[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"page:id-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-first-marine-seafoods-dengan-pk-fsb-kamiparho-ksbsi-pt-first-marine-seafoods-":3},{"id":4,"slug":5,"title":6,"short_title":7,"intro_text":8,"meta_description":9,"seo_title":9,"path":10,"content_type":11,"locale":12,"go_live_at":7,"first_published_at":13,"page_created_at":14,"published_at":13,"edit_url":15,"breadcrumbs":16,"seo":24,"data":32,"children":326,"content_type_view":327,"extra_breadcrumbs":328,"body":330,"body_blocks":341,"related_pages":345},3679,"perjanjian-kerja-bersama","Perjanjian Kerja Bersama",null,"\u003Cp>Beberapa pilihan Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dipublikasikan di sini. Anda dapat menemukan teks asli dari Perjanjian Kerja Bersama tersebut, membaca dan menelusuri per bab maupun pasal, menurut topik yang sedang Anda cari.\u003Cbr\u002F>\u003Cbr\u002F>Ketika Anda mengklik pada link Perjanjian Kerja Bersama, halaman akan terbuka: di kolom sebelah kiri pada halaman tersebut berisi teks asli, sedangkan di kolom sebelah kanan, Anda akan menemukan ringkasan dari ketentuan yang ada di Perjanjian Kerja Bersama tersebut.\u003Cbr\u002F>Serikat Buruh\u002FPekerja dan Asosiasi Pengusaha dari Indonesia memberikan kontribusi terhadap pengumpulan data Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>","","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama","collective_agreements.collectiveagreementoverview","id_ID","2025-08-15T13:01:11.360625+00:00","2026-04-02T08:44:09.692847+00:00","\u002Fcms\u002Fpages\u002F3679\u002Fedit\u002F",[17,20,23],{"title":18,"slug":19},"Indonesia","id-id",{"title":21,"slug":22},"Bekerja di Indonesia","bekerja-di-indonesia",{"title":6,"slug":5},{"title":6,"description":9,"image":25,"canonical":26,"robots":27,"og_type":28,"twitter_card":29,"locale":19,"created_at":30,"last_modified_at":31},"https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fmedia\u002Fimages\u002FSocial_media_preview_image_-_2025.2e16d0ba.fill-1200x630.png","https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002F","index, follow","website","summary_large_image","2025-08-15T15:01:11.360625+02:00","2026-04-02T10:44:09.828831+02:00",{"cba":33,"clauses":44,"details":324,"translations":325},{"id":34,"uid":35,"url":36,"name":37,"locale":12,"override_title":9,"title":38,"browser_title":39,"browser_description":40,"text":41},"perjanjian-kerja-bersama-antara-pt-first-marine-seafoods-dengan-pk-fsb-kamiparho-ksbsi-pt-first-marine-seafoods-","e66b511a-c5f1-11e3-a2e7-001e0bc20076","https:\u002F\u002Fcobra.wageindicator.org\u002Fcountries\u002Findonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-first-marine-seafoods-dengan-pk-fsb-kamiparho-ksbsi-pt-first-marine-seafoods-\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-first-marine-seafoods-dengan-pk-fsb-kamiparho-ksbsi-pt-first-marine-seafoods-\u002F","Perjanjian Kerja Bersama Antara PT. First Marine Seafoods Dengan PK FSB Kamiparho KSBSI PT. First Marine Seafoods  2012 - 2014","IDN PT. First Marine Seafoods - 2012","Indonesia - IDN PT. First Marine Seafoods - 2012","IDN PT. First Marine Seafoods - 2012 - Industri\u002Fpabrik pengolahan",{"name":42,"data":43},"14 - PKB PT First Marine Seafood 2012 - 2014.html","\n              \n              \n              \n              \n              \n              \u003C!--?xml version=\"1.0\" encoding=\"UTF-8\"?-->\n\n\n\n  \u003Cmeta http-equiv=\"content-type\" content=\"text\u002Fhtml; charset=UTF-8\">\n  \u003Ctitle>New\u003C\u002Ftitle>\n  \u003Cmeta name=\"generator\" content=\"Amaya, see http:\u002F\u002Fwww.w3.org\u002FAmaya\u002F\">\n\n\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch1>PERJANJIAN KERJA BERSAMA ANTARA : PT. FIRST MARINE SEAFOODS\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Ch1>DENGAN : PK FSB KAMIPARHO KSBSI PT. FIRST MARINE SEAFOODS\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Ch1>\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB I : KETENTUAN UMUM\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 1 : Istilah – Istilah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan adalah setiap usaha yang dijalankan dengan tujuan mencari\nkeuntungan atau tujuan lain baik milik swasta maupun pemerintah yang\nmempekerjakan seorang tenaga kerja atau lebih, dalam kesepakatan bersama ini\nadalah PT. FIRST MARINE SEAFOODS.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Majikan\u002FPengusaha :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Orang atau badan hukum yang menjalankan sesuatu usaha milik sendiri\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Orang atau badan hukum yang secara tersendiri menjalankan usaha bukan\nmiliknya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.FSB KAMIPARHO SBSI adalah Serikat Buruh yang telah diberitahukan\nkeberadaannya di Menteri Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Republik Indonesia\ndengan nomor : 415\u002FIV\u002FN\u002F2003, Sudinakertrans Jakarta Utara dengan No.\n542\u002FIII\u002FP\u002F2004.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pengurus Komisariat adalah anggota Serikat Buruh yang telah terpilih oleh\nanggota untuk memimpin Serikat Buruh sesuai dengan AD\u002FART organisasi yang\ndisahkan dengan Surat Keputusan oleh Dewan Pengurus Cabang FSB.KAMIPARHO\nSBSI.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Perjanjian Kerja Bersama yang kemudian disebut PKB adalah perjanjian\nantara Serikat Buruh dengan Majikan\u002FPengusaha sebagaimana dimaksud dalam UU No\n21 tahun 1954 tentang Perjanjian Buruh Jo. PERMENAKERTRANS No.\nPer.16\u002FMEN\u002FXI\u002F2011.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Perselisihan Perburuhan adalah pertentangan antara Serikat Buruh dengan\nMajikan\u002FPengusaha berhubungan dengan tidak adanya persamaan paham mengenai\nhubungan kerja, syarat-syarat kerja dan atau keadaan perburuhan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Buruh adalah orang yang melakukan pekerjaan kepada Majikan\u002FPengusaha guna\nmenghasilkan barang dan atau jasa dengan mendapatkan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Keluarga Buruh Pria :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Yang terdaftar pada register Perusahaan yaitu seorang istri dan 3 anak sah\nyang menjadi tanggungan buruh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Istri sah Buruh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Yang terdaftar pada register Perusahaan adalah seorang istri sah dari buruh\ndalam hal ini istri sah meninggal dunia\u002Fcerai resmi yang dapat dibuktikan\ndengan surat dari yang berwenang dan buruh menikah lagi secara resmi maka istri\nbaru tersebut diakui sebagai istri sah buruh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Anak Sah Buruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Yang terdaftar pada register Perusahaan adalah anak sah dari istri sah yang\nditanggung sepenuhnya oleh buruh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-equalityotherclause\">\u003Cp>8.Keluarga Buruh Wanita :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Seorang suami yang tidak bekerja yang disebabkan oleh cacat fisik atau\ncacat mental. dan dibuktikan dengan keterangan dari pejabat setempat, maka\nsuami tersebut dianggap menjadi beban buruh wanita dan diperhitungkan seperti\nbutir 8a.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Anak sah dari Buruh wanita yang berstatus janda atau suami sahnya tidak\ndapat bekerja karena cacat fisik atau cacat mental\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Ahli waris adalah keluarga atau orang yang ditunjuk buruh dengan mengisi\nformulir ahli waris, untuk menerima semua hak bila buruh tersebut meninggal\ndunia pada saat masih terikat Perjanjian Kerja dengan Pengusaha. Dalam hal\nburuh tidak mempunyai ahli waris maka penetapan ahli warisnya diatur menurut\nhukum waris yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Hari Kerja adalah jumlah hari kerja dalam satu bulan yang terhitung 25\nhari kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11.Waktu Kerja adalah untuk melakukan pekerjaan, dapat dilaksanakan pada\nsiang hari dan\u002Fatau malam hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Siang Hari adalah waktu antara pukul 06.00 sampai pukul 18.00\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Malam Hari adalah waktu antara pukul 18.00 sampai pukul 06.00\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12.Waktu shift Kerja adalah pergantian waktu kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13.Upah adalah suatu penerimaan sebagai imbalan dari pengusaha kepada buruh\nuntuk suatu pekerjaan atau dasar suatu Perjanjian kerja antara pengusaha dengan\nburuh termasuk tunjangan baik untuk buruh sendiri maupun keluarganya. (lihat PP\nNo.8 Tahun 1981 BAB I psl 1a).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14.Dinas luar adalah pekerjaan buruh yang harus dilakukan diluar\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15.Kepala bagian adalah orang yang diberi wewenang dan tanggung jawab pada\nbagian tertentu dan membawahi anak buah dengan pengangkatan SK serta\nbertanggung jawab kepada atasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>16.Kepala Regu (foreman) adalah orang yang diangkat melalui SK untuk\nmengawasi pada bagian tertentu dan bertanggung jawab kepada atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>17.Staf ialah buruh yang memiliki fungsi dan\u002Fatau aktifitas management\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 2 : Pihak- Pihak Yang Mengadakan Perjanjian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha yaitu PT. FIRST MARINE SEAFOODS dan unit\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Serikat Buruh yaitu FEDERASI SERIKAT BURUH SEKTOR KAMIPARHO SBSI.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 3 : Maksud Dan Tujuan Perjanjian Kerja Bersama (PKB)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Maksud dan tujuan perjanjian ini adalah untuk merumuskan secara jelas\nmengenai hak dan kewajiban Pengusaha, Serikat Buruh dan Buruh mengatur dan\nmenetapkan hubungan kerja syarat-syarat kerja yang baik dilingkungan\nperusahaan, serta memelihara kerja sama yang serasi dan harmonis antara\nPengusaha dan Buruh sesuai Peraturan perundang-undangan yang berlaku guna\nmeningkatkan produktivitas kerja dan memajukan perusahaan, sehingga kebutuhan\nhidup buruh yang layak\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 4 : Luasnya Perjanjian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.PKB ini mengatur tentang hak dan kewajiban kedua belah pihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-equalitydifferenttrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-equalityexcludedtrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-nursingexcludedtrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-nursingdifferenttrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-pregnancydifferenttrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-pregnancyexcludedtrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternitydifferenttrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityexcludedtrigger\">\u003Cp>2.PKB ini untuk mengikat Perusahaan-Perusahaan dan unit-unitnya serta\nkeseluruhan buruh PT. FIRST MARINE SEAFOODS, baik anggota Serikat Buruh maupun\nbukan anggota Serikat Buruh.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.PKB ini berlaku sampai masa berakhirnya walaupun penandatangannya telah\nberhenti, meninggal dunia dan atau pengalihan kepemilikan\u002Fsaham perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.PKB ini berlaku paling lama 2 (dua) tahun dan dapat diperpanjang untuk\njangka waktu 1 (satu) tahun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 5 : Kewajiban Pihak-Pihak Yang Mengadakan Perjanjian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha dan Serikat Buruh berkewajiban untuk memberitahukan dan\nmenjelaskan isi PKB pada buruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengusaha dan Serikat Buruh berkewajiban untuk mentaati isi PKB dan dapat\nmenegur pihak lain apabila tidak mengindahkan isi PKB.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB II : Pengakuan, Jaminan Dan Fsilitas Bagi Serikat Buruh\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 6 : Pengakuan Hak-Hak Pengusaha\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha mengakui bahwa Serikat Buruh yang terbentuk di PT. FIRST MARINE\nSEAFOODS sebagai badan\u002Forganisasi yang sah mewakili dan bertindak atas nama dan\nuntuk seluruh anggotanya yang mempunyai hubungan kerja dengan PT. FIRST MARINE\nSEAFOODS.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengurus komisariat FSB KAMIPARHO SBSI PT. FIRST MARINE SEAFOODS mengakui\nbahwa pimpinan perusahaan PT. FIRST MARINE SEAFOODS mempunyai hak untuk\nmemimpin, mengelola secara menyeluruh jalannya perusahaan, mengambil serta\nmenetapkan arah dan strategi Perusahaan, termasuk mengeluarkan\nkebijakan-kebijakan Perusahaan sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan\ndan undang-undang yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Serikat Buruh dan pengusaha bersepekat dan bertekad untuk bekerja sama\ndengan mengusahakan ketenangan usaha bagi perusahaan dan ketentraman kerja bagi\nsemua buruh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 7 : Jaminan Bagi Serikat Buruh Dan Hak Serikat Buruh\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha memberi ijin Serikat buruh untuk melakukan pertemuan-pertemuan\nrutin dengan anggota sepanjang tidak mengganggu aktifitas perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengusaha memberikan ijin kepada serikat buruh untuk melakukan pungutan\niuran anggota organisasi melalui check of system sebesar Rp. 10,000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Perusahaan tidak akan merintangi perkembangan Serikat Buruh dan sebaliknya\nSerikat Buruh akan memberikan bantuan dalam memelihara dan menjaga tata tertib\nperusahaan dalam meningkatkan produksi dan produktivitas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Apabila seorang pengurus\u002Fanggota Serikat Buruh dipilih menjadi pengurus\npada perangkat organisasi yang lebih tinggi, perusahaan akan memberikan\ndispensasi untuk kegiatan yang berkaitan dengan fungsinya sepanjang tidak\nmengganggu aktifitas perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pengusaha wajib memberikan dispensasi apabila ada tugas organisasi dan\natau panggilan pemerintah sesuai waktu yang diperlukan dengan ditandai surat\nketerangan dari instansi terkait, tanpa mengurangi upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Pengusaha memberikan dispensasi kepada 1 (satu) orang pengurus komisariat\nuntuk melaksanakan tugas-tugas rutin, maksimal setengah hari kerja mulai pukul\n13.00 WIB pemberian dispensasi ini tidak boleh disalahgunakan oleh Serikat\nBuruh untuk keperluan lain, seperti : istirahat, tidur atau menghindarkan\nkewajiban untuk bekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 8 : Fasilitas Bagi Serikat Buruh\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha menyediakan ruangan untuk Sekertariat serikat Buruh beserta\nperlengkapanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengusaha menyediakan papan pengumuman untuk menempel setiap informasi\nyang berkaitan dengan hubungan kerja dan perkembangan Serikat Buruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pengusaha meminjamkan ruang kantor (aula) untuk rapata anggota Serikat\nBuruh stelah pengurus melakukan permohonan secara tertulis.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 9 : Penyuluhan Hubungan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pengusaha dan Serikat Buruh saling bekerja sama melakukan penyuluhan\nhubungan kerja kepada buruh PT. FIRST MARINE SEAFOODS\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB III : Hubungan Kerja\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 10 : Penerimaan Tenaga Kerja Baru\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-EMPCONTR_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrialperiod\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrial\">\u003Cp>1.Calon buruh yang telah memenuhi persyaratan dan lulus tes yang diadakan\noleh perusahaan diterima sebagai buruh dngan masa percobaan 3 bulan terhitung\nsejak buruh mulai bekerja diperusahaan dan adanya masa percobaan harus\ndiberitahukan kepada buruh yang bersangkutan secara tertulis.