[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"page:id-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fhukum-tenaga-kerja\u002Fhak-pekerja-perempuan":3},{"id":4,"slug":5,"title":6,"short_title":7,"intro_text":8,"meta_description":8,"seo_title":8,"path":9,"content_type":10,"locale":11,"go_live_at":7,"first_published_at":12,"page_created_at":13,"published_at":12,"edit_url":14,"breadcrumbs":15,"seo":27,"rendered":36,"description":37,"body":38,"body_blocks":39,"call_to_action":40,"owner":47,"authors":55,"show_related_pages":57,"related_pages":58,"related_sites":115,"in_subsite":57,"contact_page_url":7,"banner_message":116},3662,"hak-pekerja-perempuan","Kehamilan Ketika Bekerja",null,"","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fhukum-tenaga-kerja\u002Fhak-pekerja-perempuan","labourlaw.labourlawpage","id_ID","2025-08-15T10:07:58.982610+00:00","2026-04-10T04:37:41.146987+00:00","\u002Fcms\u002Fpages\u002F3662\u002Fedit\u002F",[16,19,22,25],{"title":17,"slug":18},"Indonesia","id-id",{"title":20,"slug":21},"Bekerja di Indonesia","bekerja-di-indonesia",{"title":23,"slug":24},"Hukum Tenaga Kerja","hukum-tenaga-kerja",{"title":26,"slug":5},"Hak Pekerja Perempuan",{"title":28,"description":8,"image":29,"canonical":30,"robots":31,"og_type":32,"twitter_card":33,"locale":18,"created_at":34,"last_modified_at":35},"Memahami Perlindungan Hak Maternitas di Tempat Kerja - Indonesia","https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fmedia\u002Fimages\u002FSocial_media_preview_image_-_2025.2e16d0ba.fill-1200x630.png","https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fhukum-tenaga-kerja\u002Fhak-pekerja-perempuan\u002F","index, follow","website","summary_large_image","2025-08-15T12:07:58.982610+02:00","2026-04-10T06:37:41.280651+02:00","\u003Cdiv class=\"cobra-ll-view\">\n\n  \n\n    \n    \n  \n  \u003Ch1>Kehamilan Ketika Bekerja\u003C\u002Fh1>\n  \u003Cspan class=\"lastupdated\">Halaman ini terakhir diperbarui:\n      2026-04-13\u003C\u002Fspan>\n\n  \n\n    \n  \n    \n      \n        \n          \n    \n    \n    \n        \u003Cdiv class=\"teaserItem\">\n          \u003Ch2>Cuti hamil\u003C\u002Fh2>\n          \u003Cp>UU Ketenagakerjaan memberikan cuti melahirkan selama 3 (tiga) bulan kepada semua pekerja perempuan yang bekerja untuk mendapatkan upah atau imbalan dalam bentuk lain. Tidak ada syarat kualifikasi yang ditentukan oleh undang-undang. Pekerja perempuan berhak atas 45 hari cuti antenatal (diperkirakan oleh dokter kandungan atau bidan untuk melahirkan bayi) dan 45 hari cuti setelah melahirkan.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Cuti melahirkan dapat diperpanjang apabila ada komplikasi atau alasan medis. Keterangan tertulis yang disahkan dari dokter kandungan atau bidan, yang menjelaskan kondisi medis harus diberikan sebelum atau sesudah melahirkan.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Menguatkan jaminan untuk memperpanjang cuti kehamilan dalam kondisi khusus, Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2024 tentang Kesejahteraan Ibu dan Anak pada Fase Seribu Hari Pertama Kehidupan, memberi rumusan cuti yang terbaru bagi pekerja perempuan yang bersalin yaitu paling singkat 3 bulan pertama dan paling lama 3 bulan berikutnya, jika terdapat kondisi khusus bagi ibu maupun anak, yang dibuktikan dengan surat keterangan dokter.