[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"page:id-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-alcarindo-prima-dengan-sp-lem-spsi-pt-alcarindo-prima-":3},{"id":4,"slug":5,"title":6,"short_title":7,"intro_text":8,"meta_description":9,"seo_title":9,"path":10,"content_type":11,"locale":12,"go_live_at":7,"first_published_at":13,"page_created_at":14,"published_at":13,"edit_url":15,"breadcrumbs":16,"seo":24,"data":32,"children":293,"content_type_view":294,"extra_breadcrumbs":295,"body":297,"body_blocks":308,"related_pages":312},3679,"perjanjian-kerja-bersama","Perjanjian Kerja Bersama",null,"\u003Cp>Beberapa pilihan Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dipublikasikan di sini. Anda dapat menemukan teks asli dari Perjanjian Kerja Bersama tersebut, membaca dan menelusuri per bab maupun pasal, menurut topik yang sedang Anda cari.\u003Cbr\u002F>\u003Cbr\u002F>Ketika Anda mengklik pada link Perjanjian Kerja Bersama, halaman akan terbuka: di kolom sebelah kiri pada halaman tersebut berisi teks asli, sedangkan di kolom sebelah kanan, Anda akan menemukan ringkasan dari ketentuan yang ada di Perjanjian Kerja Bersama tersebut.\u003Cbr\u002F>Serikat Buruh\u002FPekerja dan Asosiasi Pengusaha dari Indonesia memberikan kontribusi terhadap pengumpulan data Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>","","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama","collective_agreements.collectiveagreementoverview","id_ID","2025-08-15T13:01:11.360625+00:00","2026-04-02T08:44:09.692847+00:00","\u002Fcms\u002Fpages\u002F3679\u002Fedit\u002F",[17,20,23],{"title":18,"slug":19},"Indonesia","id-id",{"title":21,"slug":22},"Bekerja di Indonesia","bekerja-di-indonesia",{"title":6,"slug":5},{"title":6,"description":9,"image":25,"canonical":26,"robots":27,"og_type":28,"twitter_card":29,"locale":19,"created_at":30,"last_modified_at":31},"https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fmedia\u002Fimages\u002FSocial_media_preview_image_-_2025.2e16d0ba.fill-1200x630.png","https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002F","index, follow","website","summary_large_image","2025-08-15T15:01:11.360625+02:00","2026-04-02T10:44:09.828831+02:00",{"cba":33,"clauses":44,"details":291,"translations":292},{"id":34,"uid":35,"url":36,"name":37,"locale":12,"override_title":9,"title":38,"browser_title":39,"browser_description":40,"text":41},"perjanjian-kerja-bersama-antara-pt-alcarindo-prima-dengan-sp-lem-spsi-pt-alcarindo-prima-","afd6cc52-cc4e-11e3-b74a-001e0bc20076","https:\u002F\u002Fcobra.wageindicator.org\u002Fcountries\u002Findonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-alcarindo-prima-dengan-sp-lem-spsi-pt-alcarindo-prima-\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-alcarindo-prima-dengan-sp-lem-spsi-pt-alcarindo-prima-\u002F","Perjanjian Kerja Bersama Antara PT. Alcarindo Prima Dengan SP LEM SPSI PT. Alcarindo Prima 2012 - 2014","IDN PT. Alcarindo Prima - 2012","Indonesia - IDN PT. Alcarindo Prima - 2012","IDN PT. Alcarindo Prima - 2012 - Industri\u002Fpabrik pengolahan",{"name":42,"data":43},"19 - PKB PT Alcarindo Prima 2012 - 2014.html","\n              \n              \n              \n              \n              \n              \n              \u003C!--?xml version=\"1.0\" encoding=\"UTF-8\"?-->\n\n\n\n  \u003Cmeta http-equiv=\"content-type\" content=\"text\u002Fhtml; charset=UTF-8\">\n  \u003Ctitle>New1\u003C\u002Ftitle>\n  \u003Cmeta name=\"generator\" content=\"Amaya, see http:\u002F\u002Fwww.w3.org\u002FAmaya\u002F\">\n\n\n\n\u003Ch1>PERJANJIAN KERJA BERSAMA ANTARA PT ALCARINDO PRIMA DENGAN SERIKAT PEKERJA\nSELURUH INDONESIA PT ALCARINDO PRIMA\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB I : ISTILAH – ISTILAH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 1 : Istilah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.PKB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Singkatan dari Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.SP. LEM SPSI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Singkatan dari Serikat Pekerja Logam Electronik dan Mesin. Serikat Pekerja\nSeluruh Indonesia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.PERUSAHAAN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan disini dimaksudkan Badan Hukum berbentuk PT ALCARINDO PRIMA\ndengan alamat Jl. Tipar Cakung Km 3,3 Jakarta Utara.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.PIMPINAN PERUSAHAAN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah Direksi atau wakilnya yang ditunjuk untuk memimpin jalannya\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.KARYAWAN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah setiap orang yang telah mengadakan ikatan hubungan kerja dengan\nPerusahaan baik yang diberi upah secara bulanan maupun harian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Organisasi yang diakui oleh Perusahaan terdaftar di kantor Depertemen Tenaga\nKerja Republik Indonesia. Dalam hal ini adalah SP LEM SPSI.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.PENGURUS SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Karyawan PT ALCARINDO PRIMA yang diangkat dan dipilih untuk memimpin \u002F\nmengurus Organisasi Serikat Pekerja yang diterima oleh Perusahaan ( SP LEM\nSPSI).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.ANGGOTA SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Karyawan tetap Perusahaan yang menjadi Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.KARYAWAN DALAM MASA PERCOBAAN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Karyawan yang diterima dengan syarat masa percobaan paling lama 3 (tiga)\nbulan dan dalam masa percobaan ini masing-masing pihak dapat memutuskan hubngan\nkerja secara sepihak tanpa ada ganti rugi atau pesangon.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.PETUGAS KEAMANAN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah orang yang ditunjuk untuk menjaga keamanan dan ketertiban di\nlingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11.LINGKUNGAN PERUSAHAAN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah tempat-tempat dalam area Perusahaan baik gedung, kantor, ruang-ruangan\npabrik serta jalan atau gang-gang dan pekarangan yang didalamnya lazim\ndijalankan pekerjaan berdasarkan intruksi Pimpinan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12.HARI BESAR ATAU HARI RAYA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah hari libur nasional, dimana karyawan tidak bekerja dan menerima upah\npenuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13.JAM KERJA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah jam-jam yang ditentukan untuk melakukan pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14.JAM KERJA LEMBUR\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pekerjaan yang dilakukan diluar jam kerja yang telah ditentukan atau jam\nkerja yang melebihi 8 jam kerja sehari dan 40 jam seminggu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15.PERINGATAN TERTULIS\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pemberitahuan atau teguran atas kesalahan, pelanggaran, kelalaian yang\ndilakukan oleh karyawan diberikan secara tertulis.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>16.ISTRI \u002F SUAMI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Istri \u002F suami pertama yang syah dan terdaftar dalam catatan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>17.ANAK\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Yang dimaksud dengan anak adalah anak kandungnkaryawan dari suami\u002Fistri yang\nsyah atau anak tiri\u002Fangkat yang terdaftar dicatatan sipil yang belum menikah\ndan dibawah usia 21 tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 2 : Kewajiban – Kewajiban Umum\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Tiap karyawan akan memperhatikan kepentingan Perusahaan dengan\nsebaik-baiknya dan akan melakukan segala daya upaya dalam melaksanakan tugasnya\nyang dipercayai kepadanya oleh Perusahaan dan akan memperhatikan secara layak\nsemua perintah-perintah dan yang ada hubunganya dengan perintah-perintah\ntersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Tiap Karyawan akan bersikap sopan di dalam Perusahaan dan tunduk kepada\nketentuan-ketentuan Peraturan ini, juga pada petunjuk-petunjuk yang akan\ndikeluarkan kemudian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Tiap karyawan tidak dibenarkan untuk mengalihkan tugasnya pada orang lain\ndan tidak dibenarkan untuk mengerjakan tugas pekerjaan yang dibebankan kepada\nkaryawan lainnya serta tidak mengunakan atau memperbaiki peraturan\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Karyawan selama ada hubungan kerja dengan Perusahaan dilarang untuk\nbekerja pada perusahan lain atau melaksanakan aktivitas lain yang sejenis\ndengan pekerjaan \u002F usaha perusahaan, tanpa ijin dari perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Demi untuk menjaga karyawan lainnya, jika perusahaan memandang perlu\nkaryawan diwajibkan untuk memeriksa dirinya kepada dokter yang ditunjuk\nPerusahaan dan taat kepada petunjuk- petunjuk yang diberikan oleh Dokter\ntersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Karyawan diwajibkan untuk minta petunjuk terlebih dahulu kepada atasannya\nbila mengahadapi kesulitan yang tidak dapat diatasinya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB II : UMUM\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 3 : Pihak-Pihak Yang Mengadakan Kesepakatan \u002F Perjanjian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Kesepakatan Kerja Bersama \u002F Perjanjian Kerja Bersama ini dibuat dan\ndisetujui antara :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PT ALCARINDO PRIMA tempat kedudukan Jalan Tipar Cakung Km 3,3 Jakarta -\nUtara, yang selanjutnya dalam tempat kesepakatan ini disebut “\nPENGUSAHA”\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dengan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>SERIKAT PEKERJA SELURUH INDONESIA Unit Kerja PT ALCARINDO PRIMA yang\nterdaftar di Departemen Tenaga Kerja Republik Indonesia yang mewakili\nanggota-anggotanya dalam kesepakatan ini disebut “ SP LEM SPSI “ dengan\nNomor : 011\u002FA\u002FSP LEM SPSI\u002FACP\u002FV\u002F01 Tanggal 09 Juni 2001\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 4 : Maksud Dan Tujuan Kesepakatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Maksud dan tujuan Kesepakatan Kerja Bersama \u002F Perjanjian Kerja Bersama ini\nialah mengatur hubungan kerja dan syarat-syarat kerja sesuai dengan\nUndang-undang Nomor 13 tahun 2003\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 5 : Luasnya Kesepakatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Pada dasarnya Kesepakatan Kerja Bersama \u002F Perjanjian Kerja Bersama ini\nhanya mengatur tentang hal-hal pokok yang terkait bersifat umum.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-equalityexcludedtrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-equalitydifferenttrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternitydifferenttrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityexcludedtrigger\">\u003Cp>2.Materi – materi syarat-syarat kerja yang diatur dalam Kesepakatan Kerja\nBersama \u002F Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku untuk seluruh karyawan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pengusaha dan serikat Pekerja bersepakat, apabila dalam pelaksanaan maupun\ndalam pertumbuhan dan perkembangannya perlu adanya penyempurnaan kesepakatan\nini, maka kedua belah pihak menyatakan tunduk terhadap peraturan tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 6 : Wewenang Perusahaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Telah disepakati bahwa Perusahaan mempunyai wewenang mengatasi dan mengelolo\npengamanan jalannya Perusahaan dan mengatur kerja karyawan dalam segala unit\nproduksi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB III : HUBUNGAN KERJA SAMA PERUSAHAAN DENGAN SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 7 : Pengakuan Terhadap Serikat Buruh\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan mengakui Serikat Pekerja Logam Elektronik dan Mesin Serikat\nPekerja Seluruh Indonesia ( SP LEM SPSI ) adalah Organisasi Pekerja yang sah di\nPerusahaan yang susunan Pengurusnya di ketahui oleh Pengusaha dan mewakili\nanggotanya yang bekerja di Perusahaan ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-discrimination\">\u003Cp>2.Pengusaha tidak akan memberi tekanan maupun perlakuan yang bersifat\ndiskriminasi terhadap Pengurus Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Dalam Hubungan yang Harmonis antara Pengusaha dan Serikat Pekerja maka\ndengan seijin Pengusaha, Pengurus Serikat Pekerja dapat memasuki bagian-bagian\n\u002F unit-unit produksi dalam rangka menunaikan tugasnya mengenai masalah\nketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 8 : Fungsi Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Serikat Pekerja berfungsi mewakili angota-angotanya yang mempunyai hubungan\nkerja dengan Perusahaan, baik secara perorangan maupun kolektif didalam bidang\nketenagakerjaan atau didalam hal-hal yang berhubungan dengan pekerjaan\nsyarat-syarat kerja bagi karyawan . untuk itu kepada pekerja kalau ada\npermasalahan dibicarakan dahulu kepada pengurus SP LEM SPSI PT ALCARINDO\nPRIMA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 9 : Fasilitas Dan Bantuan Untuk Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sebagai manifestasi kerja sama Perusahaan dengan SP LEM SPSI yang baik, maka\nPengusaha memberikan bantuan-bantuan kepada SP LEM SPSI sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha dapat memberikan dispensasi kepada pengurus SP LEM SPSI\n(maksimum 7 orang) dengan waktu 3 hari untuk menghadiri \u002F mengikuti kongres,\nseminar, kursus maupun panggilan instansi pemerintah yang mempunyai kaitan masa\ndengan Organisasi Serikat Pekerja dan yang bersifat resmi, selama tidak\nmengganggu jalanya kegiatan produksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengusaha memberikan \u002F menyediakan papan pengumuman yang ada untuk\ndipergunakan SP LEM SPSI guna pasang pengumuman, kegiatan-kegiatan Serikat\nPekerja buletin-buletin dan lain sebagainya dan tindakan pengumuman tersebut\nyang sebelumnya sudah diberitahukan kepada pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pengusaha bersedia untuk memberikan bantuan berupa sarana kantor dan juga\nmemberikan subsidi berupa dana dalam rangka menunjang kegiatan SP LEM SPSI yang\nbersifat insendentil\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 10 : Bantuan Serikat Pekerja Kepada Pengusaha\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Serikat Pekerja berkewajiban membantu Pengusaha dalam hal :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Melaksanakan Hubungan Industrial Pancasila (HIP) dan bersifat positif dan\nkontruktif\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Menegakkan disiplin karyawan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Meningkatkan dan mengamankan jalanya produksi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Membantu pembinaan dan pemeliharaan ketenagakerjaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Memberikan petunjuk-petunjuk tentang hak dan kewajiban karyawan dalam\npartisipasinya terhadap perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Penegasan cara-cara pemberian bantuan dari SP LEM SPSI dalam mengatasi\npersoalan karyawan ialah :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Bilamana terjadi suatu masalah dalam hubungan kerja antara karyawan dan\nPengusaha mengikut sertakan Pengurus Serikat Pekerja dalam penyelesaian, maka\nPengusaha dan SP LEM SPSI dengan terbuka dan ikhlas menyelesaikan persoalan\nberdasarkan Perjanjian Kerja Bersama ini\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IV : HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 11 : Karyawan Baru\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.PENERIMAAN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.SP LEM SPSI mengakui hak Pengusaha dalam penerimaan Karyawan baru.