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Selama masa percobaan masing-masing pihak dapat memutuskan hubungan kerja\ntanpa syarat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Seorang buruh yang telah menyelesaikan masa percobaanya selama 3 bulan\ndari mulai yang bersangkutan bekerja dengan baik, diangkat dengan surat SK\nsebagai buruh bulanan atau harian dan masa percobaan dihitung sebagai masa\nkerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 11 : Kesempatan Berkarir\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pengusaha memberikan kesempatan berkarier kepada semua buruh tanpa\nmembedakan suku, ras, agama dan jenis kelamin\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 12 : Pendidikan Dan Latihan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-TRAINING_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-trainingprogrammes\">\u003Cp>1.Pengusaha dan Serikat Buruh bekerjasama dalam mengadakan pendidikan dan\nlatihan, untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan buruh guna menunjang\nkinerja yang berkualitas.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-trainingfund\">\u003Cp>2.Biaya pendidikan dan pelatihan ditanggung oleh Perusahaan\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 13 : Mutasi Dan Prosedur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Demi kelancaran kegiatan perusahaan serta pendayahgunaan tenaga kerja,\npengusaha memiliki kewenangan penuh (hak preogratif) untuk menempatkan,\nmemutasikan dan memindahkan buruh untuk suatu jabatan\u002Fpekerjaan di PT. FIRST\nMARINE SEAFOODS dalam hal sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Bertambah pekerjaan disuatu tempat, dengan memperhatikan kecakapan,\nkemampuan dan loyalitas buruh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Apabila buruh menunjukan harapan untuk maju, maka sesuai dengan\nkemampuannya dia dapat dimutasikan untuk memberikan kesempatan kepadanya untuk\nmemperoleh posisi yang sesuai dengan kemampuanya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Buruh yang karena kesehatannya menurut keterangan dokter tidak\nmemungkinkan lagi bekerja dalam jabatan\u002Fpekerjaan yang didudukinya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Buruh yang tidak dapat menujukan kemampuannya dalam bertugas dan tanggung\njawab sesuai jabatannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Setiap terjadinnya mutasi\u002Fpemindahan ditetapkan dengan surat\nkeputusan\u002Fketetapan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Mutasi\u002Fpemindahan dalam pelaksanaanya tidak akan mengurangi hak buruh\nuntuk mendapatkan promosi dan kenaikan gaji yang telah diatur dalam Perjanjian\nKerja Bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Keberatan mutasi oleh Buruh dengan atau tanpa alasan yang dapat diterima\nakan diselesaikan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku, dapat di\nPHK dengan mendapatkan uang pesangon 1,5 (satu setengah) kali ketentuan pasal\n156 peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. 13\u002FMen.2003.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Bagi buruh yang dimutasikan harus diberitahukan terlebih dahulu secara\ntertulis sekurang-kurangnya 7 (tujuh) hari sebelum dimutasikan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 14 : Penilaian Prestasi Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Penilaian prestasi kerja dilakukan oleh Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Penilaian prestasi kerja didasarkan atas absensi, kecakapan kerja,\nkerajinan, masa kerja dan etika.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Evaluasi kerja dan konduite dilakukan minimal enam bulan sekali.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Hasil penelitian evaluasi prestasi kerja dan kondite akan mempengaruhi\nkarier, upah tahunan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Bagi Buruh yang berprestasi istimewa dan ada jabatan kosong, maka buruh\ntersebut dapat dipertimbangkan untuk dipromosikan ke jabatan yang lebih\ntinggi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Setiap tahun diadakan pemilihan buruh teladan dari seluruh buruh, dimana\nburuh tersebut dapat penghargaan dari pengusahan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Seluruh karyawan PT. FIRST MARINE SEAFOODS dibayarkan upah setiap bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 15 :Evaluasi Kerja Dan Promosi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Dalam pengangkatan\u002Fpengisian lowongan jabatan yang lebih tinggi, pengusaha\nakan memberikan perioritas jabatan kepada pekerja yang memenuhi persyaratan\njabatan untuk jabatan itu dengan memperhatikan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Masa Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pendidikan\u002FPengalaman Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Kemampuan, Potensi dan Prestasi Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Bilamana seorang buruh di promosikan untuk jabatan dan memerlukan\npenilaian atas kemampuannya pada jabatan itu, maka yang bersangkutan diangkat\nsebagai pejabat sementara selama 6 (enam) bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 16 : Tenaga Kerja Asing\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Tenaga Kerja Asing diperlukan untuk hal-hal yang sifatnya sementara.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Bagi tenaga kerja asing yang dipekerjakan di PT. FIRST MARINE SEAFOODS itu\nmenjadi tanggung jawab pengusaha sepanjang tidak merugikan buruh dan organisasi\nserikat buruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IV : Waktu Kerja, Istirahat Kerja Dan Lembur\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 17 : Hari Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-WORKHOURS_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek_select\">\u003Cp>1.Hari kerja adalah hari senin sampai sabtu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Hari kerja tidak boleh melebihi 6 (enam) hari dalam seminggu\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 18 : Jam Kerja, Istirahat Dan Shift Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday\">\u003Cp>1.Jam kerja dalam sehari tidak boleh melebihi 7 (tujuh) jam atau 40 (empat\npuluh) jam dalam seminggu.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Jam kerja biasa (senin-kamis) adalah jam 08.00 s\u002Fd 16.00.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Jam kerja hari terpendek (sabtu) adalah jam 08.00 s\u002Fd 14.00\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Hari biasa istirahat jam 12.00 s\u002Fd 13.00\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Hari jum’at istirahat jam 11.30 s\u002Fd 13.00 dan pulang jam 16.30\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Shift kerja adalah waktu kerja jam 16.00 s\u002Fd 24.00 dan 24.00 s\u002Fd 08.00 dan\n08.00 s\u002Fd 16.00\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Saat-saat memulai jam kerja, jam istirahat dan berakhirnya jam kerja\ndiberi isyarat dan bunyi sirene (bunyi bel jam 07.45 masuk, 12.00 istirahat,\n12.45 masuk, 16.00 pulang)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 19 : Lembur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause\" id=\"clause-shiftstype1\">\u003Cp>1.Kerja lembur adalah kerja yang dilakukan\u002Fdijalankan selebihnya dari am\nkerja dan hari kerja yang telah ditentukan (lebih dari 7 jam sehari dan 40 jam\nseminggu). Untuk pelaksanaan kerja lembur ini harus dengan surat perintah\nlembur yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pada dasarnya kerja lembur dilakukan buruh secara sukarela kecuali dalam\nhal :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Keadaan darurat atau apabila ada pekerjaan-pekerjaan yang jika tidak\nsegera ditangani untuk diselesaikan akan membahayakan keselamatan dan kesehatan\norang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Buruh yang terkena shift\u002Fberegu, terpaksa terus bekerja karena\npenggantinya belum\u002Ftidak masuk\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Adanya pekerjaan yang menumpuk dan perlu diselesaikan dengan segera dan\napabila ditunda dapat mengganggu kelancaran operasi perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 20 : Perhitungan Upah Lembur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-standbyallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-OVERTIME_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype1\">\u003Cp>1.Perhitungan upah lembur dihitung sesuai dengan ketentuan perundangan yang\nberlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Apabila kerja lembur dilakukan pada hari kerja biasa:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-standbyallowanceperc1\">\u003Cp>-Untuk jam lembur pertama dibayar sebesar 1 ½ x upah sejam\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>-Untuk jam lembur kedua dan selebihnya dibayar 2 x upah sejam.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SUNDAY_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowanceperc1\">\u003Cp>b.Apabila kerja lembur dilakukan pada hari istirahat mingguan atau hari\nlibur resmi :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Untuk setiap jam dalam batas 7 (tujuh) jam atau 5 (lima) jam apabila hari\nlibur tersebut jatuh pada hari kerja terpendek pada salah satu hari dalam 6\n(enam) hari kerja seminggu dibayar sebesar 2 x upah sejam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Untuk jam kerja pertama melebihi 7 (tujuh) jam atau 5 (lima) jam apabila\nhari libur tersebut jatuh pada hari kerja terpendek pada salah satu hari dalam\n6 (enam) hari kerja seminggu dibayar sebesar 3 x upah sejam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Untuk jam kerja kedua melebihi 7 (tujuh) jam atau 5 (lima) jam apabila hai\nlibur tersebut jatuh pada hari kerja terpendek pada salah satu har dalam 6\n(enam) hari kerja seminggu, dan seterusnya, dibayar sebesar 4 x upah sejam.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause\" id=\"clause-overtimeallowancetypeperiod\">\u003Cp>c.Perhitungan upah sejam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Untuk buruh bulanan : 1\u002F173 x upah pokok (upah pokok + Tj. Jabatan\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause\" id=\"clause-overtimeallowancetypeperiod\">\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause\" id=\"clause-overtimeallowancetypeperiod\">\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB V\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch2>PEMBEBASAN DARI KEWAJIBAN BEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 21 : Istirahat Mingguan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-schedulesrestpw\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SCHEDULE_trigger\">\u003Cp>Pengusaha diwajibkan memberian waktu untuk istirahat selama satu hari kepada\nburuh setelah bekerja selama 6 (enam) hari\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 22 : Hari Libur Resmi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-bankholidays1\">\u003Cp>1.Pada hari libur resmi\u002Fhari raya yang telah ditentukan oleh pemerintah,\nburuh dibebaskan dari pekerjaan dengan mendapatkan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Hari libur yang ditetapkan berdasarkan kebijaksanaan pimpinan perusahaan,\nburuh tetap mendapatkan upah penuh\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 23 : Cuti Tahunan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAIDLEAV_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysweeks\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysdays\">\u003Cp>1.Setiap buruh yang sudah bekerja selama 12 bulan berturut-turut wajib\nmendapatkan istirahat tahunan selama 12 hari.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Cuti tahunan tersebut dapat dibagi kedalam beberapa bagian asalkan dalam\nsatu bagian terdapat sekurang-kurangnya 6 (enam) hari secara terus menerus.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Permohonan istirahat tahunan sekurang-kurangnya telah diajukan 1 minggu\nsebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pengusaha tidak boleh mempersulit permohonan istirahat tahunan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Hak cuti gugur apabila dalam 6 bulan setelah lahirnya hak cuti yang baru\nburuh tidak menggunakan hak cutinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Pengusaha memberitahukan kapan waktu timbul dan habisnya istirahat tahunan\nkepada setiap buruh secara tertullis.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Apabila buruh yang akan mengambil cuti kebetulan sangat diperlukan oleh\nkarena pekerjaannya dan diminta untuk tetap kerja yang dapat berakibat hak\ncutinya hilang maka pengusaha memberikan pergantian uang cuti yang besarnya\nsesuai perhitungan lembur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 24 : Cuti Haid\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-menstruationleave\">\u003Cp>Cuti haid hanya diberikan kepada buruh perempuan yang benar-benar sedang\nhaid\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Buruh perempuan tidak diwajibkan bekerja pada hari pertama dan kedua waktu\nhaid dengan mendapatkan upah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Untuk dapat menggunakan hak cuti haid ini,buruh harus memberitahukan\nkepada perusahaan melalui bagian yang ditunjuk.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Cuti haid dapat diganti dengan perhitungan upah lembur apabila keduabelah\npihak setuju (pengusaha dan buruh ybs).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pengusaha tidak boleh menghalangi buruh untuk mengambil hak cuti haid\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 25 : Cuti Hamil\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleavepayperc\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleavepay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveall\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleave\">\u003Cp>1.Buruh perempuan yang sedang hamil berhak atas istirahat 1 ½ bulan sebelum\ndan 1 ½ bulan sesudah melahirkan dengan mendapatkan upah penuh\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Permohonan istirahat hamil diajukan kepada pihak pengusaha\nsekurang-kurangnya 7 (tujuh) hari sebelum waktu istirahat, dengan dilengkapi\nsurat keterangan dari dokter atau bidannya merawat yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Buruh perempuan yang mengalami keguguran\u002Fgugur kandungan, diberikan waktu\nistirahat selama 1 ½ bulan sejak gugur kandungan atau selama waktu didasarkan\nketerangan dokter, dengan upah penuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Permohonan cuti hamil harus diserahkan paling lambat 10 (sepuluh) hari\nsebelumnya dan untuk gugur kandungan paling lambat 3 (tiga) hari setelah gugur\nkandungan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Cuti yang bisa diambil sekaligus untuk masa 3 (tiga) bulan dapat diambil\npada saat buruh wanita tersebut akan melahirkan, menurut dokter kandungan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-alternatives\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-jobsecuritymothers\">\u003Cp>6.Terhadap buruh wanita yang sudah selesai menjalankan cuti hamil atau\nmelahirkan, pengusaha wajib mempekerjakan bueuh wanita tersebut pada tempat dan\njabatan yang sama tanpa mengurangi hak-haknya (per. Menaker No. 3\u002F1989 Pasal\n4)\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 26 : Cuti Sakit\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SICDIS_trigger\">\u003Cp>1.Buruh yang sedang menderita sakit tidak diwajibkan menjalankan pekerjaan\nselama jangka waktu yang dianjurkan oleh dokter dengan mendapatkan upah penuh,\ndengan disertakan surat keterangan dokter lengkap, dan surat keterangan lain\nyang sah sesuai dengan yang tercantum dikartu JPK, (SD tdk berlaku diluar\nJPKTK).