[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"page:id-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pengusaha-pt-forta-larese-dan-serikat-pekerja-nasional-pt-forta-larese---2018-2020":3},{"id":4,"slug":5,"title":6,"short_title":7,"intro_text":8,"meta_description":9,"seo_title":9,"path":10,"content_type":11,"locale":12,"go_live_at":7,"first_published_at":13,"page_created_at":14,"published_at":13,"edit_url":15,"breadcrumbs":16,"seo":24,"data":32,"children":294,"content_type_view":295,"extra_breadcrumbs":296,"body":298,"body_blocks":309,"related_pages":313},3679,"perjanjian-kerja-bersama","Perjanjian Kerja Bersama",null,"\u003Cp>Beberapa pilihan Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dipublikasikan di sini. Anda dapat menemukan teks asli dari Perjanjian Kerja Bersama tersebut, membaca dan menelusuri per bab maupun pasal, menurut topik yang sedang Anda cari.\u003Cbr\u002F>\u003Cbr\u002F>Ketika Anda mengklik pada link Perjanjian Kerja Bersama, halaman akan terbuka: di kolom sebelah kiri pada halaman tersebut berisi teks asli, sedangkan di kolom sebelah kanan, Anda akan menemukan ringkasan dari ketentuan yang ada di Perjanjian Kerja Bersama tersebut.\u003Cbr\u002F>Serikat Buruh\u002FPekerja dan Asosiasi Pengusaha dari Indonesia memberikan kontribusi terhadap pengumpulan data Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>","","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama","collective_agreements.collectiveagreementoverview","id_ID","2025-08-15T13:01:11.360625+00:00","2026-04-02T08:44:09.692847+00:00","\u002Fcms\u002Fpages\u002F3679\u002Fedit\u002F",[17,20,23],{"title":18,"slug":19},"Indonesia","id-id",{"title":21,"slug":22},"Bekerja di Indonesia","bekerja-di-indonesia",{"title":6,"slug":5},{"title":6,"description":9,"image":25,"canonical":26,"robots":27,"og_type":28,"twitter_card":29,"locale":19,"created_at":30,"last_modified_at":31},"https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fmedia\u002Fimages\u002FSocial_media_preview_image_-_2025.2e16d0ba.fill-1200x630.png","https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002F","index, follow","website","summary_large_image","2025-08-15T15:01:11.360625+02:00","2026-04-02T10:44:09.828831+02:00",{"cba":33,"clauses":45,"details":292,"translations":293},{"id":34,"uid":35,"url":36,"name":37,"locale":38,"override_title":9,"title":39,"browser_title":40,"browser_description":41,"text":42},"perjanjian-kerja-bersama-antara-pengusaha-pt-forta-larese-dan-serikat-pekerja-nasional-pt-forta-larese---2018-2020","2aa3f31c-c283-11e9-9c84-f23c91080f70","https:\u002F\u002Fcobra.wageindicator.org\u002Fcountries\u002Findonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pengusaha-pt-forta-larese-dan-serikat-pekerja-nasional-pt-forta-larese---2018-2020\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-pengusaha-pt-forta-larese-dan-serikat-pekerja-nasional-pt-forta-larese---2018-2020\u002F","Perjanjian Kerja Bersama Antara Pengusaha PT. Forta Larese Dan Serikat Pekerja Nasional PT. Forta Larese - 2018\u002F2020","ba_ID","IDN PT. Forta Larese - 2018","Indonesia - IDN PT. Forta Larese - 2018","IDN PT. Forta Larese - 2018 - Industri\u002Fpabrik pengolahan",{"name":43,"data":44},"135 - PKB PT. Forta Larese.html","\n              \u003C!--?xml version=\"1.0\" encoding=\"UTF-8\"?-->\n\n\n  \u003Cmeta http-equiv=\"content-type\" content=\"text\u002Fhtml; charset=UTF-8\">\n  \u003Ctitle>New1\u003C\u002Ftitle>\n  \u003Cmeta name=\"generator\" content=\"Amaya, see http:\u002F\u002Fwww.w3.org\u002FAmaya\u002F\">\n\n\n\n\u003Ch1>Kesepakatan Bersama Antara Pengusaha Dan Serikat Pekerja Nasional PT. Forta\nLarese Tentang Perjanjian Kerja Bersama Periode Tahun 2018-2020\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>MUKADIMAH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp style=\"text-align:justify;\">Dengan menyadari bahwa untuk menciptakan\nketenangan bekerja bagi pekerja dan ketenangan berusaha bagi pengusaha, perlu\nadanya hubungan yang harmonis, serasi dan bersinergi antara pihak pengusaha dan\nserikat pekerja beserta anggota dimana terdapat saling menghormati, saling\npercaya dan penuh rasa tanggung jawab berdasarkan Hubungan Industrial Pancasila\nyang pada prinsipnya hubungan kerja dalam Hubungan Industri adalah interaksi\nkepentingan antar pelaku produksi baik sebagai pekerja maupun sebagai\npengusaha. Dalam proses iteraksi terhadap kepentingan sering terjadi\nketidakpastian akan hak dan kewajiban yang dapat berakibat lebih jauh, yakni\nmelemahnya posisi tawar menawar masing-masing pihak.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:justify;\">Disadari bersama bahwa harmonisasi kepentingan\ndalam hubungan industry mutlak diperlukan dan harus dijunjung bersama\nberdasarkan Pancasila dan UUD 1945 serta Visi dan Misi perusahaan agar\nperbedaan kepentingan tidak selalu menjadi pertentangan, tetapi dapat menjadi\nwacana bermusyawarah untuk mencapai mufakat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:justify;\">Pengusaha dan pekerja secara bersama-sama harus\nmenjamin terpeliharanya iklim kerja yang kondusif, agar tercipta ketenangan\nbekerja dan kepastian berusaha melalui niat dan kemauan yang tulus, visi yang\nsama dan pendekatan yang interaktif dalam menyepakati kondisi-kondisi yang\nsecara obyektif dan transparan seputar pemenuhan hak dan kewajiban\nmasing-masing pihak. Kerjasama ini diformulaiskan secara jelas dalam bentuk\nPerjanjian Kerja Bersama dengan harapan mampu mendorong peningkatan kualitas\ndan kuantitas produksi, efisien, dan efektif, disiplin dan tanggung jawab\nsebagai syarat menuju peningkatan kesejahteraan bersama yang menuju kepada\nkesepakatan untuk mencapai Budaya Kerja Terunggul. Tanpa dilandasi semangat\ntersebut maka makna Perjanjian Kerja Bersama tidak ada artinya dan sulit\ndiwujudkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:justify;\">Sebagai komitmen bersama untuk mewujudkan\nhubungan industrial Pancasila, perlu ditumbuh kembangkan rasa ikut memiliki,\nmemelihara dan mempertahankan secara terus menerus dan lebih dari itu bagi\nkedua belah pihak sanggup bertanggung jawab dengan mengedepankan kekuatan moral\ntanpa mengesampingkan kekuatan hukum dari pelaksanaan perjanjian kerja bersama\nyang telah ditetapkan. Dengan mempertimbangkan aspek hukum dan aspek moral\nitulah, maka perjanjian kerja bersama ini disusun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch2>BAB I : PIHAK-PIHAK YANG MENGADAKAN PERJANJIAN KERJA BERSAMA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 1 : Pihak-Pihak Yang Mengadakan Perjanjian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp style=\"text-align:justify;\">PERJANJIAN KERJA BERSAMA PT. FORTA-LARESE\n2018-2020\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:justify;\">Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini dibuat secara\nbersama-sama antara PT. FORTA-LARESE yang didirikan berdasarkan Akte Notaris\nNomor 52 dihadapan Notaris Henk Lumanow dan Surat Ijin Usaha Tetap No\n255\u002FDJAI\u002FIUT2\u002FPMDN\u002FIX\u002F-tanggal 30 September 1981, beralamat di Jalan Raya\nJakarta-Bogor Km. 50 Cijunjung-Bogor, yang dalam hal ini diwakili oleh :\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Franky Tumbelaka\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mustangin Ardani\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp style=\"text-align:justify;\">Selanjutnya disebut Pengusaha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:justify;\">Dengan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:justify;\">Serikat Pekerja Nasional PT. Forta-Larese yang\nberkedudukan di Jalan Raya Jakarta-Bogor Km. 50 Cijunjung-Bogor, yang telah\nterdaftar pada Departemen Ketenagakerjaan Republik Indonesia dengan Nomor\nPendaftaran : 285\u002FSPN.FL\u002F03.32.285\u002F03\u002FX\u002FX\u002F2003 yang dalam hal ini diwakili oleh\n:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Agus Sudrajat\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dedi Saputra\u003Cbr>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Suhendar\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Berlian Sahara\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Muhamad Sunandar\u003Cbr>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Enjah Mulyadi\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Saepul Anwar\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Eka Susilawati\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp style=\"text-align:justify;\">Selanjutnya disebut serikat pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2 style=\"text-align:justify;\">BAB II : UMUM\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:justify;\">Pasal 2 : Istilah-Istilah\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Perusahaan adalah PT. Forta-Larese yang\n    didirikan berdasarkan Akte Notaris Nomor 52 dihadapan Notaris Henk Lumanow\n    dan Surat Ijin Usaha Tetap No. 255\u002FDJAI\u002FIUT-2\u002FPMDN\u002FIX\u002F- tanggal 30\n    September 1981, beralamat di Jalan Raya Jakarta-Bogor Km 50\n  Cijunjung-Bogor.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Pengusaha adalah : Pemilik Perusahaan dan\n    atau orang yang diberi kuasa untuk mengelola jalannya perusahaan dan\n    melakukan tindakan atas nama Pemilik Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Serikat Pekerja adalah Serikat Pekerja\n    Nasional yang sah dan terdaftar di Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bogor\n    dengan nomor pendaftaran : 285\u002FSPN.FL\u002F03.32.285\u002F03\u002FX\u002FX\u002F2003.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Pekerja adalah setiap orang yang mempunyai\n    hubungan kerja dengan perusahaan dengan menerima tugas tertentu dan\n    menerima upah secara tetap.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Pengurus Serikat Pekerja Nasional adalah\n    anggota serikat pekerja nasional yang dipilih oleh anggota untuk memimpin\n    serikat pekerja sesuai dengan Anggaran Dasar\u002FAnggaran Rumah Tangga (AD\u002FART)\n    organisasi.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Atasan adalah level supervisor, section head,\n    manager.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">PKB adalah suatu perjanjian kerja bersama\n    antara Serikat Pekerja dengan Pengusaha sebagaimana termaksud dalam\n    ketentuan Undang-Undang No. 13 tahun 2003 dan Kepmen No. 48 Tahun 2004.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Isteri\u002Fsuami yang sah : Isteri\u002FSuami dari\n    perkawinan pekerja yang sah menurut hukum dan terdaftar pada\n  perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Anak sah pekerja : anak pekerja yang sah dari\n    perkawinan yang sah.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Ahli waris adalah keluarga sedarah baik\n    secara sah maupun luar kawin dan suami\u002Fisteri yang hidup terlama serta\n    anak-anak\u002Fketurunan mereka, mewaris dari orang tua, kakek, nenek\u002Fsemua\n    keluarga sedarah dalam garis lurus keatas.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Upah adalah hak pekerja yang diterima dan\n    dinyatakan dalam bentuk uang sebagai imbalan dari pengusaha kepada pekerja\n    yang ditetapkan dan dibayarkan menurut suatu perjanjian kerja atau\n    perundang-undangan, termasuk tunjangan bagi pekerja dan keluarganya atas\n    suatu pekerjaan dan\u002Fatau jasa yang telah atau akan dilakukan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Upah pokok adalah upah bulanan tetap yang\n    dibayarkan kepada pekerja yang mempunyai pekerjaan tetap.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Premi adalah pemberian uang dari pengusaha\n    kepada pekerja sebagai penghargaan atas suatu prestasi kerja dan\n    produktivitas kerja dimana system dan jumlah diatur dan ditetapkan oleh\n    pengusaha dan diinformasikan kepada serikat pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Pekerja tetap adalah pekerja yang telah\n    melalui masa percobaan atau kontrak yang ditetapkan sebagai pekerja tetap\n    dengan surat keputusan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Waktu kerja adalah waktu waktu yang\n    ditetapkan untuk pekerja berada di tempat kerja sesuai dengan fungsi\n    kerjanya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Waktu istirahat adalah waktu pada saat\n    pekerja dibebaskan dari kewajiban melakukan pekerjaan baik didalam atau\n    diluar perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Hari libur adalah hari libur resmi yang\n    ditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Kerja Lembur adalah pekerjaan yang dilakukan\n    diluar jam kerja yang telah ditetapkan atau atas perintah atasan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Apabila ada anggota yang keberatan, maka\n    terhadap permasalahan tersebut akan dikembalikan pada serikat pekerja yang\n    bersangkutan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) adalah\n    perjanjian kerja untuk waktu tertentu sesuai dengan peraturan\n    perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Iuran Serikat Pekerja adalah iuran untuk\n    serikat pekerja yang pemungutannya dibantu oleh Perusahaan. \n    \u003Cul>\n      \u003Cli>\u003Cstrong>\u003Cstrong>Penjelasan \u003C\u002Fstrong> \u003C\u002Fstrong> \n        \u003Cul>\n          \u003Cli>Iuran anggota serikat pekerja dilakukan berdasarkan AD\u002FART SPN\n            serta undang-undang yang berlaku\u003C\u002Fli>\n          \u003Cli>Apabila ada anggota yang keberatan, maka terhadap permasalahan\n            tersebut akan dikembalikan pada serikat pekerja yang\n          bersangkutan.\u003C\u002Fli>\n        \u003C\u002Ful>\n      \u003C\u002Fli>\n    \u003C\u002Ful>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Cuti adalah dimana pekerja dibebaskan dari\n    pekerjaan dengan mendapat upah pokok.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Tanggungan keluarga adalah suami\u002Fistri dan 3\n    (tiga) anak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Hubungan kerja adalah hubungan antara\n    Pengusaha dengan Pekerja berdasarkan perjanjian kerja, yang mempunyai unsur\n    pekerjaan, upah dan perintah.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Tunjangan adalah suatu penerimaan atau\n    pemberian dari pengusaha kepada pekerja untuk suatu pekerjaan, jabatan atau\n    jasa dan merupakan pendapatan yang tetap dan atau tidak tetap dalam bentuk\n    uang atau barang.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>Pasal 3 : Luasnya PKB\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Perjanjian ini terbatas bagi dan hanya\n    berlaku untuk hal-hal yang tercantum didalamnya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Pengusaha dan serikat pekerja tetap memiliki\n    hak dan kewajiban lain yang diatur atau dilindungi oleh peraturan\n    perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Pengusaha dan serikat pekerja menyadari bahwa\n    apabila dalam pelaksanaan atau penerapan perjanjian kerja bersama maupun\n    dalam pertumbuhan dan perkembangan tidak sesuai dengan peraturan\n    perundang-undangan yang berlaku, maka kedua belah pihak sepakat untuk\n    melakukan penyesuaian.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-coverunion_trigger\">\u003Cli style=\"text-align:justify;\">PKB ini mengikat antara pengusaha dan\n  pekerja.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:justify;\">Pasal 4 : Dasar Hukum PKB\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp style=\"text-align:justify;\">PKB ini dibuat berdasarkan Undang-Undang\nKetenagakerjaan No. 13 tahun 2003 yang mengatur tentang pembuatan PKB antara\nPengusaha dan pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:justify;\">Pasal 5 : Bahasa Yang Dipergunakan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp style=\"text-align:justify;\">PKB ini dibuat dalam bahasa Indonesia dan\nditandatangani oleh kedua belah pihak rangkap 3 (tiga) yang sama bunyinya dan\nmempunyai kekuatan hukum yang sama.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2 style=\"text-align:justify;\">BAB III : PENGAKUAN, JAMINAN DAN FASILITAS\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:justify;\">Pasal 6 : Hak Pengusaha\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp style=\"text-align:justify;\">Serikat pekerja mengakui hak pengusaha untuk\nmengolah di segala bidang secara menyeluruh :\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Menetapkan jumlah tenaga kerja dan\n    penempatannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Menetapkan isi pekerjaan dan waktu kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Membuat peraturan prosedur standar\n    operasional dan keselamatan kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Menetapkan pendayagunaan tenaga kerja secara\n    efisien dengan berbagai metode, proses, prosedur dan jadwal yang terkait\n    dengan mekanisme kerja operasional.