[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"page:id-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-dean-shoes-dengan-sp-tsk-spsi-pt-dean-shoes---2019-2021":3},{"id":4,"slug":5,"title":6,"short_title":7,"intro_text":8,"meta_description":9,"seo_title":9,"path":10,"content_type":11,"locale":12,"go_live_at":7,"first_published_at":13,"page_created_at":14,"published_at":13,"edit_url":15,"breadcrumbs":16,"seo":24,"data":32,"children":356,"content_type_view":357,"extra_breadcrumbs":358,"body":360,"body_blocks":371,"related_pages":375},3679,"perjanjian-kerja-bersama","Perjanjian Kerja Bersama",null,"\u003Cp>Beberapa pilihan Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dipublikasikan di sini. Anda dapat menemukan teks asli dari Perjanjian Kerja Bersama tersebut, membaca dan menelusuri per bab maupun pasal, menurut topik yang sedang Anda cari.\u003Cbr\u002F>\u003Cbr\u002F>Ketika Anda mengklik pada link Perjanjian Kerja Bersama, halaman akan terbuka: di kolom sebelah kiri pada halaman tersebut berisi teks asli, sedangkan di kolom sebelah kanan, Anda akan menemukan ringkasan dari ketentuan yang ada di Perjanjian Kerja Bersama tersebut.\u003Cbr\u002F>Serikat Buruh\u002FPekerja dan Asosiasi Pengusaha dari Indonesia memberikan kontribusi terhadap pengumpulan data Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>","","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama","collective_agreements.collectiveagreementoverview","id_ID","2025-08-15T13:01:11.360625+00:00","2026-04-02T08:44:09.692847+00:00","\u002Fcms\u002Fpages\u002F3679\u002Fedit\u002F",[17,20,23],{"title":18,"slug":19},"Indonesia","id-id",{"title":21,"slug":22},"Bekerja di Indonesia","bekerja-di-indonesia",{"title":6,"slug":5},{"title":6,"description":9,"image":25,"canonical":26,"robots":27,"og_type":28,"twitter_card":29,"locale":19,"created_at":30,"last_modified_at":31},"https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fmedia\u002Fimages\u002FSocial_media_preview_image_-_2025.2e16d0ba.fill-1200x630.png","https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002F","index, follow","website","summary_large_image","2025-08-15T15:01:11.360625+02:00","2026-04-02T10:44:09.828831+02:00",{"cba":33,"clauses":44,"details":354,"translations":355},{"id":34,"uid":35,"url":36,"name":37,"locale":38,"override_title":37,"title":37,"browser_title":39,"browser_description":40,"text":41},"perjanjian-kerja-bersama-antara-pt-dean-shoes-dengan-sp-tsk-spsi-pt-dean-shoes---2019-2021","ef2feb36-180a-11eb-9bd6-f23c91080f70","https:\u002F\u002Fcobra.wageindicator.org\u002Fcountries\u002Findonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-dean-shoes-dengan-sp-tsk-spsi-pt-dean-shoes---2019-2021\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-dean-shoes-dengan-sp-tsk-spsi-pt-dean-shoes---2019-2021\u002F","PT. Dean Shoes 2019","ba_ID","Indonesia - PT. Dean Shoes 2019","PT. Dean Shoes 2019 - Industri\u002Fpabrik pengolahan",{"name":42,"data":43},"PT DEAN SHOES.html","\u003C!--?xml version=\"1.0\" encoding=\"UTF-8\"?-->\n\n\n\n  \u003Cmeta http-equiv=\"content-type\" content=\"text\u002Fhtml; charset=UTF-8\">\n  \u003Ctitle>New5\u003C\u002Ftitle>\n  \u003Cmeta name=\"generator\" content=\"Amaya, see http:\u002F\u002Fwww.w3.org\u002FAmaya\u002F\">\n\n\n\n\u003Ch1>PERJANJIAN KERJA BERSAMA ANTARA PT DEAN SHOES\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Ch1>DENGAN SP TSK SPSI PT DEAN SHOES\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Ch1>PERIODE 2019-2021\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Ch2>BAB I : UMUM\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 1 : ISTILAH – ISTILAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini diadakan antara:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan: ialah badan hukum dengan nama PT DEAN SHOES berkedudukan di\nDusun Serang RT 10 RW 05 Desa Mekarjaya Kec. Purwasari, Karawang, Jawa Barat,\nIndonesia, 41361.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pimpinan Perusahaan: ialah Direksi Perusahaan atau orang yang diberi kuasa\nuntuk mengelola jalannya perusahaan dan bertindak untuk dan atas nama Direksi\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pengusaha: ialah pemilik perusahaan dan atau pemegang saham atau pengurus\nyang diberi kuasa untuk bertindak untuk dan atas nama perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Serikat Pekerja Organisasi yang mewakili anggotanya yang berhak melakukan\nperundingan dengan perusahaan sesuai dengan yang telah diatur oleh\nUndang-Undang Ketenagakerjaan, yaitu:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a.Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Tekstil,\nSandang dan Kulit Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SP TSK – SPSI) ditingkat\nperusahaan yang disahkan oleh pimpinan Cabang Federasi SP TSK – SPSI, yang\nberkedudukan di dusun Serang RT 10 RW 05 Desa Mekarjaya Kec. Purwasari,\nKarawang, Jawa Barat, Indonesia, 41361 dan tercatat di Dinas dengan nomor\npencatatan 568\u002F860\u002FHI-Syaker\u002FIII.2012 tanggal 22 Maret 2012.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b.Pimpinan Serikat Pekerja Dean Shoes (SPDS)\nditingkat perusahaan yang disahkan oleh Federasi Serikat Pekerja Karawang\nKASBI, yang berkedudukan di dusun Serang RT 10 RW 05 Desa Mekarjaya Kec.\nPurwasari, Karawang, Jawa Barat, Indonesia, 41361 dan tercatat di Dinas\nKetenagakerjaan dengan No. 568\u002F9888\u002FHI-S\u002FXII\u002F2016.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Anggota Serikat Pekerja: ialah pekerja perusahaan PT Dean Shoes yang\nmendaftarkan dirinya dan telah terdaftar sebagai anggota Serikat Pekerja dan\nmembayar COS setiap bulannya sesuai AD\u002FART.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Pengurus\u002FPimpinan Serikat Pekerja: ialah anggota Serikat Pekerja yang\ndipilih oleh Anggota Serikat Pekerja untuk menduduki jabatan dalam Unit Kerja\ndi perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Pekerja: ialah setiap orang yang bekerja dengan menerima upah atau imbalan\ndalam bentuk lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Keluarga Pekerja: ialah orang tua, mertua, seorang istri atau suami dengan\nanak-anak yang sah menurut hukum yang berlaku, dan terdaftar di bagian\npersonalia perusahaan. Tetapi yang ditanggung oleh perusahaan adalah seorang\nistri\u002Fsuami dengan maksimum 3 orang anak yang sah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Anak: adalah anak sah dari pekerja, yang terdaftar pada bagian personalia\nperusahaan, belum bekerja, atau berumur kurang dari 18 (Delapan Belas) tahun,\ndan\u002Fatau belum kawin, yaitu anak dari:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Perkawinan yang sah menurut hukum yang\nberlaku;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b.Pekerja pria atau wanita menikah lagi secara sah\nmenurut hukum yang berlaku;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c.Pekerja wanita yang suaminya tidak berpenghasilan\ndengan anak-anaknya ditanggung wanita tersebut; atau\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">d.Adopsi (dibuktikan dengan surat keterangan dari\ninstansi yang berwenang).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Ahli Waris: ialah orang atau keluarga pekerja yang ditunjuk oleh pekerja\nuntuk menerima hak pekerja yang bersangkutan, bilamana pekerja meninggal dunia\natau didasarkan kepada perundangan yang berlaku bila tidak ada penunjukkan ahli\nwaris dari pekerja tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11.Hari Kerja: ialah hari Senin sampai dengan Sabtu untuk 6 (enam) hari\nkerja atau Senin sampai dengan Jumat untuk 5 (lima) hari kerja, kecuali untuk\npekerjaan tertentu akan diatur tersendiri dengan mengikuti hukum yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12.Jam Kerja: ialah jumlah jam yang sudah ditentukan bagi pekerja untuk\nmelaksanakan pekerjaan yaitu sebanyak 40 (empat puluh) jam dalam seminggu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13.Shift: ialah jam kerja yang ditentukan berdasarkan shift atau diatur\nsecara bergiliran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14.Jam Lembur: ialah jam diluar yang telah diberikan upah yaitu jam kerja\ndisaat istirahat mingguan dan atau pada hari libur resmi yang ditetapkan oleh\nPemerintah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15.Jam Istirahat: ialah jam yang telah ditentukan oleh perusahaan untuk\nmelakukan istirahat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>16.Area\u002FLingkungan Pabrik: ialah seluruh ruangan halaman, lapangan, dan\nsekelilingnya yang berhubungan dengan tempat produksi atau pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>17.Atasan: ialah pekerja yang jabatannya atau pangkatnya lebih tinggi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>18.Atasan Langsung: ialah pekerja yang mempunyai jabatan lebih tinggi sesuai\ndengan struktur organisasi pada unit kerjanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>19.Tenaga Kerja Asing: ialah warga negara asing yang merupakan tenaga ahli\nyang dipekerjakan oleh perusahaan sesuai dengan ketentuan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>20.Gaji Pokok: merupakan pemberian upah dalam bentuk yang diterima secara\nteratur dan tetap setiap bulan yang besarnya tidak boleh lebih rendah dari upah\nminimum kabupaten yang ditetapkan oleh pemerintah, dan yang tidak dipengaruhi\noleh kehadiran pekerja, kecuali mangkir dan izin.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>21.Upah: ialah suatu penerimaan sebagai imbalan dari perusahaan kepada\npekerja untuk suatu pekerjaan yang telah atau akan dilaksanakan yang dinyatakan\ndalam bentuk uang yang ditetapkan menurut suatu perjanjian\u002Fpersetujuan atau\nperaturan perundangan-undangan termasuk tunjangan bagi pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>22.Tunjangan Tetap: ialah suatu pembayaran yang teratur yang diberikan\nsecara tetap untuk pekerja yang dibayarkan dalam satuan waktu yang sama dengan\npembayaran Gaji Pokok, dan tidak dipengaruhi oleh kehadiran pekerja, yaitu:\nTunjangan Jabatan, Tunjangan Masa Kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>23.Tunjangan Tidak Tetap: ialah suatu tunjangan yang diberikan secara tidak\ntetap diluar Gaji Pokok dan Tunjangan Tetap, dan dipengaruhi oleh kehadiran,\nantara lain: tunjangan lain-lain, tunjangan kehadiran, tunjangan transport, dan\ntunjangan shift.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>24.Pekerjaan: ialah kegiatan yang dilakukan pekerja untuk perusahaan dalam\nsuatu hubungan kerja dengan mendapatkan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>25.Bulan: 1 (satu) bulan adalah terhitung mulai dari tanggal 1 (satu) sampai\ntanggal terakhir (akhir bulan) pada bulan yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>26.Sanksi: ialah hukuman yang bersifat pembinaan karena adanya pelanggaran\nPerjanjian Kerja Bersama dan tata tertib, atau peraturan perundangan\nlainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>27.Karyawan Masa Percobaan: ialah karyawan yang terikat dengan perjanjian\nkerja di masa percobaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>28.Masa Percobaan: ialah masa yang dijalani pekerja maksimal 3 (tiga) bulan\nsejak tanggal diterima sebagai pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>29.Pekerja Tetap: ialah pekerja yang terikat dalam hubungan kerja yang telah\nmelewati masa percobaan selama 3 (tiga) bulan dan mendapatkan Upah Pokok.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>30.Mangkir: merupakan keadaan dimana pekerja tidak bekerja tanpa izin dari\natasan dan juga tidak mengirimkan pemberitahuan kepada bagian personalia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>31.Masa Kerja: ialah masa yang dijalani pekerja sejak diterimanya sebagai\npekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>32.Perjalanan Dinas: ialah perjalanan yang dilakukan pekerja karena\npenugasan perusahaan terdiri dari perjalanan dinas dalam negeri dan perjalanan\ndinas luar negeri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>33.PHK: ialah pengakhiran hubungan kerja karena suatu hal tertentu yang\nmengakibatkan berakhirnya hubungan kerja antara perusahaan dan pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>34.Dianggap mengundurkan diri sepihak: ialah pengakhiran hubungan kerja yang\ndiakibatkan oleh karyawan yang tidak masuk kerja tanpa keterangan secara 5\n(lima) hari berturut-turut setelah perusahaan mengirimkan 2 (dua) kali surat\npanggilan secara patut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>35.Pensiun Normal: ialah batas usia tertentu bagi pekerja setelah memenuhi\npersyaratan peraturan dana pensiun berhak mendapatkan manfaat pensiun\nnormal.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>36.Penilain Kinerja Pekerja: ialah evaluasi atas hasil kinerja pekerja dalam\nperiode waktu tertentu yang dilakukan oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>37.Jabatan: ialah kedudukan dalam struktur\u002Fjenjang organisasi perusahaan\nyang diberikan berdasarkan penunjukkan untuk menjalankan wewenang dan tanggung\njawab yang melekat pada kedudukan tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>38.Mutasi: ialah Tindakan memindahkan pekerja dari bagian satu ke bagian\nlain dalam satu lingkungan perusahaan berdasarkan kebutuhan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>39.Rotasi: ialah pemindahan pekerja dalam satu unit kerja atas dasar\nperintah tertulis dari perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>40.Demosi: ialah penurunan jenjang jabatan\u002Flevel\u002Fgolongan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>41.Penyandang Disabilitas: ialah setiap orang yang mempunyai kelainan fisik\ndan\u002Fatau mental, yang dapat mengganggu atau merupakan rintangan dan hambatan\nbaginya untuk melakukan secara selayaknya, yang terdiri dari:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Penyandang disabilitas fisik;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Penyandang disabilitas mental;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Penyandang disabilitas fisik dan mental.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 2 : PIHAK-PIHAK YANG MENGADAKAN PERJANJIAN KERJA BERSAMA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pihak-pihak yang mengadakan Perjanjian Kerja Bersama ialah:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.PT Dean Shoes yang berkedudukan di Dusun Serang RT 10 RW 05 Desa Mekarjaya\nKec. Purwasari, Karawang, Jawa Barat, Indonesia, 41361, yaitu perusahaan yang\nbergerak dibidang pembuatan sepatu dengan Akta Notaris No. AHU-49210.AH.01.02\nTahun 2011, yang selanjutnya disebut Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pimpinan Unit Kerja SPTSK-SPSI (Serikat Pekerja Tekstil, Sandang dan Kulit\nSerikat Pekerja seluruh Indonesia) PT Dean Shoes yang tercatat di Disnaker\ndengan nomor pencatatan 568\u002F860\u002FHI-Syaker\u002FIII.2012 tanggal 22 Maret 2012, yang\nberkedudukan di Dusun Serang RT 10 RW 05 Desa Mekarjaya Kec. Purwasari,\nKarawang, Jawa Barat, Indonesia, 41361, yang selanjutnya disebut sebagai\nSerikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pimpinan Serikat Pekerja Dean Shoes (SPDS) PT Dean Shoes yang disahkan\noleh Federasi Serikat Pekerja Karawang KASBI, yang berkedudukan di Dusun Serang\nRT 10 RW 5 Desa Mekarjaya Kec. Purwasari, Karawang, Jawa Barat, Indonesia,\n41361 dan tercatat di Dinas Ketenagakerjaan dengan No. 568\u002F9888\u002FHI-S\u002FXII\u002F2016,\nyang selanjutnya disebut sebagai serikat pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 3 : LUASNYA PERJANJIAN KERJA BERSAMA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perjanjian Kerja Bersama ini terbatas mengatur hal-hal yang bersifat umum\nsaja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-part_time_excluded\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-tempagency\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-apprentices_excluded\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-minijobs_excluded\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-coveragegroup3\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-coveragegroup1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-coveroccup3\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-coveroccup1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-coverunion_trigger\">\u003Cp>2.Perjanjian Kerja Bersama ini mengikat perusahaan dan seluruh pekerja dari\nsemua golongan dan tingkatan yang ada diperusahan dan apabila dalam pelaksanaan\ndan perkembangannya perlu penyempurnaan, maka akan dibuat perubahan maupun\ntambahan (addendum) dengan kesepakatan antara serikat pekerja dan pengusaha\nyang merupakan bagian tak terpisahkan dari PKB ini.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Ketentuan lain (prosedur) yang diatur di dalam peraturan lain mengenai\nmasalah ketenagakerjaan tetap berlaku dan tidak dapat dipisahkan secara\nlangsung dengan Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 4 : MAKSUD PERJANJIAN KERJA BERSAMA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perjanjian Kerja Bersama dimaksudkan untuk dapat menciptakan hubungan\nindustrial yang harmonis yang berkeadilan antara kedua belah pihak guna\nmeningkatkan produktivitas perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Maksud dari pembuatan Perjanjian Kerja Bersama ini adalah untuk:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.1 Menjelaskan hak-hak dan kewajiban Perusahaan,\nSerikat Pekerja dan Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.2 Memastikan bahwa Pengusaha, Serikat Pekerja dan\nPekerja mengetahui dengan sepenuhnya seluruh aspek dan hal-hal penting dari\nPerjanjian Kerja Bersama ini, sehingga dapat mengurangi terjadinya\nkeragu-raguan dan salah pengertian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.3 Memperteguh Hubungan Industrial Pancasila dalam\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.4 Menciptakan hubungan timbal balik yang serasi\ndalam suasana semangat kerja yang mantap dan harmonis serta didasarkan pada\nasas kekeluargaan guna meningkatkan produktivitas kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.5 Mengatur cara-cara penyelesaian perbedaan\npendapat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Untuk mencapai tujuan tersebut, maka disadari, diyakini, dan diakui\nbersama bahwa:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">3.1 Pengusaha berfungsi dan bertanggung jawab\nmengatur jalannya perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">3.2 Serikat Pekerja berfungsi mewakili\nanggota-anggotanya sebagai Pekerja pada Perusahaan, baik secara sendiri-sendiri\nmaupun secara bersama-sama dalam melaksanakan Hubungan Industrial Pancasila.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 5 : KEWAJIBAN PIHAK-PIHAK\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pihak Pengusaha dan Pihak Pimpinan Serikat Pekerja berkewajiban mentaati,\nmematuhi dan melaksanakan sepenuhnya semua kewajiban yang telah disepakati\nbersama dalam Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pihak Pengusaha dan Pihak Pimpinan Serikat Pekerja berkewajiban\nmenyebarluaskan serta memberikan penjelasan kepada Pekerja baik isi, makna,\npenafsiran, maupun pengertian yang tertera di dalam Perjanjian Kerja Bersama\nini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 6 : PENGAKUAN HAK\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan mengakui bahwa Serikat Pekerja adalah badan atau organisasi\nyang sah mewakili Pekerja pada Perusahaan sesuai dengan Fungsi, Peranan dan\nTugas Pokok Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengusaha dan Pimpinan Serikat Pekerja mengaku bahwa yang mengatur para\nPekerja dalam menjalankan Perusahaan adalah fungsi dan tanggung jawab Pengusaha\nyang dilaksanakan sesuai dengan peraturan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pengusaha mempunyai hak untuk mengatur jalannya Perusahaan, seperti:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">3.1Menerima Pekerja baru dan melakukan penilaian\nkepada Pekerja dalam Masa Percobaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">3.2Menempatkan Pekerja sesuai dengan kebutuhan\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">3.3Melakukan promosi, mutasi dan demosi dan\npemutusan hubungan kerja sesuai kebutuhan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">3.4Memberikan pendidikan dan latihan serta\nketerampilan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">3.5Memberikan pengupahan dan kesejahteraan yang\nadil.