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Sedangkan bagi pekerja wanita yang mengalami keguguran kandungan berhak atas masa cuti selama 45 hari, atau masa cuti sebagaimana tercantum dalam surat keterangan dokter kandungan atau bidan.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Pekerja perempuan juga berhak atas cuti berbayar pada pertama dan kedua menstruasi apabila sakit dan tidak dapat melakukan pekerjaannya.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Sumber: §1(3) 82, and 93 Undang-Undang Tentang Ketenagakerjaan (UU No. 13\u002F2003); Undang-Undang Tentang Cipta Kerja (UU No. 6\u002F2023); Undang-undang tentang Kesejahteraan Ibu dan Anak pada Fase Seribu Hari Pertama Kehidupan (UU No. 4\u002F2024)\u003C\u002Fp>\n        \u003C\u002Fdiv>\n    \n\n\n        \n      \n        \n          \n    \n    \n    \n        \u003Cdiv class=\"teaserItem\">\n          \u003Ch2>Pendapatan selama cuti hamil\u003C\u002Fh2>\n          \u003Cp>Cuti melahirkan dibayar penuh oleh pihak pengusaha kepada pekerja yang menggunakan haknya untuk mengambil cuti melahirkan. Manfaat tunai diberikan untuk seluruh durasi cuti melahirkan, yaitu hingga 3 (tiga) bulan.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Undang-Undang tentang Kesejahteraan Ibu dan Anak pada Fase Seribu Hari Pertama Kehidupan yang baru disahkan, juga menetapkan jaminan bagi setiap pekerja yang melaksanakan hak atas cuti melahirkan tidak dapat diberhentikan dari pekerjaannya, dan berhak mendapatkan upah secara penuh untuk 3 bulan pertama dan bulan keempat, serta 75% dari upahnya untuk bulan kelima dan keenam.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Dalam kasus keguguran, pekerja berhak atas cuti berbayar selama satu setengah bulan, atau sesuai rekomendasi dokter atau bidan.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Pekerja perempuan juga berhak atas cuti berbayar pada hari pertama dan kedua menstruasi jika mereka sakit dan tidak dapat menjalankan tugasnya.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Sumber: §1(3) and 82 Undang-Undang Tentang Ketenagakerjaan (UU No. 13\u002F2003); Undang-Undang Tentang Cipta Kerja (UU No. 6\u002F2023); Undang-undang tentang Kesejahteraan Ibu dan Anak pada Fase Seribu Hari Pertama Kehidupan (UU No. 4\u002F2024)\u003C\u002Fp>\n        \u003C\u002Fdiv>\n    \n\n\n        \n      \n        \n          \n    \n    \n    \n        \n    \n\n\n        \n      \n        \n          \n    \n    \n    \n        \u003Cdiv class=\"teaserItem\">\n          \u003Ch2>Perawatan medis gratis\u003C\u002Fh2>\n          \u003Cp>Tunjangan kesehatan diberikan kepada pekerja yang diasuransikan berdasarkan undang-undang jaminan sosial nasional.\u003C\u002Fp>\n        \u003C\u002Fdiv>\n    \n\n\n        \n      \n    \n\n    \n      \n    \n      \u003Cdiv class=\"regulations\">\n        \u003Ch2>Peraturan tentang kehamilan dan pekerjaan\u003C\u002Fh2>\n        \u003Cul>\n          \u003Cli>\n            Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan \u002F Manpower Act (Law No. 13 of 2003)\n          \u003C\u002Fli>\n          \u003Cli>\n            Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 2 Tahun 2025 tentang Pedoman Pemberian JKP \u002F Minister Regulation No. 2 of 2025\n          \u003C\u002Fli>\n          \u003Cli>\n            Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. 