[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"page:id-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-igp-group-dengan-sp-lem-spsi-igp-group-":3},{"id":4,"slug":5,"title":6,"short_title":7,"intro_text":8,"meta_description":9,"seo_title":9,"path":10,"content_type":11,"locale":12,"go_live_at":7,"first_published_at":13,"page_created_at":14,"published_at":13,"edit_url":15,"breadcrumbs":16,"seo":24,"data":32,"children":322,"content_type_view":323,"extra_breadcrumbs":324,"body":326,"body_blocks":337,"related_pages":341},3679,"perjanjian-kerja-bersama","Perjanjian Kerja Bersama",null,"\u003Cp>Beberapa pilihan Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dipublikasikan di sini. Anda dapat menemukan teks asli dari Perjanjian Kerja Bersama tersebut, membaca dan menelusuri per bab maupun pasal, menurut topik yang sedang Anda cari.\u003Cbr\u002F>\u003Cbr\u002F>Ketika Anda mengklik pada link Perjanjian Kerja Bersama, halaman akan terbuka: di kolom sebelah kiri pada halaman tersebut berisi teks asli, sedangkan di kolom sebelah kanan, Anda akan menemukan ringkasan dari ketentuan yang ada di Perjanjian Kerja Bersama tersebut.\u003Cbr\u002F>Serikat Buruh\u002FPekerja dan Asosiasi Pengusaha dari Indonesia memberikan kontribusi terhadap pengumpulan data Perjanjian Kerja Bersama.\u003C\u002Fp>","","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama","collective_agreements.collectiveagreementoverview","id_ID","2025-08-15T13:01:11.360625+00:00","2026-04-02T08:44:09.692847+00:00","\u002Fcms\u002Fpages\u002F3679\u002Fedit\u002F",[17,20,23],{"title":18,"slug":19},"Indonesia","id-id",{"title":21,"slug":22},"Bekerja di Indonesia","bekerja-di-indonesia",{"title":6,"slug":5},{"title":6,"description":9,"image":25,"canonical":26,"robots":27,"og_type":28,"twitter_card":29,"locale":19,"created_at":30,"last_modified_at":31},"https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fmedia\u002Fimages\u002FSocial_media_preview_image_-_2025.2e16d0ba.fill-1200x630.png","https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002F","index, follow","website","summary_large_image","2025-08-15T15:01:11.360625+02:00","2026-04-02T10:44:09.828831+02:00",{"cba":33,"clauses":44,"details":320,"translations":321},{"id":34,"uid":35,"url":36,"name":37,"locale":12,"override_title":9,"title":38,"browser_title":39,"browser_description":40,"text":41},"perjanjian-kerja-bersama-antara-igp-group-dengan-sp-lem-spsi-igp-group-","5fedb38a-ce93-11e3-9773-001e0bc20076","https:\u002F\u002Fcobra.wageindicator.org\u002Fcountries\u002Findonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-igp-group-dengan-sp-lem-spsi-igp-group-\u002Fperjanjian-kerja-bersama-antara-igp-group-dengan-sp-lem-spsi-igp-group-\u002F","Perjanjian Kerja Bersama Antara IGP Group  Dengan SP LEM SPSI IGP Group 2013 - 2014","IDN PT. Gemala Kempa Daya, IDN PT. Inti Ganda Perdana, IDN PT. Asano Gear Indonesia, IDN PT. Akashi Wahana IDN IGP Group - 2013","Indonesia - IDN PT. Gemala Kempa Daya, IDN PT. Inti Ganda Perdana, IDN PT. Asano Gear Indonesia, IDN PT. Akashi Wahana IDN IGP Group - 2013","IDN PT. Gemala Kempa Daya, IDN PT. Inti Ganda Perdana, IDN PT. Asano Gear Indonesia, IDN PT. Akashi Wahana IDN IGP Group - 2013 - Industri\u002Fpabrik pengolahan",{"name":42,"data":43},"20 - PKB IGP Group 2013 - 2014.html","\n              \n              \n              \n              \n              \u003C!--?xml version=\"1.0\" encoding=\"UTF-8\"?-->\n\n\n\n  \u003Cmeta http-equiv=\"content-type\" content=\"text\u002Fhtml; charset=UTF-8\">\n  \u003Ctitle>New\u003C\u002Ftitle>\n  \u003Cmeta name=\"generator\" content=\"Amaya, see http:\u002F\u002Fwww.w3.org\u002FAmaya\u002F\">\n\n\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch1>PERJANJIAN KERJA BERSAMA ANTARA IGP GROUP DENGAN SERIKAT PEKERJA LOGAM,\nELEKTRONIK DAN MESIN SERIKAT PEKERJA SELURUH INDONESIA UNIT KERJA IGP GROUP\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Ch1>\u003C\u002Fh1>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB I : UMUM\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 1 : Pengertian Dan Istilah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dalam perjanjian Kerja Bersama ini yang dimaksud dengan ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1. Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- PT GEMALA KEMPA DAYA didirikan di Jakarta dengan Akte Notaris Nyonya\nRukmasanti Hardjasatya SH, No. 15 tanggal 7 oktober 1980\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- PT INTI GANDA PERDANA didirikan di Jakarta dengan Akte Notaris Nyonya\nRukmasanti Hardjasatya SH, No. 40 tanggal 12 maret 1982\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- PT ASANO GEAR INDONESIA didirikan di Jakarta dengan Akte Notaris Nyonya\nSinggih Susilo SH, No. 37 tanggal 5 agustus 2005\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- PT AKASHI WAHANA INDONESIA didirikan di Jakarta dengan Akte Notaris\nSinggih Susilo SH, No. 12 tanggal 6 april 2006\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Berkedudukan di Jalan Pegangsaan Dua Blok A1, Km 1,6 Kelapa Gading Jakarta\nUtara yang selanjutnya disebut sebagai IGP GROUP\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.Pengusaha :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah pemilik perusahaan atau orang perseorangan persekutuan atau badan\nhukum yang diberi kuasa untuk mengelola jalannya perusahaan dan melakukan\ntindakan untuk dan \u002F atau atas nama perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.Pimpinan Perusahaan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah orang perseorangan yang diberi kuasa dan ditunjuk oleh pengusaha\nuntuk mengelola jalannya perusahaan, bertindak atas nama perusahaan sesuai\nkewenangan yang dilimpahkan oleh pengusaha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4.Serikat Pekerja :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah Serikat Pekerja Logam, Elektronik dan Mesin Serikat Pekerja Seluruh\nIndonesia Unit Kerja IGP GROUP yang berkedudukan Jalan Pegangsaan Dua Blok A1,\nKm 1,6 Kelapa Gading Jakarta Utara terdaftar di PC SP LEM SPSI Jakarta Utara\nberdasarkan SK No. Kep. 114 \u002F A \u002F PC-SP LEM\u002FSPSI \u002F JAKUT \u002F X \u002F 1998.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5.Keanggoataan Serikat Pekerja :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah sukarela dan terbuka bagi setiap pekerja tanpa membedakan status,\ngolongan dan jabatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6.PUK SP LEM SPSI IGP GROUP adalah :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a).Pengurus :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah pekerja yang memiliki jabatan pengurus di Pimpinan Unit Kerja Serikat\nPekerja Logam, Elektronik dan Mesin Serikat Pekerja Seluruh Indonesia IGP\nGROUP.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b).Komisaris\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah pekerja yang menduduki jabatan dalam perangkat organisasi Serikat\nPekerja LEM IGP Group yang ditetapkan oleh pengurus PUK SPSI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c).Pleno\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah pekerja yang terpilih oleh anggota mewakili unit kerjanya didalam\nperangkat organisasi Serikat Pekerja LEM IGP Group\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7.Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah orang yang pekerja diperusahaan dan menerima upah berdasarkan hubungan\nkerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8.Keluarga Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah satu orang isteri atau suami dan tiga anak yang sah yang menjadi\ntanggungan pekerja sebagaimana terdaftar diperusahaan dengan batas usia\nmaksimum 24 tahun dan dengan syarat : belum menikaj atau bekerja \u002F\nberpenghasilan sendiri\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9.Orang Tua pekerja :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah ayah dan ibu dari Pekerja sebagai mana yang terdaftar di Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10.Mertua Pekerja :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah ayah dan ibu dari suami atau istri pekerja sebagaimana yang terdaftar\ndi Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11.Ahli Waris :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah keluarga pekerja atau orang-orang yang berhak mendapatkan warisan\nsesuai hukum yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12.Atasan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah pekerja yang jabatannya lebih tinggi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13.Atasan Langsung:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah Pekerja yang karena jabatannya mempunyai tanggung jawab penugasan,\npebinaan dan pengawasan secara langsung terhadap pekerja di Unit Kerjanya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14.Upah:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah suatu penerimaan sebagai imbalan dari perusahaan kepada pekerja untuk\nsesuatu pekerjaan yang telah atau dilaksanakan dinyatakan atau dinilai dalam\nbentuk uang yang ditetapkan menurut suatu perjanjian\u002Fpersetujuan atau peraturan\nperundang-undangan dan dibayarkan atas dasar kesepakatan, termasuk\ntunjangan-tunjangan, baik untuk pekerja sendiri maupun keluarganya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>15.Penerimaan Upah Gross:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah penerimaan upah Bruto\u002Fkotor pekerja yang masih harus diperhitungkan\npajaknnya sesuai dengan undang-undang perpajakan yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>16.Gaji Pokok:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah upah dikurangi tunjangan-tunjangan baik Pekerja sendiri maupun\nkeluarga\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>17.Penerimaan upah Netto:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah penerimaan upah bersih pekerja yang telah diperhitungkan pajaknya\nsesuai dengan undang-undang perpajakan yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>18.Masa Kerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah jangka waktu seseorang bekerja di IGP Group secara tidak terputus dan\ndihitung sejak tanggal diterima sebagai pekerja yang tercatat didalam\nPerjanjian Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>19.Pekerjaan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah kegiatan yang dijalankan oleh pekerja untuk perusahaan dalam suatu\nhubungan kerja dengan menerima upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>20.Kerja Lembur:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah kerja yang dijalankan oleh pekerja diluar jam\u002Fhari kerja yang telah\nditetapkan dan disepakati\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>21.Kecelakaan Kerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah kecelakaan yang terjadi\u002Ftimbul dalam pekerjaan atau karena hubungan\nkerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>22.Lingkungan Perusahaan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah seluruh area atau tempat yang berada di bawah penguasaan perusahaan\natau milik Perusahaan yang digunakan untuk menunjang kegiatan Perusahaan\n(bangunan, jalan, halaman dll yang berada dilingkungan IGP Group, PT AFI dan PT\nAAIJ)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>23.Mutasi:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah perpindahan pekerja dari satu PT ke PT lain didalam IGP Group\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>24.Rotasi:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah perpindahan Pekerja dari satu Divisi atau Depertemen ke Divisi atau\nDepartemen lain didalam satu PT\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>25.Jabatan Pekerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah kedudukan dalam struktur \u002F jenjang organisasi Perusahaan yang\ndiberikan berdasarkan penunjukan \u002F pengangkatan untuk menjalankan wewenang dan\ntanggung jawab yang melekat pada kedudukan tersebut\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>26.Kerja Shift:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Ialah pekerjaan yang dijalankan oleh pekerja secara bergiliran (shift)\nberdasarkan waktu kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>27.Kacamata:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Yang dimaksud dengan kacamata adalah kacamata bifocus, monofocus dan\ncylindris\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>28.Perjalanan Dinas:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah melaksanakan pekerjaan diluar lokasi kerja IGP Group dengan radius\nlebih dari 60 KM dan mendapatkan perintah tertulis dari atasannya dengan\nmenggunakan formulir perjalanan Dinas\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>29.Menjalankan Kewajiban Negara:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Yang dimaksud menjalankan kewajiban negara adalah melakukan aktifitas \u002F\nkegiatan wajib militer \u002F bela Negara atas dasar permintaan dari Institusi\nPemerintah dengan dilampirkan surat – surat dengan jangka waktu tertentu\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>30.Hubungan Kerja:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah hubungan antara Pengusaha dan Pekerja berdasarkan Perjanjian Kerja\nyang mempunyai unsur Pekerjaan, Upah dan perintah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>31.Diliburkan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah libur total IGP Group minimal satu shift atau sesuai kebijakan\nPerusahaan dalam mempertimbangkan situasi eksternal\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>32.Dirumahkan:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah kondisi dimana pekerja tidak harus datang diperusahaan atau perintah\nAtasan dikarenakan tidak adanya Loading pekerjaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>33.Pekerja Tetap:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah Pekerja yang bekerja di Perusahaan dalam jangka waktu yang tidak\ntertentu (PKWTT : Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>34.Pekerja Waktu Tertentu:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah pekerja yang terikat pada hubungan kerja secara terbatas menurut\ndasar waktu kerja tertentu (PKWT : Perjanjian Kerja Waktu Tertentu) dengan\nPerjanjian kerja dalam waktu kerja yang terbatas lamanya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>35.Pekerja Honorer:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah Pekerja yang bekerja di Perusahaan untuk Pekerjaan dan waktu yang\nbersifat jam kerja tersendiri (Paruh Waktu)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>36.Tenaga Kerja Asing:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Adalah Pekerja Warga Negara Asing pemegang visa kerja yang bekerja di\nPerusahaan untuk pekerjaan tertentu dan waktu yang diatur tersendiri\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 2 : Pihak – Pihak Yang Mengadakan Perjanjian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pihak – pihak yang mengadakan Perjanjian Kerja Bersama ialah :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1) Pihak – pihak yang Mengadakan Perjanjian Kerja Bersama ini adalah\nPengusaha, yang bertindak untuk atas nama Perusahaan bernama :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1.PT GEMALA KEMPA DAYA didirikan di Jakarta dengan Akta Notaris dengan Akte\nNotaris Nyonya Rukmasanti Hardjasatya SH, No. 15 tanggal 7 oktober 1980\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2.PT INTI GANDA PERDANA didirikan i Jakarta dengan Akte Notaris Nyonya\nRukmasanti Hardjasatya SH, No. 40 tanggal 12 maret 1982\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3.PT ASANO GEAR INDONESIA didirikan di Jakarta dengan Akte Notaris Nyonya\nSinggih Susilo SH, No. 37 tanggal 5 agustus 2005\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4. PT AKASHI WAHANA INDONESIA didirikan di Jakarta dengan Akte Notaris\nSinggih Susilo SH, No. 12 tanggal 6 april 2006\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Logam, Elektronik dan Mesin Serikat\nPekerja Seluruh Indonesia Unit Kerja IGP GROUP yang berkedudukan Jalan\nPegangsaan Dua Blok A1, Km 1,6 Kelapa Gading Jakarta Utara selanjutnya dalam\nPerjanjian Kerja Bersama ini disebut SERIKAT PEKERJA\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 3 : Luasnya Perjanjian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1) Perjanjian Kerja Bersama ini mencakup hal – hal umum yang berkaitan\ndengan hak – hak serta kewajiban kedua belah pihak dalam rangka ikatan\nhubungan kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Hal – hal yang bersifat khusus yang merupakan penjabaran lebih lanjut\ndari isi Perjanjian Kerja Bersama ini akan diatur dalam Ketentuan tersendiri\natas perjanjian bersama antara Perusahaan dan Serikat Pekerja dengan\nberlandaskan yang tidak bertentangan dengan ketentuan-ketentuan dalam\nPerjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-equalityexcludedtrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-equalitydifferenttrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternitydifferenttrigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityexcludedtrigger\">\u003Cp>3)Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku untuk seluruh Pekerja untuk hal-hal\ntertentu yang bersifat khusus diatur tersendiri\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 4 : Kewajiban Pihak – Pihak Yang Mengadakan Perjanjian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1) Perusahaan dan Serikat Pekerja berkewajiban untuk mematuhi dan\nmelaksanakan sepenuhnya semua ketentuan yang telah disetujui bersama dalam\nPerjanjian Kerja Bersama ini\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Perusahaan dan Serikat Pekerja berkewajiban untuk menyebarluaskan serta\nmemberikan penjelasan kepada Pekerja baik isi maupun pengertian ketentuan –\nketentuan yang tertera dalam Perjanjian Kerja Bersama ini agar dimengerti dan\ndipatuhi, disamping memberikan penjelasan kepada pihak lain yang berkepentingan\ndengan Perjanjian Kerja Bersama ini\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 5 : Hubungan Perusahaan Dan Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1) Perusahaan dan Serikat Pekerja bertekad terus untuk bekerja sama\nmenciptakan ketenangan kerja dan ketenangan usaha demi terwujudnya Hubungan\nIndustrial Pancasila\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) a. untuk menunjang tekad tersebut maka Perusahaan dan Serikat Pekerja\nakan melaksanakan LKS ( Lembaga Kerja Sama) Bipartit sebagai forum komunikasi\ndan konsultasi antara Pekerja dan Pengusaha mengenai ketenagakerjaan di\nperusahaan dan dilakukan secara Periodik minimal 1 (satu) kali dalam sebulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. anggota yang dimaksud berasal dari penunjukan dari serikat pekerja dan\nmanajemen yang disahkan menurut surat keputusan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Setiap pengumuman yang akan ditempelkan pada papan pengumuman maka\npengumuman tersebut terlebih dahulu harus diketahui dan disetujui Pimpinan\nPerusahaan dan Serikat Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB II : PENGAKUAN, FASILITAS JAMINAN DAN DISPENSASI BAGI SERIKAT\nPEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 6 : Pengakuan Hak – Hak Perusahaan Dan Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1) Perusahaan mengakui bahwa Serikat Pekerja adalah organisasi yang sah\nmewakili dan bertindak untuk dan atas nama seluruh anggotanya yang mempunyai\nhubungan kerja dengan Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Serikat Pekerja mengakui bahwa perusahaan mempunyai hak untuk memimpin\ndan menjalankan usahanya sepanjang tidak bertentangan dengan Perjanjian Kerja\nBersama, Peraturan Pemerintah Undang – undang Republik Indonesia\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 7 : Fasilitas Bantuan Untuk Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1) Perusahaan bersedian untuk melakukan pemotongan iuran bagi serikat\npekerja dangan pedoman pada ketentuan, petunjuk dan pelaksanaan Serikat\nPekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Untuk menunjang program sosial dan kerohanian Serikat Pekerja bagi para\nanggotanya, perusahaan membantu pelaksanaan pengumpulan dana untuk\nsumbangan\u002Fbantua sosial antar anggota serikat pekerja dengan berpedoman kepada\nketentuan pelaksanaan Serikat Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Perusahaan menyediakan ruangan kantor bagi Serikat Pekerja dengan\nperlengkapan yang memadai didalam lingkungan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4) Perusahaan menyediakan papan pengumuman bagi Serikat Pekerja di\ntempat-tempat yang mudah dibaca didalam lingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5) Atas permintaan Serikat Pekerja, perusahaan dapat mengijinkan Serikat\nPekerja mengadakan rapat\u002Fpertemuan diruangan milik perusahaan dengan\nmeminjamkan peralatan yang diperlukan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6) Untuk memperlancar jalannya organisasi Serikat Pekerja maka Perusahaan\natas permohonan Pimpinan Serikat Pekerja Perusahaan dapat memberikan bantuan\nfasilitas berupa bantuan dana untuk pendidikan Pengurus atau anggotanya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 8 : Jaminan Bagi Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1) Pekerja yang terpilih sebagai pengurus Serikat Pekerja, atau yang di\ntunjuk menjadi pengurus tidak akan mendapat tindakan diskriminatif atau tekanan\ndari Perusahaan\u002FAtasan karena fungsi dan tugasnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Perusahaan akan menyelesaikan dengan serikat pekerja setiap keluhan\npekerja, dengan mengacu kepada pasal 84 dan pasal 85\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Pengurus serikat pekerja dapat memanggil anggotanya untuk suatu keperluan\ndidalam jam kerja dengan terlebih dahulu memberitahu dan meminta ijin kepada\natasannya minimal section head\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4) Perusahaan dapat memberikan keterangan kepada Serikat Pekerja menyangkut\nkeadaan perusahaan dan hal – hal lain yang berhubungan dengan ketenagakerjaan\nminimal 1 bulan sekali\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5) Perusahaan menyadari bahwa tindakan penutupan perusahaan (lock out)\nadalah tidak sesuai dengan semangat hubungan industrial Pancasila maupun\nkebijakan Pemerintah, maka oleh karena itu akan selalau diusahakan untuk\ndihindarkan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 9 : Jaminan Bagi Perusahaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1) Serikat Pekerja mendukung usaha Perusahaan dalam menegakan tata tertib\ndan disiplin kerja serta pemberian peringatan\u002Fsanksi atas kesalahan\u002Fpelanggaran\nyang dilakukan pekerja sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan yang telah\ndiatur dalam Perjanjian Kerja Bersama ini\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Serikat Pekerja tidak akan mencampuri urusan perusahaan yang tidak ada\nkaitannya dengan hubungan ketenagakerjaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Serikat Pekerja sepakat bahwa tindakan pemogokan dan memperlambat kerja\nadalah tidak sesuai dengan hubungan industrial Pancasila maupun kebijakan\npemerintah, oleh karena itu tindakan pemogokan dan memperlambat kerja merupakan\nhal yang harus selalu dihindarkan, sepanjang tidak bertentangan dengan\nPertauran Perundang - undangan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 10 : Dispensasi Untuk Keperluan Serikat Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1) Atas permintaan Serikat Pekerja, Perusahaan dapat memberikan dispensasi\nkepada pengurus atau wakil yang ditunjuk Serikat Pekerja dalam melaksanakan\ntugas – tugas organisasi atau memenuhi panggilan pemerintah guna kepentingan\norganisasi atau kepentingan Negara dengan tidak mengurangi hak-haknya sebagai\npekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Apabila pengurus atau anggota Serikat Pekerja dipilih menjadi pengurus\npada perangkat organisasi Serikat Pekerja yang lebih tinggi, perusahaan dapat\nmemberikan dispensasi untuk kegiatan yang berkaitan dengan fungsinya tersebut\ndengan tidak mengurangi hak-haknya sebagai pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Perusahaan memberikan ijin kepada 2 (dua) orang anggota pengurus Serikat\nPekerja untuk dibebas tugaskan dari pekerjaan sehari-hari guna melakukan tugas\norganisasi Serikat Pekerja (full timer) dengan tanpa mengurangi hak-haknya\nsebagai pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB III : HUBUNGAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 11 : Penerimaan Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1) Perusahaan melaksanakan penerimaan pekerja untuk memenuhi kebutuhan\ntenaga kerja dalam hal-hal sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Meningkatnya volume pekerjaan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Untuk mengisi lowongan jabatan;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Rencana pengembangan Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Dalam penerimaan pekerja, perusahaan akan memberi perhatian lebih kepada\nanak pekerja yang telah terputus hubungan kerjanya (karena meninggal dunia,\nusia lanjut) dengan perusahaan dengan ketentuan memenuhi syarat-syarat\npenerimaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Dalam mengisi lowongan jabatan akan diperioritaskan kepada pekerja yang\nada dalam perusahaan yang memenuhi kualifikasi jabatan tersebut\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4) Penerimaan Pekerja baru diatur tersendiri dengan syarat sesuai prosedur\nperusahaan yang tidak bertentangan dengan Undang – undang yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5) Perusahaan dapat menerima Pekerja untuk waktu tertentu dengan\nsyarat-syarat kerja dan kondisi kerja yang tersendiri dan tidak akan\nbertentangan dengan apa yang telah diatur dalam Perjanjian Kerja Bersama\nini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6) Serikat Pekerja akan mendapatkan akses informasi tentang rencana\nrekruitment pekerja baru\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 12 : Status Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-EMPCONTR_trigger\">\u003Cp>Berdasarkan pada sifat dan jangka waktu ikatan kerja, status Pekerja terbagi\natas :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1) Pekerja Tetap,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Yaitu pekerja yang bekerja di perusahaan untuk jangka waktu yang tidak\ntertentu\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Pekerja Waktu Tertentu,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Yaitu pekerja yang terikat pada hubungan kerja secara terbatas menurut dasar\nwaktu kerja tertentu dengan Perjanjian Kerja dalam waktu kerja yang terbatas\nlamanya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Pekerja Honorer,\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Yaitu pekerja yang bekerja di perusahaan untuk pekerjaan dan waktu yang\nbersifat jam kerja tersendiri (part time)\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 13 : Pekerja Honorer\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1) Dengan pertimbangan tertentu Perusahaan dapat mempekerjakan Pekerja\ndengan status Pekerja Honorer\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Ketentuan – ketentuan yang berhubungan dengan Pekerja Honorer diatur\ntersendiri\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 14 : Pekerja Asing\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1) Dalam rangka mempekerjakan Pekerja Asing Perusahaan akan mematuhi\nketentuan mengenai penempatan pekerja asing seperti disebutkan dalam\nUndang-undang No. 13 tahun 2003 dan peraturan lainnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Tenaga Kerja Asing yang dipekerjakan di perusahaan harus memahami dan\nmenghormati adat istiadat bangsa indonesia dan bersikap sopan terhadap pekerja\nIndonesia serta melaksanakan hubungan industrial Pancasila\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Perusahaan akan memberitahukan kepada Serikat Pekerja mulai dan sampai\nkapan serta dimana pekerja asing tersebut akan ditempatkan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4) Sesuai dengan program alih tekhnologi maka Tenaga Kerja Asing yang\nditempatkan di perusahaan wajib berupaya mengalihkan keahlian dan\npengetahuannya kepada pekerja Indonesia\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 15 : Masa Percobaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrial\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contracttrialperiod\">\u003Cp>1) Perusahaan dapat menerima Pekerja Baru yang sudah berpengalaman dengan\nmelalui masa percobaan untuk waktu paling lama 3 (tiga) bulan.