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Mengadakan promosi, demosi dan mutasi sesuai\n    dengan ketentuan dalam PKB ini dan peraturan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Mengadakan tindakan disiplin, memberikan\n    surat peringatan, skorsing dalam rangka proses Pemutusan Hubungan Kerja\n    (PHK) dan PHK terhadap pekerja yang melakukan pelanggaran sesuai ketentuan\n    dalam PKB ini dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:justify;\">Pasal 7 : Pengakuan Terhadap Hak Serikat\nPekerja\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Pengusaha mengakui serikat pekerja sebagai\n    satu-satunya serikat pekerja yang sah dalam Perusahaan dan dengan demikian\n    mewakili seluruh pekerja maupun secara bersama-sama (kolektif) dalam\n    masalah ketenagakerjaan atau dalam hal-hal yang berhubungan dengan kerja\n    dan syarat-syarat kerja bagi para pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Pengusaha mengakui bahwa organisasi serikat\n    pekerja punya hak dan kedaulatan sendiri untuk mengatur organisasinya.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:justify;\">Pasal 8 : Fungsi Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp style=\"text-align:justify;\">Pengurus Serikat Pekerja berfungsi mewakili\nanggotanya, baik secara perorangan maupun kolektif dalam hal yang berhubungan\ndengan ketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 9 : Jaminan Bagi Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Pengusaha mengakui keberadaan organisasi\n    serikat pekerja yang punya nomor pencatatan dan daftar anggota di\n    perusahaan dan bertindak untuk dan atas nama anggotanya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Serikat pekerja sebagai badan\u002Forganisasi yang\n    mewakili anggotanya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Serikat pekerja akan sepenuhnya memberikan\n    bantuan terhadap pimpinan dan petugas yang ditunjuk oleh perusahaan dalam\n    membina, mengatur dan menertibkan pekerja sehingga tercipta suasana kerja\n    yang aman, nyaman dan harmonis.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Pekerja yang dipilih dan ditunjuk menjadi\n    anggota pengurus serikat pekerja tidak akan mendapat tekanan dari\n    pengusaha, baik langsung maupun tidak langsung atau mendapat perlakuan\n    diskriminatif serta tindakan pembalasan oleh karena fungsinya.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>Pasal 10 : Bantuan dan Fasilitas Untuk Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Perusahaan memberikan ruang kantor dengan\n    perlengkapan meja, kursi, dan seperangkat computer serta peralatan kantor\n    lainnya untuk menunjang kegiatan serikat pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Perusahaan membantu memotong iuran anggota\n    serikat pekerja berdasarkan nama dan surat kuasa yang diisi dan\n    ditandatangani oleh anggota serikat pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Pengusaha menyerahkan uang iuran anggota\n    serikat pekerja setiap bulan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-TRADEUNLEAV_trigger\">\u003Cli style=\"text-align:justify;\">Pengusaha tetap memberikan upah penuh bagi\n    pengurus serikat pekerja atau anggota yang mengikuti kegiatan organisasi\n    seperti konferensi\u002Fkongres, pelatihan, seminar, rapat di perangkat\n    organisasi dimana dalam mengikuti kegiatan tersebut terlebih dahulu serikat\n    pekerja meminta ijin kepada pengusaha dalam hal ini diwakili oleh bagian\n    personalia dan diketahui oleh atasan masing-masing pekerja tersebut.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Jika dalam keperluan mendesak perusahaan\n    memberikan kebebasan kepada serikat pekerja untuk menjalankan tugas dan\n    fungsinya dengan persetujuan bagian personalia.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Dalam hal menjalankan tugas organisasi\n    serikat pekerja, serikat pekerja akan menghindari tindakan-tindakan yang\n    dapat merugikan perusahaan atau pengusaha.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>Pasal 11 : Hubungan Serikat dengan Perusahaan\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Dalam persoalan\u002Fhal-hal yang menyangkut\n    hubungan industrial perusahaan dan serikat pekerja akan diselesaikan secara\n    musyawarah untuk mencapai mufakat.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Forum bipartite digunakan sebagai sarana\n    melakukan komunikasi antara pekerja dan pengusaha dalam menyelesaikan\n    persoalan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tersebut diatas.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Dalam hal perbedaan pendapat tidak dapat\n    diselesaikan secara bipartite, maka diteruskan sesuai dengan ketentuan\n    perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Dalam hal penyelesaian bipartite, pengusaha\n    diwakili oleh personalia atau orang yang ditunjuk oleh pimpinan, sedangkan\n    yang mewakili pekerja adalah pengurus serikat pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Penyelesaian melalui Penyelesaian Hubungan\n    Industrial (PHI) dapat diwakilkan sesuai dengan ketentuan\n    perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2 style=\"text-align:justify;\">BAB IV : HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:justify;\">Pasal 12 : Penerimaan Pekerja Baru\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp style=\"text-align:justify;\">Serikat pekerja mengakui hak pengusaha untuk\nmenerima pekerja baru dalam mengikuti tuntutan kemajuan dan perkembangan\nperusahaan serta tidak akan mencampuri kebijakan kepegawaian perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:justify;\">Pasal 13 : Syarat Kerja dan Masa Percobaan\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Setiap Warga Negara Indonesia (WNI) \u002F\n    penduduk yang sah dan memenuhi syarat kerja akan dipertimbangkan untuk\n    diterima sebagai calon pekerja tanpa melihat asal usul daerah, bangsa atau\n    kepercayaan agama.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Untuk dapat diterima sebagai pekerja harus\n    memenuhi syarat-syarat kerja yang telah ditetapkan oleh Perusahaan, lulus\n    dalam ujian\u002Fseleksi yang diadakan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrialperiod\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrial\">\u003Cli style=\"text-align:justify;\">Masa percobaan hanya berlaku untuk pekerja\n    tetap dengan jangka waktu paling lama 3 (tiga) bulan terhitung sejak mulai\n    bekerja di perusahaan dan tidak dapat diperpanjang.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Selama masa percobaan pekerja dapat mengikuti\n    pelatihan internal yang diadakan oleh perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Selama masa percobaan, setiap waktu\n    masing-masing dapat memutuskan hubungan kerja tanpa syarat dan tanpa\n    memberikan penggantian kerugian apapun dengan memberitahukan terlebih\n    dahulu alasannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Setiap pekerja baru diharuskan dapat membaca,\n    mengerti dan menandatangani suatu perjanjian kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Seorang pekerja baru yang telah lulus masa\n    percobaan dengan baik diangkat sebagai pekerja tetap sesuai dengan status\n    jabatan yang ditetapkan melalui surat keputusan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Atas pertimbangan porses produksi dan bisnis\n    perusahaan yang dapat juga mengalami pasang surut, maka dalam hal\n    penerimaan pekerja baru dapat menerapkan system perjanjian kerja waktu\n    tertentu (kontrak).\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:justify;\">Pasal 14 : Mutasi\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Serikat pekerja mengakui hak pengusaha untuk\n    memindahkan (mutasi) pekerja sesuai dengan prosedur yang berlaku dengan\n    mengeluarkan surat keputusan mutasi dan ditembuskan kepada serikat\n  pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Dalam hal penentuan tugas penempatan serta\n    pemindahan (mutasi) pekerja perusahaan mempertimbangkan efisiensi dan\n    efektifitas kerja serta kebutuhan perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Pekerja wajib melaksanakan mutasi yang\n    dilakukan oleh atasannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Mutasi pekerja tidak mengubah gaji atau upah\n    pokok yang diterima pekerja.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>Pasal 15 : Promosi\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Pengusaha dapat menaikkan jabatan seorang\n    pekerja (promosi) sesuai dengan kebutuhan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Promosi jabatan mengacu kepada hasil\n    penilaian prestasi kerja, analisa profil kompetensi dan hasil tes psikologi\n    dari pekerja yang akan dipromosikan sesuai dengan prosedur yang berlaku\n    serta dibuatkan Surat Keputusan kepada yang bersangkutan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Masa percobaan promosi adalah 3 (tiga) bulan.\n    Apabila pekerja yang dipromosi tidak lulus masa percobaan, maka perusahaan\n    dapat memperpanjang masa percobaan promosi selama 3 (tiga) bulan lagi.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Apabila pekerja lulus masa percobaan promosi\n    maka perusahaan wajib mengeluarkan surat keputusan disertai kenaikan\n    tunjangan dan fasilitas yang disesuaikan dengan posisi baru.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:justify;\">Pasal 16 : Demosi\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Pengusaha dapat menurunkan jabatan seorang\n    pekerja (demosi) serta dibuatkan Surat Keputusan kepada yang\n  bersangkutan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-discrimination\">\u003Cli style=\"text-align:justify;\">Demosi jabatan dilakukan berdasarkan\n    penilaian objektif terhadap pekerja yang tidak kompeten atau tidak mampu\n    terhadap jabatannya saat ini dan bukan berdasarkan diskriminasi.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Apabila pekerja harus di demosi, maka\n    tunjangan dan fasilitas disesuaikan dengan posisi yang baru.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>Pasal 17 : Penilaian Prestasi Kerja\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Penilaian prestasi kerja dilakukan oleh atasan berdasarkan kompetensi\n    fungsional, kompetensi kepemimpinan\u002Fperilaku, kompetensi umum dan disiplin\n    kerja dimana penilaiannya dilakukan secara obyektif dengan form\n  standar.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Persyaratan dan perbaikan penilaian sesuai kecakapan dan prestasi kerja\n    seseorang ditentukan oleh atasan dan diketahui oleh pekerja yang\n    bersangkutan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:justify;\">Pasal 18 : Pengembangan Karir\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Pengusaha memberikan kesempatan kepada\n    pekerja untuk mengembangkan karir sesuai keahlian pekerja tanpa membedakan\n    suku, agama, ras dan etnis.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Pengusaha memberikan penilaian terhadap\n    prestasi kerjanya yang dipandang secara umum baik dan memiliki kemampuan\n    untuk dipromosikan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>Pasal 19 : Perjalanan Dinas\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp style=\"text-align:justify;\">Pengusaha berhak untuk mengirim atau menugaskan\npekerja ke tempat kerja diluar pabrik untuk menjalankan suatu tugas dalam kurun\nwaktu tertentu dan pekerja wajib menjalankan tugas tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 20 : Pernikahan Antar Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Dalam rangka mengantisipasi pertentangan antar sesame pekerja, baik\n    pekerja dengan pekerja maupun pekerja dengan pengusaha, maka sebaiknya di\n    dalam perusahaan tidak terdapat pekerja yang berstatus suami.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pada saat ditetapkannya PKB ini dan sebelumnya di dalam perusahaan\n    terdapat suami isteri maka hal ini dapat atau diperbolehkan untuk bekerja\n    dengan berlainan departemen atau bagian dimana salah satunya dapat\n    dimutasikan ke bagian yang lain.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB V : HARI KERJA DAN JAM KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 21 : Hari dan Jam Kerja serta Istirahat\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp style=\"text-align:justify;\">Pengusaha menentukan hari dan jam kerja\ndidasarkan kepada kebutuhan perusahaan dan sesuai dengan ketentuan perundang\nundangan yang berlaku. Waktu kerja di perusahaan disesuaikan dengan keadaan dan\nsifat dari pekerjaan tersebut di setiap bagian. Setiap penyimpangan terhadap\njam kerja dilaksanakan setelah memberitahukan kepada Dinas Tenaga Kerja\nKabupaten Bogor.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Waktu kerja di perusahaan diatur sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Hari kerja biasa : \n    \u003Cul>\n      \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek_select\">\u003Cli>Hari kerja perusahaan adalah 5 (lima) hari dalam seminggu\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n      \u003C\u002Ful>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday_select\">\u003Cul>\u003Cli>Jam kerja perusahaan adalah 40 (empat puluh) jam seminggu\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Pekerjaan yang dilakukan melebihi jam kerja sehari dan seminggu\n        dihitung sebagai jam kerja lembur\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Waktu jam kerja perusahaan diatur sebagai berikut :\u003C\u002Fli>\n    \u003C\u002Ful>\n\n    \u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n      \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n      \u003Ccol>\n      \u003Ccol>\n      \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>Senin s\u002Fd Kamis\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>Jum'at\u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd>Kerja\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>08.00 - 17.00\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>08.00 – 17.00\u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd>Istirahat\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>12.00 – 12.55\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>11.30 – 12.50\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\n        \u003C\u002Ftr>\n      \u003C\u002Ftbody>\n    \u003C\u002Ftable>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Hari kerja shift : \n    \u003Cp>Dalam hal perusahaan menentukan untuk kerja bergilir (shift) karyawan\n    harus siap untuk melakukan kerja bergilir tersebut yang diatur sebagai\n    berikut : \u003C\u002Fp>\n\n    \u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n      \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n      \u003Ccol>\n      \u003Ccol>\n      \u003Ccol>\n      \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd colspan=\"4\">7 Jam Shift\u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd>\u003Cstrong>Shift 1\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>\u003Cstrong>Senin s\u002Fd Kamis\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>\u003Cstrong>Jum’at\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>\u003Cstrong>Sabtu\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd>Kerja\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>07.00 – 11.00\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>07.00 – 11.30\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>07.00 – 12.00\u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd>Istirahat\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>11.00 – 11.55\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>11.30 – 12.50\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd>Kerja\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>11.55 – 15.00 \u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>12.50 – 15.00\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd>\u003Cstrong>Shift II\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>\u003Cstrong>Senin s\u002Fd Kamis\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>\u003Cstrong>Jum’at\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd>Kerja\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>15.00 – 18.00\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>15.30 – 18.00\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd>Istirahat\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>18.00 - 19.00 \u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd>Kerja\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>19.00 – 23.00\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd>\u003Cstrong>Shift III\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>\u003Cstrong>Senin s\u002Fd Jum'at\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>\u003Cstrong>Sabtu\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd>Kerja\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>23.00 – 03.00\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>17.00 – 18.00\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd>Istirahat\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>03.00 – 04.00\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>18.00 – 18.30\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd>Kerja\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>04.00 – 07.00\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>18.30 – 22.30\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n      \u003C\u002Ftbody>\n    \u003C\u002Ftable>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Khusus jam kerja di bulan Puasa\u002FRamadhan : \n\n    \u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n      \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n      \u003Ccol>\n      \u003Ccol>\n      \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd>\u003Cstrong>Non shift (normal)\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>\u003Cstrong>Senin s\u002Fd Kamis\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>\u003Cstrong>Jum’at\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd>Kerja\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>07.00 – 16.00\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>07.00 – 16.00\u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd>Istirahat\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>12.00 – 12.55\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>11.30 – 12.50\u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd>\u003Cstrong>Shift II (5 hari kerja)\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd>Kerja\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>15.00 – 18.00\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>15.30 – 18.00\u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd>Istirahat\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>18.00 – 19.00\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>18.00 – 19.00\u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd>Kerja\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>19.00 – 24.00\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>19.00 – 00.30\u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n      \u003C\u002Ftbody>\n    \u003C\u002Ftable>\n  \u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:justify;\">Pasal 22 : Kerja Lembur\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Pada dasarnya kerja lembur adalah sukarela\n    bagi pekerja kecuali hal-hal berikut: \n    \u003Cul>\n      \u003Cli>Dalam hal terdapat pekerjaan yang harus diselesaikan dengan\n      segera\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Dalam hal apabila pekerjaan tidak diselesaikan menimbulkan kerugian\n        bagi perusahaan dapat mengganggu kelancara produksi.