[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"page:id-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-acryl-textile-mills-psp-spn-pt-actem-2020-2022":3},{"id":4,"slug":5,"title":6,"short_title":7,"intro_text":8,"meta_description":9,"seo_title":9,"path":10,"content_type":11,"locale":12,"go_live_at":7,"first_published_at":13,"page_created_at":14,"published_at":13,"edit_url":15,"breadcrumbs":16,"seo":24,"data":32,"children":352,"content_type_view":353,"extra_breadcrumbs":354,"body":356,"body_blocks":367,"related_pages":371},3679,"perjanjian-kerja-bersama","Perjanjian Kerja Bersama",null,"\u003Cp>Beberapa pilihan Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dipublikasikan di sini. Anda dapat menemukan teks asli dari Perjanjian Kerja Bersama tersebut, membaca dan menelusuri per bab maupun pasal, menurut topik yang sedang Anda cari.\u003Cbr\u002F>\u003Cbr\u002F>Ketika Anda mengklik pada link Perjanjian Kerja Bersama, halaman akan terbuka: di kolom sebelah kiri pada halaman tersebut berisi teks asli, sedangkan di kolom sebelah kanan, Anda akan menemukan ringkasan dari ketentuan yang ada di Perjanjian Kerja Bersama tersebut.\u003Cbr\u002F>Serikat Buruh\u002FPekerja dan Asosiasi Pengusaha dari Indonesia memberikan kontribusi terhadap pengumpulan data Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>","","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama","collective_agreements.collectiveagreementoverview","id_ID","2025-08-15T13:01:11.360625+00:00","2026-04-02T08:44:09.692847+00:00","\u002Fcms\u002Fpages\u002F3679\u002Fedit\u002F",[17,20,23],{"title":18,"slug":19},"Indonesia","id-id",{"title":21,"slug":22},"Bekerja di Indonesia","bekerja-di-indonesia",{"title":6,"slug":5},{"title":6,"description":9,"image":25,"canonical":26,"robots":27,"og_type":28,"twitter_card":29,"locale":19,"created_at":30,"last_modified_at":31},"https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fmedia\u002Fimages\u002FSocial_media_preview_image_-_2025.2e16d0ba.fill-1200x630.png","https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002F","index, follow","website","summary_large_image","2025-08-15T15:01:11.360625+02:00","2026-04-02T10:44:09.828831+02:00",{"cba":33,"clauses":45,"details":350,"translations":351},{"id":34,"uid":35,"url":36,"name":37,"locale":38,"override_title":9,"title":39,"browser_title":40,"browser_description":41,"text":42},"perjanjian-kerja-bersama-antara-pt-acryl-textile-mills-psp-spn-pt-actem-2020-2022","53ebc47c-c8dd-11eb-beca-f23c91080f70","https:\u002F\u002Fcobra.wageindicator.org\u002Fcountries\u002Findonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-acryl-textile-mills-psp-spn-pt-actem-2020-2022\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-acryl-textile-mills-psp-spn-pt-actem-2020-2022\u002F","Perjanjian Kerja Bersama Antara PT Acryl Textile Mills PSP SPN PT ACTEM - 2020\u002F2022","ba_ID","IDN PT. Acryl Textile Mills - 2020","Indonesia - IDN PT. Acryl Textile Mills - 2020","IDN PT. Acryl Textile Mills - 2020 - Industri\u002Fpabrik pengolahan",{"name":43,"data":44},"PT ACTEM 2021.html","\n\u003C!--?xml version=\"1.0\" encoding=\"UTF-8\"?-->\n\n\n  \u003Cmeta http-equiv=\"content-type\" content=\"text\u002Fhtml; charset=UTF-8\">\n  \u003Ctitle>New\u003C\u002Ftitle>\n  \u003Cmeta name=\"generator\" content=\"Amaya, see http:\u002F\u002Fwww.w3.org\u002FAmaya\u002F\">\n\u003Cscript type=\"text\u002Fjavascript\" src=\"https:\u002F\u002Fgc.kis.v2.scr.kaspersky-labs.com\u002FFD126C42-EBFA-4E12-B309-BB3FDD723AC1\u002Fmain.js?attr=f3L3nzUDMxbqnl8ziamLssv7v9uUvpwe8lzrLPLyYEFh1HB11Mo4F29pJZanFH1TDAzoCBLQnb3MzgxMqURJ3TKPOdg4jxjteweVNA19KoTSHAtf2qAjouMvOQTFAG59YwRtXU7xjg-YUG0oS4sdVqqVB01DvgNd2Lh33_69YvB6JTfl7twaIPdmpFPdNGlOf_wEOTWMzSA7dTlbXzjn1ZVJ9XTQJcvbV7qNLS6_3PAjWpq1dzrmvTbPMEcDT-BfYuFI-YqgodyA55hEumXwwE2yiMtOuDfebjg1AXD1iB4Cyn_PmD94wlG0XnzAIfQrUg6D9aTfmg9OQljzdaRHRn6xgqCo0kwBHEW7Bk2NUm-iemad36bf5nRakmb7CTbWLJWmpyFwvwAkOVs4rPJERumfQGJTUE1MuEPICt2hvfvZrA90zQMN7uaf0QwKSB1_xM5hpHyPt9SvEVVVmZmLPw\" charset=\"UTF-8\">\u003C\u002Fscript>\n\n\n\u003Ch1>PERJANJIAN KERJA BERSAMA ANTARA PT ACRYL TEXTILE MILLS DENGAN PSP SPN PT\nACTEM PERIODE 2020 – 2022\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>MUKADIMAH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Menyadari akan hakikat dari pada kemerdekaan Republik Indonesia sebagai\njembatan emas yang menghantar seluruh rakyat Indonesia untuk mencapai tingkat\nhidup yang lebih baik lahir dan batin merupakan tuntutan atau amanat perjuangan\nkemerdekaan Bangsa dan tanah air dari generasi ke generasi seterusnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Diantara sekian besar dan luasnya pembangunan di Indonesia sebagai usaha dan\nupaya untuk memperoleh kehidupan yang layak yang lebih baik, maka PT ACRYL\nTEXTILE MILLS merupakan salah satu jenis usaha yang melakukn kegiatan produks,\nmelahirkan lapangan kerja, sehingga perlu dicitakan suasana kerja yang tentram\ndan damai guna terwujudnya kerjasama yang serasi dan penuh pengertian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Mengingat kelangsungan hidup perusahaan ini merupakan jaminan hari depan dan\nkelangsungan adanya pendapatan para pekerja bagi pembiayaan keluarganya, maka\nperlu kiranya disadari dan dipahami secara mendalam hal – hal sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Bahwa seluruh kegiatan kerja didalam perusahaan ini adalah untuk\n    mengadakan sandang terutama bagi rakyat Indonesia, karena seluruh peralatan\n    baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak, mempunyai misi nasional\n    dengan produksi sandang sebagai kebutuhan nasional.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengorganisasian seluruh kegiatan ini dituntun dengan suatu kepemimpinan\n    manajemen, dimana proses produksi harus mencapai tingkat yang efektif dan\n    produktif, dengan pengendalian pengawasan dan pencapaian mutu serta\n    disiplin kerja yang mantap sehingga kontinuitas produksi terjamin.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Partisipasi pekerja yang penuh dengan tanggung jawab dan kesadaran yang\n    tinggi menjaga ketahanan ketangguhan dan kelangsungan usaha perusahaan\n    sebagai sumber pendapatan bagi perusahaan dan pekerja kini dan dimasa\n  depan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>Dengan menyadari hal – hal tersebut diatas maka perjanjian kerja bersama\nyang disepakati ini adalah merupakan petunjuk yang menggugah kesadaran dan\npengertian baik jiwanya maupun ketentuan – ketentuan materinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Bertitik tolak dari pedoman tersebut, baik Pengusaha atau pekerja akan\nsaling membantu menjalankan fungsi dan tugas kewajiban di dalam mewujudkan\ntercapainya:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Ketenangan dan kesenangan kerja\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Peningkatan kuantitas dan kualitas produksi\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Peningkatan produktivitas \u002F efisiensi dengan menghindarkan pemborosan –\n    pemborosan baik tenaga maupun material.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Penetapan pendapatan dan kesejahteraan pekerja yang menumbuhkan gairah\n    dan rasa tentram bekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mengutamakan kegiatan musyawarah sebagai forum komunikasi untuk mencapai\n    kesepakatan, memperkecil dan menghilangkan perbedaan – perbedaan pendapat\n    dengan memperhitungkan faktor – faktor situasi dan kondisi.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>Perjanjian kerja bersama ini dijiwai dan berlandaskan Pancasila, Undang –\nUndang Dasar 1945 serta seluruh perundang – undangan yang berlaku di Negara\nRepublik Indonesia. Maka dengan ini kami pihak – pihak yang mewakili\nPengusaha dan Pekerja di dalam mewujudkan Perjanjian Kerja Bersama ini didasari\ndengan penuh kesadaran dan rasa tanggung jawab.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pengalaman atas pedoman – pedoman tersebut diatas, diharapkan dapat\nmelahirkan hubungan kerja yang erat dan harmonis antara Pengusaha dan Pekerja\nsehingga dengan demikian ditetapkan ketentuan – ketentuan materi dalam\nPerjanjian Kerja Bersama ini, dengan ridho Tuhan Yang Maha Esa kita diberkati\ntuntunan-Nya untuk dapat melaksanakan dengan sebaik - baiknya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB I: ISTILAH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 1: ISTILAH – ISTILAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam Perjanjian Kerja Bersama ini yang diartikan dengan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah Perseroan Terbatas ACRYL TEXTILE MILLS, disingkat PT ACTEM yang\nberkedudukan di : Kantor Pusat : 3rd Floor, New Summitmas Tower Jl. Jendral\nSudirman Kav. 61 – 62 Jakarta. Pabrik : Jl. Moh. Toha Pasar Baru Kota\nTangerang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pengusaha:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah Direksi PT ACTEM atau pejabat yang diberi kuasa olehnya untuk\nbertindak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Pekerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah setiap orang yang mengadakan hubungan kerja dengan Pengusaha PT ACTEM\ndan menerima upah serta imbalan lain dari padanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pekerja Tetap:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah setiap orang yang bekerja dan terdaftar di PT ACTEM dan telah\nmenyelesaikan masa percobaan selama 3 (tiga) bulan dan telah diangkat menjadi\nPekerja Tetap oleh Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Serikat Pekerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah Serikat Pekerja Nasional (SPN) yang telah tercatat\u002Fterdaftar pada\nkantor Dinas Ketenagakerjaan dan Kependudukan Kota Tangerang dengan nomor bukti\npencatatan: 560\u002F162-DKK\u002FOP\u002FKota-TNG\u002Fx\u002F2002 Tanggal 01 Mei 2002.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Anggota Serikat Pekerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah pekerja PT ACTEM yang berdasarkan ketentuan – ketentuan mempunyai\nhak dan kewajiban di dalam Serikat Pekerja sesuai dengan Anggaran Dasar dan\nRumah Tangga PSP SPN PT ACTEM.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Pengurus Serikat Pekerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah anggota serikat pekerja yang dipilih oleh anggotanya untuk duduk\ndalam kepengurusan Serikat Pekerja PT ACTEM yang berfungsi baik sebagai\nPerwakilan setiap Departemen\u002FBagian, maupun yang merupakan Pengurus Harian\nSerikat Pekerja PT ACTEM dalam batas waktu yang telah ditentukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8. Perjanjian Kerja Bersama:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah perjanjian tentang syarat – syarat kerja yang diselenggarakan\nantara Pengusaha PT ACTEM dengan Serikat Pekerja Nasional (SPN) PT ACTEM yang\npada umumnya memuat syarat – syarat yang harus diperhatikan dalam perjanjian\nkerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9. Keluarga Pekerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah seorang Istri \u002F Suami dan anak – anak yang telah didaftarkan pada\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10. Istri:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah seorang istri yang sah dari pekerja yang telah didaftarkan pada\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11. Suami:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah seorang suami yang sah dari pekerja yang telah didaftarkan pada\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12. Anak:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah anak pekerja yang sah, anak yang disahkan menurut hukum, yang\ndidaftarkan kepada perusahaan. Dengan ketentuan:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli style=\"margin-left:0em\">Belum bekerja\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:0em\">Belum pernah menikah\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Usia dibawah 18 tahun, khusus untuk yang masih bersekolah ditetapkan\n    sampai dengan usia 23 tahun dengan ketentuan tiap tahun menyerahkan surat\n    keterangan dari sekolahnya.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>13. Ahli Waris:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah keluarga pekerja atau orang yang ditunjuk oleh pekerja untuk menerima\nsetiap haknya dalam hal pekerja meninggal dunia. Dalam hal tidak ada penunjukan\natas ahli warisnya maka penyelesaian dari pada haknya diatur menurut hukum yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14. Hari Kerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Untuk Kerja Shift adalah jangka waktu yang berlangsung dari jam (22.00)\nsampai dengan hari berikutnya. Untuk Dayshift adalah jangka waktu yang\nberlangsung dari jam 24.00 sampai hari berikutnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15. Hari Libur:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah hari Minggu atau hari istirahat mingguan lainnya dan hari – hari\nlibur resmi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>16. Jam – Jam Kerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah jam\u002Fwaktu yang telah ditetapkan untuk berada di tempat kerja dan\nmelakukan pekerjaannya pada hari kerja biasa, serta waktu kerja yang telah\nmendapat ijin penyimpangan waktu kerja dari Disnaker.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>17. Kerja Shift:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah waktu kerja dimana pekerja menurut jadwal tetap mengenai waktu kerja\nyang bergiliran secara teratur setiap hari kerja yang sama, yaitu 7 jam akan\ntetapi yang waktu – waktu kerjanya dapat dimulai pada jam 06.00 atau jam\n14.00 maupun jam 22.00 dan jam istirahatnya tidak seharusnya jatuh pada hari\n– hari yang sama dengan hari – hari pekerja lainya. Untuk grup tertentu\ndapat bergeser tetap 1 jam sebelum atau sesudah jam – jam tersebut diatas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>18. Jam Istirahat:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah jam\u002Fwaktu dimana pekerja setelah melakukan pekerjaan selama 4 jam\nterus menerus diberikan waktu untuk tidak melakukan pekerjaan sedikit –\ndikitnya 45 menit.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>19. Hari Istirahat:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah hari dimana pekerja setelah melakukan pekerjaan selama 40 jam seminggu\natau 6 hari kerja berturut – turut diberikan waktu untuk tidak melakukan\npekerjaan selama 1 (satu) hari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>20. Kerja Lembur:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah kerja yang dilakukan selebihnya dari pada 7 jam sehari dan 40 jam\nseminggu berdasarkan 6 hari kerja seminggu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>21. Kerja Panjang:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah dimana setiap pekerja 3 shift Non Stop pada hari yang ditentukan masuk\nkerja pagi (jam 06.00 s\u002Fd jam 14.00), wajib masuk kerja mulai dari jam 06.00\ns\u002Fd 18.00 dari selanjutnya bagi yang masuk kerja siang (jam 14.00 s\u002Fd 22.00),\nwajib masuk kerja mulai jam 18.0 s\u002Fd 06.00, dengan catatan bahwa kelebihan jam\nkerja (3 jam 30 menit) untuk shift pagi dan shift siang tersebut dihitung\nsebagai lembur wajib.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>22. Kerja Hari Libur Resmi:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah kerja yang dilakukan pada hari libur resmi, sebagaimana yang\nditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>23.Hubungan Waktu Kerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah saat dimana pekerja berangkat dari tempat tinggalnya sampai saat tiba\nkembali ditempat tinggalnya, setelah selesai melakukan tugas\u002Fpekerjaannya dan\nhal tersebut sudah sepengetahuan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>24.Lokasi Kerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah seluruh tempat dimana pekerja PT ACTEM melakukan pekerjaannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>25.Komplek Pabrik:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah seluruh halaman, lapangan, ruangan dan sekelilingnya yang berhubungan\ndengan kegiatan kerja serta merupakan milik dari perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>26. Tempat Tinggal Pekerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah tempat yang dihuni setiap hari oleh pekerja dengan kuasa\npenggunaannya atau pemilikannya dan tercatat di perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>27. Tunjangan Tetap:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah tunjangan yang diberikan dengan tidak dipengaruhi oleh\nkehadirannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>28. Tunjangan Tidak Tetap:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah tunjangan yang diberikan sesuai dengan kehadirannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB II: UMUM\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 2: PIHAK – PIHAK YANG MENGADAKAN PERJANJIAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Ayat 1: Pihak yang mengadakan Perjanjian Kerja Bersama ini ialah antara: PT\nACTEM yang selanjutnya dalam perjanian ini disebut Pengusaha dengan Serikat\nPekerja Nasional (PSP SPN) PT ACTEM yang bertindak mewakili untuk dan atas nama\npara anggota.pekerja dan untuk selanjutnya dalam Perjanjian ini disebut Serikat\nPekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 2: Bila Pengusaha berubah nama atau bergabung dengan Pengusaha lain,\ndan Serikat Pekerja mengganti nama atau bergabung dengan organisasi lainnya,\nmaka isi dan makna Perjanjian ini tetap berlaku sampai selesai masa berlakunya\ndan semua pihak tetap terikat didalamnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 3: DASAR DAN TUJUAN PERJANJIAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perjanjian ini diwujudkan berdasarkan pada UU No. 13\u002F2003 (LN-RI No.\n39\u002F2003) dengan tujuan untuk menciptakan stabilitas Hubungan Ketenagakerjaan\ndengan menjelaskan hak – hak, kewajiban dan syarat – syarat kerja antara\nPengusaha dan Pekerjanya, untuk melancarkan proses produksi dalam rangka\npengembangan usaha, demi terciptanya hubungan yang harmonis antara Pengusaha\ndan Pekerjanya sesuai dengan hubungan Industrial Pancasila.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 4: LUASNYA PERJANJIAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-coverunionsign\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight focus\" id=\"clause-coverunion_trigger\">\u003Cp>Ayat 1: Pengusaha dan Serikat Pekerja sama – sama menyetujui bahwa\nPerjanjian Kerja Bersama ini berlaku dan mengikat bagi semua anggota Serikat\nPekerja dan Pengusaha.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Ayat 2: Telah dipahami dan disepakati bersama baik oleh Pengusaha maupun\nSerikat Pekerja bahwa Perjanjian Kerja Bersama ini terbatas mengenai hal –\nhal yang bersifat umum seperti tertera dalam Perjanjian ini dan bahwa Pengusaha\ndan Serikat Pekerja mempunyai hak – hak sesuai dengan ketentuan perundang –\nundangan yang berlaku di Indonesia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 3: Pengusaha dan Serikat Pekerja menyadari bahwa apabila dalam\npelaksanaan perjanjian ini amupun dalam perkembangannya sesuai dengan situasi\ndan kondisi perlu dalam kesepakatan adanya penyempurnaan maka kedua belah pihak\nberjanji untuk selalu mengadakan penyesuaian secara musyawarah mencapai\nmufakat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 5: HAK DAN KEWAJIBAN YANG BERJANJI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Ayat 1: Pengusaha dan Serikat Pekerja berkewajiban untuk selalu menumbuhkan\niklim kerja sama yang baik dengan selalu mengusahakan penyelesaian setiap\nmasalah ketenagakerjaan dengan bermusyawarah. Musyawarah Bipartit tentang\nketenagakerjaan akan dilaksanakan setiap 1 (Saru) bulan sekali setiap minggu\nketiga (ke-3).