[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"page:id-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-century-textile-industry-tbk-dengan-spn-pt-century-textile-industry-tbk-2021-2023":3},{"id":4,"slug":5,"title":6,"short_title":7,"intro_text":8,"meta_description":9,"seo_title":9,"path":10,"content_type":11,"locale":12,"go_live_at":7,"first_published_at":13,"page_created_at":14,"published_at":13,"edit_url":15,"breadcrumbs":16,"seo":24,"data":32,"children":255,"content_type_view":256,"extra_breadcrumbs":257,"body":259,"body_blocks":270,"related_pages":274},3679,"perjanjian-kerja-bersama","Perjanjian Kerja Bersama",null,"\u003Cp>Beberapa pilihan Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dipublikasikan di sini. Anda dapat menemukan teks asli dari Perjanjian Kerja Bersama tersebut, membaca dan menelusuri per bab maupun pasal, menurut topik yang sedang Anda cari.\u003Cbr\u002F>\u003Cbr\u002F>Ketika Anda mengklik pada link Perjanjian Kerja Bersama, halaman akan terbuka: di kolom sebelah kiri pada halaman tersebut berisi teks asli, sedangkan di kolom sebelah kanan, Anda akan menemukan ringkasan dari ketentuan yang ada di Perjanjian Kerja Bersama tersebut.\u003Cbr\u002F>Serikat Buruh\u002FPekerja dan Asosiasi Pengusaha dari Indonesia memberikan kontribusi terhadap pengumpulan data Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>","","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama","collective_agreements.collectiveagreementoverview","id_ID","2025-08-15T13:01:11.360625+00:00","2026-04-02T08:44:09.692847+00:00","\u002Fcms\u002Fpages\u002F3679\u002Fedit\u002F",[17,20,23],{"title":18,"slug":19},"Indonesia","id-id",{"title":21,"slug":22},"Bekerja di Indonesia","bekerja-di-indonesia",{"title":6,"slug":5},{"title":6,"description":9,"image":25,"canonical":26,"robots":27,"og_type":28,"twitter_card":29,"locale":19,"created_at":30,"last_modified_at":31},"https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fmedia\u002Fimages\u002FSocial_media_preview_image_-_2025.2e16d0ba.fill-1200x630.png","https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002F","index, follow","website","summary_large_image","2025-08-15T15:01:11.360625+02:00","2026-04-02T10:44:09.828831+02:00",{"cba":33,"clauses":44,"details":253,"translations":254},{"id":34,"uid":35,"url":36,"name":37,"locale":12,"override_title":9,"title":38,"browser_title":39,"browser_description":40,"text":41},"perjanjian-kerja-bersama-antara-pt-century-textile-industry-tbk-dengan-spn-pt-century-textile-industry-tbk-2021-2023","2b44fdfc-52c1-11ee-b562-f23c91080f70","https:\u002F\u002Fcobra.wageindicator.org\u002Fcountries\u002Findonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-century-textile-industry-tbk-dengan-spn-pt-century-textile-industry-tbk-2021-2023\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-century-textile-industry-tbk-dengan-spn-pt-century-textile-industry-tbk-2021-2023\u002F","PERJANJIAN KERJA BERSAMA ANTARA PT. CENTURY TEXTILE INDUSTRY Tbk DENGAN SPN PT. CENTURY TEXTILE INDUSTRY Tbk 2021 - 2023","IDN PT. Century Textile Industry Tbk - Jakarta Timur - 2021","Indonesia - IDN PT. Century Textile Industry Tbk - Jakarta Timur - 2021","IDN PT. Century Textile Industry Tbk - Jakarta Timur - 2021 - Industri\u002Fpabrik pengolahan",{"name":42,"data":43},"Century Textile 2021-2023.html","\u003C!--?xml version=\"1.0\" encoding=\"UTF-8\"?-->\n\n\n  \u003Cmeta http-equiv=\"content-type\" content=\"text\u002Fhtml; charset=UTF-8\">\n  \u003Ctitle>Century Textile\u003C\u002Ftitle>\n  \u003Cmeta name=\"generator\" content=\"Amaya, see http:\u002F\u002Fwww.w3.org\u002FAmaya\u002F\">\n\n\n\n\u003Ch1>PERJANJIAN KERJA BERSAMA ANTARA PT. CENTURY TEXTILE INDUSTRY Tbk DENGAN SPN\nPT. CENTURY TEXTILE INDUSTRY Tbk TAHUN 2021 - 2023\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>MUKADIMAH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama ini ( Perpanjangan ke-13 ) dibuat guna mewujudkan\nHubungan Kerja yang serasi, selaras, seimbang antara Pekerja\u002FSerikat Pekerja\ndengan Pengusaha sebagai pelaksanaan Hubungan Industrial Pancasila dengan azas\nkekeluargaan dan musyarawarah mufakat, saling menghargai, menghormati, membina\ndan memelihara, berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, serta memperhatikan\nperundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Maksud dan tujuan disusunnya P.K.B. ini ialah :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Menegaskan dan menjelaskan hak dan kewajiban Pengusaha, Pekerja\u002FSerikat\nPekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Menetapkan syarat-syarat kerja bagi Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Menciptakan dan memperkuat Hubungan Kerja yang harmonis antara Peng-\nusaha dengan Pekerja\u002FSerikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Mengatur tata cara penyelesaian keluh kesah , perbedaan pendapat dan\nperselisihan yang timbul antara Pengusaha dan Pekerja\u002FSerikat Pekerja .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Mengembangkan serta melanjutkan Hubungan dan Kerjasama yang baik antara\nPengusaha dengan Pekerja\u002FSerikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Maka Pengusaha dan Pekerja\u002FSerikat Pekerja akan berusaha dalam bidangnya\nmasing-masing secara terpadu untuk terus-menerus membina para pekerja baik\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>mental, fisik maupun keterampilannya disamping mengusahakan agar tiap\nPekerja dan Pengusaha menjalankan dengan baik P.K.B. ini, demi tercapainya\nmaksud dan tujuan di atas..\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Kedua pihak yakin , bahwa dengan diadakannya P.K.B. ini , yang dilaksanakan\nsebaik-baiknya, dapat ditingkatkan suasana tenteram dan gairah kerja ,\nproduksi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>dan produktivitas dalam Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dengan demikian P.T. Centex dan para Pekerjanya akan dapat memberikan\nsumbangan untuk pembangunan Bangsa Indonesia seutuhnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB I KETENTUAN-KETENTUAN UMUM\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 1 PIHAK-PIHAK YANG MENGADAKAN PERJANJIAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pihak yang mengadakan Perjanjian Kerja Bersama ini ialah :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PT. CENTURY TEXTILE INDUSTRY Tbk ( disingkat PT. CENTEX ) , yang\nberkedudukan di Jakarta, alamat Jalan Raya Bogor KM. 27 Ciracas, Jakarta\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Timur, yang didirikan berdasarkan Akte Notaris Djojo Muljadi, S.H. tanggal\n25 Januari 1971 No. 90 dengan Surat Izin Usaha Nomor\n16\u002FDJAI\u002FIUT-III\u002FPMA\u002FI\u002F1989. Keanggotaan APINDO Nomor B.1.51.497\u002FDPP\u002F1992 yang\nuntuk selanjutnya di dalam perjanjian ini disebut Pengusaha dengan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PIMPINAN SERIKAT PEKERJA, SERIKAT PEKERJA NASIONAL PT.CENTEX disingkat PSP\nSPN PT. CENTEX , yang berkedudukan di Jakarta , Alamat Jalan Raya Bogor KM. 27\nCiracas , Jakarta Timur yang telah terdaftar di - Departemen Tenaga Kerja dan\nTransmigrasi Republik Indonesia di bawah Nomor 176\u002FIV\u002FP\u002FVIII\u002F2001, tanggal 20\nAgustus 2001, yang bertindak mewakili untuk dan atas nama anggotanya (Pekerja)\ndan untuk selanjutnya di dalam perjanjian ini disebut Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 2 ISTILAH-ISTILAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Istilah-istilah yang digunakan dalam P.K.B. ini masing-masing mempunyai\nmakna sebagai berikut : \u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Perjanjian Kerja Bersama , disingkat P.K.B. ialah perjanjian ketenaga\nkerjaan sebagaimana dimaksudkan dan diatur dalam Undang-Undang No. 21\u002F1954 ,\nTentang Perjanjian Perburuhan (Lembaran Negara No. 69\u002F1954).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pihak ialah Pihak dalam Perjanjian Kerja Bersama ini. \u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Perjanjian Kerja ialah perjanjian kerja individuil yang diadakan oleh\nmasing -masing Pekerja dengan Pengusaha yang isinya tidak boleh bertentangan\ndengan Ketentuan-Ketentuan Undang-Undang yang berlaku dan Ketentuan -Ketentuan\ndalam P.K.B. ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Hubungan Kerja ialah hubungan hukum antara Pekerja dan Pengusaha, yang\ndiciptakan oleh Perjanjian Kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Perusahaan ialah perusahaan yang diselenggarakan oleh Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Lingkungan Pabrik ialah daerah terpagar yang merupakan kompleks pabrik\nmilik Pengusaha, yang terletak di Ciracas, Jakarta Timur, DKI Jakarta.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Pekerja Bulanan II adalah Pekerja yang upahnya ditetapkan secara bulanan\ndan dibayarkan tiap bulan sekali, dan diatur sesuai lampiran (nomor 3).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Pekerja Bulanan Tetap ialah Pekerja yang upahnya ditetapkan secara\nbulanan dan dibayar tiap bulan sekali.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Undang-Undang (dengan huruf besar) ialah Undang-Undang dalam arti\nformal.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10. Undang-Undang (dengan huruf kecil) ialah undang-undang dalam arti\nmaterial.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11. Peraturan Tata Tertib ialah Peraturan yang dibuat dan dikeluarkan oleh\nPengusaha yang berisi ketentuan-ketentuan umum dan sebelumnya harus dibicarakan\ndengan Serikat Pekerja seperti : ketentuan-ketentuan mengenai kewajiban Pekerja\nterhadap keamanan harta benda milik Perusahaan, menjaga Kepentingan bersama,\nkewajiban Pekerja yang berhubungan dengan pekerjaannya, menjaga keselamatan\nkerja, kebersihan, kesehatan, ketenteraman, ketertiban serta keamanan dalam\nlingkungan pabrik demi untuk menjamin kelancaran jalannya Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12. Konsultasi ialah mendengarkan pendapat tanpa diikat oleh pendapat\ntersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13. Kerja lembur adalah kerja yang dilakukan di luar atau melampaui jam\nkerja yang telah ditentukan berdasarkan Undang-Undang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14. Upah ialah pendapatan Pekerja terdiri dari upah pokok, tunjangan uang\nmakan, tunjangan giliran (shift), tunjangan jabatan, tunjangan Keluarga dan\ntunjangan Perumahan sebagaimana diterangkan dalam pasal 20 P.K.B. ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15. Keluarga Pekerja ialah seorang isteri dan anak-anak yang syah dari\nPekerja di bawah umur 21 tahun yang belum menikah dan terdaftar dalam\nadministrasi Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>16. Dalam hal seorang Pekerja wanita yang suaminya meninggal dunia atau\nbercerai selama Pekerja tersebut belum menikah kembali, maka anak yang\nditinggalkan menjadi tanggungan pekerja wanita tersebut , dengan keterangan\nyang syah dari Instansi yang berwenang yang ada hubungannya dengan hal\ntersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>16. Surat peringatan untuk team adalah surat peringatan diberikan kepada\nsemua personil dalam suatu team .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>17. Surat Peringatan perorangan adalah surat peringatan diberikan kepada\npekerja itu sendiri .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 3 RUANG LINGKUP P.K.B\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-coverunion_trigger\">\u003Cp>P.K.B. mengikat kedua belah pihak dan anggota-anggota Serikat Pekerja Dalam\nhal Perusahaan atau Serikat Pekerja mengadakan perubahan nama atau penggabungan\ndengan Perusahaan\u002FOrganisasi lain, maka ketentuan-ketentuan dalam P.K.B. ini\ntetap berlaku terhadap Pekerja-Pekerja, yang terhadapnya berlaku\nketentuan-ketentuan dalam P.K.B. ini pada saat perubahan nama atau penggabungan\ntersebut, untuk sisa waktu berlakunya P.K.B. ini.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 4 MASA BERLAKUNYA P.K.B.\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. P.K.B. berlaku untuk masa 2 (dua) tahun, terhitung mulai tanggal ditanda\ntangani.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Bila selama 2 (dua) tahun tidak ada pihak yang menyatakan kehendaknya\nuntuk memperbaharui P.K.B, maka P.K.B. ini dianggap diperpanjang masa\nberlakunya dengan satu tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Dalam hal kedua atau salah satu pihak menyatakan kehendaknya untuk\nmemperbaharui P.K.B. ini, maka harus menyampaikan permintaannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>secara tertulis kepada pihak lainnya selambat-lambatnya 90 (sembilan puluh)\nhari sebelum masa berlakunya P.K.B. ini berakhir, kedua pihak segera memasuki\nperundingan untuk mengadakan P.K.B. baru.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Selama perundingan termaksud dalam ayat 3 belum menghasilkan P.K.B. baru\nmaka P.K.B ini tetap berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 5 PERUBAHAN DALAM P.K.B.\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Bila selama berlakunya P.K.B. ini timbul keadaan luar biasa yang tidak\nterduga- duga dan memberi alasan kuat untuk mengadakan perubahan dalam P.K.B.\nini, maka masing-masing pihak berhak mengusulkan perubahan dalam P.K.B. ini\nkepada pihak lainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Bila usul termaksud dalam ayat 1 diterima pihak lainnya, kedua pihak\nsegera mengadakan perundingan tentang perubahan yang diusulkan itu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Dalam hal usul termaksud dalam ayat 1 ditolak oleh pihak lainnya atau pe\n- rundingan termaksud dalam ayat 2 tidak menghasilkan suatu persetujuan maka\nperselisihan ketenaga kerjaan yang timbul itu diselesaikan menurut ketentuan\ndalam pasal 50 P.K.B. ini dan ketentuan-ketentuan undang-undang yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 6 KEWAJIBAN PENGUSAHA DAN SERIKAT PEKERJA BERKENAAN DENGAN\nPELAKSANAAN P.K.B.\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Baik Pengusaha maupun Serikat Pekerja berkewajiban moral dan harus\nmenjalankan tindakan-tindakan dalam bidangnya masing-masing yang diperlukan\ndemi pelaksanaan P.K.B. ini dengan sebaik-baiknya, antara lain dengan memberi\npenerangan kepada Pekerja tentang isi dan maksud P.K.B. ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB II HAK DAN KEANGGOTAAN SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 7 PENGAKUAN DAN JAMINAN TERHADAP SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha mengakui Serikat Pekerja Nasional sebagai satu-satunya\norganisasi yang mewakili pekerja yang bekerja pada Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pengusaha tidak menghalang-halangi dan memberi kesempatan kepada Serikat\nPekerja dan anggota-anggotanya untuk menjalankan kegiatan-kegiatan Serikat\nPekerja sepanjang kegiatan tersebut tidak bertentangan dengan peraturan per-\nundang-undangan yang berlaku dengan tidak mengabaikan kepentingan kedua belah\npihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-discrimination\">\u003Cp>3. Pengusaha tidak akan mengadakan tekanan-tekanan, baik yang langsung\nmaupun tidak langsung dan tindakan-tindakan diskriminasi atau yang bersifat\npembalasan terhadap Pekerja yang berhubungan dengan kegiatan-kegiatan yang\nwajar untuk Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4. Serikat Pekerja memberitahukan secara tertulis kepada Pengusaha\ntentangkeanggotaan dan kepemimpinan Serikat Pekerja setiap terjadi\nperubahan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 8 KEANGGOTAAN SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Semua Pekerja yang mempunyai Hubungan Kerja dengan Pengusaha dapat\nmenjadi anggota Serikat Pekerja . Pada saat penerimaan Pekerja baru, pihak\nPengusaha memberikan penjelasan tentang peraturan dan tata tertib perusahaan ,\nK-3 . Serikat Pekerja pada saat itu dapat menjelaskan tentang keanggotaan\nSerikat Pekerja .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pengusaha tidak akan mengurangi kebebasan Pekerja sebagaimana termaksud\ndalam ayat 1 untuk menjadi anggota Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Untuk Kedudukan-kedudukan, jabatan-jabatan dan tugas berikut ini dinyatakan\ntidak dapat dipegang\u002Fdijalankan bersamaan dengan keanggotaan Serikat Pekerja\n,yaitu :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Ass. Manager ke atas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Pengawas (Shunin) di Seksi Personalia dan Accounting ( Finance ).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Petugas keamanan (SATPAM).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 9 FASILITAS DAN BANTUAN KEPADA SERIKAT PEKERJA DAN ANGGOTANYA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pada prinsipnya segala kegiatan Serikat Pekerja dan anggota-anggotanya\ndilakukan di luar jam-jam kerja dan ditanggung oleh Serikat Pekerja dan\u002Fatau\nanggota-anggotanya mengenai biaya dan sebagainya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Menyimpang dari prinsip tersebut dalam ayat 1 atas permintaan Serikat\nPekerja, Pengusaha memberi fasilitas-fasilitas dan bantuan kepada Serikat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pekerja dan\u002Fatau anggota-anggotanya sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Pengusaha memberi hak pakai kepada Serikat Pekerja Ruangan Kantorbeserta\nperabot dan peralatannya yang diperlukan oleh Serikat Pekerja untuk melakukan\nkegiatan-kegiatan yang wajar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-TRADEUNLEAV_trigger\">\u003Cp>b. Dengan ijin Pengusaha, Pemimpin dan anggota-anggota Serikat Pekerja dapat\nmenjalankan tugas-tugas Serikat Pekerja dalam jam-jam kerja dengan tetap\nmendapat upah dan hak-hak lainnya sebagai Pekerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>c. Pengusaha bersama Serikat Pekerja dapat menyelenggarakan pertemuan setiap\nsaat bila diperlukan , dan Pihak Serikat Pekerja diberi kesempatan mengadakan\npertemuan tersendiri sesuai dengan jadwal yang telah dibuat oleh Serikat\nPekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pengusaha membantu melakukan pungutan iuran anggota-anggota Serikat\nPekerja dengan memotong upah Pekerja sesuai dengan Peraturan Menteri Tenaga\nKerja dan Peraturan\u002FUndang-Undang yang berlaku (Peraturan Menteri Tenaga Kerja\nNo. 04\u002FMen\u002F1996 tentang Check of system). Pemotongan tersebut berdasarkan surat\npermintaan dari Serikat Pekerja terhadap anggotanya .