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Masa percobaan dihitung sejak hari pertama Pekerja mulai diterima bekerja\ndiperusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Penilaian masa percobaan dilakukan oleh atasan dimana pekerja\nditempatkan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4) Setelah melalui masa percobaan dengan hasil penilaian baik, maka pekerja\ndapat diangkat menjadi Pekerja tetap.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 16 : Kerja Waktu Tertentu\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1) Perjanjian Kerja Waktu Tertentu diberlakukan bagi pekerja yang sifat,\njenis dan kegiatannya selesai dalam waktu tertentu. dimana pelaksanaanya\nmengacu kepada petunjuk pelaksanaan yang disepakati antara Perusahaan dan\nSerikat Pekerja. Masa kerja waktu tertentu dihitung sejak hari pertama Pekerja\nmulai diterima bekerja di perusahaan. Selama kerja waktu tertentu, pekerja\nmenerima upah yang ditentukan baginya dengan batas minimum terendah yang\nberlaku diperusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Dengan mempertimbangkan kondisi perusahaan dan penilaian kerja baik maka\nseorang pekerja waktu tertentu dapat diangkat sebagai pekerja tetap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Apabila pekerja waktu tertentu terjadi pemutusan hubungan kerja sebelum\nberakhir waktunya, maka perusahaan membayarkan upah pekerja sampai batas waktu\nkerja tersebut, kecuali bila putus hubungan kerja karena kesalahan pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 17 : Penilaian Prestasi Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1) Penilaian prestasi kerja setiap pekerja dilakukan oleh atasan langsung \u002F\natasan dari atasan langsung pekerja setahun dua kali dengan periode penilaian\nyang didasarkan atas tujuan penilaian itu sendiri\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Hal-hal yang dinilai dalam penilaian prestasi kerja adalah menyangkut\n:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a).Hasil Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b).Pengelolaan Pekerjaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c).Pengelolaan Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) a. Pelaksanaan penilaian prestasi kerja dilakukan dengan menggunakan\nlembaran penilaian prestasi yang telah ditetapkan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Hasil penilaian prestasi kerja dikomunikasikan antara atasan dan pekerja\nyang bersangkutan secara periodik\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4) Hasil penilaian prestasi kerja merupakan bagian dalam menentukan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a).Besarnya kenaikan gaji (merit increase)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b).Promosi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c).Pendidikan dan pelatihan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d).Mutasi \u002F rotasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e).Berakhirnya hubungan kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f).Hadiah akhir tahun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5) Sistem penilaian pretasi kerja akan dievaluasi antara perusahaan dan\nSerikat Pekerja atas permintaan salah satu pihak\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 18 : Golongan Dan Jabatan Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-JOBTITLE_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-jobclassifaction1\">\u003Cp>1) Golongan dan jabatan pekerja diatur menurut ketentuan sebagai berikut\n:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Golongan\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Jabatan\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>I\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Operator \u002F setara\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>II\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Operator \u002F setara, GL\u002Fsetara\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>III\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Foreman\u002Fsetara\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>IV\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Section Head\u002F setara, Dept. Head\u002F setara\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>V\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Dept. Head\u002F setara, Division Head\u002F setara\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>VI\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Division Head\u002F setara, Direktur\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>VII\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Direktur\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Adapun pola dan golongan masing-masing pekerjaan yang ada di perusahaan\nakan diatur dalam ketentuan tersendiri\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Apabila dikemudian hari seorang pekerja mencapai suatu tingkatan\npendidikan yang lebih tinggi, dan dengan melihat kebutuhan pekerjaan yang ada\nmaka kepadanya dapat diberikan kesempatan untuk mengisi jabatan tersebut\nmelalui proses seleksi umum sesuai dengan syarat yang dibutuhkan untuk jabatan\ntersebut\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 19 : Promosi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1) Promosi golongan\u002Fsub-golongan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a).Perusahaan memberikan kesempatan kepada Pekerja untuk dipromosikan ke\ngolongan\u002Fsub-golongan yang lebih tinggi berdasarkan prestasi kerja, masa kerja\ndan sikap pada satu golongan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b).Masa kerja pada satu golongan diatur dalam ketentuan tersendiri\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c).Promosi golongan\u002Fsub-golongan tidak selalu harus mempengaruhi jabatan,\ntetapi berpengaruh terhadap upah pekerja seperti yang telah ditetapkan dalam\nPerjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Promosi Jabatan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a).Perusahaan memberikan kesempatan jabatan yang lebih tinggi dalam mengisi\nlowongan jabatan yang ada dengan mempertimbangkan faktor-faktor antara lain\n:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Kebutuhan Organisasi Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Kualifikasi Jabatan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Prestasi Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Tingkat Pendidikan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Masa kerja dan masa menjabat pada jabatan sekarang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Sikap dan tingkah laku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b).Kepada seorang pekerja yang dipromosikan untuk suatu jabatan tertentu\nakan diberikan surat keputusan pengangkatan dan diinformasikan kepada serikat\npekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Pelaksanaan promosi golongn\u002Fsub-golongan dari jabatan di Perusahaan\nsecara umum dilakukan pada bulan Januari dan Juli setiap tahun dan yang\nbersifat istimewa dapat dilakukan sewaktu-waktu\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4) Adapun mekanisme promosi golongan\u002Fsub-golongan dan jabatan diatur dalam\nketentuan tersendiri\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 20 : Mutasi, Rotasi Dan Prosedurnya\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1) Demi lancarnya kegiatan Perusahaan serta pendayahgunaan tenaga kerja,\nPerusahaan dapat memutasikan dan merotasikan Pekerja untuk suatu\npekerjaan\u002Fjabatan di perusahaan dalam hal-hal sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a).Bertambahnya pekerjaan disuatu tempat\u002Fbagian dan karenanya memerlukan\npenambahan pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b).Memberikan kesempatan kepada pekerja yang mempunyai harapan untuk maju\nagar dapat mengembangkan kariernya pada bagian atau tugas yang baru\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c).Pekerja diangkat menduduki jabatan yang lebih tinggi di tempat\u002Fbagian\nlain dengan memperhatikan kecakapan, sikap kerja baik, kemampuan serta\nmempertimbangkan perkembangan kariernya di Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d).Kondisi kesehatan pekerja menurut nasehat dokter tidak memungkinkan untuk\nbekerja pada bagiannya semula, dengan kondisi demikian masih dimungkinkan untuk\nbekerja dibagian lain\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Mutasi\u002FRotasi dalam pelaksanaanya tidak akan mengurangi hak-hak pekerja\ntermasuk hak untuk mendapatkan promosi dan kenaikan upah seperti yang telah\ndiatur dalam Perjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Mutasi\u002FRotasi terlebih dahulu wajib diberitahukan kepada pekerja oleh\natasannya selambat-lambatnya satu minggu sebelum tanggal pelaksanaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4) Mutasi\u002FRotasi ditetapkan dengan surat keputusan dan diumumkan sebelum\ntanggal Mutasi\u002FRotasi dengan tembusan kepada Serikat Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5) Dalam pelaksanaan Mutasi\u002FRotasi tidak sejalan dengan ketentuan dalam\npasal ini, maka Pekerja dapat mengajukan keberatannya secara tertulis dengan\nmenyampaikan alasan-alasannya kepada atasan dengan tembusan kepada Serikat\nPekerja untuk diusahakan penyelesaian. Selama masa penyelesaian tersebut\npekerja masih tetap melaksanakan kewajibannya ditempat kerja yang lama\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IV : WAKTU KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 21 : Umum\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspweek_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-hourspday_select\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-WORKHOURS_trigger\">\u003Cp>Perusahaan melaksanakan waktu kerja maksimal 8 jam sehari 40 jam minggu.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 22 : Hari Kerja Dan Jam Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-schedulesrestpw\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SCHEDULE_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-dayspweek_select\">\u003Cp>1) Hari kerja pada dasarnya hari Senin sampai dengan Jum’at kecuali kalau\nhari –hari tersebut dinyatakan sebagai libur resmi nasional\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) a. Jam kerja dan istirahat Perusahaan ditentukan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Shift\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Jam Kerja\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Jam Istirahat\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>I\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>07.30 – 16.15\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>11.45 – 12.30\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd rowspan=\"2\">II\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd rowspan=\"2\">16.15 – 24.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>18.00 – 18.15\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>20.00 – 20.30\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>III\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>24.00 – 07.30\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>03.00 – 03.30\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Khusus hari Jum’at :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Shift\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Jam Kerja\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Jam Istirahat\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>I\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>07.30 – 16.30\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>11.45 – 12.45\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd rowspan=\"2\">II\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd rowspan=\"2\">16.30 – 24.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>18.00 – 18.15\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>20.00 – 20.30\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>III\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>24.00 – 07.30\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>03.00 – 03.30\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Jam kerja dan jam istirahat perusahaan pada bulan Puasa sebagai berikut\n:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Shift\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Jam Kerja\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Jam Istirahat\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>I\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>07.30 – 16.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>12.00 – 12.30\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd rowspan=\"2\">II\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd rowspan=\"2\">16.15 – 24.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>18.00 – 18.30\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>20.00 – 20.15\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>III\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>24.00 – 07.30\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>03.30 – 04.00\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Khusus hari Jum’at :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Shift\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Jam Kerja\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Jam Istirahat\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>I\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>07.30 – 16.30\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>11.45 – 12.45\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd rowspan=\"2\">II\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd rowspan=\"2\">16.00 – 24.00\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>18.00 – 18.30\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>20.00 – 20.15\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>III\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>24.00 – 07.30\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>03.30– 04.00\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) a. Atas kesepakatan bersama antara Perusahaan dan Serikat Pekerja, hari\nkerja, jam kerja dan jam istirahat tersebut diatas dapat diubah dengan\nmempertimbangkan kondisi dan situasi Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. Untuk perubahan jam istirahat yang sifatnya insidientil, dapat dilakukan\ndengan menginformasikan ke Serikat Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4) Untuk anggota satuan pengamanan (SATPAM) yang karena pekerjaanya bersifat\nkhusus, hari dan jam kerja serta pembagian sifatnya ditentukan lain sesuai\ndengan SK bersama No. Kep. 275 \u002F MEN \u002F 1989; No. Pol.Kep\u002F04\u002FV\u002F1989.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 23 : Lembur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1) Lembur di Perusahaan adalah atas kesepakatan antara Pekerja dan Atasannya\nkecuali :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a).Keadaan darurat dan atau pada kondisi tertentu yang tidak dapat\nditunda.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b).Apabila ada pekerjaan-pekerjaan yang jika tidak segera diselesaikan akan\nmembahayakan keselamatan dan kesehatan kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c).Bila dalam jangka waktu yang ditentukan ada pekerjaan yang tertunda\u002Fbelum\ndiselesaikan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Kerja lembur dilakukan pekerja dengan penugasan atasannya dan dalam hal\npekerja tidak dapat melaksanakan penugasan tersebut, pekerja wajib\nmemberitahukan kepada atasannya, maka pekerja akan dibebaskan dari kerja\nlembur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Kepada Pekerja yang oleh karena kesanggupanya dan sudah sepakat untuk\nkerja lembur, maka pekerja diwajibkan mempertanggung jawabkan kesanggupannya\nuntuk kerja lembur sesuai dengan waktu yang telah ditentukan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4) Upah lembur diberikan kepada pekerja yang melakkukan kerja lembur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5) Apabila terjadi pembatalan lembur setelah Pekerja hadir di Perusahaan,\nmaka pekerja yang bersangkutan akan diberikan penggantian uang transport\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6) Perhitungan upah lembur diberikan berdasarkan jam pelaksanaan pada\nPerintah Kerja Lembur (PLK)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 24 : Perhitungan Upah Lembur\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1) Perhitungan upah lembur diatur dengan berpedoman kepada Kepmenakertrans\nRI No. 102\u002FMen\u002FVI\u002F2004 tanggal 25 Juni 2004\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Komponen upah dalam perhitungan lembur terdiri dari upah pokok, Tunjangan\nTransport, tunjangan Makan dengan rumusan perhitungan tarif upah lembur (TUL)\nperjam adalah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a).1\u002F173 x Upah Pokok\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b).3\u002F20 x (Tunjangan Transport + Tunjangan Makan)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-OVERTIME_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause\" id=\"clause-overtimeallowancetypeperiod\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowanceperc1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-overtimeallowancetype1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SUNDAY_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowanceperc1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sundayallowancetype1\">\u003Cp>3) a. perhitungan jam kerja lembur diatur menurut ketentuan sebagai berikut\n:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003C\u002Ftr>\u003Ctr>\u003Ctd>\u003Cstrong>Hari\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd colspan=\"2\">\u003Cstrong>Perhitungan\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd rowspan=\"2\">Kerja Biasa\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jam ke – 1\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1.5 x TUL\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Jam ke – 2 dst\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2.0 x TUL\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd rowspan=\"4\">\u003Cp>Libur mingguan, Diliburkan, Cuti Massal\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jam ke – 1 s\u002Fd 7\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2.0 x TUL\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Jam ke – 8\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3.0 x TUL\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Jam ke – 9 s\u002Fd 10\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>4.0 x TUL\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Jam ke – 11 s\u002Fd dst\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>4.0 x TUL\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd rowspan=\"5\">Libur Resmi\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Jam ke – 1 s\u002Fd 7\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2.5 x TUL\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Jam ke – 8\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3.0 x TUL\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Jam ke – 9 s\u002Fd 10\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>4.0 x TUL\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Jam ke – 11 s\u002Fd 15\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>4.0 x TUL\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Jam ke – 16 dst\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>4.0 x TUL\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003Ctr>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>Note : untuk lembur di hari Libur mingguan\u002Fcuti masal setelah jam ke 11\ndiberikan makan (natura) setelah jam ke 16 diberikan snack. (Natura) dan setiap\nkelipatan 4 jam\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. bagi pekerja yang bekerja pada hari Raya Keagamaan dan setelah disetujui\nyang bersangkutan (Idul Fitri, Idul Adha, Natal, Nyepi, Waisak) diberikan\nkompensasi sebesar Rp; 40.000,-\u002F Net.