[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"page:id-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-freetrend-dengan-pimpinan-serikat-pekerja-serikat-pekerja-nasional-psp-spn-pimpinan-unit-kerja-serikat-pekerja-seluruh-indonesia-puk-spsi-dan-serikat-buruh-anggota-federasi-serikat-buruh-karya-utama-sba-fsbku-2017-2019":3},{"id":4,"slug":5,"title":6,"short_title":7,"intro_text":8,"meta_description":9,"seo_title":9,"path":10,"content_type":11,"locale":12,"go_live_at":7,"first_published_at":13,"page_created_at":14,"published_at":13,"edit_url":15,"breadcrumbs":16,"seo":24,"data":32,"children":319,"content_type_view":320,"extra_breadcrumbs":321,"body":323,"body_blocks":334,"related_pages":338},3679,"perjanjian-kerja-bersama","Perjanjian Kerja Bersama",null,"\u003Cp>Beberapa pilihan Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dipublikasikan di sini. Anda dapat menemukan teks asli dari Perjanjian Kerja Bersama tersebut, membaca dan menelusuri per bab maupun pasal, menurut topik yang sedang Anda cari.\u003Cbr\u002F>\u003Cbr\u002F>Ketika Anda mengklik pada link Perjanjian Kerja Bersama, halaman akan terbuka: di kolom sebelah kiri pada halaman tersebut berisi teks asli, sedangkan di kolom sebelah kanan, Anda akan menemukan ringkasan dari ketentuan yang ada di Perjanjian Kerja Bersama tersebut.\u003Cbr\u002F>Serikat Buruh\u002FPekerja dan Asosiasi Pengusaha dari Indonesia memberikan kontribusi terhadap pengumpulan data Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>","","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama","collective_agreements.collectiveagreementoverview","id_ID","2025-08-15T13:01:11.360625+00:00","2026-04-02T08:44:09.692847+00:00","\u002Fcms\u002Fpages\u002F3679\u002Fedit\u002F",[17,20,23],{"title":18,"slug":19},"Indonesia","id-id",{"title":21,"slug":22},"Bekerja di Indonesia","bekerja-di-indonesia",{"title":6,"slug":5},{"title":6,"description":9,"image":25,"canonical":26,"robots":27,"og_type":28,"twitter_card":29,"locale":19,"created_at":30,"last_modified_at":31},"https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fmedia\u002Fimages\u002FSocial_media_preview_image_-_2025.2e16d0ba.fill-1200x630.png","https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002F","index, follow","website","summary_large_image","2025-08-15T15:01:11.360625+02:00","2026-04-02T10:44:09.828831+02:00",{"cba":33,"clauses":45,"details":317,"translations":318},{"id":34,"uid":35,"url":36,"name":37,"locale":38,"override_title":9,"title":39,"browser_title":40,"browser_description":41,"text":42},"perjanjian-kerja-bersama-antara-pt-freetrend-dengan-pimpinan-serikat-pekerja-serikat-pekerja-nasional-psp-spn-pimpinan-unit-kerja-serikat-pekerja-seluruh-indonesia-puk-spsi-dan-serikat-buruh-anggota-federasi-serikat-buruh-karya-utama-sba-fsbku-2017-2019","fa6dd2a2-e1d6-11ea-844a-f23c91080f70","https:\u002F\u002Fcobra.wageindicator.org\u002Fcountries\u002Findonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-freetrend-dengan-pimpinan-serikat-pekerja-serikat-pekerja-nasional-psp-spn-pimpinan-unit-kerja-serikat-pekerja-seluruh-indonesia-puk-spsi-dan-serikat-buruh-anggota-federasi-serikat-buruh-karya-utama-sba-fsbku-2017-2019\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-freetrend-dengan-pimpinan-serikat-pekerja-serikat-pekerja-nasional-psp-spn-pimpinan-unit-kerja-serikat-pekerja-seluruh-indonesia-puk-spsi-dan-serikat-buruh-anggota-federasi-serikat-buruh-karya-utama-sba-fsbku-2017-2019\u002F","Perjanjian Kerja Bersama Antara PT. Freetrend Dengan Pimpinan Serikat Pekerja Serikat Pekerja Nasional (PSP-SPN), Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PUK-SPSI) dan Serikat Buruh Anggota Federasi Serikat Buruh Karya Utama (SBA-FSBKU) 2017 \u002F 2019","ba_ID","IDN PT. Freetrend - 2017","Indonesia - IDN PT. Freetrend - 2017","IDN PT. Freetrend - 2017 - Industri\u002Fpabrik pengolahan",{"name":43,"data":44},"PT Freetrend.html","\u003C!--?xml version=\"1.0\" encoding=\"UTF-8\"?-->\n\n\n\n  \u003Cmeta http-equiv=\"content-type\" content=\"text\u002Fhtml; charset=UTF-8\">\n  \u003Ctitle>PT Freetrend\u003C\u002Ftitle>\n  \u003Cmeta name=\"generator\" content=\"Amaya, see http:\u002F\u002Fwww.w3.org\u002FAmaya\u002F\">\n\n\n\n\u003Ch1>Perjanjian Kerja Bersama Antara PT. Freetrend Dengan Pimpinan Serikat\nPekerja Serikat Pekerja Nasional (PSP-SPN), Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja\nSeluruh Indonesia (PUK-SPSI) dan Serikat Buruh Anggota Federasi Serikat Buruh\nKarya Utama (SBA-FSBKU) 2017 \u002F 2019\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>MUKADIMAH - DISCLOSURE\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>Dengan mengucap rasa syukur kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa atas\nberkat Rahmat-Nya yang dilimpahkan pada kita semua maka Perjanjian Kerja\nBersama (PKB) ini dapat selesai penyusunannya. PKB ini sangatlah besar gunanya\nsebagai sarana pelaksanaan Hubungan Industrial yang harmonis, dinamis,\ndemokratis dan berkeadilan sebagai syarat utama untuk mengatur dan menetapkan\nhak dan kewajiban serta kepentingan pengusaha dan pekerja guna tercapainya\npeningkatan produksi Perusahaan sekaligus peningkatan kesejahteraan pekerja dan\nkeluarganya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Praise to allah, the AlMighty for the blessing of His grace bestowed upon\nus, that the arrangement of his Collective Bargaining Agreement (CBA) could be\ncompleted. This CBA plays an important role as a means of implementation of\nIndustrial Relation which is harmonious, dynamic, democratic, and fair as the\nmain requirement to set and define the rights and obligations and the interest\nof employers and workers to achieve improvements of production for the company\nas well as the increase in the workers’ welfare and their families\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dengan berdasarkan jiwa dan semangat para pelaku Hubungan Industrial dan\nmendalami Peraturan Perundang-Undangan maupun ketentuan-ketentuan\nketenagakerjaan yang berlaku. PT Freetrend dengan PSP – Serikat Pekerja\nNasional (SPN) dan PUK – Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) sepakat\nmengikat diri dalam Kesepakatan Kerja Bersama sebagai tersebut dalam Bab dan\nPasal terlampir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>On the basis of the soul and spirit of Industrial Relation and legislation\nas well as labor law provision in force, PT Freetrend together PSP – SERIKAT\nPekerja Nasional (SPN) dan PUK – Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI)\nagreed to bind themselves in the Collective Bargaining Agreement as mentioned\nin the chapters and articles attached.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dengan demikian akan tercipta hubungan kerja yang saling menghormati dan\npercaya antara kedua belah pihak yang pada akhirnya bersama-sama saling\nmembantu secara berkesinambungan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>This effort is expected to create a relationship based on mutual respect and\ntrust between two parties and at the end all parties will be supporting each\nother continuously.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB I - CHAPTER I : UMUM – GENERAL\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 1 – Article 1 : Istilah-Istilah – Terminology\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam Perjanjian Kerja Bersama ini yang dimaksud dengan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>In this Collective Bargaining Agreement, what is meant by:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan adalah PT. Freetrend yang berkedudukan di Jl. Raya Serang Km 25\nKp. Kalanturan RT. 01\u002F02 Ds. Sentul Kec. Balaraja Kab. Tangerang – Banten.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Company is PT. Freetrend located in Jl. Raya Serang Km 25 Kp. Kalanturan RT.\n01\u002F02 Ds. Sentul Kec. Balaraja Kab. Tangerang - Banten\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengusaha adalah Direksi PT. Freetrend atau pejabat yang diberi kuasa\nuntuk dan atas nama PT. Freetrend.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Employer is the Director of PT. Freetren or official who is given power of\nattorney to act on behalf and in the name of PT. Freetrend.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja adalah setiap orang yang mengadakan hubungan kerja dan telah\nmenandatangani Surat Perjanjian Kerja dengan Pengusaha dan mendapat upah dari\nPengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Worker is any person who holds a working relationship and has signed a\nLetter of Agreement with Employee to receive wages from Employer.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Serikat Pekerja\u002FBuruh adalah Serikat Pekerja Nasional (SPN), Serikat\nPekerja Seluruh Indonesia (SPSI), dan Federasi Serikat Buruh Karya Utama\n(FSBKU) yang sah dan terdaftar di kantor Dinas Tenaga Kerja Kabupaten\nTangerang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Union is Serikat Pekerja Nasional (SPN), SERIKAT Pekerja Seluruh Indonesia\n(SPSI), and Federasi Serikat Buruh Karya Utama (FSBKU) which have been\nregistered in Manpower Office of Tangerang Regency.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pengurus Serikat adalah Pengurus Serikat Pekerja Nasional, Pengurus\nSerikat Pekerja Seluruh Indonesia, dan Pengurus Federasi Serikat Buruh Karya\nUtama yang terpilih untuk duduk dalam kepengurusan dan dipilih oleh anggotanya\nberdasarkan AD\u002FART.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Committee of Union is the committee of Serikat Pekerja Nasional, Serikat\nPekerja Seluruh Indonesia, and Federasi Serikat Buruh Karya Utama who are\nappointed to be board of committee and elected by the members based on union\ncharter.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Anggota Serikat Pekerja\u002FBuruh adalah Pekerja yang sudah mengisi dan\nmenandatangani formulir keanggotaan Serikat Pekerja\u002FBuruh serta telah\nmendapatkan KTA.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Union Members are workers who have filled out and signed union membership\nforms.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Keluarga Pekerja adalah istri atau suami dan anak pekerja yang sah yang\ntelah terdaftar dalam administrasi perusahaan serta sesuai peraturan\nperundangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Worker’s families are the wife or husband and children of workers who have\nlegitimately registered in company administration.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Ahli waris adalah keluarga pekerja atau orang yang ditunjuk oleh pekerja\nbila mana pekerja meninggal dunia atau sesuai peraturan perundangan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Heirs is a family worker or a person engaged by the worker when the worker\ndies or where appropriate legislation applies.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Upah\u002FGaji adalah hak pekerja yang diterima dan dinyatakan dalam bentuk\nuang sebagai imbalan dari pengusaha atau pemberi kerja kepada pekerja yang\nditetapkan dan dibayarkan menurut sautu perjanjian kerja, kesepakatan atau\nperaturan perundang-undangan, termasuk tunjangan bagi pekerja dan keluarganya\natau suatu pekerjaan dan\u002F atau jasa yang telah atau dilakukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Wage\u002FSalary is workers’ rights which is received and calculated in the\nform of money as compensation from the employer to an employee which is\ndetermined and pain under an employment agreement. Agreements or legislation,\nincluding benefits for workers and their families for a job and\u002F or services\nthat have been or will be made.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Upah lembur adalah upah yang diterima oleh pekerja yang melaksanakan\npekerjaannya diluar jam kerja yang telah ditentukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Overtime Wages are wages received by workers who carry out work beyond the\ndetermined working hours.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11.Jam kerja adalah waktu kerja yang sudah ditentukan bagi pekerja untuk\nmelaksanakan pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Working hours are specified working time for workers to carry out the\nwork\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12.Hari Kerja adalah hari-hari dimana pekerja wajib melakukan pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Working days are the days when workers are obligated to work\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13. Kerja Lembur adalah bekerja yang dilakukan diluar jam kerja normal.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Overtime is work performed outside normal working hours.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14.Hari Libur adalah hari minggu atau hari istirahat mingguan lainnya dan\nhari libur nasional yang diatur\u002Fditetapkan oleh pemerintah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Holiday is Sunday or other weekly rest days and National holy days which are\nregulated or stated by the government.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15.Peringatan adalah teguran kepada pekerja yang dilakukan secara lisan atau\ntertulis oleh karena adanya tindakan melanggar disiplin atau perbuatan yang\nmelanggar ketentuan dalam Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Warning is a rebuke to the workers provided orally or in writing to do the\nbreach of discipline or actions that violate the provisions of the collective\nbargaining agreement.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>16.PHK adalah pemutusan hubungan kerja terhadap pekerja dengan persyaratan\ntertentu sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Layoffs are termination of workers in accordance with the specific\nrequirements based on enacted regulations.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>17.Perundingan Bipartit adalah penyelesaian segala macam masalah hubungan\nindustrial Ketenagakerjaan secara musyawarah dan mufakat oleh Serikat\nPekerja\u002Fburuh dan pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Bipartite negotiation East settlement all kinds of industrial relations\nbased on deliberation and consensus by labor unions and employers\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>18.Jam istirahat adalah waktu istirahat antara jam kerja setelah pekerja\nmelakukan pekerjaan selama 4 (empat) jam terus menerus.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Rest hour is rest time between working hours after workers doing the job for\n4 (four) hours continuously.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>19.Hari istirahat mingguan adalah ah hari dimana pekerja berhak untuk tidak\nbekerja, setelah melakukan pekerjaan selama waktu yang ditetapkan sebagai waktu\nkerja satu minggu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>The Weekly Rest Day is the day in which the worker is entitled not to work,\nafter doing the job for a specified period of time working in one week.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>20.Lokasi perusahaan adalah tempat dimana pekerja PT. freetrend melakukan\naktivitas di area yang berhubungan dengan aktivitas kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Company Area is a place where workers of PT. Freetrend performing activities\nin an area related to work activities.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>21.Mutasi adalah perpindahan pekerja dari satu bagian ke bagian yang lain\nyang setingkat dalam lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Transfer is the transfer of workers from one section to another of the same\nlevel within the Company.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>22.Promosi adalah perubahan pangkat atau jabatan pekerja lebih tinggi dari\npangkat atau jabatan semula dalam perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Promotion is a change in rank or position of worker to higher level than the\nprevious rank or position in the company.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>23.Demosi adalah perubahan pangkat atau jabatan pekerja lebih rendah dari\npangkat atau jabatan semula dalam perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Demotion is a change in rank or position of worker to lower level than the\nprevious rank or position in the Company.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 2 – Article 2 : Pihak-Pihak Yang Mengadakan Perjanjian - Parties\nWho Made Agreement\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama ini dibuat antara PT. Freetrend yang berkedudukan\ndi Jl. Raya Serang Km.25 Kp. Kalanturan RT. 01\u002F02 Ds. Sentul Kecamatan Balaraja\ndengan Pimpinan Serikat Pekerja\u002FBuruh – Pimpinan Serikat Pekerja Serikat\nPekerja Nasional (PSP-SPN), Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Seluruh\nIndonesia (PUK-SPSI) dan Serikat Buruh Anggota Federasi Serikat Buruh Karya\nUtama (SBA-FSBKU) yang ketiganya berkedudukan di Jl. Raya Serang Km. 25 Kp.\nKalanturan RT. 01\u002F02, Ds. Sentul Kecamatan Balaraja Kabupaten Tangerang dan\nterdaftar pada instansi yang membidangi ketenagakerjaan Kabupaten Tangerang\ndengan bukti pencatatan Nomor: 01\u002FDisnakertrans\u002FI\u002F2012 untuk PSP-SPN, Nomor:\n105\u002FDisnakertrans\u002FV\u002F2013 untuk PUK-SPSI dan Nomor: 50\u002FDisnakertrans\u002FIII\u002F2015\nuntuk SBA-FSBKU.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>This Collective Bargaining Agreement is made between PT. Freetrend located\nJl. Raya Serang Km. 25 Kp. Kalanturan RT. 01\u002F02, Ds. Sentul Balaraja with Labor\nUnions: Serikat Pekerja Nasional (PSP-SPN) and Serikat Pekerja Seluruh\nIndonesia (PUK-SPSI) and Serikat Buruh Karya Utama (FSBKU) both located in Jl.\nRaya Serang Km.25, Kawasan Industri Cidurian -Kp. Kalanturan RT. 01\u002F02, Ds.\nSentul Kecamatan Balaraja Kabupaten Tangerang and have been registered by labor\ndepartment in Tangerang regency with a registration Number:\n01\u002FDisnakertrans\u002FI\u002F2012 for SPN and Number: 105\u002FDisnakertrans\u002FV\u002F2013 for SPSI\nand for FSBKU Number: 50\u002FDisnakertrans\u002FIII\u002F2015.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 3 – Article 3 : Maksud Dan Tujuan Perjanjian – Objectives Of The\nAgreement\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Memperjelas hak-hak dan kewajiban Perusahaan serta hak-hak dan kewajiban\npekerja\u002FSerikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Clarifying the rights and obligations of the Company and the rights and\nobligations of the worker \u002F labor union.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Menetapkan syarat-syarat kerja dan kondisi kerja bagi kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Setting the terms of employment and working conditions for workers.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Mengatur mekanisme untuk menyelesaikan perbedaan pendapat dan perselisihan\nantara pekerja dan pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adjusting mechanism for resolving disagreements and disputes between workers\nand employer.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Menciptakan dan memperkuat hubungan kerja yang harmonis antara pengusaha\ndengan seluruh pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Creating and strengthening a harmonious working relationship between\nemployers and all workers.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 4 – Article 4 : Luasanya Perjanjian – Scope Of Agreement.\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-coverunion_trigger\">\u003Cp>1.Pengusaha dan Serikat Pekerja\u002FBuruh menyetujui bahwa Perjanjian Kerja\nBersama ini berlaku dan mengikat bagi Pengusaha dan Pekerja PT. Freetrend.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Employers and unions agreed that the Collective Bargaining Agreement is\nvalid and binding for Employers and Workers of PT. Freetrend\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Perjanjian Kerja Bersama ini mengatur tentang hal-hal pokok yang bersifat\numum, baik yang sudah diatur ataupun belum diatur dalam peraturan\nperundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>This Collective Bargaining Agreement sets out the key points of a general\nnature, whether they have been regulated or not is enacted regulations.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Hal-hal yang belum diatur dalam Perjanjian Kerja Bersama ini akan\ndirunding kan oleh Pengusaha dan Serikat Pekerja dan tidak boleh bertentangan\ndengan Pekerjaan Kerja Bersama dan\u002Fatau ketentuan perundang-undangnan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Things that have not been regulated in the Collective Bargaining Agreement\nwill be negotiated between employer and Unions and must not conflict with the\nCollective Bargaining Agreement and \u002F or the provisions of the applicable\nlegislation.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 5 – Article 5 : Hak Dan Kewajiban Pihak Yang Mengadakan Perjanjian\n– Rights And Obligations Of Parties Who Made Agreement\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha dan Serikat Pekerja\u002FBuruh berkewajiban untuk mengembangkan iklim\nhubungan kerja yang baik dengan mengusahakan penyelesaian setiap masalah dengan\nmusyawarah untuk mufakat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Employers and unions are obliged to develop good working relations climate\nby ensuring the completion of any problems with deliberation and consensus.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dengan dasar musyawarah untuk mufakat, pengusaha dan Serikat Pekerja tidak\nakan menyampaikan keterangan yang dapat merudigikan kedua belah pihak serta\nsaling mencegah kegiatan-kegiatan yang bertentangan denga nisi Perjanjian ini\nmaupun norma-norma dan tata tertib yang di keluarkan oleh pemerintah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Based on deliberation and consensus, employer and labor unions will not pass\non information that could harm both sides and prevent from performing\nactivities that are contrary to the contents of this Agreement, or the norms\nand regulations issued by the government.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pengakuan pada pihak pekerja tidak berarti pengurangan hak-hak dan\nkewajiban perusahaan terhadap pekerjanya secara perorangan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Recognition on the part of the workers does not mean a reduction in the\nrights and obligations of the company to its employees on an individual\nbasis.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pengakuan pada pihak Pengusaha oleh Serikat Pekerja\u002FBuruh tidak berarti\npengurangan hak-hak dan kewajiban Serikat Pekerja terhadap fungsi Pengawasan\nyang dimiliki oleh Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Recognition on the part of employer by labor union does not mean a reduction\nin the rights and obligations of the labor union toward the oversight functions\nheld by the labor union.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB II – CHAPTER II : PENGAKUAN TERHADAP SERIKAT PEKERJA\u002FBURUH DAN\nPERUSAHAAN - RECOGNITION ON LABOR UNION AND COMPANY\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 6 – Article 6 : Pengakuan Terhadap Serikat Pekerja\u002F Buruh –\nRecognition On Labor Union\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha menjamin kebebasan setiap pekerja untuk membentuk dan menjadi\nanggota Serikat Pekerja sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Employer ensures freedom of every worker to form and become member of the\nlabor union in accordance to the provisions of the applicable legislation.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengusaha tidak menghala-halangi atau memaksa pekerja untuk membentuk atau\ntidak membentuk, menjadi pengurus atau tidak menjadi pengurus, menjadi anggota\natau tidak menjadi anggota dan\u002Fatau menjalankan atau tidak menjalankan kegiatan\nSerikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Employers do not obstruct or force workers to form or not to form, to be or\nnot to be committee, to become or not to become a member, and\u002For to run or not\nto run the labor union.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pengusaha mengakui keberadaan Serikat Pekerja Nasional, Serikat Pekerja\nSeluruh Indonesia dan Federasi Serikat Buruh Karya Utama yang telah terdaftar\nsecara resmi di Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang Bidang Ketenagakerjaan\ndengan bukti pencatatan Nomor: 01\u002FDisnakertrans\u002FI\u002F2012 untuk PSP-SPN, Nomor:\n105\u002FDisnakertrans\u002FV\u002F2013 untuk PUK-SPSI dan Nomor: 50\u002FDisnakertrans\u002FIII\u002F2015\nuntuk FSBKU.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Employer recognizes the existence of Serikat Pekerja Nasional, Serikat\nPekerja Seluruh Indonesia, and Federasi Serikat Buruh Karya Utama which have\nbeen officially registered in the Department of Labor Tangerang Regency with\nregistration Number: 01\u002FDisnakertrans\u002FI\u002F2012 for SPN,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Number:105\u002FDisnakertrans\u002FV\u002F2013 for the SPSI and\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Number: 50\u002FDisnakertrans\u002FIII\u002F2015 for FSBKU.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pengusaha tidak melakukan intervensi dalam bentuk apapun terhadap pengurus\nserikat pekerja dalam menjalankan kegiatan organisasinya selama tidak\nbertentangan dengan segala ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Employers will not intervene in any way to the union in carrying out\norganizational activities as long as they do not conflict with any rules and\nregulations of the applicable legislation.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pengusaha akan mengadakan perundingan mengenai ketenagakerjaan dengan\n3(tiga) Serikat Pekerja\u002FBuruh yang mempunyai anggota terbanyak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Employers will hold talks on labor issues with three (3) Union Worker,\nLabour that has the most members.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Demi keharmonisan dan kesinambungan usaha ke depan, Pengusaha bersama\nSerikat Pekerja\u002FBuruh (PSP-SPN, PUK-SPSI, SBA-FSBKU) bersepakat bahwa kebebasan\nmenyampaikan pendapat dan penuntutan hak karyawan sudah cukup difasilitasi oleh\nSerikat Pekerja\u002FBuruh yang sudah ada di PT. Freetrend.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>For the sake of Harmony and sustainability in the future, aling Employers\nUnions \u002F Labour (PSP-SPN, PUK-SPSI, SBA-FSBKU) agreed to maintain the stability\nof company.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Pengusaha bersama Serikat Pekerja \u002F Buruh (PSP-SPN, PUK-SPSI, SBA-FSBKU)\nbersepakat bahwa kebebasan menyampaikan pendapat dan penuntutan hak karyawan\nsudah cukup difasilitasi oleh Serikat Pekerja \u002F Buruh yang sudah ada di PT.\nFreetrend\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Employers with Union \u002F Labor (PSP-SPN, PUK-SPSI, SBA-FSBKU) agree that\nfreedom of expression and the rights of employees is sufficient prosecution\nfacilitated by Trade Union \u002F Labour existing PT. Freetrend.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Setiap pekerja secara bebas dan sukarela berhak untuk menjadi anggota\nSerikat Pekerja \u002F Buruh (PSP-SPN, PUK-SPSI, SBA-FSBKU) PT. Freetrend.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Every worker has the right freely and voluntarily to become a member of the\nUnion Workers \u002F Labor (PSP-SPN, PUK-SPSI, SBA-FSBKU).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Pengusaha mengakui bahwa Pengurus Serikat Pekerja \u002F Serikat Buruh\nmempunyai hak untuk mengatur jalannya Serikat, Seperti:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Merekrut Anggota\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Memberikan Pelatihan, Pendidikan, Penyuluhan AD\u002FART, dan Undang-Undang\nKetenagakerjaan yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Memungut iuran keanggotaan Serikat Pekerja\u002FSerikat Buruh melalui slip gaji\nsesuai AD\u002FART yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Memberikan pembinaan, pelindungan, pembelaan dan bantuan hukum kepada\nanggota Serikat yang mempunyai perselisihan hak, PHK, dan perselisihan SP\u002FSB\ndari tingkat Bipartit sampai kasasi Mahkamah Agung.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Company recognize that the Governing Trade Union \u002F Labour Union has the\nright to set the course of the union, such as:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Recruiting new members\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Providing training, education, counseling AD\u002FART, and the Employment Act\nin force.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Charge a membership fee Workers Union \u002F Labour through paychecks in\naccordance AD\u002FART applicable\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Providing guidance, protection, defense and legal assistance to the member\nStates that have disputes over right, layoffs and disputes SP\u002FSB of the\nbipartite level up to the Supreme Court.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 7 – Article 7 : Pengakuan Terhadap Perusahaan – Recognition On\nCompany\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Serikat Pekerja\u002FBuruh mengakui hal Perusahaan untuk memimpin dan\nmenjalankan usahanya sesuai dengan kebijakan perusahaan sepanjang tidak\nbertentangan dengan ketentuan yang telah diatur dalam Perjanjian Kerja Bersama\ndan Undang-Undang serta Peraturan Pemerintah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Labor Unions recognize the Company’s right to lead and conduct its\nbusiness in accordance with company policy as long as it is not contrary to the\nprovisions set out in the Collective Bargaining Agreement, Laws and Government\nRegulation.