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 2: Dengan dasar musyawarah Pengusaha dan Serikat Pekerja tidak akan\nmenyampaikan keterangan yang dapat merugikan kedua belah pihak, serta saling\nmencegah melakukan kegiatan – kegiatan yang bertentangan dengan isi\nperjanjian ini maupun norma – norma dan tata tertib yang dikeluarkan oleh\npemerintah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 3: Baik Pengusaha dan Serikat Pekerja berkewajiban memberikan\npenerangan kepada pekerja atau pihak – pihak lainnya yang mempunyai\nkepentingan dengan adanya kesepakatan ini, baik isi, makna dan pegertian\nsepertian apa yang telah ditetapkan dalam kesepakatan ini dengan cara – cara\nyang dapat disepakati bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 4: Pihak Pengusaha dan Serikat Pekerja sama – sama menyadari dan\nmengakui serta menyetujui bahwa:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Yang mengatur jalannya Perusahaan dan Pekerjanya adalah wewenang dan\n    tanggung jawab Pengusaha.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Fungsi Serikat Pekerja adalah mewakili\u002Fmelindungi anggota – anggotanya\n    baik secara perorangan maupun secara bersama – sama didalam hubungan\n    ketenagakerjaan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>Ayat 5: Sesuai dengan ketentuan pemerintah, perencanaan dan pelaksanaan\nPendidikan, kejuruan dalam rangka proses Indonesianisasi, serta pembatasan\npenggunaan tenaga kerja asing (pendatang) adalah sepenuhnya menjadi tanggung\njawab Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 6: Pekerja berhak masuk Serikat Pekerja, kesempatan untuk mengembangkan\nkarya, Keterampilan di dalam berorganisasi sehingga potensi dan daya\nkreativitasnya berkembang di dalam rangka mempertinggi produksi dan\nproduktivitas yang terwujud dalam hasil dan penghasilan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB III: PENGAKUAN DAN JAMINAN TERHADAP SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 6: PENGAKUAN TERHADAP SERIKAT PEKERJA DAN WAKIL – WAKILNYA.\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Ayat 1: Pengusaha mengakui bahwa PSP SPN PT ACTEM yang menandatangani\nPerjanjian Kerja Bersama ini sebagai organisasi pekerja yang anggotanya\nmayoritas, yang bekerja di perusahaan dan berhak menandatangani PKB ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 2: Pengusaha tidak menghalang – halangi kegiatan dan perkembangan\nSerikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 3: Untuk mengurus soal – soal ketenagakerjaan antara Pemerintah,\nSerikat Pekerja dan Pengusaha, maka pekerja yang ditunjuk untuk mewakili\nSerikat Pekerja diberi kelonggaran untuk menghadiri rapat – rapat untuk\nmemusyawarahkan persoalan tersebut. Menurut kepentingannya bila ditunjuk\nbeberapa wakil dari serikat pekerja serta untuk tidak mengganggu kelancaran\nkerja perusahaan terlebih dahulu dimusyawarahkan dengan pihak Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-discrimination\">\u003Cp>Ayat 4: Pengusaha menjamin tidak melakukan tekanan – tekanan langsung\nmaupun tidak langsung, tindakan – tindakan diskriminasi dan tindakan\npembalasan terhadap pekerja – pekerja yang telah dipilih selaku pengemban\ntugas yang karena fungsinya berhubungan dengan kepentingan pekerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Ayat 5: Berdasarkan hak Serikat Pekerja, maka setiap pengurus Serikat\nPekerja dapat masuk ke dalam lokasi kerja perusahaan yang karena fungsi dan\ntugasnya didalam masalah ketenagakerjaan dan organisasi dengan persetujuan\nPengusaha memberikan bantuan seperlunya untuk kelancaran tertentu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 7: FASILITAS – FASILITAS UNTUK SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Ayat 1: Berdasarkan kemampuan pengusaha dengan bermusyawarah bersama Serikat\nPekerja sesuai dengan prinsip – prinsip dalam Mukadimah maka Pengusaha\nmengijinkan ruangan kantor atau fasilitas lainnya milik perusahaan yang antara\nlain berupa : meja, kursi tamu, lemari, telepon, papan pengumuman, demi\nkelancaran kegiatan organisasi secara rutin.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 2: Dengan persetujuan Pengusaha, Serikat Pekerja dapat menggunakan\nfasilitas – fasilitas alat lainnya milik perusahaan yang memadai untuk\nkegiatan – kegiatan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 3: Berdasarkan pada kepentingan bersama, maka Pengusaha dapat\nmemberikan dispensasi kepada Serikat Pekerja untuk menjalankan tugas –\ntugasnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 4: Dengan seijin Pengusaha terlebih dahulu, Serikat Pekerja dapat\nmengadakan rapat – rapat pengurus\u002Fanggota diruang pabrik\u002Fkantor dalam jam\nkerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 5: Pengusaha dapat memberikan dispensasi kepada setiap pengurus atau\nanggota Serikat Pekerja untuk mengikuti pertemuan dengan Pengusaha dengan\ndiberikan upah penuh selama jam kerja. Bila dilakukan diluar jam kerja tidak\ndiperhitungkan sebagai jam lembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-TRADEUNLEAV_trigger\">\u003Cp>Ayat 6: Dengan bukti keterangan yang syah serta berdasarkan musyawarah,\npengusaha dapat memberikan dispensasi kepada pengurus Serikat Pekerja untuk\nmemenuhi panggilan instansi pemerintah, organisasi vertical, Kongres, Seminar,\nKursus, dan semacamnya dengan mendapat hak upah sepenuhnya. Bila dilakukan\ndiluar jam kerja tidak diperhitungkan sebagai kerja lembur.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Ayat 7: Pemungutan iuran\u002Fdana untuk Serikat Pekerja:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Berdasarkan permintaan Pengurus Serikat Pekerja, Pengusaha membantu\n    didalam mengumpulkan iuran anggota yang dipotong langsung dari upah pekerja\n    yang bersangkutan setiap bulan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Atas permintaan Serikat Pekerja, Pengusaha dapat memberikan ijin kepada\n    Serikat Pekerja untuk mengumpulkan dana\u002Fsokongan yang dilakukan sendiri\n    oleh pengurus harian atas dasar permintaan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengusaha menyetorkan iuran serikat pekerja setiap bulan pada Bank yang\n    telah ditentukan atas nama rekening Serikat Pekerja ACTEM serta bukti\n    penyetorannya disampaikan pada pengurus Serikat Pekerja didalam minggu\n    pertama setelah tutup buku perusahaan setiap bulannya.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>Ayat 8: Penempelan daripada edaran, pengumuman – pengumuman maupun\nselebaran komunikasi lainnya dari Serikat Pekerja:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Terlebih dahulu menyampaikan tindakannya kepada Pengusaha untuk mendapat\n    ijin.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Penempelannya hanya pada tempat yang ditentukan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IV: HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 8: PENERIMAAN PEKERJA DAN MASA PERCOBAAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Ayat 1: Penerimaan pekerja baru di perusahaan disesuaikan dengan kebutuhan\ndan untuk dapat diterima menjadi pekerja harus memenuhi syarat – syarat yang\ntelah ditetapkan oleh Pengusaha berdasarkan ketentuan perundang – undangan\nyang berlaku di Negara Republik Indonesia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrialperiod\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrial\">\u003Cp>Ayat 2: Calon pekerja diterima sebagai pekerja dengan masa percobaan selama\n– lamanya 3 (tiga) bulan terhitung sejak ia mulai bekerja di perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Ayat 3: Selama dalam masa percobaan masing – masing pihak dapat memutuskan\nhubungan kerja dengan melalui prosedur dan ketentuan – ketentuan yang telah\nditetapkan sebelumnya oleh Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 4: Setiap pekerja yang telah memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan\noleh Pengusaha dan telah menyelesaikan masa percobaannya diangkat sebagai\npekerja tetap sesuai dengan status penggolongannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 9: BATAS UMUR MAKSIMUM\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Batas umur pekerja tetap untuk mengakhiri kerjanya adalah 55 (lima puluh\nlima) tahun, dengan pengaturan khusus sesuai kesepakatan yang merupakan bagian\nyang tidak terpisahkan dari PKB ini (lihat lampiran-7).\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pekerja Laki – laki: Atas permintaan sendiri dan berdasarkan\n    persetujuan perusahaan dapat mengajukan Pensiun Muda pada usia 45 (empat\n    puluh lima) tahun atau minimal setelah bermasa kerja 20 (dua puluh)\n  tahun.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja Wanita: Atas permintaan sendiri dan berdasarkan persetujuan\n    perusahaan dapat mengajukan pensiun pada usia 35 (tiga puluh lima) tahun\n    atau minimal setelah bermasa kerja 15 (lima belas) tahun, ketentuan tentang\n    saat berlakunya Pemutusan Hubungan Kerja dilaksanakan berdasarkan tanggal\n    kelahiran sebagaimana tercatat pada perusahaan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 10: MUTASI DAN PROMOSI KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Ayat 1: Demi kelancaran kegiatan perusahaan, Serikat Pekerja mengakui hak\nPengusaha dalam penerimaan pekerja baru, penentuan dan pembagian pekerjaan,\npengangkatan dan pemindahan pekerja didalam lingkungan perusahaan sesuai dengan\nsistem administrasi kepegawaian yang baik.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 2: Dalam hal penentuan\u002Fpembagian pekerjaan pengangkatan dan pemindahan\npekerja, Pengusaha akan selalu memperhatikan dan mempertimbangkan kreatifitas,\nkemampuan dan kecakapan pekerja itu sendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 3: Didalam hal perusahaan membutuhkan tenaga kerja untuk mengisi\nlowongan\u002Fjabatan pekerjaan baik dari golongan Akademi maupun golongan SLTA\nberpendidikan kejuruan tertentu, Pengusaha memberikan kesempatan terlebih\ndahulu kepada pekerjanya dengan memenuhi persyaratan – persyaratan yang sudah\nditetapkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 11: KENAIKAN JABATAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pengusaha dapat mengangkat pekerja tetap untuk memangku jabatan tertentu\ndengan pertimbangan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Mengingat kepentingan perusahaan untuk mendapatkan kelancaran dan\n    ketertiban kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Memenuhi persyaratan untuk menjalankan tugas jabatan tersebut.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Meningkatkan gairah dan prestasi kerja pekerja.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 12: PEKERJA WANITA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Ayat 1: Pengusaha mempekerjakan wanita dengan hak dan jaminan yang sama\nsesuai dengan ketentuan perundang – undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-breastfeeding_dangerouswork\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-pregnancy\">\u003Cp>Ayat 2: Pengusaha tidak mempekerjakan wanita pada bidang – bidang\npekerjaan yang karena sifat, tempat dan keadaannya yang dapat membahayakan bagi\nkesehatan, keselamatan, maupun kesusilaannya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Ayat 3: Dengan persetujuan bersama Serikat Pekerja, Pengusaha dapat\nmempekerjakan wanita pada malam hari sesuai dengan ketentuan – ketentuan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 13: FASILITAS DAN BANTUAN PERUSAHAAN UNTUK SERIKAT PEKERJA\u002FBURUH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Ayat 1: Status Pekerja terdiri dari:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pekerja Masa Percobaan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja Tetap, yaitu:\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp style=\"text-align:justify;margin-left:4em\">a. Pekerja biasa\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:justify;margin-left:4em\">b. Prestasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:justify;margin-left:4em\">c. Skill\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:justify;margin-left:4em\">d. Keamanan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:justify;margin-left:4em\">e. Pimpinan (Lingkungan\nManagement)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-jobclassifaction1\">\u003Cp>Ayat 2: Penggolongan pekerja terdiri dari:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Golongan SLTA\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Golongan Khusus\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Golongan Akademi\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Golongan Skill (Teknik, non Teknik, Pengemudi dan Keamanan)\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fol>\u003C\u002Fdiv>\u003Col>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>Ayat 3: Perubahan status pekerja serta penggolongan berdasarkan pada\nketentuan – ketentuan yang telah berlaku dimana khusus untuk perubahan –\nperubahan dari pekerja biasa ke prestasi dan perubahan dari golongan SD ke\nSLTP, golongan SLTP ke golongan SLTA akan diadakan pada setiap bulan Agustus\nserta golongan SLTA ke golongan khusus pada setiap bulan November setiap\ntahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB V: PERATURAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 14: HARI KERJA DAN WAKTU KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday\">\u003Cp>Ayat 1: Waktu kerja adalah 7 jam sehari dan 40 jam seminggu dengan ketentuan\napabila perusahaan memerlukan kerja shift, maka pekerja bersedia untuk\nmelaksanakan waktu kerja tersebut yang tercakup dalam ijin penyimpangan waktu\nkerja dari Disnaker.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Ayat 2:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">a. Waktu Kerja Day Shift adalah sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Dari hari Senin sampai hari Kamis dari jam 08.00 s\u002Fd 16.45 (termasuk\n    istirahat 45 menit).\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Khusus hari Jum’at maka jam kerja mulai dari jam 08.00 s\u002Fd 17.00\n    (termasuk istirahat 1 jam).\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Hari Sabtu dan Minggu adalah Libur Mingguan Day Shift\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">b. Bagi pekerja Day Shift khusus (bekerja dari jam\n08.00 s\u002Fd 16.00) dan hari liburnya diatur oleh perusahaan, akan diberikan\ninsentif\u002Ftunjangan sesuai dengan perusahaan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">c. Waktu kerja Day Shift, berdasarkan Perjanjian\nSerikat Pekerja dan pihak perusahaan sewaktu – waktu dapat diadakan peraturan\nkhusus.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 3: Waktu kerja Shift terdiri dari :\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>2 Shift\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>3 Shift dengan libur pada hari Minggu\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>3 Shift semi non stop\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>3 Shift non stop\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>4 Group 3 Shift Non Stop\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>Dengan Pengaturan waktu kerja sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;line-height:1.5em;\" rowspan=\"2\">\n\n        \u003Cp>(Sesuai Pasal 1. No. 17 &amp; 21 PKB ACTEM)\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;line-height:1.5em;\">WAKTU\n        KERJA\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;line-height:1.5em;\">\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;line-height:1.5em;\">\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;line-height:1.5em;\">ISTIRAHAT\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;line-height:1.5em;\">\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;line-height:1.5em;\" rowspan=\"2\">Keterangan\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Shift\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Dari\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Sampai\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">I\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">II\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd rowspan=\"3\">KERJA SHIFT\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Pagi\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>06.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>14.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>45 Menit\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>- \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd rowspan=\"3\">Lembur otomatis 3,5 jam jika bekerja 6 hari dalam\n      seminggu\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Siang\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>14.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>22.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>45 Menit\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Malam\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>22.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>06.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>45 Menit\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd rowspan=\"2\">KERJA PANJANG\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Siang\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>16.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>18.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>45 Menit\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>45 Menit\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd rowspan=\"2\">3 jam 30 menit sebagai lembur otomatis\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Malam\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>18.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>06.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>45 Menit\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>45 Menit\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 4: Untuk kepentingan perusahaan, Pengusaha dapat menugaskan kepada\npekerja untuk melaksanakan tugas dinas luar dengan tidak mengurangi hak –\nhaknya sebagai pekerja sesuai dengan ketentuan yang telah berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 5: - Untuk hari – hari dan waktu – waktu tertentu yang dianggap\npenting oleh perusahaan, Pengusaha dapat menugaskan pekerja tertentu untuk\nmelaksanakan tufas piket didalam pabrik dengan diberikan jaminan dan fasilitas\n– fasilitas tertentu serta sesuai dengan peraturan perusahaan yang ada\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Bagi Pekerja yang di panggil untuk perbaikan (Bag. Engineering,\n    maintenance dan QC) akan diberikan insentif Rp 30.000 per satu kali\n  datang.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Ch3>PASAL 15: JAM \u002F WAKTU ISTIRAHAT\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SCHEDULE_trigger\">\u003Cp>Ayat 1: Pekerja didalam menjalankan tugas didalam jam kerjanya maupun kerja\nlembur, setelah menjalankan pekerjaan selama 4 jam terus – menerus diberikan\nwaktu istirahat sedikit – dikitnya 45 menit lamanya yang tidak termasuk jam\nbekerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Ayat 2: Setiap pekerja dapat menggunakan waktu istirahat masing – masing\ndengan ketentuan harus berada didalam komplek pabrik atau tempat \u002F ruangan yang\ntelah ditentukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 3: Tanpa ijin atasannya pekerja tidak diperbolehkan meninggalkan\nkomplek pabrik.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 16: KERJA LEMBUR\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hoursovertimemax\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-MAXHOURS_trigger\">\u003Cp>Ayat 1: Apabila perusahaan memerlukan kerja lembur, maka Pengusaha dapat\nmempekerjakan pekerjanya untuk melakukan pekerjaan lembur (diluar jam kerja\nbiasa atau pada hari libur) sesuai dengan ketentuan perundang – undangan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Ayat 2: Sewaktu bekerja pada hari – hari Libur Resmi pekerja mendapat\nkupon makan ekstra.