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4) Upah lembur akan dibayarkan bersama dengan pembayaran tunjangan\ntransport, dengan periode perhitungan dari tanggal 01 sampai tanggal 31 dan\ndibayarkan pada tanggal 10 bulan berikutnya dan apabila tanggal tersebut jatuh\npada hari libur, maka pembayaran dilakukan pada hari kerja sebelumnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB V : HARI LIBUR RESMI, CUTI DAN IJIN TIDAK MASUK KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 25 : Hari Libur Resmi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-bankholidays1\">\u003Cp>1)Hari libur resmi adalah hari-hari libur yang ditetapkan setiap tahun oleh\npemerintah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Perusahaan memberikan istirahat kepada pekerja pada hari-hari libur resmi\ndengan tetap mendapatkan upah\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 26 : Cuti Tahunan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-PAIDLEAV_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysweeks\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-holidaysdays\">\u003Cp>1) Perusahaan wajib memberikan cuti tahunan sebanyak 12 (dua belas) hari\nkerja dengan tetap memberikan upah kepada pekerja yang telah bekerja 12 (dua\nbelas) bulan berturut-turut\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Periode penetapan timbulnya hak cuti tahunan pekerja adalah 1 tahun dari\ntanggal mulai bekerja\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Apabila pekerja belum mempunyai hak cuti tahunan, akan tetapi mendapatkan\ncuti bersama perusahaan maka cuti tersebut akan diperhitungkan dengan cuti\ntahunan yang akan timbul\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4) Dengan memperhitungkan hak cuti tahunan Pekerja maka sebanyak-banyaknya\n10 (sepuluh) hari kerja dapat digunakan sebagai cuti bersama setiap tahun yang\nakan diatur oleh Perusahaan dan Serikat Pekerja bersamaan dengan penetapan\nkalender kerja tahunan perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5) Demi kelancaran pengambilan hak cuti tahunan, Perusahaan memberikan\ninformasi kepada Pekerja mengenai sisa cuti tahunan yang bersangkutan setiap\nbulannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6) Pekerja yang bermaksud mengunakan hak cuti tahunannya wajib mengajukan\nkepada perusahaan melalui Atasannya selambat-labatnya 3 (tiga) hari kerja\nsebelum dimulainya tanggal cuti\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7) a. Dalam hal cuti tahunan dalam periode tersebut tidak dapat dilaksanakan\nmaka sisa cuti tahunan pekerja dikompensasikan sesuai dengan pasal 106 ayat 5\n(e) pada saat periode cuti tahunanya berakhir\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b. dalam hal cuti tahunan melebihi jumlah hari yang menjadi haknya, mak\nkelebihan hari tersebut akan mengurangi sisa hari cuti besar yang masih menjadi\nhaknya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 27 : Cuti Besar\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1) setelah masa kerja 5 (lima) tahun dan kelipatannya, perusahaan wajib\nmemberikan cuti besar kepada pekerja selama 22 (dua puluh dua) hari kerja atau\n1 (satu) bulan dengan tetap mendapatkan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) kepada pekerja yang telah memenuhi syarat sesuai dengan ayat 1 (satu)\npasal ini maka Perusahaan memberikan tunjangan cuti besar 1 x upah yang\ndiberikan pada saat jatuh tempo cuti besar tersebut\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) pada prinsipnya penggunaan cuti besar dapat dilakukan Pekerja secara\npenuh 1 (satu) bulan lamanya, tetapi karena pertimbangan kebutuhan dan\nkelancaran pekerjaan, maka penggunaan cuti besar dapat dilakukan secara\nbertahap\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4) demi kelancaraan pelaksanaan cuti besar, Perusahaan memberikan informasi\nkepada Pekerja mengenai sisa cuti besar yang bersangkutan setiap bulannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5) pekerja yang bermaksud menggunakan hak cuti besar dapat mengajukan kepada\nperusahaan melalui atasannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6) dalam hal :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a).pekerja tidak mengunakan cuti besarnya setelah masa 5 (lima) tahun sejak\ntanggal mulainya, maka hak cuti besar Pekerja tersebut dinyatakan gugur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b).Cuti besar tidak dipergunakan karena penundaan oleh Atasannya dengan\nalasan pekerjaan maka hak cuti besar pekerja tidak dinyatakan gugur dan\ndikompensasikan sesuai dengan pasal 106 ayat 5 (e) pada saat periode cuti\nbesarnya berakhir\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 28 : Cuti Melahirkan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleavepayperc\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleavepay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveall\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidmaternityleave\">\u003Cp>1) Kepada Pekerja Wanita yang melahirkan, Perusahaan memberi cuti dengan\ntetap mendapatkan upah (upah pokok + Tunjangan Transport + Tunjangan Makan)\nselama 3 (tiga) bulan yaitu : satu setengah bulan sebelum melahirkan dan satu\nsetengah setelah melahirkan atau ditentukan lain atas permintaan pekerja yang\nbersangkutan dengan rekomendasi dokter kandungan\u002Fbidan\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Waktu istirahat sebelum saat Pekerja menurut perhitungan dokter akan\nmelahirkan, dapat dimajukan sampai selama-lamanya 3 (tiga) bulan jika didalam\nsurat keterangan dokter dinyatakan bahwa hal itu perlu untuk menjaga\nkesehatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maternityotherclause\">\u003Cp>3) Bagi Pekerja Wanita yang mengalami keguguran\u002Fgugur kandungan diberikan\nwaktu istirahat dengan upah (upah pokok + Tunjangan Transport + Tunjangan\nMakan) selama satu setengah bulan sejak gugurnya, atau selama waktu yang\ndidasarkan atas surat keterangan dokter\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 29 : Cuti Haid\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-menstruationleave\">\u003Cp>1) Pekerja Wanita tidak diwajibkan bekerja pada hari pertama dan kedua waktu\nhaid dengan tetap mendapatkan upah (upah pokok + Tunjangan Transport +\nTunjangan Makan)\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Untuk mengunakan hak cuti ini, pekerja harus memberitahukan kepada\nPerusahaan dengan melalui atasnnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 30 : Ijin Tidak Masuk Kerja Dengan Menerima Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-childcare\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-childcareleave\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleave\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleaveduration\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleavepay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-paidpaternityleavepayperc\">\u003Cp>1) Pekerja diberikan ijin tidak masuk bekerja dengan tetap menerima upah\n(upah pokok + Tunjangan Transport + Tunjangan Makan) untuk hal-hal sebagai\nberikut:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>No\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Kebutuhan\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Ijin Yang Diberikan\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>1\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Pernikahan Pekerja yang bersangkutan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3 Hari Kerja\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>2\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Pernikahan anak sah Pekerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3 Hari Kerja\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>3\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Istri sah Pekerja melahirkan\u002Fkeguguran\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3 Hari Kerja\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>4\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Pekerja mengalami musibah\u002Fbencana alam\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2 Hari Kerja\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>5\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Khitanan\u002Fpembaptisan anak sah Pekerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2 Hari Kerja\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>6\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Wisuda kesarjanaan\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 Hari Kerja\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>7\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Kematian Keluarga, orang tua, mertua, saudara kandung pekerja\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3 Hari Kerja\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>8\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Keluarga pekerja diopname\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2 Hari Kerja\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>9\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Orang yang tinggal dalam 1 rumah meninggal dunia\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 Hari Kerja\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Demikian juga untuk tugas-tugas sebagai saksi Pengadilan atau pada\npengusutan hukum dan atau tugas-tugas negara lainnya, memenuhi panggilan\u002Ftugas\nPemerintah, Pekerja diberikan ijin sebanyak hari yang diperlukan oleh badan\ntersebut\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Dalam mengunakan ijin-ijin tersebut pada pasal ini, Pekerja Wajib\nmemberitahukan kepada Perusahaan melalui Atasannya dengan melampirkan\nsurat-surat keterangan yang diperlukan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 31 : Ijin Tidak Masuk Kerja Dengan Tidak Menerima Upah\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1) Pekerja diberikan ijin tidak masuk kerja 1 hari dengan tidak menerima\nupah untuk hal-hal sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Orang tua, mertua, saudara kandung pekerja diopname\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Melawat kematian tetangga lingkungan RT\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Mengantar istri\u002Fsuami, anak ke rumah sakit\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Dalam mengunakan ijin-ijin tersebut pada pasal ini, pekerja wajib\nmemberitahukan kepada perusahaan melalui atasanya dengan melampirkan\nsurat-surat keterangan yang diperlukan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Segala bentuk ijin selain tersebut diatas akan berpengaruh terhadap\nkonduite Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VI : PENGUPAHAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 32 : Umum\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-WAGES_trigger\">\u003Cp>1) Upah yang berlaku diperusahaan terdiri atas :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Gaji pokok\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Tunjangan – Tunjangan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Semua pekerja berhak atas upah pokok dan tunjangan – tunjangan sesuai\ndengan status, jabatan dan golongan sebagaimana diatur dalam Perjanjian Kerja\nBersama ini.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Upah pokok yang ditentukan bagi pekerja adalah upah pokok gross yang\nmasih harus diperhitungkan pajaknya sesuai dengan Undang – undang perpajakan\nyang berlaku (PPH-21)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4) Perusahaan wajib memberikan lembar perhitungan SPT tahunan kepada Pekerja\nyang bersangkutan satu tahun sekali.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5) Pembayaran upah akan dilakukan pada tanggal 25 setiap bulan dan apabila\npada tanggal tersebut jatuh pada hari libur maka pembayaran dilakukan hari\nkerja terdekat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 33 : Gaji Pokok\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SKILLEVEL_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-jobwagegroups\">\u003Cp>1) Penetapan upah pokok didasarkan atas golongan Pekerja dalam\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Sesuai dengan jumlah golongan Pekerja maka upah pokok yang berlaku di\nPerusahaan terdiri dari 7 golongan yang masing-masing diatur tersendiri\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-jobwagegroupsperiod\">\u003Cp>3) Masing-masing golongan upah pokok akan disesuaikan setiap tahun dengan\nberpedoman pada besarnya kenaikan upah secara umum di Perusahaan\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 34 : Kenaikan Gaji Pokok\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1) Kenaikan Gaji Pokok dimusyawarahkan bersama antara Perusahaan dan Serikat\nPekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause\" id=\"clause-COSTLIV_trigger\">\u003Cp>a).Kenaikan gaji pokok\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dilakukan setahun sekali pada bulan januari dengan berpedoman pada\nprosentase inflansi DKI, Peningkatan Tarif Hidup Pekerja dan keluarganya dengan\nmemeprtimbangkan kemampuan Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b). Kenaikan Gaji Pokok karena adanya kebijakan pemerintah dibidang moneter,\ndengan berpedoman kepada besarnya prosentase pengaruh kebijakan Pemerintah\ntersebut terhadap tingkat daya beli pekerja\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasetype\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-wageincreasetype2\">\u003Cp>2) Kenaikan upah pokok secara khusus diatur sbb :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-STRUCINCR_trigger\">\u003Cp>a).Kenaikan upah pokok atas dasar prosentase kerja dilakukan setahun\nsekali\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>b).Kenaikan upah pokok karena promosi diatur sesuai ketentuan promosi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 35 : Tunjangan Transport\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-COMMUTE_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-commutingallowancetype\">\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-commutingallowanceperc1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-commutingallowancetype\">\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-commutingallowancetype1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-commutingallowanceperc1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-commutingallowancetype\">\u003Cp>1) a. Perusahaan memberikan tunjangan transport perhari hadir\u002Fnet kepada\nPekerja golongan I s\u002Fd III yaitu 2x {PtsR + (2xBS) } x 150%\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- PtsR adalah tarif resmi Bis Patas Reguler yang berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- BS adalah tarif resmi Bis Sedang yang berlaku\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>b. Golongan 4 ke atas pengaturan tunjangan transport diatur dalam ketentuan\ntersendiri.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Perusahaan juga menyediakan transport pengantaran pulang bagi pekerja\nyang melakukan kerja shift II dan penjemputan bagi shift III, dimana\npelaksanaannya tetapkan dalam ketentuan tersendiri yang disepakati antara\nPerusahaan dan Serikat Pekerja\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Atas kesepakatan Perusahaan dan Serikat Pekerja, penjemputan dan\npengantaran bagi pekerja dapat ditentukan lain dengan mempertimbangkan kondisi\ndan situasi perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 36 : Tunjangan Makan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-mealvouchers\">\u003Cp>1)Tunjangan makan diberikan perusahaan secara natura berdasarkan kehadiran\nkepada pekerja setelah bekerja sekurang – kurangya 4 jam berturut – turut\natau melampaui jam makan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Pada pekerja pada waktu istirahat siang karena kedinasanya tidak dapat\nkembali ketempat kerja untuk makan siang diberikan pengganti biaya makan\nsiang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-MEALALL_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-mealvouchersamount\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-mealvoucherstype1\">\u003Cp>3)Tunjangan Makan per hari diberikan secara net, sebagai berikut (tabel)\n:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Jenis\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Nilai\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Dalam Bentuk\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Reguler\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp. 9.650,-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Natura \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Lembur &gt; = 3 jam\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp. 9.650,-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Natura \u002F uang\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Dinas Luar &gt; 60 Km\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp. 20.000,-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Uang\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Makan Ekstra SII &amp; SIII\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp. 3.900,-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Natura\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>(implementasi Per 1 Februari 2013)\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4)Nilai tunjangan makan akan ditinjau setiap tahun sekali pada bulan Januari\ndengan berpedoman kepada besarnya perubahan inflansi DKI\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 37 : Insentif Kehadiran\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Perusahaan memberikan insentif kehadiran kepada Pekerja golongan I –\nIII, dengan ketentuan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Sakit\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd colspan=\"2\">Terlambat\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>0\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>0\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp. 57.000,-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp. 27.500\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>1\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp. 25.000,-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>2)Insentif kehadiran tidak diberikan kepada pekerja yang mangkir dan ijin\n(pasal 30)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 38 : Tunjangan Hari Raya Keagamaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonusdays1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-incidentalbonustype2\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-ONCERISE_trigger\">\u003Cp>1)Setiap tahun Perusahaan memberikan Tunjangan Hari Raya keagamaan sebesar 1\n(satu) bulan upah (upah pokok + Tunjangan Transport + Tunjangan Makan)\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Pekerja yang mempunyai masa kerja kurang dari satu tahun dari hari raya\nkeagamaan menerima secara proporsional sesuai dengan jumlah bulan masa\nkerjanya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)Pembayaran Tunjangan Hari raya 2 (dua) minggu sebelum Hari Raya keagamaan\ntersebut\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4)Dalam hal terjadinya berakhir hubungan kerja (BHK) pekerja 30 (tiga puluh)\nhari sebelum hari raya keagamaan, maka perusahaan tetap memberikan tunjangan\nhari raya keagamaan tersebut kepada pekerja yang bersangkutan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 39 : Hadiah Akhir Tahun\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Sesuai dengan pelaksanaan Hubungan Industrial Pancasila, setiap tahun\nperusahaan dan Serikat Pekerja akan merundingkan hadiah akhir tahun yang\nmerupakan bagian keuntungan Perusahaan untuk tahun berjalan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Besarnya hadiah akhir tahun dirundingkan Perusahaan dan Serikat Pekerja\npada bulan Nopember\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)Pekerja yang mempunyai masa kerja 3 (tiga) bulan dan kurang dari setahun\nmaka perusahaan akan memberikan Hadiah Akhir Tahun secara proporsional sesuai\ndengan jumlah bulan masa kerjanya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4)Dalam hal terjadinnya Berakhir hubungan Kerja (BHK) sebelum tanggal 01\nDesember pada tahun yang sama, maka pekerja tidak memperoleh Hadiah Akhir\nTahun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5)Pembayaran Hadiah Akhir Tahun dilaksanakan paling lambat bersamaan dengan\npembayaran upah bulan Desember\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6)Hadiah Akhir Tahun yang digaransikan Perusahaan untuk setiap tahunnya\nadalah 1 (satu) bulan upah diluar yang dirundingkan pada ayat (1). Pasal\nini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 40 : Perjalanan Dinas\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Kepada Pekerja yang melakukan Perjalanan Dinas, Perusahaan memberikan\nfasilitas perjalanan dinas yang bentuknya diatur tersendiri\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 41 : Pembayaran Upah Pekerja Selama Sakit\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspayperc\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-maxsicknesspaytype\">\u003Cp>1) Pekerja yang menderita sakit cukup lama dan terus menerus dan yang\nmemerlukan perawatan di Rumah Sakit atau di tempat lain, akan tetapi dibawah\npengawasan dokter sehingga tidak dapat melakuka pekerjaanya, maka upahnya\ndibayar sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Empat bulan ke 1 ............................................100% dari\nUpah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Empat bulan ke 2 ............................................. 75% dari\nUpah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Empat bulan ke 3 ............................................. 50% dari\nUpah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Berikutnya .............................................. 25% dari Upah\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Yang dimaksud sakit terus menerus adalah penyakit menahun\u002Fberkepanjangan\ndan tidak dapat bekerja dengan Surat Keterangan Dokter. Demikian pula apabila\nPekerja yang sakit lama mampu bekerja kembali dengan surat keterangan dokter\ntetapi dalam waktu 4 (empat) minggu sakit lagi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 42 : Pembayaran Upah Pekerja Selama Ditahan \u002F Dipenjara\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1) Selama penahanan sementara yang tidak ada hubungannya dengan kepentingan\nPerusahaan maka :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a). Selama Pekerja ditahan oleh pihak yang berwajib maka Perusahaan tidak\nberkewajiban membayar upah kepada Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b). Jika Pekerja yang ditahan itu mempunyai keluarga, maka Perusahaan akan\nmemberikan tunjangan kepada keluarganya paling lama 6 bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c). Besarnya upah sebagai tunjangan ditentukan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Tiga Bulan ke-1.......................100% upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>- Tiga Bulan ke-2....................... 50% upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d). Kewajiban Perusahaan memberikan tunjangan ini akan berakhir bilamana\nhubungan kerjanya diputuskan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Selama dalam tahanan sementara untuk tindakan yang ada hubungannya dengan\natau dalam Perusahaan, maka :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a). Apabila penahanan dilakukan atas laporan Perusahaan, maka sejak ditahan\nsampai dibebaskan (tidak bersalah) Pekerja dinyatakan tidak bersalah atau\ndibebaskan oleh pengadilan, maka pekerja menerima upah 100% dari upah dan\nkembali bekerja dengan tidak mengurangi hak-haknya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Apabila Pekerja dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman hakim, maka\nPerusahaan dapat melakukan Pemutusan Hubunga Kerja yang dilakukan sesuai dengan\nUU no. 2 tahun 2004 dan UU No. 13 tahun 2003.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 43 : Pembayaran Upah Pekerja Selama Mengikuti Pusat Latihan Olah Raga\n\u002F Pekan Olah Raga\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Perusahaan akan membayar upah kepada Pekerja yang mengikuti Pusat Latihan\natau Pekan Olah Raga yang diselenggarakan oleh Negara (Tingkat Nasional)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 44 : Pembayaran Upah Pekerja Selama Menjalankan Kewajiban Agama\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Bagi Pekerja yang akan memenuhi kewajiban ibadat menurut agamanya,\nperusahaan juga memberikan ijin tidak masuk kerja sesuai ketentuan yang diatur\ndalam Peraturan Pemerintah No. 8 tahun 1981 (Pasal 6 ayat 4)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 45 : Pembayaran Upah Pekerja Selama Menjalankan Kewajiban Negara\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1) Perusahaan akan membayar upah kepada Pekerja yang sedang menjalankan\nkewajiban Negara, jika dalam menjalankan kewajiban Negara tersebut Pekerja\ntidak mendapatkan upah dari Negara tetapi tidak melebihi 1 (satu) tahun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Perusahaan akan membayar kekurangan atas upah yang biasa dibayarkan\nkepada Pekerja yang dalam menjalankan kewajiban Negara menerima Upah kurang\ndari biasa diterima, tetapi tidak melebihi 1 (satu) tahun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VII : PENGOBATAN, PERAWATAN KESEHATAN DAN HIPERKES\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 46 : Umum\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SICDIS_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-MEDICAL_trigger\">\u003Cp>Perusahaan menyadari sepenuhnya bahwa Pekerja yang sehat akan lebih mampu\nmeningkatkan produktivitas sebagaimana diharapkan. Demikian pula keluarga\nPekerja yang sehat akan mendorong semangat gairah kerja serta ketenangan. Oleh\nkarena itu Perusahaan memberikan perhatian sepenuhnya terhadap kondisi\nkesehatan para pekerja dan keluarganya\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 47 : Balai Pengobatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Perusahaan menyediakan Balai Pengobatan dengan dokter dan paramedis di\ndalam lingkungan Perusahaan untuk meberikan pengobatan (pertolongan pertama)\nkepada Pekerja secara Cuma-Cuma.