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Serikat Pekerja mengakui sepenuhnya bahwa dalam mengatur dan mnjalankan\nusahanya Pngusaha betuk untuk membuat dan menentukan kebijakan dari waktu ke\nwaktu yang wajib ditaati oleh semua pekerja sepanjang tidak bertentangan dengan\nketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Labor Unions fully recognize that in the efforts of organizing and running\nthe business, employer have the right to make and set policy from time-to time\nthat must be obeyed by all workers as long as it is not contrary to the enacted\nrules and laws.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Serikat Pekerja mengakui bahwa pengusaha mempunyai hak untuk mengatur\njalannya perusahaan, Seperti:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Unions recognize that employers have the right to regulate the running of\nthe company, such as:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Menerima pekerja baru, membina pada masa percobaan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Accepted new workers, build on probation:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Menempatkan pekerja sesuai kebutuhan dan mengangkat jabatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Placing workers as needed and lift positions\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Memutasikan pekerja ke bagian yang lain sesuai kebutuhan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Mutation workers to other parts as needed\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Memberikan Pendidikan dan latihan serta keterampilan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Provide education and training as well as skills.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Memberikan pengupahan dan kesejahteraan sesuai jabatan yang diembannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Provide appropriate remuneration and welfare office was adopting\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Memberikan pembinaan, peringatan dan sanksi PHK sesuai dengan tingkat\nkesalahannya dan tetap mengacu pada peraturan perundang-undangan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Provide guidance, warnings and sanctions laid off in accordance with the\nlevel of mistakes and still refer to the legislation in force\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Membuat system, prosedur kerja, instruksi kerja dan kebijakan terkait\noperasional perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.Creating policies and procedures related to the company’s operations\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 8 – Article 8 : Fasilitas Bagi Pengurus Serikat Pekerja\u002FBuruh –\nFacilities For Committees Of Unions\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-TRADEUNLEAV_trigger\">\u003Cp>1.Pengusaha membebastugaskan Ketua Serikat Pekerja\u002FBuruh selama periode\nkepengurusan dari pekerjaannya untuk menjalankan kegiatan organisasi Serikat\nPekerja\u002FBuruh dengan tetap memberikan hak-hak yang biasa diterima kepada\npekerja yang bersangkutan sebagaimana tercantum dalam FOA protocol.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Employer releases the leader of the union from his job during the period of\nhis duty or the activities of the labor union but still provides rights which\nhave been received by the concerned worker as usual.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengusaha membebastugaskan seluruh pengurus yang mendapat mandat untuk\nmenjalankan kegiatan Serikat Pekerja\u002FBuruh sesuai jadwal piket yang disepakati\noleh Serikat Pekerja\u002FBuruh dan Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Employer releases all committees who have been mandated to conduct unions\nactivity based the schedule of duty officer agreed by the labor Unions and\nEmployer.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pengusaha memberikan dispensasi kepada pengurus atau anggota Serikat\nPekerja\u002FBuruh dengan tetap mempertimbangkan kebutuhan produksi, serta tidak\nmengurangi hak-hak sebagai pekerja dalam hal-hal:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Employer gives dispensation to committee of union while still considering\nthe needs of production, and does not diminish the rights of the workers in\nthese matters:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Memenuhi undangan\u002Fpanggilan dari perangkat Organisasi Serikat\nPekerja\u002FBuruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Attend the invitation\u002Fcall from the Organization of Labor Unions\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Menghadiri dan mengadakan Pendidikan dan seminar atau kegiatan sejenisnya\ndidalam atau diluar lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Attend and follow education and seminars or similar activities within or\noutside the company area.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Memenuhi undangan\u002Fpanggilan Instansi Pemerintah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Attend the invitation \u002F call from the Government.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Perundingan dengan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Have negotiation with company\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Rapat-rapat Pengurus Serikat Pekerja\u002FBuruh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Have union committee meeting\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4.Pengusaha menyediakan fasilitas untuk melaksanakan kegiatan Serikat\nPekerja\u002FBuruh dalam perusahaan seperti:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Employer provides facilities to carry out the activities of the labor union\nin company such as:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Satu ruang sekretariat Serikat Pekerja beserta alat kelengkapannya yang\nmendukung pelaksanaan aktivitas Serikat Pekerja termasuk;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>The secretariat of the labor union together with equipment to support the\nexecution of labor Union activities including:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2 (dua) set meja dan kursi meja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2 (two) sets of tables and chairs\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2 (dua) papan pengumuman (satu buah di dalam kantor serikat)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2 (two) announcement boards (one of them is in secretariat)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1 (satu) set meja dan kursi tamu\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1 (one) set of table and chair for visitor\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Papan Nama Serikat di depan secretariat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Union name board in front of secretariat office\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Seperangkat alat komputer\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>A set of computer\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Serikat Pekerja\u002FBuruh dapat menggunakan tempat di dalam perusahaan sebagai\ntempat rapat organisasi dengan mengajukan permohonan 3 (tiga) hari sebelumnya\ndan selama ruangan tersedia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Union can utilize a room within the company as a meeting site by 3 (three)\ndays prior application and as long as the space is available.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Dalam hal Serikat Pekerja\u002FBuruh melaksanakan tugas di luar perusahaan,\nPengusaha dapat menyediakan kendaraan mobil dengan sopirnya dengan catatan\nSerikat Pekerja mengajukan permohonan 3 (tiga) hari sebelumnya dan selama\nkendaraan tersedia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>When union performs duties outside companies, employer can provide the\nvehicle with driver under the condition that Union submits 3 (three) days prior\napplication and as long as the vehicle is available.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Perusahaan membantu Serikat Pekerja\u002FBuruh dalam hal melaksanakan iuran\natau Check Off System (COS) dengan memotong upah bulanan anggota Serikat\nPekerja sesuai dengan Surat Kuasa dari masing-masing Pekerja yang menjadi\nanggota Serikat Pekerja dan kemudian membayarkan uang iuran tersebut kepada\nSerikat Pekerja melalui transfer ke rekening Serikat Pekerja\u002FBuruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Company helps union in collecting dues or Check Off System (COS) by\ndeducting union members’ monthly wage based on Power of Attorney from each of\nthe workers who are members of labor unions and then pay the dues to the union\nby transferring to the union bank account.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB III – CHAPTER III : HUBUNGAN KERJA – EMPLOYMENT RELATIONSHIP\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 9 – Article 9 : Penerimaan Pekerja Dan Syarat Kerja – Recruitment\nAnd Work Requirements\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Penerimaan pekerja adalah hak sepenuhnya Pengusaha yang dilakukan\nberdasarkan kebutuhan perusahaan sesuai dengan lowongan yang tersedia dan\npelaksanaannya diatur dengan prosedur tertulis tentang penerimaan bekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Recruiting workers is fully employer’s right which is done based on the\nneeds of the company to fulfil the available vacancies and the execution is\nregulated on the written procedure of recruitment.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Seleksi penerimaan calon pekerja dilakukan dengan pertimbangan utama pada\nkemampuan dan bebas dari praktek diskriminasi kesukuan, ras ataupun agama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Selection of candidates of workers is done with the main consideration on\nability and is free from discriminatory practices to do with ethnic, race or\nreligion.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pengusaha tidak menggunakan sistem kerja yang memanfaatkan narapidana di\npenjara atau mengalihdayakan pekerjaan ke penjara. Ini termasuk pengadaan\nbahan, barang, atau jasa yang digunakan untuk membuat produk.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Employer does not implement a working system that utilizes prisoners or\noutsource work to prison. This includes the procurement of materials, goods, or\nservices that are used to make products.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon pekerja ditentukan sepenuhnya\noleh perusahaan antara lain, adalah:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Requirements to be met by the candidates of workers are determined entirely\nby the company, among others, are:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Sehat Jasmani dan rohani (sehat fisik dan sehat mental)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Physically and mentally healthy.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Dewasa, minimal berusia 18 tahun pada saat mengajukan lamaran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adult, minimum 18 years old at the time of submitting application.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Pendidikan minimal Sekolah Dasar (SD) khusus operator di bagian sewing dan\nassembling, sedangkan operator cutting harus berpengalaman.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Minimum education is elementary school for operator in sewing and\nassembling, while for operator cutting must possess experience.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Tidak terikat pekerjaan pada perusahaan lain atau instansi pemerintah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Not in a binding contract with other companies or government agencies.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Menyerahkan persyaratan sesuai prosedur administrasi yang diminta oleh\npihak manajemen antara lain:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Submit documents as administrative procedure required by management,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>such as:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Surat lamaran kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Application Letter\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Daftar riwayat hidup\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Curriculum Vitae\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Fotocopy ijazah Pendidikan terakhir yang dilegalisir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Copy of latest diploma which has been legalized\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Fotocopy KTP\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Copy of citizen identification card\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Pas photo berwarna terakhir 2 (dua) lembar ukuran 3x4 cm.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2 (two) latest photograph in 3x4 cm sized.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Surat keterangan berkelakuan baik dari kepolisian yang masih berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Certificate of good conduct from the police department which is still\nvalid.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Kartu AK I dari Disnakertrans (Kartu Pencari Kerja)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Card AK I from Manpower (Jobseeker card)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.Referensi pengalaman kerja (jika diperlukan\u002Fada)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Reference letter (if available)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i.Surat keterangan Dokter\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Doctor’s note.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Pengusaha berhak mengurangi syarat-syarat tertentu dan\u002Fatau menambahkan\nsyarat-syarat lain dari waktu-ke waktu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Employer has the right to reduce certain conditions and\u002For add other terms\nfrom time-to time.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Penerimaan pekerja dilakukan dengan memperhatikan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Recruitment is conducted by taking into consideration of:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a)Syarat-syarat yang telah ditetapkan mengenai kualifikasi minimal untuk\nsetiap jabatan pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Requirements that have been set regarding the minimum qualifications for\neach job title.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b)Prosedur seleksi: Verifikasi data – wawancara – tes pengetahuan bidang\npekerjaan dan keterampilan (psikotes khusus untuk jabatan-jabatan tertentu)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Selection Procedure: Data Verification – Interview – test of job\nknowledge and skill (psycho test for certain positions).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c)Pengusaha berhak menambah dan\u002Fatau mengurangi prosedur penerimaan karyawan\ndari waktu ke waktu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Employer has the right to add and \u002F or reduce the recruitment procedure from\ntime-to time.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Sebelum dimulainya hubungan kerja, calon pekerja bersedia menandatangani\nperjanjian kerja dengan perusahaan yang di dalamnya diatur ketentuan-ketentuan\nhubungan kerja yang harus ditaati oleh calon pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Prior to the commencement of the employment relationship, the candidate of\nworker is willing to sign an agreement with company in which stipulated the\nterms of the employment relationship that must be adhered to by the candidate\nof worker.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 10 – Article 10 : Masa Percobaan Dan Perubahan Status Kerja –\nProbation Period And Changing Status\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Calon pekerja yang dinilai memenuhi persyaratan dan dinyatakan lulus seleksi\nselanjutnya dapat diterima sebagai pekerja dengan ketentuan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Candidate of workers who are judged to meet the requirements and pass the\nselection can then be accepted as a worker with the following requirements:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrial\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrialperiod\">\u003Cp>1.Harus bersedia menjalani masa percobaan selama 3 (tiga) bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Must be wiling to undergo probation period for three (3) months.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor: 13 tahun 2003 dalam\nmasa percobaan, kedua belah pihak dapat memutuskan hubungan kerja tanpa ada\nsyarat apapun bagi kedua belah pihak apabila:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>According to the provisions of Act No. 13 of 2003, within probation period,\nboth parties can terminate the employment without any requirement for both\nparties if:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pekerja tidak mampu menjalankan atau tidak menguasai pekerjaan yang\ndiserahkan kepadanya berdasarkan penilaian atasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Workers are not able to perform or do not master the job assigned to him\nbased on superior’s assessment.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pekerja tidak berminat untuk mempelajari Teknik pelaksanaan pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Workers are not interested to learn the technique of execution of work.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Pekerja tidak mentaati atau mengikuti instruksi yang diperintahkan oleh\natasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Workers do not obey or follow the instructions that were ordered by\nsuperiors.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja yang telah menjalani masa percobaan 3 (tiga) bulan dan dinyatakan\nlulus berdasarkan penilaian atasan, maka pekerja tersebut dinyatakan sebagai\nkaryawan tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Worker who has undergone probation period for 3 (three) months and passed\nthe appraisal by superiors, then the worker is stated as permanent worker.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Apabila hasil evaluasi kerja dinyatakan tidak lulus maka hubungan kerja\nantara Pekerja dan Pengusaha dinyatakan berakhir, dan baik Pengusaha maupun\nPekerja tidak lagi dibebani oleh kewajiban atau syarat apapun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>If the results of the evaluation says not pass, the employment relationship\nbetween the worker and the employer declared ended, and either Employer or\nWorker are no longer burdened by obligations or any requirements.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 11 – Article 11 : Mutasi – Transfer\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Demi pendayagunaan tenaga kerja serta tercapainya tujuan operasional\nPerusahaan secara efektif dan efisien, maka perusahaan berhak mengatur dan\nmenunjuk setiap pekerja untuk dipindahkan dari satu bagian ke bagian lain\nsesuai dengan kebutuhan yang pelaksanaannya diatur dengan prosedur tertulis\ntentang mutasi pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>To optimize the utilization of worker in order to achieve the Company’s\nobjective effectively and efficiently, the company has the right to organize\nand designate each worker to be transferred from one section to another in\naccordance with the requirement that the execution is regulated in written\nprocedure of transfer worker.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Mutasi dilaksanakan dengan memperhatikan pertimbangan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Transfer is implemented under the following considerations:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Berkurangnya suatu pekerjaan pada satu bagian atau bertambahnya pekerjaan\npada bagian lain\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>A reduction in the work on one section or an increase in work on another\nsection.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Adanya proyek baru sehingga perlu dibentuk bagian baru\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>The existence of a new project that needs to be set up a new section.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Berkurangnya jumlah tenaga kerja disuatu bagian\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Decreasing the number of worker in one section\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Pekerja oleh pengusaha dinilai tidak sesuai untuk tetap dipekerjakan di\ntempat atau bagian semula.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Worker is judged by employer to be not suitable to remain working in the\nfirst place or section\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Memberi kesempatan bagi pekerja untuk mendapatkan keterampilan baru atau\npengembangan diri di bagian yang baru\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Provide an opportunity for worker to gain new skills or personal development\nin the new section\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Pendapat dari ahli kesehatan yang menyatakan bahwa kondisi fisik seorang\npekerja tidak memungkinkan untuk bekerja di tempat tertentu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Opinions of health experts stating that the physical condition does not\nallow a worker to work in a certain area\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Hal-hal lain yang merupakan kebijakan Perusahaan sepanjang tidak\nbertentangan dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Other things based on the Company policy as long as they are not contrary to\nthe provisions of enacted legislation\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Mutasi pekerja tidak boleh mengurangi fasilitas dan penghasilan yang\nselama ini didapat atau diterima.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Transfer worker should not reduce income and facilities that had been\nacquired or received.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Mutasi diberitahukan secara tertulis kepada Pekerja\u002FBuruh sebelum\npelaksanaan mutasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Transfer worker is notified in writing to the worker before being\nexecuted.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Mutasi tidak bisa dilakukan apabila tidak sesuai dengan ketentuan ayat (2)\npasal ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Transfer worker can not be done if it is not in accordance with the\nprovisions of paragraph (2) of this Article.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Penolakan oleh pekerja untuk dipindahkan atau dimutasikan dapat menjadi\nalasan bagi Perusahaan untuk mengambil tindakan disiplin yang tegas sampai\ndengan Surat Peringatan 3 (tiga).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Refusal by workers to be moved or transferred could be the reason for\ncompany to take decisive disciplinary action up to 3 (three) warning Letter.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 12 – Article 12 : Promosi – Promotion\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan berwenang untuk mempromosikan Pekerja\u002FBuruh pada suatu jabatan\nyang lebih tinggi dalam Perusahaan yang pelaksanaannya diatur dalam prosedur\ntertulis tentang promosi Pekerja\u002FBuruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>The Company is authorized to promote worker to a higher position in the\ncompany which its execution is regulated in written procedure of promotion.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Perusahaan memberikan kesempatan kepada Pekerja\u002FBuruh yang mempunyai\nkemampuan kerja terbaik an telah menunjukkan prestasi, dedikasi, loyalitas\nserta integritas yang tinggi untuk menduduki suatu jabatan yang lebih\ntinggi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Company provides the opportunity for workers who have outstanding ability\nand have demonstrated achievement, dedication, loyalty and high integrity to\noccupy a higher position.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Setiap Pekerja\u002FBuruh yang dipromosikan, menjalani masa orientasi pada\nkedudukan yang baru selama 3 (tiga) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Every worker who is promoted, undergoes a period of orientation at a new\nposition for 3 (three) months.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Selama masa orientasi, pimpinan yang bersangkutan akan melakukan penilaian\nsebagai evaluasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>During the orientation period, superior of the concerned worker will make an\nassessment as evaluation.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pekerja\u002FBuruh yang telah menjalani masa orientasi 3 (tiga) bulan dan\ndinyatakan lulus berdasarkan penilaian atasan, maka pekerja tersebut\ndipromosikan untuk jabatan baru dengan diberikan Surat Keterangan (SK) dari\nManajemen.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Workers who have undergone orientation period of 3 (three) months and passed\nthe appraisal by superiors will be promoted to handle the new position provided\nwith Appointment Letter (SK) from Management\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Apabila masa orientasi selama 3 (tiga) bulan yang bersangkutan di anggapan\ntidak mampu mengemban jabatan yang sedang di promosikan maka di kembalikan ke\njabatan semula.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>If the assessment result says not pass, the worker will be returned to\nhis\u002Fher original position.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 13 – Article 13 : Demosi – Demotion\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan berwenang untuk menurunkan pangkat atau jabatan Pekerja\u002FBuruh\nlebih rendah dari pangkat atau jabatan Pekerja\u002FBuruh lebih rendah dari pangkat\natau jabatan semula dalam Perusahaan yang pelaksanaannya diatur dalam prosedur\ntertulis tentang demosi Pekerja\u002FBuruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>The Company is authorized to lower the rank or position of worker in the\ncompany which the execution is regulated on the written procedure of\ndemotion.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Demosi atau penurunan jabatan dapat terjadi karena beberapa sebab, seperti\npenurunan prestasi, dedikasi, loyalitas, sikap atau pelanggaran terhadap\ntata-tertib Perusahaan yang kesemuanya didasari argumentasi serta alasan yang\njelas dan dipertanggung jawabkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Demotion or downgrading level may occur for several reasons, such as a\ndecrease in achievement, dedication, loyalty, attitude, or violation of the\ncompany’s code of conduct which all arguments are based on clear and\naccountable reasons.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Demosi juga bisa diakibatkan oleh perubahan struktur organisasi Perusahaan\nyang menyebabkan hilang atau berkurangnya posisi untuk jabatan tertentu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Demotion can also be caused by changes in the organization structure that\ncauses omission or reduction in titles for certain positions.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Penurunan pangkat atau jabatan akan berpengaruh terhadap fasilitas jabatan\nyang diperoleh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Decrease in rank or position will affect facilities received.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Penurunan jabatan harus sepengetahuan yang bersangkutan, diajukan secara\ntertulis oleh atasan langsung secara berjenjang keatas dan disetujui oleh\npimpinan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Demotion should be informed to the concerned worker, submitted in writing by\nthe immediate superior and approved by the head of the company.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 14 – Article 14 : Pendidikan Dan Latihan – Education And\nTraining\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-trainingprogrammes\">\u003Cp>1.Dalam rangka meningkatkan keterampilan, pengetahuan dan kemampuan\nPekerja\u002FBuruh untuk mempertinggi efisiensi dan produktivitas kerja serta dalam\nrangka mempersiapkan alih teknologi, Perusahaan akan melaksanakan program\nPendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan oleh Perusahaan sendiri ataupun\nLembaga-lembaga Pendidikan, baik di dalam maupun di luar negeri disesuaikan\ndengan kemampuan serta kebutuhan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>In order to improve the skills, knowledge and ability of workers to increase\nefficiency and productivity as well as to prepare technology transfer, the\nCompany will implement education and training programs held by the Company\nitself or educational institutions, both within and outside country in line\nwith the abilities and needs of the Company.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-trainingfund\">\u003Cp>2.Selama mengikuti pelatihan atas perintah Perusahaan dan untuk kepentingan\nPerusahaan semua biaya yang timbul menjadi tanggung jawab Perusahaan semua\nbiaya yang timbul menjadi tanggung jawab Perusahaan, kecuali pihak\npenyelenggara telah menyediakan biaya tersebut.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>During training determined by the Company and for the benefit of the Company\nall costs incurred are the responsibility of the Company, unless the organizers\nhave provided these costs.