[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"page:id-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-acryl-textile-mills-dengan-serikat-pekerja-nasional-psp-spn-pt-acryl-textile-mills-2018-2020":3},{"id":4,"slug":5,"title":6,"short_title":7,"intro_text":8,"meta_description":9,"seo_title":9,"path":10,"content_type":11,"locale":12,"go_live_at":7,"first_published_at":13,"page_created_at":14,"published_at":13,"edit_url":15,"breadcrumbs":16,"seo":24,"data":32,"children":328,"content_type_view":329,"extra_breadcrumbs":330,"body":332,"body_blocks":343,"related_pages":347},3679,"perjanjian-kerja-bersama","Perjanjian Kerja Bersama",null,"\u003Cp>Beberapa pilihan Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dipublikasikan di sini. Anda dapat menemukan teks asli dari Perjanjian Kerja Bersama tersebut, membaca dan menelusuri per bab maupun pasal, menurut topik yang sedang Anda cari.\u003Cbr\u002F>\u003Cbr\u002F>Ketika Anda mengklik pada link Perjanjian Kerja Bersama, halaman akan terbuka: di kolom sebelah kiri pada halaman tersebut berisi teks asli, sedangkan di kolom sebelah kanan, Anda akan menemukan ringkasan dari ketentuan yang ada di Perjanjian Kerja Bersama tersebut.\u003Cbr\u002F>Serikat Buruh\u002FPekerja dan Asosiasi Pengusaha dari Indonesia memberikan kontribusi terhadap pengumpulan data Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>","","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama","collective_agreements.collectiveagreementoverview","id_ID","2025-08-15T13:01:11.360625+00:00","2026-04-02T08:44:09.692847+00:00","\u002Fcms\u002Fpages\u002F3679\u002Fedit\u002F",[17,20,23],{"title":18,"slug":19},"Indonesia","id-id",{"title":21,"slug":22},"Bekerja di Indonesia","bekerja-di-indonesia",{"title":6,"slug":5},{"title":6,"description":9,"image":25,"canonical":26,"robots":27,"og_type":28,"twitter_card":29,"locale":19,"created_at":30,"last_modified_at":31},"https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fmedia\u002Fimages\u002FSocial_media_preview_image_-_2025.2e16d0ba.fill-1200x630.png","https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002F","index, follow","website","summary_large_image","2025-08-15T15:01:11.360625+02:00","2026-04-02T10:44:09.828831+02:00",{"cba":33,"clauses":45,"details":326,"translations":327},{"id":34,"uid":35,"url":36,"name":37,"locale":38,"override_title":9,"title":39,"browser_title":40,"browser_description":41,"text":42},"perjanjian-kerja-bersama-antara-pt-acryl-textile-mills-dengan-serikat-pekerja-nasional-psp-spn-pt-acryl-textile-mills-2018-2020","5704a0e4-e36d-11ea-bbee-f23c91080f70","https:\u002F\u002Fcobra.wageindicator.org\u002Fcountries\u002Findonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-acryl-textile-mills-dengan-serikat-pekerja-nasional-psp-spn-pt-acryl-textile-mills-2018-2020\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pt-acryl-textile-mills-dengan-serikat-pekerja-nasional-psp-spn-pt-acryl-textile-mills-2018-2020\u002F","Perjanjian Kerja Bersama Antara PT. Acryl Textile Mills Dengan Serikat Pekerja Nasional (PSP SPN) PT. Acryl Textile Mills 2018\u002F2020","ba_ID","IDN PT. Acryl Textile Mills - 2018","Indonesia - IDN PT. Acryl Textile Mills - 2018","IDN PT. Acryl Textile Mills - 2018 - Industri\u002Fpabrik pengolahan",{"name":43,"data":44},"PT Acryl Textile Mills.html","\n\n\n  \u003Cmeta http-equiv=\"content-type\" content=\"text\u002Fhtml; charset=UTF-8\">\n  \u003Ctitle>PT Acryl Textile Mills\u003C\u002Ftitle>\n  \u003Cmeta name=\"generator\" content=\"Amaya, see http:\u002F\u002Fwww.w3.org\u002FAmaya\u002F\">\n\n\n\n\u003Ch1>Perjanjian Kerja Bersama Antara PT. Acryl Textile Mills Dengan Serikat\nPekerja Nasional (PSP SPN) PT. Acryl Textile Mills 28 November 2018 - 27\nNovember 2020\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Ch2>MUKADIMAH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Menyadari akan hakikat dari pada kemerdekaan Republik Indonesia sebagai\njembatan emas yang menghantar seluruh rakyat Indonesia untuk mencapai tingkat\nhidup yang lebih baik lahir dan batin, merupakan tuntutan atau amanat\nperjuangan kemerdekaan Bangsa dan tanah air dari generasi ke generasi\nseterusnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Diantara sekian besar dan luasnya pembangunan di Indonesia sebagai usaha dan\nupaya untuk memperoleh kehidupan yang layak yang lebih baik, maka PT. ACRYL\nTEXTILE MILLS merupakan salah satu jenis usaha yang melakukan kegiatan\nproduksi, melahirkan lapangan kerja, sehingga perlu diciptakan suasana kerja\nyang tentram dan damai guna terwujudnya kerjasama yang serasi dan penuh\npengertian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Mengingat kelangsungan hidup perusahaan ini merupakan jaminan hari depan dan\nkelangsungan adanya pendapatan para pekerja bagi pembiayaan keluarganya, maka\nperlu kiranya disadari dan dipahami secara mendalam hal – hal sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Bahwa seluruh kegiatan kerja didalam perusahaan ini adalah untuk\nmengadakan sandang terutama bagi rakyat Indonesia, karena seluruh peralatan\nbaik yang bergerak maupun yang tidak bergerak, mempunyai misi nasional dengan\nproduksi sandang sebagai kebutuhan nasional.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengorganisasian seluruh kegiatan ini dituntun dengan suatu kepemimpinan\nmanajemen, dimana proses produksi harus mencapai tingkat yang efektif dan\nproduktif, dengan pengendalian pengawasan dan pencapaian mutu serta disiplin\nkerja yang mantap sehingga kontinuitas produksi terjamin.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Partisipasi pekerja yang penuh dengan tanggung jawab dan kesadaran yang\ntinggi menjaga ketahanan, ketangguhan dan kelangsungan usaha perusahaan sebagai\nsumber pendapat bagi perusahaan dan pekerja kini dan dimasa depan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dengan menyadari hal – hal tersebut diatas maka perjanjian kerja bersama\nyang disepakati ini adalah merupakan petunjuk yang mengunggah kesadaran dan\npengertian baik jiwanya maupun ketentuan – ketentuan materinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Bertitik tolak dari pedoman tersebut, baik Pengusaha atau pekerja akan\nsaling membantu menjalankan fungsi dan tugas kewajiban di dalam mewujudkan\ntercapainya:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Ketenangan dan kesenangan kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Peningkatan kuantitas dan kualitas produksi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Peningkatan produktivitas \u002F efisiensi dengan menghindarkan pemborosan –\npemborosan baik tenaga maupun material.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Penetapan pendapatan dan kesejahteraan pekerja yang menumbuhkan gairah dan\nrasa tentram bekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Mengutamakan kegiatan musyawarah sebagai forum komunikasi untuk mencapai\nkesepakatan, memperkecil dan menghilangkan perbedaan – perbedaan pendapat\ndengan memperhitungkan faktor – faktor situasi dan kondisi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama ini dijiwai dan berlandaskan Pancasila, Undang –\nUndang Dasar 1945 serta seluruh perundang – undangan yang berlaku di Negara\nRepublik Indonesia. Maka dengan ini kami pihak – pihak yang mewakili\nPengusaha dan Pekerja didalam mewujudkan Perjanjian Kerja Bersama ini didasari\ndengan penuh kesadaran dan rasa tanggung jawab.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pengalaman atas pedoman – pedoman tersebut di atas, diharapkan dapat\nmelahirkan hubungan kerja yang erat dan harmonis antara Pengusaha dan Pekerja\nsehingga dengan demikian ditetapkan ditetapkan ketentuan – ketentuan materi\ndalam Perjanjian Kerja Bersama ini, dengan ridho Tuhan Yang Maha Esa kita\ndiberkati tuntunan-Nya untuk dapat melaksanakan dengan sebaik – baiknya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB I: ISTILAH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 1: Istilah – Istilah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dalam Perjanjian Kerja Bersama ini yang diartikan dengan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan ialah Perseroan Terbatas ACRYL TEXTILES MILLS, disingkat P.T.\nACTEM yang berkedudukan di:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Kantor Pusat: 3rd Floor, New Summitmas Tower. Jl. Jendral\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sudirman Kav. 61 – 62 Jakarta.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pabrik: Jl. Moh. Toha Pasar Baru Kota Tangerang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengusaha ialah Direksinya PT. ACTEM atau pejabat yang diberi kuasa\nolehnya untuk bertindak atas nama PT. ACTEM.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pekerja ialah setiap orang yang mengadakan hubungan kerja dengan Pengusaha\nPT. ACTEM dan menerima upah serta imbalan lain dari padanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pekerja tetap ialah setiap orang yang bekerja dan terdaftar di PT. ACTEM\ndan telah menyelesaikan masa percobaan selamat 3 (tiga) bulan dan telah\ndiangkat menjadi Pekerja Tetap oleh Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Serikat Pekerja adalah Serikat Pekerja Nasional (SPN) yang telah\ntercatat\u002Fterdaftar pada kantor Dinas Ketenagakerjaan dan Kependudukan Kota\nTangerang dengan nomor bukti pencatatan: 560\u002F162 – DKK\u002FOP\u002F Kota – TNG\u002F\nX\u002F2002 Tanggal 01 Mei 2002.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Anggota Serikat Pekerja adalah pekerja PT. ACTEM yang berdasarkan\nketentuan – ketentuan mempunyai hak dan kewajiban di dalam Serikat Pekerja\nsesuai dengan Anggaran Dasar dan Rumah Tangga PSP – SPN PT. ACTEM.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Pengurus Serikat Pekerja adalah anggota Serikat Pekerja yang dipilih oleh\nanggotanya untuk duduk di dalam kepengurusan Serikat Pekerja PT. ACTEM yang\nberfungsi baik sebagai Perwakilan setiap Departemen\u002FBagian, maupun yang\nmerupakan pengurus harian Serikat Pekerja PT. ACTEM dalam batas waktu yang\ntelah ditentukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Perjanjian Kerja Bersama adalah perjanjian tentang syarat – syarat kerja\nyang diselenggarakan antara Pengusaha PT. ACTEM dengan Serikat Pekerja Nasional\n(SPN) PT. ACTEM yang pada umumnya memuat syarat – syarat yang harus\ndiperhatikan didalam perjanjian kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Keluarga pekerja ialah seorang Istri\u002FSuami dan anak – anak yang telah\ndidaftarkan pada perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Istri adalah seorang istri yang sah dari pekerja yang telah didaftarkan\npada perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11.Suami adalah seorang suami yang sah dari pekerja yang telah didaftarkan\npada perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12.Anak adalah anak pekerja yang sah, anak yang disahkan menurut hukum, yang\ndidaftarkan kepada perusahaan. Dengan ketentuan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Belum bekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Belum pernah menikah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Usia dibawah 18 tahun, khusus untuk yang masih bersekolah ditetapkan batas\nsampai dengan usia 23 tahun dengan ketentuan tiap tahun menyerahkan surat\nketerangan dari sekolahnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13.Ahli waris adalah keluarga pekerja atau orang yang ditunjuk oleh pekerja\nmenerima setiap haknya dalam hal pekerja meninggal dunia. Dalam hal tidak ada\npenunjukan atas ahli warisnya maka penyelesaian dari pada haknya diatur menurut\nhukum yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14.Hari kerja untuk kerja shift adalah jangka waktu yang berlangsung dari\njam (22.00) sampai dengan hari berikutnya. Untuk DayShift adalah jangka waktu\nyang berlangsung dari jam 24.00 sampai hari berikutnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15.Hari libur adalah hari Minggu atau hari istirahat mingguan lainnya dan\nhari – hari libur resmi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>16.Jam – jam kerja adalah jam\u002Fwaktu yang telah ditetapkan untuk berada di\ntempat kerja dan melakukan pekerjaannya pada hari kerja biasa, serta waktu\nkerja yang telah mendapat izin penyimpangan waktu kerja dari Disnaker.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>17.Kerja Shift adalah waktu kerja dimana pekerja menurut jadwal tetap\nmengenai waktu kerja yang bergiliran secara teratur setiap hari kerja yang\nsama, yaitu 7 jam akan tetapi yang waktu – waktu kerjanya dapat dimulai pada\njam 06.00 atau jam 14.00 maupun jam 22.00 dan jam istirahatnya tidak seharusnya\njatuh pada hari – hari yang sama dengan hari – hari pekerja lainnya. Untuk\ngrup tertentu dapat bergeser tetap 1 jam sebelum atau sesudah jam – jam\ntersebut diatas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>18.Jam istirahat adalah jam\u002Fwaktu dimana pekerja setelah melakukan pekerjaan\nselama 4 jam terus menerus diberikan waktu untuk tidak melakukan pekerjaan\nsedikit – dikitnya 45 menit.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>19.Hari istirahat adalah hari dimana pekerja setelah melakukan pekerjaan\nselama 40 jam seminggu atau 6 hari kerja berturut – turut diberikan waktu\nuntuk tidak melakukan pekerjaan selama 1 (satu) hari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>20.Kerja lebur adalah kerja yang dilakukan selebihnya daripada 9 jam sehari\ndan 40 jam seminggu berdasarkan 6 hari kerja seminggu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>21.Kerja panjang adalah dimana setiap pekerja 3 shift Non-stop pada hari\nyang ditentukan masuk kerja pagi (jam 06.00 s\u002Fd 14.00), wajib masuk kerja mulai\ndari jam 06.00 s\u002Fd 18.00 dan selanjutnya bagi yang masuk kerja siang (14.00 s\u002Fd\njam 22.00), wajib masuk kerja mulai jam 18.00 s\u002Fd – jam 6.00, dengan catatan\nbahwa kelebihan jam kerja (3 jam 30 menit) untuk shift pagi dan shift siang\ntersebut dihitung sebagai lembur wajib.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>22.Kerja hari libur resmi adalah kerja yang dilakukan pada hari libur resmi,\nsebagaimana yang ditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>23.Hubungan waktu kerja adalah saat dimana pekerja berangkat dari tempat\ntinggalnya sampai saat tiba kembali di tempat tinggalnya, setelah selesai\nmelakukan tugas\u002Fpekerjaannya dan hal tersebut sudah sepengetahuan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>24.Lokasi kerja adalah seluruh tempat dimana pekerja PT. ACTEM melakukan\npekerjaannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>25.Komplek pabrik adalah seluruh halaman, lapangan, ruangan dan\nsekelilingnya yang berhubungan dengan kegiatan kerja serta merupakan milik dari\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>26.Tempat tinggal pekerja adalah tempat yang dihuni setiap hari oleh pekerja\ndengan kuasa penggunaannya atau kepemilikannya dan tercatat di perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>27.Tunjangan tetap adalah tunjangan yang diberikan dengan tidak dipengaruhi\noleh kehadirannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>28.Tunjangan tidak tetap adalah tunjangan yang diberikan sesuai dengan\nkehadirannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB II: UMUM\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 2: Pihak – Pihak Yang Mengadakan Perjanjian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Ayat 1: Pihak yang mengadakan Perjanjian Kerja Bersama ini ialah antara PT\nACTEM yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut Pengusaha dengan Serikat\nPekerja Nasional PT. ACTEM (PSP SPN) PT. ACTEM yang bertindak mewakili untuk\ndan atas nama para anggota\u002Fpekerja dan untuk selanjutnya dalam Perjanjian ini\ndisebut Serikat Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 2: Bila pengusaha berubah nama atau bergabung dengan pengusaha lain dan\nSerikat Pekerja mengganti nama atau bergabung dengan organisasi lainnya, maka\nisi dan makna Perjanjian ini tetap berlaku sampai selesai masa berlakunya dan\nsemua pihak tetap terikat didalamnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 3: Dasar Dan Tujuan Perjanjian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perjanjian ini diwujudkan berdasarkan pada UU No. 13\u002F2003 (LN – RI No.\n39\u002F2003) dengan tujuan untuk menciptakan stabilitas Hubungan Ketenagakerjaan\ndengan menjelaskan hak – hak, kewajiban dan syarat- syarat kerja antara\nPengusaha dan Pekerjanya, untuk melancarkan proses produksi dalam rangka\npengembangan usaha, demi terciptanya hubungan yang harmonis antara Pengusaha\ndan Pekerjanya sesuai dengan Hubungan Industrial Pancasila.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 4: Luasnya Perjanjian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-coverunion_trigger\">\u003Cp>Ayat 1: Pengusaha dan Serikat Pekerja sama – sama menyetujui bahwa\nPerjanjian Kerja Bersama ini berlaku dan mengikat bagi semua anggota Serikat\nPekerja dan Pengusaha.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Ayat 2: Telah dipahami dan disepakati bersama baik oleh Pengusaha maupun\nSerikat Pekerja bahwa Perjanjian Kerja Bersama ini terbatas mengenai hal –\nhal yang bersifat umum seperti tertera dalam Perjanjian ini dan bahwa Pengusaha\ndan Serikat Pekerja mempunyai hak – hak sesuai dengan ketentuan perundang –\nundangan yang berlaku di Indonesia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 3: Pengusaha dan Serikat Pekerja menyadari bahwa apabila dalam\npelaksanaan perjanjian ini maupun dalam perkembangannya sesuai dengan situasi\nkondisi perlu dalam kesepakatan adanya penyempurnaan maka kedua belah pihak\nberjanji untuk selalu mengadakan penyesuaian secara musyawarah sampai\nmufakat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 5: Hak Dan Kewajiban Yang Berjanji\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Ayat 1: Pengusaha dan Serikat Pekerja berkewajiban untuk selalu menumbuhkan\niklim kerja sama yang baik dengan selalu mengusahakan penyelesaian setiap\nmasalah ketenagakerjaan dengan bermusyawarah. Musyawarah Bipartite tentang\nketenagakerjaan akan dilaksanakan setiap 1 (satu) bulan sekali setiap minggu\nketiga (ke-3).