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Bentuk-bentuk pengobatan yang diberikan serta hal-hal yang berkaitan\ndengan penggunaan Balai Pengobatan diatur dalam ketentuan tersendiri\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)Jika terjadi penyakit akibat kerja, perusahaan akan memberikan jaminan\nkecelakaan kerja apabila penyakit tersebut terjadi dalam waktu 3 (tiga) tahun\nterhitung sejak hubungan kerja berakhir\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 48 : Bantuan Pemeliharaan Kesehatan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccessrelatives\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurancerelatives\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthcareaccess\">\u003Cp>1)Perusahaan meberikan bantuan Pemeliharaan Kesehatan untuk pekerja beserta\nanggota keluarganya selama satu tahun takwim (Januari s\u002Fd Desember) dengan\nbatasan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Status\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>GP\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Min (Juta)\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Max (Juta)\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Lajang \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2,0 x\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2,04\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>4,20\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Nikah tanpa anak\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2,5 x\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2,55\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>5,30\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Nikah anak 1 (satu) (K1)\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3,0 x\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3,06\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>6,50\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Nikah anak 2 (dua) (K2)\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3,25 x\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3,32\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>7,00\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cp>Nikah anak 3 (tiga) (K3)\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3,5 x\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3,57\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>7,50\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003C\u002Ftr>\u003C\u002Ftbody>\u003C\u002Ftable>\u003C\u002Fdiv>\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\u003Ctbody>\u003Ctr>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthinsurance\">\u003Cp>2)Pemakaian bantuan pemeliharaan kesehatan dapat diberikan kepada pekerja\ndan keluarganya karena keadaan sakit dengan ketentuan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a).Pemberian batuan pemeriksaaan hanya dapat dilakukan penggantian atas\nbukti sah dari dokter atau paramedis\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b).Pemberian bantuan pengobatan hanya dapat dilakukan penggantian atas bukti\nsah dari apotek dengan salinan resep dokter\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)Bantuan Pemeliharaan kesehatan hanya dapat digunakan Pekerja dan\nkeluarganya dalam hal :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a).Pekerja dan keluarganya sakit\u002Fpemeriksaan kesehatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b).Pemeriksaan kehamilan istri Pekerja atau Pekerja wanita\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c).Imunisasi keluarga Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d).Pencabutan dan Pengobatan gigi\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4)Perusahaan memberikan informasi kepada Pekerja pemakian bantuan\npemeliharaan kesehatan secara rutin bersamaan pembayaran upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5)Bila bantuan pemeliharaan kesehatan Pekerja melebihi batas yang\nditentukan, maka pemeriksaan dan pengobatan menjadi tanggungan Pekerja. Bukti\nsah dari dokter\u002Fparamedis\u002Fbidan tidak dapat dilakukan penggantian\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 49 : Perawatan Di Rumah Sakit\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Yang dimaksud dengan biaya perawatan di Rumah Sakit adalah biaya perawatan\ndan pengobatan selama Pekerja atau keluarganya menurut keterangan dokter harus\ndi rawat di Rumah Sakit atau rawat jalan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Perawatan dan Pengobatan di Rumah Sakit untuk Pekerja dan keluarganya\nditanggung sepenuhnya oleh Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)Apabila Pekerja dan keluarganya perlu perawatan di Rumah Sakit maka\nPerusahaan menyediakan beberapa Rumah Sakit rayon dan kepada Pekerja diminta\nmemberitahukan kepada Perusahaan melalui Poliklinik dengan membawa surat\nketerangan dokter untuk selanjutnya akan diberikan surat jaminan dari\nPerusahaan ke Rumah Sakit dimana Pekerja atau keluarga pekerja tersebut\ndirawat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4)Perusahaan menyediakan fasilitas Rumah Sakit Rayon.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a).Adapun biaya kelas Rumah Sakit Rayon selama Pekerja atau keluarganya\ndirawat, diatur berdasarkan golongan Pekerja :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Golongan\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Kamar Kelas Rumah Sakit\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>1 – 2\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2 (dua) B\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>3\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2 (dua) A\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>4 - up\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 (satu)\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b).Biaya kelas kamar Rumah Sakit Non Rayon berpedoman kepada biaya kelas\nkamar Rumah Sakit Rayon tertinggi yang ditetapkan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5) Biaya-biaya yang tercakup dalam biaya perawatan di Rumah Sakit adalah\n:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a).Biaya pengangkutan dengan ambulan ke Rumah Sakit dan dari Rumah Sakit ke\nrumah apabila direkomendasikan oleh dokter Rumah Sakit\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b).Biaya pemeriksaan dokter, operasi, dan pembelian obat-obatan atas resep\ndokter.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c).Biaya pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan klinik selama dirawat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d).Operasi gusi dalam rangka pencabutan gigi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e).Kontrol pasca perawatan maksimal 3 (tiga) kali.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f).Penggantian gigi geraham palsu dengan keramik\u002Fstandar.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g).Pengganti gigi palsu bagian depan (akibat kecelakaan).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h).Biaya persalinan sampai anak ke -3. Bilamana proses kelahiran secara\nCAESAR harus dengan rekomedasi dokter.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6) Tidak tercakup dalam biaya perawatan Rumah Sakit adalah :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a).Bedah kecantikan\u002Fkosmetik\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b).Penyakit yang disebabkan oleh Narkotik dan Psychotropica.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c).Operasi plastik\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d).Usaha bunuh diri\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e).Penyakit yang disebabkan oleh pemakaian obat berlebihan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f).Gigi palsu kecuali gigi geraham palsu dengan keramik\u002Fstandar\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g).Pemasangan jaket crown\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7) Bila dalam keadaan mendesak seorang Pekerja atau keluarganya karena dalam\nkeadaan sakitnya harus masuk Rumah Sakit, sedang berdasarkan keterangan Rumah\nSakit kelas kamar yang ditentukan menjadi haknya tidak ada\u002Ftelah penuh, maka\nPekerja atau keluarganya tersebut dapat dirawat pada kelas setingkat lebih\ntinggi paling lama 3 (tiga) hari. Dalam hal lebih dari waktu tersebut maka\nslisih biaya Rumah Sakit menjadi tanggungan Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8) Pekerja wanita dianggap bersetatus lajang, kecuali berdasarkan keterangan\nyang berwenang yaitu :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a).Janda yang menanggung anaknya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b).Suaminya tidak mampu menanggung beban keluarganya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Surat keterangan yang dimaksud harus diperbaharui setiap akhir tahun (Bulan\nDesember).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 50 : Hygiene Perusahaan Dan Kesehatan – Hyperkes\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Perusahaan akan memenuhi dan melaksanakan semua ketentuan tentang Hygiene\nPerusahaan dan kesehatan sesuai dengan Permenaker No. 02 tahun 1980 pasal 3\nayat (2)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Untuk mengetahui sedini mungkin apakah Pekerja menderita suatu penyakit\nmaka Perusahaan akan mengadakan pemeriksaan Kesehatan bagi Pekerja baik secara\nberkala maupun khusus yang pelaksanaanya diatur tersendiri antara Perusahaan\ndengan Serikat Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)Apabila dari hasil Pemeriksaan Kesehatan berkala terdapat\nkelainan\u002Fpenyakit yang diakibatkan oleh hubungan kerja dan memerlukan perawatan\nlebih lanjut maka biaya pengobatan tersebut menjadi tanggungan Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 51 : Keluarga Berencana\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Untuk menunjang Program Nasional di bidang Keluarga Berencana, Perusahaan\nmenanggung biaya yang digunakan Pekerja atau Istri Pekerja dalam mengikuti\nProgram Keluarga Berencana.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Biaya yang berhubungan dengan hal tersebut digolongkan dalam biaya\nperawatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 52 : Tunjangan Pembelian Kacamata\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Perusahaan memberikan bantuan pembelian kacamata kepada Pekerja dan\nkeluarganya sesuai dengan kuitansi pembelian dengan batas maksimal sebagai\nberikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Golongan\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Lensa\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Bingkai\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>1\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp. 225,000\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>2\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Monofocus\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp. 225,000\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>3\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp. 250,000\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp. 275,000\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>4\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Bifocus \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp. 300,000\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>5 - up\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Rp. 325,000\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Waktu\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>1 tahun\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>2 tahun\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>2)Pekerja dan\u002Fatau Keluarganya yang memerlukan tunjangan pembelian kacamata\ndiwajibkan menyerahkan kwitansi pembelian\u002Fkeur dari optical dengan dilampiri\nrekomendasi dokter spesialis mata\u002Fahli optik. Khusus untuk pemberian tunjangan\npembelian kacamata yang pertama wajib melampirkan resep dari dokter sepesialis\nmata.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)Pemberian tunjangan pembelian lensa kacamata yang kurang dari jangka waktu\nyang telah ditetapkan dalam ayat 1). Pasal ini hanya dapat dilakukan apabila\nmendapat petunjuk dari dokter mata.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4)Penggantian kacamata (lensa dan bingkai) karena kerusakan yang diakibatkan\noleh kecelakaan kerja, wajib membuat berita acara kejadian disetujui atasanya\n(minimal section head), penggantian sesuai ayat 1). Pasal ini\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB VIII : JAMINAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 53 : Sumbangan Pernikahan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Perusahaan memberikan sumbangan kepada pekerja yang melangsungkan\npernikahan sebesar Rp; 650,000,- untuk semua golongan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Sumbangan pernikahan hanya berlaku bagi pekerja lajang untuk pernikahan\nyang pertama dan untuk mendapatkannya, pekerja wajib menyampaikan bukti-bukti\nyang sah melalui HR Division.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 54 : Sumbangan Kedukaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-funeralpay\">\u003Cp>1)Perusahaan memberikan sumbangan kedukaan atas meninggalnya Pekerja atau\nkeluarganya\u002F orang tua\u002F mertua menurut ketentuan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Yang Meninggal\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>% Upah\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Nilai Rupiah (juta)\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Pekerja Ybs.\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>400%\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>1 anggota keluarga\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>150%\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>2,5 (minimal)\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Orang tua \u002F mertua\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1,0\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>2)Untuk mendapatkan sumbangan kedudukan Pekerja atau ahli warisnya wajib\nmenyerahkan bukti-bukti yang sah ke HR Division.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 55 : Sumbangan Kesusahan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Untuk meringankan beban pekerja yang mengalami kesusahan akibat kebakaran\nrumah tinggal atau kerusakan rumah tinggal akibat bencana alam, maka perusahaan\nmemberikan sumbangan kesusahan sebesar Rp; 1000,000,-\u002Fnet.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Sumbangan kesusahan diberikan sesuai kriteria yang diatur tersendiri,\nuntuk mendapatkannya pekerja wajib menyampaikan bukti – bukti yang sah ke HR\nDivision. Realisasinya akan diberikan setelah diadakan peninjauan oleh\nPerusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 56 : Bantuan Beasiswa\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-educationtuition\">\u003Cp>Dalam rangka ikut mencerdaskan Bangsa, Perusahaan akan memberikan bantuan\nbeasiswa kepada anak-anak Pekerja yang berprestasi dengan ketentuan diatur\ntersendiri antara Perusahaan dengan Serikat Pekerja\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 57 : Rekreasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Pekerja dan keluarganya diberikan kesempatan berekreasi setiap 2 tahun\nsekali atas biaya perusahaan yang pelaksanaanya akan dibicarakan antara\nPerusahaan dan Serikat Pekerja dengan tetap memperhatikan kondisi Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Pekerja yang karena tugasnya di Perusahaan tidak dapat ikut dalam acara\nrekreasi tersebut atas persetujuan Kepala Divisinya, maka kepada Pekerja yang\nbersangkutan diberikan konpensasi yang bentuk dan besarnya ditetapkan secara\ntersendiri berdasarkan keputusan Perusahaan dengan Serikat Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)Adapun pelaksanaan rekreasi dapat dilakukan pada hari libur\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 58 : Olah Raga Dan Kesenian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Untuk menunjang pengembangan kegiatan olah raga dan kesenian, perusahaan\nmenyediakan sarana olah raga dan kesenian. Pengelolaan\u002Fpengembangan kegiatan\nolah raga dan kesenian akan diatur bersama oleh Perusahaan dan Serikat Pekerja\ndengan mempertimbangkan kemampuan dankondisi Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Setiap 2 tahun sekali diadakan PORSENI atas biaya Perusahaan yang\npelaksanaanya akan dibicarakan antara Perusahaan dan Serikat Pekerja dengan\ntetap memperhatikan kondisi perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 59 : Kerohanian\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Untuk menunjang pembinaan rohani bagi Pekerja, Perusahaan melaksanakan\nhal-hal sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Menyediakan fasilitas ibadah yang memadai di lingkungan Perusahaan agar\nPekerja menjalankan kewajiban menurut agama dan kepercayaan masing-masing\ndengan baik dan pada waktunya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Memberikan bantuan dana dan fasilitas untuk melakukan kegiatan-kegiatan\nkeagamaan yang diadakan oleh Pekerja di lingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)Kepada Pekerja yang menjadi Pengurus dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan\nkerohanian, Perusahaan memberikan dispensasi waktu untuk menjalankan\ntugasnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 60 : Koperasi Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Guna menunjang para Pekerja untuk meningkatkan kesejahteraannya melalui\nKoperasi, maka Perusahaan akan membantu usaha-usaha Koperasi Pekerja di\nPerusahaan, antara lain dalam bentuk :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Penyediaan fasilitas ruangan kantor dan gudang yang memadai bagi kegiatan\nKoperasi di dalam lingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Pemotongan simpanan dan cicilan pinjaman anggota melalui HR Division.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)Bantuan keuangan dengan memperhatikan kebutuhan dan kemampuan Koperasi\nyang akan diatur tersendiri oleh Perusahaan dan Koperasi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 61 : Penghargaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1)Perusahaan memberikan penghargaan kepada Pekerja yang telah bekerja terus\nmenerus selama 10 (sepuluh ) tahun keatas dan selebihnya dalam kelipatan 5\n(lima) tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Adapun bentuk penghargaan serta hal-hal lain yang menyangkut pelaksanaanya\ndiatur dalam ketentuan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Masa Kerja\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Bentuk\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Jenis\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Besarnya\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>10 tahun\n\n        \u003Cp>15 tahun\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>20 tahun\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>25 tahun\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>30 tahun\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>35 tahun\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>Cincin\n\n        \u003Cp>Cincin\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Medali\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Medali\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Medali\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Medali\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>23 Karat\n\n        \u003Cp>23 Karat\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>23 Karat\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>23 Karat\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>23 Karat\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>23 Karat\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>7 gram\n\n        \u003Cp>10 gram\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>15 gram\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>20 gram\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>25 gram\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>30 gram\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)Penyerahan penghargaan masa kerja disertai piagam\u002Fplakat yang ditanda\ntangani Presiden Direktur.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4)Penghargaan juga diberikan kepada Pekerja yang dipandang telah memberikan\nsumbangan berharga dalam mengajukan\u002Fmembawa nama baik Perusahaan, berjasa bagi\nKepentingan Negara dan dalam hal-hal lain yang layak diberikan penghargaan.\nBentuk dan pelaksanaanya diatur tersendiri\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 62 : Pekerja Teladan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1)Setahun sekali Perusahaan melaksanakan Pemilihan Pekerja teladan. Adapun\nkriteria Pekerja Teladan serta pengaturannya lebih lanjut tentang pelaksanaan\npemilihannya ditetapkan dalam ketentuan tersendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Pekerja yang terpilih sebagai Pekerja Teladan akan diberikan penghargaan\nyang bentuknya akan diatur tersendiri\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 63 : Jaminan Sosial Tenaga Kerja (JAMSOSTEK)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilitypay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-SOCSEC_trigger\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-disabilityfund\">\u003Cp>1)Sesuai dengan UU No. 03 tahun 1992, Perusahaan mendaftarkan \u002F memasukan\nsemua Pekerja menjadi peserta Jamsostek.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Jaminan Asuransi Sosial Tenaga Kerja meliputi :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a).Jaminan Kecelakaan Kerja, termasuk penyakit akibat kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b).Jaminan Kematian\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c).Jaminan Hari Tua\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-pensionfund\">\u003Cp>3)Iuran bulanan untuk keikutsertaan Pekerja dalam Program Jamsostek menjadi\ntanggungan Perusahaan, kecuali iuran untuk program Jaminan Hari Tua (JHT)\nditanggung bersama Perusahaan dan Pekerja menurut ketentuan yang berlaku\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4)Setahun sekali Perusahaan wajib meminta data saldo Jaminan Hari Tua dari\njamsostek untuk diberikan kepada setiap Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 64 : Asuransi Di Luar Jam Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Perusahaan mengansurasikan semua Pekerja pada sebuah Perusahaan Asuransi\ndi luar Jamsostek.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Premi Asuransi dalam keikutsertaan Pekerja pada Asuransi di atas adalah\nsepenuhnya menjadi tanggungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)Adapun besarnya nilai pertanggungan Asuransi diatur dalam ketentuan\ntersendiri\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB IX : KESELAMATAN DAN KESEHATAN PEKERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 65 : Umum\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetypolicy\">\u003Cp>1)Untuk menjamin keselamatan dan kesehatan kerja seluruh Pekerja, Perusahaan\nwajib membentuk Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehataj Kerja dan Lingkungan\n(P2K3L) dan menyediakan alat-alat proteksi serta mentaati Peraturan-peraturan\nkeselamatan kerja sesuai dengan Undang – undang No. 1 tahun 1970.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)P2K3L bertugas memberikan saran dan pertimbangan baik diminta maupun tidak\nkepada perusahaan dan Serikat Pekerja mengenai Keselamatan dan Kesehatan\nKerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)Setiap Pekerja diwajibkan memakai alat-alat perlindungan kerja sesuai\ndengan tugas masing-masing dan wajib menta’ati peraturan serta program\nKeselamatan dan Kesehatan Kerja yang digariskan oleh Undang – Undang No. 1\ntahun 1970\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 66 : Perlengkapan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Perusahaan menyediakan kepada Pekerja perlengkapan kerja dengan ketentuan\nsebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ctable border=\"1\" style=\"width: 100%\">\n  \u003Ccaption>\u003C\u002Fcaption>\n  \u003Ccolgroup>\u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003Ccol>\n  \u003C\u002Fcolgroup>\u003Ctbody>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Pekerja\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Pakaian\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cp>\u003Cstrong>Sepatu (sesuai area kerja)\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>\u003Cstrong>Topi \u002F Helm\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n    \u003Ctr>\n      \u003Ctd>Plant\n\n        \u003Cp>Kantor\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Satpam\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Office boy\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Driver\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>Gardener\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>3 stel\n\n        \u003Cp>3 stel\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>3 stel\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>3 stel\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>3 stel\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>3 stel\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 psg\n\n        \u003Cp>1 psg\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>2 psg\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>1 psg\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>1 psg\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>1 psg\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n      \u003Ctd>1 buah\n\n        \u003Cp>1 buah\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>1 buah\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>1 buah\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>1 buah\u003C\u002Fp>\n\n        \u003Cp>1 buah\u003C\u002Fp>\n      \u003C\u002Ftd>\n    \u003C\u002Ftr>\n  \u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Pengaturan penetapan jenis, bahan dan model diatur tersendiri\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)Pakaian kerja yang disediakan kepada Pekerja adalah 3 (tiga) stel untuk\ntahun pertama, 2 (dua) stel untuk tahun berikutnya, yang dapat diambil satu\nbulan setelah jatuh tempo.