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Hal-hal mengenai ketentuan dalam memberikan fasilitas-fasilitas dan\nbantuan kepada Serikat Pekerja sebelum ditetapkan, harus disampaikan kepada\nPengusaha oleh Serikat Pekerja sekurang-kurangnya 3 (tiga) hari , kecuali pada\nhal-hal yang mendadak, dengan melampirkan jadwal pertemuan .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB III HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 10 PENERIMAAN CALON PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha berhak untuk menetapkan\u002Fmengatur penerimaan calon Pekerja ,\njenis dan jumlahnya , syarat-syarat dan tatacara penerimaan dan lain sebagainya\nsebagaimana menurut keperluan Perusahaan berdasarkan ketentuan\nPerundangundangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Mereka yang diterima menjadi Pekerja , harus menandatangani Surat\nPerjanjian Kerja dan surat-surat lainnya yang ditentukan oleh Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Dalam Perjanjian Kerja termaksud dalam ayat 2 Pengusaha dan Pekerja\ntunduk kepada ketentuan-ketentuan dalam KUH Perdata, Buku Ketiga titel VII\nA.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Mereka yang diterima menjadi Pekerja, dapat diberi status ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Pekerja Bulanan II\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Pekerja Bulanan Tetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>dan ditempatkan di departemen, seksi, regu atau kesatuan kerja lain dengan\nkemungkinan untuk pindah : tugas, departemen, seksi, regu, atau kesatuan kerja\nlain dan kenaikan atau penurunan pangkat menurut ketentuan-ketentuan dalam\nPerjanjian Kerja P.K.B. , Peraturan Tata Tertib Perusahaan dan \u002F atau\nundang-undang yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 11 MASA PERCOBAAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrialperiod\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrial\">\u003Cp>1. Mereka yang diterima menjadi Pekerja, harus melalui masa percobaan paling\nlama 3 (tiga) bulan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Selama masa percobaan baik Pengusaha maupun Pekerja berhak untuk\nsewaktu-waktu memutuskan Hubungan Kerja, bagi Pengusaha tanpa dibebani\nkewajiban membayar uang pesangon atau ganti rugi dalam bentuk apapun kepada\nPekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Dalam hal Pekerja mengakhiri masa percobaan dengan hasil baik menurut\npenilaian Pengusaha, Hubungan Kerja dilangsungkan dan Pekerja mendapat status\nPekerja Bulanan II atau Pekerja Bulanan Tetap .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Dalam hal termaksud dalam ayat 3 masa percobaan dihitung sebagai masa\nkerja .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IV PERATURAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 12 PERATURAN TATA TERTIB PERUSAHAAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pengusaha dapat menetapkan \u002F mengeluarkan Peraturan Tata Tertib Perusahaan\nsebagaimana tercantum dalam pasal 2 ayat 11 ketentuan P.K.B. ini .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 13 HARI DAN JAM KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>(1) Hari dan Jam Kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Bagi Pekerja yang tidak dalam giliran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Jam Kerja adalah :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dari Hari Senin s\u002Fd Hari Jum’at ; pk. 08.00-16.00. Dengan waktu istirahat\nHari Senin s\u002Fd Kamis pk. 12.00-12.45, Hari Jum’at pk. 12.00-13.00. Pada Hari\nSabtu : pk. 08.00-12.00 (tanpa istirahat).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Hari kerja tiap minggunya adalah : Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jum’at\ndan Sabtu. Hari Minggu adalah hari istirahat mingguan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek_select\">\u003Cp>b. Bagi pekerja yang tidak dalam giliran, dengan sistem 5 ( lima ) hari\nkerja\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>1. Jam kerja adalah :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Hari Senin s\u002Fd Hari Jum’at ; pk. 08.00-16.45. Dengan waktu istirahat Hari\nSenin s\u002Fd Kamis pk. 12.00-12.45. Hari Jum’at pk. 12.00-13.15.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Hari kerja tiap minggunya adalah : Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jum’at .\nHari Sabtu dan Minggu adalah hari istirahat mingguannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Khusus bagi pekerja yang bekerja di Gudang Grey, Gudang Finish goods ,\nWrapping, Tounu &amp; Planning didalam departemen Dyeing .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Jam kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Hari Senin s\u002Fd Sabtu : pk. 08.00 – 16.00\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dengan waktu istirahat :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Hari Senin s\u002Fd Kamis : pk. 12.00 – 12.45\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Hari Jum’at : pk. 12.00 – 13.15\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Hari Sabtu : pk. 12.00 – 12.45\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Hari kerja tiap minggunya adalah : Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jum’at\ndan Sabtu . Hari Minggu adalah hari istirahat mingguannya. Dan dari pada itu,\npekerja yang bekerja pada hari Sabtu , bekerja 3 jam sebagai kerja lembur .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Bagi Pekerja yang bekerja dalam giliran 4 kelompok \u002F3 giliran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Jam kerja adalah ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Giliran Pagi : pk. 06.00-14.00\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Giliran Siang : pk. 14.00-22.00\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Giliran Malam : pk. 22.00-06.00\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dipotong waktu istirahat 45 menit ditengahnya untuk tiap giliran, sesuai\nkesepakatan bersama 03 Agustus 2017, dalam pada itu ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.1.Tiap kelompok Pekerja yang bekerja dalam giliran malam bekerja satu\nseperempat jam sebagai kerja lembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.1. Tiap kelompok Pekerja bekerja lima jam sebagai kerja lembur pada tiap\nhari yang ke-28.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Tiap kelompok Pekerja mendapat satu hari istirahat setelah bekerja tiga\nhari berturut-turut menurut jadwal yang ditentukan oleh Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Bagi Pekerja yang bekerja dalam 3 kelompok\u002F3 giliran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Jam kerja adalah ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Giliran Pagi : pk. 06.00-14.00\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Giliran Siang : pk. 14.00-22.00\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Giliran Malam : pk. 22.00-06.00\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>dipotong waktu istirahat satu jam di tengahnya untuk tiap giliran, untuk\npelaksanaannya sesuai kesepakatan bersama 03 Agustus 2017, dalam pada itu ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.1 Tiap kelompok Pekerja yang bekerja dalam giliran malam, bekerja satu jam\nsebagai kerja lembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.2 Tiap kelompok Pekerja yang bekerja Hari Sabtu, bekerja dua jam sebagai\nkerja lembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Hari kerja tiap minggunya adalah Senin, Selasa, Rabu, Kamis,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jum’at dan Sabtu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Hari Minggu adalah hari istirahat mingguan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Khusus bagi Pekerja yang bekerja dalam 3 kelompok\u002F3 giliran, seperti\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>petugas keamanan (SATPAM).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Jam kerja adalah ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Giliran Pagi : pk. 06.00-14.00\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Gilran Siang : pk. 14.00-22.00\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Giliran Malam : pk. 22.00-06.00\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>dipotong satu jam waktu istirahat di tengah-tengahnya untuk tiap giliran.\nDalam pada itu :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.1 Tiap kelompok Pekerja, yang bekerja dalam giliran malam bekerja satu jam\nsebagai kerja lembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.2 Tiap kelompok, yang mendapat hari istirahat, bekerja dua jam sebagai\nkerja lembur pada hari sebelum hari istirahat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Tiap Pekerja bekerja enam hari dan mendapat satu hari istirahat tiap\nminggunya, yang didapatnya secara bergilir menurut jadwal yang ditentukan oleh\nPengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g. Bagi Pekerja yang bekerja dalam 2 kelompok\u002F2 giliran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Jam Kerja adalah ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Giliran Pagi : pk. 06.00-14.00\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Giliran Siang : pk. 14.00-22.00\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>dipotong waktu istirahat satu jam di tengahnya untuk setiap giliran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Untuk pelaksanaannya sesuai kesepakatan bersama 03 Agustus 2017 . Dalam pada\nitu ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.1 Tiap kelompok Pekerja, yang bekerja pada Hari Sabtu bekerja dua jam\nsebagai kerja lembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Hari kerja tiap minggunya adalah : Senin, Selasa, Rabu, Kamis,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jum’at dan Sabtu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Hari Minggu adalah hari istirahat mingguannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h. Seluruh karyawan sewaktu masuk dan pulang kerja diwajibkan untuk\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>melaksanakan absensi ‘lima jari’ di mesin absensi .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(2)Dengan mengindahkan ketentuan undang-undang yang berlaku Pengusaha dapat\nmerubah peraturan tentang jam kerja, waktu istirahat, hari kerja dan hari\nistirahat , bila dipandang perlu demi kelancaran jalannya Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Untuk tiap perubahan termaksud dalam ayat ini, sebelumnya dibicarakan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>dengan Serikat Pekerja. Dengan memperhatikan peraturan dalam undang-undang\nyang berlaku Pengusaha dapat memindahkan jam kerja, waktu istirahat seorang\natau beberapa orang atau kelompok Pekerja dari yang telah ditetapkan menurut\njadwal ke waktu lain , manakala ada keperluan untuk kelancaran pekerjaan dalam\nPerusahaan yang sebelumnya dibicarakan dengan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 14 KERJA LEMBUR\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pada dasarnya kerja lembur bersifat sukarela, kecuali dalam hal-hal tertentu\nseperti :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Terhadap pekerjaan yang bila tidak diselesaikan dengan segera akan\nmembahayakan kesehatan dan keselamatan Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Apabila dalam jangka waktu tertentu banyak pekerjaan tertunda. \u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Untuk memenuhi segera permintaan konsumen.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Untuk hari ke-6 dan ke-28 sesuai dengan kelompok\u002Fgiliran masing-masing.\nTerhadap kerja lembur tersebut, Pekerja yang menjalankan harus sesuai dengan\nbidang kerjanya, kecuali dalam keadaan darurat atau karena tertunda produksi\nyang disebabkan antara lain :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Alat produksi yang mendadak rusak\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Petugas yang bersangkutan tidak hadir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Kebakaran, bencana alam dan lain-lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Bagi Pekerja tidak dalam giliran (Day Time) yang dibutuhkan tenaganya\nuntuk tugas perbaikan mesin pada malam hari, Perusahaan memberi fasilitas\nberupa :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Apabila pekerjaan yang dikerjakan selesainya melebihi dari pk. 24.00,\nmaka kepada Pekerja yang bersangkutan diberi jam istirahat tambahan hingga pk.\n12.00. Tetapi jika pekerjaan tersebut selesai hingga sebatas pk. 24.00 maka\nkepadanya tidak diberikan jam istirahat tambahan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Kepada Pekerja yang dipanggil untuk tugas tersebut diberi perangsang\nsebesar Rp 23.000 ( Dua Puluh Tiga Ribu Rupiah ) .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 15 CUTI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Cuti, selama mana seorang Pekerja dibebaskan untuk menjalankan pekerjaannya\ndiberikan kepada Pekerja dalam hal-hal dan menurut ketentuan-ketentuan sebagai\nberikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAIDLEAV_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysfixeddays\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysfixed\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysweeks\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysdays\">\u003Cp>1. Cuti tahunan, yang lamanya 12 (dua belas)hari kerja diberikan tiap-tiap\ntahun kepada Pekerja yang telah bekerja pada Perusahaan selama\nsekurang-kurangnya satu tahun berturut-turut. Sebagian dari cuti tahunan\ndiberikan kepada Pekerja, yaitu satu hari sebelum dan empat hari sesudah idul\nfitri (lebaran) tanggal kalender nasional, apabila pada hari-hari tersebut\ndiperlukan oleh perusahaan, maka sesuai pasal 14 pekerja bekerja (lembur) dan\ntidak dipotong cuti tahunan .\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Pada prinsipnya hak cuti harus diambil oleh setiap Pekerja untuk istirahat.\nSisa cuti yang sudah habis masa berlakunya, agar tidak merugikan Pekerja, sisa\ntersebut dapat diberi penggantian dengan perhitungan terlampir. Penggantian\nsisa cuti dengan uang hanya berlaku bagi Pekerja yang prosentase kehadirannya\n98,50% ke atas, kecuali bagi Pekerja yang masa berlaku cutinya sudah habis yang\nbersangkutan dirawat di Rumah Sakit. Khusus kepada karyawan\u002Fwati yang PHK\nkarena batas usia kerja, apabila Saat yang bersangkutan mengakhiri masa\ntugasnya di PT. Centex karena batas usia kerja (pensiun) dan telah mempunyai\nsisa waktu setelah timbulnya cuti baru, maka sisa waktu tersebut dapat\ndiperhitungkan sebagai sisa cuti\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>dan diganti uang dengan rumus terlampir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Untuk pekerja dengan Prosentase kehadiran kurang dari 98,50 % dan tidak\nberhak mendapat penggantian uang , maka kepada pekerja tersebut dapat\nmenggunakan sisa hak cuti yang telah habis masa berlakunya sampai dengan 6 (\nenam ) bulan sejak timbulnya hak cuti baru. .\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Cuti Tambahan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Di berikan cuti tambahan setiap tahunnya kepada pekerja yang telah mempunyai\nmasa kerja dengan ketentuan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Masa kerja 6 tahun sampai dengan 12 tahun sebanyak 4 hari selama 6\ntahun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Masa kerja 12 tahun sampai dengan 18 tahun sebanyak 6 hari selama 6\ntahun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Masa kerja 18 tahun lebih sebanyak 8 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Hak cuti tambahan tiap tahunnya timbul bersamaan dengan lahirnya hak atas\ncuti tahunan setelah P.K.B.ini berlaku dan diberlakukan sebagai cuti\ntahunan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pelaksanaan ketentuan mengenai cuti tahunan dan cuti tambahan diatur oleh\nPengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Cuti Sakit\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Cuti sakit diberikan kepada Pekerja karena sakit biasa atau sakit akibat\nkecelakaan kerja selama waktu yang diperlukan untuk menyembuhkan diri dari\nsakit, menurut surat keterangan dokter Perusahaan atau dokter yang ditunjuk\noleh Pengusaha .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-menstruationleave\">\u003Cp>4. Cuti Haidh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Cuti Haidh diberikan kepada Pekerja wanita yang mendapat haidh Berdasarkan\nlaporannya pada hari pertama dan kedua waktu haidh\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>(U.U. No. 1 tahun 1951 pasal 13 ayat 1).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Cuti Hamil\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleave\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityotherclause\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleavepayperc\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleavepay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveduration\">\u003Cp>Cuti Hamil (melahirkan\u002Fgugur kandungan), diatur sesuai dengan Undang-Undang\nNo. 13 tahun 2003.