\nSepanjang tidak melanggar ketentuan perundangan yang berlaku, maka SP LEM SPSI\nPekerja menyetujui syarat-syarat yang ditentukan Pengusaha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Demi lancarnya kegiatan Perusahaan, adalah hak Pengusaha dalam penerimaan\nkaryawan baru. Penerimaan karyawan baru dilakukan berdasarkan kebutuhan serta\npersyaratan yang ditetapkan oleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrial\">\u003Cp>2.MASA PERCOBAAN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrialperiod\">\u003Cp>a.Calon karyawan yang diterima bekerja akan menjalani masa percobaan paling\nlama 3 (tiga) bulan sejak tanggal penerimaanya. Pengecualian terhadap masa\ntersebut diatas hanya dapat dilakukan dengan persetujuan tertulis dari Pimpinan\nPerusahaan, dan adanya masa percobaan harus diberitahukan kepada calon\nkaryawan\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>b.Dalam masa percobaan ini masing-masing pihak berhak menghentikan hubungan\nsecara sepihak berdasarkan pertimbangan yang bijaksana tanpa diperlukan ijin\nterlebih dahulu dari yang berwajib dengan pemberitahuan. Paling lambat 1 (satu)\nhari sebelumnya. Perusahaan tidak berkewajiban memberikan ganti rugi maupun\npesangon terhadap Putusnya Hubungan Kerja dalam masa percobaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-EMPCONTR_trigger\">\u003Cp>3.PERJANJIAN KERJA WAKTU TERTENTU\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Apabila diperlukan, Perusahaan dapat mempekerjakan karyawan untuk suatu\njangka waktu tertentu (kerja kontrak), selama 6 (enam) bulan. Dalam hal ini\nhubngan kerja secara hukum terputus pada tanggal berakhirnya kontrak kerja\ntersebut, Perusahaan tidak mempunyai kewajiban untuk memberikan ganti rugi atau\npesangn. Dengan persetujuan keduabelah pihak, kontrak kerja dapat diperpanjang\nmengacu pada undang-undang No. 13 tahun 2003\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pada waktu penerimaan karyawan baru, maka karyawan-karyawan yang karena\nmasa kontraknya telah habis, apabila berprestasi dan disiplin kerja baik akan\nmendapat prioritas\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.PENEMPATAN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pimpinan Perusahaan dapat menentukan lain terhadap keinginan karyawan\nberdasarkan kwalitas yang dituntut oleh Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Penempatan Karyawan Baru merupakan tindak lanjut dari pengisian jabatan\natas sepengetahuan Kepala Bagian yang terkait\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 12 : Mutasi Karyawan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan mempunyai hak tunggal terhadap mutasi \u002F pemindahan karyawan\ndalam hal pekerjaan, jabatan dan tempat kerja dengan memperhatikan kemampuan\npendidikan kondite dan lain-lain dari karyawan bersangkutan sesuai dengan\nprinsip-prinsip efesiensi kerja (mutasi dapat bersifat promosi maupun\ndemosi).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Terhadap setiap mutasi akan diberitahukan masa percobaan paling lama 3\n(tiga) bulan. Sesudah masa percobaan tersebut dilampaui dengan baik mutasi akan\nditetapkan. Apabila karyawan bersangkutan tidak berhasil dalam masa percobaan\ntersebut, akan dikembalikan ketempat semula, atau kebagian lain sesuai\nkemampuan yang dimilikinya dengan penghasilan maupun fasilitas dibagian\ntersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pelaksanaan mutasi telah dikordinasikan antara Pimpinan Perusahaan dengan\nKepala Bagian yang terkait\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 13 : Peningkatan Pengetahuan Dan Keterampilan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan akan menyelengarakan pendidikan dan latihan dalam rangka\nmembentuk sikap dan prilaku berkenaan dengan jabatan atau pekerjaan yang\nbersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Penyelengaraan pendidikan dan latihan disesuaikan dengan kebutuhan dan\nkebijaksanaan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB V : HARI KERJA DAN JAM KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 14 : Hari Kerja Dan Waktu Istirahat\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-WORKHOURS_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SCHEDULE_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-schedulesrestpw\">\u003Cp>1.Hari kerja yang dimaksud dalam UU 13\u002F2003 Pasal 77 adalah sbb:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. 7 (tujuh) jam sehari dan 40 (empat puluh) jam seminggu untuk 6 (enam)\nhari kerja dalam 1 (satu) Minggu atau\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. 8 (delapan) jam sehari dan 40 (empat puluh) jam seminggu untuk 5 (lima)\nhari kerja dalam 1 (satu) minggu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek\">\u003Cp>2.Sesuai Kesepakatan \u002F Perjanjian Kerja Bersama dengan LEM SPSI, maka PT ACP\nmengikat 5 hari kerja \u002F 40 jam seminggu.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Hari kerja dan jam kerja pada saat ini diatur sbb :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Pabrik\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.1. Jam Kantor \u002F Non Shift\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Senin s\u002Fd Kamis\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>08.00 – 12.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Kerja\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>12.00 – 13.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Istirahat\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>13.00 – 17.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Kerja\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Jumat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>08.00 – 11.45\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Kerja\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>11.45 – 13.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Istirahat\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>13.00 – 17.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Kerja\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Sabtu dan Minggu\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Hari Istirahat\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.2. Jam Kerja Shift\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Berlaku pada tiap hari Produksi\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Senin s\u002Fd Jumat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Shift I\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>08.00 – 16.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>( Lembur 1 Jam )\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Shift II\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>16.00 – 24.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>( Lembur 1 Jam )\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Shift III\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>24.00 – 08.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>( Lembur 1 Jam )\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd colspan=\"3\">Sholat dan Makan diatur bergantian\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Hari Maintenance\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Senin s\u002Fd Kamis\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Shift I\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>08.00 – 17.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Istirahat 1 Jam\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Jumat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>11.45 – 13.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Istirahat \u002F Ibadah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Sabtu dan Minggu\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Hari Istirahat \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause\" id=\"clause-shiftstype1\">\u003Cp>4.Pekerjaan yang dilakukan lebih dari 40 jam seminggu adalah sebagai kerja\nlembur.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Jika dibutuhkan oleh Perusahaan pada bagian-bagian tertentu dapat\ndiberlakukan 7 (tujuh) jam sehari dan 40 (empat puluh) jam seminggu untuk 6\n(enam) hari kerja dalam 1 (satu) minggu. Sesuai UU No. 13\u002F2003 pasal 77.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Khusus Anggota Satpam, mengingat Pengamanan Pabrik harus dijaga 24 jam\nmaka hari kerja dan waktu istirahat diatur sbb :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Hari kerja adalah 6 hari kerja dan 1 hari istirahat kerja (tidak meski\nhari minggu) atau 40 jam kerja seminggu. Kelebihan Jam Kerja dihitung Lembur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Tiap minggu ke 3 diadakan perpendekan shift untuk mengatur hari libur\nkerja dan pada minggu tersebut diberikan lembur 3 jam (pengganti lembur hari\nSabtu)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Bila waktu cuti masal ada anggota yang bersamaan waktu off maka hak\ncutinya akan diganti lain hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Jam Kerja Satpam diatur sbb :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Shift I\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>07.00 - 15.00\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Shift II\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>15.00 - 23.00\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Shift III\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>23.00 - 07.00\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>e.Anggota Satpam yang diperbantukan dari instansi luar diatur sendiri\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 15 : Kerja Lembur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>I. KERJA LEMBUR\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Kerja Lembur adalah kerja yang dilakuan selebihnya dari waktu kerja yang\nNormal \u002F UU 13\u002F2003 Pasal 78.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pada dasarnya kerja lembur atas kesepakatan, namun karyawan diwajibkan\nuntuk melakukan kerja lembur dalam hal-hal sbb :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Untuk memenuhi rencana kerja Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Jika ada sewaktu-waktu, tertentu atau berulang dan atau pekerjaan yang\nharus segera diselesaikan tak mungkin ditangguhkan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Dalam keadaan terjadinya bahaya, seperti kebakaran, banjir, bencana alam\nwabah dan lain-lainnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Dalam hal pekerjaan regu harus melanjutkan pekerjaan karena penggantiannya\nbelum datang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Jika seorang karyawan karena keadaan yang layak tidak dapat bekerja lembur\nkaryawan yang bersangkutan harus melaporkan halnya tersebut kepada kepala\nbagianya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Kerja lembur yang bukan atas dasar pemerintah kepala bagiannya dianggap\ntidak ada.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>II.PERHITUNGAN PEMBAYARAN UPAH LEMBUR\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-OVERTIME_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause\" id=\"clause-overtimeallowancetypeperiod\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause\" id=\"clause-overtimeallowancetypeperiod\">\u003Cp>1.Perhitungan pembayaran upah kerja lembur berpedoman pada UU No. 13 \u002F TH\n2003 Pasal 78 Juncto Kep Men No. 102 \u002F MEN \u002F VI \u002F thn 2004 tertanggal 25 Juni\n2004 yang ditetapkan sbb :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Apabila kerja lembur dilakukan pada hari kerja biasa, upah lembur jam\npertama dibayar 1,5 kali upah sejam dan jam lembur selebihnya dibayarkan 2 kali\nupah sejam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowanceperc1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SUNDAY_trigger\">\u003Cp>b. Apabila kerja lembur dilakukan pada hari libur \u002F istirahat Mingguan atau\nhari besar resmi, maka upah lembur dibayar untuk 8 (delapan) jam pertama\ndibayar 2 (dua) kali upah sejam. Jam ke 9 (sembilan) dibayarkan 3 (tiga) kali\nupah sejam dan ke 10 (sepuluh) dan 11 (sebelas) dikalikan 4 (empat) upah sejam\n(Kep Men 102\u002FMEN\u002FVI\u002F2004)\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Perhitungan Upah per jam :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Upah Bulanan : 1\u002F173 X Upah sebulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Upah lembur karyawan dibayarkan bersama dengan pembayaran Premi Absen dan\nPremi Produksi, perhitungan lembur dilakukan untuk periode kerja lembur selama\n1 (satu) bulan yang dibayarkan pada tanggal 15 bulan berikutnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 16 : Tugas Luar\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Kepada karyawan yang oleh karena tugasnya harus melaksanakan perjalanan\ndinas luar kota \u002F daerah dan harus bermalam, maka biaya angkutan pulang pergi,\npenginapan, makan, angkutan lokal dll yang dianggap perlu oleh Pimpinan, biaya\nakan ditanggung oleh Perusahaan dalam batas-batas yang wajar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Tugas Luar Negri diatur tersendiri sesuai kebijakan Pimpinan\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Ketentuan besarnya biaya dan fasilitas perjalanan dinas diatur tersendiri\ndiluar PKB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VI : PENGUPAHAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 17 : Sistem Pengupahan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-WAGES_trigger\">\u003Cp>1.Definisi Upah \u002F Gaji\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Yang dimaksud Upah \u002F Gaji adalah imbalan yang dibayar Perusahaan kepada\nKaryawan untuk Pekerjaan yang dilakukannya dalam jam kerja tetap yang\nditentukan oleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Bentuk Pengupahan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pengupahan untuk karayawan Bulanan ditetapkan atas dasar upah bulanan dan\nmenurut jumlah hari kerja yang syah yang diberikan oleh karyawan kepada\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-COMMUTE_trigger\">\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-commutingallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-COMMUTE_trigger\">\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-commutingallowancetype1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-COMMUTE_trigger\">\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-MEALALL_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-COMMUTE_trigger\">\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-mealvoucherstype1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-COMMUTE_trigger\">\u003Cp>3.Sistem Pengupahan Karyawan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sistem pengupahan untuk karyawan terdiri dari :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Gaji \u002F Upah Pokok\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Tunjangan Transpoert\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Tunjangan Makan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Tunjangan Jabatan\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Yang keseluruhanya merupakan upah kotor yang dipakai untuk menghitung upah\nlembur dan pesangon\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Kenaikan Upah \u002F Gaji\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-STRUCINCR_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasetype2\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasefirmperformance\">\u003Cdiv class=\"cbaClause\" id=\"clause-COSTLIV_trigger\">\u003Cp>a.Pada dasarnya Perusahaan meninjau kenaikan upah karyawan setiap satu tahun\nsekali pada (bulan Januari) yang besarnya akan disesuaikan dengan sosial\nekonomi, situasi dan kondisi Perusahaan, serta karyawan yang telah menunjukan\nhasil kerja yang memuaskan, dan kondite baik. Kenaikan gaji dihitung dari Gaji\nPokok\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAYSCALES_period\">\u003Cp>b.Saat kenaikan gaji dihitung satu tahun setelah tanggal kenaikan gaji\nterakhir atau satu tahun setelah karyawan diterima bekerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pembayaran Upah \u002F Gaji\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Upah \u002F Gaji ditetapkan dalam jumlah kotor\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pembayaran gaji dilakukan pada tanggal 26 setiap bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Periode perhitungan gaji \u002F upah adalah tanggal 21 s\u002Fd 20 bulan\nberikutnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Premi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pada karyawan yang bekerja dibagian-bagian tertentu, Perusahaan akan\nmemberikan Premi sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Premi Absen (Operator s\u002Fd Wakil Kepala Bagian)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Apabila seorang karyawan (karyawan baru setelah lewat masa percobaan 3\nbulan) dalam satu bulan karyawan tidak melanggar ketentuan sbb :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Tidak pernah absen dari pekerjaan (ijin)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Tidak pernah terlambat atau pulang cepat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Tidak boleh diabsenkan orang lain\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Besarnya Premi absensi adalah sbb :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Bulanan : 2 x (Gaji Pokok + Tunj. Makan\u002FTransport) sebulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Premi Absensi dibayarkan tanggal 15 tiap bulannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-HARDSHIP_trigger\">\u003Cp>b.Premi Produksi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Diberikan kepada karyawan sebagai imbalan kerja tiap hari produksi yang\nbesarnya sbb:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.1.Bagian ProduksiRp;2.000,-\u002Fhari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.2.Bagian EngineeringRp;2.000,-\u002Fhari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.3.Bagian LaborRp;2.000,-\u002Fhari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>premi Produksi dibayarkan tanggal 15 tiap bulan bersamaan dengan pembayaran\nlembur\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Premi Tahunan (Operator s\u002Fd Wakil Kepala Bagian)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Apabila keadaan Perusahaan mengijinkan, Perusahaan akan memberikan Premi\nTahunan yang diatur sbb :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.1.premi