[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"page:id-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-bees-footwear-dengan-pimpinan-unit-kerja-serikat-pekerja-tekstil-sandang-dan-kulit-serikat-pekerja-seluruh-indonesia-puk-sptsk-spsi-1973-pt-bees-footwear-inc-pimpinan-serikat-pekerja-serikat-pekerja-nasional-psp-spn-pt-bees-footwear-inc-dan-pimpinan-unit-kerja-kesatuan-serikat-pekerja-nasional-puk-kspn-pt-bees-footwear-inc-2019-2021":3},{"id":4,"slug":5,"title":6,"short_title":7,"intro_text":8,"meta_description":9,"seo_title":9,"path":10,"content_type":11,"locale":12,"go_live_at":7,"first_published_at":13,"page_created_at":14,"published_at":13,"edit_url":15,"breadcrumbs":16,"seo":24,"data":32,"children":311,"content_type_view":312,"extra_breadcrumbs":313,"body":315,"body_blocks":326,"related_pages":330},3679,"perjanjian-kerja-bersama","Perjanjian Kerja Bersama",null,"\u003Cp>Beberapa pilihan Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dipublikasikan di sini. Anda dapat menemukan teks asli dari Perjanjian Kerja Bersama tersebut, membaca dan menelusuri per bab maupun pasal, menurut topik yang sedang Anda cari.\u003Cbr\u002F>\u003Cbr\u002F>Ketika Anda mengklik pada link Perjanjian Kerja Bersama, halaman akan terbuka: di kolom sebelah kiri pada halaman tersebut berisi teks asli, sedangkan di kolom sebelah kanan, Anda akan menemukan ringkasan dari ketentuan yang ada di Perjanjian Kerja Bersama tersebut.\u003Cbr\u002F>Serikat Buruh\u002FPekerja dan Asosiasi Pengusaha dari Indonesia memberikan kontribusi terhadap pengumpulan data Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>","","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama","collective_agreements.collectiveagreementoverview","id_ID","2025-08-15T13:01:11.360625+00:00","2026-04-02T08:44:09.692847+00:00","\u002Fcms\u002Fpages\u002F3679\u002Fedit\u002F",[17,20,23],{"title":18,"slug":19},"Indonesia","id-id",{"title":21,"slug":22},"Bekerja di Indonesia","bekerja-di-indonesia",{"title":6,"slug":5},{"title":6,"description":9,"image":25,"canonical":26,"robots":27,"og_type":28,"twitter_card":29,"locale":19,"created_at":30,"last_modified_at":31},"https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fmedia\u002Fimages\u002FSocial_media_preview_image_-_2025.2e16d0ba.fill-1200x630.png","https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002F","index, follow","website","summary_large_image","2025-08-15T15:01:11.360625+02:00","2026-04-02T10:44:09.828831+02:00",{"cba":33,"clauses":45,"details":309,"translations":310},{"id":34,"uid":35,"url":36,"name":37,"locale":38,"override_title":9,"title":39,"browser_title":40,"browser_description":41,"text":42},"perjanjian-kerja-bersama-antara-pt-bees-footwear-dengan-pimpinan-unit-kerja-serikat-pekerja-tekstil-sandang-dan-kulit-serikat-pekerja-seluruh-indonesia-puk-sptsk-spsi-1973-pt-bees-footwear-inc-pimpinan-serikat-pekerja-serikat-pekerja-nasional-psp-spn-pt-bees-footwear-inc-dan-pimpinan-unit-kerja-kesatuan-serikat-pekerja-nasional-puk-kspn-pt-bees-footwear-inc-2019-2021","f2fcc906-d7b8-11ea-844a-f23c91080f70","https:\u002F\u002Fcobra.wageindicator.org\u002Fcountries\u002Findonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-bees-footwear-dengan-pimpinan-unit-kerja-serikat-pekerja-tekstil-sandang-dan-kulit-serikat-pekerja-seluruh-indonesia-puk-sptsk-spsi-1973-pt-bees-footwear-inc-pimpinan-serikat-pekerja-serikat-pekerja-nasional-psp-spn-pt-bees-footwear-inc-dan-pimpinan-unit-kerja-kesatuan-serikat-pekerja-nasional-puk-kspn-pt-bees-footwear-inc-2019-2021\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-bees-footwear-dengan-pimpinan-unit-kerja-serikat-pekerja-tekstil-sandang-dan-kulit-serikat-pekerja-seluruh-indonesia-puk-sptsk-spsi-1973-pt-bees-footwear-inc-pimpinan-serikat-pekerja-serikat-pekerja-nasional-psp-spn-pt-bees-footwear-inc-dan-pimpinan-unit-kerja-kesatuan-serikat-pekerja-nasional-puk-kspn-pt-bees-footwear-inc-2019-2021\u002F","Perjanjian Kerja Bersama Antara PT Bees Footwear Dengan Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Tekstil Sandang Dan Kulit Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PUK SPTSK SPSI) 1973 PT. Bees Footwear Inc, Pimpinan Serikat Pekerja Serikat Pekerja Nasional (PSP SPN) PT. Bees Footwear Inc., Dan Pimpinan Unit Kerja Kesatuan Serikat Pekerja Nasional (PUK KSPN) PT. Bees Footwear Inc. 2019-2021","ba_ID","Perjanjian Kerja Bersama Antara PT Bees Footwear Dengan Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Tekstil Sandang Dan Kulit Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PUK SPTSK SPSI) 1973 PT. Bees Footwear Inc, Pimpinan Serikat Pekerja Serikat Pekerja Nasional (PSP SPN) PT. Bees Footwear Inc., Dan Pimpinan Unit Kerja Kesatuan Serikat Pekerja Nasional (PUK KSPN) PT. Bees Footwear Inc. 2019-2021 - 2019","Indonesia - Perjanjian Kerja Bersama Antara PT Bees Footwear Dengan Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Tekstil Sandang Dan Kulit Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PUK SPTSK SPSI) 1973 PT. Bees Footwear Inc, Pimpinan Serikat Pekerja Serikat Pekerja Nasional (PSP SPN) PT. Bees Footwear Inc., Dan Pimpinan Unit Kerja Kesatuan Serikat Pekerja Nasional (PUK KSPN) PT. Bees Footwear Inc. 2019-2021 - 2019","Perjanjian Kerja Bersama Antara PT Bees Footwear Dengan Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Tekstil Sandang Dan Kulit Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PUK SPTSK SPSI) 1973 PT. Bees Footwear Inc, Pimpinan Serikat Pekerja Serikat Pekerja Nasional (PSP SPN) PT. Bees Footwear Inc., Dan Pimpinan Unit Kerja Kesatuan Serikat Pekerja Nasional (PUK KSPN) PT. Bees Footwear Inc. 2019-2021 - 2019 - Industri\u002Fpabrik pengolahan",{"name":43,"data":44},"PKB PT. BEES FOOTWEAR.html","\u003C!--?xml version=\"1.0\" encoding=\"UTF-8\"?-->\n\n\n\n  \u003Cmeta http-equiv=\"content-type\" content=\"text\u002Fhtml; charset=UTF-8\">\n  \u003Ctitle>New\u003C\u002Ftitle>\n  \u003Cmeta name=\"generator\" content=\"Amaya, see http:\u002F\u002Fwww.w3.org\u002FAmaya\u002F\">\n\n\n\n\u003Ch1>Perjanjian Kerja Bersama Antara PT Bees Footwear Dengan Pimpinan Unit Kerja\nSerikat Pekerja Tekstil Sandang Dan Kulit Serikat Pekerja Seluruh Indonesia\n(PUK SPTSK SPSI) 1973 PT. Bees Footwear Inc, Pimpinan Serikat Pekerja Serikat\nPekerja Nasional (PSP SPN) PT. Bees Footwear Inc., Dan Pimpinan Unit Kerja\nKesatuan Serikat Pekerja Nasional (PUK KSPN) PT. Bees Footwear Inc. 2019 –\n2021\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>MUKADIMAH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Bahwa pada dasarnya hubungan antara pengusaha dan pekerja, tidak saling\nbertentangan akan tetapi saling membutuhkan dan saling membantu sesuai dengan\nkedudukan posisi masing-masing, Sebagai perwujudan dari semangat kemitraan maka\ndipandang perlu dibuat kesepakatan yang berupa Perjanjian Kerja bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Bahwa Perjanjian Kerja Bersama merupakan sarana yang paling penting untuk\nmelaksanakan Hubungan Industrial yang serasi, selaras, seimbang dan berdasarkan\nkeadilan yang bertujuan untuk mengemban cita-cita Proklamasi Kemerdekaan Negara\nKesatuan Republik Indonesia 17 Agustus 1945, di dalam pembangunan nasional\nuntuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur yang berdasarkan Pancasila dan\nUndang-Undang Dasar 1945.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Tujuan Perjanjian Kerja Bersama ini adalah untuk mempertegas hak dan\nkewajiban Masing-masing pihak sehingga tumbuh rasa saling menghormati dan\nmempercayai, yang pada gilirannya diharapkan tercipta ketenangan dalam\nbekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dengan berlandaskan pemikiran tersebut diatas dan atas dasar saling\nmenghormati, mempercayai dan menjungjung tinggi Perjanjian Kerja Bersama ini,\nmaka dengan Rahmat Tuhan Yang Mahakuasa, kami Pimpinan Perusahaan PT. BEES\nFOOTWEAR INC. dan Pimpinan Serikat Pekerja : PUK SPT-SK SPSI 1973 , PSP-SPN,\ndan PUK KSPN PT. Bees Footwear Inc. telah sepakat dan setuju untuk mengadakan\nPerjanjian Kerja Bersama sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang\nberlaku di Negara Republik Indonesia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Serang, 12 Agustus 2019\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Penyusun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dalam Kesepakatan Bersama ini yang dimaksud dengan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB I: UMUM\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 1: Pengertian Istilah-Istilah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah PT. Bees Footwear Inc yang didirikan berdasarkan Keputusan pemegang\nsaham yang dituangkan dalam akte Perubahan Nomor : 862 Tanggal 31 Januari 2015,\nyang diterbitkan oleh Notaris Don Arfan.SH.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengusaha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah pemilik perusahaan dan atau orang yang diberi kuasa untuk mengelola\njalannya perusahaan dan melakukan tindakan atas nama pemilik perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Keluarga Pengusaha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah Istri\u002FSuami, anak kandung atau anak angkat yang sah dari\npengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah orang yang bekerja pada perusahaan dan menerima upah berdasarkan\nhubungan kerja. Menurut status pekerja dibedakan menjadi :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>•Pekerja Tetap ialah pekerja yang bekerja di Perusahaan untuk jangka waktu\ntidak tertentu, dan diangkat serta ditetapkan berdasarkan surat keputusan\npengangkatan karyawan tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>•Pekerja Waktu Tertentu ialah pekerja yang di tetapkan untuk bekerja\nselama waktu yang ditentukan oleh perusahaan sesuai dengan kondisi dan sifat\npekerjaannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Serikat Pekerja\u002FBuruh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah suatu organisasi pekerja PT. Bees Footwear inc yang berada\ndilingkungan perusahaan PT. Bees Footwear Inc.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Anggota Serikat Pekerja \u002F Buruh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah anggota serikat pekerja di PT Bees Footwear Inc yang mendaftarkan\ndiri dan mengisi formulir untuk bergabung menjadi anggota serikat pekerja di PT\nBees Footwear Inc.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Pengurus Serikat Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah pekerja yang dipilih oleh anggota Serikat Pekerja untuk menduduki\njabatan dalam struktur Serikat Pekerja PT. Bees Footwear Inc. sepengetahuan\nPengusaha dan disahkan dihadapan Rapat Umum Anggota yang memiliki surat\nkeputusan dari serikat serta tercatat di Disnakertrans.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Keluarga Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah Istri\u002Fsuami, anak kandung dan atau anak angkat yang sah sampai usia\n21 Tahun, belum menikah dan belum bekerja sebagaimana terdaftar di Departemen\nPersonalia Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Ahli Waris\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah Keluarga atau orang yang ditunjuk untuk menerima setiap\npembayaran\u002Fsantunan bila pekerja meninggal dunia. Dalam hal tidak ada ahli\nwarisnya, maka diatur menurut aturan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10. Atasan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah pekerja yang diberikan tugas dan tanggung jawab untuk mengatur\npekerja dalam hal pengaturan kerja di produksi atau kepentingan perusahaan\nlainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11. Atasan langsung\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah pekerja yang mempunyai jabatan lebih tinggi sesuai dengan struktur\norganisasi pada unit kerjanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12. Upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah pendapatan pekerja yang terdiri dari gaji pokok, tunjangan tetap dan\ntunjangan tidak tetap yang berhak diterimanya setiap bulannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13. Pekerjaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah kegiatan yang dilakukan oleh pekerja untuk pengusaha dalam suatu\nhubungan kerja dengan menerima upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14. Kerja Lembur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah kerja yang dilakukan oleh pekerja untuk pengusaha diluar jam kerja\nyang telah ditentukan dalam suatu hubungan kerja dengan menerima upah yang di\nbuktikan dengan surat perintah lembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15.Kecelakaan Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah kecelakaan yang terjadi atau timbul dalam atau akibat hubungan kerja\ndan diluar jam kerja sesuai dengan rute yang tiap hari dilalui.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>16.Surat Peringatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah surat resmi yang dikelurkan oleh perusahaan (Departemen Personalia),\nkarena adanya tindakan pelanggaran disiplin atau perbuatan melanggar\nKesepakatan Kerja Bersama, yang bertujuan mendidik bagi pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>17.Mutasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah pemindahan pekerja dari satu bagian kebagian lain, dengan tujuan\npemerataan untuk kepentingan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>18.Skorsing\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah bentuk pemberian sanksi berupa pemberhentian sementara dari\npekerjaannya, dalam proses penyelesaian perselisihan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>19.Lingkungan Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah Area yang meliputi wilayah kerja maupun diluar wilayah kerja dalam\nlingkungan perusahaan berupa bangunan, ataupun wilayah parkir, jalan terbuka\ndan lingkungan hijau (taman), yang dikuasai oleh Perusahaan berdasarkan luas\ntanah yang telah ditetapkan dalam ketentuan dan aturan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>20.Pelatihan kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah keseluruhan kegiatan untuk memberi, memperoleh, meningkatkan, serta\nmengembangkan kompetensi kerja, produktivitas, disiplin, sikap dan etos kerja\npada tingkat keterampilan dan keahlian tertentu sesuai dengan jenjang dan\nkualifikasi jabatan atau pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>21.Perjanjian kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah perjanjian antara pekerja\u002Fburuh dengan pengusaha atau pemberi kerja\nyang memuat syarat syarat kerja, hak dan kewajiban para pihak yang harus\ndilaksanakan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>22.Hubungan kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah hubungan antara pengusaha dengan pekerja\u002Fburuh berdasarkan perjanjian\nkerja, yang mempunyai unsur pekerjaan, upah dan perintah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>23.Perjanjian kerja bersama\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah perjanjian yang merupakan hasil perundingan antara serikat\npekerja\u002Fserikat buruh atau beberapa serikat pekerja\u002Fserikat buruh yang tercatat\npada instansi yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan dengan pengusaha\natau beberapa pengusaha atau perkumpulan pengusaha yang memuat syarat-syarat\nkerja, hak dan kewajiban kedua belah pihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 2: Pihak-Pihak Yang Bersepakat\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pihak – pihak yang mengadakan perjanjian kerja bersama ini adalah:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.PT. Bees Footwear Inc. yang didirikan berdasakan Keputusan pemegang saham\nyang dituangkan dalam akte Perubahan Nomor : 862 Tanggal 31 Januari 2015, yang\nditerbitkan oleh Notaris Don Arfan.SH.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Tekstil Sandang dan Kulit Serikat\nPekerja Seluruh Indonesia 1973 PT. Bees Footwear Inc. disingkat PUK-SPTSK SPSI\n1973 PT. Bees Footwear Inc., yang tercatat di Disnakertrans Kabupaten Serang\ndengan Nomor : 30\u002FPUK.TSK SPSI\u002FPT.BFI\u002F01\u002FVI\u002F2015 tanggal 8 juni 2015\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pimpinan Serikat Pekerja Serikat Pekerja Nasional PT. Bees Footwear Inc\ndisingkat PSP-SPN PT. Bees Footwear Inc., yang tercatat di Disnakertrans\nKabupaten Serang dengan Nomor : 31\u002FPSP-SPN\u002FPT.BSI\u002F03\u002FVI\u002F2015 tanggal 8 juni\n2015\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pimpinan Unit Kerja Kesatuan Serikat Pekerja Nasional PT. Bees Footwear\nInc., disingkat PUK-KSPN PT. Bees Footwear Inc., yang tercatat di Disnakertrans\nKabupaten Serang dengan Nomor : 09\u002FPUK.KSPN\u002FPT.BFI\u002FIII\u002F2016 tanggal 7 maret\n2016\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 3: Ruang Lingkup\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha dan serikat pekerja bersama-sama menyetujui dan meyakini dengan\npenuh tanggung jawab bahwa perjanjian kerja bersama ini berlaku dan mengikat\nsecara hukum bagi kedua belah pihak dilingkungan PT. Bees Footwear Inc .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengusaha dan serikat pekerja berkewajiban untuk menyebar luaskan, serta\nmemberikan penjelasan kepada pekerja baik isi ,makna, penafsiran, maupun\npengertian yang tertera dalam Perjanjian Kesepakatan Bersama ini agar dapat\ndimengerti dan di pahami oleh seluruh karyawan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB II: PENGAKUAN, JAMINAN DAN FASILITAS SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 4: Pengakuan Hak-Hak Para Pihak\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha mengakui bahwa Serikat Pekerja PT. Bees Footwear Inc adalah\nbadan atau organisasi pekerja yang sah, yang mewakili pekerja pada Pengusaha\nsesuai dengan fungsi, peranan dan tugas Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Serikat Pekerja mengakui bahwa yang mengatur para pekerja dalam\nmenjalankan perusahaan adalah fungsi dan tanggung jawab Pengusaha yang\ndilaksanakan sesuai dengan peraturan yang berlaku diindonesia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Kedua belah pihak saling menghormati dan tidak mencampuri urusan internal\nmasing-masing pihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 5: Hubungan Pengusaha Dengan Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha dan Serikat Pekerja sepakat untuk bekerja sama dengan\nmenciptakan ketenangan kerja dan ketenangan berusaha mengacu pada hubungan\nindustrial yang harmonis, dinamis dan berkeadilan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Untuk lembaga kerjasama Bipartit disepakati untuk membicarakan hal-hal\nyang menyangkut hubungan ketenagakerjaan, dan akan melakukan pertemuan\nsekurang-kurangnya satu kali dalam satu (1) bulan setelah Kesepakatan Bersama\nini disahkan oleh Dinas yang berwenang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 6: Jaminan Perlindungan Bagi Pengurus Dan Anggota Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha tidak akan melakukan tindakan-tindakan yang merugikan pekerja\ndisebabkan oleh hal-hal yang berkaitan dengan serikat pekerja, baik sebagai\npengurus maupun sebagai anggota serikat pekerja di perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Atas permintaan Serikat Pekerja, Pengusaha berkewajiban memberi keterangan\nyang diperlukan yang menyangkut ketenagakerjaan untuk menjalankan tugas\norganisasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Perusahaan akan menyelesaikan masalah yang timbul akibat hubungan kerja\ndengan Serikat Pekerja dengan azas musyawarah untuk mufakat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pengusaha menyadari bahwa tindakan penutupan perusahaan (lock out) adalah\ntidak sesuai dengan semangat hubungan industrial. Oleh karena itu akan\ndihindarkan, kecuali dalam keadaan mendesak yang tidak dapat dihindarkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pengusaha dilarang melakukan tindakan yang merugikan pekerja disebabkan\noleh hal-hal yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas organisasi Serikat Pekerja\ndi perusahaan baik sebagai pengurus maupun sebagai anggota serikat pekerja di\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Pengusaha berkewajiban membantu dan memberikan kesempatan seluas-luasnya\nkepada pengurus Serikat Pekerja untuk menjalankan tugas organisasi sehari-hari\nsebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>•Sebagai penyalur aspirasi para anggota dalam masalah yang menyangkut\npelaksanaan tugas dan tanggung jawab sebagai pekerja maupun sebagai warga\nNegara.