[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"page:id-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-akebono-brake-astra-indonesia-dengan-sp-lem-spsi-pt-aaij":3},{"id":4,"slug":5,"title":6,"short_title":7,"intro_text":8,"meta_description":9,"seo_title":9,"path":10,"content_type":11,"locale":12,"go_live_at":7,"first_published_at":13,"page_created_at":14,"published_at":13,"edit_url":15,"breadcrumbs":16,"seo":24,"data":32,"children":314,"content_type_view":315,"extra_breadcrumbs":316,"body":318,"body_blocks":329,"related_pages":333},3679,"perjanjian-kerja-bersama","Perjanjian Kerja Bersama",null,"\u003Cp>Beberapa pilihan Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dipublikasikan di sini. Anda dapat menemukan teks asli dari Perjanjian Kerja Bersama tersebut, membaca dan menelusuri per bab maupun pasal, menurut topik yang sedang Anda cari.\u003Cbr\u002F>\u003Cbr\u002F>Ketika Anda mengklik pada link Perjanjian Kerja Bersama, halaman akan terbuka: di kolom sebelah kiri pada halaman tersebut berisi teks asli, sedangkan di kolom sebelah kanan, Anda akan menemukan ringkasan dari ketentuan yang ada di Perjanjian Kerja Bersama tersebut.\u003Cbr\u002F>Serikat Buruh\u002FPekerja dan Asosiasi Pengusaha dari Indonesia memberikan kontribusi terhadap pengumpulan data Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>","","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama","collective_agreements.collectiveagreementoverview","id_ID","2025-08-15T13:01:11.360625+00:00","2026-04-02T08:44:09.692847+00:00","\u002Fcms\u002Fpages\u002F3679\u002Fedit\u002F",[17,20,23],{"title":18,"slug":19},"Indonesia","id-id",{"title":21,"slug":22},"Bekerja di Indonesia","bekerja-di-indonesia",{"title":6,"slug":5},{"title":6,"description":9,"image":25,"canonical":26,"robots":27,"og_type":28,"twitter_card":29,"locale":19,"created_at":30,"last_modified_at":31},"https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fmedia\u002Fimages\u002FSocial_media_preview_image_-_2025.2e16d0ba.fill-1200x630.png","https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002F","index, follow","website","summary_large_image","2025-08-15T15:01:11.360625+02:00","2026-04-02T10:44:09.828831+02:00",{"cba":33,"clauses":44,"details":312,"translations":313},{"id":34,"uid":35,"url":36,"name":37,"locale":12,"override_title":9,"title":38,"browser_title":39,"browser_description":40,"text":41},"perjanjian-kerja-bersama-antara-pt-akebono-brake-astra-indonesia-dengan-sp-lem-spsi-pt-aaij","c9d62122-cb6b-11e3-a8d7-001e0bc20076","https:\u002F\u002Fcobra.wageindicator.org\u002Fcountries\u002Findonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-akebono-brake-astra-indonesia-dengan-sp-lem-spsi-pt-aaij\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-akebono-brake-astra-indonesia-dengan-sp-lem-spsi-pt-aaij\u002F","Perjanjian Kerja Bersama Antara PT. Akebono Brake Astra Indonesia Dengan SP LEM SPSI PT. AAIJ 2010 - 2011","IDN PT. Akebono Brake Astra Indonesia - 2010","Indonesia - IDN PT. Akebono Brake Astra Indonesia - 2010","IDN PT. Akebono Brake Astra Indonesia - 2010 - Industri\u002Fpabrik pengolahan, Perdagangan, pengisian bahan bakar dan perbaikan kendaraan bermotor",{"name":42,"data":43},"18 - PKB PT Akebono Brake Astra Indonesia 2010 - 2011.html","\n              \n              \n              \n              \n              \n              \n              \u003C!--?xml version=\"1.0\" encoding=\"UTF-8\"?-->\n\n\n\n  \u003Cmeta http-equiv=\"content-type\" content=\"text\u002Fhtml; charset=UTF-8\">\n  \u003Ctitle>New1\u003C\u002Ftitle>\n  \u003Cmeta name=\"generator\" content=\"Amaya, see http:\u002F\u002Fwww.w3.org\u002FAmaya\u002F\">\n\n\n\n\u003Ch1>PERJANJIAN KERJA BERSAMA ANTARA PT AKEBONO BRAKE ASTRA INDONESIA DENGAN\nPIMPINAN UNIT KERJA SERIKAT PEKERJA LOGAM ELEKTRONIK DAN MESIN SERIKAT PEKERJA\nSELURUH INDONESIA PT AAIJ\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB I : UMUM\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 1 : Pengertian Dan Istilah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini, yang dimaksud dengaan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Perusahaan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah PT AKEBONO BRAKE ASTRA INDONESIA, didirikan di Jakarta dengan Akta\nNotaris Nyonya Rukmasanti Hardjasatya SH, Nomor 3 tanggal 3 Desember 1981.\nBeralamat di Jalan Pegangsaan Dua Blok A1, KM 1,6 Kelapa Gading, Jakarta Utara,\nyang selanjutnya disebut sebagai PT. AAIJ\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Pimpinan Perusahaan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah orang yang diberi kuasa atau ditunjuk oleh pemegang saham untuk\nmengelola jalannya Perusahaan dan melakukan tindakan untuk atau atas nama\npemegang saham\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)Keluarga Pimpinan Perusahaan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah seorang istri atau suami dan anak-anak yang sah dari Pimpinan\nPerusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4)Serikat Pekerja :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah Serikat Pekerja Logam, Elektornik dan Mesin Serikat Pekerja Seluruh\nIndonesia Unit Kerja PT. AAIJ yang beralamat di Jalan Pegangsaan Dua Blok AI,\nKm 1.6 Kelapa Gading Jakarta Utara, terdaftar di PC SP LEM SPSI Jakarta Utara\nberdasarkan Sk. No. Kep. 009 \u002F A \u002FDPC SP LEM \u002F JAKUT \u002F IX \u002F 2005, tertanggal 19\nSeptember 2005 dan tercatat di SUDINAKERTRANS dengan No. 698 \u002F III \u002F S \u002F IX \u002F\n2006, tertangal 27 September 2006\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5)Keanggotaan Serikat Pekerja :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Keanggotaan Serikat Pekerja bersifat sukarela dan terbuka bagi setiap\npekerja tanpa membedakan status, golongan dan jabatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6)PUK SP LEM SPSI PT. AAIJ ialah :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pengurus :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah pekerja yang menduduki jabatan dalam perangkat organisasi Serikat\nPekerja Logam, Elektronik dan Mesin Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Unit\nKerja PT. AAIJ\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Kordinator Pleno:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah Pekerja yang menduduki jabatan dalam perangkat organisasi Serikat\nPekerja LEM SPSI PT AAIJ, yang dipilih oleh pleno dan ditetapkan oleh pengurus\nPUK SPSI.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Pleno:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah pekerja yang terpilih oleh anggota mewakili unit kerjanya didalam\nperangkat organisasi Serikat Pekerja LEM SPSI PT AAIJ\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7)Pekerja :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah orang yang bekerja di Perusahaan yang menerima upah dan\u002Fatau imbalan\ndalam bentuk lain berdasarkan hubungan kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8)Keluarga Pekerja :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah seorang istri atau suami dan anak-anak yang sah dari pekerja\nsebagaimana terdaftar di Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9)Tanggungan Keluarga Pekerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah seorang istri dan tiga anak yang sah dari seorang pekerja, sebagaimana\nterdaftar di Perusahaan, dengan batas usia maksimum 24 Tahun dan dengan syarat\n: belum menikah atau belum bekerja \u002F berpenghasilan sendiri, apabila ada anak\nyang sudah tidak memenuhi syarat, maka anak urutan berikut yang\nmenggantikannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10)Orang Tua Pekerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah ayah dan ibu dari pekerja sebagaimana yang terdaftar di Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11)Mertua Pekerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah Ayah dan Ibu dari suami atau istri pekerja yang sah sebagaimana yang\nterdaftar di Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12)Ahli Waris :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah keluarga Pekerja atau orang yang berhak mendapatkan warisan menurut\nketentuan hukum yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13)Atasan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah pekerja yang jabatanya lebih tinggi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14)Atasan Langsung :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah pekerja yang jabatannya lebih tinggi secara langsung di unit\nkerjanya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15)Upah :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah suatu penerimaan sebagai imbalan dari perusahaan kepada pekerja untuk\nsuatu pekerjaan yang telah atau akan dilaksanakan dinyatakan atau dinilai dalam\nbentuk uang yang ditetapkan menurut suatu perjanjian\u002Fpersetujuan, atau\nperaturan perundang-undangan dan dibayarkan atas dasar kesepakatan, termasuk\ntunjangan-tunjangan, baik untuk pekerja sendiri maupun keluarganya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>16)Upah Pokok :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah upah dikurangi tunjangan-tunjangan baik untuk pekerja sendiri maupun\nkeluarga\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>17)Penerimaan Upah gross :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah penerimaan upah bruto\u002Fkotor pekerja yang masih harus diperhitungkan\npajaknya sesuai dengan undang-undang perpajakan yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>18)Penerimaan Uang Neto :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah penerima upah bersih pekerja yang telah diperhitungkan pajaknya sesuai\ndengan undang-undang perpajakan yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>19)Masa Kerja :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah jangka waktu seseorang bekerja di PT AAIJ dan atau Mutasi dalam\nlingkungan Astra Group secara tidak terputus dan dihitung sejak tanggal\nditerima sebagai Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>20)Pekerjaan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah kegiatan yang dijalankan oleh pekerja untuk Perusahaan dalam suatu\nhubungan kerja dengan menerima upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>21)Kerja Lembur :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah kerja yang dijalankan oleh Pekerja diluar Jam\u002Fhari kerja yang telah\nditetapkan dan disepakati\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>22)Kecelakaan Kerja :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah kecelakaan yang terjadi\u002Ftimbul dalam pekerjaan atau karena hubungan\nkerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>23)Lingkungan Perusahaan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah seluruh area Perusahaan termasuk bangunan, jalan dan halaman yang\nberada di PT. AAIJ dan IGP Group\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>24)Mutasi :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah perpindahan pekerja dari satu PT ke PT yang lain didalam lingkungan\nAstra Group\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>25)Rotasi :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah perpindahan Pekerja dari satu depertemen ke depertemen lain di dalam\nPT AAIJ\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>26)Jabatan Pekerja :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah kedudukan dalam struktur\u002Fjenjang organsasi perusahaan yang diberikan\nberdasarkan penunjuk\u002Fpengangkatan untuk menjalankan wewenang dan tanggung jawab\nyang melekat pada kedudukan tersebut\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>27)Kerja Shift :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah pekerjaan yang dijalankan oleh pekerja secara bergilir (shift)\nberdasarkan waktu kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>28)Kacamata :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah kacamata bifocus, monofocus dan cilindris\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>29)Perjalanan Dinas\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah melaksanakan pekerjaan diluar lokasi kerja PT AAIJ dan lebih jauh\ndari wilayah Bogor, Tanggerang, Cikampek, serta mendapat perintah tertulis dari\natasannya dengan menggunakan formulir perjalanan dinas\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>30)Menjalankan Kewajiban Negara :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah melakukan aktivitas\u002Fkegiatan wajib militer\u002Fbela negara atas dasar\npermintaan dari institusi Pemerintah dengan dilampirkan surat-surat yang\ndiperlukan dalam jangka waktu tertentu\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 2 : Pihak-Pihak Yang Mengadakan Perjanjian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pihak-pihak yang mengadakan Perjanjian Kerja Bersama ini ialah :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Pimpinan PT AAIJ, Beralamat di Jalan Pegangsaan Dua Blok A1, KM 1,6 Kelapa\nGading, Jakarta Utara, yang selanjutnya dalam Perjanjian Kerja Bersama ini\ndisebut “PERUSAHAAN”\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Logam Elektronik dan Mesin Serikat\nPekerja Seluruh Indonesia PT AAIJ beralamat di Jalan Pegangsaan Dua Blok AI, Km\n1.6 Kelapa Gading Jakarta Utara yang selanjutnya disebut “SERIKAT\nPEKERJA”\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 3 : Luasnya Perjanjian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1)Telah disepakati bersama oleh Perusahaan dan Serikat Pekerja bahwa\nPerjanjian Kerja Bersama ini mencakup hal-hal yang bersifat umum seperti yang\ntertera dalam Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Hal-hal yang bersifat tekhnis yang merupakan penjabaran lebih lanjut dari\nisi Perjanjian Kerja Bersama ini akan diatur dalam ketentuan tersendiri atas\nkesepakatan bersama dengan melandaskan dan tidak bertentangan dengan\nketentuan-ketentuan dalam Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-equalitydifferenttrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-equalityexcludedtrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityexcludedtrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternitydifferenttrigger\">\u003Cp>3)Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku untuk seluruh pekerja. Untuk hal-hal\ntertentu yang bersifat khusus diatur tersendiri.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 4 : Kewajiban Pihak-Pihak Yang Mengadakan Perjanjian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Perusahaan dan Serikat Pekerja berkewajiban untuk mematuhi dan\nmelaksanakan sepenuhnya semua ketentuan yang telah disetujui bersama dalam\nPerjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Perusahaan dan Serikat Pekerja berkewajiban untuk menyebarluaskan serta\nmemberi penjelasan kepada Pekerja baik isi maupun pengertian\nketentuan-ketentuan yang tertera dalam Perjanjian Kerja Bersama ini agar\ndimengerti dan dipatuhi, disamping memberikan penjelasan kepada pihak lain yang\nberkepentingan dengan Perjanjian Kerja Bersama ini\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 5 : Hubungan Perusahaan Dan Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Perusahaan dan Serikat Pekerja bertekad untuk terus bekerja sama dalam\nmenciptakan ketenangan kerja dan ketenangan usaha demi terwujudnya hubungan\nindustrial yang harmonis, dinamis dan berkeadilan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Untuk menjunjung tekad tersebut maka Perusahaan dan Serikat Pekerja akan\nmelaksanakan pembentukan dan penyempurnaan sarana-sarana hubungan industrial\nyang harmonis, dinamis dan berkeadilan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)Khusus untuk sarana lembaga Bipartit, telah disepakati akan dikembangkan\nmelalui forum bipartit, guna membicarakan hal-hal yang menyangkut hubungan\nketenagakerjaan dan dilakukan secara periodik dengan pesertanya dari pihak\nSerikat Pekerja dan dari Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB II : PENGAKUAN, FASILITAS, JAMINAN DAN DISPENSASI BAGI SERIKAT\nPEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 6 : Pengakuan Hak-Hak Perusahaan Dan Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Perusahaan mengakui bahwa Serikat Pekerja adalah organisasi yang sah\nmewakili dan bertindak untuk dan atas nama seluruh anggotanya yang mempunyai\nhubungan kerja dengan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Serikat Pekerja mengakui bahwa perusahaan mempunyai hak untuk memimpin dan\nmenjalankan usahanya sepanjang tidak bertentangan dengan Perjanjian Kerja\nBersama, Peraturan Perundang-undangan serta Peraturan Pelaksanaanya yang\nditerbitkan oleh pemerintah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 7 : Fasilitas Bantuan Untuk Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Perusahaan bersedian untuk melakukan pemotongan iuran bagi serikat pekerja\ndangan pedoman pada ketentuan, petunjuk dan pelaksanaan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Untuk menunjang program sosial dan kerohanian Serikat Pekerja bagi para\nanggotanya, perusahaan membantu pelaksanaan pengumpulan dana untuk\nsumbangan\u002Fbantua sosial antar anggota serikat pekerja dengan berpedoman kepada\nketentuan pelaksanaan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)Perusahaan menyediakan ruangan kantor bagi Serikat Pekerja dengan\nperlengkapan yang memadai didalam lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4)Perusahaan menyediakan papan pengumuman bagi Serikat Pekerja di\ntempat-tempat yang mudah dibaca didalam lingkungan. Sebelum pengumuman\nditempelkan pada papan pengumuman maka pengumuman tersebut terlebih dahulu\nharus diketahui dan disetujui Pimpinan Perusahaan atau sebaliknya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5)Atas permintaan Serikat Pekerja, perusahaan dapat mengijinkan Serikat\nPekerja mengadakan rapat\u002Fpertemuan diruangan milik perusahaan dengan\nmeminjamkan peralatan yang diperlukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6)Untuk memperlancar jalannya organisasi Serikat Pekerja maka Perusahaan\ndapat memberikan bantuan fasilitas kepada Serikat Pekerja berupa bantuan\npinjaman kendaraan dan bantuan dana untuk pendidikan dan atau pelatihan bagi\npengurus atau anggotanya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 8 : Jaminan Bagi Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Pekerja yag terpilih sebagai pengurus Serikat Pekerja, kordinator pleno\ndan pleno tidak akan mendapat tindakan diskriminatif atau tekanan dari\nPerusahaan\u002FAtasan karena fungsi dan tugasnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Perusahaan akan menyelesaikan dengan serikat pekerja setiap keluhan\npekerja, dengan mengacu kepada pasal 82 dan pasal 83.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)Pengurus serikat pekerja dapat memanggil anggotanya untuk suatu keperluan\ndidalam jam kerja dengan terlebih dahulu memberitahu dan meminta ijin satu\nlevel diatasna (minimal Formen).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4)Atas permintaan Serikat Pekerja, Perusahaan dapat memberikan keterangan\nyang diperlukan tentang hal-hal yang menyangkut keadaan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5)Perusahaan menyadari bahwa tindakan penutupan perusahaan (lock out) adalah\ntidak sesuai dengan semangat hubungan industrial yang harmonis, dinamis dan\nberkeadilan maupun kebijakan pemerinyah, maka hal tersebut akan selalu\ndiusahakan untuk dihindarkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 9 : Jaminan Bagi Perusahaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Selain menjalankan fungsi dan tugasnya sebagai Serikat Pekerja, pekerja\nyang terpilih sebagai pengurus, Kordinator Pleno dan Pleno tetap menjalankan\nfungsi dan tugasnnya sebagai pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Serikat Pekerja mendukung usaha Perusahaan dalam menegakan tata tertib dan\ndisiplin kerja serta pemberian peringatan\u002Fsanksi atas kesalahan\u002Fpelanggaran\nyang dilakukan pekerja sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan yang telah\ndiatur dalam Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)Serikat Pekerja tidak akan mencampuri urusan perusahaan yang tidak ada\nkaitannya dengan hubungan ketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4)Serikat Pekerja sepakat bahwa tindakan pemogokan dan memperlambat kerja\nadalah tidak sesuai dengan hubungan industrial tang harmonis, dinamis dan\nberkeadilan maupun kebijakan pemerintah, oleh karena itu tindakan pemogokan dan\nmemperlambat kerja merupakan hal yang harus selalu dihindarkan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 10 : Dispensasi Untuk Keperluan Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Atas permintaan Serikat Pekerja, Perusahaan dapat memberikan dispensasi\nkepada pengurus Serikat Pekerja , Kordinator Pleno dan Pleno dalam melaksanakan\nfungsi dan tugas organisasi atau memenuhi panggilan pemerintah guna kepentingan\norganisasi atau kepentingan Negara dengan tidak mengurangi hak-haknya sebagai\npekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Apabila pengurus atau anggota Serikat Pekerja dipilih menjadi pengurus\npada perangkat organisasi Serikat Pekerja yang lebih tinggi, perusahaan dapat\nmemberikan dispensasi untuk kegiatan yang berkaitan dengan fungsinya tersebut\ndengan tidak mengurangi hak-haknya sebagai pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)Perusahaan memberikan ijin kepada 2 (dua) orang anggota pengurus Serikat\nPekerja untuk dibebas tugaskan daripekerjaan sehari-hari guna melakukan tugas\norganisasi Serikat Pekerja dengan tanpa mengurangi hak-haknya sebagai\npekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB III : HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 11 : Penerimaan Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Perusahaan melaksanakan penerimaan pekerja untuk memenuhi kebutuhan tenaga\nkerja dalam hal-hal sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Meningkatnyavolume pekerjaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Untuk mengisi lowongan jabatan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Dalam penerimaan pekerja, perusahaan akan memberi perioritas kepada\nkeluarga pekerja yang telah terputus hubungan kerjanya dengan perusahaan karena\nmeninggal dunia, usia lanjut dengan ketentuan memenuhi syarat-syarat\npenerimaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)Dalam mengisi lowongan jabatan akan diperioritaskan kepada pekerja yang\nada dalam perusahaan yang memenuhi kualifikasi jabatan tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4)Persyaratan umum yang dipergunakan dalam penerimaan pekerja adalah :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Warga Negara Indonesia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Berusia minimal 18 Tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Berbadan dan berjiwa sehat melalui uji kesehatan oleh doter yang ditunjuk\nperusahaan, termasuk bebas narkoba\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Lulus test yang diwajibkan oleh perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Berkelakuan baik dengan surat keterangan dari kepolisian\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Bersedia tunduk dan patuh pada ketentuan-ketentuan dalam Perjanjian Kerja\nBersama ini\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g.Tidak terkait hubungan kerja dengan pihak lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5)Perusahaan dapat menerima Pekerja untuk waktu tertentu dengan\nsyarat-syarat kerja dan kondisi kerja yang tersendiri dan tidak akan\nbertentangan dengan apa yang telah diatur dalam Perjanjian Kerja Bersama\nini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6)Serikat Pekerja akan mendapatkan informasi tentang penerimaan pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 12 : Status Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-EMPCONTR_trigger\">\u003Cp>Berdasarkan pada sifat dan jangka waktu ikatan kerja, status Pekerja terbagi\natas :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Pekerja Tetap,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Yaitu pekerja yang bekerja di perusahaan untuk jangka waktu yang tidak\ntertentu\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Pekerja Waktu Tertentu,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Yaitu pekerja yang terikat pada hubungan kerja secara terbatas menurut dasar\nwaktu kerja tertentu dengan Perjanjian Kerja dalam waktu kerja yang terbatas\nlamanya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)Pekerja Honorer,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Yaitu pekerja yang bekerja di perusahaan untuk pekerjaan dan waktu yang\nbersifat jam kerja tersendiri (part time)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4)Pekerja Asing,\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 13 : Pekerja Asing\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Dalam rangka mempekerjakan Pekerja Asing Perusahaan akan mematuhi\nketentuan mengenai penempatan pekerja asing seperti disebutkan dalam\nUndang-undang No. 13 tahun 2003 dan peraturan lainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Pekerja asing yang dipekerjakan di perusahaan harus memahami dan\nmenghormati adat istiadat bangsa indonesia dan bersikap sopan terhadap pekerja\nIndonesia serta melaksanakan hubungan industrial yang harmonis, dinamis dan\nberkeadilan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)Perusahaan akan memberitahukan kepada Serikat Pekerja mulai dan sampai\nkapan serta dimana pekerja asing tersebut akan ditempatkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4)Sesuai dengan program alih tekhnologi maka pekerja asing yang ditempatkan\ndi perusahaan wajib berupaya mengalihkan keahlian dan pengetahuannya kepada\npekerja Indonesia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 14 : Masa Percobaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrial\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrialperiod\">\u003Cp>1)Penerimaan Pekerja dalam Perusahaan dilakukan dengan melalui masa\npercobaan untuk waktu paling lama 3 (tiga) bulan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Masa percobaan dihitung sejak hari pertama Pekerja mulai diterima bekerja\ndiperusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)Penilaian masa percobaan dilakukan oleh atasan dimana pekerja ditempatkan\ndan HRD.