[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"page:id-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-century-batteries-indonesia-dengan-serikat-pekerja-kimia-energi-pertambangan-minyak-gas-bumi-dan-umum-pt-century-batteries-indonesia":3},{"id":4,"slug":5,"title":6,"short_title":7,"intro_text":8,"meta_description":9,"seo_title":9,"path":10,"content_type":11,"locale":12,"go_live_at":7,"first_published_at":13,"page_created_at":14,"published_at":13,"edit_url":15,"breadcrumbs":16,"seo":24,"data":32,"children":245,"content_type_view":246,"extra_breadcrumbs":247,"body":249,"body_blocks":260,"related_pages":264},3679,"perjanjian-kerja-bersama","Perjanjian Kerja Bersama",null,"\u003Cp>Beberapa pilihan Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dipublikasikan di sini. Anda dapat menemukan teks asli dari Perjanjian Kerja Bersama tersebut, membaca dan menelusuri per bab maupun pasal, menurut topik yang sedang Anda cari.\u003Cbr\u002F>\u003Cbr\u002F>Ketika Anda mengklik pada link Perjanjian Kerja Bersama, halaman akan terbuka: di kolom sebelah kiri pada halaman tersebut berisi teks asli, sedangkan di kolom sebelah kanan, Anda akan menemukan ringkasan dari ketentuan yang ada di Perjanjian Kerja Bersama tersebut.\u003Cbr\u002F>Serikat Buruh\u002FPekerja dan Asosiasi Pengusaha dari Indonesia memberikan kontribusi terhadap pengumpulan data Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>","","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama","collective_agreements.collectiveagreementoverview","id_ID","2025-08-15T13:01:11.360625+00:00","2026-04-02T08:44:09.692847+00:00","\u002Fcms\u002Fpages\u002F3679\u002Fedit\u002F",[17,20,23],{"title":18,"slug":19},"Indonesia","id-id",{"title":21,"slug":22},"Bekerja di Indonesia","bekerja-di-indonesia",{"title":6,"slug":5},{"title":6,"description":9,"image":25,"canonical":26,"robots":27,"og_type":28,"twitter_card":29,"locale":19,"created_at":30,"last_modified_at":31},"https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fmedia\u002Fimages\u002FSocial_media_preview_image_-_2025.2e16d0ba.fill-1200x630.png","https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002F","index, follow","website","summary_large_image","2025-08-15T15:01:11.360625+02:00","2026-04-02T10:44:09.828831+02:00",{"cba":33,"clauses":45,"details":243,"translations":244},{"id":34,"uid":35,"url":36,"name":37,"locale":38,"override_title":9,"title":39,"browser_title":40,"browser_description":41,"text":42},"perjanjian-kerja-bersama-antara-pt-century-batteries-indonesia-dengan-serikat-pekerja-kimia-energi-pertambangan-minyak-gas-bumi-dan-umum-pt-century-batteries-indonesia","c1055724-803e-11e4-964d-001e0bbf9952","https:\u002F\u002Fcobra.wageindicator.org\u002Fcountries\u002Findonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-century-batteries-indonesia-dengan-serikat-pekerja-kimia-energi-pertambangan-minyak-gas-bumi-dan-umum-pt-century-batteries-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-century-batteries-indonesia-dengan-serikat-pekerja-kimia-energi-pertambangan-minyak-gas-bumi-dan-umum-pt-century-batteries-indonesia\u002F","Perjanjian Kerja Bersama Antara PT. Century Batteries Indonesia Dengan Serikat Pekerja Kimia, Energi, Pertambangan, Minyak Gas Bumi dan Umum PT. Century Batteries Indonesia 2011 - 2013","ba_ID","IDN PT. Century Batteries Indonesia - 2011","Indonesia - IDN PT. Century Batteries Indonesia - 2011","IDN PT. Century Batteries Indonesia - 2011 - Industri\u002Fpabrik pengolahan",{"name":43,"data":44},"53 - PKB PT. Century Batteries Indonesia.html","\n              \n              \n              \n              \n              \n              \n\n\n  \u003Cmeta http-equiv=\"content-type\" content=\"text\u002Fhtml; charset=UTF-8\">\n  \u003Ctitle>New4\u003C\u002Ftitle>\n  \u003Cmeta name=\"generator\" content=\"Amaya, see http:\u002F\u002Fwww.w3.org\u002FAmaya\u002F\">\n\n\n\n\u003Ch1>PERJANJIAN KERJA BERSAMA ANTARA PT. CENTURY BATTERIES INDONESIA DENGAN\nSERIKAT PEKERJA KIMIA ENERGI PERTAMBANGAN MINYAK GAS BUMI (SP-KEP)\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB I : UMUM\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 1 : Para Pihak Yang Mengadakan Perjanjian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perjanjian ini dibuat oleh :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha PT. Century Batteries Indonesia; dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Serikat Pekerja Kimia, Energi, Pertambangan, Minyak Gas Bumi dan Umum Unit\nKerja PT. Century Batteries Indonesia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 2 : Tujuan Perjanjian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Tujuan Perjanjian ini adalah untuk :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Menjelaskan dan menegaskan hak-hak dan kewajiban pengusaha dan pekerja\n;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Menetapkan ketentuan-ketentuan dan syarat-syarat kerja ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Memperjelas dan memperkokoh hubungan industrial yang harmonis ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Menghindari timbulnya perselisihan hubungan industrial di Perusahaan ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Menjalankan Catur Dharma Astra dan Tata Nilai Astra Otoparts ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Menetapkan cara-cara penyelesaian bila terjadi perselisihan atau perbedaan\npendapat ;dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Sebagai sarana perbaikan kesejahteraan pekerja pada periode berikutnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 3 : Ruang Lingkup Perjanjian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-equalitydifferenttrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-equalityexcludedtrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-childcareexcludedtrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-childcaredifferenttrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternitydifferenttrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityexcludedtrigger\">\u003Cp>1.Perjanjian ini berlaku bagi semua pekerja yang bekerja pada PT. Century\nBatteries Indonesia.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Perjanjian ini mencakup hal-hal pokok yang berkaitan dengan hak dan\nkewajiban kedua belah pihak dalam lingkup perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Para pihak tetap mempunyai hak dan kewajiban lainnya yang telah diatur\ndalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Kesepakatan atau perjanjian tambahan dapat diadakan dengan syarat tidak\nbertentangan dengan ketentuan-ketentuan yang ada pada Perjanjian ini dan hukum\nyang berlaku di Indonesia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Hal-hal yang bersifat teknis yang merupakan penjabaran lebih lanjut dari\nisi Perjanjian ini akan diatur dalam ketentuan tersendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 4 : Dasar Peraturan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perjanjian ini dibuat dengan didasarkan kepada :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Undang-Undang Negara Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 1956 Tentang\nPersetujuan Konvensi Organisasi Perburuhan Internasional No. 98 Mengenai\nBerlakunya Dasar-Dasar Daripada Hak Untuk Berorganisasi dan Berunding\nBersama;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Undang-Undang Negara Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2000 Tentang\nSerikat Pekerja\u002FSerikat Buruh;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Undang-Undang Negara Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2003 Tentang\nKetenagakerjaan ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Undang-Undang Negara Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2004 Tentang\nPenyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial ; dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Peraturan perundang-undangan lain di bidang ketenagakerjaan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 5 : Istilah-Istilah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam Perjanjian ini, yang dimaksud dengan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>No\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Istilah \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Pengertian\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Perjanjian\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Perjanjian Kerja Bersama yang dibuat dan disetujui bersama antara\n        pengusaha dan serikat pekerja untuk mengatur hubungan industrial dalam\n        Perusahaan demi kepentingan bersama.\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>2\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Perusahaan \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>PT. Century Batteries Indonesia yang didirikan dengan Akta Notaris E.\n        Pondaag dibawah No. 37 tanggal 16 September 1971 yang berkedudukan di\n        Jakarta dengan alamat JI. Raya Bekasi Km. 25 Cakung, Jakarta Timur.\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>3\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Pengusaha\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Pemilik perusahaan atau orang yang diberi kuasa oleh pemegang Saham\n        melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk mengelola jalannya\n        perusahaan serta melakukan tindakan untuk dan atas nama perusahaan.\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>4\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Pekerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Setiap orang yang bekerja pada perusahaan dengan menerima upah\u002Fgaji\n        atau imbalan dalam bentuk Iain.\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>5\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Serikat Pekerja \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Serikat Pekerja KEP (Kimia, Energi, Pertambangan, Minyak Gas Bumi dan\n        Umum) Unit Kerja PT. Century Batteries Indonesia yang berkedudukan di\n        Jakarta dengan alamat Jl.Raya Bekasi Km 25 Cakung Jakarta Timur yang\n        tercatat di Kantor Suku Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kodya\n        Jakarta Timur No.162\u002FIV\u002FP\u002FVIII\u002F2001 tanggal 15 Agustus 2001\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>6\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Pengurus\u002FFungsionaris \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Pekerja perusahaan yang ditunjuk oleh pekerja untuk mewakili\n        kepentingan pekerja di perusahaan, Pemerintah, atau instansi\n      lainnya.\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>7\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Pekerja Tetap\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Pekerja yang mempunyai hubungan kerja dengan pengusaha untuk waktu\n        tidak tertentu.\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>8\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Pekerja Waktu\n\n        \u003Cp>Tertentu\u002FKontrak\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Pekerja yang mempunyai hubungan kerja dengan pengusaha untuk waktu\n        tertentu.\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>9\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Keluarga Pekerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Seorang suami\u002Fistri pekerja yang sah menurut peraturan\n        perundang-undangan yang berlaku dan yang tercantum dalam surat\u002Fakta\n        nikah\u002Fakta catatan sipil, dan\u002Fatau anak-anak pekerja yang sah sesuai\n        dengan surat\u002Fakta kelahiran dan\u002Fatau surat keterangan yang sah dari\n        pihak\u002Finstansi yang berwenang dan terdaftar di perusahaan.\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>10\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Anak Pekerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Anak kandung yang sah atau anak angkat (dibuktikan dengan surat\n        keterangan dan pihak yang berwenang) yang menjadi tanggungan pekerja\n        dengan memperhatikan ketentuan sebagai berikut :\n\n        \u003Cp>a.Anak tersebut memenuhi kriteria :\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>1)Belum atau tidak bekerja ;\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>2)Belum mencapai usia 24 tahun ; dan\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>3)Belum berkeluarga (menikah).\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>b.Maksimal sampai 3 (tiga) anak ;\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>c.Dalam hal ada anak pekerja yang tidak lagi memenuhi kriteria huruf\n        a angka 1), 2), dan 3) diatas, maka dapat dilakukan penggantian ;\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>d.Dalam hal terjadi kelahiran kembar pada kelahiran ketiga, maka\n        seluruh anak pekerja yang bersangkutan sampai dengan kelahiran ketiga\n        tersebut akan menjadi tertanggung (masuk dalam daftar anak pekerja di\n        Perusahaan).\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>11\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Ahli Waris\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Istri\u002Fsuami\u002Fanak-anak yang sah dari pekerja yang terdaftar di\n        perusahaan, atau orang yang ditunjuk mendapatkan hak waris sesuai\n        dengan perundang- undangan yang berlaku.\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>12\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Alamat Pekerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Tempat tinggal pekerja yang terdaftar di Bagian Personalia\n      perusahaan.\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>13\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Masa Kerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Kurun waktu yang telah dilalui pekerja sejak pertama kali bekerja\n        (terhitung dari masa training) sampai dengan terjadinya pemutusan\n        hubungan kerja, dengan tidak membedakan status pekerja terhitung dari\n        masa training.\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>14\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Hari Kerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Hari Senin sampai dengan Jumat, kecuali ditetapkan lain sesuai dengan\n        kesepakatan dan\u002Fatau untuk bagian tertentu.\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>15\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Waktu Kerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Waktu dari Pukul 00.00 WIB sampai dengan Pukul 24.00 WIB yang dibagi\n        atas 3 shift dimana pekerja ditetapkan untuk bekerja sesuai dengan\n        tempat dan waktunya masing-masing.\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>16\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Waktu Istirahat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Waktu yang ditetapkan bagi pekerja untuk tidak bekerja.\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>17\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Cuti\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Hak pekerja untuk tidak masuk kerja dengan tetap mendapat upah\n      penuh.\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>18\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Upah\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Hak pekerja yang diterima dan dinyatakan dalam bentuk uang sebagai\n        imbalan dari pengusaha kepada pekerja yang ditetapkan dan dibayarkan\n        menurut suatu perjanjian kerja, kesepakatan, atau peraturan\n        perundang-undangan, termasuk tunjangan bagi pekerja dan keluarganya\n        atas suatu pekerjaan dan\u002Fatau jasa yang telah atau akan dilakukan.\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>19\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Tunjangan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Pemberian atau fasilitas yang diberikan oleh pengusaha kepada pekerja\n        menurut kebutuhan.\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>20\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Tunjangan Kehadiran\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Tunjangan berupa uang yang diberikan per bulan berdasarkan kehadiran\n        pekerja pada hari kerja wajib dalam tiap-tiap bulan yang jumlahnya\n        ditetapkan dengan perhitungan terlambat, absen, dan izin meninggalkan\n        kerja dan yang dianggap tidak produktif.\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>21\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Tunjangan\n\n        \u003Cp>Transportasi\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Tunjangan berupa uang yang diberikan per hari kerja berdasarkan\n        kehadiran pekerja (absensi).\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>22\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Tunjangan Makan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Tunjangan berupa natura (untuk pekerja shift I dan shift II) dan\u002Fatau\n        uang makan (untuk pekerja shift III) dan\u002Fatau uang makan dinas luar\n        (untuk pekerja yang sedang menjalankan tugas di luar kantor) yang\n        diberikan pengusaha kepada pekerja pada setiap kehadirannya di tempat\n        kerja.\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>23\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Tunjangan Shift\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Tunjangan yang diberikan kepada pekerja yang bekerja pada malam hari\n        (shift II dan shift III).\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>24\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Kerja Lembur\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Aktivitas kerja yang dilakukan di luar hari atau waktu kerja normal\n        berdasarkan perintah atasan yang didasarkan pada perencanaan\n      sebelumnya.\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>25\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Mutasi\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Perpindahan pekerja secara horizontal antar seksi\u002Fdepartemen dalam\n        perusahaan.\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>26\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rotasi\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Perpindahan pekerjaan pekerja secara horizontal di seksinya dalam\n        perusahaan.\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>27\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Pengalihan Hubungan Kerja \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Pemindahan pekerja ke perusahaan lain di dalam Astra Group.\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>28\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Promosi\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Perubahan golongan\u002Fjabatan ke tingkat yang lebih tinggi.\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>29\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Keluhan Kerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Keluhan atau pengaduan yang disampaikan oleh pekerja kepada pengusaha\n        mengenai hal-hal yang menyangkut hubungan kerja dan pekerjaan, termasuk\n        keselamatan dan kesehatan kerja.\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>30\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Upah Lembur\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Upah yang diberikan oleh pengusaha kepada pekerja yang melaksanakan\n        kerja lembur yang jumlahnya ditetapkan dengan perhitungan\n      tersendiri.\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>31\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Sakit\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Gangguan kesehatan yang memerlukan pengobatan dan\u002Fatau perawatan\n        dokter.\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>32\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rumah Sakit Rujukan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rumah sakit yang menjalin kerjasama pelayanan kesehatan dengan\n        Pengusaha dan dijadikan sebagai standar penentuan biaya dan\u002Fatau\n        fasilitas kesehatan pekerja.\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>33\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rumah Sakit Rayon\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rumah sakit yang menjalin kerjasama pelayanan kesehatan dengan\n        pengusaha.\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>34\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Tata Tertib dan\n\n        \u003Cp>Disiplin Kerja\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Peraturan yang harus dipatuhi oleh pekerja dalam melaksanakan\n        pekerjaannya di lingkungan perusahaan untuk menunjang efisiensi,\n        ketentraman, dan ketenangan pengusaha dan pekerja.\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>35\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Perjalanan Dinas\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Perjalanan yang dilakukan oleh pekerja berdasarkan surat perintah\n        dari pengusaha atau atasannya untuk melakukan tugas di luar tempat\n        kerja yang jarak tempuhnya melebihi 60 Km dari tempat Perusahaan,\n        dengan ketentuan batas wilayah sebagai berikut :\n\n        \u003Cp>a.Batas Timur : Pintu Tol Cikampek ;\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>b.Batas Selatan : Pintu Tol Bogor ;\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>c.Batas Barat : Pintu Tol Bitung ;\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>termasuk menghadiri sidang, lokakarya, training, dan pendidikan.\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>36\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Perjalanan Dinas Dalam Negeri \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Perjalanan dinas yang dilakukan di dalam wilayah Republik\n      Indonesia.\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>37\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Perjalanan Dinas Luar Negeri\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Perjalanan dinas yang dilakukan di luar wilayah Republik\n      Indonesia.\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB II : PENGAKUAN, JAMINAN, DAN FASILITAS BAGI SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 6 : Pengakuan Hak-Hak Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha mengakui bahwa Serikat Pekerja KEP (Kimia, Energi, Pertambangan,\nMinyak, Gas Bumi dan Umum) Unit Kerja PT. Century Batteries Indonesia adalah\norganisasi pekerja yang sah mewakili serta bertindak untuk dan atas nama\nseluruh anggotanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-discrimination\">\u003Cp>2.Pekerja yang terpilih menjadi pengurus serikat pekerja tidak akan mendapat\ntekanan dan tindakan diskriminatif baik langsung maupun tidak langsung, dari\nPengusaha dalam menjalankan tugas dan fungsinya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Serikat Pekerja menampung setiap keluhan dari anggotanya yang kemudian\ndisampaikan kepada pengusaha untuk ditanggapi dengan sebaik-baiknya sesuai\ndengan prosedur yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 7 : Keanggotaan Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Yang dapat menjadi anggota serikat pekerja adalah pekerja tetap golongan I\n– III PT. Century Batteries Indonesia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Setiap keanggotaan serikat pekerja dibuktikan dengan kartu tanda\nanggota.