235 Tahun 2003 \u002F Decree No. 235 of 2003\n          \u003C\u002Fli>\n        \u003C\u002Ful>\n      \u003C\u002Fdiv>\n\n    \n\n    \n      \n    \n    \u003Cdiv class=\"related\">\n      \u003Ch2>Topik terkait\u003C\u002Fh2>\n      \n          _ll_jobprotection_URL_\n      \n          _ll_breastfeeding_URL_\n      \n          _ll_family_URL_\n      \n          _ll_sickleave_URL_\n      \n          _ll_employmentsecurity_URL_\n      \n          _CBA_FOLDER_URL_\n      \n    \u003C\u002Fdiv>\n\n    \n\n  \n\n    \n    \n\n  \n\n  \n  \n\n  \n    \u003Cstyle>\n\n      h1, h2, h3 {\n      font-weight: bold;\n      margin-top: 20px;\n      margin-bottom: 10px;\n      }\n      \n      .related a {\n        display:block;\n        border: 1px solid transparent;\n      }\n\n      ul ol, ol ol, ol ul {\n      font-size: 100%;\n      }\n\n    \u003C\u002Fstyle>\n\n  \n\n\u003C\u002Fdiv>","Kehamilan Ketika Bekerja, Cari tahu perlindungan hak maternitas di dunia kerja seperti aturan cuti melahirkan dan perlindungan Ibu hamil dari pemutusan hubungan kerja atau PHK - Indonesia","\u003Cdiv>\n\n\u003Cspan>Halaman ini terakhir diperbarui:\n      2026-04-13\u003C\u002Fspan>\n\u003Cdiv>\n\u003Ch2>Cuti hamil\u003C\u002Fh2>\n\u003Cp>UU Ketenagakerjaan memberikan cuti melahirkan selama 3 (tiga) bulan kepada semua pekerja perempuan yang bekerja untuk mendapatkan upah atau imbalan dalam bentuk lain. Tidak ada syarat kualifikasi yang ditentukan oleh undang-undang. Pekerja perempuan berhak atas 45 hari cuti antenatal (diperkirakan oleh dokter kandungan atau bidan untuk melahirkan bayi) dan 45 hari cuti setelah melahirkan.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Cuti melahirkan dapat diperpanjang apabila ada komplikasi atau alasan medis. Keterangan tertulis yang disahkan dari dokter kandungan atau bidan, yang menjelaskan kondisi medis harus diberikan sebelum atau sesudah melahirkan.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Menguatkan jaminan untuk memperpanjang cuti kehamilan dalam kondisi khusus, Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2024 tentang Kesejahteraan Ibu dan Anak pada Fase Seribu Hari Pertama Kehidupan, memberi rumusan cuti yang terbaru bagi pekerja perempuan yang bersalin yaitu paling singkat 3 bulan pertama dan paling lama 3 bulan berikutnya, jika terdapat kondisi khusus bagi ibu maupun anak, yang dibuktikan dengan surat keterangan dokter.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Sedangkan bagi pekerja wanita yang mengalami keguguran kandungan berhak atas masa cuti selama 45 hari, atau masa cuti sebagaimana tercantum dalam surat keterangan dokter kandungan atau bidan.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Pekerja perempuan juga berhak atas cuti berbayar pada pertama dan kedua menstruasi apabila sakit dan tidak dapat melakukan pekerjaannya.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Sumber: §1(3) 82, and 93 Undang-Undang Tentang Ketenagakerjaan (UU No. 13\u002F2003); Undang-Undang Tentang Cipta Kerja (UU No. 6\u002F2023); Undang-undang tentang Kesejahteraan Ibu dan Anak pada Fase Seribu Hari Pertama Kehidupan (UU No. 4\u002F2024)\u003C\u002Fp>\n\u003C\u002Fdiv>\n\u003Cdiv>\n\u003Ch2>Pendapatan selama cuti hamil\u003C\u002Fh2>\n\u003Cp>Cuti melahirkan dibayar penuh oleh pihak pengusaha kepada pekerja yang menggunakan haknya untuk mengambil cuti melahirkan. Manfaat tunai diberikan untuk seluruh durasi cuti melahirkan, yaitu hingga 3 (tiga) bulan.