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 2: Dengan dasar musyawarah Pengusaha dan Serikat Pekerja tidak akan\nmenyampaikan keterangan yang dapat merugikan kedua belah pihak, serta saling\nmencegah melakukan kegiatan – kegiatan yang bertentangan dengan isi\nperjanjian ini maupun norma – norma dan tata tertib yang dikeluarkan oleh\npemerintah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 3: Baik Pengusaha dan Serikat Pekerja berkewajiban memberikan\npenerangan kepada pekerja atau pihak – pihak lainnya yang mempunyai\nkepentingan dengan adanya kesepakatan ini, baik isi, makna dan pengertian\nseperti apa yang telah ditetapkan dalam kesepakatan ini dengan cara – cara\nyang dapat disepakati bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 4: Pihak Pengusaha dan Serikat Pekerja sama – sama menyadari dan\nmengakui serta menyetujui bahwa:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Yang mengatur jalannya Perusahaan dan Pekerjanya adalah wewenang dan\ntanggung jawab Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Fungsi Serikat Pekerja adalah mewakili\u002Fmelindungi anggota – anggota baik\nsecara perorangan maupun secara bersama – sama didalam hubungan\nketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 5: Sesuai dengan ketentuan pemerintah, perencanaan dan pelaksanaan\nPendidikan kejuruan dalam rangka proses Indonesianisasi, serta pembatasan\npenggunaan tenaga kerja asing (pendatang) adalah sepenuhnya menjadi tanggung\njawab Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 6: Pekerja berhak masuk Serikat Pekerja, kesempatan untuk mengembangkan\nkarya, keterampilan di dalam berorganisasi sehingga potensi dan daya\nkreativitasnya berkembang di dalam rangka mempertinggi produksi dan\nproduktivitas yang terwujud dalam hasil dan penghasilan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB III: PENGAKUAN DAN JAMINA TERHADAP SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 6: Pengakuan Terhadap Serikat Pekerja Dan Wakil – Wakilnya\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Ayat 1: Pengusaha mengakui bahwa PSP SPN PT. ACTEM yang menandatangani\nPerjanjian Kerja Bersama ini sebagai organisasi pekerja yang anggotanya\nmayoritas, yang bekerja di perusahaan dan berhak menandatangani PKB ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 2: Pengusaha tidak menghalang – halangi kegiatan dan perkembangan\nSerikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 3: Untuk mengurus soal – soal ketenagakerjaan antara Pemerintah,\nSerikat Pekerja dan Pengusaha, maka pekerja yang ditunjuk untuk mewakili\nSerikat Pekerjanya diberi kelonggaran untuk menghadiri rapat – rapat untuk\nmemusyawarahkan persoalan tersebut. Menurut kepentingannya bila ditunjuk\nbeberapa wakil dari Serikat Pekerja serta untuk tidak mengganggu kelancaran\nkerja perusahaan terlebih dahulu dimusyawarahkan dengan pihak Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-discrimination\">\u003Cp>Ayat 4: Pengusaha menjamin tidak melakukan tekanan – tekanan langsung\nmaupun tidak langsung, tindakan – tindakan diskriminasi dan tindakan\npembalasan terhadap pekerja – pekerja yang telah dipilih selaku pengemban\ntugas yang karena fungsinya berhubungan dengan kepentingan pekerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Ayat 5: Berdasarkan hak Serikat Pekerja, maka setiap pengurus Serikat\nPekerja dapat masuk kedalam lokasi kerja perusahaan yang karena fungsi dan\ntugasnya di dalam masalah ketenagakerjaan dan organisasi dengan persetujuan\nPengusaha, memberikan bantuan seperlunya untuk kelancaran tertentu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 7: Fasilitas – Fasilitas Untuk Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Ayat 1: berdasarkan kemampuan pengusaha dengan bermusyawarah bersama Serikat\nPekerja sesuai dengan prinsip – prinsip dalam Mukadimah maka Pengusaha\nmengizinkan ruangan kantor atau fasilitas lainnya milik perusahaan yang antara\nlain berupa: Meja, Kursi tamu, lemari, telepon, papan pengumuman, demi\nkelancaran kegiatan organisasi secara rutin.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 2: dengan persetujuan pengusaha, Serikat Pekerja dapat menggunakan\nfasilitas – fasilitas alat lainnya milik perusahaan yang memadai untuk\nkegiatan – kegiatan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 3: berdasarkan pada kepentingan bersama, maka Pengusaha dapat\nmemberikan dispensasi kepada Serikat Pekerja untuk menjalankan tugas –\ntugasnya\u002F\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 4: Dengan seizin Pengusaha terlebih dahulu, Serikat Pekerja dapat\nmengadakan rapat – rapat pengurus\u002Fanggota di ruang pabrik\u002Fkantor dalam jam\nkerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-TRADEUNLEAV_trigger\">\u003Cp>Ayat 5: Pengusaha dapat memberikan dispensasi kepada setiap pengurus atau\nanggota Serikat Pekerja untuk mengikuti pertemuan dengan Pengusaha dengan\ndiberikan upah penuh selama jam kerja. Bila dilakukan diluar jam kerja tidak\ndiperhitungkan sebagai jam lembur.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Ayat 6: Dengan bukti keterangan yang sah serta berdasarkan musyawarah,\nPengusaha dapat memberikan dispensasi kepada pengurus Serikat Pekerja untuk\nmemenuhi panggilan instansi pemerintah, organisasi vertical, Kongres, Seminar,\nKursus dan semacamnya dengan mendapat hak upah sepenuhnya. Bila dilakukan\ndiluar jam kerja tidak diperhitungkan sebagai kerja lembur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 7: Pemungutan iuran\u002Fdana untuk Serikat Pekerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Berdasarkan permintaan Pengurus Serikat Pekerja, Pengusaha membantu di\ndalam mengumpulkan iuran anggota yang dipotong langsung dari upah pekerja yang\nbersangkutan setiap bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Atas permintaan Serikat Pekerjam Pengusaha dapat memberikan izin kepada\nSerikat Pekerja untuk mengumpulkan dana\u002Fsokongan yang dilakukan sendiri oleh\npengurus harian atas dasar permintaan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pengusaha menyetorkan iuran Serikat Pekerja setiap bulan pada Bank yang\ntelah ditentukan atas nama rekening Serikat Pekerja ACTEM serta bukti\npenyetorannya disampaikan pada pengurus Serikat Pekerja didalam minggu pertama\nsetelah tutup buku perusahaan setiap bulannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 8: Penempelan daripada edaran, pengumuman – pengumuman maupun\nselebaran komunikasi lainnya dari Serikat Pekerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Terlebih dahulu menyampai kan tindakannya kepada Pengusaha untuk mendapat\nizin.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Penempelannya hanya pada tempat yang ditentukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IV: HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 8: Penerimaan Pekerja Dan Masa Percobaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Ayat 1: Penerimaan pekerja baru di perusahaan disesuaikan dengan kebutuhan\ndan untuk dapat diterima menjadi pekerja harus memenuhi syarat – syarat yang\ntelah ditetapkan oleh Pengusaha berdasarkan ketentuan perundang – undangan\nyang berlaku di Negara Republik Indonesia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrialperiod\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrial\">\u003Cp>Ayat 2: Calon pekerja diterima sebagai pekerja dengan masa percobaan selama\n– lamanya 3 (tiga) bulan terhitung sejak ia mulai bekerja di perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Ayat 3: Selama dalam masa percobaan masing – masing pihak dapat memutuskan\nhubungan kerja dengan melalui prosedur dan ketentuan – ketentuan yang telah\nditetapkan sebelumnya oleh Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 4: Setiap pekerja yang telah memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan\noleh Pengusaha dan telah menyelesaikan masa percobaannya diangkat sebagai\npekerja tetap sesuai dengan status penggolongannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 9: Batas Umur Maksimum\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Batas umum pekerja tetap untuk mengakhiri kerjanya 55 (lima puluh lima)\ntahun, dengan pengaturan khusus sesuai kesepakatan yang merupakan bagian yang\ntidak terpisahkan dari PKB ini (lihat lampiran – 7).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pekerja laki – laki: atas permintaan sendiri dan berdasarkan persetujuan\nperusahaan dapat mengajukan Pensiun Muda pada usia 45 (empat puluh lima) tahun\natau minimal setelah bermasa kerja 20 (dua puluh) tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja wanita: atas permintaan sendiri dan berdasarkan persetujuan\nperusahaan dapat mengajukan pensiun pada usia 35 (tiga puluh lima) tahun atau\nminimal setelah bermasa kerja 15 (lima belas) tahun, ketentuan tentang saat\nberlakunya Pemutusan Hubungan Kerja dilaksanakan berdasarkan tanggal kelahiran\nsebagaimana tercatat pada perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 10: Mutasi Dan Promosi Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Ayat 1: Demi kelancaran kegiatan perusahaan Serikat Pekerja mengakui hak\nPengusaha dalam penerimaan pekerja baru, penentuan dan pembagian pekerjaan,\npengangkatan dan pemindahan pekerja didalam lingkungan perusahaan sesuai dengan\nsistem administrasi kepegawaian yang baik.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 2: Dalam hal penentuan\u002Fpembagian pekerjaan pengangkatan dan pemindahan\npekerja, Pengusaha akan selalu memperhatikan dan mempertimbangkan kreatifitas,\nkemampuan dan kecakapan pekerja itu sendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 3: Didalam hal perusahaan membutuhkan tenaga kerja untuk mengisi\nlowongan\u002Fjabatan pekerjaan baik dari golongan Akademi maupun golongan SLTA\nberpendidikan kejuruan tertentu Pengusaha memberikan kesempatan terlebih dahulu\nkepada pekerjanya dengan memenuhi persyaratan – persyaratan yang sudah\nditetapkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 11: Kenaikan Jabatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pengusaha dapat mengangkat pekerja tetap untuk memangku jabatan tertentu\ndengan pertimbangan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Mengingat kepentingan perusahaan untuk mendapatkan kelancaran dan\nketertiban kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Memenuhi persyaratan untuk menjalankan tugas jabatan tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Meningkatkan gairah dan prestasi kerja pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 12: Pekerja Wanita\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-gender\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-eqpay\">\u003Cp>Ayat 1: Pengusaha mempekerjakan wanita dengan hak dan jaminan yang sama\nsesuai degan ketentuan perundang – undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Ayat 2: Pengusaha tidak mempekerjakan wanita pada bidang – bidang\npekerjaan yang karena sifat, tempat dan keadaannya yang dapat membahayakan bagi\nkesehatan, keselamatan, maupun kesusilaannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 3: Dengan persetujuan bersama Serikat Pekerja, Pengusaha dapat\nmempekerjakan wanita pada malam hari sesuai dengan ketentuan – ketentuan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 13: Status Dan Golongan Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Ayat 1: Status Pekerja terdiri dari:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pekerja Masa Percobaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pekerja tetap, yaitu:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pekerja biasa\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Prestasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Skill\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Keamanan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Pimpinan (Lingkungan Management)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-jobclassifaction1\">\u003Cp>Ayat 2: Penggolongan pekerja terdiri dari:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Golongan SD\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Golongan SLTP\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Golongan SLTA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Golongan Khusus\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Golongan Akademi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Golongan Skill (Teknik, non Teknik, Pengemudi dan Keamanan)\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Ayat 3: Perubahan status pekerja serta penggolongan berdasarkan pada\nketentuan – ketentuan yang telah berlaku dimana khusus untuk perubahan –\nperubahan dari golongan SD ke SLTP, golongan SLTP ke golongan SLTA akan\ndiadakan pada setiap bulan Agustus serta golongan SLTA ke golongan khusus pada\nsetiap bulan November setiap tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB V: PERATURAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 14: Hari Kerja Dan Waktu Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday_select\">\u003Cp>Ayat 1: Waktu kerja adalah 7 jam sehari dan 40 jam seminggu dengan ketentuan\napabila perusahaan memerlukan kerja shift, maka pekerja bersedia untuk\nmelaksanakan waktu kerja terseebut yang tercakup dalam izin penyimpangan waktu\nkerja dari Disnaker.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Ayat 2:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Waktu kerja Day Shift adalah sbb:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Dari hari Senin sampai hari Kamis dari jam 08.00 s\u002Fd jam 16.45 (termasuk\nistirahat 45 menit).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Khusus hari Jum’at maka jam kerja mulai dari jam 08.00 s\u002Fd 17.00\n(termasuk istirahat 1 jam).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Hari Sabtu dan Minggu adalah Libur Mingguan Day Shift\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Bagi pekerja Day Shift khusus (bekerja dari jam 08.00 s\u002Fd 16.00) dan hari\nliburnya diatur oleh perusahaan, akan diberikan insentif\u002Ftunjangan sesuai\ndengan peraturan perusahaan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Waktu kerja Day Shift, berdasarkan Perjanjian Serikat Pekerja dan pihak\nperusahaan sewaktu – waktu dapat diadakan peraturan khusus.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 3: Waktu kerja Shift terdiri dari:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.2 Shift\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.3 Shift dengan libur pada hari Minggu\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.3 Shift semi Nonstop\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.3 Shift Nonstop\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.4 Group 3 Shift Nonstop\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dengan pengaturan waktu kerja sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd rowspan=\"2\" style=\"line-height:1.5em;\">(Sesuai Pasal 1. No 17 &amp;\n        21 PKB ACTEM) \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd colspan=\"3\" style=\"line-height:1.5em;\">WAKTU KERJA\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd colspan=\"2\" style=\"line-height:1.5em;\">ISTIRAHAT\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd rowspan=\"2\" style=\"line-height:1.5em;\">KETERANGAN\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd style=\"line-height:1.5em;\">Shift\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"line-height:1.5em;\">Dari \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"line-height:1.5em;\">Sampai\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"line-height:1.5em;\">I\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"line-height:1.5em;\">II\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd rowspan=\"3\" style=\"line-height:1.5em;\">Kerja Shift\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"line-height:1.5em;\">Pagi\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"line-height:1.5em;\">06.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"line-height:1.5em;\">14.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"line-height:1.5em;\">45 mnt\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"line-height:1.5em;\">-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd rowspan=\"3\" style=\"line-height:1.5em;\">\u003Cp>Lembur otomatis 3.5 jam jk\n        bekerja 6 hari dlm seminggu\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd style=\"line-height:1.5em;\">Siang\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"line-height:1.5em;\">14.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"line-height:1.5em;\">22.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"line-height:1.5em;\">45 mnt\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"line-height:1.5em;\">-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd style=\"line-height:1.5em;\">Malam\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"line-height:1.5em;\">22.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"line-height:1.5em;\">06.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"line-height:1.5em;\">45 mnt\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"line-height:1.5em;\">-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd rowspan=\"2\" style=\"line-height:1.5em;\">Kerja Panjang\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"line-height:1.5em;\">Siang\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"line-height:1.5em;\">06.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"line-height:1.5em;\">18.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"line-height:1.5em;\">45 mnt\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"line-height:1.5em;\">45 mnt\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd rowspan=\"2\" style=\"line-height:1.5em;\">3 Jam 30 mnt sbg lembur\n        otomatis\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd style=\"line-height:1.5em;\">Malam\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"line-height:1.5em;\">18.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"line-height:1.5em;\">06.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"line-height:1.5em;\">45 mnt\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"line-height:1.5em;\">45 mnt\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 4: Untuk kepentingan perusahaan Pengusaha dapat menugaskan kepada\npekerja untuk melaksanakan tugas dinas luar dengan tidak mengurangi hak –\nhaknya sebagai pekerja sesuai dengan ketentuan yang telah berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 5:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Untuk hari – hari dan waktu – waktu tertentu yang dianggap penting oleh\nperusahaan, Pengusaha dapat menugaskan pekerja tertentu untuk melaksanakan\ntugas piket di dalam pabrik dengan diberikan jaminan dan fasilitas –\nfasilitas tertentu serta sesuai dengan peraturan perusahaan yang ada.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Bagi pekerja yang dipanggil untuk perbaikan (Bag.Engineering, maintenance\ndan QC) akan diberikan insentif (Rp 25.000 per satu kali datang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 15: Jam\u002FWaktu Istirahat\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Ayat 1: Pekerja di dalam menjalankan tugas di dalam jam kerjanya maupun\nkerja lembur, setelah menjalankan pekerjaan selama 4 jam terus – menerus\ndiberikan waktu istirahat sedikit – dikitnya 45 menit lamanya yang tidak\ntermasuk jam bekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 2: Setiap pekerja dapat menggunakan waktu istirahat masing – masing\ndengan ketentuan harus berada di dalam komplek pabrik atau tempat\u002Fruangan yang\ntelah ditentukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 3: Tanpa izin atasannya pekerja tidak diperbolehkan meninggalkan\nkomplek pabrik.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 16: Kerja Lembur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-MAXHOURS_trigger\">\u003Cp>Ayat 1: Apabila perusahaan memerlukan kerja lembur, maka Pengusaha dapat\nmempekerjakan pekerjanya untuk melakukan pekerjaan lembur (diluar jam kerja\nbiasa atau pada hari libur) sesuai dengan ketentuan perundang – undangan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Ayat 2: Sewaktu bekerja pada hari – hari Libur Resmi pekerja mendapat\nkupon makan ekstra.