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4)Setelah melalui masa percobaan dengan hasil penilaian baik, maka pekerja\ndapat diangkat menjadi pekerja tetap sesuai dengan kebutuhan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 15 : Kerja Waktu Tertentu\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Kerja Waktu Tertentu diberlakukan bagi pekerja yang sifat, jenis dan\nkegiatannya selesai dalam waktu tertentu dimana pelaksanaanya mengacu kepada\nUndang-undang no. 13 tahun 2003.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Masa kerja waktu tertentu dihitung sejak hari pertama Pekerja mulai\nditerima bekerja di perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)Selama kerja waktu tertentu, pekerja menerima upah yang ditentukan baginya\ndengan batas minimum terendah yang berlaku diperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4)Dengan mempertimbangkan kondisi perusahaan dan penilaian kerja dengan\npredikat baik maka seorang pekerja waktu tertentu dapat diangkat sebagai\npekerja tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5)Apabila pekerja waktu tertentu terjadi pemutusan hubungan kerja sebelum\nberakhir waktunya, maka perusahaan membayar upah pekerja sampai batas waktu\nkerja tersebut, kecuali bila putus hubungan kerja karena kesalahan pekerja atau\nmengundurkan diri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 16 : Penilaian Prestasi Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Penilaian prestasi kerja setiap pekerja dilakukan oleh atasan langsung\ndan\u002Fatau atasan dari atasan langsung pekerja setahun dua kali dengan periode\npenilaian yang didasarkan atas tujuan penilaian itu sendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Hal-hal yang dinilai dalam penilaian prestasi kerja adalah menyangkut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a).Hasil Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b).Pengelolaan Pekerjaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c).Pengelolaan Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)a. Pelaksanaan penilaian prestasi kerja dilakukan dengan menggunakan\nlembaran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>penilaian prestasi yang telah ditetapkan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Hasil penilaian prestasi kerja dikomunikasikan antara atasan dan bawahan\nsecara periodik\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Hal-hal yang perlu dikomunikasikan antara atasan dan bawahan adalah :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-hasil penilaian prestasi kerja periode sebelumnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-akumulasi point penilaian prestasi kerja (khusus golongan 1 – 3).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Personal Data\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4)Hasil penilaian prestasi kerja merupakan bagian dalam menentukan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a).Besarnya kenaikan gaji (merit increase)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b).Promosi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c).Pendidikan dan pelatihan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d).Mutasi \u002F rotasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e).Berakhirnya hubungan kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f).Hadiah akhir tahun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5)Sistem penilaian pretasi kerja akan dievaluasi antara perusahaan dan\nSerikat Pekerja atas permintaan salah satu pihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 17 : Golongan Dan Jabatan Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-JOBTITLE_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-jobclassifaction1\">\u003Cp>1)Golongan dan jabatan pekerja diatur menurut ketentuan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Golongan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jabatan\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>I\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Operator \u002F staff\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>II\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Operator \u002F staff, Group Leader\u002Fstaff\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>III\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Group Leader\u002Fstaff, Foreman\u002FStaff\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>IV\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Section Head\u002FSupervisior\u002FStaff, Dept. Head\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>V\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Dept. Head\u002FStaff, Division Head\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>VI\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Division Head, Direktur\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>VII\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Direktur\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>Staff : ialah pekerja yang tidak mempunyai bawahan dan bertanggung jawab\nlangsung kepada atasannya\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Adapun pola dan golongan masing-masing pekerjaan yang ada di perusahaan\nakan diatur dalam ketentuan tersendiri berdasarkan keputusan Pimpinan\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)Perusahaan membuka kesempatan bagi seorang pekerja yang telah mencapai\nsuatu tingkatan pendidikan yang lebih tinggi, dan dengan melihat kebutuhan\npekerjaan yang ada maka kepadanya dapat diberikan kesempatan untuk mengisi\njabatan tersebut melalui proses seleksi umum sesuai dengan syarat yang\ndibutuhkan untuk jabatan tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 18 : Promosi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Promosi golongan\u002Fsub-golongan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a).Perusahaan memberikan kesempatan kepada Pekerja untuk dipromosikan ke\ngolongan\u002Fsub-golongan yang lebih tinggi berdasarkan prestasi kerja dan masa\nkerja pada satu golongan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b).Masa kerja pada satu golongan diatur dalam ketentuan tersendiri\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c).Promosi golongan\u002Fsub-golongan tidak selalu harus mempengaruhi jabatan,\ntetapi berpengaruh terhadap upah pekerja seperti yang telah ditetapkan dalam\nPerjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Promosi Jabatan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a).Perusahaan memberikan kesempatan jabatan yang lebih tinggi dalam mengisi\nlowongan jabatan yang ada dengan mempertimbangkan faktor-faktor antara lain\n:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Kebutuhan Organisasi Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Kualifikasi Jabatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Prestasi Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Masa kerja dan masa menjabat pada jabatan sekarang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Sikap dan tingkah laku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b).Kepada seorang pekerja yang dipromosikan untuk suatu jabatan tertentu\nakan diberikan surat keputusan pengangkatan dan diinformasikan kepada serikat\npekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)Pelaksanaan promosi golongn\u002Fsub-golongan dari jabatan di Perusahaan secara\numum dilakukan pada bulan Januari dan Juli setiap tahun dan yang bersifat\nistimewa dapat dilakukan sewaktu-waktu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4)Adapun mekanisme promosi golongan\u002Fsub-golongan dan jabatan diatur dalam\nketentuan tersendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 19 : Penempatan, Mutasi, Rotasi Dan Prosedurnya\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Demi lancarnya kegiatan Perusahaan serta pendayahgunaan tenaga kerja,\nPerusahaan dapat menempatkan, memutasikan dan merotasikan Pekerja untuk suatu\npekerjaan\u002Fjabatan di perusahaan dalam hal-hal sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a).Bertambahnya pekerjaan disuatu tempat\u002Fbagian dan karenanya memerlukan\npenambahan pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b).Memberikan kesempatan kepada pekerja yang mempunyai harapan untuk maju\nagar dapat mengembangkan kariernya pada bagian atau tugas yang baru\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c).Pekerja diangkat menduduki jabatan yang lebih tinggi di tempat\u002Fbagian\nlain dengan memperhatikan kecakapan, kemampuan serta mempertimbangkan\nperkembangan kariernya di Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d).Kondisi kesehatan pekerja menurut nasehat dokter tidak memungkinkan untuk\nbekerja pada bagiannya semula, dengan kondisi demikian masih dimungkinkan untuk\nbekerja dibagian lain\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Penempatan, mutasi dan Rotasi dalam pelaksanaanya tidak akan mengurangi\nhak-hak pekerja termasuk hak untuk mendapatkan promosi dan kenaikan gaji\nseperti yang telah diatur dalam Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)Penempatan, mutasi dan rotasi terlebih dahulu wajib diberitahukan kepada\npekerja oleh atasannya selambat-lambatnya satu minggu sebelum tanggal\npelaksanaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4)Setiap penempatan, mutasi dan rotasi ditetapkan dengan surat keputusan dan\ndiumumkan sebelum tanggal mutasi, rotasi dan pemindahan dilaksanakan dengan\ntembusan kepada Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5)Dalam pelaksanaan mutasi dan rotasi tidak sejalan dengan ketentuan dalam\npasal ini, maka Pekerja dapat mengajukan keberatannya secara tertulis dengan\nmenyampaikan alasan-alasannya kepada atasan dengan tembusan kepada Serikat\nPekerja untuk diusahakan penyelesaian. Selama masa penyelesaian tersebut\npekerja masih tetap melaksanakan kewajibannya ditempat kerja yang lama\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IV : WAKTU KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 20 : Umum\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-WORKHOURS_trigger\">\u003Cp>Perusahaan melaksanakan waktu kerja maksimal 8 (delapan) jam 1 (satu) hari\n40 (empat puluh) jam untuk 5 (lima) hari kerja dalam 1 (satu) minggu.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 21 : Hari Kerja Dan Jam Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-schedulesrestpw\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SCHEDULE_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek_select\">\u003Cp>1)Hari kerja di Perusahaan adalah 5 (lima) hari seminggu yaitu hari Senin\ns\u002Fd Jum’at dengan hari Sabtu dan hari Minggu sebagai hari Libur.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) a. Jam kerja dan istirahat Perusahaan ditentukan sebagai berikut : Senin\ns\u002Fd Kamis\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Shift\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Jam Kerja\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Jam Istirahat\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Kyuke\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd rowspan=\"2\">1\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd rowspan=\"2\">07.30 – 16.15\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd rowspan=\"2\">12.00 – 12.45\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1) 10.00 – 10.10\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>2) 14.30 – 14.40\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>2\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>16.30 – 24.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>20.00 – 20.30\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>15 menit, disesuaikan dengan waktu sholat Maghrib\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>3\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>24.00 – 07.30\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>03.00 – 03.30\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>15 menit, disesuaikan dengan waktu sholat Subuh\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Khusus hari Jum’at :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Shift\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Jam Kerja\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Jam Istirahat\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Kyuke\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd rowspan=\"2\">1\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd rowspan=\"2\">07.30 – 16.30\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>11.45– 12.45\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1) 10.00 – 10.10\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2) 14.30 – 14.40\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Jam kerja dan jam istirahat perusahaan pada bulan Puasa sebagai berikut\n:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Shift\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Jam Kerja\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Jam Istirahat\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Kyuke\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd rowspan=\"2\">1\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd rowspan=\"2\">07.30 – 16.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd rowspan=\"2\">12.00 – 12.30\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1) 10.00 – 10.10\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>2) 14.30 – 14.40\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>2\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>16.30 – 24.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>18.00 – 18.30\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>15 menit, disesuaikan dengan waktu sholat Maghrib\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>3\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>24.00 – 07.30\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>03.30 – 04.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>15 menit, disesuaikan dengan waktu sholat Subuh\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Khusus hari Jum’at :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Shift\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jam Kerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jam Istirahat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Kyuke\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd rowspan=\"2\">1\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd rowspan=\"2\">07.30 – 16.30\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd rowspan=\"2\">11.45– 12.45\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1) 10.00 – 10.10\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>2) 14.30 – 14.40\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)Atas kesepakatan bersama antara Perusahaan dan Serikat Pekerja, hari\nkerja, jam kerja dan jam istirahat tersebut diatas dapat diubah dengan\nmempertimbangkan kondisi dan situasi Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4)Untuk anggota satuan pengamanan (SATPAM) yang karena pekerjaanya bersifat\nkhusus, hari dan jam kerja serta pembagian sifatnya ditentukan lain sesuai\ndengan SK bersama No. Kep. 275 \u002F MEN \u002F 1989; No. Pol.Kep\u002F04\u002FV\u002F1989.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 22 : Lembur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Lembur di Perusahaan adalah atas kesepakatan antara Pekerja dan Atasannya\nkecuali :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a).Keadaan darurat dan atau pada kondisi tertentu yang tidak dapat\nditunda.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b).Apabila ada pekerjaan-pekerjaan yang jika tidak segera diselesaikan akan\nmembahayakan keselamatan dan kesehatan kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c).Bila dalam jangka waktu yang ditentukan ada pekerjaan yang tertunda\u002Fbelum\ndiselesaikan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Kerja lembur dilakukan pekerja dengan penugasan atasannya dan dalam hal\npekerja tidak dapat melaksanakan penugasan tersebut, pekerja wajib\nmemberitahukan kepada atasannya, maka pekerja akan dibebaskan dari kerja\nlembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)Kepada Pekerja yang oleh karena kesanggupanya dan sudah sepakat untuk\nkerja lembur, maka pekerja diwajibkan mempertanggung jawabkan kesanggupannya\nuntuk kerja lembur sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-OVERTIME_trigger\">\u003Cp>4)Upah lembur diberikan kepada pekerja yang bekerja melebihi waktu kerja\nyang telah ditetapkan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5)Perhitungan upah lembur diberikan berdasarkan jam pelaksanaan pada\nperintah kerja lembur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 23 : Perhitungan Upah Lembur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Perhitungan upah lembur diatur dengan berpedoman kepada Kepmenakertrans RI\nNo. 102\u002FMen\u002FVI\u002F2004 tanggal 25 Juni 2004.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause\" id=\"clause-overtimeallowancetypeperiod\">\u003Cp>2)Komponen upah dalam perhitungan lembur terdiri dari upah pokok, Tunjangan\nTransport, tunjangan Makan dengan rumusan perhitungan tarif upah lembur (TUL)\nperjam adalah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a).1\u002F173 x Upah Pokok\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b).3\u002F20 x (Tunjangan Transport + Tunjangan Makan)\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SUNDAY_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowanceperc1\">\u003Cp>3) a. perhitungan jam kerja lembur diatur menurut ketentuan sebagai berikut\n:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Hari\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd colspan=\"2\">\u003Cstrong>Perhitungan\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd rowspan=\"2\">\u003Cp>Hari Biasa\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jam ke - 1\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1.5 x TUL\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Jam ke - 2 dst\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2.0 x TUL\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd rowspan=\"3\">\u003Cp>Libur mingguan, Diliburkan, Cuti Massal\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jam ke - 1 s\u002Fd 7\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2.0 x TUL\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Jam ke - 8\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3.0 x TUL\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Jam ke - 9 dst\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>4.0 x TUL\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd rowspan=\"3\">Libur Resmi\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jam ke - 1 s\u002Fd 7\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2.5 x TUL\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Jam ke - 8\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3.0 x TUL\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Jam ke - 9 dst\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>4.0 x TUL\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. bagi pekerja yang bekerja pada hari Raya Keagamaan (Idul Fitri, Idul\nAdha, Natal, Nyepi, Waisak) diberikan kompensasi sebesar Rp; 40.000,-\u002F Net.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4)Upah lembur akan dibayarkan bersama dengan pembayaran tunjangan transport,\ndengan periode perhitungan dari tanggal 01 sampai tanggal 31 dan dibayarkan\npada tanggal 15 bulan berikutnya dan apabila tanggal tersebut jatuh pada hari\nlibur, maka pembayaran dilakukan pada hari kerja sebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB V : HARI LIBUR RESMI, CUTI DAN IJIN TIDAK MASUK KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 24 : Hari Libur Resmi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-bankholidays1\">\u003Cp>1)Hari libur resmi adalah hari-hari libur yang ditetapkan setiap tahun oleh\npemerintah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Perusahaan memberikan istirahat kepada pekerja pada hari-hari libur resmi\ndengan tetap mendapatkan upah\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 25 : Cuti Tahunan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAIDLEAV_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysweeks\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysdays\">\u003Cp>1)Perusahaan emberikan cuti tahunan sebanyak 12 (dua belas) hari kerja\ndengan tetap memberikan upah kepada pekerja yang telah bekerja 12 (dua belas)\nbulan berturut-turut.