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>•Memberikan perlindungan serta mendapatkan hak-hak dan kepentingan anggota\ndalam meningkatkan kesejahteraan pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>•Meningkatkan keterampilan dan kemampuan para anggota bagi kelangsungan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>•Meningkatkan partisipasi dan tanggung jawab untuk terpeliharanya\nketenangan kerja dan ketenangan berusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 7: Fasilitas Dan Bantuan Serta Iuran Bagi Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Serikat Pekerja diperbolehkan menggunakan papan-papan pengumuman yang\ndisediakan oleh Pengusaha sepanjang isi pengumuman tersebut telah disepakati\noleh Pengusaha dan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengusaha mengijinkan Serikat Pekerja untuk mengadakan rapat\u002Fpertemuan dan\npendidikan di Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pengusaha memberikan bantuan untuk kegiatan Serikat Pekerja didalam maupun\ndiluar perusahaan sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pengusaha bersedia untuk melaksanakan pemotongan iuran anggota Serikat\nPekerja melalui upah yang bersangkutan, berdasarkan surat kuasa dari\nmasing-masing anggota batas penyetoran anggota serikat baru paling lambat\ntanggal 25 setiap bulannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB III: HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 8: Penerimaan Calon Pekerja Baru\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam pengembangan perusahaan dan penambahan pekerja adalah wewenang\npengusaha dan dilaksanakan oleh Personalia sesuai dengan peraturan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 9: Dasar Penerimaan Dan Penempatan Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Penerimaan dan penempatan pekerja didasarkan kepada kebutuhan serta\ndisesuaikan dengan kondisi dan situasi kemampuan perusahaan juga\nmempertimbangkan pengembangan SDM yang ada.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pelaksanaan penempatan pekerja dilakukan oleh bagian HRD dengan memenuhi\npersyaratan umum penerimaan pekerja atau persyaratan calon pekerja baru sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Photo copy Ijazah\u002FSTTB yang dilegalisir atau menunjukkan Ijazah\u002FSTTB\nasli\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Surat keterangan kelakuan baik dari kepolisian\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Surat keterangan kesehatan terbaru dari dokter\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Surat keterangan pencari kerja dari disnaker\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Daftar riwayat hidup\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Pas photo terbaru ukuran: 2 x 3 = 2 lembar dan 4 x 6 = 2 lembar\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Surat ijin kerja dari orang tua\u002Fwali bagi yang belum kawin dan yang sudah\nkawin harus ada ijin dari suami.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.Photo copy keterangan lain bila dianggap perlu\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i.Photo copy kartu tanda penduduk\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>j.Berkas lamaran dimasukan kedalam stop map\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>k.Penerimaan pekerja baru tidak dipungut biaya apapun oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>l.Menandatangani formulir perjanjian kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>m.Bagi pekerja baru yang akan ditempatkan yang memerlukan keahlian tertentu\nakan diseleksi dan penilain ditentukan oleh bagian yang membutuhkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Yang mempunyai masalah salah satu dibawah ini, tidak dapat diterima antara\nlain:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Umur dibawah 18 tahun saat melamar kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Menjadi buronan aparat keamanan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Sedang dalam masa menjalani hukuman\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Cacat secara mental\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Menderita penyakit menular\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Pada waktu mengisi surat perjanjian atau wawancara memberikan keterangan\npalsu\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Dinyatakan tidak sehat ( fit ) oleh dokter perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.Pernah bekerja PT. Bees Footwear Inc, dikeluarkan karena telah melakukan\nkesalahan berat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Dalam penerimaan pekerja baru perusahaan menetapkan peraturan sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Tidak menerima suami atau istri atau anak, ayah, ibu dari pekerja untuk\nbekerja di Perusahaan PT. Bees Footwear Inc.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Perusahaan Menerima kakak atau adik dari pekerja dengan ketentuan tidak\nbekerja pada seksi yang sama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 10: Perjanjian Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Sebelum pekerja mulai menjalankan pekerjaannya, pekerja tersebut\ndiharuskan menandatangani surat perjanjian kerja yang disediakan oleh\nPerusahaan PT. Bees Footwear Inc.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrialperiod\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrial\">\u003Cp>2.Bagi pekerja yang perjanjian kerjanya untuk waktu tidak tertentu (PKWTT)\nmaka dilakukan masa percobaan yang jangka waktunya paling lama 3 (tiga)\nbulan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Pekerja yang sudah diterima bekerja, tidak diperkenankan bekerja\ndiperusahaan atau instansi lain, tanpa ijin perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 11: Status Dan Penggolongan Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Berdasarkan sifat pekerjaan dan jangka waktu ikatan kerja yang ada, maka\npekerja dapat dibagi sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pekerja Tetap adalah pekerja yang terikat pada hubungan kerja yang tidak\nterbatas waktunya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Berdasarkan sifat pekerjaan tersebut diatas, maka golongan pekerja\nditentukan pada tingkatan jabatan yang diatur dalam ketentuan sesuai UU\nketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 12: Surat Keputusan Pengangkatan Karyawan Tetap Dan Jabatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha wajib memberikan surat keputusan pengangkatan karyawan tetap\nkepada setiap pekerja yang dinyatakan lulus masa percobaan menjadi pekerja\ntetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengusaha wajib menerbitkan surat keputusan pengangkatan jabatan kepada\nsetiap pekerja yang mempunyai jabatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 13: Hak Dan Kewajiban Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>A.Hak Pekerja :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pekerja berhak atas upah sebagai imbalan dari hasil kerja\u002Fjasa yang\ndilakukannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja berhak atas cuti setelah bekerja selama 12 (dua belas) bulan\nberturut-turut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja berhak mengundurkan diri dari pekerjaanya sesuai dengan aturan\nyang ada.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pekerja berhak mendapatkan bantuan kesehatan berupa fasilitas pengobatan\npoliklinik dan Rumah Sakit baik didalam maupun diluar perusahaan sesuai dengan\nketentuan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilitypay\">\u003Cp>5.Pekerja berhak memperoleh ganti rugi atas gangguan\u002F cacat badan yang\ndiakibatkan kecelakaan dalam melakukan tugas perusahaan sesuai dengan ketentuan\nPT. BPJS Ketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>6.Ahli waris yang sah pekerja berhak menerima santunan atas meninggalnya\npekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Pekerja berhak untuk mengemukakan keluhan atau saran – saran yang baik\nmelalui atasananya atau melalui kotak saran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>B.Kewajiban Pekerja :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pekerja wajib bersikap sesuai dengan norma-norma, sosial dan sopan santun\nyang berlaku dalam masyarakat indonesia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja wajib mentaati dan melaksanakan segala ketentuan yang diatur dalam\nPKB dalam lingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja wajib menjaga nama baik perusahaan didalam maupun diluar\nlingkungan perusahaan serta wajib menyimpan segala keterangan yang dapat\ndianggap sebagai rahasia perusahaan yang didapat karena jabatan maupun\npergaulan dilingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pekerja wajib memberikan keterangan yang sebenar-benarnya mengenai diri\ndan pekerjaanya dalam hubungan dengan tugas kepada atasannya dan kepada\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pekerja wajib melakukan pekerjaan yang ditugaskan oleh perusahaan\nkepadanya dengan sebaikbaiknya dengan penbuh tanggung jawab.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Pekerja wajib memelihara dan menjaga keselamatan asset milik perusahaan\nberupa Barang barang milik perusahaan yang dipergunakan atau yang dipercayakan\nkepadanya serta wajib pula mengembalikannya pada waktu terputus hubungan\nkerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Pekerja wajib saling menghormati antara pimpinan\u002F atasan, bawahan, dan\nsesama pekerja serta menjaga ketenangan, ketentraman dilingkungan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Pekerja wajib membina hubungan yang baik dan harmonis antara\npimpinan\u002Fatasan, bawahan dan sesama pekerja sebagai satu keluarga besar PT.\nBees Footwear Inc.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Pekerja aktif menjaga kebersihan lingkungan perusahaan, tempat bekerja\nserta keselamatan dan kesehatan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 14: Hak Dan Kewajiban Perusahaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>A.Hak Perusahaan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Memberikan perintah\u002Fpekerjaan yang layak kepada pekerja selama terikat\nkepada hubungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Meminta pekerja untuk melakukan kerja lembur atau shift dengan\nmengindahkan peraturan perundang-undangan serta persayaratan lainnya yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Menuntut suatu prestasi kerja yang optimal sesuai dengan yang telah\nditentukan sebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Menetapkan tata tertib \u002F peraturan kerja dalam perusahaan dengan\nmengindahkan dengan mengindahkan peraturan perundang-undangan serta persyaratan\nlainnya yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Memutasikan\u002Fmenempatkan\u002Fmempromosikan pekerja demi kepentingan operational\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Memberikan saksi, peringatan apabila pekerja melakukan kesalahan kerja\natau melanggar tata tertib kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Memutuskan hubungan kerja sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku\ndi Indonesia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>B.Kewajiban Perusahaan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-lowwageamount\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight focus\" id=\"clause-lowwageperiod\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_provision\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_government\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_trigger\">\u003Cp>1.Memberikan minimal upah (UMK) dan sektoral sesuai dengan ketentuan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Mentaati segala peraturan perundang-undangan serta persyaratan lainnya\nyang berlaku dibidang ketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Memperhatikan serta menjamin dan memberikan rasa aman bagi pekerja dalam\nbekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Memperhatikan, memberikan dan membantu meningkatkan kesejahteraan pekerja\nPT. Bees Footwear Inc, sesuai peraturan, kemampuan perusahaan dan ketentuan\nyang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Memperhatikan keselamatan dan kesehatan kerja serta lingkungan kerja, dan\ndiluar kerja sesuai dengan mekanisme peraturan yang ada.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Memberikan pembinaan kepada pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Melakukan penguatan team melalui acara family gathering dengan melihat\nkondisi perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pasal 15: Pengalihan Tugas Kerja Dalam Perusahaan (Mutasi)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dengan pertimbangan yang objektif untuk pendayagunaan pekerja dan sekaligus\nuntuk mencapai tujuan operational perusahaan, Perusahaan berwenang untuk\nmengangkat atau menempatkan dan atau mengalih tugaskan pekerja dari satu\npekerjaan ke pekerjaan yang lain dalam perusahaan ataupun group Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Mutasi pekerja dimaksudkan sebagai :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pengalih tugas atau pemindahan pekerja atau beberapa pekerja dari satu\ndepartmen atau bagian ke departmen atau bagian lain yang membutuhkan\npekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Untuk memberikan kesempatan kepada pekerja dalam meningkatkan karir pada\ndepartemen atau bagian yang lain dengan tugas yang baru sesuai dengan\nkeahliannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Adanya promosi untuk jabatan yang lebih tinggi karena pekerja tersebut\nmemiliki dan membuktikan prestasi kerja yang baik.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Kondisi fisik pekerja tidak memungkinkan untuk terus menerus melaksanakan\npekerjaanya, hal ini sesuai dengan anjuran nasehat dokter perusahaan dan\ndisertai dokter rumah sakit.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Karena kemampuan atau kepemimpinan pekerja tersebut tidak memadai untuk\ntetap melaksanakan pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Karena tidak adanya kegiatan di departemen atau bagian yang\nbersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Untuk pemerataan pekerjaan dilingkungan perusahaan atau group\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Sesuai dengan kondisi Perusahaan (Lain – lain) antara lain :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pengusaha dapat memindahkan\u002F memutasikan pekerja dari satu bagian ke\nbagian lainnya atas dasar kepentingan dan keperluan produksi dengan tidak\nmengurangi atau menurunkan upah pada saat sebelum dilakukan mutasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pemindahan atau mutasi pekerja dilakukan atas dasar :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.1. Untuk kelancaran dan kepentingan produksi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.2. Perubahan tempat kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.3. Perubahan tugas pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.4. Promosi jabatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.5. Tugas atau pekerjaan tidak cocok atau tidak sesuai dengan skill\n(Keahlian) dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>keterampilan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Perubahan atau pemindahan jabatan tidak termasuk dalam pengertian mutasi.\nSeperti pemindahan pekerja dari jabatan lama beralih kejabatan baru.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Pengusaha dilarang memutasikan pekerja apabila:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.1. Merugikan keselamatan dan kesehatan pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.2. Adanya unsur SARA (Diskriminasi).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.3. Bertujuan Asusila atau Pelecehan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.4. Bertujuan Subjektif (Unsur suka atau tidak suka).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Tata cara pelaksanaan mutasi diatur dalam Standard Operational Procedure\n(SOP) antara\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>lain:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.1. Pengusaha memangil pekerja dan menjelaskan alasan mutasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.2. Pengusaha merundingkan maksud dan tujuan mutasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.3. Pengusaha memberikan surat keputusan mutasi kepada pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.4.Mutasi berlaku sejak disepakati dan ditandatangani oleh pekerja yang\nbersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 16: Penolakan Pengalih Tugas Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pekerja yang menolak perintah pengalihtugasan (Mutasi) atau tidak mentaati\nperintah tersebut dan menujukan sikap tidak bersedia malaksanakan pekerjaannya,\nmaka akan dikenakan sanksi surat peringatan ke.3 (tiga) (SP.3) terhitung sejak\n5 (lima) hari setelah surat mutasi dibuat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pengalihtugasan (Mutasi) pekerja merupakan hak preogrative perusahaan untuk\nmenempatkan pekerja pada department atau bagian lain sesuai kebutuhan\nperusahaan dengan mempertimbangkan keahlian, keterampilan dan kemampuan\npekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IV: PENETAPAN WAKTU KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 17: Waktu Dan Kehadiran Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday_select\">\u003Cp>1.Penetapan waktu kerja didasarkan kepada kebutuhan perusahaan dengan\nmengindahkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, yang menetapkan jumlah\njam kerja 7 jam kerja sehari, atau 40 jam kerja seminggu untuk 6 hari kerja\natau jumlah jam kerja kerja 8 jam kerja sehari atau 40 jam seminggu untuk 5\nhari kerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Waktu kerja diatur sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>SYSTEM 6 HARI KERJA:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>SHIFT I (PAGI) :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jam Kerja :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Senin-Kamis :07.00 – 15.00 WIB (Selebihnya dihitung lembur)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jum’at :07.00 – 15.30 WIB (Selebihnya dihitung lembur)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sabtu :07.00 – 12.00 WIB (Selebihnya dihitung lembur)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Istirahat :12.00 – 13.00 WIB (Berdasarkan jadwal tiap gedung)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Minggu :LIBUR MINGGUAN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>SHIFT II ( DUA) :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Senin – Jumat :15.00 – 23.