[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"page:id-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-elang-perdana-tyre-industry-dengan-serikat-buruh-f---lomenik-sbsi-pt-elang-perdana-tyre-industry":3},{"id":4,"slug":5,"title":6,"short_title":7,"intro_text":8,"meta_description":9,"seo_title":9,"path":10,"content_type":11,"locale":12,"go_live_at":7,"first_published_at":13,"page_created_at":14,"published_at":13,"edit_url":15,"breadcrumbs":16,"seo":24,"data":32,"children":281,"content_type_view":282,"extra_breadcrumbs":283,"body":285,"body_blocks":296,"related_pages":300},3679,"perjanjian-kerja-bersama","Perjanjian Kerja Bersama",null,"\u003Cp>Beberapa pilihan Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dipublikasikan di sini. Anda dapat menemukan teks asli dari Perjanjian Kerja Bersama tersebut, membaca dan menelusuri per bab maupun pasal, menurut topik yang sedang Anda cari.\u003Cbr\u002F>\u003Cbr\u002F>Ketika Anda mengklik pada link Perjanjian Kerja Bersama, halaman akan terbuka: di kolom sebelah kiri pada halaman tersebut berisi teks asli, sedangkan di kolom sebelah kanan, Anda akan menemukan ringkasan dari ketentuan yang ada di Perjanjian Kerja Bersama tersebut.\u003Cbr\u002F>Serikat Buruh\u002FPekerja dan Asosiasi Pengusaha dari Indonesia memberikan kontribusi terhadap pengumpulan data Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>","","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama","collective_agreements.collectiveagreementoverview","id_ID","2025-08-15T13:01:11.360625+00:00","2026-04-02T08:44:09.692847+00:00","\u002Fcms\u002Fpages\u002F3679\u002Fedit\u002F",[17,20,23],{"title":18,"slug":19},"Indonesia","id-id",{"title":21,"slug":22},"Bekerja di Indonesia","bekerja-di-indonesia",{"title":6,"slug":5},{"title":6,"description":9,"image":25,"canonical":26,"robots":27,"og_type":28,"twitter_card":29,"locale":19,"created_at":30,"last_modified_at":31},"https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fmedia\u002Fimages\u002FSocial_media_preview_image_-_2025.2e16d0ba.fill-1200x630.png","https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002F","index, follow","website","summary_large_image","2025-08-15T15:01:11.360625+02:00","2026-04-02T10:44:09.828831+02:00",{"cba":33,"clauses":45,"details":279,"translations":280},{"id":34,"uid":35,"url":36,"name":37,"locale":38,"override_title":9,"title":39,"browser_title":40,"browser_description":41,"text":42},"perjanjian-kerja-bersama-antara-pt-elang-perdana-tyre-industry-dengan-serikat-buruh-f---lomenik-sbsi-pt-elang-perdana-tyre-industry","63b4a6f6-69be-11e4-a32d-001e0bc20076","https:\u002F\u002Fcobra.wageindicator.org\u002Fcountries\u002Findonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-elang-perdana-tyre-industry-dengan-serikat-buruh-f---lomenik-sbsi-pt-elang-perdana-tyre-industry\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-elang-perdana-tyre-industry-dengan-serikat-buruh-f---lomenik-sbsi-pt-elang-perdana-tyre-industry\u002F","Perjanjian Kerja Bersama Antara PT. Elang Perdana Tyre Industry Dengan Serikat Buruh F - Lomenik SBSI PT. Elang Perdana Tyre Industry 2013 - 2015","ba_ID","IDN PT. Elang Perdana Tyre Industry - 2013","Indonesia - IDN PT. Elang Perdana Tyre Industry - 2013","IDN PT. Elang Perdana Tyre Industry - 2013 - Industri\u002Fpabrik pengolahan",{"name":43,"data":44},"46 - PKB PT. Elang Perdana Tyre Industry - KSBSI.html","\n              \n              \n              \n              \n              \n              \n\u003C!--?xml version=\"1.0\" encoding=\"UTF-8\"?-->\n\n\n  \u003Cmeta http-equiv=\"content-type\" content=\"text\u002Fhtml; charset=UTF-8\">\n  \u003Ctitle>New4\u003C\u002Ftitle>\n  \u003Cmeta name=\"generator\" content=\"Amaya, see http:\u002F\u002Fwww.w3.org\u002FAmaya\u002F\">\n\n\n\n\u003Ch1>Perjanjian Kerja Bersama Antara PT. Elang Perdana Tyre Industry Dengan\nSerikat Buruh F - Lomenik SBSI PT. Elang Perdana Tyre Industry\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB I : KETENTUAN UMUM\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 1 : Pihak-pihak yang Mengadakan Perjanjian Kerja Bersama (PKB)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama ini dibuat antara : Management yang bertindak untuk\ndan atas nama Perusahaan; PT. Elang perdana Tyre Industry yang didirikan\nberdasarkan Akta Notaris No. 5\u002F 1993, Syamsul Faryeti, SH. Yang berkedudukan di\nJl Elang, Desa Sukahati, Kecamatan Citeureup, Kabupaten DT.II Bogor, PO BOX 44\nCTR 16810.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Selanjutnya dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini disebut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>”PENGUSAHA\"\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>DENGAN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Serikat Buruh F - Lomenik SBSI PT. Elangperdana Tyre Industry yang tercatat\ndi kantor Dinas Sosial Tenaga KerjaKabupaten Bogor dengan bukti pencatatan No.\n307 \u002F OP.S \u002F F-LOMENIK \u002F EP \u002F 03.33.307 \u002F 03 \u002F X \u002F III \u002F 04. Selanjutnya dalam\nPerjanjian Kerja Bersama (PKB) ini disebut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>”SERIKAT BURUH”\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 2 : Maksud dan Tujuan Perjanjian Kerja Bersama (PKB)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Untuk mengatur serta menciptakan hubungan kerja, syarat-syarat kerja antara\nPengusaha dengan Buruh, gunamendapatkan kepastian apa yang menjadi hak\ndankewajibannya sesuai peraturan perundang-undangan yangberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 3 : Luasnya Perjanjian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha dan Serikat Buruh menyetujui bahwaPerjanjian Kerja Bersama ini\nterbatas pada hal-hal yang bersifat umum dan berlaku di PT. Elang Perdana Tyre\nIndustry.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengusaha dan Serikat Buruh tetap mempunyai hak-hak lain yang diatur dan\ndilindungi oleh perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Hal-hal yang bersifat teknis dan memerlukanpenjabaran lebih lanjut diatur\ndalam penjelasan pasal- pasal Perjanjian Kerja Bersama ini dan merupakansatu\nbagian dalam buku Perjanjian Kerja Bersama\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-equalitydifferenttrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-equalityexcludedtrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-childcaredifferenttrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-childcareexcludedtrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-nursingdifferenttrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-nursingexcludedtrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternitydifferenttrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityexcludedtrigger\">\u003Cp>4.PKB ini berlaku bagi seluruh karyawan PT. EPT I\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 4 : Kewajiban Menaati Perjanjian Kerja Bersama ( PKB )\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha dan Serikat Buruh mempunyai kewajibanserta tanggung jawab untuk\nmenyebarluaskan dan memberikan penjelasan kepada Buruh atau pihak-pihak lain\nyang mempunyai kepentingan dengan perjanjian ini, baik isi, makna, penafsiran\nmaupun pengertian seperti apa yang telah ditetapkan dalam Perjanjian ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengusaha dan Serikat Buruh berkewajiban untukmenjaga, membina dan\nmeningkatkan hubungan kerjayang harmonis melalui kerja sama yang baik, hormat\nmenghormati dan mengembangkan sikap kemitraan sesuai yang terkandung dalam\nHubungan IndustrialPancasila (HIP).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pengusaha dan Serikat Buruh berkewajiban serta bertanggungjawab untuk\nmentaati serta melaksanakan sepenuhnya semua kewajiban yang telah disepakati\nbersama dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Apabila isi Perjanjian Kerja Bersama ini tidak ditaatioleh salah satu\npihak maka dapat diselesaikan secara bipartite, tripartite, dan melalui\nPengadilan PHI sesuai prosedur UU PPHI yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 5 : Pengakuan Pengusaha dan Serikat Buruh\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Serikat Buruh mengakui bahwa Pengusaha mempunyai hak untuk memimpin dan\nmenjalankan usaha sesuai dengan kebijakan Perusahaan, sepanjang tidak\nbertentangan dengan ketentuan yang telah diatur dalam perjanjian ini dan\nUndang-undang serta Peraturan Pemerintah mengenai ketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Seleksi dan penerimaan Pekerja merupakan hak sepenuhnya Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Penempatan, pengangkatan, penurunan jabatan,mutasi, pemberian penghargaan,\npemberian sanksi,pemberhentian, penilaian Pekerja, serta pelaksanaan personalia\nmerupakan wewenang dan tanggung jawab Pengusaha sepanjang prosedurnya sesuai\ndengan PKB\u002Fperaturan dan Undang- undang ketenagakerjaan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pengusaha mengakui bahwa Serikat Buruh adalah sebagai badan \u002F organisasi\nyang sah dalam mewakili dan bertindak untuk dan atas nama seluruh anggotanya\nyang mempunyai hubungan kerja dengan Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB II : HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 6 : Hubungan Pengusaha dengan Serikat Buruh\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha dan Serikat Buruh bersepakat dan bertekad untuk bekerja sama\ndalam mengusahakan ketenangan usaha dan ketenangan kerja sehingga terwujud\nHubungan Industrial Pancasila (HIP) dengan baik.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Untuk menunjang terlaksananya perjanjian dan hakekat ayat (1) maka\nPengusaha dan Serikat Buruh akan terus mendayagunakan peranan Lembaga\nBipartit.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 7 : Keanggotaan Serikat Buruh\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Keanggotaan Serikat Buruh bersifat sukarela sesuai dengan Undang-undang\nR.I No.21 tahun 2000 Bab IV tentang keanggotaan Serikat Buruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Anggota Serikat Buruh adalah Buruh Perusahaan yang sudah resmi diangkat\nsebagai Karyawan tetap dan kontrak di atas 1 (satu) tahun atau yang sudah\nmendaftar diri menjadi anggota Serikat Buruh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Buruh yang menduduki jabatan tertentu dan atau yang tugas dan fungsinya\ndapat menimbulkan pertentangan kepentingan antara Pengusaha dan Serikat Buruh\ndan atau posisinya mewakili kepentingan Pengusaha dapat menjadi anggota Serikat\nBuruh tetapi tidak dapat menjadi anggota Serikat Buruh sebagaimana ketentuan\nUndang-undang RI No. 21 Tahun 2000 Pasal15.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB III : HUMAN RESOURCES (HR)\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 8 : Penerimaan Buruh\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Demi Iancarnya kegiatan Pengusaha, Serikat Buruh mengakui hak Pengusaha\ndalam melaksanakan fungsi ketenagakerjaan sesuai dengan perundang-undang yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Prosedur penerimaan calon Buruh, diatur tersendiri didalam Instruksi\nKerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Penerimaan Buruh baru didasarkan semata-mata kepada kualifikasi yang\ndiperlukan untuk suatu pekerjaan\u002Fjabatan didalam organisasi Perusahaan tanpa\nmemandang agama, suku, keturunan dan jeniskelamin dengan melalui progedur\nseleksi termasuk pemeriksaan kesehatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 9 : Status Calon Buruh baru\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Untuk pekerjaan yang bersifat tetap dan terus menerus maka calon buruh\nbaru dengan status PKWTT\u002FTetap :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrialperiod\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrial\">\u003Cp>1.1 Akan menjalani masa Training paling lama 3 (tiga) bulan kemudian masa\npercobaan kerja paling lama 3 (tiga) bulan dan tidak boleh diperpanjang.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>1.2 Buruh baru tersebut apabila di nyatakan Iulus dari penilaian masa\npercobaan maka akan diangkat menjadi karyawan tetap dengan SK (Surat Keputusan)\nPengangkatan yang disesuaikan dengan posisi\u002F golongan, pangkat &amp; jabatannya\nnamun apabila buruh tersebut dinyatakan tidak lulus dari masa percobaan, maka\nburuh tersebut diputus hubungan kerjanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.3 Pemberitahuan Iulus atau tidaknya buruh tersebut dalam masa percobaan\ndilakukan sekurang-kurangnya 1 (satu) bulan sebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Untuk pekerjaan yang bersifat tidak tetap karena jenis dan sifat atau\nkegiatan pekerjaannya akan selesai dalam waktu paling lama 3 (tiga) tahun maka\ncalon buruh baru dengan status PKWT\u002F Kontrak dapat menjalani masa kontrak untuk\npaling Iama 2 (dua) tahun dan hanya boleh diperpanjang 1 (satu) kali untuk\njangka waktu paling lama 1 (satu) tahun. Contoh pekerjaan yang bersifat tidak\ntetap : Pekerjaan proyek engineering, pekerjaan bongkar muat, dan pekerjaan\nlain-lain yang tidak berhubungan langsung dengan proses produksi sesuai dengan\nperaturan ketenagakerjaan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Dalam masa percobaan atau masa kontrak tersebut maka baik pengusaha maupun\nBuruh sewaktu-waktu dapat memutus hubungan kerja tanpa syarat selain dari upah\nyang belum diterima.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Buruh baru yang dinyatakan Iulus dari masa percobaan, sesuai dengan\nformasi atau jabatan yang ada, diangkat menjadi karyawan tetap dengan SK (Surat\nKeputusan) Pengangkatan. SK Pengangkatan asli diserahkan kepada yang\nbersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 10 : Masa Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Masa kerja Buruh dihitung dari hari pertama sejak yang bersangkutan mulai\nbekerja di Perusahaan hingga yang bersangkutan diberhentikan\u002Fberhenti bekerja\ndari perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 11 : Klasifikasi Golongan \u002FJabatan dan jenjang pangkat\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pengaturan klasifikasi jabatan dan golongan ketetapannya diatur tersendiri\ndalam Iampiran PKB.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 12 : Karier Plan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Karier plan adalah rancangan kenaikan pangkat berkala seorang buruh\nmelalui penilaian prestasi kerjanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Teknik pelaksanaan karier plan diatur tersendiri dalam ketentuan dan\nproseclur karier plan (SPL No. 025\u002FIM\u002FHRGA\u002FI\u002F2011).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 13 : Promosi Pangkat \u002F Jabatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Promosi adalah perubahan status yang mengakibatkan kenaikan pangkat dan\natau golongan dalam jenjang kepangkatan atau struktur organisasi Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Kenaikan pangkat dilakukan apabila memenuhi syarat berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.1 Telah memenuhi ketentuan pasal 12 tentang karier plan dan atau\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.2 Dinilai layak oleh perusahaan karenakeberhasilan\u002Fprestasi-prestasinya\nterhadapkemajuan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Promosi kenaikan golongan \u002F jabatan dilakukan apabila memenuhi syarat\nberikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.1 Adanya lowongan jabatan pada struktur organisasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.2 Mempunyai kualifikasi yang dibutuhkan bagi jabatan tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.3 Diutamakan dari Buruh di lingkungan Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.4 Direkomendasikan oleh Manager Departemen terkait sebelah melalui proses\ninternal dan disetujui oleh Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.5 Perusahaan memandang perlu untuk menetapkan jabatan tertentu untuk\nkelangsungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.6 Setiap promosi melalui masa penilaian calon pejabat minimal 3 ( tiga)\nbulan dan maksimal 6 (enam) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.7 Selama penilaian promosi calon pejabat, buruh mendapatkan kompensasi\nsebesar 10% dari upah( gaji + tunjangan tetap)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.8 Dalam hal kenaikan akibat promosi yangmengalami kenaikan yang multi\nbarlapis atau bertingkat maka kenaikan upah akan dilakukan secara bertahap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.9 Penetapan jabatan diberikan setelah dinyatakan Iulus dari masa penilaian\noleh atasan yang berwenang, dan upahnya akan disesuaikan dengan jabatan\ntersebut sesuai dengan ketentuanyang berlaku dan kenaikan tersebut tidak boleh\nlebih kecil dari 10%\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.10 Apabila calon pejabat tersebut tidak Iulus dalam masa penilaian, maka\nyang bersangkutan akan dikembalikan pada jabatan semula atau jabatan lain pada\ngolongan yang sama\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.11 Khusus untuk pejabat setingkat foreman keatas harus telah mengikuti \u002F\nmendapatkan pelatihan manajemen leadership.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 14 : Penempatan, Mutasi dan Prosedurnya\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Demi kelancaran kegiatan Perusahaan serta pendayagunaan tenaga kerja,\nPengusaha dapat menempatkan, memutasikan dan memindahkan buruh untuk jabatan \u002F\npekerjaan yang setara dalam lingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dalam mutasi tersebut Pengusaha mempertimbangkan kemampuan, kesehatan dan\nkeinginan dari Buruh yang bersangkutan serta kesempatan yang ada.