tahunan tidak dibayarkan sekaligus pada akhir tahun, tetapi\ndibayar setiap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>bulan dalam tahun sbb:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.2.besarnya adalah sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>C.2.1.MK Kurang dari 1 tahun tidak dapat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>C.2.2.MK 1 kurang dari 2 tahun Rp; 2.000,- \u002F bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>C.2.3.MK 2 kurang dari 2 tahun Rp; 2.000,- \u002F bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>C.2.4.MK 3 kurang dari 2 tahun Rp; 2.000,- \u002F bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Premi tahunan dibayarkan bersama gaji tanggal 26 tiap bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-NOCTPREM_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-shiftallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-shiftallowanceamount1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-shiftallowancetype1\">\u003Cp>d.Premi Shift\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Bagi karyawan yang bekerja pada shift, oleh Perusahaan diberikan tunjangan\nuntuk setiap hari hadir bertugas, yang besarnya sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a). Shift II:Rp; 3.000,-\u002Fhari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b). Shift III:Rp; 4.000,-\u002Fhari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Premi shift dibayarkan bersama-sama pembayaran gaji\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Premi Efesiensi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Diberikan kepada karyawan atas dasar efesiensi pemakaian bahan pembantu\ndalam proses produksi dengan hasil sesuai Standart yang ditentukan, besarnya\npremi maupun waktu pembayaran tidak tetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Potongan Atas Upah \u002F Gaji\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan berhak untuk melakukan pemotongan atas gaji \u002F upah karyawan untuk\nhal-hal tersebut dibawah ini :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Hutang pinjaman karyawan pada perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Potongan lain berdasarkan ketentuan perundang-undangan (ASTEK Check off\nsystem dan dll)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Hari-hari dimana karywan tidak masuk kerja dengan atau tanpa alasan yang\nsah, pengupahannya ditetapkan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.1. Mangkir– tidak dapat gaji\u002Fupah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.2. Absen– tidak dapat gaji\u002Fupah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.3. Absen\u002Fsakit – dapat gaji \u002F upah penuh (surat Dokter JPK yang ditunjuk\n\u002F diluar DKI karena darurat dari PUSKESMAS atau Rumah Sakit\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VII : PEMBEBASAN DARI KEWAJIBAN UNTUK BEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 18 : Istirahat Mingguan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>I. ISTIRAHAT MINGGUAN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Mengacu pada undang-undang No. 13 thn 2003 Pasal 79\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Istirahat mingguan 1 (satu) hari untuk 6 (enam) hari kerja dalam 1 (satu)\nminggu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Atau 2 (dua) hari untuk 5 (lima) hari kerja dalam 1 (satu) minggu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pada hari-hari libur resmi \u002F Hari Raya yang ditetapkan oleh Pemerintah,\nkaryawan dibebaskan untuk tidak bekerja dengan mendapatkan upah \u002F gaji.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 19 : Istirahat Tahunan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>II. ISTIRAHAT TAHUNAN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAIDLEAV_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysweeks\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysdays\">\u003Cp>1.Setelah karyawan bekerja selama 12 bulan berturut-turut berhak atas\nistirahat tahunan selama 12 (dua belas) hari kerja dengan mendapatkan upah\npenuh\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>(mengacu pada UU No 13\u002F2003 pasal 79 ayat 2).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Cuti tahunan sebanyak 12 (dua belas) hari kerja itu pelaksanaanya diatur\ndalam 2 (dua) tahap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Tahap Pertama (selama enam hari kerja) diambil pada waktu Hari Raya Idul\nFitri\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Tahap Kedua (selama enam hari kerja) dapat diambil kapan waktu, sesuai\ndengan kebutuhan atas ijin \u002F persetujuan atasanya\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>c.Setiap permohonan cuti harus diajukan 3 s\u002Fd 7 hari sebelum cuti dijalankan\ndengan persetujuan atasan yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Atas pertimbangan Perusahaan, berhubung dengan kesibukan pekerjaan, cuti\ntahunan dapat ditunda untuk waktu paling lama 6 (enam) bulan terhitung mulai\nsaat karyawan berhak atas cuti tahunan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pada dasarnya cuti tahunan tidak dapat diganti dengan uang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Hak atas istirahat tahunan gugur apabila setelah waktu 6 (enam) bulan\nsejak lahirnya hak tersebut karyawan ternyata tidak mempergunakan haknya bukan\nkarena alasan-alasan yang diberikan oleh Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 20 : Cuti Hamil \u002F Keguguran \u002F Haid\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleavepayperc\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleavepay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveall\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleave\">\u003Cp>1.Bagi karyawan yang akan melahirkan berhak atas cuti selama 1,5 bulan\nsebelum melahirkan dan 1,5 bulan setelah melahirkan serta 1,5 bulan gugur\nkandungan (gugur kandungan dimaksud apabila kandungan berusia empat bulan ke\natas) yang disertai surat Keterangan Dokter dengan mendapatkan upah penuh.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Bagi yang akan mengunakan cuti hamil tersebut harus mengajukan permohonan\nterlebih dahulu kepada perusahaan dengan disertai surat keterangan Dokter atau\nbidan yang merawat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-menstruationleave\">\u003Cp>3.Kepada karyawati yang mendapat HAID merasakan sakit dapat diberikan\nistirahat selama 2 (dua) hari dengan ketentuan karyawan tersebut harus\nmemberitahukan halnya kepada perusahaan dengan menunjukkan keterangan\nDokter.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Mengacu pada Undang-undang No 13 thn 2003 ps 81 ayat 1,2\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 21 : Ijin Meninggalkan Pekerjaan Dengan Mendapatkan Upah \u002F Tanpa\nUpah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleave\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleaveduration\">\u003Cp>1.Perusahaan dapat memberikan ijin khusus kepada karyawan meninggalkan\npekerjaan dengan mendapat upah, apabila :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Karyawan Menikah 3 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Pernikahan anak karywan 2 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Khitanan 2 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Istri Karyawan melahirkan \u002F Keguguran 2 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Suami \u002Fistri\u002Fanak\u002Forang tua\u002Fmenantu\u002F Mertua\u002FSaudara sekandung meninggal\ndunia 2 hari \u002F 4 hari (diluar Jabodetabek)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Karyawan memenuhi panggilan pemerintah 1 hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g. Anggota keluarga dalam satu rumah meninggal 1 hari\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Ijin meninggalkan pekerjaan tersebut harus diperoleh terlebih dahulu dari\nPerusahaan, kecuali dalam keadaan mendesak ijin tersebut dapat diajukan\nkemudian dan disertai bukti yang sah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Atas pertimbangan perusahaan, ijin meninggalkan perusahaan diluar\nketentuan tersebut diatas dapat diberikan tanpa upah \u002F gaji.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Setiap karyawan yang meninggalkan tanpa ijin Perusahaan atau surat\nketerangan maupun alasan yang dapat diterima oleh perusahaan dianggap mangkir\ndan tidak berhak atas upah \u002F gaji pada hari mangkir tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Ijin meninggalkan pekerjaan hari libur Sabtu, Minggu dan hari Raya (hari\nbesar) tidak termasuk dalam hitungan cuti\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 22 : Tunjangan Untuk Keluarga Karyawan Yang Ditahan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Karyawan yang ditahan oleh yang berwajib diduga melakukan tindak pidana\nbukan pengaduan Perusahaan tidak mendapat upah \u002F gaji.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pihak keluarga yang ditinggalkan diberikan tunjangan sesuai pasal 160 UU\nNo 13 th 2003 sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Satu orang tanggungannya25% dari gaji karyawan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Dua orang tanggungannya35% dari gaji karyawan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Tiga orang tanggungannya45% dari gaji karyawan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Empat orang tanggungannya50% dari gaji karyawan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Lamanya pembayaran tunjangan 6 bulan, setelah lewat 6 bulan lamanya\nhubungan kerja Karyawan yang bersangkutan akan diputuskan menurut Undang-undang\nNo 13 tahun 2003 pasal 160 ayat 7\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VIII : PERAWATAN DAN PENGOBATAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 23 : Kesehatan Karyawan Pemeriksaan Kesehatan Dan Pengobatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurance\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccess\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-MEDICAL_trigger\">\u003Cp>Guna memelihara pada karyawan dan keluarganya, Perusahaan menyediakan\npenggantinya biaya pengobatan sesuai kondisi dan kebijaksanaan Perusahaan, yang\ntata caranya diatur dalam keputusan Pimpinan Perusahaan Minimal sesuai dengan\nketentuan Undang-undang no 3 Tahun 1992 tentang JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA\n(JAMSOSTEK)\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccessrelatives\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurancerelatives\">\u003Cp>1.Yang berhak atas tunjangan pengobatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Yang berhak atas bantuan pengobatan yang disediakan oleh perusahaan adalah\n:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Semua karyawan non staf beserta keluarga yang menjadi tanggungan yaitu :\n1 (satu) orang istri \u002F suami yang sah dan 3 (tiga) orang anak kandung\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>b. Bantuan pengobatan ini baru berlaku setelah karyawan memalui masa\npercobaan 3 (tiga) bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityotherclause\">\u003Cp>2.Kehamilan \u002F Persalinan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Bagi karyawati yang memerlukan pemeriksaan sehubungan dengan\nkehamilannya, diwajibkan berkonsultasi terlebih dahulu dengan Dokter\nPerusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Bantuan biaya berlaku setelah karyawati menjadi karyawan tetap (setelah\npercobaan 3 bulan)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Untuk kelahiran normal, besarnya bantuan biaya yang diberikan oleh\nPerusahaan kepada karyawati atau karyawan berhak adalah :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.1. Bantuan biaya persalinan adalah sebesar Rp; 100,00,- (seratus ribu\nrupiah) untuk maximal 3 (tiga) anak bagi karyawan non staf\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.2. Bagi karyawan yang pada waktu permulaan pertanggungan sudah mempunyai\nanak 3 (tiga) keatas, tidak mendapat bantuan biaya persalinan\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Biaya Pemeliharaan Kesehatan yang tidak diganti\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan tidak akan memerikan penggantian biaya perawatan kesehatan dan\npengobatan untuk hal-hal tersebut dibawah ini :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Pengobatan sakitnya karena pemakaian atau pengaruh obat bius narkoba\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Konsultasi dan perawatan pada psycholog (ahli ilmu jiwa)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Perawatan Kosmetik (bedah plastik)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Pembelian obat-obatan tanpa resep Dokter, pembelian obat – obatan bebas\nmisalnya :\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Perlengkapan P3K Kapas, Perban, Plester, Alkhohol, Mercochom dll\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Minyak angin, mentol, kayu putih dll\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Obat-obatan lengkap untuk anak \u002F bayi : bedak bayi, dot, baby oil, sabun\n    mandi, botol susu dan lain-lain\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Hyperkes (Hygiene Pekerjaan dan Kesehatan)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan akan selalu berusaha menciptakan suasana kerja yang memenuhi\nsyarat dan hubungan keselamatan dan kesehatan kerja dilingkungan perusahaan.\nDalam pelaksanaanya dibina oleh team P2K3 Perusahaan (Surat Depnaker No. Kep.\n1051 \u002F W.26\u002F06\u002FXIII\u002FK\u002F1988 tanggal 28 Desember 1988)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 24 : Upah Selama Sakit\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdaysnr\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdays\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SICDIS_trigger\">\u003Cp>1.Dalam hal karyawan sakit sehingga tidak dapat melakukan tugasnya\nberdasarkan keterangan Dokter yang ditunjuk (JPK), dan selama waktu tidak\nmelampaui 12 (dua belas) bulan terus menerus mengacu pada UU No. 13\u002F2003 Pasal\n93 ayat 3 maka upahnya tidak dipotong (dibayar).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspayperc\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspaytype\">\u003Cp>2.Apabila seorang karyawan tidak dapat bekerja karena sakit atas dasar\nketerangan Dokter atau karena dirawat di Rumah Sakit, maka upahnya dibayar\nsesuai dengan ketentuan sbb :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Empat bulan Pertama dibayar 100% dari upah sebulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Empat bulan Kedua dibayar 75% dari upah sebulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Empat bulan Ketiga dibayar 50% dari upah sebulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Bulan selanjutnya dibayar 25% dari upah sebulan sebelum PHK Dilakukan\noleh Pengusaha\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Apabila seorang karyawan setelah melewati waktu tersebut diatas, masih\nbelum mampu bekerja, maka karyawan tersebut dapat mengajukan Pemutusan Hubungan\nKerja sesuai dengan UU No 13\u002F2003 pasal 172\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 25 : Program Keluarga Berencana (KB) Di Perusahaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan wajib untuk mensukseskan Program Nasional Keluarga Berncana\n(KB)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Program Keluarga Berencana adalah merupakan salah satu bagian untuk\nmenunjang serta meningkatkan kesejahteraan karyawan untuk itu perlu adanya\nperan serta secara aktif dari pihak karyawan maupun Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Bahwa untuk pelaksanaan program Keluarga Berenana di Perusahaan perlu\nadanya Unit\u002Fpersonel yang menanganinya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IX : KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 26 : Kesehatan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetypolicy\">\u003Cp>Pengusaha dan karyawan menyadari akan pentingnya masalah Keselamatan dan\nKesehatan Kerja, karenanya kedua belah pihak akan berusaha sekuat mungkin untuk\nmencegah dan menghindari kemungkinan-kemungkinan timbulnya kecelakaan kerja dan\nsakit akibat hubungan kerja yang dapat menimpa karywan\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 27 : Keamanan Dalam Hubungan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Untuk menghindari dan mencegah timbulnya kecelakaan serta sakit akibat\nhubungan kerja, karyawan dan pengusaha menyadari pentingnya dibentuk Panitia\nKeselamatan Kerja di perusahaan (P2K3).