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Dan tanpa mengurangi ketentuan UU tersebut, yaitu kepada Pekerja wanita\ndalam hal hamil dan melahirkan anak diberikan cuti selama satu bulan sebelum\ndan dua bulan sesudah melahirkan anak, menurut surat keterangan dokter\nPerusahaan atau Dokter yang ditunjuk oleh Pengusaha.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Cuti Khusus\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Cuti khusus diberikan Pekerja atas permintaannya dalam hal-hal :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-marriage\">\u003Cp>a. Pernikahan Pekerja selama 3 ( tiga ) hari.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>b. Pernikahan anak syah Pekerja selama 3 ( tiga ) hari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleave\">\u003Cp>c. Isteri Pekerja melahirkan anak selama 3 ( tiga ) hari dan terbatas pada\nsatu isteri yang syah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>d. Khitanan anak syah Pekerja selama 2 ( dua ) hari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pembaptisan anak syah Pekerja selama 2 ( dua ) hari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelatives\">\u003Cp>f. Ayah, ibu, anak, menantu, isteri\u002Fsuami, ayah\u002Fibu mertua Pekerja yang syah\nmeninggal dunia selama 3 ( tiga ) hari.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>g. Anggota keluarga dalam satu rumah meninggal dunia selama 1 ( satu) hari\n.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g, Pemberitahuan disertai surat domisili dan surat kematian dari instansi\nterkait .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h. Kakak\u002Fadik (kandung) Pekerja meninggal dunia selama 1 ( satu ) hari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i. Pekerja harus memenuhi panggilan atau kewajiban dari\u002Funtuk Pemerintah\nBerdasarkan undang-undang selama waktu yang diperlukan untuk memenuhi\npanggilan\u002Fkewajiban tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>j. Pekerja yang mengalami musibah bencana alam, kebakaran selama 2 ( dua )\nhari, apabila Pekerja yang bersangkutan pada saat terjadi sedang libur maka\ndiberikan pada hari berikutnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>k. Pekerja beragama islam hendak menjalankan Ibadah Haji sesuai dengan\nketentuan-ketentuan Peraturan Pemerintah No. 8\u002F1981.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>l. Pekerja melaksanakan ibadah umroh selama 3 ( hari ) dan hanya sekali\nselama pekerja bekerja di PT. Centex\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pelaksanaannya akan diatur kasus demi kasus oleh Pengusaha dengan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>mengingat keadaan \u002F kepentingan Perusahaan. Prosedur permintaan dan\npemberian cuti khusus ini diatur oleh Pengusaha dan diberikan tepat pada waktu\npelaksanaan keperluan dimaksud dan tidak dapat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>diganti ke hari lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dan untuk dua kasus yang terjadi pada satu hari dipakai hari cuti yang\nterbanyak. Dan untuk bencana alam\u002Fkebakaran dapat diberikan bila yang terkena\nadalah rumah tempat tinggal Pekerja yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 16 MUTASI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Untuk kepentingan Perusahaan atau keperluan lain yang wajar , dengan tidak\nbermaksud memberi hukuman kepada Pekerja , Pengusaha dapat setiap waktu\nmenugaskan Pekerja pindah tugas antara lain :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. keperluan untuk menyesuaikan kemampuan kerja Pekerja dengan pekerjaan\nyang harus dilakukannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. kenaikan pangkat atau kemajuan Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. effisiensi kerja dan kelangsungan hidup Perusahaan dengan tetap mentaati\nnorma-norma kerja\u002Fundang-undang ketenaga kerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. reorganisasi Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. kesehatan dan keselamatan Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. untuk menghindari Pemutusan Hubungan Kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pemindahan Pekerja termaksud dalam ayat 1 tidak boleh mengurangi hak-hak\nPekerja kecuali dalam hal-hal pemindahan Pekerja ditugaskan dengan maksud\ntersebut dalam ayat 1 sub f dalam hal mana hak-hak Pekerja ditetapkan sesuai\ndengan pekerjaannya yang baru , dan harus diberitahukan dan dirundingkan\nterlebih dahulu dengan Pekerja yang bersangkutan atau bila diperlukan dapat\ndidampingi oleh Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pekerja dapat menolak pemindahannya termaksud dalam ayat 1 bila hal ini\ndidasarkan atas alasan yang wajar, yang dapat diterima oleh Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pekerja yang menolak perintah pemindahannya termaksud dalam ayat 1, tanpa\nmemberi alasan yang wajar yang dapat diterima oleh Pengusaha dapat dikenakan\nsanksi Pemutusan Hubungan Kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 17 HARI LIBUR\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-bankholidays1\">\u003Cp>Hari libur dalam Perusahaan adalah hari-hari libur resmi, sebagaimana\nditetapkan Pemerintah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>Pasal 18 PERLENGKAPAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan meminjamkan perlengkapan kerja sesuai dengan sifat pekerjaan di\nmasing-masing bagian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 19 PERLENGKAPAN BERKENDARAAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Untuk keselamatan kita bersama , Pekerja yang mengemudikan kendaraan, wajib\n;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Melengkapi kendaraan bermotor sesuai standard yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>( spion, lampu, kendaraan roda dua memakai helm, dan lainnya )\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Mempunyai Surat Ijin Mengemudi yang masih berlaku .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Mematuhi peraturan lalu-lintas\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pekerja yang tidak melengkapi tersebut diatas, kendaraannya tidak diijinkan\nmasuk area PT Centex .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB V PENGUPAHAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 20 UPAH POKOK DAN TUNJANGAN-TUNJANGAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(1) Sebagai imbalan terhadap kerja Pekerja, Perusahaan memberikan kepada\nPekerja upah terdiri dari komponen-komponen sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAYSCALES_trigger\">\u003Cp>A. Upah Pokok Bulanan II atau Bulanan Tetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Upah pokok bulanan II\u002Fbulanan Tetap tiap Pekerja ditetapkan oleh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pengusaha dengan mempertimbangkan pendidikan Pekerja sebagaimana diminta\noleh Perusahaan, jenis pekerjaan yang harus dijalankan oleh Pekerja , masa\nkerja , pengalaman kerja , pekerjaan yang dilakukan dan kondite Pekerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>B. Tunjangan-Tunjangan yaitu ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-MEALALL_trigger\">\u003Cp>1. Tunjangan uang makan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Tunjangan uang makan diberikan kepada Pekerja secara bulanan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-NOCTPREM_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-shiftallowancetype1\">\u003Cp>2. Tunjangan giliran (Shift)\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-NOCTPREM_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-shiftallowancetype1\">\n\n\u003Cp>Tunjangan giliran diberikan kepada Pekerja yang bekerja dalam giliran.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Tunjangan Jabatan (Rank)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Tunjangan jabatan diberikan kepada Pekerja, yang memegang jabatan ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. pemimpin regu (Gocho)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. pengamat (Hancho)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Tunjangan Keluarga\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Tunjangan Keluarga diberikan kepada Pekerja adalah ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Isteri pertama atau suami yang syah yang menjadi tanggungan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Anak Pekerja yang syah atau anak angkat yang disyahkan menuruthukum, yang\nberumur kurang dari 21 tahun tidak atau belum pernah kawin dan menjadi\ntanggungan Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jika seorang karyawati akan mengajukan tunjangan keluarga harus Melampirkan\nSurat keterangan dari Kelurahan setempat, dengan menerangkan suami tidak\nbekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Tunjangan Perumahan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Kepada Pekerja yang mempunyai masa kerja lebih dari lima tahun diberikan\ntunjangan perumahan. Pemberian tunjangan perumahan dimulai bersamaan dengan\nlahirnya cuti baru.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Upah pokok dan tunjangan-tunjangan tersebut dalam ayat 1 tiap-tiap tahun\nditinjau kembali oleh Pengusaha bersama-sama Serikat Pekerja melalui\nperundingan untuk mencapai persetujuan bersama , dengan mempertimbangkan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Indeks Harga Konsumen yang dikeluarkan oleh Pemerintah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Ketentuan Pemerintah tentang Pengupahan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Kemampuan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Faktor-faktor lain yang relevan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Upah pokok dan tunjangan-tunjangan yang telah ditinjau kembalitermaksud\ndi atas mulai berlaku secara formal pada tanggal 21Desember tahun yang\nbersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(3) Selain kenaikan upah pokok termaksud dalam ayat 2 :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Tiap Pekerja yang telah bekerja lebih dari satu tahun mendapat kenaikan\nupah pokok tiap tahunnya karena bertambah masa kerja pada perusahaan yang\ndigolongkan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Masa kerja 1 tahun sampai dengan 3 tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Masa kerja 3 tahun sampai dengan 6 tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Masa kerja 6 tahun sampai dengan 9 tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Selanjutnya digolongkan untuk setiap pertambahan tiga tahun masa\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>kerja. \u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jumlah kenaikan ini ditetapkan oleh Pengusaha bersama - sama\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>dengan Serikat Pekerja melalui Perundingan .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasedate\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-STRUCINCR_trigger\">\u003Cp>b. Tiap tahun Pengusaha memilih diantara pekerja-pekerja tertentu untuk\nmendapat kenaikan upah pokok atas dasar pertimbangan mengenai mereka\nmasing-masing dan menetapkan jumlah kenaikannya . Kenaikan upah pokok termaksud\ndalam ayat 3 ini mulai berlaku pada tanggal 21 Januari tahun yang\nbersangkutan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 21 PERANGSANG\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Untuk meningkatkan kerajinan dan kegairahan kerja Pekerja , Perusahaan\nmemberi perangsang Istimewa yang mana :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perangsang istimewa diberikan kepada Pekerja , yang harus bekerja empat jam\natau lebih pada hari libur resmi (tidak termaksud Hari Minggu biasa) ,\nditetapkan pada setiap bulan pertama tahun anggaran baru .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Untuk hari-hari libur Idul Fitri, Idul Adha, Hari Natal, dan Tahun Baru\nMasehi,besar uang perangsang sama , ditetapkan setiap bulan pertama tahun\nanggaran baru .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perangsang istimewa tidak mengurangi upah kerja lembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 22 UPAH KERJA LEMBUR\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SUNDAY_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype_general\">\u003Cp>1. Untuk kerja lembur termaksud dalam pasal 14 P.K.B. ini, Pekerja yang\nbersangkutan mendapat upah kerja lembur, yang jumlahnya ditentukan menurut\nSurat Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor Kep.\n102\u002FMEN\u002FVI\u002F2004 tanggal 25 Juni\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2004.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Sebagai dasar perhitungan upah kerja lembur digunakan upah sebagaimana\nditerangkan dalam pasal 19 P.K.B. ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Perusahaan memberikan tambahan makan bagi pekerja yang bekerja lembur\nminimal 3 ( tiga ) jam bekerja secara terus menerus, yaitu pada ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- libur group , libur nasional\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- jam setelah bekerja biasa , yang bersangkutan melaksanakan kerja lembur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 23 MAKANAN KECIL UNTUK PEKERJA YANG BEKERJA DALAM GILIRAN MALAM\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Untuk menjaga kesehatan, kepada Pekerja yang giliran malam, Perusahaan\nmenyediakan makanan kecil yang bergizi baik.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Khusus pada Bulan Puasa, untuk Pekerja giliran malam, makanan kecil\ndiganti dengan makan sahur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 24 TUNJANGAN HARI RAYA (TAHUN BARU)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusperc1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype2\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE_trigger\">\u003Cp>Tunjangan Hari Raya (Tahun Baru) sebesar 120% x satu bulan upah, kemudian\ndisesuaikan dengan Kesepakatan Bersama tertanggal 26 Januari 2000, diberikan\nkepada Pekerja yang pada Hari Lebaran atau Tahun Baru yang bersangkutan telah\nbekerja pada Perusahaan sekurang-kurangnya tiga bulan berturut-turut dan telah\nmelampaui masa percobaan. Pekerja yang PHK dengan waktu sudah memasuki bulan\npuasa berhak atas Tunjangan Hari Raya ( Tahun Baru ) .\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 25 BONUS\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE2_trigger\">\u003Cp>Perusahaan memberi bonus kepada Pekerja setiap tahun sebesar satu bulan upah\nditambah α (alfa).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype2sec\">\u003Cp>Dengan ketentuan sebagai berikut ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. a. Pekerja dengan masa kerja sembilan bulan atau lebih, tetapi kurang\ndari satu tahun mendapat 75%.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Pekerja dengan masa kerja enam bulan atau lebih, tetapi kurang dari\nsembilan bulan mendapat 50%.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Pekerja dengan masa kerja tiga bulan atau lebih, tetapi kurang dari enam\nbulan mendapat 25%.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Pekerja dalam masa percobaan mendapat 10%.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Pekerja pensiun sebelum 21 Desember , mendapat : (jumlah bulan\u002F12) x satu\nbulan gaji ( terlampir ) .\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Sebagai dasar untuk menghitung upah , dipakai upah Bulan Desember tahun\nyang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Sebagai dasar untuk menghitung masa kerja dipakai 20 Desember dari tahun\nyang bersangkutan. Kepada karyawan\u002Fwati PHK karena batas usia kerja (pensiun)\nantara 21 Desember sampai dengan 20 Januari mendapatkan bonus yang dibayarkan\npada tanggal 20 Januari tahun bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusdatesec\">\u003Cp>4. Bonus dibayarkan pada tanggal 20 Januari tahun yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 26 POTONGAN TERHADAP UPAH PEKERJA SETIAP BULAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dengan mengindahkan peraturan-peraturan undang-undang yang berlaku Pengusaha\ndapat melakukan permotongan dari upah yang dibayarkan tiap bulan untuk hal-hal\nberikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. pembayaran iuran asuransi kepada BPJS\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>( BPJS kesehatan , ketenagakerjaan , jaminan pensiun )\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. pembayaran iuran Pekerja sebagai anggota Serikat Pekerja kepada Serikat\nPekerja (check of system).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. pembayaran cicilan hutang Pekerja kepada Perusahaan dan\u002Fatau Koperasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. hal-hal lain sebagaimana ditentukan oleh undang-undang atau yang telah\ndisetujui oleh Pengusaha dan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 27 PEMBAYARAN UPAH PEKERJA SELAMA CUTI DAN TIDAK BEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Upah tetap dibayarkan kepada Pekerja selama cuti dan tidak bekerja dalam\nhal-hal dan menurut ketentuan-ketentuan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. dalam hal cuti tahunan dan cuti tambahan, upah dibayar penuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspay\">\u003Cp>2. dalam hal cuti sakit , di atur sesuai dengan peraturan yang berlaku\nsebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Untuk 4 bulan pertama dibayar 100%\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Untuk 4 bulan kedua dibayar 75 %\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Untuk 4 bulan ketiga dibayar 50 %\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Untuk selanjutnya dibayar 25 % sebelum pemutusan hubungan kerja di\nlakukan oleh pengusaha ( penjelasan terlampir )\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3. dalam hal cuti haidh upah dibayar penuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. dalam hal cuti hamil\u002Fmelahirkan atau gugur kandung dengan ketentuan upah\ndibayar penuh selama maksimal tiga bulan dan terbatas pada tiga kali\nmelahirkan\u002Fgugur kandung.