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspayperc\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspaytype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdays\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdaysnr\">\u003Cp>2.Buruh yang menderita sakit berkepanjangan tetap mendapatkan upah dengan\nrincian sbb:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Empat bulan Pertama dibayar sebesar 100% dari upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Empat bulan Kedua dibayar sebesar 75% dari upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Empat bulan Ketiga dibayar sebesar 50% dari upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Untuk bulan selanjutnya dibayar sebesar 25% dari upah sebelum pemutusan\nhubungan kerja dilakukan oleh perusahaan\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pengusaha tidak diperbolehkan mempersulit mekanisme pembayaran upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Apabila 12 (dua belas) bulan berturut-turut pekerja yang bersangkutan juga\nbelum bisa melakukan tugasnya maka dapat diselesaikan hubungan kerjanya sesuai\nketentuan UU No. 13 tahun 2003 Jo UU No. 02 tahun 2004\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 27 : Ijin Meninggalkan Pekerjaan Dengan Mendapatkan Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Setelah 3 (tiga) jam jika mendapatkan ijin meninggalkan pekerjaan karena\nkeperluan mendadak dan dapat dipertanggung jawabkan maka pengusaha memberikan\nupah separuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-childcare\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleave\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleavepay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleavepayperc\">\u003Cp>2.Pengusaha diwajibkan memberikan ijin pada buruh dengan upah penuh apabila\n:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Buruh sendiri menikah\u002Fkawin 3 (tiga) hari kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Menyunatkan anaknya selama 2 (dua) hari kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Membaptis anak selama 2 (dua) hari kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-childcareleave\">\u003Cp>d.Anggota keluarga kecelakaan berat\u002Fsakit keras selama 2 (dua) hari kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Anggota keluarga meningal selama 2 (dua) hari kerja\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleaveduration\">\u003Cp>f.Istri melahirkan selama 2 (dua) hari kerja kecuali komplikasi\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>g.Menikahkan anak 2 (dua) hari kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.Bencana alam yang menyebabkan kerusakan harta benda buruh tersebut 2 (dua)\nhari kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i.Istri pertama keguguran 2 (dua) hari kerja dengan bukti yang sah (bukan\nkarena digugurkan\u002Faborsi)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>j.Buruh berobat memeriksakan kesehatan ke rumah sakit\u002Fdokter ijin ½ hari\ndengan bukti yang sah dengan ijin pimpinan perusahan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>k.Buruh yang mendadak sakit pada waktu bertugas, dan oleh petugas poliklinik\ndan kepala bagian\u002Fpersonalia yang bersangkutan diijinkan pulang (hanya untuk\nhari yang bersangkutan)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>l.Tetangga terdekat wafat dengan bukti yang sah 1 (satu) hari (dari RT)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>m.Memenuhi surat panggilan dari pengadilan negeri untuk persidangan,\ndiberikan ijin khusus selama beberapa jam atau hari disertai bukti yang\nautentic dari berwajib\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>n.Pengusaha wajib untuk tetap membayar upah kepada yang tidak dapat\nmenjalankan pekerjaanya karena memeuhi kewajiban ibadah menurut agamanya selama\nwaktu yang diperlukan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-timeoff\">\u003Cp>o.Buruh wanita hamil di ijinkan sebulan sekali untuk memeriksa ½ hari\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Permohonan ijin harus diajukan terlebih dahulu seminggu sebelumnya yaitu\n2a, b, c, dan g kecuali ayat 2d, e, f, j dan k dapat diberitahukan pada waktu\nkembali kerja dan dengan menunjukan bukti keterangan dari RT setempat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 28 : Ijin Meninggalkan Pekerjaan Tanpa Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityotherclause\">\u003Cp>Buruh perempuan memperpanjang cuti melahirkan setelah sampai pada batas\nwaktu maksimum 3 (tiga) hari. Dengan disertai keterangan yang sah (surat rawat\nsakit dari dokter dll).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch2>BAB VI : KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 29 : Prinsip – Prinsip K3\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetypolicy\">\u003Cp>1.Dalam melaksanakan kerja sehari – hari di tempat kerja keselamatan kerja\nwajib diperhatikan, yakni dengan menggunakan peralatan kerja yang baik dan\nwajar, sehingga kemungkinan kecelakaan kerja dapat dihindari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengusaha menyediakan alat-alat Penyelamat dan Perlindungan kerja yang\ndiperlukan oleh pekerja dalam melaksanakan tugasnya, dan wajib dipakai oleh\nburuh\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Buruh wajib memahami\u002Fmematuhi dan melaksanakan peraturan serta pedoman\noperasional pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja dengan sebaik-baiknya\njuga demi keselamatan diri, rekan sekerja serta lingkungan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Berhati-hati dalam melaksanakan setiap pekerjaan dan jika mengalami\nkesulitan atau tidak jelas harap bertanya pada atasannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Dilarang menjalankan dan\u002Fatau menghidupkan mesin tertentu sesuai dengan\nyang ditetapkan oleh atasan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Melaporkan setiap gejala lingkungan pabrik yang memungkinkan timbulnya\nkecelakaan kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Untuk meningkatkan keselamatan kerja buruh yang mendapatkan tugas dinas\nluar pengusaha wajib menyediakan transportasi yang layak\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 30 : Hygiene Perusahaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Bangunan perusahaan harus tetap bersih, penerangan cukup, suhu yang layak,\nterhindar dari debu, gas, uap, bau yang kurang enak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Bangunan harus terbuat dari bahan-bahan bangunan yang berkualitas dan\ntidak mudah runtuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pengusaha menyediakan kakus secukupnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Dinding kakus dan lantai kakus harus terbuat dari bahan yang mudah\ndibersikan dan tidak boleh ada kotoran yang menempel serta setiap hari harus\nada yang membersihkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Ditempat kerja yang dianggap perlu harus disediakan kamar mandi, tempat\ncuci muka dan tangan, tempat ludah dan tempat pakaian\u002Flocker menurut\nkepentingan masing-masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 31 : Pakaian Kerja Dan Sepatu Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.a. Baju, Masker, Topi 2 stel untuk 1 s\u002Fd 1 ½ tahun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Apron 1 buah untuk ½ tahun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Sepatu 1 pasang untuk 1 s\u002Fd 1 ½ tahun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Sarung Tangan 1 pasang untuk 1 bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Baju muslim untuk buruh perempuan yang memakai jilbab\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Buruh wajib memelihara dan menjaga dengan baik semua perlengkapan kerja\nyang digunakan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 32 : Perlengkapan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha wajib menyediakan perlengkapan dan alat-alat keselamatan kerja\nbagi buruh, sesuai dengan tempat dan pekerjaannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Bilamana ada perlengkapan dan alat-alat keselamatan kerja yang sudah tidak\nbisa lagi digunakan maka pihak perusahaan mengganti yang baru\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch2>BAB VII : PENGUPAHAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 33 : Pengertian Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-WAGES_trigger\">\u003Cp>Upah adalah gaji pokok, Tunjangan Tetap dan Tunjangan Tidak Tetap yang\ndibayarkan pada setiap buruh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Tunjangan Tetap : Upah Pokok + T. Jabatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Tunjangan Tidak Tetap : T. Makan, Premi hadir, Premi Shift, T.\nKeluarga,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perbedaan Masa Kerja\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 34 : Prinsip-Prinsip Dan Sasarannya\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Imbalan atas dasar tenaga dan jasa yang telah dilakukan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dasar Penetapan Upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Masa Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pendidikan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Prestasi Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Jabatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Status\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Pengalaman Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 36 : Komponen Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Upah Pokok\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Tunjangan Jabatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Tunjangan Makan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Premi Hadir\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Premi Shift\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Tunjangan Keluarga\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Perbedaan Masa Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 37 : Perbedaan Masa Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Seluruh Buruh PT. FIRST MARINE SEAFOODS, masa kerja dihitung sejak buruh\ntersebut masuk menjadi buruh PT HOTANJAYA GRAHA.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreaseamount1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-STRUCINCR_trigger\">\u003Cp>2.Untuk mengantisipasi perbedaan masa kerja, pengusaha menetapkan kenaikan\nupah Rp. 4,000,- per tahun\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 38 : Tunjangan Jabatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Yang berhak mendapat tunjangan jabatan adalah yang menduduki suatu jabatan\ntertentu dan bertanggung jawab serta memiliki kewenangan pada bagian tertentu\nserta memiliki anak buah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Tunjangan jabatan diberikan sesuai dengan jabatan yang ada pada struktur\norganisasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 39 : Tunjangan Keluarga\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Tunjangan Keluarga diberikan khusus untuk buruh laki-laki yang sudah\nberkeluarga dan janda yang mempunyai tanggungan (anak) sebesar Rp.\n30,000,-\u002Fbulan dan tidak mempengaruhi kehadiran serta bukan merupakan tunjangan\ntetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 40 : Uang Makan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-MEALALL_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-mealvouchersamount\">\u003Cp>1.Pengusaha memberikan uang makan sebesar Rp. 7,000,-\u002Fhari\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Bagi buruh yang kehadirannya tidak mencapai pukul 14.00 maka uang makannya\nakan diberikan setengah\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 41 : Tunjangan Transportasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan menyediakan sarana jemput transportasi bagi karyawan, dan\npengaturannya ditetapkan oleh perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 42 : Premi Hadir\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Premi hadir diberikan sebesar Rp. 50,000,- kepada buruh yang hadir penuh\ndalam 1 (satu) bulan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Hal-hal yang membuat gugurnya premi hadir antara lain :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Tidak hadir 1 hari dipotong 25% dari premi hadir\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Tidak hadir 2 hari dipotong 50% dari premi hadir\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Tidak hadir 3 hari dipotong 75% dari premi hadir\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Tidak hadir 4 hari dipotong 100% dari premi hadir\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 43 : Tunjangan Shift Murni\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Bagi buruh khusus yang bekerja berdasarkan shift maka pimpinan perusahaan\nmemberikan premi shift :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Untuk bagian mesin dan satpam Rp. 5000,- (shift 2 dan 3)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Untuk bagian produksi : shift 2 Rp. 5000,- shift 3 Rp. 7000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 44 : Premi Produksi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Diberikan sesuai dengan yang sudah berjalan selama ini\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 45 : Tunjangan Hari Raya\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE_trigger\">\u003Cp>1.Tunjangan Hari Raya (THR) diberikan kepada buruh dan dibayarkan pada hari\nRaya agama masing-masing\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Hari Raya Idul Fitri, bagi umat Islam.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Hari Raya Natal, bagi umat Khatolik dan Kristen Protestan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Hari Raya Waisak bagi umat Budha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Hari Raya Nyepi bagi umat Hindu\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype2\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusdays1\">\u003Cp>2.Besarnya pemberian THR adalah 1 bulan upah pokok ditambah tunjangan\ntetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Perhitungan THR adalah sesuai dengan PERMENAKER NO. PER-04MEN\u002F1994.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.THR diberikan paling lambat 2 minggu sebelum hari raya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Penambahan atas nilai THR diberikan tunjangan masa kerja sebesar Rp.\n11,000\u002Fthn.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 46 : Bonus Tahunan Dan Bingkisan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan memberikan uang bonus menurut keuntungan maksimal 100% upah\npokok.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Guna menghormati Hari Raya Keagamaan, pengusaha akan memberikan bingkisan\nkepada seluruh buruh sesuai dengan kemampuan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Aturan tekhnis pelaksanaan point 2 diatas ditetapkan oleh pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Bagi buruh yang telah mendapatkan surat peringatan akan mendapatkan\npotongan bonus yang diatur sbb :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.SP 1 Bonus di potong 5%\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.SP 2 Bonus di potong 10%\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.SP 3 Bonus di potong 15%\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 47 : Upah Minimum Propinsi\u002FUpah Minimum Sektor Propinsi (UMP \u002F\nUMSP)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause\" id=\"clause-COSTLIV_trigger\">\u003Cp>Apabila pemerintah menetapkan peraturan baru upah minimum propinsi dengan\nnilai nominal baru, maka perusahaan memberlakukan UMP baru sesuai dengan yang\nditetapkan Pemerintah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 48 : Kenaikan Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAYSCALES_period\">\u003Cp>1.Pengusaha memberikan kenaikan tahunan\u002Fberkala sekurang-kurangnya 1 (satu)\nkali dalam setahun (sesuai dengan SK Menteri Tenaga Kerja yang ditetapkan)\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Besarnya nilai kenaikan upah ditetapkan oleh Perusahaan dengan\nmemperhatikan Indeks Harga Konsumen (IHK) serta kondisi makro sosial saat\nitu\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pengusaha dapat memberikan kenaikan upah khusus secara individual yang\ndidasarkan atas prestasi yang cukup baik dari seorang buruh termasuk juga\ndidalamnya loyalitas serta pengabdiannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Ketentuan tersebut diatas berlaku bagi buruh yang upahnya diatas nilai\nupah minimum propinsi (UMP)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 49 : Tunjangan Bagi Buruh Yang Ditahan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Bagi buruh yang ditahan oleh pihak berwajib, diberikan bantuan kepada\nkeluarga dengan berdasarkan Permen Pasal 19 No 3\u002F1996\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VIII : PENGOBATAN DAN PERAWATAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 50 : Keluarga Berencana\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Program Keluarga Berencana (KB) adalah merupakan salah satu bagian untuk\nmenunjang peningkatan kesejahteraan buruh, untuk itu perlu adanya peran serta\nsecara aktif dari pihak buruh maupun perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Bahwa untuk pelaksanaan program KB diperusahaan perlu adanya unit\u002Fpersonal\nyang menanganinya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Untuk kelancaran program tersebut, perusahaan akan membantu sesuai dengan\nkemampuan yang ada\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IX : JAMINAN SOSIAL\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 51 : Jaminan Sosial (JAMSOSTEK)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-MEDICAL_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccess\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurance\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilitypay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SOCSEC_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-pensionfund\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilityfund\">\u003Cp>1.Pengusaha wajib mendaftarkan semua buruh PT FIRST MARINE SEAFOODS menjadi\nanggota Jamsostek.