[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"page:id-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-agung-pelita-industrindo-dengan-spsi-unit-kerja-fsp-tsk-spsi-2022-2024":3},{"id":4,"slug":5,"title":6,"short_title":7,"intro_text":8,"meta_description":9,"seo_title":9,"path":10,"content_type":11,"locale":12,"go_live_at":7,"first_published_at":13,"page_created_at":14,"published_at":13,"edit_url":15,"breadcrumbs":16,"seo":24,"data":32,"children":276,"content_type_view":277,"extra_breadcrumbs":278,"body":280,"body_blocks":291,"related_pages":295},3679,"perjanjian-kerja-bersama","Perjanjian Kerja Bersama",null,"\u003Cp>Beberapa pilihan Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dipublikasikan di sini. Anda dapat menemukan teks asli dari Perjanjian Kerja Bersama tersebut, membaca dan menelusuri per bab maupun pasal, menurut topik yang sedang Anda cari.\u003Cbr\u002F>\u003Cbr\u002F>Ketika Anda mengklik pada link Perjanjian Kerja Bersama, halaman akan terbuka: di kolom sebelah kiri pada halaman tersebut berisi teks asli, sedangkan di kolom sebelah kanan, Anda akan menemukan ringkasan dari ketentuan yang ada di Perjanjian Kerja Bersama tersebut.\u003Cbr\u002F>Serikat Buruh\u002FPekerja dan Asosiasi Pengusaha dari Indonesia memberikan kontribusi terhadap pengumpulan data Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>","","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama","collective_agreements.collectiveagreementoverview","id_ID","2025-08-15T13:01:11.360625+00:00","2026-04-02T08:44:09.692847+00:00","\u002Fcms\u002Fpages\u002F3679\u002Fedit\u002F",[17,20,23],{"title":18,"slug":19},"Indonesia","id-id",{"title":21,"slug":22},"Bekerja di Indonesia","bekerja-di-indonesia",{"title":6,"slug":5},{"title":6,"description":9,"image":25,"canonical":26,"robots":27,"og_type":28,"twitter_card":29,"locale":19,"created_at":30,"last_modified_at":31},"https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fmedia\u002Fimages\u002FSocial_media_preview_image_-_2025.2e16d0ba.fill-1200x630.png","https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002F","index, follow","website","summary_large_image","2025-08-15T15:01:11.360625+02:00","2026-04-02T10:44:09.828831+02:00",{"cba":33,"clauses":44,"details":274,"translations":275},{"id":34,"uid":35,"url":36,"name":37,"locale":12,"override_title":9,"title":38,"browser_title":39,"browser_description":40,"text":41},"perjanjian-kerja-bersama-antara-pt-agung-pelita-industrindo-dengan-spsi-unit-kerja-fsp-tsk-spsi-2022-2024","7972a88c-530a-11ee-b562-f23c91080f70","https:\u002F\u002Fcobra.wageindicator.org\u002Fcountries\u002Findonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-agung-pelita-industrindo-dengan-spsi-unit-kerja-fsp-tsk-spsi-2022-2024\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-agung-pelita-industrindo-dengan-spsi-unit-kerja-fsp-tsk-spsi-2022-2024\u002F","Perjanjian Kerja Bersama Antara  PT. Agung Pelita Industrindo Dengan SPSI Unit Kerja FSP TSK SPSI 2022 - 2024","IDN PT. Agung Pelita Industrindo - Tangerang - 2022","Indonesia - IDN PT. Agung Pelita Industrindo - Tangerang - 2022","IDN PT. Agung Pelita Industrindo - Tangerang - 2022 - Industri\u002Fpabrik pengolahan",{"name":42,"data":43},"PT AGUNG PELITA.html","\n\u003C!--?xml version=\"1.0\" encoding=\"UTF-8\"?-->\n\n\n  \u003Cmeta http-equiv=\"content-type\" content=\"text\u002Fhtml; charset=UTF-8\">\n  \u003Ctitle>PT AGUNG PELITA INDONESIA\u003C\u002Ftitle>\n  \u003Cmeta name=\"generator\" content=\"Amaya, see http:\u002F\u002Fwww.w3.org\u002FAmaya\u002F\">\n\n\n\n\u003Ch1>PT. AGUNG PELITA INDUSTRINDO Dengan SPSI UNIT KERJA F SP TSK SPSI\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Ch1>FEDERASI SERIKAT PEKERJA TEKSTIL, SANDANG DAN KULIT SERIKAT PEKERJA SELURUH\nINDONESIA (INDONESIA TEXTILE, GARMENT AND LEATHER WORKERS UNION) PT. AGUNG\nPELITA INDUSTRINDO PERIODE KELIMA 2022 - 2024\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>MUKADIMAH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa, Bahwa sesungguhnya masyarakat adil dan\nmakmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 merupakan tujuan Pembangunan Nasional\nNegara Republik Indonesia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PT. Agung Pelita Industrindo perusahaan yang bergerak dalam bidang industri\naksesoris\u002Fkomponen sepatu, ingin turut menciptakan lapangan kerja untuk banyak\ntenaga kerja di Indonesia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Bahwa Serikat Pekerja dan Para Pekerja ingin meningkatkan taraf hidup dan\nkesejahteraan juga menjaga kelangsungan hidup perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Untuk itu Perjanjian Kerja Bersama antara pengusaha dan pekerja diperlukan\nguna melaksanakan Hubungan Industrial Pancasila, dimana kedua belah pihak\nterikat pada peraturan serta melaksanakan Hak dan Kewajiban masing-masing agar\ntercipta hubungan kerja yang kondusif.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Menetapkan \u002Fmengatur syarat-syarat kerja dan Kondisi Keria\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Meningkatkan Produktivitas, kualitas dan efisiensi di segala bidang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Mengatur cara-cara penyelesaian perbedaan pendapat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Memelihara dan meningkatkan disiplin.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Menempatkan musyawarah dan mufakat baik sebagai sarana komunikasi untuk\nmencapai kesepakatan, menghilangkan situasi dan kondisi yang kurang\nkondusif.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dengan Perjanjian Kerja Bersama ini, diharapkan dapat menciptakan hubungan\nkerja yang erat dan harmonis antara perusahaan dan pekerja. Memberikan\nkesempatan untuk bekerja dan mengembangkan karir di perusahaan untuk semua\npekerja tanpa membedakan suku, agama, ras, umur dan jenis kelamin.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dengan Ridho Tuhan Yang Maha Esa, Pengusaha PT. Agung Pelita Industrindo dan\nPimpinan Unit Kerja F SP TSK SPSI PT.API telah sepakat merumuskan Perjanjian\nKerja Bersama Periode 2022 - 2024 seperti tercantum dalam\nBab-bab\u002FPasal-pasal\u002FAyat-ayat sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB I PIHAK-PIHAK YANG MENGADAKAN PERJANJIAN KERJA SAMA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 1 Pihak-Pihak Yang Mengadakan Perjanjian Kerja Bersama\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. PT. Agung Pelita Industrindo, yang didirikan berdasarkan Akta Pendirian\nNomor 20, tanggal 28 Oktober 1998 yang dibuat oleh Notaris Nyonya Djumaini\nSetyoadi, SH. Yang beralamat di Jalan Raya Serpong Km. 7, Kelurahan Pakualam,\nKecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan sebagai perusahaan yang\nbergerak dalam bidang industri aksesoris\u002Fkomponen sepatu olahraga.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Yang diwakili oleh : INDIARTI - General Manager\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dengan Tim Perunding : 1. ADE MAULANA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. BUDI TRI WAHYONO\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. MUSTOFA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. YULIANI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Yang selanjutnya disebut Pengusaha \u002F Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Unit Kerja Federasi Serikat Pekerja Tekstil, Sandang, Dan Kulit Serikat\nPekerja Seluruh Indonesia PT. Agung Pelita Industrindo yang terdaftar pada\nDinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang dengan nomor pendaftaran: 448\u002FOP.SP.\nPERSH\u002FDFT\u002F02\u002FVII\u002F2000, tanggal 7 Juli 2000 yang beralamat di Jalan Raya Serpong\nKM. 7, Kelurahan Pakualam, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan.\nSelanjutnya disebut Serikat Pekerja, yang diwakili oleh tim perunding:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Ketua: JAPARMAN SINAGA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Anggota: ADI FIRMANSYAH\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>ANWAR SANUSI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>ECEP SUPRIYATNA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>NURLELA MANALU\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>RIZKI MEILASARI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>ROMLAH\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>YATIN KUSWORO\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB II UMUM\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 2 Istilah-Istilah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha: Direksi\u002FPengurus yang memimpin dan mengelola perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Perusahaan: PT. Agung Pelita Industrindo, berdomisili di Jalan Raya\nSerpong km. 7, Kelurahan Pakualam, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang\nSelatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Serikat Pekerja: Federasi Serikat Pekerja Tekstil, Sandang Dan Kulit\nSerikat Pekerja Seluruh Indonesia Unit Kerja PT. Agung Pelita Industrindo.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pengurus Serikat Pekerja : Anggota FSPTSK SPSI yang dipilih dan\u002Fatau\nanggota untuk memimpin SP yang disahkan oleh PC SPSI Kab. Tangerang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Perjanjian Kerja Bersama : Suatu perjanjian antara serikat pekerja dengan\nmanajemen perusahaan yang setidak-nya mengacu pada Undang-Undang\nKetenagakerjaan No. 11 tahun 2020, Peraturan Pemerintah No. 35 tahun 2021 &amp;\nNo. 36 tahun 2021 dan yang terkait dengan ketenagakerjaan. Dimana diatur syarat\nkerja, hak dan kewajiban kedua belah pihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Pekerja: Setiap orang yang mempunyai hubungan kerja dengan perusahaan,\nmenerima upah dan telah memenuhi persyaratan administrasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Keluarga Pekerja : Istri\u002Fsuami dan anak yang menjadi tanggungan pekerja\nyaitu anak dengan usia dibawah 21 tahun, belum bekerja dan belum menikah,\nmaksimal 3 orang anak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Istri Pekerja : Istri dari perkawinan yang sah dan terdaftar pada\nperusahaan dengan bukti surat nikah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Anak Sah Pekerja : Semua anak sah sebagaimana terdaftar pada Kartu\nKeluarga, belum menikah, belum bekerja dan berusia dibawah 21 tahun, maksimal 3\nanak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10. Ahli Waris : Keluarga dan\u002Fatau orang yang ditunjuk pekerja untuk\nmenerima setiap pembayaran dalam hal kematian pekerja. Dalam hal tidak ada\npenunjuk ahli waris, maka ahli waris diatur menurut hukum yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11. Atasan : Pekerja yang jabatannya lebih tinggi dan berwenang mengatur,\nmengarahkan dan membina bawahan (dibawahnya) baik secara langsung maupun tidak\nlangsung sesuai dengan peraturan yang berlaku di perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12. Atasan Langsung : Pekerja yang jabatannya lebih tinggi secara langsung\ndan bagiannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13. JabatanKedudukan dalam Struktur Organisasi Perusahaan yang diberikan\nberdasarkan penunjukkan dan atau keputusan Pimpinan untuk menjalankan wewenang\ndan tanggung jawab yang melekat pada kedudukannya tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14. Hari Kerja : Hari-hari dimana pekerja wajib melaksanakan pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15. Waktu Kerja : Waktu kerja yang telah ditetapkan untuk pekerja berada di\ntempat kerja dan melakukan pekerjaan pada hari kerja. Jangka waktu yang\nberjalan dari pagi jam 07:00 WIB sampai pagi berikutnya jam 07:00 WIB (untuk\nsistem keria 3 shift)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>16. Sistem kerja : Sistem dimana mengacu pada aturan jam kerja yang berlaku,\nyaitu 7 atau 8 jam\u002Fhari atau 40 jam\u002Fminggu, selebihnya akan diperhitungkan\nsebagai kerja lembur, kecuali untuk karyawan dengan status all in.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>17. Kerja Lembur : Kerja yang dilaksanakan oleh Pekerja di luar jam\nkerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>18. Kerja Shift : Pekerjaan yang dijalankan oleh Pekerja secara bergilir\nsesuai yang telah ditentukan oleh Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>19. Mutasi : Pemindahan Pekeria dari satu departemen lainnya. ke\ndepartemen\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>20. Rotasi : Pemindahan Pekerja dalam satu departemen\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>21. Promosi : Pemindahan Jabatan atau Golongan yang satu ke Jabatan atau\nGolongan yang lebih tinggi jenjangnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>22. Demosi : Pemindahan Jabatan dari yang satu ke Jabatan yang lebih rendah\njenjangnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>23. Pengertian Upah : Hak pekerja\u002Fburuh yang diterima dan dinyatakan dalam\nbentuk uang sebagai imbalan dari pengusaha atau pemberi kerja kepada pekerja\u002F\nburuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>24. Upah:a. Adalah upah yang diterima oleh pekerja dalam bentuk uang yang\nbersifat tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>:b. Upah yang bersifat tetap adalah upah pokok dan tunjangan tetap\u002Ftunjangan\njabatan yang berlaku saat ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>25. Upah Penuh\u002FSebulan:Adalah upah yang diterima pekerja berupa upah tetap\ndan upah tidak tetap.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>26. Upah Kerja Masa\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Percobaan: Adalah upah yang diberikan pada pekerja sesuai dengan ketentuan\ndan\u002Fatau ketetapan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>27. Perjalanan Dinas: Bagi pekerja yang diberikan tugas dan\u002Fatau dinas dalam\nkota, luar kota dan\u002Fatau luar negeri, oleh perusahaan keperluan biayanya akan\ndiatur sesuai dengan jarak dan keperluannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>28. Mogok Kerja\u002FPemogokan : a. Adalah peristiwa di mana sejumlah besar\nkaryawan perusahaan berhenti bekerja sebagai bentuk protes.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Mogok kerja tidak sah bila dilaksanakan tanpa mengajukan izin terlebih\ndahulu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Mogok kerja sah bila ada pemberitahuan terlebih dahulu sehari sebelum\npelaksanaan (3x24 jam) kepada pihak berwenang (Pimpinan perusahaan, Serikat\nPekerja, Pengawas Disnaker dan aparat kepolisian).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 3 Luasnya Perjanjian Kerja Bersama\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Telah dipahami dan disepakati bersama oleh pihak pengusaha dan pihak\nserikat pekerja bahwa pada dasarnya perjanjian kerja bersama ini hanya mengatur\nhal-hal pokok yang bersifat umum dan hanya untuk hal-hal yang diatur dalam\npasal-pasal perjanjian kerja bersama untuk kedua belah pihak dan sesuai dengan\nKetentuan perundang-undangan, peraturan perusahaan, dan keputusan menteri dan\napabila perjanjian kerja bersama ini lebih\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>rendah dari undang-undang, peraturan perusahaan, keputusan menteri, maka\npasal dalam perjanjian kerja bersama ini dianggap batal. Juga pihak pengusaha\ndan pihak serikat pekerja menyadari bahwa apabila dalam pelaksanaan atau\npenerapan perjanjian ini maupun pertumbuhan dan perkembangan tidak sesuai\ndengan. situasi dan kondisi sehingga perlu diadakan penyempurnaan, maka kedua\nbelah pihak sepakat untuk mengadakan penyesuäian secara musyawarah mencapai\nmufakat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pedoman, kebijakan dan prosedur, disiplin Kerja dan peraturan. peraturan\ntambahan akan dibuat oleh perusahaan dimasa yang akan datang dan sudah\ndibicarakan dengan serikat pekerja, maka dapat diberlakukan sepanjang hal\ntersebut tidak bertentangan dengan perjanjian kerja bersama serta Ketentuan\nperundang. undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-coveroccup3\">\u003Cp>3. Perjanjian kerja bersama ini tidak berlaku untuk pekerja yang berstatus\npekerja outsourcing.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>Pasal 4 Maksud Dan Tujuan Perjanjian Kerja Bersama\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Mengatur hubungan kerja dan syarat-syarat kerja, Hak dan Kewajiban yang\nsetidaknya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 5 Kewajiban Para Pihak\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Pengusaha dan Serikat Pekerja berkewajiban untuk memberitahukan dan\nmenjelaskan isi Perjanjian Kerja Bersama kepada para anggota dan karyawan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pengusaha dan Serikat Pekerja berkewajiban untuk mentaati dan\nmelaksanakan isi Perjanjian Kerja Bersama in serta menertibkan anggota-anggota\nyang tidak mengindahkan isi Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 6 Pengakuan Hak-Hak Pengusaha Dan Hak-Hak Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam Perjanjian Kerja\nBersama, Undang-Undang Ketenagakerjaan serta peraturan-peraturan pemerintah RI,\nmaka disepakati dan diakui bahwa pengawasan dan pengelolaan serta pengamanan\njalannya perusahaan dan pekerja sepenuhnya tanggung jawab, wewenang, dan\nkewajiban pihak pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Serikat Pekerja tidak akan ikut mencampuri pengusaha dalam hal penetapan\njenis pekerjaan, orientasi bisnis, penempatan dan pengaturan tenaga kerja dalam\nhal promosi, demosi, mutasi maupun rotasi, namun Serikat Pekerja berhak\nmengetahui apabila ada perubahan hari dan\u002Fatau jam kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Serikat Pekerja ikut berpartisipasi memberikan bantuan terhadap pengusaha\ndan pegawai pengusaha dalam membina, mengatur, dan menertibkan para pekerja\nberdasarkan hubungan industrial pancasila yang harmonis dan Serikat Pekerja\ntidak akan melakukan aksi-aksi sepihak yang dapat merugikan perusahaan selama\ntidak bertentangan dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pengusaha mengakui Serikat Pekerja sebagai organisasi yang mewakili\nanggota-anggotanya yang mempunyai hubungan kerja dengan pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. a. Pengusaha tidak menghalang-halangi kegiatan dan perkembangan Serikat\nPekerja selama tidak menyimpang dari anggaran dasar dan anggaran rumah tangga\norganisasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Karyawan yang sudah lulus masa percobaan berhak untuk menjadi anggota\nSerikat Pekerja dengan mengisi formulir tanda kepesertaan anggota.