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Setiap karyawan wajib menjaga keselamatan dirinya dan karyawan lainnya dan\nwajib memakai alat-alat keselamatan kerja yang telah disediakan oleh perusahaan\nserta mengikuti \u002F mematuhi ketentuan-ketentuan mengenai keselamatan kerja dan\nperlindungan kerja yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Apabila karyawan memenuhi hal-hal yang membahayakan terhadap keselamatan\nkaryawan dan perusahaan supaya segera melaporkan kepada atasanya atau Pimpinan\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Diluar waktuyang telah ditentukan oleh Perusahaan, setiap karyawan tidak\ndiperbolehkan memakai \u002F mengunakan alat-alat atau perlengkapan milik Perusahaan\nuntuk kepentingan pribadi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB X : JAMINAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 28 : Jaminan Sosial Tenaga Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SOCSEC_trigger\">\u003Cp>Merupakan kewajiban Pengusaha dan karyawan untuk aktif dalam program Jaminan\nSosial Tenaga Kerja (JAMSOSTEK) oleh karena itu baik pengusaha dan karyawan\nwajib masuk dalam program JAMSOSTEK\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 29 : Tunjangan Kecelakaan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilityfund\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilitypay\">\u003Cp>1.Apabila karyawan mendapatkan kecelakaan kerja sesuai yang dimaksud dalam\nUndang-undang Kecelakaan Kerja, maka perusahaan akan memberikan ganti rugi\nsebagaimana diatur dalam Undang-undang No 3 Tahun 1992 dan Peraturannya PP No\n14 Tahun 1993 tentang JAMSOSTEK.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Macam ganti rugi seperti yang termasuk dalam ayat 1 tersebut diatas berupa\n:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Biaya pengangkutan karyawan dari tempat kecelakaan ke rumah atau ke Rumah\nSakit\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Biaya perawatan dan pengobatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Tunjangan Kecelakaan (cacat total \u002F sebagian sesuai ketentuan\nJamsostek)\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 30 : Tunjangan Kematian Bukan Karena Kecelakaan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Apabila karyawan meninggal dunia bukan karena kecelakaan kerja, maka\nPerusahaan akan memberikan sumbangan kepada ahli warisnya dengan ketentuan\nsebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Upah dalam bulan yang sedang berjalan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Sumbangan ongkos penguburan, dari JAMSOSTEK\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpay\">\u003Cp>c. Uang duka atau pengabdian karyawan yang serendah-rendahnya sesuai dengan\nketentuan UU No. 13\u002F2003 pasal 166\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>d. Santunan kematian dari PT ASTEK, apabila karyawan yang bersangkutan telah\nmenjadi peserta JAMSOSTEK sesuai dengan Undang-undang no. 3 Tahun 1992\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dan apabila suami \u002F istri anak karyawan yang meninggal dunia maka\nperusahaan akan memberikan sumbangan sesuai dengan kebijaksanaan perusahaan,\nyaitu sebesar Rp; 750,000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Karyawan yang menderita akibat bencana alam (kebakaran \u002F gempa bumi \u002F\nbanjir) dll mendapat bantuan dari perusahaan sbb :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Bencana sebagian : Rp; 500,000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Bencana Total : ditetapkan dengan kebijaksanaan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 31 : Tunjangan Hari Raya\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype2\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusdays1\">\u003Cp>Tunjangan Hari Raya diberikan kepada karyawan menjelang hari Lebaran \u002F Hari\nRaya dan pembayarannya dilakukan selambat-lambatnya 2 (dua) minggu sebelum\nLebaran \u002F Hari Raya. Masing-masing karyawan yang masih berstatus percobaan\ntidak berhak mendapat Tunjangan Hari Raya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Bagi yang telah mempunyai masa kerja &lt; 5 (lima) tahun sebesar 1 (satu)\nbulan upah\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>b. Bagi yang belum mempunyai masa kerja 1 (satu) tahun ditentukan secara\nproporsional sesuai masa kerjanya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Bagi yang telah mempunyai masa kerja 5 tahun atau lebih, sebesar 2 bulan\nupah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 32 : Tunjangan Loyalitas\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Bersama dengan Tunjangan Hari Raya bagi karyawan dengan masa kerja 1 (satu)\ntahun keatas akan mendapat Tunjangan LOYALITAS. Pemberian tunjangan loyalitas\nadalah kebijaksanaan perusahaan dengan melihat situasi dan kondisi perusahaan\ndan besarnya bagi karyawan tidak sama, mengingat akan prestasi kerja,\nkedisiplinan, sikap, keloyalan dan lain-lain\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Tunjangan Loyalitas maksimal sebesar 1 (satu) bulan upah dan dibayarkan\nbersama dengan THR\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 33 : Penghargaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan akan memberikan penghargaan kepada karyawan yang telah\nmelampaui masa kerja 10, 15, 20 tahun dan seterusnya dengan kelipatannya 5\n(lima) tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Bentuk dan macam Penghargaan ditetapkan oleh Perusahaan dengan\nmemperhatikan kondisi Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Penghargaan akan diberikan bersama pada saat Halal Bihalal atau acara\nlain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Perhitungan Masa Kerja dimulai pada saat masuk s\u002Fd 15 hari sebelum\npelaksanaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Penghargaan tidak bisa diberikan \u002F diperhitungkan secara terpisah\n(bersamaan).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Apabila karyawan melangsungkan pernikahan untuk yang pertama kali, akan\nmendapat bantuan dari Perusahaan sebesar Rp; 100.000,- (seratus ribu rupiah)\ndengan menyerahkan bukti yang sah berupa copy akte pernikahan. Dengan masa\nkerja Minimal 1 (satu) tahun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 34 : Perlengkapan Kerja \u002F Pakaian Kerja Karyawan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Kepada karyawan yang karena sifatnya pekerjaannya memerlukan perlengkapan\nkerja dan atau pakaian kerja, Perusahaan menyediakan dan harus selalu\ndipergunakan sebaik-baiknya pada saat diperlukan. Pakaian kerja untuk karyawan\nyang berhak menerimanya diberikan sebanyak 2 (dua) stel dan 1 (satu) stel\nsepatu setahun, setelah masa percobaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Perlengkapan kerja dan pakaian kerja tersebut tetap merupakan milik\nperusahaan dan hanya dipergunakan sewaktu kerja serta harus dijaga\nkebersihannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Untuk melindungi keselamatan kerja dan kesehatan karyawan selama dalam\npekerjaan ditempat-tempat atau dalam keadaan yang oleh perusahaan dianggap\nperlu, Perusahaan memberikan atau dipakai\u002Fdiperlukan alat\u002Fperlengkapan dalam\nwaktu kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 35 : Koperasi Karyawan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Dalam rangka untuk meningkatkan produktivitas kerja, perlu ditunjang\nadanya peningkatan kesejahteraan karyawan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Bahwa salah satu sarana penunjang kearah peningkatan kesejahteraan\ntersebut tidak saja tergantung pada keadaan upah, namun dengan sebagian upah\nmasing-masing karyawan dapat dikembangkan untuk usaha bersama melalui\npembentukan Koperasi Karyawan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Perusahaan sesuai dengan kemampuannya yang ada akan turut mendorong dan\nmembantu kearah tumbuh dan berkembangnya kehidupan Koperasi Karyawan di\nperusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 36 : Peribadatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Sholat Lima Waktu\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Kepada karyawan yang beragama Islam yang berhak melaksanakan ibadahnya\n(sholat lima waktu) dapat diberikan waktu untuk melakukannya pada mushola yang\ntersedia dalam komplek Perusahaan. Kesempatan untuk ini hanya jika keadaan\nmengijinkan (produksi terhenti atau diatur bergilir oleh Kabag.\nMasing-masing)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Sholat Jum’at\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Bagi karyawan yang hendak melakukan sholat bersama pada hari Jum’at\ndiberikan waktu untuk melaksanakannya antara jam 11.45 sampai jam 13.00 waktu\ntersebut sudah termasuk waktu makan siang dan berganti pakaian (produksi waktu\nmaintenace)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Perjalanan Ibadah Haji\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Perusahaan dapat memberikan dispensasi kepada karyawan yang hendak\nmenunaikan ibadah haji pada bulan haji dengan mendapat gaji penuh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Perjalanan Ibadah haji terhitung sejak masuk asrama haji sampai kembali\nke tanah air ditambah 2 (dua) hari untuk keperluan istirahat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Apabila karena hal-hal tidak dapat diduga sebelumnya perjalanan Ibadah\nHaji tersebut memerlukan waktu lebih lama, perusahaan dapat memberikan\ndispensasi hingga maksimal 40 hari, dengan menunjukan bukti-bukti yang sah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Jumlah karyawan yang menunaikan ibadah haji pada suatu saat yang sama\nharus tidak mengganggu kelancaran jalannya perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Dispensasi ibadah haji diberikan hanya untuk 1 (satu) kali perjalanan\nmenunaikan ibadah haji\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 37 : Olah Raga Dan Rekreasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Olah Raga\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan dapat memberikan sumbangan \u002F fasilitas kepada para karyawan untuk\nmelakukan kegiatan berolahraga untuk team PT ALCARINDO PRIMA.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Rekreasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dalam usaha mengembalikan semangat dan gairah kerja serta rasa kebersamaan,\nmaka perusahaa memberikan kesempatan pada semua karyawan untuk mengadakan\nrekreasi \u002F tour dan dilaksanakan secara masal satu kali dalam setahun, yang\nbiayanya ditanggung Perusahaan. Dengan memperhatikan kondisi \u002F kemampuan\nPerusahaan satu kali dalam setahun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Salah satu acara penting dalam kesempatan tersebut adalah diisinya salah\nsatu orang karyawan teladan. Indek tour ditentukan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Karyawan bujangan : 1 Indek\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Karyawan nikah : 2 Indek\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Karyawan Nikah K\u002F1 : 3 Indek\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Karyawan Nikah K\u002F2 : 4 Indek\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 38 : Tunjangan Hari Tua\u002FPurna Bakti\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-pensionfund\">\u003Cp>1.Apabila seorang Karyawan\u002Fti mencapai usia 55 akan dibebas tugaskan dan\nberhak mendapat Tunjangan Hari Tua yang besarnya disesuaikan dengan masa\nkerjanya, sekurang-kurangnya mempunyai masa kerja 25 (dua puluh lima) tahun.\nDalam menetukan besarnya tunjangan ini berlaku dengan ketentuan UU No 13\u002Fthn.\n2003 pasal 167 ayat 1 &amp; 5\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Apabila masa kerja kurang dari 25 tahun sedangkan usia sudah 55 tahun,\nmaka berlaku ketentuan diatas, MK \u002F 25 x Pesangon \u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Apabila usia kurang dari 55 tahun tetapi masa kerja lebih dari 25 tahun,\nmaka seperti ketentuan diatas, Usia \u002F 55 x Pesangon\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Sebagai penghargaan bagi karyawan yang Purna Bakti selain diberikan\npesangon sesuai UU No. 13\u002Fthn. 2003 karyawan juga diberikan kebijaksanaan\ntersendiri yang besarnya sesuai dengan kebijaksanaan perusahaan bagi yang\nmempunyai masa kerja 12 (dua belas) tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Atas persetujuan keduabelah pihak, karyawan yang telah dibebas tugaskan\nmendapat tunjangan Hari Tua dapat diperkerjakan kembali atas Perjanjian\nKerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Tunjangan Hari Tua bagi peserta Jamsostek diberikan setelah karyawan\nmencapai usia 55 tahun atau minimal setelah mengikuti JAMSOSTEK selama 5 tahun\nbulan dengan mengisi form No. 9a\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XI : TATA TERTIB KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 39 : Kartu Absensi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Kartu Absensi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Setiap karyawan mendapat sehelai kartu absensi yang diganti setiap 1\n(satu) bulan sekali\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Setiap karyawan masuk kerja dan keluar setelah menyelesaikan pekerjaan,\nkaryawan diwajibkan mengabsensi kartunya sendiri\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Setiap karyawan dilarang mengabsensikan kartu milik orang lain\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Pelanggaran terhadap pengabsenan kartu karyawan lain dikenakan disiplin\nterhadap kedua-duanya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Kerusakan terhadap kartu seperti robek, tinta kurang jelas, harus\ndilaporkan segera ke kepala bagiannya atau kepersonalia\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Kekosongan kartu pada salah satu hari kerja dapat digolongkan sebagai\nmangkir kecuali ada surat Dokter\u002Fcuti\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 40 : Dalam Waktu Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Dalam waktu kerja karyawan tidak dibenarkan untuk meninggalkan\nruang\u002Ftempat kerja tanpa ijin atasannya atau melakukan pekerjaan lain diluar\nkepentingan Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Karyawan tidak dibenarkan menerima tamu pribadi selama berlangsungnya jam\nkerja, baik didalam maupun diluar daerah kerja, kecuali untuk hal-hal yang\ndarurat dan telah seijin atasanya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 41 : Tata Tertib Kerja Perusahaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Tidak Masuk Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Setiap karyawan tidak masuk kerja satu hari penuh, karyawan harus\nmemberitahukannya secara tertulis disertai bukti-bukti yang menguatkan (sah),\npada hari yang sama atau selambat-lambatnya satu hari sesudahnya. Keterlambatan\npemberitahuan ijin dianggap mangkir\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Apabila tidak masuknya itu karena sakit (walau satu hari) harus\ndilengkapi dengan surat keterangan Cuti dokter (CD) yang merawatnya sesuai\nprogram JPK JAMSOSTEK yang ditunjuk \u002F diluar DKI PUSKESMAS \u002F Rumah Sakit\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Tidak masuk kerja tanpa alasan \u002F tanpa ijin yang sah dianggap mangkir\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Meninggalkan Pekerjaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Karyawan yang meninggalkan tempat kerja untuk keperluan apapun selama\njam-jam kerja harus dengan sepengetahuan dan ijin atasannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Meninggalkan pekerjaan karena sakit harus mendapat ijin dari atasannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Pemanggilan oleh instansi yang berwenang harus dilengkapi dengan bukti \u002F\npanggilannya dan mendapat pengesahan \u002F ijin \u002F surat atasanya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Disiplin Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Ketentuan umum\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Secara umum karyawan wajib memperhatikan dan mentaati semua peraturan maupun\ninstruksi yang meliputi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.1. Semua peraturan dan intruksi yang telah diumumkan oleh perusahaan\nberpedoman pada ketentuan perundang-undangan yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.2. Semua peraturan dan ketentuan perusahaan yang merupakan pelaksanaan\ndari pada kebijaksanaan Pimpinan Perusahaan mengenai peningkatan efesiensi\nkerja, keselamatan dan kesehatan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.3. Semua intruksi, petunjuk yang diberikan oleh Pimpinan Perusahaan,\nKepala bagian atau atasan langsung karyawan baik secara tertulis maupun\nlisan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Tugas, Kweajiban, dan larangan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.1. Setiap karyawan harus hadir ditempat kerjanya masing-masing tepat pada\nwaktunya, dan harus melaksanakan tugasnya berdasarkan perintah \u002F intruksi yang\nditerimanya dari masing-masing atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.2. Tiap-tiap karyawan wajib melakukan tugasnya sebaik mungkin dan dengan\npenuh rasa tanggung jawab.