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 3: Apabila bekerja 9 (Sembilan) jam sehari dan 54 (Lima Puluh Empat)\njam seminggu sesuai dengan Kep. Men. 608 \u002F 1980, pasal 2 (Dua), perusahaan akan\nmemberikan makan minum sedikit – dikitnya senilai 1400 (Seribu Empat Ratus)\nkalori.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 17: HARI LIBUR\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-schedulesrestpw\">\u003Cp>Ayat 1: Pekerja diberikan hari istirahat 1 hari didalam seminggu yaitu pada\nhari Minggu, khususnya bagi Pekerja dengan sistem kerja Shift baik Non stop\nmaupun semi Non Stop libur mingguannya diatur oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-bankholidays1\">\u003Cp>Ayat 2: Pada hari – hari libur resmi sebagaimana ditetapkan oleh\npemerintah dengan menerima upah penuh.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Ayat 3: Pada hari – hari libur lainnya akan ditetapkan oleh Pengusaha\nberdasarkan musyawarah bersama Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 4: Bila hari libur resmi jatuh pada hari Minggu maka pekerja mendapat\nupah penuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VI: ABSENSI DAN IJIN MENINGGALKAN PEKERJAAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 18: ABSENSI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Ayat 1: Maksud dan tujuan absensi yang diadakan oleh Perusahaan adalah untuk\nmenciptakan ketertiban dan disiplin kerja sebagai salah satu alat untuk\nmemberikan penilaian terhadap disiplin\u002Fkondite pekerja dan untuk\nmenghitung\u002Fmenetapkan gajinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 2: Absensi dipertanggungjawabkan oleh Kepala Bagian\u002FSeksinya masing –\nmasing dan dilaporkan ke Bagian Personalia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 19: IJIN MENINGGALKAN PEKERJAAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Ayat 1: Pengusaha dapat memberikan ijin meninggalkan pekerjaan kepada\npekerja dengan menunjukan bukti yang sah dari pihak yang berwenang bila ada\nsesuatu hal yang sangat penting yang meyangkut pekerja maupun keluarnganya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 2: Setiap Pekerja yang akan meninggalkan pekerjaannya diharuskna untuk\nmeminta ijin dari Pimpinannya yang berwenang, serta diharuskan untuk melapor\nsetelah kepentingannya selesai.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 3: Pengusaha dapat memberikan kesempatan yang sepatutnya kepada Pekerja\nuntuk mengerjakan kewajiban bersembahyang menurut agama masing – masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 4: Macam – macam ijin:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1. Umum\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">a. Ijin meninggalkan tempat bekerja untuk suatu\nkeperluan didalam komplek Pabrik.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">b. Ijin untuk meninggalkan tempat bekerja untuk\nsuatu keperluan diluar komplek Pabrik.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">c. Ijin untuk masuk bekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2. Biasa\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">a. Pernikahan pertama bagi pekerja selama 4 hari\n(P1). Khusus pernikahan yang kedua dengan syarat sah telah bercerai dengan yang\npertama\u002Fmeninggal selama 4 hari (P1).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">b. Pekerja menderita sakit, harus didukung oleh\nSurat Keterangan Dokter yang sah, lamanya ijin sesuai dengan surat keterangan\ndokter (S1).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleave\">\u003Cp style=\"margin-left:4em\">c. Pekerja wanita melahirkan dengan ijin cuti selama\n3 bulan yang pelaksanaannya dapat dilakukan 1 ½ bulan sebelum dan 1 ½ bulan\nsesudah melahirkan penentuan permulaan cuti hamil harus dengan keterangan\nDokter atau yang disyahkannya (H2).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityotherclause\">\u003Cp style=\"margin-left:4em\">d. Keguguran bagi pekerja wanita, lamanya 1 ½ bulan\nsetelah terjadinya keguguran dengan surat Dokter atau yang disyahkannya\n(H2).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-menstruationleave\">\u003Cp style=\"margin-left:4em\">e. Bagi pekerja wanita yang sedang haid pada hari\npertama dan kedua (H1).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-childcareleave\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-childcare\">\u003Cp style=\"margin-left:4em\">f. Keluarga pekerja (orang tua, istri, suami, anak)\njatuh sakit dengan surat keterangan Dokter selama 1 hari (P1)\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelativesleave\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelatives\">\u003Cp style=\"margin-left:4em\">g. Anggota keluarga pekerja (Orang tua\u002FMertua, istri\natau suami, anak kandung) meninggal dunia dengan keterangan dari yang berwenang\nselama 3 hari (P1).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">h. Saudara kandung, saudara dari suami\u002Fistri\nmeninggal dunia dengan keterangan dari yang berwenang selama 1 hari (P1).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">i .Mengkhitankan atau membaptiskan anak Pekerja\nselama 2 hari (P1)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleave\">\u003Cp style=\"margin-left:4em\">j. Istri Pekerja melahirkan selama 3 hari apabila\nkeguguran selama 2 hari (P1)\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">k. Anak Pekerja menikah selama 3 (tiga) hari (P1)\ndab saudara kandung menikah selama 1 (satu) hari (P1)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">l. Anggota serumah Pekerja meninggal dunia setelah\nmendapat ijin dari perusahaan akan diberi ijin khusus (P4)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">3. Khusus\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">a. Pekerja yang mengikuti kegiatan untuk kepentingan\nbersama (Perusahaan dan Serikat Pekerja) didalam jam – jam kerja selama waktu\nyang diperlukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">b. Pekerja yang tertimpa kecelakaan sebagaimana\ndimaksud dalam Undang – Undang Kecelakaan selama waktu yang diberikan oleh\nDokter Perusahaan atau yang disahkannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">c. Pekerja didalam memenuhi panggilan\u002Fberurusan\ndengan Instansi Pemerintah selama waktu yang diperlukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">d. Kepentingan lain yang diperlukan akibat (bencana\nalam wabah penyakit dan lain – lain) selama waktu yang diperlukan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 5: Tata cara pemberian ijin:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1. Ijin meninggalkan pekerjaan tersebut harus\ndiperoleh terlebih dahulu dari Perusahaan (Pimpinan yang berwenang) kecuali\ndalam keadaan mendesak, bukti – bukti tersebut diatas dapat diajukan\nkemudian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2. Atas pertimbangan – pertimbangan Pengusaha,\nijin meninggalkan pekerjaan diluar ketentuan – ketentuan tersebut diatas\ndapat diberikan tanpa upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">3. Setiap Pekerja yang meninggalkan pekerjaan tanpa\nijin Pengusaha atau Pimpinan yang berwenang, maka Pekerja tersebut dinyatakan\nmangkir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 20: CUTI\u002FISTIRAHAT TAHUNAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysweeks\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysdays\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAIDLEAV_trigger\">\u003Cp>Ayat 1: Setiap Pekerja yang telah bekerja selama 12 bulan terus - menerus\nberhak atas cuti tahunan sebanyak 12 hari kerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Ayat 2: Bagi Pekerja yang akan mengambil hak cutinya, selambat – lambatnya\n2 minggu sebelumnya harus telah mengajukan permohonan terlebih dahulu kepada\nPengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 3: Pekerja dapat menggunakan hak cuti samapi dengan selambat –\nlambatnya 1 tahun setelah hak cutinya tiba.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysfixeddays\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysfixed\">\u003Cp>Ayat 4: Dalam waktu tertentu Pengusaha dapat memberikan hak cuti tahunan\nkepada pekerja (3 hari) agar menggunakan hak tersebut dengan serentak dengan\nbersama – sama pada suatu waktu tertentu sekitar hari lebaran atau suatu\nwaktu dimana keadaan Perusahaan memerlukan, setelah merundingkan hal tersebut\ndengan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Ayat 5: Cuti Tambahan:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Diberikan kepada setiap pekerja yang telah bermasa kerja lebih dari 6\n    (enam) tahun terus – menerus selama 12 (dua belas) hari, selanjutnya cuti\n    tambahan tersebut akan lahir setiap 3 (tiga) tahun berikutnya (masa kerja\n    6,9,12, tahun dst …)\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pelaksanaan daripada cuti tambahan tersebut akan diperhitungkan apabila\n    peraturan perundang – undangan yang mengatur hal tersebut diberlakukan\n    dan selanjutnya cuti tambahan 12 hari menjadi gugur.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Demi tertibnya pelaksanaan cuti tambahan tersebut diatur oleh\n  Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdays\">\u003Cp>Ayat 6: Pekerja yang menderita sakit dalam jangka waktu panjang mendapat\ncuti sakit dengan syarat – syarat:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Hanya dengan keterangan Dokter atau yang disyahkan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdaysnr\">\u003Cli>Selama – lamanya 1 tahun berturut – turut apabila lebih selanjutnya\n    ditunjuk prosedur Undang – Undang yang berlaku.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fol>\u003C\u002Fdiv>\u003Col>\u003C\u002Fol>\u003C\u002Fdiv>\u003Col>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>Ayat 7: Cuti diluar Tanggungan Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1. Dengan menunjukkan bukti – bukti yang syah\nPengusaha dapat memberikan ijin hanya 1 kali selama – lamanya untuk:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">1.1 Setiap pekerja yang menunaikan ibadah Haji\n(maksimum dalam waktu 40 hari)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">1.2 Setiap pekerja yang menunaikan ibadah Umroh\n(maksimum dalam waktu 15 hari), biaya diluar tanggungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2. Mengenai pengubahannya sesuai dengan peraturan\nperundangan yang berlaku dan status izinnya adalah P1.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VII: TATA TERTIB KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 21: KEWAJIBAN – KEWAJIBAN PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Demi ketertiban kelancaran kerja dan pengamanan seluruh instansi beserta\nalat – alatnya maka setiap pekerja diwajibkan untuk:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Hadir di tempat kerjanya masing – masing pada waktu yang telah\n    ditentukan dan pulang meninggalkan pekerjaan tepat pada waktunya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Melaporkan kehadirannya kepada pimpinannya waktu masuk kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Memeriksa semua alat – alat kerja, mesin mesin dan sebagainya sebelum\n    mulai bekerja dan sewaktu akan meninggalkan pekerjaan, sehingga tidak\n    menimbulkan kerusakan \u002F bahaya yang akan mengganggu pekerjaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mengikuti dan mematuhi serta melaksanakan petunjuk atau instruksi –\n    instruksi yang diberikan oleh atasannya sesuai dengan tugas\n  pekerjaannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menjaga serta memelihara dengan baik semua milik Perusahaan dan segera\n    melaporkan kepada Pengusaha \u002F pimpinan apabila mengetahui adanya hal –\n    hal yang dapat menimbulkan bahaya atau kerugian perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mengikuti dan mematuhi petunjuk serta instruksi yang telah dinyatakan\n    dalam lokasi daerah tertentu.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menggunakan bahan – bahan, alat – alat dan perlengkapan sesuai dengan\n    kepentingannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Memelihara dan memegang teguh Rahasia Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Melaporkan kepada Pimpinan Perusahaan apabila ada perubahan status pada\n    dirinya, susunan keluarga, alamat, penanggung jawab dan lain – lain.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 22: SERAGAM DAN PERLENGKAPAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Ayat 1: Dasar Pemberian:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan memberikan seragam\u002Fperlengkapan kerja dengan tujuan untuk\nmenciptakan ketertiban dan keselamatan kerja dimana pekerja harus memelihara\ndan menggunakannya sewaktu bekerja ketentuan pemakaian seragam\u002Fkelengkapan\nkerja diatur sbb:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sejak memasuki komplek pabrik harus selalu dipakai.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Harus selalu dijaga jangan sampai hilang, dicorat-coret atau\ndisalahgunakan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 2: Ketentuan pemberiannya:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-protectiveclothing\">\u003Cp>Pengusaha memberikan inventaris kerja dengan ketentuan – ketentuan sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pakaian seragam kerja 2 stel setiap tahun\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Sepatu kerja 2 pasang setiap tahun\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Topi seragam kerja 1 buah\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Kartu karyawan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bagi bagian – bagian tertentu yang karena sifat pekerjaannya memerlukan\n    tambahan pakaian kerja (wearpack, lab dress) sebanyak 2 stel setiap tahun\n    dengan komunikasi dari pimpinan departemennya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Alat – alat keselamatan kerja (masker, apron, sarung tangan, sepatu\n    panjang, kacamata, helm dan ear plug dan lain – lain), yang diberikan\n    sesuai dengan kondisi dan sifat pekerjaannya masing – masing.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fol>\u003C\u002Fdiv>\u003Col>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>Ayat 3: Pekerja wajib memelihara pakaian seragam kerjanya agar selalu rapih\nserta tidak dibenarkan untuk merubah atau menambah dengan tanda – tanda yang\nlain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 4: Kartu karyawan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Setiap pekerja diberikan kartu karyawan sebagai tanda pengenal yang disertai\npas photo dan disyahkan oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 5: Apabila terjadi kehilangan\u002Fkerusakan karena kelalaian sendiri,\nsebelum masa tambahan yang baru, sepenuhnya menjadi tanggungan pekerja yang\nbersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 6: Apabila pekerja mengundurkan diri diharuskan mengembalikan\ninventaris kerja yang dipinjamkan oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 23: LARANGAN – LARANGAN BAGI PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Demi terciptanya ketertiban dan kelancaran kerja, maka pengusaha mengajak\npara pekerja untuk bersama – sama menciptakan suasana kerja yang baik dengan\ntidak melakukan hal – hal yang terlarang sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pekerja dilarang membawa \u002F menggunakan barang – barang \u002F alat – alat\n    milik perusahaan keluar dari Komplek Perusahaan tanpa ijin Pengusaha.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap Pekerja dilarang membawa, mengambil, memindahkan sesuatu yang\n    bukan hak hak dan wewenangnya didalam komplek Pabrik.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap Pekerja dilarang melakukan pekerjaan yang bukan tugasnya dan tidak\n    diperkenankan memasuki ruangan lain yang bukan bagiannya, kecuali atas ijin\n    \u002F perintah pimpinannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap Pekerja dilarang menjual\u002Fmemperdagangkan barang – barang berupa\n    apapun untuk mengedarkan daftar sokongan, menempelkan atau mengedarkan\n    poster yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan tanpa ijin\n  perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap Pekerja dilarang minum – minuman keras, mabuk, membawa,\n    menyimpan dan menyalahgunakan bahan narkotik, melakukan segala macam yang\n    sifatnya sejenis dengan perjudian didalam komplek Pabrik.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap Pekerja dolarang menyalahgunakan terhadap pemberian kepercayaan\n    untuk mencari dan menerima keuntungan untuk pribadinya, memberikan\n    keterangan palsu\u002Ftidak sebenarnya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap Pekerja dilarang mengganggu ketenangan kerja, tindak penghasutan,\n    pencabutan dan lain – lain.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap Pekerja dilarang membawa senjata api\u002Ftajam, bahan peledak, barang\n    – barang lainnya bukan milik Perusahaan kedalam komplek Pabrik.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-violence\">\u003Cli>Setiap Pekerja dilarang melakukan tindakan\u002Fperbuatan asusila mengancam,\n    menganiaya, berkelahi dengan sesama Pekerja\u002FPimpinan didalam Komplek\n  Pabrik.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Setiap Pekerja dilarang menyebarluaskan segala bentuk informasi kepada\n    publik baik berupa gambar dan\u002Fatau video yang khusus berkaitan dengan\n    proses produksi tanpa seijin Pimpinan Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Karyawan tidak boleh membuka dan membocorkan informasi rahasia kepada\n    siapapun diluar lingkup perusahaan, termasuk tidak boleh menggunakan\n    informasi rahasia diluar peruntukan pekerjaan. Klasifikasi informasi\n    rahasia ditetapkan oleh Pimpinan Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 24: UANG PENGGANTI TRANSPORT\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-commutingallowancetype1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-COMMUTE_trigger\">\u003Cp>Perusahaan memberikan uang pengganti transport bagi pekerja yang tidak\ntinggal di asrama\u002Fmess yang teknis serta pelaksanaannya diatur perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch2>BAB VIII: KESELAMATAN DAN KECELAKAAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 25: PANITIA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-code_application\">\u003Cp>Pengusaha bersama – sama dengan Pengurus Serikat Pekerja membentuk Panitia\nPembina Keselamatan dan Kesehatan kerja, yang bertugas melakukan Pengawasan\nterhadap pelaksanaan syarat – syarat keselamatan dan kesehatan kerja\nsebagaimana diatur dalam UU No. 1 \u002F1970.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Tugas tersebut dilaksanakan dengan cara – cara:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Memeriksa kegiatan kerja dan segala peralatan tentang perlindungan,\n    pencegahan, penyelamatan, pengendalian, keadaan yang membahayakan bagi\n    keselamatan dan kesehatan di tempat kerja dan sekitarnya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mewajibkan kepada Pengusaha untuk penyediaan dan penyempurnaan segala\n    macam peralatan demi keselamatan dan kesehatan kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mewajibkan kepada pekerja untuk bersama – sama memelihara usaha –\n    usaha didalam pembinaan keselamatan dan kesehatan kerja serta melaporkan\n    kepada pimpinannya apabila menemui hal – hal yang dapat membahayakan\n    keselamatan dan kesehatan kerja tersebut.