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Periode penetapan timbulnya hak cuti tahunan pekerja adalah 1 tahun sejak\ntanggal diterima sebagai pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)Dengan memperhitungkan hak cuti tahunan Pekerja maka sebanyak-banyaknya 8\n(delapan) hari kerja dapat digunakan sebagai cuti bersama setiap tahun yang\nakan diatur oleh Perusahaan dan Serikat Pekerja bersamaan dengan penetapan\nkalender kerja tahunan perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4)Demi kelancaran pengambilan hak cuti tahunan, Perusahaan memberikan\ninformasi kepada Pekerja mengenai sisa cuti tahunan yang bersangkutan setiap\nbulannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5)Pekerja yang bermaksud mengunakan hak cuti tahunannya wajib mengajukan\nkepada perusahaan melalui Atasannya selambat-labatnya 3 (tiga) hari kerja\nsebelum dimulainya tanggal cuti.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6) a. Dalam hal cuti tahunan tidak dipergunakan oleh pekerja setelah waktu 1\n(satu)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>tahun sejak tanggal timbulnya cuti tahunan, maka cuti tahunan tersebut\ndinyatakan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>gugur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.dalam hal cuti tahunan tidak dipergunakan karena penundaan oleh atasannya\ndengan alasan pekerjaan, maka hak cuti tahunan tersebut dapat ditunda dalam\njangka waktu selama-lamanya 1 (satu) tahun sejak tanggal hak cuti tersebut\nberakhir\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.atasan wajib memberikan cuti yang tertunda, sebagaimana dimaksud pada\nhuruf b. Ayat 6 pasal ini\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 26 : Cuti Besar\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Setelah masa kerja 5 (lima) tahun dan kelipatannya, seorang pekerja berhak\natas cuti besar selama 1 (satu) bulan atau 22 (dua puluh dua) hari keja dengan\ntetap mendapatkan upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Kepada pekerja yang telah berhak menjalani cuti besar, Perusahaan\nmemberikan tunjangan cuti besar 1 x upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)Pada prinsipnya penggunaan cuti besar dapat dilakukan Pekerja secara penuh\n1 (satu) bulan lamanya, tetapi karena pertimbangan kebutuhan dan kelancaran\npekerjaan, maka penggunaan cuti besar dapat dilakukan secara bertahap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4)Demi kelancaraan penggunaan cuti besar, Perusahaan memberitahukan kepada\nPekerja kapan timbulnya cuti besar tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5)Pekerja yang bermaksud menggunakan hak cuti besar dapat mengajukan kepada\nperusahaan melalui atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6)Dalam hal :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a).hak cuti besar dianggap gugur apabila dalam jangka waktu 5 (lima) tahun\nsejak hak atas cuti besar timbul, Pekerja tidak mempergunakannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b).Atasan dan pekerja yang bersangkutan harus membuat rencana pemakaian cuti\nbesar dan menyerahkannya ke HRD\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c).Cuti besar tidak dipergunakan karena penundaan oleh Atasannya dengan\nalasan pekerjaan maka hak cuti besar tersebut dapat ditunda dalam jangka waktu\nselama-lamanya 3 (tiga) tahun sejak tanggal hak cuti besar tersebut berakhir\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 27 : Cuti Hamil\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleavepayperc\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleavepay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveall\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleave\">\u003Cp>1)Kepada Pekerja Wanita yang Hamil, Perusahaan memberi cuti dengan tetap\nmendapatkan upah (upah pokok + Tunjangan Transport + Tunjangan Makan) selama 3\n(tiga) bulan yaitu : satu setengah bulan sebelum melahirkan dan satu setengah\nsetelah melahirkan atau sejak mendapat surat keterangan dokter yang menyatakan\nharus istirahat karena akan segera melahirkan\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2)Waktu istirahat sebelum saat Pekerja menurut perhitungan dokter akan\nmelahirkan, dapat dimajukan sampai selama-lamanya 3 (tiga) bulan jika didalam\nsurat keterangan dokter dinyatakan bahwa hal itu perlu untuk menjaga\nkesehatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityotherclause\">\u003Cp>3)Bagi Pekerja Wanita yang mengalami keguguran\u002Fgugur kandungan diberikan\nwaktu istirahat dengan upah (upah pokok + Tunjangan Transport + Tunjangan\nMakan) selama satu setengah bulan sejak gugurnya, atau selama waktu yang\ndidasarkan atas surat keterangan dokter\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 28 : Cuti Haid\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-menstruationleave\">\u003Cp>1)Pekerja Wanita tidak diwajibkan bekerja pada hari pertama dan kedua waktu\nhaid dengan tetap mendapatkan upah (upah pokok + Tunjangan Transport +\nTunjangan Makan).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Untuk mengunakan hak cuti ini, pekerja harus memberitahukan kepada\nPerusahaan dengan melalui atasnnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 29 : Ijin Tidak Masuk Kerja Dengan Menerima Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-childcare\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleave\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleavepay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleavepayperc\">\u003Cp>1)Pekerja diberikan ijin tidak masuk bekerja dengan tetap menerima upah\n(upah pokok + Tunjangan Transport + Tunjangan Makan) untuk hal-hal sebagai\nberikut (tabel) :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-childcareleave\">\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>No.\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Kebutuhan\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Ijin Yang Diberikan\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>1\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Pernikahan Pekerja yang bersangkutan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3HK\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>2\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Pernikahan anak sah Pekerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3HK\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>3\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Istri sah Pekerja melahirkan\u002Fkeguguran\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3HK\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>4\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Pekerja mengalami musibah\u002Fbencana alam\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2HK\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>5\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Khitanan\u002Fpembaptisan anak sah Pekerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2HK\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>6\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Wisuda kesarjanaan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1HK\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>7\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Kematian Keluarga, orang tua, mertua, saudara kandung pekerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3HK\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>8\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Keluarga pekerja diopname\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2HK\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>9\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Orang yang tinggal dalam 1 rumah meninggal dunia\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1HK\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Demikian juga untuk tugas-tugas sebagai saksi Pengadilan atau pada\npengusutan hukum dan atau tugas-tugas negara lainnya, memenuhi panggilan\u002Ftugas\nPemerintah, Pekerja diberikan ijin sebanyak hari yang diperlukan oleh badan\ntersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)Dalam mengunakan ijin-ijin tersebut pada pasal ini, Pekerja Wajib\nmemberitahukan kepada Perusahaan melalui Atasannya dengan melampirkan\nsurat-surat keterangan yang diperlukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 30 : Ijin Tidak Masuk Kerja Dengan Tidak Menerima Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Pekerja diberikan ijin tidak masuk kerja 1 hari dengan tidak menerima upah\nuntuk hal-hal sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Orang tua, mertua, saudara kandung pekerja diopname\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Melawat kematian tetangga pekerja lingkungan RT\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Mengantar istri\u002Fsuami, anak pekerja ke rumah sakit\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Dalam mengunakan ijin-ijin tersebut pada pasal ini, pekerja wajib\nmemberitahukan kepada perusahaan melalui atasanya dengan melampirkan\nsurat-surat keterangan yang diperlukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)Segala bentuk ijin selain tersebut diatas akan berpengaruh terhadap\nkonduite kerja Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VI : PENGUPAHAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 31 : Umum\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-WAGES_trigger\">\u003Cp>1)Upah yang berlaku diperusahaan terdiri atas :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Upah pokok\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Tunjangan – Tunjangan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Semua pekerja berhak atas upah pokok dan tunjangan – tunjangan sesuai\ndengan status, jabatan dan golongan sebagaimana diatur dalam Perjanjian Kerja\nBersama ini.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)Upah pokok yang ditentukan bagi pekerja adalah upah pokok gross yang masih\nharus diperhitungkan pajaknya sesuai dengan Undang – undang perpajakan yang\nberlaku (PPH-21) tunjangan dalam komponen upah diberikan secara Nett.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4)Perusahaan wajib memberikan lembar perhitungan SPT tahunan kepada Pekerja\nyang bersangkutan satu tahun sekali. Dalam hal terdapat peraturan perpajakan\nyang menjadi kewajiban individu, maka segala konsekwensi yang timbul menjadi\ntanggung jawab pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5)Pembayaran upah akan dilakukan pada tanggal 25 setiap bulan dan apabila\npada tanggal tersebut jatuh pada hari libur maka pembayaran dilakukan sebelum\nhari libur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 32 : Upah Pokok\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-jobwagegroups\">\u003Cp>1)Penetapan upah pokok didasarkan atas golongan Pekerja dalam Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Sesuai dengan jumlah golongan Pekerja maka upah pokok yang berlaku di\nPerusahaan terdiri dari 7 golongan yang masing-masing diatur tersendiri sesuai\ndengan kebijakan perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-jobwagegroupsperiod\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAYSCALES_period\">\u003Cp>3)Masing-masing golongan upah pokok akan disesuaikan setiap tahun dengan\nberpedoman pada besarnya kenaikan upah secara umum di Perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 33 : Kenaikan Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Kenaikan upah dimusyawarahkan bersama antara Perusahaan dan Serikat\nPekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause\" id=\"clause-COSTLIV_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasefirmperformance\">\u003Cp>a).Kenaikan Upah Minimum dilakukan setahun sekali pada bulan Januari dengan\nberpedoman kepada prosentase inflasi DKI, peningkatan taraf hidup Pekerja dan\nkeluargannya dengan mempertimbangkan kemampuan Perusahaan\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>b).Keniakan upah karena adanya kebijakan pemerintah dibidang moneter, dengan\nberpedoman kepada besarnya prosentase pengaruh kebijakan Pemerintah tersebut\nterhadap tingkat daya beli pekerja\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-STRUCINCR_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasetype2\">\u003Cp>2)Kenaikan upah pokok secara khusus diatur sbb :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a).Kenaikan upah pokok atas dasar prosentase kerja dilakukan setahun\nsekali\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b).Kenaikan upah pokok karena promosi diatur sesuai ketentuan promosi\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 34 : Tunjangan Transport\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-COMMUTE_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-commutingallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-commutingallowanceperc1\">\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-commutingallowancetype1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-commutingallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-commutingallowanceperc1\">\u003Cp>1) a. Perusahaan memberikan tunjangan transport perhari hadir\u002Fnet kepada\nPekerja golongan I s\u002Fd III yaitu\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2x {PtsR + (2xBS) } x 150%\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-PtsR adalah tarif resmi Bis Patas Reguler yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-BS adalah tarif resmi Bis Sedang yang berlaku\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>b.Golongan 4 ke atas pengaturan tunjangan transport diatur dalam ketentuan\ntersendiri berdasarkan kebijakan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Perusahaan juga menyediakan transport pengantaran pulang bagi pekerja yang\nmelakukan kerja shift II; penjemputan bagi shift III. Dalam hal karena masalah\ntekhnis tidak dapat menyediakan penjemputan, maka pengaturannya akan di\ntetapkan dalam ketentuan tersendiri.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)Atas kesepakatan Perusahaan dan Serikat Pekerja, penjemputan dan\npengantaran bagi pekerja dapat ditentukan lain dengan mempertimbangkan kondisi\ndan situasi perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 35 : Tunjangan Makan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-mealvouchers\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-MEALALL_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-mealvouchersamount\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-mealvoucherstype1\">\u003Cp>1)Tunjangan Makan per hari diberikan secara net, sebagai berikut (tabel)\n:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Jenis\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Nilai\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Dalam Bentuk\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Reguler Shift 1 dan 2\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp; 8.200,-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Makan \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Reguler Shift 3\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp; 8.200,-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Uang \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Lembur &gt;= 3 jam\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp; 8.200,-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Makan \u002F Uang \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Dinas Luar\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp; 16.500,-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Uang \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Makan Ekstra\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp; 2.900,-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Natura \u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Nilai tunjangan makan akan ditinjau setiap tahun sekali pada bulan Januari\ndengan berpedoman kepada besarnya perubahan indeks harga konsumen DKI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 36 : Insentif Kehadiran\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Perusahaan memberikan insentif kepada Pekerja golongan I – III, dengan\nketentuan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Sakit\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd colspan=\"2\">Terlambat\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>0\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>0\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp. 50.000,-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp. 27.500\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>1\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp. 25.000,-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>2)Insentif kehadiran tidak diberikan kepada pekerja yang mangkir dan ijin\n(pasal 30)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 37 : Tunjangan Hari Raya Keagamaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusdays1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype2\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE_trigger\">\u003Cp>1)Setiap tahun Perusahaan memberikan Tunjangan Hari Raya keagamaan sebesar 1\n(satu) bulan upah (upah pokok + Tunjangan Transport + Tunjangan Makan).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Pekerja yang mempunyai masa kerja kurang dari satu tahun dari hari raya\nkeagamaan menerima secara proporsional sesuai dengan jumlah bulan masa\nkerjanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)Pembayaran Tunjangan Hari raya 2 (dua) minggu sebelum Hari Raya keagamaan\ntersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4)Dalam hal terjadinya berakhir hubungan kerja (BHK) pekerja 30 (tiga puluh)\nhari sebelum hari raya keagamaan, maka perusahaan tetap memberikan tunjangan\nhari raya keagamaan tersebut kepada pekerja yang bersangkutan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 38 : Hadiah Akhir Tahun\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Sesuai dengan pelaksanaan hubungan industrial yang harmonis dinamis dan\nberkeadilan, setiap tahun perusahaan dan Serikat Pekerja akan merundingkan\nhadiah akhir tahun yang merupakan bagian keuntungan Perusahaan untuk tahun\nberjalan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Besarnya hadiah akhir tahun dirundingkan Perusahaan dan Serikat Pekerja\npada bulan Nopember.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)Pekerja yang mempunyai masa kerja 3 (tiga) bulan dan kurang dari setahun\nmaka perusahaan akan memberikan Hadiah Akhir Tahun secara proporsional sesuai\ndengan jumlah bulan masa kerjanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4)Dalam hal terjadinnya Berakhir hubungan Kerja (BHK) sebelum tanggal 01\nDesember pada tahun yang sama, maka pekerja tidak memperoleh Hadiah Akhir\nTahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5)Pembayaran Hadiah Akhir Tahun dilaksanakan paling lambat bersamaan dengan\npembayaran upah bulan Desember.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6)Hadiah Akhir Tahun yang digaransikan Perusahaan untuk setiap tahunnya\nadalah 1 (satu) bulan upah diluar yang dirundingkan pada ayat 1). Pasal ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 39 : Perjalanan Dinas\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Kepada Pekerja yang melakukan Perjalanan Dinas, Perusahaan memberikan\nfasilitas perjalanan dinas yang bentuknya diatur tersendiri sesuai dengan\nkebijakan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 40 : Pembayaran Upah Pekerja Selama Sakit\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SICDIS_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspayperc\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspaytype\">\u003Cp>1)Pekerja yang menderita sakit cukup lama dan terus menerus dan yang\nmemerlukan perawatan di Rumah Sakit atau di tempat lain, akan tetapi dibawah\npengawasan dokter sehingga tidak dapat melakuka pekerjaanya, maka upahnya\ndibayar sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Empat bulan ke 1 = 100% dari Upah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Empat bulan ke 2 = 75% dari Upah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Empat bulan ke 3 = 50% dari Upah;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Untuk bulan selanjutnya = 25% dari Upah, sebelum diadakan pengakhiran\nhubungan kerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Yang dimaksud sakit terus menerus adalah penyakit menahun\u002Fberkepanjangan\ndan tidak dapat bekerja dengan Surat Keterangan Dokter. Demikian pula apabila\nPekerja yang sakit lama mampu bekerja kembali dengan surat keterangan dokter\ntetapi dalam waktu 4 (empat) minggu sakit lagi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 41 : Pembayaran Upah Pekerja Selama Ditahan \u002F Dipenjara\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Dalam hal Pekerja ditahan oleh pihak yang berwajib maka :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a).Perusahaan tidak berkewajiban membayar upah kepada Pekerja terkait\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b).Jika Pekerja yang ditahan tersebut mempunyai keluarga, maka Perusahaan\nakan memberikan bantuan kepada keluarganya paling lama 6 bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c).Besarnya bantuan ditentukan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Tiga Bulan ke-1.......................100% upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Tiga Bulan ke-2....................... 50% upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d).Kewajiban Perusahaan memberikan bantuan ini akan berakhir bilamana\nhubungan kerjanya diputuskan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Selama dalam tahanan tersebut, maka :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a).Apabila Pekerja dinyatakan tidak bersalah atau dibebaskan oleh\npengadilan, maka pekerja menerima upah 100% dari upah dan kembali bekerja\ndengan tidak mengurangi hak-haknya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b).Apabila Pekerja dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman oleh pengadilan,\nmaka Perusahaan dapat melakukan Pemutusan Hubunga Kerja yang dilakukan sesuai\ndengan UU no. 13 tahun 2003\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 42 : Pembayaran Upah Pekerja Selama Mengikuti Pusat Latihan Olah Raga\n\u002F Pekan Olah Raga\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan akan membayar upah kepada Pekerja yang mengikuti Pusat Latihan\natau Pekan Olah Raga yang diselenggarakan oleh Negara (Tingkat Nasional)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 43 : Pembayaran Upah Pekerja Selama Menjalankan Kewajiban Agama\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Bagi Pekerja yang akan memenuhi kewajiban ibadat menurut agamanya,\nperusahaan juga memberikan ijin tidak masuk kerja sesuai ketentuan yang diatur\ndalam Peraturan Pemerintah No. 8 tahun 1981 (Pasal 6 ayat 4)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 44 : Pembayaran Upah Pekerja Selama Menjalankan Kewajiban Negara\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Perusahaan akan membayar upah kepada Pekerja yang sedang menjalankan\nkewajiban Negara, jika dalam menjalankan kewajiban Negara tersebut Pekerja\ntidak mendapatkan upah dari Negara tetapi tidak melebihi 1 (satu) tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Perusahaan akan membayar kekurangan atas upah yang biasa dibayarkan kepada\nPekerja yang dalam menjalankan kewajiban Negara menerima Upah kurang dari biasa\nditerima, tetapi tidak melebihi 1 (satu) tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VII : PENGOBATAN, PERAWATAN KESEHATAN DAN HIPERKES\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 45 : Umum\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-MEDICAL_trigger\">\u003Cp>Perusahaan menyadari sepenuhnya bahwa Pekerja yang sehat akan lebih mampu\nmeningkatkan produktivitas sebagaimana diharapkan. Demikian pula keluarga\nPekerja yang sehat akan mendorong semangat gairah kerja serta ketenangan. Oleh\nkarena itu Perusahaan memberikan perhatian sepenuhnya terhadap kondisi\nkesehatan para pekerja dan keluarganya\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 46 : Balai Pengobatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Perusahaan menyediakan Balai Pengobatan dengan dokter dan paramedis di\ndalam lingkungan Perusahaan untuk meberikan pengobatan (pertolongan pertama)\nkepada Pekerja secara cuma-cuma.