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4)Dalam hal kondisi tidak layak pakai sebelum jatuh tempo penggantian, maka\natas persetujuan atasan, Pekerja dapat meminta penggantian dengan menunjukan\nperlengkapan tersebut\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 67 : Alat-Alat Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Perusahaan menyediakan alat-alat kerja bagi Pekerja menurut macam dan\njenis yang telah ditentukan untuk masing-masing pekerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Pekerja diwajibkan merawat alat kerja tersebut dan menyimpan pada tempat\nyang telah ditentukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)Dalam hal terjadi kerusakan pada alat – alat kerja dan karenanya perlu\ndilakukan penukaran, maka pekerja diwajibkan menunjukan alat – alat kerja\nyang lama atau yang rusak tersebut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 68 : Alat Perlindungan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Perusahaan wajib menyediakan alat pelindung keselamatan dan kesehatan\nkerja menurut macam dan jenis yang telah ditetapkan untuk masing – masing\npekerjaan. Bentuk alat pelindung keselamatan dan kesehatan kerja ditetapkan\nPerusahaan dan Serikat Pekerja bersama Panitia Pembina Keselamatan dan\nKesehatan Kerja dan Lingkungan (P2K3L) dalam peraturan Keselamatan Dan\nKesehatan Kerja di Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Pekerja wajib menggunakan, merawat serta menyimpan alat pelindung\nkeselamatan dan kesehatan kerja pada tempat – tempat yang telah ditentukan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)Bagi pekerja yang alat pelindung dan alat kesehatan kerjanya telah rusak\natau hilang diharuskan melapor kepada Atasannya untuk mendapat penggantian.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 69 : Pemeriksaan Alat Pelindung Keselamatan Dan Kesehatan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Perusahaan mengadakan pemeriksaaan secara periodik (enam bulan sekali)\natas alat pelindung keselamatan dan kesehatan kerja yang digunakan oleh\npekerja. Hasil pemeriksaan disampaikan ke P2K3L.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Dalam hal terdapat adanya ketidaksesuaian alat pelindung keselamatan dan\nkesehatan kerja yang ada, maka perusahaan wajib menyesuaikan alat pelindung\nkeselamatan dan kesehatan kerja tersebut\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB X : PRODUKTIVITAS\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 70 : Produktivitas\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Perusahaan dan Serikat Pekerja akan terus melaksanakan usaha-usaha\npeningkatan produktivitas dalam rangka mempertahankan dan meningkatkan\npertumbuhan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Usaha-usaha yang ditempuh antara lain :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a).Membimbing para Pekerja untuk selalu meningkatkan kualitas dan kuantitas\nkerjanya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b).Membimbing para Pekerja untuk terus menemukan ide atau methode kerja\nbaru\u002Fimprovement sesuai dengan management TQC yang dijalankan di Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c).Mendorong para Atasan\u002FPimpinan dalam semua tingkatan di Perusahaan untuk\nmeningkatkan kemampuan dan kualitas kepemimpinanya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d).Mendorong para Pekerja untuk memiliki dan meningkatkan kemampuan \u002F\nketrampilan dalam berbagai bidang pekerjaan yang ada di Perusahaan terutama\nyang berkaitan dengan pekerjaanya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e).Menciptakan suasana kerja yang harmonis dilingkungan Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)Realisasi pelaksanaan usaha-usaha peningkatan produktivitas dibahas dalam\nsetiap acara bipartit.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 71 : Hak Paten\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Setiap penemuan dan\u002Fatau hasil pemikiran Pekerja sehubungan dengan\npekerjaannya sepenuhnya menjadi milik Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Perusahaan berhak mendaftarkan penemuan dan\u002Fatau hasil pemikiran tersebut\nsebagai hak paten atas nama Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)Pekerja yang menemukan penemuan seperti tersebut ayat (1) kepadanya akan\ndiberikan penghargaan yang akan diatur dalam ketentuan tersendiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XI : PENDIDIKAN DAN LATIHAN KERJA\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 72 : Umum\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-TRAINING_trigger\">\u003Cp>Menyadari perlunya peningkatan kemampuan kerja sebagai prasyarat dalam\npeningkatan produktivitas, maka Perusahaan akan terus menerus melakukan\nusaha-usaha peningkatan kemampuan, pengetahuan dan ketrampilan pekerja melalui\nPendidikan dan Latihan Kerja yang telah terarah dan terukur\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 73 : Pendidikan Prakerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-healthandsafetytraining\">\u003Cp>Perusahaan menyelenggarakan Pendidikan Prakerja bagi Pekerja baru guna\nmembekali mereka dengan pengetahuan umum mengenai perusahaan, cara kerja,\nkeselamatan dan kesehatan kerja, perangkat organisasi, nilai-nilai dan\nnorma-norma kerja yang berlaku serta isi ketentuan-ketentuan dalam Perjanjian\nKerja Bersama ini sebelum Pekerja tersebut ditempatkan pada pekerjaanya\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 74 : Pendidikan Fungsional\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-trainingprogrammes\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-trainingfund\">\u003Cp>1)Perusahaan memberikan pendidikan fungsional bagi pekerja untuk\nmeningkatkan kemapuannya dalam suatu bidang pekerjaan sesuai dengan tugas dan\njabatannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Penentuan jenis pendidikan yang akan diikuti oleh Pekerja didasarkan\nkepada kebutuhan pekerjaan dan\u002Fatau analisa kesenjangan (Gap) kopentensi yang\ndilakukan oleh Atasannya\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 75 : Latihan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Untuk melengkapi Pekerja dengan ketrampilan yang dibutuhkan, Perusahaan\nmenyelenggarakan latihan kerja bagi pekerja baru maupun Pekerja yang dialih\ntugaskan ke pekerjaan atau jabatan baru yang dilakukan sambil bekerja (on the\njob training)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 76 : Fasilitas Pendidikan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Perusahaan menyediakan dan mengelola Perpustakaan yang dapat digunakan\noleh Pekerja untuk meningkatkan pengetahuannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Perusahaan juga menyediakan fasilitas ruangan beserta peralatan dan\nfasilitas lainya untuk digunakan Pekerja dalam menyelenggarakan pertemuan\nQCC\u002FQCP, belajar bersama dan dalam hal dibutuhkan\nPengajar\u002FPembimbing\u002FInstruktur maka hal tersebut sepenuhnya menjadi tanggungan\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)Perusahaan menyediakan \u002F memberikan fasilitas biaya dan perlengkapan bagi\npekerja yang mengikuti pendidikan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XII : PERATURAN TATA TERTIB\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Ch3>Pasal 77 : Disiplin Waktu Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1) Setiap Pekerja wajib mencatatkan waktu (prik) pada mesin Presensi setiap\nhadir dan pulang kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Pekerja yang terlambat datang masuk kerja karena alasan apapun diwajibkan\nmelapor kepada atasannya langsung dengan menjelaskan sebab keterlambatanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Meninggalkan pekerjaan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a).Bila Pekerja akan meninggalkan pekerjaan, keluar lingkungan Perusahaan\nwajib mengisi formulir Ijin meninggalkan pekerjaan (IMP) dan disetujui\natasan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b).Untuk ijin meninggalkan pekerjaan yang bersifat sementara (masih dalam\nlingkungan Perusahaan) maka pekerja diwajibkan untuk melapor kepada Atasanya\npada waktu kepergian dan kedatangannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4)Pekerja dilarang melakukan hal-hal sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a).Mencatatkan waktu (prik) kartu presensi Pekerja lain\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b).Melakukan perbuatan yang disengaja maupun yang tidak disengaja yang dapat\nmerusak mesin Presensi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5) Bagi Pekerja yang tidak masuk, wajib :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a).Memberitahukan kepada Atasannya baik secara lisan atau tertulis pada hari\npertama Pekerja tidak masuk kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b).Menyerahkan keterangan dari yang berwenang pada hari pertama masuk kerja\nyang merupakan kelengkapan ayat (5) butir a, setelah ditandatangani Atasannya\n(minimal section head) segera diberikan ke HRD\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6) Dalam hal 2 (dua) hari berturut – turut Pekerja tidak masuk bekerja\ntanpa keterangan, maka pada hari ke 3 (tiga) Atasan (minmal Foreman) wajib\nmemberikan informasi secara tertulis tentang pekerja yang bersangkutan ke\nHRD\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7) Pekerja yang tidak masuk bekerja tanpa alasan yang sah (tidak dapat\ndipertanggung jawabkan) dalam Perjanjian Kerja Bersama ini disebut mangkir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8)Pekerja tidak dibenarkan berada diluar tempat kerjanya pada jam kerja,\nkecuali seijin atasan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 78 : Registrasi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1)Pekerja wajib memberitahukan kepada HRD apabila ada perubahan data pribadi\natau keluarganya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Setahun sekali Perusahaan mengeluarkan Formulir data kepersonaliaan \u002F\nheregestrasi yang wajib diisi oleh Pekerja dan diserahkan ke HRD.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 79 : Tata Tertib Keselamatan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Pekerja wajib mentaati peraturan keselamatan kerja di dalam perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Pada waktu mulai, selama dan sesudah melakukan pekerjaan, pekerja wajib\nmentaati prosedur dan langkah-langkah keselamatan kerja yang telah ada dan\nditentukan bagi pekerjaanya masing-masing, termasuk dalam mengunakan alat-alat\npelindung keselamatan kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)Demi terciptanya keselamatan kerja, maka pekerja dilarang melakukan\nhal-hal seperti tersebut dibawah ini :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a).Memerintahkan untuk menempatkan barang\u002Falat secara tidak teratur sehingga\nmembahayakan dirinya atau orang lain\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b).Menempatkan \u002F menjalankan \u002F menggerakan mesin – mesin, alat pengangkut\natau kendaraan yang bukan menjadi tugasnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4)Pekerja yang mengetahui pekerja lain mendapat kecelakaan, wajib memberi\npertolongan secepat mungkin dalam batas kemampuan yang ada padanya dan\nmelaporkan kecelakaan tersebut kepada perusahaan melalui atasannya dan\u002Fatau\nteam Safety.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 80 : Tata Tertib Kesehatan, Kebersihan Dan Kerapihan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>Pekerja wajib mentaati peraturan kesehatan, kebersihan dan kerapihan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Pekerja dilarang :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Membuang sampah atau lap\u002Fmajun di tempat yang bukan semestinya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Membawa, mengedarkan dan\u002Fatau mengkonsumsi barang-barang yang tergolong\nobat bius, narkotika dan\u002Fatau barang lain yang dilarang Pemerintah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)Membawa, mengedarkan dan\u002Fatau mengkonsumsi minuman keras ke dalam\nlingkungan Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4)Mencoret-coret dinding, pintu-pintu, pagar-pagar dan tempat lainnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5)Memakai sandal atau sepatu sandal dalam lingkungan Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6)Memakai pakaian yang tidak sopan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 81 : Tata Tertib Keamanan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Tentang tata tertib dan keamanan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a).Masalah keamanan dan ketertiban di dalam lingkungan Perusahaan merupakan\ntanggung jawab setiap Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b).Penegakan pelaksanaan tata tertib dan keamanan dilingkungan kerja dibawah\nkordinasi atasan langsung dan dibantu satpam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Pekerja wajib mengambil tindakan\u002Fmelapor apabila mengetahui suatu kejadian\nyang dapat merugikan, membahayakan orang lain atau Perusahaan kepada\nAtasan\u002FSatpam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)Setiap Pekerja wajib melakukan tindakan pencegahan terhadap hal-hal :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a).Kebakaran atau ledakan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b).Pencurian, kehilangan dan perusakan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c).Perkelahian\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d).Pencemaran Lingkungan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4)Pekerja yang mengetahui adanya kebakaran wajib melakukan tindakan sesuai\nSOP pemadaman kebakaran yang berlaku di Perusahaan dengan alat-alat pemadam\nkebakaran.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5)Untuk mencegah terjadinya kebakaran atau ledakan maka pekerja dilarang\n:\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a).Menyalakan api atau merokok di tempat dimana terdapat bensin\u002Fsolar\u002Fgas\natau barang lain yang mudah terbakar\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b).Mendekatkan bensin\u002Fsolar dan barang lain yang mudah terbakar pada sumber\napi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c).Merokok di tempat yang dilarang\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d).Membuang putung roko yang masih menyala dan atau bahan-bahan yang mudah\nterbakar disembarang tempat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e).Merusak \u002F mengubah atau menghilangkan alat pengaman\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f).Membawa masuk kedalam Perusahaan : bahan bakar, bahan peledak, senjata\napi yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g).Bermain-main dengan alat pemadam kebakaran, memindahkan tempatnya atau\nmemperlakukan secara ceroboh sehingga menimbulkan kerusakan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h).Merokok sambil jalan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6)Untuk mencegah terjadinya pencurian dan perusakan maka Pekerja :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a).Wajib menjaga, memelihara barang yang dipertanggung jawabkan kepadanya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b).Dilarang memasuki tempat-tempat yang bukan untuknya tanpa ijin\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c).Dilarang keluar masuk lingkungan Perusahaan selain melalui pintu yang\ntelah disediakan dan dengan cara yang telah ditentukan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d).Dilarang meletakan benda berharga ditempat yang tidak terkunci\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e).Dilarang merusak komputer dan\u002Fatau perangkatnya secara sengaja di\nlingkungan Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f).Dilarang menggunakan Login Pekerja lain yang dapat merugikan Pekerja\ndan\u002Fatau Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g).Dilarang mengambil, menggunakan dan menghapus data Pekerja lain yang\ndapat merugikan Pekerja dan\u002Fatau Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h).Dilarang menyebarkan virus kedalam jaringan komputer secara sengaja yang\ndapat merugikan Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-violence\">\u003Cp>7)Untuk mencegah perkelahian atau keresahan, Pekerja dilarang :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a).Melakukan hasutan atau fitnah terhadap sesama pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b).Menyebarkan desas desus atau kabar bohong dan berita-berita lain yang\ndapat menggelisahkan sesama Pekerja dalam bentuk dan cara apapun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c).Mengancam pekerja lain atau memaksannya untuk mengikuti sikap dan\ntindakannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d).Membawa senjata tajam dan sejenisnya kedalam Perusahaan\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 82 : Sikap Atasan Terhadap Bawahan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Atasan wajib memberikan suri tauladan, bimbingan dan dorongan kepada\nbawahannya untuk meningkatkan keterampilan, pengetahuan dan disiplin kerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Atasan wajib melakukan penilaian terhadap bawahan secara jujur dan\nobyektif serta wajib mengkomunikasikannya kepadanya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)Atasan wajib mengindahkan etika dalam menegr bawahan yang melanggar\nperaturan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4)Atasan wajib menjawab setiap pertanyaa bawahannya sesuai batas kewenangan\nyang dimilikinya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 83 : Sikap Bawahan Terhadap Atasan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Bawahan wajib bertanggung jawab melaksanakan setiap tugas dan petunjuk\nyang layak dari atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Bawahan wajib menanyakan kepada atasannya hal-hal yang belum atau kurang\njelas baginya dalam hal pekerjaanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)Bawahan diharapkan aktif mengajukan usul atau saran perbaikan kepada\natasannya demi kelancaran pekerjaannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4)Bawahan wajib mengembangkan pengetahuan dan ketrampilannya sesuai\nbimbingan batasan\u002Fpetunjuk Atasan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XIII : PENYELESAIAN KELUH KESAH\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 84 : Umum\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1) Sudah menjadi tekad Perusahaan bahwa setiap keluhan dan pengaduan seorang\nPekerja atau lebih akan diselesaikan secara adil dan secepat mungkin.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-discrimination\">\u003Cp>2) Dalam hal seorang Pekerja atau lebih mengagap bahwa terhadapnya\ndiperlakukan tidak adil atau tidak wajar serta bertentangan dengan isi dan jiwa\nPerjanjian Kerja Bersama ini, maka seorang Pekerja atau lebih dapat\nmenyampaikan pengaduan atau keluhannya melalui saluran yang ditetapkan sebagai\nsaluran “ Cara Penyelesaian Keluhan dan Pengaduan ”\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Pekerja yang karena menempuh cara penyelesaian sebagaimana dimaksud ayat\n(2), tidak mendapatkan tindakan diskriminasi maupun intimidasi dari pihak\nmanapun.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 85 : Cara Penyelesaian Keluhan Dan Pengaduan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1) Setiap keluhan dan pengaduan seorang Pekerja pertama sekali diselesaikan\ndan dibicarakan oleh Atasannya langsung.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Apabila penyelesaian belum mencapai hasil yang memuaskan, maka dengan\nsepengetahuan atasannya langsung Pekerja dapat meneruskan keluhan dan pengaduan\nkepada atasannya yang lebih tinggi 1 (satu) tingkat.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Apabila prosedur tersebut dijalankan tanpa memberikan hasil yang\nmemuaskan, maka Pekerja dapat meneruskan keluhan dan pengaduannya kepada\nSerikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4) Dalam tingkatan sebagaimana dimaksud ayat 3 diatas, keluhan dan pengaduan\ntersebut akan diselesaikan antara Perusahaan dan Serikat Pekerja melalui forum\nBipartit\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5) Dalam hal tidak tercapai kata mufakat antara Serikat Pekerja dan\nPerusahaan maka penyelesaiannya akan dilakukan sesuai dengan ketentuan dalam\nundang – undang no. 2 tahun 2004 tentang Perselisihan Hubungan Industrial\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6) Selama dalam proses penyelesaian, kedua belah pihak wajib menjaga\nkeamanan, ketertiban\u002Fkegiatan Perusahaan tetap berlangsung sebagai mana\nmestinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7) Untuk memudahkan pelaksanaan dari ketentuan dalam pasal ini, maka dibuat\nformulir keluhan Pekerja yang akan menjadi lampiran Perjanjian Kerja Bersama\nini\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XIV : SANKSI-SANKSI TERHADAP KESALAHAN ATAU PELANGGARAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>PASAL 86 : Peringatan Atau Sanksi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1) Perusahaan dan Serikat Pekerja sepakat menegakan disiplin kerja,\nkarenanya terhadap kesalahan atau pelanggaran yang dilakukan oleh Pekerja atas\nperaturan yang telah diatur dalam Perjanjian Kerja Bersama ini dapat diberikan\nperingatan atau sanksi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2) Peringatan atau sanksi yang diberikan kepada Pekerja adalah merupakan\nusaha korektif dan pengarahan terhadap tindakan dan tingkah laku Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3) Peringatan atau sanksi atas kesalahan atau pelanggaran yang akan\ndiberikan kepada Pekerja diperinci sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a).Peringatan lisan dilakukan oleh atasan Pekerja untuk kesalahan atau\npelanggaran bersifat umum. Sanksi peringatan lisan ini dicatat dalam\n‘Personal Data’ dan berlaku selama 6 (enam) bulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b).Peringatan tertulis dilakukan oleh atasan Pekerja untuk kesalahan atau\npelanggaran yang bersifat khusus yang dikeluarkan menurut ketentuan sebagai\nberikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c).Urutan peringatan tertulis dapat diberikan menurut tahapanya tetapi dapat\njuga diberikan secara langsung tanpa melihat urutanya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4) Di dalam setiap pemberian peringatan tertulis, Pekerja yang bersangkutan\nmenandatangani surat peringatan dan copynya disampaikan kepada HRD Kemudian HRD\nMenyampaikan kepada Serikat Pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5) Dalam hal tidak terjadi kesepakatan antara Atasan dan bawahan dalam\npemberian surat peringatan, maka akan diselesaikan secara musyawarah dengan\nmengikutsertakan HRD, atasan, bawahan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6) Usulan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dapat diajukan terhadap Pekerja\nyang melakukan kesalahan atau pelanggaran dengan sanksi Pemutusan Hubungan\nKerja. Usulan tersebut disampaikan ke HRD. Pelaksanaan PHK dilakukan setelah\nditempuh upaya dengan melibatkan Serikat Pekerja untuk tidak terjadi PHK.