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengusaha wajib memasukan buruh pada program Jamsostek\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Jaminan Kematian (JK)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Tenaga Kerja (JPKTK)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Jaminan Hari Tua (JHT)\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>e.Kepada buruh yang belum mempunyai kartu JPKTK agar secepatnya mengumpulkan\ndata-data untuk pendaftaran program JPKTK paling lambat sebulan setelah\npenandatanganan PKB.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Ayat 2 a, b, c dan d mekanisme pengambilan iuran disesuaikan dengan UU no.\n3 tahun 1992\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB X : KESEJAHTERAAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 52 : Fasilitas Minum\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pengusaha wajib menyediakan air minum disetiap bagian\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 53 : Extra Fooding\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pengusaha memberikan kepada buruh Bag. K. Dingin, Glazing, Pembekuan berupa\ninsentif uang dingin sebesar Rp. 400,-\u002Fhari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 54 : Sumbangan Pernikahan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pengusaha memberikan sumbangan bagi buruh yang melangsungkan pernikahan\npertama sebesar Rp. 160,000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 55 : Sumbangan Uang Duka\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpay\">\u003Cp>1.Buruh yang meninggal dunia pihak pengusaha memberikan bantuan sumbangan\nsepantasnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Istri\u002Fsuami dan anak buruh yang meninggal dunia pengusaha memberikan\nbantuan sumbangan sebesar Rp. 210,000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Ayah dan ibu kandung\u002FMertua buruh, pengusaha memberikan bantuan sumbangan\nsebesar Rp. 160,000,-\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 56 : Sumbangan Bencana Alam\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pengusaha memberikan bantuan bencana alam bagi buruh yang mengalami musibah\ntersebut sebesar :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Musibah Banjir Rp. 160,000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Musibah kebakaran Rp. 200,000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 57 : Bantuan Pendidikan Sekolah Bagi Anak Buruh\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-educationtuition\">\u003Cp>Perusahaan memberikan bantuan pendidikan untuk anak yang berprestasi\nrangking 1 s\u002Fd 3, yang besarnya ditetapkan berdasarkan kebijakan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Rangking 1 sebesar Rp. 150,000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Rangking 2 sebesar Rp. 125,000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Rangking 3 sebesar Rp. 100,000,-\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 58 : Koperasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha dan Serikat Buruh membentuk Koperasi untuk kepentingan anggota,\ndan Pengusaha memberikan pinjaman sebagai modal awal yang besarnya ditentukan\noleh pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengusaha bersedia untuk melakukan pemotongan iuran wajib bagi anggota\nkoperasi melalui cek of system sebesar Rp. 25,000,-\u002Fbulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pengusaha memberikan dispensasi kepada 1 (satu) orang pengurus koperasi,\nuntuk kegiatan yang berkaitan dengan koperasi secara rutin setengah hari kerja\ndalam 1 (satu) bulan dengan meminta ijin sebelumnya kepada pimpinan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 59 : Rekreasi Dan Hiburan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Untuk mengurangi kejenuhan dalam bekerja, sebagai penyegaran dan sekaligus\nacara keluarga, pengusaha dapat mengadakan rekreasi ke lokasi wisata yang dapat\nditempuh dalam 1 hari pulang pergi atau mengadakan kegiatan didalam perusahaan\n1 (satu) tahun sekali dengan biaya ditanggung penuh oleh pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Bila kondisi dan situasi perusahaan tidak memungkinkan maka dibicarakan\ndengan Serikat Buruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 60 : Olah Raga Dan Kesenian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha bersama serikat buruh memberikan perhatian terhadap minat\nperkembagan olah raga serta kesenian bagi buruh yang disesuaikan dengan\nkemampuan pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Latihan olah raga dan kesenian diadakan dengan tidak menggangu\nkelangsungan kerja perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 61 : Penghargaan Masa Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pengusaha memberikan penghargaan kepada buruh yang telah mencapai masa\nkerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-12 tahun mendapatkan Emas 24 karat seberat 3 gram\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-17 tahun mendapatkan Emas 24 karat sebesar 5 gram\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 62 : Hak Menyusui Anak\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-nursingmothers\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-breastfeeding_workingtime\">\u003Cp>1.Buruh perempuan yang masih menyusui anaknya, berhak memperoleh kesempatan\nuntuk menyusui pada jam kerja tanpa mengurangi upah dengan catatan setelah\nsebelumnya memperoleh ijin.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternity_nursing_breaks_duration\">\u003Cp>2.Waktu menyusui tidak boleh lebih dari 30 menit.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pengusaha tidak boleh mempersulit buruh wanita yang hendak menyusui\nanaknya\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XI : TATA TERTIB KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 63 : Kewajiban Dasar Bagi Buruh\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Setiap buruh diwajibkan mencatat kartu kehadiran pada alat pencatat waktu\npada saat hadir atau pulang kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Setiap buruh wajib mentaati peraturan keselamatan kerja yang berlaku di\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Setiap buruh yang bekerja dibagian tertentu diwajibkan mengunakan\nperlengkapan perlindungan kerja selama jam kerja berlangsung.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Setiap buruh yang diberikan perlengkapan perlindungan kerja wajib\nmerawatnya dengan baik.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Setiap buruh yang mengetahui adanya gejala kecelakaan atau ancaman bahaya\nterhadap keselamatan kerja, wajib segera memberitahukan pada atasannya ybs.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Setiap buruh memakai pakaian seragam kerja, sepatu, topi, masker pada\nwaktu mulai bekerja sampai dengan jam kerja selesai, termasuk juga kerja\nlembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Setiap buruh harus cuci tangan terlebih dahulu, jika akan memulai kerja\ndengan air yang telah dicampur kaporit pada tempat-tempat yang telah\ntersedia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Setiap buruh harus memasukan\u002Fmencatatkan sendiri kartu kehadiran pada\nwaktu masuk dan keluar perusahaan dan tidak boleh membawa kartu hadir keluar\npabrik.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Setiap buruh diwajibkan melaksanakan tugas pekerjaannya dengan penuh rasa\ntanggung jawab.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Setiap buruh yang membawa kendaraan diwajibkan menaruh kendaraannya\nditempat yang telah tersedia\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11.Setiap buruh bersikap serta bertingkah laku sopan terhadap sesama buruh,\natasan, pimpinan perusahaan dan tamu serta saling menghormati sesama umat\nberagama\u002Faliran kepercayaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12.Setiap buruh ikut menjaga kebersihan lingkungan, tempat kerja, lingkungan\nperusahaan dan fasilitas umum lainnya (misalnya : mushola, kantin, kamar mandi,\nwc dsb.).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13.Setiap buruh wajib mejaga nama baik perusahaan serta mencegah hal-hal\nyang dapat merugikan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14.Setiap buruh yang sudah berada dalam lingkungan perusahaan dan kemudian\nkeluar untuk suatu keperluan, diwajibkan meminta surat ijin keluar dari kepala\nseksi masing-masing dan diketahui personalia untuk kemudian diserahkan kepada\nsatpam.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15.Setiap buruh bila saat dipandang perlu tanpa kecuali harus bersedia\ndiperiksa oleh pimpinan perusahaan, maupun oleh petugas yang berhak atau secara\nkhusus ditunjukan untuk melakukan itu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>16.Setiap buruh harus segera melapor pada pimpinan kerja atas kerusakan atau\nkehilangan perlengkapan\u002Fperalatan kerja atau harta milik perusahaan yang\nmenjadi tanggung jawabnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>17.Setiap buruh harus mengikuti prosedur kerja yang telah ditetapkan melalui\ninstruksi ataupun petunjuk dari pimpinan serta atasan langsung.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>18.Setiap buruh harus mengikuti setiap peraturan yang dikeluarkan oleh Badan\nPengelola Kawasan dan Dinas Perikanan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>19.Setiap buruh harus melaporkan kepada perusahaan tentang dirinya menderita\npenyakit parah yang dapat membahayakan\u002Fmenular pada buruh lainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>20.Setiap buruh harus memberitahukan kepada perusahaan apabila ada perubahan\nyang berkenaan status dirinya, keluarga, alamat dan tempat tinggal.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>21.Setiap buruh harus mentaati waktu kerja yang telah ditetapkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>22.Setiap buruh wajib memeriksa semua alat-alat kerjanya masing-masing\nsebelum dan sesudah melaksanakan pekerjaan\u002Fpulang kerja sehingga benar-benar\naman dan tidak akan menimbulkan kerusakan\u002Fbahaya yang dapat mengganggu\npekerjaan selanjutnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>23.Setiap buruh pada akhir hubungan kerja wajib menyerahkan dengan segera\nkepada perusahaan semua inventaris perusahaan baik diminta maupun tanpa\ndiminta.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>24.Dengan adanya sarana ibadah yang layak dilingkungan perusahaan maka\ndiwajibkan kepada seluruh pekerja untuk mempergunakan sholat lima waktunya\nse-efesien mungkin.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>25.Setiap buruh wajib bertanggung jawab atas tugas dan bagiannya yang telah\ndipercayakan\u002Fdiperintahkan baik secara lisan maupun tertulis kepada yang\nbersangkutan dan apabila terjadi kehilangan atau kecerobohan, maka yang\nbersangkutan karena kelalaiannya atau sengaja harus bertanggung jawab\nsepenuhnya atas kerugian yang ditimbulkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>26.Bersedia dipindahkan atau dimutasikan kejabatan atau ketempat dan jenis\nkerja lain setiap saat bilamana hal ini dianggap perlu oleh perusahaan untuk\npeningkatan produktivitas kerja, penyegaran kerja serta efesiensi kerja dengan\ntidak mengurangi upah pokok yang biasa diterima oleh pekerja yang\nbersangkutan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 64 : Larangan – Larangan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Setiap buruh tidak boleh datang terlambat atau pulang lebih cepat dari jam\nyang telah ditetapkan kecuali karena alasan yang sah dan telah mendapat\npersetujuan dari atasan ybs.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Setiap buruh dilarang memasuki\u002Fberada dalam ruangan ganti pakaian tanpa\nijin selama jam kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Setiap buruh dilarang ngobrol, bersendau gurau yang mengakibatkan buruh\nlain terganggu dalam bekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Setiap buruh dilarang melakukan hal-hal yang bisa membahayakan keselamatan\ndirinya atau orang lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Setiap buruh dilarang menghapus, mencoret-coret dengan maksud merubah\nangka pada kartu hadir, jika terjadi kesalahan buruh tersebut harus\nmemberitahukanya kepada atasan atau petugas yang ditunjuk.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Setiap buruh dilarang memakai alat-alat kerja perusahaan dengan cara\nkasar\u002Fsembrono serta merusak dengan sengaja alat-alat kerja milik\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Setiap buruh tanpa ijin dari pimpinan yang berwenang dilarang mengemudikan\nkendaraan perusahaan (terkecuali pengemudi kendaraan).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Setiap buruh dilarang menukar regu shift atau tempat kerja tanpa ijin dari\natasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Setiap buruh dilarang menerima kerjaan luar, bekerja sebagian waktu\nataupun penuh menetap tanpa mengajukan permohonan tertulis untuk mendapat\npersetujuan dari pimpinan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Setiap buruh sebelum waktu jam kerja (sirene\u002Fbel berbunyi) berakhir tidak\ndiperkenankan menghentikan kegiatan kerjanya, dan dilarang meninggalkan tempat\nkerja kecuali mereka yang diperintahkan oleh pimpinan bagian\u002Fkerja untuk\nmengurusi\u002Fmerapikan alat-alat kerja. Setelah waktu kerja berakhir karyawan\ndiwajibkan segera meninggalkan perusahaan kecuali mereka yang ditunjuk untuk\nbekerja lembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11.Setiap buruh dilarang melakukan tindakan yang secara terang-terangan atau\ntersembunyi bertujuan mengurangi kualitas produksi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12.Setiap buruh dilarang membawa masuk barang-barang pribadi yang sejenis\nmilik perusahaan kecuali atas seijin pimpinan perusahaan\u002Fsatpam.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13.Setiap buruh dilarang mengucapkan\u002Fmenulis kata-kata tidak sopan atau\nmenulis sesuatu yang tidak pada tempatnya didalam lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14.Setiap buruh dilarang membawa dan menggunakan barang-barang\u002Falat-alat\nmilik perusahaan untuk kepentingan pribadi keluar lingkungan perusahaan tanpa\nseijin perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15.Setiap buruh tambak dan supir serta yang dianggap mampu oleh perusahaan\ndilarang menolak perintah panen\u002Fdinas luar kota, tanpa alasan yang dapat\ndipertanggung jawabkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>16.Setiap buruh mesin &amp; satpam dilarang menolak kerja shift, tanpa\nalasan yang dapat dipertanggung jawabkan dan apabila perusahaan dikemudian hari\nmenetapkan kerja shift maka setiap buruh dilarang menolak kerja shift tanpa\nalasan yang dapat dipertanggung jawabkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>17.Setiap buruh dilarang menolak kerja lembur yang telah disepakati.