[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"page:id-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-beesco-indonesia-dengan-serikat-pekerja-pt-beesco-indonesia-2015-2017":3},{"id":4,"slug":5,"title":6,"short_title":7,"intro_text":8,"meta_description":9,"seo_title":9,"path":10,"content_type":11,"locale":12,"go_live_at":7,"first_published_at":13,"page_created_at":14,"published_at":13,"edit_url":15,"breadcrumbs":16,"seo":24,"data":32,"children":211,"content_type_view":212,"extra_breadcrumbs":213,"body":215,"body_blocks":226,"related_pages":230},3679,"perjanjian-kerja-bersama","Perjanjian Kerja Bersama",null,"\u003Cp>Beberapa pilihan Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dipublikasikan di sini. Anda dapat menemukan teks asli dari Perjanjian Kerja Bersama tersebut, membaca dan menelusuri per bab maupun pasal, menurut topik yang sedang Anda cari.\u003Cbr\u002F>\u003Cbr\u002F>Ketika Anda mengklik pada link Perjanjian Kerja Bersama, halaman akan terbuka: di kolom sebelah kiri pada halaman tersebut berisi teks asli, sedangkan di kolom sebelah kanan, Anda akan menemukan ringkasan dari ketentuan yang ada di Perjanjian Kerja Bersama tersebut.\u003Cbr\u002F>Serikat Buruh\u002FPekerja dan Asosiasi Pengusaha dari Indonesia memberikan kontribusi terhadap pengumpulan data Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>","","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama","collective_agreements.collectiveagreementoverview","id_ID","2025-08-15T13:01:11.360625+00:00","2026-04-02T08:44:09.692847+00:00","\u002Fcms\u002Fpages\u002F3679\u002Fedit\u002F",[17,20,23],{"title":18,"slug":19},"Indonesia","id-id",{"title":21,"slug":22},"Bekerja di Indonesia","bekerja-di-indonesia",{"title":6,"slug":5},{"title":6,"description":9,"image":25,"canonical":26,"robots":27,"og_type":28,"twitter_card":29,"locale":19,"created_at":30,"last_modified_at":31},"https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fmedia\u002Fimages\u002FSocial_media_preview_image_-_2025.2e16d0ba.fill-1200x630.png","https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002F","index, follow","website","summary_large_image","2025-08-15T15:01:11.360625+02:00","2026-04-02T10:44:09.828831+02:00",{"cba":33,"clauses":45,"details":209,"translations":210},{"id":34,"uid":35,"url":36,"name":37,"locale":38,"override_title":9,"title":39,"browser_title":40,"browser_description":41,"text":42},"perjanjian-kerja-bersama-antara-pt-beesco-indonesia-dengan-serikat-pekerja-pt-beesco-indonesia-2015-2017","ac107682-bf85-11e5-bb81-001e0bbf9952","https:\u002F\u002Fcobra.wageindicator.org\u002Fcountries\u002Findonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-beesco-indonesia-dengan-serikat-pekerja-pt-beesco-indonesia-2015-2017\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-beesco-indonesia-dengan-serikat-pekerja-pt-beesco-indonesia-2015-2017\u002F","Perjanjian Kerja Bersama Antara PT.Beesco Indonesia Dengan Serikat Pekerja PT. Beesco Indonesia 2015 – 2017","ba_ID","IDN PT. Beesco Indonesia - Karawang - 2015","Indonesia - IDN PT. Beesco Indonesia - Karawang - 2015","IDN PT. Beesco Indonesia - Karawang - 2015 - Industri\u002Fpabrik pengolahan",{"name":43,"data":44},"97 - PKB PT. Beesco 2015 - 2017.html","\n              \n              \n              \u003C!--?xml version=\"1.0\" encoding=\"UTF-8\"?-->\n\n\n\n  \u003Cmeta http-equiv=\"content-type\" content=\"text\u002Fhtml; charset=UTF-8\">\n  \u003Ctitle>New\u003C\u002Ftitle>\n  \u003Cmeta name=\"generator\" content=\"Amaya, see http:\u002F\u002Fwww.w3.org\u002FAmaya\u002F\">\n\n\n\n\u003Ch1>PERJANJIAN KERJA BERSAMA ANTARA PT.BEESCO INDONESIA DENGAN SERIKAT PEKERJA\nPT. BEESCO INDONESIA 2015 – 2017\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>MUKADIMAH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa Bahwa sesuai dengan semangat kemitraan\nyang dilandasi oleh konsensus. Hubungan Industrial Pancasila, sangat disadari\nbahwa pada hakekatnya Pengusaha dan Pekerja bukanlah dua pihak yang saling\nbertentangan, melainkan kedua-duanya justru saling membutuhkan dan saling\nmembantu sesuai dengan kedudukan masing-masing. Sebagai perwujudan dari\nHubungan Industrial Pancasila yang telah disepakati, dipandang perlu dibuat\nsemacam kesepakatan yaitu berupa Perjanjian Kerja Bersama yang menjelaskan hak\ndan kewajiban masing-masing pihak sehingga tumbuh rasa saling menghormati dan\nmempercayai yang pada akhirnya diharapkan terciptanya ketenangan kerja dan\nketenangan usaha di perusahaan ini. Menyadari akan kepentingan bersama\ntersebut, Pengusaha dan Serikat Pekerja sepakat untuk membuat Perjanjian Kerja\nBersama dengan berpedoman kepada, antara lain;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. UU No 13 TAHUN 2003 tentang Ketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. UU No.21 tahun 2004 tentang serikat pekerja .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. UU No.13 tahun 2003 pasal 116, tentang Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia No.\nKep.48\u002FMEN\u002FIV\u002F2004 tentang Tata Cara Pembuatan Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adapun tujuan dibuatnya Perjanjian Kerja Bersama ini, adalah :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Menjelaskan Hak dan Kewajiban Pengusaha dan Serikat Pekerja\u002F Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Menetapkan syarat-syarat kerja yang baik.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Mengatur penyelesaian yang adil atas setiap perbedaan pendapat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Melanjutkan serta meningkatkan hubungan kerjasama yang baik antara\nPerusahaan dengan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Bahwa dengan terbentuknya Perjanjian Kerja Bersama yang dilandasi semangat\nkemitraan yang tinggi, maka diharapkan apa yang menjadi cita-cita bersama yaitu\nterwujudnya suatu Hubungan Industrial yang harmonis serta kesejahteraan bersama\ndapat segera dinikmati oleh Pengusaha dan pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Karawang , 18 April 2015\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Penyusun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB I : UMUM\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 1 : Pengertian Istilah-Istilah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam Kesepakatan Bersama ini yang dimaksud dengan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah PT. Beesco Indonesia yang didirikan berdasarkan akte Notaris\nSusanti,SH. Nomor 117 tanggal 27 September 2011 dan berkedudukan di Jl. Raya\nKarawang - Cikampek KM 87,7 Karawang Jawa-Barat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah pemilik perusahaan dan atau orang yang diberi kuasa untuk mengelola\njalannya perusahaan dan melakukan tindakan atas nama pemilik perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Keluarga Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah istri\u002Fsuami, anak kandung atau anak angkat yang sah dari Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah orang yang bekerja pada perusahaan dan menerima upah berdasarkan\nhubungan kerjanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Menurut statusnya, pekerja dibedakan menjadi :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Pekerja Tetap : Ialah pekerja yang bekerja di Perusahaan untuk jangka\nwaktu tidak tertentu (maksimal 55 tahun).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Pekerja Waktu Tertentu : Ialah pekerja yang bekerja di Perusahaan selama\nwaktu tertentu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah suatu organisasi pekerja PT Beesco yang berada di lingkungan PT Beesco\nIndonesia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Anggota Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah pekerja PT.Beesco Indonesia, yang mendaftarkan diri untuk menjadi\nanggota.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Pengurus Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah pekerja yang dipilih oleh anggota Serikat Pekerja untuk menduduki\njabatan dalam Serikat Pekerja PT. Beesco Indonesia, sepengetahuan Pengusaha dan\ndisahkan dihadapan Rapat Umum Anggota.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Keluarga Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah istri\u002Fsuami, anak kandung dan atau anak angkat yang sah sampai usia 21\ntahun, belum menikah dan belum bekerja sebagaimana terdaftar di departemen\npersonalia perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Ahli Waris.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah keluarga atau orang yang ditunjuk untuk menerima setiap pembayaran \u002F\nsantunan bila pekerja meninggal dunia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dalam hal tidak ada ahli warisnya, maka diatur menurut aturan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10. Atasan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah pekerja yang jabatannya dan atau pangkatnya lebih tinggi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11. Atasan Langsung.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah pekerja yang mempunyai jabatan lebih tinggi sesuai dengan struktur\norganisasi pada unit kerjanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12. Upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah pendapatan pekerja yang terdiri dari gaji pokok, tunjangan tetap dan\ntunjangan tidak tetap yang berhak diterimanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13. Pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah kegiatan yang dilakukan oleh pekerja untuk pengusaha dalam suatu\nhubungan kerja dengan menerima upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14. Kerja lembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah kerja yang dilakukan oleh pekerja untuk pengusaha diluar jam kerja\nyang telah ditentukan dalam suatu hubungan kerja dengan menerima upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15. Kecelakaan Kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah kecelakaan yang terjadi\u002Ftimbul dalam atau akibat hubungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>16. Surat Peringatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah surat resmi yang dikeluarkan oleh perusahaan (departemen personalia),\nkarena adanya tindakan pelanggaran disiplin atau perbuatan melanggar PKB ini,\nyang bersifat mendidik bagi pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>17. Mutasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah hak dasar perusahaan yang tidak perlu dipermasalahkan dengan syarat\ntidak mengurangi hak pokok pekerja yang diterimanya dan dipertimbangkan pula\nkinerjanya selama ini .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>18. Skorsing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah sanksi pemberhentian sementara terhadap pekerja dalam proses\npeyelesaian perselisihan yang terjadi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>19. Lingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah seluruh wilayah kerja dalam lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 2 : Pihak – Pihak Yang Mengadakan Perjanjian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pihak-pihak yang mengadakan perjanjian kerja bersama ialah :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. PT. Beesco Indonesia,yang didirikan berdasarkan akte Notaris Susanti, SH.\nNomor 117 tanggal 27 September 2011 dan berkedudukan di Jl. Raya Karawang -\nCikampek KM 87,7 Karawang Jawa-Barat yang selanjutnya disebut Pihak\nPengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Serikat Pekerja Tekstil Sandang dan Kulit Serikat Pekerja Seluruh\nIndonesia PT. Beesco Indonesia, disingkat SP TSK SPSI PT. Beesco Indonesia ,\nyang tercatat di Disnaker Karawang dengan No. 001\u002FPUK\u002FSPM\u002FBESCO\u002F2014 tanggal 20\nFebruari 2014.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 3 : Luas Kesepakatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Telah sama - sama dimengerti dan disepakati oleh pengusaha dan pihak\nSerikat Pekerja, bahwa PKB ini terbatas mengenai hal-hal yang bersifat umum\nsaja seperti tertera dalam PKB ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Hal-hal yang bersifat teknis dan memerlukan penjabaran lebih lanjut akan\ndiatur dalam ketentuan tersendiri atas dasar kesepakatan bersama dengan\nberlandaskan PKB ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Ketentuan-ketentuan yang diatur dalam peraturan perundangan\nketenagakerjaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>tetap berlaku dan secara langsung menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari\nPKB ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 4 : Kewajiban Pihak – Pihak\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pihak Pengusaha dan Pihak Serikat Pekerja berkewajiban mentaati, mematuhi\ndan melaksanakan sepenuhnya semua kewajiban yang telah disepakati bersama dalam\nPKB ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pihak Pengusaha dan Pihak Serikat Pekerja berkewajiban untuk\nmenyebarluaskan serta memberikan penjelasan kepada pekerja baik isi, makna,\npenafsiran, maupun pengertian yang tertera dalam PKB ini agar dimengerti dan\ndipatuhi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Disamping itu, kedua belah pihak jika diperlukan akan memberikan\npenjelasan kepada pihak lain yang berkepentingan mengenai PKB ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 5 : Pengakuan Hak\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha mengakui bahwa Serikat Pekerja PT. Beesco Indonesia sebagai\nbadan atau organisasi yang sah dan mewakili pekerja pada Pengusaha sesuai\ndengan fungsi, peranan dan tugas Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Serikat Pekerja mengakui bahwa yang mengatur para pekerja dalam\nmenjalankan perusahaan adalah fungsi dan tanggung jawab Pengusaha yang\ndilaksanakan sesuai dengan peraturan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Kedua belah pihak saling menghormati dan tidak mencampuri urusan intern\nmasing-masing pihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 6 : Hubungan Pengusaha Dengan Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha dan Serikat Pekerja sepakat untuk bekerja sama dalam\nmenciptakan ketenangan kerja dan ketenangan usaha serta hubungan industrial\nyang harmonis.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Untuk lembaga kerjasama Bipartit disepakati untuk membicarakan hal-hal\nyang menyangkut hubungan ketenagakerjaan, dan akan melakukan pertemuan\nsekurangnya satu kali dalam sebulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 7 : Jaminan Bagi Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha tidak akan melakukan tindakan-tindakan yang merugikan pekerja\nyang disebabkan oleh dan atau kaitannya dengan Serikat Pekerja, baik sebagai\npengurus maupun sebagai anggota.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Atas permintaan Serikat Pekerja, Pengusaha berkewajiban memberikan\nketerangan yang diperlukan yang menyangkut ketenagakerjaan seperti: absensi,\nlembur, status di perusahaan, pengupahan, hari dan jam kerja, Jaminan sosial\ndan hal lain yang diperlukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pengusaha akan menyelesaikan masalah yang timbul akibat hubungan kerja\ndengan Serikat Pekerja dengan azas musyawarah untuk mufakat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pengusaha menyadari bahwa tindakan penutupan perusahaan (lock-out) adalah\ntidak sesuai dengan semangat hubungan industrial, oleh karena itu akan\ndihindarkan, kecuali dalam keadaan mendesak yang tidak dapat dihindarkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 8 : Jaminan Bagi Pengusaha\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Serikat Pekerja dan Pengusaha bekerja sama dalam menegakkan tata tertib\ndan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>disiplin kerja serta peningkatan efisiensi serta produktifitas kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Serikat Pekerja menyadari bahwa tindakan mogok adalah tindakan yang tidak\nsesuai dengan semangat hubungan industrial, oleh karena itu akan dihindarkan\ndan semaksimal mungkin masalah yang timbul akan diselesaikan dengan cara\nperundingan .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jika memang harus terjadi pemogokan dengan alasan yang dibenarkan maka ,\nmogok akan dilakukan dengan mengikuti prosedur yang benar .