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 8 : Fasilitas untuk Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha menyediakan satu ruangan\u002Fkantor beserta fasilitasnya untuk\ndigunakan sebagai tempat mengelola\u002Fmelakukan kegiatan bagi serikat pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Apabila diperlukan, pengusaha akan memberikan izin kepada serikat pekerja\nuntuk menggunakan ruangan lain dalam perusahaan untuk mengadakan kegiatan atau\nrapat dengan para anggotanya, baik di dalam maupun di luar jam kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pengusaha menyediakan suatu lokasi di dalam Iingkungan perusahaan untuk\nmenempatkan pengumuman dari serikat pekerja yang mudah dibaca dan dilihat\nolehpekerja yang tidak bertentangan dengan perjanjian ini dan peraturan\nperundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Atas permohonan pimpinan serikat pekerja, pengusaha dapat mempertimbangkan\nuntuk membantu memungut iuran anggota serikat pekerja yang dipotong dari upah\npekerja oleh perusahaan setelah mendapat surat kuasa dari pekerja yang\nbersangkutan dan dari serikat pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pengusaha dapat memberikan dana kepada serikat pekerja dalam melakukan\nkegiatan-kegiatannya yang berhubungan dengan kepentingan serikat pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 9 : Dispensasi untuk urusan Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha memberikan dispensasi kepada pengurus atau anggota serikat\npekerja yang ditunjuk, tanpa mengurangi hak-hak mereka sebagai pekerja, untuk\nmelaksanakan urusan-urusan yang tersebut dibawah ini:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Memenuhi panggilan tertulis dari lembaga atau instansi pemerintah yang\nberkaitan dengan masalah hubungan industrial ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Meninggalkan pekerjaan dalam rangka konsultasi dengan pimpinan serikat\npekerja baik di tingkat cabang, daerah maupun pusat paling lama 1 (satu) hari\ndalam 1 (satu) minggu ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Mengikuti rapat serikat pekerja, baik di tingkat daerah maupun pusat,\nsebagaiwakil dari serikat pekerja, untuk jangka waktu tidak lebih dari 18\n(delapanbelas)hari dalam satu tahun takwim ; dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Mengikuti seminar\u002Fpendidikan\u002Flokakarya tentang hubungan industrial, baik\ndi dalam negeri maupun di luar negeri, untuk jangka waktu tidak lebih dari 20\n(dua puluh) hari dalam satu tahun takwim.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengusaha atas permintaan serikat pekerja atau atas pertimbangan sendiri\ndapat memperpanjang waktu yang tercantum dalam ayat 1 huruf b, c dan d di atas\ndengan alasan yang wajar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Izin dispensasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) di atas diberikan oleh\npengusaha dengan pertimbangan bahwa ketidakhadiran pekerja tersebut tidak akan\nmengganggu jalannya usaha\u002Fproduksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pengurus atau anggota serikat pekerja yang menjalankan urusan-urusan\nsebagaimana dimaksud pada ayat (1) di atas hendaknya mengajukan permohonan\ntertulis selambat-lambatnya 1 (satu) minggu\u002F7 (tujuh) hari kerja sebelum\ntanggal pelaksanaan urusan tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Dalam hal jangka waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (4) di atas tidak\ndipenuhi, pengusaha berhak menolak dispensasi, kecuali dengan alasan-alasan\nyang bias diterima.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Pengurus atau anggota serikat pekerja yang mendapat tugas untuk melakukan\nurusan-urusan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) di atas, baik di dalam maupun\ndi luar perusahaan, harus memberitahukan mengenai ketidakhadirannya tersebut\nkepada atasannya dan mendaftarkan dirinya ke bagian personalia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Dalam hal pekerja atau anggota serikat pekerja menjadi anggota pengurus\nserikat pekerja yang lebih tinggi tingkatannya, maka dispensasi sebagaimana\ndimaksud pada ayat (1) di atas tetap diberikan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB III : HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 10 : Hak untuk menerima Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Serikat Pekerja mengakui bahwa penerimaan calon pekerja dengan kualitikasi\nterbaik merupakan hak atau wewenang pengusaha, dengan memperhatikan kepentingan\ndan kebutuhan perusahaan sesuai dengan kebijaksanaan pengusaha tanpa membedakan\nstatus, asal-usul, agama, jenis kelamin dan golongan sesuai dengan ketentuan\nperaturan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 11 : Penerimaan Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Dalam menerima pekerja baru, pengusaha akan mempertimbangkan anak dan\nanggota keluarga pekerja yang terputus hubungan kerjanya dengan pengusaha\nkarena meninggal dunia, pensiun, atau gangguan kesehatan dengan syarat telah\nmemenuhi kualifikasi yang telah ditetapkan pengusaha untuk formasi yang\ntersedia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Setelah mengikuti proses penerimaan pekerja, calon pekerja yang telah\nditerima akandiberlakukan masa kontrak untuk suatu jangka waktu tertentu\n(sesuai dengan Undang-Undang No.13\u002F2003 tentang Ketenagakerjaan) yang kemudian\nkepada pekerja tersebut dapat diangkat menjadi pekerja tetap sesuai dengan\nketentuan yang berlaku di perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 12 : Pengisian Lowongan Jabatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha akan berusaha mengisi lowongan jabatan internal perusahaan\ndengan memprioritaskan pekerja yang telah ada dan memenuhi syarat, dengan tetap\nmemperhatikan faktor-faktor dibawah ini :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Jabatan minimum;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Kecakapan dan keahlian yang diperlihatkan ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Tingkat prestasi kerja ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Pribadi\u002Fwatak;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Kejujuran\u002Fintegritas ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Kesanggupan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Kesehatan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.Kerapihan dan loyalitas ; dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i.Senioritas (masa kerja).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja yang data pribadinya memuat teguran, absensi, dan peringatan yang\nmasih berlaku tidak akan dipertimbangkan untuk pengisian jabatan yang\nkosong.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Dalam hal seorang pekerja menduduki jabatan baru, maka kepadanya akan\ndiberikan upah sesuai dengan sistem pengupahan yang berlaku untuk jabatan\nbarunya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Dalam hal seorang pekerja ditempatkan untuk suatu jabatan tertentu, maka\ndiperlukan suatu masa tertentu untuk menilai kemampuan dan kompetensinya pada\njabatan yang baru tersebut yang disebut dengan masa penugasan sementara yang\nberlaku\u002Fselama 6 (enam) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Setelah pekerja melalui masa penugasan sementara sebagaimana tersebut\ndalam ayat (4) di atas dengan penilaian yang baik, pengusaha akan memberikan\npengangkatan tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 13 : Mutasi, Rotasi, Promosi dan Pengalihan Hubungan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Mutasi, rotasi, dan pengalihan hubungan kerja dilakukan dalam rangka\npendayagunaan pekerja serta untuk tercapainya tujuan organisasi\u002Fefisiensi\nperusahan dan tidak dimaksudkan untuk merugikan atau menghambat perkembangan\npekerjatetapi semata-mata untuk kelancaran jalannya perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengusaha berwenang untuk mengangkat, menempatkan, memutasikan dan\nmentransfer pekerja untuk suatu jabatan\u002Fpekerjaan di dalam lingkungan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pengusaha memberikan kesempatan kepada pekerja untuk bekerja di luar\nperusahaan dalam bentuk pengalihan hubungan kerja kepada perusahaan lain di\ndalam Astra Group.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Untuk kepentingan jalannya perusahaan, pengusaha berhak mengatur pembagian\ndan penunjukan pekerjaan dengan senantiasa mempertimbangkan keinginan-keinginan\ndan perkembangan karir pekerja di dalam perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Mutasi dan rotasi dapat dilakukan dengan alasan-alasan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Bertambahnya suatu pekerjaan di suatu tempat ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Memberikan kesempatan kepada pekerja guna memperoleh pengalaman-pengalaman\nyang lebih luas dengan memperhatikan potensi dankeinginan\u002Fharapan pekerja ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Alasan medis tidak dapat melanjutkan tugas atau pekerjaannya dalam\nlingkungan kerja\u002Fjabatan yang didudukinya, dengan bukti surat dari dokter dan\ndiketahui dokter perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Promosi golongan\u002Fsub golongan (people review) dilakukan 2 (dua) kali dalam\n1(satu) tahun, dan dilaksanakan pada bulan April dan Oktober sesuai sistem yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 14 : Pendidikan, Pelatihan dan Keterampilan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Para Pihak memahami perlunya suatu program pendidikan, pelatihan, dan\nketerampilan bagi pekerja sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan\nperusahaan\u002Fpekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-trainingprogrammes\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-TRAINING_trigger\">\u003Cp>2.Pengusaha dapat memberikan kesempatan kepada pekerja untuk mengikuti\npendidikan, pelatihan, dan keterampilan yang diadakan, baik di dalam maupun di\nluar lingkungan perusahaan, untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan\npekerja guna meningkatkan produktivitas.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Jenis pendidikan, pelatihan, dan keterampilan sebagaimana dimaksud dalam\nayat (2) di atas akan ditentukan oleh pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Dalam hal pengusaha menunjuk pekerja untuk mengikuti pendidikan,\npelatihan, atau keterampilan baik di dalam maupun di luar negeri, disamping\npekerja berhak atas pembayaran upah pokok bulanan dan tunjangan-tunjangan lain\nyang menjadi haknya, pekerja juga berhak atas penggantian biaya-biaya selama\nmengikuti pendidikan, pelatihan, atau keterampilan tersebut sesuai dengan\nketentuan yang berlaku, tanpa mengurangi hak cuti pekerja itu sendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 15 : Produktivitas\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Para Pihak akan melakukan usaha-usaha peningkatan produktivitas dalam\nrangka meningkatkan pertumbuhan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Usaha-usaha peningkatan produktivitas dilakukan dengan antara lain sebagai\nberikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Memotivasi para pekerja untuk senantiasa meningkatkan disiplin, kualitas\ndan kuantitas kerja ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Memotivasi para pekerja untuk menjalankan QCC dan TQC sesuai dengan Astra\nManagement System yang dijalankan di Perusahaan (Astra Group) ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Memotivasi para pekerja untuk mengemukakan gagasan\u002Fide perbaikan dan\nmetode kerja baru\u002F improvement di Perusahaan ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Memotivasi para pekerja dalam membudayakan 5-S untuk meningkatkan\nefisiensidan produktivitas kerja ; dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Memotivasi para pekerja untuk memiliki kemampuan\u002F keterampilan\ndalamberbagai bidang pekerjaan yang ada di perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Dalam rangka memberikan motivasi kepada para pekerja untuk melakukan\nusaha-usaha peningkatan produktivitas sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) di\natas, maka pengusaha akan mengusahakan insentif produktivitas, yang bentuk dan\npengaturannya akan ditentukan tersendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IV : WAKTU KERJA, ISTIRAHAT KERJA DAN LEMBUR\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 16 : Waktu Kerja dan Waktu Istirahat\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday\">\u003Cp>1.Pengusaha menetapkan waktu kerja selama 8 (delapan) jam dalam 1 (satu)\nhari dan 40 (empat puluh) jam dalam 1 (satu) minggu untuk 5 (lima) hari kerja\ndalam 1 (satu) minggu.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Waktu kerja normal terdiri atas 3 (tiga) shift, yaitu:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Shift I : Jam 07.30 s\u002Fd 16.30 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Shift II : Jam 16.30 s\u002Fd 00.30 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Shift III : Jam 00.30 s\u002Fd 07.30 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Waktu istirahat ditetapkan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Shift I : Jam 12.00 s\u002Fd 13.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Shift II : Jam 19.00 s\u002Fd 19.30 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Shift III : Jam 04.00 s\u002Fd 04.30 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Waktu kerja sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) di atas dapat berubah\nsesuai dengan kebutuhan perusahaan ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Khusus untuk shift I pada hari Jumat, jam kerja disesuaikan dengan jadwal\nsholat Jumat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Pengusaha memberikan kesempatan kepada pekerja untuk menjalankan ibadah\nmenurut agama dan kepercayaannya masing-masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Untuk pekerja pada bagian tertentu (Tenaga Kebersihan dan\nKeamanan\u002FSecurity), jam kerja akan ditetapkan tersendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 17 : Kerja Lembur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Dengan memperhatikan kepentingan dan kebutuhan perusahaan, pengusaha dapat\nmemerintahkan kepada pekerja untuk melaksanakan kerja lembur diluar waktu kerja\nnormal sebagaimana disebutkan dalam Pasal 16 ayat (1) di atas, dengan syarat\ntelah mendapat persetujuan dari pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Kerja Iembur sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) di atas dapat dilakukan\nkarena alasan-alasan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Apabila dalam jangka waktu tertentu ada banyak pekerjaan yang\ntertunda\u002Fbelum diselesaikan ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Untuk memenuhi segera permintaan konsumen akan barang produksi yang harus\nsecepatnya disediakan ; dan\u002Fatau\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Dalam keadaan damrat atau karena tertundanya produksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja diwajibkan untuk mempertanggungjawabkan kerja lembur yang\ndilakukannya sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Yang berhak mendapatkan upah lembur adalah pekerja golongan I, II, dan\nIII.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 18 : Kerja Lembur Pada Hari LiburSesuai dengan Kalender Kerja\nPerusahaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Apabila karena alasan-alasan sebagaimana disebutkan pada Pasal 17 ayat (2)\ndi atas kerja lembur dilakukan pada hari libur sesuai dengan Kalender Kerja\nPerusahaan, makapengusaha tetap wajib membayar upah kelja lembur kepada\npekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 19 : Perhitungan Upah Lembur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-OVERTIME_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SUNDAY_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowanceperc1\">\u003Cp>1.Perhitungan upah lembur ditetapkan sebagai berikut (sesuai dengan\nKeputusanMenteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia No. : Kep -\n102 \u002F MEN \u002FVI\u002F 2004) :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Hari Kerja Biasa Hari Sabtu\u002FMinggu\u002F Hari Libur Nasional\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Cuti Bersama\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jam ke1= Jamke 1-7= Jamke 1-7=\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.5 x TUL 2 x TUL 2,5 x TUL\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jamke2dst= Jamke8= Jamke8=\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2 x TUL 3 x TUL 3 x TUL\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jamke9dst= Jamke9dst=\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4 x TUL 4 X TUL\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Rumus Upah Lembur = Jumlah nilai jam lembur x TUL\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.TUL atau Tarif Upah Lembur ditetapkan dengan rumus :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>100% x (Upah Pokok + Tj.Hdr + (Rp 10.000,- + Tj.Transportasi) x 21) x ( 1\u002F\n173)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Waktu kerja lembur dihitung dengan kelipatan waktu 15 menit dengan\nketentuansebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.15 menit ke atas dihitung 0,5 jam dan seterusnya dengan kelipatan 0,5\njam;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Kurang, Adarl 15 menit tidak dihitung\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB V : PENGUPAHAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 20 : Ketentuan Umum\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-WAGES_trigger\">\u003Cp>1.Pengusaha akan membayar upah pokok kepada pekerja dalam waktu satu bulan\nsatukali yang dihitung mulai awal bulan sampai dengan akhir bulan yang\nbersangkutan,dan dibayar pada paling lambat setiap tanggal 25.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Pembayaran upah lembur, tunjangan transportasi, tunjangan kehadiran, dan\ntunjanganshift pada bulan berjalan, dihitung berdasarkan kerja lembur,\nkehadiran, dan kerjashift pada bulan sebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Apabila tanggal sebagaimana disebutkan dalam ayat (1) di atas jatuh pada\nhari liburmaka akan dibayar pada hari kerja sebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Upah bagi pekerja dalam masa kontrak disesuaikan dengan standar upah\nyangditetapkan oleh pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Komponen upah terdiri atas :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Upah pokok ; dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Tunjangan-tunjangan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Upah yang ditentukan bagi pekerja adalah upah kotor dan pajak atas upah\nmenjadikewajiban pekerja. Pengusaha melaksanakan perhitungan pemotongan\ndanpenyetoran pajak penghasilan pekerja berdasarkan peraturan perundangan\nyangberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Pengusaha akan memberikan SPT PPH 21 tahunan kepada pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 21 : Tunjangan-Tunjangan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha memberikan tunjangan-tunjangan kepada pekerja guna menunjang\nkelancaran dan ketenangan kerja di dalam melaksanakan pekerjaannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Tunjangan-tunjangan sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 di atas terdiri atas\n:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Tunjangan transportasi ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Tunjangan kehadiran ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Tunjangan makan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Tunjangan shift ; dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Tunjangan perjalanan dinas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 22 : Tunjangan Transportasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-commutingallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-COMMUTE_trigger\">\u003Cp>1.Semua pekerja akan diberikan tunjangan transportasi untuk memperlancar\ntransportasi dari tempat tinggalnya ke perusahaan yang besarnya 3 x 2 X tarif\nbis kota (Metro Mini) x 125% per hari kehadiran dan akan dibayarkan bersamaan\ndengan pembayaran upah pokok bulanan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Tunjangan transportasi bagi pekerja yang masuk Shift II dan Shift lll akan\ndibayar 2X (dua kali) besar tunjangan transportasi sebagaimana disebutkan dalam\nayat 1 diatas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Tunjangan transportasi bagi pekerja shift I yang harus menyelesaikan\npekerjaannya atas permintaan pengusaha sampai dengan jam 21.00 WIB atau Iebih\nakan dibayar 2x (dua kali) besar tunjangan transportasi sebagaimana disebutkan\ndalam ayat (1) di atas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 23 : Tunjangan Kehadiran\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Tunjangan kehadiran akan diberikan dan dibayarkan bersamaan dengan\npembayaran upah pokok bulanan yang besarnya ditetapkan sebesar Rp 75.000,-\n(gross) per bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Tunjangan kehadiran sebagaimana disebutkan dalam ayat 1 di atas dipotong\ndalam hal :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pekerja terlambat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1) 1 - 5 menit dipotong 5% x Tj.Kehadiran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) 6 -10 menit dipotong 10% x Tj.Kehadiran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) 11-15 menit dipotong 15% x Tj.Kehadiran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4) &gt; 15 menit dipotong 20% x Tj.Kehadiran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pekerja izin Meninggalkan Pekerjaan pada jam kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1) 1 x IMP dipotong 25% x Tj.Kehadiran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) 2 x IMP dipotong 50% x Tj.Kehadiran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) 3 x IMP dipotong 75% x Tj.Kehadiran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4) 4 x IMP dipotong 100% x Tj.Kehadiran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Pekerja sakit (Surat Dokter)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1) 1 x dipotong 25% X Tj.Kehadiran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) 2 x dipotong 50% x Tj.Kehadiran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) 3 x dipotong 75% X Tj.Kehadiran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4) 4 x dipotong 100% x Tj.Kehadiran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Pekerja izin tidak masuk kerja dengan keterangan\u002Fsurat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1) 1 X dipotong 50% x Tj.Kehadiran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) 2 x dipotong 100% x Tj.Kehadiran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Pekerja Mangkir\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1 x mangkir dipotong 100% x Tj.Kehadiran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Tunjangan kehadiran tidak dipotong dalam hal :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.pekerja sudah hadir (masuk kerja) tetapi direkomendasikan untuk pulang\nkarena sakit berdasarkan surat keterangan dokter poliklinik perusahaan ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.pekerja masuk shift II atau shift III dan terpaksa harus pulang karena\nmendadaksakit dan telah melapor terlebih dahulu kepada Kasubsie dan\u002Fatau Danru\nSatpamserta menyerahkan surat keterangan dokter pada saat masuk kerja kembali\n;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.pekerja izin pulang karena alasan-alasan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1) Istri pekerja melahirkan ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Suami\u002F Istri dan\u002Fatau anak kandung pekerja opname\u002F meninggal ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Orangtua pekerja meninggal ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4) Mertua\u002F menantu\u002Fipar\u002Fkakek\u002Fnenek langsung pekerja meninggal ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5) Saudara kandung\u002Fipar pekerja meninggal ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6) Orang satu rumah meninggal (dengan bukti surat dari pihak yang\nberwenang); dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7) Musibah\u002F bencana alam yang dilengkapi dengan surat keterangan yang dapat\ndipertanggungjawabkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Terjadi hal-hal yang bersifat dispensasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pekerja yang hadir terus menerus selama 1 (satu) tahun kalender akan\ndiberikan insentif kehadiran yang besarnya diatur tersendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 24 : Tunjangan Makan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-mealvouchers\">\u003Cp>1.Dalam rangka menjamin gizi kesehatan serta ketenangan kerja, pengusaha\nmemberikan makan dan ekstra fooding berupa susu dan snack.