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Istirahat :18.00 – 19.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sabtu :12.00 – 17.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Minggu : LIBUR MINGGUAN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>SHIFT III (TIGA)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Senin – jumat :23.00 – 07.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Istirahat : 03.00 – 04.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sabtu : 17.00 – 22.00 WIB.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-MAXHOURS_trigger\">\u003Cp>3.Jam kerja yang melebihi dari 7 jam kerja sehari atau 8 jam kerja sehari\natau 40 jam kerja seminggu, maka kelebihan jam kerja tersebut merupakan jam\nkerja lembur.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4.Untuk Jam istirahat tidak diperhitungkan sebagai jam kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 18: Waktu Istirahat Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-schedulesrestpw\">\u003Cp>1.Istirahat mingguan diberikan 1 hari setelah 6 hari kerja dalam seminggu\nberturut-turut bagi pekerja non shift maupun karyawan shift.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SCHEDULE_trigger\">\u003Cp>2.Istirahat bekerja sekurang-kurangnya setengah jam setelah pekerja,\nmelakukan pekerjaannya selama empat (4) jam terus menerus. Atau selama tujuh\n(7) jam pekerja melaksanakan pekerjaan maka diberi istirahat selama satu (1)\njam. Dan waktu istirahat tersebut tidak termasuk jam kerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 19: Perubahan Jam Kerja Dan Hari Istirahat\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perubahan jam kerja maupun jam istirahat kerja dapat dirubah oleh\nperusahaan, apabila terjadi keadaan yang mengharuskan (memaksa), hal itu\ndikarenakan oleh kerusakan mesin, terganggunya aliran listrik menyebabkan\nkematian lampu, keterlambatan bahan baku dan lain sebagainya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Apabila kejadian ini terjadi maka Pengusaha dan Serikat pekerja\nbersama-sama memberitahukan kepada pekerja dengan membuat surat pemberitahuan\nyang disampaikan kepada pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 20: Disiplin Jam Masuk Kerja Atau Pulang Kerja ( Checkroll )\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pekerja yang masuk kerja atau pulang kerja wajib mencatatkan diri\ncheckroll\u002Fabsensi pada alat pencatat waktu atau mesin absensi (time\nrecorder\u002Fmesin cardnetic\u002Fproxy minity) yang telah disediakan oleh\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja yang tidak mencatatkan diri\u002Fcheckroll pada waktu masuk atau pulang\npekerja karena lupa atau kartu pengenal karyawan rusak, wajib mengisi formulir\ntidak checkroll dan setelah diketahui atasan langsung dianggap masuk kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Terlambat checkroll disebabkan “force majure” dianggap masuk kerja\nsetelah melaporkan kepada atasan langsung, selanjutnya atasan langsung\nmelaporkan kepada staf administrasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Lupa checkroll, datang terlambat, pulang cepat dijelaskan kepada atasan\nlangsung untuk diteruskan kepada kepala bagian personalia. Dalam keadaan\ntertentu misalkan dinas luar atau mesin checkroll rusak tidak dianggap lupa\ncheckroll setelah disetujui oleh atasan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Setiap hari petugas Administrasi harus melaporkan data kehadiran karyawan\ndan memeriksa data checkroll karyawan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 21: Keluar Masuk Lingkungan Perusahaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pekerja yang akan keluar masuk lingkungan areal perusahaan diharuskan\nmelalui pintu yang telah disediakan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Selama pekerja berada dilingkungan perusahaan pekerja diwajibkan memakai\npakaian seragam kerja, kartu pengenal diri, yang telah diberikan oleh\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja dilarang memasuki wilayah \u002F lingkungan perusahaan dalam kondisi\nmabuk, membawa senjata tajam\u002Fapi, obat-obat terlarang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pekerja yang akan keluar area lingkungan perusahaan, pada waktu jam kerja\ndiharuskan mempergunakan Surat Ijin yang telah ditentukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 22: Pergantian Kerja Shift\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Dalam melaksanakan pergantian kerja shift, pekerja yang akan meninggalkan\npekerjaanya harus menyerah terimakan pekerjaannya kepada pekerja shift\nberikutnya\u002Fpenggantinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pergantian kerja shift dilakukan setelah pekerja shift berikutnya berada\ndilokasi. Serah terima pergantian kerja shift, harus dapat dipertanggung\njawabkan oleh pekerja yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Kerja shift dilakukan perputaran 1 (satu) minggu sekali sesuai dengan\nkondisi yang terjadi diperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB V: TATA TERTIB KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 23: Kewajiban Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam usaha menciptakan, ketertiban, ketentraman dan kenyaman kerja\ndilingkungan perusahaan, maka diatur ketentuan-ketentuan yang harus\ndilaksanakan dan dijunjung tinggi oleh semua pihak yang terkait dengan kegiatan\nperusahan, sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pekerja wajib menjalankan tugas yang diberikan oleh pengusaha, sepanjang\ntidak bertentangan dengan norma ketenagakerjaan yang berlaku diindonesia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja wajib sudah berada ditempat kerja setelah bel berbunyi tanda jam\nkerja dimulai dan atau meninggalkan tempat kerja setelah bel berbunyi tanda\nwaktu istirahat kerja atau pulang kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja wajib mentaati ketentuan yang berlaku diperusahaan dengan baik\nselama melakukan pekerjaanya masing-masing untuk melaksanakan pengelolaan dan\npengembangan usaha-usaha perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pekerja wajib bekerja secara efektif dan efisien sehingga perusahaan dapat\nberkembang maju.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pekerja wajib menjaga dokumen penting, barang inventaris, surat-surat\nberharga milik perusahaan dengan penuh tanggung jawab.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Pekerja wajib mengenakan Kartu Pengenal Karyawan (KPK) yang masih berlaku,\nselama berada di lokasi perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Pekerja wajib mencatatkan waktu masuk kerja dan waktu pulang atau selesai\nmelakukan kerja pokok atau waktu kerja lembur dengan cara checkroll (Absensi\nkehadiran).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Pekerja wajib menjunjung tinggi nama baik pengusaha, keluarganya, nama\nbaik sesama pekerja dan menjaga persatuan dan kesatuan di perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Pekerja wajib mentaati dan melaksanakan semua aturan kesehatan dan\nkeselamatan kerja (K3).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Pekerja wajib menjaga kebersihan, kerapihan, kesehatan dan keasrian\nlingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11.Pekerja wajib melaporkan kepada atasan, satuan pengaman, apabila melihat,\nmendengar dan mengetahui ada pihak-pihak lain tertentu yang akan berbuat\nmerugikan pengusaha baik secara materill maupun immaterill\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12. Pekerja wajib memeriksa barang-barang bawaannya, apabila membawa\nbarang-barang baik kedalam lokasi maupun keluar lokasi perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13.Pekerja wajib ikut membela, mempertahankan perusahaan, apabila adanya\nrongrongan, gangguan dari pihak luar, pencurian dan pengerusakan serta bencana\nalam yang merugikan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14.Pekerja wajib memberitahukan kepada atasannya atau pengusaha apabila\ndatang masuk kerja terlambat atau pulang cepat, dengan memberitahukan alasannya\nsecara benar dan tanggung jawab.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15.Pekerja yang berhenti bekerja dan atau dimutasikan ke bagian lain wajib\nmembuat laporan dan serah terima pekerjaan serta barang-barang milik\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>16.Pekerja yang tidak bisa\u002Fmasuk kerja karena keperluan pribadi\u002Fijin resmi\nwajib memberitahukan kepada atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>17.Pekerja tidak masuk kerja karena sakit menunjukan surat keterangan dokter\nyang memeriksanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>18.Pekerja yang akan melaksanakan tugas luar karena tugas dari pengusaha\natau karena melaksanakan tugas organisasi Serikat Pekerja wajib memberitahukan\nsecara tertulis, baik keberangkatan maupun sekembalinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>19. Pekerja yang tidak masuk kerja karena mengambil istirahat haid harus\nmemberitahukan kepada perusahaan menunjukan surat dokter dari klinik\u002Fpoliklinik\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>20.Pekerja dimutasi karena kenaikan pangkat\u002Fjabatan, penurunan pangkat\n(Demosi) atau dipindah tugaskan harus menyelesaikan prosedur serah terima tugas\ndalam waktu yang ditentukan setelah menerima surat perintah dari pihak yang\nmengadakan mutasi untuk menempati jabatan yang baru.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>21.Sebelum hubungan kerja selesai, pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya\nharus diselesaikan menurut prosedur serah terima tugas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>22.Pekerja yang mengurus keuangan, surat-surat berharga, bukti pembukuan,\ndata hasil produksi, sarana kekayaan, peralatan, stempel korespondensi, gambar\ndesign, data teknik arsip dokumen, data management penting dan lain-lain harus\nmenyelesaikan menurut prosedur serah terima tugas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>23.Prinsip-prinsip K3:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Setiap pekerja berhak mendapat perlindungan atas keselamatannya dalam\nmelakukan pekerjaannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Setiap pekerja lainnya yang berada ditempat kerja perlu dijamin pula\nkesehatannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Bahwa setiap sumber produksi perlu dipakai dan dipergunakan secara aman\ndan efisien.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Bahwa sehubungan dengan hal tersebut maka harus diadakan pendidikan K3\n.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 24: Kewajiban Pengusaha\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha wajib melaksanakan isi Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang telah\ndisyahkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengusaha wajib merundingkan dengan serikat pekerja apabila akan\nmemberlakukan peraturan baru yang tidak diatur dalam Peraturan maupun\nPerjanjian Kesepakatan Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pengusaha wajib memberikan kesempatan kepada Tenaga Kerja Indonesia untuk\nalih managemen.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pengusaha wajib mengikutsertakan serikat pekerja untuk mendampingi\nanggotanya dalam proses penanganan masalah ketenagakerjaan dilingkungan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 25: Jenis Pelanggaran, Pembinaan Dan Sanksi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Jenis pelanggaran, pembinaan dan sanksi yang dilakukan oleh pekerja\ndimaksudkan sebagai tindakan Indisipliner (korektif) dan pengarahan terhadap\nsikap dan tingkah laku pekerja. Masa berlaku dari masing masing jenis\npelanggaran, pembinaan dan sanksi adalah selama-lamanya 6 (enam) bulan dan\napabila masa berlakunya habis sanksi dimulai dari awal kembali.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pemberian saksi kepada pekerja yang melakukan pelanggaran Indisipliner\nPerjanjian Kerja Bersama ini, tidak selalu didasarkan pada urutan pengenaan\nsanksi, Namun dapat diberikan dengan melihat dari Bobot kesalahan yang\ndilakukan oleh pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adapun Jenis Pelanggaran, Pembinaan dan Sanksi diatur sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Peringatan lisan Pekerja diberikan pembinaan dan sanksi peringatan lisan\nantara lain:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Tidak mematuhi peraturan di perusahaan dalam bentuk anjuran atau larangan\ndan tidak merugikan siapapun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Datang terlambat tanpa alasan yang dapat diterima (Rasional)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Tidak memakai Kartu Pengenal Karyawan (KPK), selama dilingkungan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Berpakaian dan berpenampilan tidak rapi dan tidak sopan (etika kesopanan)\nkurang baik.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Bekerja secara malas-malasan dan santai atau menunda-nunda pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Melakukan tindakan indisipliner atau melalaikan tugas dan kewajiban\nlainnya yang bersifat ringan, sehingga perlu diberikan sanksi peringatan\nlisan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Membawa tas\u002Fbungkusan besar kedalam lingkungan tempat kerja\u002Flokasi pabrik\nyang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pembinaan dan Surat Peringatan tingkat satu ke.1 (SP I) Masa berlaku Surat\nPeringatan tingkat satu ke. 1 (SP I) adalah 6 bulan Pekerja yang melakukan\ntindakan pelanggaran salah satu seperti dibawah ini, akan diberikan pembinaan\ndan SP I (satu) antara lain :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pekerja yang diberikan peringatan lisan kurang dari 6 (enam) bulan dan\nmengulangi kembali perbuatan tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Corat-coret disembarang tempat, meludah didepan orang banyak atau\npimpinan, membuang sampah disembarang tempat atau tidak pada tempatnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Bekerja tidak bertanggung jawab, menganggu ketenangan\nkerja\u002Fngobrol\u002Fmembuat gaduh dan atau menelantarkan pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Mengerjakan tugas tidak sesuai dengan instruksi atasan yang mengakibatkan\nkesalahan dalam pekerjaanya (proses kerja).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Tidak mematikan listrik dan mesin produksi atau merapikan barang-barang\npekerjaan setelah selesai jam kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Tidak membersihkan tempat kerja sehingga berantakan dan kotor, setelah\nselesai kerja dan langsung meninggalkan tempat kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Tidak masuk kerja selama 2 hari berturut-turut, atau tidak berturut selama\ndalam satu bulan dan tidak memberitahukan kepada atasan\u002Fpengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.Menolak diperiksa oleh SATPAM saat meninggalkan kerja baik waktu istirahat\natau pulang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i.Menolak atau tidak mematuhi perintah yang layak dari atasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>j.Meninggalkan tempat kerja atau pulang sebelum waktunya, tanpa seijin\natasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>k.Tidak memiliki kemauan keras untuk bekerja (Malas dan atau santai) dalam\nbekerja setelah diberikan peringatan lisan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>l.Melanggar tata kerja atau tidak mempergunakan peralatan yang ditentukan\nsehingga hasil produksi rusak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>m.Membuat keributan dan bertengkar mulut di tempat kerja dan tidak mau\nmenuruti setelah dinasehati oleh atasan\u002Fpengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>n.Atasan tidak memberikan bimbingan kepada bawahannya sesuai dengan\nnorma-norma yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>o.Terbukti mencari-cari alasan untuk meminta ijin meninggalkan kerja, pada\nwaktu kerja belum selesai.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>p.Mengajak masuk saudara, teman ke lokasi pabrik tanpa seijin petugas atau\npengusaha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>q.Tanpa seijin petugas atau pimpinan pekerja masuk ke lokasi\u002Fkamar mess\npekerja yang berlainan jenis kelaminnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>r.Boros dalam menggunakan bahan baku, sehingga merugikan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>s.Tidak memakai Kartu Pengenal Karyawan (KPK), selama dilingkungan\nperusahaan setelah diberi peringatan lisan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>t.Terbukti mempergunakan barang bawannya yang tidak sesuai dengan tugas dan\njenis pekerjanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>u.Pekerja menggunakan sarana komunikasi milik perusahaan untuk kepentingan\npribadi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>v.Pelanggaran lainnya yang sifatnya atau tingkatannya sama seperti\nbutir-butir diatas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pembinaan dan Surat Peringatan tingkat dua ke-2 (SP II) Masa berlaku Surat\nPeringatan tingkat dua ke-2 (SP) adalah 6 bulan Pekerja yang melakukan tindakan\npelanggaran salah satu seperti dibawah ini, akan diberikan pembinaan dan SP II\n(dua) antara lain :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pekerja yang sudah diberikan sanksi SP-I, dan mengulangi pelanggaran\nkembali yang bobot sanksinya sama SP I\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Mangkir selama 2 (dua) hari berturut-turut atau 3 (tiga) hari tidak\nberturut-turut dalam 1 (satu) bulan kalender, tanpa memberikan alasan yang\ndapat dipertanggung jawabkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Tidak melaporkan adanya bahaya kepada atasan atau pengusaha yang dapat\nmerugikan pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Terbukti seorang atasan tanpa mengindahkan norma ketenagakerjaan yang\nberlaku, menolak permintaan bawahan untuk menggunakan hak-hak dan\nkepentingannya sesuai aturan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Melakukan kegiatan pengumpulan tanda tangan, yang bersifat menghasud dan\nmembuat onar (keresahan) atau kegiatan lainnya (yang sejenis) didalam\nlingkungan perusahaan tanpa seijin Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Tidur pada saat jam kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Terbukti seorang atasan yang mengetahui bawahaannya hamil namun tidak\nmelaporkannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.Berpindah pekerjaan\u002Ftugas tidak seijin atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i.Makan\u002Fjajan dilingkungan kerja, mengganggu pekerjaan (proses kerja)\nsendiri dan orang lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>j.Pelanggaran lainnya yang sifatnya atau tingkatannya sama seperti\nbutir-butir diatas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pembinaan dan Surat Peringatan tingkat tiga ke-3 (SP III) Masa berlaku\nSurat Peringatan tingkat tiga ke.3 (SP) adalah 6 bulan Pekerja yang melakukan\ntindakan pelanggaran salah satu seperti dibawah ini, akan diberikan pembinaan\ndan SP III (tiga) antara lain :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pengulangan pelanggaran tingkat dua (ke.2) dan atau tingkat tiga (ke.3)\nSP. 3 (tiga), yang masa berlakunya belum habis tetapi melakukan pelanggaran\nkembali yang bobot sanksinya sama dengan SP. II (dua).