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Bentuk-bentuk pengobatan yang diberikan serta hal-hal yang berkaitan\ndengan penggunaan Balai Pengobatan diatur dalam ketentuan tersendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 47 : Bantuan Pemeliharaan Kesehatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccess\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccessrelatives\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurance\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurancerelatives\">\u003Cp>1)Perusahaan meberikan bantuan Pemeliharaan Kesehatan untuk pekerja beserta\nanggota keluarganya selama satu tahun takwim (Januari s\u002Fd Desember) dengan\nbatasan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Status\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>GP\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Min (Juta)\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Maks (Juta)\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Lajang \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2x\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1,75\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3,50\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Nikah tanpa anak\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2,25x\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2,19\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>4,38\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Nikah anak 1 (satu) (K1)\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3x\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2,63\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>5,25\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Nikah anak 2 (dua) (K2)\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3,25x\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2,85\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>5,69\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Nikah anak 3 (tiga) (K3)\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3,5x\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3,07\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>6,13\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Pemakaian bantuan pemeliharaan kesehatan dapat diberikan kepada pekerja\ndan keluarganya karena keadaan sakit dengan ketentuan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a).Pemberian batuan pemeriksaaan hanya dapat dilakukan penggantian atas\nbukti sah dari dokter atau paramedis\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b).Pemberian bantuan pengobatan hanya dapat dilakukan penggantian atas bukti\nsah dari apotek dengan salinan resep dokter.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)Bilamana dalam keadaan mendesak Pekerja atau keluarganya sakit dan harus\nberobat, maka pemberian bantuan kesehatan (pemeriksaan dan pengobatan) dapat\ndilakukan penggantian atas bukti sah dari dokter\u002Fparamedis\u002Fbidan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4)Bantuan Pemeliharaan kesehatan hanya dapat digunakan Pekerja dan\nkeluarganya dalam hal :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a).Pekerja dan keluarganya sakit\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b).Pemeriksaan kehamilan istri Pekerja atau Pekerja wanita\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c).Imunisasi keluarga Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d).Pencabutan dan Pengobatan gigi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5)Perusahaan memberikan informasi kepada Pekerja pemakian bantuan\npemeliharaan kesehatan secara rutin bersamaan pembayaran upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6)Bila bantuan pemeliharaan kesehatan Pekerja melebihi batas yang\nditentukan, maka pemeriksaan dan pengobatan menjadi tanggungan Pekerja. Bukti\nsah dari dokter\u002Fparamedis\u002Fbidan tidak dapat dilakukan penggantian\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 48 : Perawatan Dan Pengobatan Di Rumah Sakit\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Yang dimaksud dengan biaya perawatan di Rumah Sakit adalah biaya perawatan\ndan pengobatan selama Pekerja atau keluarganya menurut keterangan dokter harus\ndi rawat di Rumah Sakit atau rawat jalan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Perawatan dan Pengobatan di Rumah Sakit untuk Pekerja dan keluarganya\nditanggung sepenuhnya oleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)Apabila Pekerja dan keluarganya perlu perawatan di Rumah Sakit maka\nPerusahaan menyediakan beberapa Rumah Sakit rayon dan kepada Pekerja diminta\nmemberitahukan kepada Perusahaan melalui Poliklinik dengan membawa surat\nketerangan dokter untuk selanjutnya akan diberikan surat jaminan dari\nPerusahaan ke Rumah Sakit dimana Pekerja atau keluarga pekerja tersebut\ndirawat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4)Perusahaan menyediakan fasilitas Rumah Sakit Rayon.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a).Adapun biaya kelas Rumah Sakit Rayon selama Pekerja atau keluarganya\ndirawat, diatur berdasarkan golongan Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Golongan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Kamar Rumah Sakit\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>I\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2 (dua) C\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>II\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2 (dua) B\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>III\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2 (dua) A\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>IV ke atas\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 (satu)\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>b).Biaya kelas kamar Rumah Sakit Non Rayon berpedoman kepada biaya kelas\nkamar Rumah Sakit Rayon tertinggi yang ditetapkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5)Biaya-biaya yang tercakup dalam biaya perawatan di Rumah Sakit adalah :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a).Biaya pengangkutan dengan ambulan ke Rumah Sakit dan dari Rumah Sakit ke\nrumah apabila direkomendasikan oleh dokter Rumah Sakit\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b).Biaya pemeriksaan dokter, operasi, dan pembelian obat-obatan atas resep\ndokter\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c).Biaya pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan klinik selama dirawat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d).Operasi gusi dalam rangka pencabutan gigi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e).Kontrol pasca perawatan maksimal 3 (tiga) kali\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f).Penggantian gigi geraham palsu dengan keramik\u002Fstandar\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g).Pengganti gigi palsu bagian depan (akibat kecelakaan)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h).Biaya persalinan sampai anak ke -3. Bilamana proses kelahiran secara\nCAESAR harus dengan rekomedasi dokter\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6)Tidak tercakup dalam biaya perawatan Rumah Sakit adalah :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a).Bedah kecantikan\u002Fkosmetik\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b).Penyakit yang disebabkan oleh Narkotik dan Psychotropica.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c).Operasi plastik\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d).Usaha bunuh diri\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e).Penyakit yang disebabkan oleh pemakaian obat berlebihan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f).Gigi palsu kecuali gigi geraham palsu dengan keramik\u002Fstandar\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g).Pemasangan jaket crown.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7)Bila dalam keadaan mendesak seorang Pekerja atau keluarganya karena dalam\nkeadaan sakitnya harus masuk Rumah Sakit, sedang berdasarkan keterangan Rumah\nSakit kelas kamar yang ditentukan menjadi haknya tidak ada\u002Ftelah penuh, maka\nPekerja atau keluarganya tersebut dapat dirawat pada kelas setingkat lebih\ntinggi paling lama 3 (tiga) hari. Dalam hal lebihb dari waktu tersebut maka\nslisih biaya Rumah Sakit menjadi tanggungan Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-equalityotherclause\">\u003Cp>8)Pekerja wanita dianggap bersetatus lajang, kecuali berdasarkan keterangan\nyang berwenang yaitu :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a).Janda yang menanggung anaknya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b).Suaminya tidak mampu menanggung beban keluarganya\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 49 : Hygiene Perusahaan Dan Kesehatan – Hyperkes\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Perusahaan akan memenuhi dan melaksanakan semua ketentuan tentang Hygiene\nPerusahaan dan kesehatan sesuai dengan Permenaker No. 02 tahun 1980 pasal 3\nayat (2)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Untuk mengetahui sedini mungkin apakah Pekerja menderita suatu penyakit\nmaka Perusahaan akan mengadakan pemeriksaan Kesehatan bagi Pekerja baik secara\nberkala maupun khusus\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)Apabila dari hasil Pemeriksaan Kesehatan berkala terdapat\nkelainan\u002Fpenyakit yang diakibatkan oleh hubungan kerja dan memerlukan perawatan\nlebih lanjut maka biaya pengobatan tersebut menjadi tanggungan Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 50 : Keluarga Berencana\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Untuk menunjang Program Nasional di bidang Keluarga Berencana, Perusahaan\nmenanggung biaya yang digunakan Pekerja atau Istri Pekerja dalam mengikuti\nProgram Keluarga Berencana.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Biaya yang berhubungan dengan hal tersebut digolongkan dalam biaya\nperawatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 51 : Bantuan Pembelian Kacamata\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Perusahaan memberikan bantuan pembelian kacamata kepada Pekerja dan\nkeluarganya sesuai dengan kwitansi pembelian dengan batas maksimal sebagai\nberikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Golongan \u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Lensa\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Bingkai\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>I\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd rowspan=\"5\">Rp; 200,000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp; 225,000\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>II\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp; 250,000\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>III\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp; 275,000\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>IV\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp; 300,000\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>V ke atas\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp; 325,000\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Waktu\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2 tahun\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Pekerja yang memerlukan bantuan pembelian kacamata diwajibkan menyerahkan\nkwitansi pembelian\u002Fkeur dari optical dengan dilampiri rekomendasi dokter\nspesialis mata\u002Fahli optik. Khusus untuk pemberian bantuan pembelian kacamata\nyang pertama wajib melampirkan resep dari dokter sepesialis mata.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)Pemberian bantuan pembelian lensa kacamata yang kurang dari jangka waktu\nyang telah ditetapkan dalam ayat 1). Pasal ini hanya dapat dilakukan apabila\nmendapat petunjuk dari dokter mata.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4)Penggantian kacamata (lensa dan bingkai) karena kerusakan yang diakibatkan\noleh kecelakaan kerja, wajib membuat berita acara kejadian disetujui atasanya\n(minimal section head), penggantian sesuai ayat 1). Pasal ini\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VIII : JAMINAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 52 : Sumbangan Pernikahan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Perusahaan memberikan sumbangan kepada pekerja yang melangsungkan\npernikahan sebesar Rp; 500,000,- untuk semua golongan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Sumbangan pernikahan hanya berlaku bagi pernikahan yang pertama dan untuk\nmendapatkannya, pekerja wajib menyampaikan bukti-bukti yang sah melalui HR\nDep.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 53 : Sumbangan Kedudukan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpay\">\u003Cp>1)Perusahaan memberikan sumbangan kedudukan atas meninggalnya Pekerja atau\nkeluarganya menurut ketentuan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Yang Meninggal\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>% Upah\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Nilai Rupiah\u002Fnet\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Pekerja yang bersangkutan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>400%\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>1 anggota keluarga\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>150%\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2,5 Juta\u002Fminimal\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Orang tua \u002F mertua\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>750,000,-\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>2)Untuk mendapatkan sumbangan kedudukan Pekerja atau ahli warisnya wajib\nmenyerahkan bukti-bukti yang sah ke HR Dept.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 54 : Sumbangan Kesusahan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Untuk meringankan beban pekerja yang mengalami kesusahan akibat kebakaran\nrumah tinggal atau kerusakan rumah tinggal akibat bencana alam, maka perusahaan\nmemberikan sumbangan kesusahan sebesar Rp; 750,000,-\u002Fnet.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Untuk mendapatkan sumbangan kesusahan, maka Pekerja wajib menyampaikan\nbukti-bukti yang sah ke HR Depertemen. Realisasinya akan diberikan setelah\ndiadakan peninjauan oleh Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 55 : Bantuan Beasiswa\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-educationtuition\">\u003Cp>Dalam rangka ikut mencerdaskan Bangsa, Perusahaan akan memberikan bantuan\nbeasiswa kepada anak-anak Pekerja yang menduduki ranking di kelasnya dengan\nketentuan diatur tersendiri\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 56 : Rekreasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Perusahaan menyelenggarakan rekreasi bagi pekerja dan keluarganya setiap 2\ntahun sekali atas biaya perusahaan yang pelaksanaanya akan dibicarakan antara\nPerusahaan dan Serikat Pekerja dengan tetap memperhatikan kondisi\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Adapun pelaksanaan rekreasi dapat dilakukan pada hari libur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 57 : Olah Raga Dan Kesenian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Untuk menunjang pengembangan kegiatan olah raga dan kesenian, perusahaan\nmenyediakan sarana olah raga dan kesenian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Pengelolaan\u002Fpengembangan kegiatan olah raga dan kesenian akan diatur\nbersama oleh Perusahaan dan Serikat Pekerja dengan mempertimbangkan kemampuan\ndankondisi Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)Setiap 2 tahun sekali diadakan PORSENI atas biaya Perusahaan yang\npelaksanaanya akan dibicarakan antara Perusahaan dan Serikat Pekerja dengan\ntetap memperhatikan kondisi perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 58 : Kerohanian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Untuk menunjang pembinaan rohani bagi Pekerja, Perusahaan melaksanakan\nhal-hal sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Menyediakan fasilitas ibadah yang memadai di lingkungan Perusahaan yang\nmemungkinkan Pekerja menjalankan kewajiban menurut agama dan kepercayaan\nmasing-masing dengan baik dan pada waktunya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Memberikan dana untuk kegiatan-kegiatan keagamaan yang diadakan oleh\nPekerja di lingkungan Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)Kepada Pekerja yang menjadi Pengurus dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan\nkerohanian, Perusahaan memberikan dispensasi waktu untuk menjalankan\ntugasnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 59 : Koperasi Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Guna menunjang para Pekerja untuk meningkatkan kesejahteraannya melalui\nKoperasi, maka Perusahaan akan membantu usaha-usaha Koperasi Pekerja di\nPerusahaan antara lain dalam bentuk :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Penyediaan fasilitas ruangan kantor dan gudang yang memadai bagi kegiatan\nKoperasi di dalam lingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Pemotongan simpanan dan cicilan pinjaman anggota melalui HR Dept.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)Bantuan keuangan dengan memperhatikan kebutuhan dan kemampuan Koperasi\nyang akan diatur tersendiri oleh Perusahaan dan Koperasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 60 : Penghargaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Perusahaan memberikan penghargaan kepada Pekerja yang telah bekerja terus\nmenerus selama 10 (sepuluh ) tahun keatas dan selebihnya dalam kelipatan 5\n(lima) tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Adapun bentuk penghargaan serta hal-hal lain yang menyangkut pelaksanaanya\ndiatur dalam ketentuan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Masa Kerja\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Bentuk \u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Jenis\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Besarnya\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>10 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Cincin\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>23 Karat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>7 gram\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>15 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Cincin\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>23 Karat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>10 gram\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>20 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Medali\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>23 Karat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>15 gram\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>25 tahun\u002F pensiun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Medali\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>23 Karat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>20 gram\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>30 tahun\u002F pensiun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Medali\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>23 Karat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>25 gram\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>35 tahun\u002F pensiun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Medali\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>23 Karat\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>30 gram\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>3)Demikian juga bagi Pekerja yang dipandang telah memberikan sumbangan\nberharga dalam mengajukan\u002Fmembawa nama baik Perusahaan, berjasa bagi\nKepentingan Negara dan dalam hal-hal lain yang layak diberikan penghargaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4)Penyerahan penghargaan disertai piagam berbingkai yang ditanda tangani\nPresiden Direktur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 61 : Pekerja Teladan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Setahun sekali Perusahaan melaksanakan Pemilihan Pekerja teladan dari\nsetiap bagian yang ada di Perusahaan. Adapun kriteria Pekerja Teladan serta\npengaturannya lebih lanjut tentang pelaksanaan pemilihannya ditetapkan dalam\nketentuan tersendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Pekerja yang terpilih sebagai Pekerja Teladan akan diberikan penghargaan\nyang bentuknya akan diatur tersendiri\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 62 : Jaminan Sosial Tenaga Kerja – Jamsostek\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SOCSEC_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilitypay\">\u003Cp>1)Sesuai dengan UU No. 03 tahun 1992, Perusahaan mendaftarkan \u002F memasukan\nsemua Pekerja menjadi peserta Jamsostek.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Ruang lingkup Jaminan Sosial Tenaga Kerja meliputi :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a).Jaminan Kecelakaan Kerja, termasuk penyakit akibat kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b).Jaminan Kematian\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c).Jaminan Hari Tua\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-pensionfund\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilityfund\">\u003Cp>3)Iuran bulanan untuk keikutsertaan Pekerja dalam Program Jamsostek menjadi\ntanggungan Perusahaan, kecuali iuran untuk program Jaminan Hari Tua (JHT)\nditanggung bersama Perusahaan dan Pekerja menurut ketentuan sebagai berikut\n:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a).Tanggungan Perusahaan..... 3,7% upah pokok\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b).Tanggung Pekerja................2,0% upah pokok\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4)Setahun sekali Perusahaan wajib meminta data saldo Jaminan Hari Tua dari\njamsostek untuk diberikan kepada setiap Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 63 : Asuransi Di Luar Jam Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Perusahaan mengansurasikan semua Pekerja pada sebuah Perusahaan Asuransi\ndi luar Jamsostek.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Premi Asuransi dalam keikutsertaan Pekerja pada Asuransi di atas adalah\nsepenuhnya menjadi tanggungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)Adapun besarnya nilai pertanggungan Asuransi diatur dalam ketentuan\ntersendiri\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IX : KESELAMATAN DAN KESEHATAN PEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 64 : Umum\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetypolicy\">\u003Cp>1)Untuk menjamin keselamatan dan kesehatan kerja seluruh Pekerja, Perusahaan\nwajib menyediakan alat-alat proteksi serta mentaati Peraturan-peraturan\nkeselamatan kerja sesuai dengan Undang – undang No. 1 tahun 1970.