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Membina , memberikan peringatan dan menjatuhkan Sanksi Pemutusan Hubungan\nKerja sesuai aturan dan\u002Fatau undang-undang yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Menjalankan Perusahaan serta aktivitas produksi kearah peningkatan dan\nkemajuan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Menuntut Pekerja untuk bekerja sesuai prosedur kerja yang sudah ditentukan\nuntuk meningkatkan kualitas dan produktivitas kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Pengusaha dan Pimpinan Serikat Pekerja meyakini, menyetujui dan sepakat\nuntuk bekerja sama demi menciptakan ketenangan kerja dan berusaha sesuai dengan\nprinsip hubungan industrial yang serasi, selaras, seimbang dan berdasarkan\nkeadilan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">7.1Pengusaha dan Pekerja menjunjung tinggi sikap\nsaling percaya, menghargai dan menghormati satu sama lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">7.2Pengusaha dan Pekerja selalu mengutamakan\nmusyawarah untuk mencapai kata sepakat apabila terjadi adanya perselisihan atau\nmasalah dan tidak memaksakan kehendak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">7.3Pekerja berhak untuk mendapatkan gaji atau upah\nyang layak sesuai dengan hukum yang berlaku dan juga SOP perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">7.4Mendapatkan rasa aman dan tentram dalam\nmelakukan pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">7.5Mendapatkan perlakuan yang adil untuk semua\nPekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">7.6Kedua belah pihak saling menghormati dan tidak\nmencampuri urusan intern masing-masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Dengan mengingat hal-hal tersebut diatas Pimpinan Serikat Pekerja mengakui\nantara lain:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">8.1Hak penuh dari Perusahaan sehubungan dengan\npengelolaan kegiatan unit usaha Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">8.2Hak Perusahaan untuk mengembangkan dan\nmenetapkan sistem dan prosedur manajemen guna mengatur pengelolaan Perusahaan\ndemi tercapainya tujuan Perusahaan dengan tidak melanggar aturan dan\u002Fatau\nundang-undang yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 7 : HUBUNGAN PENGUSAHA DENGAN SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha dan Pimpinan Serikat Pekerja sepakat untuk mengembangkan Lembaga\nKerjasama Bipartit sebagai suatu wadah kerjasama yang bersifat konsultatif dan\nkomunikatif secara berkala untuk membicarakan hal-hal yang menyangkut hubungan\nketenagakerjaan demi kepentingan bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengusaha dan Pimpinan Serikat Pekerja sepakat untuk dalam hal tedapat\nmasalah ketenagakerjaan, maka akan dibahas terlebih dahulu secara musyawarah\ndalam pertemuan khusus bipartite agar dapat diselesaikan secepatnya dan\nsebaik-baiknya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pengusaha dan Pimpinan Serikat Pekerja sepakat untuk dalam hal perbedaan\npendapat dan tidak dapat diselesaikan maka masalah yang menjadi perselisihan\nitu dapat diteruskan kepada Instansi Ketenagakerjaan yang terkait sesuai dengan\nprosedur Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan\nHubungan Industrial beserta peraturan-peraturan pelaksanaannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 8 : JAMINAN BAGI SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha tidak akan melakukan tindakan-tindakan yang merugikan Pekerja\nyang disebabkan oleh dan atau kaitannya dengan Serikat Pekerja\u002FSerikat\nBuruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengusaha tidak akan melakukan tindakan diskriminasi atau balas dendam\nkepada Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Perusahaan tidak akan melakukan tekanan baik langsung maupun tidak\nlangsung terhadap Pekerja yang terpilih sebagai pengurus Serikat Pekerja dan\nfungsionaris Serikat Pekerja atau perlakuan yang diskriminatif serta tindakan\nbalasan lainnya yang berhubungan dengan fungsi keanggotaannya dalam serikat\npekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 9 : JAMINAN BAGI PENGUSAHA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pimpinan Serikat Pekerja dan Pengusaha bekerjasama dalam menegakkan tata\ntertib dan disiplin kerja, peningkatan efisiensi kerja serta produktivitas\nkerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pimpinan Serikat Pekerja menyadari bahwa tindakan mogok adalah tindakan\nyang tidak sesuai dengan semangat hubungan industrial, oleh karena itu akan\ndihindarkan dan semaksimal mungkin masalah yang timbul akan diselesaikan dengan\ncara perundingan. Jika memang harus terjadi pemogokan dengan alasan yang\ndibenarkan, maka pemogokan tersebut harus sesuai dengan prosedur yang benar.\nRencana mogok harus disampaikan kepada manajemen 7 (tujuh) hari sebelum mogok\ndilaksanakan untuk mendapat persetujuan dari manajemen, dan harus dilakukan\nsesuai dengan peraturan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB II : FASILITAS DAN BANTUAN BAGI SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 10 : FASILITAS DAN BANTUAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan menyediakan ruangan lingkungan Perusahaan bagi Pimpinan Serikat\nPekerja dengan perlengkapannya yang memadai sesuai dengan Kemampuan\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pimpinan Serikat Pekerja diperbolehkan menggunakan papan-papan pengumuman\nyang disediakan khusus untuk digunakan oleh serikat buruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pengusaha mengijinkan Pimpinan Serikat Pekerja untuk mengadakan\nrapat-rapat dan pertemuan intern oleh Serikat Pekerja di dalam Perusahaan,\nsepanjang tidak mengganggu aktivitas kerja dengan seizin Pengusaha terlebih\ndahulu. Rencana rapat rutin Serikat pertiga bulan harus disampaikan kepada\nManajemen.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pengusaha memberikan bantuan untuk kegiatan Serikat Pekerja didalam maupun\ndiluar Perusahaan sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan yang berlaku,\ndan sesuai dengan kemampuan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 11 : DISPENSASI SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-TRADEUNLEAV_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-tradeunleavdays\">\u003Cp>1.Atas permintaan Pimpinan Serikat Pekerja, Pengusaha dapat memberikan\ndispensasi tanpa pengurangan hak wakil-wakil Serikat Pekerja untuk menghadiri\npersidangan, konsultasi dengan instansi pemerintah\u002Forganisasi, rapat, seminar,\npendidikan dan latihan dan perburuhan, baik didalam maupun diluar Perusahaan\ndengan memperhitungkan kepentingan Perusahaan dengan pemberitahuan kepada\nmanajemen disampaikan 3 (tiga) hari sebelumnya kecuali ada instruksi mendadak\ndari pimpinan organisasi yang lebih tinggi.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Pimpinan Serikat Pekerja atau wakil Serikat Pekerja yang mengadakan\nkegiatan seperti ayat 1 diatas, dengan menyampaikan undangan resmi dan\nmenyampaikan kepada Perusahaan selambat-lambatnya 3 (tiga) hari sebelumnya\nuntuk mendapatkan persetujuan terlebih dahulu.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Untuk kegiatan internal dan eksternal, perusahaan dapat memberikan\ndispensasi dan persetujuan dari kepala masing-masing bagian, dengan\nmempertimbangkan hal ini tidak akan mengganggu kegiatan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Proses implementasi baik permintaan izin secara internal dan eksternal\ntertera dalam SOP FOA.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Mengenai dispensasi Serikat Pekerja tertuang dalam kebijakan FOA.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 12 : IURAN SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pengusaha bersedia untuk melakukan pemotongan iuran anggota Serikat Pekerja\nmelalui upah yang bersangkutan, berdasarkan surat keterangan keanggotaan dari\nmasing-masing Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB III : KOMITMEN PERUSAHAAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 13 : ANTI DISKRIMINASI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-discrimination\">\u003Cp>1. Perusahaan berkomitmen untuk menunjukkan iklim keterbukaan tentang\nhal-hal apa saja yang harus dilakukan dan tidak boleh dilakukan mengenai semua\naspek-aspek tentang Compliance (Kepatuhan), Sumber Daya Manusia dan Produksi\nsesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku maupun Kode Etik dari\nBuyer’s.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Perusahaan mempunyai komitmen untuk menghapuskan dan menghilangkan segala\nbentuk diskriminasi dan memperlakukan semua karyawan dengan sama tanpa\nmembeda-bedakan\u002Fmemperdulikan pembedaan atas dasar ras warna kulit, jenis\nkelamin, kewarganegaraan, umur, agama, status perkawinan, orientasi seksual,\ngender identitas, gender ekspresi dan veteran atau faktor lain yang tidak\nberkaitan dengan pekerjaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-support_disabilities\">\u003Cp>3.Perusahaan mendukung kebijakan pemerintah dan internasional dalam upaya\npemberdayaan pekerja yang memiliki keterbatasan kemampuan (penyandang\ndisabilitas) untuk memperoleh kesempatan maupun perlakuan yang sama.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>PASAL 14 : ANTI PEKERJA ANAK\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan berkomitmen untuk tidak mempekerjakan pekerja anak atau pekerja\ndibawah umur sesuai ketentuan peraturan perundangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Segala bentuk penyimpangan yang dilakukan oleh siapapun yang ada di\nperusahaan dengan memaksakan mempekerjakan pekerja dibawah umur sesuai ayat 1\n(satu) akan ditindak demi menjalankan komitmen perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Perusahaan akan selalu memeriksa umur pekerja sebelum diterima di PT Dean\nShoes melalui bukti umur. Perusahaan berkomitmen dengan batasan umur yang\nditentukan baik oleh peraturan perundang-undangan setempat dan\u002Fatau Pedoman\nPenuntun Perilaku dari Buyer dan perusahaan akan senantiasa memilih mana yang\nlebih tinggi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Dalam kebijakan ini, perusahaan menetapkan bahwa batas terendah umur untuk\nbekerja di PT Dean Shoes adalah 18 (delapan belas) tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Adapun yang dimaksud dengan bukti umur adalah berdasarkan data-data\nidentitas yang dimilikinya seperti Salinan kartu tanda penduduk, akta\nkelahiran, kartu keluarga, surat izin mengemudi, ijazah dilegalisir dan\nsebagainya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Perusahaan senantiasa menyimpan Salinan dokumen-dokumen bukti umur yang\ndimaksud tersebut selama pekerja bekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 15 : ANTI KERJA PAKSA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan secara tegas menyatakan tidak akan menerapkan sistem kerja\npaksa dalam memproduksi produk-produk yang ada di PT Dean Shoes.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Perusahaan tidak akan mempekerjakan pekerja narapidana atau melakukan\nsubkontrak kerja ke penjara.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Perusahaan tidak akan berpartisipasi dalam sistem rekrutmen atau\npenerimaan kerja yang mengikat seorang pekerja di tempat kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Dalam hal penerimaan pekerja, perusahaan tidak melakukan penahanan ijazah\ndan\u002Fatau dokumen asli lainnya milik calon pekerja (kecuali Surat Keterangan\nSehat).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Perusahaan membolehkan pekerja untuk bergerak secara bebas di dalam tempat\nkerja yang ditentukan selama jam kerja, termasuk memperbolehkan akses\nmendapatkan air atau dispenser, fasilitas toilet, beribadah dan lainnya.\nPekerja diperbolehkan untuk meninggalkan tempat kerja selama jadwal waktu makan\natau setelah jam kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Perusahaan tidak akan memaksa pekerja untuk bekerja lembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Apabila pekerja memerlukan, Perusahaan memberi kesempatan kepada pekerja\nuntuk izin meninggalkan tempat kerja dengan mengikuti prosedur yang telah\nditentukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IV : HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 16\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Hubungan kerja antara perusahaan dan pekerja didasarkan atas\nprinsip-prinsip Hubungan Industrial.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dalam pelaksanaan hubungan kerja sebagaimana dimaksud pada ayat 1 (satu)\ndiatas; proses seleksi; penempatan; pengangkatan; penurunan jabatan; pemberian\npenghargaan; pelaksanaan mutasi; penilaian pekerja; pemberian sanksi;\npemberhentian; dan pensiun adalah merupakan wewenang perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 17 : PENERIMAAN PEKERJA BARU\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Penerimaan Pekerja baru disesuaikan dengan kebutuhan Perusahaan dan\nmemperhatikan peraturan ketenagakerjaan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Perusahaan tidak akan menerima Pekerja, bilamana:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.1Usia pelamar belum mencapai 18 (delapan belas)\ntahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.2Menjadi buronan aparat keamanan\u002Fkepolisian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.3Sedang dalam masa menjalani hukuman pidana.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.4Melampirkan berkas lamaran yang\npalsu\u002Fdipalsukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja yang sudah diterima bekerja ternyata diketahui melanggar ketentuan\ndari ayat 2 poin 2.4 tersebut diatas dapat dilakukan pemutusan hubungan kerja\ndengan tetap mengikuti aturan Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 Pasal 156 Ayat\n4.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Dalam proses penerimaan calon pekerja harus menghindari adanya\npenyalahgunaan jabatan atau kewenangan untuk memberi kemudahan kepada pelamar\ndalam proses penerimaan Pekerja baru atau dalam melakukan mutasi dan promosi\nPekerja dengan memberi perhatian khusus karena hubungan keluarga.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Semua pihak terkait dalam proses penerimaan calon Pekerja tidak boleh\nmenerima Pekerja yang mempunyai hubungan keluarga dibagian kerja yang\ndipimpinnya, kecuali ada izin dari Pimpinan Perusahaan karena yang bersangkutan\nmempunyai keahlian atau karena alasan lain untuk kelancaran kerja\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Dalam proses penerimaan calon pekerja tidak ada pungutan biaya apapun,\natau dalam bentuk lain seperti hadiah, menjanjikan atas kepastian diterima\nsebagai karyawan. Perusahaan tidak menerima biaya apapun dalam penerimaan\nPekerja baru. Jika ditemukan adanya praktik penyuapan, perusahaan akan\nmengambil Tindakan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Karyawan yang terbukti melakukan pemungutan biaya dalam proses penerimaan\nkaryawan\u002Fti akan dikenakan sanksi sesuai pasal 44 ayat 5 poin 5.2.10.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 18 : SELEKSI DAN PENEMPATAN PEKERJA BARU\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pelamar kerja harus menjalani proses seleksi penerimaan Pekerja baru.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Proses seleksi dicantumkan di dalam Standard Operating Procedure (SOP)\nrekrutmen.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pelamar yang lulus waktu penerimaan, akan menandatangani surat perjanjian\nkerja lalu diberikan orientasi tentang pengenalan Perusahaan, hak dan kewajiban\nPekerja baru serta hal lainnya yang wajib diketahui oleh Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Surat perjanjian kerja dibuat rangkap 2 (dua) dan masing-masing pihak\nmendapat 1 (satu) berkas asli.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pekerja baru diberikan training sebelum ditempatkan di departemen atau\nbagian yang membutuhkan sesuai kebutuhan dan\u002Fatau ketentuan oleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 19 : MASA PERCOBAAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrial\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrialperiod\">\u003Cp>Ketentuan Masa Percobaan diatur sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pekerja baru wajib menjalani Masa Percobaan paling lama 3 (tiga) bulan\nterhitung dari awal diterima bekerja dengan pembayaran upah penuh.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Pekerja Masa Percobaan mempunyai kewajiban yang sama dengan Pekerja\ntetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Hubungan kerja dalam Masa Percobaan dapat diputuskan setiap saat oleh\nPekerja dengan pemberitahuan terlebih dahulu dan bilsa keputusan tersebut\ndilakukan oleh pihak Pengusaha maka Pengusaha wajib memberitahukan alasan\nkenapa dibuat keputusan tersebut terlebih dahulu kepada Pekerja yang\nbersangkutan dan Serikat Pekerja dengan tanpa kewajiban lainnya dari pihak\nPengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pekerja baru yang lulus dalam Masa Percobaan akan menjadi karyawan tetap\nsecara otomatis, dan akan menerima Surat Pengangkatan sebagai Karyawan\nTetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Karyawan yang belum lulus masa percobaan namun melakukan pelanggaran dan\nmendapat sanksi maka karyawan tersebut tidak dapat diluluskan masa\npercobaannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 20 : TENAGA KERJA ASING\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan akan mempekerjakan tenaga kerja asing sesuai dengan ketentuan\nHukum di Indonesia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Tenaga kerja asing wajib mempelajari, memahami dan mengikuti sosial budaya\ndan sistem Hubungan Industrial Pancasila di Indonesia, agar tenaga kerja asing\ndan tenaga kerja Indonesia dapat bekerja sama dengan baik, harmonis dan\nkomunikatif.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pengusaha memberikan informasi tentang penempatan tenaga kerja asing\nkepada pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Tenaga kerja asing wajib patuh dan tunduk kepada Perjanjian Kerja Bersama\nserta peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Tenaga kerja asing wajib memberikan contoh yang baik kepada bawahannya\nsehingga terjalin hubungan yang harmonis antara atasan dan bawahan serta sesuai\ndengan program ahli teknologi. Maka tenaga kerja asing wajib mengalihkan\nkeahlian dan pengetahuannya kepada pekerja Indonesia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Tenaga kerja asing wajib mendapatkan induksi training sesuai dengan\nprosedur manajemen training.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 21 : PROMOSI, MUTASI, DAN DEMOSI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>PROMOSI:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Promosi bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kerja Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Setiap Pekerja mempunyai kesempatan yang sama untuk mengembangkan prestasi\ndan kemampuan kerja, termasuk kesempatan untuk dipromosikan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Promosi dapat diajukan bila pekerja telah memenuhi kriteria, kemampuan dan\nsyarat-syarat yang telah ditentukan atau struktur organisasi yang kosong dan\nberdasarkan dengan prosedur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Karyawan yang sedang menjalani periode sanksi, tidak bisa menerima\npromosi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>DEMOSI:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Demosi adalah Tindakan organisasional yang dilakukan oleh manajemen kepada\nPekerja yang berupa penurunan jabatan, karena:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.1Yang bersangkutan dinyatakan secara objektif tidak cakap, tidak mampu\nuntuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab kerja dan tidak memenuhi kriteria\njabatan yang dipersyaratkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Akibat dari demosi maka Gaji Pokok tidak akan berubah, sedangkan tunjangan\njabatan akan disesuaikan dengan jabatan yang baru.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Demosi tidak mengurangi masa kerja, sedangkan fasilitas lainnya akan\ndisesuaikan dengan jabatan\u002Fgolongan yang baru.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Ketentuan demosi diatur dalam SOP Promosi Demosi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PENEMPATAN DAN MUTASI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Dalam hal penempatan tenaga kerja dalam lingkungan Perusahaan, sepenuhnya\nmenjadi hak Perusahaan yang disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan, kecuali ada\nperjanjian khusus antara calon pekerja dengan Perusahaan sebelum menjadi\npekerja di Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Perusahaan dapat melakukan mutasi dengan pertimbangan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.1Bila penentuan tugas memerlukan mutasi Pekerja\nmaka Perusahaan berhak memindahkan pekerja ke tempat (Seksi, Departemen, atau\nlokasi kerja) lain, dalam lingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.2Pemindahan Pekerja baik yang bersifat sementara\nmaupun tetap dapat dilaksanakan dengan pertimbangan-pertimbangan sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a.Karena berkurangnya pekerjaan pada suatu bagian\natau bertambahnya pekerjaan pada bagian lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b.Atas rekomendasi Dokter sehubungan dengan kondisi\nKesehatan pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c.Karena dinilai oleh manajemen perusahaan bahwa\npekerja dimaksud tidak sesuai lagi untuk tetap dipekerjakan di tempat\nsemula.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB V : WAKTU KERJA, KARTU PENGENAL DAN ABSENSI\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 22 : WAKTU KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday_select\">\u003Cp>1.Hari Kerja adalah hari Senin sampai dengan Sabtu untuk 6 (enam) Hari Kerja\ndan atau hari Senin sampai dengan Jumat untuk 5 (lima) Hari Kerja dengan Jam\nKerja normal adalah 40 (empat puluh) jam dalam seminggu.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Pengaturan Jam Kerja dilaksanakan oleh perusahaan sesuai dengan keperluan\nperusahaan mengacu kepada ketentuan pemerintah yang berlaku dan prosedur\nmanajemen waktu kerja yang berlaku didalam perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-schedulesrestpw\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SCHEDULE_trigger\">\u003Cp>3.Perusahaan wajib memberikan waktu istirahat mingguan kepada karyawan\nsekurang-kurangnya 1 (satu) hari dalam setiap minggunya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday\">\u003Cp>4.Jadwal jam kerja adalah sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Item\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Hari\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Waktu Kerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Istirahat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Lama Istirahat\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd rowspan=\"4\" style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Non-Shift\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Senin – Kamis\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>07.00 - 16.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>11.00 - 12.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 Jam\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Jumat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>07.00 - 16.30\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>11.15 - 12.45\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1,5 Jam\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Senin – Kamis\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>07.30 - 16.30\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>11.30 - 12.30\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 Jam\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Jumat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>07.30 - 17.