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetytraining\">\u003Cli>Mengadakan pembinaan dan pengarahan kepada pekerja tentang keselamatan\n    dan kesehatan kerja.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 26: PELAKSANAAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Setiap pekerja yang bekerja pada tempat – tempat tertentu, diharuskan\nmenggunakan alat – alat keselamatan kerja sesuai dengan sifat – sifat\npekerjaannya. Untuk itu Pengusaha menyediakan alat – alat keselamatan kerja,\ndengan ketentuan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Mewajibkan pekerja untuk menjaga dirinya dan Pekerja lainnya untuk\n    mengikuti\u002Fmematuhi ketentuan – ketentuan mengenai keselamatan\n    perlindungan kerja yang berlaku, dengan memperhatikan dan melaksanakan\n    standar kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Diluar kegiatan kerja yang telah ditentukan oleh Pengusaha setiap pekerja\n    tidak diperbolehkan memakai alat – alat atau perlengkapan kerja milik\n    perusahaan untuk kepentingan pribadi.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Kehilangan dan kerusakan akibat kelalaian sendiri, maka menjadi tanggung\n    jawab pekerja yang bersangkutan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 27: KOMPENSASI KECELAKAAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilitypay\">\u003Cp>Apabila Pekerja mengalami kecelakaan didalam hubungan waktu kerja, maka\nPengusaha melaksanakan semua ketentuan Undang – Undang No. 24 tahun 2011\ntentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) serta peraturan – peraturan\npelaksananya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IX: PENGUPAHAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 28: SISTEM PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pada prinsipnya Upah dibayarkan kepada Pekerja yang bekerja dan diatur\nmenurut golongan dan status pekerja dengan sistem tingkat dimana pengaturannya\nadalah sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 1: Pengupahan: diperhitungkan Bulanan, dan dibayarkan 1 (Satu) bulan\n1(satu) kali.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 2: Unsur – unsur upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pada dasarnya unsur pengupahan terdiri dari Upah pokok, Tunjangan –\ntunjangan dan insentif – insentif dimana setiap golongan menerima unsur –\nunsur pengupahan yang berbeda – beda sesuai dengan status dan golongannya\nmasing – masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 3: Golongan pengupahan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAYSCALES_trigger\">\u003Cp>Penetapan gaji pokok permulaan dan rankingnya ditentukan sesuai dengan\ngolongan masing – masing yaitu:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Golongan SD\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Golongan SLTP\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Golongan SLTA\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Golongan Khusus\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Golongan Akademi\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Golongan Skill\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Teknik\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Non Teknik\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengemudi\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Keamanan\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_provision\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_government\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_trigger\">\u003Cp>Ayat 4: Upah Minimum: Upah Minimum pekerja adalah tidak lebih keci dari upah\nminimum yang diberlakukan oleh pemerintah, pelaksanaannya sesuai dengan\nketentuan – ketentuannya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Ayat 5: Tunjangan – tunjangan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan memberikan tunjangan kepada pekerja diluar upah pokok sesuai\ndengan statusnya dengan pengaturan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Tunjangan Tetap terdiri dari:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Tunjangan Keluarga\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tunjangan Jabatan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tunjangan Keahlian\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tunjangan Perumahan\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-NOCTPREM_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-shiftallowancetype1\">\u003Cp>Tunjangan tidak tetap, terdiri dari:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Bantuan Transport\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Insentif Kerja Khusus\u002FPanjang\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Insentif Kerja Penggantian Shift\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Insentif Kerja Malam\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003Cul>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>Keterangan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a. Tunjangan Jabatan diberikan kepada Pekerja yang mempunyai jabatan sebagai\nSub Leader\u002FGocho keatas, sesuai dengan fungsi dan statusnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Tunjangan perumahan diberikan kepada pekerja tetap (wakil kepala seksi\nkebawah) yang bermasa kerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>0 &lt; 20 tahun sebesar Rp 80.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>20 tahun dst. Sebesar Rp 83.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c. Khusus Tunjangan Keluarga Pengaturan pemberiannya adalah sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1. Tunjangan Keluarga untuk istri diberikan kepada\nPekerja tetap yang telah beristri yang syah dan didaftar kepada perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2. Tunjangan Keluarga untuk anak diberikan maksimum\nsampai 3 (tiga) anak yang sah dan didaftar di Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Tunjangan Keluarga bagi Pekerja wanita yang suaminya tidak bekerja di PT\n    ACTEM, (Tunjangan suami, anak 3 orang) diberikan dengan menyertakan bukti\n    yang sah dari instansi yang berwenang.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dalam hal suami istri keduanya bekerja di PT ACTEM maka: Tunjangan\n    Keluarga untuk Istri dan anak 3 (tiga) orang diperuntukan kepada suami.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>Ayat 6: Upah Pekerja dalam masa percobaan diberikan 80% (Delapan Puluh\nPersen) dari unsur – unsur pengupahan yang berlaku atau minimal sama dengan\nupah minimum yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 7: Upah pekerja yang berurusan dengan yang berwajib (pemerintah),\nupahnya sesuai dengan UUK yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 29: WAKTU DAN CARA PEMBAYARAN UPAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Ayat 1: Perhitungan pembayaran upah untuk setiap bulan adalah dari tanggal\n16 sampai dengan tanggal 15 bulan berikutnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 2: Upah Pekerja yang dibayarkan setiap tanggal 25 untuk setiap bulan\ndan apabila tanggal 25 tersebut bertepatan dengan hari libur yang ditetapkan\nPerusahaan, hari Minggu\u002Flibur resmi, maka pembayaran upahnya dimajukan pada\nhari kerja terakhir sebelum hari – hari libur tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 3: Apabila Pekerja mengalami hal – hal sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Meninggal Dunia\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Diberhentikan dari pekerjaannya\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mengundurkan diri atas permohonan sendiri\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Lain – lain menurut pertimbangan Pengusaha.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>Maka pelaksanaan pembayarannya selambat – lambatnya 5 (lima) hari setelah\nmenerima surat pemberitahuan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 4: Cara pembayaran upah.\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pembayaran upah pekerja pada prinsipnya dibayarkan langsung kepada\n    pekerja yang bersangkutan melalui cash maupun dengan Transfer langsung ke\n    rekening bank yang ditentukan, dilakukan oleh petugas yang ditunjuk\n    perusahaan, kecuali bagi pekerja yang berhalangan diatur sendiri (ayat\n  5).\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Masalah – masalah yang timbul dalam pembayaran upah pekerja akan\n    diselesaikan oleh petugas tersebut.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>Ayat 5: Upah di bayarkan kepada pekerja yang berhak menerimanya dengan\npengecualian sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Bila pekerja meninggal dunia, maka upah dibayarkan hanya kepada\n    istri\u002Fsuami atau anak yang terdaftar pada perusahaan, atau ahli waris\n    terdekat yang disertai dengan surat keterangan dari pimpinan daerah\n    setempat serendah – rendahnya lurah.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dalam Pekerja yang berhak menerima upah berhalangan mengambil upahnya\n    maka upahnya dapat dibayarkan kepada orang yang diberikan Surat Kuasa oleh\n    yang bersangkutan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 30: UPAH KERJA LEMBUR\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-OVERTIME_trigger\">\u003Cp>Ayat 1: Dalam perhitungan upah kerja lembur dipakai Basic Over Time (BOT)\nyang terdiri dari unsur – unsur pengupahan.\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Upah Pokok\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tunjangan Tetap\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bantuan Uang Transport\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tunjangan Hadir\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fol>\u003C\u002Fdiv>\u003Col>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>Ayat 2: Dalam perhitungan upah per jam dipakai rumusan sebagai tetapan per\njam yaitu: Untuk Pekerja bulanan : 1\u002F173 (satu Per Seratus Tujuh Puluh\nTiga).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 3: Pekerja yang diwajibkan kerja lembur dan mengerjakan, amak\nperhitungan upah lemburnya adalah sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype_general\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1_general\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1\">\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1. Pada hari kerja biasa\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">1.1 Untuk 1 jam lembur pertama : 1 x 1 ½ (tetapan\nper jam) x BOT\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">1.2 Untuk jam lembur kedua dan seterusnya: (jumlah\njam bekerja) x 2 (tetapan per jam) x BOT\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SUNDAY_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowanceperc1\">\u003Cp>2. Pada hari Istirahat mingguannya (ganti penomorannya jadi 2.1)\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli style=\"margin-left:0em\">Untuk 7 jam lembur pertama: (jumlah jam bekerja)\n    x 2 (tetapan per jam) x BOT\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:0em\">Untuk jam lembur ke 8 adalah: (jumlah jam\n    bekerja) x 3 (tetapan per jam) x BOT\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:0em\">Untuk jam lembur ke 9 dan seterusnya adalah:\n    (jumlah jam kerja) x 4 (tetapan per jam) x BOT\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003Cul>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>3. Pada Hari Raya Resmi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">3.1 Untuk 7 jam lembur pertama: (jumlah jam kerja)\nx 2 (tetapan per jam) x BOT\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">3.2 Untuk jam lembur ke 8 adalah (jumlah jam\nbekerja) x 3 1\u002F (tetapan per jam) x BOT\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">3.3 Untuk jam lembur ke 9 dan seterusnya adalah:\n(jumlah jam kerja) x 4 (tetapan per jam) x BOT\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pada Hari Raya Resmi yang bertepatan pada hari istirahat mingguannya\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Untuk 7 ham lembur pertama (Jumlah jam kerja) x 2 ½ (tetapan per jam) x\n    BOT\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Untuk jam lembur ke 8 adalah: (jumlah jam kerja) x 3 ½ (tetapan per jam)\n    x BOT\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Untuk jam lembur ke 9 dst adalah: (jumlah jam kerja) x 4 (tetapan per\n    jam) x BOT\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>Ayat 4: Kepada pekerja yang bekerja lembur selain upah lembur diberikan juga\nbantuan yang diatur sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Apabila bekerja dalam shift malam, maka diberikan tunjangan kerja\n  malam.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila dikerjakan pada sistem kerja panjang, diberikan insentif kerja\n    panjang.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 31: UPAH PADA HARI LIBUR RESMI\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Ayat 1: Kepada Pekerja yang tidak melakukan pekerjaan pada hari – hari\nlibur resmi diberikan upah penuh (sudah dibayarkan dengan sistem upah\nbulanan).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 2: Berdasarkan musyawarah antara Pengusaha dengan Serikat Pekerja maka\nakan ditetapkan tunjangan masuk khusus untuk pekerja yang bekerja pada:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Hari Raya Idul Fitri\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Hari Raya Idul Adha\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tanggal 17 Agustus\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Hari Natal 25 Desember\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tahun Baru 1 Januari\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Ch3>PASAL 32: PEMOTONGAN DARI UPAH PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Potongan terhadap upah pekerja dilakukan oleh Pengusaha secara langsung\nberdasarkan peraturan\u002Fketentuan pemerintah Republik Indonesia serta pemotongan\n– pemotongan yang didasarkan pada musyawarah bersama antara Pengusaha dan\nSerikat Pekerja:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Iuran BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan (BPJS = Badan Penyelenggara\n    Jaminan Sosial).\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Iuran Keanggotaan Serikat Pekerja\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Iuran Keanggotaan Koperasi Pekerja\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Jika ada pekerja yang pensiun diadakan sumbangan yang sifatnya wajib dari\n    pekerja dengan nilai Rp 10.000,-\u002Forang\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Yang harus dibayar oleh pekerja yang bersangkutan karena perjanjian yang\n    disepakati dengan Pengusaha atau dengan Serikat Pekerja dan Koperasi.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 33: KENAIKAN UPAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Ayat 1:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasedate_date\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasedate\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-STRUCINCR_trigger\">\u003Cli>Kenaikan Upah secara berkala diberikan setahun sekali berdasarkan Kondite\n    Pekerja, yang diberlakukan setiap tanggal 16 April dan dibayarkan pada\n    tanggal 25 Mei.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Tunjangan Tingkat diberikan kepada Pekerja yang telah bermasa kerja\n    sekurang – kurangnya 1 tahun dan mulai diberlakukan setiap tanggal 16\n    April.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Hasil daripada penilaian Kondite akan mempengaruhi tingkat dan atau\n    golongan tingkatnya yang ditetapkan oleh Pengusaha menurut peraturan\n    pengupahan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>a. Pengusaha memberikan Tunjangan Keahilan, diberikan berdasarkan\n    penilaian perusahaan terutama kepada pekerja yang telah bermasa kerja 4\n    tahun atau lebih.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">b. Bagi Pekerja yang bermasa kerja selama 4 tahun\natau lebih (sampai dengan 15 April) diberikan Tunjangan Keahlian secara\notomatis.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 2: Peninjauan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Peninjauan pada tunjangan – tunjangan tertentu dilakukan berdasarkan\nkemampuan Perusahaan dan data – data Indeks Biaya Hidup dari Biro Pusat\nStatistik dalam 1 tahun 1 kali dengan dasar perundingan Perusahaan dengan\nSerikat Pekerja. Hasil dari pada musyawarah diberlakukan sejak tanggal 16\nDesember dan dibayarkan pada penggajian bulan Januari. Apabila terjadi\nketerlambatan dalam pelaksanaan musyawarah, maka ketentuan pelaksanaan\npembayarannya sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Apabila persetujuan musyawarah dapat jatuh pada tanggal 10 Januari, dapat\n    dilaksanakan pada bulan itu juga.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila persetujuan musyawarah melewati tanggal 10 Januari, maka akan\n    dilaksanakan pada tanggal 25 bulan berikutnya dengan berlaku surut dari\n    penggajian bulan Januari.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 34: UNSUR – UNSUR UPAH YANG DIBAYARKAN MESKIPUN TIDAK KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspay\">\u003Cp>Untuk Pekerja yang tetap dan tidak melakukan pekerjaan sesuai dengan pasal\n19, unsur – unsur upah yang dibayarkan sebagaimana tercantum dalam lampiran.\nUntuk pekerja yang karena sakit dalam periode panjang berdasarkan Surat\nKeterangan Dokter, untuk upahnya dibayarkan sesuai dengan lampiran, dengan\npengaturan persentase sbb:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspayperc\">\u003Cli>4 bulan pertama dibayarkan 100%\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>4 bulan kedua dibayarkan 75%\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>4 bulan ketiga dibayarkan 50%\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>4 bulan keempat dibayarkan 25%\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fol>\u003C\u002Fdiv>\u003Col>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>Note = Sesuai UU 13\u002F2003 Psl 93 ayat 3\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 35: UANG PERJALANAN DINAS\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Ayat 1: Pengusaha dapat menugaskan kepada Pekerja untuk melakukan Perjalanan\nDinas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 2: Untuk melaksanakan dinas tersebut dengan pertimbangan sifat dan\nlokasi kerja, kepada Pekerja diberikan uang perjalanan dinas yang memadai\nsekurang – kurangnya terdiri dari:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Uang Transport\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Uang Penginapan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Uang Harian\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>Yang besarnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 36: A. PEMBERIAN BONUS\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustypesec\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE2_trigger\">\u003Cli>Apabila dalam tahun buku Perusahaan mendapat keuntungan, dan deviden\n    kepada pemegang saham, maka Perusahaan akan memberikan bonus kepada\n    karyawan yang bermasa kerja 1 (satu) tahun keatas.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-extrapayfirmperformancesec\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype2sec\">\u003Cli>Pelaksanaan pemberiannya diatur oleh Perusahaan sesuai dengan prestasi\n    kerjanya.