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>18.Dilarang menolak perintah kerja yang layak (yang sesuai prosedur dan\nmekanisme kerja) dari atasan atau pimpinan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>19.Secara perorangan meminjamkan uang dengan mengutip bunga pada sesama\nteman sekerja didalam lingkungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>20.Setiap buruh dilarang menerima tamu, kecuali sifatnya mendesak\u002Fpenting\ndan dengan ijin dari pimpinan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>21.Setiap buruh dilarang melakukan pekerjaan yang bukan tugasnya dan tidak\ndiperkenankan memasuki ruangan lain yang bukan bagiannya kecuali atas\nperintah\u002Fijin atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>22.Setiap buruh dilarang menyimpan, menjual\u002Fmemperdagangkan barang-barang\nberupa apapun atau mengedarkan daftar dukungan, menempelkan\u002Fmengedarkan\nposter-poster yang tidak ada hubungan dengan pekerjaannya tanpa ijin pimpinan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>23.Setiap buruh dilarang minum-minuman keras, mabok ditempat kerja,\nmembawa\u002Fmenyimpan dan menyalahgunakan bahan narkotika melakukan segala\nperjudian dan bertengkar\u002Fberkelahi dengan teman sekerja \u002F atasannya didalam\nlingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>24.Setiap buruh dilarang membawa senjata tajam, senjata api atau\nbarang-barang berbahaya lainnya ke dalam lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>25.Setiap buruh dilarang melakukan tindakan asusila, amoral ditempat\nkerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>26.Setiap buruh dilarang meletakan secara serampangan bahan\u002Fhasil produksi\ndan alat-alat kerja yang dapat menimbulkan mala petaka, misalnya kebakaran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>27.Setiap buruh dilarang mencoret-coret dinding\u002Flingkungan pabrik\u002Fperusahaan\nmembuang ludah, kotoran atau sampah tidak pada tempatnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>28.Setiap buruh dilarang keras merokok diruangan produksi pada saat\nmelakukan aktifitas kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>29.Pada waktu istirahat apalagi selama jam kerja buruh dilarang keras\nmengambil istirahat\u002Ftidur didalam ruangan kerja dan lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>30.Setiap buruh dilarang keras untuk dan atas nama pribadi minta waktu atau\nmenerima sesuatu, kapanpun dan bentuk apapun, dimanapun secara langsung maupun\ntidak langsung kepada\u002Fdari siapapun dalam tugasnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>31.Buruh yang dinas luar yang membawa alat-alat dan bahan ketempat kerjanya\nharus bertanggung jawab atas keamanan barang tersebut. Bila terjadi kehilangan\natau kecerobohan maka yang bersangkutan karena kelalaiannya harus bertanggung\njawab sepenuhnya atas kerugian yang disebabkan olehnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 65 : Pelanggaran Tata Tertib Dan Atau Larangan-Larangan Yang Dapat\nMengakibatkan Pemutusan Hubungan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sexualhar\">\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-violence\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sexualhar\">\u003Cp>Setiap buruh yang melakukan pelanggaran terhadap tata tertib perusahaan\ntanpa syarat larangan, pelanggaran hukum\u002Fmerugikan perusahaan dapat dikenakan\nsanksi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) tanpa syarat dan dilaksanakan sesuai\nprosedur Undang – undang No 13 thn. 2003 pasal 158\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Mabuk, minum-minuman keras yang memabukan, mandat, memakai obat bius atau\nmenyalahgunakan obat-obatan terangsang lainnya ditempat kerja yang dilarang\noleh peraturan perundang-undangan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Buruh membujuk pimpinan atau teman sekerja untuk melakukan sesuatu yang\nbertentangan dengan hukum atau kesusilaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Menghilangkan nyawa pengusaha dan atau teman kerja didalam perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Dengan sengaja walau sudah sering diperingatkan merusak barang milik\nperusahaan atau orang lain yang berada didalam perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Melakukan perkelahian didalam perusahaan antar sesama buruh dan memukul\ndahulu terhadap buruh lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Membongkar, membocorkan rahasia perusahaan yang dipercayakan kepadanya,\nkepada pihak lain yang dapat mengakibatkan kerugian bagi perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Menggunakan uang milik perusahaan untuk kepentingan pribadi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Tidak masuk tanpa ijin\u002Falasan yang syah selama 5 (lima) hari\nberturut-turut dengan pengertian hari libur tidak dihitung.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Setiap buruh dilarang melakukan perdagangan dilingkungan perusahaan serta\nmengerjakan sesuatu hal untuk kepentingan pribadi pada waktu jam kerja dilokasi\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Buruh melakukan tindakan yang secara sengaja terang-terangan mengurangi\nkwalitas produksi atau memasukan benda : logam atau benda lainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11.Tindakan atau kebiasaan yang bisa menurunkan mutu produk, kinerja\nperusahaan yang sesuai dengan ketentuan Standar Mutu International maka tidak\ndiperkenankan buruh :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Makan, minum, meludah, membuang sampah diruangan produksi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Tidur dalam lingkungan perusahaan pada jam kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Merokok pada saat melakukan aktifitas pekerjaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Berkuku panjang, berambut gondrong, memakai perhiasan cincin, giwang,\nanting-anting, jam tangan atau bentuk perhiasan lainnya pada saat melakukan\npekerjaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12.Penipuan, pencurian dan pengelapan barang atau milik teman sekerja atau\nmilik teman pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13.Memberikan keterangan palsu atau dipalsukan sehingga merugikan perusahaan\natau kepentingan negara.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14.Melakukan perbuatan asusila atau perbuatan perjudian ditempat kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15. Melakukan tindakan kejahatan misalnya menyerang, mengintimidasi atau\nmenipu pengusaha atau teman sekerja dan memperdagangkan barang terlarang\ndidalam lingkungan perusahaan maupun diluar perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>16.Menganiaya, mengucapkan secara fisik atau mental, menghina secara kasar\npengusaha atau keluarga pengusaha atau teman sekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>17.Membujuk pengusaha\u002Fteman sekerja untuk melakukan sesuatu pekerjaan yang\nbertentangan dengan hukum\u002Fkesusilaan serta peraturan perundangan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>18.Dengan ceroboh atau sengaja merusak atau membiarkan diri teman sekerja\ndalam keadaan bahaya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>19.Membongkar atau membocorkan rahasia perusahaan atau mencemarkan nama baik\npengusaha dan atau keluarga yang seharusnya dirahasiakan kecuali untuk\nkepentingan negara.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>20.Melakukan kesalahan yang bobotnya sama setelah mendapatkan peringatan\nterakhir yang masih berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>21.Mengadakan perbuatan yang bersifat sabotase dan dapat mengakibatkan\nkerugian pada perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>22.Menghasut atau mempengaruhi teman sekerja untuk bekerja ditempat lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>23.Bekerja pada dua perusahaan atau lebih yang berbeda kecuali mendapat ijin\ntertulis dari pimpinan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>24.Pelanggaran yang dapat mengakibatkan PHK, berpedoman kepada peraturan\nperundang-undangan yang berlaku saat ini. Maupun bila ada perubahan dari\nperundang-undangan tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 66 : Pemberian Surat Peringatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan dapat memberikan surat peringatan tertulis kepada setiap\npekerja yang melakukan pelanggaran tata tertib perusahaan antara lain:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Sering datang terlambat atau pulang mendahului waktu yang telah\nditetapkan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Tidak mematuhi ketentuan-ketentuan keselamatan kerja, petunjuk atasan dan\nsebagainya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Menolak perintah yang layak\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Melalaikan kewajiban secara serampangan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Tidak cakap melakukan pekerjaan walaupun telah dicoba dimana-mana\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Tidak masuk tanpa ijin\u002Falasan yang syah selama 2 (dua) hari berturut-turut\ndengan pengertian hari libur tidak dihitung (diberi SP I)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Tidak masuk tanpa ijin\u002Falasan yang syah selama 3 (tiga) hari\nberturut-turut dengan pengertian hari libur tidak dihitung (diberi SP II)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.Tidak masuk tanpa ijin\u002Falasan yang syah selama 4 (empat) hari\nberturut-turut dengan pengertian hari libur tidak dihitung (diberi SP III)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i.Hal-hal lain yang diatur dalam tata tertib, larangan-larangan dan\nperaturan perundangan ketenagakerjaan yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Kepada buruh yang melakukan pelanggaran tata tertib perusahaan akan\ndiberikan surat peringatan secara tertulis :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Surat Peringatan I\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Surat Peringatan II\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Surat Peringatan III\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Surat peringatan tidak perlu diberikan menurut urut-urutannya tetapi dapat\ndinilai dari besar kecilnya kesalahan yang dilakukan oleh buruh dan\nmasing-masing surat peringatan mempunyai masa berlakunya 6 (enam) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Bagi buruh yang terbukti bersalah dan telah menerima surat peringatan ke\nI, ke II, ke III maka dapat diputuskan hubungan kerjanya (PHK) secara sepihak\noleh pihak pengusaha dengan memberikan 1 X PMTK ditambah 15% uang penggantian\nperumahaan serta pengobatan dan perawatan, serta akan diberikan uang\npenghargaan apabila telah timbul khususnya sebagaimana pasal 156 UU No. 13 thn.\n2003.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Bagi buruh yang terbukti melakukan pelanggaran berat seperti yang telah\ndiatur didalam PKB ini (pasal 66) dan atau telah menerima surat peringatan\nterakhir. Maka dapat diputuskan hubungan kerjanya (PHK) secara sepihak oleh\npengusaha dengan hanya memberikan uang penghargaan\u002Fjasa sesuai dengan masa\nkerjanya ditambah 15% uang penggantian perumahan serta pengobatan dan perawatan\nsebagaimana pasal 156 ayat 4 UU no 13 tahun 2003\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XII : DIRUMAHKAN DAN SKORSING\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 67 : Dirumahkan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha tetap membayar upah secara penuh yaitu berupa upah pokok dan\ntunjangan tetap selama buruh dirumahkan, kecuali diatur lain dalam Perjanjian\nKerja, peraturan perusahaan atau kesepakatan kerja bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Apabila pengusaha akan membayar upah buruh tidak secara penuh agar\ndirundingkan dengan serikat buruh atau para buruh mengenai besarnya upah selama\ndirumahkan dan lamanya dirumahkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Apabila perundingan melalui jasa pegawai mediator ternyata tidak tercapai\nkesepakatan agar segera dikeluarkan Surat Anjuran dan apabila ditolak oleh\nsalah satu pihak yang menolak mengajukan ke P.H.I\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 68 : Schorsing\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Schorsing dapat dikenakan kepada buruh yang melakukan pelanggaran terhadap\ntata tertib kerja (diluar yang telah dirinci dalam pasal 68), yang tidak\nmenjalankan kewajiban sebagaimana mestinya atau melakukan tindakan yang\nmerugikan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Jangka waktu schorsing diberikan sesuai dengan peraturan perundangan yang\nberlaku kecuali menunggu keputusan dari P.H.I dan selama ijin P.H.I belum\ndiberikan oleh Lembaga Penyelesaian Hubungan Industrial (PHI) maka schorsing\ndapat diperpanjang paling lama 6 bulan dan selama schorsing upah dibayar sesuai\ndengan peraturan perundangan yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XIII : PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 69 : Prinsip Dasar\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pengusaha dengan segala upayanya harus mengusahakan agar jangan terjadi\npemutusan hubungan kerja dengan melakukan pembinaan terhadap buruh yang\nbersangkutan atau dengan memperbaiki kondisi perusahaan dengan melakukan\nlangkah-langkah efesiensi untuk penyelamatan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 70 : PHK Dalam Masa Percobaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pemutusan Hubungan Kerja dalam masa percobaan dapat dilakukan setiap saat\nbaik atas permintaan buruh ataupun perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Buruh tidak akan diberikan uang pesangon atau jasa\u002Fganti lainnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 71 : PHK Karena Pelanggaran Ringan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pekerja yang melakukan kesalahan diluar kesalahan sebagaimana dimaksud dalam\nKepMen No. 13\u002FMen\u002F2003 Psl. 156 ayat (1) dapat diputuskan hubungan kerjanya\ndengan mendapat uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan penggantian hak\n(sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku UU No 13 tahun 2003 Pasal\n156)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 72 : PHK Atas Kehendak Buruh\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Buruh yang memutuskan hubungan kerjanya dengan kemauan sendiri maka buruh\nberhak atas uang penghargaan masa kerja dan ganti kerugian sesuai dengan\nketentuan UU No. 13 tahun 2003 Pasal 162\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 73 : PHK Karena Meninggal Dunia\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Dalam hal buruh meninggal dunia, maka hubungan kerjanya dengan perusahaan\nputus dengan sendirinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Kepada ahli waris buruh yang sah berhak memperoleh uang pesangon sesuai\nketentuan perundangan yang berlaku (UU No 13 tahun 2003 Pasal 166)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 74 : PHK Karena Usia Lanjut (Pensiun)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Hubungan kerja berakhir pada saat buruh mencapai usia 55 tahun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Karena Kesepakatan Kerja Bersama belum mengatur jaminan atau manfaat\npensiun maka pengusaha wajib memberikan kepada buruh yang putus kerjanya uang\npesangon sebesar 2 (dua) kali ketentuan Pasal 156 ayat 2, uang penghargaan masa\nkerja dan uang ganti kerugian lainnya sesuai Pasal 156 ayat 3 dan Pasal 156\nayat 4 UU No.13 tahun 2003 (Sistem Pembayaran uang Pesangon dibayarkan sesuai\ndengan kesepakatan bersama yang dibuat tertanggal 11 Januari 2011)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 75 : PHK Karena Pengalihan Managemen Perusahaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dalam hal terjadi pemutusan hubungan kerja karena perubahan status atau\npemilikan perusahaan, prosedurnya diselesaikan berpedoman kepada peraturan dan\nperundangan-undangan yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 76 : PHK Karena Rasionaisasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Bagi buruh yang berakhir hubungan kerjanya karena perusahaan melakukan\nrasionalisasi prosedurnya diselesaikan berpedoman kepada peraturan dan\nperundang-undangan yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 77 : PHK Karena Relokasi Perusahaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Dalam hal terjadi pemutusan hubungan kerja karena perusahaan pindah lokasi\ndengan syarat-syarat kerja lama dan buruh tidak bersedia untuk melanjutkan\nhubungan kerja maka kepada buruh diberikan uang pesangon, uang penghargaan masa\nkerja dan ganti.