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Dalam hal pekerja sedang melakukan perjalanan dinas sehingga tidak dapat\nkembali ke perusahaan untuk makan siang, maka kepadanya akan diberikan\npenggantian uangmakan yang besarnya ditetapkan sebesar tunjangan makan + 50\n%.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Dalam hal pekerja shift I harus menyelesaikan pekerjaannya atas permintaan\npengusaha atau atasannya sampai dengan pukul 19.30 WIB atau lebih, maka\nkepadanya diberikan uang makan (standar kantin) yang akan dibayarkan pada bulan\nberikutnya (di luar ketentuan tersebut akan menjadi tanggung jawab atasannya\nmasing-masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pekerja yang masuk shift III tidak diberikan makan, tetapi kepadanya\ndiberikan uang pengganti berupa uang makan (standar kantin) yang akan\ndibayarkan pada bulan berikutnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Bagi pekerja yang bekerja pada shift malam (II dan III) akan mendapat\npaket gizi tambahan berupa 1 kaleng susu coklat, setengah kilogram gula dan 2\nkaleng susu putih per minggu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Khusus untuk bulan Ramadhan (puasa), pengusaha berupaya menyediakan\nmakanan sahur untuk pekerja shift III.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 25 : Tunjangan Shift\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-NOCTPREM_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-shiftallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-shiftallowanceamount1\">\u003Cp>1.Tunjangan shift diberikan kepada pekerja yang bekerja pada malam hari\n(shift II dan III), yang jumlahnya ditetapkan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>JabatanShiftNilai RpKeterangan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Operator Shift 23.700\u002Fhari kehadiran (Gross)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Shift 35.200\u002Fhari kehadiran (Gross)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Kasubsie Shift 24.400\u002Fhari kehadiran (Gross)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Shift 35.700\u002Fhari kehadiran (Gross)\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Bagi pekerja yang melanjutkan pekerjaan pada shift berikutnya minimal 4.5\njam (Shift I) dan 4 jam (Shift II) akan mendapat tunjangan shift yang telah\nditentukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 26 : Tunjangan Perjalanan Dinas\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Tunjangan perjalanan dinas diberikan kepada pekerja yang mendapat tugas di\nluar perusahaan, berupa tunjangan penginapan, uang saku dan lain-lain yang\ndiatur sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Dilakukan pada jam kerja atau di luar jam kerja baik hari kerja efektif\natau hari libur mendapatan uang saku dan uang makan 100 %, sesuai dengan\nLampiran II Perjanjian ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Bila tidak menginap maka kedatangan kurang dari 2,5 jam tidak dihitung\nlembur kecuali driver (dihitung actual).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Bila menginap maka lembur dihitung actual sesuai laporan dan disetujui\natasan\u002Fyang menugaskan termasuk driver (bila ada aktivitas kerja).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Perjalanan dinas yang jarak tempuhnya lebih dari 8 jam, selain uang saku\ndan uang makan, biaya lainnya (snack dan minmnan) ditanggung perusahaan sesuai\nkuitansi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 27 : Peninjauan Kenaikan Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasedate\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasefirmperformance\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasetype2\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-STRUCINCR_trigger\">\u003Cp>1.Pada prinsipnya pengusaha akan meninjau kenaikan upah setiap satu tahun\nsekali dengan memperhatikan IHK\u002F BPS ((DKI Jakarta + NAS)\u002F2), situasi dan\nkondisi perusahaan serta perbaikan taraf hidup pekerja dan keluarganya serta\nprestasi kerja, yang dilaksanakan setiap bulan Januari tahun berjalan\nberdasarkan hasil musyawarah mufakat dengan serikat pekerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Dalam hal seorang pekerja dipromosikan pada suatu golongan dan\u002Fatau\njabatan yang lebih tinggi, maka kepadanya akan dilakukan penyesuaian upah\nsesuai dengan standar upah pada golongan\u002Fjabatan tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Dalam hal pada tahun berjalan terjadi kebijakan di bidang moneter yang\nmenyebabkan menurunnya daya beli masyarakat\u002Fpekerja, maka akan dilakukan\npenyesuaian upah berdasarkan musyawarah mufakat antara pengusaha dengan serikat\npekerja dengan mempertimbangan IHK\u002F BPS (Indeks Harga Konsumen dari Badan Pusat\nStatistik) tiga bulan terakhir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Kenaikan upah dapat berupa kenaikan upah pokok dan\u002Fatau\ntunjangan-tunjangan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 28 : Upah Pekerja Sewaktu Ditahan oleh Pihak yang Berwajib\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Dalam hal pekerja ditahan oleh pihak yang berwajib karena diduga melakukan\ntindak pidana, maka pengusaha tidak wajib membayar upahnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dalam hal pekerja sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 di atas mempunyai\nkeluarga yang terdaftar di pengusaha, maka pengusaha wajib memberikan bantuan\nkepada keluarga pekerja yang besarnya ditetapkan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Jumlah Tanggungan\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Besarnya Tanggungan per Bulan\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>1 orang\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>25 % dari Upah Sebulan\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>2 orang\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>35 % dari Upah Sebulan\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>3 orang\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>45 % dari Upah Sebulan\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>4 orang atau lebih\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>50 % dari Upah Sebulan\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pemberian bantuan sebagaimana dimaksud dalam ayat 2 di atas ditetapkan\nmaksimal 6 (enam) bulan terhitung sejak hari pertama pekerja ditahan oleh pihak\nyang berwajib.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pengusaha dapat melakukan Pemutusan Hubungan Kerja terhadap pekerja yang\nsetelah 6 (enam) bulan tidak dapat melakukan pekerjaan sebagaimana mestinya\nkarena dalam proses perkara pidana sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 (satu).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Dalam hal pengadilan memutuskan perkara pidana sebelum masa 6 (enam) bulan\nsebagaimana dimaksud dalam ayat 4 berakhir dan pekerja dinyatakan tidak\nbersalah, maka pengusaha wajib mempekerjakan kembali pekerja tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Dalam hal pengadilan memutuskan perkara pidana sebelum masa 6 (enam) bulan\nberakhir dan pekerja dinyatakan bersalah maka pengusaha dapat melakukan\nPemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada pekerja yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Pemutusan hubungan kerja yang dilakukan 6 (enam) bulan sejak pekerja\nditahan diperkenankan, kecuali ada ketentuan lain menurut kesepakatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VI : PEMBEBASAN DARI KEWAJIBAN BEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 29 : Hari Libur Resmi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-schedulesrestpw\">\u003Cp>Hari libur resmi terdiri atas :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Hari libur mingguan ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Hari libur yang ditetapkan oleh pemerintah setiap tahun ; dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Hari libur lain yang ditetapkan berdasarkan musyawarah mufakat antara\npengusaha dengan serikat pekerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 30 : Cuti\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pekerja berhak atas cuti yang terdiri atas :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Cuti tahunan ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Cuti besar ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Cuti melahirkan\u002Fkeguguran (khusus bagi pekerja wanita) ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Cuti haid (khusus bagi pekerja Wanita) ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Cuti sakit ; dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Cuti ibadah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 31 : Cuti Tahunan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysweeks\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysdays\">\u003Cp>1.Seorang pekerja yang telah bekerja terus menerus selama satu tahun (12\nbulan) berhak mendapatkan cuti tahunan sebanyak 12 hari kerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Hak cuti tahunan sebanyak 12 hari kerja sebagaimana disebutkan di atas\nakan dikurangi sejumlah 6 (enam) hari untuk cuti bersama pemerintah dan cuti\nbersama perusahaan sesuai dengan Kalender Kerja Tahunan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Cuti tahunan ini berlaku sampai dengan tanggal 31 Desember atau akhir\ntahun setelah hak cuti itu lahir, dan tidak bisa diakumulatifkan (digabung)\ndengan cuti besar dan\u002Fatau libur massal yang ditetapkan oleh pengusaha dalam\nKalender Kerja Tahunan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 32 : Cuti Besar\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pekerja yang telah melewati masa kerja selama 5 (lima) tahun, 10 (sepuluh)\ntahun, 15 (lima belas) tahun dan seterusnya setiap kelipatan 5 tahun, akan\ndiberikan hak cuti besar selama 30 (tiga puluh) hari kalender dan uang cuti\nsebesar = (Upah Pokok + Tj .Hdr+(Tj.Transportasi X 30 hari)).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Hak cuti besar hanya berlaku selama 5 (lima) tahun terhitung sejak hak\ncutinya lahir, dan apabila dalam jangka waktu tersebut hak cuti besar tidak\ndigunakan\u002Fdiambil maka menjadi hangus atau hilang, kecuali atas permintaan\natasan\u002Fpengusaha pengambilan cuti dapat ditunda (tidak hangus).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pengambilan cuti besar dilakukan sesuai dengan petunjuk pelaksanaannya\nsebagaimana tercantum dalam Lampiran III Perjanjian ini\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 33 : Cuti Melahirkan\u002F Keguguran\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveall\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleave\">\u003Cp>1.Pekerja wanita berhak atas cuti melahirkan selama 45 (empat puluh lima)\nhari kalender sebelum melahirkan atau hari menurut perkiraan dokter akan\nmelahirkan (dibuktikan dengan surat keterangan dokter\u002Fbidan) dan 45 (empat\npuluh lima) hari kalender setelah melahirkan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityotherclause\">\u003Cp>2.Dalam hal terjadi kelahiran lebih cepat dari perkiraan hari kelahiran,\nmaka pekerja Wanita tersebut hanya berhak mendapatkan cuti selama 45 (empat\npuluh lima) hari kalender setelah melahirkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Dalam hal terjadi kelahiran lebih lambat dari perkiraan hari kelahiran,\nmaka pekerja wanita tetap berhak mendapatkan cuti selama 45 (empat puluh lima)\nhari kalender setelah melahirkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Dalam hal pekerja wanita mengalami keguguran, maka pekerja Wanita tersebut\nberhak atas cuti selama 45 (empat puluh lima) hari kalender setelah mengalami\nkeguguran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pekerja yang mengambil cuti melahirkan\u002Fkeguguran berhak mendapat upah\npokok.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Hak cuti sebagaimana dimaksud dalam ayat 1, ayat 2, dan ayat 3 di atas\ndapat diperpanjang berdasarkan rekomendasi dari dokter yang menyatakan bahwa\npekerja wanita tersebut belum atau tidak diizinkan untuk bekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Hak cuti sebagaimana dimaksud dalam ayat 1, ayat 2, dan ayat 3 di atas\ndapat diatur lain dengan kesepakatan dengan pekerja wanita.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 34 : Cuti Haid\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-menstruationleave\">\u003Cp>1.Dalam hal pekerja wanita yang dalam masa haid merasakan sakit yang\nmengganggu pekerjaannya, maka kepada pekerja tersebut berhak atas cuti selama 2\n(dua) hari dalam masa haid (datang bulan).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Jangka waktu 2 (dua) hari sebagaimana tersebut dalam ayat 1 di atas adalah\nhari pertama dan hari kedua datangnya masa haid.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 35 : Cuti Sakit\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pekerja berhak atas cuti sakit yang diberikan dengan penimbangan atau\nrekomendasi dari dokter yang menerangkan bahwa pekerja tidak dapat bekerja\ndan\u002Fatau apabila bekerja akan membahayakan diri pekerja itu sendiri, teman\nsekerja, dan\u002Fatau lingkungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspaytype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspayperc\">\u003Cp>2.Perhitungan upah yang diberikan kepada pekerja yang menggunakan hak cuti\nsakitnya adalah sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Lama sakit\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Upah selama sakit\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>0 - 6 bulan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>100% X Upah Sebulan\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>6 - 12 bulan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>75% x Upah Sebulan\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>12 - 18 bulan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>50% x Upah Sebulan\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>18 - 24 bulan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>25% X Upah Sebulan\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdaysnr\">\u003Cp>3.Dalam hal setelah 24 (dua puluh empat) bulan secara terus menerus pekerja\ndinyatakan belum sembuh berdasarkan keterangan dokter, maka pengusaha dengan\nserikat pekerja akan mempertimbangkan langkah-langkah selanjutnya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4.Pekerja yang mengambil cuti sakit tidak mendapat tunjangan kehadiran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 36 : Cuti Ibadah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pekerja yang bermaksud menunaikan ibadah menurut agamanya masing-masing dan\ntelah mempunyai masa kerja minimal 5 (lima) tahun secara terus menerus dapat\nmemperoleh izin cuti ibadah dengan upah pokok penuh selama waktu yang\ndiperlukan untuk itu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 37 : Prosedur Mengajukan Cuti\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Setiap rencana\u002Fpermohonan cuti wajib diajukan oleh pekerja ke bagian\nPersonalia selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kerja sebelum cuti dijalankan,\nkecuali cuti melahirkan\u002Fkeguguran, haid, dan cuti sakit.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Khusus untuk cuti ibadah, permohonan harus diajukan kepada bagian\nPersonalia selambat-lambatnya 1 (satu) bulan sebelum cuti dimulai dengan\nmelampirkan bukti-bukti atau surat-surat lengkap dari instansi yang\nberwenang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Dalam hal pekerjaan tenunda atau menumpuk, atasan atau pimpinan dapat\nmenunda cuti pekerja untuk kemudian diganti pada hari yang lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 38 : Izin Tidak Bekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-childcare\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-childcareleave\">\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleave\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-childcare\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-childcareleave\">\u003Cp>1.Pengusaha memberikan izin kepada pekerja untuk tidak bekerja tanpa\nmengurangi tunjangan kehadiran (dengan melampirkan bukti dari pihak yang\nberwenang), karena hal-hal sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Keperluan Lama Izin\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Keluarga Opname :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Istri \u002F suami \u002F\nanak.................................................................2 hari\nkerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Bapak \u002F ibu \u002Fmertua \u002F saudara kandung..............................1 hari\nkerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Kakek \u002F nenek \u002F orang serumah...........................................1\nhari kerja\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>b.Keluarga Meninggal Dunia : '\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Istri \u002F suami \u002F\nanak................................................................3 hari\nkerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Bapak \u002F ibu \u002F mertua\u002F saudara kandung\u002F menantu............2 hari kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Kakek\u002F nenek\u002F ipar \u002F orang serumah...................................1 hari\nkerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jika hari kerja terjadi pada saat libur massal, maka izin bisa diberikan\ndengan batas waktu 3 (tiga) hari sebelum mulai masuk kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Pekerja melaksanakan perkawinan\npertama.....................................3 hari kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Mengkhitankan \u002F baptis anak kandung\u002F anak angkat yang sah......2 hari\nkerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleaveduration\">\u003Cp>e.Istri pekerja melahirkan atau keguguran kandungan......................2\nhari kerja\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>f.Menikahkan anak kandung\u002F anak angkat yang sah..........................2\nhari kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Tugas Negara (dengan persetujuan pimpinan perusahaan) disesuaikan dengan\nkebutuhan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.Apabila point a s\u002Fd f berada di luar Jabodetabek\nditambah..................1 (satu) hari kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dalam hal pekerja mengalami musibah bencana alam, maka izin dapat\ndiberikan dengan mempertimbangkan peristiwa yang dialaminya dengan dibuktikan\ndengan surat dari pihak yang berwenang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VII : PENGOBATAN DAN PERAWATAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 39 : Pemeriksaan Dokter dan Pengobatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Para Pihak menyadari sepenuhnya bahwa diperlukan perhatian yang layak dan\nwajar terhadap kondisi kesehatan pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccessrelatives\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccess\">\u003Cp>2.Pengusaha menyediakan poliklinik untuk perneriksaan kesehatan bagi pekerja\ndan anggota keluarganya di waktu jam kerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Pengusaha menunjuk apotik perusahaan\u002Frayon guna melayani pengambilan obat\nbagi pekerja dan anggota keluarganya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Dalam waktu kerja pengambilan obat dapat melalui bagian General Affair\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 40 : Ketentuan Umum Biaya Pemeriksaan dan Pengobatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Biaya pemeriksaan dan obat bagi pekerja dan keluarganya ditanggung oleh\npengusaha sesuai dengan ketentuan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pemeriksaan melalui dokter perusahaan, pekerja tidak dipungut biaya\n(gratis).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Dalam hal pengambilan obat melalui dokter perusahaan (poliklinik\nperusahaan) dan\u002Fatau apotik rayon, maka pekerja tidak perlu membayar kontan,\ncukup dengan menunjukkan resep.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Penggantian biaya pemeriksaan dan pengobatan dilakukan dengan terlebih\ndahulu menunjukkan kuitansi \u002Fpemeriksaan pengobatan kepada dokter perusahaan\nuntuk diperiksa kebenarannya dan disahkan serta kemudian diserahkan kepada\nbagian General Affair untuk mendapatkan penggantian sesuai dengan ketentuan\nyang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Tunjangan pengobatan dalam 1 tahun berlaku 1 periode (1 Januari s\u002Fd 31\nDesember)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Bila tunjangan pengobatan tidak digunakan dalam 1 tahun maka pekerja\nakanmenerima insentif kesehatan sebesar 1 x upah pokok yang diberikan pada\npekerja di bulan Januari tahun berikutnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Besarnya tunjangan pengobatan adalah 2 (dua) kali Upah Pokok, dengan\nketentuan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Status Pekerja\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Minimum \u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Maksimum\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Bujangan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2.800.000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3.400.000\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Keluarga\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>4.000.000 \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>6.700.000\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Dalam hal pekerja menderita penyakit menahun\u002Fakut, maka akan diberikan\nbantuan biaya di luar tunjangan pengobatan sebagaimana disebutkan pada ayat (7)\ndi atas yang besarnya diatur tersendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Kuitansi pengobatan sebagaimana dimaksud dalam ayat (4) di atas berlaku\nuntuk maksimal 7 (tujuh) hari sejak tanggal pekerja yang bersangkutan berobat\ndan apabila lebih dari waktu tersebut, maka kuitansi tidak dapat diganti\u002Ftidak\nberlaku, kecuali dalam hal-hal tertentu (cuti besar, libur massal, berada di\ndaerah).