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>B. UANG TUNGGU\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Apabila perusahaan mengalami hal – hal sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Kerusakan fatal karena faktor intern\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Kehabisan bahan baku\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Hasil produksi tidak dapat dijual\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>Sesudah melalui penelitian yang berwenang serta musyawarah antara Pengusaha\ndan Serikat Pekerja, maka perusahaan akan memberikan uang tunggu yang\npelaksanaannya disesuaikan dengan jiwa tripartite dan perundang – undangan\nyang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB X: PELAYANAN KESEHATAN PEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 37: KESEHATAN PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurance\">\u003Cp>Pada dasarnya pemeliharaan kesehatan pekerja PT ACTEM maupun keluarganya\nadalah menjadi tanggung jawab pekerja yang bersangkutan. Untuk meringankan\nbeban tersebut, perusahaan berusaha memberikan bantuan fasilitas pelayanan\nkesehatan dengan memperhatikan peraturan perundangan yang berlaku tentang\nJaminan Kesehatan Nasional (JKN).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Dalam kerangka kewajiban bagi perusahaan dan pekerja untuk mengikuti program\nJKN maka perusahaan memberikan bantuan pelayanan kesehatan sesuai ayat – ayat\ndi bawa h dengan prinsip aturan sbb:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Perusahaan dan pekerja PT ACTEM wajib mengikuti program JKN dari\n    pemerintah.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan memberikan bantuan pengobatan dalam bentuk sistem Koordinasi\n    Manfaat Rumah Sakit, kecuali dalam kondisi betul – betul sakit mendadak\n    dan\u002Fatau terhadap kasus tertentu.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Karyawan wajib mengikuti prosedur pengobatan oleh BPJS Kesehatan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Yang berhak mendapatkan bantuan pengobatan seperti diatas adalah Pekerja\n    Tetap (lepas masa percobaan).\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fol>\u003Col>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>FASILITAS – FASILITAS\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 1:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccess\">\u003Cli>Perusahaan menyediakan Poliklinik yang dilengkapi oleh tenaga medis dan\n    obat – obatan \u002F suntikan P3K.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Penyediaan Obat – obatan sementara bagi pekerja yang sakit.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Ruang tempat perawatan sementara bagi pekerja yang sakit.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Kendaraan sebagai sarana transportasi bagi pekerja yang sakit dalam\n  tugas.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>TATA CARA PENGOBATAN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 2:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Dengan ijin Pimpinan yang berwenang Pekerja Tetap yang sakit dapat\n    berobat pada jam kerja poliklinik perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja Wajib menukarkan resep Dokter Perusahaan pada Apotek yang telah\n    ditunjuk oleh Dokter Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>Ayat 3: Tata cara pengobatan Rawat Jalan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1. Karyawan dan keluarga karyawan berobat melalui\nFASKES Tk. 1 yang ditunjuk BPJS Kesehatan yang telah dipilih karyawan beserta\nkeluarganya dan pada dasarnya Poliklinik Perusahaan tetap melayani kesehatan\nkaryawan dan keluarganya pada jadwal yang telah ditentukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2. Sistem pengobatan tanpa melalui FASKES Tk. 1\nBPJS Kesehatan tidak ditanggung oleh perusahaan, kecuali pekerja dan\nkeluarganya betul – betul sakit mendadak dan\u002Fatau terhadap kasus tertentu\ndengan Reimbursement, sebagaimana berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">2.1 Pengobatan karyawan sakit saat bekerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">2.2 Pengobatan yang tidak ditanggung dan atau tidak\nmelayani FASKES Tk 1 BPJS Kesehatan dengan melampirkan Surat Rujukan dokter\nFASKES Tk. 1 BPJS Kesehatan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">2.3 Pengobatan karyawan dan keluarganya yang terjadi\nsaat di Luar Kota;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">2.4 Pengobatan Gigi bukan dalam rangka kecantikan\ndan keindahan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">2.5 Pengobatan diluar jam kerja normal atau pada\nsaat tidak beroperasinya FASKES Tk. 1 BPJS Kesehatan yang dipilih;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">2.6 Kecelakaan lalu lintas, keracunan, digigit\nbinatang berbisa, muntaber, Malaria, Stroke (karena Diabetes\u002FDarah\nTinggi\u002FKolesterol), Serangan Jantung;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">2.7 Pengobatan diluar ketentuan pelaksanaan BPJS\nKesehatan lainnya yang bersifat kedaruratan dapat melalui jalur sbb:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul style=\"margin-left:2em;\">\n  \u003Cli>Dengan menunjukan bukti untuk diteliti kebenarannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Langsung ditangani ke bagian IGD Rumah Sakit dengan melalui persetujuan\n    Perusahaan dalam bentuk sistem koordinasi manfaat rumah sakit.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">3. Pengobatan rawat jalan yang memerlukan tindakan\nlebih lanjut (spesialis adalah atas rujukan dokter FASKES Tk. 1 BPJS Kesehatan\nserta dalam upaya meningkatkan pelayanan pengobatan terhadap karyawan dan\nkeluarga karyawan di FASKES lanjutan (Spesialis), perusahaan menjalin kerjasama\ndengan Rumah Sakit, untuk karyawan\u002Fti : 100% dijamin Perusahaan atau untuk\nkeluarga (istri s\u002Fd anak ke -3) : 75% dijamin Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 4: Tata cara pengobatan Rawat Inap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">1. Karyawan\u002Fkeluarga wajib menunjukkan Kartu BPJS\nKesehatan dan Kartu Karyawan di loket Jaminan Perusahaan di RS kerjasama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2. RS menetapkan dan menempatkan kelas Rawat Inap\nberdasarkan kartu BPJS Kesehatan, dan apabila terdapat kondisi kelas BPJS\nKesehatan penuh, RS wajib menempatkan karyawan\u002Fkeluarga pada kelas 2 (dua) Umum\ndengan sistem Koordinasi Manfaat Rumah Sakit yang berlaku sesuai Perjanjian\nKerjasama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">3 Selisih biaya Koordinasi Manfaat Rumah Sakit\nditanggung oleh perusahaan kemudian diperhitungkan berdasarkan hak karyawan dan\nkeluarga karyawan sbb:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">3.1 Selisih biaya Koordinasi Manfaat RS untuk\nKaryawan\u002Fti : 100% dijamin perusahaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">3.2 Selisih biaya Koordinasi Manfaat RS utk Keluarga\n(Istri sd Anak ke 3) : 75% dijamin perusahaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">3.3 Khusus bantuan biaya melahirkan pertanggungan\nsesuai dengan PKB yang berlaku;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:4em\">3.4 Copy rincian biaya rawat inap harus disampaikan\nkepada karyawan yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">4. Setiap tindakan medis spesialistik baik bedah\nmaupun non bedah sesuai dengan indikasi medis selama dalam rawat inap harus\nmendapatkan persetujuan dulu dari pihak perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">5. Pengobatan diluar ketentuan pelaksanaan BPJS\nKesehatan lainnya yang bersifat darurat wajib menunjukan bukti untuk diteliti\nkebenarannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 38: PEMERIKSAAN KESEHATAN BERKALA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hivpolicy\">\u003Cp>Dalam menjaga kesehatan pekerja perusahaan mengadakan Medical Check Up\n(Rontgen Thorax, EKG, Cek Darah, Cek Urine, Audiometri\u002FPAK) kepada pekerja dan\npelaksanaannya diatur oleh Perusahaan paling lambat bulan Desember.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>PASAL 39: BANTUAN PENGOBATAN BAGI KELUARGA PEKERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurancerelatives\">\u003Cp>Ayat 1: dalam rangka meringankan biaya pengobatan keluarga pekerja serta\ndalam kerangka pelaksanaan kewajiban mengikuti program JKN dari Pemerintah,\nperusahaan memberikan bantuan biaya pengobatan bagi keluarga pekerja sebesar\n75% dari jumlah\u002Fselisih biaya pengobatan dengan ketentuan dilakukan sama\nberdasarkan tata cara pengobatan di PKB PT ACTEM.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccessrelatives\">\u003Cp>Ayat 2: Bagi keluarga pekerja yang berobat di poliklinik PT ACTEM diberikan\nbantuan sebesar 90% dari jumlah biaya pengobatan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>PASAL 40: KACAMATA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dengan persetujuan dari Dokter Perusahaan setelah berkonsultasi dengan\nDokter Spesialis mata, bilamana pekerja yang bersangkutan harus memakai\nkacamata disebabkan oleh sifat dan jabatan pekerjaannya, perusahaan akan\nmembantu dengan ketentuan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 1: Pekerja yang bersangkutan telah mempunyai masa kerja di PT ACTEM\nminimal 3 tahun terus menerus.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 2: Bantuan penggantian biaya:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli style=\"margin-left:0em\">Untuk Lensa : Rp 175.000,-\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:0em\">Untuk Bingkai : Rp 175.000,-\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>Ayat 3: Untuk pekerja yang berkacamata dengan masa kerja minimal 3 tahun\nterus menerus berdasarkan keterangan Dokter Perusahaan harus diganti kaca\nmatanya, maka mendapat bantuan penggantian biaya hanya untuk lensa sebesar Rp\n125.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 41: PENGOBATAN YANG TIDAK DITANGGUNG OLEH PERUSAHAAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Ayat 1: Pekerja yang menderita sakit kelamin karena perbuatannya sendiri\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 2: Penderita yang sakit akibat kecerobohannya sendiri seperti:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli style=\"margin-left:0em\">Tidak mengindahkan petunjuk Dokter perusahaan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"margin-left:0em\">Mengalami kecelakaan lalu lintas dalam kondisi\n    tidak menggunakan peralatan keselamatan berkendara dan kelengkapan lainnya\n    berdasarkan UU lalulintas, seperti SIM, STNK, Helm, dll\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>Ayat 3: Pekerja yang sakit terus – menerus dengan tidak masuk bekerja\nmelewati jangka waktu 12 bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 4: Biaya pengobatan pekerja yang tidak disetujui oleh Dokter\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 5: Pengobatan pekerja ataupun keluarganya yang tidak mengikuti prosedur\npengobatan yang ditetapkan oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 6: Penyakit yang diakibatkan kecanduan Narkotika, obat bius, minuman\nkeras dan semacamnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 7: Hal – hal yang ditujukan untuk merubah\u002Fmemperindah diri yang\nantara lain melapisi gigi\u002Fgigi palsu, operasi plastic dan lain – lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 8: Pekerja wanita\u002Fkeluarga pekerja yang melakukan abortus.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 9: Pengobatan untuk keperluan melamar pekerjaan di perusahaan\u002Finstansi\nlainnya bagi karyawan\u002Fti serta keluarganya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XI: JAMINAN SOSIAL DAN PENGHARGAAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 42: BANTUAN BIAYA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Bantuan biaya adalah bantuan kesejahteraan yang diberikan Pengusaha kepada\nPekerja tetap yang berupa:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 1: Bantuan Kelahiran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Bantuan kelahiran diberikan kepada istri pekerja atau pekerja wanita dengan\nketentuan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pekerja yang bersangkutan mempunyai masa kerja di PT ACTEM sekurang –\n    kurangnya satu tahun terus – menerus.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bantuan kelahiran diberikan sampai dengan anak yang ketiga.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengajuan permohonan bantuan biaya selambat – lambatnya 30 hari sesudah\n    kelahiran harus sudah diajukan dengan disertai surat keterangan kelahiran\n    yang disyahkan oleh yang berwenang\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Kelahiran anak kembar bantuan biaya sama dengan satu orang\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Anak pekerja meninggal dan usianya tidak lebih dari satu minggu tidak\n    mendapat bantuan biaya kelahiran tetapi mendapat bantuan biaya kematian\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>Ayat 2: Bantuan Pernikahan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Bantuan pernikahan bagi pekerja atau anak pekerja dengan ketentuan sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pekerja yang bersangkutan telah berstatus sebagai pegawai tetap\u002Flepas\n    masa percobaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bantuan pernikahan untuk pekerja diberikan pada pernikahan yang pertama\n    dan khusus yang kedua dengan syarat yang sah telah bercerai dengan yang\n    pertama\u002Fmeninggal dunia\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bantuan pernikahan anak pekerja diberikan sampai dengan 3 (Tiga) orang\n    anaknya yang syah.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja sama – sama bekerja di PT ACTEM sumbangan pernikahannya menjadi\n    hak masing – masing\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengajuan surat permohonan sumbangan pernikahan selambat – lambatnya 30\n    hari sesudah pernikahannya disertai surat nikahnya yang syah, kecuali bila\n    ada hal – hal yang dapat dipertanggung jawabkan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>Ayat 3: Bantuan duka cita\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpaytype\">\u003Cli>Perusahaan memberikan bantuan duka cita kepada keluarga pekerja atau ahli\n    warisnya apabila pekerja meninggal dunia.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bantuan duka cita diberikan kepada pekerja apabila keluarga (istri dan\n    atau anak) meninggal dunia setelah mengajukan permohonan yang disertai\n    surat keterangan yang syah.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Pekerja yang meninggal dunia selain diberi bantuan duka cita diberikan\n    pula uang pesangon sesuai dengan UUK 13\u002F2003 dan upah pada bulan yang\n    berjalan serta santunan BPJS Ketenagakerjaan sesuai dengan ketentuan –\n    ketentuannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bantuan duka cita dan biaya – biaya serta ketentuan – ketentuan\n    lainnya yang diatur sesuai peraturan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 4: Bantuan Biaya Amputasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Kecelakaan yang terjadi terhadap pekerja dalam hubungan kerja sehingga\nmengakibatkan cacat dari salah satu organ tubuh, maka atas petunjuk Dokter\nPerusahaan\u002FDokter Spesialis memerlukan penggantian anggota badan palsu\u002Ftangan\ndan atau kaki) seluruh biaya menjadi tanggung jawab perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 5: Bantuan Bencana Alam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Bantuan bencana alam diberikan kepada pekerja tetap yang mengalami\nkerusakan, kehilangan tempat tinggalnya atau harta bendanya akibat dari bencana\nalam (banjir, gempa bumi, kebakaran longsor dan lain – lain) dengan ketentuan\nsebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pekerja yang mengalami bencana alam harus secepatnya melapor kepada\n    Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pengajuan bantuan bencana alam diajukan secepatnya kepada perusahaan\n    dengan disertai surat keterangan yang syah\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Besarnya bantuan beserta ketentuannya sesuai dengan ketetapan yang\n  berlaku\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>Ayat 6: Bantuan rekreasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Secara bersama – sama Pekerja Tetap dan keluarganya yang syah mendapat\nkesempatan untuk rekreasi satu tahun satu kali di dalam wilayah Jabodetabek dan\nsekitarnya dengan ketentuan:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Perusahaan menyediakan transportasi dan tiket masuk satu pertunjukan\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Keluarga adalah Istri\u002FSuami dengan 3 (tiga) orang anak.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>Ayat 7: Bantuan berbuka puasa bagi pekerja yang sedang bekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Selama bulan puasa perusahaan memberikan makanan dan minuman sebagai pembuka\npuasa untuk semua pekerja yang bekerja sampai melewati saat berbuka puasa\ndimana teknis pelaksanaannya diatur masing – masing Departemen.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-MEALALL_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-mealvouchers\">\u003Cp>Ayat 8: Perusahaan memberikan makan kepada pekerja yang makan di kantin\nperusahaan sesuai dengan hari kerjanya dengan menggunakan kupon makan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Ayat 9: Makanan Extra\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Untuk membantu menjaga kondisi dan kesehatan pekerja atau lembur pada shift\nmalam, perusahaan memberikan makanan\u002Fminuman extra yang macam dan caranya\ndiatur secara musyawarah antara team pengawas kantin dan pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 10 : Bantuan Perumahan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Bantuan perumahan diberikan kepada pekerja sesuai dengan ketentuan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-educationtuition\">\u003Cp>Ayat 11 : Bantuan biaya Masuk Sekolah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Untuk meringankan biaya masuk sekolah, Perusahaan memberikan bantuan biaya\nmasuk sekolah anak sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Masuk SD sebesar Rp 95.000,-\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Masuk SLTP sebesar Rp 100.000,-\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Masuk SLTA sebesar Rp 105.000,-\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Masuk Perguruan Tinggi sebesar Rp 110.000,-\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>Persyaratan adalah yang bersangkutan mengajukan permohonan dengan\nmelengkapi\u002Fmelampirkan surat keterangan dari Instansi\u002FSekolah yang\nbersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 12 : Bantuan Beasiswa\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Bantuan biaya sekolah untuk anak karyawan dan karyawan yang berprestasi\nmendapatkan ranking I,II,III saat naik kelas (diberikan satu tahun sekali)\nsebesar:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>SD sebesar Rp 110.000.-\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>SLTP sebesar Rp 155.000,-\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>SLTA sebesar Rp 205.000,-\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Khusus PT (IPK min -3) Rp 255.000,-\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003Cul>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Ch3>PASAL 43: BINGKISAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perusahaan memberikan bingkisan pada kesempatan – kesempatan tertentu\nseperti Hari Raya Idul Fitri, Ulang Tahun Perusahaan yang bersifat hadiah,\ndengan terlebih dahulu menginformasikan kepada Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 44: PENGHARGAAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Berdasarkan keputusan Pengusaha, pekerja yang menjadi teladan bagi pekerja\n– pekerja lainnya akan mendapatkan penghargaan didalam:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Menunjukan prestasi kerja yang sangat baik\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Membina kerja sama yang sangat baik didalam kelompoknya\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menunjukan kerajinan kerja yang sangat baik\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menjaga kesehatannya dengan sangat baik\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 45: OLAHRAGA DAN KESENIAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Di Dalam memupuk kegairahan kerja dan kesehatan pekerja, perusahaan dan\nSerikat Pekerja membentuk suatu badan yang menyelenggarakan kegiatan olahraga\ndan kesenian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 46: FASILITAS – FASILITAS\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Berdasarkan kemampuan perusahaan, Pengusaha menyediakan berbagai fasilitas\nbagi pekerja dimana pekerja sebagai pemakai berkewajiban untuk memelihara\nketertiban umum kesopanan dan kesehatan sebagaimana diatur oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Fasilitas – fasilitas terdiri:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Uang pengganti transport bagi pekerja, sesuai dengan ketentuan yang\n    berlaku, serta bantuan transportasi bagi kegiatan kekaryawanan yang\n    dianggap penting.