOTA ADMINISTRASI JAKARTA UTARA\n\n\n\n\n\n\n\n\n\nJOHAN GIRSANG,\nSH\n\nNIP. 19641110\n198903 1 028\n\n\n\n\n\n\n\nTIM PERUNDING\nPERJANJIAN KERJA BERSAMA (PKB)\n\nPT GOLDENT\nGARMENTS INDONESIA PERIODE 2015-2017\n\n\n\nTanggal: 13 Mei 2015",{"bindId":61,"name":62,"text":63},"contracttrial","3. Calon karyawan yang telah memenuhi pe","3. Calon karyawan yang telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh\nperusahaan dan lulus dari seleksi, akan diterima sebagai karyawan dengan\nprosedur masa percobaan paling lama 3 (tiga) bulan sejak karyawan yang\nbersangkutan mulai bekerja di perusahaan. Masa percobaan dinyatakan secara\ntertulis kepada calon karyawan yang bersangkutan dan disepakati\u002Fdisetujui yang\nkemudian ditandatangani oleh kedua belah pihak.",{"bindId":65,"name":62,"text":63},"contracttrialperiod",{"bindId":67,"name":68,"text":69},"tempagency","3. PKB ini mengikat pihak Perusahaan dan","3. PKB ini mengikat pihak Perusahaan dan pihak Pekerja\u002FBuruh di PT Golden\nGarment Indonesia.",{"bindId":71,"name":68,"text":69},"apprentices_excluded",{"bindId":73,"name":68,"text":69},"minijobs_excluded",{"bindId":75,"name":68,"text":69},"part_time_excluded",{"bindId":77,"name":78,"text":79},"SICDIS_trigger","1. Apabila Pekerja\u002FBuruh sakit sehingga ","1. Apabila Pekerja\u002FBuruh sakit sehingga tidak dapat masuk kerja sebagaimana\nmestinya, maka pekerja\u002Fburuh tersebut harus membuktikan kepada perusahaan\ndengan surat keterangan dokter, kwitansi pengobatan dan salinan resep dokter,\ndari klinik atau rumah sakit resmi yang bekerja sama dengan BPJS yang dipilih\ndan ditentukan oleh Pekerja\u002FBuruh, maka upahnya akan dibayar oleh\nperusahaan.",{"bindId":81,"name":78,"text":79},"sicknesspay",{"bindId":83,"name":84,"text":85},"sicknessmaxdays","2. Apabila Pekerja\u002FBuruh yang mengalami ","2. Apabila Pekerja\u002FBuruh yang mengalami sakti berkepanjangan, mengalami\ncacat akibat kecelakaan kerja dan tidak dapat melakukan pekerjaannya setelah\nmelampui batas 12 (dua belas) bulan dapat mengajukan pemutusan hubungan kerja\ndengan ketentuan pasal 172 UUK No. 13 tahun 2003.",{"bindId":87,"name":84,"text":85},"sicknessmaxdaysnr",{"bindId":89,"name":90,"text":91},"menstruationleave","4. Bagi pekerja\u002Fburuh perempuan yang dal","4. Bagi pekerja\u002Fburuh perempuan yang dalam masa haidnya merasakan sakit pada\nhari pertama dan ke dua dan memberitahukan kepada pengusaha dengan menggunakan\nsurat keterangan dokter, maka tidak di wajibkan bekerja pada hari pertama dan\nkedua pada waktu haid dengan upah tetap dibayar.\n\n5. Bagi karyawan\u002Fpekerja perempuan apabila tidak mengambil hak cuti haid dan\nmasuk kerja secara terus menerus dalam 1 bulan di rekomendasikan dalam bentuk\nuang sebesari 2 kali upah per hari yang akan dibayarkan bersamaan dengan\ntanggal gajian, dan tidak berlaku bagi karyawan\u002Fpekerja dengan Upah All In.",{"bindId":93,"name":94,"text":95},"MEDICAL_trigger","1. Pengusaha memberikan jaminan pemeliha","1. Pengusaha memberikan jaminan pemeliharaan kesehatan dengan\nmengikutsertakan program BPJS kesehatan bagi seluruh Pekerja\u002FBuruh beserta\nanggota keluarganya maksimal 3 (tiga) orang anak sesuai dengan Undang-Undang\nNo. 24 tahun 2004 tentang BPJS.\n\n2. Kunjungan berobat pada poliklinik sebagaimana dimaksud ayat 1 harus\nmembawa serta menunjukkan kartu BPJS yang dikeluarkan oleh Instansi terkait.",{"bindId":97,"name":94,"text":95},"healthinsurance",{"bindId":99,"name":94,"text":100},"healthinsurancerelatives","1. Pengusaha memberikan jaminan pemeliharaan kesehatan dengan\nmengikutsertakan program BPJS kesehatan bagi seluruh Pekerja\u002FBuruh beserta\nanggota keluarganya maksimal 3 (tiga) orang anak sesuai dengan Undang-Undang\nNo. 24 tahun 2004 tentang BPJS.",{"bindId":102,"name":103,"text":104},"code_application","1. Kesehatan dan keselamatan kerja adala","1. Kesehatan dan keselamatan kerja adalah hak setiap buruh dan Pengusaha.