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Dalam hal memerlukan pembelaan bag yang bukan anggota serikat pekerja,\nmaka Serikat Pekerja harus mempunyai surat kuasa dari yang akan dibelanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Untuk menangani masalah ketenagakerjaan antara Lembaga Ketenagakerjaan,\nSerikat Pekerja dan Pengusaha, maka pengurus Serikat Pekerja yang ditunjuk\nuntuk mewakili anggotanya diberikan dispensasi untuk menghadiri rapat dan\u002Fatau\npertemuan dalam penyelesaian masalah yang dimaksud.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Pengusaha menjamin tidak melakukan tekanan langsung maupun tidak langsung\ntindakan-tindakan diskriminatif dan tindakan pembalasan terhadap pengurus\nserikat pekerja yang dipilih dan\u002Fatau ditunjuk serikat pekerja untuk menjadi\nanggota delegasi bersama, karena kegiatannya yang berhubungan dengan fungsi dan\nkeanggotaannya dalam serikat pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Sesuai dengan pengakuan atas hak-hak serikat pekerja, pengurus serikat\npekerja dapat mengadakan pertemuan dengan pengusaha setelah mendapat disposisi\n\u002F surat tugas dari ketua serikat pekerja dalam rangka mewakili anggotanya dalam\nserikat pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Untuk kelancaran tugas serikat pekerja atas permintaan pengurus serikat\npekerja, bilamana ada masalah ketenagakerjaan, pengusaha memberikan izin untuk\nmenempatkan pengurus serikat pekerja sesuai dengan kepentingannya tanpa\nmengurangi haknya sebagai pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 7 Pertemuan-Pertemuan Berkala\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Untuk mengantisipasi dan\u002Fatau mengurangi timbulnya perbedaan pendapat\nmengenai berbagai masalah dan mengevaluasi ketenagakerjaan, maka pengusaha dan\nserikat pekerja akan mengadakan pertemuan berkala.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Dalam pertemuan berkala dan\u002Fatau penyelesaian segala masalah dengan tetap\nmengacu pada musyawarah untuk mencapai mufakat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Yang berhak mewakili Pengusaha untuk mengadakan pertemuan berkala adalah\npimpinan perusahaan tau pejabat yang ditunjuk.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Yang berhak mewakili Serikat Pekerja untuk mengadakan pertemuan berkala\nadalah pengurus unit kerja yang telah ditunjuk.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>BAB Ill KEGIATAN DAN FASILITAS UNIT KERJA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 8 Fasilitas-Fasilitas Bagi Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-TRADEUNLEAV_trigger\">\u003Cp>1. Dengan mengajukan permohonan izin terlebih dahulu, Pengusaha dapat\nmemberikan dispensasi kepadà pengurus serikat pekerja untuk mengikuti kegiatan\ndi luar perusahaan, konferensi, seminar, atau kursus-kursus dan yang\nberhubungan dengan urusan ketenagakerjaan maupun keorganisasian serikat pekerja\ndengan tetap mendapatkan haknya sebagai pekerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Pengusaha menyediakan fasilitas sarana dan izin terhadap serikat pekerja\nuntuk membantu kelancaran kegiatan serikat pekerja sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Ruang dan \u002F atau kantor sekretariat beserta perlengkapannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Hak mengadakan pertemuan dengan para anggotanya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Serikat pekerja dapat mengadakan rapat dengan anggotanya di ruang \u002F\nfasilitas tempat yang telah disediakan pengusaha dalam waktu jam kerja selama\ntidak mengganggu aktivitas kerja dengan izin pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pengusaha akan membantu dalam pelaksanaan pemotongan iuran anggota\nserikat pekerja dan apabila terjadi kesalahpahaman, hal ini tidak menjadi beban\ndan tanggung jawab pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IV HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 9 Syarat Kerja Dan Masa Percobaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Setiap penerimaan karyawan adalah hak dan wewenang penh dari perusahaan\nyang disesuaikan dengan kebutuhan dan kepentingan perusahaan, dan karyawan\nbersedia dan siap bekerja dan dipekerjakan di bagian apapun dan dimanapun\nperusahaan berada.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Persyaratan umum dari perusahaan yang harus dipenuhi oleh calon Karyawan\nadalah :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Warga Negara Indonesia, laki-laki dan perempuan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Berusia minimal 18 tahun pada saat penerimaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Tidak dalam terikat hubungan kerja dengan perusahaan lain\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Mengajukan surat lamaran pekerjaan secara tertulis dengan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>melampirkan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>~ Fotocopy identitas (KTP\u002FPaspor\u002FSIM) yang masih berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>~ Pas photo 4 lembar berwarna background merah ukuran 4 x 6\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>~ Fotocopy NPWP\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Fotocopy Kartu Keluarga\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Fotocopy Kartu peserta BPJS Kesehatan Ketenagakerjaan dan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Fotocopy Rekening Tabungan (Bank kerjasama)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Fotocopy ijazah terakhir yang telah dilegalisir\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Fotocopy surat pengalaman kerja (bila ada)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>~Sertifikat vaksinasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>~ Daftar riwayat hidup\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>~ Lulus dalam ujian \u002F test yang diselenggarakan perusahaan Lulus tes medical\ncheck-up oleh dokter perusahaan yang telah ditunjuk pengusaha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Warga Negara asing dapat diterima bekerja sebagai karyawan dan\u002Fatau\ntenaga ahli apabila memenuhi persyaratan yang dibutuhkan oleh perusahaan serta\ntelah mendapatkan izin resmi dari instansi pemerintah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrial\">\u003Cp>4. Setiap calon karyawan yang dinyatakan lulus ujian\u002Fseleksi harus\nmenandatangani surat perjanjian kerja seta menempuh masa percobaan selama 3\n(tiga) bulan terhitung sejak karyawan yang bersangkutan mulai bekerja, dan\napabila perusahan menilai\u002F menganggap kondite calon karyawan dianggap mampu,\nmaka dapat diangkat menjadi karyawan tetap dan masa percobaan tersebut sudah\ndiperhitungkan sebagai masa kerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>5. Selama berlangsung masa percobaan, baik karyawan maupun perusahaan dapat\nmengadakan pemutusan hubungan kerja tanpa syarat apapun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Karyawan yang telah diterima bekerja di PT. Agung Pelita Industrindo\ntidak diperkenankan untuk bekerja di perusahaan lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Penerimaan karyawan di PT. Agung Pelita Industrindo tidak dipungut biaya\napapun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 10 Mutasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Mutasi pekerja adalah hak dan wewenang pimpinan, dan pimpinan akan\nmenempatkan pekerja sesuai dengan situasi dan kondisi pekerjaan bagi pekerja\nyang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekerja tidak dapat menolak mutasi, kecuali dengan mengemukakan\nalasan-alasan yang jelas yang dapat diterima perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Setiap mutasi pekerja dari bagian satu ke bagian lain, pekerja secepatnya\ndiwajibkan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja yang baru.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Mutasi tidak mengurangi upah yang telah didapatkan sebelum terjadi\nmutasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Dalam hal terjadi mutasi massal (lebih dari 10 orang) dari bagian ke\nbagian lain, maka pengusaha wajib memberitahukan kebijakan mutasi tersebut\nkepada pengurus serikat pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Mutasi dilaksanakan dengan alasan adanya pengurangan di bagian semula,\nadanya kekosongan di bagian lain, memberikan kesempatan untuk mendapatkan\nkemajuan\u002Fmemperbaiki Kinerja dalam bekerja, fisik pekerja yang tidak\nmemungkinkan sesuai dengan surat keterangan dokter, tidak mampu bekerja dan\nbekerja sama di bagian semula dan di promosikan ke tempat lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 11 Promosi, Demosi, Dan Rotasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>A. Promosi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Promosi dilakukan atas dasar penilaian dari pengusaha. terhadap pekerja\nyang bertujuan untuk mengerbangkan sumber daya manusia dan untuk memacu\nsemangat kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Promosi diusulkan oleh pimpinan departemen kepada pimpinan perusahaan\nsecara tertulis.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Promosi diajukan 1(satu) kali dalam 1(salu) tahun, yang dapat disesuaikan\ndengan kebutuhan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Dalam masa pra-promosi karyawan yang bersangkutan sudah berhak\nmendapatkan tunjangan jabatan sesuai dengan tingkatannya, dan apabila dinilai\ntidak cakap atau gagal, maka karyawan tersebut akan dikembalikan kepada jabatan\nsemula dan tunjangan jabatannya secara otomatis tidak diberikan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>B. Demosi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Demosi adalah wewenang penuh dari perusahaan dan dilaksanakan berdasarkan\npenilaian dari pengusaha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Demosi diusulkan oleh pimpinan yang bersangkutan atau pimpinan perusahaan\nsecara tertulis\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Demosi diberikan kepada pekerja atas penilaian kinerja, sikap, perilaku,\ntidak dapat bekerja sama dengan pimpinan, bawahan, atau rekan kerja, karena\ndinilai tidak mampu dalam melaksanakan tugas sesuai dengan fungsi jabatan\u002F\npekerjaannya, karena pekerja yang bersangkutan telah melakukan\nkesalahan-kesalahan fatal tau pelanggaran yang telah diperingatkan sebelumnya\nsecara tertulis maupun lisan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Demosi penurunan jabatan dapat juga dilakukan apabila:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Departemen \u002F bagian tutup\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Kebutuhan karyawan berkurang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Jabatan setingkat sudah ada atau lebih dari satu\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Demosi pada dasarnya tidak dapat diberikan, bilamana hal itu terpaksa\ndilakukan, maka kepada pekerja sebelumnya harus diberitahukan terlebih dahulu,\ndan demosi tidak mengurangi gaji pokok.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>C. Rotasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Rotasi adalah perpindahan tugas kerja sementara di departemen lainnya\ndengan tidak mengubah status jabatan dan tidak mengurangi upah yang diterima\n(diperbantukan).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Rotasi adalah wewenang pimpinan departemen dengan memberitahukan secara\nlisan maupun tertulis kepada bagian personalia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 12 Penggolongan Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-jobclassifaction1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-jobclassifaction1_txt\">\u003Cp>Golongan Pekerja Di PT. Agung Pelita Industrindo terdiri dari :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Gol 1: Operator \u002F Karyawan biasa\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Gol 2: - Kepala Regu\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Administrasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Gol 3: - Mandor\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Staff\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Gol 4: - Chief\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Senior Chief\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ass. Manager\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Gol 5 : Manager\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Gol 6 : General Manager\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 13 Hak Dan Kewajiban Pekerja Dan Pengusaha\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Hak Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Setiap pekerja berhak atas upah sebagai imbalan dari kerja yang\ndilakukannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Setiap pekerja berhak atas cuti\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Setiap pekerja berhak memperoleh perlindungan keselamatan, keamanan dan\nkesehatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Setiap pekerja berhak atas perlakuan yang sama\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Setiap pekerja berhak mengemukakan saran-saran konstruktif bagi\nperusahaan melalui alasan, SPSI alau kotak saran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Setiap pekerja berhak untuk menjadi dan tidak menjadi anggota\u002Fpengurus\nserikat pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g. Setiap pekerja. berhak untuk mendapatkan pembelaan dari serikat\npekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Kewajiban Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Keluar masuk melalui pintu masuk pabrik diperiksa oleh petugas keamanan\ndan pekerja wajib memakai pakaian seragam, kart pengenal (ID Card), memakai\nAPD, memakai sepatu dan tidak diperbolehkan membawa tas ke lingkungan pabrik.\nApabila tidak mengindahkan kewajiban ini, maka pengusaha dapat memerintahkan\nkaryawan pulang, kecuali sebelumnya ada pemberitahuan kepada pimpinannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Pekerja wajib absen di mesin absensi (finger print) sebelum masuk dan\npulang kerja setelah bel berbunyi. Dan apabila tidak absen (finger print) walau\npekerja hadir, maka dianggap tidak masuk kerja, kecuali pekerja tersebut segera\nmelapor kepada pimpinannya. Bila karyawan kesiangan melebihi jam kerja, maka\nkaryawan tersebut tidak diperbolehkan masuk kerja kecuali sebelumnya ada\npemberitahuan kepada pimpinannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Mengikuti dan mematuhi petunjuk-petunjuk atau instruksi yang berhubungan\ndengan pekerjaan, tugas dan tanggung jawab yang diberikan oleh pimpinan yang\nbersangkutan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Melaksanakan seluruh tugas dan kewajiban yang diberikan oleh pimpinan\nyang berhubungan dengan pekerjaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Menjaga dan memelihara dengan baik semua barang milik perusahaan dan agar\nsegera melapor kepada pimpinan apabila mengetahui hal-hal yang dapat\nmenimbulkan bahaya dan kerugian bag perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Menjaga rahasia perusahaan terhadap siapapun mengenai segala sesuatu yang\ndiketahui di dalam perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g. Melaporkan segera kepada bagian personalia apabila ada\nperubahan-perubahan terhadap status diri pekerja, susunan keluarga, perubahan\nalamat melalui pimpinan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h. Bekerja dengan jujur, tertib, teliti, dan bersemangat untuk kepentingan\nperusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i. Memelihara keutuhan dan kerjasama dalam lingkungan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>j. Mentaati tata tertib perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>k. Saling hormat menghormati, menjadi tauladan bagi pekerja lainnya di\nlingkungan perusahaan Mengembalikan barang-barang milik perusahaan yang\ndipergunakan selama bekerja, jika berhenti bekerja dan akan dipotong upahnya\nsesuai harga yang ditentukan oleh perusahaan bila tidak dapat\nmengembalikannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Hak Pengusaha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Memberikan perintah atau pekerjaan yang layak kepada pekerja selama waktu\nkerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Meminta pekerja untuk melakukan kerja lembur dengan mengindahkan\nketetapan pemerintah yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Menetapkan tata tertib atau peraturan kerja dan atau peraturan pelengkap\ndalam perusahaan dengan mengindahkan ketetapan pemerintah yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Untuk kepentingan operasional dan produktivitas kerja, perusahaan dapat\nmemutasikan, mempromosikan, atau mendemosikan dan rotasi pekerja, menugaskan\nkerja ke seluruh wilayah Indonesia dengan biaya akan diatur sesuai dengan jarak\ndan keperluannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Memutuskan hubungan kerja dengan memperhatikan ketentuan dalam\nUndang-Undang Ketenagakerjaan yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Mengatur jalannya pekerjaan dan tempat pekerja untuk bekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Kewajiban Pengusaha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Memberikan upah atau imbalan lain yang layak sesuai atau jasa yang telah\ndiberikan oleh pekerja dan sesuai dengan. peraturan yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Mentaati semua peraturan atau ketetapan pemerintah di bidang\nketenagakerjaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Memperhatikan kesejahteraan pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-code_application\">\u003Cp>d. Melaksanakan Kegiatan keselamatan kerja sesuai undang. undang nomor 1\ntahun 1970, tentang keselamatan dan kecelakaan kerja\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>e. Perusahaan