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perumahan\u002FMess bagi pekerja yang mempunyai jabatan tertentu.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Asrama bagi pekerja laki – laki yang tidak berkeluarga yang dilengkapi\n    dengan ruang perpustakaan, ruang tamu, dan ruang hiburan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Peralatan olahraga dan kesenian, ruangan serta lapangannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Kantin dan peralatannya\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Poliklinik ruang obat (obat – obatan P3K) dan ruang perawatan\n  sementara\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mushola dan peralatannya\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Ruang sekretaris Serikat Pekerja dengan perlengkapannya\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Ruang koperasi\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Fasilitas – fasilitas lainnya untuk menjaga ketertiban, kesehatan dan\n    keselamatan kerja.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 47: TUNJANGAN HARI RAYA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusdate\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE_trigger\">\u003Cp>Dengan beritikad untuk tidak membedakan terhadap agama yang dianut oleh\nmasing – masing pekerja, Pengusaha memberi Tunjangan Hari Raya kepada setiap\npekerja yang dberikan selambat – lambatnya 15 hari menjelang Hari Raya Idhul\nFitri\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype2\">\u003Cp>1. Adapun ketentuan – ketentuan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Untuk pekerja yang bermasa kerja 1 hari sampai dengan 1 bulan adalah 10%\n    dari upah sebulan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Yang bermasa kerja lebih dari 1 bulan sampai dengan 2 bulan adalah 20%\n    dari upah sebulan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Yang bermasa kerja lebih dari 2 bulan sampai dengan 3 bulan adalah 30%\n    dari upah sebulan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusperc1\">\u003Cli>Yang bermasa kerja lebih dari 3 bulan sampai dengan seterusnya adalah\n    minimal 100% dari upah sebulan.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>Penambahan khusus diberikan bervariasi dengan masa – masa kerjanya.\nTambahan tersebut per tahun masa kerjanya masing – masing sebesar;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Rp 47.000,- untuk tahun I (2020) dan Rp 48.000,- untuk tahun II (2021)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Khusus bagi pekerja yang bukan pemeluk Agama Islam, atas permintaan sendiri\ndapat menangguhkan penerimaan Tunjangan Hari Raya sampai menjelang Hari Rayanya\npada tahun yang berjalan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 48: JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpay\">\u003Cp>Berdasarkan Peraturan Perundang undangan No. 24 tahun 2011 tentang BPJS\nTenaga Kerja dan Peraturan Perundangan lainnya, Pengusaha bersama Serikat\nPekerja melaksanakan program SJSN. Pengusaha melaksanakan Administrasi Iuran\nBPJS dengan perincian sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Sebesar 2% dari upah pekerja ditanggung\u002Fdibayar oleh masing – masing\n    pekerja untuk Jaminan Hari Tua.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Sebesar 1% dari upah pekerja ditanggung\u002Fdibayar oleh masing – masing\n    pekerja untuk Jaminan Pensiun.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Sebesar 1% dari upah pekerja ditanggung\u002Fdibayar oleh masing – masing\n    pekerja untuk Jaminan Kesehatan dengan pertanggungan sesuai peraturan yang\n    berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-pensionfund\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilityfund\">Sebesar 10.89% ditanggung oleh Pengusaha dengan perincian:\n    \u003Cp>3.70% dari upah pekerja untuk Jaminan Hari Tua\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>0.30% dari upah pekerja untuk Jaminan Kematian\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>0.89% dari upah pekerja untuk Jaminan Kecelakaan\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>2.00% dari upah pekerja untuk Jaminan Pensiun\u003C\u002Fp>\n    \u003Cp>4.00% dari upah pekerja untuk Jaminan Kesehatan\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Besaran iuran terkait jaminan sosial, perubahannya disesuaikan mengikuti\n    peraturan perundang – undangan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>PASAL 49: JAMINAN HARI TUA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Apabila seorang Pekerja mencapai batas usia yang ditetapkan, diberhentikan\ndengan hormat oleh Pengusaha, maka Pengusaha memberikan jaminan hari tua dengan\nketentuan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>a. Bagi Pekerja yang mengajukan permohonan pensiun muda berdasarkan pasal\n    9 point 1 dan 2 PKB ini diberikan pesangon dan penghargaan masa kerja\n    sebesar 1 (Satu) kali ketentuan UUK yang berlaku.\n    \u003Cp>b. Bagi pekerja yang telah mencapai batas usia pensiun (55 tahun) atau\n    meninggal dunia, perusahaan akan memberikan pesangon dan penghargaan masa\n    kerja sebagaimana yang diatur dalam ketentuan UUK yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang diberhentikan dengan hormat akan menerima pembayaran ganti\n    cuti tahunan jika ternyata ia berhak seperti yang diatur dalam Peraturan\n    Pemerintah No. 21\u002F1954 Jo. Pasal 156 Ayat (4) huruf a UU No. 13\u002F2003\n    Tentang Ketenagakerjaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Memberikan kesempatan kepada anggota keluarga terutama anaknya untuk\n    dapat kerja di PT ACTEM dengan tidak menyimpang dari tata cara yang\n  berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menurut pertimbangan Pengusaha bila memungkinkan mendapatkan kesempatan\n    untuk bekerja dengan perjanjian secara khusus antara pengusaha dengan yang\n    bersangkutan sendiri.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Atas permintaan sendiri dan di luar ketentuan pasal 9 ayat 2,\n    pekerja\u002Fburuh dapat mengajukan pengunduran diri secara tertulis selambat\n    – lambatnya 30 (Tiga puluh) hari sebelum tanggal mulai pengunduran\n  diri.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XII: PENDIDIKAN DAN LATIHAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 50: PENDIDIKAN DAN LATIHAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-trainingprogrammes\">\u003Cp>Ayat 1: Didalam usaha mewujudkan Hubungan Industrial Pancasila, Pengusaha\nmenyelenggarakan program peningkatan baik sikap berfikir dan mental spiritual\nmaupun pengetahuan\u002Fketerampilan pekerja dengan cara – cara sistematis.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Ayat 2: Dalam rangka meningkatkan kesadaran berserikat pekerja dan memahami\nmasalah – masalah ketenagakerjaan Serikat Pekerja akan menyelenggarakan\nPendidikan pekerja dan untuk ini Pengusaha turut membantu sesuai dengan\nkemampuannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 3: Pengusaha dan Serikat Pekerja menyelenggarakan Pendidikan serta\nkegiatan – kegiatan kerohanian guna meningkatkan sikap mental pekerja yang\nbaik dan bermanfaat, baik bagi perusahaan maupun pekerja itu sendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 4: Pendidikan dan latihan kerja diselenggarakan sesuai dengan status\npekerjaannya terutama didalam menunjang pelaksanaan Indonesianisasi yang\ndiadakan baik didalam maupun diluar perusahaan sesuai dengan ketentuan –\nketentuan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-eqtraining\">\u003Cp>Ayat 5: Bagi pekerja wanita, Pengusaha membantu didalam usaha Pendidikan\nserta kegiatan yang bersifat kewanitaan yang bermanfaat.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>PASAL 51: LEMBAGA PENDIDIKAN DAN LATIHAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Untuk kelangsungan dan kelancaran pelaksanaan Pendidikan dan latihan\ndibentuk suatu lembaga yang mengelola Pendidikan dan latihan yang pembinaannya\ndiwujudkan bersama – sama setiap Departemen \u002F Bagian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XIII: SANKSI DAN HUKUMAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 52: MACAM – MACAM HUKUMAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Berdasarkan UU No. 13\u002F2003, maka pekerja yang melanggar Peraturan Tata\nTertib, dan Keselamatan kerja dapat dikenakan hukuman dengan tangka sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Teguran lisan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Peringatan tertulis dengan kategori:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.1Peringatan Pertama dengan masa berlaku 3\nbulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.2Peringatan Kedua dengan masa berlaku 6 bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">2.3Peringatan Ketiga\u002FTerakhir dengan masa berlaku 9\nbulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3. Penurunan status jabatan sesuai dengan peraturan perundang – undangan\nyang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. Pemindahan macam dan sifat kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5. Schorsing dengan batas selama – lamanya 2 minggu\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6. Pemotongan sebagian dari upah dengan ketentuan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">6.1 Terhadap mereka yang karena\nkelalaian\u002Fkecerobohan, tidak mentaati ketentuan kerja dan standar kedisiplinan\nsehingga mengakibatkan kerugian bagi perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">6.2 Jumlah potongan setiap bulan tidak melebihi 10%\ndari upah bersih pekerja yang bersangkutan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2em;\">6.3 Lamanya potongan tidak melebihi 6 kali potongan\nsecara berturut – turut\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7. Pemutusan Hubungan Kerja yang dilakukan sesuai dengan perundang –\nundangan yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 53: PATOKAN\u002FPEDOMAN\u002FDI DALAM MENGENAKAN SANGSI\u002FHUKUMAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Didalam mengenakan sangsi dan hukuman tidak harus berurutan melainkan\ntergantung pada faktor – faktor:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Tingkat dan macam pelanggaran, yang didasarkan pada penilaian berat\n    ringannya pelanggaran Pekerja yang dikelompokkan Enam tingkat seperti yang\n    tercantum didalam lampiran.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Akibat dari pelanggaran\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Situasi dan kondisi pekerja yang melakukan pelanggaran pada saat itu\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bukti – bukti dan atau saksi yang diperlukan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XIV: PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 54: PRINSIP – PRINSIP PEMBINAAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perusahaan melaksanakan pembinaan terhadap Pekerja sesuai dengan prinsip –\nprinsip manajemen personal serta dilandasi dengan hubungan Industrial\nPancasila, sehingga sejauh mungkin menghindari terjadinya Pemutusan Hubungan\nKerja. Namun apabila upaya ini tidak membawa kepada hasil yang baik sehingga\nkemungkinan untuk timbulnya Pemutusan Hubungan Kerja tidak dapat dihindari,\nmaka dinilai perlu pengaturan penyelesaian sesuai dengan ketentuan perundangan\nyang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 55: PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_dismissal_type\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay\">\u003Cp>Ayat 1: Apabila terjadi Pemutusan Hubungan Kerja maka ditempuh tata cara\npenyelesaian berdasarkan ketentuan UUK yang berlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Ayat 2: Apabila terjadi Pemutusan Hubungan Kerja yang disebabkan karena\npekerja meninggal dunia maka:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Pekerja meninggal bukan karena kecelakaan maka ahli warisnya berhak\natas:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n  \u003Cli>Uang Pesangon\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Uang penghargaan masa kerja\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Uang bantuan dari perusahaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Manfaat JKM dari BPJS Ketenagakerjaan sesuai peraturan perundangan yang\n    berlaku\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Cp>Ayat 3: Apabila perusahaan mengadakan Rasionalisasi, Pekerja yang di PHK\ndiberikan pesangon sesuai dengan ketentuan Undang – undang Ketenagakerjaan\nyang berlaku mengenai Rasionalisasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XV: PENYELESAIAN KELUH KESAH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 56: PENYELESAIAN KELUH KESAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Untuk melaksanakan hubungan kerja yang baik, Pengusaha dapat melayani keluh\nkesah yang disampaikan Pekerja dalam hal yang berkaitan dengan Pekerja atau isi\nperjanjian kerjanya terdapat penyimpangan – penyimpangan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 57: TATA CARA PENYELESAIAN KELUH KESAH\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Tata cara penyelesaian keluh kesah dilaksanakan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 1: Dalam tahap pertama, penyelesaian keluh kesah dilaksanakan oleh\natasannya langsung dengan Pekerja. Apabila tidak selesai dilanjutkan tahap\nberikutnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 2: Dalam tahap kedua, penyelesaian oleh atasannya yang lebih tinggi.\nApabila tidak selesai dilanjutkan ke tahap yang lebih atas lagi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 3: Dalam tahap ketiga diselesaikan oleh Pimpinan Perusahaan dimana\ndalam tahap ini baik Pengusaha maupun Pekerja selalu berusaha untuk dapat\nmenyelesaikan keluh kesah dimaksud dengan berbagai usaha sehingga tercapai\npenyelesaian yang sebaik – baiknya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 4: Dalam tahap – tahap tersebut diatas tidak menghasilkan\npenyelesaian setelah ditempuh musyawarah antara Pengusaha dan Serikat Pekerja\nmaka ditempuh penyelesaian sesuai ketentuan Undang – undang Nomor 02 Tahun\n2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (PPHI).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 58: DILUAR BIDANG KEDINASAN DAN KETEGAKERJAAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Apabila terjadi sesuatu kasus yang dinilai sebagai keluhan\u002Fpengaduan diluar\nwewenang kedinasan dalam Perusahaan maupun Ketenagakerjaan, maka Pekerja yang\nbersangkutan dapat menyampaikannya kepada Instansi yang berwenang, dengan\nketentuan bahwa hal tersebut tidak akan berakibat merugikan maupun mencemarkan\nnama baik Perusahaan maupun Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XVI: PELAKSANAAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 59: PEMBATALAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama ini akan tetap berlaku dan syah kecuali apabila ada\nketentuan – ketentuan dalam Perjanjian ini yang dinyatakan tidak syah oleh\nPengadilan dan atau bertentangan dengan Undang – Undang yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 60: SUBYEK PERJANJIAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku bagi semua golongan Pekerja yang\ntercantum didalam Perjanjian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 61: PENYEBARAN DAN PENGAWASAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Ayat 1: Penyebaran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Buku Perjanjian Kerja Bersama ini dibagikan kepada semua Pekerja yang\ntermasuk didalam Perjanjian ini setelah penandatanganan perjanjian bersama\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 2: Pengawasan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Realisasi dari isi Perjanjian Kerja Bersama diawasi oleh kedua belah pihak,\nPengusaha dan Serikat Pekerja adalah Team yang ditetapkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XVII: PENUTUP\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>PASAL 62: JANGKA WAKTU BERLAKUNYA PERJANJIAN KERJA BERSAMA\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Ayat 1: Kerangka dasar Perjanjian Kerja Bersama ini mulai berlaku sejak\nditandatangani oleh kedua belah pihak dan sepanjang management Perusahaan itu\nberdiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 2: Setelah 2 (Dua) tahun masa berlakunya kerangka dasar Perjanjian\nKerja Bersama ini, salah satu pihak – pihak dapat mengajukan usul secara\ntertulis sebelum hari perundingan untuk mengadakan perbaikan pasal – pasal\nyang di maksud.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end_date\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start_date\">\u003Cp>Ayat 3: Perjanjian Kerja Bersama disepakati pada tanggal 11 November 2020\ndan berlaku hingga 10 November 2022 kecuali disepakati lain.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Ayat 4: Perjanjian Kerja Bersama ini dibuat dalam Bahasa Indonesia serta\nditandatangani oleh kedua belah pihak dalam rangkap 3 (tiga) yang masing –\nmasing sama bunyinya dan mempunyai kekuatan hukum yang sama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 63: PERATURAN PERALIHAN\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Ayat 1: Jika kemudian hari anggota Pengurus Serikat Pekerja yang mewakili\nSerikat Pekerja dan Pengusaha\u002FPejabat yang ditunjuk mewakili Perusahaan PT\nACTEM yang membuat dan menandatangani Perjanjian Kerja Bersama ini mengundurkan\ndiri dari Kepengurusan Serikat Pekerja dan wakil Pengusaha PT ACTEM maka\nPerjanjian Kerja Bersama ini tetap berlaku sebagaimana jangka waktu yang telah\nditetapkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 2: Hal – hal yang belum diatur dan atau ditetapkan dalam Perjanjian\nKerja Bersama ini akan dirundingkan kemudian antara Pengusaha dan Serikat\nPekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ditandatangani di: Tangerang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbaratificationdate\">\u003Cp>Pada tanggal: 11 November 2020\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003C\u002Ftr>\u003Ctr>\u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">PIMPINAN\n        SERIKAT PEKERJA \u003C\u002Ftd>\n      \u003C\u002Ftr>\u003Ctr>\u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">PENGUSAHA\n        PT ACTEM\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">\u003Cstrong>\u003C\u002Fstrong>\n\n        \u003Cp>\u003Cstrong>NUR IKHSAN\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">\u003Cstrong>\u003C\u002Fstrong>\n\n        \u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003Ctr>\u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">\u003Cp>\u003Cstrong>RAHMAT WIWEKO\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">\u003Cstrong>KETUA\n        \u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">\u003Cstrong>GM\n        GENERAL AFFAIR\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003Ctr>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd colspan=\"2\" style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">DPK\n        APINDO\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">DPC\n      SPN\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">KOTA\n        TANGERANG\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">KOTA\n        TANGERANG\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">\u003Cstrong>H.