\nSesuai UU No. 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja.",{"bindId":106,"name":103,"text":107},"healthandsafetypolicy","1. Kesehatan dan keselamatan kerja adalah hak setiap buruh dan Pengusaha.\nSesuai UU No. 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja.\n\n2. Kesehatan dan keselamatan bisa dipelihara dengan menciptakan cara kerja\nyang nyaman.\n\n3. Perusahaan tidak mempekerjakan buruh untuk berdiri secara terus menerus\nselama 7 jam.\n\n4. Penerangan pada saat jam lembur disesuaikan dengan kebutuhan demi\npenghematan energi.\n\n5. Setiap buruh wajib untuk menjaga dan meningkatkan kesadaran akan\nkeselamatan dan kesehatan kerja baik untuk dirinya sendiri maupun dengan rekan\nsekerja\u002Flainnya dengan cara mematuhi prosedur keselamatan kerja.\n\n6. Perusahaan akan memperhatikan kondisi tempat kerja yang nyaman.\n\n7. Dalam penyediaan air minum yang disediakan oleh Perusahaan akan\ndisesuaikan dengan standarisasi yang ditetapkan oleh Pemerintah dan diperiksa\nsecara periodic oleh lembaga laboratorium yang berwenang.\n\n8. Aliran listrik harus ada pengontrolan untuk mencegah terjadinya\nkecelakaan kerja.\n\n9. Peralatan kerja harus dengan perlengkapan yang baik, dan buruh harus\nmempergunakan alat-alat keselamatan yang telah disediakan oleh Perusahaan dalam\nmelaksanakan pekerjaannya.\n\n10. Buruh wajib memelihara dan merawat perlengkapan dan peralatan kerja.",{"bindId":109,"name":110,"text":111},"protectiveclothing","9. Peralatan kerja harus dengan perlengk","9. Peralatan kerja harus dengan perlengkapan yang baik, dan buruh harus\nmempergunakan alat-alat keselamatan yang telah disediakan oleh Perusahaan dalam\nmelaksanakan pekerjaannya.",{"bindId":113,"name":114,"text":115},"funeralpay","1. Apabila Pekerja\u002FBuruh meninggal dunia","1. Apabila Pekerja\u002FBuruh meninggal dunia bukan dikarenakan kecelakaan kerja,\nmaka perusahaan memberikan sumbangan kepada ahli warisnya sebagai berikut:\n\n  Upah dalam bulan yang sedang berjalan.\n  Sumbangan Uang Duka dan biaya penguburan yang besarnya sesuai dengan\n    kemampuan perusahaan.\n  Santunan dari PT BPJS KETENAGAKERJAAN sesuai dengan undang-undang No. 24\n    tahun 2004.\n  Hak-hak lain yang harus diterima ahli waris sesuai dengan Undang-Undang\n    No. 13 tahun 2003 pasal 166 tentang ketenagakerjaan.",{"bindId":117,"name":114,"text":115},"funeralpaytype",{"bindId":119,"name":120,"text":121},"paidmaternityleave","1. Bagi Pekerja\u002FBuruh perempuan yang aka","1. Bagi Pekerja\u002FBuruh perempuan yang akan melahirkan berhak atas cuti selama\n3 (tiga) bulan, yaitu 1,5 bulan sebelum saat melahirkan dan 1,5 bulan sesudah\nmelahirkan dengan mendapat upah penuh.",{"bindId":123,"name":120,"text":121},"paidmaternityleaveduration",{"bindId":125,"name":120,"text":121},"paidmaternityleaveall",{"bindId":127,"name":120,"text":121},"paidmaternityleavepay",{"bindId":129,"name":120,"text":121},"paidmaternityleavepayperc",{"bindId":131,"name":132,"text":133},"maternityotherclause","2. Pekerja\u002Fburuh perempuan yang mengalam","2. Pekerja\u002Fburuh perempuan yang mengalami keguguran kandungan berhak\nmemperoleh istirahat 1,5 bulan atau sesuai dengan surat keterangan dokter\nkandungan atau bidan.",{"bindId":135,"name":136,"text":137},"paidpaternityleave","Istri Pekerja\u002Fburuh melahirkan\u002Fkeguguran","Istri Pekerja\u002Fburuh melahirkan\u002Fkeguguran: 2 (dua) hari kerja",{"bindId":139,"name":136,"text":137},"paidpaternityleaveduration",{"bindId":141,"name":142,"text":143},"deathrelatives","Suami\u002Fistri\u002Fanak\u002Forang tua\u002Fmertua Pekerj","Suami\u002Fistri\u002Fanak\u002Forang tua\u002Fmertua Pekerja\u002Fburuh meninggal dunia: 2 (dua)\n    hari kerja",{"bindId":145,"name":142,"text":143},"deathrelativesleave",{"bindId":147,"name":148,"text":149},"discrimination","2. Serikat Buruh mengakui bahwa Pengusah","2. Serikat Buruh mengakui bahwa Pengusaha mempunyai wewenang dalam mengatur\ndan mengelola jalannya Perusahaan dan buruhnya sepanjang tidak merugikan buruh.