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Demosi atau penurunan jabatan dapat dilakukanoleh Pengusaha kepada Buruh\nyang melakukanpelanggaran, setelah pelanggaran itu dibuktikan dan dengan tidak\nmengurangi upah pokok yang diterima Buruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Mutasi karena promosi dapat diberikan oleh pengusaha kepada buruh apabila\nada buruh yang diangkat untuk jabatan \u002Fposisi tertentu pada departemen lain\nsesuai ketentuan pasal 13.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Untuk setiap mutasi diberikan Surat Keputusan \u002FPenetapan kepada Buruh yang\nbersangkutan yangditandatangani Direktur HR &amp; GA atas usulan dari Divisi \u002F\nBagian yang terkait.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Penempatan mutasi dan prosedurnya sepenuhnya hak prerogratif dari\npengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 15 : Kegiatan Serikat Buruh (diluar\u002F didalam jam kerja)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Sejauh Serikat Buruh tidak melanggar ketentuan-ketentuan yang telah\nditetapkan dalam Perjanjian Kerja Bersama ini, Pengusaha memberikan kesempatan\npada Serikat Buruh untuk melaksanakan kegiatan bagi kepentingan organisasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pada prinsipnya kegiatan Serikat Buruh dilakukan diluar jam kerja. Namun\ndemikian dapat dilakukan didalam jam kerja apabila :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.1 Menghadiri dan memenuhi undangan dari Pengusaha, Pemerintah atau\ninstitusi yang berhubungan dengan ketenagakerjaan, yang tembusan dispensasinya\ndikirim kepada Manager\u002F atasan yang bersangkutan untuk diketahui. Dispensasi\nbagi buruh yang ditugaskan kegiatan tersebut merujuk pada 16 dan pasal 17.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.2 Seorang pengurus atau anggota Serikat Buruh dipilih menjadi pengurus\npada organisasi Serikat Buruh yang lebih tinggi, Pengusaha memberikan\ndispensasi untuk kegiatan yang berkaitan dengan fungsinya tersebut dengan tidak\nmengurangi hak-hak dan kewajibannya sebagai Buruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.3 Mekanisme pengajuan dispensasi dilakukan oleh pengurus SB melalui\natasannya masing-masing sampai dengan Manager kemudian disetujui oleh HRD.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 16 : Dispensasi untuk Keperluan Serikat Buruh\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Atas permintaan Serikat Buruh, Pengusaha memberikan dispensasi kepada\npengurus atau wakil-wakil yang ditunjuk Serikat Buruh dalam melaksanakan\ntugas-tugas organisasi untuk memenuhi panggilan \u002F undangan pemerintahan dan\ninduk organisasi atau institusi yang berhubungan dengan ketenagakerjaan dengan\ntidak mengurangi hak-haknya sebagai Buruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dalam menjalankan tugas-tugas organisasi di luar Iingkungan Perusahaan\ntersebut, pengusaha memberikan dispensasi kepada Serikat Buruh yang ditugaskan\nsebanyak-banyaknya 5 (lima) orang, setelah dikoordinasikan dengan manager \u002F\natasan yang terkait.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Untuk lamanya dispensasi di sesuaikan menurutundangan atau pengajuan dari\nInduk Organisasi.Berdasarkan surat Tugas dari Pengurus harian Serikat Buruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 17 : Ketentuan mengenai meninggalkan\u002F tidak hadir kerja bagi pengurus\n\u002F anggota Serikat Buruh yang ditunjuk oleh pimpinan Serikat Buruh untuk\nmelakukan kegiatan Organisasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Bila Serikat Buruh menerima panggilan\u002Fundangan dari Pengusaha, Pemerintah\natau institusi yang berhubungan dengan ketenagakerjaan, maka dengan persetujuan\nPengusaha, yang bersangkutan dapat meninggalkan \u002Ftidak hadir kerja untuk\nmemenuhi panggilan \u002F undangan tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 18 : Fasilitas dan bantuan untuk Serikat Buruh\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha akan membantu dalam pelaksanaan pemotongan iuran Serikat Buruh\nmelalui Perusahaan berdasarkan surat kuasa dari Buruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengusaha menyediakan ruang kantor dan fasilitas lainnya sesuai dengan\nkondisi dan kemampuan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Serikat Buruh diperbolehkan memakai bersama papan pengumuman Perusahaan\nsetelah meminta izin dari pengusaha dalam hal ini HRD setelah mendapatkan\nstempel dari pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pengusaha melalui HRD mengijinkan SB untuk mempergunakan ruangan milik\nperusahaan dengan meminjam peralatan yang diperlukan sepanjang tidak mengganggu\nkepentingan bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pengusaha melalui HRD, mengizinkan Serikat Buruh memakai kendaraan\nPerusahaan setelah dikoordinasikan dengan penanggung jawab \u002Fpemegang kendaraan\nPerusahaan sesuai kebutuhan untuk melancarkan tugas-tugas organisasinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 19 : Rapat Umum Serikat Buruh\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Bila Serikat Buruh akan mengadakan Rapat Umum Serikat Buruh maka Serikat\nBuruh harus memberitahukan Pengusaha melalui HRD paling Iambat tiga hari kerja\nsebelumnya dengan mencantumkan hal - hal sbb :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Tujuan dan Pembicara Rapat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Tanggal dan Iam rapat diadakan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Tempat yang diajukan sehelah dikoordinasikan dengan HRD.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Jumlah anggota yang diperkirakan hadir\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 20 : Pembinaan Buruh dan Hubungan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha mengakui dan menyadari bahwa dalam rangka meningkatkan kesadaran\nBuruh dalam berserikat dan memahami masalah-masalah ketenagakerjaan, maka\nPengusaha akan membantu sepenuhnya kepada Serikat Buruh sepenuhnya dalam rangka\nmenyelenggarakan pendidikan Buruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dalam rangka melaksanakan Hubungan Industrial Pancasila, maka Pengusaha\nakan mengadakan usaha-usaha pendidikan kearah terciptanya moral, mental dan\nwatak sebagai Buruh maupun warga negara yang baik.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Sesuai dengan ayat 1 dan 2, maka bagi Buruh baru diberikan pembinaan dasar\nantara lain Hubungan Industrial Pancasila (HIP), keorganisasian, P2K3 dan\nlain-lainnya yang berhubungan dengan Perusahaan sebelum diserahkan ke bagian\nmasing-masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Khusus pendidikan pembinaan HIP dan keorganisasian, pelaksanaannya\ndilakukan oleh HRD dan Serikat Buruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB V : HARI KERJA DAN JAM KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 21 : Ketentuan Hari dan Jam Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-WORKHOURS_trigger\">\u003Cp>1.Perumusan pelaksanaan jam kerja sesuai dengan izin kerja yang diberikan\nsetiap tahun oleh Dinas Sosial dan Tenaga Kerja, dan sesuai dengan\nUndang-undang Ketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Pada prinsipnya pembuatan kalender kerja umum tahunan Perusahaan\ndimusyawarahkan dengan Serikat Buruh paling lambat bulan Oktober tahun\nberjalan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Bila kondisi Pekerjaan secara umum memerlukan perubahan jam kerja,\nPengusaha akan memusyawarahkannya terlebih dahulu dengan Serikat Buruh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Hari kerja dan jam kerja dalam Perusahaan diatur sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-schedulesrestpw\">\u003Cp>4.1 Bagi buruh yang bekerja 5 (lima) hari per minggu diatur sebagai berikut\n:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Senin s\u002F d Jumat : 08.00 s.d 17.00 (termasuk istirahat 1 jam)\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Sabtu &amp; Minggu : Libur\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>4.2 Bagi Buruh non shift yang bekerja 6 (enam) hari per minggu diatur\nsebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Senin : 08.00 s.d 17.00 (termasuk istirahat 1 jam)\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Selasa s\u002F d Jumat : 08.00 s.d 16.00 (termasuk istirahat 1 jam)\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Sabtu : 08.00 s.d 12.00\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Minggu : Libur\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>4.3 Bagi Buruh yang bekerja shift 6 (enam) hari kerja 1 (satu) hari libur\nper minggu diatur sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Shift I : Senin s\u002F d Sabtu 08.00 s.d 16.10 (termasuk istirahat 1 jam)\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Shift II : Senin s\u002Fd Sabtu 16.00 s.d 24.10 (termasuk istirahat 1 jam)\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Shift III : Senin s\u002Fd Sabtu 00.00 s\u002Fd 08.10 (termasuk istirahat 1\n  jam)\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Minggu : Libur\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>Kecuali bagi Buruh yang sifat Pekerjaannya tidak berhubungan langsung dengan\nproduksi, jam kerja pada hari Sabtu adalah 08.00-14.00 (khusus shift 1)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.4 Bagi Buruh yang bekerja dengan system 4 group 3 shift ( 5-2, 5-2, 5-1 )\nper minggu diatur sbb :\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Shift I : 08.00 s\u002Fd 16.10\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Shift II : 16.00 s\u002Fd 24.10\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Shift III :00.00 s\u002F d 08.10 (Termasuk istirahat 1 jam di setiap shiftnya)\n    ,\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bagi buruh yang hari libur mingguannya jatuh pada hari libur nasional\n    maka mendapatkan kompensasi pengganti hari libur sebesar satu hari upah,\n    tetapi jika buruh yang bersangkutan masuk kerja (karena Iembur) maka selain\n    diperhitungkan sebagai Iembur juga tetap akan mendapatkan kompensasi\n    pengganti hari libur sebesar satu hari upah\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SCHEDULE_trigger\">\u003Cp>4.5 Istirahat kerja selama 1 jam, dan pengaturannyadi atur oleh\nperusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.6 Dalam kondisi tertentu untuk jam istirahat bisa dirubah (istirahat\nbergantian) sesuai kebutuhan perusahaan\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek\">\u003Cp>4.7 Ketentuan jam kerja per minggu adalah 40 jam untuk selebihnya\ndiperhitungkan sebagai lembur.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4.8 Bagi Buruh yang bekerja paling sedikit 20 jam terus menerus pada hari\ntersebut, maka pada hari kerja berikutnya diberikan istirahat selama 1 (satu)\nhari kerja dengan upah dibayar penuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.9 Apabila Perusahaan oleh karena sesuatu halmengeluarkan kebijakan factory\nshut down minimal 1X24 jam, maka seluruh Pekerja\u002FBuruh dapat diliburkan dengan\nmendapat upah pokok dan tunjangan tetap. Sedangkan yang diharuskan masuk kerja\nakan mendapatkan ganti libur sebanyak hari yang diharuskan masuk kerjadengan\njadwal pengganti liburnya dilaksanakan paling lama 30 hari kexja sejak\nketentuan Factory Shut Down dengan dibayar upah pokok dan tunjangan tetapnya,\nkecuali Factory Shut Down-nya disebabkan Force Majeur tidak ada pengganti\nlibur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.10 Dikecualikan ada ketentuan pemerintah atau ada perubahan mengenai jam\nkerja secara umum maka akan ditetapkan kemudian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.11 Penentuan jam kerja Karyawan ditentukan oleh Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 22 : Kerja Lembur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause\" id=\"clause-shiftstype1\">\u003Cp>1.Yang dimaksud kerja Iembur adalah Buruh yang melakukan pekerjaan melebihi\njam kerja yang telah ditentukan ( Peraturan Menteri No. 102 \u002F MEN \u002FVI\u002F 2004 )\nyaitu:\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>1.1 Bagi yang bekerja 5 (lima) hari adalah : 8 jam sehari dan 40 jam per\nminggu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.2 Bagi yang bekerja 6 (enam) hari adalah : 7 jam sehari dan 40 jam per\nminggu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.3 Bagi buruh yang bekerja dengan system 3 shift 4 group mengikuti\nketentuan kalender kerja yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pada prinsipnya kerja Iembur adalah bersifat sukarela dan atas dasar\nperintah pimpinan, kecuali:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.1 Sifat Pekerjaan yang mendadak dan harus segera diselesaikan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.2 Dalam keadaan darurat, seperti herjadi kecelakaan, kebakaran, ledakan,\nbanjir dan sebagainya yangsifat Pekerjaannya tidak dapat ditinggalkan karena\ndapat membahayakan keselamatan manusia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.3 Dalam hal Buruh harus terus bekerja karena sifat Pekerjaannya tidak\ndapat ditinggalkan atau penggantinya tidak ada.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.4 Pekerjaan yang sifatnya khusus untuk dilaksanakan pada hari libur atau\nhari besar seperti : tugas keamanan, Pekerjaan engineering, dll;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.5 Dalam hal buruh bekerja Iembur sesuai ketentuan pasal 21 ayat 4 sub ayat\n4.6.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pelaksanaan kerja Iembur diatur atas dasar:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.1 Instruksi atasan langsung dan mendapat surat perintah kerja Iembur yang\nditandatangani oleh atasan Iangsung atau atasan yang berwenang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.2 Menyimpang dari ketentuan tersebut di atas Buruh yang bersangkutan tidak\ndianggap melakukan kerja Iembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 23 : Jam Kerja Waktu Dinas Luar\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Sewaktu melaksanakan tugas \u002F dinas Iuar dan pulang pada hari yang sama,\nmelebihi jam kerja yang ditentukan, maka kelebihan jam kerja diperhitungkan\nsebagai jam kerja Iembur sejauh tercatat pada kartu Absensi dan disetujui oleh\natasan. Apabila keberangkatannya setelah waktu istirahat maka tidak berhak\nmendapat penggantian uang makan sebagaimana ketentuan perusahaan bagi yang\nbertugas\u002F dinas Iuar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Sewaktu rnelaksanakan perjalanan keluar kota tempat domisili Perusahaan\ndalam rangka tugas \u002F dinas Iuar dan pulang tidak pada hari yang sama, maka\ntidak ada ketentuan jam Iembur, tetapi dikompensasikan kepada biaya perjalanan\ntugas \u002F dinas Iuar termasuk makan dan akomodasi yang diperlukan selama bertugas\ndan dimasukan ke dalam Expense Report sebagaimana ketentuan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 24 : Hari Libur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Hari-hari libur adalah sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.1Hari Iibur nasional dan hari besar nasional ditentukan oleh Pemerintah\nRI.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.2Hari libur yang ditentukan oleh Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.3Hari libur berdasarkan kalender kerja yang telah dimusyawarahkan dengan\nSerikat Buruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Kecuali ada sebab lain maka Pengusaha dapat merubah hari libur berdasarkan\nperundingan dengan Serikat Buruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VI : PEMBEBASAN DARI KEWAJIBAN BEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 25 : Cuti\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Sesuai dengan UU N 0.13, Buruh yang telah bekerja 12 (dua belas) bulan\nberturut-turut berhak atas cuti.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Yang dimaksud dengan cuti adalah hari istirahat Buruh, agar Buruh tiap\ntahun menggunakan kesempatan untuk memulihkan staminanya setelah bekerja secara\nterus-menerus.