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 3: Apabila bekerja 9 (Sembilan) jam sehari dan 54 (lima puluh empat)\njam seminggu sesuai dengan Kep.Men 608\u002F1989, pasal 2 (dua), perusahaan akan\nmemberikan makan minum sedikit – dikitnya senilai 1400 (seribu empat ratus)\nkalori.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 17: Hari Libur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-schedulesrestpw\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SCHEDULE_trigger\">\u003Cp>Ayat 1: Pekerja diberi hari istirahat 1 hari di dalam seminggu yaitu pada\nhari Minggu, khususnya bagi Pekerja dengan sistem kerja Shift Baik Non stop\nmaupun semi Non stop libur mingguannya diatur oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-bankholidays1\">\u003Cp>Ayat 2: Pada hari – hari libur resmi sebagaimana ditetapkan oleh\npemerintah dengan menerima upah penuh.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Ayat 3: Pada hari – hari libur lainnya akan ditetapkan oleh Pengusaha\nberdasarkan musyawarah bersama Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 4: Bila hari libur resmi jatuh pada hari Minggu maka pekerja mendapat\nupah penuh.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VI: ABSENSI DAN IZIN MENINGGALKAN PEKERJAAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 18: Absensi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Ayat 1: Maksud dan tujuan absensi yang diadakan oleh Perusahaan adalah untuk\nmenciptakan ketertiban dan disiplin kerja sebagai salah satu alat untuk\nmemberikan penilaian terhadap disiplin\u002Fkondite pekerja dan untuk\nmenghitung\u002Fmenetapkan gajinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 2: Absensi dipertanggungjawabkan oleh Kepala Bagian\u002FSeksinya masing –\nmasing dan dilaporkan ke Bagian Personalia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 19: Izin Meninggalkan Pekerjaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Ayat 1: Pengusaha dapat memberikan izin meninggalkan pekerjaan kepada\npekerja dengan menunjukan bukti yang sah dari pihak yang berwenang bila ada\nsesuatu hal yang sangat penting yang menyangkut pekerja maupun keluarganya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 2: Setiap Pekerja yang akan meninggalkan pekerjaannya diharuskan untuk\nmeminta izin dari Pimpinannya yang berwenang, serta diharuskan untuk melapor\nsetelah kepentingannya selesai.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 3: Pengusaha dapat memberikan kesempatan yang sepatutnya kepada Pekerja\nuntuk mengerjakan kewajiban bersembahyang menurut agama masing – masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 4: Macam – macam izin:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Umum\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Izin meninggalkan tempat bekerja untuk suatu keperluan di dalam komplek\nPabrik.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Izin untuk meninggalkan tempat bekerja untuk suatu keperluan di luar\nkomplek Pabrik.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Izin untuk masuk bekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Biasa\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pernikahan pertama bagi pekerja selama 4 hari (P1). Khusus pernikahan yang\nkedua dengan syarat sah telah bercerai dengan yang pertama\u002Fmeninggal selama 4\nhari (P1).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pekerja menderita sakit, harus didukung oleh Surat Keterangan Dokter yang\nsah, lamanya izin sesuai dengan surat keterangan dokter (S1).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleave\">\u003Cp>c.Pekerja wanita melahirkan dengan izin cuti selama 3 bulan yang\npelaksanaannya dapat dilakukan 1½ bulan sebelum dan 1½ bulan sesudah\nmelahirkan penentuan permulaan cuti hamil harus dengan surat keterangan Dokter\natau yang disahkannya (H2).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityotherclause\">\u003Cp>d.Keguguran bagi pekerja wanita, lamanya 1½ bulan setelah terjadinya\nkeguguran dengan surat Dokter atau yang disahkannya (H2).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-menstruationleave\">\u003Cp>e.Bagi pekerja wanita yang sedang haid pada hari pertama dan kedua (H1).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>f.Keluarga pekerja (orang tua, istri, suami, anak) jatuh sakit dengan surat\nketerangan dokter selama 1 hari (P1).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelativesleave\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelatives\">\u003Cp>g.Anggota keluarga pekerja (orang tua\u002Fmertua, istri atau suami, anak\nkandung) meninggal dunia dengan keterangan dari yang berwenang selama selama 3\nhari (P1).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>h.Saudara kandung, saudara dari suami\u002Fistri meninggal dunia dengan\nketerangan dari yang berwenang selama 1 hari (P1).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i.Mengkhitankan atau membaptiskan anak pekerja selama 2 hari (P1).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleave\">\u003Cp>j.Istri Pekerja melahirkan selama 3 hari apabila keguguran selama 2 hari\n(P1).\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>k.Anak Pekerja menikah selama 3 (tiga) hari (P1) dan saudara kandung menikah\nselama 1 (satu) hari (P1).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>l.Anggota serumah Pekerja meninggal dunia setelah mendapat izin dari\nperusahaan akan diberi izin khusus (P4).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Khusus\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pekerja yang mengikuti kegiatan untuk kepentingan bersama (Perusahaan dan\nSerikat Pekerja) didalam jam – jam kerja selama waktu yang diperlukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pekerja yang tertimpa kecelakaan sebagaimana dimaksud dalam Undang –\nUndang Kecelakaan selama waktu yang diberikan oleh Dokter Perusahaan atau yang\ndisahkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Pekerja di dalam memenuhi panggilan\u002Fberurusan dengan Instansi Pemerintah\nselama waktu yang diperlukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Kepentingan lain yang diperlukan akibat (bencana alam, wabah penyakit, dan\nlain – lain) selama waktu yang diperlukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 5: Tata cara pemberian izin:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Izin meninggalkan pekerjaan tersebut harus diperoleh terlebih dahulu dari\nPerusahaan (Pimpinan yang berwenang) kecuali dalam keadaan mendesak, bukti –\nbukti tersebut diatas dapat diajukan kemudian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Atas pertimbangan – pertimbangan Pengusaha, izin meninggalkan pekerjaan\ndiluar ketentuan – ketentuan tersebut diatas dapat diberikan tanpa upah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Setiap Pekerja yang meninggalkan pekerjaan tanpa izin Pengusaha atau\nPimpinan yang berwenang, maka Pekerja tersebut dinyatakan mangkir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 20: Cuti \u002F Istirahat Tahunan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysweeks\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysdays\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight focus\" id=\"clause-PAIDLEAV_trigger\">\u003Cp>Ayat 1: Setiap Pekerja yang telah bekerja selama 12 bulan terus – menerus\nberhak atas cuti tahunan sebanyak 12 hari kerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Ayat 2: Bagi Pekerja yang akan mengambil hak cutinya selambat – lambatnya\n2 minggu sebelumnya harus telah mengajukan permohonan terlebih dahulu kepada\nPengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 3: Pekerja dapat menggunakan hak cuti sampai dengan selambat –\nlambatnya 1 tahun setelah hak cutinya tiba.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 4: Dalam waktu tertentu Pengusaha dapat memberikan hak cuti tahunannya\nkepada pekerja (3 hari) agar menggunakannya hak tersebut dengan serentak dengan\nbersama – sama pada suatu waktu tertentu sekitar hari lebaran atau suatu\nwaktu dimana keadaan Perusahaan memerlukan, setelah merundingkan hal tersebut\ndengan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 5: Cuti Tambahan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Diberikan kepada setiap pekerja yang telah bermasa kerja lebih dari 6\n(enam) tahun terus – menerus selama12 (dua belas) hari, selanjutnya cuti\ntambahan tersebut akan lahir setiap 3 (tiga) tahun berikutnya (masa kerja 6, 9,\n12, tahun dst…)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pelaksanaan dari pada cuti tambahan tersebut akan diperhitungkan apabila\nperaturan perundang – undangan yang mengatur hal tersebut diberlakukan dan\nselanjutnya cuti tambahan 12 hari menjadi gugur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Demi tertibnya pelaksanaan cuti tambahan tersebut diatur oleh\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdays\">\u003Cp>Ayat 6: Pekerjaan yang menderita sakit dalam jangka waktu panjang mendapat\ncuti sakit, dengan syarat – syarat:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Hanya dengan keterangan Dokter atau yang disahkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdaysnr\">\u003Cp>2.Selama – lamanya 1 tahun berturut – turut apabila lebih selanjutnya\nditunjuk prosedur undang – undang yang berlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Ayat 7: Cuti diluar Tanggungan Perusahaan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Dengan menunjukan bukti – bukti yang sah Pengusaha dapat memberikan izin\nhanya 1 kali selama – lamanya untuk:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.1Setiap pekerja yang menunaikan ibadah Haji (maksimum dalam waktu 40\nhari).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.2Setiap pekerja yang menunaikan ibadah umroh (maksimum dalam waktu 15\nhari), biaya diluar tanggungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Mengenai pengupahannya sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku\ndan status izinnya adalah P1.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VII: TATA TERTIB KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 21: Kewajiban – Kewajiban Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Demi ketertiban kelancaran kerja dan pengamanan seluruh instansi beserta\nalat – alatnya maka setiap pekerja diwajibkan untuk:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Hadir di tempat kerjanya masing – masing pada waktu yang telah\nditentukan dan pulang meninggalkan pekerjaan tepat pada waktunya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Melaporkan kehadirannya kepada pimpinannya waktu masuk kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Memeriksa semua alat – alat kerja, mesin – mesin dan sebagainya\nsebelum mulai bekerja dan sewaktu akan meninggalkan pekerjaan, sehingga tidak\nmenimbulkan kerusakan\u002Fbahaya yang akan mengganggu pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Mengikuti dan mematuhi serta melaksanakan petunjuk atau instruksi –\ninstruksi yang diberikan oleh atasannya sesuai dengan tugas\npekerjaannya.menjaga serta memelihara dengan baik semua milik perusahaan dan\nsegera melaporkan kepada pengusaha \u002F pimpinan apabila mengetahui adanya hal –\nhal yang dapat menimbulkan bahaya atau kerugian perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Menjaga serta memelihara dengan baik semua milik perusahaan dan segera\nmelaporkan kepada pengusaha \u002F pimpinan apabila mengetahui adanya hal – hal\nyang dapat menimbulkan bahaya atau kerugian perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Mengikuti dan mematuhi petunjuk serta instruksi yang telah dinyatakan\ndalam lokasi daerah tertentu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Menggunakan bahan – bahan, alat – alat dan perlengkapan sesuai dengan\nkepentingannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Memelihara dan memegang teguh Rahasia Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Melaporkan kepada Pimpinan Perusahaan apabila ada perubahan status pada\ndirinya, susunan keluarga, alamat, penanggung jawab dan lain – lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 22: Seragam Dan Perlengkapan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-protectiveclothing\">\u003Cp>Ayat 1: Dasar Pemberian: Perusahaan memberikan seragam\u002Fperlengkapan kerja\ndengan tujuan untuk menciptakan ketertiban dan keselamatan kerja dimana pekerja\nharus memelihara dan menggunakannya sewaktu bekerja ketentuan pemakaian\nseragam\u002Fkelengkapan kerja diatur sbb:\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>1.Sejak memasuki komplek pabrik harus selalu dipakai.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Harus selalu dijaga jangan sampai hilang, dicorat – coret atau disalah\ngunakan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 2: Ketentuan Pemberiannya:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pengusaha memberikan inventaris kerja dengan ketentuan – ketentuan\nsebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Pakaian seragam kerja 2 stel setiap tahun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Sepatu kerja 2 pasang setiap tahun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Topi seragam kerja 1 buah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Kartu karyawan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Bagi bagian – bagian tertentu yang karena sifat pekerjaannya memerlukan\ntambahan pakaian kerja (wearpack, lab dress) sebanyak 2 stel setiap tahun\ndengan komunikasi dari pimpinan departemennya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f.Alat – alat keselamatan kerja (masker, apron, sarung tangan, sepatu\npanjang, kacamata, helm dan ear plug dan lain – lain), yang diberikan sesuai\ndengan kondisi dan sifat pekerjaannya masing – masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Atas pertimbangan Pengusaha, khusus bagi pekerja pada bagian – bagian\ntertentu yang karena akibat pekerjaannya cepat merusak pakaian (bukan jahitan)\ndapat menukarkan pakaian tersebut sebanyak – banyaknya 1 stel dalam\nsetahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Diberikan pada pekerja tetap, setiap bulan Juni.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 3: Pekerja wajib memelihara pakaian seragam kerjanya agar selalu rapi\nserta tidak dibenarkan untuk merubah atau menambah dengan tanda – tanda yang\nlain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 4: Kartu karyawan: Setiap Pekerja diberikan kartu karyawan sebagai\ntanda pengenal yang disertai pas photo dan disahkan oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 5: Apabila terjadi kehilangan\u002Fkerusakan karena kelalaian sendiri,\nsebelum masa tambahan yang baru, sepenuhnya menjadi tanggungan pekerja yang\nbersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 6: Apabila pekerja mengundurkan diri diharuskan untuk mengembalikan\ninventaris kerja yang dipinjamkan oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 23: Larangan – Larangan Bagi Pekerja.\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Demi terciptanya ketertiban dan kelancaran kerja, maka pengusaha mengajak\npara pekerja untuk bersama – sama menciptakan suasana kerja yang baik dengan\ntidak melakukan hal – hal yang terlarang sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pekerja dilarang membawa \u002F menggunakan barang – barang \u002F alat – alat\u002F\nmilik perusahaan keluar dari Komplek Perusahaan tanpa izin Pengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Setiap Pekerja dilarang membawa, mengambil, memindahkan sesuatu yag bukan\nhak dan wewenangnya di dalam komplek pabrik.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Setiap pekerja dilarang melakukan pekerjaan yang bukan tugasnya dan tidak\ndiperkenankan memasuki ruangan lain yang bukan bagiannya, kecuali atas izin \u002F\nperintah pimpinannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Setiap pekerja dilarang menjual\u002Fmemperdagangkan barang – barang berupa\napapun atau mengedarkan daftar sokongan, menempelkan atau mengedarkan poster\nyang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan tanpa izin perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Setiap pekerja dilarang minum – minuman keras, mabuk, membawa, menyimpan\ndan menyalahgunakan bahan narkotika, melakukan segala macam yang sifatnya\nsejenis dengan perjudian di dalam komplek Pabrik.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Setiap Pekerja dilarang menyalahgunakan terhadap pemberian kepercayaan\nuntuk mencari dan menerima keuntungan pirbadinya, memberikan keterangan palsu \u002F\ntidak sebenarnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Setiap pekerja dilarang untuk mengganggu ketenangan kerja, tindak\npenghasutan, pensabotan dan lain – lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Setiap Pekerja dilarang membawa senjata api \u002F tajam, bahan peledak, barang\n– barang lainnya bukan milik Perusahaan ke dalam komplek Pabrik.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-violence\">\u003Cp>9.Setiap Pekerja dilarang melakukan tindakan \u002F perbuatan asusila, mengancam,\nmenganiaya, berkelahi dengan sesama Pekerja \u002F Pimpinan di dalam Komplek\nPabrik.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>Pasal 24: Uang Pengganti Transport\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-commutingallowancetype1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-COMMUTE_trigger\">\u003Cp>Perusahaan memberikan uang pengganti transport bagi pekerja yang tidak\ntinggal di asrama \u002F mess yang teknis serta pelaksanaannya diatur perusahaan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VIII: KESELAMATAN DAN KECELAKAAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 25: Panitia Keselamatan Dan Kesehatan Kerja.\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetypolicy\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-code_application\">\u003Cp>Pengusaha bersama – sama dengan Pengurus Serikat Pekerja membentuk Panitia\nPembina Keselamatan dan Kesehatan kerja, yang bertugas melakukan Pengawasan\nterhadap pelaksanaan syarat – syarat keselamatan dan kesehatan kerja\nsebagaimana diatur dalam UU No. 1 1970\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Tugas tersebut dilaksanakan dengan cara – cara:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Memeriksa kegiatan kerja dan segala peralatan tentang perlindungan,\npencegahan, penyelamatan, pengendalian, keadaan yang membahayakan bagi\nkeselamatan dan kesehatan ditempat kerja dan sekitarnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Mewajibkan kepada pengusaha untuk penyediaan dan penyempurnaan segala\nmacam peralatan demi keselamatan dan kesehatan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Mewajibkan kepada pekerja untuk bersama – sama memelihara usaha –\nusaha didalam pembinaan keselamatan dan kesehatan kerja serta melaporkan kepada\npimpinannya apabila menemui hal – hal yang dapat membahayakan keselamatan dan\nkesehatan kerja tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetytraining\">\u003Cp>4.Mengadakan pembinaan dan pengarahan kepada pekerja tentang keselamatan dan\nkesehatan kerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>Pasal 26: Pelaksanaan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja.\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Setiap pekerja yang bekerja pada tempat – tempat tertentu, diharuskan\nmenggunakan alat – alat keselamatan kerja sesuai dengan sifat – sifat\npekerjaannya. Untuk itu Pengusaha menyediakan alat – alat keselamatan kerja\ndengan ketentuan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Mewajibkan pekerja untuk menjaga dirinya dari Pekerja lainnya untuk\nmengikuti \u002F mematuhi ketentuan – ketentuan mengenai keselamatan pelindungan\nkerja yang berlaku, dengan memperhatikan dan melaksana kan standard kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Diluar kegiatan kerja yang telah ditentukan oleh Pengusaha, setiap pekerja\ntidak diperbolehkan memakai alat – alat atau perlengkapan kerja milik\nperusahaan untuk kepentingan pribadi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Kehilangan dan kerusakan akibat kelalaian, maka menjadi tanggung jawab\npekerja yang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 27: Kompensasi Kecelakaan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilitypay\">\u003Cp>Apabila Pekerja mengalami kecelakaan didalam hubungan waktu kerja, maka\nPengusaha melaksanakan semua ketentuan Undang – Undang No. 24 tahun 2011\ntentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) serta peraturan – peraturan\npelaksanaannya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch2>BAB IX: PENGUPAHAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 28: Sistem Pengupahan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pada prinsipnya Upah dibayarkan kepada Pekerja yang bekerja dan diatur\nmenurut golongan dan status pekerja dengan sistem tingkat dimana pengaturannya\nadalah sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 1: Pengupahan diperhitungkan bulanan, dan dibayarkan 1 (satu) bulan 1\n(satu) kali.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 2: Unsur – unsur upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pada dasarnya unsur pengupahan terdiri dari Upah pokok, Tunjangan –\ntunjangan dan insentif – insentif dimana setiap golongan menerima unsur –\nunsur pengupahan yang berbeda – beda sesuai dengan status dan golongannya\nmasing - masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 3: Golongan pengupahan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAYSCALES_trigger\">\u003Cp>Penetapan gaji pokok permulaan dan rangkingnya ditentukan sesuai dengan\ngolongan masing – masing yaitu:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Golongan SD\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Golongan SLTP\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Golongan SLTA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Golongan Khusus\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Golongan Akademi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Golongan Skill\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Teknik\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Non Teknik\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Pengemudi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Keamanan\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Ayat 4: Upah Minimum:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-lowwagetxt\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-lowwageperiod\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_provision\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_government\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_trigger\">\u003Cp>Upah minimum Pekerja adalah tidak lebih kecil dari upah minimum yang\ndiberlakukan oleh pemerintah, pelaksanaannya sesuai dengan ketentuan –\nketentuannya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Ayat 5: Tunjangan – tunjangan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan memberikan tunjangan kepada pekerja diluar upah pokok sesuai\ndengan statusnya dengan peraturan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Tunjangan tetap, terdiri dari:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Tunjangan Keluarga\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Tunjangan Jabatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Tunjangan Keahlian\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Tunjangan Perumahan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-NOCTPREM_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-shiftallowancetype1\">\u003Cp>2.Tunjangan tidak tetap, terdiri dari:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Bantuan Transport\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Insentif Kerja Khusus\u002FPanjang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Insentif Kerja Pergantian Shift\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Insentif Kerja Malam\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Keterangan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Tunjangan Jabatan diberikan kepada Pekerja yang mempunyai jabatan sebagai\nSub Leader\u002FGocho keatas, sesuai dengan fungsi dan statusnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Tunjangan Perumahan diberikan kepada pekerja tetap (wakil kepala seksi\nkebawah) yang bermasa kerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-0~&lt;20 tahun sebesar Rp 75.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-20 tahun dst. Sebesar Rp 78.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Khusus Tunjangan Keluarga Pengaturan pemberiannya adalah sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Tunjangan Keluarga untuk istri diberikan kepada Pekerja tetap yang telah\nberistri yang sah dan didaftar kepada perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Tunjangan Keluarga untuk anak diberikan maksimum sampai 3 (tiga) anak yang\nsah dan didaftar di Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Tunjangan Keluarga bagi Pekerja wanita yang suaminya tidak bekerja di PT.\nACTEM, (tunjangan suami, anak 3 orang) diberikan dengan menyertakan bukti yang\nsah dari instansi yang berwenang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Dalam hal suami istri keduanya bekerja di PT. ACTEM maka: Tunjangan\nKeluarga untuk Istri dan anak 3 (tiga) orang diperhitungkan kepada suami.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 6: Upah Pekerja dalam masa percobaan diberikan 80% (delapan puluh\npersen) dari unsur – unsur pengupahan yang berlaku atau minimal sama dengan\nupah minimum yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 7: Upah pekerja yang berurusan dengan berwajib (pemerintah), upahnya\nsesuai dengan UUK yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 29: Waktu Dan Cara Pembayaran Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Ayat 1: Perhitungan pembayaran upah untuk setiap bulan adalah dari tanggal\n16 sampai dengan tanggal 15 bulan berikutnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 2: Upah Pekerja dibayarkan setiap tanggal 25 untuk setiap bulan dan\napabila tanggal 25 tersebut bertepatan dengan hari libur yang ditetapkan\nPerusahaan, hari Minggu \u002F libur resmi, maka pembayaran upahnya dimajukan pada\nhari kerja terakhir sebelum hari – hari libur tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 3: Apabila Pekerja mengalami hal – hal sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Meninggal Dunia\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Diberhentikan dari pekerjaannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Mengundurkan diri atas permohonan sendiri\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Lain – lain menurut pertimbangan Pengusaha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Maka pelaksanaan pembayarannya selambat – lambatnya 5 (lima) hari setelah\nmenerima surat pemberitahuan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 4: Cara pembayaran upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pembayaran upah pekerja pada prinsipnya dibayarkan langsung kepada pekerja\nyang bersangkutan melalui cash maupun dengan Transfer langsung ke rekening bank\nyang ditentukan, dilakukan oleh petugas yang ditunjuk perusahaan, kecuali bagi\npekerja yang berhalangan diatur sendiri (ayat 5).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Masalah – masalah yang timbul dalam pembayaran upah pekerja akan\ndiselesaikan oleh petugas tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 5: Upah di bayarkan kepada pekerja yang berhak menerimanya dengan\npengecualian sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Bila pekerja meninggal dunia, maka upah dibayarkan hanya kepada\nistri\u002Fsuami atau anak yang terdaftar pada perusahaan, atau ahli waris terdekat\nyang disertai dengan surat keterangan dari pimpinan daerah setempat serendah\n– rendahnya lurah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Dalam Pekerja yang berhak menerima upah berhalangan mengambil upahnya maka\nupahnya dapat di bayarkan kepada orang yang diberikan Surat Kuasa oleh yang\nbersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 30: Upah Kerja Lembur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-OVERTIME_trigger\">\u003Cp>Ayat 1: Dalam perhitungan upah kerja lembur dipakai Basic Over Time (BOT)\nyang terdiri dari unsur – unsur pengupahan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>1.Upah Pokok\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Tunjangan Tetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Bantuan Uang Transport\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Tunjangan Hadir\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 2: dalam perhitungan upah per jam dipakai rumusan sebagai tetapan per\njam yaitu: Untuk Pekerja bulanan: 1\u002F173 (satu per seratus tujuh puluh tiga).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 3: Pekerja yang diwajibkan kerja lembur dan mengerjakan, maka\nperhitungan upah lemburnya adalah sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype_general\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1_general\">\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1_general\">\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1_general\">\u003Cp>1.Pada hari kerja biasa\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.1Untuk 1 jam lembur pertama: 1 x 1½ (tetapan per jam) x BOT\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>1.2Untuk jam lembur kedua dan seterusnya:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>(jumlah jam bekerja) x 2 (tetapan per jam) x BOT\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SUNDAY_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowanceperc1\">\u003Cp>2.Pada hari Istirahat mingguannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.1Untuk 7 jam lembur pertama: (jumlah jam bekerja) x 2 (tetapan per jam) x\nBOT\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.2Untuk jam lembur ke 8: (jumlah jam bekerja) x 3 (tetapan per jam) x\nBOT\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.3Untuk jam lembur ke 9: (jumlah jam bekerja) x 4 (tetapan per jam) x\nBOT\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>3.Pada Hari Raya Resmi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.1Untuk 7 jam lembur pertama: (jumlah jam kerja) x 2 (tetapan per jam) x\nBOT\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.2Untuk jam lembur ke 8: (jumlah jam kerja) x 3½ (tetapan per jam) x\nBOT\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.3Untuk jam lembur ke 9: (jumlah jam kerja) x 4 (tetapan per jam) x BOT\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pada Hari Raya Resmi yang bertepatan pada hari istirahat mingguannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.1Untuk 7 jam lembur pertama: (jumlah jam kerja) x 2½ (tetapan per jam) x\nBOT\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.2Untuk jam lembur ke 8: (jumlah jam kerja) x 3½ (tetapan per jam) x\nBOT\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.3Untuk jam lembur ke 9 dst adalah: (jumlah jam kerja) x 4½ (tetapan per\njam) x BOT\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 4: Kepada pekerja yang bekerja lembur selain upah lembur diberikan juga\nbantuan yang diatur sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Apabila bekerja dalam shift malam, maka diberikan tunjangan kerja\nmalam.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Apabila dikerjakan pada sistem kerja panjang, diberikan insentif kerja\npanjang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 31: Upah Pada Hari Libur Resmi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Ayat 1: Kepada pekerja yang tidak melakukan pekerjaan pada hari – hari\nlibur resmi diberikan upah penuh (sudah dibayarkan dengan sistem upah\nbulanan).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 2: Berdasarkan musyawarah antara Pengusaha dan Serikat Pekerja, maka\nakan ditetapkan tunjangan masuk khusus untuk pekerja yang bekerja pada:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Hari Raya Idul Fitri\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Hari Raya Idul Adha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Tanggal 17 Agustus\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Hari Natal 25 Desember\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e.Tahun Baru 1 Januari\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 32: Pemotongan Dari Upah Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Potongan terhadap upah pekerja dilakukan oleh Pengusaha secara langsung\nberdasarkan peraturan\u002Fketentuan pemerintah Republik Indonesia serta pemotongan\npemotongan yang didasarkan pada musyawarah bersama antara Pengusaha dan Serikat\nPekerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Iuran BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan (BPJS = Badan Penyelenggara\nJaminan Sosial)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Iuran Keanggotaan Serikat Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Iuran keanggotaan Koperasi Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Jika ada pekerja yang pensiun diadakan sumbangan yang sifatnya wajib dari\npekerja dengan nilai Rp 8.000,-\u002Forang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Yang harus dibayar oleh pekerja yang bersangkutan karena perjanjian yang\ndisepakati dengan Pengusaha atau dengan Serikat Pekerja dan Koperasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 33: Kenaikan Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Ayat 1:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasefirmperformance\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasedate\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-STRUCINCR_trigger\">\u003Cp>1.Kenaikan Upah secara berkala diberikan setahun sekali berdasarkan kondisi\nPekerja, yang diberlakukan setiap tanggal 16 April dan dibayarkan pada tanggal\n25 Mei.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Tunjangan Tingkat diberikan kepada Pekerja yang telah bermasa kerja\nsekurang – kurangnya 1 tahun dan mulai diberlakukan setiap tanggal 16\nApril.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Hasil daripada penilaian Kondite akan mempengaruhi tingkat dan atau\ngolongan tingkatnya yang ditetapkan oleh Pengusaha menurut peraturan pengupahan\nyang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.- Pengusaha memberikan Tunjangan Keahlian, diberikan berdasarkan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>penilaian perusahaan terutama kepada pekerja yang telah bermasa kerja 4\ntahun atau lebih.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Bagi Pekerja yang bermasa kerja selama 4 tahun atau lebih (sampai dengan 15\nApril) diberikan Tunjangan Keahlian secara otomatis.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 2: Peninjauan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Peninjauan pada tunjangan – tunjangan tertentu dilakukan berdasarkan\nkemampuan Perusahaan dan data – data Indeks Biaya Hidup dari Biro Pusat\nStatistik dalam 1 tahun 1 kali dengan dasar perundingan perusahaan dengan\nSerikat Pekerja. Hasil dari pada musyawarah diberlakukan sejak tanggal 16\nDesember dan dibayarkan pada penggajian bulan Januari. Apabila terjadi\nkelambatan dalam pelaksanaan musyawarah, maka ketentuan pelaksanaan\npembayarannya sebagai berikut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Apabila persetujuan musyawarah dapat jatuh pada tanggal 10 Januari, dapat\ndilaksanakan pada bulan itu juga.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Apabila persetujuan musyawarah melewati tanggal 10 Januari, maka akan\ndilaksanakan pada tanggal 25 bulan berikutnya dengan berlaku surat dari\npenggajian bulan Januari.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 34: Unsur – Unsur Upah Yang Dibayarkan Meskipun Tidak Kerja.\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Untuk pekerja yang tetap dan tidak melakukan pekerjaan sesuai dengan pasal\n19, unsur – unsur upah yang dibayarkan sebagaimana tercantum dalam\nlampiran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspayperc\">\u003Cp>Untuk pekerja yang karena sakit dalam periode panjang berdasarkan Surat\nKeterangan Dokter, untuk upahnya dibayarkan sesuai dengan lampiran, dengan\npengaturan persentase sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.4 bulan pertama dibayarkan 100%\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.4 bulan kedua dibayarkan 75%\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.4 bulan ketiga dibayarkan 50%\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.4 bulan keempat dibayarkan 25%\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Note = Sesuai UU 13\u002F2003 Pasal 93 ayat 3\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>Pasal 35: Uang Perjalanan Dinas\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Ayat 1: Pengusaha dapat menugaskan kepada Pekerja untuk melakukan Perjalanan\nDinas.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 2: untuk melaksanakan dinas tersebut dengan pertimbangan sifat dan\nlokasi kerja, kepada Pekerja diberikan uang perjalanan dinas yang memadai\nsekurang – kurangnya terdiri dari:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Uang transport\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Uang penginapan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Uang harian;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Yang besarnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 36: A. Pemberian Bonus\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-extrapayfirmperformancesec\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE2_trigger\">\u003Cp>1.Apabila dalam tahun buku Perusahaan mendapat keuntungan, dan deviden\ndiberikan kepada pemegang saham, maka Perusahaan akan memberikan bonus kepada\nkaryawan yang bermasa kerja 1 (satu) tahun keatas.