\nPengusaha tidak melakukan tekanan baik langsung maupun tidak langsung terhadap\nburuh, atau perlakuan diskriminatif, atau tindakan balasan lainnya yang\nberhubungan dengan fungsi dan tugasnya sebagai pengurus dan anggota serikat\nPekerja\u002Fburuh.",{"bindId":151,"name":152,"text":153},"violence","Sanksi pemutusan kerja dapat diberikan k","Sanksi pemutusan kerja dapat diberikan kepada pekerja yang melakukan\npelanggaran atau kesalahan sebagaimana tersebut dalam perjanjian kerja bersama\nini:\n\n1. Melakukan pencurian dan atau penggelapan barang milik perusahaan atau\nmilik rekan sekerja.\n\n2. Menganiaya pengusaha atau keluarganya, atasan, bawahan atau teman\nsekerja.",{"bindId":155,"name":156,"text":157},"hourspday_select","4. Waktu kerja di perusahaan: Senin s\u002Fd ","4. Waktu kerja di perusahaan:\n\nSenin s\u002Fd Jumat:\n\nPk. 08.00 WIB s\u002Fd Pk. 16.00 WIB (Istirahat 60\nmenit)\n\nPk. 12.00 WIB s\u002Fd Pk. 13.00 WIB\n\nHari Sabtu tanpa jam istirahat pulang 13.30 WIB.\n\nCatatan: Bahwa hari Jumat istirahat Pk. 11.30 WIB\ns\u002Fd Pk. 13.00 WIB.",{"bindId":159,"name":160,"text":161},"hourspday","1. Waktu kerja di PT Golden Garments Ind","1. Waktu kerja di PT Golden Garments Indonesia adalah 6 hari dalam seminggu\ndan 7 jam per hari atau 40 jam per minggu.",{"bindId":163,"name":160,"text":161},"hourspweek_select",{"bindId":165,"name":160,"text":161},"hourspweek",{"bindId":167,"name":168,"text":169},"PAIDLEAV_trigger","1. Setiap karyawan yang telah bekerja se","1. Setiap karyawan yang telah bekerja selama 12 (dua belas) bulan\nberturut-turut berhak atas cuti\u002Fistirahat tahunan selama 12 (dua belas) hari\nkerja di kurnagi dengan pelaksanaan cuti bersama.",{"bindId":171,"name":168,"text":169},"holidaysdays",{"bindId":173,"name":168,"text":169},"holidaysweeks",{"bindId":175,"name":168,"text":169},"holidaysfixed",{"bindId":177,"name":178,"text":179},"SCHEDULE_trigger","17. Istirahat Mingguan: Istirahat minggu","17. Istirahat Mingguan:\n\nIstirahat mingguan adalah istirahat yang diberikan setelah bekerja selama 6\n(enam) hari kerja berturut-turut atau melakukan pekerjaan selama 40 (empat\npuluh) jam seminggu.",{"bindId":181,"name":178,"text":179},"schedulesrestpw",{"bindId":183,"name":184,"text":185},"TRADEUNLEAV_trigger","1. Atas permintaan Serikat Pekerja\u002FBuruh","1. Atas permintaan Serikat Pekerja\u002FBuruh. Perusahaan dapat memberikan\ndispensasi kepada Pengurus atau wakil yang ditunjuk oleh Serikat Pekerja\u002FBuruh\ndalam melaksanakan tugas Organisasi\u002Fmemenuhi panggilan pemerintah guna\nkepentingan Organisasi atau kepentingan Negara dengan tidak mengurangi\nhak-haknya sebagai Pekerja\u002FBuruh.\n\n2. Apabila Pengurus\u002Fanggota Serikat Pekerja\u002FBuruh di pilih menjadi\nPengurus\u002FPerangkat Organisasi pada pernagkat yang lebih tinggi. Perusahaan\ndapat memberikan dispensasi untuk kegiatan yang berkaitan dengan fungsinya\ntersebut dengan tidak mengurang hak-haknya sebagai Pekerja\u002FBuruh.",{"bindId":187,"name":188,"text":189},"LOWWAGE_trigger","1. Upah minimum buruh harus sesuai denga","1. Upah minimum buruh harus sesuai dengan UMP dan UMSP yang berlaku.",{"bindId":191,"name":188,"text":189},"LOWWAGE_government",{"bindId":193,"name":188,"text":189},"LOWWAGE_provision",{"bindId":195,"name":196,"text":197},"STRUCINCR_trigger","3. Peninjauan upah perorangan tidak dila","3. Peninjauan upah perorangan tidak dilaksanakan secara otomatis, tetapi\nberdasarkan pertimbangan yang mengacu atas dasar prestasi dan kondite kerja\nmasing-masing karyawan dn juga kemampuan perusahaan, peninjauan upah akan\ndilakukan setiap setahun sekali.",{"bindId":199,"name":196,"text":197},"wageincreasetype",{"bindId":201,"name":196,"text":197},"wageincreasetype2",{"bindId":203,"name":196,"text":197},"wageincreasefirmperformance",{"bindId":205,"name":206,"text":207},"ONCERISE_trigger","1. Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Perus","1. Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Perusahaan akan memberikan THR kepada\nkaryawan 1 (satu) bulan gaji bagi yang sudah bekerja di perusahaan selama 12\n(dua belas) bulan secara terus menerus atau lebih, dan pembayarannya dilakukan\nselambat-lambatnya 2 (satu) minggu sebelum hari raya (sesuai PERMEN NO.\n04\u002FMEN\u002F1994).",{"bindId":209,"name":206,"text":207},"incidentalbonustype",{"bindId":211,"name":206,"text":207},"incidentalbonustype2",{"bindId":213,"name":206,"text":207},"incidentalbonusdays1",{"bindId":215,"name":216,"text":217},"OVERTIME_trigger","2. Perhitungan kerja lembur dihitung ses","2. Perhitungan kerja lembur dihitung sesuai ketentuan Perundang-undangan\nTenaga Kerja yang berlaku, adalah sebagai berikut:\n\na. Apabila kerja lembur dilakukan pada hari kerja\nbiasa.\n\n-Untuk jam lembur pertama dibayar 1 ½ × upah\nsejam.\n\n-Untuk jam lembur kedua dibayar 2 × upah sejam.",{"bindId":219,"name":216,"text":217},"overtimeallowancetype_general",{"bindId":221,"name":216,"text":217},"overtimeallowanceperc1_general",{"bindId":223,"name":216,"text":217},"overtimeallowancetype",{"bindId":225,"name":216,"text":217},"overtimeallowanceperc1",{"bindId":227,"name":228,"text":229},"SUNDAY_trigger","b. Apabila kerja lembur dilakukan pada h","b. Apabila kerja lembur dilakukan pada hari libur\u002Fmingguan atau hari libur\nresmi atau yang diliburkan:\n\n1. Untuk setiap jam dalam batas 7 (tujuh) jam atau\n5 (lima) jam, harus dibayar upah sedikit-dikitnya 2 × upah sejam.\n\n2. Untuk jam kerja pertama setelah 7 (tujuh) jam\natau 5 (lima) jam, harus dibayar upah 3 × upah sejam.\n\n3. Untuk jam kerja kedua setelah 7 (tujuh) jam atau\n5 (lima) jam dan seterusnya, harus dibayar upah sebesar 4 × upah sejam.",{"bindId":231,"name":228,"text":229},"sundayallowancetype",{"bindId":233,"name":228,"text":229},"sundayallowanceperc1",{"bindId":235,"name":68,"text":69},"coverunion_trigger",{"bindId":237,"name":68,"text":69},"coveroccup1",{"bindId":239,"name":68,"text":69},"coveroccup3",{"bindId":241,"name":68,"text":69},"coveragegroup1",{"bindId":243,"name":68,"text":69},"coveragegroup3","\u003Chtml>\n\n    \u003Cdiv class=\"cobra-report\">\n\n        \u003Ch2>IDN PT. Golden Garment Indonesia - 2015\u003C\u002Fh2>\n\n        \u003Cdiv class=\"section general\">\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-start_date\">Tanggal dimulainya perjanjian: &rarr;&nbsp;2015-05-13\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-end_date\">Tanggal berakhirnya perjanjian: &rarr;&nbsp;2017-05-12\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \u003C!-- TODO: previous CBA logic -->\n            \u003C!-- TODO: status logic -->\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaratified\">Diratifikasi oleh: &rarr;&nbsp;Other\u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaactorratified\">\n                    Diratifikasi pada: &rarr;&nbsp;2015-05-13\n                \u003C\u002Fdiv>\n            \n\n            \u003C!-- TODO: transnational_label, includingcountries_label, national_framework_label -->\n\n            \u003Cdiv id=\"display-SECTOR1\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Industri\u002Fpabrik pengolahan\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-NACE2004\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Pabrik Manufaktur Garmen (garmen, pakaian jadi)\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-FIRMPRI\">\n                Sektor publik\u002Fswasta: &rarr;&nbsp;In the private sector\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv>Disimpulkan oleh:\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1\">\n\n                \n                    \n                    \u003Cdiv>\n                        Nama perusahaan: &rarr;&nbsp;\n                        Golden Garment Indonesia\n                    \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1\">\n                Nama serikat pekerja: &rarr;&nbsp;\n\n                \n                    \n                    \u003Cspan>\n                        PK FSB KAMIPARHO Serikat Buruh Sejahtera Indonesia\n                    \u003C\u002Fspan>\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-casignemployees\">\n                Nama penandatangan dari pihak pekerja &rarr;&nbsp;Musbihin, Rozikin, Raflis\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \n\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section sickness-disability\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KONDISI SAKIT DAN DISABILITAS\u003C\u002Fh3>\n\n            \n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-sicknessmaxdaysnr\">\n                Maximum hari untuk cuti sakit berbayar: &rarr;&nbsp;365 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-longtermillness\">Ketentuan mengenai kembali bekerja setelah menderita penyakit jangka panjang, seperti penyakit kanker: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-menstruationleave\">Cuti haid berbayar: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilitypay\">Pembayaran gaji apabila tidak mampu bekerja dikarenakan kecelakaan kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n\n        \u003Cdiv class=\"section health-medical-assistence\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA BANTUAN MEDIS\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccess\">Bantuan medis disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccessrelatives\">Bantuan medis bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurance\">Kontribusi pengusaha untuk asuransi kesehatan disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurancerelatives\">Asuransi kesehatan bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetypolicy\">Kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetytraining\">Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-protectiveclothing\">Pakaian\u002Falat pelindung diri disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-hivpolicy\">Pemeriksaan kesehatan secara berkala disediakan oleh pengusaha: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-monitoring\">Pengawasan permintaan musculoskeletal di tempat kerja, resiko professional dan\u002Fatau hubungan antara pekerjaan dan kesehatan: &rarr;&nbsp;No clear provision\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-funeralpay\">Bantuan duka\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-funeralpayamount\">\n                Minimum kontribusi pengusaha untuk penguburan\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section work-family-arrangements\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKFAM_trigger\">PENGATURAN ANTARA KERJA DAN KELUARGA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleaveduration\">\n                Cuti hamil berbayar: &rarr;&nbsp;13 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleavepayperc\">\n                Cuti hamil berbayar terbatas untuk: 100 % dari gaji pokok\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-jobsecuritymothers\">Jaminan tetap dapat bekerja setelah cuti hamil: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-maternitydiscrimination\">Larangan diskriminasi terkait kehamilan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-breastfeeding_dangerouswork\">Larangan mewajibkan pekerja yang sedang hamil atau menyusui untuk melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-riskassessment\">Penilaian resiko terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja yang sedang hamil atau menyusui di tempat kerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-alternatives\">Ketersediaan