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja\u002FBuruh yang akan mengikuti pelatihan\u002FPendidikan atas biaya\nPerusahaan dalam jumlah tertentu akan diatur dalam perjanjian tersendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Workers who will attend training \u002F education at the expense of the Company\nin a certain amount will be set in a separate agreement.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Perusahaan dapat menunjuk Pekerja\u002FBuruh yang berkenaan dengan jabatannya\natau pekerjaannya untuk mengikuti program Pendidikan\u002Fpelatihan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>The Company may appoint workers with regard to his or her job to go on an\neducational \u002F training.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pekerja\u002FBuruh yang mengikuti pelatihan, seminar atau sejenisnya atas biaya\nPerusahaan, wajib memberikan laporan tertulis kepada Pimpinan\nPerusahaan\u002Fatasannya dan wajib mengembangkan\u002Fmenularkan pengetahuannya kepada\nPekerja\u002FBuruh lainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Workers who received training, seminars or the like at the expense of the\nCompany, shall provide a written report to the Chairman of the Company \u002F\nsuperior and shall develop \u002F transfer that knowledge to other workers.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IV – CHAPTER IV : HARI KERJA DAN JAM KERJA – WORKING DAYS AND\nTIMES\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 15 – Article 15 : Jam Kerja – Working Time\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek\">\u003Cp>1.Jam kerja Perusahaan ditetapkan selama 40 (empat puluh) jam seminggu atau\n8 (delapan) jam sehari untuk 5 (lima) hari kerja, dan 7 (tujuh) jam sehari\nuntuk 6 (enam) hari kerja seminggu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Working hours in the Company is set for 40 (forty) hours a week or eight (8)\nhours a day for 5 (five) working days a week and 7 (seven) hours a day for 6\n(six) working days a week.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Hari-hari kerja ditetapkan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Working days are set up as follows:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Hari Senin s.d. Jumat untuk 5 (lima) hari kerja seminggu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Monday to Friday for 5 (five) working days a week\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Hari Senin s.d Sabtu untuk 6 (enam) hari kerja seminggu\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Monday to Saturday for 6 (six) working days a week\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Jam kerja dan waktu istirahat di Perusahaan diatur sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Working hours and rest time in the company are set up as follows:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.1 Non-Shift – Lima hari kerja seminggu\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Non-Shift – Five working days a week\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Senin s.d Kamis: Pukul 07.30 – 16.30 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Monday to Thursday: at 07:30 AM – 04:30 PM\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Istirahat: Pukul 12.00 – 13.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Rest Time: at 12:00 PM – 01:00 PM\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jumat: Pukul 07.30 – 17.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Friday: at 07:30 AM – 05:00 PM\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Istirahat: Pukul 11.30 – 13.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Rest Time: at 11:30 AM – 01:00 PM\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.2 Dua Shift – Lima hari kerja seminggu\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Two Shift – Five working days a week\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Shift 1\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Shift 1\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Senin s.d Kamis: Pukul 07.30 – 16.30 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Monday to Thursday: at 07:30 AM – 04:00 PM\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Istirahat: Pukul 12.00 – 13.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Rest Time: at 12:00 PM – 01:00 PM\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jumat: Pukul 07.30 – 17.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Friday: at 07:30 AM – 05:00 PM\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Istirahat : Pukul 11.30 – 13.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Rest Time: at 11:30 AM – 01:00 PM\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Shift 2\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Shift 2\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Senin s.d Jumat: Pukul 20.30 – 05.30 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Monday to Friday: at 08:30 PM – 05:30 AM\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Istirahat: Pukul 24.00 – 01.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Rest Time: at 00:00 AM – 01:00 AM\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.3 Tiga Shift – Enam hari kerja seminggu\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Three Shift – Six working days a week\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Shift 1\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Shift 1\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Senin s.d Kamis: Pukul 07.00 – 15.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Monday to Thursday: at 07:00 AM – 03:00 PM\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Istirahat: Pukul 12.00 – 13.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Rest Time: at 12:00 PM – 01:00 PM\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jumat: Pukul 07.00 – 15.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Friday: at 07:00 AM – 03:00 PM\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Istirahat: Pukul 11.30 – 13.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Rest Time: at 11:30 AM – 01:00 PM\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sabtu: Pukul 07.00 – 12.30 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Saturday: at 7:00 AM – 12:30 PM\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Shift 2\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Shift 2\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Senin s.d Jumat: Pukul 15.00 – 23.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Monday to Friday: at 03:00 PM – 11:00 PM\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Istirahat: Pukul 18.00 – 19.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Rest Time: at 06:00 PM – 07:00 PM\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sabtu: Pukul 12.30 – 17.30 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Saturday: at 12:30 PM – 05:30 PM\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Shift 3\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Shift 3\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Senin s.d Jumat: Pukul 23.00 – 07.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Monday to Friday: at 11:00 PM – 07:00 AM\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Istirahat: Pukul 03.00 – 04.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Rest Time: at 03:00 AM – 04:00 AM\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sabtu: Pukul 17.30 – 22.30 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Saturday: at 05:30 PM – 10:30 PM\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Jam istirahat tidak dihitung sebagai jam kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Rest time is not considered as working hour\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pengusaha berhak mengatur pekerja dengan jam kerja khusus seperti Petugas\nSatpam, Pengemudi, General Affair, dan lain-lain selama tidak bertentangan\ndengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Employer has the right set up workers with specific, working hours such as\nSecurity Officer, Driver, General Affairs, and other as long as it does not\nconflict with the provisions of the enacted legislation.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Dalam hal Pengusaha akan merubah hari dan waktu kerja wajib dirundingkan\ndengan Serikat Pekerja\u002FBuruh dan sesuai ketentuan perundang-undangan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>When employer would like to change working days and hours, it is required to\nnegotiate with labor unions and in accordance with applicable legislation.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Kehadiran Pekerja\u002FBuruh dicatat dengan cekroll atau mengisi daftar yang\ntelah disediakan Perusahaan setiap masuk dan pulang kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Worker’s attendance is recorded with check roll card or fills out a list\nthat has been provided by the company every entering and leaving\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Pengisian daftar hadir atau kartu cekroll harus diisi oleh Pekerja\u002FBuruh\nsendiri, tidak dibenarkan mengisi absen orang lain. Pengisian yang dilakukan\noleh orang lain merupakan pelanggaran disiplin.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Recording the attendance list or check roll card must be filled by workers\nthemselves, filling others are not justified. Recording attendance by other\nperson is a violation of discipline.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Meninggalkan pekerjaan sebelum waktunya dan sering terlambat adalah\nmerupakan pelanggaran disiplin.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Leaving work early and frequently coming late is a breach of discipline.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Jam-jam yang digunakan oleh Pekerja\u002FBuruh untuk bekerja atas perintah\nPerusahaan yang sifatnya mendesak\u002Fmengejar target produksi, di luar ketentuan\njam kerja normal di atas dihitung sebagai jam kerja lembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>The hours that are used by worker to work on the order of the Company when\nit is urgent \u002F to achieve production target, beyond the above normal working\nhours is calculated as overtime.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 16 – Article 16 : Kerja Lembur – Overtime\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pada dasarnya lembur merupakan kelebihan jam kerja normal sesuai dengan\nperundang-undangan yang berlaku yang sifatnya adalah sukarela. Bilamana\nperusahaan memerlukan untuk kerja lembur, maka perusahaan menawarkan kepada\nPekerja\u002FBuruh dan bagi yang bersedia menandatangani formulir lembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Basically, overtime is the excess of the normal working hours in accordance\nwith prevailing legislation that is done voluntary. When the company needs to\nwork overtime, the company will offer to worker and the worker who is willing\nto will sign an overtime form.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Kerja lembur bagi setiap Pekerja\u002FBuruh dapat dijalankan sesuai perintah\ntertulis dari unsur pimpinan mulai dari Supervisor ke atas sesuai dengan\nkebutuhan Perusahaan dan sifatnya mendesak\u002Fdarurat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Overtime for every worker can be executed according to the written order of\nthe leadership hierarchy from the Supervisor and up, in accordance with the\nneeds of the Company when itu is urgent \u002F emergency.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 17 – Article 17 : Perhitungan Upah Lembur – Calculation Of\nOvertime Wage\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-OVERTIME_trigger\">\u003Cp>1.Perhitungan upah lembur diatur sesuai dengan ketentuan perundang-undangan\nyang berlaku, yaitu:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Calculation of overtime wage is set in accordance with the provisions of the\napplicable legislation, as follows:\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype_general\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype\">\u003Cp>a.Apabila kerja lembur dilakukan pada hari biasa:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>When overtime is done on normal working days:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1_general\">\u003Cp>Upah lembur jam pertama dibayar: 1.5 x upah sejam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Overtime wage for the first hour is paid: 1.5 x one hour wage\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1\">\u003Cp>Upah lembur jam kedua dan seterusnya dibayar: 2 x upah sejam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Overtime wage for the second ours onward is paid: 2 x one hour wage\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SUNDAY_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype\">\u003Cp>b.Apabila kerja lembur dilakukan pada hari istirahat mingguan.hari libur\nresmi untuk 5 (lima) hari kerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>When overtime is done on holiday for five working days a week:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowanceperc1\">\u003Cp>Upah lembur jam pertama sampai kedelapan dibayar: 2 x upah sejam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Overtime wage for the first until the eighth hours is paid: 2 x one hour\nwage\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Upah lembur jam ke Sembilan dibayar: 3 x upah sejam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Overtime wage for the ninth hour is paid: 3 x one hour wage\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Upah lembur jam ke sepuluh dan seterusnya dibayar: 4 x upah sejam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Overtime wage for the tenth hours onwards is paid: 4 x one hour wage\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>c.Apabila kerja lembur dilakukan pada hari istirahat mingguan\u002Fhari libur\nresmi untuk 6 (enam) hari kerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>When overtime is done on holiday for six working days a week:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Upah lembur jam pertama sampai ketujuh dibayar: 2 upah sejam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Overtime wage for the first the seventh hours is paid: 2 x one hour wage\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Upah lembur jam ke delapan dibayar: 3 x upah sejam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Overtime wage for the eighth hour is paid: 3 x one hour wage\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Upah lembur jam kesembilan dan seterusnya dibayar: 4 x upah sejam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Overtime wage for the ninth hours onwards is paid: 4 x one hour wage\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Perhitungan upah sejam kerja lembur adalah (1\u002F173 x Upah sebulan). Upah\nsebulan yang dimaksud adalah gaji pokok ditambah dengan tunjangan yang sifatnya\ntetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>The calculation of one hour wage is (1\u002F173 x Monthly wage). The Monthly wage\nwhich is meant in this provision is base salary plus fixed allowance.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Kerja lembur baru dianggap sah bila disetujui oleh atasan Pekerja\u002FBuruh\nsampai dengan jabatan minimal Manager.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Overtime is considered valid only if it is approved by workers’ superior\nat least until managerial level.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pembayaran upah lembur dilaksanakan bersamaan pembayaran upah bulanan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Payment of overtime wage is done together with the payment of monthly\nsalary.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB V – CHAPTER V : PEMBEBASAN DARI KEWAJIBAN UNTUK BEKERJA - RELEASE\nFROM THE OBLIGATION TO WORK\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 18 – Article 18 : Istirahat Mingguan Atau Hari Libur Resmi –\nWeekly Holiday Or Public Holiday\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SCHEDULE_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-schedulesrestpw\">\u003Cp>1.Pada hari Sabtu dan\u002Fatau Minggu Pekerja\u002FBuruh mendapat hari istirahat\nmingguan dan karenanya dibebaskan dari pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>On Saturday and\u002For Sundays workers have weekly holiday and therefore they\nare releases from their job.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-bankholidays1\">\u003Cp>2.Pekerja\u002FBuruh juga dibebaskan dari pekerjaan pada hari libur resmi yang\nditetapkan oleh pemerintah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Workers are also released from their job on public holidays stated by\ngovernment.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Pembebasan dari Pekerjaan pada hari istirahat mingguan atau hari libur\nresmi Pekerja\u002FBuruh tetap mendapatkan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Releasing from the job on weekly holiday or public holidays, workers still\nreceive salary.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 19 – Article 19 : Istirahat Haid – Rest Of Menstruation\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-menstruationleave\">\u003Cp>1.Pekerja\u002FBuruh perempuan yang dalam masa haid merasakan sakit dan\nmemberitahukan kepada pengusaha, tidak wajib bekerja pada hari pertama dan\nkedua pada waktu haid.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Female workers who feel pain during their menstruation period and notify the\nemployer about this are not obliged to come to work on the first and second of\nmenstruation.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Pelaksanaan dimaksud aya (1) wajib menyertakan Surat Keterangan sakit dari\ndokter.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>The implementation of what is stipulated under paragraph (1) must be\nprovided with the doctor's note.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Petugas klinik In-House segera menyerahkan Surat Keterangan Dokter ke\nbagian HRD apabila ada Pekerja\u002FBuruh perempuan yang mengalami sakit pada saat\nbekerja karena haid sebagaimana ayat (2) diatas, selanjutnya bagian HRD\nmemberikan tembusan ke bagian yang terkait.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>In-House Clinic Officer should immediately give the Doctor Recommendation\nLetter to HRD Department if there is a woman worker feel pain because of\nmenstruation as mentioned above on paragraph (2), after that HRD Department\nwould inform to related Department.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 20 – Article 20 : Cuti Hamil Dan Gugur Kandungan – Maternity\nLeave And Miscarriage Leave\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleave\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleavepay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleavepayperc\">\u003Cp>1.Setiap Pekerj\u002FBuruh perempuan berhak atas Cuti Hamil selama 3 (tiga) bulan\ndengan mendapatkan upah penuh dengan cara pengambilan 1,5 (satu setengah) bulan\nsebelum melahirkan dan 1,5 (satu setengah) bulan setelah melahirkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Female workers are entitled to a 3 (three) months period of maternity leave\nwith full wage under arrangement 1.5 (one-and-a-half) month before the time to\ngive birth to a baby and another 1.5 (one-and-a-half) month thereafter.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Setiap Pekerja\u002FBuruh perempuan yang mempergunakan cuti hamilnya harus\nmengajukan permohonan terlebih dahulu kepada Perusahaan disertai surat\nketerangan Dokter atau Bidan yang merawatnya disertai pula dengan fotocopy\nsurat nikah atau surat keterangan dari instansi yang berwenang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Every female worker who takes maternity leave must apply in advance to the\nCompany accompanied by a doctor’s note or a midwife who cares for her\naccompanied by a copy of the marriage certificate or a certificate from the\ncompetent authority.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityotherclause\">\u003Cp>3.Pekerja\u002FBuruh yang mengalami gugur kandungan berhak atas cuti selama 1.5\n(satu setengah) bulan terhitung mulai keguguran dengan disertai surat\nketerangan Dokter atau Bidan yang merawatnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>A female worker who has miscarriage is entitled to a period of rest of 1.5\n(one-and-a-half) months accompanied by the medical statement issued by\nobsetetrician or midwife.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4.Pekerja\u002FBuruh perempuan wajib melaporkan kepada Perusahaan atas\nkehamilannya pada minggu ke-8 (delapan) dengan mengisi formulir laporan\nkehamilannya yang disahkan oleh Dokter atau Bidan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Female worker shall report the company of her pregnancy at week 8 (eight)by\nfilling out the pregnancy report from verified by the doctor or midwife.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Dalam hal setelah menjalani cuti dimaksud Pekerja\u002FBuruh belum bekerja,\nmaka dapat diperpanjang dengan surat keterangan medis melalui pemeriksaan\nDokter yang ditunjuk perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>After undergoing maternity leave and employees should go to work, but\nbecause the condition is not a healthy employee is evidenced bu a medical\ncertificate authorized the company doctor than rest can be adjusted by a\nmedical certificate.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 21 – Article 21 : Cuti Tahunan – Annual Leave\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAIDLEAV_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysdays\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysweeks\">\u003Cp>1.Setiap Pekerja\u002FBuruh yang telah bekerja selama 12 (dua belas) bulan berhak\natas cuti tahunan sebanyak 12 (dua belas) hari kerja dengan mendapatkan upah\npenuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Every worker who has worked for 12 (twelve) months is entitled to annual\nleave as many as 12 (twelve) working days with full wages.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Pelaksanaan hak cuti tahunan yang dimaksud dalam ayat 1 (satu) di atas\ndiatur sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Implementation of annual leave as mentioned in paragraph (1) above is set as\nfollows:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysfixed\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysfixeddays\">\u003Cp>a.Cuti bersama pada Hari Raya Idul Fitri selama maksimal 6 (enam) hari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Mass Leave on Eid for a maximum of six (6) days.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>b.Sisa cuti tahunan setelah dipotong dengan cuti bersama,\npelaksanaannyadiatur sendiri oleh Pekerja\u002FBuruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>The remaining of annual leave after being deducted by leave together, the\nimplementation is arranged solely by the workers.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Pekerja\u002FBuruh yang bermaksud menggunakan hak cuti tahunannya, wajib\nmemberitahu kan kepada pimpinan langsung di bagiannya 1 (satu) minggu\nsebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Workers who intend to use their annual leave, shall notify the direct\nsuperior 1 (one) week prior.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Perusahaan dapat menunda pengajuan cuti dengan mempertimbangkan kelancaran\nproduksi dan pertimbangan lain oleh atasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>The Company may delay the leave application by considering the smoothness of\nproduction and other considerations taken by superior.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Apabila Pekerja\u002FBuruh tidak menggunakan hak cuti tahunannya sampai batas\nwaktu 12 (dua belas) bulan setelah lahirnya hak cuti tersebut bukan karena\nkesalahan Perusahaan, hak cutinya di anggap gugur, tapi apabila hak cutinya\ntidak bisa di ambil karena alasan kebutuhan Perusahaan masa berlaku hak cutinya\nbisa diperpanjang sampai 3 (tiga) bulan ke depan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>If workers do not use their annual leave until 12 (twelve) months after the\nexist of the leave not because of the company’s fault, the leave was\nconsidered void, but if the leave was not taken due to the company needs, the\nleave validity can be extended up to three (3) months.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Perusahaan harus memberitahukan dan\u002Fatau mengeluarkan daftar cuti tahunan\nbila jatuh tempo kepada Pekerja\u002FBuruh dengan tembusan Serikat Pekerja\u002FBuruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>The Company must notify and\u002For issue a list of workers’ Annual Leave when\ndue.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Bila ada Pekerja\u002FBuruh yang mengalami pemutusan hubungan kerja dan masih\nmemiliki sisa cuti maka sisa cuti tersebut dapat diuangkan dengan perhitungan\n(upah sebulan.30 x jumlah hari cuti yang belum di ambil) dimana upah sebulan\nadalah gaji pokok ditambah dengan tunjangan tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>If a worker is terminated and still has remaining leave, the remaining leave\ncan be cashed with calculation of monthly wage\u002F30 x number of days of remaining\nleave; the monthly wage is the basic salary fixed allowance.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 22 – Article 22 : Izin Meninggalkan Pekerjaan – Permission To\nLeave The Job\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleave\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleavepay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleavepayperc\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelatives\">\u003Cp>1.Perusahaan memberikan ijin meninggalkan pekerjaan kepada Pekerja\u002FBuruh\ndengan tetap mendapatkan upah berdasarkan ketentuan Undang-Undang Nomor 13\ntahun 2003, dalam hal sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>The Company grants permission to leave the job to worker with full wage\nunder the provisions of Act No. 13 of 2003, in terms of the following:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pekerja\u002FBuruh menikah : 3 (tiga) hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Workers Married: 3 (three) days\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Anak Pekerja\u002FBuruh dikhitan\u002Fdibaptis.menikah: 2 (dua) hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Workers children to be circumcised\u002Fbaptized\u002Fmarried : 2 (two) days\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleaveduration\">\u003Cp>c.Istri Pekerja\u002FBuruh melahirkan \u002F gugur kandungan : 2 (dua) hari\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Worker’s wife gives birth to a baby or miscarries: 2 (two) days\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelativesleave\">\u003Cp>d.Suami\u002FIstri, orang tua, mertua, anak atau menantu\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>meninggal dunia: 2 (dua) hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Spouse, parent, parent in law, child, child in law\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>passed away : 2 (two) days\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Saudara kandung meninggal dunia: 1 (satu) hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sibling passed away: 1 (one) days\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Anggota keluarga dalam satu rumah meninggal dunia: 1 (satu) hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Family living in the same house passed away: 1 (one) days.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>g.Menjalankan tugas Negara selama waktu yang diperlukan dengan disertai\nsurat tugas resmi dari instansi yang berwenang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Performing State duty for the required time provided with an official letter\nof assignment from the authorized government agency.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.Memenuhi peraturan Pemerintah seperti Pemilihan Umum untuk selama waktu\nyang ditentukan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Meet government regulations such as the General Election for the required\ntime.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i.Menjalankan kewajiban ibadah sesuai tuntutan agamanya untuk selama waktu\nsesuai dengan ketentuan yang berlaku tetapi tidak melebihi 3 (tiga) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Performing obligations of worship according to their religious guidance for\nthe period of time needed in accordance with the applicable provisions but does\nnot exceed 3 (three) months.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>j.Pekerja\u002FBuruh yang ditimpa musibah seperti kebakaran atau gempa bumi yang\nmerusak rumahnya, dan kebanjiran yang parah untuk selama paling lama 2 (dua)\nhari dengan dibuktikan surat keterangan yang dikeluarkan oleh Pemerintah desa\nsetempat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Workers who are stricken by disaster such as fire or earthquake which\ndamages his house, and severe flood for maximum 2 (two) days; proven by\nstatement letter issued by the local village government.