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.3. Setiap karyawan wajib berusaha meningkatkan efesiensi kerja serta\nmemperbaiki mutu kerjanya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.4. Setiap karyawan senantiasa wajib menjaga kebersihan dan ketertiban\ntempat kerjanya sendiri maupun tempat kerja lain dilingkungan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Tidak membuang sampah sembarangan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Memelihara kebersihan tempat ibadah, kantin, locker, dan kamar kecil\ntoilet\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Memelihara \u002F memperhatikan kebersihan tempat kerja masing-masing\ndilingkungan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.5. Peralatan dan Perlengkapan \u002F inventaris kerja dan barang-barang lain\nmilik perusahaan harus dijaga kebersihannya dan dipelihara dengan\nsebaik-baiknya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.6. Para karyawan dilarang mengambil, memindahkan atau membawa pulang\nsetiap perlengkapan kerja dan barang-barang lain milik perusahaan, kecuali\ntelah mendapat persetujuan dari Pimpinan Perusahaan atau mereka yang diberikan\nkuasa oleh Pimpinan. Juga dilarang menggunakan peralatan milik perusahaan untuk\nkepentingan pribadi tanpa ijin pimpinan perusahaan atau pejabat yang berwenang\nuntuk itu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.7. Setiap karyawan dilarang keras untuk mengcopy catatan-catatan\ndokumen-dokumen milik Perusahaan atau yang berhubungan dengan Perusahaan.\nDilarang menyebarluaskan kepada pihak ketiga atau kepada Perusahaan lain prihal\nkeuangan, informasi atau transaksi-transaksi dalam bentuk apapun yang\nmenyangkut kegiatan Perusahaan tanpa ijin terlebih dahulu dari Pimpinan\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.8. Kehilangan, kerusakan barang milik Perusahaan harus segera dilaporkan\nkepada atasannya atau Pimpinan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.9. Selama jam – jam kerja karyawan tidak diperbolehkan meninggalkan\ntempat kerjanya tanpa sepengetahuan dan seijin pimpinan bagi masing – masing,\ndan tidak diperkenankan untuk melakukan ikatan kerja \u002F pekerjaan dengan\nPerusahaan lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.10. Setiap karyawan wajib selalu berpakaian dengan rapih atau dalam\npakaian kerja yang diperuntukan bagi pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.11. Sopan santun dan saling hormat menghormati antara bawahan dan atasan\nmaupun antar karyawan harus dipelihara sesuai dengan kepribadian indonesia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.12. Karyawan harus segera memberitahukan kepada bagian Personalia tentang\nsetiap perubahan yang terjadi mengenai alamat, status kekeluargaan (pernikahan,\nkelahiran, kematian dll) dan ahli waris.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.13. Setiap karyawan tidak dibenarkan tidur pada waktu jam kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.14. Karyawan dilarang mengabsenkan kartu milik karyawan lain\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Keamanan dan Keselamatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Setiap karyawan wajib mematuhi peraturan-peraturan mengenai keamanan dan\nlangkah-langkah penjagaan keselamatan kerja didalam lingkungan peraturan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Petugas keamanan bertugas untuk memeriksa semua barang-barang yang dibawa\nmasuk atau keluar oleh para karyawan dengan memperhatikan norma-norma kesopanan\ndan ketertiban umum.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Para karyawan wajib mentaati apabila petugas keamanan meminta untuk\ndiperiksa barang-barang yang dibawanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Petugas keamanan berhak untuk sementara menahan barang-barang yang dibawa\noleh karyawan selama jam-jam kerja jika tidak ada hubungannya dengan tugas \u002F\npekerjaan karyawan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Tanpa persetujuan tertulis dari Perusahaan maka alat-alat foto atau\ncamera tidak diperkenankan dibawa kedalam lingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Karyawan selalu terlebih dahulu memeriksa mesin-mesin dan perlengkapan\nkeselamatan sebelum memulai pekerjaan dan segera melapor kepada atasannya jika\ndidapati kerusakan – kerusakan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Karyawan dilarang memindahkan alat pengaman dari mesin atau alat\nperlengkapan lain tanpa sepengetahuan atau persetujuan atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g. Dilarang menggunakan atau menjalankan mesin – mesin kendaraan dan\nperalatan yang bukan menjadi tugasnya, tanpa persetujuan dari Pimpinan \u002F\nPengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h. Karyawan wajib melayani mesin – mesin dengan cermat dan mematikan serta\nmembersihkan sebelum meninggalkan tempat kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i. Karyawan dilarang merokok ditempat terlarang atau berbahaya, kecuali pada\ntempat dan jam yang telah ditentukan didalam pabrik (SK Direksi tanggal 29\nFebruari 1992).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>j. Tidak diperkenankan untuk menempatkan baik dengan sengaja atau tidak,\nbarang – barang apapun dekat pintu – pintu keluar dan alat –alat pemadam\nkebakaran yang dapat mengganggu jalan ke arah itu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>k. Karyawan wajib mengambil langkah – langkah untuk mencegah kecelakaan.\nJika ia menentukan bahaya atau kecelakaan, harus segara berusaha mengambil\ntindakan – tindakan yang perlu untuk mengatasi keadaan tersebut dan segera\nmelapor pada atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>l. Karyawan wajib mendukung dan berperan aktif dalam pelaksanaan K3 ditempat\nkerja dalam upaya mencegah dan menanggulangi terjadinya kecelakaan dan penyakit\nakibat kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Tindakan Pelanggaran Disiplin\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Ketentuan umum\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan akan mengusahakan sepenuhnya disiplin kerja, dalam hal\npelanggaran disiplin kerja maka kepada yang bersalah akan dikenakan tindakan\nberupa peringatan lisan maupun tertulis bahkan skorshing dan pemutusan hubungan\nkerja, tergantung pada klasifikasi pelanggaran yang dilakukan oleh karyawan\nyang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Sangksi atas pelanggaran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Segala macam sikap, tindakan dan perbuatan yang bertentangan dengan\nketentuan tata tertib dan disiplin kerja adalah tindakan pelanggaran yang\nberakibat dikenakan tsbb :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.1.Surat Peringatan I\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.1.a. Mengabaikan peringatan – peringatan lisan yang diberikan oleh\natasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.1.b. Tidak mematuhi peraturan tata tertib, disiplin dan peraturan\nkeamanan\u002Fkeselamatan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.1.c. Datang terlambat di tempat kerja 6 (enam) kali dalam sebulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.1.d. Meninggalkan tempat kerja sebelum waktu nya tanpa izin.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.1.e. Tidak cakap dalam melaksanakan pekerjaan, walaupun sudah di coba\ndimana-mana, bukan saja SP tetapi diputuskan kontraknya atau PHK.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.1.f. 2 (dua) hari mangkir berturut-turut dalam waktu sebulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.1.g. Mangkir setelah menandatangani perintah lembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.1.h. Pindah shift tanpa izin Kabag atau kepala shift sebelumnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.2. Surat Peringatan II\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.2.a. Apabila karyawan mengabaikan surat peringatan I (satu) dan mengulangi\nkesalahan-kesalahan yang tercantum dalam butir-butir 2.1.a.c dan d.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.2.b. Apabila mendapat surat peringatan I (satu) sebanyak 3 (tiga) kali\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.3. Surat peringatan III (terakhir)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.3.a.Menolak perintah yang layak, sesuai dengan kemampuannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.3.b.Melalaikan kewajibannya secara serampangan dan tidak bertanggung\njawab.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.3.c.Tidur selama jam-jam kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.3.d.Merokok di tempat yang berbahaya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.3.e.Setelah mendapat surat peringatan ke II (dua) melakukan pelanggaran\ndisiplin.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.3.f.Melakukan pekerjaan-pekerjaan berbahaya yang menimpa diri dan orang\nlain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.4. Masa berlakunya surat peringatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Surat peringatan dapat di berikan tanpa berurutan, tergantung dari jenis\npelanggaran disiplin atau kesalahan yang dilakukan keryawan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Jangka waktu berlakunya surat peringatan adalah sbb:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.4.a. Peringatan lisan jangka berlakunya3 bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.4.b. Peringatan I jangka berlakunya 6 bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.4.c. Peringatan II jangka berlakunya 6 bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.4.d. Peringatan III jangka berlakunya 6 bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.5. Sanksi Pemutusan Hubungan Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sexualhar\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-violence\">\u003Cp>Pengusaha berhak untuk mengambil tindakan pemutusan hubungan kerja tanpa\nmemberikan peringatan terlebih dahulu terhadap setiap karyawan yang terbukti\nbersalah dalam hal-hal tersebut dibawah ini:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.5.a. Pencurian, penggelapan yang bersifat bagi manapun juga, terhadap\nharta milik perusahaan atau milik para karyawan lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.5.b. Menganiaya pengusaha dan atau teman sekerja serta keluarga mereka\nbaik dilakukan sendiri atau menggunakan orang lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.5.c. Menghina secara kasar dan atau mengancam pengusaha\u002Fatasan atau\nkaryawan lainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.5.d. Membujuk atau memikat pengusaha atau karyawan lain untuk melakukan\nperbuatan asusila atau perbuatan yang bertentangan dengan undang-undang.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>b.5.e. Merusak harta milik dan mesin-mesin pengusaha, baik dengan sengaja\natau karena kecerebohan\u002Fkelalaian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.5.f. Memberikan keterangan palsu kepada perusahaan dan atau memalsukan\nsurat-surat keterangan, seperti ijasah, keterangan Dokter, resep-resep dan\nkwitansi-kwitansi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.5.g. Mabuk-mabukan ditempat kerja atau berjudi dilingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.5.h. Membuka rahasia perusahaan dan atau rahasia rumah tangga\npengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.5.i. Telah dijatuhi hukuman penjara oleh badan pengadilan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.5.j. Menyalah gunakan kepercayaan perusahaan dan atau jabatannya dengan\nmenerima sogok baik berupa uang maupun barang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.5.k. Berkelahi atau berbuat onar dilingkungan perusahaan bila berkelahi\nsesama karyawan, keduanya akan mendapatkan sanksi yang sama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.5.l. Membawa senjata api diwaktu kerja atau kedalam daerah perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.6. Pemutusan hubungan kerja tersebut dilaksanakan sesuai peraturan\nperundang-undangan yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 42 : Mangkir Tanpa Alasan Yang Sah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Mangkir tanpa alsan yang sah tidak saja menghambat kelancaran pekerjaan\ntetapi juga memberatkan teman sekerja. Oleh karena itu sepantasnya apabila\nkaryawan yang mangkir tanpa alasan yang sah selain upahnya tidak dibayar juga\ndikenakan peringatan tertulis sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Berturut-turut (dalam waktu satu bulan)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2 (dua) hari : peringatan pertama\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5 (lima) hari : dinyatakan mengundurkan diri sesuai akan diproses sesuai UU\nNo. 13\u002F2003.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Selama 1 (satu) bulan tidak berturut-turut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5 (lima) hari : peringatan pertama\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 43 : Schorsing\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Schorsing dapat dikenakan kepada setiap karyawan yang melakukan\npelanggaran terhadap tata tertib kerja atau tidak menjalankan kewajiban sebagai\nmana mestinya atau tindakan yang merugikan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Jangka waktu schorshing yang sifatnya mendidik paling lama 1(satu) bulan\nkecuali menunggu penetapan dari Penyelesaian Perselisihan Hubungan Indrustrial\n(PHI) yang mengacu pada UU NO. 13\u002F2003 pasal 151 ayat 3 dan pasal 155 ayat\n3.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XII : PENYELESAIAN KELUHAN KARYAWAN DAN PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 44 : Prosedur Penyelesaian Keluhan Karyawan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Untuk menjamin keluhan\u002Fpengaduan seoarang karyawan mengenai hal-hal\nmenyangkut hubungan kerja dan pekerjaan dilayani sebagaimana mestinya, maka\ntata cara penyelesainnya diatur sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Setiap keluhan\u002Fpengaduan seorang karyawan pada tahap pertama dibicarakan\ndan diselesaikan dengan atasannya langsung dan harus diselesaikan\nselambat-lambatnya dalam waktu 5 (lima) hari kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Bilamana penyelesaian pada tahap pertama tersebut belum terlaksana, maka\ndengan persetujuan atau sepengetahuan atasan langsung, karyawan dapat\nmeneruskan keluhan\u002Fpengaduan keatasannya yang lebih tinggi dalam waktu\nselambata-lambatnya 5 (lima) hari kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Bilamana penyelesain pada tahap kedua tersebut diatas telah dijalankan\ntanpa memberi hasil yang memuaskan, maka karyawan yang bersangkutan dengan\ndidampingi Serikat Pekerja dapat meneruskannya kepada pimpinan perusahaan\nmelalui bagian HRD.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Bila sampai dengan tahap tersebut persoaalannya belum dapat terselesaikan,\nmaka perusahaan maupun serikan pekerja dapat meneruskannya kepada instansi yang\nberwenang dan akan diselesaikan menurut cara yang berlaku sehubungan dengan\nmasalahnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 45 : Berakhirnya Hubungan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Hubungan kerja selama masa percobaan dapat diputuskan oleh masing-masing\npihak, tanpa menyebutkan alasan dan berlaku seketika itu juga dan perusahaan\ntidak berkewajiban membayar ganti, pesangon dan lainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Karena tidak mampu lagi melakukan pekerjaan karena keadaan kesehatannya\natau sakit yang tidak mungkin disembuhkan lagi atau meninggalnya yang\nbersangkutan (karyawan).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Dalam keadaan mendesak atau memaksa, Perusahaan harus mengadakan\npengurangan-pengurangan tenaga kerja, atau karena penutupan usaha dan akan\ndiberitahukan pada karyawan 30 hari sebelumnya. Pemutusan Hubungan Kerja\ntersebut ditempuh sesuai prosedur Undang-undang Nomor 13 tahun 2003.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Karyawan melakukan tindakan atau tindakan-tindakan hal-hal yang\nbertentangan dengan seperti termuat dalam tata tertib kerja, kejahatan \u002F\nkesalahan yang dianggap besar atau dinyatakan terhukum oleh pengadilan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Atas kehendak karyawan sendiri yang diajukan secara tertulis\nsekurang-kurangnya 1 (satu) bulan sebelumnya, oleh suatu sebab yang tidak dapat\ndihindarkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Karyawan tidak cakap melakukan pekerjaan, walaupun telah dicoba dimana –\nmana, serta menunjukan hasil kerja yang sangat buruk, atau tidak memenuhi\npersyaratan jabatan dan mentaati tata tertib perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Berakhirnya hubungan kerja karena berakhirnya kesepakatan kerja waktu\ntertentu (K.K.W.T) sesuai dengan Peraturan Mentri Tenaga Kerja Nomor :\nPER.100\u002FMEN\u002FVI\u002F2004\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 46 : Pemutusan Hubungan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pada dasarnya Perusahaan sedapat mungkin menghindari terjadinya pemutusan\nhubungan kerja dengan karyawan-kayawan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pemutusan Hubungan Kerja akan dilakukan dengan ketentuan dan prosedur yang\ndiatur Undang – undang No. 13 thn 2003.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Berdasrkan ketentuan yang berlaku dikenal empat cara pemutusan hubungan\nkerja :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Pemutusan Hubungan Kerja oleh pihak karyawan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Pemutusan Hubungan Kerja oleh pihak Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Hubungan Kerja yang diputus oleh hukum\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Hubungan kerja yang diputuskan karena pailit\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 47 : Pemutusan Hubungan Kerja Oleh Karyawan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Karyawan dapat memutuskan hubungan kerjanya secara sepihak dengan\nPerusahaan (mengundurkan diri dari pekerjaan) diberikan ganti kerugian (mengacu\nUU No. 13 tahun 2003 pasal 162 ayat 2).