[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"page:id-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fhukum-tenaga-kerja\u002Ftanggung-jawab-keluarga":3},{"id":4,"slug":5,"title":6,"short_title":7,"intro_text":8,"meta_description":8,"seo_title":8,"path":9,"content_type":10,"locale":11,"go_live_at":7,"first_published_at":12,"page_created_at":13,"published_at":12,"edit_url":14,"breadcrumbs":15,"seo":26,"rendered":35,"description":36,"body":37,"body_blocks":38,"call_to_action":39,"owner":46,"authors":54,"show_related_pages":56,"related_pages":57,"related_sites":70,"in_subsite":56,"contact_page_url":7,"banner_message":71},3661,"tanggung-jawab-keluarga","Tanggung Jawab Keluarga",null,"","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fhukum-tenaga-kerja\u002Ftanggung-jawab-keluarga","labourlaw.labourlawpage","id_ID","2025-08-15T10:07:58.644667+00:00","2026-01-09T04:21:01.932200+00:00","\u002Fcms\u002Fpages\u002F3661\u002Fedit\u002F",[16,19,22,25],{"title":17,"slug":18},"Indonesia","id-id",{"title":20,"slug":21},"Bekerja di Indonesia","bekerja-di-indonesia",{"title":23,"slug":24},"Hukum Tenaga Kerja","hukum-tenaga-kerja",{"title":6,"slug":5},{"title":27,"description":8,"image":28,"canonical":29,"robots":30,"og_type":31,"twitter_card":32,"locale":18,"created_at":33,"last_modified_at":34},"Tanggung Jawab Keluarga: Mengenal Aturan Cuti Ayah dan Cuti Orang Tua - Indonesia","https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fmedia\u002Fimages\u002FSocial_media_preview_image_-_2025.2e16d0ba.fill-1200x630.png","https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fhukum-tenaga-kerja\u002Ftanggung-jawab-keluarga\u002F","index, follow","website","summary_large_image","2025-08-15T12:07:58.644667+02:00","2026-01-09T05:21:02.022937+01:00","\u003Cdiv class=\"cobra-ll-view\">\n\n  \n\n    \n    \n  \n  \u003Ch1>Tanggung Jawab Keluarga\u003C\u002Fh1>\n  \u003Cspan class=\"lastupdated\">Halaman ini terakhir diperbarui:\n      2026-04-13\u003C\u002Fspan>\n\n  \n\n    \n  \n    \n      \n        \n          \n    \n    \n    \n        \u003Cdiv class=\"teaserItem\">\n          \u003Ch2>Cuti ayah\u003C\u002Fh2>\n          \u003Cp>Undang-undang Ketenagakerjaan memberikan cuti selama 2 hari bagi pekerja laki-laki yang istrinya melahirkan\u002Fgugur kandungan. Dengan ketentuan selama waktu cuti upah dibayar penuh.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Kesempatan cuti yang lebih panjang, dibuka oleh Undang-undang Nomor 4 Tahun 2024 tentang Kesejahteraan Ibu dan Anak pada Fase Seribu Hari Pertama Kehidupan yang baru disahkan pada 4 Juni 2024. UU ini memberi hak cuti bagi pekerja laki-laki untuk mendampingi istri yang melahirkan\u002Fgugur kandungan selama 2 (dua) hari dan dapat diberikan paling lama 3 (tiga) hari berikutnya atau sesuai dengan kesepakatan.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Sumber: §93(2c &amp; 4e) Undang-Undang Tentang Ketenagakerjaan (UU No. 13\u002F2003); Undang-undang tentang Kesejahteraan Ibu dan Anak pada Fase Seribu Hari Pertama Kehidupan (UU No. 4\u002F2024)\u003C\u002Fp>\n        \u003C\u002Fdiv>\n    \n\n\n        \n      \n        \n          \n    \n    \n    \n        \u003Cdiv class=\"teaserItem\">\n          \u003Ch2>Cuti orang tua\u003C\u002Fh2>\n          \u003Cp>Tidak ada hak cuti khusus yang ditemukan dalam undang-undang tentang cuti orang tua.