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 41 : Biaya Perawatan dan Pengobatan di Rumah Sakit\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Biaya perawatan dan pengobatan di rumah sakit bagi pekerja dan keluarganya\nditetapkan sesuai dengan standar biaya rumah sakit rujukan yakni, Rumah Sakit\nIslam Cempaka Putih Jakarta sesuai dengan ketentuan jabatan dan golongan\npekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Biaya perawatan dan pengobatan di nunah sakit bagi pekerja dan keluarganya\ndibayar penuh oleh pengusaha dengan ketentuan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Penggantian biaya perawatan di rumah sakit rayon ditetapkan sesuai dengan\ntable di bawah ini :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1) RSIJ C. Putih Jakarta : Kelas II A\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) RSIJ Pondok Kopi Jaktim : Kelas II Medium\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) RSIJ Sukapura Jakut : Kelas II\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4) RS. Mekarsari Bekasi : Kelas II\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5) RS. Bella Bekasi : Kelas II\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6) RS. Ananda Bekasi : Kelas II\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7) RS. Citra Harapan Bekasi : Kelas II\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8) RS. Karya Medika II Bekasi : Kelas II\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9) RS. Hermina Group : Kelas II\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10) RS. Mitra Keluarga Bekasi Barat 2 Kelas II B\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Gol. IV Up ke atas diatur secara Group\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Untuk penyakit-penyakit tertentu, pekerja akan dirujuk ke rumah\nsakit-rumah sakit khusus :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.RS. Harapan Kita, untuk penyakit jantung ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.RS. Dharmais, untuk penyakit kanker ; dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.RS. Persahabatan, untuk penyakit paru.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Perbedaanbiaya rumah sakit rayon dengan rumah sakit rujukan ditanggung\npenuh oleh Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Penggantian biaya perawatan dan pengobatan di luar rumah sakit rayon akan\nditetapkan dengan merujuk pada standar biaya pada rumah sakit rujukan (dengan\npenyesuaian standar biaya kelas kamar).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Apabila dalam keadaan mendesak seorang pekerja dan\u002Fatau keluarganya harus\nmenjalani opname di rumah sakit, sedangkan kelas yang menjadi haknya tidak\nada\u002Fpenuh, maka yang bersangkutan dapat menempati satu kelas lebih tinggi dari\nkelas yang menjadi haknya yang telah ditentukan, yang sifatnya sementara.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Atas persetujuan pengusaha, dalam hal rumah sakit rayon memerlukan\ntindakan medis lebih lanjut di rumah sakit Iain (rujukannya), maka biaya\nperawatan dan pengobatan akan ditanggung penuh oleh pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Biaya obat dan dokter selama perawatan di rumah sakit ditanggung penuh\noleh pengusaha dengan ketentuan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Lama Perawatan\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Pekerja\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Istri \u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Anak\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>0 - 6 bulan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>100%\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>100%\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>100%\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>&gt; 6 - 12 bulan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>100%\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>80%\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>80%\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>&gt; 12 - 24 bulan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>50%\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>50%\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>50%\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>&gt; 24 - 36 bulan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>25%\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>25%\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>25%\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>&gt; 36 bulan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>0% \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>0% \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>0% \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>4.Setelah keluar dari perawatan Ruunah Sakit (Opname), pekerja dan\u002Fatau\nkeluarganya dapat melakukan kontrol kesehatan maksimal 3 (tiga) kali dengan\nbiaya yang akan ditanggung oleh pengusaha, dan untuk selanjutnya akan dipotong\ndari tunjangan pengobatan pekerja yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 42 : Biaya Perawatan dan Pengobatan Gigi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Biaya perawatan dan pengobatan gigi bagi pekerja ditentukan sebagai\nberikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>No \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jenis Pengobatan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Biaya\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>1\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Pengobatan dan perawatan gigi \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Dipotong tunjangan pengobatan\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>2\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Pencabutan gigi\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Dipotong tunjangan pengobatan\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>3\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Penambalan gigi \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Dipotong tunjangan pengobatan\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>4\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Pembersihan karang gigi\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp 150.000,- (1 x 2 tahun) ditanggung Pengusaha\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Pembuatan gigi palsu\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp 500.000,- (1 x 2 tahun) ditanggung Pengusaha (kecuali logam mulia)\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>2.Biaya perawatan dari pengobatan gigi bagi keluarga pekerja akan dipotong\ndari tunjangan pengobatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Perawatan dan pengobatan gigi bagi pekerja dan keluarganya harus dilakukan\ndi rumah sakit\u002Fdokter gigi yang ditunjuk oleh pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 43 : Biaya Kaca Mata dan Alat Pendengar\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Dalam hal seorang pekerja dalam menjalankan pekerjaannya harus memakai\nkacamata atau alat pendengar,maka pengusaha akan memberikan biaya di luar\ntunjangan pengobatan dan untuk keluarga pekerja dipotong dari tunjangan\npengobatan, dengan ketentuan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Alat pendengar sebesar Rp. 700.000,- (1 x 1 tahun) untuk pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Kaca Mata:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd rowspan=\"2\">G0L I-III\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd rowspan=\"2\">Lensa (maks. 1 x setahun)\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd colspan=\"2\">Frame (Maks. 1 x dua tahun)\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Monofocus\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Bifocus\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Lensa biasa\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>220.000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>350.000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>400.000\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Lensa silindris\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>240.000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>400.000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>400.000\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>Gol. IV up diatur secara group.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Pekerja yang hams memakai alat bantu pendengaran karena penyakit akibat\nkerja (dibuktikan dengan surat rekomendasi dokter perusahaan), maka biaya untuk\nitu akan ditanggung penuh oleh pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Keluarga pekerja yang memerlukan alat bantu pendengaran, biaya untuk itu\nakan dipotong dari tunjangan pengobatan pekerja yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Keluarga pekerja yang memerlukan kacamata, biaya untuk itu mengikuti table\nsebagaimana disebutkan dalam ayat ( 1) huruf b di atas dengan ketentuan sebagai\nberikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- 50% ditanggung pengusaha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- 50% dipotong dari tunjangan pengobatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(Lihat contoh pada lampiran V)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Dalam hal-hal khusus, seperti perintah dokter atau kecelakaan, jangka\nwaktu penggantian kacamata tidak harus sesuai tabel sebagaimana disebutkan\ndalam ayat (1) huruf b di atas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Penggantian biaya kacamata sebagaimana diatur dalam huruf b di atas harus\nmemenuhi ketentuan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>• Dibuktikan dengan kuitansi dari optik.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>• Lensanya plus (+) \u002F min (-) biasa atau plus (+) \u002F min (-) silindris.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pemeriksaan mata dan pendengaran hams dilakukan di rmnah sakit yang\nditunjuk Pengusaha \u002F dokter THT\u002F dokter mata serta pembelian alat bantu\npendengaran, lensa dan bingkai kaca mata harus dilakukan dengan dibuktikan\ndengan kuitansi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Dalam hal terjadi kecelakaan kerja yang mengakibatkan kebutaan, maka biaya\nperawatan dan penggantian kornea mata ditanggung sepenuhnya oleh pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 44 : Persalinan \u002F Melahirkan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Biaya persalinan\u002Fmelahirkan bagi pekerja atau istri pekerja ditanggung\npenuh oleh pengusaha atau diganti sesuai dengan standar biaya Rumah Sakit\nRujukan\u002FRumah Sakit Islam Cempaka Putih sesuai dengan jabatan dan\ngolongannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dalam hal persalinan\u002Fmelahirkan dilakukan di luar Rumah Sakit Rujukan dan\nRayon, maka harus dibuktikan dengan surat keterangan dokter\u002F bidan yang\nmenolongnya pada waktu melahirkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Melahirkan bayi kembar dianggap 1 (satu) kali melahirkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Biaya persalinan (normal\u002Fabnormal) ditanggung pengusaha sampai dengan\npersalinan anak ke 3(tiga)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 45 : Penggantian Biaya Keluarga Berencana\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Biaya KB (Keluarga Berencana) sepenuhnya akan diganti oleh pengusaha di\nluar fasilitas pengobatan dengan ketentuan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.IUD\u002F Spiral\u002F Susuk (1 x 3 tahun) sebesar maksimal Rp.500.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Vasektomi\u002F Steril ditanggung penuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pemasangan perlengkapan Keluarga Berencana harus dilakukan di nunah sakit\nyang ditunjuk oleh pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 46 : Sakit dan Istirahat Sakit\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Dalam hal pekerja sakit, maka pekerja yang bersangkutan wajib melaporkan\nkeadaan sakitnya tersebut kepada bagian personalia\u002Fatasannya dalam waktu 1 x 24\njam.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dalam hal pekerja sakit, maka harus melampirkan surat keterangan dokter\nsetelah masuk kerja kembali.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja yang karena sakitnya memerlukan istirahat dalam jangka waktu lama,\npengaturannya ditetapkan secara khusus pada ketentuan cuti sakit.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 47 : Biaya Pengobatan\u002FPerawatan Keluarga Pekerja Wanita, Status Suami\nIstri Bekerja dalam Satu Perusahaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-equalityotherclause\">\u003Cp>1.Dalam hal seorang pekerja wanita berstatus sebagai janda maka dapat\nmenanggung biaya pengobatan dan perawatan untuk anak-anaknya sesuai dengan\nketentuan yang berlaku (dibuktikan dengan surat keterangan).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dalam hal suami seorang pekerja wanita tidak bekerja\u002Ftidak berpenghasilan\ntetap (dibuktikan dengan surat keterangan) maka pekerja wanita tersebut dapat\nmenanggung biaya pengobatan dan perawatan suami dan anak-anaknya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Dalam hal suami pekerja wanita berstatus sebagai pekerja dimana pada\nperusahaan tersebut sudah mendapatkan fasilitas biaya pengobatan dan perawatan\nhanya untuk dirinya maka pekerja wanita tersebut dapat menanggung biaya\npengobatan dan perawatan untuk anak-anaknya (dibuktikan dengan surat\nketerangan).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Dalam hal suami pekerja wanita berstatus sebagai pekerja dimana pada\nperusahaan tersebut tidak diberikan fasilitas biaya pengobatan dan perawatan\nbaik untuk dirinya maupun keluarganya maka pekerja wanita tersebut dapat\nmenanggung biaya pengobatan dan perawatan keluarganya (dibuktikan dengan surat\nketerangan).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pekerja status suami istri dalam satu perusahaan maka, fasilitas\npengobatan dan perawatan untuk anak-anaknya atas nama suami.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Bagi pekerja wanita yang status suami istri dalam satu perusahaan, berhak\natas fasilitas pengobatan dan perawatan atas nama diri sendiri.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 48 : Hyperkes\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha akan memenuhi semua ketentuan-ketentuan tentang hyperkes sesuai\ndengan undang-undang yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengusaha bersama serikat pekerja sedapat mungkin berusaha menciptakan\nlingkungan kerja yang memenuhi syarat dalam hubungan dengan kesehatan dan\nkeselamatan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause\" id=\"clause-hivpolicy\">\u003Cp>3.Kepada seluruh pekerja diadakan pemeriksaan rutin (General Check Up) dalam\nwaktu yang ditentukan paling sedikit 1 (satu) tahun sekali.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4.Untuk menjamin kesehatan dan peningkatan gizi pekerja setiap hari\ndiberikan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Untuk shift I s\u002Fd III diberikan 1 ultra milk 250 mil dan snack.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Untuk lingkungan tertentu diberikan tambahan susu seduh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Untuk pekerja yang membersihkan\u002F pengurasan (Ducting &amp; Oxide Mill)\ndiberikan susu kaleng dan alat kebersihan (sabun mandi, detergen dan\nShampo).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Bilamana perlu kepada pekerja diberikan vaksinasi tertentu untuk mencegah\nsuatu Penyakit.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VIII : KESEJAHTERAAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 49 : Fasilitas Rekreasi dan Silaturahim\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Dalam rangka meningkatkan semangat kerja dan menciptakan hubungan\nindustrial yang harrnonis antara keluarga pekerja dan pengusaha, maka pengusaha\nakan menyelenggarakan rekreasi dan silaturahim yang pelaksanaannya akan\ndibicarakan dengan serikat pekerja dan diselenggarakan 1 (satu) tahun\nsekali.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pertemuan silaturahim (Halal Bihalal) antara pengusaha dengan pekerja\ndiadakan sedikitnya setahun sekali dan apabila keadaan mengizinkan akan\nmenyertakan juga keluarga pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 50 : Fasilitas Olah Raga dan Seni\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha menyediakan beberapa fasilitas olah raga dan seni untuk pekerja\nsesuaidengan hobinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengusaha dapat memberikan dispensasi kepada pekerja yang\nmelakukanpertandingan\u002Fperlombaan\u002Fundangan olahraga dan seni :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.atas nama perusahaan dengan pihak luar ; dan\u002Fatau\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.di lingkungan perusahaan yang telah disetujui oleh pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Fasilitas olah raga dan musik\u002Fseni harus dipelihara dengan baik dan\ndiawasi oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 51 : Fasilitas Peribadatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Bagi pekerja yang beragama Islam, pengusaha menyediakan tempat beribadah\n(Masjid).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja yang beragama Islam diberi kesempatan untuk melakukan\nibadah\u002Fsholat sesuai waktu dan tempat yang telah ditentukan oleh pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Untuk pembinaan mental\u002Fspiritual seluruh pekerja, pengusaha akan membantu\npelaksanaan kegiatan keagamaan di perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 52 : Koperasi Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan memenuhi kebutuhan pekerja,\npengusaha akan memberikan bantuan kepada koperasi pekerja yang bergerak\ndibidang koperasi konsumsi dan simpan pinjam dalam hal :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Menyediakan lokasi\u002F tempat untuk mengelola koperasi ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Memberikan dispensasi kepada pengurus koperasi untuk menjalankan tugasnya,\nbaik internal maupun eksternal ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Membantu perkembangan koperasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dalam meningkatkan kesejahteraan anggotanya, koperasi bekerjasama dengan\nserikat pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 53 : Pinjaman Perusahaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Dengan mempertimbangkan kondisi perusahaan, pengusaha akan memberikan\npinjaman lunak (tanpa bunga) 1 (satu) kali dalam setahun kepada pekerja dengan\nmempertimbangkan hal-hal sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Masa Kerja (Senioritas) ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Penilaian karya minimal C selama 2 tahun berturut-turut ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Sasaran pinjaman untuk transportasiasi (Motor Honda), uang muka rumah,\nrenovasi dan pendidikan ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Potongan melalui payroll tidak lebih 30% dari Upah Pokok.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Bagi pekerja yang sudah pernah mendapatkan pinjaman dan telah lunas maka\ndapat mengajukan pinjaman ulang ke perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 54 : Bantuan Pendidikan (Bea Siswa)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-educationtuition\">\u003Cp>1.Dalam rangka ikut mencerdaskan kehidupan bangsa, pengusaha memberi bantuan\npendidikan kepada anak-anak pekerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Adapun teknis dan pelaksanaannya akan diatur oleh bagian Personalia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IX : JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 55 : Jaminan Sosial Tenaga kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilitypay\">\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SOCSEC_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilitypay\">\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilityfund\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilitypay\">\u003Cp>1.Pengusaha mengikutkan pekerja pada program Jaminan Sosial Tenaga Kerja,\nyakni :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Jaminan Kecelakaan Kerja ;\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>b. Jaminan Hari Tua ; dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Jaminan Kematian\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Pengusaha menyelenggarakan sendiri program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan\nbagi Pekerja sesuai dengan Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor :\nPer-01\u002FMEN\u002F1998 Tentang Penyelenggaraan Pemeliharaan Kesehatan Bagi Tenaga\nKerja dengan Manfaat Lebih Baik dari Paket Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Dasar\nJaminan Sosial Tenaga Kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Selain program Jaminan Sosial Tenaga Kerja, pengusaha juga mengikutkan\npekerja pada program asuransi kecelakaan di luar hubungan kerja sesuai dengan\nketentuan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 56 : Tunjangan Keguguran\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Dalam hal seorang pekerja wanita atau isteri pekerja mengalami keguguran\n(kelahiran sebelum waktunya), maka biaya untuk itu akan ditanggung oleh\npengusaha dengan dibuktikan dengan surat keterangan dokter\u002F bidan yang\nmenolong.