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Cuti yang dimaksud terdiri dari :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.1 Cuti tahunan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.2 Cuti panjang adalah tambahan dari cuti tahunan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Ketentuan cuti tahunan dan cuti panjang adalah sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Masa Kerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Cuti Tahunan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Cuti Panjang\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jumlah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>1 Thn s\u002Fd 5 Thn \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>12 hari\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>0 hari\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>12 hari\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>&gt;5 Thn\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>12 hari\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>5 hari\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>17 hari\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Untuk menggunakan cuti tahunan Buruh diwajibkan mengajukan permohonan\nmelalui atasan masing-masing 1 (satu) minggu sebelum cuti diambil, dikecualikan\ndalam keadaan darurat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Apabila setelah jangka waktu 12 (dua belas) bulan dari timbulnya hak cuti\nBuruh tidak menggunakannya maka hak cuti dapat di perpanjang maksimal 3 bulan\npada tahun berikutnya. Selain itu apabila hak cuti tersebut tidak dipergunakan\ndan bukan karena alasan- alasan dari Pengusaha maka hak cuti tersebut gugur,\nkecuali bila karena alasannya disebabkan dari pengusaha (atasannya kesulitan\nmengatur \u002F tidak memberikan ijin cuti) maka sisa cuti yang ada akan\ndikompensasikan \u002F dibayarkan sebagai upah Iembur pada setiap akhir tahunnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Dengan persetujuan antara Buruh dan Pengusaha cuti tahunan dapat dibagi\nmenjadi beberapa bagian yang akan dimasukkan kedalam kalender kerja tahunan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Cuti tahunan dapat diambil Buruh paling lama 6 (enam) hari kerja secara\nberturut-turut, dan selebihnya diambil secara bertahap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Dengan mempertimbangkan keperluan Perusahaan, Pengusaha hanya dapat\nmerubah waktu cuti yang diminta dengan alasan tertulis dan dapat diterima\nBuruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Jumlah hak cuti, sisa cuti didata oleh seksi Administrasi HRD berdasarkan\nizin cuti yang dikeluarkan dan dikirim ke HRD oleh atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 26 : Izin Tidak Hadir Kerja dengan Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pengusaha dapat memberi izin Buruh untuk tidak hari kerja dengan upah penuh\napabila memenuhi persyaratan dibawah ini :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Sakit\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Izin sakit diberikan kepada Buruh yang sakit dengan menyerahkan surat\nketerangan sakit hanya dari dokter keluarga yang ditunjuk Perusahaan, kecuali\ndalam keadaan darurat antara lain :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.1 Diluar praktek Dokter keluarga pada kasus ringan; diberikan izin sakit\ndari Puskesmas atau Dokter umum dengan lamanya 1 hari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.2 Pada kasus gawat darurat yang perlu penanganan segera dari rumah sakit\nmendapatkan izin sakit sesuai dengan surat keterangan sakit yang dikeluarkan\nrumah sakit tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.3 Diluar jangkauan program kesehatan Perusahaan( termasuk bilamana sedang\nkeluar kota )\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.4 Cuti sakit di berikan pada Pekerja yang sakit dan mendapat surat cuti\nsakit hanya dari Dokter yang memeriksanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.5 Bila ada keraguan dari Pengusaha mengenai alasan cuti sakit tersebut,\nmaka Pengusaha dapat memerintah Pekerja untuk memeriksakan dirinya pada dokter\nyang ditunjuk oleh Pengusaha dan Pekerja tersebut tidak dapat menolak tanpa\nalasan yang wajar. Bilamana ternyata menunjukkan hasil berbeda dengan Dokter\nyang memberikan cuti sakit, maka hasil pemeriksaan Dokter yang ditunjuk\nPengusaha yang berlaku tanpa menggugurkan surat cuti sakit yang sebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.6 Pengusaha akan memberikan sanksi kepada Pekerja yang mengajukan cuti\nsakit palsu setelah terlebih dahulu dibuktikan kepalsuannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Haid\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-menstruationleave\">\u003Cp>Buruh perempuan yang dalam masa haid merasakan sakit dan memberitahukan\nkepada Pengusaha dalam hal ini atasannya, tidak wajib bekerja pada hari pertama\ndan kedua pada waktu haid.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Melahirkan \u002F Gugur Kandungan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Buruh wanita yang hamil karena pernikahan yang sah diberikan izin tidak\nhadir kerja karena :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveduration\">\u003Cp>3.1 Melahirkan diberikan izin selama 3 (tiga) bulan yang pelaksanaannya\nsesuai kebutuhan dan melalui persetujuan atasan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.2 Buruh perempuan yang mengalami keguguran kandungan berhak memperoleh\nistirahat maksimal 1,5 (satu setengah) bulan atau sesuai dengan surat\nketerangan dokter kandungan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-breastfeeding_workingtime\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-nursingmothers\">\u003Cp>3.3 Bagi pekerja wanita yang menyusui diberi kesempatan untuk menyusui\nanaknya dalam jam kerja di area perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Menunaikan Ibadah Keagamaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.1 Menunaikan Ibadah Haji\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pengusaha memberikan kesempatan cuti kepada Buruh tetap untuk menunaikan\nibadah haji 1 (satu) kali sesuai ketentuan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Rencana akan beribadah haji harus diajukan kepada Pengusaha 1 (satu) bulan\nsebelum dimulainya cuti.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Lamanya waktu yang diberikan untuk menjalankan ibadah haji paling lama 3\n(tiga) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Pemberian upah penuh hanya berlaku untuk pelaksanaan ibadah haji yang\npertama kali selama bekerja di Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.2 Untuk Buruh Non Muslim pelaksanaan ibadah keagamaan diatur tersendiri\noleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Hari raya Idul fitri\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Diluar dari ketentuan pemerintah tentang libur hari raya (Idul Fitri), buruh\ndiberikan libur tambahan selama 1 (satu ) hari dengan tidak mengurangi cuti\ntahunannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Khusus\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleave\">\u003Cp>Buruh diberikan izin tidak hadir pada hari kerja pada saat terjadinya suatu\nperistiwa yang menyangkut Buruh atau yang terkait dengan keluarga Buruh yang\nterdaftar di HRD karena hal-hal sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>6.1 Pernikahan pertama yang sah dari Buruh : 3 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.2 Pernikahan anak : 2 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.3 Khitanan anak laki-laki : 2 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.4 Keluarga meninggal : 2 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.5 Keluarga yang dirawat inap di Rumah Sakit : 1 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleaveduration\">\u003Cp>6.6 Istri melahirkan\u002Fkeguguran : 2 hari\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>6.7 Pembaptisan : 2 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.8 Pengurusan KTP \u002F SIM\u002F STNK :1 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.9 Memberikan suara dalam rangka pemilu : 1 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.10 Orang serumah meninggal : 1 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.11 Memenuhi undangan \u002F Panggilan Pemerintah minimal setingkat lurah :\njumlah harinya sesuai dengan surat dari pemerintah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.12 Hal hal lain yang belum clicantumkan akan diatur berdasarkan kebijakan\nPengusaha, antara lain musibah atau bencana alam.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Penjelasan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>•Yang dimaksud orang serumah adalah orang yang bukan keluarga yang tinggal\npada alamat dan rumah yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Tata cara permohonan izin meninggalkan tempat kerja \u002F tidak hadir kerja\ndiatur pada pasal 28.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 27 : Izin Meninggalkan Tempat Kerja \u002F Tidak Hadir Kerja Tanpa\nUpah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Buruh yang meninggalkan tempat kerja atau tidak hadir kerja dengan\nalasan-alasan dibawah ini tidak mendapat upah ( izin tidak dibayar\u002F ITB ) yaitu\n:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.ITB adalah tidak hadir dengan alasan keperluan pribadi setelah mendapat\npersetujuan atasan yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.ITB diberikan dengan pertimbangan hak cuti karyawan telah habis.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Maksimal ijin tidak hadir kerja tanpa upah 6 kali dalam 1 tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Datang terlambat, meninggalkan tempat kerja, pulang cepat dengan\nperhitungan potongan upah sesuai jumlah jam kerja yang ditinggalkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 28 : Tata Cara Permohonan Izin Meninggalkan Tempat Kerja \u002F tidak\nHadir Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Tata Cara Permohonan Izin Meninggalkan Tempat Kerja \u002F Tidak Hadir Kerja\nadalah sbb :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Mengisi formulir ”Permohonan Tidak Hadir Kerja \u002F Meninggalkan Tempat\nKerja ” kemudian :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.1 Untuk permohonan tidak hadir kerja formulir diserahkan kepada atasan\nlangsung. Permohonanijin tidak hadir kerja dilakukan paling Iambat 1 (satu)\nhari sebelum ketidakhadiran dengan memberikan alasan yang jelas tertulis dalam\nformijin tidak hadir, dan mendapat persetujuan atasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.2 Untuk permohonan meninggalkan tempat kerja setelah ditandatangani\natasan, formulir diserahkan ke Security di Pos I.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Bilamana keadaan tidak memungkinkan untuk mengajukan permohonan\nsebelumnya, maka Buruh yang bersangkutan harus berusaha memberi kabar serta\nmelapor kepada atasan yang berwenang atau ke HRD selambat-Iambatnya 1 x 24 jam\nterhitung sejak ketidak-hadirannya, melalui telefon maupun sms serta\nmendapatkan izin dari atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Kelalaian mengajukan permohonan izin tidak hadir yang tidak sesuai dengan\npoint 1 dan point 2 dianggap mangkir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VII : PENGUPAHAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 29 : Dasar Pengupahan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-WAGES_trigger\">\u003Cp>1.Sesuai ketentuan - ketentuan dalam Peraturan Ketenagakerjaan dan\nPerundang-undangan yang berlaku tentang pengupahan\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_trigger\">\u003Cp>2.Besarnya upah untuk buruh dengan masa kerja dibawah 1 ( satu ) tahun\nditetapkan berdasarkan kesepakatan antara Buruh secara individual dengan\nPengusaha dan besarnya upah paling sedikit sama dengan UMK.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 30 : Komponen Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Sesuai dengan Surat UU No. 13 tahun 2003. Komponen upah terdiri:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Upah Pokok.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Tunjangan Tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Tunjangan Tidak Tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 31 : Pembayaran Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pembayaran upah terdiri dari 2 (dua) kelompok pengupahan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.1Pembayaran Upah dilakukan satu bulan sekali setiap tanggal 25 (dua puluh\nlima).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.2Buruh dengan status PKWT\u002FKontrak sesuai ketentuan pasal 9 ayat 2,\npembayaran upahnya diatur tersendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pembayaran upah Iembur dilakukan bersamaan dengan pembayaran upah\nkerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Bilamana Buruh tidak masuk kerja \u002F mangkir, datang terlambat, pulang\ncepat, meninggalkan tempat kerja tanpa upah maka pemotongan upahnya dijelaskan\ndalam lampiran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Apabila tanggal pembayaran jatuh pada hari libur kalender kerja\nPerusahaan, maka pembayaran akan dilakukan satu hari kerja sebelum hari libur\ntersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Bilamana terjadi kekeliruan dalam penghitungan upah, maka kekurangan \u002F\nkelebihan pembayaran akan diselesaikan selambat-lambatnya tanggal 10 bulan\nPerusahaan, maka pembayaran selambat-Iambatnya dilaksanakan 1 (satu) hari kerja\nsesudahnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Apabila terjadi keterlambamn pembayaran upah maka berlaku ketentuan PP No.\n8\u002F1981.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 32 : Peninjauan Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_government\">\u003Cp>1.Upah Pokok diberikan dalam bentuk uanggrang jumlahnya tidak Iebih rendah\ndari Upah Minimum Kota yang ditetapkan oleh Pemerintah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-STRUCINCR_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasetype2\">\u003Cp>2.Peninjauan\u002F perubahan upah pokok secara kolektif maupun individual terjadi\nkarena :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause\" id=\"clause-COSTLIV_trigger\">\u003Cp>2.1General Increase, misalnya karena adanya ketentuan Pemerintah dibidang\npengupahan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.2Promosi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.3Merit Increase yang didasarkan atas penilaian prestasi tahunan\npekerja\u002FBuruh dan dilaksanakan pada setiap bulan januari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.4Perbaikan Taraf Hidup (PTH) sesuai kemampuan Perusahaan dengan\nmempertimbangkan pendapat Serikat Buruh dilaksanakan bersamaan dengan Merit\nIncrease.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-jobwagegroups\">\u003Cp>2.5Kenaikan pangkat\u002Fgolongan sesuai dengan ketentuan karier plan\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 33 : Pajak Penghasilan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pajak Penghasilan (Ph 21) atas seluruh upah Pekerja\u002FBuruh dari Perusahaan\nmenjadi tanggung jawab perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Penyetoran Pajak Penghasilan Pekerja \u002F Buruh dilaksanakan oleh Perusahaan\nsesuai ketentuan pemerintah yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 34 : Tunjangan - tunjangan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Tunjangan-tunjangan tersebut dibawah ini adalah tunjangan yang diberikan\noleh Pengusaha kepada Buruh. Besarnya tunjangan tersebut ditentukan oleh\nPengusaha dengan mempertimbangkan masukan dari Serikat Buruh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Tunjangan Tetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Yaitu suatu Pembayaran yang teratur berkaitan dengan Pekerjaan yang\ndiberikan secara tetap untuk Buruh serta dibayarkan dalam satuan waktu yang\nsama dengan pembayaran upah pokok.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.1 Tunjangan Jenis Pekerjaan (TIP) diberikan kepada Buruh golongan I\n(worker) berdasarkan bobot tugas &amp; tanggungjawab pekerjaan, klasifikasi\njenis pekerjaan ditetapkan oleh masing-masing seksi di departemen terkait.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.2 Tunjangan Teknisi (TT) diberikan kepada Buruh golongan II A dengan bobot\ndan ketentuan yang berlaku seperti point 1.1\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.3 Tunjangan jabatan diberikan kepada Buruh golongan II B s \u002F d IV B yang\nmenduduki jabatan struktural dalam lini organisasi Perusahaan sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.3.1 Tunjangan jabatan A diberikan kepada Buruh golongan II B (Foreman) s\u002Fd\nIV B (Supervisor) yang menduduki jabatan tertentu dan membawahi sejumlah\nBuruh:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.3.1.1 Anak buah kurang dari 10 buruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.3.1.2 Anak buah lebih dari 10 buruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.3.2 Tunjangan jabatan B diberikan kepada Buruh golongan II B (Foreman) s\u002Fd\nIV B (Supervisor) yang sifat tugas dan tanggung jawabnya merupakan posisi kunci\ndi Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.4 Tunjangan Keluarga\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Tunjangan keluarga diberikan kepada Buruh yang telah menikah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SENIOR_trigger\">\u003Cp>1.5 Tunjangan Senioritas\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Tunjangan senioritas diberikan kepada Buruh yang telah menunjukkan\npengabdiannya kepada Perusahaan dengan masa kerja lebih dari 1 (satu) tahun\nyang besarnya ditentukan secara proporsional.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Tunjangan Tidak Tetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Tunjangan-tunjangan yang bersifat tidak tetap didasarkan pada tingkat\nkehadiran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-longserviceallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-shiftallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-shiftallowancetype1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-NOCTPREM_trigger\">\u003Cp>2.1 Tunjangan Shift : diberikan kepada seluruh Buruh Golongan I s\u002F d VII\nyang bekerja di shift II 3\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.2 Tunjangan carbon : Diberikan kepada seluruhburuh di bagian Mixing, dan\nburuh yang terkena dampak Carbon Black secara langsung. Besarnya tunjangan\ncarbon terdapat dalam lampiran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-COMMUTE_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-commutingallowancetype\">\u003Cp>2.3 Tunjangan Transport: diberikan kepada seluruh Buruh Golongan 1 s\u002Fd IV\nsesuai dengan pengelompokan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.3.1 Kelompok Buruh A (5 hari, kerja)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.3.2 Kelornpok Buruh B (6 hari kerja ) atau buruh yang bekerja dengan\nsystem 4 group 3 shift dan 3 group 3 shift.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.3.3 Selain mendapat tunjangan transport, untuk Buruh kelompok B juga\ndisediakan bus jemputan dengan mendapat subsidi dari Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.3.4 Bilamana Buruh kelompok B tersebut bekerja melebihi jam kerja shift\n(Iembur paling sedikit satu jam), maka perhitungan tunjangan transport pada\nsaat itu berubah menjadi sama dengan perhitungan tunjangan transport kelompok\nBuruh A kecuali hari kerja Sabtu (Iembur paling sedikit 3 jam, termasuk lembur\notomatis).