\u003C\u002Fp>\n        \u003C\u002Fdiv>\n    \n\n\n        \n      \n        \n          \n    \n    \n    \n        \u003Cdiv class=\"teaserItem\">\n          \u003Ch2>Pilihan kerja yang fleksibel untuk pekerja yang memiliki anak dan tanggung jawab keluarga lainnya\u003C\u002Fh2>\n          \u003Cp>Ketentuan yang mendukung keseimbangan kehidupan kerja bagi orang tua atau pekerja dengan tanggung jawab keluarga, dapat ditemukan dalam Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Nomor 5 Tahun 2015 tentang Penyediaan Sarana Kerja yang Responsif Gender dan Peduli Anak di Tempat Kerja. Peraturan ini menegaskan peningkatan produktivitas kerja dilakukan melalui penyediaan sarana kerja yang responsif gender di tempat kerja dan memperhatikan kepentingan terbaik dan proses tumbuh kembang anak. Sarana kerja yang dimaksud meliputi: ruang laktasi, waktu memerah ASI di waktu kerja, ruang penitipan anak\u002Fdaycare center, fasilitas pelayanan kesehatan, dan sarana kerja lain yang menunjang.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Undang-undang tentang Kesejahteraan Ibu dan Anak pada Fase Seribu Hari Pertama Kehidupan juga merumuskan tanggung jawab ibu dan ayah bekerja pada fase seribu hari pertama kehidupan anak.\u003C\u002Fp>\n        \u003C\u002Fdiv>\n    \n\n\n        \n      \n        \n          \n    \n    \n    \n        \n    \n\n\n        \n      \n    \n\n    \n      \n    \n      \u003Cdiv class=\"regulations\">\n        \u003Ch2>Peraturan mengenai Kerja dan Tanggung Jawab Keluarga\u003C\u002Fh2>\n        \u003Cul>\n          \u003Cli>\n            Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan \u002F Manpower Act (Law No. 13 of 2003)\n          \u003C\u002Fli>\n          \u003Cli>\n            Peraturan Pemerintah No. 34 Tahun 2021 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing \u002F Government Regulation No. 34 of 2021\n          \u003C\u002Fli>\n        \u003C\u002Ful>\n      \u003C\u002Fdiv>\n\n    \n\n    \n      \n    \n    \u003Cdiv class=\"related\">\n      \u003Ch2>Topik terkait\u003C\u002Fh2>\n      \n          _ll_maternity_URL_\n      \n          _ll_sickleave_URL_\n      \n          _ll_leave_URL_\n      \n          _CBA_FOLDER_URL_\n      \n    \u003C\u002Fdiv>\n\n    \n\n  \n\n    \n    \n\n  \n\n  \n  \n\n  \n    \u003Cstyle>\n\n      h1, h2, h3 {\n      font-weight: bold;\n      margin-top: 20px;\n      margin-bottom: 10px;\n      }\n      \n      .related a {\n        display:block;\n        border: 1px solid transparent;\n      }\n\n      ul ol, ol ol, ol ul {\n      font-size: 100%;\n      }\n\n    \u003C\u002Fstyle>\n\n  \n\n\u003C\u002Fdiv>","Pemerintah Indonesia mengesahkan UU KIA, sehingga hak cuti ayah ditegaskan kembali dan terdapat pilihan untuk bekerja secara fleksibel bagi orang tua baru - Indonesia – .","\u003Cdiv>\n\n\u003Cspan>Halaman ini terakhir diperbarui:\n      2026-04-13\u003C\u002Fspan>\n\u003Cdiv>\n\u003Ch2>Cuti ayah\u003C\u002Fh2>\n\u003Cp>Undang-undang Ketenagakerjaan memberikan cuti selama 2 hari bagi pekerja laki-laki yang istrinya melahirkan\u002Fgugur kandungan. Dengan ketentuan selama waktu cuti upah dibayar penuh.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Kesempatan cuti yang lebih panjang, dibuka oleh Undang-undang Nomor 4 Tahun 2024 tentang Kesejahteraan Ibu dan Anak pada Fase Seribu Hari Pertama Kehidupan yang baru disahkan pada 4 Juni 2024. UU ini memberi hak cuti bagi pekerja laki-laki untuk mendampingi istri yang melahirkan\u002Fgugur kandungan selama 2 (dua) hari dan dapat diberikan paling lama 3 (tiga) hari berikutnya atau sesuai dengan kesepakatan.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Sumber: §93(2c &amp; 4e) Undang-Undang Tentang Ketenagakerjaan (UU No. 13\u002F2003); Undang-undang tentang Kesejahteraan Ibu dan Anak pada Fase Seribu Hari Pertama Kehidupan (UU No. 4\u002F2024)\u003C\u002Fp>\n\u003C\u002Fdiv>\n\u003Cdiv>\n\u003Ch2>Cuti orang tua\u003C\u002Fh2>\n\u003Cp>Tidak ada hak cuti khusus yang ditemukan dalam undang-undang tentang cuti orang tua.