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Dalam hal darurat dan apabila ada pekerjaan yang jika tidak segera\n        diselesaikan akan membahayakan kesehatan dan keselamatan orang.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Kerja lembur dilakukan atau perintah atasan.\u003C\u002Fli>\n    \u003C\u002Ful>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-OVERTIME_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype_general\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1_general\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1\">Dasar perhitungan upah lembur secara umum\n    mengacu kepada Surat Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. 102\u002FMen\u002FVI\u002F2004,\n    adalah sebagai berikut: \n    \u003Cul>\n      \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Pada hari kerja biasa : \n        \u003Cul>\n          \u003Cli>Untuk jam kerja lembur pertama = 1 ½ x upah sejam\u003C\u002Fli>\n          \u003Cli>Untuk setiap jam lembur berikutnya harus dibayar upah sebesar 2 x\n            upah sejam.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cul>\n        \u003C\u002Ful>\n      \u003C\u002Fli>\n      \u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SUNDAY_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowanceperc1\">Pada hari-hari istirahat mingguan atau\n        hari raya resmi : \n        \u003Cul>\n          \u003Cli>Untuk setiap jam dalam batas 7 (tujuh) jam atau 5 (lima) jam\n            apabila hari raya tersebut jatuh pada hari kerja terpendek pada\n            salah satu hari dalam 6 (enam) hari kerja seminggu dibayar 2x upah\n            sejam.\u003C\u002Fli>\n          \u003Cli>Untuk jam pertama selebihnya dari 7 (tujuh) jam atau 5 (lima) jam\n            apabila hari raya tersebut jatuh pada hari kerja terpendek pada\n            salah satu hari dalam 6 (enam) hari kerja seminggu dibayar 3x upah\n            sejam dan untuk jam kedua dan seterusnya dibayar 4x upah sejam.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\n        \u003C\u002Ful>\n      \u003C\u002Fli>\n      \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Dasar perhitungan upah sejam = 1\u002F173 upah\n        sebulan.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\n    \u003C\u002Ful>\n    \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch2>BAB VI : PENGUPAHAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 23 : Penyesuaian Pengupahan\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Sesuai dengan status pekerja maka sistem\n    pengupahan ditetapkan berdasarkan upah bulanan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Pembayaran upah dilakukan setiap akhir bulan\n    melalui bank.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>Pasal 24 : Penyesuaian Upah\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_provision\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_government\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-LOWWAGE_trigger\">\u003Cli>Pengusaha wajib memenuhi ketentuan Upah Minimum Kabupaten (UMK) yang\n    berlaku dari pemerintah.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003C\u002Fol>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SENIOR_trigger\">\u003Col>\u003C\u002Fol>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight focus\" id=\"clause-longserviceallowancetype\">\u003Col>\u003Cli>Pengusaha memberikan kelebihan upah dengan mempertimbangkan masa kerja\n    atas dasar kondisi kemampuan perusahaan. Komposisi penghargaan masa kerja\n    sebagai berikut :\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Masa kerja 1 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>UMK\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Masa kerja 1 tahun - &lt; 6 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>UMK + Rp. 3.500\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Masa kerja 6 tahun -&lt; 12 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>UMK + Rp. 5.500\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Masa kerja 12 tahun - &lt; 18 tahun\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>UMK + Rp. 7.500\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Masa kerja 18 tahun keatas\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>UMK + Rp. 8.500\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:justify;\">Pasal 25 : Pembayaran Upah Selama Sakit\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspaytype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspayperc\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknesspay\">Seorang pekerja yang terus menerus dalam\n    perawatan\u002Fpengobatan dan tidak dapat memenhi tugasnya, selama masa sakitnya\n    yang dibenarkan oleh dokter yang ditunjuk oleh perusahaan akan mendapat\n    upah sebagai berikut : \n    \u003Cul>\n      \u003Cli>Selama 4 (empat) bulan pertama 100% upah\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Selama 4 (empat) bulan kedua 75% upah\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Selama 4 (empat) bulan ketiga 50% upah\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Untuk selanjutnya 25% upah\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\n    \u003C\u002Ful>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdaysnr\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdays\">\u003Cli style=\"text-align:justify;\">Bila sesudah 12 (dua belas) bulan pekerja\n    yang dimaksud dalam butir 1 pasal ini masih dalam perawatan dan tidak dapat\n    melakukan pekerjaannya maka pekerja tersebut dinyatakan tidak mampu bekerja\n    lagi dan akan diberhentikan sesuai dengan UU No. 13 tahun 2003 pasal\n  172.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>Pasal 26 : Tunjangan-Tunjangan\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Kepada pekerja disamping upah pokok diberikan\n    tunjangan hadir, tunjangan shift, tunjangan makan, tunjangan transport dan\n    tunjangan hari raya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Untuk pekerja yang memiliki jabatan,\n    disamping mendapatkan tunjangan-tunjangan sebagaimana diatur dalam ayat 1\n    diatas, juga menapatkan tunjangan jabatan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>Pasal 27 : Tunjangan Hari Raya\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha memberikan Tunjangan Hari Raya kepada Pekerja satu kali dalam\n    setahun sebesar 1 (satu) bulan upah pokok dan tunjangan tetap. Perusahaan\n    akan memberikan penyesuaian tersendiri berdasarkan prestasi kerja pekerja\n    yang juga bersangkutan dengan masa kerja seperti table berikut : \n    \u003Cp style=\"margin-left:4em\">\u003Cstrong>Table Tunjangan Hari Raya\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\n    \u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n      \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n      \u003Ccol>\n      \u003Ccol>\n      \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd>0 - &lt; 1 tahun\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\" colspan=\"2\">Masa Kerja X Upah per bulan \n            \u003Cp>12\u003C\u002Fp>\n          \u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd rowspan=\"2\">Masa Kerja\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\" colspan=\"2\">Prestasi kerja setahun\u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Cukup\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Baik\u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd>1-2 tahun \u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">100\n            %\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">100%\u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd>2-5 tahun \u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">100%\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">106%\u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd>5-10 tahun\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">107%\n          \u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">111%\u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd>10-15 tahun\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">117%\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">121%\u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd>15-21 tahun\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">127%\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">131%\u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd>&gt; 21 tahun\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">137%\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">141%\u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n      \u003C\u002Ftbody>\n    \u003C\u002Ftable>\n    \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-oncerise_detail\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype2\">Pekerja yang telah mempunyai masa kerja 3\n    bulan dan telah lulus masa percobaan atau lebih secara terus menerus tetapi\n    kurang dari 12 bulan diberikan Tunjangan Hari Raya secara proporsional\n    dengan masa kerja yakni dengan perhitungan : \n    \u003Cp style=\"margin-left:2em;\">\u003Cem>Masa Kerja X Upah Per Bulan \u002F 12\u003C\u002Fem>\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Pembayaran Tunjangan Hari Raya\n    selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sebelum hari raya keagamaan tiba.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:justify;\">Pasal 28 : Tunjangan Uang Makan dan\nTransport\u003C\u002Fh3>\n\u003Col style=\"text-align:justify;\">\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-MEALALL_trigger\">\u003Cli>Pengusaha memberikan tunjangan uang makan sebesar Rp. 2.500,- (dua ribu\n    lima ratus rupiah) per kehadiran.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-commutingallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-COMMUTE_trigger\">\u003Cli>Pengusaha memberikan tunjangan transport sebesar Rp. 2.500,- (dua ribu\n    lima ratus) per kehadiran.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:justify;\">Pasal 29 : Tunjangan Kehadiran\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp style=\"text-align:justify;\">Kepada seluruh pekerja yang hadir terus-menerus\nselama 1 (satu) bulan penuh diberikan tunjangan hadir sebesar Rp. 25.000,- (dua\npuluh lima ribu rupiah) dan dibayarkan pada akhir bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 30 : Tunjangan Shift\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-shiftallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-NOCTPREM_trigger\">\u003Cli style=\"text-align:justify;\">Pekerja yang bekerja pada shift II dan shift\n    III diberikan tunjangan shift sebesar Rp. 2.250,- (dua ribu dua ratus lima\n    puluh rupiah) untuk shift II dan Rp. 2,500,- (dua ribu lima ratus rupiah)\n    untuk shift III.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Tunjangan shift diatas dipengaruhi oleh\n    kehadiran.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>Pasal 31 : Tunjangan Jabatan Kepala Seksi\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Kepada pekerja yang menjabat sebagai kepala\n    seksi diberikan Tunjangan Jabatan sebesar Rp. 100.000 (seratus ribu rupiah)\n    setiap bulan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Tunjangan jabatan bersifat tetap.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Jika terjadi penurunan jabatan (demosi) atau\n    terjadi kenaikan jabatan (promosi), maka tunjangan jabatan akan disesuaikan\n    dengan posisi baru seperti yang dimaksud dalam pasal 16 (ayat 3).\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>Pasal 32 : Bantuan Untuk Keluarga Pekerja yang Ditahan\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Pekerja yang ditahan oleh pihak yang berwajib\n    tidak mendapat upah dan pihak keluarga yang ditinggalkan diberikan bantuan\n    sebagai berikut : \n    \u003Cul>\n      \u003Cli>\u003Cp>Untuk 1 orang tanggungan sebesar 25% dari upah pokok\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Untuk 2 orang tanggungan sebesar 35% dari upah pokok\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Untuk 3 orang tanggungan sebesar 45% dari upah pokok\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Untuk 4 orang tanggungan sebesar 50% dari upah pokok\u003C\u002Fli>\n    \u003C\u002Ful>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Pengaturan pembayaran bantuan tersebut diatas\n    adalah mengacu pada UU No. 13 tahun 2003 pasal 160.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Jika seorang pekerja ditahan, tetapi\n    penahanan itu tidak diteruskan dengan suatu hukuman, maka pengusaha tidak\n    diwajibkan untuk memberikan ganti rugi, kecuali jika penahanan itu\n    dilakukan berdasarkan tuduhan dari pengusaha sehingga pengusaha dapat\n    diwajibkan memberi ganti rugi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VII: PEMBEBASAN KEWAJIBAN UNTUK BEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 33 : Istirahat \u002F Libur\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-bankholidays1\">Pada hari-hari libur resmi atau libur yang ditetapkan oleh pemerintah\n    untuk tidak bekerja dengan mendapat upah tetap.\u003C\u002Fdiv>\u003Cbr>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Apabila dipandang perlu perusahaan akan menetapkan pergeseran\u002Fpenggantian\n    hari libur yang mana dibicarakan secara resmi terlebih dahulu dengan\n    pengurus serikat pekerja.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>Pasal 34 : Istirahat Mingguan\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-schedulesrestpw\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SCHEDULE_trigger\">\u003Cli>Bagi pekerja yang bekerja di hari kerja biasa, setelah bekerja selama 5\n    hari berturut-turut kepada pekerja diberikan istirahat 2 hari.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Bagi pekerja yang bekerja shift 6 hari, setelah 6 hari bekerja\n    berturut-turut kepada pekerja diberikan istirahat 1 hari.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Untuk pekerja yang bekerja shift 5 hari diberikan istirahat mingguan 2\n    hari.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:justify;\">Pasal 35 : Cuti Tahunan\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysweeks\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysdays\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAIDLEAV_trigger\">\u003Cli style=\"text-align:justify;\">Pekerja berhak atas cuti tahunan yaitu\n    sekurang-kurangnya 12 (dua belas) hari kerja setelah pekerja yang\n    bersangkutan bekerja selama 12 (dua belas) bulan secara terus menerus.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Dalam hal pembagian cuti tahunan seperti yang\n    dimaksud ayat 1diatas, ditentukan sebagai berikut : \n    \u003Cul>\n      \u003Cli>6 (enam) hari cuti tahunan dilakukan pada hari raya Idul Fitri. Jika\n        dibutuhkan oleh perusahaan maka pelaksanaan cuti ini akan dirundingkan\n        kembali antara pengusaha dan serikat pekerja.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>6 (enam) hari sisanya diambil secara perorangan dengan tidak bisa\n        digabungkan cuti tahunan seperti yang tersebut dalam ayat 2 (a).\n        pengajuan cuti minimal 1 minggu sebelum hari cuti dan telah disetujui\n        oleh atasan.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Sisa cuti tahunan yang belum diambil dalam tahun tersebut akan gugur\n        dan tidak akan diganti dengan uang kecuali atas permintaan pimpinan\n        perusahaan.