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB II : FASILITAS DAN BANTUAN BAGI SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 9 : Fasilitas Dan Bantuan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Serikat Pekerja diperbolehkan menggunakan papan-papan pengumuman yang\ndisediakan oleh pengusaha sepanjang isi pengumuman telah disepakati oleh\nPengusaha dan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengusaha mengijinkan Serikat Pekerja untuk mengadakan rapat\u002F pertemuan\ndan pendidikan di Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pengusaha memberikan bantuan untuk kegiatan Serikat Pekerja didalam maupun\ndiluar perusahaan sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 10 : Iuran Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pengusaha bersedia untuk melaksanakan pemotongan iuran anggota Serikat\nPekerja melalui upah yang bersangkutan, berdasarkan surat kuasa dari\nmasing-masing pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB III : HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 11 : Penerimaan Pekerja Baru\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam pengembangan perusahaan dan penambahan pekerja adalah wewenang\npengusaha dan dilaksanakan sesuai dengan peraturan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 12 : Dasar Penerimaan &amp; Penempatan Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Penerimaan dan penempatan pekerja didasarkan kepada kebutuhan serta\ndisesuaikan dengan situasi , kondisi dan kemampuan perusahaan serta\nmempertimbangkan pengembangan SDM yang ada.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pelaksanaan dilakukan oleh bagian HRD dengan memenuhi persyaratan umum\npenerimaan pekerja sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Berusia minimal 18 tahun ketika penerimaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Berbadan dan berjiwa sehat ( melalui uji kesehatan yang dilakukan oleh\ndokter yang di tunjuk oleh perusahaan).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Memenuhi persyaratan jabatan ketika penerimaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Bersedia mentaati peraturan-peraturan \u002F tata tertib yang berlaku dalam\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Tidak terikat dalam hubungan kerja dengan pihak lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Lulus seleksi dalam penerimaan yang diadakan oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g. Syarat-syarat lainnya akan ditentukan kemudian berdasarkan keadaan dan\nkebutuhan pada waktu itu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Perusahaan berhak menempatkan pekerja dibagian manapun didalam perusahaan\nsesuai dengan pertimbangan \u002F atas dasar pemanfaatan hasil dan usahanya yang\noptimal.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Dalam penerimaan pekerja baru perusahaan menetapkan peraturan sebagai\nberikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Tidak menerima suami\u002Fistri atau anak\u002Fayah\u002Fibu dari pekerja untuk bekerja\ndi PT.Beesco Indonesia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Menerima kakak atau adik dari pekerja, dengan ketentuan tidak bekerja\npada seksi yang sama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Berdasarkan pertimbangan tertentu perusahaan mempekerjakan pekerja\nberdasarkan perjanjian kerja untuk waktu tertentu (PKWT) atau pekerja kontrak\ndengan tetap memperhatikan undang-undang dan peraturan pemerintah yang berlaku\nmengenai hal tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 13 : Perjanjian Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrial\">\u003Cp>1. Sebelum pekerja mulai menjalankan pekerjaannya, pekerja tersebut\ndiharuskan menandatangani surat perjanjian kerja bagi pekerja masa percobaan\ndan perjanjian kerja untuk waktu tertentu untuk pekerja kontrak dengan pihak\nperusahaan dan mulai melaksanakan pekerjaanya sesuai dengan waktu yang telah di\ntetapkan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Pekerja yang sudah diterima bekerja, tidak diperkenankan bekerja di\ntempat instansi lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 14 : Status Dan Penggolongan Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Berdasarkan pada pekerjaan, sifat dan jangka waktu ikatan kerja yang ada\npekerja dapat dibagi atas :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>A. Pekerja Tetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah pekerja yang terikat pada hubungan kerja dengan perusahaan yang tak\nterbatas waktunya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>B. Pekerja jangka waktu tertentu (PKWT)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah pekerja yang terikat pada hubungan kerja dengan perusahaan secara\nterbatas atau jangka waktu yang dapat di tentukan menurut dasar perjanjian\nkerja. Hak dan Kewajibannya diatur dalam perjanjian kerja yang disepakati\nbersama oleh kedua belah pihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Berdasarkan pada macam\u002Fsifat pekerjaan yang dijabatnya, pekerja dibagi\natas golongan maupun sub-sub golongan yang diatur dalam ketentuan\ntersendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 15 : Hak Dan Kewajiban Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Hak Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>A. Pekerja berhak atas upah sebagai imbalan dari hasil kerja\u002Fjasa yang\ndilakukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>B. Pekerja berhak atas cuti setelah bekerja selama 12 (dua belas) bulan\nberturut-turut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>C. Pekerja berhak mengundurkan diri dari pekerjaannya sesuai dengan aturan\nyang ada.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilitypay\">\u003Cp>D. Pekerja berhak mendapatkan bantuan kesehatan berupa fasilitas pengobatan\npoliklinik dan Rumah Sakit baik di dalam atau di luar Perusahaan sesuai dengan\nketentuan yang berlaku E. Pekerja berhak memperoleh ganti rugi atas gangguan \u002F\ncacat badan yang diakibatkan kecelakaan dalam melakukan tugas perusahaan sesuai\ndengan ketentuan PT. BPJS Ketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>F. Ahli waris pekerja berhak menerima santunan atas meninggalnya pekerja,\nkecuali bila pekerja tersebut bunuh diri atau dibunuh oleh ahli warisnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>G. Pekerja berhak untuk mengemukakan keluhan atau saran-saran yang baik\nmelalui atasannya atau kotak saran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Kewajiban pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>A. Pekerja wajib bersikap sesuai dengan norma-norma agama, sosial, dan sopan\nsantun yang berlaku dalam masyarakat Indonesia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>B. Pekerja wajib mentaati dan melaksanakan segala peraturan yang berlaku di\nlingkungan perusahaan (PKB).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>C. Pekerja wajib menjaga nama baik perusahaan didalam maupun diluar\nperusahaan serta wajib menyimpan segala keterangan yang dapat dianggap sebagai\nrahasia perusahaan yang didapat karena jabatan maupun pergaulan dilingkungan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>D. Pekerja wajib memberi keterangan yang sebenarnya mengenai dirinya dan\npekerjaannya dalam hubungan dengan tugasnya kepada atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>E. Pekerja wajib melakukan pekerjaan yang ditugaskan oleh perusahaan\nkepadanya dengan sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>F. Pekerja wajib memelihara dan menjaga keselamatan barang-barang milik\nperusahaan yang dipergunakan atau yang dipercayakan kepadanya serta wajib pula\nmengembalikannya pada waktu terputus hubungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>G. Pekerja wajib saling menghormati antara pimpinan \u002F atasan, bawahan, dan\nsesama pekerja serta menjaga ketenangan, ketentraman di lingkungan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>H. Pekerja wajib membina hubungan yang baik dan harmonis antara\npimpinan\u002Fatasan, bawahan dan sesama pekerja sebagai satu keluarga besar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>I. Pekerja aktif menjaga kebersihan lingkungan perusahaan, tempat bekerja\nserta keselamatan dan kesehatan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 16 : Hak Dan Kewajiban Perusahaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Hak Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>A. Memberikan perintah\u002Fpekerjaan yang layak kepada pekerja selama terikat\nkepada hubungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>B. Meminta pekerja untuk melakukan kerja lembur atau shift dengan\nmengindahkan peraturan perundang-undangan serta persyaratan lainnya yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>C. Menuntut suatu prestasi kerja yang optimal sesuai dengan yang telah di\ntentukan sebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>D. Menetapkan tata tertib\u002Fperaturan kerja dalam perusahaan dengan\nmengindahkan peraturan perundang-undangan serta persyaratan lainnya yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>E. Memutasikan \u002F menempatkan \u002F mempromosikan pekerja demi kepentingan\noperasional perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>F. Memberikan sanksi, peringatan apabila pekerja melakukan kesalahan kerja\u002F\nmelanggar tata tertib.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>G. Memutuskan hubungan kerja sesuai peraturan perundang-undangan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Kewajiban Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_government\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_trigger\">\u003Cp>A. Memberikan minimal upah minimum (UMK) sesuai dengan ketentuan\npemerintah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>B. Mentaati segala peraturan perundang-undangan serta persyaratan lainnya\nyang berlaku dibidang ketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>C. Memperhatikan dan memberikan rasa aman bagi pekerja dalam bekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>D. Memperhatikan, memberikan dan membantu meningkatkan kesejahteraan pekerja\nPT. Beesco Indonesia, sesuai peraturan dan kemampuan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>E. Memperhatikan keselamatan dan kesehatan kerja serta lingkungan kerja\npekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>F. Memberikan pembinaan kepada pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 17 : Pengalihan Tugas Pekerja Dalam Perusahaan (Mutasi)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Dengan pertimbangan yang obyektif untuk pendayagunaan pekerja dan\nsekaligus untuk mencapai tujuan operasional perusahaan, perusahaan berwenang\nuntuk mengangkat\u002Fmenempatkan dan atau mengalihtugaskan pekerja dari satu\ndapertemen\u002F seksi\u002Fjabatan, ke departemen\u002Fseksi\u002Fjabatan lain dalam\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Mutasi pekerja dimaksud sebagai :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>A. Pengalihantugas \u002F pemindahan seseorang atau beberapa pekerja dari satu\ndepartemen\u002Fseksi ke departemen\u002Fseksi lain yang membutuhkan pekerja tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>B. Untuk memberikan kesempatan kepada pekerja dalam meningkatkan karir pada\ndepartemen \u002F seksi yang lain dengan tugas yang baru sesuai dengan\nkeahliannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>C. Promosi untuk menduduki jabatan yang lebih tinggi karena pekerja tersebut\nmemiliki dan membuktikan prestasi kerja yang baik.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>D. Kondisi fisik pekerja tidak memungkinkan untuk terus menerus melaksanakan\npekerjaannya yang lama, hal ini sesuai dengan anjuran dan nasehat dokter\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>E. Karena kemampuan \u002F kepemimpinan pekerja tersebut tidak memadai lagi untuk\ntetap melaksanakan pekerjaanya semula.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>F. Karena departemen \u002F seksi tersebut sudah tidak ada atau berkurang\nkegiatan operasionalnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>G. Bila pekerja yang dimutasikan ke bagian lain karena melakukan kesalahan\natau dianggap tidak mampu untuk memegang jabatan lagi, maka segala fasilitas\ndan tunjangan yang ada hubungannya akan disesuaikan dengan jabatan yang\nbaru.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 18 : Prosedur Mutasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pekerja yang dimutasikan harus dibuat surat perintah mutasi oleh\natasannya dan ditandatangani oleh kepala seksi dan diketahui oleh personalia.\nSurat mutasi harus dibuat paling lambat 4 (empat) hari sebelum tanggal\npelaksanaan mutasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Bila surat perintah mutasi tidak ada, pekerja yang akan dimutasi berhak\nmenolak mutasi tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 19 : Penolakan Pengalihan Tugas Pekerja Dalam Perusahaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pekerja yang menolak perintah pengalihtugasan (mutasi) atau tidak\nmentaati perintah tersebut dan menunjukan sikap tidak bersedia melaksanakan\npekerjaannya yang baru maka akan dikenai sanksi surat peringatan ke 3 (SP 3)\nterhitung sejak 5 (lima) hari setelah surat perintah mutasi dibuat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pengalihtugasan (mutasi) pekerja merupakan hak prerogative perusahaan\nuntuk menempatkan pekerja pada departemen \u002F seksi sesuai kebutuhan perusahaan\ndengan mempertimbangkan keahlian, keterampilan dan kemampuan pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IV : TATA TERTIB\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 20 : Hari Dan Jam Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Waktu kerja adalah suatu jangka waktu dimana pekerja melakukan tugas\npekerjaan di tempat tertentu yang ditunjuk oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-schedulesrestpw\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday\">\u003Cp>2. Penempatan waktu kerja didasarkan kepada kebutuhan perusahaan dengan\nmemperhatikan UU.No.13 tahun 2003, yang menetapkan jumlah kerja maksimal 7 jam\nsehari dan 40 jam kerja dalam seminggu.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3. Jam-jam kerja yang dilakukan pekerja atas perintah atasan diluar\nketentuan waktu kerja sebagaimana dimaksud dalam UU No.13 tahun 2003, kelebihan\njam kerja tersebut dihitung jam kerja lembur sesuai dengan kep.Menakertrans\nNo.Kep.102\u002FMen\u002FVI\u002F2004.