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Izin untuk meninggalkan pekerjaan tersebut di atas harus diperoleh\npersetujuan\u002Fijin terlebih dahulu dari Perusahaan, kecuali dalam keadaan yang\nsangat mendesak dan bukti-bukti tersebut dapat diajukan kemudian pada saat hari\npertama masuk, namun Pekerja\u002FBuruh harus menghubungi atasan untuk\nmemberitahukan terlebih dahulu melalui telepon, sms, atau fax.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Permission to leave this work should be approved \u002F agreed by the Company,\nexcept in urgent circumstances and the evidence can be submitted the first day\nof work, but the workers should contact their supervisor to notify in advance\nby phone, sms, or fax.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Atas pertimbangan Perusahaan, ijin meninggalkan pekerjaan diluar\nketentuan-ketentuan tersebut diatas dapat diberikan tanpa upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Under Company considerations, permission to leave the job beyond the above\nprovisions may be granted without payment.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VI – CHAPTER VI : PENGUPAHAN – PAYMENT\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 23 – Article 23 : Struktur Dan Skala Upah – Salary Scale And\nStructure\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAYSCALES_trigger\">\u003Cp>1.Pengusaha menyusun struktur dan skala upah dalam penetapan upah\nPekerja\u002FBuruh di Perusahaan yang diatur menurut status penggolongan\nPekerja\u002FBuruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Employers make salary structure and scale in determining worker’s wage in\na company arranged according to the classification level of workers.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Penggolongan Pekerja\u002FBuruh sebagai dasar penetapan upah dibuat berdasarkan\njabatan, Pendidikan, keahlian, jenis pekerjaan, kondisi dari Pekerja\u002FBuruh yang\nbersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Classification level of workers as the basis of wage arrangement created\nbased on title, education, skills, job type, and performance of the concerned\nworkers.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Perubahan struktur dan skala upah dilakukan Sekurang-kurangnya setahun\nsekali.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Changes of the salary structure and scale is done at least once a year.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pembayaran upah bulan berjalan (tanggal 1-30) dibayarkan setiap tanggal 10\nbulan berikutnya melalui transfer ke rekening Pekerja\u002FBuruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Wage payment for the current month (date 1 – 30) is paid every 10th of the\nfollowing month through transfer to the workers bank account.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Dalam keadaan tertentu, upah bisa di bayarkan secara tunai kepada\nPekerja\u002FBuruh. Dalam hal ini apabila Pekerja\u002FBuruh yang bersangkutan\nberhalangan hadir, gaji dapat di bayarkan kepada pihak ketiga apabila\ndilengkapi dengan Surat Kuasa bermaterai cukup dan menunjukkan photcopy dan\nKartu Tanda Penduduk (KTP) asli pemberi maupun penerima kuasa.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Under certain circumstances, wage can be paid in cash to the workers. In\nthis case, if the worker was unable to attend, the salary can be paid to a\nthird party if it is equipped with sufficient power of attorney duly stamped\nand present copy and original of ID cards of both authorizer and authorize.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 24 – Article 24 : Kenaikan Upah Dan Tunjangan-Tunjangan – Salary\nIncrement And Allowances\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-STRUCINCR_trigger\">\u003Cp>1.Kenaikan upah Pekerja\u002FBuruh diberikan sekurang-kurangnya satu tahun sekali\nsecara periodic dengan ketentuan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Increase in wages given at least once a year periodically with the following\nconditions:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_government\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_provision\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-lowwageperiod\">\u003Cp>a.Perusahaan akan memberikan upah kepada Pekerja\u002FBuruh minimal sama besarnya\ndengan ketentuan\u002Fperaturan yang berlaku (UMK\u002FUMSK).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>The company will provide a wage to the worker at least equal with the\nenacted provisions \u002F regulations (UMK\u002FUMSK).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>b.Bagi Pekerja\u002FBuruh yang memiliki jabatan tertentu dan mendapatkan upah\ndiatas upah minimum, maka kenaikan upahnya diatur melalui formula tertentu yang\nditetapkan oleh pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>For workers who have certain level and earn wages above the minimum wage,\nthe increase in wages is set by a formula decided by the employer.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Kenaikan jabatan bagi Pekerja\u002FBuruh dilakukan setelah memperhatikan\nkemampuan\u002Fprestasi kerja, kondite kerja Pekerja\u002FBuruh yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Promotion for workers is executed after considering the capabilities \u002F work\nperformance, work achievement of concerned workers.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Tunjangan jabatan diberikan mulai tingkat asisten pengawas dan tingkat di\natasnya, diberikan setiap bulan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Allowances are given starting from the levels of assistant and up;\nallowance=s is given every month.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 25 – Article 25 : Upah Pekerja\u002FBuruh Selama Sakit – Wage During\nThe Worker Is Sick.\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Apabila Pekerja\u002FBuruh sakit dan dapat dibuktikan dengan surat keterangan\nDokter, yang dilengkapi resume medis dan copy resep serta ditandatangani oleh\npejabat Dokter, maka upahnya akan dibayar sesuai dengan ketentuan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>When a worker is sick and can be proved by a doctor’s note, which is\nequipped with medical resume and copy of prescriptions signed by the doctor,\nthen the wage will be fully paid in accordance with enacted regulations.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspayperc\">\u003Cp>2.Apabila Pekerja\u002FBuruh sakit dalam jangka waktu panjang menurut keterangan\nDokter, maka upahnya dibayar sesuai ketentuan berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>When a worker is sick in the long term according to doctor’s note, the\nwages are paid in accordance with the following:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.4 bulan pertama dibayar sebesar: 100% dari upah sebulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>The first 4 months is paid as much as: 100% of monthly wage.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.4 bulan kedua dibayar sebesar: 75% dari upah sebulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>The second 4 months is paid as much as: 75% of monthly wage.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.4 bulan ketiga dibayar sebesar: 50% dari upah sebulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>The third 4 months is paid as much as: 50% of monthly wage.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Untuk bulan selanjutnya dibayar 25% dari upah sebelum pemutusan hubungan\nkerja dilakukan oleh Pengusaha.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>For the following months afterward is paid 25% (twenty five percent) of\nmonthly wage before termination is done by the employer.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdays\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdaysnr\">\u003Cp>3.Apabila setelah 12 (dua belas) bulan ternyata Pekerja\u002FBuruh yang\nbersangkutan belum mampu untuk bekerja kembali, maka perusahaan dapat\nmemutuskan hubungan kerjanya dan dilaksanakan sesuai ketentuan\nperundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>If after 12 (twelve) months the worker still cannot work, the company may\nterminate the employment which the implementation is done in accordance with\nthe applicable legislation.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>Pasal 26 – Article 26 : Upah Pekerja\u002FBuruh Yang Ditahan Oleh Pihak\nBerwajib - Wage For Worker Who Is Detained By Police\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pekerja\u002FBuruh yang ditahan oleh pihak berwajib bukan karena pengaduan\nPerusahaan tidak mendapat upah tapi Pengusaha wajib memberikan bantuan kepada\npihak keluarga yang ditinggalkan selama Pekerja\u002FBuruh ditahan dengan ketentuan\nsebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Worker who is detained by the authorities not because of the complaint does\nnot have the right to receive wage, the entrepreneur is obliged to provide\nassistance to the family who are his or her dependents as long the worker is\ndetained according to the following provisions:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Untuk 1 orang tanggungan 25% dari upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>For one dependent: 25% of wage.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Untuk 2 orang tanggungan: 35% dari upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>For two dependents: 35% of wage.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Untuk 3 orang tanggungan: 45% dari upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>For three dependents: 45% of wage.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Untuk 4 orang tanggungan atau lebih: 50% dari upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>For four dependents or more: 50% of wage\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pemberian bantuan diberikan paling lama 6 (enam) bulan dan setelah\nmelewati masa 6 (enam) bulan hubungan kerja dengan Pekerja\u002FBuruh yang\nbersangkutan diputuskan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>The assistance provided is given for the longest period of 6 (six) months\nand after exceeding six months the employment relationship with the worker is\nterminated.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 27 – Article 27 : Tunjangan Hari Raya – Feast Allowance\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE_trigger\">\u003Cp>1.Setiap Pekerja\u002FBuruh diberikan Tunjangan Hari Raya (THR) sesuai dengan SK\nMenteri Tenaga Kerja RI nomor per-06\u002FMEN\u002F2016 tentang Tunjangan Hari Raya:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Every worker is given Feast Allowance (THR) in accordance with Decree of the\nMinister of Manpower Nomor 06 Tahun 2016 regarding Feast Allowance:\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype2\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusperc1\">\u003Cp>a.Pekerja\u002FBuruh dengan masa kerja satu tahun atau lebih berhak mendapatkan\nTHR sebesar 1 (satu) kali upah sebulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Workers with tenure of one year or more are entitled to Feast Allowance\n(THR) as much as one time of monthly wage.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>b.Pekerja\u002FBuruh dengan masa kerja kurang dari 1 (satu) bulan tidak\nmendapatkan THR.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Workers with tenure of less than one month are not entitled to Feast\nAllowance (THR)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Pekerja\u002FBuruh yang mempunya masa kerja 1 (satu) bulan atau lebih tapi\nkurang dari satu tahun akan diberikan secara proporsional dengan perhitungan:\n(Masa Kerja\u002F12x1 Bulan Upah).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Workers with tenure of 1 (one) months or more but less than one year will\nreceive Feast Allowance (THR) in prorated. Calculation: (Tenure\u002F12x1 Monthly\nWage)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Masa kerja dihitung berdasarkan tanggal jatuh tempo Hari Raya Idul Fitri\nsesuai ketetapan Pemerintah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Working period is calculated based on the due date of idul Fitri in\naccordance with Government decree.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusdate\">\u003Cp>3.Tunjangan Hari Raya dibayarkan selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sebelum\nHari Raya Idul Fitri.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Feast Allowance is paid no later than seven days before Idul Fitri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 28 – Article 28 : Biaya Perjalanan Dinas – Cost Of Business\nTrip\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perjalanan Dinas adalah setiap perjalanan yang ditugaskan oleh Perusahaan\ndan dilakukan dalam rangka tugas Perusahaan, maka kepadanya diberikan biaya\npenginapan, uang makan dan transport yang berhubungan dengan dinas\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Business Trip is any journey assigned by the Company and conducted to finish\ntask from Company, then the worker is given the fund that covers lodging, meal\nand transportation fee related to business trip changes.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Besarnya uang perjalanan dinas diatur dalam peraturan pelaksanaan\ntersendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>The amount of business trip changes is regulated separately.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 29 - Article 29 : Tunjangan-Tunjangan – Allowances\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Tunjangan Jabatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Office Allowance\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Bagi Pekerja\u002FBuruh yang mempunyai jadi diberikan tunjangan jabatan yang\nbesarnya didasarkan pada berat ringannya tanggung jawab.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>For workers who have titles are given office allowance which amount is based\non the level of responsibility.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Besarnya tunjangan jabatan ditentukan oleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>The amount of office allowance is determined by Company.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Tunjangan Keahlian\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Skill Allowance\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Tunjangan yang diberikan Perusahaan kepada Pekerja\u002FBuruh sesuai dengan\ntingkat keahlian yang dimiliki oleh Pekerja\u002FBuruh sesuai dengan tingkat\nkeahlian yang dimiliki oleh Pekerja\u002FBuruh level operator.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Skill allowance given by company to workers is based on the level of skill\nowned by operator.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Besarnya tunjangan keahlian ditentukan oleh Perusahaan sebagai berikut;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>The amount of skill allowance is determined by company as follows;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Operator Grade A: Rp 65.000,- (enam puluh ribu rupiah)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Operator Grade A: Rp 65.000,- (sixty five thousand rupiahs)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Operator Grade B: Rp 39.000,- (tiga puluh Sembilan ribu rupiah)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Operator Grade B: Rp 39.000,- (thirty nine thousand rupiahs)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-commutingallowancetype\">\u003Cp>3.Tunjangan uang transport\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Transportation Allowance\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-commutingallowanceamount1\">\u003Cp>a.Tunjangan uang transport diberikan kepada Pekerja\u002FBuruh sebesar Rp 6.500,-\n(enam ribu lima ratus rupiah) setiap hari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Transportation allowance is given to worker as much as Rp 6.500,- (six\nthousand five hundred rupiahs) every day.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>b.Apabila Pekerja\u002FBuruh tidak masuk bekerja karena alasan apapun, maka\nPekerja\u002FBuruh tersebut tidak mendapatkan tunjangan uang transport.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>If a worker does not come to work due to any reason, the worker is not\nentitled to the transportation allowance.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-NOCTPREM_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-shiftallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-shiftallowanceamount1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-shiftallowancetype1\">\u003Cp>4.Tunjangan shift diberikan kepada Pekerja\u002FBuruh sesuai dengan tingkat\nkehadiran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>For shift allowance will be given to the workers based on the attendance\nrecord\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Untuk 3 Shift :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>For 3 Shift:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Shift 1: tidak dapat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Shift 1: not get\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Shift 2: Rp 2.000,-\u002Fhari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Shift 2: Rp 2.000,-\u002Fdays\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Shift 3: Rp 2.000,-\u002Fhari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Shift 3: Rp 2.000,-\u002Fdays\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Untuk 2 Shift:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Shift 1: tidak dapat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Shift 1: not get\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Shift 2: Rp 2.000,-\u002Fhari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Shift 2: Rp 2.000,-\u002Fdays\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SENIOR_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight focus\" id=\"clause-longserviceallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-longserviceallowanceamount1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-longserviceallowancetype1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-longserviceallowancetype2\">\u003Cp>5.Tunjangan masa kerja (dibayar setiap bulan) tanpa pengaruh tingkat\nkehadiran dan merupakan Tunjangan Tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Year of service allowance (paid every months) without attendance record\ninfluence and applied as fixed allowance.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>≥ 1 - 2 tahun: Rp 2.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>≥ 1 – 2 years: Rp 2.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>≥ 2 – 3 tahun: Rp 4.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>≥ 2 – 3 years: Rp 4.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>≥ 3 – 4 tahun: Rp 5.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>≥ 3 – 4 years: Rp 5.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>≥ 4 – 5 tahun: Rp 6.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>≥ 4 – 5 years: Rp 6.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>≥ 5 – 6 tahun: Rp 7.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>≥ 5 – 6 years: Rp 7.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>≥ 6 – 7 tahun: Rp 8.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>≥ 6 – 7 years: Rp 8.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7 tahun ke atas: Rp 9.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Above 7 years: Rp 9.000,-\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>Pasal 30 – Article 30 : Pajak Penghasilan – Income Tax\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pajak penghasilan atas gaji, upah lembur, tunjangan dan segala bentuk\npembayaran yang diterima Pekerja\u002FBuruh adalah beban dan tanggung jawab\nPekerja\u002FBuruh. Hal ini sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Income Tax on wage, overtime, allowances and any kind of payments received\nby workers is the burden and responsibility of workers. This is in accordance\nwith the applicable tax provisions.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>BAB VII – CHAPTER VII : JAMINAN SOSIAL, KESEJAHTERAAN, PENGOBATAN DAN\nPERAWATAN - SOCIAL ASSURANCE, WELFARE, MEDICATION AND TREATMENT\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 31 – Article 31 : Jaminan Sosial – Social Assurance\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilitypay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilityfund\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-pensionfund\">\u003Cp>1.Sesuai dengan Undang-Undang Nomor : 3 Tahun 1992, tentang Jaminan Sosial\nTenaga Kerja, Peraturan Pemerintah Nomor : 14 Tahun 1993 dan perubahannya,\nserta Peraturan Presiden Nomor : 109 Tahun 2013 tentang Penahapan Kepesertaan\nProgram Jaminan Sosial Pasal 6 ayat 2 bahwa Perusahaan wajib mendaftarkan\npekerjanya kepada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan\nuntuk mengikuti program jaminan kecelakaan kerja, program jaminan hari tua,\nprogram jaminan pensiun, dan program jaminan kematian.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>In accordance with the Law No. 3 In 1992, on Social Security of Labor,\nGovernment Regulation No. 14 of 1993 and amendments thereto, as well as\nPresidential Decree No. 109 of 2013 on the phasing in of Membership Social\nAssurance Program Article 6 paragraph 2 that the company is obliged to enroll\ntheir workers to the Social Assurance Agency (BPJS) Employment to joint the\nwork accident insurance program, program old age security program pension and\nlife insurance program.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurance\">\u003Cp>2.Untuk Jaminan Pemeliharaan Kesehatan, sesuai dengan Peraturan Presiden\nNomor : 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan yang telah diubah dengan\nPeraturan Presiden Nomor : 111 Tahun 2013, Perusahaan wajib mengikutsertakan\npekerjanya ke dalam program Jaminan Kesehatan yang diselenggarakan oleh Badan\nPenyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan paling lambat mulai tanggal 1\nJanuari 2015.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>For health Insurance, in accordance with Presidential Decree No. 12 of 2013\nregarding Health Insurance as amended by Presidential Decree No. 111 of 2013,\nthe Company shall involve employee into health insurance programs organized by\nthe Social Assurance Agency (BPJS) Health program at the by the latest starting\nfrom January 1, 2015.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Besarnya iuran dan sistem pembayaran Jaminan Sosial dan Jaminan Kesehatan\nmengikuti aturan yang telah ditetapkan oleh BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS\nKesehatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>The amount of dues and payment system of Social Security and Health\nInsurance follow the rules established by BPJS Health and Employment\nprograms.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 32 – Article 32 : Fasilitas Kesehatan – Health Facility\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Guna memudahkan pelayanan pemeliharaan kesehatan, setiap Pekerja\u002FBuruh\noleh Perusahaan diberikan fasilitas pengobatan sesuai dengan aturan yang telah\ndiatur oleh BPJS Kesehatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>To facilitate health care services, every worker by the Company given\ntreatment facility in accordance with the rules that have been set by BPJS.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Kepada Pekerja\u002FBuruh yang akan menggunakan fasilitas sebagaimana\ndisebutkan pada ayat (1) harus meminta ijin kepada Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>To the workers who will use the facility as mentioned in paragraph 1 must\nasl for permission to the company.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccess\">\u003Cp>3.Bagi Pekerja\u002FBuruh yang dalam keadaan mendesak untuk memerlukan\npertolongan pengobatan\u002Fpertolongan pertama, Perusahaan menyediakan poliklinik\ndi dalam perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>For workers who are in urgent circumstances to require medical treatment \u002F\nfirst aid, the company provides a clinic in the company.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>Pasal 33 – Article 33 : Fasilitas Ibadah – Worship Facility\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Setiap Pekerja\u002FBuruh diberikan kesempatan untuk melakukan ibadah sesuai\ndengan agama dan keyakinannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Every worker is given the opportunity to worship in accordance with their\nreligion or belief.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Bagi Pekerja\u002FBuruh yang akan melakukan ibadah disediakan fasilitas dan\ntempat ibadah yang layak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>For workers who will do the worship are provided with proper worship place\nand facilities.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Fasilitas tempat ibadah hanya boleh digunakan untuk melakukan ibadah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>The worship Facilities and place should only be used for worship.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 34 – Article 34 : Koperasi Dan Kantin – Cooperative And\nCanteen\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha dan Serikat Pekerja\u002FBuruh mendorong terbentuknya Koperasi\nPekerja\u002FBuruh untuk membantu peningkatan kesejahteraan Pekerja\u002FBuruh dan\nkeluarganya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Employer and unions encourage the establishment of worker cooperatives to\nhelp improve the welfare of workers and their families.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Kantin Perusahaan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Company’s canteen:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Menu makanan Pekerja\u002FBuruh disesuaikan dengan ketentuan standar gizi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>The food menu for worker is provided based on the standards provisions of\nnutrition.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Demi tertib dan terjaminnya pembagian makanan kepada Pekerja\u002FBuruh, maka\nPerusahaan akan mengatur dengan sistem yang lebih baik.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>To ensure the orderly and distribution of food to the workers, it is\narranged with a better system.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 35 – Article 35 : Santunan Kematian – Death Compensation\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Apabila Pekerja\u002FBuruh meninggal dunia bukan karena kecelakaan kerja,\nmaka:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>If a worker dies not because of work accident, then:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan memberikan hak-haknya dan tunjangan Ahli Warisnya sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>The Company provides allowances and entitled rights to his or her heirs as\nfollows:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Upah dalam sebulan yang sedang berjalan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Wages in the ongoing month\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pesangon diberikan kepada Ahli Waris Pekerja\u002FBuruh sampai dengan masa\nkerja sebagaimana ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor: 13 Tahun 2003 pasal\n166.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Severance given to his or her heirs as the period of employment as\nstipulated in Act No. 13 of 2003 Article 166.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpaytype\">\u003Cp>c.Santunan Kematian dari Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Death Compensation from the Company\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpay\">\u003Cp>2.Mendapatkan Jaminan Kematian yang diberikan oleh Badan Penyelenggara\nJaminan Sosial (BPJS) apabila sudah didaftarkan menjadi peserta.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Receive Death Compensation provided by the Social Assurance Agency (BPJS) if\nthe worker has already been registered as participant.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>Pasal 36 – Article 36 : Olahraga Dan Kesenian – Sports And Art\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha menyediakan fasilitas olahraga dan kesenian untuk seluruh\nPekerja\u002FBuruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Employer provides sports and arts facilities for all workers.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dalam halm Pekerja\u002FBuruh akan mengadakan kegiatan olahraga dan\u002Fatau\nkesenian, maka terlebih dahulu harus mengajukan proposal kepada pihak\nPengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>When workers will hold activities of sports and\u002For arts, they must first\nsubmit a proposal to the employer.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pelaksanaan kegiatan yang dimaksudkan dalam ayat (2) tersebut diatas,\nPerusahaan akan menanggung biaya kegiatan dan memberikan dispensasi waktu\nsecukupnya kepada panitia dan peserta kegiatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Implementation of the activities referred to in paragraph 2 above, the\nCompany will bear the cost of activities and give dispensation as long needed\nfor the committee and participants of the activities.