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>11.30 - 13.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1,5 Jam\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd rowspan=\"3\">\u003Cp>2 Shift\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd rowspan=\"2\">\u003Cp>Shift I\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>07.30 - 16.30\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>11.30 - 12.30\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 Jam\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>07.30 - 16.30\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>11.30 - 13.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1,5 Jam\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Shift II\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>21.00 - 06.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>01.00 - 02.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 Jam\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>3 Shift\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Shift I\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>06.00 - 14.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>10.00 - 11.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 Jam\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Shift II\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>14.00 - 22.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>18.00 - 19.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 Jam\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Shift III\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>22.00 - 06.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>02.00- 03.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 Jam\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Perusahaan dapat mengubah jam kerja sesuai dengan kondisi perusahaan atas\npersetujuan Bersama Serikat Pekerja dengan tanpa melanggar aturan\nketenagakerjaan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Istirahat mingguan bagi bagian keamanan, sopir, dan pekerja yang bekerja\ndi mess yang bekerja dengan shift sesuai dengan kerja beregu, dimana jatuh\nharinya tidak sama dengan bagian produksi dan bagian lainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-bankholidays1\">\u003Cp>7. Hari-hari libur resmi disesuaikan dengan ketentuan pemerintah, sedangkan\nhari libur lainnya ditentukan oleh Pengusaha.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>8.Jadwal kerja tidak dapat diubah di tengah-tengah minggu kecuali untuk\nkejadian luar biasa dan tetap mengikuti aturan yang ada pada sistem ERP dan\nmendapatkan izin dari pihak-pihak terkait.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Karyawan berhak atas istirahat antara jam kerja dalam sehari,\nsekurang-kurangnya ½ (setengah) jam setelah bekerja 4 (empat) jam\nterus-menerus dan waktu istirahat tersebut tidak termasuk jam kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Jika terjadi pergantian hari maka perusahaan akan memberitahukan minimal\n1 (satu) hari sebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 23 : KERJA LEMBUR\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-OVERTIME_trigger\">\u003Cp>1.Kerja Lembur adalah kerja yang dilakukan oleh Pekerja yang melebihi Jam\nKerja normal atau Hari Kerja yang bersifat sukarela.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Tingkat Pekerja yang berhak memperoleh upah lembur diatur dalam Surat\nKeputusan pihak Pengusaha dan pekerja yang tidak berhak atas upah lembur dari\nlevel SP (spesialis) ke atas.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Lembur diajukan oleh atasan langsung dengan mengisi terlebih dahulu Surat\nPerintah Lembur yang ditandatangani oleh pekerja yang bersangkutan, dan Pekerja\nberhak untuk menolak untuk melakukan lembur dengan alasan yang jelas. Dan untuk\npekerja yang tidak masuk kerja sehari sebelumnya, dia tidak diperbolehkan untuk\nmengikuti lembur pada hari tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Perusahaan demi kebutuhan produksi memperpanjang Jam Kerja dengan tidak\nmelanggar aturan dan syarat-syarat perlindungan Kesehatan Pekerja serta ada\npersetujuan dari Pekerja yang bersangkutan. Karyawan akan dijatuhi sanksi jika\nlembur yang dilakukan tidak disetujui oleh pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hoursovertimemax\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-MAXHOURS_trigger\">\u003Cp>5.Jam lembur per hari maksimal 3 (tiga) jam dan 14 (empat belas) jam per\nminggu.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype_general\">\u003Cp>6.Perhitungan upah lembur sesuai dengan peraturan perundangan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>7.Karyawan hamil sebelum usia kehamilan 7 (tujuh) bulan \u002F 28 (dua puluh\ndelapan) minggu diperbolehkan untuk kerja lembur dengan tidak melebihi dari 1\n(satu) jam.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 24 : KERJA SHIFT\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-breastfeeding_dangerouswork\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-alternatives\">\u003Cp>1.Pengusaha tidak mempekerjakan wanita hamil dengan surat keterangan dokter\nyang melarangnya untuk bekerja pada malam hari atau bekerja shift dengan\npertimbangan kesehatan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Pengusaha harus mendapatkan izin dari pemerintah lokal untuk mempekerjakan\nwanita pada jam 23.00 – 07.00 sesuai dengan peraturan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 25 : PERJALANAN DINAS\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perjalan dinas adalah perjalanan yang dilakukan pekerja karena penugasan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dalam pengajuan dinas luar harus menunjukkan dokumen pendukung berupa:\nsurat tugas, Form Dinas luar, email, agenda, dll).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Perjalan dinas yang dilakukan pada hari sabtu\u002Fhari libur, karyawan berhak\nmendapatkan benefit yang diatur dalam SOP perjalan Dinas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 26 : KARTU PENGENAL DAN ABSENSI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Hal-hal yang perlu diperhatikan mengenai penggunaan kartu pengenal:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.1Kartu pengenal harus dipakai sesuai aturan\nselama jam kerja. Tidak boleh disimpan didalam saku, diberikan tali, disimpan\ndi pinggang dan dipakai di tempat yang tidak terlihat jelas bahwa Kartu\nPengenal tersebut sudah dikenakan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.2Tidak boleh meminjam kartu pengenal\u002Fkartu\nabsensi untuk digunakan oleh orang\u002Fpekerja lainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.3Saat melakukan absensi dan\u002Fatau dengan finger\nprint, Pekerja harus antri dan melakukan absensi di tempat yang sudah\nditentukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Batas waktu melakukan Absensi:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.1Saat keluar\u002Fmasuk kerja harus absensi pada\ntempat yang telah ditentukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.2Melakukan absensi 15 (lima belas) menit sebelum\nmasuk kerja dan 15 (lima belas) menit sesudah jam kerja selesai. Jika karyawan\nmelakukan absensi diluar waktu yang telah ditentukan, maka akan dihitung\nlembur. Karyawan yang dengan sengaja melakukan finger tidak sesuai ketentuan\nakan dikenakan sanksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.3Untuk pekerja yang datang terlambat atau pulang\nlebih cepat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">2.3.1Untuk pekerja yang datang terlambat mulai dari\nmenit ke-1 sampai dengan menit ke-15 akan dianggap terlambat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">2.3.2Untuk pekerja yang pulang 30 (tiga puluh) menit\nlebih awal dari berakhirnya jam kerja akan dianggap pulang lebih awal.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">2.3.3Jika poin 2.3.1 dan poin 2.3.2 dilakukan\nsebanyak 3 (tiga) kali dalam 1 (satu) bulan, maka tunjangan kehadiran akan\ndipotong sebanyak 50%.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">2.3.4Jika poin 2.3.1 dan poin 2.3.2 dilakukan\nsebanyak 4 (empat) kali dalam 1 (satu) bulan, maka tunjangan kehadiran akan\ndipotong sebanyak 100%.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">2.3.5Untuk pekerja yang datang terlambat pada menit\nke-16 dan seterusnya harus mengisi form izin sesuai dengan prosedur permintaan\nizin.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VI : PEMBEBASAN DARI KEWAJIBAN BEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 27 : IZIN TIDAK BEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SICDIS_trigger\">\u003Cp>1.Pengusaha mengijinkan Pekerja untuk tidak bekerja tanpa mengurangi hak-hak\nkarena hal-hal sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.1 Sakit karena kecelakaan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.2 Sakit dengan keterangan dokter dengan lampiran\ndiagnosa dokter dan resep. Pekerja yang bersangkutan harus memberi kabar\ntentang sakitnya kepada atasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.3 Cuti khusus.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">1.3.1 Penjabaran cuti khusus\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">a.Mengalami musibah bencana alam dengan surat\nketerangan dari petugas kantor desa atau pemerintah local, maka diberikan izin\n2 (dua) Hari Kerja (jika melebihi akan dipertimbangkan oleh Perusahaan).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">b.Melaksanakan hak pilih sebagai warga negara dalam\npemilu dan bila Pekerja sebagai anggota panitia pemilihan diberikan izin sesuai\nkeperluan dengan tidak melebihi ketentuan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">c.Menunaikan ibadah haji bagi yang beragama Islam\nserta ziarah ke tempat suci bagi agama lain, yang diatur dan di laksanakan\nsesuai SOP.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">d.Mengikuti tugas pemerintah\u002Fsebagai saksi di\npengadilan: selama waktu diperlukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">e.Umroh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAIDLEAV_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysdays\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysweeks\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.4 Cuti tahunan dengan ketentuan sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">1.4.1 Pekerja yang bekerja selama 12 (dua belas)\nbulan menerus berhak atas cuti tahunan selama 12 (dua belas) Hari Kerja, dengan\nmendapat upah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">1.4.2 Pekerja wajib mengajukan permohonan cuti\ntahunan selambat-lambatnya 1 (satu) hari sebelum pelaksanaan cuti.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">1.4.3 Kecuali untuk hal-hal yang bersifat\ninsidentil\u002Fmendadak harus seizin Atasan dan dilaporkan ke bagian personalia 1\n(satu) hari setelahnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">1.4.4 Pekerja yang sampai batas waktu berakhirnya\npengambilan hak cuti tahunan, masih mempunyai sisa cuti tahunan dapat\ndiperpanjang selama 6 (enam) bulan sejak tanggal kadaluarsa cuti, jika setelah\ndiperpanjang masih terdapat sisa cuti tahunan maka akan dikompensasikan dalam\nbentuk uang sesuai perhitungan cuti tahunan pada bulan ke-7. Khusus untuk\nkaryawan yang sakit panjang dan cuti tetap tidak terambil maka akan\ndikompensasikan di bulan berikutnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">1.4.5 Pengambilan cuti massal hari raya Idul Fitri\nakan diatur sesuai dengan kebutuhan Perusahaan. Maksimal cuti tahunan yang\ndigunakan untuk cuti lebaran adalah 6 (enam) hari dan\u002Fatau disesuaikan\nkesepakatan Bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-menstruationleave\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.5 Cuti haid bagi Pekerja wanita yang mengalami\nsakit pada waktu haid, tidak diwajibkan untuk bekerja pada hari pertama, dan\nhari kedua pada waktu haid sebagaimana keterangan dokter.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleave\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveall\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.6 Cuti Melahirkan\u002FCuti Keguguran dengan\nketentuan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveduration\">\u003Cp style=\"margin-left:4em\">1.6.1 Pekerja wanita yang hamil berhak atas cuti\nselama 1,5 (satu setengah) bulan sebelum melahirkan dan 1,5 (satu setengah)\nbulan sesudah melahirkan berdasarkan surat keterangan dokter.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">1.6.2 Jika karyawan mengalami kelahiran diluar\nkewajaran maka karyawan tetap mendapatkan haknya sesuai Undang-Undang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">1.6.3 Pengajuan perpanjangan cuti melahirkan diatur\ndan dilaksanakan sesuai SOP.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityotherclause\">\u003Cp style=\"margin-left:4em\">1.6.4 Pekerja wanita yang mengalami keguguran berhak\natas cuti selama 1,5 (satu setengah) bulan berdasarkan surat keterangan dari\ndokter atau bidan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Pemberian cuti khusus diberikan karena hal-hal sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelatives\">\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelativesleave\">\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003C\u002Ftr>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003Ctr>\u003Ctd colspan=\"2\">2.1 Keluarga Pekerja meninggal dunia:\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>a.Istri\u002Fsuami\u002Fanak\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2 (dua) Hari Kerja\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>b.Bapak\u002Fibu\u002Fmertua\u002Fsaudara kandung\u002Fmenantu\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2 (dua) Hari Kerja\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003Ctr>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>c.Kakek\u002Fnenek\u002Fanggota keluarga dalam satu rumah\u002Forang serumah\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 (satu) Hari Kerja\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleave\">\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleaveduration\">\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd colspan=\"2\">2.2 Menikah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Pulau Jawa\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3 (tiga) Hari Kerja\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Diluar pulau Jawa\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>4 (empat) Hari Kerja\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>2.3 Menikahkan anak\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2 (dua) Hari Kerja\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>2.4 Mengkhitankan anak\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2 (dua) Hari Kerja\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>2.5 Membaptiskan anak\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2 (dua) Hari Kerja\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>2.6I stri Pekerja melahirkan\u002Fgugur kandungan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2 (dua) Hari Kerja\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Disamping izin yang dimaksud pada ayat 1 pasal ini, pihak Pengusaha dapat\nmemberikan izin yang tidak mempengaruhi Tunjangan Tetap, namun tunjangan tidak\ntetap akan mendapatkan pengaruh dengan ketentuan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">3.1 Permohonan izin harus diajukan ke personalia 1\n(satu) hari sebelumnya setelah disetujui oleh kepala bagian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">3.2 Jika dan apabila dalam situasi darurat\u002Fdi luar\nrencana (contoh: sakit, kecelakaan, keluarga meninggal, bencana alam), maka\nkaryawan harus memberitahukan kepada pimpinan bagian atau departemen, dan\u002Fatau\nmemberitahukan kepada atasan melalui ADM, menelpon, mengirimkan pesan singkat\nkepada atasan langsung atau supervisor dan karyawan tersebut harus mengisi\nsurat izin saat sudah kembali masuk kerja dengan membawa bukti dokumen\npendukung.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">3.3 Apabila pada saat Jam Kerja berlangsung harus\nmeninggalkan pekerjaan karena alasan mendesak dan tidak kembali melakukan\npekerjaan (pulang) maka permohonan izin yang telah disetujui oleh Atasannya\ndiserahkan ke bagian-bagian personalia untuk diketahui. Kemudian surat izin\nyang sudah ditandatangani disampaikan ke Petugas Keaman agar dapat meninggalkan\nPerusahaan dan Pekerja harus melakukan absensi, selanjutnya petugas keamanan\nmelaporkan kembali surat izin tersebut ke bagian personalia untuk diarsip\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Waktu permohonan izin dihitung minimal ½ (setengah) jam. Jika kurang dari\n1 (satu) jam maka akan dihitung 1 (satu) jam. Izin yang lebih dari 1 (satu) jam\nakan dihitung proporsional.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Permohonan izin tidak masuk kerja yang tidak disetujui oleh atasan tetapi\nkaryawan tetap tidak masuk kerja maka akan dihitung alfa\u002Fmangkir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Pekerja yang tidak masuk kerja karena sakit, memiliki ketentuan yaitu:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">6.1 Memberitahukan kepada Atasan langsungnya baik\nmelalui telepon ataupun media komunikasi lainnya. Atasannya tersebut harus\nmenginformasikan pemberitahuan tersebut ke bagian personalia pada hari yang\nsama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.2 Surat Keterangan Dokter akan diakui sebagai izin yang dibayar setelah\ndipastikan kebenarannya oleh dokter perusahaan dan disetujui oleh kepala\npersonalia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 28 : SAKIT BERKEPANJANGAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspayperc\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspaytype\">\u003Cp>1. Gaji\u002Fupah selama sakit yang menahun\u002Fberkepanjangan dengan surat\nketerangan dokter :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>1.14 (empat) bulan pertama\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>100% dari upah pokok\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>1.24 (empat) bulan kedua\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>75% dari upah pokok\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>1.34 (empat) bulan ketiga\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>50% dari upah pokok\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>1.4 Untuk bulan selanjutnya\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>25% dari upah pokok sebelum pemutusan hubungan kerja dilakukan oleh\n        pengusaha.\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdaysnr\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdays\">\u003Cp>2. Setelah satu tahun (12 bulan) ternyata pekerja yang bersangkutan menurut\nketerangan dokter belum mampu bekerja kembali, maka perusahaan dapat memutuskan\nhubungan kerja dan dengan diberikan uang pesangon berdasarkan ketentuan pasal\n172 Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 29 : PENAHANAN PEKERJA OLEH PIHAK YANG BERWAJIB\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Apabila Pekerja ditahan oleh pihak yang berwajib, bukan karena pelaporan\nyang dilakukan oleh Pengusaha, Pekerja tersebut mungkin akan diberhentikan\nsementara (scorching) sampai ada keputusan hukum lebih lanjut. Selama penahanan\ntersebut, Pengusaha tidak akan memberikan upah bulanan kepada keluarga Pekerja\nyang bersangkutan sebagai tanggung jawab Perusahaan yang ketentuannya sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.1 Untuk 1 orang tanggungan: 25% dari Gaji\nPokok\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.2 Untuk 2 orang tanggungan: 35% dari Gaji\nPokok\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.3 Untuk 3 orang tanggungan: 45% dari Gaji\nPokok\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.4 Untuk 4 orang tanggungan: 50% dari Gaji\nPokok\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Bantuan sebagaimana di maksud ayat 1 diberikan untuk jangka waktu 6\n(enam) bulan terhitung sejak ditahan pihak yang berwajib.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pengusaha bisa melakukan pemutusan hubungan kerja kepada Pekerja yang\ntelah 6 (enam) bulan tidak dapat melakukan pekerjaannya dengan alasan penahanan\noleh pejabat berwenang seperti yang dimaksud didalam ayat 1.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Jika pekerja yang bersangkutan dibebaskan dari tuduhan dalam kurun waktu\n6 (enam) bulan, dan Pekerja yang bersangkutan terbukti tidak bersalah,\nPengusaha berkewajiban mempekerjakan Pekerja tersebut kembali di Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Apabila Pekerja dilaporkan kepada pihak yang berwajib oleh Pengusaha,\nmaka karyawan berhak mendapatkan upah minimal 75% sejak hari pertama dilakukan\npenahanan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Dalam hal pekerja dibebaskan dari tahanan karena pengaduan pengusaha dan\nternyata tidak terbukti melakukan kesalahan, maka pengusaha wajib mempekerjakan\nkembali pekerja dengan membayar upah penuh serta hak lainnya yang seharusnya\nditerima pekerja sejak pekerja ditahan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VII : PENGUPAHAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 30 : PENGERTIAN UPAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-lowwageperiod\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_provision\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_government\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_trigger\">\u003Cp>1. Gaji Pokok ialah pendapatan Pekerja yang diperhitungkan sesuai tingkatan\njabatan, tidak boleh lebih rendah dari upah minimum yang ditetapkan oleh\nPemerintah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Pekerja dalam masa percobaan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.1 Bagi Pekerja baru selama Masa Percobaan\ndiberikan upah yaitu Gaji Pokok dan tunjangan-tunjangan yang berhak\nditerimanya. Upah tersebut pada ayat 1 tidak kurang dari upah minimum yang\nditetapkan oleh Pemerintah kabupaten.