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Diberikan uang pisah yang besarnya sesuai kebijaksanaan perusahaan yang\ndisertai rekomendasi dari atasannya berdasarkan kriteria penilaian terhadap\nkaryawan yang bersangkuta dan mempunyai masa kerja sekurang – kurangnya 6\n(enam) tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pedoman berhenti \u002F mengundurkan diri ini harus diajukan secara tertulis\nkepada Perusahaan, dengan tenggang waktu permohonan 1 (satu) bulan\nsebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Tenggang waktu permohonan ini tidak diperlukan jika karyawan masih bekerja\ndalam masa percobaan 3 (tiga) bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 48 : Kerja Pemutusan Hubungan Oleh Pihak Perusahaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan dapat memutuskan hubungan kerja berdasarkan persetujuan\nkaryawan yang bersangkutan dalam rangka Rasionalisasi \u002F Efesiensi Perusahaan\n(mengacu UU No. 13 tahun 2003 pasal 164 ayat) dengan kebijaksanaan sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a) Pesangon 2 kali pasal 156 ayat 2 UU No. 13 tahun 2003\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b) Penghargaan masa kerja 1 kali pasal 156 ayat 3 UU No. 13 tahun 2003\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c) Pengobata \u002F perumahan ( 2p + 1J ) x 15% pasal 156 ayat 4 UU No. 13 tahun\n2003\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d) Sisa cuti\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Perusahaan dapat memutuskan hubungan kerja secara sepihak selagi karyawan\ntersebut menjalani masa percobaanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Perusahaan dapat memutuskan hubungan kerja yang diadakan untuk suatu waktu\nyang diperjanjikan itu berakhir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Perusahaan dapat memutuskan hubungan kerja dengan penetapan Penyelesaian\nPerselisihan Hubungan Industri (PPHI), dalam hal karyawan melakukan tindakan\npelanggaran atau melakukan kelalaian secara berulang-ulang walaupun sudah\ndiperingatkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 49 : Pemutusan Hubungan Kerja Karena Pelanggaran Berat\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Dalam hal karyawan melakukan pelanggaran berat yang diancam dengan sanksi\nPemutusan Hubungan Kerja. Perusahaan dapat melakukan Pemutusan Hubungan Kerja\ndengan karyawan tersebut tanpa surat peringan terlebih dahulu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Bagi karyawan yang melakukan pelanggaran berat akan diproses sesuai\nperaturan Perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 50 : Hubungan Kerja Yang Putus Karena Hukum\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Yang dimaksud dengan “ Putus Karena Hukum “ adalah putus dengan\nsendirinya tanpa diperlukan dengan adanya suatu tindakan dari salah satu pihak,\nbaik karyawan ataupun perusahaan maupun ijin-jin dari pihak tertentu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.“ Putus Karena Hukum “ adalah hubungan kerja sebagai berikut ( mengacu\nUU No. 13\u002F2003 pasal 61 ) :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Hubungan kerja yang diadakan untuk suatu jangka waktu tertentu dan\nterputus karena hukum dengan berakhirnya jangka waktu yang dimufakati\nbersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Dengan meninggalnya karyawan , hubungan kerja putus karena hukum.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 51 : Hubungan Kerja Yang Diputuskan Karena Pailit\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pemutusan hubungan kerja ini dilakukan dalam hal perusahaan pailit oleh\nPengadilan Negeri dan mempunyai kekuatan hukum yang pasti (mengacu UU No.\n13\u002F2003 pasal 165).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Untuk memutuskan hubungan kerja ini tidak dibedakan antara hubungan untuk\nwaktu tertentu atau untuk waktu tidak tertentu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 52 : Uang Ganti Rugi Pada Saat Pemutusan Hubungan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Uang ganti rugi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Uang ganti rugi \u002F penggantian meliputi :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Penggantian untuk istirahat \u002F hak cuti tahunan yang belum diambil.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Hutang-hutang karyawan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Semua hutang-hutang karyawan kepada perusahaan dengan bukti-bukti yang sah\nakan diperhitungkan dengan dari uang pesangon \u002F uang jasa uang diterima\nkaryawan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XIII : KETENTUAN PENUTUP\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 53 : Penyelesaian Dengan Undang-Undang\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perjanjian kerja bersama ini disesuaikan dengan undang-undang No. 13 tahun\n2003. Apabila ada ketentuan-ketentuan dalam kesepakatan ini dinyatakan tidak\nsah oleh pengadilan atau bertentangan dengan undang-undang baru dikemudian\nhari, maka kesepakatan kerja bersama ini akan tetap berlaku dan sah, kecuali\nbagian-bagian yang di maksud diatas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 54 : Peraturan Terdahulu\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perjanjian kerja bersama ini menggantikan Perjanjian Kerja Sama PT.\nALCARINDO PRIMA yang terdahulu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 55 : Pembagian Buku Perjanjian Kerja Sama\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan akan memperbanyak dan membagikan Buku Perjanjian Kerja Bersama (\nPKB ) ini kepada setiap karyawan. Dengan telah diterimanya buku PKB oleh setiap\nkaryawan maka karyawan diangap telah memahami isi buku PKB tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 56 : Jangka Waktu Berlakunya Perjanjian Kerja Bersama\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Perjanjian Kerja Bersama ini mulai berlaku dari tanggal 10 Agustus 2011\ndan mengikat kedua belah pihak sampai tanggal 9 Agustus 2013.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Setelah masa berlakunya Perjanjian Kerja Bersama ini berakhir, Perjanjian\nKerja Bersama ini dapat diperpanjang berlakunya untuk satu tahun, kecuali jika\nsalah satu pihak memberitahukannya secara tertulis tentang keinginannya untuk\nmengadakan perundingan baru tentang Perjanjian kerja Sama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pemberitahuan tersebut hendaknya diajukan kepada pihak yang lain paling\nsedikit 90 ( sembilan puluh ) hari sebelum masa berakhirnya Perjanjian Kerja\nBersama ini atau 90 ( sembilan puluh ) hari sebelum jangka waktu perpanjangan\nsatu tahun termasuk berakhir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Sebelum ada Perjanjian Kerja Bersama yang baru setelah berakhirnya masa\nberlaku Perjanjian Kerja Bersama ini, maka ketentuan-ketentuan dalam Perjanjian\nKerja Bersama ini akan tetap berlaku hingga tercapainya persetujuan yang\nbaru.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Lampiran Pesangon\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay\">\u003Cp>1.Dalam hal terjadinya pemutusan hubungan kerja, pengusaha diwajibkan\nmembayar uang pesangon dan atau uang penghargaan masa kerja dan uang\npenggantian hak yang seharusnya diterima :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight focus\" id=\"clause-severance_number\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number_1_tenure\">\u003Cp>2.Perhitungan uang pesangon sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1 ) paling\nsedikit sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Masa kerja kurang dari 1 ( satu ) tahun, 1 ( satu ) bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Masa kerja 1 ( satu ) tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 ( dua )\ntahun, 2 ( dua ) bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Masa kerja 2 ( dua ) tahun atau lebih atau lebih tetapi kurang dari 3 (\ntiga ) tahun, 3 ( tiga ) bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Masa kerja 3 ( tiga ) tahun atau lebih tetapi kurang dari 4 ( empat )\ntahun, 4 ( empat ) bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Masa kerja 4 ( empat ) tahun atau lebih tetapi kurang dari 5 ( lima )\ntahun, 5 ( lima ) bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Masa kerja 5 ( lima ) tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 ( enam )\ntahun, 6 ( enam ) bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g. Masa kerja 6 ( enam ) tahun atau lebih tetapi kurang dari 7 ( tujuh )\ntahun, 7 ( tujuh ) bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h. Masa kerja 7 ( tujuh ) tahun atau lebih tetapi kurang dari 8 ( delapan )\ntahun, 8 ( delapan ) bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i. Masa kerja 8 ( delapan ) tahun atau lebih tetapi kurang dari 9 ( sembilan\n) tahun, 9 ( sembilan ) bulan upah\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay1\">\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Perhitungan uang penghargaan masa kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1)\nditetapkan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Masa kerja 3 ( tiga ) tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 ( enam )\ntahun, 2 ( dua ) bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Masa kerja 6 ( enam ) tahun atau lebih tetapi kurang dari 9 ( sembilan )\ntahun, 3 ( tiga ) bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Masa kerja 9 ( sembilan ) tahun atau lebih tetapi kurang dari 12 ( dua\nbelas ) tahun, 4 ( empat ) bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Masa kerja 12 ( dua belas ) tahun atau lebih tetapi kurang dari 15 ( lima\nbelas ) tahun, 5 ( lima ) bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Masa kerja 15 ( lima belas ) tahun atau lebih tetapi kurang dari 18 (\ndelapan belas ) tahun, 6 ( enam ) bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Masa kerja 18 ( delapan belas ) tahun atau lebih tetapi kurang dari 21 (\ndua puluh satu ) tahun, 7 ( tujuh ) bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g. Masa kerja 21 ( dua puluh satu ) tahun atau lebih tetapi kurang dari 24 (\ndua puluh empat ) tahun, 8 ( delapan ) bulan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h. Masa kerja 24 ( dua puluh empat ) tahun atau lebih, 10 ( sepuluh ) bulan\nupah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Uang penggantian hak yang seharusnya yang diterima sebagaimana dimaksud\npada ayat (1) meliputi :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Cuti tahunan yang belum diambil dan belum gugur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Biaya ayau ongkos pulang untuk pekerja \u002F buruh dan keluarga nya ketempat\ndimana pekerja \u002F buruh diterima bekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Penggantian perumahan serta pengobatan dan perawatan ditetapkan 15 % (\nlima belas perseratus ) dari uang pesangon dan atau uang penghargaan masa kerja\nbagi yang memenuhi syarat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Hal-hal lain yang ditetapkan dalam perjanjian kerja atau peraturan\nperusahaan atau perjanjian kerja bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XIV : MASA BERLAKU, PERUBAHAN PERPANJANGAN PERJANJIAN KERJA BERSAMA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 57 : Masa Berlaku\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end\">\u003Cp>1.Kesepakatan keja bersama ini belaku untuk jangka waktu 2 ( dua ) tahun\nsejak ditanda tangani dan didaftarkan pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi\nPropinsi DKI Jakarta.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Setelah jangka waktu berlaku dan berakhirnya sebagai dimaksud pasal 50\nayat diatas maka Perjanjian Kerja Bersama ini dapat diperpanjang untuk selama 1\n(satu ) tahun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pihak yang menghendaki perundingan baru pembaharuan Perjanjian Kerja Bersama\nini harus memberitahukan kepada pihak lainnya dalam waktu 90 ( sembilan puluh )\nhari sebelum masa berlaku Kesepakatan Kerja Bersama ini berakhir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 58 : Perubahan Dan Perpanjangan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Jika didalam pelaksanaan atau pada masa berlakunya Perjanjian Kerja Bersama\nini diperlukan perubahan ataupun pembaharuan \u002F perpanjangannya maka kedua belah\npihak bersepakat merundingkannya dan diberitahukan kepada karyawan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Atas kesepakatan bersama antara Pengusaha dan SPSI, setelah berakhirnya masa\nberlakunya KKB sedangkan perpanjangannya masih dalam proses, maka pada tersebut\ntetap berlaku ketentuan-ketentuan dalam KKB lama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>Bab XV : PENUTUP\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 59 : Ketentuan Penutup\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start\">\u003Cp>1.Perjanjian Kerja Bersama ini ditanda tangani pada tanggal, 18 juni 2012\nbertempat di Jakarta.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pihak-pihak penanda tanganan Kesepakatan Bersama ini akan diselesaikan\nsecara musyawarah dan bila tidak tercapai persetujuan paham, maka persoalannya\nakan diserahkan ke Sudin Tenaga Kerja dan Transmigrasi setempat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\n\n            \n            \n            \n            \n            \n            \n            ",{"disabilitypay":45,"hourspday_select":49,"paidmaternityleavepayperc":53,"maternitydifferenttrigger":57,"paidmaternityleaveduration":61,"maxsicknesspay":63,"cbadate_end":67,"severance_number":71,"sexualhar":75,"maternityexcludedtrigger":79,"dayspweek":81,"hourspweek_select":85,"wageincreasetype2":87,"healthandsafetypolicy":91,"STRUCINCR_trigger":95,"HARDSHIP_trigger":97,"funeralpay":101,"MEALALL_trigger":105,"incidentalbonusdays1":109,"pensionfund":113,"contracttrialperiod":117,"maternityotherclause":121,"wageincreasefirmperformance":125,"discrimination":128,"maxsicknesspayperc":132,"cbadate_start":134,"commutingallowancetype":138,"OVERTIME_trigger":140,"overtimeallowanceperc1":144,"holidaysdays":146,"maxsicknesspaytype":150,"COSTLIV_trigger":152,"severance_number_1_tenure":154,"shiftallowancetype":156,"holidaysweeks":160,"COMMUTE_trigger":162,"SUNDAY_trigger":165,"EMPCONTR_trigger":169,"wageincreasetype":173,"sundayallowancetype":175,"MEDICAL_trigger":177,"WORKHOURS_trigger":181,"SOCSEC_trigger":183,"disabilityfund":187,"overtimeallowancetype1":190,"healthcareaccess":192,"commutingallowancetype1":194,"ONCERISE_trigger":196,"schedulesrestpw":198,"sundayallowancetype1":200,"menstruationleave":202,"equalityexcludedtrigger":206,"dayspweek_select":208,"healthinsurance":210,"paidmaternityleaveall":212,"SCHEDULE_trigger":214,"contracttrial":216,"shiftallowancetype1":220,"paidpaternityleave":222,"SICDIS_trigger":226,"PAYSCALES_period":230,"incidentalbonustype2":234,"sicknesspay":236,"sicknessmaxdaysnr":238,"NOCTPREM_trigger":240,"shiftallowanceamount1":242,"healthcareaccessrelatives":244,"sundayallowanceperc1":248,"healthinsurancerelatives":250,"contractseverancepay1":252,"shiftstype1":254,"overtimeallowancetype":258,"overtimeallowancetypeperiod":260,"hourspweek":262,"paidmaternityleavepay":264,"mealvoucherstype1":266,"sicknessmaxdays":268,"paidmaternityleave":270,"WAGES_trigger":272,"equalitydifferenttrigger":276,"contractseverancepay":278,"PAIDLEAV_trigger":282,"paidpaternityleaveduration":285,"severance":287,"violence":289},{"bindId":46,"name":47,"text":48},"disabilitypay","1.Apabila karyawan mendapatkan kecelakaa","1.Apabila karyawan mendapatkan kecelakaan kerja sesuai yang dimaksud dalam\nUndang-undang Kecelakaan Kerja, maka perusahaan akan memberikan ganti rugi\nsebagaimana diatur dalam Undang-undang No 3 Tahun 1992 dan Peraturannya PP No\n14 Tahun 1993 tentang JAMSOSTEK.",{"bindId":50,"name":51,"text":52},"hourspday_select","1.Hari kerja yang dimaksud dalam UU 13\u002F2","1.Hari kerja yang dimaksud dalam UU 13\u002F2003 Pasal 77 adalah sbb:\n\na. 7 (tujuh) jam sehari dan 40 (empat puluh) jam seminggu untuk 6 (enam)\nhari kerja dalam 1 (satu) Minggu atau\n\nb. 8 (delapan) jam sehari dan 40 (empat puluh) jam seminggu untuk 5 (lima)\nhari kerja dalam 1 (satu) minggu.