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dalam hal terjadi kelahiran yang disertai kematian, maka berlaku ketentuan\ntersebut di bawah ini :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Dalam hal bayi yang dilahirkan sudah dalam keadaan meninggal dan janin\nbelum berusia 7 (tujuh) bulan, maka kepada pekerja wanita atau istri pekerja\nyang bersangkutan akan diberikan 1 (satu) kali tunjangan pemakaman ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Dalam hal bayi yang dilahirkan sudah dalam keadaan meninggal dan janin\ntelah berusia 7 (tujuh) bulan atau lebih, maka kepada pekerja wanita atau istri\npekerja yang bersangkutan akan diberikan 1 (satu) kali tunjangan pemakaman dan\ndiberikan penggantian biaya persalinan sesuai dengan Pasal 44 Perjanjian ini ;\ndan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Dalam hal bayi yang dilahirkan dalam keadaan hidup tetapi kemudian\nmeninggalmaka kepada pekerja wanita atau istri pekerja yang bersangkutan akan\ndiberikan 1 (satu) kali tunjangan pemakaman dan penggantian biaya persalinan\nsesuai denganPasal 44 Perjanjian ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 57 : Tunjangan Khitanan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Bagi anak pekerja yang terdaftar di perusahaan dan akan dikhitankan maka\nkepadanya mendapat penggantian yang dipotong dari tunjangan pengobatan atau\nmengikuti program khitanan massal yang diadakan oleh pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 58 : Tunjangan Pernikahan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha akan memberikan tunjangan pernikahan yang jumlahnya diatur\nsebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Golongan I, II, dan III sebesar Rp 750.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Golongan IV keatas diatur secara Group.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Tunjangan ini hanya berlaku untuk pekerja tetap dan untuk pernikahan\npertama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 59 : Tunjangan Kematian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Dalam hal seorang pekerja meninggal dunia bukan karena kecelakaan kerja,\nmaka kepada ahli warisnya diberikan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Upah pokok pekerja dan tunjangan - tunjangan yang berlaku pada bulan yang\nberjalan ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Uang pesangon, uang penghargaan masa kerja, dan uang penggantian hak yang\nbesarnya sesuai dengan ketentuan Pasal 166 UU No. 13 Tahun 2003 tentang\nKetenagakerjaan ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Uang jaminan kematian dari Jamsostek ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Kebijaksanaan pengusaha, termasuk bonus tahun yang berjalan ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Hak-hak yang dimiliki dari Dana Pensixm Astra ; dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Asuransi lain yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dalam hal seorang pekerja meninggal dunia karena kecelakaan kerja, maka\nkepada ahli warisnya diberikan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Upah pokok pekerja dan tunjangan - tunjangan yang berlaku pada bulan\nberjalan ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Uang pesangon, uang penghargaan masa kerja, dan uang penggantian hak yang\nbesarnya sesuai dengan ketentuan Pasal 166 UU No. 13 Tahun 2003 Tentang\nKetenagakerjaan ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Uang jaminan kecelakaan kerja Jamsostek ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Kebijaksanaan pengusaha, termasuk bonus tahun yang berjalan ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Hak-hak yang dimiliki dari Dana Pensiun Astra; dan 0 _\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Asuransi lain yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 60 : Tunjangan Pemakaman\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpay\">\u003Cp>1.Dalam hal pekerja meninggal dunia, maka pengusaha akan memberikan\ntunjangan pemakaman yang besarnya menurut golongan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Golongan I, II, dan III sebesar Rp 2.500.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Golongan IV ke atas diatur seoara Group.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Dalam hal istri atau suami atau anak kandung pekerja meninggal dunia maka\npengusaha akan memberikan tunjangan pemakaman sebesar Rp 2.250.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Dalam hal orang tua kandung (bapak\u002FIbu) pekerja meninggal dunia, maka\npengusaha akan memberikan tunjangan pemakaman sebesar Rp 1.000.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Tunjangan tersebut di atas hanya dapat diberikan setelah pekerja\nmenyerahkansuratketerangan yang sah, kecuali dalam hal-hal tertentu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 61 : Bantuan Musibah dan Bencana Alam\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Dalam hal pekerja mengalami musibah (kebakaran\u002Fbencana alam) yang\nmengakibatkan kerusakan tempat tinggal dan harta benda, maka pengusaha akan\nmemberikan sumbangan sebesar Rp 1.500.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dalam hal pekerja mengalami musibah yang mengakibatkan tempat tinggalnya\nmusnah, maka pengusaha akan memberikan sumbangan yang besarannya akan\ndimusyawarahkan dengan serikat pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Sumbangan sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 dan ayat 2 di atas akan\ndiberikan setelah terdapat bukti-bukti yang sah dari pihak yang berwenang atau\nberdasarkan hasil survei (pengecekan lapangan).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 62 : Tunjangan Hari Tua (Pensiun)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-pensionfund\">\u003Cp>1.Pekerja yang memasuki masa pensiun (55 tahun) akan diberikan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Manfaat pensiun sesuai dengan Undang-Undang No.13 tahun 2003 ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Jaminan Hari Tua (JHT) dari PT. Jamsostek ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Kebijaksanaan pengusaha yaitu bonus proporsional dari nominal bonus tahun\nsebelumnya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.THR bagi pekerja yang memasuki masa pensiun kurang dari 4 bulan menjelang\nHari Raya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Penghargaan masa kerja (perhiasan emas) diberikan proporsional dari masa\nkerjanya (dihitung berdasarkan bulan) ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Uang cuti besar diberikan penuh bagi pekerja yang memasuki masa pensiun\nkurang 3 bulan dari kelipatan 5 tahun ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Uang penghargaan purnabakti\u002Fpensiun sebesar Rp 3.500.000,- (tiga juta lima\nratus ribu rupiah).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Sebelum masuk masa pensiun, pekerjakan diberikan pelatihan atau pembinaan\nmental dan usaha mandiri yang biayanya ditanggung penuh oleh pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Setelah mencapai masa pensiun, pekerja dapat melanjutkan hubungan kerja\ndengan pengusaha sesuai dengan persetujuan antara pengusaha dengan pekerja\nserta terlebih dahulu dimusyawarahkan dengan serikat pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 63 : Ketidakmampuan Bekerja (Unfit Condition)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Seorang pekerja yang karena kesehatannya tidak memungkinkan lagi untuk\nbekerja secara nonnal berdasarkan surat keterangan dokter RS Rayon\u002Fdokter\npoliklinik perusahaan, maka pengusaha dengan serikat pekerja akan\nmempertimbangkan langkah-langkah selanjutnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB X : TATA TERTIB DAN DISIPLIN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 64 : Umum\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Setiap pekerja harus mematuhi tata tertib dan disiplin kerja untuk\nmeningkatkan efisiensi kerja dan ketenangan bekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Para pihak berkomitmen untuk memperbaiki dan membina kesadaran pekerja\nyang melanggar tata tertib dan disiplin kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 65 : Kewajiban Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Selama jam kerja dan berada di lingkungan perusahaan semua pekerja\nberkewajiban menaati peraturan-peraturan kerja yang berlaku di perusahaan,\nyakni sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Memulai bekerja di tempat tugasnya masing-masing tepat pada jam kerja yang\ntelah ditentukan dan tidak dibenarkan meninggalkan pekerjaan sebelum waktu\nistirahat dan pulang ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Memenuhi standar kerja yang telah ditentukan oleh perusahaan ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Melakukan absensi (finger scan), baik sewaktu masuk maupun pulang kerja\n;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Memberitahukan secara tertulis kepada atasannya apabila berencana untuk\ntidak masuk kerja, kecuali dalam keadaan mendesak pemberitahuan tersebut dapat\nberupa sms, telepon, dan lain-lain, namun tetap berkewajiban menyampaikan\npemberitahuantertulis pada saat pekerja masuk kerja kembali ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Mengikuti dan mematuhi petunjuk-petunjuk atau instruksi-instruksi yang\ndiberikan oleh atasannya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Menjaga dan memelihara dengan baik barang milik perusahaan yang\ndipercayakan kepadanya dan melaporkan kepada pengusaha\u002Fatasannya apabila\nmengetahuiterjadinya hal-hal yang dapat menimbulkan bahaya\u002Fkerugian bagi\nperusahaan ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Memelihara alat-alat, mesin-mesin dan lingkungan kerja sebelum mulai\nbekerja dan sebelummeninggalkan pekerjaan untuk mencegah timbulnya bahaya dalam\nmelakukan pekerjaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Memakai alat-alat keselamatan kerja, Alat Pelindung Diri (APD)\ndanberpakaian seragam yang telah ditentukan dan diberikan oleh pengusaha serta\nwajib menjaga kebersihannya ; dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Pekerja wajib memelihara ruang ganti pakaian (loker) yang disediakan\npengusaha serta menjaga kebersihannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 66 : Larangan-larangan Dalam Lingkungan Perusahaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pekerja dilarang :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Membawa masuk ke wilayah perusahaan barang-barang dengan tujuan\ndiperjualbelikan langsung di tempat kerja ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Membawa masuk orang-orang yang tidak berkepentingan ke wilayah tanpa izin\npengusaha;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Tinggal di dalam pabrik sewaktu jam kerja berakhir atau pada waktu yang\nditentukan oleh perusahaan untuk pulang, tanpa adanya kepentingan yang\nberhubungan dengan kegiatan perusahaan ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Makan di tempat kerja atau di luar kantin ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Membaca bacaan yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan pada waktu jam\nkerja ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Menempel dan mengedarkan pamflet-pamflet di wilayah perusahaan tanpa izin\nDepartemen HRD - GA ; -\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Membawa dan mempergunakan perangkat\u002Fpiranti milik pribadi (laptop, audio\u002F\nvideo, earphone dan lain-lain) yang tidak ada hubungarmya dengan pekerjaan ke\ndalam lingkungan perusahaan ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Memungut derma atau sumbangan tanpa izin Departemen HRD - GA ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Mengikuti rapat di wilayah perusahaan, baik di dalam jam kerja maupun di\nluar jam kerja, tanpa seizin atasan\u002Fpengusaha ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Melanggar peraturan standar pemakaian perlengkapan kerja (seragam, topi,\nID Card, dll) dan APD Kmasker, sepatu safety, dll) sesuai dengan seksinya\nmasing-masing ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11.Melakukan kegiatan-kegiatan politik yang bersifat masif di wilayah\nperusahaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12.Mencoret-coret dan\u002Fatau merobek pengumuman\u002Fpemberitahuan dari manajemen\nyang sedang dipasang di papan pengumuman ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13.Tidak memakai pakaian seragam beserta atributnya selama jam kerja bagi\nyang telah mendapatkan pakaian seragam ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14.Tidak melakukan absensi (finger scan), baik sewaktu masuk maupun pulang\nkerja ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15.Tidak memelihara dengan baik dan menjaga kebersihan lemari tempat\nbarang-barang dan pakaian (loker) yang disediakan untuk keperluan pekerja ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>16.Datang terlambat dalam kurun waktu 30 (tiga puluh) hari kerja sebanyak 2\n(dua) kali dan lebih dari 15 menit baik yang dilakukan secara berturut-turut\nataupun tidak tanpa alasan yang sah dan wajar ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>17.Tidak masuk kerja 1 (satu) hari tanpa keterangan apapun, termasuk kerja\nlembur yang diperintahkan oleh atasan dan telah disetujui oleh pekerja ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>18.Mengotori lingkungan perusahaan dengan membuang sampah tidak pada\ntempatnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>19.Melakukan pekerjaan tidak sesuai dengan instruksi kerja atau prosedural\n;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>20.Membawa keluar alat-alat\u002Fbarang milik perusahaan tanpa seizin\natasan\u002Fpengusaha;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>21.Mengoperasikan mesin atau memakai alat\u002Fbarang yang dapat rnerugikan\nperusahaan tanpa seizin atasan\u002Fpengusaha ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>22.Menolak melakukan pekerjaan yang diperintahkan atasan ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>23.Melakukan pekerjaan yang bukan tugasnya kecuali atas perintah atasan ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>24.Masuk ke bagian atau ruangan khusus kecuali atas perintah\natasan\u002Fpengusaha ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>25.Menggunakan fasilitas kerja di tempat kerja untuk hal-hal yang tidak\nberkaitan dengan pekerjaan sehingga dapat merugikan perusahaan ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>26.Secara perorangan atau bersama-sama meninggalkan pekerjaan tanpa izin\n;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>27.Tidak melaporkan kepada pengusaha\u002Fatasannya apabila mengetahui terjadinya\nhal-hal yang dapat menimbulkan bahaya\u002Fkerugian bagi perusahaan ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>28.Tidur di waktu kerja di lingkungan perusahaan pada jam kerja ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>29.Tidak menunjukkan kesungguhan bekerja yang tercermin dari tidak melakukan\ninstruksi kerja atau prosedur yang berlaku meskipun sudah diberikan bimbingan\ndan pelatihan oleh atasannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>30.Meninggalkan tempat kerja selama jam kerja atau pulang lebih awal tanpa\nizin atasan atau atasan seksi lain (dalam hal atasan yang bersangkutan tidak\nhadir atau saat shift malam) dalam kurnm waktu 30 (tiga puluh) hari kerja\nsebanyak 2 (dua) kali baik yang dilakukan secara berturut-turut ataupun tidak\n;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>31.Tidak masuk kerja 2 (dua) hari dalam jangka waktu 3 (tiga) bulan, baik\nberturut-turut maupun tidak, tanpa keterangan apapun ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>32.Dengan sengaja memboroskan pemakaian bahan baku ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>33.Tanpa alasan yang jelas menolak untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan\nyang diwajibkan perusahaan ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>34.Tidak melakukan absensi (finger scan), baik sewaktu masuk maupun pulang\nkerja ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>35.Dengan sengaja melakukan tindakan-tindakan yang dapat merugikan\nperusahaan ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>36.Merokok atau membuang puntung rokok di tempat yang dilarang ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>37.Tidak menjalankan prosedur kerja dengan benar dan tidak berhati-hati\nmenjalankan tugas dan tanggung jawabnya sehingga dapat membahayakan keselamatan\ndan kesehatan kerja rekan kerja ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>38.Membuat onar\u002Fkeributan yang dapat mengganggu ketenangan kerja ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>39.Pemalsuan apapun yang merugikan perusahaan ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>40.Menyuap dan\u002Fatau menerima sogokan atau pemberian apapun dari siapa saja\nuntuk keuntungan diri sendiri sehingga merugikan atau mengurangi keuntungan\nperusahaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>41.Menyebarkan fitnah\u002Fhasutan di dalam lingkungan perusahaan sehingga\nmenimbulkan keresahan diantara sesama pekerja dan mengakibatkan pekerjaan\nmereka terganggu ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>42.Menolak dan menghalangi petugas yang menj alankan tugas dan perannya\ndalam pengamanan dan penanganan keselamatan kerja di lingkungan perusahaan ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>43.Membawa dan menyimpan minum-mimunan keras, narkotik, dan bahan-bahan\nterlarang lainnya, senjata tajam\u002F senjata api, dan lain sebagainya yang dapat\nmembahayakan lingkungan kerja dan perusahaan ; dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>44.Melakukan perjudian di lingkungan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 67 : Sanksi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Sanksi yang dapat diberlakukan oleh pengusaha kepada pekarja adalah sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Teguran ; dan\u002Fatau\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Peringatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 68 : Sanksi Teguran\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Sanksi teguran dikenakan terhadap pelanggaran-pelanggaran terhadap aspek\nkedisiplinan dalam bekerja yang diberikan oleh atasan langsung yang dicatat\ndalam data pribadi yang bersangkutan sesaat setelah diberikan teguran, yang\nantara lain sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Membawa masuk ke wilayah perusahaan barang-barang dengan tujuan\ndiperjualbelikan langsung di tempat kerja ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Membawa masuk orang-orang yang tidak berkepentingan ke wilayah perusahaan\ntanpa izin pengusaha;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Tinggal di dalam pabrik sewaktu jam kerja berakhir atau pada waktu yang\nditentukan oleh pengusaha untuk pulang, tanpa adanya kepentingan yang\nberhubungan dengan kegiatan perusahaan ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Makan di tempat kerja atau di luar kantin ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Membaca bacaan yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan pada waktu jam\nkerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Menempel dan mengedarkan pamflet-pamflet di wilayah perusahaan tanpa izin\nDepartemen HRD-GA ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Membawa dan mempergunakan perangkat\u002Fpiranti milik pribadi (laptop,\naudio\u002Fvideo, earphone dan lain-lain) yang tidak ada hubungannya dengan\npekerjaan ke dalam lingkungan perusahaan ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.Memungut derma atau sumbangan tanpa izin Departemen HRD-GA ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i.Mengikuti rapat di wilayah perusahaan, baik di dalam jam kerja maupun di\nluar jam kerja, tanpa seizin atasan\u002Fpengusaha ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>j.Melanggar peraturan standar pemakaian perlengkapan kerja (seragam, topi,\nID Card, dll) dan APD (masker, sepatu safety, dll) sesuai dengan seksinya\nmasing-masing;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>k.Melakukan kegiatan-kegiatan politik yang bersifat masif di wilayah\nperusahaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>l.Mencoret-coret dan\u002Fatau merobek pengumuman\u002Fpemberitahuan dari manajemen\nyang sedang dipasang di papan pengumuman ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>m.Tidak memakai pakaian seragam beserta atributnya selama jam kerja bagi\nyang telah mendapatkan pakaian seragam;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>n.Tidak melakukan absensi (finger scan), baik sewaktu masuk maupun pulang\nkerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>o.Tidak memelihara dengan baik dan menjaga kebersihan lemari tempat\nbarang-barang dan pakaian (loker) yang disediakan untuk keperluan pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>p.Datang terlambat dalam kurun waktu 30 (tiga puluh) hari kerja sebanyak 2\n(dua) a kali dan lebih dari 15 menit baik yang dilakukan secara berturut-turut\nataupun tidak tanpa alasan yang sah dan wajar;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>q.Tidak masuk kerja 1 (satu) hari tanpa keterangan apapma, termasuk kerja\nlembur yang diperintahkan oleh atasan dan telah disetujui oleh pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>r.Mengotori lingkungan perusahaan dengan membuang sampah tidak pada\ntempatnya ; dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>s.Melakukan pekerjaan tidak sesuai dengan instruksi kerja atau\nprosedural.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Sanksi Teguran mempunyai masa berlaku 3 (tiga) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Teguran diberikan dengan otorisasi (tanda tangan) Kepala Departemen yang\nbersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Teguran ini lebih bersifat nasihat, namun demikian karyawan yang\nbersangkutan diharuskan menandatangani teguran tersebut sebagai bukti ia telah\nmenerima teguran dari atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Teguran yang telah ditandatangani bersama tersebut kemudian diserahkan\nkepada bagian personalia untuk diarsipkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 69 : Sanksi Surat Peringatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Sanksi Surat Peringatan (SP) terdiri atas :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Surat Peringatan Tingkat I (SP I) ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Surat Peringatan Tingkat II (SP II) ; dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Surat Peringatan Tingkat III (SP III).