berkewajiban bermusyawarah untuk mencapai mufakat dengan\npekerja\u002Fserikat pekerja dalam membuat peraturan baru baik yang bersifat\ninsidentil\u002Fsementara maupun tetap, dan dalam penyelesaian perselisihan\nketenagakerjaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 14 Karyawan Teladan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Berdasarkan keputusan dan kebijakan perusahaan, kepada pekerja yang memenuhi\nkriteria-kriteria penilaian di bawah in ole pengusaha akan diberikan\npenghargaan sebagai kandidat karyawan teladan yaitu:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Pekerja yang rajin dan berdisiplin (absensi, ketaatan dan loyalitas\nterhadap perusahaan)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekerja yang mempunyai kemampuan (pengetahuan, kecakapan kerja,\nkapabilitas, dan pencapaian target)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pekerja yang berkepribadian (sikap, etika, mental, kerapian, hormat, dan\nperilaku)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pekerja yang bertanggung jawab (pelaporan, antusiasme terhadap pekerjaan,\nhasil, kecepatan dan respon)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Pekerja yang peduli keselamatan (kebersihan,kenyamanan, kesehatan,\nketertiban dan keamanan)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Pekerja yang mempunyai kepemimpinan (inovatif, solusi, kreativitas,\nwibawa, kemandirian, kerjasama)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Bagi karyawan yang terpilih menjadi karyawan teladan, akan diberikan\npenghargaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 15 Mangkir\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Pekerja\u002Fburuh yang mangkir selama 5 (lima) hari kerja atau lebih\nberturut-turut tanpa keterangan secara tertulis yang dilengkapi dengan bukti\nyang sah dan telah dipanggil oleh pengusaha 2 (dua) kali secara patut dan\ntertulis dapat diputus hubungan kerjanya karena dikualifikasi mengundurkan\ndiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Keterangan tertulis dengan bukti yang sah sebagaimana dimaksud dalam ayat\n(1) harus diserahkan paling lambat pada hari pertama pekerja\u002Fburuh masuk\nbekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Yang dimaksud dengan dipanggil secara patut\u002Flayak sebagaimana dimaksud\ndalam ayat (1) adalah pekerja yang bersangkutan telah dipanggil oleh perusahaan\nmelalui surat panggilan tertulis sebanyak-banyanya 2 (dua) kali dan telah\nditerima pekerja, keluarga yang bersangkutan atau mewakili (Ketua RT\u002FRW) yang\nbersangkutan dengan disertai bukti tanda terima surat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pekerja yang tidak masuk bekerja sebagaimana dimaksud dalam ayat (1)\nkarena melakukan mogok kerja yang dilakukan sesuai peraturan perundang-undangan\nyang berlaku, maka tidak dapat dinyatakan sebagai mangkir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Pekerja yang mangkir sebagaimana disebut pada ayat (1) di atas, tidak\nberhak mendapatkan uang pesangon, tidak mendapatkan uang penghargaan masa\nkerja, tetapi berhak mendapatkan uang penggantian hak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 16 Pelanggaran Disiplin Dan Sanksi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pihak pengusaha dan pihak serikat pekerja sepakat untuk menegakkan dan\nmenjalankan disiplin kerja yang diatur dalam perjanjian kerja bersama ini.\nSanksi yang diberikan terhadap pekerja dimaksudkan sebagai tindakan perbaikan\ndan pengarahan sikap serta tingkah laku pekerja yang tidak sesuai dengan aturan\nyang ditetapkan bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Pelanggaran tingkat Pertama\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Datang terlambat tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Pulang cepat tanpa alasan atau meninggalkan tempat kerja tanpa izin\natasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Tidak mengenakan pakaian seragam kerja yang telah ditentukan dari mulai\nhari Senin sampai hari Jumat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Melakukan pekerjaan yang bukan tugasnya dan memasuki; ruangan lainnya\nyang bukan kegiatannya, kecuali atas permintaan atau perintah atasannya dan ada\nhubungannya dengan pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Memakai bahan baku pendukung produksi untuk keperluan pribadi tapa izin\ndari atasannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Karyawan tidak memenuhi\u002Fmencapai hasil produksi sesuai standar yang telah\nditentukan perusahaan dimana sebelumnya karyawan telah diberikan pengarahan,\npelatihan\u002F pendidikan dan cara kerja yang benar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g. Pelanggaran lainnya yang sifat atau tingkatannya sama seperti butir-butir\ndi atas\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pelanggaran Tingkat Kedua\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Pengulangan atas pelanggaran pertama\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Menjalankan kendaraan milik perusahaan tanpa izin pimpinan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Melakukan pekerjaan di luar dari tugas yang diperintahkan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Bermalas-malasan dalam jam kerja dan meninggalkan tanggung jawab\npekerjaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Tidak bersedia diperiksa oleh petugas keamanan pada saat keluar mask\nlingkungan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Lebih dari 2 (dua) kali datang terlambat tanpa alasan yang wajar\u002Fjelas\ndalam waktu 1 (satu) bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g. Menolak perintah yang layak dari pimpinan yang bersangkutan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h. Tidak menggunakan alat perlengkapan keselamatan dan kesehatan kerja\n(APD)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i. Pekerja melakukan kesalahan BS\u002FReject produksi yang mengakibatkan\nkerugian perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>j. Pelanggaran lain yang sifat atau tingkatannya. sama seperti butir-butir\ndi atas\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pelanggaran Tingkat Ketiga\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Pengulangan atas pelanggaran kedua\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Tidak masuk kerja tanpa alasan yang jelas (mangkir)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Melakukan kegiatan kampanye\u002Fpromosi, pengumpulan tanda tangan yang\nsifatnya menghasut dan membuat keresahan atau kegiatan lain yang sejenis\ndidalam lingkungan perusahaan tanpa izin perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Marah, mengkritik dengan menggunakan kata-kata kasar\u002F tidak senonoh\nterhadap sesama pekerja atau pimpinan dan sebaliknya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Memperdebatkan atau mempertentangkan hal-hal yang berhubungan dengan\npolitik, ras, suku dan golongan sehingga menimbulkan keresahan di tempat\nkerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Melakukan perbuatan atau tindakan yang bertentangan dengan hak-hak asasi\nmanusia\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g. Menjual barang-barang di lingkungan perusahaan dan meminjamkan uang\nkepada pekerja lainnya dengan dibebankan bunga uang yang tinggi (rentenir)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h. Tidak memberikan informasi kepada pimpinan atas segala kemungkinan yang\ndapat menimbulkan kerugian bagi perusahaan atau barang orang Melakukan\nkecerobohan\u002Fkelalaian yang mengakibatkan kecelakaan kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pelanggaran Tingkat Keempat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Pengulangan atas pelanggaran kedua dan atau ketiga\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Menolak dipekerjakan dengan sistem kerja shift\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Tidur dalam jam kerja, kecuali sakit dan dengan izin atasannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Karena keteledoran pekerja, baik sengaja maupun tidak sengaja\nmenghilangkan barang inventaris yang telah diberikan kepada pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Pelanggaran Tingkat Kelima\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Pengulangan atas pelanggaran kedua, ketiga, keempat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Menolak dipindahkan kebagian lain\u002Fmutasi\u002Fdemosi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Melakukan perbuatan tidak senonoh (seksual) di lingkungan kerja\n(fisik)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 17 Kesalahan Fatal\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan akan memberi sanksi yang berat terhadap pokeria yang telah\nmelakukan kesalahan fatal seperti tersebut di bawah ini :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Melakukan penipuan, pencurian atau penggelapan barang dan\u002Fatau uang milik\nperusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Memberikan keterangan palsu atau dipalsukan baik tertulis maupun lisan,\nsehingga merugikan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Mabuk, minum minuman keras yang memabukan, memakai dan\u002F atau mengedarkan\nnarkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya di lingkungan kerja \u002F\npabrik.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sexualhar\">\u003Cp>4. Melakukan perbuatan asusila, pelecehan seksual dan kekerasan fisik,\nperjudian, perlakuan yang tidak layak kepada pimpinan, bawahan dan atau sesama\nrekan kerja berupa kata-kata lisan dan tulisan yang agak kasar (vulgar) yang\nberdampak psikologis\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-violence\">\u003Cp>5. Menerang, menganiaya, mengancam, menghina secara kasar, mengintimidasi\ndan membunuh teman sekerja, pengusaha atau keluarga pengusaha di dalam\nlingkungan perusahaan\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>6. Membujuk teman sekerja atau pengusaha untuk melakukan perbuatan yang\nbertentangan dengan peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama atau\nperundang-undangan yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Dengan ceroboh atau sengaja merusak atau membiarkan dalam keadaan bahaya\nmilk perusahaan yang menimbulkan kerugian bagi perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Dengan ceroboh atau sengaja membiarkan teman sekerja tau pengusaha dalam\nkeadaan bahaya di tempat kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Membongkar atau membocorkan yang menjadi rahasia perusahaan yang\nseharusnya dirahasiakan kecuali untuk kepentingan Negara\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10. Melakukan perbuatan lainnya di lingkungan perusahaan yang diancam pidana\npenjara lima tahun atau lebih\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11. Menjadi anggota atau pengurus organisasi politik atau organisasi\nmasyarakat dari partai yang dilarang pemerintah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12. Menyalahgunakan wewenang atau jabatan untuk kepentingan pribadi, meminta\natau menerima hadiah berupa barang atau uang dari pekerja atau pihak lain dalam\nkaitannya dengan tugas perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13. Menempelkan, mengedarkan, menyebarluaskan atau membentangkan spanduk,\nposter, tulisan, plakat, dan lain-lainnya yang tidak ada hubungannya dengan\npekerjaan di lokasi perusahaan untuk tujuan lain yang dapat mengganggu suasana\nkerja atau pekerjaan atau semata-mata untuk mencemarkan nama baik pengusaha,\npekerja atau perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14. Membawa atau menggunakan senjata api, senjata tajam atau sejenisnya yang\ndapat membahayakan keselamatan atau jiwa pekerja atau pengusaha di lokasi\nperusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15. Melakukan mogok kerja yang tidak sah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>16. Turut serta atau membantu melakukan tindakan pidana\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>17. Melakukan tindakan provokasi baik di dalam maupun di luar perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>18. Pekerja diketahui bekerja di perusahaan lain tanpa seizin pimpinan\nperusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>19. Memberikan ijazah palsu\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>20. Kedapatan menyalahgunakan surat keterangan dokter\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>21. Penyampaian keluh kesah tidak boleh mencoret-coret tembok dinding toilet\nataupun tembok dinding lainnya, apabila ketahuan maka dapat diproses PHK\ndikategorikan kesalahan fatal\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>22. Melakukan mogok kerja yang tidak sah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Kesalahan fatal sebagaimana dimaksud di atas harus didukung dengan bukti\nsebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Pekerja tertangkap tangan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Ada pengakuan dari pekerja yang bersangkutan baik secara lisan maupun\ntertulis.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Bukti lain berupa laporan kejadian atau berita acara pemeriksaan yang\ndibuat oleh pihak yang berwenang di perusahaan dan didukung sekurang-kurangnya\noleh 2 (dua) orang saksi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Kesalahan-Kesalahan seperti tersebut di atas, maka pekerja, akan diputus\nhubungan Kerjanya dan hanya akan mendapatkan uang penggantian hak, tidak\nmendapatkan uang pisah, tidak mendapatkan uang pesangon, tidak mendapatkan uang\npenghargaan masa kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 18 Penerapan Sanksi-sanksi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Pelanggaran tingkat pertama diberikan sanksi peringatan lisan (surat\nteguran tertulis)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pelanggaran tingkat kedua diberikan surat peringatan pertama\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pelanggaran tingkat ketiga diberikan surat peringatan kedua\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pelanggaran tingkat keempat diberikan surat peringatan ketiga\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Pelanggaran tingkat kelima pemutusan hubungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Karyawan yang di PHK oleh perusahaan, tidak diberikan surat pengalaman\nkerja, tetapi hanya akan diberikan surat keterangan telah diproses PHK.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 19 Ketentuan Surat Peringatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Surat peringatan pertama, kedua, dan terakhir (ketiga) masing-masing\nmempunyai masa berlaku 6 (enam) bulan sejak tanggal diberikannya surat\nperingatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Surat peringatan tidak perlu diberikan menurut urutan\u002Ftingkatan surat\nperingatan, tetapi dapat dinilai menurut besar kecilnya pelanggaran\u002FKesalahan\nyang dilakukan pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Apabila dalam masa berlaku surat peringatan yang bersangkutan mash\nmelakukan pelanggaran, maka pengusaha dapat memberikan peringatan selanjutnya\ndan\u002Fatau skorsing atau langsung diproses pemutusan hubungan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 20 Skorsing\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Skorsing dibagi 2 (dua), yaitu :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>A. Skorsing Proses PHK\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Sebelum putusan izin PHK diberikan oleh lembaga penyelesaian perselisihan\nhubungan industrial belum ditetapkan, pengusaha dapat melakukan skorsing kepada\npekerja yang bermasalah tersebut\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Skorsing harus dilakukan secara tertulis dan disampaikan kepada pekerja\nyang bersangkutan dengan alasan yang jelas dan kepada yang bersangkutan harus\ndiberikan kesempatan untuk membela diri\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Skorsing berlaku paling lama 6 (enam) bulan sejak tanggal skorsing\ndiberikan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Selama skorsing berlangsung, pengusaha wajib memberikan upah paling sedikit\nsebesar 100%\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Setelah masa skorsing selesai dan belum ada putusan dari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Panitia Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial, maka upah selanjutnya\nditentukan oleh Panitia Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>B. Skorsing Proses Pembinaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Diberikan kepada karyawan yang telah melanggar peraturan, namun masih\ndiberi kesempatan untuk tetap bekerja baik di bagian semula maupun bagian baru\natau penurunan ke jabatan baru.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Perusahaan tidak berkewajiban membayar gaji selama masa skorsing\npembinaan (no work no pay)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Skorsing pembinaan paling lama 7 (tujuh) hari Kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 21 Mengundurkan Diri\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pekerja\u002Fburuh yang mengundurkan diri harus memenuhi persyaratan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Dapat dilakukan dengan syarat memberlakukan kepada pengusaha secara\ntertulis sekurang-kurangnya 30 hari sebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Telah ada persetujuan dari pimpinan yang bersangkutan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Tidak terikat dalam ikatan dinas atau bekerja ditempat lain\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Selama permohonan tersebut belum disetujui, pekerja harus tetap\nmenjalankan pekerjaannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 22 Pemutusan Hubungan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Tata cara atau prosedur pemutusan hubungan kerja oleh perusahaan\ndilaksanakan sesuai dengan ketentuan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang\nKetenagakerjaan, PP 35 tahun 2021 dan peraturan pelaksanaannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pemutusan hubungan kerja dapat disebabkan karena:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Meninggal dunia\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Mengundurkan diri atas kemauan sendiri\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Melakukan kesalahan fatal\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Pekerja mencapai usia pensiun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Diputus hubungan kerjanya oleh perusahaan atas izin Panitia PPHI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Pekerja sakit berkepanjangan dan\u002Fatau terus menerus selama 12 bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g. Mangkir berturut-turut selama 5 (lima) hari kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h. Tidak lulus masa percobaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i. Perusahaan melakukan penggabungan, peleburan, pengambilalihan, atau\npemisahan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>j. Perusahaan melakukan efisiensi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>k. Perusahaan tutu I.