\n        ISMAIL, SH.MM\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">\u003Cstrong>Drs.\n        DIDIK WINARDI\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">\u003Cstrong>KETUA\n        DPK APINDO\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">\u003Cstrong>KETUA\n        DPC SPN\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003Ctr>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbaratification\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbaratified\">\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbaactorratified\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbaratification\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbaratified\">\u003Cp style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">MENGETAHUI,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">KEPALA DINAS\nKETENAGAKERJAAN KOTA TANGERANG\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">\u003Cstrong>Dr.Ir.MOH.\nRAKHMANSYAHM, M.Si\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">NIP :\n196209101986031013\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\n",{"cbadate_start_date":46,"cbadate_end":50,"cbadate_end_date":52,"cbaratification":54,"cbaratified":58,"cbaactorratified":60,"cbadate_start":63,"cbaratificationdate":65,"jobclassifaction1":68,"trainingprogrammes":72,"pensionfund":76,"disabilityfund":80,"contracttrial":82,"contracttrialperiod":86,"contractseverancepay":88,"contractseverancepay1":92,"severance_dismissal_type":94,"sicknesspay":96,"maxsicknesspay":100,"maxsicknesspayperc":104,"sicknessmaxdays":108,"sicknessmaxdaysnr":110,"menstruationleave":114,"disabilitypay":118,"healthinsurance":122,"healthinsurancerelatives":126,"healthcareaccessrelatives":130,"healthcareaccess":134,"protectiveclothing":138,"code_application":142,"healthandsafetytraining":146,"hivpolicy":150,"funeralpaytype":154,"funeralpay":158,"paidmaternityleave":162,"paidmaternityleaveduration":166,"maternityotherclause":168,"paidpaternityleave":172,"paidpaternityleaveduration":176,"pregnancy":178,"breastfeeding_dangerouswork":182,"childcare":184,"childcareleave":188,"deathrelatives":190,"deathrelativesleave":194,"educationtuition":196,"discrimination":200,"eqtraining":204,"violence":208,"hourspday":212,"hourspweek_select":216,"hourspweek":218,"MAXHOURS_trigger":220,"hoursovertimemax":224,"PAIDLEAV_trigger":226,"holidaysdays":230,"holidaysweeks":232,"holidaysfixed":234,"holidaysfixeddays":238,"SCHEDULE_trigger":240,"schedulesrestpw":244,"bankholidays1":248,"TRADEUNLEAV_trigger":252,"PAYSCALES_trigger":256,"LOWWAGE_trigger":260,"LOWWAGE_government":264,"LOWWAGE_provision":266,"STRUCINCR_trigger":268,"wageincreasedate":272,"wageincreasedate_date":274,"ONCERISE_trigger":276,"incidentalbonustype":280,"incidentalbonustype2":282,"incidentalbonusperc1":286,"incidentalbonusdate":290,"ONCERISE2_trigger":292,"incidentalbonustypesec":296,"incidentalbonustype2sec":298,"extrapayfirmperformancesec":302,"NOCTPREM_trigger":304,"shiftallowancetype1":308,"OVERTIME_trigger":310,"overtimeallowancetype_general":314,"overtimeallowanceperc1_general":318,"overtimeallowancetype":320,"overtimeallowanceperc1":322,"SUNDAY_trigger":324,"sundayallowancetype":328,"sundayallowanceperc1":330,"COMMUTE_trigger":332,"commutingallowancetype1":336,"mealvouchers":338,"MEALALL_trigger":342,"coverunion_trigger":344,"coverunionsign":348},{"bindId":47,"name":48,"text":49},"cbadate_start_date","Ayat 3: Perjanjian Kerja Bersama disepak","Ayat 3: Perjanjian Kerja Bersama disepakati pada tanggal 11 November 2020\ndan berlaku hingga 10 November 2022 kecuali disepakati lain.",{"bindId":51,"name":48,"text":49},"cbadate_end",{"bindId":53,"name":48,"text":49},"cbadate_end_date",{"bindId":55,"name":56,"text":57},"cbaratification","MENGETAHUI, KEPALA DINAS KETENAGAKERJAAN","MENGETAHUI,\n\nKEPALA DINAS\nKETENAGAKERJAAN KOTA TANGERANG",{"bindId":59,"name":56,"text":57},"cbaratified",{"bindId":61,"name":56,"text":62},"cbaactorratified","MENGETAHUI,\n\nKEPALA DINAS\nKETENAGAKERJAAN KOTA TANGERANG\n\n\n\n\n\nDr.Ir.MOH.\nRAKHMANSYAHM, M.Si\n\nNIP :\n196209101986031013",{"bindId":64,"name":48,"text":49},"cbadate_start",{"bindId":66,"name":67,"text":67},"cbaratificationdate","Pada tanggal: 11 November 2020",{"bindId":69,"name":70,"text":71},"jobclassifaction1","Ayat 2: Penggolongan pekerja terdiri dar","Ayat 2: Penggolongan pekerja terdiri dari:\n\n  Golongan SLTA\n  Golongan Khusus\n  Golongan Akademi\n  Golongan Skill (Teknik, non Teknik, Pengemudi dan Keamanan)",{"bindId":73,"name":74,"text":75},"trainingprogrammes","Ayat 1: Didalam usaha mewujudkan Hubunga","Ayat 1: Didalam usaha mewujudkan Hubungan Industrial Pancasila, Pengusaha\nmenyelenggarakan program peningkatan baik sikap berfikir dan mental spiritual\nmaupun pengetahuan\u002Fketerampilan pekerja dengan cara – cara sistematis.",{"bindId":77,"name":78,"text":79},"pensionfund","Sebesar 10.89% ditanggung oleh Pengusaha","Sebesar 10.89% ditanggung oleh Pengusaha dengan perincian:\n    3.70% dari upah pekerja untuk Jaminan Hari Tua\n    0.30% dari upah pekerja untuk Jaminan Kematian\n    0.89% dari upah pekerja untuk Jaminan Kecelakaan\n    2.00% dari upah pekerja untuk Jaminan Pensiun\n    4.00% dari upah pekerja untuk Jaminan Kesehatan",{"bindId":81,"name":78,"text":79},"disabilityfund",{"bindId":83,"name":84,"text":85},"contracttrial","Ayat 2: Calon pekerja diterima sebagai p","Ayat 2: Calon pekerja diterima sebagai pekerja dengan masa percobaan selama\n– lamanya 3 (tiga) bulan terhitung sejak ia mulai bekerja di perusahaan.",{"bindId":87,"name":84,"text":85},"contracttrialperiod",{"bindId":89,"name":90,"text":91},"contractseverancepay","Ayat 1: Apabila terjadi Pemutusan Hubung","Ayat 1: Apabila terjadi Pemutusan Hubungan Kerja maka ditempuh tata cara\npenyelesaian berdasarkan ketentuan UUK yang berlaku.",{"bindId":93,"name":90,"text":91},"contractseverancepay1",{"bindId":95,"name":90,"text":91},"severance_dismissal_type",{"bindId":97,"name":98,"text":99},"sicknesspay","Ayat 6: Pekerja yang menderita sakit dal","Ayat 6: Pekerja yang menderita sakit dalam jangka waktu panjang mendapat\ncuti sakit dengan syarat – syarat:\n\n  Hanya dengan keterangan Dokter atau yang disyahkan.\n  Selama – lamanya 1 tahun berturut – turut apabila lebih selanjutnya\n    ditunjuk prosedur Undang – Undang yang berlaku.",{"bindId":101,"name":102,"text":103},"maxsicknesspay","Untuk Pekerja yang tetap dan tidak melak","Untuk Pekerja yang tetap dan tidak melakukan pekerjaan sesuai dengan pasal\n19, unsur – unsur upah yang dibayarkan sebagaimana tercantum dalam lampiran.\nUntuk pekerja yang karena sakit dalam periode panjang berdasarkan Surat\nKeterangan Dokter, untuk upahnya dibayarkan sesuai dengan lampiran, dengan\npengaturan persentase sbb:\n\n  4 bulan pertama dibayarkan 100%\n  4 bulan kedua dibayarkan 75%\n  4 bulan ketiga dibayarkan 50%\n  4 bulan keempat dibayarkan 25%",{"bindId":105,"name":106,"text":107},"maxsicknesspayperc","4 bulan pertama dibayarkan 100% 4 bulan ","4 bulan pertama dibayarkan 100%\n  4 bulan kedua dibayarkan 75%\n  4 bulan ketiga dibayarkan 50%\n  4 bulan keempat dibayarkan 25%",{"bindId":109,"name":98,"text":99},"sicknessmaxdays",{"bindId":111,"name":112,"text":113},"sicknessmaxdaysnr","Selama – lamanya 1 tahun berturut – turu","Selama – lamanya 1 tahun berturut – turut apabila lebih selanjutnya\n    ditunjuk prosedur Undang – Undang yang berlaku.",{"bindId":115,"name":116,"text":117},"menstruationleave","e. Bagi pekerja wanita yang sedang haid ","e. Bagi pekerja wanita yang sedang haid pada hari\npertama dan kedua (H1).",{"bindId":119,"name":120,"text":121},"disabilitypay","Apabila Pekerja mengalami kecelakaan did","Apabila Pekerja mengalami kecelakaan didalam hubungan waktu kerja, maka\nPengusaha melaksanakan semua ketentuan Undang – Undang No. 24 tahun 2011\ntentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) serta peraturan – peraturan\npelaksananya.",{"bindId":123,"name":124,"text":125},"healthinsurance","Pada dasarnya pemeliharaan kesehatan pek","Pada dasarnya pemeliharaan kesehatan pekerja PT ACTEM maupun keluarganya\nadalah menjadi tanggung jawab pekerja yang bersangkutan. Untuk meringankan\nbeban tersebut, perusahaan berusaha memberikan bantuan fasilitas pelayanan\nkesehatan dengan memperhatikan peraturan perundangan yang berlaku tentang\nJaminan Kesehatan Nasional (JKN).",{"bindId":127,"name":128,"text":129},"healthinsurancerelatives","Ayat 1: dalam rangka meringankan biaya p","Ayat 1: dalam rangka meringankan biaya pengobatan keluarga pekerja serta\ndalam kerangka pelaksanaan kewajiban mengikuti program JKN dari Pemerintah,\nperusahaan memberikan bantuan biaya pengobatan bagi keluarga pekerja sebesar\n75% dari jumlah\u002Fselisih biaya pengobatan dengan ketentuan dilakukan sama\nberdasarkan tata cara pengobatan di PKB PT ACTEM.",{"bindId":131,"name":132,"text":133},"healthcareaccessrelatives","Ayat 2: Bagi keluarga pekerja yang berob","Ayat 2: Bagi keluarga pekerja yang berobat di poliklinik PT ACTEM diberikan\nbantuan sebesar 90% dari jumlah biaya pengobatan.",{"bindId":135,"name":136,"text":137},"healthcareaccess","Perusahaan menyediakan Poliklinik yang d","Perusahaan menyediakan Poliklinik yang dilengkapi oleh tenaga medis dan\n    obat – obatan \u002F suntikan P3K.\n  Penyediaan Obat – obatan sementara bagi pekerja yang sakit.\n  Ruang tempat perawatan sementara bagi pekerja yang sakit.\n  Kendaraan sebagai sarana transportasi bagi pekerja yang sakit dalam\n  tugas.",{"bindId":139,"name":140,"text":141},"protectiveclothing","Pengusaha memberikan inventaris kerja de","Pengusaha memberikan inventaris kerja dengan ketentuan – ketentuan sebagai\nberikut:\n\n  Pakaian seragam kerja 2 stel setiap tahun\n  Sepatu kerja 2 pasang setiap tahun\n  Topi seragam kerja 1 buah\n  Kartu karyawan\n  Bagi bagian – bagian tertentu yang karena sifat pekerjaannya memerlukan\n    tambahan pakaian kerja (wearpack, lab dress) sebanyak 2 stel setiap tahun\n    dengan komunikasi dari pimpinan departemennya.\n  Alat – alat keselamatan kerja (masker, apron, sarung tangan, sepatu\n    panjang, kacamata, helm dan ear plug dan lain – lain), yang diberikan\n    sesuai dengan kondisi dan sifat pekerjaannya masing – masing.",{"bindId":143,"name":144,"text":145},"code_application","Pengusaha bersama – sama dengan Pengurus","Pengusaha bersama – sama dengan Pengurus Serikat Pekerja membentuk Panitia\nPembina Keselamatan dan Kesehatan kerja, yang bertugas melakukan Pengawasan\nterhadap pelaksanaan syarat – syarat keselamatan dan kesehatan kerja\nsebagaimana diatur dalam UU No. 1 \u002F1970.",{"bindId":147,"name":148,"text":149},"healthandsafetytraining","Mengadakan pembinaan dan pengarahan kepa","Mengadakan pembinaan dan pengarahan kepada pekerja tentang keselamatan\n    dan kesehatan kerja.",{"bindId":151,"name":152,"text":153},"hivpolicy","Dalam menjaga kesehatan pekerja perusaha","Dalam menjaga kesehatan pekerja perusahaan mengadakan Medical Check Up\n(Rontgen Thorax, EKG, Cek Darah, Cek Urine, Audiometri\u002FPAK) kepada pekerja dan\npelaksanaannya diatur oleh Perusahaan paling lambat bulan Desember.",{"bindId":155,"name":156,"text":157},"funeralpaytype","Perusahaan memberikan bantuan duka cita ","Perusahaan memberikan bantuan duka cita kepada keluarga pekerja atau ahli\n    warisnya apabila pekerja meninggal dunia.\n  Bantuan duka cita diberikan kepada pekerja apabila keluarga (istri dan\n    atau anak) meninggal dunia setelah mengajukan permohonan yang disertai\n    surat keterangan yang syah.",{"bindId":159,"name":160,"text":161},"funeralpay","Berdasarkan Peraturan Perundang undangan","Berdasarkan Peraturan Perundang undangan No. 24 tahun 2011 tentang BPJS\nTenaga Kerja dan Peraturan Perundangan lainnya, Pengusaha bersama Serikat\nPekerja melaksanakan program SJSN. Pengusaha melaksanakan Administrasi Iuran\nBPJS dengan perincian sebagai berikut:",{"bindId":163,"name":164,"text":165},"paidmaternityleave","c. Pekerja wanita melahirkan dengan ijin","c. Pekerja wanita melahirkan dengan ijin cuti selama\n3 bulan yang pelaksanaannya dapat dilakukan 1 ½ bulan sebelum dan 1 ½ bulan\nsesudah melahirkan penentuan permulaan cuti hamil harus dengan keterangan\nDokter atau yang disyahkannya (H2).",{"bindId":167,"name":164,"text":165},"paidmaternityleaveduration",{"bindId":169,"name":170,"text":171},"maternityotherclause","d. Keguguran bagi pekerja wanita, lamany","d. Keguguran bagi pekerja wanita, lamanya 1 ½ bulan\nsetelah terjadinya keguguran dengan surat Dokter atau yang disyahkannya\n(H2).",{"bindId":173,"name":174,"text":175},"paidpaternityleave","j. Istri Pekerja melahirkan selama 3 har","j. Istri Pekerja melahirkan selama 3 hari apabila\nkeguguran selama 2 hari (P1)",{"bindId":177,"name":174,"text":175},"paidpaternityleaveduration",{"bindId":179,"name":180,"text":181},"pregnancy","Ayat 2: Pengusaha tidak mempekerjakan wa","Ayat 2: Pengusaha tidak mempekerjakan wanita pada bidang – bidang\npekerjaan yang karena sifat, tempat dan keadaannya yang dapat membahayakan bagi\nkesehatan, keselamatan, maupun kesusilaannya.",{"bindId":183,"name":180,"text":181},"breastfeeding_dangerouswork",{"bindId":185,"name":186,"text":187},"childcare","f. Keluarga pekerja (orang tua, istri, s","f. Keluarga pekerja (orang tua, istri, suami, anak)\njatuh sakit dengan surat keterangan Dokter selama 1 hari (P1)",{"bindId":189,"name":186,"text":187},"childcareleave",{"bindId":191,"name":192,"text":193},"deathrelatives","g. Anggota keluarga pekerja (Orang tua\u002FM","g. Anggota keluarga pekerja (Orang tua\u002FMertua, istri\natau suami, anak kandung) meninggal dunia dengan keterangan dari yang berwenang\nselama 3 hari (P1).",{"bindId":195,"name":192,"text":193},"deathrelativesleave",{"bindId":197,"name":198,"text":199},"educationtuition","Ayat 11 : Bantuan biaya Masuk Sekolah Un","Ayat 11 : Bantuan biaya Masuk Sekolah\n\nUntuk meringankan biaya masuk sekolah, Perusahaan memberikan bantuan biaya\nmasuk sekolah anak sebagai berikut:\n\n  Masuk SD sebesar Rp 95.000,-\n  Masuk SLTP sebesar Rp 100.000,-\n  Masuk SLTA sebesar Rp 105.000,-\n  Masuk Perguruan Tinggi sebesar Rp 110.000,-\n\n\nPersyaratan adalah yang bersangkutan mengajukan permohonan dengan\nmelengkapi\u002Fmelampirkan surat keterangan dari Instansi\u002FSekolah yang\nbersangkutan.\n\nAyat 12 : Bantuan Beasiswa\n\nBantuan biaya sekolah untuk anak karyawan dan karyawan yang berprestasi\nmendapatkan ranking I,II,III saat naik kelas (diberikan satu tahun sekali)\nsebesar:\n\n  SD sebesar Rp 110.000.-\n  SLTP sebesar Rp 155.000,-\n  SLTA sebesar Rp 205.000,-\n  Khusus PT (IPK min -3) Rp 255.000,-",{"bindId":201,"name":202,"text":203},"discrimination","Ayat 4: Pengusaha menjamin tidak melakuk","Ayat 4: Pengusaha menjamin tidak melakukan tekanan – tekanan langsung\nmaupun tidak langsung, tindakan – tindakan diskriminasi dan tindakan\npembalasan terhadap pekerja – pekerja yang telah dipilih selaku pengemban\ntugas yang karena fungsinya berhubungan dengan kepentingan pekerja.",{"bindId":205,"name":206,"text":207},"eqtraining","Ayat 5: Bagi pekerja wanita, Pengusaha m","Ayat 5: Bagi pekerja wanita, Pengusaha membantu didalam usaha Pendidikan\nserta kegiatan yang bersifat kewanitaan yang bermanfaat.",{"bindId":209,"name":210,"text":211},"violence","Setiap Pekerja dilarang melakukan tindak","Setiap Pekerja dilarang melakukan tindakan\u002Fperbuatan asusila mengancam,\n    menganiaya, berkelahi dengan sesama Pekerja\u002FPimpinan didalam Komplek\n  Pabrik.",{"bindId":213,"name":214,"text":215},"hourspday","Ayat 1: Waktu kerja adalah 7 jam sehari ","Ayat 1: Waktu kerja adalah 7 jam sehari dan 40 jam seminggu dengan ketentuan\napabila perusahaan memerlukan kerja shift, maka pekerja bersedia untuk\nmelaksanakan waktu kerja tersebut yang tercakup dalam ijin penyimpangan waktu\nkerja dari Disnaker.",{"bindId":217,"name":214,"text":215},"hourspweek_select",{"bindId":219,"name":214,"text":215},"hourspweek",{"bindId":221,"name":222,"text":223},"MAXHOURS_trigger","Ayat 1: Apabila perusahaan memerlukan ke","Ayat 1: Apabila perusahaan memerlukan kerja lembur, maka Pengusaha dapat\nmempekerjakan pekerjanya untuk melakukan pekerjaan lembur (diluar jam kerja\nbiasa atau pada hari libur) sesuai dengan ketentuan perundang – undangan yang\nberlaku.",{"bindId":225,"name":222,"text":223},"hoursovertimemax",{"bindId":227,"name":228,"text":229},"PAIDLEAV_trigger","Ayat 1: Setiap Pekerja yang telah bekerj","Ayat 1: Setiap Pekerja yang telah bekerja selama 12 bulan terus - menerus\nberhak atas cuti tahunan sebanyak 12 hari kerja.",{"bindId":231,"name":228,"text":229},"holidaysdays",{"bindId":233,"name":228,"text":229},"holidaysweeks",{"bindId":235,"name":236,"text":237},"holidaysfixed","Ayat 4: Dalam waktu tertentu Pengusaha d","Ayat 4: Dalam waktu tertentu Pengusaha dapat memberikan hak cuti tahunan\nkepada pekerja (3 hari) agar menggunakan hak tersebut dengan serentak dengan\nbersama – sama pada suatu waktu tertentu sekitar hari lebaran atau suatu\nwaktu dimana keadaan Perusahaan memerlukan, setelah merundingkan hal tersebut\ndengan Serikat Pekerja.",{"bindId":239,"name":236,"text":237},"holidaysfixeddays",{"bindId":241,"name":242,"text":243},"SCHEDULE_trigger","Ayat 1: Pekerja didalam menjalankan tuga","Ayat 1: Pekerja didalam menjalankan tugas didalam jam kerjanya maupun kerja\nlembur, setelah menjalankan pekerjaan selama 4 jam terus – menerus diberikan\nwaktu istirahat sedikit – dikitnya 45 menit lamanya yang tidak termasuk jam\nbekerja.",{"bindId":245,"name":246,"text":247},"schedulesrestpw","Ayat 1: Pekerja diberikan hari istirahat","Ayat 1: Pekerja diberikan hari istirahat 1 hari didalam seminggu yaitu pada\nhari Minggu, khususnya bagi Pekerja dengan sistem kerja Shift baik Non stop\nmaupun semi Non Stop libur mingguannya diatur oleh perusahaan.",{"bindId":249,"name":250,"text":251},"bankholidays1","Ayat 2: Pada hari – hari libur resmi seb","Ayat 2: Pada hari – hari libur resmi sebagaimana ditetapkan oleh\npemerintah dengan menerima upah penuh.",{"bindId":253,"name":254,"text":255},"TRADEUNLEAV_trigger","Ayat 6: Dengan bukti keterangan yang sya","Ayat 6: Dengan bukti keterangan yang syah serta berdasarkan musyawarah,\npengusaha dapat memberikan dispensasi kepada pengurus Serikat Pekerja untuk\nmemenuhi panggilan instansi pemerintah, organisasi vertical, Kongres, Seminar,\nKursus, dan semacamnya dengan mendapat hak upah sepenuhnya. Bila dilakukan\ndiluar jam kerja tidak diperhitungkan sebagai kerja lembur.",{"bindId":257,"name":258,"text":259},"PAYSCALES_trigger","Penetapan gaji pokok permulaan dan ranki","Penetapan gaji pokok permulaan dan rankingnya ditentukan sesuai dengan\ngolongan masing – masing yaitu:\n\n  Golongan SD\n  Golongan SLTP\n  Golongan SLTA\n  Golongan Khusus\n  Golongan Akademi\n  Golongan Skill\n  Teknik\n  Non Teknik\n  Pengemudi\n  Keamanan",{"bindId":261,"name":262,"text":263},"LOWWAGE_trigger","Ayat 4: Upah Minimum: Upah Minimum peker","Ayat 4: Upah Minimum: Upah Minimum pekerja adalah tidak lebih keci dari upah\nminimum yang diberlakukan oleh pemerintah, pelaksanaannya sesuai dengan\nketentuan – ketentuannya.",{"bindId":265,"name":262,"text":263},"LOWWAGE_government",{"bindId":267,"name":262,"text":263},"LOWWAGE_provision",{"bindId":269,"name":270,"text":271},"STRUCINCR_trigger","Kenaikan Upah secara berkala diberikan s","Kenaikan Upah secara berkala diberikan setahun sekali berdasarkan Kondite\n    Pekerja, yang diberlakukan setiap tanggal 16 April dan dibayarkan pada\n    tanggal 25 Mei.",{"bindId":273,"name":270,"text":271},"wageincreasedate",{"bindId":275,"name":270,"text":271},"wageincreasedate_date",{"bindId":277,"name":278,"text":279},"ONCERISE_trigger","Dengan beritikad untuk tidak membedakan ","Dengan beritikad untuk tidak membedakan terhadap agama yang dianut oleh\nmasing – masing pekerja, Pengusaha memberi Tunjangan Hari Raya kepada setiap\npekerja yang dberikan selambat – lambatnya 15 hari menjelang Hari Raya Idhul\nFitri",{"bindId":281,"name":278,"text":279},"incidentalbonustype",{"bindId":283,"name":284,"text":285},"incidentalbonustype2","1. Adapun ketentuan – ketentuan sebagai ","1. Adapun ketentuan – ketentuan sebagai berikut:\n\n  Untuk pekerja yang bermasa kerja 1 hari sampai dengan 1 bulan adalah 10%\n    dari upah sebulan.