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 31 : TUNJANGAN TETAP\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Tunjangan tetap terdiri atas:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-longserviceallowancetype2\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-longserviceallowancetype1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-longserviceallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SENIOR_trigger\">\u003Cp>1. Tunjangan masa kerja, diberikan kepada pekerja yang memiliki masa kerja\ndiatas 12 (dua belas) bulan. Besarnya tunjangan masa kerja diatur dalam\nprosedur penggajian.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Tunjangan jabatan, diberikan kepada pekerja yang memegang posisi\nstruktural di perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Tunjangan tetap diberikan secara tetap dan tidak dipengaruhi oleh\nkehadiran pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 32 : TUNJANGAN TIDAK TETAP, BONUS, DAN TUNJANGAN HARI RAYA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Tunjangan Tidak Tetap terdiri atas:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-mealvoucherstype1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight focus\" id=\"clause-MEALALL_trigger\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.1 Tunjangan makan, diberikan satu kali dalam satu\nhari oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-commutingallowancetype1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-commutingallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-COMMUTE_trigger\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.2 Tunjangan transportasi, diberikan kepada\npekerja atas penggantian biaya transportasi. Untuk karyawan yang disediakan\nasrama, perusahaan tidak akan membayarkan tunjangan ini.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-shiftallowancetype1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-shiftallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-NOCTPREM_trigger\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.3 Tunjangan shift malam, diberikan kepada pekerja\nyang bekerja pada malam hari.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.4 Tunjangan kehadiran, diberikan kepada pekerja\nyang datang bekerja tepat waktu dan cuti tahunan dan cuti khusus. Pekerja yang\nmelakukan izin yang tidak dibayar, datang terlambat, pulang lebih awal, dan\nmangkir dalam satu bulan akan dipotong sesuai dengan ketentuan yang telah\ndisepakati.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.5 Tunjangan penggantian jabatan, diberikan kepada\npekerja yang bekerja di posisi yang lebih atas dari posisi dia yang sebenarnya.\nTunjangan ini diberikan dalam kurun waktu 6 (enam) bulan. Jika setelah 6 (enam)\nbulan pekerja yang bersangkutan masih bekerja di posisi yang lebih atas\ntersebut maka manajemen akan melakukan promosi terhadap karyawan yang\nbersangkutan. Jumlah dari tunjangan ini ditentukan oleh manajemen\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. THR\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE_trigger\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1. Tunjangan Hari Raya (THR) diberikan kepada\npekerja sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku di Indonesia.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype2\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusperc1\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2. Besarnya Tunjangan Hari Raya (THR) adalah\nsebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">2.1 Dibawah 1 bulan tidak memperoleh THR.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">2.2 1 bulan sampai kurang dari 1 tahun, dihitung\nproporsional.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">2.3 1 sampai 5 tahun, 125%.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">2.4 Lebih dari 5 tahun, 140%.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE2_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustypesec\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype2sec\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-extrapayfirmperformancesec\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">3. Bonus Lain-lain\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">3.1 Bonus yang diberikan berdasarkan SOP\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 33 : PENINJAUAN UPAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasefirmperformance\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasetype2\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-STRUCINCR_trigger\">\u003Cp>1. Peninjauan kenaikan upah bergantung pada laju inflasi, prestasi, dan juga\nstatus karyawan dan disesuaikan juga dengan kemampuan perusahaan atau\nsetidaknya kenaikan upah yang diberikan minimal sesuai dengan Keputusan\nGubernur tentang Penetapan Upah Minimum yang berlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Penilaian prestasi terhadap karyawan secara berkala dilakukan oleh\npengusaha, sedangkan untuk pemberian bonus produksi akan ditetapkan berdasarkan\nkeputusan pimpinan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 34 : PEBAYARAN UPAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Perhitungan upah dilakukan dari mulai tanggal 1 (satu) sampai tanggal\nterakhir di akhir bulan dan pembayaran upah dilakukan tanggal 7 (tujuh) di\nsetiap bulannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Bila bertepatan dengan hari minggu atau libur maka pembayaran gaji\ndimajukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Jika ada kesalahan dari jumlah atau perhitungan gaji, pihak pekerja\nmaupun pengusaha dapat melakukan revisi terhadap gaji. Revisi terhadap gaji\nharus dilaporkan kepada bagian personalia paling lambat 5 (lima) hari setelah\npenerimaan slip gaji.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pembayaran dari revisi gaji akan dibayarkan dibulan berikutnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VIII : KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA FASILITAS\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 35 : TATA TERTIB KESELAMATAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-code_application\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetypolicy\">\u003Cp>1. Setiap pekerja wajib menjaga keselamatan dirinya dan pekerja lainnya, dan\nwajib memakai alat-alat keselamatan dengan mematuhi ketentuan-ketentuan\nmengenai keselamatan kerja dan pelindungan kerja yang berlaku, sesuai dengan\nUndang-Undang No. 1 Tahun 1970 tentang K3.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Setiap pekerja apabila menemui hal-hal yang dapat membahayakan terhadap\nkeselamatan pekerja dan perusahaan, harus segera melapor kepada atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Perusahaan meminjamkan perlengkapan alat-alat keselematan kerja sesuai\ndengan tempat dan sifat pekerjaannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Diluar waktu kerja yang telah ditentukan oleh perusahaan, setiap pekerja\ntidak diperbolehkan memakai\u002Fmenggunakan alat-alat atau perlengkapan kerja milik\nperusahaan untuk keperluan lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Setiap pekerja wajib memelihara alat-alat\u002Fperlengkapan kerja dengan baik\ndan teliti.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Setiap pekerja wajib memakai peralatan atau perlengkapan keselamatan\nkerja yang disediakan pihak perusahaan yang seharusnya dipakai pada waktu\nbekerja, sesuai prosedur dan standar K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Setiap pekerja dilarang merusak pakaian seragam atau dengan sengaja\nmerubah bentuk atau mencoret-coret atau menambahkan logo\u002Fsimbol merek tertentu\npada pakaian seragam kerja dan alat perlengkapan kerja serta alat keselamatan\nkerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Pekerja yang tidak mematuhi ketentuan keselamatan kerja dapat dikenakan\nsanksi dari peringatan lisan sampai surat peringatan tertulis.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 36 : KESEHATAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Setiap pekerja wajib mentaati peraturan tentang Kesehatan dan keselamatan\nkerja, antara lain:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Dilarang memasuki tempat terlarang yang telah diberi tanda bahaya tanpa\nseizin perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekerja yang menderita penyakit menular wajib segera melapor kepada\nperusahaan agar segera diambil langkah-langkah penanganan lebih lanjut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.1 Jenis-jenis penyakit menular ditentukan oleh\ndokter.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.2 Jenis-jenis penyakit menular terlampir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Setiap pekerja wajib menjaga kebersihan dirinya sendiri, kebersihan\ntempat kerja serta mesin dan peralatan kerjanya masing-masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Dilarang mengotori, menulis tempat kerja, tembok\u002Fdinding, mesin, pakaian\nkerja, serta peralatan kerja lainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Dilarang membuang sampah di sembarang tempat. Pelanggaran terhadap\nketentuan tersebut diatas dapat dikenakan Tindakan sesuai dengan PKB.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 37 : KESELAMATAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan dan pekerja bersama-sama memotivasi dan mendorong Panitia\nPembina Keselamatan Kerja dan Lingkungan agar dapat memberikan manfaat bagi\npekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Setiap pekerja wajib mentaati peraturan keselamatan kerja antara lain:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.1 Setiap pekerja wajib memperhatikan keselamatan\ndirinya demi menjamin keselamatan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.2 Dilarang mengerjakan sesuatu yang membahayakan,\nbekerja di area terbatas yang memerlukan izin (area terbatas), bekerja di\nketinggian, bekerja dengan api tanpa seizin perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.3 Dilarang mengerjakan pekerjaan yang bukan\ntugasnya, kecuali yang telah ditentukan atau seizin perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.4 Dilarang memanjat bangunan pabrik\u002Fmesin\ncerobong atau benda-benda lain tanpa izin perusahaan kecuali petugas yang\nditunjuk untuk itu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.5 Dilarang memindahkan alat pemadam kebakaran\natau benda-benda lain yang dapat digunakan dalam keadaan bahaya dari tempatnya\ntanpa seizin perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.6 Dilarang merokok di sembarang tempat, kecuali\npada tempat yang telah ditentukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.7 Setiap pekerja diwajibkan memakai alat\npelindung diri yang telah diberikan oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pelanggaran terhadap ketentuan ayat 2 diatas dianggap pelanggaran kerja\ndan akan dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 38 : KECELAKAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilityfund\">\u003Cp>1. Bagi pekerja yang mendapat kecelakaan dalam hubungan kerja, diatur\nmenurut Undang-Undang No. 40 Tahun 2015 tentang BPJS\u002FSJSN.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Biaya perawatan dan pengobatan serta ganti rugi pekerja yang mendapat\nkecelakaan dalam hubungan kerja ditanggung oleh:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.1 PT BPJS Ketenagakerjaan, jika pekerja menjadi\npeserta BPJS Ketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilitypay\">\u003Cp>3. Upah pekerja tetap dibayar bila tidak dapat hadir bekerja karena mendapat\nkecelakaan dalam hubungan kerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4. Setiap pekerja harus menunjukkan kartu kepesertaan keanggotaan BPJS.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-pensionfund\">\u003Cp>5. BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Ketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">5.1 Perusahaan mengikutsertakan semua pekerjanya\npada program BPJS Ketenagakerjaan sesuai dengan peraturan perundangan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 39 : PERLENGKAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pekerja yang menurut sifat pekerjaannya mudah terkena kotoran yang sukar\ndibersihkan atau mudah merusak pakaian, memperoleh pakaian kerja khusus yang\nwajib dan hanya dipakai pada saat bekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-protectiveclothing\">\u003Cp>2. Perusahaan menyediakan alat pelindung diri untuk keselamatan dan\nKesehatan kerja menurut sifat pekerjaannya yang telah ditetapkan untuk\nmasing-masing pekerjaan dan wajib dipergunakan pada saat bekerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3. Khusus untuk bagian Satpam diatur tersendiri oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Perusahaan menyediakan kamar mandi\u002FWC untuk keperluan sanitasi dan bukan\ntempat untuk merokok.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Perusahaan menyediakan air minum yang bersih untuk keperluan pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Perusahaan menyediakan kotak untuk menyimpan obat PPPK (Pertolongan\nPertama Pada Kecelakaan).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Perusahaan menyediakan dan memasang gambar-gambar keselamatan kerja di\ntiap-tiap bagian yang dianggap membahayakan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Penyalahgunaan dan pelanggaran terhadap poin 1, 2, 4, dan 5 pasal ini\ndapat dikenakan sanksi dari peringatan lisan sampai peringatan tertulis.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 40 : PEMERIKSAAN KESEHATAN, PENGOBATAN, KENDARAAN DAN FASILITAS\nKESEHATAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccess\">\u003Cp>1. Perusahaan menyediakan poliklinik untuk pemeriksaan dan pengobatan\npekerja yang ditangani oleh dokter klinik.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hivpolicy\">\u003Cp>2. Perusahaan menyediakan Medical Check Up untuk semua karyawan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3. Dalam keadaan khusus, pengusaha bisa mengharuskan pekerja untuk melakukan\npemeriksaan kesehatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Apabila hasil pemeriksaan kesehatan pekerja terdapat kelainan penyakit\nyang memerlukan perawatan pengobatan lebih lanjut, maka akan dilaksanakan\nsesuai ketentuan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Perusahaan menyediakan fasilitas kendaraan yang dapat digunakan untuk\npengangkutan karyawan\u002Fkorban.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 41 : BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL (BPJS) KESEHATAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurance\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SOCSEC_trigger\">\u003Cp>1. Untuk program BPJS Kesehatan, perusahaan akan memberikan pelayanan\nmengikuti peraturan perundangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Perusahaan menyediakan fasilitas klinik didalam perusahaan selama jam\nkerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IX : PERIBADATAN DAN SANTUNAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 42 : PEMBINAAN ROHANI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Dalam rangka pembinaan rohani bagi pekerja, maka pengusaha memberikan\nbantuan berupa kesempatan dan fasilitas peribadatan sesuai peraturan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengusaha memberikan bantuan kegiatan keagamaan yang diadakan oleh pekerja\ndi lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 43 : FASILITAS MAKAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-mealvouchers\">\u003Cp>1. Perusahaan menyediakan makan di kantin perusahaan sesuai dengan menu yang\ntelah memenuhi syarat kesehatan dan standar gizi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Perusahaan menyediakan fasilitas dan tempat makan bagi karyawan\u002Fti serta\nmengatur cara dan waktu makan karyawan\u002Fti.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3. Bagi karyawan\u002Fti yang tidak mempergunakan fasilitas makan dengan alasan\napapun tidak dapat diganti dengan uang kecuali karena sebab:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">3.1 Karena sesuatu hal perusahaan tidak dapat\nmenyediakan makan di kantin.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">3.2 Dalam hal karyawan\u002Fti sedang menjalankan ibadah\npuasa di bulan Ramadhan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">3.3 Karena tugasnya karyawan\u002Fti sedang tidak berada\ndi lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">3.4 Besarnya penggantian uang makan disesuaikan\ndengan ketentuan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Besarnya penggantian uang makan disesuaikan dengan ketentuan perusahaan\ndan kebutuhan hidup layak (KHL).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Bagi pekerja yang bekerja shift malam diberikan makanan tambahan\u002Fekstra\nfooding sesuai dengan kemampuan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 44 : FASILITAS TRANSPORTASI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan tidak memberikan fasilitas jemputan untuk pekerja tetapi\nmemberikan tunjangan uang transport.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Tunjangan uang transport akan dipotong apabila pekerja tidak masuk\nkerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 45 : SERAGAM KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Untuk karyawan baru diberikan seragam kerja setelah lulus masa\npercobaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Setiap hari senin sampai dengan kamis pekerja wajib memakai batik dan\nhari sabtu memakai baju seragam.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pekerja yang tidak menggunakan seragam sebagaimana diatur pasal 45 ayat 2\nakan diberikan sanksi sesuai peraturan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pengusaha menyediakan seragam kerja bagi seluruh pekerja yang diberikan\nsatu kali dalam satu tahun sebanyak 1 (satu) potong setiap bulan Januari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Selain seragam kerja yang dimaksud pada ayat 4, perusahaan menyediakan\nseragam khusus dan wearpack untuk pekerja di bagian finish good, maintenance,\nsecurity dan mekanik.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 46 : OLAHRAGA DAN KESENIAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan menyediakan fasilitas olahraga dan alat kesenian sesuai\nkemampuan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Perusahaan memberikan dispensasi kepada pekerja yang mengikuti kegiatan\nolahraga dan kesenian yang membawa nama perusahaan selama tidak mengganggu\nkelancaran operasional perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Perusahaan mendukung kegiatan kekaryawanan dimana disesuaikan dengan\nkemampuan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 47 : SUMBANGAN DAN SANTUNAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpay\">\u003Cp>1. Sumbangan duka kematian:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.1 Untuk pekerja yang meninggal dunia\ndidalam\u002Fdiluar kecelakaan kerja disamping mendapatkan uang pesangon dan uang\njasa sesuai dengan peraturan yang berlaku, kepada keluarganya atau ahli\nwarisnya diberikan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">1.1.1 Gaji\u002Fupah dalam bulan yang sedang berjalan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">1.1.2 Uang Duka sebesar satu bulan upah tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">1.1.3 Santunan kematian yang dilaksanakan melalui\nprogram BPJS Ketenagakerjaan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.2 Bila yang meninggal adalah suami\u002Fistri\nkaryawan, anak karyawan, orang tua (bukan mertua) karyawan maka akan diberikan\nsumbangan duka.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.3 Besarnya sumbangan duka ditetapkan tersendiri\nberdasarkan keputusan direksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.4 Apabila ada pekerja bersaudara dengan pekerja\nlainnya dan keluarganya ada yang meninggal, maka hanya salah satu pekerja yang\nberhak mendapatkan tunjangan kematian\u002Fduka dari perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Dengan pertimbangan kondisi perusahaan, kepada pekerja yang terkena\nmusibah bencana seperti banjir, kebakaran, angin topan, tanah longsor atau\ngempa bumi yang mengakibatkan rumah milik pekerja rusak atau hancur, maka\nperusahaan memberikan bantuan sesuai dengan kemampuan dana perusahaan yang\nketentuannya diatur sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.1 Melampirkan surat keterangan dari staf kantor\ndesa atau pemerintah daerah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Untuk sumbangan suka cita, seperti menikah, menikahkan anak,\nmengkhitan\u002Fbaptis, kelahiran anak (maksimal anak ke-3), akan diberikan\nsumbangan yang diatur dalam prosedur perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 48 : KEBIJAKAN PEKERJA PENYANDANG DISABILITAS\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan memiliki dan menerapkan kebijakan penyandang disabilitas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Perusahaan menerima karyawan disabilitas disesuaikan dengan posisi\npekerjaan yang memungkinkan di perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB X : PENINGKATAN KETERAMPILAN DAN AHLI TUGAS\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 49 : PENDIDIKAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-trainingprogrammes\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-TRAINING_trigger\">\u003Cp>1. Untuk peningkatan dan kemajuan perusahaan serta untuk meningkatkan\nkemampuan pekerja dalam mengemban tugas dan tanggung jawabnya, maka pengusaha\nmemberikan kesempatan kepada pekerja untuk mengikuti pendidikan\u002Fpelatihan\ndidalam atau diluar perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-trainingfund\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-trainingprogrammes\">\u003Cp>2. Pendidikan\u002Fpelatihan seperti dimaksud pada ayat 1 pasal ini antara\nlain:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.2Pelatihan dasar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.3Pelatihan lanjutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.4Pelatihan khusus.