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Jika sampai batas akhir pengambilan cuti masih ada sisa cuti, maka\n        sisa cuti maximum 2 hari dapat diambil sampai akhir Februari tahun\n        berikutnya.\u003C\u002Fli>\n    \u003C\u002Ful>\n  \u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:justify;\">Pasal 36 : Istirahat Sakit Karena Haid\u003C\u002Fh3>\n\u003Col style=\"text-align:justify;\">\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-menstruationleave\">\u003Cli style=\"text-align:justify;\">Pekerja perempuan yang dalam masa haid\n    merasakan sakit dan memberitahukan kepada Pengusaha, tidak wajib bekerja\n    pada hari pertama dan hari kedua pada waktu haid.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Pelaksanaan ketentuan sebagaimana ayat (1)\n    harus dibuktikan dengan surat keterangan dokter yang sah.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:justify;\">Pasal 37 : Cuti Melahirkan \u002F Gugur\nKandungan\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleave\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveall\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleavepay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleavepayperc\">\u003Cli style=\"text-align:justify;\">Pekerja wanita berhak memperoleh cuti\n    melahirkan selama 1 ½ bulan (satu setengah) bulan sesudah melahirkan dan 1\n    ½ (satu setengah) bulan sesudah melahirkan dengan mendapat upah.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Pekerja wanita yang akan melahirkan berhak\n    atas cuti hamil selama 1 ½ (satu setengah) bulan sebelum melahirkan dan 1\n    ½ (satu setengah) bulan sesudah melahirkan dengan mendapat upah.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityotherclause\">\u003Cli style=\"text-align:justify;\">Pekerja wanita mengalami gugur kandungan\n    melampirkan Surat Keterangan Dokter\u002FBidan yang merawatnya setelah mengalami\n    gugur kandungan.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Pekerja wanita yang akan menggunakan hak cuti\n    melahirkan harus mengajukan permohonan tertulis dan diserta dengan Surat\n    Keterangan Dokter\u002FBidan.\u003Cbr>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Tata cara pengajuan cuti melahirkan\u002Fkeguguran\n    harus mengikuti prosedur yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:justify;\">Pasal 38 : Ijin Meninggalkan Pekerjaan dengan\nUpah Penuh\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleavepay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleavepayperc\">Perusahaan dapat memberikan ijin dengan upah\n    penuh apabila : \n    \u003Cul>\n      \u003Cli>Pekerja sendiri menikah; selama 3 hari\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Mengkhitankan\u002Fbabtis anak sendiri ; selama 2 hari\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Menikahkan anak ; selama 2 hari\u003C\u002Fli>\n      \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelativesleave\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-deathrelatives\">\u003Cli>Anggota keluarga meninggal dunia, yaitu suami\u002Fisteri\u002Fanak\u002Forang tua\n        kandung\u002Fmertua; selama 2 hari\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n      \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleaveduration\">\u003Cli>Pada waktu istri sah melahirkan ; 2 hari.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\n      \u003Cli>Anggota keluarga (kakek, nenek, saudar kandung) dalam satu rumah\n        meninggal dunia; selama 1 hari.\u003Cbr>\n      \u003C\u002Fli>\n    \u003C\u002Ful>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Izin meninggalkan pekerjaan tersebut dalam\n    ayat 1 diatas harus diperoleh terlebih dahulu dari pengusaha, kecuali dalam\n    hal darurat atau mendesak bukti-bukti dapat diajukan kemudian.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Atas pertimbangan dan kebijaksanaan\n    pengusaha, ijin meninggalkan pekerja diluar ketentuan diatas dapat\n    diberikan dengan tanpa mendapatkan upah.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Pekerja yang tidak bekerja karena sakit maka\n    harus dibuktikan dengan surat keterangan dokter yang ditentukan oleh\n    perusahaan seperti BPJS Kesehatan, mendapatkan upah penuh.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Surat keterangan dokter diluar dari yang\n    sudah ditentukan oleh perusahaan seperti BPJS Kesehatan, dinyatakan tidak\n    berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Ijin meninggalkan pekerjaan karena menunaikan\n    Ibadah Haji tetap mendapatkan upah penuh.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Setiap pekerja yang meninggalkan pekerjaan\n    tanpa mendapatkan ijin resmi dari Pengusaha dinyatakan mangkir dan tidak\n    mendapatkan upah\u002Fgaji.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VIII : JAMINAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN TENAGA KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 39 : Jaminan Sosial Tenaga Kerja\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SOCSEC_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilitypay\">\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccess\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SOCSEC_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilitypay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpay\">Perusahaan berkewajiban mengikutsertakan\n    semua pekerja dalam program BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan\n    berdasarkan Undang-Undang No. 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara\n    Jaminan Sosial (BPJS). \n    \u003Cul>\n      \u003Cli>A - BPSJ Ketenagakerjaan, antara lain : \n        \u003Cul>\n          \u003Cli>Jaminan Kecelakaan Kerja\u003C\u002Fli>\n          \u003Cli>Jaminan Kematian .\u003C\u002Fli>\n          \u003Cli>Jaminan Hari Tua.\u003C\u002Fli>\n          \u003Cli>Jaminan Pensiun\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003Cli>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003Cli>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003Cli>\u003Cul>\n        \u003C\u002Ful>\n      \u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>B - BPJS Kesehatan\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\n    \u003C\u002Ful>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilityfund\">Besarnya iuran jaminan social tersebut diatas\n    adalah : \n    \u003Cul>\n      \u003Cli>Untuk jaminan kecelakaan kerja, jaminan pemeliharaan kesehatan dan\n        jaminan kematian ditanggung oleh perusahaan.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul>\u003C\u002Ful>\u003Cul>\n      \u003Cli>Untuk jaminan hari tua ditanggung oleh perusahaan dan pekerja dengan\n        perincian: ditanggung perusahaan sebesar 3.7% dari upah sebulan.\n        Ditanggung pekerja sebesar 2% dari upah sebulan.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-pensionfund\">\u003Cli>Untuk Jaminan Pensiun, iuran tanggung oleh perusahaan dan pekerja\n        dengan perincian : 2% perusahaan dan 1% pekerja.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n      \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurance\">\u003Cli>Untuk Jaminan Kesehatan, rinciannya 4% dari perusahaan dan 1% dari\n        pekerja\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n    \u003C\u002Ful>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Perusahaan memberikan catatan saldo BPJS\n    Ketenagakerjaan pada pekerja setiap tahun sekali setelah mendapat catatan\n    saldo tersebut dari BPJS.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Perusahaan berkewajiban memberikan kartu BPJS\n    pada pekerja setelah mendapatkan kartu BPJS.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:justify;\">Pasal 40 : Sarana Ibadah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp style=\"text-align:justify;\">Perusahaan memberikan fasilitas ruangan atau\ntempat beribadah di dalam lokasi perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:justify;\">Pasal 41 : Pakaian Kerja\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Pakaian seragam akan diberikan kepada pekerja\n    tetap.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Pekerja tetap mendapatkan penggantian baju\n    sebanyak 2 (dua) potong yang pelaksanaannya dilaksanakan pada bulan\n    September.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Selama hari kerja dan berada dalam lingkungan\n    perusahaan, pekerja wajib mengenakan baju seragam kerja yang telah\n    diberikan oleh perusahaan. Pekerja harus memelihara kerapihan pakaian\n    seragam demi menjaga nama baik perusahaan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:justify;\">Pasal 42 : Koperasi Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Perusahaan bersama-sama dengan pengurus\n    koperasi berkewajiban dan bertanggung jawab atas pembinaan dan\n    pendayagunaan koperasi pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Sebagai bentuk tanggung jawab, perusahaan dan\n    pimpinan koperasi mengadakan evaluasi program koperasi pekerja yang terkait\n    dengan pengelolaan modal sesuai dengan ayat 1 di atas.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Kegiatan koperasi dilakukan diluar jam\n  kerja.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:justify;\">Pasal 43 : Darmawisata \u002F Rekreasi\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Perusahaan mengadakan darmawisata\u002Frekreasi\n    setiap 1 (satu) tahun sekali dengan kemampuan dan anggaran yang ditetapkan\n    oleh pengusaha.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Panitia pelaksana dikoordinir oleh pengusaha\n    dan serikat pekerja.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:justify;\">Pasal 44 : Olah Raga dan Kesenian\u003C\u002Fh3>\n\u003Col style=\"text-align:justify;\">\n  \u003Cli>Perusahaan dan serikat pekerja memberikan perhatian sepenuhnya kepada\n    pengembangan\u002Fpembinaan olah raga dan kesenian bagi pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perusahaan akan membantu menyediakan fasilitas dan biaya yang diperlukan\n    untuk kegiatan tersebut sesuai dengan anggaran yang ditentukan oleh\n    pengusaha.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:justify;\">Pasal 45 : Fasilitas Tempat Untuk Makan dan\nMinum\u003C\u002Fh3>\n\u003Col style=\"text-align:justify;\">\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Perusahaan menyediakan tempat khusus bagi\n    pekerja untuk makan yang memadai menurut standar kesehatan di dalam\n    lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Perusahaan menyediakan instalasi air minum\n    (yang sehat dan higenis) dilingkungan perusahaan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2 style=\"text-align:justify;\">BAB IX : KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:justify;\">Pasal 46 : Keselamatan dan Kesehatan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-code_application\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetypolicy\">\u003Cli style=\"text-align:justify;\">Setiap pekerja wajib menjaga keselamatan diri\n    dengan meningkatkan disiplin dan aturan perundang-undangan K3, sesuai\n    dengan Undang-Undang No. 1 Tahun 1970.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-protectiveclothing\">\u003Cli style=\"text-align:justify;\">Setiap pekerja wajib memakai alat-alat\n    keselamatan kerja yang telah disediakan oleh perusahaan, serta mengikuti\n    dan mematuhi ketentuan-ketentuan mengenai keselamatan dan kesehatan\n  kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Apabila pekerja menemukan hal-hal yang dapat\n    membahayakan keselamatan kerja di dalam perusahaan secepatnya harus\n    melaporkan kepada atasannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Perusahaan wajib menyediakan alat-alat\n    pengaman yang harus dipakai sewaktu melaksanakan tugas pekerjaan dan\n    sekaligus wajib melakukan pemeriksaan secara berkala terhadap alat pengaman\n    tersebut.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetytraining\">\u003Cli style=\"text-align:justify;\">Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan\n    kerja (P2K3), wajib memberikan penyuluhan, pendidikan dan bertanggung jawab\n    atas ditaati dan dilaksanakannya ketentuan K3 serta kelayakan alat-alat K3.\n    Perusahaan dan serikat pekerja membantu sepenuhnya tugas-tugas P2K3.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Perusahaan menyediakan obat-obatan ringan\n    untuk pertolongan pertama bagi pekerja yang mengalami sakit maupun\n    kecelakaan kerja (P3K).\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Perusahaan dapat meminta ganti rugi sebagaian\n    atau sepenuhnya kepada pekerja yang merusak dan\u002Fatau menghilangkan\n    alat-alat keselamatan kerja karena kelalaian atau kecerobohannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Pekerja wajib melaporkan segenap kejadian\n    yang terjadi di lingkungan kerjanya kepada atasannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Semua pekerja diwajibkan aktif mengambil\n    bagian dalam usaha pencegahan dan penanggulangan kecelakaan\u002Fkebakaran di\n    lingkungan kerjanya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Alat-alat keselamatan kerja merupakan\n    fasilitas dari perusahaan dan tidak dibenarkan untuk\n    disalahgunakan\u002Fdipindahtangankan kepada yang tidak berhak.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Perusahaan menyediakan fasilitas locker\n    sesuai dengan kondisi perusahaan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB X : PROGRAM PENINGKATAN PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 47 : Program Pelatihan dan Pengembangan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-trainingprogrammes\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-TRAINING_trigger\">\u003Cp style=\"text-align:justify;\">Untuk peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia,\nmaka perusahaan mengadakan program-program pelatihan dan pengembangan yang mana\ndalam pelaksanaannya diselenggarakan sendiri atau dengan melalui lembaga\npendidikan lain baik di dalam maupun di luar negeri.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XI : TATA TERTIB DAN DISIPLIN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 48 : Produktivitas\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pengusaha dan serikat pekerja menyadari akan pentingnya produktivitas\n    kerja sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh pengusaha.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap pekerja harus menjunjung tinggi budaya kerja terunggul, pencapaian\n    sasaran mutu dan harus bekerja sesuai dengan standar yang telah atau yang\n    akan ditentukan, sehingga tidak menimbulkan kerugian bagi perusahaan, baik\n    berupa : \n    \u003Cul>\n      \u003Cli>Waktu.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Barang rusak (bahan material, barang jadi, aset perusahaan).\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Pekerjaan diulangi.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Perlengkapan pekerjaan.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Lingkungan kerja\u003C\u002Fli>\n    \u003C\u002Ful>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap pekerja diharuskan untuk mendukung perusahaan dalam program\n    penurunan biaya untuk mencapai daya persaingan yang kuat melalui\n    penghematan dan perbaikan kerja ke tahap yang lebih baik secara terus\n    menerus.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Setiap pekerja mendukung pengusaha untuk meningkatkan produktivitas yang\n    tinggi, pencapaian sasaran mutu dan sasaran daya penurunan biaya yang\n    sedang dan yang akan dicapai selama tidak bertentangan dengan norma kerja\n    yang berlaku di perusahaan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>Pasal 49 : Kewajiban Dasar Perusahaan\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Memberikan upah dengan tunjangan-tunjangan\n    lainnya sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku\u002FPKB.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Memberikan kesempatan kepada pekerja untuk\n    mengembangkan prestasinya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Melakukan usaha-usaha perbaikan demi\n    kelangsungan hidup perusahaan dengan tidak keluar dari perundang-undangan\n    yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:justify;\">Pasal 50 : Hak-Hak Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\u003Col style=\"text-align:justify;\">\n  \u003Cli>Memperoleh upah\u002Fgaji yang layak bagi pekerja dan keluarganya sesuai\n    dengan aturan yang ada.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Memperoleh pakaian seragam setiap tahunnya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menyampaikan pendapat kepada atasannya langsung.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menjunjung tinggi isi perjanjian kerja bersama dan menjaga nama baik\n    perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Hak atas libur dan cuti tahunan serta cuti haid bagi pekerja wanita.