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VIII – CHAPTER VIII : KESELAMATAN, KESEHATAN DAN PERLENGKAPAN KERJA -\nHEALTH, SAFETY AND WORK EQUIPMENT\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 37 – Article 37 : Keselamatan Dan Kesehatan Kerja – Occupational\nHealth And Safety\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetypolicy\">\u003Cp>1.Pengusaha dan Pekerja\u002FBuruh menyadari akan pentingnya masalah keselamatan\ndan kesehatan kerja, karenanya kedua belah pihak berusaha sedapat mungkin untuk\nmencegah dan menghindari kemungkinan timbulnya kecelakaan kerja dan sakit\nakibat hubungan kerja serta kebakaran yang dapat menimpa Pekerja\u002FBuruh dan\npengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Employers and Workers are aware of the importance of occupational safety and\nhealth, so both sides are trying as much as possible to prevent and avoid\npotential accidents and illness due to working relationships and fires that can\nhappen to Workers and employer.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Perusahaan melalui bagian HSE (Health, Safety and Environment) dan P2K3\n(Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja) memberikan petunjuk-petunjuk\ntentang hal-hal yang berkaitan dengan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>The company through the department of HSE (Health, Safety and Environment)\nand P2K3 (Committee for Occupational Safety and Health Trustee) gives\ninstructions on matters relating to Occupational Health and Safety (K3)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Perusahaan menyediakan alat-alat\u002FSarana K3 (Keselamatan dan Kesehatan\nKerja) yang memadai sebagai langkah pencegahan timbulnya kecelakaan kerja dan\npenyakit akibat kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>The company provides adequate K3 (Safety and Occupational Health) tools \u002F\nfacilities as a measure to prevent occupational accidents and occupational\ndiseases.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Selama menjalankan tugas, Pekerja\u002FBuruh wajib memakai atau menggunakan\nalat-alat\u002Fsarana K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) yang telah disediakan\noleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>When performing their job, Workers are required to wear or use the K3\n(Occupational Safety and Health) tools \u002F facilities provided by the Company.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Setiap Pekerja\u002FBuruh wajib menjaga keselamatan dirinya dan Pekerja\u002FBuruh\nlainnya, dan wajib memakai alat-alat keselamatan kerja yang telah disediakan\noleh Perusahaan serta mengikuti \u002F mematuhi ketentua-ketentuan mengenai\nkeselamatan kerja dan perlindungan kerja yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Every Worker is required to maintain the safety of themselves and other\nWorkers, and must wear safety equipment that has been provided by the Company\nas well as to follow \u002F comply with the provisions regarding the safety and\nprotection of the work force.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Apabila Pekerja\u002FBuruh menemui hal-hal yang dapat membahayakan terhadap\nkeselamatan Pekerja\u002FBuruh dan Perusahaan, harus segera melaporkan kepada\npimpinan\u002Fatasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>If a Worker finds the things that could endanger the safety of Workers and\nthe Company, he or she shall immediately report them to the leader \u002F\nsupervisor.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Diluar waktu kerja yang telah ditentukan oleh Perusahaan setiap\nPekerja\u002FBuruh tidak diperbolehkan memakai\u002Fmempergunakan, membawa pulang\nalat-alat atau perlengkapan kerja milik Perusahaan untuk keperluan pribadi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Beyond working hours which have been determined by the company, each worker\nis not allowed to wear \u002F use, bring home tools or work equipment owned by the\ncompany for personal use.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Pekerja\u002FBuruh harus bertanggung jawab menjaga dan memelihara fasilitas K3\n(Keselamatan dan Kesehatan Kerja) yang sudah ada.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Workers must be responsible to keep and maintain the existing K3\n(Occupational Health and Safety) facilities.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hiv\">\u003Cp>9.Perusahaan melalui bagian yang ditunjuk berkomitmen untuk melakukan\npenanggulangan dan pencegahan penyakit menular:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Company,through a designated section committed to the handling and\nprevention of infectious diseases:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Penyakit HIV (Human Immuno Deficiency Virus)\u002FAIDS (Acquired Immune\nDeficiency Syndrome).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>HIV (Human Immuno Deficiency Virus)\u002FAIDS (Acquired Immune Deficiency\nSyndrome).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Tuberculosis Atau TBC\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Tuberculosis Atau TBC\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>Pasal 38 – Article 38 : Perlengkapan Kerja – Work Equipment\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-protectiveclothing\">\u003Cp>1.Perusahaan menyediakan alat-alat perlengkapan kerja dan peralatan kerja\nserta alat pelindung diri yang disesuaikan dengan sifat pekerjaan masing-masing\nPekerja\u002FBuruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>The company provides working tools and equipment as well as personal\nprotective equipment in accordance with the nature of the job of each\nWorker.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja\u002FBuruh wajib memelihara peralatan kerja tersebut, serta memakai\nAlat Pelindung Diri yang disediakan oleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Workers are required to maintain the work equipment, and wear personal\nprotective equipment provided by the company.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Pengusaha menyediakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di tempat-tempat yang\nmudah dijangkau.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>The Employer provide Light Fire Extinguisher (APAR) in places easily\naccessible.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pengusaha mengadakan pemeriksaan secara periodic terhadap APAR agar dapat\ndigunakan setiap saat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Employer conducts periodic inspections of the fire extinguisher so that they\nare ready to be used at any time.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IX – CHAPTER IX : TATA TERTIB KERJA – WORKING RULES AND\nREGULATIONS\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 39 – Article 39 : Kewajiban Pekerja – Workers Obligations\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Setiap Pekerja\u002FBuruh yang datang ke perusahaan atau akan meninggalkan\nperusahaan diwajibkan untuk melewati pintu yang sudah ditentukan oleh petugas\nSatpam.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Every Worker who comes or leaves from the company is obliged to get through\nthe gate that has been determined by the security officer.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja\u002FBuruh yang membawa kendaraan wajib memarkirkan kendaraannya pada\ntempat yang ditentukan dan membawa kelengkapan surat-surat kendaraan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Workers who bring vehicles shall park them at the designated sites and bring\nthe vehicle registration.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Setiap Pekerja\u002FBuruh yang masuk atau keluar dari lingkungan Perusahaan\nwajib mengikuti pemeriksaan yang dilakukan petugas Satpam.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Every Worker who gets in or out of the Company is area must follow checking\nprocedure done by the security officer.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pekerja\u002FBuruh wajib berpakaian rapi ketika berada di lingkungan Perusahaan\n(menghindari pemakaian sandal, celana pendek, rok pendek, pakaian sobek-sobek,\natau pakaian yang tidak patut lainnya).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Workers are required to dress neatly when being in a Company area (not to\nwear slippers, shorts, short skirts, torn clothes, or other inappropriate\nclothing).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pekerja\u002FBuruh wajib melakukan absensi ata cekroll sendiri ditempat yang\ntelah ditentukan pada waktu datang dan pulang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Workers are obliged to record their own attendance or check-roll on the\ndesignated places at the on arriving and leaving time.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Pekerja\u002FBuruh wajib hadir ditempat kerja dan lingkungan pekerjaan pada\nwaktu yang sudah ditentukan (15 menit sebelum jam kerja)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Workers must be present at the workplace and work environment at the\ndetermined time\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Pekerja\u002FBuruh wajib mendapatkan izin terlebih dahulu apabila akan menerima\ntamu pribadi di lingkungan kerja dan apabila diizinkan maka hanya boleh menemui\ntamunya di tempat yang ditentukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Workers must obtain permission in advance if they want to receive personal\nguests in the work place and if permitted, they can only meet them at specified\nplace.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Setiap Pekerja\u002FBuruh wajib mengenakan kartu tanda pengenal selama berada\ndi lingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Every Worker must wear identification cards as long as they are in Company\narea.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Pekerja\u002FBuruh wajib memberitahukan terlebih dahulu minimal kepada\natasannya langsung karena tidak masuk kerja wajib menunjukkan bukti-bukti yang\nsah dan kuat pada saat hari pertamanya masuk kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Workers must obtain prior permission from his supervisor in charge if they\ncannot come to work for some reasons, except in case of emergency or urgent and\nobliged to show valid and strong evidence during his first day off work.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Pekerja\u002FBuruh wajib mendapatkan izin terlebih dari atasannya yang\nberwenang apabila akan datang terlambat atau meninggalkan pekerjaan sebelum\nwaktu pulang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Workers must obtain prior permission from his supervisor in charge if they\nwill come to work late or leave the work early.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11.Pekerja\u002FBuruh yang tidak masuk kerja karena alasan sakit diharuskan\nmenyerahkan surat keterangan sakit yang sah dari Dokter pada hari pertama\nPekerja\u002FBuruh masuk bekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Workers who are absent from work due to illness must submit a valid\ndoctor’s note.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12.Pekerja\u002FBuruh wajib berada di tempat kerjanya masing-masing dan\nmelaksanakan tugasnya dengan penuh tanggung jawab.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Workers shall be in their own workplace and perform their duties with full\nof responsibility.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13.Setiap Pekerja\u002FBuruh diwajibkan untuk menjaga dan memelihara peralatan\nkerja yang disediakan oleh Perusahaan dan barang-barang milik Perusahaan dengan\nsebaik-baiknya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Every worker is required to do the best to keep and maintain work equipment\nprovided by the companies and the goods belonging to the company.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14.Setiap Pekerja\u002FBuruh diwajibkan melaporkan kepada atasannya langsung atas\nkehilangan atau kerusakan kelengkapan serta peralatan milik Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Every worker is required to immediately report to his direct superior for\nloss or damage of working tools and equipment oned by the company.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15.Setiap Pekerja\u002FBuruh diwajibkan memberitahukan kepada HRD,\nselambat-lambatnya 1 (satu) minggu setiap ada perubahan yang berkenaan\ndengan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Every worker is required to notify the company not later than 1 (one) week\nof any changes which respect to:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Alamat tempat tinggal \u002F domisili\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Current residence\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Status Keluarga (Perkawinan, Kelahiran, Kematian)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Personal Status (marriage, birth, death)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Nomor telepon yang bisa dihubungi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Phone number active\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>16.Setiap Pekerja\u002FBuruh wajib menjaga nama baik Perusahaan serta senantiasa\nmemperhatikan kepentingan Perusahaan menurut kemampuannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Every Worker shall maintain the good name of the Company and always consider\nthe interests of the Company according to his ability.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>17.Setiap Pekerja\u002FBuruh wajib menjaga keselamatan dirinya dan Pekerja\u002FBuruh\nlainnya, serta wajib memakai peralatan keselamatan kerja yang disediakan\nperusahaan serta mengikuti atau mematuhi ketentuan tentang keselamatan kerja\ndan kesehatan kerja yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Every Worker is required to maintain the safety of themselves and other\nWorkers, and must wear safety equipment that has been provided by the company\nas well as to follow or comply with the provisions regarding the safety and\nprotection of the work force.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>18.Setiap Pekerja\u002FBuruh wajib memeriksakan semua peralatan kerja\nmasing-masing sehingga benar-benar tidak akan menimbulkan kerusakan atau bahaya\nyang akan mengganggu pekerjaannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Every Worker shall inspect all their own equipment so it definitely will not\ncause any damage or harm that should interfere with their job.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>19.Apabila Pekerja\u002FBuruh menemukan hal-hal yang dapat membahayakan terhadap\nkeselamatan kerja Pekerja\u002FBuruh, maka diwajibkan segera melapor kepada\natasannya langsung.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>When Workers find things that could endanger the safety Workers and Company,\nthey are obliged to report to their superiors.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>20.Setiap Pekerja\u002FBuruh wajib memelihara kebersihan dan kerapihan tempat\nkerja, alat-alat kerja dan lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Every Worker shall maintain the cleanliness and tidiness of the workplace,\nworking tools and company area.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>21.Setiap atasan diwajibkan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Every superior is obliged to:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Bersikap dan memperlakukan bawahannya sesuai dengan tugas yang ditentukan\noleh Perusahaan secara wajar, jujur, adil dan sopan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Behave and treat subordinates in accordance with the task defined by the\nCompany with fair, honest, proper and courteous.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Memberikan petunjuk dan bimbingan yang jelas kepada bawahannya mengenai\npekerjaan yang harus dilakukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Provide clear instructions and guidance to his subordinates about the job to\nbe done.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Memotivasi bawahannya agar kualitas dan kuantitas hasil kerjanya dapat\nditingkatkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Encourage or motivate subordinates so that the quality and quantity of their\nwork can be improved.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>22.Setiap bawahan diwajibkan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Every subordinate is obliged to:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Mematuhi perintah, petunjuk dan bimbingan atasannya yang berhubungan\ndengan tugas pekerjaannya secara sungguh-sungguh dengan sebaik-baiknya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Do the best to obey orders, instructions and guidance of his superior\nrelated to his or her task seriously.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Bersikap dan berlaku sopan dan wajar terhadap atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Be polite and appropriately respectful to his superiors.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 40 – Article 40 : Larangan – Prohibition\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Setiap Pekerja\u002FBuruh yang dilarang makan di area office, produksi, Gudang\nmaterial, Gudang barang jadi, dan\u002Fatau tempat lain yang dikhawatirkan dapat\nmembuat produk dan\u002Fatau material menjadi kotor &amp; jamur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Every worker is prohibited to eat in the production line, warehouse\nmaterials, finished good warehouse, and\u002For other places which is expected to\nturn products and\u002For materials to be dirty.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Setiap Pekerja\u002FBuruh dilarang memasukkan dan\u002Fatau menyimpan cairan kimia\nke dalam tempat yang tidak semestinya (kemasan bekas air minum dan lainnya)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Every worke is prohibited to fill in and\u002For keep chemical liquid in improper\ncontainer, such as used bottle of mineral water.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Setiap Pekerja\u002FBuruh dilarang berjualan di area Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Every worker is prohibited to do trading activities in workplace\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pekerja\u002FBuruh laki-laki dilarang berambut panjang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Men workers are prohibited to let their hair long so that it can be tied\nup\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Setiap Pekerja\u002FBuruh dilarang membuat coretan di area Perusahaan selain\nuntuk kepentingan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Every worker is prohibited from making graffiti and\u002For drawings on the\nworkplace except for the sake of the company.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Setiap Pekerja\u002FBuruh dilarang melakukan tindakan yang dapat menimbulkan\nkegaduhan atau keresahan di area kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Every work is prohibited to do any action that can create chaos or\nrestlessness in workplace area\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Setiap Pekerja\u002FBuruh dilarang meninggalkan area kerja atau melakukan\npekerjaan lain yang bukan menjadi tanggung jawabnya tanpa seizin atasannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Every worker is prohibited to leave the workplace area or to perform another\njob that is not his\u002Fher responsibility without permission from superior.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Setiap Pekerja\u002FBuruh dilarang mengambil foto atau merekam dalam bentuk\napapun di area Perusahaan tanpa seijin manajemen.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Every worker is prohibited to take photos or record in any form without\npermission from the production line leader or management.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Setiap Pekerja\u002FBuruh dialrang memperdebatkan hal-hal bersifat politik,\nagama, ras, suku, atau golongan sehingga menimbulkan keresahan ditempat\nkerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Every work is prohibited to debat any matters related to politics,\nreligions, race, ethics that can cause unrest in the workplace.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Setiap Pekerja\u002FBuruh dilarang memakai atau menggunakan alat-alat dan\nkelengkapan kerja milik perusahaan untuk kepentingan pribadi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Every worker is prohibited to wear or use working tools and equipment which\nbelong to the company for personal needs.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11.Setiap Pekerja\u002FBuruh dilarang membawa barang milik perusahaan dalam\nbentuk apapun keluar dari lingkungan Perusahaan tanpa dilengkapi dengan surat\nketerangan resmi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Every worker is prohibited to bring any kind of goods that belong to the\nCompany out of the workplace area without a valid statement letter.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12.Setiap Pekerja\u002FBuruh dilarang melakukan penipuan, pencurian, atau\npenggelapan barang dan\u002Fatau uang milik Perusahaan, milik teman sekerja atau\nmilik teman pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Every worker is prohibited to commit fraud, theft, or embezzlement of goods\nand\u002For money belonging to the company; co-worker or an employer’s friend.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13.Setiap Pekerja\u002FBuruh dilarang memberikan keterangan palsu atau yang\ndipalsukan sehingga merugikan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Every work is prohibited to provide false or falsified information that can\ninflict loss on the Company.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14.Setiap Pekerja\u002FBuruh dilarang mabuk, meminum minuman keras yang\nmemabukkan, memakai dan\u002Fatau mengedarkan narkotika, psikotropika, atau zat\nadiktif lainnya di area Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Every worker is prohibited to get drunk, drink intoxicating liquor, wear\nand\u002For distribute narcotics, psychotropic drugs, or other addictive substances\nin the workplace area.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15.Setiap Pekerja\u002FBuruh dilarang merokok kecuali di area khusu yang telah\nditentukan oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Every worker is forbidden to smoke in designated areas for smoking band have\nbeen determined by the company\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>16.Setiap Pekerja\u002FBuruh dilarang melakukan perbuatan asusila, perjudian atau\nberkelahi di area perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Every worker is prohibited to engage in sexual misconduct, gamble or fight\nin the workplace area.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>17.Setiap Pekerja\u002FBuruh dilarang membawa senjata tanjam dan\u002Fatau senjata api\ndi lingkungan kerja tanpa adanya alasan atau keterangna yang dapat\ndibenarkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Every worker is prohibited to carry weapons and\u002For firearms in the workplace\nwithout any reason or explanation that can be justified.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-violence\">\u003Cp>18.Setiap Pekerja\u002FBuruh dilarang menyerang, menganiaya, mengancam, atau\nmengintimidasi teman sekerja atau Pengusaha di lingkungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Every work is prohibited to attack, persecute, threaten, or intimidate\nco-workers or employers in the workplace.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>19.Setiap Pekerja\u002FBuruh dilarang menghina secara kasar pengusaha, keluarga\npengusaha atau teman sekerja baik secara fisik atau mental.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Every worker is prohibited to roughly insult the employer, employer’s\nfamily or co-workers either physically or mentally.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sexualhar\">\u003Cp>20.Setiap Pekerja\u002FBuruh dilarang melakukan pelecehan di lingkungan\nperusahaan kepada teman sekerja atau pengusaha, baik pelecehan verbal atau\nseksual.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Every worker is prohibited to conduct harassment in workplace area toward\nco-worker or employer, either verbal or sexual harassment.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>21.Setiap Pekerja\u002FBuruh dilarang membujuk teman sekerja atau pengusaha untuk\nmelakukan perbuatan yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Every worker is prohibited to persuade co-workers or employers to commit\nacts contrary to the laws and regulations.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>22.Setiap Pekerja\u002FBuruh dilarang dengan ceroboh atau sengaja merusak atau\nmembiarkan dalam keadaan bahaya barang milik perusahaan yang dapat menimbulkan\nkerugian perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Every worker is prohibited to cause damage toward company’s goods either\ncarelessly or intentionally or to let them in danger of that cause loss the\ncompany.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>23.Setiap Pekerja\u002FBuruh dilarang dengan ceroboh atau sengaja membiarkan\ndiri, teman sekerja atau pengusaha dalam keadaan bahaya di tempat kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Every Worker is prohibited by carelessly or intentionally to allow\nthemselves, co-workers or employers in a dangerous condition in the\nworkplace.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>24.Setiap Pekerja\u002FBuruh dilarang membongkar atau membocorkan rahasia\nPerusahaan yang seharusnya dirahasiakan kecuali untuk kepentingan negara.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Every Worker is prohibited to spread out or leak the Company secrets that\nshould be kept confidentially, except for the state's interest.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>25.Setiap Pekerja\u002FBuruh dilarang menerima suap baik langsung maupun tidak\nlangsung, merusak dan merugikan kepentingan atau nama baik Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Every Worker is prohibited to accept a bribe either directly or indirectly,\nit can break and inflict loss to the Company’s interests or reputation.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>26.Setiap Pekerja\u002FBuruh dilarang melakukan kerja ganda di Perusahaan\nlain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>27.Setiap pekerja\u002FBuruh dilarang merencanakan atau melakukan tindakan\nsabotase atau diidentifikasikan sebagai tindakan sabotase terhadap\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>28.Setiap Pekerja\u002FBuruh dilarang menyalahgunakan atau meminjamkan tanda\npengenal atau surat keterangan yang dikeluarkan oleh Perusahaan untuk\ndipergunakan oleh orang yang tidak berhak sehingga menimbulkan kerugian atau\nmerugikan nama baik perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 41 – Article 41 : Aturan Kedisiplinan – Rules Of Discipline\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha dan Serikat Pekerja\u002FBuruh menyadari bahwa dalam rangka pembinaan\nmoral dan disiplin kerja yang baik demi terciptanya efisiensi kerja maka\ndiperlukan adanya aturan kedisiplinan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Employers and Unions realize that in order to develop workplace morale and\ngood discipline and to achieve work efficiency, it is necessary to have\ndisciplinary rules.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dengan adanya aturan kedisiplinan ini dimaksud agar Pekerja\u002FBuruh dapat\nmemenuhi dan memahami ketentuan yang berlaku di Perusahaan yang apabila\ndilanggar akan dikenakan sanksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>The establishment of the rules is to enable Workers to meet and understand\nthe provisions in the Company which if they are violated will be subject to\nsanctions.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Selain tata tertib yang sudah ada pada Perjanjian Kerja Bersama ini maka\nsiapapun Pekerja\u002FBuruh atau Pengusaha tidak berhak membuat tata tertib secara\nsepihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Besides the existing rules in the Collective Bargaining Agreement, any\nWorker or Employer is not entitled to make their own rules.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Setiap sanksi mempunyai tingkatan yang berbeda sesuai dengan jenis atau\nberat ringannya pelanggaran yang dilakukan dengan tingkat masa berlakunya\nsetiap sanksi adalah sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Every sanction has a different level according to the type or severity of\nthe violation committed with the level of validity of each sanction as\nfollows:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Peringatan lisan : 2 (dua) bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Verbal Warning: 2 (two) months\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Surat Peringatan Pertama: 6 (enam) bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Warning Letter One: 6 (six) months\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Surat Peringatan Kedua: 6 (enam) bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Warning Letter Two: 6 (six) months\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Surat Peringatan Ketiga: 6 (enam) bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Warning Letter Three: 6 (six) months\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Termination (Lay Off)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pemberian sanksi tidak harus berurutan, melainkan tergantung pada\nfaktor-faktor sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Giving sanctions should not necessarily, in sequent, but it depends on the\nfollowing factors:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Macam pelanggaran yang terjadi didasarkan pada penilaian berat ringannya\npelanggaran tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Kinds of violations committed based on the severity of the violations.