alternatif bagi pekerja hamil atau menyusui untuk tidak melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-timeoff\">Cuti untuk melakukan pemeriksaan pranatal: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningnonstandard\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempekerjakan pekerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningpromotion\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempromosikan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv> \n            \u003Cdiv id=\"display-nursingmothers\">Fasilitas untuk pekerja yang menyusui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcareprovision\">Pengusaha menyediakan fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcaresubsidy\">Pengusaha mensubsidi fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \u003Cdiv id=\"display-educationtuition\">Tunjangan\u002Fbantuan pendidikan bagi anak pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidpaternityleaveduration\">\n                Cuti ayah berbayar: &rarr;&nbsp;2 hari\n         \u003C\u002Fdiv>\n                        \u003Cdiv id=\"display-deathrelativesleave\">\n                Durasi cuti yang diberikan ketika ada anggota keluarga yang meninggal: &rarr;&nbsp;2 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n        \u003Cdiv class=\"section gender-equality-issues\">\n            \u003Ch3 id=\"display-GENEQ_trigger\">ISU KESETARAAN GENDER\u003C\u002Fh3>\n         \u003Cdiv id=\"display-eqpay\">Upah yang sama untuk pekerjaan yang sama nilainya: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n         \n         \u003Cdiv id=\"display-discrimination\">Klausal mengenai diskriminasi di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-eqpromotion\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat promosi: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n        \u003Cdiv id=\"display-eqtraining\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat pelatihan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>     \n        \u003Cdiv id=\"display-eqofficer\">Kesetaraan gender dalam kepengurusan serikat pekerja di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-sexualhar\">Klausal mengenai pelecehan seksual di tempat kerja &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violence\">Klausal mengenai kekerasan di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violenceleave\">Cuti khusus bagi pekerja yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-support_disabilities\">Dukungan bagi pekerja perempuan dengan disabilitas: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-equalitymonitoring\">Pengawasan kesetaraan gender: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n             \n         \u003C\u002Fdiv>\n         \n\n        \u003Cdiv class=\"section employment-contracts\">\n            \u003Ch3 id=\"display-EMPCONTR_trigger\">PERJANJIAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-contracttrialperiod\">\n                Durasi masa percobaan: &rarr;&nbsp;91 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-part_time_excluded\">Pekerja paruh waktu tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-tempagency\">Ketentuan mengenai pekerja sementara: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprentices_excluded\">Pekerja magang tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-minijobs_excluded\">Pekerja mahasiswa tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section working-hours\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKHOURS_trigger\">JAM KERJA, JADWAL DAN LIBUR\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspday\">\n                Jam kerja per hari: &rarr;&nbsp;7.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspweek\">\n                Jam kerja per minggu: &rarr;&nbsp;40.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysdays\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;12.