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pekerja sudah diberikan sanksi SP. II (dua), yang masa berlakunya belum\nhabis tetapi melakukan pelanggaran kembali yang bobot sanksinya SP. II (dua)\natau SP. I (satu).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Terbukti menyuruh, membiarkan, mengijinkan kepada pekerja lain untuk\nmemakai peralatan mesin atau inventaris perusahaan tanpa seijin pimpinan untuk\nkepentingan pribadi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Menyalahgunakan surat keterangan dokter.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Tidak menjunjung tinggi terhadap kepercayaan dan nama baik perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Terbukti merokok di tempat kerja yang terdapat larangan DILARANG\nMEROKOK\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Terbukti menerima penjamuan dan pemberian hadiah dari konsumen untuk\nmempengaruhi suatu keputusan yang merugikan perusahaan terkait dengan\njabatannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.Terbukti berjualan dilokasi kerja \u002F pabrik pada jam kerja atau bukan jam\nkerja tanpa ijin dari pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i.Terbukti dengan sengaja mencemarkan nama baik atasannya sehingga\nmempengaruhi kewibawaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>j.Mangkir 3 (tiga) hari berturut-turut 4 (empat) hari tidak berturut-utrut\ndalam satu bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>k.Memaki-maki dengan kata-kata kasar atau tidak senonoh kepada bawahannya di\nmuka umum\u002Fditempat kerja dengan bahasa yang melecehkan nama baik bawahan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>l.Menyalahgunakan jabatannya untuk kepentingan pribadi yang dapat mengganggu\npekerjaanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-alternatives\">\u003Cp>m.Atasan yang memperkerjakan karyawati hamil, sementara sudah mendapatkan\nSurat Keterangan cuti hamil dan melahirkan\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>n.Bagi karyawati hamil yang sudah diberikan Surat Keterangan cuti\nmelahirkan, tetapi tidak mau melaporkan ke Personalia\u002F tidak mau\nmenggunakan\u002Fmelaksanakan cuti sesuai ketentuan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>o.Terbukti seorang atasan menyuruh bawahannya bekerja kembali setelah jam\nkerja pokok atau jam kerja lemburnya selesai.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>p.Terbukti seorang atasan menyuruh bawahannya bekerja sebelum waktu kerja\nyang ditentukan yang ada di perjanjian kerja bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>q.Pelanggaran lainnya yang sifat atau tingkatannya sama seperti butir-butir\ndiatas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pekerja setelah diberikan sanksi SP III (tiga) pengusaha wajib memberikan\ntembusan kepada Serikat Pekerja yang mana salah satu dari anggotanya untuk\ndiberikan pembinaan kepada pekerja yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pembinaan dan Surat Peringatan Terakhir (SP Terakhir) Terhadap pekerja\nyang telah mendapatkan SP III dan melakukan kesalahan sebelum habis masa\nberlakunya SP III, maka pengusaha berhak melakukan Pemutusan Hubungan Kerja\nterhadap pekerja tersebut. Akan tetapi dalam hal pengusaha masih memberikan\nkesempatan terakhir terhadap pekerja yang dimaksud, maka pengusaha dapat\nmemberikan Surat Peringatan terakhir, apabila:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pekerja sudah diberikan Sanksi SP I (satu), yang masa berlakunya sudah\nhabis tetapi melakukan pelanggaran kembali yang bobot sanksinya SP III\n(tiga).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pekerja sudah diberikan Sanksi SP II (dua), yang masa berlakunya sudah\nhabis tetapi melakukan pelanggaran kembali yang bobot sanksinya SP II (dua)\natau SP III (tiga).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Pekerja sudah diberikan Sanksi SP III (tiga), yang masa berlakunya sudah\nhabis tetapi melakukan pelanggaran kembali yang bobot sanksinya SP III (tiga)\natau SP II (dua) atau SP I (satu).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Pekerja yang diberikan sanksi SP 1, atau SP II, maupun SP III, dan masa\nberlakunya sudah habis, tetapi masih terkena sanksi, maka dianggap pembinaan\nkepada pekerja tersebut tidak berhasil (pekerja tidak pernah mematuhi aturanan\nketentuan PKB).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-discrimination\">\u003Cp>Pemberian saksi sebagaimana yang dimaksud pada Pasal. 25 dari Perjanjian\nKerja Bersama ini, tidak dapat didasari pada sifat maupun sikap yang\ndiskriminasi terkait dengan pekerjaan dilingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>6.Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) Tanpa Pesangon\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>I.Pengusaha dapat melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) Tanpa Memberikan\npesangon, apabila pekerja melakukan kesalahan berat sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Terbukti melakukan penipuan, pencurian, atau penggelapan barang dan\u002F atau\nuang milik perusahaan atau milik karyawan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Terbukti memberikan keterangan palsu atau yang dipalsukan sehingga\nmerugikan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Terbukti mabuk, meminum minuman keras yang memabukan, memaki dan\u002Fatau\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Terbukti melakukan perbuatan asusila atau perjudian di lingkungan\nkerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Terbukti menyerang, menganiaya, mengancam, atau mengintimidasi teman\nsekerja atau pengusaha dilingkungan perusahaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Terbukti membawa senjata tajam \u002F api dengan tujuan untuk melukai atau\nmengancam pekerja lain dilingkungan perusahan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Terbukti membujuk teman sekerja atau pengusaha untuk melakukan perbuatan\nyang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h.Terbukti dengan sengaja merusak atau membiarkan dalam keadaan bahaya\nbarang milik perusahaan yang mengakibatkan kerugian bagi perusahaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i.Terbukti dengan sengaja membiarkan teman sekerja atau pengusaha dalam\nkeadaan bahaya di tempat kerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>j.Terbukti membongkar atau membocorkan rahasia perusahaan yang seharusnya\ndirahasiakan kecuali untuk kepentingan negara;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>k.Terbukti melakukan pemotongan dan pengambilan gaji tanpa kuasa dan\nkesepakatan tertulis dari kedua belah pihak;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>l.Terbukti mencari keuntungan pribadi dengan membungakan uang (rentenir)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>m.Terbukti membawa barang milik perusahaan tanpa ijin dari perusahaan atau\natasan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>n.Terbukti bermain judi, minum-minuman terlarang, membawa senjata tajam \u002F\napi dilingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>o.Terbukti tidak bekerja dengan baik akibat minum minuman keras atau obat\nobatan terlarang yang dilakukan diluar perusahaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>p.Terbukti menerima atau meminta rekruitmen fee dan meminta atau menerima\nfee untuk perpanjangan kontrak di lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>II.Kesalahan\u002F pelanggaran berat sebagaimana diatas harus didukung dengan\nbukti sebagai : berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pekerja tertangkap tangan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Ada pengaduan dari pekerja yang bersangkutan atau rekan kerjanya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Bukti lain berupa laporan kejadian yang dibuat oleh pihak yang berwenang\ndi perusahaan dan didukung oleh sekurang-kurangnya 2 (dua) orang saksi, atau\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Ada putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap dan\nmengikat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>III.Dalam hal terjadi pemutusan hubungan kerja, perusahaan\u002F Pengusaha\ndiwajibkan membayar Uang pesangon dan atau uang penghargaan dan penggantian hak\nyang seharusnya di terima. Adapun perhitungan dengan rincian antara lain :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number_1_tenure\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance\">\u003Cp>1. Perhitungan uang pesangon sekurang-kurangnya paling sedikit sebagai\nberikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Masa kerja kurang dari 1 tahun\n…………………………………………………………… 1 bulan\nupah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Masa kerja 1 tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 tahun\n…………………… 2 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Masa kerja 2 tahun atau lebih tetapi kurang dari 3 tahun\n………………….. 3 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Masa kerja 3 tahun atau lebih tetapi kurang dari 4 tahun\n………………….. 4 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Masa kerja 4 tahun atau lebih tetapi kurang dari 5 tahun\n…………………….. 5 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Masa kerja 5 tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 tahun\n………………..…… 6 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Masa kerja 6 tahun atau lebih tetapi kurang dari 7\ntahun……………………… 7 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Masa kerja 7 tahun atau lebih tetapi kurang dari 8 tahun\n…………………….. 8 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Masa kerja 8 tahun atau lebih\n……………………………………………………………….. 9\nbulan upah\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Apabila karyawan mengundurkan diri atas kemauan sendiri, perusahaan\nberkewajiban memberikan uang pisah sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Masa kerja 3 tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 tahun\n……………………. 2 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Masa kerja 6 tahun atau lebih tetapi kurang dari 9 tahun\n…………………… . 3 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Masa kerja 9 tahun atau lebih tetapi kurang dari 12 tahun\n…………………… 4 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Masa kerja 12 tahun atau lebih tetapi kurang dari 15 tahun\n…………………. 5 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Masa kerja 15 tahun atau lebih tetapi kurang dari 18 tahun\n………………. 6 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Masa kerja 18 tahun atau lebih tetapi kurang dari 21 tahun\n…………………. 7 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Masa kerja 21 tahun atau lebih tetapi kurang dari 24 tahun\n………………… 8 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Masa kerja 24 tahun atau lebih\n…………………………………………………………… 10 bulan\nupah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Uang penggantian Hak\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Sisa gantungan yang belum dibayarkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Cuti tahunan yang belum diambil atau belum gugur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Perumahan dan Kesehatan 15 % dari uang pesangon dan penghargaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 26: Peraturan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam melaksanakan pekerjaan sehari-hari ada beberapa hal penting yang harus\ndiperhatikan dan dilaksanakan baik oleh kepala bagian, Supervisor, pengawas\nmaupun operator antara lain :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Tidak dibenarkan bekerja di luar jam kerja yang telah ditentukan yaitu:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.8 (delapan) jam dalam1 (satu) hari 40 (empat puluh) jam dalam 1 satu\n(satu) minggu untuk 5 (lima) hari kerja dalam 1(satu) minggu (UU\nketenagakerjaan NO. 13 TH 2003 pasal 77 ayat 2b) dan 78 ayat 1b atau sesuai\ndengan ketentuan peraturan perundangan yang masih berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hoursovertimemax\">\u003Cp>b.Lembur maksimal 3 jam sehari, 14 jam seminggu (UU NO. 13 TH 2003 pasal 78\nayat 1b dan keputusan No. 102\u002FMen\u002FVI\u002F2004 pasal 3 sub 1) atau sesuai dengan\nketentuan peraturan perundangan yang masih berlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Sebelum masuk jam kerja karyawan harus sudah berada dilokasi perusahaan\nuntuk mempersiapkan pekerjannya 15 menit sebelum masuk kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Tidak diperbolehkan makan didalam lingkungan kerja, pelanggaran atas\nketentuan ini diberikan sanksi SURAT PERINGATAN mengacu pada PKB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-violence\">\u003Cp>4.Terbukti seorang atasan memarahi bawahannya didepan oarang banyak dengan\nnada keras\u002Fkasar tanpa ada kaitannya dengan pekerjaan, pelanggaran atas\nketentuan ini diberikan sanksi SURAT PERINGATAN II (SP-2)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Dalam rangka pembinaan ke bawahan, seorang atasan tidak diperboleh\nmemaki-maki dengan kata kata kasar atau tidak senonoh kepada bawahannya dimuka\numum\u002Fditempat kerja dengan bahasa yang melecehkan nama baik bawahan.\nPelanggaran ini akan diberikan sanksi SURAT PERINGATAN terakhir (PKB).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>6.Jika ada penambahan jam kerja atau lembur harus disertakan SPKL yang\nditandatangani oleh Direktur dan diserahkan ke Personalia paling lambat jam\n13.00 WIB.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VI: IJIN MENINGGALKAN PEKERJAAN DENGAN MENDAPAT UPAH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 27: Izin Resmi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Seorang pekerja dapat diberi ijin meninggalkan pekerjaan dengan mendapat\nupah untuk keperluan keperluan seperti tersebut dibawah ini :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pekerja sendiri menikah : 3 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pekerja menikahkan anak : 2 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleave\">\u003Cp>c.Istri pekerja melahirkan atau keguguran kandungan : 2 hari\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>d.Pekerja menyunatkan\u002Fmembaptiskan anak : 2 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelatives\">\u003Cp>e.Istri\u002Fsuami\u002Fanak\u002Forang tua\u002Fmertua) meninggal dunia : 2 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Anggota keluarga dalam satu rumah meninggal dunia : 1 hari\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Ijin tersebut diatas hanya dapat digunakan pada saat pelaksanaan\u002Fkejadian\ndan harus diketahui terlebih dahulu oleh pimpinan perusahaan sebelum yang\nbersangkutan menggunakannya, kecuali dalam hal yang sangat mendesak seperti\nkematian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Semua ketentuan tersebut diatas harus dapat dibuktikan kebenarannya oleh\npekerja dengan melampirkan surat dari yang berwenang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pengurus atau perwakilan anggota serta anggota serikat yang menjalankan\ntugas atau dinas luar dari organisasi, harus memberitahukan kepada perusahaan\nsebelum menjalankan tugas tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdays\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspaytype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknesspay\">\u003Cp>5.Untuk pekerja yang sakit disesuaikan dengan ketentuan PP Nomor 08 tahun\n1981.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 28: Cuti Tahunan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAIDLEAV_trigger\">\u003Cp>1.Cuti tahunan adalah hari-hari istirahat pekerja setelah bekerja selama 12\nbulan terus menerus.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysweeks\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysdays\">\u003Cp>2.Lama cuti tahunan ditetapkan selama 12 hari kerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Hak cuti tahunan dapat ditunda, apabila dipandang perlu dan setelah\ndipertimbangkan oleh atasan atau pimpinan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysfixeddays\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysfixed\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-bankholidays1\">\u003Cp>4.Khusus pekerja tetap libur dalam rangka menyambut Hari Raya Idhul Fitri\ndiluar libur hari raya resmi disepakati cuti massal bersama yang dipakai dari\nhak cuti tahunannya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>5.Setiap permintaan cuti (kecuali cuti massal bersama yang waktunya\nditentukan oleh perusahaan), harus ditentukan secara tertib dengan menggunakan\nformulir permohonan cuti sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Permohonan cuti harus diajukan sekurang-kurangnya 3 hari sebelumnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Cuti yang sudah berjalan tidak dapat dibatalkan karena alasan sakit.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Bagi pekerja yang menunda cutinya hingga melebihi 6 bulan sejak jatuh\ntemponya dan bukan atas permintaan perusahaan, maka hak cutinya dinyatakan\ngugur\u002Fhangus.