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Undang-Undang tentang Kesejahteraan Ibu dan Anak pada Fase Seribu Hari Pertama Kehidupan yang baru disahkan, juga menetapkan jaminan bagi setiap pekerja yang melaksanakan hak atas cuti melahirkan tidak dapat diberhentikan dari pekerjaannya, dan berhak mendapatkan upah secara penuh untuk 3 bulan pertama dan bulan keempat, serta 75% dari upahnya untuk bulan kelima dan keenam.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Dalam kasus keguguran, pekerja berhak atas cuti berbayar selama satu setengah bulan, atau sesuai rekomendasi dokter atau bidan.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Pekerja perempuan juga berhak atas cuti berbayar pada hari pertama dan kedua menstruasi jika mereka sakit dan tidak dapat menjalankan tugasnya.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Sumber: §1(3) and 82 Undang-Undang Tentang Ketenagakerjaan (UU No. 13\u002F2003); Undang-Undang Tentang Cipta Kerja (UU No. 6\u002F2023); Undang-undang tentang Kesejahteraan Ibu dan Anak pada Fase Seribu Hari Pertama Kehidupan (UU No. 4\u002F2024)\u003C\u002Fp>\n\u003C\u002Fdiv>\n\u003Cdiv>\n\u003Ch2>Perawatan medis gratis\u003C\u002Fh2>\n\u003Cp>Tunjangan kesehatan diberikan kepada pekerja yang diasuransikan berdasarkan undang-undang jaminan sosial nasional.\u003C\u002Fp>\n\u003C\u002Fdiv>\n\u003Cdiv>\n\u003Ch2>Peraturan tentang kehamilan dan pekerjaan\u003C\u002Fh2>\n\u003Cul>\n\u003Cli>\n            Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan \u002F Manpower Act (Law No. 13 of 2003)\n          \u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\n            Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 2 Tahun 2025 tentang Pedoman Pemberian JKP \u002F Minister Regulation No. 2 of 2025\n          \u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\n            Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. 235 Tahun 2003 \u002F Decree No. 235 of 2003\n          \u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\u003C\u002Fdiv>\n\u003Cdiv>\n\u003Ch2>Topik terkait\u003C\u002Fh2>\n      \n          \n      \n          \n      \n          \u003Ca href='\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fhukum-tenaga-kerja\u002Ftanggung-jawab-keluarga'>Tanggung Jawab Keluarga\u003C\u002Fa>\n      \n          \n      \n          \u003Ca href='\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fhukum-tenaga-kerja\u002Fkontrak-dan-pemecatan'>Kontrak dan Pemecatan\u003C\u002Fa>\n      \n          \u003Ca href='\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fperjanjian-kerja-bersama\u002F'>Perjanjian Kerja Bersama\u003C\u002Fa>\n      \n    \u003C\u002Fdiv>\n\u003Cstyle>\n\n      h1, h2, h3 {\n      font-weight: bold;\n      margin-top: 20px;\n      margin-bottom: 10px;\n      }\n      \n      .related a {\n        display:block;\n        border: 1px solid transparent;\n      }\n\n      ul ol, ol ol, ol ul {\n      font-size: 100%;\n      }\n\n    \u003C\u002Fstyle>\n\u003C\u002Fdiv>",[],{"text":41,"link":42},"Hubungi Kami",{"title":41,"url":43,"description":41,"rel":44,"type":45,"id":46},"\u002Fabout\u002Fcontact","follow","internal",24590,{"id":48,"first_name":49,"last_name":50,"email":51,"image":52,"function":53,"external":54},2,"Gunjan","Pandya","gunjanpandya@wageindicator.org","https:\u002F\u002Fwageindicator.org\u002Fmedia\u002Fimages\u002FGunjan-Pandya-ED_PhPZSyI.width-400.jpg","IT Specialist and Global