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dalam hal pemutusan hubungan kerja karena perusahaan pindah lokasi dan\npengusaha tidak bersedia menerima buruh diperusahaanya dengan alasan apapun\nmaka kepada buruh diberikan uang pesangon sebesar 2 (dua) kali ketentuan Pasal\n156 ayat 2, uang penghargaan masa kerja dan ganti kerugian sesuai ketentuan\nayat 3 dan ayat 4, UU No. 13 tahun 2003\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 78 : Penetapan Uang Pesangon, Uang PMK Dan Penggantian Hak\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ketentuan pemberian uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan\nPenggantian hak sesuai peraturan perundangan yang berlaku :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight focus\" id=\"clause-severance_number\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number_1_tenure\">\u003Cp>1.Besarnya uang pesangon ditetapkan sekurang-kurangnya sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Masa kerja kurang dari 1 tahun 1 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Masa kerja 1 tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 tahun 2 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Masa kerja 2 tahun atau lebih tetapi kurang dari 3 tahun 3 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Masa kerja 3 tahun atau lebih tetapi kurang dari 4 tahun 4 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Masa kerja 4 tahun atau lebih tetapi kurang dari 5 tahun 5 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Masa kerja 5 tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 tahun 6 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Masa kerja 6 tahun atau lebih tetapi kurang dari 7 tahun 7 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.Masa kerja 7 tahun atau lebih tetapi kurang dari 8 tahun 8 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i.Masa kerja 8 tahun atau lebih 9 bulan upah\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Besarnya uang penghargaan masa kerja sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Masa kerja 3 tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 tahun 2 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Masa kerja 6 tahun atau lebih tetapi kurang dari 9 tahun 3 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Masa kerja 9 tahun atau lebih tetapi kurang dari 12 tahun 4 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Masa kerja 12 tahun atau lebih tetapi kurang dari 15 tahun 5 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Masa kerja 15 tahun atau lebih tetapi kurang dari 18 tahun 6 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Masa kerja 18 tahun atau lebih tetapi kurang dari 21 tahun 7 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Masa kerja 21 tahun atau lebih tetapi kurang dari 24 tahun 8 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.Masa kerja 24 tahun atau lebih 10 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Penggantian hak\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Penggantian hak untuk istirahat tahuan yang belum diambil dan belum\ngugur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Biaya atau ongkos pulang untuk buruh dan keluarganya ketempat dimana buruh\nditerima bekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Penggantian fasilitas perumahan dan pengobatan ditetapkan sebesar 15% dari\nuang pesangon dan atau uang penghargaan apabila masa kerjanya memenuhi syarat\nuntuk mendapatkannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Hal-hal lain yang ditetapkan oleh Lembaga P.H.I\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XIV : PENYELESAIAN KELUH KESAH BURUH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 79 : Prinsip-Prinsip Keluh Kesah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Setiap keluhan dan pengaduan seorang buruh atau lebih yang wajar dan layak\nakan diselesaikan secara adil dan secepat mungkin oleh pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Selama permasalahan masih dalam taraf penyelesaian, maka buruh dan\npengusaha wajib menjaga supaya kegiatan produksi berlangsung dengan lancar dan\naman\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 80 : Cara Penyampaian Keluh Kesah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Setiap keluhan atau pengaduan seorang buruh atau lebih kepada perusahaan\nakan diselesaikan secara musyawarah dengan atasanya langsung.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Bila tidak dapat menghasilkan penyelesaian maka dengan sepengetahuan\natasannya langsung, buruh yang bersangkutan dapat menyampaikan keluh kesahnya\nkepada atasan yang lebih tinggi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Bila tidak dapat diselesaikan pada tingkat ini agar diteruskan kepada\npimpinan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Bila tidak juga diselesaikan pada tingkat pimpinan perusahaan, maka\npimpinan perusahaan akan menyelesaikannya secara musyawarah dengan pimpinan\nserikat buruh PT FIRST MARINE SEAFOODS.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Bila tidak dapat diselesaikan secara intern diperusahaan, akan diteruskan\nke Depertemen Tenaga Kerja untuk penyelesaian lebih lanjut\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XV : PELAKSANAAN DAN PENUTUP\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 81 : Aturan Tambahan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.PKB ini sebagai pengganti Peraturan Perusahaan yang sudah dikeluarkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Peraturan Perundang-undangan yang dikeluarkan oleh Pemerintah, tetap\nberlaku. Dan hal-hal yang belum diatur dalam PKB ini, akan diatur dalam\nketetapan tersendiri, baik oleh pengusaha maupun dari hasil musyawarah dengan\nserikat buruh dan dilampirkan sebagai bagian tak terpisahkan dari PKB ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Setiap personil pengusaha dan buruh PT FIRST MARINE SEAFOODS berhak dan\nwajib memiliki satu buku PKB ini, dan wajib mengembalikannya jika sudah tidak\nada hubungan kerja lagi dengan PT FIRST MARINE SEAFOODS.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Landasan pembentukan PKB ini berdasarkan UU No. 13 tahun 2003 beserta\naturan pelaksanaanya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 82 : Penutup\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PKB ini disetujui oleh keduabelah pihak dalam rangkap lima yang sama\nbunyinya, dan mempunyai kekuatan hukum sama pula.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Satu berkas untuk pengusaha, satu berkas untuk pengurus komisariat SBSI PT\nFIRST MARINE SEAFOODS dan satu berkas untuk Dinas Tenaga Kerja dan\nTransmigrasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start\">\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku semenjak tanggal Oktober 2012 sampai\ndengan Oktober 2014.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\n\n            \n            \n            \n            \n            \n            ",{"contracttrialperiod":45,"severance_number_1_tenure":49,"alternatives":53,"dayspweek":57,"funeralpay":61,"incidentalbonusdays1":65,"maxsicknesspayperc":69,"holidaysweeks":73,"EMPCONTR_trigger":77,"schedulesrestpw":80,"paidmaternityleaveall":84,"breastfeeding_workingtime":88,"incidentalbonustype2":92,"menstruationleave":94,"contractseverancepay1":98,"overtimeallowancetypeperiod":100,"WAGES_trigger":104,"jobsecuritymothers":108,"hourspday_select":110,"maternitydifferenttrigger":114,"maxsicknesspay":118,"standbyallowanceperc1":120,"ONCERISE_trigger":124,"maternityexcludedtrigger":128,"standbyallowancetype":130,"equalitydifferenttrigger":134,"paidpaternityleavepayperc":136,"STRUCINCR_trigger":140,"nursingmothers":144,"trainingfund":147,"PAYSCALES_period":151,"severance":155,"pensionfund":157,"mealvouchersamount":161,"TRAINING_trigger":165,"nursingdifferenttrigger":169,"wageincreaseamount1":171,"COSTLIV_trigger":173,"WORKHOURS_trigger":177,"pregnancyexcludedtrigger":179,"hourspweek":181,"pregnancydifferenttrigger":184,"equalityexcludedtrigger":186,"SICDIS_trigger":188,"violence":192,"sicknessmaxdays":196,"shiftstype1":198,"contractseverancepay":202,"sexualhar":204,"paidmaternityleavepayperc":207,"paidmaternityleaveduration":209,"childcareleave":211,"equalityotherclause":215,"cbadate_start":219,"holidaysdays":223,"maxsicknesspaytype":225,"healthinsurance":227,"sundayallowancetype":230,"healthandsafetypolicy":234,"overtimeallowancetype1":238,"contracttrial":240,"sicknesspay":242,"dayspweek_select":244,"paidpaternityleave":246,"sicknessmaxdaysnr":248,"sundayallowanceperc1":250,"timeoff":252,"overtimeallowancetype":256,"paidmaternityleavepay":258,"disabilityfund":260,"paidpaternityleaveduration":262,"disabilitypay":266,"cbadate_end":268,"severance_number":270,"maternity_nursing_breaks_duration":272,"hourspweek_select":276,"childcare":278,"hourspday":281,"MEALALL_trigger":283,"maternityotherclause":286,"OVERTIME_trigger":290,"SOCSEC_trigger":292,"nursingexcludedtrigger":294,"healthcareaccess":296,"SUNDAY_trigger":298,"trainingprogrammes":300,"MEDICAL_trigger":303,"overtimeallowanceperc1":305,"paidpaternityleavepay":307,"SCHEDULE_trigger":309,"educationtuition":311,"bankholidays1":315,"paidmaternityleave":319,"PAIDLEAV_trigger":321},{"bindId":46,"name":47,"text":48},"contracttrialperiod","1.Calon buruh yang telah memenuhi persya","1.Calon buruh yang telah memenuhi persyaratan dan lulus tes yang diadakan\noleh perusahaan diterima sebagai buruh dngan masa percobaan 3 bulan terhitung\nsejak buruh mulai bekerja diperusahaan dan adanya masa percobaan harus\ndiberitahukan kepada buruh yang bersangkutan secara tertulis.",{"bindId":50,"name":51,"text":52},"severance_number_1_tenure","1.Besarnya uang pesangon ditetapkan seku","1.Besarnya uang pesangon ditetapkan sekurang-kurangnya sebagai berikut :\n\na.Masa kerja kurang dari 1 tahun 1 bulan upah\n\nb.Masa kerja 1 tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 tahun 2 bulan upah\n\nc.Masa kerja 2 tahun atau lebih tetapi kurang dari 3 tahun 3 bulan upah\n\nd.Masa kerja 3 tahun atau lebih tetapi kurang dari 4 tahun 4 bulan upah\n\ne.Masa kerja 4 tahun atau lebih tetapi kurang dari 5 tahun 5 bulan upah\n\nf.Masa kerja 5 tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 tahun 6 bulan upah\n\ng.Masa kerja 6 tahun atau lebih tetapi kurang dari 7 tahun 7 bulan upah\n\nh.Masa kerja 7 tahun atau lebih tetapi kurang dari 8 tahun 8 bulan upah\n\ni.Masa kerja 8 tahun atau lebih 9 bulan upah",{"bindId":54,"name":55,"text":56},"alternatives","6.Terhadap buruh wanita yang sudah seles","6.Terhadap buruh wanita yang sudah selesai menjalankan cuti hamil atau\nmelahirkan, pengusaha wajib mempekerjakan bueuh wanita tersebut pada tempat dan\njabatan yang sama tanpa mengurangi hak-haknya (per. Menaker No. 3\u002F1989 Pasal\n4)",{"bindId":58,"name":59,"text":60},"dayspweek","1.Hari kerja adalah hari senin sampai sa","1.Hari kerja adalah hari senin sampai sabtu.\n\n\n\n2.Hari kerja tidak boleh melebihi 6 (enam) hari dalam seminggu",{"bindId":62,"name":63,"text":64},"funeralpay","1.Buruh yang meninggal dunia pihak pengu","1.Buruh yang meninggal dunia pihak pengusaha memberikan bantuan sumbangan\nsepantasnya\n\n2.Istri\u002Fsuami dan anak buruh yang meninggal dunia pengusaha memberikan\nbantuan sumbangan sebesar Rp. 210,000,-\n\n3.Ayah dan ibu kandung\u002FMertua buruh, pengusaha memberikan bantuan sumbangan\nsebesar Rp. 160,000,-",{"bindId":66,"name":67,"text":68},"incidentalbonusdays1","2.Besarnya pemberian THR adalah 1 bulan ","2.Besarnya pemberian THR adalah 1 bulan upah pokok ditambah tunjangan\ntetap.\n\n\n\n3.Perhitungan THR adalah sesuai dengan PERMENAKER NO. PER-04MEN\u002F1994.",{"bindId":70,"name":71,"text":72},"maxsicknesspayperc","2.Buruh yang menderita sakit berkepanjan","2.Buruh yang menderita sakit berkepanjangan tetap mendapatkan upah dengan\nrincian sbb:\n\na.Empat bulan Pertama dibayar sebesar 100% dari upah\n\nb.Empat bulan Kedua dibayar sebesar 75% dari upah\n\nc.Empat bulan Ketiga dibayar sebesar 50% dari upah\n\nd.Untuk bulan selanjutnya dibayar sebesar 25% dari upah sebelum pemutusan\nhubungan kerja dilakukan oleh perusahaan",{"bindId":74,"name":75,"text":76},"holidaysweeks","1.Setiap buruh yang sudah bekerja selama","1.Setiap buruh yang sudah bekerja selama 12 bulan berturut-turut wajib\nmendapatkan istirahat tahunan selama 12 hari.",{"bindId":78,"name":47,"text":79},"EMPCONTR_trigger","1.Calon buruh yang telah memenuhi persyaratan dan lulus tes yang diadakan\noleh perusahaan diterima sebagai buruh dngan masa percobaan 3 bulan terhitung\nsejak buruh mulai bekerja diperusahaan dan adanya masa percobaan harus\ndiberitahukan kepada buruh yang bersangkutan secara tertulis.\n\n\n\n2.Selama masa percobaan masing-masing pihak dapat memutuskan hubungan kerja\ntanpa syarat.\n\n\n\n3.Seorang buruh yang telah menyelesaikan masa percobaanya selama 3 bulan\ndari mulai yang bersangkutan bekerja dengan baik, diangkat dengan surat SK\nsebagai buruh bulanan atau harian dan masa percobaan dihitung sebagai masa\nkerja.",{"bindId":81,"name":82,"text":83},"schedulesrestpw","Pengusaha diwajibkan memberian waktu unt","Pengusaha diwajibkan memberian waktu untuk istirahat selama satu hari kepada\nburuh setelah bekerja selama 6 (enam) hari",{"bindId":85,"name":86,"text":87},"paidmaternityleaveall","1.Buruh perempuan yang sedang hamil berh","1.Buruh perempuan yang sedang hamil berhak atas istirahat 1 ½ bulan sebelum\ndan 1 ½ bulan sesudah melahirkan dengan mendapatkan upah penuh",{"bindId":89,"name":90,"text":91},"breastfeeding_workingtime","1.Buruh perempuan yang masih menyusui an","1.Buruh perempuan yang masih menyusui anaknya, berhak memperoleh kesempatan\nuntuk menyusui pada jam kerja tanpa mengurangi upah dengan catatan setelah\nsebelumnya memperoleh ijin.",{"bindId":93,"name":67,"text":68},"incidentalbonustype2",{"bindId":95,"name":96,"text":97},"menstruationleave","Cuti haid hanya diberikan kepada buruh p","Cuti haid hanya diberikan kepada buruh perempuan yang benar-benar sedang\nhaid\n\n\n\n1.Buruh perempuan tidak diwajibkan bekerja pada hari pertama dan kedua waktu\nhaid dengan mendapatkan upah.",{"bindId":99,"name":51,"text":52},"contractseverancepay1",{"bindId":101,"name":102,"text":103},"overtimeallowancetypeperiod","c.Perhitungan upah sejam -Untuk buruh bu","c.Perhitungan upah sejam\n\n-Untuk buruh bulanan : 1\u002F173 x upah pokok (upah pokok + Tj. Jabatan",{"bindId":105,"name":106,"text":107},"WAGES_trigger","Upah adalah gaji pokok, Tunjangan Tetap ","Upah adalah gaji pokok, Tunjangan Tetap dan Tunjangan Tidak Tetap yang\ndibayarkan pada setiap buruh\n\nTunjangan Tetap : Upah Pokok + T. Jabatan\n\nTunjangan Tidak Tetap : T. Makan, Premi hadir, Premi Shift, T.\nKeluarga,\n\nPerbedaan Masa Kerja",{"bindId":109,"name":55,"text":56},"jobsecuritymothers",{"bindId":111,"name":112,"text":113},"hourspday_select","1.Jam kerja dalam sehari tidak boleh mel","1.Jam kerja dalam sehari tidak boleh melebihi 7 (tujuh) jam atau 40 (empat\npuluh) jam dalam seminggu.\n\n\n\n2.Jam kerja biasa (senin-kamis) adalah jam 08.00 s\u002Fd 16.00.\n\n\n\n3.Jam kerja hari terpendek (sabtu) adalah jam 08.00 s\u002Fd 14.00",{"bindId":115,"name":116,"text":117},"maternitydifferenttrigger","2.PKB ini untuk mengikat Perusahaan-Peru","2.PKB ini untuk mengikat Perusahaan-Perusahaan dan unit-unitnya serta\nkeseluruhan buruh PT. FIRST MARINE SEAFOODS, baik anggota Serikat Buruh maupun\nbukan anggota Serikat Buruh.",{"bindId":119,"name":71,"text":72},"maxsicknesspay",{"bindId":121,"name":122,"text":123},"standbyallowanceperc1","-Untuk jam lembur pertama dibayar sebesa","-Untuk jam lembur pertama dibayar sebesar 1 ½ x upah sejam",{"bindId":125,"name":126,"text":127},"ONCERISE_trigger","1.Tunjangan Hari Raya (THR) diberikan ke","1.Tunjangan Hari Raya (THR) diberikan kepada buruh dan dibayarkan pada hari\nRaya agama masing-masing\n\na. Hari Raya Idul Fitri, bagi umat Islam.