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Setiap Pekerja diwajibkan memakai alat-alat perlindungan kerja sesuai\ndengan tugas masing-masing dan wajib menta’ati peraturan serta program\nKeselamatan dan Kesehatan Kerja yang digariskan oleh Undang – Undang No. 1\ntahun 1970.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)Perusahaan dan Serikat Pekerja melaksanakan aturan serta program\nKeselamatan dan Kesehatan Kerja sesuai Undang – Undang No. 1 tahun 1970\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 65 : Perlengkapan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Perusahaan menyediakan kepada Pekerja perlengkapan kerja dengan ketentuan\nsebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Pekerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Pakaian\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Sepatu (sesuai area)\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Topi\u002F Helm\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Pabrik\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3 stel\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 psg\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 buah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Kantor\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3 stel\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 psg\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 buah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Satpam\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3 stel\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 psg\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 buah\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Pakaian kerja yang disediakan kepada Pekerja adalah 3 (tiga) stel untuk\ntahun pertama, 2 (dua) stel untuk tahun berikutnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)Dalam hal kondisi tidak layak pakai sebelum jatuh tempo penggantian\nperlengkapan kerja, maka atas persetujuan atasan, Pekerja dapat meminta\npenggantian dengan menunjukan perlengkapan tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 66 : Alat-Alat Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Perusahaan menyediakan alat-alat kerja bagi Pekerja menurut macam dan\njenis yang telah ditentukan untuk masing-masing pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Pekerja diwajibkan merawat alat kerja tersebut dan menyimpan pada tempat\nyang telah ditentukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)Bagi pekerja yang alat pelindung keselamatan dan kesehatan kerjanya telah\nrusak atau hilang diharuskan melapor kepada atasannya untuk segera mendapat\npenggantian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4)Selama belum tersedianya alat pelindung diri dimaksud, pekerja dapat\nmenyatakan keberatan untuk menjalankan aktifitas kerjanya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 67 : Pemeriksaan Alat Perlindungan Keselamatan Dan Kesehatan\nKerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Perusahaan dan Serikat Pekerja mengadakan pemeriksaan secara periodik atas\nalat pelindung keselamatan dan kesehatan kerja yang digunakan oleh para\nPekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Dalam hal terdapat adanya ketidaksesuaian alat pelindung keselamatan dan\nkesehatan kerja yang ada, maka Perusahaan wajib menyesuaikan alat pelindung\nkeselamatan dan kesehatan kerja tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB X : PRODUKTIVITAS\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 68 : Produktivitas\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Perusahaan dan Serikat Pekerja akan terus melaksanakan usaha-usaha\npeningkatan produktivitas dalam rangka mempertahankan dan meningkatkan\npertumbuhan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Usaha-usaha yang akan dilaksanakan antara lain :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a).Membimbing para Pekerja untuk selalu meningkatkan kualitas dan kuantitas\nkerjanya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b).Membimbing para Pekerja untuk terus menemukan ide atau methode kerja\nbaru\u002Fimprovement sesuai dengan management TQC yang dijalankan di Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c).Mendorong para Atasan\u002FPimpinan dalam semua tingkatan di Perusahaan untuk\nmeningkatkan kemampuan dan kualitas kepemimpinanya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d).Mendorong para Pekerja untuk memiliki dan meningkatkan kemampuan \u002F\nketrampilan dalam berbagai bidang pekerjaan yang ada di Perusahaan terutama\nyang berkaitan dengan pekerjaanya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XI : PENDIDIKAN DAN LATIHAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 69 : Umum\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Menyadari perlunya peningkatan kemampuan kerja sebagai prasyarat dalam\npeningkatan produktivitas, maka Perusahaan akan terus melakukan usaha-usaha\npeningkatan kemampuan, pengetahuan dan ketrampilan pekerja melalui Pendidikan\ndan Latihan Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 70 : Pendidikan Prakerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan menyelenggarakan Pendidikan Prakerja bagi Pekerja baru guna\nmembekali mereka dengan pengetahuan umum mengenai perusahaan, cara kerja,\nkeselamatan dan kesehatan kerja, perangkat organisasi, nilai-nilai dan\nnorma-norma kerja yang berlaku serta isi ketentuan-ketentuan dalam Perjanjian\nKerja Bersama ini sebelum Pekerja tersebut ditempatkan pada pekerjaanya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 71 : Pendidikan Fungsional\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Perusahaan memberikan pendidikan fungsional bagi pekerja untuk\nmeningkatkan kemapuannya dalam suatu bidang pekerjaan sesuai dengan tugas dan\njabatannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Penentuan pekerja dan jenis pendidikan yang akan diikuti didasarkan kepada\nkebutuhan pekerjaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 72 : Latihan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Untuk melengkapi Pekerja dengan ketrampilan yang dibutuhkan, Perusahaan\nmenyelenggarakan latihan kerja bagi pekerja baru maupun Pekerja yang dialih\ntugaskan ke pekerjaan atau jabatan baru yang dilakukan sambil bekerja (on the\njob training)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 73 : Fasilitas Pendidikan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Perusahaan menyediakan Perpustakaan yang dapat digunakan oleh Pekerja\nuntuk meningkatkan pengetahuannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Perusahaan juga menyediakan fasilitas ruangan beserta peralatan dan\nfasilitas lainya untuk digunakan Pekerja dalam menyelenggarakan pertemuan\nQCC\u002FQCP, belajar bersama dan dalam hal dibutuhkan\nPengajar\u002FPembimbing\u002FInstruktur maka hal tersebut sepenuhnya menjadi tanggungan\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)Perusahaan menyediakan \u002F memberikan fasilitas biaya dan perlengkapan bagi\npekerja yang mengikuti pendidikan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XII : PERATURAN TATA TERTIB\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 74 : Disiplin Waktu Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Setiap Pekerja wajib mencatatkan waktu (prik) pada mesin Presensi setiap\nmasuk dan pulang kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Pekerja yang terlambat datang masuk kerja karena alasan apapun diwajibkan\nmelapor kepada atasannya langsung dengan menjelaskan sebab keterlambatanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)Meninggalkan pekerjaan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a).Bila Pekerja akan meninggalkan pekerjaan, wajib mengisi formulir Ijin\nmeninggalkan pekerjaan (IMP) dan disetujui atasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b).Apabila ijin meninggalkan pekerjaan yang bersifat sementara, maka pekerja\ndiwajibkan untuk melapor kepada Atasanya pada waktu kepergian dan\nkedatangannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4)Pekerja dilarang melakukan hal-hal sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a).Mencatatkan waktu (prik) kartu presensi Pekerja lain\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b).Melakukan perbuatan yang dapat merusak mesin Presensi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5)Bagi Pekerja yang tidak masuk, wajb :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a).Memberitahukan kepada Atasannya baik secara lisan atau tertulis pada hari\npertama Pekerja tidak masuk kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b).Memberikan keterangan secara tertulis pada hari pertama masuk kerja yang\nmerupakan kelengkapan ayat (5) butir a, setelah diparaf Atasannya segera\ndiberikan ke HR Dept.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6)Pekerja yang tidak masuk bekerja tanpa alasan yang sah (tidak dapat\ndipertanggung jawabkan) dalam Perjanjian Kerja Bersama ini disebut mangkir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7)Pekerja tidak dibenarkan berada diluar tempat kerjanya pada jam kerja,\nkecuali seijin atasan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 75 : Registrasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pekerja wajib memberitahukan kepada Perusahaan apabila ada perubahan data\npribadi atau keluarganya. Setahun sekali Perusahaan mengeluarkan Formulir data\nkepersonaliaan \u002F regestrasi ulang yang wajib diisi oleh Pekerja dan diserahkan\nke HR Dept.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 76 : Tata Tertib Keselamatan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Pekerja wajib mentaati peraturan keselamatan kerja di dalam perusahaan dan\naspek-aspek keselamatan kerja di luar Perusahaan yang masih berkaitan dengan\npekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Pada waktu mulai, selama dan sesudah melakukan pekerjaan, pekerja wajib\nmentaati prosedur dan langkah-langkah keselamatan kerja yang telah ada dan\nditentukan bagi pekerjaanya masing-masing, termasuk dalam mengunakan alat-alat\npelindung keselamatan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)Demi terciptanya keselamatan kerja, maka pekerja dilarang melakukan\nhal-hal seperti tersebut dibawah ini :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a).Menempatkan barang atau alat secara tidak teratur sehingga membahayakan\ndirinya atau orang lain\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b).Menempatkan \u002F menjalankan \u002F menggerakan mesin – mesin, alat pengangkut\natau kendaraan yang bukan menjadi tugasnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4)Pekerja yang mengetahui pekerja lain mendapat kecelakaan, wajib memberi\npertolongan secepat mungkin dalam batas kemampuan yang ada padanya dan\nmelaporkan kecelakaan tersebut kepada perusahaan melalui atasannya (minimal\nForeman) dan team Safety.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 77 : Tata Tertib Kesehatan, Kebersihan Dan Kerapihan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pekerja wajib mentaati peraturan kesehatan, kebersihan dan kerapihan,\npekerja dilarang :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Membuang sampah, putung rokok, sarung tangan, masker atau lap\u002Fmajun di\ntempat yang bukan semestinya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Membawa, mengedarkan dan\u002Fatau mengkonsumsi barang-barang yang tergolong\nobat bius, narkotika dan barang lain yang dilarang Pemerintah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)Membawa, mengedarkan dan\u002Fatau mengkonsumsi minuman keras ke dalam\nlingkungan Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4)Membawa masuk minuman keras ke dalam lingkungan Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5)Mencoret-coret dinding, pintu-pintu, pagar-pagar dan tempat lainnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6)Memakai sandal atau sepatu sandal dalam lingkungan Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7)Memakai pakaian yang tidak sopan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8)Meludah sembarangan di lingkungan Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 78 : Tata Tertib Keamanan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Tentang tata tertib dan keamanan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a).Masalah keamanan dan ketertiban di dalam lingkungan Perusahaan merupakan\ntanggung jawab setiap Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b).Penegakan pelaksanaan tata tertib dan keamanan dilingkungan kerja dibawah\nkordinasi atasan langsung dan dibantu satpam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Pekerja wajib mengambil tindakan\u002Fmelapor apabila mengetahui suatu kejadian\nyang dapat merugikan, membahayakan orang lain atau Perusahaan kepada\nAtasan\u002FSatpam.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)Setiap Pekerja wajib melakukan tindakan pencegahan terhadap hal-hal :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a).Kebakaran atau ledakan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b).Pencurian, kehilangan dan perusakan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c).Perkelahian\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d).Pencemaran Lingkungan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4)Pekerja yang mengetahui adanya kebakaran wajib melakukan tindakan sesuai\nSOP pemadaman kebakaran yang berlaku di Perusahaan dengan alat-alat pemadam\nkebakaran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5)Untuk mencegah terjadinya kebakaran atau ledakan maka pekerja dilarang\n:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a).Menyalakan api atau merokok di tempat dimana terdapat bensin\u002Fsolar\u002Fgas\natau barang lain yang mudah terbakar\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b).Mendekatkan bensin\u002Fsolar dan barang lain yang mudah terbakar pada sumber\napi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c).Merokok di tempat yang dilarang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d).Membuang putung roko yang masih menyala dan atau bahan-bahan yang mudah\nterbakar disembarang tempat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e).Merusak \u002F mengubah atau menghilangkan alat pengaman\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f).Membawa masuk kedalam Perusahaan : bahan bakar, bahan peledak, senjata\napi yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g).Bermain-main dengan alat pemadam kebakaran, memindahkan tempatnya atau\nmemperlakukan secara ceroboh sehingga menimbulkan kerusakan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h).Merokok sambil jalan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6)Untuk mencegah terjadinya pencurian dan perusakan maka Pekerja :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a).Wajib menjaga, memelihara barang yang dipertanggung jawabkan kepadanya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b).Dilarang memasuki tempat-tempat yang bukan kepentingannya tanpa ijin\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c).Dilarang keluar masuk lingkungan Perusahaan selain melalui pintu yang\ntelah disediakan dan dengan cara yang telah ditentukan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d).Dilarang meletakan benda berharga ditempat yang tidak terkunci\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-violence\">\u003Cp>7)Untuk mencegah perkelahian atau keresahan, Pekerja dilarang :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a).Melakukan hasutan atau fitnah terhadap sesama pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b).Menyebarkan desas desus atau kabar bohong dan berita-berita lain yang\ndapat menggelisahkan sesama Pekerja dalam bentuk dan cara apapun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c).Mengancam atau memaksa pekerja lain untuk mengikuti sikap dan\ntindakannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d).Membawa senjata tajam dan sejenisnya kedalam Perusahaan\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 79 : Sikap Atasan Terhadap Bawahan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Atasan wajib memberikan suri tauladan, bimbingan dan dorongan kepada\nbawahannya untuk meningkatkan keterampilan, pengetahuan dan disiplin kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Atasan wajib melakukan penilaian terhadap bawahan secara jujur dan\nobyektif serta wajib mengkomunikasikannya kepada Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)Atasan wajib menegur bawahan yang melanggar peraturan sesuai dengan\netika.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4)Atasan wajib menjawab setiap pertanyaa bawahannya sesuai batas kewenangan\nyang dimilikinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 80 : Sikap Bawahan Kepada Atasan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Bawahan secara bertanggung jawab melaksanakan setiap tugas dan petunjuk\nyang layak dari atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Bawahan wajib menanyakan kepada atasannya hal-hal yang belum atau kurang\njelas baginya dalam hal pekerjaanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)Bawahan dapat mengajukan usul atau saran kepada atasannya demi kelancaran\npekerjaannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4)Bawahan berhak menanyakan hal mengenai perkembangan\npengetahuan\u002Fketerampilan yang telah dicapai sesuai bimbingan batasan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XIII : PENYELESAIAN KELUH KESAH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 81 : Umum\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Sudah menjadi tekad Perusahaan bahwa setiap keluhan dan pengaduan seorang\nPekerja atau lebih akan diselesaikan secara adil dan secepat mungkin.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-discrimination\">\u003Cp>2)Dalam hal seorang atau lebih mengagap bahwa terhadapnya diperlakukan tidak\nadil atau tidak wajar serta bertentangan dengan isi dan jiwa Perjanjian Kerja\nBersama ini, maka Pekerja dapat menyampaikan pengaduan atau keluhannya melalui\nsaluran yang ditetapkan sebagai saluran “cara penyelesaian keluhan dan\npengaduan”\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 82 : Cara Penyelesaian Keluhan Dan Pengaduan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Setiap keluhan dan pengaduan seorang Pekerja pertama sekali diselesaikan\ndan dibicarakan oleh Atasannya langsung.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Apabila penyelesaian belum mencapai hasil yang memuaskan, maka dengan\nsepengetahuan atasannya langsung Pekerja dapat meneruskan keluhan dan pengaduan\nkepada atasannya yang lebih tinggi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)Apabila prosedur tersebut dijalankan tanpa memberikan hasil yang\nmemuaskan, maka Pekerja dapat meneruskan keluhan dan pengaduannya kepada\nSerikat Pekerja. Dalam tingkatan ini keluhan dan pengaduan tersebut akan\ndiselesaikan antara Perusahaan dan Serikat Pekerja melalui Mediasi Konsultasi\ndan forum Bipartit.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4)Media konsultasi antara Serikat Pekerja dan Perusahaan dapat dilakukan\nsewaktu-waktu sesuai kebutuhan atas permintaan salah satu pihak, sedangkan\nforum Bipartit dilaksanakan minimal 1 (satu) kali dalam sebulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5)Selama dan sesudah proses penyelesaian, kedua belah pihak wajib menjaga\nkeamanan, ketertiban dan hubungan yang harmonis serta kegiatan Perusahaan tetap\nberlangsung sebagai mana mestinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6)Untuk memudahkan pelaksanaan dari ketentuan dalam pasal ini, maka dibuat\nformulir keluhan Pekerja yang akan menjadi lampiran Perjanjian Kerja Bersama\nini\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XIV : SANKSI-SANKSI TERHADAP KESALAHAN ATAU PELANGGARAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 83 : Peringatan Atau Sanksi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Perusahaan dan Serikat Pekerja sepakat menegakan disiplin kerja, karenanya\nterhadap kesalahan atau pelanggaran yang dilakukan oleh Pekerja atas peraturan\nyang telah diatur dalam Perjanjian Kerja Bersama ini dapat diberikan peringatan\natau sanksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Peringatan atau sanksi yang diberikan kepada Pekerja adalah merupakan\nusaha korektif dan pengarahan terhadap tindakan dan tingkah laku Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)Peringatan atau sanksi atas kesalahan atau pelanggaran yang akan diberikan\nkepada Pekerja diperinci sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a).Kecuali diatur dalam pasal 86 s\u002Fd 90 Perjanjian Kerja Bersama ini,\nPeringatan lisan diberikan oleh atasan Pekerja untuk kesalahan atau pelanggaran\nyang bersifat umum, termasuk pelanggaran terhadap ketentuan tata tertib sebagai\nmana dimaksud dalam BAB XII diatas. Sanksi peringatan lisan ini dicatat dalam\npersonal data dan berlaku selama 6 (enam) bulan serta mempengaruhi penilaian\nkarya Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b).Peringatan tertulis diberikan oleh atasan Pekerja untuk kesalahan atau\npelanggaran terhadap pasal 86 s\u002Fd 88 Perjanjian Kerja Bersama ini, yang\ndikeluarkan menurut ketentuan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>SP ke\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Warna SP\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Jangka Waktu\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Dikeluarkan \u002F Ditandatangani\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Diketahui Oleh\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Catatan\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>I\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Putih\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3 bulan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Atasan Langsung \n\n        \u003Cp>Minimal Ka.sie\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Atasan Langsung \n\n        \u003Cp>Minimal Ka.Dept.\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd rowspan=\"3\">Form SP \n\n        \u003Cp>Rangkap 4\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>II\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Kuning\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>6 bulan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Atasan Langsung \n\n        \u003Cp>Minimal Ka.sie\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Atasan Langsung \n\n        \u003Cp>Minimal Ka.Dept.\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>III\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Merah\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>6 bulan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Atasan Langsung \n\n        \u003Cp>Minimal Ka.Dept\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Ka. Div\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>c).Urutan peringatan tertulis dapat diberikan menurut tahapanya tetapi dapat\njuga diberikan secara langsung tanpa melihat urutanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4)Di dalam setiap pemberian peringatan tertulis, Pekerja yang bersangkutan\nmenandatangani surat peringatan dan copynya disampaikan kepada HR Dept.\nKemudian HR Dept. Menyampaikan kepada Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5)Kalau tidak terjadi kesepakatan antara Atasan dan bawahan dalam pemberian\nsurat peringatan, maka akan diselesaikan secara musyawarah dengan\nmengikutsertakan HR Dept, atasan, bawahan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6)Usulan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dikenakan terhadap Pekerja yang\nmelakukan kesalahan atau pelanggaran dengan sanksi Pemutusan Hubungan Kerja\nyang pelaksanaanya diatur setelah ditempuh upaya dengan melibatkan Serikat\nPekerjauntuk tidak terjadi Pemutusan Hubungan Kerja namun terpaksa harus\ndilakukan, maka usulan pemutusan hubungan kerja disampaikan kepada HR Dept.