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Hak atas keselamatan dan kesehatan kerja\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:justify;\">Pasal 51 : Tata Tertib\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp style=\"text-align:justify;\">Pekerja diwajibkan mematuhi tata tertib kerja\nsebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\u003Col style=\"text-align:justify;\">\n  \u003Cli>Melakukan tugas pada waktu yang telah ditentukan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mematuhi jam kerja yang telah diatur oleh pengusaha dalam hal kegiatan\n    tertentu untuk kelancaran jalannya produksi atau jalannya kegiatan\n    perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Mematuhi semua instruksi dari atasan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Memakain seragam, tanda pengenal karyawan dan perlengkapan kerja yang\n    telah disiapkan dengan rapi sopan dan bersih sesuai dengan norma kepatutan\n    dan ketentuan perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menjaga kebersihan lingkungan kerja baik disaat menjalankan tugas maupun\n    disaat istirahat dilingkungan perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Memelihara keselamatan dan kebersihan dengan baik peralatan kerja,\n    mesin-mesin serta perlengkapan kerjanya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Segera memberitahukan kepada bagian personalia tentang perubahan\n    alamat\u002Ftempat tinggal terakhir, dan status nikah paling lambat 1 (satu)\n    bulan setelah ada perubahan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menjaga ketertiban dan ketenangan kerja di lingkungan perusahaan dan\n    tidak mengganggu ketenangan orang lain.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tidak dibenarkan menolak pemeriksaan dari security terhadap dirinya serta\n    harus mematuhi ketentuan-ketentuan yang berkaitan dengan ketertiban dan\n    keamanan perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Sebelum memulai tugas pekerjaannya, pekerja harus terlebih dahulu\n    memeriksa setiap peralatan, perlengkapan serta bahan-bahan\u002Fmaterial yang\n    akan dipakainya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tidak dibenarkan menolak mutasi kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Tidak dibenarkan memperlambat, menghalangi kelancaran jalannya produksi\n    maupun kegiatan kantor\u002Fperusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Menjalankan, mempertahankan dan meningkatkan prestasi kerja yang tinggi\n    untuk mencapai VISI dan MISI perusahaan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:justify;\">Pasal 52 : Larangan-Larangan Bagi Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp style=\"text-align:justify;\">Pekerja dilarang :\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Membawa senjata tajam, senjata api atau\n    membawa benda-benda sejenis ke dalam lingkungan perusahaan yang\n    membahayakan bagi pekerja itu sendiri, rekan sekerja maupun perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Membawa minuman keras, obat terlarang, mabuk\n    di tempat kerja, membawa dan menyimpan serta menyalahgunakan narkotika,\n    melakukan segala bentuk perjudian, bertengkar atau berkelahi dengan sesame\n    pekerja\u002Fpimpinan di dalam lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Mengadakan transaksi jual beli barang apapun\n    atau mengedarkan sumbangan, menempelkan atau mengedarkan poster\u002Fselebaran\n    yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan tanpa ijin dari perusahaan dan\n    serikat pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sexualhar\">\u003Cli style=\"text-align:justify;\">Melakukan tindakan asusila, pelecehan sexual\n    dan perbuatan tidak sopan lainnya didalam lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Merokok pada jam kerja di lingkungan\n    perusahaan kecuali di jam istirahat pada tempat yang telah ditentukan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Menghasut\u002Fmembujuk, provokasi, memikat\n    pengusaha dan teman sekerja untuk melakukan sesuatu yang bertentangan\n    dengan hukum dan kesusilaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Merusak dengan sengaja atau oleh karena\n    kecerobohannya menyebabkan rusaknya milik perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Membawa, menggunakan barang dan alat milik\n    perusahaan keluar dari lingkungan perusahaan tanpa ijin dari Pimpinan\n    Perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Melakukan pekerjaan yang bukan tugasnya atau\n    tanpa ijin atasan dan tidak diperkenankan mamasuki ruangan lain yang bukan\n    bagiannya, kecuali atas perintah\u002Fijin atasannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Dengan sengaja atau kecerebohannya membiarkan\n    diri atau teman sekerjanya dalam bahaya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-violence\">\u003Cli style=\"text-align:justify;\">Menganiaya\u002Fmelukai, menghina secara kasar\n    atau mengancam baik itu dengan menggunakan kekerasan secara fisik maupun\n    perkataan tidak sopan yang merendahkan martabat manusia terhadap pengusaha,\n    keluarga pengusaha, pimpinan perusahaan dan teman sekerja.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Memberikan keterangan palsu untuk kepentingan\n    pribadi maupun orang lain.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Membocorkan rahasia perusahaan atau\n    mencemarkan nama baik pimpinan perusahaan dan keluarganya yang seharusnya\n    dirahasikan, kecuali untuk kepentingan Negara.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Melakukan tindakan kejahatan, seperti :\n    mencuri, menggelapkan, menipu, manipulasi, memperdagangkan barang terlarang\n    baik di dalam lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Menolak perintah yang layak dari atasan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Tidak mematuhi ketentuan keselamatan\n    kerja\u002Fpetunjuk dari atasannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Menyuruh mengabsenkan untuk kepentingan diri\n    sendiri dari atasannya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Memanipulasi absensi.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Tidak masuk kerja tanpa keterangan yang dapat\n    dipertanggungjawabkan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Sering terlambat masuk kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Melakukan pekerjaan secara serampangan\n    ataupun menghambat\u002Fmembatasi pekerjaan dengan sengaja yang mengakibatkan\n    kurangnya hasil produksi.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Meninggalkan pekerjaan tanpa ijin atasan atau\n    berhenti bekerja sebelum waktunya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Bekerja tidak efisien seperti :\n    bercakap-cakap, mengganggu teman sekerja, membaca majalan, komik, menulis\n    surat pribadi dan tidur pada waktu jam kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Membuang sampah secara sembarangan tidak pada\n    tempatnya.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Menolak pemeriksaan atas kesehatannya oleh\n    dokter\u002FTenaga Medis yang ditunjuk perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Tidak mengikuti program-program atau kegiatan\n    yang diadakan oleh perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Menolak untuk diperiksa pada pintu gerbang\n    keluar\u002Fmasuk\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Makan pada jam kerja dan\u002Fatau di tempat area\n    kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Berambut panjang bagi karyawan pria sesuai\n    kepatutan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Memakai sandal pada jam kerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Menukar jadwal kerja atau shift tanpa ijin\n    atasan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Membungakan uang di lingkungan\n  perusahaan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2 style=\"text-align:justify;\">BAB XII : TINDAKAN DISIPLIN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:justify;\">Pasal 53 : Penegakan Disiplin Kerja\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Perusahaan dapat mengambil tindakan disiplin\n    terhadap setiap pekerja yang melakukan pelanggaran peraturan disiplin\n    kerja. Penegakan disiplin akan dilakukan oleh atasan langsung atau petugas\n    yang ditunjuk oleh perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Pelaksanaan penegakan disiplin kerja pada\n    dasarnya dijiwai oleh itikad baik perusahaan dalam membimbing dan membina\n    pekerja guna mencapai prestasi kerja yang lebih baik.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Pelaksanaan penegakan disiplin ini didasarkan\n    pada PKB dan Undang-Undang No. 13 tahun 2003.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Dalam menghadapi pelanggaran disiplin melalui\n    wakilnya perusahaan akan menentukan satu dari macam tindakan disiplin di\n    bawah ini : \n    \u003Cul>\n      \u003Cli>Surat peringatan \n        \u003Cp>Ada tiga macam peringatan yaitu :\u003C\u002Fp>\n        \u003Cul>\n          \u003Cli>Peringatan lisan tercatat.\u003C\u002Fli>\n          \u003Cli>Surat peringatan pertama, dengan jangka waktu berlaku 6 (enam)\n            bulan.\u003C\u002Fli>\n          \u003Cli>Surat peringatan kedua, dengan jangka waktu berlaku 6 (enam)\n            bulan.\u003C\u002Fli>\n          \u003Cli>Surat peringatan ketiga, dengan jangka waktu berlaku 6 (enam)\n            bulan.\u003C\u002Fli>\n        \u003C\u002Ful>\n      \u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Pembebasan tugas \u002F \u003Cem>scorsing\u003C\u002Fem>.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)\u003C\u002Fli>\n    \u003C\u002Ful>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Surat peringatan tersebut diberikan tidak\n    perlu menurut urutannya tetapi sesuai nilai besar kecilnya kesalahan atau\n    banyaknya pelanggaran.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Sebelum perusahaan memberikan surat\n    peringatan tertulis tingkat pertama kepada pekerja, maka terlebih dahulu\n    harus dilakukan pembinaan\u002Fperingatan lisan satu kali sesuai dengan kategori\n    kelalaian atau kesalahannya sesuai ketentuan Undang-Undang No. 13 Tahun\n    2013.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:justify;\">Pasal 54 : Sanksi – Sanksi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp style=\"text-align:justify;\">Beberapa pelanggaran disiplin dan tindakan\ndisiplin yang diberikan :\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Peringatan lisan tercatat : \n    \u003Cp>Peringatan lisan dilakukan sebanyak-banyaknya 2 kali dalam hal :\u003C\u002Fp>\n    \u003Cul>\n      \u003Cli>Dalam 1 bulan datang terlambat sampai 3 (tiga) kali.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Membuang sampah dan meludah tidak pada tempatnya.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Tidak memakai Kartu Tanda Pengenal Pekerja,\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Tanpa ijin atasan yang berwenang, meninggalkan tempat kerja tapi\n        masih dalam lingkungan pabrik.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Kualitas dan efisiensi tidak mengikuti standar yang ditetapkan.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Tidak memakai sepatu waktu kerja.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Bekerja tidak efisien seperti : bercakap-cakap, mengganggu teman\n        sekerja, membaca majalah, komik, menulis surat pribadi.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Mangkir\u003C\u002Fli>\n    \u003C\u002Ful>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pelanggaran dengan diberi surat peringatan PERTAMA : \n    \u003Cul>\n      \u003Cli>Untuk kedua kalinya pelanggaran pada saat peringatan lisan masih\n        berlaku.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Memasuki lingkungan perusahaan tidak melalui pintu masuk yang telah\n        ditetapkan.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Berhenti bekerja sebelum waktu yang telah ditetapkan.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Menggunakan Kartu Tanda Pengenal Karyawan milik orang lain.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>3 (tiga) kali mangkir\u002Falpha dalam 1 (satu) bulan.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Tidak mengisi kartu hadir\u002Fkartu absen.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Selama waktu kerja melakukan kegiatan yang bertentangan dengan\n        kepentingan perusahaan atau melakukan kegiatan diluar pekerjaannya.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Tidak mempergunakan sebagaimana mestinya peralatan kerja,\n        perlengkapan kerja dan pakaian\u002Fseragam kerja.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Menolak pemeriksaan atas kesehatannya oleh Dokter\u002FTenaga Medis yang\n        ditunjuk perusahaan.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Setiap pelanggaran yang dilakukan oleh pekerja dan diketahui oleh\n        atasannya, tetapi tidak diambil tindakan maka atasan pekerja tersebut\n        terkena tindakan disiplin.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Menolak untuk diperksa pada pintu gerbang keluar\u002Fmasuk.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Tidak mengindahkan peraturan keselamatan kerja dan fasilitas\n        perlengkapan kerja yag tersedia serta tata tertib kebersihan.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Tidak mematuhi atau tidak menjalankan perintah yang layak dari\n      atasan.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Minimal 6 (enam) kali alpha dalam waktu 3 (tiga) bulan.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Memasuki tempat terlarang tanpa ijin dari yang berwenang.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Berhenti kerja tidak mengikuti waktu yang ditetapkan.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Tidak memakai sepatu saat bekerja setelah mendapatkan teguran\n      lisan.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Bersikap, berbicara atau berbuat yang dapat mengganggu ketentaraman\n        pekerja lainnya di dalam perusahaan.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Melakukan pertukaran jam kerja (tukar shift) tanpa adanya ijin\n        tertulis dari atasan masing-masing.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Tidak memakai pakaian atau seragam yang diberika oleh perusahaan pada\n        hari yang ditentukan.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Pulang tanpa ijin atasan di waktu atau jam kerja.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Memasuki pabirk diluar hari dan jam kerja tanpa ada ijin dari atasan\n        atau pengusaha.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Dua kali mendapatkan teguran lisan atas kelalaian atau pelanggaran\n        yang dinilai bobot kelalaian atau pelanggaran dibawah pelanggaran yang\n        langsung diberikan surat peringatan pertama.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Kesalahan-kesalahan lain yang dinilai setara dengan pelanggaran yang\n        diberikan surat peringatan pertama.\u003C\u002Fli>\n    \u003C\u002Ful>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pelanggaran dengan diberi surat peringatan KEDUA : \n    \u003Cul>\n      \u003Cli>Untuk kedua kalinya pelanggaran pada saat peringatan pertama masih\n        berlaku\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Merokok pada saat jam kerja.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Tidak berhati-hati, ceroboh atau serampangan dalam menggunakan\n        alat-alat, mesin, hasil produksi, bahan baku, bahan-bahan campuran\n        maupun bahan-bahan lainnya.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Mempergunakan milik perusahaan untuk kepentingan pribadi tanpa\n        sepengetahuan atau ijin atasan.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Tidur selama jam kerja.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Menolak perintah yang layak dari atasan untuk kedua kalinya.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Mempergunakan barang milik pekerja lain atau milik perusahaan tanpa\n        adanya ijin sebelumnya.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>4 (empat) kali mangkir\u002Falpha dalam satu bulan\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Menyebarkan\u002Fmengedarkan pamphlet\u002Fbulletin, selebaran dan lain-lain\n        yang isinya bukan menghasut tanpa seizing perusahaan dan serikat\n        pekerja atau coret-coret di dalam lingkungan perusahaan.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Tanpa ijin memasuki wilayah produksi\u002Ftempat kerja lainnya yang bukan\n        tempatnya bekerja yang tidak ada hubungan kerjanya.\u003C\u002Fli>\n    \u003C\u002Ful>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pelanggaran dengan diberi surat peringatan KETIGA : \n    \u003Cul>\n      \u003Cli>Melakukan pelanggaran pada saat peringatan kedua masih berlaku.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Melakukan perbuatan atau melalaikan kewajiban baik langsung maupun\n        tidak langsung yang mengakibatkan keonaran, kerugian dan\n      kecelakaan.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Memalsukan absen, jam kerja lembur, kartu absen baik milik sendiri\n        maupun orang lain sehingga menimbulkan hak-hak pekerja yang tidak\n      sah.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Tidak melaporkan terjadinya kerusakan pada mesin atau peralatan yang\n        diketahui yang menjadi tanggung jawabnya.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Menyerang, menganiaya, mengancam, atau mengintimidasi teman sekerja\n        atau pengusaha di lingkungan kerja.