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Masing-masing bentuk sanksi Surat Peringatan (SP) sebagaimana dimaksud\ndalam ayat 1 di atas mempunyai masa berlaku 6 (enam)bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Sanksi Surat Peringatan Tingkat I (SP I) dikenakan terhadap\npelanggaran-pelanggaran terhadap aspek kedisiplinan dalam bekerja yang\nmengakibatkan terjadinya kerugian perusahaan dan penurunan produktivitas\nbekerja, yang antara Iain sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Dalam jangka waktu 3 (tiga) bulan melakukan pengulangan pelanggaran di\ntingkat teguran ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Membawa keluar alat-alat\u002Fbarang milik perusahaan tanpa seizin\natasan\u002Fpengusaha;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Mengoperasikan mesin atau memakai alat\u002Fbarang yang dapat merugikan\nperusahaan tanpa seizin atasan\u002Fpengusaha ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Menolak melakukan pekerjaan yang diperintahkan atasan ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Melakukan pekerjaan yang bukan tugasnya kecuali atas perintah atasan ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Masuk ke bagian atau ruangan khusus kecuali atas perintah atasan\u002Fpengusaha\n;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Menggunakan fasilitas kerja di tempat kerja untuk hal-hal yang tidak\nberkaitan dengan pekerjaan sehingga dapat merugikan perusahaan ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.Secara perorangan atau bersama-sama meninggalkan pekerjaan tanpa izin ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i.Tidak melaporkan kepada pengusaha\u002Fatasannya apabila mengetahui terjadinya\nhal-hal yang dapat menimbulkan bahaya\u002Fkerugian bagi perusahaan ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>j.Tidurdi waktu kerja dilingkunganperusahaanpadajamkerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>k.Tidak menunjukkan kesungguhan bekerja yang tercermin dari tidak melakukan\ninstruksi kerja atau prosedur yang berlaku meskipun sudah diberikan bimbingan\ndan pelatihan oleh atasannya;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>l.Meninggalkan tempat kerja selama jam kerja atau pulang lebih awal tanpa\nizin atasan atau atasan seksi lain (dalam hal atasan yang bersangkutan tidak\nhadir atau saat shift malam) dalam kurun waktu 30 (tiga puluh) hari kerja\nsebanyak 2 (dua) kali baik yang dilakukan secara berturut-turut ataupun tidak\n;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>m.Tidak masuk kerja 2 (dua) hari dalam jangka waktu 3 (tiga) bulan, baik\nberturut-turut maupun tidak, tanpa keterangan apapun ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>n.Dengan sengaja memboroskan pemakaian bahan baku ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>o.Tanpa alasan yang jelas menolak untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan yang\ndiwajibkan pengusaha;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>p.Tidak melakukan absensi (finger scan), baik sewaktu masuk maupun pulang\nkerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>q.Dengan sengaja melakukan tindakan-tindakan yang dapat merugikan perusahaan\n; dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>r.Melakukan pelanggaran lain yang termasuk ke dalam definisi Surat\nPeringatan(SP) I sebagaimana disebutkan pada awal ayat 3 di atas;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Sanksi Surat Peringatan Tingkat II (SP II) dikenakan terhadap\npelanggaran-pelanggaran terhadap aspek kedisiplinan dalam bekerja yang\nmengakibatkan terjadinya kerugian perusahaan dan penurunan produktivitas serta\nberpotensi membahayakan keselamatan dan kesehatan kerja, yang antara lain\nsebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Merokok atau membuang puntung rokok di tempat yang dilarang ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Tidak menjalankan prosedur kerja dengan benar dan tidak berhati-hati\nmenjalankan tugas dan tanggung jawabnya sehingga dapat membahayakan keselamatan\ndan kesehatan kerja rekan kerja ; dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Dalam jangka waktu Surat Peringatan I masih berlaku, pekerja melakukan\npengulangan pelanggaran yang dapat diberikan sanksi surat peringatan 1 atau\nmelakukan 2 kali pelanggaran yang dapat diberikan sanksi teguran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Sanksi Surat Peringatan Tingkat III (SP III) dikenakan terhadap\npelanggaran-pelanggaran terhadap aspek kedisiplinan dalam bekerja yang\nmengakibatkan terjadinya kerugian dan penurunan produktivitas perusahaan yang\nbesar serta berpotensi mqmbahayakan keselamatan dan kesehatan kerja yang berat,\ndan\u002Fatau yang memuat unsur-unsur tindak pidana, yang antara lain sebagai\nberikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Membuat onar\u002Fkeributan yang dapat mengganggu ketenangan kerja ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pemalsuan apapun yang merugikan perusahaan ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Menyuap dan\u002Fatau menerima sogokan atau pemberian apapun dari siapa saja\nuntuk keuntungan diri sendiri sehingga merugikan atau mengurangi keuntungan\nperusahaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Menyebarkan fitnah\u002Fhasutan di dalam lingkungan perusahaan sehingga\nmenimbulkan keresahan diantara sesama pekerja dan mengakibatkan pekerjaan\nmereka terganggu ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Menolak dan menghalangi petugas yang menjalankan tugas dan perannya dalam\npengamanan dan penanganan keselamatan kerja di lingkungan perusahaan ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Membawa dan menyimpan minum minuman keras, narkotik dan bahan-bahan\nterlarang lainnya, senjata tajam\u002Fsenjata api,dan Iain sebagainya yang dapat\nmembahayakanlingkungan kerja dan perusahaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Melakukan perjudian di lingkungan perusahaan ; dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.Dalam jangka waktu Surat Peringatan II masih berlaku, pekerja melakukan\npengulangan pelanggaran yang dapat diberikan sanksi surat peringatan I\u002FII, atau\nmelakukan 2 kali pelanggaran yang dapat diberikan sanksi teguran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Dalam hal setelah mendapatkan sanksi Surat Peringatan III (SP III) pekerja\nmelakukan pelanggaran di tingkat Peringatan I, II, dan\u002F atau III dan dalam masa\nsanksi Surat Peringatan III (SP III) tersebut masih berlaku, maka pengusaha\nberhak untuk melakukan proses pemutusan hubungan kerja dengan terlebih dahulu\nmendengar pertimbangan dari serikat pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Sanksi Surat Peringatan diberikan dengan otorisasi (tanda tangan) sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Surat Peringatan I diotorisasi oleh Kepala Divisi ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Surat Peringatan II diotorisasi oleh Kepala Divisi ; dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Surat Peringatan III diotorisasi oleh Direksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Surat Peringatan I, II, maupun III diberikan dengan tembusan kepada\nserikat pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 70 : Skorsing\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pekerja dapat dikenakan skorsing (pembebastugasan pekerjaan) dalam proses\npemutusan hubungan kerja yang terjadi karena pekerja telah mendapatkan sanksi\nSurat Peringatan III (SP III) dan melakukan pelanggaran kembali di tingkat\nPeringatan I, II, dan\u002F atau III dalam masa sanksi Surat Peringatan III (SP III)\ntersebut masih berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Jika perundingan tidak menghasilkan persetujuan, pengusaha hanya dapat\nmemutuskan hubungan kerja dengan pekerja setelah memperoleh penetapan dari\nlembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XI : KESELAMATAN, KESEHATAN, DAN PERLENGKAPAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 71 : Keselamatan dan Kesehatan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause\" id=\"clause-healthandsafetypolicy\">\u003Cp>1.Dalam rangka menjamin keselamatan dan kesehatan kerja pekerja maka\npengusaha berkomitmen untuk menaati semua peraturan perundang-undangan yang\nberlaku yang mengatur tentang keselamatan dan kesehatan kerja serta menyediakan\nalat-alat proteksi\u002Fperlindungan kerja bagi pekerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Setiap pekerja wajib menaati peraturan-peraturan keselamatan dan kesehatan\nkerja serta memakai alat pelindung diri\u002Fkeselamatan kerja sesuai dengan\nlingkungan pekerjaannya masing-masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pengusaha bersama-sama dengan Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan\nKerja dan Lingkungan (P2K3L) dan serikat pekerja menetapkan peraturan\nkeselamatan serta kesehatan kerja perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause\" id=\"clause-healthandsafetytraining\">\u003Cp>4.Setiap pekerja akan diberikan pelatihan\u002Ftraining K3 secara periodik.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 72 : Seragam Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pekerja wajib memakai seragam, sepatu, dan topi kerja dalam melakukan\npekerjaannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengusaha menyediakan seragam kerja setiap tahun dengan memperhatikan\nsifat pekerjaan masing-masing menurut ketentuan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pembagian pakaian kerja diberikan satu kali setahun (bulan Desember)\nmasing- masing 3 stel per pekerja ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pembagian sepatu safety diberikan satu kali setahun (bulan Desember)\nmasing-masing 1 pasang per pekerja ; dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Pembagian topi kerja dua kali setahun (Januari dan Juli) masing-masing 1\ntopi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja yang karena sifat pekerjaannya harus memakai perlengkapan kerja\nkhusus seperti helm, sepatu safety, handuk, t-shift dan lain-lain, termasuk\nperlengkapan khusus untuk satuan pengaman, akan diatur tersendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pemberian pakaian, topi dan sepatu kerja akan diatur tersendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 73 : Alat-alat Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha menyediakan fasilitas alat-alat kerja bagi pekerja, dengan jenis\nyang telah ditentukan sesuai dengan pekerjaannya masing-masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja wajib merawat alat-alat kerja dan menyimpannya di tempat yang\ntelahditentukan oleh pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Dalam hal terjadi kerusakan pada alat kerja sehingga memerlukan penukaran\nalat, maka pekerja wajib menunjukkan alat kerja yang lama\u002Frusak tersebut kepada\npetugas yang telah ditunjuk oleh pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 74 : Perlindungan Keselamatan dan Kesehatan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha menyediakan fasilitas perlindungan keselamatan dan kesehatan\nkerja bagi pekerja yang karena sifat pekerjaannya memerlukan perlindungan\nberupa perlengkapan perlindungan dan hal-hal lain yang dianggap perlu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Ketentuan mengenai bentuk perlindungan kesehatan dan keselamatan kerja\ntersebut diatur oleh Panitia Pembina Keselamatan, Kesehatan Kerja dan\nLingkungan (P2K3L) dalam ketentuan tersendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja diwajibkan merawat perlengkapan perlindungan keselamatan kesehatan\nkerja dan menyimpan pada tempat yang telah ditentukan oleh atasannya\nmasing-masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pekerja yang perlengkapan perlindungan keselamatan dan kesehatan kerjanya\ntelah rusak atau tidak dapat digunakan lagi atau hilang wajib melapor ke\natasannya masing-masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 75 : Pemeriksaan Perlengkapan Perlindungan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Dalam rangka menunjang kelancaran kerja, P2K3L mengadakan pemeriksaan\nsecara periodik atas perlengkapan perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja\nyang dipergunakan pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dalam hal setelah dilakukan pemeriksaaan secara periodik sebagaimana\ndimaksud dalam ayat 1 di atas ditemukan adanya ketidaksesuaian perlengkapan\nperlindungan kesehatan dan keselamatan kerja, maka pengusaha akan mengadakan\npenggantian perlengkapan perlindungan kesehatan dan keselamatan kerja\ntersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Untuk menjaga konsistensi terhadap K3 dan pemakaian APD, maka akan\ndiberikan penghargaan pada seksi yang meraih nilai terbaik dan untuk\npelaksanaannya akan diatur tersgendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XII : PENYELESAIAN KELUHAN KERJA DAN PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 76 : Prosedur Pengaduan dan Penyelesaian Keluhan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Prosedur pengaduan dan penyelesaian keluhan kerja bertujuan untuk\nmemberikan sarana dan jalur yang jelas agar masalah-masalah yang dihadapi oleh\npekerja dapat diselesaikan dengan cepat dan tepat serta menciptakan suasana dan\nlingkungan kerja yang harmonis.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengaduan dan penyelesaian keluhan kerja dilakukan sesuai dengan prosedur\ntersebut di bawah ini:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Setiap keluhan dan pengaduan seorang pekerja pada tahap pertama\ndisampaikan ke atasannya langsung dan harus diselesaikan dalam waktu\nselambat-lambatnya 5 (lima) hari kerja ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Apabila penyelesaian pada tahap pertama tersebut di atas belum\nmenghasilkan kesepakatan, maka atas persetujuan\u002Fizin atasan tersebut, keluhan\ndapat diteruskan kepada Kepala Departemen yang bersangkutan dan harus\ndiselesaikan selambat-lambatnya 5 (lima) hari kerja ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Apabila penyelesaian pada tahap kedua tersebut di atas belum\nmenghasilkankesepakatan, maka pekerja tersebut dapat meminta bantuan atau\nmemberi kuasakepada serikat pekerja untuk meneruskan kepada Pengusaha ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Apabila penyelesaian pada tahap ketiga tersebut di atas belum\nmenghasilkankesepakatan, maka pengusaha dan serikat pekerja dapat meneruskan\nmasalahtersebut kepada instansi yang berwenang untuk diselesaikan sesuai\ndenganketentuan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 77 : Pemutusan Hubungan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pemutusan hubungan kexja dilakukan sesuai dengan ketentuan UU No. 13 Tahun\n2003 dan peraturan pemerintah yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pada dasarnya, para pihak berusaha untuk menghindari terjadinya pemutusan\nhubungan kerja antara pengusaha dengan pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Dalam hal segala upaya telah dilakukan tetapi pemutusan hubungan kerja\ntidak dapat dihindari, maka maksud pemutusan hubungan kerja wajib dinmdingkan\noleh pengusaha dan serikat pekerja atau dengan pekerja yang bersangkutan\napabila pekerja tersebut tidak menjadi anggota serikat pekerja (Perundingan\nBipartit).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Dalam hal perundingan sebagaimana dimaksud dalam ayat 2 di atas tidak\nmenghasilkan kesepakatan bersama, maka pemutusan hubungan kerja hanya dapat\ndilakukan setelah memperoleh penetapan dari Lembaga Penyelesaian Perselisihan\nHubungan Industrial, kecuali peraturan perundang-undangan yang berlaku\nmenentukan bahwa pemutusan hubungan kerja tertentu dilakukan tanpa penetapan\ndari Lembaga Penyelesaian Hubungan Industrial.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Berdasarkan ketentuan yang berlaku dikenal 3 (tiga) macam cara pemutusan\nhubungan kerjayaitu:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Hubungan kerja yang diputuskan oleh pengusaha;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Hubungan kerja yang diputuskan oleh pekerja ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Hubungan kerja yang diputuskan oleh hukum.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 78 : Pemutusan Hubungan Kerja oleh Pengusaha\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Dalam hal pekerja melakukan pelanggaran ketentuan yang diatur dalam\nPerjanjian Kerja Bersama ini, pengusaha dapat melakukan pemutusan hubungan\nkerja, setelah kepada pekerja yang bersangkutan diberikan surat peringatan\npertama (SP I), kedua (SP II) dan ketiga (SP III) secara berturut-turut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengusaha dapat melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap pekerja dalam\nhal terjadi perubahan status, penggabungan, peleburan atau perubahan\nkepemilikan perusahaan dan pekerja tidak bersedia melanjutkan hubungan\nkerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pengusaha dapat melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap pekerja karena\nperubahan status, penggabungan, atau peleburan perusahaan dan pengusaha tidak\nbersedia menerima pekerja di Perusahaannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pengusaha dapat melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap pekerja\nkarenaperusahaan tutup yang disebabkan perusahaan mengalami kerugian secara\nterusmenerus selama 2 (dua) tahun, atau keadaan memaksa (force majeur).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pengusaha dapat melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap pekerja karena\nperusahaan pailit.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Pekerja melakukan tindakan pelanggaran atau melalaikan kewajiban secara\nberulang-ulang sehingga dapat disimpulkan bahwa pekexja tersebut sengaja\nmelakukanpelanggaran atau tidak ingin hubungan kerja diteruskan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Apabila terjadi perubahan keadaan pribadi pekerja, dimana perubahan ini\nterjadisedemikian rupa, sehingga layak dengan segera dilakukan pemutusan\nhubungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 79 : Hubungan Kerja yang Diputuskan oleh Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pekerja mengundurkan diri\u002F permohonan berhenti:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pekerja tetap dan kontrak harus memberitahukan dengan surat satu bulan\nsebeltun waktu berhenti bekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Jika pekerja mangkir 5 (lima) hari kerja atau lebih berturut-turut tanpa\nsurat keterangan yang sah dan telah dipanggil oleh perusahaan sebanyak 2 (dua)\nkali secara patut dan tertulis, dapat diputuskan hubtmgan kerjanya karena\ndikualifikasikan mengundurkan diri. Surat keterangan yang sah\nsebagaimanadimaksud diatas harus diserahkan paling lambat pada hari pertama\nPekerja masuk kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja yang mengundurkan diri sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 di atas\nharus memenuhi syarat:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Mengajukan perrnohonan pengunduran diri secara tertulis selambat-lambatnya\n30 (tiga puluh) hari sebelum tanggal dimulai pengunduran diri ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Tidak terikat dalam ikatan dinas ; dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Tetap melaksanakan kewajibannya sampai tanggal mulai pengunduran diri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Sesuai dengan UU No. 13 Tahun 2003, pekerja akan memperoleh:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Diberikan uang pisah (Lihat lampiran IV).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Disamping itu juga mendapat haknya dari Dana Pensiun Astra dan Jamsostek\nsesuai ketentuan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Bagi yang memenuhi syarat sesuai ayat 2 di atas mendapatkan uang\npenggantian hak sesuai Undang-Undang No.13 tahun 2003 Pasal 156 ayat 4 :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>•Cuti yang belum diambil dan belum gugur (cuti besar) ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>•Biaya\u002Fongkos untuk Pekerja dan keluarganya yang pulang atau ke tempat\ndimana Pekerja diterima bekerja ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>•Penggantian perumahan serta pengobatan dan perawatan ditetapkan sebesar\n15% (lima belas persen) dari uang pesangon dan uang penghargaan masa kerjabagi\nyang memenuhi syarat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 80 : Hubungan Kerja yang Diputuskan oleh Hukum\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Yang dimaksud hubungan kerja putus karena hukum adalah putus dengan\nsendirinya tanpa diperlukan adanya suatu tindakan atau proses dari salah satu\npihak, baik pekerja atau pengusaha maupun izin dari instansi lainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Hubungan kerja putus karena hukum adalah sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Hubungan kerja yang diadakan untuk satu masa tertentu, maka hubungan kerja\nputus dengan sendirinya kalau waktunya telah berakhir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Hubungan kerja yang diadakan dalam suatu kerja tertentu, maka bilamana\npekerjaan tersebut telah selesai atau berakhir maka hubungan kerja tersebut\nberakhir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Untuk pekerja pengganti hubungan kerja akan berakhir, bila orang yang\ndigantikannya telah bekerja kembali.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Pekerja meninggal dunia atau mencapai usia 55 (lima puluh lima) tahun\ndengan demikian hubungan kerja putus karena hukum.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 81 : Hubungan Kerja Yang Diputuskan Karena Kesehatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pekerja yang mengalami sakit berkepanjangan, mengalami cacat akibat\nkecelakaan kerja dan tidak dapat melakukan pekerjaan satelah melampaui 12 (dua\nbelas) bulan berturut-turut maka Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dapat dilakukan\ndengan mengindahkan Undang-Undang No.13 tahun 2003 dan dibicarakan dengan\nserikat pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Kepada pekerja yang diputuskan karena kesehatan, akan diberikan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Uang pesangon 2x, uang Penghargaan Masa Kerja 2 x, uang penggantian hak 1\nx sesuai ketentuan Undang-Undang No.13 tahun 2003.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Jaminan Hari Tua (JHT) dari PT.Jamsostek.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Tunjangan Hari Tua dari DPA, sesuai dengan tabel yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Kebijaksanaan Perusahaan termasuk bonus tahun yang berjalan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. THR, Penghargaan Masa Kerja dan Cuti Besar akan diberikan penuh bagi\npekerjayang putus hubungan kerja karena kesehatan tetapi masa kerja,\nterakhirnya masih kurang 3 bulan dari kelipatan 5 tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Jatah pengobatan 1 (satu) tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 82 : Pelanggaran Berat\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-violence\">\u003Cp>1.Pelanggaran berat adalah:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. melakukan penipuan, pencurian, penyuapan atau penggelapan barang dan atau\nuang milik perusahaan ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. memberikan keterangan palsu atau yang dipalsukan sehingga merugikan\nperusahaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. mabuk, minum mimunan keras yang memabukkan, memakai dan atau mengedarkan\nnarkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya di lingkungan kerja ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. melakukan perbuatan asusila atau perjudian di lingkungan kerja ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. menyerang, menganiaya, mengancam, atau mengintimidasi teman sekerja atau\npengusaha di lingkungan kerja ;\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>f. membujuk teman sekerja atau pengusaha untuk melakukan perbuatan yang\nbertentangan dengan peraturan perundang-undangan ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g. dengan ceroboh atau sengaja merusak atau membiarkan dalam keadaan bahaya\nbarang milik perusahaan yang menimbulkan kerugian bagi perusahaan ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h. dengan ceroboh atau sengaja membiarkan teman sekerja atau pengusaha dalam\nkeadaan bahaya di tempat kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i. membongkar atau membocorkan rahasia perusahaan yang seharusnya\ndirahasiakan kecuali untuk kepentingan negara; atau\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>j. melakukan perbuatan lainnya di lingkungan perusahaan yang diancam pidana\npenjara 5 (lima) tahun atau lebih.