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>l. Perusahaan pailit\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>m. Adanya permohonan pemutusan hubungan kerja yang diajukan oleh\npekerja\u002Fburuh dengan alasan pengusaha melakukan perbuatan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Menganiaya, menghina secara kasar, atau mengancam pekerja\u002Fburuh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Membujuk dan atau menyuruh pekerja\u002Fburuh untuk melakukan perbuatan yang\nbertentangan dengan peraturan perundang-undangan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Tidak membayar Upah tepat pada waktu yang telah ditentukan selama 3 (tiga)\nbulan berturut-turut atau lebih, meskipun Pengusaha membayar Upah secara tepat\nwaktu sesudah itu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Tidak melakukan kewajiban yang telah dijanjikan kepada pekerja \u002Fburuh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Memerintahkan pekerja\u002Fburuh untuk melaksanakan pekerjaan diluar yang\ndijanjikan atau\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Memberikan pekerjaan yang membahayakan jiwa, keselamatan, kesehatan dan\nkesusilaan pekerja\u002Fburuh sedangkan pekerjaan tersebut tidak dicantumkan pada\nperjanjian kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>n. Pekerja\u002Fburuh tidak dapat melakukan pekerjaan selama 6 bulan akibat\nditahan pihak yang berwajib karena diduga melakukan tindak pidana\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pemutusan hubungan kerja yang tidak diperbolehkan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Selama bekerja berhalangan menjalankan pekerjaannya karena keadaan sakit\nmenurut surat keterangan dokter selama waktu tidak melebihi 12 bulan terus\nmenerus.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Selama pekerja berhalangan menjalankan pekerjaan karena pekerja memenuhi\nkewajiban terhadap Negara yang ditetapkan oleh undang-undang atau menjalankan\nibadah yang lazim dan diperintahkan oleh agamanya seta disetujui oleh\npemerintah dan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Syarat-syarat lainnya seperti yang tercantum dalam ketentuan\nUndang-Undang yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 23 Usia Pensiun\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Pekerja memasuki usia pensiun apabila sudah berusia 55 (Lima\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Puluh Lima) tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Bilamana dianggap perlu dengan persetujuan kedua belah pihak, maka\nhubungan kerja karyawan yang akan menjalani masa pensiun dapat diperpanjang\nkembali dengan perjanjian kerja tersendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 24 Kompensasi Uang Pemutusan Hubungan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay\">\u003Cp>Penetapan uang pesangon dan uang penghargaan masa Kerja adalah sebagaimana\ndiatur dalam Undang-undang nomor 11 tahun 2020 tentang ketenagakerjaan dan PP\n35 tahun 2021, adalah sebagai\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Uang Pesangon\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay1\">\u003Cp>a. Masa kerja kurang dari 1 tahun. 1 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number_1_tenure\">\u003Cp>b. Masa kerja 1 tahun atau lebih, tetapi kurang dari 2 tahun, 2 bulan\nupah\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>c. Masa kerja 2 tahun atau lebih, tetapi kurang dari 3 tahun, 3 bulan\nupah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Masa kerja 3 tahun atau lebih, tetapi kurang dari 4 tahun, 4 bulan\nupah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Masa kerja 4 tahun atau lebih, tetapi kurang dari 5 tahun, 5 bulan\nupah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number\">\u003Cp>f. Masa kerja 5 tahun atau lebih, tetapi kurang dari 6 tahun, 6 bulan\nupah\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>g. Masa kerja 6 tahun atau lebih, tetapi kurang dari 7 tahun, 7 bulan\nupah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h. Masa kerja 7 tahun atau lebih, tetapi kurang dari 8 tahun, 8 bulan\nupah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i. Masa kerja 8 tahun atau lebih, 9 bulan upah\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Uang Penghargaan Masa Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Masa kerja 3 tahun atau lebih, tetapi kurang dari 6 tahun, 2 bulan\nupah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Masa kerja 6 tahun atau lebih, tetapi kurang dari 9 tahun, 3 bulan\nupah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Masa kerja 9 tahun atau lebih, tetapi kurang dari 12 tahun, 4 bulan\nupah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Masa kerja 12 tahun atau lebih, tetapi kurang dari 15 tahun, 5 bulan\nupah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Masa kerja 15 tahun atau lebih, tetapi kurang dari 18 tahun, 6 bulan\nupah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Masa kerja 18 tahun atau lebih, tetapi kurang dari 21 tahun, 7 bulan\nupah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g. Masa kerja 21 tahun atau lebih, tetapi kurang dari 24 tahun, 8 bulan\nupah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h. Masa kerja 24 tahun atau lebih, 10 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Uang Penggantian Hak\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Cuti tahunan yang belum diambil atau belum gugur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Biaya atau ongkos pulang untuk pekerja dan keluarganya ke tempat dimana\npekerja diterima bekerja ditetapkan sebesar Rp. 50.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Uang Pisah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Uang pisah diberikan bagi pekerja yang mengundurkan diri\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Besarnya uang pisah yang diberikan oleh perusahaan bagi pekerja yang\nmengundurkan diri setelah memenuhi persyaratan adalah sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Masa kerja 6 tahun atau lebih, tetapi kurang dari 8 tahun, diberikan 2\nbulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Masa kerja 8 tahun atau lebih, tetapi kurang dari 10 tahun. diberikan 3\nbulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Masa kerja 10 tahun atau lebih, tetapi kurang dari 12 tahun, diberikan 4\nbulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Masa kerja 12 tahun atau lebih, tetapi kurang dari 14 tahun, diberikan 5\nbulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Masa kerja 14 tahun atau lebih, tetapi kurang dari 16 tahun, diberikan 6\nbulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Masa kerja 16 tahun atau lebih, diberikan 8 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB V PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 25 Penyampaian dan Penyelesaian Keluh Kesah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pengusaha dan Serikat Pekerja bersepakat bahwa setiap Keluh Kesah. pekerja\ndan pengusaha akan diselesaikan dengan seadil- adilya dan secepat mungkin\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Setiap pekerja dapat menyampaikan saran, kritik dan pendapat yang\nmembangun mengenai perusahaan ataupun hubungan kerja didalam perusahaan kepada\npimpinan langsung, perusahaan atau serikat pekerja pada setiap waktu dengan\ntidak mengganggu kegiatan keria atau dapat juga menyampaikannya melalui kontak\nsaran yang telah disediakan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Apabila terjadi keluh kesah, maka dapat dirundingkan secara musyawarah\nuntuk mencapai mufakat dengan cara bipartit (intern), dan apabila tidak dapat\ndiselesaikan, maka dapat minta bantuan kepada mediator Lembaga Ketenagakerjaan\nyang lebih tinggi untuk dicari penyelesaiannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-strikes_trigger\">\u003Cp>3. Penyampaian keluh kesah atau protes yang mengakibatkan berhentinya\naktivitas kerja dan merugikan perusahaan, akan dikategorikan sebagai mogok\nkerja yang tidak sah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4. Penyampaian keluh kesah atau protes yang melibatkan banyak karyawan harus\ndengan izin (pemberitahuan) pihak perusahaan, serikat pekerja dan pihak\nberwenang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 26 Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-direct_participation_hrs\">\u003Cp>1. Perselisihan Hubungan Industrial adalah perbedaan pendapat yang\nmengakibatkan pertentangan antara pengusaha dengan pekerja atau serikat pekerja\nkarena adanya perselisihan mengenai hak, perselisihan kepentingan, perselisihan\npemutusan hubungan kerja dan perselisihan antar serikat pekerja dalam suatu\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Perselisihan hubungan industrial wajib diupayakan penyelesaiannya.\nterlebih dahulu melalui perundingan bipartit secara musyawarah untuk mencapai\nmufakat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Dalam hal perundingan secara bipartit dalam jangka, waktu 30 hari gagal,\nmaka salah satu kedua belah pihak mencatatkan perselisihannya ke instansi yang\nbertanggung jawab dibidang ketenagakerjaan setempat dengan melampirkan bukti\nbahwa upaya penyelesaian sudah ada tapi gagal\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Kedua belah pihak dapat memilih tawaran\u002Fanjuran dari instansi\nketenagakerjaan dalam penyelesaian perselisihan hubungan industrial melalui\nkonsiliasi atau mediasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Dalam hal penyelesaian melalui konsiliasi atau mediasi tidak mencapai\nkesepakatan, maka salah satu pihak dapat mengajukan gugatan ke Pengadilan\nHubungan Industrial (lihat prosedur PPHI)\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VI HARI KERJA, HARI LIBUR DAN CUTI\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 27 Penetapan Waktu Kerja dan Istirahat\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Setiap pengusaha wajib melaksanakan ketentuan waktu kerja bagi pekerja\nyang dipekerjakan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday_select\">\u003Cp>2. Waktu kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek_select\">\u003Cp>a. 7 (tuith) jam dalam 1 (satu) hari dan 40 jam dalam 1 (satu) minggu untuk\n6 (enam) hari kerja dalam 1 (satu) minggu, atau\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>b. 8 (delapan( jam dalam 1 (satu) hari dan 40 jam dalam 1 (satu) minggu\nuntuk 5 (lima) hari kerja dalam 1 (satu) minggu\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>c. Bila sewaktu-waktu perusahaan berencana akan merubah waktu kerja seperti\nhalnya dalam ayat (2) a dan b, maka sebelumnya harus dirundingkan dengan\nserikat pekerja dan segera disosialisasikan kepada seluruh pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SUNDAY_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-OVERTIME_trigger\">\u003Cp>3. Dalam hal pengusaha mempekerjakan pekerja melebihi ketetapan waktu kerja\nsebagaimana dimaksud pada ayat (2), pengusaha, wajib membayar upah waktu kerja\nlembur Kepada pekerja\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-schedulesrestpw\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SCHEDULE_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-bankholidays1\">\u003Cp>4. Bila mempergunakan sistem. 7 (tujuh) lam dalam 1 (satu) hari, maka hari\nkerja perusahaan adalah hari Senin sampai dengan Sabtu, hari Minggu dan\u002Fatau\nhari-hari libur resmi nasional adalah hari libur, kecuali perusahaan\nmenghendaki; untuk masuk bekerja\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>maka diperhitungkan sebagai hari kerja lembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Jam kerja di perusahaan diatur sebagai berikut\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Shift I\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Hari Senin - Kamis : Masuk kerja : pukul 07.00 - 15.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>: istirahat : pukul: pukul 12.00 - 13.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Hari Jumat: Masuk kerja : pukul 07:00 - 15.15 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>: istirahat: pukul 11:30 - 12.45 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Hari Sabtu : Masuk kerjal: pukul 07.00 - 12.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>: Tidak ada istirahat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Shift II\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Hari Senin - Kamis: Masuk kerja : pukul 15.00 - 22.50 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>: istirahat : pukul 18.00 - 18.50 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Hari Jumat: Masuk kerja : pukul 15:15 - 22:45 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>: Istirahat : pukul 18:00 -18.45 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Hari Sabtu: Masuk kerja: pukul 12.00 - 17.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>: Tidak ada istirahat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Shift III \u002F Long Shift\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Hari Senin - Jumat : Masuk kerja : pukul 23.00 - 07.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>: istirahat : pukul 03.00 - 04.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Hari Sabtu: Masuk kerja: pukul 17.00 - 22.00 WIB\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>: Tidak ada istirahat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Jam istirahat tidak diperhitungkan sebagai jam kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Untuk kepentingan operasional perusahaan, maka pekerja harus bersedia\nuntuk dipekerjakan secara shift dengan cara bergantian seminggu sekali.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Pengaturan shift dapat berubah-ubah sesuai dengan kondisi dan kepentingan\nperusahaan dengan terlebih dahulu diberitahukan kepada serikat pekerja dan\npekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Bila diperlukan, perusahaan dapat melakukan perubahan atau pergeseran\nhari keria.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10. Bagi karyawan atau bagian tertentu yang jenis pekerjaannya tidak bisa\nditinggal libur seperti bagian teknisi\u002Fengineering &amp; Security, maka waktu\ndan jam kerjanya diatur dengan sistem libur di hari kerja biasa, hari minggu\ndianggap sebagai hari kerja biasa (sistem off).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11. Perusahaan wajib melapor ke Dinas Tenaga kerja dalam hal penyimpangan\njam kerja tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 28 izin Meninggalkan Pekerjaan dengan Mendapat Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-marriage\">\u003Cp>1. Pekerja menikah, dibayar untuk selama 3 (tiga) hari\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Menikahkan anak nya, dibayar untuk selama 2 (dua) hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Mengkhitankan anaknya, dibayar untuk selama 2 (dua) hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Membaptiskan anaknya, dibayar untuk selama 2 (dua) hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleave\">\u003Cp>5. Istri melahirkan atau keguguran kandungan, dibayar untuk selama 2 (dua)\nhari\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelatives\">\u003Cp>6. Suami\u002Fistri, orangtua\u002Fmertua dan\u002Fatau anak\u002Fmenantu meninggal dunia,\ndibayar untuk selama 2 (dua) hari\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>7. Anggota keluarga selain sebagaimana dimaksud dalam ayat (6) yang tinggal\ndalam 1 (satu) rumah meninggal dunia, dibayar untuk selama 1 (satu) hari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Izin meninggalkan pekerjaan tersebut harus diperoleh terlebih dahulu dari\npimpinan perusahaan, kecuali dalam keadaan mendesak, dapat memberitahukan lewat\ntelepon dan\u002Fatau pada hari berikutnya dengan membawa bukti yang otentik dari\nyang berwenang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 29 Izin Pribadi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Izin pribadi adalah izin meninggalkan pekerjaan diluar yang diatur dalam\npasal 28 di atas\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Izin pribadi hanya diberikan 1 (satu) hari keria\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Apabila izin pribadi lebih dari 1 (satu hari Kerja, maka pada hari kedua\nkaryawan tersebut harus memberitahukan Kepada pimpinan atasannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. izin pribadi harus diperoleh terlebih dahulu dari pimpinan bagian\ndan\u002Fatau perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Izin pribadi mengurangi gaji bagi pekerja dengan status pekerja\nharian\u002Fbulanan (no work no pay)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 30 Cuti Tahunan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysweeks\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysdays\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAIDLEAV_trigger\">\u003Cp>1. Setiap pekerja yang telah bekerja selama 12 bulan terus menerus berhak\natas cuti tahunan sebanyak 12 hari kerja dengan mendapat upah.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Pelaksanaan cuti tahunan dirundingkan dahulu dengan pimpinan bagian dan\npekerja yang bersangkutan agar tidak mengganggu kelancaran operasional\nproduksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pekerja yang akan mengambil hak cuti tahunan diharuskan mengisi formulir\ndan mengajukan ke perusahaan selambat-lambatnya 6 (enam) hari sebelum tanggal\ncuti dimulai.