\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Melakukan praktek rentenir di dalam perusahaan atau sejenis bank\n        gelap;\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Membujuk teman sekerja atau pengusaha untuk melakukan perbuatan yang\n        bertentangan dengan peraturan perundang-undangan;\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Dengan ceroboh atau sengaja merusak atau membiarkan dalam keadaan\n        bahaya barang milik perusahaan yang menimbulkan kerugian bagi\n        perusahaan;\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Dengan ceroboh atau sengaja membiarkan teman sekerja atau pengusaha\n        dalam keadaan bahaya ditempat kerja;\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli>Membongkar atau membocorkan rahasia perusahaan yang seharusnya\n        dirahasiakan kecuali untuk kepentingan Negara; atau ;Melakukan\n        perbuatan lainnya di lingkungan perusahaan yang diancam pidana penjara\n        5 (lima) tahun atau lebih.\u003C\u002Fli>\n    \u003C\u002Ful>\n  \u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>Pasal 55 : Pembebasan Tugas\u002F\u003Cem>Scorsing\u003C\u002Fem>\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Skorsing dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 56 : Hubungan Kerja Putus Karena Hukum\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Hubungan kerja dianggap putus karena hukum dalam hal-hal sebagai berikut\n:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Pekerja masih dalam masa percobaan kerja, dan dinyatakan tidak lulus\n    percobaan;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja mengajukan permintaan pengunduran diri secara tertulis atas\n    kemauan sendiri;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja mencapai usia pensiun;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Pekerja yang mangkir selama 5 (lima) hari kerja atau lebih berturut-turut\n    tanpa keterangan secara tertulis yang dilengkapi dengan bukti yang sah dan\n    telah dipanggil secara patut oleh pengusaha sebanyak 2 (dua) kali.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>Pasal 57 : Pengunduran Diri Dari Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Bagi pekerja yang akan mengundurkan diri dari perusahaan harus\nmemberitahukan secara tertulis pada perusahaan sekurang-kurangnya 2 (dua)\nminggu bagi pekerja level\u002Fjabatan operator dan 1 (satu) bulan sebelumnya untuk\npekerja level\u002Fjabatan staff ke atas pada akhir bulan takwin.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 58 : Pengunduran Diri\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli>Bagi pekerja yang mengundurkan diri atas kemauan sendiri dari perusahaan,\n    harus mengajukan permohonan pengunduran diri harus memenuhi persyaratan\n    yang sesuai dengan UU No. 13 Tahun 2003, pasal 162 ayat 1, 2, 3 dan 4.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Besarnya uang pisah yang diberikan perusahaan kepada karyawan sebagai\n    berikut : \n\n    \u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n      \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n      \u003Ccol>\n      \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd>Tahun\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>Bulan Gaji\u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd>3-7\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>1\u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd>≥ 7-10\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>2\u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd>≥ 10 – 13\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>3\u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd>≥ 13 – 16\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>4\u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd>≥ 16 – 19\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>5 \u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd>≥ 19 – 21\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>6\u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n        \u003Ctr>\n          \u003Ctd>≥ 21\u003C\u002Ftd>\n          \u003Ctd>7\u003C\u002Ftd>\n        \u003C\u002Ftr>\n      \u003C\u002Ftbody>\n    \u003C\u002Ftable>\n  \u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3>Pasal 59 : Pensiun\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cp>Usia pensiun adalah sesuai dengan\n    peraturan perundang-undangan yang berlaku atau pekerja yang telah memasuki\n    usia kerja 22 (dua puluh dua) tahun, maka pekerja dapat dipensiunkan oleh\n    perusahaan.\u003C\u002Fp>\n  \u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Pekerja yang telah memasuki usia seperti\n    dimaksud dalam ayat (1) di atas, dapat mengajukan pensiun atas kemauan\n    sendiri dengan mendapatkan ijin dari pengusaha.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Perusahaan wajib memberikan uang pensiun yang\n    besarnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2 style=\"text-align:justify;\">BAB XIII : UANG PESANGON DAN JASA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay\">\u003Cp style=\"text-align:justify;\">Penetapan uang pesangon, uang penghargaan masa\nkerja dan uang ganti kerugian ini didasarkan pada peraturan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:justify;\">Pasal 60 : Klasifikasi Pemberian Uang\nPesangon\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number_1_tenure\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay1\">\u003Cp style=\"text-align:justify;\">Perhitungan uang pesangon adalah sebagai berikut\n:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul style=\"text-align:justify;\">\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Masa kerja kurang dari 1 (satu) tahun; 1\n    (satu) bulan gaji.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Masa kerja 1 (satu) tahun atau lebih tetapi\n    kurang dari 2 (dua) tahun ; 2 (dua) bulan upah.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Masa kerja 2 (dua) tahun atau lebih tetapi\n    kurang dari 3 (tiga) tahun ; 3 (tiga) bulan upah.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Masa kerja 3 (tiga) tahun atau lebih tetapi\n    kurang dari 4 (empat) tahun ; 4 (empat) bulan upah.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Masa kerja 4 (empat) tahun atau lebih tetapi\n    kurang dari 5 (lima)) tahun ; 5 (lima) bulan upah.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Masa kerja 5 (lima) tahun atau lebih tetapi\n    kurang dari 6 (enam) tahun ; 6 (enam) bulan upah.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Masa kerja 6 (enam) tahun atau lebih tetapi\n    kurang dari 7 (tujuh) tahun ; 7 (tujuh) bulan upah.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Masa kerja 7 (tujuh) tahun atau lebih tetapi\n    kurang dari 8 (delapan) tahun ; 8 (delapan) bulan upah.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Masa kerja 8 (delapan) tahun atau lebih dari\n    9 (sembilan) tahun ; 9 (sembilan) bulan upah.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Ful>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Cul style=\"text-align:justify;\">\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:justify;\">Pasal 61 : Ganti Kerugian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp style=\"text-align:justify;\">Uang penggantian kerugian hak seharusnya\nditerima pekerja, meliputi:\u003C\u002Fp>\n\u003Col style=\"text-align:justify;\">\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Cuti tahunan yang belum diambil dan belum\n    gugur;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Biaya atau ongkos pulang untuk pekerja dan\n    keluarganya ke tempat dimana pekerja diterima kerja;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Penggantian perumahan serta pengobatan dan\n    perawatan ditetapkan 15% (lima belas perseratus) dari uang pesangon\n    dan\u002Fatau uang penghargaan masa kerja bagi yang memenuhi syarat.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Hal-hal lain ditetapkan dalam perjanjian\n    kerja atau peratura perusahaan atau perjanjian bersama.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:justify;\">Pasal 62 : Uang Penghargaan Masa Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp style=\"text-align:justify;\">Perhitungan uang penghargaan masa kerja adalah\nsebagia berikut :\u003C\u002Fp>\n\u003Col style=\"text-align:justify;\">\n  \u003Cli>Masa kerja 3 (tiga) tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 (enam) tahun, 2\n    (dua) bulan upah;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Masa kerja 6 (enam) tahun atau lebih tetapi kurang dari 9 (Sembilan)\n    tahun, 3 (tiga) bulan upah;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Masa kerja 9 (Sembilan) tahun atau lebih tetapi kurang dari 12 (dua\n    belas) tahun, 4 (empat) bulan upah;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Masa kerja 12 (dua belas) tahun atau lebih tetapi kurang dari 15 (lima\n    belas) tahun, 5 (lima) bulan upah;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Masa kerja 15 (lima belas) tahun atau lebih tetapi kurang dari 18\n    (delapan belas) tahun, 6 (enam) bulan upah;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Masa kerja 18 (delapan belas) tahun atau lebih tetapi kurang dari 21 (dua\n    puluh satu) tahun, 7 (tujuh) bulan upah;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Masa kerja 21 (dua puluh satu) tahun atau lebih tetapi kurang dari 24\n    (dua puluh empat) tahun, 8 (delapan) bulan upah;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Masa kerja 24 (dua puluh empat) tahun atau lebih, 10 (sepuluh) bulan\n  upah.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2 style=\"text-align:justify;\">BAB XIV : PENYELESAIAN KELUH KESAH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:justify;\">Pasal 63 : Penyampaian Keluh Kesah\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Pada dasarnya baik perusahaan maupun serikat\n    pekerja senantiasa untuk menghindari hal-hal menyangkut keluh kesah\n  pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Perusahaan memberikan kebebasan kepada\n    pekerja untuk menyampaikan keluh kesah dalam hubungan kerja, sepanjang\n    penyampaian keluh kesah tersebut tidak melanggara ketentuan dalam PKB ini,\n    peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Prosedur penyampaian keluh kesah adalah sebagai berikut : \n    \u003Cul>\n      \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Prosedur tahap awal, pekerja dapat\n        menyampaikan keluh kesah kepada atasan langsung untuk dimohonkan\n        penyelesaiannya dengan berdasarkan pada prinsip musyawarah untuk\n        mufakat secara kekeluargaan dengan waktu selama 3 (tiga) hari\n      kerja;\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Jika keluh kesah kepada atasan langsung\n        belum mendapatkan penyelesaian, maka pekerja tersebut dapat\n        menyampaikan kepada atasan yang lebih tinggi;\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Jika keluh kesah kepada atasan yang lebih\n        tinggi belum mendapatkan penyelesaian, maka pekerja tersebut dapat\n        menyampaikan kepada bagian personalia;\u003C\u002Fli>\n      \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Jika keluh kesah kepada atasan langsung\n        belum mendapatkan penyelesaian, maka pekerja tersebut menyampaikan\n        kepada serikat pekerja dan akan diselesaikan secara bipartite.\u003C\u002Fli>\n    \u003C\u002Ful>\n  \u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2 style=\"text-align:justify;\">BAB XV : PENUTUP\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:justify;\">Pasal 64 : Masa Berlakunya PKB\u003C\u002Fh3>\n\u003Col style=\"text-align:justify;\">\n  \u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end_date\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start_date\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start\">\u003Cli>Perjanjian Kerja Bersama ini dinyatakan sah setelah ditandatangani oleh\n    kedua belah pihak dan diberlakukan terhitung mulai 1 April 2018.\u003C\u002Fli>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n  \u003Cli>Masa berlakunya Perjanjian Kerja Bersama paling lama 2 (dua) tahun.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perjanjian Kerja Bersama sebagaimana dimaksud dalam ayat 2 (dua) dapat\n    diperpanjang masa berlakunya paling lama 1 (satu) tahun. Berdasarkan\n    kesepakatan tertulis antara pengusaha dan serikat pekerja.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perundingan pembuatan perjanjian kerja bersama berikutnya dapat dimulai\n    paling cepat 3 (tiga) bulan sebelum berakhirnya Perjanjian Kerja Bersama\n    yang sedang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Dalam hal ini perundingan sebagaimana dimaksud dalam ayat (4) tidak\n    mencapai kesepakatan maka perjanjian kerja bersama yang sedang berlaku,\n    tetap berlaku untuk paling lama 1 (satu) tahun.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:justify;\">Pasal 65 : Peraturan Peralihan\u003C\u002Fh3>\n\u003Col style=\"text-align:justify;\">\n  \u003Cli>Hal-hal yang belum diatur secara jelas dan tertulis didalam PKB ini, akan\n    dirundingkan dan disepakati antaran perusahaan dan serikat pekerja merujuk\n    kepada peraturan yang berlaku.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perjanjian kerja bersama ini dinyatakan berlaku dan sah kecuali adanya\n    ketentuan didalamnya yang dinyatakan tidak sah oleh pengadilan atau\n    bertentangan dengan peraturan pemerintah dan undang-undang yang baru\n    dikemudian hari;\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Perjanjian kerja bersama ini berlaku untuk pekerja dan pengusaha.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli>Masing-masing pihak dapat menegur apabila melanggar isi PKB ini baik\n    secara lisan maupun tertulis.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Ch3 style=\"text-align:justify;\">Pasal 66 : Sosialisasi PKB\u003C\u002Fh3>\n\u003Col>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Pihak pengusaha diharuskan memperbanyak PKB\n    perusahaan.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Masing-masing pihak wajib mentaati dan\n    mengindahkan isi dari ketentuan dalam PKB ini.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Pengusaha dan serikat pekerja wajib\n    menjelaskan kepada seluruh pekerja agar mengetahui dan melaksanakan\n    perjanjian kerja bersama ini.\u003C\u002Fli>\n  \u003Cli style=\"text-align:justify;\">Apabila salah satu pihak tidak mentaati atau\n    menjalankan isi PKB ini, maka salah satu pihak dapat melakukan teguran baik\n    lisan maupun tulisan kepada pihak lainnya.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">\u003Cstrong>PIHAK-PIHAK\nYANG MENGADAKAN PERJANJIAN KERJA BERSAMA\u003C\u002Fstrong>\u003Cstrong>\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">\n  \u003Ccaption>\u003Cstrong>\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">PSP SPN \n\n        \u003Cp>PT. FORTA-LARESE\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Manajemen \n\n        \u003Cp>PT. FORTA-LARESE \u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Agus\n        Sudrajat \n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Ketua\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Daniel\n        Tjitra \n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Direktur\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Muhamad\n        Sunandar \n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Sekretaris\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Franky\n        Tumbelaka \n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>HRD &amp; GA Manager\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Menyaksikan \n\n        \u003Cp>Manajemen\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>PT. FORTA-LARESE\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Della Aristya Tjitra\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Direktur Utama\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbaratified\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbaratificationdate\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbaactorratified\">\u003Ctable border=\"1\" style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003Ctd style=\"text-align:center;margin-left:auto;margin-right:auto;\">Kepala\n        Dinas Tenaga Kerja \n\n        \u003Cp>Kabupaten Bogor\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Drs. Yous Sudrajat, M.Si.