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3. Pendidikan sebagaimana dimaksud pada ketentuan di atas penunjukkan,\npenetapan, persyaratan merupakan kewenangan dari perusahaan. Biaya yang\ndikeluarkan dalam pelaksanaan Pendidikan tersebut akan menjadi tanggung jawab\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4. Bagi pekerja yang mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh pihak\nluar sebagaimana disebutkan dalam ayat (2), maka perusahaan akan memberlakukan\nIkatan Dinas kepada pekerja yang bersangkutan dalam kurun waktu tertentu dan\natas dasar kesepakatan Bersama antar kedua belah pihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Pekerja yang akan dikirimkan untuk mengikuti pelatihan sebagaimana\ndisebutkan dalam ayat (3), dapat menolak dan\u002Fatau mendiskusikan ulang Ikatan\nDinas yang diajukan oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Ketentuan dan materi mengenai Ikatan Dinas diatur lebih lanjut dalam\nprosedur dan kebijakan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XI : TATA TERTIB KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 50 : DISIPLIN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Ketentuan umum dan kewajiban pada pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.1 Setiap pekerja dan tenaga kerja asing harus\nmentaati semua tata tertib yang telah dikeluarkan oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.2 Setiap pekerja dan tenaga kerja asing wajib\nmengikuti perintah atasan yang bersangkutan. Bila terjadi ketidaksepahaman maka\nyang bersangkutan dapat menyampaikannya secara lisan atau tertulis kepada\natasannya atau kepada pihak yang diberikan wewenang oleh perusahaan sesuai\nketentuan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.3 Setiap pekerja dan tenaga kerja asing harus\nbertanggung jawab di bagian masing-masing, bertanggung jawab untuk\nmenyelesaikan pekerjaan dengan baik, mengawasi dan mengatur pekerjaan yang\nmenjadi tugas dan tanggung jawabnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.4 Setiap pekerja dan tenaga kerja asing harus\nmenjaga rahasia perusahaan, bisnis perusahaan, masalah perusahaan serta\nkeahlian perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.5 Setiap pekerja dan tenaga kerja asing harus\nmenjaga barang-barang milik perusahaan atau barang milik pihak lain yang\nmenjadi tanggung jawab perusahaan, tidak boleh sembarangan digunakan sebelum\nmendapat izin perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.6 Setiap pekerja dan tenaga kerja asing harus\nmenjaga kerapian dan kebersihan lingkungan kerja\u002Fperusahaan, tidak boleh\nmembuang sampah sembarangan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.7 Setiap pekerja dan tenaga kerja asing harus\nmenjaga nama baik perusahaan, tidak menggunakan nama perusahaan untuk\nkepentingan pribadi serta menjaga sikap serta perkataan yang baik, jujur, dan\nsopan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.8 Setiap pekerja dan tenaga kerja asing boleh\nmemberikan pendapat\u002Fmasukan yang realistis dan masuk akal untuk memperbaiki\nberbagai keadaan serta perbaikan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.9 Demi menghindari kecelakaan, penggunaan semua\nfasilitas mesin perusahaan harus disetujui oleh pejabat yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.10 Setiap pekerja dan tenaga kerja asing tidak\nboleh menerima tamu pribadi dan meninggalkan tempat kerja pada saat jam kerja\nberlangsung kecuali sudah mendapatkan dan atau mengajukan izin kepada\natasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.11 Setiap pekerja dan tenaga kerja asing tidak\nboleh membawa barang yang berbahaya, mudah terbakar dan meledak, kamera dan\nalat perekam gambar, serta barang-barang lainnya yang tidak ada hubungan dengan\npekerjaan didalam lingkungan pabrik\u002Fkerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.12 Setiap pekerja dan tenaga kerja asing tidak\nboleh meminta dan\u002Fatau menerima jamuan, hadiah, komisi atau keuntungan lain\nyang melanggar hukum dan merugikan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.13 Setiap pekerja dan tenaga kerja asing harus\nmemakai kartu pengenal saat masuk dan berada di lingkungan pabrik\u002Fkerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.14 Kartu pengenal pekerja dan kartu ketentuan\ntata tertib harus dikembalikan ke perusahaan bilamana keluar atau mengundurkan\ndiri dari perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.15 Pada saat jam kerja berlangsung, setiap\npekerja dan tenaga kerja asing hanya diperbolehkan menggunakan telepon genggam\nuntuk alat komunikasi dan\u002Fatau yang berkenaan dengan pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.16 Pertengkaran atau perkelahian sesama pekerja\ndan\u002Fatau tenaga kerja asing yang terjadi di dalam lokasi perusahaan akan\ndiselesaikan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Untuk kondisi tertentu maka\nakan dilakukan pemutusan hubungan kerja dan bila perlu diselesaikan secara\nhukum.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.17 Setiap pekerja dan tenaga kerja asing harus\nmemperhatikan dan melaksanakan peraturan yang berlaku serta pengumuman yang\nterpasang di papan media informasi untuk kemudian disosialisasikan oleh atasan\ndi masing-masing bagian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.18 Pekerja dilarang masuk ke bagian lain yang\ntidak ada hubungannya dengan pekerjaan tanpa izin.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.19 Setiap pekerja dan tenaga kerja asing yang\nmelanggar setiap peraturan tersebut diatas, akan dikenakan sanksi sesuai\nperaturan yang berlaku berdasarkan berat ringannya pelanggaran yang\ndilakukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Absensi atau kehadiran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.1 Setiap pekerja diharapkan datang ke tempat\nkerja sebelum jam kerja dan mulai bekerja tepat pada waktunya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.2 Setiap pekerja harus melakukan absensi di mesin\nabsensi yang telah disediakan baik masuk maupun saat pulang kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.3 Menggunakan pakaian yang rapi dan sepatu\ndigunakan saat mulai bekerja sampai dengan jam kerja selesai termasuk\nlembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.4 Pekerja tidak dibenarkan meninggalkan tempat\nkerja tanpa sepengetahuan atasan dan\u002Fatau bagian personalia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.5 Apabila pekerja tidak masuk kerja, yang\nbersangkutan diwajibkan memberitahukan secara tertulis dan\u002Fatau lisan kepada\natasannya atau bagian personalia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.6 Apabila pekerja meninggalkan perusahaan karena\nsuatu tigas atau urusan lain, maka pekerja tersebut diharuskan mengisi surat\ntugas atau izin keluar yang ditanda tangani atasannya dan diketahui oleh bagian\npersonalia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Setiap pekerja wajib memberikan laporan secara tertulis kepada atasannya\ndan diteruskan ke bagian personalia, apabila:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">3.1 Merubah atau ganti nama, pindah alamat atau\ntempat tinggal, nikah, cerai, kematian anggota keluarga, kelahiran anak serta\nperubahan lain mengenai pribadi pekerja yang diperlukan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">3.2 Laporan dari institusi terkait tersebut\ndiberikan selambat-lambatnya 7 (tujuh) x 24 (dua puluh empat) jam sejak terjadi\nperubahan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 51 : KEBIJAKAN ANTI PELECEHAN DAN KEKERASAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sexualhar\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-violence\">\u003Cp>1. Semua pekerja baik asing maupun lokal harus mematuhi dengan\nsungguh-sungguh standar isi dari kebijakan anti pelecehan dan kekerasan, dengan\npribadi sebagai prinsip dan manusia sebagai dasar, membentuk kebudayaan damai\ndi lingkungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekerja dilarang menggunakan ancaman dan kekerasan secara fisik,\npsikologis, verbal dan juga seksual termasuk menggunakan ancaman hukuman kepada\npekerja lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pimpinan kerja dilarang melakukan tindakan diskriminasi kepada bawahannya\ndi dalam area kerja, dilarang melarang pekerja untuk memenuhi kebutuhan\ndasarnya seperti mengakses untuk pengambilan air minum, ke toilet dan melakukan\nibadah agamanya serta tidak ada tindakan pemaksaan untuk melakukan lembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pekerja dilarang melakukan pelecehan seksual terhadap pekerja lainnya\nseperti ajakan seksual, hadiah seksual, ancaman dan\u002Fatau perlakuan yang\ndikategorikan balas dendam jika mendapatkan penolakan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>5. Pekerja yang mengalami dan menyaksikan terjadinya Tindakan pelecehan dan\nkekerasan diharuskan untuk melaporkan hal tersebut dengan ketentuan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">5.1 Melakukan laporan kepada pimpinan kerja\nlangsung, tim H &amp; A, kepada Serikat Pekerja, SMS, Email di\nsaran@mail.ymui-global.com , Grievance box.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">5.2 Semua kasus kekerasan dan pelecehan yang telah\ndilaporkan harus dijaga kerahasiaannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">5.3 Tim Anti Kekerasan dan Pelecehan akan melakukan\ninvestigasi, memberikan konseling terhadap para pihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">5.4 IR memberikan sanksi sesuai dengan hasil\ninvestigasi dan keputusan tim H &amp; A.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">5.5 Jika kasus sudah terselesaikan maka segala\nbentuk Tindakan balas dendam tidak diperbolehkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">5.6 Dalam hal kasus kekerasan dan pelecehan tidak\ndapat diselesaikan, atau pekerja merasa tidak puas dengan keputusan, maka\npenyelesaian dapat dilakukan di tingkat bipartit. Dengan alasan yang jelas\nbukan karena ada unsur balas dendam.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XII : PENYELESAIAN DAN PENGADUAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 52 : PENYELESAIAN KELUH KESAH DAN MASALAH KETENAGAKERJAAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Setiap pekerja bisa dengan bebas mengirimkan keluhan, ketidakpuasan, dan\nmasukan melalui system keluhan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Setiap keluh kesah yang diterima akan diselesaikan oleh team Grievance\nsesuai SOP setiap keluh kesah yang diterima akan diselesaikan oleh team\nGrievance secara cepat di tindaklanjuti dan di selesaikan sesuai SOP.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Perlindungan pengirim keluh kesah dan pengaduan sesuai kebijakan anti\nbalas dendam dan diskriminasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Setiap jawaban pengaduan dan keluh kesah karyawan akan ditempel di papan\npengumuman setiap awal bulan atau akan langsung disampaikan jika identitas\npengirim keluhan jelas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 53 : TATA CARA PENYAMPAIAN PENGADUAN DAN KELUH KESAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Tata cara pe nyampaian pengaduan dan keluh kesah karyawan sudah diatur\ndalam prosedur keluh kesah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Perusahaan menyediakan 9 (Sembilan) saluran sebagai alat penyampaian\nkeluh kesah karyawan (Grievance box, SMS, Hotline jam, Email, Leader, langsung\nke Grievance team, langsung ke team H &amp; A, Serikat Pekerja, pertemuan\nbulanan antara karyawan dengan management).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Alur penyelesaian keluhan dapat dilihat di dekat kotak keluhan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XIII : PEMBINAAN DAN SANKSI\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 54 : PEMBINAAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Sanksi-sanksi kepada pekerja yang melanggar peraturan adalah untuk\nmemperbaiki dan membimbing pekerja agar tindakan dan sikapnya tidak akan\nmelanggar peraturan lagi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Jenis sanksi dan masa berlakunya:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.1 Peringatan lisan yang dicatat berlaku untuk\njangka waktu 3 (tiga) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.2 Surat peringatan I berlaku untuk jangka waktu 6\n(enam) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.3 Surat peringatan II berlaku untuk jangka waktu\n6 (enam) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.4 Surat peringatan III berlaku untuk jangka waktu\n6 (enam) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.5 Sanksi skorsing berlaku untuk jangka waktu 6\n(enam) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.6 Pemutusan hubungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Jika pekerja diberikan sanksi, dan dalam jangka waktu sanksi tersebut\nberjalan pekerja yang bersangkutan melakukan kesalahan dan mendapatkan sanksi\nbaru, maka jangka waktu sanksi yang lama tidak akan ditambahkan dan akan\nberlaku jangka waktu sanksi yang baru.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Sanksi tersebut akan selesai sendirinya jika jangka waktu sanksi tersebut\nhabis sesuai dengan jangka waktu yang tertulis diatas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Sanksi diberikan berdasarkan pelanggaran yang dilakukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Semua sanksi dan pelanggaran terhadap peraturan akan didokumentasikan\noleh bagian HRD, lalu HR akan menyimpan Salinan dari dokumen tersebut, dan\nbagian IR akan mengirimkan rekapan sanksi yang diberikan setiap bulannya kepada\nSerikat dan juga Manajemen Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 55 : JENIS DAN TINGKAT PELANGGARAN DAN SANKSI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Teguran lisan dan dicatat:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.1 Tidak memakai ID card di area kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.2 Menunda pekerjaan yang seharusnya dapat\ndiselesaikan pada saat itu juga tanpa ada alasan yang jelas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.3 Datang terlambat ke area kerja lebih dari 3\n(tiga) kali dalam 1 (satu) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.4 Mangkir 1 (satu) hari dalam 1 (satu) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.5 Karyawan hamil yang tidak melaporkan\nkehamilannya dalam usia kandungan 13-16 minggu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.6 Karyawan yang finger pulang lebih dari\ntoleransi 15 (lima belas) menit dari waktu yang ditentukan dan atau finger awal\nsebelum jam kerja dan menyebabkan ketidaksesuaian jadwal kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.7 Tidak menggunakan seragam ketika datang ke area\nkerja setelah ditegur lebih dari 3 (tiga) kali dalam 1 (satu) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.8 Tidak menggunakan APD di area kerja yang\ndiharuskan menggunakan APD.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.9 Karyawan tidak membawa ID Card lebih dari 3\n(tiga) kali dalam 1 (satu) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.10 Karyawan yang tidak finger masuk\u002Fpulang lebih\ndari 3 (tiga) kali dalam sebulan dikarenakan kesengajaan atau lupa.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.11 Kembali ke area kerja melebihi batas waktu\nistirahat yang ditentukan lebih dari 3 (tiga) kali dalam 1 (satu) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pembinaan dan Surat Peringatan Pertama (SP-I):\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.1 Karyawan mendapatkan surat sanksi lisan dan\nsanksi masih berlaku namun karyawan melakukan pelanggaran yang sama atau\npelanggaran lainnya yang tercantum pada kategori sanksi lisan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.2 Melakukan perdagangan di area perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.3 Membawa barang-barang pribadi yang sama tipenya\ndengan barang hasil produksi perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.4 Tidak berada di area kerja yang ditentukan\ntanpa izin atasan disaat jam kerja berlangsung.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.5 Merokok di tempat yang bukan disediakan untuk\nmerokok di area perusahaan (kecuali merokok di tempat yang sudah ditentukan\npada jam istirahat).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.6 Meninggalkan area kerja tanpa izin dari atasan\npada saat jam kerja masih berlangsung.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.7 Tidak menjalankan pekerjaan sesuai dengan tugas\ndan tanggung jawabnya\u002Fmengabaikan pekerjaan \u002Flalai dalam menjalankan tugas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.8 Membuat keributan\u002Fmengganggu pekerja lain di\narea kerja pada jam kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.9 Membuang sampah dan mencoret–coret tembok\narea pabrik atau fasilitas lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.10 Meludah di hadapan orang lain atau atasan\ndengan sengaja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.11 Bekerja tidak sesuai dengan perintah atasan\nyang menyebabkan kerugian perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.12 Atasan memberikan instruksi tidak sesuai\ndengan standar kerja yang mengakibatkan kerugian perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.13 Tidak membersihkan area kerja sesuai standar\n5S.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.14 Mangkir 2 (dua) hari berturut–turut atau 3\n(tiga) hari tidak berturut–turut dalam 1 (satu) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.15 Menolak untuk diperiksan oleh petugas\nkeamanan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.16 Bekerja atau menjalankan mesin tidak sesuai\ndengan SOP dan menimbulkan masalah terhadap kualitas produksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.17 Makan di area kerja atau di tempat yang bukan\ndisediakan untuk makan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.18 Membiarkan karyawan lain masuk ke area kerja\nyang bukan area kerjanya tanpa izin yang mungkin dapat mengakibatkan terjadinya\npermasalahan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.19 Membuang-buang bahan baku sehingga menyebabkan\nkerugian perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.20 Menggunakan barang-barang milik perusahaan\nuntuk kepentingan pribadi atau organisasi tanpa persetujuan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.21 Menggunakan telepon atau alat komunikasi tidak\nsemestinya dan tidak seperlunya dan atau mengambil foto dari telepon pada saat\njam kerja atau bukan pada saat jam kerja di area perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.22 Menggunakan seragam tidak sesuai dengan\nketentuan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.23 Karyawan terbukti melakukan pelanggaran H\n&amp; A yang ringan sesuai ketentuan SOP H &amp; A.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.24 Karyawan bekerja disaat jam istirahat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.25 Menyembunyikan informasi penting atau dengan\nsengaja memberikan keterangan yang tidak benar dalam proses investigasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.26 Melakukan pekerjaan yang bukan wewenang serta\ntanggung jawabnya tanpa izin atasan yang berwenang sehingga dapat merugikan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.27 Melakukan pelanggaran terkait prosedur\nK3LN.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.28 Memberikan SKD kepada perusahaan dari hasil\npembelian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pembinaan dan Surat Peringatan Kedua (SP-II)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">3.1 Melakukan kesalahan yang tercantum dalam\nperilaku yang dikenai sanksi surat peringatan ketika surat peringatan ke 1\n(satu) masih berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">3.2 Mangkir dalam 3 (tiga) hari berturut-turut,\natau 4 (empat) hari tidak berturut-turut dalam 1 (satu) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">3.3 Tidak mengirimkan laporan kepada atasan untuk\nkejadian yang terjadi yang mungkin menyebabkan kerugian perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">3.4 Bekerja tidak sesuai dengan fungsi dan tanggung\njawabnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">3.5 Dengan sengaja tidur pada saat jam kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">3.6 Merokok ketika melakukan pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">3.7 Terbukti oleh atasan bahwa pekerja yang\nbersangkutan bekerja dengan tidak mengikuti norma bekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">3.8 Melakukan pertukaran pekerjaan tanpa izin\natasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">3.9 Melakukan absensi untuk teman atau meminta\nteman untuk mengisi daftar hadir untuk pekerja yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">3.10 Atasan yang marah kepada pekerja di area kerja\ndisebabkan oleh hal yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">3.11 Melakukan tindakan berbahaya dan\u002Fatau\nmenciptakan kondisi berbahaya yang berdampak pada fatality kesehatan,\nkeselamatan, pencemaran lingkungan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">3.12 Bekerja atau menjalankan mesin tidak sesuai\ndengan SOP dan menimbulkan dampak yang cukup besar\u002Fsedang terhadap kualitas dan\nkuantitas produk.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">3.13 Karyawan terbukti melakukan pelanggaran H\n&amp; A yang sedang sesuai ketentuan SOP H &amp; A.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">3.14 Meminta imbalan kepada pihak lain terhadap\npekerjaan yang sudah menjadi tanggung jawab dan pekerjaannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">3.15 Mencemarkan nama baik bagian\u002Fdepartemen dalam\nperusahaan yang berhubungan dengan pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">3.16 Pekerja wanita yang hamil yang tidak\nmelaporkan kehamilannya ke bagian personalia dimana usia kehamilan lebih dari\n16 (enam belas) minggu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">3.17 Pulang tanpa izin tertulis yang disetujui oleh\natasan langsung.