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Waktu kerja adalah waktu pekerja bekerja \u002F bertugas menurut jadwal waktu\nkerja secara teratur yang berlaku pada saat PKB ini dibuat yaitu :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>A. Waktu Kerja non shift dan shift I diatur sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Hari Senin – Kamis : Jam 07.30 – Jam 15.30 Wib\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Istirahat : Jam 11.30 – Jam 12.30 Wib\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Hari Jum’at : Jam 07.30 – Jam 16.00 Wib\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Istirahat : Jam 11.30 – Jam 13.00 Wib\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Hari Sabtu : Jam 07.30 – Jam 12.30 Wib\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>B. Waktu kerja untuk shift II dan III diatur sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Shift II\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Hari Senin – Kamis : Jam 15.30 – Jam 23.30 Wib\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Istirahat : Jam 17.45 – Jam 18.45 Wib\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jum’at : Jam 16.00 – Jam 23.30 Wib\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Istirahat : Jam 17.45 – Jam 18.15 Wib\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Hari Sabtu : Jam 12.30 – Jam 17.30 Wib\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Shift III\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Hari Senin – Jum’at : Jam 23.30 – Jam 07.30 Wib\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Istirahat : Jam 03.00 – Jam 04.00 Wib\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Hari Sabtu : Jam 17.30 – Jam 22.30 Wib\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Jika perusahaan memandang perlu untuk meningkatkan produktifitas kerja\ndan efisiensi maka jam kerja tersebut diatas dapat diubah selama tidak\nbertentangan dengan peraturan perundang-undangan serta persyaratan lainnya yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Jam istirahat tidak dihitung sebagai jam kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 21 : Waktu Istirahat\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pekerja harus mempergunakan waktu istirahat dengan sebaik-baiknya tanpa\ndibebani pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekerja yang meninggalkan lingkungan perusahaan pada waktu jam istirahat\nbukan karena urusan perusahaan agar memberikan informasi kepada atasan dan\npetugas satpam dengan menggunakan surat izin keluar yang ditandatangani oleh\natasan dan bagian personalia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pada waktu istirahat pekerja tidak diperkenankan makan didalam area \u002F\nlokasi kerja dan harus ditempat yang sudah ditentukan untuk itu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Setelah selesai waktu istirahat pekerja harus kembali kerja tepat pada\nwaktunya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 22 : Perubahan Jam Kerja Dan Hari Istirahat\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Bahwa pengusaha berhak mengubah untuk sementara jam kerja atau hari kerja\napabila terjadi keadaan yang mengharuskan demikian misalnya karena kerusakan\nmesin, mati aliran listrik, keterlambatan bahan baku dan lain-lain.Apabila\nkeadaan ini terjadi maka pengusaha akan memberitahukan terlebih dahulu kepada\npekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 23 : Disiplin Waktu Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Setiap pekerja diwajibkan untuk mencatat waktu kehadirannya pada mesin\nabsensi (time card recorder ) 10 menit sebelum masuk dan paling lama 10 menit\nsetelah keluar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekerja tidak diperbolehkan untuk mengisi daftar hadir pekerja lain atau\nmenyuruh orang lain untuk mengisi daftar hadir atas namanya, kecuali oleh\npetugas yang ditunjuk oleh perusahaan dan atau atasannya.Dan bagi pekerja yang\nmelakukan tindakan tersebut akan dikenakan sanksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. 5 (lima) menit sebelum jam kerja dimulai, pekerja sudah siap berada\nditempat kerjanya masing-masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pekerja yang tidak hadir, terlambat datang lebih dari 2 (dua) jam atau\npulang lebih cepat dari waktu kerja yang telah ditentukan ( 5 jam kerja ) tanpa\nijin atasannya dianggap mangkir\u002Fabsent.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Pekerja dilarang meninggalkan tempat \u002F lingkungan kerjanya pada waktu jam\nkerja untuk keperluan pribadi tanpa ijin tertulis dari atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Pekerja yang tidak mengisi daftar hadir diri sendiri seperti yang\nditentukan pada ayat 1 diatas , dianggap mangkir \u002F absent.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Pekerja yang tidak masuk kerja karena sakit atau karena alasan lain yang\ndapat diterima perusahaan, wajib memberitahukan kepada atasannya secara lisan\natau tertulis pada hari yang bersamaan dan secara tertulis pada waktu pekerja\ntersebut kembali bekerja dan apabila tidak memenuhi salah satu dari hal\ntersebut diatas maka pekerja tersebut dianggap mangkir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Pekerja dilarang merokok dan menggunakan api tidak pada tempatnya atau\ntidak pada tempatnya yang telah ditentukan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Pekerja dilarang menggunakan alat-alat\u002Fbarang-barang yang tidak ada\nhubungan dengan tugas pekerjaanya pada waktu jam kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10. Pekerja dilarang memakai topi yang tidak berhubungan dengan tugas dan\npekerjaan selama berada dilingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 24 : Tentang Keluar Masuk Lingkungan Perusahaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pekerja yang akan keluar atau masuk lingkungan komplek perusahaan\ndiharuskan melalui pintu yang telah di tentukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekerja diwajibkan untuk memakai pakaian seragam kerja yang rapih dan\nsopan dan sesuai dengan lingkungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pekerja wajib untuk memakai tanda pengenal diri selama berada dalam\nlingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pekerja dilarang memasuki wilayah\u002Flingkungan perusahaan dalam keadaan\nmabuk, membawa senjata tajam\u002Fapi, minuman-minuman keras dan obat-obatan\nterlarang (pil BK, Nipam, Ectacy dan sejenisnya).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Pekerja yang akan keluar wilayah \u002F lingkungan perusahan pada waktu jam\nkerja diharuskan mempergunakan surat ijin yang sudah ditentukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Kendaraan pekerja yang masuk atau keluar lingkungan perusahaan wajib\ndiperiksa oleh petugas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 25 : Tanggung Jawab Pengawasan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Setiap pimpinan perusahaan \u002F bagian atau atasan langsung dan setiap\nseksi, bertanggung jawab atas berlakunya peraturan tata tertib perusahaan serta\nmenjaga tegaknya kedisiplinan pekerja yang berada dibawah pengawasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Setiap pimpinan perusahaan \u002F atasan langsung, dapat memberikan sanksi\nterhadap bawahannya, apabila terdapat alasan-alasan yang menurut peraturan\nmemerlukan tindakan tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 26 : Pelanggaran Dan Sanksi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Sanksi yang diberikan terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh pekerja\ndimaksudkan sebagai tindakan korektif atau perbaikan dan pengarahan terhadap\nsikap dan tingkah laku pekerja yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku di\nperusahaan tempat bekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Sanksi atas tindakan pelanggaran disiplin, dapat diberikan kepada pekerja\nberdasarkan pada :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>•Jenis pelanggaran yang dilakukan,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>•Tingkat pengulangan pelanggaran yang dilakukan,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>•Berat \u002Fringannya pelanggaran yang dilakukan,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>•Tata tertib perjanjian kerja bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>•Unsur kesengajaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>•Melakukan perbuatan pelecehan dan perlakuan yang tidak layak (abuse dan\nharassment)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Tingkat – tingkat tindakan pelanggaran :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pelanggaran tingkat ke-1 (satu) antara lain :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Dua kali dalam sebulan berturut-turut datang terlambat masuk kerja tanpa\nalasan yang wajar \u002F jelas\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Tidak mengenakan pakaian seragam kerja dan tanda pengenal diri memasuki\ndan berada didalam lingkungan perusahaan sebagaimana yang telah ditentukan\ntanpa alasan yang wajar \u002F jelas, dan telah ditegur oleh pimpinan kerjanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Melakukan kerja lembur tanpa perintah atasan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Tidak mematuhi dan atau mengikuti perintah-perintah yang diumumkan oleh\nperusahaan pada papan pengumuman\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Tidak mematuhi perintah \u002F pengarahan atasannya tanpa alasan yang jelas\ndan dapat dipertanggung jawabkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Mengisi kartu hadir \u002F cekroll orang lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Bercanda \u002F main-main pada waktu kerja yang dapat membahayakan atau\nmerugikan dirinya sendiri maupun orang lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Memakai topi pada waktu bekerja tanpa ada hubungannya dengan keselamatan\ndan kesehatan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Membawa tas \u002F bungkusan besar yang tidak berhubungan dengan pekerjaannya\nkedalam lingkungan tempat kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10. Berambut gondrong bagi pekerja laki-laki dan telah ditegur oleh pimpinan\nkerja sebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11. Pekerja tidak hadir karena sakit terlambat memberikan surat keterangan\ndokter pada waktu masuk kerja kembali.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12. Tidak hadir 1 (satu) hari dalam sebulan tanpa keterangan \u002Falasan yang\nsyah dan atau ternyata keterangan yang diberikan ternyata palsu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13. Melakukan perbuatan pelecehan dan perlakuan yang tidak layak (abuse dan\nharassment ) kepada pimpinan, bawahan dan atau sesama rekan kerja dalam bentuk\nringan berupa : kata –kata lisan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14. Bagi atasan yang bawahannya diketahui tidak memakai alat pelindung diri\nsesuai standar yang ditetapkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pelanggaran Tingkat ke-2 (dua) antara lain :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Mengulangi pelanggaran setelah diberikan peringatan tingkat ke 1 (satu)\nyang masih berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Merubah , mencoret-coret , seragam kerja dan atau pengenal diri \u002F peneng\npekerja yang telah diberikan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Lebih dari dua kali dalam sebulan datang terlambat masuk kerja tanpa\nalasan yang wajar \u002F jelas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Tidak mematuhi pengarahan dari atasan, pengarahan yang dimaksud untuk\nmencegah kecelakaan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Mempergunakan barang-barang milik perusahaan untuk hal-hal yang sifatnya\npribadi tanpa seijin pimpinan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Tidak memakai alat pelindung \u002F keselamatan kerja yang telah disediakan\ndan diberikan oleh perusahaan kepadanya serta tidak menjaganya dengan baik.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Melakukan coret-coret ditembok\u002Flemari\u002Fmesin-mesin\u002Fbuku laporan dan tempat\nlainnya didalam lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Membuang barang-barang \u002F sampah kedalam lobang WC, sehingga membuat WC\ntersebut mampet dan tidak dapat dipergunakan oleh pekerja lain sebagaimana\nmestinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Malas, lambat, lalai, karena tidak bertanggung jawab dalam melakukan\npekerjaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10. Melakukan perbuatan pelecehan dan perlakuannya yang tidak layak (abuse\ndan harassment ) kepada pimpinan, bawahan dan atau sesama rekan kerja dam\nbentuk sedang, berupa : kata-kata lisan dan tulisan yang agak kasar (vulgar)\ndan atau psikologis.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pelanggaran Tingkat ke-III (tiga) antara lain :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Pengulangan atas pelanggaran tingkat ke-I dan atau tingkat ke-II\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Tidak hadir selama 2 (dua) hari berturut-turut atau 3(tiga) hari tidak\nberturut-turut dalam sebulan tanpa memberikan alasan yang syah atau memberi\nlaporan\u002Fketerangan yang ternyata kemudian sebagai laporan palsu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Berhenti melakukan pekerjaan sebelum sampai waktu yang telah ditentukan\ntanpa seijin\u002Fperintah atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Tidak dapat mencapai prestasi kerja seperti yang telah ditetapkan\nperusahaan, setelah mendapat bimbingan dan arahan dari atasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Berdagang didalam lingkungan perusahaan tanpa seijin pimpinan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Meninggalkan tempat kerja atau pulang lebih awal dari yang sudah\nditentukan tanpa seijin atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Pekerja membawa masuk orang lain yang bukan pekerja kedalam pabrik tanpa\nseijin pimpinan perusahaan\u002Fdepartment\u002Fseksi atau atasan langsung dari setiap\ndepartment.seksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Berpindah tempat tugas dan atau melaksanakan tugas orang lain yang bukan\ntanggung jawabnya tanpa seijin dari atasan kerjanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Tidak memberikan informasi kepada atasannya atas segala kemungkinan yang\ndapat menimbulkan kerugian bagi perusahaan atau orang banyak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10. Membawa masuk minuman keras dan atau sejenisnya kedalam lingkungan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11. Buang air kecil\u002Fbesar sembarangan, bukan pada tempat yang telah\nditentukan (WC).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12. Tidur pada waktu jam kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13. Menolak perintah atasan yang berhubungan dengan pekerjaannya tanpa\nalasan yang syah, sehingga dapat menimbulkan kerugian bagi perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14. Melakukan perbuatan pelecehan dan perlakuan tidak layak (abuse dan\nharassment) kepada pimpinan, bawahan, dan atau sesama rekan kerja dalam bentuk\nagak berat, berupa : kata-kata lisan dan tulisan yang kasar (vulgar) dan atau\nphysic sedang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15. Pekerja yang menolak perintah pengalihtugasan baik dalam perusahaan\n(mutasi), kerja shift dan tidak mentaati perintah tersebut atau menunjukkan\nsikap tidak bersedia melaksanakan pekerjaannya yang baru, terhitung sejak 5\n(lima)hari setelah surat perintah mutasi dibuat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Larangan Masuk Kerja Sementara (Skorsing) antara lain :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Dengan sengaja sering mengganggu pekerjaan orang lain yang mengakibatkan\nkerugian bagi perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Melakukan pekerjaan secara tidak baik\u002Fserampangan\u002Fasal-asalan dengan\nsengaja dan merugikan perusahaan\u002Forang lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Melakukan pengulangan atas pelanggaran ke-II dan atau tingkat ke-III\nPelanggaran Tingkat ke-IV (empat) antara lain :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-violence\">\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sexualhar\">\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-violence\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sexualhar\">\u003Cp>Yaitu pelanggaran yang dapat mengkibatkan Pemutusan Hubungan Kerja seketika\n(kesalahan berat) tanpa pemberian uang pesangon, yaitu :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Pada saat perjanjian kerja diadakan memberikan keterangan palsu atau yang\ndipalsukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Mabok, madat, memakai obat bius atau narkotika dan lain-lain yang sejenis\n(Pil, BK, Nipam, Megadon, Ectasy, dan lain-lain) didalam lingkungan\npabrik\u002Fperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Melakukan perbuatan asusila\u002Fpelecehan seksual yang dapat mencemarkan nama\nbaik diri sendiri, orang lain atau perusahaan di area perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4. Melakukan tindak pidana misalnya pencurian, penggelapan, penganiayaan,\npenipuan dan memperdagangkan barang-barang terlarang dan perbuatan sejenis baik\ndidalam maupun diluar lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Melakukan penghinaan secara kasar dan atau mengancam atasan dan pimpinan\ndan atau bawahan dan atau teman sekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Berkelahi didalam lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>7. Dengan sengaja atau ceroboh atau merusak merugikan, dan atau membiarkan\ndalam keadaan bahaya barang milik perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Membujuk atasan\u002Fpimpinan perusahaan atau teman kerja untuk melakukan\nsesuatu yang bertentangan dengan hukum dan kesusilaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Membongkar rahasia perusahaan atau mencemarkan nama baik atasan\u002Fpimpinan\nperusahaan dan keluarganya yang seharusnya dirahasiakan kecuali untuk\nkepentingan Negara.