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.3.5 Khusus petugas Start-up persiapan curing yang datang ditempat kerja\nminimal 2 jam sebelum jam kerja reguler.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.4 Tunjangan Kehadiran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.4.1 Tunjangan kehadiran diberikan kepada seluruh Buruh golongan I s\u002F d VII\ndengan ketentuan senantiasa hadir di tempat kerja selama 1 (satu) bulan\nkalender kerja kecuali:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.4.1.1 Buruh melaksanakan cuti sesuai pasal 25\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.4.1.2 Datang Iambat \u002F pulang cepat meninggal kan tempat kerja tanpa upah\npaling banyak 3 kali, atau jam kerja yang hilang secara kumulatif paling banyak\n6 jam kerja dalam satu bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.4.2 Bagi buruh yang melaksanakan cuti sesuai ketentuan pasal 25, tetap\nmendapatkan premi kehadiran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Tunjangan Pelimpahan Tugas Sementara adalah tunjangan yang diberikan\nkepada Buruh yang mendapat pelimpahan jabatan yang lebih tinggi dan sifatnya\nsementara (paling sedikit satu minggu kalender kerja secara berturut-turut)\nsebesar 10% dari upah (yang dipakai sebagai komponen perhitungan upah Iembur)\nselama masa pelimpahan secara proporsional\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Tunjangan Panggilan Darurat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Setiap Buruh yang memenuhi panggilan mendadak (darurat) diluar jam kerja\nsehubungan dengan kepentingan Perusahaan, mendapat tunjangan panggilan darurat\n(terkecuali Buruh diminta dating cepat sebelumnya).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Ketentuan besarnya tunjangan-tunjangan pada ayat 1 sampai dengan ayat 4\ntersebut diatas tercantum dalam lampiran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Pemberian insentif : prosedur dan ketentuan pelaksanaannya diatur dalam\nSPL berdasarkan hasil perundingan dengan Serikat Buruh, yang kemudian dijadikan\nadendum dalam PKB.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 35 : Perhitungan Upah Lembur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-OVERTIME_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SUNDAY_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype\">\u003Cp>1.Perhitungan upah lembur diatur dengan berpedoman pada Surat Keputusan\nMenteri Tenaga Kerja RI No. 102\u002F Men\u002FVI\u002F 2004 tentang perhitungan upah\nIembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pedoman perhitungan upah kerja Iembur sebagaimana ayat 1 tercantum dalam\nlampiran.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Komponen upah dalam perhitungan upah kerja lembur terdiri atas : Upah\npokok + Tunjangan tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 36 : Upah Selama Sakit\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspayperc\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspaytype\">\u003Cp>1.Upah yang dibayarkan kepada pekerja\u002Fburuh yang sakit sebagaimana dimaksud\nadalah sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.1 untuk 4 (empat) bulan pertama, dibayar 100% (seratus perseratus) dari\nupah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.2 untuk 4 (empat) bulan kedua, dibayar 75% (tujuh puluh lima perseratus)\ndari upah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.3 untuk 4 (empat) bulan ketiga, dlbayar 50% (lima puluh perseratus) dari\nupah; dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.4 untuk bulan selanjutnya dibayar 25% (dua puluhu lima perseratus) dari\nupah sebelum pemutusan hubungan kerja dilakukan oleh pengusaha.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>1.5 Bila buruh setelah sakit lama kemudian masuk kembali tetapi tidak lebih\ndari 4 ( empat) minggu kemudian sakit kembali dengan penyakit yang sama atau\nkomplikasi dianggap masih sakit terus menerus.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Buruh \u002F Pekerja yang tertimpa kecelakaan kerja dan gntuk sementara tidak\nmampu bekerja maka perusahaan wajib terus membayar upah yang bersangkutan\nsampai dokter pemeriksa menetapkan dampak kecelakaan kerja yang dideritanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Jika telah melewati masa perawatan tersebut, buruh yang bersangkutan belum\ndapat menjalankan tugas-tugasnya maka status dan upahnya dapat diakhiri sesuai\ndengan prosedur Undang - undang No. 13\u002F2003.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 37 : Upah Selama Dalam Status Tahanan Pihak yang Berwajib dan Selama\nSkorsing\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Dalam hal Buruh ditahan oleh pihak yang berwajib bukan karena pengaduan,\nPengusaha maka :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.1 Pengusaha tidak wajib membayar upah tetapi wajib memberikan bantuan\nkepada keluarga yang menjadi tanggungannya, dengan ketentuan sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.1.1 Untuk satu orang tanggungan : 25 % dari Upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.1.2 Untuk dua orang tanggungan : 35 % dari Upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.1.3 Untuk tiga orang tanggungan : 45 % dari Upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.1.4 Untuk empat orang tanggungan atau Iebih : 50 % dari Upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.2 Bantuan sebagaimana dimaksud dalam ayat satu diberikan untuk paling lama\n6 (enam) bulan takwim, terhitung sejak hari pertama Buruh ditahan pihak yang\nberwajib.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.3J ika Perusahaan berpendapat bahwa PHK harus dilakukan, maka kepada Buruh\nyang bersangkutan akan diberlakukan sesuai dengan Undang-undang PHI No. 2 tahun\n2004 dan Undang – undang Ketenagakerjaan tentang Pemutusan Hubungan Kerja di\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dalam hal Buruh ditahan oleh yang berwajib karena pengaduan Pengusaha\nmaka:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.1 Dalam hal Buruh ditahan pihak yang berwajib karena pengaduan Pengusaha\ndan selama izin Pemutusan Hubungan Kerja belum diberikan oleh Pengadilan\nHubungan Industrial, maka Pengusaha wajib membayar upah Buruh\nsekurang-kurangnya 75 %. Dan berlaku paling lama 6 (enam) bulan takwin\nterhitung sejak hari pertama Buruh ditahan pihak berwajib.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.2 Jika Buruh tersebut terbukti melakukan kesalahan,maka kepada Buruh yang\nbersangkutan akan diberlakukan ketentuan-ketentuan sesuai dengan Undang-undang\nPHI No. 2 th 2004 dan Undang -undang Ketenagakerjaan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.3 Dalam hal Buruh dibebaskan dari tahanan karena pengaduan Pengusaha dan\nternyata tidak terbukti melakukan kesalahan maka Pengusaha wajib mempekerjakan\nkembali Buruh tersebut dengan membayar upah penuh beserta hak Iainnya yang\nseharusnya diterima Buruh terhitung sejak Buruh ditahan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Perhitungan Upah pada masa skorsing :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.1 Buruh yang diskors untuk waktu tertentu karena tindakan sanksi dari\nPengusaha, tetap menerima sebagaimana mestinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.2 Buruh yang diskors dan menunggu izin PHK dari pengadilan Hubungan\nIndustrial, akan tetap menerima upah sebagaimana mestinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 38 : Upah Selama Masa Melahirkan atau Gugur Kandungan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleavepayperc\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleavepay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleave\">\u003Cp>1.Bagi Buruh wanita, selama masa melahirkan atau gugur kandungan, upahnya\ntetap dibayar penuh setelah permohonan administrasinya dipenuhi\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Pembayaran upah selama masa melahirkan atau gugur kandungan tersebut\ndibayarkan sesuai dengan periode pembayaran upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VIII : JAMINAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 39 : Pengobatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurance\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurancerelatives\">\u003Cp>1.Pengusaha mengasuransikan kesehatan Buruh dan keluarganya dengan maksimum\n3 (tiga) anak melalui program Asuransi Kesehatan yang ditentukan oleh Pengusaha\natas kesepakatan dengan Serikat Buruh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.1Maksimum 3 ( tiga ) anak untuk karyawan tetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.2Maksimum 2 ( dua ) anak untuk karyawan kontrak\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Kelas perawatan buruh \u002F pekerja untuk rawat inap di Rumah Sakit yang\nditanggung perusahaan adalah kelas 2 (dua) untuk Buruh yang menggunakan\nAskes.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Premi program Asuransi Kesehatan ditanggung oleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Hal-hal lain yang berhubungan dengan programAsuransi Kesehatan ditetapkan\ndalam peraturan tersendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilityfund\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilitypay\">\u003Cp>5.Pengobatan akibat kecelakaan kerja ditanggung oleh asuransi jamsostek,\natau lembaga lain yang ditunjuk sesuai dengan ketentuan pemerintah selisih\nbiaya yang timbul selama masa pengobatan akibat kecelakaan kerja menjadi\ntanggung jawab Perusahaan sepenuhnya sampai Buruh \u002F Pekerja dinyatakan\nsembuh.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>6.Untuk akibat kecelakaan lalu lintas, Pengusaha hanya akan memenuhi\nketentuan ayat 5 jika masih dalam batas waktu 2 (dua) jam setelah pulang kerja\natau 2 (dua) jam sebelum tiba ditempat kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 40 : Sumbangan Pernikahan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Besarnya sumbangan tercantum dalam lampiran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Sumbangan Pernikahan hanya diberikan sekali, berlaku bagi pernikahan\npertama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Sumbangan hanya diberikan kepada salah satuburuh jika pernikahan terjadi\nantara buruh pria dan buruh wanita dalam satu Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Sumbangan pernikahan bisa diberikan oleh Perusahaan bilamana telah\nmemenuhi kelengkapan administrasi (Surat Nikah \u002F Akte Nikah ).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 41 : Sumbangan melahirkan\u002Fpersalinan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Tunjangan melahirkan \u002Fpersalinan diberikan kepada pekerja \u002F buruh yang\ntelah bekerja selama 12 bulan berturut - turut\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityotherclause\">\u003Cp>2.Tunjangan melahirkan diberikan kepada buruh atau istri buruh hanya untuk\nanak pertama\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Setiap pengajuan tunjangan melahirkan \u002F persalinan harus dilengkapi\npersyaratan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.1 Copy Surat \u002F akte nikah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.2 Copy kartu keluarga \u002F akte nikah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.3 Surat keterangan melahirkan dari dokter \u002F bidan atau pejabat pemerintah\nsetempat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Data data yang dlmaksud pada ayat 3 di atas harus dilakukan ke bagian\npersonalia selambat lambatnya ( satu ) bulan setelah melahirkan \u002F persalinan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Besarnya tunjangan melahirkan adalah sebesar Rp 100.000\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 42 : Santunan Kedukaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpay\">\u003Cp>Buruh atau keluarga Buruh (Suami \u002F Istri, anak, saudara sekandung, orang tua\n\u002F mertua) yang meninggal akan mendapatkan santunan duka cita dari Perusahaan\nbilamana telah memenuhi kelengkapan administrasi (surat keterangan kematian\nminimal dari RT\u002F RW). Besarnya santunan yang diberikan perusahaan adalah\nsebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Santunan kedukaan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Yang meninggal dunia\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Buruh\u002FPekerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Keluarga Pekerja\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Nilai (Rp)\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>900.000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>300.000\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 43 : Jaminan Asuransi Sosial Tenaga Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SOCSEC_trigger\">\u003Cp>1.Seluruh Buruh diikutsertakan dalam program JAMSOSTEK (Jaminan Sosial\nTenaga Kerja) sesuai dengan Undang-undang No.03 th.1992.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-pensionfund\">\u003Cp>2.Bagi Buruh, Premi jaminan hari tua 2 % ditanggung pekerja yang langsung\ndipotong dari upah dan 3,7% ditanggung oleh Perusahaan (disesuaikan dengan\nperaturan pelaksanaan JAMSOSTEK Undang-undang No.3 tahun 1992)\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Dikecualikan ada ketentuan Iain tentang Asuransi Sosial Tenaga Kerja\nterbaru, maka akan disesuaikan dengan ketentuan baru tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 44 : Tunjangan Hari Raya Keagamaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype2\">\u003Cp>1.Setiap tahun Perusahaan akan memberikan THR kepada Buruh dengan berpedoman\nsebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.1 Masa kerja &lt; 3 bulan terhitung sejak tanggal mulai bekerja sampai\ndengan Hari Raya Keagamaan tidak berhak menerima THR.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.2 Masa kerja 6 bulan dihitung secara proporsional, sesuai dengan ketentuan\nyang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.3 Masa kerja 1 tahun sampai dengan &lt; 5 tahun sebesar 1 bulan upah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>1.4 Masa kerja 5 (lima) tahun sampai dengan kurang dari 10 (sepuluh) tahun\nsebesar 1.25 bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.5 Masa kerja 10 (sepuluh) tahun sampai dengan kurang dari 15 (lima belas)\ntahun sebesar 1.75 bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.6 Masa kerja 15 (lima belas) tahun sampai dengan kurang dari 20 (dua\npuluh) tahun sebesar 2 bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.7 Masa kerja sama dengan atau Iebih 20 (dua puluh)tahun sebesar 2.25 bulan\nupah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pembayaran THR dilakukan selambat-lambatnya 1(satu) minggu sebelum hari\nraya Idul Fitri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 45 : Bonus\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Adalah bukan merupakan bagian dari upah, melainkan pembayaran sejumlah\nuang yang diberikan kepada Buruh sebagai tambahan penghasilan karena\npeningkatan produktivitas atau penghargaan dari hasil keuntungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pada hakikatnya pemberian bonus merupakan hak prerogratif Pengusaha dan\naturan pemberiannya diatur dalam Standard Practice of Letter (SPL) dengan\nmempertimbangkan pendapat Serikat Buruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Penentuan besarnya pemberian bonus didasarkan atas hasil evaluasi\nperusahaan selama setahun sampai dengan bulan Desember.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pemberitahuan besarnya bonus pada bulan Februari dan pelaksanaan\npemberiannya pada penggajian bulan Maret\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 46 : Olah Raga\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Untuk menunjang pengembangan kegiatan olahraga, Pengusaha akan menyediakan\nfasilitas olahraga di Perusahaan yang dapat dimanfaatkan oleh Buruh sesuai\nkemampuan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Bilamana Buruh melakukan lawatan atau mengikuti kompetisi olah raga atas\nnama Perusahaan, apabila anggaran Perusahaan memungkinkan dan tidak mengganggu\ntugas kewajiban Buruh maka Pengusaha akan memberikan bantuan biaya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Kegiatan Olahraga daIam rangka HUT RI dilaksanakan oleh Perusahaan pada\nsetiap tahun genap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 47 : Rekreasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Untuk mempererat hubungan sesama Buruh dan manajemen maka Pengusaha\nmenyelenggarakan kegiatan rekreasi sekali dalam setahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pelaksanaan rekreasi ditetapkan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Pada setiap tahun ganjil, rekreasi dilaksanakan sebagai acara Family Day\n    oleh seluruh pekerja\u002Fburuh bersama-sama manajemen dan pelaksanaannya pada\n    tanggal 17 Agustus\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pada setiap tahun genap, rekreasi dilaksanakan secara kelompok atau group\n    yang waktunya disesuaikan dengan kesempatan libur masing -masing kelompok\n    atau group tersebut.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>3.Perusahaan menanggung sepenuhnya fasilitas transportasi dan biaya\nakomodasi bagi Buruh dan keluarganya (istri\u002Fsuami dan 3 (tiga) anak) dalam\nmelaksanakan rekreasi pada tahun ganjil.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Untuk tahun genap perusahaan rnemberikan bantuan biaya rekreasi Rp.