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Pengaturan pengambilan cuti tersebut harus sedemikian rupa sehingga tidak\nmenimbulkan gangguan dalam pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Pengusaha wajib memberikan waktu cuti tahunan kepada pekerja setelah\nbekerja selama 12 (dua belas) bulan terus menerus dengan mendapat upah\npenuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Pekerja yang mengajukan permohonan cuti tahunan wajib memberitahukan\nselambat-lambatnya 1 minggu sebelumnya, kecuali hal-hal yang bersifat\ninsidentile\u002F mendadak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Pekerja yang sampai batas waktu berakhirnya pengambilan hak cuti tahunan\ndan tidak menggunakan haknya, pengusaha wajib mengkompensasikan sisa cuti yang\nbelum diambil tersebut dengan nilai sejumlah uang yang dihitung\nproporsional.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Pekerja yang belum mempunyai masa kerja 12 bulan berturut-turut dan telah\nmemperoleh cuti tahunan yang diambil pada cuti masssal (Idul Fitri) jika hak\ncutinya timbul sebanyak 12 hari, maka secara otomatis akan dipotong sesuai\ndengan jumlah cuti massal yang diambil, dan selebihnya mutlak milik pekerja\nsepenuhnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11.Pengusaha dapat mengijinkan pekerja untuk menggabungkan pengambilan cuti\ntahunan dengan ijin resmi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12.Personalia wajib menjawab pertanyaan dari pekerja saat mulai berlaku dan\nhabisnya hak cuti tahunan pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13.Pimpinan tidak boleh melakukan diskriminasi tehadap pekerja yang akan\nmengambil cuti.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 29: Istirahat Haid\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-menstruationleave\">\u003Cp>Istirahat haid adalah suatu keadaan dimana pekerja wanita tidak diwajibkan\nbekerja pada hari pertama dan kedua waktu haid, dengan pemberitahuan dan bukti\nsecara resmi dari yang bersangkutan, melalui formulir yang disediakan oleh\nklinik yang disiapkan oleh perusahaan. Pemberlakuan istirahat Haid diatur\nsebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pekerja wanita yang merasakan sakit pada saat haid tidak diwajibkan\nbekerja pada hari pertama dan kedua haid.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengusaha wajib memberikan ijin kepada pekerja yang akan mengambil\nistirahat haid.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja yang mengambil istirahat haid berhak atas upah penuh.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 30: Cuti Melahirkan Dan Cuti Keguguran\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleave\">\u003Cp>1.Pekerja berhak atas cuti melahirkan dan cuti keguguran.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveall\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveduration\">\u003Cp>2.Pekerja wanita harus mengambil cuti melahirkan 45 hari kerja sebelum\nmelahirkan maka haknya hanya diberikan cuti sebanyak 45 hari kerja setelah\nmelahirkan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Apabila hak cuti telah diambil ternyata terjadi kelahiran dismatur\n(kelahiran melebihi TP\u002Fbatas normal) maka selebihnya dihitung ijin biasa (upah\ntetap dihitung) dan diajukan ke personalia masing masing paling lama 40 (empat\npuluh) hari kecuali disertai dengan surat keterangan dari bidan\u002Fdokter.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Karyawati dengan usia kehamilan minggu ke 30 harus mengajukan cuti\nmelahirkan ke personalia 1 (satu) minggu sebelum pelaksanaan cuti dengan\nmelampirkan hasil USG dan surat keterangan cuti melahirkan yang diberikan atau\ntelah disetujui oleh poliklinik perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityotherclause\">\u003Cp>5.Bagi karyawati yang hamil kemudian keguguran maka berhak cuti 45 hari\nkerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 31: Izin Sakit\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pekerja yang tidak dapat masuk kerja karena sakit, wajib menyerahkan surat\nketerangan sakit dari dokter atau tim medis yang memeriksa kepada personalia\npaling lambat 2 (dua) hari kerja dari tanggal masuk. Apabila melewati batas\nwaktu yang telah ditentukan pekerja yang bersangkutan tidak memenuhi\nkewajibannya maka akan dianggap sakit tanpa surat dokter\u002Fsakit biasa atau\ndikompensasikan dengan hak cuti tahunan apabila masih mempunyai hak cuti\ntahunan setelah dipotong cuti massal (cuti Idul Fitri)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdaysnr\">\u003Cp>2.Pekerja yang sakit berkepanjangan dan tidak lebih dari 1 (satu) tahun,\nsurat keterangan dokter yang memeriksa dapat diserahkan 1 (satu) kali\nseminggu.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SICDIS_trigger\">\u003Cp>3.Pekerja yang tidak dapat bekerja karena sakit dengan bukti surat\nketerangan dokter yang sah berhak atas upah penuh.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4.Perusahaan dapat menolak surat keterangan sakit yang dikeluarkan oleh\nBalai Pengobatan atau Yayasan yang tidak mendapat ijin dan diakui oleh instansi\nterkait.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VII: PENGUPAHAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 32: Pengertian Umum\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Yang dimaksud dengan upah adalah penghasilan pekerja yang diterima dari\nperusahaan sebagai imbalan atas segala kegiatan yang telah dilakukan oleh\npekerja bagi kepentingan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Sistem pengupahan terdiri dari :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Upah pekerja bagi pekerja bulanan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Upah perbulan bagi pekerja bulanan All In.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Upah bagi karyawan\u002Fwati yang memiliki jabatan tertentu, upahnya harus\nlebih besar daripada upah\u002Fgaji karyawan\u002Fwati dibawahnya (operator).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-COMMUTE_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-commutingallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-commutingallowancetype1\">\u003Cp>3.Komponen Upah terdiri atas:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SENIOR_trigger\">\u003Cp>a.Gaji Pokok, Termasuk Upah Minimum Sektoral dan Tunjangan Masa Kerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>b.Tunjangan Jabatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Tunjangan Khusus.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Transportasi.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>e.Intensif kehadiran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Sesuai dengan ketentuan Undang-undang tentang Pajak penghasilan (Pph.21),\nUpah yang diterima dalam bentuk uang oleh pekerja akan dipungut pajak, yang\nditanggung oleh pekerja yang bersangkutan, dan perusahaan sebagai wajib pungut\nakan menyetorkannya kepada instansi yang berwenang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Upah akan dibayarkan satu bulan sekali, setiap tanggal 10 bulan berikutnya\ndan apabila tanggal tersebut jatuh pada hari libur maka pembayaran upahnya pada\n1 hari sebelum libur berikutnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Pengusaha wajib memberikan tunjangan jabatan pada setiap pekerja yang\nmemangku jabatan sesuai tugas dan tanggung jawabnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 33: Upah Lembur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pada dasarnya kerja lembur adalah sukarela dan harus mendapat persetujuan\ndari perusahaan, kecuali dalam hal-hal :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>•Keadaan darurat, yang apabila tidak segera diselesaikan akan dapat\nmembahayakan keselamatan dan kesehatan pekerja, atau perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>•Dalam hal pekerja yang harus segera diselesaikan, yang apabila tidak\nselesai akan menimbulkan kerugian besar pada perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-OVERTIME_trigger\">\u003Cp>2.Perhitungan upah lembur diatur berdasarkan pada peraturan dan\nperundang-undangan yang berlaku sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype_general\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1\">\u003Cp>a.Kerja lembur Pada hari biasa :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>•Untuk satu jam kerja lembur pertama dibayar satu setengah (1,5) kali upah\nperjam.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>•Untuk jam kerja lembur kedua dan seterusnya dibayar (2) kali upah\nsejam.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype_general\">\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SUNDAY_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowanceperc1\">\u003Cp>b.Kerja lembur pada hari istirahat mingguan atau hari raya resmi nasional\n:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>•Untuk sampai tujuh jam pertama atau lima pertama apabila hari liburnya\njatuh pada hari kerja terpendek dibayar dua (2) kali upah sejam.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>•Untuk jam kedelapan atau jam keenam apabila hari liburnya jatuh pada hari\nkerja terpendek dibayar tiga (3) kali upah sejam.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>•Dan jam berikutnya\u002Fselebihnya dibayar empat (4) kali upah sejam.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>c.Perhitungan upah sejam adalah ( 1 : 173 ) x Upah Pokok (Gaji pokok dan\ntunjangan jabatan).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype1\">\u003Cp>d.Ketentuan upah lembur ini tidak berlaku bagi pekerja dengan sistem upah\nAll-in.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 34: Tunjangan Jabatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Tunjangan jabatan adalah tunjangan yang diberikan perusahaan kepada\npekerja berdasarkan jabatannya dalam perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Besarnya tunjangan jabatan ditentukan menurut tingkat dan jabatannya, yang\nditetapkan tersendiri oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Apabila pekerja tidak memangku jabatan tersebut oleh karena apapun, maka\ntunjangan jabatannya secara otomatis akan hilang (tidak diterimanya).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 35: Premi Shift\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-shiftallowanceamount1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-shiftallowancetype1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-NOCTPREM_trigger\">\u003Cp>Khusus pekerja shift perusahaan memberikan premi shift yang diperhitungkan\nberdasarkan kehadiran. Dan untuk pekerja shift dua (2) premi shift yang\ndiberikan sebesar Rp 2.500\u002Fhari, sedangkan untuk pekerja pada shift tiga (3) Rp\n3.500\u002Fhari.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 36: Premi Hadir Dan Premi Lain-Lain\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Premi Hadir\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Premi Hadir ialah premi yang dibayarkan berdasarkan kehadiran kerja selama\nperiode satu bulan kalender sebesar Rp 20.000 (dua puluh ribu rupiah).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Premi hadir akan dipotong atau hilang apabila pekerja mangkir satu (1)\nhari kerja dalam satu (1) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Apabila karyawan\u002Fwati sakit 1(satu) hari dalam 1(satu) bulan, premi hadir\nakan dibayarkan ½, dan jika sakit 2 (dua) hari secara otomatis premi hadir\nakan hilang (tidak dibayar).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Premi Lain-lain\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Premi lain-lain ialah premi perbulan yang diberikan kepada pekerja\ntertentu atau jabatan tertentu oleh perusahaan yang besarnya variatif\nberdasarkan kebijakan pimpinan perusahaan melihat kondisi perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Premi lain-lain akan dipotong atau hilang apabila pekerja mangkir satu (1)\nhari kerja dalam satu bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 37: Tunjangan Hari Raya\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE_trigger\">\u003Cp>1.Tunjangan Hari Raya Keagamaan yang selanjutnya disebut THR adalah\npendapatan non upah yang wajib dibayarkan oleh Pengusaha kepada Pekerja\u002FBuruh\natau keluarganya menjelang Hari Raya Keagamaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Besaran perhitungan Tunjangan Hari Raya, mengacu kepada Peraturan menteri\ntenaga kerja Nomor 06\u002FTahun\u002F2016 pasal 3 sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusdays1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype2\">\u003Cp>a.Pekerja\u002FBuruh yang telah mempunyai masa kerja dua belas 12 (dua belas)\nbulan secara terus menerus atau lebih, diberikan sebesar 1 (satu) bulan\nupah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>b.Pekerja yang telah mempunyai masa kerja satu (1) bulan secara terus\nmenerus tetapi kurang dari dua belas (12) bulan, diberikan secara proporsional\nsesuai masa kerja dengan perhitungan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>•(Masa kerja \u002F 12 x Upah sebulan)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. PRESENTASE (%) THR\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>•Masa kerja &gt; dari 1 bulan &lt; 1 tahun Proporsional.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>•Masa kerja 1 (satu) tahun atau lebih 100% (seratus persen).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Patokan perhitungan masa kerja adalah tanggal jatuhnya hari raya yang\nditetapkan oleh pemerintah setiap tahunnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusdate\">\u003Cp>4. Tunjangan Hari Raya diberikan oleh pengusaha kepada pekerja agar yang\nbersangkutan dapat merayakan hari raya dan diberikan sekurang-kurangnya atau\nselambat-lambatnya satu (1) minggu sebelum hari raya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>5. Dalam hal pekerja berhenti oleh sebab apapun pada waktu paling lama tiga\npuluh (30) hari sebelum hari raya (hari pertama puasa), maka perusahaan tetap\nmemberikan tunjangan hari raya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Untuk Persentase THR telah di tuangkan dalam Adendum PKB pada hari Senin\ntanggal 12 Agustus 2019.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VIII: JAMINAN SOSIAL, FASILITAS DAN BANTUAN \u002F SUMBANGAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 38: Jaminan Sosial Tenaga Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perusahaan PT. Bees Footwear Inc mengikutsertakan pekerja dalam program BPJS\nKetenagakerjaan, dan BPJS Kesehatan. Dengan pertanggungan premi yang dibayarkan\nsebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>A. BPJS Ketenagakerjaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilityfund\">\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpay\">\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003C\u002Ftr>\u003Ctr>\u003Ctd>No\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Program\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Premi yang di tanggung perusahaan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Premi yang di tanggung pekerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jumlah Premi\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>1\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jaminan Kecelakaan Kerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>0,89 %\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>0,89 %\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003Ctr>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>2\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jaminan Kematian\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>0,30 %\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>0,30 %\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>3\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jaminan Hari Tua\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3,70 %\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2,00%\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>5,70 %\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurance\">\u003Cp>B.BPJS Kesehatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>No\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Program\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Premi yang di tanggung perusahaan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Premi yang di tanggung pekerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jumlah Premi\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>1\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jaminan Kesehatan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>4,00%\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1,00%\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>5,00%\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-pensionfund\">\u003Cp>C.BPJS Pensiun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>No\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Program\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Premi yang di tanggung perusahaan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Premi yang di tanggung pekerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jumlah Premi\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>1\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jaminan Pensiun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2,00%\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1,00%\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3,00%\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 39: Pelayanan Kesehatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccess\">\u003Cp>1. Perusahaan menyediakan klinik didalam lokasi perusahaan bagi pekerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Selain Klinik didalam lokasi pabrik, perusahaan juga telah memenjamin\npekerja dengan program BPJS Kesehatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Tata cara pengunaannya diatur sesuai prosedur dan Standar Pelayaan\nKesehatan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 40: Sumbangan Kedukaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpaytype\">\u003Cp>1. Pekerja meninggal dunia dan telah melaksanakan pekerjaan kepada ahli\nwarisnya yang sah diberikan bantuan sumbangan kedukaan sebesar Rp 2.000.000\n(dua juta rupiah).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Perusahaan memberikan bantuan uang pemakaman sebesar Rp. 1.000.000,-\n(satu juta rupiah)\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3. Selain Sumbangan tersebut dalam ayat satu (1) diatas ahli waris pekerja\nyang sah juga mendapatkan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>•Upah pada bulan pekerja meninggal secara penuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>•Hak- hak pekerja sebagaimana diatur dalam peraturan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>•Hak-hak Asuransi BPJS Ketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Untuk mendapatkan sumbangan tersebut sebagaimana dimaksud dalam\nkesepakatan bersama ini, maka keluarga pekerja atau ahli waris pekerja harus\nmenyerahkan surat-surat atau dokumen yang diperlukan dari yang berwenang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Uang duka :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>•Untuk anak, istri, suami pekerja yang meninggal sebesar Rp. 500.000 (Lima\nRatus Ribu Rupiah).