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Pelaksanaan pemberiannya diatur oleh Perusahaan sesuai dengan prestasi\nkerjanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>B. UANG TUNGGU\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Apabila perusahaan mengalami hal – hal sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Kerusakan fatal karena faktor intern\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Kehabisan bahan baku hasil produksi tidak dapat dijual\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Sesudah melalui penelitian yang berwenang serta musyawarah antara Pengusaha\ndan Serikat Pekerja, maka perusahaan akan memberikan uang tunggu yang\npelaksanaannya disesuaikan dengan jiwa tripartite dan perundang – undangan\nyang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB X: PELAYANAN KESEHATAN PEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 37: Kesehatan Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pada dasarnya pemeliharaan kesehatan pekerja PT. ACTEM maupun keluarganya\nadalah menjadi tanggung jawab pekerja yang bersangkutan. Untuk meringankan\nbeban tersebut, perusahaan berusaha memberikan bantuan fasilitas pelayanan\nkesehatan dengan memperhatikan peraturan perundangan yang berlaku tentang\nJaminan Kesehatan Nasional (JKN).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurance\">\u003Cp>Dalam kerangka kewajiban bagi perusahaan dan pekerja untuk mengikuti program\nJKN maka perusahaan memberikan bantuan pelayanan kesehatan sesuai ayat – ayat\ndi bawah dengan prinsip aturan sbb:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Perusahaan dan pekerja PT. ACTEM wajib mengikuti program JKN dari\npemerintah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Perusahaan memberikan bantuan pengobatan dalam bentuk sistem Koordinasi\nManfaat Rumah Sakit, kecuali dalam kondisi betul – betul sakit mendadak\ndan\u002Fatau terhadap kasus tertentu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Karyawan wajib mengikuti prosedur pengobatan oleh BPJS Kesehatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Yang berhak mendapatkan bantuan pengobatan seperti tersebut diatas adalah\nPekerja Tetap (lepas masa percobaan)\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>FASILITAS – FASILITAS\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 1:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccess\">\u003Cp>a.Perusahaan menyediakan Poliklinik yang dilengkapi oleh tenaga medis dan\nobat – obatan\u002Fsuntikan P3K.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Penyediaan obat – obatan sementara bagi pekerja yang sakit.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Ruang tempat perawatan sementara bagi pekerja yang sakit.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Kendaraan sebagai sarana transportasi bagi pekerja yang sakit dalam\ntugas\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>TATA CARA PENGOBATAN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 2:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Dengan izin Pimpinan yang berwenang Pekerja Tetap yang sakit dapat berobat\npada jam kerja poliklinik perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Pekerja Wajib menukarkan resep Dokter Perusahaan pada Apotek yang telah\nditunjuk oleh Dokter Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 3: Tata cara pengobatan Rawat Jalan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Karyawan dan keluarga karyawan berobat melalui FASKES Tk. 1 yang ditunjuk\nBPJS Kesehatan yang telah dipilih karyawan beserta keluarganya dan pada\ndasarnya Poliklinik Perusahaan tetap melayani kesehatan karyawan dan\nkeluarganya pada jadwal yang telah ditentukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.System pengobatan tanpa melalui FASKES Tk. 1 BPJS Kesehatan tidak\nditanggung oleh perusahaan, kecuali pekerja dan keluarganya betul – betul\nsakit mendadak dan\u002Fatau terhadap kasus tertentu dengan Reimbursement,\nsebagaimana berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.1Pengobatan karyawan sakit saat bekerja;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.2Pengobatan yang tidak ditanggung dan atau tidak dilayani FASKES Tk. 1\nBPJS Kesehatan dengan melampirkan Surat Rujukan dokter FASKES Tk. 1 BPJS\nKesehatan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.3Pengobatan karyawan dan keluarganya yang terjadi saat di Luar kota;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.4Pengobatan Gigi bukan dalam rangka kecantikan dan keindahan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.5Pengobatan diluar jam kerja normal atau pada saat tidak beroperasinya\nFASKES Tk. 1 BPJS Kesehatan yang dipilih;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.6Kecelakaan lalu lintas keracunan, digigit binatang berbisa, muntaber,\nMalaria, Stroke (karena Diabetes\u002FDarah Tinggi\u002FKolesterol), Serangan Jantung;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.7Pengobatan diluar ketentuan pelaksanaan BPJS Kesehatan lainnya yang\nbersifat kedaruratan dapat melalui jalur sbb:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Dengan menunjukkan butki untuk diteliti kebenarannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Langsung ditangani ke bagian IGD Rumah Sakit dengan melalui persetujuan\nPerusahaan dalam bentuk sistem koordinasi manfaat rumah sakit.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pengobatan rawat jalan yang memerlukan tindakan lebih lanjut (spesialis)\nadalah atas rujukan dokter FASKES Tk. 1 BPJS Kesehatan serta dalam upaya\nmeningkatkan pelayanan pengobatan terhadap karyawan dan keluarga karyawan di\nFASKES lanjutan (spesialis), perusahaan menjalin kerjasama dengan Rumah Sakit\nyang ditunjuk dengan memberlakukan sistem Koordinasi Manfaat Rumah Sakit, untuk\nkaryawan\u002Fti : 100% dijamin Perusahaan atau untuk keluarga (istri s\u002Fd anak ke-3)\n: 75% dijamin Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 4: Tata cara pengobatan Rawat Inap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Karyawan\u002FKeluarga wajib menunjukkan Kartu BPJS Kesehatan dan Kartu\nKaryawan di loket Jaminan Perusahaan di RS Kerjasama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.RS menetapkan dan menempatkan kelas Rawat Inap berdasarkan kartu BPJS\nKesehatan, dan apabila terdapat kondisi kelas BPJS Kesehatan penuh, RS wajib\nmenempatkan karyawan\u002Fkeluarga pada kelas 2 (dua) umum dengan sistem Koordinasi\nManfaat Rumah Sakit yang berlaku sesuai Perjanjian Kerjasama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Selisih biaya Koordinasi Manfaat Rumah Sakit ditanggung oleh perusahaan\nkemudian diperhitungkan berdasarkan hak karyawan dan keluarga karyawan sbb:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.1Selisih biaya Koordinasi Manfaat RS untuk Karyawan\u002Fti: 100% dijamin\nperusahaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.2Selisih biaya Koordinasi Manfaat RS untuk Keluarga (Istri sd Anak ke 3) :\n75% dijamin perusahaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.3Khusus bantuan biaya melahirkan pertanggungan sesuai dengan PKB yang\nberlaku;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.4Copy rincian biaya rawat inap harus disampaikan kepada karyawan yang\nbersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Setiap tindakan medis spesialistik baik bedah maupun non bedah sesuai\ndengan indikasi medis selama dalam rawat inap harus mendapatkan persetujuan\ndulu dari pihak perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pengobatan diluar ketentuan pelaksanaan BPJS Kesehatan lainnya yang\nbersifat darurat wajib menunjukan bukti untuk diteliti kebenarannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 38: Pemeriksaan Kesehatan Berkala\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hivpolicy\">\u003Cp>Dalam menjaga kesehatan perusahaan mengadakan Medical Check Up (Rontgen\nThorax, EKG, Cej Darah, Cek Urine, Audiometri\u002FPAK) kepada pekerja dan\npelaksanaanya diatur oleh Perusahaan paling lambat bulan Desember.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>Pasal 39: Bantuan Pengobatan Bagi Keluarga Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurancerelatives\">\u003Cp>Dalam rangka meringankan biaya pengobatan keluarga pekerja serta dalam\nkerangka pelaksanaan kewajiban mengikuti program JKN dari Pemerintah perusahaan\nmemberikan bantuan biaya pengobatan bagi keluarga pekerja sebesar 75% dari\njumlah\u002Fselisih biaya pengobatan dengan ketentuan dilakukan sama berdasarkan\ntata cara pengobatan di PKB PT. ACTEM.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>Pasal 40: Kacamata\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Dengan persetujuan dari Dokter Perusahaan setelah berkonsultasi dengan\nDokter Spesialis mata, bilamana pekerja yang bersangkutan harus memakai\nkacamata yang disebabkan oleh sifat dan jabatan pekerjaannya, perusahaan akan\nmembantu dengan ketentuan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 1: Pekerja yang bersangkutan telah mempunyai masa kerja di PT. ACTEM\nminimal 3 tahun terus menerus.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 2: Bantuan penggantian biaya:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Untuk Lensa: Rp 95.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Untuk Bingkai: Rp 95.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 3: Untuk Pekerja yang berkacamata dengan masa kerja minimal 3 tahun\nterus menerus berdasarkan keterangan Dokter Perusahaan harus diganti\nkacamatanya, maka mendapat bantuan penggantian biaya hanya untuk lensa sebesar\nRp 75.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 41: Pengobatan Yang Tidak Ditanggung Oleh Perusahaan.\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Ayat 1: Pekerja yang menderita sakit kelamin karena perbuatannya sendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 2: Penderita yang sakit akibat kecerobohannya sendiri seperti:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Tidak mengindahkan petunjuk Dokter perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Mengalami kecelakaan lalu lintas dalam kondisi tidak menggunakan peralatan\nkeselamatan berkendara dan kelengkapan lainnya berdasarkan UU lalulintas,\nseperti SIM, STNK, Helm, dll.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 3: Pekerja yang sakit terus – menerus dengan tidak masuk bekerja\nmelewati jangka waktu 12 bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 4: Biaya pengobatan pekerja yang tidak disetujui oleh Dokter\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 5: Pengobatan pekerja ataupun keluarganya yang tidak mengikuti prosedur\npengobatan yang ditetapkan oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 6: Penyakit yang diakibatkan kecanduan Narkotika, obat bius, minuman\nkeras dan semacamnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 7: Hal – hal yang ditujukan untuk merubah\u002Fmemperindah diri yang\nantara lain melapisi gigi\u002Fgigi palsu, operasi plastic dan lain – lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 8: Pekerja wanita\u002Fkeluarga pekerja yang melakukan abortus.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XI: JAMINAN SOSIAL DAN PENGHARGAAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 42: Bantuan Biaya\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Bantuan biaya adalah bantuan kesejahteraan yang diberikan Pengusaha kepada\nPekerja tetap yang berupa:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 1: Bantuan Kelahiran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Bantuan kelahiran diberikan kepada istri pekerja atau pekerja wanita dengan\nketentuan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pekerja yang bersangkutan mempunyai masa kerja di PT. ACTEM sekurang –\nkurangnya satu tahun terus – menerus.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Bantuan kelahiran diberikan sampai dengan anak yang ketiga\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pengajuan permohonan bantuan biaya selambat – lambatnya 30 hari sesudah\nkelahiran harus sudah diajukan dengan disertai surat keterangan kelahiran yang\ndisahkan oleh yang berwenang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Kelahiran anak kembar bantuan biaya sama dengan satu orang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Anak pekerja meninggal dan usianya tidak lebih dari satu minggu tidak\nmendapat bantuan biaya kelahiran tetapi mendapat bantuan biaya kematian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 2: Bantuan Pernikahan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Bantuan Pernikahan bagi pekerja atau anak pekerja dengan ketentuan sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pekerja yang bersangkutan telah berstatus sebagai pegawai tetap\u002Flepas masa\npercobaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Bantuan pernikahan untuk pekerja diberikan pada pernikahan yang pertama\ndan khusus yang kedua dengan syarat yang sah telah bercerai dengan yang\npertama\u002Fmeninggal dunia.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Bantuan pernikahan anak pekerja diberikan sampai dengan 3 (tiga) orang\nanaknya yang sah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pekerja sama – sama bekerja di PT. ACTEM sumbangan pernikahannya menjadi\nhak masing – masing.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Pengajuan surat permohonan sumbangan pernikahan selambat – lambatnya 30\nhari pernikahannya disertai surat nikahnya yang sah, kecuali bila ada hal –\nhal yang dapat dipertanggung jawabkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 3: Bantuan duka cita\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpaytype\">\u003Cp>1.Perusahaan memberikan bantuan duka cita kepada keluarga pekerja atau ahli\nwarisnya apabila pekerja meninggal dunia.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>2.Bantuan duka cita diberikan kepada pekerja apabila keluarga (istri dan\natau anak) meninggal dunia setelah mengajukan permohonan yang disertai surat\nketerangan yang sah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpay\">\u003Cp>3.Pekerja yang meninggal dunia selain diberi bantuan duka cita diberikan\npula uang pesangon sesuai dengan UUK 13\u002F2003 dan upah pada bulan yang berjalan\nserta santunan BPJS Ketenagakerjaan sesuai dengan ketentuan –\nketentuannya.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>4.Bantuan duka cita dan biaya – biaya serta ketentuan – ketentuan\nlainnya yang diatur sesuai peraturan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 4: Bantuan biaya Amputasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Kecelakaan yang terjadi terhadap pekerja dalam hubungan kerja sehingga\nmengakibatkan cacar dari salah satu organ tubuh, maka atas petunjuk Dokter\nPerusahaan\u002FDokter Spesialis memerlukan penggantian anggota badan palsu (tangan\ndan atau kaki) seluruh biaya menjadi tanggung jawab perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 5: Bantuan Bencana Alam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Bantuan bencana alam diberikan kepada pekerja tetap yang mengalai kerusakan,\nkehilangan tempat tinggalnya atau harga bendanya akibat dari bencana alam\n(banjir, gempa bumi, kebakaran, longsor dan lain – lain) dengan ketentuan\nsebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Pekerja yang mengalami bencana alam harus secepatnya melapor kepada\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengajuan bantuan bencana alam diajukan secepatnya kepada perusahaan\ndengan disertai surat keterangan yang sah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Besarnya bantuan beserta ketentuannya sesuai dengan ketetapan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 6: Bantuan rekreasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Secara bersama – sama Pekerja Tetap dan keluarganya yang sah mendapat\nkesempatan untuk rekreasi satu tahun satu kali di dalam wilayah Jabotabek dan\nsekitarnya dengan ketentuan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Perusahaan menyediakan transportasi dan tiket masuk satu pertunjukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Keluarga adalah Istri\u002FSuami dengan 3 (tiga) orang anak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 7: Bantuan berbuka puasa bagi pekerja yang sedang bekerja. Selama bulan\npuasa perusahaan memberikan makanan dan minuman sebagai pembuka puasa untuk\nsemua pekerja yang bekerja sampai melewati saat berbuka puasa dimana teknis\npelaksanaannya diatur masing – masing Departemen.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-mealvouchers\">\u003Cp>Ayat 8: Perusahaan memberikan makan kepada pekerja yang makan di kantin\nperusahaan sesuai dengan hari kerjanya dengan menggunakan kupon makan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Ayat 9: Makanan Extra untuk membantu menjaga kondisi dan kesehatan pekerja\natau lembur pada shift malam, perusahaan memberikan makanan\u002Fminuman extra yang\nmacam dan caranya diatur secara musyawarah antara team pengawas kantin dan\npengusaha.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 10: Bantuan Perumahan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Bantuan Perumahan diberikan kepada pekerja sesuai dengan ketentuan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-educationtuition\">\u003Cp>Ayat 11: Bantuan biaya Masuk Sekolah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Untuk meringankan biaya masuk sekolah, Perusahaan memberikan bantuan biaya\nmasuk sekolah anak sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Masuk SD sebesar Rp 85.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Masuk SLTP sebesar Rp 90.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Masuk SLTA sebesar Rp 95.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Masuk Perguruan Tinggi sebesar Rp 100.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Persyaratannya adalah yang bersangkutan mengajukan permohonan dengan\nmelengkapi\u002Fmelampirkan surat keterangan dari Instansi\u002FSekolah yang\nbersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 12: Bantuan Beasiswa\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Bantuan biaya sekolah untuk anak karyawan dan karyawati yang berprestasi\nmendapatkan ranking I,II,III saat naik kelas (diberikan satu tahun sekali)\nsebesar:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-SD sebesarRp 105.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-SLTP sebesarRp 150.