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10. Melakukan pemalsuan apapun bentuknya yang dapat merugikan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11. Perjudian dalam bentuk apapun yang dilakukan di tempat kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12. Tidak hadir selama 5 (lima) hari berturut-turut atau 7 (tujuh) hari\ntidak berturut-turut dalam sebulan tanpa alasan yang syah, dianggap\nmengundurkan diri secara sepihak dari perusahaan sesuai dengan peraturan\nperundang-undangan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13. Memasuki komplek perusahaan dengan membawa senjata tajam, senjata api,\nminuman keras dan barang-barang lain yang dapat membahayakan diri sendiri atau\norang lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14. Melakukan tindakan pemogokan\u002Funjuk rasa yang tidak syah sesuai ketentuan\nundang-undang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15. Melakukan perbuatan yang bersifat menghasut teman sekerja atau atasan\nuntuk melakukan tindakan yang bertentangan dengan undang-undang \u002F norma yang\nada.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>16. Mengadakan pertemuan \u002Frapat \u002Fkegiatan yang sejenis secara tidak resmi \u002F\nsyah didalam komplek perusahaan tanpa seijin pimpinan perusahaan atau\npersonalia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>17. Merokok diluar area yang telah ditentukan berupa tanda “ Area Boleh\nMerokok”.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>18. Menerima jasa baik berupa uang atau barang yang berhubungan dengan tugas\ndan pekerjaannya yang dapat merugikan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>19. Mengadakan kegiatan politik praktis dan ikut mengerahkan masa atau\nkegiatan lain yang bersifat menentang atau tidak sesuai dengan ketentuan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>20. Tersangkut perkara kriminal atau subversive.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>21. Melakukan pengulangan atas pelanggaran tingkat ke-III (tiga) dan atau\nskorsing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>22. Melakukan perbuatan pelecehan dan perlakuan yang tidak layak (abuse dan\nharassment ) kepada pimpinan, bawahan dan atau sesama rekan kerja\u002Fpelanggaran\nberat berupa : asusila\u002Fseksual dan atau physic berat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Uraian atas sanksi yang diberikan adalah sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Tingkat Pelanggaran\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Diberikan oleh\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Sanksi\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>I\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Atasan Langsung \u002F Ka Sie\n\n        \u003Cp>CC.Personalia\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>SP.I\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>II\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Atasan Langsung \u002F Ka Sie\n\n        \u003Cp>CC.Personalia\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>SP.II\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>III\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Personalia atas permintaan atasan\n\n        \u003Cp>Langsung \u002F Ka Sie\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>SP.III\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Skorsing\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cp>Atasan langsung \u002F Ka Sie atau Personalia\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cp>Skorsing Maksimal 3 bulan\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>IV\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Atasan langsung \u002F Ka Sie atau Personalia\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>PHK\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>5. Setiap surat peringatan baik surat peringatan tingkat I sampai dengan\nsurat peringatan tingkat III, masa berlakunya adalah 6(enam) bulan sejak\nsurat-surat peringatan tersebut diberikan, dan apabila dalam waktu 6 (enam)\nbulan pekerja yang diberikan surat peringatan berkelakuan baik\u002Fdisiplin, maka\nsurat peringatan yang telah diberikan menjadi tidak berlaku\u002Fhapus.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Surat peringatan yang diberikan tidak harus selalu berurutan tingkatnya\ntergantung dari jenis\u002Fberat kesalahan yang dilakukan oleh pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Pekerja yang mendapat sanksi skorsing akan diberikan haknya sesuai dengan\nperaturan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 27 : Penahanan Pekerja Oleh Pihak Yang Berwajib\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Apabila pekerja ditahan oleh pihak yang berwajib, maka yang bersangkutan\ndapat diberhentikan sementara sampai ada keputusan lebih lanjut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dalam hal pekerja di tahan oleh pihak yang berwajib sebagaimana dimaksud\npada ayat 1, Pengusaha tidak membayar upah kepada pekerja tetapi memberikan\nbantuan kepada keluarganya yang menjadi tanggungannya dengan ketentuan sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Untuk 1 orang tanggungan : 60% dari Upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Untuk 2 orang tanggungan : 70% dari Upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Untuk 3 orang tanggungan : 80% dari Upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Untuk 4 orang tanggungan atau lebih : 90% dari Upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Bantuan sebagaimana dimaksud dalam ayat 2 diberikan untuk jangka waktu 6\nbulan terhitung sejak pekerja ditahan pihak yang berwajib.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Apabila pekerja yang bersangkutan dibebaskan dari tuduhan, maka Pengusaha\nwajib merehabilitir nama baik pekerja tersebut termasuk membayarkan hak -\nhaknya yang tertunda.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Apabila pekerja tersebut ternyata bersalah dan menjalani hukuman, maka\nhubungan kerjanya dapat diputus sesuai peraturan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB V : PENGUPAHAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 28 : Pengertian Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Upah adalah pendapatan pekerja yang terdiri dari gaji pokok, tunjangan\ntetap dan tunjangan tidak tetap yang berhak diterima.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pengusaha membayar upah pekerja pada tanggal 10 setiap bulannya, apabila\ntanggal tersebut jatuh pada hari libur, maka dibayarkan pada hari kerja\nsebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Apabila pekerja\u002Fti berhalangan, gaji dapat dibayarkan kepada kuasanya\ndengan disertai surat kuasa dari pekerja\u002Fti yang bersangkutan diatas materai\nsecukupnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Periode perhitungan upah adalah dari tanggal 01 sampai dengan akhir bulan\npada bulan berjalan sesuai kalender.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 29 : Tunjangan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Disamping gaji pokok, perusahaan memberikan tunjangan – tunjangan sebagai\nberikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Tunjangan Tetap :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Jabatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Tunjangan tidak tetap :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Kehadiran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Skill\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 30 : Kenaikan Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-STRUCINCR_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasefirmperformance\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasedate\">\u003Cp>1. Pengusaha memberikan kenaikan umum terhadap upah pekerja setiap awal\ntahun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>yaitu pada bulan Januari, dengan dasar sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. KHL.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Prestasi kerja ( penilaian ).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Kemampuan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Besarnya kenaikan upah dimusyawarahkan dan ditetapkan antara Pengusaha\ndengan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Kenaikan upah karena peyesuaian upah minimum secara otomatis diberikan\nkepada\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>pekerja apabila terjadi kebijaksanaan baru dari pemerintah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Kenaikan upah pekerja berupa kenaikan gaji pokok dan kenaikan tunjangan\ntunjangannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 31 : Perhitungan Upah Kerja Lembur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pekerja yang diminta bekerja lebih dari ketentuan jam\u002Fhari kerja\ndiperhitungkan dengan upah lembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-OVERTIME_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1\">\u003Cp>2.Perhitungan upah lembur adalah sesuai dengan ketentuan yang termuat pada\nKeputusan Menakertrans No.Kep 102\u002FMen\u002FVI\u002F2004.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>adalah sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Upah lembur pada hari kerja biasa ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Jam pertama : 1,5 x (Gaji Pokok+ Tunjangan Tetap) \u002F 173\u003C\u002Fp>\n\n\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-OVERTIME_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1\">\u003Cp>- Jam kedua,dst : 2,0 x (Gaji Pokok + Tuanjangan Tetap) \u002F 173\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SUNDAY_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowanceperc1\">\u003Cp>b. Upah lembur pada hari libur :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Tujuh jam pertama : 2,0 x (Gaji Pokok + Tunjangan Tetap) \u002F 173\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Jam kedelapan : 3,0 x (Gaji Pokok + Tunjangan Tetap) \u002F 173\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Jam kesembilan : 4,0 x (Gaji Pokok + Tunjangan Tetap) \u002F 173\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SUNDAY_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowanceperc1\">\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>c. Upah lembur pada hari-hari yang diliburkan perusahaan, perhitungannya\nsama dengan perhitungan upah lembur pada hari libur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Yang dimaksud hari-hari yang diliburkan sesuai dengan pasal ini ialah\nhari-hari libur pada kalender kerja yang ditetapkan bersama antara Pengusaha\ndan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Untuk perhitungan upah kerja lembur diperhitungkan komponen-komponen\nsebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Gaji Pokok\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Tunjangan Jabatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Kerja lembur hanya dilakukan atas perintah tertulis dari kepala\ndepartment\u002F seksi sesuai dengan kebutuhan perusahaan dan dilakukan secara\nsukarela .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Untuk semua pekerja staff yang bekerja dikantor dan dilapangan sudah\ndiperhitungkan dengan anggapan bahwa jabatan mereka dalam perusahan\nsewaktu-waktu mengharuskan mereka bekerja lebih dari 40 jam seminggu tanpa\npembayaran upah lembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Hal-hal yang tidak termasuk kerja lembur adalah :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Pelatihan dan Pendidikan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Rapat\u002FMeeting\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Olah raga\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Jam perjalanan dinas luar jam kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Kegiatan yang berhubungan dengan usaha pembelaan dan keamanan Negara.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 32 : Upah Selama Sakit\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SICDIS_trigger\">\u003Cp>1. Apabila pekerja sakit yang dibuktikan dengan surat keterangan dokter dari\nKlinik atau Rumah sakit Rujukan Perusahaan atau disahkan oleh dokter\nperusahaan, maka upahnya (gaji pokok &amp; tunjangan Jabatan) tetap dibayar.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Bilamana sakit dengan surat keterangan dokter lebih dari dua kali dalam\nsebulan, maka berdasarkan pertimbangan medis perusahaan berhak mengirimkan\npekerja tersebut kepada dokter perusahaan atau dokter yang ditunjuk oleh\nperusahaan untuk diperiksa apakah pekerja tersebut sehat untuk bekerja pada\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspayperc\">\u003Cp>3. Apabila pekerja menderita sakit sehingga tidak dapat melakukan\npekerjaannya, maka gaji dibayar dengan ketentuan sebagai berikut ( UU No.13\ntahun 2003 )\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Untuk empat bulan pertama upah dibayar sebesar 100 %\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Untuk empat bulan kedua dibayar sebesar 75 %\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Untuk empat bulan ketiga dibayar sebesar 50 %\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Untuk bulan selanjutnya dibayar sebesar 25 % sebelum dilakukan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>pemutusan hubungan kerja\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4. Ketentuan pembayaran gaji dengan bertahap sebagaimana diatas berlaku bagi\npekerja yang sakit terus menerus \u002F berkepanjangan, termasuk sakit terus menerus\nadalah penyakit menahun atau berkepanjangan yang setelah sakit terus menerus\natau terputus-putus maupun bekerja kembali tetapi dalam tenggang waktu kurang\ndari empat minggu sakit kembali.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Apabila pekerja yang bersangkutan belum mampu bekerja kembali, maka\nperusahaan dapat memutuskan hubungan kerja melalui prosedur UU No.13 tahun\n2003.