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Hak cuti tahunan berlaku selama 1 (satu) tahun, apabila dalam jangka\nwaktu tersebut, hak cutinya tidak diambil maka hak cuti tahunan hangus, kecuali\nuntuk kepentingan perusahaan bia diperlukan dan tidak ada kompensasi uang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysfixed\">\u003Cp>5. Cuti massal berlaku untuk semua pekerja yang pelaksanaannya\ndimusyawarahkan dengan serikat pekerja, kecuali bagi pekerja yang sifat\npekerjaannya tidak dapat mengambil cuti massal, maka pelaksanaan cuti\ntahunannya dapat ditunda, dan jumlah hari dalam cuti massal mengurangi jumlah\ncuti tahunan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 31 Cuti Hamil dan Istirahat Keguguran\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleave\">\u003Cp>1. Bagi pekerja perempuan yang akan melahirkan berhak memperoleh\nistirahat\u002Fcuti hamil 1.5 (satu setengah) bulan sebelum saatnya melahirkan anak\ndan 1.5 (satu setengah) bulan setelah melahirkan anak menurut perhitungan\ndokter kandungan atau bidan\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityotherclause\">\u003Cp>2. Pekerja perempuan yang mengalami keguguran kandungan berhak memperoleh\nistirahat 1.5 (satu setengah) bulan dan\u002Fatau sesuai dengan surat keterangan\ndokter kandungan\u002Fbidan\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternity_nursing_breaks_duration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-breastfeeding_workingtime\">\u003Cp>3. Pekerja perempuan yang anaknya masih menyusui diberikan kesempatan pada\njam istirahat untuk menyusui anaknya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4. Berdasarkan pemeriksaan dokter kandungan atau bidan, usia kandungan yang\ntelah mencapai 7.5 (tujuh setengah) bulan, maka perusahaan berhak memberikan\nistirahat\u002Fcuti hamil kepada pekerja perempuan tanpa menunggu surat permohonan\ndari yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>5. Perpanjangan cuti melahirkan dapat diberikan berdasarkan keadaan yang\ndapat membahayakan pekerja perempuan atas dasar keterangan dokter kandungan\natau bidan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 32 Istirahat Haid\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-menstruationleave\">\u003Cp>1. Pekerja perempuan yang dalam masa haid merasakan sakit dan memberitahukan\nkepada pengusaha, tidak wajib bekerja pada hari pertama dan hari kedua pada\nwaktu haid.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Pekerja perempuan berhak mendapatkan istirahat haid maksimal selama 2\n(dua) hari berturut-turut pada hari pertama dan kedua masa haidnya dan tidak\nboleh terhalang dengan hari libur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Apabila hak istirahat haid tidak diambil, maka kepada pekerja perempuan\ndiberikan premi haid sebesar Rp. 100.000, - untuk 2 (dua) hari. Apabila hanya\nmengambil istirahat haid 1 (satu) hari, maka diberikan kompensasi sebesar Rp.\n50.000,- dan apabila mengambil istirahat haid selama 2 (dua) hari, maka tidak\ndiberikan uang kompensasi istirahat haidnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Tidak diberikan kepada karyawan wanita yang sedang dalam keadaan hamil\ndan cuti melahirkan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Kriteria pelaksanaan istirahat haid\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Pekerja berada di lingkungan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Apabila pekerja pulang sebelum jam istirahat Karena kondisi haidnya, maka\nsudah dianggap mengambil istirahat haid 1 (satu) hari dan istirahat haidnya\ntersisi 1 (satu) hari lagi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Apabila pekerja pulang setelah jam istirahat karena kondisi haidnya, maka\nhari tersebut dianggap masuk kerja dan sisa istirahatnya masih tetap 2 (dua)\nhari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Pekerja berada di luar perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Pekerja yang sakit dan tidak dapat masuk bekerja. karena kondisi haidnya\ndapat memberitahukan kepada perusahaan lewat telepon, faxsimile, surat tertulis\nyang dapat dititipkan kepada teman sekerja, keluarga dan lain. lain\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Setelah masuk bekerja, maka karyawan tersebut diwajibkan mengisi formulir\nistirahat haid di administrasi masing-masing bagiannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Karyawan yang mengalami haid tidak boleh diperiksa oleh dokter\u002F\nbidan\u002Fparamedis dan\u002Fatau atasannya (tidak boleh diperiksa oleh siapapun)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 33 Istirahat Khusus\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Menjalankan kewajibannya terhadap Negara\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Menjalankan ibadah yang diperintahkan agamanya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Melaksanakan tugas serikat pekerja atas persetujuan pengusaha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Melaksanakan tugas pendidikan dari perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VII PENGUPAHAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 34 Penggolongan Pengupahan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Pekerja Bulanan All-In Adalah pekerja PT. API yang sistem pengupahannya\ntidak berdasarkan kehadiran dan jam kerja dan dibayarkan sekali dalam\nsebulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekerja harian\u002FBulanan adalah pekerja PT. API yang pengupahannya\nberdasarkan kehadiran dan jam keria, dibayarkan sekali dalam sebulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Komponen upah yang berlaku di PT. Agung Pelita Industrindo\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Upah Tetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Upah pokok\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-lowwageperiod\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_provision\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_government\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_trigger\">\u003Cp>Pekerja dengan masa keria di bawah 1 (satu) tahun dan karyawan kontrak waktu\ntertentu diberikan sama dengan Upah Minimum Kota Tangerang Selatan, sedangkan\nyang bekerja di atas 1 (satu) tahun dan pekerja bulanan All In disesuaikan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Tunjangan Jabatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Tunjangan jabatan diberikan kepada pekerja yang mempunyai jabatan struktural\nyaitu;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.1 Ketua Regu\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.2 Mandor\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.3 Chief\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.4 Senior Chief\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.5 Asisten Manager\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.6 Manager\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.7 General Manager\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Upah tidak tetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Insentif Fungsional\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Diberikan kepada pekerja produksi yang kerjanya dikenakan shift, dengan\npengaturan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Karyawan operator yang masuk kerja antara tahun 1998-2006 sebesar Rp.\n27.500,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Karyawan helper yang masuk Kerja antara tahun. 1998-2006 sebesar R.\n17.500,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Karyawan seluruhnya yang masuK kerja antara tahun. 2007-2011 sebesar R.\n2.500,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Karyawan yang masuk keria dari tahun 2012 k glas tidak diberikan insentif\nfungsional\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Untuk pekerja wanita yang dalam keadaan hamil dan cuti melahirkan,\napabila jabatan sebelumnya adalah operator, maka besarnya insentif fungsional\nberkurang dikarenakan adanya pengalihan jabatan menjadi asisten operator \u002F\nhelper, maka besarnya adalah sama dengan asisten operator \u002F helper.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Apabila karyawan tersebut dirotasi atau mutasi sehingga Kerjanya menjadi\nNON SHIFT, maka uang insentif ini tidak diberikan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Premi Hadir\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Diberikan kepada karyawan tetap harian\u002Fbulanan PT. Agung Pelita\nIndustrindo, dengan pengaturan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.1. Karyawan yang mask kerja tahun 2019 = Rp. 5.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.2. Karyawan yang masuk kerja tahun 2018 = Rp.15.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.3. Karyawan yang mask kerja tahun 2015 - 2017 = Rp. 18.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.4. Karyawan yang masuk kerja dibawah tahun 2014 = Rp. 20.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Ayat (a) berlaku bagi pekerja yang hadir terus menerus dalam 1 (satu)\nbulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Pekerja yang mengambil cuti tahunan, cuti hamil, sakit dengan bukti surat\nketerangan dokter dan istirahat haid, maka premi hadir nya tidak dipotong\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Apabila dalam 1 (satu) bulan karyawan tidak masuk kerja dikarenakan izin\npribadi atau Absen\u002Fmangkir (diluar izin resmi pemerintah), maka premi hadir\ndiatur sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.1. 1 (satu) hari dipotong sebesar Rp. 5.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.2. 2 (dua) hari dipotong sebesar Rp. 10.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Bantuan Transport\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-commutingallowanceamount1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-commutingallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight focus\" id=\"clause-COMMUTE_trigger\">\u003Cp>a. Diberikan kepada karyawan dengan status harian\u002F bulanan PT. Agung Pelita\nIndustrindo sebesar Rp. 3.500,-\u002Fhari\u002Fhadir dan karyawan tetap sebesar Rp.\n4.000,-\u002Fhari\u002Fhadir\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>b. Karyawan yang mempergunakan fasilitas kendaraan antar jemput, diberikan\nsetengah dari uang bantuan transport atau sebesar Rp. 1.750,- \u002F hari \u002F hadir\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Bantuan transport akan ditinjau kembali sesuai dengan\nsituasi\u002Fperkembangan saat ini\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-NOCTPREM_trigger\">\u003Cp>4. Premi shift\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-shiftallowancetype1\">\u003Cp>Diberikan kepada pekerja yang bekerja shift II sebesar Rp. 1.500, - (Seribu\nLima Ratus Rupiah), dan shift III (long shift malam) sebesar Rp. 3.000,- (Tiga\nRibu Rupiah) per hari\u002Fhadir\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Pengurangan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Potongan Jaminan Hari Tua sebesar 2% dari upah tetap tiap bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Potongan Jaminan pensiun sebesar 1% dari upah tetap tiap bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Potongan BPJS Kesehatan 1 % dari upah tetap tiap bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Potongan pajak penghasilan pasal 21 yang besarnya disesuaikan dengan\nperaturan perundang-undangan perpajakan yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e. Potongan iuran keanggotaan serikat pekerja (bila karyawan menjadi\nanggota)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f. Potongan iuran dan atau pinjaman koperasi karyawan (bila karyawan menjadi\nanggota koperasi atau melakukan pinjaman koperasi)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g. Apabila terjadi musibah sehingga perusahaan tidak mendapatkan order,\nnamun bukan karena pailit atau keinginan pengusaha (contoh kasus wabah Corona\nvirus), maka pengusaha dapat memberlakukan sistem Kerja no work no pay atau\npengurangan gaji yang akan disepakati bersama dengan PUK PT. API\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 35 Kenaikan Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-STRUCINCR_trigger\">\u003Cp>1. Kenaikan upah pekerja dilakukan sekurang-kurangnya 1 (satu kali setahun\nbersamaan dengan peninjauan upah yang dilakukan oleh pemerintah dan\u002Fatau\nditetapkan oleh pihak perusahaan dengan memperhatikan situasi dan kondisi\nperusahaan, prestasi kerja (kemampuan kerja, kreativitas, ketelitian, tanggung\njawab. kepemimpinan, hubungan sosial), konduite (absensi, kejujuran, loyalitas,\nmasa keria) dan lain-lain\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasetype2\">\u003Cp>2. Peninjauan kenaikan upah yang dilakukan pemerintah dirundingkan terlebih\ndahulu dengan serikat pekerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Ch3>Pasal 36 Upah Selama Pekerja Sakit 12 Bulan Secara Terus Menerus\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspayperc\">\u003Cp>1. Apabila pekerja sakit secara terus menerus sehingga tidak dapat melakukan\npekerjaan dalam waktu 12 bulan dengan disertai surat keterangan dokter, maka\nupahnya diatur sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Untuk 4 (empat) bulan pertama, dibayar 100% dari upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Untuk 4 (empat) bulan kedua, dibayar 75% dari upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Untuk 4 (empat) bulan ketiga, dibayar 50% dari upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Untuk bulan selanjutnya dibayar 25% dari upah, sebelum pemutusan hubungan\nkerja dilakukan pengusaha\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdays\">\u003Cp>2. Bilamana pekerja buruh yang mengalami sakit berkepanjangan, mengalami\ncacat akibat kecelakaan kerja dan tidak dapat melakukan pekerjaannya setelah\nmelampaui batas 12 (dua belas) bulan, pengusaha atau pekerja\u002Fburuh dapat\nmengajukan pemutusan hubungan kerja dan diberikan\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>a. uang pesangon 2 (dua) kali ketentuan pasal 24 ayat (1)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. uang penghargaan masa kerja 1 (satu) kali ketentuan pasal 24 ayat (2)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. uang penggantian hak sesuai ketentuan pasal 24 ayat (3) di dalam isi\nPerjanjian Kerja Bersama ini\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Apabila pekerja sakit terus menerus tetapi tidak dapat membuktikan dengan\nketerangan dokter dari rumah sakit atau dokter yang ditunjuk perusahaan, maka\npekerja tersebut dianggap meninggalkan pekerjaan \u002F mangkir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Bagi pekerja yang tidak dapat membuktikan sakitnya pada ayat (3), maka\npekerja tersebut dapat diputus hubungan kerjanya, dikualifikasi mengundurkan\ndiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Pekerja yang diputus hubungan kerjanya pada ayat (4) hanya mendapatkan\nuang penggantian hak dan tidak mendapatkan uang pisah, tidak mendapatkan uang\npesangon, tidak mendapatkan uang penghargaan masa kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 37 Upah Selama Pekerja Ditahan Pihak Yang Berwajib\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Dalam hal pekerja ditahan pihak yang berwajib karena diduga melakukan\ntindak pidana, maka pengusaha tidak wajib membayar upah tetapi wajib memberikan\nbantuan kepada keluarga pekerja yang menjadi tanggungannya dengan ketentuan\nsebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Untuk 1 (satu) orang tanggungan sebesar 25% kali upah sebulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Untuk 2 (dua) orang tanggungan sebesar 35% kali upah sebulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Untuk 3 (tiga) orang tanggungan sebesar 45% kali upah sebulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d. Untuk 4 (empat) orang tanggungan sebesar 50% kali upah sebulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Bantuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diberikan untuk paling lama 6\n(enam) bulan takwin terhitung sejak pertama pekerja ditahan pihak yang\nberwajib\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. a. Pengusaha dapat melakukan, Pemutusan Hubungan Kerja terhadap pekerja\nyang selelah &amp; 6 (enam) bulan tidak dapat melakukan pekerjaan akibat\nditahan pihak yang berwajib karena dalam proses perkara pidana atau dalam hal\npengadilan memutuskan perkara pidana sebelum berakhirnya masa 6 (enam) bulan\ndan pekerja\u002Fburuh dinyatakan bersalah yang menyebabkan kerugian perusahaan,\nmaka pekerial buruh berhak atas : uang penggantian hak pasal 24 ayat (3) dan\nuang pisah pasal 24 ayat (4)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Pengusaha dapat melakukan Pemutusan Hubungan Kerja terhadap pekerja yang\nsetelah 6 (enam) bulan tidak dada melakukan pekerjaan akibat ditahan pihak yang\nberwajib karena dalam proses perkara pidana atau dalam hal pengadilan\nmemutuskan perkara pidana sebelum berakhirnya masa 6 (enam) bulan dan\npekerja\u002Fburuh dinyatakan bersalah yang tidak menyebabkan kerugian perusahaan,\nmaka pekerja\u002F buruh berhak atas : uang penghargaan masa kerja sebesar 1 (satu)\nkali ketentuan pasal 24 ayat (2) dan uang penggantian hak pasal 24 ayat (3)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Dalam hal pengadilan memutus perkara pidana sebelum masa\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6 (enam) bulan sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) berakhir dan pekerja\ndinyatakan tidak bersalah, maka pengusaha wajib mempekerjakan pekerja\nkembali\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Pemutusan hubungan kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dilakukan\ntanpa penetapan Lembaga Penyelesaian Perselisihan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Hubungan Industrial.