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-SLTA sebesarRp 200.000,-\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Khusus PT (IPK min -3)Rp 250.000,-\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>Pasal 43: Bingkisan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perusahaan memberikan bingkisan pada kesempatan – kesempatan tertentu\nseperti Hari Raya Idul Fitri, Ulang Tahun Perusahaan yang bersifat hadiah,\ndengan terlebih dahulu menginformasikan kepada Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 44: Penghargaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Berdasarkan keputusan Pengusaha, pekerja yang menjadi teladan bagi pekerja\n– pekerja lainnya akan mendapatkan penghargaan didalam:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Menunjukkan prestasi kerja yang sangat baik\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Membina kerja sama yang sangat baik didalam kelompoknya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Menunjukkan kerajinan kerja yang sangat baik\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Menjaga kesehatannya dengan sangat baik\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 45: Olahraga Dan Kesenian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Di Dalam memupuk kegairahan kerja dan kesehatan pekerja, perusahaan dan\nSerikat Pekerja membentuk suatu badan yang menyelenggarakan kegiatan olahraga\ndan kesenian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 46: Fasilitas – Fasilitas\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Berdasarkan kemampuan perusahaan, Pengusaha menyediakan berbagai fasilitas\nbagi pekerja dimana pekerja sebagai pemakai berkewajiban untuk memelihara\nketertiban umum kesopanan dan kesehatan sebagaimana diatur oleh perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Fasilitas – fasilitas terdiri:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Uang pengganti transport bagi pekerja, sesuai dengan ketentuan yang\nberlaku, serta bantuan transportasi bagi kegiatan kekaryawanan yang dianggap\npenting.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Perumahan\u002FMess bagi pekerja yang mempunyai jabatan tertentu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Asrama bagi pekerja laki – laki yang tidak berkeluarga dilengkapi dengan\nruang perpustakaan, ruang tamu dan ruang hiburan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Peralatan olahraga dan kesenian, ruangan serta lapangannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Kantin dan peralatannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Poliklinik ruang obat (obat – obatan P3K) dan ruang perawatan\nsementara.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Mushola dan peralatannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Ruang sekretaris Serikat Pekerja dengan perlengkapannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Ruang koperasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Fasilitas – fasilitas lainnya untuk menjaga ketertiban, kesehatan dan\nkeselamatan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 47: Tunjangan Hari Raya\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusdate\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE_trigger\">\u003Cp>Dengan beritikad untuk tidak membedakan terhadap agama yang dianut oleh\nmasing – masing pekerja, Pengusaha memberi Tunjangan Hari Raya kepada setiap\npekerja yang diberikan selambat – lambatnya 15 hari menjelang Hari Raya Idul\nFitri.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype2\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusperc1\">\u003Cp>1.Adapun ketentuan – ketentuan adalah sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Untuk pekerja yang bermasa kerja 1 hari sampai dengan 1 bulan adalah 10%\ndari upah sebulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Yang bermasa kerja lebih dari 1 bulan sampai dengan 2 bulan adalah 20%\ndari upah sebulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Yang bermasa kerja lebih dari 2 bulan sampai dengan 3 bulan adalah 30%\ndari upah sebulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Yang bermasa kerja lebih dari 3 bulan sampai dengan seterusnya adalah\nminimal 100% dari upah sebulan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Penambahan khusus diberikan bervariasi dengan masa – masa kerjanya.\nTambahan tersebut per tahun masa kerjanya masing – masing sebesar;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Rp 41.000,- untuk tahun I (2018) dan Rp 42.000,- untuk tahun II (2019)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Khusus bagi pekerja yang bukan pemeluk Agama Islam, atas permintaannya\nsendiri dapat menangguh kan penerimaan Tunjangan Hari Raya sampai menjelang\nHari Rayanya pada tahun yang berjalan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 48: Jaminan Sosial Tenaga Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilityfund\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-pensionfund\">\u003Cp>Berdasarkan Peraturan Perundang – undangan No.24 tahun 2011 tentang BPJS\nTenagakerja dan Peraturan Perundang – undangan lainnya, Pengusaha bersama\nSerikat Pekerja melaksanakan program SJSN. Pengusaha melaksanakan Administrasi\nIuran BPJS dengan perincian ditanggung\u002Fdibayar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Sebesar 2% dari upah pekerja ditanggung\u002Fdibayar oleh masing – masing\npekerja untuk Jaminan Hari Tua.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Sebesar 1% dari upah pekerja ditanggung\u002Fdibayar oleh masing – masing\npekerja untuk Jaminan Pensiun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Sebesar 1% dari upah pekerja ditanggung\u002Fdibayar oleh masing – masing\npekerja untuk Jaminan Kesehatan dengan pertanggungan sesuai peraturan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Sebesar 10.89% ditanggung oleh Pengusaha dengan perincian:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-3.70% dari upah pekerja untuk Jaminan Hari Tua\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-0.30% dari upah pekerja untuk Jaminan Kematian\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-0.89% dari upah pekerja untuk Jaminan Kecelakaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-2.00% dari upah pekerja untuk Jaminan Pensiun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-4.00% dari upah pekerja untuk Jaminan Kesehatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Besaran iuran terkait jaminan sosial, perubahannya disesuaikan mengikuti\nperaturan perundang – undangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>Pasal 49: Jaminan Hari Tua\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Apabila seorang Pekerja mencapai batas usia yang ditetapkan, diberhentikan\ndengan hormat oleh Pengusaha, maka Pengusaha memberikan jaminan hari tua dengan\nketentuan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.A. Bagi Pekerja yang mengajukan permohonan pensiun muda berdasarkan pasal\n9 point 1 dan 2 PKB ini diberikan pesangon dan penghargaan masa kerja sebesar 1\n(satu) kali ketentuan UUK yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>B. Bagi pekerja yang telah mencapai batas usia pensiun (55 tahun) atau\nmeninggal dunia, perusahaan akan memberikan pesangon dan penghargaan masa kerja\nsebagaimana yang diatur dalam ketentuan UUK yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2. Pekerja yang diberhentikan dengan hormat akan menerima pembayaran ganti\ncuti tahunan jika ternyata ia berhak seperti yang diatur Peraturan Pemerintah\nNo. 21 \u002F 1954 Jo. Pasal 156 Ayat (4) huruf a UU No. 13 \u002F 2003 Tentang\nKetenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Memberikan kesempatan kepada anggota keluarga terutama anaknya untuk dapat\nkerja di PT. ACTEM dengan tidak menyimpang dari tata cara yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Menurut pertimbangan Pengusaha bila memungkinkan mendapatkan kesempatan\nuntuk bekerja dengan perjanjian secara khusus antara pengusaha dengan yang\nbersangkutan sendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Atas permintaan sendiri dan diluar ketentuan pasal 9 ayat 2, pekerja\u002Fburuh\ndapat mengajukan pengunduran diri secara tertulis selambat – lambatnya 30\n(tiga puluh) hari sebelum tanggal mulai pengunduran diri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XII\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 50: Pendidikan Dan Latihan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-trainingprogrammes\">\u003Cp>Ayat 1: Di Dalam usaha mewujudkan Hubungan Industrial Pancasila, Pengusaha\nmenyelenggarakan program peningkatan baik sikap berfikir dan mental spiritual\nmaupun pengetahuan\u002Fketerampilan pekerja dengan cara – cara sistematis.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Ayat 2: Dalam rangka meningkatkan kesadaran berserikat pekerja dan memahami\nmasalah – masalah ketenagakerjaan Serikat Pekerja akan menyelenggarakan\nPendidikan pekerja dan untuk ini Pengusaha turut membantu sesuai dengan\nkemampuannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 3: Pengusaha dan Serikat Pekerja menyelenggarakan Pendidikan serta\nkegiatan – kegiatan kerohanian guna meningkatkan sikap mental pekerja yang\nbaik dan bermanfaat, baik bagi perusahaan maupun pekerja itu sendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 4: Pendidikan dan latihan kerja diselenggarakan sesuai dengan status\npekerjaannya terutama didalam menunjang pelaksanaan Indonesianisasi yang\ndiadakan baik didalam maupun diluar perusahaan sesuai dengan ketentuan –\nketentuan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 5: Bagi pekerja wanita, Pengusaha membantu dalam usaha Pendidikan serta\nkegiatan yang bersifat kewanitaan yang bermanfaat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 51: Lembaga Pendidikan Dan Latihan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-trainingfund\">\u003Cp>Untuk kelangsungan dan kelancaran pelaksanaan Pendidikan dan latihan\ndibentuk suatu Lembaga yang mengelola Pendidikan dan latihan yang pembinaannya\ndiwujudkan bersama – sama seperti Departemen\u002FBagian.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch2>BAB XIII: SANKSI DAN HUKUMAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 52: Macam – Macam Hukuman\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Berdasarkan UU No. 13 \u002F 2003, maka pekerja yang melanggar Peraturan Tata\nTertib, dan Keselamatan kerja dapat dikenakan hukuman dengan tingkat sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Teguran Lisan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Peringatan tertulis dengan kategori:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.1Peringatan Pertama dengan masa berlaku 3 bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.2Peringatan Kedua dengan masa berlaku 6 bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.3Peringatan Ketiga\u002FTerakhir dengan masa berlaku 9 bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Penurunan status jabatan sesuai dengan peraturan perundang – undangan\nyang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Pemindahan macam dan sifat kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Skorsing dengan batas selama – lamanya 2 minggu.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.Pemotongan sebagian dari upah dengan ketentuan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.1Terhadap mereka yang karena kelalaian\u002Fkecerobohan, tidak mentaati\nketentuan kerja dan standar kedisiplinan sehingga mengakibatkan kerugian bagi\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.2Jumlah potongan setiap bulan tidak melebihi 10% dari upah bersih pekerja\nyang bersangkutan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.3Lamanya potongan tidak melebihi 6 kali potongan secara berturut –\nturut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Pemutusan Hubungan Kerja yang dilakukan sesuai dengan perundang –\nundangan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 53: Patokan\u002FPedoman Didalam Mengenakan Sanksi\u002FHukuman\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Didalam mengenakan sanksi dan hukuman tidak harus berurutan melainkan\ntergantung pada faktor – faktor:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.Tingkat dan macam pelanggaran, yang didasarkan pada penilaian berat\nringannya pelanggaran Pekerja yang dikelompokkan Enam tingkat seperti yang\ntercantum dalam lampiran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Akibat dari pelanggaran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Situasi dan kondisi pekerja yang melakukan pelanggaran pada saat itu\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Bukti – bukti dan atau saksi yang diperlukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XIV: PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 54: Prinsip – Prinsip Pembinaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perusahaan melaksanakan pembinaan terhadap pekerja sesuai dengan prinsip –\nprinsip manajemen personal serta dilandasi dengan Hubungan Industrial\nPancasila, sehingga sejauh mungkin menghindari terjadinya Pemutusan Hubungan\nKerja. Namun apabila supaya ini tidak membawa kepada hasil yang baik sehingga\nkemungkinan untuk timbulnya Pemutusan Hubungan Kerja tidak dapat dihindari,\nmaka dinilai perlu pengaturan penyelesaian sesuai dengan ketentuan perundangan\nyang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 55: Pemutusan Hubungan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay\">\u003Cp>Ayat 1: Apabila terjadi Pemutusan Hubungan Kerja maka ditempuh tata cara\npenyelesaian berdasarkan ketentuan UUK yang berlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Ayat 2: Apabila terjadi Pemutusan Hubungan Kerja yang disebabkan karena\npekerja meninggal dunia maka:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.1Pekerja meninggal bukan karena kecelakaan maka ahli warisnya berhak\natas:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Uang Pesangon\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Uang Penghargaan Masa Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Uang bantuan dari Perusahaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Manfaat JKM dari BPJS Ketenagakerjaan sesuai peraturan perundangan yang\nberlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 3: Apabila perusahaan mengadakan Rasionalisasi, Pekerja yang di PHK\ndiberikan pesangon sesuai dengan ketentuan Undang – Undang Ketenagakerjaan\nyang berlaku mengenai Rasionalisasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XV: PENYELESAIAN KELUH KESAH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 56: Penyelesaian Keluh Kesah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Untuk melaksanakan hubungan kerja yang baik, Pengusaha dapat melayani keluh\nkesah yang disampaikan Pekerja dalam hal yang berkaitan dengan Pekerja atau isi\nperjanjian kerjanya terdapat penyimpangan – penyimpangan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 57: Tata Cara Penyelesaian Keluh Kesah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Tata cara penyelesaian keluh kesah dilaksanakan sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 1: Dalam tahap pertama, penyelesaian keluh kesah di laksanakan oleh\natasannya langsung dengan Pekerja. Apabila tidak selesai dilanjutkan tahap\nberikutnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 2: Dalam tahap kedua, penyelesaian oleh atasannya yang lebih tinggi.\nApabila tidak selesai dilanjutkan ketahap yang lebih atas lagi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 3: Dalam tahap ketiga diselesaikan oleh Pimpinan Perusahaan dimana\ndalam tahap ini baik Pengusaha maupun Pekerja selalu berusaha untuk dapat\nmenyelesaikan keluh kesah dimaksud dengan berbagai usaha sehingga tercapai\npenyelesaian yang sebaik – baiknya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 4: Dalam tahap – tahap tersebut diatas tidak menghasilkan\npenyelesaian setelah ditempuh musyawarah antara Pengusaha dan Serikat Pekerja,\nmaka ditempuh penyelesaian sesuai ketentuan Undang – Undang Nomor 02 Tahun\n2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (PPHI).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 58: Diluar Bidang Kedinasan Dan Ketenagakerjaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Apabila terjadi sesuatu kasus yang dinilai sebagai keluhan\u002Fpengaduan diluar\nwewenang kedinasan dalam Perusahaan dapat menyampaikannya kepada Instansi yang\nberwenang, dengan ketentuan bahwa hal tersebut tidak akan berakibat merugikan\nmaupun mencemarkan nama baik Perusahaan maupun Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XVI: PELAKSANAAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 59: Pembatalan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama ini akan tetap berlaku dan sah kecuali apabila ada\nketentuan – ketentuan dalam Perjanjian ini yang dinyatakan tidak sah oleh\nPengadilan dan atau bertentangan dengan Undang – Undang yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 60: Subyek Perjanjian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-coverunionsign\">\u003Cp>Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku bagi semua golongan Pekerja yang\ntercantum didalam Perjanjian.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3>Pasal 61: Penyebaran Dan Pengawasan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Ayat 1: Penyebaran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Buku Perjanjian Kerja Bersama ini dibagikan kepada semua Pekerja yang\ntermasuk didalam Perjanjian ini setelah penandatanganan perjanjian bersama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 2: Pengawasan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Realisasi dari isi Perjanjian Kerja Bersama diawasi oleh kedua belah pihak,\nPengusaha dan Serikat Pekerja adalah Team yang ditetapkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XVII: PENUTUPAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 62: Jangka Waktu Berlakunya Perjanjian Kerja Bersama\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Ayat 1: Kerangka dasar Perjanjian Kerja Bersama ini mulai berlaku sejak\nditandatangani oleh kedua belah pihak dan sepanjang manajemen Perusahaan itu\nberdiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 2: Setelah 2 (dua) tahun masa berlakunya kerangka dasar Perjanjian\nKerja Bersama ini, salah satu pihak – pihak dapat mengajukan usul secara\ntertulis sebelum hari perundingan untuk mengadakan perbaikan pasal – pasal\nyang dimaksud.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end_date\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start_date\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start\">\u003Cp>Ayat 3: Perjanjian Kerja Bersama disepakati pada tanggal 28 November 2018\ndan berlaku hingga 27 November 2020 kecuali disepakati lain.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>Ayat 4: Perjanjian Kerja Bersama ini dibuat dalam Bahasa Indonesia serta\nditandatangani oleh kedua belah pihak dalam rangkap 3 (tiga) yang masing –\nmasing sama bunyinya dan mempunyai kekuatan hukum yang sama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 63: Peraturan Peralihan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Ayat 1: Jika kemudian hari anggota Pengurus Serikat Pekerja yang mewakili\nSerikat Pekerja dan Pengusaha\u002FPejabat yang ditunjuk mewakili Perusahaan PT.