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7)Pelaksanaan tata cara pemutusan hubungan kerja dilakukan sesuai dengan\nketentuan UU no. 2 Tahun 2004 dan UU No 13 th 2003.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8)Sanksi pemutusan hubungan kerja dalam hal diperlukan pembuktian maka\npekerja yang bersangkutan dan atasan wajib memenuhi permintaan panggilan dari\nteman Pemeriksa\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 84 : Pemberian Peringatan Tertulis\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dalam memberikan peringatan tertulis kepada pekerja, perusahaan akan\nmempertimbangkan hal-hal sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Macam dan berat ringannya kesalahan\u002Fpelanggaran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Pengulangan kesalahan \u002F pelanggaran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)Kronologis kejadian\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Apabila diangap perlu, dasar pertimbangan ini dilampirkan bersama dengan\nsurat peringatan tertulis\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 85 : Kesalahan\u002FPelanggaran Dengan Surat Peringatan Ke – 1\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Kesalahan\u002Fpelanggaran dilakukan pekerja yang dapat diberikan surat\nperingatan ke – 1 adalah :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Mankir 2 (dua) hari kerja dalam sebulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Pada saat jam kerja meninggalkan tempat kerja tanpa ijin atau alasan yang\nsah, meskipun diberikan peringatan lisan oleh atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)Tidur diwaktu kerja dilingkungan perusahaan tanpa ijin atasannya meskipun\ntelah diberikan peringatan lisan oleh atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4)Tidak mengenakan perlengkapan kerja sesuai ketentuan yang sudah diberikan\noleh Perusahaan pada waktu melakukan pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5)Terlambat datang dari waktu yang telah ditentukan tanpa ijin atau alasan\nyang dapat dipertanggung jawabkan meskipun telah diberikan peringatan lisan\noleh atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6)Tidak memakai perlengkapan keselamatan, kesehatan dan perlindungan kerja\nyang telah ditentukan dan disediakan untuk pekerjaannya pada waktu melakukan\npekerjaan meskipun telah diberikan peringatan lisan oleh atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7)Memaksakan pekerjaan yang seharusnya dilakukan sendiri kepada orang lain\natau melakukan pekerjaan yang bukan tugasnya tanpa ijin atau perintah\natasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8)Keluar\u002Fmasuk perusahaan atau ruangan\u002Fgedung dalam lingkungan Perusahaan\nmelalui jalan atau pintu yang tidak semestinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9)Menolak untuk mengikuti pemeriksaaan kesehatan yang diwajibkan Perusahaan\ntanpa alasan yang dapat dipertanggung jawabkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10)Mengendarai kendaraan atau forklift dalam lingkungan perusahaan dengan\ntidak mengindahkan ketentuan-ketentuan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11)Mencoret-coret tebok, gedung dan peralatan lain dalam lingkungan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12)Pulang atau meninggalkan tempat kerja lebih awal dari waktu yang telah\nditentukan tanpa ijin atau alasan yang sah meskipun telah diberikan peringatan\noleh atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13)Tidak berusaha memperbaiki diri setelah mendapat teguran lisan dengan\nmelakukan lagi kesalahan\u002F pelanggaran yang bobotnya sama (pengulangan dalam\nkurun waktu berlakunya teguran lisan).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 86 : Kesalahan\u002FPelanggaran Dengan Surat Peringatan Ke- 2\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Kesalahan\u002Fpelanggaran dilakukan pekerja yang dapat diberikan surat\nperingatan ke – 2 adalah sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Mangkir 3 (tiga) hari kerja dalam sebulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Menghalangi\u002Fmenolak petugas keamanan dalam menjalankan tugas memelihara\nketertiban dan keamanan dilingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)Memanipulasi keterangan, menyulitkan penyelidikan pada saat memberikan\nkesaksian dalam penyelesaian masalah\u002Fkasus yang merugikan Perusahaan dan atau\nkaryawan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4)Bukan menjadi tugas\u002Fwewenangnya, memindahkan alat pemadam kebakaran dari\ntempatnya atau mempergunakan bukan untuk tujuan yang semestinya tanpa ijin\natasan yang berwenang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5)Mencoret-coret, merobek-robek atau mengambil pengumuman \u002F pemberitahuan\nyang di tempel pada papan pengumuman tanpa ijin yang sah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6)Mengendarai forklift atau kendaraan angkutan lainnya dalam lingkungan\nPerusahaan yang bukan menjadi tugasnya tanpa ijin dari atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7)Mengoperasikan mesin, peralatan atau mengunakan bahan tidak sesuai dengan\nintruksi kerja yang telah disosialisasikan kepadanya sehingga dapat\nmembahayakan dirinya sendiri\u002Forang lain atau menimbulkan kerugian bagi\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8)Mengeprikan kartu presensi pekerja lain atau menyuruh mengeprikan kartunya\nkepada orang lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9)Tidak berusaha memperbaiki diri setelah mendapat surat peringatan ke – 1\ndengan melakukan lagi kesalahan\u002Fpelanggaran yang bobotnya sama (pengulangan\ndalam kurun waktu berlakunya surat peringatan ke-1).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 87 : Kesalahan\u002FPelanggaran Dengan Surat Peringatan Ke –\n3\u002FTerakhir\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Kesalahan\u002Fpelanggaran dilakukan pekerja yang dapat diberikan surat\nPeringatan ke – 3 \u002Fterakhir, adalah sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Mangkir 4 (empat) hari kerja dalam sebulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Menyebarkan berita-berita yang tidak benar sehingga menimbulkan keresahaan\ndiantara pekerja didalam lingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)Menetang penugasan yang disampaikan secara wajar tanpa alasan yang sah\nmeskipun telah diberikan peringatan secara lisan oleh atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4)Masih tetap tidak dapat mencapai standar output levelnya dalam melakukan\npekerjaan yang ditugaskan walaupun telah dilakukan usaha pembinaan untuk\nmeningkatkan prestasinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5)Dengan sengaja tanpa alasan yang jelas ataupun tanpa ijin atasan telah\nmemindahkan \u002F menyimpan barang milik Perusahaan disuatu tempat yang tidak\nsemestinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6)Berjudi dilingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7)Melakukan usaha rentenir didalam lingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8)Melalaikan kewajiban yang menjadi tanggung jawabnya sehingga menimbulkan\nkerugian Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9)Membuang sampah B3\u002Flimbah B3 tidak pada tempat yang telah ditentukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10)Merokok didalam lingkungan Perusahaan, kecuali ditempat-tempat yang telah\nditentukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11)Mengakses situs porno.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12)Tidak berusaha memperbaiki diri setelah mendapat surat peringatan ke-2\ndengan melakukan lagi kesalahan atau pelanggaran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 88 : Kesalahan\u002FPelanggaran Kategori I Dengan Sanksi Pemutusan\nHubungan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1)Tidak berusaha memperbaiki diri setelah mendapat surat peringatan ke-3\n\u002Fterakhir dengan melakukan lagi kesalahan atau pelanggaran yang dapat diberikan\nsanksi peringatan ke-1, 2 atau ke-3\u002Fterakhir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Mankir selama 5 (lima) hari kerja berturut-turut dan telah dipanggil\nPimpinan\u002FAtasan 2x secara tertulis tetapi Pekerja tidak dapat memberikan\nketerangan\u002Fbukti yang sah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)Melakukan perkelahian didalam lingkungan Perusahaan kecuali membela\ndiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4)Tanpa hak dan tanpa ijin membawa senjata api atau senjata tajam kedalam\nlingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5)Memaksa Pimpinan Perusahaan, keluarga pimpinan Perusahaan, atasan,\nbawahan, teman sekerja untuk melakukan tindakan yang bertentangan dengan\nperaturan yang berlaku dilingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6)Memanfaatkan jabatan untuk keuntungan pribadi yang dapat berakibat\nmerugikan Perusahaan dan \u002F atau karyawan \u002F calon karyawan baik yang bersifat\nmoril maupun materil.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7)Bukan menjadi tugasnya \u002F tanpa ijin atasan menjalankan forklift, truk atau\nalat angkut lainnya sehingga berakibat merugikan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8)Memanipulasi data\u002Fbukti otentik\u002Fkwitansi-kwitansi atau mengelapkan\nketerangan untuki kepentingan pribadi dan \u002F orang lain yang berakibat merugikan\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9)Melakukan usaha Pencurian \u002F penggelapan yang akan merugikan perusahaan dan\natau karyawan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10)Bercanda dengan mengunakan alat kerja\u002Fproduk\u002Fmaterial sehingga\nmenimbulkan kerusakan atau merugikan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 89 : Kesalahan\u002FPelanggaran Kategori Ii Dengan Sanksi Pemutusan\nHubungan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1)Membawa, menyimpan, terbukti mengkonsumsi dan\u002F atau mengedarkan narkotika,\nobat terlarang dan minuman keras yang dilaran pemerintah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Membongkar\u002Fmembocorkan rahasia Perusahaan yang dipercayakan atau yang\ndiketahuinya, termasuk mengakses, mengubah dan merusak data rahasia Perusahaan\nyang dapat mengakibatkan kerugian Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)Melakukan pencurian dan pengelapan didalam lingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4)Menganiaya, menghina secara kasar atau mengancam pimpinan Perusahaan,\natasan, bawahan, teman sekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5)Merusak dengan sengaja barang milik Perusahaan dan atau karyawan\u002Forang\nlain dilingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6)Melakukan perbuatan asusila didalam lingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7)Pada saat Perjanjian Kerja memberikan keterangan palsu atau yang\ndipalsukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8)Mengadakan rapat, pidato, propaganda atau menempelkan \u002F menyebarkan\npamflet\u002Fselebaran yang bertentangan dengan ketentuan Pemerintah sehingga dapat\nmengganggu ketertiban dan keamanan dilingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9)Melalaikan kewajiban yang menjadi tanggung jawabnya sehingga menimbulkan\nkecelakaan bagi dirinya atau orang lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XV : BERAKHIRNYA HUBUNGAN KERJA (BHK)\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 90 : Umum\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Berakhirnya Hubungan Kerja ialah mengahiri hubungan kerja yang disebabkan\noleh Perusahaan atau Pekerja, baik putus karena hukum atau akibat pelengaran\nyang ditentukan dalam Perjanjian Kerja Bersama atau Peraturan\nPerundang-undangan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Perusahaan harus mengusahakan agar tidak terjadi Pemutusan Hubungan\nKerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)Bila setelah diadakan segala usaha Pemutusan Hubungan Kerja tidak dapat\ndihindarkan Perusahaan akan merundingkan dengan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4)Dalam hal perundingan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) benar-benar tidak\nmenghasilkan persetujuan, Pengusaha hanya dapat memutuskan Hubungan Kerja\ndengan Pekerja setelah memperoleh penetapan dari Lembaga Penyelesaian\nPerselisihan Hubungan Industrial. Penetapan sebagaimana dimaksud dalam pasal\nini tidak diperlukan dalam hal :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a).Pekerja masih dalam masa percobaan kerja, bilamana telah dipersyaratkan\nsecara tertulis sebelumnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b).Pekerja mengajukan permintaan pengunduran diri, secara tertulis atau\nkemauan sendiri tanpa ada indikasi adanya tekanan\u002Fintimidasi dari Pengusaha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c).Berakhirnya hubungan kerja sesuai dengan perjanjian kerja waktu\ntertentu\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d).Pekerja mencapai usia pensiun sesuai dengan ketetapan dalam Perjanjian\nKerja, Perjanjian Kerja Bersama, atau Peraturan perundang-undangan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e).Pekerja meninggal dunia\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5)Berakhirnya hubungan kerja dapat terjadi dalam hal ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a).Masa percobaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b).Atas kehendak pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c).Dengan persetujuan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d).Karena rasionalisasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e).Karena usia lanjut\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f).Karena pekerja mengalami sakit yang berkepanjangan atau cacat\njasmani\u002Frohani melebihi waktu 12 (dua belas) bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g).Karena pekerja meninggal dunia\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h).Karena berakhirnya hubungan kerja waktu tertentu\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i).Karena pelanggaran \u002F kesalahan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 91 : Berakhirnya Hubungan Kerja Masa Percobaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Pemutusan Hubungan Kerja dalam masa percobaan dapat dilakukan setiap saat\nbaik atas permintaan pekerja atau atas kehendak Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Dalam hal terjadi pemutusan hubungan kerja sebagaimana dimaksud ayat 1\npasal ini, maka pekerja tidak akan diberikan uang pesangon atau uang jasa dan\nuang penggantian hak lainnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 92 : Berakhirnya Hubungan Kerja Atas Kehendak Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Pekerja yang ingin berhenti bekerja dari Perusahaan maka diharuskan\nmemenuhi ketentuan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a).Mengajukan permohonan pengunduran diri secara tertulis selambat-lambatnya\n30 (tiga puluh) hari sebelum tanggal mulai pengunduran diri\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b).Tidak terikat dalam ikatan dinas; dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c).Telah melaksanakan kewajibanya sampai tanggal mulai pengunduran diri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Dalam hal ini kepada pekerja diberikan uang pesangon, penghargaan masa\nkerja, uang pisah, uang ganti rugi untuk penghitungan cuti dan upah bulan\nberjalan (sesuai dengan pasal 102 ayat 4)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 93 : Berakhirnya Hubungan Kerja Dengan Persetujuan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Atas dasar persetujuan Perusahaan dengan pekerja telah disepakati\npemutusan hubungan kerja, maka tanpa mengakibatkan prosedur yang telah\nditetapkan pemutusan hubungan kerja dapat dilakukan oleh perusahaan dengan\ntembusan kepada Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Untuk ini, kepada pekerja yang bersangkutan diberikan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a).Uang pesangon sesuai dengan pasal 102 ayat 4\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b).Uang penghargaan masa kerja 2 (dua) kali pasal 102 ayat 4\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c).Uang ganti rugi untuk perhitungan cuti\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d).Upah bulan berjalan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 94 : Berakhirnya Hubungan Kerja Karena Rasionalisasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Dalam hal terpaksa perlu dilakukan rasionalisasi di Perusahaan sehingga\nharus dilakukan Pemutusan Hubungan Kerja karena Perusahaan tutup atau efisiensi\nPerusahaan, maka pelaksanaanya akan mengindahkan UU No 13 tahun 2003.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Kepada pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja karena perusahaan\ntutup, minimal diberikan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a).Uang pesangon\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b).Uang penghargaan masa kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c).Uang ganti rugi untuk penghitungan cuti\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d).Uang tambahan 3 (tiga) kali upah untuk persiapan mencari kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)Kepada pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja karena efesiensi\nPerusahaan minimal diberikan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a).Uang pesangon sesuai dengan UU No 13 tahun 2003\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b).Uang penghargaan masa kerja 2 (dua) kali UU No 13 tahun 2003\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c).Uang ganti rugi untuk perhitungan cuti\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d).Uang tambahan 4 (empat) bulan upah terakhir untuk persiapan mencari\nkerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4)Yang dimaksud pemutusan hubungan kerja secara rasionalisasi adalah\npemutusan hubungan kerja terhadap 10 (sepuluh) orang pekerja tetap atau lebih\ndalam satu bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 95 : Berakhirnya Hubungan Kerja Karena Usia Lanjut\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Hubungan kerja secara otomatis diakhiri oleh Perusahaan pada saat Pekerja\nberusia 55 tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Pemberhentian dilakukan pada akhir bulan takwim dan sebagai dasar\nmenentukan usia pekerja adalah tanggal lahir yang terdaftar di Perusahaan .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)Atas pertimbangan tertentu Perusahaan dapat meminta kepada Pekerja untuk\ntetap bekerja atas persetujuan yang bersangkutan dengan status Pekerja\nHonorer.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4)Pekerja mengikut sertakan pekerja dalam program Dana Pensiun. Pada saat\npekerja pensiun, maka dana yang didapat dari dana pensiun (total iuran\nPerusahaan dan pengembangan) akan dibandingkan dengan dana pensiun yang harus\nditerima sesuai dengan Undang – undang Ketenagakerjaan yang berlaku (UU No.\n13 Tahun 2003, pasal 167 ayat 5), dengan ketentuan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Apabila dana yang ada di Dana Pensiun (total iuran Perusahaan dan\npengembangan) lebih besar dari perhitungan uang pensiun sesuai dengan\nUndang-undang Ketenagakerjaan yang berlaku, maka pekerja akan mendapatkan\nsebesar dana yang ada di Dana Pensiun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Apabila dana yang ada di Dana Pensiun (total iuran Perusahaan dan\npengembangan) lebih kecil dari perhitungan uang pensiun sesuai dengan\nUndang-undang Ketenagakerjaan yang berlaku, maka pekerja akan mendapatkan\nsebesar perhitungan uang pensiun sesuai dengan Undang-undang Ketenagakerjaan\nyang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Iuran bulanan Dana Pensiun menjadi tanggungan Perusahaan dan Pekerja, yang\nbesar iuran per bulan diatur sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.1. Iuran bulanan Perusahaan ditetapkan berdasarkan perhitungan Aktuaris\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.2. Iuran bulanan Pekerja ditetapkan sebesar 3,2 % dari Upah Pokok\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Selain itu Perusahaan memberikan kenang-kenangan berupa barang yang\nnilainya setara dengan nilai 1 (satu) bulan Upah Pokok dan tanda penghargaan\nberupa plakat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5)Terhadap pekerja yang mencapai usia 50 tahun atau masa kerja 25 tahun\ndengan persetujuan atasannya dapat mengajukan permohonan pemutusan hubungan\nkerja karena usia lanjut seperti tersebut dalam pasal ini\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 96 : Berakhir Hubungan Kerja Karena Sakit Atau Cacat Jasmani\u002FRohani\n\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdaysnr\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdays\">\u003Cp>1)Dalam hal seorang pekerja tidak mampu bekerja karena sakit atau cacat\njasmani\u002Frohani melebihi 12 (dua belas) bulan berturut-turut, maka kepadanya\ndapat dilakukan pemutusan hubungan kerja dengan mengindahkan UU No. 13 Tahun\n2003.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Kepada pekerja diberikan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a).Uang pesangon sesuai dengan UU No 13 tahun 2003\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b).Uang penghargaan masa kerja sesuai dengan UU No. 13 Tahun 2003\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c).Uang ganti rugi untuk perhitungan cuti\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d).Bantuan pemeliharaan kesehatan selama 1 (satu) tahun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e).Uang bantuan pensiun, apabila saat pemberhentian, pekerja yang\nbersangkutan mencapai usia 50 (lima puluh) tahun atau mempunyai masa kerja 25\n(dua puluh lima) tahun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f).Uang pisah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 97 : Berakhir Hubungan Kerja Karena Pekerja Meninggal Dunia\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Dalam hal pekerja meninggal dunia maka hubungan kerjanya putus dengan\nsendirinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Kepada ahli waris pekerja yang bersangkutan, Perusahaan memberikan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a).Uang pesangon sesuai dengan UU No. 13 tahun 2003\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b).Uang penghargaan masa kerja minimal 2 (dua) kali UU No. 13 Tahun 2003\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c).Uang ganti rugi untuk perhitungan cuti\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d).Sumbangan kedukaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e).Uang bantuan pensiun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f).Upah bulan berjalan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g).Uang pisah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 98 : Berakhir Hubungan Kerja Karena Waktu Tertentu\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Hubungan kerja antara Perusahaan dengan Pekerja untuk waktu tertentu putus\ntanpa kewajiban Perusahaan memberikan pesangon pada saat berakhirnya hubungan\nkerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 99 : Berakhir Hubungan Kerja Karena Pelanggaran \u002F Kesalahan Kategori\nI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Dalam hal Pekerja melakukan pelanggaran\u002Fkesalahan kategori I, maka dapat\ndilakukan pemutusan hubungan kerja dengan mengindahkan pasal 89 Perjanjian\nKerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Untuk ini, kepada Pekerja yang bersangkutan diberikan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a).Uang Pesangon\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b).Uang Penghargaa Masa Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c).Uang Ganti Rugi untuk perhitungan cuti\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d).Upah bulan berjalan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 100 : Berakhir Hubungan Kerja Karena Pelanggaran \u002F Kesalahan Kategori\nII\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Dalam hal Pekerja melakukan pelanggaran\u002Fkesalahan kategori II, maka dapat\ndilakukan pemutusan hubungan kerja dengan mengindahkan UU No. 13 Tahun 2003.