\n\nb. Hari Raya Natal, bagi umat Khatolik dan Kristen Protestan\n\nc. Hari Raya Waisak bagi umat Budha\n\nd. Hari Raya Nyepi bagi umat Hindu\n\n\n\n2.Besarnya pemberian THR adalah 1 bulan upah pokok ditambah tunjangan\ntetap.\n\n\n\n3.Perhitungan THR adalah sesuai dengan PERMENAKER NO. PER-04MEN\u002F1994.",{"bindId":129,"name":116,"text":117},"maternityexcludedtrigger",{"bindId":131,"name":132,"text":133},"standbyallowancetype","1.Perhitungan upah lembur dihitung sesua","1.Perhitungan upah lembur dihitung sesuai dengan ketentuan perundangan yang\nberlaku\n\na.Apabila kerja lembur dilakukan pada hari kerja biasa:\n\n-Untuk jam lembur pertama dibayar sebesar 1 ½ x upah sejam\n\n-Untuk jam lembur kedua dan selebihnya dibayar 2 x upah sejam.\n\n\n\nb.Apabila kerja lembur dilakukan pada hari istirahat mingguan atau hari\nlibur resmi :\n\n-Untuk setiap jam dalam batas 7 (tujuh) jam atau 5 (lima) jam apabila hari\nlibur tersebut jatuh pada hari kerja terpendek pada salah satu hari dalam 6\n(enam) hari kerja seminggu dibayar sebesar 2 x upah sejam\n\n-Untuk jam kerja pertama melebihi 7 (tujuh) jam atau 5 (lima) jam apabila\nhari libur tersebut jatuh pada hari kerja terpendek pada salah satu hari dalam\n6 (enam) hari kerja seminggu dibayar sebesar 3 x upah sejam\n\n-Untuk jam kerja kedua melebihi 7 (tujuh) jam atau 5 (lima) jam apabila hai\nlibur tersebut jatuh pada hari kerja terpendek pada salah satu har dalam 6\n(enam) hari kerja seminggu, dan seterusnya, dibayar sebesar 4 x upah sejam.\n\n\n\nc.Perhitungan upah sejam\n\n-Untuk buruh bulanan : 1\u002F173 x upah pokok (upah pokok + Tj. Jabatan",{"bindId":135,"name":116,"text":117},"equalitydifferenttrigger",{"bindId":137,"name":138,"text":139},"paidpaternityleavepayperc","2.Pengusaha diwajibkan memberikan ijin p","2.Pengusaha diwajibkan memberikan ijin pada buruh dengan upah penuh apabila\n:\n\na.Buruh sendiri menikah\u002Fkawin 3 (tiga) hari kerja\n\nb.Menyunatkan anaknya selama 2 (dua) hari kerja\n\nc.Membaptis anak selama 2 (dua) hari kerja\n\nd.Anggota keluarga kecelakaan berat\u002Fsakit keras selama 2 (dua) hari kerja\n\ne.Anggota keluarga meningal selama 2 (dua) hari kerja\n\nf.Istri melahirkan selama 2 (dua) hari kerja kecuali komplikasi",{"bindId":141,"name":142,"text":143},"STRUCINCR_trigger","2.Untuk mengantisipasi perbedaan masa ke","2.Untuk mengantisipasi perbedaan masa kerja, pengusaha menetapkan kenaikan\nupah Rp. 4,000,- per tahun",{"bindId":145,"name":90,"text":146},"nursingmothers","1.Buruh perempuan yang masih menyusui anaknya, berhak memperoleh kesempatan\nuntuk menyusui pada jam kerja tanpa mengurangi upah dengan catatan setelah\nsebelumnya memperoleh ijin.\n\n\n\n2.Waktu menyusui tidak boleh lebih dari 30 menit.\n\n\n\n3.Pengusaha tidak boleh mempersulit buruh wanita yang hendak menyusui\nanaknya",{"bindId":148,"name":149,"text":150},"trainingfund","2.Biaya pendidikan dan pelatihan ditangg","2.Biaya pendidikan dan pelatihan ditanggung oleh Perusahaan",{"bindId":152,"name":153,"text":154},"PAYSCALES_period","1.Pengusaha memberikan kenaikan tahunan\u002F","1.Pengusaha memberikan kenaikan tahunan\u002Fberkala sekurang-kurangnya 1 (satu)\nkali dalam setahun (sesuai dengan SK Menteri Tenaga Kerja yang ditetapkan)",{"bindId":156,"name":51,"text":52},"severance",{"bindId":158,"name":159,"text":160},"pensionfund","1.Pengusaha wajib mendaftarkan semua bur","1.Pengusaha wajib mendaftarkan semua buruh PT FIRST MARINE SEAFOODS menjadi\nanggota Jamsostek.\n\n\n\n2.Pengusaha wajib memasukan buruh pada program Jamsostek\n\na.Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)\n\nb.Jaminan Kematian (JK)\n\nc.Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Tenaga Kerja (JPKTK)\n\nd.Jaminan Hari Tua (JHT)",{"bindId":162,"name":163,"text":164},"mealvouchersamount","1.Pengusaha memberikan uang makan sebesa","1.Pengusaha memberikan uang makan sebesar Rp. 7,000,-\u002Fhari",{"bindId":166,"name":167,"text":168},"TRAINING_trigger","1.Pengusaha dan Serikat Buruh bekerjasam","1.Pengusaha dan Serikat Buruh bekerjasama dalam mengadakan pendidikan dan\nlatihan, untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan buruh guna menunjang\nkinerja yang berkualitas.\n\n\n\n2.Biaya pendidikan dan pelatihan ditanggung oleh Perusahaan",{"bindId":170,"name":116,"text":117},"nursingdifferenttrigger",{"bindId":172,"name":142,"text":143},"wageincreaseamount1",{"bindId":174,"name":175,"text":176},"COSTLIV_trigger","Apabila pemerintah menetapkan peraturan ","Apabila pemerintah menetapkan peraturan baru upah minimum propinsi dengan\nnilai nominal baru, maka perusahaan memberlakukan UMP baru sesuai dengan yang\nditetapkan Pemerintah.",{"bindId":178,"name":59,"text":60},"WORKHOURS_trigger",{"bindId":180,"name":116,"text":117},"pregnancyexcludedtrigger",{"bindId":182,"name":112,"text":183},"hourspweek","1.Jam kerja dalam sehari tidak boleh melebihi 7 (tujuh) jam atau 40 (empat\npuluh) jam dalam seminggu.",{"bindId":185,"name":116,"text":117},"pregnancydifferenttrigger",{"bindId":187,"name":116,"text":117},"equalityexcludedtrigger",{"bindId":189,"name":190,"text":191},"SICDIS_trigger","1.Buruh yang sedang menderita sakit tida","1.Buruh yang sedang menderita sakit tidak diwajibkan menjalankan pekerjaan\nselama jangka waktu yang dianjurkan oleh dokter dengan mendapatkan upah penuh,\ndengan disertakan surat keterangan dokter lengkap, dan surat keterangan lain\nyang sah sesuai dengan yang tercantum dikartu JPK, (SD tdk berlaku diluar\nJPKTK).",{"bindId":193,"name":194,"text":195},"violence","Setiap buruh yang melakukan pelanggaran ","Setiap buruh yang melakukan pelanggaran terhadap tata tertib perusahaan\ntanpa syarat larangan, pelanggaran hukum\u002Fmerugikan perusahaan dapat dikenakan\nsanksi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) tanpa syarat dan dilaksanakan sesuai\nprosedur Undang – undang No 13 thn. 2003 pasal 158\n\n\n\n1.Mabuk, minum-minuman keras yang memabukan, mandat, memakai obat bius atau\nmenyalahgunakan obat-obatan terangsang lainnya ditempat kerja yang dilarang\noleh peraturan perundang-undangan.\n\n2.Buruh membujuk pimpinan atau teman sekerja untuk melakukan sesuatu yang\nbertentangan dengan hukum atau kesusilaan.\n\n3.Menghilangkan nyawa pengusaha dan atau teman kerja didalam perusahaan.\n\n4.Dengan sengaja walau sudah sering diperingatkan merusak barang milik\nperusahaan atau orang lain yang berada didalam perusahaan.\n\n5.Melakukan perkelahian didalam perusahaan antar sesama buruh dan memukul\ndahulu terhadap buruh lain.\n\n6.Membongkar, membocorkan rahasia perusahaan yang dipercayakan kepadanya,\nkepada pihak lain yang dapat mengakibatkan kerugian bagi perusahaan.\n\n7.Menggunakan uang milik perusahaan untuk kepentingan pribadi\n\n8.Tidak masuk tanpa ijin\u002Falasan yang syah selama 5 (lima) hari\nberturut-turut dengan pengertian hari libur tidak dihitung.\n\n9.Setiap buruh dilarang melakukan perdagangan dilingkungan perusahaan serta\nmengerjakan sesuatu hal untuk kepentingan pribadi pada waktu jam kerja dilokasi\nperusahaan.\n\n10.Buruh melakukan tindakan yang secara sengaja terang-terangan mengurangi\nkwalitas produksi atau memasukan benda : logam atau benda lainnya.\n\n11.Tindakan atau kebiasaan yang bisa menurunkan mutu produk, kinerja\nperusahaan yang sesuai dengan ketentuan Standar Mutu International maka tidak\ndiperkenankan buruh :\n\na.Makan, minum, meludah, membuang sampah diruangan produksi\n\nb.Tidur dalam lingkungan perusahaan pada jam kerja\n\nc.Merokok pada saat melakukan aktifitas pekerjaan\n\nd.Berkuku panjang, berambut gondrong, memakai perhiasan cincin, giwang,\nanting-anting, jam tangan atau bentuk perhiasan lainnya pada saat melakukan\npekerjaan\n\n12.Penipuan, pencurian dan pengelapan barang atau milik teman sekerja atau\nmilik teman pengusaha.\n\n13.Memberikan keterangan palsu atau dipalsukan sehingga merugikan perusahaan\natau kepentingan negara.\n\n14.Melakukan perbuatan asusila atau perbuatan perjudian ditempat kerja.\n\n15. Melakukan tindakan kejahatan misalnya menyerang, mengintimidasi atau\nmenipu pengusaha atau teman sekerja dan memperdagangkan barang terlarang\ndidalam lingkungan perusahaan maupun diluar perusahaan.\n\n16.Menganiaya, mengucapkan secara fisik atau mental, menghina secara kasar\npengusaha atau keluarga pengusaha atau teman sekerja.\n\n17.Membujuk pengusaha\u002Fteman sekerja untuk melakukan sesuatu pekerjaan yang\nbertentangan dengan hukum\u002Fkesusilaan serta peraturan perundangan yang\nberlaku.",{"bindId":197,"name":71,"text":72},"sicknessmaxdays",{"bindId":199,"name":200,"text":201},"shiftstype1","1.Kerja lembur adalah kerja yang dilakuk","1.Kerja lembur adalah kerja yang dilakukan\u002Fdijalankan selebihnya dari am\nkerja dan hari kerja yang telah ditentukan (lebih dari 7 jam sehari dan 40 jam\nseminggu). Untuk pelaksanaan kerja lembur ini harus dengan surat perintah\nlembur yang bersangkutan.",{"bindId":203,"name":51,"text":52},"contractseverancepay",{"bindId":205,"name":194,"text":206},"sexualhar","Setiap buruh yang melakukan pelanggaran terhadap tata tertib perusahaan\ntanpa syarat larangan, pelanggaran hukum\u002Fmerugikan perusahaan dapat dikenakan\nsanksi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) tanpa syarat dan dilaksanakan sesuai\nprosedur Undang – undang No 13 thn. 2003 pasal 158\n\n\n\n1.Mabuk, minum-minuman keras yang memabukan, mandat, memakai obat bius atau\nmenyalahgunakan obat-obatan terangsang lainnya ditempat kerja yang dilarang\noleh peraturan perundang-undangan.\n\n2.Buruh membujuk pimpinan atau teman sekerja untuk melakukan sesuatu yang\nbertentangan dengan hukum atau kesusilaan.",{"bindId":208,"name":86,"text":87},"paidmaternityleavepayperc",{"bindId":210,"name":86,"text":87},"paidmaternityleaveduration",{"bindId":212,"name":213,"text":214},"childcareleave","d.Anggota keluarga kecelakaan berat\u002Fsaki","d.Anggota keluarga kecelakaan berat\u002Fsakit keras selama 2 (dua) hari kerja\n\ne.Anggota keluarga meningal selama 2 (dua) hari kerja",{"bindId":216,"name":217,"text":218},"equalityotherclause","8.Keluarga Buruh Wanita : a.Seorang suam","8.Keluarga Buruh Wanita :\n\na.Seorang suami yang tidak bekerja yang disebabkan oleh cacat fisik atau\ncacat mental. dan dibuktikan dengan keterangan dari pejabat setempat, maka\nsuami tersebut dianggap menjadi beban buruh wanita dan diperhitungkan seperti\nbutir 8a.\n\nb.Anak sah dari Buruh wanita yang berstatus janda atau suami sahnya tidak\ndapat bekerja karena cacat fisik atau cacat mental",{"bindId":220,"name":221,"text":222},"cbadate_start","Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku sem","Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku semenjak tanggal Oktober 2012 sampai\ndengan Oktober 2014.",{"bindId":224,"name":75,"text":76},"holidaysdays",{"bindId":226,"name":71,"text":72},"maxsicknesspaytype",{"bindId":228,"name":159,"text":229},"healthinsurance","1.Pengusaha wajib mendaftarkan semua buruh PT FIRST MARINE SEAFOODS menjadi\nanggota Jamsostek.\n\n\n\n2.Pengusaha wajib memasukan buruh pada program Jamsostek\n\na.Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)\n\nb.Jaminan Kematian (JK)\n\nc.Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Tenaga Kerja (JPKTK)\n\nd.Jaminan Hari Tua (JHT)\n\ne.Kepada buruh yang belum mempunyai kartu JPKTK agar secepatnya mengumpulkan\ndata-data untuk pendaftaran program JPKTK paling lambat sebulan setelah\npenandatanganan PKB.",{"bindId":231,"name":232,"text":233},"sundayallowancetype","b.Apabila kerja lembur dilakukan pada ha","b.Apabila kerja lembur dilakukan pada hari istirahat mingguan atau hari\nlibur resmi :\n\n-Untuk setiap jam dalam batas 7 (tujuh) jam atau 5 (lima) jam apabila hari\nlibur tersebut jatuh pada hari kerja terpendek pada salah satu hari dalam 6\n(enam) hari kerja seminggu dibayar sebesar 2 x upah sejam\n\n-Untuk jam kerja pertama melebihi 7 (tujuh) jam atau 5 (lima) jam apabila\nhari libur tersebut jatuh pada hari kerja terpendek pada salah satu hari dalam\n6 (enam) hari kerja seminggu dibayar sebesar 3 x upah sejam\n\n-Untuk jam kerja kedua melebihi 7 (tujuh) jam atau 5 (lima) jam apabila hai\nlibur tersebut jatuh pada hari kerja terpendek pada salah satu har dalam 6\n(enam) hari kerja seminggu, dan seterusnya, dibayar sebesar 4 x upah sejam.",{"bindId":235,"name":236,"text":237},"healthandsafetypolicy","1.Dalam melaksanakan kerja sehari – hari","1.Dalam melaksanakan kerja sehari – hari di tempat kerja keselamatan kerja\nwajib diperhatikan, yakni dengan menggunakan peralatan kerja yang baik dan\nwajar, sehingga kemungkinan kecelakaan kerja dapat dihindari.\n\n2.Pengusaha menyediakan alat-alat Penyelamat dan Perlindungan kerja yang\ndiperlukan oleh pekerja dalam melaksanakan tugasnya, dan wajib dipakai oleh\nburuh",{"bindId":239,"name":132,"text":133},"overtimeallowancetype1",{"bindId":241,"name":47,"text":48},"contracttrial",{"bindId":243,"name":71,"text":72},"sicknesspay",{"bindId":245,"name":59,"text":60},"dayspweek_select",{"bindId":247,"name":138,"text":139},"paidpaternityleave",{"bindId":249,"name":71,"text":72},"sicknessmaxdaysnr",{"bindId":251,"name":232,"text":233},"sundayallowanceperc1",{"bindId":253,"name":254,"text":255},"timeoff","o.Buruh wanita hamil di ijinkan sebulan ","o.Buruh wanita hamil di ijinkan sebulan sekali untuk memeriksa ½ hari",{"bindId":257,"name":132,"text":133},"overtimeallowancetype",{"bindId":259,"name":86,"text":87},"paidmaternityleavepay",{"bindId":261,"name":159,"text":160},"disabilityfund",{"bindId":263,"name":264,"text":265},"paidpaternityleaveduration","f.Istri melahirkan selama 2 (dua) hari k","f.Istri melahirkan selama 2 (dua) hari kerja kecuali komplikasi",{"bindId":267,"name":159,"text":229},"disabilitypay",{"bindId":269,"name":221,"text":222},"cbadate_end",{"bindId":271,"name":51,"text":52},"severance_number",{"bindId":273,"name":274,"text":275},"maternity_nursing_breaks_duration","2.Waktu menyusui tidak boleh lebih dari ","2.Waktu menyusui tidak boleh lebih dari 30 menit.",{"bindId":277,"name":112,"text":183},"hourspweek_select",{"bindId":279,"name":138,"text":280},"childcare","2.Pengusaha diwajibkan memberikan ijin pada buruh dengan upah penuh apabila\n:\n\na.Buruh sendiri menikah\u002Fkawin 3 (tiga) hari kerja\n\nb.Menyunatkan anaknya selama 2 (dua) hari kerja\n\nc.Membaptis anak selama 2 (dua) hari kerja\n\nd.Anggota keluarga kecelakaan berat\u002Fsakit keras selama 2 (dua) hari kerja\n\ne.Anggota keluarga meningal selama 2 (dua) hari kerja\n\nf.Istri melahirkan selama 2 (dua) hari kerja kecuali komplikasi\n\ng.Menikahkan anak 2 (dua) hari kerja\n\nh.Bencana alam yang menyebabkan kerusakan harta benda buruh tersebut 2 (dua)\nhari kerja\n\ni.Istri pertama keguguran 2 (dua) hari kerja dengan bukti yang sah (bukan\nkarena digugurkan\u002Faborsi)\n\nj.Buruh berobat memeriksakan kesehatan ke rumah sakit\u002Fdokter ijin ½ hari\ndengan bukti yang sah dengan ijin pimpinan perusahan\n\nk.Buruh yang mendadak sakit pada waktu bertugas, dan oleh petugas poliklinik\ndan kepala bagian\u002Fpersonalia yang bersangkutan diijinkan pulang (hanya untuk\nhari yang bersangkutan)\n\nl.Tetangga terdekat wafat dengan bukti yang sah 1 (satu) hari (dari RT)\n\nm.Memenuhi surat panggilan dari pengadilan negeri untuk persidangan,\ndiberikan ijin khusus selama beberapa jam atau hari disertai bukti yang\nautentic dari berwajib\n\nn.Pengusaha wajib untuk tetap membayar upah kepada yang tidak dapat\nmenjalankan pekerjaanya karena memeuhi kewajiban ibadah menurut agamanya selama\nwaktu yang diperlukan\n\no.Buruh wanita hamil di ijinkan sebulan sekali untuk memeriksa ½ hari",{"bindId":282,"name":112,"text":183},"hourspday",{"bindId":284,"name":163,"text":285},"MEALALL_trigger","1.Pengusaha memberikan uang makan sebesar Rp. 7,000,-\u002Fhari\n\n\n\n2.Bagi buruh yang kehadirannya tidak mencapai pukul 14.00 maka uang makannya\nakan diberikan setengah",{"bindId":287,"name":288,"text":289},"maternityotherclause","Buruh perempuan memperpanjang cuti melah","Buruh perempuan memperpanjang cuti melahirkan setelah sampai pada batas\nwaktu maksimum 3 (tiga) hari. Dengan disertai keterangan yang sah (surat rawat\nsakit dari dokter dll).",{"bindId":291,"name":132,"text":133},"OVERTIME_trigger",{"bindId":293,"name":159,"text":160},"SOCSEC_trigger",{"bindId":295,"name":116,"text":117},"nursingexcludedtrigger",{"bindId":297,"name":159,"text":229},"healthcareaccess",{"bindId":299,"name":232,"text":233},"SUNDAY_trigger",{"bindId":301,"name":167,"text":302},"trainingprogrammes","1.Pengusaha dan Serikat Buruh bekerjasama dalam mengadakan pendidikan dan\nlatihan, untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan buruh guna menunjang\nkinerja yang berkualitas.",{"bindId":304,"name":159,"text":229},"MEDICAL_trigger",{"bindId":306,"name":132,"text":133},"overtimeallowanceperc1",{"bindId":308,"name":138,"text":139},"paidpaternityleavepay",{"bindId":310,"name":82,"text":83},"SCHEDULE_trigger",{"bindId":312,"name":313,"text":314},"educationtuition","Perusahaan memberikan bantuan pendidikan","Perusahaan memberikan bantuan pendidikan untuk anak yang berprestasi\nrangking 1 s\u002Fd 3, yang besarnya ditetapkan berdasarkan kebijakan perusahaan\n\n-Rangking 1 sebesar Rp. 150,000,-\n\n-Rangking 2 sebesar Rp. 125,000,-\n\n-Rangking 3 sebesar Rp. 100,000,-",{"bindId":316,"name":317,"text":318},"bankholidays1","1.Pada hari libur resmi\u002Fhari raya yang t","1.Pada hari libur resmi\u002Fhari raya yang telah ditentukan oleh pemerintah,\nburuh dibebaskan dari pekerjaan dengan mendapatkan upah\n\n2.Hari libur yang ditetapkan berdasarkan kebijaksanaan pimpinan perusahaan,\nburuh tetap mendapatkan upah penuh",{"bindId":320,"name":86,"text":87},"paidmaternityleave",{"bindId":322,"name":75,"text":323},"PAIDLEAV_trigger","1.Setiap buruh yang sudah bekerja selama 12 bulan berturut-turut wajib\nmendapatkan istirahat tahunan selama 12 hari.