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dalam hal Pekerja telah mengalami tiga kali melahirkan\u002Fgugur kandung dan\ntidak pernah mempunyai anak, ia dapat diberi satu kali lagi cuti hamil dengan\nmendapat upah penuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. dalam hal cuti khusus upah dibayarkan penuh, kecuali dalam hal cuti\nkhusus tersebut pasal 15 ayat 6 h P.K.B. ini di dalam hal mana :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. upah dibayar penuh, bila Pekerja dalam menjalankan panggilan\u002Fkewajiban\nNegara tidak mendapat upah atau tunjangan-tunjangan dari Pemerintah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Perusahaan hanya wajib membayarkan kekurangannya, bila Pekerja dalam\nmenjalankan panggilan\u002Fkewajiban Negara mendapat upah atau tunjangan-tunjangan\nyang jumlahnya lebih kecil daripada upah yang diterimanya dari Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. kewajiban Perusahaan untuk membayar upah atau kekurangannya tersebut di\natas hanya berlaku untuk paling lama satu tahun .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 28 PAJAK PENGHASILAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Semua pajak yang dikenakan terhadap penghasilan Pekerja tersebut di dalam\nP.K.B. ini , dibayar oleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 29 PEMERIKSAAN, PENGOBATAN DAN PERAWATAN PEKERJA YANG SAKIT\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sesuai dengan Perpres nomor 111 tahun 2013 , maka Pemeriksaan , Pengobatan,\ndan Perawatan Pekerja yang sakit adalah sesuai dengan ketentuan dan prosedur\nprogram BPJS kesehatan ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Karyawan\u002Fkaryawati memilih klinik penanganan pertama bagi diri dan\nkeluarganya. ( pemilihan dilakukan pada waktu mengisi formulir BPJS kesehatan\n)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Jika diperlukan penanganan kesehatan lebih lanjut, maka klinik no.1\ndiatas akan membuat surat rujukan ke balai pengobatan sesuai dengan penanganan\nyang diperlukan .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccess\">\u003Cp>3. Khusus untuk karyawan\u002Fkaryawati yang sedang bekerja, PT Centex\nmenyediakan klinik yaitu ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.1. Klinik yang berada didalam PT Centex, dengan penanganan ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Bersifat pertolongan pertama\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Tidak dapat membuat surat rujukan berobat ke balai pengobatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>( dokter luar, klinik, rumah sakit, dan balai pengobatan lainnya )\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Jika dokter perusahaan membuat resep obat untuk pengobatan sakit karyawan\n\u002F Karyawati PT Centex, maka PT Centex akan mengganti biaya obat tersebut .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Sehubungan dengan kondisi penyakitnya yang memerlukan istirahat, dokter\nklinik PT Centex dapat membuat Surat ijin dokter .\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.2. PT Centex bekerjasama dengan klinik diluar PT Centex, untuk melayani\npengobatan kepada karyawan\u002Fkaryawati yang sedang bekerja diluar hari dan jam\nkerja Day time , dengan penanganan ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Bersifat pertolongan pertama\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Tidak dapat membuat surat rujukan berobat ke balai pengobatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>( dokter luar, klinik, rumah sakit, dan balai pengobatan lainnya )\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Tidak dapat membuat &amp; memberikan resep dokter .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Sehubungan dengan kondisi penyakitnya yang memerlukan istirahat, dokter\nklinik yang bekerjasama dengan PT Centex dapat membuat Surat ijin dokter .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. PT Centex akan membayar kelebihan biaya yang tidak dicover oleh BPJS\nkesehatan khusus kepada karyawan\u002Fkaryawati PT Centex , dengan prosedur ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Memakai prosedur BPJS kesehatan .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Untuk bed stay dirumah sakit , khususnya untuk Deputy General Manager\nkeatas, yaitu dari kelas satu ke VIP .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Tindakan medis atau Resep obat sehubungan dengan penyakitnya, yang dibuat\noleh klinik BPJS kesehatan dan rumah sakit BPJS kesehatan .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. PT Centex tidak menanggung biaya apapun diluar hal tersebut diatas .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hiv\">\u003Cp>Seluruh pekerja wajib menjaga kesehatannya dari penyakit yang disebabkan\noleh ketergantungan obat, HIV-AIDS, serta penyakit lainnya .\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 30 PAKAIAN SERAGAM KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pakaian seragam kerja diberikan kepada tiap Pekerja dengan ketentuan -\nketentuan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Dua stel pakaian , masing-masing terdiri dari sebuah kemeja dan sebuah\ncelana panjang bagi Pekerja pria , sebuah blouse dan celana panjang bagi\nPekerja wanita, diberikan kepada tiap Pekerja untuk tahun kerja pertama dan\nselanjutnya satu stel untuk setiap enam bulan kerja , diberikan pada setiap\nBulan April dan Bulan Oktober.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Diberikan masker sebanyak 4 buah pada bulan April, Agustus, dan Desember\n.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-protectiveclothing\">\u003Cp>3. a. Sepatu seragam ( Safety shoes )\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Diberikan kepada pekerja yang kesehariannya mempunyai tugas dan tanggung\nJawab di proses produksi , maintenance , gudang dan pengemudi forklift , yang\nmana telah ditentukan dan diputuskan oleh General Manager Departemen . Safety\nshoes diberikan setiap bulan Pebruari .\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>b. Pekerja yang mempunyai tugas dan tanggung jawab selain tersebut no.3a\ndiatas , mendapat sepatu seragam yaitu sepatu kanvas (sport) seperti selama ini\ndiberikan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sepatu kanvas (sport) diberikan setiap bulan Pebruari dan Agustus .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Sebuah topi diberikan kepada tiap Pekerja sekali setahun, dibagikan pada\nsetiap Bulan Mei.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Pekerja yang dengan sengaja merusak atau menghilangkan pakaian seragamnya\nakan mendapat pakaian seragam lain sebagai penggantinya, tetapi ia harus\nmembayar ganti\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>rugi sebesar harga pakaian seragam itu, sebagaimana ditentukan oleh\nPengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VI JAMINAN SOSIAL\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 31 BANTUAN UNTUK PEMBELIAN KACAMATA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan memberi bantuan keuangan kepada setiap Pekerja untuk keperluan\npembelian kacamata, yang diperlukan oleh pekerjaannya pada semua\nbagian\u002Fdepartemen berhubung dengan keadaan matanya , menurut surat keterangan\ndokter BPJS dan pembelian kacamata tersebut adalah pembelian kacamata yang\nsudah tidak di cover oleh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>BPJS , yaitu sebesar Rp 250.000,- ( dua ratus lima puluh ribu rupiah ).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adapun prosedurnya adalah sebagai berikut ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Bantuan pembelian kacamata khusus untuk karyawan\u002Fkaryawati PT Centex .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. BPJS kesehatan meng-cover pembelian kacamata satu kali dalam dua tahun\n.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pembelian pertama per 2 tahun harus memakai fasilitas BPJS kesehatan .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Jika didalam periode 2 tahun tersebut karyawan\u002Fkaryawati sehubungan\ndengan kondisi matanya memerlukan kacamata dengan ukuran lensa yang berbeda\nmaka perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>akan memberikan bantuan keuangan, dengan prosedur ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Konsultasi dengan dokter perusahaan &amp; mendapatkan surat pengantar\ndokter .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Sewaktu datang ke dokter perusahaan karyawan\u002Fkaryawati harus memberikan\nbukti kacamata, copy surat pengantar dokter BPJS &amp; copy kwitansi pembelian\nkaca mata\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>pertama periode berjalan .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Proses pemberian bantuan pembelian kacamata, baik untuk kelebihan biaya\nsehubungan dengan nomor 3 dan nomor 4 adalah ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Menyerahkan kwitansi asli .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Dokter perusahaan check kesesuaiannya .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Kemudian dilakukan proses administrasi .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 32 BIAYA PERSALINAN PEKERJA YANG MELAHIRKAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sesuai dengan Perpres nomor 111 tahun 2013 , maka Pemeriksaan, Pengobatan,\ndan Persalinan pekerja yang hamil adalah sesuai dengan ketentuan dan prosedur\nprogram BPJS kesehatan ( pasal 29 ) .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 33 ASURANSI SOSIAL BAGI PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilitypay\">\u003Cp>1. Seorang yang diterima menjadi Pekerja PT. Centex diasuransikan terhadap\nkecelakaan Kerja , Hari Tua , Kematian dan Jaminan Pensiun menurut Program BPJS\nKetenagkerjaan Peraturan Pemerintah (PP) no.82 tahun 2019, PP. no. 45 tahun\n2015 dan PP.no.60Tahun 2015 .\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Pekerja yang belum terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan , bila mengalami\nkecelakaan Kerja , mendapat ganti rugi dan perawatan menurut\nketentuan-ketentuan dalam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Peraturan Pemerintah (PP) no.82 tahun 2019\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Besarnya iuran berdasarkan PP. no. 82 tahun 2019 , PP. no. 45 dan PP. no.\n60 tahun 2015 yaitu ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilityfund\">\u003Cp>- Jaminan Kecelakaan Kerja 0,89% dari upah, dibayar Pengusaha.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>- Jaminan Kematian 0.30% dari upah, dibayar Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Jaminan Hari Tua 5,70% dari upah , dibayar Pengusaha 3,70% dan dibayar\nPekerja 2%.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-pensionfund\">\u003Cp>- Jaminan pensiun 3.0% dari upah dan atau upah maksimum yang ditentukan oleh\nBPJS dan atau Pemerintah, yang mana dibayar oleh Pengusaha 2.0% dan oleh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pekerja 1.0% .\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4. Penyesuaian iuran asuransi atas gaji baru , dilaksanakan dua bulan\nsesudah gaji baru selesai dinegosiasikan antara Serikat Pekerja dan Pengusaha\n.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 34 ASURANSI SOSIAL BAGI PEKERJA DAN KELUARGA PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurance\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurancerelatives\">\u003Cp>Sesuai dengan Perpres nomor 111 tahun 2013 BPJS kesehatan adalah memberikan\npelayanan kesehatan terhadap Pekerja dan keluarga pekerja , dengan ketentuan\ndan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>prosedur sesuai dengan program BPJS kesehatan .\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Adapun besar iuran per bulannya adalah 5.0% dari upah dan atau upah maksimum\nyang ditentukan oleh BPJS dan atau pemerintah , yang mana ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Pengusaha membayar sebesar 4.0 % .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Karyawan\u002Fkaryawati membayar sebesar 1.0% .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 35 UANG DUKA CITA, SUMBANGAN PERNIKAHAN DAN KELAHIRAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpay\">\u003Cp>1. Perusahaan memberikan uang duka cita kepada Pekerja atau ahli warisnya\ndalam hal meninggal dunia dengan ketentuan sbb. :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Pekerja berkeluarga : Rp. 685.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Pekerja bujangan (lajang) : Rp. 585.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Isteri\u002Fsuami Pekerja : Rp. 255.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Anak kandung : Rp. 255.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Ayah\u002FIbu kandung : Rp. 205.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Ayah\u002FIbu mertua : Rp. 205.000,-\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Sumbangan Pernikahan dan Kelahiran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Perusahaan memberikan sumbangan pernikahan pertama kepada Pekerja sebesar\nRp. 225.000,- (dua ratus dua puluh lima ribu rupiah).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Perusahaan memberikan sumbangan biaya kelahiran anak Pekerja sampai\ndengan anak ketiga sebesar Rp.180.000,- (seratus delapan puluh ribu rupiah)\nuntuk pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>pria atau pekerja wanita yang mempunyai tunjangan keluarga .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 36 TUNJANGAN KEPADA PENGEMUDI YANG BERTUGAS DI LUAR JABODETABEK\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pengemudi kendaraan yang bertugas diluar Jabodetabek yang melebihi 8\n(delapan) jam atau 100 (seratus) Kilometer dalam satu perjalanan, mendapat\ntunjangan perjalanan yang diatur oleh pengusaha .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VII KESEJAHTERAAN PEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 37 FASILITAS OLAH RAGA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Dalam batas-batas kemampuannya Perusahaan memberikan fasilitas dan\nbantuan lain Kepada Pekerja untuk menjalankan kegiatan olah raga , termasuk\npenyelenggaraan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>pertandingan-pertandingan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pelaksanaan ketentuan dalam ayat 1 diatur oleh Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 38 BANTUAN UNTUK REKREASI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan memberi bantuan kepada Pekerja dan keluarganya untuk keperluan\nrekreasi, yang dilakukan sekali setahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pelaksanaan ketentuan dalam ayat 1 akan diatur oleh Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 39 BANTUAN TRANSPORTASI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perusahaan tidak menyediakan fasilitas pengangkutan ( transportasi ) kepada\npekerja untuk pergi kerja dan pulang kerja .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-COMMUTE_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight focus\" id=\"clause-commutingallowancetype1\">\u003Cp>Perusahaan memberikan bantuan uang transportasi kepada pekerja, dengan\nsystem no work no pay. Besarnya bantuan uang transportasi dikelompokan menjadi\n3 kelompok ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Pekerja yang bertempat tinggal didalam area kelurahan Ciracas .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Pekerja yang bertempat tinggal diluar area kelurahan Ciracas .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Pekerja yang bertempat tinggal dengan batas :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Simpangan Depok ke selatan dan Cililitan ( perempatan cililitan - PGC )\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>ke utara\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Bantuan transportasi akan ditinjau setiap tahun pada bulan Januari oleh\nPengusaha bersama serikat Pekerja .\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 40 FASILITAS TEMPAT IBADAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan menyediakan tempat Ibadah untuk pembinaan mental rohani bagi\npara Pekerja. Pengelolaan Musholla oleh Perusahaan dan pengelolaan Masjid oleh\nPengurus masjid dibantu oleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Untuk pelaksanaan ketentuan dalam ayat 1 Perusahaan menyediakan beberapa\nfasilitas sesuai dengan keperluan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 41 BANTUAN KEPADA KOPERASI PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan memberikan bantuan kepada Koperasi Pekerja, yang didirikan\noleh para Pekerja, termasuk yang bukan anggota Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Hal-hal mengenai pelaksanaan ketentuan dalam ayat 1 diputuskan oleh\nPengusaha atas permintaan Koperasi Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 42 PENGEMBANGAN DAN PENGELOLAAN KELUARGA BERENCANA DI LINGKUNGAN\nPERUSAHAAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan wajib untuk mensukseskan Program Nasional Keluarga Berencana\n.