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 38 Hak Akibat Pemutusan Hubungan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Dalam hal terjadi Pemutusan Hubungan Kerja, Pengusaha wajib membayar uang\npesangon ketentuan pasal 24 ayat (1) dan\u002Fatau uang penghargaan masa kerja\nketentuan pasal 24 ayat (2) dan\u002F alau uang penggantian hak ketentuan pasal 24\nayat (3) dan\u002Fatau\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>wang pisah ketentuan pasal 24 ayat (4) didalam isi Perjanjian Kerja Bersama\nini, yang seharusnya diterima.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pengusaha dapat melakukan PHK terhadap pekerja\u002Fburuh karena alasan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.a. Perusahaan melakukan penggabungan, peleburan atau pemisahan perusahaan\ndan pekerja tidak bersedia melanjutkan hubungan kerja atau Pengusaha tidak\nbersedia menerima pekerja\u002Fburuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.b. Pengambilalihan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2 c Perusahaan melakukan efisiensi untuk mencegah terjadinya kerugian\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.d. Perusahaan tutup yang disebabkan bukan karena Perusahaan mengalami\nkerugian\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.e. Perusahaan dalam keadaan penundaan kewajiban pembayaran utang bukan\nkarena perusahaan mengalami kerugian\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.f. Adanya permohonan Pemutusan Hubungan Kerja yang diajukan oleh\nPekerja\u002Fburuh dengan alasan Pengusaha melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud\ndalam pasal 22 ayat (m)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pekerja\u002Fburuh yang mengalami PHK sebagaimana dimaksud pada ayat (2)\nberhak atas:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Uang pesangon sebesar 1 (satu) kali ketentuan pasal 24 ayat (1) U\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Uang penghargaan masa kerja sebesar 1 (satu) kali ketentuan pasal 24 ayat\n(2)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Uang penggantian hak sesuai ketentuan pasal 24 ayat (3)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pengusaha dapat melakukan PHK terhadap pekerja\u002Fburuh karena alasan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.a. Dalam hal terjadi pengambilalihan perusahaan yang mengakibatkan\nterjadinya perubahan syarat kerja dan pekerja\u002F buruh tidak bersedia melanjutkan\nhubungan keria.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.b. Perusahaan melakukan efisiensi yang disebabkan perusahaan mengalami\nkerugian\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.c. Perusahaan tutup yang disebabkan perusahaan mengalami kerugian secara\nterus menerus selama 2 tahun atau mengalami kerugian tidak secara terus menerus\nselama 2 tahun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. d. Perusahaan tutup yang disebabkan keadaan memaksa (force majeure)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.e. Perusahaan dalam keadaan penundaan kewajiban pembayaran utang yang\ndisebabkan perusahaan mengalami kerugian\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.f. Perusahaan pailit\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.g. Pekerja\u002Fburuh melakukan pelanggaran ketentuan yang diatur dalam\nPerjanjian Kerja, Peraturan Perusahaan atau Perjanjian Kerja Bersama dan\nsebelumnya telah diberikan Surat Peringatan pertama, kedua dan ketiga secara\nberturut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>turut\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Pekerja\u002Fburuh yang mengalami PHK sebagaimana dimaksud pada ayat (4)\nberhak atas:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Uang pesangon sebesar 0.5 (nol koma lima) kali ketentuan pasal 24 ayat\n(1)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Uang penghargaan masa kerja sebesar 1 (satu) kali ketentuan pasal 24 ayat\n(2)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Uang penggantian hak sesuai ketentuan pasal 24 ayat (3)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Pengusaha dapat melakukan PHK terhadap pekerja\u002Fburuh karena alasan\nkeadaan memaksa (force majeure) yang tidak mengakibatkan perusahaan tutup, maka\npekerja\u002Fburuh berhak atas:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Uang pesangon sebesar 0.75 (nol koma tujuh puluh lima) kali ketentuan\npasal 24 ayat (1)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Uang penghargaan masa kerja sebesar 1 (satu) kali ketentuan pasal 24 ayat\n(2)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Uang penggantian hak sesuai ketentuan pasal 24 ayat (3)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Putusnya hubungan Kerja yang disebabkan karena pekerja\u002Fburuh:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.a. Mengundurkan diri\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.b.Mangkir selama 5 (lima) hari Kerja atau lebih berturut-turut tanpa\nketerangan secara tertulis yang dilengkapi dengan bukti. yang sah dan telah\ndipanggil oleh pengusaha 2 (dua) kali secara patut dan tertulis\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.c. Melakukan pelanggaran bersifat mendesak yang diatur dalam Perjanjian\nKerja, Peraturan Perusahaan atau Perjanjian Kerja Bersama\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.d. Adanya putusan lembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial\nyang menyatakan Pengusaha tidak melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam\npasal 22 ayat (m) terhadap permohonan yang diajukan oleh Pekerja buruh\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Pekerja\u002Fburuh yang mengalami PHK sebagaimana dimaksud pada ayat (7)\nberhak atas:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Uang penggantian hak sesuai ketentuan pasal 24 ayat (3)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Uang pisah sesuai ketentuan pasal 24 ayat (4)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Pengusaha dapat melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap pekerja\u002FBuruh\nkarena alasan Pekerja\u002FBuruh memasuKi usia pensiun maka pekerja berhak atas :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Uang pesangon sebesar 1.75 ( satu koma tujuh puluh lima) kali ketentuan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pasal 24 ayat (1)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Uang penghargaan masa kerja sebesar 1 (satu) kali ketentuan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pasal 24 ayat (2)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 24 ayat (3)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10. Pemutusan hubungan kerja karena alasan Pekerja\u002FBuruh meninggal dunia,\nmaka kepada ahli warisnya diberikan sejumlah wang yang perhitung annya sama\ndengan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Uang pesangon sebesar 2 (dua) kali ketentuan Pasal 24 ayat (1)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Uang penghargaan masa kerja sebesar 1 (satu) kali ketentuan Pasal 24 ayat\n(2)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 24 ayat (3)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 39 Tunjangan Hari Raya\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusdate\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-oncerise_detail\">\u003Cp>1. Tunjangan Hari Raya diberikan kepada pekerja dalam bentuk bingkisan dan\nuang, selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari menjelang hari raya\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Berdasarkan pertimbangan bahwa hari raya Idul Fitri (Lebaran) dirayakan\noleh sebagian besar bekerja, maka tunjangan hari raya keagamaan lainnya\ndiberikan sekaligus bersama-sama menjelang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>hari raya Idul Fitri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Tunjangan hari raya yang diberikan perusahaan satu tahun satu Kali dan\npelaksanaannya dirundingkan dengan perwakilan pekerja dan serikat pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pekerja yang putus hubungan kerjanya terhitung sejak waktu 30 hari\nsebelum jatuh tempo hari raya Idul Fitri, berhak atas tunjangan hari raya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (4) tidak berlaku bagi pekerja\ndalam hubungan kerjanya untuk waktu tertentu yang hubungan kerjanya berakhir\nsebelum jatuh tempo hari raya Idul Fitri, artinya karyawan dengan status PKWT\ntidak berhak atas\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>THR apabila kontrak kerjanya tidak mencapai tanggal jatuh tempo pada hari\nraya Idul fitri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VIII KESELAMATAN DAN PERLENGKAPAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 40 Keselamatan Dan Keamanan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetypolicy\">\u003Cp>1. Pengusaha dan pekerja menyadari akan pentingnya masalah keselamatan dan\nkesehatan kerja, semuanya akan berusaha mencegah dan menghindari\nkemungkinan-kemungkinan timbulnya kecelakaan kerja yang dapat menimpa pekerja\ndan yang merugikan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekerja menyadari akan selalu memakai alat pelindung diri yang telah\nditentukan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pengusaha akan memenuhi keperluan yang berhubungan dengan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>keselamatan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4 Untuk menghindari dan mencegah timbulnya kecelakaan kerja dan sakit yang\nditimbulkan akibat hubungan kerja, pekerja dan pengusaha menyadari pentingnya\ntim penanganan keselamatan dan kesehatan kerja di perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetytraining\">\u003Cp>5. Tim penanganan keselamatan dan kesehatan kerja diwajibkan pro-aktif\nmengadakan pemeriksaan, pengawasan dan pembinaan sekurang-kurangnya seminggu\nsekali dengan mengikutsertakan anggota-anggotanya di bagian masing-masing.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>6. Pengusaha mengutus\u002Fmenugaskan satpam untuk mengamankan dan menjaga\nseluruh aset perusahaan termasuk menjaga ketertiban karyawan dan pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Pekerja diwajibkan untuk senantiasa ikut berperan aktif dalam menjaga\nseluruh aset perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 41 Perlengkapan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-protectiveclothing\">\u003Cp>1. Perusahaan menyediakan alat-alat perlengkapan kerja untuk menjamin\nkeselamatan pekerja dalam melaksanakan pekerjaannya\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Pekerja wajib menggunakan perlengkapan kerja yang telah disediakan oleh\nperusahaan dan bilamana tidak digunakan oleh pekerja, maka pekerja yang\nbersangkutan akan diberi sanksi peringatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pekerja wajib memelihara perlengkapan kerja yang telah disediakan oleh\nperusahaan dan bilamana hilang akibat kelalaian pekerja sendiri, maka pekerja\nyang bersangkutan akan dikenakan sanksi dan penggantian perlengkapan yang\ndihilangkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Perusahaan Akan selalu memantau kelayakan alat-alat kerja, apabila\nsetelah dilakukan penilaian dan pemeriksaan ternyata ada yang tidak layak pakai\nkarena aus atau rusak habis pakai, maka perusahaan dengan segera untuk\nmenggantinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IX BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 42 Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurancerelatives\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurance\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilitypay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilityfund\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-pensionfund\">\u003Cp>PT. Agung Pelita Industrindo akan mengikutsertakan seluruh karyawan ke dalam\nprogram BPJS Ketenagakerjaan (Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian,\nJaminan Hari Tua, dan Jaminan Pensiun) dan BPJS Kesehatan, yang besar iuran dan\nsistem pelaksanaannya disesuaikan dengan peraturan yang berlaku\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB X PENDIDIKAN, KETERAMPILAN, FASILITAS DAN BANTUAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 43 Fasilitas Makan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-mealvouchers\">\u003Cp>1. Pengusaha akan menyediakan makan untuk karyawan setelah bekerja berturut2\nselama 4 jam, pada jam istirahat yang nilainya disesuaikan dengan kemampuan\npengusaha\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Pekerja yang melakukan kerja lembur melebihi jam istirahat kedua\ndiberikan istirahat dan makan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pekerja yang sedang melakukan dinas luar dan tidak dapat kembali pada jam\nistirahat, maka pekerja tersebut akan mendapat ganti uang makan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pekerja yang melakukan pekerjaan ditempat yang mengandung resiko\nkesehatan lebih tinggi, akan mendapatan tambahan makanan (extra fooding), baik\nuntuk pekerja shift 1, 2., dan 3\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Pekerja yang bekerja antara lam 23.00 - 05.00 WIB (shift 3 \u002F long shift)\nakan mendapatkan tambahan makanan (extra fooding).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 44 Fasilitas Poliklinik\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccess\">\u003Cp>Perusahaan menyediakan fasilitas first aids\u002Fpelayanan pertama gawat darurat\n(PPGD), poliklinik, dokter, paramedic, obat-obatan untuk melayani pekerja yang\nmemeriksakan kesehatannya atau jatuh sakit.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 45 Fasilitas Tempat Ibadah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan memberikan kesempatan beribadah kepada seluruh pekerja sesuai\ndengan kepercayaannya masing-masing\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pengusaha memberikan izin kepada pekerja untuk menjalankan ibadah di\ntempat yang telah disediakan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 46 Fasilitas Olahraga, Rekreasi dan Seragam Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Olah raga\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Untuk menciptakan dan meningkatkan kesehatan jasmani pekerja yang sehat dan\nkuat perlu dilakukan pembinaan yang berkesinambungan di bidang olahraga di\nkalangan pekerja, agar ketahanan fisik pekerja lebih baik, sehingga dapat\nmenunjang prestasi kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Rekreasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Perusahaan memberikan kesempatan rekreasi kepada pekerja secara massal\nsatu tahun sekali diluar hari kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Untuk pelaksanaannya akan dirundingkan bersama-sama dengan serikat\npekerja dan panitia pelaksana\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Seragam Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan akan memberikan seragam kerja kepada seluruh karyawan sesuai\ndengan kemampuan perusahaan, minimal 1 (satu) tahun sekali sebanyak 1 (satu)\nseragam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 47 Pendidikan dan Pelatihan Keria\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-trainingprogrammes\">\u003Cp>Untuk meningkatkan tambahan keterampilan dan kualitas sumber daya manusia,\nmaka perusahaan menyediakan fasilitas program pendidikan dan latihan kerja\ntertentu oleh perusahaan dan\u002Fatau bekerja sama dengan SPSI, MESH, NOS, ataupun\nbadan-badan maupun instansi lainnya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XI PENUTUP\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 48 Masa Berlaku Perjanjian Kerja Bersama\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end_date\">\u003Cp>1. Perjanjian kerja bersama ini menggantikan perjanjian kerja bersama\nterdahulu yang telah habis masa berlakunya dan berlaku sejak tanggal\nditandatangani dan mengikut pekerja dan perusahaan selama 2 (dua) tahun\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2. Perjanjian kerja bersama in dapat diperpanjang kembali atas kesepakatan\nsecara tertulis antara perusahaan dengan tim perunding serikat pekerja 3 (tiga)\nbulan sebelum berakhirnya masa perjanjian kerja bersama ini, kedua belah pihak\natau salah satu pihak harus mengajukan permohonan secara tertulis untuk\nmerundingkan perjanjian kerja bersama yang baru.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Selama belum tercapai perjanjian kerja bersama yang baru, maka\nketentuan-ketentuan dalam perjanjian kerja bersama ini tetap berlaku hingga\nditandatangani perjanjian kerja bersama yang baru dengan ketentuan tidak lebih\ndari 1 (satu) tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 49 Ketentuan Peralihan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Setelah terwujudnya perianian Keria bersama ini, maka segala perjanjian\nKerja yang bertentangan dengan isi perjanjian kerja bersama ini dinyatakan\ntidak berlaku lagi, kecuali untuk karyawan khusus tenaga ahli yang mempunyai\nperjanjian tersendiri dengan pihak perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Apabila dikemudian hari ada hal-hal yang baru dan perlu diberitahukan\natau diumumkan kepada pekerja dari perusahaan, seperti tata tertib, peraturan\nketenagakerjaan yang dikeluarkan pemerintah, kebijakan dan prosedur lainnya\nsepanjang tidak bertentangan dengan perjanjian kerja bersama dan telah\ndirundingkan dengan tim perunding serikat pekerja, maka hal tersebut dapat\ndilaksanakan dan berlaku secara menyeluruh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Penjelasan dari perjanjian kerja bersama ini akan dituangkan dalam\nperaturan pelaksanaan yang berpedoman kepada perjanjian kerja bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Setiap perubahan pelaksanaan isi perjanjian kerja bersama ini\ndimusyawarahkan lebih dahulu antara perusahaan dengan tim perunding serikat\npekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Perjanjian kerja bersama ini berlaku untuk seluruh pekerja dan pengusaha\ndi PT. Agung Pelita Industrindo.