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">3.18 Atasan yang menyuruh bawahan bekerja di jam\nistirahat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">3.19 Atasan yang terbukti melarang pekerja\nmelakukan ibadah keagamaan di sela waktu kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">3.20 Melakukan perpindahan atau tukar shift atau\ntukar libur tanpa izin dari atasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">3.21 Dengan sengaja merubah atau SKD terdapat\ncoretan yang dilakukan oleh karyawan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pembinaan dan Surat Peringatan Ketiga (SP-III)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">4.1 Melakukan kesalahan yang tercantum dalam\nperilaku yang dikenai sanksi surat peringatan ketika surat peringatan ke-2\nmasih berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">4.2 Dengan sengaja merusak fasilitas kerja tanpa\nalasan jelas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">4.3 Melakukan pengancaman atau intimidasi secara\nverbal dan atau tertulis kepada pekerja lain di area perusahaan atau diluar\nperusahaan yang diakibatkan oleh hubungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">4.4 Karyawan terbukti melakukan pelanggaran H &amp;\nA yang berat sesuai ketentuan SOP H &amp; A.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">4.5 Terbukti dengan sengaja melakukan tindakan yang\nbertujuan untuk mencemarkan nama baik perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">4.6 Mangkir selama 4 (empat) hari berturut-turut\natau 5 (lima) hari tidak berturut-turut dalam 1 (satu) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">4.7 Petugas keamanan yang meninggalkan area jaganya\ntanpa informasi kepada atasan yang dapat menyebabkan kerugian perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">4.8 Petugas keamanan yang lalai dalam menjalankan\ntugas yang dapat menyebabkan kerugian perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">4.9 Petugas keamanan membiarkan tamu tidak diundang\nuntuk masuk ke area perusahaan tanpa izin.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">4.10 Memanfaatkan posisi\u002Fjabatan\u002Fwewenang untuk\nmendapatkan keuntungan pribadi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">4.11 Menghina dan mengolok-olok pekerja lain di\nlingkungan perusahaan yang berdampak pada pencemaran nama baik.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">4.12 Atasan yang menyuruh wanita hamil untuk\nbekerja ketika sudah ada surat dokter yang menyatakan bahwa wanita yang\nbersangkutan harus berhenti bekerja atau harus mengambil cuti hamil.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">4.13 Atasan yang tetap menyuruh bawahan untuk tetap\nbekerja ketika waktu lembur sudah habis.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">4.14 Bertengkar di area perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">4.15 Membawa senjata tajam yang tidak ada\nhubungannya dengan pekerjaan dan\u002Fatau membawa minum minuman keras dan\nbarang-barang beralkohol lainnya untuk kepentingan pribadi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">4.16 Mempunyai status pegawai rangkap di perusahaan\nlain yang mengakibatkan terganggunya tugas dan tanggung jawab di perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">4.17 Menempel, mengedarkan, atau menyebarkan\nselebaran yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan dengan tujuan untuk\nmengganggu pekerjaan dan mencemarkan nama baik perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">4.18 Melakukan tindakan provokasi di dalam\nperusahaan seperti melakukan pengumpulan tanda tangan yang bersifat menghasut\natau perilaku sejenis di area perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">4.19 Membawa barang milik perusahaan keluar pabrik\ntanpa kelengkapan surat secara tertulis (contoh: dokumen rahasia, asset\nperusahaan).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Kesalahan Fatal atau Kesalahan Berat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">5.1 Kesalahan fatal atau kesalahan berat adalah\nkesalahan yang tidak dapat ditolerir, sehingga mengakibatkan diputuskan\nhubungan kerja seketika dan atau diproses menurut hukum pidana atau perdata.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">5.2 Hal-hal yang dapat mengakibatkan Pemutusan\nHubungan Kerja (PHK) tanpa pesangon dengan memperhatikan peraturan atau\nundang-undang yang berlaku antara lain:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">5.2.1 Penipuan, pencurian dan penggelapan barang\natau uang milik teman sekerja atau milik pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">5.2.2 Karyawan terbukti melakukan pelanggaran H\n&amp; A yang sangat berat sesuai ketentuan SOP H &amp; A.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">5.2.3 Dengan sengaja memberikan keterangan palsu\natau yang dipalsukan sehingga merugikan pengusaha atau kepentingan negara.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">5.2.4 Mabuk, minum-minuman keras yang memabukkan,\nmadat, memakai obat-obatan bius, menyalahgunakan dan\u002Fatau mengedarkan\nobat-obatan perangsang lainnya yang dilarang oleh peraturan perundang-undangan\ndi tempat kerja, dan di tempat-tempat yang ditetapkan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">5.2.5 Menyerang, menganiaya, melakukan intimidasi\nsecara fisik kepada teman kerja\u002Fatasan\u002Fpengusaha\u002Fkeluarga pengusaha yang\ndilakukan di area perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">5.2.6 Menyerang, menganiaya, melakukan intimidasi\nsecara fisik kepada teman kerja\u002Fatasan\u002Fpengusaha\u002Fkeluarga pengusaha yang\ndilakukan diluar perusahaan yang ada hubungannya dengan pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">5.2.7 Dengan sengaja membiarkan barang milik\nperusahaan berada dalam bahaya yang dapat menyebabkan perusahaan mengalami\nkerugian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">5.2.8 Membongkar atau membocorkan rahasia perusahaan\n(contoh: design product, sistem, dokumen perusahaan yang tidak dapat\ndipublikasikan) atau mencemarkan nama baik pengusaha dan atau keluarga\npengusaha yang seharusnya dirahasiakan kecuali untuk kepentingan negara.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">5.2.9 Menerima hadiah dan\u002Fatau uang dari supplier\nyang dapat mempengaruhi proses pengambilan keputusan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">5.2.10 Meminta keuntungan yang berkaitan dengan\nperekrutan atau pihak yang terlibat di dalamnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">5.2.11 Petugas keamanan melakukan pelecehan seksual\npada saat melakukan pemeriksaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">5.2.12 Memberikan Surat Keterangan Dokter yang\npalsu\u002Fdipalsukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 56 : PENGHARGAAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Penghargaan dari perusahaan akan diberikan kepada:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.1 Pekerja yang menunjukkan kinerja atau memberi\nmasukan yang dapat mengembangkan kualitas produk, efisiensi dalam bekerja,\nteknik produksi, inovasi dan segala bentuk keselamatan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.2 Pekerja yang menunjukkan kinerja atau memberi\nmasukan yang berhubungan dengan kemajuan untuk manajemen perusahaan, keamanan,\nnama baik perusahaan dan juga laporan langsung mengenai hal-hal yang bisa\nmenyebabkan kerugian pada perusahaan atau kegiatan illegal.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Penghargaan akan diberikan sesuai dengan SOP perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XIV : PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 57 : PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-jobsecuritymothers\">\u003Cp>1. Pengusaha dilarang melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada\npekerja, karena:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.1 Pekerja\u002Fburuh berhalangan masuk kerja karena\nsakit menurut keterangan dokter selama waktu tidak melampaui 12 (dua belas)\nbulan secara terus-menerus;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.2 Pekerja\u002Fburuh berhalangan menjalankan\npekerjaannya karena memenuhi kewajiban terhadap negara sesuai dengan ketentuan\nperaturan perundang-undangan yang berlaku;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.3 Pekerja\u002Fburuh menjalankan ibadah-ibadah yang di\nperintahkan agamanya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.4 Pekerja\u002Fburuh menikah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.5 Pekerja\u002Fburuh perempuan hamil, melahirkan,\ngugur kandungan, atau menyusui bayinya;\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.6 Pekerja\u002Fburuh mempunyai pertaluan darah\ndan\u002Fatau ikatan perkawinan dengan pekerja\u002Fburuh lainnya di dalam satu\nperusahaan, kecuali telah diatur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan,\natau perjanjian kerja Bersama;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.7 Pekerja\u002Fburuh mendirikan, menjadi anggota\ndan\u002Fatau pengurus serikat pekerja\u002Fserikat buruh;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.8 Pekerja\u002Fburuh yang mengadukan pengusaha kepada\nyang berwajib mengenai perbuatan pengusaha yang melakukan tindak pidana\nkejahatan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.9 Karena perbedaan paham, agama, aliran politik,\nsuku, warna kulit, golongan, jeni kelamin, kondisi fisik, atau status\nperkawinan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1.10 Pekerja\u002Fburuh dalam keadaan cacat tetap, sakit\nakibat kecelakaan kerja, atau sakit karena hubungan kerja yang menurut surat\nketerangan dokter yang jangka waktu penyembuhannya belum dapat dipastikan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pengunduran Diri\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.1 Pekerja yang akan mengundurkan diri, harus\nmengajukan surat pengunduran diri, kemudian menghadap pimpinan bagiannya, untuk\nselanjutnya setelah disetujui, maka melaporkannya ke bagian personalia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.2 Permohonan pengunduran diri harus dilakukan\nselambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari sebelumnya dan diserahkan ke pimpinan\nbagiannya untuk disetujui oleh atasan yang lebih tinggi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.3 Pekerja yang telah mangkir 5 (lima) hari\nberturut-turut tanpa kabar dan keterangan tertulis dan telah dipanggil secara\npatut sebanyak 2 (dua) kali dengan surat panggilan, kepadanya dapat dilakukan\npemutusan hubungan kerja karena dikategorikan sebagai mengundurkan diri, dan\nhanya akan mendapatkan uang penggantian hak dan uang pisah sesuai dengan\nketentuan PKB.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.4 Pekerja yang mengundurkan diri dengan kemauan\nsendiri akan mendapatkan uang penggantian hak dan\u002Fatau uang pisah sesuai dengan\nmasa kerjanya yang diatur dalam PKB.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.5 Karyawan atas gaji bulan terakhir akan\ndibayarkan secara transfer ke rekening karyawan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pemutusan Hubungan Kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">3.1 Jenis-jenis pemutusan hubungan kerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">3.1.1 Pemutusan hubungan kerja dikarenakan tindakan\nindisipliner yang dilakukan oleh pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">Karyawan yang diputus hubungan kerja karena tindakan\nindisipliner memperoleh uang pesangon sebesar 1 kali ketentuan pasal 156 ayat\n2, uang penghargaan masa kerja sebesar 1 kali ketentuan pasal 156 ayat 3 dan 1\nkali uang hak pasal 156 ayat 4 dan uang pisah sebesar 5% dari upah tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">3.1.2 Kematian Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">Karyawan yang diputus hubungan kerja karena\nmeninggal dunia, kepada ahli warisnya diberikan sejumlah uang yang besar\nperhitungannya sama dengan perhitungan 2 kali uang pesangon sesuai ketentuan\npasal 156 ayat 2, 1 kali uang penghargaan masa kerja sesuai pasal 156 ayat 3\ndan 1 kali uang hak sesuai pasal 156 ayat 4.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">Perusahaan juga akan memberikan santunan uang duka\nkematian sebesar satu bulan upah tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">3.1.3 Pekerja mencapai umur 56 (lima puluh enam)\ntahun untuk pensiun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">3.1.3.1 Pengusaha dapat melakukan pemutusan hubungan\nkerja terhadap pekerja\u002Fburuh karena memasuki usia pensiun dan apabila pengusaha\ntelah mengikutkan pekerja \u002Fburuh pada program pensiun yang iurannya dibayar\npenuh oleh pengusaha, maka pekerja\u002Fburuh tidak berhak mendapatkan uang pesangon\nsesuai ketentuan pasal 156 ayat (2), uang penghargaan masa kerja sesuai\nketentuan pasal 156 ayat (3), tetapi tetap berhak atas uang penggantian hak\nsesuai ketentuan pasal 156 ayat (4).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">3.1.3.2 Dalam hal besarnya jaminan atau manfaat\npensiun yang diterima sekaligus dalam program pensiun sebagaimana dimaksud\ndalam ayat (1) ternyata lebih kecil daripada jumlah uang pesangon 2 (dua) kali\nketentuan pasal 156 ayat (2) dan uang penghargaan masa kerja 1 (satu) kali\nketentuan pasal 156 ayat (3), dan uang penggantian hak sesuai ketentuan pasal\n156 ayat (4), maka selisihnya dibayar oleh pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">3.1.3.3 Dalam hal pengusaha telah mengikutsertakan\npekerja\u002Fburuh dalam program pensiun yang iurannya\u002Fpreminya dibayar oleh\npengusaha dan pekerja\u002Fburuh, maka yang diperhitungkan dengan uang pesangon\nyaitu uang pensiun yang premi\u002Fiurannya dibayar oleh pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">3.1.3.4 Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat\n(1), ayat (2) dan ayat (3) dapat diatur lain dalam perjanjian kerja, peraturan\nperusahaan, atau perjanjian kerja Bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">3.1.3.5 Dalam hal pengusaha tidak mengikutsertakan\npekerja\u002Fburuh yang mengalami pemutusan hubungan kerja karena usia pensiun pada\nprogram pensiun maka pengusaha wajib memberikan kepada pekerja\u002Fburuh uang\npesangon sebesar 2 (dua) kali ketentuan pasal 156 ayat (2), uang penghargaan\nmasa kerja 1 (satu) kali ketentuan pasal 156 ayat (3) dan uang penggantian hak\nsesuai ketentuan pasal 156 ayat (4).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">3.1.3.6 Hak atas manfaat pensiun sebagaimana di\nmaksud dalam ayat (1), ayat (2), ayat (3) dan ayat (4) tidak menghilangkan hak\npekerja\u002Fburuh atas jaminan hari tua yang bersifat wajib sesuai dengan peraturan\nperundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">3.1.4 Mangkir 5 (lima) hari berturut-turut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">3.1.4.1 Pekerja\u002Fburuh yang mangkir selama 5 (lima)\nhari kerja atau lebih berturut-turut tanpa keterangan secara tertulis yang\ndilengkapi dengan bukti yang sah dan telah dipanggil oleh pengusaha 2 (dua)\nkali secara patut dan tertulis dapat diputus hubungan kerjanya karena\ndikualifikasikan mengundurkan diri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">3.1.4.2 Keretangan tertulis dengan bukti yang sah\nsebagaimana di maksud dalam ayat (1) harus diserahkan paling lambat pada hari\npertama pekerja\u002Fburuh masuk bekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">3.1.4.3 Pemutusan hubungan kerja sebagaimana\ndimaksud dalam ayat (1) pekerja\u002Fburuh yang bersangkutan berhak menerima uang\npenggantian hak sesuai ketentuan pasal; 156 ayat (4) dan diberikan uang pisah\nsebesar:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">3.1.4.1. 110% dari upah tetap apabila karyawan\ndatang dalam kurun waktu 30 hari setelah ditetapkannya surat keputusan yang\ndikirimkan ke alamat rumah karyawan yang tercantum dalam data perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:6em\">3.1.4.2. 25% dari upah apabila karyawan TIDAK datang\ndalam waktu 30 hari setelah ditetapkannya surat keputusan yang dikirimkan ke\nalamat rumah karyawan yang tercantum dalam data perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">3.1.5 Sakit jangka panjang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Pekerja\u002Fburuh yang mengalami sakit berkepanjangan,\nmengalami cacat akibat kecelakaan kerja dan tidak dapat melakukan pekerjaannya\nsetelah melampaui batas 12 (dua belas) bulan dapat mengajukan pemutusan\nhubungan kerja dan diberikan uang pesangon 2 (dua) kali ketentuan pasal 156\nayat (2), uang penghargaan masa kerja 2 (dua) kali ketentuan pasal 156 ayat\n(3), dan uang pengganti hak 1 (satu) kali ketentuan pasal 156 ayat (4).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">3.1.6 Penggantian status perusahaan atau\nmanajemen.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">3.1.6.1 Pengusaha dapat melakukan pemutusan hubungan\nkerja terhadap pekerja\u002Fburuh dalam hal terjadi perubahan status, penggabungan,\npeleburan atau perubahan kepemilikan perusahaan dan pekerja\u002Fburuh tidak\nbersedia melanjutkan hubungan kerja, maka pekerja\u002Fburuh berhak atas uang\npesangon sebesar 1 (satu) kali sesuai ketentuan pasal 156 ayat (2), uang\npenghargaan masa kerja 1 (satu) kali ketentuan pasal 156 ayat (3) dan uang\npenggantian hak sesuai ketentuan dalam pasal 156 ayat (4).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">3.1.6.2 Pengusaha dapat melakukan pemutusan hubungan\nkerja terhadap pekerja\u002Fburuh karena perubahan status, penggabungan, atau\npeleburan perusahaan dan pengusaha tidak bersedia menerima pekerja\u002Fburuh di\nperusahaannya, maka pekerja\u002Fburuh berhak atas pesangon sebesar 2 (dua) kali\nketentuan pasal 156 ayat (2), uang penghargaan masa kerja 1 (satu) kali\nketentuan pasal 156 ayat (3) dan uang penggantian hak sesuai ketentuan dalam\npasal 156 ayat (4).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">3.1.7 Manajemen buruk perusahaan yang menyebabkan\nPHK massal.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Pengusaha dapat melakukan pemutusan hubungan kerja\nterhadap pekerja\u002Fburuh karena perusahaan pailit, dengan ketentuan pekerja\u002Fburuh\nberhak atas uang pesangon sebesar 1 (satu) kali ketentuan pasal 156 ayat (2),\nuang penghargaan masa kerja 1 (satu) kali ketentuan pasal 156 ayat (3) dan uang\npenggantian hak sesuai ketentuan dalam pasal 156 ayat (4).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em\">3.1.8 Dilaporkan oleh Bukan Pengusaha ke\nKepolisian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">Apabila pekerja tersebut terbukti bersalah dalam\njangka waktu 6 (enam) bulan dan mendapatkan hukuman maka perusahaan mempunyai\nhak untuk melakukan pemutusan hubungan kerja kepada pekerja tersebut dan\nmembayar semua haknya berdasarkan dengan peraturan yang berlaku, yaitu uang\npenghargaan masa kerja 1 (satu) kali ketentuan pasal 156 ayat (3) dan uang\npenggantian hak sesuai ketentuan pasal 156 ayat (4).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">3.1.9 Kompensasi akan dibayarkan berdasarkan tipe\npemutusan hubungan kerja yang tercantum di atas, dengan mengikuti peraturan\nyang berlaku di Indonesia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pemutusan hubungan kerja tanpa penetapan pejabat berwenang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">4.1 Pengusaha dapat melakukan PHK tanpa penetapan\npejabat berwenang antara lain:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">4.1.1 Pekerja masa percobaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">4.1.2 Pekerja mengundurkan diri secara tertulis.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">4.1.3 Pekerja telah memasuki umur pensiun sesuai\nperaturan perundang-undangan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">4.1.4 Kematian pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">4.1.5 Pekerja telah sepakat dengan pengusaha secara\nbipartite dan disaksikan perwakilan pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 58 : PESANGON DAN PENGHARGAAN MASA KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay\">\u003Cp>1. Pengusaha memberikan uang pesangon, penghargaan masa kerja, dan\u002Fatau uang\npenggantian hak untuk pekerja yang diputus hubungan kerjanya oleh pengusaha\nkarena kesalahan besar yang dilakukan oleh pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay1\">\u003Cp>2. Besarnya uang pesangon, uang penghargaan masa kerja, dan uang penggantian\nhak akan diberikan sesuai dengan peraturan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3. Selain dari uang pesangon, uang penghargaan masa kerja, dan uang\npenggantian hak, pengusaha dapat atas kebijaksanaannya memberikan uang pisah\nkepada karyawan yang akan diatur lebih lanjut dalam tunjangan masa kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XV : ATURAN PELAKSANAAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 59 : MASA BERLAKU PERJANJIAN KERJA BERSAMA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku 2 (dua) tahun, dimulai pada DD MM\n2020 sampai dengan DD MM 2020.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Apabila dalam jangka waktu tersebut diatas tidak ada masalah yang timbul,\nperjanjian kerja Bersama ini diperpanjang untuk 1 (satu) tahun, kecuali bila\nsalah satu pihak memberitahukan secara tertulis kepada pihak lainnya tentang\nkeinginan untuk melakukan perubahan isi perjanjian kerja Bersama ini\nberdasarkan pada kesepakatan tertulis antara pengusaha dengan serikat.