\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Pembina Utama Muda\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>NIP : 196108111986031011\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\n\n            ",{"disabilitypay":46,"sexualhar":50,"contracttrialperiod":54,"maxsicknesspay":58,"cbadate_end":62,"severance_number":66,"hourspday_select":70,"dayspweek":74,"hourspweek_select":78,"hourspday":80,"funeralpay":82,"pensionfund":84,"cbadate_end_date":88,"severance":90,"discrimination":92,"maxsicknesspayperc":96,"cbadate_start":98,"cbaratified":100,"TRAINING_trigger":104,"holidaysdays":108,"maxsicknesspaytype":112,"severance_number_1_tenure":114,"holidaysweeks":116,"healthandsafetytraining":118,"sicknessmaxdays":122,"protectiveclothing":126,"healthandsafetypolicy":130,"disabilityfund":134,"healthcareaccess":138,"hourspweek":141,"contracttrial":143,"sicknesspay":145,"dayspweek_select":147,"healthinsurance":149,"TRADEUNLEAV_trigger":153,"SCHEDULE_trigger":157,"cbaactorratified":161,"schedulesrestpw":163,"cbadate_start_date":165,"sicknessmaxdaysnr":167,"menstruationleave":169,"cbaratificationdate":173,"coverunion_trigger":175,"violence":179,"code_application":183,"contractseverancepay1":185,"bankholidays1":187,"trainingprogrammes":191,"contractseverancepay":193,"PAIDLEAV_trigger":197,"SOCSEC_trigger":199,"paidmaternityleave":201,"paidmaternityleaveduration":205,"paidmaternityleaveall":207,"paidmaternityleavepay":209,"paidmaternityleavepayperc":211,"maternityotherclause":213,"paidpaternityleaveduration":217,"paidpaternityleavepay":221,"paidpaternityleavepayperc":225,"deathrelatives":227,"deathrelativesleave":231,"LOWWAGE_trigger":233,"LOWWAGE_government":237,"LOWWAGE_provision":239,"SENIOR_trigger":241,"longserviceallowancetype":245,"ONCERISE_trigger":247,"oncerise_detail":251,"incidentalbonustype2":253,"NOCTPREM_trigger":255,"shiftallowancetype":259,"OVERTIME_trigger":261,"overtimeallowancetype_general":265,"overtimeallowanceperc1_general":268,"overtimeallowancetype":270,"overtimeallowanceperc1":272,"SUNDAY_trigger":274,"sundayallowancetype":278,"sundayallowanceperc1":280,"COMMUTE_trigger":282,"commutingallowancetype":286,"MEALALL_trigger":288},{"bindId":47,"name":48,"text":49},"disabilitypay","Perusahaan berkewajiban mengikutsertakan","Perusahaan berkewajiban mengikutsertakan\n    semua pekerja dalam program BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan\n    berdasarkan Undang-Undang No. 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara\n    Jaminan Sosial (BPJS). \n    \n      A - BPSJ Ketenagakerjaan, antara lain : \n        \n          Jaminan Kecelakaan Kerja\n          Jaminan Kematian .\n          Jaminan Hari Tua.\n          Jaminan Pensiun",{"bindId":51,"name":52,"text":53},"sexualhar","Melakukan tindakan asusila, pelecehan se","Melakukan tindakan asusila, pelecehan sexual\n    dan perbuatan tidak sopan lainnya didalam lingkungan perusahaan.",{"bindId":55,"name":56,"text":57},"contracttrialperiod","Masa percobaan hanya berlaku untuk peker","Masa percobaan hanya berlaku untuk pekerja\n    tetap dengan jangka waktu paling lama 3 (tiga) bulan terhitung sejak mulai\n    bekerja di perusahaan dan tidak dapat diperpanjang.",{"bindId":59,"name":60,"text":61},"maxsicknesspay","Seorang pekerja yang terus menerus dalam","Seorang pekerja yang terus menerus dalam\n    perawatan\u002Fpengobatan dan tidak dapat memenhi tugasnya, selama masa sakitnya\n    yang dibenarkan oleh dokter yang ditunjuk oleh perusahaan akan mendapat\n    upah sebagai berikut : \n    \n      Selama 4 (empat) bulan pertama 100% upah\n      Selama 4 (empat) bulan kedua 75% upah\n      Selama 4 (empat) bulan ketiga 50% upah\n      Untuk selanjutnya 25% upah",{"bindId":63,"name":64,"text":65},"cbadate_end","Perjanjian Kerja Bersama ini dinyatakan ","Perjanjian Kerja Bersama ini dinyatakan sah setelah ditandatangani oleh\n    kedua belah pihak dan diberlakukan terhitung mulai 1 April 2018.",{"bindId":67,"name":68,"text":69},"severance_number","Perhitungan uang pesangon adalah sebagai","Perhitungan uang pesangon adalah sebagai berikut\n:\n\n  Masa kerja kurang dari 1 (satu) tahun; 1\n    (satu) bulan gaji.\n  Masa kerja 1 (satu) tahun atau lebih tetapi\n    kurang dari 2 (dua) tahun ; 2 (dua) bulan upah.\n  Masa kerja 2 (dua) tahun atau lebih tetapi\n    kurang dari 3 (tiga) tahun ; 3 (tiga) bulan upah.\n  Masa kerja 3 (tiga) tahun atau lebih tetapi\n    kurang dari 4 (empat) tahun ; 4 (empat) bulan upah.\n  Masa kerja 4 (empat) tahun atau lebih tetapi\n    kurang dari 5 (lima)) tahun ; 5 (lima) bulan upah.\n  Masa kerja 5 (lima) tahun atau lebih tetapi\n    kurang dari 6 (enam) tahun ; 6 (enam) bulan upah.\n  Masa kerja 6 (enam) tahun atau lebih tetapi\n    kurang dari 7 (tujuh) tahun ; 7 (tujuh) bulan upah.\n  Masa kerja 7 (tujuh) tahun atau lebih tetapi\n    kurang dari 8 (delapan) tahun ; 8 (delapan) bulan upah.\n  Masa kerja 8 (delapan) tahun atau lebih dari\n    9 (sembilan) tahun ; 9 (sembilan) bulan upah.",{"bindId":71,"name":72,"text":73},"hourspday_select","Jam kerja perusahaan adalah 40 (empat pu","Jam kerja perusahaan adalah 40 (empat puluh) jam seminggu\n      Pekerjaan yang dilakukan melebihi jam kerja sehari dan seminggu\n        dihitung sebagai jam kerja lembur\n      Waktu jam kerja perusahaan diatur sebagai berikut :\n    \n\n    \n      \n      \n      \n      \n        \n          \n          Senin s\u002Fd Kamis\n          Jum'at\n        \n        \n          Kerja\n          08.00 - 17.00\n          08.00 – 17.00\n        \n        \n          Istirahat\n          12.00 – 12.55\n          11.30 – 12.50",{"bindId":75,"name":76,"text":77},"dayspweek","Hari kerja perusahaan adalah 5 (lima) ha","Hari kerja perusahaan adalah 5 (lima) hari dalam seminggu",{"bindId":79,"name":72,"text":73},"hourspweek_select",{"bindId":81,"name":72,"text":73},"hourspday",{"bindId":83,"name":48,"text":49},"funeralpay",{"bindId":85,"name":86,"text":87},"pensionfund","Untuk Jaminan Pensiun, iuran tanggung ol","Untuk Jaminan Pensiun, iuran tanggung oleh perusahaan dan pekerja\n        dengan perincian : 2% perusahaan dan 1% pekerja.",{"bindId":89,"name":64,"text":65},"cbadate_end_date",{"bindId":91,"name":68,"text":69},"severance",{"bindId":93,"name":94,"text":95},"discrimination","Demosi jabatan dilakukan berdasarkan pen","Demosi jabatan dilakukan berdasarkan\n    penilaian objektif terhadap pekerja yang tidak kompeten atau tidak mampu\n    terhadap jabatannya saat ini dan bukan berdasarkan diskriminasi.",{"bindId":97,"name":60,"text":61},"maxsicknesspayperc",{"bindId":99,"name":64,"text":65},"cbadate_start",{"bindId":101,"name":102,"text":103},"cbaratified","Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bogo","Kepala\n        Dinas Tenaga Kerja \n\n        Kabupaten Bogor\n\n        \n\n        \n\n        \n\n        Drs. Yous Sudrajat, M.Si.\n\n        Pembina Utama Muda\n\n        NIP : 196108111986031011\n      \n    \n  \n",{"bindId":105,"name":106,"text":107},"TRAINING_trigger","Untuk peningkatan kualitas Sumber Daya M","Untuk peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia,\nmaka perusahaan mengadakan program-program pelatihan dan pengembangan yang mana\ndalam pelaksanaannya diselenggarakan sendiri atau dengan melalui lembaga\npendidikan lain baik di dalam maupun di luar negeri.",{"bindId":109,"name":110,"text":111},"holidaysdays","Pekerja berhak atas cuti tahunan yaitu s","Pekerja berhak atas cuti tahunan yaitu\n    sekurang-kurangnya 12 (dua belas) hari kerja setelah pekerja yang\n    bersangkutan bekerja selama 12 (dua belas) bulan secara terus menerus.",{"bindId":113,"name":60,"text":61},"maxsicknesspaytype",{"bindId":115,"name":68,"text":69},"severance_number_1_tenure",{"bindId":117,"name":110,"text":111},"holidaysweeks",{"bindId":119,"name":120,"text":121},"healthandsafetytraining","Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehata","Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan\n    kerja (P2K3), wajib memberikan penyuluhan, pendidikan dan bertanggung jawab\n    atas ditaati dan dilaksanakannya ketentuan K3 serta kelayakan alat-alat K3.\n    Perusahaan dan serikat pekerja membantu sepenuhnya tugas-tugas P2K3.",{"bindId":123,"name":124,"text":125},"sicknessmaxdays","Bila sesudah 12 (dua belas) bulan pekerj","Bila sesudah 12 (dua belas) bulan pekerja\n    yang dimaksud dalam butir 1 pasal ini masih dalam perawatan dan tidak dapat\n    melakukan pekerjaannya maka pekerja tersebut dinyatakan tidak mampu bekerja\n    lagi dan akan diberhentikan sesuai dengan UU No. 13 tahun 2003 pasal\n  172.",{"bindId":127,"name":128,"text":129},"protectiveclothing","Setiap pekerja wajib memakai alat-alat k","Setiap pekerja wajib memakai alat-alat\n    keselamatan kerja yang telah disediakan oleh perusahaan, serta mengikuti\n    dan mematuhi ketentuan-ketentuan mengenai keselamatan dan kesehatan\n  kerja.\n  Apabila pekerja menemukan hal-hal yang dapat\n    membahayakan keselamatan kerja di dalam perusahaan secepatnya harus\n    melaporkan kepada atasannya.\n  Perusahaan wajib menyediakan alat-alat\n    pengaman yang harus dipakai sewaktu melaksanakan tugas pekerjaan dan\n    sekaligus wajib melakukan pemeriksaan secara berkala terhadap alat pengaman\n    tersebut.",{"bindId":131,"name":132,"text":133},"healthandsafetypolicy","Setiap pekerja wajib menjaga keselamatan","Setiap pekerja wajib menjaga keselamatan diri\n    dengan meningkatkan disiplin dan aturan perundang-undangan K3, sesuai\n    dengan Undang-Undang No. 1 Tahun 1970.",{"bindId":135,"name":136,"text":137},"disabilityfund","Besarnya iuran jaminan social tersebut d","Besarnya iuran jaminan social tersebut diatas\n    adalah : \n    \n      Untuk jaminan kecelakaan kerja, jaminan pemeliharaan kesehatan dan\n        jaminan kematian ditanggung oleh perusahaan.",{"bindId":139,"name":48,"text":140},"healthcareaccess","Perusahaan berkewajiban mengikutsertakan\n    semua pekerja dalam program BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan\n    berdasarkan Undang-Undang No. 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara\n    Jaminan Sosial (BPJS). \n    \n      A - BPSJ Ketenagakerjaan, antara lain : \n        \n          Jaminan Kecelakaan Kerja\n          Jaminan Kematian .\n          Jaminan Hari Tua.\n          Jaminan Pensiun\n        \n      \n      B - BPJS Kesehatan",{"bindId":142,"name":72,"text":73},"hourspweek",{"bindId":144,"name":56,"text":57},"contracttrial",{"bindId":146,"name":60,"text":61},"sicknesspay",{"bindId":148,"name":76,"text":77},"dayspweek_select",{"bindId":150,"name":151,"text":152},"healthinsurance","Untuk Jaminan Kesehatan, rinciannya 4% d","Untuk Jaminan Kesehatan, rinciannya 4% dari perusahaan dan 1% dari\n        pekerja",{"bindId":154,"name":155,"text":156},"TRADEUNLEAV_trigger","Pengusaha tetap memberikan upah penuh ba","Pengusaha tetap memberikan upah penuh bagi\n    pengurus serikat pekerja atau anggota yang mengikuti kegiatan organisasi\n    seperti konferensi\u002Fkongres, pelatihan, seminar, rapat di perangkat\n    organisasi dimana dalam mengikuti kegiatan tersebut terlebih dahulu serikat\n    pekerja meminta ijin kepada pengusaha dalam hal ini diwakili oleh bagian\n    personalia dan diketahui oleh atasan masing-masing pekerja tersebut.",{"bindId":158,"name":159,"text":160},"SCHEDULE_trigger","Bagi pekerja yang bekerja di hari kerja ","Bagi pekerja yang bekerja di hari kerja biasa, setelah bekerja selama 5\n    hari berturut-turut kepada pekerja diberikan istirahat 2 hari.\n  Bagi pekerja yang bekerja shift 6 hari, setelah 6 hari bekerja\n    berturut-turut kepada pekerja diberikan istirahat 1 hari.",{"bindId":162,"name":102,"text":103},"cbaactorratified",{"bindId":164,"name":159,"text":160},"schedulesrestpw",{"bindId":166,"name":64,"text":65},"cbadate_start_date",{"bindId":168,"name":124,"text":125},"sicknessmaxdaysnr",{"bindId":170,"name":171,"text":172},"menstruationleave","Pekerja perempuan yang dalam masa haid m","Pekerja perempuan yang dalam masa haid\n    merasakan sakit dan memberitahukan kepada Pengusaha, tidak wajib bekerja\n    pada hari pertama dan hari kedua pada waktu haid.",{"bindId":174,"name":102,"text":103},"cbaratificationdate",{"bindId":176,"name":177,"text":178},"coverunion_trigger","PKB ini mengikat antara pengusaha dan pe","PKB ini mengikat antara pengusaha dan\n  pekerja.",{"bindId":180,"name":181,"text":182},"violence","Menganiaya\u002Fmelukai, menghina secara kasa","Menganiaya\u002Fmelukai, menghina secara kasar\n    atau mengancam baik itu dengan menggunakan kekerasan secara fisik maupun\n    perkataan tidak sopan yang merendahkan martabat manusia terhadap pengusaha,\n    keluarga pengusaha, pimpinan perusahaan dan teman sekerja.",{"bindId":184,"name":132,"text":133},"code_application",{"bindId":186,"name":68,"text":69},"contractseverancepay1",{"bindId":188,"name":189,"text":190},"bankholidays1","Pada hari-hari libur resmi atau libur ya","Pada hari-hari libur resmi atau libur yang ditetapkan oleh pemerintah\n    untuk tidak bekerja dengan mendapat upah tetap.",{"bindId":192,"name":106,"text":107},"trainingprogrammes",{"bindId":194,"name":195,"text":196},"contractseverancepay","Penetapan uang pesangon, uang penghargaa","Penetapan uang pesangon, uang penghargaan masa\nkerja dan uang ganti kerugian ini didasarkan pada peraturan yang berlaku.",{"bindId":198,"name":110,"text":111},"PAIDLEAV_trigger",{"bindId":200,"name":48,"text":49},"SOCSEC_trigger",{"bindId":202,"name":203,"text":204},"paidmaternityleave","Pekerja wanita berhak memperoleh cuti me","Pekerja wanita berhak memperoleh cuti\n    melahirkan selama 1 ½ bulan (satu setengah) bulan sesudah melahirkan dan 1\n    ½ (satu setengah) bulan sesudah melahirkan dengan mendapat upah.\n  Pekerja wanita yang akan melahirkan berhak\n    atas cuti hamil selama 1 ½ (satu setengah) bulan sebelum melahirkan dan 1\n    ½ (satu setengah) bulan sesudah melahirkan dengan mendapat upah.",{"bindId":206,"name":203,"text":204},"paidmaternityleaveduration",{"bindId":208,"name":203,"text":204},"paidmaternityleaveall",{"bindId":210,"name":203,"text":204},"paidmaternityleavepay",{"bindId":212,"name":203,"text":204},"paidmaternityleavepayperc",{"bindId":214,"name":215,"text":216},"maternityotherclause","Pekerja wanita mengalami gugur kandungan","Pekerja wanita mengalami gugur kandungan\n    melampirkan Surat Keterangan Dokter\u002FBidan yang merawatnya setelah mengalami\n    gugur kandungan.",{"bindId":218,"name":219,"text":220},"paidpaternityleaveduration","Pada waktu istri sah melahirkan ; 2 hari","Pada waktu istri sah melahirkan ; 2 hari.",{"bindId":222,"name":223,"text":224},"paidpaternityleavepay","Perusahaan dapat memberikan ijin dengan ","Perusahaan dapat memberikan ijin dengan upah\n    penuh apabila : \n    \n      Pekerja sendiri menikah; selama 3 hari\n      Mengkhitankan\u002Fbabtis anak sendiri ; selama 2 hari\n      Menikahkan anak ; selama 2 hari\n      Anggota keluarga meninggal dunia, yaitu suami\u002Fisteri\u002Fanak\u002Forang tua\n        kandung\u002Fmertua; selama 2 hari\n      Pada waktu istri sah melahirkan ; 2 hari.",{"bindId":226,"name":223,"text":224},"paidpaternityleavepayperc",{"bindId":228,"name":229,"text":230},"deathrelatives","Anggota keluarga meninggal dunia, yaitu ","Anggota keluarga meninggal dunia, yaitu suami\u002Fisteri\u002Fanak\u002Forang tua\n        kandung\u002Fmertua; selama 2 hari",{"bindId":232,"name":229,"text":230},"deathrelativesleave",{"bindId":234,"name":235,"text":236},"LOWWAGE_trigger","Pengusaha wajib memenuhi ketentuan Upah ","Pengusaha wajib memenuhi ketentuan Upah Minimum Kabupaten (UMK) yang\n    berlaku dari pemerintah.",{"bindId":238,"name":235,"text":236},"LOWWAGE_government",{"bindId":240,"name":235,"text":236},"LOWWAGE_provision",{"bindId":242,"name":243,"text":244},"SENIOR_trigger","Pengusaha memberikan kelebihan upah deng","Pengusaha memberikan kelebihan upah dengan mempertimbangkan masa kerja\n    atas dasar kondisi kemampuan perusahaan. Komposisi penghargaan masa kerja\n    sebagai berikut :\n\n\n\n  \n  \n  \n    \n      Masa kerja 1 tahun\n      UMK\n    \n    \n      Masa kerja 1 tahun - \u003C 6 tahun\n      UMK + Rp. 3.500\n    \n    \n      Masa kerja 6 tahun -\u003C 12 tahun\n      UMK + Rp. 5.500\n    \n    \n      Masa kerja 12 tahun - \u003C 18 tahun\n      UMK + Rp. 7.500\n    \n    \n      Masa kerja 18 tahun keatas\n      UMK + Rp. 8.500",{"bindId":246,"name":243,"text":244},"longserviceallowancetype",{"bindId":248,"name":249,"text":250},"ONCERISE_trigger","Pekerja yang telah mempunyai masa kerja ","Pekerja yang telah mempunyai masa kerja 3\n    bulan dan telah lulus masa percobaan atau lebih secara terus menerus tetapi\n    kurang dari 12 bulan diberikan Tunjangan Hari Raya secara proporsional\n    dengan masa kerja yakni dengan perhitungan : \n    Masa Kerja X Upah Per Bulan \u002F 12",{"bindId":252,"name":249,"text":250},"oncerise_detail",{"bindId":254,"name":249,"text":250},"incidentalbonustype2",{"bindId":256,"name":257,"text":258},"NOCTPREM_trigger","Pekerja yang bekerja pada shift II dan s","Pekerja yang bekerja pada shift II dan shift\n    III diberikan tunjangan shift sebesar Rp. 2.250,- (dua ribu dua ratus lima\n    puluh rupiah) untuk shift II dan Rp. 2,500,- (dua ribu lima ratus rupiah)\n    untuk shift III.",{"bindId":260,"name":257,"text":258},"shiftallowancetype",{"bindId":262,"name":263,"text":264},"OVERTIME_trigger","Dasar perhitungan upah lembur secara umu","Dasar perhitungan upah lembur secara umum\n    mengacu kepada Surat Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. 102\u002FMen\u002FVI\u002F2004,\n    adalah sebagai berikut: \n    \n      Pada hari kerja biasa : \n        \n          Untuk jam kerja lembur pertama = 1 ½ x upah sejam\n          Untuk setiap jam lembur berikutnya harus dibayar upah sebesar 2 x\n            upah sejam.\n        \n      \n      Pada hari-hari istirahat mingguan atau\n        hari raya resmi : \n        \n          Untuk setiap jam dalam batas 7 (tujuh) jam atau 5 (lima) jam\n            apabila hari raya tersebut jatuh pada hari kerja terpendek pada\n            salah satu hari dalam 6 (enam) hari kerja seminggu dibayar 2x upah\n            sejam.