\n\n\n\n2.Sesuai Kesepakatan \u002F Perjanjian Kerja Bersama dengan LEM SPSI, maka PT ACP\nmengikat 5 hari kerja \u002F 40 jam seminggu.",{"bindId":54,"name":55,"text":56},"paidmaternityleavepayperc","1.Bagi karyawan yang akan melahirkan ber","1.Bagi karyawan yang akan melahirkan berhak atas cuti selama 1,5 bulan\nsebelum melahirkan dan 1,5 bulan setelah melahirkan serta 1,5 bulan gugur\nkandungan (gugur kandungan dimaksud apabila kandungan berusia empat bulan ke\natas) yang disertai surat Keterangan Dokter dengan mendapatkan upah penuh.",{"bindId":58,"name":59,"text":60},"maternitydifferenttrigger","2.Materi – materi syarat-syarat kerja ya","2.Materi – materi syarat-syarat kerja yang diatur dalam Kesepakatan Kerja\nBersama \u002F Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku untuk seluruh karyawan.",{"bindId":62,"name":55,"text":56},"paidmaternityleaveduration",{"bindId":64,"name":65,"text":66},"maxsicknesspay","2.Apabila seorang karyawan tidak dapat b","2.Apabila seorang karyawan tidak dapat bekerja karena sakit atas dasar\nketerangan Dokter atau karena dirawat di Rumah Sakit, maka upahnya dibayar\nsesuai dengan ketentuan sbb :\n\na. Empat bulan Pertama dibayar 100% dari upah sebulan\n\nb. Empat bulan Kedua dibayar 75% dari upah sebulan\n\nc. Empat bulan Ketiga dibayar 50% dari upah sebulan\n\nd. Bulan selanjutnya dibayar 25% dari upah sebulan sebelum PHK Dilakukan\noleh Pengusaha",{"bindId":68,"name":69,"text":70},"cbadate_end","1.Kesepakatan keja bersama ini belaku un","1.Kesepakatan keja bersama ini belaku untuk jangka waktu 2 ( dua ) tahun\nsejak ditanda tangani dan didaftarkan pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi\nPropinsi DKI Jakarta.",{"bindId":72,"name":73,"text":74},"severance_number","2.Perhitungan uang pesangon sebagaimana ","2.Perhitungan uang pesangon sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1 ) paling\nsedikit sebagai berikut :\n\n\n\na. Masa kerja kurang dari 1 ( satu ) tahun, 1 ( satu ) bulan upah.\n\nb. Masa kerja 1 ( satu ) tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 ( dua )\ntahun, 2 ( dua ) bulan upah.\n\nc. Masa kerja 2 ( dua ) tahun atau lebih atau lebih tetapi kurang dari 3 (\ntiga ) tahun, 3 ( tiga ) bulan upah.\n\nd. Masa kerja 3 ( tiga ) tahun atau lebih tetapi kurang dari 4 ( empat )\ntahun, 4 ( empat ) bulan upah.\n\ne. Masa kerja 4 ( empat ) tahun atau lebih tetapi kurang dari 5 ( lima )\ntahun, 5 ( lima ) bulan upah.\n\nf. Masa kerja 5 ( lima ) tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 ( enam )\ntahun, 6 ( enam ) bulan upah.\n\ng. Masa kerja 6 ( enam ) tahun atau lebih tetapi kurang dari 7 ( tujuh )\ntahun, 7 ( tujuh ) bulan upah.\n\nh. Masa kerja 7 ( tujuh ) tahun atau lebih tetapi kurang dari 8 ( delapan )\ntahun, 8 ( delapan ) bulan upah.\n\ni. Masa kerja 8 ( delapan ) tahun atau lebih tetapi kurang dari 9 ( sembilan\n) tahun, 9 ( sembilan ) bulan upah",{"bindId":76,"name":77,"text":78},"sexualhar","Pengusaha berhak untuk mengambil tindaka","Pengusaha berhak untuk mengambil tindakan pemutusan hubungan kerja tanpa\nmemberikan peringatan terlebih dahulu terhadap setiap karyawan yang terbukti\nbersalah dalam hal-hal tersebut dibawah ini:\n\nb.5.a. Pencurian, penggelapan yang bersifat bagi manapun juga, terhadap\nharta milik perusahaan atau milik para karyawan lain.\n\nb.5.b. Menganiaya pengusaha dan atau teman sekerja serta keluarga mereka\nbaik dilakukan sendiri atau menggunakan orang lain.\n\nb.5.c. Menghina secara kasar dan atau mengancam pengusaha\u002Fatasan atau\nkaryawan lainnya.\n\nb.5.d. Membujuk atau memikat pengusaha atau karyawan lain untuk melakukan\nperbuatan asusila atau perbuatan yang bertentangan dengan undang-undang.",{"bindId":80,"name":59,"text":60},"maternityexcludedtrigger",{"bindId":82,"name":83,"text":84},"dayspweek","2.Sesuai Kesepakatan \u002F Perjanjian Kerja ","2.Sesuai Kesepakatan \u002F Perjanjian Kerja Bersama dengan LEM SPSI, maka PT ACP\nmengikat 5 hari kerja \u002F 40 jam seminggu.",{"bindId":86,"name":51,"text":52},"hourspweek_select",{"bindId":88,"name":89,"text":90},"wageincreasetype2","a.Pada dasarnya Perusahaan meninjau kena","a.Pada dasarnya Perusahaan meninjau kenaikan upah karyawan setiap satu tahun\nsekali pada (bulan Januari) yang besarnya akan disesuaikan dengan sosial\nekonomi, situasi dan kondisi Perusahaan, serta karyawan yang telah menunjukan\nhasil kerja yang memuaskan, dan kondite baik. Kenaikan gaji dihitung dari Gaji\nPokok\n\nb.Saat kenaikan gaji dihitung satu tahun setelah tanggal kenaikan gaji\nterakhir atau satu tahun setelah karyawan diterima bekerja.",{"bindId":92,"name":93,"text":94},"healthandsafetypolicy","Pengusaha dan karyawan menyadari akan pe","Pengusaha dan karyawan menyadari akan pentingnya masalah Keselamatan dan\nKesehatan Kerja, karenanya kedua belah pihak akan berusaha sekuat mungkin untuk\nmencegah dan menghindari kemungkinan-kemungkinan timbulnya kecelakaan kerja dan\nsakit akibat hubungan kerja yang dapat menimpa karywan",{"bindId":96,"name":89,"text":90},"STRUCINCR_trigger",{"bindId":98,"name":99,"text":100},"HARDSHIP_trigger","b.Premi Produksi Diberikan kepada karyaw","b.Premi Produksi\n\nDiberikan kepada karyawan sebagai imbalan kerja tiap hari produksi yang\nbesarnya sbb:\n\nb.1.Bagian ProduksiRp;2.000,-\u002Fhari\n\nb.2.Bagian EngineeringRp;2.000,-\u002Fhari\n\nb.3.Bagian LaborRp;2.000,-\u002Fhari\n\npremi Produksi dibayarkan tanggal 15 tiap bulan bersamaan dengan pembayaran\nlembur",{"bindId":102,"name":103,"text":104},"funeralpay","c. Uang duka atau pengabdian karyawan ya","c. Uang duka atau pengabdian karyawan yang serendah-rendahnya sesuai dengan\nketentuan UU No. 13\u002F2003 pasal 166",{"bindId":106,"name":107,"text":108},"MEALALL_trigger","3.Sistem Pengupahan Karyawan Sistem peng","3.Sistem Pengupahan Karyawan\n\nSistem pengupahan untuk karyawan terdiri dari :\n\nGaji \u002F Upah Pokok\n\nTunjangan Transpoert\n\nTunjangan Makan\n\nTunjangan Jabatan\n\nYang keseluruhanya merupakan upah kotor yang dipakai untuk menghitung upah\nlembur dan pesangon",{"bindId":110,"name":111,"text":112},"incidentalbonusdays1","Tunjangan Hari Raya diberikan kepada kar","Tunjangan Hari Raya diberikan kepada karyawan menjelang hari Lebaran \u002F Hari\nRaya dan pembayarannya dilakukan selambat-lambatnya 2 (dua) minggu sebelum\nLebaran \u002F Hari Raya. Masing-masing karyawan yang masih berstatus percobaan\ntidak berhak mendapat Tunjangan Hari Raya\n\na. Bagi yang telah mempunyai masa kerja \u003C 5 (lima) tahun sebesar 1 (satu)\nbulan upah",{"bindId":114,"name":115,"text":116},"pensionfund","1.Apabila seorang Karyawan\u002Fti mencapai u","1.Apabila seorang Karyawan\u002Fti mencapai usia 55 akan dibebas tugaskan dan\nberhak mendapat Tunjangan Hari Tua yang besarnya disesuaikan dengan masa\nkerjanya, sekurang-kurangnya mempunyai masa kerja 25 (dua puluh lima) tahun.\nDalam menetukan besarnya tunjangan ini berlaku dengan ketentuan UU No 13\u002Fthn.\n2003 pasal 167 ayat 1 & 5\n\na. Apabila masa kerja kurang dari 25 tahun sedangkan usia sudah 55 tahun,\nmaka berlaku ketentuan diatas, MK \u002F 25 x Pesangon \n\nb. Apabila usia kurang dari 55 tahun tetapi masa kerja lebih dari 25 tahun,\nmaka seperti ketentuan diatas, Usia \u002F 55 x Pesangon",{"bindId":118,"name":119,"text":120},"contracttrialperiod","a.Calon karyawan yang diterima bekerja a","a.Calon karyawan yang diterima bekerja akan menjalani masa percobaan paling\nlama 3 (tiga) bulan sejak tanggal penerimaanya. Pengecualian terhadap masa\ntersebut diatas hanya dapat dilakukan dengan persetujuan tertulis dari Pimpinan\nPerusahaan, dan adanya masa percobaan harus diberitahukan kepada calon\nkaryawan",{"bindId":122,"name":123,"text":124},"maternityotherclause","2.Kehamilan \u002F Persalinan a. Bagi karyawa","2.Kehamilan \u002F Persalinan\n\na. Bagi karyawati yang memerlukan pemeriksaan sehubungan dengan\nkehamilannya, diwajibkan berkonsultasi terlebih dahulu dengan Dokter\nPerusahaan\n\nb. Bantuan biaya berlaku setelah karyawati menjadi karyawan tetap (setelah\npercobaan 3 bulan)\n\nc. Untuk kelahiran normal, besarnya bantuan biaya yang diberikan oleh\nPerusahaan kepada karyawati atau karyawan berhak adalah :\n\nc.1. Bantuan biaya persalinan adalah sebesar Rp; 100,00,- (seratus ribu\nrupiah) untuk maximal 3 (tiga) anak bagi karyawan non staf\n\nc.2. Bagi karyawan yang pada waktu permulaan pertanggungan sudah mempunyai\nanak 3 (tiga) keatas, tidak mendapat bantuan biaya persalinan",{"bindId":126,"name":89,"text":127},"wageincreasefirmperformance","a.Pada dasarnya Perusahaan meninjau kenaikan upah karyawan setiap satu tahun\nsekali pada (bulan Januari) yang besarnya akan disesuaikan dengan sosial\nekonomi, situasi dan kondisi Perusahaan, serta karyawan yang telah menunjukan\nhasil kerja yang memuaskan, dan kondite baik. Kenaikan gaji dihitung dari Gaji\nPokok",{"bindId":129,"name":130,"text":131},"discrimination","2.Pengusaha tidak akan memberi tekanan m","2.Pengusaha tidak akan memberi tekanan maupun perlakuan yang bersifat\ndiskriminasi terhadap Pengurus Serikat Pekerja.",{"bindId":133,"name":65,"text":66},"maxsicknesspayperc",{"bindId":135,"name":136,"text":137},"cbadate_start","1.Perjanjian Kerja Bersama ini ditanda t","1.Perjanjian Kerja Bersama ini ditanda tangani pada tanggal, 18 juni 2012\nbertempat di Jakarta.",{"bindId":139,"name":107,"text":108},"commutingallowancetype",{"bindId":141,"name":142,"text":143},"OVERTIME_trigger","1.Perhitungan pembayaran upah kerja lemb","1.Perhitungan pembayaran upah kerja lembur berpedoman pada UU No. 13 \u002F TH\n2003 Pasal 78 Juncto Kep Men No. 102 \u002F MEN \u002F VI \u002F thn 2004 tertanggal 25 Juni\n2004 yang ditetapkan sbb :\n\na. Apabila kerja lembur dilakukan pada hari kerja biasa, upah lembur jam\npertama dibayar 1,5 kali upah sejam dan jam lembur selebihnya dibayarkan 2 kali\nupah sejam\n\nb. Apabila kerja lembur dilakukan pada hari libur \u002F istirahat Mingguan atau\nhari besar resmi, maka upah lembur dibayar untuk 8 (delapan) jam pertama\ndibayar 2 (dua) kali upah sejam. Jam ke 9 (sembilan) dibayarkan 3 (tiga) kali\nupah sejam dan ke 10 (sepuluh) dan 11 (sebelas) dikalikan 4 (empat) upah sejam\n(Kep Men 102\u002FMEN\u002FVI\u002F2004)",{"bindId":145,"name":142,"text":143},"overtimeallowanceperc1",{"bindId":147,"name":148,"text":149},"holidaysdays","1.Setelah karyawan bekerja selama 12 bul","1.Setelah karyawan bekerja selama 12 bulan berturut-turut berhak atas\nistirahat tahunan selama 12 (dua belas) hari kerja dengan mendapatkan upah\npenuh",{"bindId":151,"name":65,"text":66},"maxsicknesspaytype",{"bindId":153,"name":89,"text":127},"COSTLIV_trigger",{"bindId":155,"name":73,"text":74},"severance_number_1_tenure",{"bindId":157,"name":158,"text":159},"shiftallowancetype","d.Premi Shift Bagi karyawan yang bekerja","d.Premi Shift\n\nBagi karyawan yang bekerja pada shift, oleh Perusahaan diberikan tunjangan\nuntuk setiap hari hadir bertugas, yang besarnya sebagai berikut :\n\na). Shift II:Rp; 3.000,-\u002Fhari\n\nb). Shift III:Rp; 4.000,-\u002Fhari\n\nPremi shift dibayarkan bersama-sama pembayaran gaji",{"bindId":161,"name":148,"text":149},"holidaysweeks",{"bindId":163,"name":107,"text":164},"COMMUTE_trigger","3.Sistem Pengupahan Karyawan\n\nSistem pengupahan untuk karyawan terdiri dari :\n\nGaji \u002F Upah Pokok\n\nTunjangan Transpoert\n\nTunjangan Makan\n\nTunjangan Jabatan",{"bindId":166,"name":167,"text":168},"SUNDAY_trigger","b. Apabila kerja lembur dilakukan pada h","b. Apabila kerja lembur dilakukan pada hari libur \u002F istirahat Mingguan atau\nhari besar resmi, maka upah lembur dibayar untuk 8 (delapan) jam pertama\ndibayar 2 (dua) kali upah sejam. Jam ke 9 (sembilan) dibayarkan 3 (tiga) kali\nupah sejam dan ke 10 (sepuluh) dan 11 (sebelas) dikalikan 4 (empat) upah sejam\n(Kep Men 102\u002FMEN\u002FVI\u002F2004)",{"bindId":170,"name":171,"text":172},"EMPCONTR_trigger","3.PERJANJIAN KERJA WAKTU TERTENTU a.Apab","3.PERJANJIAN KERJA WAKTU TERTENTU\n\na.Apabila diperlukan, Perusahaan dapat mempekerjakan karyawan untuk suatu\njangka waktu tertentu (kerja kontrak), selama 6 (enam) bulan. Dalam hal ini\nhubngan kerja secara hukum terputus pada tanggal berakhirnya kontrak kerja\ntersebut, Perusahaan tidak mempunyai kewajiban untuk memberikan ganti rugi atau\npesangn. Dengan persetujuan keduabelah pihak, kontrak kerja dapat diperpanjang\nmengacu pada undang-undang No. 13 tahun 2003\n\nb.Pada waktu penerimaan karyawan baru, maka karyawan-karyawan yang karena\nmasa kontraknya telah habis, apabila berprestasi dan disiplin kerja baik akan\nmendapat prioritas",{"bindId":174,"name":89,"text":90},"wageincreasetype",{"bindId":176,"name":167,"text":168},"sundayallowancetype",{"bindId":178,"name":179,"text":180},"MEDICAL_trigger","Guna memelihara pada karyawan dan keluar","Guna memelihara pada karyawan dan keluarganya, Perusahaan menyediakan\npenggantinya biaya pengobatan sesuai kondisi dan kebijaksanaan Perusahaan, yang\ntata caranya diatur dalam keputusan Pimpinan Perusahaan Minimal sesuai dengan\nketentuan Undang-undang no 3 Tahun 1992 tentang JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA\n(JAMSOSTEK)",{"bindId":182,"name":51,"text":52},"WORKHOURS_trigger",{"bindId":184,"name":185,"text":186},"SOCSEC_trigger","Merupakan kewajiban Pengusaha dan karyaw","Merupakan kewajiban Pengusaha dan karyawan untuk aktif dalam program Jaminan\nSosial Tenaga Kerja (JAMSOSTEK) oleh karena itu baik pengusaha dan karyawan\nwajib masuk dalam program JAMSOSTEK",{"bindId":188,"name":47,"text":189},"disabilityfund","1.Apabila karyawan mendapatkan kecelakaan kerja sesuai yang dimaksud dalam\nUndang-undang Kecelakaan Kerja, maka perusahaan akan memberikan ganti rugi\nsebagaimana diatur dalam Undang-undang No 3 Tahun 1992 dan Peraturannya PP No\n14 Tahun 1993 tentang JAMSOSTEK.\n\n\n\n2.Macam ganti rugi seperti yang termasuk dalam ayat 1 tersebut diatas berupa\n:\n\na. Biaya pengangkutan karyawan dari tempat kecelakaan ke rumah atau ke Rumah\nSakit\n\nb. Biaya perawatan dan pengobatan\n\nc. Tunjangan Kecelakaan (cacat total \u002F sebagian sesuai ketentuan\nJamsostek)",{"bindId":191,"name":142,"text":143},"overtimeallowancetype1",{"bindId":193,"name":179,"text":180},"healthcareaccess",{"bindId":195,"name":107,"text":108},"commutingallowancetype1",{"bindId":197,"name":111,"text":112},"ONCERISE_trigger",{"bindId":199,"name":51,"text":52},"schedulesrestpw",{"bindId":201,"name":167,"text":168},"sundayallowancetype1",{"bindId":203,"name":204,"text":205},"menstruationleave","3.Kepada karyawati yang mendapat HAID me","3.Kepada karyawati yang mendapat HAID merasakan sakit dapat diberikan\nistirahat selama 2 (dua) hari dengan ketentuan karyawan tersebut harus\nmemberitahukan halnya kepada perusahaan dengan menunjukkan keterangan\nDokter.",{"bindId":207,"name":59,"text":60},"equalityexcludedtrigger",{"bindId":209,"name":83,"text":84},"dayspweek_select",{"bindId":211,"name":179,"text":180},"healthinsurance",{"bindId":213,"name":55,"text":56},"paidmaternityleaveall",{"bindId":215,"name":51,"text":52},"SCHEDULE_trigger",{"bindId":217,"name":218,"text":219},"contracttrial","2.MASA PERCOBAAN a.Calon karyawan yang d","2.MASA PERCOBAAN\n\na.Calon karyawan yang diterima bekerja akan menjalani masa percobaan paling\nlama 3 (tiga) bulan sejak tanggal penerimaanya. Pengecualian terhadap masa\ntersebut diatas hanya dapat dilakukan dengan persetujuan tertulis dari Pimpinan\nPerusahaan, dan adanya masa percobaan harus diberitahukan kepada calon\nkaryawan\n\nb.Dalam masa percobaan ini masing-masing pihak berhak menghentikan hubungan\nsecara sepihak berdasarkan pertimbangan yang bijaksana tanpa diperlukan ijin\nterlebih dahulu dari yang berwajib dengan pemberitahuan. Paling lambat 1 (satu)\nhari sebelumnya. Perusahaan tidak berkewajiban memberikan ganti rugi maupun\npesangon terhadap Putusnya Hubungan Kerja dalam masa percobaan.",{"bindId":221,"name":158,"text":159},"shiftallowancetype1",{"bindId":223,"name":224,"text":225},"paidpaternityleave","1.Perusahaan dapat memberikan ijin khusu","1.Perusahaan dapat memberikan ijin khusus kepada karyawan meninggalkan\npekerjaan dengan mendapat upah, apabila :\n\na. Karyawan Menikah 3 hari\n\nb. Pernikahan anak karywan 2 hari\n\nc. Khitanan 2 hari\n\nd. Istri Karyawan melahirkan \u002F Keguguran 2 hari\n\ne. Suami \u002Fistri\u002Fanak\u002Forang tua\u002Fmenantu\u002F Mertua\u002FSaudara sekandung meninggal\ndunia 2 hari \u002F 4 hari (diluar Jabodetabek)\n\nf. Karyawan memenuhi panggilan pemerintah 1 hari\n\ng. Anggota keluarga dalam satu rumah meninggal 1 hari",{"bindId":227,"name":228,"text":229},"SICDIS_trigger","1.Dalam hal karyawan sakit sehingga tida","1.Dalam hal karyawan sakit sehingga tidak dapat melakukan tugasnya\nberdasarkan keterangan Dokter yang ditunjuk (JPK), dan selama waktu tidak\nmelampaui 12 (dua belas) bulan terus menerus mengacu pada UU No. 13\u002F2003 Pasal\n93 ayat 3 maka upahnya tidak dipotong (dibayar).",{"bindId":231,"name":232,"text":233},"PAYSCALES_period","b.Saat kenaikan gaji dihitung satu tahun","b.Saat kenaikan gaji dihitung satu tahun setelah tanggal kenaikan gaji\nterakhir atau satu tahun setelah karyawan diterima bekerja.",{"bindId":235,"name":111,"text":112},"incidentalbonustype2",{"bindId":237,"name":65,"text":66},"sicknesspay",{"bindId":239,"name":228,"text":229},"sicknessmaxdaysnr",{"bindId":241,"name":158,"text":159},"NOCTPREM_trigger",{"bindId":243,"name":158,"text":159},"shiftallowanceamount1",{"bindId":245,"name":246,"text":247},"healthcareaccessrelatives","1.Yang berhak atas tunjangan pengobatan ","1.Yang berhak atas tunjangan pengobatan\n\nYang berhak atas bantuan pengobatan yang disediakan oleh perusahaan adalah\n:\n\na. Semua karyawan non staf beserta keluarga yang menjadi tanggungan yaitu :\n1 (satu) orang istri \u002F suami yang sah dan 3 (tiga) orang anak kandung",{"bindId":249,"name":167,"text":168},"sundayallowanceperc1",{"bindId":251,"name":246,"text":247},"healthinsurancerelatives",{"bindId":253,"name":73,"text":74},"contractseverancepay1",{"bindId":255,"name":256,"text":257},"shiftstype1","4.Pekerjaan yang dilakukan lebih dari 40","4.Pekerjaan yang dilakukan lebih dari 40 jam seminggu adalah sebagai kerja\nlembur.",{"bindId":259,"name":142,"text":143},"overtimeallowancetype",{"bindId":261,"name":142,"text":143},"overtimeallowancetypeperiod",{"bindId":263,"name":83,"text":84},"hourspweek",{"bindId":265,"name":55,"text":56},"paidmaternityleavepay",{"bindId":267,"name":107,"text":108},"mealvoucherstype1",{"bindId":269,"name":228,"text":229},"sicknessmaxdays",{"bindId":271,"name":55,"text":56},"paidmaternityleave",{"bindId":273,"name":274,"text":275},"WAGES_trigger","1.Definisi Upah \u002F Gaji Yang dimaksud Upa","1.Definisi Upah \u002F Gaji\n\nYang dimaksud Upah \u002F Gaji adalah imbalan yang dibayar Perusahaan kepada\nKaryawan untuk Pekerjaan yang dilakukannya dalam jam kerja tetap yang\nditentukan oleh Perusahaan.