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dalam rencana pemutusan hubungan kerja setelah terbukti melakukan\npelanggaran berat sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 di atas pengusaha terlebih\ndahulu merundingkan dengan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Dalam hal perundingan sebagaimana dimaksud dalam ayat 2 di atas tidak\ntercapai kesepakatan, maka akan ditindaklanjuti dengan dikenakannya sanksi\npemutusan 5 hubungan kerja setelah ada putusan pengadilan yang telah mempunyai\nkekuatan hukum tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 83 : Dasar Perhitungan Uang Pesangon, Uang Penghargaan Masa Kerja dan\nUang Penggantian Hak\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam hal terjadi pemutusan hubungan kerja, pengusaha diwajibkan membayar\nuang pesangon dan uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak yang\nharus diterima.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number_1_tenure\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight focus\" id=\"clause-severance_number\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance\">\u003Cp>1.Perhitungan uang pesangon ditetapkan paling sedikit sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Masa kerja kurang dari 1 tahun\n........................................................1 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Masa kerja 1 tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 tahun............. 2\nbulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Masa kerja 2 tahun atau lebih tetapi kurang dari 3 tahun............ 3\nbulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Masa kerja 3 tahun atau lebih tetapi kurang dari 4 tahun........... 4\nbulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Masa kerja 4 tahmu atau lebih tetapi kurang dari 5 tahun............ 5\nbulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Masa kerja 5 tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 tahun............. 6\nbulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Masa kerja 6 tahun atau lebih tetapi kurang dari 7 tahun............. 7\nbulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.Masa kerja 7 tahun atau lebih tetapi kurang dari 8 tahun ............ 8\nbulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i.Masa kerja 8 tahun atau lebih\n............................................................9 bulan upah\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Perhitungan uang penghargaan masa kerja ditetapkan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Masa kerja 3 tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 tahun\n.................. 2 bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Masa kerja 6 tahun atau lebih tetapi kurang dari 9 tahun\n.................. 3 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Masa kerja 9 tahun atau lebih tetapi kurang dari 12 tahun ................\n4 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Masa kerja 12 tahun atau lebih tetapi kurang dari 15 tahun ............. 5\nbulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Masa kerja 15 tahun atau lebih tetapi kurang dari 18 tahun ..............\n6 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Masa kerja 18 tahun atau lebih tetapi kurang dari 21 tahun ..............\n7 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Masa kerja 21 tahun atau lebih tetapi kurang dari 24 tahun ..............\n8 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.Masa kerja 24 tahun atau lebih\n............................................................ 10 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Uang penggantian hak yang seharusnya diterima berupa :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Cuti tahunan yang belum diambil dan belum gugur ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Biaya atau ongkos pulang untuk pekerja dan keluarganya ke tempat dimana\npekerja diterima bekerja ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Penggantian perumahan serta pengobatan dan perawatan ditetapkan sebesar\n15% dari uang pesangon dan uang penghargaan masa kerja bagi yang memenuhi\nsyarat ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Biaya lainnya yang sudah menjadi hak pekerja tetapi belum diambil\u002F\ndipergunakan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 84 : Hak dan Kewajiban Setelah Pemutusan Hubungan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha memberikan surat keterangan pengalaman kerja bagi pekerja yang\nbersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Bagi yang berhak atas uang pesangon, penghargaan masa kerja dan ganti rugi\ndiberikan sekaligus dalam bentuk uang, paling lama 5 (lima) hari setelah\ntanggalPemutusan Hubungan Kerja (PHK).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Kepada pekerja wajib mengembalikan fasilitas perusahaan (Kartu pengobatan,\npakaian kerja, kartu identitas dan sebagainya) yang menjadi milik perusahaan\ndan diwajibkan pula melunasi utang-utangnya secara sekaligus ataudiperhitungkan\ndari hak-hak yang seharusnya diperoleh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XIII : PENGHARGAAN, TUNJANGAN HARI RAYA DAN BONUS\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 85 : Penghargaan Prestasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha memberikan penghargaan kepada pekerja atas dasar masa kerja\ndengan ketentuan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Masa kerja 5 tahun Plakat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Masa kerja 10 tahun = 5 gram Emas 23 karat + Piagam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Masa kerja 15 tahun = 8 gram Emas 23 karat + Piagam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Masa kerja 20 tahun = 13 gram Emas 23 karat + Piagam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Masa kerja 25 tahun = 18 gram Emas 23 karat + Piagam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Masa kerja 30 tahun = 23 gram Emas 23 karat + Piagam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Masa kerja 35 tahun = 28 gram Emas 23 karat + Piagam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengusaha memberikan penghargaan kepada pekerja yang menemukan sesuatu\nyang berguna bagi perkembangan atau kemajuan perusahaan yang bentuk dan\nbesarnya akan ditetapkan tersendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pengusaha memberikan penghargaan kepada pekerja yang mencapai prestasi\nkerja yang bagus (teladan) dan berguna untuk kemajuan perusahaan berupa\ninsentif pekerja teladan yang akan diberikan pada akhir tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 86 : Tunjangan Hari Raya\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype2\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusdays1\">\u003Cp>1.Setiap tahun, pengusaha akan memberikan Tunjangan Hari Raya kepada seluruh\npekerja dengan ketentuan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pekerja yang mempunyai masa kerja 12 (dua belas) bulan atau lebih akan\nmenerima THR sedikitnya 1 (satu) kali upah sebulan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>THR = Upah Pokok + (Uang Makan + Tunj. Transportasi) x 22 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pekerja yang mempunyai masa kerja lebih dari 3 (tiga) bulan namun kurang\ndari 12 (dua belas) bulan akan menerima THR secara proposional dengan rumus\nsebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>THR = (Masa Kerja\u002F 12 ) x Upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Pekerja yang masa kerjanya kurang dari 3 (tiga) bulan tidak berhak atas\nTHR.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pembayaran THR (Tunjangan Hari Raya) sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 di\natas dilakukan selambat-lambatnya 2 (dua) minggu sebelum Hari Raya Idul Fitri\n(Lebaran).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja yang berhak menerima THR sebagaimana disebut dalam Pasal 86 ayat 1\nhuruf a dan huruf b juga akan menerima Bingkisan Hari Raya tanpa membedakan\nstatus dan masa kerjanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 87 : Bonus\u002F Hadiah Kerja Akhir Tahun\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Dengan mempertimbangkan kemampuan perusahaan, pada akhir tahun akan\ndibayarkan hadiah kerja yang waktu, cara dan jumlahnya didasarkan atas hasil\nmusyawarah mufakat antara pengusaha dengan serikat pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pembayaran bonus dilaksanakan selambat-lambatnya bersamaan dengan\npembayaran upah bulan Desember.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja yang mempunyai masa kerja kurang dan 1 (satu) tahun pada tanggal\n31 Desember akan menerima bonus secara proposional sesuai dengan jumlah bulan\nmasa kerjanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XIV : PENUTUP\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 88 : Penyesuaian Undang-Undang\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perjanjian Kerja Bersama ini berdasarkan Undang-Undang No. 13 tahun\n2003.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Apabila ada ketentuan-ketentuan dalam persetujuan ini dinyatakan tidak sah\noleh pengadilan\u002F instansi pemerintah lainnya yang berwenang, atau bertentangan\ndengan Undang-Undang yang baru dikemudian hari, maka Perjanjian Kerja Bersama\nini akan tetap berlaku dan sah, kecuali bagian-bagian yang dimaksud di atas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 89 : Jangka Waktu Berlakunya Perjanjian Kerja Bersama\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end\">\u003Cp>1.Perjanjian ini mengikat Para Pihak selama jangka waktu 2 (dua) tahun sejak\ntanggal efektif diberlakukan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Pembaharuan Perjanjian ini dilakukan dengan terlebih dahulu disampaikannya\npemberitahuan oleh salah satu pihak kepada pihak lainnya dalam jangka paling\nlambat 3 (tiga) bulan sebelum jangka waktu Perjanjian ini berakhir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Dalam hal pemberitahuan sebagaimana dimaksud dalam ayat 2 di atas tidak\ndisampaikan dalam jangka waktu paling lambat 3 (tiga) bulan sebelum jangka\nwaktu Perjanjian ini berakhir, maka Perjanjian ini masih dianggap berlaku untuk\njangka waktu 1 (satu) tahun kemudian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 90 : Perubahan dan\u002Fatau Penambahan Ketentuan dalam Perjanjian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Hal-hal mengenai pembahan dan\u002Fatau penambahan ketentuan yang dipandang\nperlu oleh Para Pihak dan belum diatur dan\u002Fatau tidak cukup diatur dalam\nPerjanjian ini akan diatur kemudian atas persetujuan Para Pihak dalam suatu\nperjanjian tambahan (addendum) dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari\nPerjanjian ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Semua lampiran yang digunakan dan disatukan dalam Perjanjian ini merupakan\nbagian yang terikat dan tidak terpisahkan dari Perjanjian ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 91 : Lain-Lain\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Dengan diberlakukannya Perjanjian ini, maka Perjanjian Kerja Bersama\nperiode 1 Juli 2009 sampai dengan 30 Juni 2011 dinyatakan tidak berlaku\nlagi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Perjanjian ini dibuat, disetujui dan ditandatangani oleh Para Pihak secara\nsukarela dan tanpa paksaan dari pihak manapun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start\">\u003Cp>3.Perjanjian ini diberlakukan secara efektif pada tanggal 1 Juli 2011\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbaratificationdate\">\u003Cp>Ditandatangani di : Jakarta\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pada Tanggal : 11 Juni 2012\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pimpinan Unit Kerja PT.Century Batteries Indonesia\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>SP-KEP (Kimia, Energi dan Pertambangan)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PT.Century Batteries Indonesia\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Narso Lusanti Verani\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ketua Direktur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Mengetahui Penandatanganan PKB :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Kepala Suku Dinas\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Tenaga Kerja Dan Transmigrasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Kotamadya Jakarta Timur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Drs. Mujiono, M.Si.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>NIP. 19581125198603 1 006\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\n\n            \n            \n            \n            \n            \n            ",{"disabilitypay":46,"menstruationleave":50,"maternitydifferenttrigger":54,"paidmaternityleaveduration":58,"maxsicknesspay":62,"childcareleave":66,"severance_number_1_tenure":70,"severance_number":74,"ONCERISE_trigger":76,"maternityexcludedtrigger":80,"dayspweek":82,"childcare":86,"wageincreasetype2":88,"equalitydifferenttrigger":92,"equalityotherclause":94,"STRUCINCR_trigger":98,"hourspday":100,"funeralpay":102,"incidentalbonusdays1":106,"maternityotherclause":108,"severance":112,"discrimination":114,"maxsicknesspayperc":118,"pensionfund":120,"TRAINING_trigger":124,"OVERTIME_trigger":128,"commutingallowancetype":132,"holidaysdays":136,"maxsicknesspaytype":140,"cbadate_end":143,"shiftallowancetype":147,"holidaysweeks":151,"COMMUTE_trigger":153,"SUNDAY_trigger":155,"childcaredifferenttrigger":157,"trainingprogrammes":159,"sundayallowancetype":161,"healthcareaccessrelatives":163,"overtimeallowanceperc1":167,"healthcareaccess":169,"hourspweek":171,"schedulesrestpw":173,"sundayallowanceperc1":177,"equalityexcludedtrigger":179,"paidmaternityleaveall":181,"paidpaternityleave":183,"educationtuition":186,"incidentalbonustype2":190,"sicknessmaxdaysnr":192,"NOCTPREM_trigger":196,"shiftallowanceamount1":198,"childcareexcludedtrigger":200,"cbaratificationdate":202,"violence":206,"contractseverancepay1":210,"paidpaternityleaveduration":212,"overtimeallowancetype":216,"wageincreasefirmperformance":218,"mealvouchers":220,"disabilityfund":224,"paidmaternityleave":227,"cbadate_start":229,"wageincreasedate":233,"contractseverancepay":235,"WAGES_trigger":237,"SOCSEC_trigger":241},{"bindId":47,"name":48,"text":49},"disabilitypay","1.Pengusaha mengikutkan pekerja pada pro","1.Pengusaha mengikutkan pekerja pada program Jaminan Sosial Tenaga Kerja,\nyakni :\n\na. Jaminan Kecelakaan Kerja ;",{"bindId":51,"name":52,"text":53},"menstruationleave","1.Dalam hal pekerja wanita yang dalam ma","1.Dalam hal pekerja wanita yang dalam masa haid merasakan sakit yang\nmengganggu pekerjaannya, maka kepada pekerja tersebut berhak atas cuti selama 2\n(dua) hari dalam masa haid (datang bulan).",{"bindId":55,"name":56,"text":57},"maternitydifferenttrigger","1.Perjanjian ini berlaku bagi semua peke","1.Perjanjian ini berlaku bagi semua pekerja yang bekerja pada PT. Century\nBatteries Indonesia.",{"bindId":59,"name":60,"text":61},"paidmaternityleaveduration","1.Pekerja wanita berhak atas cuti melahi","1.Pekerja wanita berhak atas cuti melahirkan selama 45 (empat puluh lima)\nhari kalender sebelum melahirkan atau hari menurut perkiraan dokter akan\nmelahirkan (dibuktikan dengan surat keterangan dokter\u002Fbidan) dan 45 (empat\npuluh lima) hari kalender setelah melahirkan.",{"bindId":63,"name":64,"text":65},"maxsicknesspay","2.Perhitungan upah yang diberikan kepada","2.Perhitungan upah yang diberikan kepada pekerja yang menggunakan hak cuti\nsakitnya adalah sebagai berikut :\n\n\n  \n  \n  \n  \n    \n      Lama sakit\n      Upah selama sakit\n    \n    \n      0 - 6 bulan\n      100% X Upah Sebulan\n    \n    \n      6 - 12 bulan\n      75% x Upah Sebulan\n    \n    \n      12 - 18 bulan\n      50% x Upah Sebulan\n    \n    \n      18 - 24 bulan\n      25% X Upah Sebulan",{"bindId":67,"name":68,"text":69},"childcareleave","1.Pengusaha memberikan izin kepada peker","1.Pengusaha memberikan izin kepada pekerja untuk tidak bekerja tanpa\nmengurangi tunjangan kehadiran (dengan melampirkan bukti dari pihak yang\nberwenang), karena hal-hal sebagai berikut :\n\nKeperluan Lama Izin\n\na.Keluarga Opname :\n\n-Istri \u002F suami \u002F\nanak.................................................................2 hari\nkerja\n\n-Bapak \u002F ibu \u002Fmertua \u002F saudara kandung..............................1 hari\nkerja\n\n-Kakek \u002F nenek \u002F orang serumah...........................................1\nhari kerja",{"bindId":71,"name":72,"text":73},"severance_number_1_tenure","1.Perhitungan uang pesangon ditetapkan p","1.Perhitungan uang pesangon ditetapkan paling sedikit sebagai berikut :\n\na.Masa kerja kurang dari 1 tahun\n........................................................1 bulan upah\n\nb.Masa kerja 1 tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 tahun............. 2\nbulan upah\n\nc.Masa kerja 2 tahun atau lebih tetapi kurang dari 3 tahun............ 3\nbulan upah\n\nd.Masa kerja 3 tahun atau lebih tetapi kurang dari 4 tahun........... 4\nbulan upah\n\ne.Masa kerja 4 tahmu atau lebih tetapi kurang dari 5 tahun............ 5\nbulan upah\n\nf.Masa kerja 5 tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 tahun............. 6\nbulan upah\n\ng.Masa kerja 6 tahun atau lebih tetapi kurang dari 7 tahun............. 7\nbulan upah\n\nh.Masa kerja 7 tahun atau lebih tetapi kurang dari 8 tahun ............ 8\nbulan upah\n\ni.Masa kerja 8 tahun atau lebih\n............................................................9 bulan upah",{"bindId":75,"name":72,"text":73},"severance_number",{"bindId":77,"name":78,"text":79},"ONCERISE_trigger","1.Setiap tahun, pengusaha akan memberika","1.Setiap tahun, pengusaha akan memberikan Tunjangan Hari Raya kepada seluruh\npekerja dengan ketentuan sebagai berikut:\n\na.Pekerja yang mempunyai masa kerja 12 (dua belas) bulan atau lebih akan\nmenerima THR sedikitnya 1 (satu) kali upah sebulan.",{"bindId":81,"name":56,"text":57},"maternityexcludedtrigger",{"bindId":83,"name":84,"text":85},"dayspweek","1.Pengusaha menetapkan waktu kerja selam","1.Pengusaha menetapkan waktu kerja selama 8 (delapan) jam dalam 1 (satu)\nhari dan 40 (empat puluh) jam dalam 1 (satu) minggu untuk 5 (lima) hari kerja\ndalam 1 (satu) minggu.",{"bindId":87,"name":68,"text":69},"childcare",{"bindId":89,"name":90,"text":91},"wageincreasetype2","1.Pada prinsipnya pengusaha akan meninja","1.Pada prinsipnya pengusaha akan meninjau kenaikan upah setiap satu tahun\nsekali dengan memperhatikan IHK\u002F BPS ((DKI Jakarta + NAS)\u002F2), situasi dan\nkondisi perusahaan serta perbaikan taraf hidup pekerja dan keluarganya serta\nprestasi kerja, yang dilaksanakan setiap bulan Januari tahun berjalan\nberdasarkan hasil musyawarah mufakat dengan serikat pekerja.",{"bindId":93,"name":56,"text":57},"equalitydifferenttrigger",{"bindId":95,"name":96,"text":97},"equalityotherclause","1.Dalam hal seorang pekerja wanita berst","1.Dalam hal seorang pekerja wanita berstatus sebagai janda maka dapat\nmenanggung biaya pengobatan dan perawatan untuk anak-anaknya sesuai dengan\nketentuan yang berlaku (dibuktikan dengan surat keterangan).\n\n2.Dalam hal suami seorang pekerja wanita tidak bekerja\u002Ftidak berpenghasilan\ntetap (dibuktikan dengan surat keterangan) maka pekerja wanita tersebut dapat\nmenanggung biaya pengobatan dan perawatan suami dan anak-anaknya.\n\n3.Dalam hal suami pekerja wanita berstatus sebagai pekerja dimana pada\nperusahaan tersebut sudah mendapatkan fasilitas biaya pengobatan dan perawatan\nhanya untuk dirinya maka pekerja wanita tersebut dapat menanggung biaya\npengobatan dan perawatan untuk anak-anaknya (dibuktikan dengan surat\nketerangan).\n\n4.Dalam hal suami pekerja wanita berstatus sebagai pekerja dimana pada\nperusahaan tersebut tidak diberikan fasilitas biaya pengobatan dan perawatan\nbaik untuk dirinya maupun keluarganya maka pekerja wanita tersebut dapat\nmenanggung biaya pengobatan dan perawatan keluarganya (dibuktikan dengan surat\nketerangan).\n\n5.Pekerja status suami istri dalam satu perusahaan maka, fasilitas\npengobatan dan perawatan untuk anak-anaknya atas nama suami.\n\n6.Bagi pekerja wanita yang status suami istri dalam satu perusahaan, berhak\natas fasilitas pengobatan dan perawatan atas nama diri sendiri.",{"bindId":99,"name":90,"text":91},"STRUCINCR_trigger",{"bindId":101,"name":84,"text":85},"hourspday",{"bindId":103,"name":104,"text":105},"funeralpay","1.Dalam hal pekerja meninggal dunia, mak","1.Dalam hal pekerja meninggal dunia, maka pengusaha akan memberikan\ntunjangan pemakaman yang besarnya menurut golongan :\n\na. Golongan I, II, dan III sebesar Rp 2.500.000,-\n\nb. Golongan IV ke atas diatur seoara Group.",{"bindId":107,"name":78,"text":79},"incidentalbonusdays1",{"bindId":109,"name":110,"text":111},"maternityotherclause","2.Dalam hal terjadi kelahiran lebih cepa","2.Dalam hal terjadi kelahiran lebih cepat dari perkiraan hari kelahiran,\nmaka pekerja Wanita tersebut hanya berhak mendapatkan cuti selama 45 (empat\npuluh lima) hari kalender setelah melahirkan.\n\n3.Dalam hal terjadi kelahiran lebih lambat dari perkiraan hari kelahiran,\nmaka pekerja wanita tetap berhak mendapatkan cuti selama 45 (empat puluh lima)\nhari kalender setelah melahirkan.\n\n4.Dalam hal pekerja wanita mengalami keguguran, maka pekerja Wanita tersebut\nberhak atas cuti selama 45 (empat puluh lima) hari kalender setelah mengalami\nkeguguran.\n\n5.Pekerja yang mengambil cuti melahirkan\u002Fkeguguran berhak mendapat upah\npokok.\n\n6.Hak cuti sebagaimana dimaksud dalam ayat 1, ayat 2, dan ayat 3 di atas\ndapat diperpanjang berdasarkan rekomendasi dari dokter yang menyatakan bahwa\npekerja wanita tersebut belum atau tidak diizinkan untuk bekerja.