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>•Untuk orang tua kandung pekerja yang meninggal sebesar Rp. 300.000 (Tiga\nRatus Ribu Rupiah).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 41: Fasilitas Transportasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perusahaan menyediakan fasilitas transportasi bus antar jemput pekerja\ntertentu untuk pulang-pergi kelokasi kerja dengan arah atau route yang telah\nditentukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 42: Fasilitas Makan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-mealvouchers\">\u003Cp>1. Perusahaan menyediakan fasilitas makan bagi pekerja di kantin perusahaan\npada jam istirahat di setiap shiftnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Fasilitas makan tersebut diberikan dalam bentuk makanan yang disediakan\noleh catering yang ditunjuk oleh perusahaan dan tidak dapat ditukar dengan\nuang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-MEALALL_trigger\">\u003Cp>3.Perusahaan dapat memberikan pengatian makan dengan uang, dengan ketentuan\n:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Karena suatu sebab, perusahaan tidak dapat menyediakan makan dikantin.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Dalam pekerja sedang menjalankan ibadah puasa dibulan Ramadhan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-mealvouchersamount\">\u003Cp>c. Besarnya uang penganti makan tersebut daiatas seharga satu (1) porsi\nnilai makan dikantin perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 43: Fasilitas Ekstra Fooding\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Khusus bagi pekerja dibagian tertentu (pekerja yang berhubungan langsung\ndengan zat kimia) sebanyak 4 kaleng sebulan dan melaksanakan pekerjaan dimalam\nhari (shift 3), perusahaan memberikan Ekstra Fooding, yang diusulkan oleh\nBagiannya dan mendapat persetujuan oleh Pimpinan Perusahaaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 44: Fasilitas Perjalanan Dinas\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pekerja yang melakukan perjalanan dinas luar dengan seijin pimpinan,\nperusahaan menyediakan kendaraan transportasi, jika hal tersebut tidak\ndiberikan maka kepada pekerja yang melaksanakan tugas tersebut akan diberikan\nuang perjalanan dinas sebagai penganti uang transport.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Yang dimaksud dengan perjalanan dinas adalah, melakukan tugas dari\nperusahaan keluar kota berdasarkan surat perjalanan dinas dari atasannya maupun\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Biaya perjalanan dinas dimaksud adalah sebagai penganti biaya, makan,\npenginapan dan lain-lain yang berhubungan dengan kedinasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Biaya perjalanan dinas ditetapkan tersendiri oleh perusahaan dengan\naturan tersendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 45: Fasilitas Peribadatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan menyediakan Masjid dan musholla bagi pekerja untuk menjalankan\naktifitas ibadahnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekerja wajib memelihara dan menjaga tempat peribadatan tersebut dari\nsegala penyalahgunaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Perusahaan wajib menyediakan fasilitas peribadatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 46: Fasilitas Serikat Pekerja\u002FBuruh\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan harus memberikan fasilitas kantor untuk serikat pekerja\u002Fburuh\nyang ada di PT. Bees Footwear inc Sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>A.Kantor yang berada didalam perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>B.Kursi dan Meja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>C.Komputer dan printer\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>D.AC\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>E.Dispenser\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>F.Internet\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>G.Rak File\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 47: Alat-Alat Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan menyediakan alat atau peralatan dan perlengkapan kerja secara\nCuma-Cuma sebagai alat pendukung pekerjaanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekerja diwajibkan merawat alat-alat kerja tersebut dan menyimpannya pada\ntempat yang ditentukan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Dalam hal terjadi kerusakan\u002Fhabis pada alat - alat tersebut dapat\ndilakukan penukaran\u002Fpengantian, dengan ketentuan menunjukan alat kerja yang\nlama\u002Frusak kepada petugas yang ditunjuk Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Untuk kehilangan alat-alat kerja atau barang milik perusahaan yang\ndisebabkan oleh kelalaian pekerja, maka pekerja yang bersangkutan diwajibkan\nmenganti sepenuhnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Tanpa ijin\u002Fpersetujuan pimpinan, pekerja dilarang untuk meminjakan atau\nmemberikan alat kerjanya kepada pekerja atau orang lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 48: Tentang Barang Milik Perusahaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Setiap pekerja diwajibkan ikut memelihara barang milik perusahaan, dan\napabila diketahui ada kerusakan segera melaporkannya kepada pimpinan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Setiap pekerja dilarang membawa, merusak, memindahkan, meminjamkan\nbarang-barang milik perusahaan tanpa ijin pimpinan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pada saat-saat yang diperlukan petugas keamanan berwenang mengadakan\npemeriksaan badan, kendaraan dan lainnya dalam batas batas kesopanan, dan\nsetiap pekerja harus mematuhinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Apabila pekerja karena sesuatu sebab putus hubungan kerja, maka barang\nmilik perusahaan yang ada padanya harus dikembalikan, dan jika hilang\u002Ftidak\ndapat mengembalikannya, pekerja yang bersangkutan harus menggantinya dengan\nuang sebesar harga barang tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Setiap pekerja yang mendapat perlengkapan kerja dari perusahaan, gunakan\ndan rawat dengan sebaikbaiknya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IX: PERLINDUNGAN, KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 49: Keselamatan Dan Kesehatan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetytraining\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetypolicy\">\u003Cp>Perusahaan dan Serikat Pekerja menyadari akan pentingnya masalah keselamatan\ndan kesehataan kerja. Untuk itu kedua belah pihak akan berusaha untuk mencegah\ndan menghindari kemungkinan-kemungkinan timbulnya kecelakaan kerja yang dapat\nmenimpa pekerja. Perusahaan akan memberikan pelatihan dan pendidikan tentang K3\ndi tempat kerja pada seluruh karyawan\u002Fti.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 50: Perlindungan, Keselamatan Dan Kesehatan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja, setiap pekerja wajib untuk\nmematuhi dan mentaati setiap peraturan keselamatan dan kesehatan kerja yang\ntelah ditetapkan oleh perusahaan yaitu :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Sebelum menjalankan mesin atau peralatan kerja, pekerja harus memeriksa\ndan meneliti terlebih dahulu mesin\u002Fperalatan kerjanya dan mengenakan\nperlengkapan kerja yang diperlukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Tempat kerja harus tetap terjaga kebersihan dan kerapiannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Pekerja dilarang meletakan bahan atau alat-alat kerja tidak pada\ntempatnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Pekerja tidak diperbolehkan memindahkan dan mengubah letak atau bentuk\nalat-alat kerja, keselamatan kerja, pemadam kebakaran dan sebagainya tanpa ijin\ndari pimpinan\u002Fatasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Pekerja tidak diperbolehkan menjalakan mesin atau alat-alat yang bukan\nmenjadi bagian dari pekerjaanya, kecualiatas perintah pimpinan\u002Fatasanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Pekerja harus tetap teliti dalam menjalankan mesin atau alat-alat kerja\ndengan memenuhi prosedur\u002Fpetunjuk kerja (SOP), dan segera menghentikannya\napabila terdapat tanda bahaya serta segera melaporkan kepada atasnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 51: Perlengkapan, Keselamatan Dan Kesehatan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-protectiveclothing\">\u003Cp>1. Perusahaan menyediakan alat-alat perlengkapan kerja untuk menjamin\nkeselamatan pekerja dengan melaksanakan pekerjaannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekerja wajib mengunakan perlengkapan kerja yang telah disediakan oleh\nperusahaan dan apabila tidak digunakan maka pekerja dapat diberikan sanksi\nperingatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pekerja wajib memelihara perlengkapan kerja yang telah disediakan oleh\nperusahaan, dan bila mana hilang atau rusak akibat kelalaian pekerja sendiri\nmaka dapat dikenakan sanksi sesuai pada ketentuan dalam PKB ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Untuk pergantian APD disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 52: Pakaian, Keselamatan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pakaian Kerja diberikan kepada :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Pakaian kerja diberikan kepada pekerja yang berhubungan dengan tempat,\nbahan dan jenis pekerjaan yang berbahaya bagi keselamatan dan kesehatan\nkerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pakaian kerja disesuaikan dengan standar keselamatan dan kesehatan\nkerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pemberian pakaian kerja diberikan secara cuma-cuma sesuai dengan\nkebutuhan 1 (satu) tahun diberikan 2 (dua) potong sesuai dengan kondisi\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 53: Ketentuan Penerimaan Keluh Kesah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha dilarang ikut campur tangan\u002F intervensi pada waktu Serikat\nPekerja menerima pengaduan\u002F keluh kesah dari pekerja secara perorangan atau\nmelalui perwakilan\u002F kelompok.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Serikat Pekerja dilarang ikut campur tangan\u002Fintervensi pada waktu\npengusaha\u002F manajemen menerima pengaduan\u002F keluh kesah dari pekerja secara\nperorangan atau melalui perwakilan\u002F kelompok.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pengusaha dan Serikat Pekerja bisa secara bersama-sama menerima keluh\nkesah karyawan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 54: Prosedur Penyampaian Keluh Kesah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pekerja yang menyampaikan pengaduan \u002F keluh kesah secara perorangan atau\nbersama-sama, tidak mengganggu jam kerja \u002F produksi kecuali keadaan memaksa.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekerja berhak menyampaikan pengaduan \u002F keluh kesah menggunakan alat\nkomunikasi \u002F telepon milik perusahaan apabila hal-hal yang mendesak, agar tidak\nmeninggalkan tempat kerja \u002F mengganggu kelancaran kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 55: Langkah-Langkah Penyelesaian Keluh Kesah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pengusaha dan Serikat Pekerja setelah menerima pengaduan\u002Fkeluh kesah, akan\nmelakukan langkah langkah tindakan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Mengadakan wawancara dengan pekerja yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Mengadakan wawancara dengan pekerja lainnya, untuk mencari bukti-bukti\nakurat yang dapat dipertanggungjawabkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Mengadakan penelitian apakah kasus\u002Fpermasalahan tersebut, pernah\nterjadi\u002Fbelum dan atau pernah diatur atau belum.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Menguji dengan ketentuan yang ada dan peraturan normatif yang ada\u002Fyang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Membicarakan dalam rapat pengurus serikat pekerja\u002F serikat buruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Menetapkan kebijakan yang diambil serta tahap-tahapnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Mengajukan kepada pengusaha untuk diadakan upaya perundingan secara\nbipartit, sehingga permasalahan tersebut tidak mencuat keluar dan tidak\ndiketahui oleh masyarakat umum.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Menyampaikan penjelasan kepada pengadu\u002Fpenyampai keluh kesah setelah ada\nkeputusan kesepakatan bersama antara Serikat Pekerja dengan Pengusahan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 56: Sumbangan ( Partisipasi ) Perusahaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha memberikan kesempatan\u002Fijin kepada pekerja yang ingin memberi\nbantuan secara sukarela dalam bentuk uang\u002Fbarang sebagai ungkapan turut berduka\ncita kepada pekerja atau orang tua pekerja yang terkena musibah kematian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekerja meninggal dunia ahli warisnya mendapatkan sumbangan duka dari\nperusahaan, sebagaimana pasal 43 (Sumbangan Kedukaan) dalam PKB ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 57: Koperasi Karyawan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha memberikan kesempatan kepada pekerja untuk membentuk dan\nmenjadi anggota serta pengurus, guna mengelola koperasi dengan tujuan untuk\nmeningkatkan kesejahteraan bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengusaha dan Serikat Pekerja secara bersama-sama mengusahakan akan\nmeningkatkan kesejahteraan pekerja melalui koperasi pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pengusaha bersama-sama Serikat Pekerja berusaha membentuk team badan\npengawas koperasi pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pengusaha menyediakan fasilitas kantor dan gedung yang memadai untuk\nkegiatan usaha koperasi pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Pengusaha wajib memberi kesempatan kepada pengurus koperasi untuk\nmengembangkan usaha koperasi dan bekerjasama dengan pihak lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 58: Pelayanan Kesehatan Perusahaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha menyediakan pelayanan kesehatan untuk melayani kesehatan dan\nkeselamatan pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pengusaha menyediakan pelayanan kesehatan untuk pelayanan observasi\nsebelum dirujuk ke RS Serang atau RS lain atas rekomendasi dokter\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-nursingfacilities\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-nursingmothers\">\u003Cp>3. Fasilitas ruangan pojok asi yang harus dilengkapi dengan alat-alat pompa\ndan ruangan yang nyaman.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4. Perusahaan menyediakan kendaraan untuk keadaan darurat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB X: PENUTUP\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 59: Perjanjian Kerja Bersama Dan Ketentuan Terdahulu\u002FSebelumnya\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Perjanjian Kerja Bersama ini menggantikan Perjanjian Kerja Bersama yang\ntelah habis masa berlakunya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Perjanjian Kerja Bersama ini dibuat dalam rangkap tiga (3) yang sama\nbunyinya dan mempunyai kekuatan hukum yang sama yang disampaikan kepada Pihak\nPersonalia, Serikat Pekerja dan Departement Tenaga Kerja dan Transmigrasi\nRepublik Indonesia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Perjanjian Kerja bersama ini harus di bagikan ke seluruh pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 60: Jangka Waktu Berlakunya Perjanjian Kerja Bersama\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end_date\">\u003Cp>1. Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku sejak tanggal di tanda tanggani dan\nmengikat kedua belah pihak selama dua (2) tahun dan dapat diperpanjang kembali\natas kesepakatan bersama.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Tiga bulan sebelum berakhirnya masa berlakunya Perjanjian Kerja Bersama\nini, kedua belah pihak atau salah satu pihak harus mengajukan permohonan secara\ntertulis untuk merundingkan Perjanjian Kerja Bersama yang baru.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Selama belum tercapai perjanjian kerja bersama yang baru, setelah\nberakhirnya masa berlaku perjanjian kerja bersama ini, maka ketentuan-ketentuan\ndalam perjanjian kerja bersama akan tetap berlaku hingga ditanda tanggani\nperjanjian kerja bersama yang baru, dengan ketentuan tidak lebih dari satu (1)\ntahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 61: Ketentuan Peralihan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1. Hal-hal yang belum diatur dalam perjanjian kerja bersama ini, tetapi\nsudah diatur dalam perjanjian kerja perorangan, sepanjang tidak bertentangan\ndengan perjanjian kerja bersama ini, dinyatakan masih berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Penjabaran dari perjanjian kerja bersama ini akan dituangkan dalam\nperaturan pelaksana yang berpedoman kepada perjanjian kerja bersama, Setiap\nperubahan pelaksanaan ini perjanjian kerja bersama ini dimusyawarahkan terlebih\ndahulu antara kedua belah pihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PIHAK – PIHAK YANG MENGADAKAN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start_date\">\u003Cp>PERJANJIAN KERJA BERSAMA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ditanda-tanggani di Serang Tanggal 12 Agustus 2019\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PIMPINAN PERUSAHAAN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PT.BEES FOOTWEAR INC\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Kim Dong Kwang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Presiden Direktur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Nur Rafika\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>HRD Ass. Manager\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PUK SP TSK SPSI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PT. BEES FOOTWEAR INC.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Cucu Tisna Werdaya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ketua PUK SP-TSK SPSI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayi Usman Farid\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Wk. Ketua\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Falahi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sekretaris\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Wati\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Wakses Bidang Pembelaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ahmad Herawasih\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Wk ketua Bidang Kesejahteraan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PSP SPN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PT. BEES FOOTWEAR INC.