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 33 : Upah Selama Pekerja Dirumahkan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Apabila terjadi suatu kondisi dimana perusahaan terpaksa menghentikan\nsebagian \u002F seluruh kegiatan usaha pekerjaan, maka perusahaan dapat mengambil\ntindakan “ merumahkan “ terhadap pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Selama masa “ dirumahkan “ pekerja diberikan upah\u002Fgaji\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Masa “ dirumahkan” paling lama 3 (tiga) bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Ketentuan ini berlaku bagi pekerja berstatus tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VI : KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 34 : Keselamatan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetypolicy\">\u003Cp>Perusahaan dan Serikat Pekerja menyadari akan pentingnya masalah keselamatan\ndan kesehatan kerja, karenanya kedua belah pihak akan berusaha sekuat mungkin\nuntuk mencegah dan menghindari kemungkinan-kemungkinan timbulnya kecelakaan\nkerja dan penyakit akibat hubungan kerja yang dapat menimpa pekerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan akan menyediakan alat-alat perlindungan diri sesuai dengan\njenis dan sifat pekerjaannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekerja yang tidak memakai perlengkapan\u002Falat perlindungan diri yang telah\ndiberikan oleh perusahaan, akan diberikan sanksi yang tegas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Perusahaan dan pekerja wajib mentaati semua peraturan serta tata tertib\nyang berhubungan dengan keselamatan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Perusahaan menyediakan alat pencegah kebakaran dan pencegah bahaya\nlainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Pekerja wajib melaporkan kepada atasannya jika terjadi kerusakan pada\nalat perlengkapan keselamatan kerjanya untuk dilakukan penggantian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 35 : Larangan Bagi Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pekerja dilarang masuk\u002Fmelalui daerah atau bagian lain yang bukan\ntempatnya bertugas dan tempat-tempat yang dipasang poster “ Dilarang Masuk\nBagi Yang Tidak Berkepentingan “.2. Pekerja yang tidak berwenang tidak\ndiperkenankan melakukan perbaikan mesin-mesin dan alat-alat lainnya tanpa ijin\natasan yang berwenang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 36 : Perlindungan Dan Pemeliharaan Lingkungan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dengan berpedoman kepada peraturan perundang-undangan tentang keselamatan\ndan kesehatan kerja maka :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Setiap pekerja diwajibkan memelihara\u002Fmenjaga ruangan kerja dengan\nsebaik-baiknya demi kebersihan alat-alat kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekerja dilarang memindahkan alat-alat pemadam kebakaran dan alat-alat\nyang dipergunakan untuk keadaan darurat\u002Fbahaya tanpa seijin petugas yang\nberwenang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pekerja wajib bersifat teliti dan hati-hati dalam melaksanakan\npekerjaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pekerja wajib mentaati semua ketentuan ditempat kerja demi keselamatan\nkerja dan keamanan diri sendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Perusahaan dan serikat pekerja berkewajiban memberikan penyuluhan tentang\ncara kerja yang baik dan efektif serta memperhatikan peraturan keselamatan\nkerja dan program pemeliharaan lingkungan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Pekerja berhak untuk mengajukan usul bila syarat keselamatan kerja yang\ntelah ditetapkan belum terpenuhi atau bila syarat keselamatan kerja dan\nperlindungan diri tidak tersedia dengan lengkap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 37 : Keluarga Berencana\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam rangka mensukseskan program nasional tentang kependudukan dan keluarga\nberencana perusahaan memberikan fasilitas dan pelaksanaan keluarga berencana\nbagi pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VII : HARI LIBUR, CUTI DAN MENINGGALKAN PEKERJAAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 38 : Hari-Hari Libur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-bankholidays1\">\u003Cp>1. Hari-hari libur yang diakui syah oleh perusahaan adalah hari-hari libur\nresmi yang ditetapkan oleh pemerintah ( sesuai dengan keputusan menteri agama\nRI )\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Ketentuan ini berlaku untuk semua pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pada hari libur nasional\u002Fhari raya yang telah ditetapkan oleh pemerintah,\npekerja yang dibutuhkan bekerja, apabila melakukan pekerjaan, diperhitungkan\nsebagai kerja lembur ( Keputusan Menaketrans no.Kep.102\u002FMen\u002FVI\u002F2004)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 39 : Cuti Haid, Hamil Dan Gugur Kandungan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-menstruationleave\">\u003Cp>1. Pelaksanaan cuti haid, hamil dan gugur kandungan diatur sesuai dengan\nperaturan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Permohonan untuk cuti tersebut harus dibuktikan dengan surat keterangan\ndokter perusahaan dan atau dokter yang ditunjuk oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pelaksanaan Cuti Melahirkan sesuai dengan peraturan perundangan dengan\nprosedur pelaksanaan sbb :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.1 Memeriksakan usia kehamilan di Rumah Sakit atau Klinik rujukan dari\nPerusahaan ,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pengajuan Cuti berdasarkan surat keterangan dari Dokter \u002F Bidan dari\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveall\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleave\">\u003Cp>3.2 Cuti Melahirkan 45 hari sebelum dan 45 hari setelah melahirkan\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.2.1 Apabila setelah pengajuan cuti melahirkan sampai batas melahirkan - \u002F\n+ dari 45 hari, maka perhitungan cuti tetap + 45 hari setelah melahirkan (\ndengan memberikan Surat keterangan lahir max 1 minggu setelah melahirkan )\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.3 .Gaji yang diterima adalah Gaji Pokok dan dibayarkan secara cash kepada\npekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 40 : Cuti Tahunan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysweeks\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysdays\">\u003Cp>1. Jika pekerja telah mempunyai masa kerja 12 bulan terus menerus berhak\nmendapat cuti tahunan 12 hari kerja .\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Untuk menjamin kelangsungan produktivitas kerja perusahaan, pengusaha\nberhak mengatur hari-hari cuti tahunan pekerja dalam tahun takwim dan setiap\npengambilan cuti harus sedemikian rupa sehingga tidak menimbulkan stagnasi\ndalam pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Cara menghitung cuti tahunan adalah jika pekerja bekerja dalam sebulan\nsedikit-dikitnya\u002Fminimal 23 hari kerja berurut-turut maka berhak mendapat 1\nhari istirahat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Hari libur nasional yang kebetulan jatuh pada masa cuti tidak dianggap\nmenjadi bagian dari cuti, melainkan ditambahkan kedalam masa cuti.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Hak cuti tahunan dapat ditunda selama 6 bulan sejak hak tersebut timbul,\napabila dipandang perlu karena pekerjaan maka cuti tersebut dapat diperpanjang\nmaksimal 4 bulan lagi dengan pemberitahuan ke personalia oleh atasannya.Dan\napabila dalam waktu tersebut hak cuti tidak dipergunakan oleh pekerja bukan\nkarena penundaan oleh perusahaan maka hak cuti menjadi gugur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Setiap permintaan cuti (kecuali cuti massal\u002Fcuti yang diambil secara\nbersamaan yang waktunya ditentukan oleh perusahaan ) harus mengajukan\npermohonan cuti sekurangnya 7 hari ke personalia, kecuali untuk hal-hal yang\nsifatnya mendadak\u002F darurat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Apabila dalam masa cuti, yang bebas maupun yang massal yang telah\nditentukan perusahaan, pekerja yang bersangkutan jatuh sakit maka cuti tersebut\nmenjadi batal karenanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Pembatalan cuti yang telah diajukan\u002F disetujui dapat dilakukan\nselambat-lambatnya 1 hari sebelum masa cuti berjalan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 41 : Ijin Meninggalkan Pekerjaan Dengan Pembayaran Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleave\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleavepay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleavepayperc\">\u003Cp>1. Ijin meninggalkan pekerjaan dengan mendapat upah (sesuai dengan peraturan\nperundang-undangan yang berlaku)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.1 Pernikahan pekerja : 3 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.2 Pernikahan anak syah pekerja : 2 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleaveduration\">\u003Cp>1.3 Istri syah pekerja melahirkan : 2 hari\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>1.4 Khitanan\u002Fpembaptisan anak yang syah dari pekerja : 2 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.5 kematian keluarga, yaitu orang tua, mertua, suami\u002Fistri, anak\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Yang syah : 2 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.6 Kematian anggota keluarga dalam satu rumah : 1 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.7 Menunaikan ibadah haji untuk yang pertama kali dan diberikan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>kepada pekerja yang mempunyai masa kerja minimum 3\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>tahun : 40 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Ijin meninggalkan pekerjaan tersebut diatas harus dimintakan terlebih\ndahulu dari perusahaan kecuali dalam keadaan mendesak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Apabila jumlah hari yang diambil melebihi dari yang sudah ditentukan\ndiatas maka kelebihan dari tersebut akan diperhitungkan dengan hak cuti tahunan\npekerja yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 42 : Ijin Meninggalkan Pekerjaan Tanpa Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perusahaan dapat mempertimbangkan kemungkinan pemberian ijin meninggalkan\npekerjaan tanpa upah untuk keperluan – keperluan tertentu yang sifatnya\nmendesak, dengan syarat apabila alasan untuk meminta ijin tersebut dapat\nditerima oleh perusahaan dan pekerja tersebut telah menjalani masa kerja selama\n:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. masa kerja 1 – 2 tahun = maksimal ijin 2 minggu\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. masa kerja 2 – 3 tahun = maksimal ijin 3 minggu\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. masa kerja 3 tahun = maksimal ijin 4 minggu\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VIII : JAMINAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN TENAGA KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 43 : Umum\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Jaminan sosial\u002Fkesejahteraan pekerja adalah bantuan yang diberikan\nperusahaan kepada pekerja dalam rangka perlindungan perawatan dan kesejahteraan\npekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 44 : Tunjangan Hari Raya Keagamaan (THR)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusdays1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype2\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE_trigger\">\u003Cp>Perusahaan memberikan tunjangan hari raya keagamaan berupa uang sebesar 1\n(satu) bulan gaji bagi yang telah bekerja 1 (satu) tahun atau lebih.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Bagi yang masa kerjanya tiga bulan atau lebih tapi kurang dari satu tahun\ndiberikan secara proposional ( masa kerja ) X Upah sebulan 12\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 45 : Sumbangan- Sumbangan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Sumbangan Uang Duka\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpay\">\u003Cp>Sebagai rasa ikut berduka cita dan meringankan beban pekerja sesuai\nkemampuan perusahaan memberikan bantuan uang duka kepada pekerja yang\nistrinya\u002Fsuaminya atau anak-anaknya meninggal dunia dengan rincian sebagai\nberikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Apabila pekerja sendiri yang meninggal dunia diberikan sumbangan duka\nmaksimum 1 (satu) bulan upah dari pekerja yang bersangkutan dan diberikan\nkepada ahli warisnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Apabila istri\u002Fsuami pekerja yang meninggal dunia diberikan sumbangan duka\nsebesar 75 % dari upah sebulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Apabila anak pekerja meninggal dunia diberikan sumbangan duka sebesar 50\n% dari upah sebulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Disamping tunjangan diatas perusahaan membantu pengurusan hak-haknya\nsesuai pertanggungannya di PT. BPJS ( Persero )\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 46 : Makan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-mealvouchers\">\u003Cp>1. Dalam rangka memenuhi standard gizi dan memenuhi kalori bagi pekerja maka\nPengusaha menyediakan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Makan siang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Makan malam bagi pekerja yang bekerja shift 2 dan shift 3 serta yang\nbekerja lembur.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Pada bulan puasa bagi pekerja yang beragama Islam penyediaan makan siang\nditiadakan dan diganti dengan uang, yang besarnya disesuaikan dengan harga\ncatering yang berlaku pada saat itu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 47 : Pakaian Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha menyediakan pakaian kerja satu tahun sekali kepada setiap\npekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>( menyesuaikan kondisi keuangan perusahaan ).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekerja diwajibkan memakai pakaian kerja selama bekerja, termasuk kerja\nlembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pekerja yang bekerja pada hari libur nasional tidak diwajibkan berpakaian\nseragam.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 48 : Tanda Penghargaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Penghargaan dapat diberikan kepada pekerja dengan prerogratif perusahaan\ndalam hal-hal sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Mengusulkan sesuatu yang ternyata sangat berguna bagi perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekerja kreatif, berdedikasi tinggi dan prestasi kerjanya baik yang dapat\ndijadikan teladan bagi pekerja lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 49 : Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Tenaga Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SOCSEC_trigger\">\u003Cp>1. Setiap pekerja wajib didaftarkan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan\noleh Pengusaha.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. BPJS tenaga kerja meliputi :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Jaminan Kematian (JK).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Jaminan Hari Tua (JHT).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-pensionfund\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilityfund\">\u003Cp>3. Besarnya iuran BPJS tenaga kerja (dalam %) adalah sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Program\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Pengusaha\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Pekerja\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Jaminan Kecelakaan Kerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>0,89\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Jaminan Kematian\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>0,30\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Jaminan Hari Tua\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3,70\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2,0\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>4. Pengusaha menginformasikan data saldo Jaminan Hari Tua kepada setiap\npekerja setiap tahunnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 50 : Jaminan Pemeliharaan Kesehatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccessrelatives\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccess\">\u003Cp>1. Pengusaha menjamin pemeliharaan kesehatan pekerja dan keluarganya\nsebagaimana terdaftar di bagian personalia perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>a. Yang dimaksud pekerja dalam jaminan pemeliharaan kesehatan ini adalah\npekerja yang terdaftar di bagian personalia perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Yang dimaksud istri adalah seorang istri yang sah dari seorang\npekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Yang dimaksud anak adalah anak kandung \u002F anak angkat sah sampai berusia\n21 tahun belum menikah, belum bekerja dan maksimun 3 orang anak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Jaminan Pemeliharaan Kesehatan dimaksud pada pasal ini meliputi :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Rawat jalan tingkat pertama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Rawat jalan tingkat lanjutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Rawat inap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Pemeriksaan kehamilan dan bantuan persalinan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Sarana pemeliharaan kesehatan sebagaimana dimaksud ayat 3 pasal ini,\nialah :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Poliklinik dan dokter Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Dokter rujukan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Rumah sakit rujukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pekerja yang akan berobat ke poliklinik perusahaan pada jam kerja harus\nseizin Departemen Personalia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Pekerja diijinkan melakukan pemeriksaan dan pengobatan pada dokter klinik\nPT.Beesco Indonesia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Pekerja tidak dibenarkan berobat keluar negeri terkecuali mendapat\nkecelakaan, sakit pada waktu menjalankan tugas dan atau seizin pihak\nPengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Pekerja diberikan kartu berobat sebagai tanda pengenal yang harus dibawa\ndan di tunjukkan pada saat berobat di Klinik PT.Beesco Indonesia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IX : PROGRAM PENINGKATAN KETRAMPILAN DAN ALIH TUGAS\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 51 : Penilaian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pengusaha melakukan penilaian terhadap pekerja berdasarkan system penilaian\nyang berlaku di perusahaan dalam rangka menjamin karir pekerja yang\nbersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 52 : Kenaikan Pangkat\u002FGolongan, Jabatan Dan Alih Tugas\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Kenaikan pangkat\u002F golongan dan jabatan dilaksanakan sesuai dengan sistem\nyang ditetapkan di perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. a. Kenaikan pangkat\u002F golongan didasarkan pada masa kerja dan prestasi\nkerja dilakukan melalui prosedur dan system yang ada\u002F kebijakan management.