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Program Keluarga Berencana adalah merupakan satu bagian yang dapat\nmenunjang untuk peningkatan kesejahteraan Pekerja pada umumnya , untuk itu\nperlu adanya peran serta secara aktif dari pihak Pekerja maupun Pengusaha .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pengusaha bersedia untuk memberikan kemudahan atau fasilitas dalam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>pelaksanaan Program Keluarga Berencana di Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VIII KEMAJUAN PEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 43 LATIHAN DAN PENDIDIKAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-trainingprogrammes\">\u003Cp>1. Tiap Pekerja wajib mengikuti latihan\u002Fpendidikan baik di dalam maupun di\nLuar Negeri, yang ditugaskan oleh Pengusaha.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Selama waktu Pekerja mengikuti latihan\u002Fpendidikan termaksud dalam ayat 1\nia mendapat upah dan hak-hak lainnya sebagai Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Hal-hal mengenai pelaksanaan ketentuan dalam ayat 1 dan 2 akan ditetapkan\n\u002F diatur oleh Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 44 PERUBAHAN STATUS PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Bagi Pekerja yang mempunyai masa kerja lima tahun lebih, statusnya\ndirubah Dari Bulanan II menjadi Bulanan Tetap dengan syarat prosentase absen\nkehadirannya paling sedikit 98.00% termasuk ijin Dokter.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Status Pekerja Bulanan tersebut ditinjau setiap tahun dan dihitung dari\ntanggal 21 Nopember s\u002Fd tanggal 20 Nopember tahun berikutnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Apabila pada tahun berikutnya prosentase kehadirannya kurang dari 98.00%\n, maka yang bersangkutan statusnya kembali menjadi Bulanan II.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pekerja yang masuk setelah tanggal 21 Nopember maka perhitungan absennya\ndihitung mulai tanggal 21 Nopember tahun berikutnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Perubahan status dari Bulanan II menjadi Bulanan Tetap atau sebaliknya\ndilaksanakan setiap 21 Desember.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IX MENEGAKKAN DISIPLIN DAN PEMELIHARAAN MORAL KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 45 PERINGATAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Kecuali dalam hal-hal termaksud dalam pasal 52 ayat 2 P.K.B. ini\nPengusaha memberi peringatan tertulis kepada Pekerja tiap kali ia melakukan\npelanggaran, karena melalaikan kewajibannya atau melakukan perbuatan terlarang\nberdasarkan Perjanjian Kerja, P.K.B. atau Pertatib.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Surat Peringatan dapat diberikan kepada pekerja untuk perorangan maupun Team\n . Surat Peringatan untuk team dapat diberikan bila ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Semua pekerja yang berada di team termaksud melakukan kesalahan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Terdapat kesalahan didalam satu team termaksud , tetapi tidak ada satu\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>pekerjapun yang mengakui .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Tiap surat peringatan termaksud dalam ayat 1 berlaku untuk jangka waktu\n;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Surat Peringatan Pertama, berlaku 6 bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Surat Peringatan Kedua, berlaku 6 bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Khusus untuk Surat Peringatan Ketiga, berdiri sendiri dan tidak terpengaruh\noleh berakhirnya masa berlaku surat peringatan sebelumnya, berlaku 12 bulan\n.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pekerja yang melakukan pelanggaran , setelah mendapat Surat Peringatan\nsampai tiga kali dalam jangka waktu satu tahun , sejak surat peringatan yang\npertama yang masih berlaku , dikenakan sanksi Pemutusan Hubungan Kerja dengan\nberpedoman pada ketentuan - ketentuan dalam Undang – undang Nomor 2 tahun\n2004.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Dalam hal pelanggaran dinilai berat oleh Pengusaha, Pengusaha dapat\nmemberi Surat Peringatan yang ketiga (terakhir) secara langsung.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Pengusaha dapat memberi peringatan terakhir kepada Pekerja yang merokok\npada tempat-tempat terlarang di dalam lingkungn pabrik .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Tembusan Surat Peringatan yang terakhir disampaikan oleh Pengusaha kepada\nPengurus Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 46 PEMOTONGAN UPAH (GAJI) DAN PENURUNAN PANGKAT \u002FJABATAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pekerja yang melakukan pelanggaran , karena mengabaikan kewajibannya atau\nmelakukan perbuatan terlarang berdasarkan Perjanjian Kerja , P.K.B. ini atau\nPertatib , yang oleh Pengusaha dinilai serius dan sangat tidak pantas untuk\ndilakukan oleh seorang Pekerja , maka dapat dikenakan ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Pengurangan gaji ( pemotongan upah ) sebesar 10% kali gaji per bulan\npaling lama 3 bulan .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Penurunan pangkat\u002Fjabatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Setelah diberi Surat Peringatan terakhir sesuai dengan ketentuan -ketentuan\ndalam pasal 45 P.K.B. ini , dapat dikenakan hukuman berupa penurunan pangkat \u002F\njabatan , sehubungan dengan hal ini maka ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Mendapat upah dan hak-hak lainnya sesuai dengan pangkat \u002F jabatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>yang baru.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Setelah sekurang-kurangnya berlaku enam bulan sejak pekerja diturunkan\nPangkat \u002F jabatannya, Pekerja yang bersangkutan dapat dipulihkan dalam Pangkat\n\u002F jabatan semula, apabila ia menurut penilaian Pengusaha telah memperbaiki cara\nkerja dan\u002Fatau kelakuannya, sehingga ia patut dipulihkan dalam pangkat dan\njabatannya semula.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 47 PEMBEBASAN DARI TUGAS\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha dapat membebaskan seseorang Pekerja dari tugasnya untuk waktu\npaling lama tiga bulan kepada pekerja yang sedang dalam proses pemutusan\nhubungan kerja .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Dalam waktu pembebasan tugas termaksud dalam ayat 1, Pekerja yang\nbersangkutan diperintahkan untuk tinggal di rumah dan melapor secara berkala\nkepada Pimpinan Bagian Umum \u002F Personlia .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Selama pembebasan tugas ia mendapat 100% (seratus prosen) dari upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>tersebut dalam pasal 20 ayat 1 P.K.B. ini .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 48 TANDA PENGHARGAAN DAN HADIAH MATERIAL\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. a. Sebagai tanda penghargaan dan terima kasih atas prestasi kerja\ndan\u002Fatau kondite Pekerja . yang dinyatakan secara terinci , Perusahaan memberi\nkepada pekerja yang bersangkutan sepucuk surat tanda penghargaan dan terima\nkasih dan\u002Fatau hadiah berupa barang atau uang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Khusus kepada Pekerja yang tidak pernah absen setiap 4 (empat) tahun\nberturut-turut atau setiap 5 (lima) tahun secara tidak berurutan, Perusahaan\nakan membeberi Penghargaan khusus.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Sebagai dasar perhitungan absen adalah 21 januari pertama yang di\nlalui\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pelaksanaan ketentuan dalam ayat 1ditetapkan\u002Fdiatur oleh Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB X PENYELESAIAN KELUH KESAH PEKERJA DAN PERSELISIHAN KETENAGA\nKERJAAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 49 TATA CARA MENYAMPAIKAN PENGADUAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Keluh kesah Pekerja diselesaikan menurut ketentuan-ketentuan sebagai berikut\n:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Dalam tahap pertama keluh kesah harus disampaikan oleh Pekerja yang\nbersangku - tan kepada pengawas ( Shunin ) yang bersangkutan melalui atasannya\nlangsung.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pengawas diberi wewenang untuk menyelesaikan keluh kesah atas nama Deputy\nGeneral Manager atau General Manager departemen yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Bila usaha penyelesaian keluh kesah Pekerja termaksud dalam ayat 1 tidak\nmenghasilkan penyelesaian , maka Pekerja yang bersangkutan dapat mengajukan\nkeluhkesahnya kepada Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Serikat Pekerja kemudian dapat meneruskan kepada Direktur Produksi , bila\nhal itu dipandang tepat dan perlu oleh Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Selanjutnya Direktur Produksi atau seorang pegawai yang ditunjuk olehnya\nbersama-sama dengan wakil Serikat Pekerja menyelesaikan keluh kesah Pekerja\ntermaksud dengan jalan musyawarah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 50 PENYELESAIAN PERSELISIHAN KETENAGA KERJAAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-direct_participation_trigger\">\u003Cp>1. Tiap perselisihan ketenaga kerjaan antara Pengusaha dengan Serikat\nPekerja harus diselesaikan menurut ketentuan - ketentuan dalam Undang - Undang\nNomor 2 tahun 2004 , tentang Penyelesaian Perselisihan hubungan industrial.\nDengan penekanan bahwa kedua pihak pertama-tama harus mengusahakan\npenyelesaiannya secara intern dan damai dengan semangat Hubungan Industrial\nPancasila.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Selama usaha untuk penyelesaian perselisihan ketenaga kerjaan termaksud\ndalam ayat 1 berjalan , kedua pihak dilarang melakukan tindakan yang bermaksud\natau bersifat menekan, mengancam, atau menakut-nakuti pihak lainnya seperti\npenutupan Perusahaan ( Lock Out ) dan\u002Fatau pemecatan oleh Pihak Pengusaha ,\nbegitupun demonstrasi dan\u002Fatau pemogokan oleh Pihak Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XI PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 51 BERAKHIRNYA HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Hubungan kerja antara Pengusaha dan Pekerja berakhir karena :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Tidak lulus dalam masa percobaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Atas kehendak\u002Fpermohonan Pekerja sendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pekerja yang hendak mengundurkan diri , harus memberitahukan maksudnya\ntersebut dengan surat resmi kepada pengusaha paling sedikit 1 (satu) bulan\nsebelum pengunduran diri itu dilaksanakan .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pemutusan Hubungan Kerja bukan atas kehendak Pekerja :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.1. Meninggal dunia\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.2 Pekerja pria dan wanita mencapai usia 55 (lima puluh lima) tahun yang\nkemudian disebut usia batas kerja ( pensiun ). Pengusaha berkewajiban\nmemberitahukan kepada Pekerja sekurang-kurangnya 3 (tiga) bulan sebelum masa\nberakhirnya hubungan kerja tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.3. Cacat seumur hidup yang tidak memungkinkan Pekerja tersebut untuk\nbekerja lagi .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.4. Kesehatan Pekerja tidak memungkinkan lagi untuk bekerja yang dibuktikan\ndengan surat keterangan dokter Perusahaan atau yang ditunjuk oleh Pengusaha dan\nsebelumnya harus dibicarakan dengan pihak Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pekerja dapat mengajukan permintaan berhenti bekerja dengan katagori usia\nbatas kerja (pensiun) atas kehendaknya sendiri , yaitu ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Pekerja wanita serendah-rendahnya berusia 45 (empat puluh lima)\ntahun,sesuai dengan SE-04\u002FMEN\u002F88.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Pekerja Pria , serendah-rendahnya berusia 52 (lima puluh dua) tahun .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adapun Prosedurnya adalah sebagai berikut ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Pekerja mengajukan surat resmi kepada Pengusaha .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Pengusaha dapat memutuskan meluluskan atau menolak, tidak ada negosiasi\ndan atau alasan .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Keputusan pengusaha adalah final .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 52 PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA OLEH PENGUSAHA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pemutusan Hubungan Kerja akan dilakukan sesuai dengan ketentuan dan\nprosedur Yang diatur dalam Undang -Undang Nomor 2 tahun 2004 tentang Permutusan\nhubungan industrial .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Dengan mengindahkan peraturan-peraturan undang-undang yang berlaku\nPengusaha dapat memutuskan Hubungan Kerja dengan Pekerja dengan segera tanpa\nmemberi surat-surat peringatan terlebih dahulu seperti dimaksud dalam pasal 45\nP.K.B. ini , bila alasan yang mendesak bagi Pengusaha antara lain :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Memberikan keterangan palsu atau yang dipalsukan pada saat membuat\nperjanjian kerja dengan Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Melakukan tindakan kejahatan seperti : mencuri, menggelapkan uang,\nmenipu,memperdagangkan barang - barang terlarang di dalam \u002F di luar lingkungan\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-violence\">\u003Cp>c. Penganiayaan , menghina secara kasar atau mengancam Pengusaha , keluarga\nPengusaha atau teman sekerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>d. Membujuk Pengusaha atau teman sekerja untuk melakukan sesuatu yang\nbertentangan dengan hukum atau kesusilaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Dengan sengaja atau ceroboh merusak , merugikan atau membiarkan dalam\nkeadaan bahaya milik Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Membongkar rahasia Perusahaan atau mencemarkan nama baik Pimpinan\nPerusahaan dan keluarganya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g. Mabuk, madat, memakai obat bius atau narkotika di tempat kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h. Melakukan perbuatan asusila di tempat kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i. Dengan sengaja atau ceroboh merusak atau membiarkan diri atau teman\nsekerja dalam keadaan bahaya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>j. Bila Pekerja merokok di tempat terlarang dalam Pabrik seperti :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- tempat penyimpanan bahan bakar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- gudang kapas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- lokasi gas (LPG).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- tempat penyimpanan bahan kimia\u002Flainnya yang mudah terbakar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Dengan mengindahkan peraturan-peraturan, undang-undang yang berlaku\nPengusaha Dapat memutuskan Hubungan Kerja dengan Pekerja dengan segera, tanpa\nmemberi surat-surat peringatan terlebih dahulu, seperti dimaksudkan dalam pasal\n45 P.K.B. ini setelah dirundingkan dengan Serikat Pekerja :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Pekerja dengan keras kepala menolak perintah wajar yang diberikan oleh\nPengusaha atau atasannya , berkenaan dengan pelaksanaan pekerjaan menurut\nperjanjian kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Pekerja melakukan kegiatan dengan maksud untuk atau yang menurut akal\nsehat dapat mengganggu ketenteraman dan ketertiban dalam lingkungan pabrik\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Melalaikan kewajibannya atau melakukan perbuatan terlarang berdasarkan\nP.K.B. ini , Perjanjian Kerja atau Pertatib , setelah diberi Surat Peringatan\nterakhir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Bila Pekerja dikenakan tahanan sementara oleh instansi Pemerintah yang\nBerwenang dalam suatu perkara pidana , maka diberlakukan undang-undang Nomor 13\ntahun 2003 pasal 160 .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdaysnr\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdays\">\u003Cp>e. Bila Pekerja mengalami sakit dan tidak masuk bekerja selama satu tahun\nberturut- Turut karena sakitnya itu belum dapat masuk kerja lagi.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XII UANG PESANGON, UANG PENGHARGAAN MASA KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch2>DAN UANG PENGGANTIAN HAK\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 53 KETENTUAN DALAM PEMBERIAN UANG PESANGON dan UANG PENGHARGAAN MASA\nKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha tidak berkewajiban memberi uang pesangon , uang penghargaan\nmasa kerja atau uang penggantian hak kepada Pekerja dalam hal :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Pekerja yang tidak lulus dalam masa percobaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Pekerja yang diberhentikan karena membuat kesalahan berat , seperti yang\ntermaksud dalam pasal 52 ayat 2.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Pekerja yang memutuskan Hubungan Kerja atas kehendak sendiri tetapi tidak\nmengikuti prosedur seperti pada pasal 51 ayat 2.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pengusaha berkewajiban memberi pesangon dan penghargaan masa kerja kepada\nPekerja sesuai dengan UU No. 13 tahun 2003 dalam hal ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pekerja yang diberhentikan karena membuat kesalahan ringan sebagaimana\ntermaksud dalam pasal 52 ayat 3.