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Sering melakukan pelanggaran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Frequency (repetition) of the violation.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Situasi dan kondisi Pekerja\u002FBuruh pada saat melakukan pelanggaran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Situation and condition when violation is committed.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Tata Tertib\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Rules and regulations\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Unsur kesengajaan atau kelalaian\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Factor of intention or carelessness\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Bukti dan saksi yang diperlukan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Evidence and witness needed\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 42 – Article 42 : Macam-Macam Sanksi – Kinds Of Sanction\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Sanksi Teguran lisan diberikan kepada Pekerja\u002FBuruh yang melakukan\npelanggaran sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sanction of Verbal Warning is given to worker who commits violation of\nCompany’s rules and regulation as follows:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pekerja\u002FBuruh tidak melaksanakan tugas pada waktu yang telah\nditentukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Worker doesn’t perform job on the designated time\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pekerja\u002FBuruh tidak masuk tanpa meminta izin kepada atasannya langsung dan\nHRD\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Worker doesn’t come to work without permission to department head or HR\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Pekerja\u002FBuruh yang tidak mengenakan tanda pengenal yang telah diberikan\nPerusahaan selama berada di area perusahaan, kecuali bagian-bagian tertentu\nyang karena sifat pekerjaannya tidak memungkingkan untuk memakai tanda\npengenal.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Workers who do not wear the identification that has been given by the\ncompany while they are in the company area, except for certain parts which\nbecause of the nature of their work do not allow them to wear\nidentification.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Masuk atau keluar dari area perusahaan tidak melalui pintu gerbang yang\ntelah ditentukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Get in or out of the Company not through the determined gate.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Menerima tamu pribadi bukan di tempat yang telah ditentukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Receive personal guest not at the determined site\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Menghilangkan alat\u002Fperlengkapan kerja yang telah diberikan oleh\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Eliminating working tools or equipment given by the company.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Mengganggu ketenangan dan ketertiban dalam area Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Disturbing the peace and order in the workplace\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.Lalai pada waktu melakukan pekerjaan serta tidak menjaga keselamatan\ndirinya dan orang lain\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Negligent when performing a job and doesn’t keep the safety of themselves\nand others.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i.Kesalahan-kesalahan lain yang dinilai setara dengan pemberian teguran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Other faults that can be considered equivalent to verbal warning\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Sanksi Surat Peringatan (SP 1) diberikan kepada Pekerja\u002FBuruh yang\nmelakukan pelanggaran peraturan Perusahaan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sanctions for Warning Letter are given to Workers \u002F Laborers who violate the\nfollowing Company regulations:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Tidak mengenakan kartu tanda pengenal selama berada di area Perusahaan\ntanpa alasan yang wajar dan dapat dipertanggung jawabkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Doesn’t wear identification cards while in the Company area without a\nreasonable and justifiable reason.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.3 (tiga) kali terlambat masuk kerja lebih dari 5 (lima) menit atau 1\n(satu) kali lebih dari 15 (lima belas) menit tanpa alasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3 (three) times being late for work more than 5 (lina) minutes or 1 (one)\ntime more than 15 (fifteen) minutes without reason.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.2 (dua) hari dalam sebulan tidak masuk kerja karena alpa (mangkir)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Two days in one month doesn’t come to work without any acceptable\nreason\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Tidak melakukan absensi tanpa alasan yang sah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Doesn’t not record attendance by check roll\u002Fscan\u002Ffilling out attendance\nlist without any valid reason\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Tidak mengindahkan peraturan keselamatan dan kesehatan kerja maupun\nkebersihan yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Does not obey enacted regulations of occupational safety and and\ncleanliness.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Berada di area kerja bagian lain yang tidak ada hubungan dengan\npekerjaannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Be in another work area that has nothing to do with his job\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Melakukan kegiatan untuk kepentingan pribadi pada saat jam kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Performing activities for personal gain during working hours\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.Berjualan di tempat kerja atau area Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Doing trading activities in workplace or company area\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i.Membuat coretan di area Perusahaan selain untuk kepentingan Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Making graffiti and\u002For drawings on the workplace area which is not for the\nsake of the Company.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>j.Melakukan tukar\u002Fpindah shift dan\u002Fatau pindah bagian tanpa seizin atasannya\nlangsung\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Changing shift hour without permission from superior\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>k.Membuang sampah sembarangan di area Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Littering in the company area\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>l.Bagi Pekerja\u002FBuruh laki-laki yang berambut panjang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>For male worker who has long hair so it can be tied up\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>m.Mengganggu ketenangan dan membuat gaduh dalam area kerja sehingga\nmengganggu orang lain atau teman sekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Disturbing the quietness and making noise in the workplace area so that it\nbothers others or co-workers.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>n.Setiap Pekerja\u002FBuruh dilarang memasukkan dan\u002Fatau menyimpan cairan kimia\nke dalam tempat yang tidak semestinya (kemasan bekas air minum dan lainnya)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Every Worker is prohibited from entering and \u002F or storing chemical liquids\nin an improper place (used drinking water packaging and others)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>o.Setiap Pekerja\u002FBuruh dilarang mengambil foto atau merekam dalam bentuk\napapun di area Perusahaan tanpa seijin manajemen\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Every Worker is prohibited from taking photos or recording in any form in\nthe Company's premises without the permission of the management\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>p.Bagi Pekerja\u002FBuruh yang menggunakan peniti, jarum pentul, Bross dan\nsejenisnya yang berlogam \u002F metal.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>For Workers \u002F Laborers who use pins, pins, crossbars and the like with metal\n\u002F metal.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>q.Pekerja\u002FBuruh yang membawa keluar barang (komponen pendukung) tanpa seizin\natasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Workers who bring out goods (supporting components) without the permission\nof their superiors.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Sanksi Surat Peringatan Kedua (SP 2) diberikan kepada pekerja yang\nmelakukan pelanggaran sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sanctions for the Second Warning Letter are given to workers who commit\nviolations as follows:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Melakukan pelanggaran ulang terhadap tata tertib dan disiplin kerja yang\ndikenakan sanksi surat peringatan pertama dalam masa berlakunya SP 1\nsebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Repeating to commit other violations against rules and regulation which can\nbe penalized with Warning Letter One during the validity period of the previous\nWarning Letter One.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Tidur saat jam kerja di area Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sleeping during working hours or in workplace area\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.4 (empat) hari dalam sebulan tidak masuk kerja karena alpa (mangkir)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4 (four) days absent without valid reason in one month.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Tidak menghiraukan perintah resmi dari Perusahaan melalui atasan langsung\natau Pimpinan Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Does not obey official commands from company through direct superior or\ncompany leaders\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Melakukan kecerobohan atau kelalaian yang mengakibatkan kecelakaan kerja\natau mengakibatkan kerusakan barang-baran milik perusahaan dan\u002Fatau merugikan\nperusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Doing carelessness or negligence that may cause accidents or damage toward\nbelongings of the employer and\u002For inflict loss to the company\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Berkata kasar menghina atasan atau bawahan atau teman sekerja di area\nperusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Spelling harsh words, insulting superiors or subordinates or co-workers\nwithin the company\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Melakukan check roll \u002F pencatatan absensi milik orang lain atau meminta\norang lain untuk mengecek roll \u002F pencatatan absensi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Doing a check roll \u002F attendance record belonging to someone else or asking\nothers to check roll \u002F record attendance.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.Makan di line produksi, gudang material, gudang barang jadi, dan\u002Fatau\ntempat lain yang dikhawatirkan dapat membuat produk dan\u002Fatau material jadi\nkotor.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Eating in the production line, warehouse materials, finished goods\nwarehouse, and\u002For other places which could make products and\u002For materials\nbecome dirty.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i.Menolak pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas security.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Refusing to be checked by a security officer.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Sanksi Surat Peringatan Ketiga (SP 3) diberikan kepada pekerja yang\nmelakukan pelanggaran sebagai berikut;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sanctions for the Third Warning Letter are given to workers who commit\nviolations as follows:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Melakukan pelanggaran ulang terhadap tata tertib dan disiplin kerja dalam\nmasa berlakunya Surat Peringatan Pertama\u002FKedua\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Repeating to commit other violation against rules and regulation during the\nvalidity period of the Warning Letter one\u002Ftwo\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Menolak melakukan perintah kerja dari atasannya tanpa alasn yang sah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Refuse to perform\u002Fcarry out reasonable order from his\u002Fher superior without a\nvalid reason.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Membungakan uang (rentenir), menyuap, pemerasan serta pungutan liar di\narea Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Giving high loan interest (loan shark), bribe, blackmail and extortion\nwithin the Company\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Melakukan pekerjaan yang kurang hati-hati sehingga dapat menimbulkan\nkerusakan yang akan merugikan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Doing work carelessly caused detrimental damage to the company, so the\ncompany had to compensate for his\u002Fher carelessness to a third party.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Melakukan tindakan dengan sengaja memperlambat produksi sehingga\nmenimbulkan kerugian Perusahaan berupa material dan finansial\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perform an action to intentionally show down production, causing losses to\nthe Company in the form of material and financial\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Pekerja\u002FBuruh menolak mutasi yang telah ditentukan oleh Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Worker refuse to get transfer job that already decided by company\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Pekerja\u002FBuruh merokok bukan pada tempat yang telah ditentukan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Worker smokes not in the proper place\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Perusahaan dan Serikat Pekerja\u002FBuruh berupaya untuk menghindari Pemutusan\nHubungan Kerja (PHK dan mencoba untuk melakukan pembinaan lanjutan terhadap\nPekerja\u002FBuruh yang telah mendapatkan Surat Peringatan Ketiga (SP3) dengan cara\nsebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>The Company and Unions try to avoid Termination of Employment (dismissal)\nand try to carry out further coaching for Workers \u002F Laborers who have received\na Third Warning Certificate (SP 3) in the following ways:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Perusahaan memberikan kesempatan untuk melakukan pembinaan terakhir\nterhadap Pekerja\u002FBuruh yang telah melakukan pelanggaran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>The company provides an opportunity to conduct final improvement to the\nworkers who have committed violations or fault which is equivalent to Warning\nLetter Three\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pekerja\u002FBuruh membuat pernyataan secara tertulis untuk tidak mengulangi\nkesalahan atau pelanggaran yang sama dan\u002Fatau jenis pelanggaran yang termasuk\ndalam SP1, SP2 atau SP3, Surat Pernyataan tersebut berlaku selama Pekerja\u002FBuruh\nmasih bekerja di Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>The worker makes a statement in writing that he\u002Fshe will not repeat the same\nmistakes or violations and\u002For types of violations included in Warning Letter\n1\u002F2\u002F3\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Sanksi Pemutusan Hubungan Kerja Tanpa Pesangon diberikan kepada pekerja\nyang melakukan pelanggaran berat sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sanction of Termination without Severance is given to worker who who commits\nsevere violation as follows:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Mengambil\u002Fmenggelapkan barang\u002Fuang milik Perusahaan, milik teman sekerja\natau milik teman pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Taking\u002F embezzling goods\u002Fmoney belongs to the company, coworker or\nemployer’s friend.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Melakukan penganiayaan, mengancam secara fisik dan mental, menghina secara\nkasar pengusaha, keluarga pengusaha atau teman sekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Persecuted, threatened physically and mentally, violently insulted a\nbusinessman, entrepreneur's family or co-worker\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Membujuk pengusaha, keluarga pengusaha atau teman sekerja untuk melakukan\nsesuatu tindakan yang melanggar hukum atau melakukan kejahatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Persuading employers, family employers or co-workers to do something that\nviolates law or commits a crime\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Berjudi di area Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Gambling in company area\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Merusak barang milik Perusahaan atau dengan sengaja membiarkan dalam\nkeadaan bahaya barang milik perusahaan yang dapat menimbulkan kerugian bagi\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Damaging company property or deliberately leaving company property in danger\nwhich may cause harm to the company.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Melakukan perbuatan asusila atau termasuk dalam pelecehan seksual dan\nberkelahi di lingkungan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Committing immoral acts or including sexual harassment and fighting within\nthe company\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Menerima suap, imbalan, hadia baik langsung maupun tidak langsung yang\nkarena tugas dan jabatannya sehingga merusak dan merugikan kepentingan atau\nnama baik Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Accepting bribes, rewards, gifts, either directly or indirectly, which\nbecause of their duties and positions damages and harms the interests or good\nname of the Company.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.Melakukan kerja ganda di Perusahaan lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Performing multiple works in other companies without permission from\nmanagement.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i.Membongkar atau membocorkan rahasia Perusahaan atau mencemarkan nama baik\nPerusahaan atau keluarga pengusaha yang seharusnya dirahasiakan kecuali untuk\nkepentingan negara.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Disclosing or leaking company secrets or defaming the company or the\nbusinessmen's family which should be kept secret except for the interests of\nthe state.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>j.Merencanakan atau melakukan tindakan sabotase terhadap perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Planning or carrying out acts of sabotage against the company\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>k.Memberikan keterangan palsu atau yang dipalsukan atau memalsukan tanda\ntangan sehingga merugikan Perusahaan atau kepentingan negara.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Provide false or falsified information or falsify signatures so as to harm\nthe Company or the interests of the state.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>l.Membawa senjata tajam dan\u002Fatau senjata api sejenisnya ke dalam area\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Carrying weapons and \u002F or any kinds of firearms into the company area\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>m.Membawa, mengkonsumsi, memperdagangkan obat-obatan terlarang,\nmeminum-minuman keras baik diluar maupun di area Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Bringing, consuming, trafficking illegal drugs, drinking alcohol both\noutside and within the Company premises.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>n.Merokok di area perusahaan yang bukan pada tempatnya dan di area berbahaya\nyang dapat menimbulkan potensi kerugian Perusahaan (Area kimia, Ruang Genset,\nBoiler, Gudang barang jadi, Gudang Bahan baku, Toilet.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Smoking in company areas that are out of place and in dangerous areas that\ncan cause potential losses to the Company (Chemical area, generator room,\nboiler, finished goods warehouse, raw material warehouse, toilet.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Kesalahan berat sebagaimana dimaksud dalam ayah (6) harus didukung dengan\nbukti sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>The severe faults as mentioned in paragraph (6) must be supported by\nevidence as follows:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pekerja\u002FBuruh tertangkap tangan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>The worker is caught red-handed\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Ada pengakuan dari Pekerja\u002FBuruh yang bersangkutan atau;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>There is a confession from the concerned worker or;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Bukti lain berupa laporan kejadian yang dibuat oleh pohak yang berwenang\ndi Perusahaan yang bersangkutan dan didukung oleh sekurang-kurangnya 2 (dua)\norang saksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Other evidence in the form of incident reports made by the authorize the\nconcerned company, and are supported by at least two (2) witnesses.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Apabila ketentuan ayat 7 pasal ini tidak dapat dipenuhi, maka Pengusaha\ndapat melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada Pekerja\u002FBuruh setelah\nadanya keputusan pengadilan yang memiliki kekuatan hukum tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>If the provisions of paragraph 7 of this article cannot be fulfilled, then\nthe entrepreneur can terminate the Worker \u002F Laborer after a court decision has\npermanent legal force.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 43 – Article 43 : Pelaksanaan Pemberian Sanksi – Execution Of\nGiving Sanction\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Terhadap Pekerja\u002FBuruh yang sedang menjalani sanksi tindak disiplin tetapi\nmasih melakukan kembali suatu pelanggaran terhadap tata tertib kerja, maka\nkepada pekerja tersebut dikenakan sanksi yang tingkatannya lebih tinggi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Towards workers who are undergoing disciplinary sanction but still commit\nother violations against rules and regulations the workers shall be given a\nhigher level of sanction.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dalam hal masa berlakunya sanksi belum habis, terjadi pelanggaran terhadap\ntata tertib dan disiplin kerja, maka masa berlakunya sanksi baru dihitung sejak\ntanggal dikeluarkannya sanksi baru tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>If the validity of sanction is not expired there is another violation of the\nrules and regulations, the validity of the new sanctions is started from the\ndate of issuance of the new sanction.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB X – CHAPTER X : PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA – TERMINATION\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 44 – Article 44 : Umum – General\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pada dasarnya para pihak tidak menghendaki adanya Pemutusan Hubungan Kerja\n(PHK) dan sedapat mungkin mencegah terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja\n(PHK).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Basically the parties do not want termination and wherever possible to\nprevent the occurrence of worker lay-off\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number_1_tenure\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay1\">\u003Cp>2.Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) hanya dapat dilakukan dalam keadaan memaksa\ndan tidak dapat dihindari terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dengan\nmengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Termination can only be done in a state of forced and unavailable occurance\nof the termination by following the provisions of the legislation in force.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>Pasal 45 – Article 45 : Tata Cara Mengundurkan Diri – Rules To\nResign\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pekerja.Buruh yang mengundurkan diri dari Perusahaan harus mengajukan\nsurat permohonan pengunduran diri secara resmi, tertulis sekurang-kurangnya 2\n(dua) minggu sebelumnya kepada Pimpinan Perusahaan, Surat Pengalam Kerja \u002F\nSurat Keterangan Kerja diberikan 2 (dua) minggu sejak pengajuan Permohonan\nberikut pengembalian Inventaris kerja yang telah diberikan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Workers who resign from the company must submit a letter of resignation\nformally, in writing at least 2 (two) weeks prior to weeks after the\nresignation letter together with returning company inventarist\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja\u002FBuruh yang mengundurkan diri dari Perusahaan dengan masa kerja 3\n(tiga) tahun keatas mendapatkan haknya sesuai dengan uang perhargaan masa kerja\nyang diatur dalam pasal 156 ayat 3 Undang-Undang Nomor : 13 Tahun 2003\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Workers who resign from the company with terms of three (3) years or older\nget severance in accordance with provision in article 156, paragraph 3 of Act\nNo. 13 of 2003\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 46 – Article 46 : Pensiun – Pension\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pengusaha dapat melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada\nPekerja\u002FBuruh apabila pekerja sudah mencapai usia pension 55 (lima puluh lima)\ntahun dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003, Pasal 167, Sebagai\nBerikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>The employer may terminate the employment relationship (dismissal) to the\nworker if the worker has reached retirement age of 55 (Fifty-five) years old\nunder the provisions of Act No. 13 of 2003, Paragraph 167, as follows:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Apabila Pekerja\u002FBuruh sudah mencapai batas usia pensiun 55 (lima puluh\nlima) tahun Pekerja\u002FBuruh dan atau Pengusaha berhak mengajukan Pemutusan\nHubungan Kerja (PHK) karena pensiun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>If the worker has reached the retirement age limit of 55 (Fifty-five) years,\nthe worker and or employer are entitled to apply for Termination of Employment\ndue to retirement.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Terhadap Pekerja\u002FBuruh yang telah dipensiunkan tapi Perusahaan masih\nmembutuhkan tenaga dan pikirannya, maka pekerja tersebut dapat diperkerjakan\nkembali dengan mendapat fasilitas yang sama dengan dibuatkan perjanjian kerja\nyang baru.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Towards the worker who has retired but the company still needs his\u002Fher skill\nand thoughts, the worker may be employed again with the same facilities under\nnew new employment agreement.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XI – CHAPTER XI : PENYELESAIAN KELUH KESAH PEKERJA - HANDLING WORKERS\nGRIEVANCE\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 47 – Article 47 : Umum – General\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Sudah menjadi keinginan Pekerja\u002FBuruh, bahwa setiap keluh kesah\nPekerja\u002FBuruh diselesikan dengan seadil-adilnua dalam waktu secepat mungkin,\nkarenanya apabila seorang Pekerja\u002FBuruh atau sekelompok Pekerja\u002FBuruh\nmenganggap bahwa terhadapnya dipelakukan secara tidak adil atau tidak wajar,\nbertentangan dengan misi dan jiwa Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini, maka\nPekerja\u002FBuruh yang bersangkutan dapat menyampai kan keluh kesah dan\npengaduannya melalui tatacara penyampaian keluh kesah Pekerja\u002FBuruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>It has already been worker;s wishes, that every worker grievance resolved as\nfairly as possible in the shortest time, therefore, if a worker or group of\nworkers consider that they are being treated unfairly or unreasonably against\nthe content and the spirit of this Collective Bargaining Agreement, the\nconcerned workers can submit complaints and through the procedure of submitting\nworker’s grievance.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XII – CHAPTER XII : PENUTUP – CLOSING\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 48 – Article 48 : Pelaksanaan Pembuatan PKB – Execution Of Making\nCBA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini disesuaikan dengan Undang-Undang Nomor\n: 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan dan berlaku sah terkecuali ada\nketentuan lain yang bertentangan dengan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini maka\nbatal demi hukum.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>The Collective Bargaining Agreement is in line with the Act No. 13 of 2003\nconcerning labour agreements and should be enforceable unless there is a\nprovision in the Collective Bargaining Agreement that is considered null and\nvoid.