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysweeks\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;2.0 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysfixeddays\">\n                Hari tetap untuk cuti tahunan: &rarr;&nbsp; hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-schedulesrestpw\"> Periode istrirahat setidaknya satu hari dalam seminggu disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-sundays_year\">\n                Jumlah maksimum hari minggu\u002Fhari libur nasional dalam setahun dimana pekerja harus\u002Fdapat bekerja: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n             \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-tradeunleavdays\">\n                Cuti berbayar untuk aktivitas serikat pekerja: &rarr;&nbsp; hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-FLEXWORK_trigger\"> Ketentuan mengenai pengaturan jadwal kerja yang fleksibel: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section wages\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WAGES_trigger\">PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-PAYSCALES_trigger\">\n                Upah ditentukan oleh skala upah: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-LOWWAGE_government\"> \n            Ketentuan bahwa upah minimum yang ditentukan oleh pemerintah harus dihormati: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-lowwageperiod\">\n                Upah terendah disetujui per: &rarr;&nbsp;Months\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-lowwageamount\">\n                Upah terendah: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-COSTLIV_trigger\">Penyesuaian untuk kenaikan biaya kebutuhan hidup: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-STRUCINCR_trigger\">Kenaikan upah\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-ONCERISE_trigger\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali:\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \u003Cdiv id=\"display-extrapayfirmperformance\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali dikarenakan performa perusahaan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \n\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-OVERTIME_trigger\">Upah lembur hari kerja\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-overtimeallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari kerja: &rarr;&nbsp;200 % dari gaji pokok\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SUNDAY_trigger\">Upah lembur hari Minggu\u002Flibur\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-sundayallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari Minggu\u002Flibur: &rarr;&nbsp;100&nbsp;%\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Ch4>Kupon makan\u003C\u002Fh4>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-MEALALL_trigger\">Tunjangan makan disediakan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-legalassistance_trigger\">\n                Bantuan hukum gratis: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n    \u003C\u002Fdiv>\n\n\u003C\u002Fhtml>\n",[],[],"collective_agreement",[249],{"title":39,"slug":34},[251],{"type":252,"data":253},"call_to_action_body_block",{"title":254,"description":255,"variant":256,"link":257},"Bandingkan Perjanjian Kerja Bersama","Bandingkan pasal-pasal dan topik dalam Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dengan Perjanjian Kerja Bersama di semua sektor kerja di Indonesia maupun negara-negara lainnya.","dark",{"title":254,"url":258,"description":254,"rel":259,"type":260},"\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fbandingkan-perjanjian-kerja-bersama","follow","internal",[262],{"type":252,"data":263},{"title":254,"description":255,"variant":256,"link":264},{"title":254,"url":258,"description":254,"rel":259,"type":260},[]]