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Abdullah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ketua PSP.SPN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Bakhreni\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sekretaris\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Rumsilah Sari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Wak.Bid Advokasi &amp; Pembelaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ely Helfiana\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Wak Bid Organisasi &amp; Kaderisasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ernalia\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pendidikan dan Latihan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>KSPN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PT. BEES FOOTWEAR INC\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Samuri\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ketua KSPN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dewi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sekretaris\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Liana Wati\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Bendahara\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>DIKETAHUI OLEH :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI KABUPATEN SERANG\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>( H. R. SETIAWAN, SH, M.Si )\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>NIK 196.106.041.989.031.007\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\n",{"cbadate_start_date":46,"cbadate_end_date":50,"pensionfund":54,"disabilityfund":58,"contracttrial":62,"contracttrialperiod":66,"SICDIS_trigger":68,"menstruationleave":72,"disabilitypay":76,"healthcareaccess":80,"healthinsurance":84,"healthandsafetypolicy":88,"protectiveclothing":92,"healthandsafetytraining":96,"funeralpay":98,"funeralpaytype":102,"paidmaternityleave":106,"paidmaternityleaveduration":110,"maternityotherclause":114,"paidpaternityleave":118,"paidpaternityleaveduration":122,"deathrelatives":124,"nursingmothers":128,"nursingfacilities":132,"discrimination":134,"hourspday_select":138,"dayspweek_select":142,"PAIDLEAV_trigger":144,"holidaysdays":148,"holidaysweeks":152,"bankholidays1":154,"ONCERISE_trigger":158,"incidentalbonustype":162,"incidentalbonustype2":164,"incidentalbonusdays1":168,"incidentalbonusdate":170,"NOCTPREM_trigger":174,"shiftallowancetype1":178,"hoursovertimemax":180,"MAXHOURS_trigger":184,"SCHEDULE_trigger":188,"schedulesrestpw":192,"OVERTIME_trigger":196,"overtimeallowancetype_general":200,"overtimeallowancetype1":204,"SUNDAY_trigger":208,"overtimeallowancetype":212,"overtimeallowanceperc1":215,"sundayallowancetype":217,"sundayallowancetype1":219,"SENIOR_trigger":221,"mealvouchers":225,"mealvouchersamount":229,"contractseverancepay":233,"contractseverancepay1":237,"severance_number":239,"severance_number_1_tenure":241,"severance":243,"sicknesspay":245,"maxsicknesspay":249,"maxsicknesspaytype":251,"sicknessmaxdays":253,"paidmaternityleaveall":255,"sicknessmaxdaysnr":257,"alternatives":261,"violence":265,"hourspday":269,"hourspweek_select":271,"hourspweek":273,"dayspweek":275,"holidaysfixed":277,"holidaysfixeddays":279,"LOWWAGE_trigger":281,"LOWWAGE_government":285,"LOWWAGE_provision":287,"lowwageperiod":289,"shiftallowanceamount1":291,"sundayallowanceperc1":293,"COMMUTE_trigger":295,"commutingallowancetype":299,"commutingallowancetype1":301,"MEALALL_trigger":303,"lowwageamount":307},{"bindId":47,"name":48,"text":49},"cbadate_start_date","PERJANJIAN KERJA BERSAMA Ditanda-tanggan","PERJANJIAN KERJA BERSAMA\n\n\n\nDitanda-tanggani di Serang Tanggal 12 Agustus 2019",{"bindId":51,"name":52,"text":53},"cbadate_end_date","1. Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku ","1. Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku sejak tanggal di tanda tanggani dan\nmengikat kedua belah pihak selama dua (2) tahun dan dapat diperpanjang kembali\natas kesepakatan bersama.",{"bindId":55,"name":56,"text":57},"pensionfund","C.BPJS Pensiun No Program Premi yang di ","C.BPJS Pensiun\n\n\n  \n  \n  \n  \n  \n  \n  \n    \n      No\n      Program\n      Premi yang di tanggung perusahaan\n      Premi yang di tanggung pekerja\n      Jumlah Premi\n    \n    \n      1\n      Jaminan Pensiun\n      2,00%\n      1,00%\n      3,00%\n    \n  \n",{"bindId":59,"name":60,"text":61},"disabilityfund","1 Jaminan Kecelakaan Kerja 0,89 % - 0,89","1\n      Jaminan Kecelakaan Kerja\n      0,89 %\n      -\n      0,89 %",{"bindId":63,"name":64,"text":65},"contracttrial","2.Bagi pekerja yang perjanjian kerjanya ","2.Bagi pekerja yang perjanjian kerjanya untuk waktu tidak tertentu (PKWTT)\nmaka dilakukan masa percobaan yang jangka waktunya paling lama 3 (tiga)\nbulan.",{"bindId":67,"name":64,"text":65},"contracttrialperiod",{"bindId":69,"name":70,"text":71},"SICDIS_trigger","3.Pekerja yang tidak dapat bekerja karen","3.Pekerja yang tidak dapat bekerja karena sakit dengan bukti surat\nketerangan dokter yang sah berhak atas upah penuh.",{"bindId":73,"name":74,"text":75},"menstruationleave","Istirahat haid adalah suatu keadaan dima","Istirahat haid adalah suatu keadaan dimana pekerja wanita tidak diwajibkan\nbekerja pada hari pertama dan kedua waktu haid, dengan pemberitahuan dan bukti\nsecara resmi dari yang bersangkutan, melalui formulir yang disediakan oleh\nklinik yang disiapkan oleh perusahaan. Pemberlakuan istirahat Haid diatur\nsebagai berikut :\n\n1.Pekerja wanita yang merasakan sakit pada saat haid tidak diwajibkan\nbekerja pada hari pertama dan kedua haid.\n\n2.Pengusaha wajib memberikan ijin kepada pekerja yang akan mengambil\nistirahat haid.\n\n3.Pekerja yang mengambil istirahat haid berhak atas upah penuh.",{"bindId":77,"name":78,"text":79},"disabilitypay","5.Pekerja berhak memperoleh ganti rugi a","5.Pekerja berhak memperoleh ganti rugi atas gangguan\u002F cacat badan yang\ndiakibatkan kecelakaan dalam melakukan tugas perusahaan sesuai dengan ketentuan\nPT. BPJS Ketenagakerjaan.",{"bindId":81,"name":82,"text":83},"healthcareaccess","1. Perusahaan menyediakan klinik didalam","1. Perusahaan menyediakan klinik didalam lokasi perusahaan bagi pekerja.",{"bindId":85,"name":86,"text":87},"healthinsurance","B.BPJS Kesehatan No Program Premi yang d","B.BPJS Kesehatan\n\n\n  \n  \n  \n  \n  \n  \n  \n    \n      No\n      Program\n      Premi yang di tanggung perusahaan\n      Premi yang di tanggung pekerja\n      Jumlah Premi\n    \n    \n      1\n      Jaminan Kesehatan\n      4,00%\n      1,00%\n      5,00%",{"bindId":89,"name":90,"text":91},"healthandsafetypolicy","Perusahaan dan Serikat Pekerja menyadari","Perusahaan dan Serikat Pekerja menyadari akan pentingnya masalah keselamatan\ndan kesehataan kerja. Untuk itu kedua belah pihak akan berusaha untuk mencegah\ndan menghindari kemungkinan-kemungkinan timbulnya kecelakaan kerja yang dapat\nmenimpa pekerja. Perusahaan akan memberikan pelatihan dan pendidikan tentang K3\ndi tempat kerja pada seluruh karyawan\u002Fti.",{"bindId":93,"name":94,"text":95},"protectiveclothing","1. Perusahaan menyediakan alat-alat perl","1. Perusahaan menyediakan alat-alat perlengkapan kerja untuk menjamin\nkeselamatan pekerja dengan melaksanakan pekerjaannya.\n\n2. Pekerja wajib mengunakan perlengkapan kerja yang telah disediakan oleh\nperusahaan dan apabila tidak digunakan maka pekerja dapat diberikan sanksi\nperingatan.\n\n3. Pekerja wajib memelihara perlengkapan kerja yang telah disediakan oleh\nperusahaan, dan bila mana hilang atau rusak akibat kelalaian pekerja sendiri\nmaka dapat dikenakan sanksi sesuai pada ketentuan dalam PKB ini.\n\n4. Untuk pergantian APD disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.",{"bindId":97,"name":90,"text":91},"healthandsafetytraining",{"bindId":99,"name":100,"text":101},"funeralpay","2 Jaminan Kematian 0,30 % - 0,30 %","2\n      Jaminan Kematian\n      0,30 %\n      -\n      0,30 %",{"bindId":103,"name":104,"text":105},"funeralpaytype","1. Pekerja meninggal dunia dan telah mel","1. Pekerja meninggal dunia dan telah melaksanakan pekerjaan kepada ahli\nwarisnya yang sah diberikan bantuan sumbangan kedukaan sebesar Rp 2.000.000\n(dua juta rupiah).\n\n2. Perusahaan memberikan bantuan uang pemakaman sebesar Rp. 1.000.000,-\n(satu juta rupiah)",{"bindId":107,"name":108,"text":109},"paidmaternityleave","1.Pekerja berhak atas cuti melahirkan da","1.Pekerja berhak atas cuti melahirkan dan cuti keguguran.",{"bindId":111,"name":112,"text":113},"paidmaternityleaveduration","2.Pekerja wanita harus mengambil cuti me","2.Pekerja wanita harus mengambil cuti melahirkan 45 hari kerja sebelum\nmelahirkan maka haknya hanya diberikan cuti sebanyak 45 hari kerja setelah\nmelahirkan.",{"bindId":115,"name":116,"text":117},"maternityotherclause","5.Bagi karyawati yang hamil kemudian keg","5.Bagi karyawati yang hamil kemudian keguguran maka berhak cuti 45 hari\nkerja.",{"bindId":119,"name":120,"text":121},"paidpaternityleave","c.Istri pekerja melahirkan atau kegugura","c.Istri pekerja melahirkan atau keguguran kandungan : 2 hari",{"bindId":123,"name":120,"text":121},"paidpaternityleaveduration",{"bindId":125,"name":126,"text":127},"deathrelatives","e.Istri\u002Fsuami\u002Fanak\u002Forang tua\u002Fmertua) men","e.Istri\u002Fsuami\u002Fanak\u002Forang tua\u002Fmertua) meninggal dunia : 2 hari\n\nf.Anggota keluarga dalam satu rumah meninggal dunia : 1 hari",{"bindId":129,"name":130,"text":131},"nursingmothers","3. Fasilitas ruangan pojok asi yang haru","3. Fasilitas ruangan pojok asi yang harus dilengkapi dengan alat-alat pompa\ndan ruangan yang nyaman.",{"bindId":133,"name":130,"text":131},"nursingfacilities",{"bindId":135,"name":136,"text":137},"discrimination","Pemberian saksi sebagaimana yang dimaksu","Pemberian saksi sebagaimana yang dimaksud pada Pasal. 25 dari Perjanjian\nKerja Bersama ini, tidak dapat didasari pada sifat maupun sikap yang\ndiskriminasi terkait dengan pekerjaan dilingkungan perusahaan.",{"bindId":139,"name":140,"text":141},"hourspday_select","1.Penetapan waktu kerja didasarkan kepad","1.Penetapan waktu kerja didasarkan kepada kebutuhan perusahaan dengan\nmengindahkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, yang menetapkan jumlah\njam kerja 7 jam kerja sehari, atau 40 jam kerja seminggu untuk 6 hari kerja\natau jumlah jam kerja kerja 8 jam kerja sehari atau 40 jam seminggu untuk 5\nhari kerja.",{"bindId":143,"name":140,"text":141},"dayspweek_select",{"bindId":145,"name":146,"text":147},"PAIDLEAV_trigger","1.Cuti tahunan adalah hari-hari istiraha","1.Cuti tahunan adalah hari-hari istirahat pekerja setelah bekerja selama 12\nbulan terus menerus.\n\n2.Lama cuti tahunan ditetapkan selama 12 hari kerja.\n\n3.Hak cuti tahunan dapat ditunda, apabila dipandang perlu dan setelah\ndipertimbangkan oleh atasan atau pimpinan perusahaan.\n\n4.Khusus pekerja tetap libur dalam rangka menyambut Hari Raya Idhul Fitri\ndiluar libur hari raya resmi disepakati cuti massal bersama yang dipakai dari\nhak cuti tahunannya.\n\n5.Setiap permintaan cuti (kecuali cuti massal bersama yang waktunya\nditentukan oleh perusahaan), harus ditentukan secara tertib dengan menggunakan\nformulir permohonan cuti sebagai berikut:\n\na.Permohonan cuti harus diajukan sekurang-kurangnya 3 hari sebelumnya\n\nb.Cuti yang sudah berjalan tidak dapat dibatalkan karena alasan sakit.\n\nc.Bagi pekerja yang menunda cutinya hingga melebihi 6 bulan sejak jatuh\ntemponya dan bukan atas permintaan perusahaan, maka hak cutinya dinyatakan\ngugur\u002Fhangus.\n\n6.Pengaturan pengambilan cuti tersebut harus sedemikian rupa sehingga tidak\nmenimbulkan gangguan dalam pekerjaan.\n\n7.Pengusaha wajib memberikan waktu cuti tahunan kepada pekerja setelah\nbekerja selama 12 (dua belas) bulan terus menerus dengan mendapat upah\npenuh.\n\n8.Pekerja yang mengajukan permohonan cuti tahunan wajib memberitahukan\nselambat-lambatnya 1 minggu sebelumnya, kecuali hal-hal yang bersifat\ninsidentile\u002F mendadak.\n\n9.Pekerja yang sampai batas waktu berakhirnya pengambilan hak cuti tahunan\ndan tidak menggunakan haknya, pengusaha wajib mengkompensasikan sisa cuti yang\nbelum diambil tersebut dengan nilai sejumlah uang yang dihitung\nproporsional.\n\n10.Pekerja yang belum mempunyai masa kerja 12 bulan berturut-turut dan telah\nmemperoleh cuti tahunan yang diambil pada cuti masssal (Idul Fitri) jika hak\ncutinya timbul sebanyak 12 hari, maka secara otomatis akan dipotong sesuai\ndengan jumlah cuti massal yang diambil, dan selebihnya mutlak milik pekerja\nsepenuhnya.\n\n11.Pengusaha dapat mengijinkan pekerja untuk menggabungkan pengambilan cuti\ntahunan dengan ijin resmi.\n\n12.Personalia wajib menjawab pertanyaan dari pekerja saat mulai berlaku dan\nhabisnya hak cuti tahunan pekerja.\n\n13.Pimpinan tidak boleh melakukan diskriminasi tehadap pekerja yang akan\nmengambil cuti.",{"bindId":149,"name":150,"text":151},"holidaysdays","2.Lama cuti tahunan ditetapkan selama 12","2.Lama cuti tahunan ditetapkan selama 12 hari kerja.",{"bindId":153,"name":150,"text":151},"holidaysweeks",{"bindId":155,"name":156,"text":157},"bankholidays1","4.Khusus pekerja tetap libur dalam rangk","4.Khusus pekerja tetap libur dalam rangka menyambut Hari Raya Idhul Fitri\ndiluar libur hari raya resmi disepakati cuti massal bersama yang dipakai dari\nhak cuti tahunannya.",{"bindId":159,"name":160,"text":161},"ONCERISE_trigger","1.Tunjangan Hari Raya Keagamaan yang sel","1.Tunjangan Hari Raya Keagamaan yang selanjutnya disebut THR adalah\npendapatan non upah yang wajib dibayarkan oleh Pengusaha kepada Pekerja\u002FBuruh\natau keluarganya menjelang Hari Raya Keagamaan.",{"bindId":163,"name":160,"text":161},"incidentalbonustype",{"bindId":165,"name":166,"text":167},"incidentalbonustype2","a.Pekerja\u002FBuruh yang telah mempunyai mas","a.Pekerja\u002FBuruh yang telah mempunyai masa kerja dua belas 12 (dua belas)\nbulan secara terus menerus atau lebih, diberikan sebesar 1 (satu) bulan\nupah.",{"bindId":169,"name":166,"text":167},"incidentalbonusdays1",{"bindId":171,"name":172,"text":173},"incidentalbonusdate","4. Tunjangan Hari Raya diberikan oleh pe","4. Tunjangan Hari Raya diberikan oleh pengusaha kepada pekerja agar yang\nbersangkutan dapat merayakan hari raya dan diberikan sekurang-kurangnya atau\nselambat-lambatnya satu (1) minggu sebelum hari raya.",{"bindId":175,"name":176,"text":177},"NOCTPREM_trigger","Khusus pekerja shift perusahaan memberik","Khusus pekerja shift perusahaan memberikan premi shift yang diperhitungkan\nberdasarkan kehadiran. Dan untuk pekerja shift dua (2) premi shift yang\ndiberikan sebesar Rp 2.500\u002Fhari, sedangkan untuk pekerja pada shift tiga (3) Rp\n3.500\u002Fhari.",{"bindId":179,"name":176,"text":177},"shiftallowancetype1",{"bindId":181,"name":182,"text":183},"hoursovertimemax","b.Lembur maksimal 3 jam sehari, 14 jam s","b.Lembur maksimal 3 jam sehari, 14 jam seminggu (UU NO. 13 TH 2003 pasal 78\nayat 1b dan keputusan No. 102\u002FMen\u002FVI\u002F2004 pasal 3 sub 1) atau sesuai dengan\nketentuan peraturan perundangan yang masih berlaku.",{"bindId":185,"name":186,"text":187},"MAXHOURS_trigger","3.Jam kerja yang melebihi dari 7 jam ker","3.Jam kerja yang melebihi dari 7 jam kerja sehari atau 8 jam kerja sehari\natau 40 jam kerja seminggu, maka kelebihan jam kerja tersebut merupakan jam\nkerja lembur.",{"bindId":189,"name":190,"text":191},"SCHEDULE_trigger","2.Istirahat bekerja sekurang-kurangnya s","2.Istirahat bekerja sekurang-kurangnya setengah jam setelah pekerja,\nmelakukan pekerjaannya selama empat (4) jam terus menerus. Atau selama tujuh\n(7) jam pekerja melaksanakan pekerjaan maka diberi istirahat selama satu (1)\njam. Dan waktu istirahat tersebut tidak termasuk jam kerja.",{"bindId":193,"name":194,"text":195},"schedulesrestpw","1.Istirahat mingguan diberikan 1 hari se","1.Istirahat mingguan diberikan 1 hari setelah 6 hari kerja dalam seminggu\nberturut-turut bagi pekerja non shift maupun karyawan shift.",{"bindId":197,"name":198,"text":199},"OVERTIME_trigger","2.Perhitungan upah lembur diatur berdasa","2.Perhitungan upah lembur diatur berdasarkan pada peraturan dan\nperundang-undangan yang berlaku sebagai berikut:",{"bindId":201,"name":202,"text":203},"overtimeallowancetype_general","a.Kerja lembur Pada hari biasa : •Untuk ","a.Kerja lembur Pada hari biasa :\n\n•Untuk satu jam kerja lembur pertama dibayar satu setengah (1,5) kali upah\nperjam.\n\n•Untuk jam kerja lembur kedua dan seterusnya dibayar (2) kali upah\nsejam.",{"bindId":205,"name":206,"text":207},"overtimeallowancetype1","d.Ketentuan upah lembur ini tidak berlak","d.Ketentuan upah lembur ini tidak berlaku bagi pekerja dengan sistem upah\nAll-in.",{"bindId":209,"name":210,"text":211},"SUNDAY_trigger","b.Kerja lembur pada hari istirahat mingg","b.Kerja lembur pada hari istirahat mingguan atau hari raya resmi nasional\n:\n\n•Untuk sampai tujuh jam pertama atau lima pertama apabila hari liburnya\njatuh pada hari kerja terpendek dibayar dua (2) kali upah sejam.\n\n•Untuk jam kedelapan atau jam keenam apabila hari liburnya jatuh pada hari\nkerja terpendek dibayar tiga (3) kali upah sejam.\n\n•Dan jam berikutnya\u002Fselebihnya dibayar empat (4) kali upah sejam.",{"bindId":213,"name":198,"text":214},"overtimeallowancetype","2.Perhitungan upah lembur diatur berdasarkan pada peraturan dan\nperundang-undangan yang berlaku sebagai berikut:\n\na.Kerja lembur Pada hari biasa :\n\n•Untuk satu jam kerja lembur pertama dibayar satu setengah (1,5) kali upah\nperjam.\n\n•Untuk jam kerja lembur kedua dan seterusnya dibayar (2) kali upah\nsejam.",{"bindId":216,"name":202,"text":203},"overtimeallowanceperc1",{"bindId":218,"name":210,"text":211},"sundayallowancetype",{"bindId":220,"name":206,"text":207},"sundayallowancetype1",{"bindId":222,"name":223,"text":224},"SENIOR_trigger","a.Gaji Pokok, Termasuk Upah Minimum Sekt","a.Gaji Pokok, Termasuk Upah Minimum Sektoral dan Tunjangan Masa Kerja.",{"bindId":226,"name":227,"text":228},"mealvouchers","1. Perusahaan menyediakan fasilitas maka","1. Perusahaan menyediakan fasilitas makan bagi pekerja di kantin perusahaan\npada jam istirahat di setiap shiftnya.\n\n2. Fasilitas makan tersebut diberikan dalam bentuk makanan yang disediakan\noleh catering yang ditunjuk oleh perusahaan dan tidak dapat ditukar dengan\nuang.\n\n3.Perusahaan dapat memberikan pengatian makan dengan uang, dengan ketentuan\n:\n\na. Karena suatu sebab, perusahaan tidak dapat menyediakan makan dikantin.\n\nb. Dalam pekerja sedang menjalankan ibadah puasa dibulan Ramadhan.\n\nc. Besarnya uang penganti makan tersebut daiatas seharga satu (1) porsi\nnilai makan dikantin perusahaan.",{"bindId":230,"name":231,"text":232},"mealvouchersamount","c. Besarnya uang penganti makan tersebut","c. Besarnya uang penganti makan tersebut daiatas seharga satu (1) porsi\nnilai makan dikantin perusahaan.",{"bindId":234,"name":235,"text":236},"contractseverancepay","1. Perhitungan uang pesangon sekurang-ku","1. Perhitungan uang pesangon sekurang-kurangnya paling sedikit sebagai\nberikut :\n\n- Masa kerja kurang dari 1 tahun\n…………………………………………………………… 1 bulan\nupah\n\n- Masa kerja 1 tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 tahun\n…………………… 2 bulan upah\n\n- Masa kerja 2 tahun atau lebih tetapi kurang dari 3 tahun\n………………….. 3 bulan upah\n\n- Masa kerja 3 tahun atau lebih tetapi kurang dari 4 tahun\n………………….. 4 bulan upah\n\n- Masa kerja 4 tahun atau lebih tetapi kurang dari 5 tahun\n…………………….. 5 bulan upah\n\n- Masa kerja 5 tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 tahun\n………………..