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7) Pelaksanaan tata cara pemutusan hubungan kerja dilakukan sesuai dengan\nketentuan UU no. 2 Tahun 2004 tentang Perselisihan Hubungan Industrial dan UU\nNo 13 th 2003 tentang Ketenagakerjaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8) Sanksi pemutusan hubungan kerja dalam hal diperlukan pembuktian maka\npekerja yang bersangkutan dan atasan wajib memenuhi permintaan panggilan dari\nteman Pemeriksa\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 87 : Pemberian Peringatan Tertulis\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Dalam memberikan peringatan tertulis kepada pekerja, perusahaan akan\nmempertimbangkan hal-hal sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Macam dan berat ringannya kesalahan\u002Fpelanggaran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Pengulangan kesalahan \u002F pelanggaran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)Kronologis kejadian\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Apabila diangap perlu, dasar pertimbangan ini dilampirkan bersama dengan\nsurat peringatan tertulis tersebut\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 88 : Kesalahan\u002FPelanggaran Dengan Surat Peringatan Ke – 1\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Kesalahan\u002Fpelanggaran dilakukan pekerja yang dapat diberikan surat\nperingatan ke – 1 adalah :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Mankir 2 (dua) hari kerja dalam sebulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Pada saat jam kerja meninggalkan tempat kerja tanpa ijin atau alasan yang\nsah, meskipun diberikan peringatan lisan oleh atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)Tidur diwaktu kerja dilingkungan perusahaan tanpa ijin atasannya meskipun\ntelah diberikan peringatan lisan oleh atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4)Tidak mengenakan perlengkapan kerja sesuai ketentuan yang sudah diberikan\noleh Perusahaan pada waktu melakukan pekerjaan .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5)Mengeprikan kartu presensi pekerja lain atau menyuruh mengeprikan kartunya\nkepada orang lain.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6)Terlambat datang dari waktu yang telah ditentukan tanpa ijin atau alasan\nyang dapat dipertanggung jawabkan meskipun telah diberikan peringatan lisan\noleh atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7)Tidak memakai perlengkapan keselamatan, kesehatan dan perlindungan kerja\nyang telah ditentukan dan disediakan untuk pekerjaannya pada waktu melakukan\npekerjaan meskipun telah diberikan peringatan lisan oleh atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8)Memaksakan pekerjaan yang seharusnya dilakukan sendiri kepada orang lain\natau melakukan pekerjaan yang bukan tugasnya tanpa ijin atau perintah\natasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9)Keluar\u002Fmasuk perusahaan atau ruangan\u002Fgedung dalam lingkungan Perusahaan\nmelalui jalan atau pintu yang tidak semestinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10)Tanpa alasan yang jelas menolak untuk mengikuti pemeriksaaan kesehatan\nyang diwajibkan Perusahaan .\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>11)Mengendarai kendaraan atau forklift dalam lingkungan perusahaan dengan\ntidak mengindahkan ketentuan-ketentuan yang berlaku.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>12)Mencoret-coret tebok, gedung dan\u002Fatau peralatan lain dalam lingkungan\nperusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>13)Pulang atau meninggalkan tempat kerja lebih awal dari waktu yang telah\nditentukan tanpa ijin atau alasan yang sah meskipun telah diberikan peringatan\noleh atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>14)Tidak menunjukan perbaikan terhadap kesalahan yang dilakukan meskipun\ntelah diberikan peringatan lisan oleh Atasannya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 89 : Kesalahan\u002FPelanggaran Dengan Surat Peringatan Ke- 2\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Kesalahan\u002Fpelanggaran dilakukan pekerja yang dapat diberikan surat\nperingatan ke – 2 adalah sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Mangkir 3 (tiga) hari kerja dalam sebulan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Menghalangi\u002Fmenolak petugas keamanan dalam menjalankan tugas memelihara\nketertiban dan keamanan dilingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)Memanipulasi keterangan, menyulitkan penyelidikan pada saat memberikan\nkesaksian dalam penyelesaian masalah\u002Fkasus yang merugikan Perusahaan dan atau\nPekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4)Bukan menjadi tugas\u002Fwewenangnya, memindahkan\u002Fmemerintahkan untuk\nmemindahkan alat pemadam kebakaran dari tempatnya atau mempergunakan bukan\nuntuk tujuan yang semestinya tanpa ijin atasan yang berwenang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5)Mencoret-coret, merobek-robek atau mengambil pengumuman \u002F pemberitahuan\nyang di tempel pada papan pengumuman tanpa ijin yang sah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6)Mengoperasikan mesin, peralatan dan\u002Fatau forklift\u002Fkendaraan angkut lainnya\ndalam lingkungan Perusahaan yang bukan menjadi tugasnya tanpa ijin dari\natasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7)Mengoperasikan mesin, peralatan atau mengunakan bahan tidak sesuai dengan\nintruksi kerja yang telah disosialisasikan kepadanya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8)Tidak berusaha memperbaiki diri setelah mendapat surat peringatan ke – 1\ndengan melakukan lagi kesalahan\u002Fpelanggaran yang bobotnya sama (pengulangan\ndalam kurun waktu berlakunya surat peringatan ke-1).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 90 : Kesalahan\u002FPelanggaran Dengan Surat Peringatan Ke –\n3\u002FTerakhir\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Kesalahan\u002Fpelanggaran dilakukan pekerja yang dapat diberikan surat\nPeringatan ke – 3 \u002Fterakhir, adalah sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Mangkir 4 (empat) hari kerja dalam sebulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Menyebarkan berita-berita yang tidak benar sehingga menimbulkan keresahaan\ndiantara pekerja didalam lingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)Memanipulasi data\u002Fbukti otentik\u002Fkuitansi-kuitansi atau menggelapkan\nketerangan untuk kepentingan pribadi dan\u002Fatau orang lain\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4)Menetang penugasan yang disampaikan secara wajar tanpa alasan yang sah\nmeskipun telah diberikan peringatan secara lisan oleh atasannya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5)Masih tetap tidak dapat mencapai standar output levelnya dalam melakukan\npekerjaan yang ditugaskan walaupun telah dilakukan usaha pembinaan untuk\nmeningkatkan prestasinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6)Dengan sengaja tanpa alasan yang jelas ataupun tanpa ijin atasan telah\nmemindahkan \u002F menyimpan barang milik Perusahaan disuatu tempat yang tidak\nsemestinya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7)Berjudi dilingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8)Melakukan usaha rentenir didalam lingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9)Melalaikan kewajiban yang menjadi tanggung jawabnya sehingga menimbulkan\nkerugian Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10)Tidak berusaha memperbaiki diri setelah mendapat surat peringatan ke-1\ndan\u002Fatau ke-2 dengan melakukan lagi kesalahan atau pelanggaran\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 91 : Sanksi Skorsing\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Perusahaan dapat menjatuhkan sanksi skorsing kepada pekerja yang melakukan\npelanggaran, selama masa sekorsing pekerja tidak diperkenankan hadir ditempat\nkerjanya tanpa seijin Perusahaan. Skorsing dalam rangka proses PHK\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Untuk pembayaran upah beserta hak-haknya akan tetap diberikan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 92 : Kesalahan\u002FPelanggaran Ringan Dengan Sanksi Pemutusan Hubungan\nKerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1)Tidak berusaha memperbaiki diri setelah mendapat surat peringatan ke-3\n\u002Fterakhir dengan melakukan lagi kesalahan atau pelanggaran yang dapat diberikan\nsanksi peringatan ke-1, 2 atau ke-3\u002Fterakhir.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Mankir selama 5 (lima) hari kerja berturut-turut dan telah dipanggil\nPimpinan\u002FAtasan 2x secara tertulis tetapi Pekerja tidak dapat memberikan\nketerangan\u002Fbukti yang sah.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)Melakukan perkelahian didalam lingkungan Perusahaan kecuali membela\ndiri.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4)Tanpa hak dan tanpa ijin membawa senjata api atau senjata tajam kedalam\nlingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5)Memaksa Pengusaha, keluarga Pengusaha, Atasan, teman sekerja untuk\nmelakukan tindakan yang bertentangan dengan peraturan yang berlaku dilingkungan\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6)Memanfaatkan jabatan untuk keuntungan pribadi yang dapat berakibat\nmerugikan Perusahaan dan atau Pekerja\u002F calon Pekerja baik yang bersifat moril\nmaupun materil.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7)Bukan menjadi tugasnya \u002F tanpa ijin atasan mengoperasikan mesin, peralatan\ndan\u002Fatau forklift, kendaraan angkut lainnya sehingga berakibat merugikan\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8)Merokok didalam Pabrik, gudang cat atau thiner, ruangan atau tempat\nlainnya yang mudah terbakar\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9)Memanipulasi data\u002Fbukti otentik\u002Fkwitansi-kwitansi atau mengelapkan\nketerangan untuk kepentingan pribadi dan \u002F orang lain yang berakibat merugikan\nPerusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10)Melakukan usaha Pencurian \u002F penggelapan yang akan merugikan perusahaan\ndan atau Pekerja, yang dibuktikan dan didukung oleh hasil penyelidikan petugas\nkeamanan dan\u002Fatau aparat yang berwenang.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 93 : kesalahan\u002Fpelanggaran berat dengan sanksi pemutusan hubungan\nkerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1)Mabok atau mengkomsumsi minuman keras yang memabukan dilingkungan\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Membawa, menyimpan, memakai dan\u002Fatau mengedarkan narkotika, psikotropika,\ndan zat adaktif lainnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)Membongkar\u002Fmembocorkan rahasia Perusahaan yang dipercayakan kepadanya atau\nyang diketahuinya kepada pihak lain yang dapat mengakibatkan kerugian\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4)a). Melakukan pencurian dan pengelapan didalam lingkungan Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b). Melakukan pencurian dan pengelapan barang milik Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5)Menyerang, menganiaya, mengancam atau mengintimidasi Pengusaha, atasan,\nbawahan, teman sekerja di lingkungan kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6)a).Merusak dengan sengaja barang milik Perusahaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b). Melakukan pencurian atau penggelapan barang milik Pekerja \u002Forang lain\ndidalam lingkungan Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7)Memerintahkan dan\u002Fatau melakukan perbuatan asusila didalam lingkungan\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8)Pada saat Perjanjian Kerja memberikan keterangan palsu atau yang\ndipalsukan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>9)Mengadakan rapat, pidato, propaganda atau menempelkan \u002F menyebarkan\npamflet\u002Fselebaran yang bertentangan dengan ketentuan Perusahaan sehingga dapat\nmengganggu ketertiban dan keamanan dilingkungan perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>10)Melalaikan kewajiban yang menjadi tanggung jawabnya sehingga menimbulkan\nkecelakaan bagi dirinya atau orang lain\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>BAB XV : BERAKHIRNYA HUBUNGAN KERJA (BHK)\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 94 : Umum\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Berakhirnya Hubungan Kerja ialah pengakhiran hubungan kerja yang\ndisebabkan oleh Perusahaan atau Pekerja, baik putus karena hukum atau akibat\npelengaran yang ditentukan dalam Perjanjian Kerja Bersama atau Peraturan\nPerundang-undangan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Perusahaan harus mengusahakan agar tidak terjadi Pemutusan Hubungan\nKerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)Bila setelah diadakan segala usaha Pemutusan Hubungan Kerja tidak dapat\ndihindarkan Perusahaan akan membahasnya dengan Serikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4)Dalam hal pembahasan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) benar-benar tidak\nmenghasilkan kesepakatan, Pengusaha hanya dapat memutuskan Hubungan Kerja\ndengan Pekerja setelah memperoleh penetapan dari Lembaga Penyelesaian\nPerselisihan Hubungan Industrial. Penetapan sebagaimana dimaksud dalam pasal\nini tidak diperlukan dalam hal :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a).Pekerja masih dalam masa percobaan kerja, bilamana telah dipersyaratkan\nsecara tertulis sebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b).Pekerja mengajukan permintaan pengunduran diri, secara tertulis atau\nkemauan sendiri tanpa ada indikasi adanya tekanan\u002Fintimidasi dari Pengusaha\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c).Berakhirnya hubungan kerja sesuai dengan perjanjian kerja waktu\ntertentu\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5)Berakhirnya hubungan kerja dapat terjadi dalam hal ;\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a).Masa percobaan\u002Fmasa pelatihan (Training)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b).Atas kehendak pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c).Dengan persetujuan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d).Karena Perusahaan tutup\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e).Pengurangan pekerja karena efesiensi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f).Karena usia lanjut\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g).Karena pekerja mengalami sakit yang berkepanjangan atau cacat\njasmani\u002Frohani melebihi waktu 12 (dua belas) bulan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>h).Karena pekerja meninggal dunia\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>i).Karena berakhirnya hubungan kerja waktu tertentu\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>j).Karena pelanggaran \u002F kesalahan ringan maupun berat\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 95 : Berakhirnya Hubungan Kerja Masa Percobaan\u002FMasa Pelatihan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Pemutusan Hubungan Kerja dalam masa percobaan\u002Fmasa pelatihan dapat\ndilakukan setiap saat baik atas permintaan pekerja atau atas kehendak\nPerusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Pekerja tidak akan diberikan uang pesangon atau uang jasa dan uang\npenggantian hak lainnya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 96 : Berakhirnya Hubungan Kerja atas Kehendak Pekerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Pekerja yang ingin berhenti bekerja dari Perusahaan maka diharuskan\nmengajukan permohonan secara tertulis 1 (satu) bulan sebelumnya kepada\nPerusahaan dengan melalui Atasannya . selama kurun waktu tersebut diatas\npekerja wajib masuk (bekerja)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Dalam hal ini kepada pekerja diberikan uang pesangon, penghargaan masa\nkerja, uang pisah, uang penggantian hak dan upah bulan berjalan (sesuai dengan\npasal 102 ayat 5\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 97 : Berakhirnya Hubungan Kerja dengan Persetujuan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Atas dasar persetujuan Perusahaan dengan pekerja telah disepakati\npemutusan hubungan kerja, maka tanpa mengabaikan prosedur yang telah ditetapkan\npemutusan hubungan kerja dapat dilakukan oleh perusahaan dengan tembusan kepada\nSerikat Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Untuk ini, kepada pekerja yang bersangkutan diberikan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a).Uang pesangon sesuai dengan pasal 106 ayat 5\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b).Uang penghargaan masa kerja 2 (dua) kali pasal 106 ayat 5\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c).Uang penggantian hak\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d).Upah bulan berjalan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 98 : Berakhirnya Hubungan Kerja Karena Perusahaan Tutup\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Dalam hal terpaksa perlu dilakukan penutupan maka Pemutusan Hubungan Kerja\ndapat dilakukan terhadap pekerja dengan ketentuan sebagaimana diatur pada ayat\nberikut.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Kepada pekerja yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja karena perusahaan\ntutup akibat mengalami kerugian secra terus menerus selama 2 (dua) tahun atau\nkeadaan memaksa (Force Maneure) minimal diberikan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a).Uang pesangon\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b).Uang penghargaan masa kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c).Uang penggantian hak\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d).Uang tambahan 3 (tiga) kali upah untuk persiapan mencari kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)Kerugian sebagaimana dimaksud ayat 2 (dua) diatas harus dibuktikan dengan\nlaporan keuangan 2 (dua) tahun terakhir yang telah diaudit oleh akuntan\npublik.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 99 : Berakhirnya Hubungan Kerja Karena Efesiensi\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Dalam hal terpaksa perlu dilakukan efesiensi di Perusahaan sehingga harus\ndilakukan pemutusan hubungan kerja, maka pelaksanaanya akan mengindahkan UU No.\n13 tahun 2003\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Kepada Pekerja yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja karena Perusahaan\nmelakukan efesiensi, minimal diberikan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a.Uang pesangon 2 (dua) kali pasal 106 ayat 5\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b.Uang penghargaan masa kerja 2 (dua) kali pasal 106 ayat 5\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c.Uang penggantian hak\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d.Uang tambahan 4 (empat) bulan upah terakhir untuk persiapan mencari\nkerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)Yang dimaksud Pemutusan Hubungan Kerja karena efesiensi adalah Pemutusan\nHubungan Kerja terhadap 10 (sepuluh) orang pekerja tetap atau lebih dalam satu\nbulan yang bukan karena kesalahan pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 100 : Berakhirnya Hubungan Kerja Karena Usia Lanjut Untuk Pekerja\nTetap\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Hubungan kerja secara otomatis diakhiri oleh Perusahaan pada saat Pekerja\nberusia 55 tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Pemberhentian dilakukan pada akhir bulan takwim dan sebagai dasar\nmenentukan usia pekerja adalah tanggal lahir yang terdaftar di Perusahaan.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)Atas pertimbangan tertentu Perusahaan dapat meminta kepada Pekerja untuk\ntetap bekerja atas persetujuan yang bersangkutan dengan status Pekerja\nHonorer.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4)Kepada Pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja karena usia lanjut,\nmaka pada saat pensiun, perusahaan memberikan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a).Uang Pesangon 2 (dua) kali pasal 106 ayat 5\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b).Uang Penghargaan masa kerja 1 (satu) kali pasal 106 ayat 5\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c).Uang penggantian hak\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d).Tanda penghargaan berupa plakat atau piagam\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e).Kenang – kenangan berupa barang yang nilainya setara dengan nilai 1\n(satu) bulan Gaji pokok.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5)Terhadap pekerja yang mencapai usia 50 tahun atau masa kerja 25 berhak\nmengajukan permohonan pemutusan hubungan kerja karena usia lanjut seperti\ntersebut dalam pasal ini\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 101 : Berakhir Hubungan Kerja Karena Sakit Atau Cacat\nJasmani\u002FRohani\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdaysnr\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-sicknessmaxdays\">\u003Cp>1)Dalam hal seorang pekerja tidak mampu bekerja karena sakit terus menerus\nmelebihi 12 (dua belas) bulan atau cacat jasmani\u002Frohani melebihi 12 (dua belas)\nbulan berturut-turut, maka kepadanya dapat dilakukan pemutusan hubungan kerja\noleh Perusahaan atau dengan mengindahkan UU No. 13 Tahun 2003 pekerja dapat\nmengajukan pemutusan hubungan kerja.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Kepada pekerja diberikan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a).Uang pesangon 2 (dua) kali pasal 106 ayat 5\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b).Uang penghargaan masa kerja 2 (dua) kali pasal 106 ayat 5\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c).Uang penggantian hak\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d).Bantuan pemeliharaan kesehatan selama 3 (tiga) tahun sesuai KEPRES NO 22\nThn. 1993\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e).Uang bantuan pensiun, apabila saat pemberhentian, pekerja yang\nbersangkutan mencapai usia 50 (lima puluh) tahun atau mempunyai masa kerja 25\n(dua puluh lima) tahun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f).Uang pisah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 102 : Berakhir Hubungan Kerja Karena Pekerja Meninggal Dunia\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1)Dalam hal pekerja meninggal dunia maka hubungan kerjanya putus dengan\nsendirinya\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Kepada ahli waris pekerja yang bersangkutan, Perusahaan memberikan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a).Uang pesangon 2 (dua) kali pasal 106 ayat 5\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b).Uang penghargaan masa kerja 2 (dua) kali pasal 106 ayat 5\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c).Uang penggantian hak\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d).Sumbangan kedukaan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e).Uang bantuan pensiun\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>f).Upah bulan berjalan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>g).Uang pisah sesuai pasal 106 ayat 5c\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 103 : Berakhir Hubungan Kerja Karena Waktu Tertentu\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>Hubungan kerja antara Perusahaan dengan Pekerja untuk waktu tertentu putus\ntanpa kewajiban Perusahaan memberikan pesangon pada saat berakhirnya hubungan\nkerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 104 : Berakhir Hubungan Kerja Karena Pelanggaran \u002F Kesalahan\nRingan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1)Dalam hal Pekerja melakukan pelanggaran\u002Fkesalahan ringan, maka dapat\ndilakukan pemutusan hubungan kerja dengan mengindahkan pasal 92 Perjanjian\nKerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Untuk ini, kepada Pekerja yang bersangkutan diberikan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a).Uang Pesangon\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b).Uang Penghargaa Masa Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c).Uang Penggantian Hak\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d).Upah bulan berjalan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 105 : Berakhir Hubungan Kerja Karena Pelanggaran \u002F Kesalahan\nBerat\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Dalam hal Pekerja melakukan pelanggaran\u002Fkesalahan ringan, maka dapat\ndilakukan pemutusan hubungan kerja dengan mengindahkan UU No. 13 Tahun 2003\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Untuk ini, kepada Pekerja yang bersangkutan diberikan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a).Uang Penghargaa Masa Kerja sesuai pasal 102 ayat 4\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b).Uang Ganti Rugi untuk perhitungan cuti\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c).Upah bulan berjalan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 106 : Akibat Berakhirnya Hubungan Kerja\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>1)Dalam hal berakhirnya hubungan kerja, maka pekerja diwajibkan\nmengembalikan kepada perusahaan :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a).Perlengkapan Kerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b).Kartu pengenal (ID Card)\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c).Kartu Pengobatan\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d).Hutang Pekerja kepada Perusahaan dengan bukti yang sah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e).Hutang – hutang Pekerja pada Koperasi\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Upah dalam berakhirnya hubungan kerja untuk perhitungan pesangon,\npenghargaan masa kerja, uang ganti rugi untuk perhitungan, uang pisah, bantuan\npensiun adalah 115% (upah pokok + tunjangan transport + tunjangan makan).