Webmaster",false,[56],{"id":48,"first_name":49,"last_name":50,"email":51,"image":52,"function":53,"external":54},true,[59,63,67,71,75,79,83,87,91,95,99,103,107,111],{"id":60,"short_title":7,"title":61,"url":62},27779,"Daftar Lengkap Hak Pekerja Perempuan di Tempat Kerja","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fhukum-tenaga-kerja\u002Fhak-pekerja-perempuan\u002Fhak-pekerja-perempuan-di-tempat-kerja",{"id":64,"short_title":7,"title":65,"url":66},27781,"Aturan Cuti Melahirkan bagi Pekerja Perempuan","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fhukum-tenaga-kerja\u002Fhak-pekerja-perempuan\u002Faturan-cuti-melahirkan",{"id":68,"short_title":69,"title":69,"url":70},27782,"Perlindungan Pekerja saat Hamil dan Melahirkan","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fhukum-tenaga-kerja\u002Fhak-pekerja-perempuan\u002Fperlindungan-saat-hamil",{"id":72,"short_title":7,"title":73,"url":74},27783,"Upah Saat Hamil dan Biaya Persalinan","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fhukum-tenaga-kerja\u002Fhak-pekerja-perempuan\u002Fupah-saat-hamil",{"id":76,"short_title":7,"title":77,"url":78},27784,"Aturan Terkait Cuti Keguguran","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fhukum-tenaga-kerja\u002Fhak-pekerja-perempuan\u002Fcuti-keguguran",{"id":80,"short_title":7,"title":81,"url":82},27787,"Aturan Mengenai Cuti Haid","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fhukum-tenaga-kerja\u002Fhak-pekerja-perempuan\u002Fcuti-haid",{"id":84,"short_title":7,"title":85,"url":86},27910,"Kesempatan dan Fasilitas Menyusui bagi Pekerja Perempuan","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fhukum-tenaga-kerja\u002Fhak-pekerja-perempuan\u002Ffasilitas-menyusui",{"id":88,"short_title":7,"title":89,"url":90},27931,"Ketentuan Mempekerjakan Pekerja Perempuan di Malam Hari","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fhukum-tenaga-kerja\u002Fhak-pekerja-perempuan\u002Fkerja-malam-perempuan",{"id":92,"short_title":7,"title":93,"url":94},27972,"Kekerasan Berbasis Gender di Dunia Kerja","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fhukum-tenaga-kerja\u002Fhak-pekerja-perempuan\u002Fkekerasan-berbasis-gender",{"id":96,"short_title":7,"title":97,"url":98},27973,"Definisi dan Jenis-Jenis Kekerasan Seksual dalam UU TPKS","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fhukum-tenaga-kerja\u002Fhak-pekerja-perempuan\u002Fjenis-kekerasan-seksual-uu-tpks",{"id":100,"short_title":7,"title":101,"url":102},27974,"Kekerasan Seksual di Tempat Kerja","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fhukum-tenaga-kerja\u002Fhak-pekerja-perempuan\u002Fkekerasan-seksual",{"id":104,"short_title":7,"title":105,"url":106},27975,"Rumah Perlindungan Pekerja Perempuan","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fhukum-tenaga-kerja\u002Fhak-pekerja-perempuan\u002Frp3",{"id":108,"short_title":7,"title":109,"url":110},27976,"Mengenali Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT)","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fhukum-tenaga-kerja\u002Fhak-pekerja-perempuan\u002Fkdrt",{"id":112,"short_title":7,"title":113,"url":114},27977,"Penanganan, Pelindungan, dan Pemulihan Hak Korban Kekerasan Seksual","\u002Fid-id\u002Fbekerja-di-indonesia\u002Fhukum-tenaga-kerja\u002Fhak-pekerja-perempuan\u002Fpenanganan-korban-kekerasan-seksual",[],"\u003Cp>Gajimu adalah bagian dari WageIndicator. Organisasi yang sama, informasi yang sama, dengan tampilan baru.\u003C\u002Fp>"]