\n80.000,- (delapan puluh ribu rupiah) untuk setiap pekerja\u002F Buruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Lokasi &amp; tujuan rekreasi sebagai acara family day pada tahun ganjil di\ntentukan bersama antara pengusaha dengan serikat buruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 48 : Koperasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Guna menunjang usaha para Buruh untuk meningkatkan kesejahteraannya maka\nPerusahaan membantu kegiatan koperasi Buruh yang meliputi :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Fasilitas ruangan kantor dan gedung dilingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Daftar pemotongan upah Buruh dibuat oleh koperasi dan dilaksanakan melalui\nHRD \u002F bagian pengupahan \u002F Payroll berdasarkan surat kuasa yang bersangkutan\nserta disetor ke rekening koperasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 49 : Fasilitas Ibadah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Kepada seluruh Buruh diberikan kesempatan untuk melaksanakan ibadah sesuai\ndengan agama dan keyakinan masing-masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dalam hal melaksanakan ibadah tersebut Perusahaan menyediakan sarana \u002F\nfasilitas tempat ibadah sesuai dengan peraturan daerah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 50 : Jatah Makan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-mealvouchers\">\u003Cp>1.Perusahaan menyediakan makan dan Extra Fooding satu kali untuk seluruh\nBuruh selama jam kerja \u002F kerja Iembur minimal 4 (empat) jam dan apabila jatah\nmakan tidak diambil haknya akan gugur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Perusahaan menyediakan air minum untuk seluruh buruh\u002F pekerja\nditempat-tempat tertentu\u002F masing- masing seksi.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Khusus Shift I pada bulan puasa Perusahaan tidak menyediakan jatah makan,\nsebagai penggantinya diberikan uang makan seharga biaya makan per hari per\norang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Dalam hal Perusahaan tidak bisa menyediakan makan diganti dengan uang\nsenilai harga makan tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 51 : Peningkatan Keterampilan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-TRAINING_trigger\">\u003Cp>1.Pengusaha akan mengadakan pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan\npengetahuan dan keterampilan Buruh sesuai dengan program Pengusaha.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Setiap tahun Pengusaha dan Serikat Buruh menyelenggarakan pendidikan\nhubungan industrial ketenagakerjaan dan pendidikan khusus untuk seluruh\nburuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-trainingprogrammes\">\u003Cp>3.Biaya penyelenggaraan pendidikan \u002F pelatihan pada ayat 1 &amp; 2 menjadi\ntanggungjawab perusahaan\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 52 : Penghargaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Untuk meningkatkan semangat kerja, Pengusaha memilih &amp; memberi\npenghargaan \u002F hadiah kepada Buruh teladan setahun sekali dengan kriteria\nkesehatan, kerajinan &amp; prestasi Buruh yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Selain penghargaan di atas, Pengusaha juga memberikan penghargaan tertentu\nbagi para Buruh dalam hal :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.1 Menemukan formula-formula kerja baru (Pendapat baru) yang ternyata\nsangat efisien dan bermanfaat bagi Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.2 Telah berjasa dan atau dapat membawa nama baik Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.3 Telah mengabdi pada perusahaan dalam kurun waktu tertentu dengan bentuk\npeughargaan sesuai tabel berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Masa Kerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Piagam Cindera Mata \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>10 Thn\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Sertifikat -\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>15 Thn\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Sertifikat -\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>20 Thn\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Sertifikat Cincin emas 10 gr dengan logo EP22\u002F23 karat\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pemberian penghargaan, piagam &amp; cinderamata bagi yang berhak\nmendapatkannya akan dilaksanakan pada setiap acara Family Day.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pengajuan daftar nama calon penerima penghargaantersebut disusun &amp; di\ntetapkan melalui forum bipartitesetiap tahunnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IX : KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 53 : Keselamatan dan Kesehatan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetypolicy\">\u003Cp>Kedua belah pihak harus menaati ketentuan Undang-undang no.1 tahun 1970\ntentang pencegahan timbulnya kecelakaan kerja atau sakit akibat hubungan\nkerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>1.Untuk maksud dan tujuan tersebut diatas, Perusahaan menyediakan Alat\nPelindung Diri (APD) sesuai jenis\u002Flingkup Pekerjaannya seperti: kacamata las,\nmasker, sarung tangan, dan lain-Iain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Buruh yang akan memasuki suatu tempat kerja diwajibkan menaati semua\npetunjuk keselamatan kerja dan memakai alat-alat pelindung diri yang\ndiwajibkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Dalam hal perusahaan tidak menyediakan APD yang wajib di gunakan, maka\nburuh berhak untuk mengajukan keberatan melaksanakan pekerjaan dimaksud.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Perusahaan diharuskan memasang poster dan slogan serta petunjuk\nKeselamatan Kerja di lingkungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Perusahaan senantiasa melakukan upaya-upaya peningkatan keselamatan dan\nkesehatan kerja melalui team P2K3 yang dibentuk dengan melibatkan Serikat\nBuruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hivpolicy\">\u003Cp>6.Perusahaan akan mengadakan pemeriksaan kesehatan secara berkala \u002F medical\ncheck up untuk seluruh buruh tetap.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 54 : Pakaian Seragam dan Sepatu Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Setiap dua tahun perusahaan wajib memberikan pakaian seragam kerja sebagai\nberikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Seragam kerja untuk buruh golongan I sampai golongan II diberikan 3 (tiga)\npotong kemeja, 3 (tiga) potong kaos, dan 3 (tiga) potong celana\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Seragam kerja untuk buruh golongan III diberikan 3 (tiga) potong kemeja\ndan 2 ( dua) potong kaos dan (tiga ) potong celana.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Untuk golongan IV keatas diberikan 3 ( tiga) kemeja dan 3 ( tiga ) potong\ncelana.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Khusus engineering untuk golongan II sampai dengan golongan III akan\nmendapatkan 2 ( dua ) potong pakaian wearpack, 2 ( dua ) potong kemeja, 2 (dua)\npotong kaos, dan 2 ( dua ) potong celana.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Warna dan desain pakaian seragam akan disesuaikan dengan kebutuhan\nsehingga citra Perusahaan juga bisa terlihat melalui pakaian kerja tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Untuk karyawan baru diberikan 2 ( dua ) potong kaos setelah selesai masa\npelatihan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Khusus untuk kaos bilamana telah rusak dapat ditukar dengan kaos yang\nbaru.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Untuk karyawan wanita diberikan 3 ( tiga ) potong kemeja dan 3 ( tiga )\npotong celana\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Pembagian seragam dilaksanakan pada bulan Juli setiap tahun ganjil\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Buruh yang telah menerima pakaian kerja harus menggunakan pakaian seragam\nkerja tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11.Pemakaian seragam ditetapkan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Setiap hari Senin sampai Jumat memakai seragam kerja\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap Sabtu &amp; Minggu memakai pakaian bebas dan sopan (khusus anggota\n    Serikat Buruh memakai uniform Serikat Buruh)\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>12.Mekanisme pemberian safety shoes sesuai dengan standart Instruksi Kerja\nyang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 55 : Disiplin Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Setiap Buruh diharuskan memakai atau memperlihatkan Kartu Pengenal Buruh\n(KPB) kepada petugas \u002F satpam pada waktu memasuki area Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Setiap Buruh diharuskan mencatatkan waktu kehadirannya di kartu hadir pada\nsetiap awal dan akhir kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Buruh yang terpaksa terlambat datang karena alasan apapun harus\nmencatatkan waktu di kartu hadir serta melapor ke atasan langsung, dengan\nmenjelaskan sebab keterlambatannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Apabila untuk suatu keperluan seorang Buruh harus meninggalkan\nPekerjaannya untuk sementara waktu, sebelum dan sesudahnya harus meminta izin\ndan melapor kepada atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Untuk mempertahankan kebugaran, kesigapan dan kesiapan kerja, Buruh harus\nberada di tempat kerja 15 menit sebelum jam kerja untuk melaksanakan senam pada\nsemua shift.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Dalam hal istirahat makan, maka Buruh tidak dibenarkan berada diruang\nmakan sebelum waktunya dan pada waktu istirahat kerja selesai, harus sudah\nberada di tempat kerjanya masing-masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Untuk pengawasan terhadap pelaksanaan disiplin dilakukan oleh Team Penegak\nDisiplin yang dibentuk oleh Serikat Buruh dan Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 56 : Sanksi Terhadap Pelanggaran Tata Tertib dan Disiplin Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Teguran \u002F peringatan atas kesalahan atau pelanggaran yang akan dikenakan\nkepada Buruh diatur sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.1.Teguran Intern (Tertulis)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.1.1 Teguran intern diberikan oleh atasan yang bersangkutan kepada Buruh\nyang melakukankesalahan \u002F pelanggaran yang sifatnya ringan dan dicatat oleh\natasan dengan sepengetahuan Buruh tanpa tembusan ke HRD.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.2 Teguran Resmi Tertulis berupa :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.2.1 Peringatan Tertulis I (kesatu) berlaku 6 (enam) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.2.2 Peringatan Tertulis II ( kedua) berlaku 6 (enam) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.2.3 Peringatan TertulisIII (ketiga) berlaku 6 (enam) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pemberian peringatan tertulis, skorsing dan PHK diatur sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.1 Usulan Surat Peringatan I, II, dan III disampaikan oleh atasan yang\nbersangkutan kepada HRD untuk ditetapkan secara resmi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.2 Usulan skorsing dan atau PHK disampaikan oleh atasan yang bersangkutan\nkepada HRD, untuk selanjutnya HRD akan merundingkannya dengan Serikat Buruh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.3 Surat penetapan ayat 2.1 &amp; 2.2 yang asli diserahkan kepada Buruh,\ntembusannya disampaikan kepada Serikat Buruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.4 Bilamana Buruh yang dikenakan sanksi sesuai Pasal sub 2.1 tidak menerima\n\u002F menolak sanksi tersebut karena dirasa tidak sesuai, maka Buruh tersebut dapat\nmengadukan masalah tersebut melalui Serikat Buruh untuk dirundingkan secara\nBipartite atau Tripartite.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 57 : Ketentuan Tindakan Disiplin Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pelanggaran yang dapat diberikan sanksi jenis pelanggaran sebagaimana di\nmaksud pada pasal 55 adalah sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Teguran Intern (T ertulis)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.1 Tidak mengindahkan petunjuk atau nasehat yang telah diberikan oleh\natasannya terhadap kesalahan dan atau perbuatan yang pernah dilakukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.2 Bermalas-malasan \u002F bergurau pada jam kerja dan menelantarkan Pekerjaan \u002F\ntugasnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.3 LaIai melaporkan kepada Perusahaan tentang perubahan data-data pribadi\nBuruh atau keluarganya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.4 Mangkir selama 1 (satu) hari tanpa alasan apapun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.5 Melakukan pelanggaran lainnya yang dapat dipandang setara dengan yang\ndisebutkan diatas pelanggaran yang dimaksud akan diputuskan oleh Atasan\nsekurang-kurangnya kepala Departemen.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Peringatan tertulis I ( ke satu)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.1 Pelanggaran-pelanggaran ulang terhadap tindakan yang telah dikenakan\nteguran intern\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.2 Tidak menggunakan pakaian kerja \u002F perlengkapan kerja sebagaimana\nmestinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.3 Mengingkari tugas Iembur yang telah disepakati sebelumnya tanpa alasan\nyang dapat diterima\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.4 Tidak hadir pada Program Pendidikan \u002F Training yang telah ditetapkan\ntanpa alasan yang bisa diterima.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.5 Meninggalkan Pekerjaan sebelum Buruh penggantinya hadir di tempat kerja\ntanpa melapor kepada atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.6 Mencatatkan kartu absensi milik Buruh lain pada mesin pencatat waktu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.7 Mangkir sebanyak 3 (tiga) hari dalam satu bulan-kalender kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Mangkir:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.7.1 Pada hari kerja diantara dua hari libur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.7.2 Sebelum atau sesudah hari libur panjang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ket : Hari libur panjang adalah hari libur 3 hari berturut-turut atau\nIebih\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.8 Datang Iambat, pulang cepat, meninggalkan tempat kerja tanpa izin dari\natasan sebanyak 3 (tiga) kali dalam satu bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.9 Merubah jumlah tanggal hari istirahat pada surat keterangan cuti sakit,\nsetelah diadakan penelitian oleh Pengusaha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.10 Masuk \u002F keluar Iingkungan Perusahaan tidak melalui Pintu\u002F gerbang yang\nsemestinya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.11 Menolak untuk diperiksa pada pintu gerbang keluar \u002F masuk Iingkungan\npabrik\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.12 Melawan peringatan penjaga keamanan yang telah ditentukan oleh\nPengusaha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.13 Melakukan Pekerjaan yang bukan tugasnya tanpa izin atau perintah\natasan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.14 Tidak mengindahkan Standard Kerja, Pedoman Keselamatan dan Kesehatan\nKerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.15 Tidak mengindahkan kebersihan kerja misalnya meludah sembarangan, buang\nsampah sembarangan, corat- coret tembok \u002F papan pengumuman, atau melakukan\ntindakan lain yang mengotori dan merusak lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.16 Tidur pada waktu jam kerja tanp alasan yang dapat diterima\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.17 Tidak mengindahkan teguran oleh pejabat yang Iebih tinggi atas\npelanggaran yang dilakukan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.18 Menolak perintah kerja dari pejabat yang memiliki wewenang tanpa alasan\nyang dapat diterima\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.19 Dengan sengaja memperlambat pelaksanaan \u002Fpenyelesaian tugas yang\ndiberikan oleh atasannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.20 Tanpa ijin pengusaha melakukan kegiatan didalam Iingkungan Perusahaan,\nseperti:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.20.1 Mengadakan arisan atau perkumpulan serupa.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.20.2 Mengumpulkan sumbangan-sumbangan, pungutan untuk keperluan apapun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.20.3 Berdagang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.21 Melakukan pelanggaran lainnya yang beIum dicantumkan sebagaimana\ndiatas, yang merupakan keputusan bersama antara HRD dan Serikat Buruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Peringatan Tertulis II (kedua)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pelanggaran yang dapat dikenakan peringatan tertulis II (kedua) :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.1 Pelanggaran ulang terhadap tindakan yang telah dikenakan Surat\nPeringatan I (kesatu) selama Surat Peringatan I (kesatu) tersebut masih\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.2 Mangkir sebanyak 4 (ernpat) hari dalam satu bulan kalender kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.3 Datang Iambat, pulang cepat, rneninggalkantempat kerja tanpa izin dari\natasan sebanyak 4 (empat) kali atau Iebih dalam satu bulan kalender kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.4 Melakukan kecerobohan yang dapat membahayakan diri sendiri \u002F orang lain\natau menimbulkan kerugian bagi Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.5 Mempergunakan Alat Pemadam Kebakaran bukan untuk tujuan yang\nsemestinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.6 Mengendarai Forklift, Battery-cart atau alat angkut lainnya tanpa SIM\nkhusus \u002F tugas dari atasan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Peringatan Tertulis III (ketiga)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Kesalahan \u002F pelangaran Buruh yang dapat dikenakan Surat Peringatan Tertulis\nIII (ketiga) adalah :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.1 Buruh telah mendapatkan Surat Peringatan II ( kedua ) yang masih\nberlaku, kemudian melakukan pelanggaran yang tercantum pada pasal 56 ayat 2\natau 3.