\nACTEM yang membuat dan menandatangani Perjanjian Kerja Bersama ini mengundurkan\ndiri dari Kepengurusan Serikat Pekerja dan wakil Pengusaha PT. ACTEM maka\nPerjanjian Kerja Bersama ini tetap berlaku sebagaimana jangka waktu yang telah\nditetapkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ayat 2: Hal – hal yang belum diatur dan atau ditetapkan dalam Perjanjian\nKerja Bersama ini akan dirundingkan kemudian antara Pengusaha dan Serikat\nPekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbamemother\">\u003Cp>PIMPINAN SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>SPN PT. ACTEM\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>NUR \u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>KETUA\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbasignsinglesignatory\">\u003Cp>PENGUSAHA PT. ACTEM\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>RAHMAT WIWEKO\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>GM GENERAL AFFAIR\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>MENYAKSIKAN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>DPK APINDO \u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>KOTA TANGERANG \u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>H. ISMAIL. SH, MM \u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>KETUA DPK APINDO\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>DPC SPN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>KOTA TANGERANG\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>ARIS PURWANTO S. Kom\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>KETUA DPC SPN\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbaratified\">\u003Cp>MENGETAHUI,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>KEPALA DINAS KETENAGAKERJAAN KOTA TANGERANG\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dr.Ir.H.MOH.RAKHMANSYAH.M.Si\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>NIP 196209101986031013\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\n",{"cbadate_start":46,"cbadate_start_date":50,"cbadate_end":52,"cbadate_end_date":54,"cbaratified":56,"cbasignsinglesignatory":60,"cbamemother":64,"jobclassifaction1":68,"trainingprogrammes":72,"trainingfund":76,"disabilityfund":80,"pensionfund":84,"contracttrial":86,"contracttrialperiod":90,"contractseverancepay":92,"contractseverancepay1":96,"sicknesspay":98,"maxsicknesspay":102,"maxsicknesspayperc":104,"sicknessmaxdays":106,"sicknessmaxdaysnr":110,"menstruationleave":114,"disabilitypay":118,"healthcareaccess":122,"healthinsurance":126,"healthinsurancerelatives":130,"protectiveclothing":134,"code_application":138,"healthandsafetypolicy":142,"healthandsafetytraining":145,"hivpolicy":149,"funeralpay":153,"funeralpaytype":157,"paidmaternityleave":161,"paidmaternityleaveduration":165,"maternityotherclause":167,"paidpaternityleave":171,"paidpaternityleaveduration":175,"deathrelatives":177,"deathrelativesleave":181,"educationtuition":183,"eqpay":187,"gender":191,"discrimination":193,"violence":197,"hourspday_select":201,"hourspday":205,"hourspweek_select":207,"hourspweek":209,"PAIDLEAV_trigger":211,"holidaysdays":215,"holidaysweeks":217,"bankholidays1":219,"SCHEDULE_trigger":223,"schedulesrestpw":227,"TRADEUNLEAV_trigger":229,"PAYSCALES_trigger":233,"LOWWAGE_trigger":237,"LOWWAGE_government":241,"LOWWAGE_provision":243,"lowwageperiod":245,"lowwagetxt":247,"STRUCINCR_trigger":249,"wageincreasedate":253,"wageincreasefirmperformance":255,"ONCERISE_trigger":257,"incidentalbonustype2":261,"incidentalbonusperc1":265,"incidentalbonusdate":267,"ONCERISE2_trigger":269,"extrapayfirmperformancesec":273,"NOCTPREM_trigger":275,"shiftallowancetype1":279,"OVERTIME_trigger":281,"overtimeallowancetype_general":285,"overtimeallowanceperc1_general":289,"overtimeallowancetype":292,"overtimeallowanceperc1":294,"SUNDAY_trigger":296,"sundayallowancetype":300,"sundayallowanceperc1":302,"COMMUTE_trigger":304,"commutingallowancetype1":308,"mealvouchers":310,"coverunion_trigger":314,"coverunionsign":318,"MAXHOURS_trigger":322},{"bindId":47,"name":48,"text":49},"cbadate_start","Ayat 3: Perjanjian Kerja Bersama disepak","Ayat 3: Perjanjian Kerja Bersama disepakati pada tanggal 28 November 2018\ndan berlaku hingga 27 November 2020 kecuali disepakati lain.",{"bindId":51,"name":48,"text":49},"cbadate_start_date",{"bindId":53,"name":48,"text":49},"cbadate_end",{"bindId":55,"name":48,"text":49},"cbadate_end_date",{"bindId":57,"name":58,"text":59},"cbaratified","MENGETAHUI, KEPALA DINAS KETENAGAKERJAAN","MENGETAHUI,\n\nKEPALA DINAS KETENAGAKERJAAN KOTA TANGERANG\n\n\n\n\n\nDr.Ir.H.MOH.RAKHMANSYAH.M.Si\n\nNIP 196209101986031013",{"bindId":61,"name":62,"text":63},"cbasignsinglesignatory","PENGUSAHA PT. ACTEM RAHMAT WIWEKO GM GEN","PENGUSAHA PT. ACTEM\n\nRAHMAT WIWEKO\n\nGM GENERAL AFFAIR",{"bindId":65,"name":66,"text":67},"cbamemother","PIMPINAN SERIKAT PEKERJA SPN PT. ACTEM N","PIMPINAN SERIKAT PEKERJA\n\nSPN PT. ACTEM\n\nNUR \n\nKETUA",{"bindId":69,"name":70,"text":71},"jobclassifaction1","Ayat 2: Penggolongan pekerja terdiri dar","Ayat 2: Penggolongan pekerja terdiri dari:\n\n1.Golongan SD\n\n2.Golongan SLTP\n\n3.Golongan SLTA\n\n4.Golongan Khusus\n\n5.Golongan Akademi\n\n6.Golongan Skill (Teknik, non Teknik, Pengemudi dan Keamanan)",{"bindId":73,"name":74,"text":75},"trainingprogrammes","Ayat 1: Di Dalam usaha mewujudkan Hubung","Ayat 1: Di Dalam usaha mewujudkan Hubungan Industrial Pancasila, Pengusaha\nmenyelenggarakan program peningkatan baik sikap berfikir dan mental spiritual\nmaupun pengetahuan\u002Fketerampilan pekerja dengan cara – cara sistematis.",{"bindId":77,"name":78,"text":79},"trainingfund","Untuk kelangsungan dan kelancaran pelaks","Untuk kelangsungan dan kelancaran pelaksanaan Pendidikan dan latihan\ndibentuk suatu Lembaga yang mengelola Pendidikan dan latihan yang pembinaannya\ndiwujudkan bersama – sama seperti Departemen\u002FBagian.",{"bindId":81,"name":82,"text":83},"disabilityfund","Berdasarkan Peraturan Perundang – undang","Berdasarkan Peraturan Perundang – undangan No.24 tahun 2011 tentang BPJS\nTenagakerja dan Peraturan Perundang – undangan lainnya, Pengusaha bersama\nSerikat Pekerja melaksanakan program SJSN. Pengusaha melaksanakan Administrasi\nIuran BPJS dengan perincian ditanggung\u002Fdibayar.\n\n1.Sebesar 2% dari upah pekerja ditanggung\u002Fdibayar oleh masing – masing\npekerja untuk Jaminan Hari Tua.\n\n2.Sebesar 1% dari upah pekerja ditanggung\u002Fdibayar oleh masing – masing\npekerja untuk Jaminan Pensiun.\n\n3.Sebesar 1% dari upah pekerja ditanggung\u002Fdibayar oleh masing – masing\npekerja untuk Jaminan Kesehatan dengan pertanggungan sesuai peraturan yang\nberlaku.\n\n4.Sebesar 10.89% ditanggung oleh Pengusaha dengan perincian:\n\n-3.70% dari upah pekerja untuk Jaminan Hari Tua\n\n-0.30% dari upah pekerja untuk Jaminan Kematian\n\n-0.89% dari upah pekerja untuk Jaminan Kecelakaan\n\n-2.00% dari upah pekerja untuk Jaminan Pensiun\n\n-4.00% dari upah pekerja untuk Jaminan Kesehatan\n\n5.Besaran iuran terkait jaminan sosial, perubahannya disesuaikan mengikuti\nperaturan perundang – undangan yang berlaku.",{"bindId":85,"name":82,"text":83},"pensionfund",{"bindId":87,"name":88,"text":89},"contracttrial","Ayat 2: Calon pekerja diterima sebagai p","Ayat 2: Calon pekerja diterima sebagai pekerja dengan masa percobaan selama\n– lamanya 3 (tiga) bulan terhitung sejak ia mulai bekerja di perusahaan.",{"bindId":91,"name":88,"text":89},"contracttrialperiod",{"bindId":93,"name":94,"text":95},"contractseverancepay","Ayat 1: Apabila terjadi Pemutusan Hubung","Ayat 1: Apabila terjadi Pemutusan Hubungan Kerja maka ditempuh tata cara\npenyelesaian berdasarkan ketentuan UUK yang berlaku.",{"bindId":97,"name":94,"text":95},"contractseverancepay1",{"bindId":99,"name":100,"text":101},"sicknesspay","Untuk pekerja yang karena sakit dalam pe","Untuk pekerja yang karena sakit dalam periode panjang berdasarkan Surat\nKeterangan Dokter, untuk upahnya dibayarkan sesuai dengan lampiran, dengan\npengaturan persentase sebagai berikut:\n\n1.4 bulan pertama dibayarkan 100%\n\n2.4 bulan kedua dibayarkan 75%\n\n3.4 bulan ketiga dibayarkan 50%\n\n4.4 bulan keempat dibayarkan 25%\n\nNote = Sesuai UU 13\u002F2003 Pasal 93 ayat 3",{"bindId":103,"name":100,"text":101},"maxsicknesspay",{"bindId":105,"name":100,"text":101},"maxsicknesspayperc",{"bindId":107,"name":108,"text":109},"sicknessmaxdays","Ayat 6: Pekerjaan yang menderita sakit d","Ayat 6: Pekerjaan yang menderita sakit dalam jangka waktu panjang mendapat\ncuti sakit, dengan syarat – syarat:\n\n1.Hanya dengan keterangan Dokter atau yang disahkan.\n\n2.Selama – lamanya 1 tahun berturut – turut apabila lebih selanjutnya\nditunjuk prosedur undang – undang yang berlaku.",{"bindId":111,"name":112,"text":113},"sicknessmaxdaysnr","2.Selama – lamanya 1 tahun berturut – tu","2.Selama – lamanya 1 tahun berturut – turut apabila lebih selanjutnya\nditunjuk prosedur undang – undang yang berlaku.",{"bindId":115,"name":116,"text":117},"menstruationleave","e.Bagi pekerja wanita yang sedang haid p","e.Bagi pekerja wanita yang sedang haid pada hari pertama dan kedua (H1).",{"bindId":119,"name":120,"text":121},"disabilitypay","Apabila Pekerja mengalami kecelakaan did","Apabila Pekerja mengalami kecelakaan didalam hubungan waktu kerja, maka\nPengusaha melaksanakan semua ketentuan Undang – Undang No. 24 tahun 2011\ntentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) serta peraturan – peraturan\npelaksanaannya.",{"bindId":123,"name":124,"text":125},"healthcareaccess","a.Perusahaan menyediakan Poliklinik yang","a.Perusahaan menyediakan Poliklinik yang dilengkapi oleh tenaga medis dan\nobat – obatan\u002Fsuntikan P3K.\n\nb.Penyediaan obat – obatan sementara bagi pekerja yang sakit.\n\nc.Ruang tempat perawatan sementara bagi pekerja yang sakit.\n\nd.Kendaraan sebagai sarana transportasi bagi pekerja yang sakit dalam\ntugas",{"bindId":127,"name":128,"text":129},"healthinsurance","Dalam kerangka kewajiban bagi perusahaan","Dalam kerangka kewajiban bagi perusahaan dan pekerja untuk mengikuti program\nJKN maka perusahaan memberikan bantuan pelayanan kesehatan sesuai ayat – ayat\ndi bawah dengan prinsip aturan sbb:\n\na.Perusahaan dan pekerja PT. ACTEM wajib mengikuti program JKN dari\npemerintah.\n\nb.Perusahaan memberikan bantuan pengobatan dalam bentuk sistem Koordinasi\nManfaat Rumah Sakit, kecuali dalam kondisi betul – betul sakit mendadak\ndan\u002Fatau terhadap kasus tertentu.\n\nc.Karyawan wajib mengikuti prosedur pengobatan oleh BPJS Kesehatan.\n\nd.Yang berhak mendapatkan bantuan pengobatan seperti tersebut diatas adalah\nPekerja Tetap (lepas masa percobaan)",{"bindId":131,"name":132,"text":133},"healthinsurancerelatives","Dalam rangka meringankan biaya pengobata","Dalam rangka meringankan biaya pengobatan keluarga pekerja serta dalam\nkerangka pelaksanaan kewajiban mengikuti program JKN dari Pemerintah perusahaan\nmemberikan bantuan biaya pengobatan bagi keluarga pekerja sebesar 75% dari\njumlah\u002Fselisih biaya pengobatan dengan ketentuan dilakukan sama berdasarkan\ntata cara pengobatan di PKB PT. ACTEM.",{"bindId":135,"name":136,"text":137},"protectiveclothing","Ayat 1: Dasar Pemberian: Perusahaan memb","Ayat 1: Dasar Pemberian: Perusahaan memberikan seragam\u002Fperlengkapan kerja\ndengan tujuan untuk menciptakan ketertiban dan keselamatan kerja dimana pekerja\nharus memelihara dan menggunakannya sewaktu bekerja ketentuan pemakaian\nseragam\u002Fkelengkapan kerja diatur sbb:",{"bindId":139,"name":140,"text":141},"code_application","Pengusaha bersama – sama dengan Pengurus","Pengusaha bersama – sama dengan Pengurus Serikat Pekerja membentuk Panitia\nPembina Keselamatan dan Kesehatan kerja, yang bertugas melakukan Pengawasan\nterhadap pelaksanaan syarat – syarat keselamatan dan kesehatan kerja\nsebagaimana diatur dalam UU No. 1 1970",{"bindId":143,"name":140,"text":144},"healthandsafetypolicy","Pengusaha bersama – sama dengan Pengurus Serikat Pekerja membentuk Panitia\nPembina Keselamatan dan Kesehatan kerja, yang bertugas melakukan Pengawasan\nterhadap pelaksanaan syarat – syarat keselamatan dan kesehatan kerja\nsebagaimana diatur dalam UU No. 1 1970\n\nTugas tersebut dilaksanakan dengan cara – cara:\n\n1.Memeriksa kegiatan kerja dan segala peralatan tentang perlindungan,\npencegahan, penyelamatan, pengendalian, keadaan yang membahayakan bagi\nkeselamatan dan kesehatan ditempat kerja dan sekitarnya.\n\n2.Mewajibkan kepada pengusaha untuk penyediaan dan penyempurnaan segala\nmacam peralatan demi keselamatan dan kesehatan kerja.\n\n3.Mewajibkan kepada pekerja untuk bersama – sama memelihara usaha –\nusaha didalam pembinaan keselamatan dan kesehatan kerja serta melaporkan kepada\npimpinannya apabila menemui hal – hal yang dapat membahayakan keselamatan dan\nkesehatan kerja tersebut.\n\n4.Mengadakan pembinaan dan pengarahan kepada pekerja tentang keselamatan dan\nkesehatan kerja.",{"bindId":146,"name":147,"text":148},"healthandsafetytraining","4.Mengadakan pembinaan dan pengarahan ke","4.Mengadakan pembinaan dan pengarahan kepada pekerja tentang keselamatan dan\nkesehatan kerja.",{"bindId":150,"name":151,"text":152},"hivpolicy","Dalam menjaga kesehatan perusahaan menga","Dalam menjaga kesehatan perusahaan mengadakan Medical Check Up (Rontgen\nThorax, EKG, Cej Darah, Cek Urine, Audiometri\u002FPAK) kepada pekerja dan\npelaksanaanya diatur oleh Perusahaan paling lambat bulan Desember.",{"bindId":154,"name":155,"text":156},"funeralpay","3.Pekerja yang meninggal dunia selain di","3.Pekerja yang meninggal dunia selain diberi bantuan duka cita diberikan\npula uang pesangon sesuai dengan UUK 13\u002F2003 dan upah pada bulan yang berjalan\nserta santunan BPJS Ketenagakerjaan sesuai dengan ketentuan –\nketentuannya.",{"bindId":158,"name":159,"text":160},"funeralpaytype","1.Perusahaan memberikan bantuan duka cit","1.Perusahaan memberikan bantuan duka cita kepada keluarga pekerja atau ahli\nwarisnya apabila pekerja meninggal dunia.",{"bindId":162,"name":163,"text":164},"paidmaternityleave","c.Pekerja wanita melahirkan dengan izin ","c.Pekerja wanita melahirkan dengan izin cuti selama 3 bulan yang\npelaksanaannya dapat dilakukan 1½ bulan sebelum dan 1½ bulan sesudah\nmelahirkan penentuan permulaan cuti hamil harus dengan surat keterangan Dokter\natau yang disahkannya (H2).",{"bindId":166,"name":163,"text":164},"paidmaternityleaveduration",{"bindId":168,"name":169,"text":170},"maternityotherclause","d.Keguguran bagi pekerja wanita, lamanya","d.Keguguran bagi pekerja wanita, lamanya 1½ bulan setelah terjadinya\nkeguguran dengan surat Dokter atau yang disahkannya (H2).",{"bindId":172,"name":173,"text":174},"paidpaternityleave","j.Istri Pekerja melahirkan selama 3 hari","j.Istri Pekerja melahirkan selama 3 hari apabila keguguran selama 2 hari\n(P1).",{"bindId":176,"name":173,"text":174},"paidpaternityleaveduration",{"bindId":178,"name":179,"text":180},"deathrelatives","g.Anggota keluarga pekerja (orang tua\u002Fme","g.Anggota keluarga pekerja (orang tua\u002Fmertua, istri atau suami, anak\nkandung) meninggal dunia dengan keterangan dari yang berwenang selama selama 3\nhari (P1).",{"bindId":182,"name":179,"text":180},"deathrelativesleave",{"bindId":184,"name":185,"text":186},"educationtuition","Ayat 11: Bantuan biaya Masuk Sekolah Unt","Ayat 11: Bantuan biaya Masuk Sekolah\n\nUntuk meringankan biaya masuk sekolah, Perusahaan memberikan bantuan biaya\nmasuk sekolah anak sebagai berikut:\n\n-Masuk SD sebesar Rp 85.000,-\n\n-Masuk SLTP sebesar Rp 90.000,-\n\n-Masuk SLTA sebesar Rp 95.000,-\n\n-Masuk Perguruan Tinggi sebesar Rp 100.000,-\n\nPersyaratannya adalah yang bersangkutan mengajukan permohonan dengan\nmelengkapi\u002Fmelampirkan surat keterangan dari Instansi\u002FSekolah yang\nbersangkutan.\n\nAyat 12: Bantuan Beasiswa\n\nBantuan biaya sekolah untuk anak karyawan dan karyawati yang berprestasi\nmendapatkan ranking I,II,III saat naik kelas (diberikan satu tahun sekali)\nsebesar:\n\n-SD sebesarRp 105.000,-\n\n-SLTP sebesarRp 150.000,-\n\n-SLTA sebesarRp 200.000,-\n\n-Khusus PT (IPK min -3)Rp 250.000,-",{"bindId":188,"name":189,"text":190},"eqpay","Ayat 1: Pengusaha mempekerjakan wanita d","Ayat 1: Pengusaha mempekerjakan wanita dengan hak dan jaminan yang sama\nsesuai degan ketentuan perundang – undangan yang berlaku.",{"bindId":192,"name":189,"text":190},"gender",{"bindId":194,"name":195,"text":196},"discrimination","Ayat 4: Pengusaha menjamin tidak melakuk","Ayat 4: Pengusaha menjamin tidak melakukan tekanan – tekanan langsung\nmaupun tidak langsung, tindakan – tindakan diskriminasi dan tindakan\npembalasan terhadap pekerja – pekerja yang telah dipilih selaku pengemban\ntugas yang karena fungsinya berhubungan dengan kepentingan pekerja.",{"bindId":198,"name":199,"text":200},"violence","9.Setiap Pekerja dilarang melakukan tind","9.Setiap Pekerja dilarang melakukan tindakan \u002F perbuatan asusila, mengancam,\nmenganiaya, berkelahi dengan sesama Pekerja \u002F Pimpinan di dalam Komplek\nPabrik.",{"bindId":202,"name":203,"text":204},"hourspday_select","Ayat 1: Waktu kerja adalah 7 jam sehari ","Ayat 1: Waktu kerja adalah 7 jam sehari dan 40 jam seminggu dengan ketentuan\napabila perusahaan memerlukan kerja shift, maka pekerja bersedia untuk\nmelaksanakan waktu kerja terseebut yang tercakup dalam izin penyimpangan waktu\nkerja dari Disnaker.",{"bindId":206,"name":203,"text":204},"hourspday",{"bindId":208,"name":203,"text":204},"hourspweek_select",{"bindId":210,"name":203,"text":204},"hourspweek",{"bindId":212,"name":213,"text":214},"PAIDLEAV_trigger","Ayat 1: Setiap Pekerja yang telah bekerj","Ayat 1: Setiap Pekerja yang telah bekerja selama 12 bulan terus – menerus\nberhak atas cuti tahunan sebanyak 12 hari kerja.",{"bindId":216,"name":213,"text":214},"holidaysdays",{"bindId":218,"name":213,"text":214},"holidaysweeks",{"bindId":220,"name":221,"text":222},"bankholidays1","Ayat 2: Pada hari – hari libur resmi seb","Ayat 2: Pada hari – hari libur resmi sebagaimana ditetapkan oleh\npemerintah dengan menerima upah penuh.",{"bindId":224,"name":225,"text":226},"SCHEDULE_trigger","Ayat 1: Pekerja diberi hari istirahat 1 ","Ayat 1: Pekerja diberi hari istirahat 1 hari di dalam seminggu yaitu pada\nhari Minggu, khususnya bagi Pekerja dengan sistem kerja Shift Baik Non stop\nmaupun semi Non stop libur mingguannya diatur oleh perusahaan.",{"bindId":228,"name":225,"text":226},"schedulesrestpw",{"bindId":230,"name":231,"text":232},"TRADEUNLEAV_trigger","Ayat 5: Pengusaha dapat memberikan dispe","Ayat 5: Pengusaha dapat memberikan dispensasi kepada setiap pengurus atau\nanggota Serikat Pekerja untuk mengikuti pertemuan dengan Pengusaha dengan\ndiberikan upah penuh selama jam kerja. Bila dilakukan diluar jam kerja tidak\ndiperhitungkan sebagai jam lembur.",{"bindId":234,"name":235,"text":236},"PAYSCALES_trigger","Penetapan gaji pokok permulaan dan rangk","Penetapan gaji pokok permulaan dan rangkingnya ditentukan sesuai dengan\ngolongan masing – masing yaitu:\n\n-Golongan SD\n\n-Golongan SLTP\n\n-Golongan SLTA\n\n-Golongan Khusus\n\n-Golongan Akademi\n\n-Golongan Skill\n\n-Teknik\n\n-Non Teknik\n\n-Pengemudi\n\n-Keamanan",{"bindId":238,"name":239,"text":240},"LOWWAGE_trigger","Upah minimum Pekerja adalah tidak lebih ","Upah minimum Pekerja adalah tidak lebih kecil dari upah minimum yang\ndiberlakukan oleh pemerintah, pelaksanaannya sesuai dengan ketentuan –\nketentuannya.",{"bindId":242,"name":239,"text":240},"LOWWAGE_government",{"bindId":244,"name":239,"text":240},"LOWWAGE_provision",{"bindId":246,"name":239,"text":240},"lowwageperiod",{"bindId":248,"name":239,"text":240},"lowwagetxt",{"bindId":250,"name":251,"text":252},"STRUCINCR_trigger","1.Kenaikan Upah secara berkala diberikan","1.Kenaikan Upah secara berkala diberikan setahun sekali berdasarkan kondisi\nPekerja, yang diberlakukan setiap tanggal 16 April dan dibayarkan pada tanggal\n25 Mei.",{"bindId":254,"name":251,"text":252},"wageincreasedate",{"bindId":256,"name":251,"text":252},"wageincreasefirmperformance",{"bindId":258,"name":259,"text":260},"ONCERISE_trigger","Dengan beritikad untuk tidak membedakan ","Dengan beritikad untuk tidak membedakan terhadap agama yang dianut oleh\nmasing – masing pekerja, Pengusaha memberi Tunjangan Hari Raya kepada setiap\npekerja yang diberikan selambat – lambatnya 15 hari menjelang Hari Raya Idul\nFitri.",{"bindId":262,"name":263,"text":264},"incidentalbonustype2","1.Adapun ketentuan – ketentuan adalah se","1.Adapun ketentuan – ketentuan adalah sebagai berikut:\n\na.Untuk pekerja yang bermasa kerja 1 hari sampai dengan 1 bulan adalah 10%\ndari upah sebulan.