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini menggantikan peraturan, perjanjian,\npersetujuan yang terdahulu yang pernah diadakan antara Perusahaan dengan\nSerikat Pekerja\u002FBuruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>This Collective Bargaining Agreement replaces the previous regulations,\nagreements, approvals which have ever been held between the Company and\nUnions.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Perusahaan membagikan buku Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini kepada\nseluruh Pekerja\u002FBuruh PT. Freetrend yang telah menjalani masa percobaan selama\n3 (tiga) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>The Company distributes the books of Collective Bargaining Agreement (CBA)\nto all workers of PT. Freetrend who have undergone probation period for three\n(3) months.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Demi pelaksanaan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini, maka pada waktu-waktu\ntertentu diadakan pertemuan antara Perusahaan dengan Serikat Pekerja\u002FBuruh\nuntuk mengadakan konsultasi, dan apabila timbul permasalahan mengenai\npelaksanaannya maka dibentuk suatu panitia kerja yang terdiri dari wakil-wakil\nkedua belah pihak untuk mengadakan pengecekan dan selanjutnya mengusahakan\npenyelesaiannya secara musyawarah untuk mufakat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>To monitor the implementation of this Collective Bargaining Agreement, at\ncertain times the meetings are held between the company and the unions to hold\na consultation, and if there are some problems aise regarding the\nimplementation a committee will be established consisting of representatives\nfrom both parties to conduct checks and further pursue completion by\ndeliberation and consensus.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Bila ada keinginan dari salah satu pihak untuk mengubah atau menambahkan\nisi Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini harus diberitahukan serta\ndimusyawarahkan antara kedua belah pihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>if there is a desire of either party to alter or add to the contents of this\nCollective Bargaining Agreement, the desire must be notified and discussed\nbetween the two sides.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 49 – Article 49 : Masa Berlaku Perjanjian Kerja Bersama - Validity\nOf The Collective Bargaining Agreement\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end\">\u003Cp>1.Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku sejak di tanda tangani untuk jangka\nwaktu selama 2 (dua) tahun dan mengikat kedua belah pihak.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>The Collective Bargaining Agreement is valid since it is signed for the\nperiod of 2 (two) years and binding on both parties.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini sebagaimana dimaksud pada ayat (1)\ndapat diperpanjang masa berlakunya paling lama 1 (satu) tahun berdasarkan\nkesepakatan tertulis antara Perusahaan dengan Serikat Pekerja\u002FBuruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>This Collective Bargaining Agreement as referred to in paragraph 1 may\nextend the validity for the longest period of 1 (one) year based on a written\nagreement between the Company and Unions.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Perundingan pembuatan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) berikutnya dimulai\npaling cepat 6 (enam) bulan sebelum berakhirnya Perjanjian Kerja Bersama yang\nsedang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>The next negotiation of the Collective Bargaining Agreement begins at a\nminimum of 6 (six) months before the expiration of the current Collective\nBargaining Agreement (CBA).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Dalam hal perundingan sebagaimana dimaksud pada ayat 3 (tiga) tidak\nmencapai kesepakatan, maka Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang sedang berlaku,\ntetap berlaku untuk paling lama 1 (satu) tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>If the negotiation as referred to in paragraph 3 (three) does not reach an\nagreement, the current Collective Bargaining Agreement, remains in force for a\nmaximum of 1 (one) year.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 50 – Article 50 : Peraturan Peralihan – Transition Rule\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Apabila Pengurus Serikat Pekerja\u002FBuruh PT. Freetrend dan pejabat yang\nditunjuk untuk mewakili Perusahaan yang membuat dan menada tangani Perjanjian\nKerja Bersama (PKB) ini mengundurkan diri, maka Perjanjian Kerja Bersama (PKB)\nini tetap berlaku sesuai dengan jangka waktu yang telah ditetapkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>If the committee of Labor Unions PT. Freetrend and officials appointed to\nrepresent the company that made and signed this Collective Bargaining Agreement\nremain in effect in accordance with a predetermined period of time.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Hal-hal yang tidak diatur didalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini\ntetapi tercantum dalam perjanjian kerja perorangan dinyatakan berlaku apabila\ntidak bertentangan dengan isi Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Things that are not regulated under the Collective Bargaining Agreement, but\nare listed in the Individual Employment Agreement declared valid if it is not\ncontrary to the contents of this Collective Bargaining Agreement.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Hal-hal yang tidak diatur didalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini akan\ndirunding-kan kemudian oleh kedua belah pihak atau berlaku sesuai peraturan\nnormative.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Matters that are not regulated in the Collective Bargaining Agreement will\nbe negotiated by two parties later or to be applied based on normative\nrules.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 51 – Article 51 : Subjek Perjanjian – Subject Of Agreement\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini berlaku bagi semua golongan\nPekerja\u002FBuru yang tercantum dalam perjanjian ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>This Collective Bargaining Agreement is applied to all levels of workers\nmentioned in this agreement.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini dibuat dalam rangkap 4 (empat) yang\nsama isinya dan mempunya kekuatan hokum yang sama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>This Agreement is made in four copies which have the same contents and have\nthe same legal force.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Dengan Segala doa dan puji syukur kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa,\nMaka Perjanjian Kerja Bersama ini telah dibuat dan disepakati oleh kedua belah\npihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>With all Prayer and gratitude to God Almighty, the Collective Bargaining\nAgreement has been made and agreed upon by both parties.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbasignsinglesignatory\">\u003Cp>Mengetahui\u002FMenyetujui\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Steven YEH\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Direktur\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Tim Perunding dan Perumus\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbamemother\">\u003Cp>Pihak Serikat Pekerja\u002FBuruh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ilo Illah \u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PSP SPN \u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Eli\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PSP SPN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Yuyun \u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PSP SPN \u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Noval Romdoni\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PSP SPN \u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ali Akbar \u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PSP SPN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Imron Suntoro\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PSP SPN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Deden S.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PSP SPN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Nani Supyani\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PSP SPN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Narma\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PSP SPN \u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pihak Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Brian Chen \u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Senior Manager\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Tino Soewarso\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>HR Manager\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Halim Purnomo \u003Cbr>\nPublic Relation\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Lukman Syakroni\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>HR IR\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>M. Satria Firdaus\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>GA Trans \u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Heri Rusmianto S E\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>HR IR\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>K. Chandra k \u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>GA Trans\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Hasby Amazone,BSc\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>HR IR\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Wiji Astuti\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>HR Admin &amp; Payroll\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\n",{"cbasignsinglesignatory":46,"cbamemother":50,"trainingprogrammes":54,"trainingfund":58,"pensionfund":62,"disabilityfund":66,"contractseverancepay1":68,"severance":72,"severance_number":74,"severance_number_1_tenure":76,"sicknesspay":78,"maxsicknesspay":82,"maxsicknesspayperc":84,"sicknessmaxdays":87,"contracttrial":91,"contracttrialperiod":95,"contractseverancepay":97,"sicknessmaxdaysnr":100,"menstruationleave":102,"disabilitypay":106,"healthcareaccess":109,"healthinsurance":113,"healthandsafetypolicy":117,"protectiveclothing":121,"hiv":125,"funeralpaytype":129,"funeralpay":133,"paidmaternityleave":137,"paidmaternityleaveduration":141,"paidmaternityleavepay":143,"paidmaternityleavepayperc":145,"maternityotherclause":147,"paidpaternityleave":151,"paidpaternityleaveduration":155,"paidpaternityleavepay":159,"paidpaternityleavepayperc":161,"deathrelatives":163,"deathrelativesleave":165,"sexualhar":169,"violence":173,"hourspday_select":177,"hourspday":181,"hourspweek_select":183,"hourspweek":185,"dayspweek_select":187,"dayspweek":189,"PAIDLEAV_trigger":191,"holidaysdays":195,"holidaysweeks":197,"bankholidays1":199,"holidaysfixed":203,"holidaysfixeddays":207,"SCHEDULE_trigger":209,"schedulesrestpw":213,"TRADEUNLEAV_trigger":215,"PAYSCALES_trigger":219,"LOWWAGE_trigger":223,"LOWWAGE_government":227,"LOWWAGE_provision":229,"lowwageperiod":231,"STRUCINCR_trigger":233,"ONCERISE_trigger":237,"incidentalbonustype2":241,"incidentalbonusperc1":245,"incidentalbonusdate":247,"NOCTPREM_trigger":251,"shiftallowancetype":255,"shiftallowanceamount1":257,"shiftallowancetype1":259,"OVERTIME_trigger":261,"overtimeallowancetype_general":265,"overtimeallowanceperc1_general":269,"overtimeallowancetype":273,"overtimeallowanceperc1":275,"SUNDAY_trigger":279,"sundayallowancetype":283,"sundayallowanceperc1":285,"commutingallowancetype":289,"commutingallowanceamount1":293,"SENIOR_trigger":297,"longserviceallowancetype":301,"longserviceallowanceamount1":303,"longserviceallowancetype1":305,"longserviceallowancetype2":307,"coverunion_trigger":309,"cbadate_end":313},{"bindId":47,"name":48,"text":49},"cbasignsinglesignatory","Mengetahui\u002FMenyetujui Steven YEH Direktu","Mengetahui\u002FMenyetujui\n\n\n\nSteven YEH\n\nDirektur",{"bindId":51,"name":52,"text":53},"cbamemother","Pihak Serikat Pekerja\u002FBuruh Ilo Illah PS","Pihak Serikat Pekerja\u002FBuruh\n\n\n\nIlo Illah \n\nPSP SPN \n\nEli\n\nPSP SPN\n\nYuyun \n\nPSP SPN \n\nNoval Romdoni\n\nPSP SPN \n\nAli Akbar \n\nPSP SPN\n\nImron Suntoro\n\nPSP SPN\n\nDeden S.\n\nPSP SPN\n\nNani Supyani\n\nPSP SPN\n\nNarma\n\nPSP SPN ",{"bindId":55,"name":56,"text":57},"trainingprogrammes","1.Dalam rangka meningkatkan keterampilan","1.Dalam rangka meningkatkan keterampilan, pengetahuan dan kemampuan\nPekerja\u002FBuruh untuk mempertinggi efisiensi dan produktivitas kerja serta dalam\nrangka mempersiapkan alih teknologi, Perusahaan akan melaksanakan program\nPendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan oleh Perusahaan sendiri ataupun\nLembaga-lembaga Pendidikan, baik di dalam maupun di luar negeri disesuaikan\ndengan kemampuan serta kebutuhan Perusahaan.",{"bindId":59,"name":60,"text":61},"trainingfund","2.Selama mengikuti pelatihan atas perint","2.Selama mengikuti pelatihan atas perintah Perusahaan dan untuk kepentingan\nPerusahaan semua biaya yang timbul menjadi tanggung jawab Perusahaan semua\nbiaya yang timbul menjadi tanggung jawab Perusahaan, kecuali pihak\npenyelenggara telah menyediakan biaya tersebut.",{"bindId":63,"name":64,"text":65},"pensionfund","1.Sesuai dengan Undang-Undang Nomor : 3 ","1.Sesuai dengan Undang-Undang Nomor : 3 Tahun 1992, tentang Jaminan Sosial\nTenaga Kerja, Peraturan Pemerintah Nomor : 14 Tahun 1993 dan perubahannya,\nserta Peraturan Presiden Nomor : 109 Tahun 2013 tentang Penahapan Kepesertaan\nProgram Jaminan Sosial Pasal 6 ayat 2 bahwa Perusahaan wajib mendaftarkan\npekerjanya kepada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan\nuntuk mengikuti program jaminan kecelakaan kerja, program jaminan hari tua,\nprogram jaminan pensiun, dan program jaminan kematian.",{"bindId":67,"name":64,"text":65},"disabilityfund",{"bindId":69,"name":70,"text":71},"contractseverancepay1","2.Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) hanya d","2.Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) hanya dapat dilakukan dalam keadaan memaksa\ndan tidak dapat dihindari terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dengan\nmengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.",{"bindId":73,"name":70,"text":71},"severance",{"bindId":75,"name":70,"text":71},"severance_number",{"bindId":77,"name":70,"text":71},"severance_number_1_tenure",{"bindId":79,"name":80,"text":81},"sicknesspay","2.Apabila Pekerja\u002FBuruh sakit dalam jang","2.Apabila Pekerja\u002FBuruh sakit dalam jangka waktu panjang menurut keterangan\nDokter, maka upahnya dibayar sesuai ketentuan berikut:\n\nWhen a worker is sick in the long term according to doctor’s note, the\nwages are paid in accordance with the following:\n\na.4 bulan pertama dibayar sebesar: 100% dari upah sebulan.\n\nThe first 4 months is paid as much as: 100% of monthly wage.\n\nb.4 bulan kedua dibayar sebesar: 75% dari upah sebulan.\n\nThe second 4 months is paid as much as: 75% of monthly wage.\n\nc.4 bulan ketiga dibayar sebesar: 50% dari upah sebulan.\n\nThe third 4 months is paid as much as: 50% of monthly wage.\n\nd.Untuk bulan selanjutnya dibayar 25% dari upah sebelum pemutusan hubungan\nkerja dilakukan oleh Pengusaha.\n\nFor the following months afterward is paid 25% (twenty five percent) of\nmonthly wage before termination is done by the employer.",{"bindId":83,"name":80,"text":81},"maxsicknesspay",{"bindId":85,"name":80,"text":86},"maxsicknesspayperc","2.Apabila Pekerja\u002FBuruh sakit dalam jangka waktu panjang menurut keterangan\nDokter, maka upahnya dibayar sesuai ketentuan berikut:\n\nWhen a worker is sick in the long term according to doctor’s note, the\nwages are paid in accordance with the following:\n\na.4 bulan pertama dibayar sebesar: 100% dari upah sebulan.\n\nThe first 4 months is paid as much as: 100% of monthly wage.\n\nb.4 bulan kedua dibayar sebesar: 75% dari upah sebulan.\n\nThe second 4 months is paid as much as: 75% of monthly wage.\n\nc.4 bulan ketiga dibayar sebesar: 50% dari upah sebulan.\n\nThe third 4 months is paid as much as: 50% of monthly wage.\n\nd.Untuk bulan selanjutnya dibayar 25% dari upah sebelum pemutusan hubungan\nkerja dilakukan oleh Pengusaha.",{"bindId":88,"name":89,"text":90},"sicknessmaxdays","3.Apabila setelah 12 (dua belas) bulan t","3.Apabila setelah 12 (dua belas) bulan ternyata Pekerja\u002FBuruh yang\nbersangkutan belum mampu untuk bekerja kembali, maka perusahaan dapat\nmemutuskan hubungan kerjanya dan dilaksanakan sesuai ketentuan\nperundang-undangan yang berlaku.\n\nIf after 12 (twelve) months the worker still cannot work, the company may\nterminate the employment which the implementation is done in accordance with\nthe applicable legislation.",{"bindId":92,"name":93,"text":94},"contracttrial","1.Harus bersedia menjalani masa percobaa","1.Harus bersedia menjalani masa percobaan selama 3 (tiga) bulan\n\nMust be wiling to undergo probation period for three (3) months.",{"bindId":96,"name":93,"text":94},"contracttrialperiod",{"bindId":98,"name":70,"text":99},"contractseverancepay","2.Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) hanya dapat dilakukan dalam keadaan memaksa\ndan tidak dapat dihindari terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dengan\nmengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.\n\nTermination can only be done in a state of forced and unavailable occurance\nof the termination by following the provisions of the legislation in force.",{"bindId":101,"name":89,"text":90},"sicknessmaxdaysnr",{"bindId":103,"name":104,"text":105},"menstruationleave","1.Pekerja\u002FBuruh perempuan yang dalam mas","1.Pekerja\u002FBuruh perempuan yang dalam masa haid merasakan sakit dan\nmemberitahukan kepada pengusaha, tidak wajib bekerja pada hari pertama dan\nkedua pada waktu haid.\n\nFemale workers who feel pain during their menstruation period and notify the\nemployer about this are not obliged to come to work on the first and second of\nmenstruation.",{"bindId":107,"name":64,"text":108},"disabilitypay","1.Sesuai dengan Undang-Undang Nomor : 3 Tahun 1992, tentang Jaminan Sosial\nTenaga Kerja, Peraturan Pemerintah Nomor : 14 Tahun 1993 dan perubahannya,\nserta Peraturan Presiden Nomor : 109 Tahun 2013 tentang Penahapan Kepesertaan\nProgram Jaminan Sosial Pasal 6 ayat 2 bahwa Perusahaan wajib mendaftarkan\npekerjanya kepada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan\nuntuk mengikuti program jaminan kecelakaan kerja, program jaminan hari tua,\nprogram jaminan pensiun, dan program jaminan kematian.\n\nIn accordance with the Law No. 3 In 1992, on Social Security of Labor,\nGovernment Regulation No. 14 of 1993 and amendments thereto, as well as\nPresidential Decree No. 109 of 2013 on the phasing in of Membership Social\nAssurance Program Article 6 paragraph 2 that the company is obliged to enroll\ntheir workers to the Social Assurance Agency (BPJS) Employment to joint the\nwork accident insurance program, program old age security program pension and\nlife insurance program.",{"bindId":110,"name":111,"text":112},"healthcareaccess","3.Bagi Pekerja\u002FBuruh yang dalam keadaan ","3.Bagi Pekerja\u002FBuruh yang dalam keadaan mendesak untuk memerlukan\npertolongan pengobatan\u002Fpertolongan pertama, Perusahaan menyediakan poliklinik\ndi dalam perusahaan.\n\nFor workers who are in urgent circumstances to require medical treatment \u002F\nfirst aid, the company provides a clinic in the company.",{"bindId":114,"name":115,"text":116},"healthinsurance","2.Untuk Jaminan Pemeliharaan Kesehatan, ","2.Untuk Jaminan Pemeliharaan Kesehatan, sesuai dengan Peraturan Presiden\nNomor : 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan yang telah diubah dengan\nPeraturan Presiden Nomor : 111 Tahun 2013, Perusahaan wajib mengikutsertakan\npekerjanya ke dalam program Jaminan Kesehatan yang diselenggarakan oleh Badan\nPenyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan paling lambat mulai tanggal 1\nJanuari 2015.\n\nFor health Insurance, in accordance with Presidential Decree No. 12 of 2013\nregarding Health Insurance as amended by Presidential Decree No. 111 of 2013,\nthe Company shall involve employee into health insurance programs organized by\nthe Social Assurance Agency (BPJS) Health program at the by the latest starting\nfrom January 1, 2015.",{"bindId":118,"name":119,"text":120},"healthandsafetypolicy","1.Pengusaha dan Pekerja\u002FBuruh menyadari ","1.Pengusaha dan Pekerja\u002FBuruh menyadari akan pentingnya masalah keselamatan\ndan kesehatan kerja, karenanya kedua belah pihak berusaha sedapat mungkin untuk\nmencegah dan menghindari kemungkinan timbulnya kecelakaan kerja dan sakit\nakibat hubungan kerja serta kebakaran yang dapat menimpa Pekerja\u002FBuruh dan\npengusaha.\n\nEmployers and Workers are aware of the importance of occupational safety and\nhealth, so both sides are trying as much as possible to prevent and avoid\npotential accidents and illness due to working relationships and fires that can\nhappen to Workers and employer.\n\n2.Perusahaan melalui bagian HSE (Health, Safety and Environment) dan P2K3\n(Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja) memberikan petunjuk-petunjuk\ntentang hal-hal yang berkaitan dengan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).\n\nThe company through the department of HSE (Health, Safety and Environment)\nand P2K3 (Committee for Occupational Safety and Health Trustee) gives\ninstructions on matters relating to Occupational Health and Safety (K3)\n\n3.Perusahaan menyediakan alat-alat\u002FSarana K3 (Keselamatan dan Kesehatan\nKerja) yang memadai sebagai langkah pencegahan timbulnya kecelakaan kerja dan\npenyakit akibat kerja.\n\nThe company provides adequate K3 (Safety and Occupational Health) tools \u002F\nfacilities as a measure to prevent occupational accidents and occupational\ndiseases.\n\n4.Selama menjalankan tugas, Pekerja\u002FBuruh wajib memakai atau menggunakan\nalat-alat\u002Fsarana K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) yang telah disediakan\noleh Perusahaan.\n\nWhen performing their job, Workers are required to wear or use the K3\n(Occupational Safety and Health) tools \u002F facilities provided by the Company.\n\n5.Setiap Pekerja\u002FBuruh wajib menjaga keselamatan dirinya dan Pekerja\u002FBuruh\nlainnya, dan wajib memakai alat-alat keselamatan kerja yang telah disediakan\noleh Perusahaan serta mengikuti \u002F mematuhi ketentua-ketentuan mengenai\nkeselamatan kerja dan perlindungan kerja yang berlaku.\n\nEvery Worker is required to maintain the safety of themselves and other\nWorkers, and must wear safety equipment that has been provided by the Company\nas well as to follow \u002F comply with the provisions regarding the safety and\nprotection of the work force.\n\n6.Apabila Pekerja\u002FBuruh menemui hal-hal yang dapat membahayakan terhadap\nkeselamatan Pekerja\u002FBuruh dan Perusahaan, harus segera melaporkan kepada\npimpinan\u002Fatasan.\n\nIf a Worker finds the things that could endanger the safety of Workers and\nthe Company, he or she shall immediately report them to the leader \u002F\nsupervisor.\n\n7.Diluar waktu kerja yang telah ditentukan oleh Perusahaan setiap\nPekerja\u002FBuruh tidak diperbolehkan memakai\u002Fmempergunakan, membawa pulang\nalat-alat atau perlengkapan kerja milik Perusahaan untuk keperluan pribadi.\n\nBeyond working hours which have been determined by the company, each worker\nis not allowed to wear \u002F use, bring home tools or work equipment owned by the\ncompany for personal use.\n\n8.Pekerja\u002FBuruh harus bertanggung jawab menjaga dan memelihara fasilitas K3\n(Keselamatan dan Kesehatan Kerja) yang sudah ada.\n\nWorkers must be responsible to keep and maintain the existing K3\n(Occupational Health and Safety) facilities.\n\n9.Perusahaan melalui bagian yang ditunjuk berkomitmen untuk melakukan\npenanggulangan dan pencegahan penyakit menular:\n\nCompany,through a designated section committed to the handling and\nprevention of infectious diseases:\n\na.Penyakit HIV (Human Immuno Deficiency Virus)\u002FAIDS (Acquired Immune\nDeficiency Syndrome).\n\nHIV (Human Immuno Deficiency Virus)\u002FAIDS (Acquired Immune Deficiency\nSyndrome).\n\nb.Tuberculosis Atau TBC\n\nTuberculosis Atau TBC",{"bindId":122,"name":123,"text":124},"protectiveclothing","1.Perusahaan menyediakan alat-alat perle","1.Perusahaan menyediakan alat-alat perlengkapan kerja dan peralatan kerja\nserta alat pelindung diri yang disesuaikan dengan sifat pekerjaan masing-masing\nPekerja\u002FBuruh.\n\nThe company provides working tools and equipment as well as personal\nprotective equipment in accordance with the nature of the job of each\nWorker.\n\n2.Pekerja\u002FBuruh wajib memelihara peralatan kerja tersebut, serta memakai\nAlat Pelindung Diri yang disediakan oleh Perusahaan.\n\nWorkers are required to maintain the work equipment, and wear personal\nprotective equipment provided by the company.",{"bindId":126,"name":127,"text":128},"hiv","9.Perusahaan melalui bagian yang ditunju","9.Perusahaan melalui bagian yang ditunjuk berkomitmen untuk melakukan\npenanggulangan dan pencegahan penyakit menular:\n\nCompany,through a designated section committed to the handling and\nprevention of infectious diseases:\n\na.Penyakit HIV (Human Immuno Deficiency Virus)\u002FAIDS (Acquired Immune\nDeficiency Syndrome).\n\nHIV (Human Immuno Deficiency Virus)\u002FAIDS (Acquired Immune Deficiency\nSyndrome).\n\nb.Tuberculosis Atau TBC\n\nTuberculosis Atau TBC",{"bindId":130,"name":131,"text":132},"funeralpaytype","c.Santunan Kematian dari Perusahaan. Dea","c.Santunan Kematian dari Perusahaan.\n\nDeath Compensation from the Company",{"bindId":134,"name":135,"text":136},"funeralpay","2.Mendapatkan Jaminan Kematian yang dibe","2.Mendapatkan Jaminan Kematian yang diberikan oleh Badan Penyelenggara\nJaminan Sosial (BPJS) apabila sudah didaftarkan menjadi peserta.\n\nReceive Death Compensation provided by the Social Assurance Agency (BPJS) if\nthe worker has already been registered as participant.",{"bindId":138,"name":139,"text":140},"paidmaternityleave","1.Setiap Pekerj\u002FBuruh perempuan berhak a","1.Setiap Pekerj\u002FBuruh perempuan berhak atas Cuti Hamil selama 3 (tiga) bulan\ndengan mendapatkan upah penuh dengan cara pengambilan 1,5 (satu setengah) bulan\nsebelum melahirkan dan 1,5 (satu setengah) bulan setelah melahirkan.\n\nFemale workers are entitled to a 3 (three) months period of maternity leave\nwith full wage under arrangement 1.5 (one-and-a-half) month before the time to\ngive birth to a baby and another 1.5 (one-and-a-half) month thereafter.",{"bindId":142,"name":139,"text":140},"paidmaternityleaveduration",{"bindId":144,"name":139,"text":140},"paidmaternityleavepay",{"bindId":146,"name":139,"text":140},"paidmaternityleavepayperc",{"bindId":148,"name":149,"text":150},"maternityotherclause","3.Pekerja\u002FBuruh yang mengalami gugur kan","3.Pekerja\u002FBuruh yang mengalami gugur kandungan berhak atas cuti selama 1.5\n(satu setengah) bulan terhitung mulai keguguran dengan disertai surat\nketerangan Dokter atau Bidan yang merawatnya.\n\nA female worker who has miscarriage is entitled to a period of rest of 1.5\n(one-and-a-half) months accompanied by the medical statement issued by\nobsetetrician or midwife.",{"bindId":152,"name":153,"text":154},"paidpaternityleave","1.Perusahaan memberikan ijin meninggalka","1.Perusahaan memberikan ijin meninggalkan pekerjaan kepada Pekerja\u002FBuruh\ndengan tetap mendapatkan upah berdasarkan ketentuan Undang-Undang Nomor 13\ntahun 2003, dalam hal sebagai berikut:\n\nThe Company grants permission to leave the job to worker with full wage\nunder the provisions of Act No. 13 of 2003, in terms of the following:\n\na.Pekerja\u002FBuruh menikah : 3 (tiga) hari\n\nWorkers Married: 3 (three) days\n\nb.Anak Pekerja\u002FBuruh dikhitan\u002Fdibaptis.menikah: 2 (dua) hari\n\nWorkers children to be circumcised\u002Fbaptized\u002Fmarried : 2 (two) days\n\nc.Istri Pekerja\u002FBuruh melahirkan \u002F gugur kandungan : 2 (dua) hari\n\nWorker’s wife gives birth to a baby or miscarries: 2 (two) days\n\nd.Suami\u002FIstri, orang tua, mertua, anak atau menantu\n\nmeninggal dunia: 2 (dua) hari\n\nSpouse, parent, parent in law, child, child in law\n\npassed away : 2 (two) days\n\ne.Saudara kandung meninggal dunia: 1 (satu) hari\n\nSibling passed away: 1 (one) days\n\nf.Anggota keluarga dalam satu rumah meninggal dunia: 1 (satu) hari\n\nFamily living in the same house passed away: 1 (one) days.",{"bindId":156,"name":157,"text":158},"paidpaternityleaveduration","c.Istri Pekerja\u002FBuruh melahirkan \u002F gugur","c.Istri Pekerja\u002FBuruh melahirkan \u002F gugur kandungan : 2 (dua) hari",{"bindId":160,"name":153,"text":154},"paidpaternityleavepay",{"bindId":162,"name":153,"text":154},"paidpaternityleavepayperc",{"bindId":164,"name":153,"text":154},"deathrelatives",{"bindId":166,"name":167,"text":168},"deathrelativesleave","d.Suami\u002FIstri, orang tua, mertua, anak a","d.Suami\u002FIstri, orang tua, mertua, anak atau menantu\n\nmeninggal dunia: 2 (dua) hari\n\nSpouse, parent, parent in law, child, child in law\n\npassed away : 2 (two) days\n\ne.Saudara kandung meninggal dunia: 1 (satu) hari\n\nSibling passed away: 1 (one) days\n\nf.Anggota keluarga dalam satu rumah meninggal dunia: 1 (satu) hari\n\nFamily living in the same house passed away: 1 (one) days.",{"bindId":170,"name":171,"text":172},"sexualhar","20.Setiap Pekerja\u002FBuruh dilarang melakuk","20.Setiap Pekerja\u002FBuruh dilarang melakukan pelecehan di lingkungan\nperusahaan kepada teman sekerja atau pengusaha, baik pelecehan verbal atau\nseksual.