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.2 Memalsukan surat keterangan cuti sakit dari dokter\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.3 Meminjamkan uang dengan bunga atau imbalan (rentenir).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.4 Menyebarkan berita-berita yang tidak benar didalam lingkungan Perusahaan\nsehingga menimbukan keresahan diantara sesama Buruhyang menjurus kepada\ntindakan unjuk rasa atau pemogokan yang tidak sah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.5 Tanpa izin Perusahaan mengadakan rapat pidato propaganda atau\nmenempelkan pamflet \u002Fselebaran, mengumpulkan masa dan perbuatan semacam itu\nyang berakibat menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban di Iingkungan\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.6 Dengan sengaja memindahkan \u002F menyimpan barang milik Perusahaan tanpa\nalasan yang dapat dipertanggung jawabkan ke suatu tempat yang tidak semestinya\nsehingga mempermudah pencurian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.7 Merokok di dalam dan di sekitar pabrik, kecuali ditempat-tempat yang\ntelah ditentukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.8 Membawa \u002F mengedarkan \u002F menyewakan menonton \u002F mengakses hal-hal yang\nbersifat porno dilingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.9 Dengan sengaja, menambah, mengurangi, memalsu atau merubah isi dokumen\ndiluar kewenangannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.10 Dengah sengaja tidak melaporkan kepada Pengusaha bahwa dirinya mengidap\npenyakit menular yang berbahaya bagi dirinya atau Buruh lainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.11 Mempergunakan barang-barang atau alat-alat Perusahaan untuk\nmemproduksi\u002Fmencoba memproduksi untuk kepentingan pribadi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pembebasan Tugas Sementara (skorsing) yang dapat dikenakan pembebasan\ntugas sementara (skorsing) adalah Buruh yang diskors dan menunggu ijin PHI\n(Pengadilan Hubungan Industrial).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-violence\">\u003Cp>6.Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pelanggaran yang dapat dikenakan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yaitu\nsebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.1 Melakukan pelanggaran setelah mendapatkan Surat Peringatan (ketiga) yang\nmasih berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.2 Mangkir paling sedikit dalam waktu 5 (lima) hari kerja berturut-turut\ndan telah dipanggil oleh Pengusaha 2 (dua) kali secara tertulis tetapi Buruh\ntidak dapat memberikan keterangan tertulis dengan bukti yang sah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.3 Penipuan, pencurian dan penggelapan barang \u002Fuang milik Pengusaha atau\nmilik teman sekerja atau milik teman Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.4 Memberikan keterangan palsu atau yang dipalsukan sehingga merugikan\nPengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.5 Mabuk, minum-minuman keras yang memabukkan, madat memakai obat bius,\nmengkonsumsi obat-obatan terlarang atau obat-obatan perangsang lainnya yang\ndilarang oleh peraturan perundang-undangan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.6 Melakukan perbuatan asusila atau melakukan perjudian ditempat kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.7 Menyerang, mengintimidasi atau menipu Pengusaha atau teman sekerja dan\nmemperdagangkan barang terlarang baik di dalam lingkungan Perusahaan maupun di\nIuar lingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.8 Menganiaya, mengancam secara fisik atau mental, menghina secara kasar\nPengusaha atau keluarga Pengusaha atau atasan dan teman sekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.9 Membujuk Pengusaha atau teman sekerja untuk melakukan sesuatu perbuatan\nyang perhitungan dengan hukum atau kesusilaan serta peraturan perundangan yang\nberlaku dan PKB.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.10Membongkar atau membocorkan rahasia Perusahaan atau mencemarkan nama\nbaik Pengusaha dan atau keluarga Pengusaha yang seharusnya dirahasiakan kecuali\nuntuk kepentingan penyidikan oleh institusi yang berwenang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.11Menerima suap atau tanda terima kasih dalam bentuk uang \u002F barang untuk\nkepentingan pribadi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.12 Berkelahi dilingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>6.13 Membawa atau mempergunakan senjata api, bahan peledak senjata tajam\ndilingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.14 Melakukan mogok kerja \u002F memperlambat kegiatan kerja secara massal yang\ntidak sah dan bertentangan dengan ketentuan - ketentuan \u002Fprosedur yang telah\ndiatur oleh undang-undang atau peraturan pemerintah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.15 Melakukan intimidasi, sabotase atau perbuatan lain yang mengakibatkan\nkerusakan \u002F kerugian besar bagi Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.16 Sebagai lanjutan dari skorsing maka Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)\ndilakukan sesuai dengan Undang-undang berlaku (UU PHI No. 2\u002F 2004dan UU No.13 \u002F\n2003).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.17 Apabila yang bersangkutan sedang dalam pemeriksaan yang berwajib,\nkarena diduga terlibat tindak pidana di dalam atau di Iuar Perusahaan, yang\ndiancam dengan hukuman kurungan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.18 Membawa keluar gambar teknik \u002F dokumen rahasia Perusahaan tanpa izin\nPengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.19 Memakai atau meminjamkan uang milik Perusahaan tanpa seijin\nPengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.20 Memberikan nama, alamat, riwayat hidup atau keterangan-keterangan Iain\nyang tidak benar dalam hal penerimaan Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.21 Memberikan\u002F membuat keterangan palsu untuk perhitungan Gaji, bantuan\npengobatan dan Iain-Iain yang ada hubungannya dengan keuangan untuk mendapatkan\npembayaran Iebih dari pada yang sebenarnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB X : PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 58 : Umum\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha bersama-sama dengan Serikat Buruh sedapat rnungkin mencegah\nterjadinya pemutusan Hubungan Kerja (PHK).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Apabila Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) tidak dapat dihindarkan, maka hal\ntersebut dilaksanakan sesuai dengan ketetapan \u002F peraturan pemerintah yang\nberlaku (UU PHI No. 2 \u002F 2004 dan UU N013 \u002F 2003).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pemutusan Hubungan Kerja dapat diakibatkan oleh hal-hal sebagai berikut\n:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.1 Putus dengan sendirinya karena :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.1.1 Buruh tutup usia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.1.2 Berakhirnya masa Perjanjian Kerja WaktuTertentu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.2 Diputus Hubungan Kerjanya karena :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.2.1 Tidak memenuhi syarat masa percobaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.2.2 Masa sakit yang berkepanjangan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.2.3 Tidak mampu bekerja karena alasan kesehatan (Medical Unfit).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.2.4 Melakukan kesalahan sesuai ketentuan Pasal 56 ayat 6.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.2.5 Pemberhentian umum.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.2.6 Buruh mengundurkan diri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.2.7 Pemberhentian karena usia pensiun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Penyelesaian hak kompensasi karena Pemutusan Hubungan Kerja harus\ndibayarkan dalam periode 1 (satu) bulan dari keputusan dan setelah karyawan\nmenyelesaikan semua kewajiban terhadap perusahaan dan koperasi karyawan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 59 : Buruh Tutup Usia\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Buruh tutup usia mengakibatkan hubungan kerja terputus dengan\nsendirinya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dalam hal Buruh meninggal dunia, Pengusaha akan membayar kepada ahli\nwarisnya yang sah antara lain;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.1.Uang duka sebagaimana Pasal 42.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.2.Uang Pesangon, Uang penghargaan dan ganti kerugian sebagaimana diatur\ndalam UU No.13 Tahun 2003.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pengusaha membantu proses penyelesaian klaim asuransi terhadap Jamsostek\nyaitu Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) \u002F Jaminan\nKematian (JK) atau asuransi Iainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 60 : Buruh Mengundurkan Diri\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Buruh yang mengundurkan diri harus memenuhi syarat: mengajukan permohonan\npengunduran diri secara tertulis selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari\nsebelum tanggal mulai pengunduran diri; tidak terikat dalam ikatan dinas; dan\ntetap melaksanakan kewajibannya sampai tanggal mulai pengunduran diri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengusaha wajib memberikan hak -hak Buruh yang telah memenuhi ketentuan\ntersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Kepada Buruh tersebut diberikan uang Pisah dan ganti kerugian oleh\nPengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Besarnya uang Pisah dan ganti kerugian sebagaimana dimaksud Pasal 3 secara\nrinci tercantum dalam lampiran kompensasi PHK.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 61 : Berakhirnya Masa Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Berakhirnya PKWT, sesuai dengan tanggal, bulan dan tahun yang tertera\ndalam Surat Perjanjian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Bila perlu, dengan persetujuan kedua belah pihak PKWT dapat diperpanjang\nuntuk satu periode lagi yang lamanya tidak melebihi periode yang pertama,\nsesuai ketentuan UU yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Setelah melewati masa perpanjangan kontrak ke 2 maka karyawan tersebut\nharus diputuskan untuk diangkat menjadi karyawan tetap atau di putus\nkontrakckerjanya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 62 : Tidak Memenuhi Syarat Masa Percobaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan berhak untuk mengadakan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap\nBuruh yang masih dalam masa percobaan, bila dianggap tidak memenuhi syarat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dalam Masa Percobaan disesuaikan dengan\nketentuan Perundang-undangan yang berlaku (Undang-undang Ketenagakerjaan No.13\n\u002F 2003).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 63 : Masa Sakit yang Berkepanjangan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdaysnr\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdays\">\u003Cp>1.Pengusaha dapat memutuskan hubungan kerja dengan Buruh yang menderita\nsakit terus-menerus selama paling sedikit 12 (dua belas) bulan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karena alas an tersebut di atas, diberikan\nuang pesangon dan atau uang penghargaan masa kerja dan ganti kerugian sesuai\nketentuan yang berlaku ( UU No.13 Tahun 2003 )\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 64 : Tidak Mampu Bekerja Karena Alasan Kesehatan (Medical Unfit)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Seorang Buruh yang tidak mampu bekerja karena alasan kesehatan (medical\nunfit), berdasarkan surat keterangan dokter ahli dan dipandang tidak mampu\nbekerja, oleh perusahaan dapat diputuskan hubungan kerjanya dengan hormat dari\npekerjaannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karena alas an tersebut di atas, diberikan\nuang pesangon dan atau uang penghargaan masa kerja dan ganti kerugian sesuai\nketentuan yang berlaku (UU No.13 Tahun 2003).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 65 : Dijatuhi Hukuman Kurungan atau Melakukan Kesalahan\nBesar\u002FBerat\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Bilamana seorang Buruh dijatuhi hukuman kurungan oleh Pengadilan Negeri\nkarena melanggar hukum dan atau melakukan kesalahan berat sesuai UU No. 13 \u002F\n2003, maka Perusahaan dapat mengambil tindakan berupa Pemutusan Hubungan Kerja\nsesuai Undang - undang No. 13 Tahun 2003.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 66 : Pemberhentian Umum\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number_1_tenure\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight focus\" id=\"clause-severance_number\">\u003Cp>1.Karena kebutuhan Perusahaan sehubungan dengan suatu program organisasi \u002F\nrasionalisasi atau perubahan sistem kerja sehingga Buruh kehilangan Pekerjaan\nyang selama ini dijalankan maka Buruh yang bersangkutan atas kebijakan\nPerusahaan diberhentikan dengan hormat dan kepada Buruh tersebut diberikan uang\npesangon dan atau uang penghargaan masa kerja dan ganti kerugian sesuai dengan\nUU No. 13 Tahun 2003.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Karena Perusahaan tutup atau keadaan memaksa (Force Majeure) maka Buruh\nyang bersangkutan atas kebijakan Perusahaan diberhentikan dengan hormat dan\nkepada Buruh tersebut diberikan uang pesangon dan atau uang penghargaan masa\nkerja dan ganti kerugian sesuai UU No. 13 Tahun 2003.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 67 : Pemberhentian Karena Usia Pensiun\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Buruh \u002F pekerja tetap yang telah mencapai usia tertentu mendapat hak\npensiun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.1 Usia 55 tahun atau Iebih, dengan minimum masa kerja 5 tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.2 Usia 45 tahun dengan masa kerja minimum 15 tahun, Buruh diperbolehkan\nmengajukan Pensiun dengan formula:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Uang pensiun = {(Usia - 45) x 3% + 70%} x Ketentuan Pensiun UU No. 13 \u002F 2003\nPasal 167 ayat 5\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.3 Perusahaan memberikan ijin Pensiun di usia 45 tahun maksimal 6 orang\nburuh dalam 1 tahun-Perusahaan berhak untuk menolak permohonan pensiun usia 45\ntahun apabila permohonan diajukan Iebih dari 6 orang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Hak Pensiun dimaksud ayat 1 adalah dilaksanakan tidak Iebih rendah\nsebagaimana bunyi:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.1 UU No. 13 \u002F 2003 pasal 167 ayat 5.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.2 Undang - undang No.3\u002F1992 (tentang Jaminan Hari Tua)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Jika Perusahaan memandang perlu mempekerjakanBuruh untuk jabatan tertentu\nhingga usia maksimum 60 tahun maka hak Pensiunnya diatur sesuai ketentuan dalam\nPasal 2 dan penetapan perpanjangan diatas usia pensiun normal tersebut\ndilaksanakan setelah ada kesepakatan kedua belah pihak, jika tidak ada\nkesepakatan maka berlaku pensiun normal.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Sebagai patokan untuk menetapkan usia Pensiun seorang Buruh adalah tanggal\nlahir yang teracatat di HRD\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 68 : Pemberhentian atas Kemauan Perusahaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Dalam hal pemutusan hubungan kerja perorangan bukan karena kesalahan Buruh\ntetapi Buruh dapat menerima pemutusan hubungan kerja, maka Buruh tersebut\nberhak atas uang pesangon paling sedikit dua kali dan atau uang penghargaan\nmasa kerja dan ganti kerugian sesuatu dengan ketentuan yang berlaku, kecuali\natas persetujuan kedua belah pihak ditentukan lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dalam hal pemutusan hubungan kerja perorangan karena kesalahan atau\npelanggaran indisipliner\u002F setelah mendapatkan Surat Peringatan 1,2 dan ke 3\nsecara berturut - turut, maka buruh tersebut berhak atas 1 (satu) kali uang\npesangon dan atau uang Penghargaan dan ganti kerugian sesuai dengan ketentuan\nyang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XI : PENYELESAIAN KELUH KESAH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 69 : Penyelesaian Keluh Kesah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Sudah menjadi kesepakatan kedua belah pihak bahwa setiap keluhan dan atau\npengaduan seorang buruh atau Iebih, akan diselesaikan secara musyawarah dan\nmufakat. Oleh karena itu bila seorang Buruh atau Iebih menganggap bahwa\nperlakuan terhadap dirinya tidak wajar\u002Flayak serta bertentangan dengan\nperaturan yang ada, maka Buruh tersebut dapat menyampaikan pengaduan \u002F\nkeluhannya melalui saluran seperti tersebut dibawah ini:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Setiap keluhan dan pengaduan seorang Buruh, pertama-tama harus dibicarakan\ndan diselesaikan dengan atasan langsung.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Bilamana penyelesaian belum memuaskan, maka dengan persetujuan atau\nsepengetahuan atasan langsung, Buruh tersebut dapat meneruskan kepada atasannya\nyang Iebih tinggi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Bilamana prosedur tersebut telah ditempuh tanpa memberikan hasil yang\nmemuaskan, maka persoalannya diajukan ke HRD melalui Serikat Buruh dan untuk\nselanjutnya dimusyawarahkan secara Bipartit.