\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)Perusahaan berkewajiban menyediakan hak yang telah diatur dalam Perjanjian\nKerja Bersama ini paling lambat 22 hari kerja setelah ketentuan ayat (1) pasal\nini dipenuhi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4)Hak yang dimaksud pada ayat (3) pasal ini hanya dapat diambil oleh Pekerja\natau keluarga Pekerja atau ahli waris\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-contractseverancepay1\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight focus\" id=\"clause-severance_number\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-severance_number_1_tenure\">\u003Cp>5)Dalam hal terjadi pemutusan hubungan kerja, maka perusahaan wajib\nmemberikan haknya kepada pekerja berdasarkan jenis berakhirnya hubungan kerja,\ndengan perhitungan sebagai berikut :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>a).Besarnya Uang Pesangon :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-Kurang dari 1 tahun.......................................... 1 bulan\nupah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-1 tahun tapi kurang dari 2 tahun........................ 2 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-2 tahun tapi kurang dari 3 tahun........................ 3 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-3 tahun tapi kurang dari 4 tahun........................ 4 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-4 tahun tapi kurang dari 5 tahun........................ 5 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-5 tahun tapi kurang dari 6 tahun........................ 6 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-6 tahun tapi kurang dari 7 tahun........................ 7 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-7 tahun tapi kurang dari 8 tahun........................ 8 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-8 tahun atau lebih............................................. 9 bulan\nupah\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>b).Besarnya uang penghargaan masa kerja :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-3 tahun tapi kurang dari 2 tahun.......................... 2 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-6 tahun tapi kurang dari 3 tahun.......................... 3 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-9 tahun tapi kurang dari 4 tahun.......................... 4 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-12 tahun tapi kurang dari 5 tahun........................ 5 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-15 tahun tapi kurang dari 6 tahun........................ 6 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-18 tahun tapi kurang dari 7 tahun........................ 7 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-21 tahun tapi kurang dari 8 tahun........................ 8 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-24 tahun atau lebih........................................... 10 bulan\nupah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>c).Besarnya uang pisah :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-5 tahun tapi kurang dari 10 tahun......................... 2 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-10 tahun tapi kurang dari 15 tahun....................... 4 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>-15 tahun tapi kurang dari 2 tahun......................... 6 bulan upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>d).Besarnya uang bantuan pensiun :\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>{ (MK x 0,5) + 1} x Upah\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>e).Penggantian Hak untuk perhitungan cuti : upah X 2 X cuti yang belum\ndipergunakan \u002F 22\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch2>BAB XVI : PERATURAN PERALIHAN DAN PELAKSANAAN\u003C\u002Fh2>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 107 : Peraturan Peralihan Dan Pelaksanaan\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Selambat-lambatnya 90 (sembilan puluh) hari sebelum tanggal berakhirnya\nPerjanjian Kerja Bersama ini, maka Perusahaan dan Serikat Pekerja sudah memulai\nmemusyawarahkan kembali Perjanjian Kerja Bersama untuk periode yang baru.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Sebelum tercapainya Perjanjian Kerja Bersama yang baru setelah berakhirnya\nsetelah berakhirnya Perjanjian Kerja Bersama ini, maka Perjanjian Kerja Bersama\nini tetap berlaku sampai tercapainya Perjanjian Kerja Bersama yang baru\ntersebut untuk waktu paling lama 1 (satu) tahun.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>3)Dalam hal satu\u002Fbeberapa ketentuan dalam kesepakatan ini bertentangan\ndengan hukum yang berlaku atau ketentuan pemerintah yang baru, maka Perjanjian\nKerja Bersama ini akan disesuaikan dengan hukum dan ketentuan Pemerintah yang\nbaru dan berlaku\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Ch3>Pasal 108 : Penutup\u003C\u002Fh3>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>1)Perjanjian ini didaftarkan pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi\nPropinsi DKI Jakarta dan akan diperbanyak\u002Fdibukukan oleh Perusahaan untuk\ndibagikan kepada seluruh Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>2)Ketentuan-ketentuan yang merupakan pengaturan tekhnis maupun penjabaran\nlebih lanjut atas isi Perjanjian Kerja Bersama ini akan diatur dan\nditandatangani bersama dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari\nPerjanjian Kerja Bersama ini.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_end\">\u003Cdiv class=\"cbaClause highlight\" id=\"clause-cbadate_start\">\u003Cp>3)Perjanjian Kerja Bersama ini mulai berlaku sejak tanggal 28 Januari tahun\n2013 sampai dengan tanggal 31 bulan Desember tahun 2014 ditandatangani oleh\nkedua belah pihak.\u003C\u002Fp>\u003C\u002Fdiv>\u003C\u002Fdiv>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>4)Dalam hal perusahaan merubah namanya maka untuk sisa waktu berlakunya\nPerjanjian Kerja Bersama ini tetap berlaku bagi Perusahaan dan Pekerja.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>5)Dalam hal perusahaan menggabungkan diri dengan Perusahaan lain dan masing\n– masing Perusahaan mempunyai Perjanjian Kerja Bersama, maka Perjanjian Kerja\nBersama yang berlaku adalah yang lebih menguntungkan bagi pekerja\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>6)Perjanjian Kerja Bersama ini disetujui serta ditandatangani oleh\nkeduabelah pihak dalam rangkap 5 (lima) yang sama bunyinya dan ketentuan\nhukumnya.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>7)Jika terjadi salah penafsiran\u002Fperselisihan akan diselesaikan secara\nmusyawarah dan bila tidak tercapai kesepakatan akan diserahkan kepada Sudin\nTenaga Kerja dan Transmigrasi setempat\u002Finstansi terkait.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>8)Dengan berlakunya Perjanjian Kerja Bersama ini maka Perjanjian Kerja\nBersama sebelumnya dinyatakan tidak berlaku lagi.\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\u003Cp>\u003C\u002Fp>\n\n\n\n            \n            \n            \n            \n            ",{"contracttrialperiod":45,"severance_number_1_tenure":49,"dayspweek":53,"funeralpay":57,"OVERTIME_trigger":61,"pensionfund":65,"SKILLEVEL_trigger":69,"paidmaternityleavepayperc":73,"wageincreasetype":77,"jobwagegroups":81,"EMPCONTR_trigger":83,"schedulesrestpw":87,"sundayallowancetype1":89,"paidmaternityleaveall":91,"incidentalbonustype2":93,"menstruationleave":97,"contractseverancepay1":101,"overtimeallowancetypeperiod":103,"WAGES_trigger":105,"hourspday_select":109,"maternitydifferenttrigger":113,"maxsicknesspay":117,"ONCERISE_trigger":121,"maternityexcludedtrigger":123,"equalitydifferenttrigger":125,"paidpaternityleavepayperc":127,"STRUCINCR_trigger":131,"trainingfund":135,"severance":139,"jobclassifaction1":141,"mealvouchersamount":145,"TRAINING_trigger":149,"COSTLIV_trigger":153,"discrimination":157,"WORKHOURS_trigger":161,"hourspweek":163,"equalityexcludedtrigger":165,"SICDIS_trigger":167,"violence":171,"mealvouchers":175,"trainingprogrammes":179,"jobwagegroupsperiod":181,"contractseverancepay":185,"maxsicknesspayperc":187,"paidmaternityleaveduration":189,"childcareleave":191,"mealvoucherstype1":193,"maxsicknesspaytype":195,"cbadate_start":197,"commutingallowancetype":201,"holidaysdays":205,"holidaysweeks":209,"healthinsurance":211,"COMMUTE_trigger":215,"sundayallowancetype":218,"healthandsafetypolicy":220,"overtimeallowancetype1":224,"contracttrial":226,"sicknesspay":229,"dayspweek_select":231,"healthinsurancerelatives":233,"paidpaternityleave":237,"sicknessmaxdaysnr":239,"sundayallowanceperc1":243,"overtimeallowancetype":245,"paidmaternityleavepay":247,"disabilityfund":249,"JOBTITLE_trigger":253,"paidpaternityleaveduration":256,"disabilitypay":258,"cbadate_end":260,"severance_number":262,"hourspweek_select":264,"childcare":266,"wageincreasetype2":268,"hourspday":270,"MEALALL_trigger":272,"maternityotherclause":274,"incidentalbonusdays1":278,"SOCSEC_trigger":280,"healthcareaccess":282,"SUNDAY_trigger":284,"healthandsafetytraining":286,"sicknessmaxdays":290,"MEDICAL_trigger":292,"overtimeallowanceperc1":294,"commutingallowancetype1":296,"paidpaternityleavepay":298,"SCHEDULE_trigger":300,"educationtuition":302,"commutingallowanceperc1":306,"healthcareaccessrelatives":309,"bankholidays1":311,"paidmaternityleave":315,"PAIDLEAV_trigger":317},{"bindId":46,"name":47,"text":48},"contracttrialperiod","1) Perusahaan dapat menerima Pekerja Bar","1) Perusahaan dapat menerima Pekerja Baru yang sudah berpengalaman dengan\nmelalui masa percobaan untuk waktu paling lama 3 (tiga) bulan.",{"bindId":50,"name":51,"text":52},"severance_number_1_tenure","5)Dalam hal terjadi pemutusan hubungan k","5)Dalam hal terjadi pemutusan hubungan kerja, maka perusahaan wajib\nmemberikan haknya kepada pekerja berdasarkan jenis berakhirnya hubungan kerja,\ndengan perhitungan sebagai berikut :\n\na).Besarnya Uang Pesangon :\n\n-Kurang dari 1 tahun.......................................... 1 bulan\nupah\n\n-1 tahun tapi kurang dari 2 tahun........................ 2 bulan upah\n\n-2 tahun tapi kurang dari 3 tahun........................ 3 bulan upah\n\n-3 tahun tapi kurang dari 4 tahun........................ 4 bulan upah\n\n-4 tahun tapi kurang dari 5 tahun........................ 5 bulan upah\n\n-5 tahun tapi kurang dari 6 tahun........................ 6 bulan upah\n\n-6 tahun tapi kurang dari 7 tahun........................ 7 bulan upah\n\n-7 tahun tapi kurang dari 8 tahun........................ 8 bulan upah\n\n-8 tahun atau lebih............................................. 9 bulan\nupah",{"bindId":54,"name":55,"text":56},"dayspweek","1) Hari kerja pada dasarnya hari Senin s","1) Hari kerja pada dasarnya hari Senin sampai dengan Jum’at kecuali kalau\nhari –hari tersebut dinyatakan sebagai libur resmi nasional",{"bindId":58,"name":59,"text":60},"funeralpay","1)Perusahaan memberikan sumbangan keduka","1)Perusahaan memberikan sumbangan kedukaan atas meninggalnya Pekerja atau\nkeluarganya\u002F orang tua\u002F mertua menurut ketentuan sebagai berikut :\n\n\n  \n  \n  \n  \n  \n    \n      Yang Meninggal\n      % Upah\n      Nilai Rupiah (juta)\n    \n    \n      Pekerja Ybs.\n      400%\n      -\n    \n    \n      1 anggota keluarga\n      150%\n      2,5 (minimal)\n    \n    \n      Orang tua \u002F mertua\n      -\n      1,0\n    \n  \n\n\n2)Untuk mendapatkan sumbangan kedudukan Pekerja atau ahli warisnya wajib\nmenyerahkan bukti-bukti yang sah ke HR Division.",{"bindId":62,"name":63,"text":64},"OVERTIME_trigger","3) a. perhitungan jam kerja lembur diatu","3) a. perhitungan jam kerja lembur diatur menurut ketentuan sebagai berikut\n:\n\n\n\n\n  \n  \n  \n  \n  \n    \n      Hari\n      Perhitungan\n    \n    \n      Kerja Biasa\n      Jam ke – 1\n      1.5 x TUL\n    \n    \n      Jam ke – 2 dst\n      2.0 x TUL\n    \n    \n      Libur mingguan, Diliburkan, Cuti Massal\n\n        \n      \n      Jam ke – 1 s\u002Fd 7\n      2.0 x TUL\n    \n    \n      Jam ke – 8\n      3.0 x TUL\n    \n    \n      Jam ke – 9 s\u002Fd 10\n      4.0 x TUL\n    \n    \n      Jam ke – 11 s\u002Fd dst\n      4.0 x TUL\n    \n    \n      Libur Resmi\n      Jam ke – 1 s\u002Fd 7\n      2.5 x TUL\n    \n    \n      Jam ke – 8\n      3.0 x TUL\n    \n    \n      Jam ke – 9 s\u002Fd 10\n      4.0 x TUL\n    \n    \n      Jam ke – 11 s\u002Fd 15\n      4.0 x TUL\n    \n    \n      Jam ke – 16 dst\n      4.0 x TUL\n    \n  \n\n\nNote : untuk lembur di hari Libur mingguan\u002Fcuti masal setelah jam ke 11\ndiberikan makan (natura) setelah jam ke 16 diberikan snack. (Natura) dan setiap\nkelipatan 4 jam",{"bindId":66,"name":67,"text":68},"pensionfund","3)Iuran bulanan untuk keikutsertaan Peke","3)Iuran bulanan untuk keikutsertaan Pekerja dalam Program Jamsostek menjadi\ntanggungan Perusahaan, kecuali iuran untuk program Jaminan Hari Tua (JHT)\nditanggung bersama Perusahaan dan Pekerja menurut ketentuan yang berlaku",{"bindId":70,"name":71,"text":72},"SKILLEVEL_trigger","1) Penetapan upah pokok didasarkan atas ","1) Penetapan upah pokok didasarkan atas golongan Pekerja dalam\nPerusahaan.\n\n\n\n2) Sesuai dengan jumlah golongan Pekerja maka upah pokok yang berlaku di\nPerusahaan terdiri dari 7 golongan yang masing-masing diatur tersendiri\n\n\n\n3) Masing-masing golongan upah pokok akan disesuaikan setiap tahun dengan\nberpedoman pada besarnya kenaikan upah secara umum di Perusahaan",{"bindId":74,"name":75,"text":76},"paidmaternityleavepayperc","1) Kepada Pekerja Wanita yang melahirkan","1) Kepada Pekerja Wanita yang melahirkan, Perusahaan memberi cuti dengan\ntetap mendapatkan upah (upah pokok + Tunjangan Transport + Tunjangan Makan)\nselama 3 (tiga) bulan yaitu : satu setengah bulan sebelum melahirkan dan satu\nsetengah setelah melahirkan atau ditentukan lain atas permintaan pekerja yang\nbersangkutan dengan rekomendasi dokter kandungan\u002Fbidan",{"bindId":78,"name":79,"text":80},"wageincreasetype","2) Kenaikan upah pokok secara khusus dia","2) Kenaikan upah pokok secara khusus diatur sbb :\n\na).Kenaikan upah pokok atas dasar prosentase kerja dilakukan setahun\nsekali",{"bindId":82,"name":71,"text":72},"jobwagegroups",{"bindId":84,"name":85,"text":86},"EMPCONTR_trigger","Berdasarkan pada sifat dan jangka waktu ","Berdasarkan pada sifat dan jangka waktu ikatan kerja, status Pekerja terbagi\natas :\n\n1) Pekerja Tetap,\n\nYaitu pekerja yang bekerja di perusahaan untuk jangka waktu yang tidak\ntertentu\n\n\n\n2) Pekerja Waktu Tertentu,\n\nYaitu pekerja yang terikat pada hubungan kerja secara terbatas menurut dasar\nwaktu kerja tertentu dengan Perjanjian Kerja dalam waktu kerja yang terbatas\nlamanya\n\n\n\n3) Pekerja Honorer,\n\nYaitu pekerja yang bekerja di perusahaan untuk pekerjaan dan waktu yang\nbersifat jam kerja tersendiri (part time)",{"bindId":88,"name":55,"text":56},"schedulesrestpw",{"bindId":90,"name":63,"text":64},"sundayallowancetype1",{"bindId":92,"name":75,"text":76},"paidmaternityleaveall",{"bindId":94,"name":95,"text":96},"incidentalbonustype2","1)Setiap tahun Perusahaan memberikan Tun","1)Setiap tahun Perusahaan memberikan Tunjangan Hari Raya keagamaan sebesar 1\n(satu) bulan upah (upah pokok + Tunjangan Transport + Tunjangan Makan)",{"bindId":98,"name":99,"text":100},"menstruationleave","1) Pekerja Wanita tidak diwajibkan beker","1) Pekerja Wanita tidak diwajibkan bekerja pada hari pertama dan kedua waktu\nhaid dengan tetap mendapatkan upah (upah pokok + Tunjangan Transport +\nTunjangan Makan)",{"bindId":102,"name":51,"text":52},"contractseverancepay1",{"bindId":104,"name":63,"text":64},"overtimeallowancetypeperiod",{"bindId":106,"name":107,"text":108},"WAGES_trigger","1) Upah yang berlaku diperusahaan terdir","1) Upah yang berlaku diperusahaan terdiri atas :\n\na.Gaji pokok\n\nb.Tunjangan – Tunjangan\n\n\n\n2) Semua pekerja berhak atas upah pokok dan tunjangan – tunjangan sesuai\ndengan status, jabatan dan golongan sebagaimana diatur dalam Perjanjian Kerja\nBersama ini.",{"bindId":110,"name":111,"text":112},"hourspday_select","Perusahaan melaksanakan waktu kerja maks","Perusahaan melaksanakan waktu kerja maksimal 8 jam sehari 40 jam minggu.",{"bindId":114,"name":115,"text":116},"maternitydifferenttrigger","3)Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku u","3)Perjanjian Kerja Bersama ini berlaku untuk seluruh Pekerja untuk hal-hal\ntertentu yang bersifat khusus diatur tersendiri",{"bindId":118,"name":119,"text":120},"maxsicknesspay","1) Pekerja yang menderita sakit cukup la","1) Pekerja yang menderita sakit cukup lama dan terus menerus dan yang\nmemerlukan perawatan di Rumah Sakit atau di tempat lain, akan tetapi dibawah\npengawasan dokter sehingga tidak dapat melakuka pekerjaanya, maka upahnya\ndibayar sebagai berikut :\n\n- Empat bulan ke 1 ............................................100% dari\nUpah\n\n- Empat bulan ke 2 ............................................. 75% dari\nUpah\n\n- Empat bulan ke 3 ............................................. 50% dari\nUpah\n\n- Berikutnya .............................................. 25% dari Upah",{"bindId":122,"name":95,"text":96},"ONCERISE_trigger",{"bindId":124,"name":115,"text":116},"maternityexcludedtrigger",{"bindId":126,"name":115,"text":116},"equalitydifferenttrigger",{"bindId":128,"name":129,"text":130},"paidpaternityleavepayperc","1) Pekerja diberikan ijin tidak masuk be","1) Pekerja diberikan ijin tidak masuk bekerja dengan tetap menerima upah\n(upah pokok + Tunjangan Transport + Tunjangan Makan) untuk hal-hal sebagai\nberikut:\n\n\n  \n  \n  \n  \n  \n    \n      No\n      Kebutuhan\n      Ijin Yang Diberikan\n    \n    \n      1\n      Pernikahan Pekerja yang bersangkutan\n      3 Hari Kerja\n    \n    \n      2\n      Pernikahan anak sah Pekerja\n      3 Hari Kerja\n    \n    \n      3\n      Istri sah Pekerja melahirkan\u002Fkeguguran\n      3 Hari Kerja\n    \n    \n      4\n      Pekerja mengalami musibah\u002Fbencana alam\n      2 Hari Kerja\n    \n    \n      5\n      Khitanan\u002Fpembaptisan anak sah Pekerja\n      2 Hari Kerja\n    \n    \n      6\n      Wisuda kesarjanaan\n      1 Hari Kerja\n    \n    \n      7\n      Kematian Keluarga, orang tua, mertua, saudara kandung pekerja\n      3 Hari Kerja\n    \n    \n      8\n      Keluarga pekerja diopname\n      2 Hari Kerja\n    \n    \n      9\n      Orang yang tinggal dalam 1 rumah meninggal dunia\n      1 Hari Kerja",{"bindId":132,"name":133,"text":134},"STRUCINCR_trigger","a).Kenaikan upah pokok atas dasar prosen","a).Kenaikan upah pokok atas dasar prosentase kerja dilakukan setahun\nsekali",{"bindId":136,"name":137,"text":138},"trainingfund","1)Perusahaan memberikan pendidikan fungs","1)Perusahaan memberikan pendidikan fungsional bagi pekerja untuk\nmeningkatkan kemapuannya dalam suatu bidang pekerjaan sesuai dengan tugas dan\njabatannya.\n\n\n\n2)Penentuan jenis pendidikan yang akan diikuti oleh Pekerja didasarkan\nkepada kebutuhan pekerjaan dan\u002Fatau analisa kesenjangan (Gap) kopentensi yang\ndilakukan oleh Atasannya",{"bindId":140,"name":51,"text":52},"severance",{"bindId":142,"name":143,"text":144},"jobclassifaction1","1) Golongan dan jabatan pekerja diatur m","1) Golongan dan jabatan pekerja diatur menurut ketentuan sebagai berikut\n:\n\n\n  \n  \n  \n  \n    \n      Golongan\n      Jabatan\n    \n    \n      I\n      Operator \u002F setara\n    \n    \n      II\n      Operator \u002F setara, GL\u002Fsetara\n    \n    \n      III\n      Foreman\u002Fsetara\n    \n    \n      IV\n      Section Head\u002F setara, Dept. Head\u002F setara\n    \n    \n      V\n      Dept. Head\u002F setara, Division Head\u002F setara\n    \n    \n      VI\n      Division Head\u002F setara, Direktur\n    \n    \n      VII\n      Direktur",{"bindId":146,"name":147,"text":148},"mealvouchersamount","3)Tunjangan Makan per hari diberikan sec","3)Tunjangan Makan per hari diberikan secara net, sebagai berikut (tabel)\n:\n\n\n  \n  \n  \n  \n  \n    \n      Jenis\n      Nilai\n      Dalam Bentuk\n    \n    \n      Reguler\n      Rp. 9.650,-\n      Natura \n    \n    \n      Lembur > = 3 jam\n      Rp. 9.650,-\n      Natura \u002F uang\n    \n    \n      Dinas Luar > 60 Km\n      Rp. 20.000,-\n      Uang\n    \n    \n      Makan Ekstra SII & SIII\n      Rp. 3.900,-\n      Natura\n    \n  \n\n\n(implementasi Per 1 Februari 2013)",{"bindId":150,"name":151,"text":152},"TRAINING_trigger","Menyadari perlunya peningkatan kemampuan","Menyadari perlunya peningkatan kemampuan kerja sebagai prasyarat dalam\npeningkatan produktivitas, maka Perusahaan akan terus menerus melakukan\nusaha-usaha peningkatan kemampuan, pengetahuan dan ketrampilan pekerja melalui\nPendidikan dan Latihan Kerja yang telah terarah dan terukur",{"bindId":154,"name":155,"text":156},"COSTLIV_trigger","a).Kenaikan gaji pokok Dilakukan setahun","a).Kenaikan gaji pokok\n\nDilakukan setahun sekali pada bulan januari dengan berpedoman pada\nprosentase inflansi DKI, Peningkatan Tarif Hidup Pekerja dan keluarganya dengan\nmemeprtimbangkan kemampuan Perusahaan\n\nb). Kenaikan Gaji Pokok karena adanya kebijakan pemerintah dibidang moneter,\ndengan berpedoman kepada besarnya prosentase pengaruh kebijakan Pemerintah\ntersebut terhadap tingkat daya beli pekerja",{"bindId":158,"name":159,"text":160},"discrimination","2) Dalam hal seorang Pekerja atau lebih ","2) Dalam hal seorang Pekerja atau lebih mengagap bahwa terhadapnya\ndiperlakukan tidak adil atau tidak wajar serta bertentangan dengan isi dan jiwa\nPerjanjian Kerja Bersama ini, maka seorang Pekerja atau lebih dapat\nmenyampaikan pengaduan atau keluhannya melalui saluran yang ditetapkan sebagai\nsaluran “ Cara Penyelesaian Keluhan dan Pengaduan ”\n\n\n\n3) Pekerja yang karena menempuh cara penyelesaian sebagaimana dimaksud ayat\n(2), tidak mendapatkan tindakan diskriminasi maupun intimidasi dari pihak\nmanapun.",{"bindId":162,"name":111,"text":112},"WORKHOURS_trigger",{"bindId":164,"name":111,"text":112},"hourspweek",{"bindId":166,"name":115,"text":116},"equalityexcludedtrigger",{"bindId":168,"name":169,"text":170},"SICDIS_trigger","Perusahaan menyadari sepenuhnya bahwa Pe","Perusahaan menyadari sepenuhnya bahwa Pekerja yang sehat akan lebih mampu\nmeningkatkan produktivitas sebagaimana diharapkan. Demikian pula keluarga\nPekerja yang sehat akan mendorong semangat gairah kerja serta ketenangan. Oleh\nkarena itu Perusahaan memberikan perhatian sepenuhnya terhadap kondisi\nkesehatan para pekerja dan keluarganya",{"bindId":172,"name":173,"text":174},"violence","7)Untuk mencegah perkelahian atau keresa","7)Untuk mencegah perkelahian atau keresahan, Pekerja dilarang :\n\na).Melakukan hasutan atau fitnah terhadap sesama pekerja\n\nb).Menyebarkan desas desus atau kabar bohong dan berita-berita lain yang\ndapat menggelisahkan sesama Pekerja dalam bentuk dan cara apapun\n\nc).Mengancam pekerja lain atau memaksannya untuk mengikuti sikap dan\ntindakannya\n\nd).Membawa senjata tajam dan sejenisnya kedalam Perusahaan",{"bindId":176,"name":177,"text":178},"mealvouchers","1)Tunjangan makan diberikan perusahaan s","1)Tunjangan makan diberikan perusahaan secara natura berdasarkan kehadiran\nkepada pekerja setelah bekerja sekurang – kurangya 4 jam berturut – turut\natau melampaui jam makan\n\n\n\n2)Pada pekerja pada waktu istirahat siang karena kedinasanya tidak dapat\nkembali ketempat kerja untuk makan siang diberikan pengganti biaya makan\nsiang\n\n\n\n3)Tunjangan Makan per hari diberikan secara net, sebagai berikut (tabel)\n:\n\n\n  \n  \n  \n  \n  \n    \n      Jenis\n      Nilai\n      Dalam Bentuk\n    \n    \n      Reguler\n      Rp. 9.650,-\n      Natura \n    \n    \n      Lembur > = 3 jam\n      Rp. 9.650,-\n      Natura \u002F uang\n    \n    \n      Dinas Luar > 60 Km\n      Rp. 20.000,-\n      Uang\n    \n    \n      Makan Ekstra SII & SIII\n      Rp. 3.900,-\n      Natura\n    \n  \n\n\n(implementasi Per 1 Februari 2013)",{"bindId":180,"name":137,"text":138},"trainingprogrammes",{"bindId":182,"name":183,"text":184},"jobwagegroupsperiod","3) Masing-masing golongan upah pokok aka","3) Masing-masing golongan upah pokok akan disesuaikan setiap tahun dengan\nberpedoman pada besarnya kenaikan upah secara umum di Perusahaan",{"bindId":186,"name":51,"text":52},"contractseverancepay",{"bindId":188,"name":119,"text":120},"maxsicknesspayperc",{"bindId":190,"name":75,"text":76},"paidmaternityleaveduration",{"bindId":192,"name":129,"text":130},"childcareleave",{"bindId":194,"name":147,"text":148},"mealvoucherstype1",{"bindId":196,"name":119,"text":120},"maxsicknesspaytype",{"bindId":198,"name":199,"text":200},"cbadate_start","3)Perjanjian Kerja Bersama ini mulai ber","3)Perjanjian Kerja Bersama ini mulai berlaku sejak tanggal 28 Januari tahun\n2013 sampai dengan tanggal 31 bulan Desember tahun 2014 ditandatangani oleh\nkedua belah pihak.",{"bindId":202,"name":203,"text":204},"commutingallowancetype","1) a. Perusahaan memberikan tunjangan tr","1) a. Perusahaan memberikan tunjangan transport perhari hadir\u002Fnet kepada\nPekerja golongan I s\u002Fd III yaitu 2x {PtsR + (2xBS) } x 150%\n\n- PtsR adalah tarif resmi Bis Patas Reguler yang berlaku\n\n- BS adalah tarif resmi Bis Sedang yang berlaku",{"bindId":206,"name":207,"text":208},"holidaysdays","1) Perusahaan wajib memberikan cuti tahu","1) Perusahaan wajib memberikan cuti tahunan sebanyak 12 (dua belas) hari\nkerja dengan tetap memberikan upah kepada pekerja yang telah bekerja 12 (dua\nbelas) bulan berturut-turut",{"bindId":210,"name":207,"text":208},"holidaysweeks",{"bindId":212,"name":213,"text":214},"healthinsurance","2)Pemakaian bantuan pemeliharaan kesehat","2)Pemakaian bantuan pemeliharaan kesehatan dapat diberikan kepada pekerja\ndan keluarganya karena keadaan sakit dengan ketentuan :\n\na).Pemberian batuan pemeriksaaan hanya dapat dilakukan penggantian atas\nbukti sah dari dokter atau paramedis\n\nb).Pemberian bantuan pengobatan hanya dapat dilakukan penggantian atas bukti\nsah dari apotek dengan salinan resep dokter\n\n\n\n3)Bantuan Pemeliharaan kesehatan hanya dapat digunakan Pekerja dan\nkeluarganya dalam hal :\n\na).Pekerja dan keluarganya sakit\u002Fpemeriksaan kesehatan\n\nb).Pemeriksaan kehamilan istri Pekerja atau Pekerja wanita\n\nc).Imunisasi keluarga Pekerja\n\nd).Pencabutan dan Pengobatan gigi",{"bindId":216,"name":203,"text":217},"COMMUTE_trigger","1) a. Perusahaan memberikan tunjangan transport perhari hadir\u002Fnet kepada\nPekerja golongan I s\u002Fd III yaitu 2x {PtsR + (2xBS) } x 150%\n\n- PtsR adalah tarif resmi Bis Patas Reguler yang berlaku\n\n- BS adalah tarif resmi Bis Sedang yang berlaku\n\nb. Golongan 4 ke atas pengaturan tunjangan transport diatur dalam ketentuan\ntersendiri.