\n\nEvery worker is prohibited to conduct harassment in workplace area toward\nco-worker or employer, either verbal or sexual harassment.",{"bindId":174,"name":175,"text":176},"violence","18.Setiap Pekerja\u002FBuruh dilarang menyera","18.Setiap Pekerja\u002FBuruh dilarang menyerang, menganiaya, mengancam, atau\nmengintimidasi teman sekerja atau Pengusaha di lingkungan kerja.\n\nEvery work is prohibited to attack, persecute, threaten, or intimidate\nco-workers or employers in the workplace.",{"bindId":178,"name":179,"text":180},"hourspday_select","1.Jam kerja Perusahaan ditetapkan selama","1.Jam kerja Perusahaan ditetapkan selama 40 (empat puluh) jam seminggu atau\n8 (delapan) jam sehari untuk 5 (lima) hari kerja, dan 7 (tujuh) jam sehari\nuntuk 6 (enam) hari kerja seminggu.\n\nWorking hours in the Company is set for 40 (forty) hours a week or eight (8)\nhours a day for 5 (five) working days a week and 7 (seven) hours a day for 6\n(six) working days a week.",{"bindId":182,"name":179,"text":180},"hourspday",{"bindId":184,"name":179,"text":180},"hourspweek_select",{"bindId":186,"name":179,"text":180},"hourspweek",{"bindId":188,"name":179,"text":180},"dayspweek_select",{"bindId":190,"name":179,"text":180},"dayspweek",{"bindId":192,"name":193,"text":194},"PAIDLEAV_trigger","1.Setiap Pekerja\u002FBuruh yang telah bekerj","1.Setiap Pekerja\u002FBuruh yang telah bekerja selama 12 (dua belas) bulan berhak\natas cuti tahunan sebanyak 12 (dua belas) hari kerja dengan mendapatkan upah\npenuh.\n\nEvery worker who has worked for 12 (twelve) months is entitled to annual\nleave as many as 12 (twelve) working days with full wages.",{"bindId":196,"name":193,"text":194},"holidaysdays",{"bindId":198,"name":193,"text":194},"holidaysweeks",{"bindId":200,"name":201,"text":202},"bankholidays1","2.Pekerja\u002FBuruh juga dibebaskan dari pek","2.Pekerja\u002FBuruh juga dibebaskan dari pekerjaan pada hari libur resmi yang\nditetapkan oleh pemerintah\n\nWorkers are also released from their job on public holidays stated by\ngovernment.",{"bindId":204,"name":205,"text":206},"holidaysfixed","a.Cuti bersama pada Hari Raya Idul Fitri","a.Cuti bersama pada Hari Raya Idul Fitri selama maksimal 6 (enam) hari.\n\nMass Leave on Eid for a maximum of six (6) days.",{"bindId":208,"name":205,"text":206},"holidaysfixeddays",{"bindId":210,"name":211,"text":212},"SCHEDULE_trigger","1.Pada hari Sabtu dan\u002Fatau Minggu Pekerj","1.Pada hari Sabtu dan\u002Fatau Minggu Pekerja\u002FBuruh mendapat hari istirahat\nmingguan dan karenanya dibebaskan dari pekerjaan.\n\nOn Saturday and\u002For Sundays workers have weekly holiday and therefore they\nare releases from their job.",{"bindId":214,"name":211,"text":212},"schedulesrestpw",{"bindId":216,"name":217,"text":218},"TRADEUNLEAV_trigger","1.Pengusaha membebastugaskan Ketua Serik","1.Pengusaha membebastugaskan Ketua Serikat Pekerja\u002FBuruh selama periode\nkepengurusan dari pekerjaannya untuk menjalankan kegiatan organisasi Serikat\nPekerja\u002FBuruh dengan tetap memberikan hak-hak yang biasa diterima kepada\npekerja yang bersangkutan sebagaimana tercantum dalam FOA protocol.\n\nEmployer releases the leader of the union from his job during the period of\nhis duty or the activities of the labor union but still provides rights which\nhave been received by the concerned worker as usual.\n\n2.Pengusaha membebastugaskan seluruh pengurus yang mendapat mandat untuk\nmenjalankan kegiatan Serikat Pekerja\u002FBuruh sesuai jadwal piket yang disepakati\noleh Serikat Pekerja\u002FBuruh dan Pengusaha.\n\nEmployer releases all committees who have been mandated to conduct unions\nactivity based the schedule of duty officer agreed by the labor Unions and\nEmployer.\n\n3.Pengusaha memberikan dispensasi kepada pengurus atau anggota Serikat\nPekerja\u002FBuruh dengan tetap mempertimbangkan kebutuhan produksi, serta tidak\nmengurangi hak-hak sebagai pekerja dalam hal-hal:\n\nEmployer gives dispensation to committee of union while still considering\nthe needs of production, and does not diminish the rights of the workers in\nthese matters:\n\na.Memenuhi undangan\u002Fpanggilan dari perangkat Organisasi Serikat\nPekerja\u002FBuruh.\n\nAttend the invitation\u002Fcall from the Organization of Labor Unions\n\nb.Menghadiri dan mengadakan Pendidikan dan seminar atau kegiatan sejenisnya\ndidalam atau diluar lingkungan perusahaan.\n\nAttend and follow education and seminars or similar activities within or\noutside the company area.\n\nc.Memenuhi undangan\u002Fpanggilan Instansi Pemerintah.\n\nAttend the invitation \u002F call from the Government.\n\nd.Perundingan dengan Perusahaan.\n\nHave negotiation with company\n\ne.Rapat-rapat Pengurus Serikat Pekerja\u002FBuruh\n\nHave union committee meeting",{"bindId":220,"name":221,"text":222},"PAYSCALES_trigger","1.Pengusaha menyusun struktur dan skala ","1.Pengusaha menyusun struktur dan skala upah dalam penetapan upah\nPekerja\u002FBuruh di Perusahaan yang diatur menurut status penggolongan\nPekerja\u002FBuruh.\n\nEmployers make salary structure and scale in determining worker’s wage in\na company arranged according to the classification level of workers.\n\n2.Penggolongan Pekerja\u002FBuruh sebagai dasar penetapan upah dibuat berdasarkan\njabatan, Pendidikan, keahlian, jenis pekerjaan, kondisi dari Pekerja\u002FBuruh yang\nbersangkutan.\n\nClassification level of workers as the basis of wage arrangement created\nbased on title, education, skills, job type, and performance of the concerned\nworkers.",{"bindId":224,"name":225,"text":226},"LOWWAGE_trigger","a.Perusahaan akan memberikan upah kepada","a.Perusahaan akan memberikan upah kepada Pekerja\u002FBuruh minimal sama besarnya\ndengan ketentuan\u002Fperaturan yang berlaku (UMK\u002FUMSK).\n\nThe company will provide a wage to the worker at least equal with the\nenacted provisions \u002F regulations (UMK\u002FUMSK).",{"bindId":228,"name":225,"text":226},"LOWWAGE_government",{"bindId":230,"name":225,"text":226},"LOWWAGE_provision",{"bindId":232,"name":225,"text":226},"lowwageperiod",{"bindId":234,"name":235,"text":236},"STRUCINCR_trigger","1.Kenaikan upah Pekerja\u002FBuruh diberikan ","1.Kenaikan upah Pekerja\u002FBuruh diberikan sekurang-kurangnya satu tahun sekali\nsecara periodic dengan ketentuan sebagai berikut:\n\nIncrease in wages given at least once a year periodically with the following\nconditions:\n\na.Perusahaan akan memberikan upah kepada Pekerja\u002FBuruh minimal sama besarnya\ndengan ketentuan\u002Fperaturan yang berlaku (UMK\u002FUMSK).\n\nThe company will provide a wage to the worker at least equal with the\nenacted provisions \u002F regulations (UMK\u002FUMSK).\n\nb.Bagi Pekerja\u002FBuruh yang memiliki jabatan tertentu dan mendapatkan upah\ndiatas upah minimum, maka kenaikan upahnya diatur melalui formula tertentu yang\nditetapkan oleh pengusaha.\n\nFor workers who have certain level and earn wages above the minimum wage,\nthe increase in wages is set by a formula decided by the employer.\n\nc.Kenaikan jabatan bagi Pekerja\u002FBuruh dilakukan setelah memperhatikan\nkemampuan\u002Fprestasi kerja, kondite kerja Pekerja\u002FBuruh yang bersangkutan.",{"bindId":238,"name":239,"text":240},"ONCERISE_trigger","1.Setiap Pekerja\u002FBuruh diberikan Tunjang","1.Setiap Pekerja\u002FBuruh diberikan Tunjangan Hari Raya (THR) sesuai dengan SK\nMenteri Tenaga Kerja RI nomor per-06\u002FMEN\u002F2016 tentang Tunjangan Hari Raya:\n\nEvery worker is given Feast Allowance (THR) in accordance with Decree of the\nMinister of Manpower Nomor 06 Tahun 2016 regarding Feast Allowance:",{"bindId":242,"name":243,"text":244},"incidentalbonustype2","a.Pekerja\u002FBuruh dengan masa kerja satu t","a.Pekerja\u002FBuruh dengan masa kerja satu tahun atau lebih berhak mendapatkan\nTHR sebesar 1 (satu) kali upah sebulan.\n\nWorkers with tenure of one year or more are entitled to Feast Allowance\n(THR) as much as one time of monthly wage.",{"bindId":246,"name":243,"text":244},"incidentalbonusperc1",{"bindId":248,"name":249,"text":250},"incidentalbonusdate","3.Tunjangan Hari Raya dibayarkan selamba","3.Tunjangan Hari Raya dibayarkan selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sebelum\nHari Raya Idul Fitri.",{"bindId":252,"name":253,"text":254},"NOCTPREM_trigger","4.Tunjangan shift diberikan kepada Peker","4.Tunjangan shift diberikan kepada Pekerja\u002FBuruh sesuai dengan tingkat\nkehadiran.\n\nFor shift allowance will be given to the workers based on the attendance\nrecord\n\na.Untuk 3 Shift :\n\nFor 3 Shift:\n\nShift 1: tidak dapat\n\nShift 1: not get\n\nShift 2: Rp 2.000,-\u002Fhari\n\nShift 2: Rp 2.000,-\u002Fdays\n\nShift 3: Rp 2.000,-\u002Fhari\n\nShift 3: Rp 2.000,-\u002Fdays\n\nb.Untuk 2 Shift:\n\nShift 1: tidak dapat\n\nShift 1: not get\n\nShift 2: Rp 2.000,-\u002Fhari\n\nShift 2: Rp 2.000,-\u002Fdays",{"bindId":256,"name":253,"text":254},"shiftallowancetype",{"bindId":258,"name":253,"text":254},"shiftallowanceamount1",{"bindId":260,"name":253,"text":254},"shiftallowancetype1",{"bindId":262,"name":263,"text":264},"OVERTIME_trigger","1.Perhitungan upah lembur diatur sesuai ","1.Perhitungan upah lembur diatur sesuai dengan ketentuan perundang-undangan\nyang berlaku, yaitu:\n\nCalculation of overtime wage is set in accordance with the provisions of the\napplicable legislation, as follows:",{"bindId":266,"name":267,"text":268},"overtimeallowancetype_general","a.Apabila kerja lembur dilakukan pada ha","a.Apabila kerja lembur dilakukan pada hari biasa:\n\nWhen overtime is done on normal working days:\n\nUpah lembur jam pertama dibayar: 1.5 x upah sejam\n\nOvertime wage for the first hour is paid: 1.5 x one hour wage\n\nUpah lembur jam kedua dan seterusnya dibayar: 2 x upah sejam\n\nOvertime wage for the second ours onward is paid: 2 x one hour wage",{"bindId":270,"name":271,"text":272},"overtimeallowanceperc1_general","Upah lembur jam pertama dibayar: 1.5 x u","Upah lembur jam pertama dibayar: 1.5 x upah sejam\n\nOvertime wage for the first hour is paid: 1.5 x one hour wage",{"bindId":274,"name":267,"text":268},"overtimeallowancetype",{"bindId":276,"name":277,"text":278},"overtimeallowanceperc1","Upah lembur jam kedua dan seterusnya dib","Upah lembur jam kedua dan seterusnya dibayar: 2 x upah sejam\n\nOvertime wage for the second ours onward is paid: 2 x one hour wage",{"bindId":280,"name":281,"text":282},"SUNDAY_trigger","b.Apabila kerja lembur dilakukan pada ha","b.Apabila kerja lembur dilakukan pada hari istirahat mingguan.hari libur\nresmi untuk 5 (lima) hari kerja:\n\nWhen overtime is done on holiday for five working days a week:\n\nUpah lembur jam pertama sampai kedelapan dibayar: 2 x upah sejam\n\nOvertime wage for the first until the eighth hours is paid: 2 x one hour\nwage\n\nUpah lembur jam ke Sembilan dibayar: 3 x upah sejam\n\nOvertime wage for the ninth hour is paid: 3 x one hour wage\n\nUpah lembur jam ke sepuluh dan seterusnya dibayar: 4 x upah sejam\n\nOvertime wage for the tenth hours onwards is paid: 4 x one hour wage",{"bindId":284,"name":281,"text":282},"sundayallowancetype",{"bindId":286,"name":287,"text":288},"sundayallowanceperc1","Upah lembur jam pertama sampai kedelapan","Upah lembur jam pertama sampai kedelapan dibayar: 2 x upah sejam\n\nOvertime wage for the first until the eighth hours is paid: 2 x one hour\nwage",{"bindId":290,"name":291,"text":292},"commutingallowancetype","3.Tunjangan uang transport Transportatio","3.Tunjangan uang transport\n\nTransportation Allowance\n\na.Tunjangan uang transport diberikan kepada Pekerja\u002FBuruh sebesar Rp 6.500,-\n(enam ribu lima ratus rupiah) setiap hari.\n\nTransportation allowance is given to worker as much as Rp 6.500,- (six\nthousand five hundred rupiahs) every day.",{"bindId":294,"name":295,"text":296},"commutingallowanceamount1","a.Tunjangan uang transport diberikan kep","a.Tunjangan uang transport diberikan kepada Pekerja\u002FBuruh sebesar Rp 6.500,-\n(enam ribu lima ratus rupiah) setiap hari.\n\nTransportation allowance is given to worker as much as Rp 6.500,- (six\nthousand five hundred rupiahs) every day.",{"bindId":298,"name":299,"text":300},"SENIOR_trigger","5.Tunjangan masa kerja (dibayar setiap b","5.Tunjangan masa kerja (dibayar setiap bulan) tanpa pengaruh tingkat\nkehadiran dan merupakan Tunjangan Tetap.\n\nYear of service allowance (paid every months) without attendance record\ninfluence and applied as fixed allowance.\n\n≥ 1 - 2 tahun: Rp 2.000,-\n\n≥ 1 – 2 years: Rp 2.000,-\n\n≥ 2 – 3 tahun: Rp 4.000,-\n\n≥ 2 – 3 years: Rp 4.000,-\n\n≥ 3 – 4 tahun: Rp 5.000,-\n\n≥ 3 – 4 years: Rp 5.000,-\n\n≥ 4 – 5 tahun: Rp 6.000,-\n\n≥ 4 – 5 years: Rp 6.000,-\n\n≥ 5 – 6 tahun: Rp 7.000,-\n\n≥ 5 – 6 years: Rp 7.000,-\n\n≥ 6 – 7 tahun: Rp 8.000,-\n\n≥ 6 – 7 years: Rp 8.000,-\n\n7 tahun ke atas: Rp 9.000,-\n\nAbove 7 years: Rp 9.000,-",{"bindId":302,"name":299,"text":300},"longserviceallowancetype",{"bindId":304,"name":299,"text":300},"longserviceallowanceamount1",{"bindId":306,"name":299,"text":300},"longserviceallowancetype1",{"bindId":308,"name":299,"text":300},"longserviceallowancetype2",{"bindId":310,"name":311,"text":312},"coverunion_trigger","1.Pengusaha dan Serikat Pekerja\u002FBuruh me","1.Pengusaha dan Serikat Pekerja\u002FBuruh menyetujui bahwa Perjanjian Kerja\nBersama ini berlaku dan mengikat bagi Pengusaha dan Pekerja PT. Freetrend.\n\nEmployers and unions agreed that the Collective Bargaining Agreement is\nvalid and binding for Employers and Workers of PT. Freetrend",{"bindId":314,"name":315,"text":316},"cbadate_end","1.Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku s","1.Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku sejak di tanda tangani untuk jangka\nwaktu selama 2 (dua) tahun dan mengikat kedua belah pihak.","\u003Chtml>\n\n    \u003Cdiv class=\"cobra-report\">\n\n        \u003Ch2>IDN PT. Freetrend - 2017\u003C\u002Fh2>\n\n        \u003Cdiv class=\"section general\">\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-start_date\">Tanggal dimulainya perjanjian: &rarr;&nbsp;2017-01-01\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-end_date\">Tanggal berakhirnya perjanjian: &rarr;&nbsp;2019-01-01\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \u003C!-- TODO: previous CBA logic -->\n            \u003C!-- TODO: status logic -->\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaratified\">Diratifikasi oleh: &rarr;&nbsp;Other\u003C\u002Fdiv>\n                \u003Cdiv id=\"display-cbaactorratified\">\n                    Diratifikasi pada: &rarr;&nbsp;Belum diratifikasi\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \n\n            \u003C!-- TODO: transnational_label, includingcountries_label, national_framework_label -->\n\n            \u003Cdiv id=\"display-SECTOR1\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Industri\u002Fpabrik pengolahan\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-FIRMPRI\">\n                Sektor publik\u002Fswasta: &rarr;&nbsp;In the private sector\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv>Disimpulkan oleh:\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1\">\n\n                \n                    \n                    \u003Cdiv>\n                        Nama perusahaan: &rarr;&nbsp;\n                        Freetrend\n                    \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1\">\n                Nama serikat pekerja: &rarr;&nbsp;\n\n                \n                    \n                    \u003Cspan>\n                        \n                    \u003C\u002Fspan>\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-casignemployees\">\n                Nama penandatangan dari pihak pekerja &rarr;&nbsp;Ilo Illah, Eli, Yuyun, Noval Romdoni, Ali Akbar, Imron Suntoro, Deden S, Nani Supyani, Narma \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section social-security-pensions\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SOCSEC_trigger\">JAMINAN SOSIAL DAN PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-pensionfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pensiun bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilityfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan cacat bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-unemploymentfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan pengangguran bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section training\">\n            \u003Ch3 id=\"display-TRAINING_trigger\">PELATIHAN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingprogrammes\">Program pelatihan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprenticeships\">Magang: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pelatihan bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section sickness-disability\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KONDISI SAKIT DAN DISABILITAS\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-maxsicknesspayperc\">\n                Maximum cuti sakit berbayar (untuk 6 bulan): &rarr;&nbsp;92&nbsp;%\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-sicknessmaxdaysnr\">\n                Maximum hari untuk cuti sakit berbayar: &rarr;&nbsp;365 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-longtermillness\">Ketentuan mengenai kembali bekerja setelah menderita penyakit jangka panjang, seperti penyakit kanker: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-menstruationleave\">Cuti haid berbayar: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilitypay\">Pembayaran gaji apabila tidak mampu bekerja dikarenakan kecelakaan kerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n\n        \u003Cdiv class=\"section health-medical-assistence\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA BANTUAN MEDIS\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccess\">Bantuan medis disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccessrelatives\">Bantuan medis bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurance\">Kontribusi pengusaha untuk asuransi kesehatan disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurancerelatives\">Asuransi kesehatan bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetypolicy\">Kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetytraining\">Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-protectiveclothing\">Pakaian\u002Falat pelindung diri disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-hivpolicy\">Pemeriksaan kesehatan secara berkala disediakan oleh pengusaha: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-monitoring\">Pengawasan permintaan musculoskeletal di tempat kerja, resiko professional dan\u002Fatau hubungan antara pekerjaan dan kesehatan: &rarr;&nbsp;The relationship between work and health, Employee involvement in the monitoring\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-funeralpay\">Bantuan duka\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-funeralpayamount\">\n                Minimum kontribusi pengusaha untuk penguburan\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section work-family-arrangements\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKFAM_trigger\">PENGATURAN ANTARA KERJA DAN KELUARGA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleaveduration\">\n                Cuti hamil berbayar: &rarr;&nbsp;13 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleavepayperc\">\n                Cuti hamil berbayar terbatas untuk: 100 % dari gaji pokok\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-jobsecuritymothers\">Jaminan tetap dapat bekerja setelah cuti hamil: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-maternitydiscrimination\">Larangan diskriminasi terkait kehamilan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-breastfeeding_dangerouswork\">Larangan mewajibkan pekerja yang sedang hamil atau menyusui untuk melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-riskassessment\">Penilaian resiko terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja yang sedang hamil atau menyusui di tempat kerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-alternatives\">Ketersediaan alternatif bagi pekerja hamil atau menyusui untuk tidak melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-timeoff\">Cuti untuk melakukan pemeriksaan pranatal: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningnonstandard\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempekerjakan pekerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningpromotion\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempromosikan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv> \n            \u003Cdiv id=\"display-nursingmothers\">Fasilitas untuk pekerja yang menyusui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcareprovision\">Pengusaha menyediakan fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcaresubsidy\">Pengusaha mensubsidi fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \u003Cdiv id=\"display-educationtuition\">Tunjangan\u002Fbantuan pendidikan bagi anak pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidpaternityleaveduration\">\n                Cuti ayah berbayar: &rarr;&nbsp;2 hari\n         \u003C\u002Fdiv>\n                        \u003Cdiv id=\"display-deathrelativesleave\">\n                Durasi cuti yang diberikan ketika ada anggota keluarga yang meninggal: &rarr;&nbsp;2 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n        \u003Cdiv class=\"section gender-equality-issues\">\n            \u003Ch3 id=\"display-GENEQ_trigger\">ISU KESETARAAN GENDER\u003C\u002Fh3>\n         \u003Cdiv id=\"display-eqpay\">Upah yang sama untuk pekerjaan yang sama nilainya: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n         \n         \u003Cdiv id=\"display-discrimination\">Klausal mengenai diskriminasi di tempat kerja &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-eqpromotion\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat promosi: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n        \u003Cdiv id=\"display-eqtraining\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat pelatihan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>     \n        \u003Cdiv id=\"display-eqofficer\">Kesetaraan gender dalam kepengurusan serikat pekerja di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-sexualhar\">Klausal mengenai pelecehan seksual di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violence\">Klausal mengenai kekerasan di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violenceleave\">Cuti khusus bagi pekerja yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-support_disabilities\">Dukungan bagi pekerja perempuan dengan disabilitas: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-equalitymonitoring\">Pengawasan kesetaraan gender: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n             \n         \u003C\u002Fdiv>\n         \n\n        \u003Cdiv class=\"section employment-contracts\">\n            \u003Ch3 id=\"display-EMPCONTR_trigger\">PERJANJIAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-contracttrialperiod\">\n                Durasi masa percobaan: &rarr;&nbsp;91 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\u003Cdiv id=\"display-severance_number\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;180&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-severance_number_1_tenure\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;60&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-part_time_excluded\">Pekerja paruh waktu tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-tempagency\">Ketentuan mengenai pekerja sementara: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprentices_excluded\">Pekerja magang tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-minijobs_excluded\">Pekerja mahasiswa tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section working-hours\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKHOURS_trigger\">JAM KERJA, JADWAL DAN LIBUR\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspday\">\n                Jam kerja per hari: &rarr;&nbsp;8.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspweek\">\n                Jam kerja per minggu: &rarr;&nbsp;40.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-dayspweek\">\n                Hari kerja per minggu: &rarr;&nbsp;5.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysdays\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;12.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysweeks\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;2.0 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysfixeddays\">\n                Hari tetap untuk cuti tahunan: &rarr;&nbsp;6.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-schedulesrestpw\"> Periode istrirahat setidaknya satu hari dalam seminggu disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-sundays_year\">\n                Jumlah maksimum hari minggu\u002Fhari libur nasional dalam setahun dimana pekerja harus\u002Fdapat bekerja: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n             \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-tradeunleavdays\">\n                Cuti berbayar untuk aktivitas serikat pekerja: &rarr;&nbsp; hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-FLEXWORK_trigger\"> Ketentuan mengenai pengaturan jadwal kerja yang fleksibel: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section wages\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WAGES_trigger\">PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-PAYSCALES_trigger\">\n                Upah ditentukan oleh skala upah: &rarr;&nbsp;Yes, but there are only indices (no wages)\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-LOWWAGE_government\"> \n            Ketentuan bahwa upah minimum yang ditentukan oleh pemerintah harus dihormati: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-lowwageperiod\">\n                Upah terendah disetujui per: &rarr;&nbsp;Months\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-lowwageamount\">\n                Upah terendah: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-COSTLIV_trigger\">Penyesuaian untuk kenaikan biaya kebutuhan hidup: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-STRUCINCR_trigger\">Kenaikan upah\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-ONCERISE_trigger\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali:\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-incidentalbonusperc1\">\n                    Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali: &rarr;&nbsp;100&nbsp;%\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-extrapayfirmperformance\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali dikarenakan performa perusahaan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-NOCTPREM_trigger\">Tunjangan shift untuk kerja sore atau malam\u003C\u002Fh4>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-shiftallowanceamount1\">\n                    Tunjangan shift untuk kerja sore atau malam: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;42000.0 per bulan\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \u003Cdiv id=\"display-shiftallowancetype1\">Tunjangan shift hanya untuk yang kerja malam: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-OVERTIME_trigger\">Upah lembur hari kerja\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-overtimeallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari kerja: &rarr;&nbsp;200 % dari gaji pokok\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SUNDAY_trigger\">Upah lembur hari Minggu\u002Flibur\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-sundayallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari Minggu\u002Flibur: &rarr;&nbsp;100&nbsp;%\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-COMMUTE_trigger\">Tunjangan transportasi\u003C\u002Fh4>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-commutingallowanceamount1\">\n                    Tunjangan transportasi: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;136500.0 per bulan\n                \u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SENIOR_trigger\">Tunjangan masa kerja\u003C\u002Fh4>\n\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-longserviceallowanceamount1\">\n                    Tunjangan masa kerja: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;2000.0 per bulan\n                \u003C\u002Fdiv>\n\n                \u003Cdiv id=\"display-longserviceallowancetype2\">\n                    Tunjangan masa kerja setelah: &rarr;&nbsp;1 masa kerja\n                \u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Ch4>Kupon makan\u003C\u002Fh4>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-MEALALL_trigger\">Tunjangan makan disediakan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-legalassistance_trigger\">\n                Bantuan hukum gratis: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n    \u003C\u002Fdiv>\n\n\u003C\u002Fhtml>\n",[],[],"collective_agreement",[322],{"title":39,"slug":34},[324],{"type":325,"data":326},"call_to_action_body_block",{"title":327,"description":328,"variant":329,"link":330},"Bandingkan Perjanjian Kerja Bersama","Bandingkan pasal-pasal dan topik dalam Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dengan Perjanjian Kerja Bersama di semua sektor kerja di Indonesia maupun negara-negara lainnya.","dark",{"title":327,"url":331,"description":327,"rel":332,"type":333},"\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fbandingkan-perjanjian-kerja-bersama","follow","internal",[335],{"type":325,"data":336},{"title":327,"description":328,"variant":329,"link":337},{"title":327,"url":331,"description":327,"rel":332,"type":333},[]]