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Apabila terjadi kekosongan jabatan dalam bagian tertentu, maka diutamakan\nposisi tersebut diisi dari bagian bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Kenaikan pangkat\u002Fgolongan seseorang pekerja secara langsung diikuti\ndengan kenaikan gaji pokok dan tunjangan jabatan yang berhak diterima.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Alih tugas pekerja dapat dilakukan dengan mempertimbangkan tidak akan\nmerugikan karier yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Alih tugas dapat dilakukan dengan alasan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Bertambah \u002F berkurangnya pekerjaan di suatu tempat \u002F bagian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Karena tidak mampu menjalankan pekerjaannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Memberikan kesempatan pada pekerja yang berpotensi untuk maju.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Karena alasan kesehatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Setiap alih tugas diinformasikan &amp; dijelaskan kepada pekerja yang\nbersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB X : PENYELESAIAN DAN PENGADUAN KELUH KESAH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 53 : Penyelesaian Keluh Kesah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha dan Serikat Pekerja berusaha menciptakan suasana yang harmonis,\nsehingga setiap pekerja dapat dengan bebas menyampaikan pengaduan dan keluh\nkesah serta ketidak puasannya atas perlakuan-perlakuan yang dianggap tidak\nsesuai dengan isi Kesepakatan Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Untuk mengawasi pelaksanaan Kesepakatan Kerja Bersama ini serta menampung\npengaduan dan keluh kesah pekerja, maka pengusaha dan Serikat Pekerja membentuk\nlembaga kerja sama bipartit.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Lembaga ini anggotanya terdiri dari 4 orang dari unsur pengusaha dan 5\norang dari unsur Serikat Pekerja atau disesuaikan dengan kebutuhan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Lembaga kerja sama bipartit mengadakan pertemuan 1 kali dalam 1 bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 54 : Tata Cara Penyampaian Pengaduan Dan Keluh Kesah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Tata cara penyampaian pengaduan dan keluh kesah diatur sebagai berikut\n:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Tingkat pertama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Disampaikan kepada atasannya langsung.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Tingkat kedua.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Apabila penyelesaian tidak diperoleh pada tingkat pertama maka\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>pengaduan Pada lembaga Bipartit.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Tingkat ketiga.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Apabila penyelesaian tidak diperoleh pada tingkat kedua maka\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>pengaduan diteruskan Serikat Pekerja untuk menyelesaikan dengan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Tingkat keempat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Apabila penyelesaian tidak diperoleh pada tingkat ketiga maka pengaduan di\nsampaikan oleh salah satu pihak kepada pegawai perantara.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Waktu penyelesaian pengaduan dan keluh kesah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Tingkat pertama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Diselesaikan selama 5 hari kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Tingkat kedua.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Diselesaikan selambat-lambatnya 10 hari kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Tingkat ketiga.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ditanggapi selambat-lambatnya 5 hari kerja dan diselesaikan dalam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>30 hari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XI : PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 55 : Pemutusan Hubungan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pemutusan Hubungan Kerja terjadi karena :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Pekerja meninggal dunia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Kehendak pekerja itu sendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Pensiun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Habis kontrak\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Pekerja percobaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Sakit berkepanjangan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g. Cacat total dan tidak mampu bekerja lagi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h. Keputusan Panitia Penyelesaian Perselisihan Perburuhan Daerah\u002F\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Panitia Penyelesaian Perselisihan Perburuhan Pusat (P4D\u002FP4P).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pemutusan Hubungan Kerja antara kehendak pekerja itu sendiri,\ndilaksanakan setelah yang bersangkutan mengajukan permohonan berhenti minimal\n15 hari sebelumnya dan atau setelah menyelesaikan tanggung jawabnya kepada\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 56 : Pemutusan Hubungan Kerja Karena Pelanggaran Berat Disiplin\nKerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Apabila seorang pekerja melakukan pelanggaran tata tertib yang\ndikategorikan pelanggaran berat dan atau telah mendapatkan Surat Peringatan\nsampai tingkat III atau terakhir. Surat Peringatan adalah hak dasar perusahaan\nuntuk memberikan secara langsung SPII maupun SPIII tanpa melalui SPI karena\nadanya pelanggaran berat terhadap pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pemutusan hubungan kerja dapat dijatuhkan apabila seorang pekerja yang\nmela kukan pelanggaran sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Pada saat perjanjian kerja memberikan keterangan palsu yang tidak\ndibenarkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Mabuk, minum minuman keras, memakai obat bius atau menyalahgunakan\nobat-obat terlarang atau obat perangsang lainnya di tempat kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Melakukan perbuatan asusila di dalam lingkungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Melakukan tindakan kriminal di dalam lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Memfitnah, menganiaya, menghina secara kasar, mengancam pengusaha, atau\nkeluarga pengusaha, rekan kerja didalam atau di luar lingkungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Dengan sengaja atau tidak melawan pimpinan perusahaan atau atasan\nmanakala ditegur karena melakukan kesalahan dalam tugas keseharian di\nlingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Dengan sengaja atau ceroboh membiarkan dalam keadaan bahaya barang milik\nperusahaan sehingga mengakibatkan kerusakan dan kerugian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h. Dengan sengaja atau kecerobohan membiarkan diri dan rekan kerja dalam\nkeadaan bahaya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i. Membongkar rahasia perusahaan atau mencemarkan nama baik pengusaha atau\nkeluarga kecuali untuk kepentingan Negara.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>j. Melakukan sabotase atau perbuatan sejenis yang mengakibatkan kerusakan\natau kerugian bagi perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>k. Meninggalkan pekerjaan (Absen 5 hari berturut-turut atau 8 hari tidak ber\nturut-turut) tanpa alasan yang jelas atau tidak dapat dipertanggung jawabkan\nsecara resmi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>l. Memukul atau berkelahi secara fisik dengan atasan atau rekan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>m.Menghasut rekan kerja melakukan pemogokan atau menghambat produktifitas\nkerja tanpa alasan yang dibenarkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>n. Membawa senjata tajam atau senjata api untuk keperluan pribadi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>o. Membawa minuman keras, narkoba, dan melakukan perjudian di lingkungan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>p. Mencemarkan nama baik perusahaan di dalam maupun diluar lingkungan\nkerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pelanggaran-pelanggaran tersebut diatas adalah digolongkan pelanggaran\nberat dan perusahaan tidak berkewajiban memberikan uang pesangon dan atau uang\npenghargaan masa kerja, tetapi wajib memberikan uang pisah dan penggantian hak\nsesuai ketentuan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 57 : Pesangon Dan Penghargaan Masa Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha memberikan pesangon dan penghargaan masa kerja, serta\npenggantian hak kepada pekerja yang diputuskan hubungan kerjanya oleh Pengusaha\nbukan karena kesalahan berat yang dilakukan oleh pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number_1_tenure\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight focus\" id=\"clause-severance_number\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance\">\u003Cp>2. Besarnya pesangon ditetapkan sekurang-kurangnya sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Masa kerja kurang dari 1 tahun adalah 1 bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Masa kerja 1 tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 tahun adalah 2 bulan\nupah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Masa kerja 2 tahun atau lebih tetapi kurang dari 3 tahun adalah 3 bulan\nupah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Masa kerja 3 tahun atau lebih tetapi kurang dari 4 tahun adalah 4 bulan\nupah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Masa kerja 4 tahun atau lebih tetapi kurang dari 5 tahun adalah 5 bulan\nupah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Masa kerja 5 tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 tahun adalah 6 bulan\nupah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Masa kerja 6 tahun atau lebih tetapi kurang dari 7 tahun adalah 7 bulan\nupah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Masa kerja 7 tahun atau lebih tetapi kurang dari 8 tahun adalah 8 bulan\nupah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Masa kerja 8 tahun atau lebih adalah 9 bulan upah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3. Besarnya penghargaan masa kerja ditetapkan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Masa kerja 3 tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 tahun adalah 2 bulan\nupah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Masa kerja 6 tahun atau lebih tetapi kurang dari 9 tahun adalah 3 bulan\nupah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Masa kerja 9 tahun atau lebih tetapi kurang dari 12 thn adalah 4 bulan\nupah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Masa kerja 12 tahun atau lebih tetapi kurang dari 15 thn adalah 5 bulan\nupah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Masa kerja 15 tahun atau lebih tetapi kurang dari 18 thn adalah 6 bulan\nupah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Masa kerja 18 tahun atau lebih tetapi kurang dari 21thn adalah 7 bulan\nupah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Masa kerja 21 tahun atau lebih tetapi kurang dari 24 thn adalah 8 bulan\nupah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Masa kerja 24 tahun atau lebih adalah 10 bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Uang penggantian hak diberikan berdasarkan perhitungan sisa cuti yang\nbelum diambil dan belum hangus dikalikan dengan gaji per hari ( Jatah Sisa Cuti\nX Gaji Pokok) \u002F 30\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 58 : Uang Pisah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Uang pisah diberikan kepada pekerja yang berhenti \u002Fmengundurkan diri atas\npermintaan sendiri dengan cara yang baik tidak berhak menerima uang pesangon ,\nmaupun uang penghargaan masa kerja sesuai Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003,\ntetapi berhak menerima uang pisah dengan masa kerja minimal 3 Tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Besarnya uang pisah yang diberikan oleh pengusaha pada pekerja yang\nmengundurkan diri secara baik – baik atas kemauan sendiri dengan minimal\npemberitahuan 1 bulan sebelum mengundurkan diri dan di setujui oleh bag.\npersonalia ditentukan dengan PKB ini sesuai dengan ketentuan sebagai berikut\n:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Masa kerja 3 tahun atau lebih namun kurang dari 6 tahun adalah 1 bulan\nupah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Masa kerja 6 tahun atau lebih namun kurang dari 10 tahun adalah 2 bulan\nupah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Masa kerja 10 tahun atau lebih namun kurang dari 15 tahun adalah 3 bulan\nupah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Masa kerja 15 tahun atau lebih namun kurang dari 20 tahun adalah 4 bulan\nupah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Masa kerja 20 tahun atau lebih adalah 5 bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Kepada pekerja yang mendapatkan kompensasi sesuai pasal 58 ayat 2 diatas\npada saat akan mengundurkan diri harus mengikuti ketentuan \u002F prosedur sesuai\nyang ada di PKB ini .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Dalam pemberian uang pisah, Perusahaan tidak membedakan kepada pekerjanya\napakah tugas dan fungsinya mewakili perusahaan atau tidak mewakili kepentingan\npengusaha secara langsung.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XII : MASA BERLAKU, PERUBAHAN DAN PERPANJANGAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 59 : Masa Berlaku\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start\">\u003Cp>1. Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku 2 tahun ( April 2015 – April 2017\n)\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Perjanjian Kerja Bersama ini dapat diperpanjang 1 tahun kecuali bila\nsalah satu pihak memberitahukan secara tertulis kepada pihak lainnya tentang\nkeinginan untuk melakukan perubahan Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pemberitahuan yang dimaksud pada ayat 2 pasal ini, disampaikan\nselambat-lambatnya 30 hari sebelum masa berlaku Perjanjian Kerja Bersama ini\nberakhir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Apabila Perjanjian Kerja Bersama telah berakhir namun belum dilakukan\npenggantian \u002F perubahan, maka Perjanjian Kerja Bersama ini tetap berlaku sampai\nadanya Perjanjian Kerja Bersama yang baru.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Apabila dikemudian hari dalam pasal-pasal Perjanjian Kerja Bersama ini\nada hal-hal yang tidak sesuai dengan situasi dan kondisi, maka Pengusaha atau\nSerikat Pekerja dapat mengajukan permintaan untuk membuka perundingan, meskipun\nmasa berlakunya belum berakhir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 60 : Landasan Hukum\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Kesepakatan Kerja Bersama ini dibuat dengan landasan hukum sebagai berikut\n:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Undang-undang No.21 Tahun 1954, tentang Perjanjian Perburuhan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Undang-undang No.12 Tahun 1954, tentang Pemutusan Hubungan Kerja di\nPerusahaan Swasta.