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Untuk ini, kepada Pekerja yang bersangkutan diberikan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a).Uang Penghargaa Masa Kerja sesuai pasal 102 ayat 4\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b).Uang Ganti Rugi untuk perhitungan cuti\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c).Upah bulan berjalan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 101 : Akibat Berakhirnya Hubungan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Dalam hal berakhirnya hubungan kerja, maka pekerja diwajibkan\nmengembalikan kepada perusahaan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a).Perlengkapan Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b).Kartu pengenal (ID Card)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c).Kartu Pengobatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d).Hutang Pekerja kepada Perusahaan dengan bukti yang sah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e).Hutang – hutang Pekerja pada Koperasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Upah dalam berakhirnya hubungan kerja untuk perhitungan pesangon,\npenghargaan masa kerja, uang ganti rugi untuk perhitungan, uang pisah, bantuan\npensiun adalah 115% (upah pokok + tunjangan transport + tunjangan makan).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)Pekerja atau keluarganya atau ahli warisnya berkewajiban mengambil hak\nyang telah diatur dalam Perjanjian Kerja Bersama ini paling cepat 5 hari\nsetelah ketentuan ayat (1) pasal ini dipenuhi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4)Dalam hal terjadi pemutusan hubungan kerja, maka perusahaan wajib\nmemberikan haknya kepada pekerja berdasarkan jenis berakhirnya hubungan kerja,\ndengan perhitungan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight focus\" id=\"clause-severance_number\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number_1_tenure\">\u003Cp>a).Besarnya Uang Pesangon :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Kurang dari 1 tahun.......................................... 1 bulan\nupah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-1 tahun tapi kurang dari 2 tahun........................ 2 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-2 tahun tapi kurang dari 3 tahun........................ 3 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-3 tahun tapi kurang dari 4 tahun........................ 4 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-4 tahun tapi kurang dari 5 tahun........................ 5 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-5 tahun tapi kurang dari 6 tahun........................ 6 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-6 tahun tapi kurang dari 7 tahun........................ 7 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-7 tahun tapi kurang dari 8 tahun........................ 8 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-8 tahun atau lebih............................................ 9 bulan\nupah\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b).Besarnya uang penghargaan masa kerja :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-3 tahun tapi kurang dari 2 tahun.......................... 2 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-6 tahun tapi kurang dari 3 tahun.......................... 3 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-9 tahun tapi kurang dari 4 tahun.......................... 4 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-12 tahun tapi kurang dari 5 tahun........................ 5 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-15 tahun tapi kurang dari 6 tahun........................ 6 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-18 tahun tapi kurang dari 7 tahun........................ 7 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-21 tahun tapi kurang dari 8 tahun........................ 8 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-24 tahun atau lebih........................................... 10 bulan\nupah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c).Besarnya uang pisah :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-5 tahun tapi kurang dari 10 tahun......................... 2 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-10 tahun tapi kurang dari 15 tahun....................... 4 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-15 tahun tapi kurang dari 2 tahun......................... 6 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d).Besarnya uang bantuan pensiun : { (MK x 0,5) + 1} x Upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e).Ganti rugi untuk perhitungan cuti : upah X 2 X cuti yang belum\ndipergunakan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XVI : PERATURAN PERALIHAN DAN PELAKSANAAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 102 : Peraturan Peralihan Dan Pelaksanaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Selambat-lambatnya 90 (sembilan puluh) hari sebelum tanggal berakhirnya\nPerjanjian Kerja Bersama ini, maka Perusahaan dan Serikat Pekerja sudah memulai\nmemusyawarahkan kembali Perjanjian Kerja Bersama untuk periode yang baru,\nketentuan-ketentuan dalam Perjanjian Kerja Bersama ini tetap berlaku dan\nmengkat sampai tercapainya Perjanjian Kerja Bersama yang baru.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Dalam hal pembahasan sebagai mana dimaksud dalam ayat (1) tidak tercapai\nkesepakatan maka Perjanjian Kerja Bersama yang sedang berlaku, tetap berlaku\nuntuk paling lama 1 (satu) tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)Dalam hal satu\u002Fbeberapa ketentuan dalam kesepakatan ini bertentangan\ndengan hukum yang berlaku atau tidak sesuai dengan ketentuan pemerintah yang\nbaru, maka Perjanjian Kerja Bersama ini akan disesuaikan dengan hukum dan\nketentuan Pemerintah yang baru dan berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 103 : Penutup\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Perjanjian ini didaftarkan pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi\nPropinsi DKI Jakarta dan akan diperbanyak\u002Fdibukukan oleh Perusahaan untuk\ndibagikan kepada seluruh Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Ketentuan-ketentuan yang merupakan pengaturan tekhnis maupun penjabaran\nlebih lanjut atas isi Perjanjian Kerja Bersama ini akan diatur dan\nditandatangani bersama dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari\nPerjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start\">\u003Cp>3)Perjanjian Kerja Bersama ini mulai berlaku sejak tanggal 1 bulan Januari\ntahun 2010 sampai dengan tanggal 31 bulan Desember tahun 2011 serta mengikat\nkedua belah pihak.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4)Dalam hal perusahaan merubah namanya atau menggabungkan diri dengan\nPerusahaan lain, maka untuk sisa waktu berlakunya Perjanjian Kerja Bersama ini\ntetap berlaku bagi Perusahaan dan Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5)Perjanjian Kerja Bersama ini disetujui serta ditandatangani oleh\nkeduabelah pihak dalam rangkap 5 (lima) yang sama bunyinya dan ketentuan\nhukumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6)Jika terjadi salah penafsiran\u002Fperselisihan akan diselesaikan secara\nmusyawarah dan bila tidak tercapai kesepakatan akan diserahkan kepada Sudin\nTenaga Kerja dan Transmigrasi setempat\u002Finstansi terkait.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7)Dengan berlakunya Perjanjian Kerja Bersama ini maka Perjanjian Kerja\nBersama sebelumnya dinyatakan tidak berlaku lagi.\u003C\u002Fp>\n\n\n\n            \n            \n            \n            \n            \n            \n            ",{"contracttrialperiod":45,"jobclassifaction1":49,"dayspweek":53,"funeralpay":57,"OVERTIME_trigger":61,"maxsicknesspayperc":65,"wageincreasetype":69,"severance_number_1_tenure":73,"jobwagegroups":77,"holidaysweeks":81,"EMPCONTR_trigger":85,"schedulesrestpw":89,"sundayallowancetype1":91,"paidmaternityleaveall":93,"incidentalbonustype2":97,"menstruationleave":101,"contractseverancepay1":105,"overtimeallowancetypeperiod":107,"WAGES_trigger":111,"hourspday_select":115,"maternitydifferenttrigger":119,"maxsicknesspay":123,"ONCERISE_trigger":125,"maternityexcludedtrigger":127,"equalitydifferenttrigger":129,"paidpaternityleavepayperc":131,"STRUCINCR_trigger":135,"PAYSCALES_period":137,"severance":141,"pensionfund":143,"mealvouchersamount":147,"COSTLIV_trigger":151,"WORKHOURS_trigger":155,"hourspweek":157,"equalityexcludedtrigger":159,"SICDIS_trigger":161,"violence":163,"wageincreasefirmperformance":167,"mealvouchers":170,"sicknessmaxdays":172,"jobwagegroupsperiod":176,"contractseverancepay":178,"paidmaternityleavepayperc":180,"paidmaternityleaveduration":182,"childcareleave":184,"equalityotherclause":188,"mealvoucherstype1":192,"discrimination":194,"cbadate_start":198,"commutingallowancetype":202,"holidaysdays":206,"maxsicknesspaytype":208,"healthinsurance":210,"COMMUTE_trigger":214,"sundayallowancetype":217,"healthandsafetypolicy":221,"overtimeallowancetype1":225,"contracttrial":227,"sicknesspay":230,"dayspweek_select":232,"healthinsurancerelatives":234,"paidpaternityleave":236,"sicknessmaxdaysnr":238,"sundayallowanceperc1":240,"overtimeallowancetype":242,"paidmaternityleavepay":245,"disabilityfund":247,"JOBTITLE_trigger":249,"paidpaternityleaveduration":251,"disabilitypay":253,"cbadate_end":257,"severance_number":259,"hourspweek_select":261,"childcare":263,"wageincreasetype2":265,"hourspday":267,"MEALALL_trigger":269,"maternityotherclause":271,"incidentalbonusdays1":275,"SOCSEC_trigger":277,"healthcareaccess":279,"SUNDAY_trigger":281,"MEDICAL_trigger":283,"overtimeallowanceperc1":287,"commutingallowancetype1":289,"paidpaternityleavepay":291,"SCHEDULE_trigger":293,"educationtuition":295,"commutingallowanceperc1":299,"healthcareaccessrelatives":301,"bankholidays1":303,"paidmaternityleave":307,"PAIDLEAV_trigger":309},{"bindId":46,"name":47,"text":48},"contracttrialperiod","1)Penerimaan Pekerja dalam Perusahaan di","1)Penerimaan Pekerja dalam Perusahaan dilakukan dengan melalui masa\npercobaan untuk waktu paling lama 3 (tiga) bulan.",{"bindId":50,"name":51,"text":52},"jobclassifaction1","1)Golongan dan jabatan pekerja diatur me","1)Golongan dan jabatan pekerja diatur menurut ketentuan sebagai berikut :\n\n\n\n\n  \n  \n  \n  \n    \n      Golongan\n      Jabatan\n    \n    \n      I\n      Operator \u002F staff\n    \n    \n      II\n      Operator \u002F staff, Group Leader\u002Fstaff\n    \n    \n      III\n      Group Leader\u002Fstaff, Foreman\u002FStaff\n    \n    \n      IV\n      Section Head\u002FSupervisior\u002FStaff, Dept. Head\n    \n    \n      V\n      Dept. Head\u002FStaff, Division Head\n    \n    \n      VI\n      Division Head, Direktur\n    \n    \n      VII\n      Direktur\n    \n  \n\n\nStaff : ialah pekerja yang tidak mempunyai bawahan dan bertanggung jawab\nlangsung kepada atasannya",{"bindId":54,"name":55,"text":56},"dayspweek","1)Hari kerja di Perusahaan adalah 5 (lim","1)Hari kerja di Perusahaan adalah 5 (lima) hari seminggu yaitu hari Senin\ns\u002Fd Jum’at dengan hari Sabtu dan hari Minggu sebagai hari Libur.",{"bindId":58,"name":59,"text":60},"funeralpay","1)Perusahaan memberikan sumbangan kedudu","1)Perusahaan memberikan sumbangan kedudukan atas meninggalnya Pekerja atau\nkeluarganya menurut ketentuan sebagai berikut :\n\n\n  \n  \n  \n  \n  \n    \n      Yang Meninggal\n      % Upah\n      Nilai Rupiah\u002Fnet\n    \n    \n      Pekerja yang bersangkutan\n      400%\n      -\n    \n    \n      1 anggota keluarga\n      150%\n      2,5 Juta\u002Fminimal\n    \n    \n      Orang tua \u002F mertua\n      -\n      750,000,-",{"bindId":62,"name":63,"text":64},"OVERTIME_trigger","4)Upah lembur diberikan kepada pekerja y","4)Upah lembur diberikan kepada pekerja yang bekerja melebihi waktu kerja\nyang telah ditetapkan.",{"bindId":66,"name":67,"text":68},"maxsicknesspayperc","1)Pekerja yang menderita sakit cukup lam","1)Pekerja yang menderita sakit cukup lama dan terus menerus dan yang\nmemerlukan perawatan di Rumah Sakit atau di tempat lain, akan tetapi dibawah\npengawasan dokter sehingga tidak dapat melakuka pekerjaanya, maka upahnya\ndibayar sebagai berikut :\n\na.Empat bulan ke 1 = 100% dari Upah;\n\nb.Empat bulan ke 2 = 75% dari Upah;\n\nc.Empat bulan ke 3 = 50% dari Upah;\n\nd.Untuk bulan selanjutnya = 25% dari Upah, sebelum diadakan pengakhiran\nhubungan kerja.",{"bindId":70,"name":71,"text":72},"wageincreasetype","2)Kenaikan upah pokok secara khusus diat","2)Kenaikan upah pokok secara khusus diatur sbb :\n\na).Kenaikan upah pokok atas dasar prosentase kerja dilakukan setahun\nsekali\n\nb).Kenaikan upah pokok karena promosi diatur sesuai ketentuan promosi",{"bindId":74,"name":75,"text":76},"severance_number_1_tenure","a).Besarnya Uang Pesangon : -Kurang dari","a).Besarnya Uang Pesangon :\n\n-Kurang dari 1 tahun.......................................... 1 bulan\nupah\n\n-1 tahun tapi kurang dari 2 tahun........................ 2 bulan upah\n\n-2 tahun tapi kurang dari 3 tahun........................ 3 bulan upah\n\n-3 tahun tapi kurang dari 4 tahun........................ 4 bulan upah\n\n-4 tahun tapi kurang dari 5 tahun........................ 5 bulan upah\n\n-5 tahun tapi kurang dari 6 tahun........................ 6 bulan upah\n\n-6 tahun tapi kurang dari 7 tahun........................ 7 bulan upah\n\n-7 tahun tapi kurang dari 8 tahun........................ 8 bulan upah\n\n-8 tahun atau lebih............................................ 9 bulan\nupah",{"bindId":78,"name":79,"text":80},"jobwagegroups","1)Penetapan upah pokok didasarkan atas g","1)Penetapan upah pokok didasarkan atas golongan Pekerja dalam Perusahaan.\n\n\n\n2)Sesuai dengan jumlah golongan Pekerja maka upah pokok yang berlaku di\nPerusahaan terdiri dari 7 golongan yang masing-masing diatur tersendiri sesuai\ndengan kebijakan perusahaan.",{"bindId":82,"name":83,"text":84},"holidaysweeks","1)Perusahaan emberikan cuti tahunan seba","1)Perusahaan emberikan cuti tahunan sebanyak 12 (dua belas) hari kerja\ndengan tetap memberikan upah kepada pekerja yang telah bekerja 12 (dua belas)\nbulan berturut-turut.",{"bindId":86,"name":87,"text":88},"EMPCONTR_trigger","Berdasarkan pada sifat dan jangka waktu ","Berdasarkan pada sifat dan jangka waktu ikatan kerja, status Pekerja terbagi\natas :\n\n1)Pekerja Tetap,\n\nYaitu pekerja yang bekerja di perusahaan untuk jangka waktu yang tidak\ntertentu\n\n\n\n2)Pekerja Waktu Tertentu,\n\nYaitu pekerja yang terikat pada hubungan kerja secara terbatas menurut dasar\nwaktu kerja tertentu dengan Perjanjian Kerja dalam waktu kerja yang terbatas\nlamanya\n\n\n\n3)Pekerja Honorer,\n\nYaitu pekerja yang bekerja di perusahaan untuk pekerjaan dan waktu yang\nbersifat jam kerja tersendiri (part time)\n\n\n\n4)Pekerja Asing,",{"bindId":90,"name":55,"text":56},"schedulesrestpw",{"bindId":92,"name":63,"text":64},"sundayallowancetype1",{"bindId":94,"name":95,"text":96},"paidmaternityleaveall","1)Kepada Pekerja Wanita yang Hamil, Peru","1)Kepada Pekerja Wanita yang Hamil, Perusahaan memberi cuti dengan tetap\nmendapatkan upah (upah pokok + Tunjangan Transport + Tunjangan Makan) selama 3\n(tiga) bulan yaitu : satu setengah bulan sebelum melahirkan dan satu setengah\nsetelah melahirkan atau sejak mendapat surat keterangan dokter yang menyatakan\nharus istirahat karena akan segera melahirkan",{"bindId":98,"name":99,"text":100},"incidentalbonustype2","1)Setiap tahun Perusahaan memberikan Tun","1)Setiap tahun Perusahaan memberikan Tunjangan Hari Raya keagamaan sebesar 1\n(satu) bulan upah (upah pokok + Tunjangan Transport + Tunjangan Makan).",{"bindId":102,"name":103,"text":104},"menstruationleave","1)Pekerja Wanita tidak diwajibkan bekerj","1)Pekerja Wanita tidak diwajibkan bekerja pada hari pertama dan kedua waktu\nhaid dengan tetap mendapatkan upah (upah pokok + Tunjangan Transport +\nTunjangan Makan).",{"bindId":106,"name":75,"text":76},"contractseverancepay1",{"bindId":108,"name":109,"text":110},"overtimeallowancetypeperiod","2)Komponen upah dalam perhitungan lembur","2)Komponen upah dalam perhitungan lembur terdiri dari upah pokok, Tunjangan\nTransport, tunjangan Makan dengan rumusan perhitungan tarif upah lembur (TUL)\nperjam adalah\n\na).1\u002F173 x Upah Pokok\n\nb).3\u002F20 x (Tunjangan Transport + Tunjangan Makan)",{"bindId":112,"name":113,"text":114},"WAGES_trigger","1)Upah yang berlaku diperusahaan terdiri","1)Upah yang berlaku diperusahaan terdiri atas :\n\na.Upah pokok\n\nb.Tunjangan – Tunjangan\n\n\n\n2)Semua pekerja berhak atas upah pokok dan tunjangan – tunjangan sesuai\ndengan status, jabatan dan golongan sebagaimana diatur dalam Perjanjian Kerja\nBersama ini.",{"bindId":116,"name":117,"text":118},"hourspday_select","Perusahaan melaksanakan waktu kerja maks","Perusahaan melaksanakan waktu kerja maksimal 8 (delapan) jam 1 (satu) hari\n40 (empat puluh) jam untuk 5 (lima) hari kerja dalam 1 (satu) minggu.",{"bindId":120,"name":121,"text":122},"maternitydifferenttrigger","3)Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku u","3)Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku untuk seluruh pekerja. Untuk hal-hal\ntertentu yang bersifat khusus diatur tersendiri.",{"bindId":124,"name":67,"text":68},"maxsicknesspay",{"bindId":126,"name":99,"text":100},"ONCERISE_trigger",{"bindId":128,"name":121,"text":122},"maternityexcludedtrigger",{"bindId":130,"name":121,"text":122},"equalitydifferenttrigger",{"bindId":132,"name":133,"text":134},"paidpaternityleavepayperc","1)Pekerja diberikan ijin tidak masuk bek","1)Pekerja diberikan ijin tidak masuk bekerja dengan tetap menerima upah\n(upah pokok + Tunjangan Transport + Tunjangan Makan) untuk hal-hal sebagai\nberikut (tabel) :\n\n\n\n\n  \n  \n  \n  \n  \n    \n      No.\n      Kebutuhan\n      Ijin Yang Diberikan\n    \n    \n      1\n      Pernikahan Pekerja yang bersangkutan\n      3HK\n    \n    \n      2\n      Pernikahan anak sah Pekerja\n      3HK\n    \n    \n      3\n      Istri sah Pekerja melahirkan\u002Fkeguguran\n      3HK\n    \n    \n      4\n      Pekerja mengalami musibah\u002Fbencana alam\n      2HK\n    \n    \n      5\n      Khitanan\u002Fpembaptisan anak sah Pekerja\n      2HK\n    \n    \n      6\n      Wisuda kesarjanaan\n      1HK\n    \n    \n      7\n      Kematian Keluarga, orang tua, mertua, saudara kandung pekerja\n      3HK\n    \n    \n      8\n      Keluarga pekerja diopname\n      2HK\n    \n    \n      9\n      Orang yang tinggal dalam 1 rumah meninggal dunia\n      1HK",{"bindId":136,"name":71,"text":72},"STRUCINCR_trigger",{"bindId":138,"name":139,"text":140},"PAYSCALES_period","3)Masing-masing golongan upah pokok akan","3)Masing-masing golongan upah pokok akan disesuaikan setiap tahun dengan\nberpedoman pada besarnya kenaikan upah secara umum di Perusahaan.",{"bindId":142,"name":75,"text":76},"severance",{"bindId":144,"name":145,"text":146},"pensionfund","3)Iuran bulanan untuk keikutsertaan Peke","3)Iuran bulanan untuk keikutsertaan Pekerja dalam Program Jamsostek menjadi\ntanggungan Perusahaan, kecuali iuran untuk program Jaminan Hari Tua (JHT)\nditanggung bersama Perusahaan dan Pekerja menurut ketentuan sebagai berikut\n:\n\na).Tanggungan Perusahaan..... 