\n\nb.Yang bermasa kerja lebih dari 1 bulan sampai dengan 2 bulan adalah 20%\ndari upah sebulan.\n\nc.Yang bermasa kerja lebih dari 2 bulan sampai dengan 3 bulan adalah 30%\ndari upah sebulan.\n\nd.Yang bermasa kerja lebih dari 3 bulan sampai dengan seterusnya adalah\nminimal 100% dari upah sebulan.",{"bindId":266,"name":263,"text":264},"incidentalbonusperc1",{"bindId":268,"name":259,"text":260},"incidentalbonusdate",{"bindId":270,"name":271,"text":272},"ONCERISE2_trigger","1.Apabila dalam tahun buku Perusahaan me","1.Apabila dalam tahun buku Perusahaan mendapat keuntungan, dan deviden\ndiberikan kepada pemegang saham, maka Perusahaan akan memberikan bonus kepada\nkaryawan yang bermasa kerja 1 (satu) tahun keatas.",{"bindId":274,"name":271,"text":272},"extrapayfirmperformancesec",{"bindId":276,"name":277,"text":278},"NOCTPREM_trigger","2.Tunjangan tidak tetap, terdiri dari: -","2.Tunjangan tidak tetap, terdiri dari:\n\n-Bantuan Transport\n\n-Insentif Kerja Khusus\u002FPanjang\n\n-Insentif Kerja Pergantian Shift\n\n-Insentif Kerja Malam",{"bindId":280,"name":277,"text":278},"shiftallowancetype1",{"bindId":282,"name":283,"text":284},"OVERTIME_trigger","Ayat 1: Dalam perhitungan upah kerja lem","Ayat 1: Dalam perhitungan upah kerja lembur dipakai Basic Over Time (BOT)\nyang terdiri dari unsur – unsur pengupahan.",{"bindId":286,"name":287,"text":288},"overtimeallowancetype_general","1.Pada hari kerja biasa 1.1Untuk 1 jam l","1.Pada hari kerja biasa\n\n1.1Untuk 1 jam lembur pertama: 1 x 1½ (tetapan per jam) x BOT\n\n1.2Untuk jam lembur kedua dan seterusnya:\n\n(jumlah jam bekerja) x 2 (tetapan per jam) x BOT",{"bindId":290,"name":287,"text":291},"overtimeallowanceperc1_general","1.Pada hari kerja biasa\n\n1.1Untuk 1 jam lembur pertama: 1 x 1½ (tetapan per jam) x BOT",{"bindId":293,"name":287,"text":288},"overtimeallowancetype",{"bindId":295,"name":287,"text":288},"overtimeallowanceperc1",{"bindId":297,"name":298,"text":299},"SUNDAY_trigger","2.Pada hari Istirahat mingguannya. 2.1Un","2.Pada hari Istirahat mingguannya.\n\n2.1Untuk 7 jam lembur pertama: (jumlah jam bekerja) x 2 (tetapan per jam) x\nBOT\n\n2.2Untuk jam lembur ke 8: (jumlah jam bekerja) x 3 (tetapan per jam) x\nBOT\n\n2.3Untuk jam lembur ke 9: (jumlah jam bekerja) x 4 (tetapan per jam) x\nBOT",{"bindId":301,"name":298,"text":299},"sundayallowancetype",{"bindId":303,"name":298,"text":299},"sundayallowanceperc1",{"bindId":305,"name":306,"text":307},"COMMUTE_trigger","Perusahaan memberikan uang pengganti tra","Perusahaan memberikan uang pengganti transport bagi pekerja yang tidak\ntinggal di asrama \u002F mess yang teknis serta pelaksanaannya diatur perusahaan.",{"bindId":309,"name":306,"text":307},"commutingallowancetype1",{"bindId":311,"name":312,"text":313},"mealvouchers","Ayat 8: Perusahaan memberikan makan kepa","Ayat 8: Perusahaan memberikan makan kepada pekerja yang makan di kantin\nperusahaan sesuai dengan hari kerjanya dengan menggunakan kupon makan.",{"bindId":315,"name":316,"text":317},"coverunion_trigger","Ayat 1: Pengusaha dan Serikat Pekerja sa","Ayat 1: Pengusaha dan Serikat Pekerja sama – sama menyetujui bahwa\nPerjanjian Kerja Bersama ini berlaku dan mengikat bagi semua anggota Serikat\nPekerja dan Pengusaha.",{"bindId":319,"name":320,"text":321},"coverunionsign","Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku bag","Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku bagi semua golongan Pekerja yang\ntercantum didalam Perjanjian.",{"bindId":323,"name":324,"text":325},"MAXHOURS_trigger","Ayat 1: Apabila perusahaan memerlukan ke","Ayat 1: Apabila perusahaan memerlukan kerja lembur, maka Pengusaha dapat\nmempekerjakan pekerjanya untuk melakukan pekerjaan lembur (diluar jam kerja\nbiasa atau pada hari libur) sesuai dengan ketentuan perundang – undangan yang\nberlaku.","\u003Chtml>\n\n    \u003Cdiv class=\"cobra-report\">\n\n        \u003Ch2>IDN PT. Acryl Textile Mills - 2018\u003C\u002Fh2>\n\n        \u003Cdiv class=\"section general\">\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-start_date\">Tanggal dimulainya perjanjian: &rarr;&nbsp;2018-11-28\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-end_date\">Tanggal berakhirnya perjanjian: &rarr;&nbsp;2020-11-27\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \u003C!-- TODO: previous CBA logic -->\n            \u003C!-- TODO: status logic -->\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaratified\">Diratifikasi oleh: &rarr;&nbsp;Other\u003C\u002Fdiv>\n                \n                \n            \n\n            \u003C!-- TODO: transnational_label, includingcountries_label, national_framework_label -->\n\n            \u003Cdiv id=\"display-SECTOR1\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Industri\u002Fpabrik pengolahan\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-NACE2004\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Pabrik Manufaktur Textil\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-FIRMPRI\">\n                Sektor publik\u002Fswasta: &rarr;&nbsp;In the private sector\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv>Disimpulkan oleh:\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1\">\n\n                \n                    \n                    \u003Cdiv>\n                        Nama perusahaan: &rarr;&nbsp;\n                        Acryl Textile Mills\n                    \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1\">\n                Nama serikat pekerja: &rarr;&nbsp;\n\n                \n                    \n                    \u003Cspan>\n                        \n                    \u003C\u002Fspan>\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-casignemployees\">\n                Nama penandatangan dari pihak pekerja &rarr;&nbsp;Nur\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section social-security-pensions\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SOCSEC_trigger\">JAMINAN SOSIAL DAN PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-pensionfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pensiun bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilityfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan cacat bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-unemploymentfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan pengangguran bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section training\">\n            \u003Ch3 id=\"display-TRAINING_trigger\">PELATIHAN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingprogrammes\">Program pelatihan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprenticeships\">Magang: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pelatihan bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section sickness-disability\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KONDISI SAKIT DAN DISABILITAS\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-maxsicknesspayperc\">\n                Maximum cuti sakit berbayar (untuk 6 bulan): &rarr;&nbsp;92&nbsp;%\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-sicknessmaxdaysnr\">\n                Maximum hari untuk cuti sakit berbayar: &rarr;&nbsp;365 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-longtermillness\">Ketentuan mengenai kembali bekerja setelah menderita penyakit jangka panjang, seperti penyakit kanker: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-menstruationleave\">Cuti haid berbayar: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilitypay\">Pembayaran gaji apabila tidak mampu bekerja dikarenakan kecelakaan kerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n\n        \u003Cdiv class=\"section health-medical-assistence\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA BANTUAN MEDIS\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccess\">Bantuan medis disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccessrelatives\">Bantuan medis bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurance\">Kontribusi pengusaha untuk asuransi kesehatan disetujui: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurancerelatives\">Asuransi kesehatan bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetypolicy\">Kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetytraining\">Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-protectiveclothing\">Pakaian\u002Falat pelindung diri disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-hivpolicy\">Pemeriksaan kesehatan secara berkala disediakan oleh pengusaha: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-monitoring\">Pengawasan permintaan musculoskeletal di tempat kerja, resiko professional dan\u002Fatau hubungan antara pekerjaan dan kesehatan: &rarr;&nbsp;The relationship between work and health, Employee involvement in the monitoring\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-funeralpay\">Bantuan duka\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-funeralpayamount\">\n                Minimum kontribusi pengusaha untuk penguburan\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;-9.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section work-family-arrangements\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKFAM_trigger\">PENGATURAN ANTARA KERJA DAN KELUARGA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleaveduration\">\n                Cuti hamil berbayar: &rarr;&nbsp;13 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-jobsecuritymothers\">Jaminan tetap dapat bekerja setelah cuti hamil: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-maternitydiscrimination\">Larangan diskriminasi terkait kehamilan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-breastfeeding_dangerouswork\">Larangan mewajibkan pekerja yang sedang hamil atau menyusui untuk melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-riskassessment\">Penilaian resiko terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja yang sedang hamil atau menyusui di tempat kerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-alternatives\">Ketersediaan alternatif bagi pekerja hamil atau menyusui untuk tidak melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-timeoff\">Cuti untuk melakukan pemeriksaan pranatal: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningnonstandard\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempekerjakan pekerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningpromotion\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempromosikan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv> \n            \u003Cdiv id=\"display-nursingmothers\">Fasilitas untuk pekerja yang menyusui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcareprovision\">Pengusaha menyediakan fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcaresubsidy\">Pengusaha mensubsidi fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \u003Cdiv id=\"display-educationtuition\">Tunjangan\u002Fbantuan pendidikan bagi anak pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n   \n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidpaternityleaveduration\">\n                Cuti ayah berbayar: &rarr;&nbsp;3 hari\n         \u003C\u002Fdiv>\n                        \u003Cdiv id=\"display-deathrelativesleave\">\n                Durasi cuti yang diberikan ketika ada anggota keluarga yang meninggal: &rarr;&nbsp;3 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n        \u003Cdiv class=\"section gender-equality-issues\">\n            \u003Ch3 id=\"display-GENEQ_trigger\">ISU KESETARAAN GENDER\u003C\u002Fh3>\n         \u003Cdiv id=\"display-eqpay\">Upah yang sama untuk pekerjaan yang sama nilainya: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n         \u003Cdiv id=\"display-gender\">\n                Referensi khusus untuk gender dalam kesetaraan upah: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n         \u003Cdiv id=\"display-discrimination\">Klausal mengenai diskriminasi di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-eqpromotion\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat promosi: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n        \u003Cdiv id=\"display-eqtraining\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat pelatihan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>     \n        \u003Cdiv id=\"display-eqofficer\">Kesetaraan gender dalam kepengurusan serikat pekerja di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-sexualhar\">Klausal mengenai pelecehan seksual di tempat kerja &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violence\">Klausal mengenai kekerasan di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violenceleave\">Cuti khusus bagi pekerja yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-support_disabilities\">Dukungan bagi pekerja perempuan dengan disabilitas: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-equalitymonitoring\">Pengawasan kesetaraan gender: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n             \n         \u003C\u002Fdiv>\n         \n\n        \u003Cdiv class=\"section employment-contracts\">\n            \u003Ch3 id=\"display-EMPCONTR_trigger\">PERJANJIAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-contracttrialperiod\">\n                Durasi masa percobaan: &rarr;&nbsp;91 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-part_time_excluded\">Pekerja paruh waktu tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-tempagency\">Ketentuan mengenai pekerja sementara: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprentices_excluded\">Pekerja magang tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-minijobs_excluded\">Pekerja mahasiswa tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section working-hours\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKHOURS_trigger\">JAM KERJA, JADWAL DAN LIBUR\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspday\">\n                Jam kerja per hari: &rarr;&nbsp;7.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspweek\">\n                Jam kerja per minggu: &rarr;&nbsp;40.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-hoursovertimemax\">\n                Waktu lembur maksimum: &rarr;&nbsp;-10.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysdays\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;12.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysweeks\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;2.0 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-schedulesrestpw\"> Periode istrirahat setidaknya satu hari dalam seminggu disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-sundays_year\">\n                Jumlah maksimum hari minggu\u002Fhari libur nasional dalam setahun dimana pekerja harus\u002Fdapat bekerja: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n             \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-tradeunleavdays\">\n                Cuti berbayar untuk aktivitas serikat pekerja: &rarr;&nbsp; hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-FLEXWORK_trigger\"> Ketentuan mengenai pengaturan jadwal kerja yang fleksibel: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section wages\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WAGES_trigger\">PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-PAYSCALES_trigger\">\n                Upah ditentukan oleh skala upah: &rarr;&nbsp;Yes, but there are only indices (no wages)\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-LOWWAGE_government\"> \n            Ketentuan bahwa upah minimum yang ditentukan oleh pemerintah harus dihormati: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-lowwageperiod\">\n                Upah terendah disetujui per: &rarr;&nbsp;Months\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-lowwageamount\">\n                Upah terendah: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-COSTLIV_trigger\">Penyesuaian untuk kenaikan biaya kebutuhan hidup: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-STRUCINCR_trigger\">Kenaikan upah\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-ONCERISE_trigger\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali:\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-incidentalbonusperc1\">\n                    Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali: &rarr;&nbsp;100&nbsp;%\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-extrapayfirmperformance\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali dikarenakan performa perusahaan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-NOCTPREM_trigger\">Tunjangan shift untuk kerja sore atau malam\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \u003Cdiv id=\"display-shiftallowancetype1\">Tunjangan shift hanya untuk yang kerja malam: &rarr;&nbsp;Insufficient data\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-OVERTIME_trigger\">Upah lembur hari kerja\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-overtimeallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari kerja: &rarr;&nbsp;200 % dari gaji pokok\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SUNDAY_trigger\">Upah lembur hari Minggu\u002Flibur\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-sundayallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari Minggu\u002Flibur: &rarr;&nbsp;100&nbsp;%\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-COMMUTE_trigger\">Tunjangan transportasi\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Ch4>Kupon makan\u003C\u002Fh4>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-mealvouchers\">\n                Kupon makan disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-MEALALL_trigger\">Tunjangan makan disediakan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-legalassistance_trigger\">\n                Bantuan hukum gratis: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n    \u003C\u002Fdiv>\n\n\u003C\u002Fhtml>\n",[],[],"collective_agreement",[331],{"title":39,"slug":34},[333],{"type":334,"data":335},"call_to_action_body_block",{"title":336,"description":337,"variant":338,"link":339},"Bandingkan Perjanjian Kerja Bersama","Bandingkan pasal-pasal dan topik dalam Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dengan Perjanjian Kerja Bersama di semua sektor kerja di Indonesia maupun negara-negara lainnya.","dark",{"title":336,"url":340,"description":336,"rel":341,"type":342},"\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fbandingkan-perjanjian-kerja-bersama","follow","internal",[344],{"type":334,"data":345},{"title":336,"description":337,"variant":338,"link":346},{"title":336,"url":340,"description":336,"rel":341,"type":342},[]]