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Apabila persoalan tersebut tidak tercapai kesepakatan secara Bipartit maka\nusaha penyelesaiannya dilakukan melalui prosedur UU 13 th 2003 dan UU PPHI No.\n2 th 2004.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XII : KETENTUAN PENUTUP\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 70 : Umum\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perjanjian Kerja Bersama ini menggantikan PKB terdahulu, kecuali\nkeputusan-keputusan dikeluarkan oleh Perusahaan sepanjang tidak bertentangan\ndengan Perjanjian Kerja Bersama ini dan berlakunya telah disetujui kedua belah\npihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Hal-hal yang belum cukup diatur dalam PKB ini akan diatur sebagai adendum\nPKB dengan berpedoman kepada peraturan atau Undang-undang yang berlaku dan\nuntuk hal-hal tertentu akan dimusyawarahkan dengan Serikat Buruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 71 : Masa Berlakunya Perjanjian Kerja Bersama (PKB)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku sejak tanggal ditandatangan dan\nmengikat kedua belah pihak selama masa 2 (dua) tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start\">\u003Cp>2.Perjanjian Kerja Bersama ini termasuk Iampiran-lampiran berlaku mulai\ntanggal 18 Mei 2013 sampai dengan tanggal 7 Mei 2015.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 72 : Pembagian Buku PKB\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Naskah asli PKB ini dibuat rangkap 4 (empat) yang sama bunyinya dan\nmempunyai kekuatan hukum yang sama untuk disampaikan kepada Pengusaha, kepada\nSerikat Buruh F - Lomenik SBSI PT. Elang Perdana Tyre Industry, Kantor Dinas\nSosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Bogor serta Pengadilan Hubungan Industrial\nkota \u002F Propinsi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengusaha wajib memperbanyak Buku Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini dan\nmembagikannya kepada setiap Buruh Tetap, termasuk buruh yang baru diangkat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 73 : Peraturan Peralihan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Apabila di kemudian hari wakil Serikat Buruh dan atau Pengusaha yang\nmembuat dan menandatangani' PKB ini mengundurkan diri \u002F meninggal dunia, PKB\nini tetap berlaku sampai dengan batas waktu yang telah ditetapkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Apabila setelah habis masa berlakunya Kesepakatan Kerja Bersama ini paling\nlama 6 (enam) bulan dan belum dapat disahkan \u002F diperbaharui PKB yang baru, maka\nisi ketentuan-ketentuan yang lama tetap berlaku sampai PKB berikutnya sesuai\ndengan undang - undang yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbaratificationdate\">\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini ditandatangani oleh kedua belah pihak\npada tanggal 8 Mei 2013\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\n\n            \n            \n            \n            \n            \n            ",{"disabilitypay":46,"hourspday_select":50,"maxsicknesspayperc":54,"maternitydifferenttrigger":58,"paidmaternityleaveduration":62,"maxsicknesspay":66,"cbadate_end":68,"severance_number":72,"ONCERISE_trigger":76,"maternityexcludedtrigger":80,"dayspweek":82,"hourspweek_select":84,"wageincreasetype2":88,"healthandsafetypolicy":92,"equalitydifferenttrigger":96,"STRUCINCR_trigger":98,"nursingmothers":100,"hourspday":104,"funeralpay":106,"paidmaternityleavepay":110,"pensionfund":114,"contracttrialperiod":118,"maternityotherclause":122,"severance":126,"paidmaternityleavepayperc":128,"cbadate_start":130,"TRAINING_trigger":132,"OVERTIME_trigger":136,"commutingallowancetype":140,"maxsicknesspaytype":144,"COSTLIV_trigger":146,"severance_number_1_tenure":150,"jobwagegroups":152,"healthinsurance":156,"COMMUTE_trigger":160,"SUNDAY_trigger":162,"childcaredifferenttrigger":164,"disabilityfund":166,"sundayallowancetype":168,"WORKHOURS_trigger":170,"nursingexcludedtrigger":174,"LOWWAGE_government":176,"nursingdifferenttrigger":180,"shiftstype1":182,"hourspweek":186,"contracttrial":188,"schedulesrestpw":190,"shiftallowancetype":192,"menstruationleave":196,"equalityexcludedtrigger":200,"dayspweek_select":202,"healthinsurancerelatives":204,"SCHEDULE_trigger":206,"shiftallowancetype1":210,"paidpaternityleave":212,"breastfeeding_workingtime":216,"incidentalbonustype2":218,"sicknessmaxdaysnr":220,"NOCTPREM_trigger":224,"childcareexcludedtrigger":226,"LOWWAGE_trigger":228,"trainingprogrammes":232,"longserviceallowancetype":236,"SOCSEC_trigger":238,"contractseverancepay1":242,"overtimeallowancetype":244,"cbaratificationdate":246,"hivpolicy":250,"SENIOR_trigger":254,"mealvouchers":258,"sicknessmaxdays":262,"paidmaternityleave":264,"WAGES_trigger":266,"contractseverancepay":270,"paidpaternityleaveduration":272,"violence":275},{"bindId":47,"name":48,"text":49},"disabilitypay","5.Pengobatan akibat kecelakaan kerja dit","5.Pengobatan akibat kecelakaan kerja ditanggung oleh asuransi jamsostek,\natau lembaga lain yang ditunjuk sesuai dengan ketentuan pemerintah selisih\nbiaya yang timbul selama masa pengobatan akibat kecelakaan kerja menjadi\ntanggung jawab Perusahaan sepenuhnya sampai Buruh \u002F Pekerja dinyatakan\nsembuh.",{"bindId":51,"name":52,"text":53},"hourspday_select","4.1 Bagi buruh yang bekerja 5 (lima) har","4.1 Bagi buruh yang bekerja 5 (lima) hari per minggu diatur sebagai berikut\n:\n\n  Senin s\u002F d Jumat : 08.00 s.d 17.00 (termasuk istirahat 1 jam)\n  Sabtu & Minggu : Libur",{"bindId":55,"name":56,"text":57},"maxsicknesspayperc","1.Upah yang dibayarkan kepada pekerja\u002Fbu","1.Upah yang dibayarkan kepada pekerja\u002Fburuh yang sakit sebagaimana dimaksud\nadalah sebagai berikut:\n\n1.1 untuk 4 (empat) bulan pertama, dibayar 100% (seratus perseratus) dari\nupah;\n\n1.2 untuk 4 (empat) bulan kedua, dibayar 75% (tujuh puluh lima perseratus)\ndari upah;\n\n1.3 untuk 4 (empat) bulan ketiga, dlbayar 50% (lima puluh perseratus) dari\nupah; dan\n\n1.4 untuk bulan selanjutnya dibayar 25% (dua puluhu lima perseratus) dari\nupah sebelum pemutusan hubungan kerja dilakukan oleh pengusaha.",{"bindId":59,"name":60,"text":61},"maternitydifferenttrigger","4.PKB ini berlaku bagi seluruh karyawan ","4.PKB ini berlaku bagi seluruh karyawan PT. EPT I",{"bindId":63,"name":64,"text":65},"paidmaternityleaveduration","3.1 Melahirkan diberikan izin selama 3 (","3.1 Melahirkan diberikan izin selama 3 (tiga) bulan yang pelaksanaannya\nsesuai kebutuhan dan melalui persetujuan atasan.",{"bindId":67,"name":56,"text":57},"maxsicknesspay",{"bindId":69,"name":70,"text":71},"cbadate_end","2.Perjanjian Kerja Bersama ini termasuk ","2.Perjanjian Kerja Bersama ini termasuk Iampiran-lampiran berlaku mulai\ntanggal 18 Mei 2013 sampai dengan tanggal 7 Mei 2015.",{"bindId":73,"name":74,"text":75},"severance_number","1.Karena kebutuhan Perusahaan sehubungan","1.Karena kebutuhan Perusahaan sehubungan dengan suatu program organisasi \u002F\nrasionalisasi atau perubahan sistem kerja sehingga Buruh kehilangan Pekerjaan\nyang selama ini dijalankan maka Buruh yang bersangkutan atas kebijakan\nPerusahaan diberhentikan dengan hormat dan kepada Buruh tersebut diberikan uang\npesangon dan atau uang penghargaan masa kerja dan ganti kerugian sesuai dengan\nUU No. 13 Tahun 2003.\n\n2.Karena Perusahaan tutup atau keadaan memaksa (Force Majeure) maka Buruh\nyang bersangkutan atas kebijakan Perusahaan diberhentikan dengan hormat dan\nkepada Buruh tersebut diberikan uang pesangon dan atau uang penghargaan masa\nkerja dan ganti kerugian sesuai UU No. 13 Tahun 2003.",{"bindId":77,"name":78,"text":79},"ONCERISE_trigger","1.Setiap tahun Perusahaan akan memberika","1.Setiap tahun Perusahaan akan memberikan THR kepada Buruh dengan berpedoman\nsebagai berikut:\n\n1.1 Masa kerja \u003C 3 bulan terhitung sejak tanggal mulai bekerja sampai\ndengan Hari Raya Keagamaan tidak berhak menerima THR.\n\n1.2 Masa kerja 6 bulan dihitung secara proporsional, sesuai dengan ketentuan\nyang berlaku.\n\n1.3 Masa kerja 1 tahun sampai dengan \u003C 5 tahun sebesar 1 bulan upah.",{"bindId":81,"name":60,"text":61},"maternityexcludedtrigger",{"bindId":83,"name":52,"text":53},"dayspweek",{"bindId":85,"name":86,"text":87},"hourspweek_select","4.7 Ketentuan jam kerja per minggu adala","4.7 Ketentuan jam kerja per minggu adalah 40 jam untuk selebihnya\ndiperhitungkan sebagai lembur.",{"bindId":89,"name":90,"text":91},"wageincreasetype2","2.Peninjauan\u002F perubahan upah pokok secar","2.Peninjauan\u002F perubahan upah pokok secara kolektif maupun individual terjadi\nkarena :\n\n2.1General Increase, misalnya karena adanya ketentuan Pemerintah dibidang\npengupahan.\n\n2.2Promosi\n\n2.3Merit Increase yang didasarkan atas penilaian prestasi tahunan\npekerja\u002FBuruh dan dilaksanakan pada setiap bulan januari.\n\n2.4Perbaikan Taraf Hidup (PTH) sesuai kemampuan Perusahaan dengan\nmempertimbangkan pendapat Serikat Buruh dilaksanakan bersamaan dengan Merit\nIncrease.\n\n2.5Kenaikan pangkat\u002Fgolongan sesuai dengan ketentuan karier plan",{"bindId":93,"name":94,"text":95},"healthandsafetypolicy","Kedua belah pihak harus menaati ketentua","Kedua belah pihak harus menaati ketentuan Undang-undang no.1 tahun 1970\ntentang pencegahan timbulnya kecelakaan kerja atau sakit akibat hubungan\nkerja.",{"bindId":97,"name":60,"text":61},"equalitydifferenttrigger",{"bindId":99,"name":90,"text":91},"STRUCINCR_trigger",{"bindId":101,"name":102,"text":103},"nursingmothers","3.3 Bagi pekerja wanita yang menyusui di","3.3 Bagi pekerja wanita yang menyusui diberi kesempatan untuk menyusui\nanaknya dalam jam kerja di area perusahaan.",{"bindId":105,"name":52,"text":53},"hourspday",{"bindId":107,"name":108,"text":109},"funeralpay","Buruh atau keluarga Buruh (Suami \u002F Istri","Buruh atau keluarga Buruh (Suami \u002F Istri, anak, saudara sekandung, orang tua\n\u002F mertua) yang meninggal akan mendapatkan santunan duka cita dari Perusahaan\nbilamana telah memenuhi kelengkapan administrasi (surat keterangan kematian\nminimal dari RT\u002F RW). Besarnya santunan yang diberikan perusahaan adalah\nsebagai berikut:\n\n\n  \n  \n  \n  \n  \n  \n    \n      Santunan kedukaan\n      Yang meninggal dunia\n      Buruh\u002FPekerja\n      Keluarga Pekerja\n    \n    \n      \n      Nilai (Rp)\n      900.000\n      300.000",{"bindId":111,"name":112,"text":113},"paidmaternityleavepay","1.Bagi Buruh wanita, selama masa melahir","1.Bagi Buruh wanita, selama masa melahirkan atau gugur kandungan, upahnya\ntetap dibayar penuh setelah permohonan administrasinya dipenuhi",{"bindId":115,"name":116,"text":117},"pensionfund","2.Bagi Buruh, Premi jaminan hari tua 2 %","2.Bagi Buruh, Premi jaminan hari tua 2 % ditanggung pekerja yang langsung\ndipotong dari upah dan 3,7% ditanggung oleh Perusahaan (disesuaikan dengan\nperaturan pelaksanaan JAMSOSTEK Undang-undang No.3 tahun 1992)",{"bindId":119,"name":120,"text":121},"contracttrialperiod","1.1 Akan menjalani masa Training paling ","1.1 Akan menjalani masa Training paling lama 3 (tiga) bulan kemudian masa\npercobaan kerja paling lama 3 (tiga) bulan dan tidak boleh diperpanjang.",{"bindId":123,"name":124,"text":125},"maternityotherclause","2.Tunjangan melahirkan diberikan kepada ","2.Tunjangan melahirkan diberikan kepada buruh atau istri buruh hanya untuk\nanak pertama",{"bindId":127,"name":74,"text":75},"severance",{"bindId":129,"name":112,"text":113},"paidmaternityleavepayperc",{"bindId":131,"name":70,"text":71},"cbadate_start",{"bindId":133,"name":134,"text":135},"TRAINING_trigger","1.Pengusaha akan mengadakan pendidikan d","1.Pengusaha akan mengadakan pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan\npengetahuan dan keterampilan Buruh sesuai dengan program Pengusaha.",{"bindId":137,"name":138,"text":139},"OVERTIME_trigger","1.Perhitungan upah lembur diatur dengan ","1.Perhitungan upah lembur diatur dengan berpedoman pada Surat Keputusan\nMenteri Tenaga Kerja RI No. 102\u002F Men\u002FVI\u002F 2004 tentang perhitungan upah\nIembur.\n\n2.Pedoman perhitungan upah kerja Iembur sebagaimana ayat 1 tercantum dalam\nlampiran.",{"bindId":141,"name":142,"text":143},"commutingallowancetype","2.3 Tunjangan Transport: diberikan kepad","2.3 Tunjangan Transport: diberikan kepada seluruh Buruh Golongan 1 s\u002Fd IV\nsesuai dengan pengelompokan sebagai berikut :\n\n2.3.1 Kelompok Buruh A (5 hari, kerja)\n\n2.3.2 Kelornpok Buruh B (6 hari kerja ) atau buruh yang bekerja dengan\nsystem 4 group 3 shift dan 3 group 3 shift.\n\n2.3.3 Selain mendapat tunjangan transport, untuk Buruh kelompok B juga\ndisediakan bus jemputan dengan mendapat subsidi dari Perusahaan.\n\n2.3.4 Bilamana Buruh kelompok B tersebut bekerja melebihi jam kerja shift\n(Iembur paling sedikit satu jam), maka perhitungan tunjangan transport pada\nsaat itu berubah menjadi sama dengan perhitungan tunjangan transport kelompok\nBuruh A kecuali hari kerja Sabtu (Iembur paling sedikit 3 jam, termasuk lembur\notomatis).\n\n2.3.5 Khusus petugas Start-up persiapan curing yang datang ditempat kerja\nminimal 2 jam sebelum jam kerja reguler.",{"bindId":145,"name":56,"text":57},"maxsicknesspaytype",{"bindId":147,"name":148,"text":149},"COSTLIV_trigger","2.1General Increase, misalnya karena ada","2.1General Increase, misalnya karena adanya ketentuan Pemerintah dibidang\npengupahan.",{"bindId":151,"name":74,"text":75},"severance_number_1_tenure",{"bindId":153,"name":154,"text":155},"jobwagegroups","2.5Kenaikan pangkat\u002Fgolongan sesuai deng","2.5Kenaikan pangkat\u002Fgolongan sesuai dengan ketentuan karier plan",{"bindId":157,"name":158,"text":159},"healthinsurance","1.Pengusaha mengasuransikan kesehatan Bu","1.Pengusaha mengasuransikan kesehatan Buruh dan keluarganya dengan maksimum\n3 (tiga) anak melalui program Asuransi Kesehatan yang ditentukan oleh Pengusaha\natas kesepakatan dengan Serikat Buruh\n\n1.1Maksimum 3 ( tiga ) anak untuk karyawan tetap\n\n1.2Maksimum 2 ( dua ) anak untuk karyawan kontrak",{"bindId":161,"name":142,"text":143},"COMMUTE_trigger",{"bindId":163,"name":138,"text":139},"SUNDAY_trigger",{"bindId":165,"name":60,"text":61},"childcaredifferenttrigger",{"bindId":167,"name":48,"text":49},"disabilityfund",{"bindId":169,"name":138,"text":139},"sundayallowancetype",{"bindId":171,"name":172,"text":173},"WORKHOURS_trigger","1.Perumusan pelaksanaan jam kerja sesuai","1.Perumusan pelaksanaan jam kerja sesuai dengan izin kerja yang diberikan\nsetiap tahun oleh Dinas Sosial dan Tenaga Kerja, dan sesuai dengan\nUndang-undang Ketenagakerjaan.",{"bindId":175,"name":60,"text":61},"nursingexcludedtrigger",{"bindId":177,"name":178,"text":179},"LOWWAGE_government","1.Upah Pokok diberikan dalam bentuk uang","1.Upah Pokok diberikan dalam bentuk uanggrang jumlahnya tidak Iebih rendah\ndari Upah Minimum Kota yang ditetapkan oleh Pemerintah.",{"bindId":181,"name":60,"text":61},"nursingdifferenttrigger",{"bindId":183,"name":184,"text":185},"shiftstype1","1.Yang dimaksud kerja Iembur adalah Buru","1.Yang dimaksud kerja Iembur adalah Buruh yang melakukan pekerjaan melebihi\njam kerja yang telah ditentukan ( Peraturan Menteri No. 102 \u002F MEN \u002FVI\u002F 2004 )\nyaitu:",{"bindId":187,"name":86,"text":87},"hourspweek",{"bindId":189,"name":120,"text":121},"contracttrial",{"bindId":191,"name":52,"text":53},"schedulesrestpw",{"bindId":193,"name":194,"text":195},"shiftallowancetype","2.1 Tunjangan Shift : diberikan kepada s","2.1 Tunjangan Shift : diberikan kepada seluruh Buruh Golongan I s\u002F d VII\nyang bekerja di shift II 3",{"bindId":197,"name":198,"text":199},"menstruationleave","Buruh perempuan yang dalam masa haid mer","Buruh perempuan yang dalam masa haid merasakan sakit dan memberitahukan\nkepada Pengusaha dalam hal ini atasannya, tidak wajib bekerja pada hari pertama\ndan kedua pada waktu haid.",{"bindId":201,"name":60,"text":61},"equalityexcludedtrigger",{"bindId":203,"name":52,"text":53},"dayspweek_select",{"bindId":205,"name":158,"text":159},"healthinsurancerelatives",{"bindId":207,"name":208,"text":209},"SCHEDULE_trigger","4.5 Istirahat kerja selama 1 jam, dan pe","4.5 Istirahat kerja selama 1 jam, dan pengaturannyadi atur oleh\nperusahaan\n\n4.6 Dalam kondisi tertentu untuk jam istirahat bisa dirubah (istirahat\nbergantian) sesuai kebutuhan perusahaan",{"bindId":211,"name":194,"text":195},"shiftallowancetype1",{"bindId":213,"name":214,"text":215},"paidpaternityleave","Buruh diberikan izin tidak hadir pada ha","Buruh diberikan izin tidak hadir pada hari kerja pada saat terjadinya suatu\nperistiwa yang menyangkut Buruh atau yang terkait dengan keluarga Buruh yang\nterdaftar di HRD karena hal-hal sebagai berikut :",{"bindId":217,"name":102,"text":103},"breastfeeding_workingtime",{"bindId":219,"name":78,"text":79},"incidentalbonustype2",{"bindId":221,"name":222,"text":223},"sicknessmaxdaysnr","1.Pengusaha dapat memutuskan hubungan ke","1.Pengusaha dapat memutuskan hubungan kerja dengan Buruh yang menderita\nsakit terus-menerus selama paling sedikit 12 (dua belas) bulan.",{"bindId":225,"name":194,"text":195},"NOCTPREM_trigger",{"bindId":227,"name":60,"text":61},"childcareexcludedtrigger",{"bindId":229,"name":230,"text":231},"LOWWAGE_trigger","2.Besarnya upah untuk buruh dengan masa ","2.Besarnya upah untuk buruh dengan masa kerja dibawah 1 ( satu ) tahun\nditetapkan berdasarkan kesepakatan antara Buruh secara individual dengan\nPengusaha dan besarnya upah paling sedikit sama dengan UMK.",{"bindId":233,"name":234,"text":235},"trainingprogrammes","3.Biaya penyelenggaraan pendidikan \u002F pel","3.Biaya penyelenggaraan pendidikan \u002F pelatihan pada ayat 1 & 2 menjadi\ntanggungjawab perusahaan",{"bindId":237,"name":194,"text":195},"longserviceallowancetype",{"bindId":239,"name":240,"text":241},"SOCSEC_trigger","1.Seluruh Buruh diikutsertakan dalam pro","1.Seluruh Buruh diikutsertakan dalam program JAMSOSTEK (Jaminan Sosial\nTenaga Kerja) sesuai dengan Undang-undang No.03 th.1992.",{"bindId":243,"name":74,"text":75},"contractseverancepay1",{"bindId":245,"name":138,"text":139},"overtimeallowancetype",{"bindId":247,"name":248,"text":249},"cbaratificationdate","Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini ditan","Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini ditandatangani oleh kedua belah pihak\npada tanggal 8 Mei 2013",{"bindId":251,"name":252,"text":253},"hivpolicy","6.Perusahaan akan mengadakan pemeriksaan","6.Perusahaan akan mengadakan pemeriksaan kesehatan secara berkala \u002F medical\ncheck up untuk seluruh buruh tetap.",{"bindId":255,"name":256,"text":257},"SENIOR_trigger","1.5 Tunjangan Senioritas Tunjangan senio","1.5 Tunjangan Senioritas\n\nTunjangan senioritas diberikan kepada Buruh yang telah menunjukkan\npengabdiannya kepada Perusahaan dengan masa kerja lebih dari 1 (satu) tahun\nyang besarnya ditentukan secara proporsional.",{"bindId":259,"name":260,"text":261},"mealvouchers","1.Perusahaan menyediakan makan dan Extra","1.Perusahaan menyediakan makan dan Extra Fooding satu kali untuk seluruh\nBuruh selama jam kerja \u002F kerja Iembur minimal 4 (empat) jam dan apabila jatah\nmakan tidak diambil haknya akan gugur.