\nPerpanjangan periode dari Perjanjian Kerja Bersama selama 1 (satu) tahun ini\ndapat dilakukan secara tertulis antara Pengusaha dengan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pemberitahuan yang dimaksud pada ayat 2 pasal ini disampaikan\nselambat-lambatnya 60 (enam puluh) hari sebelum masa berlaku perjanjian kerja\nBersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Selama tidak ada perubahan atau keinginan untuk merubah Perjanjian Kerja\nBersama ini, maka Perjanjian Kerja Bersama ini akan terus berlaku. Dalam hal\npendiskusian Perjanjian Kerja Bersama seperti apa yang tercantum di ayat 3\n(tiga) pasal ini tidak mencapai kesepakatan, maka keberlakuan Perjanjian Kerja\nBersama ini akan diperpanjang sampai jangka waktu 1 (satu) tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 60 : KETENTUAN PERALIHAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Jika terjadi pergantian Undang-Undang dan ketentuan dalam peraturan\ntersebut kontradiktif dengan ketentuan yang ada di dalam Perjanjian Kerja\nBersama ini, maka ketentuan dalam Perjanjian Kerja Bersama ini akan gugur dan\nakan mengikuti hukum yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Hal-hal teknis yang membutuhkan pembahasan lebih lanjut yang tidak diatur\ndalam Perjanjian Kerja Bersama ini, akan didiskusikan lebih lanjut antara\npengusaha dengan pihak serikat sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XVI : KETENTUAN PENUTUP\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 61 : PENUTUP\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Perjanjian Kerja Bersama ini dibuat dan disetujui serta ditandatangani\noleh kedua belah pihak dalam rangkap 3 (tiga) yang isi\u002Fbunyi dan kekuatan\nhukumnya sama dengan disampaikan kepada pihak Perusahaan, Serikat Pekerja dan\nDinas Tenaga Kerja Kabupaten Karawang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Perjanjian Kerja Bersama ini akan didaftarkan di Dinas Ketenagakerjaan\nKabupaten Karawang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Perjanjian Kerja Bersama ini akan diperbanyak dan dibagikan kepada semua\nPekerja di Perusahaan dengan biaya ditanggung Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pengusaha akan menyelesaikan masalah yang timbul akibat hubungan kerja\ndengan Pimpinan Serikat Pekerja dengan asas musyawarah untuk mufakat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp> \u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start\">\u003Cp style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">PIHAK-PIHAK\nYANG MENGADAKAN PERJANJIAN KERJA BERSAMA (PKB)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">PERIODE\n2019-2021\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Karawang,Juni 2020\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd colspan=\"2\" style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Perwakilan\n        Serikat Pekerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd rowspan=\"2\">\u003Cp>Perwakilan Perusahaan\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>SPDS KASBI\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>PUK SPSI\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>1. Jejen\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Ketua SPDS KASBI\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1.Wahyu Tri Prabowo\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Ketua PUK SPSI\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1. Riber Jiang\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2.Samad\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Wk. Ketua I Bidang Organisasi\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2. Tony Hsiao\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3. Bey Arifin\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Sekretaris\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3. Any Iman Makbul\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>4.Marta Wijaya\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Wk. Ketua II Bidang Advokasi\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>4. Kurnia Sunjaya\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>5. Quino Chen\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbaactorratified\">\u003Cp style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Mengetahui\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Kepala Dinas\nTenaga Kerja dan Transmigrasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Kabupaten\nKarawang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">H. Okih\nHermawan, S.Sos. M.M\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Pembina Utama\nMuda\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">NIP. 19610124\n198603 1 003\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\n",{"cbadate_end":45,"cbadate_start":49,"cbaactorratified":51,"coverunion_trigger":55,"coveroccup1":59,"coveroccup3":61,"coveragegroup1":63,"coveragegroup3":65,"TRAINING_trigger":67,"trainingprogrammes":71,"trainingfund":74,"SOCSEC_trigger":78,"pensionfund":82,"disabilityfund":86,"contracttrial":90,"contracttrialperiod":94,"contractseverancepay":96,"contractseverancepay1":100,"minijobs_excluded":104,"apprentices_excluded":106,"tempagency":108,"part_time_excluded":110,"SICDIS_trigger":112,"sicknesspay":116,"maxsicknesspay":120,"maxsicknesspayperc":123,"maxsicknesspaytype":125,"sicknessmaxdays":127,"sicknessmaxdaysnr":131,"menstruationleave":133,"disabilitypay":137,"healthinsurance":141,"healthandsafetypolicy":143,"code_application":147,"protectiveclothing":149,"hivpolicy":153,"healthcareaccess":157,"funeralpay":161,"paidmaternityleave":165,"paidmaternityleaveduration":169,"paidmaternityleaveall":173,"jobsecuritymothers":175,"maternityotherclause":179,"alternatives":183,"breastfeeding_dangerouswork":187,"paidpaternityleave":189,"paidpaternityleaveduration":193,"deathrelatives":195,"deathrelativesleave":199,"discrimination":201,"sexualhar":205,"violence":209,"support_disabilities":211,"hourspday_select":215,"hourspweek_select":219,"hourspweek":221,"hourspday":223,"dayspweek_select":227,"dayspweek":229,"MAXHOURS_trigger":231,"hoursovertimemax":235,"PAIDLEAV_trigger":237,"holidaysdays":241,"holidaysweeks":243,"bankholidays1":245,"SCHEDULE_trigger":249,"schedulesrestpw":253,"TRADEUNLEAV_trigger":255,"tradeunleavdays":259,"LOWWAGE_trigger":262,"LOWWAGE_government":266,"LOWWAGE_provision":268,"lowwageperiod":270,"STRUCINCR_trigger":272,"wageincreasetype2":276,"wageincreasefirmperformance":278,"ONCERISE_trigger":280,"incidentalbonustype":284,"incidentalbonustype2":288,"incidentalbonusperc1":290,"ONCERISE2_trigger":292,"incidentalbonustypesec":296,"incidentalbonustype2sec":298,"extrapayfirmperformancesec":300,"NOCTPREM_trigger":302,"shiftallowancetype":306,"shiftallowancetype1":308,"OVERTIME_trigger":310,"overtimeallowancetype_general":314,"overtimeallowancetype":318,"overtimeallowancetype1":320,"sundayallowancetype":322,"sundayallowancetype1":324,"COMMUTE_trigger":326,"commutingallowancetype":330,"commutingallowancetype1":332,"SENIOR_trigger":334,"longserviceallowancetype":338,"longserviceallowancetype1":340,"longserviceallowancetype2":342,"MEALALL_trigger":344,"mealvouchers":348,"mealvoucherstype1":352},{"bindId":46,"name":47,"text":48},"cbadate_end","PIHAK-PIHAK YANG MENGADAKAN PERJANJIAN K","PIHAK-PIHAK\nYANG MENGADAKAN PERJANJIAN KERJA BERSAMA (PKB)\n\nPERIODE\n2019-2021",{"bindId":50,"name":47,"text":48},"cbadate_start",{"bindId":52,"name":53,"text":54},"cbaactorratified","Mengetahui Kepala Dinas Tenaga Kerja dan","Mengetahui\n\nKepala Dinas\nTenaga Kerja dan Transmigrasi\n\nKabupaten\nKarawang\n\n\n\nH. Okih\nHermawan, S.Sos. M.M\n\nPembina Utama\nMuda\n\nNIP. 19610124\n198603 1 003",{"bindId":56,"name":57,"text":58},"coverunion_trigger","2.Perjanjian Kerja Bersama ini mengikat ","2.Perjanjian Kerja Bersama ini mengikat perusahaan dan seluruh pekerja dari\nsemua golongan dan tingkatan yang ada diperusahan dan apabila dalam pelaksanaan\ndan perkembangannya perlu penyempurnaan, maka akan dibuat perubahan maupun\ntambahan (addendum) dengan kesepakatan antara serikat pekerja dan pengusaha\nyang merupakan bagian tak terpisahkan dari PKB ini.",{"bindId":60,"name":57,"text":58},"coveroccup1",{"bindId":62,"name":57,"text":58},"coveroccup3",{"bindId":64,"name":57,"text":58},"coveragegroup1",{"bindId":66,"name":57,"text":58},"coveragegroup3",{"bindId":68,"name":69,"text":70},"TRAINING_trigger","1. Untuk peningkatan dan kemajuan perusa","1. Untuk peningkatan dan kemajuan perusahaan serta untuk meningkatkan\nkemampuan pekerja dalam mengemban tugas dan tanggung jawabnya, maka pengusaha\nmemberikan kesempatan kepada pekerja untuk mengikuti pendidikan\u002Fpelatihan\ndidalam atau diluar perusahaan.",{"bindId":72,"name":69,"text":73},"trainingprogrammes","1. Untuk peningkatan dan kemajuan perusahaan serta untuk meningkatkan\nkemampuan pekerja dalam mengemban tugas dan tanggung jawabnya, maka pengusaha\nmemberikan kesempatan kepada pekerja untuk mengikuti pendidikan\u002Fpelatihan\ndidalam atau diluar perusahaan.\n\n2. Pendidikan\u002Fpelatihan seperti dimaksud pada ayat 1 pasal ini antara\nlain:\n\n2.2Pelatihan dasar.\n\n2.3Pelatihan lanjutan.\n\n2.4Pelatihan khusus.",{"bindId":75,"name":76,"text":77},"trainingfund","2. Pendidikan\u002Fpelatihan seperti dimaksud","2. Pendidikan\u002Fpelatihan seperti dimaksud pada ayat 1 pasal ini antara\nlain:\n\n2.2Pelatihan dasar.\n\n2.3Pelatihan lanjutan.\n\n2.4Pelatihan khusus.\n\n3. Pendidikan sebagaimana dimaksud pada ketentuan di atas penunjukkan,\npenetapan, persyaratan merupakan kewenangan dari perusahaan. Biaya yang\ndikeluarkan dalam pelaksanaan Pendidikan tersebut akan menjadi tanggung jawab\nperusahaan.",{"bindId":79,"name":80,"text":81},"SOCSEC_trigger","1. Untuk program BPJS Kesehatan, perusah","1. Untuk program BPJS Kesehatan, perusahaan akan memberikan pelayanan\nmengikuti peraturan perundangan yang berlaku.",{"bindId":83,"name":84,"text":85},"pensionfund","5. BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sos","5. BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Ketenagakerjaan.\n\n5.1 Perusahaan mengikutsertakan semua pekerjanya\npada program BPJS Ketenagakerjaan sesuai dengan peraturan perundangan yang\nberlaku.",{"bindId":87,"name":88,"text":89},"disabilityfund","1. Bagi pekerja yang mendapat kecelakaan","1. Bagi pekerja yang mendapat kecelakaan dalam hubungan kerja, diatur\nmenurut Undang-Undang No. 40 Tahun 2015 tentang BPJS\u002FSJSN.\n\n2. Biaya perawatan dan pengobatan serta ganti rugi pekerja yang mendapat\nkecelakaan dalam hubungan kerja ditanggung oleh:\n\n2.1 PT BPJS Ketenagakerjaan, jika pekerja menjadi\npeserta BPJS Ketenagakerjaan.",{"bindId":91,"name":92,"text":93},"contracttrial","Ketentuan Masa Percobaan diatur sebagai ","Ketentuan Masa Percobaan diatur sebagai berikut:\n\n1.Pekerja baru wajib menjalani Masa Percobaan paling lama 3 (tiga) bulan\nterhitung dari awal diterima bekerja dengan pembayaran upah penuh.",{"bindId":95,"name":92,"text":93},"contracttrialperiod",{"bindId":97,"name":98,"text":99},"contractseverancepay","1. Pengusaha memberikan uang pesangon, p","1. Pengusaha memberikan uang pesangon, penghargaan masa kerja, dan\u002Fatau uang\npenggantian hak untuk pekerja yang diputus hubungan kerjanya oleh pengusaha\nkarena kesalahan besar yang dilakukan oleh pekerja.\n\n2. Besarnya uang pesangon, uang penghargaan masa kerja, dan uang penggantian\nhak akan diberikan sesuai dengan peraturan yang berlaku.",{"bindId":101,"name":102,"text":103},"contractseverancepay1","2. Besarnya uang pesangon, uang pengharg","2. Besarnya uang pesangon, uang penghargaan masa kerja, dan uang penggantian\nhak akan diberikan sesuai dengan peraturan yang berlaku.",{"bindId":105,"name":57,"text":58},"minijobs_excluded",{"bindId":107,"name":57,"text":58},"apprentices_excluded",{"bindId":109,"name":57,"text":58},"tempagency",{"bindId":111,"name":57,"text":58},"part_time_excluded",{"bindId":113,"name":114,"text":115},"SICDIS_trigger","1.Pengusaha mengijinkan Pekerja untuk ti","1.Pengusaha mengijinkan Pekerja untuk tidak bekerja tanpa mengurangi hak-hak\nkarena hal-hal sebagai berikut:\n\n1.1 Sakit karena kecelakaan kerja.\n\n1.2 Sakit dengan keterangan dokter dengan lampiran\ndiagnosa dokter dan resep. Pekerja yang bersangkutan harus memberi kabar\ntentang sakitnya kepada atasan.\n\n1.3 Cuti khusus.",{"bindId":117,"name":118,"text":119},"sicknesspay","1. Gaji\u002Fupah selama sakit yang menahun\u002Fb","1. Gaji\u002Fupah selama sakit yang menahun\u002Fberkepanjangan dengan surat\nketerangan dokter :\n\n\n  \n  \n  \n    \n      1.14 (empat) bulan pertama\n      100% dari upah pokok\n    \n    \n      1.24 (empat) bulan kedua\n      75% dari upah pokok\n    \n    \n      1.34 (empat) bulan ketiga\n      50% dari upah pokok\n    \n    \n      1.4 Untuk bulan selanjutnya\n      25% dari upah pokok sebelum pemutusan hubungan kerja dilakukan oleh\n        pengusaha.\n    \n  \n\n\n\n\n2. Setelah satu tahun (12 bulan) ternyata pekerja yang bersangkutan menurut\nketerangan dokter belum mampu bekerja kembali, maka perusahaan dapat memutuskan\nhubungan kerja dan dengan diberikan uang pesangon berdasarkan ketentuan pasal\n172 Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.",{"bindId":121,"name":118,"text":122},"maxsicknesspay","1. Gaji\u002Fupah selama sakit yang menahun\u002Fberkepanjangan dengan surat\nketerangan dokter :\n\n\n  \n  \n  \n    \n      1.14 (empat) bulan pertama\n      100% dari upah pokok\n    \n    \n      1.24 (empat) bulan kedua\n      75% dari upah pokok\n    \n    \n      1.34 (empat) bulan ketiga\n      50% dari upah pokok\n    \n    \n      1.4 Untuk bulan selanjutnya\n      25% dari upah pokok sebelum pemutusan hubungan kerja dilakukan oleh\n        pengusaha.",{"bindId":124,"name":118,"text":122},"maxsicknesspayperc",{"bindId":126,"name":118,"text":122},"maxsicknesspaytype",{"bindId":128,"name":129,"text":130},"sicknessmaxdays","2. Setelah satu tahun (12 bulan) ternyat","2. Setelah satu tahun (12 bulan) ternyata pekerja yang bersangkutan menurut\nketerangan dokter belum mampu bekerja kembali, maka perusahaan dapat memutuskan\nhubungan kerja dan dengan diberikan uang pesangon berdasarkan ketentuan pasal\n172 Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.",{"bindId":132,"name":129,"text":130},"sicknessmaxdaysnr",{"bindId":134,"name":135,"text":136},"menstruationleave","1.5 Cuti haid bagi Pekerja wanita yang m","1.5 Cuti haid bagi Pekerja wanita yang mengalami\nsakit pada waktu haid, tidak diwajibkan untuk bekerja pada hari pertama, dan\nhari kedua pada waktu haid sebagaimana keterangan dokter.",{"bindId":138,"name":139,"text":140},"disabilitypay","3. Upah pekerja tetap dibayar bila tidak","3. Upah pekerja tetap dibayar bila tidak dapat hadir bekerja karena mendapat\nkecelakaan dalam hubungan kerja.",{"bindId":142,"name":80,"text":81},"healthinsurance",{"bindId":144,"name":145,"text":146},"healthandsafetypolicy","1. Setiap pekerja wajib menjaga keselama","1. Setiap pekerja wajib menjaga keselamatan dirinya dan pekerja lainnya, dan\nwajib memakai alat-alat keselamatan dengan mematuhi ketentuan-ketentuan\nmengenai keselamatan kerja dan pelindungan kerja yang berlaku, sesuai dengan\nUndang-Undang No. 1 Tahun 1970 tentang K3.",{"bindId":148,"name":145,"text":146},"code_application",{"bindId":150,"name":151,"text":152},"protectiveclothing","2. Perusahaan menyediakan alat pelindung","2. Perusahaan menyediakan alat pelindung diri untuk keselamatan dan\nKesehatan kerja menurut sifat pekerjaannya yang telah ditetapkan untuk\nmasing-masing pekerjaan dan wajib dipergunakan pada saat bekerja.",{"bindId":154,"name":155,"text":156},"hivpolicy","2. Perusahaan menyediakan Medical Check ","2. Perusahaan menyediakan Medical Check Up untuk semua karyawan.",{"bindId":158,"name":159,"text":160},"healthcareaccess","1. Perusahaan menyediakan poliklinik unt","1. Perusahaan menyediakan poliklinik untuk pemeriksaan dan pengobatan\npekerja yang ditangani oleh dokter klinik.",{"bindId":162,"name":163,"text":164},"funeralpay","1. Sumbangan duka kematian: 1.1 Untuk pe","1. Sumbangan duka kematian:\n\n1.1 Untuk pekerja yang meninggal dunia\ndidalam\u002Fdiluar kecelakaan kerja disamping mendapatkan uang pesangon dan uang\njasa sesuai dengan peraturan yang berlaku, kepada keluarganya atau ahli\nwarisnya diberikan:\n\n1.1.1 Gaji\u002Fupah dalam bulan yang sedang berjalan.\n\n1.1.2 Uang Duka sebesar satu bulan upah tetap.\n\n1.1.3 Santunan kematian yang dilaksanakan melalui\nprogram BPJS Ketenagakerjaan yang berlaku.",{"bindId":166,"name":167,"text":168},"paidmaternityleave","1.6 Cuti Melahirkan\u002FCuti Keguguran denga","1.6 Cuti Melahirkan\u002FCuti Keguguran dengan\nketentuan:\n\n1.6.1 Pekerja wanita yang hamil berhak atas cuti\nselama 1,5 (satu setengah) bulan sebelum melahirkan dan 1,5 (satu setengah)\nbulan sesudah melahirkan berdasarkan surat keterangan dokter.",{"bindId":170,"name":171,"text":172},"paidmaternityleaveduration","1.6.1 Pekerja wanita yang hamil berhak a","1.6.1 Pekerja wanita yang hamil berhak atas cuti\nselama 1,5 (satu setengah) bulan sebelum melahirkan dan 1,5 (satu setengah)\nbulan sesudah melahirkan berdasarkan surat keterangan dokter.",{"bindId":174,"name":167,"text":168},"paidmaternityleaveall",{"bindId":176,"name":177,"text":178},"jobsecuritymothers","1. Pengusaha dilarang melakukan Pemutusa","1. Pengusaha dilarang melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada\npekerja, karena:\n\n1.1 Pekerja\u002Fburuh berhalangan masuk kerja karena\nsakit menurut keterangan dokter selama waktu tidak melampaui 12 (dua belas)\nbulan secara terus-menerus;\n\n1.2 Pekerja\u002Fburuh berhalangan menjalankan\npekerjaannya karena memenuhi kewajiban terhadap negara sesuai dengan ketentuan\nperaturan perundang-undangan yang berlaku;\n\n1.3 Pekerja\u002Fburuh menjalankan ibadah-ibadah yang di\nperintahkan agamanya;\n\n1.4 Pekerja\u002Fburuh menikah;\n\n1.5 Pekerja\u002Fburuh perempuan hamil, melahirkan,\ngugur kandungan, atau menyusui bayinya;",{"bindId":180,"name":181,"text":182},"maternityotherclause","1.6.4 Pekerja wanita yang mengalami kegu","1.6.4 Pekerja wanita yang mengalami keguguran berhak\natas cuti selama 1,5 (satu setengah) bulan berdasarkan surat keterangan dari\ndokter atau bidan.",{"bindId":184,"name":185,"text":186},"alternatives","1.Pengusaha tidak mempekerjakan wanita h","1.Pengusaha tidak mempekerjakan wanita hamil dengan surat keterangan dokter\nyang melarangnya untuk bekerja pada malam hari atau bekerja shift dengan\npertimbangan kesehatan.",{"bindId":188,"name":185,"text":186},"breastfeeding_dangerouswork",{"bindId":190,"name":191,"text":192},"paidpaternityleave","2.6I stri Pekerja melahirkan\u002Fgugur kandu","2.6I stri Pekerja melahirkan\u002Fgugur kandungan\n      2 (dua) Hari Kerja",{"bindId":194,"name":191,"text":192},"paidpaternityleaveduration",{"bindId":196,"name":197,"text":198},"deathrelatives","2.1 Keluarga Pekerja meninggal dunia: a.","2.1 Keluarga Pekerja meninggal dunia:\n    \n    \n      a.Istri\u002Fsuami\u002Fanak\n      2 (dua) Hari Kerja\n    \n    \n      b.Bapak\u002Fibu\u002Fmertua\u002Fsaudara kandung\u002Fmenantu\n      2 (dua) Hari Kerja",{"bindId":200,"name":197,"text":198},"deathrelativesleave",{"bindId":202,"name":203,"text":204},"discrimination","1. Perusahaan berkomitmen untuk menunjuk","1. Perusahaan berkomitmen untuk menunjukkan iklim keterbukaan tentang\nhal-hal apa saja yang harus dilakukan dan tidak boleh dilakukan mengenai semua\naspek-aspek tentang Compliance (Kepatuhan), Sumber Daya Manusia dan Produksi\nsesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku maupun Kode Etik dari\nBuyer’s.\n\n2.Perusahaan mempunyai komitmen untuk menghapuskan dan menghilangkan segala\nbentuk diskriminasi dan memperlakukan semua karyawan dengan sama tanpa\nmembeda-bedakan\u002Fmemperdulikan pembedaan atas dasar ras warna kulit, jenis\nkelamin, kewarganegaraan, umur, agama, status perkawinan, orientasi seksual,\ngender identitas, gender ekspresi dan veteran atau faktor lain yang tidak\nberkaitan dengan pekerjaan.",{"bindId":206,"name":207,"text":208},"sexualhar","1. Semua pekerja baik asing maupun lokal","1. Semua pekerja baik asing maupun lokal harus mematuhi dengan\nsungguh-sungguh standar isi dari kebijakan anti pelecehan dan kekerasan, dengan\npribadi sebagai prinsip dan manusia sebagai dasar, membentuk kebudayaan damai\ndi lingkungan kerja.\n\n2. Pekerja dilarang menggunakan ancaman dan kekerasan secara fisik,\npsikologis, verbal dan juga seksual termasuk menggunakan ancaman hukuman kepada\npekerja lain.\n\n3. Pimpinan kerja dilarang melakukan tindakan diskriminasi kepada bawahannya\ndi dalam area kerja, dilarang melarang pekerja untuk memenuhi kebutuhan\ndasarnya seperti mengakses untuk pengambilan air minum, ke toilet dan melakukan\nibadah agamanya serta tidak ada tindakan pemaksaan untuk melakukan lembur.