\n\n\n\n2) Perusahaan juga menyediakan transport pengantaran pulang bagi pekerja\nyang melakukan kerja shift II dan penjemputan bagi shift III, dimana\npelaksanaannya tetapkan dalam ketentuan tersendiri yang disepakati antara\nPerusahaan dan Serikat Pekerja",{"bindId":219,"name":63,"text":64},"sundayallowancetype",{"bindId":221,"name":222,"text":223},"healthandsafetypolicy","1)Untuk menjamin keselamatan dan kesehat","1)Untuk menjamin keselamatan dan kesehatan kerja seluruh Pekerja, Perusahaan\nwajib membentuk Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehataj Kerja dan Lingkungan\n(P2K3L) dan menyediakan alat-alat proteksi serta mentaati Peraturan-peraturan\nkeselamatan kerja sesuai dengan Undang – undang No. 1 tahun 1970.\n\n\n\n2)P2K3L bertugas memberikan saran dan pertimbangan baik diminta maupun tidak\nkepada perusahaan dan Serikat Pekerja mengenai Keselamatan dan Kesehatan\nKerja\n\n\n\n3)Setiap Pekerja diwajibkan memakai alat-alat perlindungan kerja sesuai\ndengan tugas masing-masing dan wajib menta’ati peraturan serta program\nKeselamatan dan Kesehatan Kerja yang digariskan oleh Undang – Undang No. 1\ntahun 1970",{"bindId":225,"name":63,"text":64},"overtimeallowancetype1",{"bindId":227,"name":47,"text":228},"contracttrial","1) Perusahaan dapat menerima Pekerja Baru yang sudah berpengalaman dengan\nmelalui masa percobaan untuk waktu paling lama 3 (tiga) bulan.\n\n\n\n2) Masa percobaan dihitung sejak hari pertama Pekerja mulai diterima bekerja\ndiperusahaan\n\n\n\n3) Penilaian masa percobaan dilakukan oleh atasan dimana pekerja\nditempatkan\n\n\n\n4) Setelah melalui masa percobaan dengan hasil penilaian baik, maka pekerja\ndapat diangkat menjadi Pekerja tetap.",{"bindId":230,"name":119,"text":120},"sicknesspay",{"bindId":232,"name":55,"text":56},"dayspweek_select",{"bindId":234,"name":235,"text":236},"healthinsurancerelatives","1)Perusahaan meberikan bantuan Pemelihar","1)Perusahaan meberikan bantuan Pemeliharaan Kesehatan untuk pekerja beserta\nanggota keluarganya selama satu tahun takwim (Januari s\u002Fd Desember) dengan\nbatasan :\n\n\n  \n  \n  \n  \n  \n  \n    \n      Status\n      GP\n      Min (Juta)\n      Max (Juta)\n    \n    \n      Lajang \n      2,0 x\n      2,04\n      4,20\n    \n    \n      Nikah tanpa anak\n      2,5 x\n      2,55\n      5,30\n    \n    \n      Nikah anak 1 (satu) (K1)\n      3,0 x\n      3,06\n      6,50\n    \n    \n      Nikah anak 2 (dua) (K2)\n      3,25 x\n      3,32\n      7,00\n    \n    \n      Nikah anak 3 (tiga) (K3)\n      \n      3,5 x\n      3,57\n      7,50",{"bindId":238,"name":129,"text":130},"paidpaternityleave",{"bindId":240,"name":241,"text":242},"sicknessmaxdaysnr","1)Dalam hal seorang pekerja tidak mampu ","1)Dalam hal seorang pekerja tidak mampu bekerja karena sakit terus menerus\nmelebihi 12 (dua belas) bulan atau cacat jasmani\u002Frohani melebihi 12 (dua belas)\nbulan berturut-turut, maka kepadanya dapat dilakukan pemutusan hubungan kerja\noleh Perusahaan atau dengan mengindahkan UU No. 13 Tahun 2003 pekerja dapat\nmengajukan pemutusan hubungan kerja.",{"bindId":244,"name":63,"text":64},"sundayallowanceperc1",{"bindId":246,"name":63,"text":64},"overtimeallowancetype",{"bindId":248,"name":75,"text":76},"paidmaternityleavepay",{"bindId":250,"name":251,"text":252},"disabilityfund","1)Sesuai dengan UU No. 03 tahun 1992, Pe","1)Sesuai dengan UU No. 03 tahun 1992, Perusahaan mendaftarkan \u002F memasukan\nsemua Pekerja menjadi peserta Jamsostek.\n\n\n\n2)Jaminan Asuransi Sosial Tenaga Kerja meliputi :\n\na).Jaminan Kecelakaan Kerja, termasuk penyakit akibat kerja.\n\nb).Jaminan Kematian\n\nc).Jaminan Hari Tua",{"bindId":254,"name":143,"text":255},"JOBTITLE_trigger","1) Golongan dan jabatan pekerja diatur menurut ketentuan sebagai berikut\n:\n\n\n  \n  \n  \n  \n    \n      Golongan\n      Jabatan\n    \n    \n      I\n      Operator \u002F setara\n    \n    \n      II\n      Operator \u002F setara, GL\u002Fsetara\n    \n    \n      III\n      Foreman\u002Fsetara\n    \n    \n      IV\n      Section Head\u002F setara, Dept. Head\u002F setara\n    \n    \n      V\n      Dept. Head\u002F setara, Division Head\u002F setara\n    \n    \n      VI\n      Division Head\u002F setara, Direktur\n    \n    \n      VII\n      Direktur\n    \n  \n\n\n\n\n2) Adapun pola dan golongan masing-masing pekerjaan yang ada di perusahaan\nakan diatur dalam ketentuan tersendiri",{"bindId":257,"name":129,"text":130},"paidpaternityleaveduration",{"bindId":259,"name":251,"text":252},"disabilitypay",{"bindId":261,"name":199,"text":200},"cbadate_end",{"bindId":263,"name":51,"text":52},"severance_number",{"bindId":265,"name":111,"text":112},"hourspweek_select",{"bindId":267,"name":129,"text":130},"childcare",{"bindId":269,"name":79,"text":80},"wageincreasetype2",{"bindId":271,"name":111,"text":112},"hourspday",{"bindId":273,"name":147,"text":148},"MEALALL_trigger",{"bindId":275,"name":276,"text":277},"maternityotherclause","3) Bagi Pekerja Wanita yang mengalami ke","3) Bagi Pekerja Wanita yang mengalami keguguran\u002Fgugur kandungan diberikan\nwaktu istirahat dengan upah (upah pokok + Tunjangan Transport + Tunjangan\nMakan) selama satu setengah bulan sejak gugurnya, atau selama waktu yang\ndidasarkan atas surat keterangan dokter",{"bindId":279,"name":95,"text":96},"incidentalbonusdays1",{"bindId":281,"name":251,"text":252},"SOCSEC_trigger",{"bindId":283,"name":235,"text":236},"healthcareaccess",{"bindId":285,"name":63,"text":64},"SUNDAY_trigger",{"bindId":287,"name":288,"text":289},"healthandsafetytraining","Perusahaan menyelenggarakan Pendidikan P","Perusahaan menyelenggarakan Pendidikan Prakerja bagi Pekerja baru guna\nmembekali mereka dengan pengetahuan umum mengenai perusahaan, cara kerja,\nkeselamatan dan kesehatan kerja, perangkat organisasi, nilai-nilai dan\nnorma-norma kerja yang berlaku serta isi ketentuan-ketentuan dalam Perjanjian\nKerja Bersama ini sebelum Pekerja tersebut ditempatkan pada pekerjaanya",{"bindId":291,"name":241,"text":242},"sicknessmaxdays",{"bindId":293,"name":169,"text":170},"MEDICAL_trigger",{"bindId":295,"name":63,"text":64},"overtimeallowanceperc1",{"bindId":297,"name":203,"text":217},"commutingallowancetype1",{"bindId":299,"name":129,"text":130},"paidpaternityleavepay",{"bindId":301,"name":55,"text":56},"SCHEDULE_trigger",{"bindId":303,"name":304,"text":305},"educationtuition","Dalam rangka ikut mencerdaskan Bangsa, P","Dalam rangka ikut mencerdaskan Bangsa, Perusahaan akan memberikan bantuan\nbeasiswa kepada anak-anak Pekerja yang berprestasi dengan ketentuan diatur\ntersendiri antara Perusahaan dengan Serikat Pekerja",{"bindId":307,"name":203,"text":308},"commutingallowanceperc1","1) a. Perusahaan memberikan tunjangan transport perhari hadir\u002Fnet kepada\nPekerja golongan I s\u002Fd III yaitu 2x {PtsR + (2xBS) } x 150%\n\n- PtsR adalah tarif resmi Bis Patas Reguler yang berlaku\n\n- BS adalah tarif resmi Bis Sedang yang berlaku\n\nb. Golongan 4 ke atas pengaturan tunjangan transport diatur dalam ketentuan\ntersendiri.",{"bindId":310,"name":235,"text":236},"healthcareaccessrelatives",{"bindId":312,"name":313,"text":314},"bankholidays1","1)Hari libur resmi adalah hari-hari libu","1)Hari libur resmi adalah hari-hari libur yang ditetapkan setiap tahun oleh\npemerintah\n\n\n\n2)Perusahaan memberikan istirahat kepada pekerja pada hari-hari libur resmi\ndengan tetap mendapatkan upah",{"bindId":316,"name":75,"text":76},"paidmaternityleave",{"bindId":318,"name":207,"text":319},"PAIDLEAV_trigger","1) Perusahaan wajib memberikan cuti tahunan sebanyak 12 (dua belas) hari\nkerja dengan tetap memberikan upah kepada pekerja yang telah bekerja 12 (dua\nbelas) bulan berturut-turut\n\n\n\n2) Periode penetapan timbulnya hak cuti tahunan pekerja adalah 1 tahun dari\ntanggal mulai bekerja","\u003Chtml>\n\n    \u003Cdiv class=\"cobra-report\">\n\n        \u003Ch2>IDN PT. Gemala Kempa Daya, IDN PT. Inti Ganda Perdana, IDN PT. Asano Gear Indonesia, IDN PT. Akashi Wahana IDN IGP Group - 2013\u003C\u002Fh2>\n\n        \u003Cdiv class=\"section general\">\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-start_date\">Tanggal dimulainya perjanjian: &rarr;&nbsp;2013-01-28\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-end_date\">Tanggal berakhirnya perjanjian: &rarr;&nbsp;2014-12-31\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\n            \u003C!-- TODO: previous CBA logic -->\n            \u003C!-- TODO: status logic -->\n\n            \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaratified\">Diratifikasi oleh: &rarr;&nbsp;Other\u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-cbaactorratified\">\n                    Diratifikasi pada: &rarr;&nbsp;2013-01-28\n                \u003C\u002Fdiv>\n            \n\n            \u003C!-- TODO: transnational_label, includingcountries_label, national_framework_label -->\n\n            \u003Cdiv id=\"display-SECTOR1\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Industri\u002Fpabrik pengolahan\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-NACE2004\">\n                Nama industri: &rarr;&nbsp;Pabrik Manufaktur produk logam, kecuali mesin dan perlengkapannya, Pabrik Manufaktur kendaraan bermotor dan karavan\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-FIRMPRI\">\n                Sektor publik\u002Fswasta: &rarr;&nbsp;In the private sector\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv>Disimpulkan oleh:\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1\">\n\n                \n                    \n                    \u003Cdiv>\n                        Nama perusahaan: &rarr;&nbsp;\n                        Gemala Kempa Daya, Inti Ganda Perdana, Asano Gear Indonesia, Akashi Wahana\n                    \u003C\u002Fdiv>\n                \n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_2\">\n\n                \n                    \n                    \u003Cdiv>\n                        Nama pengusaha: &rarr;&nbsp;\n                        IGP Group \n                    \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MNCOMPA_2_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1\">\n                Nama serikat pekerja: &rarr;&nbsp;\n\n                \n                    \n                    \u003Cspan>\n                        Serikat Pekerja Logam, Elektronik Dan Mesin Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Unit Kerja IGP Group\n                    \u003C\u002Fspan>\n                \n\n                \u003Cdiv id=\"display-CBA_MEMTRAD4_1_txt\">\u003C\u002Fdiv>\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section social-security-pensions\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SOCSEC_trigger\">JAMINAN SOSIAL DAN PENSIUN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-pensionfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pensiun bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilityfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan cacat bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-unemploymentfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk tunjangan pengangguran bagi pekerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section training\">\n            \u003Ch3 id=\"display-TRAINING_trigger\">PELATIHAN\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingprogrammes\">Program pelatihan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprenticeships\">Magang: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-trainingfund\">Pengusaha memberikan kontribusi untuk dana pelatihan bagi pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section sickness-disability\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KONDISI SAKIT DAN DISABILITAS\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-maxsicknesspayperc\">\n                Maximum cuti sakit berbayar (untuk 6 bulan): &rarr;&nbsp;92&nbsp;%\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-sicknessmaxdaysnr\">\n                Maximum hari untuk cuti sakit berbayar: &rarr;&nbsp;365 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-longtermillness\">Ketentuan mengenai kembali bekerja setelah menderita penyakit jangka panjang, seperti penyakit kanker: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n            \n            \u003Cdiv id=\"display-menstruationleave\">Cuti haid berbayar: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-disabilitypay\">Pembayaran gaji apabila tidak mampu bekerja dikarenakan kecelakaan kerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n\n        \u003Cdiv class=\"section health-medical-assistence\">\n            \u003Ch3 id=\"display-SICDIS_trigger\">KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA BANTUAN MEDIS\u003C\u002Fh3>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccess\">Bantuan medis disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthcareaccessrelatives\">Bantuan medis bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurance\">Kontribusi pengusaha untuk asuransi kesehatan disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthinsurancerelatives\">Asuransi kesehatan bagi keluarga pekerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetypolicy\">Kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-healthandsafetytraining\">Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-protectiveclothing\">Pakaian\u002Falat pelindung diri disediakan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-hivpolicy\">Pemeriksaan kesehatan secara berkala disediakan oleh pengusaha: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-monitoring\">Pengawasan permintaan musculoskeletal di tempat kerja, resiko professional dan\u002Fatau hubungan antara pekerjaan dan kesehatan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-funeralpay\">Bantuan duka\u002Fpemakaman: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section work-family-arrangements\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKFAM_trigger\">PENGATURAN ANTARA KERJA DAN KELUARGA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleaveduration\">\n                Cuti hamil berbayar: &rarr;&nbsp;13 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidmaternityleavepayperc\">\n                Cuti hamil berbayar terbatas untuk: 100 % dari gaji pokok\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-jobsecuritymothers\">Jaminan tetap dapat bekerja setelah cuti hamil: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-maternitydiscrimination\">Larangan diskriminasi terkait kehamilan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-breastfeeding_dangerouswork\">Larangan mewajibkan pekerja yang sedang hamil atau menyusui untuk melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-riskassessment\">Penilaian resiko terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja yang sedang hamil atau menyusui di tempat kerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-alternatives\">Ketersediaan alternatif bagi pekerja hamil atau menyusui untuk tidak melakukan pekerjaan yang berbahaya atau tidak sehat: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-timeoff\">Cuti untuk melakukan pemeriksaan pranatal: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningnonstandard\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempekerjakan pekerja: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n              \u003Cdiv id=\"display-screeningpromotion\">Larangan untuk melakukan penyaringan terhadap pekerja yang hamil sebelum mempromosikan: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv> \n            \u003Cdiv id=\"display-nursingmothers\">Fasilitas untuk pekerja yang menyusui: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcareprovision\">Pengusaha menyediakan fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-childcaresubsidy\">Pengusaha mensubsidi fasilitas penitipan anak: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n   \u003Cdiv id=\"display-educationtuition\">Tunjangan\u002Fbantuan pendidikan bagi anak pekerja: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n   \n            \u003Cdiv id=\"display-childcareleave\">\n                Cuti berbayar tiap tahun yang diberikan untuk merawat anggota keluarga: &rarr;&nbsp;2 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-paidpaternityleaveduration\">\n                Cuti ayah berbayar: &rarr;&nbsp;3 hari\n         \u003C\u002Fdiv>\n                        \n\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n        \u003Cdiv class=\"section gender-equality-issues\">\n            \u003Ch3 id=\"display-GENEQ_trigger\">ISU KESETARAAN GENDER\u003C\u002Fh3>\n         \u003Cdiv id=\"display-eqpay\">Upah yang sama untuk pekerjaan yang sama nilainya: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n         \n         \u003Cdiv id=\"display-discrimination\">Klausal mengenai diskriminasi di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-eqpromotion\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat promosi: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv> \n        \u003Cdiv id=\"display-eqtraining\">Kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapat pelatihan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>     \n        \u003Cdiv id=\"display-eqofficer\">Kesetaraan gender dalam kepengurusan serikat pekerja di tempat kerja: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-sexualhar\">Klausal mengenai pelecehan seksual di tempat kerja &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violence\">Klausal mengenai kekerasan di tempat kerja &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-violenceleave\">Cuti khusus bagi pekerja yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-support_disabilities\">Dukungan bagi pekerja perempuan dengan disabilitas: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003Cdiv id=\"display-equalitymonitoring\">Pengawasan kesetaraan gender: &rarr;&nbsp;\u003C\u002Fdiv>\n             \n         \u003C\u002Fdiv>\n         \n\n        \u003Cdiv class=\"section employment-contracts\">\n            \u003Ch3 id=\"display-EMPCONTR_trigger\">PERJANJIAN KERJA\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-contracttrialperiod\">\n                Durasi masa percobaan: &rarr;&nbsp;91 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n            \n\u003Cdiv id=\"display-severance_number\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;182&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-severance_number_1_tenure\">\n                Uang pesangon setelah masa kerja 5 tahun (jumlah hari yang digaji): &rarr;&nbsp;30&nbsp;hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-part_time_excluded\">Pekerja paruh waktu tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-tempagency\">Ketentuan mengenai pekerja sementara: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-apprentices_excluded\">Pekerja magang tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-minijobs_excluded\">Pekerja mahasiswa tidak termasuk dalam semua peraturan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n        \n\n        \u003Cdiv class=\"section working-hours\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WORKHOURS_trigger\">JAM KERJA, JADWAL DAN LIBUR\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspday\">\n                Jam kerja per hari: &rarr;&nbsp;8.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-hourspweek\">\n                Jam kerja per minggu: &rarr;&nbsp;40.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-dayspweek\">\n                Hari kerja per minggu: &rarr;&nbsp;5.0\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysdays\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;12.0 hari\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-holidaysweeks\">\n                Cuti tahunan berbayar: &rarr;&nbsp;2.0 minggu\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-bankholidays2\">\n                Cuti libur nasional berbayar: &rarr;&nbsp;Hari Raya Natal, Wafat Isa Almasih, Army Day \u002F Feast of the Sacred Heart\u002F St. Peter &amp; Paul’s Day (30th June), John Chilembwe Day (15th January), Umuganura Day (first Friday of August)\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-schedulesrestpw\"> Periode istrirahat setidaknya satu hari dalam seminggu disetujui: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-sundays_year\">\n                Jumlah maksimum hari minggu\u002Fhari libur nasional dalam setahun dimana pekerja harus\u002Fdapat bekerja: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n             \n            \n            \n            \n            \n            \n            \u003Cdiv id=\"display-FLEXWORK_trigger\"> Ketentuan mengenai pengaturan jadwal kerja yang fleksibel: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \n        \u003C\u002Fdiv>\n\n        \u003Cdiv class=\"section wages\">\n            \u003Ch3 id=\"display-WAGES_trigger\">PENGUPAHAN\u003C\u002Fh3>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-PAYSCALES_trigger\">\n                Upah ditentukan oleh skala upah: &rarr;&nbsp;No\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n\n            \n            \n\n            \n\n            \n\n            \u003Cdiv id=\"display-COSTLIV_trigger\">Penyesuaian untuk kenaikan biaya kebutuhan hidup: &rarr;&nbsp;1\u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-STRUCINCR_trigger\">Kenaikan upah\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-ONCERISE_trigger\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali:\u003C\u002Fh4>\n                \n                \n                \u003Cdiv id=\"display-extrapayfirmperformance\">Pembayaran tambahan yang dilakukan setahun sekali dikarenakan performa perusahaan: &rarr;&nbsp;No\u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \n\n            \n\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-OVERTIME_trigger\">Upah lembur hari kerja\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-overtimeallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari kerja: &rarr;&nbsp;200 % dari gaji pokok\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-SUNDAY_trigger\">Upah lembur hari Minggu\u002Flibur\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-sundayallowanceperc1\">\n                    Upah lembur hari Minggu\u002Flibur: &rarr;&nbsp;100&nbsp;%\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv>\n                \u003Ch4 id=\"display-COMMUTE_trigger\">Tunjangan transportasi\u003C\u002Fh4>\n                \u003Cdiv id=\"display-commutingallowanceperc1\">\n                    Tunjangan transportasi: &rarr;&nbsp; % dari gaji pokok\n                \u003C\u002Fdiv>\n                \n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \n\n            \u003Ch4>Kupon makan\u003C\u002Fh4>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-mealvouchers\">\n                Kupon makan disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\n            \u003C\u002Fdiv>\n\n            \u003Cdiv id=\"display-MEALALL_trigger\">Tunjangan makan disediakan: &rarr;&nbsp;Yes\u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-mealvouchersamount\">\n                 &rarr;&nbsp;9650.0 per makan\n            \u003C\u002Fdiv>\n            \u003Cdiv id=\"display-legalassistance_trigger\">\n                Bantuan hukum gratis: &rarr;&nbsp;\n            \u003C\u002Fdiv>\n        \u003C\u002Fdiv>\n\n    \u003C\u002Fdiv>\n\n\u003C\u002Fhtml>\n",[],[],"collective_agreement",[325],{"title":38,"slug":34},[327],{"type":328,"data":329},"call_to_action_body_block",{"title":330,"description":331,"variant":332,"link":333},"Bandingkan Perjanjian Kerja Bersama","Bandingkan pasal-pasal dan topik dalam Perjanjian Kerja Bersama dari Indonesia dengan Perjanjian Kerja Bersama di semua sektor kerja di Indonesia maupun negara-negara lainnya.","dark",{"title":330,"url":334,"description":330,"rel":335,"type":336},"\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002Fbandingkan-perjanjian-kerja-bersama","follow","internal",[338],{"type":328,"data":339},{"title":330,"description":331,"variant":332,"link":340},{"title":330,"url":334,"description":330,"rel":335,"type":336},[]]