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 50 Bahasa Yang Digunakan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perjanjian kerja bersama ini dibuat dalam bahasa yang dapat dimengerti oleh\npihak pekerja dan perusahaan dalam hal ini menggunakan Bahasa Indonesia, dibuat\nrangkap 4 (empat) yang sama bunyinya dan mempunyai kekuatan hukum yang sama\nserta harus diperbanyak untuk dijadikan pegangan bagi pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 51 Pihak-Pihak Yang Menandatangani Perjanjian Kerja Bersama\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ditandatangani di : Tangerang Selatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start_date\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start\">\u003Cp>Pada Tanggal: 25 Juni 2022\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PUK F S TSK SPSI Pengusaha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>PT. Agung Pelita Industrindo PT. Agung Pelita Industrindo\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Japarman Sinaga Indriati\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ketua General Manager\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Yatin Kusoworo Yuliani\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sekretaris Personalia &amp; Umum\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pk. Kepala\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dinas Tenaga Kerja kota Tangerang Selatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Drs. H. Dadang Kaharja, M.Si\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Perselisihan Hak: Perselisihan yang timbul karena tidak dipenuhinya hak,\nakibat adanya perbedaan pelaksanaan atau penafsiran terhadap ketentuan\nperundang-undangan, perjanjian kerja, peraturan perusahaan, perjanjian kerja\nbersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Perselisihan Kepentingan : Perselisihan yang timbul dalam hubungan kerja\nkarena\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>tidak adanya kesesuaian pendapat mengenai pembuatan dan perubahan\nsyarat-syarat kerja yang ditetapkan dalam perjanjian kerja, peraturan\nperusahaan, perjanjian kerja bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Perselisihan PHK Perselisihan yang timbul karena tidak adanya kesesuaian\npendapat mengenai hubungan kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Perselisihan antara serikat pekerja\u002Fserikat buruh dalam satu perusahaan\nkarena tidak adanya persesuaian paham mengenai keanggotaan dan pelasaksaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\n",{"cbadate_start":45,"cbadate_start_date":48,"cbadate_end_date":50,"cbadate_end":54,"jobclassifaction1":56,"jobclassifaction1_txt":60,"trainingprogrammes":62,"pensionfund":66,"disabilityfund":70,"contracttrial":72,"contractseverancepay":76,"contractseverancepay1":80,"severance_number":84,"severance_number_1_tenure":88,"sicknesspay":92,"maxsicknesspay":96,"maxsicknesspayperc":98,"sicknessmaxdays":100,"menstruationleave":104,"disabilitypay":108,"healthcareaccess":110,"healthinsurance":114,"healthinsurancerelatives":116,"healthandsafetypolicy":118,"protectiveclothing":122,"code_application":126,"healthandsafetytraining":130,"paidmaternityleave":134,"paidmaternityleaveduration":138,"maternityotherclause":140,"paidpaternityleave":144,"paidpaternityleaveduration":148,"deathrelatives":150,"marriage":154,"maternity_nursing_breaks_duration":158,"breastfeeding_workingtime":162,"sexualhar":165,"violence":169,"hourspday_select":173,"hourspday":177,"hourspweek_select":181,"dayspweek_select":183,"dayspweek":186,"PAIDLEAV_trigger":188,"holidaysdays":192,"holidaysweeks":194,"bankholidays1":196,"holidaysfixed":200,"SCHEDULE_trigger":204,"schedulesrestpw":206,"TRADEUNLEAV_trigger":208,"LOWWAGE_trigger":212,"LOWWAGE_government":216,"LOWWAGE_provision":218,"lowwageperiod":220,"STRUCINCR_trigger":222,"wageincreasetype2":226,"oncerise_detail":230,"incidentalbonusdate":234,"NOCTPREM_trigger":236,"shiftallowancetype1":240,"OVERTIME_trigger":244,"SUNDAY_trigger":248,"COMMUTE_trigger":250,"commutingallowancetype":254,"commutingallowanceamount1":256,"mealvouchers":258,"direct_participation_hrs":262,"strikes_trigger":266,"coveroccup3":270},{"bindId":46,"name":47,"text":47},"cbadate_start","Pada Tanggal: 25 Juni 2022",{"bindId":49,"name":47,"text":47},"cbadate_start_date",{"bindId":51,"name":52,"text":53},"cbadate_end_date","1. Perjanjian kerja bersama ini menggant","1. Perjanjian kerja bersama ini menggantikan perjanjian kerja bersama\nterdahulu yang telah habis masa berlakunya dan berlaku sejak tanggal\nditandatangani dan mengikut pekerja dan perusahaan selama 2 (dua) tahun",{"bindId":55,"name":52,"text":53},"cbadate_end",{"bindId":57,"name":58,"text":59},"jobclassifaction1","Golongan Pekerja Di PT. Agung Pelita Ind","Golongan Pekerja Di PT. Agung Pelita Industrindo terdiri dari :\n\na. Gol 1: Operator \u002F Karyawan biasa\n\nb. Gol 2: - Kepala Regu\n\n- Administrasi\n\n\n\n\n\nc. Gol 3: - Mandor\n\n- Staff\n\nd. Gol 4: - Chief\n\nSenior Chief\n\nAss. Manager\n\ne. Gol 5 : Manager\n\nGol 6 : General Manager",{"bindId":61,"name":58,"text":59},"jobclassifaction1_txt",{"bindId":63,"name":64,"text":65},"trainingprogrammes","Untuk meningkatkan tambahan keterampilan","Untuk meningkatkan tambahan keterampilan dan kualitas sumber daya manusia,\nmaka perusahaan menyediakan fasilitas program pendidikan dan latihan kerja\ntertentu oleh perusahaan dan\u002Fatau bekerja sama dengan SPSI, MESH, NOS, ataupun\nbadan-badan maupun instansi lainnya.",{"bindId":67,"name":68,"text":69},"pensionfund","PT. Agung Pelita Industrindo akan mengik","PT. Agung Pelita Industrindo akan mengikutsertakan seluruh karyawan ke dalam\nprogram BPJS Ketenagakerjaan (Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian,\nJaminan Hari Tua, dan Jaminan Pensiun) dan BPJS Kesehatan, yang besar iuran dan\nsistem pelaksanaannya disesuaikan dengan peraturan yang berlaku",{"bindId":71,"name":68,"text":69},"disabilityfund",{"bindId":73,"name":74,"text":75},"contracttrial","4. Setiap calon karyawan yang dinyatakan","4. Setiap calon karyawan yang dinyatakan lulus ujian\u002Fseleksi harus\nmenandatangani surat perjanjian kerja seta menempuh masa percobaan selama 3\n(tiga) bulan terhitung sejak karyawan yang bersangkutan mulai bekerja, dan\napabila perusahan menilai\u002F menganggap kondite calon karyawan dianggap mampu,\nmaka dapat diangkat menjadi karyawan tetap dan masa percobaan tersebut sudah\ndiperhitungkan sebagai masa kerja.",{"bindId":77,"name":78,"text":79},"contractseverancepay","Penetapan uang pesangon dan uang penghar","Penetapan uang pesangon dan uang penghargaan masa Kerja adalah sebagaimana\ndiatur dalam Undang-undang nomor 11 tahun 2020 tentang ketenagakerjaan dan PP\n35 tahun 2021, adalah sebagai",{"bindId":81,"name":82,"text":83},"contractseverancepay1","a. Masa kerja kurang dari 1 tahun. 1 bul","a. Masa kerja kurang dari 1 tahun. 1 bulan upah\n\nb. Masa kerja 1 tahun atau lebih, tetapi kurang dari 2 tahun, 2 bulan\nupah\n\nc. Masa kerja 2 tahun atau lebih, tetapi kurang dari 3 tahun, 3 bulan\nupah\n\nd. Masa kerja 3 tahun atau lebih, tetapi kurang dari 4 tahun, 4 bulan\nupah\n\ne. Masa kerja 4 tahun atau lebih, tetapi kurang dari 5 tahun, 5 bulan\nupah\n\nf. Masa kerja 5 tahun atau lebih, tetapi kurang dari 6 tahun, 6 bulan\nupah\n\ng. Masa kerja 6 tahun atau lebih, tetapi kurang dari 7 tahun, 7 bulan\nupah\n\nh. Masa kerja 7 tahun atau lebih, tetapi kurang dari 8 tahun, 8 bulan\nupah\n\ni. Masa kerja 8 tahun atau lebih, 9 bulan upah",{"bindId":85,"name":86,"text":87},"severance_number","f. Masa kerja 5 tahun atau lebih, tetapi","f. Masa kerja 5 tahun atau lebih, tetapi kurang dari 6 tahun, 6 bulan\nupah",{"bindId":89,"name":90,"text":91},"severance_number_1_tenure","b. Masa kerja 1 tahun atau lebih, tetapi","b. Masa kerja 1 tahun atau lebih, tetapi kurang dari 2 tahun, 2 bulan\nupah",{"bindId":93,"name":94,"text":95},"sicknesspay","1. Apabila pekerja sakit secara terus me","1. Apabila pekerja sakit secara terus menerus sehingga tidak dapat melakukan\npekerjaan dalam waktu 12 bulan dengan disertai surat keterangan dokter, maka\nupahnya diatur sebagai berikut :\n\na. Untuk 4 (empat) bulan pertama, dibayar 100% dari upah\n\nb. Untuk 4 (empat) bulan kedua, dibayar 75% dari upah\n\nc. Untuk 4 (empat) bulan ketiga, dibayar 50% dari upah\n\nd. Untuk bulan selanjutnya dibayar 25% dari upah, sebelum pemutusan hubungan\nkerja dilakukan pengusaha",{"bindId":97,"name":94,"text":95},"maxsicknesspay",{"bindId":99,"name":94,"text":95},"maxsicknesspayperc",{"bindId":101,"name":102,"text":103},"sicknessmaxdays","2. Bilamana pekerja buruh yang mengalami","2. Bilamana pekerja buruh yang mengalami sakit berkepanjangan, mengalami\ncacat akibat kecelakaan kerja dan tidak dapat melakukan pekerjaannya setelah\nmelampaui batas 12 (dua belas) bulan, pengusaha atau pekerja\u002Fburuh dapat\nmengajukan pemutusan hubungan kerja dan diberikan",{"bindId":105,"name":106,"text":107},"menstruationleave","1. Pekerja perempuan yang dalam masa hai","1. Pekerja perempuan yang dalam masa haid merasakan sakit dan memberitahukan\nkepada pengusaha, tidak wajib bekerja pada hari pertama dan hari kedua pada\nwaktu haid.",{"bindId":109,"name":68,"text":69},"disabilitypay",{"bindId":111,"name":112,"text":113},"healthcareaccess","Perusahaan menyediakan fasilitas first a","Perusahaan menyediakan fasilitas first aids\u002Fpelayanan pertama gawat darurat\n(PPGD), poliklinik, dokter, paramedic, obat-obatan untuk melayani pekerja yang\nmemeriksakan kesehatannya atau jatuh sakit.",{"bindId":115,"name":68,"text":69},"healthinsurance",{"bindId":117,"name":68,"text":69},"healthinsurancerelatives",{"bindId":119,"name":120,"text":121},"healthandsafetypolicy","1. Pengusaha dan pekerja menyadari akan ","1. Pengusaha dan pekerja menyadari akan pentingnya masalah keselamatan dan\nkesehatan kerja, semuanya akan berusaha mencegah dan menghindari\nkemungkinan-kemungkinan timbulnya kecelakaan kerja yang dapat menimpa pekerja\ndan yang merugikan perusahaan.\n\n2. Pekerja menyadari akan selalu memakai alat pelindung diri yang telah\nditentukan perusahaan.\n\n3. Pengusaha akan memenuhi keperluan yang berhubungan dengan\n\nkeselamatan kerja.\n\n4 Untuk menghindari dan mencegah timbulnya kecelakaan kerja dan sakit yang\nditimbulkan akibat hubungan kerja, pekerja dan pengusaha menyadari pentingnya\ntim penanganan keselamatan dan kesehatan kerja di perusahaan.\n\n5. Tim penanganan keselamatan dan kesehatan kerja diwajibkan pro-aktif\nmengadakan pemeriksaan, pengawasan dan pembinaan sekurang-kurangnya seminggu\nsekali dengan mengikutsertakan anggota-anggotanya di bagian masing-masing.\n\n6. Pengusaha mengutus\u002Fmenugaskan satpam untuk mengamankan dan menjaga\nseluruh aset perusahaan termasuk menjaga ketertiban karyawan dan pengusaha.\n\n7. Pekerja diwajibkan untuk senantiasa ikut berperan aktif dalam menjaga\nseluruh aset perusahaan.",{"bindId":123,"name":124,"text":125},"protectiveclothing","1. Perusahaan menyediakan alat-alat perl","1. Perusahaan menyediakan alat-alat perlengkapan kerja untuk menjamin\nkeselamatan pekerja dalam melaksanakan pekerjaannya",{"bindId":127,"name":128,"text":129},"code_application","d. Melaksanakan Kegiatan keselamatan ker","d. Melaksanakan Kegiatan keselamatan kerja sesuai undang. undang nomor 1\ntahun 1970, tentang keselamatan dan kecelakaan kerja",{"bindId":131,"name":132,"text":133},"healthandsafetytraining","5. Tim penanganan keselamatan dan keseha","5. Tim penanganan keselamatan dan kesehatan kerja diwajibkan pro-aktif\nmengadakan pemeriksaan, pengawasan dan pembinaan sekurang-kurangnya seminggu\nsekali dengan mengikutsertakan anggota-anggotanya di bagian masing-masing.",{"bindId":135,"name":136,"text":137},"paidmaternityleave","1. Bagi pekerja perempuan yang akan mela","1. Bagi pekerja perempuan yang akan melahirkan berhak memperoleh\nistirahat\u002Fcuti hamil 1.5 (satu setengah) bulan sebelum saatnya melahirkan anak\ndan 1.5 (satu setengah) bulan setelah melahirkan anak menurut perhitungan\ndokter kandungan atau bidan",{"bindId":139,"name":136,"text":137},"paidmaternityleaveduration",{"bindId":141,"name":142,"text":143},"maternityotherclause","2. Pekerja perempuan yang mengalami kegu","2. Pekerja perempuan yang mengalami keguguran kandungan berhak memperoleh\nistirahat 1.5 (satu setengah) bulan dan\u002Fatau sesuai dengan surat keterangan\ndokter kandungan\u002Fbidan",{"bindId":145,"name":146,"text":147},"paidpaternityleave","5. Istri melahirkan atau keguguran kandu","5. Istri melahirkan atau keguguran kandungan, dibayar untuk selama 2 (dua)\nhari",{"bindId":149,"name":146,"text":147},"paidpaternityleaveduration",{"bindId":151,"name":152,"text":153},"deathrelatives","6. Suami\u002Fistri, orangtua\u002Fmertua dan\u002Fatau","6. Suami\u002Fistri, orangtua\u002Fmertua dan\u002Fatau anak\u002Fmenantu meninggal dunia,\ndibayar untuk selama 2 (dua) hari",{"bindId":155,"name":156,"text":157},"marriage","1. Pekerja menikah, dibayar untuk selama","1. Pekerja menikah, dibayar untuk selama 3 (tiga) hari",{"bindId":159,"name":160,"text":161},"maternity_nursing_breaks_duration","3. Pekerja perempuan yang anaknya masih ","3. Pekerja perempuan yang anaknya masih menyusui diberikan kesempatan pada\njam istirahat untuk menyusui anaknya.\n\n4. Berdasarkan pemeriksaan dokter kandungan atau bidan, usia kandungan yang\ntelah mencapai 7.5 (tujuh setengah) bulan, maka perusahaan berhak memberikan\nistirahat\u002Fcuti hamil kepada pekerja perempuan tanpa menunggu surat permohonan\ndari yang bersangkutan.",{"bindId":163,"name":160,"text":164},"breastfeeding_workingtime","3. Pekerja perempuan yang anaknya masih menyusui diberikan kesempatan pada\njam istirahat untuk menyusui anaknya.",{"bindId":166,"name":167,"text":168},"sexualhar","4. Melakukan perbuatan asusila, peleceha","4. Melakukan perbuatan asusila, pelecehan seksual dan kekerasan fisik,\nperjudian, perlakuan yang tidak layak kepada pimpinan, bawahan dan atau sesama\nrekan kerja berupa kata-kata lisan dan tulisan yang agak kasar (vulgar) yang\nberdampak psikologis",{"bindId":170,"name":171,"text":172},"violence","5. Menerang, menganiaya, mengancam, meng","5. Menerang, menganiaya, mengancam, menghina secara kasar, mengintimidasi\ndan membunuh teman sekerja, pengusaha atau keluarga pengusaha di dalam\nlingkungan perusahaan",{"bindId":174,"name":175,"text":176},"hourspday_select","2. Waktu kerja sebagaimana dimaksud pada","2. Waktu kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:\n\na. 7 (tuith) jam dalam 1 (satu) hari dan 40 jam dalam 1 (satu) minggu untuk\n6 (enam) hari kerja dalam 1 (satu) minggu, atau\n\nb. 8 (delapan( jam dalam 1 (satu) hari dan 40 jam dalam 1 (satu) minggu\nuntuk 5 (lima) hari kerja dalam 1 (satu) minggu",{"bindId":178,"name":179,"text":180},"hourspday","a. 7 (tuith) jam dalam 1 (satu) hari dan","a. 7 (tuith) jam dalam 1 (satu) hari dan 40 jam dalam 1 (satu) minggu untuk\n6 (enam) hari kerja dalam 1 (satu) minggu, atau\n\nb. 8 (delapan( jam dalam 1 (satu) hari dan 40 jam dalam 1 (satu) minggu\nuntuk 5 (lima) hari kerja dalam 1 (satu) minggu",{"bindId":182,"name":179,"text":180},"hourspweek_select",{"bindId":184,"name":179,"text":185},"dayspweek_select","a. 7 (tuith) jam dalam 1 (satu) hari dan 40 jam dalam 1 (satu) minggu untuk\n6 (enam) hari kerja dalam 1 (satu) minggu, atau",{"bindId":187,"name":179,"text":185},"dayspweek",{"bindId":189,"name":190,"text":191},"PAIDLEAV_trigger","1. Setiap pekerja yang telah bekerja sel","1. Setiap pekerja yang telah bekerja selama 12 bulan terus menerus berhak\natas cuti tahunan sebanyak 12 hari kerja dengan mendapat upah.",{"bindId":193,"name":190,"text":191},"holidaysdays",{"bindId":195,"name":190,"text":191},"holidaysweeks",{"bindId":197,"name":198,"text":199},"bankholidays1","4. Bila mempergunakan sistem. 7 (tujuh) ","4. Bila mempergunakan sistem. 7 (tujuh) lam dalam 1 (satu) hari, maka hari\nkerja perusahaan adalah hari Senin sampai dengan Sabtu, hari Minggu dan\u002Fatau\nhari-hari libur resmi nasional adalah hari libur, kecuali perusahaan\nmenghendaki; untuk masuk bekerja",{"bindId":201,"name":202,"text":203},"holidaysfixed","5. Cuti massal berlaku untuk semua peker","5. Cuti massal berlaku untuk semua pekerja yang pelaksanaannya\ndimusyawarahkan dengan serikat pekerja, kecuali bagi pekerja yang sifat\npekerjaannya tidak dapat mengambil cuti massal, maka pelaksanaan cuti\ntahunannya dapat ditunda, dan jumlah hari dalam cuti massal mengurangi jumlah\ncuti tahunan.",{"bindId":205,"name":198,"text":199},"SCHEDULE_trigger",{"bindId":207,"name":198,"text":199},"schedulesrestpw",{"bindId":209,"name":210,"text":211},"TRADEUNLEAV_trigger","1. Dengan mengajukan permohonan izin ter","1. Dengan mengajukan permohonan izin terlebih dahulu, Pengusaha dapat\nmemberikan dispensasi kepadà pengurus serikat pekerja untuk mengikuti kegiatan\ndi luar perusahaan, konferensi, seminar, atau kursus-kursus dan yang\nberhubungan dengan urusan ketenagakerjaan maupun keorganisasian serikat pekerja\ndengan tetap mendapatkan haknya sebagai pekerja.",{"bindId":213,"name":214,"text":215},"LOWWAGE_trigger","Pekerja dengan masa keria di bawah 1 (sa","Pekerja dengan masa keria di bawah 1 (satu) tahun dan karyawan kontrak waktu\ntertentu diberikan sama dengan Upah Minimum Kota Tangerang Selatan, sedangkan\nyang bekerja di atas 1 (satu) tahun dan pekerja bulanan All In disesuaikan.",{"bindId":217,"name":214,"text":215},"LOWWAGE_government",{"bindId":219,"name":214,"text":215},"LOWWAGE_provision",{"bindId":221,"name":214,"text":215},"lowwageperiod",{"bindId":223,"name":224,"text":225},"STRUCINCR_trigger","1. Kenaikan upah pekerja dilakukan sekur","1. Kenaikan upah pekerja dilakukan sekurang-kurangnya 1 (satu kali setahun\nbersamaan dengan peninjauan upah yang dilakukan oleh pemerintah dan\u002Fatau\nditetapkan oleh pihak perusahaan dengan memperhatikan situasi dan kondisi\nperusahaan, prestasi kerja (kemampuan kerja, kreativitas, ketelitian, tanggung\njawab. kepemimpinan, hubungan sosial), konduite (absensi, kejujuran, loyalitas,\nmasa keria) dan lain-lain",{"bindId":227,"name":228,"text":229},"wageincreasetype2","2. Peninjauan kenaikan upah yang dilakuk","2. Peninjauan kenaikan upah yang dilakukan pemerintah dirundingkan terlebih\ndahulu dengan serikat pekerja.",{"bindId":231,"name":232,"text":233},"oncerise_detail","1. Tunjangan Hari Raya diberikan kepada ","1. Tunjangan Hari Raya diberikan kepada pekerja dalam bentuk bingkisan dan\nuang, selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari menjelang hari raya",{"bindId":235,"name":232,"text":233},"incidentalbonusdate",{"bindId":237,"name":238,"text":239},"NOCTPREM_trigger","4. Premi shift Diberikan kepada pekerja ","4. Premi shift\n\nDiberikan kepada pekerja yang bekerja shift II sebesar Rp. 1.500, - (Seribu\nLima Ratus Rupiah), dan shift III (long shift malam) sebesar Rp. 3.000,- (Tiga\nRibu Rupiah) per hari\u002Fhadir",{"bindId":241,"name":242,"text":243},"shiftallowancetype1","Diberikan kepada pekerja yang bekerja sh","Diberikan kepada pekerja yang bekerja shift II sebesar Rp. 1.500, - (Seribu\nLima Ratus Rupiah), dan shift III (long shift malam) sebesar Rp. 3.000,- (Tiga\nRibu Rupiah) per hari\u002Fhadir",{"bindId":245,"name":246,"text":247},"OVERTIME_trigger","3. Dalam hal pengusaha mempekerjakan pek","3. Dalam hal pengusaha mempekerjakan pekerja melebihi ketetapan waktu kerja\nsebagaimana dimaksud pada ayat (2), pengusaha, wajib membayar upah waktu kerja\nlembur Kepada pekerja",{"bindId":249,"name":246,"text":247},"SUNDAY_trigger",{"bindId":251,"name":252,"text":253},"COMMUTE_trigger","a. Diberikan kepada karyawan dengan stat","a. Diberikan kepada karyawan dengan status harian\u002F bulanan PT. Agung Pelita\nIndustrindo sebesar Rp. 3.500,-\u002Fhari\u002Fhadir dan karyawan tetap sebesar Rp.