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pengusaha berkewajiban memberikan uang pesangon , uang penghargaan masa ,\nKerja , uang penggantian hak kepada Pekerja sesuai UU No. 13 tahun 2003 yaitu\nKepada Pekerja yang mengundurkan diri atas kemauan sendiri serta mengikuti\nprosedur sebagaimana dimaksud dalam pasal 51 ayat 2.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pengusaha berkewajiban memberikan dua kali uang pesangon , satu kali uang\npenghargaan masa kerja, uang penggantian hak kepada Pekerja sesuai UU No.13\ntahun 2003 ditambah α (alfa) dalam hal ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Pekerja yang mengalami cacat total atau terganggu kesehatannya sehingga\ntidak memungkinkan Pekerja untuk bekerja kembali seperti termaksud dalam pasal\n51 ayat 3.3 dan 3.4. .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Pekerja meninggal dunia, pasal 51 ayat 3a. (Undang-undang nomor 13 tahun\n2003, pasal 166)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 54 SANTUNAN KEMATIAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Kepada ahli waris Pekerja yang meninggal dunia, akibat sakit maupun karena\nkecelakaan kerja , selain menerima santunan kematian dari BPJS sebagaimana\ntermaksud dalam pasal 33 P.K.B. ini, Pengusaha memberi pesangon\u002Fjasa\nsebagaimana termaksud dalam pasal 53 dan fasilitas lain berupa ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Kain putih sebanyak 10 yard.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Dua kendaraan dipinjamkan dalam rangka pemakaman jenazah ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Satu kendaraan untuk perwakilan Serikat Pekerja dan atau Karyawan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Satu kendaraan untuk dipergunakan ahli warisnya (berupa ambulance).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pinjaman kendaraan ini dapat juga berupa uang dalam hal :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Tidak tersedia kendaraan yang bisa dipinjamkan oleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Pekerja meninggal dunia dan\u002Fatau jenazahnya dimakamkan di luar wilayah\nDKI Jakarta .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Besarnya uang pengganti tersebut ditetapkan oleh Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Jika keluarga pekerja (istri\u002Fanak) meninggal dunia , dipinjamkan satu\nkendaraan untuk perwakilan Serikat Pekerja dan atau karyawan dalam rangka\npemakaman jenazah (melayat) dan masih dalam wilayah Jabodetabek.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 55 KETENTUAN BESARNYA UANG PESANGON, UANG PENGHARGAAN MASA KERJA dan\nUANG PENGGANTIAN HAK\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay\">\u003Cp>( berdasarkan Undang-Undang no.13 tahun 2003 )\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay1\">\u003Cp>Besarnya uang pesangon ditetapkan sekurang-kurangnya sebagai berikut ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masa kerja kurang dari 1 tahun………………………………….1 bln\nupah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number_1_tenure\">\u003Cp>Masa kerja 1 th. atau lebih, tapi kurang dari 2 th………………2 bln\nupah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Masa kerja 2 th. atau lebih, tapi kurang dari 3 th………………3 bln\nupah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masa kerja 3 th. atau lebih, tapi kurang dari 4 th………………4 bln\nupah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masa kerja 4 th. atau lebih, tapi kurang dari 5 th………………5 bln\nupah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number\">\u003Cp>Masa kerja 5 th. atau lebih, tapi kurang dari 6 th………………6 bln\nupah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Masa kerja 6 th. atau lebih, tapi kurang dari 7 th………………7 bln\nupah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masa kerja 7 th. atau lebih, tapi kurang dari 8 th………………8 bln\nupah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masa kerja 8 th. atau lebih………………………..………………9\nbln upah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Besarnya uang penghargaan masa kerja ditetapkan sebagai berikut ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masa kerja 3 th. atau lebih, tapi kurang dari 6 th……………….2 bln\nupah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masa kerja 6 th. atau lebih, tapi kurang dari 9 th……………….3 bln\nupah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masa kerja 9 th. atau lebih, tapi kurang dari 12 th……..……….4 bln\nupah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masa kerja 12 th. atau lebih, tapi kurang dari 15 th…………….5 bln\nupah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masa kerja 15 th. atau lebih, tapi kurang dari 18 th…………….6 bln\nupah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masa kerja 18 th. atau lebih, tapi kurang dari 21 th…………….7 bln\nupah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masa kerja 21 th. atau lebih, tapi kurang dari 24 th…………….8 bln\nupah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Masa kerja 24 th. atau lebih………………………………………10\nbln upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Uang penggantian hak\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Penggantian perumahan serta pengobatan dan perawatan ditetapkan sebesar 15%\n(lima belas per seratus) dari uang pesangon dan atau uang penghargaan masa\nkerja apabila masa kerjanya telah memenuhi syarat untuk mendapatkan uang\npenghargaan masa kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 56 PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA KARENA BATAS USIA KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dalam hal putusnya hubungan kerja karena batas usia kerja , maka Perusahaan\nberkewajiban memberikan hak yang pensiun sesuai UU no.13 tahun 2003 yaitu 2\nkali uang pesangon , 1 kali uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian\nhak kepada Pekerja , kecuali bila telah terbentuk Dana Pensiun maka Uang\nPesangon dan Uang Jasa ini dilebur ke dalam Pensiun . Disamping itu perusahaan\nakan memberikan Cinderamata sesuai Kesepakatan Bersama tertanggal 10 September\n2005.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XIII LAIN-LAIN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 57 KETENTUAN-KETENTUAN TAMBAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Dengan berlakunya ketentuan-ketentuan P.K.B. ini semua ketentuan dalam\nPeraturan Perusahaan dan lain-lain yang dikeluarkan oleh Pengusaha sebelumnya\nyang bertentangan dengan ketentuan-ketentuan dalam P.K.B. ini dinyatakan tidak\nberlaku lagi. Jika terjadi perubahan-perubahan peraturan perundangan dan atau\nada kebijakandari Pemerintah yang dapat memberi dampak terhadap makna yang\nterkandung dalam P.K.B. ini , maka Pengusaha bersama-sama Serikat Pekerja\nsegera mengadakan peninjauan untuk disesuaikan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Masalah-masalah yang timbul sehubungan dengan pelaksanaan P.K.B. ini\ndiselesaikan oleh kedua belah pihak secara musyawarah dan mufakat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 58 PENUTUP\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Naskah P.K.B. ini dibuat dalam rangkap enam , masing-masing dan\nditanda-tangani oleh wakil - wakil Perusahaan , Serikat Pekerja dan Kepala\nDinas Tenaga Kerja , Transmigrasi dan Energi DKI Jakarta yang disebut terakhir\nini sebagai saksi . Masing-masing naskah mempunyai kekuatan hukum yang sama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Salinan P.K.B. ini akan dibuat sebanyak yang diperlukan untuk disebar\nluaskan kepada seluruh Pekerja , baik anggota maupun yang bukan anggota Serikat\nPekerja , Badan Pemerintah dan Swasta yang dipandang perlu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start_date\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start\">\u003Cp>3. Perjanjian Kerja Bersama ini ditanda tangani pada tanggal 8 Januari 2021\n. Bertempat di P.T. CENTEX Ciracas , Jakarta Timur dan mulai berlaku dari\ntanggal 8 Januari 2021 sampai dengan tanggal 7 Januari 2023.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4. Bila terjadi salah penafsiran akan isi Perjanjian Kerja Bersama ini akan\ndiselesaikan secara musyawarah dan bila tidak tercapai persesuaian paham, maka\npersoalannya akan diserahkan ke Kantor Suku Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi\nKota administrasi Jakarta Timur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center;\">Jakarta, 8 Januari 2021\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center;\">Pihak-Pihak yang Mengadakan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center;\">Perjanjian Kerja Bersama ini\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center;\">\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pimpinan Serikat Pekerja Serikat Pekerja Nasional PT. CENTEX, \u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>SUJITO\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ketua \u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>YUDIYANTO\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sekretaris\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pengusaha PT. CENTEX,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>K . OKAJIMA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Presiden Direktur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>ADE CIPTONO\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>General Manager\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>LAMPIRAN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. PERHITUNGAN UPAH KERJA LEMBUR\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(Kep. 102\u002FMEN\u002FVI\u002F2004) :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. HARI BIASA :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jam 1 = 1,5 X U.P.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jam 2 dan seterusnya = 2 X U.P\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. HARI LIBUR GROUP\u002FHARI BESAR NASIONAL :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jam 1-7 = 2 X U.P.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jam ke 8 = 3 X U.P.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jam ke 9 dan seterusnya = 4 X U.P.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. HARI LIBUR RESMI\u002FHARI BESAR NASIONAL PADA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>HARI TERPENDEK UNTUK NON 4 GROUP 3 SHIFT\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jam 1-5 = 2 X U.P.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jam ke 6 = 3 X U.P.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jam ke 7 dan seterusnya = 4 X U.P.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>C. GAJI BULANAN II dan BULANAN TETAP :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>U.P. =\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003Cmath xmlns=\"http:\u002F\u002Fwww.w3.org\u002F1998\u002FMath\u002FMathML\">\n  \u003Cmfrac>\n    \u003Cmrow>\n      \u003Cmi>B\u003C\u002Fmi>\n      \u003Cmo>+\u003C\u002Fmo>\n      \u003Cmi>C\u003C\u002Fmi>\n      \u003Cmo>+\u003C\u002Fmo>\n      \u003Cmi>D\u003C\u002Fmi>\n      \u003Cmo>+\u003C\u002Fmo>\n      \u003Cmi>E\u003C\u002Fmi>\n      \u003Cmo>+\u003C\u002Fmo>\n      \u003Cmi>F\u003C\u002Fmi>\n      \u003Cmo>+\u003C\u002Fmo>\n      \u003Cmi>G\u003C\u002Fmi>\n    \u003C\u002Fmrow>\n    \u003Cmn>173\u003C\u002Fmn>\n  \u003C\u002Fmfrac>\n\u003C\u002Fmath>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. PENGGANTIAN SISA CUTI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1,5 x\u003Cmath xmlns=\"http:\u002F\u002Fwww.w3.org\u002F1998\u002FMath\u002FMathML\">\n  \u003Cmfrac>\n    \u003Cmrow>\n      \u003Cmi>B\u003C\u002Fmi>\n      \u003Cmo>+\u003C\u002Fmo>\n      \u003Cmi>C\u003C\u002Fmi>\n      \u003Cmo>+\u003C\u002Fmo>\n      \u003Cmi>D\u003C\u002Fmi>\n      \u003Cmo>+\u003C\u002Fmo>\n      \u003Cmi>E\u003C\u002Fmi>\n      \u003Cmo>+\u003C\u002Fmo>\n      \u003Cmi>F\u003C\u002Fmi>\n      \u003Cmo>+\u003C\u002Fmo>\n      \u003Cmi>G\u003C\u002Fmi>\n      \u003Cmi>\u003C\u002Fmi>\n    \u003C\u002Fmrow>\n    \u003Cmn>30\u003C\u002Fmn>\n  \u003C\u002Fmfrac>\n\u003C\u002Fmath> x A\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. POTONGAN UNTUK PEKERJA BULANAN II\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Bagi Pekerja Bulanan II yang tidak masuk kerja karena Alpha, Izin, Sakit\ntanpa surat keterangan Dokter, tidak bekerja karena sudah keluar kerja ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. 4 Group 3 Shift\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003Cmath xmlns=\"http:\u002F\u002Fwww.w3.org\u002F1998\u002FMath\u002FMathML\">\n  \u003Cmfrac>\n    \u003Cmi>JumlahHari\u003C\u002Fmi>\n    \u003Cmn>30\u003C\u002Fmn>\n  \u003C\u002Fmfrac>\n\u003C\u002Fmath>X Gaji Pokok X 1.125\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Non 4 Group 3 Shift\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003Cmath xmlns=\"http:\u002F\u002Fwww.w3.org\u002F1998\u002FMath\u002FMathML\">\n  \u003Cmfrac>\n    \u003Cmrow>\n      \u003Cmi>Jumlah\u003C\u002Fmi>\n      \u003Cmi>Hari\u003C\u002Fmi>\n    \u003C\u002Fmrow>\n    \u003Cmn>30\u003C\u002Fmn>\n  \u003C\u002Fmfrac>\n\u003C\u002Fmath>X Gaji Pokok\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Keterangan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>A. Jumlah hari cuti yang diganti.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>B. Upah pokok ps. 20 ayat 1 A.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>C. Tunjangan uang makan ps. 20 ayat 1 B 1.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>D. Tunjangan giliran (shift) ps. 20 ayat 1 B 2.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>E. Tunjangan jabatan ps. 20 ayat 1 B 3.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>F. Tunjangan keluarga ps. 20 ayat 1 B 4.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>G. Tunjangan Perumahan ps. 20 ayat 1 B 5.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. SISA WAKTU KERJA SETELAH KELUARNYA CUTI BARU\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>( (SISA WAKTU : 12 ) X 12) X 50%\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. PENJELASAN Bab V, Ps. 27 ayat 2\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ketentuan pembayaran upah secara bertahap berlaku bagi Pekerja yang sakit\nterusmenerus (PP Nomor 78 \u002F 2015). Termasuk sakit terus menerus adalah penyakit\nmenahun atau yang berkepanjangan .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Apabila Pekerja setelah sakit lama mampu bekerja kembali, tetapi dalam empat\nminggu Pekerja yang bersangkutan sakit kembali , maka perhitungan sakit terus\nmenerusnya tidak terputus, artinya berlanjut terus. Akan tetapi jika Pekerja\nsetelah jatuh sakit masuk bekerja kembali selama empat minggu atau lebih\nkemudian jatuh sakit lagi dengan penyakit yang sama , maka Pekerja berhak atas\nUpah 100 % selama empat bulan berikutnya. Bulan yang dipakai untuk menghitung\nlamanya sakit adalah waktu dimana Pekerja jatuh sakit, dan bukan bulan\nKalender. Untuk Pelaksaaan pasal ini diperlukan surat keterangan dari dokter\nyang ditunjuk oleh dokter Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Perhitungan tambahan Bonus untuk pekerja putus hubungan kerja karena batas\nusia kerja ( pensiun ) 55 tahun :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>21 Desember -20 Januari1\u002F12X 1 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>21 Januari -20 Februari2\u002F12X 1 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>21 Februari -20 Maret3\u002F12X 1 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>21 Maret - 20 April4\u002F12X 1 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>21 April - 20 Mei5\u002F12X 1 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>21 Mei - 20 Juni6\u002F12X 1 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>21 Juni -20 Juli7\u002F12X 1 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>21 Juli - 20 Agustus8\u002F12 X 1 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>21 Agustus - 20 September9\u002F12X 1 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>21 September -20 Oktober10\u002F12X 1 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>21 Oktober - 20 Nonember11\u002F12X 1 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>21 November - 20Desember12\u002F12X 1 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>SURAT PERNYATAAN BERSAMA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pada hari Jum’at, 8 Januari 2021 , kami team Perunding P.K.B. Pimpinan\nSerikat Pekerja SPN PT. Centex dan Team Perunding PT. Centex telah bersepakat\nbahwa P.K.B. hasil perundingan dari bulan November 2019 hingga bulan Nopember\n2020 dan telah dikoreksi kembali bersama pada tanggal 24 Desember 2020 dapat\nditerima oleh kedua belah pihak tanpa ada penambahan\u002Fpengurangan lagi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jakarta, 8 Januari 2021\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Kami yang membuat pernyataan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>TEAM SERIKAT PEKERJA NASIONAL PT. CENTEX \u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Sujito \u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Febmison \u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Fery Brochmandianto\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Yudiyanto\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Mei Wicaksono\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Erwin Muslim\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Sri Wardhani\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>TEAM PERUNDING PT. CENTEX\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Ade Ciptono\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Sigit Setyoko\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Heru