\n\n\n\n2.Bentuk Pengupahan\n\nPengupahan untuk karayawan Bulanan ditetapkan atas dasar upah bulanan dan\nmenurut jumlah hari kerja yang syah yang diberikan oleh karyawan kepada\nPerusahaan.",{"bindId":277,"name":59,"text":60},"equalitydifferenttrigger",{"bindId":279,"name":280,"text":281},"contractseverancepay","1.Dalam hal terjadinya pemutusan hubunga","1.Dalam hal terjadinya pemutusan hubungan kerja, pengusaha diwajibkan\nmembayar uang pesangon dan atau uang penghargaan masa kerja dan uang\npenggantian hak yang seharusnya diterima :\n\n\n\n2.Perhitungan uang pesangon sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1 ) paling\nsedikit sebagai berikut :\n\n\n\na. Masa kerja kurang dari 1 ( satu ) tahun, 1 ( satu ) bulan upah.\n\nb. Masa kerja 1 ( satu ) tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 ( dua )\ntahun, 2 ( dua ) bulan upah.\n\nc. Masa kerja 2 ( dua ) tahun atau lebih atau lebih tetapi kurang dari 3 (\ntiga ) tahun, 3 ( tiga ) bulan upah.\n\nd. Masa kerja 3 ( tiga ) tahun atau lebih tetapi kurang dari 4 ( empat )\ntahun, 4 ( empat ) bulan upah.\n\ne. Masa kerja 4 ( empat ) tahun atau lebih tetapi kurang dari 5 ( lima )\ntahun, 5 ( lima ) bulan upah.\n\nf. Masa kerja 5 ( lima ) tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 ( enam )\ntahun, 6 ( enam ) bulan upah.\n\ng. Masa kerja 6 ( enam ) tahun atau lebih tetapi kurang dari 7 ( tujuh )\ntahun, 7 ( tujuh ) bulan upah.\n\nh. Masa kerja 7 ( tujuh ) tahun atau lebih tetapi kurang dari 8 ( delapan )\ntahun, 8 ( delapan ) bulan upah.\n\ni. Masa kerja 8 ( delapan ) tahun atau lebih tetapi kurang dari 9 ( sembilan\n) tahun, 9 ( sembilan ) bulan upah",{"bindId":283,"name":148,"text":284},"PAIDLEAV_trigger","1.Setelah karyawan bekerja selama 12 bulan berturut-turut berhak atas\nistirahat tahunan selama 12 (dua belas) hari kerja dengan mendapatkan upah\npenuh\n\n(mengacu pada UU No 13\u002F2003 pasal 79 ayat 2).\n\n\n\n2.Cuti tahunan sebanyak 12 (dua belas) hari kerja itu pelaksanaanya diatur\ndalam 2 (dua) tahap\n\na.Tahap Pertama (selama enam hari kerja) diambil pada waktu Hari Raya Idul\nFitri\n\nb.Tahap Kedua (selama enam hari kerja) dapat diambil kapan waktu, sesuai\ndengan kebutuhan atas ijin \u002F persetujuan atasanya",{"bindId":286,"name":224,"text":225},"paidpaternityleaveduration",{"bindId":288,"name":73,"text":74},"severance",{"bindId":290,"name":77,"text":78},"violence","\u003Chtml>\n\n    \u003Cdiv class=\"cobra-report\">\n\n        \u003Ch2>IDN PT. Alcarindo Prima - 2012\u003C\u002Fh2>\n\n        \u003Cdiv class=\"section general\">\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-start_date\">Tanggal dimulainya perjanjian: &rarr;&nbsp;2012-06-18\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-end_date\">Tanggal berakhirnya perjanjian: &rarr;&nbsp;2014-06-17\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \u003C!-- TODO: previous CBA logic -->\n            \u003C!-- TODO: status logic -->\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaratified\">Diratifikasi oleh: &rarr;&nbsp;Other\u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaactorratified\">\n                    Diratifikasi pada: &rarr;&nbsp;2012-06-18\n                \u003C\u002Fdiv>\n            \n\n            \u003C!-- TODO: transnational_label, includingcountries_label, national_framework_label -->\n\n            \u003Cdiv id=\"display-SECTOR1\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Industri\u002Fpabrik pengolahan\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-NACE2004\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Pabrik Manufaktur produk logam, kecuali mesin dan perlengkapannya\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-FIRMPRI\">\n                Sektor publik\u002Fswasta: &rarr;&nbsp;In the private sector\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv>Disimpulkan oleh:\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1\">\n\n                \n                    \n                    \u003Cdiv>\n                        Nama perusahaan: &rarr;&nbsp;\n                        Alcarindo Prima \n                    \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1\">\n                Nama serikat pekerja: &rarr;&nbsp;\n\n                \n                    \n                    \u003Cspan>\n                        Serikat Pekerja Logam, Elektronik Dan Mesin Serikat Pekerja Seluruh Indonesia PT AAIJ, Serikat Pekerja Logam, Elektronik Dan Mesin Serikat Pekerja Seluruh Indonesia PT Alcarindo Prima\n                    \u003C\u002Fspan>\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section social-security-pensions\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SOCSEC_trigger\">JAMINAN SOSIAL DAN PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-pensionfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pensiun bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilityfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan cacat bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-unemploymentfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan pengangguran bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section sickness-disability\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KONDISI SAKIT DAN DISABILITAS\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-maxsicknesspayperc\">\n                Maximum cuti sakit berbayar (untuk 6 bulan): &rarr;&nbsp;92&nbsp;%\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-sicknessmaxdaysnr\">\n                Maximum hari untuk cuti sakit berbayar: &rarr;&nbsp;365 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-longtermillness\">Ketentuan mengenai kembali bekerja setelah menderita penyakit jangka panjang, seperti penyakit kanker: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-menstruationleave\">Cuti haid berbayar: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilitypay\">Pembayaran gaji apabila tidak mampu bekerja dikarenakan kecelakaan kerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n\n        \u003Cdiv class=\"section health-medical-assistence\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA BANTUAN MEDIS\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccess\">Bantuan medis disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccessrelatives\">Bantuan medis bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurance\">Kontribusi pengusaha untuk asuransi kesehatan disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurancerelatives\">Asuransi kesehatan bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetypolicy\">Kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetytraining\">Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-protectiveclothing\">Pakaian\u002Falat pelindung diri disediakan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-hivpolicy\">Pemeriksaan kesehatan secara berkala disediakan oleh pengusaha: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-monitoring\">Pengawasan permintaan musculoskeletal di tempat kerja, resiko professional dan\u002Fatau hubungan antara pekerjaan dan kesehatan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-funeralpay\">Bantuan duka\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section work-family-arrangements\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKFAM_trigger\">PENGATURAN ANTARA KERJA DAN KELUARGA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleaveduration\">\n                Cuti hamil berbayar: &rarr;&nbsp;13 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleavepayperc\">\n                Cuti hamil berbayar terbatas untuk: 100 % dari gaji pokok\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-jobsecuritymothers\">Jaminan tetap dapat bekerja setelah cuti hamil: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-maternitydiscrimination\">Larangan diskriminasi terkait kehamilan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-breastfeeding_dangerouswork\">Larangan mewajibkan pekerja yang sedang hamil atau menyusui untuk melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-riskassessment\">Penilaian resiko terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja yang sedang hamil atau menyusui di tempat kerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-alternatives\">Ketersediaan alternatif bagi pekerja hamil atau menyusui untuk tidak melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-timeoff\">Cuti untuk melakukan pemeriksaan pranatal: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningnonstandard\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempekerjakan pekerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningpromotion\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempromosikan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv> \n            \u003Cdiv id=\"display-nursingmothers\">Fasilitas untuk pekerja yang menyusui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcareprovision\">Pengusaha menyediakan fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcaresubsidy\">Pengusaha mensubsidi fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \u003Cdiv id=\"display-educationtuition\">Tunjangan\u002Fbantuan pendidikan bagi anak pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidpaternityleaveduration\">\n                Cuti ayah berbayar: &rarr;&nbsp;2 hari\n         \u003C\u002Fdiv>\n                        \n\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n        \u003Cdiv class=\"section gender-equality-issues\">\n            \u003Ch3 id=\"display-GENEQ_trigger\">ISU KESETARAAN GENDER\u003C\u002Fh3>\n         \u003Cdiv id=\"display-eqpay\">Upah yang sama untuk pekerjaan yang sama nilainya: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n         \n         \u003Cdiv id=\"display-discrimination\">Klausal mengenai diskriminasi di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-eqpromotion\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat promosi: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n        \u003Cdiv id=\"display-eqtraining\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat pelatihan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>     \n        \u003Cdiv id=\"display-eqofficer\">Kesetaraan gender dalam kepengurusan serikat pekerja di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-sexualhar\">Klausal mengenai pelecehan seksual di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violence\">Klausal mengenai kekerasan di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violenceleave\">Cuti khusus bagi pekerja yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-support_disabilities\">Dukungan bagi pekerja perempuan dengan disabilitas: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-equalitymonitoring\">Pengawasan kesetaraan gender: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n             \n         \u003C\u002Fdiv>\n         \n\n        \u003Cdiv class=\"section employment-contracts\">\n            \u003Ch3 id=\"display-EMPCONTR_trigger\">PERJANJIAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-contracttrialperiod\">\n                Durasi masa percobaan: &rarr;&nbsp;91 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\u003Cdiv id=\"display-severance_number\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;182&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-severance_number_1_tenure\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;60&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-part_time_excluded\">Pekerja paruh waktu tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-tempagency\">Ketentuan mengenai pekerja sementara: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprentices_excluded\">Pekerja magang tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-minijobs_excluded\">Pekerja mahasiswa tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section working-hours\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKHOURS_trigger\">JAM KERJA, JADWAL DAN LIBUR\u003C\u002Fh3>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspweek\">\n                Jam kerja per minggu: &rarr;&nbsp;40.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-dayspweek\">\n                Hari kerja per minggu: &rarr;&nbsp;5.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysdays\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;12.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysweeks\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;2.0 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-schedulesrestpw\"> Periode istrirahat setidaknya satu hari dalam seminggu disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-sundays_year\">\n                Jumlah maksimum hari minggu\u002Fhari libur nasional dalam setahun dimana pekerja harus\u002Fdapat bekerja: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n             \n            \n            \n            \n            \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-FLEXWORK_trigger\"> Ketentuan mengenai pengaturan jadwal kerja yang fleksibel: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section wages\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WAGES_trigger\">PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-PAYSCALES_trigger\">\n                Upah ditentukan oleh skala upah: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n\n            \n            \n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-COSTLIV_trigger\">Penyesuaian untuk kenaikan biaya kebutuhan hidup: &rarr;&nbsp;1\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-STRUCINCR_trigger\">Kenaikan upah\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-ONCERISE_trigger\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali:\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \u003Cdiv id=\"display-extrapayfirmperformance\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali dikarenakan performa perusahaan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-NOCTPREM_trigger\">Tunjangan shift untuk kerja sore atau malam\u003C\u002Fh4>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-shiftallowanceamount1\">\n                    Tunjangan shift untuk kerja sore atau malam: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;3000.0 per bulan\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \u003Cdiv id=\"display-shiftallowancetype1\">Tunjangan shift hanya untuk yang kerja malam: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-OVERTIME_trigger\">Upah lembur hari kerja\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-overtimeallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari kerja: &rarr;&nbsp;200 % dari gaji pokok\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SUNDAY_trigger\">Upah lembur hari Minggu\u002Flibur\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-sundayallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari Minggu\u002Flibur: &rarr;&nbsp;100&nbsp;%\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-COMMUTE_trigger\">Tunjangan transportasi\u003C\u002Fh4>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-commutingallowanceamount1\">\n                    Tunjangan transportasi: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp; per bulan\n                \u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Ch4>Kupon makan\u003C\u002Fh4>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-MEALALL_trigger\">Tunjangan makan disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-mealvouchersamount\">\n                 &rarr;&nbsp; per makan\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-legalassistance_trigger\">\n                Bantuan hukum gratis: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n    \u003C\u002Fdiv>\n\n\u003C\u002Fhtml>\n",[],[],"collective_agreement",[296],{"title":38,"slug":34},[298],{"type":299,"data":300},"call_to_action_body_block",{"title":301,"description":302,"variant":303,"link":304},"Bandingkan Perjanjian Kerja Bersama","Bandingkan pasal-pasal dan topik dalam Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dengan Perjanjian Kerja Bersama di semua sektor kerja di Indonesia maupun negara-negara lainnya.","dark",{"title":301,"url":305,"description":301,"rel":306,"type":307},"\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fbandingkan-perjanjian-kerja-bersama","follow","internal",[309],{"type":299,"data":310},{"title":301,"description":302,"variant":303,"link":311},{"title":301,"url":305,"description":301,"rel":306,"type":307},[]]