\u003C\u002Fp>\n\u003C\u002Fdiv>\n\u003Cdiv>\n\u003Ch2>Pilihan kerja yang fleksibel untuk pekerja yang memiliki anak dan tanggung jawab keluarga lainnya\u003C\u002Fh2>\n\u003Cp>Ketentuan yang mendukung keseimbangan kehidupan kerja bagi orang tua atau pekerja dengan tanggung jawab keluarga, dapat ditemukan dalam Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Nomor 5 Tahun 2015 tentang Penyediaan Sarana Kerja yang Responsif Gender dan Peduli Anak di Tempat Kerja. Peraturan ini menegaskan peningkatan produktivitas kerja dilakukan melalui penyediaan sarana kerja yang responsif gender di tempat kerja dan memperhatikan kepentingan terbaik dan proses tumbuh kembang anak. Sarana kerja yang dimaksud meliputi: ruang laktasi, waktu memerah ASI di waktu kerja, ruang penitipan anak\u002Fdaycare center, fasilitas pelayanan kesehatan, dan sarana kerja lain yang menunjang.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Undang-undang tentang Kesejahteraan Ibu dan Anak pada Fase Seribu Hari Pertama Kehidupan juga merumuskan tanggung jawab ibu dan ayah bekerja pada fase seribu hari pertama kehidupan anak.\u003C\u002Fp>\n\u003C\u002Fdiv>\n\u003Cdiv>\n\u003Ch2>Peraturan mengenai Kerja dan Tanggung Jawab Keluarga\u003C\u002Fh2>\n\u003Cul>\n\u003Cli>\n            Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan \u002F Manpower Act (Law No. 13 of 2003)\n          \u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\n            Peraturan Pemerintah No. 34 Tahun 2021 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing \u002F Government Regulation No. 34 of 2021\n          \u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\u003C\u002Fdiv>\n\u003Cdiv>\n\u003Ch2>Topik terkait\u003C\u002Fh2>\n      \n          \u003Ca href='\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fhukum-tenaga-kerja\u002Fhak-pekerja-perempuan'>Hak Pekerja Perempuan\u003C\u002Fa>\n      \n          \n      \n          \u003Ca href='\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fhukum-tenaga-kerja\u002Fcuti'>Cuti\u003C\u002Fa>\n      \n          \u003Ca href='\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002F'>Perjanjian Kerja Bersama\u003C\u002Fa>\n      \n    \u003C\u002Fdiv>\n\u003Cstyle>\n\n      h1, h2, h3 {\n      font-weight: bold;\n      margin-top: 20px;\n      margin-bottom: 10px;\n      }\n      \n      .related a {\n        display:block;\n        border: 1px solid transparent;\n      }\n\n      ul ol, ol ol, ol ul {\n      font-size: 100%;\n      }\n\n    \u003C\u002Fstyle>\n\u003C\u002Fdiv>",[],{"text":40,"link":41},"Hubungi Kami",{"title":40,"url":42,"description":40,"rel":43,"type":44,"id":45},"\u002Fabout\u002Fcontact","follow","internal",24590,{"id":47,"first_name":48,"last_name":49,"email":50,"image":51,"function":52,"external":53},2,"Gunjan","Pandya","gunjanpandya@wageindicator.org","https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fmedia\u002Fimages\u002FGunjan-Pandya-ED_PhPZSyI.width-400.jpg","IT Specialist and Global Webmaster",false,[55],{"id":47,"first_name":48,"last_name":49,"email":50,"image":51,"function":52,"external":53},true,[58,62,66],{"id":59,"short_title":7,"title":60,"url":61},27765,"Mengenal Undang-undang Kesejahteraan Ibu dan Anak pada Fase Seribu Hari Pertama Kehidupan","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fhukum-tenaga-kerja\u002Ftanggung-jawab-keluarga\u002Fmengenal-uu-kia",{"id":63,"short_title":7,"title":64,"url":65},27766,"Pekerjaan dan Anak","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fhukum-tenaga-kerja\u002Ftanggung-jawab-keluarga\u002Fpekerjaan-dan-anak",{"id":67,"short_title":7,"title":68,"url":69},27767,"Tunjangan Anak bagi PNS","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fhukum-tenaga-kerja\u002Ftanggung-jawab-keluarga\u002Ftunjangan-anak-bagi-pns",[],"\u003Cp>Gajimu adalah bagian dari WageIndicator. Organisasi yang sama, informasi yang sama, dengan tampilan baru.\u003C\u002Fp>"]