Nurwanto\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>BERITA ACARA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pada hari ini , Hari Jum’at, tanggal 8 Januari 2021 diadakan\npenandatanganan Perjanjian Kerja Bersama periode 8 Januari 2021 sampai dengan 7\nJanuari 2023 , antara :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PT. CENTURY TEXTILE INDUSTRY Tbk ( PT. CENTEX )\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Yang beralamat Jl. Raya Bogor KM. 27 Ciracas Jakarta Timur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dengan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PIMPINAN SERIKAT PEKERJA SERIKAT PEKERJA NASIONAL PT. CENTEX Yang beralamat\nJl. Raya Bogor KM. 27 Ciracas Jakarta Timur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dalam penandatanganan ini disaksikan oleh Kepala Kantor Suku Dinas Tenaga\nKerja dan Transmigrasi Kota Madya Jakarta Timur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Demikian Berita Acara penandatanganan Perjanjian Kerja Bersama ( PKB ) ini\ndibuat dengan sebenarnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jakarta, 8 Januari 2021\u003C\u002Fp>\n\n\n",{"cbadate_start":45,"cbadate_start_date":49,"cbadate_end":51,"trainingprogrammes":53,"pensionfund":57,"disabilityfund":61,"contracttrial":65,"contracttrialperiod":69,"contractseverancepay":71,"contractseverancepay1":75,"severance_number":79,"severance_number_1_tenure":83,"sicknesspay":87,"maxsicknesspay":91,"sicknessmaxdays":93,"sicknessmaxdaysnr":97,"menstruationleave":99,"disabilitypay":103,"healthcareaccess":107,"healthinsurance":111,"healthinsurancerelatives":115,"funeralpay":117,"protectiveclothing":121,"hiv":125,"paidmaternityleave":129,"paidmaternityleaveduration":133,"paidmaternityleavepay":136,"paidmaternityleavepayperc":138,"maternityotherclause":140,"paidpaternityleave":142,"deathrelatives":146,"marriage":150,"discrimination":154,"violence":158,"dayspweek_select":162,"PAIDLEAV_trigger":166,"holidaysdays":170,"holidaysweeks":173,"bankholidays1":175,"holidaysfixed":179,"holidaysfixeddays":181,"TRADEUNLEAV_trigger":183,"PAYSCALES_trigger":187,"STRUCINCR_trigger":191,"wageincreasedate":195,"ONCERISE_trigger":197,"incidentalbonustype2":201,"incidentalbonusperc1":203,"ONCERISE2_trigger":205,"incidentalbonustype2sec":209,"incidentalbonusdatesec":213,"NOCTPREM_trigger":217,"shiftallowancetype1":221,"overtimeallowancetype_general":223,"overtimeallowancetype":227,"SUNDAY_trigger":229,"sundayallowancetype":232,"COMMUTE_trigger":234,"commutingallowancetype1":238,"MEALALL_trigger":241,"coverunion_trigger":245,"direct_participation_trigger":249},{"bindId":46,"name":47,"text":48},"cbadate_start","3. Perjanjian Kerja Bersama ini ditanda ","3. Perjanjian Kerja Bersama ini ditanda tangani pada tanggal 8 Januari 2021\n. Bertempat di P.T. CENTEX Ciracas , Jakarta Timur dan mulai berlaku dari\ntanggal 8 Januari 2021 sampai dengan tanggal 7 Januari 2023.",{"bindId":50,"name":47,"text":48},"cbadate_start_date",{"bindId":52,"name":47,"text":48},"cbadate_end",{"bindId":54,"name":55,"text":56},"trainingprogrammes","1. Tiap Pekerja wajib mengikuti latihan\u002F","1. Tiap Pekerja wajib mengikuti latihan\u002Fpendidikan baik di dalam maupun di\nLuar Negeri, yang ditugaskan oleh Pengusaha.",{"bindId":58,"name":59,"text":60},"pensionfund","- Jaminan pensiun 3.0% dari upah dan ata","- Jaminan pensiun 3.0% dari upah dan atau upah maksimum yang ditentukan oleh\nBPJS dan atau Pemerintah, yang mana dibayar oleh Pengusaha 2.0% dan oleh\n\nPekerja 1.0% .",{"bindId":62,"name":63,"text":64},"disabilityfund","- Jaminan Kecelakaan Kerja 0,89% dari up","- Jaminan Kecelakaan Kerja 0,89% dari upah, dibayar Pengusaha.",{"bindId":66,"name":67,"text":68},"contracttrial","1. Mereka yang diterima menjadi Pekerja,","1. Mereka yang diterima menjadi Pekerja, harus melalui masa percobaan paling\nlama 3 (tiga) bulan.",{"bindId":70,"name":67,"text":68},"contracttrialperiod",{"bindId":72,"name":73,"text":74},"contractseverancepay","( berdasarkan Undang-Undang no.13 tahun ","( berdasarkan Undang-Undang no.13 tahun 2003 )",{"bindId":76,"name":77,"text":78},"contractseverancepay1","Besarnya uang pesangon ditetapkan sekura","Besarnya uang pesangon ditetapkan sekurang-kurangnya sebagai berikut ;\n\nMasa kerja kurang dari 1 tahun………………………………….1 bln\nupah.\n\nMasa kerja 1 th. atau lebih, tapi kurang dari 2 th………………2 bln\nupah.\n\nMasa kerja 2 th. atau lebih, tapi kurang dari 3 th………………3 bln\nupah.\n\nMasa kerja 3 th. atau lebih, tapi kurang dari 4 th………………4 bln\nupah.\n\nMasa kerja 4 th. atau lebih, tapi kurang dari 5 th………………5 bln\nupah.\n\nMasa kerja 5 th. atau lebih, tapi kurang dari 6 th………………6 bln\nupah.\n\nMasa kerja 6 th. atau lebih, tapi kurang dari 7 th………………7 bln\nupah.\n\nMasa kerja 7 th. atau lebih, tapi kurang dari 8 th………………8 bln\nupah.\n\nMasa kerja 8 th. atau lebih………………………..………………9\nbln upah.",{"bindId":80,"name":81,"text":82},"severance_number","Masa kerja 5 th. atau lebih, tapi kurang","Masa kerja 5 th. atau lebih, tapi kurang dari 6 th………………6 bln\nupah.",{"bindId":84,"name":85,"text":86},"severance_number_1_tenure","Masa kerja 1 th. atau lebih, tapi kurang","Masa kerja 1 th. atau lebih, tapi kurang dari 2 th………………2 bln\nupah.",{"bindId":88,"name":89,"text":90},"sicknesspay","2. dalam hal cuti sakit , di atur sesuai","2. dalam hal cuti sakit , di atur sesuai dengan peraturan yang berlaku\nsebagai berikut :\n\na. Untuk 4 bulan pertama dibayar 100%\n\nb. Untuk 4 bulan kedua dibayar 75 %\n\nc. Untuk 4 bulan ketiga dibayar 50 %\n\nd. Untuk selanjutnya dibayar 25 % sebelum pemutusan hubungan kerja di\nlakukan oleh pengusaha ( penjelasan terlampir )",{"bindId":92,"name":89,"text":90},"maxsicknesspay",{"bindId":94,"name":95,"text":96},"sicknessmaxdays","e. Bila Pekerja mengalami sakit dan tida","e. Bila Pekerja mengalami sakit dan tidak masuk bekerja selama satu tahun\nberturut- Turut karena sakitnya itu belum dapat masuk kerja lagi.",{"bindId":98,"name":95,"text":96},"sicknessmaxdaysnr",{"bindId":100,"name":101,"text":102},"menstruationleave","4. Cuti Haidh Cuti Haidh diberikan kepad","4. Cuti Haidh\n\nCuti Haidh diberikan kepada Pekerja wanita yang mendapat haidh Berdasarkan\nlaporannya pada hari pertama dan kedua waktu haidh",{"bindId":104,"name":105,"text":106},"disabilitypay","1. Seorang yang diterima menjadi Pekerja","1. Seorang yang diterima menjadi Pekerja PT. Centex diasuransikan terhadap\nkecelakaan Kerja , Hari Tua , Kematian dan Jaminan Pensiun menurut Program BPJS\nKetenagkerjaan Peraturan Pemerintah (PP) no.82 tahun 2019, PP. no. 45 tahun\n2015 dan PP.no.60Tahun 2015 .",{"bindId":108,"name":109,"text":110},"healthcareaccess","3. Khusus untuk karyawan\u002Fkaryawati yang ","3. Khusus untuk karyawan\u002Fkaryawati yang sedang bekerja, PT Centex\nmenyediakan klinik yaitu ;\n\n3.1. Klinik yang berada didalam PT Centex, dengan penanganan ;\n\na. Bersifat pertolongan pertama\n\nb. Tidak dapat membuat surat rujukan berobat ke balai pengobatan\n\n( dokter luar, klinik, rumah sakit, dan balai pengobatan lainnya )\n\nc. Jika dokter perusahaan membuat resep obat untuk pengobatan sakit karyawan\n\u002F Karyawati PT Centex, maka PT Centex akan mengganti biaya obat tersebut .\n\nd. Sehubungan dengan kondisi penyakitnya yang memerlukan istirahat, dokter\nklinik PT Centex dapat membuat Surat ijin dokter .",{"bindId":112,"name":113,"text":114},"healthinsurance","Sesuai dengan Perpres nomor 111 tahun 20","Sesuai dengan Perpres nomor 111 tahun 2013 BPJS kesehatan adalah memberikan\npelayanan kesehatan terhadap Pekerja dan keluarga pekerja , dengan ketentuan\ndan\n\nprosedur sesuai dengan program BPJS kesehatan .",{"bindId":116,"name":113,"text":114},"healthinsurancerelatives",{"bindId":118,"name":119,"text":120},"funeralpay","1. Perusahaan memberikan uang duka cita ","1. Perusahaan memberikan uang duka cita kepada Pekerja atau ahli warisnya\ndalam hal meninggal dunia dengan ketentuan sbb. :\n\na. Pekerja berkeluarga : Rp. 685.000,-\n\nb. Pekerja bujangan (lajang) : Rp. 585.000,-\n\nc. Isteri\u002Fsuami Pekerja : Rp. 255.000,-\n\nd. Anak kandung : Rp. 255.000,-\n\ne. Ayah\u002FIbu kandung : Rp. 205.000,-\n\nf. Ayah\u002FIbu mertua : Rp. 205.000,-",{"bindId":122,"name":123,"text":124},"protectiveclothing","3. a. Sepatu seragam ( Safety shoes ) Di","3. a. Sepatu seragam ( Safety shoes )\n\nDiberikan kepada pekerja yang kesehariannya mempunyai tugas dan tanggung\nJawab di proses produksi , maintenance , gudang dan pengemudi forklift , yang\nmana telah ditentukan dan diputuskan oleh General Manager Departemen . Safety\nshoes diberikan setiap bulan Pebruari .",{"bindId":126,"name":127,"text":128},"hiv","Seluruh pekerja wajib menjaga kesehatann","Seluruh pekerja wajib menjaga kesehatannya dari penyakit yang disebabkan\noleh ketergantungan obat, HIV-AIDS, serta penyakit lainnya .",{"bindId":130,"name":131,"text":132},"paidmaternityleave","Cuti Hamil (melahirkan\u002Fgugur kandungan),","Cuti Hamil (melahirkan\u002Fgugur kandungan), diatur sesuai dengan Undang-Undang\nNo. 13 tahun 2003.\n\nDan tanpa mengurangi ketentuan UU tersebut, yaitu kepada Pekerja wanita\ndalam hal hamil dan melahirkan anak diberikan cuti selama satu bulan sebelum\ndan dua bulan sesudah melahirkan anak, menurut surat keterangan dokter\nPerusahaan atau Dokter yang ditunjuk oleh Pengusaha.",{"bindId":134,"name":131,"text":135},"paidmaternityleaveduration","Cuti Hamil (melahirkan\u002Fgugur kandungan), diatur sesuai dengan Undang-Undang\nNo. 13 tahun 2003.",{"bindId":137,"name":131,"text":135},"paidmaternityleavepay",{"bindId":139,"name":131,"text":135},"paidmaternityleavepayperc",{"bindId":141,"name":131,"text":135},"maternityotherclause",{"bindId":143,"name":144,"text":145},"paidpaternityleave","c. Isteri Pekerja melahirkan anak selama","c. Isteri Pekerja melahirkan anak selama 3 ( tiga ) hari dan terbatas pada\nsatu isteri yang syah.",{"bindId":147,"name":148,"text":149},"deathrelatives","f. Ayah, ibu, anak, menantu, isteri\u002Fsuam","f. Ayah, ibu, anak, menantu, isteri\u002Fsuami, ayah\u002Fibu mertua Pekerja yang syah\nmeninggal dunia selama 3 ( tiga ) hari.",{"bindId":151,"name":152,"text":153},"marriage","a. Pernikahan Pekerja selama 3 ( tiga ) ","a. Pernikahan Pekerja selama 3 ( tiga ) hari.",{"bindId":155,"name":156,"text":157},"discrimination","3. Pengusaha tidak akan mengadakan tekan","3. Pengusaha tidak akan mengadakan tekanan-tekanan, baik yang langsung\nmaupun tidak langsung dan tindakan-tindakan diskriminasi atau yang bersifat\npembalasan terhadap Pekerja yang berhubungan dengan kegiatan-kegiatan yang\nwajar untuk Serikat Pekerja.",{"bindId":159,"name":160,"text":161},"violence","c. Penganiayaan , menghina secara kasar ","c. Penganiayaan , menghina secara kasar atau mengancam Pengusaha , keluarga\nPengusaha atau teman sekerja.",{"bindId":163,"name":164,"text":165},"dayspweek_select","b. Bagi pekerja yang tidak dalam giliran","b. Bagi pekerja yang tidak dalam giliran, dengan sistem 5 ( lima ) hari\nkerja",{"bindId":167,"name":168,"text":169},"PAIDLEAV_trigger","1. Cuti tahunan, yang lamanya 12 (dua be","1. Cuti tahunan, yang lamanya 12 (dua belas)hari kerja diberikan tiap-tiap\ntahun kepada Pekerja yang telah bekerja pada Perusahaan selama\nsekurang-kurangnya satu tahun berturut-turut. Sebagian dari cuti tahunan\ndiberikan kepada Pekerja, yaitu satu hari sebelum dan empat hari sesudah idul\nfitri (lebaran) tanggal kalender nasional, apabila pada hari-hari tersebut\ndiperlukan oleh perusahaan, maka sesuai pasal 14 pekerja bekerja (lembur) dan\ntidak dipotong cuti tahunan .\n\nPada prinsipnya hak cuti harus diambil oleh setiap Pekerja untuk istirahat.\nSisa cuti yang sudah habis masa berlakunya, agar tidak merugikan Pekerja, sisa\ntersebut dapat diberi penggantian dengan perhitungan terlampir. Penggantian\nsisa cuti dengan uang hanya berlaku bagi Pekerja yang prosentase kehadirannya\n98,50% ke atas, kecuali bagi Pekerja yang masa berlaku cutinya sudah habis yang\nbersangkutan dirawat di Rumah Sakit. Khusus kepada karyawan\u002Fwati yang PHK\nkarena batas usia kerja, apabila Saat yang bersangkutan mengakhiri masa\ntugasnya di PT. Centex karena batas usia kerja (pensiun) dan telah mempunyai\nsisa waktu setelah timbulnya cuti baru, maka sisa waktu tersebut dapat\ndiperhitungkan sebagai sisa cuti\n\ndan diganti uang dengan rumus terlampir.\n\n\n\nUntuk pekerja dengan Prosentase kehadiran kurang dari 98,50 % dan tidak\nberhak mendapat penggantian uang , maka kepada pekerja tersebut dapat\nmenggunakan sisa hak cuti yang telah habis masa berlakunya sampai dengan 6 (\nenam ) bulan sejak timbulnya hak cuti baru. .",{"bindId":171,"name":168,"text":172},"holidaysdays","1. Cuti tahunan, yang lamanya 12 (dua belas)hari kerja diberikan tiap-tiap\ntahun kepada Pekerja yang telah bekerja pada Perusahaan selama\nsekurang-kurangnya satu tahun berturut-turut. Sebagian dari cuti tahunan\ndiberikan kepada Pekerja, yaitu satu hari sebelum dan empat hari sesudah idul\nfitri (lebaran) tanggal kalender nasional, apabila pada hari-hari tersebut\ndiperlukan oleh perusahaan, maka sesuai pasal 14 pekerja bekerja (lembur) dan\ntidak dipotong cuti tahunan .",{"bindId":174,"name":168,"text":172},"holidaysweeks",{"bindId":176,"name":177,"text":178},"bankholidays1","Hari libur dalam Perusahaan adalah hari-","Hari libur dalam Perusahaan adalah hari-hari libur resmi, sebagaimana\nditetapkan Pemerintah.",{"bindId":180,"name":168,"text":172},"holidaysfixed",{"bindId":182,"name":168,"text":172},"holidaysfixeddays",{"bindId":184,"name":185,"text":186},"TRADEUNLEAV_trigger","b. Dengan ijin Pengusaha, Pemimpin dan a","b. Dengan ijin Pengusaha, Pemimpin dan anggota-anggota Serikat Pekerja dapat\nmenjalankan tugas-tugas Serikat Pekerja dalam jam-jam kerja dengan tetap\nmendapat upah dan hak-hak lainnya sebagai Pekerja.",{"bindId":188,"name":189,"text":190},"PAYSCALES_trigger","A. Upah Pokok Bulanan II atau Bulanan Te","A. Upah Pokok Bulanan II atau Bulanan Tetap\n\nUpah pokok bulanan II\u002Fbulanan Tetap tiap Pekerja ditetapkan oleh\n\nPengusaha dengan mempertimbangkan pendidikan Pekerja sebagaimana diminta\noleh Perusahaan, jenis pekerjaan yang harus dijalankan oleh Pekerja , masa\nkerja , pengalaman kerja , pekerjaan yang dilakukan dan kondite Pekerja.",{"bindId":192,"name":193,"text":194},"STRUCINCR_trigger","b. Tiap tahun Pengusaha memilih diantara","b. Tiap tahun Pengusaha memilih diantara pekerja-pekerja tertentu untuk\nmendapat kenaikan upah pokok atas dasar pertimbangan mengenai mereka\nmasing-masing dan menetapkan jumlah kenaikannya . Kenaikan upah pokok termaksud\ndalam ayat 3 ini mulai berlaku pada tanggal 21 Januari tahun yang\nbersangkutan.",{"bindId":196,"name":193,"text":194},"wageincreasedate",{"bindId":198,"name":199,"text":200},"ONCERISE_trigger","Tunjangan Hari Raya (Tahun Baru) sebesar","Tunjangan Hari Raya (Tahun Baru) sebesar 120% x satu bulan upah, kemudian\ndisesuaikan dengan Kesepakatan Bersama tertanggal 26 Januari 2000, diberikan\nkepada Pekerja yang pada Hari Lebaran atau Tahun Baru yang bersangkutan telah\nbekerja pada Perusahaan sekurang-kurangnya tiga bulan berturut-turut dan telah\nmelampaui masa percobaan. Pekerja yang PHK dengan waktu sudah memasuki bulan\npuasa berhak atas Tunjangan Hari Raya ( Tahun Baru ) .",{"bindId":202,"name":199,"text":200},"incidentalbonustype2",{"bindId":204,"name":199,"text":200},"incidentalbonusperc1",{"bindId":206,"name":207,"text":208},"ONCERISE2_trigger","Perusahaan memberi bonus kepada Pekerja ","Perusahaan memberi bonus kepada Pekerja setiap tahun sebesar satu bulan upah\nditambah α (alfa).\n\nDengan ketentuan sebagai berikut ;\n\n1. a. Pekerja dengan masa kerja sembilan bulan atau lebih, tetapi kurang\ndari satu tahun mendapat 75%.\n\nb. Pekerja dengan masa kerja enam bulan atau lebih, tetapi kurang dari\nsembilan bulan mendapat 50%.\n\nc. Pekerja dengan masa kerja tiga bulan atau lebih, tetapi kurang dari enam\nbulan mendapat 25%.\n\nd. Pekerja dalam masa percobaan mendapat 10%.\n\ne. Pekerja pensiun sebelum 21 Desember , mendapat : (jumlah bulan\u002F12) x satu\nbulan gaji ( terlampir ) .\n\n2. Sebagai dasar untuk menghitung upah , dipakai upah Bulan Desember tahun\nyang bersangkutan.\n\n3. Sebagai dasar untuk menghitung masa kerja dipakai 20 Desember dari tahun\nyang bersangkutan. Kepada karyawan\u002Fwati PHK karena batas usia kerja (pensiun)\nantara 21 Desember sampai dengan 20 Januari mendapatkan bonus yang dibayarkan\npada tanggal 20 Januari tahun bersangkutan.\n\n4. Bonus dibayarkan pada tanggal 20 Januari tahun yang bersangkutan.",{"bindId":210,"name":211,"text":212},"incidentalbonustype2sec","Dengan ketentuan sebagai berikut ; 1. a.","Dengan ketentuan sebagai berikut ;\n\n1. a. Pekerja dengan masa kerja sembilan bulan atau lebih, tetapi kurang\ndari satu tahun mendapat 75%.\n\nb. Pekerja dengan masa kerja enam bulan atau lebih, tetapi kurang dari\nsembilan bulan mendapat 50%.\n\nc. Pekerja dengan masa kerja tiga bulan atau lebih, tetapi kurang dari enam\nbulan mendapat 25%.\n\nd. Pekerja dalam masa percobaan mendapat 10%.\n\ne. Pekerja pensiun sebelum 21 Desember , mendapat : (jumlah bulan\u002F12) x satu\nbulan gaji ( terlampir ) .",{"bindId":214,"name":215,"text":216},"incidentalbonusdatesec","4. Bonus dibayarkan pada tanggal 20 Janu","4. Bonus dibayarkan pada tanggal 20 Januari tahun yang bersangkutan.",{"bindId":218,"name":219,"text":220},"NOCTPREM_trigger","2. Tunjangan giliran (Shift) Tunjangan g","2. Tunjangan giliran (Shift)\n\nTunjangan giliran diberikan kepada Pekerja yang bekerja dalam giliran.",{"bindId":222,"name":219,"text":220},"shiftallowancetype1",{"bindId":224,"name":225,"text":226},"overtimeallowancetype_general","1. Untuk kerja lembur termaksud dalam pa","1. Untuk kerja lembur termaksud dalam pasal 14 P.K.B. ini, Pekerja yang\nbersangkutan mendapat upah kerja lembur, yang jumlahnya ditentukan menurut\nSurat Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor Kep.