\n\n4. Pekerja dilarang melakukan pelecehan seksual terhadap pekerja lainnya\nseperti ajakan seksual, hadiah seksual, ancaman dan\u002Fatau perlakuan yang\ndikategorikan balas dendam jika mendapatkan penolakan.",{"bindId":210,"name":207,"text":208},"violence",{"bindId":212,"name":213,"text":214},"support_disabilities","3.Perusahaan mendukung kebijakan pemerin","3.Perusahaan mendukung kebijakan pemerintah dan internasional dalam upaya\npemberdayaan pekerja yang memiliki keterbatasan kemampuan (penyandang\ndisabilitas) untuk memperoleh kesempatan maupun perlakuan yang sama.",{"bindId":216,"name":217,"text":218},"hourspday_select","1.Hari Kerja adalah hari Senin sampai de","1.Hari Kerja adalah hari Senin sampai dengan Sabtu untuk 6 (enam) Hari Kerja\ndan atau hari Senin sampai dengan Jumat untuk 5 (lima) Hari Kerja dengan Jam\nKerja normal adalah 40 (empat puluh) jam dalam seminggu.",{"bindId":220,"name":217,"text":218},"hourspweek_select",{"bindId":222,"name":217,"text":218},"hourspweek",{"bindId":224,"name":225,"text":226},"hourspday","4.Jadwal jam kerja adalah sebagai beriku","4.Jadwal jam kerja adalah sebagai berikut:\n\n\n\n\n  \n  \n  \n  \n  \n  \n    \n      Item\n      Hari\n      Waktu Kerja\n      Istirahat\n      Lama Istirahat\n    \n    \n      \n\n        \n\n        Non-Shift\n      \n      Senin – Kamis\n      07.00 - 16.00\n      11.00 - 12.00\n      1 Jam\n    \n    \n      Jumat\n      07.00 - 16.30\n      11.15 - 12.45\n      1,5 Jam\n    \n    \n      Senin – Kamis\n      07.30 - 16.30\n      11.30 - 12.30\n      1 Jam\n    \n    \n      Jumat\n      07.30 - 17.00\n      11.30 - 13.00\n      1,5 Jam\n    \n    \n      2 Shift\n      \n      Shift I\n      \n      07.30 - 16.30\n      11.30 - 12.30\n      1 Jam\n    \n    \n      07.30 - 16.30\n      11.30 - 13.00\n      1,5 Jam\n    \n    \n      Shift II\n      21.00 - 06.00\n      01.00 - 02.00\n      1 Jam\n    \n    \n      3 Shift\n      Shift I\n      06.00 - 14.00\n      10.00 - 11.00\n      1 Jam\n    \n    \n      \n      Shift II\n      14.00 - 22.00\n      18.00 - 19.00\n      1 Jam\n    \n    \n      \n      Shift III\n      22.00 - 06.00\n      02.00- 03.00\n      1 Jam",{"bindId":228,"name":217,"text":218},"dayspweek_select",{"bindId":230,"name":217,"text":218},"dayspweek",{"bindId":232,"name":233,"text":234},"MAXHOURS_trigger","5.Jam lembur per hari maksimal 3 (tiga) ","5.Jam lembur per hari maksimal 3 (tiga) jam dan 14 (empat belas) jam per\nminggu.",{"bindId":236,"name":233,"text":234},"hoursovertimemax",{"bindId":238,"name":239,"text":240},"PAIDLEAV_trigger","1.4 Cuti tahunan dengan ketentuan sebaga","1.4 Cuti tahunan dengan ketentuan sebagai\nberikut:\n\n1.4.1 Pekerja yang bekerja selama 12 (dua belas)\nbulan menerus berhak atas cuti tahunan selama 12 (dua belas) Hari Kerja, dengan\nmendapat upah.",{"bindId":242,"name":239,"text":240},"holidaysdays",{"bindId":244,"name":239,"text":240},"holidaysweeks",{"bindId":246,"name":247,"text":248},"bankholidays1","7. Hari-hari libur resmi disesuaikan den","7. Hari-hari libur resmi disesuaikan dengan ketentuan pemerintah, sedangkan\nhari libur lainnya ditentukan oleh Pengusaha.",{"bindId":250,"name":251,"text":252},"SCHEDULE_trigger","3.Perusahaan wajib memberikan waktu isti","3.Perusahaan wajib memberikan waktu istirahat mingguan kepada karyawan\nsekurang-kurangnya 1 (satu) hari dalam setiap minggunya.",{"bindId":254,"name":251,"text":252},"schedulesrestpw",{"bindId":256,"name":257,"text":258},"TRADEUNLEAV_trigger","1.Atas permintaan Pimpinan Serikat Peker","1.Atas permintaan Pimpinan Serikat Pekerja, Pengusaha dapat memberikan\ndispensasi tanpa pengurangan hak wakil-wakil Serikat Pekerja untuk menghadiri\npersidangan, konsultasi dengan instansi pemerintah\u002Forganisasi, rapat, seminar,\npendidikan dan latihan dan perburuhan, baik didalam maupun diluar Perusahaan\ndengan memperhitungkan kepentingan Perusahaan dengan pemberitahuan kepada\nmanajemen disampaikan 3 (tiga) hari sebelumnya kecuali ada instruksi mendadak\ndari pimpinan organisasi yang lebih tinggi.\n\n2.Pimpinan Serikat Pekerja atau wakil Serikat Pekerja yang mengadakan\nkegiatan seperti ayat 1 diatas, dengan menyampaikan undangan resmi dan\nmenyampaikan kepada Perusahaan selambat-lambatnya 3 (tiga) hari sebelumnya\nuntuk mendapatkan persetujuan terlebih dahulu.",{"bindId":260,"name":257,"text":261},"tradeunleavdays","1.Atas permintaan Pimpinan Serikat Pekerja, Pengusaha dapat memberikan\ndispensasi tanpa pengurangan hak wakil-wakil Serikat Pekerja untuk menghadiri\npersidangan, konsultasi dengan instansi pemerintah\u002Forganisasi, rapat, seminar,\npendidikan dan latihan dan perburuhan, baik didalam maupun diluar Perusahaan\ndengan memperhitungkan kepentingan Perusahaan dengan pemberitahuan kepada\nmanajemen disampaikan 3 (tiga) hari sebelumnya kecuali ada instruksi mendadak\ndari pimpinan organisasi yang lebih tinggi.",{"bindId":263,"name":264,"text":265},"LOWWAGE_trigger","1. Gaji Pokok ialah pendapatan Pekerja y","1. Gaji Pokok ialah pendapatan Pekerja yang diperhitungkan sesuai tingkatan\njabatan, tidak boleh lebih rendah dari upah minimum yang ditetapkan oleh\nPemerintah.",{"bindId":267,"name":264,"text":265},"LOWWAGE_government",{"bindId":269,"name":264,"text":265},"LOWWAGE_provision",{"bindId":271,"name":264,"text":265},"lowwageperiod",{"bindId":273,"name":274,"text":275},"STRUCINCR_trigger","1. Peninjauan kenaikan upah bergantung p","1. Peninjauan kenaikan upah bergantung pada laju inflasi, prestasi, dan juga\nstatus karyawan dan disesuaikan juga dengan kemampuan perusahaan atau\nsetidaknya kenaikan upah yang diberikan minimal sesuai dengan Keputusan\nGubernur tentang Penetapan Upah Minimum yang berlaku.",{"bindId":277,"name":274,"text":275},"wageincreasetype2",{"bindId":279,"name":274,"text":275},"wageincreasefirmperformance",{"bindId":281,"name":282,"text":283},"ONCERISE_trigger","1. Tunjangan Hari Raya (THR) diberikan k","1. Tunjangan Hari Raya (THR) diberikan kepada\npekerja sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku di Indonesia.",{"bindId":285,"name":286,"text":287},"incidentalbonustype","2. Besarnya Tunjangan Hari Raya (THR) ad","2. Besarnya Tunjangan Hari Raya (THR) adalah\nsebagai berikut:\n\n2.1 Dibawah 1 bulan tidak memperoleh THR.\n\n2.2 1 bulan sampai kurang dari 1 tahun, dihitung\nproporsional.\n\n2.3 1 sampai 5 tahun, 125%.\n\n2.4 Lebih dari 5 tahun, 140%.",{"bindId":289,"name":286,"text":287},"incidentalbonustype2",{"bindId":291,"name":286,"text":287},"incidentalbonusperc1",{"bindId":293,"name":294,"text":295},"ONCERISE2_trigger","3. Bonus Lain-lain 3.1 Bonus yang diberi","3. Bonus Lain-lain\n\n3.1 Bonus yang diberikan berdasarkan SOP\nperusahaan.",{"bindId":297,"name":294,"text":295},"incidentalbonustypesec",{"bindId":299,"name":294,"text":295},"incidentalbonustype2sec",{"bindId":301,"name":294,"text":295},"extrapayfirmperformancesec",{"bindId":303,"name":304,"text":305},"NOCTPREM_trigger","1.3 Tunjangan shift malam, diberikan kep","1.3 Tunjangan shift malam, diberikan kepada pekerja\nyang bekerja pada malam hari.",{"bindId":307,"name":304,"text":305},"shiftallowancetype",{"bindId":309,"name":304,"text":305},"shiftallowancetype1",{"bindId":311,"name":312,"text":313},"OVERTIME_trigger","1.Kerja Lembur adalah kerja yang dilakuk","1.Kerja Lembur adalah kerja yang dilakukan oleh Pekerja yang melebihi Jam\nKerja normal atau Hari Kerja yang bersifat sukarela.\n\n2.Tingkat Pekerja yang berhak memperoleh upah lembur diatur dalam Surat\nKeputusan pihak Pengusaha dan pekerja yang tidak berhak atas upah lembur dari\nlevel SP (spesialis) ke atas.",{"bindId":315,"name":316,"text":317},"overtimeallowancetype_general","6.Perhitungan upah lembur sesuai dengan ","6.Perhitungan upah lembur sesuai dengan peraturan perundangan yang\nberlaku.",{"bindId":319,"name":316,"text":317},"overtimeallowancetype",{"bindId":321,"name":316,"text":317},"overtimeallowancetype1",{"bindId":323,"name":316,"text":317},"sundayallowancetype",{"bindId":325,"name":316,"text":317},"sundayallowancetype1",{"bindId":327,"name":328,"text":329},"COMMUTE_trigger","1.2 Tunjangan transportasi, diberikan ke","1.2 Tunjangan transportasi, diberikan kepada\npekerja atas penggantian biaya transportasi. Untuk karyawan yang disediakan\nasrama, perusahaan tidak akan membayarkan tunjangan ini.",{"bindId":331,"name":328,"text":329},"commutingallowancetype",{"bindId":333,"name":328,"text":329},"commutingallowancetype1",{"bindId":335,"name":336,"text":337},"SENIOR_trigger","1. Tunjangan masa kerja, diberikan kepad","1. Tunjangan masa kerja, diberikan kepada pekerja yang memiliki masa kerja\ndiatas 12 (dua belas) bulan. Besarnya tunjangan masa kerja diatur dalam\nprosedur penggajian.",{"bindId":339,"name":336,"text":337},"longserviceallowancetype",{"bindId":341,"name":336,"text":337},"longserviceallowancetype1",{"bindId":343,"name":336,"text":337},"longserviceallowancetype2",{"bindId":345,"name":346,"text":347},"MEALALL_trigger","1.1 Tunjangan makan, diberikan satu kali","1.1 Tunjangan makan, diberikan satu kali dalam satu\nhari oleh perusahaan.",{"bindId":349,"name":350,"text":351},"mealvouchers","1. Perusahaan menyediakan makan di kanti","1. Perusahaan menyediakan makan di kantin perusahaan sesuai dengan menu yang\ntelah memenuhi syarat kesehatan dan standar gizi.\n\n2. Perusahaan menyediakan fasilitas dan tempat makan bagi karyawan\u002Fti serta\nmengatur cara dan waktu makan karyawan\u002Fti.",{"bindId":353,"name":346,"text":347},"mealvoucherstype1","\u003Chtml>\n\n    \u003Cdiv class=\"cobra-report\">\n\n        \u003Ch2>PT. Dean Shoes 2019\u003C\u002Fh2>\n\n        \u003Cdiv class=\"section general\">\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-start_date\">Tanggal dimulainya perjanjian: &rarr;&nbsp;2019-01-01\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-end_date\">Tanggal berakhirnya perjanjian: &rarr;&nbsp;2021-01-01\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \u003C!-- TODO: previous CBA logic -->\n            \u003C!-- TODO: status logic -->\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaratified\">Diratifikasi oleh: &rarr;&nbsp;Other\u003C\u002Fdiv>\n                \n                \n            \n\n            \u003C!-- TODO: transnational_label, includingcountries_label, national_framework_label -->\n\n            \u003Cdiv id=\"display-SECTOR1\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Industri\u002Fpabrik pengolahan\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-NACE2004\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Pabrik Manufaktur Sepatu, Produk Kulit dan Karet\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-FIRMPRI\">\n                Sektor publik\u002Fswasta: &rarr;&nbsp;In the private sector\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv>Disimpulkan oleh:\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1\">\n\n                \n                    \u003Cdiv>\n                        Nama perusahaan: &rarr;&nbsp;\n                        None\n                    \u003C\u002Fdiv>\n                    \n                \n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1\">\n                Nama serikat pekerja: &rarr;&nbsp;\n\n                \n                    \n                    \u003Cspan>\n                        KASBI (Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia), Serikat Pekerja Tekstil Sandang &amp; Kulit SP TSK SPSI\n                    \u003C\u002Fspan>\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-casignemployees\">\n                Nama penandatangan dari pihak pekerja &rarr;&nbsp;Wahyu Tri Prabowo, Jejen\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section social-security-pensions\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SOCSEC_trigger\">JAMINAN SOSIAL DAN PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-pensionfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pensiun bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Not specified\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilityfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan cacat bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-unemploymentfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan pengangguran bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section training\">\n            \u003Ch3 id=\"display-TRAINING_trigger\">PELATIHAN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingprogrammes\">Program pelatihan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprenticeships\">Magang: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pelatihan bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section sickness-disability\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KONDISI SAKIT DAN DISABILITAS\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-maxsicknesspayperc\">\n                Maximum cuti sakit berbayar (untuk 6 bulan): &rarr;&nbsp;92&nbsp;%\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-sicknessmaxdaysnr\">\n                Maximum hari untuk cuti sakit berbayar: &rarr;&nbsp;365 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-longtermillness\">Ketentuan mengenai kembali bekerja setelah menderita penyakit jangka panjang, seperti penyakit kanker: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-menstruationleave\">Cuti haid berbayar: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilitypay\">Pembayaran gaji apabila tidak mampu bekerja dikarenakan kecelakaan kerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n\n        \u003Cdiv class=\"section health-medical-assistence\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA BANTUAN MEDIS\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccess\">Bantuan medis disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccessrelatives\">Bantuan medis bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurance\">Kontribusi pengusaha untuk asuransi kesehatan disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurancerelatives\">Asuransi kesehatan bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetypolicy\">Kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetytraining\">Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-protectiveclothing\">Pakaian\u002Falat pelindung diri disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-hivpolicy\">Pemeriksaan kesehatan secara berkala disediakan oleh pengusaha: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-monitoring\">Pengawasan permintaan musculoskeletal di tempat kerja, resiko professional dan\u002Fatau hubungan antara pekerjaan dan kesehatan: &rarr;&nbsp;The relationship between work and health\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-funeralpay\">Bantuan duka\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section work-family-arrangements\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKFAM_trigger\">PENGATURAN ANTARA KERJA DAN KELUARGA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleaveduration\">\n                Cuti hamil berbayar: &rarr;&nbsp;13 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-jobsecuritymothers\">Jaminan tetap dapat bekerja setelah cuti hamil: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-maternitydiscrimination\">Larangan diskriminasi terkait kehamilan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-breastfeeding_dangerouswork\">Larangan mewajibkan pekerja yang sedang hamil atau menyusui untuk melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-riskassessment\">Penilaian resiko terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja yang sedang hamil atau menyusui di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-alternatives\">Ketersediaan alternatif bagi pekerja hamil atau menyusui untuk tidak melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-timeoff\">Cuti untuk melakukan pemeriksaan pranatal: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningnonstandard\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempekerjakan pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningpromotion\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempromosikan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n            \u003Cdiv id=\"display-nursingmothers\">Fasilitas untuk pekerja yang menyusui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcareprovision\">Pengusaha menyediakan fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcaresubsidy\">Pengusaha mensubsidi fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \u003Cdiv id=\"display-educationtuition\">Tunjangan\u002Fbantuan pendidikan bagi anak pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidpaternityleaveduration\">\n                Cuti ayah berbayar: &rarr;&nbsp;2 hari\n         \u003C\u002Fdiv>\n                        \u003Cdiv id=\"display-deathrelativesleave\">\n                Durasi cuti yang diberikan ketika ada anggota keluarga yang meninggal: &rarr;&nbsp;2 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n        \u003Cdiv class=\"section gender-equality-issues\">\n            \u003Ch3 id=\"display-GENEQ_trigger\">ISU KESETARAAN GENDER\u003C\u002Fh3>\n         \u003Cdiv id=\"display-eqpay\">Upah yang sama untuk pekerjaan yang sama nilainya: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n         \n         \u003Cdiv id=\"display-discrimination\">Klausal mengenai diskriminasi di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-eqpromotion\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat promosi: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n        \u003Cdiv id=\"display-eqtraining\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat pelatihan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>     \n        \u003Cdiv id=\"display-eqofficer\">Kesetaraan gender dalam kepengurusan serikat pekerja di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-sexualhar\">Klausal mengenai pelecehan seksual di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violence\">Klausal mengenai kekerasan di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violenceleave\">Cuti khusus bagi pekerja yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-support_disabilities\">Dukungan bagi pekerja perempuan dengan disabilitas: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-equalitymonitoring\">Pengawasan kesetaraan gender: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n             \n         \u003C\u002Fdiv>\n         \n\n        \u003Cdiv class=\"section employment-contracts\">\n            \u003Ch3 id=\"display-EMPCONTR_trigger\">PERJANJIAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-contracttrialperiod\">\n                Durasi masa percobaan: &rarr;&nbsp;91 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-part_time_excluded\">Pekerja paruh waktu tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-tempagency\">Ketentuan mengenai pekerja sementara: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprentices_excluded\">Pekerja magang tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-minijobs_excluded\">Pekerja mahasiswa tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section working-hours\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKHOURS_trigger\">JAM KERJA, JADWAL DAN LIBUR\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspday\">\n                Jam kerja per hari: &rarr;&nbsp;7.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspweek\">\n                Jam kerja per minggu: &rarr;&nbsp;40.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-dayspweek\">\n                Hari kerja per minggu: &rarr;&nbsp;6.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hoursovertimemax\">\n                Waktu lembur maksimum: &rarr;&nbsp;14.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysdays\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;12.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysweeks\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;2.0 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-schedulesrestpw\"> Periode istrirahat setidaknya satu hari dalam seminggu disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-sundays_year\">\n                Jumlah maksimum hari minggu\u002Fhari libur nasional dalam setahun dimana pekerja harus\u002Fdapat bekerja: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n             \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-tradeunleavdays\">\n                Cuti berbayar untuk aktivitas serikat pekerja: &rarr;&nbsp; hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-FLEXWORK_trigger\"> Ketentuan mengenai pengaturan jadwal kerja yang fleksibel: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section wages\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WAGES_trigger\">PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-PAYSCALES_trigger\">\n                Upah ditentukan oleh skala upah: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-LOWWAGE_government\"> \n            Ketentuan bahwa upah minimum yang ditentukan oleh pemerintah harus dihormati: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-lowwageperiod\">\n                Upah terendah disetujui per: &rarr;&nbsp;Months\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-lowwageamount\">\n                Upah terendah: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-COSTLIV_trigger\">Penyesuaian untuk kenaikan biaya kebutuhan hidup: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-STRUCINCR_trigger\">Kenaikan upah\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-ONCERISE_trigger\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali:\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-incidentalbonusperc1\">\n                    Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali: &rarr;&nbsp;125&nbsp;%\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-extrapayfirmperformance\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali dikarenakan performa perusahaan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-NOCTPREM_trigger\">Tunjangan shift untuk kerja sore atau malam\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \u003Cdiv id=\"display-shiftallowancetype1\">Tunjangan shift hanya untuk yang kerja malam: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-OVERTIME_trigger\">Upah lembur hari kerja\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SUNDAY_trigger\">Upah lembur hari Minggu\u002Flibur\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-COMMUTE_trigger\">Tunjangan transportasi\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SENIOR_trigger\">Tunjangan masa kerja\u003C\u002Fh4>\n\n                \n\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-longserviceallowancetype2\">\n                    Tunjangan masa kerja setelah: &rarr;&nbsp;1 masa kerja\n                \u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Ch4>Kupon makan\u003C\u002Fh4>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-mealvouchers\">\n                Kupon makan disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-MEALALL_trigger\">Tunjangan makan disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-mealvouchersamount\">\n                 &rarr;&nbsp; per makan\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-legalassistance_trigger\">\n                Bantuan hukum gratis: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n    \u003C\u002Fdiv>\n\n\u003C\u002Fhtml>\n",[],[],"collective_agreement",[359],{"title":37,"slug":34},[361],{"type":362,"data":363},"call_to_action_body_block",{"title":364,"description":365,"variant":366,"link":367},"Bandingkan Perjanjian Kerja Bersama","Bandingkan pasal-pasal dan topik dalam Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dengan Perjanjian Kerja Bersama di semua sektor kerja di Indonesia maupun negara-negara lainnya.","dark",{"title":364,"url":368,"description":364,"rel":369,"type":370},"\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fbandingkan-perjanjian-kerja-bersama","follow","internal",[372],{"type":362,"data":373},{"title":364,"description":365,"variant":366,"link":374},{"title":364,"url":368,"description":364,"rel":369,"type":370},[]]