3,7% upah pokok\n\nb).Tanggung Pekerja................2,0% upah pokok",{"bindId":148,"name":149,"text":150},"mealvouchersamount","1)Tunjangan Makan per hari diberikan sec","1)Tunjangan Makan per hari diberikan secara net, sebagai berikut (tabel)\n:\n\n\n  \n  \n  \n  \n  \n    \n      Jenis\n      Nilai\n      Dalam Bentuk\n    \n    \n      Reguler Shift 1 dan 2\n      Rp; 8.200,-\n      Makan \n    \n    \n      Reguler Shift 3\n      Rp; 8.200,-\n      Uang \n    \n    \n      Lembur >= 3 jam\n      Rp; 8.200,-\n      Makan \u002F Uang \n    \n    \n      Dinas Luar\n      Rp; 16.500,-\n      Uang \n    \n    \n      Makan Ekstra\n      Rp; 2.900,-\n      Natura ",{"bindId":152,"name":153,"text":154},"COSTLIV_trigger","a).Kenaikan Upah Minimum dilakukan setah","a).Kenaikan Upah Minimum dilakukan setahun sekali pada bulan Januari dengan\nberpedoman kepada prosentase inflasi DKI, peningkatan taraf hidup Pekerja dan\nkeluargannya dengan mempertimbangkan kemampuan Perusahaan\n\nb).Keniakan upah karena adanya kebijakan pemerintah dibidang moneter, dengan\nberpedoman kepada besarnya prosentase pengaruh kebijakan Pemerintah tersebut\nterhadap tingkat daya beli pekerja",{"bindId":156,"name":117,"text":118},"WORKHOURS_trigger",{"bindId":158,"name":117,"text":118},"hourspweek",{"bindId":160,"name":121,"text":122},"equalityexcludedtrigger",{"bindId":162,"name":67,"text":68},"SICDIS_trigger",{"bindId":164,"name":165,"text":166},"violence","7)Untuk mencegah perkelahian atau keresa","7)Untuk mencegah perkelahian atau keresahan, Pekerja dilarang :\n\na).Melakukan hasutan atau fitnah terhadap sesama pekerja\n\nb).Menyebarkan desas desus atau kabar bohong dan berita-berita lain yang\ndapat menggelisahkan sesama Pekerja dalam bentuk dan cara apapun\n\nc).Mengancam atau memaksa pekerja lain untuk mengikuti sikap dan\ntindakannya\n\nd).Membawa senjata tajam dan sejenisnya kedalam Perusahaan",{"bindId":168,"name":153,"text":169},"wageincreasefirmperformance","a).Kenaikan Upah Minimum dilakukan setahun sekali pada bulan Januari dengan\nberpedoman kepada prosentase inflasi DKI, peningkatan taraf hidup Pekerja dan\nkeluargannya dengan mempertimbangkan kemampuan Perusahaan",{"bindId":171,"name":149,"text":150},"mealvouchers",{"bindId":173,"name":174,"text":175},"sicknessmaxdays","1)Dalam hal seorang pekerja tidak mampu ","1)Dalam hal seorang pekerja tidak mampu bekerja karena sakit atau cacat\njasmani\u002Frohani melebihi 12 (dua belas) bulan berturut-turut, maka kepadanya\ndapat dilakukan pemutusan hubungan kerja dengan mengindahkan UU No. 13 Tahun\n2003.",{"bindId":177,"name":139,"text":140},"jobwagegroupsperiod",{"bindId":179,"name":75,"text":76},"contractseverancepay",{"bindId":181,"name":95,"text":96},"paidmaternityleavepayperc",{"bindId":183,"name":95,"text":96},"paidmaternityleaveduration",{"bindId":185,"name":186,"text":187},"childcareleave","8 Keluarga pekerja diopname 2HK","8\n      Keluarga pekerja diopname\n      2HK",{"bindId":189,"name":190,"text":191},"equalityotherclause","8)Pekerja wanita dianggap bersetatus laj","8)Pekerja wanita dianggap bersetatus lajang, kecuali berdasarkan keterangan\nyang berwenang yaitu :\n\na).Janda yang menanggung anaknya\n\nb).Suaminya tidak mampu menanggung beban keluarganya",{"bindId":193,"name":149,"text":150},"mealvoucherstype1",{"bindId":195,"name":196,"text":197},"discrimination","2)Dalam hal seorang atau lebih mengagap ","2)Dalam hal seorang atau lebih mengagap bahwa terhadapnya diperlakukan tidak\nadil atau tidak wajar serta bertentangan dengan isi dan jiwa Perjanjian Kerja\nBersama ini, maka Pekerja dapat menyampaikan pengaduan atau keluhannya melalui\nsaluran yang ditetapkan sebagai saluran “cara penyelesaian keluhan dan\npengaduan”",{"bindId":199,"name":200,"text":201},"cbadate_start","3)Perjanjian Kerja Bersama ini mulai ber","3)Perjanjian Kerja Bersama ini mulai berlaku sejak tanggal 1 bulan Januari\ntahun 2010 sampai dengan tanggal 31 bulan Desember tahun 2011 serta mengikat\nkedua belah pihak.",{"bindId":203,"name":204,"text":205},"commutingallowancetype","1) a. Perusahaan memberikan tunjangan tr","1) a. Perusahaan memberikan tunjangan transport perhari hadir\u002Fnet kepada\nPekerja golongan I s\u002Fd III yaitu\n\n2x {PtsR + (2xBS) } x 150%\n\n-PtsR adalah tarif resmi Bis Patas Reguler yang berlaku\n\n-BS adalah tarif resmi Bis Sedang yang berlaku",{"bindId":207,"name":83,"text":84},"holidaysdays",{"bindId":209,"name":67,"text":68},"maxsicknesspaytype",{"bindId":211,"name":212,"text":213},"healthinsurance","1)Perusahaan meberikan bantuan Pemelihar","1)Perusahaan meberikan bantuan Pemeliharaan Kesehatan untuk pekerja beserta\nanggota keluarganya selama satu tahun takwim (Januari s\u002Fd Desember) dengan\nbatasan\n\n\n  \n  \n  \n  \n  \n  \n    \n      Status\n      GP\n      Min (Juta)\n      Maks (Juta)\n    \n    \n      Lajang \n      2x\n      1,75\n      3,50\n    \n    \n      Nikah tanpa anak\n      2,25x\n      2,19\n      4,38\n    \n    \n      Nikah anak 1 (satu) (K1)\n      3x\n      2,63\n      5,25\n    \n    \n      Nikah anak 2 (dua) (K2)\n      3,25x\n      2,85\n      5,69\n    \n    \n      Nikah anak 3 (tiga) (K3)\n      3,5x\n      3,07\n      6,13",{"bindId":215,"name":204,"text":216},"COMMUTE_trigger","1) a. Perusahaan memberikan tunjangan transport perhari hadir\u002Fnet kepada\nPekerja golongan I s\u002Fd III yaitu\n\n2x {PtsR + (2xBS) } x 150%\n\n-PtsR adalah tarif resmi Bis Patas Reguler yang berlaku\n\n-BS adalah tarif resmi Bis Sedang yang berlaku\n\nb.Golongan 4 ke atas pengaturan tunjangan transport diatur dalam ketentuan\ntersendiri berdasarkan kebijakan perusahaan\n\n\n\n2)Perusahaan juga menyediakan transport pengantaran pulang bagi pekerja yang\nmelakukan kerja shift II; penjemputan bagi shift III. Dalam hal karena masalah\ntekhnis tidak dapat menyediakan penjemputan, maka pengaturannya akan di\ntetapkan dalam ketentuan tersendiri.",{"bindId":218,"name":219,"text":220},"sundayallowancetype","3) a. perhitungan jam kerja lembur diatu","3) a. perhitungan jam kerja lembur diatur menurut ketentuan sebagai berikut\n:\n\n\n  \n  \n  \n  \n  \n    \n      Hari\n      Perhitungan\n    \n    \n      Hari Biasa\n      \n      Jam ke - 1\n      1.5 x TUL\n    \n    \n      Jam ke - 2 dst\n      2.0 x TUL\n    \n    \n      Libur mingguan, Diliburkan, Cuti Massal\n\n        \n      \n      Jam ke - 1 s\u002Fd 7\n      2.0 x TUL\n    \n    \n      Jam ke - 8\n      3.0 x TUL\n    \n    \n      Jam ke - 9 dst\n      4.0 x TUL\n    \n    \n      Libur Resmi\n      Jam ke - 1 s\u002Fd 7\n      2.5 x TUL\n    \n    \n      Jam ke - 8\n      3.0 x TUL\n    \n    \n      Jam ke - 9 dst\n      4.0 x TUL",{"bindId":222,"name":223,"text":224},"healthandsafetypolicy","1)Untuk menjamin keselamatan dan kesehat","1)Untuk menjamin keselamatan dan kesehatan kerja seluruh Pekerja, Perusahaan\nwajib menyediakan alat-alat proteksi serta mentaati Peraturan-peraturan\nkeselamatan kerja sesuai dengan Undang – undang No. 1 tahun 1970.\n\n\n\n2)Setiap Pekerja diwajibkan memakai alat-alat perlindungan kerja sesuai\ndengan tugas masing-masing dan wajib menta’ati peraturan serta program\nKeselamatan dan Kesehatan Kerja yang digariskan oleh Undang – Undang No. 1\ntahun 1970.\n\n\n\n3)Perusahaan dan Serikat Pekerja melaksanakan aturan serta program\nKeselamatan dan Kesehatan Kerja sesuai Undang – Undang No. 1 tahun 1970",{"bindId":226,"name":63,"text":64},"overtimeallowancetype1",{"bindId":228,"name":47,"text":229},"contracttrial","1)Penerimaan Pekerja dalam Perusahaan dilakukan dengan melalui masa\npercobaan untuk waktu paling lama 3 (tiga) bulan.\n\n\n\n2)Masa percobaan dihitung sejak hari pertama Pekerja mulai diterima bekerja\ndiperusahaan.",{"bindId":231,"name":67,"text":68},"sicknesspay",{"bindId":233,"name":55,"text":56},"dayspweek_select",{"bindId":235,"name":212,"text":213},"healthinsurancerelatives",{"bindId":237,"name":133,"text":134},"paidpaternityleave",{"bindId":239,"name":174,"text":175},"sicknessmaxdaysnr",{"bindId":241,"name":219,"text":220},"sundayallowanceperc1",{"bindId":243,"name":219,"text":244},"overtimeallowancetype","3) a. perhitungan jam kerja lembur diatur menurut ketentuan sebagai berikut\n:\n\n\n  \n  \n  \n  \n  \n    \n      Hari\n      Perhitungan\n    \n    \n      Hari Biasa\n      \n      Jam ke - 1\n      1.5 x TUL\n    \n    \n      Jam ke - 2 dst\n      2.0 x TUL\n    \n    \n      Libur mingguan, Diliburkan, Cuti Massal\n\n        \n      \n      Jam ke - 1 s\u002Fd 7\n      2.0 x TUL\n    \n    \n      Jam ke - 8\n      3.0 x TUL\n    \n    \n      Jam ke - 9 dst\n      4.0 x TUL\n    \n    \n      Libur Resmi\n      Jam ke - 1 s\u002Fd 7\n      2.5 x TUL\n    \n    \n      Jam ke - 8\n      3.0 x TUL\n    \n    \n      Jam ke - 9 dst\n      4.0 x TUL\n    \n  \n\n\n\n\nb. bagi pekerja yang bekerja pada hari Raya Keagamaan (Idul Fitri, Idul\nAdha, Natal, Nyepi, Waisak) diberikan kompensasi sebesar Rp; 40.000,-\u002F Net.",{"bindId":246,"name":95,"text":96},"paidmaternityleavepay",{"bindId":248,"name":145,"text":146},"disabilityfund",{"bindId":250,"name":51,"text":52},"JOBTITLE_trigger",{"bindId":252,"name":133,"text":134},"paidpaternityleaveduration",{"bindId":254,"name":255,"text":256},"disabilitypay","1)Sesuai dengan UU No. 03 tahun 1992, Pe","1)Sesuai dengan UU No. 03 tahun 1992, Perusahaan mendaftarkan \u002F memasukan\nsemua Pekerja menjadi peserta Jamsostek.\n\n\n\n2)Ruang lingkup Jaminan Sosial Tenaga Kerja meliputi :\n\na).Jaminan Kecelakaan Kerja, termasuk penyakit akibat kerja.\n\nb).Jaminan Kematian\n\nc).Jaminan Hari Tua",{"bindId":258,"name":200,"text":201},"cbadate_end",{"bindId":260,"name":75,"text":76},"severance_number",{"bindId":262,"name":117,"text":118},"hourspweek_select",{"bindId":264,"name":133,"text":134},"childcare",{"bindId":266,"name":71,"text":72},"wageincreasetype2",{"bindId":268,"name":117,"text":118},"hourspday",{"bindId":270,"name":149,"text":150},"MEALALL_trigger",{"bindId":272,"name":273,"text":274},"maternityotherclause","3)Bagi Pekerja Wanita yang mengalami keg","3)Bagi Pekerja Wanita yang mengalami keguguran\u002Fgugur kandungan diberikan\nwaktu istirahat dengan upah (upah pokok + Tunjangan Transport + Tunjangan\nMakan) selama satu setengah bulan sejak gugurnya, atau selama waktu yang\ndidasarkan atas surat keterangan dokter",{"bindId":276,"name":99,"text":100},"incidentalbonusdays1",{"bindId":278,"name":255,"text":256},"SOCSEC_trigger",{"bindId":280,"name":212,"text":213},"healthcareaccess",{"bindId":282,"name":219,"text":220},"SUNDAY_trigger",{"bindId":284,"name":285,"text":286},"MEDICAL_trigger","Perusahaan menyadari sepenuhnya bahwa Pe","Perusahaan menyadari sepenuhnya bahwa Pekerja yang sehat akan lebih mampu\nmeningkatkan produktivitas sebagaimana diharapkan. Demikian pula keluarga\nPekerja yang sehat akan mendorong semangat gairah kerja serta ketenangan. Oleh\nkarena itu Perusahaan memberikan perhatian sepenuhnya terhadap kondisi\nkesehatan para pekerja dan keluarganya",{"bindId":288,"name":219,"text":220},"overtimeallowanceperc1",{"bindId":290,"name":204,"text":216},"commutingallowancetype1",{"bindId":292,"name":133,"text":134},"paidpaternityleavepay",{"bindId":294,"name":55,"text":56},"SCHEDULE_trigger",{"bindId":296,"name":297,"text":298},"educationtuition","Dalam rangka ikut mencerdaskan Bangsa, P","Dalam rangka ikut mencerdaskan Bangsa, Perusahaan akan memberikan bantuan\nbeasiswa kepada anak-anak Pekerja yang menduduki ranking di kelasnya dengan\nketentuan diatur tersendiri",{"bindId":300,"name":204,"text":205},"commutingallowanceperc1",{"bindId":302,"name":212,"text":213},"healthcareaccessrelatives",{"bindId":304,"name":305,"text":306},"bankholidays1","1)Hari libur resmi adalah hari-hari libu","1)Hari libur resmi adalah hari-hari libur yang ditetapkan setiap tahun oleh\npemerintah\n\n2)Perusahaan memberikan istirahat kepada pekerja pada hari-hari libur resmi\ndengan tetap mendapatkan upah",{"bindId":308,"name":95,"text":96},"paidmaternityleave",{"bindId":310,"name":83,"text":311},"PAIDLEAV_trigger","1)Perusahaan emberikan cuti tahunan sebanyak 12 (dua belas) hari kerja\ndengan tetap memberikan upah kepada pekerja yang telah bekerja 12 (dua belas)\nbulan berturut-turut.\n\n\n\n2)Periode penetapan timbulnya hak cuti tahunan pekerja adalah 1 tahun sejak\ntanggal diterima sebagai pekerja.\n\n\n\n3)Dengan memperhitungkan hak cuti tahunan Pekerja maka sebanyak-banyaknya 8\n(delapan) hari kerja dapat digunakan sebagai cuti bersama setiap tahun yang\nakan diatur oleh Perusahaan dan Serikat Pekerja bersamaan dengan penetapan\nkalender kerja tahunan perusahaan.","\u003Chtml>\n\n    \u003Cdiv class=\"cobra-report\">\n\n        \u003Ch2>IDN PT. Akebono Brake Astra Indonesia - 2010\u003C\u002Fh2>\n\n        \u003Cdiv class=\"section general\">\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-start_date\">Tanggal dimulainya perjanjian: &rarr;&nbsp;2010-01-01\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-end_date\">Tanggal berakhirnya perjanjian: &rarr;&nbsp;2011-12-31\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \u003C!-- TODO: previous CBA logic -->\n            \u003C!-- TODO: status logic -->\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaratified\">Diratifikasi oleh: &rarr;&nbsp;Other\u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaactorratified\">\n                    Diratifikasi pada: &rarr;&nbsp;2010-01-01\n                \u003C\u002Fdiv>\n            \n\n            \u003C!-- TODO: transnational_label, includingcountries_label, national_framework_label -->\n\n            \u003Cdiv id=\"display-SECTOR1\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Industri\u002Fpabrik pengolahan, Perdagangan, pengisian bahan bakar dan perbaikan kendaraan bermotor\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-NACE2004\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Pabrik Manufaktur kendaraan bermotor dan karavan, Pabrik Manufaktur produk logam, kecuali mesin dan perlengkapannya\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-FIRMPRI\">\n                Sektor publik\u002Fswasta: &rarr;&nbsp;In the private sector\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv>Disimpulkan oleh:\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1\">\n\n                \n                    \n                    \u003Cdiv>\n                        Nama perusahaan: &rarr;&nbsp;\n                        Akebono Brake Astra Indonesia \n                    \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1\">\n                Nama serikat pekerja: &rarr;&nbsp;\n\n                \n                    \n                    \u003Cspan>\n                        Serikat Pekerja Logam, Elektronik Dan Mesin Serikat Pekerja Seluruh Indonesia PT AAIJ\n                    \u003C\u002Fspan>\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section social-security-pensions\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SOCSEC_trigger\">JAMINAN SOSIAL DAN PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-pensionfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pensiun bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilityfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan cacat bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-unemploymentfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan pengangguran bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section sickness-disability\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KONDISI SAKIT DAN DISABILITAS\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-maxsicknesspayperc\">\n                Maximum cuti sakit berbayar (untuk 6 bulan): &rarr;&nbsp;92&nbsp;%\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-sicknessmaxdaysnr\">\n                Maximum hari untuk cuti sakit berbayar: &rarr;&nbsp;365 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-longtermillness\">Ketentuan mengenai kembali bekerja setelah menderita penyakit jangka panjang, seperti penyakit kanker: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-menstruationleave\">Cuti haid berbayar: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilitypay\">Pembayaran gaji apabila tidak mampu bekerja dikarenakan kecelakaan kerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n\n        \u003Cdiv class=\"section health-medical-assistence\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA BANTUAN MEDIS\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccess\">Bantuan medis disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccessrelatives\">Bantuan medis bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurance\">Kontribusi pengusaha untuk asuransi kesehatan disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurancerelatives\">Asuransi kesehatan bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetypolicy\">Kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetytraining\">Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-protectiveclothing\">Pakaian\u002Falat pelindung diri disediakan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-hivpolicy\">Pemeriksaan kesehatan secara berkala disediakan oleh pengusaha: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-monitoring\">Pengawasan permintaan musculoskeletal di tempat kerja, resiko professional dan\u002Fatau hubungan antara pekerjaan dan kesehatan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-funeralpay\">Bantuan duka\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section work-family-arrangements\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKFAM_trigger\">PENGATURAN ANTARA KERJA DAN KELUARGA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleaveduration\">\n                Cuti hamil berbayar: &rarr;&nbsp;13.0 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleavepayperc\">\n                Cuti hamil berbayar terbatas untuk: 100 % dari gaji pokok\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-jobsecuritymothers\">Jaminan tetap dapat bekerja setelah cuti hamil: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-maternitydiscrimination\">Larangan diskriminasi terkait kehamilan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-breastfeeding_dangerouswork\">Larangan mewajibkan pekerja yang sedang hamil atau menyusui untuk melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-riskassessment\">Penilaian resiko terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja yang sedang hamil atau menyusui di tempat kerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-alternatives\">Ketersediaan alternatif bagi pekerja hamil atau menyusui untuk tidak melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-timeoff\">Cuti untuk melakukan pemeriksaan pranatal: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningnonstandard\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempekerjakan pekerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningpromotion\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempromosikan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv> \n            \u003Cdiv id=\"display-nursingmothers\">Fasilitas untuk pekerja yang menyusui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcareprovision\">Pengusaha menyediakan fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcaresubsidy\">Pengusaha mensubsidi fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \u003Cdiv id=\"display-educationtuition\">Tunjangan\u002Fbantuan pendidikan bagi anak pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n   \n            \u003Cdiv id=\"display-childcareleave\">\n                Cuti berbayar tiap tahun yang diberikan untuk merawat anggota keluarga: &rarr;&nbsp;2 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidpaternityleaveduration\">\n                Cuti ayah berbayar: &rarr;&nbsp;3 hari\n         \u003C\u002Fdiv>\n                        \n\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n        \u003Cdiv class=\"section gender-equality-issues\">\n            \u003Ch3 id=\"display-GENEQ_trigger\">ISU KESETARAAN GENDER\u003C\u002Fh3>\n         \u003Cdiv id=\"display-eqpay\">Upah yang sama untuk pekerjaan yang sama nilainya: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n         \n         \u003Cdiv id=\"display-discrimination\">Klausal mengenai diskriminasi di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-eqpromotion\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat promosi: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n        \u003Cdiv id=\"display-eqtraining\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat pelatihan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>     \n        \u003Cdiv id=\"display-eqofficer\">Kesetaraan gender dalam kepengurusan serikat pekerja di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-sexualhar\">Klausal mengenai pelecehan seksual di tempat kerja &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violence\">Klausal mengenai kekerasan di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violenceleave\">Cuti khusus bagi pekerja yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-support_disabilities\">Dukungan bagi pekerja perempuan dengan disabilitas: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-equalitymonitoring\">Pengawasan kesetaraan gender: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n             \n         \u003C\u002Fdiv>\n         \n\n        \u003Cdiv class=\"section employment-contracts\">\n            \u003Ch3 id=\"display-EMPCONTR_trigger\">PERJANJIAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-contracttrialperiod\">\n                Durasi masa percobaan: &rarr;&nbsp;91 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\u003Cdiv id=\"display-severance_number\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;182&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-severance_number_1_tenure\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;60&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-part_time_excluded\">Pekerja paruh waktu tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-tempagency\">Ketentuan mengenai pekerja sementara: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprentices_excluded\">Pekerja magang tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-minijobs_excluded\">Pekerja mahasiswa tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section working-hours\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKHOURS_trigger\">JAM KERJA, JADWAL DAN LIBUR\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspday\">\n                Jam kerja per hari: &rarr;&nbsp;8.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspweek\">\n                Jam kerja per minggu: &rarr;&nbsp;40.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-dayspweek\">\n                Hari kerja per minggu: &rarr;&nbsp;5.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysdays\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;12.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysweeks\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;2.0 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-bankholidays2\">\n                Cuti libur nasional berbayar: &rarr;&nbsp;Hari Raya Natal, Army Day \u002F Feast of the Sacred Heart\u002F St. Peter &amp; Paul’s Day (30th June), John Chilembwe Day (15th January), Wafat Isa Almasih, Republic Day (9th December)\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-schedulesrestpw\"> Periode istrirahat setidaknya satu hari dalam seminggu disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-sundays_year\">\n                Jumlah maksimum hari minggu\u002Fhari libur nasional dalam setahun dimana pekerja harus\u002Fdapat bekerja: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n             \n            \n            \n            \n            \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-FLEXWORK_trigger\"> Ketentuan mengenai pengaturan jadwal kerja yang fleksibel: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section wages\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WAGES_trigger\">PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-PAYSCALES_trigger\">\n                Upah ditentukan oleh skala upah: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n\n            \n            \n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-COSTLIV_trigger\">Penyesuaian untuk kenaikan biaya kebutuhan hidup: &rarr;&nbsp;1\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-STRUCINCR_trigger\">Kenaikan upah\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-ONCERISE_trigger\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali:\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \u003Cdiv id=\"display-extrapayfirmperformance\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali dikarenakan performa perusahaan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \n\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-OVERTIME_trigger\">Upah lembur hari kerja\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-overtimeallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari kerja: &rarr;&nbsp;200 % dari gaji pokok\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SUNDAY_trigger\">Upah lembur hari Minggu\u002Flibur\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-sundayallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari Minggu\u002Flibur: &rarr;&nbsp;100&nbsp;%\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-COMMUTE_trigger\">Tunjangan transportasi\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-commutingallowanceperc1\">\n                    Tunjangan transportasi: &rarr;&nbsp;2x {PtsR + (2xBS) } x 150% % dari gaji pokok\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Ch4>Kupon makan\u003C\u002Fh4>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-mealvouchers\">\n                Kupon makan disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-MEALALL_trigger\">Tunjangan makan disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-mealvouchersamount\">\n                 &rarr;&nbsp;8200.0 per makan\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-legalassistance_trigger\">\n                Bantuan hukum gratis: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n    \u003C\u002Fdiv>\n\n\u003C\u002Fhtml>\n",[],[],"collective_agreement",[317],{"title":38,"slug":34},[319],{"type":320,"data":321},"call_to_action_body_block",{"title":322,"description":323,"variant":324,"link":325},"Bandingkan Perjanjian Kerja Bersama","Bandingkan pasal-pasal dan topik dalam Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dengan Perjanjian Kerja Bersama di semua sektor kerja di Indonesia maupun negara-negara lainnya.","dark",{"title":322,"url":326,"description":322,"rel":327,"type":328},"\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fbandingkan-perjanjian-kerja-bersama","follow","internal",[330],{"type":320,"data":331},{"title":322,"description":323,"variant":324,"link":332},{"title":322,"url":326,"description":322,"rel":327,"type":328},[]]