\n\n7.Hak cuti sebagaimana dimaksud dalam ayat 1, ayat 2, dan ayat 3 di atas\ndapat diatur lain dengan kesepakatan dengan pekerja wanita.",{"bindId":113,"name":72,"text":73},"severance",{"bindId":115,"name":116,"text":117},"discrimination","2.Pekerja yang terpilih menjadi pengurus","2.Pekerja yang terpilih menjadi pengurus serikat pekerja tidak akan mendapat\ntekanan dan tindakan diskriminatif baik langsung maupun tidak langsung, dari\nPengusaha dalam menjalankan tugas dan fungsinya.",{"bindId":119,"name":64,"text":65},"maxsicknesspayperc",{"bindId":121,"name":122,"text":123},"pensionfund","1.Pekerja yang memasuki masa pensiun (55","1.Pekerja yang memasuki masa pensiun (55 tahun) akan diberikan :\n\na.Manfaat pensiun sesuai dengan Undang-Undang No.13 tahun 2003 ;\n\nb.Jaminan Hari Tua (JHT) dari PT. Jamsostek ;\n\nc.Kebijaksanaan pengusaha yaitu bonus proporsional dari nominal bonus tahun\nsebelumnya;\n\nd.THR bagi pekerja yang memasuki masa pensiun kurang dari 4 bulan menjelang\nHari Raya;\n\ne.Penghargaan masa kerja (perhiasan emas) diberikan proporsional dari masa\nkerjanya (dihitung berdasarkan bulan) ;\n\nf.Uang cuti besar diberikan penuh bagi pekerja yang memasuki masa pensiun\nkurang 3 bulan dari kelipatan 5 tahun ;\n\ng.Uang penghargaan purnabakti\u002Fpensiun sebesar Rp 3.500.000,- (tiga juta lima\nratus ribu rupiah).",{"bindId":125,"name":126,"text":127},"TRAINING_trigger","2.Pengusaha dapat memberikan kesempatan ","2.Pengusaha dapat memberikan kesempatan kepada pekerja untuk mengikuti\npendidikan, pelatihan, dan keterampilan yang diadakan, baik di dalam maupun di\nluar lingkungan perusahaan, untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan\npekerja guna meningkatkan produktivitas.",{"bindId":129,"name":130,"text":131},"OVERTIME_trigger","1.Perhitungan upah lembur ditetapkan seb","1.Perhitungan upah lembur ditetapkan sebagai berikut (sesuai dengan\nKeputusanMenteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia No. : Kep -\n102 \u002F MEN \u002FVI\u002F 2004) :\n\nHari Kerja Biasa Hari Sabtu\u002FMinggu\u002F Hari Libur Nasional\n\nCuti Bersama\n\nJam ke1= Jamke 1-7= Jamke 1-7=\n\n1.5 x TUL 2 x TUL 2,5 x TUL\n\nJamke2dst= Jamke8= Jamke8=\n\n2 x TUL 3 x TUL 3 x TUL\n\nJamke9dst= Jamke9dst=\n\n4 x TUL 4 X TUL",{"bindId":133,"name":134,"text":135},"commutingallowancetype","1.Semua pekerja akan diberikan tunjangan","1.Semua pekerja akan diberikan tunjangan transportasi untuk memperlancar\ntransportasi dari tempat tinggalnya ke perusahaan yang besarnya 3 x 2 X tarif\nbis kota (Metro Mini) x 125% per hari kehadiran dan akan dibayarkan bersamaan\ndengan pembayaran upah pokok bulanan.",{"bindId":137,"name":138,"text":139},"holidaysdays","1.Seorang pekerja yang telah bekerja ter","1.Seorang pekerja yang telah bekerja terus menerus selama satu tahun (12\nbulan) berhak mendapatkan cuti tahunan sebanyak 12 hari kerja.",{"bindId":141,"name":64,"text":142},"maxsicknesspaytype","2.Perhitungan upah yang diberikan kepada pekerja yang menggunakan hak cuti\nsakitnya adalah sebagai berikut :\n\n\n  \n  \n  \n  \n    \n      Lama sakit\n      Upah selama sakit\n    \n    \n      0 - 6 bulan\n      100% X Upah Sebulan\n    \n    \n      6 - 12 bulan\n      75% x Upah Sebulan\n    \n    \n      12 - 18 bulan\n      50% x Upah Sebulan\n    \n    \n      18 - 24 bulan\n      25% X Upah Sebulan\n    \n  \n",{"bindId":144,"name":145,"text":146},"cbadate_end","1.Perjanjian ini mengikat Para Pihak sel","1.Perjanjian ini mengikat Para Pihak selama jangka waktu 2 (dua) tahun sejak\ntanggal efektif diberlakukan.",{"bindId":148,"name":149,"text":150},"shiftallowancetype","1.Tunjangan shift diberikan kepada peker","1.Tunjangan shift diberikan kepada pekerja yang bekerja pada malam hari\n(shift II dan III), yang jumlahnya ditetapkan sebagai berikut :\n\n\n\nJabatanShiftNilai RpKeterangan\n\nOperator Shift 23.700\u002Fhari kehadiran (Gross)\n\nShift 35.200\u002Fhari kehadiran (Gross)\n\nKasubsie Shift 24.400\u002Fhari kehadiran (Gross)\n\nShift 35.700\u002Fhari kehadiran (Gross)",{"bindId":152,"name":138,"text":139},"holidaysweeks",{"bindId":154,"name":134,"text":135},"COMMUTE_trigger",{"bindId":156,"name":130,"text":131},"SUNDAY_trigger",{"bindId":158,"name":56,"text":57},"childcaredifferenttrigger",{"bindId":160,"name":126,"text":127},"trainingprogrammes",{"bindId":162,"name":130,"text":131},"sundayallowancetype",{"bindId":164,"name":165,"text":166},"healthcareaccessrelatives","2.Pengusaha menyediakan poliklinik untuk","2.Pengusaha menyediakan poliklinik untuk perneriksaan kesehatan bagi pekerja\ndan anggota keluarganya di waktu jam kerja.",{"bindId":168,"name":130,"text":131},"overtimeallowanceperc1",{"bindId":170,"name":165,"text":166},"healthcareaccess",{"bindId":172,"name":84,"text":85},"hourspweek",{"bindId":174,"name":175,"text":176},"schedulesrestpw","Hari libur resmi terdiri atas : a.Hari l","Hari libur resmi terdiri atas :\n\na.Hari libur mingguan ;\n\nb.Hari libur yang ditetapkan oleh pemerintah setiap tahun ; dan\n\nc.Hari libur lain yang ditetapkan berdasarkan musyawarah mufakat antara\npengusaha dengan serikat pekerja.",{"bindId":178,"name":130,"text":131},"sundayallowanceperc1",{"bindId":180,"name":56,"text":57},"equalityexcludedtrigger",{"bindId":182,"name":60,"text":61},"paidmaternityleaveall",{"bindId":184,"name":68,"text":185},"paidpaternityleave","1.Pengusaha memberikan izin kepada pekerja untuk tidak bekerja tanpa\nmengurangi tunjangan kehadiran (dengan melampirkan bukti dari pihak yang\nberwenang), karena hal-hal sebagai berikut :\n\nKeperluan Lama Izin\n\na.Keluarga Opname :\n\n-Istri \u002F suami \u002F\nanak.................................................................2 hari\nkerja\n\n-Bapak \u002F ibu \u002Fmertua \u002F saudara kandung..............................1 hari\nkerja\n\n-Kakek \u002F nenek \u002F orang serumah...........................................1\nhari kerja\n\nb.Keluarga Meninggal Dunia : '\n\n-Istri \u002F suami \u002F\nanak................................................................3 hari\nkerja\n\n-Bapak \u002F ibu \u002F mertua\u002F saudara kandung\u002F menantu............2 hari kerja\n\n-Kakek\u002F nenek\u002F ipar \u002F orang serumah...................................1 hari\nkerja\n\nJika hari kerja terjadi pada saat libur massal, maka izin bisa diberikan\ndengan batas waktu 3 (tiga) hari sebelum mulai masuk kerja\n\nc.Pekerja melaksanakan perkawinan\npertama.....................................3 hari kerja\n\nd.Mengkhitankan \u002F baptis anak kandung\u002F anak angkat yang sah......2 hari\nkerja\n\ne.Istri pekerja melahirkan atau keguguran kandungan......................2\nhari kerja",{"bindId":187,"name":188,"text":189},"educationtuition","1.Dalam rangka ikut mencerdaskan kehidup","1.Dalam rangka ikut mencerdaskan kehidupan bangsa, pengusaha memberi bantuan\npendidikan kepada anak-anak pekerja.",{"bindId":191,"name":78,"text":79},"incidentalbonustype2",{"bindId":193,"name":194,"text":195},"sicknessmaxdaysnr","3.Dalam hal setelah 24 (dua puluh empat)","3.Dalam hal setelah 24 (dua puluh empat) bulan secara terus menerus pekerja\ndinyatakan belum sembuh berdasarkan keterangan dokter, maka pengusaha dengan\nserikat pekerja akan mempertimbangkan langkah-langkah selanjutnya.",{"bindId":197,"name":149,"text":150},"NOCTPREM_trigger",{"bindId":199,"name":149,"text":150},"shiftallowanceamount1",{"bindId":201,"name":56,"text":57},"childcareexcludedtrigger",{"bindId":203,"name":204,"text":205},"cbaratificationdate","Ditandatangani di : Jakarta Pada Tanggal","Ditandatangani di : Jakarta\n\nPada Tanggal : 11 Juni 2012",{"bindId":207,"name":208,"text":209},"violence","1.Pelanggaran berat adalah: a. melakukan","1.Pelanggaran berat adalah:\n\na. melakukan penipuan, pencurian, penyuapan atau penggelapan barang dan atau\nuang milik perusahaan ;\n\nb. memberikan keterangan palsu atau yang dipalsukan sehingga merugikan\nperusahaan;\n\nc. mabuk, minum mimunan keras yang memabukkan, memakai dan atau mengedarkan\nnarkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya di lingkungan kerja ;\n\nd. melakukan perbuatan asusila atau perjudian di lingkungan kerja ;\n\ne. menyerang, menganiaya, mengancam, atau mengintimidasi teman sekerja atau\npengusaha di lingkungan kerja ;",{"bindId":211,"name":72,"text":73},"contractseverancepay1",{"bindId":213,"name":214,"text":215},"paidpaternityleaveduration","e.Istri pekerja melahirkan atau kegugura","e.Istri pekerja melahirkan atau keguguran kandungan......................2\nhari kerja",{"bindId":217,"name":130,"text":131},"overtimeallowancetype",{"bindId":219,"name":90,"text":91},"wageincreasefirmperformance",{"bindId":221,"name":222,"text":223},"mealvouchers","1.Dalam rangka menjamin gizi kesehatan s","1.Dalam rangka menjamin gizi kesehatan serta ketenangan kerja, pengusaha\nmemberikan makan dan ekstra fooding berupa susu dan snack.",{"bindId":225,"name":48,"text":226},"disabilityfund","1.Pengusaha mengikutkan pekerja pada program Jaminan Sosial Tenaga Kerja,\nyakni :\n\na. Jaminan Kecelakaan Kerja ;\n\nb. Jaminan Hari Tua ; dan\n\nc. Jaminan Kematian",{"bindId":228,"name":60,"text":61},"paidmaternityleave",{"bindId":230,"name":231,"text":232},"cbadate_start","3.Perjanjian ini diberlakukan secara efe","3.Perjanjian ini diberlakukan secara efektif pada tanggal 1 Juli 2011",{"bindId":234,"name":90,"text":91},"wageincreasedate",{"bindId":236,"name":72,"text":73},"contractseverancepay",{"bindId":238,"name":239,"text":240},"WAGES_trigger","1.Pengusaha akan membayar upah pokok kep","1.Pengusaha akan membayar upah pokok kepada pekerja dalam waktu satu bulan\nsatukali yang dihitung mulai awal bulan sampai dengan akhir bulan yang\nbersangkutan,dan dibayar pada paling lambat setiap tanggal 25.",{"bindId":242,"name":48,"text":226},"SOCSEC_trigger","\u003Chtml>\n\n    \u003Cdiv class=\"cobra-report\">\n\n        \u003Ch2>IDN PT. Century Batteries Indonesia - 2011\u003C\u002Fh2>\n\n        \u003Cdiv class=\"section general\">\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-start_date\">Tanggal dimulainya perjanjian: &rarr;&nbsp;2011-07-01\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-end_date\">Tanggal berakhirnya perjanjian: &rarr;&nbsp;2013-06-30\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \u003C!-- TODO: previous CBA logic -->\n            \u003C!-- TODO: status logic -->\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaratified\">Diratifikasi oleh: &rarr;&nbsp;Other\u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaactorratified\">\n                    Diratifikasi pada: &rarr;&nbsp;2012-06-11\n                \u003C\u002Fdiv>\n            \n\n            \u003C!-- TODO: transnational_label, includingcountries_label, national_framework_label -->\n\n            \u003Cdiv id=\"display-SECTOR1\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Industri\u002Fpabrik pengolahan\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-NACE2004\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Pabrik Manufaktur produk komputer, elektronik dan optik\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-FIRMPRI\">\n                Sektor publik\u002Fswasta: &rarr;&nbsp;In the private sector\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv>Disimpulkan oleh:\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1\">\n\n                \n                    \n                    \u003Cdiv>\n                        Nama perusahaan: &rarr;&nbsp;\n                        Century Batteries Indonesia\n                    \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1\">\n                Nama serikat pekerja: &rarr;&nbsp;\n\n                \n                    \n                    \u003Cspan>\n                        Serikat Pekerja Kimia, Energi, Pertambangan, Minyak Gas Bumi dan Umum Unit Kerja PT. Century Batteries Indonesia\n                    \u003C\u002Fspan>\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-casignemployees\">\n                Nama penandatangan dari pihak pekerja &rarr;&nbsp;Narso\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section social-security-pensions\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SOCSEC_trigger\">JAMINAN SOSIAL DAN PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-pensionfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pensiun bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilityfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan cacat bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-unemploymentfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan pengangguran bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section training\">\n            \u003Ch3 id=\"display-TRAINING_trigger\">PELATIHAN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingprogrammes\">Program pelatihan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprenticeships\">Magang: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pelatihan bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section sickness-disability\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KONDISI SAKIT DAN DISABILITAS\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-maxsicknesspayperc\">\n                Maximum cuti sakit berbayar (untuk 6 bulan): &rarr;&nbsp;92&nbsp;%\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-sicknessmaxdaysnr\">\n                Maximum hari untuk cuti sakit berbayar: &rarr;&nbsp;730 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-longtermillness\">Ketentuan mengenai kembali bekerja setelah menderita penyakit jangka panjang, seperti penyakit kanker: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-menstruationleave\">Cuti haid berbayar: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilitypay\">Pembayaran gaji apabila tidak mampu bekerja dikarenakan kecelakaan kerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n\n        \u003Cdiv class=\"section health-medical-assistence\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA BANTUAN MEDIS\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccess\">Bantuan medis disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccessrelatives\">Bantuan medis bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurance\">Kontribusi pengusaha untuk asuransi kesehatan disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurancerelatives\">Asuransi kesehatan bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetypolicy\">Kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetytraining\">Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-protectiveclothing\">Pakaian\u002Falat pelindung diri disediakan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-hivpolicy\">Pemeriksaan kesehatan secara berkala disediakan oleh pengusaha: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-monitoring\">Pengawasan permintaan musculoskeletal di tempat kerja, resiko professional dan\u002Fatau hubungan antara pekerjaan dan kesehatan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-funeralpay\">Bantuan duka\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section work-family-arrangements\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKFAM_trigger\">PENGATURAN ANTARA KERJA DAN KELUARGA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleaveduration\">\n                Cuti hamil berbayar: &rarr;&nbsp;13 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-jobsecuritymothers\">Jaminan tetap dapat bekerja setelah cuti hamil: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-maternitydiscrimination\">Larangan diskriminasi terkait kehamilan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-breastfeeding_dangerouswork\">Larangan mewajibkan pekerja yang sedang hamil atau menyusui untuk melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-riskassessment\">Penilaian resiko terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja yang sedang hamil atau menyusui di tempat kerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-alternatives\">Ketersediaan alternatif bagi pekerja hamil atau menyusui untuk tidak melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-timeoff\">Cuti untuk melakukan pemeriksaan pranatal: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningnonstandard\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempekerjakan pekerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningpromotion\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempromosikan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv> \n            \u003Cdiv id=\"display-nursingmothers\">Fasilitas untuk pekerja yang menyusui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcareprovision\">Pengusaha menyediakan fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcaresubsidy\">Pengusaha mensubsidi fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \u003Cdiv id=\"display-educationtuition\">Tunjangan\u002Fbantuan pendidikan bagi anak pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n   \n            \u003Cdiv id=\"display-childcareleave\">\n                Cuti berbayar tiap tahun yang diberikan untuk merawat anggota keluarga: &rarr;&nbsp;2 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidpaternityleaveduration\">\n                Cuti ayah berbayar: &rarr;&nbsp;2 hari\n         \u003C\u002Fdiv>\n                        \n\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n        \u003Cdiv class=\"section gender-equality-issues\">\n            \u003Ch3 id=\"display-GENEQ_trigger\">ISU KESETARAAN GENDER\u003C\u002Fh3>\n         \u003Cdiv id=\"display-eqpay\">Upah yang sama untuk pekerjaan yang sama nilainya: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n         \n         \u003Cdiv id=\"display-discrimination\">Klausal mengenai diskriminasi di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-eqpromotion\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat promosi: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n        \u003Cdiv id=\"display-eqtraining\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat pelatihan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>     \n        \u003Cdiv id=\"display-eqofficer\">Kesetaraan gender dalam kepengurusan serikat pekerja di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-sexualhar\">Klausal mengenai pelecehan seksual di tempat kerja &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violence\">Klausal mengenai kekerasan di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violenceleave\">Cuti khusus bagi pekerja yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-support_disabilities\">Dukungan bagi pekerja perempuan dengan disabilitas: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-equalitymonitoring\">Pengawasan kesetaraan gender: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n             \n         \u003C\u002Fdiv>\n         \n\n        \u003Cdiv class=\"section employment-contracts\">\n            \u003Ch3 id=\"display-EMPCONTR_trigger\">PERJANJIAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n            \n            \n            \n\u003Cdiv id=\"display-severance_number\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;182&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-severance_number_1_tenure\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;60&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-part_time_excluded\">Pekerja paruh waktu tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-tempagency\">Ketentuan mengenai pekerja sementara: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprentices_excluded\">Pekerja magang tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-minijobs_excluded\">Pekerja mahasiswa tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section working-hours\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKHOURS_trigger\">JAM KERJA, JADWAL DAN LIBUR\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspday\">\n                Jam kerja per hari: &rarr;&nbsp;8.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspweek\">\n                Jam kerja per minggu: &rarr;&nbsp;40.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-dayspweek\">\n                Hari kerja per minggu: &rarr;&nbsp;5.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysdays\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;12.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysweeks\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;2.0 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-bankholidays2\">\n                Cuti libur nasional berbayar: &rarr;&nbsp;Hari Raya Natal, Hari Raya Idul Fitri\u002FHari Raya Kemenangan, Army Day \u002F Feast of the Sacred Heart\u002F St. Peter &amp; Paul’s Day (30th June), Rwandan Liberation Day (4th July), Umuganura Day (first Friday of August)\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-schedulesrestpw\"> Periode istrirahat setidaknya satu hari dalam seminggu disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-sundays_year\">\n                Jumlah maksimum hari minggu\u002Fhari libur nasional dalam setahun dimana pekerja harus\u002Fdapat bekerja: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n             \n            \n            \n            \n            \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-FLEXWORK_trigger\"> Ketentuan mengenai pengaturan jadwal kerja yang fleksibel: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section wages\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WAGES_trigger\">PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-PAYSCALES_trigger\">\n                Upah ditentukan oleh skala upah: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n\n            \n            \n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-COSTLIV_trigger\">Penyesuaian untuk kenaikan biaya kebutuhan hidup: &rarr;&nbsp;0\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-STRUCINCR_trigger\">Kenaikan upah\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-ONCERISE_trigger\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali:\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \u003Cdiv id=\"display-extrapayfirmperformance\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali dikarenakan performa perusahaan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-NOCTPREM_trigger\">Tunjangan shift untuk kerja sore atau malam\u003C\u002Fh4>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-shiftallowanceamount1\">\n                    Tunjangan shift untuk kerja sore atau malam: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;23700\u002Fday per bulan\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \u003Cdiv id=\"display-shiftallowancetype1\">Tunjangan shift hanya untuk yang kerja malam: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-OVERTIME_trigger\">Upah lembur hari kerja\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-overtimeallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari kerja: &rarr;&nbsp;200 % dari gaji pokok\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SUNDAY_trigger\">Upah lembur hari Minggu\u002Flibur\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-sundayallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari Minggu\u002Flibur: &rarr;&nbsp;100&nbsp;%\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-COMMUTE_trigger\">Tunjangan transportasi\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Ch4>Kupon makan\u003C\u002Fh4>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-mealvouchers\">\n                Kupon makan disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-MEALALL_trigger\">Tunjangan makan disediakan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-legalassistance_trigger\">\n                Bantuan hukum gratis: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n    \u003C\u002Fdiv>\n\n\u003C\u002Fhtml>\n",[],[],"collective_agreement",[248],{"title":39,"slug":34},[250],{"type":251,"data":252},"call_to_action_body_block",{"title":253,"description":254,"variant":255,"link":256},"Bandingkan Perjanjian Kerja Bersama","Bandingkan pasal-pasal dan topik dalam Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dengan Perjanjian Kerja Bersama di semua sektor kerja di Indonesia maupun negara-negara lainnya.","dark",{"title":253,"url":257,"description":253,"rel":258,"type":259},"\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fbandingkan-perjanjian-kerja-bersama","follow","internal",[261],{"type":251,"data":262},{"title":253,"description":254,"variant":255,"link":263},{"title":253,"url":257,"description":253,"rel":258,"type":259},[]]