\n102\u002FMEN\u002FVI\u002F2004 tanggal 25 Juni",{"bindId":228,"name":225,"text":226},"overtimeallowancetype",{"bindId":230,"name":225,"text":231},"SUNDAY_trigger","1. Untuk kerja lembur termaksud dalam pasal 14 P.K.B. ini, Pekerja yang\nbersangkutan mendapat upah kerja lembur, yang jumlahnya ditentukan menurut\nSurat Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor Kep.\n102\u002FMEN\u002FVI\u002F2004 tanggal 25 Juni\n\n2004.",{"bindId":233,"name":225,"text":231},"sundayallowancetype",{"bindId":235,"name":236,"text":237},"COMMUTE_trigger","Perusahaan memberikan bantuan uang trans","Perusahaan memberikan bantuan uang transportasi kepada pekerja, dengan\nsystem no work no pay. Besarnya bantuan uang transportasi dikelompokan menjadi\n3 kelompok ;\n\na. Pekerja yang bertempat tinggal didalam area kelurahan Ciracas .\n\nb. Pekerja yang bertempat tinggal diluar area kelurahan Ciracas .\n\nc. Pekerja yang bertempat tinggal dengan batas :\n\nSimpangan Depok ke selatan dan Cililitan ( perempatan cililitan - PGC )\n\nke utara\n\nBantuan transportasi akan ditinjau setiap tahun pada bulan Januari oleh\nPengusaha bersama serikat Pekerja .",{"bindId":239,"name":236,"text":240},"commutingallowancetype1","Perusahaan memberikan bantuan uang transportasi kepada pekerja, dengan\nsystem no work no pay. Besarnya bantuan uang transportasi dikelompokan menjadi\n3 kelompok ;\n\na. Pekerja yang bertempat tinggal didalam area kelurahan Ciracas .\n\nb. Pekerja yang bertempat tinggal diluar area kelurahan Ciracas .\n\nc. Pekerja yang bertempat tinggal dengan batas :\n\nSimpangan Depok ke selatan dan Cililitan ( perempatan cililitan - PGC )\n\nke utara",{"bindId":242,"name":243,"text":244},"MEALALL_trigger","1. Tunjangan uang makan Tunjangan uang m","1. Tunjangan uang makan\n\nTunjangan uang makan diberikan kepada Pekerja secara bulanan\n\n\n\n2. Tunjangan giliran (Shift)",{"bindId":246,"name":247,"text":248},"coverunion_trigger","P.K.B. mengikat kedua belah pihak dan an","P.K.B. mengikat kedua belah pihak dan anggota-anggota Serikat Pekerja Dalam\nhal Perusahaan atau Serikat Pekerja mengadakan perubahan nama atau penggabungan\ndengan Perusahaan\u002FOrganisasi lain, maka ketentuan-ketentuan dalam P.K.B. ini\ntetap berlaku terhadap Pekerja-Pekerja, yang terhadapnya berlaku\nketentuan-ketentuan dalam P.K.B. ini pada saat perubahan nama atau penggabungan\ntersebut, untuk sisa waktu berlakunya P.K.B. ini.",{"bindId":250,"name":251,"text":252},"direct_participation_trigger","1. Tiap perselisihan ketenaga kerjaan an","1. Tiap perselisihan ketenaga kerjaan antara Pengusaha dengan Serikat\nPekerja harus diselesaikan menurut ketentuan - ketentuan dalam Undang - Undang\nNomor 2 tahun 2004 , tentang Penyelesaian Perselisihan hubungan industrial.\nDengan penekanan bahwa kedua pihak pertama-tama harus mengusahakan\npenyelesaiannya secara intern dan damai dengan semangat Hubungan Industrial\nPancasila.\n\n2. Selama usaha untuk penyelesaian perselisihan ketenaga kerjaan termaksud\ndalam ayat 1 berjalan , kedua pihak dilarang melakukan tindakan yang bermaksud\natau bersifat menekan, mengancam, atau menakut-nakuti pihak lainnya seperti\npenutupan Perusahaan ( Lock Out ) dan\u002Fatau pemecatan oleh Pihak Pengusaha ,\nbegitupun demonstrasi dan\u002Fatau pemogokan oleh Pihak Serikat Pekerja.","\u003Chtml>\n\n    \u003Cdiv class=\"cobra-report\">\n\n        \u003Ch2>IDN PT. Century Textile Industry Tbk - Jakarta Timur - 2021\u003C\u002Fh2>\n\n        \u003Cdiv class=\"section general\">\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-start_date\">Tanggal dimulainya perjanjian: &rarr;&nbsp;2021-01-08\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-end_date\">Tanggal berakhirnya perjanjian: &rarr;&nbsp;2023-01-07\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \u003C!-- TODO: previous CBA logic -->\n            \u003C!-- TODO: status logic -->\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaratified\">Diratifikasi oleh: &rarr;&nbsp;Other\u003C\u002Fdiv>\n                \n                \n            \n\n            \u003C!-- TODO: transnational_label, includingcountries_label, national_framework_label -->\n\n            \u003Cdiv id=\"display-SECTOR1\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Industri\u002Fpabrik pengolahan\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-NACE2004\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Pabrik Manufaktur Textil\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-FIRMPRI\">\n                Sektor publik\u002Fswasta: &rarr;&nbsp;In the private sector\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv>Disimpulkan oleh:\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1\">\n\n                \n                    \n                    \u003Cdiv>\n                        Nama perusahaan: &rarr;&nbsp;\n                        Century Textile Industry Tbk - Jakarta Timur\n                    \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1\">\n                Nama serikat pekerja: &rarr;&nbsp;\n\n                \n                    \n                    \u003Cspan>\n                        SPN - Serikat Pekerja Nasional\n                    \u003C\u002Fspan>\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-casignemployees\">\n                Nama penandatangan dari pihak pekerja &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section social-security-pensions\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SOCSEC_trigger\">JAMINAN SOSIAL DAN PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-pensionfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pensiun bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilityfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan cacat bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-unemploymentfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan pengangguran bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section training\">\n            \u003Ch3 id=\"display-TRAINING_trigger\">PELATIHAN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingprogrammes\">Program pelatihan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprenticeships\">Magang: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pelatihan bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section sickness-disability\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KONDISI SAKIT DAN DISABILITAS\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-maxsicknesspayperc\">\n                Maximum cuti sakit berbayar (untuk 6 bulan): &rarr;&nbsp;92&nbsp;%\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-sicknessmaxdaysnr\">\n                Maximum hari untuk cuti sakit berbayar: &rarr;&nbsp;365 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-longtermillness\">Ketentuan mengenai kembali bekerja setelah menderita penyakit jangka panjang, seperti penyakit kanker: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-menstruationleave\">Cuti haid berbayar: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilitypay\">Pembayaran gaji apabila tidak mampu bekerja dikarenakan kecelakaan kerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n\n        \u003Cdiv class=\"section health-medical-assistence\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA BANTUAN MEDIS\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccess\">Bantuan medis disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccessrelatives\">Bantuan medis bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurance\">Kontribusi pengusaha untuk asuransi kesehatan disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurancerelatives\">Asuransi kesehatan bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetypolicy\">Kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetytraining\">Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-protectiveclothing\">Pakaian\u002Falat pelindung diri disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-hivpolicy\">Pemeriksaan kesehatan secara berkala disediakan oleh pengusaha: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-monitoring\">Pengawasan permintaan musculoskeletal di tempat kerja, resiko professional dan\u002Fatau hubungan antara pekerjaan dan kesehatan: &rarr;&nbsp;The relationship between work and health\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-funeralpay\">Bantuan duka\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-funeralpayamount\">\n                Minimum kontribusi pengusaha untuk penguburan\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;205000.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section work-family-arrangements\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKFAM_trigger\">PENGATURAN ANTARA KERJA DAN KELUARGA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleaveduration\">\n                Cuti hamil berbayar: &rarr;&nbsp;-10 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleavepayperc\">\n                Cuti hamil berbayar terbatas untuk: The CBA explicitly refers to the law % dari gaji pokok\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-jobsecuritymothers\">Jaminan tetap dapat bekerja setelah cuti hamil: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-maternitydiscrimination\">Larangan diskriminasi terkait kehamilan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-breastfeeding_dangerouswork\">Larangan mewajibkan pekerja yang sedang hamil atau menyusui untuk melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-riskassessment\">Penilaian resiko terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja yang sedang hamil atau menyusui di tempat kerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-alternatives\">Ketersediaan alternatif bagi pekerja hamil atau menyusui untuk tidak melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-timeoff\">Cuti untuk melakukan pemeriksaan pranatal: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningnonstandard\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempekerjakan pekerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningpromotion\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempromosikan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv> \n            \u003Cdiv id=\"display-nursingmothers\">Fasilitas untuk pekerja yang menyusui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcareprovision\">Pengusaha menyediakan fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcaresubsidy\">Pengusaha mensubsidi fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \u003Cdiv id=\"display-educationtuition\">Tunjangan\u002Fbantuan pendidikan bagi anak pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidpaternityleaveduration\">\n                Cuti ayah berbayar: &rarr;&nbsp;3 hari\n         \u003C\u002Fdiv>\n                        \u003Cdiv id=\"display-deathrelativesleave\">\n                Durasi cuti yang diberikan ketika ada anggota keluarga yang meninggal: &rarr;&nbsp;3 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n        \u003Cdiv class=\"section gender-equality-issues\">\n            \u003Ch3 id=\"display-GENEQ_trigger\">ISU KESETARAAN GENDER\u003C\u002Fh3>\n         \u003Cdiv id=\"display-eqpay\">Upah yang sama untuk pekerjaan yang sama nilainya: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n         \n         \u003Cdiv id=\"display-discrimination\">Klausal mengenai diskriminasi di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-eqpromotion\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat promosi: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n        \u003Cdiv id=\"display-eqtraining\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat pelatihan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>     \n        \u003Cdiv id=\"display-eqofficer\">Kesetaraan gender dalam kepengurusan serikat pekerja di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-sexualhar\">Klausal mengenai pelecehan seksual di tempat kerja &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violence\">Klausal mengenai kekerasan di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violenceleave\">Cuti khusus bagi pekerja yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-support_disabilities\">Dukungan bagi pekerja perempuan dengan disabilitas: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-equalitymonitoring\">Pengawasan kesetaraan gender: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n             \n         \u003C\u002Fdiv>\n         \n\n        \u003Cdiv class=\"section employment-contracts\">\n            \u003Ch3 id=\"display-EMPCONTR_trigger\">PERJANJIAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-contracttrialperiod\">\n                Durasi masa percobaan: &rarr;&nbsp;91 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\u003Cdiv id=\"display-severance_number\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;180&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-severance_number_1_tenure\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;60&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-part_time_excluded\">Pekerja paruh waktu tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-tempagency\">Ketentuan mengenai pekerja sementara: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprentices_excluded\">Pekerja magang tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-minijobs_excluded\">Pekerja mahasiswa tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section working-hours\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKHOURS_trigger\">JAM KERJA, JADWAL DAN LIBUR\u003C\u002Fh3>\n\n            \n\n            \n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-dayspweek\">\n                Hari kerja per minggu: &rarr;&nbsp;5.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysdays\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;12.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysweeks\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;2.0 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysfixeddays\">\n                Hari tetap untuk cuti tahunan: &rarr;&nbsp;5.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-schedulesrestpw\"> Periode istrirahat setidaknya satu hari dalam seminggu disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-sundays_year\">\n                Jumlah maksimum hari minggu\u002Fhari libur nasional dalam setahun dimana pekerja harus\u002Fdapat bekerja: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n             \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-tradeunleavdays\">\n                Cuti berbayar untuk aktivitas serikat pekerja: &rarr;&nbsp; hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-FLEXWORK_trigger\"> Ketentuan mengenai pengaturan jadwal kerja yang fleksibel: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section wages\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WAGES_trigger\">PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-PAYSCALES_trigger\">\n                Upah ditentukan oleh skala upah: &rarr;&nbsp;Yes, but there are only indices (no wages)\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n\n            \n            \n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-COSTLIV_trigger\">Penyesuaian untuk kenaikan biaya kebutuhan hidup: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-STRUCINCR_trigger\">Kenaikan upah\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-ONCERISE_trigger\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali:\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-incidentalbonusperc1\">\n                    Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali: &rarr;&nbsp;120&nbsp;%\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-extrapayfirmperformance\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali dikarenakan performa perusahaan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-NOCTPREM_trigger\">Tunjangan shift untuk kerja sore atau malam\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \u003Cdiv id=\"display-shiftallowancetype1\">Tunjangan shift hanya untuk yang kerja malam: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-OVERTIME_trigger\">Upah lembur hari kerja\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SUNDAY_trigger\">Upah lembur hari Minggu\u002Flibur\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-COMMUTE_trigger\">Tunjangan transportasi\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Ch4>Kupon makan\u003C\u002Fh4>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-MEALALL_trigger\">Tunjangan makan disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-mealvouchersamount\">\n                 &rarr;&nbsp; per makan\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-legalassistance_trigger\">\n                Bantuan hukum gratis: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n    \u003C\u002Fdiv>\n\n\u003C\u002Fhtml>\n",[],[],"collective_agreement",[258],{"title":38,"slug":34},[260],{"type":261,"data":262},"call_to_action_body_block",{"title":263,"description":264,"variant":265,"link":266},"Bandingkan Perjanjian Kerja Bersama","Bandingkan pasal-pasal dan topik dalam Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dengan Perjanjian Kerja Bersama di semua sektor kerja di Indonesia maupun negara-negara lainnya.","dark",{"title":263,"url":267,"description":263,"rel":268,"type":269},"\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fbandingkan-perjanjian-kerja-bersama","follow","internal",[271],{"type":261,"data":272},{"title":263,"description":264,"variant":265,"link":273},{"title":263,"url":267,"description":263,"rel":268,"type":269},[]]