\n4.000,-\u002Fhari\u002Fhadir",{"bindId":255,"name":252,"text":253},"commutingallowancetype",{"bindId":257,"name":252,"text":253},"commutingallowanceamount1",{"bindId":259,"name":260,"text":261},"mealvouchers","1. Pengusaha akan menyediakan makan untu","1. Pengusaha akan menyediakan makan untuk karyawan setelah bekerja berturut2\nselama 4 jam, pada jam istirahat yang nilainya disesuaikan dengan kemampuan\npengusaha",{"bindId":263,"name":264,"text":265},"direct_participation_hrs","1. Perselisihan Hubungan Industrial adal","1. Perselisihan Hubungan Industrial adalah perbedaan pendapat yang\nmengakibatkan pertentangan antara pengusaha dengan pekerja atau serikat pekerja\nkarena adanya perselisihan mengenai hak, perselisihan kepentingan, perselisihan\npemutusan hubungan kerja dan perselisihan antar serikat pekerja dalam suatu\nperusahaan.\n\n2. Perselisihan hubungan industrial wajib diupayakan penyelesaiannya.\nterlebih dahulu melalui perundingan bipartit secara musyawarah untuk mencapai\nmufakat.\n\n3. Dalam hal perundingan secara bipartit dalam jangka, waktu 30 hari gagal,\nmaka salah satu kedua belah pihak mencatatkan perselisihannya ke instansi yang\nbertanggung jawab dibidang ketenagakerjaan setempat dengan melampirkan bukti\nbahwa upaya penyelesaian sudah ada tapi gagal\n\n4. Kedua belah pihak dapat memilih tawaran\u002Fanjuran dari instansi\nketenagakerjaan dalam penyelesaian perselisihan hubungan industrial melalui\nkonsiliasi atau mediasi\n\n5. Dalam hal penyelesaian melalui konsiliasi atau mediasi tidak mencapai\nkesepakatan, maka salah satu pihak dapat mengajukan gugatan ke Pengadilan\nHubungan Industrial (lihat prosedur PPHI)",{"bindId":267,"name":268,"text":269},"strikes_trigger","3. Penyampaian keluh kesah atau protes y","3. Penyampaian keluh kesah atau protes yang mengakibatkan berhentinya\naktivitas kerja dan merugikan perusahaan, akan dikategorikan sebagai mogok\nkerja yang tidak sah.",{"bindId":271,"name":272,"text":273},"coveroccup3","3. Perjanjian kerja bersama ini tidak be","3. Perjanjian kerja bersama ini tidak berlaku untuk pekerja yang berstatus\npekerja outsourcing.","\u003Chtml>\n\n    \u003Cdiv class=\"cobra-report\">\n\n        \u003Ch2>IDN PT. Agung Pelita Industrindo - Tangerang - 2022\u003C\u002Fh2>\n\n        \u003Cdiv class=\"section general\">\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-start_date\">Tanggal dimulainya perjanjian: &rarr;&nbsp;2022-06-25\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-end_date\">Tanggal berakhirnya perjanjian: &rarr;&nbsp;2024-06-24\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \u003C!-- TODO: previous CBA logic -->\n            \u003C!-- TODO: status logic -->\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaratified\">Diratifikasi oleh: &rarr;&nbsp;Other\u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaactorratified\">\n                    Diratifikasi pada: &rarr;&nbsp;2022-06-25\n                \u003C\u002Fdiv>\n            \n\n            \u003C!-- TODO: transnational_label, includingcountries_label, national_framework_label -->\n\n            \u003Cdiv id=\"display-SECTOR1\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Industri\u002Fpabrik pengolahan\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-NACE2004\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Pabrik Manufaktur Sepatu, Produk Kulit dan Karet\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-FIRMPRI\">\n                Sektor publik\u002Fswasta: &rarr;&nbsp;In the private sector\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv>Disimpulkan oleh:\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1\">\n\n                \n                    \n                    \u003Cdiv>\n                        Nama perusahaan: &rarr;&nbsp;\n                        Agung Pelita Industrindo - Tangerang\n                    \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1\">\n                Nama serikat pekerja: &rarr;&nbsp;\n\n                \n                    \n                    \u003Cspan>\n                        Serikat Pekerja Tekstil Sandang &amp; Kulit SP TSK SPSI\n                    \u003C\u002Fspan>\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-casignemployees\">\n                Nama penandatangan dari pihak pekerja &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section social-security-pensions\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SOCSEC_trigger\">JAMINAN SOSIAL DAN PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-pensionfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pensiun bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilityfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan cacat bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-unemploymentfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan pengangguran bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section training\">\n            \u003Ch3 id=\"display-TRAINING_trigger\">PELATIHAN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingprogrammes\">Program pelatihan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprenticeships\">Magang: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pelatihan bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section sickness-disability\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KONDISI SAKIT DAN DISABILITAS\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-maxsicknesspayperc\">\n                Maximum cuti sakit berbayar (untuk 6 bulan): &rarr;&nbsp;92&nbsp;%\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-sicknessmaxdaysnr\">\n                Maximum hari untuk cuti sakit berbayar: &rarr;&nbsp;365 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-longtermillness\">Ketentuan mengenai kembali bekerja setelah menderita penyakit jangka panjang, seperti penyakit kanker: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-menstruationleave\">Cuti haid berbayar: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilitypay\">Pembayaran gaji apabila tidak mampu bekerja dikarenakan kecelakaan kerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n\n        \u003Cdiv class=\"section health-medical-assistence\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA BANTUAN MEDIS\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccess\">Bantuan medis disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccessrelatives\">Bantuan medis bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurance\">Kontribusi pengusaha untuk asuransi kesehatan disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurancerelatives\">Asuransi kesehatan bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetypolicy\">Kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetytraining\">Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-protectiveclothing\">Pakaian\u002Falat pelindung diri disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-hivpolicy\">Pemeriksaan kesehatan secara berkala disediakan oleh pengusaha: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-monitoring\">Pengawasan permintaan musculoskeletal di tempat kerja, resiko professional dan\u002Fatau hubungan antara pekerjaan dan kesehatan: &rarr;&nbsp;The relationship between work and health, Employee involvement in the monitoring\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-funeralpay\">Bantuan duka\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section work-family-arrangements\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKFAM_trigger\">PENGATURAN ANTARA KERJA DAN KELUARGA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleaveduration\">\n                Cuti hamil berbayar: &rarr;&nbsp;13 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-jobsecuritymothers\">Jaminan tetap dapat bekerja setelah cuti hamil: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-maternitydiscrimination\">Larangan diskriminasi terkait kehamilan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-breastfeeding_dangerouswork\">Larangan mewajibkan pekerja yang sedang hamil atau menyusui untuk melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-riskassessment\">Penilaian resiko terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja yang sedang hamil atau menyusui di tempat kerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-alternatives\">Ketersediaan alternatif bagi pekerja hamil atau menyusui untuk tidak melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-timeoff\">Cuti untuk melakukan pemeriksaan pranatal: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningnonstandard\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempekerjakan pekerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningpromotion\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempromosikan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv> \n            \u003Cdiv id=\"display-nursingmothers\">Fasilitas untuk pekerja yang menyusui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcareprovision\">Pengusaha menyediakan fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcaresubsidy\">Pengusaha mensubsidi fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \u003Cdiv id=\"display-educationtuition\">Tunjangan\u002Fbantuan pendidikan bagi anak pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidpaternityleaveduration\">\n                Cuti ayah berbayar: &rarr;&nbsp;2 hari\n         \u003C\u002Fdiv>\n                        \u003Cdiv id=\"display-deathrelativesleave\">\n                Durasi cuti yang diberikan ketika ada anggota keluarga yang meninggal: &rarr;&nbsp;2 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n        \u003Cdiv class=\"section gender-equality-issues\">\n            \u003Ch3 id=\"display-GENEQ_trigger\">ISU KESETARAAN GENDER\u003C\u002Fh3>\n         \u003Cdiv id=\"display-eqpay\">Upah yang sama untuk pekerjaan yang sama nilainya: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n         \n         \u003Cdiv id=\"display-discrimination\">Klausal mengenai diskriminasi di tempat kerja &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-eqpromotion\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat promosi: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n        \u003Cdiv id=\"display-eqtraining\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat pelatihan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>     \n        \u003Cdiv id=\"display-eqofficer\">Kesetaraan gender dalam kepengurusan serikat pekerja di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-sexualhar\">Klausal mengenai pelecehan seksual di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violence\">Klausal mengenai kekerasan di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violenceleave\">Cuti khusus bagi pekerja yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-support_disabilities\">Dukungan bagi pekerja perempuan dengan disabilitas: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-equalitymonitoring\">Pengawasan kesetaraan gender: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n             \n         \u003C\u002Fdiv>\n         \n\n        \u003Cdiv class=\"section employment-contracts\">\n            \u003Ch3 id=\"display-EMPCONTR_trigger\">PERJANJIAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-contracttrialperiod\">\n                Durasi masa percobaan: &rarr;&nbsp;91 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\u003Cdiv id=\"display-severance_number\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;180&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-severance_number_1_tenure\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;60&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-part_time_excluded\">Pekerja paruh waktu tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-tempagency\">Ketentuan mengenai pekerja sementara: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprentices_excluded\">Pekerja magang tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-minijobs_excluded\">Pekerja mahasiswa tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section working-hours\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKHOURS_trigger\">JAM KERJA, JADWAL DAN LIBUR\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspday\">\n                Jam kerja per hari: &rarr;&nbsp;7.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspweek\">\n                Jam kerja per minggu: &rarr;&nbsp;40.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-dayspweek\">\n                Hari kerja per minggu: &rarr;&nbsp;6.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysdays\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;12.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysweeks\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;2.0 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysfixeddays\">\n                Hari tetap untuk cuti tahunan: &rarr;&nbsp; hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-schedulesrestpw\"> Periode istrirahat setidaknya satu hari dalam seminggu disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-sundays_year\">\n                Jumlah maksimum hari minggu\u002Fhari libur nasional dalam setahun dimana pekerja harus\u002Fdapat bekerja: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n             \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-tradeunleavdays\">\n                Cuti berbayar untuk aktivitas serikat pekerja: &rarr;&nbsp; hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-FLEXWORK_trigger\"> Ketentuan mengenai pengaturan jadwal kerja yang fleksibel: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section wages\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WAGES_trigger\">PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-PAYSCALES_trigger\">\n                Upah ditentukan oleh skala upah: &rarr;&nbsp;Yes, but there are only indices (no wages)\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-LOWWAGE_government\"> \n            Ketentuan bahwa upah minimum yang ditentukan oleh pemerintah harus dihormati: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-lowwageperiod\">\n                Upah terendah disetujui per: &rarr;&nbsp;Days\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-lowwageamount\">\n                Upah terendah: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;Minimum Wage of South Tangerang City\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-COSTLIV_trigger\">Penyesuaian untuk kenaikan biaya kebutuhan hidup: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-STRUCINCR_trigger\">Kenaikan upah\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-ONCERISE_trigger\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali:\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \u003Cdiv id=\"display-extrapayfirmperformance\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali dikarenakan performa perusahaan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-NOCTPREM_trigger\">Tunjangan shift untuk kerja sore atau malam\u003C\u002Fh4>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-shiftallowanceamount1\">\n                    Tunjangan shift untuk kerja sore atau malam: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;33000.0 per bulan\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \u003Cdiv id=\"display-shiftallowancetype1\">Tunjangan shift hanya untuk yang kerja malam: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-OVERTIME_trigger\">Upah lembur hari kerja\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SUNDAY_trigger\">Upah lembur hari Minggu\u002Flibur\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-COMMUTE_trigger\">Tunjangan transportasi\u003C\u002Fh4>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-commutingallowanceamount1\">\n                    Tunjangan transportasi: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;88000.0 per bulan\n                \u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Ch4>Kupon makan\u003C\u002Fh4>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-mealvouchers\">\n                Kupon makan disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-MEALALL_trigger\">Tunjangan makan disediakan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-legalassistance_trigger\">\n                Bantuan hukum gratis: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n    \u003C\u002Fdiv>\n\n\u003C\u002Fhtml>\n",[],[],"collective_agreement",[279],{"title":38,"slug":34},[281],{"type":282,"data":283},"call_to_action_body_block",{"title":284,"description":285,"variant":286,"link":287},"Bandingkan Perjanjian Kerja Bersama","Bandingkan pasal-pasal dan topik dalam Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dengan Perjanjian Kerja Bersama di semua sektor kerja di Indonesia maupun negara-negara lainnya.","dark",{"title":284,"url":288,"description":284,"rel":289,"type":290},"\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fbandingkan-perjanjian-kerja-bersama","follow","internal",[292],{"type":282,"data":293},{"title":284,"description":285,"variant":286,"link":294},{"title":284,"url":288,"description":284,"rel":289,"type":290},[]]