\n\n\n\n2.Cuti tahunan tersebut dapat dibagi kedalam beberapa bagian asalkan dalam\nsatu bagian terdapat sekurang-kurangnya 6 (enam) hari secara terus menerus.","\u003Chtml>\n\n    \u003Cdiv class=\"cobra-report\">\n\n        \u003Ch2>IDN PT. First Marine Seafoods - 2012\u003C\u002Fh2>\n\n        \u003Cdiv class=\"section general\">\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-start_date\">Tanggal dimulainya perjanjian: &rarr;&nbsp;2012-10-01\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-end_date\">Tanggal berakhirnya perjanjian: &rarr;&nbsp;2014-10-01\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \u003C!-- TODO: previous CBA logic -->\n            \u003C!-- TODO: status logic -->\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaratified\">Diratifikasi oleh: &rarr;&nbsp;Other\u003C\u002Fdiv>\n                \u003Cdiv id=\"display-cbaactorratified\">\n                    Diratifikasi pada: &rarr;&nbsp;Belum diratifikasi\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \n\n            \u003C!-- TODO: transnational_label, includingcountries_label, national_framework_label -->\n\n            \u003Cdiv id=\"display-SECTOR1\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Industri\u002Fpabrik pengolahan\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-NACE2004\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Pabrik Manufaktur Produk Makanan\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-FIRMPRI\">\n                Sektor publik\u002Fswasta: &rarr;&nbsp;In the private sector\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv>Disimpulkan oleh:\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1\">\n\n                \n                    \n                    \u003Cdiv>\n                        Nama perusahaan: &rarr;&nbsp;\n                        First Marine Seafoods \n                    \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1\">\n                Nama serikat pekerja: &rarr;&nbsp;\n\n                \n                    \n                    \u003Cspan>\n                        KSBSI - PK FSB Kamiparho KSBSI PT. First Marine Seafoods\n                    \u003C\u002Fspan>\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section social-security-pensions\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SOCSEC_trigger\">JAMINAN SOSIAL DAN PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-pensionfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pensiun bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilityfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan cacat bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-unemploymentfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan pengangguran bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section training\">\n            \u003Ch3 id=\"display-TRAINING_trigger\">PELATIHAN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingprogrammes\">Program pelatihan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprenticeships\">Magang: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pelatihan bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section sickness-disability\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KONDISI SAKIT DAN DISABILITAS\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-maxsicknesspayperc\">\n                Maximum cuti sakit berbayar (untuk 6 bulan): &rarr;&nbsp;92&nbsp;%\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-sicknessmaxdaysnr\">\n                Maximum hari untuk cuti sakit berbayar: &rarr;&nbsp;365 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-longtermillness\">Ketentuan mengenai kembali bekerja setelah menderita penyakit jangka panjang, seperti penyakit kanker: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-menstruationleave\">Cuti haid berbayar: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilitypay\">Pembayaran gaji apabila tidak mampu bekerja dikarenakan kecelakaan kerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n\n        \u003Cdiv class=\"section health-medical-assistence\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA BANTUAN MEDIS\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccess\">Bantuan medis disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccessrelatives\">Bantuan medis bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurance\">Kontribusi pengusaha untuk asuransi kesehatan disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurancerelatives\">Asuransi kesehatan bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetypolicy\">Kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetytraining\">Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-protectiveclothing\">Pakaian\u002Falat pelindung diri disediakan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-hivpolicy\">Pemeriksaan kesehatan secara berkala disediakan oleh pengusaha: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-monitoring\">Pengawasan permintaan musculoskeletal di tempat kerja, resiko professional dan\u002Fatau hubungan antara pekerjaan dan kesehatan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-funeralpay\">Bantuan duka\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section work-family-arrangements\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKFAM_trigger\">PENGATURAN ANTARA KERJA DAN KELUARGA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleaveduration\">\n                Cuti hamil berbayar: &rarr;&nbsp;13 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleavepayperc\">\n                Cuti hamil berbayar terbatas untuk: 100 % dari gaji pokok\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-jobsecuritymothers\">Jaminan tetap dapat bekerja setelah cuti hamil: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-maternitydiscrimination\">Larangan diskriminasi terkait kehamilan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-breastfeeding_dangerouswork\">Larangan mewajibkan pekerja yang sedang hamil atau menyusui untuk melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-riskassessment\">Penilaian resiko terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja yang sedang hamil atau menyusui di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-alternatives\">Ketersediaan alternatif bagi pekerja hamil atau menyusui untuk tidak melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-timeoff\">Cuti untuk melakukan pemeriksaan pranatal: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningnonstandard\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempekerjakan pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningpromotion\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempromosikan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n            \u003Cdiv id=\"display-nursingmothers\">Fasilitas untuk pekerja yang menyusui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcareprovision\">Pengusaha menyediakan fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcaresubsidy\">Pengusaha mensubsidi fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \u003Cdiv id=\"display-educationtuition\">Tunjangan\u002Fbantuan pendidikan bagi anak pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n   \n            \u003Cdiv id=\"display-childcareleave\">\n                Cuti berbayar tiap tahun yang diberikan untuk merawat anggota keluarga: &rarr;&nbsp;2 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidpaternityleaveduration\">\n                Cuti ayah berbayar: &rarr;&nbsp;2 hari\n         \u003C\u002Fdiv>\n                        \n\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n        \u003Cdiv class=\"section gender-equality-issues\">\n            \u003Ch3 id=\"display-GENEQ_trigger\">ISU KESETARAAN GENDER\u003C\u002Fh3>\n         \u003Cdiv id=\"display-eqpay\">Upah yang sama untuk pekerjaan yang sama nilainya: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n         \n         \u003Cdiv id=\"display-discrimination\">Klausal mengenai diskriminasi di tempat kerja &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-eqpromotion\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat promosi: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n        \u003Cdiv id=\"display-eqtraining\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat pelatihan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>     \n        \u003Cdiv id=\"display-eqofficer\">Kesetaraan gender dalam kepengurusan serikat pekerja di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-sexualhar\">Klausal mengenai pelecehan seksual di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violence\">Klausal mengenai kekerasan di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violenceleave\">Cuti khusus bagi pekerja yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-support_disabilities\">Dukungan bagi pekerja perempuan dengan disabilitas: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-equalitymonitoring\">Pengawasan kesetaraan gender: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n             \n         \u003C\u002Fdiv>\n         \n\n        \u003Cdiv class=\"section employment-contracts\">\n            \u003Ch3 id=\"display-EMPCONTR_trigger\">PERJANJIAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-contracttrialperiod\">\n                Durasi masa percobaan: &rarr;&nbsp;91 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\u003Cdiv id=\"display-severance_number\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;182&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-severance_number_1_tenure\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;60&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-part_time_excluded\">Pekerja paruh waktu tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-tempagency\">Ketentuan mengenai pekerja sementara: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprentices_excluded\">Pekerja magang tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-minijobs_excluded\">Pekerja mahasiswa tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section working-hours\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKHOURS_trigger\">JAM KERJA, JADWAL DAN LIBUR\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspday\">\n                Jam kerja per hari: &rarr;&nbsp;7.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspweek\">\n                Jam kerja per minggu: &rarr;&nbsp;40.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-dayspweek\">\n                Hari kerja per minggu: &rarr;&nbsp;6.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysdays\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;12.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysweeks\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;2.0 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-bankholidays2\">\n                Cuti libur nasional berbayar: &rarr;&nbsp;Hari Raya Natal, Wafat Isa Almasih, Hari Raya Idul Adha\u002FHari Raya Kurban, Army Day \u002F Feast of the Sacred Heart\u002F St. Peter &amp; Paul’s Day (30th June), John Chilembwe Day (15th January)\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-schedulesrestpw\"> Periode istrirahat setidaknya satu hari dalam seminggu disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-sundays_year\">\n                Jumlah maksimum hari minggu\u002Fhari libur nasional dalam setahun dimana pekerja harus\u002Fdapat bekerja: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n             \n            \n            \n            \n            \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-FLEXWORK_trigger\"> Ketentuan mengenai pengaturan jadwal kerja yang fleksibel: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section wages\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WAGES_trigger\">PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-PAYSCALES_trigger\">\n                Upah ditentukan oleh skala upah: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n\n            \n            \n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-COSTLIV_trigger\">Penyesuaian untuk kenaikan biaya kebutuhan hidup: &rarr;&nbsp;1\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-STRUCINCR_trigger\">Kenaikan upah\u003C\u002Fh4>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-wageincreaseamount1\">\n                    Kenaikan upah: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;4000\u002Fyear\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-ONCERISE_trigger\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali:\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \u003Cdiv id=\"display-extrapayfirmperformance\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali dikarenakan performa perusahaan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \n\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-OVERTIME_trigger\">Upah lembur hari kerja\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-overtimeallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari kerja: &rarr;&nbsp;200 % dari gaji pokok\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SUNDAY_trigger\">Upah lembur hari Minggu\u002Flibur\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-sundayallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari Minggu\u002Flibur: &rarr;&nbsp;100&nbsp;%\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Ch4>Kupon makan\u003C\u002Fh4>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-MEALALL_trigger\">Tunjangan makan disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-mealvouchersamount\">\n                 &rarr;&nbsp;7000.0 per makan\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-legalassistance_trigger\">\n                Bantuan hukum gratis: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n    \u003C\u002Fdiv>\n\n\u003C\u002Fhtml>\n",[],[],"collective_agreement",[329],{"title":38,"slug":34},[331],{"type":332,"data":333},"call_to_action_body_block",{"title":334,"description":335,"variant":336,"link":337},"Bandingkan Perjanjian Kerja Bersama","Bandingkan pasal-pasal dan topik dalam Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dengan Perjanjian Kerja Bersama di semua sektor kerja di Indonesia maupun negara-negara lainnya.","dark",{"title":334,"url":338,"description":334,"rel":339,"type":340},"\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fbandingkan-perjanjian-kerja-bersama","follow","internal",[342],{"type":332,"data":343},{"title":334,"description":335,"variant":336,"link":344},{"title":334,"url":338,"description":334,"rel":339,"type":340},[]]