…… 6 bulan upah\n\n- Masa kerja 6 tahun atau lebih tetapi kurang dari 7\ntahun……………………… 7 bulan upah\n\n- Masa kerja 7 tahun atau lebih tetapi kurang dari 8 tahun\n…………………….. 8 bulan upah\n\n- Masa kerja 8 tahun atau lebih\n……………………………………………………………….. 9\nbulan upah",{"bindId":238,"name":235,"text":236},"contractseverancepay1",{"bindId":240,"name":235,"text":236},"severance_number",{"bindId":242,"name":235,"text":236},"severance_number_1_tenure",{"bindId":244,"name":235,"text":236},"severance",{"bindId":246,"name":247,"text":248},"sicknesspay","5.Untuk pekerja yang sakit disesuaikan d","5.Untuk pekerja yang sakit disesuaikan dengan ketentuan PP Nomor 08 tahun\n1981.",{"bindId":250,"name":247,"text":248},"maxsicknesspay",{"bindId":252,"name":247,"text":248},"maxsicknesspaytype",{"bindId":254,"name":247,"text":248},"sicknessmaxdays",{"bindId":256,"name":112,"text":113},"paidmaternityleaveall",{"bindId":258,"name":259,"text":260},"sicknessmaxdaysnr","2.Pekerja yang sakit berkepanjangan dan ","2.Pekerja yang sakit berkepanjangan dan tidak lebih dari 1 (satu) tahun,\nsurat keterangan dokter yang memeriksa dapat diserahkan 1 (satu) kali\nseminggu.",{"bindId":262,"name":263,"text":264},"alternatives","m.Atasan yang memperkerjakan karyawati h","m.Atasan yang memperkerjakan karyawati hamil, sementara sudah mendapatkan\nSurat Keterangan cuti hamil dan melahirkan",{"bindId":266,"name":267,"text":268},"violence","4.Terbukti seorang atasan memarahi bawah","4.Terbukti seorang atasan memarahi bawahannya didepan oarang banyak dengan\nnada keras\u002Fkasar tanpa ada kaitannya dengan pekerjaan, pelanggaran atas\nketentuan ini diberikan sanksi SURAT PERINGATAN II (SP-2)\n\n5.Dalam rangka pembinaan ke bawahan, seorang atasan tidak diperboleh\nmemaki-maki dengan kata kata kasar atau tidak senonoh kepada bawahannya dimuka\numum\u002Fditempat kerja dengan bahasa yang melecehkan nama baik bawahan.\nPelanggaran ini akan diberikan sanksi SURAT PERINGATAN terakhir (PKB).",{"bindId":270,"name":140,"text":141},"hourspday",{"bindId":272,"name":140,"text":141},"hourspweek_select",{"bindId":274,"name":140,"text":141},"hourspweek",{"bindId":276,"name":140,"text":141},"dayspweek",{"bindId":278,"name":156,"text":157},"holidaysfixed",{"bindId":280,"name":156,"text":157},"holidaysfixeddays",{"bindId":282,"name":283,"text":284},"LOWWAGE_trigger","1.Memberikan minimal upah (UMK) dan sekt","1.Memberikan minimal upah (UMK) dan sektoral sesuai dengan ketentuan yang\nberlaku.",{"bindId":286,"name":283,"text":284},"LOWWAGE_government",{"bindId":288,"name":283,"text":284},"LOWWAGE_provision",{"bindId":290,"name":283,"text":284},"lowwageperiod",{"bindId":292,"name":176,"text":177},"shiftallowanceamount1",{"bindId":294,"name":210,"text":211},"sundayallowanceperc1",{"bindId":296,"name":297,"text":298},"COMMUTE_trigger","3.Komponen Upah terdiri atas: a.Gaji Pok","3.Komponen Upah terdiri atas:\n\na.Gaji Pokok, Termasuk Upah Minimum Sektoral dan Tunjangan Masa Kerja.\n\nb.Tunjangan Jabatan.\n\nc.Tunjangan Khusus.\n\nd.Transportasi.",{"bindId":300,"name":297,"text":298},"commutingallowancetype",{"bindId":302,"name":297,"text":298},"commutingallowancetype1",{"bindId":304,"name":305,"text":306},"MEALALL_trigger","3.Perusahaan dapat memberikan pengatian ","3.Perusahaan dapat memberikan pengatian makan dengan uang, dengan ketentuan\n:\n\na. Karena suatu sebab, perusahaan tidak dapat menyediakan makan dikantin.\n\nb. Dalam pekerja sedang menjalankan ibadah puasa dibulan Ramadhan.\n\nc. Besarnya uang penganti makan tersebut daiatas seharga satu (1) porsi\nnilai makan dikantin perusahaan.",{"bindId":308,"name":283,"text":284},"lowwageamount","\u003Chtml>\n\n    \u003Cdiv class=\"cobra-report\">\n\n        \u003Ch2>Perjanjian Kerja Bersama Antara PT Bees Footwear Dengan Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Tekstil Sandang Dan Kulit Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PUK SPTSK SPSI) 1973 PT. Bees Footwear Inc, Pimpinan Serikat Pekerja Serikat Pekerja Nasional (PSP SPN) PT. Bees Footwear Inc., Dan Pimpinan Unit Kerja Kesatuan Serikat Pekerja Nasional (PUK KSPN) PT. Bees Footwear Inc. 2019-2021 - 2019\u003C\u002Fh2>\n\n        \u003Cdiv class=\"section general\">\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-start_date\">Tanggal dimulainya perjanjian: &rarr;&nbsp;2019-08-12\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-end_date\">Tanggal berakhirnya perjanjian: &rarr;&nbsp;2021-08-11\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \u003C!-- TODO: previous CBA logic -->\n            \u003C!-- TODO: status logic -->\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaratified\">Diratifikasi oleh: &rarr;&nbsp;Other\u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaactorratified\">\n                    Diratifikasi pada: &rarr;&nbsp;2019-08-12\n                \u003C\u002Fdiv>\n            \n\n            \u003C!-- TODO: transnational_label, includingcountries_label, national_framework_label -->\n\n            \u003Cdiv id=\"display-SECTOR1\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Industri\u002Fpabrik pengolahan\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-NACE2004\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Pabrik Manufaktur Sepatu, Produk Kulit dan Karet\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-FIRMPRI\">\n                Sektor publik\u002Fswasta: &rarr;&nbsp;In the private sector\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv>Disimpulkan oleh:\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1\">\n\n                \n                    \n                    \u003Cdiv>\n                        Nama perusahaan: &rarr;&nbsp;\n                        \n                    \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1\">\n                Nama serikat pekerja: &rarr;&nbsp;\n\n                \n                    \n                    \u003Cspan>\n                        \n                    \u003C\u002Fspan>\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-casignemployees\">\n                Nama penandatangan dari pihak pekerja &rarr;&nbsp;Cucu Tisna Werdaya, Ayi Usman Farid, Falahi, Wati, Ahmad Herawasih, Abdullah, Bakhreni, Rumsilah Sari, Ely Helfiana,Ernalia, Samuri, Dewi, Liana Wati\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section social-security-pensions\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SOCSEC_trigger\">JAMINAN SOSIAL DAN PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-pensionfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pensiun bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilityfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan cacat bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-unemploymentfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan pengangguran bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section sickness-disability\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KONDISI SAKIT DAN DISABILITAS\u003C\u002Fh3>\n\n            \n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-sicknessmaxdaysnr\">\n                Maximum hari untuk cuti sakit berbayar: &rarr;&nbsp;365 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-longtermillness\">Ketentuan mengenai kembali bekerja setelah menderita penyakit jangka panjang, seperti penyakit kanker: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-menstruationleave\">Cuti haid berbayar: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilitypay\">Pembayaran gaji apabila tidak mampu bekerja dikarenakan kecelakaan kerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n\n        \u003Cdiv class=\"section health-medical-assistence\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA BANTUAN MEDIS\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccess\">Bantuan medis disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccessrelatives\">Bantuan medis bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurance\">Kontribusi pengusaha untuk asuransi kesehatan disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurancerelatives\">Asuransi kesehatan bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetypolicy\">Kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetytraining\">Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-protectiveclothing\">Pakaian\u002Falat pelindung diri disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-hivpolicy\">Pemeriksaan kesehatan secara berkala disediakan oleh pengusaha: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-monitoring\">Pengawasan permintaan musculoskeletal di tempat kerja, resiko professional dan\u002Fatau hubungan antara pekerjaan dan kesehatan: &rarr;&nbsp;The relationship between work and health\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-funeralpay\">Bantuan duka\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-funeralpayamount\">\n                Minimum kontribusi pengusaha untuk penguburan\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;2000000.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section work-family-arrangements\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKFAM_trigger\">PENGATURAN ANTARA KERJA DAN KELUARGA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleaveduration\">\n                Cuti hamil berbayar: &rarr;&nbsp;13 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-jobsecuritymothers\">Jaminan tetap dapat bekerja setelah cuti hamil: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-maternitydiscrimination\">Larangan diskriminasi terkait kehamilan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-breastfeeding_dangerouswork\">Larangan mewajibkan pekerja yang sedang hamil atau menyusui untuk melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-riskassessment\">Penilaian resiko terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja yang sedang hamil atau menyusui di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-alternatives\">Ketersediaan alternatif bagi pekerja hamil atau menyusui untuk tidak melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-timeoff\">Cuti untuk melakukan pemeriksaan pranatal: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningnonstandard\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempekerjakan pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningpromotion\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempromosikan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n            \u003Cdiv id=\"display-nursingmothers\">Fasilitas untuk pekerja yang menyusui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcareprovision\">Pengusaha menyediakan fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcaresubsidy\">Pengusaha mensubsidi fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \u003Cdiv id=\"display-educationtuition\">Tunjangan\u002Fbantuan pendidikan bagi anak pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidpaternityleaveduration\">\n                Cuti ayah berbayar: &rarr;&nbsp;2 hari\n         \u003C\u002Fdiv>\n                        \u003Cdiv id=\"display-deathrelativesleave\">\n                Durasi cuti yang diberikan ketika ada anggota keluarga yang meninggal: &rarr;&nbsp;2 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n        \u003Cdiv class=\"section gender-equality-issues\">\n            \u003Ch3 id=\"display-GENEQ_trigger\">ISU KESETARAAN GENDER\u003C\u002Fh3>\n         \u003Cdiv id=\"display-eqpay\">Upah yang sama untuk pekerjaan yang sama nilainya: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n         \n         \u003Cdiv id=\"display-discrimination\">Klausal mengenai diskriminasi di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-eqpromotion\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat promosi: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n        \u003Cdiv id=\"display-eqtraining\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat pelatihan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>     \n        \u003Cdiv id=\"display-eqofficer\">Kesetaraan gender dalam kepengurusan serikat pekerja di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-sexualhar\">Klausal mengenai pelecehan seksual di tempat kerja &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violence\">Klausal mengenai kekerasan di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violenceleave\">Cuti khusus bagi pekerja yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-support_disabilities\">Dukungan bagi pekerja perempuan dengan disabilitas: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-equalitymonitoring\">Pengawasan kesetaraan gender: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n             \n         \u003C\u002Fdiv>\n         \n\n        \u003Cdiv class=\"section employment-contracts\">\n            \u003Ch3 id=\"display-EMPCONTR_trigger\">PERJANJIAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-contracttrialperiod\">\n                Durasi masa percobaan: &rarr;&nbsp;91 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\u003Cdiv id=\"display-severance_number\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;180&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-severance_number_1_tenure\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;60&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-part_time_excluded\">Pekerja paruh waktu tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-tempagency\">Ketentuan mengenai pekerja sementara: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprentices_excluded\">Pekerja magang tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-minijobs_excluded\">Pekerja mahasiswa tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section working-hours\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKHOURS_trigger\">JAM KERJA, JADWAL DAN LIBUR\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspday\">\n                Jam kerja per hari: &rarr;&nbsp;7.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspweek\">\n                Jam kerja per minggu: &rarr;&nbsp;40.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-dayspweek\">\n                Hari kerja per minggu: &rarr;&nbsp;6.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hoursovertimemax\">\n                Waktu lembur maksimum: &rarr;&nbsp;14.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysdays\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;12.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysweeks\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;2.0 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-bankholidays2\">\n                Cuti libur nasional berbayar: &rarr;&nbsp;Hari Raya Idul Fitri\u002FHari Raya Kemenangan\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysfixeddays\">\n                Hari tetap untuk cuti tahunan: &rarr;&nbsp; hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-schedulesrestpw\"> Periode istrirahat setidaknya satu hari dalam seminggu disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-sundays_year\">\n                Jumlah maksimum hari minggu\u002Fhari libur nasional dalam setahun dimana pekerja harus\u002Fdapat bekerja: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n             \n            \n            \n            \n            \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-FLEXWORK_trigger\"> Ketentuan mengenai pengaturan jadwal kerja yang fleksibel: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section wages\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WAGES_trigger\">PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-PAYSCALES_trigger\">\n                Upah ditentukan oleh skala upah: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-LOWWAGE_government\"> \n            Ketentuan bahwa upah minimum yang ditentukan oleh pemerintah harus dihormati: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-lowwageperiod\">\n                Upah terendah disetujui per: &rarr;&nbsp;Months\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-lowwageamount\">\n                Upah terendah: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-COSTLIV_trigger\">Penyesuaian untuk kenaikan biaya kebutuhan hidup: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-ONCERISE_trigger\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali:\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \u003Cdiv id=\"display-extrapayfirmperformance\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali dikarenakan performa perusahaan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-NOCTPREM_trigger\">Tunjangan shift untuk kerja sore atau malam\u003C\u002Fh4>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-shiftallowanceamount1\">\n                    Tunjangan shift untuk kerja sore atau malam: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;65000.0 per bulan\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \u003Cdiv id=\"display-shiftallowancetype1\">Tunjangan shift hanya untuk yang kerja malam: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-OVERTIME_trigger\">Upah lembur hari kerja\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-overtimeallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari kerja: &rarr;&nbsp;200 % dari gaji pokok\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SUNDAY_trigger\">Upah lembur hari Minggu\u002Flibur\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-sundayallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari Minggu\u002Flibur: &rarr;&nbsp;100&nbsp;%\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-COMMUTE_trigger\">Tunjangan transportasi\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SENIOR_trigger\">Tunjangan masa kerja\u003C\u002Fh4>\n\n                \n\n                \n\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Ch4>Kupon makan\u003C\u002Fh4>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-mealvouchers\">\n                Kupon makan disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-MEALALL_trigger\">Tunjangan makan disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-mealvouchersamount\">\n                 &rarr;&nbsp; per makan\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-legalassistance_trigger\">\n                Bantuan hukum gratis: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n    \u003C\u002Fdiv>\n\n\u003C\u002Fhtml>\n",[],[],"collective_agreement",[314],{"title":39,"slug":34},[316],{"type":317,"data":318},"call_to_action_body_block",{"title":319,"description":320,"variant":321,"link":322},"Bandingkan Perjanjian Kerja Bersama","Bandingkan pasal-pasal dan topik dalam Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dengan Perjanjian Kerja Bersama di semua sektor kerja di Indonesia maupun negara-negara lainnya.","dark",{"title":319,"url":323,"description":319,"rel":324,"type":325},"\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fbandingkan-perjanjian-kerja-bersama","follow","internal",[327],{"type":317,"data":328},{"title":319,"description":320,"variant":321,"link":329},{"title":319,"url":323,"description":319,"rel":324,"type":325},[]]