\n\n2.Perusahaan menyediakan air minum untuk seluruh buruh\u002F pekerja\nditempat-tempat tertentu\u002F masing- masing seksi.",{"bindId":263,"name":222,"text":223},"sicknessmaxdays",{"bindId":265,"name":112,"text":113},"paidmaternityleave",{"bindId":267,"name":268,"text":269},"WAGES_trigger","1.Sesuai ketentuan - ketentuan dalam Per","1.Sesuai ketentuan - ketentuan dalam Peraturan Ketenagakerjaan dan\nPerundang-undangan yang berlaku tentang pengupahan",{"bindId":271,"name":74,"text":75},"contractseverancepay",{"bindId":273,"name":274,"text":274},"paidpaternityleaveduration","6.6 Istri melahirkan\u002Fkeguguran : 2 hari",{"bindId":276,"name":277,"text":278},"violence","6.Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) Pelangg","6.Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)\n\nPelanggaran yang dapat dikenakan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yaitu\nsebagai berikut :\n\n6.1 Melakukan pelanggaran setelah mendapatkan Surat Peringatan (ketiga) yang\nmasih berlaku.\n\n6.2 Mangkir paling sedikit dalam waktu 5 (lima) hari kerja berturut-turut\ndan telah dipanggil oleh Pengusaha 2 (dua) kali secara tertulis tetapi Buruh\ntidak dapat memberikan keterangan tertulis dengan bukti yang sah.\n\n6.3 Penipuan, pencurian dan penggelapan barang \u002Fuang milik Pengusaha atau\nmilik teman sekerja atau milik teman Pengusaha.\n\n6.4 Memberikan keterangan palsu atau yang dipalsukan sehingga merugikan\nPengusaha.\n\n6.5 Mabuk, minum-minuman keras yang memabukkan, madat memakai obat bius,\nmengkonsumsi obat-obatan terlarang atau obat-obatan perangsang lainnya yang\ndilarang oleh peraturan perundang-undangan.\n\n6.6 Melakukan perbuatan asusila atau melakukan perjudian ditempat kerja.\n\n6.7 Menyerang, mengintimidasi atau menipu Pengusaha atau teman sekerja dan\nmemperdagangkan barang terlarang baik di dalam lingkungan Perusahaan maupun di\nIuar lingkungan Perusahaan.\n\n6.8 Menganiaya, mengancam secara fisik atau mental, menghina secara kasar\nPengusaha atau keluarga Pengusaha atau atasan dan teman sekerja.\n\n6.9 Membujuk Pengusaha atau teman sekerja untuk melakukan sesuatu perbuatan\nyang perhitungan dengan hukum atau kesusilaan serta peraturan perundangan yang\nberlaku dan PKB.\n\n6.10Membongkar atau membocorkan rahasia Perusahaan atau mencemarkan nama\nbaik Pengusaha dan atau keluarga Pengusaha yang seharusnya dirahasiakan kecuali\nuntuk kepentingan penyidikan oleh institusi yang berwenang.\n\n6.11Menerima suap atau tanda terima kasih dalam bentuk uang \u002F barang untuk\nkepentingan pribadi.\n\n6.12 Berkelahi dilingkungan Perusahaan.","\u003Chtml>\n\n    \u003Cdiv class=\"cobra-report\">\n\n        \u003Ch2>IDN PT. Elang Perdana Tyre Industry - 2013\u003C\u002Fh2>\n\n        \u003Cdiv class=\"section general\">\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-start_date\">Tanggal dimulainya perjanjian: &rarr;&nbsp;2013-05-08\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-end_date\">Tanggal berakhirnya perjanjian: &rarr;&nbsp;2015-05-07\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \u003C!-- TODO: previous CBA logic -->\n            \u003C!-- TODO: status logic -->\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaratified\">Diratifikasi oleh: &rarr;&nbsp;Other\u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaactorratified\">\n                    Diratifikasi pada: &rarr;&nbsp;2013-05-08\n                \u003C\u002Fdiv>\n            \n\n            \u003C!-- TODO: transnational_label, includingcountries_label, national_framework_label -->\n\n            \u003Cdiv id=\"display-SECTOR1\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Industri\u002Fpabrik pengolahan\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-NACE2004\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Pabrik Manufaktur kendaraan bermotor dan karavan, Pabrik Manufaktur produk karet dan plastik\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-FIRMPRI\">\n                Sektor publik\u002Fswasta: &rarr;&nbsp;In the private sector\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv>Disimpulkan oleh:\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1\">\n\n                \n                    \n                    \u003Cdiv>\n                        Nama perusahaan: &rarr;&nbsp;\n                        Elang Perdana Tyre Industry \n                    \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1\">\n                Nama serikat pekerja: &rarr;&nbsp;\n\n                \n                    \n                    \u003Cspan>\n                        Serikat Buruh F - Lomenik SBSI PT. Elang Perdana Tyre Industry\n                    \u003C\u002Fspan>\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-casignemployees\">\n                Nama penandatangan dari pihak pekerja &rarr;&nbsp;JOHN KENEDY\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section social-security-pensions\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SOCSEC_trigger\">JAMINAN SOSIAL DAN PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-pensionfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pensiun bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilityfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan cacat bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-unemploymentfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan pengangguran bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section training\">\n            \u003Ch3 id=\"display-TRAINING_trigger\">PELATIHAN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingprogrammes\">Program pelatihan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprenticeships\">Magang: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pelatihan bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section sickness-disability\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KONDISI SAKIT DAN DISABILITAS\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-maxsicknesspayperc\">\n                Maximum cuti sakit berbayar (untuk 6 bulan): &rarr;&nbsp;92&nbsp;%\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-sicknessmaxdaysnr\">\n                Maximum hari untuk cuti sakit berbayar: &rarr;&nbsp;365 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-longtermillness\">Ketentuan mengenai kembali bekerja setelah menderita penyakit jangka panjang, seperti penyakit kanker: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-menstruationleave\">Cuti haid berbayar: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilitypay\">Pembayaran gaji apabila tidak mampu bekerja dikarenakan kecelakaan kerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n\n        \u003Cdiv class=\"section health-medical-assistence\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA BANTUAN MEDIS\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccess\">Bantuan medis disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccessrelatives\">Bantuan medis bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurance\">Kontribusi pengusaha untuk asuransi kesehatan disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurancerelatives\">Asuransi kesehatan bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetypolicy\">Kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetytraining\">Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-protectiveclothing\">Pakaian\u002Falat pelindung diri disediakan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-hivpolicy\">Pemeriksaan kesehatan secara berkala disediakan oleh pengusaha: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-monitoring\">Pengawasan permintaan musculoskeletal di tempat kerja, resiko professional dan\u002Fatau hubungan antara pekerjaan dan kesehatan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-funeralpay\">Bantuan duka\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section work-family-arrangements\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKFAM_trigger\">PENGATURAN ANTARA KERJA DAN KELUARGA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleaveduration\">\n                Cuti hamil berbayar: &rarr;&nbsp;13 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleavepayperc\">\n                Cuti hamil berbayar terbatas untuk: 100 % dari gaji pokok\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-jobsecuritymothers\">Jaminan tetap dapat bekerja setelah cuti hamil: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-maternitydiscrimination\">Larangan diskriminasi terkait kehamilan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-breastfeeding_dangerouswork\">Larangan mewajibkan pekerja yang sedang hamil atau menyusui untuk melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-riskassessment\">Penilaian resiko terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja yang sedang hamil atau menyusui di tempat kerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-alternatives\">Ketersediaan alternatif bagi pekerja hamil atau menyusui untuk tidak melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-timeoff\">Cuti untuk melakukan pemeriksaan pranatal: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningnonstandard\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempekerjakan pekerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningpromotion\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempromosikan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv> \n            \u003Cdiv id=\"display-nursingmothers\">Fasilitas untuk pekerja yang menyusui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcareprovision\">Pengusaha menyediakan fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcaresubsidy\">Pengusaha mensubsidi fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \u003Cdiv id=\"display-educationtuition\">Tunjangan\u002Fbantuan pendidikan bagi anak pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidpaternityleaveduration\">\n                Cuti ayah berbayar: &rarr;&nbsp;2 hari\n         \u003C\u002Fdiv>\n                        \n\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n        \u003Cdiv class=\"section gender-equality-issues\">\n            \u003Ch3 id=\"display-GENEQ_trigger\">ISU KESETARAAN GENDER\u003C\u002Fh3>\n         \u003Cdiv id=\"display-eqpay\">Upah yang sama untuk pekerjaan yang sama nilainya: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n         \n         \u003Cdiv id=\"display-discrimination\">Klausal mengenai diskriminasi di tempat kerja &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-eqpromotion\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat promosi: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n        \u003Cdiv id=\"display-eqtraining\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat pelatihan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>     \n        \u003Cdiv id=\"display-eqofficer\">Kesetaraan gender dalam kepengurusan serikat pekerja di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-sexualhar\">Klausal mengenai pelecehan seksual di tempat kerja &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violence\">Klausal mengenai kekerasan di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violenceleave\">Cuti khusus bagi pekerja yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-support_disabilities\">Dukungan bagi pekerja perempuan dengan disabilitas: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-equalitymonitoring\">Pengawasan kesetaraan gender: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n             \n         \u003C\u002Fdiv>\n         \n\n        \u003Cdiv class=\"section employment-contracts\">\n            \u003Ch3 id=\"display-EMPCONTR_trigger\">PERJANJIAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-contracttrialperiod\">\n                Durasi masa percobaan: &rarr;&nbsp;91 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\u003Cdiv id=\"display-severance_number\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;182&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-severance_number_1_tenure\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;60&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-part_time_excluded\">Pekerja paruh waktu tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-tempagency\">Ketentuan mengenai pekerja sementara: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprentices_excluded\">Pekerja magang tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-minijobs_excluded\">Pekerja mahasiswa tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section working-hours\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKHOURS_trigger\">JAM KERJA, JADWAL DAN LIBUR\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspday\">\n                Jam kerja per hari: &rarr;&nbsp;8.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspweek\">\n                Jam kerja per minggu: &rarr;&nbsp;40.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-dayspweek\">\n                Hari kerja per minggu: &rarr;&nbsp;5.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-schedulesrestpw\"> Periode istrirahat setidaknya satu hari dalam seminggu disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-sundays_year\">\n                Jumlah maksimum hari minggu\u002Fhari libur nasional dalam setahun dimana pekerja harus\u002Fdapat bekerja: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n             \n            \n            \n            \n            \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-FLEXWORK_trigger\"> Ketentuan mengenai pengaturan jadwal kerja yang fleksibel: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section wages\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WAGES_trigger\">PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-PAYSCALES_trigger\">\n                Upah ditentukan oleh skala upah: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-LOWWAGE_government\"> \n            Ketentuan bahwa upah minimum yang ditentukan oleh pemerintah harus dihormati: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-COSTLIV_trigger\">Penyesuaian untuk kenaikan biaya kebutuhan hidup: &rarr;&nbsp;1\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-STRUCINCR_trigger\">Kenaikan upah\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-ONCERISE_trigger\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali:\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \u003Cdiv id=\"display-extrapayfirmperformance\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali dikarenakan performa perusahaan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-NOCTPREM_trigger\">Tunjangan shift untuk kerja sore atau malam\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \u003Cdiv id=\"display-shiftallowancetype1\">Tunjangan shift hanya untuk yang kerja malam: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-OVERTIME_trigger\">Upah lembur hari kerja\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SUNDAY_trigger\">Upah lembur hari Minggu\u002Flibur\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-COMMUTE_trigger\">Tunjangan transportasi\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SENIOR_trigger\">Tunjangan masa kerja\u003C\u002Fh4>\n\n                \n\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-longserviceallowancetype2\">\n                    Tunjangan masa kerja setelah: &rarr;&nbsp;1 masa kerja\n                \u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Ch4>Kupon makan\u003C\u002Fh4>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-mealvouchers\">\n                Kupon makan disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-MEALALL_trigger\">Tunjangan makan disediakan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-legalassistance_trigger\">\n                Bantuan hukum gratis: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n    \u003C\u002Fdiv>\n\n\u003C\u002Fhtml>\n",[],[],"collective_agreement",[284],{"title":39,"slug":34},[286],{"type":287,"data":288},"call_to_action_body_block",{"title":289,"description":290,"variant":291,"link":292},"Bandingkan Perjanjian Kerja Bersama","Bandingkan pasal-pasal dan topik dalam Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dengan Perjanjian Kerja Bersama di semua sektor kerja di Indonesia maupun negara-negara lainnya.","dark",{"title":289,"url":293,"description":289,"rel":294,"type":295},"\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fbandingkan-perjanjian-kerja-bersama","follow","internal",[297],{"type":287,"data":298},{"title":289,"description":290,"variant":291,"link":299},{"title":289,"url":293,"description":289,"rel":294,"type":295},[]]