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Undang-undang No.14 Tahun 1969, tentang Ketentuan Pokok\nKetenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Undang-undang No.1 Tahun 1970, tentang Keselamatan dan Kesehatan\nKerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Undang-undang No.3 Tahun 1992, tentang JAMSOSTEK.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Undang-undang No.11 Tahun 1992, tentang Dana Pensiun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g. Undang-undang No.21 Tahun 2000, Serikat Buruh \u002F Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h. Peraturan Pemerintah No.21 Tahun 1954, tentang Peraturan Istirahat\nTahunan bagi Buruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i. Peraturan Pemerintah No.8 Tahun 1981, tentang Perlindungan Upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>j. Peraturan Pemerintah No.14 Tahun 1993, tentang Penyelenggaraan Program\nJaminan Sosial Tenaga Kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>k. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No.1 Tahun 1985, tentang Tata Cara\nPembuatan Kesepakatan Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>l. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No.Per-03\u002FMEN\u002F1989, tentang Larangan\nPemutusan Hubungan Kerja bagi Pekerja Wanita karena menikah, hamil atau\nmelahirkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>m. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No.5 Tahun 1993, tentang Petunjuk Teknis\nPendaftaran Kepesertaan Pembayaran iuran, Pembayaran Santunan, Pelayanan\nJaminan Sosial Tenaga Kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>n. Keputusan Menteri Tenaga Kerja No.Kep-150\u002FMEN\u002F2000, tentang Tata Cara\nPemutusan Hubungan Kerja dan Penetapan Uang Pesangon, Penghargaan Masa Kerja\n.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>o. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No.04, tentang Iuran Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>p. Keputusan Menteri Tenaga Kerja No.Kep-102\u002FMEN\u002FVI\u002F2004, tentang Dasar\nPerhitungan Upah Lembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>q. Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No.16\u002FMEN\u002F2001, tentang\nTata Cara Pencatatan Serikat Buruh\u002F Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>r. Undang-undang No.13 Tahun 2003 tentang KETENAGAKERJAAN.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>s. Undang – undang no 2 tahun 2004 tentang PPHI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XII : KETENTUAN PENUTUP\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 61 : Penutup\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Apabila dikemudian hari dalam Perjanjian Kerja Bersama ini terdapat\nsesuatu yang dinyatakan tidak sah oleh Pengadilan karena bertentangan dengan\nPeraturan Perundang-undangan yang baru, maka Perjanjian Kerja Bersama ini tetap\nsah dan berlaku kecuali bagian yang dinyatakan tidak sah tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Perjanjian Kerja Bersama ini beserta seluruh lampiran-lampirannya\ndinyatakan sah dan berlaku sejak tanggal ditandatangani.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Lembar Pengesahan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama (PKB) PT. Beesco Indonesia\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ditandatangani di : Karawang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pada tanggal : 18 April 2015\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pihak-pihak yang mengadakan kesepakatan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pihak Pengusaha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PT. Beesco Indonesia\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Kim Je Youn\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Direktur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Asep Agustian, SH,.MH.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>General Manager HRD &amp; GA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>SUWARTI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>HRD Manager\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PUK. SP. TSK.SPSI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PT. Beesco Indonesia\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Yayan Sutarya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ketua\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Aan Faturohman\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sekretaris\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Kurnia\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Bendahara\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Kepala Dinas Departemen\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pembina TK. I\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>H.A. SUROTO . SE\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>NIP: 19630611 19990003 10004\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Team Perumus dan Team Perunding\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Manajemen\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PUK. SP. TSK. SPSI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1 Asep Agustian, SH.,MH\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2 Iis Yulianingsih\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3 Suwarti\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4 Ari Fitriyadi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1 Yayan Sutarya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2 Aan Faturahman\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3 Kurnia\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4 Asan Basari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5 Masna\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\n\n            \n            \n            ",{"disabilitypay":46,"sexualhar":50,"violence":54,"paidmaternityleaveduration":57,"maxsicknesspay":61,"cbadate_end":65,"severance_number":69,"ONCERISE_trigger":73,"dayspweek":77,"hourspweek_select":81,"paidpaternityleavepayperc":83,"STRUCINCR_trigger":87,"hourspday":91,"funeralpay":93,"incidentalbonusdays1":97,"pensionfund":99,"severance":103,"maxsicknesspayperc":105,"cbadate_start":107,"OVERTIME_trigger":109,"holidaysdays":113,"holidaysweeks":117,"sundayallowanceperc1":119,"severance_number_1_tenure":123,"SUNDAY_trigger":125,"sundayallowancetype":127,"healthandsafetypolicy":129,"LOWWAGE_government":133,"overtimeallowanceperc1":137,"healthcareaccess":139,"hourspweek":143,"paidpaternityleavepay":145,"contracttrial":147,"sicknesspay":151,"sundayallowancetype1":153,"dayspweek_select":157,"paidmaternityleaveall":159,"paidpaternityleave":161,"SICDIS_trigger":163,"incidentalbonustype2":167,"schedulesrestpw":169,"menstruationleave":171,"LOWWAGE_trigger":175,"healthcareaccessrelatives":177,"SOCSEC_trigger":179,"contractseverancepay1":183,"bankholidays1":185,"overtimeallowancetype":189,"wageincreasefirmperformance":191,"mealvouchers":193,"disabilityfund":197,"paidmaternityleave":199,"wageincreasedate":201,"contractseverancepay":203,"paidpaternityleaveduration":205},{"bindId":47,"name":48,"text":49},"disabilitypay","D. Pekerja berhak mendapatkan bantuan ke","D. Pekerja berhak mendapatkan bantuan kesehatan berupa fasilitas pengobatan\npoliklinik dan Rumah Sakit baik di dalam atau di luar Perusahaan sesuai dengan\nketentuan yang berlaku E. Pekerja berhak memperoleh ganti rugi atas gangguan \u002F\ncacat badan yang diakibatkan kecelakaan dalam melakukan tugas perusahaan sesuai\ndengan ketentuan PT. BPJS Ketenagakerjaan.",{"bindId":51,"name":52,"text":53},"sexualhar","Yaitu pelanggaran yang dapat mengkibatka","Yaitu pelanggaran yang dapat mengkibatkan Pemutusan Hubungan Kerja seketika\n(kesalahan berat) tanpa pemberian uang pesangon, yaitu :\n\n1. Pada saat perjanjian kerja diadakan memberikan keterangan palsu atau yang\ndipalsukan.\n\n2. Mabok, madat, memakai obat bius atau narkotika dan lain-lain yang sejenis\n(Pil, BK, Nipam, Megadon, Ectasy, dan lain-lain) didalam lingkungan\npabrik\u002Fperusahaan.\n\n3. Melakukan perbuatan asusila\u002Fpelecehan seksual yang dapat mencemarkan nama\nbaik diri sendiri, orang lain atau perusahaan di area perusahaan.",{"bindId":55,"name":52,"text":56},"violence","Yaitu pelanggaran yang dapat mengkibatkan Pemutusan Hubungan Kerja seketika\n(kesalahan berat) tanpa pemberian uang pesangon, yaitu :\n\n1. Pada saat perjanjian kerja diadakan memberikan keterangan palsu atau yang\ndipalsukan.\n\n2. Mabok, madat, memakai obat bius atau narkotika dan lain-lain yang sejenis\n(Pil, BK, Nipam, Megadon, Ectasy, dan lain-lain) didalam lingkungan\npabrik\u002Fperusahaan.\n\n3. Melakukan perbuatan asusila\u002Fpelecehan seksual yang dapat mencemarkan nama\nbaik diri sendiri, orang lain atau perusahaan di area perusahaan.\n\n4. Melakukan tindak pidana misalnya pencurian, penggelapan, penganiayaan,\npenipuan dan memperdagangkan barang-barang terlarang dan perbuatan sejenis baik\ndidalam maupun diluar lingkungan perusahaan.\n\n5. Melakukan penghinaan secara kasar dan atau mengancam atasan dan pimpinan\ndan atau bawahan dan atau teman sekerja.\n\n6. Berkelahi didalam lingkungan perusahaan.",{"bindId":58,"name":59,"text":60},"paidmaternityleaveduration","3.2 Cuti Melahirkan 45 hari sebelum dan ","3.2 Cuti Melahirkan 45 hari sebelum dan 45 hari setelah melahirkan",{"bindId":62,"name":63,"text":64},"maxsicknesspay","3. Apabila pekerja menderita sakit sehin","3. Apabila pekerja menderita sakit sehingga tidak dapat melakukan\npekerjaannya, maka gaji dibayar dengan ketentuan sebagai berikut ( UU No.13\ntahun 2003 )\n\nUntuk empat bulan pertama upah dibayar sebesar 100 %\n\nUntuk empat bulan kedua dibayar sebesar 75 %\n\nUntuk empat bulan ketiga dibayar sebesar 50 %\n\nUntuk bulan selanjutnya dibayar sebesar 25 % sebelum dilakukan\n\npemutusan hubungan kerja",{"bindId":66,"name":67,"text":68},"cbadate_end","1. Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku ","1. Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku 2 tahun ( April 2015 – April 2017\n)",{"bindId":70,"name":71,"text":72},"severance_number","2. Besarnya pesangon ditetapkan sekurang","2. Besarnya pesangon ditetapkan sekurang-kurangnya sebagai berikut :\n\n- Masa kerja kurang dari 1 tahun adalah 1 bulan upah.\n\n- Masa kerja 1 tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 tahun adalah 2 bulan\nupah.\n\n- Masa kerja 2 tahun atau lebih tetapi kurang dari 3 tahun adalah 3 bulan\nupah.\n\n- Masa kerja 3 tahun atau lebih tetapi kurang dari 4 tahun adalah 4 bulan\nupah.\n\n- Masa kerja 4 tahun atau lebih tetapi kurang dari 5 tahun adalah 5 bulan\nupah.\n\n- Masa kerja 5 tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 tahun adalah 6 bulan\nupah.\n\n- Masa kerja 6 tahun atau lebih tetapi kurang dari 7 tahun adalah 7 bulan\nupah.\n\n- Masa kerja 7 tahun atau lebih tetapi kurang dari 8 tahun adalah 8 bulan\nupah.\n\n- Masa kerja 8 tahun atau lebih adalah 9 bulan upah.",{"bindId":74,"name":75,"text":76},"ONCERISE_trigger","Perusahaan memberikan tunjangan hari ray","Perusahaan memberikan tunjangan hari raya keagamaan berupa uang sebesar 1\n(satu) bulan gaji bagi yang telah bekerja 1 (satu) tahun atau lebih.",{"bindId":78,"name":79,"text":80},"dayspweek","2. Penempatan waktu kerja didasarkan kep","2. Penempatan waktu kerja didasarkan kepada kebutuhan perusahaan dengan\nmemperhatikan UU.No.13 tahun 2003, yang menetapkan jumlah kerja maksimal 7 jam\nsehari dan 40 jam kerja dalam seminggu.",{"bindId":82,"name":79,"text":80},"hourspweek_select",{"bindId":84,"name":85,"text":86},"paidpaternityleavepayperc","1. Ijin meninggalkan pekerjaan dengan me","1. Ijin meninggalkan pekerjaan dengan mendapat upah (sesuai dengan peraturan\nperundang-undangan yang berlaku)\n\n1.1 Pernikahan pekerja : 3 hari\n\n1.2 Pernikahan anak syah pekerja : 2 hari\n\n1.3 Istri syah pekerja melahirkan : 2 hari",{"bindId":88,"name":89,"text":90},"STRUCINCR_trigger","1. Pengusaha memberikan kenaikan umum te","1. Pengusaha memberikan kenaikan umum terhadap upah pekerja setiap awal\ntahun\n\nyaitu pada bulan Januari, dengan dasar sebagai berikut :\n\na. KHL.\n\nb. Prestasi kerja ( penilaian ).\n\nc. Kemampuan perusahaan.\n\nBesarnya kenaikan upah dimusyawarahkan dan ditetapkan antara Pengusaha\ndengan\n\nSerikat Pekerja.",{"bindId":92,"name":79,"text":80},"hourspday",{"bindId":94,"name":95,"text":96},"funeralpay","Sebagai rasa ikut berduka cita dan merin","Sebagai rasa ikut berduka cita dan meringankan beban pekerja sesuai\nkemampuan perusahaan memberikan bantuan uang duka kepada pekerja yang\nistrinya\u002Fsuaminya atau anak-anaknya meninggal dunia dengan rincian sebagai\nberikut :\n\na. Apabila pekerja sendiri yang meninggal dunia diberikan sumbangan duka\nmaksimum 1 (satu) bulan upah dari pekerja yang bersangkutan dan diberikan\nkepada ahli warisnya.\n\nb. Apabila istri\u002Fsuami pekerja yang meninggal dunia diberikan sumbangan duka\nsebesar 75 % dari upah sebulan.\n\nc. Apabila anak pekerja meninggal dunia diberikan sumbangan duka sebesar 50\n% dari upah sebulan.\n\nd. Disamping tunjangan diatas perusahaan membantu pengurusan hak-haknya\nsesuai pertanggungannya di PT. BPJS ( Persero )",{"bindId":98,"name":75,"text":76},"incidentalbonusdays1",{"bindId":100,"name":101,"text":102},"pensionfund","3. Besarnya iuran BPJS tenaga kerja (dal","3. Besarnya iuran BPJS tenaga kerja (dalam %) adalah sebagai berikut :\n\n\n  \n  \n  \n  \n    \n      Program\n      Pengusaha\n      Pekerja\n    \n    \n      Jaminan Kecelakaan Kerja\n      0,89\n      -\n    \n    \n      Jaminan Kematian\n      0,30\n      -\n    \n    \n      Jaminan Hari Tua\n      3,70\n      2,0",{"bindId":104,"name":71,"text":72},"severance",{"bindId":106,"name":63,"text":64},"maxsicknesspayperc",{"bindId":108,"name":67,"text":68},"cbadate_start",{"bindId":110,"name":111,"text":112},"OVERTIME_trigger","2.Perhitungan upah lembur adalah sesuai ","2.Perhitungan upah lembur adalah sesuai dengan ketentuan yang termuat pada\nKeputusan Menakertrans No.Kep 102\u002FMen\u002FVI\u002F2004.