\n          Untuk jam pertama selebihnya dari 7 (tujuh) jam atau 5 (lima) jam\n            apabila hari raya tersebut jatuh pada hari kerja terpendek pada\n            salah satu hari dalam 6 (enam) hari kerja seminggu dibayar 3x upah\n            sejam dan untuk jam kedua dan seterusnya dibayar 4x upah sejam.\n        \n      \n      Dasar perhitungan upah sejam = 1\u002F173 upah\n        sebulan.",{"bindId":266,"name":263,"text":267},"overtimeallowancetype_general","Dasar perhitungan upah lembur secara umum\n    mengacu kepada Surat Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. 102\u002FMen\u002FVI\u002F2004,\n    adalah sebagai berikut: \n    \n      Pada hari kerja biasa : \n        \n          Untuk jam kerja lembur pertama = 1 ½ x upah sejam\n          Untuk setiap jam lembur berikutnya harus dibayar upah sebesar 2 x\n            upah sejam.",{"bindId":269,"name":263,"text":267},"overtimeallowanceperc1_general",{"bindId":271,"name":263,"text":267},"overtimeallowancetype",{"bindId":273,"name":263,"text":267},"overtimeallowanceperc1",{"bindId":275,"name":276,"text":277},"SUNDAY_trigger","Pada hari-hari istirahat mingguan atau h","Pada hari-hari istirahat mingguan atau\n        hari raya resmi : \n        \n          Untuk setiap jam dalam batas 7 (tujuh) jam atau 5 (lima) jam\n            apabila hari raya tersebut jatuh pada hari kerja terpendek pada\n            salah satu hari dalam 6 (enam) hari kerja seminggu dibayar 2x upah\n            sejam.\n          Untuk jam pertama selebihnya dari 7 (tujuh) jam atau 5 (lima) jam\n            apabila hari raya tersebut jatuh pada hari kerja terpendek pada\n            salah satu hari dalam 6 (enam) hari kerja seminggu dibayar 3x upah\n            sejam dan untuk jam kedua dan seterusnya dibayar 4x upah sejam.",{"bindId":279,"name":276,"text":277},"sundayallowancetype",{"bindId":281,"name":276,"text":277},"sundayallowanceperc1",{"bindId":283,"name":284,"text":285},"COMMUTE_trigger","Pengusaha memberikan tunjangan transport","Pengusaha memberikan tunjangan transport sebesar Rp. 2.500,- (dua ribu\n    lima ratus) per kehadiran.",{"bindId":287,"name":284,"text":285},"commutingallowancetype",{"bindId":289,"name":290,"text":291},"MEALALL_trigger","Pengusaha memberikan tunjangan uang maka","Pengusaha memberikan tunjangan uang makan sebesar Rp. 2.500,- (dua ribu\n    lima ratus rupiah) per kehadiran.","\u003Chtml>\n\n    \u003Cdiv class=\"cobra-report\">\n\n        \u003Ch2>IDN PT. Forta Larese - 2018\u003C\u002Fh2>\n\n        \u003Cdiv class=\"section general\">\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-start_date\">Tanggal dimulainya perjanjian: &rarr;&nbsp;2018-04-01\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-end_date\">Tanggal berakhirnya perjanjian: &rarr;&nbsp;2020-03-31\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \u003C!-- TODO: previous CBA logic -->\n            \u003C!-- TODO: status logic -->\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaratified\">Diratifikasi oleh: &rarr;&nbsp;Other\u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaactorratified\">\n                    Diratifikasi pada: &rarr;&nbsp;2018-04-01\n                \u003C\u002Fdiv>\n            \n\n            \u003C!-- TODO: transnational_label, includingcountries_label, national_framework_label -->\n\n            \u003Cdiv id=\"display-SECTOR1\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Industri\u002Fpabrik pengolahan\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-FIRMPRI\">\n                Sektor publik\u002Fswasta: &rarr;&nbsp;In the private sector\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv>Disimpulkan oleh:\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1\">\n\n                \n                    \n                    \u003Cdiv>\n                        Nama perusahaan: &rarr;&nbsp;\n                        Forta Larese\n                    \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1\">\n                Nama serikat pekerja: &rarr;&nbsp;\n\n                \n                    \n                    \u003Cspan>\n                        Ikatan Pekerja Sandang PT. Sandang Asia Maju Abadi\n                    \u003C\u002Fspan>\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section social-security-pensions\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SOCSEC_trigger\">JAMINAN SOSIAL DAN PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-pensionfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pensiun bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilityfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan cacat bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-unemploymentfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan pengangguran bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section training\">\n            \u003Ch3 id=\"display-TRAINING_trigger\">PELATIHAN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingprogrammes\">Program pelatihan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprenticeships\">Magang: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pelatihan bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section sickness-disability\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KONDISI SAKIT DAN DISABILITAS\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-maxsicknesspayperc\">\n                Maximum cuti sakit berbayar (untuk 6 bulan): &rarr;&nbsp;92&nbsp;%\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-sicknessmaxdaysnr\">\n                Maximum hari untuk cuti sakit berbayar: &rarr;&nbsp;365 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-longtermillness\">Ketentuan mengenai kembali bekerja setelah menderita penyakit jangka panjang, seperti penyakit kanker: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-menstruationleave\">Cuti haid berbayar: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilitypay\">Pembayaran gaji apabila tidak mampu bekerja dikarenakan kecelakaan kerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n\n        \u003Cdiv class=\"section health-medical-assistence\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA BANTUAN MEDIS\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccess\">Bantuan medis disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccessrelatives\">Bantuan medis bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurance\">Kontribusi pengusaha untuk asuransi kesehatan disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurancerelatives\">Asuransi kesehatan bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetypolicy\">Kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetytraining\">Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-protectiveclothing\">Pakaian\u002Falat pelindung diri disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-hivpolicy\">Pemeriksaan kesehatan secara berkala disediakan oleh pengusaha: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-monitoring\">Pengawasan permintaan musculoskeletal di tempat kerja, resiko professional dan\u002Fatau hubungan antara pekerjaan dan kesehatan: &rarr;&nbsp;The relationship between work and health, Employee involvement in the monitoring\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-funeralpay\">Bantuan duka\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section work-family-arrangements\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKFAM_trigger\">PENGATURAN ANTARA KERJA DAN KELUARGA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleaveduration\">\n                Cuti hamil berbayar: &rarr;&nbsp;13 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleavepayperc\">\n                Cuti hamil berbayar terbatas untuk: 100 % dari gaji pokok\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-jobsecuritymothers\">Jaminan tetap dapat bekerja setelah cuti hamil: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-maternitydiscrimination\">Larangan diskriminasi terkait kehamilan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-breastfeeding_dangerouswork\">Larangan mewajibkan pekerja yang sedang hamil atau menyusui untuk melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-riskassessment\">Penilaian resiko terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja yang sedang hamil atau menyusui di tempat kerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-alternatives\">Ketersediaan alternatif bagi pekerja hamil atau menyusui untuk tidak melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-timeoff\">Cuti untuk melakukan pemeriksaan pranatal: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningnonstandard\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempekerjakan pekerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningpromotion\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempromosikan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv> \n            \u003Cdiv id=\"display-nursingmothers\">Fasilitas untuk pekerja yang menyusui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcareprovision\">Pengusaha menyediakan fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcaresubsidy\">Pengusaha mensubsidi fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \u003Cdiv id=\"display-educationtuition\">Tunjangan\u002Fbantuan pendidikan bagi anak pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidpaternityleaveduration\">\n                Cuti ayah berbayar: &rarr;&nbsp;2 hari\n         \u003C\u002Fdiv>\n                        \u003Cdiv id=\"display-deathrelativesleave\">\n                Durasi cuti yang diberikan ketika ada anggota keluarga yang meninggal: &rarr;&nbsp;2 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n        \u003Cdiv class=\"section gender-equality-issues\">\n            \u003Ch3 id=\"display-GENEQ_trigger\">ISU KESETARAAN GENDER\u003C\u002Fh3>\n         \u003Cdiv id=\"display-eqpay\">Upah yang sama untuk pekerjaan yang sama nilainya: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n         \n         \u003Cdiv id=\"display-discrimination\">Klausal mengenai diskriminasi di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-eqpromotion\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat promosi: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n        \u003Cdiv id=\"display-eqtraining\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat pelatihan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>     \n        \u003Cdiv id=\"display-eqofficer\">Kesetaraan gender dalam kepengurusan serikat pekerja di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-sexualhar\">Klausal mengenai pelecehan seksual di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violence\">Klausal mengenai kekerasan di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violenceleave\">Cuti khusus bagi pekerja yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-support_disabilities\">Dukungan bagi pekerja perempuan dengan disabilitas: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-equalitymonitoring\">Pengawasan kesetaraan gender: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n             \n         \u003C\u002Fdiv>\n         \n\n        \u003Cdiv class=\"section employment-contracts\">\n            \u003Ch3 id=\"display-EMPCONTR_trigger\">PERJANJIAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-contracttrialperiod\">\n                Durasi masa percobaan: &rarr;&nbsp;92 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\u003Cdiv id=\"display-severance_number\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;180&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-severance_number_1_tenure\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;60&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-part_time_excluded\">Pekerja paruh waktu tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-tempagency\">Ketentuan mengenai pekerja sementara: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprentices_excluded\">Pekerja magang tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-minijobs_excluded\">Pekerja mahasiswa tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section working-hours\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKHOURS_trigger\">JAM KERJA, JADWAL DAN LIBUR\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspday\">\n                Jam kerja per hari: &rarr;&nbsp;7.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspweek\">\n                Jam kerja per minggu: &rarr;&nbsp;40.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-dayspweek\">\n                Hari kerja per minggu: &rarr;&nbsp;5.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysdays\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;12.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysweeks\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;2.0 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-schedulesrestpw\"> Periode istrirahat setidaknya satu hari dalam seminggu disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-sundays_year\">\n                Jumlah maksimum hari minggu\u002Fhari libur nasional dalam setahun dimana pekerja harus\u002Fdapat bekerja: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n             \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-tradeunleavdays\">\n                Cuti berbayar untuk aktivitas serikat pekerja: &rarr;&nbsp; hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-FLEXWORK_trigger\"> Ketentuan mengenai pengaturan jadwal kerja yang fleksibel: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section wages\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WAGES_trigger\">PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-PAYSCALES_trigger\">\n                Upah ditentukan oleh skala upah: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-LOWWAGE_government\"> \n            Ketentuan bahwa upah minimum yang ditentukan oleh pemerintah harus dihormati: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-COSTLIV_trigger\">Penyesuaian untuk kenaikan biaya kebutuhan hidup: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-ONCERISE_trigger\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali:\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \u003Cdiv id=\"display-extrapayfirmperformance\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali dikarenakan performa perusahaan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-NOCTPREM_trigger\">Tunjangan shift untuk kerja sore atau malam\u003C\u002Fh4>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-shiftallowanceamount1\">\n                    Tunjangan shift untuk kerja sore atau malam: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp; per bulan\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \u003Cdiv id=\"display-shiftallowancetype1\">Tunjangan shift hanya untuk yang kerja malam: &rarr;&nbsp;Insufficient data\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-OVERTIME_trigger\">Upah lembur hari kerja\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-overtimeallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari kerja: &rarr;&nbsp;200 % dari gaji pokok\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SUNDAY_trigger\">Upah lembur hari Minggu\u002Flibur\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-sundayallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari Minggu\u002Flibur: &rarr;&nbsp;100&nbsp;%\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-COMMUTE_trigger\">Tunjangan transportasi\u003C\u002Fh4>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-commutingallowanceamount1\">\n                    Tunjangan transportasi: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;2500.0 per bulan\n                \u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SENIOR_trigger\">Tunjangan masa kerja\u003C\u002Fh4>\n\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-longserviceallowanceamount1\">\n                    Tunjangan masa kerja: &rarr;&nbsp;IDR&nbsp;3500.0 per bulan\n                \u003C\u002Fdiv>\n\n                \u003Cdiv id=\"display-longserviceallowancetype2\">\n                    Tunjangan masa kerja setelah: &rarr;&nbsp;1 masa kerja\n                \u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Ch4>Kupon makan\u003C\u002Fh4>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-MEALALL_trigger\">Tunjangan makan disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-mealvouchersamount\">\n                 &rarr;&nbsp;2500.0 per makan\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-legalassistance_trigger\">\n                Bantuan hukum gratis: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n    \u003C\u002Fdiv>\n\n\u003C\u002Fhtml>\n",[],[],"collective_agreement",[297],{"title":39,"slug":34},[299],{"type":300,"data":301},"call_to_action_body_block",{"title":302,"description":303,"variant":304,"link":305},"Bandingkan Perjanjian Kerja Bersama","Bandingkan pasal-pasal dan topik dalam Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dengan Perjanjian Kerja Bersama di semua sektor kerja di Indonesia maupun negara-negara lainnya.","dark",{"title":302,"url":306,"description":302,"rel":307,"type":308},"\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fbandingkan-perjanjian-kerja-bersama","follow","internal",[310],{"type":300,"data":311},{"title":302,"description":303,"variant":304,"link":312},{"title":302,"url":306,"description":302,"rel":307,"type":308},[]]