\n  Yang bermasa kerja lebih dari 1 bulan sampai dengan 2 bulan adalah 20%\n    dari upah sebulan.\n  Yang bermasa kerja lebih dari 2 bulan sampai dengan 3 bulan adalah 30%\n    dari upah sebulan.\n  Yang bermasa kerja lebih dari 3 bulan sampai dengan seterusnya adalah\n    minimal 100% dari upah sebulan.",{"bindId":287,"name":288,"text":289},"incidentalbonusperc1","Yang bermasa kerja lebih dari 3 bulan sa","Yang bermasa kerja lebih dari 3 bulan sampai dengan seterusnya adalah\n    minimal 100% dari upah sebulan.",{"bindId":291,"name":278,"text":279},"incidentalbonusdate",{"bindId":293,"name":294,"text":295},"ONCERISE2_trigger","Apabila dalam tahun buku Perusahaan mend","Apabila dalam tahun buku Perusahaan mendapat keuntungan, dan deviden\n    kepada pemegang saham, maka Perusahaan akan memberikan bonus kepada\n    karyawan yang bermasa kerja 1 (satu) tahun keatas.",{"bindId":297,"name":294,"text":295},"incidentalbonustypesec",{"bindId":299,"name":300,"text":301},"incidentalbonustype2sec","Pelaksanaan pemberiannya diatur oleh Per","Pelaksanaan pemberiannya diatur oleh Perusahaan sesuai dengan prestasi\n    kerjanya.",{"bindId":303,"name":300,"text":301},"extrapayfirmperformancesec",{"bindId":305,"name":306,"text":307},"NOCTPREM_trigger","Tunjangan tidak tetap, terdiri dari: Ban","Tunjangan tidak tetap, terdiri dari:\n\n  Bantuan Transport\n  Insentif Kerja Khusus\u002FPanjang\n  Insentif Kerja Penggantian Shift\n  Insentif Kerja Malam",{"bindId":309,"name":306,"text":307},"shiftallowancetype1",{"bindId":311,"name":312,"text":313},"OVERTIME_trigger","Ayat 1: Dalam perhitungan upah kerja lem","Ayat 1: Dalam perhitungan upah kerja lembur dipakai Basic Over Time (BOT)\nyang terdiri dari unsur – unsur pengupahan.\n\n  Upah Pokok\n  Tunjangan Tetap\n  Bantuan Uang Transport\n  Tunjangan Hadir",{"bindId":315,"name":316,"text":317},"overtimeallowancetype_general","1. Pada hari kerja biasa 1.1 Untuk 1 jam","1. Pada hari kerja biasa\n\n1.1 Untuk 1 jam lembur pertama : 1 x 1 ½ (tetapan\nper jam) x BOT\n\n1.2 Untuk jam lembur kedua dan seterusnya: (jumlah\njam bekerja) x 2 (tetapan per jam) x BOT",{"bindId":319,"name":316,"text":317},"overtimeallowanceperc1_general",{"bindId":321,"name":316,"text":317},"overtimeallowancetype",{"bindId":323,"name":316,"text":317},"overtimeallowanceperc1",{"bindId":325,"name":326,"text":327},"SUNDAY_trigger","2. Pada hari Istirahat mingguannya (gant","2. Pada hari Istirahat mingguannya (ganti penomorannya jadi 2.1)\n\n  Untuk 7 jam lembur pertama: (jumlah jam bekerja)\n    x 2 (tetapan per jam) x BOT\n  Untuk jam lembur ke 8 adalah: (jumlah jam\n    bekerja) x 3 (tetapan per jam) x BOT\n  Untuk jam lembur ke 9 dan seterusnya adalah:\n    (jumlah jam kerja) x 4 (tetapan per jam) x BOT",{"bindId":329,"name":326,"text":327},"sundayallowancetype",{"bindId":331,"name":326,"text":327},"sundayallowanceperc1",{"bindId":333,"name":334,"text":335},"COMMUTE_trigger","Perusahaan memberikan uang pengganti tra","Perusahaan memberikan uang pengganti transport bagi pekerja yang tidak\ntinggal di asrama\u002Fmess yang teknis serta pelaksanaannya diatur perusahaan.",{"bindId":337,"name":334,"text":335},"commutingallowancetype1",{"bindId":339,"name":340,"text":341},"mealvouchers","Ayat 8: Perusahaan memberikan makan kepa","Ayat 8: Perusahaan memberikan makan kepada pekerja yang makan di kantin\nperusahaan sesuai dengan hari kerjanya dengan menggunakan kupon makan.",{"bindId":343,"name":340,"text":341},"MEALALL_trigger",{"bindId":345,"name":346,"text":347},"coverunion_trigger","Ayat 1: Pengusaha dan Serikat Pekerja sa","Ayat 1: Pengusaha dan Serikat Pekerja sama – sama menyetujui bahwa\nPerjanjian Kerja Bersama ini berlaku dan mengikat bagi semua anggota Serikat\nPekerja dan Pengusaha.",{"bindId":349,"name":346,"text":347},"coverunionsign","\u003Chtml>\n\n    \u003Cdiv class=\"cobra-report\">\n\n        \u003Ch2>IDN PT. Acryl Textile Mills - 2020\u003C\u002Fh2>\n\n        \u003Cdiv class=\"section general\">\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-start_date\">Tanggal dimulainya perjanjian: &rarr;&nbsp;2020-11-11\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-end_date\">Tanggal berakhirnya perjanjian: &rarr;&nbsp;2022-11-10\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \u003C!-- TODO: previous CBA logic -->\n            \u003C!-- TODO: status logic -->\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaratified\">Diratifikasi oleh: &rarr;&nbsp;Other\u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaactorratified\">\n                    Diratifikasi pada: &rarr;&nbsp;2020-11-11\n                \u003C\u002Fdiv>\n            \n\n            \u003C!-- TODO: transnational_label, includingcountries_label, national_framework_label -->\n\n            \u003Cdiv id=\"display-SECTOR1\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Industri\u002Fpabrik pengolahan\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-NACE2004\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Pabrik Manufaktur Textil\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-FIRMPRI\">\n                Sektor publik\u002Fswasta: &rarr;&nbsp;In the private sector\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv>Disimpulkan oleh:\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1\">\n\n                \n                    \n                    \u003Cdiv>\n                        Nama perusahaan: &rarr;&nbsp;\n                        Acryl Textile Mills\n                    \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1\">\n                Nama serikat pekerja: &rarr;&nbsp;\n\n                \n                    \n                    \u003Cspan>\n                        SPN - Serikat Pekerja Nasional\n                    \u003C\u002Fspan>\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-casignemployees\">\n                Nama penandatangan dari pihak pekerja &rarr;&nbsp;Nur Ikhsan, Didik Winardi, Ismail\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section social-security-pensions\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SOCSEC_trigger\">JAMINAN SOSIAL DAN PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-pensionfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pensiun bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilityfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan cacat bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-unemploymentfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan pengangguran bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section training\">\n            \u003Ch3 id=\"display-TRAINING_trigger\">PELATIHAN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingprogrammes\">Program pelatihan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprenticeships\">Magang: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pelatihan bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section sickness-disability\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KONDISI SAKIT DAN DISABILITAS\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-maxsicknesspayperc\">\n                Maximum cuti sakit berbayar (untuk 6 bulan): &rarr;&nbsp;92&nbsp;%\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-sicknessmaxdaysnr\">\n                Maximum hari untuk cuti sakit berbayar: &rarr;&nbsp;365 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-longtermillness\">Ketentuan mengenai kembali bekerja setelah menderita penyakit jangka panjang, seperti penyakit kanker: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-menstruationleave\">Cuti haid berbayar: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilitypay\">Pembayaran gaji apabila tidak mampu bekerja dikarenakan kecelakaan kerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n\n        \u003Cdiv class=\"section health-medical-assistence\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA BANTUAN MEDIS\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccess\">Bantuan medis disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccessrelatives\">Bantuan medis bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurance\">Kontribusi pengusaha untuk asuransi kesehatan disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurancerelatives\">Asuransi kesehatan bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetypolicy\">Kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetytraining\">Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-protectiveclothing\">Pakaian\u002Falat pelindung diri disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-hivpolicy\">Pemeriksaan kesehatan secara berkala disediakan oleh pengusaha: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-monitoring\">Pengawasan permintaan musculoskeletal di tempat kerja, resiko professional dan\u002Fatau hubungan antara pekerjaan dan kesehatan: &rarr;&nbsp;The relationship between work and health, Employee involvement in the monitoring\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-funeralpay\">Bantuan duka\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-funeralpayamount\">\n                Minimum kontribusi pengusaha untuk penguburan\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;-9.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section work-family-arrangements\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKFAM_trigger\">PENGATURAN ANTARA KERJA DAN KELUARGA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleaveduration\">\n                Cuti hamil berbayar: &rarr;&nbsp;13 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-jobsecuritymothers\">Jaminan tetap dapat bekerja setelah cuti hamil: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-maternitydiscrimination\">Larangan diskriminasi terkait kehamilan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-breastfeeding_dangerouswork\">Larangan mewajibkan pekerja yang sedang hamil atau menyusui untuk melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-riskassessment\">Penilaian resiko terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja yang sedang hamil atau menyusui di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-alternatives\">Ketersediaan alternatif bagi pekerja hamil atau menyusui untuk tidak melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-timeoff\">Cuti untuk melakukan pemeriksaan pranatal: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningnonstandard\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempekerjakan pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningpromotion\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempromosikan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n            \u003Cdiv id=\"display-nursingmothers\">Fasilitas untuk pekerja yang menyusui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcareprovision\">Pengusaha menyediakan fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcaresubsidy\">Pengusaha mensubsidi fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \u003Cdiv id=\"display-educationtuition\">Tunjangan\u002Fbantuan pendidikan bagi anak pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n   \n            \u003Cdiv id=\"display-childcareleave\">\n                Cuti berbayar tiap tahun yang diberikan untuk merawat anggota keluarga: &rarr;&nbsp;1 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidpaternityleaveduration\">\n                Cuti ayah berbayar: &rarr;&nbsp;3 hari\n         \u003C\u002Fdiv>\n                        \u003Cdiv id=\"display-deathrelativesleave\">\n                Durasi cuti yang diberikan ketika ada anggota keluarga yang meninggal: &rarr;&nbsp;3 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n        \u003Cdiv class=\"section gender-equality-issues\">\n            \u003Ch3 id=\"display-GENEQ_trigger\">ISU KESETARAAN GENDER\u003C\u002Fh3>\n         \u003Cdiv id=\"display-eqpay\">Upah yang sama untuk pekerjaan yang sama nilainya: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n         \n         \u003Cdiv id=\"display-discrimination\">Klausal mengenai diskriminasi di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-eqpromotion\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat promosi: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n        \u003Cdiv id=\"display-eqtraining\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat pelatihan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>     \n        \u003Cdiv id=\"display-eqofficer\">Kesetaraan gender dalam kepengurusan serikat pekerja di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-sexualhar\">Klausal mengenai pelecehan seksual di tempat kerja &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violence\">Klausal mengenai kekerasan di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violenceleave\">Cuti khusus bagi pekerja yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-support_disabilities\">Dukungan bagi pekerja perempuan dengan disabilitas: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-equalitymonitoring\">Pengawasan kesetaraan gender: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n             \n         \u003C\u002Fdiv>\n         \n\n        \u003Cdiv class=\"section employment-contracts\">\n            \u003Ch3 id=\"display-EMPCONTR_trigger\">PERJANJIAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-contracttrialperiod\">\n                Durasi masa percobaan: &rarr;&nbsp;91 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-part_time_excluded\">Pekerja paruh waktu tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-tempagency\">Ketentuan mengenai pekerja sementara: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprentices_excluded\">Pekerja magang tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-minijobs_excluded\">Pekerja mahasiswa tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section working-hours\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKHOURS_trigger\">JAM KERJA, JADWAL DAN LIBUR\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspday\">\n                Jam kerja per hari: &rarr;&nbsp;7.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspweek\">\n                Jam kerja per minggu: &rarr;&nbsp;40.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-hoursovertimemax\">\n                Waktu lembur maksimum: &rarr;&nbsp;-10.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysdays\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;12.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysweeks\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;2.0 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysfixeddays\">\n                Hari tetap untuk cuti tahunan: &rarr;&nbsp;3.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-schedulesrestpw\"> Periode istrirahat setidaknya satu hari dalam seminggu disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-sundays_year\">\n                Jumlah maksimum hari minggu\u002Fhari libur nasional dalam setahun dimana pekerja harus\u002Fdapat bekerja: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n             \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-tradeunleavdays\">\n                Cuti berbayar untuk aktivitas serikat pekerja: &rarr;&nbsp; hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-FLEXWORK_trigger\"> Ketentuan mengenai pengaturan jadwal kerja yang fleksibel: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section wages\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WAGES_trigger\">PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-PAYSCALES_trigger\">\n                Upah ditentukan oleh skala upah: &rarr;&nbsp;Yes, but there are only indices (no wages)\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-LOWWAGE_government\"> \n            Ketentuan bahwa upah minimum yang ditentukan oleh pemerintah harus dihormati: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-lowwageperiod\">\n                Upah terendah disetujui per: &rarr;&nbsp;Months\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-lowwageamount\">\n                Upah terendah: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;-9.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-COSTLIV_trigger\">Penyesuaian untuk kenaikan biaya kebutuhan hidup: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-STRUCINCR_trigger\">Kenaikan upah\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-ONCERISE_trigger\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali:\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-incidentalbonusperc1\">\n                    Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali: &rarr;&nbsp;100&nbsp;%\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-extrapayfirmperformance\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali dikarenakan performa perusahaan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-NOCTPREM_trigger\">Tunjangan shift untuk kerja sore atau malam\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \u003Cdiv id=\"display-shiftallowancetype1\">Tunjangan shift hanya untuk yang kerja malam: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-OVERTIME_trigger\">Upah lembur hari kerja\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-overtimeallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari kerja: &rarr;&nbsp;200 % dari gaji pokok\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SUNDAY_trigger\">Upah lembur hari Minggu\u002Flibur\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-sundayallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari Minggu\u002Flibur: &rarr;&nbsp;100&nbsp;%\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-COMMUTE_trigger\">Tunjangan transportasi\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Ch4>Kupon makan\u003C\u002Fh4>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-mealvouchers\">\n                Kupon makan disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-MEALALL_trigger\">Tunjangan makan disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-mealvouchersamount\">\n                 &rarr;&nbsp; per makan\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-legalassistance_trigger\">\n                Bantuan hukum gratis: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n    \u003C\u002Fdiv>\n\n\u003C\u002Fhtml>\n",[],[],"collective_agreement",[355],{"title":39,"slug":34},[357],{"type":358,"data":359},"call_to_action_body_block",{"title":360,"description":361,"variant":362,"link":363},"Bandingkan Perjanjian Kerja Bersama","Bandingkan pasal-pasal dan topik dalam Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dengan Perjanjian Kerja Bersama di semua sektor kerja di Indonesia maupun negara-negara lainnya.","dark",{"title":360,"url":364,"description":360,"rel":365,"type":366},"\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fbandingkan-perjanjian-kerja-bersama","follow","internal",[368],{"type":358,"data":369},{"title":360,"description":361,"variant":362,"link":370},{"title":360,"url":364,"description":360,"rel":365,"type":366},[]]