\n\nadalah sebagai berikut :\n\na. Upah lembur pada hari kerja biasa ;\n\n- Jam pertama : 1,5 x (Gaji Pokok+ Tunjangan Tetap) \u002F 173\n\n- Jam kedua,dst : 2,0 x (Gaji Pokok + Tuanjangan Tetap) \u002F 173",{"bindId":114,"name":115,"text":116},"holidaysdays","1. Jika pekerja telah mempunyai masa ker","1. Jika pekerja telah mempunyai masa kerja 12 bulan terus menerus berhak\nmendapat cuti tahunan 12 hari kerja .",{"bindId":118,"name":115,"text":116},"holidaysweeks",{"bindId":120,"name":121,"text":122},"sundayallowanceperc1","b. Upah lembur pada hari libur : - Tujuh","b. Upah lembur pada hari libur :\n\n- Tujuh jam pertama : 2,0 x (Gaji Pokok + Tunjangan Tetap) \u002F 173\n\n- Jam kedelapan : 3,0 x (Gaji Pokok + Tunjangan Tetap) \u002F 173\n\n- Jam kesembilan : 4,0 x (Gaji Pokok + Tunjangan Tetap) \u002F 173",{"bindId":124,"name":71,"text":72},"severance_number_1_tenure",{"bindId":126,"name":121,"text":122},"SUNDAY_trigger",{"bindId":128,"name":121,"text":122},"sundayallowancetype",{"bindId":130,"name":131,"text":132},"healthandsafetypolicy","Perusahaan dan Serikat Pekerja menyadari","Perusahaan dan Serikat Pekerja menyadari akan pentingnya masalah keselamatan\ndan kesehatan kerja, karenanya kedua belah pihak akan berusaha sekuat mungkin\nuntuk mencegah dan menghindari kemungkinan-kemungkinan timbulnya kecelakaan\nkerja dan penyakit akibat hubungan kerja yang dapat menimpa pekerja.",{"bindId":134,"name":135,"text":136},"LOWWAGE_government","A. Memberikan minimal upah minimum (UMK)","A. Memberikan minimal upah minimum (UMK) sesuai dengan ketentuan\npemerintah.",{"bindId":138,"name":111,"text":112},"overtimeallowanceperc1",{"bindId":140,"name":141,"text":142},"healthcareaccess","1. Pengusaha menjamin pemeliharaan keseh","1. Pengusaha menjamin pemeliharaan kesehatan pekerja dan keluarganya\nsebagaimana terdaftar di bagian personalia perusahaan.",{"bindId":144,"name":79,"text":80},"hourspweek",{"bindId":146,"name":85,"text":86},"paidpaternityleavepay",{"bindId":148,"name":149,"text":150},"contracttrial","1. Sebelum pekerja mulai menjalankan pek","1. Sebelum pekerja mulai menjalankan pekerjaannya, pekerja tersebut\ndiharuskan menandatangani surat perjanjian kerja bagi pekerja masa percobaan\ndan perjanjian kerja untuk waktu tertentu untuk pekerja kontrak dengan pihak\nperusahaan dan mulai melaksanakan pekerjaanya sesuai dengan waktu yang telah di\ntetapkan.",{"bindId":152,"name":63,"text":64},"sicknesspay",{"bindId":154,"name":155,"text":156},"sundayallowancetype1","- Jam kedua,dst : 2,0 x (Gaji Pokok + Tu","- Jam kedua,dst : 2,0 x (Gaji Pokok + Tuanjangan Tetap) \u002F 173\n\nb. Upah lembur pada hari libur :\n\n- Tujuh jam pertama : 2,0 x (Gaji Pokok + Tunjangan Tetap) \u002F 173\n\n- Jam kedelapan : 3,0 x (Gaji Pokok + Tunjangan Tetap) \u002F 173\n\n- Jam kesembilan : 4,0 x (Gaji Pokok + Tunjangan Tetap) \u002F 173",{"bindId":158,"name":79,"text":80},"dayspweek_select",{"bindId":160,"name":59,"text":60},"paidmaternityleaveall",{"bindId":162,"name":85,"text":86},"paidpaternityleave",{"bindId":164,"name":165,"text":166},"SICDIS_trigger","1. Apabila pekerja sakit yang dibuktikan","1. Apabila pekerja sakit yang dibuktikan dengan surat keterangan dokter dari\nKlinik atau Rumah sakit Rujukan Perusahaan atau disahkan oleh dokter\nperusahaan, maka upahnya (gaji pokok & tunjangan Jabatan) tetap dibayar.",{"bindId":168,"name":75,"text":76},"incidentalbonustype2",{"bindId":170,"name":79,"text":80},"schedulesrestpw",{"bindId":172,"name":173,"text":174},"menstruationleave","1. Pelaksanaan cuti haid, hamil dan gugu","1. Pelaksanaan cuti haid, hamil dan gugur kandungan diatur sesuai dengan\nperaturan perundang-undangan yang berlaku.",{"bindId":176,"name":135,"text":136},"LOWWAGE_trigger",{"bindId":178,"name":141,"text":142},"healthcareaccessrelatives",{"bindId":180,"name":181,"text":182},"SOCSEC_trigger","1. Setiap pekerja wajib didaftarkan menj","1. Setiap pekerja wajib didaftarkan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan\noleh Pengusaha.",{"bindId":184,"name":71,"text":72},"contractseverancepay1",{"bindId":186,"name":187,"text":188},"bankholidays1","1. Hari-hari libur yang diakui syah oleh","1. Hari-hari libur yang diakui syah oleh perusahaan adalah hari-hari libur\nresmi yang ditetapkan oleh pemerintah ( sesuai dengan keputusan menteri agama\nRI )",{"bindId":190,"name":111,"text":112},"overtimeallowancetype",{"bindId":192,"name":89,"text":90},"wageincreasefirmperformance",{"bindId":194,"name":195,"text":196},"mealvouchers","1. Dalam rangka memenuhi standard gizi d","1. Dalam rangka memenuhi standard gizi dan memenuhi kalori bagi pekerja maka\nPengusaha menyediakan :\n\na. Makan siang.\n\nb. Makan malam bagi pekerja yang bekerja shift 2 dan shift 3 serta yang\nbekerja lembur.",{"bindId":198,"name":101,"text":102},"disabilityfund",{"bindId":200,"name":59,"text":60},"paidmaternityleave",{"bindId":202,"name":89,"text":90},"wageincreasedate",{"bindId":204,"name":71,"text":72},"contractseverancepay",{"bindId":206,"name":207,"text":208},"paidpaternityleaveduration","1.3 Istri syah pekerja melahirkan : 2 ha","1.3 Istri syah pekerja melahirkan : 2 hari","\u003Chtml>\n\n    \u003Cdiv class=\"cobra-report\">\n\n        \u003Ch2>IDN PT. Beesco Indonesia - Karawang - 2015\u003C\u002Fh2>\n\n        \u003Cdiv class=\"section general\">\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-start_date\">Tanggal dimulainya perjanjian: &rarr;&nbsp;2015-04-18\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-end_date\">Tanggal berakhirnya perjanjian: &rarr;&nbsp;2017-04-17\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \u003C!-- TODO: previous CBA logic -->\n            \u003C!-- TODO: status logic -->\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaratified\">Diratifikasi oleh: &rarr;&nbsp;Other\u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaactorratified\">\n                    Diratifikasi pada: &rarr;&nbsp;2015-04-18\n                \u003C\u002Fdiv>\n            \n\n            \u003C!-- TODO: transnational_label, includingcountries_label, national_framework_label -->\n\n            \u003Cdiv id=\"display-SECTOR1\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Industri\u002Fpabrik pengolahan\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-NACE2004\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Pabrik Manufaktur Garmen (garmen, pakaian jadi)\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-FIRMPRI\">\n                Sektor publik\u002Fswasta: &rarr;&nbsp;In the private sector\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv>Disimpulkan oleh:\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1\">\n\n                \n                    \n                    \u003Cdiv>\n                        Nama perusahaan: &rarr;&nbsp;\n                        Beesco Indonesia\n                    \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1\">\n                Nama serikat pekerja: &rarr;&nbsp;\n\n                \n                    \n                    \u003Cspan>\n                        Serikat Pekerja PT. Beesco Indonesia\n                    \u003C\u002Fspan>\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-casignemployees\">\n                Nama penandatangan dari pihak pekerja &rarr;&nbsp;Yayan Sutarya\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section social-security-pensions\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SOCSEC_trigger\">JAMINAN SOSIAL DAN PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-pensionfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pensiun bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilityfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan cacat bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-unemploymentfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan pengangguran bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section sickness-disability\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KONDISI SAKIT DAN DISABILITAS\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-maxsicknesspayperc\">\n                Maximum cuti sakit berbayar (untuk 6 bulan): &rarr;&nbsp;92&nbsp;%\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-longtermillness\">Ketentuan mengenai kembali bekerja setelah menderita penyakit jangka panjang, seperti penyakit kanker: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-menstruationleave\">Cuti haid berbayar: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilitypay\">Pembayaran gaji apabila tidak mampu bekerja dikarenakan kecelakaan kerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n\n        \u003Cdiv class=\"section health-medical-assistence\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA BANTUAN MEDIS\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccess\">Bantuan medis disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccessrelatives\">Bantuan medis bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurance\">Kontribusi pengusaha untuk asuransi kesehatan disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurancerelatives\">Asuransi kesehatan bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetypolicy\">Kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetytraining\">Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-protectiveclothing\">Pakaian\u002Falat pelindung diri disediakan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-hivpolicy\">Pemeriksaan kesehatan secara berkala disediakan oleh pengusaha: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-monitoring\">Pengawasan permintaan musculoskeletal di tempat kerja, resiko professional dan\u002Fatau hubungan antara pekerjaan dan kesehatan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-funeralpay\">Bantuan duka\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section work-family-arrangements\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKFAM_trigger\">PENGATURAN ANTARA KERJA DAN KELUARGA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleaveduration\">\n                Cuti hamil berbayar: &rarr;&nbsp;13 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-jobsecuritymothers\">Jaminan tetap dapat bekerja setelah cuti hamil: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-maternitydiscrimination\">Larangan diskriminasi terkait kehamilan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-breastfeeding_dangerouswork\">Larangan mewajibkan pekerja yang sedang hamil atau menyusui untuk melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-riskassessment\">Penilaian resiko terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja yang sedang hamil atau menyusui di tempat kerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-alternatives\">Ketersediaan alternatif bagi pekerja hamil atau menyusui untuk tidak melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-timeoff\">Cuti untuk melakukan pemeriksaan pranatal: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningnonstandard\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempekerjakan pekerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningpromotion\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempromosikan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv> \n            \u003Cdiv id=\"display-nursingmothers\">Fasilitas untuk pekerja yang menyusui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcareprovision\">Pengusaha menyediakan fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcaresubsidy\">Pengusaha mensubsidi fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \u003Cdiv id=\"display-educationtuition\">Tunjangan\u002Fbantuan pendidikan bagi anak pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidpaternityleaveduration\">\n                Cuti ayah berbayar: &rarr;&nbsp;2 hari\n         \u003C\u002Fdiv>\n                        \n\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n        \u003Cdiv class=\"section gender-equality-issues\">\n            \u003Ch3 id=\"display-GENEQ_trigger\">ISU KESETARAAN GENDER\u003C\u002Fh3>\n         \u003Cdiv id=\"display-eqpay\">Upah yang sama untuk pekerjaan yang sama nilainya: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n         \n         \u003Cdiv id=\"display-discrimination\">Klausal mengenai diskriminasi di tempat kerja &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-eqpromotion\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat promosi: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n        \u003Cdiv id=\"display-eqtraining\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat pelatihan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>     \n        \u003Cdiv id=\"display-eqofficer\">Kesetaraan gender dalam kepengurusan serikat pekerja di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-sexualhar\">Klausal mengenai pelecehan seksual di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violence\">Klausal mengenai kekerasan di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violenceleave\">Cuti khusus bagi pekerja yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-support_disabilities\">Dukungan bagi pekerja perempuan dengan disabilitas: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-equalitymonitoring\">Pengawasan kesetaraan gender: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n             \n         \u003C\u002Fdiv>\n         \n\n        \u003Cdiv class=\"section employment-contracts\">\n            \u003Ch3 id=\"display-EMPCONTR_trigger\">PERJANJIAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-contracttrialperiod\">\n                Durasi masa percobaan: &rarr;&nbsp;Not specified hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\u003Cdiv id=\"display-severance_number\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;182&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-severance_number_1_tenure\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;60&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-part_time_excluded\">Pekerja paruh waktu tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-tempagency\">Ketentuan mengenai pekerja sementara: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprentices_excluded\">Pekerja magang tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-minijobs_excluded\">Pekerja mahasiswa tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section working-hours\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKHOURS_trigger\">JAM KERJA, JADWAL DAN LIBUR\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspday\">\n                Jam kerja per hari: &rarr;&nbsp;7.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspweek\">\n                Jam kerja per minggu: &rarr;&nbsp;40.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-dayspweek\">\n                Hari kerja per minggu: &rarr;&nbsp;6.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysdays\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;12.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysweeks\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;2.0 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-schedulesrestpw\"> Periode istrirahat setidaknya satu hari dalam seminggu disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-sundays_year\">\n                Jumlah maksimum hari minggu\u002Fhari libur nasional dalam setahun dimana pekerja harus\u002Fdapat bekerja: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n             \n            \n            \n            \n            \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-FLEXWORK_trigger\"> Ketentuan mengenai pengaturan jadwal kerja yang fleksibel: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section wages\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WAGES_trigger\">PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-PAYSCALES_trigger\">\n                Upah ditentukan oleh skala upah: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-LOWWAGE_government\"> \n            Ketentuan bahwa upah minimum yang ditentukan oleh pemerintah harus dihormati: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-COSTLIV_trigger\">Penyesuaian untuk kenaikan biaya kebutuhan hidup: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-STRUCINCR_trigger\">Kenaikan upah\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-ONCERISE_trigger\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali:\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \u003Cdiv id=\"display-extrapayfirmperformance\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali dikarenakan performa perusahaan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \n\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-OVERTIME_trigger\">Upah lembur hari kerja\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-overtimeallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari kerja: &rarr;&nbsp;200 % dari gaji pokok\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SUNDAY_trigger\">Upah lembur hari Minggu\u002Flibur\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-sundayallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari Minggu\u002Flibur: &rarr;&nbsp;100&nbsp;%\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Ch4>Kupon makan\u003C\u002Fh4>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-mealvouchers\">\n                Kupon makan disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-MEALALL_trigger\">Tunjangan makan disediakan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-legalassistance_trigger\">\n                Bantuan hukum gratis: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n    \u003C\u002Fdiv>\n\n\u003C\u002Fhtml>\n",[],[],"collective_agreement",[214],{"title":39,"slug":34},[216],{"type":217,"data":218},"call_to_action_body_block",{"title":219,"description":220,"variant":221,"link":222},"Bandingkan Perjanjian Kerja Bersama","Bandingkan pasal-pasal dan topik dalam Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dengan Perjanjian Kerja Bersama di semua sektor kerja di Indonesia maupun negara-negara lainnya.","dark",{"title":219,"url":223,"description":219,"rel":224,"type":225},"\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fbandingkan-perjanjian-kerja-bersama","follow","internal",[227],{"type":217,"data":228},{"title":219,"description":220,"variant":221,"link":229},{"title":219,"url":223,"description":219,"rel":224,"type":225},[]]